The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Rindu kelana Pilihan sajak 1948-1993 ( PDFDrive )(1)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by widya pustaka SMP Negeri 5 melaya, 2021-04-22 06:41:18

Rindu kelana Pilihan sajak 1948-1993 ( PDFDrive )(1)

Rindu kelana Pilihan sajak 1948-1993 ( PDFDrive )(1)

~IIIU~IK~ _VVtU • •'lAc{

DI SUNGAI BENUA EROPA (Ii:~slllto_ _t.»

Takltahu lagi n&~:l'§iMfl_tty4;11;:rd:hJ~L r.; i!1;;1nn.il:A

Kapal..kapIl) pengUngbt~~hilir-mudik(hn")d rlBbua ai'l.eq

berpapaS811rdengan angaIb~ltkqnf$ibum9;~ I1j 08

,:'(:I.f'i:' '., ilsum9;;1

sarat.muatan sejauh tualang~IlHmBa ~flU\~ I;O'Wq ;0

diatas ;aip lsedalam

samudraingi>n:, . r;b£ ,i1 ,~;; i.: f'.:;j

:A..IR.Iei:lUfnJ H :HIUUM·HIJIH .1A<JAil

. (chanson keen) A(lOH:EI Al.H13.:a: IA£HIUa 10

Akankahaku ikut lataht'{ff~bitai$nwn fgsI .EsT'

hriS~\!1dabtberub"1Jm'1ilirl ;hJlIgl1.a~n9q- Iflq.e:.a-I£qR}J

3G4ahurt' k~udia:tij1.~S~f1H fH'afWb n ccu:qcrp:sd

(.{ J dL,;:; y'ru.ltem'tKitt

di peron yang samaf1~1in.eIsuj d!Jst~)e !1sjSrJfI1. JS'!Ba
co~f "lrS [;~£;Ji?
~ ~->r;'fal1

lIMt;tak\atl«. ~"j ", f}'1bLi Bi:;

,MIMPI DAlAM MI~~.\)1~\Srii1~~~u:~_

" ",\ ,Ahi~\. ;;r\~ .~
\,)\(,~,,'i!\'
s\\)l~'9;\m_~~

\\ ':."d)".., ~/J\ :(n:o~\ ~~

Semalam.aku mimpi I).aik ke~, api

- musimnya musim dingin, - " , uJlA

menuju Paris

ketika salju jatuh '19~. . "

Aku mimpi dibebaskan
keluar dari p~njara Ja~~',·,/~
sesudah9 tahun meringkuk
sebagaitahanan .no. 5051

kini terkenang
sebagai orang lain saja
yang kebetulan senama
dalam ruang yang disebut waktu

dan waktu yang dinamai ingatan
bersosokJakarta, sebuah selpenjara
alamatku terlama seumur hidup
tempatku terlama tanpa selang

hidup mandiri, bernomor 5051 ~ ;
sampai detik aku melangkah .
membelakangi gerbangnya
ragu menuju kedunia bebas

ketika tiba-tiba ter~en~r teri~~, keras:

Tahanan no. 5051! Segera melapor ke pos jaga!

Aku tersentak berkeringat dingin
gemetarandi atas tikar'l~,'umztli;' 'wi

dalam sel 2 x 3 m . . ,

lalu terbangun-duduk di ltu:rsik&~Pkl'Y

mabuk tidtir; melihat tamasya di balik kaca

fJenua.:asitirg berselimuttputlif{[{]]ii

l{f/Ji#!f4lJ.j saljit :iatuh, salju jatuh

meredam jeritan yang menyayat

di udara Paris, di pagi ceral1. ....

Aku,terbangun· ~'
dalam sel.
Di genteng atap penjara
~rdeAi¥-r b~an· pagi ~kali

seperli.:biasa di bulan DesemMr;;

MtMPJ: DALAM~:rhijilh:l~lji1 £:b mBl1sd'1!33

, 'fJirtBC :H.B[sb dS'lcb 1;'1::tQB3

-{'nne, ;4odm91 jumul ib 1':J~nGr:T

) , -':l"1SlJe ih9q9C! ,dJi:W9! ~w{,lo!'-lrn

Kemarin aku- kesasar,cari alamat

di daerah Saiemba, tiba-tiba melihat - rUJ~nsd1:~j UiB

tembok penjara tempatltu'meringkuk . f{,dlllJ

cukup lama di masa lalti.

,1q I'm fn IIA

Agaknya L sefelah lamit~1i~.a!m!Lid Ib U'lSqt.:k

tempat ini selalu kuhindiiri, .
tapikini-beniiri dekatnya,,(:q-

seperti' dfipat 'ltujamali.l ':";.
... , ;.:J f~ i}l;}q C: ~.)j.8
n :.

keinginih yang'sangat, melonjak,
iIigin' masuk;melohgOk ke dalam,
tertarik amat oleh sesuatu
yangterasa tertinggal, terlupalqln,

.dalam sel.

Jags' di depan gerbang menghardik.
Aku segera beringsut - takutnya seperti dulu

'saja ..:.
namull setelah cukup menjauh
akuberpaling, seperti dalam mimpi,

mengamati sepi

yang n;tence~am sekeHling penjara,
menyatu men.gental dengan tembok,
lebih sepi deri sepi, seperti
ya:ng kUnlsalCansemasih ,di dalam ;,

Til:Ut4iba aku tahu, bahwa di dalam sel
memang tertinggal sesuatu

menanti - sesuatu yang tak terungkapkan
derrgan kata~kata,

lteI'benamt._m.lam~H1hIl.ji,,- fA(1 l'If'tHII
's,pedli pe#lb~cd~,cjal'a.m jantung

IJIleDgendilp;mllulllI~rtem~~k\basah -
{melol'fmgfemah~:s~~i.~ra l,inatang terluka

j smnLs i'1 £2 ,
,.ku te~ngun - ;:t1ufiISrrI .sdd-sdi;l

al.cilam;'Sel lama.

$ j r\

tAkil'~pi;jJ;'-:! "

seperti biasa di bulan DQ8"lim.d [l~i .,;;';

.);

~~ j

mendengar hujan. pagi-pagi

ditingkah erang kucing kasmaraQ.k;::1f.:im[ j

di atas genteng atap penjara. .

.,
:.-jH ;-;y n: [;n ;::-~:; ~ ::"1,:.1

'::fi {l

'(;i(~, 0 i h C·~-~B t~

,; u ;::;'~j n (r1 c:td H'1 t)'~~(:1C'~ ;j) l·~

./..,

i~~,.'~~~)c.~ ?it':; III

'~ !';r:"f5,; nlr~i'i":"~'~ .; r;::;'; '::)r1~

;}j ~;,;":, iC·~; ~~f td) ~ : d~i

ib .·;i;:·,:':I~:; nl3)b(~i;'~lJ:;1 i;!flB'(

:.;JfjUe9c It.;g<:,,_: ["-'.:3 ~:-';j :§HBrfi··.·u

~~ ~." t. k" :1::~)(~ .~- L~,;!.;L:·~-\f~f

SAJAK, PEMBACA, DAN PEN¥Na1! nijfld B,tSrti
'. ,lma"cei

Pembaca yan~:,ter(!in~a" .... ; '~ " ;.::
jan~n bertanya"\ ';,.:;' ;:,'1 " "

, ,la~i¥,fiy~lshJal(tjnl
jawabnya pUlllwg·;;'skfun{1 ·'A· ~

adll'8irihjt4' j f~ ,

apabila ia berkata s!uatu pa8lltltu ..
seperti padaku juga~''''''

sebagai karya kitabersama, .

tapi y81ng selanjutnya ';r;.;;" .. ,';.,,} .h;,:;",l •• -""
," , menjalani hidupnya fJ~nqilli;ndrf'·?".n'''(i'

jadi:altar'dan rt>hbar~"§~~~i;~siftt'. 1"

berkebangaaan, namun di atas bangaa.

o ~ .1.-;l'-f'n '; '1'3' t)i

'Sajak bagi penyair",sama sep~I1l'J~.
- bukanlah milik Ibu yang: m.~lall.nltya.,...: ..
(kata peny;air~lil Jii\lran).'·
,,

sebelum lahir F: ' : ' ,! ~ ,
ia Janin,

terbalut dalam Rahim Kehidupan,
terbungkus alam semesta
yang'fana dan yang baka

dibenihi .oleh kerindu~n rohani

si penyair da~ hWR-, ~Jl~J;t;i.,' ,

pembaca yang budlm,aq."
;, : fl~ 'l

melolong d~lam Kesepian r! .

terkurung dalam Waktu dan Ruang, ,.,B:)~;dmsq n f[).)

bergema sebagai kata JY)Mlf"·'~IYr .'";!

tanpa aksara . Lin:) ,

terlukis sebagai aksara ,,;~; Ii ,;"'!', I f

tanpa kata .,J!l t! ,; 'J;. ; , i ' ; li~;

,~lfl""J""""}l r!,'0"
di bentanggn lanoitJ'iwa ','.'1::)- ,i." "i
, , :. t ,,' !;::d;,...,.. iH ~ t:;.J1 Ji~",,t) • i ' >"I!-J.r. j

'99.

mata batin Manusia,

padat isyarat,

akar bahasa.purba

manusia pertama.

c·'; (::0
a~i,r,'~>.'_":
Namun" pembaca yang b u d i m a n ,'la gi

aku yang diminta mem!?~rAJ~~fi~~;i j;; .
aku terbanting kembali ke paJjgJtal 'I.'anyp.;,.
suara Sepi yang menY};~th~~a~~' .' . . '

Citra yang meml>eb~~J~,)l"c, "
bila berhasil disajakk'~il:~'~~~l

,;1':t<;':; .

sedang aku belum mampumenjaW~b

sedang aku, hanyaberkias..kias

- seperti pembaea1!,Uhat ~i

belum menjawab;ba~kati·mfrisUiMl~·

Maafkan! Silakan kembali membaca
kalau perlu berutang~urat1g~ karena'
sajak yangseb~nar;JtyaSajak:;,
sekalipun memakai kata-kata;sederharial
sehingga terasa bisa ditulis
oleh siapa saja -
adalah
Puisi paling lugu
paling sederhana

paling jelas arti - . . ' ., .
walau bukan untuk nalar biasa, :b6I~h dide~atl
dengan telaah (karena bisa '1n~rtib:uit{u)
.

asal terbatas kerangka dan kulit'nya' "

karena intinya adalah urusan

tuan pembaca,

yang sambil membaca

membuatnya sempurna.

Namun, agar percakapan
Jangan sampai berakhir buntu,
izinkanlah kutambahkan catatan:

100

PadaisaatsajakJah~~\rAf'liue Ul'MIHAH IIAeIa

sepertipada saat bayi keluar dari rahim Ibunya

€wala~<peDgaJaman Ibu-IbQ)~}(j.,¢pgli\n ',*rita

sertabahagianya, bagi kita tak terduga)

Saatitu,tapi terlebih ,: ,:1 '~fi;5'" Ir~w:~? 0;;

pada detik-detik yangmendah~lujpY(l "'.8 j: ,:;' i

..pEmyair orang paling malang. ,': ",,::':: ::,' ,

sekaJigUs paling bahagia,. ,-- f L

pI'ibe.,ji ~t1.Jh seltaligus
~ek8dar w~h~n~

w~dah\' M;;'~,uJsi~r't- ~q' p,'~,-:~'~"~'~;:4:f"1jE,c.>' ':.~:.{~

u~lulk'

mengambang di atas danau batin
seperti janin dalam air·rahim 'tit 't.' ."r! h ';; ;:

siap menangkap bunyi, ,
tanpa kuping
siap menangkap isyarat, '''"','
tanpamata

,.

terbalut dalam 'zarrah 4~~~lpQll~,ng: i

. ' f ~ ;,': {~{'.~ :'; , ;''; -I ,; P

qi' b~lik gelal\ ,t~~8t, i~'j

dan air mata.'manusia

seperli desah 'laut ., " :-, f";:/lt-t~ fil;~l ~j·iLi~"~t
,• , .,.", l.,~ '.J .' ~
,1; sA. qUbH1

di k~lit Til'am:

,r:gsq. ,j C2Jgft8rn

ih lJ!.1i.' LIllO,}" ';)j

tOl

KISAH HARIMAU SUMATRA!j

J;, .Vlitil1tfWgo,.d i·,j
:~;~ !"""~-:tJ :A[~:! ;)f "~~L('

30 generasi yang.laIu -
demikian tambo DU:ffl:1ru:'[:'::;P"'<>;"' '

leluhur. pertama,' bernama,'
SariburaJa bercintaan'dengan

adik perempuannya' sendiri dshnw

bernama Boru Paremeidan'karena 11 fj:: ;UJ
pelanggaran Adat yang begituberat
_ hukumnya, berdua ,harUfFElitriimiW Lt L i ;",:

!t;

mereka lari bersembunyi,':; i
menyendiri di rimba raya
di puncak guriung tertinggi
di sebelah barat Danau Toba,

_J~·.S"~'l. ~~';~.~ <:.~;.~

ketika masihbanyak harimau, rd,;.;,.q";')

ketika hutan masih lebat, iiS fit "j
tapi kini hampirpunati'jemsn1a

bersama hutan bekas kerajaannya

kini tersisa hanya sebagai binatang piaraan ib
terkurung dalam kandang keP,l,ln l:>i~4tiihgr;\',;-\

iPJ i~Cj '. ~tfn ,f:;j ::;·nz J:J r~ f1 B

ja.uh, jauhsekali dari Sumatra,

hidup di ,kandang besi, be:r;-tembok betOrt, 11 ii":'
r.o'V£: ,;:!
di segala cuaca-tempatnya

dari pagi sampai sore,setiap hari

mondar-mandir berkeliling, tak berdaya,
jadi tontonan orangdi belakang jeruji besi
mel'latap lewat pagar dengan pandang yang pudar
ke suatu titik dikejauhan

102

r ataukesUMu:chltiktlala~!'Hmi. f':
~ ke&ttatu' mafia lpurba , , ' ; -gnS3

di te~h rimba raya j ·wdD? .tl'sj iq.d

nun; j'auh di Pulau ~tl1i).a~ra
1 !.., , , : ; l ~: ~ I"~ - ~

teJJlP~tnya; jadi raja, pasguas.o~imba", 1

meucari mangsa di hujan rintik-rintik

s,eperti kebiasaan harimau

terlebih di sore. hari

mengenang cahaya pelallgi, t "" •

d'al!l~bi4pe~ikan, an-" berjull: gemuruhl.,·J j N Brrc
meriylnari b~la~ya rutam dan;keern:aSa;~;" .
~~~~W me~~uni dahsyat~ seperti wakth' "'; ! "" '

menggetarkan hati Sariburaja'{.n,Bof!lf;Pa't1ntl)eL •.:::t

dulu di bu~{di 'puhcadt Ulu. ]j)~Mt;:; ;:.lC";t"~:;)rL ;.zlW"

duduk.dalam teratak,: ,v I ,> j,;'

memikirkan nasib bayi yang akan lahir, ... ~ ~

i< "

buah kasih terlarang, ,;

yang ditebus dengan hidup',jenruatig,

menghindar dari amarah kaafu":

di tengah hutan belantara, .J

sunyi manusia, bersama margasatwa, , ,
tanpa ada makana:n~ ketfui=lWdlitin idati i6iil:i:hlitlfJ
karena berburu sendirian . ~,:; ,.J:.. ~1:', !JL ;'[:' "~,{
1Sariburaja tak mam~h; aTiYilftilirl' t~k Ii.ail~;; G'N . !,' ;".

~r;;H.:".. l:· . f ,.. b~~ ·;j~1J·:· ;.:,A~1~ ','1;:

sehingga tak terpikirkan

bagaimana .nanti jaqiny;a
apabila sang baji>'Ii£i:F1 1 ""J""

tapi tak ada yang ~bltfJtr~§t6tfrfiHiri ,h
-aL;iL"!"l!;~q (-:lf19L P
if!tJ.B]-:'~h~ g ':_: rr"I;:"::

selain air susu ibunya. !~ flJU:; rLc:c;m-, ;;"i!l; ,1.'.['

Sang bayi pun lahir, -", !Jilin

tapi belum diherii~tnaJ..:L it. i1 db qB.i~~r.

menunggu giginya k~l.i't,;;J, ub g:,HLd i,.) i\(J'_ ::;.;.'

Syahdansuatu sore, k'etikarhujah,i!l'intik~rintile
ketika sang bayi sudah mulai merangkak,"
tapi tak subur tumbuhnya,

';,', "-

tiba-tiba terdengar suara menakutkan,

harimau mengaum.saIigat·dekat·

makin dekat

mendebarkan jantung -

sampai akhirnya Saribudja dan Boru Pareme
melihat seekor harimau belal;lg,F;
membawa sarangleba~ diOlPWmnyaH if
yang laludiletakkannya eli had:a'PaJlib:~~i;
di depan teratak

(versi lain berkata:
sang harimau berkaki tiga -
sengaja datang miIlJa ~long
tulang keselak agar dicabut.i
dari kerongkongannya
oleh Boru Pareme)

Sheajraikmiatuud- aA~enmgiksie~tinatp~'~~bo9~Ieka.UJ.l.l.l..,7

membawa maqu tand~F~l'b,mt,k8,~.ip..,; t
sehingga sang bayi selaimlt .,' .
tak mati kelaparan,

tumbuh subur, perkasa seperti hariplal,t,

bahkan sejak itu oleh ket~ru~aHJ1Y~,,' ,
dipandang sekaum denganJenis hh'rirriau
ketika hutan masih hutan
harimau masih harimau -
sebelum ditangkap dan dijadikan:piaraanW'
terkurung, terbuang dalam kan~ang

dikeb'un;,.iliaHlang,.jadi tontonan

terganggtli'~l'kelamin

jauh dari hutan, jadi dari Sumatra
di, k~bun,hinatang.Amsterdam,

tempat1i:u;llariini .data.ng, ~o, " ..

berkunjung, terdorong ke,~~~n

bercampur kesedihan, hendak menyaksikan

harimau mond~r-mandir dalam kandan~ pes,
arl£(1fr{,-'jl~J;:~, i.J~1.)q:::J3 ";'~:,'

Harimau SumtRnij .
memandaft~i!Jn 1:tl.flUfj~Rljf!
,
dengan pandangan SaritftiFaJiJdh:R~Bo){tt P'ar~fIfe

ke dalam jiwaku

mengung.pkanmh~sia; . ,;
dan asal-usul rindu .

di mataku.

, J,

1:Q5

PORTA NIGRA
(Gerbang Hitam)

Berdiri di trotoar kota Trief,

mengagumi Porta Nigra, tugu:-"'

peninggalan kerajaan RO'itia,wi

,':' ,;; ,~_ ,(~rJ, 'J,~;':>~~:;;; ,,;~:,; ,~

dari jauh terdengar suara seperti gelombang pasang,

derap langkah legiun-Iegiun pUlang 1WJ:1Htg,_c?
menuju benteng dan sege~:,~~n:i~ljl~:'~~~f;!):~'

melakuk~llp'l"'[aiJ~ew~na~~'rti;'! / '

Aku, Caesar,
anggun berdiri di atas panggung:kehormatan,
siap menerima pawai pasukan jaya,,'"
membawa serta suku-suku taklukan -

Khayalanku sedari masa kanak
tentang kepahlawanan
ketika belum mengerti
apa yang disebut sejarah,

karangan para jenderal,
ketika aku masih suka main perang-perangan,
beradu tombak dan pedang,
bekas senjata Ayah -

melawan legiun-legiun si kulit putih
seperti suku-suku Jerman dulu melawan Romawi -

Berdiri di trotoar
aku terkenang pada Ayah
yang terkubur di pinggir Danau, Toba,
jauh dari Jerman, dan zaman Romawi

106

ingin kuaiak\b~mk~p!eam~J1>
tentang,Tugudaill$ejarah, tapi
hanya mampu mengueap:

107

JAMUAN DITASHKENTD';

Suatu ketika
lama sesudah zamannya KubH1FKhdn'

aku duduk di jamuan persahabatan
dengan penyair-penyair Tashkent,
minum anggur, menyantapbuah-buahan
hasil petani-petani Uzbekistan
pewaris tepi langit ~ .
padang-padang luasnya

Natasya, gadis Rusia dari universitas setempat
memajukan pertanyaan tak diduga:
Apakah tuan setuju pendapat yang berkata
bahwa penyair itu bersemangat anak-anak?

Ingin memeluk wajahnya, aku.hanya menjawab:
Natasya yang baik, sungguh wajahmu
sejernih wajah anak-anak. Memanglah
penyair seperti anak-anak.
Semoga sajak mereka kekal seperti
wajahmu!

Rekan-rekan angkat gelas: Untuk kesehatan Anda!
Untuk Pusykin dan Pasternak!

Natasya ragu angkat gelasnya, tersipu
hendak berkata sesuatu, lalu
tertegun di seberang meja
menatap wajahku,
seolah-olah kini merasa mengerti:
Penyair mendadak tua bangka
sedari detik menuliskan
sajaknya yang pertama.

108

WPdkaj,P"~h..blR~~n".fijjlib\ll

ditu~Rqk d~~m b~jana~bejana.

An~r~it~ng,dalf!.m g~1a!!l~g~I~~

Kami pun menyanyi dengan suara gemuruh
sepeliii sisa P'l$likan. Kublai. Khan

dikepung idada~JtfWalftJilo; '.'
tercecer di padang-padang;lJ~kistan'

,.
men~~ng~1an:t-mala:m.kemah

p~slitkan berkuda

('

Jembatan kayu
warna putih
menghubungkan pulau dengaft;pul~u
di pusat kota tuaA'mst~flQm;(;J l'

Jembatan angkat, wam~'Tlultit\,~
tempatku menyeberang sore hari
menontonkapal-kapal pesiar berlalu
dan hari-hariku lewat)

Meniti musim, tak kunjung pUas,
terpaut, digoda panggilancamar
yang berumah di sarang
di atap gudang-gudang pelabuhan

Hei, Hati yang terlalu akrab
pada segala yang gelisah
(dan terlalu kepingin)
dengarkah si anak kecil
yang bermain di taman, berseru:

Selamat sore, Tuan! Maukah Tuan
menolong saya
mengejar kapal-kapalku yang lepas
terbawa arus ke seberang sana?

Aku segera berlari
mengambilkapal kecilnya,
lalu kuserahkan kembali.
Si anak: Terima kasih! Terima kasih banyak!
. Nah ... sekarang maukah Tuan main dengan saya,
biar kapalku tak lari lagi?

HO

Aka pufi~it~}~lf1i;
dengan si anak sepanjang sore
sifltlpaljliNh malam
sampaJ waktudy~la palang
dan aka meneraskan kembara
mengamati camar-camar terbang
di adara pelabahan taa
hati dekat bahagia
serasa kelanaka sore ita
punya tujuan,
kini tersimpan aman
dalam palka kapal-kapa;Utn;;;Li
dari semua bocah
di semaa pelabuhan.

Fit

,

.
LAGU ANAK-ANAK;~D~T&lAJiU/q uJ!A!j
'1'102 ~n£lL(1£qse JlElf!B ie n.cgw3bj
(versi dewasa)

." . mslsm dujsl {sqnHl8;':

gi B,{n!,Jj:isw Lsqmsa

Sebuah lagu anak-anak

"Naik kereta api, g'j

cukcukcuk ...!" j',f'f1Bd f19m

.clU' nmfud£I'}q in.dHJ ib

Kepinginmelintasi,benua .

naik kereta api dari Moskwa gii:Ji>{k(!

sampaidi Paris'~ sepeni, ··i.!li 6'10(\ m{r:;n

akupernah ambil'kereta api ,nslf[uJ B'{fWq

dari New York ke·San ·Fml'lciSeo,rl,sms twqmiE:"!Sl ini:x
seperti juga sering dari Jak~qs)l-l;'jqs:a s:ilcq ffigisb

ke Banyuwangi ....

dengan segala jenis keretaapi n
melintasi semua henua. Tapi
pernah ada cara yang. lebih indah
melancong berkelana:

Suatu danau, jauh dari keramaian.
Sebuah perahu pohon kerukan.
Sebuah dayung -
lalu :suara .lebah, asyik meneicipi
madu kembang liar di tepi, sedang

, ,' , " j "'

semua itu-
Danllu~Perahu, Dayung,Lebah
dan ~mbang, semuanya.

. Ilku1ah yang ,Punya
.tersimpan dauh di pedalaman Bukit Barisan.

Bila akutakdl sfi~a,bila a!t)l p,ergi
jauh di negeri or~fig . " ' "
_I, ""

Ia kucipta dalaril 'Sajak,

mefit'layung
diiringi suaralebah
di atas air tak beriak.

PERPISAHAN .

Ketika.berpisah .mala.m. itu ,nEue f-gnhiib

in ...iLel·i9d ;,1;d <1;}~ Blds

di pojok· Broadway/Waverley Place

(seperti di Sanur-Bali saja)

ketika kau lenyap

di arus lalulintas

aku takmerasa berpisah:,

New York adalah kau;

Ka,u musim, kau laut
siap didatangi
di sela-sela kesibukan dan
di antara cinta bergantiiln
sesuai adat kosmopolitan,

sampai saat terkenang
seperti sekarang
dalam pelukan cintaku
teI;ingat

'r

kaudctlam pelukan pacarmu

yang malam itu menanti
di kamarrhU, saat~kita
berpi~~h di pojok jalan

Heran - m,asih bisa cemburu -

terbakar api lebih ganas ' c'

dalam kenangan'

114

Apakan,kalil masih
akumasihcak;u?
terbujur
di ranjang lama,

hangus terbakar api
yang sarna?

ELANGDI ATAS LEMBABJL:

Tak ada orangdi jalan setapak,
di jalan teIjalll1.enuju lembah,
jalan turun ke desa
di pinggir danau.

Di udara (desa belum~mpak)
meluncur elang
seperti perahu
di air teluk tenang.

Foto kenangan
masa kanak
tujuan berkunjung sejenak,
masuk biara waktu

menimang rindu
bertahta di puncak karang
gunung batu,
seperti burung

di jalan berbatu-batu
jalan turun ke danau,
sebelum tikungan terakhir,
pandang mencari elang.

Tak tampak lagi.
Perahupun sudah lenyap di balik tanjung.
Lalu terdengar suara kampak,
pohon rubuh ditebang-

anjing menyalak.
Segera aku akan·menginjak gerbang lembah,
hilang resah,
masuk desa

116

sepeiitielQntf
pulang sarang.

SURAT

Surat Kakak
pengantar tikar pandan
kiriman daridesa
yang kuterima dalam penjara:

"Adik tersayang; teFimalah
tikar, kuan:yatn sendiri, bagimu
semoga jadi penghalau dingin

malam~nlalam

di atas ubin~ubin."

Lama setelah bebas
aku kepingin membacanya kembali,
menuangkannya dalam sajak
namun tak berhasil

sampaikini sadar
bahwa cukup dicatat saja
sesuai aslinya

karena tak mungkin lebih indah,
ditulis lebih murni, C
daripada bara kasih
di balik cakar ayamnya.

Sejam berlayar dari Ternate sini

di seberang sana di Sidangoli

terdapat kilang plywood Jepang

kebanggaan kecamatan

Dalam kOIIlpleksnyabekeIja ratllsanb~rqh~~nir~

yangdidatari:gkan darf Jawa.Di dattiin.'komplekS··

terdapat asrama mereka, sem~~nyadik,~J,il,p~!i
, .. :~ ~'. .c.
pagar kawat berduri'

Di gerhing;Jmwat berduriitu
selalu ada jaga bersenj~ta - mencegah
gangguan si hidung belang demi keamanan
jalannya proses produksi - di hari siang;

Malam hari lain ceritanya.
Para buruh wanita leluasa ke pantai:
melepas lelah, mencari cinta, .
berdendang dongeng kuno,

terlebih di malam berbulan, sembari
pohon-pohon raksasa di hutan di lereng gunung,
tempat pengambilan kayu gelondongan,
mendendangkan kisahnya dalam sepi:

Bagaimana besok pagi mesin-mesin penebang
akan. muncul merubuhkan pohon demi pohon,
dan traktor-traktor menyeretnya ke pantai,
masuk kilang - dan dalam beberapa menit saja

mengolah kayu umur ratusan tahun jadi serbuk,
dengan gigi-gigi baja yang tajam,
kemudian diolah jadi plywood
bakal penghias rumah ka4m berad~

di mancanegara

.C~J.!iti,,:~~t:Ll:i1\HIlIeI!8t

Cerita hutan Amazone, Kalimantan, Sumatra:

Cerita pohon-pohon raksasa tergeletak,

telanjang di sisinya, seperti ikanl'aus

terdampar ,)1

Ceritahutanyang hukanl'U.'fian lagi:,

gunung'yang,segera, gundul

dd,,ai,',hn,a",~~",~ft~;.," e,t","~~"',r~,,I,~·f~,MP""IP','"fata~a,',;,rr",~,l;,·,~;jB,,,i-,(i'J.'~a"CI,,,Jt;,~r'(1:.:,~'~,~t:.~~,et,P!l::~"au,j-,rr,\n~,.~~~~,~~'f:,:','~ h' ,

o ;' "'-;":_-'\-';'-*"4i-",i~{",- ,5_~_: ..~----"·,--"-~-t'>~-~~ ce;j~"",,,_--,_,...-~,",,

dan "~h~lMY3ilg:~Urt·IJigusur "alr~~j"q,:",
jadUumplirdi dasar laut Nusantara,
dan kilang? Nanti ia,pindah, ,.m~nea-rir mang5fll h2~~ ;
dan huruh wanita"lingkatan harp. ' "i

dari Pulalil Jaw#l)::
permatazamrud
dikhatuHstiwa
lama sudah diramb~fi:

110

BUaAN'HOlFA;~jf.{q iisll io ,fIobnoJ ;taauq

(untuk ulang tabu~ ,iI(,B Jil2:sb rb sos1:sd iqmim

"t;Jrf ~.f(L:l

,;;,,~( ,i ;:C:o'.;l nob;~,)J n£IHm£r1~A drrgn9j ih

Ketika kitamelintasi Trafalgar Square,
dalam gerimis malimlvdBnc;kad~nju:tr;4s S'lSjfl3ffiS"

pada gereja di sebeWhn:Y.lrbe~a:

"Sitor, aku dihaptis di sana."

Aku suda. h tua, uhanan, alU'irF~<!9J ,,::mi"l~'l::'; n;::b wlA

menuju renta, walau masih tetap m~ftg@fflB~::~ ffifllHb
Heran, ak:hirnya sampai juga di London,
demi panggilan apa lagi?

Aku dihaptis di suatu gereja dusun,
terpencil di pelosok Danau TOQa --
tempatku dilahirkan, lalu'berSekolah

di tempat-tempat jauh,
tua di negeri orang,

tanpa menjadi dewasa -- agakny~ --
terkenang ingatan saat pertama kali
pergi keluar lemhah, lenyap
di halik tanjung,

pergi ke dunia luas dan asing,
lalu tidak kemhali-kemhali,
kecuali dalam mimpi ". tel'angkat di luar diri --
seperti saat kita melintasi

pus"ato'Ln'"uonCol' ,'"'d"1 1~'-ak"I'pa"t"t:lil~~"f'4''!'v'ti1lI!l~ii'JDLlll,:ff'.'~>rjr.'cl'),.'jn,J
inimpi }!,erada~idesa asti, ~fid~t

, ka:u'berceFita,

di tengah keramaian London, kecintaanmu,

sementara alw4n~baBglterangltab'i
. ;;ge,mad3~iWmaJ'

dari batik bukit..:bukit

tcealhuak~-at.ehs.elnkyeuemlHnleaf~l;'lU'~lf)f:t~Wd~anka1uf8:'1!~~~~~~;

batas"'datultdah I(nalrtfb,.", "J;;,;~L/h'"

sejenak berpyanYi:" ' .

whom'the got:l~/'(W~'

Aku dan gerimis tersenyum

dalam'selcl~m~W:,j f. [

PETA PERJAUNMf'

Di hadapanku pantai Adria'til~

pelabuhan DubroV'R.;~!

Di seberang sana jazirah

Italia tujuanku' besok.

Ingin nyeberang seketib!,

tapi lebih tak tertembus '

daripada hadangan laut ClLh.~~<l~aI:li,j'
menghadang tembok kuhu . "" , ,

sistem bermul?uhan
hasil sejarah pikiran
benua Eropa yang satu.

Di hadapanku peninggalan tlJ,Boc
dan kenyataan harijni.
Bertemu di sebarang negeri
aku melintasi batas-batas'lr~Il!l; j~~E¥)logi
melampiaskan petualangan mimpi
dengan paspor republikku
terpukau keragaman bahasa
dalam kesatuan ruang dan wakt:t.l
yang meliputi benua
sampai ke perbatasan Asia.

Dari Moskwa aku terbang ke Yugos!)a!'(7ia;
besok akan ke Italia dengan k~:ret~, . ,
mengambil jalan melingkar meliiJclrSIb~~fii.~. "

Hormat kepada peradaban: " "" ·
yang menata jaringan angkas~
melilit bola bumi

dengan jadwal pasti!

Salam kepada penjelajah
yang jejaknya ku~~h,~u,ri d1'
di gaung perunggu langkahku

hari ini,

di atas tembok kuno
mengbirup udara pagi
menatap legiun Romawi
di atas armada mendekati pantai,

sedang di bawab langit sebel~bki~~;
kutabu Laut Aegea,
Yunani yang masib rencana"
ya, Atbena abad mendatang ;,'
di gugusan pulau dongeng purb~~;

Di ka.ki langit sebelfIh\ttriiink~;

Venezia -

walau ingin ke sana tak sampai

kali ini ,.,'

karena aku masib barus singgali J •

di dataran berbukit Peraneis;

di alur lembab sungai-sungai Jerman

melalui puncak salju Swiss

turut garis petualangan Ffa!hnibal

mencari tabu

asal-usul keresabanku

di jantung sejarab Eropa

yang babasa dan budtnya

berdegup dalam nadiku

dan kebebasan cintanya c;

mengendap dalam!~irjku;

i·;.~~j'y::;j~ ,"

Di badapa~_ J~"lt Adt:l9;ti~:JY .

pelabubanDubrovnik.

Di seberang sananya - di hatiRu ') !;'
j; .
terhampar peta Eropa .'.,'

zaman klasik

bingga duniaku bari ini

saat aku datang dan segera pula·Jperg;

datang lalu pergi ;'1 Li Lf

seperti legiun Romawi dulu

musi~lp~tu,alangan baru,
m~nusU;t p~nd~,~ng di benua Eropa
bangkit dari masa lalu Asia

ser~hutaQ,A(rika

d,n ,~nlO p~sir Arabia

;

m~nggauUp~rbauran \Varna
serta .impian
dalam adonan
pelukan mesra
masa lalu dan masa datang

di wajah remaja Eropa
yang merindukan negeri jauh
sepeninggalku.

1977

PANTAI LAUT UTARA.h9qrc
(diderma.ga. ferry Vlissingen)

/ fr::.irrf! c; £a~~f::~o

Kapal baran gBf"fPta~b~lok,N\,te:ruiiilat':t~~e~rit:afm1b\~Wt"9ei¥Rdtetr~mlqaOg1a3,
"01811
Ferry
Satu berlabulW~t\fJ~Fwawruarll Gj1!ud i:':;ii'

Dari pantai ke pantai gelisah terenttf\i~'

; J 11 '

~,1l~~~!M~riam'lsfU9:1 'lBITff:.lt .~noeoJl .ilq~

~G~a"~gi~,l,W~",hi(t:AaPt.~lnla~n~g'i't')p.usut:i! huJfl'~.'8.e ~};\ n;:'?' ; G8 c :tIOLoq iG

,

~t~",lWl bumi atas ::.i ill,;'!

satunya bumi bawah
J. ~t .J.":QN~.".

, ,. ,-

~~,ftl~~
~,,~~;~pg
tf'i> ULdJ;d Jurnil!:F-! HHh:qil

sejajar tepi langit .~fioeo:4 ;,[.;Ji; iLl

p;liP.~~1!;4,i·~dftpg, ·da~:n-ra,ll~ir;lg meranggas,
. ... ~~~~~ lrnnqlUlXplsim dingin, llodmsj ia
qo.P.t~Ritam.:-putih nyaris nampak
su1 seJ9

~~~~~"'\ll'8l tanganku sm'! s'19rfsmisH

....... ,mAul~rl~'L, 60S-I.. ,L:,4~._., l~e~ ~)i.:rL· ,<, ~ JJ.qO fHt

~Y~~langusia tanpa musim Ii"; ,.' 'U

di9~~~ ,serba s~lju serba puiiHl~J ~.Pf 'HJJ:lfI ':Jf:J'~;yjsA

d~n>qekas il)ja~~ kaki,

jejak-jejak langkah seseoMlIg!B3U/ irdi\£C' 'HH:l<;;i flbHq

,nbnsE{ lJSII.Jq "ISOi'; Jld

dikabarkan lewat ....

;.tI9381 s qH;':

gb,:rrnl\ ;/1,;[,

LUKISANDITEIfJlIIIf$

Sofa.kQS<mg. Kamar tema:r~D1;
Oi .p()joksepasang sepat\l tl;la..

Kulukis
cumbu semalam
di lekuk-Iekuk
bantal beludr.u,

kuredam rindu kelana
dalam lipatan selimut balau
di atas sofa kosong..

Di tembok·
etsa tua
Halmahera lama.

Kucium bau samudra
berbaur bau darah
kaki-kaki petualang terH.tkaq

pada karang pantai Nusanjara(l'j"~.
dan batu-batu lahar Pulau Banda.

Hei. Laksamana Tua
kapalb~a lagi berlayar
naik Armada Jingga?

Saat wajahmu kuku<MP:.il.siJ9Ji
uapiti~~~k .: ,.

saat bulu halus keningmu

kubelki .

::AO·"{

iE)

s~~t1M'l4Wga:tan dan1~mwajali<·

(kita dua ekor k.being. mengeong r,;
panggil-memanggil
datfdua'bumi terpisah)

saat ferry kehidupan menanti .>'{[: .Ii; A!."r~ ;,

di pelabuhan pasti,

nyaring melengking

melagukan siulan Matig nk ;,.' , '; "f ~: :';.':

Saat kepala. kubenam <Ii Itetif(kmU;u:tiiJ:~

lapar bau hibuhrilu .. ,.
bila aku terpelanting, gagal
menangkap kenyamanan punggungmu
ingin ben;aIl4ar di bahumu
lalu menggigit
batahgiehe-rmu

Yoga- di lekukan-Iekuka,n akrab:j,LBQi';l
di· to'njolan-tonjolan padat semampai

di putik-putik payudtlIllh'malaika't
betis alis'paha landai
inginku kupu-kupu
di ranjang kosong -

saat aku di puncak asyik
di liang pusarmu

sedang kau menantang pandang;
seperti takapa-apa
seperti Venus de Milo
di relung terdalam
perutku

100

SIUSILAH

Uiit,lk' Pamn811k dan Wing Kardjo

In:ilah tempatlt:u ··lahir. Temp~tIbe.ubUli
.ban'.'..'.'..~,.~.u,:,

Ha:yat· dalamkandungan. Lembah purba,
jalans.e~pak'dicelah batu-batu.
Langit, gtmung,silsilah kaum.

Bun. taK"terdatat. Ta'pi sel~lu! hadir.
Kak.ek :.L'teltgfiaraknya - tin'~;'!': "
eli ':p~ift'dak''gUn:'Ung!b'En::j~,4~;h I*;;j~

" .1' ~ h .\ :_~';;_1

Kisah negeri teIjal:
Bunga di atas batu.

Lakon lembah kekal
dibuai Waktu.

ZIARAH

KumM~kLpermukilW11) lama: i--

tersisa hanya ~.9th~9T .'1iris! lJJUsqrrwJ daUBI

bambu...~i(fiui _' \

ditunggu.i .' ,sd'wg rfsdrn9.1 . Rd{lPhns). mslsojs'(BH

batu_ tenpo:rak ,,u;h,d-u1iXJ dBi"y) ib ;lBqr::1s? flsisf.

tertutJilp belpkar .fI1lJiDI dslidi" ;gfliJrH.Ja ,Ji"gru;:.j

Di teluk cemerlang di bawah
aku be~ng - s.eperti, (julu -
Anak-anak desa bernyanyi ramai-ramai
pulang mengiring kerbau.

Peta lama.
Terra incognita di hulu.
Hutan;rawa, suaka flora dan fauha
tempat rusa berkumpul, gajah, I
harimau, kijang dan simawang,
- kini tak jumpa.

Sehabis melintasi belantara
aku terduduk penat - terkesima
memandang dataran hangus terbakar.
Desah air sungai duhl -
kini nyaris terdengar.

iI\~i1t.uti pacak-pacak,})0rcdtl'm&rah..

Df be~a.s margasatwa dulu lewat
ter~~~\fS.ampah\ pembliru, papan .HPH.

menghunjam sepi. .

Eriaapall l~qap st}sut - kata orang.

Di llHir sungai dan sumber air padamatL

A.ir';~anauP tUt:\ln, ter1i$f.tyrun.

Enceng gondok mulai berbiak -

Berita sandi" hari j ini
unt~~'par~ ahli.,<lan pakaJi;ek0:~omi
:pe~n.$J.i ~I:tiw,j .
untulC 'pimci'l1ta 8Jam dan pereBcan~; \'cO.
modernisasi.

133

laltir 27-3-1988

a, > <', .'",.' ,
. ,,,'d·'u'n,:o',l,',1~jH~":, il
'" :hJi'lua '.

lladsl..aaq. . .
Tamasya Tele[setUa::humn~hdrrw~, ja~flua 'Jifid to:

bakal, ~ubandingkan apa, .Ra~r)1~A ,nlrfuj urulab1iA

S~llmp~ma .4idup kekal·· ;I iJ~iunl iiobno~ ~n::oona
t~r~m-~r: fli (~jar berbual. .

i"1.cd ibnsa ..;th~).H

Di sini .a~~ .kud~ri~~kmisq ns~ i~rla s·u~~ li~nu
deW ria:malt~ hutan Y>~h
fWi1'1e<{ udl naa&q

teljitnl:b'erbuih;~nJRl~9""Jq: fish H"sl£ .u;tniJfl6q 4l..,4iHJ

di 'rohgga 'karang:leJribah-gUhung tercinta. iC.f>·:ifj'l~butt!
. \.;,""

Jadi tempat tapa
sepuhtng tualang' :,'

di seantero persada

t • ~, r f " ' , ,;.

¥,endengarltan mant.~ ,
roh)eluhur d'i angin 5~a ,

bertjUJ?: di ilalang>lll~~~~Toba .

.J

PASSAIJ~J

(Diperbatasan Austria, Jerman, Swiss)

Dipedataman huiu Sungai Donau
di Iembah pertemuan 3 sungai

(diltita~~bukit~bukit·landai)

bersinar menara-m~nara kota PassaU

Terca.tat:Sisa .benteng Romaw};.
di bUiniabad~WdcJerm.tfft dinjn,b
tertanam di bawah bel'Uka~.;5~m~
di pinggir jalan raya masa· kirii

Angin utara menebar bau hutanpiRU&
bergamitan dengan riak sungai di bawah

Waktu mengalir. Hatihanyntiuus·
balik, mudik ke sumbernya. Di luar l;iejarah.

Andaikata
bisa beIjabatan tangan
rnenyalarni para ernpu
perancang Candi Prarnbanan pencipta Lara Jonggrang
yang narnanya tak tercatat.. ,
bisa bercakap-cakap den~n ~jmamdesH."
pernahat patung kayu (li:Pul~u;Kei'
andaikata -
bisa kenai senirnan yang rneniupkan napas Ken Dedes
ke dalarn batu gunung.

AfTandi! lni sekadar
berandai-andai, rnenyatakan.honnat·'
kepada sernua karyabatin kekal<
yang terus hadir seperti kenangan padarnu
yang selalud~pat kujurnpai
di suasana sehari-hari Yogya
tergurat pada wajahrnu
di balik kepulan asap cangklongmu -

jawaban (atas tanya tak terucap):
.Tebing-tebing sungai Gajah Wong
sebaik pilihan ternpat keIja
dan bersarnadi
sarnpai di akhir hayat,

berdiarn di rurnah pohon
perwujudan khayal rnasa kanak
berlindung di bawah atap "daun pisang"
dalarn buaian balok-balok jati
penyangga langit, karya1Jokot
putera tradisi utama Bali.

13:6

Wajah di halik ;'Htt;r \~~:.J~lm~j~8~a;M1DlffA

percikan nyala warna alam Nusantara
bara cinta delapa,nmat~~rb:,\
pada penghuni tebing-tebing
jagadrayapetani Gajah Wong

tempatmukusabuni
di' il.ntara batu-batu
munt;ahan laharMer~~';,:!;;;;

BW!£lH;'UY1 tnklle an-.fEW ala'tB .lIIflhtQ

Untuk, Ru~.~t&b

. nid;)j~"2.11irf9j lnurtelnsq .401

~HOW rf2lsD il'U'!.l9q .'f;~~SL

Angin,'langit, matahari: Tema detik ini
bel'gema. dalam gelakm~d},;~nnUWIi-ldtiifta:\p.ml*lmej

Alamdan ,kenangansejenak terpadu

Siml£ljal'\lJt<luas. tujun'amtt'drca),' itw:>h~a.t~L~;

, ,., , djJ.ld-uJsd B'Hltjns ib

dalam'pandangmu. ,.Namun'be~:Md'?f'sdai nsdsJnum

bet!dayung'sampan di n.lo.iibmtt:g,
te~us 'm~ngganjal dan be~ng

-"- ;luk.adQ\l~m·pat1 teru$t~ganga;~ i

sayatan panah kenangan di dasar jiwa
bisikan :purba,airdan langit Danau Toba.

1992

2000 tahun lebih teater ini ,menMti
di bawah naungan pohon-pohon
zaman Sophokles

"Di simpang tiga dari Thebe
menuju Delphi!"

Lakon Oedipus Raja. Di puncak gunda
suaranya memecah
sepi angkasa.

Hati terbawa
mengembara di panggung batin.

"Aku ada,
rahasia kehadiranku di bumi wajib kusingkap.
SUhgguh, bila nanti tabir Kebenaran telah terbuka
aku tak akan menghindarkan nasibmenimpa!"

Padang-padang Ithaca kulintasi.

Tepat di simpang tiga itu
mendadak
sekawanan domba, seekor anjing penjaga
dan seorang gembala tua bangka
seperti pertanda
muncul sebuah karang.

Oedipus? Ayah?
Sebelum sempat bertukar sapa
gembala (agaknya buta)

meneruskan langkah
terbata-bata dengan tongkatnya

rQerQl;>i"wa~ ral\i$fJiL)UdJl~~v~"l~ Jr$l l:'njff"l!"Jl91,,:~~:,'l'''f':_iff:l''H!i
jawaban

lenyap
masuk panggung seha>lfi,:~i
buk,it..,bukit, Suratan.

1993

TERTEGUN MEMANtiAN6 KOTA KOBLENZ

Koblenz: Kota tua terlalu mesra
bertengger di tebing Sungai Rhein '
mengingatkan apa yang pernah diingin:
K-ediaman. Sebidang tumpah darah bertanda.
Heimat! Dambaan orang Jerman. Setia menanti
betapa jauh pun kembara;'betapapun

,. " 'iiasibperuntungan.
~ehdadak dalamparidjj.ngnu~llJelm~· '

j~di perlambang tuju tak' skan ·k~sanipaian.

:, ' < "

Lama sudah sadar
m~njelang akhir kembarake~rlaluan'
di persimpangan benua
rindu bakal terus menebar'
memilih kemerdekaan langlangbuana.
Tanpa rumah; Tanpa harta.

1993

141

,.:ioR ::s:n9fdnlt

"f~~O:'3hfH:f


Click to View FlipBook Version