seseorang untuk menyajikan gagasan. Gagasan tersebut dikaji oleh penulis atau pembicara
berdasarkan sudut pandang tertentu. Untuk menguatkan gagasan yang disampaikan, penulis atau
pembicara harus menyertakan alasan-alasan logis.
Page 4
Peta Konsep
Menginterpretasikan isi Mengidentifikasi tesis, argumen,
teks eksposisi dan rekomendasi dalam teks
eksposisi
MENGEMBANGKAN Mengembangkan isi
PENDAPAT DALAM teks eksposisi Membedakan fakta dan opini
dalam teks eksposisi
EKPOSISI Menelaah struktur dan
Kebahasaan teks eksposisi Melengkapi tesis dengan
argumenn
Menyusun teks eksposisi
Menyampaikan kembali isi
teks eksposisi dengan bahasa
yang berbeda
Mengungkapkan struktur teks
eksposisi
Membandingkan kebahasaan
dua teks eksposisi
Menentukan gagasan pokokdan
gagasan penjelas dalamteks
eksposisi.
Menyusun ulang gagasan
kedalam teks eksposisi
Page 5
Kata Pengantar ................................................................................................................................................. 3
Pendahuluan .................................................................................................................................................. 4
Daftar Isi ........................................................................................................................................................... 7
Mengembangkan Pendapat dalam Eksposisi
A. Menginterpretasi Makna dalam Teks Eksposisi …………………………………………………………..…………. 8
B. Mengembangkan Isi Teks Eksposisi…………………………………………………… 16
C. Menelaah Struktur dan Kebahasaan Teks Eksposisi……………………………………… 20
D. Menyajikan Gagasan ke dalam Teks Eksposisi……………………………………… 28
Ringkasan…………………………………………………………………………………... 31
Evaluasi……………………………………………………………………………………………….. 32
Glosarium…………………………………………………………………………………………….. 44
Daftar Pustaka………………………………………………………………………………………. 45
Page 6
Mengembangkan Pendapat dalam Eksposisi
A. Menginterpretasi Makna dalam Teks Eksposisi
Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu:
1. mengidentifikasi tesis, argumen, dan rekomendasi
dalam eksposisi;
2. membedakan fakta dan opini dalam teks oksposisi.
Eksposisi biasa digunakan seseorang untuk menyajikan gagasan. Gagasan tersebut dikaji
oleh penulis atau pembicara berdasarkan sudut pandang tertentu. Untuk menguatkan gagasan
yang disampaikan, penulis atau pembicara harus menyertakan alasan-alasan logis. Dengan
kata lain, ia bertanggung jawab untuk membuktikan, mengevaluasi, atau mengklarifikasi
permasalahan tersebut. Bentuk teks ini biasa digunakan dalam kegiatan ceramah, perkuliahan,
pidato, editorial, opini, dan sejenisnya.
Untuk dapat memahami teks eksposisi dengan baik, lakukan aktivitas pembelajaran
berikut ini.
Mengidentifikasi Tesis, Argumen, dan Rekomendasi dalamTeks Eksposisi
Kegiatan mendengarkan dan membaca teks eksposisi banyak sekali manfaatnya. Salah
satunya, kamu akan mengetahui keterkaitan antara permasalahan dengan argumentasi yang
disajikan. Dengan menelaah argumentasi yang disampaikan penulis atau pembicara,
kamu akan dapat meyakini lalu menerima pendapat yang disampaikan. Namun, jika
argumen yang disampaikan lemah dan tidak meyakinkan, kamu dapat saja menolak
pendapat yang disampaikan.
Salah satu bentuk komunikasi lisan yang menggunakan teks eksposisi adalah berpidato.
Sebagaimana diketahui, pidato merupakan kegiatan berbicara di depan umum untuk
menyatakan pendapat atau memberikan gambaran tentang suatu hal.
Pada bagian ini kamu akan belajar untuk memahami isi teks eksposisi lisan (pidato).
Untuk itu, tutuplah bukumu dan dengarkanlah pembacaan pidato yang akan dibacakan guru
atau temanmu. Untuk dapat menangkap maknanya dengan baik, ikutilah petunjuk berikut.
1. Sebelum mendengarkan pidato berjudul Bahaya Narkoba cermatilah pertanyaan-
pertanyaan umum berikut ini.
a. Masalah apa yang dibahas dalam pidato tersebut?
b. Apa pendapat pembicara tentang bahaya narkoba?
c. Bagaimana cara pembicara memperkuat pendapatnya?
d. Argumen apa yang digunakan pembicara untuk menguatkanpendapatnya?
2. Catatlah informasi penting yang kamu temukan selama mendengarkan pembacaan
pidato tersebut.
Page 7
Bahaya Narkoba bagi Generasi Muda
Sumber: humaspolresbantul.wordpress.com
“Assalamu alaikumwarahmatullahi wabarakatuh,Salam sejahtera bagi kita semua”
Bapak Kepala Sekolah yang saya hormati, Bapak dan Ibu Guru yang saya taati,serta teman -teman
yang saya kasihi. Semoga aktivitas kita pada hari ini menjadiamal kebaikan bagi kita semua.
Sebelum menyampaikan pidato tentang bahaya narkoba bagi generasi muda, izinkanlah saya
mengajak Bapak, Ibu, serta hadirin semua untuk mensyukuri nikmat Tuhan. Hanya berkat nikmat
Tuhanlah kita dapat bertemu dalam kegiatanseminar hari ini.
Bapak,Ibu, sertahadirin yang saya hormati,
Dewasa ini, narkoba telah mejadi ancaman yang sangat mengerikan bagigenerasi muda yang
berarti juga menjadi ancaman bagi keberlangsungan bangsaIndonesia.
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia hingga tanggal 13 Mei 2013 mencatat ada
158.812 narapidana dan tahanan di Indonesia, 51.899 orang di antaranya terkait kasus narkoba.
Dari jumlah itu, 759 orang di antaranya adalah
produsen narkoba, 3.751 orang bandar narkoba, 16.432 orang pengedar narkoba, dan 1.621 orang
penadah. Jumlah penyalah guna narkoba sebanyak 7 juta orang,dan sebagian besar di antaranya adalah
para pelajar SMP, SMA, bahkan SD. Bisa jadi, data yang terungkap itu hanya fenomena gunung es,
hanya fakta yang terungkappuncaknya, sedangkanfakta yang sebenarnya bisa jadi jauh lebih besar.
Narkoba benar-benar membahayakan nasib bangsa ini di masa depan. Efek kerusakan akibat
narkoba ini tidak hanya mengenai diri sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitarnya. Tak hanya dalam
skala kecil seperti keluarga, tetapi juga dalamskala besar, miras, dan narkoba akan menghancurkan
sendi-sendi pembangunan nasional. Secara ekonomi, akan sangat banyak dana yang dihambur-
hamburkanuntuk membeli barang-barang haram itu, kemudian mengobati mereka, membiayaiberbagai
upaya pencegahan bahayanya. Belum lagi, efeknya bagi pertahanan dankeamanan nasional.
Hadirin yang saya hormati,
Sebagai generasi muda, calon penerus perjuangan bangsa, sudah seharusnyakita menyiapkan diri
menjadi generasi yang berkualitas. Upaya menghindarkandiri dari bahaya penyalahgunaan narkoba
setidaknya dapat dilakukan melalui tiga cara. Pertama, dari diri sendiri. Artinya, masing-masing kita
membentengi diri dari kemungkinan menjadi pengonsumsi narkoba. Hal itu dapat kita lakukan
dengan pandai-pandai memilih teman bergaul. Kedua, dengan meningkatkan keimanan dan
ketakwaan kepada Allah seraya memohon agar kita terhindar dari bahayapenyalahgunaan miras
dan narkoba. Dengan menjalankan semua perintah Allahdan menjauhkan diri dari larangan Allah,
kita akan terhindar dari perbuatan- perbuatan tercela. Ketiga, hendaklah kita selalu ingat bahwa
apa pun yang kita lakukanhariinipadadasarnyaadalahtabunganmasadepan kita. Bilakitamenabung
kebaikan dan kemuliaan hari ini, maka kebaikan dan kemuliaan itulah yang akankita petik di masa
Page 8
depan, termasuk di akhirat nanti. Sebaliknya, keburukan yang kita lakukan hari ini, termasuk
menghancurkan diri sendiri dengan mengonsumsi narkoba, pada dasarnya adalah menghancurkan
masa depan kita sendiri.
Hadirin yang saya hormati,
Lalu bagaimana dengan mereka yang sudah telanjur menjadi pengguna narkoba? Jangan
berputus asa. Segeralah bertaubat, berhenti mengonsumsinya, ikuti rehabilitasi, putuskan segala hal
yang memungkinkan kita akan terhubungkembalidengan para bandar dan pengguna narkoba.
Akhirnya, demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat danmenginspirasi.
Terima kasih,
Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sekarang, cobalah lanjutkan analisis isi pidato di atas dengan mengisitabel berikut ini.
Pendapat yang Disampaikan Argumen yang Disampaikan
Narkoba berbahaya bagigenerasi 1. Jumlah penyalah guna narkoba
muda sebanyak 7 juta orang, dan sebagian
besar di antaranya adalah para pelajar
SMP, SMA, bahkan SD.
2.
3.
Rekomendasi Generasi muda, calon penerus
seharusnya kita menyiapkan diri
menjadi generasi yang berkualitas
dengan tiga cara.
Tugas berikut ini
Bacalah teks Pembangunan dan Bencana Lingkungan
kemudian kerjakan tugas-tugas di bawahnya.
Pembangunan dan Bencana Lingkungan
Sumber: http-//beritadaerah.co.id/
Page 9
Bumi saat ini sedang menghadapi berbagai masalah lingkungan yang serius. Enammasalah
lingkungan yang utamatersebut adalah ledakan jumlah penduduk, penipisan sumber daya alam,
perubahan iklim global, kepunahan tumbuhan dan hewan, kerusakan habitat alam, serta
peningkatan polusi dan kemiskinan. Dari hal itu dapat dibayangkan betapa besar kerusakan alam
yang terjadi karena jumlah populasi yang besar, konsumsi sumber daya alam dan polusi yang
meningkat, sedangkan teknologi saat ini belum dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.
Para ahli menyimpulkan bahwa masalah tersebut disebabkan oleh praktik
pembangunan yang tidak memerhatikan kelestarian alam, atau disebut pembangunan yang
tidak berkelanjutan. Seharusnya, konsep pembangunan adalah memenuhi kebutuhan manusia
saat ini dengan mempertimbangkan kebutuhan generasi mendatang dalam memenuhi
kebutuhannya.
Penerapan konsep pembangunan berkelanjutan pada saat ini ternyata jauh dari
harapan. Kesulitan penerapannya terutama terjadi di negara berkembang, salah satunya
Indonesia. Sebagai contoh, setiap tahun di negara kita diperkirakan terjadi penebangan hutan
seluas 3.180.243 ha (atau seluas 50 kali luas kota Jakarta). Hal ini juga diikuti oleh
punahnya f loradan fauna langka. Kenyataan ini sangat jelas menggambarkan kehancuran alam
yang terjadi saat ini yang diikuti bencana bagi manusia.
Pada tahun 2005 - 2006 tercatat, telah terjadi 330 bencana banjir, 69 bencana tanah
longsor, 7 bencana letusan gunung berapi, 241 gempa bumi, dan 13 bencana tsunami. Bencana
longsor dan banjir itu disebabkan oleh perusakan hutan dan pembangunan yang mengabaikan
kondisi alam.
Bencana alam lain yang menimbulkan jumlah korban banyak terjadi karena praktik
pembangunan yang dilakukan tanpa memerhatikan potensi bencana. Misalnya, banjir yang
terjadi di Jakarta pada Februari 2007, dapat dipahami sebagai dampak pembangunan kota
yang mengabaikan pelestarian lingkungan.
Menurut tim ahli Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air, penyebab
utama banjir di Jakarta ialah pembangunan kota yang mengabaikan fungsi daerah resapan air
dan tampungan air. Hal ini diperparah dengan saluran drainase kota yang tidak terencana dan
tidak terawat serta tumpukan sampah dan limbah di sungai. Akhirnya, debit air hujan yang
tinggi menyebabkan bencana banjir yang tidak terelakkan.
Masalah lingkungan di atas merupakan masalah serius yang harus segera diatasi.
Meskipun tidak mungkin mengatasi keenam masalah utama lingkungan tersebut, setidaknya
harus dicari solusi untuk mencegah bertambah buruknya kondisi bumi.
Sumber: www.buletinpilar.com dengan penyesuaian
Selanjutnya, diskusikanlah dengan teman-temanmu hal-hal berikut ini.
1. Apakah gagasan atau pendapat yang disampaikan penulis dalam tekstersebut?
2. Argumenapayangdisampaikanolehpenulisuntukmendukungpendapatnya?
3. Apakah rekomendasi yang disampaikan oleh penulis?
Kerjakan di buku tugasmu.
Pendapat yang disampaikan
Argumen yang disampaikan
Page 10
Rekomendasi
Berdasarkan analisis di atas, kemukakan pendapatmu apakah rekomendasi yang diajukan
penulis efektif untuk dilakukan? Jelaskan pendapatmu!
Membedakan Fakta dan Opini
Dalam menyampaikan argumen, pembicara atau penulis dapat menggunakan fakta dan
alasan-alasan yang logis. Fakta-fakta disajikan dalam kalimat fakta, sedangkan alasan yang logis
disajikan dalam kalimat opini.
Coba kamu perhatikan contoh kalimat-kalimat berikut ini.
Kalimat fakta: Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia hingga tanggal 13 Mei 2013
mencatat ada 158.812 narapidanadan tahanan di Indonesia, yang 51.899 orang di
antaranya terkait kasus narkoba.
Kalimat opini: Sebagai generasi muda, calon penerus perjuangan bangsa, sudah seharusnya kita
menyiapkan diri menjadi generasi yang berkualitas.
Diskusikanlah dengan temanmu, apa perbedaan antara kalimat fakta dan kalimat opini.
Selanjutnya, kerjakan tugas-tugas berikut untuk memperkuat pemahamanmu tentang kalimat
fakta dan kalimat opini.
Tugas
Bacalah kembali teks eksposisi berjudul Pembangunan dan Bencana Lingkungan”. Kemudian, datalah
3 kalimat fakta dan tiga kalimat opini. Kerjakan di buku tugasmu dengan menggunakan tabel berikut ini.
Kalimat Fakta Kalimat Opini
1. 1.
2. 2.
Page 11
3. 3.
Untuk meningkatkan penguasaan kamu dalam menginterpretasi makna teks eksposisi,
bacalah teks berikut ini.
Upaya Melestarikan Lingkungan Hidup
Sumber: ttp://tempo-institute.org/upaya-pelestarian-lingkungan-hidup/
Permasalahann seputar lingkungan hidup selaluterdengar mengemuka.Kejadian demi kejadian
yang dialami di dalam negeri telah memberi dampak yang sangat besar. Tidak sedikit kerugian
yang dialami, termasuk nyawa manusia. Namun, hal yang perlu dipertanyakan, apakah pengalaman
tersebut sudah cukup menyadarkan manusia untuk melihat kesalahan dalam dirinya? Ataukah
manusia justru merasa lebih nyaman dengan sikap menghindar dan menyelamatkan diri dengan
tidak memberikan solusi yang lebih baik dan lebih tepat lagi?
Banyak usaha yang seharusnya dilakukan oleh manusia dalam upaya pelestarian lingkungan
hidup. Upaya yang dimaksud adalah upaya rekonsiliasi, perubahan konsep atau pemahaman tentang
alam, dan menanamkan budaya pelestari.
Upaya Rekonsiliasi
Kerusakan lingkungan hidup dan efeknya terus berlangsung danterjadi. Manusia cenderung
untuk menangisi nasibnya. Lama-kelamaan tangisan terhadap nasib itu terlupakan dan dianggap
sebagai embusan angin yang berlalu. Bekas tangisan karena efek dari kerusakan lingkungan yang
dialaminya hanya tinggal menjadi suatu memori untuk dikisahkan. Namun, perlu diingat bahwa
tidaklah cukup jika manusia hanya sebatas menangisi nasibnya, tetapi pada kenyataannya tidak
pernah sadar bahwa semua kejadian tersebut adalah hasil dari perilaku dan tindakan yang patut
diperbaiki dan diubah.
Setiap peristiwa dan kejadian alam yang diakibatkan oleh kerusakan lingkungan hidup
merupakan suatu pertanda bahwa manusia mesti sadar dan berubah. Upaya rekonsiliasi menjadi
suatu sumbangan positif yang perlu disadari. Tanpa sikap rekonsiliasi, kejadian-kejadian alam
sebagai akibat kerusakan lingkungan hidup hanya akan menjadi langganan yang terus-menerus
dialami.
Page 12
Lalu, usaha manusia untuk selalu menghindarkan diri dari akibat kerusakan lingkungan hidup
tersebut hendaknya bukan dipahami sebagai suatu kenyamanan saja. Akan tetapi, justru kesempatan
itu menjadi titik tolak untuk memulai suatu perubahan. Perubahan untuk dapat mencegah dan
meminimalisasi efek yang lebih besar. Jadi, sikap rekonsiliasi dari pihak manusia dapat
memungkinkannya melakukan perubahan demi kenyamanan di tengah-tengah lingkungan
hidupnya.
Perubahan Konsep atau Pemahaman Manusia tentang Alam
Salah satu akar permasalahan seputar kerusakan lingkungan hidup adalah terjadinya
pergeseran pemahaman manusia tentang alam. Berbagai fakta kerusakan lingkungan hidup yang
terjadi di tanah air adalah hasil dari suatu pergeseran pemahaman manusia tentang alam. Cara
pandang tersebut melahirkan tindakan yang salah dan membahayakan. Misalnya, konsep tentang
alam sebagai objek. Konsep ini memberi indikasi bahwa manusia cenderung untuk
mempergunakan alam seenaknya. Tindakan dan perilaku manusia dalam mengeksplorasi alam
terus terjadi tanpa disertai suatu pertanggungjawaban bahwa alam perlu dijaga keutuhan dan
kelestariannya. Banyak binatang yang seharusnya dilindungi justru menjadi korban perburuan
manusia yang tidak bertanggung jawab. Pembalakan liar yang terjadi pun tak dapat dibendung lagi.
Pencemaran tanah dan air sudah menjadi kebiasaan yang terus dilakukan. Polusi udara sudah tidak
disadari bahwa di dalamnyaterdapat kandungan toksin yang membahayakan. Jadi, alam merupakan
objek yang terus menerus dieksploitasi dan dipergunakan manusia.
Berdasarkan kenyatan demikian, diperlukan suatu perubahan konsep baru. Konsep yang
dimaksud adalah melihat alam sebagai subjek. Konsep alam sebagai subjek berarti manusia dalam
mempergunakan alam membutuhkan kesadaran dan rasa tanggung jawab. Di sini seharusnya
manusia dalam hidupnya dapat menghargai dan mempergunakan alam secara efektif dan bijaksana.
Misalnya, orang Papua memahami alam sebagai ibu yang memberikehidupan. Artinya, alam dilihat
sebagai ibu yang darinya manusia dapat memperoleh kehidupan. Oleh karena itu, tindakan merusak
lingkungan secara tidak langsung telah merusak kehidupan itu sendiri.
Sumber: http://almaky.blogspot.com dengan penyesuaian
Tugas 1
1. Temukan pendapat dan argumen yang disampaikan penulis dalam eksposisi di atas dengan
mengisi tabel berikut ini. Kamu dapat menambahkan kolom sesuai dengan kebutuhan.
Pendapat Argumen
Page 13
2. Rangkaikanlah pendapat dan argumen yang kamu temukan dalamsebuah kalimat yang
singkat dan jelas.
Buatlah ringkasan teks Upaya Melestarikan Lingkungan Hidup di atas.
Untuk memudahkan pekerjaanmu, temukan gagasan pokok setiap paragraf
dalam teks tersebut dengan mengisi tabel berikut ini. Kemudian susunlah
ringkasan berdasarkan gagasan-gagasan pokok tersebut.
Gagasan Pokok Paragraf Ringkasan
Seringkali teks eksposisi diikuti dengan rekomendasi untuk memecahkan permasalahan
yang dibahas. Agar dapat memahami rekomendasi yang tepat sesuai dengan permasalahan
dalam eksposisi, kerjakan tugas berikut.
1. Datalah rekomendasi yang disampaikan penulis dalam teks tersebut.
2. Temukan permasalahan kerusakan lingkungan yang terjadi di lingkungan sekitarmu.
Buatlah rekomendasi untuk memecahkan permasalahan tersebut!
3. Lengkapi rekomendasimu dengan argumen yang mendukung.
Page 14
B. Mengembangkan Isi Teks Eksposisi
Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu:
1. melengkapi tesis dengan argumen yang mendukung;
2. menyampaikan kembali gagasan dalam teks eksposisi
dengan bahasa berbeda.
Melengkapi Tesis dengan Argumen yang Mendukung
Eksposisi dikembangkan berdasarkan gagasan pokok yang dinyatakan dalam tesis atau
pernyataan pendapat. Untuk menguatkan pendapat tersebut digunakanlah argumen-argumen.
Pada bagian terdahulu, kamu telah menemukan gagasan-gagasan pokok dalam teks
Pembangunan dan Kerusakan Lingkungan. Tesis yang merupakan gagasan pokok tersebut
dikembangkan menjadi sebuah paragraf utuh dengan menambahkan gagasan-gagasan penjelas
berupa argumen.
Perhatikan contoh gagasan pokok dan gagasan penjelas pada paragraf satu teks
Pembangunan dan Kerusakan Lingkungan. Setelah itu, lanjutkan menemukan gagasan pokok
dan gagasan penjelas pada paragraf-paragrafselanjutnya.
Paragraf ke Gagasan Pokok Gagasan Penjelas
1.
Bumi saat ini sedang Enam masalah lingkungan yang
menghadapi utama tersebut adalah ledakan jumlah
berbagai masalah lingkungan penduduk, penipisan sumber daya
yang serius. alam, perubahan iklim global,
kepunahan tumbuhan dan hewan,
kerusakan habitat alam, serta
peningkatan polusi dan kemiskinan.
Dari hal itu dapat dibayangkanbetapa
besar kerusakan alam yang terjadi
karena jumlah populasi yang besar,
konsumsi sumber daya alam dan
polusi yang meningkat, sedangkan
teknologi saat ini belum dapat
menyelesaikan permasalahantersebut.
2
.
3.
4.
Page 15
5.
6.
7.
Temukan gagasan pokok dan gagasan penjelas setiap paragraf dalam teks Upaya Melestarikan
Lingkungan Hidup dengan mengisi tabel berikut ini.
Paragraf ke Gagasan Pokok Gagasan Penjelas
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Page 16
Menyampaikan Kembali Gagasan dalam Teks Eksposisidengan Bahasa yang Berbeda
Salah satu cara berlatih menyampaikan pendapat dengan eksposisi adalah dengan
menyampaikan kembali gagasan pokok yang terdapat dalam eksposisi berjudul Pembangunan dan
Kerusakan Lingkungan. Perhatikan contoh, kemudian lanjutkan untuk mengidentifikasi gagasan
pokok dan gagasan pendukung pada paragraf-paragraf selanjutnya.
Penyampaian dalam Eksposisi Penyampaian dengan Bahasayang
Berbeda
Bumi saat ini sedang menghadapi
berbagai masalah lingkungan yang serius. Bumi sedang menghadapi
Enam masalahlingkungan yang utama berbagai permasalahan lingkungan
tersebut adalah ledakan jumlah penduduk, yang serius. Ada enam masalah
penipisan sumber daya alam, perubahan lingkungan yang utama yaitu
iklim global, kepunahan tumbuhan dan ledakan jumlah penduduk,
hewan, kerusakan habitat alam, serta penipisan sumber daya alam,
peningkatan polusi dan kemiskinan. Dari perubahan iklim global, kepunahan
hal itu dapat dibayangkan betapa besar tumbuhandanhewan, kerusakan
kerusakanalamyangterjadi habitat alam, serta peningkatan
karena jumlahpopulasiyang besar,konsumsi polusi dan kemiskinan. Kerusakan
sumber daya alam dan polusi yang alam yangterjadisangat besarkarena
meningkat, sedangkanteknologi saat ini jumlahpopulasi yang besar,
belum dapat menyelesaikan permasalahan konsumsi
tersebut. sumber daya alamdanpolusiyang
meningkat. Di sisi lain, teknologi saat
inibelumdapat menyelesaikan
permasalahantersebut.
Page 17
Lanjutkanlah mengubah setiap paragraf dengan bahasamu sendiri tanpa
mengubah isi yang disampaikan penulis aslinya. Kamu dapat menambahkan
kolom sesuai dengan kebutuhan (jumlah paragraf dalam teks tersebut).
Tugas
Sampaikanlah isi eksposisi Upaya Melestarikan Lingkungan Hidup di
atas dengan menggunakan bahasamu sendiri. Agar lebih mudah kamu dapat
mengubahnya setiap paragraf dengan menggunakan tabel berikut ini.
Page 18
Penyampaian dalam Eksposisi Penyampaian dengan Bahasayang
Berbeda
Permasalahan seputar lingkungan hidup
selalu terdengarmengemuka. Kejadian demi Permasalahan lingkungan hidup
kejadian yang dialami di dalam negeri telah selalu menarik perhatian banyak orang.
memberi dampak yang sangat besar. Tidak Bencana alam yang seringkaliterjadi di
sedikit kerugian yang dialami, termasuk Indonesia menimbulkan kerugian yang
nyawa manusia juga. Namun, hal yang perlu sangat besar baik harta maupun jiwa.
dipertanyakan, apakahpengalaman tersebut Bencana alam yang bertubi-tubi tersebut
sudah cukup belum mampu menyadarkan manusia
menyadarkan manusia untuk melihatkesalahan untuk melihat kesalahan dalam dirinya.
dalam dirinya? Ataukah manusia justru merasa Apakah ini pertanda bahwa manusia
lebih nyaman dengan sikap menghindar dan merasa lebih nyaman menghindar dan
menyelamatkan diri dengan tidak memberikan menyelamatkan diri tanpa memberikan
solusi yang lebih baik dan lebih tepat lagi? solusi untuk mengatasinya?
C. Menelaah Struktur dan Kebahasaan Teks Eksposisi
Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu:
1. mengungkapkan struktur teks eksposisi;
2. membandingkan kebahasaan dua teks eksposisi.
Mengungkapkan Struktur Teks Eksposisi
Teks eksposisi merupakan teks yang dibangun oleh pendapat atau opini. Sejalan
dengan isi teks eksposisi, struktur teks eksposisi meliputi (a) tesis atau penyataan pendapat,
(b) argumentasi, dan (c) penegasan ulang.
Tesis atau pernyataan pendapat adalah bagian pembuka dalam teks eksposisi. Bagian
tersebut berisi pendapat umum yang disampaikan penulis terhadap permasalahan yang
diangkat dalam teks eksposisi.
Page 19
Argumentasi merupakan unsur penjelas untuk mendukung tesis yang disampaikan.
Argumentasi dapat berupa alasan logis, data hasil temuan,fakta-fakta, bahkan pernyataan para ahli.
Argumen yang baik harus mampu mendukung pendapat yang disampaikan penulis atau
pembicara. Bagian terakhir adalah penegasan ulang, yaitu bagian yang bertujuan menegaskan
pendapat awal serta menambah rekomendasi atau saran terhadap permasalahan yang diangkat.
Berikut ini kamu akan belajar mengidentifikasi struktur teks eksposisi
Pembangunan dan Bencana Lingkungan.
Tesis/ PernyataanPendapat Bumi saat ini sedang menghadapi berbagai masalah
Argumentasi lingkungan yang serius. Enam masalah lingkungan yang
Argumentasi utama adalah ledakan jumlah penduduk, penipisan sumber
daya alam, perubahan iklim global, kepunahan tumbuhan
Argumentasi dan hewan, kerusakan habitat alam, serta peningkatan
polusi dan kemiskinan polusi dan kemiskinan. Dari hal itu
dapat dibayangkan betapa besar kerusakan alam yang terjadi
karena jumlah populasi yang besar, konsumsi sumber daya
alam dan polusi yangmeningkat, sedangkan teknologi saat ini
belum dapatmenyelesaikan permasalahan tersebut.
Para ahli menyimpulkan bahwa masalah tersebut disebabkan
oleh praktik pembangunan yang tidak memerhatikan
kelestarian alam, atau disebut pembangunan yang tidak
berkelanjutan. Seharusnya, konsep pembangunan adalah
memenuhi kebutuhan manusia saat ini dengan
mempertimbangkan kebutuhan generasi mendatang dalam
memenuhi kebutuhannya.
Penerapan konsep pembangunan berkelanjutan pada saat ini
ternyata jauh dari harapan. Kesulitan penerapannya terutama
terjadi di negara berkembang, salah satunya Indonesia.
Sebagai contoh, setiap tahun di negara kita diperkirakan
terjadi penebangan hutan seluas 3.180.243 ha (atau seluas 50
kali luas kota Jakarta). Hal ini juga diikuti oleh punahnya
flora dan fauna langka. Kenyataan ini sangat jelas
menggambarkan kehancuran alam yang terjadi saat ini yang
diikuti bencana bagi manusia.
Pada tahun 2005 - 2006 tercatat terjadi 330 bencana banjir,
69 bencana tanah longsor, 7 bencana letusan gunung berapi,
241 gempa bumi, dan 13 bencana tsunami. Bencana longsor
dan banjir itu disebabkan oleh perusakan hutan dan
pembangunan yang mengabaikan kondisi alam.
Page 20
Argumentasi Bencana alam lain yang menimbulkan jumlah korban banyak
terjadi karena praktik pembangunan yang dilakukan tanpa
memerhatikan potensi bencana. Misalnya, banjir yang terjadi
di Jakarta pada Februari 2007, dapat dipahami sebagai
dampak pembangunan kota yang mengabaikan kerusakan
lingkungan dan bencana alam.
Argumentasi Menurut tim ahli Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber
Daya Air, penyebab utama banjir di Jakarta ialah
Penegasan Ulang dan pembangunan kota yang mengabaikan fungsi daerah resapan
rekomendsi air dan tampungan air. Hal ini diperparah dengan saluran
drainase kota yang tidak terencana dan tidak terawat serta
tumpukan sampah dan limbah di sungai. Akhirnya, debit air
hujan yang tinggi menyebabkan bencana banjir yang tidak
terelakkan.
Masalah lingkungan di atas merupakan masalah serius yang
harus segera diatasi. Meskipun tidak mungkin mengatasi
keenam masalah utama lingkungan tersebut, setidaknya harus
dicari solusi untuk mencegah bertambah buruknya kondisi
bumi.
Untuk menguji penguasaanmu terhadap materi struktur teks eksposisi, bacalah kembali teks
Upaya Melestarikan Lingkungan Hidup kemudian kerjakan tugas-tugas berikut ini.
Analisislah struktur teks Upaya Melestarikan Lingkungan Hidup dengan mengisi tabel berikut
ini!
Tesis/
Pernyataan
Pendapat
Page 21
Argumentasi
Argumentasi
Argumentasi
Argumentasi
Argumentasi
Penegasan
Ulang
Membandingkan Kebahasaan Dua Teks Eksposisi
Dalam teks eksposisi banyak digunakan istilah yang sesuai dengan bidang permasalahan yang
dibahas. Penggunaan istilah tersebut membantu penulis atau pembicara memperkuat gagasan yang
disampaikan
Datalah istilah yang terdapat dalam teks Pembangunan dan Bencana Lingkungan dan
Upaya Melestarikan Lingkungan Hidup. Kemudian, carilah maknanya dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia atau dalam Kamus istilah. Kerjakan di buku tugasmu dengan menggunakan
tabel berikut.
Page 22
Judul teks : Pembangunan dan Bencana Lingkungan
No Istilah Makna
1. polusi pencemaran
2. habitat
1. Tempat tinggal khas bagi seseorang atau
3. kelompok masyarakat.
4.
5. 2. Bio tempat hidup organisme tertentu;tempat
6. hidup yang alami (bagi tumbuhan dan
7. hewan); lingkungan kehidupan asli.
dst.
3. Geo tempat kediaman atau kehidupan
tumbuhan, hewan, dan manusia dengan
kondisi tertentu pada permukaan bumi.
Judul teks : Upaya Melestarikan Lingkungan Hidup
No Istilah Makna
1. rekonsiliasi
3. efek
4. konsep
5.
6.
dst.
Selain menggunakan istilah dalam bidang yang dibahas, teks eksposisi jugabanyak menggunakan kata
sifat. Perhatikan contoh adjektiva yang terdapat dalam teks Pembangunan dan Bencana Lingkungan dalam tabel
berikut
Page 23
Tugas 2
Temukan makna adjektiva (kata sifat) dengan menggunakan KBBI. Isikan
jawabanmu pada kolom yang telah disediakan pada tabel berikut!
Adjektiva Makna Leksikal/ Kamus
serius 1Sungguh-sungguh;
besar 2gawat, genting (karena menghadapi bahaya,
risiko,akibat, dan sebagainya yang mungkin
terjadi)
punah
langka
banyak
utama
tinggi
buruk
Selain menggunakan adjektiva, dalam teks eksposisi, seperti juga dalam
teks lainnya, juga dapat kita temukan perubahan jenis kata karena afiksasi
(pengimbuhan). Apakah kalian juga menjumpai afiksasi dalam teks
Pembangunan dan Bencana Lingkungan, khususnya kata turunan yang berasal
atau berubah menjadi adjektiva?
Page 24
Lengkapilah analisis kata turunan dan afiksasi tersebut pada kolom berikut.
Kata Bentukan Jenis Imbuhan Kata Dasar Jenis
penipisan nomina pe(N)-an tipis adjektiv
a
kepunahan nomina
kerusakan nomina
kemiskinan nomina
kelestarian nomina
kehancuran nomina
perusakan nomina
diperparah verba
terencana adjektiva
terawat adjektiva
Lanjutkan dengan mengidentifikasi kata sifat (adjektiva)!
Paragraf ke Adjektiva Frasa Adjektiva
1.
2.
3.
4.
5. dan seterusnya
Dalam teks eksposisi banyak digunakan kalimat verbal, yaitu kalimat
berpredikat verba. Kalimat lainnya, kalimat nominal, kalimat berpredikat
nomina, adjektiva, numeralia, atau adverbia, jarang digunakan dalam teks
eksposisi.
Page 25
Perhatikan contoh kalimat verbal yang terdapat dalam teks
Pembangunan dan Bencana Lingkungan di atas!
No Kalimat Jenis Kalimat Verbal
1. Bumi saat ini sedang menghadapi Kalimat aktiftransitif
berbagaimasalah lingkungan yang serius.
2. Kenyataan ini sangat jelas Kalimat aktiftransitif
menggambarkan kehancuran alam yang
terjadi saat ini yang diikuti bencana bagi Kalimat aktif
manusia. intransitif
3. Masalah lingkungan di atas merupakan Kalimat aktif
masalahserius yang harus segera diatasi. intransitif
4. Enam masalah lingkungan yang utama
tersebutadalah ledakan jumlah penduduk,
penipisan sumber daya alam, perubahan
iklim global, kepunahan tumbuhan dan
hewan, kerusakan habitat alam, serta
peningkatan polusi dankemiskinan.
Berdasarkan contoh di atas, dikusikanlah dengan teman-temanmu, apakah
perbedaan antara kalimat aktif transitif dan kalimat aktif intransitif?
Untuk menguji penguasaanmu terhadap kebahasaan teks eksposisi, bacalah
kembali teks Upaya Melestarikan Lingkungan Hidup kemudian kerjakan tugas-
tugas berikut ini.
Tugas 4
Temukanlah contoh kalimat aktif transitif dan kalimat aktif intransitif dalam
teks Pembangunan dan Bencana Lingkungan. Gunakan tabel berikut ini.
Kalimat Aktif Transitif Kalimat Aktif Intransitif
Page 26
D. Menyajikan Gagasan ke dalam Teks Eksposisi
Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu:
1. menentukan gagasan pokok dan gagasan penjelas dalam teks eksposisi;
2. menyusun ulang gagasan ke dalam teks eksposisi.
Menentukan Gagasan Pokok dan Gagasan Penjelas dalamTeks Eksposisi
Bencana kabut asap merupakan bencana memilukan. Sudah sebulan ini
sebagian negeri berselimut asap putih. Langit Sumatera dan langit Kalimantan
tak lagi tampak biru. Sebagaimana dikatakan Zulkifli Hasan, mantan Menteri
Kehutanan, di beberapa media bahwa untuk menghentikan kebakaran
lahandan hutan yang menimbulkan bencana asap memang tak mudah.
Pada setiap paragraf selalu terdapat satu gagasan pokok yang juga dikenal
sebagai ide pokok. Ide pokok itulah yang menjadi kerangka pengembangan
sebuah paragraf.
Untuk menyusun sebuah teks eksposisi, mulailah dengan mendata gagasan-
gagasan pokok yang sesuai dengan topik yang akan kita bahas. Selanjutnya,
kembangkanlah gagasan-gagasan pokok tersebut dengan gagasan penjelas agaride
yang kita sampaikan menjadi jelas bagi pendengar atau pembaca.
Perhatikanlah contoh rangkaian gagasan pokok berikut.
1. bencana kabut asap merupakan bencana memilukan.
2. penyebab bencana adalah karena perilaku manusia.
3. pendidikan dapat berperan dalam menyadarkan masyarakat
tentang pentingnya menjaga kelestarian alam.
Perhatikan contoh paragraf yang dikembangkan dari sebuah gagasan pokok
ditambah dengan gagasan-gagasan penjelas. Selanjutnya, datalah gagasan
penjelas yang sesuai dengan gagasan pokok dalam tabel berikut ini.
Tugas
Perhatikan contoh pengembangan gagasan pokok dalam teks eksposisi.
Selanjutnya, lengkapilah gagasan utama yang disajikan dengan gagasan
pendukung yang menguatkan teks eksposisi.
Page 27
No. Gagasan Utama Gagasan Penjelas
1. Bencana kabut Sudah sebulan ini sebagian
asap merupakan negeriberselimut asap putih.
bencana
memilukan. Langit Sumatra dan langit
Kalimantantak lagi tampak biru.
Gagasan Pokok: kabut
asap sebagi bencana Sejalan pernyataan Zulkifli Hasan,
yangmemilukan mantan Menteri Kehutanan di
beberapa media bahwa untuk
menghentikan kebakaran lahan
danhutan yang menimbulkan
bencana asap memang tak mudah.
Menyusun Ulang Gagasan ke dalam Teks Eksposisi
Jika gagasan pokok di atas, Bencana kabut asap merupakan bencana
memilukan, dan gagasan penjelasnya dikembangkan dalam sebuah paragraf
akan menjadi sebuah paragraf yang padu seperti contoh di atas. Lanjutkan
menata gagasan pokok dan gagasan penjelas nomor 2 dan 3 di atas ke dalam
paragraf yang utuh dengan mengisi tabel berikut ini.
No. Gagasan Utama Gagasan Penjelas
2. Penyebab bencana
adalah karena
perilakumanusia
Page 28
No. Gagasan Utama Gagasan Penjelas
3. Pendidikan dapat
berperan dalam
menyadarkan
masyarakat
tentang
pentingnya
menjaga
kelestarian alam.
Menyusun Teks Eksposisi
Setelah menganalisis teks eksposisi dari segi isi, struktur, dan kebahasaannya, sekarang
kamu akan berlatih menulis teks eksposisi. Pilihlah salah satu di antara topik berikut
sebagai gagasan pokok yang akan kamu kembangkan ke dalam eksposisi. Kamu boleh juga
memilihtopik lain.
1. Air sungai bermanfaat bagi pengairan sawah dan ladang.
2. Sampah yang dibuang ke sungai akan menyumbat aliran air sungai.
3. Pentingnya pendidikan tentang pelestarian lingkungan hidup.
4. Penyebab utama kerusakan alam adalah perilaku manusia.
Setelah itu, kembangkan gagasan pokok tersebut ke dalam teks eksposisi dengan
memerhatikan langkah-langkah berikut ini.
1. Pilihlah salah satu di antara gagasan-gagasan berikut atau kamu dapat
menentukan sendiri gagasan lain yang berkaitan dengan permasalahan dalam
kehidupan di lingkungan sekitarmu.
2. Datalah argumen-argumen yang mendukung gagasan pokok sebagai gagasan
penjelas yang hendak kamu sampaikan.
3. Kembangkan teks eksposisimu berdasarkan gagasan pokok dan argumen sebagai
gagasan penjelasnya.
4. Presentasikan teks eksposisi yang kamu susun di hadapan teman-temanmu.
Page 29
5. Berilah tanggapan (kritik dan saran) terhadap teks eksposisi yang disajikan
temanmu.
6. Publikasikan teks eksposisimu di majalah dinding, majalah sekolah, blog, atau di
media cetak.
1. Eksposisi merupakan genre teks berisi gagasan yang bertujuan agar orang lain
memahami pendapatnya yang disampaikan. Gagasan tersebut disampaikan oleh penulis
atau pembicara berdasarkan sudut pandang tertentu. Untuk menguatkan gagasan yang
disampaikan, penulis atau pembicara harus menyertakan alasan-alasan logis.
2. Sruktur teks eksposisi meliputi:
a. tesis atau pernyataan pendapat,
b. argumentasi, dan
c. penegasan ulang.
3. Tesis atau pernyataan pendapat adalah bagian pembuka dalam teks eksposisi. Bagian
tersebut berisi pendapat umum yang disampaikan penulis terhadap permasalahan yang
diangkat dalam teks eksposisi.
4. Argumentasi merupakan unsur penjelas untuk mendukung tesis yang disampaikan.
Argumentasi dapat berupa alasan logis, data hasil temuan, fakta-fakta, bahkan
pernyataan para ahli. Argumen yang baik harus mampu mendukung pendapat yang
disampaikan penulis atau pembicara.
5. Penegasan ulang bertujuan untuk menegaskan pendapat awal serta menambah
rekomendasi atau saran terhadap permasalahan yang diangkat.
Page 30
Evaluasi Pembelajaran
1. Padatnya jadwal pelajaran di sekolah menyebabkan aktivitas siswa untuk belajar tari tradisional
di luar jam sekolah semakin sulit. Meski demikian, tari Remo, salah satu ikon produk seni dan
budaya Jawa Timur, masih diminati anak-anak untuk belajar tari Remo, “kata Dini Ariati,
pemimpin sanggar tari Remo, “Laboratorium Remo” di sela-sela pembukaan Festival Budaya di
Surabaya, Kamis (31/5).
Judul yang tepat untuk wacana eksposisi di atas adalah….
A. Tari Remo Masih Diminati Anak-anak
B. Tari Remo sebagai Seni Budaya Jawa Timur
C. Festival Budaya di Surabaya
D. Ikon Budaya Jawa Timur
E. Belajar Tari Remo
2. Perhatikan teks eksposisi berikut!
Buku sejarah banyak yang mencatat bahwa Perang Dunia II dimulai karena Jerman menyerang
Polandia pada tanggal 1 September 1939. Sumber-sumber konvensional menyalahkan pihak Jerman
yang memulai perang yang paling mematikan sepanjang sejarah ini. Akan tetapi, tahukah Anda jika
Jerman hanya melindungi warganya dari penyiksaan yang dilakukan warga Polandia pada bulan
April tahun 1939. Kita dan dunia bahkan tidak tahu bahwa ada laporan yang menceritakan terjadi
penganiayaan warga Jerman di perbatasan Danzig tanggal 13 April tahun yang sama. Ada banyak
laporan penganiayaan, pengusiran, dan pembunuhan terhadap warga Jerman di seluruh wilayah
Polandia. Data-data tersebut membuat saya berkesimpulan bahwa Jerman melancarkan serangan
hanya untuk melindungi warga dan mengamankan wilayah mereka.
Pronomina yang digunakan dalam teks di atas adalah sebagai berikut, kecuali….
A. Anda B. saya C. mereka D. kita E. warga
3. Di bawah ini kalimat yang mampu digunakan sebagai tesis dalam teks eksposisi adalah….
A. Selain konflik, salah satu sebab yang dapat memicu perang adalah kebutuhan akan sumber daya
alam.
B. Menurut John Rossa, hal yang tidak mungkin adalah wilayah kudeta yang hanya mencakup
Jakarta, padahal saat itu Partai Komunis Indonesia adalah partai yang cukup besar dengan
simpatisan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
C. Candi merupakan bangunan peribadatan pada masa purba yang merupakan peninggalan Hindu-
Budha.
D. D.N. Aidit adalah pemimpin PKI pada saat terjadi peristiwa Gerakan 30 September.
E. Menurut para pakar geologi, Afghanistan ternyata menyimpan kandungan mineral yang
melimpah yang mungkin menjadi penyebab diluncurkannya serangan ke Afghanistan oleh Amerika.
Page 31
4. Perhatikan teks eksposisi berikut!
(1) Struktur bahasa akan memengaruhi pembentukan budaya serta tingkah laku. (2) Demikianlah
teori yang pernah disampaikan oleh Sapir-Whorf. (3) Satu contoh yang pernah penulis temukan
adalah mengenai perbedaan struktur bahasa jerman dengan bahasa Indonesia. (4) Dalam banyak hal,
struktur kalimat kompleks bahasa Jerman menekankan posisi predikat ada pada bagian akhir
kalimat. (5) Jika kita ingin membentuk kalimat saya mau meminum kopi di kafe dalam bahasa
Jerman, bentuk yang muncul adalah Ich moechte im kaffee einen kaffee trinken. (6) Bentuk kata
trinken ‘meminum’ muncul pada bagian akhir kalimat. (7) Proses seperti ini ternyata berpengaruh
pada cara orang Jerman yang selalu berusaha untuk tidak memotong pembicaraan saat
berkomunikasi antarsesama. (8) Inilah satu alasan yang menunjukkan bahwa benarlah bahasa bisa
memengaruhi budaya masyarakatnya.
Kalimat yang menunjukkan letak bagian argumen muncul pada nomor….
A. 1, 3, dan 4
B. 2, 3, dan 5
C. 3, 4, dan 5
D. 2, 5, dan 6
E. 2, 7, dan 8
Bacalah teks berikut dengan cermat untuk menjawab soal nomor 5 dan 6
Air sangat penting bagi tubuh kita. Anjuran agar kita minum air sedikitnya 8 gelas sehari atau
sekitar dua hingga dua setengah liter air benar-benar harus kita lakukan. Apabila asupan air
mencukupi, hal ini dapat membantu distribusi nutrisi ke seluruh tubuh menjadi lancar sehingga
semua sel dalam tubuh dapat memperbaiki diri dengan nutrisi tersebut. Dengan minum air sesuai
anjuran juga akan meringankan kerja ginjal dan hati sehingga dapat membantu kita terhindar dari
penyakit ginjal dan hati.
5. Abstraksi yang sesuai dengan kutipan teks eksposisi di atas adalah ...
A. Air didistribusikan tubuh kita. Kita perlu minum 8 gelas sehari untuk membantu mencegah
penyakit ginjal dan hati.
B. Air sangat penting bagi tubuh kita. Kita perlu minum 8 gelas sehari untuk membantu distribusi
nutrisi ke seluruh tubuh serta mencegah penyakit ginjal dan hati.
C. Air sangat penting bagi tubuh kita karena air dapat membantu distribusi nutrisi ke seluruh tubuh
dan mencegah penyakit ginjal dan hati.
D. Tubuh kita perlu air dan nutrisi. Oleh karena itu, kita perlu minum 8 gelas sehari agar nutrisi ke
seluruh tubuh dapat didistribusikan
E. Kita perlu minum 8 gelas sehari untuk membantu distribusi nutrisi ke seluruh tubuh. Sehingga,
penyakit ginjal dan hati pun dapat dihindari.
6. Salah satu kutipan bentuk dialog yang sesuai dengan teks eksposisi di atas adalah ..
A. Siswa: Berapa liter tubuh kita memerlukan air?
Penyuluh kesehatan: kurang lebih tiga liter sehari
B. Siswa: Bagaimana cara memasak air yang benar?
Penyuluh kesehatan: Air dipanaskan sampai benar-benar mendidih.
Page 32
C. Siswa: Apakah air yang kita minum harus berupa air putih saja?
Penyuluh kesehatan: Kita memerlukan 8 gelas air putih dalam sehari. Tetapi, selain itu kita juga
dapat minum minuman lain, seperti teh, kopi, dan sebagainya.
D. Siswa: Mengapa air sangat penting bagi tubuh kita?
Penyuluh kesehatan: karena air membantu distribusi nutrisi ke seluruh tubuh menjadi lancar
sehingga semua sel dalam tubuh dapat memperbaiki diri dengan nutrisi tersebut.
E. Siswa: Mengapa tubuh kita membutuhkan air?
Penyuluh kesehatan: karena air dapat membuang racun dari hasil metabolisme tubuh kita.
7. Perhatikan teks berikut!
Bahasa Indonesia sebenarnya mampu menjadi bahasa kedua ASEAN setelah bahasa Inggris. Ada
banyak negara ASEAN yang menggunakan bahasa Indonesia di negaranya. Sebut saja Malaysia,
Singapura, dan Brunei Darusalam yang sudah menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-
hari. Selain itu di Vietnam, bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang sama dengan bahasa
Inggris. Bahkan, di Australia, bahasa Indonesia dijadikan sebagai mata pelajaran di sekolah-sekolah
setingkat SMP dan SMA. Jadi, sudah sewajarnya bahasa Indonesia dijadikan sebagai bahasa
internasional di kawasan ASEAN.
Kata hubung yang digunakan sebagai penanda penegasan ulang tesis dalam teks eksposisi di atas
adalah….
A. yang B. selain itu C. bahkan D. dan E. jadi
8. Beberapa pohon tanaman di halaman rumah tidak mau berbunga seperti tanaman sejenisnya yang
lain. Tanaman tersebut tiap hari disiram dan tak terlewatkan diberi pupuk. Apa sebabnya? Ternyata
tanaman tidak mendapat sinar matahari, karena terhalang oleh pohon kayu besar yang ditanam di
pinggir jalan.
Gagasan utama paragraf di atas adalah …
A. Beberapa pohon tanaman halaman rumah tidak mau berbunga seperti tanaman sejenisnya yang
lain.
B. Beberapa pohon tanaman tidak mau berbunga.
C. Tanaman tersebut tiap hari disiram dan tak terlewatkan diberi pupuk.
D. Tanaman tidak mendapat sinar matahari.
E. Tanaman terhalang oleh kayu besar.
9. Bacalah paragraf berikut dengan saksama!
Tenaga kerja yang menjadi andalan pada masa pembangunan ini adalah tenaga kerja yang memiliki
profesionalisme, mandiri, dan kreatif. Namun, kenyataannya perbandingan penawaran tenaga kerja
lebih besar daripada lapangan kerja yang tersedia. Seharusnya sejak pendidikan formal di SD, anak
didik sudah diarahkan…
Kalimat yang tepat untuk melanjutkan paragraf di atas adalah…
A. ke arah yang lebih baik lagi
B. untuk menjadi manusia terampil, ahli di bidangnya, dan mampu menciptakan lapangan kerja
baru, sehingga mereka menjadi manusia mandiri
C. untuk masuk ke sekolah yang jenjang pendidikannnya lebih terarah
Page 33
D. untuk menjadi calon tenaga kerja yang bersedia ditempatkan di dalam dan luar negeri
E. untuk menjadi pekerja yang tidak materialistis
10. Bacalah kalimat-kalimat berikut dengan saksama!
(1) Budaya jalan pintas adalah manifestasi etos kerja yang kurang baik.
(2) Seseorang yang memiliki etos kerja yang baik selalu mempunyai kemauan yang kuat untuk
menghasilkan yang terbaik dalam pekerjaannya.
(3) Ada orang yang memiliki etos kerja yang baik dan ada pula yang kurang baik.
(4) Sebaliknya, orang yang memiliki etos kerja yang kurang baik selalu mempunyai keinginan
untuk mencari jalan termudah dalam melaksanakan suatu Pekerjaan.
Keempat kalimat di atas dapat disusun menjadi paragraf yang baik dengan urutan…
A. 3 – 2 – 4 – 1
B. 2 – 3 – 1 – 4
C. 4 – 2 – 3 – 1
D. 1 – 4 – 3 – 2
E. 2 – 4 – 3 – 1
11. Bacalah dengan saksama paragraf rumpang berikut ini!
Terakhir, profesionalisme sumber daya manusia sangat penting. Kerja intelejen harus jernih,
objektif, dan akurat. Lembaga intelejen harus terbebas dari afiliasi partai politik agar bisa netral. …
Kalimat penutup yang berisi ajakan dan penekanan yang tepat untuk melengkapi paragraf di atas
adalah…
A. Marilah kita usahakan agar badan intelejen tersebut kita jaga kenetralitasannya.
B. Oleh karena itu, sistem rekruitmen harus diubah, termasuk pola pembinaan dan pendidikan.
C. Tentu saja sistem pembinaan dan pola pendidikan intelejen harus bebas dari pengaruh politik.
D. Harapan kita, intelejen harus bisa bekerja secara maksimal.
E. Dengan demikian, lembaga intelejen kita lebih profesional.
Bacalah wacana berikut dengan cermat!
12. Pemakaian batubara di negara kita hingga saat ini masih terbatas hanya pada PLTU dan pabrik
semen. Teknologi pengolahan dan kualitas batubara yang dimiliki bisa dikatakan masih rendah.
Selain itu, masalah dana juga sangat terbatas. Di negara-negara maju, batubara sudah bisa diolah
menjadi sumber energi. Di samping itu, dengan teknologi tinggi, batubara sudah bisa menghasilkan
bahan baku industri kimia berupa gas sintetis.
Berikut ini yang bukan merupakan rincian gagasan yang dikemukakan pada wacana di atas
adalah…..
A. teknologi pengolahan batubara masih rendah
B. kualitas batubara masih rendah
C. batubara menjadi sumber energi
D. batubara bahan baku industri kimia
E. pemakaian batubara masih terbatas
Page 34
13. Salah satu kedudukan bahasa Indonesia adalah sebagai bahasa nasional. Kedudukan ini dimiliki
sejak dicetuskannya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Kedudukan ini dimungkinkan
oleh kenyataan bahasa Melayu yang mendasari bahasa Indonesia telah menjadi lingua franca selama
berabad-abad di seluruh tanah air kita. Hal ini ditunjang oleh faktor tidak terjadinya persaingan
antarbahasa daerah yang satu dengan bahasa daerah lainnya.
Paragraf di atas menggunakan pola pengembangan …
(A) analogi (D) induksi
(B) definisi (E) deduksi
(C) kausal
14. Bila istilah “wiraswasta” diterima sebagai terjemahan enterpreneur atau sebagai pengganti kata
usahawan, maka hendaknya istilah wiraswasta tidak hanya berarti usahawan, juga memiliki watak
wira dan swasta. Jadi, seorang wiraswasta adalah seorang usahawan yang mampu berusaha dalam
bidang ekonomi/niaga secara tepat guna, juga berwatak merdeka lahir batin serta berbudi luhur.
Paragraf di atas menggunakan pola pengembangan ….
(A) analogi (D) sebab-akibat
(B) deduksi (E) klasifikasi
(C) definisi
15. Bacalah paragraf berikut dengan baik!
1) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini berlangsung sangat cepat.
Perkembangan juga terasa dalam bidang telekomunikasi. 2) Telepon bukan lagi barang mewah. 3)
Bahkan telepon genggam pun sudah dimiliki oleh hampir semua orang, karena komunikasi dan
informasi merupakan hal yang diperlukan oleh setiap individu. 4) Bahkan, mungkin kini sudah
menjadi kebutuhan primer. ...
Kalimat yang paling tepat untuk simpulan teks eksposisi tersebut adalah…
A. Dengan demikian jelaslah, betapa besar peranan teknologi komunikasi dalam kehidupan.
B. Hal itu menandakan bahwa perkembangan teknologi akan maju.
C. Oleh karena itu, manfaatkanlah perkembangan teknologi dengan baik.
D. Hal itu membuat kinerja telekomunikasi perlu ditingkatkan.
E. Sehingga teknologi komunikasi menjadi dunia usaha yang diminati.
16. Tesis atau pernyataan pendapat umum dalam kutipan teks tersebut adalah ...
A. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini berlangsung sangat cepat.
B. Perkembangan juga terasa dalam bidang telekomunikasi.
C. Telepon bukan lagi barang mewah.
D. Bahkan telepon genggam pun sudah dimiliki oleh hampir semua orang, karena komunikasi dan
informasi merupakan hal yang diperlukan oleh setiap individu.
E. Bahkan, mungkin kini sudah menjadi kebutuhan primer.
Page 35
17. Kalimat utama : Merokok dapat mengganggu kesehatan.
Kalimat penjelas :
(1) Banyak penyakit telah terbukti menjadi akibat buruk dan merokok, baik secara langsung
maupun tidak langsung.
(2) Asap rokok dapat menjadi polutan bagi manusia dan lingkungan sekitarnya.
(3) Cukai terbesar untuk pendapatan negara adalah dari produksi rokok.
(4) Kebiasaan merokok bukan saja merugikan perokok, melainkan juga bagi orang di sekitarnya.
(5) Para pengusaha rokok terus bersaing untuk dapat memproduksi rokok yang bebas dari polutan.
Kalimat penjelas yang tidak sesuai dengan kalimat utama teks eksposisi adalah ...
A. (l) dan (3)
B. (2) dan (4)
C. (3) dan (4)
D. (3) dan (5)
E. (4) dan (5)
18. 1) Merokok berbahaya bagi semua orang. 2) Asap rokok yang kita hirup mengandung racun
yang berbahaya. 3) Banyak penyakit yang ditimbulkan asap rokok, misalnya asma atau paru-paru.
4) Asap rokok, merusak tubuh kita secara tidak langsung. 5) Oleh karena itu, kita harus
menghindari rokok.
Penegasan dari tesis kutipan teks eksposisi di atas adalah pada kalimat ....
A.1 B. 2 C. 3 D. 4 E. 5
19. Isi argumentasi dari teks eksposisi di atas adalah ...
A. Rokok berbahaya bagi semua orang
B. asap rokok mengadung racun dan menyebabkan penyakit
C. rokok beracun bagi semua orang
D. kita harus menghindari rokok
E. Rokok menyebabkan asap beracun
20. Bacalah teks berikut dengan saksama
(1) Sebagai teks hasil produksi budaya, teks sejarah membutuhkan tiga hal: tesis, antitesis,
dan sintesis. (2) Lihatlah bagaimana banyak sejarawan muncul untuk mengkritisi dan menolak
anggapan orde baru mengenai peristiwa G 30 S dan bagaimana Sokarno dipaksa untuk lengser
dengan menyalahgunakan Supersemar. (3) Sebuah teks sejarah sejatinya terbuka dalam menerima
kritik dan koreksi. (4) Apa yang kita anggap benar pada masa lalu belum tentu bertahan hingga
masa sekarang. (5) Itu semua adalah bentuk kritik dan koreksi terhadap konstruksi sejarah yang ada.
Teks eksposisi di atas tidaklah padu. Agar menjadi teks eksposisi yang baik, susunan yang tepat
adalah….
A. 3-1-5-2-4
Page 36
B. 3-1-4-5-2
C. 3-1-2-4-5
D. 3-1-4-2-5
E. 3-1-5-4-2
21. Bacalah kutipan teks eksposisi berikut!
1) Seorang pelajar perlu secara fisik memberikan komitmennya dalam belajar. 2) misalnya, dengan
menyediakan waktu khusus, terlibat secara fisik dalam mencari bahan-bahan yang harus dipelajari
ataupun mencatat hal-hal penting yang ditemui dalam belajar.3) Komitmen secara mental juga
diperlukan yaitu dengan memproses informasi yang didapatkan bukan sekedar mendengar informasi
selintas dari telinga kiri ke telinga kanan, atau membaca selintas tanpa menyimak.4) Komitmen
secara mental bisa dilakukan dengan mengaitkankan informasi baru yang diterima dengan
pengalaman kita mencari cara ataupun kesempatan untuk menerapkan informasi baru.5) Dengan
demikian, komitmen adalah prinsip utama pendukung kesuksesan seseorang dalam proses
pembelajaran.
Ringkasan dari kutipan teks eksposisi tersebut adalah ... .
A. Komitmen secara fisik dan mental adalah prinsip utama pendukung kesuksesan seseorang dalam
proses pembelajaran.
B. Memproses informasi yang didapat seseorang merupakan salah satu proses pembelajaran yang
harus didasari oleh komitmen.
C. Pembelajaran, yaitu melibatkan upaya untuk menyukai apa yang kita pelajari serta mencatat hal
penting dengan dasar komitmen tertentu.
D. Proses belajar dapat mengaitkan informasi baru yang diterima dengan pengalaman selama
dalam pembelajaran.
E. Berusaha mencari materi pelajaran sendiri merupakan cara untuk menyukseskan pembelajaran
yang dilakukan seseorang.
22. Perhatikan tesis berikut!
Bersikap kritis dalam menerapkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Kalimat yang tepat sebagai argumen yang mendukung tesis di atas adalah….
A. Perlunya standardisasi pemakaian bahasa karena bahasa yang baik adalah bahasa yang konsisten
dengan aturan yang telah dibuat.
B. Benar salahnya bahasa bukanlah hal yang maha penting menurut Kridalaksana.
C. Sulit menerapkan aturan dan kaidah berbahasa dalam keseharian.
D. Balai Bahasa tidak gencar dalam menyosialisasikan kaidah kebahasaan kepada masyarakat.
E. Pembelajaran bahasa di sekolah selama ini tidak terfokus pada masalah tata bahasa.
1) Banyak alasan orang tidak hobi atau tidak suka membaca. 2) Mereka mengganggap kegiatan
membaca itu merupakan kegiatan yang menyita waktu sehingga membosankan. 3) Yang paling
parah lagi, ada yang mengatakan membaca kurang bermanfaat bagi dirinya. 4) Selain membaca,
kegiatan menulis juga jarang dilakukan oleh para pelajar. 5) Banyak juga yang berpendapat
membaca juga menimbulkan kejenuhan.
Page 37
23. Kalimat yang tidak mendukung ide pokok paragraf eksposisi di atas adalah ... .
A. kalimat ke-1 D. kalimat ke-4
B. kalimat ke-2 E. kalimat ke-5
C. kalimat ke-3
24. (1) Dapat pula dikemukakan bahwa dalam paragraf yang kohesif tidak terdapat kalimat yang
saling bertentangan. (2) Kohesif bermakna kepaduan. (3) Paragraf yang kohesif adalah paragraf
yang hubungan antarkalimatnya padu atau berjalinan erat. (4) Kepaduan itu ditandai dengan
terciptanya saling mendukung antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lainnya. (5) Lebih jelas
lagi dapat dikatakan bahwa paragaraf yang kohesif ditandai dengan tidak terjadinya saling
mengingkari antara kalimat satu dengan kalimat lainnya.
Kalimat-kalimat tersebut akan menjadi paragraf yang padu apabila disusun dengan urutan…
A. (2), (3), (5), (4), (1)
B. (1), (3), (5), (4), (2)
C. (5), (3), (2), (4), (1)
D. (2), (4), (5), (3), (1)
E. (2), (3), (4), (5), (1)
25. Seorang pelajar perlu secara fisik memberikan komitmennya dalam belajar, misalnya dengan
menyediakan waktu khusus, terlibat secara fisik dalam mencari bahan-bahan yang harus dipelajari
ataupun mencatat hal-hal yang penting ditemui dalam belajar. Komitmen secara mental juga
diperlukan yaitu dengan memproses informasi yang didapatkan bukan sekedar mendengar informasi
selintas dari telinga kiri ke telinga kanan, atau membaca selintas tanpa menyimak. Komitmen secara
mental dapat dilakukan dengan mengaitkan informasi baru yang diterima dengan pengalaman kita
mencari cara ataupun kesempatan untuk menerapkan informasi baru. Dengan demikian, komitmein
adalah prinsip utama pendukung kesuksesan seseorang dalam proses
pembelajaran. www.kompas.com
Arti kata “komitmen” dalam kutipan tersebut adalah….
A. kekuatan dalam menghadapi tantangan
B. kesukaan dalam mengerjakan sesuatu
C. cara yang dilakukan dalam pekerjaan
D. pikiran yang dianggap sangat tepat
E. perjanjian untuk melakukan sesuatu
26. Bacalah teks berikut dengan saksama!
(1) Remaja Indonesia memiliki resiko tinggi terhadap paru kronis karena akibat rokok. (2) Resiko
tersebut disebabkan murahnya harga rokok di Indonesia. (3) Sebagai perbandingan, di Indonesia
harga satu bungkus rokok enam ribu rupiah, sedangkan di Singapura mencapai SGD 11 (sekitar 60
ribu rupiah). (4) Rokok sangat terjangkau bagi para remaja yang umumnya belum bekerja.
(5) Lebih lanjut hasil riset menemukan bahwa di Indonesia berkembang pola merokok pada remaja
dan kaun wanita. (6) Demikian juga rokok hadir dalam kemasan dan merk yang bervariasi.
Penulisan kata yang salah dalam paragraf di atas terdapat pada kata ... .
Page 38
A. remaja seharusnya para remaja
B. rokok seharusnya merokok
C. resiko seharusnya risiko
D. riset seharusnya reacet
E. kronis seharusnya keronis
27. Bacalah teks berikut dengan saksama!
…. Bila kita tertarik dengan bahan yang kita baca, biasanya kita baca dengan pelan. Misalnya kita
membaca untuk keperluan ujian. Dengan sengaja kita coba memahami sebanyak mungkin bahan
yang kita baca itu. Sebaliknya bila kita tidak begitu tertarik dengan bacaan itu, kita hanya
membacanya dengan cepat dan selayang pandang. Hasilnya hanya sebagian kecil saja dari bacaan
itu yang kita ingat.
Kalimat yang tepat untuk melengkapi awal paragraf eksposisi tersebut adaalah ….
A. Buku bacaan banyak memberikan informasi yang penting.
B. Bacaan populer berbeda dengan bacaan ilmiah.
C. Cara membaca dan tujuan membaca sangat erat hubungannya.
D. Membaca intensif berbeda dengan membaca ekstensif.
E. Teknik membaca cepat sangat diperlukan dalam memahami bacaan
28. Bacalah teks berikut dengan saksama!
Indonesia memiliki berbagai rempah yang digunakan sebagai bumbu dapur. Salah satunya adalah
kencur. Kencur selain sebagai bumbu dapur juga bisa dimanfaatkan sebagai obat tradisional yaitu
obat batuk herbal. Untuk obat batuk, kencur bisa dicampur dengan jeruk nipis, jahe, dan madu.
Isi teks eksposisi di atas adalah….
A. Indonesia memilik beragam rempah
B. Kencur bisa digunakan sebagai obat batuk
C. Kencur salah satu rempah
D. Jeruk nipis, jahe, dan madu harus dicampur kencur
E. Kencur adalah bumbu dapur yang berkhasiat
Bacalah kutipan teks eksposisi ini untuk menjawab soal nomor 29 dan 30!
Banyak alasan orang tidak hobi atau tidak suka membaca. Mereka mengganggap kegiatan membaca
itu merupakan kegiatan yang menyita waktu sehingga membosankan. Yang paling parah lagi, ada
yang mengatakan membaca kurang bermanfaat bagi dirinya. Ada pula yang berpandapat kalau
orang hobi membaca akan menjadikannya ia pemalas karena waktu dihabiskan hanya untuk
membaca. Banyak juga yang berpendapat membaca juga menimbulkan kejenuhan.
29. Ide pokok paragraf eksposisi tersebut adalah ....
A. pendapat tentang membaca
Page 39
B. memahami tujuan membaca
C. waktu tersedia untuk membaca.
D. alasan tidak hobi membaca
E. kejenuhan dalam membaca
30. Berdasarkan struktur isinya, kutipan teks eksposisi tersebut merupakan bagian dari ....
A. tesis
B. argumen
C. urutan peristiwa
D. kesimpulan
E. antithesis
CONTOH SOAL URAIAN TEKS EKSPOSISI
1. Setiap teks memiliki struktur yang berbeda dengan teks yang lain. Jelaskan struktur teks
eksposisi!
2. Permasalahan lingkungan sangat beragam dan kompleks. Tulislah teks eksposisi bertema
permasalahan lingkungan.
3. Analislah kebahasaan teks eksposisi yang telah Anda buat yang meliputi kata teknis/istilah, kata
sifat, afiksasi, dan kalimat verba.
KUNCI JAWABAN PG
1. B 11. A 21. A
2. E 12. C 22. A
3. A 13. E 23. D
4. C 14. C 24. E
5. B 15. A 25. E
6. D 16. A 26. C
7. E 17. B 27. C
8. B 18. E 28. E
9. B 19. B 29. D
10. A 20. C 30. B
Page 40
KUNCI JAWABAN SOAL URAIAN
1. Struktur teks eksposisi
Teks eksposisi merupakan teks yang dibangun oleh pendapat atau opini. Sejalan dengan isi
teks eksposisi, struktur teks eksposisi meliputi (a) tesis atau penyataan
pendapat, (b) argumentasi, dan (c) penegasan ulang. Tesis atau pernyataan pendapat adalah
bagian pembuka dalam teks eksposisi. Bagian tersebut berisi pendapat umum yang disampaikan
penulis terhadap permasalahan yang diangkat dalam teks eksposisi.
Argumentasi merupakan unsur penjelas untuk mendukung tesis yang disampaikan.
Argumentasi dapat berupa alasan logis, data hasil temuan, fakta-fakta, bahkan pernyataan para
ahli. Argumen yang baik harus mampu mendukung pendapat yang disampaikan penulis atau
pembicara.
Bagian terakhir adalah penegasan ulang, yaitu bagian yang bertujuan menegaskan pendapat
awal serta menambah rekomendasi atau saran terhadap permasalahan yang diangkat.
2. Contoh teks eksposisi bertema lingkungan
Pembangunan dan Bencana Lingkungan
Bumi saat ini sedang menghadapi berbagai masalah lingkungan yang serius. Enam masalah
lingkungan yang utama tersebut adalah ledakan jumlah penduduk, penipisan sumber daya alam,
perubahan iklim global, kepunahan tumbuhan dan hewan, kerusakan habitat alam, serta
peningkatan polusi dan kemiskinan. Dari hal itu dapat dibayangkan betapa besar kerusakan alam
yang terjadi karena jumlah populasi yang besar, konsumsi sumber daya alam dan polusi yang
meningkat, sedangkan teknologi saat ini belum dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.
Para ahli menyimpulkan bahwa masalah tersebut disebabkan oleh praktik pembangunan yang
tidak memerhatikan kelestarian alam, atau disebut pembangunan yang tidak berkelanjutan.
Seharusnya, konsep pembangunan adalah memenuhi kebutuhan manusia saat ini dengan
mempertimbangkan kebutuhan generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhannya.
Penerapan konsep pembangunan berkelanjutan pada saat ini ternyata jauh dari harapan.
Kesulitan penerapannya terutama terjadi di Negara berkembang, salah satunya Indonesia.
Sebagai contoh, setiap tahun di negara kita diperkirakan terjadi penebangan hutan seluas
3.180.243 ha (atau seluas 50 kali luas kota Jakarta). Hal ini juga diikuti oleh punahnya flora dan
fauna langka. Kenyataan ini sangat jelas menggambarkan kehancuran alam yang terjadi saat ini
yang diikuti bencana bagi manusia.
Pada tahun 2005 - 2006 tercatat, telah terjadi 330 bencana banjir, 69 bencana tanah longsor,
7 bencana letusan gunung berapi, 241 gempa bumi, dan 13 bencana tsunami. Bencana longsor
dan banjir itu disebabkan oleh perusakan hutan dan pembangunan yang mengabaikan kondisi
alam.
Bencana alam lain yang menimbulkan jumlah korban banyak terjadi karena praktik
pembangunan yang dilakukan tanpa memerhatikan potensi bencana. Misalnya, banjir yang
terjadi di Jakarta pada Februari 2007, dapat dipahami sebagai dampak pembangunan kota yang
mengabaikan pelestarian lingkungan.
Menurut tim ahli Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air, penyebab utama
banjir di Jakarta ialah pembangunan kota yang mengabaikan fungsi daerah resapan air dan
tampungan air. Hal ini diperparah dengan saluran drainase kota yang tidak terencana dan tidak
terawat serta tumpukan sampah dan limbah di sungai. Akhirnya, debit air hujan yang tinggi
menyebabkan bencana banjir yang tidak terelakkan.
Masalah lingkungan di atas merupakan masalah serius yang harus segera diatasi. Meskipun
tidak mungkin mengatasi keenam masalah utama lingkungan tersebut, setidaknya harus dicari
solusi untuk mencegah bertambah buruknya kondisi bumi.
Page 41
3. Analisis kebahasaan teks eksposisi
A. Banyak Mengunakan istilah.
Contoh
1. polusi: pencemaran
2. habitat a. Tempat tinggal khas bagi seseorang atau kelompok masyarakat. b. Bio tempat hidup
organisme tertentu; tempat hidup yang alami (bagi tumbuhan dan hewan); lingkungan kehidupan
asli. c. Geo tempat kediaman atau kehidupan tumbuhan, hewan, dan manusia dengan kondisi
tertentu pada permukaan bumi.
B. Banyak menggunakan kata sifat.
Contoh
Serius: a. Sungguh-sungguh; b. gawat, genting (karena menghadapi bahaya, risiko, akibat, dan
sebagainya yang mungkin terjadi)
C. Banyak terdapat perubahan jenis kata karena afiksasi (pengimbuhan).
Kata Jenis Imbuhan Kata Dasar Jenis
Bentukan nomina pe(N)-an tipis adjektiva
penipisan
D. Banyak menggunakan kalimat verbal, yaitu kalimat berpredikat verba. Kalimat lainnya,
kalimat nominal, kalimat berpredikat nomina, adjektiva, numeralia, atau adverbia, jarang
digunakan dalam teks eksposisi
Contoh
No Kalimat Jenis Kalimat Verbal
1. Bumi saat ini sedang menghadapi berbagai Kalimat aktif transitif
masalah lingkungan yang serius.
Kenyataan ini sangat jelas menggambarkan
2. kehancuran alam yang terjadi saat ini yang diikuti Kalimat aktif transitif
bencana bagi manusia.
3. Masalah lingkungan di atas merupakan masalah Kalimat aktif intransitif
serius yang harus segera diatasi.
Enam masalah lingkungan yang utama tersebut
adalah ledakan jumlah penduduk, penipisan
4. sumber daya alam, perubahan iklim global, Kalimat aktif intransitif
kepunahan tumbuhan dan hewan, kerusakan
habitat alam, serta peningkatan polusi dan
kemiskinan.
Page 42
eksposisi jenis teks yang berfungsi untuk mengungkapkan gagasanatau mengusulkan sesuatu
berdasarkan argumentasi yang kuat. Struktur teksnya adalah pernyataan pendapat
(tesis)^argumentasi^penegasanulang pendapat.
eksploitasi pemanfaatan untuk keuntungan sendiri; pengisapan; pemerasan (tentang tenaga orang.
ekspresi pengungkapan atau proses menyatakan, bisa berupa penampakan air muka dan bahasatubuh
yang mengungkapkan perasaan seseorang.
esensihalyang pokok,hakikat.
fakta hal, peristiwa, keadaan, atau sesuatu yang merupakan kenyataan yang benar-benar adaatau
terjadi. fakta menunjukkansuatu kebenaran informasi, artinya hal atau peristiwa tersebaut
terbukti benar-benar ada.
frasa idiomatik disebut juga katakiasan. Contoh (1) buah bibir = menjadi pembicaraan orang banyak,
(2) buah tangan = oleh-oleh.
gagasan penjelas gagasan yang fungsinya menjelaskan gagasan utama. kalimat yang mengandung
gagasan penjelas disebut kalimat penjelas.ciri gagasan penjelas, kalimat-kalimat yang terdapat
dalam suatu paragraph berisi penjelasan dari topik utama yang dibahas di paragraf gagasan
utama.
gagasan utama/pokok gagasan utama atau gagasan pokok adalah gagasan yang menjadi dasar
pengembangan sebuah paragraf. Keberadaan gagasan utama tersebut dapat dinyatakan
secara eksplisit atau implisit. gagasan utama yang eksplisit dijumpai dalam jenis paragraf
deduktif, induktif, atau paragraf campuran. Dalam jenis paragrafini, gagasan utama
diwakilkan pada sebuah kalimat utama yangletaknya bisa di awal, di akhir,
atau di awal dan di akhir paragraf.Sementara itu gagasan utama yang implisit umumnya
dijumpai dalam paragraf deskriptif dan naratif. dalam jenis paragraf ini, gagasan utama
tersebut pada seluruh kalimat dalam paragraf itu. Ciri gagasan utama, kalimat- kalimat yang
terdapat dalam suatuparagraf hanya terfokus pada
isi dari topik paragraf. Kalimatutamanya pun tersebar pun mendominasi paragraf.
Page 43
Referensi buku
Suherli, Maman Suryaman, Aji Septiaji, dan Istoqomah. 2016. Bahasa Indonesia/ Kementrian
Pendidikan dan kebudayaan –Edisi Revisi. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Referensi internet:
https://zuhriindonesia.blogspot.com/2019/07/contoh-soal-teks-eksposisi-pilihan.html ( 4 Mei 2021)
Page 44
MODUL PEMBELAJARAN
TEKS ANEKDOT
KELAS X
OLEH :
ANI NOFIANTI, S.PD
SMA NEGERI 20 KOTA BEKASI
PROVINSI JAWA BARAT
TAHUN 2019
PENDAHULUAN
Kata Pengantar
Bahan ajar ini berisi paparan tentang pembelajaran teks anekdot, mulai dari
contoh, konsep, perbedaan teks anekdot dengan teks humor, struktur, cirikebahasaan,
dan cara menciptakan atau menulis sebuah teks anekdot. Bahan ajar teks cerita anekdot
merupakan bahan ajar mata pelajaran bahasa Indonesia kelas X Semester Ganjil sebagai
tugas pembuatan bahan ajar PPG dalam jabatan tahun 2021 di Universitas Gunung Jati.
Bahan ajar ini dirancang guna memperkuat kompetensi peserta didik dari sisi
pengetahuan, sikap, dan keterampilan secara utuh. Proses pencapaian pembelajaran
dirancang melalui pembelajaran teks anekdot dengan menggunakan beberapa media
yang mendukung guna mencapai kompetensi dasar.
Bahan ajar ini disusun berdasarkan dasar pemikiran genre teks dalam pembelajaran
kurikulum 2013, khususnya genre teks prosa fiksi. Materi ini sedikit sulit dipelajari
karena bersifat abstrak. Teks anekdot merupakan teks yang dipenting diajarkan kepada
peserta didik SMA karena mengasah daya berpikir kritis anak sesuai tingkat
perkembangan kognitif mereka. Hal itu untuk membelajarkan peserta didik akan
kecakapan berpikir, berbahasa, dan berbudaya, terutama dalam seni memberikan krtik.
Teks anekdot adalah teks yang mampu mengasah daya kritis peserta didik.Peserta
didik distimulus untuk mampu memberikan kritik maupun saran terhadap hal yang
dirasa tidak sesuai terkait kebersihan lingkungan, kebijakan pemerintah, maupun
pelayan publik yang dirasa tidak sesuai aturan yangberlaku. Namun kritik maupun
aspirasi tersebut dikemas menjadi sebuahsindiran lucu. Teks anekdot berbeda dengan
teks humor karena unsur lelucon yang ada pada teks humor sebenarnya bukan menjadi
inti teks anekdot, tetapi inti teks anekdot adalah sindiran.
Peserta didik didorong untuk bukannya hanya sebatas tahu saja, tetapi diharapkan
peserta didik mampu lebih kreatif menggunakan segala pengetahuan yang diperoleh
dalam memberikan kritik dan saran. Peserta didik tentu saja akan menemui banyak
kesempatan untuk mereka bisa memberikan sumbangsih dalam memperbaiki ranah
kepentingan masayarakat luas yang belum sesuai aturan dengan cara aktif memberikan
aspirasi dan kritik.
ii
Daftar Isi
iii
Petunjuk Belajar
Sebelum peserta didik menggunakan bahan ajar ini, peserta didik perlu membaca bagian
petunjuk ini. Mengapa demikian? Ibarat kalian sedang berlibur di tempat wisata, kalian
tentunya ingin memanfaatkan fasilitas yang ada di tempat wisata tersebut, bukan?
Tentunya, agar tujuan tersebut tercapai kalian akan membaca peta di mana fasilitas itu
berada. Begitu juga dengan bahan ajar ini. Jika kalian ingin memperoleh manfaat yang
maksimal dari bahan ajar ini tentu merupakan tindakan yang baik jika kamu benar-benar
memperhatikan dan memahami bagian petunjuk penggunaan bahan ajar ini.
1. Pastikan kalian mengerti capaian pembelajaran yang akan dicapai
2. Berilah tanda-tanda tertentu dan catatan khusus bagian-bagian yang kalian anggap
penting.
3. Pahami materi dengan baik.
4. Untuk mengetahui penguasaan materi yang telah kalian baca, kerjakan tugas atau
latihan yang terdapat pada bahan ajar ini. Kerjakan dengan sungguh-sungguh tanpa
melihat kunci jawaban terlebih dahulu. Setelah selesai mengerjakan, Anda boleh
mencocokkan dengan kunci jawaban
1
Mengevaluasi Mendata pokok isi teks anekdot
makna tersirat
Teks Anekdot Menganalisis persamaan dan perbedaan
teks anekdot dengan teks humor
Mengonstruksi Menyimpulkan makna tersirat
makna tersirat teks anekdot
Teks Anekdot
Menyusun kembali teks anekdot
Menyampaikan berdasarkan makna tersirat
Kritik Melalui
Teks Anekdot
Mengidentifikasi Mengidentifikasi struktur teks
struktur dan anekdot
kebahasaan teks Mengidentifikasi kebahasaan
anekdot teks anekdot
Menciptakan teks Merancang teks anekdot
anekdot berdasarkan makna tersirat
Menyusun teks anekdot
berdasarkan kerangkan teks
Menyunting teks anekdot
2
Kompetensi Dasar
3.5 Mengevaluasi teks anekdot dari aspek makna tersirat
4.5 Mengonstruksi makna tersirat dalam sebuah teks anekdot baik lisanmaupun tulis
3.6 Menganalisis struktur dan kebahasaan teks anekdot
4.6 Menciptakan kembali teks anekdot dengan memerhatikan struktur dankebahasaan
baik lisan maupun tulis
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.5.1 Mendata pokok-pokok isi atau unsur teks anekdot
3.5.2 Menganalisis persamaan dan perbedaan teks anekdot dengan tekshumor
4.5.1 Menyimpulkan makna tersirat dalam teks anekdot
4.5.2 Menyusun kembali teks anekdot dengan memerhatikan makna tersiratdalam teks
anekdot.
3.6.1 Mengidentifikasi struktur anekdot yang dibaca.
3.6.2 Mengidentifikasi ciri kebahasaan anekdot yang dibaca
4.6.1 Merancang kerangka teks anekdot dengan memerhatikan strukturdan ciri
kebahasaan teks anekdot.
4.6.2 Menyusun teks anekdot berdasarkan kerangka teks yang telah
disusun dengan memerhatikan struktur dan ciri kebahasaan baiklisan maupun
tulis.
4.6.3 Menyunting teks anekdot dengan memerhatikan struktur dan cirikebahasaan
teks anekdot
Tujuan Pembelajaran
1. Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan model discovery
learning dan Problem Based Learning, peserta didik mampu
mengevaluasi tek anekdot dari aspek makna tersirat dan mengonstruksimakna tersirat
dalm sebuah teks anekdot baik lisan maupun tulisdengan sikap tanggung
jawab, kreatif, kerja sama, dan selalu
bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan model discovery learning, peserta
didik mampu menganalisis struktur dan ciri kebahasaan teks anekdot dengan sikap
cermat, bertanggung jawab danselalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
3. Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan model discovery learning, peserta
didik mampu merancang, menyusun, dan menyunting teks anekdot dengan
memerhatikan struktur dan ciri kebahasaan teks anekdot dengan tepat, tekun,
bertanggung jawab dan selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
PERTEMUAN PERTAMA
Mendata pokok-pokok isi atau unsur teks anekdot
INTI
Mendata Pokok-Pokok Isi Teks Anekdot
Apakah kalian pernah mengkritik sesuatu atau seseorang? Lalu dengancara
apakah kalian menyampaikan kritik tersebut? Bagaimana tanggapan orang yang
menerima kritik kalian? Apakah mereka kesal atau marah?Nah, pembelajaran
kali ini, kalian akan belajar tentang seni memberikan kritik melalui teks anekdot.
Kita akan belajar memberikan kritik dengan cara yang lucu. Wah, menarik bukan?
Teks anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan
mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan
kejadian yang sebenarnya. Tetapi, ada makna yang tersirat yang terkandung dalam
teks tersebut.
Makna teks anekdot membawa fungsi sosial yang bertujuan mengkritikatau
menyindir. Kritik dan sindiran tersebut diperoleh dari realita sosial yang terjadi
dalam kehidupan sehari- hari. Hal tersebut disampaikanmelalui lelucon sehingga
tidak terkesan menghakimi atau menyudutkan pihak tertentu sehingga dapat
disimpulkan terdapat beberapa ciri- ciri teks anekdot.
Cerita dikemas dalam bentuk lelucon, berisi kritik atau sindiran, melibatkan
tokoh- tokoh yang dikenal oleh masyarakat. Berbentuk narasi singkat yang
mengandung tokoh, alur, dan latar.(tim edukatif erlangga) Anekdot dapat juga
diungakapkan dalam bentuk gambar atau i lust ra si, biasanya dapat kita temukan di
media cetak berupa komik atau di media elektronik berupa meme.
Bacalah contoh teks anekdot di bawah ini!Contoh 1
Dosen yang menjadi Pejabat
Di kantin sebuah universitas, Udin dan Tono dua orang mahasiswa sedang
berbincang-bincang.o : “Saya heran dengan dosen ilmu politik, kalau
mengajar selalududuk, tidak pernah mau berdiri.”
Udin : “Ah, begitu saja diperhatikan sih Ton.”ono
: “Ya, Udin tahu sebabnya.”
Udin : “Barangkali saja, beliau capek atau kakinya tidak kuat berdiri.”
Tono : “Bukan itu sebabnya, Din. Sebab dia juga seorang pejabat.”
Udin : “Loh, apa hubungannya.”
Tono : “Ya, kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain.”
Udin :
4
Contoh 2
Cara Keledai Membaca Buku
Alkisah, seorang raja bernama Timur Lenk menghadiahi Nasrudin
seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati. Namun, Timur Lenk
memberi syarat, agar Nasrudin mengajari terlebih dahulu keledai itu agar dapat
membaca. Timur Lenk memberi waktu dua minggu sejak sekarang kepada
Nasrudin.
Nasrudin menerima syarat itu dan berlalu. Sambil menuntun keledai itu,
ia memikirkan apa yang akan diperbuat. Jika ia dapat mengajari keledai itu untuk
membaca, tentu ia akan menerima hadiah, namun j ika t idak maka hukuman pasti
akan ditimpakan kepadanya.
Dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur
Lenk menunjuk ke sebuah buku besar agar Nasrudin segera mempraktikkan apa
yang telah ia ajarkan kepada keledai. Nasrudin lalu menggiring keledainya
menghadap ke arah bukutersebut dan membuka sampulnya.
Si keledai menatap buku itu. Kemudian, sangat ajaib! Tak la ma
ke m u d i a n si Ke l e da i mul a i me m b u k a - bu ka bu ku it u de n ga nl idahnya. Terus
menerus, lembar demi lembar hingga halaman terakhir. Setelah itu, si keledai
menatap Nasrudin seolah berkata ia telah membaca seluruh isi bukunya.
“ Demikianlah, keledaiku sudah membaca semua lembarbukunya”, kata
Nasrudin. Timur Lenk merasa ada yang tidak beres dan ia mulai menginterogasi.
Ia kagum dan memberi hadiah kepada Nasrudin. Namun, ia minta jawaban,
“Bagaimana cara mengajari keledai membaca?”
Nasrudin berkisah, “ Sesampainya di rumah, aku siapkan
l embaranlembaran besar mirip buku. Aku si sipkan biji- biji gandumdi dalamnya.
Keledai itu harus belajar membalik- balik halaman untuk bisa makan biji- biji
itu. Kalau tidak ditemukan biji gandumnya, ia harus membalik halaman
berikutnya. Itulah yang ia lakukan terus sampai ia terlatih membalik balik
halaman buku
itu”.
“ Namun, bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya?” tukas Timur
Lenk. Nasrudin menjawab, Memang demikianlah cara keledai membaca, hanya
membalik- balik halaman tanpa mengertiisinya”. Jadi, kalau kita juga membuka-
buka buku tanpa mengerti isinya, berarti kita sebodoh keledai, bukan?” kata
Nashrudin dengan mimik serius.
5