The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nofiantiani, 2021-07-18 12:06:10

MODUL E-BOOK BAHASA INDONESIA KELAS X SEMESTER GANJIL

MODUL SEMESTER 1 KELAS X

Dari dua contoh di atas, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini.
1. siapa yang diceritakan dalam anekdot tersebut?
2. Masalah apa yang diceritakan dalam anekdot?
3. Temukan unsur humor dalam anekdot tersebut!
4. Menurut pendapatmu, selain menceritakan hal yang lucu, adakah pesan tersirat yang
hendak disampaikan pencerita dalamanekdot tersebut?
5. Mengapa cerita lucu tersebut disebut anekdot?

Sekarang bandingkan hasil kerjamu dengan analisa berikut ini.

Tugas
Nah, sekarang cobalah menganalisis isi pokok isi pokok teks anekdot Cara Keledai
Membaca Buku. Buktikanlah bahwa anekdot tersebut berisi kritik terhadap suatu masalah
atau tokoh publik yang disampaikan secara halus melalui humor singkat.
Untuk memudahkan analisismu, gunakan tabel berikut ini.

6

PERTEMUAN KEDUA

Persamaan dan Perbedaan Teks Anekdot dan Teks Humor

Perbedaan dan Persamaan Teks Anekdot dan Teks Humor

Pada pembelajaran sebelumnya, kamu telah belajar bahwa anekdot adalah cerita singkat
yang lucu dan menarik. Apakah semua cerita lucu dapat dikategorikan sebagai anekdot?
Seringkali orang menyamakan antara humordengan anekdot.
Agar dapat mengetahui persamaan dan perbedaan antara keduanya, bacalah dua teks di
bawah ini.Menurutmu yang manakah yang termasuk humor dan yang mana yang termasuk
anekdot?

Teks 1

Surat Cinta Tukang Buah dan Tukang Sayur

Surat Tukang Buah kepada Balasan dari Tukang Sayur
Tukang Sayur

sifatmu juga melon kolis Jangan tiap dateng rambutmu
Tapi hatiku nanas karena selalu kucai
Jagungmu tak pernah dicukur
Hatiku anggur lebur
Ini delima dalam hidupku. nongolnya hari labu Ditambah
Memang ini salakku Jarang apel
di malam minggu makin pare
Kalo mau nelpon aku aja mesti ke
yang terbaik untukmu wortel
Terus terong aja cintaku padamu
pria lain sudah lama tomat Jangan
Sawo nara
Dari: Durianto seledri Cabe dech. Dari : Sayurati

7

Teks 2

Nangka Impor

Seorang teman diplomat yang baru ditempatkan di Belanda bercerita, Saya pernah makansiang
di sebuah restoran Indonesia sederhana di Amsterdam. Saya kaget, ternyata salah satu
menunya ada masakan gudeg Yogya. Saya penasaran. Maka langsung saya pesan satuporsi.
Setelah saya ciicipi, percaya atau tidak, ternyata rasanya lebih enak daripada gudeg di Yogya
yang asli! Karena penasaran, maka saya bertanya: “Mas, apa rahasianya kok gudeg di sini
rasanya lebih enak dibandingkan dengan di tempat aslinya?” “Oh, itu karena nangkanya, Mas.
Di Yogya kan pakai nangka lokal. Nah kalau kami di sini memakai nangka impor,” jawabnya.
“Emang nangkanya impor dari mana?” “Dari Yogya, Mas...”

Setelah mengamati kedua teks di atas, jawablah pertanyaan berikut untuk mengetahui
perbedaan dan persamaan teks anekdot dan teks humor, kamu dapat mengkaji berdasarkan
aspek berikut :

1. Apakah ide ceritanya berupa rekaan atau kejadian nyata?
2. Apakah masalah yang diangkat dalm teks tersebut berkaitan dengan tokohpublik dan

kepentingan masyarakat umum?
3. Apakah ada makna tersirat yang disampaikan dalam bentuk kritik atausindiran di

dalamnya?
4. Apakah tujuan komunikasi pencerita hanya untuk menghibur atau ada tujuanlain?
Berdasarkan hasil analisismu, rumuskanlah persamaan dan perbedaan antarahumor dan
anekdot. Gunakanlah tabel berikut ini.
Tabel perbedaan humor dan anekdot

Persamaan humor dan anekdot

8

PERTEMUAN KETIGA

Menyimpulkan makna tersirat
dan menyusun kembali teks anekdot

Makna Tersirat dalam sebuah Teks Anekdot

Pada penjelasan sebelumnya diungkapkan bahwa teks anekdot merupakan cerita yang singkat
dan lucu. Namun demikian, dibalik kelucuannya muncul makna tersirat di antaranya untuk
menyindir atau merupakan sarana untuk mengkritik persoalan yang biasanya terdapat dalam
dunia politik. Ekspresi, gestur tubuh, dan perilaku tokoh dalam teks anekdot pun dijadikan
sebagai daya tarik tersendiri untuk menyampaikan pesan. Hal ini disebabkan karena pesan
merupakan hal yang paling penting dalam teks anekdot. Pesan tersebut disampaikan secara
tersirat sehingga pembaca harus memahami terlebih dahulu isi anekdot itu. Oleh karena itu,
pembacaharus cermat dan cerdas ketika membaca teks anekdot agar dapat memahami pesan
yang sebenarnya yang dinginkan oleh penulis teks anekdot tersebut.

Menciptakan teks anekdot sangat berbeda dibandingkan jika kalian menciptakan teks-teks
yang lain. Mengapa demikian? karena teks anekdot bukan sekadar teks yang hanya dipahami
konten/ isi nya saja tetapi membaca teks ini perlu identifikasi dan perenungan untuk
mendapatkan makna atau pesan yang ingin disampaikan oleh penulis sehingga ketika kalian akan
menciptakan teks ini , maka yang harus dikuasai adalah kalian harus paham dan tahu persoalan
disekitarnya baik dari yang terdekat sampai dengan yang terjauh atau terluas. Baik masalah
sosial, politik maupun budaya. Pemunculan tokoh dan pembuatan alur yang menarik, dapat
menjadi daya tarik sendiri bagi pembaca pada saat menikmati anekdot yang kalian buat. ketika
kalian akan mengemas topik dan masalah menjadi sebuah teks anekdot. Hal yang jangan
sampai dilupakan bahwa ciri anekdot salah satunya adalah sindiran yang dibalut kelucuan.
Maka, ingatlah ciri itu sebagai ciri yang paling utama. Maka pastilah teks anekdot yang kalian
ciptakan akan disukai oleh pembaca.

Tugas

Bacalah teks yang berjudul “Orang Tuaku Sayang, Anakku Malang” berikut!

Setiap hari orang tua Iwan selalu bekerja. Mereka jarang pulang di rumah karena harus
mengisi acara seminar maupun diklat. Sudah satu bulan lamanya mereka tidakbertemu
anaknya. Rasa kangen pun mendera. Sang bapak ingin menguji anaknya, apakah dia
mencintai dan merindukannya.
Bapak: Wan, apakah kamu sayang terhadap orang tuamu?
Iwan: sangat sayang. Aku selalu merindukan ayah dan ibu ketika aku sendiri di rumah
(Jawab Iwan bohong) Bapaknya lega mendengar perkataan Iwan. Beliau percaya kalau
anaknya sangat menyayangi orangtua. Ayahnya kemudian berdoa, “Ya, Allah
terimakasih kau telah titipkan hamba seorang anak yang baik. Berikandia hukuman
jika salah.” Seketika itu, Iwan jatuh dan pingsan. Bapaknya segera melarikannya ke
rumah sakit. Iwan langsung mendapatkan pertolongan tim medis dan masuk ruang ICU.
Ayahnya hanya menang

9

Identifikasilah makna tersirat yang terdapat dalam teks tersebut!
Setelah menyimpulkan makna, buatlah teks anekdot baru yang makna tersiratnya sama
dengan makna tersirat yang terdapat dalam teks “Orang Tuaku Sayang, Anakku Malang”
dengan memperhatikan unsur-unsur teks anekdot!

10

PERTEMUAN KEEMPAT

Mengidentifikasi struktur
dan ciri kebahasaan teks Anekdot

Anekdot adalah sebuah cerita singkat dan lucu atau menarik, yang mungkin menggambarkan kejadian
atau orang sebenarnya. Anekdot bisa saja sesingkat pengaturan dan provokasi dari sebuah kelakar.
Anekdot bukanlah lelucon, karena tujuan utamanya adalah tidak hanya untuk membangkitkan tawa,
tetapi untuk mengungkapkan suatu kebenaran yang lebih umum daripada kisah singkat itu sendiri.
Anekdot terkadang bersifat sindiran alami.
Bacalah teks berikut dengan saksama

TAK PUNYA LATAR BELAKANG PRESIDEN
Mantan Presiden AbdurrahmanWahid (Gus Dur) memang unik. Dalam situasi genting

Seperti yang dituturkan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD saat di-interview salah
satu televisi swasta. "Waktu itu saya hampir menolak penunjukannya sebagai Menteri
Pertahanan. Alasan saya, karena saya tidak memiliki latar belakang soal TNI/Polri atau
pertahanan," ujar Pak Mahfud.
Tak disangka, jawaban Gus Dur waktu itu tidak kalah cerdiknya. ”Pak Mahfud harusbisa.
Saya saja menjadi Presiden tidak perlu memiliki latar belakang presiden kok,” ujar Gus
Dur santai.
Jelas saja Pak Mahfud MD pun tidak berkutik. "Gus Dur memang aneh. Kalau nggak
aneh, pasti nggak akan memilih saya sebagai Menhan,” kelakar Pak Mahfud.

Teks di atas berisikan kritik terhadap kebijakan perlunya memiliki pengalaman ketika mau
menduduki suatu jabatan. Teks yang berkarakteristik seperti itulah yang disebut dengan teks
anekdot. Pada umumnya teks anekdot melibatkan tokoh tertentu yang bersifat faktual, bahkan
orang terkenal. Seperti pada contoh tersebut, tokoh yang dimaksud adalah almarhum Gus Dur,
sebagai mantan presiden Indonesia dan tokoh- tokoh terkenal lainnya.
Bagian-Bagian Struktur Teks Anekdot
Teks anekdot itu memiliki alur yang dapat dikatakan berasal dari peristiwa yang benar-benar
terjadi dan berlatar faktual, begitupula dengan para tokohnya di dalam teks. Berdasarkan contoh
teks anekdot yang diberikan, berikut penjelasan analisis dari strukturnya

Setelah membaca tabel analisis struktur teks anekdot yang berjudul " Tak Punya Latar
Belakang Presiden". Berikut akan dijelaskan tentang struktur teks anekdot sebagai berikut :

Berdasarkan keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa penjelasan struktur teks anekdot terdiri
atas lima bagian, yaitu:

Abstrak, yaitu bagian awal teks anekdot yang berfungsi memberikan gambaran tentang isi
teks. Biasanya bagian ini menunjukkan hal unik yang akan ada didalam teks. Abstrak dapat
disebut sebagai tahapan pembukaan. Bagian ini sifatnya opsional.
Orientasi, yaitu bagian teks yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang suatu
peristiwa terjadi. Biasanya penulis bercerita dengan detil di bagian ini. Bagian ini mengarah
pada terjadinya suatu krisis, konflik, atau peristiwa utama. Bagian inilah yang menjadi
penyebab timbulnya krisis. Bagian orientasi ini berfungsi untuk membangun teks.
Krisis, yaitu bagian teks yang menunjukkan hal atau masalah yang unik dan tidak biasa
yang terjadi pada penulis atau orang yang diceritakan. Krisis dimaknai sebagai saat
terjadinya ketidakpuasan atau kejanggalan. Dengan kata lain, pada bagian ini adanya
kekonyolan yang menggelitik dan mengundang tawa. Bagian ini merupakan inti dari
peristiwa anekdot.
Reaksi, yaitu bagian teks yang menerangkan cara penulis atau orang yang diceritakan dalam
menyelesaikan masalah yang timbul di bagian krisis. Reaksi itu berkenaan dengan
tanggapan.Bagian ini sering kali mengejutkan, sesuatu yang tidak terduga,
mencengangkan. Reaksi dijadikan sebagai bagian yang memberikan penyelesaian masalah
lengkap dengan menggunakan cara yang menarik dan berbeda dari biasanya.
Koda, yaitu bagian akhir dari cerita unik tersebut yang menjelaskan simpulan tentang kejadian
yang diceritakan oleh penulis. Bagian ini biasanya ditandai oleh kata-kata, seperti itulah,
akhirnya, demikianlah. Keberadaan koda bersifat opsional, yaitu boleh ada atau tidak ada
pada sebuah teks anekdot. teks anekdot, koda sama dengan penutup.
Demikianlah struktur teks anekdot secara lengkap, namun perlu diperhatikan lagi
bahwa tidak semua teks anekdot memiliki unsur yang utuh. Biasanya struktur yang
biasanya bersifat opsional adalah bagian abstrak dan koda.

13

2. Ciri Kebahasaan Teks Anekdot

Berbicara mengenai ciri kebahasaan teks anekdot, itu berarti berbicara mengenai unsur kebahasaan
yang paling kentara atau paling banyak digunakan dalam teks anekdot.
Sebelum menganalisis kebahasaan teks anekot, simaklah teks anekdot berikut:

Tidak Terlalu Dalam
Telah berulang kali Nasrudin mendatangi seorang hakim untuk mengurus suatu perjanjian.
Hakim di desanya selalu mengatakan tidak punya waktu untuk menandatangani perjanjian
itu. Keadaan ini selalu berulang sehingga Nasrudin

menyiapkan sebuah gentong. Gentong
itu diisinya dengan tahi sapi hingga hampir penuh. Kemudian di atasnya, Nasrudin
mengoleskan mentega beberapa sentimeter tebalnya. Gentong itu dibawanya ke hadapan
Pak Hakim. Saat itu juga Pak Hakim

Nasrudin. Nasrudin kemudian bertanya, “Tuan, apakah pantas
Tuan Hakim mengambil gentong mentega itu sebagai ganti tanda tangan Tuan?” Hakim
tersenyum lebar.“Ah,

“Wah, enak benar mentega ini!” “Yah,” jawab Nasrudin, “Sesuai ucapan
Tuan sendiri, jangan terlalu dalam!” Dan berlalulah Nasrudin.

Setelah membaca teks anekdot di atas, dapat ditemukan bahwa unsur kebahasaan yang paling kentara
dalam teks tersebut adalah penggunaan kalimat langsung. Kemudian, nama-nama tokoh atau tokoh
yang disamarkan, seperti, presiden, jaksa, menteri, hakim, dan lain-lain. Unsur kebahasaan lainnya, yaitu
keterangan waktu, kata kiasan, kalimat sindiran, konjungsi penjelas, kata kerja material, kata kerja
mental, konjungsi sebab akibat, kalimat imperatif, kalimat seru,dan konjungsi temporal, dan kalimat
retoris.
Untuk lebih jelasnya, unsur kebahasaan teks anekdot, sebagai berikut :

1) Kalimat Langsung
Banyak menggunakan kalimat langsung yang bervariasi dengan kalimat-kalimat tidak langsung. Kalimat-
kalimat langsung merupakan petikan dari dialog para tokohnya, sedangkan kalimat tidak langsung
merupakan bentuk penceritaan kembali dialog seorang tokoh. Bahkan tidak sedikit anekdot yang
semuanya berupa dalog yang menggunakan kalimat-kalimat langsung.
Contoh

Nasrudin kemudian bertanya, “Tuan, apakah pantas Tuan Hakim mengambil gentong mentega
itu sebagai ganti tanda tangan Tuan?”
Hakim tersenyum lebar.“Ah, kau jangan terlalu dalam memikirkannya.”
Ia mencuil sedikit mentega dan mencicipinya. “Wah, enak benar mentega ini!”
“Yah,” jawab Nasrudin, “Sesuai ucapan Tuan sendiri, jangan terlalu dalam.”

2) Penggunaan Nama Tokoh Utama atau Orang Ketiga Tunggal
Penggunaan ini dapat disebutkan secara langsung nama tokoh faktualnya, seperti Gus Dur atau
tokoh yang disamarkan, seperti hakim, presiden, jaksa, atau tokoh-tokoh masyarakat lainnya.
Contoh:

Telah berulang kali Nasrudin mendatangi seorang hakim untuk mengurus suatu perjanjian.
Tokoh: Nasrudin dan hakim.

14

3) Keterangan Waktu
Keterangan waktu, misalnya kemarin, sore ini, suatu hari, ketika itu
Contoh:

Telah berulang kali Nasrudin mendatangi seorang hakim untuk mengurus suatu perjanjian.
Hakim di desanya selalu mengatakan tidak punya waktu untuk menandatangani perjanjian itu.
Saat itu juga Pak Hakim langsung tidak sibuk, dan punya waktu untuk membubuhi tanda
tangan pada perjanjian Nasrudin.

4) Kata Kiasan
Kata kiasan atau konotasi adalah kata yang tidak memiliki makna sebenarnya. Kata ini dapat berupa
ungkapan atau peribahasa.
Contoh:
Keadaan ini selalu berulang sehingga Nasrudin menyimpulkan bahwa si hakim minta
disogok.Tapikita tahu menyogok itu diharamkan.
Kata disogok atau menyogok merupakan kata kiasan dalam teks anekdot ini.

5) Kalimat Sindiran
Kalimat sindiranyang diungkapkan dengan pengandaian, perbandingan, dan lawan kata atau
antonim
Contoh:

Nasrudin kemudian bertanya, “Tuan, apakah pantas Tuan Hakim mengambil gentong
mentega itu sebagai ganti tanda tangan Tuan?”
“Yah,” jawab Nasrudin, “Sesuai ucapan Tuan sendiri, jangan terlalu dalam!”
Kalimat sindiran: “Yah,” jawab Nasrudin, “Sesuai ucapan Tuan sendiri, jangan terlalu dalam.”

6) Konjungsi Penjelas
Konjungsi penjelas atau penerang, seperti bahwa. Hal ini karena berkaitan dengan pengubahan
dialog dari kalimat langsung ke kalimat tidak langsung.
Contoh :
Keadaan ini selalu berulang sehingga Nasrudin menyimpulkan bahwa si hakim minta disogok.

7) Kata Kerja Material
Kata kerja material adalah kata yang menunjukkan suatu aktivitas yang dapat dilihat oleh panca
indera. Hal ini terkait dengan tindakan tokohnya dan alur yang membentuk rangkaian peristiwa
ataupun kegiatan
Contoh :

Telah berulang kali Nasrudin mendatangi seorang hakim untuk mengurus suatu
perjanjian. Nasrudin menyiapkan sebuah gentong.
Gentong itu diisinya dengan tahi sapi hingga hampir penuh.
Kemudian di atasnya, Nasrudin mengoleskan mentega beberapa sentimeter
tebalnya. Gentong itu dibawanya ke hadapan Pak Hakim.
Saat itu juga Pak Hakim langsung tidak sibuk, dan punya waktu untuk membubuhi tanda
tangan pada perjanjian Nasrudin.
Nasrudin kemudian bertanya, “Tuan, apakah pantas Tuan Hakim mengambil gentong
mentega itu sebagai ganti tanda tangan Tuan?”
Kata kerja material: mendatangi, menyiapkan, diisinya, mengoleskan, dibawanya, membubuhi,dll

15

8) Kata Kerja Mental
Kata kerja mental adalah kata yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan seorang
tokoh.
Contoh:

Keadaan ini selalu berulang sehingga Nasrudin menyimpulkan bahwa si hakim minta

disogok. Maka Nasrudin memutuskan untuk melemparkan keputusan ke si hakim

sendiri.
Kata kerja mental : menyimpulkan dan memutuskan

9) Konjungsi Sebab Akibat
Konjungsi sebab akibat merupakan kata penghubung yang menyatakan sebab akibat,
seperti,
demikian, oleh karena itu, maka, dan sehingga.
Contoh:

Keadaan ini selalu berulang sehingga Nasrudin menyimpulkan bahwa si hakim minta disogok.
Maka Nasrudin memutuskan untuk melemparkan keputusan ke si hakim sendiri

10) Kalimat Imperatif
Kalimat imperatif adalah kalimat yang bersifat atau memberi perintah atau dapat juga
berupa

peringatan, larangan

Contoh:
Yah,” jawab Nasrudin, “Sesuai ucapan Tuan sendiri, jangan terlalu dalam!”

11) Kalimat Seru untuk menegaskan atau
Kalimat seru biasanya ditandai dengan tanda seru, yang bersifat

sebagai ungkapan rasa seseorang.
Contoh:
“Wah, enak benar mentega ini!”

12) Konjungsi Temporal
Konjungsi ini bermakna kronologis (temporal) seperti, akhirnya, selanjutnya, kemudian, lalu
Contoh:
Kemudian di atasnya, Nasrudin mengoleskan mentega beberapa sentimeter tebalnya.
Gentong itu dibawanya ke hadapan Pak Hakim.

13) Kalimat Retoris
Kalimat retoris adalah kalimat pertanyaan yang tidak membutuhkan
jawaban.Contoh:
Nasrudin kemudian bertanya, “Tuan, apakah pantas Tuan Hakim mengambil gentong
mentega itu sebagai ganti tanda tangan Tuan?”

Demikian unsur kebahasaan dalam teks anekdot. apakah semua unsur kebahasaan dalam setiap teks
anekdot itu harus selalu ada? Tidak! unsur kebahasaan dalam teks anekdot terkadang ada yang
tidak ada disesuaikan dengan teksnya.

16

Nah, setelah menyimak lalu mencermati analisis dan konsep struktur serta ciri kebahasaan teks
anekdot, apakah kamu sudah semakin mengenali teks anekdot? Coba gali lagi pemahamanmu
dengan membaca referensi lain yang mungkin kamu bisa temukan dari internet atau buku teks
yang lain. Untuk meningkatkan pemahamanmu tentang struktur dan ciri kebahasaan teks
anekdot, cobalah untuk mengerjakan penugasan berikut ini.

Tugas
Bacalah teks anekdot di bawah ini dengan saksama. Lalu tentukanlah struktur sertaciri
kebahasaan teks anekdot yang terkandung di dalamnya.

Uang Kembalian
Pada suatu hari Tutut, anaknya soeharto lewat jalan tol di Jakarta.Penjaga tol :
“Tiga ribu rupiah”.
(Tutut yang emangnya ngga punya uang seribuan mengeluarkan uang 50.000rupiah
langsung menyodorkan.)
Penjaga tol : “Ini bu, kembaliannya.”
Bu Tutut : “Sudah… simpan saja buat keluarga anda.”
(Penjaga tol merasa senang karena menerima 47.000 rupiah dan langsung berterimakasih
kepada Tutut).

Setelah beberapa jam, Tommy datang, melewati jalan tol tersebut. Karena mereka tuh anaknya
Soeharto, ngga punya uang receh, Tommy mengeluarkan uang 20.000 rupiah.
Penjaga tol: “ Ini pak, kembaliannya 17ribu.”
Tommy : “Sudahlah, simpan saja buat sekolah anak anda.”
(Penjaga langsung memasukkan kembalian itu kekantongnya dan berterima kasih banyak ke
Tommy)

Setelah beberapa jam Soeharto dengan mobilnya lewat jalan tol. Soeharto mengeluarkan uang
5000 rupiah dan disodorkan kepenjaga tol. Soeharto menunggu lima menit, ditanyanya kepada
penjaga tol.
Soeharto :”Loh, mana uang kembalian saya?’
Penjaga tol:”Ah Bapak, masa uang 2000 rupiah aja dibalikin. Tadi Bu Tutut dan Pak Tommy

lewat kembaliannya 47.000 rupiah dan 17.000 rupiah aja
diberikan ke saya, masa bapak yang 2000 aja minta kembalian?” Soeharto
: “Tunggu dulu masa!! Anda tau siapa Tutut dan Tommy?”
Penjaga tol :”Yah tahu pak! Pertanyaan gampang tho, jelas Tutut dan Tommy tuh anaknya

presiden”
Soeharto :”Pintar kamu, tahu mereka anak presiden.Nah sedangkan saya kan anak petani!!

Sekarang, mana kembalian saya?”
Penjaga Tol: “!%$%?

17

PERTEMUAN KELIMA

Menciptakan Teks Anekdot

Bagian ini adalah bagian terakhir dari pembahasan struktur dan kebahasaan teks anekdot. Pada
akhirnya kalian dharapkan dapat menciptakan sebuah teks anekdot yangbagus baik struktur, maupun
kebahasaannya. Kalian sudah pernah berlatih menulis teks anekdot, bukan? Ya, benar kalian
sebelumnya pada kegiatan pembelajaran 1 sudah berlatih menulis teks anedot atau Menyusun
kerangka teks anekdot. Akan tetapi, kalian baru memperhatikan strukturnya saja atau menyusun
kerangkanya saja. Sekarang, kalian harus mulai mempraktikkan secara utuh dan perhatikan struktur
dan kebahasaannya. Sudah siap, kan?

1) Menentukan Topik

Topik teks anekdot berkaitan dengan sindiran apa yang akan kita berikan dan kepada siapa sindiran

itu ditujukan. Oleh karena itu, kita harus menentukan apakah objek yang akan disindir. Kemudian

menentukan peristiwa-peristiwa unik atau penting apa yang bisa dipergunakan untuk

menyampaikan sindiran tersebut.Hal yang tidak boleh dilupakan adalah menjaga agar tetap

berhubungan dengan peristiwa nyata, bersifat lucu dan menghibur, namun tetap memiliki pesan

moral yang berkualitas.

2) Menentukan Kritik
Untuk menentukan kritik dalam sebuah teks anekdot perlu memperhatikan beberapa halberikut
yang bisa dijadikan sebagai panduan untuk menentukan kritik

Pesan moral apa yang akan kita sampaikan.

Kepada siapa pesan moral tersebut akan disampaikan.
Jagalah agar peristiwa yang kita gunakan berhubungan dengan peristiwa nyata disekitar
kita.

3) Menentukan Humor dan tokoh
Tentukan tokoh yang terkait, sesuai dengan masalahnya. Tokoh yang dimaksud pada umumnya bersifat
faktual. Humor apa yang akan kita pilih untuk menyampaikan pesan moral. Buatlah agar cara
penyampaiannya tetap lucu tetapi bernilai pendidikan.

18

5) Menyusun Kerangka
Susunlah kerangka teks anekdot dengan merujuk kepada struktur teks anekdot. Hal yang perlu diingat
adalah tidak semua bangian struktur harus tersurat (tertulis), ada kalanya terdapat bagian struktur yang
tersirat, hasil dari menyimpulkan sebuah peristiwa.

6) Mengembangkan kerangka
Kembangkanlah kerangka teks yang telah berhasil Anda susun, menjadi sebuah teks anekdot yang
menarik, lucu, menyindir, dan mengandung pesan moral.

7) Menyunting kembali teks
Langkah terakhir dalam proses penulisan teks anekdot adalah menyunting teks tersebut. Penyuntingan
teks tersebut bisa difokuskan ke dalam beberapa hal. Pertama tentang penggunaan EYD, apakah teks
laporan hasil observasi tersebut telah menggunakan EYDyang benar. Kedua tentang penggunaan kata
baku dan tidak baku. Telitilah penggunaankata yang dipilih apakah sudah memenuhi kaidah kebakuan.
Ketiga adalah penggunaan kalimat efektif. Apakah teks laporan hasil observasi yang disusun telah
menggunakan kalimat efektif? Apabila belum, ubahlah kalimat tersebut agar efektif.
Demikianlah langkah-langkah menulis sebuah teks anekdot. Bagaimana, sudah paham kalian? Bagus,
kalian memang cerdas dan hebat!
Sekarang cobalah untuk berpikir secara kreatif mengenai peristiwa yang terjadi pada ilustrasi berikut
ini. Cobalah ciptakan sebuah teks anekdot ciptaanmu sendiri. Kamu pasti bisa!
Tugas
Coba cermati kembali ilustrasi berikut dan isilah kolom di bawah sesuai denganpertanyaannya!

19

Tuliskan topiknya:

Tentukan bahan kritiknya!
Tokoh "ibu" tidak pernah memasak, tetapi wabah ini membuat para ibu wajib
memasak dan harus bisa memasak
Tentukan humor/leluconnya!

Tentukan tokohnya

Abstrak :
Orientasi :

Koda
Pengembangannya

20

Rangkuman Materi

1. Teks anekdot bukan hanya sekadar cerita lucu, melainkan terdapat nilai-nilai atau makna
dibalik cerita lucunya.

2. Teks anekdot selain berdasarkan kejadian yang sebenarnya juga merupakan cerita rekaan.
3. Tujuan utama teks anekdot tidak hanya untuk membangkitkan tawa, tetapi untuk

mengungkapkan suatu kebenaran yang di dalamnya ada sindiran secara tidak langsung.
Artinya, teks anekdot bukanlah sekadar hanya lelucon semata.
4. Struktur teks anekdot terdiri atas abstrak, orientasi, krisis, reaksi, dan koda
5. Teks anekdot ini sama seperti teks narasi, yang di dalamnya terdapat tokoh, alur dan
latar.
6. Penyajian teks anekdot berbagai macam, selain berbentuk teks narasi, dapatjuga
berbentuk dialog dan cerita bergambar.
7. Hal utama dalam penyajian teks anekdot selalu menggunakan kalimat langsung.
8. Unsur kebahasaan yang paling kentara dalam teks anekdot adalah kalimat langsung.
9. Selain itu, ada nama-nama tokoh atau tokoh yang disamarkan, seperti, presiden, jaksa,
menteri, hakim, dan lain-lain.
10. Unsur kebahasaan lainnya, yaitu keterangan waktu, kata kiasan, kalimat sindiran, konjungsi
penjelas, kata kerja material, kata kerja mental, konjungsi sebab akibat, kalimat imperatif,
kalimat seru, dan konjungsi temporal, dan kalimat retoris.
11. Kalimat retoris di sini dapat juga sebagai kalimat yang mengandung sindiran.
12. Unsur kebahasaan teks anekdot yang tertera bersifat penyesuaian, artinya tergantung teks
anekdotnya. Harus selalu ada? Tidak! unsur kebahasaan dalam teks anekdot terkadang ada
yang tidak ada disesuaikan dengan teksnya. Akan tetapi, secara garis besar unsur
kebahasaan yang dijelaskan biasanya terdapat di dalam sebuah teks anekdot.
13. Dalam penyusunan teks anekdot, yang harus diperhatikan, yaitu (a) tentukan topiknya, (b)
tentukan kritik yang akan disajikan, (c) rancang bagian humornya,
(d) tentukan tokohnya, (e) rinci peristiwa dengan struktur teks anekdot, (f) kembangkan
kerangka, dan (g) lakukan penyuntingan.

21

Evaluasi

Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang kalian anggap benar!

1. Aspek yang harus ada dalam struktur teks anekdot, yaitu . . .
A. Krisis-reaksi-koda
B. abstraksi-- krisis-koda
C. orientasi-krisis-koda
D. orientasi-krisis-reaksi
E. abstrak-orientasi-krisis

2. Cermatilah kutipan berikut!
Seorang pelaut berdiri di atas kapal melihat keindahan laut yang tenang dan damai.
“Seandainya keadaan keluargaku seperti ini pasti kebahagiaan yang ada”.Tetapi kemudian
badai ganas menghadang hingga kapalnya oleng hampir tenggelam. Kapalnya selamat setelah
dia membuang semua muatannya dengan bersusah payah.Kejadiaan tersebut mengingatkan
padanya kalau dia seorang ‘pelaut ulung’. Badailah yang membuatnya ulung. Pikirannya
kembali kepada keluarganya.“Bagaimana kalau istri dan anakku yang kubuang? Apakah saya
akan memperoleh ketenangan dan merasakan kebahagiaan?” ujar si pelaut. Si pelaut tersenyum-
senyum memikirkan istri dan anaknya.
Kalimat yang menunjukkan abstraksi adalah…
A. Seorang pelaut berdiri di atas kapal melihat keindahan laut yang tenangdan damai
B. “Seandainya keadaan keluargaku seperti ini pasti kebahagiaan yang ada”
C. Tetapi kemudian badai ganas menghadang hingga kapalnya oleng hampir

tenggelam.
D. Badailah yang membuatnya ulung, Pikirannya kembali kepada keluarganya
E. Si pelaut tersenyum-senyum memikirkan istri dan anaknya

3. Cermati teks berikut!
uatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas. “Biopori itu bisa dijadikan sebagai
salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya. “Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk
membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto. Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan
berikan deskripsi”. Tiba-tiba seorang anak berkomentar.”Syukurlah Bu, jalan menuju rumah
saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir,
melainkan biopori akibat sering banjir”. Mendengar itu semua anak dan bu guru tertawa.
Kalimat yang menunjukkan krisis adalah…
A. Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas.
B. “Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya.
C. Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah
D. ”Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, “
E. Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.

22

4. Cermati kalimat-kalimat berikut!

(1) Bu guru pun tersenyum
(2) Siapa yang bisa membuat perumpamaan bagi penegakan hukum di negeri kita?Tanya

Bu guru di depan kelas.
(3) Bu guru bertanya kenapa disebut hukum kantong kresek
(4) Tidak lama kemudian seorang anak menjawab dengan lantang
(5) Hukum kantong kresek Bu, kata anak itu.
(6) Hanya bisa menyelesaikan kasus kecil Bu, kalau kasus besar tidak pernah muat.
Susunlah anekdot berikut ini sesuai dengan strukturnya!
A. (1) – (2) – (3) – (4) – (5) – (6)
B. (1) – (2) – (4) – (5) – (3) – (6)
C. (2) – (4) – (5) – (3) – (6) – (1)
D. (2) – (4) – (5) – (6) – (3) – (1)
E. (3) – (2) – (1) – (4) – (5) – (6)

5. Cermati kalimat-kalimat berikut!
Sebelum memilih jurusan, setiap peserta didik diwawancarai untuk menjaring data.
wawancara berlangsung selama 10 menit.
Guru : Aini!
Aini : ya, Pak
Guru : Silakan duduk. Bapakmu buruh, ya?
Aini : kok tahu, Pak
Guru : Pipimu berstempel tikar
Aini : Maksud Bapak apa, ya?
Guru : Tersenyum sambal menunjuk tanda bangun tidur di pipi AiniUnsur
yang tidak terdapat dalam teks tersebut adalah ….
A. lucu B. bermakna C. menyindir D. menggurui E. berstruktur

7. Cermati kutipan berikut untuk menjawab soal no. 7 s.d. 10!
Kisah Pengadilan Tindak Pidana Korupsi

Pada puncak pengadilan korupsi politik, Jaksa penuntut umum menyerang saksi.“Apakah
benar,” teriak Jaksa, “Bahwa Anda menerima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus
ini?” Saksi menatap keluar jendela seolah-olah tidak mendengar pertanyaan.“Bukankah benar
bahwa Anda menerima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus ini?” ulang pengacara.
Saksi masih tidak menanggapi. Akhirnya, hakim berkata, “Pak, tolong jawab pertanyaan
Jaksa!” “Oh, maaf!”Saksi terkejut sambil berkata kepada hakim, “Saya pikir dia tadi berbicara
dengan Anda.”
Kalimat yang menggunakan keterangan waktu pada teks anekdot tersebut adalah ….
A. Hakim berkata agar saksi menjawab pertanyaan Jaksa.
B. Saksi terkejut karena ia mengira jaksa tidak bicara kepadanya.
C. Saksi menatap keluar jendela seolah-olah tidak mendengar pertanyaan.
D. Bahwa ia menerima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus ini.
E. Pada puncak pengadilan korupsi politik, Jaksa penuntut umum menyerang saksi.

23

8. Kalimat yang menunjukkan kalimat seru adalah ….
A. “Apakah benar,” teriak Jaksa,
B. “Pak, tolong jawab pertanyaan Jaksa.
C. “Saya pikir dia tadi berbicara dengan Anda.”
D. “Oh, maaf! ”Saksi terkejut sambil berkata kepada hakim.
E. “Bukankah benar bahwa Anda menerima lima ribu dolar?”
9. Kalimat yang menujukkan kalimat imperatif?
A. “Apakah benar,” teriak Jaksa,
B. “Pak, tolong jawab pertanyaan Jaksa!”
C. “Saya pikir dia tadi berbicara dengan Anda.”
D. “Oh, maaf! ”Saksi terkejut sambil berkata kepada hakim.
E. “Bukankah benar bahwa Anda menerima lima ribu dolar?”
10. Kalimat yang menujukkan kata kerja mental adalah ….
A. terkejut
B. berteriak
C. berbicara
D. menyerang
E. mendengar
11. Perhatikan gambar berikut!

Makna yang tersirat berdasarkan gambar tersebut adalah...
A. Hukum di negeri ini sudah adil
B. Banyak koruptor yang menyuap dengan sejumlah uang demi diringankan kasusnya
C. Dengan uang, kasus menjadi ringan.
D. Vonis hukuman yang dijatuhkan tidak sebanding dengan apa yang diperbuat.
E. Hakim sudah berlaku adil bagi koruptor

24

12. Perhatikan gambar berikut.

Makna tersirat dari gambar anekdot tersebut adalah...
A. Menyindir seorang siswa yang suka bolos sekolah
B. Menyindir seorang bapak yang selalu menasehati
C. Mengkritik seorang anggota DPR yang suka bolos sekolah
D. Menyindir anggota DPR yang sering bolos dalam bekerja
E. Mengkritik anggota DPR yang tidak memperhatikan pelajar

Bacalah teks anekdot berikut ini untuk menjawab soal 13 dan 14 !

Pada siang hari di sebuah kompleks perumahaan yang kelihatan mewah terjadi perdebatan
lDainnitlgaakrraaunnPggaaMkn aRpseTurku”dm,aantehtaPanapkiitmPu,eamsmihuelsmuanajgan.gaMdsaaupsdaealmhahubluaynnagynagykamndegirteetmikdapakedlembpaeatnpkaaaannti daednaglaahn htaullisraenme“hPeymaiutluundgi
aturan tersebut.

Pak RT : “Pak sedang cari apa di tempat sampah itu?”
Pemulung : “Ya, sudah tentu cari barang bekas atau botol plastik yang dapat didaur ulang.”
Pak RT : “Maaf ya Pak, Bapak dapat baca tulisan yang ada di depan pintu gerbang
tidak?” perumahan ini,

Pemulung : “Bagaimana tulisannya apa, Pak?”
PPeamk uRlTun:g“D: di“iBppapaapepgaraaunnimmiittauuahn,ataetner,ntiuPntuliai?sks”aPRyeTamtiuindliuanbkgaagDkaaiimnlaarjaanndagi spiMhem…asuulkkua,nlgalau,nPtsaaasyka!k”ebniasapabaBcaaptauklisnaenkaytamngasduik
Pak RT kemudian terdiam membisu dan berpikir bahwa jawaban pemulung itu ada benarnya
juga. Pemulung tadi ternyata buta huruf, jelaslah ia tidak bisa baca papan larangan pemulung.

Sumber
www.kompasiana.com/trojanganjen/552a5c3af17e61f101d623d1/kisahpemulung

25

13. Dari segi makna tersirat, teks anekdot tersebut dapat diinterpretasikansebagai...
A. Pemulung dilarang masuk!
B. Banyak pemulung yang tidak menaati peraturan.
C. Masih banyak orang miskin di sekitar kita.
D. Ternyata angka buta aksara di sekitar kita masih banyak.
E. Ternyata masih banyak pemulung di sekitar kita.
14. Topik teks anekdot tersebut adalah...
A. Perumahan mewah yang tidak boleh dimasuki oleh pemulung
B. Pemulung yang sedang mencari sampah
C. Pemulung yang masuk ke perumahan Pak RT
D. Pak RT yang menegur pemulung E. Pemulung yang buta aksara
Bacalah teks anekdot berikut dengan seksama untuk menjawab soal no 15 dan 16!

Seorang dosen Fakultas Hukum sedang memberi kuliah Hukum Pidana. Saat tiba sesi tanya
jawab si Lia bertanya pada dosen, ”Apa kepanjangan dari KUHP,Pak?” Lalu dosen tidak
menjawab sendiri, tetapi dilemparkannya pada si Ahmad. “Saudara Ahmad, coba bantu saya
untuk menjawab pertanyaan saudara Lia!” pinta beliau. Dengan tegas si Ahmad menjawab,
“Kasih Uang Habis Perkara, Pak!” tegasnya. Mahasiswa lain tentu tertawa, sedang pak dosen
geleng-geleng kepala, seraya menambahkan pertanyaan pada si Ahmad, “Saudara Ahmad,
darimana Saudara tahujawaban itu?” Dasar si Ahmad, pertanyaan tersebut dijawabnya pula
dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan ‘Pengalaman adalah guru yang terbaik’ begitu,
Pak!” Seisi kelas tertawa. Lalu tawa mereda dan kelas kembali tenang.
(Sumber :https:// www.materibindo.com/2019/10/contoh-soal-teks-anekdot-danjawabannya.html )
15. Kelucuan teks anekdot terdapat pada bagian...
A. Saat Ahmad memplesetkan KUHP menjadi Kasih Uang Habis Perkara
B. Dosen sedang memberi kuliah hukum pidana
C. Sesi tanya jawab antara mahasiswa dan dosen
D. Para mahasiswa tertawa mendengar jawaban Ahmad
E. Para mahasiswa menertawakan keluguan Ahmad menjawa pertanyaan dosen

26

16. Makna tersirat pada teks anekdot tersebut adalah...
A. Menjelaskan kepanjangan KUHP sebenarnya adalah Kitab Undang Hukum Pidana
B. Mengkritik bapak dosen yang sedang memberikan kuliah hukum pidana
C. Menyindir kepada oknum penegak hukum yang mau disuap
D. Peribahasa Inggris mengatakan pengalaman adalah guru terbaik
E. Menyindir Lia yang bertanya kepanjangan KUHP

Bacalah kutipan teks anekdot berikut ini dengan seksama untuk menjawab no. 17 dan 18 !
Konon otak orang Indonesia sangat digemari dan jadi rebutan di antara calon penerima donor
otak manusia. Di bursa pasar gelap, harga otak manusia Indonesia dikabarkan paling tinggi.
Setiap ada persediaan hampir bisa dipastikan langsung laku terjual. Orang-orang pun heran.
Mengapa bukan otak orang Yahudi yang terkenal cerdascerdas itu yang diburu? Mengapa bukan
otak orang-orang Jepang, yang tersohor memiliki kemampuan tinggi dalam bidang teknologi,
yang diperebutkan? Atau, mengapa tidak otak orang Cina yang sudah dikenal luas lihai berbisnis?
Mengapa justru otak orang Indonesia? Setelah dilakukan semacam penelitian, ternyata
persepsi para penerima donor otak dalam menentukan pilihan bukan pada standar umum seperti
asumsi di atas. Jawab mereka: “Habis, otak orang Indonesia rata-rata masih mulus. Soalnya
jarang dipakai!”
Sumber: https://zuhriindonesia.blogspot.com/2019/11/kumpulan-soal-teks anekdot

17. Menurut teks anekdot tersebut mengapa otak orang Indonesia diburu oleh calonpenerima
donor otak?
A. Karena otak orang Indonesia cerdas-cerdas
B. Karena otak orang Indonesia seperti otak orang Cina
C. Karena otak orang Indonesia mulus, jarang dipakai
D. Karena orang Indonesia rajin memelihara otaknya
E. Karena orang Indonesia rajin belajar

18. Maksud dari sindiran dalam teks anekdot tersebut adalah...
A. Orang Indonesia rajin berpikir
B. Orang Indonesia rajin merawat otaknya
C. Orang Indonesia rajin belajar
D. Orang Indonesia malas bekerja
E. Orang Indonesia malas berpikir

Bacalah susunan teks anekdot berikut ini dengan saksama!

pengarang. (2) Artikel itu disertai dengan sepucuk surat dari pengarangnya : “Atur
saja pemberian tanda bacanya dengan benar dan terbitkan seluruh ceritanya.” (3)
“Tapi di waktu yang akan datang, silakan kirimkan saja pemberian tanda bacanya.

penerbit
dan editor yang terkenal dari harian Italia IL Mesagero, menerima sebuah artikel yang
agak buruk dari seorang temannya yang sekaligus seorang politikus.

25

19. Susunan potongan-potongan teks yang tepat agar menjadi anekdot yang utuhdan padat
adalah...
A. (4)-(1)-(2)-(3)
B. (4)-(3)-(1)-(2)
C. (4)-(2)-(3)-(1)
D. (4)-(2)-(1)-(3)
E. (4)-(3)-(2)-(1)
Amati teks berikut ini!
Teks 1
Seekor kutu tinggal pada tanduk banteng. Setelah ada di sana sekian lama dan merasa ingin
pindah, dia kemudian bertanya pada banteng apakah sang banteng memang ingin pindah. “Aku
tak tahu kapan kau datang, jawab si banteng, “kurasaaku pun tak perlu memberi peringatan
saat kau pergi.”
Teks 2
Sejak bertemu dengan dia, hidupku menjadi lebih berarti. Setiap hari aku mendapatkan wejangan-
wajangan darinya. Salah satunya adalah wejangan bagaimana cara menikmati hidup agar tidak
tamak dan selalu bersyukur. “Seandainya bisa, manusia pasti akan menggenggam dunia,” katanya
suatu saat. Teks 3
Saudara-saudara yang saya hormati, beberapa hari yang lalu, masyarakat sedang merayakan
pesta demokrasi—memilih presiden dan wakil presiden secara langsung. Saya berharap, siapapun
yang menjadi presiden dan wakil presiden, kita harusberlapang dada untuk menerima segala
kebijakannya. Sumber : http://masroniguru13.blogspot.com/2017/11/penilaian -harian-teks-
anekdot dan
.html)
10. Berdasarkan isi teks yang termasuk teks anekdot adalah...
A. Teks 1
B. Teks 2
C. Teks 3
D. Teks 1 dan teks 2
E. Teks 2 dan teks 3

28

Soal Uraian

Bacalah teks anekdot berikut dengan saksama.

Mengikuti Kuis

Suatu hari Doni dan Trio mengikuti sebuah kuis berhadiah. Doni menjadi pengarah sedangkan
Trio menjadi penjawab. Apapun yang dikatakan Trio, Doni hanya boleh menjawab ya, tidak,
atau bisa jadi.
Doni : Nama tempat?Trio :
Tidak!
Doni : Makanan?
Trio : Tidak!

Doni : Orang?
Trio : Ya, ya, ya!
Doni : Profesi?

Trio : Ya!
Doni : Guru?
Trio :Tidak!
Doni :Berdasi?Trio
:Ya, ya!
Doni : Pejabat?Trio
: Ya, ya!
Doni : Di kantor suka tidur?Trio :
Ya!
Doni :Banyak yang korupsi?Trio :
Bisa jadi, bisa jadi!
Doni : Anggota DPR?Trio
:Ya…!

Akhirnya Doni menjawab betul.

Setelah membaca teks di atas kerjakanlah penugasan berikut ini.

1. Jelaskanlah makna tersirat yang terdapat dalam teks tersebut!

2. Jelaskanlah unsur-unsur atau pokok-pokok isi teks tersebut dengan
cermat!

3. Identifikasilah struktur teks tersebut!

4. identifikasi juga ciri kebahasaan teks anekdot yang terdapat dalam tekstersebut

5. setelah membaca teks di atas jelaskanlah fungsi komunikasi teks
anekdot!

29

Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

1. D 11. B
2. A 12. D

3. C 13. D

4. C 14. E

5. D 15. A

76.. DE 1176.. CC
Ja ban Uraia
8w. Da n18. E
19..MyBaankgnsauktearstiidra1utr9ys.aaDantgsitdeardnagpdaatndmalaemlakteukksantekrsoerbuuptsiadalah sindiran terhadapanggota DPR

10. A 20. A

2. Unsur-unsur teks anekdot tersebut adalah :
a. Judul : Mengikuti kuis
b. Partisipan/tokoh ; Doni dan Trio
c. Humor/lucu : saat tebakan tentang profesi
d.Krtikan/sindiran : tentang anggota dewan yang berdasi namun sukakorupsi.
e. Nyata : banyak terjadi di masyarakat

3. Identifikasi struktur teks anekdot tersebut
a. Abstraksi : suatu hari Doni dan Trio mengikuti kuis berhadiah
b. Orientasi : Doni menjadi pengarah, Trio bagian yang menjawab
c. Krisis : apapun yang dikatakan Trio, Doni hanya bisa menjawab ya atautidak,
sementara mereka harus menebak profesi (DPR)
d. Reaksi : Trio memberikan beberapa pertanyaan untuk menggali jawaban

e. Koda : Doni bisa menebak profesi dengan benar

4. Identifikasi ciri kebahasaan teks tersebut
a. Kalimat langsung : "Nama tempat?"
b. Kata kerja material : mengikuti, menjawab, korupsi
c. kata seru; ya, ya!
d. konjungsi waktu : akhirnya
e. kalimat sindiran : banyak yang korupsi

f. kata kerja mental : suka

5. Fungsi anekdot sebagai cerita singkat dibagi menjadi dua, yaitu fungsi primer danfungsi
sekunder. Fungsi primer teks ini adalah sebagai sarana ekspresi ketidakpuasan, kemarahan,
dan kejengkelan terhadap suatu hal yang secara umum sudah diketahui oleh masyarakat.
Semantara itu, teks sekundernya sebagai hiburan dengan analogi atau contoh dalam
menjelaskan sesuatu.

30

Glosarium

31

Daftar Pustaka

Kosasih, Engkos. 2016. Cerdas Berbahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelompok
Wajib. Jakarta : Erlangga.

Kosasih, Engkos dan Endang Kurniawan.2019. 22 Jenis Teks dan Strategi
Pembelajarannya di SMA/MA/SMK. Bandung : Yrama Widya

Suherli,dkk. 2018. Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK Kelas
X.Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Sumber internet:

Romadecade. (2021). Contoh Teks Anekdot. Diambil kembali dari
www.romadecade.org: https://www.romadecade.org/contoh-teks-
anekdot/#!diakses pada 4 Mei 2021 pukul 09.12.

Saddoen, A. (2020). 15+ Contoh Teks Anekdot Lucu, Singkat, Menyindir
Beserta Strukturnya lengkap. Diambil kembali dari
moondoggiesmusic.com: diakses pada 4Mei 2021.

Syahrul. (2018). 50+ Contoh Teks Anekdot Beserta Strukturnya. Diambil
kembali dari angalul.com: https://angalul.com/contoh -teks-anekdot/diakses pada
4 Mei 2021.

MODUL PEMBELAJARAN

CERITA RAKYAT (HIKAYAT) DAN CERITA RAKYAT

KELAS X

OLEH :
ANI NOFIANTI, S.PD

SMA NEGERI 20 KOTA BEKASI
PROVINSI JAWA BARAT
TAHUN 2019



1

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah swt. Atas berkat rahmat, taufik, dan
hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan bahan ajar pelajaran bahasa Indonesia kelas X
semester satu dengan lancar. Bahan ajar ini disusun untuk membantu peserta didik menguasai
materi sesuai dengan kompetensi dasar pelajaran bahasa Indonesia berdasarkan kurukulum
2013.

Bahan ajar ini diawali dengan peta konsep, kompetensi dasar, indikator pencapaian
kompetensi (IPK), dan tujuan pembelajaran. Setelah itu, disajikan materi sesuai dengan
kompetensi dasar yang ingin dicapai, rangkuman dan dan evaluasi. Bagi guru, diharapkan bahan
ajar dapat membantu proses evaluasi siswa. Bahan ajar yang penulis buat dapat dijadikan
pendamping buku teks pelajaran bahasa Indonesia yang dapat digunakan oleh peserta didik dan
guru.

Penulis berharap, bahan ajar ini dapat bermanfaat bagi peserta didik, khususnya peserta
didik SMA/SMK. Penulis menyadari, bahan ajar yang penulis buat masih banyak
kekurangannya. Oleh karena itu, penulis menerima saran dan kritit yang sifatnya membangun
untuk perbaikan.

Bekasi, Juni 2019

Penulis

2

DAFTAR ISI 1
Kata Pengantar .................................................................................................................. 2
Daftar Isi ............................................................................................................................ 3
Kegiatan Pembelajaran 1 .................................................................................................. 3
A. Petunjuk penggunaan ............................................................................................... 4
B. Peta Konsep ............................................................................................................... 4
C. Kompetensi Dasar .................................................................................................... 4
D. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) ............................................................... 4
E. Tujuan Pembelajaran .............................................................................................. 5
F. Uraian Materi ........................................................................................................... 5
11
Unit 1 Mengidentifikasi Karakteristik Cerita Rakyat (Hikayat) ..............................
Unit 2 Mengidentifikasi Nilai-nilai dalam CeritRakyat (Hikayat) .......................... 12
Unit 3Menulis ringkasan isi cerita rakyat (hikayat) dengan menggunakan
bahasa Indonesia yang baik dan benar ........................................................... 12
Unit 4 Menceritakan kembali ringkasan isi cerita rakyat (hikayat) yang 13
Dibaca dan didengar ...................................................................................... 13
G. Rangkuman ............................................................................................... 13
Kegiatan Pembelajaran 2 ........................................................................................... 14
A. Petunjuk penggunaan ........................................................................................... 15
B. Peta Konsep ........................................................................................................... 15
C. Kompetensi Dasar ................................................................................................. 15
D. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) ............................................................ 15
E. Tujuan Pembelajaran ...........................................................................................
F. Uraian Materi. ....................................................................................................... 15
Unit 1 Membandingkan Nilai-nilai dalam Cerita Rakyat (Hikayat) dan Cerita
27
Pendek ......................................................................................................................
Unit 2 Mengembangkan Cerpen berdasarkan Hikayat yang Dibaca dengan 29
33
Memerhatikan Unsur Kebahasaan .......................................................................... 34
Unit 3 Mengembangkan Cerpen berdasarkan Hikayat yang Dibaca dengan 44

Memerhatikan Unsur Kebahasaaan. ........................................................................
G. Rangkuman ...........................................................................................................
H. Evaluasi .........................................................................................................
I. Kunci Jawaban .............................................................................................

3

Glosarium...................................................................................................................... 45
Daftar Pustaka ..............................................................................................................46

4

Kegiatan Pembelajaran 1

A. Petunjuk Penggunaan
Bahan ajar ini terbagi menjadi empat unit topik yaitu:

1. Mengidentifikasi karakteristik cerita rakyat (hikayat)
2. Mengidentifikasi nilai sosial, nilai agama, nilai budaya, nilai moral dalam cerita rakyat
3. Menulis ringkasan isi cerita rakyat (hikayat) dengan menggunakan bahasa Indonesia

yang baik dan benar
4. Menceritakan kembali isi cerita rakyat (hikayat) yang didengar dan dibaca

Agar bahan dapat digunakan secara maksimal maka kalian diharapkan melakukan
langkah- langkah sebagai berikut :
1. Pelajari dan pahami peta materi yang disajikan dalam modul ini
2. Pelajari dan pahami tujuan yang tercantum dalam setiap kegiatan pembelajaran
3. Pelajari uraian materi setiap unit secara sistematis dan mendalam dalam setiap

kegiatan pembelajaran.
4. Lakukan latihan di akhir unit kegiatan pembelajaran untuk menguasai tingkat

penguasaan materi.
5. Diskusikan dengan guru atau teman jika mengalami kesulitan dalam pemahaman

materi.
6. Lanjutkan pada bahan ajar berikutnya jika sudah mencapai ketuntasan yang

diharapkan.

5

B. Peta Konsep Mengidentifikasi nilai- Mengidentifikasi
nilai dan isi yang karakteristik cerita
Cerita Rakyat terkandung dalam
(Hikayat) hikayat
cerita hikayat baik lisan
maupun tulis Mengidentifikasi nilai-
nilai yang terkandung
Menceritakan dalam cerita hikayat
kembali isi cerita
Menulis ringkasan isi
hikayat yang cerita rakyat dengan
didengar dan menggunakan bahasa
Indonesia yang baik
dibaca
dan benar

Menceritakan kembali isi
cerita rakyat yang didengar

dan dibaca

C. Kompetensi Dasar
3.7 Mengidentifikasi nilai-nilai dan isi yang terkandung dalam cerita rakyat (hikayat) baik
lisan maupun tulis
4.7 Menceritakan kembali isi cerita rakyat (hikayat) yang didengar dan dibaca

D. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
3. 7.1 Mengidentifikasi karakteristik cerita rakyat (hikayat)
3.7.2 Mengidentifikasi nilai- nildalam cerita rakyat (hikayat)
4.7.1 Menulis ringkasan isi cerita rakyat (hikayat) dengan menggunakan bahasa Indonesia
yang baik dan benar
4.7.2 Menceritakan kembali isi cerita rakyat (hikayat) yang didengar dan dibaca

E. Tujuan Pembelajaran peserta didik diharapkan dapat mengidentifikasi nilai-nilai dan isi
yang terkandung

dalam cerita rakyat (hikayat) baik lisan maupun tulis serta terampil menceritakan kembali
isi cerita rakyat (hikayat) yang didengar dan dibaca dengan tepat dan kreatif selama proses
pembelajaran dan bersikap jujur, percaya diri, serta pantang menyerah

6

F. Uraian Materi
➢ Unit 1. Mengidentifikasi karakteristik cerita rakyat (hikayat)

Pernahkah Anda membaca karya sastra Melayu klasik seperti hikayat atau dongeng
yang diceritakan orang tua Anda? Hikayat dan dongeng yang sering Anda dengar
merupakan jenis cerita rakyat. Cerita rakyat merupaka ekspresi budaya masyarakat yang
berhubungan langsung dengan berbagai aspek kehidupan, seperti adat istiadat, agama,
atau kepercayaan. Pada kegiatan pembelajaran ini, Anda akan mempelajari cerita rakyat
berbentuk hikayat. Ikuti rangkaian kegiatan berikut dengan penuh semangat! Bacalah
contoh teks hikayat berikut!

Hikayat si Miskin

Ini hikayat cerita orang dahulu kala. Sekali peristiwa “Allah subhanahu wata’ala”
menunjukkan kekayaannya kepada hambanya, maka adalah seorang miskin laki bini
berjalan mencari riskinya berkeliling negeri antah berantah. Adapun nama raja di dalam
negeri itu maharaja Indera Dewa namanya, terlalu amat besar kerajaan baginda itu,
beberapa raja-raja di tanah dewa itu takluk kepada baginda. Dan mengantar upeti kepada
baginda pada tiap-tiap tahun. Hatta, maka pada suatu hari baginda sedang ramai dihadap
oleh segala raja-raja, menteri, hulubalang, rakyat, sekalian ada di hadapan, maka si
miskin sampailah ke penghdapan itu. Setelah dilihat oleh orang banyak, si miskin laki
bini dengan rupa keletihannya seperti dimamah anjing rupanya, maka orang banyak
itupun ramailah ia tertawa, seraya mengambil kayu dan batu maka dilemparilah akan si
miskin itu kena tubuhnya habis bengkak-bengkak, berdarah. Maka sekali tubuhnya pun
berlumur dengan darah, maka orang itu gemparlah. Maka titah baginda; apakah yang
gempar di luar itu? Sembah segala araja itu: “Ya Tuanku Syah Alam, orang melempari
si miskin, tuanku. Maka titah Baginda : suruh usir jauh – jauh.

7

Maka diusir oranglah akan si miskin itu, hingga sampailah di tepi hutan, maka orang banyak
itupun kembalilah. Maka hari pun malamlah, maka bagindapun berangkatlah masuk kedalam
istana itu, maka segala raja-raja dan menteri, hulubalang, rakyat itupun masing-masing
pulang ke rumahnya. Adapun akan si miskin itu, apabila malam ia pun tidurlah di dalam
hutan itu. Setelah siang hari, maka ia pun pergi berjalan masuk ke dalam negeri mencari
rizkinya. Maka apabila sampailah di kota kepada kampung orang, apabila orang yang
empunya kampung itu melihat akan dia, maka diusirlah dengan kayu. Maka si miskin itupun
larilah ia lalu ke pasar. Maka apabila dilihat oleh orang pasar itu si miskin datang, maka
masing-masing pun datang, ada yang melempari dengan batu, ada yang memalu dengan
kayu. Maka si miskin itu pun larilah tunggang langgang tubuhnya habis berlumur dengan
darah. Maka menangislah ia besar-besar sepanjang jalan itu dengan tersangat lapar
dahaganya seperti akan matilah rasanya. Maka ia pun bertemu dengan tempat orang
membuangkan sampah-sampah, maka berhentilah ia di sana maka dicaharinyalah dalam
sampah yang bertimbun itu barang yang boleh di makan. Maka didapatnyalah ketupat yang
sudah basi buangkan oleh orang pasar itu, dengan buku tebu, lalu dimakannya ketupat yang
sebiji laki bini. Setelah sudah dimakannya ketupat itu maka barulah dimakannya buku tebu
itu. Maka adalah segar rasa tuan hamba, karna beberapa lamanya tiada merasakan nasi,
hendak mati rasanya. Ia hendak meminta kerumah orang, takut jangankan diberi orang
barang sesuatu hampir kepada rumah orang itupun tiada boleh. Demikianlah hari si miskin
itu sehari-hari. Hatta maka haripun petanglah maka si miskin pun berjalanlah masuk kedalam
hutan, tempatnya sediakala itu, disanalah ia tidur. Maka diapuilah darah yang ditubuhnya,
tiada boleh keluar, karena darah itu sudah kering. Maka si miskin itupun tidurlah di dalam
hutan itu. Setelah pagi-pagi hari, maka berkatalah si miskin kepada isterinya : “Ya tuanku,
matilah rasa akan ini, sangatlah sakit rasanya tubuhku ini maka tidaklah berdaya lagi.
Hancurlah rasanya anggautaku ini. Maka iapun tersedu-sedu menangis. Maka terlalu belas
rasa hati istrinya melihat kaki suaminya demikian itu. Maka lalu menangis pula. Seraya
mengambil daun kayu, lalu dimamahnya, maka diusapkannyalah seluruh tubuh suaminya
sambil berkata : “Diamlah tuan, jangan menangis, sudahlah dengan untung kita, maka jadi
selaku ini”. Adapun akan si miskin itu asalnya daripada raja keindraan, maka kena sumpah
Batara Indra maka jadilah ia sedemikian itu. Maka suaminya itupun segarlah sedikit
tubuhnya. Setelah itu maka suaminya pun masuk ke dalam hutan mencahari embut yang
muda, yang patut dimakan, maka di bawanyalah kepada istrinya, maka dimakanyalah laki-
bini. Hatta beberapa lamanya, maka isterinya si miskin itupun hamilah 3 bulan lamanya,
maka istrinya menangis hendak makan mempelam yang ada di taman raja itu. Maka
suaminya itupun terkenangkan untungnya tatakala ia di keindraan menjadi raja tiada mau ia

8

beranak. Maka sekarang telah menderita maka baharulah hendak beranak, seraya berkata
kepada istrinya : “Ayuhai Adinda, tuan hendak membunuh kakandalah! Rupanya ini
tiadakah tuan tahu akan hal kata, yang sudah lalu itu? Jangankan hendak meminta barang
suatu hampir kepada kampung orang tiada boleh”. Setelah didengar oleh istrinya kata
suaminya demikian itu, maka makinlah ia sangat menangis, maka kata suaminya : “Diamlah,
tuan jangan menangis, barulah kakanda pergi mencaharikan tuan mempelam itu. jika dapat
oleh kakanda akan buah mempelam itu, kakanda berikan kepada tuan”. Maka istrinya itupun
diamlah, maka suaminya itupun pergilah ke pasar mencahari buah mempelam itu. Setelah
sampailah ia di kedai orang berjual buah mempelam, maka si miksin itupun bermintalah di
sana. Hendakpun dimintanya, takut ia akan dipalu orang, maka kata orang yang berjual buah
mempelam itu, “Hai miskin apa kehendakmu?”, Maka sahut si miskin itu : “jikalau ada belas
dan kasihan serta rahim tuan akan hamba, orang miskin, hamba ini minta diberikan yang
sudah terbuang itu, hamba hendak memohonkan buah mempelam tuan yang sudah busuk itu
barang sebiji sahaja, tuan”. Maka terlalu belas hati sekalian orang pasar itu, yang mendengar
kata si miskin itu, seperti hancurlah rasa hatinya. Maka ada yang memberi mempalam, ada
yang memberikan juadah, ada yang berikan nasi, ada yang memberikan kain baju, ada yang
memerikan buah-buan oleh sebab anak yang diidamkan oleh istrinya itu. Maka si miskin itu
heranlah akan dirinya, oleh sebab di hari orang pasar itu berbagai jenis pemberian. Adapun
akan dahulu, jangankan diberinya barang suatu, hampirpun tiada boleh, habislah
dilemparinya dengan kayu dan batu. Setelah sudah ia berpikir dalam hatinya demikian itu,
maka ia pun kembalilah ke dalam hutan mendapatkan istrinya. Maka katanya : “Inilah tuan
buah mempalam dan segala buah-buahan dan makan-makanan dan kain-kain baju”. Itupun
ditunjukanlah kepada istrinya,seraya menceritakan hal ikhwalnya tatkala ia di pasar itu.
Maka istrinya pun menangis, tidak mau makan jikalau bukan buah mempalam yang di dalam
taman raja itu biarlah aku mati sekali. Maka terlalulah sebal hati suaminya itu melihatkan
kelakuan istrinya itu, seperti orang, yang hendak mati rupanya, tiadalah berdaya lagi. Maka
suaminya itupun pergilah menghadap maharaja Indra dewa itu. Maka baginda itupun sedang
ramai dihadap oleh segala raja-raja, maka si miskin datanglah, lalu masuk ke dalam sekali.
Maka titah baginda : “Hai miskin apa kehendakmu?”. Maka sahut si miskin : “Ada juga
tuanku”. Lalu ia sujud, kepalanya lalu diletakkannya ke tanah : “Ampun tuanku beribu-ribu
ampun tuanku jikalau ada karunia dulisyah alam akan petaka, hamba orang yang hina ini
hendaklah memohonkan daun mempalam syah alam, yang sudah gugur ke bumi barang
sehelai, tuanku”. Maka titah baginda : “Hendak kau buatkan apa daun mempelam itu?”.
Maka sembah si miskin : “Hendak dimakan, tuanku”. Maka titah baginda : “Ambikanlah
barang setangkai, berikan kepada si miskin ini”. Maka diambilkan oranglah, diberikan

9

kepada si miskin itu, maka diambilah oleh si miskin itu seraya menyembah kepada baginda
itu, lalu keluar ia berjalan kembali. Setelah itu, maka baginda berangkatlah masuk ke dalam
istana, maka segala raja-raja dan menteri, hulubalang, rakyat sekalian itupun masing-masing
pulang ke rumahnya. Arkian maka si miskin pun sampailah kepada tempatnya. Setelah
dilihat oleh istrinya akan suaminya datang itu membawa buah mempalah setangkai, maka ia
tertawa seraya disambutnya, lalu dimakannya. Maka adalah antaranya tiga bulan lamanya,
maka ia pun menangis pula hendak makan nangka, yang di dalam taman raja itu juga. Maka
si miskin itupun pergilah pula memohonkan kepada baginda itu maka sujudlah pula Ia
kepada baginda. Maka titah baginda: “Apapula kehendakmu, hai miskin?” Maka sahut si
miskin: “Ya tuanku, ampun beribu ampun”, serta sujud kepalanya lalu diletakkan ke tanah
serta ia berkata pula: “Hamba ini orang yang miskin, hamba minta daun nangka yang gugur
ke bumi barang sehelai”. Maka titah baginda: hai miskin, hendak kau buatkan apa daun
nangka? Baiklah aku beri buahnya barang sebiji. Maka diberikan kepada si miskin itu, maka
ia pun sujud seraya bermohon kembali mendapatkan istrinya itu, maka disambutnya buah
nangka itu, lalu dimakan oleh istrinya itu. Adapun selama istrinya si miskin itu hamil, maka
makananmakanan, kain, baju, beras, padi dan segala perkakas-perkakas itu diberi orang
kepadanya. Hata maka dengan hal yang demikian itu, maka genaplah bulannya, maka pada
ketika yang baik dan sangat yang sempurna, pada malam empat belas hari bulan, maka bulan
itupun sedang terang temerang, maka pada ketika itu istrinya si miskin itu pun beranaklah
seorang anak laki-laki terlalu amat baik parasnya dan elok rupanya. Maka dinamai akan
anaknya itu Marakarma artinya anak di dalam kesukaran. Maka dipeliharakannyalah anak
itu, maka terlalulah amat kasih sayangnya akan anaknya itu tiada boleh bercuri barang
seketika jua pun dengan anaknya Marakarma itu. Hata maka dengan takdir Allah swt.
Menganugerahi kepada hambanya, maka si miskinpun menggalilah tanah hendak berbuat
tempatnya tiga beranak itu. Maka digalinyalah tanah itu hendak mendirikan tiang teratak itu,
maka tergalilah kepada sebuah tujuan yang besar berisi emas terlalu banyak. Maka istrinya
itupun datanglah melihat akan emas itu, seraya berkata kepada suaminya: “Adapun akan
emas ini, sampai kepada anak cucu kita sekalipun tiada habis dibuat belanja”. Maka
terlalulah sekejut hatinya lagi istriku itu, maka oleh istrinya diambilnya emas itu, dibawanya
kepada suaminya. Maka si miskin itu pergilah kepada saudagar-saudagar yang di dalam
negeri antah berantah itu. Setelah itu, maka bertemulah ia dengan saudagar itu. Maka
segeralah ia ditegur oleh saudagar itu seraya katanya: “Marilah tuan hamba duduk dekat
hamba disini. Dari mana tuan datang ini dan apakah maksud tuan hamba datang kepada
hamba ini?” Maka kata si miskin itu seraya tersenyum: “Ada juga kehendak hamba ini
kepada tuan hamba. Jikalau tuan hamba boleh menolong akan hamba ini, hamba

10

katakanlah.” Maka sahut saudagar itu: “Katakanlah hajat tuan hamba, supaya hamba tahu.”
Maka si miskin itupun berkata seraya mengeluarkan emas daripada kandangnya, sambil
berkata: “Inilah emas hamba, hamba hendak minta tolong kepada tuan hamba belikan kaus
sepasang.” Maka setelah dilihat oleh saudagar itu akan emas itu terlalu banyak, maka
terlalulah heran. Saudagar itu melihat hal si miskin itu seraya berkata saudagar itu: “Baiklah,
tetapi hamba berjanji kepada tuan, jikalau ada suka, perjanjian setelah lamanya karena sukar
itu pekerjaan ini.” Maka kata si miskin: “Baiklah. Maka ia pun bermohon kepada saudagar
itu belikan tongkat.” Hata dengan hal yang demikian, maka habislah segala saudagar dalam
negeri antah berantah itu ada yang disuruh membeli payung, ada yang disuruhnya membeli
kendi, ada yang disuruhnya membeli lampu nya, ada yang disuruhnya membeli pedang, ada
yang disuruhnya membeli otar-otar, ada yang disuruhnya membeli kursi, ada yang
disuruhnya membeli kursi, ada yang disuruhnya membeli kuda, ada yang disuruhnya
membeli pelana kuda, ada yang disuruhnya membeli kain-kain. Setelah sudah, maka
kembalilah ia ke tempatnya, maka ia pun mandi dan berlama lima tahun ia sudah mandi,
maka diambilnyalah anaknya itu seraya ia berkata: “jikalau singgahsinggah anak dewa-dewa
telah menerangkan muka ayahanda ini, jadilah negeri di dalam hutan ini sebuah lengkaplah
dengan kota, parit dan istananya serta dengan menteri, hulubalang, rakyat sekalian dan segala
raja di bawah baginda, betapa adat segala raja-raja yang besarbesar” Maka dengan takdir
Allah Subhanahuwataallah menunjukkan kodrat, iradatnya atas hambanya, maka jadilah
sebuah negeri dengan selengkapnya alat kerajaan itu, maka si miskin bersalin nama Maha
Raja Indera Angkasa. Dan isterinya dinamainya Tuan Puteri Ratan Dewi, dan negerinya
Puspasari. Hata beberapa lamanya maharaja Angkasa duduk di atas tahta kerajaan maha
terlalu adil baginda, serta dengan murahnya diberinya anugrah akan segala raja-raja yang di
bawahnya kepada menteri, hulubalang, rakyat sekalian itu betapa adat tatkala ia jadi raja di
keindraan itu demikian diperbuatnya. Maka mashurlah wartannya itu kepada segala raja-raja
mengatakan hal Si Miskin itu telah menjadi raja di negeri Puspasari, lagi amat sifatnya,
dapatlah ia mencayanya negeri dengan selengkapnya itu.Arkian maka beberapa lamanya
Baginda itu duduk di atas tahta kerajaan, maka ananda maharaja “Marakarma” itupun telah
besarlah ia, maka makin baik parasnya dan budi pekertinya pun amat baik kepada segala
inang pengasuhnya itupun terlalu amat kasih sayangnya kepada maharaja Marakarma itu.
Maka Tuan Puteri itu pun hamillah pula. Maka segala inang pengasuhnya, dan segala istri
raja-raja dan istri segala menteri, hulubalang pun masuklah menghadap membawa
persembahan idam-idaman dan segala buah-buahan dan santap-santapan. Setelah beberapa
lamanya, maka genaplah bulannya, maka datanglah pada ketika yang baik dan sangat yang
sempurna, maka tuan Putri pun berputralah seorang perempuan terlalu amat baik parasnya,

11

gilang-gemilang, kilau-kilauan rupanya. Maka dimandikan orang di dalam batala emas.
Setelah sudah dimandikan itu, maka diperbuat orang betapa adat raja-raja yang besar-besar
berputera itu, demikian diperbuat akan anaknda baginda itu seraya dinamai akan anaknya itu
Tuan Puteri Nila Kaslam. Maka segala buai-buaian pun dipalu oranglah, gegap gempita
bicaranya. Baginda pun keluarlah memberi persoalan akan segala raja-raja dan menteri,
hulubalang, rakyat sekalian itu masingmasing dengan pendiriannya. Maka baginda pun
duduklah makan minum bersukasukaan empat puluh hari dan empat puluh malam,
orangorang berjaga-jaga dan masing-masing dengan permainannya. Wallahualam Bissawab
Waillaihi Al-Marja’a Walmallab Setelah Anda membaca cerita hikayat tersebut, mari
bersama kita pelajari teks Cerita rakyat (hikayat) merupakan cerminan karya sastra
masyarakat lama yang berkembang dengan bahasa Melayu sampai abad ke-18. Sebagai
cerminan masyarakat lama, hikayat memiliki karakteristik, antara lain sebagai berikut

1. Merupakan sastra lisan, artinya berkembang melalui mulut ke mulut
2. Bersifat statis, artinya jumlah karya Melayu klasik tidak

mengalamiperkembangan
3. Bersifat istana sentris, artinya bercerita tentang para bangsawan,

dan dewa-dewa dan fantastik
4. Bahasanya klise, artinya bahasa yang digunakan cenderung

monoton dan itu-itusaja
5. Anonim, artinya tidak jelas pengarangnya dan logis dan tidak

bernalar.

Untuk memahami lebih jauh karakteristik cerita rakyat (hikayat), tidak berbeda
dengan proses sastra moderen, hikayat juga dibangun dari unsur

1. Tema
2. Alur
3. Setting
4. Point of viuw
5. Penokohan
6. Amanat
7. Dan unsur lainnya.

12

➢ Unit 2 Mengidentifikasi nilai-nilai dalam cerita rakyat
Cerita rakyat (hikayat) merupakan cerminan masyarakat lama. Artinya, nilai-nilai

yang terkandung dalam karya itu adalah cerminan kondisi masyarakat lama saat itu. Ada
nilai-nilai yang sering dimunculkan dalam sastra lama, antara lain

1. Nilai religious : nilai kepercayaab kepada Sang Maha Pencipta
2. Nilai sosial: nilai yang mencerminkan norma-norma berinteraksi terhadap

sesama
3. Nilai moral (etika) : nilai yang berkaitan dengan norma baik dan buruk yang

berlaku dalam masyarakat
4. Nilai estetis : nilai keindahan yang terungkap dalam bersastra
5. Nilai budaya : nilai yang berkaitan dengan adat-istiadat dan kebiasaan yang

berlaku dalam masyarakat tertentu.

➢ Unit 3 Menulis ringkasan isi cerita rakyat (hikayat) dengan menggunakan

bahasa Indonesia yang baik dan benar

Ringkasan adalah hasil meringkaskan; ikhtisar; singkatan cerita
(https://kbbi.web.id/ringkas). Ringkasan merupakan penyajian singkat dari suatu teks.
Ringkasan memuat ide-ide pokok yang mewakili setiap bagian bacaan aslinya
Ringkasan disusun untuk mempermudah dan mempercepat seseorang memahami isi
pokok teks.
Ringkasan adalah dalah presentasi dari kejadian atau peristiwa yang panjang disajikan
secara singkat. atau juga, cara yang baik untuk memotong atau memangkas menyajikan
hasil esai panjang dan disajikan dalam bentuk pendekdan singkat. Untuk ringksan
adalah hasil dari karangan yang asli tetapi dalam penyajiannya harus tetap
mempertahankan urutan dan rumusan yang asli dari pengarangnya. Ikhtisar adalah
sebaliknya, gambaran dari pengaturan tidak memerlukan atau perlu sistematis atau tidak
sesuai dengan pengaturan asli dan tidak perlu proporsional atau tidak memerlukan
konten dari semua hasil karangan itu.

➢ Unit 4 Menceritakan kembali ringkasan isi cerita rakyat (hikayat) yang dibaca

dan didengar

Setelah proses merekontruks lanjutkan dengan kegiatan menceritakan kembali
cerita melayu klasik (hikayat) dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan

13

benar. Untuk menceritakan kembali isi sastra melayu klasik (hikayat). Presentasikan
dengan runtut dan sistematis. Awali dengan memaparkan judul, tema, isi, amanat dan
kemudian keunggulan hikayat tersebut. Barulah ungkapkan ulasan secara umum.

G. Rangkuman

Hikayat merupakan prosa lama yang mengisahkan tetntang kehidupan
istana atau kerajaan dengan tokoh-tokoh dan tempat yang masih memiliki
hubungannya dengan unsur sejarah, meskipun isinya berupa rekaan atau
khayalan. Hikayat pada umumnya memiliki ciri 1) Menggunakan bahasa
Melayu lama, 2) Istanasentris, di mana pusat cerita berada di dalam
lingkungan istana., 3) Pralogis atau tidak bisa diterima oleh akal 4) Statis,
bersifat kaku dan tetap 5) Anonim atau tidak jelas

Kegiatan Pembelajaran 2

A. Petunjuk Penggunaan

Bahan ajar ini terbagi menjadi empat unit topik yaitu:
a. Membandingkan nilai-nilai cerita rakyat (hikayat) dan cerpen
b. Membandingkan kebahasaan cerita rakyat (hikayat) dan cerpen
c. Menyusun ide cerita pendek berdasarkan hikayat yang dibaca dengan
memerhatikan nilai-nilainya
d. Mengembangkan kerangka cerita pendek menjadi cerita yang utuh dengan
memerhatikan nilai-nilai
Agar bahan ajar dapat digunakan secara maksimal maka kalian diharapkan

melakukan langkah- langkah sebagai berikut :
1. Pelajari dan pahami peta materi yang disajikan dalam modul ini
2. Pelajari dan pahami tujuan yang tercantum dalam setiap kegiatan pembelajaran
3. Pelajari uraian materi setiap unit secara sistematis dan mendalam dalam setiap
kegiatan pembelajaran.
4. Lakukan latihan di akhir unit kegiatan pembelajaran untuk menguasai tingkat
penguasaan materi.

14

5. Diskusikan dengan guru atau teman jika mengalami kesulitan dalam
pemahaman materi.

6. Lanjuttkan pada bahan ajar berikutnya jika sudah mencapai ketuntasan yang
diharapkan

B. Peta Konsep

Hikayat dan Cerpen

NILAI

KEBAHASAN

pendek

MENULIS

• Membandingkan nilai-nilai dalam hikayat dan cerita pendek
• Membandingkan unsur kebahasaan dalam hikayat dan cerita

15

C. Kompetensi Dasar

3.8 Membandingkan nilai- nilai dan kebahasaan cerita rakyat hikayat dan cerpen

4.8 Mengembangkan cerita rakyat (hikayat) ke dalam bentuk cerpen dengan

memerhatikan isi dan nilai-nilai

D. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

3.8.1 Membandingkan nilai-nilai cerita rakyat (hikayat) dan cerpen

3.8.2 Membandingkan kebahasaan cerita rakyat (hikayat) dan cerpen
1.8.1 Menyusun ide cerita pendek berdasarkan hikayat yang dibaca dengan
memerhatikan nilai-nilainya

1.8.2 Mengembangkan kerangka cerita pendek menjadi cerita yang utuh dengan
memerhatikan nilai-nilai

E. Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu embandingkan nilai- nilai dan kebahasaan cerita rakyat hikayat dan
cerpen dan engembangkan cerita rakyat (hikayat) ke dalam bentuk cerpen dengan
memerhatikan isi dan nilai-nilai

F. Uraian Materi

➢ Unit 1 Membandingkan Nilai-nilai dalam Cerita Rakyat (Hikayat) dan Cerita Pendek

Hikayat dan cerpen merupakan karya sastra yang berbentuk prosa atau cerita.
Meskipun keduanya memiliki karakteristik yang berbeda, keduanya memiliki
persamaan dalam hal unsur pembangun atau unsur intrinsiknya. Seperti yang kita
ketahui sebuah cerita dibangun oleh unsur intrinsik yang meliputi tema, tokoh, alur,
setting, dan amanat, begitu pun dengan hikayat dan cerpen. Kedua jenis prosa ini
ditulis oleh pengaranggnya untuk memberikan pelajaran pada orang-orang yang
membacanya.

Pelajaran atau amanat dapat kita lihat dari nilai-nilai kehidupan yang
digambarkan oleh pengarang dalam ceritanya. Nilai-nilai ini meliputi nilai moral,
nilai sosial, nilai kepercayaan, dan nilai budaya. Nilai moral berkaitan dengan
kepribadian atau sifat-sifat manusia yang sifatnya baik dan buruk. Sedangkan, nilai
sosial merupakan nilai yang berhubungan dengan sikap peduli terhadap orang orang
sekitar kita. Selanjutnya, nilai kepercayaan yaitu nilai religi atau kepercayaan
terhadap Tuhan YME. Terakhir, nilai

budaya yang berkaitan dengan adat dan kebiasaan masyarakat yang sudah
menjadi ciri suatu daerah atau tempat.

16

Bacalah contoh hikayat berikut ini!
Teks 1

Hikayat Bayan Budiman

Sebermula ada saudagar di negara Ajam. Khojan Mubarok namanya, terlalu amat
kaya, akan tetapi ia tiada beranak. Tak seberapa lama setelah ia berdoa kepada
Tuhan, maka saudagar Mubarok pun beranaklah istrinya seorang anak laki-laki yang
diberi nama Khojan Maimun.

Setelah umurnya Khojan Maimun lima tahun, maka di serahkan oleh
bapaknya mengaji kepada banyak guru sehingga sampai umur Khojan Maimun
lima belas tahun. Ia dipinangkan dengan anak saudagar yang kaya, amat elok
parasnya, namanya Bibi Zainab. Hatta beberapa lamanya Khojan Maimun beristri
itu, ia membeli seekor burung bayan jantan. Maka beberapa di antara itu ia juga
membeli seekor tiung betina, lalu di bawanya ke rumah dan ditaruhnya hampir
sangkaran bayan juga.

Pada suatu hari Khojan Maimun tertarik akan perniagaan di laut, lalu minta
izinlah dia kepada istrinya. Sebelum dia pergi, berpesanlah dia pada istrinya itu,
jika ada barang suatu pekerjaan, mufakatlah dengan dua ekor unggas itu, hubaya-
hubaya jangan tiada, karena fitnah di dunia amat besar lagi tajam dari pada senjata.

Hatta beberapa lama di tinggal suaminya, ada anak Raja Ajam berkuda lalu
melihatnya rupa Bibi Zainab yang terlalu elok. Berkencanlah mereka untuk
bertemu melalui seorang perempuan tua. Maka pada suatu malam, pamitlah Bibi

Zainab kepada burung tiung itu hendak menemui anak raja itu. Maka
bernasihatlah ditentang perbuatannya yang melanggar aturan Allah SWT. Maka
marahlah istri Khojan Maimun dan disentakkannya tiung itu dari sangkarnya dan
dihempaskannya sampai mati.

17

Lalu Bibi Zainab pun pergi mendapatkan bayan yang sedang berpura-pura
tidur. Maka bayan pun berpura-pura terkejut dan mendengar kehendak hati Bibi
Zainab pergi mendapatkan anak raja. Maka bayan pun berpikir bila ia menjawab
seperti tiung maka ia juga akan binasa. Setelah ia sudah berpikir demikian itu,
maka ujarnya,

“Aduhai Siti yang baik paras, pergilah dengan segeranya mendapatkan anak
raja itu. Apapun hamba ini haraplah tuan, jikalau jahat sekalipun pekerjaan tuan,
Insya Allah di atas kepala hambalah menanggungnya. Baiklah tuan sekarang
pergi, karena sudah dinanti anak raja itu. Apatah dicari oleh segala manusia di
dunia ini selain martabat, kesabaran, dan kekayaan? Adapun akan hamba, tuan ini
adalah seperti hikayat seekor unggas bayan yang dicabut bulunya oleh tuannya
seorang istri saudagar.”Maka berkeinginanlah istri Khojan Maimun untuk
mendengarkan cerita tersebut. Maka Bayan pun berceritalah kepada Bibi Zainab
dengan maksud agar ia dapat memperlalaikan perempuan itu. Hatta setiap malam,
Bibi Zainab yang selalu ingin mendapatkan anak raja itu, dan setiap berpamitan
dengan bayan. Maka diberilah ia cerita-cerita hingga sampai dua puluh empat
kisah dan dua puluh empat malam. Burung tersebut bercerita, hingga akhirnyalah
Bibi Zainab pun insaf terhadap perbuatannya dan menunggu suaminya Khojan
Maimum pulang dari rantauannya.

Burung Bayan tidak melarang malah dia menyuruh Bibi Zainab
meneruskan rancangannya itu, tetapi dia berjaya menarik perhatian serta
melalaikan Bibi Zainab dengan cerita-ceritanya. Bibi Zainab terpaksa menangguh
dari satu malam ke satu malam pertemuannya dengan putera raja. Begitulah
seterusnya sehingga Khoja Maimun pulang dari pelayarannya. Bayan yang bijak
bukan sahaja dapat menyelamatkan nyawanya tetapi juga dapat menyekat isteri
tuannya daripada menjadi isteri yang curang. Dia juga dapat menjaga nama baik
tuannya serta menyelamatkan rumah tangga tuannya.

18

Perhatikan contoh analisis nilai yang terdapat dalam Hikayat Bayan Budiman
berikut ini!

Nilai Konsep Nilai Kutipan Teks
Moral
Berpamitan sebelum Pada suatu hari Khojan Maimun
Sosial
pergi tertarik akan

meninggalka perniagaan di laut, lalu minta
n izinlah dia kepada istrinya.

Rumah

Membalas budi kepada Bayan yang bijak bukan sahaja dapat

orang yang berbuat baik menyelamatkan nyawanya tetapi juga

kepada kita dapat menyekat isteri tuannya

daripada menjadi isteri yang curang.

Dia juga dapat menjaga nama baik

tuannya serta menyelamatkan rumah

tangga tuannya.

Budaya Mendidik anak untuk Setelah umurnya Khojan Maimun

belajar sedari kecil lima tahun, maka di serahkan oleh
dengan berguru kepada
orang yang ahli pada bapaknya mengaji kepada banyak

bidangnya guru sehingga sampai umur Khojan

Maimun

Kepercayaan Memohon kepada Tuhan lima belas tahun.
dengan berdoa agar Sebermula ada saudagar di negara
dimudahkan urusannya Ajam. Khojan Mubarok

namanya,

terlalu amat kaya, akan tetapi ia tiada
beranak. Tak seberapa lama setelah ia
berdoa kepada Tuhan, maka saudagar
Mubarok pun beranaklah istrinya
seorang anak laki-laki yang diberi
nama Khojan Maimun.

Berikutnya bacalah contoh cerpen berikut ini!


Click to View FlipBook Version