The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Bagi 40 Alasan Anda Menghafal Alquran - Ustadz C. Abdulwaly

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by amalikurniawan, 2023-11-24 06:38:31

Buku 40 Alasan Anda Menghafal Alquran - Ustadz C. Abdulwaly

Bagi 40 Alasan Anda Menghafal Alquran - Ustadz C. Abdulwaly

membaca Al-Qur'an agar dikatakan: 'ia adalah seorang qari'!' dan kamu telah disebut demikian (ketika di dunia).' Maka diperintahkan agar ia diseret di atas wajahnya sampai ia dilemparkan ke dalam neraka." (HR. Muslim) Namun, banyak orang yang justru menjadikan hadits ini sebagai alasan mengapa mereka tidak mau menghafal AlQur'an, karena menurut mereka be ban penghafal Al-Qur' an itu sangat berat. Padahal, justru seharusnya hadits ini dijadikan semangat kita untuk menghafal Al-Qur'an dengan niat yang tulus, dan mengamalkannya juga dengan pengamalan yang tulus. Logikanya, jika penghafal Al-Qur'an saja dapat masuk neraka karena niat yang salah, apalagi yang memang secara terang-terangan tidak mau menghafal Al-Qur'an, bahkan sekadar niatnya pun tidak ada. Justru dengan menghafal Al-Qur'an, kita menyelamatkan diri kita dari kategori berpaling dari Al-Qur'an. Berpaling dari Al-Qur'an itu di antaranya berpaling dari membaca dan menghafalnya, berpaling dari mentadabburi dan mengamalkannya. Dan ancaman siksaan bagi mereka yang berpaling dari Al-Qur'an itu sangat mengerikan. Firman-Nya: ,, ,, .,,. .,,. ,, � i!.l:. � 5, c..> ;:_� J:, �.;,, �_; .. ,, !:,, �,,. _, in / ·""t _,,, /-•"' (\'\'t :.J:. ) � � �· ' !!' , ...... ,,, . _,! , ,,, .>> > O�J .-: / "Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." (Thaha: 124)0 36 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


10 Keluarga Allah dan Bamba Pilihan-Nya � iapa yang tak mau menjadi keluarga Allah dan hamba �pilihan-Nya, setiap orang mukmin, yang benar-benar keimanannya, sudah pasti ingin menjadi keluarga Allah dan hamba pilihan-Nya. Jangankan menjadi keluarga Allah, terkadang kita yang masih ada hubungan kekeluargaan dengan orang terhormat pun merasa begitu bangga, bahkan tak jarang malah kita juga ikut dihormati orang lain, bukan karena kita yang pantas dihormati, tapi karena kita dekat dengan orang yang dihormati. Maka, Anda pasti tak akan mampu membayangkan bagaimana jika seorang manusia menjadi keluarga Allah, sekaligus menjadi hamba pilihanNya. Betapa banyak yang akan didapatkannya dari Allah, dan betapa ia sangat dicintai oleh-Nya. Dan tahukah Anda? Penghafal Al-Qur'an adalah salah satu di antara manusia yang disebut-sebut oleh Rasulullah � sebagai keluarga Allah dan hamba pilihan-Nya. Rasulullah � bersabda: 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 3 7


"Sesungguhnya Allah Azza wa ]all a memiliki keluarga dari kalangan manusia." Para sahabat bertanya kepada kepada beliau, "Siapakah mereka wahai Rasulullah?" Rasulullah f3 menjawab, "Ahlul Qur'an, merekalah keluarga Allah dan hamba-hamba pilihanNya." (HR. Ahmad) Jika kita lihat penjelasanAl-Munawi di dalam Faidh Al-Qadir, Ahlul Quran adalah para penghafal Al-Qur'an yang senantiasa mengamalkannya. Penamaan demikian tiada lain sebagai bentuk penghormatan untuk mereka, sama seperti sebutan Baitullah. PenghafalAl-Qur'an sebagai keluargaAllah -sebagaimana disebut dalam hadits di atas-menunjukkan beta pa dekatnya Allah dengan mereka, serta kedudukan mereka sebagai hambahamba pilihan-Nya menunjukkan betapa Allah ridha kepada mereka. Betapa tidak dekat? Al-Qur'an benar-benar melekat di dalam dada mereka dan telah menyatu di dalam darah dagingnya. Dan betapa tidak ridha? Mereka telah berjuang menghafal dan menjaga ayat demi ayatnya sehingga tetap terpelihara dengan baik, selalu diingat dan dibaca. Merekalah yang dipilih dan diikutsertakan oleh Allah untuk menjadi para pemelihara Al-Qur'an, sebagaimana firman-Nya: "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya." (Al-Hijr: 9) 38 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


Dalam terjemahan ayat di atas, coba perhatikan kalimat "Dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya"yang dalam bunyi ayat aslinya adalah "wa innaa lahuu lahaaftzhuun''. Di sini,Al-Qur'an menggunakan kata "Kami"yang menunjukkan bahwa ada yang diikutsertakan oleh Allah dalam hal memelihara Al-Qur'an. Siapakah mereka? Siapa lagi salah satunya kalau bukan para penghafalnya. Mereka dipilih oleh Allah untuk masuk dalam kata "Kami" pada ayat di atas. Ini saja sudah menunjukkan betapa para penghafal Al-Qur'an itu memiliki kedudukan yang begitu mulia di hadapan Allah, sehingga Allah -dengan keridhaan-Nya- memilih mereka untuk ikut serta menjaga Al-Qur'an. Sekarang, mari kita tanyakan kepada diri kita sendiri, tidak inginkah kita diikutsertakan oleh Allah dalam ayat ini? Yah, ikut serta dalam memelihara Al-Qur'an yang telah diturunkan-Nya. Sungguh aneh jika kita sebagai seorang mukmin tidak mau mengambil kesempatan berharga ini. Dari zaman Rasulullah f3 hingga sekarang ini, selalu banyak para penghafal Al-Qur'an yang dengan setia memeliharanya. Itulah yang membedakan Al-Qur'an dengan kitab-kitab lainnya, yang juga membedakan Al-Qur'an dari bacaan-bacaan selainnya. Betapapun ia terdiri lebih dari 6000- an ayat, nyatanya sangat banyak yang mampu menghafalnya di luar kepala, tanpa ada perbedaan sedikitpun diantara mereka terkait apa yang mereka baca dan hafal. Itulah salah satu bukti jaminan Allah bahwa Al-Qur'an akan terus terpelihara. Dihadirkan-Nya dari hamba-hamba-Nya sebagai para penghafal Al-Qur'an . Anda boleh saja memahami pengertian Ahlul Qur'an 40Alasan Anda Menghafa/Al-Qur'an - 39


bukan hanya dalam arti penghafalnya saja. Banyak juga yang memahami bahwa Ahlul Qur'an tidak hams berarti yang hafal saja, melainkan siapapun yang senantiasa membaca, mempelajari dan berusaha memahami, kemudian mengamalkan serta mengajarkannya kepada orang lain adalah Ahlul Qur'an, mereka keluarga Allah dan hamba-hamba pilihanNya. Tapi anda salah jika pemahaman ini membuat anda tidak berminat menghafal Al-Qur'an, atau jika anda menjadikannya sebagai alasan pembenaran mengapa Anda tidak menghafal Al-Qur'an. Ketahuilah, orang yang bersungguh-sungguh mempelajari dan ingin memahami Al-Qur'an pasti mau menghafalkannya. J angan katakan bahwa penghafal Al-Qur' an belum tentu memahami dan mengamalkannya, tapi ingatlah bahwa yang hafal saja belum tentu paham dan mengamalkan, apalagi yang tidak hafal dan tidak mau menghafalkannya. Yang mengamalkan sekaligus hafal tentu lebih utama daripada yang mengamalkan tanpa hafal apa yang diamalkannya.[] 40 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


11 Ketinggian Derajat di Hadapan Allah � eorang mukmin memang selayaknya hanya meng­ �harapkan ketinggian derajat di hadapan Allah, bukan di hadapan makhluk-Nya. Seseorang bisa saja punya kedudukan tinggi di masyarakat, ia begitu dihormati dan disegani, tapi belum tentu demikian di hadapan Allah. Kebanyakan manusia hanya mampu menilai satu sama lain dari sisi lahir semata, sementara yang batin, maka Allah-lab Yang Maha Mengetahuinya. Terkadang tak sedikit yang secara lahir terlihat baik namun ternyata batinnya buruk. Rasulullah pernah menjelaskan bahwa Al-Qur'an adalah salah satu yang menentukan derajat seseorang di hadapan Allah. Ketika Nafi' bin Al-Harits telah diangkat oleh Umar bin AlKhaththab sebagai pejabat di kota Makkah, ia pernah ditanya oleh Umar, "Siapakah yang engkau angkat sebagai pemimpin penduduk lembah?" Nafi' menjawab ''Aku mengangkat lbnu Abza sebagai pemimpin mereka." Umar lantas bertanya lagi, "Siapa itu lbnu Abza?" Kemudian dijawab oleh Nafi', "Ia adalah seorang mantan budak kami yang telah kami merdekakan. Umar berkata, "Lalu engkau mengangkat mantan budak 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 41


sebagai pemimpin mereka?" Ia menjawab, "Sesungguhnya ia adalah orang yang selalu membaca Al-Qur'an dan menguasai fara'idh (hukum waris)." Mendengar jawaban tersebut kemudian Umar berkata, "Sesunggunya Nabi kalian telah bersabda: "Sesungguhnya dengan Kitab inilah (Al-Qur'an) Allah meninggikan derajat suatu kaum, dan dengannya pula Allah menghinakan yang lainnya''." (HR. Ahmad) Allah -dengan kekuasaan-Nya-mampu meninggikan derajat seorang manusia karena ia mengagungkan Al-Qur'an walaupun ia terlihat hina dalam pandangan manusia lainnya. Demikian juga sebaliknya, Allah Maha Kuasa menghinakan manusia yang merendahkan Al-Qur'an walaupun ia dimuliakan di hadapan manusia lainnya. Derajat manusia di hadapan Allah setara dengan perlakuan mereka terhadap apa yang telah diturunkan-Nya, Al-Qur'an . Inilah alasan lainnya mengapa kita perlu menghafal Al-Qur'an. Menghafal Al-Qur'an merupakan salah satu cara kita mengagungkan Al-Qur'an, memuliakannya, serta memperlakukannya dengan sebaik-baiknya. Dengan menghafal Al-Qur'an berarti kita berusaha menghadirkan kemuliaan Al-Qur'an itu ke dalam diri kita. Dengannyalah kita berkesempatan memperoleh derajat yang tinggi di hadapan Allah. Betapapun kita adalah manusia yang hina di hadapan manusia lain, Al-Qur'an mampu mengantarkan kita untuk terus naik menuju ketinggian derajat di hadapan Dzat yang telah menurunkannya, Allah. Ayat demi ayat Al-Qur'an yang kita hafal sejatinya adalah kemuliaan demi kemuliaan yang kita gapai. Kemuliaan yang benar-benar akan kita rasakan, baik di dunia maupun di 42 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


akhirat. Bahkan di surga nanti, ayat demi ayat yang kita hafal itu menjadi derajat demi derajat yang dapat kita naiki sebagaimana perkataan Siti Aisyah � bahwa jumlah derajat surga sama dengan bilangan ayat Al-Qur'an yang telah dikemukakan pada pembahasan sebelumnya. Al-Qur'an adalah sumber segala ilmu, maka orang yang mempelajari dan menghafal Al-Qur'an sangat pantas mendapatkan derajat yang tinggi di hadapan Allah �- Beta pa tidak, Allah sendiri yang juga menjelaskannya di dalam AlQur'an: E • •,1 o > >- ,., ,;,,. � o ,,, �.,, .., � ,,, �.,;:� " 1 t\ I - �-: cJ( "' · I �"\-;_ · .lJ\ �I . "'" f t) � �.J �-- � --� �... � ( '' :� ... w1 ) @ ''Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (Al-Mujadalah: 11) Jika kita baca penjelasanAl-Jauzi di dalam Kasyf Al-Musykil min Hadits Ash-Shahihain ketika menerangkan hadits di atas, beliau menyebutkan bahwa mereka yang diangkat derajatnya oleh Allah dengan Al-Qur' an adalah para penghafal Al-Qur' an yang senantiasa mengamalkannya. Ada pun yang direndahkan oleh Allah adalah mereka yang tidak mau memenuhi hak-hak Al-Qur'an serta melampaui batas dalam melanggar segala hal yang ditetapkan di dalamnya. Semoga Allah membimbing kita untuk senantiasa memperlakukan Al-Qur'an dengan sebaik-baiknya, membaca dengan sebaik-baik bacaan. Sebagaimana pernah dikabarkan oleh Rasulullah � bahwa di akhir zaman, akan ada sekelompok 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 43


orang yang gemar membaca Al-Qur'an, tapi Al-Qur'an itu tidak sampai ke dalam hati mereka. Ia hanya sebatas melintas di tenggorokan, dalam arti Al-Qur'an hanya sebatas dibaca, sedangkan isinya tidak diamalkan, bahkan amalan yang ada selalu bertolak belakang dengan apa yang dibaca. Mereka itulah salah satu di antara yang akan mendapat kehinaan karena perlakuan mereka yang sejatinya merendahkan AlQur'an. Semoga Allah memelihara kita. Jika kita tidak ingin masuk ke dalam golongan yang direndahkan Allah karena mereka merendahkan Al-Qur'an, seharusnya kita terus berusaha memperbaiki kedekatan kita dengan Al-Qur'an, melakukan amalan-amalan yang menunjukkan bahwa kita selalumemuliakan Al-Qur'an. Menghafal Al-Qur'an itulah salah satu cara yang tepat agar kita selalu dekat dengan Al-Qur'an. Bahkan bukan hanya dekat, menghafal Al-Qur'an membuat ayat-ayatnya begitu melekat dalam diri kita. Dengannya, semoga Al-Qur'an menjadi pembela kita di akhirat nanti, menyelamatkan kita dari kesengsaraan di sana, bukan malah menjadi penyebab kehancuran kita sebab kita sendiri yang berpaling darinya.[] 44 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


12 Jaminan Kemudahan � alah satu alasan yang paling kuat terkait mengapa �kita perlu menghafal Al-Qur'an adalah bahwasanya Allah telah menjamin mudahnya Al-Qur'an untuk dipelajari, termasuk dihafalkan. Jika jaminan itu datang dari seorang manusia, anda boleh-boleh saja ragu. Tapi jika jaminan itu datang dari Allah, maka bukan hanya keraguan yang perlu disingkirkan, tetapi keyakinan yang perlu ditanamkan dalam-dalam. Karena jika kita ragu dan tidak yakin, sama saja kita tidak percaya kemahakuasaan Allah. Dan apalah arti sebuah keyakinan jika tidak dibuktikan dengan perbuatan. Jika kita yakin bahwa Al-Qur'an telah dimudahkan oleh Allah untuk dipelajari dan dihafalkan, maka apalah arti keyakinan kita itu jika tidak disambut dengan mempelajari dan menghafalkannya. ltu bukan keyakinan, tetapi hanya pengetahuan. Apalah arti pengetahuan jika tidak diiringi dengan pengamalan. Allah � berfirman: 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 45


"Dan sesungguhnya tel ah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran." (Al-Qamar: 17) Inilah ayat yang menunjukkan jaminan Allah tentang mudahnya Al-Qur'an untuk dipelajari. Ayatini dimulai dengan kalimat penegasan wa laqad/dan sesungguhnya seakan tidak menginginkan adanya keraguan di dalam hati kita terkait apa yang disampaikan setelahnya, yaitu tentang mudahnya Al-Qur'an untuk dipelajari. Ia kemudian ditutup dengan kalimat ajakan fa ha/ min muddakir /maka adakah orang yang mengambil pelajaran seakan mengajak kita untuk segera menyambut apa yang ditegaskan sebelumnya. Dengan redaksi yang sama serta dalam surat yang sama, ayat ini diulang sampai empat kali, masing-masing di ayat 17, 22, 32 dan ayat 40. Ini menunjukkan bahwa menghafal AlQur'an itu 'bukan main' mudahnya. Jaminan itu datang dari Allah, berisi penegasan sekaligus ajakan, dan diulang sampai empat kali di dalam surat yang sama. Maka, sungguh aneh jika ada di antara kita yang mengatakan bahwa menghafal AlQur'an itu susah, seakan tidak percaya dengan jaminan-Nya. Jika ada yang berkata, "ayat ini kan berisi jaminan mudahnya mempelajari Al-Qur'an, bukan menghafal AlQur'an". Jawabannya, bukankah menghafal Al-Qur'an juga termasuk mempelajari Al-Qur'an? Padahal jika kita buka kitab-kitab tafsir, di antara ulama tafsir justru ada yang hanya menyebut kemudahan dalam ayat ini dalam hal menghafal Al-Qur'an, walaupun sebenarnya mereka pasti memahami kemudahan di dalamnya menyangkut apapun yang dipelajari dari Al-Qur'an. Di dalam Tafsir Al-Jalalain misalnya, di sana 46 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


dijelaskan bahwa maksud dari ayat tersebut adalah "telah kami mudahkan Al-Qur'an untuk dihafal, dan telah kami mudahkan pula untuk pelajaran, maka siapakah yang mau mengambilnya sebagai pelajaran dan siapakah yang mau menghafalnya", Adapun kalimat tanya di dalamnya bermakna perintah, sehingga maknanya "hafalkanlah Al-Qur'an dan jadikanlah ia sebagai peringatan, dan tak ada satupun kitab yang dapat dihafal di dalam dada kecuali Al-Qur'an ". Demikian pula Al-Qurthubi di dalam]ami' Al-Bayan-nya, ia menjelaskan ayat terse but bahwa maksudnya adalah "telah kami mudahkan Al-Qur'an untuk dihafal, dan kami menolong siapapun yang mau menghafalnya, maka siapakah yang mau menghafalnya sehingga ia akan diberi kemudahan dalam mengahafalnya:· Al-Qur'an adalah kalamullah yang maha tinggi, dan lisan manusia sebenarnya tidak akan mampu melafazhkan kalamullah itu jika Allah tidak menghendaki kemudahan atasnya. Tepat sekali apa yang dikatakan lbnu Abbas: "Seandainya Allah tidak memudahkan lisan Bani Adam, niscaya tidak ada seorangpun yang sanggup membaca firman Allah �:· Dan Al-Qur'an telah dimudahkan oleh Allah untuk kita, maka maukah kita menyambut kemudahan terse but yang sejatinya juga mengangkat ketinggian derajat kita di hadapan Allah karena apa yang kita baca dan hafal? J aminan Allah akan mudahnya Al-Qur' an untuk dipelajari dan dihafalkan sebenarnya sudah kita rasakan saat ini. Salah satunya dalam hal tulisan, mushaf Al-Qur'an yang dulu sangat sederhana, sekarang sudah dilengkapi berbagai penunjang mudahnya ia untuk dipelajari dan dibaca. Dari mulai 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 4 7


pemberian tanda titik dan tanda baca, tanda waqaf, dan nomor ayat, hingga yang kita lihat saat ini, banyak juga mushaf-mushaf yang diberi warna untuk membedakan hukum tajwid tertentu. Hal ini ten tu memberi kemudahan, khususnya bagi yang masih dalam tahap mengenal dan mempelajarinya. Termasuk juga dalam hal metode pengajarannya, baik dalam hal membaca maupun menghafal, sudah sangat banyak metode-metode yang terbukti berhasil dan memberi kemudahan siapapun untuk mampu membaca dan menghafal Al-Qur'an dengan baik, bahkan dalam tempo yang terbilang cepat. Tak sedikit yang kemudian mampu menghafal hanya dalam hitungan sebulan dan dua bulan, walaupun ternyata penghafalnya adalah anak kecil yang juga bahasa sehari-harinya bukan bahasa Arab. Dan memang demikianlah Al-Qur'an , yang menjaminnya adalah Allah yang telah menurunkannya. Masih banyak aspek kemudahan lainnya yang tidak mungkin penulis rinci satu-persatu. Penulis hanya ingin menegaskan bahwa mudahnya Al-Qur'an untuk dihafal itu sudah jaminan dari Allah. Jika Anda yakin dengan jaminan Allah yang satu ini, alasan apa lagi yang menghalangi anda untuk menghafal Al-Qur'an ?D 48 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


13 Fardhu Kifayah � ebagaimana dijelaskan oleh banyak ulama, salah � satunya oleh As-Suyuthi di dalam Al-Itqan Ji 'Ulum Al-Qur'an, hukum menghafal seluruh ayat Al-Qur'an adalah fardhu kifayah atau kewajiban kolektif. Pengertian fardhu kif ayah sendiri adalah suatu kewajiban yang ditujukan kepada orang-orang yang telah mukallaf secara keseluruhan yang jika di antara mereka ada yang melaksanakannya maka gugurlah dosa yang lainnya, yakni yang tidak melaksanakan kewajiban terse but, namun jika tidak ada satupun yang melaksanakannya, maka berdosalah semuanya. Demikianlah menghafal Al-Qur'an. Ia merupakan kewajiban yang jika ada sebagian orang menghafal seluruhnya, maka gugurlah dosa sebagian lain yang tidak menghafal seluruhnya. Namun jika tidak ada satupun yang menghafalnya, maka semuanya berdosa. Jika demikian, itu artinya bahwa penghafal Al-Qur'an itu sungguh sangat besar jasanya, ia menyelamatkan banyak orang dari jeratan dosa karena mereka tidak sanggup a tau bahkan mungkin tidak mau menghafalnya. Jika fardhu 'ain hanya dapat menggugurkan dosa sendiri, maka fardhu kifayah ini dapat menggugurkan dosa 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 49


orang lain. Maka, orang yang melaksanakan fardhu kifayah ini mempunyai kelebihan tersendiri daripada orang yang melaksanakan fardhu 'ain dari sudut pandang bahwa ia bukan hanya menggugurkan dosanya sendiri, tetapi juga dosa orang lain yang tidak mengerjakannya. Memang, ada pendapat lain yang menyatakan bahwa menghafal Al-Qur'an itu hukumnya sunnah, bukan fardhu kifayah. Namun, tetap pendapat yang paling kuat adalah yang menyatakan bahwa menghafal Al-Qur'an adalah fardhu kif ayah. Adapun khusus untuk Surat Al-Fatihah yang merupakan salah satu rukun shalat, maka hukum menghafalnya adalah fardhu 'ain, yaitu wajib bagi tiap-tiap mukallaf dan tidak bisa diwakilkan oleh orang lain, mengingat tidak sah shalat kecuali dengan membacanya. Demikianlah yang dijelaskan Nabi �: "Tidak sah shalat seseorang yang tidak membaca Surat Al-Fatihah." (HR. Ahmad) Mereka yang tidak sanggup atau tidak mau menghafal AlQur' an sebenarnya layak berterima kasih kepada mereka yang dengan keikhlasannya terus berusaha menghafal dan menjaga hafalan Al-Qur'an. Betapa tidak, melalui usaha mereka itulah akhirnya yang tidak menghafal Al-Qur'an terbebas dari dosa. Maka sangat salah dan tidak tahu diri jika ada orang yang justru menghalangi orang lain yang ingin menghafal Al-Qur'an, atau mencoba mematahkan semangat mereka untuk berhenti menghafalkannya. Inilah pula yang menjadi alasan lain perlunya kita 50 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


menghafal Al-Qur'an, terlebih jika memang di lingkungan atau daerah tempat kita berada belum ada yang hafal Al-Qur'an. Kiranya perlu kita tanyakan kepada diri sendiri bahwa jika kita mampu, mengapa hams diwakilkan oleh orang lain? Atau jika memang sudah ada yang hafal, maka coba lihatlah pula keluarga kita. Jika tidak ada di antara keluarga kita yang hafal Al-Qur'an, maka tampillah sebagai penghafal Al-Qur'an, hidupkan suasana keluarga yang sejuk, damai dan berkah karena selalu dinaungi Al-Qur'an. Atau jika ada di antara keluarga kita yang hafal Al-Qur'an, jangan pernah jadi alasan kita tidak menghafal Al-Qur'an . lngat bahwa suatu saat nanti kita juga pasti akan memiliki keluarga sendiri, bahkan keturunan. Jadilah penghafal Al-Qur'an , jadilah pelopor penghafal Al-Qur'an, minimal untuk keluarga sendiri, atau lebih baik lagi jika kita dapat menjadi teladan untuk orang lain, khususnya di lingkungan sekitar di mana kita berada. Meskipun menghafal Al-Qur'an hukumnya fardhu kifayah dan tidak sampai dihukumi fardhu 'ain karena tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa ia merupakan kewajiban individual yang berlaku untuk semua mukallaf, namun hal ini tidak pernah mengurangi pentingnya Al-Qur'an untuk dihafal. Kita tidak perlu heran ketika kita tidak menjumpai para ulama dan ahli ijtihad kecuali mereka adalah para penghafal Al-Qur'an. Yah, karena mereka menyadari betul pentingnya Al-Qur'an untuk dihafal. Bahkan banyak di antara mereka yang ternyata telah hafal Al-Qur'an sejak masih kecil. Hukum menghafal Al-Qur'an yang fardhu kifayah ini sebenarnya menuntut agar dalam setiap masa selalu ada para penghafal Al-Qur'an. Bahkan sebaiknya setiap pimpinan 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 51


daerah mengutus dan membiayai para generasi mudanya -minimal sebagiannya-untuk dapat menghafal Al-Qur'an, memfasilitasi dan menanggung biaya pendidikan mereka. Kehadiran merekalah yang akan menggugurkan kewajiban sebagian lain yang tidak sanggup menghafalnya. Semoga dengan kehadiran mereka turun keberkahan yang berlimpah karena Al-Qur' an benar-benar diagungkan dan dijunjung tinggi di dalamnya. Sungguh betapa berkahnya suatu negeri di mana tidak ada penduduknya kecuali di antara mereka ada yang mau menghafal Al-Qur'an. Dan sungguh berkahnya suatu penduduk jika tidak ada keluarga yang hid up di dalamnya kecuali masingmasing dari mereka mampu mempersembahkan di antara anak-anaknya sebagai penghafal Al-Qur'an .[] 52 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


14 Dipelihara dari Fitnah Dajjal � alah satu fitnah yang paling besar menjelang terjadinya �kiamat-sebagaimana disinggung Nabi �-adalah datangnya Dajjal. Bahkan, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Rasulullah � bersabda: "Tidak ada seorang nabi pun kecuali ia telah memperingatkan kepada umatnya ten tang Dajjal yang buta sebelah lagi pendusta. Ketahuilah bahwa Dajjal buta sebelah matanya sedangkan Allah tidaklah buta sebelah. Tertulis di antara kedua matanya: Kafir (yang dapat dibaca oleh setiap muslim)." (HR. Al-Bukhari) Banyak sekali hadits-hadits Nabi � yang menjelaskan bahwa Dajjal benar-benar akan datang membawa menjelang kiamat nanti. Salah satu hadits yang cukup panjang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Fathimah binti Qais. la pernah menceritakan bahwa suatu ketika ia pernah ikut shalat bersama Rasulullah � di masjid dan berada pada shaf terdepat para wanita. Setelah selesai shalat, Rasulullah duduk di atas mimbar. Beliau tertawa kemudian berkata, "Hendaklah masing-masing kalian tetap di tempat! Tahukah kalian mengapa aku mengumpulkan kalian?" Dijawab 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 53


oleh para sahabat, "Allah dan Rasul-Nyalah yanag lebih mengetahui." Rasulullah � kemudian bersabda: "Demi Allah, aku mengumpulkan kalian bukan karena kabar gembira bukan pula karena suatu ancaman, melainkan karena Tamim AdDari, seorang Nasrani yang kemudian datang kepadaku menyatakan keislamannya dan menceritakan suatu kejadian yang sesuai dengan apa yang pernah aku sampaikan kepada kalian semua tentang Masih Ad-Dajjal. Ia bercerita kepadaku bahwa ia berlayar bersama tiga puluh orang dari Lakhm dan Juzam hingga akhirnya mereka ditimpa ombak besar yang membuat mereka terombang-ambing di lautan selama sebulan lamanya. Mereka kemudian terdampar di sebuah pulau di arah timur matahari. Mereka turun dan duduk di dekat kapal mereka lalu kemudian mereka memasuki pulau tersebut. Mereka bertemu dengan makhluk melata yang dipenuhi bulu hingga mereka tidak mengetahui mana bagian depan dan belakangnya saking banyak bulunya. Mereka berkata, 'Celaka, makhluk apakah engkau ini?.' Makhluk itu menjawab, �ku adalah]assasah (pengintai).' Mereka kemudian bertanya, �pa itu ]assasah?' Makhluk itu menjawab, 'Wahai kaum, pergilah kalian menemui laki-laki di gedung sana, sesungguhnya ia sangat ingin mendengar berita dari kalian.' Tamim Ad-Dari mengatakan, 'Ketika ia menyebut nama seorang laki-laki, kami takut bahwa makhluk tersebut adalah setan. Maka kami pun segera pergi, hingga ketika kami mamasuki bangunan, di sana ada seorang manusia paling besar dan kuat yang pernah kami lihat. Kedua tangannya dibelenggu hingga lehernya di antara kedua lutut dan sikunya dengan besi. Kami berkata, 'Celakalah 54 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


engkau, makhluk apa engkau ini?' Ia menjawab, 'Kalian telah menemukanku, beritahulah siapakah kalian ini?' Maka Tamim dan rombongannya pun menjelaskan kejadian yang menimpa mereka di lautan hingga akhirnya terdampar di pulau terse but dan bertemu dengan makhluk penuh bulu yang menyuruh mereka menemui lelaki tersebut. Setelah mendengar penjelasan mereka, kemudian lakilaki besar itu berkata, 'Beritakan kepadaku tentang kebun kurma Baisan!' Mereka menjawab, 'Tentang apa yang ingin engkau ketahui darinya?' Ia berkata, 'Tentang pohon-pohon kurmanya, apakah masih berbuah?' Mereka mengiyakannya, kemudian ia berkata, 'Ketahuilah kurma-kurma itu hampir tidak lagi berbuah.' Ia berkata lagi, 'Beritakan kepadaku tentang danau Tiberias!' Mereka menjawab, 'Tentang apa yang ingin engkau ketahui darinya ?' Ia bertanya lagi, �pakah di sana ada airnya?' Mereka menjawab, 'Danau itu banyak airnya.' Ia kemudian berkata, 'Ketahuilah bahwa airnya tak lama lagi akan habis.' Ia berkata lagi, 'Beritakan kepadaku tentang sumber air Zagar!' Kemudian mereka bertanya, 'Tentang apa darinya yang ingin engkau ketahui?' Ia menjawab, �pakah masih ada airnya dan apakah penduduk sekitar memanfaatkannya untuk bercocok tanam?' Mereka memberitakan, 'Ya, airnya banyak, dan penduduk sekitar menggunakannya untuk bercocok tanam.' Lelaki besar itu kemudian berkata lagi, 'Beritakan kepada saya tentang Nabi kaum yang ummi, apa yang telah dilakukannya?' Mereka menjawab, 'Ia telah muncul di Makkah dan tinggal di Yatsrib.' Ia bertanya, �pakah orang-orang Arab memerangi mereka?'Mereka menjawab, 'Ya.' Dia berkata lagi, 40Alasan Anda Menghafa/Al-Qur'an - 55


'Apa yang dilakukannya kepada mereka?' Maka mereka pun menjelaskannya bahwa telah tampak para pengikutnya dari kalangan orang-orang Arab, mereka mematuhinya. Ia bertanya, 'Apakah itu sudah terjadi?'Mereka menjawab, 'Ya; Ia berkata, 'Jika demikian maka yang terbaik bagi kalian ialah mematuhinya. Aku sampaikan berita kepada kalian siapa sesungguhnya aku ini. Aku adalahAI-Masih, dan hampir datang waktunya aku diizinkan untuk keluar, lalu aku akan berjalan menjelajahi bumi, dan tidak satu kampung pun yang tidak aku singgahi dalam waktu em pat puluh malam kecuali Makkah dan Thaibah, karena keduanya diharamkan atasku. Setiap kali aku berusaha untuk memasuki salah satu dari keduanya aku akan dihadang oleh malaikat yang memegang pedang, mengusirku menjauhi kedua kota itu. Dan setiap celah kota itu dijaga oleh para malaikat.' Fathimah binti Qais kemudian berkata, "Rasulullah f3 menghentakkan tongkat beliau ke mimbar dan berkata, 'Inilah Thaibah, inilah Thaibah (maksudnya kota Madinah). Bukankah aku pernah mengabarkan hal seperti ini kepada kalian?' Para sahabat yang hadir ketika itu menjawab, 'Benar.' Beliau melanjutkan perkataannya, 'Sesungguhnya apa yang disampaikan oleh Tamim membuatku kagum karena sesuai dengan yang pernah saya sampaikan kepada kalian tentang Dajjal, Madinah dan Makkah. Ia berada di laut Syam atau laut Yaman; bukan, tetapi ia ada di timur, ia ada di timur, ia ada di timur!' Beliau mengatakannya sambil memberi isyarat dengan tangannya ke arah timur. (HR. Muslim) Dajjal inilah yang menjadi salah satu bencana terbesar bagi umat Islam di akhir zaman. Dan yang perlu kita ketahui dan penting untuk terus kita ingat adalah bahwasanya saat ini 56 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


apa yang dijelaskan oleh Nabi � tentang tanda-tanda akhir zaman itu sebagian bahkan telah kita saksikan kebenarannya. Di antaranya adalah bahwa umat Islam akan terpecah menjadi beberapa golongan di mana masing-masing menganggap golongan merekalah yang paling benar. Demikian juga tandatanda lain yang telah banyak kita ketahui. Salah satu yang pernah disinggung oleh Rasulullah � terkait hal-hal yang dapat melindungi umatnya dari finah Dajjal ini di antaranya sebagaimana yang diriwayatkan dari Abu AdDarda' � bahwa Rasulullah � pernah bersabda: "Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat dari bagian awal Surat Al-Kahfi, niscaya ia akan terlindungi dari fitnah Dajjal." (HR. Ahmad) Atau dalam riwayat lain sepuluh ayat terakhir Surat Al-Kahfi. Demikianlah yang diterangkan N abi � ayat-ayat terse but dapat melindungi penghafal atau pembacanya dari fitnah Dajjal. Ini menunjukkan bahwa menghafal Al-Qur'an itu perlu. CobaAnda bayangkan, hanya hafal sepuluh ayat dari Surat Al-Kahfi saja Rasulullah memberikan jaminan terpelihara dari fitnah Dajjal, apalagi jika yang dihafal adalah seluruhnya, 30 juz Al-Qur'an . Fitnah Dajjal ini adalah salah satu bencana besar yang sangat kita takuti. Bahkan, kita mungkin sudah sangat sering membaca doa agar terhindar dari fitnah Dajjal ini sebagaimana yang pernah diajarkan oleh Rasulullah �- Allahumma inna na'udzu bika min fitnatil masihid dajjal, ya Allah sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari fitnah Masih Dajjal. Semoga Allah menjadikan kita di antara hamba-hamba-Nya yang selalu berpegang teguh kepada Al-Qur'an sehingga dengannya Allah benar-benar melindungi kita dari fitnah yang Dajjal ini. Aamiiin.[] 40Alasan Anda Menghafa/Al-Qur'an - 57


15 Cara Mendekatkan Diri Kepada Allah .0,,.. iapa yang tidak ingin merasakan kedekatan kepada Allah ';;::1J �- Setiap orang yang beribadah, pasti tujuannya adalah untuk mendekatkan diri kepada siapa yang diibadahinya, yaitu Allah �- Bahkan inilah yang hal yang sangat diinginkan, bahkan paling didamba-dambakan oleh orang-orang shaleh melalui berbagai amalan ibadahnya. Tidak ada shalat yang mereka dirikan, zakat yang mereka tunaikan, puasa yang mereka laksanakan, ibadah haji yang mereka kerjakan, atau ibadahibadah lain yang mereka kerjakan, melainkan tujuannya agar menjadi hamba-hamba yang dekat dengan Rabbnya. Seseorang baru akan dapat merasakan ringannya menjalani kehidupan jika ia merasakan dekat dengan Sang Pemilik kehidupan. Dengan kedekatan kepada Allah, seberat apapun ujian yang diberikan kepadanya, tidak akan membuatnya putus asa apalagi menjauh dari Allah. Sebaliknya, sebanyak apapun nikmat yang diperolehnya, tidak akan membuatnya lupa untuk tetap bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah diberikan oleh Allah untuknya. 58 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


Allah � berfirman: ( ro :o..ull.1)0 "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan." (Al-Maa'idah: 35) Kita sebagai hamba-hamba Allah, harus mencari berbagai jalan untuk dapat mendekatkan diri kepada-Nya. Baik melalui ibadah-ibadah wajib maupun ibadah-ibadah yang sifatnya sunnah. Rasulullah � sendiri sudah memberikan berbagai tuntunan kepada kita agar dapat mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan-amalan yang telah dicontohkannya. Allah �- sangat senang kepada hamba-hamba-Nya yang mau mendekatkan diri kepada-Nya. Bahkan, jika seorang hamba berusaha mendekat kepada Allah, maka Allah pun akan mendekat kepadanya. Rasulullah � pernah menyampaikan firman Allah �- di dalam hadits qudsi: "Apabila seorang hamba mendekat kepada-Ku sehasta, maka akau akan mendekat kepada-Nya satu lengan. Dan barangsiapa mendekat kepada-Ku satu lengan, maka 40Alasan Anda Menghafa/Al-Qur'an - 59


aku akan mendekat kepadanya satu dua lengan. Dan jika ia menghadap-Ku dengan berjalan, maka aku akan menemuinya dengan berlari." (HR. Al-Bukhari) Menghafal Al-Qur'an adalah salah satu jalan terbaik bagi kita untuk mendekatkan diri kepada Allah. Al-Qur'an sendiri adalah sesuatu yang sangat dicintai Allah, maka salah satu cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada-Nya adalah dengan menyertakan sesuatu yang dicintai-Nya ini. Maka, Allah bukan hanya akan mendekat kepada kita, tetapi juga menumpahkan cinta-Nya untuk kita. Khabbab bin Al-Aratt -sebagaimana dikutip dari Mushannaf lbn Abi Syaibah- pernah mengatakan: "Sesungguhnya engkau tidaklah mendekatkan diri kepada Allah dengan sesuatu yang paling dicintainya selain dengan Al-Qur'an ." Dengan menghafal Al-Qur'an, sebenarnya kita dibimbing untuk selalu ingat sekaligus dekat dengan Allah. Jika kita hafal Al-Qur'an, maka kita punya kewajiban untuk terus mengulangulang ayat yang sudah kita hafal. Kewajiban ini bukanlah sesuatu yang memberatkan, tetapi ia sebenarnya merupakan salah satu bentuk latihan tersendiri bagi kita untuk seringsering mengingat Allah melalui Al-Qur'an. Dan pada akhirnya, menjaga hafalan Al-Qur'an yang tadinya kita anggap sebagai kewajiban itu justru akan beralih menjadi suatu kebutuhan, di mana kita tidak bisa melewati hari tanpa membacanya, tidak bisa tidur jika belum mengulang-ulangnya, atau tidak bisa beraktivitas jika belum menyempatkan diri untuk membaca, walau hanya sebagian darinya. 60 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


Dengan menjadi penghafal Al-Qur'an, berarti kita dituntun oleh Allah menjadi seorang hamba yang selalu dapat memanfaakan nikmat lisannya untuk senantiasa mengucapkan kalimat-kalimat kebaikan. Dan Al-Qur'an sendiri adalah sebaik-baik kalimat yang dapat diucapkan oleh kita sebagai manusia. Sebagaimana kita tahu, bahwa tak sedikit manusia yang sengsara karena tidak dapat menjaga lisannya. Membaca Al-Qur'an sendiri merupakan salah satu cara terbaik berkomunikasi dengan Allah. Betapa tidak, Al-Qur'an adalah kumpulan firman-firman Allah, maka ketika kita selalu membacanya, berarti kita selalu mendengarkan perkataanperkataan Allah itu. Semakin kita banyak membaca Al-Qur'an, berarti kita juga semakin sering dinasehati oleh ayat-ayat AlQur'an, sehingga kita akan selalu ingat perintah-perintah dan larangan-larangan yang hams kita taati di dalamnya. Orang yang tidak pernah ingat -bahkan tidak pedulidengan perintah-perintah atau larangan-larangan yang Allah sampaikan di dalam Al-Qur'an, mungkin ia jarang -atau bahkan mungkin tidak pernah-membaca Al-Qur' an, sehingga ia tidak pernah diingatkan oleh ayat-ayatnya. Semoga dengan Al-Qur'an, Allah membimbing kita untuk senantiasa ingat dan dekat kepada-Nya.[] 40Alasan Anda Menghafa/Al-Qur'an - 61


16 Penghormatan dari Nabi � :tr) asulullah ft; sebagai manusia pertama yang menghafal ...J.L,\,Al-Qur'an, dalam berbagai kesempatannya bahkan sering kali mendorong para sahabatnya untuk ikut pula menghafalnya.Dalam beberapa riwayat, Rasulullah seringkali melebihkan mereka yang memiliki hafalan Al-Qur'an daripada yang lainnya . ., J.o :ii J. ; o ,... ,,,.. .,; o ,... ,,.. ,,,. ,... J J � � r+4 �J � \�lj �1;- ·Mu �� J � �J � ..... � � / // � / ; J O / / ,...; ,., J O J Jw � �.b-1 � r+4 �1 Js, Ju 0T�1 � � / // / / ::; / / / / / 0 J / / / / / / J ;J / Ju 0�1 01_,..:3 1£3 1£ � Ju _:,y\j � � � / - / Abu Hurairah � pernah bercerita bahwa pernah suatu ketika Rasulullah ft; mengutus satu utusan yang terdiri dari beberapa orang. Rasulullah ft; lantas mengecek kemampuan bacaan dan hafalan masing-masing mereka. 62 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


Setiap mereka bahkan ditanyakan sejauh mana hafalan Al-Qur'an nya. Hingga ketika Rasulullah � ingin mengecek hafalan seorang di antara mereka yang paling muda, beliau bertanya kepadanya, "Berapa banyak Al-Qur'an yang telah engkau hafal, wahai Fulan?"Ia menjawab, ''A.ku telah menghafal surat ini, surat ini, dan SuratAI-Baqarah." Rasulullah � kembali bertanya, "Engkau hafal Surat AlBaqarah?" Ia menjawab, "Betul." Rasulullah � kemudian berkata, "Pergilah, dan engkaulah yang menjadi ketua rombongan itu!" (HR. At-Tirmidzi) Hadits tersebut menunjukkan betapa Rasulullah � menghormati mereka yang hafal Al-Qur'an dan melebihkan mereka dibanding yang lainnya walaupun usia mereka masih muda. Penghargaan lain yang diberikan oleh Rasulullah � kepada para sahabat yang hafal Al-Qur' an di antaranya dapat pula kita baca dalam Shahih Al-Bukhari, diriwayatkan bahwa beliau pernah memberikan perhatian khusus ketika hendak mengurus pemakaman dua orang sahabat yang syahid dalam perang Uhud. Beliau bertanya kepada yang hadir dalam pemakaman keduanya ketika itu, "Manakah di antara mereka yang paling banyak hafalan Al-Qur'annya?" Ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau pun mendahulukan pemakamannya. (HR. Al-Bukhari) Betapa senang dan cintanya Rasulullah kepada sahabatsahabatnya yang menghafal Al-Qur'an. Betapa tidak, Al-Qur'an sebagai mukjizat yang diturunkan kepadanya ternyata dengan ikhlas dihafalkan oleh para sahabatnya. Kita yang katanya cinta sekaligus ingin dicintai oleh Rasulullah � tentu tidak akan mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Meskipun saat kita tidak 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur"an - 63


hid up bersama beliau, namun dengan Al-Qur' an, kita berharap dapat berjumpa dengan beliau dan berkumpul bersama para sahabat-sahabatnya, sebagai sesama penghafal Al-Qur'an . Rasulullah � yang menyaksikan kita saat ini yang terus berusaha menghafal Al-Qur'an sebenarnya sangat senang dan bangga kepada kita, sama seperti senang dan bangganya beliau kepada para sahabatnya yang menghafal Al-Qur'an yang dulu hid up bersamanya. Seandainya para penghafal Al-Qur'an saat ini hidup bersama Rasulullah, bukan tidak mungkin pula merekapun akan mendapatkan penghormatan dari beliau sama seperti penghormatan beliau kepada para sahabat penghafal Al-Qur'an ketika itu. Meskipun para penghafal AlQur'an saat ini tidak mendapatkan penghormatan dari beliau karena mereka hidup jauh sepeninggalnya, namun di akhirat nanti, mereka berkesempatan mendapatkan penghormatan itu dari beliau. Yah, selama Al-Qur'an itu kita muliakan di dunia ini, dengan menghafalnya, mempelajari, memahami dan mengamalkannya, kita pun berhak meraih kemuliaan sama seperti kemuliaan yang didapatkan oleh para sahabat penghafal Al-Qur'an, salah satunya berupa penghormatan Nabi � kepada mereka. Masih ingat kisah tentang 70 sahabat pilihan Rasulullah � yang tewas terbunuh di sumur Ma'unah? Yah, sekali lagi, mereka adalah sahabat pilihan Rasulullah � Dimulai ketika Rasulullah menerima berita bahwa ada suatu kaum yang ingin memeluk Islam, bahkan kabarnya mereka ingin memperdalam Islam. Sebuah kabar yang menyenangkan ketika itu untuk Rasulullah � hingga beliau kemudian mengirimkan 70 sahabat terpilihnya guna berdakwah mengajarkan Islam kepada 64 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


mereka. 70 sahabat ini bukan orang-orang sembarangan, mereka adalah para penghafal Al-Qur'an yang tentunya bukan hanya sekadar hafal, tetapi juga menguasai ilmuilmu agama yang mereka pelajari dari Rasulullah f3 Mereka inilah sekelompok sahabat yang fokus mempelajari agama, bahkan mereka diizinkan untuk tidak ikut berperang ketika sahabat-sahabat lain harus ikut berperang. Namun apa yang terjadi? Kaum yang katanya ingin memeluk Islam itu ternyata berkhianat, bahkan mereka sebenarnya berbohong agar dapat dengan mudah memerangi kaum muslimin, bahkan yang terjadi adalah mereka membunuh para sahabat terpilih tersebut. Mendengar hal ini, Rasulullah f3 sangat sedih bahkan marah. Betapa tidak, mereka adalah sahabat-sahabat yang sangat beliau cintai, mereka adalah para penghafal Al-Qur'an, mereka adalah orang-orang yang memiliki pemahaman yang mendalam tentang Islam. Kesedihan dan kemarahan Rasulullah f3 ini adalah salah satu yang paling besar dalam hidup beliau. Bahkan tidak tanggung-tanggung, semenjak kejadian itu beliau sering melakukan qunut nazilah di dalam shalatnya, mengutuk mereka yang telah berkhianat dan membunuh sahabat-sahabat tercintanya itu. Ada yang mengatakan bahwa Rasulullah melakukan qunut nazilah ini hingga sebulan lamanya. Rasulullah f3 memang pernah kehilangan paman dan istri tercintanya yang wafat di tahun yang bersamaan, sehingga tahun itu disebut dengan 'am al-huzn atau tahun duka cita. Namun, ketika itu yang ada hanya sebatas duka saja, tidak ada amarah yang menyertai. Begitupun ketika beliau berdakwah ke Thaif, di mana beliau bukannya disambut dengan baik 40Alasan Anda Menghafa/Al-Qur'an - 65


tetapi malah dilempari batu hingga akhirnya beliau harus lari demi menyelamatkan diri. Ketika itulah beliau ditawari oleh malaikat untuk menghancurkan kota Thaif, namun justru beliau menggelengkan kepala, tidak ada amarah ketika itu, malah justru mendoakan hidayah untuk mereka. Namun tidak dengan kisah yang satu ini. Ketika 70 sahabat tercintanya ternyata gugur, Rasulullah amat sedih bercampur marah. Demikianlah kecintaan Rasulullah yang mendalam kepada para sahabat penghafal Al-Qur'an yang bukan hanya hafal Al-Qur'an , tetapi juga paham dan mengamalkannya. Mudah-mudahan kita dapat menjadi penghafal Al-Qur'an yang benar-benar dicintai oleh Rasulullah f3 Penghafal AlQur'an yang bukan hanya mampu menjaga AI-Qur'an melalui hafalannya saja, tetapi juga dengan akhlak, pemahaman dan pengamalannya. D 66 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


17 Menghormati Penghafal Al-Qur'an: Mengagungkan Allah � ebelumnya telah dikemukakan alasan lain mengapa � perlu menghafal Al-Qur'an, yaitu karena Rasulullah ft; begitu menghormati dan memuliakan mereka yang menghafal Al-Qur'an. Beliau tahu betul bahwa apa yang mereka hafal itu adalah sesuatu yang sangat mulia sehingga mereka pun berhak untuk dimuliakan. Penghormatan yang dilakukan oleh beliau untuk para sahabat penghafal Al-Qur'an merupakan salah satu cara mengagungkan Allah, Dzat yang telah menurunkan Al-Qur'an kepadanya. Diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy'ari �. Rasulullah ft; bersabda: • • . .h. ;; � I\ "Sesungguhnya di antara perbuatan mengagungkan Allah adalah menghormati seorang muslim yang sudah tua, 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 6 7


menghormati penghafal Al-Qur'an yang tidak berlebihan dalam mengamalkannya serta tidak membiarkan AlQur'an tidak dibaca dan diamalkan, dan menghormati penguasa yang adil." (HR. Abu Dawud) Di dalam hadits ini, Rasulullah � menyebutkan tiga orang yang jika kita menghormati mereka berarti kita juga telah mengagungkan Allah. Salah satu dari ketiganya yang penulis paparkan di sini adalah penghafal Al-Qur'an yang tidak berlebihan dalam mengamalkannya serta tidak membiarkan Al-Qur'an tidak dibaca dan diamalkan. Sebagaimana dijelaskan pada bagian-bagian sebelumnya bahwa salah satu cara Allah menjaga Al-Qur'an adalah dengan menghadirkan para penghafalnya. Mereka yang berhasil atau yang terus berusaha menghafal Al-Qur'an sebenarnya adalah orang-orang yang dipilih oleh Allah untuk ikut serta menjaga Al-Qur'an. Maka, sangat pantas sekali jika Rasulullah � memerintahkan kita untuk menghormati dan mencintai para penghafal Al-Qur'an , bahkan beliau sendirilah yang mencontohkan bagaimana memperlakukan para penghafal Al-Qur'an dibanding memperlakukan yang lainnya. Beberapa hari sebelum penulis sampai pada pembahasan ini, penulis sempat menjumpai salah satu kedai bakso tak begitu jauh dari rumah. Kebetulan hari itu adalah hari Jumat. Di depan kedai terse but terdapat pa pan pengumuman bahwa yang hafal sepuluh ayat dari Surat Al-Kahfi atau yang hafal Surat Yasin dapat makan bakso gratis di sana. Sungguh, hal ini membuat penulis terharu. Betapa tidak, penghafal AlQur'an telah mereka muliakan meskipun mungkin hanya dengan semangkuk bakso. Mudah-mudahan siapapun yang 68 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


memuliakan para penghafal Al-Qur'an juga dimuliakan oleh Allah �- Amiiin. Tak jauh beda dengan cerita ini, penulis juga pernah membaca berita tentang tukang jamu atau warung nasi yang menggratiskan makanannya untuk para penghafal Al-Qur'an, atau banyak juga berita-berita tentang perguruan tinggi tertentu yang menggratiskan biaya kuliah sepenuhnya untuk para penghafal Al-Qur'an . Ini adalah di antara cara yang telah dilakukan oleh saudara-saudara kita yang ingin menghormati dan memuliakan para penghafal Al-Qur'an sebagaimana yang juga pernah dilakukan oleh Rasulullah � Ketahuilah, mereka tidak semata-mata menghormati para penghafal Al-Qur'an , terlebih lagi bahkan mereka telah mengagungkan Dzat yang telah menurunkannya, yaitu Allah �- Meski demikian, bukan berarti dengan menghafal AlQur'an kita hanya mengharapkan sebatas penghormatan dari manusia. Tidak! Semua itu anggaplah bonus untuk kita jika menghafal Al-Qur'an di samping pahala utama di sisi Allah �- Rasulullah yang memerintahkan kita untuk menghormati para penghafal Al-Qur'an tiada lain karena keagungan dan kemuliaan Al-Qur'an itu sendiri. Bahkan beliau menghormati mereka bukan hanya di masa hidupnya saja, ketika sudah wafat pun beliau tetap menghormati mereka, salah satunya adalah riwayat yang sudah penulis kemukakan pada bagian sebelumnya bahwa Rasulullah � mendahulukan satu di antara dua jasad syuhada 'Uhud dalam hal pemakamannya. Meskipun apa yang diuraikan di sini sebagai salah satu alasan mengapa kita perlu menghafal Al-Qur'an , namun tentu jangan sekali-kali menjadikannya sebagai tujuan utama. 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 69


Jadikanlah ia sebagai motivasi bahwa memang menghafal AlQur'an itu merupakan amalan yang penuh dengan kemuliaan, terutama di hadapan Allah �- Dan manusia mana yang tidak ingin memperoleh kemuliaan di hadapan-Nya. Mudah-mudahan dengannya Allah bukan hanya membukakan hati kita untuk mau menghafal Al-Qur'an, tetapi juga memudahkan jalannya. Amiin. Sangat disayangkan sekali sebenarnya jika ada orang yang membenci para penghafal Al-Qur'an. Padahal justru yang pantas dibenci itu adalah mereka yang tidak mau membacanya, sedangkan para penghafal Al-Qur'an , sudah pasti mereka banyak membacanya, mengulang-ulang hafalan mereka agar tidak hilang begitu saja. Ishaq ibn Rahawaih-sebagaimana dikutip oleh lbn Hajar di dalam Fath Al-Bari-bahkan justru mengatakan: "Seseorang itu dibenci jika ia melewati empat puluh hari tidak membaca Al-Qur'an sedikitpun." Jadi, jelaslah sebenarnya siapa yang lebih pantas dibenci. Tidak ada alasan yang dapat dibenarkan untuk kita membenci para penghafal Al-Qur'an . Jika pun memang kita melihat kejelekan dalam diri mereka, tugas kita adalah mengingatkan dan meluruskannya, semata-mata dalam rangka mengagungkan Al-Qur' an yang ada di dalam diri mereka agar tidak ternodai oleh akhlak buruk dan semisalnya, bukan malah membenci dan mencaci mereka. Kita yang memang sedang atau sudah menghafal AlQur'an , tidak perlu mengharapkan orang lain menghormati kita. Yang paling penting untuk kita perhatikan adalah akhlak dan perilaku kita agar ditata dengan sebaik-baiknya, sehingga dengannya orang lain bukan hanya menghormati kita, tetapi juga tertarik untuk mengikuti jejak langkah kita sebagai penghafal Al-Qur'an yang memiliki akhlak mulia. 70 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


Demikianlah keagungan Al-Qur'an , hingga siapapun yang mau menghafalnya-tak pandang siapapun ia-maka ia berhak mendapatkan penghormatan dari Allah, Rasul-Nya serta semua hamba-hamba-Nya. Jika bukan dengan Al-Qur'an , dengan apa lagi anda akan mendapatkan penghormatan yang sedemikian mulia ini. Maka, muliakanlah diri anda sendiri dengan menghafal Al-Qur'an , niscaya Allah, Rasulullah dan hamba-hamba-Nya juga ikut memuliakan Anda. Kemuliaan Al-Qur'an tak akan mampu anda beli dengan dunia dan seisinya. Ia hanya mampu dibeli dengan kesungguhan anda untuk menjadi manusia yang selalu dekat dengan Al-Qur'an , keluarga Allah. D 40Alasan Anda Menghafa/Al-Qur'an - 71


18 Berhak Mengimami Shalat (,;Ylasan lain perlunya kita menghafal Al-Qur'an sekaligus �menjadi keistimewaan lain bagi para penghafal AlQur'an adalah bahwasanya mereka berhak mengimami shalat. Termasuk salah satu contohnya jika kita perhatikan di Masjidil Haram atau di Masjid Nabawi, yang menjadi imam di sana tentunya adalah mereka yang hafal Al-Qur'an . Atau di masjidmasjid besar lainnya, biasanya yang menjadi imam-imam di sana adalah mereka yang hafal seluruh Al-Qur'an . Dan hal ini memang berdasar pada apa yang pernah dikatakan oleh Rasulullah �. di antaranya dalam hadits yang diriwayatkan dari lbn Mas'ud ra. bahwa beliau bersabda: "Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling pandai membaca AlQur'an. Jika dalam hal Al-Qur'an mereka sama, maka yang paling mengerti sunnah. Jika dalam ha/ sunnah mereka sama, maka yang lebih dulu berhijrah. Dan jika dalam ha/ hijrah sama, maka yang lebih dulu masuk Islam." (HR. Muslim) Redaksi dari hadits di atas yang penulis terjemahkan sebagai yang paling pandai membaca Al-Qur'an yaitu aqra'uhum Ii kitabillah. Memang terjadi perbedaan di kalangan ulama terkait pengertian aqra'uhum Ii kitabillah. Ada yang 72 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


mengatakan bahwa yang dimaksud adalah yang paling banyak hafalannya, ada pula yang mengatakan bahwa maksudnya adalah yang paling bagus bacaannya. Terlepas dari perbedaan mana yang paling utama dari keduanya, yang jelas bahwasanya penghafal Al-Qur'an adalah salah satu yang dianggap berhak mengimami shalat. Terlebih banyak ulama yang memilih memahami kata aqra'uhum Ii kitabillah sebagai yang paling banyak hafalan Al-Qur'annya. Pengertian dari aqra'uhum Ii kitabillahyang diartikan dengan yang paling banyak hafalan al-Qur'annya ini diperkuat pula dengan hadits lain, di antaranya riwayat dari 'Amr ibn Salamah ra. bahwa Rasulullah � bersabda: "Hendaknya yang menjadi imam adalah orang yang paling banyak hafalan Al-Qur'annya di antara kalian." (HR. Al-Bukhari).Ketika menyebutkan hadits ini, 'Amr bercerita bahwa pernah suatu ketika ia bersama para sahabat N abi hendak melaksanakan shalat. Mereka saling melihat satu sama lain dengan maksud untuk menunjuk di antaranya untukmenjadi imam, namun mereka tidak menemukan yang paling banyak hafalannya selain 'Amr ibn Salamah. Akhirnya ia di min ta oleh para sahabat untuk menjadi imam shalat, padahal ketika itu ia baru berumur sekitar enam atau tujuh tahun. Ini menunjukkan bahwa yang masih muda bisa saja menjadi imam jika ia banyak hafal AlQur'an , bagus bacaannya, dan mengerti fiqh, minimal tentang shalat. Dalil lain di antaranya riwayat dari lbn 'Umar ra. bahwa ia pernah berkata: "Ketika kaum Muhajirin datang ke 'Ushbahdaerah Quba' -sebelum kedatangan Rasulullah �. Salimwalaupun statusnya sebagai budak Abu Hudzaifah-menjadi 40Alasan Anda Menghafa/Al-Qur'an - 73


imam karena ia adalah orang yang paling banyak hafal AlQur'an ketika itu." (HR. Al-Bukhari) Berhaknya seorang penghafal Al-Qur'an untuk menjadi imam di dalam shalat tentunya adalah mereka yang bukan hanya banyak hafalan Al-Qur'an nya, tetapi juga benarbenar baik bacaannya serta menguasai ilmu fiqh, minimal berkaitan dengan shalat, agar tidak terjadi hal-hal yang dapat membatalkan atau mengurangi kesempurnaan shalat. Bacaan Al-Qur'an imam di dalam shalat adalah salah satu yang paling penting sekaligus paling tampak bagi makmum. Sehingga seseorang tidak boleh sembarangan menjadi imam jika bacaan Al-Qur'an nya banyak menyalahi ketentuan tajwid,walaupun ia berdalih bahwa ia memiliki pamahaman fiqh yang bagus. Terlebih dalam bacaan Surat Al-Fatihah, mengingat kedudukannya sebagai salah satu rukun shalat. Jika yang rukun ini tidak terpenuhi dengan sempurna, maka kita bisa menyimpulkan sendiri bagaimana status shalat terse but. Dari banyaknya dalil yang ada, termasuk dari hadits yang penulis kemukakan di atas, para ulama kemudian menetapkan bahwa yang ummi tidak boleh menjadi imam shalat. Bahkan dalam madzhab Syafi'iyah-sebagaimana dikemukakan oleh Abu Bakr Ad-Dimyathi di dalam I'anah ath-Thalibin-orang yang bacaan Al-Fatihahnya rusak, baik keseluruhan maupun sebagiannya, bahkan walaupun hanya satu huruf saja, maka ia tidak boleh menjadi imam. Demikian pula orang yang bacaannya menyebabkan pergantian satu huruf dengan huruf lainnya. Masih banyak sebenarnya terkadang kita jumpai di masjidmasjid -baik di perkampungan maupun di perkotaan-yang 7 4 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


ternyata bacaan Al-Qur'an imamnya masih perlu diperbaiki. Masih mending jika kesalahan bacaannya terbilang ringan (Jahn khafO karena tidak sampai merusak makna, namun jika kesalahannya terbilang berat (Jahn jah], maka yang terjadi justru bacaan Al-Qur'an yang rusak, seperti pengucapan huruf yang salah sehingga kata yang diucapkan menjadi berubah, maka berubah pula makna ayatnya. Penulis bukan ingin menjelek-jelekkan mereka atau menyarankan mereka untuk mundur dari apa yang sudah mereka jalani. Tidak! Penulis hanya ingin di samping mereka menguasai ilmu fiqh, juga terus berusaha memperbaiki dan memperindah bacaan Al-Qur'an mereka, supaya tidak terjadi kesalahan-kesalahan tersebut. Dan yang lebih baik lagi tentunya di samping mereka terus memperbaiki bacaannya, mereka juga mau menghafal AlQur'an. Alangkah indahnya jika imam-imam masjid adalah para huffazh Al-Qur'an, yang bagus dan indah bacaannya, sekaligus paham hukum-hukum fiqh. Kita mungkin sering sekali mengucapkan doa: "Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang [hati) kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang yang bertaqwa." Ini adalah doa yang diucapkan oleh orang-orang shaleh sebagaimana dapat kita baca dalam Surat Al-Furqan ayat 74. Ia menunjukkan bahwa kedudukan imam atau pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa merupakan suatu keutamaan yang besar bagi seorang mukmin. Menjadi imam di dalam shalat sebenarnya juga tercakup dalam ayat tersebut. Maka, jika kita selalu mengamalkan doa ini, bisa saja Allah mengabulkan doa terse but dengan menjadikan kita sebagai penghafal Al-Qur'an. Yah, karena penghafal Al-Qur'an 40Alasan Anda Menghafa/Al-Qur'an - 75


adalah salah satu yang berhak menjadi imam. Semoga Allah menjadikan kita dan keturunan kita sebagai penghafal AlQur'an yang paham dan fasih dalam hal bacaannya.[] 7 6 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


19 Bekal Terbaik Menghadap Allah .1fJ1t asing-masing manusia yang hid up di dunia mempunyai JJ IJ. ljatah usia yang harus diisi dengan sebaik-baiknya, sebelum habis usia tersebut untuk kemudian menghadap Allah bersama amalan yang telah dikerjakannya selama di dunia. Sekecil apapun amalan seseorang ketika di dunia, di akhirat nanti akan benar-benar diperhitungkan. Amal baik akan dibalas dengan kebaikan, dan amal buruk akan dibalas dengan keburukan pula. Al-Qur'an diturunkan oleh Allah � guna menunjuki manusia untuk senantiasa beramal dengan amal kebaikan, agar di akhirat nanti mereka juga berhak mendapatkan kebahagiaan sebagai balasan atas amal baiknya ketika di dunia. Setiap mukmin pasti menginginkan di mana ketika menghadap Allah nanti ia benar-benar menghadap dengan sesuatu yang membuat-Nya ridha. Dan Al-Qur'an adalah sesuatu yang paling utama yang dapat kita bawa menghadap Allah � nan ti. Diriwayatkan dari Abu Dzar Al-Ghifari � bahwa Rasulullah � pernah bersabda: "Sesungguhnya kalian tidak akan kembali kepada Allah dengan membawa sesuatu yang 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 77


lebih utama selain membawa apa yang keluar dari-Nya, yaitu Al-Qur'an." (HR. Al-Hakim) Al-Qur'an adalah sesuatu yang paling dicintai Allah, maka tidak ada di antara hamba-hamba yang paling dicintai Allah ketika mereka harus menghadapNya kecuali mereka yang benar-benar menghadap dengan membawa sesuatu yang juga sangat dicintai-Nya, dan itulah Al-Qur'an . Orang yang benar-benar beriman dan ingin bertemu dengan Allah dalam keadaanmembawa sesuatu yang utama dan paling dicintai-Nya pasti tidak akan pernah mau lepas dari Al-Qur'an. Segala amalan yang dapat mendekatkannya kepada Al-Qur'an pasti akan dilakukannya. Tidak akan puas hanya sampai mampu membacanya dengan baik, tetapi ia juga akan terus berusaha agar Al-Qur'an itu selalu dibacanya. Ia juga tidak akan mudah puas hanya dengan raj in membacanya, tetapi dengan kesadarannya ia akan berusaha untuk juga menghafalkannya. Tak puas hanya dengan hafal, ia juga akan terus mencoba memahami dan mengamalkannya di dalam kehidupannya sehari-hari. Dialah hamba Allah yang benarbenar akan mendapatkan cinta-Nya. Dialah manusia yang sangat dirindukan oleh surga. Di dalam Al-Qur'an, tidak ada satu ayat pun kecuali mengajak kita untuk ingat kepada Allah. Karenanya, maka Al-Qur'an adalah sebaik-baik dzikir, bahkan membacanya termasuk ibadah yang amat besar pahalanya. Maka ketika seseorang menghafal Al-Qur'an dan terus-menerus membaca hafalannya, berarti ia sedang berusaha untuk terus ingat kepada Allah, memperbanyak bekal di akhirat nanti, dan mempertinggi kedudukannya di hadapan Allah. 78 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


Jika saat ini kita memang masih muda, kita belum begitu merasakan betapa saat senja usia nanti kita ingin menghabiskan sisa waktu kita dengan sebaik-baiknya, tapi apa daya saat itu kita semakin lemah. Namun, alangkah indahnya jika kita memasuki usia tua nanti dalam keadaan Al-Qur'an telah benar-benar melekat di dalam dada, karena masa muda kita diisi dengan menghafal dan membaca Al-Qur'an . Kita yang tidak mau menghafal Al-Qur'an saat ini, sebenarnya belum atau mungkin tidak benar-benar sadar bahwa saat kita harus berpisah dari raga nan ti kita sebenarnya butuh teman, yang menghibur kita dalam kesunyian dan menerangi kita dalam kegelapan. Jika saat ini kita tidak mau dekat dengan Al-Qur'an, akankah kita masih yakin bahwa Al-Qur'an akan tetap menemani kita nanti? Rasulullah � bersabda: "Pada hari kiamat nanti Al-Qur'an akan datang laksana seorang pemuda, lalu ia berkata, 'Apakah kamu mengaliku? Akulah yang membuatmu tidak tidur di malam hari dan membuatmu dahaga di siang hare (HR. lbnu Majah) Kita yang saat ini masih sehat dan kuat, maka ketahuilah bahwa akan ada masanya tubuh kita semakin lelah. Jangan sampai kita menyesal di mana nanti kita sudah tidak punya banyak kesempatan untuk menghafal Al-Qur'an. Sebesar dan sekuat apa pun tub uh kita saat ini, pada akhirnya nan ti, setelah nyawa kita berpisah darinya, ia akan habis di makan cacing tanah. Maka ingatlah apa yang disampaikan oleh N abi � bahwa Allah mengharamkan jasad orang-orang tertentu sehingga ia tetap utuh di dalam bumi. Siapakah mereka? Salah satunya adalah penghafal Al-Qur'an yang juga mengamalkannya. Ini bukanlah among kosong. Ini adalah janji Allah. Maka jangan 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 79


heran jika kita sering mendengar berita tentang jasad yang masih utuh walaupun telah sekian lama dikubur di dalam tanah, bisa jadi ia adalah seorang penghafal Al-Qur'an . Ini menjadi pelajaran lain bagi kita, bahwa memang AlQur'an adalah sebaik-baik bekal ketika kita harus menghadap Allah nanti. Maka, persiapkanlah ia, agar dapat kita bawa menghadap-Nya. Semoga kita terus dibimbing-Nya untuk menjadi penghafal Al-Qur'an yang jasadnya dijaga dan ruhnya dimuliakan oleh Allah �- Aamiin.[] 80 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


20 Laksana Utrujjah .1fJ1t etode perumpamaan adalah metode yang banyak JJ 11- ldigunakan di dalam Al-Qur'an dan hadits. Perumpamaan sendiri berarti pemberian contoh, yakni menyampaikan sesuatu guna menjelaskan keadaan yang selaras dan serupa dengan apa yang dicontohkan. Ketika ingin menyampaikan sesuatu kepada para sahabatnya, Rasulullah � terkadang menggunakan suatu perumpamaan tertentu, terlebih jika yang ingin disampaikannya adalah sesuatu yang abstrak, maka ia memberikan perumpamaannya dengan sesuatu yang kongkrit. Salah satu perumpamaan indah pernah dikemukakan oleh Rasulullah � tentang orang yang membaca Al-Qur'an. Diriwayatkan dari Abu Musa Al-'Asy'ari, beliau bersabda: .,,, ,,,.. J o J J O J :/I O J <� � �)\11 j.: 0T�1 i� �jj\ 0-4�1 j.: / .,,. / / ""' ,,- ; ,,... J O J O ,,- .;, 0 0 J .,,, ,,,.. J o�I � 0T�1 ifi � �jj\ 0-4 _;.:i1 �J � �JJ ,,. .,,. ,... .,,, ,,. / ,,... J. O J o :fl ,... o J ,,,.. ,... ,... ,,. .,,, 0\ • : 1 1 i/ -/ jJ\ . WI l•:/ ,:1 / � / J , : -- � I­ r fi. � / !": ..r-J "t"' �� J . - � .;, ,... o J .,,. ,,. J / ,... ,,. / �jj\ _r:-WI �J � �JJ � � :u�JI � / / / 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 81


"Perumpamaan seorang mukmin yang membaca AlQur'an adalah seperti utrujjah'. Aromanya harum dan rasanya enak. Perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur'an adalah seperti 'Tamar' (kurma), tidak ada aromanya tapi rasanya manis. Perumpamaan seorang munafik yang membaca Al-Qur'an adalah seperti 'Raihanah; aromanya harum tapi rasanya pahit. Dan perumpamaan seorang munafik yang tidak membaca AlQur'an adalah seperti 'Hanzhalah; tidak ada aromanya, dan rasanya juga pahit." (HR. Ahmad) Melalui hadits ini, Rasulullah � mengajak kita berpikir dalam membedakan mana yang paling baik, yang buruk, serta yang paling buruk dari beberapa keadaan tersebut, sekaligus memperkenalkan kepada kita gambaran manfaat yang akan kita peroleh jika kita memilih yang baik serta keburukan yang timbul jika kita memilih yang buruk. Melihat kepada hadits di atas, kita tentu ingin menjadi yang terbaik, menjadi seorang mukmin yang juga rajin membaca Al-Qur'an . Dalam perumpamaan pertama, Rasulullah menjelaskan tentang keadaan orang mukmin. Orang yang hatinya penuh dengan keimanan, yakin kepada Allah, beriman kepada rasul-rasul utusan-Nya, dan di samping membenarkan AlQur'an, ia juga terus membacanya, bahkan menghafalkannya. Bacaannya tidak hanya di lidah, tapi juga di hati, sehingga ia senantiasa ingat Allah dan selalu beramal kebajikan, maka perumpamaannya seperti utrujjah, yang aromanya harum, rasanya pun enak. Mengenai alasan dipilihnya buah utrujjah 82 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


ini, lbnu Hajar Al-J\.sqalani di dalam Fath Al-Bari mengatakan bahwa hikmah pengkhususannya sebagai perumpamaan di dalam hadits tersebut karena banyak sekali keunggulannya dibandingkan dengan buah-buah lain. Kulitnya dapat digunakan sebagai obat, dari bijinya dihasilkan minyak dengan banyak manfaat, bahkan ada juga yang mengatakan bahwa jin tidak akan masuk rumah yang di dalamnya terdapat utrujjah ini sehingga sangat cocok sekali jika ia digunakan untuk mengumpamakan Al-Qur'an di mana setan tidak mampu mendekatinya. Kulit bijinya yang berwarna putih juga selaras dengan hati seorang mukmin. Beberapa keistimewaan lain -lanjut lbnu Hajar- buah ini selain besar, juga menarik penampilannya, warnanya juga menyenangkan, serta lembut bila disentuh. Rasanya enak, aromanya sedap, sekaligus dapat membersihkan lambung. Perumpamaan kedua, ten tang orang yang beriman kepada Allah, beriman pula kepada Al-Qur'an dengan mengikuti petunjuk-petunjuk di dalamnya, tetapi tidak membaca dan menghafalkannya, maka ia diumpamakan seperti Tamar (kurma), yang memang manis, tapi aromanya tidak ada. Dalam dua perumpamaan lainnya, Rasulullah � menjelaskan tentang keadaan orang munafik. Mereka yang imannya hanya sebatas di lisan, meskipun membaca dan menghafalkan Al-Qur'an, bahkan bacaannya sangat bagus sekalipun, tetapi bacaan Al-Qur'an itu hanya sebatas sampai ke tenggorokan. Bacaannya tidak masuk ke hati, sehingga apa yang dibacanya tidak sesuai dengan apa yang tampak dari akhlaknya. Al-Qur'an sama sekali tidak berpengaruh untuknya. Perumpamaan mereka itu seperti 'Raihanah', yang 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 83


jika dicium memang harum aromanya, tetapi ketika dimakan, rasanya sama sekali tidak enak. Dan perumpamaan terakhir adalah tentang orang munafik yang bukan hanya bohong dalam hal imannya, tetapi juga tidak membaca Al-Qur'an, apalagi menghafalkan dan memahaminya untuk kemudian di amalkan. Dari keempat perumpamaan dalam hadits di atas, perumpamaan untuk mereka adalah perumpamaan terburuk. Mereka diibaratkan dengan 'Hanzhalah', nama buah yang selain tidak memiliki aroma, rasanya pun pahit. Perumpamaan yang digunakan oleh Rasulullah � di dalam hadits-haditsnya, termasuk di dalam hadits di atas, sebenarnya salah satu tujuannya adalah agar dapat memberi pemahaman yang mendalam terhadap hal-hal yang mungkin oleh sebagian orang sulit dicerna dengan perasaan. Sehingga ketika apa yang disampaikan sudah benar-benar diterima dengan perasaan, maka diharapkan tumbuhlah kesadaran terhadapnya, tanpa disuruh apalagi dipaksa. Semoga kita dapat benar-benar meresapi apa yang disampaikan Rasulullah � melalui hadits di atas, sehingga kita menjadi hamba-hamba Allah yang terus berjuang dengan semangat agar memperoleh kedudukan sebagai seorang mukmin yang dalam diumpamakan oleh Nabi � dengan Utrujjah.[] 84 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


21 Perniagaan yang Tak Akan Pernah Merugi � iapapun manusia di dunia ini yang melakukan per­ � niagaan, pasti akan menemui satu dari dua pilihan, yaitu antara untung atau rugi. Namun, tentunya tidak ada satupun manusia yang mau rugi dengan perniagaan yang dilakukannya, karena memang tujuan dari perniagaan itu sendiri adalah agar mendapatkan keuntungan demi keuntungan. Untung dan rugi sebenarnya tidak hanya berlaku dalam urusan dunia. Ia juga berlaku dalam urusan akhirat. Bedanya, untung dan rugi dalam urusan dunia tidak bisa diperkirakan, karena tidak sedikit orang yang berusaha keras supaya untung namun justru yang ia hadapi adalah kerugian. Lain halnya dengan untung dan rugi dalam hal akhirat, semua orang yang berungguh-sungguh ingin meraih keuntungan di akhirat nanti, maka ia pasti berhak meraih keuntungan sebesar-besarnya di sana. Jika kita ingin berbicara tentang keuntungan di akhirat nanti, perlu kita perhatikan firman Allah berikut: 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 85


Click to View FlipBook Version