The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by muhammad.hikmal16, 2022-10-11 00:22:56

Fungsi Kompleks 2

Fungsi Kompleks 2

View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk   brought to you by CORE

provided by Digital Library of UIN Sunan Ampel

  

 

 

  FUNGSI KOMPLEKS
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B uku Perkuliahan Program S-1 Jurusan Pendidikan Matematika
  Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya

 

 

 

 

  Penulis:

 

  Ahmad Lubab, M.Si.

 

 

 

 

  Supported by:

G  overnment of Indonesia (GoI) and I slamic Development Bank (IDB)

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

  
 

  KATA PENGANTAR

  REKTOR IAIN SUNAN AMPEL

 

  Merujuk pada PP 55 tahun 2007 dan Kepmendiknas No 16 tahun
200  7, Kepmendiknas No. 232/U/2000 tentang Penyusunan Kurikulum
Pen  didikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa; Kepmendiknas
No . 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi; dan KMA No.
353  Tahun 2004 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan
Tin  ggi, IAIN Sunan Ampel akan menerbitkan buku perkuliahan sebagai
upa  ya pengembangan kurikulum dan peningkatan profesionalitas dosen.

  Untuk mewujudkan penerbitan buku perkuliahan yang berkualitas,
IAI  N Sunan Ampel bekerjasama dengan Government of Indonesia (GoI) dan
Isla  mic Development Bank (IDB) telah menyelenggarakan Workshop on
Wr iting Textbooks for Specialization Courses dan Workshop on Writing
Tex  tbooks for vocational Courses bagi dosen IAIN Sunan Ampel, sehingga
ma sing-masing dosen dapat mewujudkan karya ilmiah yang dibutuhkan oleh
par a mahasiswa-mahasiswinya.

  Buku perkuliahan yang berjudul Fungsi Kompleks ini merupakan
sal ah satu di antara buku-buku yang disusun oleh para dosen pengampu mata
kul iah program S-1 program studi Matematika Fakultas Matematika IAIN
Sun  an Ampel sebagai panduan pelaksanaan perkuliahan selama satu
sem  ester. Dengan terbitnya buku ini diharapkan perkuliahan dapat berjalan
sec ara aktif, efektif, kontekstual dan menyenangkan, sehingga dapat
me ningkatkan kualitas lulusan IAIN Sunan Ampel.

  Kepada Government of Indonesia (GoI) dan Islamic Development Bank
(ID  B) yang telah memberi support atas terbitnya buku ini, tim fasilitator dan
pen  ulis yang telah berupaya keras dalam mewujudkan penerbitan buku ini,
kam  i sampaikan terima kasih. Semoga bu  ku perkuliahan ini bermanfaat bagi
perkembangan pembudayaan akademik di IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Rektor
IAIN Sunan Ampel Surabaya

Prof. Dr. H. Abd. A’la, M.Ag.

ii

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

  
 

  KATA PENGANTAR

 
 

  Puji syukur kita panjatkan kepada Allah Swt. Berkat karunia-Nya,
buku  perkuliahan Fungsi Kompleks ini bisa hadir sebagai salah satu
buku  referensi disamping buku referensi lain.

  Buku perkuliahan ini disusun sebagai salah satu sarana
pem belajaran pada mata kuliah Fungsi Kompleks. Secara rinci buku ini

 

mem  uat beberapa paket penting meliputi; 1) Pengantar Bilangan
Kom pleks; 2) Geometri Bilangan kompleks; 3) Fungsi Analitik; 4) Limit dan
kont inuitas Fungsi Kompleks; 5) Turunan Fungsi Kompleks; 6) Persamaan
Cauc  hy Riemann; 7) Fungsi-Fungsi Elementer; 8) Transformasi Linear dan
Tran sformasi Pangkat; 9) Transformasi Kebalikan dan Transformasi Bilinear;

 

10) Transformasi Eksponensial dan Logaritmik; 11) Transformasi w=sin z dan

 

w=co  s z; 12) Transformasi konformal; 13) Integral Berharga Kompleks dari
bilan  gan real; 14) Integral Fungsi Kompleks

  Akhirnya, penulis ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada
sem ua pihak yang telah turut membantu dan berpartisipasi demi
tersu  sunnya buku perkuliahan Fungsi Kompleks ini. Kritik dan saran

 

kami tunggu guna penyempurnaan buku ini.

 

  Terima Kasih.

 

  Penulis

 
  

v

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

  

 

  PEDOMAN TRANSLITERASI

 

  Transliterasi Tulisan Arab-Indonesia Penulisan Buku

Perk  uliahan “Pendidikan Karakter Menjadi Muslim dan Muslimah
Indo  nesia” adalah sebagai berikut.

 

  Indonesia Arab Indonesia
` ‫ط‬ t}
No Arab b ‫ظ‬ z}
 

1.  ‫ا‬

2.  ‫ب‬

3.  ‫ت‬ t ‫ع‬ ‘
th ‫غ‬ gh
4.  ‫ث‬ j ‫ف‬ f
h} ‫ق‬ q
    ‫ج‬ kh ‫ك‬ k
d ‫ل‬ l
5. dh ‫م‬ m
r ‫ت‬ n
6.  ‫ح‬ z ‫و‬ w
s ‫ه‬ h
7.  ‫خ‬ sh ‫ء‬ `
s} ‫ي‬ y
8.  ‫د‬ d}

9.  ‫ذ‬

   ‫ر‬

10

11  ‫ز‬

12  ‫س‬

13  ‫ش‬

14  ‫ص‬

  ‫ض‬

15  

 

Untuk menunjukkan bunyi panjang (madd) dengan cara menuliskan
   
coretan di atas a>, i>, dan u>(‫ا‬ ,‫ي‬ ‫و‬ ). Bunyi hidup dobel (diftong)
tanda dan

Arab ditransliterasikan dengan menggabung dua huruf “ay” dan “au” seperti

layyinah, lawwamah. Untuk kata yang berakhiran ta’ marbutah dan berfungsi

sebagai sifat (modifier) atau mud}af>ilayh ditranliterasikan dengan “ah”, sedang

yang berfungsi sebagai mud}af>ditransliterasikan dengan “at”.

vi

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

  

 

  DAFTAR ISI

  (ii)
(v)
PEN DAHULU (vi)
 Halaman Judul (vii)
Kata Pengantar Rektor (viii – xii)
 Kata Pengantar
 Pedoman Transliterasi
 Daftar Isi
 Satuan Acara Perkuliahan

  : Pengantar Bilangan Kompleks (1 – 12)

ISI PAKET : Geometri Bilangan Kompleks (13 – 24)
 Paket 1
 Paket 2 : Limit dan Kontinuitas Fungsi Kompleks (25 – 36)

 Paket 3 : Turunan Fungsi Kompleks (37 – 46)

 Paket 4 : Persamaan Cauchy Riemann (47 – 54)

 Paket 5 : Fungsi Analitik & Fungsi Harmonik (55 – 64)
Paket 6
 Paket 7 : Fungsi-Fungsi Elementer (65 – 76)
 Paket 8
: Transformasi Linier dan Transformasi Pangkat (77-87)
 Paket 9
: Transformasi Kebalikan dan Transformasi Bilinear (89-100)
 Paket 10
: Transformasi Eksponensial dan Logaritmik (101-110)
 Paket 11
Paket 12 : Transformasi w=sin z dan w=cos z (111-118)
 Paket 13
 Paket 14 : Transformasi Konformal (119-126)

  : Deret Fungsi Kompleks (127-142)

: Integral Fungsi Kompleks (143-159)

 

  161
165
PENUTUP 167
 Sistem Evaluasi dan Penilaian
 Daftar Pustaka

 CV Penulis

  

vii

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

  

 

  SATUAN ACARA PERKULIAHAN

 

1. I  dentitas

  : Fungsi Kompleks
: Pendidikan Matematika
  Nama Mata kuliah : 3 sks
  Jurusan/Program Studi : 3 x 50 menit/ Pertemuan
  Bobot : MK
  Waktu
  Kelompok Matakuliah

 

2. D  eskripsi
  Mata kuliah ini membelajarkan mahasiswa-mahasiswi untuk Memiliki
pengusaan konsep 1) Bilangan Kompleks; 2) Geometri Bilangan
  kompleks; 3) Limit dan kontinuitas Fungsi Kompleks; 4) Turunan
  Fungsi Kompleks; 5) Persamaan Cauchy Riemann; 6) Fungsi Analitik

  & Fungsi Harmonik; 7) Fungsi-Fungsi Elementer; 8) Transformasi

  Linear dan Transformasi Pangkat; 9) Transformasi Kebalikan dan
  Transformasi Bilinear; 10) Transformasi Eksponensial dan Logaritmik;

11) Transformasi w=sin z dan w=cos z; 12) Transformasi konformal;
  13) Integral Berharga Kompleks dari bilangan real; 14) Integral Fungsi
  Kompleks

 

3. U  rgensi

  Mata kuliah ini merupakan cabang matematika murni yang sangat

b  erguna untuk mempelajari konsep-konsep lain seperti dalam arus listrik,

g  elombang, image, bahkan untuk studi tentang sidik jari. Hal ini

d  imungkinkan karena ternyata tidak semua permasalahan mampu

d  iselesaiakan dalam sistem bilangan real. Mata kuliah ini diberikan sebagai

b  ekal bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi

  

4. Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi

No KD Indikator Materi
1 Menjelaskan
1. Menuliskan notasi Bilangan kompleks:
bilangan
kompleks, bilangan kompleks 1. Definisi bilangan

2. Mengoperasikan kompleks

viii

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

  

 

  operasi dan bilangan kompleks 2. Operasi bilangan

sifat-sifat 3. Menyebutkan sifat-sifat kompleks
  aljabarnya
bilangan kompleks 3. Sifat-sifat aljabar,

  4. Konjugat dan

  Modulus

  1. Menyatakan dalam 1. Geometri Bilangan
bentuk kartesius dan kompleks
2   Menjelaskan kutub
Geometri 2. Koordinat kutub
2. Menjelaskan sifat 3. Rumus Euler
  Bilangan
  Kompleks

  bilangan dalam berbagai 4. Akar Kompleks

  bentuk

  3. menerangkan pengertian
fungsi dengan variabel

  kompleks
  4. menghitung limit fungsi

  kompleks

3  1. Limit Fungsi

  Kompleks
  2. kontinuitas Fungsi

4   Menjelaskan Kompleks;
1. menentukan turunan dari Turunan dalam fungsi

  konsep dasar suatu fungsi kompleks kompleks

  penurunan 2. Menguraikan persamaan

  fungsi Cauchy Riemann
kompleks 3. Menurunkan persamaan

  Cauchy Riemann
4. Menyelidiki keanalitikan
 

  suatu fungsi

  5. menentukan fungsi

  harmonik
5 1. Persamaan Cauchy

 

Riemann

  

6 1. Fungsi Analitik &
Fungsi Harmonik

7 Menjelaskan 1. Menuliskan kembali 1. Fungsi-fungsi

kembali fungsi macam fungsi elementer elementer; Fungsi

elementer 2. Mengoperasikan fungsi- linier, fungsi pangkat,

beserta sifat fungsi elementer fungsi kebalikan,

operasi 3. Menggunakan fungsi bilinear, fungsi

ix

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

  

 

  Transformasi Kompleks exponensial, fungsi
logaritmik

8   2. Transformasi Linier
  dan Transformasi
  Pangkat

 

 

9   3. Transformasi
  Kebalikan dan
  Transformasi Bilinear

 

10  4. Transformasi
  Eksponensial dan
  Logaritmik

 

 

11 5. Transformasi w=sin z

 

dan w=cos z

 

12  6. Transformasi
Konformal
 
1. mengerti definisi barisan 1. Barisan
  dan deret pangkat beserta 2. Deret
sifat kekonvergenannya. 3. Konvergen
13  Menyajikan
  Fungsi 2. Menyajikan fungsi analitik 4. Deret Taylor
Analitik dalam deret Taylor, deret 5. Deret Maclaurin
  dalam Deret MacLaurin atau deret 6. Deret Laurent
Laurent.
 

 

 

  Menghitung integral fungsi 1. Integral fungsi 

14 Menjelaskan kompleks kompleks
  konsep

integral fungsi 2. Integral Cauchy
kompleks 3. Modulus Maksimum

4. Integral fungsi
kompleks

x

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Bilangan Kompleks

  

 

  Paket 1
  PENGANTAR BILANGAN KOMPLEKS

 

 

Pen dahuluan
 
Perkuliahan pada paket pertama ini difokuskan pada konsep bilangan
 

kompleks, eksistensi bilangan kompleks, operasi aritmatik bilangan kompleks,

 

sifat-sifat bilangan kompleks, serta konjugat dan modulus dari suatu bilangan

 

kompleks. Fokus materi pada paket ini merupakan dasar yang mendasari

 

materi pada paket-paket selanjutnya karena berisi konsep dan operasi dasar

 

vektor. Oleh karena itu pemahaman terhadap materi ini penting untuk

 

ditekankan sekalipun sudah pernah diterima di tingkat SMA.

 

Pada awal Paket 1 ini, mahasiswa akan diperkenalkan tentang pengertian

 

bilangan kompleks dan eksistensi bilangan kompleks. Selanjutnya mahasiswa

 

akan menentukan hasil penjumlahan dan selisih dua bilangan kompleks atau

 

lebih serta perkalian dan pembagian dua bilangan kompleks atau lebih.

 

mengkonstruksi vektor hasil penjumlahan. Selain itu mahasiswa juga belajar

 

sifat -sifat aljabar bilangan kompleks serta konjugat dan modulus bilangan
kom pleks.

  Proses perkuliahan didesain dengan model kooperatif TPS (Think Pair
Shar ed) agar setiap mahasiswa dalam kelompok termotivasi untuk terlibat
secar  a aktif dalam perkuliahan. Lembar kegiatan yang digunakan terdapat
bebe rapa permasalahan yang dikerjakan secara individu, kemudian
didis kusikan secara berpasangan, kemudian dipresentasikan di depan kelas.
Peny  iapan media pembelajaran dalam perkuliahan ini sangat penting.
Perk uliahan ini memerlukan media pembelajaran berupa LCD dan laptop
seba gai salah satu media pembelajaran yan g dapat mengefektifkan perkuliahan,
serta kertas plano, spidol dan solasi sebagai alat menuangkan hasil diskusi
kelompok. Langkah tersebut diupayakan untuk menggali ide-ide dan potensi
kreatif mahasiswa-mahasiswi dalam menjalin komunikasi sosial yang lebih
efektif. Dari sini, peta pengetahuan dan keterampilan sosial mereka akan
diketahui untuk kemudian dilakukan diskusi dan simulasi perkuliahan.
Penggunaaan multi media dalam perkuliahan juga diharapkan untuk

1

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Bilangan Kompleks

  

 

mengoptimalisasi pencapaian kompetensi dasar dan indikator yang telah

 

ditargetkan.

 

 

Ren cana Pelaksanaan Perkuliahan

Kom  petensi Dasar
 Memahami bilangan kompleks, operasi dan sifat-sifat aljabarnya

 

Indi kator

 Pada akhir perkuliahan mahasiswa-mahasiswi diharapkan mampu:
1.  Menuliskan notasi bilangan kompleks
2.  Melakukan operasi aljabar bilangan kompleks
3.  Menyebutkan sifat-sifat aljabar bilangan kompleks
4.  Membuktikan sifat-sifat aljabar bilangan kompleks
5.  Menentukan konjugat bilangan kompleks
6.  Menghitung modulus bilangan kompleks

 

Wak  tu

 3x50 menit

 

Mat eri Pokok

 Pengantar bilangan kompleks meliputi:
1.  Definisi bilangan kompleks
2.  Operasi bilangan kompleks
3.  Sifat-sifat aljabar
4.  Konjugat dan Modulus

 

Lan gkah-langkah Perkuliahan  
Keg iatan Awal (35 menit)

1. Kontrak kuliah dan menjelaskan satuan acara perkuliahan untuk satu

semester

2. Menjelaskan kompetensi dasar

3. Menjelaskan indikator

4. Apersepsi materi bilangan kompleks yang telah diperoleh di SMA

dengan cara tanya jawab

2

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Bilangan Kompleks

  
 

5. Brainstorming dengan mengerjakan soal bahwa bilangan real belum

 

mampu mengatasi permasalahan nyata, serta memotivasi pentingnya

 

  mempelajari fungsi kompleks.

 

Keg iatan Inti (100 menit)

1  . Dosen menjelaskan beberapa konsep penting yang diperlukan dalam
  menyelesaikan LK. Mahasiswa menyimak penjelasan dosen dengan
  bantuan uraian materi pada paket 1.
2  . Dosen membagi meminta mahasiswa untuk membuktikan sifat-sifat
  aljabar bilangan kompleks secara individu.
3  . Mahasiswa secara berpasangan mendiskusikan masalah yang telah
  dibuktikan secara individu sebelumnya.
4  . Dosen membimbing mahasiswa selama proses diskusi. Mahasiswa
  berdiskusi dengan anggotanya dan bertanya pada dosen jika ada materi
  yang tidak dipahami. Masing-masing pasangan harus benar-benar
  memahami keseluruhan hasil diskusi karena perwakilan pasangan akan
  presentasi di depan kelas dipihak secara acak.
5  . Dosen memanggil anggota dengan no.urut tertentu pada salah satu
  kelompok untuk mempresentasikan 1 nomor soal pada LK 1.
6  . Selesai presentasi, pasangan lain memberikan klarifikasi
7  . Penguatan hasil diskusi dari dosen
8  . Dosen memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menanyakan
  sesuatu yang belum paham atau menyampaikan konfirmasi

 

Keg iatan Penutup (10 menit)

1  . Menyimpulkan hasil perkuliahan
2  . Memberi dorongan psikologis/saran/nasehat
3  . Refleksi hasil perkuliahan oleh mah  asiswa

Kegiatan Tindak Lanjut (5 menit)

1. Memberi tugas latihan
2. Mempersiapkan perkuliahan selanjutnya.

3

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Bilangan Kompleks

  

 

Lem  bar Kegiatan Mahasiswa

 Membuktikan sifat-sifat aljabar bilangan kompleks.

 

Tuju  an
 Mahasiswa dapat membuktikan sifat-sifat aljabar bilangan kompleks.

 

Baha  n dan alat
 Lembar kegiatan, kertas HVS, Kertas Plano, Spidol

 

Lang  kah-langkah kegiatan
1  . Masing individu mendapatkan tugas untuk membuktikan sifat-sifat
  operasi aljabar bilangan kompleks, meliputi:
  a. Sifat Komutatif Penjumlahan
  b. Sifat Komutatif Perkalian
  c. Sifat Assosiatif Penjumlahan
  d. Sifat Asosiatif Perkalian
  e. Sifat Distributif
2  . Secara berpasangan mendiskusikan permasalahan yang diberikan.
3  . Pasangan yang mendapatkan giliran mempresentasikan hasil diskusinya
  didepan kelas.

  BILANGAN KOMPLEKS

Ura ian Materi

 

 

Eksi stensi Bilangan Kompleks

 Dalam berbagai masalah terapan, sistem bilangan real ternyata tidak
menc  ukupi untuk mengkaji permasalahannya1. Perhatikan persamaan kuadrat

berik  ut :  

2 + 1 = 0

Solusi dari persamaan di atas adalah = √−1. Jelas bahwa = √−1 bukanlah

bilangan real, karena tidak ada bilangan real yang kuadratnya sama dengan −1.

Secara umum untuk persamaan kuadrat berbentuk 2 + + = 0 dengan

1 Jurusan Matematika ITS, Seri Buku Ajar Kalkulus 1 (Surabaya: Jurusan Matematika FMIPA
ITS, 2009), 429

4

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Bilangan Kompleks

  

 

≠  0, tidak akan memiliki solusi ketika nilai dari = 2 − 4 < 1. Sebagai
cont oh carilah solusi dari persamaan kuadrat 2 − 4 + 8 = 0 dengan

meng  gunakan rumus . Jelas persamaan tersebut tidak memiliki solusi

dalam  sistem bilangan real.

 Agar setiap persamaan kuadrat memiliki solusi, maka sistem bilangan

yang  digunakan harus diperluas. Perhatikan kembali solusi dari persamaan

persa  maan kuadrat diatas. Solusi-solusi tersebut mengandung akar bilangan

nega tif, jelas akar dari suatu bilangan negatif bukanlah bilangan real. Setiap

bilan  gan yang bukan bilangan real berarti termasuk dalam komplemen bilangan
real  (ℜ ).

 Untuk mempermudah penulisan, matematikawan abad 18 G>.W. Leibniz

mem perkenalkan bilangan = √−1 2 . Jadi √−4 = √4√−1 = ±2 . Dengan

cara  yang sama √−49 = √49√−1 = ±7 . Bilangan seperti ini disebut
bilan  gan imajiner. Jadi bilangan imajiner ialah bilangan yang dapat ditulis

seba gai dengan ≠ 0 dan ∈ ℜ. Kuadrat dari bilangan imajiner 2 = −1.
 Selain bilangan real, ternyata ada jenis bilangan lain yaitu bilangan
 

imajiner. Gabungan dari bilangan real dan bilangan imajiner membentuk satu
 
baru yang disebut bilangan kompleks yang dinotasikan dengan .
bilangan
 

Secara umum sistem bilangan yang ada dapat dilihat pada gambar berikut.
 

 

 

 

 

 

 

 

  

2 Freitag, Eberhard dan Busam, Rolf. Complex Analysis (Heidelberg: Springer, 2005), 1

5

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Bilangan Kompleks

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Gambar 1.1 Sistem Bilangan

 

 Bilangan kompleks dapat dituliskan sebagai

  = { + ; , ∈ ℜ}
deng an adalah bagian real dinotasikan dengan ( ) dan merupakan bagian
 
dinotasikan dengan ( ) . Jika ( ) = 0 dan ( ) ≠ 0, maka
imajiner
 
imajiner murni (pure imaginary). Jika ( ) = 0 dan ( ) = 1, maka
dinamakan
=   dan dinamakan satuan imajiner (imaginary unit). Bila ( ) = 0, maka
 
bilangan real ( ), sehingga dalam pengertian ini bilangan real
menjadi
 
dapa t dipandang sebagai bilangan komplek s dengan bentuk = + 0 3.

Sistem bilangan kompleks dapat diperkenalkan secara formal dengan

menggunakan konsep ”pasangan terurut” (ordered pair) bilangan nyata, ( , )4.

Himpunan semua pasangan itu dengan operasi-operasi tertentu yang sesuai

padanya dapat didefinisikan sebagai sistem bilangan kompleks. Dalam

beberapa buku model seperti ini digunakan.

3 John D. Paliouras, Peubah Kompleks untuk Ilmuwan dan Insinyur (Jakarta: Erlangga, 1987), 3

4 Ibid

6

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Bilangan Kompleks

  

 

 

Oper  asi Aritmatika
 Seperti pada sistem bilangan real, dalam sistem bilangan kompleks

didef  inisikan operasi aritmatika. Jumlah dan selisih dua bilangan kompleks
didef  inisikan dengan menjumlahkan atau mengurangkan bagian real dan bagian
imaj iner yang bersesuaian, misalkan ada dua buah bilangan kompleks dan ,
deng an = + dan = + , maka penjumlahan dan pengurangan

bilan  gan kompleks didefinisikan sebagai
  ± = ( ± ) + ( ± ) .

Penj umlahan dua bilangan kompleks serupa dengan penjumlahan dan

peng urangan dua buah vektor. Secara grafik dapat digambarkan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Gambar 1.2 Perkalian dua buah bilangan kompleks

Cont  oh 1.1:

Jika   = 5 − 5 , = −3 + 4 dan = 1 + 4 dapatkan + , − , +

+    

+ = (5 − 5 ) + (−3 + 4 )

= (5 − 3) + (−5 + 4)

= 2 −

− = (5 − 5 ) − (−3 + 4 )

= (5 − (−3)) − (−5 − 4)

= 8 − 9

7

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Bilangan Kompleks

  

 

  + + = (5 − 5 ) + (−3 + 4 ) + (1 + 4 )
  = (5 − 3 + 1) + (−5 + 4 + 4)
  = 3 + 3

 Untuk perkalian dua buah bilangan kompleks dapat diturunkan seperti

berik  ut:
  . = ( + ). ( + )
  = + + + 2
  = + + + (−1)

  = ( − ) + ( + )

 Sedangkan untuk pembagian dua buah bilangan kompleks

  = ( + )
  ( + )

  = ( + ) ( − )
  ( + ) ( − )

  ( + ) − ( − )
  = 2 + 2
  ( ) (− + )
  = 2 + 2 + 2 + 2
+

Contoh 1.2
Jika   = 5 − 5 , = −3 + 4 dapatkan . , /
  . = (5 − 5 ). (−3 + 4 )
  = 5. (−3) + 5.4 + (−5 ). (−3) + (−5 ). (4 )
  = −15 + 20 + 15 − 20(−1)
  = (−15 − (−20)) + (20 + 15)
 
  = 5 + 35

   (5 − 5 )
  =
= (−3 + 4 )  

(5 − 5 ) (−3 − 4 )
(−3 + 4 ) (−3 − 4 )
(5(−3) + (−5). 4) − (5.4 − (−3). (−5))
= (−3)2 + 42
−35
= 25 + 5
25

= − 7 + 1
5 5

8

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Bilangan Kompleks

  

 

 Jika merupakan suatu bilangan kompleks, maka ada satu dan hanya satu
bilan  gan kompleks yang akan dilambangkan dengan – , sedemikan sehingga

  + (− ) = 0;
 − dinamakan negatif (lawan penjumlahan) dan jelas bahwa jika =

+   , maka – = − − .

 Untuk suatu bilangan kompleks bukan nol = + terdapat satu dan
hany a satu bilangan kompleks −1 atau 1/ sedemikian sehingga

  −1 = 1;
  −1 dinamakan kebalikan (lawan perkalian) dan perhitungan langsung

meng  hasilkan −1 = 2 2 − 2 2
+ +
 

 

Sifat  Aljabar

 Operasi-operasi aritmatik yang telah didefinisikan diatas memenuhi

huku  m-hukum berikut:

  1. Komutatif

  1 + 2 = 2 + 1; 1. 2 = 2. 1

  2. Assosiatif

  1 + ( 2 + 3) = ( 1 + 2) + 3; 1. ( 2. 3) = ( 1. 2). 3

  3. Distributif

  1( 2 + 3) = 1 2 + 1 3

  4. Elemen netral terhadap penjumlahan (0 = 0 + 0 )

  + 0 = 0 + =

  5. Elemen netral terhadap perkalian (1 + 1 + 0 )

  . 1 = 1. =

 

 

Konj  ugat  

Untuk sebarang bilangan kompleks = + , konjugat kompleks

(konjugat) dari dinotasikan dengan ̅ dan didefiniskan sebagai

̅ = −

Sebagai contoh: konjugat dari = 2 + 6 adalah ̅ = 2 − 6 , konjugat dari =

−3 − 9 adalah ̅ = −3 + 9 , konjugat dari = 8 adalah ̅ = 8, dan konjugat

dari = 2 adalah ̅ = −2 .

9

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Bilangan Kompleks

  

 

Dalam pendefinisian pembagian bilangan kompleks, terlihat bahwa

 

konj ugat kompleks telah digunakan, yaitu sebagai pengali penyebutnya.

Dem ikian pula pada penyelesaian polinomial
0 + 1 + ⋯ +
  = 0

deng an koefisien real. Dapat dibuktikan bahwa dalam sistem bilangan
kom pleks, persamaan demikian selalu mempunyai penyelesaian, dan jika
adala  h salah satu penyelesaiannya, maka ̅ juga merupakan penyelesaian.

Seba gai contoh carilah solusi dari persamaan 2 − 4 + 8 = 0.

Konj  ugat kompleks mempunyai sifat:

 1. Distributivitas Kesekawanan

  � � 1��+��� � 2� = � 1 + � 2; � � 1��−��� � 2� = � 1 − � 2
� 1 � 1
  � � 1��.� � 2� = � 1. � 2; 2 = � 2
 

 

 2. ̅ =
 3. ̅ = [ ( )]2 + [ ( )]2

 

 

Mod ulus
 Apabila suatu bilangan kompleks dipandang sebagai suatu vektor, maka

panja  ng vektor tersebut dinamakan modulus dari dan dinotasikan dengan | |.
Jadi  jika = + , maka

  | | = � 2 + 2

 

Cont  oh, jika = 4 − 3 , maka

  | | = �42 + 32 = √25 = 5

Perh atikan jika = + 0 ( bilangan real), maka
   
| | = � 2 + 02 � 2 =
=

Artinya modulus dari bilangan real sama dengan nilai mutlak bilangan

tersebut.

Beberapa sifat modulus akan dibahas pada paket selanjutnya.

10

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Bilangan Kompleks

  

 

Ran gkuman

 Dari berbagai paparan di atas, maka pada bagian ini dapat dikerucutkan
dalam  beberapa kesimpulan sebagai berikut.
1. S istem bilangan real ternyata belum mampu menjawab semua permasalahan

y ang ada
2. B ilangan kompleks dapat dituliskan sebagai

  = { + ; , ∈ ℜ}
d engan adalah bagian real dinotasikan dengan ( ) dan merupakan
b agian imajiner dinotasikan dengan ( ).

3. Ju  mlah dan selisih dua bilangan kompleks didefinisikan dengan

m  enjumlahkan atau mengurangkan bagian real dan bagian imajiner

y ang bersesuaian

4. B ilangan kompleks memenuhi sifat-sifat aljabar seperti komutatif, asosiatif,

d an distributif terhadap penjumlahan dan perkalian.
5. A  pabila suatu bilangan kompleks dipandang sebagai suatu vektor, maka

p anjang vektor tersebut dinamakan modulus dari dan dinotasikan dengan
|   |.

 

 

Lati han

Jawa blah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
1  . Kerjakan operasi-operasi berikut dan nyatakan dalam +
  a. (−8 − 3 ) − (−1 − 4 )
  b. (5 − 2 ) + (7 + 3 )
  c. (5 − 2 )(2 + 3 )
  d. – (5 + 2 )
  e. 6 /(6 − 5 )
  f. ( + )/( − )  

g. , 2, 3, … , 10

2. Tunjukkan bahwa jika = −1 − maka 2 + 2 + 2 = 0

3. Buktikan bahwa untuk setiap , berlaku:

a. ( ) = 1 ( + ̅)
2
1
b. ( ) = 2 ( − ̅)

11

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Bilangan Kompleks

  

  Tentukan ( ), ( ), | | dan ̅

4  . a. = 2−5 + 3−4
3+4 25
 

  b. = 12−5
  (1+ )(1+2 )(1+3 )

5  . Buktikan untuk sebarang bilangan dan ,
  berlaku: � + ̅ = 2 ( � )

 

  Daftar Pustaka

 

Freit ag, Eberhard dan Busam, Rolf. Complex Analysis. Heidelberg: Springer,
2 005.

Jurus  an Matematika ITS, Seri Buku Ajar Kalkulus 1 . Surabaya: Jurusan
M  atematika FMIPA, 2005.

Palio  uras. John D, Peubah Kompleks untuk Ilmuwan dan Insinyur. Jakarta:
E rlangga, 1987.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

12

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Geometri Bilangan Kompleks

  

 

  Paket 2
  GEOMETRI BILANGAN KOMPLEKS

 

 

Pen dahuluan
 
Perkuliahan pada paket kedua ini difokuskan pada konsep geometri bilangan
 

kompleks, bidang kompleks, bentuk kutub bilangan kompleks, dan akar

 

bilangan kompleks. Materi pada paket ini merupakan lanjutan dari paket

 

pertama dan merupakan prasyarat materi pada paket-paket selanjutnya yaitu

 

limit dan kontinuitas fungsi kompleks. Oleh karena itu pemahaman terhadap

 

materi ini penting untuk ditekankan sekalipun materi dalam paket ini

 

tergolong mudah.

 

Pada awal Paket 2 ini, mahasiswa akan diperkenalkan tentang geometri

 

bilangan kompleks, bidang kompleks, yaitu bagaimana menggambarkan

 

bilangan kompleks sebagai sebuah titik dan sebuah vektor pada bidang datar.

 

Selanjutnya mahasiswa akan diajarkan bagaimana menuliskan bentuk lain dari

 

bilangan kompleks salah satunya dalam bentuk kutub. Materi terakhir pada

 

pake t ini adalah menentukan akar dari bilangan kompleks.
  Proses perkuliahan didesain dengan model kooperatif agar setiap

maha  siswa dalam kelompok termotivasi untuk terlibat secara aktif dalam
perk uliahan. Lembar kegiatan yang digunakan terdapat beberapa permasalahan
yang  dikerjakan secara individu, kemudian didiskusikan secara berpasangan,
kemu  dian dipresentasikan di depan kelas. Penyiapan media pembelajaran
dalam  perkuliahan ini sangat penting. Perkuliahan ini memerlukan media
pemb  elajaran berupa LCD dan laptop sebagai salah satu media pembelajaran
yang  dapat mengefektifkan perkuliahan, serta kertas plano, spidol dan solasi
seba gai alat menuangkan hasil diskusi kelo  mpok. Langkah tersebut diupayakan
untuk menggali ide-ide dan potensi kreatif mahasiswa-mahasiswi dalam
menjalin komunikasi sosial yang lebih efektif. Dari sini, peta pengetahuan dan
keterampilan sosial mereka akan diketahui untuk kemudian dilakukan diskusi
dan simulasi perkuliahan. Penggunaaan multi media dalam perkuliahan juga
diharapkan untuk mengoptimalisasi pencapaian kompetensi dasar dan indikator
yang telah ditargetkan.

13

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Geometri Bilangan Kompleks

  
 

Ren cana Pelaksanaan Perkuliahan

Kom  petensi Dasar
 Memahami bilangan kompleks, operasi dan sifat-sifat aljabarnya

 

Indi kator

 Pada akhir perkuliahan mahasiswa-mahasiswi diharapkan mampu:
1.  Menentukan konjugat bilangan kompleks
2.  Menghitung modulus bilangan kompleks

3.  Menyatakan dalam bentuk kartesius dan kutub
4.  Menjelaskan sifat bilangan dalam berbagai bentuk

 

Wak  tu

 3x50 menit

 

Mat eri Pokok

 Pengantar bilangan kompleks meliputi:
1.  Konjugat dan Modulus
2.  Makna geometri: sebagai vektor, sebagai titik,
3.  Koordinat kutub, Rumus Euler
4.  Penarikan akar kompleks

 
 
 

Langkah-langkah Perkuliahan
 

Kegiatan Awal (35 menit)
 
1. Menjelaskan kompetensi dasar
 
2. Menjelaskan indikator
 
3. Apersepsi materi koordinat kartesius yang telah diperoleh di SMA
  
dengan cara tanya jawab
4. Brainstorming dengan mengerjakan soal sederhana, serta memotivasi
pentingnya mempelajari fungsi kompleks.

Kegiatan Inti (100 menit)

14

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Geometri Bilangan Kompleks

  

 

1. Dosen menjelaskan beberapa konsep penting yang diperlukan dalam

 

  menyelesaikan LK. Mahasiswa menyimak penjelasan dosen dengan
  bantuan uraian materi pada paket 2.
2  . Dosen membagi meminta mahasiswa berkumpul dengan kelompoknya
  untuk mendiskusikan bagaimana menurunkan formula mencari akar
  bilangan kompleks sesuai dengan langkah-langkah yang ada di LK.
3  . Dosen membimbing mahasiswa selama proses diskusi. Mahasiswa
  berdiskusi dengan anggotanya dan bertanya pada dosen jika ada materi
  yang tidak dipahami. Masing-masing pasangan harus benar-benar
  memahami keseluruhan hasil diskusi karena perwakilan pasangan akan
  presentasi di depan kelas dipihak secara acak.
4  . Dosen memanggil anggota dengan no.urut tertentu pada salah satu
  kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
5  . Selesai presentasi, kelompok lain memberikan klarifikasi
6  . Penguatan hasil diskusi dari dosen
7  . Dosen memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menanyakan
  sesuatu yang belum paham atau menyampaikan konfirmasi

 

Keg iatan Penutup (10 menit)

1  . Menyimpulkan hasil perkuliahan
2  . Memberi dorongan psikologis/saran/nasehat
3  . Refleksi hasil perkuliahan oleh mahasiswa

 

Keg iatan Tindak Lanjut (5 menit)

1  . Memberi tugas latihan
2  . Mempersiapkan perkuliahan selanjutnya.

 

  

Lembar Kegiatan Mahasiswa

Menurunkan rumus umum mencari akar bilangan kompleks.

Tujuan
Mahasiswa dapat menemukan sendiri formula untuk menentukan akar

bilangan kompleks dengan memanfaatkan bentuk kutub bilangan kompleks dan
operasinya.

15

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Geometri Bilangan Kompleks

  

 

Bahan dan alat

 

Lembar kegiatan, kertas HVS, Kertas Plano, Spidol

 

 

Lang  kah-langkah kegiatan

1  . Masing-masing kelompok mendiskusikan formula untuk mencari

  akar bilangan kompleks dengan memanfaatkan bentuk kutub bilangan
  kompleks dan operasinya.

2  . Membuat satu contoh mencari akar bilangan kompleks beserta

  penyelesaiannya

3  . Presentasi hasil diskusinya didepan kelas.

 

Ura ian Materi

  GEOMETRI BILANGAN KOMPLEKS

 

Geom  etri Bilangan Kompleks

 Definisi awal bilangan kompleks telah menciptakan secara alami suatu

pada nan (korespondensi) satu-satu antara himpunan bilangan kompleks dan

himp  unan titik-titik pada bidang . Jadi bilangan kompleks = +

dipad  ankan dengan titik ( , ) di bidang datar dan sebaliknya 1. Identifikasi

bilan  gan kompleks dengan titik pada bidang datar sedemikian kuatnya

sehin  gga dalam praktiknya, antara bilangan + dan titik ( , ) sering tidak

dibed  akan. Karena Identifikasi ini, bidang yang telah dikenal selanjutnya

diseb  ut bidang kompleks atau bidang . Dengan sumbu dan sumbu masing-

masi ng dinamakan sumbu nyata dan sumbu khayal.

 Dari keterangan diatas, bilangan kompleks dapat disajikan dalam

pasa ngan berurut (x, y), sehingga secara geometri dapat disajikan sebagai titik
 
(x, ) pada bidang kompleks (bidang xy) , dengan sumbu x (sumbu riil) dan


sumbu y (sumbu imajinair). Selain itu, bilangan kompleks z = x + iy = (x, y)

juga dapat disajikan sebagai vektor dalam bidang kompleks dengan titik

pangkal pada titik asal dan ujung vektor merupakan titik (x, y) . Bilangan

kompleks dapat disajikan dalam suatu diagram yang sering disebut sebagai
diagram Argand.

1 John D. Paliouras, Peubah Kompleks untuk Ilmuwan dan Insinyur (Jakarta: Erlangga, 1987), 9

16

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Geometri Bilangan Kompleks

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Gambar 2.1 Diagram Argand

 

 Apabila suatu bilangan kompleks disajikan dalam diagram Argand,
bilan  gan kompleks tersebut dapat dipandang sebagai suatu vektor, maka

panja  ng vektor tersebut dinamakan modulus dari dan dinotasikan dengan | |.
Jadi  jika = + , maka

  | | = � 2 + 2

 

   jika = 4 − 3 , maka

Contoh,

  | | = �42 + 32 = √25 = 5

Perh atikan jika = + 0 ( bilangan real), maka

  | | = � 2 + 02 = � 2 =

Artin  ya modulus dari bilangan real sama dengan nilai mutlak bilangan

terse but.
 Sifat-sifat modulus adalah sebagai berikut:

a  . z1z2 = z1 z2

 

b  . Re (z) ≤ Re (z) ≤ z  

c. Im(z) ≤ Im(z) ≤ z

d. z1 = z1
z2 z2

e. z = z

17

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Geometri Bilangan Kompleks

  

 

f  . z z = z 2

g  . Pertidaksamaan Segitiga : z1 + z2 ≤ z1 + z2

 

h  . z1 + z2 ≥ z1 − z2

  z1 − z2 ≥ z1 − z2
i.

 

j . z1 + z2 + L + zn ≤ z1 + z2 + L + zn .

 

 
Bentuk Kutub Bilangan Kompleks
 
Selain modulus, diagram Argand juga memperlihatkan sebuah sudut yang
 
oleh vektor dengan sumbu nyata positif. Sudut ini kemudian
dibentuk
 
dengan Argumen dan dinotasikan dengan arg . Dengan kata lain,
dikenal
arg(   + ), adalah suatu sudut sedemikian sehingga
  sin = /| | dan cos = /| |

 Argumen nol tidak dapat didefinisikan secara berarti. Secara aljabar, hal
ini je  las, karena diperoleh bentuk 0/0. Sedangkan secara geometris, vektor nol
yang  menjadi padanan bilangan kompleks = 0, tidak mempunyai panjang,

sehin  gga tidak dapat membentuk suatu sudut dengan sumbu nyata positif.

 Dari penjelasan diatas, jelas bahwa argumen bilangan kompleks bukanlah
suatu  besaran tunggal. Kenyataanya, setiap ≠ 0 mempunyai tak hingga

bany aknya argumen yang khusus, yang berbeda satu dengan yang lain dengan
kelip  atan 2 . Dalam suatu kasus kondisi seperti ini mungkin tidak

dihar  apakan, sehingga untuk mengatasi masalah ini diperkenalkan suatu
kons ep yang disebut “argumen pokok” arg . Untuk sebarang bilangan ≠ 0,
argu men pokok arg didefinisikan sebagai nilai tunggal arg yang memenuhi

  − < arg ≤
  arg = arg + 2 ,   = 0, ±1, ±2, …

Konsep modulus dan argumen ini selanjutnya digunakan untuk

menjelaskan hubungan matematika semua titik pada bidang datar yang terletak

didalam lingkaran yang pusatnya 0 dan jari-jarinya yaitu | − 0| < .
Selanjutnya suatu titik ( , ) pada bidang datar dapat juga dinyatakan dalam
bentuk koordinat kutub dan

18

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Geometri Bilangan Kompleks

  

 

 Misalkan x = r cosθ dan y = r sinθ maka z = x + iy dapat dinyatakan

dalam  bentuk kutub

  z = r cosθ + i r sinθ = r(cosθ + i sinθ )

  = r cisθ

 

deng an

  x2 + y2 .

r = modulus (nilai mutlak) z = z =
 

θ =  argumen dari z = arg z
=   arc tg y , x ≠ 0 .
 x

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2.2 Ilustrasi Bentuk Kutub Bilangan Kompleks

 

 

Cont  oh 2.1

  z = (1 + i) (1 + i 3)
. Tentukan bentuk kutub dari z dan z .
Diketahui
  −1+ i

Peny  elesaian :

Men ggunakan sifat argumen diperoleh :

  ππ
( 2 cis ) (2 cis )
  z= 2 4 3 cis  π π 3π  cis − π  .
cis 3π 4 3 4   6 
= 2 + − = 2

4

z = 2 cis π 
6

Operasi Aljabar Bentuk Kutub Bilangan kompleks

19

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Geometri Bilangan Kompleks

  

 

 Misalkan z1 = r1 (cosθ1 + i sinθ1 ) dan z2 = r2 (cosθ 2 + i sinθ 2 )

deng an r1 = z1 , r2 = z2 , arg z1 = θ1 , arg z2 = θ 2 .

 

a. Perkalian
( ) 

 
z1z2 = r1r2 cis θ1 + θ 2

  = z1z2 cis (θ1 + θ 2 )

  arg z1z2 = arg z1 + arg z2 .

 

  b. Pembagian (z2 ≠ 0)
 

  z1 = r1 cis(θ1 −θ2 ) = z1 cis(θ1 −θ 2 ).
  z2 r2 z2

  arg z1
z2
  = arg z1 − arg z2 .
 

  c. Invers sebarang bilangan kompleks z = r eiθ yaitu

 

  z −1 = 1 = 1 cis(−θ ) .

  zr

  arg 1 = − arg z .
 z

 

 Selain dalam bentuk umum z = x + iy dan bentuk kutub

z =    (cosθ + i sinθ ) , bilangan kompleks z juga dapat dinyatakan dalam

r

bent uk eksponen.

Bent uk eksponen bilangan kompleks z = x + iy yaitu

  z = r eiθ  

dengan eiθ = cosθ + i sinθ dinamakan rumus Euler. Misalkan z = r eiθ ,

maka menggunakan aturan pangkat seperti pada bilangan riil diperoleh

zn = (r eiθ )n = rn ei nθ

20

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Geometri Bilangan Kompleks

  

 

 Jika r = 1 , maka bentuk pangkat di atas menjadi z n = ( eiθ )n = ei nθ ,

  (eiθ )n =ei nθ , n = 0, ± 1, ± 2, K . Selanjutnya dapat ditulis dalam

atau 

  + i sinθ )n = cos nθ + i sin nθ yang disebut Rumus Moivre .

bent uk (cosθ

 

Akar  Kompleks

 Misalkan z = r cisθ , akar pangkat n dari bilangan kompleks z ditulis



zn   n z . Jika diberikan bilangan kompleks z ≠ 0 dan n bilangan bulat

atau

 

 1
posit  if, maka diperoleh n buah akar untuk z n yaitu

 

  zk =nr cos θ + 2kπ + i sin θ + 2kπ  , k = 0, 1, 2, K , (n −1) .
  n n 

 

 

Secara geometri, n buah akar tersebut merupakan titik-titik sudut segi n

 

berat  uran pada suatu lingkaran dengan pusat titik O dan jari-jari n r .

 

Cont  oh 2.2 :

 

Tent ukan semua akar dari 3 − 8i , kemudian gambarkan akar-akar tersebut

dalam  bidang kompleks.

 

Peny  elesaian :

  z = −8i , maka r = z = 8   θ = arctg −8 = −π ,

Misalkan dan 02

38  − π + 2kπ − π + 2kπ 
 2 3 2 3 
zk = 3 − 8i = cos + i sin  , k = 0, 1, 2.
 
 

Sehingga diperoleh

21

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Geometri Bilangan Kompleks

  

 

  38  −π −π +  2cos π π )
 2 2  6 6
z0 =  cos 3 +i sin 3  = (− ) + i sin(− = 3 −i.

  

   

z1   2 cos π ) + i π ) = 2i .
( sin(
= 2
2
 

  cos ( 7π sin( 7π )
6 6
z2 =  2 ) + i = − 3 −i .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Gambar 2.3 Akar 3 − 8i dalam bidang Kompleks

 

Ran gkuman

 Dari berbagai paparan di atas, maka pada bagian ini dapat dikerucutkan

dalam  beberapa kesimpulan sebagai berikut.

1. B ilangan kompleks dapat disajikan dalam suatu diagram yang disebut

se  bagai diagram Argand

2. M  isalkan x = r cosθ dan y = r sinθ maka z = x + iy dapat dinyatakan

  bentuk kutub z = r cosθ + i   = r(cosθ + i sinθ )= r cisθ .

dalam r sinθ

dengan

r = modulus (nilai mutlak) z = z = x2 + y 2 .

θ = argumen dari z = arg z = arc tg y , x ≠ 0 .
x

22

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Geometri Bilangan Kompleks

  

 

3. B entuk eksponen bilangan kompleks z = x + iy yaitu z = r eiθ dengan

  θ = cosθ + i sinθ dinamakan rumus Euler. Jika r =1, maka bentuk

e  i

p angkat di atas selanjutnya dapat ditulis dalam bentuk

  + i sinθ )n = cos nθ + i sin nθ yang disebut Rumus Moivre .

( cosθ

4. Ji ka diberikan bilangan kompleks z ≠ 0 dan n bilangan bulat positif, maka

 1

d iperoleh n buah akar untuk z n yaitu

  θ + 2kπ θ + 2kπ
n n
z  k =nr cos + i sin  , k = 0, 1, 2, K , (n −1) .

 

 

 

Lati han

Jawa blah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!

1  . Gambarkan bilangan-bilangan
  a. 3 + 4
  b. 1 −
  c. −1 +

  d. −2 + √3

2  . Tuliskan dalam bentuk kutub setiap bilangan berikut

  a. (−4 )
  b. −2 + 2

  c. −√27 − 3

  d. (−8 − 3 ) − (−1 − 4 )

  e. (5 − 2 ) + (7 + 3 )

  f. (5 − 2 )(2 + 3 )  

g. – (5 + 2 ) gunakan untuk
3. Tentukan semua akar dari persamaan 3 + 8 = 0.
4. Selesaikan persamaan 2 + = 0 , selanjutnya

menyelesaikan 4 + 2 2 − 1 = 0.

23

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Geometri Bilangan Kompleks

  
 

  Daftar Pustaka

Freit ag, Eberhard dan Busam, Rolf. Complex Analysis. Heidelberg: Springer,
2 005.

Jurus  an Matematika ITS, Seri Buku Ajar Kalkulus 1 . Surabaya: Jurusan
M  atematika FMIPA, 2005.

Palio  uras. John D, Peubah Kompleks untuk Ilmuwan dan Insinyur. Jakarta:
E rlangga, 1987.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  

24

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Limit dan Kontinuitas Fungsi Kompleks

  

 

  Paket 3
L  IMIT DAN KONTINUITAS FUNGSI KOMPLEKS

 

 

Pen dahuluan
 
Perkuliahan pada paket ketiga ini difokuskan pada konsep fungsi dengan
 

variabel kompleks, limit dan kontinuitas fungsi kompleks. Materi pada paket

 

ini merupakan lanjutan dari paket kedua dan merupakan bekal untuk materi

 

pada paket-paket selanjutnya yaitu turunan fungsi kompleks. Oleh karena itu

 

pemahaman terhadap materi ini penting untuk ditekankan sekalipun materi

 

dalam paket ini tergolong mudah.

 

Pada awal Paket 3 ini, mahasiswa akan diperkenalkan tentang fungsi dengan

 

variabel kompleks, dalam paket ini juga diperlukan pengetahuan mengenai

 

topologi seperti himpunan, lingkungan. Lingkungan terhapus interior,

 

komplemen, titik batas, batas, himpunan terbuka, himpunan tertutup, region,

 

region terbuka, region tertutup. Selanjutnya mahasiswa akan diajarkan

 

bagaimana konsep limit dari fungsi kompleks. Materi terakhir pada paket ini

 

adala  h tentang kontinuitas fungsi kompleks.
  Proses perkuliahan didesain dengan model kooperatif agar setiap

maha  siswa dalam kelompok termotivasi untuk terlibat secara aktif dalam
perk uliahan. Lembar kegiatan yang digunakan terdapat beberapa permasalahan
yang  dikerjakan secara individu, kemudian didiskusikan secara berpasangan,
kemu  dian dipresentasikan di depan kelas. Penyiapan media pembelajaran
dalam  perkuliahan ini sangat penting. Perkuliahan ini memerlukan media
pemb  elajaran berupa LCD dan laptop sebagai salah satu media pembelajaran
yang  dapat mengefektifkan perkuliahan, serta kertas plano, spidol dan solasi
seba gai alat menuangkan hasil diskusi kelo  mpok. Langkah tersebut diupayakan
untuk menggali ide-ide dan potensi kreatif mahasiswa-mahasiswi dalam
menjalin komunikasi sosial yang lebih efektif. Dari sini, peta pengetahuan dan
keterampilan sosial mereka akan diketahui untuk kemudian dilakukan diskusi
dan simulasi perkuliahan. Penggunaaan multi media dalam perkuliahan juga
diharapkan untuk mengoptimalisasi pencapaian kompetensi dasar dan indikator
yang telah ditargetkan.

25

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Limit dan Kontinuitas Fungsi Kompleks

  

 

Ren cana Pelaksanaan Perkuliahan

Kom  petensi Dasar
Men jelaskan macam-macam fungsi kompleks

 

Indi kator

 Pada akhir perkuliahan mahasiswa-mahasiswi diharapkan mampu:
1.  menerangkan pengertian fungsi dengan variabel kompleks
2.  menghitung limit fungsi kompleks

3.  Menentukan kekontinuan fungsi kompleks

 

 

Wak  tu

 3x50 menit

 

Mat eri Pokok

 Pengantar bilangan kompleks meliputi:

1.  Fungsi variabel kompleks

2.  Pemetaan

3.  Limit fungsi kompleks

4.  Kontinitas fungsi kompleks

 

 

Lan gkah-langkah Perkuliahan

Keg iatan Awal (35 menit)

1  . Menjelaskan kompetensi dasar

2  . Menjelaskan indikator

3  . Apersepsi materi fungsi kompleks dengan membandingkan dengan

  fungsi real.  

4. Brainstorming dengan mengerjakan soal sederhana, serta memotivasi

pentingnya mempelajari fungsi kompleks.

Kegiatan Inti (100 menit)

26

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Limit dan Kontinuitas Fungsi Kompleks

  

 

1. Dosen menjelaskan beberapa konsep penting yang diperlukan dalam

 

  menyelesaikan LK. Mahasiswa menyimak penjelasan dosen dengan
  bantuan uraian materi pada paket 3.
2  . Dosen membagi meminta mahasiswa berkumpul dengan kelompoknya
  untuk mendiskusikan bagaimana menurunkan formula mencari akar
  bilangan kompleks sesuai dengan langkah-langkah yang ada di LK.
3  . Dosen membimbing mahasiswa selama proses diskusi. Mahasiswa
  berdiskusi dengan anggotanya dan bertanya pada dosen jika ada materi
  yang tidak dipahami. Masing-masing pasangan harus benar-benar
  memahami keseluruhan hasil diskusi karena perwakilan pasangan akan
  presentasi di depan kelas dipihak secara acak.

4  . Dosen memanggil anggota dengan no.urut tertentu pada salah satu

  kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya.

5  . Selesai presentasi, kelompok lain memberikan klarifikasi

6  . Penguatan hasil diskusi dari dosen

7  . Dosen memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menanyakan

  sesuatu yang belum paham atau menyampaikan konfirmasi

 

Keg iatan Penutup (10 menit)

1  . Menyimpulkan hasil perkuliahan

2  . Memberi dorongan psikologis/saran/nasehat

3  . Refleksi hasil perkuliahan oleh mahasiswa

 

Keg iatan Tindak Lanjut (5 menit)

1  . Memberi tugas latihan

2  . Mempersiapkan perkuliahan selanjutnya.

 

   

Lembar Kegiatan Mahasiswa

Menurunkan konsep limit dan kontinuitas fungsi kompleks.

Tujuan
Mahasiswa dapat mengkonstruks sendiri konsep mengenai limit dan

kontinuitas fungsi kompleks serta sifat-sifat yang melekat pada konsep limit dan
kontinuitas fungsi kompleks.

27

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Limit dan Kontinuitas Fungsi Kompleks

  

 

Bahan dan alat

 

Lembar kegiatan, kertas HVS, Kertas Plano, Spidol

 

 

Lang  kah-langkah kegiatan
1  . Masing kelompok mendapatkan tugas untuk menurunkan konsep limit

  dan kontinuitas fungsi kompleks.

  a. lim( f (z) + g(z)) = A + B .
z→z0

 

  b. lim f (z)g(z) = AB .
z→z0

  c. lim f (z) = A
 
.
z→z0 g(z) B
 

2  . Jika f dan g kontinu pada daerah D maka

  a) + kontinu

  b) − kontinu

  c) . kontinu

  d) / kontinu kecuali di z0 ∈ D sehingga ( 0) = 0.

 

3  . Secara berkelompok mendiskusikan permasalahan yang diberikan.

4  . kelompok yang mendapatkan giliran mempresentasikan hasil

  diskusinya didepan kelas.

 

Ura ian Materi

 

  LIMIT DAN KONTINUITAS FUNGSI KOMPLEKS

 

Fung  si Dengan Variabel Kompleks

  himpunan bilangan   Fungsi kompleks pada

Misalkan kompleks.

adalah aturan yang mengawankan setiap z ∈ S dengan bilangan kompleks
w. Dan dinotasikan dengan = ( ). Dalam hal ini, S disebut domain dari

dan dinamakan peubah/variabel kompleks.
Peubah Kompleks ialah suatu titik umum dari himpunan tertentu pada

bidang datar. Fungsi Peubah kompleks secara formal didefinisikan sebagai
pasangan terurut dua bilangan kompleks ( , ) yang memenuhi syarat-syarat

28

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Limit dan Kontinuitas Fungsi Kompleks

  

 

terte ntu1. Hal ini berarti ada proses pemadanan yang mengawankan setiap nilai
peub ah ke nilai yang tunggal.

 Misalkan = + adalah nilai fungsi di = + , sehingga

  + = ( + )

Masi  ng-masing bilangan riil dan bergantung pada variabel riil dan ,

sehin  gga ( ) dapat dinyatakan sebagai pasangan terurut dari variabel riil

dan  , yaitu

  ( ) = ( , ) + ( , ).
 
Jika polar dan pada dan digunakan, maka
koordinat
 
  + = ( )

dima  na = + dan = . Sehingga ( ) dapat ditulis menjadi

  ( ) = ( , ) + ( , ).

Cont  oh 3.1

Misa  lkan = ( ) = 2 + 3 .

Tent ukan dan serta hitung nilai dari pada = 1 + 3 . Nyatakan juga

da n dalam bentuk polar.
 

Penyelesaian:
 
  = + , sehingga
Misal

f (z ) = f (x + iy) = (x + iy)2 + 3(x + iy) = x2 + 3x − y 2 + i(2xy + 3y)

Jadi   u = x 2 + 3x − y 2 dan v = 2xy + 3y .

 

Untu  k = 1 + 3 maka f (z) = f (1 + 3i) = (1 + 3i)2 + 3(1 + 3i) = −5 + 15i .

Jadi   (1,3) = −5 dan (1,3) = 15.

Jika  koordinat polar digunakan dimana = , maka

f (   = f (reiθ ) = (reiθ )2 + 3(reiθ ) = r 2e2iθ + 3reiθ

z)
  

= r 2 cos 2θ + ir 2 sin 2θ + 3r cosθ + 3ir sinθ

= r 2 cos 2θ + 3r cosθ + i(r 2 sin 2θ + 3r sinθ )

Jadi u = r 2 cos 2θ + 3r cosθ dan v = r 2 sin 2θ + 3r sinθ .

1 John D. Paliouras, Peubah Kompleks untuk Ilmuwan dan Insinyur (Jakarta: Erlangga, 1987), 32

29

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Limit dan Kontinuitas Fungsi Kompleks

  

 

Geometri Fungsi Kompleks

 

 Misalkan sebuah fungsi kompleks = ( ). Menurut definisi, setiap nilai
peub ah bebas = + (dalam domain ) akan menghasilkan nilai tunggal
=  + sebagai peubah tak bebas. Masing-masing peubah mempunyai dua
dime  nsi, sehingga gabungan dari keduanya akan menghasilkan besaran empat
dime  nsi yang sulit untuk digambarkan.

 Oleh karena itu grafik fungsi kompleks diwakili oleh dua bidang kompleks
yang  sering disebut dengan bidang dan bidang . Artinya jika diketahui =
( )  untuk setiap = + dalam domainnya bidang , dihitung padanannya
=  + dan ditempatkan di bidang . Proses yang sama diulang untuk
setia p nilai dalam himpunan dalam domain akan menghasilkan
“bay angan dibawah ” pada bidang .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Gambar 3.1 Grafik Fungsi Kompleks

 

 Gambar diatas adalah gambar fungsi = ̅. Untuk setiap nilai peubah
beba s = + diperoleh = − . Misalkan 1 = 2 + 3 akan
meng  hasilkan 1 = 2 − 3 . Kemudian 2 = 1 − 2 akan menghasilkan 2 =
1 + 2  . Dan seterusnya.

  

Limit Fungsi Kompleks
Secara umum definisi limit dalam kompleks sama dengan definisi limit

pada bilangan riil dalam kalkulus. Kalau pada bilangan riil bila mendekati 0
hanya mendekati sepanjang garis riil sedangkan pada bilangan kompleks bila
mendekati 0 akan mendekati dari semua arah dalam bidang kompleks.
Definisi Limit Fungsi Kompleks

30

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Limit dan Kontinuitas Fungsi Kompleks

  

 

  lim f (z) = w0 dibaca “limit ( ) untuk menuju 0 sama dengan 0 “,

z→z0

 dan didefinisikan sebagai berikut:

 

  lim f (z) = w0 ⇔ ∀ε > 0 ∃δ > 0 ∋ 0 < z − z0 < δ

z→z0

  f (z) − w0 <ε.

berlaku

 

 Secara geometri definisi di atas mengatakan bahwa untuk setiap

lingk  ungan-ε dari 0 , yaitu | − 0| < ε ada suatu lingkungan-δ dari 0 ,
yaitu  0 < | − 0| < δ sedemikian sehingga setiap titik pada

imag  e berada pada lingkungan-ε.
 Dalam hal ini

 

• Jika limit tersebut ada, maka limitnya tunggal

 

 • z mendekati 0 dari berbagai arah atau lintasan
 • Jika untuk lintasan yang berbeda, nilai ( ) untuk menuju 0 berbeda

  maka lim f (z) tidak ada

  z→z0

 • ( ) tidak disyaratkan terdefinisi di = 0

 

Cont  oh 3.2

  f (z) = iz , z < 1 . Buktikan lim f (z) = i .

Misalkan
 2 z→1 2

Bukt  i:

 

Amb il > 0 sebarang. Pilih δ = 2ε ∋ z −1 < δ berlaku

  f (z) − i = iz − i = i(z −1) = i z −1 1z −1
  =
2 22 2 22

  

= z −1 < δ = 2ε = ε
2 22

Jadi untuk setiap z dan ε positif berlaku f (z) − i < ε bila 0 < z −1 < 2ε ,
2

Sehingga menurut definisi limit terbukti lim f (z) = i .
z→1 2

31

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Limit dan Kontinuitas Fungsi Kompleks

  

 

Cont  oh 3.3

Misa  lkan f (z) = z lim f (z) tidak ada.

. Buktikan
  z z→0

Bukt  i:

Akan  ditunjukkan nilai limit dengan lintasan yang berbeda.

•   Pendekatan sepanjang sb-x positif, dalam hal ini y = 0.

   lim f (z) = lim x + iy = lim x + i.0 = lim1 = 1.

z→0 ( x, y)→(0,0) x − iy ( x,0) x − i.0 x→0
 

•   Pendekatan sepanjang sb-y positif, dalam hal ini x = 0.

  lim f (z) = lim x + iy = lim 0 + i.y = lim−1 = −1.\
  z→0 ( x, y)→(0,0) x − iy (0, y) 0 − i.y y→0

 
• Pendekatan sepanjang garis y = x.
 

  lim f (z) = lim x + iy = lim x + i.x = lim x(1 + i) = 1 + i .
  z→0 (x,x)→(0,0) x − iy x→0 x − i.x x→0 x(1 − i) 1 − i

Kare na pendekatan sepanjang arah yang berbeda menghasilkan nilai yang tidak

  lim f (z) = z tidak ada.
z
sama  maka dapat disimpulkan bahwa z→0

 
Teorema
 
  ( ) = ( , ) + ( , ), 0 = 0 + 0 , 0 = 0 + 0 ,
Andaikan

maka 

lim  f (z) = ω0 ⇔ lim u(x, y) = u0 dan lim v(x, y) = v0
(x, y)→(x0, y0 )
z→z0 (x, y)→(x0, y0 )

 

Bukt  i:

( ⇐ ) Misalkan lim u(x, y) = u0 dan lim v(x, y) = v0 ,

( x, y)→( x0, y0 ) ( x, y)→( x0, y0 )
  

artinya

∀ε > 0∃δ1,δ 2 ∋ u − u0 < ε ,0 < (x − x0 )2 + (y − y0 )2 < δ1
2

v − v0 < ε ,0 < (x − x0 )2 + ( y − y0 )2 < δ 2
2

Pilih δ = min(δ1,δ 2 ) .

32

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Limit dan Kontinuitas Fungsi Kompleks

  

 

 Karena

  (u + iv) − (u0 + iv0 ) = (u − u0 ) + i(v − v0 ) ≤ u − u0 + v − v0

 dan

 

  (x − x0 )2 + ( y − y0 )2 = (x − x0 ) + i( y − y0 ) = (x + iy) − (x0 + iy0 )

  (u + iv) − (u0 + iv0 ) <ε +ε =ε bila
22
  maka

 
  0 < (x + iy) − (x0 + iy0 ) < δ .

  Jadi lim f (z) = ω0 .

  z→z0

 

(⇒) M  isalkan lim f (z) = ω0 , artinya

  z→z0

  ∀ε > 0∃δ ∋ (u + iv) − (u0 + iv0 ) < ε bila 0 < (x + iy) − (x0 + iy0 ) < δ

 Perhatikan bahwa

 

  u − u0 ≤ (u − u0 ) + i(v − v0 ) = (u + iv) − (u0 + iv0 )

  v − v0 ≤ (u − u0 ) + i(v − v0 ) = (u + iv) − (u0 + iv0 )

 dan

 

  (x + iy) − (x0 + iy0 ) = (x − x0 ) + i( y − y0 ) = (x − x0 )2 + ( y − y0 )2

 Sehingga u − u0 < ε dan v − v0 < ε bila

 

  0 < (x − x0 )2 + ( y − y0 )2 < δ .

 

 Jadi lim u(x, y) = u0 dan lim v(x, y) = v0 .

( x, y)→( x0, y0 ) ( x, y)→( x0, y0 )

   

Teorema

Andaikan lim f (z) = A , lim g(z) = B maka
z→z0 z→z0

• lim( f (z) + g(z)) = A + B .
z→z0

• lim f (z)g(z) = AB .
z→z0

33

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Limit dan Kontinuitas Fungsi Kompleks

  

 

•  lim f (z) = A

.
  z→z0 g(z) B

 

 Kadang-kadang suatu bidang kompleks memuat titik di tak hingga.Bidang

kom pleks yang memuat titik tersebut disebut bidang kompleks yang diperluas.

 

Teor ema

Jika  z0 dan w0 titik-titik pada bidang z dan w, maka

  lim f (z) = ∞ ↔ lim 1 =0

1  ) z→z0 z→z0 f (z)

 

2  ) lim f (z) = w0 ↔ lim f  1  = w0
 z 
  z→∞ z→0

  lim f (z) = ∞ ↔ lim 1 = 0
z→0 f (1/ z)
3  ) z→∞

 

 

Keko  ntinuan
 Fungsi ( ) dikatakan kontinu di = 0 jika

•  lim f (z) ada
z→z0
 

•  ( 0) ada

•  lim f (z) = f (z0)

  z→z0

Deng  an kata lain ( ) dikatakan kontinu di = 0 jika

lim  f (z) = f (z0 ) ⇔ ∀ε >0 ∃δ > 0 ∋ z − z0 < δ

z → z0  

berla  ku f (z) − f (z0 ) < ε .  

Fungi kompleks ( ) dikatakan kontinu pada region jika ( ) kontinu

pada tiap titik dalam . Misalkan ( ) = ( , ) + ( , ) kontinu di

0 = 0 + 0 ,

⇔ ( , ) dan ( , ) kontinu di ( 0, 0)

⇔ lim u(x, y) = u(x0 , y0 ) dan lim v(x, y) = v(x0 , y0 ) .

( x, y)→( x0, y0 ) ( x, y)→( x0, y0 )

34

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Limit dan Kontinuitas Fungsi Kompleks

  

 

Sifat-sifat Fungsi Kontinu

 

5  . Fungsi konstan kontinu pada bidang kompleks

6  . Jika f dan g kontinu pada daerah D maka
  e) + kontinu

  f) − kontinu

  g) . kontinu

  h) / kontinu kecuali di z0 ∈ D sehingga ( 0) = 0.

 

 

Ran gkuman

 Dari berbagai paparan di atas, maka pada bagian ini dapat dikerucutkan

dalam  beberapa kesimpulan sebagai berikut.
1. P eubah Kompleks ialah suatu titik umum dari himpunan tertentu pada

b idang datar.

2. F ungsi Peubah kompleks secara formal didefinisikan sebagai pasangan
te  rurut dua bilangan kompleks ( , ) yang memenuhi syarat-syarat tertentu

3. G  rafik fungsi kompleks diwakili oleh dua bidang kompleks yang sering
d isebut dengan bidang dan bidang

4. L  imit Fungsi Kompleks didefinisikan dengan lim f (z) = w0 dibaca
z→z0
 
“ limit ( ) untuk menuju 0 sama dengan 0 “, dan didefinisikan

se  bagai lim f (z) = w0 ⇔ ∀ε > 0 ∃δ > 0 ∋ 0 < z − z0 < δ berlaku

  z→z0

 f (z) − w0 < ε .

5. F ungsi ( ) dikatakan kontinu di = 0 jika lim f (z) ada, ( 0) ada,
  z→z0

l im f (z) = f (z0)

z→z0
   

Latihan dalam ( , ) + ( , )

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!

1. Uraikan setiap fungsi yang diberikan
kemudian dalam ( , ) + ( , )
a. ( ) = 2 + 3 3
b. ( ) = ̅ + ( / )

35

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Limit dan Kontinuitas Fungsi Kompleks

  

 

2  . Gambarkan dengan kawannya yang diberikan dibawah fungsi yang

  bersangkutan. = 0, 2 , 1, , −2 , 1 +
a. = − 2
  b. = cos + sin = 0, 2 , −2 , 1 − , −2 +
 
  ( /2)
3  . Misalkan dan konstanta kompleks. Gunakan definisi limit untuk

  membuktikan

  a) lim (az + b) = az0 + b
 
z→z0

  b) lim(z 2 + b) = z02 + b

z→z0

  Buktikan bahwa, untuk sebarang 0 dan sebarang bilangan bulat tak
negatif , lim = ( 0) , untuk → 0
4.

 
 

  Sebagai akibatnya, buktikan bahwa fungsi ( ) = kontinu dimana-

  mana

5  . Buktikan bahwa fungsi
  ( ) = ln| | +

  Tidak kontinu sepanjang sumbu nyata tak positif.

 

 

 

  Daftar Pustaka

Freit ag, Eberhard dan Busam, Rolf. Complex Analysis. Heidelberg: Springer,
2 005.

Jurus  an Matematika ITS, Seri Buku Ajar Kalkulus 1 . Surabaya: Jurusan
M  atematika FMIPA, 2005.

Palio  uras. John D, Peubah Kompleks untuk Ilmuwan dan Insinyur. Jakarta:

E rlangga, 1987.  

36

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Turunan Fungsi Kompleks

  

 

  Paket 4
  TURUNAN FUNGSI KOMPLEKS

 

 

Pen dahuluan
 
Perkuliahan pada paket keempat ini difokuskan pada konsep turunan fungsi
 

kompleks. Materi pada paket ini merupakan lanjutan dari paket ketiga dan

 

merupakan bekal untuk materi pada paket-paket selanjutnya yaitu Persamaan

 

Cauchy Riemann. Oleh karena itu pemahaman terhadap materi ini penting

 

untuk ditekankan sekalipun materi dalam paket ini tergolong mudah.

 

Pada awal Paket 4 ini, dilakukan brainstormning kepada mahasiswa tentang

 

turunan pada fungsi real sebelum masuk pada materi turunan fungsi kompleks.

 

Selanjutnya mahasiswa akan dibimbing bagaimana definisi fungsi kompleks

 

diturunkan, terakhir mahasiswa dikonstruk untuk membuktikan teknik-teknik

 

turunan dengan melakukan generalisasi menggunakan definisi turunan.

 

Proses perkuliahan didesain dengan model kooperatif agar setiap

 

mahasiswa dalam kelompok termotivasi untuk terlibat secara aktif dalam

 

perk uliahan. Lembar kegiatan yang digunakan terdapat beberapa permasalahan
yang  dikerjakan secara individu, kemudian didiskusikan secara berpasangan,
kemu  dian dipresentasikan di depan kelas. Penyiapan media pembelajaran
dalam  perkuliahan ini sangat penting. Perkuliahan ini memerlukan media
pemb  elajaran berupa LCD dan laptop sebagai salah satu media pembelajaran
yang  dapat mengefektifkan perkuliahan, serta kertas plano, spidol dan solasi
seba gai alat menuangkan hasil diskusi kelompok. Langkah tersebut diupayakan
untu k menggali ide-ide dan potensi kreatif mahasiswa-mahasiswi dalam
menj alin komunikasi sosial yang lebih efektif. Dari sini, peta pengetahuan dan
keter  ampilan sosial mereka akan diketahu i untuk kemudian dilakukan diskusi
dan simulasi perkuliahan. Penggunaaan multi media dalam perkuliahan juga
diharapkan untuk mengoptimalisasi pencapaian kompetensi dasar dan indikator
yang telah ditargetkan.

Rencana Pelaksanaan Perkuliahan

Kompetensi Dasar

Menjelaskan konsep dasar cara penurunan fungsi kompleks

37

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Turunan Fungsi Kompleks

  
 

Indi kator

 Pada akhir perkuliahan mahasiswa-mahasiswi diharapkan mampu:

1.  Menyelesaikan turunan fungsi kompleks
2.  Menyebutkan syarat fungsi yang differensiabel

 

Wak  tu

 3x50 menit

 

Mat eri Pokok

 Pengantar bilangan kompleks meliputi:
1.  Turunan fungsi kompleks
2.  Teknik turunan
3.  Aturan Rantai

 

Lan gkah-langkah Perkuliahan
Keg iatan Awal (35 menit)

1  . Menjelaskan kompetensi dasar
2  . Menjelaskan indikator
3  . Apersepsi materi fungsi kompleks dengan membandingkan dengan
  fungsi real.

 

4. Brainstorming dengan mengerjakan soal sederhana, serta memotivasi

 

pentingnya mempelajari fungsi kompleks.

 
 

Kegiatan Inti (100 menit)
 
1. Dosen menjelaskan beberapa konsep penting yang diperlukan dalam
 
menyelesaikan LK. Mahasiswa menyimak penjelasan dosen dengan
 
bantuan uraian materi pada paket 4.
  
2. Dosen membagi meminta mahasiswa berkumpul dengan kelompoknya
untuk mendiskusikan bagaimana konsep turunan pada fungsi kompleks
sesuai dengan langkah-langkah yang ada di LK.
3. Dosen membimbing mahasiswa selama proses diskusi. Mahasiswa
berdiskusi dengan anggotanya dan bertanya pada dosen jika ada materi
yang tidak dipahami. Masing-masing pasangan harus benar-benar

38

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Turunan Fungsi Kompleks

  

 

memahami keseluruhan hasil diskusi karena perwakilan pasangan akan

 

  presentasi di depan kelas dipihak secara acak.
4  . Dosen memanggil anggota dengan no.urut tertentu pada salah satu
  kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
5  . Selesai presentasi, kelompok lain memberikan klarifikasi

6  . Penguatan hasil diskusi dari dosen

7  . Dosen memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menanyakan

  sesuatu yang belum paham atau menyampaikan konfirmasi

 

Keg iatan Penutup (10 menit)

1  . Menyimpulkan hasil perkuliahan
2  . Memberi dorongan psikologis/saran/nasehat
3  . Refleksi hasil perkuliahan oleh mahasiswa

 

Keg iatan Tindak Lanjut (5 menit)

1  . Memberi tugas latihan
2  . Mempersiapkan perkuliahan selanjutnya.

 

 

Lem  bar Kegiatan Mahasiswa

 Membuktikan teknik turunan pada fungsi kompleks.

 

Tuju  an
 Mahasiswa dapat membandingkan teknik turunan pada fungsi real dengan

turun  an pada fungsi kompleks. Selain itu mahasiswea dapat membuktikan
tekni  k-teknik turunan pada fungsi kompleks.

 

Baha  n dan alat  

Lembar kegiatan, kertas HVS, Kertas Plano, Spidol

Langkah-langkah kegiatan

1. Masing kelompok mendapatkan tugas untuk menurunkan teknik

turunan pada fungsi kompleks.

a. d [ f (z) + g(z)] = f ′(z) + g′(z)

dz

39

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Turunan Fungsi Kompleks

  

 

  b. d [ f (z) − g(z)] = f ′(z) − g′(z)

  dz

  c. d [ f (z)g(z)] = f ′(z)g(z) + f (z)g′(z)

  dz

  d. d  f (z)  = f ′(z)g(z) − f (z)g′(z)
  dz  g (z) 
[g ( z )]2
 

2. Secara berkelompok mendiskusikan permasalahan yang diberikan. 

3. Kelompok yang mendapatkan giliran mempresentasikan hasil

 

  diskusinya didepan kelas.

 

Ura ian Materi

 

  TURUNAN FUNGSI KOMPLEKS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

Gambar 4.1

Turunan

Turunan Fungsi Kompleks

Dari gambar diatas, misalkan fungsi kompleks = ( ), titik 0 berada
dalam domain bagi . Andaikan

= 0 + ∆ ∆ = ∆ + ∆

40

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Turunan Fungsi Kompleks

  

  ,

Adal ah suatu titik di dalam kemudian dibentuk hasil beda
( ) − ( 0)
 
  − 0
Jika   limit hasil bagi ini ada untuk → 0 , maka dikatakan = ( ) dapat
didef  erensialkan di 0 , limitnya dinamakan turunan di 0 dan dinotasikan
deng an ′( ) atau ′( )1.

 Dari penjelasan diatas, = ( ) dikatakan terdeferensialkan di 0

asalk  an limit dari ( )− ( 0) ada. Hal ini bisa dituliskan dengan
− 0
  ( ) − ( 0)
  ′( ) = l →im 0 − 0
 
bahwa ′( ) adalah bilangan kompleks. Jika titik khusus 0
Perhatikan

 
tidak perlu di sebutkan, turunan seringkali dinotasikan dengan
 
 

Ada dua bentuk yang sering digunakan dalam mendefinisikan turunan dari =

( )  yaitu ′( ) = ∆l i m→0 ( + ∆ ) − ( 0)

 
  ′( ) = l →im 0 − 0
− 0
Dan  

 
 

 

 Turunan dapat diperoleh dengan cara langsung menerapkan definisi. Cara
sepe rti ini sama dengan yang dugunakan pada kalkulus. Ada cara-cara yang
lebih  cepat dalam menghitung turunan suatu fungsi. Cara-cara tersebut
ditur unkan dari definisi turunan dan sering disebut sebagai teknik turunan.

 

Cont  oh 4.1  

Dengan menggunakan definisi, dapatkan turunan dari ( ) = 2 + 3

Penyelesaian :

Substitusikan fungsi yang akan diturunkan ke dalam definisi turunan

′( ) = ∆l i m→0 ( + ∆ ) − ( 0)


1 John D. Paliouras, Peubah Kompleks untuk Ilmuwan dan Insinyur (Jakarta: Erlangga, 1987), 45

41

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Turunan Fungsi Kompleks

  

  = ∆l i m→0 ( + ∆ )2 + 3( + ∆ ) − ( 2 + 3 )
  = ∆l i m→0 ∆
 
  2 + 2 ∆ + ∆ 2 + 3 + 3∆ − 2 − 3

  2 ∆ + ∆ 2 + 3∆ 2
  = ∆l i m→0 ∆

  = ∆l i m→0 2 + ∆ + 3
 
  = 2 + 3
Jadi  diperoleh turunan dari ( ) = 2 + 3 adalah ′( ) = 2 + 3

 

Teknik Turunan
 Jika setiap menghitung turunan digunakan definisi, maka waktu yang

diper  lukan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan beberapa turunan.

Oleh  karena itu dikembangkan apa yang disebut teknik turunan yang

dikem  bangkan dari definisi turunan. Dengan menggunakan teknik turunan ini

wakt  u yang digunakan dalam menghitung turunan suatu fungsi kompleks lebih
asing  kat. Tidak semua teknik diberikan bukti generalisasinya dari definisi
turunan, beberapa teknik bisa digeneralisasikan sendiri dari definisi turunan
seba gai latihan. Teknik-teknik tersebut meliputi:

 

  d (c) = 0

1.
  dz

Bukt  i:

  ( + ∆ ) − ( 0)
− ∆
′(  ) = ∆l i m→0
  ∆
  = ∆l i m→0

  = ∆l i m→0 0
  ∆

  =0  

2. d (z) = 1
dz

Bukti: ( + ∆ ) − ( 0)
′( ) = ∆l i m→0 ∆

42

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   


Click to View FlipBook Version