8. Sehingga interface pada Router dan PC memiliki IP Address berikut :
9. Konfigurasi Routing RIP di Router 0
10. Konfigurasi Routing RIP di Router 1
47
11. Tes koneksi dengan perintah PING dari PC 0 ke PC 1
12. Tes koneksi dengan perintah PING dari PC 1 ke PC 0
48
1.5 Hasil dan Analisa
➢ Hasil :
a. Konfigurasi Routing Static dengan GUI
b. Konfigurasi Routing Dinamis dengan CLI
➢ Analisa:
a. pada praktikum A yaitu Konfigurasi Routing Static dengan GUI.
Dimana yang pertama yaitu membuat skema jaringan, pada praktikum
diatas menggunakan 2 buah router, 2 buah switch dan di tiap router
terdapat 1 buah client yaitu PC. Langkah pertama yaitu konfigurasikan
IP pada router 0, pada Interface FastEthernet 0/0. Pada praktikum diatas
menggunakan IP kelas C yaitu 192.168.47.1. kemudian konfigurasikan
49
IP pada router 0, pada Interface FastEthernet 1/0. Pada praktikum diatas
menggunakan IP 192.168.30.1. Langkah kedua yaitu konfigurasikan IP
pada router 1, pada Interface FastEthernet 0/0. Pada praktikum diatas
menggunakan IP 192.168.47.2. kemudian konfigurasikan IP pada router
1, pada Interface FastEthernet 1/0. Pada praktikum di atas menggunakan
IP 192.168.31.2. Langkah ketiga yaitu konfigurasikan IP pada
client/PC, yang pertama pada PC 0 menggunakan IP 192.168.30.3.
Yang kedua pada PC 1 menggunakan IP 192.168.31.4. Langkah
keempat konfigurasi routing pada router 0, dimana pada network
merupakan jaringan yang di tuju, maka di isi dengan IP router 1 fa 1/0.
Kemudian pada mask diisi dengan subnetmask IP kelas C yaitu
255.255.255.0. yang terakhir next hop merupakan gateway atau gerbang
yang dilalui pada router 1 untuk menuju ke jaringan 192. 168.31.
Lakukan langkah yang sama untuk konfigurasi routing pada router 1.
Jika sudah selesai maka lakukan tes koneksi dengan perintah PING dari
PC 0 ke PC 1. Jika hasilnya Repply maka konfigurasi berhasil jika masih
terdapat time out maka masih belum berhasil, maka di coba lagi.
Begitupun sebaliknya tes koneksi pada PC 1 ke PC 0.
b. Pada praktikum B yaitu Konfigurasi Routing Dinamis dengan CLI.
Yang pertama yaitu membuat skema jaringan, pada praktikum diatas
menggunakan 2 buah router, 2 buah switch dan di tiap router terdapat 1
buah client yaitu PC. Langkah yang pertama klik kiri router 0, kemudian
pilih CLI, kemudian lakukan routing dengan mengikuti langkah-
langkah yaitu ketik enable/en lalu enter, selanjutnya akan tampil
Router# maka ketikkan conf t lalu enter, selanjutnya akan tampil Router
(config)# maka ketikkan interface fa 0/0 lalu enter (untuk fa 0/0
sesuaikan dengan port pada router), selanjutnya akan tampil Router
(config-if)# maka ketikkan ip address 192.168.47.1 (spasi)
255.255.255.0 lalu enter (untuk IP address dan netmasknya sesuaikan
dengan IP router), selanjutnya akan tampil Router (config-if)# maka
ketikkan no shutdown lalu enter, selanjutnya akan tampil Router
(config-if)# maka ketikkan exit. Lakukan langkah yang sama pada
50
router 0, pada fa 1/0. Langkah yang kedua yaitu pada router 1, lakukan
langkah yang sama seperti langkah pada router 0. Langkah yang ketiga
yaitu konfigurasi IP pada client/PC. Yang pertama pada PC 0
menggunakan IP 192.168.30.3. Yang kedua pada PC 1 menggunakan IP
192.168.31.4. langkah keempat yaitu Konfigurasi Routing RIP di
Router 0 dengan langkah-langkah yaitu ketik enable/en lalu enter,
selanjutnya akan tampil Router# maka ketikkan conf t lalu enter,
selanjutnya akan tampil Router (config)# maka ketikkan router RIP lalu
enter, selanjutnya akan tampil Router (config-router)# maka ketikkan
network 192.168.47.0 lalu enter (untuk IP dengan IP router), selanjutnya
akan tampil Router (config-router)# maka ketikkan network
192.168.31.0 lalu enter (untuk IP dengan IP router) lalu enter,
selanjutnya akan tampil Router (config-if)# maka ketikkan exit.
Lakukan langkah yang sama untuk konfigurasi RIP pada router 1. Jika
sudah selesai lakukan tes koneksi dengan perintah PING dari PC 0 ke
PC 1. Jika hasilnya Repply maka konfigurasi berhasil jika masih
terdapat time out maka masih belum berhasil, maka di coba lagi.
Begitupun sebaliknya tes koneksi pada PC 1 ke PC 0.
1.6 Tugas
1.6.1 Soal
1. Lakukan routing dinamis RIP menggunakan Cisco Packet Tracer
berbasis CLI / Text ! (network ID ada 2 digit nim belakang)
2. Lakukan routing statis menggunakan Cisco Packet Tracer berbasis GUI
! (network ID ada 2 digit nim belakang)
3. Buatlah tabel routing dari Latihan 1 dan 2 !
4. Uji coba koneksi antar PC yang berbeda jaringan yang membuktikan
bahwa semua PC sudah terhubung ke jaringan ! (Screen Shoot)
51
1.6.2 Jawaban
1. Topologi jaringan :
▪ Konfigurasi Router 0 fa 0/0
▪ Konfigurasi Router fa 1/0
52
▪ Konfigurasi Router 1 fa 0/0
▪ Konfigurasi Router 1 fa 1/0
▪ Konfigurasi IP Address serta Default gateway PC 0
▪ Konfigurasi IP Address serta Default gateway PC 1
53
▪ Konfigurasi IP Address serta Default gateway PC 2
▪ Konfigurasi IP Address serta Default gateway PC 3
▪ Konfigurasi IP Address serta Default gateway PC 4
▪ Konfigurasi IP Address serta Default gateway PC 5
54
▪ Konfigurasi Routing RIP pada Router 0
▪ Konfigurasi Routing RIP pada Router 1
2. Topologi jaringan :
▪ Konfigurasi Router 0 fa 0/0
▪ Konfigurasi Router 0 fa 1/0
55
▪ Konfigurasi Router 1 fa 2/0
▪ Konfigurasi Router 1 fa 0/0
▪ Konfigurasi Router 1 fa 1/0
▪ Konfigurasi IP Address serta Default gateway PC 0
▪ Konfigurasi IP Address serta Default gateway PC 1
56
▪ Konfigurasi IP Address serta Default gateway PC 2
▪ konfigurasi IP Address serta Default gateway PC 3
▪ konfigurasi IP Address serta Default gateway PC 4
▪ konfigurasi IP Address serta Default gateway PC 5
▪ konfigurasi IP Address serta Default gateway PC 6
57
▪ konfigurasi Routing statis pada Router 0
▪ konfigurasi Routing statis pada Router 1
3. Tabel Routing
a. Tabel routing 1 berbasis CLI
Router Network Netmask Next Hop
0 192.47.1.0 255.255.255.0 172.16.47.2
1 192.168.47.0 255.255.255.0 172.16.47.1
b. Tabel routing 1 berbasis GUI
Router Network Netmask Next Hop
0 193.100.47.0 255.255.255.0 160.18.47.2
1 193.168.47.0 255.255.255.0 160.18.47.1
193.150.47.0 255.255.255.0 160.18.47.1
58
4. Tes Koneksi
a. Tugas 1 CLI
• Tes koneksi dengan perintah PING dari PC 0 ke masing-
masing PC
59
• Tes koneksi dengan perintah PING dari PC 1 ke masing-
masing PC
60
• Tes koneksi dengan perintah PING dari PC 2 ke masing-
masing PC
61
• Tes koneksi dengan perintah PING dari PC 3 ke masing-
masing PC
62
• Tes koneksi dengan perintah PING dari PC 4 ke masing-
masing PC
63
• Tes koneksi dengan perintah PING dari PC 5 ke masing-
masing PC
64
b. Tugas 2 GUI
• Tes koneksi dengan perintah PING dari PC 0 ke PC 2
• Tes koneksi dengan perintah PING dari PC 0 ke PC 3
• Tes koneksi dengan perintah PING dari PC 0 ke PC 5
• Tes koneksi dengan perintah PING dari PC 2 ke PC 0
65
• Tes koneksi dengan perintah PING dari PC 2 ke PC 4
• Tes koneksi dengan perintah PING dari PC 2 ke PC 6
• Tes koneksi dengan perintah PING dari PC 5 ke PC 0
• Tes koneksi dengan perintah PING dari PC 5 ke PC 3
• Tes koneksi dengan perintah PING dari PC 5 ke PC 6
66
1.7 Kesimpulan
Rute adalah pemilihan jalur dalam proses pengiriman data dari satu
komputer ke komputer lain maka akan menciptakan sebuah jalur yang dilalui
data tersebut agar bisa sampai ke komputer tujuan. Routing adalah mekanisme
yang mengatur pengiriman paket data yang di transmisikan dari satu network
ke network yang lain.
Fungsi utama dari router adalah merutekan paket (informasi). Sebuah
router memiliki kemampuan routing, artinya router dapat mengetahui ke mana
rute perjalanan informasi (paket) akan dilewatkan sesuai dengan tabel routing
yang dimilikinya
67
1.8 Lampiran
68
LAPORAN PRAKTIKUM
JARINGAN KOMPUTER
TGL PRAKTIKUM : 05 OKTOBER 2022
NAMA : NURFITRIA NINGSIH
NIM : 210631100047
DOSEN PENGAMPU : MUHLIS TAHIR,S.Pd M.T.r.KOM
ASISTENSI : M ROSID
LABORATORIUM KOMPUTASI DAN JARINGAN
KOMPUTER
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2022
69
MODUL IV
SOFTWARE SIMULASI JARINGAN, DHCP Dan DNS SERVER
1.1 Tujuan
Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu :
1. Mengenali komponen-komponen perangkat lunak jaringan berdasarkan
fungsinya
2. Menggunakan software Packet Tracer untuk simulasi jaringan sederhana
3. Menjalankan perintah-perintah standar konfigurasi pada masing-masing
perangkat jaringan komputer.
4. Memahami manfaat / kegunaan DHCP dan DNS Server
5. Dapat Melakukan Konfigurasi DHCP dan DNS Server
1.2 Dasar Teori
A. Software simulasi jaringan
Software simulasi jaringan merupakan sebuah perangkat lunak atau
aplikasi yang digunakan untuk sebuah simulasi suatu jaringan. Software
simulasi jaringan yang paling sering digunakan untuk media pembelajaran
dan pelatihan adalah Cisco Packet Tracer. Software ini dibuat oleh Cisco
Systems. Selain Cisco Packet Tracer terdapat beberapa software yang bisa
digunakan untuk simulasi jaringan, diantaranya yaitu : GNS3, VirtualBox,
VMware, EVE-NG, dll.
B. Perangkat jaringan
Perangkat jaringan merupakan komponen-komponen perangkat keras
beserta perangkat lunak untuk membangun sebuah jaringan komputer.
perangkat jaringan terbagi dalam beberapa komponen sesuai dengan
fungsinya masing- masing, yaitu : Server, Host/Client, Switch, Router, NIC
/ Ethernet Card, dll.
1. Server
Server merupakan sebuah sistem komputer yang menjalankan perangkat
lunak administrative yang mengontrol akses terhadap jaringan dan
sumber daya yang terdapat di dalam sebuah jaringan komputer.
70
2. Host / Client
Host / Client merupakan komputer yang digunakan oleh seorang
pengguna dari sebuah jaringan dengan menjalankan aplikasi-aplikasi
yang ada pada sebuah komputer tersebut agar bisa terhubung ke sebuah
jaringan komputer.
3. Switch
Switch merupakan sebuah perangkat yang digunakan untuk
memanajemen lalu lintas data atau informasi yang terdapat pada sebuah
jaringan komputer. Switch mengirimkan paket berdasarkan alamat
MAC pada sebuah perangkat jaringan. Switch berjalan pada layer data
link dari model OSI (layer 2).
4. Router
Router hampir sama dengan Switch hanya terdapat perbedaan bahwa
router bisa menghubungkan jaringan yang berbeda, memiliki fungsi
routing, menggunakan alamat IP untuk transmisi data, bekerja dalam
lapisan layer network dari model OSI (layer 3).
5. NIC / Ethernet Card
NIC merupakan singkatan dari Network Interface Card atau biasa
disebut dengan kartu jaringan. NIC adalah akrtu yang digunakan sebagai
jembatan untuk menghubungkan komputer ke sebuah sistem jaringan.
Fungsi dari NIC adalah untuk mengirimkan data, mengendalikan arus
aliran data, dan penerimaan data.
C. DHCP
DHCP merupakaran singkatan dari Dinamyc Host Configuration
Protocol yang berupa suatu layanan yang di berikan kepada komputer yang
meminta IP Address dengan cara otomatis kepada sebuah server dhcp.
D. DNS
DNS merupakan singkatan dari Domain Name System dimana fungsi
dari DNS adalah untuk menerjemahkan alamat IP menjadi sebuah nama
yang mudah di ingat oleh pengguna.
71
1.3 Alat dan Bahan
C. Alat
Dalam pelaksanaan praktikum alat yang digunakan sebagai media
penunjang kegiatan, yaitu :
• Laptop / PC
D. Bahan
Adapun bahan yang digunakan yaitu :
• Cisco packet tracer
• Microsoft Word
1.4 Langkah-langkah Percobaan
1. Sediakan software packet tracer
2. Buka aplikasi Cisco Packet Tracer yang sudah di install di PC/Laptop,
Sehingga muncul tampilan seperti di bawah ini :
3. Pada bagian pojok kiri bawah terdapat menu untuk memilih perangkat yang
tersedia di cisco packet tracer :
a. Network Device
b. End Device
72
c. Connection
4. Buatlah skema jaringan seperti berikut :
Dan hubungkan dengan menggunakan kabel straight pada interface
FastEthernet.
5. Kemudian konfigurasi server dengan klik pada server, maka akan muncul
tampilan seperti berikut :
73
6. Pilih tab config untuk memberikan alamat ip pada server, pilih FastEthernet
kemudian isikan IP Addres seperti berikut:
7. Kemudian klik pada tab services dan pilih menu DHCP.
8. Konfigurasi DHCP Services sesuai dengan kebutuhan. Tentukan awal IP
Adrress pada pool DHCP isikan di kolom samping start IP Address. Dan
juga isikan subnet masknya. Dan klik tombol Add
74
9. Setelah itu kita konfigurasi pada masing-masing PC agar terhubung dengan
server yaitu dengan cara konfigurasi IP PC ke mode DHCP agar mendapat
IP Address dari Server.
10. Klik ikon PC kemudian pilih Config. Pada Fast Ethernet di konfigurasi IP
Configuration pilih DHCP
11. Kemudian kita cek pada Tab Dekstop pilih IP Configuration sehingga PC
akan mendapatkan IP dari Server sesuai dengan pool atau range yang di atur
di DHCP Server tadi
12. Lakukan langkah-langkah no 10 ke semua PC yang tersambung ke server
hingga masing masing PC mendapat IP Address dari DHCP Server.
13. Kemudian uji koneksi antar PC dengan menggunakan perintah PING pada
cisco packet tracer
75
14. Lakukan tes koneksi dengan perintah PING dari PC 0 ke PC 2
15. Lihat simulasi pengiriman paket pada menu simulation di pojok kanan
bawah dan perhatikan skema jaringan yang dibuat maka PC 0 akan
mengirimkan pesan ke PC 2
16. Selanjutnya konfigurasi DNS Server. Klik ikon server kemudian pilih pada
tab Services yaitu DNS. Isikan name sesuai dengan kebutuhan masing
masing dan isikan Address dengan IP Server yang sudah di konfigurasi
sebelumnya.
76
17. Selanjutnya kita tambahkan IP DNS pada konfigurasi DHCP Server.
18. Konfigurasi pada PC Client untuk mengecek apakah DNS Server bisa di
akses.. Klik ikon PC kemudian ke desktop -> Ip configuration -> pilih static
kemudian isikan IP Addres yang masih satu jaringan dengan IP Server dan
juga isikan DNS Server dengan IP DNS Server yang sudah kita tambahkan
di konfigurasi Server tadi.
19. Kemudian buka web browser pada tab dekstop
77
20. Ketikan alamat DNS sesuai dengan DNS Server. (contoh : septyan.net). jika
muncul seperti ini maka konfigurasi DNS Server sudah berhasil
1.5 Hasil dan Analisa
➢ Hasil :
a. DHCP
b. DNS
78
➢ Analisa:
Pada praktikum konfigurasi DHCP, langkah yang pertama
konfigurasikan IP server. Klik server, kemudian pilih config, selanjutnya
pada interface pilih fastethernet0. Langkah yang kedua, pada IP
configuration pilih DHCP, kemudian masukkan IP Addressnya. Pada
praktikum diatas menggunakan IP kelas C yaitu 192.168.47.1. langkah yang
ketiga pilih services, kemudian pilih DHCP, selanjutnya on kan terlebih
dahulu. Langkah yang keempat, tentukan awal IP Address pada pool DHCP,
isikan dikolom samping start IP Address. Kemudian klik Add. Langkah
yang kelima, konfigurasikan IP pada masing-masing PC agar terhubung
dengan server, klik pada PC selanjutnya pilih config, pada interface pilih
fastethernet0, pada IP configuration pilih DHCP, maka IP akan secara
otomatis terisi. Langkah keenam, lakukan konfigurasi pada semua client/PC
dengan cara yang sama. Langkah yang terakhir lakukan tes koneksi pada
setiap PC dengan perintah ping, jika hasil seperti pada gambar hasil diatas
maka client/PC sudah saling terhubung.
Pada praktikum B yaitu Konfigurasi DNS. Langkah yang pertama, klik
server, kemudian pilih services, pilih DNS. Langkah yang kedua on kan
terlebih dahulu DNS servernya, kemudian pada Name isi sesuai keinginan,
selanjutnya pada Address masukkan IP yang sesuai dengan server, klik Add.
Langkah yang ketiga, kembali ke DHCP, kemudian pada DNS server isikan
IP yang sama dengan DNS tadi, selanjutnya klik Add. Langkah yang
keempat, Konfigurasi pada PC Client untuk mengecek apakah DNS Server
bisa di akses.. Klik PC kemudian ke desktop, pilih IP configuration, pilih
static kemudian isikan IP Addres yang masih satu jaringan dengan IP Server
dan juga isikan DNS Server dengan IP DNS Server yang sudah kita
tambahkan di konfigurasi Server tadi. Langkah kelima, lakukan konfigurasi
yang sama pada semua PC Client. Langkah yang terakhir buka web browser
pada deskop, kemudian ketikkan alamat DNS sesuai name pada DNS
Server. Jika muncul seperti gambar hasil diatas, maka konfigurasi DNS
berhasil.
79
1.6 Tugas
1.6.1 Soal
1. Buatlah skema topologi jaringan beserta informasi IP Address dan
Interfacesnya! (server,switch,PC).
2. Lakukan Simple PDU dari PC 1 ke ke PC lainnya, Jelaskan !
3. Buat konfigurasi DHCP Server dengan IP Server
192.168.NIM.NIM. (2 digit belakang) dan range DHCP 10 host !
4. Buat konfigurasi DNS Server dengan nama kalian masing-
masing.
1.6.2 Jawaban
1. Topologi jaringan :
2. Sebelum melakukan tes koneksi dengan perintah PING pada
setiap PC, maka harus melakukan konfigurasi IP pada server serta
pada semua client / PC :
▪ Konfigurasi IP pada server
80
▪ Konfigurasi IP pada PC 0
▪ Konfigurasi IP pada PC 1
▪ Konfigurasi IP pada PC 2
81
▪ Konfigurasi IP pada PC 3
▪ Konfigurasi IP pada PC 4
▪ Konfigurasi IP pada PC 5
82
▪ Konfigurasi IP pada PC 6
▪ Konfigurasi IP pada PC 7
▪ Konfigurasi IP pada PC 8
83
▪ Konfigurasi IP pada PC 9
Setelah melakukan konfigurasi pada server serta pada client /
PC, selanjutnya lakukan tes koneksi pada setiap client / PC.
▪ PC 0 ke semua PC
84
Lakukan tes koneksi antar PC selanjutnya, jika hasil tes koneksi
seperti pada gambar diatas maka konfigurasi berhasil dan
semua PC terhubung.
85
3. Konfigurasi DHCP server
▪ Pada server klik kiri, kemudian pilih services.
▪ Pada services, pilih menu DHCP kemudian pilih tombol On.
▪ Pada pool name, boleh di ubah sesuai kebutuhan.
▪ Pada Start IP Addess, Tentukan awal IP Adrress pada pool
DHCP isikan di kolom samping start IP Address. Dan juga
isikan subnet masknya. Dan klik tombol Add
86
▪ Selanjutnya konfigurasi pada masing-masing PC agar terhubung
dengan server yaitu dengan cara konfigurasi IP PC ke mode
DHCP agar mendapat IP Address dari Server.
▪ Konfigurasi PC 0
▪ Konfigurasi PC 1
87
▪ Konfigurasi PC 2
▪ Konfigurasi PC 3
▪ Konfigurasi PC 4
88
▪ Konfigurasi PC 5
▪ Konfigurasi PC 6
▪ Konfigurasi PC 7
89
▪ Konfigurasi PC 8
▪ Konfigurasi PC 9
▪ Lakukan tes koneksi antar PC
90
▪ Lakukan tes koneksi pada PC-PC selanjutnya
4. Konfigurasi DNS server
• Klik ikon server kemudian pilih pada tab Services, pilih menu
DNS. Isikan name sesuai dengan kebutuhan masing masing dan
isikan Address dengan IP Server yang sudah di konfigurasi
sebelumnya.
91
• Kemudian kembali pada menu DHCP, tambahkan IP DNS pada
konfigurasi DHCP Server
• Konfigurasi pada PC Client. Klik ikon PC kemudian ke desktop,
pilih Ip configuration, kemudian pilih static isikan IP Addres yang
masih satu jaringan dengan IP Server dan juga isikan DNS Server
dengan IP DNS Server yang sudah kita tambahkan di konfigurasi
Server tadi.
• PC 0 dan PC 1
• PC 2 dan PC 3
92
• PC 4 dan PC 5
• PC 6 dan PC 7
• PC 8 dan PC 9
93
• kemudian buka web browser pada tab deskop
• Ketikan alamat DNS sesuai dengan DNS Server. jika muncul
seperti ini maka konfigurasi DNS Server sudah berhasil
• Lakukan pada PC selanjutnya hingga PC terakhir
94
1.7 Kesimpulan
Software simulasi jaringan merupakan sebuah perangkat lunak atau
aplikasi yang digunakan untuk sebuah simulasi suatu jaringan. Software
simulasi jaringan yang paling sering digunakan untuk media pembelajaran dan
pelatihan adalah Cisco Packet Tracer.
Perangkat jaringan merupakan komponen-komponen perangkat keras
beserta perangkat lunak untuk membangun sebuah jaringan komputer.
perangkat jaringan terbagi dalam beberapa komponen sesuai dengan fungsinya
masing- masing, yaitu : Server, Host/Client, Switch, Router, NIC / Ethernet
Card, dll.
DHCP merupakaran singkatan dari Dinamyc Host Configuration Protocol
yang berupa suatu layanan yang di berikan kepada komputer yang meminta IP
Address dengan cara otomatis kepada sebuah server dhcp. Sedangkan DNS
merupakan singkatan dari Domain Name System dimana fungsi dari DNS
adalah untuk menerjemahkan alamat IP menjadi sebuah nama yang mudah di
ingat oleh pengguna.
95
1.8 Lampiran
96