Tatalaksana
• Catat dan laporkan
– Panitia PIN, Pan
langsung
– Agar secepat mu
Dan seterusnya……
a Pajanan : 3
n
nitia K3, Atasan
ungkin diberi PPP
……………..
• Pencegahan dan Pengenda
dilaksanakan setiap saat, d
siapapun memberikan laya
• Program PPI meliputi pendi
Kewaspadaan Isolasi, Penc
pemasangan alat kesehatan
penggunaan antimikroba ra
• Keberhasilan PPI harus ada
keterlibatan dan komitmen s
alian Infeksi atau HAIs harus
dimanapun, kapanpun oleh
anan kesehatan
idikan dan pelatihan
cegahan Infeksi pada
n, kegiatan surveilans, serta
asional
a dukungan manajemen,
seluruh personil.
SEMOGA BERMANFAAT DAN
SUKSES UNTUK ANDA SEMUA
LAPORAN SOSIALISASI COVID-19
RUMAH SAKIT SEMEN GRESIK
KOMITE PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI
SOSIALISASI COVID-19
RUMAH SAKIT SEMEN GRESIK
I. LATAR BELAKANG
Corona Virus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari
gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya dua jenis corona virus yang diketahui
menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti MERS dan SARS.
Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah
diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan Sars-
CoV-2.
Di Gresik jumlah pasien yang terkonfirmasi Covid-19 masih mengalami peningkatan,
demikian juga di rumah sakit semen gresik. Sehingga rumah sakit semen gresik perlu terus
meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien secara berkesinambungan dan
berkelanjutan.
Adanya tuntutan masyarakat yang semakin tinggi dan kritis terhadap fasilitas
kesehatan yang berkualitas dan fokus terhadap keselamatan pasien, serta tuntutan sistem
pelayanan yang harus menselaraskan dengan perkembangan ilmu pengetahuan saat ini ,
maka pelayanan fokus pada mutu dan keselamatan pasien
Berkaitan dengan hal tersebut, maka diperlukan sosialisasi Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi (PPI) secara bertahap dan berkesinambungan bagi pegawai rumah
sakit tentang Covid-19, untuk pelaksanaan implementasi Pencegahan dan Pengendalian
Infeksi (PPI) tentang Covid-19 di Rumah Sakit Semen Gresik.
II. TUJUAN
Meningkatkan Pengetahuan petugas dalam memahami Protokol Kesehatan dan Self
Assement
III. SASARAN :
a. Petugas memahami pentingnya protokol kesehatan
b. Petugas dapat mengimplementasikan self assement
IV. PESERTA :
Seluruh pegawai Rumah Sakit Semen Gresik
V. METODE PELATIHAN
1. Ceramah
2. Diskusi, Tanya Jawab
VI. NARASUMBER / PEMBICARA
1. dr. A. Asriningtyas
VII. GAMBARAN UMUM MATERI PELATIHAN YANG DIBERIKAN
1. Protokol Covid-19
2. Self Assesment
VIII. WAKTU PELAKSANAAN
Dilaksanakan dalam 1 hari, terjadwal secara bertahap pada :
Hari/Tanggal : 19 Juli 2020
Tempat : Zoom meeting
Waktu : 09.30 s.d Selesai
IX. EVALUASI KEGIATAN
Dokumentasi, Undangan, Materi, Absensi, Notulen
UNDANGAN
NOTULEN
No Pertanyaan & Jawaban
1 Pertanyaan :
Pegawai sudah menjalankan prokes tetapi dirumah ada keluarga yang
terpapar covid-19, bagaimana tindak lanjut untuk pegawai?
Jawaban :
Sesuai dengan SPO penanganan pegawai yang terpapar covid
2 Pertanyaan :
Self assement sudah dilakukan, bagaimana untuk pegawai yang terpapar
Jawaban :
Pegawai yang terpapar tetap mengisi self assement sesuai dengan form yang
ada
ABSENSI
ABSENSI
DOKUMENTASI
PANDUAN
HAND HYGIENE
RUMAH SAKIT SEMEN GRESIK
i
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI .................................................................................................................... i
BAB I DEFINISI ........................................................................................................ 1
BAB II RUANG LINGKUP .......................................................................................... 2
BAB III KEBIJAKAN ..................................................................................................... 3
BAB III TATA LAKSANA ............................................................................................. 5
A. PROSEDUR CUCI TANGAN RUTIN ............................................................ 5
B. LIMA MOMEN KEBERSIHAN TANGAN .................................................... 6
C. SASARAN CUCI TANGAN.......................................................................... 6
D. PROSEDUR CUCI TANGAN BEDAH........................................................... 7
BAB IV DOKUMENTASI ............................................................................................. 9
i
BAB I
DEFINISI
1. Kebersihan tangan : Pengertian umum yang digunakan untuk setiap aktivitas
membersihkan tangan.
2. Sabun antimikrobial atau antiseptik dengan konsentrasi yang cukup untuk membunuh
mikroorganisme dan atau menghambat pertumbuhannya secara temporer
3. Zat antiseptik : Zat atau bahan antimikroba yang bekerja menginaktifkan
mikroorganisme atau menghambat pertumbuhannya pada jaringan yang hidup. Contonya
: alkohol, Chlorhexidine (CHG), derivat klorin, iodine, triclosan dan sebagainya.
4. Cuci tangan antiseptik : Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun yang
mengandung zat antiseptik.
5. Antiseptik Handrubbing : Penggunaan antiseptik handrub untuk mengurangi atau
menghambat pertumbuhan mikroorganisme tanpa harus menggunakan air atau membilas
dan menggunakan dengan handuk atau tissu.
1
BAB II
RUANG LINGKUP
1. Pelaksana panduan ini adalah :
a. Setiap petugas yang kontak langsung atau tidak langsung dengan pasien yaitu :
1. Staf Medis
2. Staf Perawat
3. Staf Bidan
4. Staf Fisioterapi
5. Staf Ahli gizi
6. Staf Farmasi
7. Staf Laboratorium
8. Staf Radiologi
9. Penunjang Medik
10. Petugas kesehatan lain
b. Setiap petugas yang ada berkontribusi dengan prosedur pasien
c. Setiap orang yang bekerja di rumah sakit
d. Penunggu dan pengunjung pasien
3. Penetapan Area Cuci Tangan Di Rumah Sakit
Sarana cuci tangan harus tersedia di tempat- tempat sebagai berikut :
a. Kamar pasien / bed pasien / Area pemeriksaan pasien (Rumah Sakit)
b. Area pelaksanaan tindakan medis (Ruang tindakan, Ruang Operasi, Ruang Sampling)
c. Critical Care (Ruang Bayi, Instalasi Intensive Care,Instalasi Bedah Sentral )
d. Toilet
e. Laundry
f. Tempat Pengolahan makanan dan Penyajian makanan
g. Tempat Pengolahan Limbah
h. Sterilisasi Sentral
i. Kamar Jenazah
2