Vol.11 No.2 JULI 2022 ISSN 2089-4198
ADB’S Secretary
Jurnal Dunia Sekretari
PENGARUH MEDIA SOSIAL INSTAGRAM
@asekmadonbosco_Official TERHADAP MINAT FOLLOWERS
KULIAH DI ASEKMA DON BOSCO JAKARTA
Oleh : Drs. FX. Sulistiyono,M.M.; Ferdelina Agata Christy
PRIORITAS NILAI KERJA (WORK VALUE) YANG DAPAT
MENINGKATKAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN SWASTA MAUPUN
PEMERINTAH
Oleh : Cecilia Agustien U,S.Kom.,M.Pd.; Ellyzabeth Siswardani, S.Pd., M.Hum.
PENGARUH ETIKA KOMUNIKASI KARYAWAN TERHADAP
SIKAP PIMPINAN DI SUATU ORGANISASI
Oleh : VY. Sri Sudarwinarti, S.Pd.,M.Si.; Cindy Intan Pertiwi
Takatelide
PERANAN PERSIAPAN MEMASUKI DUNIA KERJA TERHADAP
PERFORMA KERJA SEKRETARI LULUSAN ASEKMA DON BOSCO
Oleh : MV. Mieke Marini MP, S.Pd.,M.Hum.; Dian Hendaryani, S.Sos., PGDip, MMS.;
Elizabeth Yo.
PENGARUH PEMBERIAN PELATIHAN KERJA TERHADAP KINERJA
KARYAWAN
Oleh : RR. Martha Septina, S.S.,M.Pd; Veronica Christina
AKADEMI SEKRETARI DAN MANAJEMEN DON BOSCO
Jl. Pulomas Barat V – Jakarta Timur 13210
Telp : 021-4701190, 4898774
Fax : 021-4701190
Website http://www.asekmadb.ac.id
0
Vol.11 No.2 - Juli 2022 ISSN 2089-4198
ADB’S Secretary
JURNAL DUNIA SEKRETARIS
Susunan Kepengurusan Jurnal Ilmiah Dunia Sekretaris :
Penanggung Jawab : Drs. F.X. Sulistiyono, M.M
Mitra Bestari/Reviewer : • Dr. Ir. Markonah, ASAI, M.M.
Pimpinan Redaktur • Dr. Ika Dharmo, SE.,M.M.
Wakil Pimpinan Redaktur
Redaktur Pelaksana : V.Y. Sri Sudarwinarti, S.Pd., M.Si.
: RR. Martha Septina Purbowati, S.S.,M.Pd.
Penyunting / Editor : • Cecilia Agustien Umbas, S.Kom., M.Pd.
• Astuti Widiati, S.E.,M.Pd.
: • Muller Sagala, S.E., M.M.
• Benedicta D.Muljani, S.Sos.,M.AB.
–Universitas Vokasi Widya Mandala
Surabaya
• Drs. Ramelan M.M.
Desain Grafis dan Fotografer : Muller Sagala, S.E., M.M.
Sekretariat : • M.V. Mieke Marini M.P., S.Pd., M.Hum.
• A. Niken Budi Palupi
• Theresia Pawarti
Alamat Redaksi : Kampus Asekma Don Bosco
Jl. Pulomas Barat V
Jakarta Timur
Telp: 021-4898774 Faks:021-4701190.
Situs http://www.asekma.ac.id
Email: [email protected]
i
PENGANTAR REDAKSI
Pembaca yang terhormat,
Buku Jurnal Dunia Sekretaris Vol.12 No.2 Juli 2022 ini merupakan karya ilmiah dari
para dosen, mahasiswa dan karyawan Akademi Sekretari Dan Manajemen Don Bosco yang
relevan dengan ilmu pengetahuan sosial dan sekretaris. Buku Jurnal Ilmiah volume ini
menyajikan beberapa kajian yang menarik.
Jurnal Ilmiah volume ini membahas pengaruh media social dalam hal ini Instagram
terhadap minat follower dalam memilih kuliah, Nilai kerja yang menjadi prioritas yang dapat
meningkatkan kepuasan karyawan dalam bekerja, bagaimana pengaruh komunikasi terhadap
sikap pimpinan, persiapan memasuki dunia kerja yang mempengaruhi performa kerja
sekretaris, serta pengaruh pelatihan kerja terhadap kinerja karyawan.
Semoga para pengguna buku Jurnal Ilmiah ini mendapatkan manfaat besar sesuai
dalam bidangnya masing-masing sekaligus memberikan dorongan terhadap perkembangan
profesi sekretaris dan para karyawan pada umumnya dalam dunia kerja yang terus
mengalami perubahan.
Salam sukses ,
Jakarta, 1 Juli 2022
Dewan Redaksi
Jurnal ADB’S Secretary Vol.11, No.2, Juli 2022 ii
Vol.11 No.2 –Juli 2022 ISSN 2089-4198
ADB’S Secretary Hal
4
JURNAL DUNIA SEKRETARIS 22
DAFTAR ISI 39
64
PENGARUH MEDIA SOSIAL INSTAGRAM
@asekmadonbosco_Official TERHADAP MINAT 85
FOLLOWERS KULIAH DI ASEKMA DON BOSCO
JAKARTA
Oleh : Drs. FX. Sulistiyono,M.M.; Ferdelina Agata Christy
PRIORITAS NILAI KERJA (WORK VALUE) YANG DAPAT
MENINGKATKAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN
SWASTA MAUPUN PEMERINTAH
Oleh : Cecilia Agustien U,S.Kom.,M.Pd.; Ellyzabeth Siswardani, S.Pd., M.Hum.
PENGARUH ETIKA KOMUNIKASI KARYAWAN TERHADAP
SIKAP PIMPINAN DI SUATU ORGANISASI
Oleh : VY. Sri Sudarwinarti, S.Pd.,M.Si.; Cindy Intan Pertiwi
Takatelide
PERANAN PERSIAPAN MEMASUKI DUNIA KERJA
TERHADAP PERFORMA KERJA SEKRETARI LULUSAN
ASEKMA DON BOSCO
Oleh : MV. Mieke Marini MP, S.Pd.,M.Hum.; Dian Hendaryani, S.Sos., PGDip, MMS.;
Elizabeth Yo.
PENGARUH PEMBERIAN PELATIHAN KERJA TERHADAP
KINERJA KARYAWAN
Oleh : RR. Martha Septina, S.S.,M.Pd; Veronica Christina
Jurnal ADB’S Secretary Vol.11, No.2, Juli 2022 iii
PENGARUH MEDIA SOSIAL INSTAGRAM
@asekmadonbosco_Official
TERHADAP MINAT FOLLOWERS KULIAH DI ASEKMA DON
BOSCO JAKARTA
Tim Peneliti:
Dosen dan Mahasiswa Asekma Don Bosco
Drs, FX. Sulistiyono,M.M. ( Dosen ) – [email protected]
Ferdelina Agata Christy (Mahasiswa/S.2020.3399) – [email protected]
ABSTRACT
This research is entitled The Effect of Instagram @asekmadonbosco_official Social Media
on Interest of Lecture Followers at Asekma Don Bosco Jakarta. The purpose of this study
was to determine how much influence social media asekmadonbosco_official Instagram had
on the interest of college followers at Asekma Don Bosco.
This research includes explanatory quantitative research, where data from
respondents that have been collected and then analyzed, processed using statistical theory
as a problem solving tool, thus providing certainty in decision making.
Instagram is one of the social media that can be used as a media to promote a
product or service. Instagram social media was created so that smartphone owners will feel
that the camera installed on their gadget is not in vain. Instagram is a 60-second photo and
video sharing application that allows users to take photos, apply digital filters, and share
them on various other social networking services such as Twitter, Facebook, Tumblr, Flickr
and Swarm. Instagram is very focused on its goal of being a communication mediator
through images and short videos only. Everyone can communicate with photos. This is a
new form of communication, where communication is no longer verbal but also in the form
of images.
Based on the analysis of the data collected from the respondents, it was concluded
that the social media Instagram @asekmadonbosco_official had a significant effect (92%)
on followers' interest in joining ASEKMA Don Bosco Jakarta students.
Keywords: Instagram, Promotion, Followers.
PENDAHULUAN
Perkembangan media masa saat ini merupakan kebutuhan, dalam mendukung
berbagai aktivitas masyarakat. Dalam era global saat ini teknologi yang kian berkembang
memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi secara cepat dan mengikuti
4
perkembangan. Media massa, seperti halnya pesan lisan dan isyarat sudah menjadi bagian
tak terpisahkan dari komunikasai manusia. Pada hakikatnya media adalah perpanjangan
lidah dan tangan yang berjasa meningkatkan kapasitas manusia untuk mengembangkan
struktur sosialnya (Rivers,2004:27).
Kemajuan dalam bidang teknologi media melahirkan sebuah teknologi komunikasi
baru yang disebut sebagai New Media. Mengenai New Media menurut Sonia Livington
istilah “new” disini lebih dipahami sebagai apa yang baru bagi masyarakat, yakni dalam
konteks sosial dan budaya, bukan dengan semata-mata memahaminya hanya sebagai sebuah
piranti atau artefak dimana lebih berkaitan dengan konteks teknologi itu sendiri (Flew,
2005:2).
Artinya definisi New Media disini dapat dibatasi sebagai ide, perasaan, dan pengalaman yang
diperoleh seseorang melalui keterlibatannya dalam medium dan cara berkomunikasi yang
baru berbeda dan lebih menantang (Ride & Dewdney, 2006:4).
Pemanfaatan New Media yang dainggap efisien dan efektif dapat juga dimanfaatkan
untuk kegiatan promosi. Promosi menurut Evans dan Bermas (dalam Simamora, 2003:285)
adalah segala bentuk komunikasi yang digunakan untuk menginformasikan (to inform),
membujuk (to persuade), atau mengingatkan orang-orang tentang produk yang dihasilkan
organisasi, individu maupun rumah tangga. Sedangkan Promosi menurut Simamora
(2003:754) adalah pengkomunikasian informasi antara penjual dan pembeli potensial dalam
saluran distribusi guna mempengaruhi sikap dan perilakunya.
LANDASAN TEORI
1. Teori Stimulus-Respon
Stimulus menurut (Arens, Schaefer, Weigold 2009:130) mengungkapkan
bahwa stimulus merupakan informasi-informasi yang kita terima secara fisik lewat
5
panca indra kita. Saat kita me;lihat sebuah obyek atau pesan atau apapun yang dapat
diterima oleh panca indra kita, kita menerima berbagai macam stimulus.Berdasarkan
model Stimulus-Respon di atas, stimulus yang diterima tersebut, kemudian
mendorong kita untuk memberikan respon. Sedangkan Respon menurut (Shiffman
dan Kanuk, 2007:193) adalah :
“ How individuals react to a drive or cue-how they behave-constitue their response
a neer or motive may evoke a whole variety of response”. Bedasarkan kutipan
tersebut, respon merupakan suatu bentuk reaksi yang diberikan individu terhadap
dorongan yang ada di dirinya, bagaimana mereka berperilaku.
Perilaku yang ditunjukkan oleh oleh individu sebagai konsumen merupakan
perilaku yang ditunjukkan konsumen dalam mencari, membeli, memggunakan,
mengevaluasi, dan menentukan suatu produk atau jasa yang mereka harapkan akan
memuaskan kebutuhan mereka (Schiffman dan Kanuk, 2007:193).
2. Komunikasi Pemasaran
Komunikasi pemasaran adalah salah satu kegiatan pemasaran yang berusaha
menyebarkan informasi, mempengaruhi, dan atau mengingatkan pasar sasaran atas
perusahaan maupun produk agar bersedia menerima, membeli dan setia kepada
produk yang ditawarkan produsen. Komunikasi pemasaran adalah aspek penting
dalam keseluruhan misi pemasaran serta penentu suksesnya pemasaran.
Bentuk dasar dari komunikasi pemasaran meliputi iklan media massa
tradisional, iklan online, promosi penjualan, label pada toko dan komunikasi di
tempat pembelian, brosur melalui surat langsung, public relation dan iklan rilis,
sponshorship acara-acara, presentasi oleh bagian penjualan, dan berbagai bentuk
jaminan sebagai sarana komunikasi. Secara kolektif, berbagai sarana dan media
6
komunikasi ini adalah hal yang secara tradisional diistilahkan sebagai promosi dalam
komponen bauran pemasaran (marketing mix).
Salah satu aspek yang menjadi titik fokus pelaku bisnis atau perusahaan
dalam memasarkan produk yaitu mementingkan suatu promosi. Promosi merupakan
suatu kegiatan dan/atau materi yang dapat menjadi ajakan dan mendapat nilai tambah
atau insentif membeli produk. Promosi melibatkan insentif (yaitu potongan harga
atau hadiah) yang dirancang untuk mendorong konsumen pedagang atau konsumen
pengguna akhir untuk membeli merek tertentu dengan lebih cepat, lebih sering,
dalam jumlah yang lebih besar, atau melakukan perilaku lain yang akan
menguntungkan produsen atau pengecer yang menawarkan promosi.
Meskipun promosi dagang tidak selalu bekerja sebagaimana yang dimaksud,
produsen memiliki tujuan yang sah untuk menggunakan perdagangan yang
berorientasi promosi.
Tujuan ini meliputi:
1) Memperkenalkan produk baru atau produk yang dimodifikasi.
2) Peningkatan distribusi paket atau ukuran baru.
3) Membangun persediaan bagi pengecer.
4) Mempertahankan atau meningkatkan jatah ruang rak bagi produsen.
5) Mendapatkan display di luar lokasi rketerak yang normal.
6) Mengurangi kelebihan persediaan dan meningkatkan omset.
7) Mencapai fitur produk dalam iklan pengecer.
8) Melawan aktivitas pesaing.
9) Menjual sebanyak mungkin kepada konsumen akhir.
7
3. Media Sosial
Media sosial merupakan suatu media berbasis online yang digunakan untuk
berinteraksi antara individu atau kelompok yang satu dengan individu atau kelompok
lainnya, dengan menggunakan teknologi yang terhubung ke internet atau jaringan
yang komunikasi mobil (mobile networking) yang memiliki kecepatan akses yang
tinggi, dan penerbitan dengan skala penyebaran yang luas. Media sosial telah
memfasilitasi komunikasi, memengaruhi, dan berinteraksi dengan berbagai pihak,
berbagi, baik informasi berupa teks, gambar, video, dan sebagainya. Seiring dengan
kemunculan dan perkembangannya, jumlah pengguna media sosial pun meningkat.
Beberapa media sosial yang sangat digemari dan memiliki jutaan pengguna
di Indonesia adalah Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Blog, dan lainnya.
Menurut data dari Asosiasi Jasa Penyelenggara Internet Indonesia (AJPII), penetrasi
pengguna internet di Indonesia bertambah pesat dari 34,9% (sekitar 88,1 Juta
pengguna) di tahun 2014 menjadi 51,4% (sekitar 132,7 juta pengguna) pada tahun
2016.
4. Instagram
Nama instagram berasal dari pengertian keseluruhan fungsi aplikasi. Kata
“insta” berasal dari kata “instan”, seperti kamera polaroid yang pada masanya lebih
dikenal dengan sebutan “foto instan”. Instagram juga dapat menampilkan foto-foto
secara instan, seperti polaroid di dalam tampilannya. Sedangkan untuk kata “gram”
berasal dari kata “telegram”, di mana cara kerja telegram sendiri adalah untuk
mengirimkan informasi kepada orang lain dengan cepat. Sama halnya dengan
instagram yang dapat mengunggah foto dengan menggunakan jaringan internet,
8
sehingga informasi yang ingin disampaikan dapat diterima dengan cepat. Oleh
karena itulah instagram berasal dari “instantelegram”. Instagram digunakan oleh
pelaku bisnis dalam memasarkan produknya menjadi lebih mudah karena sasaran
pertama adalah orang yang paling dekat dengannya, bisa juga melalui teman yang
awalnya dari mulut ke mulut sambil menunjukan akun instagram, komunikasi
tersebut sangat efektif bagi para penjual, dengan adanya media instagram semakin
mudahnya penjual menunjukkan foto atau katalog barang jualannya.
Instagram merupakan salah satu media sosial yang dapat digunakan sebagai
media promosi suatu produk atau jasa. Media sosial instagram diciptakan sehingga
para pemilik smartphone akan merasa bahwa kamera yang terpasang di gadget-nya
tidak sia-sia. Instagram adalah sebuah aplikasi berbagi foto dan video berdurasi 60
detik yang memungkinkan pengguna mengambil foto, menerapkan filter digital, dan
membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial, termasuk milik instagram
sendiri. Satu fitur yang unik di instagram adalah memotong foto menjadi bentuk
persegi, sehingga terlihat seperti hasil kamera Kodak Instamatic dan polaroid. Selain
itu, instagram juga dapat terkoneksi langsung dengan aplikasi media sosial yang lain
seperti Twitter, Facebook, Tumblr, Flickr dan Swarm. Instagram juga mampu
melakukan proses editing terhadap foto sebelum diunggah ke jaringan. Instagram
sangat fokus pada tujuannya untuk menjadi mediator komunikasi melalui gambar
dan video singkat saja. Setiap orang dapat berkomunikasi dengan foto. Ini adalah
bentuk komunikasi yang baru dimana komunikasi tidak lagi berupa verbal tapi juga
dalam bentuk gambar.
9
Gambar 2.1
Persentase Media Sosial yang diakses pengguna media sosial Indonesia
(Sumber: WeAreSocial,2018)
Data yang telah ditunjukkan di atas menunjukkan bahwa betapa media sosial
muncul dan berkembang dalam kehidupan manusia sesuai dengan tingkatan
perkembangan teknologi yang dicapai oleh peradabannya. Bila media terus menerus
menyiarkan suatu masalah dengan agenda tertentu, maka ini akan memengaruhi
topik pembicaraan di masyarakat luas, dan seperti air bah akan mengalir menjadi
opini masyarakat. Oleh karena itu, tidak mengherankan saat ini media dijadikan salah
satu alat untuk berkompetisi di berbagai pihak yang berkepentingan, mulai dari
bidang politik, pertahanan keamanan, lingkungan, diplomatik, agama bahkan di
bidang ekonomi sebagai media promosi dan iklan.
5. Minat Kuliah
Menurut Kinnear dan Taylor (1994) dalam Sukmawati (2003), yaitu
merupakan bagian dari perilaku konsumen dalam sikap mengkonsumsi,
kecenderungan responden untuk bertindak sebelum keputusan membeli benar-benar
dilaksanakan.
10
Minat beli merupakan perilaku konsumen yang menunjukkan sejauh mana
komitmennya untuk melakukan pembelian. Kebutuhan dan keinginan konsumen
akan barang dan jasa berkembang dari masa ke masa dan mempengaruhi perilaku
mereka dalam pembelian produk. Dalam istilah asing, perilaku konsumen disebut
consumer buying behavior atau consumers behavior.
Perilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai kegiatan individu yang secara
langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa-
jasa termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan
penentuan kegiatan-kegiatan tersebut (Swastha, 1994). Perilaku konsumen dalam
mengambil keputusan membeli mempertimbangkan barang dan jasa apa yang dibeli,
dimana, kapan, bagaimana, berapa jumlah, dan mengapa membeli produk tersebut.
Pengertian minat beli konsumen adalah sesuatu yang timbul setelah
menerima rangsangan dari produk yang dilihatnya, dari sana timbul ketertarikan
untuk mencoba produk tersebut sampai pada akhirnya timbul keinginan untuk
membeli agar dapat memilikinya (Kotler, 205:205). Sedangkan menurut E. Jerome
MC. Carthy (2002:298), minat beli merupakan dorongan yang timbul dalam diri
seseorang untuk membeli barang atau jasa dalam rangka pemenuhan kebutuhannya.
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa minat beli adalah
suatu sikap senang yang timbul setelah menerima rangsangan dari produk yang
dilihatnya sehingga menimbulkan dorongan seseorang untuk membeli produk sesuai
dengan kebutuhannya. Minat pembelian pada konsumen dapat disamakan dengan
minat kuliah di perguruan tinggi bagi calon mahasiswa. Hal tersebut dapat dilihat
pada perilaku yang sama. Belum ada teori terkait mengenai minat serta keputusan
bergabung, akan tetapi sesuai dengan teori Kotler yang menyatakan bahwa minat
kuliah di perguruan tinggi tertentu disetarakan dengan minat pembelian yang diukur
11
oleh indicator yang sama. Calon mahasiswa dalam memutuskan untuk memilih
perguruan tinggi tertentu memiliki berbagai macam pertimbangan seperti halnya
sebelum melakukan proses pembelian. Dalam proses memilih, terdapat satu aspek
dimana calon mahasiswa sebagai konsumen dapat menentukan seperti apa tujuan
dari pilihan yang ada di benak calon mahasiswa tersebut.
Menurut Ferdinand (2002:129), Minat beli dapat diidentifikasi melalui
indikator sebagai berikut :
1) Minat Transaksional, yaitu kecenderungan seseorang untuk membeli produk.
2) Minar referensial, yaitu kecenderungan seseorang untuk mereferensikan produk
kepada orang lain.
3) Minat preferensial, yaitu minat yang menggambarkan perilaku seseorang yang
memiliki preferensi utama pada produk tersebut. Preferensi ini hanya dapat
diganti jika terjadi sesuatu dengan produk preferensinya.
Minat eksploratif, yaitu niat ini menggambarkan perilaku seseorang yang selalu
mencari informasi mengenai produk yang diminatinya dan mencari informasi untuk
mendukung sifat-sifat positif dari produk tersebut.
PEMBAHASAN
Dalam pembahasan ini akan dibahas indikator dari dua variable yang ada pada judul.
Variabel pertama adalah media sosial instagram @asekmadonbosco_Official
dan variable kedua adalah minat followers kuliah di ASEKMA Don Bosco Jakarta.
Berdasarkan indikator tersebut penulis menyusun kuesioner menggunakan google form yang
kemudian disebarkan kepada responden melalui aplikasi whatsapp.
Dalam penelitian ini respondennya adalah mahasiswa Asekma Don Bosco dengan jumlah
12
24 responden.
Indikator -indikator tersebut adalah :
1. Saya mengenal Asekma Don Bosco dari keluarga, teman, atau saudara.
8% Sangat Tidak Setuju
4% Tidak Setuju
12% Kurang Setuju
Setuju
63% 13% Sangat Setuju
Berdasarkan pernyataan di atas, responden yang setuju 13% dan sangat setuju 63%. Artinya
sebagian besar dari responden (76%) mengenal ASEKMA Don Bosco karena mereka
mendapat informasi dari keluarga, teman, maupun saudara.
2. Saya mengenal Asekma Don Bosco pada acara presentasi kampus di sekolah.
13% 58% Sangat Tidak Setuju
8% Tidak Setuju
4% Kurang Setuju
Setuju
17% Sangat Setuju
Responden mengenal Asekma Don Bosco pada acara presentasi kampus di sekolah. Yang
menyatakan setuju 8% dan sangat setuju 13%.
Artinya presentasi kampus di sekolah sangat perlu ditingkatkan, karena banyak sekolah
yang belum dikunjungi untuk presentasi kampus ASEKMA Don Bosco, sehingga mereka
13
tidak mengenalnya.
3. Saya mengenal Asekma Don Bosco melalui media social Instagram.
13% 42% Sangat Tidak Setuju
21% Tidak Setuju
Kurang Setuju
12% Setuju
12% Sangat Setuju
Responden mengenal ASEKMA Don Bosco melalui media sosial Instagram.
Yang menyatakan setuju 21% dan sangat setuju 13%. Artinya sabagian besar responden
mengenal ASEKMA Don Bosco bukan melalui media sosial Instagram, melainkan media
yang lain.
4. Pada homepage @asekmadonbosco_official terdapat gambar yang selalu diperbaharui
setiap saat, sehingga menarik untuk di kunjungi.
8% Sangat Tidak Setuju
21% 8% Tidak Setuju
25% 38% Kurang Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Pada pernyataan di atas 25% menyatakan setuju dan 38% sangat setuju. Karena dalam
homepage Instagram ASEKMA Don Bosco, setiap harinya memposting foto/video yang
14
dapat menarik perhatian masyarakat umum, seperti contoh kegiatan-kegiatan perkuliahan
maupun acara di luar kegiatan perkuliahan.
5. Pada kolom komentar Instagram asekmadonbosco_official ditemukan komen dari
followers.
0% Sangat Tidak Setuju
25% 25% Tidak Setuju
Kurang Setuju
25% 25% Setuju
Sangat Setuju
Separuh followers memberi komentar pada foto/video yang telah diposting, 25%
menyatakan setuju dan 25 % menyatakan sangat setuju.
6. Pada explore feed ditemukan foto-foto popular yang diminati followers.
0% 8% Sangat Tidak Setuju
29% Tidak Setuju
Kurang Setuju
38% Setuju
Sangat Setuju
25%
Foto maupun video yang diposting pada explore feed Instagram @asekmadonbosco_official
banyak diminati oleh followers, 25% menyatakan setuju dan 29% sangat setuju.
15
7. Saya tertarik dengan judul atau capture foto yang memperkuat karakter pesan yang
disampaikan.
00% 32% Sangat Tidak Setuju
32% Tidak Setuju
Kurang Setuju
Setuju
Sangat Setuju
36%
Dari pernyataan ini 36% menyatakan setuju dan 32% menyatakan sangat setuju. Pada setiap
caption dalam foto/video yang telah diposting mengandung banyak makna yang dapat
memperkuat pesan yang disampaikan, sehingga menarik perhatian masyarakat umum untuk
bergabung.
8. Saya sangat dipermudah untuk menemukan foto-foto di Instagram yang saya cari.
0% 8% Sangat Tidak Setuju
54% 38% Tidak Setuju
Kurang Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Respon dari pernyataan ini, 38% menyatakan setuju dan 54% sangat setuju bahwa foto
yang diposting di media social sangat mudah untuk dicari.
16
9. Jika kita membuka profil, dengan mudah kita jumpai follower dan following Instagram
@asekmadonbosco_official.
0% 12% Sangat Tidak Setuju
38% 12% Tidak Setuju
Kurang Setuju
38% Setuju
Sangat Setuju
Hasil dari pernyataan diatas, 76 % menyatakan setuju dengan pernyataan tersebut. Karena
di media social Instagram @asekmadonbosco_official dapat dijumpai follower dan
following yang telah mem-follow akun Instagram ASEKMA Don Bosco.
10. Saya dengan mudah memperoleh informasi tentang kegiatan di Asekma Don Bosco
.
0% 8% Sangat Tidak Setuju
21% Tidak Setuju
Kurang Setuju
21% Setuju
Sangat Setuju
50%
Video/foto yang diposting di media social ASKEMA Don Bosco dapat memudahkan 71%
followers untuk memndapatkan informasi dari capture tentang kegiatan yang dilaksanakan
oleh kampus ASEKMA Don Bosco
17
11. Saya dengan mudah memperoleh informasi tentang kelengkapan sarana dan prasarana
kampus Asekma Don Bosco.
0% 12% Sangat Tidak Setuju
29% Tidak Setuju
Kurang Setuju
17% Setuju
Sangat Setuju
42%
71 % Followers Instagram @asekmadonbosco_official dapat memperoleh informasi
mengenai kelengkapan sarana prasana yang dimiliki ASEKMA Don Bosco.
12. Saya dengan mudah mendapatkan informasi tentang mitra perusahaan tempat
praktik kerja. lapangan (PKL) bagi mahasiswa Asekma Don Bosco.
8% Sangat Tidak Setuju
25% 8% Tidak Setuju
Kurang Setuju
34% Setuju
25% Sangat Setuju
50 % Followers menyatakan dapat mengetahui informasi perusahaan tempat praktek kerja
lapangan (PKL) melalui media Instagram @asekmadonbosco_official.
13. Saya dengan mudah memperoleh informasi tentang perusahaan tempat kerja
alumni Asekma Don Bosco.
18
0% 8% Sangat Tidak Setuju
21% Tidak Setuju
Kurang Setuju
21% Setuju
Sangat Setuju
50%
Followers dengan mudah (50% responden menyatakan sangat setuju dan 21 % responden
setuju) memperoleh informasi perusahaan tempat kerja alumni. di akun social media
Instagram ASEKMA Don Bosco.
14. Saya yakin bahwa lulusan Asekma Don Bosco dengan mudah mendapatkan
pekerjaan sesuai dengan program studinya.
0% 13% Sangat Tidak Setuju
54% 33% Tidak Setuju
Kurang Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Followers akun social media Instagram ASEKMA Don Bosco sangat yakin (54%) dan yakin
(33%), bahwa lulusan dapat pekerjaan dengan cepat sesuai dengan program studi dan
kompetensi yang dimiliki. Sehingga lulusan ASEKMA Don Bosco mampu menjadi
sekretaris yang professional. Hal ini sudah banyak dibuktikan para alumni yang sudah
bekerja diperusahaan besar.
19
15. Saya tertarik untuk bergabung menjadi mahasiswa Asekma Don Bosco.
0% 8% Sangat Tidak Setuju
54% 38% Tidak Setuju
Kurang Setuju
Setuju
Sangat Setuju
Sebagian besar followers (92%) berminat bergabung menjadi mahasiswa ASEKMA Don
Bosco karena lulusannya terjamin mendapatkan pekerjaan dengan cepat sesuai dengan
kompetensinya. Selama masa kuliah, mahasiswa dibentuk untuk menjadi sekretaris yang
professional.
PENUTUP
Simpulan :
Berdasarkan analisis data diperoleh simpulan bahwa media sosial Instagram
@asekmadonbosco_official berpengaruh signifikan (92% responden) terhadap minat
followers untuk bergabung menjadi mahasiswa ASEKMA Don Bosco Jakarta.
Saran :
Dalam rangka menambah jumlah mahasiswa baru, direkomendasikan agar ASEKMA Don
Bosco meningkatkan promosi melalui :
1. Memberdayakan alumni untuk turut serta memperkenalkan ASEKMA Don Bosco;
2. Meningkatkan presentasi kampus di sekolah-sekolah mitra (SMA/SMK);
3. Mengoptimalkan pemanfaatan media sosial Instagram untuk mempromosikan
ASEKMA Don Bosco dengan cara meng-update conten yang kreatif dan menarik
calon mahasiswa.
20
DAFTAR PUSTAKA
Bungin, Burhan. 2005. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Kencana.
Dewdney, Andrew & Ride, Peter. 2006. The New Media Handbook. New York:
Routledge.
Evans, Dave & Mckee, Jake. 2013. Social Media Marketing: The Next Generation Of
Business Engagement. Canada: John Wiley & Sons, Inc.
Flew, Terry. 2005. New Media an Introduction. 2nd Edition. New York: Oxford
University Press.
Kotler, Philip & Amstrong, Gary. 2005. Dasar-dasar Pemasaran. Jakarta: Prehallindo.
Kotler, Philip. 2007. Prinsip-Prinsip Pemasaran. Jakarta: Erlangga.
Rivers, William L. 2004. Media Massa dan Masyarakat Modern. Jakarta: Kencana.
Schiffman, Leon G. And Leslie L. Kanuk. 2000. Consumer Behavior. Fifth Edition.
Prentice-Hall Inc, New Jersey.
Simamora, Bilson. 2003. ³0HPHQDQJNDQ Pasar Dengan Pemasaran Efektif &
3URILWDEHO¥ Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.
21
PRIORITAS NILAI KERJA (WORK VALUE) YANG DAPAT MENINGKATKAN
KEPUASAN KERJA KARYAWAN SWASTA MAUPUN PEMERINTAH
Tim Peneliti:
Dosen Asekma Don Bosco
Cecilia Agustien Umbas, S.Kom., M.Pd ( Dosen ) – [email protected]
Ellyzabeth Siswardani, S.Pd., M.Hum (Dosen ) – [email protected]
ABSTRACT
Human Resources (HR) is one of the important factors in a company, both private and
government. Employees as human resources in the company are valuable assets if they have
the competencies that are required by the company. As a company asset, of course, there are
values that become a priority scale which also determines the satisfaction for the employee
in carrying out his work.
There are various kinds of priority employee work values that can provide job satisfaction
for an employee of the company.
From the survey results obtained by the author, it turns out that both private and government
employees choose the highest priority. The employee work value which provides job
satisfaction is the existence of flexible working hours, of which scale is 8.12 out of 10.
Meanwhile, the lowest priority of work values that can provide job satisfaction that shows a
scale of 7.33 out of 10 is the suitability of knowledge with the field of work. This shows that
even though employees work, that is not in accordance with the knowledge previously
learned, they are still satisfied as long as the company's working hours are not too binding.
From the results of the questionnaire, it shows that out of 52 respondents answered that they
are satisfied with the work they are currently doing, 94.2% even though there are jobs that
are not in accordance with their fields of knowledge and expertise.
Keyword: Work Values, job satisfaction
PENDAHULUAN
Dengan Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang sulit untuk dikendalikan
maka banyak Perusahaan baik swasta maupun pemerintah berusaha untuk menanggapi setiap
perubahan yang ada dengan meningkatan Sumber Daya yang ada sehingga dapat bersaing dan tetap
survive di tengah persaingan bisnis. Selain sarana dan prasarana yang terus menerus ditingkatkan ada
hal yang sangat penting untuk diperhatikan dan ditingkatkan yaitu Sumber Daya Manusia (SDM).
Sumber Daya Manusia dalam hal ini karyawan yang menjadi salah satu factor penting bagi
terselenggaranya sebuah organisasi harus memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh perusahaan
22
baik swasta maupun pemerintah. Seorang karyawan yang kompeten merupakan asset bagi
perusahaan. Sebagai Aset perusahaan, karyawan yang dinilai memiliki kompetensi yang
dibutuhkan bagi perusahaan akan terus dipertahankan sehingga tidak berpindah ke
Perusahaan lain.
Di Era saat ini, mempertahankan karyawan yang kompeten di bidangnya tidak semudah
di Era sebelum milenial. Loyalitas karyawan sulit untuk dapat dipertahankan jika tidak
memberikan kepuasan yang diharapkan oleh karyawan tersebut. Berpindah pekerjaan sudah
menjadi hal yang biasa dilakukan oleh karyawan yang merasa tidak puas terhadap apa yang
diterima dalam bekerja.
Untuk mengetahui lebih dalam terkait hal ini maka penulis mengambil judul Prioritas
Nilai Kerja (Work Value) yang dapat meningkatkan Kepuasan Kerja Karyawan swasta
maupun pemerintahan.
LANDASAN TEORI
A. Nilai Kerja
Menurut Henslin, 2007:48 Nilai (value) adalah suatu ide mengenai kehidupan
yang dikehendaki, dan nilai mendasari preferensi kita, memandu pilihan kita,
mengindikasikan apa yang kita anggap berharga dalam hidup ini.
Nilai memiliki hubungan yang erat dengan kerja. Menurut Karl Marx kerja
didefinisikan sebagai sifat dasar manusia. Kerja adalah pertama dan utama sekali, suatu
proses dimana manusia dan alam Bersama-sama terlibat, dan dimana manusia dengan
persetujuan dirinya sendiri memulai, mengatur dan mengontrol reaksi-reaksi material
antara dirinya dan alam. Bagi Marx, 1867 dalam Ritzer 2010:53 kerja adalah
23
pengembangan kekuatan-kekuatan dan potensi manusia sebernarnya dengan
mentransformasi realitas material yang sesuai dengan tujuan , serta melibatkan orang
lain secara langsung dalam proses produksi. Nilai kerja dibentuk dan disosialisasikan
sebagai budaya perusahaan serta diimpelementasikan menjadi suatu sikap dan perilaku
yang dilakukan dalam proses kerja.
Menurut Kouzen dan Posner,1993 nilai kerja merupakan cara bersikap dan
berperilaku yang sangata spesifik atau merupakan pilihan akhir dari keberadaaan.
Nilai kerja juga diberntuk dan disosialisasikan sebagai budaya perusahaan serta
diimplementasikan menjadi suatu sikap dan perilaku yang dilakukan dalam proses kerja.
Nilai kerja dibentuk melalui interaksi dari sosialisasi budaya organisasi serta ada
identifikasi diri pekerja, sehingga mereka ada hubungan timbal balik dalam menerima
nilai kerja tersebut. Hal ini dipertegas menurut Deal dan Kennedy (2000) bahwa nilai
merupakan dasar yang paling kokoh dari budaya korporat.
Menurut Hofstede (1980:19) nilai setiap individua tau kelompok memiliki
kecenderungan atau preferensi terhadap apa yang dianggap penting atau nilai kebutuhan
pragmatis baik nilai moral atau nilai pengetahuan.
Nilai mengarahkan seorang individu melakukan Tindakan social yang didukung
oleh motivasi (Hendropupito, 1989 dalam Daulay,2006).
Nilai kerja dapat juga merupakan nilai sikap, atau sebuah persepsi terhadap
aktivitas yang menghasilkan suatu bentuk materi maupun non-materi yang dapat
memberikan kepuasan (Herlina,2002) dan dimensi yang ada dalam nilai kerja dapat
dilihat melalui dimensi beban kerja, dimensi prestise, dimensi ekonomi dan dimensi
24
waktu kerja.
Elemen-elemen Nilai kerja
Secara kuantitatif pengukuran terhadao nilai pada level organisasi telah dilakukanoleh
sejumlah ahli termasuk contoh )’Reilly dkk (1991:516) mengemukakan sekumpulan nila
organisasional yang disebut Organizational Culture Profile (OCP) yang mendaftar 54
butir nilai secara cukup terperinci yang diperlakukan pada berbagai jenis organisasi yang
merupakan elemen-elemen nilai kerja yaitu:
Tabel 1. Organizational Culture Profile
B. Kepuasan Kerja
Kepuasan kerja adalah hasil persepsi para karywan tentang seberapa baik pekerjaan
seseorang memberikan segala sesuatu yang dipandang sebagi suatu yang penting melalui
jasil kerjanya yang dipandang sebagai suatu yang penting melalui hasil kerjanya. Istilah
25
kepuasan kerja merujuk pada sikap (rekasi emosional), sorang indiidu terhadap
pekerjaannya.1
Menurut Davis & Nestrom (1985, dalam Wahjono, 2004) Kepuasan Kerja sebagai keadaan
emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dengan mana karyawan
memandang pekerjaan mereka. Kepuasan kerja mencerminkan perasaan seseorang terhadap
pekerjaannya. Hal ini Nampak dalam sikap positif karyawan terhadap pekerjaan dan segala
sesuatu yang dihadapi di lingkungan kerja.
Beberapa teori yang menjelaskan masalah kepuasan kerja diuraikan sebagai berikut :2
a. Opponent – Process Theory .
Teori yang dikemukakan oleh Landy (1978) ini menekankan pada upaya seseorang
dalam mempertahankan keseimbangan emosionalnya. Artinya, baik kepuasan maupun
ketidakpuasan merupakan masalah emosional. Rasa kepuasan seseorang sangat ditentukan
oleh sejauhmana penghayatan emosionalnya terhadap situasi yang dihadapi. Bila situasi
yang dihadapi dapat memberikan keseimbangan emosional bagi dirinya, maka orang
tersebut akan merasa puas. Namun apabila situasi tersebut menimbulkan ketidakstabilan
emosional, maka orang tersebut merasa tidak puas.
b. Discrepancy Theory
Konsep yang dikemukakan oleh Porter (1961) menjelaskan bahwa kepuasan kerja
adalah selisih dari sesuatu yang seharusnya ada (harapan), dengan sesuatu yang
sesungguhnya ada (fakta).
Ditambahkan oleh Locke (1969) bahwa seseorang akan merasa terpuaskan apabila
kondisi faktual sesuai dengan kondisi yang diinginkan. Semakin sesuai antara kondisi
1 Sentot Imam Wahjono, “Manajemen Tata Kelola Organisasi Bisnis”,hal:130
2 KEPUASAN KERJA : KONSEP, TEORI, PENDEKATAN DAN SKALA PENGUKURAN - SKRIPSI
EKONOMI (pekerjadata.com), diunduh pada 30 Juli 2022
26
faktual dengan kondisi yang diinginkan, maka akan semakin tinggi tingkat kepuasannya.
Sebaliknya, semakin banyak ketidaksesuaian antara kondisi faktual dengan kondisi yang
diharapkan, maka akan semakin tinggi pula rasa ketidakpuasannya.
c. Equity Theory
Teori keadilan yang dikemukakan oleh Adam (1963) menjelaskan bahwa individu
akan merasa puas terhadap aspek-aspek khusus dari pekerjaan mereka. Aspek tersebut
misalnya : gaji / upah, rekan kerja, dan supervisi. Individu akan merasa puas apabila jumlah
aspek yang senyatanya diperoleh sesuai dengan jumlah aspek yang semestinya diterima.
Implikasi dari teori ini adalah pekerja akan menyesuaikan kontribusinya sesuai dengan
tingkat kepuasan dan keadilan yang diperolehnya. Individu yang memperoleh kompensasi
yang tidak sepadan dengan kontribusinya pada perusahaan, maka hal itu akan mempengaruhi
kualitas dan kuantitas kerjanya .
d. Two – factor Theory
Teori Dua Faktor yang dikemukakan oleh Herzberg (1966) disebut juga teori Motivasi
- Higiene. Faktor hygiene atau faktor ekstrinsik membuat orang merasa “sehat”.
Sedangkan faktor motivasi atau faktor intrinsik membuat orang merasa terpacu/ termotivasi
untuk mencapai sesuatu. Herzberg memaparkan kesimpulan penelitiannya :
1. Ada serangkaian faktor ekstrinsik (atau job context) yang menyebabkan rasa tidak puas
andaikata faktor tersebut tidak ada. Namun, bila faktor tersebut ada, maka tidak
menimbulkan motivasi bagi karyawan. Faktor yang dimaksud adalah kebijaksanaan
dan administrasi perusahaan, supervisi, kondisi kerja, hubungan antar pribadi, gaji ,
status, dan keamanan.
2. Serangkaian faktor ekstrinsik (atau job content) yang apabila ada dalam pekerjaan ,
maka akan dapat menimbulkan kepuasan kerja. Namun , bila faktor ini tidak ada, maka
tidak menimbulkan ketidakpuasan yang berlebihan. Faktor ini adalah prestasi,
27
pengakuan, tanggung jawab, kemajuan, kemungkinan untuk berkembang, dan
pekerjaan itu sendiri.
Pengukuran Kepuasan Kerja
Ada beberapa cara pengukuran kepuasan kerja. Diantaranya dengan menggunakan
skala indeks deskripsi jabatan (Job Description Index ), dengan kuesioner kepuasan kerja
Minnesota (Minnesota Satisfaction Questionare ), maupun dengan pengukuran berdasarkan
gambar ekspresi wajah. (Mangkunegara 2000).
a. Pengukuran kepuasan kerja dengan skala Job Description Index.
Skala pengukuran ini dikembangkan oleh Smith, Kendall, dan Hullin pada tahun 1969. Cara
penggunaannya, diajukan pertanyaan pada karyawan mengenai pekerjaan atau jabatannya,
yang mencakup tingkat kepuasan terhadap aspek pekerjaan, pengawasan, upah, promosi,
dan rekan kerja . Setiap pertanyaan yang diajukan, harus dijawab oleh karyawan dengan
menandai jawaban : ya, tidak, atau ragu-ragu (tidak dapat memutuskan). Dengan cara ini
akhirnya dapat diketahui tingkat kepuasan kerja karyawan.
b. Pengukuran Kepuasan Kerja dengan Minnesota Satisfaction Questionaire
Pengukuran kepuasan kerja ini dikembangkan oleh Weiss dan England pada tahun 1967.
Skala ini berisi tanggapan yang mengharuskan karyawan untuk memilih salah satu dari
alternatif jawaban : sangat tidak puas, tidak puas, netral, puas, atau sangat puas terhadap
berbagai pertanyaan yang diajukan. Berdasarkan jawaban-jawaban tersebut dapat diketahui
tingkat kepuasan kerja karyawan.
c. Pengukuran Kepuasan Kerja Berdasarkan Gambar Ekspresi Wajah.
Pengukuran kepuasan kerja yang dikembangkan oleh Kunin pada tahun 1955 ini terdiri dari
gambar-gambar wajah orang, mulai dari gambar wajah yang sangat gembira, gembira, netral,
cemberut, dan sangat cemberut. Karyawan diminta untuk memilih gambar ekspresi wajah
28
yang sesuai dengan kondisi pekerjaan yang dirasakan.
PEMBAHASAN
A. Metode Penelitian
Metode yang digunakan oleh penulis adalah metode survey yang dilakukan dengan
tahapan sebagai berikut:
a. Penulis menentukan topik yang ingin diketahui terkait dengan bahan/materi penulisan.
Dalam hal ini terkait dengan Prioritas Nilai Kerja (Work Value) Yang Dapat
Meningkatkan Kepuasan Kerja Karyawan Swasta Maupun Pemerintah
b. Survey dilakukan dengan mengisi angket yang dibuat dengan aplikasi Google Form.
Pemanfaatan teknologi ini dianggap dapat memudahkan untuk menjangkau responden yang
dituju dengan cepat dan efektif.
c. Target responden adalah 50 Responden. Angket dikirimkan melalui group Whatsapp.
Dengan waktu pengisian dari tanggal 1 – 26 Juli 2022.
d. Dari target 50 responden, penulis mendapat respon positif dari seluruh responden. Hasil
survey ini dianggap mewakili.
e. Dari hasil penelitan diperoleh data sebagai berikut:
Target jumlah responden : 50 orang
Jumlah responden yang berpartisipasi : 52 orang
Level Pekerjaan : Heterogen (Low – Middle Manajemen)
29
Identitas Perusahaan : Swasta & Pemerintah
Usia kelahiran tahun : 1972 s.d. 2000
ANALISIS DATA
Skala
No Komponen Nilai Kerja (Variabel Y) Prioritas
1 Prestasi Kerja 7,76
2 Memiliki hubungan Personal yang baik (dengan Atasan/Rekan kerja) 7,96
3 Kesempatan untuk maju dan mempelajari hal-hal baru 8,02
4 Status Pekerjaan / Status tempat kerja 7,84
5 Posisi yang strategis 7,41
6 Kesesuaian Ilmu dengan bidang pekerjaan 7,33
7 Gaji dan tunjangan 7,90
8 Jam kerja yang sesuai 8,12
9 Pekerjaan yang bervariasi dan menantang 8,04
Dari grafik di atas terlihat bahwa dari hasil angket 52 responden diperoleh nilai rata-rata
responden yang memilih prioritas nilai kerja dengan skor 1 sampai dengan 10 berada pada
nilai rata-rata mulai dari skor terendah 7,33 sampai dengan 8,12 skor tertinggi.
Dengan demikian dapat disimpulkan dari variable X sebagai berikut:
a. Pernyataan pertama tertinggi yang menjadi prioritas responden terhadap nilai kerja
yang memberikan kepuasan dalam bekerja adalah jam kerja yang sesuai, dengan nilai
rata-rata sebesar 8,12 dari skala 10.
30
b. Pernyataan kedua tertinggi yang menjadi prioritas responden terhadap nilai kerja
yang memberikan kepuasan dalam bekerja adalah pekerjaan yang bervariasi dan
menantang, dengan nilai rata-rata sebesar 8,04 dari skala 10.
c. Pernyataan ketiga tertinggi yang menjadi prioritas responden terhadap nilai kerja
yang memberikan kepuasan dalam bekerja adalah pekerjaan yang bervariasi dan
menantang, dengan nilai rata-rata sebesar 8,02 dari skala 10.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Urutan Skala Prioritas Nilai Kerja yang Memberikan
Kepuasan Kerja Karyawan
8,20 7,76 7,96 8,02 7,84 7,90 8,12 8,04
8,00 7,41 7,33
7,80 Prestasi
7,60 Kerja Memiliki Kesempat Status Kesesuaia Pekerjaan
7,40 7,76 hubungan an untuk Pekerjaan yang
7,20 Personal maju dan Posisi n Ilmu Gaji dan Jam kerja
7,00 yang baik mempelaj / Status yang dengan tunjangan yang bervariasi
6,80 (dengan ari hal-hal tempat strategis bidang sesuai dan
Series1 Atasan/R… baru kerja
pekerjaan menantan
g
7,96 8,02 7,84 7,41 7,33 7,90 8,12 8,04
31
No Komponen Nilai Kerja Skala
1 Jam kerja yang sesuai Prioritas
2 Pekerjaan yang bervariasi dan menantang
3 Kesempatan untuk maju dan mempelajari hal-hal baru 8,12
8,04
Memiliki hubungan Personal yang baik (dengan 8,02
4 Atasan/Rekan kerja)
5 Gaji dan tunjangan 7,96
6 Status Pekerjaan / Status tempat kerja 7,90
7 Prestasi Kerja 7,84
8 Posisi yang strategis 7,76
9 Kesesuaian Ilmu dengan bidang pekerjaan 7,41
7,33
Dalam tabel tersebut menunjukkan bahwa Kesesuaian Ilmu dengan bidang pekerjaan berada
pada nilai rata-rata terendah yaitu 7,33 dari skala 10.
Dari hasil angket untuk variable Y dari 52 responden menjawab rata-rata 94,2% dengan
skala 7,77 pada skala 10 merasa puas dengan pekerjaan saat ini.
32
Adapun komentar yang diberikan cukup beragam yaitu:
RESPONDEN APAKAH ANDA PUAS DENGAN PEKERJAAN SAAT INI?
1 Sesuai dengan ilmu dan/atau kemampuan yang dimiliki saat ini.
2 Karena saya menjalani posisi saat ini dengan senang hati
3 Nyaman, penghasilan sesuai, lingkungan kerja yang sehat.
4 Karena banyak pengalaman baru yang diperoleh
5 Karena sesuai dengan passion saya
6 Karena banyak interaksi dengan orang lain
7 Ya, pekerjaan sekarang adalah pekerjaan rutin, mudah mengatur waktu
pengerjaannya, beban kerja juga tidak terlalu berat, rekan kerja kooperatif
yang membantu dan memperlancar pekerjaan.
8 Cukup puas, karena kita pasti harus mempelajari hal yang baru
9 Karena saya sudah merasa nyaman dan sudah menjadi sekretaris lebih kurang
4 tahun
10 Karena pekerjaan yang sekarang tidak serumit pekerjaan sebelumnya
11 Pekerjaan saya menuntut saya untuk memahami proses bisnis seksi lain
sehingga memacu saya untuk terus belajar, memperbarui pengetahuan dan
menjadi orang yang detail.
12 Jobdesc nya jelas sehingga pembagian tugas dapat dengan mudah
diisentifikasi
13 Kurang sesuainya model kerja dengan kemampuan yang saya miliki saat ini
14 Karena sangat sesuai dengan kemampuan diri serta minat bakat.
33
15 Karena saya merasa nyaman dengan pekerjaan saat ini
16 karena sesuai dengan pengetahuan dan kompetensi
17 Setiap hal yang di tugaskan mau tidak mau harus kita pelajari dan kita sukai.
Agar beban kerja yg di berikan dapat terselesaikan dengan mudah dan dapat
memberikan yg terbaik segala sesuatu yg ditugaskan
18 Cukup puas untuk 7 bulan pertama ini, tapi butuh improvement lagi
19 Puas, namun tingkat kejenuhan lebih tinggi
20 Karena saya suka dengan pekerjaan saya menjadi Sekretaris, karena sy
menyukai hospitality/melayani.
21 Sesuai dgn jurusan kuliah
22 Karena sy merasa kurang apresiasi diposisi yang sekarang dan sudah tidak
merasa optimal lagi sehingga butuh suasana kerja yang baru agar tumbuh
motivasi serta semangat baru
23 Menurut saya, posisi yang strategis (homebase) mempunyai pengaruh sangat
besar dr segi mental. Mau dimanapun kita bekerja, disaat kita dekat dengan
keluarga, rasa ingin bekerja dengan baik sangat meningkat.
24 Saya menyukai pekerjaan dan posisi saya sebagai sekretaris saat ini karena
saya merasa mendapat ilmu dan pengalaman
25 -
26 Saya memiliki kompetensi yang baik
27 Menurut saya, daya sudah lebih beradaptasi dengan pekerjaan saya sekarang
28 Ya. karena lebih banyak ilmu yang saya dapat apalagi di dunia perbankan
34
29 Tempat kerja yang nyaman, support, kerjasama dan penuh dengan rasa
kekeluargaan
30 Sesuai cita cita
31 Walaupun bidang ilmu yang sy pelajari tidak sejalan dengan pekerjaan sy skr,
namun kesempatan belajar terbuka utk menguasai perkerjaan saat ini.
32 Saya Puas karena saya bekerja sambil healing..
33 Karena sudah lama jadi saya usahakan untuk puas dan nenjalaninya dengan
sebaik-baiknya
34 Ya krn jam kerja flexible, tidak ada tuntutan mandatory harus ke kantor, tidak
ada potongan salary selama pandemi.
35 banyak mempelajari materi, latihan & hal baru yang bukan hanya teori di atas
kertas
36 Karena dari pekerjaan yg saya lakukan saat ini saya banyak belajar hal2 baru
37 Asik aja
38 penghasilan dan pekerjaan yg menantang
39 Sesuai dengan pendidikan
40 Di perusahaan tempat saya bekerja saat ini, menuntut improvement dari
masing2 karyawannya, baik dr segi pekerjaan maupun pribadi (cara pikir dan
bertindak). Hasil dan pencapaian kerja karyawan jg diapresiasi oleh
perusahaan. Jam kerjanya jg ontime (8.00 - 17.00), karyawan apabila tdk
mendesak tidak dituntut untuk lembur, sangat menjunjung work - life
balance. Sesama rekan kerja memiliki hubungan dan interaksi yang sangat
baik. Sangat kooperatif dan saling mendukung. Direksi yang memiliki
35
toleransi dan pengertian yang baik terhadap karyawannya.
41 bersyukur atas pekerjaan yg Tuhan berikan
42 saya setuju semua dengan pertanyaan diatas
43 Karena pekerjaan saya sesuai dengan jurusan kuliah saya sehingga untuk
basic skill saya sudah familiar, tempat kerja yang strategis, lingkup kerja
yang welcome, fasilitas kerja yang memadai, dan gaji yang cukup
44 Jadwal kerja yang tidak pasti, tergantung volume transaksi, sop yang ketat,
tekanan kerja tinggi, resiko besar
45 Dapat mengembangkan skill
46 Sudah pas dengan yang saya cari
47 karena memiliki atasan yang baik, jam kerja yang jarang lembur dan dinas
keluar kota sehingga tidak banyak waktu terbuang untuk suami & anak2
dirumah, tuntutan pekerjaan yang tidak terlalu berat dan pekerjaan yang
bervariasi
48 Apapun bidang ilmu yang dipelajari sebelumnya, tidak akan selalu sesuai
dengan apa yang dikerjakan. Dan ada waktunya kita pasti mempelajari hal
baru.
49 Menurut saya pribadi membutuhkan apa yang ditanyakan di atas
50 _-
51 Sesuai dengan minat saya
52 Karena perusahaan sangat peduli terhadap keselamatan pekerja
36
PENUTUP
1. Simpulan
a. Dari Penelitian ini diperoleh hasil bahwa Prioritas tertinggi Nilai Kerja karyawan
baik swasta maupun pemerintah rata-rata memilih adanya jam kerja yang sesuai.
Sementara prioritas terendah rata-rata responden memilih kesesuaian ilmu dengan
bidang pekerjaan. Hal ini berarti bahwa dalam pekerjaan responden baik karyawan
swasta dan pemerintah merasa puas apabila waktu kerja bisa menyesuaikan atau
lebih fleksibel sedangkan Nilai rata-rata terendah pada Nilai kerja adalah
kesesuaian ilmu dengan bidang pekerjaan.
b. Hasil angket menunjukkan bahwa responden puas pekerjaan yang dijalani saat ini
karena sesuai dengan Nilai Kerja yang didapatkan oleh responden.
c. Penelitian ini menunjukkan bahwa Nilai Kerja berdampak pada kepuasan kerja
karyawan baik swasta maupun pemerintah.
2. Saran
a. Nilai Kerja bagi karyawan dapat memberikan dampak kepada kepuasan kerja
karyawan, untuk itu dalam memilih pekerjaan sebaiknya calon karyawan dapat
mempelajari terlebih dahulu budaya kerja di Perusahaan atau instansi tertentu.
b. Dengan menguasai bidang pekerjaan tertentu, dapat memberikan kepuasan kepada
karyawan walaupun memiliki ilmu yang berbeda dengan pekerjaan yang sedang
dijalani
37
DAFTAR PUSTAKA
Dziuba, S., Ingaldi, M., Zhuravskaya, M. (2020). Employees' job satisfaction and their work
performance as element influencing work safety. CzOTO, 2(1) 18-25
Filatrovi, E.W. 2020. Pengelolaan Work Values pada Gen-Y Dalam Meningkatkan Komitmen
Kerja. JIABI, 4(1) 30-37.
H. Malayu S.P. Hasibuan, Manajemen Sumber Daya Manusia, Bumi Aksara, Jakarta, 2007
Sentot Imam Wahjono, Manajemen Tata Kelola Organisasi Bisnis, PT. Indeks, Jakarta, 2008
Methiana, Indrasari. (2017). Kepuasan Kerja dan Kinerja Karyawan. Sidoarjo: Indomedia Pustaka.
Silaen, N Ruth, dkk. (2021). Kinerja Karyawan. Bandung: Widhina Bakti persada.
To, S M., Tam, HL. 2013. Generational Differences in Work, Value's Perceived Job Rewards, and
Job Satisfaction of Chinese Female Migrant Worker: Implication for Social Policy and Social
Services. Social Indicator Researchs 118(3)
Sumber referensi lain:
https://repository.unair.ac.id/105585/4/4.%20BAB%20I%20PENDAHULUAN.pdf, diunduh pada
29 Juli 2022
KEPUASAN KERJA : KONSEP, TEORI, PENDEKATAN DAN SKALA PENGUKURAN -
SKRIPSI EKONOMI (pekerjadata.com), diunduh pada 30 Juli 2022
38
PENGARUH ETIKA KOMUNIKASI KARYAWAN TERHADAP
SIKAP PIMPINAN DI SUATU ORGANISASI
Tim Peneliti:
Dosen dan Mahasiswa Don Bosco
VY. Sri Sudarwinarti, S.Pd., M. Si. (Dosen) – [email protected]
Cindy Intan Pertiwi Tekatelide / S.2020.3397 (Mahasiswa ) – [email protected]
ABSTRACT
Basically, communication has the benefit of conveying and expanding an idea and opinion that
someone has to others, so that others get the information and knowledge. For employees and leaders
in an organization, communication with ethics will have a very positive influence on the work
environment. Because communication ethics is part of soft skills that are referred to as one of the
winning characters , namely one of the winning characters. As a human being in general,
communication becomes the main need as a social being in socializing, interacting with others,
cooperating, carrying out their duties / activities, and so on. Humans interact with various kinds of
differences from each existing person, related to this will certainly be very prone to conflict, because
of the emergence of misunderstandings in communicating. Likewise, in the organizational or office
environment, as an employee, of course, they will relate or communicate with internal parties and
external parties of the company / organization. In communicating, as employees, they are expected
to be able to apply communication packages well, so that people feel comfortable, clear and have
minimal misunderstandings. Based on this idea, of course, ethics is needed in communicating. This
ethic of communication is a moral idea that has an impact on the way of communication. The way of
communication is certainly related to the ethics of communication, namely the principle that
regulates human behavior. Communication ethics is often used to see the good and bad of the way
of communicating in life. In an organization, the ethics of employee communication to the leadership
and vice versa is very much needed so that there are no misunderstandings or there are minimal
misunderstandings. Ethics is a rule, norm, rule, or procedure that is commonly used as a guideline
or principle for an individual in doing actions and behaviors. Linguistically the word 'ethics' was
born from the Greek ethos which means it appears from a custom. In this case the perspective of the
object is the human deed, attitude or action.
Good communication etiquette in the office environment has a very positive impact on cooperation
between employees, and employees with leaders, so that work productivity increases, company goals
are achieved. Thus it is proven that the use of communication ethics in the work environment has an
impact on both the work ethic of employees and leaders.
Keywords : communication, employees, leaders
PENDAHULUAN
Etika komunikasi merupakan bagian dari soft skill yang disebut sebagai salah satu
the winning character yaitu salah satu karakter yang memenangkan. Sebagai manusia pada
39
umumnya komunikasi menjadi kebutuhan utama sebagai makhluk sosial dalam
bersosialisasi , berinteraksi dengan orang lain, bekerjasama , menjalankan tugasnya/
aktivitasnya, dan sebagainya. Manusia berinteraksi dengan berbagai macam perbedaan dari
setiap pribadi yang ada, terkait hal ini tentu akan sangat rawan konflik, karena timbulnya
kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Demikian halnya dengan di lingkungan organisasi
maupun kantor, sebagai seorang pribadi tentu akan berelasi atau berkomunikasi dengan
pihak intern perusahaan maupun pihak ekstern perusahaan/kantor/organisasi , dan dalam
berkomunikasi tentu diharapkan terjadi secara baik pantas dan bermanfaat, dalam arti
meminimalisir resiko. Atas dasar pemikiran tersebut tentu etika itu sangat dibutuhkan dalam
berkomunikasi. Etika komunikasi ini merupakan gagasan moral yang berdampak pada cara
komunikasi. Cara komunikasi tentu berkaitan dengan etika komunikasi yaitu prinsip yang
mengatur tingkah laku manusia. Etika komunikasi sering digunakan untuk melihat baik
buruknya cara berkomunikasi dalam kehidupan. Dalam komunikasi etika ini mencakup
komunikasi verbal dan non verbal. Lebih lanjut Penulis secara khusus berkeinginan untuk
mengetahui pengaruh etika komunikasi karyawan terhadap sikap pimpinan di lingkungan
organisasi.
Penulis memandang hal ini sangat perlu mengingat latar belakang Penulis yang
berada di lingkungan pendidikan tinggi vokasi yang ikut berpartisipasi aktif menyiapkan
para peserta didik untuk siap berada di dunia kerja baik secara hard skill maupun soft skill
nya, agar peserta didik mengalami kemudahan masuk dunia kerja secara efektif dan
produktif sebagai karyawan. Mengingat majunya suatu usaha di dunia kerja yaitu suatu
perusahaan /kantor maupun suatu organisasi diantaranya sangat dipengaruhi oleh kualitas
komunikasi sesama karyawan, karyawan dengan pimpinan atau sebaliknya, dan pihak intern
perusahaan dengan pihak ekstern perusahaan, maka sebaiknya kualitas komunikasi yang
dilakukan dapat diwujudkan dan dirasakan secara baik dan profesional dengan penggunaan
40
etika komunikasi yang efektif.
Etika merupakan aturan, norma, kaidah, ataupun tata cara yang biasa digunakan
sebagai pedoman atau asas suatu individu dalam melakukan perbuatan dan tingkah laku.
Secara bahasa kata ‘etika’ lahir dari bahasa Yunani ethos yang artinya tampak dari suatu
kebiasaan. Dalam hal ini yang menjadi perspektif objeknya adalah perbuatan, sikap, atau
tindakan manusia. Pengertian etika secara khusus adalah ilmu tentang sikap dan kesusilaan
suatu individu dalam lingkungan pergaulannya yang kental akan aturan dan prinsip terkait
tingkah laku yang dianggap benar.
Dengan begitu, Etika adalah ilmu yang mempelajari baik dan buruknya serta
kewajiban, hak, dan tanggung jawab, baik itu secara sosial maupun moral, pada setiap
individu di dalam kehidupan bermasyarakatnya. Atau bisa dikatakan juga bahwa etika
mencakup nilai yang berhubungan dengan akhlak individu terkait benar dan salahnya.
Etika tentunya harus dimiliki oleh setiap individu dan sangat dibutuhkan dalam
bersosialisasi yang mana hal itu menjadi jembatan agar terciptanya suatu kondisi yang baik
di dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya dalam sebuah organisasi.
Berdasarkan hal tersebut, muncul kepedulian kami terhadap para karyawan untuk lebih
mengedepankan etika dimanapun berada. Khususnya di dalam sebuah organisasi, guna
kelangsungan karir dan jalinan komunikasi yang semakin baik. Hal ini kami lakukan agar
para karyawan dapat tetap dipertahankan dalam organisasi serta tetap mendapatkan posisi
terbaik dalam perusahaan.
LANDASAN TEORI
A. Etika
Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat
dipahami oleh pikiran manusia. ilmu yang mempelajari kebaikan dan keburukan dalam
41
hidup manusia khususnya perbuatan manusia yang didorong oleh kehendak dan didasari
pikiran yang jernih dengan pertimbangan perasaan. Etika adalah suatu cabang ilmu filsafat.
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa etika adalah disiplin yang mempelajari tentang baik
dan buruk sikap tindakan manusia. Etika merupakan bagian filosofis yang berhubungan erat
dengan nilai manusia dalam menghargai suatu tindakan, apakah benar atau salah,
danpenyelesaiannya baik atau tidak (Jones, 1994.
Terdapat beberapa pengertian etika menurut para ahli, yaitu::
1. Aristoteles
Terminius Technis merupakan etika sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari
problema tingkah laku atau perbuatan individu (manusia), sedangkan Manner and Cutom
merupakan pengkajian etika berkaitan dengan tata cara dan adat yang melekat dalam diri
individu, serta terkait dengan baik dan buruknya tingkah laku, perbuatan, ataupun perilaku
individu tersebut.
2. W. J. S. Poerwadarminta
Etika adalah ilmu pengetahuan terkait perbuatan dan perilaku manusia dilihat dari sisi baik
dan sisi buruknya yang ditentukan oleh manusia pula.
3. Prof. DR. Franz Magnis Suseno:
Ilmu yang mencari orientasi atau ilmu yang memberikan arah dan pijakan dalam tindakan
manusia.”
4. James J. Spillane SJ:
Etika adalah mempertimbangkan dan memperhatikan tingkah laku manusia dalam
mengambil suatu keputusan yang berkaitan dengan moral, yang mana lebih mengarah pada
penggunaan akal budi manusia untuk menentukan benar atau salah.”
5. Maryani dan Ludigdo:
Seperangkat norma, aturan, atau pedoman yang mengatur segala perilaku manusia, baik
42
yang harus dilakukan dan yang harus ditinggalkan, yang dianut oleh sekelompok
masyarakat.
6. Prof. Robert Salemon
Etika adalah karakter atau kepribadian suatu individu atau hukum sosial yang
mengendalikan, mengatur, juga membahas terkait perilaku individu.
Pada hakikatnya, etika merupakan tolak ukur seseorang dapat diterima oleh
masyarakat. Khususnya bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi sikap adab dan adil
seperti yang terkandung dalam Pacasila sila ke-2 Kemanusiaan yang adil dan beradab
sebagai pedoman dan petunjuk dalam bermasyarakat.
B. Komunikasi
Sebagai makhluk sosial, tentunya komunikasi tidak lepas dari kehidupan sehari-hari
kita. komunikasi sebagai bagian dari kehidupan juga memiliki etika di dalamnya. Etika
komunikasi merupakan salah satu dari etika khusus, karena membahas bagian tertentu dari
kehidupan manusia.
Etika sendiri merupakan nilai dan norma yang berlaku untuk dijadikan pandangan dan
standar manusia dalam bertindak dan bertingkah laku. Dalam kaitannya dengan komunikasi,
etika komunikasi mencakup segala nilai dan norma yang menjadi standar dan acuan manusia
dalam berkomunikasi dengan orang lain. Etika komunikasi menilai mana tindakan
komunikasi yang baik dan buruk berdasarkan standar yang berlaku.
Karena komunikasi merupakan salah satu hal yang krusial dalam kehidupan
manusia, maka penting bagi kita untuk memahami mengenai etika komunikasi. Tanpa
adanya etika komunikasi, dapat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti
kesalahpahaman, pertengkaran, perselisihan, dan lain sebagainya. Selain itu, etika
komunikasi yang tidak diketahui dan diterapkan akan menyebabkan hubungan kita dengan
43
orang lain jadi buruk. Tentunya itu akan berakibat tidak baik, karena bagaimanapun juga
kita adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan dan dibutuhkan orang lain.
Etika komunikasi adalah aspek penting bagi kesuksesan perusahaan. Sebagaimana
efektivitas komunikasi ini akan memperlancar kinerja sekaligus meningkatkan hubungan
baik dalam perusahaan maupun dengan klien eksternal, serta meningkatkan keterlibatan
karyawan. Adapun etika ditempat kerja yang tepat memiliki banyak manfaat, salah satunya
adalah membantu perusahaan mencapai keselarasan yang baik. Secara tidak langsung, hal
ini juga akan berpengaruh kepada retensi karyawan, serta motivasi kerja.
Inilah beberapa alasan mengapa etika komunikasi sangat penting!
1. Meningkatkan kinerja tim
Komunikasi yang jujur dan efektif dapat menciptakan tim yang kuat. Dengan tim yang
kuat dapat menciptakan tempat kerja lebih menyenangkan, dana akan lebih bersemangat
untuk tampil baik sehingga tidak mengecewakan rekan satu timnya. Komunikasi yang baik
membantu memecahkan masalah karyawan dengan menjaga seluruh tim tetap terhubung.
Membuat semua anggota tim merasa berguna di tempat kerja.
2. Mengembangkan pertumbuhan perusahaan
Komunikasi yang baik berkontribusi pada pertumbuhan perusahaan, yang sejalan
dengan karir. Hal ini menghilangkan ketidakpastian dan mempercepat proses kebijakan
untuk memastikan kelancaran proyek ataupun pekerjaan lainnya.
3. Memacu produktivitas
Mampu berkomunikasi secara efektif di tempat kerja dapat membantu meningkatkan
produktivitas secara keseluruhan. Selain itu, pimpinan dapat memahami kemampuan dan
keterampilan karyawan dan kemudian akan memberikan arahan yang jelas, sehingga
meningkatkan waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan.
44
4. Menumbuhkan efisiensi dan loyalitas
Komunikasi yang buruk membahayakan efisiensi serta kualitas kerja secara
keseluruhan. Ketika instruksi tidak diberikan dengan jelas, kesalahan pasti akan terjadi. Di
sisi lain, instruksi yang jelas menghilangkan kebutuhan untuk mengklarifikasi dan
memperbaiki masalah apapun.
Selain itu, jalur komunikasi yang baik dengan manajemen secara alami akan lebih
royal kepada perusahaan. Ketika sudah mencapai itu semua karyawan akan merasa nyaman
mendiskusikan seluruh masalah secara profesional atau pribadi apapun dan lebih
berkomitmen pada perusahaan
5. Merangsang keterlibatan karyawan
Komunikasi yang baik lebih dari sekedar berbicara, namun lebih tentang
menghubungkan dan terlibat dengan orang lain. Ketika tim terlibat, akan lebih selaras
dengan tujuan perusahaan dan umumnya lebih termotivasi untuk bekerja menuju target yang
ditetapkan.
6. Sebagai problem solving
Dalam sebuah organisasi pasti ada karakter yang berbenturan dan pendapat yang
berbeda dalam lingkungan kerja mana pun. Komunikasi yang efektif bukanlah tentang siapa
yang benar dan salah, namun melakukan diskusi terbuka, jujur, dan positif untuk memastikan
kebutuhan semua orang terpenuhi. Oleh karenanya etika yang baik dapat menunjang
penyelesaian masalah atau problem solving.
Dengan demikian etika komunikasi mempunyai banyak manfaat dalam membangun
organisasi guna terciptanya hubungan mutualisme antara kedua belah pihak.
45
C. Karyawan
Setiap orang yang tergabung dalam suatu perusahaan perlu menerapkan etika dasar
karyawan. Etika merupakan filsafat yang mengandung nilai-nilai dalam suatu tindakan
manusia. Ini meliputi perilaku perbuatan, perkataan, hingga bahasa tubuh.
Memiliki etika dalam berkehidupan sosial sangat penting bagi semua orang. Sama halnya
dalam lingkup pekerjaan dimana perusahaan atau organisasi terdiri dari banyak orang. Baik
itu direktur, manajer, serta karyawan di semua level.
a. Etika Dasar Karyawan, Paling Utama
Hal pertama dan utama yang wajib diterapkan oleh semua orang di tempat kerja adalah
sikap menghormati kepada sesama. Sikap menghormati bukan hanya ditujukan kepada
mereka dengan pangkat lebih tinggi.
Akan tetapi kepada semua orang, tanpa memandang apakah ia atasan, rekan sesama
karyawan, hingga bawahan sekalipun. Menghormati rekan kerja yang memiliki keyakinan
berbeda hingga perbedaan pandangan politik adalah contohnya.
Menghormati bukan berarti harus satu kata atau menyepakati pilihan seseorang. Akan
tetapi lebih kepada menunjukkan sikap menghargai pilihan orang lain tanpa mengganggu
personalnya. Menghargai jadwal orang lain juga termasuk sikap respectful.
Ini juga berkaitan dengan ketepatan waktu ketika menghadiri rapat atau briefing singkat di
pagi hari. Memberikan kesempatan kepada orang lain untuk menyampaikan pandangan atau
gagasannya hingga tuntas adalah sikap teladan.
Tidak sibuk dengan handphone ketika terlibat dalam interaksi menunjukkan bahwa
Anda menghargai keberadaan orang lain. Menghormati sesama rekan kerja dan semua orang
di perusahaan adalah cara tepat untuk menunjukkan karakter Anda sebenarnya.
46
b. Memperhatikan Penampilan dan Kerapian di Tempat Kerja
Termasuk etika dasar karyawan yaitu memahami bagaimana cara berpakaian dan
berpenampilan secara keseluruhan. Penilaian terhadap karyawan bukan hanya dilihat dari
kinerjanya saja. Kenyataannya, pakaian juga mempengaruhi citra diri.
Pertama-tama, pahami bagaimana kultus lingkungan kerja di perusahaan. Karena tidak
semua tempat kerja memiliki kebijakan maupun budaya yang sama dalam hal berpakaian.
Cara berpenampilan menghasilkan impresi tertentu kepada terhadap diri sendiri.
Terlebih bagi seorang karyawan baru, ini adalah poin krusial serta nantinya bisa
berpengaruh terhadap karir kedepannya. Ada baiknya memilih pakaian yang relatif ‘aman’
untuk dikenakan ke tempat kerja.
Misalnya kemeja berwarna netral seperti abu-abu, putih, hitam atau biru. Selain itu,
pastikan juga selalu berpenampilan rapi dari kepala hingga kaki. Mengenakan pakaian yang
disetrika, sepatu disemir, hingga rambut rapi adalah poin plus.
Kerapian dalam berpakaian menunjukkan sisi positif yang mampu memanjakan diri
sendiri dari hal terkecil. Dengan menampilkan cara berpakaian terbaik, semua orang di
tempat kerja akan memiliki kesan yang baik kepada diri kita.
c. Memahami Apa Itu Kerjasama Tim
Etika dasar karyawan di tempat kerja tidak terlepas dari kesadaran akan pentingnya
teamwork. Kesuksesan perusahaan tidak ditentukan oleh satu orang, melainkan tiap-tiap
anggota yang bekerja bersama-sama.
Untuk itu, pahami apa tugas yang diperintahkan dan memaksimalkan kompetensi yang
dimiliki untuk menyelesaikannya. Berikan kepercayaan kepada rekan satu tim untuk
menghandle tugas lainnya. Ini adalah etika dasar yang perlu dipahami semua karyawan.
Menyelesaikan pekerjaan secara maksimal akan mendorong produktivitas kerja secara
efektif dan efisien. Jika ada satu orang saja tidak memenuhi tugasnya, ini akan membuat
47
semua orang dalam tim bermasalah.
d. Menjadi Karyawan yang Bertanggung Jawab
Bertanggung jawab merupakan etika dasar karyawan yang wajib dimiliki serta
diimplementasikan di tempat kerja. Menyelesaikan semua tugas yang menjadi tanggung
jawab sudah pasti wajib dilakukan.
Diberi kepercayaan oleh atasan untuk menangani sebuah proyek tentu merupakan
prestasi tersendiri. Untuk itu, berikan hasil terbaik sebagai bukti bahwa memberikan
kepercayaan proyek tersebut kepada karyawan adalah keputusan tepat.
Namun tanggung jawab di tempat kerja bukan hanya soal pekerjaan bisnis saja, akan tetapi
lebih dari itu. Cara karyawan menggunakan berbagai peralatan kantor hingga mengatur meja
kerja sendiri juga bentuk tanggung jawab.Bergabung di sebuah perusahaan membuat
karyawan perlu berinteraksi dengan banyak pihak. Tiap-tiap perusahaan bisa saja memiliki
kebijakan berbeda bagi karyawannya. Kendati demikian, etika dasar karyawan berlaku
universal dimana saja.
D. Sikap Pimpinan
Dalam setiap organisasi maupun perusahaan, disana tentu terdapat yang namanya
struktur organisasi dan kepengurusan. Dengan demikian tentu terdapat seorang pemimpin
yang memiliki tanggungjawab untuk mengatur dan mengelola perusahaan atau organisasi
serta bawahan-bawahan yang berada dalam organisasi tersebut.
Pada umumnya, seorang pemimpin dijadikan sebagai panutan atau contoh bagi
bawahan-bawahan atau karyawan-karyawannya dalam bertindak di dalam
organisasi/perusahaan. Karena bagaimana sikap seorang pemimpin akan mempengaruhi
sikap dan perilaku karyawan dalam organisasi. Oleh sebab itulah, seorang pemimpin
memiliki kewajiban-kewajiban moral yang disebut dengan etika kepemimpinan. Etika
48
kepemimpinan tersebut merupakan nilai-nilai yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin
agar dapat dicontoh oleh bawahan-bawahan atau karyawan-karyawan.
Etika kepemimpinan adalah sejumlah sifat-sifat utama yang harus dimiliki oleh
seorang pemimpin agar kepemimpinannya dapat berjalan dengan efektif dan efisien untuk
mencapai tujuan bersama yang telah ditentukan sesuai norma dan nilai yang berlaku.
Adapun prinsip-prinsip dalam etika kepemimpinan itu antara lain menjaga perasaan
karyawan atau bawahan dan pihak eksternal, memecahkan masalah dengan rendah hati,
menghindari pemaksaan kehendak dan menghargai pendapat orang lain, menanggapi suatu
masalah dengan cepat dan tepat, menyadari kesalahan dan berusaha untuk memperbaiki
serta mengedepankan sikap jujur, disiplin, dan dapat dipercaya. Hal-hal tersebut harus dapat
dilakukan oleh seorang pemimpin jika ia ingin kepemimpinannya berjalan dengan efektif
dan dijadikan panutan karyawan atau bawahannya.
Selain prinsip-prinsip di atas, terdapat pula nilai kepemimpinan yang perlu dimiliki
oleh seorang pemimpin. Nilai kepemimpinan tersebut antara lain: integritas dan moralitas,
tanggung jawab, visi kepemimpinan, kebijaksanaan, keteladanan, menjaga kehormatan,
beriman, kemampuan berkomunikasi dengan karyawan maupun dengan pihak luar
(eksternal) serta berkomitmen meningkatkan kualitas SDM.
Selain dari prinsip-prinsip serta nilai-nilai tersebut, masih terdapat beberapa point
untuk melaksanakan etika kepemimpinan, antara lain: menjadi panutan, tepat waktu, peduli
terhadap kepentingan dan kesibukan staff, dan masih banyak lagi.
Untuk menjadi seorang pemimpin yang dapat menjalankan tugas dan tanggungjawab
dengan baik serta dapat mencapai tujuan bersama dengan efektif, etika kepemimpinan sangat
diperlukan untuk menunjang performa sebagai seorang pimpinan di sebuah organisasi atau
perusahaan.
49