LAPORAN PRAKTIKUM
JARINGAN KOMPUTER
TGL PRAKTIKUM : 20 OKTOBER 2022
NAMA : NURFITRIA NINGSIH
NIM : 210631100047
DOSEN PENGAMPU : MUHLIS TAHIR,S.Pd M.T.r.KOM
ASISTENSI : M ROSID
LABORATORIUM KOMPUTASI DAN JARINGAN
KOMPUTER
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2022
97
MODUL V
PERINTAH DASAR LINUX DAN SYSTEM BACKUP
1.1 Tujuan
Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu :
1. Mengetahui langkah – langkah install system operasi linux
2. Mengetahui perintah dasar linux
3. Mengompress dan Mengekstrak file
4. Memahami cara membackup file
1.2 Dasar Teori
A. Sistem Operasi Debian
Sistem operasi Debian sudah biasa digunakan sebagai server dalam
jaringan komputer. Untuk membangun sebuah server Debian dengan
aplikasi seperti DHCP server (memberi IP otomatis pada client), DNS
server (memberi nama server untuk meudah diingat), FTP server (memberi
layanan transfer file), NTP server (memberi atur waktu terpusat pada
server), telnet (control client secara remote) maupun proxy server maka
kalian harus memahami beberapa perintah dasar dari linux untuk
kemudahan melakukan konfigurasi server. Perintah dasar linux yang
sering digunakan :
98
B. System Backup
Back up, jika di terjemahkan kedalam bahasa Indonesia, maka ini dapat
berarti “cadangan”, yang mana pada konteks ini merujuk pada membuat
cadangan data/file pada komputer. Sebenarnya banyak cara dapat dilakukan
untuk melakukan backup, misalnya cara yang paling sederhana adalah
dengan meng copy-kan data secara langsung ke media penyimpanan
misalnya disket ataupun CD-ROM. Ini merupakan cara yang sederhana,
tetapi kelemahannya adalah data menjadi terlalu mudah diakses oleh pihak-
pihak yang tidak diinginkan untuk mengakses, dan juga permasalahan akan
timbul jika data dalam jumlah yang besar, semisalnya data yang harus di
backup oleh seorang administrator jaringan, data yang ada akan terus
berkembang sehingga mempersulit kerja dari administrator.
Maka, untuk itu diperlukan metode yang tepat untuk melakukan backup,
“tepat” disini berarti bahwa cara tersebut dapat membundel banyak file atau
direktori menjadi sebuah file saja, dan tidak boleh dilupakan pula mengenai
penghematan space dan juga perlu diperhitungkan masalah keamanan juga.
Jadi sebaiknya seorang administrator mengetahui cara melakukan backup
dengan metode kompresi, karena dengan metode ini banyak file yang dapat
dibundel menjadi satu , disamping itu dapat menghemat ruang
penyimpanan, dan juga dapat lebih aman, karena dapat ditambahkan
password pada filenya.
1. Ekstrak dan Compress File
File yang dikompres menggunakan lebih sedikit space dan dapat di
download lebih cepat daripada file yang tidak di kompres disamping itu
lebih baik digunakan dalam backup dalam jumlah yang besar. File linux
dapat dikompresi dengan tool open source yaitu Gzip atau Zip, yang
mana dikenali oleh kebanyakan operating system.
a. Untuk mengkompres sebuah file shell prompt cukup mengetikkan
perintah : gzip namafile.ext
File kemudian akan terkompres dan tersimpan menjadi
namafile.ext.gz
99
b. Untuk mengeluarkan sebuah file yang telah dikompres cukup
mengetikkan perintah : gunzip namafile.ext.gz
Jika ingin menukar file dengan pengguna linux, maka harus
digunakan zip, untuk menghindari masalah kompatibilitas. Red Hat
linux dapat dengan mudah membuka file zip atau gzip, tetapi operasi
sistem yang bukan linux mungkin mengalami masalah dengan file
gzip.
c. Lalu untuk mengkompres file dengan zip cukup mengetikkan
perintah : zip -r namafile.zip files
Dalam contoh diatas namafile menggambarkan file yang telah
dibuat dan menggambarkan file yang ingin dimasukkan pada file
yang baru.
d. Untuk mengekstrak isi dari sebuah file cukup mengetikkan perintah
: unzip namafile.zip
Beberapa file dapat dizip atau digzip pada waktu yang sama dengan
cara memberikan spasi diantara 1 file dengan file berikutnya.
Contoh : gzip namafile.gz file1 file2 file3 /user/work/school
Perintah di atas akan mengkompres file1, file2, file3 dan isi dari
/user/work/school dan letakkan pada namafile.gz
2. Archiving With Tar
Tar meletakkan sesuatu konten dari directory pada suatu file. Ini
merupakan suatu langkah yang baik untuk membuat backup dan arsip.
Biasanya file Tar diakhiri dengan ekstensi.tar
a. Untuk membuat sebuah file tar cukup mengetikkan perintah: tar -
cvf namafile.tar file/directory
Pada perintah namafile.tar menggambarkan file yang telah dibuat
dan file/directories menggambarkan file atau directory yang ingin
diletakkan pada file baru. Dapat digunakan nama path relatif atau
absolut untuk berkas- berkas dan directori. Namun pisahkan
namafile dan directory dengan spasi.
b. Untuk membuat sebuah file tar dengan menggunakan namafile
absolute : tar -cvf foo.tar /home/mine/work /home/mine/school
100
Pada perintah di atas akan meletakkan semua file pada /work sub
directori dan /school sub directori pada file baru yang disebut foo.tar
pada directory kerja saat ini. Perintah tar -cvf foo.tar.txt file1.txt
file2.txt file3.txt akan menempatkan file1.txt file2.txt file3.txt pada
sebuah file yang dinamakan foo.tar.
c. Untuk melihat daftar isi dari file cukup mengetikan perintah : tar -
tvf foo.tar
d. Untuk mengekstrak isi dari file tar cukup mengetikan perintah : tar
-xvf foo.tar
Perintah diatas tidak akan menghapus file tapi hanya akan
meletakkan salinan isi tar pada directori kerja saat ini. Perintah tar
tidak akan mengkompres file secara otomatis.
e. Untuk mengkompres file tar cukup mengetikkan perintah : tar -czvf
foo.tar
File tar yang dikompres secara konvensional diberikan ekstensi.tgz
dan dikompres dengan gzip.
f. Untuk mengeluarkan file tar yang dikompres cukup mengetikan
perintah : tar -xzvf foo.tgz
1.3 Alat dan Bahan
A. Alat
Dalam pelaksanaan praktikum alat yang digunakan sebagai media
penunjang kegiatan, yaitu :
• Laptop / PC
B. Bahan
Adapun bahan yang digunakan yaitu :
• Oracle VM VirtualBox
• Microsoft Word
101
1.4 Langkah-langkah Percobaan
1. Langkah – langkah install system operasi linux pada Virtual
Box Pengaturan awal pada Virtual Box
a. Buat virtual baru dengan pilih new
b. Beri nama file virtual dan masukkan type linux karena kita akan install
system operasi linux dan pilih version linux yaitu debian 64 bit.
Kemudian next
c. Masukkan ukuran memori misal 2048MB
102
d. Pilih create a virtual hardisk now, artinya kalian membuat hardisk
virtual yang baru
e. Pilih file tipe hardisk yaitu VDI
f. Pilih Dynamically allocated, fungsinya mesin akan menggunakan
hardisk sesuai kebutuhan saja
103
g. Tentukan letak dimana file ini akan di simpan kemudian selesai
h. Lakukan pengaturan dengan menekan tombol setting pada tab menu.
i. Pilih sistem dan atur seperti gambar berikut ini
Artinya kalian akan melakukan install dengan bootorder pertama
melalui cd/dvd rom.
j. Pilih storage untuk prses mount cd/dvd installer linux seperti gambar
berikut
104
k. Aturan network menjadi host-only adapter, dimana kalian
menggunakan virtualbox
NAT : supaya virtualbox kita terkoneksi internet jika komputer
asli/host terkoneksi
internet Brdge adaper: ethernet komputer asli/host menjadi ethernet
bagi virtualbox
Internal network: menghubungkan ethernet antar virtual box
Host only adapter: menghubungkan ethernet komputer asli dengan
virtualbox
2. Langkah – langkah install system operasi Debian 8
1. Klik start pada Virtual Box kemudian akan muncul tampilan
seperti dibawah ini, kali ini proses install menggunakan mode grafis.
Maka pilihlah graphical install
105
2. Lalu pilih bahasa yang digunakan
3. Pilih lokasi untuk timezone
4. Pilih format tulisan yang digunakan dan keyboard yang digunakan.
106
5. Untuk menu mengatur jaringan pilih Do not configure
6. Masukan namahost ,disini diberinama “Fitria”
7. Masukan password untuk root (akses super user)
107
8. Masukan nama user/pengguna
9. Masukan password untuk user
10. Untuk pengaturan waktu pilih Western
108
11. Untuk partisi hardisk, bagi pemula dapat memilih guided entire disk,
yaitu sitem akan memandu kalian melakukan partisi dengan mudah .
Tapi kalian dapat juga melakukan partisi sesuai keinginan sendiri
dengan memilih “manual”.
Pada dasarnya dalam install sistem operasi linux terdapat dua partisi
yang wajib dilakukan, yaitu
a. Partisi sebagai root yang disimbolkan “/”
b. Partisi swap, dimana kapasitasnya disarankan sebesar 2x
memori komputer. Swap disebut juga sebagai virtual memori
12. Kemudian kalian akan mendapat tiga pilihan
a. all files in one partition, dimana sistem operasi akan membentuk
dua partisi yaitu root( / ) dan swap
109
b. separate /home partition, dimana sistem akan dibagi menjadi
partisi root( / ), swap dan home
c. separate /home, /var, and /tmp partition dimana sistem akan
dibagi menjadi partisi root( / ), swap, home, var, dan tm
110
13. Untuk instalasi paket bisa pilih no atau memutus jaringan agar tidak
terlalu lama proses penginstalannya.
14. Untuk instalasi paket bisa pilih no atau memutus jaringan agar tidak
terlalu lama proses penginstalannya.
111
15. Pada langkah ini pilih standart system saja
16. Pilih Yes pada menu install Grub Boot Loader
17. Pilih /dev/sda untuk install boot loader
112
18. Menunggu proses booting
19. Proses installation sudah selesai, dan untuk masuk ke root masukkan
user root dan password
1. Praktek Perintah Dasar Linux
a. Su , Untuk login
b. cd, Untuk aktif ke direktori yang dituju yaitu home
c. mkdir, Untuk membuat direktori baru
113
d. ls, melihat isi dari direktori aktif rmdir , untuk menghapus direktori
e. rmdir , untuk menghapus direktori
1.5 Hasil dan Analisa
➢ Hasil :
➢ Analisa:
Pada praktikum diatas yaitu penginstalan system operasi linux pada Virtual
Box. Dimana kangkah yang pertama yaitu, membuka software Virtual Box,
kemudian pilih new. Lalu beri nama file virtual dan masukkan type linux
karena kita akan install system operasi linux dan pilih version linux yaitu
debian 64 bit. Kemudian next . langkah kedua Masukkan ukuran memori
diatas menggunakan ukuran 2048MB , kemudian Pilih create a virtual
hardisk now. langkah ketiga Pilih file tipe hardisk yaitu VDI, kemudian pilih
Dynamically allocated. Langkah keempat Tentukan letak dimana file akan
di simpan kemudian selesai, kemudian lakukan pengaturan dengan
114
menekan tombol setting pada tab menu. Pilih sistem dan atur penginstallan
dengan boot order pertama melalui cd/dvd rom. Langkah kelima Pilih
storage untuk prses mount cd/dvd installer linux, kemudian Aturan network
menjadi host-only adapter, dimana kalian menggunakan virtualbox.
Langkah keenam yaitu mengikuti langkah-langkah penginstalan debiannya.
Jika penginstalan sudah selesai dan muncul seperti pada gambar hasil diatas,
berarti penginstalan sudah berhasil.
1.6 Tugas
1.6.1 Soal
2. Buatlah folder baru bernama nama_nim (2 digit terakhir)
3. Isikan folder yang sudah dibuat
4. Copy file yang sudah anda masukkan ke dalam folder
5. Kemudian hapus folder yang sudah anda buat dan buktikan dengan
menampilkan isi folder
1.6.2 Jawaban
6. Hasil :
Command : mkdir /home/NurfitriaNingsih_47
7. Hasil :
Command : touch tugas1_47.txt
8. Hasil :
Command : cp tugas1_47.txt tugas1_47_backup.txt
9. Hasil :
Command : rm -r /home/NurfitriaNingsih_47 dan ls
115
1.7 Kesimpulan
Sistem operasi Debian sudah biasa digunakan sebagai server dalam
jaringan komputer. Untuk membangun sebuah server Debian dengan aplikasi
seperti DHCP server (memberi IP otomatis pada client), DNS server
(memberi nama server untuk meudah diingat), FTP server (memberi layanan
transfer file), NTP server (memberi atur waktu terpusat pada server), telnet
(control client secara remote) maupun proxy server maka harus memahami
beberapa perintah dasar dari linux untuk kemudahan melakukan konfigurasi
server.
Back up, jika di terjemahkan kedalam bahasa Indonesia, maka ini dapat
berarti “cadangan”, yang mana pada konteks ini merujuk pada membuat
cadangan data/file pada komputer. Sebenarnya banyak cara dapat dilakukan
untuk melakukan backup.
116
1.8 Lampiran
117
LAPORAN PRAKTIKUM
JARINGAN KOMPUTER
TGL PRAKTIKUM : 03 NOVEMBER 2022
NAMA : NURFITRIA NINGSIH
NIM : 210631100047
DOSEN PENGAMPU : MUHLIS TAHIR,S.Pd M.T.r.KOM
ASISTENSI : M ROSID
LABORATORIUM KOMPUTASI DAN JARINGAN
KOMPUTER
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2022
118
MODUL VI
DHCP DAN DNS SERVER DI LINUX
1.1 Tujuan
Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu :
1. Mahasiswa mampu melakukan konfigurasi IP pada sistem operasi Debian
2. Mahasiswa mampu membuat DHCP server pada jaringan komputer Lokal
3. Mahasiswa mampu memahami DNS Server
4. Mahasiswa mampu melakukan konfigurasi DNS server
1.2 Dasar Teori
A. Pengertian TCP/IP
TCP/IP ( Singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet
Protocol) yang diterjemahkan menjadi Protokol kendali transmisi/Protokol
Internet, yang merupakan gabungan dari protocol TCP dan IP sebagai
sekelompok protocol yang mengatur komunikasi data dalam proses tukar-
menukar data dari satu computer ke computer lain dalam jaringna internet
yang akan memastikan pengiriman data sampai ke alamat yang dituju.
Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri karena memang protocol ini
berupa kumpulan protocol ( protocol suite). Protokol ini juga merupakan
protocol yang paling banyak digunkan saat ini, karena protocol ini mampu
bekerja dan diterapkan pada lintas perangkat lunak dalam berbagai system
operasi istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP
stack.
B. DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)
Dynamic Host Configuration Protocol, digunakan untuk melayani
request Ip Address dari client. Client akan meminta Ip Address pada server,
kemudian server akan memberikan alokasi ip yang tersisa.
C. Pengertian DNS
DNS merupakan singkatan dari Domain Name System yang merupakan
sebuah sistim untuk menyimpan informasi tentang nama host atau nama
domain dalam sebuah basis data tersebar (distributed database) di dalam
jaringan komputer yang menggunakan TCP/IP.
119
D. Fungsi DNS
Fungsi DNS adalah untuk menerjemahkan sebuah nama domain ke
bentuk ip address. Perlu kita ketahui sebenarnya pengalamatan pada
jaringan komputer adalah menggunakan deretan angka biner yang biasa kita
kenal dengan ip address. Pastinya, untuk dapat mendapatkan hasil yang
maksimal dalam sebuah jaringan, kita membutuhkan networking hardware
atau perangkat keras jaringan yang juga dapat diandalkan.
Untuk memudahkan dalam mengingat sebuah nama host biasanya kita
membuat domain name sebagai contoh www.google.com nama tersebut di
buat untuk membantu memudahkan pengguna mengingat alamat tersebut
yang menggunakan alamat ip address 173.194.72.103.
Nah, ketika kita menggunakan internet dan membuka alamat tersebut,
biasanya kita hanya mengetikkan nama domain saja atau tidak
menggunakan ip address, di sinilah peran DNS yaitu menerjemahkan
domain www.google.com tersebut ke ip address 173.194.72.103 agar dapat
di identifikasi di dalam jaringan.
DNS memberikan manfaat bagi pengguna dari kelebihan yang di
milikinya seperti yang telah di singgung di atas, pengguna tidak perlu lagi
mengingat ip address tapi cukup dengan mengingat host name saja,
berikutnya DNS juga dapat konsisten karena sebuah IP address boleh
berubah namun hostname yang di gunakan tidak akan berubah.
E. Cara kerja DNS
DNS melakukan tugas sebagai interpreter atau menerjemahkan nama
komputer ke bentuk biner ip address atau memetakan setiap nama komputer
ke dalam bentuk ip address. Komputer yang meminta request di sebut juga
dengan DNS client atau resolver sedangkan DSN penerjemah di kenal
dengan DNS Server.
Resolver atau client akan mengirimkan request ke server berupa
queries, kemudaian Name Server akan merespon dengan cara mengecek ke
lokal databasenya, dan bila mana queri tidak di temukan maka Name Server
akan menghubungi Name Server lainnya dengan mengirimkan queri
120
sebelumnya, jika request tidak berhasil di tangani maka Name Server akan
mengirimkan message failure kepada client.
Proses kerja di atas di sebut juga dengan forward lookup query dimana
permintaan client di proses dengan cara memetakan nama komputer (host)
ke bentuk IP address.
1.3 Alat dan Bahan
A. Alat
Dalam pelaksanaan praktikum alat yang digunakan sebagai media
penunjang kegiatan, yaitu :
• Laptop / PC
B. Bahan
Adapun bahan yang digunakan yaitu :
• Oracle VM VirtualBox
• Microsoft Word
1.4 Langkah-langkah Percobaan
A. DHCP Server
1. Desain jaringan
Diasumsikan topologi jaringan server client seperti berikut ini :
• Tentukan nomer IP server
• DHCP server pada praktikum ini menggunakan virtual box. Maka
aturlah network pada virtualbox dengan mode :
1) Bridge : untuk melakukan instal paket langsung melalui jaringan
kabel yang telah terhubung ke internet
121
2) Host Only Adapter: digunakan virtualbox(dhcp) server untuk
terhubung dengan client (berupa komputer kalian/sistem operasi
windows)
2. Setting Repository
Installasi software pada system operasi inux bisa dilakukan melalui
berbagai cara. Mulai lewat CD, DVD, Flashdisk, ataupun melalui media
jaringan seperti HTTP dan FTP.
3. Instalasi Software via DVD/CD
Cara ini kita gunakan jika server Debian tidak terkoneksi ke Internet,
alias hanya untuk jaringan Lokal.
Kelebihanya adalah installasi software lebih cepat dibanding installasi
melalui media jaringan.
Masukan CD/DVD Debian pada DVDROM. Dalam virtual box dapat
kalian lakukan:
Kemudian, Lakukan Perintah :
#apt-cdrom add
#apt-get update
4. Instalasi Menggunakan Jaringan Komputer
Untuk installasi software melalui media jaringan, dibutuhkan sebuah
server khusus yang bernama Repositori Server. Repositori Server
tersebut berisi file-file binary dari seluruh paket software sebuah distro
Linux. Dimana pada nantinya software tersebut dapat didownload, atau
bahkan diinstall langsung oleh client Linux melalui media jaringan.
Semua alamat repositori diletakan pada file sources.list berikut.
122
nano /etc/apt/sources.list
Update database repositori, agar dapat mengenali seluruh paket software
yang tersedia
# apt-get update # apt-get
upgrade
5. Konfigurasi TCP/IP
A. Mengaktifkan Ethernet Card
Network Interface Card (NIC) atau Ethernet di linux diberi nama
eth0, eth1, eth2, dst. Dan untuk interface Local Loopback diberi
nama lo. Untuk mengetahui interface apa saja yang terpasang pada
server Debian, gunakan perintah ifconfig.
( lo ) atau interface Loopback. jangan pernah sekalikali untuk
menon-aktifkan interface
Loopback tersebut. Sebab interface tersebut digunakan oleh
aplikasi-aplikasi server
Debian agar dapat berjalan pada computer Localhost. Agar dapat
terkoneksi ke Jaringan Komputer, aktifkan terlebih dahulu Interface
Ethernet. Pastikan nama untuk Ethernet tersebut, default untuk
Ethernet pertama adalah eth0.
Gunakan perintah ifup untuk meng-aktifkan, dan sebaliknya
gunakan perintah ifdown.
#ifup eth0 atau #ifconfig eth0 up
B. Konfigurasi TCP/IP
1) Hidupkan Komputer Server anda yang sudah terinstall linux
Debian Kemudian login lah sebagai Root.
$ su root
Lalu masuk kedalam folder etc/network dan edit file interfaces
#nano /etc/network/network
123
2) Setelah masuk dalam file interfaces. Silahkan tambahkan/ubah
IP Address. Disinilah tempat kita mengatur IP dan
menambahkan IP Address yang berhubungan dengan
pengalamatn IP.
Sesuaikan nomor IP server dengan rencana kalian pada desain
jaringan kompter tersebut. Setelah selesai maka simpanlah
3) Kemudian jangan lupa restart paket setelah di konfigurasi
#etc/init.d/networking restart
Untuk cek keberhasilan pemberian IP, gunakan perntah ifconfig.
Jika IP tidak berubah lakukan kembali perintah restart tersebut.
4) untuk memeriksa keberhasilan IP server terhubung dengan client
maka pada komputer client kalian yaitu sistem operasi windows,
kalian lakukan pengaturan IP secara manual dengan IP yang
sudah ditentukan (jangan lupa pada virtualbox lkukan
pengaturan network pada mode Host-Only Adapter)
124
5) Setelah itu lakukan proses perintah ping baik dari server ke client
maupun sebaliknya. Jika tidak berhasil cek kembali konfigurasi
tersebut.
6. Konfigurasi DHCP Server
1) Pertama login dahulu sebagai superuser/root. Kemudian kita check
apakah paket tersedia dalam debian, dengan perintah :
#apt-cache search dhcpd
2) Lihat hasilnya dan carilah nama dari dhcp server
3) Setelah paket ada, kita lakukan instalasi caranya;
#apt-get install isc-dhcp-server
4) Kemudian masuk ke folder dhcp caranya;
# cd /etc/dhcp l
Kemudian ketikkan ls untuk melihat isi direktori. Kemudian masuk
pada direktori etc/dhcp
#cd etc/dhcp
Kemudian ketikkan ls untuk melihat isi direktori dan pastikan ada
file dhcpd.conf Sebelumnya kita backup file tersebut untuk
menghindari kehilangan atau kesalahan konfigurasi file
etc/dhcp#cp dhcpd.conf dhcpd.conf.backup
Kemudian ketikkan ls untuk melihat apakah file
dhcpd.conf.backup tersebut sudah di copy
5) sekarang kita lakukan konfigurasi dhcp server dengan melakukan
edit pada file dhcpd.conf
etc/dhcp#nano dhcpd.conf
a. Sesuaikan dengan name server kalian
125
b. sesuaikan IP dhcp server, range IP dhcp untuk client kalian
diubah menjadi
6) Setelah itu masuk ke folder default caranya;
#cd /etc/default atau # nano /etc/default/isc-dhcp-server
7) Lalu tambahkan seperti file berikut
8) Lakukan restart
#/etc/init.d/isc-dhcp-server restart
9) Lakukan tes dhcp server dengan client. Dengan cara malakukan
pengaturan IP otomatis pada komputer client kemudian lakukan
perintah
ipconfig /release ipconfig /renew ipconfig
pada komputer client untuk melihat hasil dari IP yang didapat oleh
client
B. DNS Server
1. Pertama, kita harus menjalankan operasi linux pada debian 8 melalui
aplikasi virtualbox.Login di isi dengan root dan isi password sesuai
dengan yang sudah kamu buat.
126
2. Selanjutnya, masukan perintah nano /etc/network/interfaces untuk
memastikan IP yang muncul sudah sesuai dengan IP yang akan kita
gunakan untuk proses selanjutnya.Jika sudah tekan CTRL+O untuk
menyimpan dan tekan CTRL+X untuk keluar dari proses pengeditan.
3. Setelah itu, ketikan perintah /etc/init.d/networking restart jika berhasil
akan muncul seperti gambar dibawah. Lulu ketikan ifconfig untuk
mengecek kunfigurasi sudah benar.
4. Lalu ketikan ifconfig untuk mengecek kunfigurasi sudah benar. Jika
benar akan muncul seperti gambar dibawah :
5. Jika langkah diatas sudah selesai ping IP Address, jika tampilan seperti ini
berarti IP sudah berjalan dengan lancar.
127
Tekan CTRL+Z untuk keluar.
6. Selanjutnya kita akan menginstall Bind9 dengan perintah apt-get install
bind9, tekan Y lalu Enter
7. Selanjutnya copy file /etc/bind/db.local menjadi /etc/bind/db.terserah
dengan perintah cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.terserah
8. Copy sekali lagi file /etc/bind/db.local menjadi /etc/bind/db.192 dengan
perintah cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.192
9. Selanjutnya ketikan perintah nano /etc/bind/named.conf.local. Ubah
menjadi :
128
10. Sesudah itu kita lanjut untuk mauskan perintah nano
/etc/bind/named.conf.options. Ubah menjadi:
11. Kemudian ketikan perintah nano /etc/bind/db.nisya menjadi:
12. Setelah itu ketikan perintah nano /etc/bind/db.192 menjadi:
13. Tambahkan “nameserver” dengan perintah nano /etc/resolv.conf
menjadi:
129
14. Cek konfigurasi dengan perintah nslookup
15. Lakukan uji coba dengan ping dari computer client menggunakan nama
domain, sebelum melakukan uji coba kita harus mengatur IP Address
pada adapter VITRUAL HOST-ONLY NETWORK. Klik protocol
version 4 (TCP/IPv4) klik Properties isi IP address, subnetmask, dan
preferred DNS server.
16. Setelah selesai mengatur IP, buka cmd dan coba PING, jika berhasil
akan Statusnya sudah terkoneksi:
1.5 Hasil dan Analisa
➢ Hasil :
130
➢ Analisa:
Pada praktikum diatas yaitu penginstalan DHCP Server dan DNS server
pada Virtual Box, Debian 8. Untuk penginstalan DHCP Server,
menggunakan beberapa syntax yaitu : masuk sebagai super user terlebih
dahulu, selanjutnya ketikkan syntax nano /etc/network/network untuk
mengkonfigurasi network, etc/init.d/networking restart Untuk merestart
network agar tersimpan, apt-get install isc-dhcp-server untuk menginstal
dhcp server, cd etc/dhcp untuk masuk ke folder dhcp, nano dhcpd.conf
untuk mengkonfigurasi dhcp server, nano /etc/default/isc-dhcp-server
untuk mengkonfigurasi dhcp default, etc/init.d/isc-dhcp-server restart
untuk merestart dan menyimpan dhcp yang telah dikonfigurasi, ifconfig
untuk melihat konfigurasi dhcp tersimpan. Jika konfigurasi dhcp sudah
berhasil, kemudian tes koneksi dengan perintah ping pada cmd, jika
tampilannya seperti gambar diatas maka konfigurasi berhasil.
Yang kedua konfigurasi DNS Server, Syntax yang digunakan : masuk
sebagai super root terlebih dahulu, selanjutnya ketikkan syntax nano
/etc/network/interfaces untuk memastikan IP yang muncul sudah sesuai
dengan IP yang akan kita gunakan, /etc/init.d/networking restart untuk
merestart dan menyimpan konfigurasi, ifconfig untuk mengecek
kunfigurasi sudah benar, apt-get install bind9 untuk menginstall bind9,
selanjutnya ikuti langkah-langkah diatas. Jika sudah selesai lakukan tes
koneksi seperti pada gambar diatas, jika tampilannya seperti gambar diatas
maka konfigurasi sudah berhasil.
1.6 Tugas
1.6.1 Soal
1. Lakukan langkah konfigurasi DHCP Server dengan prangkat anda
2. Pada konfigurasi DHCP server, desain alamat IP sesuai dengan nim
masing masing
3. Lakukan konfigurasi DNS Server
4. pada konfigurasi DNS ubah name server menjadi Nama Anda.net
dan ip server 192.168.NIM.1
131
1.6.2 Jawaban
10. konfigurasi DHCP Server
a. masuk sebagai super user
b. Lakukan konfigurasi network dengan syntax nano
/etc/network/interfaces
c. Restart untuk menyimpan konfigurasi dengan syntax
/etc/init.d/networking restart
d. Lihat konfigurasi berhasi atau tidak dengan syntax ifconfig
e. Pada bagian pojok kanan bawah, klik kanan pada gambar CD
untuk memasukkan file DVD 2 nya, selanjutnya untuk melihat
apakan DVD 2 nya sudah masuk atau belum, ketikkan syntax
apt-cdrom add
132
f. Instal DHCP Server dengan syntax apt-get install isc-dhcp-
server
g. Konfigurasi DHCP server dengan syntax nano
/etc/dhcp/dhcps.conf
h. Konfigurasi dhcp default dengan syntax nano /etc/default/isc-
dhcp-server
133
i. Restart untuk menyimpan konfigurasi dhcp dengan syntax
/etc/init.d/isc-dhcp-server restart
j. Periksa keberhasilan IP server terhubung dengan client pada
komputer client yaitu sistem operasi windows, lakukan
pengaturan IP secara manual dengan IP yang sudah ditentukan
(jangan lupa pada virtualbox lkukan pengaturan network pada
mode Host-Only Adapter)
k. Lakukan ter koneksi dengan perintah ping pada CMD
134
11. IP 192.168.47.1
12. Konfigurasi DNS server
a. msuk sebagai super user
b. Lakukan konfigurasi network dengan syntax nano
/etc/network/interfaces
135
c. Ketikan perintah /etc/init.d/networking restart untuk merestart
agar konfigurasi tersimpan.
d. Ketikan ifconfig untuk mengecek kunfigurasi sudah benar.
e. Install Bind9 dengan perintah apt-get install bind9, Selanjutnya
copy file /etc/bind/db.local menjadi /etc/bind/db.oke dengan
perintah cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.oke
f. Copy sekali lagi file /etc/bind/db.local menjadi /etc/bind/db.oke
dengan perintah cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.oke
g. Selanjutnya ketikan perintah nano /etc/bind/named.conf.local.
Ubah menjadi :
h. Sesudah itu kita lanjut untuk mauskan perintah nano
/etc/bind/named.conf.options. Ubah menjadi:
136
i. Kemudian ketikan perintah nano /etc/bind/db.oke menjadi:
j. Setelah itu ketikan perintah nano /etc/bind/db.192 menjadi:
k. Tambahkan “nameserver” dengan perintah nano
/etc/resolv.conf menjadi:
l. Cek konfigurasi dengan perintah nslookup
137
m. Lakukan uji coba dengan ping dari computer client
menggunakan nama domain, sebelum melakukan uji coba
harus mengatur IP Address pada adapter VITRUAL HOST-
ONLY NETWORK. Klik protocol version 4 (TCP/IPv4) klik
Properties isi IP address, subnetmask, dan preferred DNS
server.
n. Setelah selesai mengatur IP, buka cmd dan coba PING, jika
berhasil akan Statusnya sudah terkoneksi
138
1.7 Kesimpulan
TCP/IP ( Singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol)
yang diterjemahkan menjadi Protokol kendali transmisi/Protokol Internet,
yang merupakan gabungan dari protocol TCP dan IP sebagai sekelompok
protocol yang mengatur komunikasi data dalam proses tukar-menukar data
dari satu computer ke computer lain dalam jaringna internet yang akan
memastikan pengiriman data sampai ke alamat yang dituju.
Dynamic Host Configuration Protocol, digunakan untuk melayani request
Ip Address dari client. Client akan meminta Ip Address pada server, kemudian
server akan memberikan alokasi ip yang tersisa.
DNS merupakan singkatan dari Domain Name System yang merupakan
sebuah sistim untuk menyimpan informasi tentang nama host atau nama
domain dalam sebuah basis data tersebar (distributed database) di dalam
jaringan komputer yang menggunakan TCP/IP.
139
1.8 Lampiran
140
LAPORAN PRAKTIKUM
JARINGAN KOMPUTER
TGL PRAKTIKUM : 14 NOVEMBER 2022
NAMA : NURFITRIA NINGSIH
NIM : 210631100047
DOSEN PENGAMPU : MUHLIS TAHIR,S.Pd M.T.r.KOM
ASISTENSI : M ROSID
LABORATORIUM KOMPUTASI DAN JARINGAN
KOMPUTER
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2022
141
MODUL VII
WEB SERVER
1.1 Tujuan
Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu :
1. Mengetahui metode membangun Web Server pada system operasi linux
2. Mengetahui cara instalasi Web Server pada system operasi linux
3. Mengelola Web Server pada system linux
1.2 Dasar Teori
A. Web Server
Web server jika diartikan secara harafiah, berarti penyedia web atau
penyedia jaringan. Dari arti katanya saja sudah cukup dapat dipahami kira-
kira apa tugas dan fungsi darisebuah web server. Pengertian dari web server
yang diminta disini, artinya tidak begitu jauh dari pengertian kasarnya,
karena tugas dari sebuah web server dalam keterkaitannya di bidang
jaringan komputer adalah sebagai perangkat lunak yang memberikan
layanan web. Web server menggunakan protocol yang disebut dengan
HTTP (HyperText Transfer Protocol). Jadi, secara teknisnya ketika
seseorang/client yang berada dalam jaringan menggunakan sebuah browser
maka web browser akan mengiriman permintaan HTTP atau HTTPS, lalu,
web server akan merespon dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk
halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML. Ada
banyak web server yang ada, akan tetapi yang paling banyak digunakan saat
ini adalah apache dan microsoft internet information service.
Web merupakan halaman atau dokumen yang ditulis dengan kode
Bahasa pemograman tertentu seperti HTML, PHP, ASP, JavaScript, dan
lainnya. Halaman – halaman tersebut dapat terdiri atas gabungan teks,
gambar, dan suara yang saling berkaitan satu sama lain berdasarkan standar
tertentu sebagaimana telah di tertapkan oleh W3C (World Web
Consortium). Halaman Web yang ditampilkan dalam alikasi web browser
pada dasarnya terbagi menjadi beberapa layer, antara lain sebagai berikut :
142
a. Structural Layer
Lapisan ini mendeskripsikan tentang struktur halaman atau dokumen
web, seperti menggunakan standar penulisan kode, format mark up, tata
letak atau layout.
b. Persentation layer
Lapisan ini menjelaskan tentang pengaturan objek dalam halaman web
seperti teks, gambar, suara.
c. Behavioural layer
Layer ini menderskripsikan tentang source code dokumen web yang di
tampilkan. Konten yang ditampilkan, yaitu mengenai standard and
struktur pemogramannya.
B. Jenis – jenis Web Server
Banyak web server yang ada dan berkembang, baik yang bersifat Free
maupun berbayar. Beberapa diantaranya:
a. Apache Web Server – The HTTP Web Server
b. Apache Tomcat
c. Microsoft windows Server 2003 Internet Information Services (IIS)
d. Lighttpd
e. Jigsaw
f. Sun Java System Web Server
g. Xitami Web Server
h. Zeus Web Server
Namun web yang terkenal dan yang sering digunakan adalah Apache
dan Microsoft Internet Information Service (IIS). Apache merupakan web
server yang bersifat open source, apache ini dapat digunakan di bayak
platform, antara lain platform dalam lingkungan Linux dan juga pada
Windows. Sedangkan microsoft internet information service (IIS) hanya
dapat beroperasi pada sistem operasi windows saja.
143
1.3 Alat dan Bahan
A. Alat
Dalam pelaksanaan praktikum alat yang digunakan sebagai media
penunjang kegiatan, yaitu :
• Laptop / PC
B. Bahan
Adapun bahan yang digunakan yaitu :
• Oracle VM VirtualBox
• Microsoft Word
1.4 Langkah-langkah Percobaan
Konfigurasi Web Server
1. Install paket web server
#apt-get install apache2 php5
2. pindah ke direktori sites-available
#cd /etc/apache2/sites-available/
3. kopikan website default menjadi website yang kita buat
#cp 000-default.conf fitria31
4. edit file fitria31.conf
#nano fitria31.conf
= > edit seperti gambar berikut
144
= > [email protected] : email admin
= > fitria31 : folder website
5. simpan hasil konfigurasi
= > ctrl +x = > y = > enter
6. disable website default
# a2dissite 000-default.conf
7. enable website yang telah kita buat
#a2ensite fitria31.conf
8. pindah ke direktori /var/www
#cd /var/www/
9. buat folder website yang telah kita buat
#mkdir fitria31
145
10. pindah ke folder fitria31
#cd fitria31
11. buat file .html
#nano index.html
= > edit/ tambahkan konfigurasi seperti gambar berikut
12. simpan konfigurasi
= > ctrl+x => y = > enter
13. restart service apache2
# /etc/init.d/apache2 restart
14. atur network atau jaringan pada server menjadi jaringan internal seperti
gambar berikut
146