The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by muhammad.hikmal16, 2022-10-11 00:22:56

Fungsi Kompleks 2

Fungsi Kompleks 2

 

Turunan Fungsi Kompleks

  

  ( + ∆ ) −
  = ∆l i m→0
  ∆ ∆

  = ∆l i m→0 ∆
  =1

 

 

  d [c( f (z)] = cf ′(z)

3.
  dz

  d (z n ) = nz n−1, z ≠ 0, n ∈ Ζ
dz
4  .

 

Buk ti:

′(   ) = l →im 0 ( ) − ( 0)
  − 0

  − 0
− 0
  = l →im 0

  ( − 0)( −1 + −1 0 + ⋯ + 0 −2 + 0 −1)
− 0
  = l →im 0
  ( −1 + −1 0 + ⋯ + 0 −2 + 0 −1)
  = l →im 0

  = 0 −1

 

 

Teor ema

Anda  ikan bahwa dan dapat diturunkan pada setiap titik dalam himpunan
 
bahwa dapat diturunkan pada ( ) untuk setiap dalam , maka
dan
 

5  . d [ f (z) + g(z)] = f ′(z) + g′(z) 

dz

6. d [ f (z) − g(z)] = f ′(z) − g′(z)

dz

7. d [ f (z)g(z)] = f ′(z)g(z) + f (z)g′(z)

dz

43

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Turunan Fungsi Kompleks

  

 

8  . d  f (z)  = f ′(z)g(z) − f (z)g′(z)
dz  g(z) 
    [g ( z )]2

 

 

 

Contoh 4.2

 

Tent ukan turunan dari fungsi berikut:
1  . ( ) = (2 2 + )5

  f (z) = (z − i) pada i

2.
  z+i

Peny  elesaian :

1  . Dengan menggunakan aturan turunan (4) dan aturan rantai diperoleh

  f ′(z) = 5(2z 2 + i)4 .4z = 20z(2z 2 + i)4 .

 

2  . Dengan menggunakan aturan turunan (7) diperoleh

  f ′(z) = f ′(z)g(z) − f (z)g′(z) = 1( z + i) − (z − i)1 = 2i
  (z + i)2
[g ( z )]2 (z + i)2

 

Sehingga untuk z = i diperoleh

 

  f ′(i) = 2i = 2i = − 1 i .
  (i + i)2 4i 2 2

 

Atur an Rantai
Misa  lkan mempunyai turunan di 0 , dan mempunyai turunan di ( 0) .
Mak a fungsi ( ) = [ ( )] mempunyai turunan di 0 , dan turunannya

 

adala  h

  F′(z0 ) = g′[ f (z 0 )]. f ′(z0 ).

Dengan kata lain, jika = ( ) dan = ( ) = ( ) , maka menurut

aturan rantai

dW = dW dw .
dz dw dz

Contoh 4.3

44

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Turunan Fungsi Kompleks

  

  (2 2 + )5 dengan menggunakan aturan

Tent ukan turunan dari fungsi ( ) =

ranta  i!

 

Peny  elesaian:
Misa  lkan = 2 2 + dan = 5. Maka menurut aturan rantai

 

  = (5 4)(4 ) = 20 (2 2 + )4
  =

 

 

Ran gkuman
 
Dari berbagai paparan di atas, maka pada bagian ini dapat dikerucutkan
 

dalam beberapa kesimpulan sebagai berikut.

 

1. T urunan fungsi di 0, ditulis dengan f ′(z0 ) didefnisikan sebagai berikut:

  ′(z0 ) = lim f (z0 + ∆z) − f (z0 )
∆z
f  ∆z →0

 

jika limitnya ada.

 

2. N  otasi untuk turunan di adalah f ′(z) = d f (z) .
  dz

3. Ji ka mempunyai turunan di 0, dan mempunyai turunan di ( 0). Maka

fu  ngsi ( ) = [ ( )] mempunyai turunan di 0, dan turunannya adalah

F  ′(z0 ) = g′[ f (z0 )]. f ′(z0 ).

 

 

Latihan
 

Jawa blah pertanyaan-pertanyaan di bawah  ini!

1. Dengan menggunakan definisi turunan, carilah turunan dari:

a. ( ) = −1
b. ( ) = 6 + 2 3 − 3
c. ( ) = 3 2 − −1

2. Gunakan teknik turunan untuk menghitung turunan fungsi kompleks

berikut:
a. ( ) = (2 + 8)8(1 − 2 + 2)10

45

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Turunan Fungsi Kompleks

  

  b. ( ) = (2 + 8)8/(1 − 2 + 2)10
Tentukan ′( 0)
 

3  .
  a. ( ) = 3 2 − −1 0 =
b. ( ) = 3 + 2 − 3 0 = −1 +
 
4  . Buktikan bahwa jika ′( 0) ada, maka kontinu di 0
5  . Jika suatu fungsi ( ) = ( , ) + ( , ) mempunyai turunan, maka
  ′ diberikan oleh ′( ) = + atau ′( ) = −

  Perlihatkan kebenaran relasi ini dengan mendapatkan ′ untuk

  a. ( ) = 2

  b. ( ) = 3

  c. ( ) = −1

 

  Daftar Pustaka

Freit ag, Eberhard dan Busam, Rolf. Complex Analysis. Heidelberg: Springer,
2 005.

Jurus  an Matematika ITS, Seri Buku Ajar Kalkulus 1 . Surabaya: Jurusan
M  atematika FMIPA, 2005.

  John D, Peubah Kompleks untuk Ilmuwan dan Insinyur. Jakarta:

Paliouras.
E rlangga, 1987.

 

Saff, E.B and A.D Snider. Fundamentals of complex Analysis with Apllication
to  Engineering and Science, New Jersey: Pearson Education Inc, 2003

 

Weg ener, Ingo. Complexity Theory Exploring the Limits of Efficient
Algorithms. Berlin: Springer, 2005

 

 

 

 

  

46

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Persamaan Cauchy Riemann

  
 

  Paket 5
  PERSAMAAN CAUCHY RIEMANN

 
 

Pen dahuluan
 
Perkuliahan pada paket kelima ini difokuskan pada syarat perlu dan syarat
 

cukup yang merupakan prasyarat suatu fungsi kompleks terdeferensiabel.

 

Materi pada paket ini merupakan lanjutan dari paket keempat dan merupakan

 

bekal untuk materi pada paket-paket selanjutnya yaitu materi fungsi analitik.

 

Oleh karena itu pemahaman terhadap materi ini penting untuk ditekankan

 

sebagai prasyarat untuk mempelajari paket-paket selanjutnya.

 

Pada awal Paket 5 ini, dilakukan brainstormning kepada mahasiswa tentang

 

turunan fungsi kompleks. Selanjutnya mahasiswa akan dibimbing bahwa ada

 

suatu kondisi tertentu, syarat perlu dan syarat cukup, yang apabila dipenuhi

 

dapat mejamin adanya turunan pada fungsi kompleks yang dimaksud bahkan

 

titik-titik dimana turunan itu berada atau titik-titik yang menyebabkan fungsi

 

kompleks tersebut tidak dapat diturunkan.

 

  Proses perkuliahan didesain dengan model kooperatif agar setiap
maha  siswa dalam kelompok termotivasi untuk terlibat secara aktif dalam
perk uliahan. Lembar kegiatan yang digunakan terdapat beberapa permasalahan
yang  dikerjakan secara individu, kemudian didiskusikan secara berpasangan,
kemu  dian dipresentasikan di depan kelas. Penyiapan media pembelajaran
dalam  perkuliahan ini sangat penting. Perkuliahan ini memerlukan media
pemb  elajaran berupa LCD dan laptop sebagai salah satu media pembelajaran
yang  dapat mengefektifkan perkuliahan, serta kertas plano, spidol dan solasi
seba gai alat menuangkan hasil diskusi kelompok. Langkah tersebut diupayakan
untu k menggali ide-ide dan potensi k reatif mahasiswa-mahasiswi dalam
menjalin komunikasi sosial yang lebih efektif. Dari sini, peta pengetahuan dan
keterampilan sosial mereka akan diketahui untuk kemudian dilakukan diskusi
dan simulasi perkuliahan. Penggunaaan multi media dalam perkuliahan juga
diharapkan untuk mengoptimalisasi pencapaian kompetensi dasar dan indikator
yang telah ditargetkan.

47

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Persamaan Cauchy Riemann

  

 

Ren cana Pelaksanaan Perkuliahan

Kom  petensi Dasar

Men jelaskan konsep persamaan Cauchy-Riemann

 

Indi kator

 Pada akhir perkuliahan mahasiswa-mahasiswi diharapkan mampu:

1.  Menggunakan persamaan Cauchy Riemann untuk menyelesaikan

 turunan pada fungsi kompleks

2.  Mendapatkan turunan fungsi kompleks dengan persamaan cauchy-

 Riemann

 

Wak  tu

 3x50 menit

 

Mat eri Pokok
 
Materi pada paket ini meliputi:
 

1. Persamaan Cauchy Riemann

 

 

Lan gkah-langkah Perkuliahan
Keg iatan Awal (35 menit)

1  . Menjelaskan kompetensi dasar
2  . Menjelaskan indikator
3  . Apersepsi materi turunan fungsi kompleks menggunakan definisi.

4  . Brainstorming dengan mengerjakan soal sederhana, serta memotivasi

  mahasiswa bahwa dapat dikonstruksi suatu syarat perlu dan syarat

  cukup yang menjamin adanya turunan pada suatu fungsi kompleks.

   

Kegiatan Inti (100 menit)

1. Dosen menjelaskan beberapa konsep penting yang diperlukan dalam

menyelesaikan LK. Mahasiswa menyimak penjelasan dosen dengan

bantuan uraian materi pada paket 5.

2. Dosen membagi meminta mahasiswa berkumpul dengan kelompoknya

untuk mendiskusikan bagaimana konsep turunan pada fungsi kompleks

sesuai dengan langkah-langkah yang ada di LK.

48

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Persamaan Cauchy Riemann

  
 

3. Dosen membimbing mahasiswa selama proses diskusi. Mahasiswa

 

  berdiskusi dengan anggotanya dan bertanya pada dosen jika ada materi
  yang tidak dipahami. Masing-masing pasangan harus benar-benar
  memahami keseluruhan hasil diskusi karena perwakilan pasangan akan
  presentasi di depan kelas dipihak secara acak.
4  . Dosen memanggil anggota dengan no.urut tertentu pada salah satu
  kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
5  . Selesai presentasi, kelompok lain memberikan klarifikasi
6  . Penguatan hasil diskusi dari dosen
7  . Dosen memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menanyakan
  sesuatu yang belum paham atau menyampaikan konfirmasi

 

Keg iatan Penutup (10 menit)

1  . Menyimpulkan hasil perkuliahan
2  . Memberi dorongan psikologis/saran/nasehat
3  . Refleksi hasil perkuliahan oleh mahasiswa

 

Keg iatan Tindak Lanjut (5 menit)

1  . Memberi tugas latihan
2  . Mempersiapkan perkuliahan selanjutnya.

 
 

Lem  bar Kegiatan Mahasiswa

 Membuktikan syarat perlu dan syarat cukup agar suatu fungsi memiliki
turun  an.

 

Tuju  an
 Mahasiswa dapat membuktikan teo rema-teorema yang menjadi syarat

perlu dan syarat cukup suatu fungsi memiliki turunan.

Bahan dan alat
Lembar kegiatan, kertas HVS, Kertas Plano, Spidol

49

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Persamaan Cauchy Riemann

  

 

Langkah-langkah kegiatan

 

1. Masing kelompok mendapatkan tugas untuk membuktikan teorema-

 

  teorema yang menjadi syarat perlu dan syarat cukup agar suatu fungsi
  memiliki turunan.
  a. Teorema
  Diketahui ( ) = ( , ) + ( , ), andaikan bahwa
  i. ( , ), ( , ) dan semua turunan parsialnya , ,

  kontinu di semua titik dalam suatu

  lingkungan bagi titik 0 = ( , ).

  ii. Pada titik 0, = dan = −

  Maka ′( 0) ada, dan 
 
′ = + = −

  b. Teorema
  Andaikan bahwa fungsi ( ) = ( , ) + ( , ) mempunyai

  turunan pada suatu titik 0 = ( , )

  Maka pada titik itu

  ′ = + = −

 

  Jadi = = −

 
 

2  . Secara berkelompok mendiskusikan permasalahan yang diberikan.
3  . Kelompok yang mendapatkan giliran mempresentasikan hasil
  diskusinya didepan kelas.

 

 

  

50

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Persamaan Cauchy Riemann

  

 

Ura ian Materi

 

  PERSAMAAN CAUCHY RIEMANN

 

 

Persa  maan Cauchy Riemann

  Dalam paket ini akan dikembangkan syarat perlu dan syarat cukup agar

suatu  fungsi yang diberikan mempunyai turunan. Untuk mengembangkan

syara  t ini bisa didekati melalui dua teorema. Teorema yang pertama
mele ngkapi syarat cukup yang jika dipenuhi akan menjamin adanya turunan

 

fungsi tersebut. Teorema ini juga menunjukkan titik-titik dimana turunan itu

 

terdefnisikan dan titik-titik dimana turunan itu tidak terdefinisikan. Teorema

 

yang  kedua memberikan rumus untuk turunan, jika turunan itu ada. Teorema-

teore  ma tersebut adalah sebagai berikut

 

Teor ema 5.1

Dike tahui ( ) = ( , ) + ( , ), andaikan bahwa

1  . ( , ), ( , ) dan semua turunan parsialnya , ,

  kontinu di semua titik dalam suatu lingkungan bagi titik 0 = ( , ). 

2. Pada titik 0, = dan = −
  ada, dan
′( 0)
Mak a
  ′ = + = −

 

Teor ema 5.2
Anda  ikan bahwa fungsi ( ) = ( , ) + ( , ) mempunyai turunan pada

suatu  titik 0 = ( , )  

Maka pada titik itu

′ = + = −

Jadi
= = −

51

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Persamaan Cauchy Riemann

  

  diferensial parsial = = − kemudian dikenal

 Persamaan

deng an persamaan Cauchy-Riemann. Persamaan Cauchy–Riemann merupakan

persa  maan yang sangat penting pada analisis kompleks. Persamaan ini menjadi

pent ing karena persamaan ini digunakan untuk menguji keanalitikan suatu

fung si kompleks = ( ) = ( , ) + ( , ).

 

Cont  oh 5.1

 

Gunakan persaman Cauchy-Riemann untuk membuktikan bahwa turunan
( )  = 2 ada untuk semua dan bahwa ′( ) = 2 .

 

 

Peny  elesaian
Deng  an menuliskan dalam bentuk + diperoleh

  ( ) = 2 − 2 + 2

Jadi  

  ( , ) = 2 − 2 ( , ) = 2

  = 2 = 2
  = −2
  = 2

Enam  fungsi diatas jelas kontinu pada setiap titik = ( , ) pada bidang datar,

kemu  dian = = 2 = 2 = −

 

Untu  k semua ( , ). Ini berarti teorema 5.1 terpenuhi, artinya ′( ) ada untuk

semu  a . Hal ini berimplikasi pada terpenuhinya teorema 5.2 untuk semua .

Jadi  dapat disimpulkan bahwa

  ′( ) = + = 2 + 2 = 2( + ) =

 

  

Contoh 5.2

Tentukan titik-titik yang membuat ( ) = 2 − 2 mempunyai turunan.

Jika ′( )nya ada tentukan nilainya

Penyelesaian

Untuk ( ) = 2 − 2 maka

52

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Persamaan Cauchy Riemann

  

  ( , ) = 2 ( , ) = − 2
 
= 0
  = 2 = −2

  = 0

Enam  fungsi diatas jelas kontinu pada setiap titik = ( , ) pada bidang datar,

kemu  dian

  = = 2 = −2 = − = 0
 
Cauchy-Riemann akan terpenuhi jika 2 = −2 , dan hal
Persamaan
 
terpenuhi jika = − . Jadi menurut Teorema 5.1 ′ ada hanya
akan 
pada  titik-titik pada garis = − . Selanjutnya dengan teorema 5.2

dipe roleh bahwa

  ′ = + = 2 ′ = − = −2

 

Cont  oh 5.3

Perl ihatkan bahwa fungsi ( ) = cos − sin tidak mempunyai

dima  napun juga.

 

Peny  elesaian

Untu  k ( ) = cos − sin maka
  ( , ) = cos
  ( , ) = − sin
  = 0
= 0
  = − sin = − cos

Enam  fungsi diatas jelas kontinu pada setiap titik = ( , ) pada bidang datar,

kemu  dian persamaan \Cauchy-Riemann akan dipenuhi jika

  cos = 0 sin = 0

Tere penuhi secara simultan. Jelas hal ini tidak mungkin terjadi, oleh karena itu
dapa t disimpulkan bahwa ′ tidak ada pada  titik manapun.

53

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Persamaan Cauchy Riemann

  

 

Ran gkuman

 Dari berbagai paparan di atas, maka pada bagian ini dapat dikerucutkan

dalam  beberapa kesimpulan sebagai berikut.
1. P ersamaan diferensial parsial = = − kemudian dikenal

d engan persamaan Cauchy-Riemann

2. S uatu fungsi kompleks ( ) = ( , ) + ( , ) memiliki turunan jika
m  emenuhi persamaan Cauchy-Riemann dan turunannya adalah
  ′ = + = −

 

 

 

Lati han

Jawa blah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!

1  . Tentukan titik-titik yang membuat fungsi berikut mempunyai turunan

  dan apabila turunan itu ada, carilah turunan itu
  a. ( ) = + 2
  b. ( ) = 3
  c. ( ) = sin cosh + cos sinh
  d. ( ) = ̅
  e. ( ) = 2 2 + 3 3
2  . Andaikan bahwa ( ) = ( , ) + ( , ) dapat dideferensialkan

  pada suatu titik bukan nol. Maka buktikan bahwa pada titik itu bentuk

  kutub persamaan Cauchy-Riemannnya ialah

  . = . = −

 

 

  Daftar Pustaka

Freit ag, Eberhard dan Busam, Rolf. Comp  lex Analysis. Heidelberg: Springer,
2005.

Jurusan Matematika ITS, Seri Buku Ajar Kalkulus 1 . Surabaya: Jurusan
Matematika FMIPA, 2005.

Paliouras. John D, Peubah Kompleks untuk Ilmuwan dan Insinyur. Jakarta:
Erlangga, 1987.

54

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Fungsi Analitik dan Fungsi Harmonik

  

 

  Paket 6
  FUNGSI ANALITIK & FUNGSI HARMONIK

 

 

Pen dahuluan
 
Perkuliahan pada paket keenam ini difokuskan pada fungsi analitik, fungsi
 

menyeluruh, daerah analitisitas, titik singular dan harmonik sekawan. Materi

 

fungsi analitik bisa dikatakan sebagai konsep terpenting dalam teori peubah

 

kompleks. Fungsi-fungsi yang memiliki sifat analitik mewarisi suatu struktur

 

dalam yang sangat kokoh dan ini dimanifestasikan ke luar oleh sifat-sifat yang

 

dimiliki oleh fungsi-fungsi yang analitik. Oleh karena itu pemahaman terhadap

 

materi ini penting untuk ditekankan sebagai prasyarat untuk mempelajari

 

paket-paket selanjutnya.

 

Pada awal Paket 6 ini, mahasiswa diberikan bekal definisi tentang

 

keanalitikan suatu fungsi kompleks, syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh

 

siuatu fungsi sehingga dikatakan analitik. Selanjutnya mahasiswa diberikan

 

bekal tentang daerah analitisitas dan titik singular. Materi terakhir pada paket

 

ini m  embahas tentang syarat suatu fungsi dikatakan fungsi harmonik dan
fung si harmonik sekawan.

  Proses perkuliahan didesain dengan model kooperatif agar setiap
maha  siswa dalam kelompok termotivasi untuk terlibat secara aktif dalam
perk uliahan. Lembar kegiatan yang digunakan terdapat beberapa permasalahan
yang  dikerjakan secara individu, kemudian didiskusikan secara berpasangan,
kemu  dian dipresentasikan di depan kelas. Penyiapan media pembelajaran
dalam  perkuliahan ini sangat penting. Perkuliahan ini memerlukan media
pemb  elajaran berupa LCD dan laptop sebagai salah satu media pembelajaran
yang  dapat mengefektifkan perkuliahan, s  erta kertas plano, spidol dan solasi
sebagai alat menuangkan hasil diskusi kelompok. Langkah tersebut diupayakan
untuk menggali ide-ide dan potensi kreatif mahasiswa-mahasiswi dalam
menjalin komunikasi sosial yang lebih efektif. Dari sini, peta pengetahuan dan
keterampilan sosial mereka akan diketahui untuk kemudian dilakukan diskusi
dan simulasi perkuliahan. Penggunaaan multi media dalam perkuliahan juga
diharapkan untuk mengoptimalisasi pencapaian kompetensi dasar dan indikator
yang telah ditargetkan.

55

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Fungsi Analitik dan Fungsi Harmonik

  
 

Ren cana Pelaksanaan Perkuliahan

Kom  petensi Dasar

Men  jelaskan konsep dasar penurunan fungsi kompleks

 

Indi kator

 Pada akhir perkuliahan mahasiswa-mahasiswi diharapkan mampu:
1.  Menyelidiki keanalitikan suatu fungsi
2.  menentukan fungsi harmonik

 

Wak  tu

 3x50 menit

 

Mat eri Pokok

 Materi pada paket ini meliputi:
1.  Fungsi Analitik
2.  Titik Singular
3.  Fungsi Harmonik
4.  Fungsi Harmonik Sekawan

 

Lan gkah-langkah Perkuliahan
Keg iatan Awal (35 menit)

1  . Menjelaskan kompetensi dasar
2  . Menjelaskan indikator
3  . Apersepsi materi fungsi analitik.

 

4. Memotivasi mahasiswa bahwa materi yang akan dipelajari sangat

 

bermanfaat untuk pengembangan fungsi-fungsi analitik baik teori

 

mapupun penerapannya.

  

Kegiatan Inti (100 menit)

1. Dosen menjelaskan beberapa konsep penting yang diperlukan dalam
menyelesaikan LK. Mahasiswa menyimak penjelasan dosen dengan
bantuan uraian materi pada paket 6.

56

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Fungsi Analitik dan Fungsi Harmonik

  

 

2. Dosen membagi meminta mahasiswa berkumpul dengan kelompoknya

 

  untuk mendiskusikan bagaimana konsep keanalitikan fungsi kompleks
  sesuai dengan langkah-langkah yang ada di LK.
3  . Dosen membimbing mahasiswa selama proses diskusi. Mahasiswa
  berdiskusi dengan anggotanya dan bertanya pada dosen jika ada materi
  yang tidak dipahami. Masing-masing pasangan harus benar-benar
  memahami keseluruhan hasil diskusi karena perwakilan pasangan akan
  presentasi di depan kelas dipihak secara acak.
4  . Dosen memanggil anggota dengan no.urut tertentu pada salah satu

  kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya.

5  . Selesai presentasi, kelompok lain memberikan klarifikasi

6  . Penguatan hasil diskusi dari dosen

7  . Dosen memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menanyakan

  sesuatu yang belum paham atau menyampaikan konfirmasi

 

Keg iatan Penutup (10 menit)

1  . Menyimpulkan hasil perkuliahan
2  . Memberi dorongan psikologis/saran/nasehat
3  . Refleksi hasil perkuliahan oleh mahasiswa

 

Keg iatan Tindak Lanjut (5 menit)

1  . Memberi tugas latihan

2  . Mempersiapkan perkuliahan selanjutnya.

 

 

Lem  bar Kegiatan Mahasiswa

 Membuktikan syarat perlu dan syarat cukup agar suatu fungsi memiliki

turun  an.  

Tujuan
Mahasiswa dapat membuktikan teorema-teorema keanalitikan suatu fungsi

dan sifat-sifat dari fungsi analitik.

Bahan dan alat
Lembar kegiatan, kertas HVS, Kertas Plano, Spidol

57

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Fungsi Analitik dan Fungsi Harmonik

  

 

Langkah-langkah kegiatan

 

1. Masing kelompok mendapatkan tugas untuk membuktikan teorema-

 

  teorema tentang keanalitikan suatu fungsi dan sifat-sifatnya.
  a. Teorema
  Andaikan
  1. ( ) dan ( ) analitik pada himpunan .

  2. analitik pada setiap ( ) untuk semua dalam

  Maka jumlah, selisih, hasil kali, hasil bagi, dan gabungan

  (komposisi) dan juga merupakan fungsi analitik pada
  setiap titik di asalkan terdefinisikan.

 

  b. Teorema

  Misalkan ( ) = ( , ) + ( , ), Andaikan bahwa

  1. Fungsi-fungsi , dan turunan parsialnya
 
  , , kontinu disemua titik didalam suatu

  lingkungan tertentu dari titik 0.

  2. Persamaan Cauchy-Riemann = = −

  berlaku pada setiap titik di .

  Maka ( ) analitik pada 0

 

2  . Secara berkelompok mendiskusikan permasalahan yang diberikan.
3  . Kelompok yang mendapatkan giliran mempresentasikan hasil
  diskusinya didepan kelas.

 

 

 

  

58

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Fungsi Analitik dan Fungsi Harmonik

  

 

Ura ian Materi

 

  FUNGSI ANALITIK DAN FUNGSI HARMONIK

 

 

Fung  si Analitik

  Suatu fungsi ( ) dikatakan analitik (disebut juga dengan holomorfik
atau  regular atau monogenik) pada titik 0 , asalkan turunannya ada disemua
titik  pada suatu lingkungan 01 . Dari definisi tersebut terlihat bahwa ada

 

hubungan antara diferensiabilitas dan analitisitas suatu fungsi pada suatu titik.

 

Teta pi tetap ada perbedaan konsep diantara keduanya, analitisitas di 0
berim  plikasi diferensibilitas di 0 tetapi tidak sebaliknya.

  Diferensibilitas tidak berimplikasi pada pada analitisitas karena secara
umu m ′ boleh ada pada sebarang tipe himpunan bahkan pada titik terasing

atau  suatu penggal garis. Sedangkan analitisitas berhubungan sangat erat

deng an himpunan terbuka, hal ini sesuai dengan definisi analitisitas di 0 yang
meng  hendaki bahwa ′ harus ada pada lingkungan tertentu dari titik tersebut.

 

 
Contoh 6.1
 
  apakah fungsi ( ) = 2 − 2 analitik?
Teliti

 

Peny  elesaian

Pada  paket sebelumnya telah diketahui bahwa fungsi diatas memiliki turunan
hany a pada titik-titik di sepanjang garis = − . Setiap lingkungan bagi setiap
titik  pada garis itu memuat titik-titik yang berada diluar garis = − yang
meng  akibatkan ′ tidak ada. Hal ini men gakibatkan tidak analitik dimana-
mana, karena analitisitas pada suatu titik menuntut adanya ′ di seluruh

lingkungan pada titik tersebut.

1 John D. Paliouras, Peubah Kompleks untuk Ilmuwan dan Insinyur (Jakarta: Erlangga, 1987), 54

59

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Fungsi Analitik dan Fungsi Harmonik

  

 

Fung  si Menyeluruh
Jika   suatu fungsi analitik pada setiap titik dalam suatu himpunan , maka
fung si tersebut dikatakan analitik pada . Suatu fungsi yang analitik pada

selur uh bidang kompleks dinamakan fungsi menyeluruh. Fungsi polinomial

( )  = 0 + 1 + 2 2 + ⋯ + merupakan fungsi menyeluruh karena
′(  ) ada pada semua . Suatu fungsi yang terbentuk dari hasil bagi dua fungsi

meny  eluruh dinamakan fungsi meromorfik.

  Jika suatu fungsi analitik pada suatu titik, maka menurut definisi

 

fungsi tersebut analitik pada suatu himpunan terbuka yang memuat titik

 

tersebut. Dari kenyataan ini muncul suatu istilah untuk memberi nama bagi

 

kese luruhan titik pada bidang datar yang membuat analitik. Istilah tersebut

adala  h region of analyticity (daerah analitisitas)

 

Cont  oh 6.2

Telit i apakah fungsi ( ) = 3 − + 1
2 + 1
 

 

anali  t ik?

 

Peny  elesaian

 

Fungsi diatas adalah hasil bagi dua fungsi menyeluruh, karena pembilang dan

 

penyebutnya merupakan polinomial. Sesuai dengan teorema pada paket

 

sebe lumnya ′( ) ada untuk semua nilai , kecuali pada = ± yang tidak

terde  finisikan. Maka analitik pada semua kecuali di dan – .

 

Titik  Singular  

Suatu titik 0 dinamakan singularitas atau titik singular bagi fungsi jika
dan hanya jika gagal menjadi analitik pada 0 dan setiap lingkungan 0
memuat paling sedikit satu titik yang membuat analitik. Pada contoh 6.2,

analitik kecuali pada = ± . Jadi pada fungsi tersebut titik dan –

merupakan singularitas. Sedangkan fungsi pada contoh 6.1 tidak memiliki

60

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Fungsi Analitik dan Fungsi Harmonik

  

 

singu  laritas meskipun fungsi tersebut gagal menjadi analitik pada setiap titik
dalam  bidang datar.

 

Teor ema

Anda  ikan

1  . ( ) dan ( ) analitik pada himpunan .

2  . analitik pada setiap ( ) untuk semua dalam

Mak a jumlah, selisih, hasil kali, hasil bagi, dan gabungan (komposisi) dan
 
merupakan fungsi analitik pada setiap titik di asalkan terdefinisikan.
juga
 

(Bukti untuk latihan)

 

 

Teor ema

Misa  lkan ( ) = ( , ) + ( , ), Andaikan bahwa

3  . Fungsi-fungsi , dan turunan parsialnya , , kontinu

  disemua titik didalam suatu lingkungan tertentu dari titik 0. pada
4  . Persamaan Cauchy-Riemann = = − berlaku
  setiap titik di .

 

Mak  a ( ) analitik pada 0

(Buk  ti untuk latihan)

 

Teor ema

Anda  ikan fungsi ( ) = ( , ) + ( , ) analitik pada 0. Maka berlaku
 
  = = −

Pada  setiap titik di suatu lingkungan titik 0

  

Fungsi Harmonik
Fungsi yang analitik memiliki sifat yang istimewa yaitu jika analitik

pada titik 0, maka ′ juga analitik. Dari sifat ini selanjutnya dikembangkan
suatu teori yang menjadi penghubung antara teori dan terapan fungsi

kompleks.

61

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Fungsi Analitik dan Fungsi Harmonik

  

 

 Misalkan ( ) = + analitik pada 0; maka ′ juga analitik pada 0.
Sela njutnya karena ′′ adalah turunan dari ′ maka ′′ juga analitik pada 0
dan  demikian pula semua turunan . Karena fungsi yang diferensiabilitas juga
kont inu, maka ′, ′′, ′′′, … semua kontinu pada 0.

 Dari teorema pada paket sebelumnya diketahui bahwa turunan fungsi

kom pleks dapat dinyatakan dalam turunan parsial fungsi-fungsi komponennya.

Selan  jutnya, karena ′, ′′, ′′′, … kontinu pada 0, akibatnya turunan parsial
dari  fungsi dan untuk semua tingkat juga kontinu. Kenyataan ini berakibat
 
bahwa turunan parrsial silang tingkat dua adalah sama
 
  = =

Keny  ataan lain menunjukkan bahwa analitik pada 0, akibatnya

  = = −

deng an melakukan diferensiasi pada fungsi tersebut diperoleh

  = , = − , = , = −
 
Dengan melakukan substitusi diperoleh
 
  + = 0 + = 0

Persa  maan ini dikenal dengan persamaan Laplace. Sebarang fungsi ( , )

yang  memenuhi persamaan Laplace didalam suatu lingkungan titik 0 = ( , )

dikat  akan harmonik pada 0 , asal fungsi tersebut memiliki turunan parsial

tingk  at dua yang kontinu pada titik tersebut. Jadi, komponen-komponen nyata

dan  khayal fungsi analitik = + merupakan fungsi harmonik. Pasangan

fung si harmonik ini dinamakan fungsi harmonik sekawan.

  diberikan suatu fungsi harmonik , maka dapat diperoleh harmonik

Bila
 
  dan kemudian membentuk fungsi analitik ( ) = + . Proses
sekawannya

mem peroleh harmonik sekawan ini bisa dil ihat melalui contoh berikut:

Contoh 6.3
Carilah harmonik sekawan dari fungsi ( , ) =

Penyelesaian

62

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Fungsi Analitik dan Fungsi Harmonik

  

 

Perta  ma dicek apakah harmonik, dan karena = = 0 jelas bahwa
harm  onik. Selanjutnya akan dicari harmonik sekawannya yaitu ( , )

sehin  gga ( ) = + analitik.

Jika   analitik, maka persamaan Cauchy-Riemann terpenuhi. Karenanya =

, ha  ruslah = . Dengan integrasi diperoleh
 
  ( , ) = 1 2 + ℎ( )
2
Dari  hasil integrasi ini diperoleh = ℎ′( ). Karena analitik maka haruslah

=  − . Sedangkan ( , ) = , sehingga = . Artinya ℎ′( ) = − .

 

Deng  an integrasi diperoleh

  ℎ( ) = − 1 2 +
2
 
Jadi ( , ) = 1 2 − 1 2 +
 diperoleh 2 2

Oleh  karena itu

  = +

  = 1 2 +
  2

 

 

 

 

 

 

Ran gkuman

 Dari berbagai paparan di atas, maka pada bagian ini dapat dikerucutkan

dalam  beberapa kesimpulan sebagai berikut.
1. S uatu fungsi ( ) dikatakan analitik pa  da titik 0 , asalkan turunannya ada

disemua titik pada suatu lingkungan 0.

2. Suatu fungsi yang analitik pada seluruh bidang kompleks dinamakan fungsi

menyeluruh

3. Suatu titik 0 dinamakan singularitas atau titik singular bagi fungsi jika
dan hanya jika gagal menjadi analitik pada 0 dan setiap lingkungan 0
memuat paling sedikit satu titik yang membuat analitik.

63

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Fungsi Analitik dan Fungsi Harmonik

  

 

4. P ersamaan beikut ini dikenal dengan persamaan Laplace.
+ = 0 + = 0
 

5. S ebarang fungsi ( , ) yang memenuhi persamaan Laplace didalam suatu

li ngkungan titik 0 = ( , ) dikatakan harmonik pada 0 , asal fungsi

te  rsebut memiliki turunan parsial tingkat dua yang kontinu pada titik

te  rsebut

 

Lati han

 

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
 

1. Tentukan dan buktikan daerah analitisitas fungsi berikut:
  a. 2
  b. 3
  c. 2 − 1
 
  d. 2+
( 2+1)

  e. 2− 2(cos 2 + sin 2 )

  f. ( ̅)
2  . Diketahui ( ) = ( ), carilah titik-titik, jika ada, yang membuat ′
  ada. Apakah analitik dimana-mana?
3  . Buktikan bahwa bentuk kutub persamaan Laplace adalah

  2 + + = 0
4  . Bentuklah suatu fungsi analitik = + dengan mendapatkan fungsi
  harmonik sekawan bagi ( , ) = − .
 

 

  Daftar Pustaka

 

Freit ag, Eberhard dan Busam, Rolf. Comp  lex Analysis. Heidelberg: Springer,
2005.

Paliouras. John D, Peubah Kompleks untuk Ilmuwan dan Insinyur. Jakarta:
Erlangga, 1987.

Saff, E.B and A.D Snider. Fundamentals of complex Analysis with Apllication
to Engineering and Science, New Jersey: Pearson Education Inc, 2003

Wegener, Ingo. Complexity Theory Exploring the Limits of Efficient
Algorithms. Berlin: Springer, 2005

64

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Fungsi-fungsi Elementer

  
 

  Paket 7
  FUNGSI-FUNGSI ELEMENTER

 
 

Pen dahuluan
 
Perkuliahan pada paket ketujuh ini difokuskan pada definisi pemetaan dan
 

transformasi, serta memperkenalkan fungsi kompleks elementer tertentu

 

beserta sifat aljabar dan analitiknya. Materi fungsi-fungsi kompleks pada paket

 

ini hanya dasarnya saja, sifat-sifat pemetaan fungsi-fungsi ini akan dipelajari

 

pada paket-paket selanjutnya.. Oleh karena itu pemahaman terhadap materi ini

 

penting untuk ditekankan sebagai prasyarat untuk mempelajari paket-paket

 

selanjutnya.

 

Pada awal Paket 7 ini, mahasiswa diberikan bekal definisi tentang istilah

 

pemetaan dan transformasi. Selanjutnya mahasiswa diajak untuk menggali

 

definisi dan sifat-sifat yang melekat pada fungsi-fungsi elementer fungsi

 

kompleks.

 

Proses perkuliahan didesain dengan model kooperatif agar setiap

 

maha  siswa dalam kelompok termotivasi untuk terlibat secara aktif dalam
perk uliahan. Lembar kegiatan yang digunakan terdapat beberapa permasalahan
yang  dikerjakan secara individu, kemudian didiskusikan secara berpasangan,
kemu  dian dipresentasikan di depan kelas. Penyiapan media pembelajaran
dalam  perkuliahan ini sangat penting. Perkuliahan ini memerlukan media
pemb  elajaran berupa LCD dan laptop sebagai salah satu media pembelajaran
yang  dapat mengefektifkan perkuliahan, serta kertas plano, spidol dan solasi
seba gai alat menuangkan hasil diskusi kelompok. Langkah tersebut diupayakan
untu k menggali ide-ide dan potensi kreatif mahasiswa-mahasiswi dalam
menj  alin komunikasi sosial yang lebih efe ktif. Dari sini, peta pengetahuan dan
keterampilan sosial mereka akan diketahui untuk kemudian dilakukan diskusi
dan simulasi perkuliahan. Penggunaaan multi media dalam perkuliahan juga
diharapkan untuk mengoptimalisasi pencapaian kompetensi dasar dan indikator
yang telah ditargetkan.

65

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Fungsi-fungsi Elementer

  

 

Ren cana Pelaksanaan Perkuliahan

Kom  petensi Dasar
Men jelaskan kembali fungsi elementer beserta sifat operasinya.

 

Indi kator

 Pada akhir perkuliahan mahasiswa-mahasiswi diharapkan mampu:
1.  Menuliskan kembali macam fungsi elementer
2.  Mengoperasikan fungsi-fungsi elementer

 

Wak  tu

 3x50 menit

 

Mat eri Pokok

 Materi pada paket ini meliputi:
1.  Pemetaan dan Transformasi
2.  Fungsi Linier
3.  Fungsi Pangkat,
4.  Fungsi kebalikan,
5.  Fungsi Bilinear,
6.  Fungsi Exponensial,
7.  Fungsi Logaritmik

 

Lan gkah-langkah Perkuliahan
Keg iatan Awal (35 menit)

1  . Menjelaskan kompetensi dasar
2  . Menjelaskan indikator
3  . Apersepsi pemetaan dan transformasi
4  . Memotivasi mahasiswa bahwa m  ateri yang akan dipelajari sangat

bermanfaat untuk mempelajari materi berikutnya

Kegiatan Inti (100 menit)

1. Dosen menjelaskan beberapa konsep penting yang diperlukan dalam
menyelesaikan LK. Mahasiswa menyimak penjelasan dosen dengan
bantuan uraian materi pada paket 7.

66

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Fungsi-fungsi Elementer

  

 

2. Dosen membagi meminta mahasiswa berkumpul dengan kelompoknya

 

  untuk mendiskusikan bagaimana konsep pemetaan dan transformasi
  pada fungsi kompleks sesuai dengan langkah-langkah yang ada di LK.
3  . Dosen membimbing mahasiswa selama proses diskusi. Mahasiswa
  berdiskusi dengan anggotanya dan bertanya pada dosen jika ada materi
  yang tidak dipahami. Masing-masing pasangan harus benar-benar
  memahami keseluruhan hasil diskusi karena perwakilan pasangan akan
  presentasi di depan kelas dipihak secara acak.
4  . Dosen memanggil anggota dengan no.urut tertentu pada salah satu

  kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya.

5  . Selesai presentasi, kelompok lain memberikan klarifikasi

6  . Penguatan hasil diskusi dari dosen

7  . Dosen memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menanyakan

  sesuatu yang belum paham atau menyampaikan konfirmasi

 

Keg iatan Penutup (10 menit)

1  . Menyimpulkan hasil perkuliahan
2  . Memberi dorongan psikologis/saran/nasehat
3  . Refleksi hasil perkuliahan oleh mahasiswa

 

Keg iatan Tindak Lanjut (5 menit)

1  . Memberi tugas latihan

2  . Mempersiapkan perkuliahan selanjutnya.

 

 

Lem  bar Kegiatan Mahasiswa

 Membuktikan syarat perlu dan syarat cukup agar suatu fungsi memiliki

turun  an.  

Tujuan
Mahasiswa dapat membuktikan teorema-teorema keanalitikan suatu fungsi

dan sifat-sifat dari fungsi analitik.

Bahan dan alat
Lembar kegiatan, kertas HVS, Kertas Plano, Spidol

67

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Fungsi-fungsi Elementer

  
 

Langkah-langkah kegiatan

 

1. Masing kelompok mendapatkan tugas untuk mencari tahu tentang suatu

 

  fungsi dan sifat-sifat yang berkaitan dengan fungsi tersebut.
  a. Fungsi Linier
  b. Fungsi Pangkat,
  c. Fungsi kebalikan,
  d. Fungsi Bilinear,
  e. Fungsi Exponensial,
  f. Fungsi Logaritmik
2  . Secara berkelompok mendiskusikan permasalahan yang diberikan.
3  . Kelompok yang mendapatkan giliran mempresentasikan hasil
  diskusinya didepan kelas.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  

68

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Fungsi-fungsi Elementer

  

 

Ura ian Materi

 

  FUNGSI-FUNGSI ELEMENTER

 

 

Pem etaan

  Pada paket terdahulu telah dibahas geometri fungsi kompleks yang

dapa t dianalogikan dengan pengiriman titik-titik pada bidang ke titik-titik

pada  bidang . Lebih umum, suatu fungsi dapat dipikirkan sebagai proses yang

mem etakan sebagian bidang secara keseluruhan ke bidang . Hal ini
 
mengakibatkan munculnya istilah pemetaan dan transformasi sebagai nama
 
lain fungsi. Misalkan fungsi = 2 + memetakan = 1 − ke = − .
 dari
atau  kalimat fungsi = 2 + mentransformasikan bujur sangkar

menj adi bujursangkar ′ ′ ′ ′.

  Jika suatu fungsi memetakan 0 ke 0 , maka dikatakan bahwa 0

adala  h bayangan 0 dibawah dan 0 adalah pembayang 0 . Meskipun

defin  isi suatu fungsi lebih banyak berbicara tentang bayangan titik , titik

boleh  mempunyai lebih dari satu pembayang dibawah suatu fungsi. Misalkan

diba wah fungsi = 4 + 2, titik = 3 mempunyai empat pembayang yakni
 
=   −1, , − .
1,

  Pemetaan yang memiliki sifat tidak ada titik yang mempunyai lebih

dari  satu pembayang dinamakan pemetaan satu-satu. Jika tidak memiliki sifat

ini d isebut banyak ke satu. Dari penjelasan diatas dapat dijelaskan bahwa

satu-  satu jika 1 ≠ 2 maka ( 1) ≠ ( 2).

 

Inve rsi  

Sebelum mempelajari fungsi-fungsi elementer, terlebih dahulu

diperkenalkan secara singkat konsep inversi suatu fungsi. Menurut definisi,

( ) dinamakan inversi fungsi ( ) jika � ( )� = � ( )� = . Invers suatu

fungsi tidak harus sebuah fungsi, tetapi jika satu-satu maka inversinya biasa
ditulis −1 juga merupakan suatu fungsi. Misalkan ( ) = 3 − 5 .

69

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Fungsi-fungsi Elementer

  

  fungsi satu-satu. Dapat dilihat bahwa −1( ) = ( + 5 )/3 dengan

meru  pakan
mem eriksa bahwa � −1( )� = −1� ( )� =

 

Fung  si Linear

  Adalah sebuah fungsi yang berbentuk

  ( ) = +

deng an dan merupakan konstanta kompleks. Turunan dari fungsi ini adalah
′(  ) = yang terdefinisi pada setiap . Jadi fungsi linear meruupakan fungsi

 

meny  eluruh. Jika = 0 fungsi ini menjadi fungsi konstan, jika = 1dan = 0

fung si ini menjadi fungsi identitas.

  Fungsi linear merupakan fungsi satu-satu. Invers fungsi ini berbentuk

  = 1 −
 

yang  juga merupakan fungsi linear. Dan dapat dipikirkan sebagai pemetaan

dari  bidang kembali ke bidang .

 

Fung  si Pangkat

  Adalah sebuah fungsi yang berbentuk

  ( ) =
 
ini merupakan fungsi menyeluruh karena ′ ada dan terdefinisi untuk
Fungsi
 
  . Jika > 1, fungsi ini merupakan fungsi banyak ke satu. Akibatnya
semua

inver  sinya bukan merupakan fungsi.

 

Fung  si Kebalikan

  Adalah fungsi yang berbentuk

  ( )   1

=

Fungsi ini merupakan fungsi satu-satu, kecuali = 0 dan = 0 . Turunan

fungsi ini diberikan oleh ′ = −1/ 2 yang terdefinisi untuk semua kecuali

= 0. Jadi fungsi ini analitik pada semua kecuali pada pusat koordinat.

Dibawah fungsi ( ) = 1/ , jika dibiarkan → 0 , maka ( ) yang

bersesuaian akan menjadi bilangan yang modulusnya besar tak berbatas; jadi

70

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Fungsi-fungsi Elementer

  

 

untu k → 0 , | | menuju tak berhingga. Dengan titik tak berhingga dapat
dikat  akan bahwa dibawah fungsi kebalikan, bayangan = 0 adalah ( ) = ∞
dan p  embayang dari ( ) = 0 adalah = ∞.

 

Fung  si Bilinear

  Jika bilangan bulat tak negatif dan 0, 1, … , adalah konstanta

kom pleks maka fungsi ( ) = 0 + 1 + ⋯ + dinamakan suku banyak.
Jika   ( ) dan ( ) adalah dua suku banyak, maka fungsi
 
  ( ) = (( ))\

Yang  didefinisikan untuk semua asalkan ( ) ≠ 0 , dinamakan fungsi

rasio nal. Fungsi rasional merupakan fungsi analitik kecuali titik-titik yang

mem buat penyebutnya bernilai nol.

 

Salah satu fungsi rasional yang menarik adalah fungsi rasional yang
 
berbentuk
 
  ( ) = + ( − ≠ 0)
+
 
Dan dinamakan fungsi bilinear. Karena fungsi ini fungsi rasional maka, fungsi
 
bilin ear analitik kecuali di = − / . Jika = 0, maka fungsi biliner berubah

menj adi fungsi linear. Fungsi bilinear termasuk fungsi satu-satu. Titik =

− /  dipetakan ke titik = ∞ dan titik = ∞ dipetakan ke = / .

  Invers dari fungsi bilinear diperoleh melalui manipulasi aljabar

sede rhana. Invers tersebut diberikan oleh

  = − +
  −

Terli hat bahwa invers fungsi bilinear juga merupakan fungsi bilnear.

  

Fungsi Eksponensial

Fungsi eksponensial peubah kompleks = + didefinisikan

dengan
= (cos + sin )

Jika adalah khayal murni ( = 0), diperoleh
= cos + sin

71

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Fungsi-fungsi Elementer

  

  fungsi

Yang  merupakan rumus euler. Fungsi eksponensial merupakan

meny  eluruh, dan ( ) =

 

 

Sifat -sifat
  1. ≠ 0

  2. 0 = 1

  3. + =

  4. − = /

  5. ̅ = � � �

  6. = +2
  7. Jika = + , maka | | = dan arg( ) =

 

 

 

Fungsi Logaritmik
 
sebarang bilangan kompleks , ada log . Simbol ini membentuk
Untuk
 

perlu  asan bagi logaritma real ln . “jika adalah bilangan nyata positif,

maka  log = ln ”. Sifat-sifat yang dimiliki oleh ln juga dimiliki oleh log ,

khus usnya

  log( ) = log + log

dan  

  log( ) = log

Untu  k setiap bilangan kompleks , dan .

  = adalah bilangan kompleks yang diberikan, maka

Misalkan
  log = log( )

 

  = log +  log

= log + log

= log + ln

= ln +

= ln + arg

Berdasarkan sifat-sifat logaritma yang dimiliki oleh oleh log , diperoleh

log = ln| | + arg

72

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Fungsi-fungsi Elementer

  

  Berdasarkan uraian diatas didefinisikan logaritma

  log = ln| | + arg ≠ 0

Cont  oh 7.1

Tent ukan logaritma bilangan-bilangan = , 2, − , − 1

 

Peny  elesaian

  log = ln| | + arg = ln(1) + � 2 + 2 � = � 2 + 2 �
 

  log 2 = ln|2| + arg 2 = ln(2) + (2 ) = ln 2 + 2

  log(− ) = ln( ) + �32 + 2 � = 1 + �32 + 2 �
 

  log(−1) = ( + 2 )

 

Sifat -sifat log

1  . log( ) = log + log
 
log( / ) = log − log
2.
 
log =
3.
 
log =
4  .
5  . log( ) = . log

 

Fungsi trigonometrik dan Hiperbolik

 

 Jika merupakan bilangan nyata, maka dengan menggunakan rumus Euler

diper  oleh

  sin = 1 � − − � sin = 1 � + − �
  2 2

Rum usan ini mewakili bentuk kompleks fungsi nyata sinus dan cosinus.

Defi nisi fungsi sinus dan cosinus untuk pe ubah kompleks dikembangkan dari

rumusan diatas. Fungsi sinus dan cosinus didefinisikan oleh

sin = 1 � − − � sin = 1 � + − �
2 2

Untuk semua bilangan kompleks . Empat fungsi lain didefinisikan dengan

tan = sin cot = cos sec = 1 csc = 1
cos sin cos sin

73

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Fungsi-fungsi Elementer

  

 

 Dari definisi fungsi sin dan cos merupakan fungsi menyeluruh.
Seda ngkan fungsi yang lain tidak analitik tepat pada titik-titik yang membuat

peny ebutnya samadengan nol.

 

Sifat -sifat sin dan cos

1  . sin = 0 jika dan hanya jika = , bilangan bulat

2  . cos = 0 jika dan hanya jika = + , bilangan bulat
2
 
3  . sin(− ) = − sin

4  . cos(− ) = cos

5  . sin2 + cos2 = 1

6  . sin( + ) = sin cos + sin cos

7  . sin( − ) = sin cos − sin cos

8  . |sin |2 = sin2 + sinh2 , dimana = +

9  . |cos |2 = cos2 + sinh2 , dimana = +
 
[sin ] = cos
1  0.

1  1. [cos ] = − sin

 

 

 

 Sinus hiperbolikus didefinisikan dengan

  sinh = 1 ( − − )
  2

Seda ngkan cosinus hiperbolikus didefinisikan dengan

  cosh = 1 ( + − )
  2

Jelas  bahwa kedua fungsi berikut m erupakan fungsi menyeluruh dan

turunannya diberikan oleh

[sin ℎ] = cosh [cosh ] = sinh


74

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Fungsi-fungsi Elementer

  

 

Ran gkuman

 Dari berbagai paparan di atas, maka pada bagian ini dapat dikerucutkan

dalam  beberapa kesimpulan sebagai berikut.

1. F ungsi Linear adalah sebuah fungsi yang berbentuk ( ) = +
2. F ungsi Pangkat adalah sebuah fungsi yang berbentuk ( ) =

3. F ungsi Kebalikan adalah fungsi yang berbentuk ( ) = 1

 

4. F ungsi Bilinear berbentuk

  ( ) = + ( − ≠ 0)
  +

5. F ungsi eksponensial peubah kompleks = + didefinisikan dengan
  = (cos + sin )

6. L ogaritma didefinisikan

  log = ln| | + arg ≠ 0

7. F ungsi sinus dan cosinus didefinisikan oleh

  sin = 1 � − − � sin = 1 � + − �
  2 2

 

 

Lati han

Jawa blah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
1  . Tuliskan fungsi berikut dalam bentuk +
  a. /2

  b. 1−

  c. ln 2+ /3

  d. 2−2

2  . Carilah semua yang memenuhi
  a. = −3
 

b. = 1 −

3. Carilah logaritma setiap bilangan berikut

a. 1 +
b. 3 + 4
c. 2 −
4. Buktikan untuk sebarang konstanta kompleks ,

75

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Fungsi-fungsi Elementer

  

  [ ] =
 

  Tunjukkan bahwa, untuk sebarang bilangan nyata

5.
 
  a. sin = 1 � − − �
2
1
  b. cos = 2 � + − �

6  . Buktikan bahwa sifat yang telah dikenal |sin | ≤ 1 pada fungsi sinus

  nyata tidak dimiliki oleh sin , demikian pula untuk cos

 

 

  Daftar Pustaka

 

Freitag, Eberhard dan Busam, Rolf. Complex Analysis. Heidelberg: Springer,
2 005.

 

Palio  uras. John D, Peubah Kompleks untuk Ilmuwan dan Insinyur. Jakarta:
Erlangga, 1987.

 

Saff,  E.B and A.D Snider. Fundamentals of complex Analysis with Apllication
to Engineering and Science, New Jersey: Pearson Education Inc, 2003

 

Weg ener, Ingo. Complexity Theory Exploring the Limits of Efficient
A  lgorithms. Berlin: Springer, 2005

 

 

 

 

 

 

 

 

  

76

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Transformasi Linear dan Transformasi Pangkat

  
 

  Paket 8
T  RANSFORMASI LINEAR DAN TRANSFORMASI
  PANGKAT

 
 
 

Pen dahuluan

Pe  rkuliahan pada paket kedelapan ini difokuskan transformasi linear dan
trans  formasi pangkat. Transformasi linear sebagai gabungan putaran, regangan,
an p ergeseran. Sifat-sifat transformasi linear dan transformasi pangkat Oleh
karen  a itu pemahaman terhadap materi ini penting untuk ditekankan sebagai
prasy  arat untuk mempelajari paket-paket selanjutnya.

Pa  da awal Paket 8 ini, mahasiswa diajak untuk melakukan eksplorasi
terha  dap transformasi linear. Selanjutnya mahasiswa diajak untuk menggali
sifat -sifat yang melekat. Setelah mendapatkan materi tentang transformasi
linea r mahasiswa diperkenalkan dengan transformasi pangkat dan sifat-
sifat nya.

  Proses perkuliahan didesain dengan model kooperatif agar setiap
maha  siswa dalam kelompok termotivasi untuk terlibat secara aktif dalam
perk uliahan. Lembar kegiatan yang digunakan terdapat beberapa permasalahan
yang  dikerjakan secara individu, kemudian didiskusikan secara berpasangan,
kemu  dian dipresentasikan di depan kelas. Penyiapan media pembelajaran
dalam  perkuliahan ini sangat penting. Perkuliahan ini memerlukan media
pemb  elajaran berupa LCD dan laptop sebagai salah satu media pembelajaran
yang  dapat mengefektifkan perkuliahan, serta kertas plano, spidol dan solasi
seba gai alat menuangkan hasil diskusi kelompok. Langkah tersebut diupayakan
untu k menggali ide-ide dan potensi kreatif mahasiswa-mahasiswi dalam
menj  alin komunikasi sosial yang lebih efe ktif. Dari sini, peta pengetahuan dan
keterampilan sosial mereka akan diketahui untuk kemudian dilakukan diskusi
dan simulasi perkuliahan. Penggunaaan multi media dalam perkuliahan juga
diharapkan untuk mengoptimalisasi pencapaian kompetensi dasar dan indikator
yang telah ditargetkan.

77

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Transformasi Linear dan Transformasi Pangkat

  

 

Ren cana Pelaksanaan Perkuliahan

Kom  petensi Dasar
Men jelaskan kembali fungsi elementer beserta sifat operasinya.

 

Indi kator

 Pada akhir perkuliahan mahasiswa-mahasiswi diharapkan mampu:
1.  Menuliskan kembali macam fungsi elementer
2.  Mengoperasikan fungsi-fungsi elementer
3.  Menggunakan Transformasi Kompleks

 

Wak  tu

 3x50 menit

 

Mat eri Pokok

 Materi pada paket ini meliputi:
1.  Transformasi Linier
2.  Transformasi Pangkat

 

Lan gkah-langkah Perkuliahan
Keg iatan Awal (35 menit)

1  . Menjelaskan kompetensi dasar
2  . Menjelaskan indikator
3  . Apersepsi transformasi linear dan transformasi pangkat
4  . Memotivasi mahasiswa bahwa materi yang akan dipelajari sangat
  bermanfaat untuk mempelajari materi berikutnya

 

Keg iatan Inti (100 menit)

1  . Dosen menjelaskan beberapa kon sep penting yang diperlukan dalam
menyelesaikan LK. Mahasiswa menyimak penjelasan dosen dengan
bantuan uraian materi pada paket 8.

2. Dosen membagi meminta mahasiswa berkumpul dengan kelompoknya
untuk mendiskusikan bagaimana konsep pemetaan dan transformasi
pada fungsi kompleks sesuai dengan langkah-langkah yang ada di LK.

78

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Transformasi Linear dan Transformasi Pangkat

  

 

3. Dosen membimbing mahasiswa selama proses diskusi. Mahasiswa

 

  berdiskusi dengan anggotanya dan bertanya pada dosen jika ada materi
  yang tidak dipahami. Masing-masing pasangan harus benar-benar
  memahami keseluruhan hasil diskusi karena perwakilan pasangan akan
  presentasi di depan kelas dipihak secara acak.
4  . Dosen memanggil anggota dengan no.urut tertentu pada salah satu
  kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya.

5  . Selesai presentasi, kelompok lain memberikan klarifikasi

6  . Penguatan hasil diskusi dari dosen

7  . Dosen memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menanyakan

  sesuatu yang belum paham atau menyampaikan konfirmasi

 

Keg iatan Penutup (10 menit)

1  . Menyimpulkan hasil perkuliahan
2  . Memberi dorongan psikologis/saran/nasehat
3  . Refleksi hasil perkuliahan oleh mahasiswa

 

Keg iatan Tindak Lanjut (5 menit)

1  . Memberi tugas latihan

2  . Mempersiapkan perkuliahan selanjutnya.

 

  dengan transformasi linear dan

Lem  bar Kegiatan Mahasiswa

 Mentransformasikan suatu bidang
trans formasi pangkat.

 

Tuju  an
 Mahasiswa dapat membuktikan bah  wa transformasi linear merupakan

gabungan putaran regangan dan pergeseran serta mengetahui sifat-sifat

transformasi pangkat.

Bahan dan alat
Lembar kegiatan, kertas HVS, Kertas Plano, Spidol

79

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Transformasi Linear dan Transformasi Pangkat

  
 

Langkah-langkah kegiatan

 

1. Masing kelompok mendapatkan tugas untuk mencari contoh

 

  transformasi dan bagaimana proses transformasi yang terjadi.
  Transformasi tersebut adalah
  a. Transformasi Linier
  b. Transformasi Pangkat,
2  . Secara berkelompok mendiskusikan permasalahan yang diberikan.
3  . Kelompok yang mendapatkan giliran mempresentasikan hasil
  diskusinya didepan kelas.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  

80

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Transformasi Linear dan Transformasi Pangkat

  

 

Ura ian Materi

 

T  RANSFORMASI LINEAR DAN TRANSFORMASI

  PANGKAT

 

 

Tran sformasi Linear
  Fungsi linier adalah sebuah fungsi yang berbentuk ( ) = +

 

deng an dan merupakan konstanta kompleks. Sifat-sifat pemetaan ini paling

mud ah dilihat dengan memeriksa secara terpisah pemetaan-pemetaan
  = = +

Kem udian digabungkan menjadi

  = + = +

Pem etaan pertama = disebut regangan putaran. Istilah ini muncul dari

hubu  ngan-hubungan

  | | = | || | arg = arg + arg
 

Dua relasi ini dapat dijabarkan sebagai berikut, bahwa dibawah
 
  = , bayangan titik adalah titik yang modulusnya | |
pemetaan

“dire  gangkan” dengan faktor | | dan argumennya adalah arg diputar dengan

sudu t . Proses regangan putaran ini digambarkan dalam gambar 8.1 berikut 1:

 

 

 

 

 

  

Gambar 8.1
Regangan Putaran

1 John D. Paliouras, Peubah Kompleks untuk Ilmuwan dan Insinyur (Jakarta: Erlangga, 1987), 83

81

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Transformasi Linear dan Transformasi Pangkat

  

 

  Catat bahwa pemetaan ini menjaga kesamaannya karena memutar
setia p titik dengan sudut yang sama ( ) dan melipatgandakan modulus setiap
titik  dengan faktor yang sama | |.

  Selanjutnya, transformasi
  = +

dinam  akan pergeseran. Sifat fungsi ini “menggeser” atau “memindahkan”

setia p titik dengan vektor konstan . Pemetaan ini jelas memelihara

kesa maan dan kesebangunannya. Gambar 8.2 berikut menggambarkan kejadian

  2.

penggeseran
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 8.2
  Pergeseran

 

  Dari dua pemetaan diatas, dapat dilihat bahwa transformasi linear

( )  = + terjadi akibat gabungan terhadap regangan putaran = yang
 
dengan penggeseran = + . Gambar 8.3 berikut menunjukkan
diikuti
  
gabungan pemetaan-pemetaan tersebut 3.

Contoh pemetaan linear di titik = 1 + 2 , penggal garis ≔ arg =

,1 < | | < 2 , busur ≔ | | = 2, 3 ≤ arg ≤ 3 dan garis tegak
4 4 2

: ( ) = 1 dibawah fungsi = 2 + 1 + dapat dilihat pada gambar 8.4.
2

2 Ibid
3 Ibid, hal 84

82

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Transformasi Linear dan Transformasi Pangkat

  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

  Gambar 8.3
  Transformasi Linear

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  

Gambar 8.4
Contoh Transformasi linear dibawah = 2 + 1 +

83

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Transformasi Linear dan Transformasi Pangkat

  

 

Tran sformasi Pangkat
  Adalah sebuah fungsi yang berbentuk ( ) = . Fungsi ini merupakan

fung si menyeluruh karena ′ ada dan terdefinisi untuk semua . Jika > 1,

fung si ini merupakan fungsi banyak ke satu. Akibatnya inversinya bukan

meru  pakan fungsi.

  Sifat-sifat pemetaan tertentu pada transformasi pangkat lebih mudah

dipel  ajari dalam bentuk kutubnya. Dengan menyatakan fungsi pangkat dalam

bent uk kutub diperoleh
  = (cos + sin )

 

Dari bentuk kutub ini dapat dilihat bahwa jika

 

  | | = arg =

Mak a | | = arg =

 

  Dari bentuk kutub diatas dapat disimpulkan bahwa transformasi

pang kat memetakan suatu titik dengan modulus dan argumen ke suatu

titik  dengan modulus dan argumen . Sebagai contoh, dibawah fungsi =

3,   = 2 � 3 � dipetakan ke = 8 .

 

  Pada umumnya, dibawah transformasi pangkat suatu sinar yang

dipan  carkan dari pusat sumbu koordinat dengan sudut inklinasi dipetakan

menj adi suatu sinar yang bersudut inklinasi . Sehingga suatu sektor

lingk  aran dengan jari-jari bersudut pusat ditransformasikan ke sektor

lingk  aran dengan jari-jari bersudut pusat . Proses transformasi ini bida

dilih at pada gambar 8.54.

 

 

  

4 Ibid, hal 88

84

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Transformasi Linear dan Transformasi Pangkat

  
 
 
 
 
 
 
 
 
 

  Gambar 8.5
  Pemetaan =

 

  Sebagai contoh, dibawah = 2, kuadran pertama bidang dipetakan
ke s etengah lingkaran atas bidang . Setengah lingkaran atas bidang
dipet  akan ke seluruh bidang . Jika diambil seluruh bidang maka bidang
akan  ditutupi dua kali.

  Secara general, dibawah transformasi pangkat = , bidang
dipet  akan ke bidang , kali. Artinya setiap titik pada bidang , kecuali =
0 me  rupakan bayangan titik yang berbeda dari bidang .

 
 

Con toh 8.1
Fung  si = 2 jika diuraikan menghasilkan

  ( , ) = 2 − 2 dan ( , ) = 2 .
Sela njutnya, perhatikan hiperbola tegak lurus

  2 − 2 = , ≠ 0
Jelas  = dan bila dan mengambil seluruh nilai yang mungkin
mak a nilai bergerak dari −∞ hingga +∞. Hal ini menunjukkan bahwa
diba wah = 2, hiperbola diatas dipet akan menjadi garis tegak = .
Selanjutnya perhatikan hiperbola

2 = , ≠ 0
Jelas bahwa dibawah fungsi tersebut, bayangannya adalah garis mendatar
= .

85

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Transformasi Linear dan Transformasi Pangkat

  

 

Ran gkuman

 Dari berbagai paparan di atas, maka pada bagian ini dapat dikerucutkan

dalam  beberapa kesimpulan sebagai berikut.

1. S ifat-sifat pemetaan liniear paling mudah dilihat dengan memeriksa secara

te  rpisah pemetaan-pemetaan
  = = +

 

 Kemudian digabungkan

  = + = +

2. S ifat-sifat pemetaan pada transformasi pangkat lebih mudah dipelajari

d alam bentuk kutubnya.

3. T ransformasi pangkat memetakan suatu titik dengan modulus dan
 
ke suatu titik dengan modulus dan argumen .
argumen
 

 

Lati han

Jawa1  b. lahCapreirltaahnybaaayna-npgearntankyuaravna-dkiubrvaaw a h=in 3 i !, | | = 2, ( ) = −1, dan ( ) =

  2 dibawah fungsi berikut; gambar kurva dan bayangannya

  a. = + 1

  b. = (−1 + )

  c. = (1 − ) + (1 − )

  d. = 2 ( + 1 + )

2  . Carilah bayangan tiap-tiap kurva berikut atau daerah pada bidang

  dibawah pemetaan = 2

  a. 2 − 2 = 3

  b. = 1 −

  c. | | > 2  

d. 1 < ( ) < 2

3. Suatu titik 0 dinamakan titik tetap pada fungsi = ( ) , asalkan
( 0) = 0 . Sehingga untuk titik tetap pada suatu fungsi dapat
diperoleh dengan menyelesaikan persamaan = ( ) . Gunakan

kenyataan ini untuk mendapatkan titik-titik tetap, jika ada, fungsi

berikut

86

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Transformasi Linear dan Transformasi Pangkat

  

   a. =

  b. = − 2
 
c. = 5 +
2
  d. = + , ≠ 0

4  . Buktikan bahwa satu-satunya transformasi linear dengan lebih dari satu

  titik tetap adalah pemetaan identitas =
5  . Dibawah pemetaan = 5, = 1 dipetakan ke = 1. Carilah empat
  titik lagi yang berbeda yang juga dipetakan ke = 1 dibawah fungsi

  tersebut.

6  . Dengan menggunakan kenyataan bahwa uraian fungsi kuadrat = 2
  menghasilkan = 2 − 2 dan = 2 , tunjukkan bahwa, untuk
  fungsi ini, 2 = 4 2( 2 − ) = 4 2( + 2)
  Kemudian tunjukkan bahwa dibawah = 2 , garis-garis mendatar
  ( = ≠ 0) dan tegak lurus ( = ≠ 0) dipetakan menjadi parabola.

 

 

 

 

  Daftar Pustaka

Freit ag, Eberhard dan Busam, Rolf. Complex Analysis. Heidelberg: Springer,
2 005.

Palio  uras. John D, Peubah Kompleks untuk Ilmuwan dan Insinyur. Jakarta:

E rlangga, 1987.

Saff,  E.B and A.D Snider. Fundamentals of complex Analysis with Apllication
to  Engineering and Science, New Jersey: Pearson Education Inc, 2003

  Ingo. Complexity Theory Exploring the Limits of Efficient

Wegener,
A  lgorithms. Berlin: Springer, 2005

  

87

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Transformasi Linear dan Transformasi Pangkat

  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  

88

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Transformasi Kebalikan dan Transformasi Bilinear

  
 

  Paket 9
  TRANSFORMASI KEBALIKAN
  DAN

 

  TRANSFORMASI BILINEAR

 

Pen dahuluan

Pe  rkuliahan pada paket kesembilan ini difokuskan transformasi kebalikan
dan  transformasi bilinear. Transformasi kebalikan sebagai gabungan inversi
dalam  lingkaran satuan dan kesekawanan. Sedangkan transformasi bilnear
meru  pakan pecahan silang. Oleh karena itu pemahaman terhadap materi ini
pent ing untuk ditekankan sebagai prasyarat untuk mempelajari paket-paket
selan  jutnya.

Pa  da awal Paket 9 ini, mahasiswa diajak untuk melakukan eksplorasi
terha  dap transformasi kebalikan. Selanjutnya mahasiswa diajak untuk
meng  gali sifat-sifat yang melekat padanya. Setelah mendapatkan materi
tenta  ng transformasi kebalikan mahasiswa diperkenalkan dengan transformasi
bilin ear dan sifat-sifatnya.

  Proses perkuliahan didesain dengan model kooperatif agar setiap
maha  siswa dalam kelompok termotivasi untuk terlibat secara aktif dalam
perk uliahan. Lembar kegiatan yang digunakan terdapat beberapa permasalahan
yang  dikerjakan secara individu, kemudian didiskusikan secara berpasangan,
kemu  dian dipresentasikan di depan kelas. Penyiapan media pembelajaran
dalam  perkuliahan ini sangat penting. Perkuliahan ini memerlukan media
pemb  elajaran berupa LCD dan laptop sebagai salah satu media pembelajaran
yang  dapat mengefektifkan perkuliahan, serta kertas plano, spidol dan solasi
seba gai alat menuangkan hasil diskusi kelompok. Langkah tersebut diupayakan
untu k menggali ide-ide dan potensi k reatif mahasiswa-mahasiswi dalam
menjalin komunikasi sosial yang lebih efektif. Dari sini, peta pengetahuan dan
keterampilan sosial mereka akan diketahui untuk kemudian dilakukan diskusi
dan simulasi perkuliahan. Penggunaaan multi media dalam perkuliahan juga
diharapkan untuk mengoptimalisasi pencapaian kompetensi dasar dan indikator
yang telah ditargetkan.

89

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Transformasi Kebalikan dan Transformasi Bilinear

  

 

Ren cana Pelaksanaan Perkuliahan

Kom  petensi Dasar
Men jelaskan kembali fungsi elementer beserta sifat operasinya.

 

Indi kator

 Pada akhir perkuliahan mahasiswa-mahasiswi diharapkan mampu:
1.  Menuliskan kembali macam fungsi elementer
2.  Mengoperasikan fungsi-fungsi elementer
3.  Menggunakan Transformasi Kompleks

 

Wak  tu

 3x50 menit

 

Mat eri Pokok

 Materi pada paket ini meliputi:
1.  Transformasi kebalikan
2.  Transformasi bilinear

 

Lan gkah-langkah Perkuliahan
Keg iatan Awal (35 menit)

1  . Menjelaskan kompetensi dasar
2  . Menjelaskan indikator
3  . Apersepsi transformasi kebalikan dan bilinear
4  . Memotivasi mahasiswa bahwa materi yang akan dipelajari sangat
  bermanfaat untuk mempelajari materi berikutnya

 

Keg iatan Inti (100 menit)

1  . Dosen menjelaskan beberapa kon sep penting yang diperlukan dalam
menyelesaikan LK. Mahasiswa menyimak penjelasan dosen dengan
bantuan uraian materi pada paket 9.

2. Dosen membagi meminta mahasiswa berkumpul dengan kelompoknya
untuk mendiskusikan bagaimana konsep pemetaan dan transformasi
pada fungsi kompleks sesuai dengan langkah-langkah yang ada di LK.

90

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Transformasi Kebalikan dan Transformasi Bilinear

  

 

3. Dosen membimbing mahasiswa selama proses diskusi. Mahasiswa

 

  berdiskusi dengan anggotanya dan bertanya pada dosen jika ada materi
  yang tidak dipahami. Masing-masing pasangan harus benar-benar
  memahami keseluruhan hasil diskusi karena perwakilan pasangan akan
  presentasi di depan kelas dipihak secara acak.
4  . Dosen memanggil anggota dengan no.urut tertentu pada salah satu
  kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya.

5  . Selesai presentasi, kelompok lain memberikan klarifikasi

6  . Penguatan hasil diskusi dari dosen

7  . Dosen memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menanyakan

  sesuatu yang belum paham atau menyampaikan konfirmasi

 

Keg iatan Penutup (10 menit)

1  . Menyimpulkan hasil perkuliahan
2  . Memberi dorongan psikologis/saran/nasehat
3  . Refleksi hasil perkuliahan oleh mahasiswa

 

Keg iatan Tindak Lanjut (5 menit)

1  . Memberi tugas latihan

2  . Mempersiapkan perkuliahan selanjutnya.

 

  dengan transformasi linear dan

Lem  bar Kegiatan Mahasiswa

 Mentransformasikan suatu bidang
trans formasi pangkat.

 

Tuju  an

 Mahasiswa dapat membuktikan bah wa dibawah transformasi kebalikan
titik dipetakan ke = 1/ , dan syarat − ≠ 0 pada transformasi

bilinear

Bahan dan alat
Lembar kegiatan, kertas HVS, Kertas Plano, Spidol

91

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   

 

Transformasi Kebalikan dan Transformasi Bilinear

  

 

Langkah-langkah kegiatan

 

1. Masing kelompok mendapatkan tugas untuk membuktikan bahwa

 

  dibawah transformasi kebalikan titik dipetakan ke = 1/

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2  . Buktikan, mengapa pada transformasi bilinear

  = +
  +

  − ≠ 0

3  . Secara berkelompok mendiskusikan permasalahan yang diberikan.

4  . Kelompok yang mendapatkan giliran mempresentasikan hasil
  diskusinya didepan kelas.

 

 

 

  

92

    digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id  digilib.uinsby.ac.id   


Click to View FlipBook Version