RANCANGAN AKTUALISASI
PEMANFAATAN E-BOOK PANDAN PEJABAT (PANDuan
penyusunAN PEta JABATan)
Oleh :
Khairunisa, S.E.
NIP. 199902252022022001
NDH : 23
PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA SELATAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
GOLONGAN III ANGKATAN XXI
TAHUN 2022
LEMBAR PERSETUJUAN
RANCANGAN AKTUALISASI
PEMANFAATAN E-BOOK PANDAN PEJABAT
(PANDuan penyusunAN PEta JABATan)
Oleh :
Khairunisa, S.E.
NIP. 199902252022022001
NDH : 23
Telah disetujui untuk diseminarkan pada :
Hari/Tanggal : Kamis, 10 November 2022
Tempat : BPSDMD Provinsi Sumatera Selatan
COACH, MENTOR,
Dr. Mery Fanada, S.Pd.,, SKM., M.Kes Yoyon Andesdi, S.Sos. M.Ec.Dev
Pembina Utama Muda (IV/c) Pembina (IV/a)
NIP. 1976055131998032005 NIP. 197411211999031004
Diketahui/Disetujui Oleh :
a.n. KEPALA BPSDMD PROVINSI SUMATERA SELATAN
KABID PK MANAJERIAL,
Tri Hartati, S.E., M.Si
Pembina (IV.a)
NIP. 197212192006042006
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, atas rahmat dan
hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas rancangan
aktualisasi sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas dalam
Pendidikan dan Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan XXI
Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2022. Adapun
penyusunan Rancangan Aktualisasi ini bertujuan untuk menanamkan
nilai-nilai dasar yang harus diterapkan bagi seorang Aparatur Sipil Negara
(ASN) dalam melaksanakan tugasnya secara profesional.
Dalam penyusunan tugas Rancangan Aktualisasi ini, tidak
terlepas dari bantuan berbagai pihak. Penulis menyampaikan termakasih
atas bimbingan dan arahan yang telah penulis peroleh hingga selesainya
tugas Rancangan Aktualisasi ini, kepada :
1. Bupati Lahat, Cik Ujang, S.H.
2. Ibu Hj. Tarbiyah, S.Pd., M.M. selaku Kepala BPSDMD Provinsi
Sumatera Selatan.
3. Bapak Drs. M. Aries Farhan, M.Si. selaku Kepala BKPSDM Kabupaten
Lahat.
4. Ibu Tri Hartati, S.E., M.Si. selaku Kabid Pengembangan Kompetensi
Manajerial BPSDMD Provinsi Sumatera Selatan.
5. Bapak Widi Widayatmo, S.IP., M.Si. selaku Kepala Bagian Organisasi
Setda Kabupaten Lahat.
6. Ibu Dr. Mery Fanada, S.Pd., SKM., M.Kes. selaku coach yang telah
memberikan bimbingan dan pengarahan dalam penyuunan rancangan
aktualisasi ini.
7. Bapak Yoyon Andesdi, S.Sos., M.Ec.Dev. selaku Analis Kebijakan Ahli
Muda/Subkoordinator Kelembagaan dan Analisa Jabatan yang telah
bersedia menjadi mentor dan memberikan bimbingan serta arahan
dalam penyusunan rancangan aktualisasi ini.
iii
8. Orang tua dan saudara penulis yang senantiasa memberikan doa dan
dukungan selama proses Pendidikan dan Pelatihan Dasar Calon
Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
9. Teman–teman seperjuangan CPNS Latsar Angkatan XXI Provinsi
Sumatera Selatan yang telah menjadi teman seperjuangan dan
berdiskusi dalam menyelesaikan rancangan aktualisasi ini.
Penulis menyadari masih banyak kekurangan pada laporan
rancangan aktualisasi ini, sehingga segala kritik dan saran yang
membangun sangat diharapkan demi perbaikan dan penyempurnaan
laporan ini. Akhir kata, semoga Allah SWT membalas, segala kebaikan
yang telah diberikan dan semoga rancangan aktualisasi ini dapat
bermanfaat bagi kita semua.
Palembang, November 2022
Khairunisa, S.E.
NIP.199902252022022001
iv
DAFTAR ISI
LEMBAR PERSETUJUAN ...................................................................... ii
KATA PENGANTAR ............................................................................... iii
DAFTAR ISI............................................................................................. v
DAFTAR TABEL ..................................................................................... vii
DAFTAR GAMBAR ................................................................................. viii
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................... 1
A. Latar Belakang .............................................................................. 1
B. Tujuan dan Manfaat ...................................................................... 4
C. Ruang Lingkup .............................................................................. 6
BAB II DESKRIPSI LAPORAN AKTUALISASI ...................................... 7
A. Deskripsi Organisasi ..................................................................... 7
1. Profil Sekretariat Daerah Kabupaten Lahat ........................ 7
2. Visi dan Misi Sekretariat Daerah Kabupaten Lahat ............ 7
a. Visi ............................................................................... 8
b. Misi .............................................................................. 8
3. Nilai Organisasi .................................................................. 9
4. Struktur Organisasi............................................................. 12
5. Tugas dan fungsi ................................................................ 13
1) Tugas dan Fungsi Organisasi....................................... 13
2) Tugas dan Fungsi Unit Kerja ........................................ 13
3) Tugas dan Fugsi Pegawai ............................................ 14
B. Deskripsi Isu/Situasi Problematika ................................................ 15
C. Analisis Isu .................................................................................... 22
D. Analisis Penyebab Isu ................................................................... 24
E. Argumentasi Terhadap Core Issue Terpilih................................... 25
F. Gagasan Penyelesaian ................................................................. 28
v
G. Nilai-Nilai Dasar Proesi ASN ......................................................... 28
H. Kedudukan Dan Peran Asn Menuju Smart Governance ............... 35
I. Matrik Rancangan Aktualisasi ....................................................... 39
J. Rekapitulasi Hasil Penerapan Nilai-Nilai Dasar PNS .................... 69
K. Jadwal Kegiatan............................................................................ 70
L. Kendala Dan Antisipasi ................................................................. 70
DAFTAR REFERENSI............................................................................. 71
vi
DATAR TABEL
Tabel 2.1 Deskripsi Isu/Situasi Problematik............................................. 19
Tabel 2.2 Bobot Penetapan Kriteria Kualitas ISU .................................... 23
Tabel 2.3 Analisis Kriteria Kualitas APKL ................................................ 23
Tabel 2.4 Gagasan Penyelesaian ............................................................ 40
Tabel 2.5 Matriks Rancangan Aktualisasi ................................................ 41
Tabel 2.6 Rekapitulasi Hasil Penerapan Nilai-Nilai Dasar PNS ............... 69
Tabel 2.7 Jadwal Kegiatan Aktualisasi..................................................... 70
Tabel 2.8 Kendala dan Antisipasi............................................................. 70
vii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Kantor Sekretriat Daerah Kabuaten Lahat ........................... 7
Gambar 2.2 Struktur Organisasi ............................................................. 10
Gambar 2.3 Diagram Fishbone............................................................... 24
Gambar 2.4 Peta Jabatan Salah Satu OPD yang Tidak Sesuai dengan
Perturan BKN Nomor 10 Tahun 2021 ...................................................... 26
Gambar 2.5 Peta Jabatan Pada Lampiran VI Peraturan BKN Nomor 10
Tahun 2021.............................................................................................. 27
viii
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah pelayan masyarakat/abdi
negara yang mempunyai tanggung jawab terhadap pelayanan publik
dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Dalam
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara
(ASN), dijelaskan bahwa ASN merupakan profesi bagi Pegawai
Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja
(PPPK) yang bekerja pada instansi pemerintahan yang digaji
berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pegawai ASN berfungsi
sebagai Pelaksana Kebijakan Publik, Pelayan Publik dan Perekat
Pemersatu Bangsa. Fungsi-fungsi ASN ini harus dilakukan dengan
penuh tanggung jawab. Terbitnya Undang-Undang tersebut, secara
signifikan telah mendorong kesadaran PNS untuk menjalankan
profesinya sebagai ASN yang berlandaskan pada nilai dasar, kode
etik dan kode perilaku, komitmen, integritas moral dan tanggung jawab
pada pelayanan publik.
ASN diharapkan memiliki karakter berdasarkan nilai dasar sesuai
core values ASN BerAKHLAK yaitu Berorientasi Pelayanan,
Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
Instansi Pemerintah wajib memberikan Pendidikan dan Pelatihan
terintegrasi bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sesuai dengan
Peraturan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Nomor
10 tahun 2021, yang menyatakan bahwa pelatihan dasar (Latsar)
CPNS bertujuan untuk mengembangkan kompetensi yang dilakukan
secara terintegrasi. Sehingga fungsi PNS dalam Undang-Undang
Nomor. 5 Tahun 2014 tentang ASN dapat terwujud.
Atas dasar hal tersebut, penulis sebagai CPNS dengan jabatan
Analis Jabatan yang bertugas di Sekretariat Daerah Kabupaten Lahat
mengindentifikasi isu-isu yang perlu mendapatkan perhatian guna
1
mencapai tujuan terbentuknya ASN yang profesional dan dalam
rangka mewujudkan visi dan misi organisasi.
Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Lahat memiliki
tugas dan fungsi yang diatur dalam Peraturan Bupati Nomor 12 Tahun
2022 tentang Organisasi dan Tata Kerja di Lingkungan Sekretariat
Daerah Kabupaten Lahat. Bagian Organisasi Sekretariat Daerah
Kabupaten Lahat memiliki tugas membantu Asisten III Administrasi
Umum dalam melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan daerah,
pengoordinasian perumusan kebijakan daerah, pengoordinasian
pelaksanaan tugas Perangkat Daerah, pemantauan dan evaluasi
pelaksanaan kebijakan daerah di bidang kelembagaan dan analisis
jabatan, pelayanan publik dan tata laksana, dan kinerja dan reformasi
birokrasi.
Tujuan reformasi birokrasi adalah membangun aparatur negara
agar mampu mengemban misi, tugas, dan fungsi serta peranannya
masing-masing secara bersih, efektif, dan efisien, dalam rangka
meningkatkan pelayanan publik yang lebih baik. Dalam kaitannya
dengan penataan kelembagaan, kepegawaian, perencanaan pelatihan
dan pendidikan, penyusunan sasaran kerja, penetapan standar
kompetensi, penetapan kelas jabatan dan pengawasan, maka setiap
instansi wajib melakukan analisis jabatan
Untuk mengatur jabatan di instansi pemerintah, Kementerian
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB)
telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1 Tahun 2020 tentang
Pedoman Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja, setiap instansi
pemerintah wajib untuk menyusun analisis jabatan (anjab) dan analisis
beban kerja (ABK) guna menyusun kebutuhan jumlah pegawai.
Penyusunan anjab dilakukan oleh instansi dalam rentang waktu
minimal lima tahun sekali. Sedangkan untuk ABK dilakukan setiap
tahun. Penyusunan anjab dan ABK harus dilakukan secara sistematis,
2
karena jika penyusunan tidak dilakukan secara sistematis hal ini akan
menyebabkan masalah seperti jabatan yang tidak efisien dan dan
tidak efektif. Dengan adanya anjab dan ABK maka akan diketahui
mengenai uraian jabatan, beban kerja perjabatan, peta jabatan, dan
bobot jabatan. Hasil dari anjab dan ABK salah satunya dapat
digunakaan untuk menganalisis kebutuhan pegawai.
Analisis kebutuhan pegawai dijelaskan dalam Peraturan Badan
Kepegawaian Negara Nomor 10 Tahun 2021 tentang Tata Cara
Pelaksanaan Penyusunan Kebutuhan Aparatur Sipil Negara. Hasil dari
penyusunan kebutuhan jumlah dan jenis jabatan ASN setiap tahun
terdiri dari informasi jabatan, jumlah kebutuhan pegawai ASN dan peta
jabatan pada masing-masing unit organisasi.
Pada tahun 2021 Kabupaten Lahat membuka formasi kebutuhan
pegawai tetapi tidak semua instansi Kabupaten Lahat mendapatkan
porsi untuk mengajukan kebutuhan pegawai. Salah satu penyebabnya
ialah karena penyusunan informasi jabatan dan peta jabatan pada
setiap instansi di Kabupaten Lahat belum akurat, sehingga tidak
semua instansi mendapatkan formasi kebutuhan pegawai. Peta
jabatan yang diberikan oleh masing-masing organisasi belum
menggambarkan kondisi dilapangan secara objektif. Seringkali formasi
yang dibuka tidak sesuai dengan kompetensi pegawai yang
dibutuhkan. Hal ini menyebabkan tidak meratanya penyelenggaraan
tugas pemerintahan.
Permasalahan ini tidak akan terjadi apabila pegawai dapat
menyusun analisis jabatan, analisis beban kerja, dan peta jabatan
secara akurat sehingga posisi kedudukan di setiap jabatan dapat
terbaca dengan jelas.
Pada tanggal 1-12 September 2022 telah dilakukan bimbingan
teknis mengenai penyusunan analisis jabatan dan analisis beban kerja
untuk pembenahan penataan pegawai pasca penyetaraan kepada
seluruh kepala sub bagian umum dan kepegawaian yang ada di OPD
3
Kabupaten Lahat yang terdiri dari Sekretariat Daerah, Sekretariat
Dewan Pewakilan Rakyat Daerah, Inspektorat, 24 Dinas, 7 Badan, 24
Kecamatan, dan 17 Kelurahan. Setiap OPD diwajibkan untuk
memberikan data/dokumen analisis jabatan, analisis beban kerja dan
peta jabatan kepada Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten
Lahat. Akan tetapi masih banyak OPD yang salah dalam membuat
peta jabatan yang benar sesuai dengan Peraturan Badan
Kepegawaian Negara Nomor 10 Tahun 2021.
Permasalahan ini tidak akan terjadi apabila staff bagian umum
dan kepegawaian memahami cara penyusunan peta jabatan sesuai
dengan Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 10 Tahun
2021, dengan mempunyai panduan atau buku pedoman penyusunan
peta jabatan, sehingga dapat mempermudah proses penyusunan peta
jabatan.
Berdasarkan latar belakang di atas, rancangan aktualisasi ini
perlu disusun untuk memberikan gagasan terkait pemecahan
permasalahan yang tepat agar staff sub bagian umum dan
kepegawaian dapat menyusun peta jabatan dengan akurat melalui
pembinaan penyusunan dengan menggunakan media E-Book. Oleh
karena itu penulis mengangkat judul “Pemanfaatan E-Book PANDAN
PEJABAT (PANDuan penyusunAN PEta JABATan)” di lingkungan
Pemerintah Kabupaten Lahat.
B. TUJUAN DAN MANFAAT
1. Tujuan
Adapun tujuan dari aktualisasi dan habituasi yang akan
dilaksanakan yaitu :
Tujuan Umum :
a. Mampu menerapkan nilai-nilai dasar profesi ASN di
Sekretariat Daerah Kabupaten Lahat nilai-nilai Ber-AKHLAK.
4
b. Mampu menerapkan kedudukan dan peran PNS yang
meliputi Manajemen ASN dan Smart ASN untuk mendukung
terwujudnya Smart Governance di Sekretariat Daerah
Kabupaten Lahat.
c. Sebagai peserta latihan dasar mampu menerapkan sikap
perilaku Bela Negara dan mengaktualisasikannya di
lingkungan kerja.
Tujuan Khusus :
a. Untuk memanfaatkan E-Book sebagai pedoman panduan
penyusunan peta jabatan.
b. Untuk mempermudah staff bagian umum dan kepegawaian
dalam menyusun peta jabatan.
2. Manfaat
Adapun manfaat aktualisasi dan habituasi Peserta Pelatihan
Dasar CPNS, yaitu :
a. Bagi Peserta Latsar
Sebagai pedoman dalam mendeteksi isu strategis dan mampu
mencari solusi dan inovasi untuk Sekretariat Daerah Kabupaten
Lahat.
b. Bagi Pegawai
Sebagai pedoman dan tolak ukur dalam kemampuan menyerap
Core Values Akhlak ASN, kedudukan dan peran ASN dalam
NKRI (Manajemen ASN dan Smart ASN) di Sekretariat Daerah
Kabupaten Lahat.
c. Bagi Organisasi
Sebagai bentuk upaya kegiatan guna menyelesaikan
permasalahan yang ada di Seketariat Daerah Kabupaten Lahat.
d. Bagi Publik
Sebagai acuan perbaikan dan peningkatan mutu dalam
memberikan pelayanan prima di Sekretariat Daerah Kabupaten
Lahat.
5
C. RUANG LINGKUP
Rancangan kegiatan aktualisasi ini dilaksanakan di Bagian
Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Lahat mulai tanggal 14
November-17 Desember 2022 dengan menerapkan nilai-nilai dasar
BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten,
Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) sebagai Aparatur Sipil
Negara. Isu yang diangkat adalah kurangnya pemahaman Staff
Bagian Umum dan Kepegawaian pada Organisasi Perangkat Daerah
di Kabupaten Lahat dalam penyusunan peta jabatan. Sasaran
kegiatan aktualisasi adalah Kepala/Staff Bagian Umum dan
Kepegawaian di seluruh OPD Kabupaten Lahat, hanya dalam
pelaksanaan monitoring evaluasi, penulis mengambil 5 (lima) sampel
instansi yaitu, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan,
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Badan Pengelola
Keuangan dan Aset Daerah, Kantor Camat Lahat dan Kantor Lurah
Talang Jawa Selatan. Kegiatan yang dilaksanakan selama masa
habituasi ialah untuk melaksanakan gagasan isu yang telah dibuat
antara lain :
1. Konsultasi dan mengajukan rencana kegiatan aktualisasi kepada
mentor;
2. Membuat E-Book Panduan Penyusunan Peta Jabatan;
3. Membagikan E-Book Penyusunan Peta Jabatan Kepada tiap OPD
melalui whatsapp grup;
4. Melakukan Monitoring Evaluasi penyusunan peta Jabatan di 5
sampel OPD (Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan
Peternakan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Badan
Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Kantor Camat Lahat, Kantor
Lurah Talang Jawa Selatan); dan
5. Melakukan evaluasi hasil kegiatan.
6
BAB II
RANCANGAN AKTUALISASI
A. Deskripsi Organisasi
1. Profil Sekretariat Daerah Kabupaten Lahat
Gambar 2.1 Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Lahat
Sekretariat Daerah Kabupaten Lahat dibentuk berdasarkan
Peraturan Daerah Kabupaten Lahat Nomor 2 Tahun 2021 Tentang
Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2016
Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten
Lahat (Lembaran Daerah Kabupaten Lahat Tahun 2021 Nomor 4).
Sekretariat Daerah merupakan unsur staff yang dipimpin oleh seorang
Sekretaris Daerah yang berkedudukan di bawah dan bertanggung
jawab kepada Bupati. Rincian tugas, fungsi dan tata kerja Sekretariat
Daerah Kabupaten Lahat diatur dalam Peraturan Bupati Lahat Nomor
12 Tahun 2022 tentang Organisasi dan Tata Kerja Di Lingkungan
Sekretariat Daerah Kabupaten Lahat.
7
Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Lahat berada satu
komplek dengan Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah,
Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Badan Kesatuan
Bangsa dan Politik serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak yang terletak di Jalan Kolonel Barlian, Bandar
Jaya, Kelurahan Bandar Agung, Kecamatan Lahat.
2. Visi dan Misi Sekretariat Daerah Kabupaten Lahat
a. Visi
“Mewujudkan Masyarakat Kabupaten Lahat yang
Berakhlak, Mandiri, Berkeadilan, Makmur dan Sejahtera Serta
Terselenggaranya Pembangunan yang Berbasis Pemerataan
Berkelanjutan”
b. Misi
Untuk mencapai Visi tersebut maka ditetapkan 5 (lima)
buat Misi yaitu :
1. Menciptakan pemerintahan yang bersih dan inovatif;
2. Meningkatan pembangunan infrastruktur publik berbasis
pada pemerataan wilayah yang memadai dan efektif;
3. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang
berakhlak, sehat, cerdas, terampil dan berkepribadian
luhur;
4. Menumbuhkembangkan perekonomian rakyat menuju
kedaulatan sumber daya alam yang tersedia; dan
5. Memperkokoh kerukunan kehidupan beragama dan
budaya yang lestari.
Di atas merupakan Visi dan Misi dari Kabupaten Lahat,
yang mana Sekretariat Daerah mendukung Visi Bupati dengan 2
(dua) Misi yang terkandung di dalamnya untuk mencapai Visi
tersebut yaitu :
8
1. Menciptakan Pemerintahan yang Bersih dan Inovatif
Tujuan :
Meningkatnya Perwujudan Tata Kelola Pemerintahan yang
baik (good governance) dan Pemerintahan yang bersih (clean
governance).
Sasaran :
Meningkatnya pelayanan prima bagi masyarakat
Meningkatnya kualitas pengelolaan keuangan dan capaian
kinerja pembangunan yang transparan dan akuntabel
2. Memperkokoh kerukunan kehidupan beragama dan
budaya lestari
Tujuan :
Mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia
Sasaran :
Meningkatnya nilai keagamaan masyarakat
3. Nilai Organisasi
Budaya organisasi merupakan tata nilai dan kerangka kerja
yang menjadi pedoman tingkah laku sehari-hari, pedoman dalam
membuat keputusan, serta mengarahkan tindakan anggota
organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Budaya organisasi
Sekretariat Daerah Kabupaten Lahat mengikuti Nilai-Nilai
Organisasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi berdasarkan Peraturan Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor
9 Tahun 2017 tentang Kode Etik dan Kode Perilaku Pegawai
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi yaitu :
a) Integritas yaitu mampu melaksanakan tugas dengan jujur
serta konsisten antara perkataan dengan perbuatan,
9
berperilaku terpuji, disiplin dan penuh dedikasi berdasarkan
norma dan etika.
b) Profesional yaitu mampu menyelesaikan tugas dengan baik,
tuntas, sesuai dengan kompetensi (keahlian) dan inovatif
untuk mencapai hasil prima melalui kerja sama.
c) Akuntabel yaitu mampu bertanggung jawab terhadap setiap
tindakan, perilaku dan tugas, baik dari segi proses maupun
hasil.
4. Struktur Organisasi
Susunan Sekretariat Daerah Kabupaten Lahat terdiri atas :
a. Sekretaris Daerah;
b. Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat,
membawahi :
1) Bagian Pemerintahan, terdiri dari :
Sub Koordinator dan Kelompok Jabatan Fungsional
2) Bagian Kesejahteraan Rakyat, terdiri dari :
Sub Koordinator dan Kelompok Jabatan Fungsional
3) Bagian Hukum, terdiri dari :
Sub Koordinator dan Kelompok Jabatan Fungsional
c. Asisten II Perekonomian dan Pembangunan, membawahi:
1) Bagian Perekonomian, terdiri dari :
Sub Koordinator dan Kelompok Jabatan Fungsional
2) Bagian Administrasi Pembangunan, terdiri dari :
Sub Koordinator dan Kelompok Jabatan Fungsional
3) Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, terdiri dari :
Sub Koordinator dan Kelompok Jabatan Fungsional
4) Bagian Sumber Daya Alam, terdiri dari :
Sub Koordinator dan Kelompok Jabatan Fungsional
10
d. Asisten III Administrasi Umum, membawahi :
1) Bagian Umum, terdiri dari :
Sub Koordinator dan Kelompok Jabatan Fungsional
2) Bagian Organisasi, terdiri dari :
Sub Koordinator dan Kelompok Jabatan Fungsional
3) Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, terdiri dari :
Sub Bagian Protokol
Sub Koordinator dan Kelompok Jabatan Fungsional
4) Bagian Perencanaan dan Keuangan, terdiri dari :
Sub Koordinator dan Kelompok Jabatan Fungsional
5) Bagian Perlengkapan
Sub Koordinator dan Kelompok Jabatan Fungsional
11
4. Struktur organisasi
Gambar 2.2 Struktur Organisasi
Sekretariat Daerah Kabupaten Lahat
12
5. Tugas dan Fungsi
1) Tugas dan Fungsi Organisasi
Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 12 Tahun 2022
tentang Organisasi dan Tata Kerja di Lingkungan Sekretariat
Daerah Kabupaten Lahat. Sekretariat Daerah mempunyai tugas
pokok membantu Bupati dalam penyusunan kebijakan dan
pengkoordinasian administratif terhadap pelaksanaan tugas
Perangkat Daerah serta pelayanan administratif. Untuk
melaksanakan tugas pokoknya, Sekretariat Daerah mempunyai
fungsi :
a. Pengoordinasian penyusunan kebijakan daerah;
b. Pengoordinasian pelaksanaan tugas satuan Kerja Perangkat
Daerah;
c. Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan daerah;
d. Pelayanan administratif dan pembinaan Aparatur Sipil
Negara pada instansi daerah; dan
e. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
2) Tugas dan Fungsi Unit Kerja
Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 12 Tahun 2022
tentang Organisasi dan Tata Kerja di Lingkungan Sekretariat
Daerah Kabupaten Lahat, Bagian Organisasi mempunyai tugas
membantu Asisten III Administrasi Umum dalam melaksanakan
penyiapan perumusan kebijakan daerah, pengoordinasian
perumusan kebijakan daerah, pengoordinasian pelaksanaan
tugas Perangkat Daerah, pemantauan dan evaluasi
pelaksanaan kebijakan daerah di bidang kelembagaan dan
analisis jabatan, pelayanan publik dan tata laksana, serta
kinerja dan reformasi birokrasi. Untuk melaksanakan tugasnya,
bagian organisasi memiliki fungsi :
a. Penyiapan bahan perumusan kebijakan daerah di bidang
kelembagaan dan analisis jabatan, pelayanan publik dan
tata laksana serta kinerja dan reformasi birokrasi;
b. Penyiapan bahan pengoordinasian perumusan kebijakan
daerah di bidang kelembagaan dan analisis jabatan,
pelayanan publik dan tata laksana serta kinerja dan
reformasi birokrasi;
c. Penyiapan bahan pengoordinasian pelaksanaan tugas
perangkat daerah di bidang kelembagaan dan analisis
jabatan, pelayanan publik dan tata laksana serta kinerja
dan reformasi birokrasi;
d. Penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi
pelaksanaan kebijakan daerah di bidang kelembagaan
dan analisis jabatan, pelayanan publik dan tata laksana
serta kinerja dan reformasi birokrasi
e. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh asisten III
bidang administrasi umum yang berkaitan dengan
tugasnya
3) Tugas dan Fungsi Pegawai
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 41 Tahun 2018
Tentang Nomenklatur Jabatan Pelaksana Bagi Pegawai Negeri
Sipil Di Lingkungan Instansi Pemerintah, tugas jabatan analis
jabatan adalah melakukan kegiatan analisis dan penelaahan
dalam rangka penyusunan rekomendasi di bidang kebutuhan
jabatan. Untuk melaksanakan tugas pokoknya, analis jabatan
memiliki fungsi :
1. Mengumpulkan bahan dan data untuk dilakukan analisa
bidang jabatan;
2. Mempelajari, menelaah bahan dan data analisa bidang
jabatan;
14
3. Melakukan penyusunan rekomendasi hasil analisa bidang
jabatan;
4. Menyusun laporan pelaksanaan tugas; dan
5. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh pimpinan
sesuai dengan tugas dan fungsinya.
B. DESKRIPSI ISU/SITUASI PROBLEMATIK BAGIAN ORGANISASI
SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN LAHAT
Isu muncul ketika adanya ketidaksesuaian antara pengharapan
publik dengan praktek organisasi yang jika diabaikan bisa berdampak
merugikan bagi organisasi. Sedangkan dalam kamus besar bahasa
Indonesia, isu merupakan masalah yang harus dikedepankan agar
ditanggapi; kabar yang tidak jelas asal-usulnya dan tidak terjamin
kebenarannya; kabar angin; dan desas-desus. Artinya, dapat
disimpulkan isu merupakan masalah yang timbul karena pengharapan
publik yang tidak sesuai dengan praktek organisasi dan harus
ditanggapi agar tidak merugikan organisasi.
Berkaitan dengan rancangan aktualisasi ini, sumber isu yang
diangkat berasal dari tugas pokok dan fungsi (tupoksi), sasaran kinerja
pegawai (SKP), serta kegiatan yang diinisiatif oleh penulis melalui
persetujuan coach dan mentor. Berdasarkan hasil pengamatan dan
kondisi dilapangan, ditemukan beberapa isu antara lain :
1. Kurangnya pemahaman Staff Bagian Umum dan Kepegawaian
pada Organisasi Perangkat Daerah di Kabupaten Lahat dalam
penyusunan peta jabatan
Dalam Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 37
Tahun 2011 dijelaskan bahwa peta jabatan digunakan dalam
pelaksanan penataan pegawai. Penataan pegawai dilakukan dalam
rangka mendukung kelancaran penyelenggaraan tugas
pemerintahan dan pembangunan nasional yang tepat untuk
memberikan pelayanan publik secara adil dan merata sesuai
15
dengan kebutuhan dari masing-masing Organisasi Perangkat
Daerah. Analisis Kebutuhan Pegawai dijelaskan dalam Peraturan
Badan Kepegawaian Negara Nomor 10 Tahun 2021 tentang Tata
Cara Pelaksanaan Penyusunan Kebutuhan Aparatur Sipil Negara.
Hasil penyusunan kebutuhan ASN setiap tahun terdiri dari:
a. Informasi Jabatan;
b. Jumlah kebutuhan pegawai ASN; dan
c. Peta Jabatan pada masing-masing unit organisasi.
Pada tahun 2021 Kabupaten Lahat membuka formasi
kebutuhan pegawai, tetapi tidak semua instansi Kabupaten Lahat
mendapatkan formasi untuk mengajukan kebutuhan pegawai.
Salah satu penyebabnya ialah karena belum akuratnya peta
jabatan yang digambarkan oleh staf sub bagian umum dan
kepegawaian dimasing-masing instansi dalam e-formasi. Selain itu,
dari peta jabatan juga dapat dilihat posisi jabatan struktural yang
kosong dan seharusnya diisi untuk mempermudah jalannya
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bersangkutan. Hal ini
dapat menyebabkan tidak meratanya penyelenggaraan tugas
pemerintahan, serta pemetaan pegawai yang tidak sesuai dengan
kompetensi yang dibutuhkan.
Kaitan dengan agenda III : Manajemen ASN dan SMART ASN
2. Kurang optimalnya penyusunan analisis jabatan di setiap
Organisasi Perangkat Daerah di Kabupaten Lahat dalam
SIMONA sehingga data jabatan antara di lapangan dan di
sistem tidak sinkron
SIMONA (Sistem Monitoring Evaluasi Analisis Jabatan)
merupakan aplikasi dari Kementerian Dalam Negeri untuk
melakukan monitoring pelaksanaan analisis jabatan, beban kerja,
evaluasi jabatan, anggaran dan penerapan tambahan Tunjangan
Perbaikan Pendapatan (TPP) di pemerintah daerah. Simona adalah
hal penting yang harus diperhatikan dengan benar, secara khusus
16
oleh pegawai Sub Bagian Umum dan Kepegawaian di setiap
Organisasi Perangkat Daerah, karena hal tersebut menyangkut
banyak hal bagi setiap pegawai pada formasi jabatan. Saat ini
pengisian anjab/abk pada aplikasi simona belum tepat dan lengkap.
Data yang dientri dalam simona belum sesuai dengan penerapan
dilapangan. Seharusnya data analisis jabatan dan analisis beban
kerja terisi dengan lengkap sesuai dengan tupoksi masing-masing
pegawai. Kurang optimalnya penyusunan analisis jabatan dalam
aplikasi SIMONA menjadi salah satu penyebab isu ini muncul.
Kaitan dengan agenda III: Manajemen ASN dan SMART ASN
3. Belum optimalnya penyusunan Evaluasi Jabatan Perangkat
Daerah Tahun 2022
Evaluasi jabatan dilakukan untuk menentukan nilai dan kelas
jabatan yang digunakan sebagai salah satu pedoman penataan
sumber daya manusia aparatur dalam penyusunan formasi, sistem
karir, kinerja, pemberian tunjangan serta sistem penggajian yang
adil dan layak, selaras dengan beban pekerjaan dan
tanggungjawab jabatan. Proses penyusunan evaluasi jabatan
mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Rermasi Birokrasi Nomor 34 Tahun 2011 tentang
Pedoman Evaluasi Jabatan Jo. Peraturan Menteri Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Rermasi Birokrasi Nomor 39 Tahun 2013
tentang Penetapan Kelas Jabatan di Lingkungan Instansi
Pemerintah.
Untuk saat ini penyusunan Evaluasi Jabatan Tahun 2022 belum
mendapatkan validasi dari Menteri Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi. Apabila evaluasi jabatan disusun
secara kurang tepat maka akan berdampak pada pemberian
tunjangan penghasilan pegawai yang tidak adil. Penyusunan
Evaluasi Jabatan di Bagian Organisasi Sekretariat Daerah
Kabupaten Lahat terakhir dilakukan pada tahun 2020. Sedangkan
17
pada tahun 2022 evaluasi jabatan masih dalam proses
penyusunan. Hal ini terkendala oleh adanya jabatan yang tidak
memenuhi kualifikasi akademik. Langkah yang dapat diambil
selanjutnya adalah mencarikan jabatan lain yang sesuai dengan
kualifikasi akademik pegawai yang bersangkutan. Hal ini lah yang
menyebabkan belum optimalnya penyusunan evaluasi jabatan
tahun 2022. Data jabatan yang telah masuk ke Bagian Organisasi
masih dalam proses penghimpunan sebelum dilakukannya
perankingan.
Kaitan dengan agenda III : Manajemen ASN
4. Kurang efektifnya prosedur penerbitan Analsis Jabatan dan
Analisis Beban Kerja dalam proses mutasi keluar atau
masuknya pegawai
Mutasi dilakukan atas dasar kesesuaian antara kompetensi
pegawai dengan persyaratan jabatan, klasifikasi jabatan dan pola
karir, dengan memperhatikan kebutuhan organisasi. Dalam
Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 5 Tahun 2019
tentang Tata Cara Pelaksanaan Mutasi, pada pasal 3 dijelaskan
bahwa salah satu syarat pengajuan mutasi ialah analisis jabatan
dan analisis beban kerja yang telah ditandatangani/disetujui Bupati.
Dalam proses penerbitan analisis jabatan dan analisis beban kerja,
proses masuk dan keluarnya pegawai harus diperhatikan. Saat ini
pegawai yang melakukan mutasi bisa masuk dan keluar tanpa
adanya filter. Maksudnya, proses mutasi tidak berdasarkan kepada
analisis jabatan dan analisis beban kerja. Seringkali pegawai yang
melakukan mutasi ke instansi x untuk menduduki jabatan yang
sebenarnya telah cukup diduduki oleh beberapa orang yang telah
dihitung sesuai dengan analisis beban kerja. Akibatnya terjadi
penumpukan pada instansi tersebut karena menerima mutasi
pegawai dengan jabatan yang sama dan beban kerja yang
sebenarnya cukup. Seharusnya proses mutasi dilakukan dengan
18
menganalisis dan menguji lolos butuh, dengan demikian tersaring
pegawai yang memang mempunyai kompetensi. Kurang efektifnya
prosedur penerbitan analisis jabatan dan analisis beban kerja
dalam proses mutasi pegawai menjadi salah satu penyebab isu ini
muncul.
Kaitan dengan agenda III: Manajemen ASN
5. Kurangnya wadah penyimpanan dokumen Anjab/abk/peta
jabatan/evaluasi jabatan sehingga dokumen yang ada
menumpuk dan berantakan
Arsip sangat penting bagi instansi karena merupakan sumber
informasi dan pusat ingatan dalam melakukan kegiatan
perencanaan penganalisaan, perumusan kebijakan, pengambilan
keputusan, pembuatan laporan, penilaian, pengendalian dan
pertanggungjawaban dengan setepat-tepatnya. Saat ini
pengarsipan/penyimpanan dokumen pada Bagian Organisasi masih
secara manual dengan menggunakan ordner, sedangkan filling
cabinet yang dimiliki sudah hampir penuh terisi oleh banyak berkas
yang diberikan setiap OPD dari tahun ke tahun. Kurangnya wadah
penyimpanan dokumen anjab/abk/peta jabatan/evjab menyebabkan
dokumen sulit untuk ditemukan ketika hendak digunakan.
Kaitan dengan agenda III : Manajemen ASN dan SMART ASN
Adapun 5 (lima) isu diatas akan dijelaskan secara ringkas pada
tabel dibawah ini :
Tabel 2.1 Deskripsi Isu / Situasi Problematik
Identifikasi Kondisi Ideal Keterkaitan Idenitifikasi Akar
NO Isu/Kondisi dengan Permasalahan
Materi
Sekarang
Kurangnya Pemahaman Manajemen Beberapa Kepala
pemahaman Staff Kepala Sub ASN dan Sub Bagian/Staff
1 Bagian Umum dan Bagian/Staff SMART Bagian Umum
Kepegawaian pada Bagian Umum ASN dan Kepegawaian
Organisasi dan masih belum
19
Perangkat Daerah Kepegawaian memahami cara
di Kabupaten Lahat meningkat penyusunan peta
dalam penyusunan mengenai jabatan yang
peta jabatan penyusunan sesuai dengan
peta jabatan peraturan BKN
sehingga Nomor 10 Tahun
tergambar 2021. Padahal
seluruh peta jabatan
jabatan yang digunakan
ada di OPD sebagai pedoman
penyusunan dan
penetapan
kebutuhan
pegawai. Saat ini
yang terjadi
dilapangan, peta
jabatan yang
disusun oleh
OPD belum
memenuhi
perencanaan
kebutuhan
organisasi dalam
menggambarkan
Sumber Daya
Aparatur
(pegawai) yang
sesuai dengan
keadaan
dilapangan
sehingga
pemetaan
pegawai belum
dilakukan secara
merata dan
memungkinkan
pegawai tidak
terdistribusi
sesuai dengan
kualifikasi dan
kebutuhan pada
instansi terkait.
20
Kurang optimalnya Pemahaman Manajemen Beberapa
penyusunan pegawai ASN dan pegawai masih
analisis jabatan di terhadap SMART belum memahami
setiap Organisasi penyusunan ASN penginputan
Perangkat Daerah anjab (entry) data
di Kabupaten Lahat meningkat dan analisis jabatan
dalam SIMONA informasi pada sistem
2 sehingga data jabatan simona sehingga
jabatan antara di masing- informasi jabatan
lapangan dan di masing opd masih
sistem tidak bisa berantakan.
sinkron terselesaikan Karena pegawai
dengan baik tidak
menginputkan
data dengan
lengkap.
Belum optimalnya Penyusunan Manajemen Evaluasi Jabatan
penyusunan Evaluasi ASN 2022 belum
3 Evaluasi Jabatan Jabatan mendapatkan
Perangkat Daerah Perangkat validasi dari
Tahun 2022 Daerah Tahun Kemendagri
2022 tersusun dikarenakan
sesuai dengan adanya jabatan
kualifikasi yang tidak
akademik memenuhi
masing- kualifikasi
masing akademik
jabatan
Kurang efektifnya Proses mutasi Manajemen Pegawai yang
prosedur keluar dan ASN melakukan
penerbitan Analisis masuknya proses mutasi
4 Jabatan dan pegawai masuk atau
Analisis Beban dilakukan keluar tidak
Kerja dalam proses dengan melalui uji lolos
mutasi keluar atau memerhatikan butuh, sehingga
masuknya pegawai analisis seringkali terjadi
jabatan dan penumpukan/kek
analisis beban urangan pegawai
kerja dengan tidak pada
adanya uji tempatnya
lolos butuh
Kurangnya wadah Dokumen Manajemen Penyimpanan
5 penyimpanan anjab/abk/peta ASN dan dokumen masih
dokumen jabatan/evalua SMART secara manual
21
Anjab/abk/peta si jabatan ASN dengan
jabatan/evaluasi tercover menggunakan
jabatan sehingga dengan baik ordner
dokumen yang ada dan mudah sedangkan filling
menumpuk dan untuk cabinet yang
berantakan ditemukan dimiliki sudah
dengan hampir penuh
memanfaatkan terisi oleh banyak
google drive berkas yang
diberikan setiap
OPD dari tahun
ke tahun. Dan
dokumen sulit
untuk ditemukan
ketika hendak
digunakan
C. ANALISIS ISU
Dari identifikasi Isu yang telah didapatkan, selanjutnya isu yang
diangkat ditentukan dengan analisis isu. Analisis isu dilakukan untuk
menetapkan kriteria isu dan kualitas isu. Analisis ini dilakukan untuk
mendapatkan kualitas isu tertinggi, karena tidak semua isu bisa
dikategorikan menjadi aktual. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis
kriteria isu dengan menggunakan alat analisis APKL (Aktual,
Problematika, Kekhalayakan, Layak) dengan menentukan skala nilai
1-5. Isu yang memiliki nilai skor tertinggi setelah perankingan
merupakan isu prioritas.
Alat analisa menggunakan APKL (kriteria isu):
1. Aktual : Benar-benar terjadi, sedang hangat
2. Problematika dibicarakan dimasyarakat.
: Isu yang memiliki dimensi masalah yang
3. Kekhalayakan kompleks sehingga perlu dicarikan solusinya
sesegera mungkin.
: Isu menyangkut hajat hidup orang banyak.
22
4. Layak : Masuk akal, realistis, relevan untuk
dimuncukan inisiatif pemecahanmasalahnya.
Tabel 2.2 Bobot Penetapan Kriteria Kualitas ISU
Bobot Keterangan
5 Sangat kuat pengaruhnya
4
3 Kuat pengaruhnya
2 Sedang pengaruhnya
1 Kurang pengaruhnya
Sangat kurang pengaruhnya
Tabel 2.3 Analisis Kriteria Kualitas ISU APKL
NO ISU KRITERIA JUMLAH PERINGKAT
APKL I
Kurangnya pemahaman II
IV
Staff Bagian Umum dan III
Kepegawaian pada
1 Organisasi Perangkat 5455 19
Daerah di Kabupaten
Lahat dalam
penyusunan peta
jabatan
Kurang optimalnya
penyusunan analisis jabatan
di setiap Organisasi
2 Perangkat Daerah di 5454 18
Kabupaten Lahat dalam
SIMONA sehingga data
jabatan antara di lapangan
dan di sistem tidak sinkron
Belum optimalnya
3 penyusunan Evaluasi 4533 15
Jabatann Perangkat Daerah
Tahun 2022
Kurang efektifnya prosedur
4 penerbitan anjab abk dalam 5444 17
proses mutasi keluar atau
masuknya pegawai
23
Kurangnya wadah
penyimpanan dokumen
5 Anjab/abk/peta 4433 12 V
jabatan/evaluasi jabatan
sehingga dokumen yang ada
menumpuk dan berantakan
Berdasarkan analisis kriteria isu dengan analisis APKL tersebut
kemudian diperoleh isu dengan ranking tertinggi yaitu “Kurangnya
pemahaman Staff Bagian Umum dan Kepegawaian pada
Organisasi Perangkat Daerah di Kabupaten Lahat dalam
penyusunan peta jabatan”.
D. ANALISIS PENYEBAB ISU Method Kurangnya
Sosialisasi/ pemahaman Staff
Material bimtek yag Bagian Umum dan
Belum adanya kurang Kepegawaian pada
buku panduan
terkait efektif Organisasi
penyusunan Perangkat Daerah
Peta jabatan di Kabupaten Lahat
sesuai Perka dalam penyusunan
BKN nomor 10
tahun 2021 peta jabatan
Measurement Man
Belum adanya Staff Umum dan
monitoring Kepegawaian
evaluasi belum
penusunan memahami
peta jabatan penyusunan
anjab/abk
Gambar 2.3 Diagram Fishbone
24
E. ARGUMENTASI TERHADAP CORE ISSUE TERPILIH
Dalam Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 37 Tahun
2011 dijelaskan bahwa peta jabatan digunakan dalam pelaksanan
penataan pegawai. Penataan pegawai dilakukan dalam rangka
mendukung kelancaran penyelenggaraan tugas pemerintahan dan
pembangunan nasional yang tepat untuk memberikan pelayanan
publik secara adil dan merata. Peta Jabatan dapat digambarkan
setelah adanya informasi jabatan yang disajikan dalam bentuk analisis
jabatan dan analisis beban kerja. Tujuan dibuatnya peta jabatan ialah
untuk melakukan penataan pegawai guna mewujudkan kesesuaian
antara organisasi dengan jumlah pegawai yang dibutuhkan secara
tepat. Analisis kebutuhan pegawai dijelaskan dalam Peraturan Badan
Kepegawaian Negara Nomor 10 Tahun 2021 tentang Tata Cara
Pelaksanaan Penyusunan Kebutuhan Aparatur Sipil Negara. Salah
satu tahapan penyusunan kebutuhan ASN ialah penyusunan peta
jabatan.
Pada tahun 2021 Kabupaten Lahat membuka formasi kebutuhan
pegawai tetapi tidak semua instansi Kabupaten Lahat mendapatkan
porsi untuk mengajukan kebutuhan pegawai. Salah satu penyebabnya
ialah karena penyusunan informasi jabatan dan peta jabatan pada
setiap instansi di Kabupaten Lahat belum akurat, sehingga tidak
semua instansi mendapatkan formasi kebutuhan pegawai. Selain itu,
dari peta jabatan juga dapat dilihat posisi jabatan struktural yang
kosong dan seharusnya diisi untuk mempermudah jalannya
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bersangkutan. Hal ini
menyebabkan tidak meratanya penyelenggaraan tugas pemerintahan.
Permasalahan ini tidak akan terjadi apabila pegawai dapat
menyusun peta jabatan secara akurat sehingga posisi kedudukan di
setiap jabatan dapat terbaca dengan jelas. Pada tanggal 1-12
September 2022 telah dilakukan bimbingan teknis mengenai analisis
jabatan dan analisis beban kerja untuk pembenahan penataan
25
pegawai pasca penyetaraan kepada seluruh kepala sub bagian umum
dan kepegawaian yang ada di OPD Kabupaten Lahat yang terdiri dari
Sekretariat Daerah, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah,
Inspektorat, 24 Dinas, 7 Badan, 24 Kecamatan, dan 17 Kelurahan.
Setiap OPD diwajibkan untuk memberikan data/dokumen analisis
jabatan, analisis beban kerja dan peta jabatan kepada Bagian
Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Lahat. Akan tetapi masih
banyak OPD yang salah dalam membuat peta jabatan yang benar
sesuai dengan Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 10
Tahun 2021.
Gambar 2.4 Peta jabatan salah satu Organisasi Perangkat
Daerah yang tidak sesuai dengan Peraturan Badan
Kepegawaian Negara Nomor 10 Tahun 2021
26
Gambar 2.5 Peta Jabatan pada lampiran VI Peraturan Badan
Kepegawaian Negara Nomor 10 Tahun 2021
Pada gambar 1 dan gambar 2 adalah perbandingan antara peta
jabatan salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang salah
dengan peta jabatan yang sesuai dengan Peraturan Badan
Kepegawaian Negara Nomor 10 Tahun 2021.
Berangkat dari masalah ini penulis memutuskan untuk
mengangkat isu “Kurangnya pemahaman Staff Bagian Umum dan
Kepegawaian pada Organisasi Perangkat Daerah di Kabupaten Lahat
dalam penyusunan peta jabatan”. Dengan diambilnya isu ini penulis
berharap dapat menyelesaikan permasalahan mengenai hal ini.
27
F. GAGASAN PENYELESAIAN
Tabel 2.4 Gagasan Penyelesaian
NO Penyebab Isu Gagasan Pemecah Isu
1 Sosialisasi/bimbingan teknis yang Memberi buku panduan
kurang efektif diakhir sosialisasi
Menjelaskan penyusunan
2 Staff umum dan kepegawaian anjab/abk dengan cara yang
belum memahami penyusunan lebih sederhana agar dapat
anjab/abk dipahami
Mengoptimalkan sarana
3 Belum adanya buku panduan informasi mengenai
terkait penyusunan peta jabatan penyusunan peta jabatan
sesuai Peraturan Badan dengan membuat pedoman
Kepegawaian Negara Nomor 10 penyusunan anjab/abk
Tahun 2021
4 Belum adanya monitoring evaluasi Melakukan monitoring
penyusunan peta jabatan melalui whatsapp grup serta
monitoring langsung ke
OPD yang bersangkutan
G. NILAI-NILAI DASAR PROFESI ASN
Tatanan nilai dasar (core values) seorang ASN adalah
BerAKHLAK hal ini berdasarkan kode etik dank kode perilaku sesuai
dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur
Negara dan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2021.
Penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS bertujuan agar peserta
mampu mengimplementasikan nilai-nilai dasar profesi ASN yaitu
Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal,
Adaptif, dan Kolaboratif. Nilai dasar profesi ASN sering disingkat
dengan ASN BERAKHLAK ini merupakan modal awal ASN dalam
menjalankan tugasnya. Dalam kegiatan aktualisasi dan habituasi ini
diharapkan ASN dapat mengimplementasikan nilai-nilai tersebut
kedalam kegiatan yang dilakukan. Nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK
yaitu :
28
1. Berorientasi Pelayanan
Berorientasi Pelayanan adalah sikap dan perilaku kerja PNS
dalam memberikan pelayanan terbaik kepada publik, antara lain
meliputi masyarakat, atasan, rekan kerja, unit kerja terkait, dan/
atau instansi lain. Seorang ASN haruslah memiliki “jiwa yang bisa
melayani”. ASN diharapkan mampu memahami dan memenuhi
ekspektasi masyarakat dalam memberikan pelayanan publik
(ramah, cekatan, solutif, dapat diandalkan dan perbaikan
berkelanjutan). Berorientasi pelayanan adalah komitmen
memberikan pelayanan prima demi kepuasan masyarakat. Kode
etik dan panduan perilakunya, antara lain:
a. Memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat
ASN berkedudukan sebagai pembuat dan perencana kebijakan
publik hendakny dapat membuat kebijakan yang dapat
bermanfaat untuk kebutuhan masyarakat secara luas.
b. Ramah, cekatan solutif dan dapat diandalkan
Kedudukan ASN sebagai pembuat dan perencana kebijakan
publik hendaknya dapat membuat kebijakan yang solutif
sehingga dapat bermanfaat untuk kebutuhan masyarakat
secara luas.
c. Melakukan perbaikan tiada henti
Agar dapat menghasilkan kebijakan yang solutif dan
bermanfaat untuk kebutuhan masyarakat secara luas, ASN
harus selalu melakukan evaluasi untuk setiap kebijakan yang di
buat.
Kalimat afirmasinya: Kami berkomitmen memberikan
pelayanan prima demi kepuasan masyarakat.
2. Akuntabel/Akuntabilitas
Akuntabilitas sering disamakan dengan responsibilitas.
Namun pada dasarnya, kedua konsep itu memiliki makna yang
berbeda. Responsibilitas adalah kewajiban untuk bertanggung
29
jawab, sedangkan akuntabilitas adalah kewajiban pertanggung
jawaban yang harus dicapai. Akuntabilitas publik terdiri dari dua
macam, yaitu: akuntabilitas vertikal (pertanggungjawaban kepada
otoritas yang lebih tinggi) dan akuntabilitas horizontal
(pertanggungjawaban pada masyarakat luas). Untuk memenuhi
terwujudnya organisasi sektor publik yang akuntabel, maka
mekanisme akuntabilitas harus mengandung dimensi akuntabilitas
kejujuran dan hukum, akuntabilitas proses, akuntabilitas program,
dan akuntabilitas kebijakan. Akuntabel adalah bertanggung jawab
atas kepercayaan yang diberikan. Kode etik dan panduan
perilakunya, antara lain :
a. Melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat,
disiplin dan berintegritas tinggi
Kedudukan ASN sebagai pembuat dan perencana kebijakan
publik hendaknya dapat bekerja secara jujur, bertanggung
jawab, cermat disiplin dan berintegritas tinggi demi tercapainya
smart governance.
b. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara
bertanggung jawab, efektif dan efisien
Seorang PNS akan mendapatkan beberapa fasilitas dari kantor,
dengan adanya fasilitas yang dimiliki hendaknya PNS
menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara
bertanggung jawab, efektif dan efisien.
c. Tidak menyalahgunakan kewenangan jabatan
Menjadi seorang PNS akan mendapatkan keuntungan dalam
kehidupan pekerjaan dan keseharian, menggunakan
keuntungan dengan bijak dan bertanggung jawab.
Kalimat afirmasinya: Kami bertanggung jawab atas
kepercayaan yang diberikan.
30
3. Kompeten
Kompetensi memiliki pengertian yang sama dengan
capability (kemampuan). Seseorang yang kompeten adalah yang
memiliki kemampuan, pengetahuan dan keahlian untuk
melakukan sesuatu secara efisien dan efektif. Peningkatan
kompetensi ini sangat penting, bahkan telah diamanatkan dalam
ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang
Manajemen PNS, bahwa setiap aparatur diberikan hak 20 jam
pelatihan setiap tahunnya. Hal ini semata-mata agar setiap ASN
dapat melaksankan tugas dengan kualitas terbaik. Kompeten
adalah terus belajar dan mengembangkan kapabilitas. Kode etik
dan panduan perilakunya adalah :
a. Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang
selalu berubah
Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang
selalu berubah, Perilaku lain ASN pembelajar yaitu melakukan
konektivitas dalam basis online network.
b. Membantu orang lain belajar
Sosialisasi dan Percakapan di ruang istirahat atau di kafetaria
kantor termasuk morning tea/coffee sering kali menjadi ajang
transfer pengetahuan.
c. Melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik
Melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik sangat penting
dilakukan untuk tetap menjaga semangat ASN untuk selalu
unggul.
Kalimat afirmasinya: Kami terus belajar dan mengembangkan
kapabilitas.
4. Harmonis
Berakar dari Semboyan Negara Indonesia yakni Bhinneka
Tunggal Ika, yang berarti “Berbeda-beda Namun Tetap Satu Jua”,
seorang pelayan publik harus dapat menghargai setiap orang
31
apapun latar belakangnya. Penting bagi setiap ASN untuk dapat
menciptakan dan membangun lingkungan kerja yang kondusif.
Karena dengan kenyamanan lingkungan kerja, ASN diyakini dapat
lebih produktif. Harmonis artinya saling peduli dan menghargai
perbedaan. Kode etik dan panduan perilakunya, antara lain :
a. Menghargai setiap orang apapun latar belakangnya
Dalam menjalankan tugas sebagai ASN tidak membedakan
pelayanan terhadap siapapun dan apapun latar belakangnya.
b. Suka menolong orang lain
Seorang ASN harus memiliki jiwa pelayanan tanap membeda-
bedakan.
c. Membangun lingkungan kerja yang kondusif
Dalam menjalankan tugas sebagai ASN yang baik harus selalu
menjaga hubungan baik sesama ASN.
Kalimat afirmasinya: Kami berdedikasi dan mengutamakan
kepentingan Bangsa dan Negara.
5. Loyal
Loyalitas dan kesetiaan ASN terletak pada ideologi dan
dasar negara Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945, NKRI serta pemerintahan yang sah, bukan
pada satu sosok atau pihak tertentu. ASN harus dapat menjaga
nama baik sesama ASN, nama baik pimpinan, nama baik instansi
dan tentu saja harus selalu dapat menjaga nama baik negara.
Konsekuensi logis dari adanya loyalitas dan kesetiaan adalah
setiap ASN harus selalu menjaga rahasia jabatan dan negara.
Adapun panduan perilakunya, antara lain :
a. Memegang teguh ideologi pancasila, UUD negara Republik
indonesia tahun 1945, setia kepada Negara Kesatuan Republik
Indonesia serta pemerintahan yang sah
Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan
program pemerintah, dengan tetap memegang teguh ideologi
32
Pancasila, setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta pemerintahan
yang sah, mengabdi kepada negara dan rakyat Indonesia.
b. Menjaga nama baik sesama ASN, pimpinan, instansi dan
negara
Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam
melaksanakan tugasnya. Sedangkan beberapa Kewajiban ASN
yang dapat diwujudkan dengan Panduan Perilaku Loyal yang
kedua ini diantaranya.
c. Menjaga rahasia dan jabatan negara
Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status,
kekuasaan, dan jabatannya untuk mendapat atau mencari
keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau untuk orang lain.
Kalimat afirmasinya: Kami berdedikasi dan mengutamakan
kepentingan Bangsa dan Negara.
6. Adaptif
Situasi dan zaman yang senantiasa berkembang, membuat
seorang aparatur harus dapat dengan cepat menyesuaikan diri
menghadapi perubahan yang ada. Harus selalu diingat, istilah
yang sering kita dengar yaitu “Yang Abadi adalah Perubahan itu
sendiri”, membuat siapapun yang tidak dapat beradaptasi akan
semakin tertinggal. Adaptasi dapat dilakukan dengan terus
berinovasi dengan mengembangkan kreativitas. Setiap pegawai
juga harus selalu bertindak proaktif dan tidak hanya berpangku
tangan. Adaptif adalah terus berinovasi dan antusias dalam
menggerakkan serta menghadapi perubahan. Kode etik dan
panduan perilakunya, antara lain :
a. Cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan
Kebutuhan kemampuan beradaptasi ini juga berlaku juga bagi
individu dan organisasi dalam menjalankan fungsinya. Dalam
hal ini organisasi maupun individu menghadapi permasalahan
33
yang sama, yaitu perubahan lingkungan yang konstan,
sehingga karakteristik adaptif dibutuhkan, baik sebagai bentuk
mentalitas kolektif maupun individual.
b. Terus berinovasi dan mengembangkan kreatifitas
Sebuah inovasi yang baik biasanya dihasilkan dari sebuah
kreativitas. Tanpa adanya kreativitas, inovasi akan sulit hadir
dan diciptakan
c. Bertindak proaktif
Memiliki sikap inisiatif yang cenderung proaktif dalam
melaksanakan tugas, agar terjadi percepatan dalam setiap
kebijakan dan kegiatan yang dilakukan.
Kalimat afirmasinya: Kami terus berinovasi dalam
menggerakan ataupun menghadapi perubahan.
7. Kolaboratif
Dalam pelaksanaan tugas, kolaborasi di antara setiap
aparatur mutlak harus dilaksanakan. Bersinergi dan memberi
kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi dalam
pembangunan, akan dapat mempercepat pencapaian suatu visi
dan cita-cita. Keterbukaan dalam bekerja sama, dan mencari
solusi bersama akan dapat menghasilkan nilai tambah, dan
mempercepat mencapai tujuan bersama. Kolaboratif adalah
membangun kerja sama yang sinergis. Kode etik dan panduan
perilakunya, antara lain :
a. Memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk
berkontribusi
Dalam menjalankan tupoksi sebagai ASN akan selalu ada
kondisi terbenturnya pikiran dalam menghadapi suatu masalah,
disinilah pentingnya nilai memberi kesempatan kepada
berbagai pihak untuk berkontribusi dalam penyelesaian
masalah.
34
b. Terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah
Bekerjasama secara transparan agar tingkat kepercayaan
dalam tim selalu terjada demi mencapai tujuan bersama.
c. Menggerakkan pemanfaatan berbagai sumber daya untuk
tujuan bersama
Memanfaatkan fasilitas dan sumber daya yang tersedia untuk
tujuan bersama.
Kalimat afirmasinya: Kami membangun kerja sama yang
sinergis.
H. KEDUDUKAN DAN PERAN ASN MENUJU SMART GOVERNANCE
Kedudukan dan peran ASN untuk mendukung terwujudnya
smart governance sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan amat penting perannya dalam rangka menciptakan
masyarakat madani yang taat hukum, berperadaban modern,
demokratis, makmur, adil, dan bermoral tinggi. Menyelenggarakan
pelayanan kepada masyarakat secara adil dan merata, menjaga
persatuan dan kesatuan bangsa dengan penuh kesetiaan kepada
Pancasila dan Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Adapun peran dan
kedudukan ASN dalam NKRI menuju terwujudnya smart governance,
sebagai berikut :
1. Manajemen ASN
Aparatur Sipil Negara memiliki kedudukan dan peran dalam
manajemen ASN. Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur
negara yang menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh
pimpinan instansi pemerintah serta harus bebas dari pengaruh
dan intervensi semua golongan dan partai politik, memiliki nilai-
nilai dasar, etika profesi serta bersih dari praktik korupsi dan
nepotisme. Manajemen ASN lebih menekankan kepada
pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar selalu
tersedia Sumber Daya Aparatur Sipil Negara yang unggul selaras
35
dengan perkembangan zaman. Kedudukan ASN berada di pusat,
daerah, dan luar negeri, namun demikian pegawai ASN
merupakan satu kesatuan. Kesatuan bagi ASN ini sangat penting,
mengingat dengan adanya desentralisasi dan otonomi daerah,
sering terjadi adanya isu putra daerah yang hampir terjadi dimana-
mana sehingga perkembangan birokrasi menjadi stagnan di
daerah-daerah. Kondisi tersebut merupakan ancaman bagi
kesatuan bangsa.
Untuk menjalankan kedudukannya, maka ASN memiliki fungsi
sebagai berikut :
a. Pelaksana kebijakan publik;
b. Pelayan publik; dan
c. Perekat dan pemersatu bangsa.
Peran ASN adalah sebagai perencana, pelaksana, dan pengawas
penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan
nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik
yang professional, bebas dari intervensi politik, serta bersih dari
praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. ASN berfungsi, bertugas,
dan berperan untuk melaksanakan kebijakan yang dibuat oleh
Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan. Untuk itu ASN harus
mengutamakan kepentingan publik dan masyarakat luas dalam
menjalankan fungsi dan tugasnya. Dalam Undang-Undang Nomor
5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara disebutkan bahwa
ASN sebagai profesi yang berlandaskan pada kode etik dan kode
perilaku. Kode etik dan kode perilaku yang diatur dalam UU
Nomor 5 Tahun 2014 menjadi acuan bagi para ASN dalam
penyelenggaraan birokrasi pemerintah.
36
2. Smart ASN
Smart ASN memiliki profil yang disiapkan untuk menghadapi
era disrupsi dan tantangan dunia yang semakin kompleks. Pada
era digitalisasi ini mendesak setiap aspek untuk memahami
pentingnya peran dari dunia digital salah satunya pada pegawai
ASN. Era digitalisasi ini memberikan kemudahan dalam
melakukan segala hal. Banyak manfaat yang diperoleh dari
kemajuan teknologi informasi, salah satunya perkembangan pesat
bidang komunikasi. Saat ini, perilaku manusia dalam
berkomunikasi menjadi semakin kompleks. Dahulu, manusia
berkomunikasi dengan cara bertemu, namun kini dengan adanya
teknologi, tersedia media baru dalam berkomunikasi, yaitu melalui
jejaring sosial. Jejaring sosial ini membuat manusia terhubung
satu sama lain tanpa harus bertatap muka. Dengan media baru
ini, informasi juga dapat disebarluaskan dengan cepat.
ASN pada era digitalisasi ini harus memahami
perkembangan dan pengoperasian digital di dunia kerja, hal
tersebut mengharuskan ASN menjadi Smart ASN. ASN
diharapkan dapat memiliki karakter yang efektif, efisien, inovatif,
dan memiliki kinerja yang bermutu, dalam penyelenggaraan
program pemerintah, khususnya program literasi digital, pilar
literasi digital, sampai implementasi dan implikasi literasi digital
dalam kehidupan bersosial dan dunia kerja. Dalam menjalankan
kedudukannya, seorang smart ASN harus menerapkan point-point
sebagai berikut :
a. Integritas, yaitu adanya keselarasan antara hati dan tindakan
serta senantiasa mengedepankan kejujuran.
b. Nasionalisme, yaitu mengandung makna bahwa ASN harus
mempunyai jiwa cinta tanah air yang tinggi.
c. Profesional, yaitu mempunyai kemampuan yang tinggi serta
bekerja dengan berdasarkan aturan yang berlaku.
37
d. Wawasan global, yaitu memiliki pandangan ataupun sikap
yang luas, serta mengetahui bagaimana cara menghargai
perbedaan, seperti perbedaan ras, warna kulit, ideologi, dan
nasionalisme
e. Menguasai IT, yaitu ASN dituntut untuk dapat
mengoperasikan dan memanfaatkan aplikasi-aplikasi produk
IT termasuk dapat dengan bijak memanfaatkan internet yang
digunakan dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja.
f. Menguasai bahasa asing, yaitu selain harus mahir berbahasa
Indonesia dengan baik juga harus memiliki kemampuan
menguasai bahasa asing seperti bahasa Inggris, bahasa
Mandarin, dan lain sebaginya.
g. Hospitality, yaitu memiliki sifat baik hati dan menarik budi
bahasanya, manis tutur katanya dan sikapnya dalam setiap
melakukan aktivitas pelaksanaan tugas dan pekerjaan.
h. Network, yaitu memiliki jaringan yang luas dan mampu
menjaga jaringan tersebut baik dalam satu instansi maupun
luar instansi.
i. Enterpreneur, yaitu jiwa kewirausahaan yang ditandai dengan
dimilikinya keberanian, kreativitas, inovatif, pantang
menyerah, dan cerdas dalam menangkap dan menciptakan
peluang serta bertanggung jawab.
38
I. MATRIK RANCANGAN AKTUALISASI
Unit Kerja : Sub Bagian Analisa Jabatan Bagian
Organisasi Sekretariat Daerah
Kabupaten Lahat
Identiifkasi Isu :
1. Kurangnya pemahaman Staff
Bagian Umum dan Kepegawaian
pada Organisasi Perangkat
Daerah di Kabupaten Lahat dalam
penyusunan peta jabatan
2. Kurang optimalnya penyusunan
analisis jabatan di setiap
Organisasi Perangkat Daerah di
Kabupaten Lahat dalam Simona
sehingga data jabatan antara di
lapangan dan di sistem tidak
sinkron
3. Belum optimalnya penyusunan
Evaluasi Jabatan Perangkat
Daerah Tahun 2022
4. Kurang efektinya prosedur
penerbitan Analisis Jabatan dan
Analisis Beban Kerja dalam
proses mutasi keluara dan
masuknya pegawai
5. Kurangnya wadah penyimpanan
dokumenanjab/abk/petajabatan/
evaluasi jabatan sehingga
dokumen yang ada menumpuk
dan berantakan
Isu yang diangkat : Kurangnya pemahaman Staff Bagian
Umum dan Kepegawaian pada
Organisasi Perangkat Daerah di
Kabupaten Lahat dalam Penyusunan
Peta Jabatan
39
Gagasan Pemecahan Isu :
1. Konsultasi dan mengajukan rencana kegiatan aktualisasi
kepada mentor
2. Membuat E-Book Penyusunan Peta Jabatan
3. Membagikan E-Book Penyusunan Peta Jabatan Kepada tiap
OPD melalui whatsapp grup
4. Melakukan Monitoring Evaluasi penyusunan peta Jabatan di
5 sampel OPD (Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan
Peternakan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil,
Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Kantor Camat
Lahat, Kantor Lurah Talang Jawa Selatan)
5. Melakukan evaluasi hasil kegiatan pemanfaatan E-Book
sebagai panduan penyusunan peta jabatan
40
Tabel 2.5 Matriks R
No Kegiatan Tahapan Output/hasil Kete
Kegiatan n
12
1 Melakukan 3 4 Keter
dasar
konsultasi dan 1. Melakukan a.Foto kegiatan 1. Be
mengajukan pertemuan konsultasi Mem
rencana kegiatan dengan mentor dengan kebu
aktualisasi dan mentor Saya
kepada mentor menyampaikan untuk
rancangan pema
aktualisasi bagia
kepeg
meny
Rama
dan d
Saya
cekat
kegia
dilaks
Mela
henti
Saya
media
mem
kasub
dan k