d) Kurangnya pengetahuan dalam menggunakan teknologi di perusahaan.
e) Produktivitas kerja cenderung konstan atau bahkan menurun.
f) Loyalitas terhadap perusahaan cenderung rendah.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pelatihan kerja merupakan
suatu proses yang sangat penting dalam menyediakan tenaga kerja yang kompeten
untuk memenuhi kebutuhan standar perusahaan. Selain itu, bagi karyawan yang
memiliki kinerja baik, hal itu bisa menjadi nilai positif tersendiri pada aplikasi
penilaian kinerja karyawan.Sayangnya masih banyak perusahaan yang belum cukup
menyejahterakan kebutuhan peningkatan kinerja karyawannya dengan pelatihan.
D. Data Responden Melalui Google Form
Dalam mengumpulkan data penelitian ini, Penulis menggunakan google form dengan
cara menyebarkan tautan ke berbagai responden melalui WhatsApp. Terdapat 55 data yang
terkumpul dari google form tersebut. Namun dari 55 respon, hanya terdapat 29 responden
yang pernah mendapatkan pelatihan kerja di perusahaan tempat mereka bekerja. Berikut ini
hasil data responden yang pernah mendapatkan pelatihan kerja, antara lain:
1) Pelatihan apa yang pernah anda ikut?
100
2) Karyawan perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan agar dapat menjalankan
pekerjaan dengan sebaik-baiknya.
Berdasarkan data diatas, diperoleh hasil yaitu sebanyak 13 responden (44.8%)
menyatakan sangat setuju dan 16 responden (55.2%) menyatakan setuju bahwa
karyawan perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan agar dapat menjalankan
pekerjaan dengan sebaik-baiknya.
3) Tujuan pelatihan yang pernah diikuti karyawan dapat meningkatkan
partisipasikaryawan dalam kinerja kerja.
101
Berdasarkan data diatas, diperoleh hasil yaitu sebanyak 10 responden (34.5%)
menyatakan sangat setuju dan 19 responden (65.5%) menyatakan setuju setuju bahwa
tujuan pelatihan yang pernah diikuti karyawan dapat meningkatkan partisipasi
karyawan dalam kinerja kerja.
4) Program pelatihan yang diberikan kepada karyawan dapat memberikan
kesempatan bagi berkembangnya bakat karyawan pada pekerjaan yang
ditangani selama ini atau pekerjaan yang baru.
102
Berdasarkan data diatas, diperoleh hasil yaitu sebanyak 16 responden (55.2%)
menyatakan sangat setuju dan 13 responden (44.8%) menyatakan setuju bahwa
program pelatihan yang diberikan kepada karyawan dapat memberikan kesempatan
bagi berkembangnya bakat karyawan pada pekerjaan yang ditangani selama ini atau
pekerjaan yang baru.
5) Program pelatihan yang diberikan kepada karyawan dapat meningkatkan
proses berpikir karyawan sehingga karyawan dapat bekerja dengan lebih baik
dan membantupimpinan dalam mencapai target perusahaan.
Berdasarkan data diatas, diperoleh hasil yaitu sebanyak 12 responden (41.4%)
menyatakan sangat setuju dan 17 responden (58.6%) menyatakan setuju bahwa
program pelatihan yang diberikan kepada karyawan dapat meningkatkan proses
berpikir karyawan sehingga karyawan dapat bekerja dengan lebih baik dan membantu
pimpinan dalam mencapai target perusahaan.
103
6) Dengan adanya pelatihan, perusahaan memberikan kesempatan bagi
karyawan untukmengembangkan potensi yang ada pada dirinya untuk lebih
maju.
Berdasarkan data diatas, diperoleh hasil yaitu sebanyak 15 responden (51.7%)
menyatakan sangat setuju dan 14 responden (48.3%) menyatakan setuju bahwa dengan
adanya pelatihan, perusahaan memberikan kesempatan bagi karyawan untuk
mengembangkan potensi yang ada pada dirinya untuk lebih maju.
7) Pelatihan yang diberikan kepada karyawan dapat meningkatkan ketepatan
kerja dalammenyelesaikan pekerjaan sesuai dengan keinginan perusahaan.
104
Berdasarkan data diatas, diperoleh hasil yaitu sebanyak 18 responden (62.1%)
menyatakan sangat setuju dan 11 responden (37.9%) menyatakan setuju bahwa
pelatihan yang diberikan kepada karyawan dapat meningkatkan ketepatan kerja dalam
menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan keinginan perusahaan.
8) Pelatihan dapat meningkatkan kemampuan karyawan dalam bekerja sama
danmembangun kinerja tim yang baik.
Berdasarkan data diatas, diperoleh hasil yaitu sebanyak 14 responden (48.3%)
menyatakan sangat setuju dan 15 responden (51.7%) menyatakan setuju bahwa
pelatihan dapat meningkatkan kemampuan karyawan dalam bekerja sama dan
105
membangun kinerja tim yang baik.
9) Program pelatihan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi karyawan.
Berdasarkan data diatas, diperoleh hasil yaitu 8 responden (27.6%) menyatakan sangatsetuju
dan 10 responden (34.5%) menyatakan setuju bahwa program pelatihan dapat meningkatkan
kemampuan komunikasi karyawan. Disisi lain, ditemukan hasil sebanyak 9 responden (31%)
menyatakan tidak setuju dan 2 responden (6.9%) menyatakan sangat tidak setuju bahwa program
pelatihan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi karyawan.
PENUTUP
a. Simpulan
Pelatihan lebih terarah pada peningkatan kemampuan dan keahlian karyawan
yang berkaitan dengan jabatan atau fungsi tanggung jawab individu yang
bersangkutan saat ini(current job oriented). Tujuan diselenggarakan pelatihan kerja
adalah untuk membekali, meningkatkan, dan mengembangkan kompetensi kerja guna
meningkatkan kemampuan, produktivitas dan kesejahteraan karyawan tersebut.
Pelatihan kerja bukanlah solusi utama yang dapat menyelesaikan semua
permasalahanyang terjadi di perusahaan. Namun pelatihan kerja dapat mengarah pada
106
peningkatan kinerja serta mencegah terjadinya penurunan kemampuan dan kurangnya
keahlian yang dimiliki oleh karyawan.
Banyak ditemukan bahwa ternyata beberapa perusahaan belum memberikan
pelatihankepada karyawannya yang mana pelatihan tersebut cukup penting demi
kemajuan perusahaan. Dampak yang akan dirasakan pun bukan hanya dari sisi
karyawan saja, tetapijuga dirasakan oleh pihak perusahaan dan manajer.
b. Saran
Berdasarkan hasil penelitian ini, maka ada beberapa saran yang dapat
diberikan olehPenulis untuk Asekma Don Bosco, antara lain:
1) Mengevaluasi materi mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia menjadi
lebih
update to date dan sesuai dengan tuntutan jaman.
2) Mengevaluasi materi mata kuliah Aplikasi Komputer terkait penggunaan
internet dankomputer yang dengan tuntutan perusahaan.
3) Mengevaluasi mata kuliah Bahasa Asing untuk lebih ditingkat kemampuan
berbicara,menulis, dan mendengar mahasiswa.
4) Mengevaluasi mata kuliah Pengembangan Diri sehingga mahasiswa
memiliki sikapatau attitude yang baik dan siap bekerja.
5) Mengevaluasi mata kuliah Kesekretarisan yang berkaitan dengan etika
profesi danilmu praktik yang sesuai dengan tuntutan kerja.
SUMBER REFERENSI
7 Jenis Pelatihan dan Pengembangan SDM Bagi Perusahaan. (2022). Dipetik Juli
107
24, 2022, dari Mekari Jurnal Entrepreneur:
https://www.jurnal.id/id/blog/jenis-pelatihan-dan- pengembangan-sdm-bagi-
perusahaan/
7 Jenis Pelatihan Untuk HRD Guna Menciptakan SDM Berkualitas. (2021, Mei 27).
Dipetik Juli 24, 2022, dari Formasi Bisnis Indonesia:
https://formasibisnis.com/artikel/7-jenis-pelatihan-untuk-hrd
Buruh. (2022, April 22). Dipetik Juli 23, 2022, dari Wikipedia Ensiklopedia Bebas:
https://id.wikipedia.org/wiki/Buruh
Dampak dari Kurangnya Pengembangan Kinerja Karyawan. (2021, November
30). DipetikJuli 25, 2022, dari Linkedin.com:
https://www.linkedin.com/pulse/dampak-dari-kurangnya-pengembangan-
kinerja-karyawan-academy- dbeyond/?originalSubdomain=id
Karim, R. (2021, Februari 26). 10 Pengertian Keterampilan Menurut Para Ahli.
Dipetik Juli 23, 2022, dari deepublish:
https://penerbitbukudeepublish.com/pengertian- keterampilan/
Kasim, U. (2012, November 19). Penerapan Prinsip Pengalihan Perlindungan
dalam PKWTPasca-Putusan MK. Dipetik Juli 23,
2022, dari HukumOnline.com:
https://www.hukumonline.com/klinik/a/penerapan-prinsip-pengalihan-
perlindungan- dalam-pkwt-pasca-putusan-mk-lt4f295d704fe05
Kemampuan. (2022, April 18). Dipetik Juli 23, 2022, dari Wikipedia
Ensiklopedia Bebas:https://id.wikipedia.org/wiki/Kemampuan
Kinerja. (2022, April 6). Dipetik Juli 23, 2022, dari Wikipedia Ensiklopedia Bebas:
108
https://id.wikipedia.org/wiki/Kinerja
Kusumawardhani, D. (2021, April 20). Tipe Karyawan yang Wajib Diketahui HRD.
Dipetik Juli 23, 2022, dari HR Note.asia: https://id.hrnote.asia/personnel-
management/tipe- karyawan-yang-wajib-diketahui-hrd-210420/
Pelatihan. (2022, Juli 15). Dipetik Juli 23, 2022, dari Wikipedia Ensiklopedia Bebas:
https://id.wikipedia.org/wiki/Pelatihan
Pentingnya Pelatihan Kerja Bagi Karyawan dan Perusahaan. (2021). Dipetik Juli
24, 2022, dari Insight Talenta: https://www.talenta.co/blog/insight-
talenta/tujuan-pelatihan- training-kerja-manfaat-pelatihan-bagi-perusahaan-
juga-karyawan/
Pentingnya Pelatihan Kerja Bagi Karyawan dan Perusahaan. (2021, November 5).
Dipetik Juli 24, 2022, dari
Universitas Medan Area:
https://manajemen.uma.ac.id/2021/11/pentingnya-pelatihan-kerja-bagi-
karyawan-dan-perusahaan/
RI, J. B. (2003, Maret 25). Ketenagakerjaan. Dipetik Juli 23, 2022, dari Database
Peraturan: https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/43013/uu-no-13-tahun-
2003
Utami, N. W. (2021, Maret 2021). Pentingnya Training Kerja & Dampak Bagi Perusahaan &
Karyawan. Dipetik Juli 25, 2022, dari Ajaib.co.id: https://ajaib.co.id/lengkap-12-tips- dan-trik-
berhasil-training-
kerja/#:~:text=Dampak%20Tidak%20Melakukan%20Pelatihan%20Kerja%20Karyawan,-
Meski%20sering%20diabaikan&text=Karyawan%20sering%20melakukan%20kesala
han%20dalam,dalam%20menggunakan%20teknologi%20di
109
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
PEDOMAN PENULISAN NASKAH
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
1. Naskah merupakan tulisan yang bersifat ilmiah baik dari dosen, mahasiswa,
pegawai ASEKMA Don Bosco di bidang Sekretaris.
2. Naskah merupakan hasil penelitian lapangan, studi kasus, dan studi
kepustakaan yangbersifat objektif, sistematis, analitis dan deskriptif.
3. Naskah harus asli dan belum pernah dipublikasikan melalui media lainnya.
4. Kata atau istilah asing yang belum diubah menjadi kata Indonesia atau belum
menjadi istilah teknis diketik dengan huruf miring (italic).
5. Naskah diketik dalam Microsoft Word huruf Times New Roman 12, jarak baris
2 spasi,jumlah halaman seluruhnya 14-20 lembar ukuran A4, dengan margin
kiri dan bawah 3 cm, margin kanan dan atas 2.5 cm dan dikirim ke alamat
redaksi.
6. Sistematika terdiri dari : Judul, Nama Penulis, Instansi, Alamat Email,
ABSTRAK (jikamakalah ditulis dalam Bahasa Indonesia maka abstrak ditulis
dalam Bahasa Inggris dan demikian sebaliknya), PENDAHULUAN (latar
belakang, permasalahan, tujuan, manfaat, dan metodologi), PEMBAHASAN,
PENUTUP (kesimpulan dan saran), dan DAFTAR PUSTAKA.
7. ABSTRAK merupakan intisari (substansi) yang mencakup pendahuluan,
pendekatan, metode, hasil dan kesimpulan; ditulis dalam Bahasa
Inggris/Indonesia kurang lebih 100-200 kata, dalam 1 paragraf, dicetak miring
(italic).
8. Daftar Pustaka ditulis tanpa nomor, diurutkan secara alfabetis: Nama
pengarang (tanpa gelar). Judul (cetak miring). Penerbit. Kota. Tahun
Penerbitan.
Contoh: Ignatius Wursanto. Kompetensi Sekretaris Profesional. Andi.
Yogyakarta. 2004.
9. Isi naskah bukan tanggungjawab redaksi. Redaksi berhak memilih naskah dan
mengeditredaksionalnya tanpa mengubah arti.