Pemikiran & Kiprah Politik TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid Dr. H. Zainal Ariin Munir , Lc., M.Ag.
Pemikiran & Kiprah Politik TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid © Dr. H. Zainal Ariin Munir, Lc., M.Ag, Sanabil 2019 Judul Pemikiran dan Kiprah Politik TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid Penulsi Dr. H. Zainal Ariin Munir, Lc., M.Ag, Editor Dr. Muhmmad Yusuf, M.SI Layout Sanabil Creative Desain Cover Sanabil Creative All rights reserved Hak cipta dilindungi Undang Undang Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku dengan media cetak, elektronik ataupun digital tanpa izin dari penerbit Cetakan 1 Juli 2019 ISBN 978-623-7090-44-1 Sanabil Jln. Kerajinan I Puri Bunga Amanah Blok C/13 Mataram Telp. 0370 7505946 Email [email protected] www.sanabilpublishing.com
Pemikiran & Kiprah Politik TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid iii Pengantar Penulis A lhamdulillah, tulisan tentang pemikiran dan kiprah politik TGKHM. Zainuddin Abdul Majid bisa penulis selesaikan. Sebagai tokoh bangsa dan pahlawan nasional, telah banyak tulisan tentang beliau yang ditulis baik dalam bentuk buku, tulisan-tulisan akademik atau bahkan tulisantulisan populer, terutama tentang kiprah perjuangan beliau dalam membangun pendidikan, dakwah dan pemberdayaan umat. Hanya saja, sepanjang pengetahuan penulis, tidak banyak yang menulis secara spesiik tentang pemikiran politik dan kiprah beliau di bidang ini. Tulisan ini diharapkan akan bisa mengisi kekosongan tersebut. Tentu saja tulisan ini masih jauh dari sempurna, akan tetapi beberapa aspek penting dari pemikiran politik beliau sudah tercover dalam tulisan ini. Politik atau yang dalam terminologi Maulana Syeikh diistilahkan dengan hikmah, haruslah berlandaskan pada dua pedoman hidup ummat Islam yaitu Al Qur’an dan Al Hadist. Sehingga segala tindakan-tindakan politik yang menyimpang dari petunjuk Al Qur’an ataupun Al Sunnah tidak boleh diikuti. Pemikiran politik TGKH. Muhammad Zainuddin
iv Dr. H. Zainal Ariin Munir , Lc., M.Ag. Abdul Madjid terkesan formalistik pada tatanan konsep dan transformatif pada tatanan aplikasi. Dalam konsep politik Islam yang beliau formulasikan, beliau dengan tegas menyatakan bahwa Al Qur’an dan Al Hadist adalah landasan utama bagi aktivitas politik umat Islam, namun manakala pengaplikasiannya berbenturan dengan realitas social masyarakat yang ada, maka politik harus bisa merespon dan mengakomodasikan realitas social tersebut dengan menginterpretasikan nash guna mendapatkan solusi yang tepat. Demikian halnya dengan konsep politik kepartaian, leksibilitas beliau tidak hanya sebatas konsep, namun juga terimplementasi dalam realitas gerakan politik. Secara mendasar, beliau mengharuskan umat Islam untuk memilih partai Islam, namun jika tidak ada maka partai yang memperjuangkan kemaslahatan umat Islam sebagai pilihan alternatif yang paling representatif. Pandangan maulanasyaikh tentang hubungan antara Islam dan Negara, menghendaki berdirinya Negara Islam, namun bila Negara tidak bisa memenuhinya cukup baginya Negara menjamin terlaksananya Syariat (Keadilan dan Kebenaran) di Indonesia. TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid telah berkecimpung dalam politik sejak masa pra kemerdekaan. Beliau dengan para santrinya terlibat dalam gerakan mengangkat senjata melawan para penjajah. Pasca kemerdekaan beliau berkecimpung dalam partai Masyumi. Dan pada masa orde baru beliau mengarahkan warga Nahdlatul Wathan (ormas
Pemikiran & Kiprah Politik TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid v yang didirikannya) memberikan dukungan ke Partai Golongan Karya (Golkar), berdasarkan pertimbangan bahwa partai Golkar telah melakukan sesuatu demi kemaslahatan ummat Islam yakni dengan menumpas Partai Komunis Indonesia (PKI). Dukungan kepada Partai Golkar ditarik ketika partai ini dinilai tidak lagi merespon kepentingan umat dan beralih ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Keberpihakan TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid kepada berbagai partai politik menunjukkan bahwa organisasi Nahdlatul Wathan tidak memilki ikatan permanen dengan salah satu partai politik, apalagi menjadi underbow partai politik tertentu. Penulis sangat menyadari tulisan ini masih jauh dari sempurna, sehingga kritik dan saran dari pembaca sangat kami apresiasi untuk perbaikan pada edisi-edisi berikutnya. Penulis Praya November 2019
Pemikiran dan Kiprah Politik TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid vii Daftar Isi Pengantar Penulis .............................................................iii Daftar Isi ..........................................................................vii Bab Satu PENDAHULUAN ............................................................ 1 Bab Dua LATAR SOSIOLOGIS DAN BIOGRAFI TGKH. MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MAJID A. Pulau Lombok dan Desa Kelahiran ........................ 5 1. Sejarah Singkat Desa Pancor Lombok Timur Nusa Tenggara Barat ............................................ 10 2. Keadaan Penduduk Lombok Timur dan Kecamatan Selong Kelurahan Pancor .................. 12 3. Struktur Pemerintahan ......................................... 13 4. Agama dan Pendidikan ......................................... 14 B. Biograi TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid ....................................... 17 C. Pendidikan dan Aktivitasnya ................................. 20 1. Pendidikan ............................................................ 20 2. Aktivitas-aktivitasnya ............................................ 27 3. Kepemimpinannya ............................................... 30 4. Karya-karyanya ..................................................... 39
viii Dr. H. Zainal Ariin Munir , Lc., M.Ag. D. Organisasi Nahdlatul Wathan dan Perkembangannya .......................................... 44 1. Cikal Bakal Nahdlatul Wathan ............................. 44 2. Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI)................................... 44 3. Madrasah Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah (NBDI) .................................... 49 4. Perkembangan Organisasi Nahdlatul Wathan (NW). ..................................... 53 5. Nahdlatul Wathan Sebagai Organisasi Pendidikan dan Dakwah Islamiyah ..... 55 6. Nahdlatul Wathan Sebagai Organisasi Sosial ...... 57 BAB TIGA TEORI POLITIK ISLAM A. Deinisi Politik Islam ............................................ 63 B. Landasan Dan Tujuan Politik Islam ...................... 71 C. Apresiasi Politik Umat Islam Indonesia ................ 84 BAB EMPAT PEMIKIRAN POLITIK ISLAM TGKH. MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MAJID A. Konsep politik islam.............................................. 88 B. Politik kepartaian ................................................. 91 C. Pemikiran Politik TGKH. Zainuddin Abdul Madjid ........................................................ 92 D. Kiprah Politik TGKH. Zainuddin Abdul Madjid ........................................................ 95 BAB LIMA PENUTUP ..................................................................... 99 Daftar Pustaka............................................................... 103 Mengenai Penulis .......................................................... 107
Pemikiran dan Kiprah Politik TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid 1 Bab Satu PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah P erkembangan Islam di Indonesia merupakan proses yang terkait dengan berbagai sektor kehidupan yang kompleks. Sebagian dapat dijelaskan melalui keterlibatan kegiatan perdagangan yang berkembang sejak abad XI. Intensitas kontak perdagangan selanjutnya menghasilkan tumbuhnya pemukiman masyarakat muslim dipesisir kepulauan Nusantara. Melalui proses sejarah yang panjang cukup alasan menyimpulkan bahwa lambat laun Islam telah menjadi bagian yang begitu penting dalam menguasai bathin masyarakat Indonesia1 . Meski demikian keberhasilan Islam menembus akar kehidupan masyarakat Indonesia, tidak berarti akar lama yang bersumber dari tradisi dan budaya setempat 1 G.J.W.Drewes, “Indonesia Mistisme dan Aktivisme”, dalam Vom Gruebaum (ed.), Islam Kesatuan dalam Keragaman, (Jakarta : Yayasan Perkhidmatan, 1983), h.327
2 Dr. H. Zainal Ariin Munir , Lc., M.Ag. hilang. Pergumulan Islam dengan budaya setempat menuntut adanya penyesuaian terus menerus tanpa harus kehilangan ide aslinya. Penghapusan Islam dengan realitas sejarah akan memunculkan realitas baru, bukan saja diakibatkan pergumulan internal menghadapi tantangan yang harus dijawab tetapi keterlibatannya dalam proses sejarah sebagai pelaku yang ikut menentukan keadaan zaman2 . Dalam proses ini, Islam tidak saja harus menjinakkan sasarannya, tetapi dirinya terpaksa harus diperjinak. Dengan demikian akan terjadi keragaman dalam Islam akibat dari tuntutan ajarannya sendiri yang universal33. Kondisi seperti ini tidak hanya terjadi pada tatanan religiusitas masyarakat Indonesia, tapi juga pada pemikiran dan tindakan politik umat Islam. Selama abad ke-19 Indonesia mengalami efek pengaruh Barat yang membawa akibat aliansi politik dan kemerosotan ekonomi yang buruk. Akibat kebijakan politik kolonial Belanda yang menjadikan rakyat Indonesia “sapi perahan” bagi keuntungan ekonominya, memunculkan banyak pemberontakan terutama kalangan petani yang dieksploitasi oleh pemerintah Belanda. Walaupun pemberontakan-pemberontakan tersebut dapat dipadamkan, namun benih ketidakpuasan terus tumbuh dan mempengaruhi rakyat pedesaan pada umumnya. Akibatnya, rasa ketidakpuasan berubah menjadi sikap anti pemerintah asing yang “kair” setelah 2 Tauiq Abdullah, Islam di Indonesia, (Jakarta : Tintamas, 1974), h. 3 3 Ibid
Pemikiran & Kiprah Politik TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid 3 mereka memperoleh legitimasi kepemimpinan dari para ulama. Seiring dengan gerakan perlawanan yang menyertai keresahan sosial dibanyak tempat, bermunculan gerakan kebangkitan kembali agama yang menampakkan diri dalam bentuk sekolah-sekolah dan perkumpulan tarekat diseluruh jawa dan luar jawa44. Kombinasi kekuatan inilah yang menjadikan pemerintah Belanda mengubah kebijakan politiknya. Dari sini nampak, bahwa keberadaan organisasiorganisasi keagamaan (Islam) menjadi kekuatan tersendiri dalam menentang kolonialisme Belanda. Karenanya tidak mengherankan jika Fred R Vonden Mehden, sebagaimana dikutif Bahtiar Efendi, menyatakan: Islam merupakan sarana paling jelas, baik untuk membangun rasa persatuan nasional maupun untuk membedakan masyarakat Indonesia dari kaum penjajah Belanda. Pulau-pulau Hindia Belanda tidak pernah tunduk sepenuhnya hingga awal abad ke-20. oleh sebab itu, karena terdiri dari tradisi histories, linguistik, kultural, dan bentuk geogerais yang berbeda maka satu-satunya ikatan universal yang tersedia di luar kekuasaan kolonial, adalah Islam.5 Diantara organisasi keagamaan yang muncul sebagai kekuatan perlawanan terhadap pemerintah 4 Sartono kartodirjo, Pemberontakan Petani Banten, 1888, (Jakarta:Pustaka Jawa, 1984), h.207-242. 5 Bahtiar efendi, Islam dan Negara, (Jakarta : Paramadina, 1998), cet. ke-1, h.63
4 Dr. H. Zainal Ariin Munir , Lc., M.Ag. Belanda adalah Nahdlatul Wathan yang didirikan oleh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid (Maulana Syeikh). Maulana syaikh selain menjadi pendidik, ulama, juga sebagai pejuang bangsa dengan semangat nasionalisme terutama dalam membebaskan Negara, khususnya Pulau Lombok dari penjajah Jepang maupun Belanda. Karena itu dapat dikatakan bahwa Maulana Syeikh merupakan seorang proil kyai pejuang dan pejuang yang kyai. Disamping itu Beliau adalah politikus yang memiliki pemikiran dan tindakan politik yang khas.
Pemikiran dan Kiprah Politik TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid 5 Bab Dua latar sosiologis dan Biografi TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid A. Pulau Lombok dan Kelahiran P ulau Lombok sudah lama dikenal dalam sejarah berabad-abad yang silam. Di dalam kitab “ Negara kertagama” karya pujangga jawa yang dikenal pada abad ke-14. Empu prapanca (1365). Nama pulau Lombok sudah disebutnya di dalam pupuh XIV, bait tiga dan empat sebagai Lombok Mirah. Maklum pada waktu itu Lombok termasuk wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit (1293-1478) yang merupakan sebuah kerajaan yang besar di nusantara ini, sesudah Kerajaan Sriwijaya yang berdiri sejak 683 masehi di Sumatera hingga beberapa abad, kemudian diserang dengan dahsyat oleh kerajaan colomandala (india selatan) pada tahun 1023 masehi.6 6 Salam, Sulichin. 1992. Lombok pulau perawan, dan masa depannya Jakarta : kuning mas. H.5
6 Dr. H. Zainal Ariin Munir , Lc., M.Ag. Pada masa pemulaan sejarah masyarakat Lombok, terdapat kerajaan kecil dari bangsa sasak. Mereka terdiri dari para petani dan animis, yang mempercayai roh nenek moyang dan lain sebagainya. Bangsa sasak konon datang dari sebelah barat india dan birma dalam gelombang kepindahan mereka ke Indonesia. Tidak begitu banyak diketahui mengenai Lombok sebelum abad ke-17. Pada awal tahun 1600-an, orang- orang bali dari kerajaan karang asem sebelah timur mendirikan koloni dan menguasai Lombok barat. Dan setelah mereka melalui peperangan dengan orang-orang makasar7 dan orang sasak, akhirnya mereka berhasil menguasaiseluruh lombok sejak tahun 1740-1894. Akibat ketidak puasan masyarakat lombok terutama yang beragama islam atas penguasaan bali, maka timbullah berbagai pemberontakan yaitu pada tahun 1871, 1891, dan 1955. Pada tanggal 19 desember 1891, tokoh-tokoh masyarakat di lombok yang terdiri dari jero mustiaji dari kopang, mamiq bangkol dari praya, mamiq nursasi dari sakra, ginawang dari batukeliang, raden ratmawa dari raring, raden wiranom dari peringga baya, dan raden Malaya dari kususma masbagik, mereka berkirim surat kepada gubernur jendral hindia belanda di Batavia (Jakarta).8 7 Ketika orang-orang dari karang asem-bali sebelah timur mendirikan koloni dan menguasai lombok barat. Pada waktu bersamaan orang-orang Makassar menyebrangi selat dari koloni mereka di Sumbawa barat dan menguasai lombok timur. Dalam konlik kepentingan yang berakhir dengan timbulnya perang pada tahun 1677-1678, dimana orang-orang Makassar kemudian meninggalkan pulau ini, dan untuk sementara diperintah oleh pangeran-pangeran sasak. 8 Surat tersebut berisi pengaduan atas penderitaan yang dialami rakyat dari perlakuan pra-kolonial belanda di masa itu di daerah tersebut. Dan didalamnya dinyatakan, bahwa semula kerajaan selaparang itu adalah milik
Pemikiran & Kiprah Politik TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid 7 Setelah pemerintah belanda menerima pengaduan tersebut kemudian dikirimkan surat teguran kepada pemerintah kerajaan karang asem- bali, tetapi teguran tersebut di abaikan, akhirnya pemerintah hindia belanda mengirim ekspedisi militer dan sejak akhir tahun 1894 lombok dikuasai belanda. Dengan terbentuknya Negara Indonesia Timur (NIT), maka lombok temasuk di dalamnya saamapai pada masa pemerintah republic Indonesia serikat (RIS). Pada waktu RIS bubar dan terbentuk Negara kesatuan republic Indonesia pada tanggal 17 agustus 1945 maka dengan resmi lombok termasuk wilayah Republik Indonesia. Sejak tahun 1958, Lombok terbagi menjadi 3 Kabupaten. Kabupaten-kabupaten tersebut yaitu : 1. Kabupaten lombok barat dengan mataram sebagai ibu kotanya. 2. Kabupaten lombok tengah dengan praya sebagai ibu kotanya. 3. Kabupaten lombok timur dengan selong sebagai ibu kotanya. Kabupaten yang nomor urut terakhir inilah merupakan tempat kelahiran maulana syaikh TGKH. Zainuddin Abdul Madjid yang penulis akan bahas dalam tulisan ini. orang islam, secara turun temurun nenek moyang mereka memiliki negeri ini. Akan tetapi di kemudian hari, dengan jalan kekerasan selaparang tersebut jatuh ketangan kerajaan bali, karang asem, dan mereka berhasil menguasai seluruh negeri lombok sejak 1740-1894. Oleh karena itu mereka meminta kepada pemerintah hindia belanda, agar mengirimkan ekspedisi ke lombok.
8 Dr. H. Zainal Ariin Munir , Lc., M.Ag. Tepatnya kelurahan Pancor Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat, dimana TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dilahirkan dan dibesarkan serta tempat tinggal semasa hidupnya, sekaligus berkiprah sebagai seorang pemikir agama, pendidik masyarakat dan sebagai tokoh politik di Lombok Timur Nusa Tenggara Barat. Kabupaten Lombok Timur, secara geograis terletak di bagian timur pulau Lombok. Di sebelah Utara berbatasan dengan Laut Jawa, sebelah Selatan Samudera Hindia, di sebelah Timur Selat Alas, dan disebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Tengah. Secara juridis formal, kabupaten Lombok Timur terbentuk berdasarkan Undang-Undang No. 64 tahun 1958 JO Undang-Undang No. 69 Tahun 1958 tanggal 14 Agustus 1958 dengan nama Daerah Tingkat II Lombok Timur dengan ibu kota Selong. Adapun nama – nama Bupati Lombok Timur sejak tahun 1960 adalah sebagai berikut : 1. Lalu Muslihun (1960-1966) 2. Rahadi Tjipto Wardoyo (1966-1967) 3. R. Roesdi (1967-1979) 4. Saparwadi (1979-1987) 5. H.L. Djafar Surayad (1987-1988) 6. H. Abdul Kadir (1988-1993) 7. H. Moch. Sadir (1993-1998)
Pemikiran & Kiprah Politik TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid 9 8. H. Sahdan (1999-2003) 9. H. Ali Bin Dachlan (2003-2008) 10. H.M Sukiman Azmy (2008-2013) 11. H. Ali Bin Dachlan (2013-2018) 12. H.M Sukiman Azmy (2018-2023) (Sumber : http://id.m.wikipedia.org) Kabupaten daerah tingkat II Lombok Timur terdiri dari sepuluh kecamatan, empat kelurahan, 96 desa, 59 kelurahan dan 830 dusun. Jumlah kelurahan, desa, lingkungan, dan dusun pada tiap keamatan secara jelas dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 1 Kelurahan, Desa, Lingkungan, dan Dusun Di Kabupaten Lombok Timur 1996 No. Kecamatan Jumlah Desa Jumlah Kelurahan Jumlah Lingkungan Jumlah Dusun 1 Keruak 8 131 2 Sakra 15 110 3 Terara 10 80 4 Sikur 7 83 5 Masbagik 11 98 6 Sukamulia 10 71 7 Selong 5 4 59 45 8 Aikmel 13 124 9 Pringgabaya 13 89 10 Sambalia 4 29 Lombok Timur 96 4 59 830 Sumber “ Buku Data Pokok Pembangunan Lombok Timur” tahun 1996. (
10 Dr. H. Zainal Ariin Munir , Lc., M.Ag. Pemerintah Daerah Dati Ii Lombok Timur, Badan Perencana Pembangunan Daerah (BAPPEDA) 1997/1998): h.14. Tabel 1 tersebut menunjukkan bahwa kelurahan hanya terdapat di kecamatan selong (empat kelurahan), Pancor merupakan salah satu dari kelurahan selong. Wilayah kabupaten daerah tingkat II Lombok Timur berbatasan dengan : Sebelah Utara : Laut Jawa Sebelah Selatan : Lautan samudera Indonesia Sebelah Barat : kabupten lombok tengah dan lombok barat Sebelah timur : selat alas Untuk memberikan gambaran yang jelas dan lokasi penelitian ini maka akan disajikan keadaan geograis dan monograis desa atau kelurahan pancor, kecamatan selong lombok timur. 1. Sejarah Singkat Desa Pancor Lombok Timur Nusa Tenggara Barat Desa Pancor berdiri pada tahun 1744 M (1164 H), pada tahun 1981 sesuai dengan undang-undang No. 5 tahun 1979 Desa Pancor diubah menjadi Kelurahan Pancor Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur. Konon nama Pancor dijadikan nama desa karena terinspirasi dengan kondisi alam ditempat ini yang kaya akan mata air yang memancar berupa pancuran -pancuran. Secara geograis, kelurahan Pancor terletak di bagian timur pulau Lombok dengan ketinggian 50 km
Pemikiran & Kiprah Politik TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid 11 dari permukaan laut dan merupakan pintu gerbang dari ibu kota kabupaten Lombok Timur yang luas wilayahnya 1742, 870 ha.9 Dalam sejarah ringkas berdirinya Desa Pancor dijelaskan jumlah wilayah kelurahan Pancor 818,082 ha, dengan ketinggian rata-rata 130 m dari permukaan laut dengan batasan batasan sebagai berikut : Sebelah Utara : Kecamatan Suka Mulia Sebelah Selatan : Desa Songak dan Desa Denggen Kec. Sakra Sebelah Timur : Kelurahan Selong dan Kelayu Sebelah Barat : Desa Dasan Lekong, Kec. Sukamulia Adapun jarak kelurahan pancor dari dari tempattempat penting adalah : 1. Jarak dari ibukota kecamatan selong 2 kilometer 2. Jarak dari ibukota kabupaten lombok timur 2 kilometer 3. Jarak dari mataram, ibukota provinsi nusa tenggara barat 47 kilometer 4. Jarak dari pantai timur pulau lombok 8 kilometer 5. Jarak dari samudera Indonesia 30 kilometer Letak geograis pulau lombok 116,7 derajat bujur timur dan 8,6 lintang selatan. Sedangkan iklim kelurahan 9 Departemen Agama RI. 1995/1996. Biograi Ulama Nusa Tenggara Barat, Jakarta : Litbang. Hal.12.
12 Dr. H. Zainal Ariin Munir , Lc., M.Ag. pancor adalah sub tropis dengan rata-rata turun hujan tiap tahun 42,92 mm. 2. Keadaan Penduduk Lombok Timur dan Kecamatan Selong Kelurahan Pancor Keadaan penduduk kabupaten lombok timur, kecamatan selong dan kelurahan pancor dapat dilihat dengan jelas pada tabel berikut ini : Tabel II Jumlah penduduk Lombok Timur 1996 Masehi No. Kecamatan Penduduk (Jiwa) Jumlah Total Laki-laki Perempuan 1 Keruak 38.505 40.300 78.805 2 Sakra 59.585 62.681 122.203 3 Terara 45.596 48.160 93.756 4 Sikur 27.541 32.144 59.685 5 Masbagik 60.333 65.039 125.372 6 Sukamulia 35.430 37.315 72.845 7 Selong 54.817 56.947 111.764 8 Aikmel 53.303 57.278 110.581 9 Pringgabaya 68.773 74.979 143.752 10 Sambalia 12.745 12.899 25.644 Lombok Timur 456.628 487.742 944.644 Sumber : kantor cabang perwakilan BPS, Kabupaten Lombok timur. Bila dilihat dari tabel tersebut, maka jumlah penduduk yang paling banayk adalah kecamatan pringgabaya sebanyak 143.752 Jiwa, dan kecamatan yang jumlah penduduknya paling sedikit adalah kecamatan sambelia, yaitu sebanyak 25.644 jiwa atau 2,27% dari
Pemikiran & Kiprah Politik TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid 13 keseluruhan penduduk kabupaten daerah tingkat II Lombok Timur. Dan jumlah penduduk kecamatan selong, lombok timur sebagai lokasi penelitian adalah sebanyak 111.764 jiwa. Dengan rincian laki-laki sebanyak 56.947. jiwa. Dan dari jumlah 111. 764 jiwa tersebut, untuk kelurahan pancor sebanyak 12.613 jiwa adalah laki-laki dan 13.426 Jiwa adalah perempuan dan jumlah kepala keluarga sebanyak 5525 kepala keluarga.10 3. Struktur Pemerintahan Adapun struktur pemerintahan sesuai dengan Undang-undang No. 5 Tahun 1974 yang menerangkan tentang pokok-pokok pemerintahan daerah, maka kecamatan selong, lombok timur nusa tenggara barat dikepalai oleh seorang camat, kemudian berdasarkan surat keputusan menteri dalam negeri No. 82 tahun 1984, Kecamatan selong dibagi menjadi empat kelurahan. Selanjutnya camat sebagai kepala wilayah kecamatan bertugas mengendalikan pemerintahan sekaligus merupakan coordinator dalam bidang pemerintahan kecamatan. Dengan kata lain, semua aparat pemerintahan dalam melaksanakan tugas seharihari mempunyai hubungan koordinasi dengan kepala wilayah kecamatan. Hal ini berarti bahwa kecamatan adalah penguasa daerah yang mengatur kehidupan warga masyarakat, termasuk hal-hal yang menyangkut masalah-masalah yang dihadapi oleh warganya. 10 Lurah Pancor. 1997. Ringkasan sejarah berdirinya Kelurahan Pancor Lombok Timur. Lombok : 15.
14 Dr. H. Zainal Ariin Munir , Lc., M.Ag. 4. Agama dan Pendidikan a. Agama Agama merupakan undang-undang dan pedoman hidup ummat manusia.11 Masalah kehidupan beragama di kecamatan selong, Lombok timur tidaklah menjadi masalah, hanya pergeseran nilai yang agak menjolok, akibat terjadinya kemajuan zaman yang kian hari semakinberkembang dan sulit dikendalikan. Khususnya di masyarakat lombok timur pengaruh agama agak berbeda dengan aslinya, yaitu banyaknya amalan-amalan diluar ajaran agama islam. Seperti terjadinya khurafat dan bid’ah-bid’ah.12 Mayoritas penduduk kabupaten lombok timur pada tahun 1995 yang memeluk agama islam sebesar 943.529 atau 99,9 % dari jumlah penduduk di kabupaten lombok timur. Hal ini bisa lebih jelas dilihat dalam tabel berikut ini : Tabel III Data Penduduk Berdasarkan Agama yang Dianut Daerah Tingkat II Lombok Timur No. Kecamatan Islam Kristen Hindu Budha Jml 1 Keruak 78.786 9 10 - 78.805 2 Sakra 122.173 8 18 4 122.203 11 Agama yang dimaksud adalah agama islam, nasution dalam tradisi baru penelitian agama islam tinjauan antara disiplin ilmu, 1998 : 12. Menjelaskan bahwa dalam islam terdapat dua ajaran dan inilah sebenarnya yang menjadi watak islam, keduanya adalah: 1) ajaran dasar sebagaimana terdapat dalam alqur’an dan hadis mutawatir, dan 2) ajaran bukan dasar yang timbul sebagai penjelasan dari ajaran dasasr tersebut. 12 Wawancara dengan TGH. Mahmud Yasin, QH tanggal 10 Juli 2002.
Pemikiran & Kiprah Politik TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid 15 3 Terara 59.652 9 24 - 59.685 4 Sikur 93.746 - 7 3 93.756 5 Masbagik 125.349 5 16 2 125.572 6 Sukamulia 72.720 16 9 - 72.745 7 Selong 111.327 115 282 - 111.764 8 Aikmel 110.485 51 45 - 110.581 9 Pringgabaya 143.729 9 14 - 143.752 10 Sambalia 25.654 12 60 10 25.644 Jumlah 943.619 234 485 19 944.507 Sumber, kantor departemen agama kabupaten Lombok timur 1996. Sedangkan sarana tempat ibadah yang ada di kabupaten Lombok timur sebanyak 1006 masjid, 642 musolla, 1632 Langgar, satu buah pura, dan satu buah gereja. Dan di kecamatan selong sendiri terdapat 78 masjid, 120 mushalla, 199 Langgar, Satu buah Pure dan satu buah gereja. Lebih jelasnya tergambar pada tabel berikut ini : Tabel IV Sarana peribadatan di kabupaten Lombok timur No. Kecamatan Masjid Mushalla Langgar Pure Gereja Jmlh 1 Keruak 120 22 63 - - 205 2 Sakra 169 73 99 341 3 Terara 66 31 190 287 4 Sikur 127 35 147 309 5 Masbagik 109 16 97 222 6 Sukamulia 66 94 77 227 7 Selong 78 120 199 1 1 399
16 Dr. H. Zainal Ariin Munir , Lc., M.Ag. 8 Aikmel 93 98 167 358 9 Pringgabaya 136 138 536 810 10 Sambalia 42 12 57 124 Jumlah 106 629 1632 1 1 3282 Sumber : kantor departemen agamakabupaten Lombok timur 1996. b. Pendidikan Telah diketahui bahwa pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam saran pembangunan, karena faktor tersebut turut menjadi ukuran bagi maju mundurnya suatu masyarakat, dengan kata lain sangat mempengaruhi kesadaran sosial masyarakat itu sendiri. Dari data yang penulis peroleh menunjukkan bahwa kecamatan selong telah memiliki lembaga-lembaga pendidikan yang memadai, baik negeri maupun swasta. Untuk lebih jelasnya secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel V Jumlah Sekolah Negeri Maupun Swasta Kecamatan Selong Lombok Timur No Pendidikan Jumlah Negeri Swasta 1 Taman Kanak-kanak 2 SD/MI 3 SLTP/SMP 4 SLTA/MA 4 Perguruan Tinggi Sumber : Kandep. DIKBUD Kabupaten Lombok Timur 1996
Pemikiran & Kiprah Politik TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid 17 B. Biograi TGKH. Muhammad Zainuddin ABDUL Madjid Tuan guru kyai haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid (Maulana Syeikh) dilahirkan di kampung Bermi, Pancor Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat pada tanggal 17 Rabi’ul Awwal 1324 H.13 bertepatan dengan tahun 1906 M. Muhammad Asyaggaf ( berarti tersayang ) merupakan nama kecilnya, kemudian berganti nama menjadi Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid setelah menunaikan ibadah haji bersama keluarganya pada tahun 1340 H.14 Nama ini diberikan oleh ayahnya– Tuan Guru Abdul Madjid – diambil dari seorang ulama’ besar yang selalu aktif mengajar dan mempunyai kepribadian yang sangat baik ( akhlaqul karimah ), dengan harapan bahwa muhammad zainuddin kelak mempunyai akhlaq dan kepribadian yang baik pula.15 Zainuddin adalah anak bungsu dari enam bersaudara hasil perkawinan Tuan Guru Abdul Madjid dengan Hj. Halimatus Sa’diyah, saudara-saudaranya adalah Siti Cilah, Siti Sarbini, Hj. Saudah, H. M. Shabur, 13 Bulan Rabi’ul Awwal bagi orang islam di Lombok merupakan bulan kegembiraan, karena bulan tersebut bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu di berbagai tempat dilaksanakan acara yang dikenal dengan nama “ Maulid Nabi Besar Muhammad SAW”, dengan selama satu bulan penuh. Namun bagi keluarga H. Abdul Madjid dan Hj. Halimatus Sa’diyah mempunyai arti lebih dari itu. 14 Hayyi Nu’man, 1998, Nahdlatul Wathan Organisassi Pendidikan, Sosial dan Dakwah Islamiyah, Penerbit Daerah Nahdlatul Wathan Lombok Timur, Hal : 148. 15 Litbang Departemen Agama RI, 1985/1986 Biograi Ulama Nusa Tenggara Barat.
18 Dr. H. Zainal Ariin Munir , Lc., M.Ag. dan Masyithah. Dan beberapa orang saudaranya lain ibu yaitu : Tuan Guru Haji Ahmad Rifa’I, dan Tuan Guru H. Ahmad Faesal Abdul Madjid.16 Secara lengkap silsilah lengkap TGKH. Muhammad Zainuddin abdul madjid dapat digambarkan sebagai berikut : Tuan Guru Haji Abdul Madjid Hj. Halimatussa’diyah Istri Lainnya 1. Siti sarbini 1. Abdillah (Badil) 2. H.M. Shabur 2. Haji Mas’ud 3. Inaq Jemu’ 3. H. Muhammad Faisal 4. Hj. Masyithah 4. Haji Rifa’i 5. Siti Saudah 5. Haji Mahsun 6. M. Syaggaf (H. Muhammad Zainuddin) Sejak kecil Maulana Syeikh terkenal jujur dan cerdas, karena itulah tidak mengherankan kalau ayahnya memberikan perhatian khusus dan menumpahkan kasih sayangnya demikian besar, sehingga ketika ( 16 Situasi ketika beliau lahir- Litbang Depag RI, 1985/1986 : 5.6- menjelaskan bahwa kelahiran TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid bertepatan dengan selesainya perjuangan orang-orang sasak yang beragama Islam melawan kerajaan Karang Asem-Bali yang beragama Hindu dalam perang Sasak – Bali tahun 1889-1895. Guru mukminah (H. Abdul Madjid) merupakan salh seorang pepadu peperangan (jendral/ patih perang) atau yang menjadi kkepal pepadu perang dari raden raring yang pernah menembus dan menghancurkan I. Gusti Komang Pengsong di Punia saba’ ( salah satu dari tiga pepadu bali yang terkuat). H. Abdul madjid sebelum pergi ke mekkah selain dikenal sebagai orang yang pemurah juaga saudagar kaya, guru serta pejuang islam yang ingin menegakkan kembali kejayaan islam sebagaimana pada masa kerajaan selaparang.
Pemikiran & Kiprah Politik TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid 19 maulana syeikh ) pergi ke mekkah untuk melanjutkan studinya, orang tuanya ikut serta dan sang ayahlah yang mencarikan guru dimana ia belajar ilmu pengetahuan untuk pertama kali, bahkan ibunya tinggal bersamanya. Sekitar tiga setengah tahun berada di mekkah dalam menemani permata hatinya, ibunya tercinta pulang ke rahmatullah. Namun hal itu tidak membuat beliau patah semangat dalam menuntut ilmu pengetahuan.17 Tentang silsilah keluarganya tidak dapat dijelaskan secara lengkap, karena dokumen silsilahnya terbakar ketika terjadi musibah kebakaran. Namun dari beberapa sumber yang dapat dipercaya, dapat diperoleh dugaan yang kuat maulana syeikh termasuk keturunan dari kerajaan selaparang.18 Maulana syeikh dalam perkawinannya agak sulit mendapatkan keturunan, sehingga dianggap mandul ( tidak mempunyai keturunan ). Padahal beliau sangat menginginkan keturunan yang akan meneruskan perjuangannya, namun pada usia 40 lebuh baru dikaruniai dua orang putri, yaitu Hj. Siti Rauhun dan Hj. Siti Raehanun. Dengan nama kedua putrinya inilah beliau dikenal dengan sebutan “ Abu Rauhun waraehanun ” bahkan beliau mengabadikan dirinya 17 Safari menganal pribadi TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, Gema Nahdlatul Wathan, Pancor 5 juli 1986. 18 Kerajaan Selaparang merupakan kerajaan pertama di Lombok, kemudian datang kerajaan karang asem bali yang mengahancurkannya. Hal ini dinyatakan oleh salam bahwa semula kerajaan selaparang adalah milik kerajaan islam, secara turun temurun nenek moyang mereka memiliki negeri ini. Akan tetapi dikemudian hari, dengan jalan kekerasan kerajaan selapang tersebut jatuh ketangan karang asem, dan mereka berhasil menguasai seluruh negeri Lombok ( tahun 1870-8194) (lihat salam, 1992 : 6).
20 Dr. H. Zainal Ariin Munir , Lc., M.Ag. dengan nama tersebut dalam beberapa karangannya seperti Hizib nahdlatul wathan. Di samping itu juga beliau dikenal dengan nama “ Hamzanwadi ” , singkatan dari TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid Diniah Islamiyah. C. Pendidikan dan Aktivitasnya 1. Pendidikan Sebagaimana diketahui bahwa ayahnya Maulana Syeikh selain sebagai seorang pejuang, pedagang kaya, dermawan pemurah juga sebagai seorang Tuan Guru bagi masyarakat Lombok, maka Maulana syeikh dalam mengawali pendidikannya dengan membaca AlQur’an di rumahnya sendiri di bawah bimbingan sang ayah. Selain itu juga tercatat beberapa orang guru yang pernah mengajar beliau sebelum berangkat ke tanah suci mekkah, diantaranya adalah TGH. Abdullah bin Amaq Dulaji dari Kelayu, dari Lombok Timur. Selain itu juga beliau menamatkan sekolahnya di Sekolah Rakyat ( Volkschool ) selama empat tahun dari tahun 1915-1919 di Selong Lombok Timur Nusa Tenggara Barat. Pada tahun 1923 M, ketika beliau berusia 17 tahun, bersama dengan ayah bundanya dan bersama dengan beberapa orang saudaranya berangkat ke mekkah untuk melanjutkan studinya. Dan untuk pertama kali maulana syeikh belajar di masjidil haram dibawah bimbingan beberapa orang tokoh ulama’ terkenal pada masa itu.19 Selanjutnya TGH. L Anas Hasyri 19 . wawancara dengan TGH. L. Anas Hasyri di Praya Lombok Tengah tanggal 6 juli 2002.
Pemikiran & Kiprah Politik TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid 21 mengatakan: ketika beliau sampai kemekkah lansung orang tuanya mencarikan guru yang sesuai dan cocok menurutnya, diantara mereka itu adalah Al-Syeikh Marzuki Palembang, kemudian Al-Syeikh Ali Maliki, AlSyeikh Umar Bajunaid, dan Syeikh Umar Hamdan. (lihat LitbangRI, 1985 : 14 ). Disinilah pertama kali beliau menuntut ilmu dan mengaji beberapa kitab kuning dari Nahwu, Sharaf, Aqidah, Tafsir, dan lain sebagainya. Pada tahun 1928 M, Maulana Syeikh Melanjutkan studinya, ke madrasah Al- Shalatiyah20yang terkenal pada saat itu. Madrasah itu telah banyak menghasilkan ulamulama besar yang berasal dari Indonesia, antara lain : 1. Al-syeikh Abd. Al-halim kepala madrasah almustafaeiyah tapanuli, Sumatra utara). 2. Al-syeikh utsman dari aceh 3. Almarhum Adnan Lubis (salah seorang pimpina jam’iyatul wasyiliyah di medan) 4. Al-syeikh Abd. Al-Rahman ( salah seorang tokoh nahdlatul Ulama di medan) 5. Maulana syeikh – syeikh ma’sum jambi. 20 . Madrasah Al-Shalatiyah merupakan madrasah pertama di mekkah Al mukarromah. Madrasah ini didirakan oleh seorang ulama’ besar yang berasal dari india, yaitu Syeikh Rahmatullah Ibnu Khalil Al-Hindi Ad-Dahlawi, pada tahun 1292. Dan beliau wafat pada tahun 1308. Pada waktu maulana syeikh masuk, madrsah ini dipimpin oleh syeikh salim Rahmatullah, putra dari Syeikh Rahmatullah, pendiri madrasah tersebut. (lihat hayyi nu’man, 1993. Biograi maulana syeikh hasan Muhammad Al-masysyath, hal : 2.) lebuh lanjut dikatajkan bahwa madrasah tersebut hasan Muhammad almasysyath dan lain sebagainya. 9(lihat, nzham batu ngompal, tt. 11 TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul madjidal-fansyur).
22 Dr. H. Zainal Ariin Munir , Lc., M.Ag. 6. Al-syeikh-hasbiyalloh (pendiri madrasah wathaniyah di Jakarta) 7. Maulana Syeikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid pancor, Lombok timur, (Pendiri NWDI dan NBDI).21 8. Syeikh haji abdul haiz sulaiman (anggota dewan musytasyar nahdlatul wathan dan pendiri pondok pesantren selaparang nahdlatul wathan Kediri, Lombok Barat). 9. TGH. Faisal abdul manan (salah seorang ketua suriyah NU propinsi nusa tenggara barat ), dan lain-lain. (lihat, al-masysyath . al jaawahir. Ed. Abd. Al-wahhab 1987 :39). Di madrasah shaulatiyah ini Maulana Syeikh belajar dan memperdalam berbagai ilmu disiplin ilmu agama islam dengan sangat tekun di bawah asuhan dan bimbingan para ulam terkemuka. Ketekuanan dan keulatan serta kecerdasan beliau mengundang berbagai komentar dan saanjungan dari teman-temannya maupun dari guru-gurunya. Syeikh zakaria Abdullah bila, seorang teman sekelas maulana syeikh dan sebagai ulama terkemuka di tanah suci mekkah, dia (syeikh Abdullah zakria billa) menceritakan 21 Seorang teman maulana syeikh “syeikh Abdullah zakria billa, seorang ulama besar kota suci mekkah , mengatakan : “ saya teman seangkatan syeikh zainuddin, saya bergaul dekat dengan nya beberapa tahun. Saya sangat kagum kepadanya, dia sangat cerdas, akhlaqnya mulia. Dia sangat tekun belajar sampai-sampai jam keluar mainpun diisinya dengan menekuni kitab pelajaran dan berdiskusi dengan kawan-kawannya ( lihat TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, Tajwid Batu ngompal, tt : 11)
Pemikiran & Kiprah Politik TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid 23 pengalamannya ketika bersama-sama dengan maulan syeikh saat belajar maupun di luar, ia berkata : ………” saya teman seangkatan syeikh zainuddin. Saya bergaul dekat dengannya bebrapa tahun, saya sangat kagum kepadanya, dia sangat cerdas, aklaqnya mulia, dia sangat tekun belajar, sampai-sampai jam keluar mainpun diisinya dengan menekuni kitab-kitab pelajaran dan berdiskusi dengan teman-temannya. Saya belum pernah mampu diukirnya banyak ulama yang telah dihasilkannya, ketekuanannya membuat orang kagum dan menghormatinya. 22 Dan karena kecerdasan beliau yang begitu tinggi dan wawasan keilmuannya yang begitu luas menjadikan guru-gurunya sangat sayang kepadanya. Dan salah seorang guru beliau berkata : “………… aku sangat cinta kepada zainuddin dan orang-orang yang mencintainya, dan aku sangat benci kepada orang-orang yang membencinya ……………..” Mudir ( direktur ) madrasah shaulatiyah syeikh salim Rahmatullah mengatakan : “ …………… madrasah shaulatiyah tak perlu memiliki murid muri banyak, cukup satu saja asalkan sama kwalitasnya seperti zainuddin…..”.23 Komentar serta berbagai pujian yang diberikan kepada maulana syeikh cukup beralasan, terbukti dengan prestasi yang diraihnya, rata-rata sepuluh plus bintang sebagai penghargaan atas prestasi-prestasinya 22 Lihat batu ngompal, TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul madjid, tt : 11. 23 wawancara dengan TGH. Mahmud Yasin, QH, Lombok timur tanggal 10 juli 2002, beliau adalah salah satu kader dari TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.
24 Dr. H. Zainal Ariin Munir , Lc., M.Ag. yang ditunjukkan dan sulit ditandingi, baik oleh temantemanya maupun generasi berikutnya. Diantara berbagai pujian dan komentar tersebut, salah seorang guru beliau Al-Allamah Al-adib Al-Syeikh Al-Sayyid Amin Al-Kutbi, dalam kata pengantar kitab “ syarah mi’raj Al-Shibyan Ila Sama’ ilm bayan.” Karangan TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid beliau berkata “…… setelah saya baca dan telaah kitab syarah mi’raj Al-Shibyan Ila Sama’ ilm Al-bayan karangan Al-Ustadz yang mulia Syeikh Muhammad Zainuddin Abdul Madjid pendiri Nahdlatul Wathan diniyah Islamiyah di pancor- ampenanindonesia, saya bersyukur dan mencintainya denga bait-bait syair sebagai berikut : Demi allah, saya kagum pada zainuddin Kagum pada kelebihannya atas orang lain Pada kebesarannya yang tinggi Dan kecerdasannya yang tiada tertandingi Jasa semerbak dimana-mana Menunjukkan satu-satunya permata Yang tersimpan pada moyangnya Buah tangannya indah lagi menawan Penaka bunga-bungaan Yang tumbuh teratur di lereng-lereng pegunungan. Komentar dan berbagai pujian yang dilontarkan teman serta guru-gurunya itu diterimanya dengan rendah hati, dan beliau menjadikannya sebagai motifasi dan dorongan baginya dalam melanjutkan perjuangan serta aktifvitasnya dan sebagai stimulus yang cukup berarti bagi murid dan kaderisasinya.
Pemikiran & Kiprah Politik TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid 25 Prestasi yang begitu gemilang diakuai oleh maulana syeikh, hanya berkat bimbingan dari masyaikh ( guruguru ) nya dengan ikhlas membimbingnya, demikian kenangnya.24 Tercatat beberapa guru yang pernah mengajar dan membimbingnya di madrasah Shaulatiyah dalam berbagai disiplin ilmu keagamaan (keislaman), antara lain : 1. Al-Allamah Syeikh hasan Muhammad AlMasysyath Al-Maliki 2. Al-Allamah Al-Syeikh Al-Sayyid Amin Al-Kutbi 3. Al-Allamah Al-Syeikh Al-Sayyid Muhsin AlMusawa 4. Al-Allamah Al-Syeikh Umar Bajuned Al-Syai’i 5. Al-Allamah Muhammad Sa’id Al-Yamani AlSyai’i 6. Al-Allamah Syeikh Abd. Al-Qadir Al-Mandii AlSyai’i 7. Al-Allamah Al-Syeikh Abd. Al-Hamid Abd. AlRabb Al-Yamani Al-Syai’i 8. Al-Allamah Syeikh Umar Hamdan Al-Syai’i 9. Al-Allamah Syeikh Salim Rahmatullah 10. Al-Allamah Al-Syeikh Abdullah Al-Bukhan AlSyai’i 24. Maulana Syeikh, Pendiri NWDI, NBDI, dan NW. Wawancara 25 januari 1991, oleh Drs. M. Natsir Abdullah, M.Ag. ( Lihat Tesis, 1992 : 30-31. Teologi Nahdlatul Wathan)
26 Dr. H. Zainal Ariin Munir , Lc., M.Ag. 11. Al-Allamah Al-Syeikh Salim Cianjur, Jawa Brat 12. Al-Allamah Al-Syeikh Ahmad Dahlan Shidqah AlSyai’i 13. Al-Allamah kiyai Falak Bogor, Jawa Barat, dan lain-lain.25 Diantara sekian banyak guru-guru beliau, yang paling sering beliau sebut adalah syeikh Muhammad hasan Al-Masysyath, dan Sayyid Amin Al-Qutbi. Karena keduanyalah yang banyak memperhatikan dan memberi bimbingannya, hal tersebut terbukti dengan beberapa pernyataan akan keistimewaan beliau dihadapan para guru beliau diantaranya, sebagai berikut: 1. Maulan Syeikh Muhammad Hasan Al-Masysyath berkata : ……. “ saya tidak akan berdoa kepada Allah SWT kecuali kalau Zainuddin telah nampak jelas di depanku dan bersamaku. Dan saya sangat cinta kepada zainuddin dan orang-orang yang mencintainya….”26 2. Syeikh Sayyid amin Al-Qutbi, juga tak mau ketinggalan dalam memberikan komentarnya tentang murid kesayangannya, Beliau berkata : ……….. “ Demi Allah aku kagum pada Zainuddin kagum pada kelebihannya, pada kebesarannya yang tinggi dan kecerdasannya yang tiada tertandingi…..27 25 Maulana Syeikh. Litbang Depag RI Tanggal 24 April 1985 Di Pancor, Lombok Timurnusa Tenggara Barat, hal : 22-23. 26 . Maulana Syeikh, Tajwid Batu Ngompal, tt. 13 27 Lihat, Hayyi Nu’man, Opcit, h. 151. Dan Hasan al-Masysyath, Jawahir
Pemikiran & Kiprah Politik TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid 27 Untuk itu, maulana Syeikh dalam kesempatannya selalu menekankan kepada santri-santrinya agar senantiasa selektif dalam memilih guru, beliau berkata ……. “ Pandai-paidailah kalian memilih guru, karena guru ibarat pipa air yang mengalirkan airnya, dan kalau air yang disalurkannya keru, maka keruhlah air yang kalian terima, dan begitu juga sebaliknya……….” 2. Aktivitas-aktivitasnya Maulana Syeikh, selain menjadi pendidik, ulama, ia juga sebagai pejuang bangsa dengan semangat nasionalisme, yang tidak pernah pudar, terutama dalam membebaskan Negara khususnya pulau Lombok dari penjajah Jepang maupun Belanda, oleh karena itu bisa dikatakan bahwa Maulana Syeikh merupakan proil kiyai pejuang, dan pejuang yang kiyai. Dalam perjuangannya membebaskan Indonesia dari kekejaman pemerintah Belanda dan Jepang, Maulana Syeikh selalu mengobarkan jiwa patriotism dan nasionalisme dikalangan santri-santrinya. Dengan demikian tidaklah mengherankan apabila Belanda dan Jepang selalu mengancam Madrasah NWDI dan NBDI, karena menurut mereka Madrasah ini menjadi markas atau pusat pergerakan pemberontakan. Akan tetapi ancaman para kolonialis tersebut selalu digagalkan dengan diplomasi yang yang mantap oleh sang kyai dengan pejabat kolonial, beliau mengatakan bahwa, “Madrasah ini merupakan wadah atau tempat Al-Tsaminah, Op Cit, h. 40
28 Dr. H. Zainal Ariin Munir , Lc., M.Ag. mencetak iman dan penghulu, bukan tempat mencetak kader politik dan para pemberontak. Dengan ucapan tersebut pejabat colonial belanda mengijinkan Madrasah ini beroperasi lagi.28 Setelah beberapa bulan kemerdekaan republik Indonesia diproklamasikan, tentara colonial belanda dan pejabat NICA ( Netherlands Indies Civil Administration ) di beberapa tempat utamanya di pulau-pulau sunda kecil untuk menerima penyerahan kekuasaan dari pihak tentara penduduk Jepang.29 Di wilayah Nusa Tenggara Barat sendiri gejolak perjuangan menegakkan dan mempertahankan kemerdekaan semakin menggelora. Tokoh-tokoh perjuangan dan pemuda setempat tidak dapat menahan diri itu, lebih-lebih setelah ada berita di beberapa daerah tentara sekutu yang diboncengi oleh pejabat-pejabat kolonial sudah menerima penyerahan kekuasaan dari tangan Jepang. Diantara para tokoh pergerakan dan perjuangan dalam membebaskan dan mempertahankan kemerdekaan republik Indonesia, adalah TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid beserta para guru NWDI dan NBDI dan segenap santrinya dengan membentuk suatu gerakan yang diberi nama “ Gerakan Al-Mujahidin” 30 , kemudian bergabung dengan gerakan28 wawancara dengan TG. Drs. H. Mustamiuddin Ibrahim, SH., Mataram 15 Juli 2002 Di Mataram. 29 Proil Propinsi RI, Nusa Tenggara Barat, 1992. 3. 30 Al-Syeikh Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, Hizib Nahdlatul Wathan Wa Nahdlatul Banat, (Surabaya, Penerbit Maulana Syeikh-Syaggaf,
Pemikiran & Kiprah Politik TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid 29 gerakan perlawanan rakyat lainnya, seperti gerakan benteng hitam, BKR. Bahkan setelah ada instruksi dari gubernur propinsi sunda kecil yang berkedudukan di Singaraja – Bali untuk membentuk Komite Nasional Indonesia (KNI), di daerah-daerah segera mendapat sambutan. Setelah peristiwa tersebut, madrasah NWDI dan NBDI di blacklist dan dinyatakan sebagai markas terselubung, dengan itu penangkapan beberapa guru madrasahpun tak terelakkan lagi. TGKH. Ahmad Rifa’I Abdul Madjid (Adik Kandung Maulana Syeikh) dibuang dan dipenjarakan di Maluku. TGKH. Muhammad Yusi Muhsin dipenjarakan di Praya Lombok Tengah. Dan beberapa orang lagi dipenjarakan di Bali. Puncak dari perlawanan Al-Mujahidin, terjadi penyerbuan lansung terhadap tangsi militer NICA di Selong, pada tanggal 8 Juni 1946, dibawah pimpinan TGKH. Muhammad Faisal Abdul Madjid (adik Mualana Syeikh) bersama dua orang santri yaitu Sayyid Saleh dan Abdullah, yang pada akhirnya Ketiganya gugur sebagai syuhada’ dan menjadi dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Rinjani, Selong Nusa Tenggara Barat.31 Para tokoh militer Jepang menyadari arti dan semangt menggelora ini. Karena itulah pada tanggal 15 Oktober 1945, di Gedung Mardi Bekso Mataram, pemerintah Jepang secara resmi menyerahkan 1987) Cet. Ke-12. h. 5. 31 Wawancara dengan TG. Drs. H. Mustamiuddin Ibrahim, SH., Mataram 15 Juli 2002, beliau adalah salah seorang kader yang aktif mendukung dan berjuang bersama Maulan Syeikh.
30 Dr. H. Zainal Ariin Munir , Lc., M.Ag. kekuasaannya kepada para pejuang Indonesia.32 Dengan demikian, maka selamatlah madrasah NWDI dan NBDI dari aksi penutupan yang direncanakan Jepang. Meski sudah menyerahkan kekuasaan, akan tetapi ancaman dan intimidasi dari pihak NICA semakin gencar, bahkan lansung ditujukan kepada pribadi Tuan Guru, namun berkat perlindungan dan penjagaan dari Allah SWT. semua rencana makar tersebut gagal total. Dan beliau masih tetap eksis dalam melanjutkan tugas dan kewajibannya sebagai seorang ulama pejuang. Dalam bidang politik, beliau pernah menjadi konsulat NU Sunda Kecil tahun 1950, ketua Penasehat Badan Penasehat Partai Masyumi untuk Lombok pada tahun 1952, pada tahun 1955 terpilih sebagai anggota Konstitusnte dari partai Masyumi. Pada tahun 1971-1982 diangkat menjadi anggota MPR dari Fraksi Golongan Karya, Pada tahun 1947-1948 menjadi Amirul Hajj ke mekkah dari NIT ( Negara Indonesia Timur ), pada tahun 1948-1949 anggota delegasi NIT ke Saudi Arabia, pada tahun 1971-1982 anggota penasehat Majelis Ulama Indonesia.32 3. Kepemimpinannya Semangat dan motivasi perjuangan seorang tokoh atau pemimpin banyak ditentukan oleh pola kepemimpinannya. Kearifan seorang pemimpin dalam melaksanakan tugas kepemimpinan akan menentukan keberhasilan perjuangannya. 32 Maulana Syeikh, tt. Tajwid Batu Ngompal, Lombok : Al-Syaggaf. H. 27-28.
Pemikiran & Kiprah Politik TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid 31 Perjuangan dan kepemimpinan merupakan dua hal yang saling terkait, karena perjuangan itu akan berhasil, apabila pola pendekatan digunakan dalam kepemimpinan itu baik. Di samping itu kepemimpinan yang arif dan bijaksana akan menghasilkan buah perjuangan yang manis. Maulana Syeikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dikenal sebagai ulama besar di Indonesia karena ilmu yang dimiliki sangat luas dan mendalam. Demikian juga dengan kharisma beliau sebagai sosok pigur ulama demikian besar. Beliau adalah tokoh panutan yang sangat berpengaruh karena sikapnya yang arif dan bijaksana. Perjuangan dan kepemimpinan beliau senantiasa diarahkan untuk kepentingan ummat. Penghormatan dan penghargaan yang diberikan kepada seseorang yang telah berjasa kepadanya terutama guruguru beliau diwujudkan dalam bentuk yang dapat memberikan manfaat kepada ummat. Sebagai contoh dapat dikemukakan bahwa apresiasi beliau kepada mahagurunya yang paling dicintai dan disayanginya, yakni Maulana Syeikh Hasan Muhammad Al-Masysyath, dimana beliau mengabadikan nama gurunya itu menjadi sebuah nama Pondok Pesantren yang didirikan di Desa Jenggik, yakni Pondok Pesantren Al-Hasaniyah NW di Jenggik Lombok Timur. Begitu pula apresiasi beliau kepada maha gurunya Maulana Syeikh Sayyid Muhammad Amin Al-Qutbi, namanya diabadikan menjadi nama Pondok Pesantren AlAminiyah NW Bonjeruk, Lombok Tengah. Demikian pula, penghargaan kepada maha gurunya Maulana
32 Dr. H. Zainal Ariin Munir , Lc., M.Ag. Syeikh Salim Rahmatullah, beliau mendirikan sebuah pondok pesantren di Lombok Barat dengan nama Pondok Pesantren Syaikh Salim Rahmatullah. Pola kepemimpinan yang beliau contohkan, hanya dapat di ditiru dan diikuti oleh mereka yang memiliki wawasan ilmu yang luas, serta memiliki sikap yang arif dan bijaksana. Demikian pula tentang pendekatan yang beliau lakukan selalu bernilai paedagogik, dalam arti mengandung nilai-nilai pendidikan. Beliau memiliki sikap rendah hati, tidak pernah merasa dirinya sebagai tokoh besar dan disegani, beliau selalu bertindak sebagai pengayom yang berada di tengah- tengah jamaah dan senantiasa menempatkan diri sesuai dengan keberadaan dan kemampuan mereka. Demikian juga halnya dikala beliau memberikan fatwanya selalu disesuaikan dengan jangkauan alam ikiran murid dan santrinya. Sikap keseharian beliau selalu menunjukkan kesederhanaan. Inilah yang membuat beliau selalu dekat dengan warganya dan murid muridnya dengan tidak mengurangi kewibawaan dan kharisma yang beliau miliki. Keluhan dan problem yang disampaikan warga dan muridnya ditampung, didengar dan dicarikan jalan penyelesaiannya terbaik, disertai sikap arif dan bijaksana dan tentu tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Untuk melanjutkan dan mengembangkan perjuangan Nahdlatul Wathan dimasa datang, beliau sangat mendambakan munculnya kader- kader yang memiliki potensi dan militansi serta loyalitas yang
Pemikiran & Kiprah Politik TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid 33 tinggi, baik dari segi semangat, wawasan, maupun bobot keilmuan. Dalam banyak kesempatan beliau sering menyampaikan keinginannya agar murid dan santri beliau memiliki ilmu pengetahuan sepuluh bahkan seratus kali lipat. Lebih tinggi daripada ilmu pengetahuan yang beliau miliki. Demikian motivasi yang selalu beliau kumandangkan supaya murid dan santri beliau tekun dan berpacu dalam menuntut ilmu pengetahuan, baik di dalam maupun di luar negeri. Dalam menerima dan menanghadapi para murid dan santri serta warga Nahdlatul Wathan beliau tidak pernah membedakan antara yang satu dengan yang lain. Semua murid dan santri serta warga Nahdlatul Wathan diberikan perhatian dan kasih sayang yang sama besarnya bagaikan cinta dan kasih sayang seoranb bapak kepada anak-anaknya. Yang membedakan murid dan santri di hadapan beliau adalah kadar keikhlasan dan sumbangsihnya kepada Nahdlatul Wathan. Dan, untuk memmbina dan mengevaluasi kualitas kader Nahdlatul Wathan, beliau mengeluarkan wasiat dalam bahasa arab sebagai berikut: بسم اه وبحمده السام عليكم ورمةاه وبركاته ومغفرته ورضوانه وتامذ ي العقاء اوادي ااوفياء
34 Dr. H. Zainal Ariin Munir , Lc., M.Ag. أنفعكم لنهضة الوطن ان أكرمكم عندي أركم بنهضة الوطن وركم عندي فصابروا ورابطوا وجاهدوا ثم جاهدو ي سبيل هضة الوطن اعاء كلمة الدين والوطن, تكونوا بحول اه تعاى من امجاهدين لدينه والبارين امخلصن ي الر والعلن. Artinya: Dengan menyebut nama Allah dan memuji-Nya Semoga keselamatan tetap tercurahkan kepada-Mu, demikian pula rahmat Allah, keberkatan, ampunan dan ridho-Nya. Anak-anakku yang setia dan murid-muridku yang berakal. “Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisiku ialah yang paling banyak bermanfaat untuk perjuangan Nahdlatul Wathan, dan sejahat-jahat kamu ialah yang paling banyak merugikan Nahdlatul Wathan”. Karena itu kuatkanlah kesabaranmu, tetaplah bersiap-siaga, berjuanglah/kemudian berjuanglah di jalan Nahdlatul Wathan untuk mempertinggi citra agama dan negara. Niscaya kamu dengan kekuasaan Allah SWT. tergolong pejuang agama, orang saleh dan mukhlis baik pada waktu sendirian maupun bersama orang lain. Semoga Allah membukakan pintu rahmat untuk kami dan kamu semoga Ia menganugerahi kami dan
Pemikiran & Kiprah Politik TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid 35 kamu serta para simpatisan Nahdlatul Wathan masuk surga dan nikmat tambahan yang tiada taranya yaitu melihat dzat-Nya dari surga. Demikianlah wasiat ini dikularkan telah terlihat bebarapa kader dari kalangan alumni madrasah NWDI dan mereka yang sudah dibiayai beliau untuk melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi keluar dari garis perjuangan organisasi. Tidak taat pada kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh beliau memag dalan rangka kaderisasi beliau banyak bantuan kepada alumni NWDI dan orang lain untuk melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi dengan nawaitu khusus dan perjanjian khusus pula, yaitu untuk setia membela dan memperjuangkan cita-cita NWDI, NBDI dan NW. alhamdulillah banyaklah di antara mereka yang benarbenar setia menepati janjinya dengan tulus. Sebaliknya ada juga yang khianat pada janjinya, tidak malu merobekrobek nawaitu pengirimnya. Eksistensi dan aplikasi dari wasiat ini menjadi tolak ukur kualitas dan kadar ketaatan serta keikhlasan kader-kader Nahdlatul Wathan. Di samping itu untuk mempertegas wasiat tersebut, beliau mencetuskan wasiat renungan masa I dan II berbahasa Indonesia dalam bentuk puisi. Wasiat renungan masa ini berisikan nasehat, fatwa dan pedoman bagi warga Nahdlatul Wathan dalam berjuang. Lahirnya wasiat-wasiat tersebut merupakan konsekwensi logis dan pola kempemimpinan beliau yang selalu menekankan hubungan guru dengan murid. Beliau adalah igur pemimpin yang selalu menekankan agar tetap terjalin dan terpelihara hunbungan antara guru dan murid. Menurut prinsip beliau bahwa tidak ada
36 Dr. H. Zainal Ariin Munir , Lc., M.Ag. guru yang membuang murid akan tetapi banyak murid yang membuang guru. Penekanan pada jalinan hubungan guru dengan murid adalah pola kepemimpinan beliau. Hal ini menyebabkan tidak terdapatnya kesenjangan antara beliau sebagai guru dan pemimpin dengan warga dan para murid. Dan antara murid dengan murid. Demikian pula dalam setiap gerak dan langkah beliau selalu memberikan contoh dan suritauladan yang baik dan selalu memberikan keyakinan akan kebenaran perjuangan Nahdlatul Wathan dengan memberikan contoh yang jelas untuk diikuti dan dilaksanakan oleh seluruh murid dan santrinya. Sikap kasih sayang terhadap para murid dan santri utamanya yang menunjukkan nilai positif untuk perjuangan Nahdlatul Wathan tetap terlihat dalam sikap dan perilaku beliau dan tetap terdengar dari ucapan-ucapan beliau. Semua murid dan santri mendapat cinta dan kasih sayang serta perilaku yang sama selama mereka tidak merusak hubungan baiknya dengan beliau sebagai guru dan juga terhadap perjuangan Nahdlatul Wathan. Pola pendekatan dan bentuk kepemimpinannya yang diterapkan menyebabkan karisma yang dimiliki dan kecintaan murid terhadap beliau tidak pernah pudar beliau tetap mendo’akan para murid dan santrinya agar menjadi murid yang taat kepada Allah dan rasul-Nya, berbuat baik kepada ibu bapak dan guru. Beliau senantiasa menanamkan keyakinan dan kesetiaan murid kepada gurunya. Menurut beliau
Pemikiran & Kiprah Politik TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid 37 keberkatan ilmu sangat tergantung pada kesetiaan dan hubungan baik murid dan gurunya dan kerugian yang sangat besar bagi seorang murid apabila hubungan baik dengan gurunya. Di samping itu beliau juga mengajarkan kepada para santri dan murid-muridnya untuk selalu berbaik sangka kepada semua orang dan berbuat baik kepada orang yang pernah berbuat baik kepada Nahdlatul Wathan. Ajaran beliau, apabila seseorang berbuat baik satu kali maka harus dibalas sepuluh kali, bahkan seratus kali kebaikan. Kebaikan seseorang selalu diingat dan dikenang. Akan tetapi kebaikan diri kepada seorang hendaknya dilupakan. Dan, apabila sesorang berbuat jahat kepada kita, hendaknya dibalas dengan sabar, kalau tidak tahan balaslah dengan seimbang, tidak boleh lebih. Sebagai pemimpin ummat, beliau mempunyai pendirian sikap tegas, sportif, dan konsekwen terhadap apa yang beliau putuskan. Dalam menetapkan suatu keputusan utamanya yang menyangkut masalah prinsipal beliau selalu mengkajinya secara mendalam tidak hanya melalui akal pikiran pribadi, akan tetapi dengan musyawarah, dan setelah dipertimbangkan dengan matang berdasarkan dalil-dalil naqli dan aqlinya, mantiq dan mafhumnya, untung dan ruginya maslahat dan mafsadatnya, barulah beliau menempuh jalan yang terakhir yaitu melalui shalat istikharah sampai memperoleh keputusan yang meyakinkan. Keputusan tersebut beliau laksanakan dan terapkan dengan penuh keyakinan dan sportivitas tinggi serta diupayakan untuk
38 Dr. H. Zainal Ariin Munir , Lc., M.Ag. menjadi suatu garis atau ketetapan yang harus dilakukan oleh seluruh murid secara konsekwen. Dalam melaksanakan misi dan tugas organisasi, beliau senantiasa memberikan petunjuk dan masukkan-masukkan kepada semua kader dan selalu membersarkan jiwa dan semangat pengabdian kepada para murid dan santrinya dengan jiwa iman dan taqwa ikhlas dan istiqomah, jujur dan memiliki sifat syaja’ah serta memiliki jiwa rela berkorban untuk kepentingan ummat. Sedangkan yang paling tidak dibenarkan dan tidak berkenan di hati beliau adalah sikap pesimistis, apatis dan pengecut, cari muka dan ingkar janji. Titik tekan dari perjuangan dan kepemimpinan beliau selalu bertujuan untuk kepentingan ummat dalam upaya mendapatkan kebahagiaan dan keselamatan duniawi dan ukhrawi. Beliaun sebagai pejuang dan pemimpin yang tangguh dari semua ucapan, pengarahan dan prilaku beliau selalu terdengar dan terlihat sikap untuk maju dan terus maju. Misalnya dari gubahan lagu atau nasyid yang beliau ciptakan selalu memancarkan jiwa jihad yang tinggi dan bermakna baik dalam upaya memerangi kebodohan, keterbelakangan, maupun dalam memerangi dan membasmi segala macam khurafat yang berbahaya bagi umat Islam. Dalam lagu atau nasyid tersebut tercermin sifat dan sikap mental yang beliau miliki dan perlu diwariskan kepada para murid dan santri beliau sebagai generasi dan kader penerus perjuangan Nahdlatul Wathan. Beliau selalu menekankan bahwa dalam perjuangan itu hendaknya dilandasi dengan “Tiga I”, yaitu Iman, Islam dan Ihsan,
Pemikiran & Kiprah Politik TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid 39 dan jangan berjuang karena mengharapkan “Tiga SI”, yaitu kaki kursi, nasi basi, dan sambal terasi. Kegairahan dalam berjuang dan menuntut ketinggian ilmu pengetahuan dan ktinggian martabat hidup, baik sebagai warga Nahdlatul Wathan maupun sebagai umat Islam untuk kepentingan duniawi dan ukhrawi tetap terdengar dari fatwa-fatwa yang beliau sampaikan. Hal ini juga terkristal dalam karangan beliau, baik yang berbaha Arab maupun berbahasa Indonesia dan berbahasa Sasak. 4. Karya-karyanya TGKH. Zainuddin Abdul Majid selain tergolong sebagai tokoh ulama dengan kualitas ilmu yang sangat tinggi, beliau juga sebagai penulis dan pengarang yang produktif. Bakat dan kemampuannya sebagai pengarang tumbuh dan berkembang sejak ia masih belajar di Tanah Suci Mekah pada madrasah al-Shaulatiyah. Tapi karena kesibukannya dalam mengembangkan dakwah Islamiyah dan mencetak kader-kader penerus perjuangan, ia tinggalkan semua keahliannya. Sebagai manusia biasa ia sering berkata di depan para santrinya saat teringat kawan-kawan sekelasnya yang sudah memiliki banyak karya-karya ilmiah seperti Maulana Syeikh Zakariya Abdullah Bila, Maulana Syeikh Yasin al-Padangi dan lain-lainnya, katanya “……mereka sekarang telah banyak menghasilkan karya-karya ilmiah dan dalm bidang tulis-menulis”33 . 33 Ibid. h.14
40 Dr. H. Zainal Ariin Munir , Lc., M.Ag. Akan tetapi beliau tidak pernah berkecil hati dan dalam hal ini, ia juga sangat menyadari akan kondisi mereka yang sangat berbeda, yaitu masyarakat Mekah di satu pihak dan masyarakat Indonesia di lain pihak. Pada suatu kesempatan beliau pernah berkata “….seandainya aku mempunyai waktu dan kesempatan yang cukup untuk menulis dan tulisan-tulisan yang lebih banyak, seperti yang telah dimiliki Syaikh Zakaria Abdullah Billa, Syeikh Yasin al-Padangi, Syeikh Ismail dan Ulama-ulama lain tamatan Madrasah Asy-Shaulatiyah”.34 Kendatipun demikian, di tengah-tengah kesibukannya ia masih menyempatkan diri untuk mengembangkan bakat menulis dan mengarangnya. Karya tulisannya yang menyangkut masalah keagamaan, serta Fiqih, Tauhid, Faraid, Ilmu Bayan, Tajwid, Himpunan Doa-Doa sampai lagu-lagu perjuangan. Akan tetapi dari sekian banyak karya-karyanya tidak semua dipublikasikan, karena ada yang terbakar dan ada juga yang hilang ketika akan dicetak, seperti Sullamul Hija’, kitab tersebut hilang di Makkah.35 Adapun karya tulis yang telah dipublikasikan diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Al-Fawakihat Al-Nahdiyah Filstishad Al-Tauhid alTsoniyah bi nashamika al-Nahdlat al-Zainiyyah, 36 sebuah kitab dalam bahasa Arab dan berbentuk Nadham yang ditulisnya di Pancor Lombok Timur 34 Wawancara dengan TGH. Mahmud Yasin, QH. Anjani Lombok Timur, 10 Juli 2002 35 Selanjutnya dalam tulisan ini disebutkan Nahdlat Al-Zainiyah 36 Selanjutnya dalam tulisan ini disebutkan Nahdlat Al-Zainiyah
Pemikiran & Kiprah Politik TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid 41 pada tahun 1358 H/1938 M. isi kitab ini mengenai ilmu Faraid (Mubtadi) yang ingin mendalami ilmu Faraid.37 2. Al-Tuhfat al-Anfananiyah Syarh al-Nahdlat alZainiyah-selanjutnya al-Tuhfat- sebuah kitab dalam bahasa arab yang ditulis di Pancor Lombok Timur tahu 1416 H/1996 M. Kitab ini merupakan syarh dari Nahdlat al-Zainiyah tentang ilmu Faraid. 3. Syarh Mi’raj asy-Syibyan ila sama’ ilm al-Bayan ala Risalat al-Allamah al-Sayyid Ahmad Zaini Dahlan – selanjutnya Mi’raj al-Shibyan – sebuah kitab dalam bahasa Arab yang ditulisnya di Pancor Lombok Timur tahun 1916/1996. Kitab ini merupakan syarh dari Risalah al-Bayan yang dikarang oleh Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, tentang ilmu Balagoh.38 4. Al-Nafahat ‘ala Thoriqat al-Saniyah, sebuah kitab dalam bahasa Arab tentang ilmu Mustholah alHadits. 5. Nail al-Anfal, Batu Ngompal (Batu Apung), sebuah kitab dalam bahasa Arab-Melayu yang ditulisnya di Pancor, Lombok Timur tahun 1363/1943. Tentang ilmu tajwid, dengan bentuk Nadham (syair). 37 Lihat, Al-Syeikh Muhammad Zainuddin Abdul Madjid,1358/1939 dalam Nahdlat al-Zainiyah, Pancor: Toko Kita : 1 38 Kitab al-Tuhfat diselesaikan pada hari sabtu tanggal 9 Dzulhijjah 1416 H/27 April 1996 M. dan Kitab Mi’raj al-Shibyan selesai pada hari Selasa, 26 Dzulhijjah 1416 H/14 Mei 1996 M.