RENCANA STRATEGIS
(RENSTRA)
GKI DI TANAH PAPUA
KLASIS MALAMOI
TAHUN 2022-2027
“Menjadi Gereja Pembawa Keadilan, Kedamaian
dan Kesejahteraan”
TIM PENYUSUN RENSTRA/P4G KLASIS MALAMOI
JULI 2022
KATA PENGANTAR
RENCANA STRATEGIS
(RENSTRA)
P4G GKI DI TANAH PAPUA
KLASIS MALAMOI 2022-2027
“Menjadi Gereja Pembawa Keadilan,
Kedamaian dan Kesejahteraan”
TIM PENYUSUN RENSTRA/P4G KLASIS MALAMOI
JULI 2022
ii
KATA PENGANTAR
KETUA BADAN PEKERJA BAKAL KLASIS MALAMOI
Dalam rancangan Tuhan Yesus Kristus Kepala Gereja Kristen Injili Di Tanah
Papua Bakal Klasis Malamoi Hadir untuk menyatakan Injil Kebenaran Allah
yang menyelamatkan serta memelihara domba-domba milik Allah di 9 Wilayah
Pelayanan yang dipercayakan Tuhan. Hendaklah kita panjatkan Pujian dan
Syukur bagi Tuhan Yesus Kristus Kepala Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua
yang oleh perkenaan-Nya telah dijalani 5 tahun, terhitung sejak 2017 Bakal
Klasis Malamoi menyatakan wujud dari Persekutuan, Kesaksian, Pelayanan
Kasih dan Penatalayanan. Dengan terus berkomitment membenahi dan menata
segenap aspek Pelayanan dengan latar konteks yang variatif dan masalah-
masalah yang muncul baik internal maupun eksternal memberi warna dalam
tugas pelayanan, serta berbagai Potensi pendukung yang turut memberi
dampak dalam pelayanan secara umum, semuanya diberi perhatian secara
proporsional agar terwujudnya Visi Teologi Kerajaan Allah.
Dibentuk dan diangkatnya Tim Penyusun Renstra (Rencana Strategi) dan
P4G(Pokok-Pokok Program Pelayanan) bekerja menyiapkan dan menyusun
Rencana Strategi baik dalam kesejajaran dengan Renstra dan P4G Sinode GKI Di
Tanah Papua serta mengaplikasikannya dalam Bakal Klasis Malamoi maupun
mengangkat dan mengedepankan Pengelolaan dan pemanfataan secara terpadu
dan kontinyu berbagai Potensi alamiah GKI Di Tanah Papua di Bakal Klasis
Malamoi menuju Kemandiriannya. Kiranya Produk Renstra P4G Bakal Klasis
Malamoi mengawal langkah kemandirian Klasis Malamoi, ibarat Biduk ditengah
laut mengantar sampai ke dermaga tujuan, selalu Motto : “Berlari sampai
keTujuan” kiranya memacu kinerja dan tanggung jawab Pelayanan yang
dilaksanakan bersama menyambut Kemandirian Klasis Malamoi. Semoga Tuhan
Memberkati.
Wadwei Nasmud Siwi Vave
BADAN PEKERJA BAKAL KLASIS MALAMOI
KETUA
PDT. E. H. SARWOM, S.Th
iii
KATA PENGANTAR
Tim Penyusun Renstra/P4G Klasis Malamoi 2022-2027
Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus kepala gereja, atas bimbingan dan
tuntunan-Nya penyusunan Renstra P4G Klasis Malamoi dapat diselesaikan dengan
baik. Tim Penyusun Menyampaikan ucapan Terima Kasih kepada semua Pihak yang
tiada hentinya memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Tugas dan Tanggung
Jawab yang dipercayakan, Badan Pekerja Bakal Klasis Malamoi, Pemerintah Kabupaten
Sorong dan semua Pihak yang turut berkontribusi demi kelancaran Pekerjaan Tim
Penyusun. Doa Kami Tuhan Yesus Kepala Gereja Memberkati dan melimpahkan segala
kebaikan dalam kehidupan Bapak/Ibu/Saudara/i sekalian.
Penyusunan Renstra P4G Klasis Malamoi mengacu pada Renstra Sinode GKI Di
Tanah Papua tahun 2022-2027 sebagai dasar utama, dengan memberi perhatian pada 3
(tiga) cara berpikir yang digunakan dalam penyusunan Renstra ini. Pertama ‘Cara
berpikir Teologis, karena Renstra yang disusun ini adalah Renstra gereja. Kedua ‘Cara
berpikir Strategis, Karena Renstra adalah bagian dari Manajemen Strategis. Ketiga‘Cara
berpikir Kontekstual karena program yang disusun dalam Renstra adalah untuk
menjawab kebutuhan dan masalah dalam konteks jemaat dan klasis. Dalam menyusun
Renstra Sinode GKI Di Tanah Papua tahun 2022 – 2027, mengacu pada TAP VI/SS – XVI/
Sentani / 2011 tentang Visi, Misi dan Renstra GKI Di Tanah Papua menuju tahun 2036.
Dalam Renstra tersebut rumusan Visi tidak menghilangkan Visi teologis Kerajaan
Allah. Redaksi lengkapnya berbunyi sebagai berikut : “ Dalam terang Visi teologis
Kerajaan Allah, kita rumuskan Visi GKI menuju tahun 2036, Visi antara yaitu :
“Menjadi gereja Pembawa Keadilan, Kedamaian dan Kesejahteraan” sedangkan
Misinya adalah : 1. Menjalankan Tri tugas panggilan gereja berdasarkan Alkitab.
2. Menambahkan Cinta kebersamaan dalam kehidupan gereja dan masyarakat.
3. Mengembankan cinta kasih kepada Tuhan, sesama dan ciptaan.
Road Map Perjalanan bersama dalam satu Rumah Besar GKI Di Tanah Papua
menggiring 10 Pokok Program dan 8 sasaran strategis yang harus dipedomani untuk
perjalanan 5 tahun kedepan Tahun pertama (2022 – 2023) fokus sebagai tahun
pembaruan, tahun kedua (2023 / 2024 ) fokus sebagai tahun pemberdayaan, Tahun
ketiga (2024 / 2025 ) fokus sebagai tahun kesehatian, tahun ke empat (2025 / 2026 ) fokus
sebagai tahun kepeduliaan dan tahun kelima ( 2026/2027) fokus sebagai tahun Kesaksian.
Semua yang dikerjakan bersama dengan berpedoman pada Renstra dan P4G adalah
agar terwujudnya Visi dan Misi bersama bagi perubahan yang bermakna bagi hormat
dan kemuliaan Tuhan.
Salam dan hormat
TIM PENYUSUN
iv
Hal
DAFTAR ISI
Halaman judul.........................................................................................................i
Kata Pengantar Ketua BP Basis Malamoi .......................................................... ii
Kata Pengantar Tim Penyusun Restra GKI Di Tanah Papua ...........................iii
Daftar Isi ...................................................................................................................iv
SK Tim Penyusun Renstra-P4G Klasis Malamoi 2022-2027...............................v
BAB I : Pendahuluan
A. Bersama Sebagai Bakal Klasis .................................................1
B. Batas Wilayah Pelayanan ........................................................3
C. Asset dan Potensi BKM ..........................................................13
D. Perkembangan Keuangan BKM
a. Realisasi Penerimaan SWJ 20% Malamoi 2018-2020
b. Realisasi SWJ 40% ke Sinode Tahun 2018-2020
c. Realisasi Penerimaan Perpuluhan Tahun 2018-2020
d. Database Jemaat Se-BKM
E. Realisasi Program Kegiatan Tahun 2018-2020
1. Bidang Teologia ............................................................3
2. Bidang Daya ..................................................................5
3. Bidang Dana ..................................................................7
4. Bidang Umum...............................................................10
BAB II : Dasar Penyusunan Renstra
A. Dasar Renstra GKI Di Tanah Papua 2022-2027 (Sinodal) ...15
B. Dasar Renstra/P4G Klasis Malamoi 2022-2027 (Klasiskal)..18
C. Prospektive
BAB III : Kondisi Eksternal dan Tugas Panggilan GKI DTP
A. Kondisi Eksternal dan Tren Ke Masa Depan.......................27
B. Tugas dan Panggilan GKI Di Tanah Papua di Tengah
Perubahan Zaman....................................................................30
BAB IV : Visi dan Misi
A. Visi dan Misi Teologis ..............................................................32
B. Visi dan Misi 2022-2027............................................................32
BAB V : Nilai-Nilai dan Strategi Umum
A. Nilai-nilai....................................................................................22
B. Strategi Umum 2022-2027 ........................................................23
BAB VI : Sasaran Strategis dan Fokus Pelayanan
A. Sasaran Strategis........................................................................25
B. Fokus Pelayanan .......................................................................26
v
BAB VII : Pokok-Pokok Program Panggilan Pelayanan (P4G)
A. Pokok-Pokok Program .............................................................28
1. Bidang Persekutuan ..........................................................29
2. Bidang Pelayanan..............................................................66
3. Bidang Kesaksian ..............................................................125
4. Bidang Penata Layanan ....................................................143
B. Mekanisme Penjabaran di Lingkunagan Klasis & Jemaat .....173
BAB VIII: Monitoring dan Evaluasi
A. Monitoring .................................................................................175
B. Evaluasi ......................................................................................176
BAB IX : Penutup
a. Kesimpulan ...............................................................................177
b. Saran ..........................................................................................
vi
GEREJA KRISTEN INJILI DI TANAH PAPUA
(Anggota PerseKkuAtTuAanPEGNeGreAjaN-TGAeRreja di Indonesia)
BAKAL KLASIS MALAMOI
Alamat : Jln. Klamono Perumahan Pemda Km. 24 Kabupaten Sorong
SURAT KEPUTUSAN
Nomor : 183/G-13/IV/2022
Lampiran : 1 (satu) Lembar
Tentang : PENGANGKATAN DAN PENGESAHAN TIM PENYUSUNAN
RENSTRA DAN PROGRAM P4G KLASIS GKI MALAMOI
TAHUN 2022-2027 DAN 2028-2037
BADAN PEKERJA BAKAL KLASIS GKI MALAMOI
MENIMBANG : a. Bahwa dalam rangka Kegiatan mempersiapkan Bakal Klasis Malamoimenuju
Sidang Sinode GKI Di Tanah Papua ke XVIII di Waropen tahun 2022, dan
penentuan terakhirnya untuk menjadi Klasis Malamoi Mandiri secara definitif,
maka telah dibentuk Tim Penyusunan Restra dan Program P4G Klasis GKI
Malamoi Tahun 2022-2027 dan 2028-2037, dan Tim dimaksud ini perlu diangkat
dan disahkan dengan Surat Keputusan.
b. Bahwa Pengangkatan dan Pengesahan tersebut perlu diatur dan ditetapkan
dengan Surat Keputusan Badan Pekerja Bakal Klasis GKI Malamoi.
MENGINGAT : a. Ketetapan Sidang Sinode XIV GKI tahun 2000 di Sorong, Nomor : VI/TAP/SS-
MEMPERHATIKAN XIV/2000, tanggal 20 Nopember 2000, tentang : Perubahan Keenam Tata Gereja,
MENETAPKAN Gereja Kristen Injili di Tanah Papua Tahun 1956; Sidang Sinode XVII tahun 2017 di
Pertama Sorong, Raker Am Sinode III tahun 2019 di Jayapura, Raker Am Sinode IV tahun 2021
Kedua di Maybrat.
Ketiga
b. Tata Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua, Tahun 2000;
c. Peraturan Tentang Jemaat Klasis dan Sinode GKI, Bab III, pasal 12 butir 10.
: Hasil Keputusan Rapat Pembentukan Tim Penyusunan Restra dan ProgramP4G Klasis
GKI Malamoi Tahun 2022-2027 dan 2028-2037 di Ruang
Pertemuan Kantor Bakal Klasis Malamoi pada tanggal 08 April 2022.
MEMUTUSKAN
:
: Mengangkat dan Mengesahkan Tim Penyusunan Restra dan Program P4G Klasis
GKI Malamoi Tahun 2022-2027 dan 2028-2037, dengan susunan keanggotaan Tim
sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan ini.
: Mengamanatkan kepada Tim tugas dan tanggung jawab guna Kelayakan
Kemandirian Bakal Klasis Malamoi dengan bertanggung jawab langsung kepada
Badan Pekerja Bakal Klasis GKI Malamoi
: Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuanakan
diadakan perbaikan dan perubahan sebagaimana mestinya,
apabila terdapat kekeliruan dalam Surat Keputusan ini.
DITETAPKAN DI : MALAMOI vii
PADA TANGGAL : 26 APRIL 2022
BADAN PEKERJA BAKAL KLASIS GKI MALAMOI
Ketua Sekretaris
Pdt. ELIEZER H. SARWOM, S.Th Pdt. PAULUS SAFISA, Sm.Th
NPP. 01 19631995 1435
NPP. 01 19631993 1431
Tembusan Kepada Yth.
Anggota BPAM Sinode GKI Di Tanah Papua Wil.VII, di Sorong.
Lampiran Surat Keputusan BP Bakal Klasis Malamoi
Nomor : 183/G-13/IV/2022
Tentang : Pengangkatan dan Pengesahan Tim Penyusunan Restra dan Program P4G Klasis GKI Malamoi Tahun
2022-2027 dan 2028-2037
SUSUNAN TIM PENYUSUNAN RESTRA DAN PROGRAM P4G
KLASIS GKI MALAMOI TAHUN 2022-2027 DAN 2028-2037
I. PELINDUNG, PENASIHAT/PENGARAH :
- BPAM SINODE GKI DI TANAH PAPUA WILAYAH VII
- BADAN PEKERJA KLASIS GKI SORONG
- BPPG KLASIS GKI SORONG
- BADAN PEKERJA BAKAL KLASIS GKI MALAMOI
II. TIM KERJA : : Pdt. AGNES T. KIPPUW, S.Th
1. K E T U A : Pdt. ALEX J. WATTIMURI, S.Th
2. SEKRETARIS : Pdt. ANTHONIA MALIBELA, S.Th
3. BENDAHARA
4. BIDANG PERSEKUTUAN : 1. Pdt. WIESYE WATTIMURY, M.Th
5. BIDANG PELAYANAN : 2. Pdt. YAFET MARASIAN, S.Th
6. BIDANG KESAKSIAN : 3. Pdt. WELMINA SAUYAI, S.Th
7. BIDANG PENATALAYAN : 4. Pdt. BERNARD KOLIS, S.Si.Teol
5. Pdt. JEFERSON P. WANGGAI, S.Si,Teol
6. Pdt. PITERSINA KOFARIT, S.Si.Teol
7. Pdt. Y. KLASJOK, S.SI TEOL
8. IBU PENINA MAINOLO/MALAK
1. Pnt. Dr. MAEKEL MIGINSUBU, S.Kep.M.Kes
2. Pdt. HENRA MARYA JORIS, M.Si
3. Pdt. PERMINA JIKWA, M.Mis
4. Pdt. WEMPI MLASMENE, Sm.Th
5. Pdt. TATY HETTY HELNY TAMPINONGKOL, S.Th
6. Sdr. YONGKI ULIMPA, ST
7. Pdt. ESAU A. ULIMPA, S.Si.Teol
1. Pdt. JEFERSON UAGA, S.Th
2. Pdt. THOMSON ELIAS, M.Th
3. Pdt. SAUL WARIKAR, S.Th
4. Pdt. J. GALUS, S.Si.Teol
5. BPK. BERNARD RUMPAISUM, SH
6. BPK. SIMON MOBILALA
7. IBU NORMAWATI LADY
8. Pdt. MEITRY MASPAITELLA, S.Si.Teol
9. Pdt. YANITA MOBILALA, S.Th
1. Pdt. DEMIANUS OSOK, S.Th
2. Pdt. AGOSTHINA RIEUWPASSA, S.Th
3. Pdt. BERLINDA HADI, S.Th
4. Pdt. PDT. ASNATH C. MARA, S.Si.Teol
5. Pdt. EDUARD WONATOREY, S.Pd.K
6. Pnt. JULIUS BALINSA, S.Pd
7. Drs.OLDEN MACPAL, M.Si
8. Pdt. EVELIN ULIMPA, S.Th
viii
8. BIDANG ANGGARAN : 1. IBU ARI WIJAYANTI
2. IBU KARMILA SADUK
3. IBU JULIANA HETHARIA, S.Pd : MALAMOI PADA
4. BPK. H. HUWAE : 26 APRIL 2021
5. PNT. PAJALA, SE
DITETAPKAN DI
TANGGAL
BADAN PEKERJA BAKAL KLASIS GKI MALAMOI
Ketua Sekretaris
Pdt. ELIEZER H. SARWOM, S.Th Pdt. PAULUS SAFISA, Sm.Th
NPP. 01 19631993 1431 NPP. 01 19631995 1435
ix
BAB I
PENDAHULUAN
A. Bersama Sebagai Bakal Klasis
Terbentuknya Bakal Klasis Malamoi terlepas dari Klasis induk yaitu Klasis Sorong
adalah sebagai berikut:
1. Secara geografis wilayah pelayanan Klasis Sorong dalam menjangkau jemaat-
jemaat terpencil di wilayah pedalaman (gunung, lembah dan pantai) cukup jauh
maka pemekaran Klasis merupakan salah satu solusi untuk menjawab pelayanan
yang cepat, tepat dan menjawab kebutuhan anggota jemaat.
2. Dalam merancangkan program dan kegiatan pelayanan gerejawi yang menyentuh
kebutuhan riil warga jemaat sesuai dengan karakteristik anggota jemaat menurut
hemat kami belum dilakukan secara maksimal oleh Badan Pekerja Klasis GKI
Sorong karena wilayah pelayanan meliputi wilayah perkotaan yang sudah
heterogen warga jemaatnya bila dibandingkan dengan warga jemaat yang
berdomisili di wilayah pedalaman maka diperlukan Klasis yang berada di
wilayah/lokasi terpencil agar program dan kegiatan pelayanan yang digumuli
tentunya memperhatikan karakteristik dan kebutuhan warga jemaatnya yang
mayoritas masih berpendidikan terbatas.
3. Dalam mengantisipasi perkembangan pembangunan baik yang dilakukan oleh
pemerintah maupun swasta di semua sektor tentunya berdampak pada mental dan
moral masyarakat sekitarnya termasuk warga GKI maka Klasis GKI Sorong sangat
berkepentingan untuk menyiapkan anggota jemaatnya baik dari sisi mental, moral
serta sumber daya manusia untuk berkompetisi membangun diri dan
lingkungannya agar maju dan mandiri dengan warga masyarakat pada umumnya.
Memperhatikan perkembangan pelayanan Denominasi Gereja di luar GKI di Tanah
Papua yang telah melakukan kegiatan yang profokatif terhadap anggota jemaat
GKI di daerah terpencil serta pengaruh agama lain selain Agama Kristen maka
Badan Pekerja Klasis GKI Sorong mempunyai komitmen untuk menyiapkan
pelayanan di semua sektor kehidupan berjemaat dan bermasyarakat dengan baik,
10
benar dan bertanggung jawab agar tidak dipengaruhi oleh aliran dan atau agama
apapun.
Berdasarkan hal tersebut, maka melalui Ketetapan Sidang IX Klasis GKI Sorong
Nomor 05/TAP/SK-IX/2001 tanggal 9 Juni 2001, ditetapkan pemekaran Klasis Sorong
menjadi 2 (dua), yaitu Klasis Sorong dan Klasis Mamosa (Makbon, Moraid, dan
Sausapor). Seiring dengan perkembangannya, nama Bakal Klasis Mamosa berubah
menjadi Bakal Klasis Malamoi. Hal-hal yang harus dipersiapkan selama proses
pemekaran adalah:
1. Perlu diadakan study kelayakan;
2. Perlu disiapkan sarana dan prasarana (pelepasan Hak Atas Tanah Adat)
untuk Kantor Klasis dan rumah jabatan;
3. Menyiapkan lahan 35 hektar untuk menunjang ekonomi Klasis ke depan.
B. BATAS WILAYAH PELAYANAN
Bakal Klasis GKI Malamoi berada pada wilayah pelayanan sebagai berikut:
1. Sebelah Utara berbatasan dengan Lautan Pasifik
2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Persiapan Klasis Klabra
3. Sebelah Timur berbatasan dengan Bakal Klasis Tambrauw
4. Sebelah Barat berbatasan dengan Klasis Sorong
11
12
C. ASSET DAN POTENSI BAKAL KLASIS MALAMOI
a. Sebuah Gedung Kantor dan Dua Rumah Pejabat Klasis Malamoi Megah dibangun bagi
Kemuliaan Tuhan Yesus Kristus diatas tanah ukuran 100 x 200 M2 atau seluas 2 hektar
yang terletak di Jalan Sorong Klayil. Didalam luasan tanah 2 hektar diperuntukan untuk
:
1. Luas Tanah 50 x 70 M2 tersebut dibangun Kantor Klasis Malamoi berukuran 15 x 36
M2 dengan desain Modern berlantai 2 (dua) dengan nilai Dana yang dianggarkan
dan telah realisasi oleh Pemerintah Kabupaten Sorong pada Tahun Anggaran 2020
sebesar Rp. 5.500.000.000,-. Sedangkan pada Tahun Anggaran 2021 mendapat
tambahan dana sebesar Rp. 2.500.000.000,- akan rampung pada akhir bulan
Desember 2021 ini. Pekerjaan saat ini sudah mencapai 50% Rencana Peresmian
pada Bulan Januari 2022. Pembangunan Kantor ini dikerjakan oleh PT. ANDREANA
PAPUA .
2. Selain itu Luas Tanah 60 x 40 M2 tersebut dibangun juga Rumah Pejabat Klasis
Malamoi. Tiap Kapling Tanah berukuran 15 x 25 M2 untuk 3 rumah tersebut
dengan Type 150 bagi Rumah Jabatan Ketua Klasis dan Type 120 untuk Rumah
Jabatan Sekretaris dan Bendahara Klasis. Dana yang telah dianggarkan dan akan
realisasi dari Pemerintah Provinsi Papua Barat pada Tahun Anggaran 2021 sebesar
Rp. 3.000.000.000,-, juga direncanakan akan rampung pada akhir bulan
Desember 2021 ini. Pekerjaan pembangunan ini akan dilaksanakan pada Bulan
Agustus 2021. Rencana Peresmian pada Bulan Januari 2022. Pembangunan 3
Rumah Jabatan ini juga dikerjakan oleh PT. ANDREANA PAPUA .
3. Selain itu Fasilitas Kantor Klasis Malamoi dan 3 Rumah Jabatan bagi Pejabata Kalsis
Malamoi. Juga peruntukan tanah seluas 10 x 40 untuk fasilitas pendukung seperti :
Jalan, Ruang Terbuka Hijau (RTH), Taman dan Fasilitas Umum lainnya.
D. PERKEMBANGAN KEUANGAN BAKAL KLASIS MALAMOI
Sejak Oktober 2017 dengan dilantiknya Anggota BP Bakal Klasis Malamoi di Jemaat GKI
Efata Klasaman, secara Administrasi Keuangan baru berjalan pada bulan January 2018,
13
sehingga ada beberapa Jemaat yang terlanjur menyetor melalui Klasis GKI Sorong.
a. REALISASI PENERIMAAN SWJ 20% KLASIS TAHUN 2018 S/D 2020
Tahun 2018
Realisasi Penerimaan 20% Tahun 2018
Januari 80.704.800 Mei 75.927.776 September 72.424.892
Februari 89.400.507
75.374.212 Juni 74.125.792 Oktober 85.494.764
Maret 77.439.320
April 75.216.168 Juli 70.469.720 November
83.019.567 Agustus 94.014.440 Desember
Rp953.611.958,-
Tahun 2019 Realisasi Penerimaan 20% Tahun 2019
Januari 132.340.908 Mei 100.993.336 September 88.470.620
Februari 84.720.400
82.576.840 Juni 72.051.738 Oktober 120.936.740
Maret 92.785.900
April 73.855.472 Juli 78.122.257 November
87.671.368 Agustus 81.360.780 Desember
Rp1.095.886.359,-
Tahun 2020 Realisasi Penerimaan 20% Tahun 2020
Januari 150.540.304 Mei 54.339.109 September 86.561.738
Februari 66.877.277
90.791.280 Juni 80.035.833 Oktober 83.161.439
Maret 77.546.871
April 84.379.756 Juli 88.270.162 November
59.628.031 Agustus 68.713.693 Desember
Rp990.845.493,-
REALISASI PENERIMAAN 20% BASIS
MALAMOI 2018-2021
160000000 2018
140000000 2019
120000000 2020
100000000 2021
80000000
60000000
40000000
20000000
0
14
b. REALISASI PENERIMAAN SWJ 40% KE SINODE TAHUN 2018 S/D 2020
Tahun 2018
Realisasi Penerimaan 40% Tahun 2018
Januari 177.872.120 Mei 126.532.800 September 134.590.800
Februari 163.357.600
147.889.280 Juni 138.720.200 Oktober 149.418.040
Maret 134.944.720
April 121.433.000 Juli 142.213.600 November
133.602.360 Agustus 159.413.320 Desember
Rp1.729.987.840,-
Tahun 2019 Realisasi Penerimaan 40% Tahun 2019
Januari 255.087.584 Mei 190.850.553 September 173,123,476-
Februari 133,754,554-
159.753.080 Juni 138.163.076 Oktober 166,322,878-
Maret 155,093,742-
April 135.941.000 Juli 147.957.992 November
165.784.240 Agustus 162,721,560- Desember
Rp1.193.537.525,-
Tahun 2020 Realisasi Penerimaan 40% Tahun 2020
Januari 287/288.200 Mei 104.310.420 September 171.503.317
Februari 123.378.690
173.161.880 Juni 153.581.266 Oktober 160.389.607
Maret 146.230.343
April 157.653.648 Juli 170.609.132 November
120.227.063 Agustus 130.744.429 Desember
Rp1.899.077.995,-
300000000 REALISASI PENERIMAAN 40% KE SINODE
250000000 BASIS MALAMOI 2018-2021
200000000
150000000 2018
100000000 2019
2020
50000000 2021
0
15
c. REALISASI PENERIMAAN PERPULUHAN TAHUN 2018 S/D 2020
Tahun 2018
Realisasi Penerimaan Perpuluhan Tahun 2018
Januari 51,990,000 Mei 62,238,800 September 68.277.745
Februari 92,126,400
60,575,000 Juni 66,021,200 Oktober 67,084,200
Maret 85,701,000
April 41,746,000 Juli 67,355,000 November
Tahun 2019 47,160,600 Agustus 78,614,750 Desember
Rp788.890.695,-
Realisasi Penerimaan Perpuluhan Tahun 2019
Januari 118,489,400 Mei 77,073,000 September -
Februari -
71,575,000 Juni 80,191,000 Oktober -
Maret -
April 52,218,800 Juli 77,524,000 November
Tahun 2020 100,908,000 Agustus - Desember
Rp577.979.200,-
Realisasi Penerimaan Perpuluhan Tahun 2020
Januari 135,388,800 Mei 50,688,000 September 121,940,500
Februari 93,729,000
103,375,000 Juni 87,105,504 Oktober 116,684,444
Maret 107,983,600
April 71,787,000 Juli 99,221,000 November
76,116,000 Agustus 87,838,600 Desember
Rp1.151.857.448,-
150000000 REALISASI PENERIMAAN PERPULUHAN
130000000 BASIS MALAMOI 2018-2021
110000000
2018
90000000 2019
70000000 2020
50000000 2021
30000000
10000000
-10000000
16
d. DATABASE JEMAAT-JEMAAT SE-BAKAL KLASIS MALAMOI
NO URAIAN TAHUN SAAT INI KET.
2018 2021
I DATA JEMAAT
1. JEMAAT MANDIRI 56 63
2. BAKAL JEMAAT 21 15
3. POS PELAYANAN 25 41
II TENAGA PELAYAN ORGANIK 39 Orang 36 Orang
1. PENDETA 13 Orang 17 Orang
2. GURU JEMAAT 3 Orang 3 Orang
3. PELAYAN UMUM NON ORGANIK 10 Orang Tidak ada
4.VIKARIS
III ANGGOTA JEMAAT 17.841 Jiwa 18.518 Jiwa
1. JUMLAH ANGGOTA JEMAAT SE 8.965 Jiwa 9.505 Jiwa
BKM 8.876 Jiwa 9.013 Jiwa
- LAKI-LAKI
- PEREMPUAN 7 jiwa 7 jiwa
2. PENDIDIKAN ANGGOTA JEMAAT 100 jiwa 100 jiwa
- S3 1.089 jiwa 1.089 jiwa
- S2 4.001 jiwa 4.001 jiwa
- S1 2.347 jiwa 2.347 jiwa
- SLTA 2.264 jiwa 2.264 jiwa
- SMP
- SD
IV MATA PENCARIAN 882 jiwa 882 jiwa
- PNS,TNI,POLRI 849 jiwa 849 jiwa
- KARYAWAN SWASTA 1.216 jiwa 1.216 jiwa
- PETANI DLL
STRUKTUR UMUR ANGGOTA 3.330
V JEMAAT 4.536
3.448
- USIA 0 SAMPAI DENGAN 12 TAHUN
- USIA 12 SAMPAI DENGAN18
TAHUN
- USIA 18 SAMPAI DENGAN 25
TAHUN
17
NO URAIAN TAHUN SAAT INI KET.
2018 2021
- USIA 25 SAMPAI DENGAN 60
TAHUN 6.400
919
- USIA LANJUT / LANSIA
PERKEMBANGAN JEMAAT-JEMAAT BKM
2018
3. POS 1. JEMAAT
PELAYANAN MANDIRI
24% 55%
2. BAKAL
JEMAAT
21%
PERKEMBANGAN JEMAAT-JEMAAT BKM
2021
3. POS 1. JEMAAT
PELAYANAN MANDIRI
34% 53%
2. BAKAL
JEMAAT
13%
18
PERTUMBUHAN WARGA JEMAAT BKM 2018-
2021
2018 2021
17841 18518
8965 9505 8876 9013
LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH
Beberapa data Asset Gereja ditingkat Jemaat-Jemaat Basis Malamoi yang telah
rampung diantaranya
19
20
21
22
23
24
25
E. REALISASI PROGRAM KEGIATAN TAHUN 2018 S/D 2020
Berdasarkan Surat Keputusan BP Am Sinode GKI Di Tanah Papua nomor. 0110/G-
15.a/VII/2017 tanggal 20 Juli 2017 tentang Pengesahan Bakal Klasis Malamoi dalam
Struktur GKI Di Tanah Papua. Nomor 0114.G-11.a/VII/2017 tanggal 07 Juli 2017 tentang
Pengangkatan dan Pengesahan Badan Pekerja Bakal Klasis Malamoi Periode 2017-2022.
Dengan susunan sebagai berikut :
1. Pdt. Eliezer Herman Sarwom, S.Th (Ketua)
2. Pdt. Paulus Safisa, SmTh (Sekretaris)
3. GrJ. Bernadus Ferdinandus, S.Pd, M.Pd (Bendahara)
4. Pnt, Dr. Salmon Samory, S.Sos, M.si (Anggota)
5. Pnt. Leonard Mainolo, S.Ip (Anggota)
26
BAB II
DASAR PENYUSUNAN RENSTRA
A. Dasar Renstra GKI di Tanah Papua 2022-2027 (SINODAL)
1. Berdasarakan hasil kajian yang dilakukan terhadap faktor esternal dan internal GKI
Di Tanah Papua, terhadap 8 (delapan) Faktor yaitu 1) Fokus kepeda jemaat, 2)
Kepemimpinan, 3) Pengelolaan Lembaga yang baik (Good Gavernance), 4)
Manajemen Sumber Daya, 5) Mengelola Perubahan
6) Penyelenggarakan Persekutuan, 7) Penyelenggaran Kesaksian,
8) penyelenggaran Pelayana, dari 8 indikator tersebut terdapat 35 varibel secara
rinci dapat dilihat pada table dilampiran 1 (satu).
Hasil kompilasi dari TOWS/SWOT analysis yang didapatkan dari penyebaran3.0000
kuesioner, diskusi kelompok fokus (focus group discussion) dan wawancara
mendalam (in depth interview) kepada pemangku kepentingan GKI Di Tanah Papua,
diketahui
1. Kekutan yang dimiliki GKI Di Tanah Papua sebanyak 583 kekuatan
2. Kelamahan yang ada pada GKI Di Tanh Papua sebanyak 697 kelemahan
3. Peluang untuk GKI Di Tanah Papua sebanyak 501 peluang
4. Ancaman untuk GKI Di Tanah Papua sebanyak 505 ancaman
Dari data yang ada dianalisa menggunakan Eksternal Strategies Factors Analysis
Summery (ESFAS) danInternal Strategies Factors Analysis Summery (ISFAS) dapat
dilihat pada table berikut :
NO FAKTOR YANG DI NILAI NILAI (SKALA
0-5)
1 Fokus pada Jemaat 2,30
2 Kepemimpinan 2,36
3 Pengelolaan Lembanga yang baik (Good Gavernance) 2,70
4 Manajemen Sumber Daya 2,94
5 Mengelola Perubahan 2, 57
6 Penyelenggaraan Persekutuan 3,26
7 Penyelenggaraan Kesaksian 2,89
8 Penyelenggaran Pelayanan 2,67
Rata-rata 2,71
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa angka rata-rata penilaian pemangku
kepentingan terhadap kinerja GKI Di Tanah Papua di tahun 2021 ini adalah 2,71
dari skala 0-5. Ini menunjukkan masih dibawah angka cukup (3). Untuk lebih
27
memaknai angka-angka tersebut, berikut adalah bentuk grafik-nya.
2. Rencana Strategis (Renstra) GKI Di Tanah Papua mendasarkan kepada tugas
dan panggilan Gereja sebagai persekutuan yang batu penjurunya ialah Yesus
Kristus sendiri (Efesus 2:20).
3. Dinamika perubahan dan perkembangan zaman yang cepat dan pesat telah
menghadirkan era keterbukaan informasi dan era digital bagi semua
organisasi publik serta organisasi keagamaan. Dinamika dimaksud turut
mendorong GKI Di TP melakukan penataan pelayanan di lingkup internal
dengan melakukan penyesuaian yang terbuka terhadap sistem perencanaan
kelembagaan. Kemudian diproses sesuai mekanisme pengambilan kebijakan
melalui Ketetapan Sidang Sinode GKI TP XVI tahun 2011 di Sentani dengan
Ketetapan Nomor: VI/TAP/SS-XVI/GKI/2011 tentang Visi, Misi dan Rencana
Strategis GKI di Tanah Papua menuju tahun 2036.
4. GKI Di TP telah memiliki tradisi merumuskan Pokok-Pokok Program
Pelayanan Gereja (P4G) sebagai dokumen Rencana Strategis (Renstra) yang
mengatur tentang penjabaran program dan kegiatan yang akan digunakan
selama 5 (lima) tahun. Untuk menjaga keberlanjutan tradisi perumusan P4G
dan capaian-capaian kinerja GKI Di Tanah Papua, maka dokumen Renstra
GKI Di TP tahun 2022-2027 juga mengacu kepada kinerja GKI Di TP lima
tahun terakhir (2017-2021).
5. Renstra GKI Di TP 2022-2027 juga mengacu kepada visi dan misi teologis GKI
Di TP, yaitu visi “Kerajaan Allah” dan misi “Menghadirkan Tanda-tanda
Kerajaan Allah.” Untuk kepentingan operasionalisasi dalam strategi dan
program 2022-2027 juga mengacu kepada dokumen Visi Misi GKI Di TP
Menuju 2036, dengan visi: “Menjadi Gereja Pembawa Keadilan, Kedamaian
dan Kesejahteraan”
28
B. Dasar Renstra/P4G KLASIS MALAMOI 2022-2027 (KLASIKAL)
1. Bahwa Renstra / P4G yang diimplementasikan menjawab berbagai
Program dan Kegiatan yang terarah dan berkesinambungan telah
dikerjakan bersama Klasis Sorong sejak Periodisasi 2012 hingga
sekarang dan saat menjalani Tanggung Jawab Persiapan Kemandirian
Klasis Malamoi merupakan bagian utuh dari perjalanan gumul 5 Tahun
kedepan.
2. Berdasarkan Hasil Ketetapan Sidang Klasis Sorong ke-12 di Jemaat GKI
Bethel Mawolokmai Nomor : 02/TAP/SK-XII/2017 Tanggal 07 Juni 2017
Tentang : Pokok-Pokok Program Panggilan Pelayanan Gereja (P4G)
Klasis Sorong Periode 2017-2021.
3. Badan Pekerja Bakal Klasis Malamoi sebagai pengemban Amanat
Sidang Klasis Sorong ke-XII Tahun 2017 mempertimbangkan
pentingnya penyusunan Renstra/P4G Klasis Malamoi menuju Sidang
Klasis I mengangkat dan mengesahkan Tim Penyusunan Renstra dan
P4G Klasis Malamoi dengan Surat Keputusan Nomor: 183/G-13/IV/2022
Tentang : Pengangkatan dan Pengesahan Tim Penyusun Renstra dan
P4G Klasis Malamoi Tahun 2022-2027.
4. Penyusunan Renstra dan P4G Klasis Malamoi pada hakikatnya
mengacu pada Renstra/P4G Sinode GKI Di Tanah Papua sebagai usulan
ke SS-XVIII di Klasis 1000 Bakau Waropen serta Kajian terhadap
berbagai Produk Hasil Sidang-sidang Jemaat Se-Bakal Klasis Malamoi
yakni Survey tidak langsung juga Survey langsung ke Jemaat-Jemaat
dalam rangka Kajian Potensial Program dan Kegiatan berdasarkan
Potensi, juga masalah-masalah Kejemaatan konteks wilayah Pelayanan
Bakal Klasis Malamoi serta berbagai Peluang pengembangan kehidupan
Persekutuan, Kesaksian, Pelayanan dan Penatalayanan secara Holistik.
Hasil Kerja Tim Penyusun kemudian dikaji dan diberikan bobot pada
Seminar dan Diskusi terbuka pada tanggal 05 Juli 2022 di Jemaat GKI
Pengharapan Wasirisin.
5. Ada pun Visi Klasis GKI Sorong untuk periode 2017 – 2021, sebagai berikut :
“TERWUJUDNYA TANDA-TANDA KERAJAAN ALLAH DALAM SUMBER
DAYA GEREJA YANG BERKUALITAS, MANDIRI, SEJAHTERA DAN
MENJUNJUNG TINGGI KEBERSAMAAN “
6. Berdasarkan Visi tersebut, maka disusunlah Misi Bakal Klasis Malamoi, yaitu :
1. Meningkatkan Kualitas Kehidupan Rohani Pelayan dan Warga Jemaat
29
2. Meningkatkan Kemandirian Pelayan dan Warga Jemaat
3. Meningkatkan Kesejahteraan Pelayan dan Warga Jemaat
4. Membangun Kebersamaan dan Merawat Perdamaian dalam Masyarakat
C. Progres Pelaksanaan Program dan Kegiatan Periode 2018-2022
Bakal Klasis Malamoi melaksanakan 3 kali Rapat Kerja yakni Tahun 2018, 2019
dan 2021 yang secara esensial menuangkan kedalam penjabaran Program dan
Kegiatan berdasarkan Renstra/P4G Sinode GKI Di Tanah Papua dan P4G
bersama Klasis Sorong. Progres Pelaksanaan Program dan Kegiatan tertuang
sebagai berikut :
1. Komisi Pembinaan Jemaat
2. Komisi Pekabaran Injil
3. Komisi Pendidikan
4. Komisi Diakonia Hukum, HAM dan KPKC
5. Komisi Litbang
6. Komisi Ekubang
D. Bidang Umum
Dalam Bidang Umum Bakal Klasis Malamoi antara lain : Tata Usaha,
Personalia, Hukum, Aset, KPKC (Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan)
dan Tata Laksana Kantor. Berdasarkan Penilaian terhadap Laporan Umum BP
BKM selama Periodisasi Pelayanan 2018-2021 memperlihatkan adanya kemajuan
yang dari data yang ada tampak secara perlahan ada peningkatan dan
pertumbuhan terutama dalam penataan organisasi dan mekanisme kerja serta
pelayanan dalam gereja.
Identifikasi terhadap Progres di Bidang Umum dengan sumber ukur dari
Pelaksanaan Pokok-Pokok Panggilan Pelayanan Gereja ( P4G) 2017-2021 serta
respon cepat dan tanggap terkait Program-program bersifat Partisipatif yang
dianggap urgen serta mendesak untuk dilakukan dengan mengacu pada Visi Misi
GKI Di TP juga Visi dan Misi Bakal Klasis Malamoi, yang berorientasi kepada
Jemaat sebagai basis pelayanan. Analisis Progres di Bidang Umum periode 2017-
2021, berikut ini sejumlah Program dan Kegiatannya :
1. Sub Bidang Tata Usaha
Sub Bidang Tata usaha melakukan tugas-tugas penataan administrasi
gereja dan pelayanan, dengan indikator capaian sebagai berikut:
2. Program untuk melakukan Amandemen “Tata Gereja, 17 Peraturan dan
Pedoman tahun 2000” dalam realisasinya telah dibentuk Panitia
Amandemen serta telah melakukan tugas dan tanggungjawab dengan baik
dan diharapkan dapat ditetapkan pada sidang sinode XVIII tahun 2022.
30
3. Program Kegiatan Rapat Kerja Am Sinode yang direncanakan dilaksanakan
4 (empat) kali dalam 5 (lima ) tahun sesuai P4G Tahun 2017-2022 telah
dilaksanakan 4 (empat) kali dalam lima tahun dengan memerhatikan
kebutuhan dan urgensi masalah, sehingga dapat dikatakan mencapai target
dari sisi pelaksanaan dan koordinasi serta sinergitas.
4. Dalam perjalanan 5 tahun terakhir telah terjadi penambahan15 Bakal
Klasis yang diusulkan untuk ditetapkan menjadi Klasis definitif pada
sidang sinode XVIII tahun 2022. Hal ini merupakan pencapaian target dan
sasaran sebesar 65%.
5. Program tatalaksana administrasi terdiri dari 3 (tiga) kegiatan yaitu
penerbitan, pengadaan dan penjemataan kode, nomor dan surat menyurat
telah dikerjakan meskipun belum maksimal dan belum mencapai target.
6. Program penyeragaman kode dan nomor kode surat menyurat gereja di
semua lingkup terdiri dari 3 (tiga) kegiatan yaitu pembinaan, pelatihan dan
penulisan pedoman adminitrasi gereja juga telah dilakukan melalui
program partisipasi dan program yang di rencanakan dan telah
dilaksanakan.
7. Program pelatihan dan sosialisasi tentang pentingnya data statistik jemaat
telah dilakukan dan ditangani oleh Litbang Sinode GKI Di TP dengan
mendata warga GKI dan telah mengeluarkan database GKI Di TP, hal ini
menjadi apresiasi kita semua.
1. Bidang Personalia.
Dalam Bidang personalia pada kurun waktu 2018-2021 Bakal Klasis Malamoi
merima serta menempatkan baik Pegawai Organik dan Non Organik di dalam
Jemaat-Jemaat dan melaksanakan merotasi beberapa POG dan PNOG,
melengkapi Data-data Kepegawaian, kelengkapan BPJS Kesehatan dan
kerjasama Jemaat-jemaat di dalamnya para Pnt dan Sym dalam MOU bersama
BPJS Ketenagakerjaan. Melaksanakan Pemberiaan SK BPAS GKI DTP tentang
kenaikan pangkat, golongan dan Gaji bagi pegawai organik. Bagi beberapa
Tenaga POG yang menjalani Masa Pensiun telah dilaksanakan Ibadah Syukur
dan menyerahkan SK Pensiun bagi yang bersangkutan.
2. Hukum, HAM dan KPKC.
Pada bidang Hukum, HAM dan KPKC melalui Komisi Diakonia, Hukum, HAM
dan KPKC baik pendampingan dan Konsultasi Hukum bagi warga Jemaat dan
selama masa awal C-19 dengan Petunjuk Sinode GKI DTP melaksanakan Program
Proteksi bagi warga Jemaat berdampak langsung dan tidak langsung Pandemik
Covid 19.
3. Aset.
Sub Bidang Aset adalah bidang yang ditetapkan pada periode 2017-2022, mengingat
kebutuhan dan beban kerja bidang Hukum yang luas dan berat, sehingga perlu
31
pembentukkan Sub Bidang Aset untuk melakukan infentarisasi ,penataan dan penilaian
aset-aset gereja. Penanganan dokumen-dokumen gereja yaitu Pengurusan akta
tanah di semua lingkup, telah dilakukan sesuai dengan kewenangan yang
diberikan. Pendataan aset-aset dan harta milik gereja berupa pemutakhiran data
sedang dikerjakan. Peningkatan status harta milik gereja. Pengurusan surat
pelepasan tanah adat, surat hibah, menjadi sertifikat .
4. Sub Bidang KPKC (Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan). Adapun
program dan kegiatan pada sub bidang KPKC yang dilaksanakan5 (lima) tahun
terakhir yaitu :
A. Penaganan masalah HAM dan Lingkungan Hidup terutama yang dihadapi
di Klasis-klasis serta jemaat telah dilakukan pendampingan secara berkala
dan sesuai permintaan.
B. Investigasi dan monitoring terhadap berbagai kasus pelanggaran HAM dan
perusakan lingkungan.
C. Advokasi, membangun jaringan dan lobby, rekonsiliasi, trauma healing,
publikasi dan pendampingan telah dilakukan.
D. Pendidikan HAM, Lingkungan Hidup dan pendampingan Masyarakat
Adat .
5. Sub Bidang Umum Kerumahtanggaan
Adapun kegiatan pada Sub Bidang Umum Kerumahtanggaan kantorsinode GKI
DI TP tidak diusulkan dalam Sidang Sinode XVII yang dituangkan dalam P4G
2017-2022. Kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan-kegiatan dari hasil evaluasi
kegiatan rutin yaitu:
A. Peningkatan kapasatitas dan fasilitas seragam dan atribut bagi security
yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan.
B. Pembenahan Rumah tangga kantor Sinode, meliputi pembersihan halaman,
lantai, perbaikan toilet, pengecetan, penyedian bahan bakar untuk genset
kantor, pengadaan air bersih, penyedian makansiang bagi pegawai,
pembenahan dan pembersihan rumah jabatan.
C. Perawatan rumah jabatan sudah dilakukan sedangkan penyedian genset
belum dilakukan.
C. PROSPEKTIVE
Dari semua Progres bidang Pelayanan maupun Keuangan di Bakal Klasis
Malamoi menjadi bekal terbaik meniti langkah bersama secara Optimis dengan
komitment penataan dan pengelolaan segala Sumber Daya GKI DTP di Bakal
32
Klasis Malamoi secara maksimal untuk menjawab berbagai Program serta
Kegiatan di dalam Lingkup Klasis Malamoi. Sinergitas internal seluruh pelayan
dan warga jemaat merupakan kekuatan dan daya dorong yang kuat bagi
perkembangan Klasis Malamoi. Kesemuanya pada akhirnya pastilah atas
pimpinan, tuntunan dan berkat serta rahmat dari Allah Bapa, Putera dan Roh
Kudus.
Optimisme Klasis Malamoi 2022-2027 untuk semua peluang pelaksanaan
Program dan Kegiatan di dasarkan pada :
1. Daya dukung Potensi Jemaat 121
2. Daya Dukung Tenaga Pelayan dan Warga Jemaat
3. Daya Dukung Potensi SDA di 9 Lingkungan Pelayanan
33
BAB -III
KONDISI EKSTERNAL DAN TUGAS PANGGILAN GKI DI TP
A. Kondisi Eksternal dan Tren ke Depan
Berdasarkan analisis lima tahun terakhir (2017-2021) dan melengkapi hasil
identifikasi tren perubahan global, nasional, kehidupan umat beragama, serta
perkembangan situasi Papua yang tercantum dalam Visi, Misi GKI di TP tahun
2011-2036, beberapa hal berikut ini adalah kondisi yang perlu mendapat perhatian
serius GKI Di TP dalam melangkah lima tahun ke depan.
1. Percepatan Penggunaan Teknologi Informasi
Gelombang era industri 4.0 yang ciri utamanya adalah penggunaan teknologi
informasi berbasis internet memberikan pengaruh sangat kuat bagi kehidupan
masyarakat dan umat di dalam kehidupan sehari-hari. Tuntutan untuk hidup
yang lebih efisien dan efektif memanfaatkan peralatan komunikasi berbasis
internet menjadi semakin kuat. Hal ini memberikan pengaruh kepada pola
pikir, perilaku dan bahkan budaya terutama di daerah perkotaan. Banyak hal
yang menjadi sangat transparan, egaliter, cepat, dan tanpa batas-batas
struktural serta teritorial negara. Tuntutan agar mengoptimalkan pola kerja
berbasis digital (digitisasi) menjadi suatu keharusan bagi hampir semua
Lembaga baik pemerintah, bisnis, maupun Lembaga nirlaba serta komunitas-
komunitas, termasuk Lembaga Gereja di dalamnya. Pengembangan sampai
kepada proses layanan keluar berbasis digital (digitalisasi) tidak dapat
dibendung lagi. Di berbagai wilayah yang telah memiliki kelengkapan
infrastuktur dan kemampuan ekonomi yang kuat, proses tansformasi digital
telah berjalan. Hal ini melahirkan smart city dan smart life, dimana kehidupan
menjadi lebih efisien, efektif dan banyak kemudahan berbasis digital.
2. Kecenderungan Pola Pikir dan Perilaku di Era Global
Dampak Globalisasi membawa perubahan banyak aspek, bahkan sampai
kepada pola pikir masyarakat dan umat dimana adanya kesadaran tentang
interdisipliner dan intergenerasi. Persoalan kehidupan tidak dapat dipecahkan
hanya dengan keilmuan tunggal, tetapi membutuhkan multidisiplin berbagai
ilmu. Analisis komprehensif sebagai suatu keharusan untuk menghasilkan
solusi bagi suatu masalah dan pertimbangan utuh dalam pengambilan
keputusan. Dalam melaksanakan suatu pekerjaan membutuhkan keterlibatan
semua generasi. Dengan dominasi tiga generasi saat ini yakni generasi X (lahir
1964-1994), Generasi Y (lahir 1995-2010), dan generasi Z (lahir sesudah 2010)
34
maka dibutuhkan suatu kombinasi tim kerja ketiga generasi ini untuk dapat
menghadirkan karya-karya yang berhasil. Sinergitas ketiga generasi ini akan
melahirkan output, outcome dan impact yang jauh lebih besar daripada yang
dilakukan hanya oleh satu generasi saja.
3. Post Modernism dan Post Truth
Tanda-tanda Post modernism adalah adanya percampuran budaya dan
penolakan narasi besar serta menguatnya narasi-narasi kecil. Orang cenderung
mempertanyakan otoritas yang memegang kebenaran. Organisasi yang
birokratis dan rumit cenderung digantikan dengan semangat kesetaraan. Ada
kecendrungan juga orang semakin ahistoris termasuk tidak lagi menghargai
kesejarahan dan tradisi baku, resmi dan formal serta digantikan dengan
penciptaan sejarah serta tradisinya sendiri. Orang juga cenderung
mempercayai kebenarannya sendiri yang bersumber dari berbagai informasi
yang sangat terbuka di era digital. Hal-hal yang diviralkan melalui media
social menjadi basis orang untuk memilih kebenarannya sendiri, dan
meninggalkan sumber-sumber kebenaran baku.
4. Desakan akan Adaptasi, Inovasi dan Kolaborasi
Untuk dapat melahirkan karya-karya yang dapat memenuhi kebutuhan dan
keinginan masyarakat maka setiap individu dan Lembaga dituntut untuk
melakukan adaptasi terhadap segala yang berkembang, inovasi dengan
semangat menghadirkan sesuatu yang baru, dan kolaborasi untuk
mensinegikan berbagai potensi. Adaptasi dan inovasi membutuhkan kapasitas
dan kapabilitas yang harus dikembangkan secara terus menerus. Juga
membutuhkan nilai-nilai yang tetap menjaga semangat dasar dan panggilan
Lembaga dalam karya dan pelayanan. Kolaborasi menjadi suatu tuntutan oleh
karena sinergitas Bersama pihak lain akan semakin memperkuat kapasitas dan
kapabilitas bersama.
5. Pandemi Covid-19
Sejak awal tahun 2020 Corona Virus Diseases 19 (Covid-19) yang sudah menjadi
pandemi dan menyerang paru-paru manusia serta mengakibatkan kematian
sangat banyak telah menyerang hampir seluruh negeri di dunia ini. Indonesia
mengalami dampak yang sangat luar biasa dimana per tanggal 21 November
2021 total penduduk yang terinfeksi covid-19 sebanyak 4.253.412 orang dan
yang berhasil sembuh sebanyak 4.101.547 orang. Angka kematian akibat
covid-19 di Indonesia ada 143.739 orang. Vaksinasi tahap pertama yang sudah
dilakukan pemerintah sampai hari ini mencapai 143.418.286 orang, sedangkan
tahap kedua mencapai 89.220.341 orang. Pemerintah menargetkan sampai
Februari 2022 bisa mencapai kekebalan komunitas dimana 70 persen
penduduk Indonesia sudah divaksinasi tahap kedua. Meskipun demikian
belum ada jaminan seratus persen kapan pandemic akan berakhir. Dampak
35
pandemi selain terhadap kesehatan masyarakat juga terhadap pelambatan
ekonomi. Yang lebih mengkhawatirkan adalah dampak Pendidikan terhadap
anak-anak dan pengabaikan terhadap kaum disabilitas.
6. Perubahan Iklim
Perusakan alam yang terus menerus mengakibatkan perubahan iklim yang
sangat nyata dan dirasakan oleh hampir seluruh negeri. Bencana banjir dialami
oleh negeri yang maju dan memiliki infrastruktur pengendalian banjir yang
mencukupi. Suhu udara rata-rata lebih panas di berbagai belahan bumi.
Perubahan musim terjadi dimana-mana dan tidak dapat diprediksi. Fenomena
ini kemungkinan besar akan lebih buruk di masa depan oleh karena berbagai
upaya pemulihan alam tidak sebanding dengan perilaku merusak alam
dimana-mana.
7. Dinamika Politik Indonesia dan Kemajuan Ekonomi
Indonesia sebagai negeri mayoritas muslim yang sangat tidak mudah dalam
mengelolanya telah mendapatkan pengakuan dan hormat yang sangat riil dari
berbagai pemimpin dunia, Hal ini didasarkan atas keberhasilan dalam
pembangunan infrastruktur, pengembangan ekonomi sampai kepada
pengelolaan dinamika politik yang sehat. Ada banyak faktor internal yang
dapat merongrong Indonesia, ditambah lagi ada pendemi covid-19 yang
menghantam tanpa dapat dihindari, namun semua indikator menunjukkan
Indonesia berhasil mengatasi semua tantangan yang ada dan menjadikan
contoh dan inspirasi bagi negara-negara lain. Namun demikian masih ada
tantangan-tantangan riil yang terus dihadapi antara lain: radikalisme dan
ekstremisme agama, separatisme di beberapa daerah, korupsi yang masih
merajalela, serta persoalan hukum dan HAM.
8. Kondisi Masyarat di Daerah 3 T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal)
Daerah tertinggal adalah daerah kabupaten yang wilayah serta masyarakatnya
kurang berkembang dibandingkan dengan daerah lain dalam skala nasional.
Ada setidaknya 62 daerah dari 542 daerah yang ada di Indonesia memiliki
wilayah yang masuk dalam kategori terdepan, terpencil dan tertinggal. Hal
ini sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2020 tentang Penetapan
Daerah Tertinggal Tahun 2020-2024. Kriteria daerah tertinggal adalah:
ekonomi masyarakat, sumberdaya manusia, sarana dan prasarana,
kemampuan keuangan daerah, aksesibilitas, dan karakteristik daerah.
Keterbatasan pembangunan infrastruktur dan pembangunan di berbagai
sektor mengakibatkan perkembangan pendidikan, kesehatan, pemenuhan
sandang, pangan serta perumahan masyarakat menjadi sangat tertinggal.
Daerah tertinggal yang ditetapkan pemerintah paling banyak adalah di
wilayah Papua dan Papua Barat.
36
B. Tugas dan Panggilan GKI Di Tanah Papua di Tengah Perubahan Zaman
Untuk menegaskan tugas dan panggilan GKI Di TP terutama di tengah perubahan
zaman yang sangat cepat agar tetap mampu menjawab tantangan yang ada, maka
hal-hal berikut perlu mendapatkan perhatian secara khusus.
1. Sebagai Lembaga yang mendasarkan diri kepada Firman Tuhan berdasarkan
Alkitab, GKI Di TP memiliki tugas dan panggilan untuk mewujudkan visi
teologi: “Kerajaan Allah” dan visi tahun 2036 berdasarkan Ketetapan Nomor:
VI/TAP/SS-XVI/GKI/2011 di Sentani tentang Visi, Misi dan Rencana Strategis
GKI Di Tanah Papua menuju tahun 2036: “Menjadi Gereja Pembawa Keadilan,
Kedamaian dan Kesejahteraan.” Dalam mewujudkan kedua visi di atas GKI
Di TP dituntut untuk terus mempertimbangkan dengan sangat serius berbagai
dinamika dan perubahan yang terjadi, juga memerlukan sosialisasi nilai-nilai
yang dapat menjadi pedoman dalam arak-arakan bersama untuk melangkah
ke masa depan.
2. Dinamika perubahan yang ada memunculkan berbagai tantangan yang harus
dihadapi sekaligus memunculkan banyak peluang yang dapat dimanfaatkan
untuk menjadikan GKI Di TP selalu relevan dan mampu menghadirkan
tanda-tanda kerajaan Allah di dunia ini. Untuk melengkapi berbagai
keberhasilan perjalanan lima tahun terakhir yang dicapai GKI Di TP, beberapa
37
hal yang perlu mendapatkan penekanan dalam lima tahun ke depan adalah
kesadaran dan kepedulian terhadap:
2.1 Penguatan spiritualitas yang mampu menjawab tantangan di era
industri 4.0, sekaligus kepedulian terhadap masyarakat di wilayah 3 T
(Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal),
1.2 Penguatan kapasitas dan kapabilitas warga jemaat dalam memanfaatkan
teknologi informasi berbasis digital,
1.3 Pemeliharaan ekologi dan pemanfaatan Sumber Daya Alam secara
bertanggungjawab,
1.4 Menghadirkan keberpihakan nyata terhadap kaum yang tertinggal,
disabilitas dan para korban bencana,
1.5 Memberdayakan dan mengutus sebanyak mungkin anggota jemaat
untuk menjadi berkat di berbagai medan pelayanan di luar Gedung
Gereja.
3. Sesuai dengan tri tugas panggilan Gereja: Bersekutu, Bersaksi dan Melayani
GKI Di Tanah Papua perlu menegaskan ulang tentang pengorganisasian yang
secara eksplisit ketiga tugas di atas sekaligus beradaptasi terhadap berbagai
aspirasi dan perubahan yang semakin cepat, masif serta merasuk ke segala
bidang kehidupan. Tuntutan akan efisiensi dan efektivitas hendaknya terus
diupayakan dan bersamaan dengan itu tetap mengedepankan nilai-nilai
pastoral untuk memberdayakan semua pihak yang turut ambil bagian dalam
pelayanan GKI Di Tanah Papua.
38
BAB IV
VISI DAN MISI
A. Visi dan Misi Teologis GKI Di Tanah Papua
Visi adalah cita-cita, harapan, dan sesuatu yang di idam-idamkan oleh GKI Di
Tanah Papua untuk dapat terwujud di masa depan.
Misi adalah sesuatu yang harus dilakukan untuk mewujudkan visi sekaligus
sebagai amanat agung, tugas suci dan tanggung jawab GKI Di Tanah Papua.
Sesuai dengan Ketetapan Sidang Sinode XVI di Sentani Nomor: VI/TAP/SS-
XVI/GKI/2011 tentang Visi, Misi dan Rencana Strategis GKI di Tanah Papua
menuju tahun 2036, dan Ketetapan Sidang Sinode XVII di Waisai Nomor:
X/TAP/SS-XVII/GKI/2017 tentang P4G Tahun 2017-2021, agar tetap menjaga
kesinambungan pelayanan sekaligus fokus terhadap periode kerja 2022-2027,
maka perlu penegasan ulang tentang Visi dan Misi Teologis sebagai payung Visi
dan Misi GKI di Tanah Papua tahun 2022-2027.
1. Visi Teologis GKI di Tanah Papua: “Kerajaan Allah.”
2. Misi Teologis GKI di Tanah Papua: “Menghadirkan tanda-tanda Kerajaan
Allah.”
B. Visi dan Misi GKI Di Tanah Papua 2022-2027
Di bawah terang visi dan misi teologis di atas, dalam rangka melanjutkan upaya
mewujudkan visi GKI Di Tanah Papua tahun 2036, maka visi dan misi 2022-2027
GKI Di Tanah Papua adalah:
1. Visi GKI Di Tanah Papua Tahun 2022-2027:
“Menjadi Gereja Pembawa Keadilan, Kedamaian dan Kesejahteraan.”
Menjadi = suatu keadaan, sekaligus proses tiada henti menuju ke suatu
keadaan tertentu. Gereja = Eklesia, perkumpulan orang yang dipanggil dan
dip[ilih Tuhan keluar dari kegelapan kepada terang (Efesus 5:8). Pembawa =
subyek yang aktif memegang atau mengangkat sesuatu sambil berjalan atau
bergerak dari satu tempaty ke tempat lain. Keadilan = Adanya kondisi yang
39
(1) sama berat; tidak berat sebelah; tidak memihak, (2) berpihak kepada yang
benar; berpegang pada kebenaran, (3) sepatutnya; tidak sewenang-wenang.
Kedamaian = Adanya kondisi yang (1) tidak ada perang; tidak ada kerusuhan;
aman, (2) tenteram; tenang, dan (3) rukun; tidak bermusuhan. Kesejahteraan
= “Aman, Sentosa, Makmur, dan selamat” secara: (1) spiritual (pemulihan,
penyembuhan, sukacita, dan damai sejahtera), (2) material (Kesehatan,
ekonomi dan keuangan, pekerjaan, karier, dan harta benda), (3) sosial
(persaudaraan, pergaulan sosial, jodoh, rumah tangga, dan anak-anak).
2. Misi GKI di Tanah Papua 2022-2027:
“Menjalankan Tritugas Panggilan Gereja, dengan Semangat Kebersamaan
dan Cinta Kasih.”
2.1 Menjalankan Tri Tugas Panggilan Gereja (bersekutu, bersaksi, dan
melayani) berbasis pada Alkitab.
2.2 Meningkatkan kecintaan semangat kebersamaan di kalangan jemaat dan
masyarakat.
2.3 Menumbuhkembangkan cinta kasih kepada Allah, sesama dan keutuhan
ciptaan.
Visi dan Misi di atas harus terus disosialisasi secar terus menerus dan konsisten
kepada seluruh pemangku kepentingan agar menjadi pemersatu dalam ara-arakan
bersama GKI Di Tanah Papua menjalankan semua program tahun 2022-2027.
40
BAB V
NILAI-NILAI DAN STRATEGI UTAMA
A. Nilai- Nilai GKI Di Tanah Papua
Nilai-nilai (Values) adalah prinsip-prinsip dan ide bersama yang menuntun
pikiran serta tindakan setiap individu di dalam organisasi. Nilai-nilai adalah juga
gambaran karakter atau ciri khas suatu organisasi.
Nilai-nilai harus ditunjukkan secara konsisten oleh GKI Di TP sebagai institusi
didalam: menjalankan misinya, mengambil keputusan, dan bertindak. Nilai-nilai
harus juga ditunjukkan secara konsisten oleh warga jemaat GKI Di TP di dalam:
menjalankan misinya, mengambil keputusan, memberikan pelayanan, bertindak,
dan berinteraksi dengan pihak lain.
Sesuai dengan dokumen Ketetapan Sidang Sinode XVI di Sentani Nomor:
VI/TAP/SS-XVI/GKI/2011 tentang Visi, Misi dan Rencana Strategis GKI di Tanah
Papua menuju tahun 2036, nilai-nilai GKI Di Tanah Papua dapat disingkat
menjadi PK4, yaitu: Persekutuan, Kebersamaan, Ketekunan, Kesetiaan, dan
Ketaatan Iman.
Nilai-nilai yang telah ditetapkan harus terus disosialisasi dan dihidupi secara
konsisten agar menjadi laku hidup (way of life) seluruh warga jemaat GKI Di Tanah
Papua. Sesuai dengan perkembangan realitas yang ada, dimana memerlukan
penyederhanaan dari nilai-nilai agar memudahkan sosialisasi dan implementasi,
maka nilai-nilai GKI Di Tanah Papua 2022-2027 adalah:
1. Kesehatian
2. Ketekunan
3. Kesetiaan, dan
4. Ketaatan Iman
Dengan keempat nilai-nilai di atas, maka GKI Di TP sebagai institusi bersama-
sama setiap warga jemaat GKI Di TP akan memiliki kekuatan yang menopang
sinergitas semua potensi dan sumber daya yang dimiliki dalam mewujudkan visi:
“Menjadi Gereja Pembawa Keadilan, Kedamaian, dan Kesejahteraan.
41
Diperlukan tindak lanjut yang konkret untuk dapat menerapkan keempat nilai-
nilai di atas sehingga menjadi kebiasaan dan akan membentuk budaya kerja yang
positif untuk menjalankan misi dan mendukung terwujudnya visi GKI Di TP.
B. Strategi Utama GKI Di TP 2022-2027
Strategi adalah langkah-langkah kunci dan utama untuk dapat menjalankan misi
dan mewujudkan visi.
Strategi utama yang sudah ditetapkan sesuai dokumen Ketetapan Sidang Sinode
XVI di Sentani Nomor: VI/TAP/SS-XVI/GKI/2011 tentang Visi, Misi dan Rencana
Strategis GKI di Tanah Papua menuju tahun 2036, yaitu strategi lima tahap
masing-masing lima tahun yang dilakukan secara menyeluruh, paralel dengan
penekanan pada fokus yang berbeda, yaitu:
1. Tahap Konsolidasi Eksistensi ( Tahun 2012-2017)
2. Tahap Memperkuat Sinergi ( Tahun 2017-2022 )
3. Tahap Mendorong Inovasi ( Tahun 2022-2027 )
4. Tahap Optimalisasi Transformasi ( Tahun 2027-2032 )
5. Tahap Reformulasi Multidimensi ( Tahun 2032-2037 )
Menurut strategi pentahapan di atas, maka tahun 2022-2027 difokuskan pada
tahap 3, yaitu “mendorong inovasi.” Sesuai dengan kondisi internal, eksternal
dan tren yang ada, maka strategi ini masih sangat relevan. Tuntutan akan
adaptasi, inovasi, dan kolaborasi dapat didorong dengan mengacu pada strategi
“Mendorong Inovasi.”
42
43
BAB VI
SASARAN STRATEGIS DAN FOKUS SETIAP TAHUN PELAYANAN
A. Sasaran Strategi
Untuk memudahkan dalam penjabaran ke dalam pokok program yang konkret,
maka perlu ada sasaran strategis yang ingin dicapai dalam lima tahun ke depan
(2022-2027) dan pembagian fokus setiap tahunnya.
Mengacu kepada semua keberhasilan lima tahun terakhir, dan hal-hal yang masih
harus dilakukan untuk menjawab aspirasi pemangku kepentingan, di tengah
situasi serta kondisi yang ada, maka sasaran strategis 2022-2027 GKI Di Tanah
Papua adalah :
a. Bidang Persekutuan:
1. Terpenuhinya kebutuhan spiritualitas warga yang terimbas gelombang
industri 4.0
2. Terpenuhinya kebutuhan spiritualitas warga di wilayah 3 T (Terdepan,
Terluar, dan Tertinggal).
b. Bidang Pelayanan:
3. Terwujudnya pemeliharaan ekologi dan pemanfaatan sumberdaya alam
secara bertanggungjawab.
4. Terwujudnya keberpihakan nyata terhadap kaum yang tertinggal,
disabilitas dan para korban bencana,
c. Bidang Kesaksian:
5. Terwujudnya pemberdayaan dan pengutusan sebanyak mungkin anggota
jemaat untuk menjadi berkat di berbagai medan pelayanan di luar Gereja.
6. Terwujudnya partisipasi aktif dalam gerakan oekumene dan aktif di dalam
dialog antar-iman.
d. Bidang Penatalayanan:
7. Terwujudnya penguatan kapasitas dan kapabilitas warga jemaat dalam
memanfaatkan teknologi informasi berbasis digital,
8. Terwujudnya profesionalisme manajemen dan kepemimpinan di semua
lingkup GKI Di TP.
44
B. Fokus Pelayanan
Di dalam semangat implementasi tahapan “mendorong inovasi” dan
mengupayakan tercapainya sasaran strategis di atas, serta agar lebih
mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki GKI Di TP, maka fokus
pelayanan yang dapat digunakan sebagai tema kerja tahunan GKI Di Tanah
Papua 2022-2027 adalah:
1. Tahun 2022/2023: Tahun Pembaruan
2. Tahun 2023/2024: Tahun Pemberdayaan
3. Tahun 2024/2025: Tahun Kesehatian
4. Tahun 2025/2026: Tahun Kepedulian
5. Tahun 2026/2027: Tahun Kesaksian
Yang dimaksud dengan Tahun Pembaruan adalah penekanan kepada
implementasi hasil-hasil keputusan sidang sinode yang menekankan semangat
pembaruan untuk menghadirkan berbagai inovasi dalam persekutuan,
pelayanan, kesaksian dan penatalayanan GKI Di TP.
45
Yang dimaksud dengan Tahun Pemberdayaan adalah penekanan kepada
peningkatan kapasitas dan kapabilitas pelayan, dan anggota jemaat untuk
memenuhi kualifikasi yang memadai sesuai tuntutan zaman.
Yang dimaksud dengan Tahun Kesehatian adalah penekanan kepada sinergitas
pikiran, hati dan tindakan di dalam melaksanakan semua keputusan Gereja dan
melahirkan budaya baru berbasis nilai-nilai Kesehatian, Ketekunan, Kesetiaan dan
Ketaatan Iman.
Yang dimaksud dengan Tahun Kepedulian adalah penekanan kepada gerakan
belas kasih kepada pihak-pihak yang terpinggirkan dan terabaikan, serta kepada
alam ciptaan.
Yang dimaksud dengan Tahun Kesaksian adalah penekanan kepada
memancarkan kabar baik dengan hasil karya nyata dan dengan keteladanan
kepada semua pihak.
Dengan fokus pelayanan di setiap tahun kerja, diharapkan visi: “Menjadi Gereja
Pembawa Keadilan, Kedamaian, dan Kesejahteraan” akan semakin terwujud.
2022- 2023- 2024- 2025- 2026-
2023 2024 2026 2027
2025
PEMBAHARUAN PEMBERDAYAAN KEPEDULIAN KESAKSIAN
KESEHATIAAN
penekanan kepada penekana nke pada penenaka nke pada penekana nke pada
implementasi hasil -hasil pe ningkatan penekana nke pada ge rakanbelaskasih memancarka nka bar
keputusan sidang sinode ka pa sitasdan sinergitaspikira n, hati ke pa dapiha k-piha k
ka pa bilitas dan tindakandi dalam yang terpinggirka n baikdenganhasil
yang menekankan pelaya n, dan me la ksa na ka nse mua karya nyata dan
semangat pembaruan anggota jemaat keputusanGe re jadan dan te ra baika n, denganketeladanan
untuk menghadirkan melahirkanbuda ya baru sertake pa daalam ke padasemuapiha k.
berbagai inovasi dalam untuk memenuhi
persekutuan , pelayanan , kua lifikasiyang berbasisnilai-nilai cipta a n.
memadaisesua i Ke se ha tia n, Ke te kuna n,
kesaksian dan tuntuta n zaman Kesetiaa nda n Ketaatan
penatalayanan GKI Di TP
Iman.
46
C. Pemaparan Program Prioritas Bidang-Bidang Klasis Malamoi
a. Bidang Persekutuan
Memulai pekerjaan pelayanan dalam 1 periode tertentu adalah sebuah keniscayaan,
apalagi, pekerjaan yang akan dilakukan adalah pekerjaan pelayanan yang disadari
bersumber pada Tuhan Yesus Kristus. Pekerjaan yang sungguh-sungguh dijalani
dalam relasi dan persekutuan dengan Dia, tentu akan mempeoleh hasil yang baik.
Tetapi bukan berarti tanpa perencanaan yang baik, sebab, pelayanan yang dijalankan
bukan tidak mungkin akan membawa kita berjumpa dengan tantangan dalam
pelayanan. Sehingga dengannya, perlu adanya sebuah rencana strategis (Renstra) yang
dibuat sebagai pedoman dalam pelaksanaan pelayanan perperiode tetapi juga pertahun.
Dengannya maka, dalam periapan melaksanakan pelayanan di periode yang baru
sebagai Klasis mandiri maka, Klasis Malamoi juga menyusun rencana strategis
dengan mengacu pada renstra Sinode GKI Di Tanah Papua tanpa mengabaikan realitas
yang ada dilapangan. Berdasarkan renstra Sinode GKI Di Tanah Papua, maka Sasaran
Strategis terbagi dalam 4 Bidang diantaranya:
• Bidang Persekutuan
• Bidang Pelayanan
• Bidang Kesaksian
• Bidang Penatalayanan.
Dan untuk mengupayakan tercapainya sasaran strategis diatas maka focus pelayanan
akan dibagi juga dalam tema-tema kerja pertahun, diantaranya:
• Tahun 2022-2023 : Tahun Pembaharuan
• Tahun 2023-2024 : Tahun Pemberdayaan
• Tahun 2024-2025 : Tahun Kesehatian
• Tahun 2025-2026 : Tahun Kepedulian
• Tahun 2026-2027 : Tahun Kesaksian
Ada sekurang-kurangnya 5 issu strategis yang mendasari program dan kegiatan yang
hendak dilaksanakan ditahun pelayanan 2022-2027 antara lain:
1. Tuntutan perkembangan zaman dan kurangnya perhatian Gereja bagi kaum
disabilitas dan anak-anaj jalanan/pengguna aibon/miras dan broken home
2. Materi metode dan pola pelayanan yang perlu ditingkatkan dengan lebih kreatif
dan berinovasi sesuai kebutuhan zaman dengan tidak mengabaikan pedoman
pelayanan dan Tata Gereja GKI Di TP
3. Kualitas ibadah jemaat yang harus ditingkatkan
4. Memaksimalkan pemahaman dan perwujudan persekutuan
5. Menjawab kebutuhan spiritual baik jemaat kotawi yang terimbas gelombang
industry tetapi juga kebutuhan spiritual jemaat 3T
Dengan isu-isu strategis diatas maka Bidang Persekutuan meramunya dalam beberapa
Program prioritas dengan kegiatan-kegiatan yang dibagi sesuai tema tahunan.
A. POKOK-POKOK PROGRAM PELAYANAN GEREJA ( P4G ) GKI DI TP
Tahun Pembaharuan 2022-2023
Tahun pembaharuan adalah masa dimana setiap Klasis dan Jemaat menata Kembali
47
setiap program dan kegiatan pelayanan dengan berfokus pada implementasi dari hasil
Sidang Sinode GKI Di TP yang menekankan semangat pembaharuan untuk
menghadirkan berbagai inovasi dalam persekutuan, pelayanan, kesaksian dan
penatalayanan GKI Di TP. Sehingga dengannya, pada tahun pelayanan pertama ini
kita akan mendapati program dan kegiatan yang dilaksanakan berkaitan dengan
konsolidasi, sosialisasi, bahkan pembentukan komisi baru serta penguatan kapasitas di
masing-masing komisi yang ada. Berikut ini akan dijabarkan setiap program dan
kegiatan yang akan dilaksanakan disepanjang tahun 2022-2023 dengan tujuan
pencapaian pelayan dan warga jemaat mengalami pembaharuan pola pikir, kerja dan
pelayanan. Di tahun pertama ini, pada bidang persekutuan, memiliki 2 pokok program.
Pokok program pertama yaitu konsolidasi dengan 9 sub pokok program dan 34
Kegiatan dan Pokok Program kedua adalah penguatan kapasitas dan kapabilitas
karakter spiritualitas Kristen dengan 73 kegiatan.
1. Program konsolidasi
Konsolidasi adalah upaya untuk membangun pemahaman bersama antara Gereja dan
Jemaat dalam melaksanakan tugas bersama,. dan karena tahun 2022-2023 adalah awal
pelaksanaan kerja dan pelayanan dalam Klasis Mandiri Malamoi dengan 2 sasaran
strategis yaitu Pertama: Terpenuhinya kebutuhan spiritualitas warga yang terimbas
gelombang industry 4.0 (wilayah perkotaan dan kedua, terpenuhinya kebutuhan
spiritualitas warya di 3T (terluar tertinggal dan terdepan, maka program konsolidasi
yang dilaksanakan meliputi;
1.1. Penjemaatan dan Sosialisasi
Penjemaatan dan sosialisasi merupakan hal penting yang wajib dilaksanakan. Sebab
penjemaatan dan sosialisasi merupakan bagian penting dari penyamaan persepsi
program dan kegiatan berdasarkan hasil Sidang Sinode, dan Sidang Klasis yang akan
pula dilaksanakan di tingkat-tingkat jemaat. Dengannya maka, BPK lewat Komisi dan
Bidang yang ada berkewajiban melaksanakan bagian ini sebelum pelaksanaan Sidang-
sidang Jemaat. Penjemaatan dan sosialisasi yang dilakukan meliputi: Penjemaatan
Renstra dan serta sosialisasi program dan kegiatan masing-masing komisi dan bidang.
1.2. Konven / Temu Raya/ Loka Karya
Konven/Temu raya adalah sebuah wadah perjumpaan komunitas baik itu para pelayan
Firman ( Pdt/Grj/Vic) tetapi juga Majelis, Ketua KSP dan BPU. Konven/ Temu Raya
ini dimaksudkan sebagai ruang diskusi untuk membahas pergumulan bersama dengan
terus membangun motivasi serta menemukan solusi dengan tetap berpedoman pada
Tata Gereja GKI Di TP, Pedoman Pelayanan dan Aturan-aturan dalam GKI Di TP.
Konven/ Temu Raya/ Loka Karya ini juga bertujuan memberikan pemahaman yang
baik dan benar tentang tugas-tugas gereja, dan pelayanan kepada setiap pelayan yang
ada. Dengannya maka konven/ temu ray aini juga termuat dalam kegiatan baik itu
pada Program Konsolidasi tetapi juga pada program kedua yaitu penguatan kapasitas
dan kapabilitas.
1.3. Pembentukan Komisi & Pembentukkan Jaringan
Ada kurang lebih 4 Komisi baru yang akan menambah 6 komisi yang sudah ada
sebelumnya, dan untuk dapat memaksimalkan pelaksanaan kegiatan pelayanan dari
program yang baru ini maka perlu diadakan pembentukan komisi baik tingkat Klasis
maupun jemaat diawali sosialisasi Program dan kegiatan.
1.4. Data base
Data base yang dimaksud di sini adalah pendataan jumlah jiwa sesuai Kelompok
Bidang yang ada agar tersedia data valid baik itu tingkat Klasis maupun jemaat.
48
Dengan adanya data valid maka dengannya juga bisa mengontrol tingkat pertumbuhan
tetapi juga penurunan dari anggota jemaat sehingga mudah untuk dijadikan evaluasi
bersama
2. Program Penguatan Kapasitas Dan Kapabilitas Karakter Spiritualitas Kristen
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan pemberdayaan pelayan dan
warga jemaat. Peningkatan kualitas seseorang atau suatu kelompok dapat dilakukan
melalui cara memperhatikan kebutuhan dan latar belakang kelompok tersebut.
Dengannya maka Klasis Malamoi GKI Di TP hendak menempatkan peningkatan
kualitas dan kapabilitas karakter spiritualitas Kristen sebagai sebuah cara untuk
mendapatkan hasil terbaik dalam dan dari proses pelayanan dimana setiap kelompok
benar-benar dilatih, dibina dan dipersiapkan secara baik. Dengannya maka SDM
gereja yang berkualitas serta pengembangan atau peningkatan kualitas SDM haruslah
menjadi prioritas, sehingga dengannya maka Gereja pun menempatkan kegiatan-
kegiatan berikut sebagai bagian dari penguatan kapasitas dan kapabilitas.
2.1. Pelatihan Untuk Para Pendeta, Guru Jemaat, Majelis Jemaat, BPU dan Pengajar dan
Warga Jemaat
2.1.1. Pelatihan,
Pelatihan Kepada Pdt/Grj/Majeli/BPU/Pengasuh/Pengajar
Pelatihan, pembinaan dan penyegaran yang ditujukan kepada pdt/grj/ majelis /
BPU dan pengajar ini bermaksud agar para pelayan dan badam pelayan yang ada di
dalam jemaat mengalami penguatan kapasitas dan kapabilitas karakter spiritualitas
Kristen. Sehingga dengannya kegiatan pelatihan yang akan dilaksanakan di
sepanjang tahun 2022-2023 kepada Pdt/Grj/Majelis jemaat/BPU/Pengajar dan
warga gereja adalah:
• Pelatihan dasar-dasar doa dan puasa
• Pelatihan public speaking
• Pelatihan spiritual bagi warga dalam Lembaga pemasyarakatan
• Pelatihan clinical pastoral education
• Pelatihan pendampingan community development
• Pelatihan liturgi ibadah kreatif
• Pelatihan bentuk-bentuk tata ibadah dan nyanyian penyembahan dalam ibadah
• Pelatihan dan pendampingan community development
PAR
Pelatihan atau kursus yang diberikan kepada para pengasuh dan pengajar ini
merupakan kegiatan dan pelatihan rutin tahunan yang wajib diikuti oleh para calon
dan pengasuh/pengajar yang hendak mengajar atau mengasuh ASM. Dengan
mengikuti pelatihan atau kursus ini, pengasuh dan pengajar diharapkan memiliki
kapasitas, kapabilitas, kreatif dan mampu berinovasi dalam pengajaran dengan tidak
mengabaikan aturan, pedoman dan pengajaran GKI Di TP
• Kursus dasar
• Kursus lanjutan Pengajar
• Kursus kepemimpinan pengajar
• Kursus berteologi pengajar
• Pelatihan doa dan puasa
49
PAM
Pelatihan yang dilaksanakan dan diikuti oleh PAM adalah bagian dari pembentukan
karakter pemuda Kristen sebagai pemimpin gereja masa depan. Sehingga dengannya
para pemuda dan pemudi Kristen dibentuk dalam hal organisasi, kepemimpinan,
karakter, spiritualitas
• Pelatihan advocasi dan manajemen conflik
• Pendidikan politik dan HAM
• MPO
• LDKPG
• LKPK
• Pelatihan doa dan puasa
PW
• Pelatihan membuat renungan
• Pelatihan manajemen kepemimpinan
• Pelatihan membaca Alkitab dengan mata baru
• Pelatihan pastoral konseling
• Pelatohan doa dan puasa
2.1.2. PKB
• Pelatihan membuat renungan
• Pelatihan manajemen kepemimpinan
• Pelatihan pastoral konseling
• Pelatihan doa dan puasa
Pembinaan
Pembinaan adalah sebuat bentuk penguatan kapasitas dan kapabilitas agar pelayan dan
warga gereja dapat dibentuk menjadi pelayan dan warga gereja yang berkarakter
Kristus. Dengannya kegiatan pembinaan yang dilaksanakan meliputi:
• Pembinaan Profesi
• Pembinaan tentang Dogma utama GKI Di TP
• Pendampingan dan pembinaan pada Kaum Disabilitas, anak jalanan, miras, aibon
dan broken home
• Bulan Pembinaan Jemaat
• Pembinaan Multimedia Gereja
• Syukur HUT
• Festival Nyanyian
• Pentas Ayat Hafalan
• Anak dan LAI
• Anak dan Penginjilan
• Pemberdayaan Profesi
• Camp pengajar, remaja dan tanggung
• Camp kerja
• Porseni
• Camp Pemuda sejati
• Pembuatan sanggar Klasis
50