ANTOLOGI
PUISI
COVID 19
KARYA
KEPALA SEKOLAH DAN GURU
KECAMATAN SEMARANG TENGAH
ANTOLOGI PUISI
COVID 19
KARYA
KEPALA SEKOLAH DAN GURU
KECAMATAN SEMARANG TENGAH
ii
iii
ANTOLOGI PUISI
COVID 19
Penulis : KEPALA SEKOLAH DAN GURU
ISBN KECAMATAN SEMARANG TENGAH
: 978-623-7920-82-3
Editor : Rustantiningsih, S.Pd.,M.Pd., Suhantojo, S.Pd, M.Si
Pelindung : Ponimin, S.Pd.,M.Si.
Penasehat : Dra. Endang Triasmoro Rudiastuti, M.Pd.
Sudaryanto Gagarin, S.Pd.,M.Si.
Muh. Kamdari, S.Ag.,M.Pd.
Daryana, M.Pd.,Kons.
Penata Letak : Bayu Wijayama
Desain Sampul : Lavenda Heparvia Nurvi
Hak Cipta 2020, Pada Penulis
Isi diluar tanggung jawab percetakan
Copyright © 2020 by Qahar Publisher
vii, 176 hlm, 14,8 cm x 21 cm
Cetakan Pertama, Juni 2020
All Right Reserved
Hak cipta dilindungi undang-undang
Dilarang keras menerjemahkan, memfotokopi, atau
memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini
tanpa izin tertulis dari Penerbit.
QAHAR PUBLISHER
Jl. Randusari Pos III/390A Kota Semarang
www.qaharpublisher.com
E-mail: [email protected]
iv
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha
Esa, karena berkah karunia-Nya buku dengan judul “Antologi
Puisi Covid 19” ini telah terbit. Kumpulan puisi ini disusun oleh
Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) dan para Guru di
Kecamatan Semarang Tengah. Apresiasi yang tinggi kami
berikan bagi para Guru dan Kepala Sekolah yang sudah
berkarya.
Antologi Puisi ini berisi tentang isi hati Guru dan Kepala
Sekolah tentang wabah virus corona. Dampak virus corona
membawa banyak perubahan khususnya dalam dunia
pendidikan, tatanan masyarakat, dan kehidupan. Siswa harus
belajar di rumah, guru harus mengajar jarak jauh, kerinduan,
kegelisahan, kekhawatiran semua tertuang dengan bahasa
yang indah dalam bentuk puisi.
Kehadiran buku ini tentu saja berkat perjuangan keras
para Guru dan Kepala Sekolah, di sela-sela aktivitas
menjalankan tugas rutinnya, dapat menyempatkan diri untuk
menulis puisi. Terbitnya buku ini juga berkat dukungan
Korsatpen Semarang Tengah serta Ibu Bapak Pengawas, yang
telah memberi semangat dan motivasi untuk berkarya.
Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi para
pembacanya. Kehadiran buku ini juga dapat menambah
koleksi di perpustakaan sekolah. Harapan yang terbesar
dengan terbitnya buku Antologi Puisi Covid 19 akan
menginspirasi siswa untuk selalu berkarya.
Semarang, Juni 2020
Korsatpen Kec. Semarang Tengah
Ponimin, S.Pd.,M.Si.
NIP 19650903 198806 1 002
v
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR --------------------------------------------------- v
DAFTAR ISI ----------------------------------------------------------- vi
1. Mengingat Sang Pencipta (Eny Wardhani) ----------------- 1
2. Tak Berpaling dari Nya (Eny Wardhani) --------------------- 2
3. Semoga Badai Cepat Berlalu
(Agustin Indrawati Dharmawan) ----------------------------- 3
4. Cepatlah Pergi (Agustin Indrawati Dharmawan) ----------- 4
5. Masker (Agustin Indrawati Dharmawan) -------------------- 5
6. Gara-Gara Corona (Agustin Indrawati Dharmawan) ------ 6
7. Semoga Cepat Berlalu (Agustin Indrawati Dharmawan)-- 7
8. HP Android (Agustin Indrawati Dharmawan) --------------- 8
9. Karenamu (Tutik Intarti) --------------------------------------- 9
10. Hikmah Dibalik Corona (Sutipah)----------------------------- 10
11. Engkau Penolong Bangsaku (Sutipah)----------------------- 11
12. Kamu (Corona) (Sumarni) ------------------------------------- 12
13. Kehadiranmu (Sumarni)---------------------------------------- 13
14. Kerinduan (Sumarni) ------------------------------------------- 14
15. Tak Mampu Berkata-Kata (Sr. M. Rachel, OSF) ------------ 15
16. Duka Derita Wabah Korona (Sr. M. Rachel, OSF)---------- 16
17. Hikmah Di Balik Pandemi Covid 19 (Sr. M. Rachel, OSF) - 17
18. Refleksi dan Evaluasi di Tengah Pandemi
(Sr. M. Rachel, OSF)-------------------------------------------- 18
19. Ada Menjadi Tiada (Rustantiningsih) ------------------------ 19
vi
20. Cerita Guruku (Rustantiningsih) ------------------------------ 20
21. Corona (Suhantojo)--------------------------------------------- 22
22. Masih Mimpi (Suhantojo) -------------------------------------- 23
23. Virus Corona (Ummi Kulsum) --------------------------------- 24
24. Rehat (Erny Wahyu Nata) ------------------------------------- 25
25. Corona Sungguh Kejam (Sumantri) -------------------------- 26
26. Corona dan Derita (Sumantri) -------------------------------- 28
27. Ayo Lawan Corona (Sumantri) -------------------------------- 30
28. Pejuang Corona (Sumantri) ----------------------------------- 32
29. Pergilah dan Jangan Kembali (Puji Lestari) ----------------- 34
30. Kangen pada Siswaku (Puji Lestari)-------------------------- 35
31. Harapan (Rumiyati) --------------------------------------------- 36
32. Corona dan Paskahku (Martin Sutepu) ---------------------- 37
33. Muridku (Martin Sutepu) --------------------------------------- 38
34. Di Rumah Saja (Martin Sutepu)------------------------------- 39
35. Oh Corona (Prih Suratini) -------------------------------------- 40
36. Pesan pada Kami (Slamet) ------------------------------------ 41
37. Hanya Bisa Pasrah (Slamet) ----------------------------------- 42
38. Tuhan Sudah Mengaturnya (Ummi Daniati) ---------------- 43
39. Ramadhanku Sepi (Nurhidayah) ------------------------------ 44
40. Aku Yakin (Imam Santosa) ------------------------------------ 45
41. Kau (Imam Santosa) ------------------------------------------- 46
42. Harus Jaga Diri (Bardah)--------------------------------------- 47
43. Korona Pembawa Perubahan (Anton Suraji) --------------- 48
vii
44. Rindu Tertahan Pandemi (Angela Sri Utami) --------------- 50
45. Ku Tak Tahu Kapan Akan Berlalu (Kurawanti) ------------- 51
46. Ku Tanya Pada Siapa (MV. Sri Hadiyati) -------------------- 53
47. Apresiasi Anak di Saat Pandemi (Theresia Sumarni) ------ 55
48. Pantang Menyerah di saat COVID (Jessica Andini) -------- 56
49. Banyak Rindu Tertahan (Meilita Nindyasari)---------------- 57
50. Kita Berserah Kepada Yang Kuasa
(Kurniawan Risti Saputa) -------------------------------------- 59
51. Tak Terlihat Tapi Nampak (Irgi Ahmad Fahrozi) ----------- 60
52. Di Ambang Waktu Korona (Miss Dwi) ----------------------- 61
53. Karena Kau (Korona) (Zukhaira Husna) --------------------- 62
54. Dunia Tak Berdaya (Siti Chotimah) -------------------------- 63
55. Jangan Kembali Lagi (Tri Indarti) ---------------------------- 64
56. Kau Ubah Kami (Sri Mulyani)---------------------------------- 66
57. Pelan nan Pasti (M. Afif Shihabuddin) ----------------------- 68
58. Kerinduan dan Harapan (Imron Rosyid)--------------------- 70
59. Kala Corona Melanda (Nunung Hartanti)-------------------- 71
60. Terhalang Kabut Korona (Kukuh Ciphana)------------------ 72
61. Terima Kasih Corona (Yusi Andriyani) ----------------------- 74
62. Corona, Maukah Kau Bersahabat Denganku
(Iin Sholichah) --------------------------------------------------- 75
63. Sirnalah Korona (Netti Indrawati) ---------------------------- 77
64. Kapan Berakhir (Netti Indrawati) ----------------------------- 78
65. Ujian yang Sirna (Netti Indrawati) --------------------------- 79
viii
66. Pergilah Kau Corona (Rintani Andayani) -------------------- 80
67. Rinduku Terlarang (Purwaningsih) --------------------------- 81
68. Musnahlah Korona (Sutardi)----------------------------------- 82
69. Karena Corona (Bela Raeska Widodo Bodhi Ratono)------ 83
70. Pandemi Corona (Karnoto) ------------------------------------ 84
71. Pro Korona (Nur Cahyo Ag) ----------------------------------- 86
72. Covid 19 (Tri Wiyandi) ----------------------------------------- 87
73. Sejak Engkau Datang (Nurul Tri Setiyawati)---------------- 88
74. Sepak Terjang Korona (Eka Vivi Anggraeni)---------------- 89
75. Garda Depan (Sri Darti)---------------------------------------- 90
76. Kita Hadapi Bersama (Sri Darti) ------------------------------ 91
77. Hebatnya Tim Medis (Sri Darti) ------------------------------- 92
78. Kau yang Kukhawatirkan (Rizky Setiawan) ----------------- 93
79. Kau Ketuk Hatiku (Catur Febriana)--------------------------- 94
80. Menguak Tanya Merenda Asa (Elisabeth Risa K) ---------- 95
81. Kami tidak Menyerah (Ikha Yuniarti) ------------------------ 96
82. Saat Wabah Datang (Reni Indarwati) ----------------------- 98
83. Lamunan Malam (Andreas Setyo Pramono) ---------------- 100
84. Corona Virus Penyakit Dunia (Nofiani Kristanti)------------ 102
85. Mengapa (Fatma Dwi Astuti) ---------------------------------- 103
86. Sepenggal Doa di Tengah Pandemi (Ratna Arminingsih)- 104
87. Tabah (S. Widodo)---------------------------------------------- 106
88. Apa Maksudmu Corona (Yusefin Nuri Prasetyowati) ------ 107
89. Pergilah dari Dunia (Surati) ----------------------------------- 109
ix
90. Jejak Virus Corona (Pratiwiningsih) -------------------------- 110
91. Kedatanganmu (Agung Triantono) ------------------------- 111
92. Apa yang Kau Mau (Eko Sulastri) -------------------------- 112
93. Musibah Corona (Siti Isnaeni) ------------------------------- 113
94. Corona Oh Corona (Nurul Fathonah)----------------------- 115
95. Kapan Kau Akan Pulang (Eti Hendrawati) ----------------- 116
96. Engkau Corona (Tin Siana Dayu Murti) -------------------- 117
97. Sapaan Lirih Tuhan (Han Ning Rum) ---------------------- 120
98. Bercengkrama dengan Waktu (Han Ning Rum) --------- 121
99. Corona dalam sembilu Asa (Elsabeth Puji Rahayu) ------ 123
100. Indah itu Bukan Fatamorgana (Halim Setiawan) -------- 125
101. Kita Lawan Corona (Fransisca Romana Diharti) --------- 127
102. Ya, Itulah Corona (Fransiska Rani Widyasari) ------------ 128
103. Covid 19 Harapan Dibalik Bencana (Hasan Basri) ------- 130
104. Rinduku (MF Agustine WH) ---------------------------------- 131
105. Serdadu Tanpa Peluru (B. Joko Suntoro)------------------ 133
106. Wahai Corona (Prima Widyatmoko) ------------------------ 134
107. Musuh Tak Kentara (Didik Purnomo) ---------------------- 136
108. Kuingin Bumi Kembali Tersenyum (Frida) ---------------- 137
109. Kisahku di Awal Tahun 2020 (Dewi Rizqi Maharani)----- 138
110. Utusan (Mustofa)---------------------------------------------- 140
111. Bingung (Galih Mahendra) ----------------------------------- 141
112. Dunia Dilanda Pandemi (Ida Guniarti Gunawan)--------- 142
113. Teriakan Dunia (DonaBella A.P.)---------------------------- 143
x
114. Permohonanku (Nuridah) ------------------------------------ 145
115. Kerinduan Hati (Milla Kristin) -------------------------------- 147
116. Untuk Para Pahlawan Kemanusiaan (Milla Kristin)------- 148
117. Cermat Atur Keuangan (CIK Ningrum) -------------------- 149
118. Kurindu Suasana Lalu (CIK Ningrum) ---------------------- 150
119. Sahabat Tangguh (CIK Ningrum) --------------------------- 151
120. Kapan Si Covid Pergi (CIK Ningrum) ----------------------- 152
121. Bahayanya Kamu (Yoko) ------------------------------------- 154
122. Tempat Kami Berserah (Yoko) ------------------------------ 155
123. Corona Pasti Berakhir (Salwa Maria Juliani)--------------- 156
124. Aku Rindu Nak (Puji Astutik) -------------------------------- 157
BIODATA PENULIS ------------------------------------------------- 159
xi
Mengingat Sang Pencipta
Karya: Eny Wardhani
Corona ….
Bentukmu tak seberapa tanpa kasat mata
Namun....
Engkau telah menggemparkan dunia
Tak terkecuali ....
Bumiku tercinta Indonesia
Wahai corona ....
Engkau tercipta atas zat Nya
Mengingatkan umat Nya
Tuk selalu bertaqwa pada Nya
Wahai corona ... meski engkau dicipta oleh Nya
Segeralah berlalu
Karena engkau ... corona
Kami sadar akan kehendak Nya
Kami selaku umat Nya
Harus selalu bersujud dan menyembah
Hanya kepada Nya
1
Tak Berpaling dari Nya
Karya: Eny Wardhani
Corona ....
Bentukmu tak kentara
Engkau begitu nyata
Yang sempat melumpuhkan dunia
Corona ... wabah yang merajalela
Mengingatkan kita tuk....
Tak berpaling dari Nya
2
Semoga Badai Cepat Berlalu
Karya: Agustin Indrawati Dharmawan
Engkau kecil mungil
Lincah ke sana ke mari
Puluhan kilometer kau tempuh
Banyak orang berasa tak sua denganmu
Berharap kau pergi jauh
Dunia hiruk-pikuk menendangmu
Anak sekolah di rumah
Pekerja di rumah
Pengusaha di rumah
Semua ini untuk memutus perjumpaan denganmu
Sadarkah kau itu?
Semua mendoa, semoga badai cepat berlalu
Tuhan kabulkanlah doa ini
3
Cepatlah Pergi
Karya: Agustin Indrawati Dharmawan
Nama mu indah
Bimbo pernah melejitkanmu
Saat ini kau melalang buana
Seakan penjelajah jagad raya sejati
Bagai ratu atau raja
Orang pada segan, takut, tunduk padamu
Namun kehadiranmu amat tidak diharap
Tuhan, Engkau lebih kuasa
Usir dia dari jagad raya ini
Agar bumi damai sentosa
Aktivitas kehidupan kembali normal
Kamu, CORONA cepatlah pergi
Cepatlah berlalu pandemi ini
4
Masker
Karya: Agustin Indrawati Dharmawan
Namamu melejit bak artis lagi naik daun
Sebentaran kamu sulit dicari
Sulit ditemui
Bahkan taripmu melambung tinggi
Bagai barang antik nan langka
Sekarang kamu trendi
Banyak modifikasi
Banyak model, banyak ragam
Hampir setiap saat berjumpa denganmu
Jadi kewajiban bersamamu
Oh … M A S K E R
Semoga kamu bisa mengurangi penyebaran wabah
pandemi covid 19 ini
5
Gara-gara Corona
Karya: Agustin Indrawati Dharmawan
Baju indah tertata di lemari
Sepatu terjajar di rak
Tas berada di tempatnya
Semua rapi, semua tertata tanpa tersentuh
Bahkan alat kecantikan pun rapi nyaris tak tersentuh
Mengapa?
Semua terpusat di rumah
Alias di rumah saja
Tak perlu bersepatu, tak perlu bersolek, tak perlu
bergaun mewah
Karena tak kemana-mana
Entah sampai kapan berlalu
Corona . . . cepatlah pergi menjauh
Agar insan di bumi hidup normal kembali
6
Semoga Cepat Berlalu
Karya: Agustin Indrawati Dharmawan
Engkau tak kasat mata
Mungilnya dirimu
Lincah pergerakanmu
Kau tak bedakan pahlawan atau durjana
Kau ajak hadap Sang Khalik
Seakan kau tak tertandingi
Tidakkah kau punya sedikit kepedulian?
Lihatlah banyak orang prihatin dengan kehidupannya
Banyak orang pusing
Anak sekolah pusing dengan kuota yang habis
Pekerja pusing dg istilah "PHK"
Pengusaha pusing mengatur usahanya
Oh ... Covid kapan kamu pergi?
Tuhan, semoga si Covid cepat berlalu
7
HP Android
Karya: Agustin Indrawati Dharmawan
Semua orang tahu dan kenal dengan yang bernama
CORONA
Jadi trending topik dunia
Karena corona penjual pulsa kelarisan
Anak sekolah merengek, kuota habis, pulsa habis
Sementara tugas belum kelar
Ada lagi yang minta HP Android untuk google classroom
HP jadi barang teramat penting
Tua muda tanpa HP "separuh jiwa melayang"
Dulu tanpa HP orang tak bingung
Tanpa HP tak masalah
Hidup lancar aman sentosa
Banyak kegiatan bersama teman, janjian cukup omong
Sekarang HP bagai "jimat sakti"
Corona segeralah pergi
Aku ingin hidup seperti dulu lagi
8
Karenamu
Karya: Tutik Intarti
Corona
Karena kehadiranmu
membuat aku kangen dan rindu akan celoteh, canda ria,
tingkah lakumu yg lucu anak-anakku
Corona
Karna keberadaanmu sekolahku jadi sepi,
sunyi seperti tanpa penghuni
Corona corona
Aku sudah lelah
Apakah engkau tidak capai?
Sudah keliling dunia
Tapi corona ada hikmah di balik kehadiranmu
Seorang pejabat,orang yang merasa kaya, sombong,
angkuh, serakah, sama-sama tak berani keluar rumah
Corona
Aku berjanji akan selalu menjaga kebersihan diri,
menjaga agar bumi tetap berseri
Wahai corona
Cepatlah pergi pergi pergi
9
Hikmah Dibalik Corona
Karya: Sutipah
Corona membawa keluarga kembali
Ke dalam rumah....
Dan melakukan aktivitas rumah bersama
Corona membuat kita tinggal di rumah
Dan hidup sederhana....
Korona mengajarkan kita
Cara bersin, menguap, dan batuk
Yang benar ....
Corona mengajari kita
Tidak jajan dan makan sembarangan di luar ....
Corona membuat manusia banyak berdoa
Tidak hanya mengandalkan sains dan teknologi semata
Corona menyadarkan kita
Bahwa apa yang kita miliki
Adalah milik Yang Kuasa
Yang dapat diambil kapan saja
Percayalah Tuhan mendatangkan Corona ke Indonesia
Pasti ada tujuan dan hikmah
Kepada yang arif dan bijaksana
Untuk melihat dan menyadari
Bahwa semua itu terjadi dan seijin
Tuhan Allah Maha Pencipta
10
Engkau Penolong Bangsaku
Karya: Sutipah
Corona
Namamu terkenal di dunia
Kau bukan manusia atau hewan
Tetapi kau hidup merajalela
Karena kau corona ....
Banyak orang menjadi sakit
Banyak orang yang mati
Bahkan para tim medis pun terkapar
Corona ....
Kapan kau kapan kau menjauh?
Kapan kau akan sirna?
Dan kapan kau akan lenyap?
Tuhan ....
Kuatkan bangsaku ....
Kuatkan tim medisku ....
Sebab Engkau penolong bangsaku ....
11
Kamu (Corona)
Karya: Sumarni
Hai kamu ... iya kamu
Aku bingung ... aku takut ... aku sedih
Karena kamu datang tiba-tiba meresahkanku
Tampakkan wujudmu
Biar aku bisa menampar dan memakimu
Hari berganti hari tanpa kepastian
Kamu siapa? Dimana? Berapa?
Semua hanya bertanya dengan kegalauan
Aku minta padamu berlalulah dari negeriku tercinta
Agar generasi penerusku kembali bersinar
Kamu ... kamu ... iya kamu
Berlalulah ....
Pergilah ....
Berikan kami kenyamanan, kedamaian, ketenangan
Rinduku akan semua itu sirna karenamu
12
Kehadiranmu
Karya: Sumarni
Ku tak pernah mengira dia (corona)
datang ke negeriku
Tapi, Sang Pencipta mentakdirkanmu
hadir di dunia ini
Dengan kedatanganmu
semua orang harus di rumah, jalanan sepi,
sekalipun Masjid jadi kosong
demi mencegah penularan virus corona
Semua takut
Semua bersedih
Semua waspada
Pulihkan jiwa berpulang setiap harinya
bersama-sama ke pangkuan Sang Pencipta
Semoga ada banyak hikmah
di balik virus corona ini muncul
Ku kan selalu berdoa
Dengan harapan yang tak pernah putus
Ya Allah
Pulihkan bumiku ini
Datangkanlah kebahagiaan
13
Kerinduan
Karya: Sumarni
Waktu berlalu begitu saja
Derita... nestapa... kepiluan menghantuiku
Mau sampai kapan rasa ini berlalu
Aku rindu...aku kangen... melihat bumiku yang ayu
Yang penuh keramahan dan keindahan
Di setiap doa aku memohon kepadamu
wahai sang pencipta
Kembalikan bumiku tercinta ini dari derita
Hilangkan dia... musnahkan dia dan lenyapkan dia
Aku rindu ya Tuhan
Saudara... sahabat... teman serta suasana yang ayu
Kapan kau kembali ke asalmu
Karenamu aku menjadi rindu
Karenamu aku terpisah dari handai taulanku
Harapanku hanya satu kembalikan bumiku yang ayu
Agar kerinduan ini tak menderaku
14
Tak Mampu Berkata-Kata
Karya: Sr. M. Rachel, OSF
Dunia berduka bertaruh nyawa
Korona datang saat kita terlena
Jeritan tangis di mana-mana
China dan Italia menjadi nyata
Tuhan kami tak berdaya
Tak mampu berkata-kata
Hanya doa dan tetesan air mata
Kepada-Mu kami serahkan jiwa sesama
Korona datang menyapa dunia
Menyadarkan kita akan dosa
Kami sadar sebagai manusia hina
Tidak bisa hidup tanpa belas kasih-Nya
Korona datang menyadarkan kita
Pentingnya berdamai dengan sesama
Saat badai melanda sesama mari kita berlomba
Mengamalkan jasa melalui wujud nyata
Tuhan beserta kita, sekarang dan selama-lamanya
Teriring salam dan doa
15
Duka Derita Wabah Korona
Karya: Sr. M. Rachel, OSF
Duka derita kurban korona
Siapa sangka dirinya akan terkena
Tiba-tiba mendera raga tak berdaya
Hingga ajalpun menjemputnya
Saat raga diusung ke pusara
Tak ada sanak saudara bersamanya
Karena virus bisa menerpa
Terpaksa menahan duka nestapa
Wahai saudara,
Kami hanya bisa berdoa,
Semoga saudara tenteram di surga
Sang Ilahi punya rencana bagi anda
Damai yang tenang di alam baka
Bahagia kekal
bagi para dokter dan tenaga medis semuanya
Engkau Pahlawan yang selamatkan penderita
Dengan tulus ikhlas dan sukarela
Hingga Engkaupun pertaruhkan nyawa
Semoga Tuhan membawamu
berbahagia di surga
Teriring doa dari sesama
16
Hikmah di Balik Pandemi Covid 19
Karya: Sr. M. Rachel, OSF
Semua orang berusaha belajar dari sebuah peristiwa
Adanya wabah Corona manusia perlu waspada
Jaga jarak antar sesama
harus ditaati bukan karena gengsi
Justru dilakukan untuk saling menghargai
agar tidak terinfeksi
Bulan Mei belajar di rumah diteruskan lagi
Sampai kapan kita terus menanti
Ciptakan kegiatan yang lebih berarti
Mengisi hari dengan banyak kreasi
Benar sekali apa yang dikatakan Bapak Ki Hajar
Dewantara
Setiap rumah bisa menjadi tempat sekolah
Setiap orang bisa menjadi guru bagi sesama
Adanya pandemi corona menjadi nyata
Hikmah adanya Covid sembilan belas ini
Menjaga kesehatan dan kebersihan diri
Walau di rumah aja
tetap beribadah dan saling membantu
Mari kita berdoa kepada Tuhan
agar Corona segera berlalu
17
Refleksi dan Evaluasi di Tengah Pandemi
Karya: Sr. M. Rachel, OSF
Pandemi covid 19 telah berkuasa saat ini
Sistem pembelajaranpun menjadi berganti
Pendidikan terkoreksi di tengah pandemi
Semakin membuat kita berefleksi
Apa yang perlu kita evaluasi
Agar pola pembelajaran terorientasi
Meningkatkan diri membangkitkan motivasi
Membuka ruang-ruang sebagai aksi edukasi
Peringatan Hari Pendidikan tidak sekedar acara seremoni
Lebih bermakna meningkatkan literasi
Agar terwujud hidup yang harmoni
Mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih berarti
18
Ada Menjadi Tiada
Karya: Rustantiningsih
Corona ....
Namamu mempesona
Indah diucapkannya
Begitu viral di seluruh dunia
Corona ....
Sejatinya engkau siapa?
Begitu hebatnya
Mematikan siapa saja
Corona ....
Karenamu kami tersiksa
Takut, cemas, khawatir dibuatnya
Seantero jagat raja
Corona ....
Engkau seperti apa?
Hingga semua orang kalang kabut melawannya
Dunia kacau dibuatnya
Corona ....
Aku hanya bisa berdoa
Semoga engkau yang ada
Menjadi tiada
19
Cerita Guruku
Karya: Rustantiningsih
Kata Guruku ....
Di tahun 2020 dulu
Ada cerita pilu
Kita kedatangan tamu
Yang tak pernah kita tahu
Kehidupan nan tentram
Aman dan nyaman
Diselimuti kedamaian
Berubah tanpa persiapan
Kata Guruku ....
Tamu itu tak diundang
Datang menantang
Dengan suara lantang
Hai Tuan ....
Aku datang padamu
Tanpa mengetuk pintu
Aku datang dalam kehidupanmu
Membawa cerita pilu
Hai Tuan ....
Kehadiranku tidak menyenangkan
Kehadiranku memberi kesengsaraan
20
Kehadiranku tidak kau rindukan
Karena aku corona yang mematikan
Jagat raya menjadi gempar
Ribuan orang terenggut terkapar
Virus itu tertawa dalam kegembiraan
Melihat kita tak berdaya ketakutan
Guruku pun terdiam
Menatap jendela kusam
Penuh debu bertaburan
Dengan suara lirih ia berkata
Tak ada lagi anak sekolah
Karena mereka harus di rumah
Tak ada celotehan anak-anak mengeja
Atau lantunan doa
Yang ada hanya sepi
Tanpa batas semua menanti
Menanti tamu itu pergi
21
Corona
Karya: Suhantojo
C-aramu menyerang baķ pencuri
O-rang-orang tak menyadari
R-ontokkan kesibukan kami
O-Tuhan tolonglah kami
N-anti akan tiba saatnya
A-ndai kita bisa jaga diri
KITA BEBAS DARI WABAH INI
22
Masih Mimpi
Karya: Suhantojo
semalam kubermimpi
wabah corona telah pergi
asyik aku bisa shoping ke mall lagi
syukur bisa beribadah di gereja lagi
senang melihat tetangga berjamaah di mushola kembali
gembira,
bersalam-salaman lagi
cipika dan cipiki
menonton konser dangdut yang biduannya agak seksi
beli nasi pecel atau soto pinggir jalan di pagi hari
tapi, kata sang istri
ini sudah jam 10 pagi
waktunya bangun jemur diri
23
Virus Corona
Karya: Ummi Kulsum
Kau datang tiba-tiba
Semua dibuat gundah gulana
Canda dan tawa yang terdengar lantang kini tiada
Karena rasa ketakutan pada kita semua
Mungkin ini adalah peringatan Tuhan
Karena kita sering melakukan kezaliman
Saatnya kita panjatkan doa dan harapan
Semoga Corona sirna tak ditemukan
24
Rehat
Karya: Erny Wahyu Nata
Rehat ....
Kau butuh waktu untuk rehat
Berhenti sejenak
Kau butuh waktu untuk istirahat
Duduklah ....
Diamlah ....
Amati yang ada di sekitarmu
Betapa indah
Namun terlewat
Betapa istimewa ....
Tapi terabaikan
Hargai waktu ini
Tiada yang sia-sia
25
Corona Sungguh Kejam
Karya: Sumantri
Di kala kondisi aman, nyaman, dan tentram
Tiba-tiba munculah berita heboh, wabah corona
Di Wuhan, China awal mulanya
Wuhan telah diguncang virus corona
Wuhan telah porak poranda
Kemudian Virus Corona merambah ke Italia
Amerika, Asia, bahkan Indonesia
Virus corona bak teknologi informatika
Pandeminya sangat cepat meluas di belahan bumi ini
Penularannya global, cepat merambat ke penjuru dunia
Penduduk dunia dibuat panik, resah, dan gelisah
Bahkan sangat geram pada virus corona
Virus corona sungguh membabi buta pada siapa saja
Ribuan manusia terpedaya menjadi mangsanya
Virus corona sungguh kejam, biadab, dan merajalela
Akibat kekejaman virus corona
Umat manusia dibuat tak berdaya
Kehidupan rakyat menjadi menderita dan sengsara
Perekonomian lesu, pabrik tutup, buruh di PHK
Pasar modal tak bergairah nilai rupiah pun melemah
26
Sungguh kehadiran corona tak diharapkan
Corona sudah cukup sampai di sini saja
Sudah banyak manusia yang kau jadikan tumbalmu
Banyak manusia yang engkau binasakan
Segeralah akhiri kekejamanmu dan kebiadabanmu
Negara maju pun kau buat tak berdaya
Corona tak takut dengan pengerahan masa
Corona tak bisa dilawan dengan mesin perang
Corona tak bisa dihadapi dengan senjata api
Bahkan tak mempan dengan senjata kimia, nuklir, dan
biologis
Di negara kaya pun kau buat kalang kabut
Sampai-sampai raja pun kau buat otaknya cenat-cenut
Kebijakannya menjadikan negaranya ditutup
Devisa negaranya jadi carut marut
Kuatir negaranya mengalamu bangkrut
Sebelum engkau dikalahkan vaksin dan obat
Cepatlah menjauh dan pergi dari bumi Pertiwi ini
Tinggalkan kotaku Semarang tercinta ini
Tinggalkan negaraku Republik Indonesia ini
Pergi dari muka bumi untuk selamanya
27
Corona dan Derita
Karya: Sumantri
Penduduk Dunia telah berurai air mata
Corona memporak porandakan dunia
Italia nampak putus asa
Amerika saat memuncaknya
Di China mulai mereda
Indonesia harus selalu waspada
Virus corona semakin merajalela
Corona memengsa penduduk dunia
Corona melindas`siapa saja
Tak pandang si miskin dan si kaya
Pejabat maupun rakyat jelata
Corona hanya menyisakan derita
Para pemimpin dunia dibuat miris
Rakyat semakin histeris
Corona semakin keji dan misteri
Corona memangsa umat manusia
Corona membawa malapetaka
Corona membuat kita sengsara
Konglomerat dibuat berkeringat
Pengusaha dibuat trauma
Pialang menjadi meriang
Ekonom menjadi bingung
28
Sopir angkot semakin peot dan reot
Para buruh semakin mengeluh
Para pakar mulai menatar
Para ahli mulai unjuk gigi
Para tokoh tergopoh-gopoh
Banyak dokter yang klenger
Para tenaga medis menangis
Virus corona semakin bengis
Mari, corona kita lawan bersama
Corona dapat disembuhkan
Pencegah lebih diutamakan
Kebersihan menjadi kewajiban
Kesehatan merupakan kebutuhan
Gizi dan vitamin kita prioritaskan
Wahai kawanku dan sahabatku
Mari kita bersama melawan virus corona
Janganlah kita menyerah dan putus asa
Kita bangkit, kalahkan virus corona
Corona tidak perkasa, juga tidak digdaya
Virus corona pasti segera sirna
Kita akhiri segala derita dan air mata
Vaksin dan obat corona segera datang
Sudah saatnya virus corona tumbang
Sudah saatnya virus corona terbang
Sudah saatnya virus corona berpulang
Virus corona musnah dari muka bumi selamanya
29
Ayo Lawan Corona
Karya: Sumantri
Saat ini corona masih merajalela
Corona masih mencari mangsa
Corona telah merusak kehidupan kita
Corona juga masih perkasa dan digdaya
Manusia dibuatnya menderita dan sengsara
Ayo kawan kita bangkit
Berjuang bersama melawan corona
Berjuang bersama memutus rantai corona
Bergotong-royong melawan corona
Jangan biarkan corona menjadi penguasa
Ingat perjuangan kita belumlah usai
Corona tak bisa diajak berdamai
Corona belum menyerah
Corona juga belum kalah
Sementera beraktivitaslah dari rumah
Jangan biarkan suasana jadi gelisah
Jangan biarkan kehidupan jadi susah
Jangan biarkan tumbuhnya bromocorah
Munculnya kejahatan dan penjarah
Menjadikan tatanan kehidupan rusak parah
30
Selayaknya kita sadar diri dan patuh aturan
Agar segera berakhir pandemi ini
Memakai masker di kala pergi
Menjaga jarak saat berinteraksi
Positif covid 19 patuhi isolasi mandiri
Ayo kita bersama lawan corona
Corona jangan kita beri peluang
Corona harus kita lawan
Corona harus kita kalahkan
Corona harus pergi atau mati
31
Pejuang Corona
Karya: Sumantri
Wahai para pejuang corona
Engkau adalah pahlawan yang luar biasa
Semangatmu selalu menggelora
Kau pertaruhkan jiwa dan raga
Gigih berjuang melawan corona
Para dokter, tenaga medis, TNI, Polri dan relawan
Engkau adalah pejuang garda terdepan
Engkau tak kenal lelah dan tak kenal waktu
Taka ada kalimat menyerah dalam perjuanganmu
Keganasan virus corona tetap engkau lawan
Sungguh perjuangan yang menguras tenaga dan pikiran
Perjuangan yang butuh tekat bulat dan keberanian
Berjuang terus seiring waktu berjalan
Bahkan rela berpisah dengan keluarga yang dicintai
Demi melawan Pandemi yang melanda di negeri ini
Wahai para pejuang Corona
Engkau adalah pejuang garda terdepan kerja kersa dan
ketulusannmu membuat kami bangga
Semangatmu menjadi motivasi bagi kami semua
Mari kita bersama memutus rantai corona
32
Kawanku dan saudara-saudaraku
Hargailah pengabdian para pejuang virus corona
Jangan sia-siakan perjuangan mereka
Selayaknya kita sadar diri menghadapi pandemi
Mentaati segala peraturan yang telah diterapkan
Ingat kawan! Sudah banyak korban berjatuhan
Para dokter dan perawat banyak menjadi korban
Corona harus dilawan dengan kekompakan
Bergotong-royong bekerjasama sebagai kekuatan
Gempur terus hingga corona mampus dan hangus
Selamat berjuang wahai pejuang corona
Namamu harum bagai wanginya bunga
Namamu selalu dikenang sepanjang masa
Menjadi inspirasi bagi generasi melenial saat ini
Menghiasi perjalanan sejarah di bumi pertiwi ini
33
Pergilah dan Jangan Kembali
Karya: Puji Lestari
Corona
Kau datang tiba-tiba
Kau pisahkan kami semua
Siswaku
Yang baru saja terbatas kata membaca
Harus libur karena takut
Dengan kedatanganmu
O corona
Cepatlah berlalu
Aku kangen
Dengan semua Siswa ku
Pergilah jauh dan jangan kembali
Corona
Tubuhmu kecil
Tapi kedasyatanmu menguncang dunia
Kau pisahkan kami semua
Corona
Kedatangan mu
Membuat semua kerjaku
Bubar jalan
Cepatlah pergi
Dari negri ini
34
Kangen pada Siswaku
Karya: Puji Lestari
Aku kangen siswaku
Tiap hari kunanti dirimu
Ku rindu mengajari membaca dan berhitung
Cepatlah berlalu korona
Lihatlah siswa ku sudah lama rindu belajar
Aku rindu gelak tawamu
Aku rindu salam sapa mu tiap pagi
Kebiasaanmu berbaris, berzikir, dan bertegur sapa
Korona
Sudah 3 bulan...
Engkau mengacaukan semua
Cepatlah berlalu di bumi ini
Aduh korona jangan tunggu lagi
Cepat ... Cepat....
Cepatlah menjauh dan jangan kembali
Sudah terlalu lama
Wahai kuman kecil yang tak terlihat mata
Engkau hadir di kehidupan kami
Jangan menunda lagi
Kehidupanmu di bumi sudah tak ada yang mau
Cepat lah lenyap dari kami semua
Aku dan siswa ku ingin belajar dan bertemu lagi
Kita semua sudah bosan di rumah
Aku ingin menyambut matahari pagi bersama
35
Harapan
Karya: Rumiyati
Di luar matahari bersinar redup
Menandakan dunia sedang berduka
Kudengar suara sirine meraung-raung
Sepanjang hari tak ada jeda
Ya Tuhan ... Sang Pencipta
Lindungi kami dari serangan tentara
Tentara yang tidak kasat mata yaitu “corona”
Mudah bagi-Mu untuk melenyapkan corona itu
Setiap kali mendengar suara sirine
Hati ini merasa miris dan teriris
Kami sadar serangan corona untuk mengingatkan
manusia
Agar selalu ingat pada Tuhan Yang Maha Kuasa
36
Corona dan Paskahku
Karya : Martin Sitepu
Wahai Virus Corona
Datangmu tak terduga
Pergimu pun tak ada yang bisa mengira
Mengapa kau terus berada di Indonesia
Pergilah tinggalkan negaraku tercinta
Satu bulan lebih engkau telah berada
Di bangsa yang sangat kucinta
Paskah tahun inipun telah tiba
Kau membuat umat Kristiani merana
Tanpa boleh ke gereja untuk menemui-Nya
Rindu hati ini untuk kembali berdoa di rumah-Nya
Tapi apa daya situasi tidak mendukungnya
Tuhanku dan Allahku jangan biarkan kami terus
merana
Mampukan kami untuk percaya bahwa pada-Mu ada
solusinya
Tetap tinggal di rumah dan berharap pada-Mu akan
indah pada waktunya.
37
Muridku
Karya : Martin Sitepu
Setiap pagi hari kuselalu berdiri
Gerbang sekolah menjadi saksi
Menyambut muridku dengan sepenuh hati
Diciumnya tanganku sebagai tanda bakti
Kini sudah cukup lama kumenanti
Muridku yang biasa kunanti
Gerbang sekolah masih menjadi saksi
Entah kapan mereka akan datang kembali
Oh…virus corona yang masih ditakuti
Pergilah dan jangan kembali
Agar muridku bisa belajar lagi
Di gedung SD Mataram yang kami cintai
38
Di Rumah Saja
Karya: Martin Sitepu
Kala orang bertanya kepada kita
Mengapa kamu di rumah saja
Banyak orang yang sulit berkata-kata
Karna realitanya belum dapat kerja
Kini orang bertanya kepada kita
Mengapa kamu di rumah saja
Banyak orang yang mantap berkata
Aku mau bekerja dari rumah saja
Kini orang bertanya kepada kita
Mengapa kamu di rumah saja
Banyak orang yang mantap berkata
Aku ingin mencegah penularan virus corona
39