Transformasi Kebalikan dan Transformasi Bilinear
Ura ian Materi
TRANSFORMASI KEBALIKAN
DAN
TRANSFORMASI BILINEAR DAN
Tran sformasi Kebalikan
Fungsi kebalikan adalah fungsi yang berbentuk
( ) = 1
Fung si ini merupakan fungsi satu-satu, kecuali = 0 dan = 0 . Turunan
fung si ini diberikan oleh ′ = −1/ 2 yang terdefinisi untuk semua kecuali
= 0. Jadi fungsi ini analitik pada semua kecuali pada pusat koordinat.
Secara naluriah nampak jelas bahwa dibawah fungsi kebalikan, titik-
titik yang hampir mendekati = 0 dipetakan ke titik-titik di daerah jauh pada
bidan g . Sedangkan titik-titik di tempat jauh dari = 0 dipetakan ke titik-
“dekat” pada = 0.
titik yang
Secara geometri hal ini bisa didekati dengan menuliskan dan
dalam bentuk kutub. Jika =
maka
= 1 cos(− )
Yang dapat di jelaskan dengan, “dibawah fungsi kebalikan suatu titik dengan
mod ulus dan argumen dipetakan menj adi suatu titik dengan modulus 1/
dan argumen – ”. Geometri transformasi ini dapat dilihat pada gambar 9.11.
1 John D. Paliouras, Peubah Kompleks untuk Ilmuwan dan Insinyur (Jakarta: Erlangga, 1987), 91
93
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Transformasi Kebalikan dan Transformasi Bilinear
Gambar 9.1
Konstruksi = 1/
Cont oh 9.1
Perhatikan garis tegak = 1, dibawah pemetaan = 1/
Peny elesaian
Peng uraian fungsi = 1/
1 = 2 2 − 2 2
+ +
Dipe roleh = 2 2 = − 2 2
+ +
Gari s tegak yang diberikan = 1 , sehingga setiap titik yang diberikan
= 1 + , dan didapatkan
berbentuk
= 1 1 = − 1
+ 2 + 2
Dengan mengkuadratkan keduanya dan menjumlahkan keduanya didapatkan
2 + 2 =
Dengan melengkapi kuadrat diatas dihasilkan lingkaran
� − 21� = 1
2
Lingkaran ini merupakan bayangan garis yang diberikan ( ) = 1.
94
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Transformasi Kebalikan dan Transformasi Bilinear
Dengan mengembangkan contoh 9.1 diperoleh bahwa setengah bidang
( ) > 1 dipetakan ke bagian dalam lingkaran diatas, dan juga bahwa
seten gah bagian atas pada setengah bidang dipetakan ke bagian bawah
seten gah lingkaran, dan sebaliknya.
Cont oh 9.2
Lingkaran | − 1| = 1, dibawah pemetaan = 1/
Penyelesaian
fungsi = 1/
Penguraian
1 = 2 2 − 2 2
+ +
Dipe roleh = 2 2 = − 2 2
+ +
Deng an menyederhanakan | − 1| = 1 diperoleh
2 + 2 = 2
Subs titusi ke dan diperoleh
= 1 = −
2 2
Kare na = ( , ) berubah ubah sepanjang lingkaran yang diberikan,
meng ambil semua nilai nyata, sementara tetap konstan pada 1/2. Sehingga
disim pulkan bahwa bayangan yang diberikan adalah = 1/2 . Dengan
meng embangkan contoh ini bagian dalam lingkaran yang diberikan dipetakan
pada setengah bidang disebelah kanan bayangan garis = 1/2 tetapi dengan
kebalikan setengah bidang bagian atas dan bagian bawahnya.
Akhirnya, dibawah transformasi kebalikan garis-garis dan lingkaran-
lingkaran dipetakan ke garis-garis atau lingkaran-lingkaran. Hal ini didasarkan
pada kenyataan bahwa
1 = 2 2 − 2 2
+ +
95
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Transformasi Kebalikan dan Transformasi Bilinear
lingkaran ( 2 + 2) + + + = 0 jika ( ≠ 0) dan
Dan persamaan
mew akili suatu garis ( = 0).
Tran sformasi Bilinear
Jika , , , dan konstanta kompleks, maka
= + , − ≠ 0
+
Dina makan transformasi bilinear. Transformasi bilinear memiliki
seju mlah sifat pemetaan yang menarik. Sifat yang pertama adalah
“Dib awah transformasi bilinear garis-garis dan lingkaran-lingkaran
dipe takan menjadi garis-garis atau lingkaran-lingkaran”
Sifat pertama ini didasarkan pada 2 kenyataan. Pertama kenyataan
bahwa pemetaan bilinear merupakan gabungan dari tiga fungsi
dian taranya = 1 , = −
= + , +
Arti nya pemetaan bilinear merupakan gabungan dari pemetaan linear
diiku ti dengan pemetaan kebalikan dan terakhir pemetaan linear. Kedua,
pem etaan linear merupakan transformasi serupa dan transformasi
keba likan memetakan garis-garis dan lingkaran-lingkaran ke garis-garis
atau lingkaran-lingkaran.
Suatu garis atau lingkaran , pada bidang ditransformasikan
fungsi bilnear. Oleh fungsi = + garis akan diputar,
dibawah
kemudian digeser menjadi garis atau lingkaran ′.
diperbesar,
oleh fungsi = 1 akan dibalikkan menjadi garis atau
Sela njutnya
′′. Terakhir oleh fungsi = + − akan diputar,
lingkaran ketiga
diperbesar, dan digeser menjadi garis atau lingkaran ′′′.
Contoh 9.2
Tunjukkan bahwa pemetaan bilnear = −1 memetakan setengah bidang
+1
( ) > 0 menjadi cakram satuan | | < 1
96
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Transformasi Kebalikan dan Transformasi Bilinear
Peny elesaian
Pem etaan ini dibagi dalam tiga tahapan,
= + 1, = 1 , = −2 + 1
1 . Dibawah pemetaan = + 1, setiap titik pada setengah bidang yang
diberikan diputar sebesar 0 radian, diperbesar dengan faktor 1 dan
terakhir digeser dengan vektor 1 sehingga menghasilkan setengah
bidang ( ) > 1 1
2 . Setengah bidang ( ) > 1 kemudian dipetakan dibawah =
kedalam lingkaran � − 12� = 1 , tetapi dengan setengah bagian atas dan
2
bawah saling dipertukarkan.
3 . Terakhir dibawah = −2 + 1, bagian dalam lingkaran akan diputar
sebesar – radial menjadi bagian dalam lingkaran � + 21� = 1 ,
2
pertukaran ini akan menukar letak setengah bagian atas dan bawah
cakram tersebut. Putaran ini kemudian diikuti dengan regangan dengan
faktor 2 menjadi bagian dalam lingkaran | + 1| = 1 , dan akhirnya
digeser dengan vektor 1 menghasilkan cakram | | < 1
Pros es transformasi ini dapat dilihat pada gambar 9.22.
Sifat kedua transformasi bilinear dinyatakan sebagai beikut: bila
dike tahui sebarang tiga titik berbeda 1, 2, 3 pada bidang dan
seba rang tiga titik berbeda 1, 2, 3 pada bidang , maka terdapat
trans formasi bilinear yang tunggal yang memetakan ke , = 1,2,3.
Transformasi bilinear yang tunggal ini diperoleh dengan
( − 1)( 2 − 3) = ( − 1)( 2 − 3)
( − 3)( 2 − 1) ( − 3)( 2 − 1)
2 John D. Paliouras, Peubah Kompleks untuk Ilmuwan dan Insinyur (Jakarta: Erlangga, 1987), 97
97
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Transformasi Kebalikan dan Transformasi Bilinear
Gambar 9.2
Transformsi bilinear = −1
+1
Cont oh 9.2
Carilah transformasi bilinear yang memetakan 1 = 0, 2 = , 3 = −1 ke
1 = 12, 2 = 11 + , 3 = 11 secara berurutan
Peny elesaian
Den gan substitusi 1, 2, 3 dan 1, 2, 3 ke
( − 1)( 2 − 3) ( − 1)( 2 − 3)
( − 3)( 2 − 1) = ( − 3)( 2 − 1)
diperoleh
( − 12) (1 + )
( − 11)(−1 + ) = ( + 1)
Menghasilkan persamaan bilinear
98
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Transformasi Kebalikan dan Transformasi Bilinear
= 10 − 12
− 1
Ran gkuman
Dari berbagai paparan di atas, maka pada bagian ini dapat dikerucutkan
dalam beberapa kesimpulan sebagai berikut.
1. D ibawah fungsi kebalikan suatu titik dengan modulus dan argumen
d ipetakan menjadi suatu titik dengan modulus 1/ dan argumen –
2. Pemetaan bilinear merupakan gabungan dari pemetaan linear diikuti dengan
pemetaan kebalikan dan terakhir pemetaan linear
Lati han
Jawa blah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
1 . Carilah bayangan masing-masing titik berikut dibawah transformasi
kebalikan
a. 1 +
b. 5 − 12
c. −3 + 4
d. 1/(1 − )
2 . Lingkaran satuan | | = 1 dan sumbu koordinat membagi bidang
menjadi delapan daerah. Dapatkan bayangan masing-masing daerah ini
dibawah = 1/
3 . Tunjukkan bahwa sebarang garis = , ≠ 0 dipetakan menjadi
lingkaran
� − 21 � = 1
2| |
dibawah transformasi kebalikan
4. Carilah bayangan setiap titik = 0, 1, −1, , − , ∞ dibawah pemetaan
− + 2
= +
99
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Transformasi Kebalikan dan Transformasi Bilinear
5. Carilah titik-titik tetap pada transformasi
a. = − +
−
−2
b. = −1
Carilah bayangan setengah bidang ( ) ≥ 0 dibawah pemetaan
6.
−
= 1
Daftar Pustaka
Freit ag, Eberhard dan Busam, Rolf. Complex Analysis. Heidelberg: Springer,
2 005.
Palio uras. John D, Peubah Kompleks untuk Ilmuwan dan Insinyur. Jakarta:
E rlangga, 1987.
Saff, E.B and A.D Snider. Fundamentals of complex Analysis with Apllication
to Engineering and Science, New Jersey: Pearson Education Inc, 2003
Weg ener, Ingo. Complexity Theory Exploring the Limits of Efficient
A lgorithms. Berlin: Springer, 2005
100
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Transformasi Eksponensial dan Logaritmik
Paket 10
TRANSFORMASI EKSPONENSIAL DAN
LOGARITMIK
Pen dahuluan
Pe rkuliahan pada paket kesepuluh ini difokuskan transformasi eksponensial
dan l ogaritmik. Pendefinisian fungsi logaritma pada variabel kompleks didasari
oleh bagaimana menyelesaikan persamaan = , dengan dan bilangan
kom pleks. Oleh karena itu pemahaman terhadap materi ini penting untuk
ditek ankan sebagai prasyarat untuk mempelajari paket-paket selanjutnya.
Pa da awal Paket 10 ini, mahasiswa diajak untuk menyelesaikan dua buah
kasu s tentang transformasi eksponensial. Selanjutnya dari kasus tersebut
maha siswa diajak untuk membuat ikhtisar dari temuan-temuan yang diperoleh.
Sete lah mendapatkan materi tentang transformasi eksponensial mahasiswa
diper kenalkan dengan transformasi logaritmik yang merupakan invers dari
trans formasi eksponensial.
Proses perkuliahan didesain dengan model kooperatif agar setiap
maha siswa dalam kelompok termotivasi untuk terlibat secara aktif dalam
perk uliahan. Lembar kegiatan yang digunakan terdapat beberapa permasalahan
yang dikerjakan secara individu, kemudian didiskusikan secara berpasangan,
kemu dian dipresentasikan di depan kelas. Penyiapan media pembelajaran
dalam perkuliahan ini sangat penting. Perkuliahan ini memerlukan media
pemb elajaran berupa LCD dan laptop sebagai salah satu media pembelajaran
yang dapat mengefektifkan perkuliahan, serta kertas plano, spidol dan solasi
seba gai alat menuangkan hasil diskusi kelompok. Langkah tersebut diupayakan
untu k menggali ide-ide dan potensi k reatif mahasiswa-mahasiswi dalam
menjalin komunikasi sosial yang lebih efektif. Dari sini, peta pengetahuan dan
keterampilan sosial mereka akan diketahui untuk kemudian dilakukan diskusi
dan simulasi perkuliahan. Penggunaaan multi media dalam perkuliahan juga
diharapkan untuk mengoptimalisasi pencapaian kompetensi dasar dan indikator
yang telah ditargetkan.
101
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Transformasi Eksponensial dan Logaritmik
Ren cana Pelaksanaan Perkuliahan
Kom petensi Dasar
Men jelaskan kembali fungsi elementer beserta sifat operasinya.
Indi kator
Pada akhir perkuliahan mahasiswa-mahasiswi diharapkan mampu:
1. Menuliskan kembali macam fungsi elementer
2. Mengoperasikan fungsi-fungsi elementer
3. Menggunakan Transformasi Kompleks
Wak tu
3x50 menit
Mat eri Pokok
Materi pada paket ini meliputi:
1. Transformasi kebalikan
2. Transformasi bilinear
Lan gkah-langkah Perkuliahan
Keg iatan Awal (35 menit)
1 . Menjelaskan kompetensi dasar
2 . Menjelaskan indikator
3 . Apersepsi transformasi kebalikan dan bilinear
4 . Memotivasi mahasiswa bahwa materi yang akan dipelajari sangat
bermanfaat untuk mempelajari materi berikutnya
Keg iatan Inti (100 menit)
1 . Dosen menjelaskan beberapa kon sep penting yang diperlukan dalam
menyelesaikan LK. Mahasiswa menyimak penjelasan dosen dengan
bantuan uraian materi pada paket 10.
2. Dosen membagi meminta mahasiswa berkumpul dengan kelompoknya
untuk mendiskusikan bagaimana konsep pemetaan dan transformasi
pada fungsi kompleks sesuai dengan langkah-langkah yang ada di LK.
102
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Transformasi Eksponensial dan Logaritmik
3. Dosen membimbing mahasiswa selama proses diskusi. Mahasiswa
berdiskusi dengan anggotanya dan bertanya pada dosen jika ada materi
yang tidak dipahami. Masing-masing pasangan harus benar-benar
memahami keseluruhan hasil diskusi karena perwakilan pasangan akan
presentasi di depan kelas dipihak secara acak.
4 . Dosen memanggil anggota dengan no.urut tertentu pada salah satu
kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
5 . Selesai presentasi, kelompok lain memberikan klarifikasi
6 . Penguatan hasil diskusi dari dosen
7 . Dosen memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menanyakan
sesuatu yang belum paham atau menyampaikan konfirmasi
Keg iatan Penutup (10 menit)
1 . Menyimpulkan hasil perkuliahan
2 . Memberi dorongan psikologis/saran/nasehat
3 . Refleksi hasil perkuliahan oleh mahasiswa
Keg iatan Tindak Lanjut (5 menit)
1 . Memberi tugas latihan
2 . Mempersiapkan perkuliahan selanjutnya.
Lem bar Kegiatan Mahasiswa
Memeriksa dua kasus khusus pada transformasi eksponensial
Tuju an
Mahasiswa dapat membuat generalisasi transformasi eksponensial dari dua
kasu s khusus yang diberikan.
Bahan dan alat
Lembar kegiatan, kertas HVS, Kertas Plano, Spidol
103
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Transformasi Eksponensial dan Logaritmik
Langkah-langkah kegiatan
1. Masing kelompok mendapatkan tugas untuk
a. Tentukan bayangan garis mendatar = dibawah
= ,
b. Tentukan bayangan = , − < < dibawah
= ,
2 . Secara berkelompok mendiskusikan permasalahan yang diberikan.
3 . Kelompok yang mendapatkan giliran mempresentasikan hasil
diskusinya didepan kelas.
104
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Transformasi Eksponensial dan Logaritmik
Ura ian Materi
TRANSFORMASI EKSPONENSIAL DAN
LOGARITMIK
Tran sformasi Eksponensial =
Fungsi eksponensial
Bisa dipelajari melalui dua kasus khusus. Dari dua kasus ini kemudian
digen eralisasi.
Cont oh 10.1
Tentukan bayangan garis mendatar = dibawah
= ,
Peny elesaian
Jika = , maka | | = dan arg = . Setiap titik pada garis yang
diber ikan berbentuk
= + , − ∞ < < ∞
Kare na berubah-ubah dari −∞ hingga +∞ , nilai berubah-ubah dari 0
hing ga +∞ sementara tetap pada = . Dengan kata lain, jika nilai
beru bah-ubah dari −∞ hingga +∞ , | | berubah-ubah dari 0 hingga +∞
seda ngkan arg tetap arg = .
Hal ini berarti , jika berubah-ubah sepanjang garis yang diberikan,
mene ntukan suatu sinar yang dipancarka n dari pusat koordinat (tapi tidak
termasuk koordinatnya) dengan sudut inklinasi radial. (lihat gambar 10.11)
1 John D. Paliouras, Peubah Kompleks untuk Ilmuwan dan Insinyur (Jakarta: Erlangga, 1987),
100
105
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Transformasi Eksponensial dan Logaritmik
Gambar 10.1
Bayangan = dibawah =
Con toh 10.2
Tentukan bayangan = , − < < dibawah
= ,
Pen yelesaian
Setia p titik pada penggal garis tersebut berbentuk
= + , − < <
Jika berubah-ubah dari – ke , cos + sin menentukan suatu
lingk aran lengkap. Sedangkan | | tetap tinggal pada . Dengan kata
lain, jika berubah-ubah sepanjang penggal garis yang diberikan,
men entukan suatu lingkaran berpusat pada = 0 dan berjari-jari .
diperbolehkan untuk domain yang lebih luas dalam garis tegak
Jika
sama, akan mengulangi jejaknya pada lingkaran yang sama. Jika
yang
diam bil seluruh titik pada garis tegak = , maka lingkaran | | =
akan terulang tak berhingga kali.
Dari dua contoh diatas, bisa diikhtisarkan bahwa: “dibawah =
garis mendatar dipetakan ke sinar-sinar yang dipantulkan dari = 0 dan
garis tegak dipetakan ke lingkaran-lingkaran yang berpusat di = 0”.
106
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Transformasi Eksponensial dan Logaritmik
Jika diambil semua garis mendatar dalam – < ≤ , bayangannya
meru pakan semua sinar dengan sudut-sudut inklinasi yang berbeda-beda
dari – ≤ arg ≤ . Secara keseluruhan semua sinar-sinar itu
men ghabiskan semua titik pada bidang kecuali = 0. Lihat gambar
10.2 2.
Gambar 10.2
Garis ke sinar dibawah =
Jika diambil semua penggal garis tegak yang termuat antara – <
< , bayangannya merupakan lingkaran lingkaran yang berpusat di
= 0 . Lingkaran itu akan menutup kecuali = 0 . Lihat gambar
10.3 3.
Gambar 10.3
Garis ke Lingkaran dibawah =
2 John D. Paliouras, Peubah Kompleks untuk Ilmuwan dan Insinyur (Jakarta: Erlangga, 1987),
101
3 ibid
107
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Transformasi Eksponensial dan Logaritmik
Tran sformasi Logaritmik
Fungsi log( ) =
Berla ku untuk semua . Sifat ini menyatakan kenyataan bahwa fungsi log
meru pakan invers fungsi . Jika ditentukan untuk setiap dan diterapkan
fung si pada , diperoleh kembali . Secara singkat dapat disimpulkan
bahw a “log meniadakan apa yang dikerjakan oleh untuk sebarang ”.
Dari fungsi diatas dapat diperoleh
= ln| | +
Artinya
= ln| | = arg
Jika berubah-ubah pada semua nilai kecuali nol, | | berubah-ubah antara 0
dan + ∞; jadi ln| | berubah-ubah dari −∞ ke +∞, oleh karena itu −∞ < <
∞.Se lain itu karena argumen pokok mempunyai syarat yaitu berada pada – <
arg ≤ didapatkan – < ≤ . Dengan menggabungkan dan diperoleh
pokok pada bidang . Untuk lebih jelasnya lihat gambar 10.44.
lajur
Gambar 10.4
Lajur pokok dibawah = log
4 Ibid, halaman 103
108
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Transformasi Eksponensial dan Logaritmik
Ran gkuman
Dari berbagai paparan di atas, maka pada bagian ini dapat dikerucutkan
dalam beberapa kesimpulan sebagai berikut.
1. D ibawah = garis mendatar dipetakan ke sinar-sinar yang dipantulkan
d ari = 0 dan garis tegak dipetakan ke lingkaran-lingkaran yang berpusat
d i = 0
2. T ransformasi logaritma log meniadakan apa yang dikerjakan oleh untuk
se barang
Lati han
Jawa blah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
1 . Tentukan bayangan setiap kurva berikut dibawah =
a. Sinar = 1, > 0
b. Sinar = 1, > −1
c. Penggal garis = 0, − 3 < < 3
2 2
d. Garis = 3
e. Garis = −8
2 . Carilah bayangan kurva berikut dibawah = log
a. Lingkaran | | = , > 0
b. Sinar yang dipancarkan dari pusat koordinat kecuali pusatnya
yang mempunyai sudut inklinasi = − /4
3 . Carilah bayangan dibawah fungsi eksponensial segi banyak yang
dibentuk dengan menghubungkan titik-titik 0, 2, 2 + , −2 + , −2 −
2 , −2 , dan 0
Daftar Pustaka
Freitag, Eberhard dan Busam, Rolf. Complex Analysis. Heidelberg: Springer,
2005.
Paliouras. John D, Peubah Kompleks untuk Ilmuwan dan Insinyur. Jakarta:
Erlangga, 1987.
109
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Transformasi Eksponensial dan Logaritmik
Saff, E.B and A.D Snider. Fundamentals of complex Analysis with Apllication
to Engineering and Science, New Jersey: Pearson Education Inc, 2003
Weg ener, Ingo. Complexity Theory Exploring the Limits of Efficient
Algorithms. Berlin: Springer, 2005
110
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Transformasi w = sin z dan w = cos z
Paket 11
TRANSFORMASI = dan =
Pen dahuluan
Pe rkuliahan pada paket kesebelas ini difokuskan transformasi = sin dan
= cos . Materi transformasi ini sangat penting untuk diketahui. Oleh
karen a itu pemahaman terhadap materi ini penting untuk ditekankan sebagai
prasy arat untuk mempelajari paket-paket selanjutnya.
Pa da awal Paket 11 ini, mahasiswa diajak untuk mempelajari transformasi
= sin . Transformasi ini didekati dengan menguraikan sin kedalam
bent uk dan . Selanjutnya dengan cara yang sama dieksplorasi transformasi
= cos .
Proses perkuliahan didesain dengan model kooperatif agar setiap
maha siswa dalam kelompok termotivasi untuk terlibat secara aktif dalam
perk uliahan. Lembar kegiatan yang digunakan terdapat beberapa permasalahan
yang dikerjakan secara individu, kemudian didiskusikan secara berpasangan,
kemu dian dipresentasikan di depan kelas. Penyiapan media pembelajaran
dalam perkuliahan ini sangat penting. Perkuliahan ini memerlukan media
pemb elajaran berupa LCD dan laptop sebagai salah satu media pembelajaran
yang dapat mengefektifkan perkuliahan, serta kertas plano, spidol dan solasi
seba gai alat menuangkan hasil diskusi kelompok. Langkah tersebut diupayakan
untu k menggali ide-ide dan potensi kreatif mahasiswa-mahasiswi dalam
menj alin komunikasi sosial yang lebih efektif. Dari sini, peta pengetahuan dan
keter ampilan sosial mereka akan diketahui untuk kemudian dilakukan diskusi
dan simulasi perkuliahan. Penggunaaan multi media dalam perkuliahan juga
dihar apkan untuk mengoptimalisasi pencap aian kompetensi dasar dan indikator
yang telah ditargetkan.
111
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Transformasi w = sin z dan w = cos z
Ren cana Pelaksanaan Perkuliahan
Kom petensi Dasar
Men jelaskan kembali fungsi elementer beserta sifat operasinya.
Indi kator
Pada akhir perkuliahan mahasiswa-mahasiswi diharapkan mampu:
1. Menuliskan kembali macam fungsi elementer
2. Mengoperasikan fungsi-fungsi elementer
3. Menggunakan Transformasi Kompleks
Wak tu
3x50 menit
Mat eri Pokok
Materi pada paket ini meliputi:
1. Transformasi = sin
2. Transformasi = cos
Lan gkah-langkah Perkuliahan
Keg iatan Awal (35 menit)
1 . Menjelaskan kompetensi dasar
2 . Menjelaskan indikator
3 . Apersepsi transformasi = sin dan = cos
4 . Memotivasi mahasiswa bahwa materi yang akan dipelajari sangat
bermanfaat untuk mempelajari materi berikutnya
Keg iatan Inti (100 menit)
1. Dosen menjelaskan beberapa konsep penting yang diperlukan dalam
menyelesaikan LK. Mahasiswa menyimak penjelasan dosen dengan
bantuan uraian materi pada paket 11.
2. Dosen membagi meminta mahasiswa berkumpul dengan kelompoknya
untuk mendiskusikan bagaimana konsep pemetaan dan transformasi
pada fungsi kompleks sesuai dengan langkah-langkah yang ada di LK.
112
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Transformasi w = sin z dan w = cos z
3. Dosen membimbing mahasiswa selama proses diskusi. Mahasiswa
berdiskusi dengan anggotanya dan bertanya pada dosen jika ada materi
yang tidak dipahami. Masing-masing pasangan harus benar-benar
memahami keseluruhan hasil diskusi karena perwakilan pasangan akan
presentasi di depan kelas dipihak secara acak.
4 . Dosen memanggil anggota dengan no.urut tertentu pada salah satu
kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
5 . Selesai presentasi, kelompok lain memberikan klarifikasi
6 . Penguatan hasil diskusi dari dosen
7 . Dosen memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menanyakan
sesuatu yang belum paham atau menyampaikan konfirmasi
Keg iatan Penutup (10 menit)
1 . Menyimpulkan hasil perkuliahan
2 . Memberi dorongan psikologis/saran/nasehat
3 . Refleksi hasil perkuliahan oleh mahasiswa
Keg iatan Tindak Lanjut (5 menit)
1 . Memberi tugas latihan
2 . Mempersiapkan perkuliahan selanjutnya.
Lem bar Kegiatan Mahasiswa
Memetakan penggal garis dibawah pemetaan = sin
Tuju an
Mahasiswa dapat memetakan penggal garis yang diberikan dibawah
peme taan = sin
Bahan dan alat
Lembar kegiatan, kertas HVS, Kertas Plano, Spidol
113
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Transformasi w = sin z dan w = cos z
Langkah-langkah kegiatan
1. Masing kelompok mendapatkan tugas untuk
a. Buktikan bahwa dibawah = sin , sepanjang penggal garis
mendatar
2 2
= ≠ 0, 2 − ≤ ≤ 2 +
Dipetakan ke setengah bagian atas atau setengah bagian bawah
ellips
2 2
cosh 2 + sinh 2 = 1
Tergantung > 0 dan < 0
b. Dibawah = sin , sebarang garis tegak
= , ≠ 2 , =
Dipetakan ke setengah sebelah kanan atau setengah sebelah kiri
hiperbola
2 2
sin 2 + cos 2 = 1
Tergantung pada apakah 2 < < 2 + atau 2 − <
< 2
2. Secara berkelompok mendiskusikan permasalahan yang diberikan.
3. Kelompok yang mendapatkan giliran mempresentasikan hasil
diskusinya didepan kelas.
114
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Transformasi w = sin z dan w = cos z
Ura ian Materi
TRANSFORMASI = dan =
Tran sformasi =
Pada fungsi
= sin = cos
sin dapat diuraikan menjadi
sin = sin cosh + sinh cos
Sehi ngga diperoleh persamaan
= sin cosh = sinh cos
Persa maan diatas dijadikan pedoman untuk mengenal sifat-sifat pemetaan
fung si sinus. Dimulai dengan beberapa contoh
Perhatikan interval berikut
2
− 2 ≤ ≤ , = 0
Jika = 0, maka cosh = 1 dan sinh = 0, sehingga untuk sebarang titik
pada interval yang diberikan diperoleh
= sin = 0
berubah-ubah antara – /2 dan /2 maka nilai sin berubah-ubah
Karena
anta ra −1 dan 1 . Akibatnya, dibawah = sin , interval yang diberikan
dipet akan ke = 0,
−1 ≤ ≤ 1,
Pada bidang . Lihat gambar 11.11.
Menggunakan penalaran yang sama , dapat ditunjukkan bahwa sumbu
nyata bidang dipetakan ke interval yang sama dengan contoh diatas yaitu
interval
−1 ≤ ≤ 1, = 0,
Pada bidang . Pemetaan sumbu nyata bidang menutup interval tak
berhingga kali
1 John D. Paliouras, Peubah Kompleks untuk Ilmuwan dan Insinyur (Jakarta: Erlangga, 1987),
105
115
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Transformasi w = sin z dan w = cos z
Gambar 11.1
Transformasi = sin
Pada contoh selanjutnya akan ditunjukkan bahwa sumbu khayal = 0
dipet akan ke sumbu khayal = 0, dibawah pemetaan sinus. Bila = 0, maka
= 0 = sinh
Kare na berubah-ubah dari −∞ ke ∞ pada sumbu khayal, maka = sinh
beru bah-ubah dari −∞ ke ∞. Sedangkan tetap berada pada 0. Artinya sumbu
= 0 dipetakan ke sumbu = 0 . Pada pemetaan ini separo bagian atas
dipet akan ke separo bagian atas dan separo bagian bawah dipetakan ke separo
bagia n bawah.
Tran sformasi =
Pada transformasi = cos , cos dapat diuraikan menjadi
cos = cos cosh − sin sinh
Dengan menggunakan identitas
2 �
cos = sin � +
Dapat diketahui sifat-sifat pemetaan cos . Yaitu melalui gabungan
pemetaan
2
= + = sin
116
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Transformasi w = sin z dan w = cos z
= 0
Contoh 11.1
Tent ukan bayangan interval
: − ≤ ≤ 0,
Diba wah pemetaan = sin � + 2 �
Peny elesaian
Inter val
: − ≤ ≤ 0, = 0
diba wah pergeseran = +
2
Dipe takan ke ′: − ≤ ( ) ≤ , ( ) = 0
2 2
Selan jutnya dibawah
= sin
′ di petakan ke
′′: −1 ≤ ≤ 1, = 0.
Akhi rnya disimpulkan bahwa dibawah = cos , interval − ≤ ≤ 0, = 0.
dipet akan ke −1 ≤ ≤ 1, = 0.
Ran gkuman
Dari berbagai paparan di atas, maka pada bagian ini dapat dikerucutkan
dalam beberapa kesimpulan sebagai berikut.
1. si n dapat diuraikan menjadi
sin = sin cos h + sinh cos
Sehingga diperoleh persamaan
= sin cosh = sinh cos
2. Karena cos = sin � + 2 � sifat sifat pemetaan = cos dapat diperoleh
melalui gabungan pemetaan
= + = sin
2
117
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Transformasi w = sin z dan w = cos z
Lati han
Jawa blah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
1 . Tunjukkan bahwa setiap interval berikut dipetakan dibawah = sin
ke interval
: −1 ≤ ≤ 1, = 0
3
a. − 2 ≤ ≤ − 2 , = 0
b. − ≤ ≤ 0, = 0
c. 0 ≤ ≤ , = 0
d. ≤ ≤ 3 , = 0
2 2
2 . Tentukan bayangan, dibawah = sin , persegi panjang pada gambar
berikut, dengan menentukan secara tepat bayangan ke enam titik
, , , , ,
Daftar Pustaka
Freit ag, Eberhard dan Busam, Rolf. Complex Analysis. Heidelberg: Springer,
2005.
Paliouras. John D, Peubah Kompleks untuk Ilmuwan dan Insinyur. Jakarta:
Erlangga, 1987.
Saff, E.B and A.D Snider. Fundamentals of complex Analysis with Apllication
to Engineering and Science, New Jersey: Pearson Education Inc, 2003
Wegener, Ingo. Complexity Theory Exploring the Limits of Efficient
Algorithms. Berlin: Springer, 2005
118
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Transformasi Konformal
Paket 12
TRANSFORMASI KONFORMAL
Pen dahuluan
Perkuliahan pada paket keduabelas ini difokuskan transformasi konformal.
Konsep umum keserupaan melingkupi topik-topik yang beraneka ragam, yang
langsung atau tidak langsung berhubungan dengan mata rantai yang paling
penting antara teori dan terapan. Oleh karena itu pemahaman terhadap materi
ini penting untuk ditekankan sebagai prasyarat untuk mempelajari paket-paket
selanjutnya.
Pada awal Paket 12 ini, mahasiswa diajak membuktikan teorema.
Selanjutnya membuktikan akibat teorema yang telah dibuktikan sebelumnya.
Setelah mengetahui akibat teorema mahasiswa membuat kesimpulan tentang
transformasi konformal.
Proses perkuliahan didesain dengan model kooperatif agar setiap
mahasiswa dalam kelompok termotivasi untuk terlibat secara aktif dalam
perk uliahan. Lembar kegiatan yang digunakan terdapat beberapa permasalahan
yang dikerjakan secara individu, kemudian didiskusikan secara berpasangan,
kemu dian dipresentasikan di depan kelas. Penyiapan media pembelajaran
dalam perkuliahan ini sangat penting. Perkuliahan ini memerlukan media
pemb elajaran berupa LCD dan laptop sebagai salah satu media pembelajaran
yang dapat mengefektifkan perkuliahan, serta kertas plano, spidol dan solasi
seba gai alat menuangkan hasil diskusi kelompok. Langkah tersebut diupayakan
untu k menggali ide-ide dan potensi kreatif mahasiswa-mahasiswi dalam
menj alin komunikasi sosial yang lebih efektif. Dari sini, peta pengetahuan dan
keter ampilan sosial mereka akan diketahu i untuk kemudian dilakukan diskusi
dan simulasi perkuliahan. Penggunaaan multi media dalam perkuliahan juga
diharapkan untuk mengoptimalisasi pencapaian kompetensi dasar dan indikator
yang telah ditargetkan.
119
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Transformasi Konformal
Ren cana Pelaksanaan Perkuliahan
Kom petensi Dasar
Men jelaskan kembali fungsi elementer beserta sifat operasinya.
Indi kator
Pada akhir perkuliahan mahasiswa-mahasiswi diharapkan mampu:
1. Menuliskan kembali macam fungsi elementer
2. Mengoperasikan fungsi-fungsi elementer
3. Menggunakan Transformasi Kompleks
Wak tu
3x50 menit
Mat eri Pokok
Materi pada paket ini meliputi:
1. Transformasi konformal
Lan gkah-langkah Perkuliahan
Keg iatan Awal (35 menit)
1 . Menjelaskan kompetensi dasar
2 . Menjelaskan indikator
3 . Apersepsi transformasi konformal
4 . Memotivasi mahasiswa bahwa materi yang akan dipelajari sangat
bermanfaat untuk mempelajari materi berikutnya
Keg iatan Inti (100 menit)
1 . Dosen menjelaskan beberapa konsep penting yang diperlukan dalam
menyelesaikan LK. Mahasiswa m enyimak penjelasan dosen dengan
bantuan uraian materi pada paket 12.
2. Dosen membagi meminta mahasiswa berkumpul dengan kelompoknya
untuk mendiskusikan bagaimana konsep pemetaan dan transformasi
pada fungsi kompleks sesuai dengan langkah-langkah yang ada di LK.
3. Dosen membimbing mahasiswa selama proses diskusi. Mahasiswa
berdiskusi dengan anggotanya dan bertanya pada dosen jika ada materi
120
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Transformasi Konformal
yang tidak dipahami. Masing-masing pasangan harus benar-benar
memahami keseluruhan hasil diskusi karena perwakilan pasangan akan
presentasi di depan kelas dipihak secara acak.
4 . Dosen memanggil anggota dengan no.urut tertentu pada salah satu
kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
5 . Selesai presentasi, kelompok lain memberikan klarifikasi
6 . Penguatan hasil diskusi dari dosen
7 . Dosen memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menanyakan
sesuatu yang belum paham atau menyampaikan konfirmasi
Keg iatan Penutup (10 menit)
1 . Menyimpulkan hasil perkuliahan
2 . Memberi dorongan psikologis/saran/nasehat
3 . Refleksi hasil perkuliahan oleh mahasiswa
Keg iatan Tindak Lanjut (5 menit)
1 . Memberi tugas latihan
2 . Mempersiapkan perkuliahan selanjutnya.
Lem bar Kegiatan Mahasiswa
Membuktikan teorema pemetaan serupa dan akibat teorema
Tuju an
Mahasiswa dapat memahami konsep pemetaan konformal dari teorema dan
akiba t teorema yang diberikan
Baha n dan alat
Lembar kegiatan, kertas HVS, Kertas Plano, Spidol
Langkah-langkah kegiatan
1. Masing kelompok mendapatkan tugas untuk membuktikan teorema dan
akibat teorema
a. Teorema
Andaikan bahwa ( ) analitik pada 0 dan bahwa ′( 0) ≠ 0.
Misalkan adalah suatu kurva mulus melewati 0 dan
121
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Transformasi Konformal
misalkan ′ menunjukkan bayangan dibawah . Maka, jika
sudut inklinasi pada 0 adalah , maka sudut inklinasi ′
pada ( 0) adalah + arg ′( 0)
b. Akibat Teorema
Andaikan bahwa ( ) analitik pada 0 dan bahwa ′( 0) ≠ 0.
Misalkan dan adalah dua kurva mulus yang berpotongan
pada 0 dan membentuk sudut diukur dari ke
Maka, bayangannya, ′ dan ’, dibawah membentuk sudut
yang diukur dari ′ ke ′ sebesar . Secara singkat, dibawah ,
sudut perpotongan antara dan adalah tetap tak berubah
dalam besar dan arah.
2. Secara berkelompok mendiskusikan permasalahan yang diberikan.
3 . Kelompok yang mendapatkan giliran mempresentasikan hasil
diskusinya didepan kelas.
122
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Transformasi Konformal
Ura ian Materi
TRANSFORMASI KONFORMAL
Tran sformasi konformal
Konsep pemetaan konformal dapat dipikirkan sebagai interpretasi
geom etrik pada analitisitas. Aspek geometrik utama pada keserupaan ialah
kesamaan sudut dalam besar dan arahnya.
fungsi = ( ) analitik pada titik 0 dan andaikan bahwa
Misalkan analitik pada suatu lingkungan 0
′( ) ≠ 0 , maka menurut definisi
misa lkan . Pengembangan berikut berlaku didalam .
Andaikan suatu kurva mulus (yaitu kurva yang dapat dinyatakan secara
param etrik oleh dua fungsi yang dapat dideferensialkan = ∅( ), = ( )
pada interval ≤ ≤ ) melewati 0 dan bahwa suatu titik berubah-ubah
mend ekati 0 sepanjang . Dibawah , mempunyai bayangan ′ pada bidang
, d an karena mendekati 0 sepanjang , = ( ) mendekati 0 = ( 0)
sepa njang ′. Maka karena ′( 0) ada, diketahui bahwa
− 0
′( 0) = l →im 0 − 0
Yang dapat diungkapkan dengan
→ 0, − 0 → ′( 0)
− 0
arg − 0 → arg ′( 0)
artin ya − 0
Impl ikasinya
[arg( − 0) − arg( − 0)] → arg ′( 0)
Hubungan terakhir ini berlaku bagi kelipatan 2
123
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Transformasi Konformal
Gambar 12.1
Pemetaan ∅ = + arg ′ ( 0)
gambar 12.1 diatas 1 . Jika → 0 , garis sekan menuju , yang
Dari
meru pakan garis singgung pada 0, yang kehadirannya dijamin oleh definisi
kurv a mulus. Dengan melambangkan sudut inklinasi dengan , terlihat
bahw a → 0 , arg( − 0) →
Seda ngkan pada bidang
→ 0, → 0
Mak a garis sekan ′ menuju ′, yang merupakan garis singgung ′ pada 0.
Deng an melambangkan sudut inklinasi ′ dengan ∅ terlihat bahwa
→ 0 , arg(w − w0) → ∅
Sehi ngga dengan menggabungkan persamaan-persamaan diatas diperoleh
→ 0, (∅ − ) → arg ′( 0)
Deng an menggunakan limitnya diperoleh
∅ = + arg ′( 0)
Teor ema
Andaikan bahwa ( ) analitik pada 0 dan bahwa ′( 0) ≠ 0 . Misalkan
adalah suatu kurva mulus melewati 0 dan misalkan ′ menunjukkan bayangan
dibawah . Maka, jika sudut inklinasi pada 0 adalah , maka sudut
inklinasi ′ pada ( 0) adalah + arg ′( 0)
1 John D. Paliouras, Peubah Kompleks untuk Ilmuwan dan Insinyur (Jakarta: Erlangga, 1987),
117
124
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Transformasi Konformal
Dengan istilah yang berbeda, teorema diatas mengatakan bahwa setiap
mulus yang melewati 0 diputar dengan sudut samadengan arg ′( 0).
kurv a
Akib at dari teorema ini adalah sudut antara dua kurva mulus sebarang yang
berp otongan pada 0 akan tetap dalam besar dan arahnya oleh suatu pemetaan
ya ng analitik pada 0 dan yang turunannya tidak nol pada titik itu. Hal inilah
yang dimaksud dengan kesamaan sudut yang ditunjukkan di awal, dan suatu
fung si yang memiliki sifat ini dinamakan transformasi serupa atau pemetaan
serup a.
Akib at Teorema
Anda ikan bahwa ( ) analitik pada 0 dan bahwa ′( 0) ≠ 0. Misalkan dan
ad alah dua kurva mulus yang berpotongan pada 0 dan membentuk sudut
diuk ur dari ke
Mak a, bayangannya, ′ dan ’, dibawah membentuk sudut yang diukur dari
′ ke ′ sebesar . Secara singkat, dibawah , sudut perpotongan antara dan
ad alah tetap tak berubah dalam besar dan arah.
Akib at teorema ini terlihat jelas pada gambar 12.2 berikut:
Gambar 12.2
Pemetaan Serupa
Aspek geometrik pemetaan serupa bisa dilihat dari fungsi
− 0
→ 0, − 0 → ′( 0)
Artinya
→ 0, | − 0| → ′( 0)| − 0|
125
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Transformasi Konformal
Hdkieamslea binnaaindkbioenrngasartntain,|t d a a′(lta e m0rs)e|blidumitnitaamd| a a lka−han b 0irl|aasmnigoearnuppenamykabatenasakpreoalnsipitaipftaa|dn a ′k( o 0 0n).s|t.aJnaKd|oi n −ssteat ni 0at|pa,
panja ng dalam lingkungan 0 yang kecil diperbesar dengan faktor positif yang
sama . Akhirnya dikatakan sebagai pemetaan yang memelihara skala pada 0
dalam pengertian infinitsimal.
Ran gkuman
Dari berbagai paparan di atas, maka pada bagian ini dapat dikerucutkan
dalam beberapa kesimpulan sebagai berikut.
1. si n dapat diuraikan menjadi
2. A spek geometrik utama pada keserupaan ialah kesamaan sudut dalam besar
d an arahnya.
Lati han
Jawa blah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
1 . Gunakan fungsi = 2 titik 0 yang sesuai dan pilih dua kurva
sebarang untuk menggambarkan bahwa jika syarat ′( 0) ≠ 0 tidak
terpenuhi, maka keserupaan tidak terjadi
2 . Buktikan bahwa pemetaan linear = + , ≠ 0 memutar setiap
kurva pada bidang datar dengan sudut sama dengan arg
Daftar Pustaka
Freit ag, Eberhard dan Busam, Rolf. Comp lex Analysis. Heidelberg: Springer,
2005.
Paliouras. John D, Peubah Kompleks untuk Ilmuwan dan Insinyur. Jakarta:
Erlangga, 1987.
Saff, E.B and A.D Snider. Fundamentals of complex Analysis with Apllication
to Engineering and Science, New Jersey: Pearson Education Inc, 2003
126
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Deret Fungsi Kompleks
Paket 13
DERET FUNGSI KOMPLEKS
Pen dahuluan
Perkuliahan pada paket ketigabelas ini difokuskan pada deret fungsi
kompleks. Seperti halnya dalam bilangan riil, dalam bilangan kompleks juga
dikenal istilah barisan dan deret kompleks serta sifat-sifat kekonvergenannya.
Hal penting dalam bab ini yaitu setiap fungsi analitik dapat disajikan dalam
deret pangkat (deret Taylor, deret MacLaurin atau deret Laurent). Oleh karena
itu pemahaman terhadap materi ini penting untuk ditekankan sebagai prasyarat
untuk mempelajari paket-paket selanjutnya.
Pada awal Paket 13 ini, mahasiswa diajak mengenal kembali barisan dan
deret. Selanjutnya dibahas tentang deret pangkat, jari-jari kekonvergenan..
Setelah itu mahasiswa diajak untuk menyajikan fungsi-fungsi analitik dalam
deret pangkat.
Proses perkuliahan didesain dengan model kooperatif agar setiap
maha siswa dalam kelompok termotivasi untuk terlibat secara aktif dalam
perk uliahan. Lembar kegiatan yang digunakan terdapat beberapa permasalahan
yang dikerjakan secara individu, kemudian didiskusikan secara berpasangan,
kemu dian dipresentasikan di depan kelas. Penyiapan media pembelajaran
dalam perkuliahan ini sangat penting. Perkuliahan ini memerlukan media
pemb elajaran berupa LCD dan laptop sebagai salah satu media pembelajaran
yang dapat mengefektifkan perkuliahan, serta kertas plano, spidol dan solasi
seba gai alat menuangkan hasil diskusi kelompok. Langkah tersebut diupayakan
untu k menggali ide-ide dan potensi kreatif mahasiswa-mahasiswi dalam
menj alin komunikasi sosial yang lebih efe ktif. Dari sini, peta pengetahuan dan
keterampilan sosial mereka akan diketahui untuk kemudian dilakukan diskusi
dan simulasi perkuliahan. Penggunaaan multi media dalam perkuliahan juga
diharapkan untuk mengoptimalisasi pencapaian kompetensi dasar dan indikator
yang telah ditargetkan.
127
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Deret Fungsi Kompleks
Ren cana Pelaksanaan Perkuliahan
Kom petensi Dasar
Men yajikan Fungsi Analitik dalam Deret
Indi kator
Pada akhir perkuliahan mahasiswa-mahasiswi diharapkan mampu:
1. Mengerti definisi barisan dan deret pangkat beserta sifat
kekonvergenannya.
2. Menyajikan fungsi analitik dalam deret Taylor, deret MacLaurin atau
deret Laurent.
Wak tu
3x50 menit
Mat eri Pokok
Materi pada paket ini meliputi:
1. Barisan
2. Deret
3. Konvergen
4. Deret Taylor
5. Deret Maclaurin
6. Deret Laurent
Lan gkah-langkah Perkuliahan
Kegiatan Awal (35 menit)
1. Menjelaskan kompetensi dasar
2. Menjelaskan indikator
3. Apersepsi transformasi konformal
4. Memotivasi mahasiswa bahwa materi yang akan dipelajari sangat
bermanfaat untuk mempelajari materi berikutnya
128
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Deret Fungsi Kompleks
Keg iatan Inti (100 menit)
1 . Dosen menjelaskan beberapa konsep penting yang diperlukan dalam
menyelesaikan LK. Mahasiswa menyimak penjelasan dosen dengan
bantuan uraian materi pada paket 13.
2 . Dosen membagi meminta mahasiswa berkumpul dengan kelompoknya
untuk mendiskusikan bagaimana konsep pemetaan dan transformasi
pada fungsi kompleks sesuai dengan langkah-langkah yang ada di LK.
3 . Dosen membimbing mahasiswa selama proses diskusi. Mahasiswa
berdiskusi dengan anggotanya dan bertanya pada dosen jika ada materi
yang tidak dipahami. Masing-masing pasangan harus benar-benar
memahami keseluruhan hasil diskusi karena perwakilan pasangan akan
presentasi di depan kelas dipihak secara acak.
4 . Dosen memanggil anggota dengan no.urut tertentu pada salah satu
kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
5 . Selesai presentasi, kelompok lain memberikan klarifikasi
6 . Penguatan hasil diskusi dari dosen
7 . Dosen memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menanyakan
sesuatu yang belum paham atau menyampaikan konfirmasi
Keg iatan Penutup (10 menit)
1 . Menyimpulkan hasil perkuliahan
2 . Memberi dorongan psikologis/saran/nasehat
3 . Refleksi hasil perkuliahan oleh mahasiswa
Keg iatan Tindak Lanjut (5 menit)
1 . Memberi tugas latihan
2 . Mempersiapkan perkuliahan selanjutnya.
Lembar Kegiatan Mahasiswa
Membuktikan teorema pemetaan serupa dan akibat teorema
Tujuan
Mahasiswa dapat memahami konsep pemetaan konformal dari teorema dan
akibat teorema yang diberikan
129
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Deret Fungsi Kompleks
Bahan dan alat
Lembar kegiatan, kertas HVS, Kertas Plano, Spidol
Lang kah-langkah kegiatan
1 . Masing kelompok mendapatkan tugas untuk menentukan deret
MacLaurin dan deret Laurent dari
a. f (z) = 1
1− z2
b. f (z) = 4
1− z4
c. f (z) = z + 1
z −1
2 . Secara berkelompok mendiskusikan permasalahan yang diberikan.
3 . Kelompok yang mendapatkan giliran mempresentasikan hasil
diskusinya didepan kelas.
130
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Deret Fungsi Kompleks
Ura ian Materi
DERET FUNGSI KOMPLEKS
Baris an dan Deret Bilangan Kompleks
Barisan bilangan kompleks merupakan fungsi yang memetakan setiap
bilan gan bulat positif n dengan suatu bilangan kompleks. Notasi barisan
bilangan kompleks :
zn atau { zn } = { z1, z2 , z3 ,K , zn }, n ≥1.
Barisan zn konvergen jika ada z∈C sehingga lim z n =z . Jika
n→∞
∀ε > 0 , ∃n0 ∈ N sehingga zn − z < ε untuk n ≥ n0 .
Seperti halnya dalam barisan bilangan riil, pada bilangan kompleks
berlaku beberapa teorema berikut.
Teor ema 13.1
Jika zn = xn + i yn dengan xn ∈ ℜ dan yn ∈ ℜ , maka zn konvergen ke
z = a + i b jika dan hanya jika xn konvergen ke a dan yn konvergen
ke b .
Teor em 13.2
Jika zn dan wn berturut-turut konvergen ke z dan w , dan c konstanta
kom pleks, maka
1. zn + wn konvergen ke z + w .
2. c zn konvergen ke c z .
3. zn wn konvergen ke z w .
131
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Deret Fungsi Kompleks
1 konvergen ke 1 asalkan zn ≠ 0 dan z ≠0 untuk setiap n.
zn z
4.
∑ ∞ zn dengan suku-suku deret yaitu
Diberikan deret bilangan kompleks
n =1
z1, z 2 , z3 ,K . Misalkan,
S1 = z1 merupakan jumlah suku pertama
merupakan jumlah dua suku pertama
S2 = z1 + z2
S3 = z1 + z2 + z3 merupakan jumlah tiga suku pertama
M
Sn = z1 + z2 + K + zn merupakan jumlah n suku pertama
Bilan gan S menyatakan jumlah deret di atas apabila lim Sn = S . Jadi
n→∞
∞
∑deret
zn konvergen ke S jika dan hanya jika lim Sn = S , dan ditulis
n =1 n→∞
∑∞
z n = S .
n =1
Teor ema 13.3
∞
∑Dibe rikan deret bilangan kompleks zn dengan zn = xn + i yn , xn dan
n =1
yn bilangan riil, maka berlaku sifat-sifat berikut :
∞ ∞∞
∑ ∑ ∑1. zn konvergen ⇔ xn dan yn konvergen.
n =1 n =1 n =1
∞
∑2. zn konvergen ⇒ lim zn =0.
n =1 n→∞
132
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Deret Fungsi Kompleks
∞
∑
zn konvergen ⇒ terdapat bilangan riil M sehingga
3.
n =1
zn ≤ M ,∀n∈ N .
∞ ∞
∑ ∑4 . zn konvergen ⇒ zn konvergen .
n =1 n =1
∞
∑ Seperti dalam deret bilangan riil, kekonvergenan deret zn dapat diuji
n =1
deng an beberapa uji kekonvergenan berikut.
∞
∑1. zn konvergen ⇒ lim z n = 0.
n =1 n→∞
∞
∑ lni→m∞ zn ≠ 0
⇒ zn divergen.
n =1
∑ ∑ ∞ ∞
2. zn konvergen ⇒ zn konvergen mutlak.
n=1 n =1
∑ ∑ ∑∞
z n ∞ divergen ∞ konvergen bersyarat.
=1 konvergen dan zn ⇒ zn
n
n=1 n =1
∞∞
∑ ∑3. zn konvergen mutlak ⇒ zn konvergen.
n =1 n =1
4. U ji Banding
∞∞
∑ ∑zn ≤ bn dan bn konvergen ⇒ zn konvergen.
n=1 n =1
∞∞
∑ ∑an ≤ zn dan an divergen ⇒ zn divergen.
n=1 n=1
5. Ratio Test
133
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Deret Fungsi Kompleks
∑ ∞
zn konvergen mutlak
L < 1,
n=1
∞
lim zn+1 = L ∑⇒
z n←∞ L > 1, zn divergen
n n=1
L = 1, uji gagal
6. R oot Test
∞
∑ zn konvergen mutlak
L < 1,
lim ∑ n=1
∞
n zn =L ⇒ L > 1, zn divergen
n←∞ n=1
L = 1, uji gagal
7. D eret Geometri
∞
∑B entuk umum : q n = 1 + q + q 2 + L
n=1
Jika q < 1 maka deret konvergen.
Jika q ≥ 1 maka deret divergen.
8. D eret
∑ ∞ 1 =1+ 1 + 1 +L
2p 3p
B entuk umum :
np
n=1
Jika p < 1 maka deret konvergen.
J ika p ≤ 1 maka deret divergen.
Deret Pangkat
Deret pangkat dalam z − z0 berbentuk :
∞
∑ an (z − z0 )n = a0 + a1 (z − z0 ) + a2 (z − z0 )2 + L
n=0
134
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Deret Fungsi Kompleks
deng an z bilangan kompleks, z0 bilangan kompleks sebarang yang disebut
pusa t deret, a0 , a1, a2 ,L konstanta kompleks yang disebut koefisien deret.
Apabila z0 = 0 diperoleh bentuk khusus dari suatu deret pangkat dalam
z ya itu
∞
∑ an z n = a0 + a1z + a2 z 2 + L
n=0
∞
∑Untu k setiap deret pangkat an (z − z0 )n terdapat bilangan tunggal ρ
n=0
deng an 0 ≤ ρ ≤ ∞ yang dinamakan jari-jari kekonvergenan deret. Sedangkan
z − z0 =ρ disebut lingkaran kekonvergenan deret.
Teor ema 13.4
∑ ∞ an (z − z0 )n . Jika lim an = ρ , dengan
Misa l diberikan deret pangkat n→∞ an+1
n=0
0 ≤ ρ ≤ ∞ maka ρ adalah jari-jari kekonvergenan.
Teor ema 13.5
∞ 1 = ρ , dengan
∑Misa l diberikan deret pangkat 1
an (z − z0 )n . Jika lim
an n
n=0 n→∞
0 ≤ ρ ≤ ∞ maka ρ adalah jari-jari kekonvergenan.
Sifat jari-jari kekonvergenan deret pangkat.
1. Jika ρ = 0 maka deret konvergen hanya di z = z0 (pusat deret).
2. Jika 0 < ρ < ∞ maka deret konvergen mutlak (atau konvergen ) untuk
setiap z dengan z − z0 < ρ dan deret divergen untuk setiap z dengan
z − z0 > ρ .
135
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Deret Fungsi Kompleks
3. J ika ρ = ∞ maka deret konvergen mutlak (atau konvergen ) untuk setiap
z dengan z − z0 < ∞ .
Deret Taylor dan Maclaurin
Suatu fungsi f (z) tidak dapat direpresentasikan dalam dua deret pangkat
deng an pusat deret yang sama. Apabila f (z) dapat dinyatakan dalam deret
pang kat dengan pusat z0 , maka deret tersebut tunggal. Setiap fungsi analitik
dapa t disajikan dalam deret pangkat. Apabila f (z) analitik di dalam lingkaran
C m aka f (z) dapat disajikan dalam deret Taylor atau deret MacLaurin
berg antung pada pusat deretnya. f (z) analitik di dalam C
C
r0
• z0
Gambar 13.1
Lingkaran C dengan pusat deret z0
Jika f (z) analitik di dalam lingkaran C yang berpusat di z0 dan berjari-
jari r0 ( lihat Gambar 5.1 ), maka untuk setiap titik z di dalam C berlaku
∞ (n) (z0 )
n!
f (z0) +
n =1
∑ f (z) = f (z − z0 )n . (13.1)
Persa maaan diatas disebut deret Taylor dar i f (z) di sekitar titik z0
Jika pada persamaan (13.1), z0 = 0 maka untuk setiap titik z di dalam C
berlaku
∑∞ f (n) (0) z n . (13.2)
f (z) = f (0) +
n=1 n!
Persamaan ini disebut deret MacLaurin dari f (z) .
136
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Deret Fungsi Kompleks
Dere t Laurent
Apabila f (z) tidak analitik di z0 , tetapi f (z) analitik untuk setiap z di
dalam annulus R2 < z − z0 < R1 , maka f (z) dapat diekspansi dalam deret
Laur ent.
Jika f (z) analitik di dalam annulus R1 < z − z0 < R2 , dan C sebarang
linta san tertutup sederhana di dalam annulus R1 < z − z0 < R2 yang
meng elilingi z0 , maka untuk setiap z di dalam R1 < z − z0 < R2 , f (z)
dapa t dinyatakan sebagai
∑ ∑ ∞ ∞ bn
n=0 n=1 (z − z0 )n
f (z) = an ( z − z0 )n + (13.3)
den gan
1 f (z)
2π C ( z − z0 ) n+1
∫ an = i dz , n = 0, 1, 2, K
∫ bn = 1 i f (z) , n =1, 2,3, K
2π C ( z − z0 ) −n+1 dz
(13.4)
Persamaan (5.2) sering ditulis dengan
∞
∑ f (z) = cn ( z − z0 )n
n=−∞
∫ cn = 1 i f (z) , n = 0, ± 1, ± 2, K
2π C ( z − z0 )n+1 dz
dengan
Ruas kanan persamaan (13.3) dan (13.4) disebut deret Laurent f (z)
dalam annulus R1 < z − z0 < R2 .
Apabila f (z) analitik untuk z − z0 < R2 , maka
1 f (z) f n (z0 ) 1 f (z)
2π C ( z − z0 ) n+1 n! 2π i C ( z − z0 ) −n+1
∫ ∫an
= i dz = dan bn = dz = 0 ,
137
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Deret Fungsi Kompleks
∞ f n (z0 )
n!
f (z) =
n=0
sehin gga persamaan (13.3) menjadi deret Taylor (z − z0 )n
∑
Jadi deret Taylor merupakan kejadian khusus dari deret Laurent.
Cont oh 13.1
Tentukan deret MacLaurin dan deret Laurent dari
f (z) = 1
(z −1) (z − 2)
Peny elesaian :
f = (z 1 − 2) = − (z 1 + (z 1 2)
−1) (z − 1) −
( z )
Titik singular f (z) yaitu z = 1 dan z = 2 .
Dibu at annulus 1 < z < 2 , sehingga dapat diperoleh deret MacLaurin untuk
z < 1 dan deret Laurent untuk 1 < z < 2 dan z > 2 .
a. Deret MacLaurin untuk z < 1 . f (z) analitik untuk z < 1 ,
sehingga
f (z) = − 1 + 1 = 1 − 1 1
(z −1) (z − 2) 1 − z 2 1 − z 2
∑ ∑ = ∞ zn ∞ zn , z <1
n=0 2 n+1
−
n=0
b. Deret Laurent untuk 1 < z < 2 . f (z) analitik untuk
1< z < 2.
f (z) = − 1 + 1 .
(z −1) (z − 2)
138
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Deret Fungsi Kompleks
1 −1 1 −1 ∞ 1 n , 1 <1
z −1 z z z
∑− = = n =0
1 − 1 z , z <1
z 2
∑∞ 1 , 1< z
=−
z n+1
n=0
1 −1 1 1 ∞ z n
J adi, −2∑z= 2 = − 2
1 − z 2 n =0
2
∑∞ zn , z <2
2 n+1
=−
n=0
f (z) = 1 = − 1 + 1
(z −1) (z − 2) (z −1) (z − 2)
∑ ∑∞ 1 ∞ zn , 1< z < 2.
z n+1 2 n+1
=− −
n=0 n=0
c. Deret Laurent untuk z > 2 . f (z) analitik untuk z > 2 .
f (z) = − 1 + 1 .
(z −1) (z − 2)
1 1 1 −1 ∞ 1 n , 1 <1
z −1 z z
∑− = − = n =0
z 1 − 1 z
z
∑∞ 1 , z >1
z n+1
=−
n=0
∑1 −1 1 −1 ∞ 2 n , 2 <1
z z z
z−2 = = n =0
1 − 2 z z
∑∞ 2n , z >2
z n+1
=−
n=0
139
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Deret Fungsi Kompleks
Jadi,
f (z) = 1 = − 1 + 1
(z −1) (z − 2) (z −1) (z − 2)
∑ ∑ ∞ 1 ∞ 2n , z > 2.
z n+1 z n+1
=− −
n=0 n=0
Ran gkuman
Dari berbagai paparan di atas, maka pada bagian ini dapat dikerucutkan
dalam beberapa kesimpulan sebagai berikut.
1. S etiap fungsi analitik dapat disajikan dalam deret pangkat (deret Taylor,
d eret MacLaurin atau deret Laurent) bergantung pada pusat deretnya.
2. A pabila f (z) tidak analitik di z0 , tetapi f (z) analitik untuk setiap z di
d alam annulus R2 < z − z0 < R1 , maka f (z) dapat diekspansi dalam
d eret Laurent.
Latihan
Jawa blah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
1 . Tentukan jari-jari kekonvergenan deret
∞ 3n 2 +n ∑ z∞ 2n+1
n=2 n2 −1
∑ a. (z + i)n b.
n=0 (2n + 1)!
2 . Tentukan deret Taylor dari fungsi berikut dengan pusat deret z0 .
a. f (z) = 1 , z0 = 1 + i
z+2
b. f (z) = 1 , z0 = 2 + 3i
z
c. f (z) = 1 , z0 = 1+ i
4 − 3z
140
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Deret Fungsi Kompleks
3 . Ekspansikan fungsi berikut dalam deret Laurent dengan pusat deret di
z0 .
a. f (z) = 1 , z0 = i
z2 +1
f (z) = 1
z 2 (1 + z)2
b. , z0 = 0
c. f (z) = z +1+ i , z0 = −i
(z + i)2
Daftar Pustaka
Freit ag, Eberhard dan Busam, Rolf. Complex Analysis. Heidelberg: Springer,
2 005.
Palio uras. John D, Peubah Kompleks untuk Ilmuwan dan Insinyur. Jakarta:
E rlangga, 1987.
Saff, E.B and A.D Snider. Fundamentals of complex Analysis with Apllication
to Engineering and Science, New Jersey: Pearson Education Inc, 2003
Weg ener, Ingo. Complexity Theory Exploring the Limits of Efficient
A lgorithms. Berlin: Springer, 2005
141
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Deret Fungsi Kompleks
142
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id