The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Bagi 40 Alasan Anda Menghafal Alquran - Ustadz C. Abdulwaly

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by amalikurniawan, 2023-11-24 06:38:31

Buku 40 Alasan Anda Menghafal Alquran - Ustadz C. Abdulwaly

Bagi 40 Alasan Anda Menghafal Alquran - Ustadz C. Abdulwaly

"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karuniaNya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri." (Fathir: 29-30) Di dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa ada tiga macam amalan yang dijamin oleh-Nya tidak akan pernah mengalami kerugian alias untung selamanya, yaitu membaca Al-Qur'an, mendirikan shalat dan menginfakkan harta di jalan-Nya. Inilah alasan selanjutnya ten tang perlunya kita menghafal Al-Qur'an. Tiada lain agar kita benar-benar mendapatkan keuntungan yang besar di akhirat nanti dari Al-Qur'an yang terus kita baca dan kita hafalkan saat ini. Kita tentu tidak pernah ingin menjadi orang yang merugi di akhirat nanti, karena kerugian saat itu adalah kerugian yang sesungguhnya bagi seorang manusia. Sebaliknya, keuntungan di akhirat nanti adalah keuntungan yang sebenar-benarnya. Hadits lain yang kiranya perlu penulis kemukakan pada bagian ini adalah hadits diriwayatkan dari Uqbah bin Amir 86 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


• bahwa suatu ketika ia bersama para sahabat lain sedang berada di Shuffah-yaitu lantai khusus di Masjid Nabawi tempat orang-orang miskin dari kalangan Muhajirin tinggal yang kemudian mereka dikenal dengan sebutan Ahlush Shuffah-kemudian Rasulullah � keluar dan bersabda: "Siapa di antara kalian yang ingin pergi setiap hari ke Buthhan atau ke Al-'A.qiq lalu ia datang darinya dengan membawa keuntungan berupa dua ekor unta yang besar punuknya, tanpa melalui dosa maupun memutuskan sillaturrahim?" Seketika mereka berkata, "Ya Rasulullah, kami semua menginginkannya." Beliau kemudian bersabda: "Kenapa salah seorang dari kalian tidak pergi ke masjid, lalu ia be/ajar atau membaca dua ayat dari Kitabullah, itu adalah lebih baik daripada dua unta. Dan tiga lebih baik daripada tiga, empat lebih baik daripada empat, dan demikian seterusnya lebih baik daripada hitungan unta seterusnya." (HR. Muslim) 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 87


Buthhan dan Al-J\.qiq adalah nama dua tern pat di Madinah yang dijadikan pasar perdagangan unta. Dalam hadits ini Rasulullah � mengambil unta sebagai sebuah perumpamaan karena memang orang Arab sangat menyukai unta, khususnya yang berpunuk besar. Beliau menawarkan sesuatu yang sangat menarik perhatian para sahabat yang hadir ketika itu, yaitu dua ekor unta yang besar punuknya. Dan yang lebih menarik lagi adalah bahwa unta tersebut dapat diperoleh secara cuma-cuma, tanpa melalui dosa atau pun dengan perbuatan yang dapat memutuskan sillaturrahim. Artinya, ia bisa didapatkan tanpa melalui usaha atau pun berkorban. Tanpa jalan memeras ataupun mencuri, juga tidak dengan jalan merampas warisan sesama saudara. Sia pa yang tidak senang mendengar tawaran ini? Siapapun pasti menginginkannya. Namun apa yang ingin disampaikan oleh Rasulullah � sebenarnya lebih baik daripada itu semua. Beliau menjelaskan bahwa dua ayat Al-Qur'an yang dipelajari itu jauh lebih baik daripada dua unta yang digambarkan oleh beliau tadi. Jika kita belum pernah melihat unta, atau mungkin memang tidak begitu tertarik jika ditawari unta, maka anggap saja dua unta yang ditawarkan oleh Rasulullah � itu adalah dua unit mobil yang paling mahal harganya. Jika ia ditawarkan secara gratis kepada kita, apakah kita akan menolak padahal hal semacam inilah yang sebenarnya mungkin sudah melalaikan kita sehingga tidak bisa menyempatkan waktu untuk Al-Qur'an. Kebanyakan kita memang terlalu sibuk dengan dunia, padahal satu ayat AI-Qur'an saja sudah mampu membeli dunia dan seisinya. 88 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


Sebagaimana yang telah pernah penulis kemukakan pada pembahasan yang telah lalu, Nabi � pernah bersabda bahwa di akhirat nanti pembaca Al-Qur'an akan berada di belakang setiap dagangan. Sekali lagi 'di belakang setiap dagangan', bukan hanya satu-dua dagangan. Ini artinya bahwa keuntungan yang akan diperoleh nanti sungguh sangat banyak, bahkan tak bisa terhitung jumlahnya. Semoga Allah menjadikan kita salah satu di antara mereka yang meraih keuntungan itu.[] 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 89


22 Bersama Para Malaikat yang Mulia � atu lagi keistimewaan penghafal Al-Qur'an yang luar � biasa yang pernah disampaikan oleh Rasulullah �adalah bahwa kedudukan mereka bersama para malaikat yang mulia lagi taat. Rasulullah � bersabda: 0 0 ; J ,,,.. J O J o SI o.J;.JI ii�\ o�I e � �� �J 01�1 ifi �jj\ ,, .,,, .,,, .,,, // .,,, .,,, ,,. ,,,.,,,, "' � 0 J O S, . 01;..i 4 � J�.�� �J �)fl �JJI_, "Orang yang mahir membaca Al-Qur'an bersama para malaikat yang mulia lagi taat, sedangkan orang yang membaca Al-Qur'an dengan terbata-bata karena merasa kesulitan ( dalam membacanya) maka baginya dua pahala." (HR. Muslim) Imam An-Nawawi -di dalam Syarh Shahih Mus/imketika menguraikan hadits ini, beliau menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan orang yang mahir membaca AlQur'an adalah penghafal Al-Qur'an dengan hafalan yang bagus dan sempurna sehingga tidak tersendat-sendat dalam 90 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


membacanya karena begitu kuat dan mantapnya hafalan tersebut. Adapun -menurutnya-orang yang terbata-bata dalam membacanya adalah yang lemah hafalannya sehingga bacaannya tersendat-sendat. Dalam riwayat lain, redaksi hadits di atas tidak disebutkan 'orang yang mahir membaca Al-Qur'an; melainkan dengan redaksi yang menunjukkan 'orang yang hafal Al-Qur'an; salah satunya dapat kita temukan di dalam Shahih Al-Bukhari, diriwayatkan dari Siti Aisyah � bahwa Rasulullah � bersabda: "Perumpamaan orang yang membaca Al-Qur'an sedangkan ia menghafalnya, maka ia bersama para malaikat yang mulia lagi taat, dan perumpamaan orang yang membacaAI-Qur'an dengan terbata-bata ( dalam membaca hafalannya), yaitu merasa kesulitan, maka baginya dua pahala." Ini menunjukkan bahwa penghafal Al-Qur'an itu memiliki kedudukan yang istimewa di hadapan Allah � lebih dari mereka yang baru sekadar mampu membacanya. Sebagaimana dikatakan banyak ulama yang menjelaskan hadits ini -termasuk salah satunya oleh Imam An-N awawibukan berarti bahwa pahala orang yang membaca Al-Qur'an dengan terbata-bata itu lebih banyak daripada yang mahir. Jika yang terbata-bata hanya disebutkan mendapat dua pahala, yaitu pahala membaca dan pahala kesulitannya, maka yang mahir justru diberi pahala tidak terhitung, karena kedudukan mereka bersama para malaikat. Sementara tidak diberikan kedudukan semacam ini kepada selain mereka. Adapun yang sudah pasti kita tahu adalah bahwasanya seseorang tidak akan sampai para predikat mahir kecuali jika sebelumnya ia tak henti-hentinya belajar, terus-menerus 40Alasan Anda Menghafa/Al-Qur'an - 91


membaca dan menghafalkannya, sehingga kemudian Allah menganugerahkan kepadanya kemahiran dalam hal membacanya. Maka, pantas sekali jika pahala mereka tidak disebutkan satu atau dua pahala, karena pahala mereka tidak terhitung banyaknya. Mereka yang mahir pun tentunya melewati tahapan di mana mereka membacanya dengan terbata-bata. N amun dengan kesungguhan dan ketekunannya untuk terus mempelajari dan membaca Al-Qur'an, bahkan menghafalkannnya, akhirnya bacaan yang tadinya terbata-bata itu menjadi bacaan yang mahir dan sempurna. Jika yang terbata-bata hanya baru bisa menyelesaikan bacaan satu juz dalam waktu satu jam lebih, maka yang mahir hanya butuh waktu kurang lebih setengah jam saja untuk menyelesaikannya. Yang masih terbata-bata mungkin butuh waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan untuk dapat mengkhatamkan bacaan Al-Qur'an, sedangkan yang mahir bahkan mampu mengkhatamkannya dalam waktu satu minggu saja. Bahkan kalau kita baca kitab At-Tibyan fi Adab Hamalat Al-Qur'an yang disusun oleh Imam An-Nawawi, di sana beliau menyebutkan beragam kebiasaan para sahabat dan para tabi'in dalam hal mengkhatamkan bacaanAl-Qur'an. Di antara mereka ada yang khatam dalam satu minggu, ada yang lima hari, ada juga yang hanya dalam waktu tiga hari. Bahkan tidak sedikit pula yang mampu menyelesaikannya kurang dari tiga hari, hingga yang paling banyak adalah ada di antara mereka yang mampu mengkhatamkan Al-Qur'an delapan kali dalam satu hari, empat kali di siang hari dan empat kali di malam hari. Belum lagi tak sedikit pula yang mampu mengkhatamkan dalam satu raka'at shalat. Percaya atau tidak, yang jelas hal ini 92 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


tidak akan mampu dilakukan oleh orang yang hanya sekadar bisa membacanya. Yang mempu melakukannya adalah orangorang yang hafal Al-Qur'an, yang benar-benar mahir di dalam hafalannya. Demikianlah kebiasaan para sahabat dan tabi'in dan membaca Al-Qur'an. Mereka adalah orang-orang yang benarbenar mahir membaca Al-Qur'an, bahkan berlomba-lomba untuk banyak-banyak mengkhatamkan bacaan Al-Qur'an. Ad-Dinawari di dalam Al-Mujalasah wa Jawahir Al-'Ilm mengemukakan bahwa SufyanAts-Tsauri pernah berkata: "Jika seorang hamba mengkhatamkan Al-Qur'an, maka malaikat akan mencium keningnya." Sungguh ini menunjukkan betapa orang yang mahir dan banyak membaca Al-Qur'an benarbenar dekat dengan para malaikat Allah. Mereka tidak turun untuk para pembaca Al-Qur'an kecuali membawa rahmat, ampunan, dan ketenangan. Semoga Allah � menjadikan kita di antara orang-orang yang mahir dalam membaca Al-Qur' an. D 40Alasan Anda Menghafa/Al-Qur'an - 93


23 Al-Qur'an Sebagai Obat Setiap manusia pasti tidak luput dari suatu penyakit, apalagi penyakit jasmani, dari mulai penyakit yang ringan hingga penyakit yang berat. Tak sedikit pula yang meregang nyawa karena penyakit yang dideritanya walaupun memang hakikatnya telah tiba ajalnya. Ketika ditimpa penyakit, pasti yang pertama kali dilakukan adalah mencari obatnya. Rasulullah � sendiri pernah mengatakan, � 11 01� r;. .. 1:u1 ;1); �f bµ ;1); .. 1; jiJ "Setiap penyakit pasti ada obatnya. Jika suatu obat sesuai dengan penyakitnya, maka ia akan sembuh dengan seizin Allah." (HR. Muslim) Ini menunjukkan bahwa kita sebagai seorang mukmin, ketika tertimpa penyakit, harus berusaha untuk menyembuhkannya dengan mencari obatnya. Di samping penyakit jasmani yang menimpa tubuh manusia, ada juga penyakit ruhani yang bisa saja menimpa batin seseorang. Penyakit ini-sebagaimana dikemukakan 94 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


oleh Fakhruddin Ar-Razi di dalam Mafatih Al-Ghaib-terbagi menjadi dua macam; penyakit yang menimpa aqidah dan penyakit yang menimpa akhlak. Penyakit yang menimpa aqidah adalah penyakit berupa kepercayaan yang batil dan menjadi penyakit yang paling berbahaya bagi seorang manusia. Ada pun penyakit yang menimpa akhlak adalah penyakit yang menjadi sebab rusaknya kepribadian dan perilaku seseorang. Di dalam Al-Qur'an Allah berfirman: "Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian." (Al-Isra': 82) Kata 'dari Al-Qur'an' dalam ayat ini yang diterjemahkan dari redaksi 'minal-Qur'an: bukan berarti bahwa hanya sebagian ayat-ayat Al-Qur'an yang menjadi obat, banyak para ulama tafsir bahkan mengatakan bahwa Al-Qur'an seluruhnya adalah obat. Bahkan ia adalah obat segala macam penyakit, baik penyakit jasmani, terlebih lagi penyakit ruhani. Rasulullah f3 pernah bersabda: "Hendaknya kalian mengambil dua hal ini sebagai obat; yaitu madu dan Al-Qur'an." (HR. Al-Hakim) 40Alasan Anda Menghafa/Al-Qur'an - 95


Dari Abu Sa'id Al-Khudri � bahwa ada sekelompok sahabat Rasulullah f3 dulu berada dalam perjalanan jauh, lalu melewati suatu kampung Arab. Kala itu mereka meminta untuk dijamu, namun penduduk kampung tersebut enggan untuk menjamu. Mereka lantas berkata kepada para sahabat, ·�pakah di antara kalian ada yang bisa meruqyah (melakukan pengobatan dengan membacakan ayat-ayatAl-Qur'an )? Karena pembesar kampung tersengat binatang atau demam!" Di antara para sahabat lantas ada yang berkata, "Ya, ada!" Lalu ia mendatangi pembesar kampung tersebut dan meruqyahnya dengan membacakan Surat Al-Fatihah. Akhirnya pembesar kampung tersebut sembuh. Lalu yang membacakan ruqyah tadi diberi seekor kambing namun ia enggan menerimanya. (Dan disebutkan) ia mau menerimanya sampai kisahnya diceritakan kepada Nabi f3 Kemudian ia mendatangi Nabi f3 dan menceritakan kisahnya. Ia berkata, "wahai Rasulullah, aku tidaklah meruqyahnya kecuali dengan membacakan Surat Al-Fatihah." Rasulullah f3 lantas tersenyum dan bersabda, "Bagaimana engkau bisa tahu bahwa Surat AI-Fatihah adalah ruqyah?" Kemudian beliau bersabda, ''Ambil kambing tersebut dari mereka dan potongkan untukku sebagian bersama kalian." (HR. Al-Bukhari) Jika demikian, maka menghafal Al-Qur'an menjadi salah satu cara agar jasmani dan ruhani kita tetap sehat. Bisa kita bayangkan bahwa beberapa ayat saja dari AlQur'an dapat menyembuhkan penyakit tertentu, apalagi jika seluruh ayat-ayat di dalam Al-Qur'an itu sudah benar-benar tertanam di dalam dada kita dan setiap saat kita mengulangulangnya. lbn Al-Qayyim Al-Jauziyyah di dalam Zad Al-Ma'ad 96 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


mengatakan: "Al-Qur'an adalah penyembuh yang sempurna dari segala macam penyakit hati dan jasmani, demikian juga penyakit dunia dan akhirat. Tidaklah setiap orang diberi keahlian dan taufik untuk menjadikannya sebagai obat. Jika seseorang yang sakit secara konsisten berobat dengannya serta meletakkan pada bagian yang sakitnya dengan penuh kejujuran, keimanaan, penerimaan yang sempurna, serta keyakinan yang begitu kokoh dan memenuhi syaratnya, maka penyakit apapun tidak akan mampu menghinggapinya selama-lamanya. Bagaimana mungkin penyakit itu mampu menghadapi kalam Allah, Dzat yang memiliki langit dan bumi yang seandainya kalam itu diturunkan kepada gunung niscaya ia akan membuatnya hancur, atau jika diturunkan ke bumi niscaya ia akan membuatnya terbelah. Maka, tidak ada satu pun penyakit, baik penyakit hati maupun penyakit jasmani, melainkan di dalam Al-Qur' an terdapat cara yang membimbing kepada obat dan sebab yang dapat menyembuhkannya." Jika ada yang bertanya, "mengapa saya sudah menghafal Al-Qur'an tapi tetap tertimpa penyakit?". Maka jawabannya, mungkin Allah sedang memberikan ujian kepada kita, atau barangkali kita belum benar-benar menjaga apa yang kita hafal itu dengan baik, dan apa yang menimpa kita sebenarnya adalah suatu teguran dari Allah agar kita benar-benar menjaganya dengan sebaik-baiknya. Atau jika ada yang bertanya, "mengapa ada yang menghafal Al-Qur'an tapi penyakit hatinya tidak hilang, akhlaknya tidak berubah menjadi lebih baik?" Jawabannya, bisa dipastikan apa yang dibaca dan dihafalnya hanya sampai ke tenggorokan saja, tanpa masuk ke hati, sehingga dengannya ia telah berlaku zhalim terhadap Al40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 97


Qur'an yang dihafalnya. Dan sebagaimana ayat di atas, AlQur'an itu tidak menambah kepada orang-orang yang zhalim selain kerugian. Maka, agar Al-Qur'an itu benar-benar menjadi obat untuk kita, kita harus menjaga dan mengamalkannya, juga harus benar-benar yakin bahwa Al-Qur'an diturunkan oleh Allah � sebagai penawar segala macam penyakit. Semoga Allah menjaga jasmani dan ruhani kita dari penyakit-penyakit yang menyiksa dan menyengsarakan kita di dunia dan di akhirat. Semoga Al-Qur'an benar-benar tertanam di dalam hati kita dan mengobati segala macam penyakit yang menimpa kita. Aamiin. [] 98 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


24 Nikmat yang Tak Bisa Diungkapkan (,;Yl-Qur'an yang diturunkan oleh Allah � - untuk kita, nselain berfungsi sebagai petunjuk dan pedoman hidup, ia bahkan juga menjadi sumber inspirasi. Jika kita mau lebih dalam mengkaji isi kandungannya, niscaya kita akan menemukan rahasia demi rahasia yang terkandung di dalamnya. Yah, Al-Qur'an itu bagaikan berlian, dari sudut manapun kita memperhatikannya maka kita akan menemukan keindahan yang berbeda dari sudut lainnya. Kita tidak perlu heran jika mendengar ada ilmuan-ilmuan dari Barat yang dengan tekun meneliti Al-Qur'an akhirnya mendapat hidayah karena menemukan kebenaran di dalamnya. Penemuanpenemuan mereka yang dianggap baru itu ternyata jauh-jauh hari telah diisyaratkan di dalam Al-Qur'an. Kita sebagai seorang muslim, yang terlahir juga dari orang tua muslim, seharusnya lebih giat dalam mempelajari AlQur'an. Membaca, menghafal, meneliti, memahami, kemudian menjadikannya sebagai pedoman dalam menjalani hidup seutuhnya. Sayyid Quthb, seorang ulama kontemporer, di dalam mukadimah tafsirnya yang diberi nama dengan Fi Zhilal 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 99


Al-Qur'an mengatakan: "Hidup di dalam naungan Al-Qur'an adalah suatu kenikmatan. Nikmat yang tidak bisa dimengerti kecuali oleh orang yang telah merasakannya. Nikmat yang mengangkat harkat usia manusia, menjadikannya diberkahi, dan menyucikannya." Kita tidak akan pernah mengetahui bagaimana nikmatnya mereka yang hidup bersama Al-Qur'an jika kita tidak mau mengikuti mereka sekaligus mengamalkan apa yang mereka amalkan bersamanya. Kita juga tidak akan pernah mengerti indahnya hidup mereka yang tidak lepas dari membaca dan menghafal Al-Qur'an jika kita tidak mau mengikuti mereka dalam hal membaca dan menghafalnya. Malik ibn Dinar pernah berkata: "Wahai penghafal Al-Qur'an, apa yang ditanam oleh Al-Qur'an di dalam hati kalian? Sesungguhnya Al-Qur'an adalah siraman bagi orang mukmin sebagaimana hujan menjadi siraman untuk bumi. Sesungguhnya Allah menurunkan hujan dari langit ke bumi, lalu hujan itu menyirami kebun-kebun, maka muncullah bijibijian padanya. Betapapun busuknya tempat tumbuhnya biji itu, tapi ia tidak menghalanginya untuk hidup, menjadi hijau serta tumbuh dengan baik. Wahai penghafal Al-Qur'an, apa yang ditanam oleh Al-Qur'an di dalam hati kalian? Manakah pemilik sebuah Surat? Mana pemilik dua Surat? Apa yang kalian amalkan dari keduanya ?" Demikianlah apa yang dikatakan Malik bin Dinar - sebagaimana penulis kutip dari Hilyah al-Auliya' yang disusun oleh Abu Nua'im-mengajak kita untuk menyirami diri kita dengan petunjuk Al-Qur'an, sehingga tanda suburnya hati kita benar-benar tampak dengan iman dan amal shaleh. 100 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


Jangan sampai hati kita kering dari siraman Al-Qur'an , seperti tandusnya tanah yang tak pernah disirami hujan, tanaman pun tak akan mampu hidup di sana. Rasulullah � bersabda: "Sesungguhnya seseorang yang di dalam hatinya tidak ada hafalan Al-Qur'an sedikitpun, ia seperti rumah kosong." (HR. At-Tirmidzi) Sebagaimana dijelaskan Muhammad Ali Al-Bakri di dalam Dalil Al-Falihin, maksud dari hadits ini adalah bahwa orang yang tidak memiliki sedikitpun hafalan Al-Qur' an, maka keadaannya seperti rumah yang kosong, tidak ada barang apapun di dalamnya, padahal justru indah dan menariknya rumah itu jika di dalamnya ada harta benda. Hadits ini -menurutnya-menjadi dalil yang kuat tentang perlunya menghafal Al-Qur'an dan terus memeliharanya. Jika di dalam hadits tersebut Rasulullah � memberikan perumpamaan bahwa yang tidak punya hafalan sama sekali keadaannya seperti rumah yang kosong tak berisi, maka sudah dipastikan bahwa orang yang memiliki hafalanAl-Qur'an, baik sebagian, apalagi seluruhnya, maka keadaannya seperti rumah mewah yang di dalamnya terdapat berbagai harta benda yang mengisi dan menghiasinya dengan rapi. Ia akan indah dipandang dan menimbulkan rasa nyaman bagi pemiliknya. Betapapun kita dapat membayangkannya, namun jika kita benar-benar merasakannya, maka apa yang dibayangkan oleh kita itu ternyata jauh melebihi apa yang kita bayangkan. Jangan pernah biarkan hati kita kosong dari Al-Qur'an, karena hal ini akan menyebabkan kita semakin mudah dipengaruhi oleh setan, hingga akhirnya ia bukan hanya sekadar kosong, tetapi juga terkunci rapat. 40Alasan Anda Menghafa/Al-Qur'an - 101


Semoga kita dapat merasakan indahnya hidup di dalam naungan Al-Qur'an. Diri kita berkepribadian Al-Qur'an dan keluarga kita menjadi keluarga yang cinta Al-Qur'an. "Rumah yang selalu dibacakan Al-Qur'an akan membuat keluarga yang tinggal di dalamnya dipenuhi keberkahan, malaikat akan hadir dan setan akan menjauhinya, serta kebaikan-kebaikan di dalamnya terus bertambah. Sebaliknya, rumah yang tidak dibacakan Al-Qur'an akan membuat sempit bagi keluarga yang tinggal di dalamnya, malaikat menjauhinya sementara setan justru mendatanginya, serta keberkahan di dalamnya begitu sedikit," demikian kata Abu Hurairah • yang penulis kutip dari Sunan Ad-Darimi.O 102 - 40Alasan Anda MenghafalAI-Qur'an


25 Cinta Al-Qur'an: Bukti Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya � emua orang, baik yang taat ataupun yang banyak maksiat � sekalipun, boleh-boleh saja mengaku cinta Al-Qur'an, mengaku cinta Allah dan rasul-Nya. Memang sudah semestinya kita sebagai hamba Allah untuk mencintai-Nya, mencintai rasul yang telah diutus-Nya untuk kita, dan mencintai Al-Qur'an yang berisi pentunjuk dan pedoman hidup yang telah diturunkan oleh-Nya. Namun, apakah kita sudah yakin bahwa rasa cinta itu sudah kita implementasikan dalam perilaku dan keseharian kita? Apakah kita sudah yakin pula bahwa apa yang kita cintai itu juga balik mencintai kita? Sungguh, cinta Al-Qur'an itu tidak hanya cukup dengan pengakuan lewat lisan. Ia hanya baru terpenuhi jika kita membuktikannya dengan pengamalan. Al-Qur'an yang ada di tengah-tengah kita saat ini sebenarnya merupakan penghubung antara kita dengan dengan Dzat yang telah menurunkan-Nya, juga penghubung antara kita dengan siapa yang telah diturunkan kepadanya Al-Qur'an . Jika kita memperlakukannya dengan sebaik-baiknya, mencintainya sedalam-dalamnya, maka Allah dan rasul-Nya pun akan menumpahkan cinta-Nya kepada kita. 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 103


Diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi di dalam Syu'ab Al-Iman, Ibn Mas'ud � pernah mengatakan: "Barangsiapa yang ingin mengetahui apakah ia mencintai Allah dan rasulNya, maka perhatikanlah; jika ia mencintai Al-Qur'an, maka sungguh itu artinya ia mencintai Allah dan rasul-Nya." Menghafal Al-Qur'an setidaknya menjadi bukti bahwa kita mencintai Al-Qur'an. Walaupun memang banyak dari isinya yang belum sepenuhnya kita pahami maknanya, terlebih kita terlahir di lingkungan yang bahasa sehari-harinya bukan bahasa yang digunakan Al-Qur'an, yaitu bahasa Arab. Namun semua itu tidak pernah mengurangi kemuliaan Al-Qur'an yang berhak kita dapatkan jika kita terus membaca dan menghafalkannya. Semua itu tidak mencegah kita untuk dapat mencintai dan dicintai Al-Qur'an. Al-Hasan Al-Bashri -sebagaimana penulis kutip dari Al-Majmu' Syarh Al-Muhadzdzab, karya Imam An-Nawawimengatakan: "Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian menganggap Al-Qur'an sebagai surat-surat dari Rabb mereka. Pada malam hari mereka terus merenunginya, sedangkan di siang hari mereka berusaha menerapkannya." Begitulah orang-orang yang benar-benar mencintai Al-Qur'an. Mereka menganggap Al-Qur'an sebagai surat cinta dari Allah yang memang sengaja dikirimkan-Nya untuk mereka. Maka dengan penuh perhatian dan ketulusan, mereka terus-menerus membacanya berulang-ulang, bahkan sampai menghafalnya. Mereka tak henti-hentinya menghayati apa yang disampaikan Rabb mereka di dalamnya. Apa yang mereka dapati darinya kemudian diamalkan dengan penuh kesadaran dan atas dasar cinta. 104 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


Orang yang benar-benar mencintaiAl-Qur'an sebenarnya cukup dilihat dari ketidakpuasannya terhadap apa yang dilakukannya bersama Al-Qur' an. Tidak puas hanya membaca, tetapi juga menghafal. Tidak puas menghafal, tetapi juga mempelajari dan memahami maknanya. Dan tidak puas hanya sekadar paham, tetapi juga mengamalkan setiap apa yang menjadi tuntunannya. Sekarang, coba kita tanyakan kepada diri sendiri, sudah sampai manakah yang kita lakukan bersama Al-Qur'an? Jika benar kita mencitainya, tentu tidak akan pernah berhenti dari beberapa hal di atas. Di dalam Shahih Al-Bukhari, ada sebuah riwayat dari Anas bin Malik � yang mengatakan bahwa pernah ada seseorang dari kalangan Anshar yang menjadi imam di masjid Quba', setiap rakaat ia selalu membaca Surat Al-Ikhlash sebelum membaca Surat lainnya hingga kemudian makmumnya yang keberatan akhirnya memprotesnya. Namun apa jawabnya, "aku tidak akan meninggalkan kebiasaanku ini. Jika kalian ingin aku menjadi imam, maka aku akan tetap melakukannya. Namun jika kalian tidak suka, tinggalkan saja aku." Karena mereka menilai bahwa hanya ia yang paling pantas menjadi imam, maka mereka tidak mau menggantikannya dengan yang lain. Hingga suatu ketika Rasulullah � berkunjung kepada mereka, akhirnya mereka menceritakan hal tersebut kepada beliau. Rasulullah � kemudian bertanya kepadanya, "wahai Fulan, apa yang menghalangimu untuk mengikuti perintah sahabatsahabatmu, dan apa yang membuatmu terus-terusan membaca Surat ini di setiap rakaat?" Ia kemudian menjawab, "sungguh aku mencintai Surat Al-Ikhlash." Maka jawab Rasulullah, "Cintamu kepada Surat Al-Ikhlash membuatmu masuk surga." 40Alasan Anda Menghafa/Al-Qur'an - 105


Jika kisah ini benar-benar kita hayati, kita pasti akan menyadari betapa dahsyatnya apa yang Allah janjikan jika kita dengan tulus mencintai Al-Qur'an, sehingga kita tidak akan mau menyia-nyiakan satu ayat pun darinya. Surat al-Ikhlash yang masuk dalam kategori Surat pendek di dalam Al-Qur'an, yang hanya terdiri dari em pat ayat saja, jika ia benar-benar kita cintai, kita baca dan amalkan, mampu menjamin surga untuk kita, apalagi jika yang kita cintai adalah seluruh Al-Qur'an. Semoga Allah memudahkan perjuangan kita untuk membuktikan bahwa sebenarnya kita memang mencintai AlQur'an, yaitu dengan jalan menghafalkannya.[] 106 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


26 Pengaruh Al-Qur'an untuk Hati yang Bersih � engaruh Al-Qur'an terhadap hati manusia memang sangat ...fP dahsyat. Dan pengaruh ini ternyata memang tidak terbatas pada orang baik saja, ia bahkan mampu menyentuh siapa saja yang dengan hati terbuka mau mendengarkan atau membaca ayat-ayatnya. Kita tak perlu heran jika di zaman Rasulullah .®, kaum musyrikin selalu berusaha menghalang-halangi siapa pun agar tidak mendengarkan Al-Qur'an yang dibacakan oleh Rasulullah .®, karena mereka menyaksikan sendiri bagaimana bacaan tersebut telah mampu mempengaruhi banyak orang di antara mereka. Satu kisah yang kiranya perlu penulis sampaikan di sini adalah kisah tentang masuk Islamnya Thufail bin Amru AdDausi yang penulis ringkas dariAs-Sirah An-Nabawiyyah yang ditulis oleh lbnu Hisyam. Thufail adalah salah seorang yang amat terpandang, orang-orang juga mengenalnya sebagai penyair dan cendekiawan. Suatu hari, ia datang ke Makkah, dan sesampainya di sana, orang-orang musyrik mendatanginya dan memperingatkannya dari Nabi Muhammad .®, dari kata-kata beliau yang mempesona yang mereka anggap sebagai sihir, 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 107


yang hendak memecah belah seseorang dengan keluarganya, memisahkan seorang anak dari ayahnya, seorang istri dari suaminya, bahkan dirinya sendiri dari kaumnya. Mereka menyarankan agar Thufail tidak berbicara dan mendengarkan ucapan Nabi f3 karena khawatir hal yang terjadi di Makkah karena hadirnya Nabi Muhammad f3 juga menimpa kaumnya Thufail. Orang-orang musyrik begitu gencar mengingatkannya sehingga ia menetapkan diri untuk tidak menemui Nabi f3 Hingga suatu ketika ia pergi ke Ka'bah, yang di saat bersamaan ketika itu Nabi f3 juga berada di sana. Tanpa sengaja, ia mendengarkan perkataan-perkataan Rasulullah yang begitu berkesan di hatinya. Di dalam hati kecilnya ia berkata: "Bagaimanapun aku adalah seorang cendekiawan dan penyair. Aku tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Apa salahnya jika aku mendengarkan apa yang dikatakannya. Jika ternyata baik akan kuterima, namun jika buruk akan aku tinggalkan." Ia kemudian mengikuti Rasulullah f3 hingga sampai di rumahnya dan bertamu. Ia menceritakan perihal apa yang dikatakan orang-orang di Makkah kepadanya, termasuk menceritakan apa yang terlintas di dalam hatinya. Rasulullah f3 pun memakluminya, kemudian mengajaknya masuk Islam, serta membacakan kepadanya ayat-ayat Al-Qur'an. Maka, masuk Islamlah ia atas pengaruh keindahan ayat-ayat AlQur'an yang dibacakan kepadanya. Bahkan, ia kemudian mengajak suku kabilahnya untuk masuk Islam dan diterima oleh mereka dengan senang hati setelah diperdengarkannya beberapa ayat Al-Qur'an kepada mereka. Menghafal Al-Qur'an merupakan salah satu usaha yang 108 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


dapat kita lakukan agar dapat merasakan pengaruh-pengaruh dahsyat Al-Qur'an untuk diri kita. Sampai sekarang ini, khususnya di lingkungan kita, Al-Qur'an hanya baru sampai di telinga dan didengarkan oleh kebanyakan orang sebagai lantunan yang indah dan mengasyikan. Banyak orang yang senang dan asyik membaca serta mendengarkan Al-Qur'an setiap hari, namun ternyata pesan-pesan Al-Qur'an itu tidak sampai masuk ke hati dan pikirannya. Seseorang akan dengan mudah merasakan pengaruh dari Al-Qur'an salah satunya jika Al-Qur'an itu ia hafal, atau jika ia mengerti bahasa yang digunakannya, apalagi sampai paham maknanya. Thufail bin Amru-dalam kisah di atasdapat langsung menerima pengaruh Al-Qur'an itu salah satu mendorongnya adalah pengetahuannya ten tang sastra, bahkan ia sendiri adalah seorang penyair, sehingga ketika dibacakan Al-Qur'an, ia dapat membedakan perkataan mana yang hanya sekadar syair biasa dan mana yang tidak mungkin mampu dibuat oleh seorang manusia karena ia pasti datang dari Dzat Yang Maha Agung. Kita juga sebenarnya bisa dengan mudah menghayati ayat-ayatAI-Qur'an yang dibacakan kepada kita jika kita sudah hafal ayat yang dibacakan itu. Maka, inilah alasan lain mengapa kita perlu menghafal Al-Qur'an, agar kita dapat dengan mudah menghayati ayat-ayat Al-Qur'an karena ia telah ada di dalam ingatan kita. Anda pasti tahu bedanya bagaimana jika ayatayat Al-Qur'an itu diperdengarkan kepada orang yang hafal Al-Qur'an dibandingkan kepada orang yang sama sekali tidak menghafalnya. Penulis sangat yakin, seorang penghafal Al-Qur'an yang 40Alasan Anda Menghafa/Al-Qur'an - 109


benar-benar membuka hatinya menerima pancaran cahaya dari Al-Qur'an, akan tampak perubahan yang sangat besar pada dirinya. Ayat-ayat yang dihafalnya itu akan menuntunnya menjadi seseorang yang berakhlak dengan akhlak Al-Qur'an. Jika Al-Qur'an mampu mempengaruhi seorang Thufail bin Amru yang sebelumnya tidak pernah mengenal bacaan AlQur'an saja mampu, apalagi meluluhkan seorang manusia yang memang Al-Qur' an sudah tertanam di dalam ingatan dan dadanya. Sekali lagi, menghafal Al-Qur'an adalah salah satu cara untuk mempermudah masuknya pengaruh Al-Qur'an ke dalam diri kita jika ia dijalani dengan membuka pintu hati selebar-lebarnya untuk menerima apapun yang disampaikan Allah di dalamnya. Utsman bin Affan � pernah berkata: "Jika hati kita benar-benar bersih, niscaya kita tidak akan merasa puas dengan Kalamullah (Al-Qur'an)." Semoga Allah membukakan hati kita untuk menghafal Al-Qur'an, melapangkan hati kita untuk menerima pengaruh luar biasa dari Al-Qur'an dalam kehidupan kita. Aamiin.[] 110 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


27 Al-Qur'an Adalah Sumber Ilmu Pengetahuan Zaman di mana kita hid up sekarang ini, ilmu pengetahuan dan teknologi sudah berkebang sedemikian pesatnya. Dan tentu saja perkembangan ini membawa dampak bagi kehidupan manusia. Islam juga menyadari akan pentingnya ilmu pengetahuan, termasuk dalam hal perkembangannya. Bahkan, Al-Qur'an dan hadits yang dijadikan sebagai dasar ajaran Islam tidak hanya sebatas mengatur tata cara ibadah saja. Tak sedikit ayat-ayat maupun hadits Nabi � yang memberikan isyarat tentang ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, kebanyakan kita memang belum mampu mengungkapnya. Jika kita perhatikan secara mendalam AyatAl-Qur'an yang pertama kali diturunkan kepada Rasulullah �. yaitu Al-J\laq ayat 1-5 berupa perintah membaca, maka kita akan menyadari bahwa memang sejak semula Islam sudah memberikan perhatian yang begitu besar terhadap ilmu pengetahuan. Ayat terse but sejatinya memerintahkan kita untuk gemar membaca, menulis, serta melakukan penelitian. 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 111


Al-Qur'an memang bukan hanya menyerukan manusia untuk beragama, namun ia juga menyeru manusia untuk mengadakan penelitian tentang berbagai ilmu pengetahuan. Isi kandungannya bukan hanya berkaitan dengan anjuran atau tata cara beribadah saja, lebih dari itu, di dalamnya juga terkandung banyak khazanah keilmuan yang luar biasa. Bahkan, ada menyebutkan bahwa di dalam Al-Qur'an terdapat sekitar dua ratusan ayat-ayatnya yang menerangkan tentang prinsip-prinsip keilmuan, seperti berkaitan dengan ilmu falak, sejarah, astronomi, biologi, geografi, ilmu kedokteran, dan lain-lain. Abu Bakr bin Al-'Arabi di dalam Qanun At-Ta'wilsebagaimana dikutip oleh Az-Zarkasyi di dalam Al-Burhan Ji Ulum Al-Qur'an-mengatakan bahwa di dalam Al-Qur'an itu terdapat 77.450 ilmu pengetahuan. Hanya saja, memang intelektualitas kita sebagai manusialah yang memang kebanyakan tidak mampu menjangkaunya. Abdullah bin Mas'ud • -sebagaimana dikutip dari Mushannaf lbn Abi Syaibah-pernah berkata: "Barangsiapa yang menginginkan ilmu, maka bacalah Al-Qur'an, karena di dalamnya terdapat ilmu orang-orang terdahulu dan orangorang yang datang di kemudian hari." Ada pun yang sangat ingin penulis tekankan di sini adalah bahwa kita sebagai seorang mukmin jangan pernah berhenti membaca, menghafal, meneliti dan memahami setiap ayatayat Al-Qur'an, bahkan dari setiap kosa-katanya sekalipun. Karena masih sangat banyak rahasia-rahasia yang terkandung di dalam Al-Qur'an melalui isyarat-isyarat ilmiah yang perlu kita dalami darinya, terutama tentang ilmu pengetahuan dan 112 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


teknologi. Kita jangan mau kalah dengan ilmuan-ilmuan Barat yang kita lihat saat ini melalui penemuan-penemuannya. Kita jangan hanya mampu mengatakan bahwa apa yang mereka temukan itu sudah diisyaratkan Al-Qur'an jauh-jauh hari. Sudah saatnya kita yang meneliti sendiri, agar apa yang diisyaratkan Al-Qur'an itu benar-benar kita sendiri yang membuktikan kebenarannya. Perlunya menghafal Al-Qur'an ini salah satunya agar kita dapat lebih akrab dengan Al-Qur'an, juga agar tahu persis ayat-ayatnya tanpa harus susah payah mencari-cari ayat di dalam mushaf karena ia sudah tersimpan baik di dalam memori kita. Jika sudah demikian, maka kita akan lebih mudah menghayati, meneliti dan memahami tiap-tiap ayat, kalimat, bahkan huruf-hurufnya. Karena, bagaimana mungkin kita akan meneliti ayat-ayatnya sementara kita tidak menghafalnya. Padahal, terkadang satu ayat memiliki kaitan erat dengan ayat yang lainnya. Hal yang tidak diungkapkan dalam sebuah ayat, terkadang diungkapkan pada ayat lainnya. Di dalam Al-Qur'an , Allah menyebutkan bahwa orang yang di dadanya tersimpan ayat-ayat Al-Qur'an , berarti ia telah diberi ilmu. Firman Allah �.: "Sebenarnya, Al-Qur'an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim." (Al-J\nkabut : 49) 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 113


Maka, penghafal Al-Qur'an hanya tinggal melaju ke langkah berikutnya untuk menggali dan mengembangkan ilmu-ilmu yang ada di dalam dadanya. Akan sangat luar biasa jika seorang penghafal Al-Qur'an bukan hanya mampu memposisikan ayat-ayat Al-Qur'an yang dihafalnya sebagai pedoman beribadah belaka, tetapi juga mampu menggali esensi Al-Qur'an dalam konteks sains, teknologi dan informasi modern. Semoga Allah membimbing kita untuk terus menggali pemahaman dan ilmu pengetahuan dari Al-Qur'an .[] 114 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


28 Modal Utama Belajar Agama Alasan berikutnya kenapa kita perlu menghafal Al-Qur'an adalah bahwa hafalan Al-Qur'an itu menjadi modal yang sangat utama dalam mempelajari ilmu agama. Al-Qur'an sendiri merupakan sumber pertama ajaran Islam. Maka, jika kita sudah terlebih dahulu menghafal Al-Qur'an, berarti kita akan menemukan kemudahan-kemudahan dalam hal mempelajari ilmu-ilmu agama secara mendalam, karena memang dalil-dalil pokoknyasudah kita hafal dengan baik. Al-Khathib al-Baghdadi di dalamAI-Jami' Ii Akhlaq Ar-Rawi wa A dab As-Sami' bahkan mengatakan bahwa hendaknya para penuntut ilmu terlebih dahulu menghafal Al-Qur'an sebelum mempelajari ilmu-ilmu lainnya, tiada lain karena Al-Qur'an itu adalah ilmu yang paling mulia dan lebih utama didahulukan. Memang, sampai sekarang yang masih menjadi perbincangan menarik adalah terkait mana yang harus didahulukan oleh seorang penuntut ilmu, antara menghafal Al-Qur'an ataukah mempelajari ilmu syariat. Terlepas mana yang ingin pembaca ambil dari kedua pendapat terse but, yang jelas-sekali lagi-hafalan ayat-ayatAl-Qur'an menjadi modal yang sangat membantu dalam mempelajari ilmu-ilmu agama. 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 115


Antara menghafal Al-Qur'an dan mempelajari ilmu syariat, dua-duanya penting, bahkan hams dijadikan target pencapaian dalam belajar agama jika kita ingin benar-benar memperoleh ilmu yang maksimal. Jika berkaitan dengan anak-anak usia dini, maka penulis lebih setuju jika mereka dibimbing untuk terlebih dahulu menghafal Al-Qur'an sebelum mempelajari ilmu-ilmu lainnya, mengingat bahwa anak-anak seusia mereka belum bisa diajak berpikir secara sempurna. Karenanya, hafalan menjadi materi pendidikan terpenting bagi mereka. Bahkan hafalanAl-Qur'an akan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap kecerdasan mereka. Menghafal Al-Qur'an sebelum menuntut ilmu-ilmu yang lain memang sudah menjadi tradisi para ulama terdahulu. Kita tidak perlu heran dengan para ilmuan Islam terdahulu yang rata-rata sudah menghafal Al-Qur'an di waktu masih kecil. Katakanlah Ibnu Khaldun (732-808 H), intelektual muslim terkemuka di dunia. Ia dinobatkan dalam dunia pendidikan sebagai "Bapak Ekonomi" karena keahlian serta pemikiranpemikirannya inovatif dan cemerlang tentang teori ekonomi. Sejak masih kecil, ia sudah hafal Al-Qur'an , bahkan menguasai dan menghafal qiraat tujuh. Kita juga pasti kenal dengan Ibn Sina (370-428 H) yang di kalangan barat dikenal dengan Avicenna. Ia adalah seorang filosof, ilmuwan dan dokter pada abad ke-10. Salah satu gelar kehormatannya adalah "Bapak Kedokteran Modern", bahkan karyanya -Al-Qanun Ji Ath-Thibb-menjadi rujukan ilmu kedokteran hingga kini. Sejak usia 10 tahun, ia sudah menghafal Al-Qur'an . 116 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


Tentunya masih sangat banyak contoh di antara ulamaulama terdahulu yang sudah hafal -bahkan paham- AlQur'an sejak usia dini. Bagi mereka, Al-Qur'an menjadi modal yang paling pertama dan utama sebelum mempelajari beragam ilmu-ilmu lainnya. Berbeda dengan kondisi sekarang ini, di mana kebanyakan orang lebih mementingkan ilmu-ilmu di luar ilmu agama. Bahkan mempelajari ilmu agama dianggapnya sebagai sesuatu yang kuno dan ketinggalan zaman. Akibatnya, banyak orang yang cerdas dan pandai, tetapi jauh dari akhlakakhlak yang mulia, jauh dari nilai-nilai yang digariskan di dalam agama. Saat ini, tak sedikit kita saksikan mereka yang berpendidikan tinggi tapi ujung-ujungnya terjerat korupsi. Banyak pula yang cerdas dan dipandang sebagai orang berilmu tetapi hobinya menipu. Kenapa hal ini bisa terjadi? Kemungkinan besar karena tidak ada pondasi yang menopang ilmunya, sehingga ia tidak dapat mengarahkan ilmu yang dimilikinya itu untuk tetap memberikan manfaat bagi kehidupan, baik untuk pribadinya sendiri maupun untuk orang lain. Sebenarnya Al-Qur' an sendiri bukan hanya dapat menjadi modal belajar ilmu-ilmu agama saja, bahkan juga dapat menjadi modal utama sebelum belajar ilmu-ilmu di luar ilmu agama. Dan salah satu yang dimaksud dengan modal jika dalam kaitannya dengan ilmu-ilmu di luar ilmu agama adalah bahwa ia seharusnya menjadi benteng dalam hal pemanfaatan ilmu tersebut agar sesuai dengan tuntunan Al-Qur'an, yaitu bagaimana supaya ilmu yang dimiliki itu dapat dimanfaatkan untuk kebaikan umat manusia. 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 117


Di samping itu, menghafal Al-Qur'an sebelum mempelajari ilmu-ilmu lainnya memang sangat dibutuhkan, karena ketika seorang pelajar sudah terbiasa menghafal Al-Qur'an , maka ia pun akan terbiasa menghafal kaidah-kaidah ilmu lainnya. Seo rang pelajar yang sudah terbiasa mengingat-ingat ayat-ayat Al-Qur'an yang terdiri lebih dari enam ribuan ayatnya, maka ia pun akan merasa mudah mengingat-ingat pelajaran lainnya. Otak yang terus-terusan dilatih dengan menghafal Al-Qur'an, pasti akan semakin meningkat kecerdasannya. [] 118 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


29 Modal Utama Berdakwah (,;Yl-Qur'an adalah sumber ajaran Islam. Ia menjadi rujukan �yang paling pertama dalam berbagai persoalan hidup umat Islam, bahkan menjadi petunjuk umat manusia ke jalan yang lurus. Allah berfirman: "Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberikan hidayah kepada Galan) yang lebih lurus." (Al-Isra': 9) Dakwah secara bahasa berasal dari kata da'a-yad'uda'watan yang berarti mengajak, menyeru, dan memanggil. Dakwah adalah seruan atau ajakan kepada manusia untuk melakukan kebaikan dan mengikuti petunjuk, menyuruh kepada hal-hal yang baik dan melarang perbuatan mungkar yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya, agar manusia mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Berdakwah adalah kewajiban bersama. Siapa pun wajib menyampaikan ajaran Islam kepada orang lain. Namun, untuk dapat berdakwah di hadapan orang lain, tentunya kita harus terlebih dahulu memahami apa yang kita dakwahkan, dalam hal ini salah satunya adalah Al-Qur'an yang menjadi sumbernya. 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 119


Banyak hal yang sebenarnya perlu diperhatikan oleh para dai terkait Al-Qur'an . Ada banyak hal penting yang sekaligus menunjukkan pentingnyaAl-Qur'an untuk dihafal oleh seorang pendakwah. Di antaranya dalah perlunya kehati-hatian ketika mengutip ayat-ayat Al-Qur'an. Ketika berdakwah, jangan sampai terjadi kesalahan atau kekeliruan dalam mengutip ayat Al-Qur'an. Mengingat Al-Qur'an adalah Kalamullah, ia adalah wahyu yang diturunkan oleh Allah �- Maka, jangan sampai kita malah berdosa karena salah mengutip, salah menulis, atau salah mengeeja ketika berdakwah, baik lewat lisan maupun tulisan. Penulis terkadang sering menjumpai para dai yang pandai dalam hal menyampaikan pesan-pesan keagamaan, pandai berbicara di hadapan orang banyak, tetapi salah ketika menyampaikan ayat-ayat Al-Qur'an. Terkadang ada ayat-ayat yang semestinya tidak dibaca dengan wawu, dibacanya dengan wawu, atau bahkan ada yang sampai mengubah kata dengan kata yang lainnya Semua itu-penulis yakin-bukan karena suatu kesengajaan mengubah ayat-ayat Al-Qur'an, bukan! Semua itu bisa saja terjadi karena mungkin ia tidak hafal AlQur' an, a tau minimal menghafal dengan cermat ayat-ayat yang digunakannya dalam berdakwah, dan akhirnya tan pa ia sadari, ia telah keliru menyampaikannya. Padahal mungkin di antara pendengarnya ada salah satunya seorang penghafal Al-Qur'an. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa mengutip ayat-ayat Al-Qur'an itu hendaknya sesuai dengan teks aslinya. Dan teks asli Al-Qur'an adalah berbahasa Arab. Adapun terjemahan ke dalam bahasa Indonesia itu pada dasarnya bukan Al-Qur'an. Ia hanya hasil karya manusia yang tidak 120 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


luput dari kesalahan. Dan terjemahan pun -sebagaimana kita ketahui- sangat banyak jika kita hitung, dalam beragam bahasa manusia yang digunakan di dunia. Bahkan terjemahan dalam bahasa Indonesia saja bisa berbeda-beda, malah terkadang bisa saja direvisi. Termasuk salah satunya terjemahan yang dikeluarkan oleh Departemen Agama di negara kita. Maka, penting sekali mengutip ayat Al-Qur'an dalam teks aslinya, atau kalau memang dengan tidak teks aslinya, minimal dengan terjemahan yang dilengkapi dengan nama Surat dan nomor ayatnya, agar orang lain dapat merujuk apa yang kita sampaikan tersebut dan dapat menelitinya sendiri terkait benar atau tidaknya yang telah disampaikan. Terkadang, sering kita melihat seorang dai -yang berdakwah dengan lewat lisan-menyampaikan ayat-ayatAlQur'an hanya terjemahannya saja. Itu artinya ada kemungkinan bahwa yang ingin ia sampaikan hanya intisarinya saja. N amun, bisa jadi juga karena ia tidak hafal ayat yang dimaksud. Maka, tampak sekali betapa menghafal Al-Qur'an itu sangat diperlukan oleh siapapun kita yang hendak berdakwah kepada orang lain dengan Al-Qur'an. Sehingga jika Al-Qur'an telah dikuasai dan dihafal, maka ayat-ayatnya dapat disampaikan dengan baik dan benar, apalagi jika sampai hafal dan mampu menyampaikan nama Surat serta nomor ayatnya, tentu ini menjadi kelebihan tersendiri bagi seorang dai. Meski demikian, Anda yang hafal Al-Qur'an, jangan kira bahwa Anda sudah sangat pantas untuk berdakwah. Anda masih perlu memahami apa yang dihafalkan itu. Jangan sampai Anda salah menggunakan ayat-ayat Al-Qur'an dengan memposisikannya bukan pada tempat yang semestinya. 40Alasan Anda Menghafa/Al-Qur'an - 121


Ditakutkan yang terjadi bukan memberi petunjuk kepada orang lain, tetapi malah menyesatkan mereka. Na 'udzubillah! Pekerjaan berdakwah itu kalau dipikir-pikir memang bukan sesuatu yang mudah. Tidak mentang-mentang kita pernah mendengar orang lain menyampaikan pesan dari ayatayat Al-Qur'an kemudian kita sampaikan pula kepada orang lain padahal ternyata ayat yang disampaikannya itu salah a tau keliru. Hal ini akan semakin parah tatkala orang yang kita sampaikan kepadanya pesan-pesan dari ayat Al-Qur'an yang salah itu juga menyampaikannya kepada orang lain. Maka, siapapun kita yang memiliki keinginan yang besar untuk berdakwah, seharusnya besar juga keinginannyauntuk menghafal Al-Qur'an, sekaligus besar juga keinginannya untuk mempelajari ilmu syariat. Yang hafal Al-Qur'an tidak semestinya buru-buru berdakwah tanpa mempelajari dan memahami ilmu syari'ah, agar tidak ada ceritanya seorang dai yang menempatkan ayat-ayat Al-Qur'an bukan pada tempat semestinya. Demikian pula yang katanya paham ilmu syari'ah, jangan merasa puas dan berani berdakwah jika tidak mau menghafal Al-Qur'an , atau paling tidak menghafal ayat-ayat yang diperlukannya untuk berdakwah, agar tidak ada lagi ceritanya seorang dai yang salah baca atau salah kutip ayat Al-Qur'an karena tidak hafal.[] 122 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


30 Al-Qur'an Tak Pernah Berubah (,;Yl-Qur'an yang diturunkan kepada kita ini sebenarnyansebagaimana yang telah dijamin oleh-Nya di dalam Al-Qur'an -sangat mudah untuk dihafal. Di antara bentuk kemudahan itu adalah bahwa ia tidak pernah berubah. Dari awal diturunkannya kepada Rasulullah � berabad-abad yang lalu, isinya masih tetap sama hingga kini. Tidak ada satu kata a tau satu huruf pun yang berubah darinya. Apa yang kita baca saat ini, masih tetap dan akan selalu sama dengan apa yang dibaca oleh Rasulullah � dan juga para sahabatnya. Jika demikian, itu artinya bahwa sebenarnya kita ini memang aneh jika sampai saat ini masih tidak mau menghafal Al-Qur'an. Seandainya Al-Qur'an yang dibaca oleh umat muslim di tiap daerah atau negara itu berbeda, wajar jika kita tidak bisa menghafalnya. Namun buktinya, di daerah manapun, Al-Qur'an tetap sama, Surat-surat dan ayat-ayatnya, semuanya sama. Memang benar bahwa ada beberapa cara baca Al-Qur'an yang berbeda dengan apa yang biasa kita baca di Indonesia. Yang biasa kita baca adalah bacaan Al-Qur'an dalam riwayat Hafsh dari Imam Ashim. Riwayat inilah yang paling banyak 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 123


digunakan di dunia. Berbeda dengan beberapa negara lain semisal Maroko, yang biasa membacanya dengan riwayat Warsy dari Imam Nafi'. Tapi itu bukan berarti Al-Qur'an yang berbeda, karena perbedaan tersebut hanya terjadi dalam hal cara bacanya saja, dan riwayat tersebut memang diakui juga berasal dari Rasulullah f3 Kita tidak perlu pusing mempelajari banyak riwayat terse but jika memang tidak mampu, atau tidak punya banyak waktu lagi. Cukup kita gunakan satu riwayat saja, tetapi yang satu riwayat itu benar-benar bukan hanya dibaca, tetapi juga dihafal ayat-ayatnya. Ada lagi orang awam yang mempermasalahkan jumlah ayat-ayatAl-Qur'an yang berbeda-beda. Ada yang mengatakan 6.666 ayat, ada juga yang menghitungnya 6.236 ayat, termasuk ada juga pendapat yang mengemukakan bahwa ayat-ayatnya berjumlah 6.232 ayat, 6.219 ayat, dan jumlah-jumlah lainnya, padahal semuanya berasal dari pendapat para ulama terpercaya. Yang salah sebenarnya bukan para ulama, tetapi kita yang awam terhadap cara penghitungan ayat-ayat Al-Qur'an. Perlu diketahui bahwa pendapat yang mengatakan ayat Al-Qur'an terdiri dari 6.666 ayat hanya berdasarkan pengklasifikasian ayat-ayatnya, bukan dalam arti menghitung satu persatu ayat-ayatnya dari mulai SuratAl-Fatihah sampai SuratAn-Nas. Yang dimaksud adalah bahwa di dalam Al-Qur'an terdiri dari masing-masing 1000 ayat perintah, larangan, janji, ancaman, kisah atau berita, dan perumpamaan, 500 ayat tentang halal dan haram, 100 ayat doa, dan 66 ayat nasikh mansukh. Adapun jumlah yang kita hitung di dalam mushaf yang beredar di 124 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


Indonesia, kita akan menemukan bahwa jumlahnya terdiri dari 6.236 ayat. Ini adalah perhitungan ulama Kufah, sementara masih ada ulama-ulama ahli hitung ayat-ayat Al-Qur'an yang lainnya, yaitu dari Syam, Bashrah, Madinah dan Makkah. Dan perbedaan mereka bukan berarti ayat-ayatnya yang tidak sama, tetapi cara penghitungannya yang berbeda. Satu ayat dihitung oleh ulama Madinah bisa jadi dihitung sebagai dua ayat oleh ulama Kufah, demikian dan seterusnya. Dan ini tentu ada ilmunya. Para ulama menyebutnya sebagai ilmu 'A.ddul-Ay atau ilmu perhitungan ayat-ayat Al-Qur'an . Demikian juga dalam hal penghitungan kalimat atau huruf-huruf di dalam Al-Qur'an. Di kalangan para ulama juga terjadi perbedaan. Namun tetap, bukan berarti ada ayat-ayat atau hurufnya yang lebih atau kurang. Ia tetap sebagaimana adanya. Hanya saja, cara penghitungan para ulama yang juga berbeda dalam hal ini. Dua kata bisa jadi dihitung sebagai satu kata oleh ulama lainnya, seperti dalam katafil ardhi. Atau dua huruf bisa saja dihitung sebagai satu huruf oleh ulama lainnya, seperti huruf yang bertasydid, ada yang menghitungnya satu huruf, ada juga yang menghitungnya sebagai dua huruf. Yang jelas -sekali lagi- adalah bahwa ayat-ayat AlQur'an itu, dari awal diturunkannya kepada Rasulullah � hingga saat ini, tidak ada satu ayat pun yang berubah. Ia akan terus dijaga oleh Allah dari segala macam bentuk perubahan, seakan Allah benar-benar ingin memudahkan Al-Qur'an bagi siapapun yang ingin menghafalkannya. Jika saja Al-Qur'an berubah seiring waktu, mungkin tidak akan ada manusia yang mampu menghafalnya. Az-Zarkasyi di dalam Al-Burhan Ji 'Ulum Al-Qur'an 40Alasan Anda Menghafa/Al-Qur'an - 125


mengatakan: "Ketahuilah, seseorang yang Allah anugerahkan Al-Qur'an kepadanya hendaknya menyadari kedudukan nikmat ini. Yaitu bahwa Al-Qur'an adalah mukjizat terbesar karena ia tetap eksis seiring keberadaan dakwah Islam, juga bahwa karena Rasulullah adalah penutup para nabi dan rasul. Hujjah Al-Qur'an akan tetap berdiri kokoh sepanjang masa, karena ia merupakan Kalamullah dan kitab-Nya yang paling mulia. Maka, orang yang telah dianugerahi Al-Qur'an hendaknya memandang bahwa Allah �- telah memberikan nikmat yang mulia kepadanya, dan hendaknya ia menyadari dengan perbuatannya, bahwa Al-Qur'an akan membelanya, bukan malah menuntutnya." [] 126 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


31 Al-Qur'an Adalah Kekayaan Sesungguhnya � ebagai seorang mukmin, kita tentu percaya bahwa � sesungguhnya kekayaan itu tidak selalu berupa harta benda. Kekayaan juga tidak selalu dalam bentuk berlimpahnya harta benda. Al-Qur'an yang dimiliki umat Islam, sebenarnya itulah kekayaan mereka. Rasulullah � bersabda: ''Al-Qur'an adalah kekayaan. Tidak ada kemiskinan setelahnya dan tidak ada kekayaan semisalnya." (HR. AthThabarani) Jika memang kita tidak mau menerima hadits tersebut hanya karena sanad-nya yang dha'if Setidaknya kita harus tetap meyakini bahwa memang Al-Qur'an adalah kekayaan sebenarnya bagi seorang mukmin. Petunjuk-petunjuknya sudah sangat cukup untuk diikuti. Bahkan, siapa saja yang meragukannya serta menganggap ada sesuatu lain yang lebih baik dan lebih lurus petunjuknya daripada Al-Qur'an, berarti ia telah melecehkannya. 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 127


Hal lain yang perlu kita ingat adalah bahwa Rasulullah f3 sendiri tidak mewariskan harta benda kepada kita. Beliau hanya mewariskan Al-Qur'an dan sunnah-sunnahnya, karena beliau sangat yakin bahwa kedua hal itulah yang pada hakikatnya menjadi kekayaan sebenarnya untuk kita. Sabdanya: "Telah aku tinggalkan untuk kalian dua perkarayang kalian tidak akan pernah sesat selama kalian berpegang teguh kepada keduanya; Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya." (HR. Malik di dalam Al-Muwaththa'-nya) Allah �- juga berfirman: ,....,-:: • "' ,:: .!i.,.. ; ( � �1 ,2=__:,_; �.,, " ..r-- - .J r �.... ..::� � ·� ,,,_ �.J � ( n"i :o.AJI) e ''Allah menganugerahkan hikmah (kepahaman yang dalam tentang Al-Qur'an dan As-Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)." (AlBaqarah: 269) Ath-Thabarani-di dalam Al-Mu 'jam Al-Ausathmenyampaikan sebuah riwayat bahwa pernah suatu ketika Abu Hurairah • melewati sebuah pasar di Madinah. Di sana ia memperhatikan sebagian orang yang tenggelam dalam Aktivitas bisnis. Mereka asyik melakukan transaksi jual-beli di sana. Dalam kesempatan itu, beliau ingin mengingatkan mereka 128 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


agar tidak terlalu terlena dengan masalah dunia sehingga lalai terhadap masalah akhirat. Abu H urairah lantas berkata kepada mereka: "Wahai penghuni pasar, alangkah lemahnya kalian ini!" Mereka yang heran kemudian bertanya, "apa maksudmu, wahai Abu Hurairah?" Ia kemudian menjawab, "itu warisan Rasulullah � sedang dibagikan, sementara kalian masih di sini. Mengapa kalian tidak pergi ke sana untuk mengambil bagian kalian masing-masing?" Dengan rasa penasaran, mereka bertanya, "di mana?" Abu Hurairah menjawab, "di masjid." Maka mereka pun bergegas keluar menu ju masjid, sedangkan Abu Hurairah berdiri menjaga barang mereka. Setelah para penghuni pasar itu kembali, Abu Hurairah bertanya, "ada apa dengan kalian?" Mereka menjawab, "wahai Abu Hurairah, kami telah datang ke masjid, dan kami masuk ke dalamnya, tetapi tidak mendapat sesuatu apapun yang dibagi-bagikan di sana." Abu Hurairah lantas berkata, "apakah kalian tidak melihat seorang pun di dalam masjid?" Mereka menjawab, "kami melihat orang-orang shalat, membaca AlQur'an, dan mempelajari halal dan haram." Abu Hurairah kemudian berkata, "Celaka kalian! Itulah warisan Nabi Muhammad �!" Apa yang disampaikan Ath-Thabarani di dalam riwayat tersebut memberi banyak pelajaran untuk kita tentang pentingnya mengambil warisan berharga Rasulullah � Bukan harta dan uang yang menjadi warisannya. Melainkan mengerjakan shalat, membaca Al-Qur'an, dan mempelajari halal dan haram sebagai warisan yang kekal yang beliau tinggalkan untuk kita. Menghafal Al-Qur'an adalah salah satu cara kita untuk 40Alasan Anda Menghafa/Al-Qur'an - 129


dapat mengambil bagian dari warisan Rasulullah � Al-Qur'an adalah kekayaan, bahkan menjadi sumber kekayaan kita di akhirat nanti. Dan bagi seorang mukmin, kekayaan yang sesungguhnya adalah kekayaan akhirat. Bahkan, jika seseorang mengharapkan kekayaan akhirat kepada Allah, maka Allah juga akan memberikan kekayaan dunia kepadanya. Sebaliknya, jika kekayaan dunia yang menjadi satu-satunya tujuan, maka sedikitpun ia tidak kita mendapatkan bagian dari kekayaan akhirat. Rasulullah � pernah bersabda: "Barangsiapa yang ambisinya adalah dunia, maka Allah akan menghancurkan kekuatannya, menjadikan kemiskinan di depan matanya, dan dunia tidak akan datang kepadanya melainkan apa yang telah ditakdirkan untuknya. Namun barangsiapa akhirat yang menjadi tujuannya, maka Allah akan menguatkan urusannya, menjadikan kekayaannya pada hatinya, dan dunia datang kepadanya dalam keadaan tunduk." (HR. lbnu Majah)[] 130 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


32 Waktu Terbaik Adalah Bersama Al-Qur'an � alam waktu satu hari yang terdiri dari 24 jam, satu � minggu yang terdiri dari tujuh hari, atau satu tahun yang terdiri dari 12 bulan, siapapun kita pasti punya pengalaman yang sangat berkesan yang tak pernah dapat kita lupakan hingga saat ini. Masing-masing kita pasti pernah melewati waktu-waktu yang kita anggap sebagai yang paling mengesankan dibandingkan dengan waktu lainnya. Entah itu hari di saat kita dilahirkan, hari lulusnya kita dari sekolah, atau tentunya bagi yang sudah menikah, maka hari berkesan baginya adalah hari pernikahannya. Namun bagi seorang mukmin, tidak ada waktu yang paling berkesan melebihi waktu di mana ia merasa begitu dekat dengan Allah �- Tidak ada hari yang lebih mengesankan dibandingkan hari di mana ia dapat melaksanakan tuntunan Allah dengan sebaik-baiknya. Waktu sendiri adalah salah satu nikmat terbesar yang Allah berikan untuk kita. Ia akan terus berputar, dan waktu yang sudah terlewat tidak akan pernah kembali lagi. Nikmat waktu inilah yang seringkali dilalaikan oleh kebanyakan kita. Rasulullah � sendiri pernah mengatakan: ''Ada dua nikmat 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 131


yang kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang." (HR Al-Bukhari) Banyak manusia yang akhirnya menyesal sedalam-dalamnya karena waktunya hanya dilewatkan begitu saja, tanpa diisi dengan sesuatu yang bermanfaat. Waktu diibaratkan seperti pedang. Jika seseorang menggunakannya untuk kebaikan, maka yang dihasilkannya pun adalah kebaikan. Sebaliknya, jika ia digunakannya untuk keburukan, maka balasan keburukan pula yang akan didapatkannya. Tak sedikit mereka yang menghabiskan waktunya hanya untuk bermaksiat, namun ketika ia sudah tua, maka ia tak henti-hentinya menangisi waktu mudanya karena tidak digunakan untuk kebaikan. Dengan menghafal Al-Qur'an , sebenarnya kita sedang berusaha menjalani hari-hari yang akan menjadi sangat berkesan ketika kita sudah tua nanti, bahkan ia menjadi waktu-waktu yang sangat berharga ketika kita di akhirat nanti. Dengan menghafal Al-Qur'an, berarti kita sedang berusaha agar kita dapat mempertanggungjawabkan penggunaan waktu itu dengan sebaik-baiknya. Waktu sendiri -sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah � - merupakan salah satu nikmat yang memang akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat nanti. Sabdanya: "Tidaklah berpindah kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat nanti hingga ia ditanya mengenai umurnya, untuk apa ia habiskan; ilmunya, untuk apa ia amalkan; hartanya, bagaimana cara mendapatkannya dan cara membelanjakannya; dan mengenai badannya, untuk apa ia gunakan." (HR. At-Tirmidzi) Mereka yang telah berhasil menghafal Al-Qur'an, 132 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


kebanyakan -jika tidak dikatakan seluruhnya-menganggap bahwa waktu-waktu terbaik dan terindah yang pernah mereka lewati tiada lain adalah waktu di mana mereka berusaha istiqamah menghafal ayat-ayat Al-Qur'an, dari awal hingga akhir. Pengalaman menghafal Al-Qur'an adalah pengalaman yang sangat berkesan bagi mereka. Bahkan, di antara mereka ada yang selalu ingat kapan dan di mana mereka menghafal ayat-ayat tertentu, apalagi waktu di mana mereka menyelesaikan hafalannya. Tidak ada seorang mukmin pun yang mau rugi di akhirat nanti karena tidak mempergunakan waktunya dengan sebaikbaiknya. Allah �. berfirman: "Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orangorang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." (Al-'Ashr: 1-3) Menghafal Al-Qur'an sendiri merupakan salah satu bentuk amal shaleh. Ia bukan hanya mampu menjauhkan mereka yang selalu berinteraksi dengannya dari kerugian di akhirat nanti, melainkan juga memberikan keuntungan yang luar biasa untuk mereka. Maka, sebagai seorang mukmin, kita harus dapat mempersembahkan waktu-waktu terbaik kita bersama Al-Qur'an. Baik dengan membaca, mempelajari, menghafal, mentadabburi, dan lain-lainnya. Membaca dan menghafal Al-Qur'an sebenarnya sama sekali bukan sesuatu yang membuat kita bosan. Justru dengannyalah rasa bosan akibat terlalu sibuk dengan dunia akan terusir jauh. Imam asy-Syathibi di dalam Hirz Al-Amani (Matan Syathibiyah) bersyair: "(Al-Qur'an) adalah teman 40Alasan Anda Menghafa/Al-Qur'an - 133


duduk terbaik yang tidak membosankan perkataannya. Pembaca yang mengulang-ulangnya akan semakin mendapat keindahan."Demikianlah keistimewaan Al-Qur'an . Bagi mereka yang benar-benar berhati bersih dan lurus, ia tidak pernah membuat bosan walaupun terus-menerus dibaca dan diulang-ulang, juga tidak pernah membuat lelah walaupun terus-menerus didengar dan disimak bacaannya. Bahkan jika ia terus diulang-ulang, maka yang ada adalah kecintaan yang semakin mendalam kepadanya.[] 134 - 40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an


33 Mensyukuri Jatah Usia "3(,,. ita sebagai hamba Allah yang telah diberikan begitu 1A-banyak nikmat oleh-Nya, wajib bersyukur atas nikmatnikmat yang kita terima itu. Berterima kasih atas kasih sayangNya kepada kita dengan melakukan berbagai perbuatan yang menjadi penyebab turunnya keridhaan Allah untuk kita, agar Allah semakin cinta kepada kita, sehingga dengan rasa syukur kita, nikmat itu akan terus ditambahkan-Nya untuk kita. Firman-Nya: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, danjika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih." (Ibrahim: 7) Salah satu nikmat terbesar untuk kita adalah bahwasanya sampai saat ini kita masih diberi kesempatan untuk dapat menghirup udara segar di dunia ini. Nikmat usia ini adalah nikmat yang wajib kita syukuri dan kita isi dengan sebaik40 Alasan Anda Menghafal Al-Qur'an - 135


Click to View FlipBook Version