The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Bagi 40 Alasan Anda Menghafal Alquran - Ustadz C. Abdulwaly

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by amalikurniawan, 2023-11-24 06:38:31

Buku 40 Alasan Anda Menghafal Alquran - Ustadz C. Abdulwaly

Bagi 40 Alasan Anda Menghafal Alquran - Ustadz C. Abdulwaly

baiknya. Menghafal Al-Qur'an adalah salah satu cara kita mensyukuri jatah usia yang telah Allah berikan kepada kita. Betapa kita sadar bahwa sudah sekian tahun kita hidup di dunia ini, namun terkadang kita lebih banyak menyia-nyiakan waktu kita ketimbang menggunakannya untuk lebih dekat kepada Allah melalui ibadah-ibadah. Kita malah sering lupa, sering lalai, karena terlalu sibuknya kita dengan urusan-urusan dunia. Dengan istiqamah menghafalAl-Qur'an, setidaknya kita selalu ingat bahwa memang Al-Qur'an sebagai pedoman kita itu harus selalu kita dekati, kita baca, dan kita pahami. Katakanlah jatah usia kita 60 tahun, maka jika kita sebenarnya mampu fokus untuk menghafal Al-Qur'an dan menyelesaikannya dalam waktu satu tahun, maka masih ada sisanya 59 tahun. Sedikit sekali sebenarnya waktu yang dibutuhkan itu jika dibandingkan dengan seluruh usia kita hidup di dunia ini. Hanya saja, sepertinya kita ini tidak punya niat dan kesungguhan jika sampai saat ini belum juga mulai menghafal Al-Qur'an. Padahal sebenarnya jika sudah dijalani, tak sedikit yang akhirnya mampu menghafalnya dalam waktu yang singkat. Jika sudah selalu kita sempatkan waktu kita secara istiqamah untuk menghafal Al-Qur' an , walaupun hanya sekejap saja, kita akan merasakan betapa nikmatnya menghafal Al-Qur'an itu. Tak maukah kita menyisihkan di antara jatah usia kita itu untuk menghafal Al-Qur'an, padahal Al-Qur'an itu pedoman hidup untuk kita? Sangat disayangkan jika sampai usia kita sudah tua nanti sementara kita tidak hafal Al-Qur'an, padahal sebenarnya kalau kita mau menghafal Al-Qur'an di waktu muda -seperti sekarang ini-kita sebenarnya bukan hanya 136 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


mampu hafal, tetapi juga mampu memahami banyak hal tentangnya. Akan ada saatnya tubuh kita semakin lemah karena usia kita semakin menua. Hafalan Al-Qur'an adalah sesuatu yang berharga yang seharusnya menjadi teman setia kita saat itu. Akan sangat indah jika penglihatan kita nanti yang sudah tidak setajam sekarang ini sehingga tidak mampu membaca mushaf Al-Qur' an dengan jelas, namun hal itu sama sekali tidak menyulitkan kita untuk tetap membacanya karena memang Al-Qur'an itu sudah benar-benar kita hafal di dalam dada kita, bahkan sudah mendarah daging di dalam tubuh kita. Memang tidak semua manusia diberi nikmat panjang umur. Ada yang meninggal di waktu kecil, ada juga yang dijemput ajalnya di saat usianya masih muda. Masing-masing memang diberi jatah usia yang berbeda-beda. Yang terpenting adalah bagaimana kita mempergunakan usia kita dengan sebaik-baiknya, agar kita benar-benar dapat menghadapi kehidupan akhirat nanti dengan bekal yang berlimpah. Dan Al-Qur'an adalah salah satu bekal terbaik kita untuk nanti. Meski demikian, siapa pun kita pasti menginginkan umur yang panjang sekaligus dapat mempergunakannya dengan sebaik-baiknya. Karena, tidak ada gunanya umur yang panjang namun tidak dihiasi dengan amal kebaikan. ,,,. .... .... ,.,, ,, ,.,, ' .... ,,,. .,,. ,;; $ ,.,, JU, :; Ju ;;. '--"'u1 �i .ill\ J;.J 4 Ju �J 0i / / 40Alasan Anda Menghafa/Al-Qur'an - 137


Bahwasanya seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah �, "Wahai Rasulullah �, siapakah manusia yang paling baik itu?" Beliau menjawab, "Sebaik-baik manusia adalah yang panjang usianya dan baik amal perbuatannya." Kemudian beliau ditanya lagi, "Lalu siapakah manusia yang paling buruk?" Beliau menjawab, "Seburuk-buruk manusia adalah yang panjang usianya dan buruk amal perbuatannya." (HR. At-Tirmidzi) Jika memang sampai saat ini anda belum mulai menghafal Al-Qur'an, tidak usah anda sesali masa lalu Anda itu. Yang perlu anda pikirkan adalah bagaimana agar saat ini juga, anda mulai menghafal Al-Qur'an. Tidak ada kata terlambat untuk menghafal Al-Qur'an selama kita masih bisa bernafas lega. Bukankah sering kita dengar atau kita baca cerita tentang mereka yang ternyata mampu menghafal Al-Qur'an di masa tuanya? Itu artinya bahwa siapapun, selama ia punya kesempatan waktu, dengan niat dan kesungguhan, Allah akan membantunya. Orang yang panjang umur serta baik amalnya disebut oleh Rasulullah �-dalam hadits di atas-sebagai manusia yang paling baik. Demikian pula orang yang mempelajari Al-Qur'an juga disebut sebagai sebaik-baik manusia. Maka, orang yang usia tuanya juga diisi dengan terus mempelajari dan menghafal Al-Qur'an, sungguh semakin pantaslah ia atas predikat'sebaik-baik manusia'. [] 138 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


34 Menghafal Al-Qur'an: Pintu Tadabbur � alah satu tujuan diturunkannya Al-Qur'an tiada lain � adalah agar ayat-ayatnya dapat kita tadabburi, kita hayati dan kita renungi setiap kandungannya, sebagaimana firman Allah �.: 9.,.> 1 �� /// .,,. t-'-'��"'i �,,,,., �l -':l' t 1 "'r" \ :..,, J � I J.:._J.,• ::;, .,_�\; W...u .!I.:... s .. � ·· \ � _ ,, ..... . ...... :.,--.- .. ;,, JJ . ,,,. "Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyaifikiran." (Shad: 29) Mentadabburi Al-Qur'an sendiri -sebagaimana diungkapkan oleh Imam As-Suyuthi di dalamAl-Itqanfi 'Ulum Al-Qur'an- artinya memfokuskan hati untuk memikirkan makna ayat Al-Qur'an yang dilafalkan dengan lisan, sehingga dapat dimengerti makna setiap ayat yang dibaca, merenungkan perintah-perintah dan larangan-larangan Al-Qur'an, dan 40 Alasan Anda Menghafal Al·Qur'an - 139


meyakini serta menerimanya. J ika kita melakukan keteledoran terhadap perintah-perintah dan larangan-larangan tersebut pada waktu yang telah lalu, maka kita meminta maaf dan ampunan kepada Allah. Jika kita melewati ayat tentang rahmat, maka kita bergembira dan memohon kepada Allah. Jika kita melewati ayat tentang adzab, maka kita merasa takut dan berlindung kepada Allah. Jika kita melewati ayat tentang pensucian Allah, maka kita mensucikan Allah dan mengagungkan-Nya. Dan jika kita melewati ayat tentang doa, maka kita berdoa kepada Allah dan memohon kepada-Nya dengan hati yang tunduk. Dengan hafal Al-Qur'an, paling tidak, sesorang akan merasakan mudahnya ayat-ayat Al-Qur'an untuk ditadabburi, karena ia sudah melekat bahkan medarah daging di dalam dirinya. Ia tidak akan teralihkan oleh bacaaan-bacaan sulit, di mana terkadang kebanyakan mereka yang tidak hafal AlQur'an tidak dapat fokus secara total untuk mentadabburi ayat-ayatnya, karena ia hams memperhatikan ayat-ayatnya lebih ekstra agar tidak terjadi salah baca. Berbeda dengan yang hafal Al-Qur'an, ia akan lebih fokus untuk mentadabburinya karena ayat-ayat Al-Qur'an dapat dibaca dengan mudah melalui hafalannya. Dengan mentadabburi Al-Qur'an seseorang akan merasakan bacaan Al-Qur'an itu bukan hanya sebatas di mulut saja. Ia akan akan merasakan betapa bacaan itu meresap ke dalam hati, sehingga akan sangat mudah mendorongnya menjadi orang yang selalu ingat Al-Qur'an . Mentadabburi AlQur'an adalah kebiasaan Rasulullah f3 dan para sahabatnya dalam rangka meraih kenikmatan dari bacaan Al-Qur'an . 140 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


Diriwayatkan dari Atha bahwa pernah suatu ketika ia bersama Ubaid bin Umair menemui Siti Aisyah. Ubaid bin Umair berkata (meminta keterangan dari Aisyah): "(Tolong) ceritakan kepada kami satu peristiwa yang paling menakjubkan yang pernah engkau saksikan pada diri Rasulullah". Aisyah kemudian bercerita, "Satu malam, beliau bangun serta berkata (kepadaku): 'Wahai Aisyah, biarkan aku beribadah kepada Rabb-ku'. Ia menjawab, 'Demi Allah, aku suka berdampingan denganmu. Dan aku menyukai apa yang menyenangkanmu'. Kemudian beliau bangun, dan mengambil air wudhu, dan selanjutnya shalat. (Dalam shalatnya), beliau menangis sampai (air matanya) membasuhi tanah. Kemudian Bilal datang mengabari beliau shalat. Tatkala menyaksikan Nabi sedang menangis, Bilal bertanya, 'Wahai Rasulullah, ( mengapa) engkau menangis, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang sudah berlalu dan yang akan datang?' Nabi menjawab: "Tidakkah boleh aku menjadi hamba yang bersyukur? Malam ini, telah turun kepadaku beberapa ayat. Ce/aka bagi siapa saja yang tidak memikirkan kandungannya. Yaitu firm an Allah: 'Sesungguhnya dalam penciptaan Jang it dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tandatanda bagi orang-orang yang berakal'." (HR. lbnu Hiban) Masih banyak riwayat-riwayat lain betapa pentingnya mentadabburi Al-Qur'an, baik riwayat tentang Rasulullah � maupun para sahabatnya. Mereka adalah orang-orang yang sangat mudah menangis ketika membaca Al-Qur'an saking menghayati dan mentadabburi ayat-ayatnya dengan begitu mendalam. Khalid Al-Lahim di dalam Mafatih Tadabbur Al-Qur'an 40Alasan Anda Menghafa/Al-Qur'an - 141


wa An-Najah Ji Al-Hayah mengemukakan bahwa menghafal Al-Qur'an merupakan salah satu kunci -dari sepuluh kunci sebagaimana disebutkannya- yang dapat mempermudah seseorang untuk dapat mentadabburi Al-Qur'an, menghayati dan meresapi setiap kandungan ayat-ayatnya. lbnu Al-Qayyim di dalamAl-Fawa'id mengatakan: ''Apabila engkau hendak mengambil pelajaran dari Al-Qur'an, maka konsetrasikanlah hatimu ketika membaca dan menyimaknya, serta pasanglah telingamu. Buatlah dirimu seperti orang yang diajak bicara langsung oleh yang menurunkannya, yaitu Allah. Karena Al-Qur'an adalah pembicaraan yang ditujukan kepadamu melalui lisan Rasul-Nya." lbnu Mas'ud • -sebagaimana disampaikan Al-Khathib Al-Baghdadi di dalam Taqyid Al-'Ilm- pernah berkata: "Sesungguhnya hati ini adalah tempat menyimpan, maka penuhilah ia dengan dengan Al-Qur'an, dan janganlah dipenuhi dengan hal lain."[] 142 - 40Alasan Anda MenghafalAI-Qur'an


35 Menepis Hal-hal yang Tidak Bermanfaat � ebagai seorang mukmin, kita dituntut untuk selalu �beramal dengan amalan-amalan kebaikan dan menjauhi segala hal yang tidak bermanfaat, apalagi yang buruk dan menyebabkan kesengsaraan di akhirat. Kita diberi nikmat waktu oleh Allah �- adalah agar kita menghiasinya dengan perbuatan yang dapat memberikan manfaat, baik di dunia, terlebih di akhirat nanti. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah ft; pernah bersabda: "Di antara baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan ha/ yang tidak bermanfaat." (HR. At-Tirmidzi) Hadits ini mengandung pengertian bahwa di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat, baik perkataan maupun perbuatan. Semua orang pasti punya kesibukan masing-masing. Ada yang sibuk sekolah, kuliah, kerja, dan lain sebagainya. Namun, masing-masing juga pasti punya waktu luang di 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 143


sela-sela kesibukannya. Waktu luang inilah terkadang yang disia-siakan oleh kebanyakan kita. Sia-sia karena tidak diisi dengan sesuatu yang bermanfaat. Caba kita ingat-ingat lagi, sudah diisi dengan apa waktu-waktu luang kita yang sudah lewat? Sudahkah kita pergunakan ia dengan sebaik-baiknya? Banyaknya waktu luang yang kita lewatkan itu sebenarnya jika kita gunakan untuk membaca Al-Qur'an, yang jelas-jelas pahalanya, mungkin sudah puluhan kali khatam jika kita benar-benar istiqamah. Jika kita gunakan waktu-waktu luang kita itu untuk menghafal Al-Qur'an, mungkin sekarang hafalan Al-Qur'an itu bukan hanya melekat di ingatan, tetapi mungkin sudah mendarah daging. Anda yang katanya tidak bisa menghafal Al-Qur' an karena alasan sibuk dengan kegiatan, apakah memang benar-benar sibuk sehingga tidak punya waktu luang sedikitpun? Di hari libur kuliah atau kerja, mungkin kebiasaan kita hanya tidur atau bermalas-malasan, tidakkah kita terpikir untuk menggunakan waktu tersebut dengan menghafal Al-Qur'an? Di sela-sela waktu istirahat sekolah, setelah makan, tidakkah kita terpikirkan untuk membaca sekadar satu atau dua ayat saja dari Al-Qur'an? Padahal itu jauh lebih baik daripada kita berbicara gosip artis di televisi, apalagi gosip teman. Saatnya kita memperhitungkan waktu yang Allah berikan dengan mempergunakannya untuk selalu melakukan sesuatu yang bermanfaat. Menjaga anggota badan kita dari hal-hal yang justru menyebabkan kita disiksa di akhirat nanti karena perbuatan kita sendiri, terutama menjaga lisan kita. lbnu Rajah Al-Hanbali -di dalam Jami' Al-'Ulum wa Al-Hikammengatakan: "Kebanyakan perkara yang tidak bermanfaat 144 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


itu muncul dari lisan, yaitu lisan yang tidak dijaga dan sibuk dengan perkataan sia-sia." Tak sedikit di antara kita yang waktu luangnya lebih banyak digunakan untuk membicarakan hal-hal yang tidak baik ketimbang berdzikir atau membaca Al-Qur'an, seperti membicarakan keburukan orang lain. Padahal, justru karena lisan inilah banyak orang yang akhirnya sengsara di akhirat nanti karena ia tidak menjaganya dengan sebaik-baiknya ketika di dunia. Rasulullah � pernah bersabda: "Seringkali seorang hamba mengucapkan suatu perkataan yang tidak ia pikirkan dampaknya, padahal ternyata perkataan itu akan menjerumuskannya ke neraka yang dalamnya lebih jauh dari jarak dari timur ke barat." (HR. Al-Bukhari) Maka, di sini penulis sampaikan bahwa salah satu alasan perlunya kita menghafal Al-Qur'an adalah agar lisan kita senantiasa terjaga dari segala perkataan yang tidak bermanfaat, karena ia selalu digunakan untuk membaca AlQur'an. Jika lisan kita selalu terjaga, maka kita akan lebih mudah untuk juga dapat menjaga perbuatan kita. Karena perbuatan yang tidak bermanfaat itu terkadang muncul seiring dengan perkataan yang tidak bermanfaat pula. Jika lisan kita senantiasa mengeluarkan perkataan yang baik, maka anggota badan kita pun akan mudah mengarah kepada kebaikan. Kita sebagai orang mukmin, hams bisa menjaga lisan dan perbuatan kita dari hal-hal yang tidak bermanfaat ini, apalagi yang buruk, yang jika terus-menerus dilakukan akan menyebabkan hati kita semakin tertutup sehingga tidak mau menerima nasehat yang mengarah kepada kebaikan. Rasulullah � bersabda: 'Jika seorang hamba berbuat dosa, maka akan ditorehkan sebuah noktah hitam di dalam hatinya. 40Alasan Anda Menghafa/Al-Qur'an - 145


Tapi jika ia meninggalkannya dan beristighfar niscaya hatinya akan dibersihkan dari noktah hitam itu. Sebaliknya, jika ia terus berbuat dosa, noktah-noktah hitam itu akan terus bertambah hingga menutup hatinya. Itulah dinding penutup yang Allah sebutkan di dalam ayat: 'Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka kerjakan itu menutup hati mereka' (AlMuthaffifin: 14)." (HR. At-Tirmidzi) Jika kita tidak mau, bahkan selalumembuat-buat alasanketikadiajakmenghafalAl-Qur'an, padahal pahala dan kemuliaan yang dijanjikan Allah jelas-jelas sangat besar, maka berhati-hatilah! Mungkin keburukan atau hal-hal tidak bermanfaat yang sering kita lakukan itu sudah semakin menutupi hati kita sehingga kita tidak bisa menyadari bahwa ajakan menghafal Al-Qur'an itu sebenarnya adalah ajakan menuju kebaikan. Untuk siapa lagi kalau bukan untuk diri kita sendiri. lbnu Rajah juga pernah mengatakan: "Jika seseorang meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat, kemudian menyibukkan diri dengan sesuatu yang bermanfaat, maka tanda baik Islamnya telah sempurna;' Menghafal Al-Qur'an adalah salah cara kita menyibukkan diri dengan sesuatu yang bermanfaat, sehingga, ia menjadi salah satu jalan agar keislaman kita semakin baik di hadapan Allah �-[] 146 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


36 Tidak Perlu Kecerdasan, Tapi Kesungguhan ":f � enyataan yang menarik terkait kemudahan Al-Qur'an .1A-untuk dihafal adalah bahwa tidak selalu hanya orang yang cerdas yang mampu menghafal Al-Qur'an. Siapapun berhak menerima bagian dari jaminan kemudahan AlQur'an untuk dipelajari dan dihafal. Yang lebih dibutuhkan untuk menghafal Al-Qur'an adalah tekad dan kesungguhan dibandingkan dengan kecerdasan atau kepintaran. Maka, jangan heran jika kita banyak menjumpai anak-anak kecil di bawah umur sudah mampu menghafal Al-Qur'an 30 juz. Sudah pasti mereka dididik untuk bersungguh-sungguh menghafalkannya. Sebaliknya, tak sedikit yang pendidikannya tinggi dan kecerdasannya luar biasa, namun tidak mampu menghafal Al-Qur'an karena memang tidak ada kesungguhan untuk dapat mengahafalnya, a tau bisa jadi juga karena memang tidak punya niat untuk menghafalnya. Berapa banyak yang hidup dengan keterbatasan fisik dan ekonomi namun dengan kesungguhannya akhirnya mereka mampu menghafal Al-Qur'an. Sebaliknya, berapa banyak juga yang hid up dengan fisik yang sempurna dan harta yang 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 14 7


berlimpah namun karena tidak punya niat dan kesunggguhan akhirnya tidak dapat menikmati indahnya hafal Al-Qur'an. Anda yang ingin hafal Al-Qur'an, maka ketahuilah, bukan dengan kecerdasan yang tinggi, fisik yang sempurna dan harta yang berlimpah agar anda dapat meraihnya, bukan! Anda hanya butuh niat dan kesungguhan. lngatlah firman Allah �: "Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnyaAllah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (AlJ\.nkabut: 69) Ayat ini merupakan jaminan dari Allah �- bahwa siapa saja yang bersungguh-sungguh dalam menempuh jalan dalam rangka meraih keridhaan Allah, maka Allah akan menunjukkannya banyak jalan menuju apa yang diinginkannya, yaitu menuju keridhaan-Nya. Dan sebagaimana kita ketahui bahwa kemudahan Al-Qur'an untuk dipelajari dan dihafal pun sudah menjadi jaminan dari Allah, maka siapa pun yang bersungguh-sungguh untuk dapat hafal Al-Qur'an, ia pasti akan berhasil menghafalnya. Betapa tidak? Dua jaminan sekaligus Allah berikan untuknya. Jaminan kemudahan AlQur'an untuk dipelajari dan dihafal, serta jaminan bahwa siapa yang bersungguh-sungguh menempuh jalan keridhaan Allah akan dimudahkan oleh-Nya dengan membentangkan jalan-jalan menujunya. Terlebih lagi, menghafal Al-Qur'an 148 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


adalah salah satu amalan yang dicintai dan diridhai Allah. Maka, sangat pantas jika Allah memberikan kemudahan demi kemudahan kepada siapa pun yang bersungguh-sungguh ingin menghafalnya. Kesungguhan sendiri sebenarnya adalah modal utama yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan bagi seorang penuntut ilmu. Tentang kesungguhan ini, Syaikh AzZarnuji -di dalam Ta'limAl-Muta'allim-mengutip perkataan Imam Asy-Syafi'i dalam dalam syairnya: "Kesungguhan itu dapat mendekatkan sesuatu yang jauh dan mampu membukakan pintu yang terkunci." Jika Anda menganggap bahwa menghafal dan menjaga hafalan Al-Qur'an itu adalah sesuatu yang berat, maka ketahuilah, dengan kesungguhan, rasa berat itu bukan hanya akan hilang, melainkan justru terganti dengan rasa ringan. Sebaliknya, betapapun AlQur'an dijamin oleh Allah kemudahannya, tanpa niat dan kesungguhan, maka yang mudah itu bisa saja menjadi sulit. Yah, sulit karena memang tidak ditempuh. Jika niat dan kesungguhan ini menjadi modal utama kita menghafal Al-Qur'an, maka sebenarnya tidak pantas kita menolak ketika diajak untuk menghafalkannya. Padahal Allah mempersiapkan kemuliaan yang sangat besar jika kita mau menjadi seorang penghafal Al-Qur'an, kemuliaan yang bukan hanya di dunia, melainkan terlebih lagi di akhirat nanti. Kita hanya tinggal menanamkan niat dan menumbuhkan kesungguhan dan kerja keras untuk mendapatkannya. lngatlah bahwa tidak ada kedudukan atau kemuliaan bagi seorang di hadapan Allah kecuali hams ditempuh dengan niat, kesungguhan dan kerja keras. Jangan hanya terus-terusan 40Alasan Anda Menghafa/Al-Qur'an - 149


bermimpi tanpa berusaha mewujudkannya menjadi sebuah kenyataan. Seorang pencari permata tidak akan menemukan permata jika ia tidak mau menyelam sampai ke dasar lautan. Abu Ath-Thayyib Al-Mutanabbi -sebagaimana yang juga dikutip oleh Az-Zarnuji di dalam Ta'lim Al-Muta'allimdi dalam syairnya berkata: "Kedudukan seseorang itu tergantung pada cita-citanya. Dan kemuliaan akan tercapai oleh seseorang jika cita-citanya tinggi dan mulia. Pangkat yang tinggi akan terasa berat untuk diraih bagi orang yang berjiwa kerdil. Tapi bagi orang yang berjiwa besar, setinggi apapun sebuah kedudukan, dianggapnya kecil (ringan)." Jadilah seorang hamba Allah yang berjiwa besar dalam usaha meraih kedudukan sebagai Ahlul Qur'an dengan jalan terus berusaha mempelajari, membaca dan menghafal, serta memahami dan mengamalkannya. Sertakan kesungguhan dan kerja keras, agar yang berat terasa ringan, dan yang terkunci menjadi terbuka lebar. Selamat menghafal Al-Qur'an.[] 150 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


37 Orang Lain Layak Iri � i dalam Islam, sifat iri dan cemburu terhadap kelebihan � yang dimiliki oleh orang lain hukumnya tidak diperbolehkan, karena ia mengandung prasangka buruk kepada Allah dan tidak ridha atas pembagian yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya. Namun, jika kita sering membaca hadits-hadits Nabi �. kita pasti akan menemukan salah satu hadits yang diriwayatkan di dalam sekian kitab hadits dengan redaksi yang beragam, yaitu bahwa Rasulullah � pernah menyampaikan bahwa ada iri yang justru diperbolehkan, di antaranya sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah � bersabda: J / ;t:T �A� 0Tj1 .11 ��i j;.) �I _} �1 i:;. � .,.. - / / ,... 0 J } ,,, / // ,.« J / "" / (1' � y.. �} � � Jw �J � Jt;i1 ;uT_, J.DI / / -,,,. / / J / J ' .,,., ,.« ,,,, J ,... o J o "' ,,.. �I �\;\ �JJ 1.i; 9 � � Y.. 9-.::.. L. � 1.i; :J} // / // ,,. -,, ..... 0 J. J / ,.« / ,,, ,,, '/J O J J / f1, � l• 4 � i ::0 1 � l� / JW _:._ 11 • �c 1 ° ' / ,, �� u--- - ) � - i.r-) � '5 / / / .. ,,. "-""+.! / -* / J ..... 0 J O / ,,,. J . 1.i; 9 � � Y.. 9 � 1.i; :J} // / / / ,, .. ,,,. 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 151


"Tidak ada (sifat) iri (yang terpuji dan dibenarkan) kecuali pada dua orang; seseorang yang diberikan oleh Allah karunia berupa Al-Qur'an, kemudian ia membacanya di waktu malam dan siang hari, lalu salah seorang tetangganya mendengarkan (bacaan Al-Qur'an)nya dan berkata: 'Duhai kiranya aku diberi seperti yang diberikan kepada si Fulan, sehingga aku bisa mengamalkan seperti yang diamalkannya; dan seorang yang dilimpahkan oleh Allah baginya harta, kemudian ia membelanjakannya di (jalan) yang benar, lalu ada orang lain berkata: 'Duhai kiranya aku diberi seperti yang diberikan kepada si Fulan, sehingga aku bisa mengamalkan seperti apa yang diamalkannya'." (HR. Ahmad) Itulah dua orang yang disebut oleh Rasulullah � bahwa kita boleh iri atau hasad kepada mereka. Dan tentunya, yang perlu digarisbawahi adalah bahwa yang dimaksud dengan iri di sini adalah iri yang positif, yang benar, dan tidak tercela, yaitu menginginkan nikmat yang Allah berikan kepada orang lain juga ada pada dirinya tanpa mengharapkan nikmat itu hilang dari orang lain. Imam An-Nawawi -di dalam Syarh Shahih Muslimmenjelaskan bahwa para ulama memang membagi hasad menjadi dua macam, yaitu hasad hakiki dan hasad majazi. Hasad hakiki adalah di mana seseorang berharap nikmat yanga ada pada orang lain itu hilang. Hasad semacam ini - sebagaimana yang telah menjadi kesepakatan para ulamaadalah diharamkan, terlebih adanya dalil yang secara tegas menjelaskannya. Adapun hasad majazi, yaitu disebut dengan ghibthah, adalah berangan-angan agar mendapatkan nikmat 152 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


seperti yang ada pada orang lain tan pa mengharapkan nikmat tersebut hilang darinya. Jika ghibthah dalam hal dunia maka diperbolehkan, sedangkan dalam hal ketaatan, maka hal itu dianjurkan. Adapun makna dari hadits di atas adalah bahwa 'tidak ada ghibthah (iri yang disukai) kecuali pada dua hal terse but'. Jika kita benar-benar mencermati dan menghayati hadits terse but, niscaya kita akan menemukan alasan bahwa memang betapa kita pantas iri kepada mereka. Apa yang mereka miliki itu bukan hanya tentang kebahagiaan di dunia, terlebih lagi mereka juga akan mendapatkan kebahagiaan di akhirat nanti jauh melebihi kebahagiaan yang ada pada mereka saat ini. Dari dua orang yang disebutkan di dalam hadits tersebut, penulis memfokuskan satu di antaranya, yaitu tentang orang yang diberi oleh Allah anugerah besar berupa Al-Qur'an. Inilah yang penulis angkat sebagai alasan lain yang tak kalah pentingnya dibandingkan dengan alasan-alasan yang telah penulis kemukakan sebelumnya tentang perlunya kita menghafal Al-Qur'an . Salah satu cara Allah memberikan anugerah kepada hamba-Nya melalui Al-Qur'an adalah dijadikan-Nya ia sebagai penghafalnya. Dianjurkannya kita iri kepada para pengahfal Al-Qur'an sama seperti dianjurkannya kita untuk mengikuti langkah mereka. Selanjutnya, mari kira renungkan masing-masing. Apakah ketika kita melihat seorang yang diberi nikmat hafal Al-Qur'an lalu timbul di dalam hati kita keinginan untuk juga diberikan oleh Allah anugerah terse but? Ataukah mungkin justru ketika melihat mereka kita seakan tidak melihat sesuatu yang spesial pun darinya, sehingga tidak ada sesuatu darinya yang kita 40Alasan Anda Menghafa/Al-Qur'an - 153


inginkan juga ada di dalam diri kita? Kita yang katanya seorang mukmin, sangat aneh jika ternyata ketika melihat orang lain yang diberi nikmat hafal Al-Qur'an namun tidak sedikit pun terbersit di dalam hati kita untuk juga mendapatkan nikmat hafal Al-Qur'an seperti mereka. Atau bahkan yang lebih parah lagi adalah bahwa ada di antara kita yang di samping tidak punya keinginan untuk hafal Al-Qur'a , ia juga seakan tidak suka kepada mereka yang menghafalnya. Dibilangnya Al-Qur'an itu tidak perlu dihafalkan, yang penting diamalkan dalam kehidupan. Dibilangnya lagi, percuma hafal jika tidak paham apa yang dihafalkan. Silahkan iri sedalam-dalamnya kepada mereka yang diberi nikmat hafal Al-Qur' an, yaitu iri dalam arti yang positif di mana kita mengharapkan kiranya Allah juga menganugerahkan kepada kita nikmat hafal Al-Qur'an tersebut. Sebaliknya, sedikit pun jangan pernah ada rasa iri kepada mereka jika yang dimaksud adalah iri dalam pengertian negatif, salah satunya dengan membenci mereka, apalagi jika berharap nikmat yang agung itu hilang dari mereka. Semoga Allah memelihara kita dari sifat iri yang tidak ada manfaatnya untuk kita, apalagi sifat iri yang berpotensi mencelakakan kita di dunia dan akhirat nanti.[] 154 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


38 Karakteristik Umat Rasulullah � .1fJ1t etode hafalan-di dalam khasanah Islam-merupakan JJ 11- lbagian yang tak terpisahkan dalam proses menuntut ilmu. Ia sudah dikenal dan dipraktekan oleh Rasulullah � Bahkan, setiap kali menerima wahyu, beliau langsung menyampaikan kepada para sahabatnya, sekaligus memerintahkan mereka untuk menghafalnya. Perintah beliau untuk menghafalkan Al-Qur'an ini di samping karena kemuliaan dan keagungan Al-Qur'an, sekaligus dalam rangka menjaga kemurnian Al-Qur'an itu sendiri. Sehingga sampai saat ini, Al-Qur'an tetap utuh dan terjaga keasliannya. Tidak ada yang berkurang walau hanya satu huruf pun darinya. Dilihat dari pengertian Al-Qur'an itu sendiri -yang berarti bacaan atau sesuatu yang dibaca-di mana ia berasal dari kata qara'a-yaqra'u yang berarti membaca. Maka proses penyampaian wahyu, penukilan dan penyampaiannya pun menggunakan metode bacaan yang disimak melalui pendengaran. Pengertian membaca Al-Qur'an sejak dulu pun memang dipahami dengan membaca dari ingatan, sedangkan tulisan hanya sebagai penunjang. Sejak Jibril membacakan Al40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 155


Qur'an kepada Nabi, kemudian Nabi membacakannya kepada para sahabatnya, demikian dan seterusnya, sumber ilmu yang paling utama ini dipindahkan dari generasi ke generasi melalui hafalan. Di zaman N abi £3, materi utama ilmu yang dipelajari oleh sahabat adalah Al-Qur'an, sebelum kemudian hadits. Bahkan, tolak ukur keilmuan para sahabat waktu itu adalah sejauh mana mereka menguasai Al-Qur'an, dari sisi bacaan maupun pemahamannya. Mereka itulah yang kemudian dikenal dengan sebutan 'qurra'. Penghormatan Nabi £3 kepada mereka juga melebihi penghormatan kepada yang lainnya. Telah kita baca pada bagian-bagian sebelumnya bagaimana Rasulullah £3 begitu menghormati para sahabat yang hafal dan paham AlQur'an. Sebagaimana dikemukakan oleh lbnu Al-Jazari -salah seorang ulama tersohor dalam bidang ilmu qira'at Al-Qur'an -di dalamAn-Nasyr Ji Al-Qira'atAI-'A.syr, pengandalah hafalan di luar kepala dalam hal cara penukilan Al-Qur'an -bukan dengan tulisan naskah-merupakan karakteristik yang paling mulia yang Allah anugerahkan kepada umat Islam. Hal senada juga dikemukakan oleh Abdurrahman AlJauzi -di dalam Al-Hatsts 'ala Hifzh Al-'Ilm-bahwa salah satu anugerah kemuliaan yang Allah khususkan untuk umat Nabi Muhammad £3 adalah dijadikan-Nya kebiasaan dan kemampuan menghafal Al-Qur'an dan menghafal ilmu sebagai bentuk keutamaan mereka dari umat-umatlainnya. Sedangkan umat-umat sebelumnya, mereka hanya mampu membaca kitab-kitab mereka melalui lembaran-lembaran atau yang disebut dengan suhuf. Mereka tidak mampu menghafalnya, 156 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


sehingga-salah satu contohnya-ketika salah seorang Yahudi bernama 'Uzair mampu membaca Taurat dengan hafalannya, maka orang-orang Yahudi menggelarinya dengan sebutan "Putra Allah", sebagaimana terekam dalam Surat At-Taubah: 30. Menghafal bagi mereka adalah sesuatu yang luar biasa. Sehingga orang yang mampu memperlihatkan hafalannya saat itu dinisbatkan kepada tuhan. Aktivitas menghafal Al-Qur' an ini akan senantiasa menjadi syi'ar bagi umat Islam, sekaligus menjadi salah satu hal yang membuat musuh-musuh Islam gentar. Kita yang mengaku umat Rasulullah � hendaknya mau ambil bagian dalam tradisi menghafal Al-Qur'an ini. Meneladani dan melestarikan tradisi menghafal Al-Qur'an yang telah dilakukan oleh Rasulullah, para sahabat, dan generasi-generasi terbaik setelahnya. Ibnu Ash-Shalah -di dalam Fatawa-nya-mengatakan bahwa membaca Al-Qur'an sendiri merupakan kemuliaan tersendiri yang Allah anugerahkan kepada hamba-Nya. Bahkan ada riwayat yang menyatakan bahwa malaikat tidak mendapat kemuliaan ini, namun mereka sangat antusias mendengarkannya dari manusia. Apa yang diungkapkan Ibnu Ash-Shalah tersebut salah satunya dapat kita buktikan dengan salah satu riwayat yang sangat masyhur -sebagaimana yang disampaikan oleh Imam Muslim-yaitu dari Ushaid bin Hudhair, bahwa pada suatu malam ia duduk di beranda rumahnya sambil membaca AlQur'an . Namun tiba-tiba kudanya berlari berputar-putar hampir memutuskan tali pengikatnya. Ketika iamenghentikan bacaannya, kudanya pun terdiam seperti biasa. Ketika ia melanjutkan bacaannya, kudanya kembali meronta. Kemudian 40Alasan Anda Menghafa/Al-Qur'an - 157


ia melihat ke arah langit, terlihat awan seperti payung yang mengagumkan, belum pernah ia melihat kejadian seperti itu sebelumnya. Pada pagi harinya, ia menceritakan perihal kejadian tersebut kepada Rasulullah � Kemudian Rasulullah � berkata kepadanya: "Itulah malaikat yang turun mendengarkanmu membaca Al-Qur'an. Seandainya engkau tetap meneruskan bacaan, pastilah banyak orang yang akan melihatnya pula. Pemandangan itu tidak akan tertutup bagi mereka."D 158 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


39 Meningkatkan Kualitas Umat (,;Yl-Qur'an adalah bekal yang Allah berikan untuk umat � Islam. Dengan kedudukannya sebagai sumber ilmu dan petunjuk, maka sejatinya ia mampu mengangkat kualitas umat ini. Allah � berfirman: "Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya." (AlAnbiya': 10) Kita hanya tinggal giat menggali potensi besar yang Allah berikan ini. Al-Qur'an merupakan sumber kekuatan utama bagi umat Islam sepanjang zaman. Jika umat Islam benar-benar menempatkan Al-Qur'an sebagai sesuatu yang sangat dimuliakan, kandungannya terus-menerus digali, isinya selalu diamalkan, niscaya umat Islam akan menjadi umat yang kuat dan sukses. Jika sebaliknya, Al-Qur'an menjadi sesuatu yang 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 159


mereka abaikan, maka umat Islam bukan hanya tidak bisa maju, tetapi justru malah semakin mundur dan melemah. Selain menjadi penuntun dalam masalah ibadah, Al-Qur'an juga menjadi sumber pengetahuan yang dapat digunakan untuk memajukan peradaban umat Islam. Sejarah juga mengakui bahwa Al-Qur'an adalah kitab yang paling perhatian dalam mendorong umatnya untuk menuntut ilmu. Bahkan isinya pun mengandung banyak konsep-konsep sains, ilmu pengetahuan dan teknologi. Siapapun pasti mengakui bahwa peradaban Islam sendiri pernah melebihi peradaban-peradaban lainnya. Salah satu yang menjadi buktinya adalah banyaknya ilmuwan-ilmuwan muslim yang tampil memukau di hadapan dunia dalam hal sains, ilmu pengetahun dan teknologi. Ada Ibnu Sina, Al-Farabi, Al-Kindi, Ibnu Rusyd, Imam Al-Ghazali, Al-Biruni, Al-Khawarizmi dan masih banyak lagi ilmuwan-ilmuwan lainnya dengan berbagai disiplin ilmu yang mereka kembangkan masing-masing. Saat itulah kesuksesan, kejayaan, kemakmuran, dan kekuasaan berada di bawah kendali umat Islam. Hal ini terjadi karena mereka menjadikan Al-Qur'an sebagai sumber rujukan dan referensi pertama, serta memposisikannya sebagai pedoman dalam berbagai aspek kehidupan. Kemajuan peradaban barat yang kita saksikan saat ini dalam hal sains, ilmu pengetahuan dan teknologi, sebenarnya kebanyakan adalah kelanjutan dari tradisi ilmiah yang telah dikembangkan oleh ilmuwan-ilmuwan muslim di adab pertengahan. Peradaban yang sedemikian majunya itu sebenarnya sangat bisa terulang kembali, bahkan umat Islam saat ini masih punya peluang yang sangat besar untuk kembali mengangkat 160 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


peradaban maju yang pernah diraihnya. Kunci utamanya tiada lain adalah Al-Qur'an. Seberapa besar perhatian mereka terhadap Al-Qur'an akan menetukan seberapa besar kemajuan peradaban mereka. Semakin umat Islam sadar akan pentingnya Al-Qur'an untuk dijadikan pedoman dan sumber rujukan dalam hal kemajuan peradabannya, maka semakin maju pula peradaban mereka. Jika kita sering membaca biografi ulama-ulama besar tersebut, pasti kita akan mendapati kenyataan bahwa ratarata cara menuntut ilmu yang mereka lakukan pertama kali adalah dimulai dengan menghafal Al-Qur'an , baru kemudian mempelajari hadits-hadits Nabi f3 Karena dimulai dengan cara inilah akhirnya mereka mampu mencapai puncak keilmuan, bahkan puncak peradaban. Tak sedikit para ilmuwan muslim yang mampu menemukan berbagai disiplin ilmu karena cara tempuh mereka memang diawali dengan menghafal sesuatu yang luar biasa. Termasuk di antara mereka yang sangat kita kenal adalah imam madzhab yang empat, dengan keilmuan mereka yang luar biasa itu kita ketahui pula bahwa rata-rata mereka menghafal Al-Qur'an di usia dini. Memang, dalam pemahaman para ulama, ilmu itu tiada lain adalah apa yang dihafal, bukan apa yang ada di dalam buku atau tulisan-tulisan. Hal ini banyak dikemukakan oleh para ulama, di antaranya di dalam al-Jami' Ii Akhlaq Ar-Rawi wa Adah As-Sarni yang disusun Al-Khathib Al-Baghdadi, akan kita temukan perkataan Abdurrazzaq bin Hammam: "Setiap apa yang disebut ilmu tapi tidak dapat dibawa ke dalam kamar mandi, maka sebenarnya itu tidak dapat dianggap sebagai ilmu." 40Alasan Anda Menghafa/Al-Qur'an - 161


Meski demikian, tentu ilmu itu tidak boleh berhenti hanya sebagai hafalan semata. Hams ada buah ilmu berupa pengamalan dan manfaat, baik utnuk diri sendiri amupun untuk orang lain. Imam Asy-Syafi'i -sebagaimana penulis kutip dari Hilyah al-Auliya' yang disusun oleh Abu Nua'imseringkali mengatakan: "Ilmu itu bukan apa yang sudah di hafal, melainkan apa yang sudah memberi manfaat." Sufyan Ats-Tsauri -sebagaimana yang juga disampaikan oleh Abu Nua'im- pernah ditanya: "Manakah yang lebih engkau sukai, menuntut ilmu ataukah mengamalkannya?" Sufyan menjawab, "Ilmu itu tiada lain untuk diamalkan. Jangan mengamalkan sesuatu tanpa mencari ilmunya, jangan juga mencari ilmu tapi tidak untuk diamalkan."[] 162 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


40 Berkahnya Hidup Bersama Al-Qur'an (7'Y'lasan terakhir yang ingin penulis kemukakan tentang nperlunya kita menghafal Al-Qur'an adakah bahwa AlQur'an mampu membawa kehidupan kita menjadi kehidupan yang berkah. Tanda berkahnya kehidupan karena Al-Qur'an dia antaranya terciptanya kedamaian, ketenangan, rezeki yang mencukupi, kewajiban-kewajiban agama yang selalu terpenuhi, ibadah-ibadah sunnah yang pernah berhenti, dan tanda-tanda keberkahan lainnya di mana tidak mampu mengungkapkannya kecuali mereka yang merasakannya. Pengertian berkah sendiri secara bahasa -sebagaimana dapat kita temukan di dalam berbagai kamus, di antaranya di dalam Mukhtar Ash-Shihhah- berarti an-nama' wa azziyadah yang artinya tumbuh dan bertambah. Dari sini dapat diambil pengertian bahwa keberkahan adalah suatu kebaikan yang datang dari Allah � terhadap sesuatu, sehingga apa yang diliputi kebaikan tersebut senantiasa berkembang dan bertambah besar manfaat kebaikan darinya. Ada pun yang hams benar-benar kiita sadari adalah bahwa segala macam kebaikan memang hanya datang dari Allah �- 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 163


Firman-Nya: "Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah ( datangnya) ... " (An-Nahl: 53) Kebaikan-kebaikan yang datang dari-Nya untuk kita sungguh sangat banyak, dan sekali-kali kita tak akan mampu menghitungnya. Sebagaiman firman-Nya: "Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya." (An-Nahl: 18) Tidak ada keberkahan hidup kecuali bersumber dari Allah. Jika memang kita menginginkan kehidupan yang berkah, maka kepada Allah-lah kita memohon, sekaligus dengan menunjukkan ketaatan kepada-Nya, mengerjakan hal-hal yang memang dicintai dan diridhai-Nya. DanAl-Qur'an adalah sesuatu yang sangat dicintai Allah, maka Allah tidak akan segan-segan menurunkan keberkahan demi keberkahan kepada siapapun yang selalu mendekat dengan Al-Qur'an. Baik itu dengan membaca, mempelajari, menghafalkan, mentadabburi, apalagi mengamalkannya. Ketika Al-Qur'an selalu dijadikan perhatian pertama dibandingkan dengan sesuatu yang lainnya, maka Al-Qur'an akan membimbing kita dengan cahayanya, mengingatkan kita kepada Dzat yang telah menurunkannya, dan menunjuki kita kepada jalan yang penuh dengan keridhaan-Nya. Sabda Nabi £3: "Al-Qur'an merupakan cahaya, pengingat, dan jalan yang lurus." (HR. Al-Baihaqi) Mereka yang jauh dari Al-Qur'an, hidupnya akan terasa sempit karena diliputi kegelapan. Mereka yang tidak mengambil jalan yang ditunjukkan oleh Al-Qur'an , maka jalan yang mereka tempuh adalah jalan yang berliku dan penuh duri. Demikianlah keadaan manusia yang berpaling dari peringatan Al-Qur'an. Allah �- berfirman: "Dan barangsiapa berpaling dari 164 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit." (Thaha: 124) Menghafal Al-Qur'an berarti mengusahakan agar keberkahan-keberkahan Al-Qur'an itu benar-benar hadir dalam kehidupan kita. Ayat-ayatnya yang selalu dibaca juga akan memberikan kesejukkan tersendiri ke dalam jiwa kita. lngatan kita yang selalu tertuju kepadanya akan menimbulkan kedamaian dan ketenangan yang luar biasa. Allah �- berfirman: "Orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. lngatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." (Ar-Ra'd: 28) Demikianlah karena memang Al-Qur'an sendiri adalah dzikir yang paling utama. Maka, ketenangan yang diperoleh dari Al-Qur'an adalah ketenangan yang tidak dapat ditemukan dari selainnya. Dengan Al-Qur'an, Allah menjamin kita dengan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Kebahagiaan di dunia berupa keberkahan yang melimpah dalam berbagai sisi kehidupan, sedangkan keberkahan di akhirat berupa kenikmatan-kenikmatan yang ada di dalam surga-Nya. Setiap orang beriman pasti menginginkan dua sisi kebahagiaan tersebut. Ajakan untuk menghafal Al-Qur'an sebenarnya ajakan agar kita memperoleh banyak keberkahan di dalam hidup kita. Maka, jika kita memang butuh keberkahan yang banyak di dalam hidup kita, sama sekali tidak pantas bagi kita untuk menolak ajakan tersebut. Ajakan menghafal Al-Qur'an adalah ajakan menuju kebaikan. Maka jika kita enggan menyambut ajakan tersebut, mungkin kita sudah sombong, karena merasa 40Alasan Anda Menghafa/Al-Qur'an - 165


bahwa kebaikan kita sudah sangat banyak sehingga tidak butuh kebaikan yang dihasilkan dari menghafal Al-Qur'an. Semoga-dengan Al-Qur'an -Allah menganugerahkan keberkahan dalam hidup kita, dunia dan akhirat. Amiiin.[] 166 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


Penutup � ada akhirnya, memang keputusannya kembali pada ...fP masing-masing kita. Penulis hanya sekadar mengajak kepada kebaikan. Tidak kurang tidak lebih. Ajakan untuk menghafal Al-Qur'an ini sebenarnya bukan semata-mata dari pribadi penulis sendiri. Ajakan menghafal Al-Qur'an adalah ajakan yang disampaikan oleh Rasulullah � kepada umatnya. Mungkin karena memang pembaca tidak kenal dengan penulis, maka wajar-wajar saja jika apa yang disampaikan ini anda abaikan begitu saja. Tapi, siapa yang tak kenal dan tak cinta Rasulullah? Dan sejatinya ini adalah ajakan Rasulullah kepada kita. Kira-kira apa yang akan menjadi respon kita menanggapi ajakan yang satu ini? Bayangkanlah jika saat ini Rasulullah � datang menemui anda. Beliau menawarkan berbagai hal yang membuat anda tertarik. Bahkan yang beliau tawarkan tidak tanggungtanggung besarnya, yang beliau tawarkan adalah surga yang pen uh dengan kenikmatan, yang beliau tawarkan adalah masa depan akhirat yang membahagiakan. Dengan tawaran yang disampaikannya itu beliau mengajak kita untuk menghafal Al-Qur'an, karena menghafal Al-Qur'an-lah salah satu cara yang dapat anda tempuh untuk mendapatkan apa yang beliau 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 16 7


tawarkan itu. Kira-kira, apa yang akan Anda sampaikan kepada beliau dalam menjawab tawarannya itu? Kita berharap, meskipun hidup jauh sepeninggal Rasulullah £3, tetapi amalan-amalan kita saat ini membuat beliau senang kepada kita, karena apa yang beliau contohkan benar-benar kita laksanakan, meskipun memang kita melihat wajahnya pun belum pernah. Semoga Allah mengumpulkan kita bersama Rasulullah £3 di akhirat nanti. Aamiin. [] 168 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


Tentang Penulis Ust. C. Abdulwaly, lahir di Cibarusah, Bekasi, 13 Juli 1992. Menempuh pendidikan formal Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas di kota kelahirannya. Menempuh pendidikan non-formal di Pondok Pesantren Darul Muttaqin Kota Bekasi, kemudian dilanjutkan ke Pondok Pesantren Al-Qur'an AlFalah Cicalengka-Nagreg, Bandung untuk fokus mempelajari ilmu-ilmu Al-Qur'an selama kurang lebih 6 tahun, termasuk menghafal Al-Qur'an. Dalam waktu 6 bulan ia bahkan berhasil menghafal 30 juz Al-Qur'an . Di Tahun 2016, ia menyelesaikan pendidikan S1-nya di Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Falah Bandung sebagai Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.1). Pada pertengahan kuliahnya, ia menikah dengan Fauziah Jamilah, dan saat ini telah dikaruniai seorang putri bernama Farha Lu'lu'il Maknun. Kegiatan sehariharinya ia habiskan untuk mengajar anak-anak menghafal Al-Qur'an . Di antara buku-buku yang sudah terbit: 1) Sabar dan Istiqamah: Bekal Para Penghafal Al-Qur'an, 2) 120 Hari Hafal al-Qur'an, 3) Raih Berkah Ramadhan Bersama Al-Qur'an, 4) Hati-hati dalam Berprasangka! 5) Mutasyabih lafzhi: Ayat-ayat Al-Qur'an dengan Kemiripan Redaksi, 6) Ramzuttikrar: Kunci 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 169


Nikmatnya Menjaga Hafalan Al-Qur'an, 7) Mendidik dengan Teladan yang Baik. Bagi yang ingin berkomunikasi dengannya dapat melalui e-mail: [email protected], fb: Cece Abdulwaly, intagram: @ceceabdulwaly, WA: +62-857-2246-4981. 170 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


Daftar Pustaka Al-Qur'an Al-Karim. Ad-Dani, Utsman bin Sa'id bin Utsman bin Umar Abu Amr. Al-Boyan fi 'Add Ay Al-Qur'an. Kuwait: Markaz Al-Makhthuthat wa AtTurats. Cet. 1. 1994. Ad-Darimi, Abu Muhammad Abdullah bin Abdirrahman bin Al-Fadhl bin Bahram bin Abdishshamad. Musnad Ad-Darimi Al-Ma 'rufbi Sunan Ad-Darimi. Mamlakah Al-'Arabiyyah As-Su'udiyyah: Dar Al-Mughni. Cet. 1. 2000. Ad-Dimasyqi, Abu! Fida lsma'il bin Umar bin Katsir. Tafsir Al-Qur'an Al-Azhim. Dar Thayyibah. Cet. 2. 1999. Ad-Dimyathi, Abu Bakr bin Muhammad Syatha. l'anah Ath-Thalibin 'ala Hall A/fazh Fath Al-Mu'in. Beirut: Dar Al-Fikr. Cet. 1. 1997. Ad-Dinawari,Abu Bakr Ahmad bin Marwan. Al-Mujalasah wa]awahir Al-'llm. Bahrain: Jam'iyyah At-Tarbiyyah Al-Islamiyyah. 1419 H. Al-'Asqalani, Ahmad bin Ali bin Hajar. Fath Al-Bari Syarh Shahih A/­ Bukhari. Beirut: Dar Al-Ma'rifah. 1379 H. Al-Ashbahani, Abu Nua'im Ahmad bin Abdillah bin Ahmad bin lshaq bin Musa. Hilyah Al-Auliya ' wa ThabaqatAI-Ashfiya'. Mesir: AsSa'adah. 1974. Al-Baghdadi, Abu Bakr Ahmad bin Ali bin Tsabit bin Ahmad AlKhathib. Al-Jami Ii Akhlaq Ar-Rawi wa Adah As-Sami'. Riyadh: Maktabah Al-Ma'arif. 1983. ___ . Taqyid Al- 'llm. Beirut: Ihya' As-Sunnah An-Nabawiyyah. T.Thn. 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 171


Al-Baihaqi, Abu Bakr Ahmad bin Husain bin Ahmad ibn �Ii. Syu'ab Al-Iman. Riyadh: Maktabah Ar-Rusyd. Cet. 1. 2003. Al-Bakri, Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Alan bin Ibrahim. Dalil Al-Falihin Ii Thuruq Riyadh Ash-Shalihin. Beirut: Dar AlMa'rifah. Cet. 4. 2004. Al-Bukhari, Abu Abdillah Muhammad bin lsma'il. al-Jami' al-Musnad ash-Shahih al-Mukhtashar min Umur Rasulillah saw. wa Sunanih wa Ayyamih: Shahih al-Bukhari. Dar Thauq an-Najah. Cet. 1. 1422 H. Al-Hanbali, Zainuddin Abdurrahman bin Ahmad bin Rajah bin AlHasan. Jami' Al-'Ulum wa Al-Hikamfi Syarh Khamsin Haditsan min Jawami' Al-Hikam. Beirut: Mu'assasah Ar-Risalah. Cet. 7. 1422 H. Al-Himyari, Abdul Malik bin Hisyam bin Ayyub. As-Sirah anNabawiyyah Ii lbn Hisyam. Mesir: Mushthafa al-Babi Al-Halabi. Cet. 2. 1955 Al-Jauzi, Jamaluddin Abul Faraj Abdurrahman bin Ali bin Muhammad. Kasyf Al-Musykil min Hadits Ash-Shahihain. Riyadh: Dar AlWathan. T.Thn. ___ . Al-Hatsts 'ala Hifzh Al-'Ilm wa Dzikr Kubbar Al-Huffazh. Alexandria: Mu'assasah Syabab Al-Jami'ah. Cet. 2. 1412 H. Al-Jauziyyah, Muhammad bin Abi Bakr bin Ayyub bin Sa'ad Syamsuddin bin Al-Qayyim. Al-Fawa'id. Beirut: Dar Al-Kutub Al-'Ilmiyyah. Cet. 27. 1994. AL-Jazari, Syamsuddin Abu Al-Khair Muhammad bin Muhammad bin Yusuf.An-NasyrftAl-Qira'atAl-'A.syr. Al-Mathba'ahAt-Tijariyyah Al-Kubra. T.Thn. ___ . Zad Al-Ma'adfi Hady Khair Al-'lbad. Beirut: Mu'assasah ArRisalah. Cet. 2. 1973. Al-Lahim, Khalid bin Abdul Karim. Mafatih Tadabbur Al-Qur'an wa An-Najah fi Al-Hayah. Riyadh: Maktabah Al-Malik Fahd AlWathaniyyah. Cet. 2. 1428 H. 172 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


Al-Munawi, Zainuddin Muhammad Abdurra'uf bin Tajul Arifin bin Ali bin Zainal Abidin. Faidh Al-Qadir Syarh Al-Jami' Ash-Shaghir. Mesir: Maktabah At-Tijariyah Al-Kubra. Cet. 1. 1356 H. Al-Qari, Abu Al-Hasan Ali bin Sulthan Al-Mula. Mirqat Al-Mafatih Syarh MisykatAI-Mashabih. Beirut: Dar Al-Fikr. Cet. 1. 2002 Al-Qazwini, Abu Abdillah Muhammad bin Majah Yazid. Sunan lbn Majah. Dar Ihya' Al-Kutub Al-'Arabiyyah. T.Thn. Al-Qurthubi, Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Abi Bakr. A/­ Jami' Ii Ahkam Al-Qur'an: Tafsir Al-Qurthubi. Kairo: Dar Al-Kutub Al-Mishriyyah. Cet. 3. 1964. An-Naisaburi, Abu Abdillah Al-Hakim Muhammad bin Abdullah bin Muhammad. Al-Mustadrak 'ala Ash-Shahihain. Beirut: Dar AlKutub al-'Ilmiyyah. Cet. 1. 1990. An-Naisaburi, Abu Al-Hasan Muslim bin Al-Hujjaj Al-Qusyairi. AlMusnad Ash-Shahih Al-Mukhtashar bi Naql Al-'Adl 'an Al-'Adl ila Rasulillah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Beirut: Dar Ihya At-Turats al-'Arabi. T.Thn. An-Nawawi, Abu Zakariyya Muhyiddin Yahya bin Syaraf. Al-Majmu' Syarh Al-Muhadzdzab. Beirut: Dar Al-Fikr. T.Thn. ___ . Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim ibn Al-Hujjaj. Beirut: Dar Ihya At-Turats Al-'Arabi. Cet. 2. 1392 H. ___ . At-Tibyanfi Adah HamalatAI-Qur'an. Beirut: Dar lbn Hazm. Cet. 3. 1994. Ar-Razi, Abu Abdillah Muhammad bin Umar bin Al-Hasan bin AlHusain Fakhruddin. Mafatih al-Ghaib: Tafsir Al-Kabir. Beirut: Dar Ihya At-Turats Al-'Arabi. Cet. 2. 1420 H. Ar-Razi, Zainuddin Abu Abdillah Muhammad bin Abi Bakr ibn 'Abdil Qadir. Mukhtar ash-Shihhah. Beirut: Maktabah al-'Ashriyyah. Cet. 5. 1420 H. As-Sijistani, Abu Dwud Sulaiman bin Al-Asy'ats bin lshaq. Sunan Abi Dawud. Beirut: Maktabah Al-'Ashriyyah. T.Thn. As-Suyuthi, Jalaluddin Abdurrahman bin Abu Bakr. Al-Itqan Ji 'Ulum 40Alasan Anda Menghafa/Al-Qur'an - 173


A/-Qur'an. Al-Hai'ah aA-MishriyyahAl-J\rnmah liAl-Kitab. 1974. As-Suyuthi, J alaluddin Muhammad bin Ahmad Al-Mahalli, J alaluddin Abdurrahman bin Abi Bakr. Ta/sir Al-Jalalain. Kairo: Dar AlHadits. Cet. 1. T.Thn. Ash-Shalah, Abu Amr Taqiyuddin Utsman ibn. Fatawa lbn Ash-Sha/ah. Beirut: Maktabah Al-'Ulum wa al-Hikam. Cet. 1. 1407 H. Asy-Syaibani, Abu 'Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal. Musnad Al-Imam Ahmad ibn Hanbal. Beirut: Mu'assasah ArRisalah. Cet. 1. 2001. Asy-Syaribi, Sayyid Quthb Ibrahim Husain. Fi Zhila/Al-Qur'an. Beirut: Dar Asy-Syuruq. Cet. 17. 1412 H. Asy-Syathibi, Abu Muhammad Al-Qasim bin Fairah bin Khalaf bin Ahmad. Matn Asy-Syathibiyah: Hirz Al-Amani wa Wajh At-Tahani fiAI-Qira'atAs-Sab'. Maktabah Dar Al-Huda. Cet. 4. 2005. At-Tirmidzi, Abu Isa Muhammad bin Isa. Al-Jami' Al-Kabir: Sunan At-Tirmidzi. Beirut: Dar Al-Gharb Al-lslami. 1998. Ath-Thabarani, Abu Al-Qasim Sulaiman bin Ahmad bin Ayyub. AlMu'iam Al-Kabir. Kairo: Maktabah lbn Taimiyyah. Cet. 2. T.Thn. ___ . Al-Mu'iam al-Ausath. Kairo: Maktabah Al-Haramain. T.Thn. Ath-Thayalisi, Abu Dawud Sulaiman ibn Dawud. Musnad Abu Dawud. Mesir: Dar Hijr. Cet. 1. 1999. Az-Zarkasyi, Abu Abdillah Badruddin Muhammad bin Abdillah. AlBurhan Ji 'Ulum Al-Qur'an. Dar lhya Al-Kutub Al-'Arabiyyah. Cet. 1. 1957. Az-Zarnuji, Burhanul Islam. Kitab Ta'lim Al-Muta 'allim Thariq AtTa'allum. Beirut: Maktabah Al-lslami. Cet. 1. 1401 H. Bathal, Abu Al-Hasan 'Alin bin Khalaf bin Abdul Malik ibn. Syarh Shahih al-Bukhari Ii lbn Bathal. Riyadh: Maktabah Ar-Rusyd. Cet. 2. 2003. @@@@@ 17 4 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


Click to View FlipBook Version