The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Rencana Strategis Klasis Malamoi 2022-2027

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by wattimuryalexjermia51, 2022-07-07 18:06:01

Uji Renstra/P4G

Rencana Strategis Klasis Malamoi 2022-2027

2.1.3. Penyegaran
Kegiatan penyegaran bagi Pdt/Grj/ BPU dan Pengar ini dimaksud untuk memberikan
motivasi dalam melaksanakan pelayanan. Kegiatan penyegaran ini adalah kegiatan
rutin yang dilaksanakan setiap tahun berjalan dari tahun 2023-2027. Kegiatan
penyegaran ini termuat dalam
• Retreat,
• Konven,
• Temu Raya
• Temu karya

B. POKOK-POKOK PROGRAM PELAYANAN GEREJA ( P4G ) GKI DI TP

Tahun Pemberdayaan 2023-2024
Tahun pemberdayaan adalah tahun dimana para pelayan dan jemaat sudah mengalami
peningkatan kapasitas dan kapabilitas sehingga dengannya mampu memenuhi
kualifikasi yang memadai sesuai tuntutan zaman. Karena itu, program dan kegiatan
yang dilaksanakan ditahun kedua ini selain program dan kegiatan rutin tetapi juga
merupakan program dan kegiatan berkelanjutan untuk terus meningkatkan kapasitas
dan kapabilitas pelayan dan warga jemaat.
1. Tindak Lanjut Program konsolidasi tahun kedua
1.1. Konven PJ
1.2. Penataran bagi tenaga pengajar dan Pembina
1.3. Penyusunan kurikulum SM sesuai kebutuhan kota, pinggiran, pesisir, kepulauan
dan pedalaman
1.4. Penguatan jaringan komunikasi antar pengajar coordinator kelas di tingkat
lingkungan dan Klasis
1.5. Konven pengajar
1.6. Temu Raya Remaja
1.7. Temu Raya PAM
1.8. Temu Raya dan KaryaPKB
1.9. Temu Raya PW
1.10. Temu Raya Konseling Pastoral
1.11. Gerakan GKI Dan Nyanyian 4 Suara
1.12. Pemutahiran Data Base PAM
1.13. Pemutahiran database PAR
1.14. Pemutahiran database PKB
1.15. Pemutahiran Database PW
1.16. Pemutahiran database Lansia
1.17. Penertiban dan sosialisai dokumen pengajaran GKI
1.18. Penyediaan renungaan bagi lansia
1.19. Berbagi kasih
2. Lanjutan Peningkatan Kapasitas dan Kapabilitas Karakter Spiritualitas Kristen
2.1. Komisi Persekutuan
2.1.1. Pastoral development kepemimpinan transformative
2.1.2. Pelatihan lanjutan Doa dan Puasa bagi jemaat

51

2.1.3. Pelatihan lanjutan doa dan puasa bagi warga jemaat berpotensi khusus
2.1.4. Pelaksanaan doa dan puasa di sepanjang minggu sengsara
2.1.5. Retreat Pelayan Firman
2.1.6. Retreat bagi Pejabat Politik
2.1.7. Retreat bagi warga jemaat berpotensi khusus
2.1.8. Pendampingan spiritualitas berkelanjutan bagi warga jemaat di Lembaga

Pemasyarakatan
2.1.9. Konven Pelayan Firman
2.1.10. Temu Raya Majelis
2.1.11. Temu Raya BPU
2.1.12. Temu Raya Ketua KSP
2.1.13. Bulan Pembinaan Jemaat/ Bina Keluarga
2.1.14. Pemberdayaan profesi politik
2.2. Peningkatan Kapasitas dan Kapabilitas Karakter spiritual Kristen Bidang PAR
2.2.1. Kursus dasar pengajar
2.2.2. Kursus lanjutan pengajar
2.2.3. Kursus kepemimpinan pengajar
2.2.4. Retreat Pengajar
2.2.5. Retreat pengajar dan tanggung
2.2.6. Lanjutan pelatihan doa dan puasa bagi pengajar/ remaja dan tanggung
2.2.7. Camp remaja tanggung
2.2.8. Camp pengajar
2.2.9. Festival Nyanyian Grejawi 4 Suara
2.2.10. CCA Tingkat Klasis
2.2.11. Pentas ayat Alkitab
2.2.12. Anak dan LAI
2.2.13. Anak dan Penginjilan
2.2.14. Perayaan HUT SM GKI
2.3. Bidang PAM
2.3.1. Kemah kerja PAM GKI Di TP
2.3.2. Porseni
2.3.3. Pelatihan anvocasi dan manajemen konflik
2.3.4. Pendidikan politik dan HAM
2.3.5. Temu raya PAM
2.3.6. MPO/LDKPG/LKPK
2.3.7. Pembuatan sanggar Klasis
2.3.8. Retreat Pemuda
2.3.9. Camp Pemuda Sejati
2.3.10. Pelatihan Doa Dan Puasa
2.4. Bidang PW
2.4.1. Semiloka perempuan dan Kesehatan
2.4.2. Aksi Amplop HDSpelatihan lanjutan Doa dan Puasa
2.4.3. Pelatihan lanjutan membaca Alkitab dengan mata baru
2.5. Bidang PKB
2.5.1. Pelatihan membuat renungan

52

2.5.2. Pembinaan profesi
2.5.3. Pelatihan Manajemen kepemimpinn
2.5.4. Pelatihan pastoral Konseling
2.5.5. Semiloka
2.5.6. Pelatihan lanjutan doa dan puasa
2.5.7. Aksi Amplop HDS
2.6. Bidang Liturgi dan Musik Gereja
2.6.1. Pelatihan liturgi ibadah kreatif
2.6.2. Pengentasan nyanyian GKI
2.7. Komisi Konseling Pastoral
2.7.1. Pelatihan clinical pastoral education bagi pelayan firman, majelis dan pengajar
2.8. Komisi Pengajaran
2.8.1. Pelatihan literasi
2.8.2. Pelatihan bentuk bentuk pengajaran menggunakan media viertual
2.8.3. Penulisan renungan unsur, keluarga dan lansia (Kamikfoos)
2.9. Pemberdayaan dan pengembangan kader kepemimpinan spiritual gereja
2.9.1. Penanganan kaum disabilitas
2.9.2. Penanganan GKI pengentasan anak jalanan, pengguna aibon, miras dan broken

home
2.10. Pemberdayaan dan pengembangan pelayan firman menjadi community development

dan pendampingan kepada pemerintah kampung
2.10.1. Pelaksanaan pendampingan community defelopment bagi Pelayan firman dan

BPK
2.10.2. Pelaksanaan pendampingan kepada jemaat di pedalaman, pinggiran, perbatasan

dan pesisir

C. POKOK-POKOK PROGRAM PELAYANAN GEREJA ( P4G ) GKI DI TP

TAHUN KETIGA 2024- 2025 : TAHUN KESEHATIAN
Sebagaimana Visi dan Misi Teologi Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua,dengan Visi
Teologis : “ Kerajaan Allah “ , dan Misi Teologis : “ Menghadirkan Tanda-Tanda
Kerajaan Allah ”, demi mewujudkannya di dalam P4G atau Renstra GKI di Tanah
Papua di Tahun 2022-2027 dalam jangka menegah maka Visi yang menuntun popok-
pokok program pelayanan gereja GKI Di Tanah Papua serta di Klasis Malamoi yakni :
“ Menjadi Gereja Pembawa Keadilan , Kedamaian , dan Kesejahteraan dan Misi GKI
Di Tanah Papua 2022-2027 adalah : “ Menjalankan Tritugas Panggilan Geraja,dengan
Semangat Kebersamaan dan Cinta Kasih . “
Berdasarkan Visi dan Misi diatas maka Tahun Ketiga dengan Tema : “ Tahun
Kesehatian “ , dimana Penekanan Tahun ini adalah : “ Adanya Sinergitas Pikiran ,
Hati dan Tindakan di dalam Melaksanakan Keputusan Gereja dan Melahirkan Budaya
Baru Berbasis Nilai-Nilai Kesehatian, Ketekunan , Kesetiaan dan Ketaatan Iman.
Di Tahun pertama mendapat penekanan tentang Implementasi dari hasil-hasil
keputusan Sidang Sinode yang sudah di perbaharui dengan berbagai Inovasi
Persekutuan, Pelayanan, Kesaksian dan Penatalayanan GKI Di TP Dan di Tahun
kedua mendapat penekanan kepada Pemberdayaan melalui peningkatan kapasitas dan
kapabilitas Pelayan, dan anggota Jemaat agar tetap memenuhi kwalifikasi yang

53

memenuhi tuntutan perkembangan Zaman, maka Tema Tahun Ketiga menjadi Tahun
dimana semua sinergitas secara Lembaga dan SDM,Pelayan dan Warga GKI Di TP
gerakkan demi menyatakan Nilai-Nilai kesehatian, Ketekunan, Kesetiaan, dan
Ketaatan Iman. dengan Rencana Strategis dan Pokok-Pokok Program Pelayanan
Gereja yang di susun dalam bentuk Program dan Kegiatan sebagai Rancangan kerja
di Tahun 2025 sebagai berikut :

1.Departemen Persekutuan
1.1.Raker III BPAS GKI DI TP
Badan Pekerja Am Sinode GKI Di TP perlu melaksanakan Rapat Kerja ( Raker ) Am
Sinode di Tanah Papua untuk mengimplementasikan ketetapan Sidang Sinode XVIII
Tahun 2022 kedalam Pokok-Pokok Program Pelayanan Gereja ( P4G )GKI Di Tanah
Papua setiap Tahunnya.

1.2.Konven Pembinaan Jemaat
1.3.Sertifikasi Tenaga Pengajar dan Pembina

2.Komisi P2J Klasis
2.1. Raker III Klasis Malamoi
2.2. Bulan Bina Keluarga/ Bulan Pembinaan Jemaat
2.3. Pameran Pelayanan Jemaat
2.4. Lomba Paduan suara Jemaat di Lingkungan
2.5.Seminar dan Cerama
3.Konsulidasi Bidang PAR
3.1. Lokakarya Kurikulum SM ( Sesuai kebutuhan Wilayah
kota,pinggiran,pedalaman )
3.2. Beda Buku dan Launching buku sejarah SM GKI
3.3. Penguatan Jaringan Komunikasi antar Pengajar Koordinator Kelas
3.4. Penguatan Jaringan Komunikasi antara Remaja
3.5. Temu Raya / Conven Pengajar
4.Kelompok Kerja PAR ( KK PAR )

4.1. Penataran Kurikulum SM bagi Pengasuh/ Pengajar Jemaat
di Tingkat Klasis

4.2. Penulisan sejarah SM di Tingkat Jemaat
4.3. Penguatan jaringan Komunikasi antar Pengajar Koor kelas
Tingkat LING
4.4. Temu raya Pengasu / Pengajar di Tingkat Klasis
4.5. Temu raya Remaja Tingkat Klasis
4.6. Hari Doa Gumul Anak dan Remaja
5.Konsulidasi Bidang PAM
5.1. Tindak lanjut pendataan PAM / Data Base PAM
6.Kelompok Kerja PAM ( KK PAM )
6.1. Pendataan PAM / Data Base Tingkat Klasis
6.2. Seminar dan Cerama
6.3. Bengkel Kerja PAM Klasis dan BLK Kota dan Kab Sorong
6.4. Hari Doa Gumul dan Puasa PAM
7. Konsulidasi Bidang P W
7.1. Temu Raya Wanita GKI
8.Kelompok Kerja P W ( KK PW )
8.1. Sosialisasi Program dan Kegiatan Temu Raya Wanita GKI

54

8.2. Pelatihan Menyusun Liturgi dan Renungan bagi angg PW
Jemaat Ling terjauh

8.3. Seminar dan Cerama
8.4. Hari Doa Gumul dan Puasa PW
9.Konsulidasi Bidang PKB
9.1. Temu Raya dan Karya PKB
10.Kelompok Kerja PKB ( KK PKB )
10.1. Sosialisasi Program dan kegiatan Temu Raya PKB di
Tingkat Klasis
10.2. Pelatihan Meyusun Liturgi Dan Renungan bagi angg PKB
jemaat Ling terjauh
10.3. Hari Doa Gumul dan Puasa PKB
11.Konsulidasi Bidang Konseling Pastoral
11.1. Evaluasi Konseling Pastoral
12.Komisi Konseling Pastoral Klasis
12.1. Penjabaran Hasil Evaluasi Konseling pastoral di Urusan
Konseling Pastoral Jemaat
12.2. Penataran dan Pembekalan bagi Konselor atau pendamping
konseling
13.Konsulidasi Bidang Liturgi dan Musik Gereja
13.1. Gerakan GKI dan Nyayian Gerejawi 4 Suara (
Maz,Roh,Suara Gembira dan Seruling Emas )
14.Komisi Liturgi dan Musik Gereja Klasis
14.1. Sosialisasi Gerakan GKI dan Nyanyian Gerejawi 4 suara (
Maz,Roh,SG & SM )
14.2. Pengadaan Buku Nyayian GKI ( Maz,Roh,SG & SM ) di
jemaat Ling Terjauh
14.3. Lomba Paduan suara 4 ( Maz,Roh,SG & SM )
15.Konsulidasi Bidang Pengajaran
15.1. Penertiban dan Sosialisasi Dokumen Pengajaran GKI (
SM,Katekesasi,Pra Nikah )
16.Komisi Pengajaran Klasis
15.1. Sosialisasi Dokumen Pengajaran GKI (SM,Katekesasi &
Pra Nikah ) di aras Jemaat
15.2. Pengadaan Materi Pengajaran GKI bagi pengajar di tingkat
Jemaat
15.3. Evaluasi Materi Pengajaran GKI dengan waktu
pertriwulan di Klasis

D. POKOK-POKOK PROGRAM PELAYANAN GEREJA ( P4G ) GKI DI TP

TAHUN KE EMPAT 2025- 2026 : TAHUN KEPEDULIAN
Setelah melewati Pokok-Pokok Program Pelayanan Gereja dari Tahun Pertama sampai
dengan Tahun ke Tiga dalam Tahun periode 2022-2027 dengan Program dan
Kegiatan di dalam GKI Di Tanah Papua sebagai bagian dari di wududkannya ‘’
Kerajaan ALLAH ‘’Yang Hadir di Tengah Dunia dan Menjadi Milik Semua Ciptaan-
Nya, sebagai VISI Teologis GKI Di TP dan dalam implementasi dari Misi teologi
bagaimana GKI Di Tanah Papua hadir menyatakan Tanda-Tanda Kerajaan Allah

55

sebagai Pembawa Keadilan,Kedamaian,dan kesejahteraan dalam menjalankan Tugas
Tri Panggilan Gereja dalam Semangat Kebersamaan dan Cinta Kasih.
Tema tahun keempat di Tahun 2026 adalah ‘’ TAHUN KEPEDULIAN “ Yang
menitik beratkan Program dan Kegiatan Pelayanan Gereja Kepada Gerakan Belas
kasihan Bagi Pihak-Pihak Yang Terpinggirkan dan Terabaikan,serta Kepada Alam
Ciptaan.Sehingga di dalam Rencana Pokok-Pokok Program dan Kegiatan yang
terdapat di dalam Tahun ke empat ini menjadi Wujud adanya Keseimbangan dan
Pemerataan di dalam Penataan Pelayanan GKI Di Tanah Papua,baik itu Sumber Daya
Manusianya,Alam Semestanya sehingga tidak terlihat ada yang Terpinggirkan dan
Terabaikan di Tahun Kepedulian ini.

➢ Sasaran Strategis Terpenuhinya kebutuhan spritualitas warga yang terimbas
gelombang industry 4,0 Jemaat kotawi
1. .Departemen Persekutuan
1.1.Raker IV BPAS GKI DI TP
1.2.Konven Pembinaan Jemaat
1.3.Sertifikasi Tenaga Pengajar dan Pembina
2.Komisi P2J Klasis
2.1.Raker IV Klasis Malamoi Tahun 2026
3. .Lanjutan Peningkatan Kapasitas dan Kapabilitas Karakter Spritual
Kristiani
3.1.Pastoral Developmen Berkelanjutan ( I,II,III )
4. Peningkatan Kapasitas Dan Kapabilitas Karakter Spritual Departemen
Persekutuan
4.1.Pastoral Developmen IV Transformasi
4.2.Pelaksanaan Puasa Tahun 2025,buka : Minggu sengsara 1,akhir
puasa : Jumat Agung ( sore makan perjamuan )
4.3.Lanjutan Retret bagi keluarga Pelayan Firman ( Pdt,Grj dan Penginjil
)
5. Peningkatan Kapasitas dan Kapabilitas Karakter Spritual Bidang PAR
5.1.Kursus Dasar Pengajar
5.2 .Kursus Lanjutan Pengajar
5.3.Kursus Kepemimpinan Pengajar
5.4.Kursus Berteologi Pengajar
5.5.Retret pengajar
5.6. Rearet Remaja dan Tanggung
5.7.Camp Pengajar
5.8.Festival Nyayian Mazmur dan Rohani
5.9.Festival Suara Gembira dan Seruling Emas
5..10..Festival Nyanyian Sekolah Minggu Bahasa Lokal
5.11.Cerdas Cermat Alkitab Tingkat Klasis dan Sinode
5.12. .Pentas Ayat Afalan Anak
5.13. Anak dan Lembaga Alkitab Indonesia ( LAI )
5.14. Anak dan Penginjilan Anak ( EE )
5.15 Perayaan HUT Sekolah Minggu GKI
6.Peningkatan Kapasitas dan Kapabilitas Karakter Spritual Bidang PAM
6.1.Kemah Kerja PAM GKI TP
6.2.LKPK Tingkat Klasis
6.3.Penyusunan Buku Tahunan PAM

56

6.4.Retret Pemuda

6.5.Camp Pemuda Sejati

7.Peningkatan Kapasitas dan Kapabilitas Karakter Spritual Bidang PW

7.1.Lanjutan Pelatihan Pastoral Konseling

7.2.Penyusunan Buku Renungan PW

7.3.Aksi Amblop HDS PW

7.4.Lanjutan Pelatihan Pastoral Konseling

7.5.Penyusunan Buku Renungan Tahunan PKB

7.6.Konas Pria Kaum PKB
7.7.Aksi Amblop HDS PKB “ Kitong Sayang PKB “

8.Peningkatan Kapasitas dan Kapabilitas Karakter Spritual Bidang Liturgi dan

Musik Gereja

8.1.Pengentasan Nyayian Rohani,Mazmur,Suara Gembira dan Seruling

Emas melalui SM( Kerja sama Bid PAR )

8.2.Penyiapan Tata Ibadah Hari Besar Gerejawi

9.Peningkatan Kapasitas Bidang Konseling Pastoral

9.1.Rekruitmen Konselor

9.2.Pelatihan Clinical Pastoral Education Bagi Pelayan Firman,Penatua ,

Syamas dan Pengajar

10.Peningkatan Kapasitas dan Kapabilitas Karakter Spritual Bidang Pengajar

10.1.Penyusunan Buku Pegangang Pelayanan

Khotbah,2024,2025,2026,2027,2028

10.2.Peyusunan Buku Ibadah Harian GKI Setiap Bulan

10.3.Peyusunan Tata Ibadah dan Renungan Bulan Bina Keluarga

11.Pemeberdayaan dan Penggembangan Kader Kepemimpinan Spritual Gereja

11.1.Pembinaan Anak Jalanan

11.2.Rumah Ramah Kaum Disabilitas GKI

➢ Sasaran Strategis [ Terpenuhinya Kebutuhan Spritualitas warga jemaat di
terdepan,terluar,tertinggal ( 3T,Jemaat Luar Kotawi )
12.Pemberdayaan dan Pengembangan Pelayan Firman Menjadi community
Developmen dalam Pedampingan kepada Pemerintah Kampung
12.1.Pelatihan Pendampingan Comuminity development kepada Pelayan
Firman dan Badan Pekerja Klasis ( BP Klasis
12.2.Pendampingan GKI Jemaat dan Kampung Pedalaman
12.3.Pendampingan GKI Jemaat dan Kampung Pinggiran
12.4.Pendampingan GKI Jemaat dan Kampung Pesisir
12.5.Pendampingan GKI Jemaat dan Kampung Kepulauan
12.6.Pendampingan GKI Jemaat dan Kampung Perbatasan
12.7.Pendampingan GKI Jemaat dan Kampung pada Zona 3T

E. POKOK-POKOK PROGRAM PELAYANAN GEREJA ( P4G ) GKI DI TP

TAHUN KE LIMA 2026-2027 :TAHUN KESAKSIAN
Merupakan Tahun trakhir Rencana Strategis ( RESTRA ) dan Pokok-Pokok Program
Pelayanan Gereja ( P4G ) GKI Di Tanah Papua yang menjabarkan Hasil Keputusan
Sidang Sinode XVIII Tahun 2022 di Waropen dalam Periode Tahun 2022-2027.
Tahun trakhir dengan Tema ‘’ KESAKSIAN ‘’ , yang menekankan kepada Hasil dari

57

Pemberitaan tentang Kabar Baik,melalui karya nyata dan keteladanan dari semua
pihak,sehingga semua yang di gumuli dari tema Tahun pertama tentang
PEMBAHARUAN,Tema Tahun kedua PENBERDAYAAN,Tema Tahun Ke tiga
KESEHATIAN,Tema Tahun ke Lima KEPEDULIAN dan Tema terakhir menjadi
Tahun Kesaksian untuk menujukan karya yang nyata dari Kabar Baik Oleh GKI Di
Tanah Papua serta menyiapkan Renstra dan P4G GKI Di Tanah Papua untuk Periode
lima Tahun berikut.

1.Program Konsulidasi
1.1.Sidang Sinode XIX GKI DI TP

2.Komisi P2J Klasis
1.1.Konven Pembinaan Jemaat
1.2.Penataran Tenaga Pengajar dan Pembina

3.Konsulidasi Bidang PAR
3.1.Sosialisai Program Dan Kegiatan PAR GKI 2022-2027
3.2.Pemilihan coordinator PAR Tingkat Klasis
3.3.Pembentukan BP PAR,Periode 2022-2027
3.4.Lokakarya Kurikulum Sekolah Minggu
3.5. Penyusunan Buku Sejarah Sekolah Minggu
3.6.Pembentukan Jaringan Komunikasi Antr Pengajar Koordinator Kelas
3.7.Pembentukan Jaringan Komunikasi Antar Remaja
3.8.Temu Raya / Conven Pengajar

4.Konsulidasi Bidang PAM
4.1.Sosialisasi Program dan Kegiatan PAM GKI 2022-2027
4.2.Pemilihan Koordinator PAM Tingkat Klasis
4.3.Pembentukan BP PAM Jemaat Periode 2022-2027
4.4.Temu Raya Pemuda
4.5.Pendataan PAM GKI/Data Base PAM

5.Konsulidasi Bidang PW
5.1.Temu Raya Wanita GKI
5.2.Penjematan Visi-Misi dan Mars PW

6.Konsulidasi Bidang PKB
6.1.Sosialisasi Program dan Kegiatan Biadang PKB
6.2.Temu Raya dan Karya PKB
6.3.Penjematan Visi-Misi dan Mars PKB

7.Konsulidasi Bidang Konseling Pastoral
7.1.Pembentukan Komisi Konseling Pastoral Tingkat Klasis dan Jemaat

Periode 2022-2027
8.Konsulidasi Bidang Liturgi dan Musik Gereja

8.1.Sosialisasi Prpgram dan Kegitan Tahun 2022-2027
8.2.Pembentukan Komisi Liturgi dan Musik Gereja Tingkat Klasis dan
Jemaat
9.Konsulidasi Bidang Lansia
9.1.Pembentukan Komisi Lansia di Tingkat Klasis dan Jemaat
10.Peningkatan Kapasitas dan Kapabilitas Karakter Spritual Kristiani
11.Peningkatan Kapasitas dan Kapabilitas Karakter Spritual Departemen
Persekutuan

11.1.Pelatihan dasar-dasar Doa dan Puasa bagi Pelayan Firman ( Pdt,Grj
dan Penginjil )

58

11.2.Pelatihan dasar-dasar Doa dan Puasa bagi Penatua dan Syamas
11.3.Pelatihan Dasar-dasar Doa dan Puasa bagi warga Jemaat
11.4.Pelaksanaan Puasa dalam GKI Tahun 2023 buka puasa pada Minggu
Sengsara I,Akhir puasa pada: Jumat Agung ( sorenya makan perjamuan Paskah)
11.5.Retret bagi keluarga pelayan firman ( pdt,Grj dan Penginjil )
11.6.Tot Bagi Penatua dan Syamas
11.7.Konven Pelayan Firman
12.Peningkatan Kapasitas dan Kapabilitas Karakter Spritual Bidang PAR
12.1.Kursus Dasar Pengajar
12.2.Kursus Lanjutan Pengajar
12.3.Kursus Kepemimpinan Pengajar
12.4.Kursus Berteologi Pengajar
12.5.Retret Pengajar
12.6.Camp Remaja dan Tanggung
12.7.Camp Pengajar
12.8.Festival Nyayian Sekolah Minggu Bahasa Lokal
12.9.Anak dan Lembaga Alkitab Indonessia ( LAI )
12.10.Anak dan Pengijilan Anak ( EE )
12.11.Perayaan HUT Sekolah Minggu GKI
13.Peningkatan Kapasitas dan Kapabilitas Karakter spiritual Bidang PAM
13.1.Porseni PAM GKI D TP
13.2.Temu Raya PAM GKI 2023
13.3.MPO Tingkat Jemaat
13.4.LDKPG Tingkat Jemaat
13.5.LKPK Tingkat Klasis
13.6.TOT Tingkat Sinode
13.7.Pembuataan Sanggar Tingkat Klasis
13.8.Retret Pemuda
13.9.Pelatihan Doa dan Puasa Pemuda
14.Peningkatan Kapasitas dan Kapabilitas Spritual Bidang PW
14.1.Pelatihan Menbuat Renungan,Khotbah,PA,PPA,Diskusi dan Sharing
14.2.Pembinaan Profesi Bagi PW
14.3.Pelatihan Manajemen Kepemimpinan
14.4.Aksi Amplob HDS PW
14.5.Pelatihan Doa dan Puasa PW
15.Peningkkatan Kapasitas dan Kapabilitas Karakter Spritual Bidang PKB
15.1.Pelatihan Membuat Renungan,Khotbah,PA,PPA,Diskusi dan sharing
15.2.Pembinaan Propesi bagi PKB
15.3.Pelatihan Pastoral Konseling
15.4.Konas Pria Kaum PKB
15.5.Pelatihan Doa dan Puasa PKB
15.6.Aksi HDS PKB ‘’ Kitong Sayang PKB “
16.Peningkatan Kapasitas dan Kapabilitas Karakter Spritualitas Bidang Liturgi dan
Musik Gereja
16.1.Pengentasan Nyanyian Rohani,Maz,suara gembira dan seruling Emas
Melalui Sekolah Minggu ( Kerjasama dengan Bidang PAR GKI )
16.2.Penyiapan Nyayian Mazmur,Rohani,suara gembira,seruling emas
Empat Suara
16.3.Pelatihan Bentuk-Bentuk Tata Ibadah dan Nyayian Penyembahan

59

dalam Ibadah

17.Peningkatan Kapasitas Bidang Konseling Pastoral

17.1.Pelatihan Clinical Pastoral Education bagi Pelayan

Firman,Penatua,Syamas,dan Pengajar

18.Peningkatan Kapasitas dan kapabilitas karakter spiritual Bidang Pengajaran

18.1.Penyusunan Buku Pegangan Pelayanan

Khotbah,2024,2025,2026,2027,2028

18.2.Penyusunan Tata Ibadah dan Renungan Bulan Bina Keluarga

19.Pemberdayaan dan Pengembangan Kader Kepemimpinan Spritual Gereja

19.1.Penanganan Kaum Disabilitas

19.2.Aksi GKI Pengetasan Anak Jalanan

20.Pemberdayaan dan Pengembangan Pelayan Firman menjadi Community

Developmen dalam Pendampingan kepada Pemerintah Kampung

20.1.Pelatihan Pendampingan Community development kepada Pelayan

Firman dan (BP. Klasis )

20.2.Jemaat dan Kampung Pendamping GKI

Sasaran Strategis ( Terpenuhinya kebutuhan Spritualitas warga jemaat di terdepann,
terluar, tertinggal (3T ) Jemaat luar kotawi)
1.Konsulidasi Spritualitas warga di wilayah 3T
2.Departemen Persekutuan

1.1.Penjematan Renstra GKI di TP 2022-2027
3.Bidang PAR

3.1.Sosialisasi Program dan Kegiatan PAR GKI 2O22-2027
3.2.Lokakarya Kurukulum Sekolah Minggu
3.3.Pembentukan Jaringan Komunikasi antar Pengajar Koordinator Kelas
3.4.Temu Raya/Conven Pengajar
4.Bidang PAM
4.1.SosialisasiProgram dan Kegiatan PAM GKI 2022-2027
4.2.Pemilihan Koordinator PAM Tingkat Klasis
4.3.Pembentukan PB PAM Jemaat Periode 2022-2027
4.4.Temu Raya Pemuda
4.5.Pendataan PAM GKI Data Base PAM
5.Bidang PW
5.1.Sosialisasi Program dan Kegiatan Bidang PW
5.2.Temu Raya Wanita GKI
6.Bidang PKB
6.1.Sosialisasi Program dan Kegiatan Bidang PKB
6.2.Temu Raya dan Karya PKB
6.3.Penjemaatan Visi-Misi PKB dan HDS PKB
7.Bidang Konseling Pastoral
7.1.Sosialisasi Program dan Kegiatan Tahun 2022-2027
7.2.Pembentukan Komisi Konseling Pastoral tingkat Klasis dan Jemaat
Periode 2022-2027
8.Bidang Liturgi dan Nyanyian Gerejawi
8.1.Sosialisasi Program dan Kegiatan Tahun 2022-2027
8.2.Pembentukan Komisi Liturgi dan Musik Gererja tingkat klasis dan jemaat
8.3.Sosialisasi Tata Ibadah GKI
8.4.Gerakan GKI Nyanyian Gerejawi 4 suara ( Mazmur,Rohani,Suara

60

Gembira dan Seruling Emas )
8.5.Penyiapan Tata Ibadah Hari Besar Gerejawi

9.Bidang Pengajaran
9.1.Sosialisasi Program dan Kegiatan Tahun 2022-2027
9.2.Pembentukan Komisi Pengajaran di tingkat kalsis dan jemaat
9.3.Penerbitan dan Sosialisasi dokumen Pengajaran GKI ( SM,Katekesasi,Pra

Nikah dll )
10.Bidang Lansia

10.1.Sosialisasi Program dan Kegiatan Tahun 2022-2027
10.2.Pembentukan Komisi Lansia di tingkat Klasis dan Jemaat
11.Peningkatan Kapasitas dan Kapabilitas Karakter Spritual Kristiani
12.Departemen Persekutuan
12.1.Pelatihan dasar-dasar Puasa bagi Pelayan Firman ( pdt,Grj, dan Penginjil )
12.2.Pelatihan dasar-dasar Doa Dan Puasa bagi warga jemaat
13.Bidang PAR
13.1.Kursus dasar Pengajar
13.2.Kursus Lanjutan Pengajar
13.3.Camp Remaja dan Tanggung
13.4.Camp Pengajar
13.5.Festival Nyayian Sekolah Minggu Bahasa Lokal
13.6.Anak Lembaga Alkitab Indonesia ( LAI )
13.7.Anak dan Penginjilan anak ( EE )
13.8.Perayaan HUT Sekolah Minggu GKI
13.9.Literasi Bahasa Lokal ‘’ Anak Belar Berdoa mengunakan bahasa Lokal )
14.Bidang PAM

14.1.Porseni PAM GKI TP
14.2.Temu Raya PAM GKI 2023
14.3.MPO Tingkat Jemaat
14.4.LDKPG Tingkat Jemaat
14.5.LKPK Tingkat Klasis
14.6.TOT Tingkat Sinode
14.7.Retret Pemuda
14.8.Pelatihan Doa dan Puasa Pemuda
15.Bidang PW
15.1.Pelatihan membuat Renungan,Khotbah,PA,PPA,Diskusi,dan Sharing
15.2.Pembinaan Profesi bagi PW
15.3.Pelatihan Profesi bagi PW
15.4.Aksi Amblop HDS PW
16.Bidang PKB
16.1.Pelatihan membuat Renungan,Khotbah,PA,PPA,Diskusi dan Sharing
16.2.Pembinaan Profesi bagi PKB
16.3.Pelatihan Profesi bagi PKB
16.4.Aksi Amblop HDS PKB

b. Bidang Kesaksian
TAHUN 2022-2023
Tahun Pembaharuan

61

Yang menjadi Program Prioritas pada tahun 2022-2023,
dengan Tema Pembaharuan, adalah pada program sarana dan
Prasarana, dengan 4 kegiatan. Yaitu : Menyiapkan dan
membentuk Tim Multimedia (Website Klasis, Chanel Yotube,
Facebook dan Instagram) Klasis Malamoi. Dasar berpikirnya
adalah : Di era modern saat ini, media mengalami
perkembangan yang cukup pesat yang dapat memengaruhi
setiap lapisan masyarakat tanpa mengenal batas usia.. Media
Digital sudah menjadi atmosfir kedua kita. Hal tersebut
mengindikasikan bahwa media cukup berperan penting dalam
kehidupan masyarakat di era ini. Sebenarnya ini adalah hal
yang lumrah terjadi sebab dunia selalu mengalami
transformasi. Entah itu transformasi dalam bidang industri,
perekonomian, pendidikan bahkan media dan teknologi
informasi. Saat ini dunia dikatakan telah memasuki era baru
yang dikenal dengan era revolusi industri 4.0. Era ini dikenal
karena memiliki ciri khas dalam media digital dan internet.
Oleh karena itu, Gereja perlu terlibat dalam Pekabaran Injil,
dengan media digital. Pembentukan Tim KKR Klasis Malamoi,
sebagai Instrumen Penting yang akan mengiring proses
pekabaran Injil dalam jenis-jenis Ibadah tertentu, sehingga
pada akhirnya kita kedapatan memiliki Tim KKR yang solid
dan berkualitas. Pembentukan Tim Pencinta lingkungan hidup
Klasis Malamoi, merupakan bagian yang penting, sebagai
manifestasi perwujudan gereja yang peduli terhadap persoalan
lingkungan hidup. Dan kemudian Pembangunan rumah panti
asuhan berbasis asrama Klasis Malamoi, merupakan upaya
yang harus dilakukan gereja untuk dapat menyelematkan
generasi emas di Tanah papua

Tahun 2023-2024
“Pemberdayaan”

Pada tahun 2023-2024, dengan tema pemberdayaan,
maka program Prioritasnya adalah, pada program Peningkatan
Kapasitas dengan 7 kegiatan.

Pendidikan : Beberapa Point penting pada bidang ini
adalah, Pendidikan literasi pada anak-anak usia PAUD sampai
dengan Sekolah Dasar. Dasar pemikirannya adalah, bahwa

62

Pemberian materi literasi pada anak usia dini akan membuat
lahirnya anak-anak yang cerdas membaca dan menulis. Tapi
juga cerdas dalam akademik, intelegensi, dan emosional serta
spiritual. Seorang anak yang terbiasa menulis dan membaca
akan membuat dirinya lebih kreatif dan berpikir sangat logis
dan kritis serta dapat memecahkan setiap persoalan yang
dihadapinya

Pendidikan Hukum dan HAM ( Para Legal) untuk
masyarakat awam, dsar berpikirnya adalah, pentingnya peran
paralegal dalam kasus non-litigasi bentuk bantuan hukum
yang diberikan paralegal seperti konsultasi, negosiasi, mediasi,
bahkan pendampingan korban. “Jadi peran paralegal adalah
untuk membantu masyarakat yang bermasalah dengan hukum
Paralegal hanya boleh masuk dalam ranah non litigasi jika
permasalahan yang terjadi di desa-desa dapat diselesaikan oleh
paralegal maka akan membantu peran negara. Dengan
demikian maka layanan untuk mendapatkan akses keadilan
bukanlah semata-mata bersifat formalistik tetapi selesai dengan
berkualitas sehingga kita sangat membutuhkan paralegal yang
berkualitas,”
1. Pendidikan Informasi dan Teknologi ( IT), pendidikan

politik untuk Pemuda dan Remaja Gereja
2. Kesehatan : Penekanan pada bidang ini adalah

pencegahan bahaya HIV AIDS, NARKOBA dan
kesehatan Lingkungan
3. Ekonomi kerakyatan :tujuan dari bidang ini, agar
terciptanya UMKM dalam kehidupan Bermasyarakat
dan berjemaat. Dalam upaya mewujudkan Kemandirian
Teologi dalam Dana. Untuk itulah maka diperlukan
pelatihan ketrampilan (soft skill), melalui kerjasama
dengan Balai Latihan Kerja dan Industri, tetapi juga
pemerintah melalui dinas-dinas terkait
Dengan dasar berpikir bahwa pekabaran Injil, akan lebih lagi
menemukan nilainya, pada saat dia membuka dirinya dalam
proses pelatihan yang interdisipliner dan multidisipliner Ilmu.
yang berbasis bidang ilmu Pendidikan, kesehatan dan ekonomi
kerakyatan. Dengan harapan akan tercipta out put penginjilan
yang mandiri secara Teologi, Daya dan Dana

63

Tahun 2024-2025
“Kesehatian”

Tahun 2024-2025, dengan tema Kesehatian, maka
program Prioritasnya adalah, menjalin kemitraan dengan 7
kegiatan, yang meliputi kerjasama antar umat beragama,
kerjasama inter denominasi gereja, kerjasama media
komunikasi dan kerjasama dengan pemerintah daerah semua
upaya membangun kerjasama bertujuan untuk tetap
mempertahankan sikap moderasi beragama. Kemitraan ini juga
terjalin dengan Organisasi social kemasyarakatan dan Lembaga
kultur masyarakat Papua, sebagai Upaya menjaga keamanan
dan statibilitas kehidupan social.

Tahun 2025-2026
“Kepedulian”

1. Pada Program Peningkatan Kapasitas melalui 7 kegiatan
pelatihan penginjilan berbasis Teologi Lingkungan (
Ekoteologi). Kegiatan Pelatihan dilaksanakan dengan
melibatkan dinas lingkungan hidup, tetapi juga dengan
Lembaga Sosial pemerhati lingkungan Hidup. Dengan
tujuan agar peserta Pelatihan dapat memahami
keterkaitan antara Teologi dan Ekologi, seminar
wawasan kebangsaan, untuk memperteguh semangat
Bineka Tunggal Ika

Program ini jugalah yang menjadi prioritas pada tahun 2025-
2026, dengan dasar berpikir bahwa, lingkungan alam, adalah
juga bagian dari ciptaan Tuhan yang memiliki Nilai dan harus
dijaga kelestariannya, terlebih khusus dalam hubungannya
dengan pemanasan Global yang melanda bumi yang tentunya
akan berpangaruh bagi kehidupan manusia. Untuk itulah
konsep EkoTeologi, haruslah dikembangkan dalam pemikiran
dan tindakan.

Tahun 2026-2027
“Kesaksian”

64

Pada tahun 2026-2027, terdapat 2 program Prioritas yaitu :
1. Pada Program Sarana dan Prasarana, dengan 6 kegiatan

yaitu, dilaksanakan kegiatan sensus jiwa Jemaat di Pos
PI, Peningkatan status Pos PI menjadi Bakal Jemaat,
peresmian bakal jemaat di Pos PI dan penetapan Bakal
Jemaat menjadi Jemaat, Penginjilan lewat media (chanel
Youtube Klasis Malamoi, TV Lokal, dan Radio)
danTersedianya Panti Asuhan klasis Malamoi
2. Pada Program Kemitraan, dengan 4 kegiatan,
Kunjungan mitra ke medan pekabaran Injil
Kunjungan lintas Iman antara umat beragama,Kunjungan
lintas denominasi gereja, Aksi cinta lingkungan hidup (
penghijauan, penanaman mangrove)
c. Pelayanan
Dalam menjalankan visi dan misi GKI Di TP tentu ada upaya mendorong
sehingga program dan kegiatan gereja harus relevan. Menuju tahun 2036
ada beberapa tahapan yang perlu untuk dikerjakan dan Periodisasi tahun
2022 – 2027 adalah Tahapan Mendorong Inovasi. Karena itu Gereja hari
ini, tidak hanya memenuhi kebutuhan rohani warga gereja namun juga
menunjukan keberpihakkan pada dunia sosial dan alam semesta.
Bidang Pelayanan memberi perhatian terhadap dua (2) sasaran strategis, yaitu :
1. Terwujudnya pemeliharaan ekologi dan pemanfataan sumberdaya alam
secara bertanggungjawab.
2. Terwujudnya keberpihakkan nyata terhadap kaum yang tertinggal,
disabilitas dan para korban bencana.

ISU-ISU PENTING DALAM PENYUSUNAN PROGRAM
Beberapa isu-isu strategis yang mendasari penyusunan program pada
Bidang Pelayanan adalah sebagai berikut :
1. Kurangnya kesadaran tentang perubahan besar yang terjadi di sekitar
warga gereja sehingga warga gereja tidak dapat menutup diri dan acuh;
2. Ketidakmampuan menyesuaikan diri dari warga gereja dalam menyikapi
perkembangan;
3. Kurangnya tenaga ahli sesuai disiplin ilmu yang mampu menjawab
kebutuhan;
4. Tidak ada kelompok-kelompok peduli yang bergerak pada bidang Ekologi
& penanganan konflik warga gereja;
5. Kurangnya perhatian gereja terhadap lingkungan dan kaum tertinggal;
6. Perubahan Iklim dan bencana alam;

65

7. Kapasitas dan Kapabilitas yang perlu ditingkatkan bagi Pelayan Firman
dan tenaga konseling.

URAIAN POKOK – POKOK PROGRAM PRIORITAS 2022 – 2027

Berdasarkan dua (2) sasaran strategis serta beberapa isu-isu penting

yang mewarnai pekerjaan pada Bidang Pelayanan maka dapat dilihat

pada penjelasan di bawah ini uraian pokok program lima Tahun.
Program Dan Kegiatan Tahun Pertama 2022 – 2023 : Tahun

Pembaruan

Yang dimaksud dengan Tahun Pembaruan adalah penekanan kepada

implementasi hasil-hasil keputusan sidang sinode yang menekankan

semangat pembaruan untuk menghadirkan berbagai inovasi dalam

persekutuan, pelayanan, kesaksian dan penatalayanan GKI Di TP.

Berdasarkan beberapa isu yang ada, sehingga di tahun pertama ini

penting untuk tidak sekadar merekrut warga gereja. Namun untuk

menjawab berbagai kebutuhan gereja pada ranah sosial maka perekrutan

mereka yang akan melayani pada aras Klasis harus memiliki spesifikasi

ilmu yang dibutuhkan sesuai kebutuhan pada Bidang Pelayanan.

Selanjutnya dilakukan berbagai konsolidasi dan sosialisasi yang berperan

penting untuk memberi kesadaran dan menyatukan persepsi tentang apa

yang sementara terjadi yang juga harus menjadi perhatian gereja, hal ini

dilakukan pada semua aras sampai pada jemaat-jemaat se-Klasis

Malamoi. Sehingga di tahun pertama ini ada enam (6) program dan

sebelas (11) kegiatan untuk menghadirkan semangat pembaharuan serta

meningkatkan kapasitas dan kapabilitas.

A. Pemeliharan Ekologi dan Pemanfaatan Sumber daya Alam secara bertanggung

jawab

1. Program : Rekrutmen/seleksi dan Restrukturisasi (menarik

dan menetapkan orang)

Kegiatan : 1. Rekruitmen

2. Seleksi Seleksi tenaga sesuai disiplin ilmu

yang dibutuhkan Bidang Pelayanan

2. Program : Konsolidasi (memperteguh dan

mempearkuat hubungan)

Kegiatan : Pertemuan konsolidasi Tugas dan Tanggung

Jawab Pelayanan di semua lingkup, Jemaat,

Klasis dan Sinode

3. Program : Penjematan (Sosialiasi Hasil Keputusan

Sidang Sinode)

66

1. Temu Raya Majelis Jemaat

2. Rapat Kerja / Rapat Koordinasi

4 Program : Penguatan Kapasitas tenaga Pelayan dan

Warga Jemaat tentang pentingnya

Pelestarian SDA (Teologi Lingkungan)

Kegiatan : Seminar & Pembentukan Kelompok Peduli

Lingkungan

B. Menghadirkan keberpihakkan nyata terhadap kaum tertinggal,

disabilitas dan para korban bencana

1. Program : Membangun pemahaman dan kesadaran umat

terhadap kaum disabilitas secara berjenjang

Kegiatan : 1. Seminar pada setiap level

2. Pendataan Kaum Disabilitas & Pembentukan

Komunitasnya

2. Program : Bidang Mediasi melakukan pendidikan dan

pelatihan bagi calon mediator yang

professional yang terpercaya dalam rangka

penanganan konflik

Kegiatan : 1. Sosialisasi Penyelesaian Masalah dalam

bentuk Mediasi

2. Rekrutmen & Seleksi

3. Pembentukan TIM Mediasi Konflik tk.Klasis

Program Dan Kegiatan Tahun Kedua 2023 – 2024 : Tahun Pemberdayaan
(Kemandirian Individu)
Yang dimaksud dengan Tahun Pemberdayaan adalah penekanan kepada peningkatan
kapasitas dan kapabilitas pelayan dan anggota jemaat untuk memenuhi kualifikasi
yang memadai sesuai tuntunan zaman. Secara berkesinambungan akan diberi
penekanan dan penegasan kepada peningkatan kapasitas dan kapabilitas sehingga
beberapa isu yang telah dicakapkan pada tahun pertama dapat terakomodir. Para
pelayan yang bekerja pada aras Klasis Malamoi akan membentuk kelompok binaan
dan berupaya agar warga gereja dan jemaat yang juga adalah masyarakat dapat
memiliki pengetahun dan dilatih untuk melihat dan menemukan potensi yang dapat
dijadikan peluang serta menyatakan keberpihakkan gereja dan juga memberikan ruang
dan media bagi beberapa kaum yang selama ini mungkin jarang mendapatkan
perhatian dari gereja. Demikian juga bahwa secara internal di dalam pelayanan, Para
Pelayan Firman (Pdt, Grj, Gri dan Majelis Jemaat) juga mendapatkan perhatian untuk
terus mengembangkan potensi diri menjadi pelayan dan tenaga konseling yang handal

67

untuk menguatkan warga gereja. Pada tahun kedua ini ada 18 Program dan 31

kegiatan yang dilaksanakan.

A. Pemeliharan Ekologi dan Pemanfaatan Sumber daya Alam secara bertanggung

jawab

1. Program : Rekrutmen/seleksi dan Restrukturisasi (menarik

dan menetapkan orang)

Kegiatan : Pelatihan sesuai bidang yang terpogramkan

pada bidang pelayanan

2. Program : Pemanfaatan limba rumah tangga menjadi

barang ekonomi

Kegiatan : Pelatihan Pemanfaatan sampah plastik

(barang bekas)

3. Program : Upaya pemanfaatan SDA untuk pupuk

Organik dan Pakan Ternak Ikan

Kegiatan : Pelatihan dan Pembuatan Pupuk Organik &

Pakan Ternak sekaligus peningkatan

Ekonomi Pertanian

4. Program : Perlindungan dan Pelestarian wilayah

konserfasi dan situs-situs sejarah

Kegiatan : 1. Kampanye dan Upaya pemeliharaan situs

sejarah

2. Penetapan Jemaat-Jemaat yang memiliki

situs sejarah

5. Program : Reboisasi serta pembersihan laut dan pantai

Kegiatan : 1. Penanaman kembali hutan dan membangun

kesadaran warga

2. Pembersihan Sampah

6. Program : Jemaat yang ber-Eko Wisata

Kegiatan : Pelatihan Pengembangan Eko Wisata Alam

7. Program : Program Kampung Iklim (Proglim)

Kegiatan : 1. Sosialiasi Global Warning/Pemanasan

Global

2. Sosialisasi Climate change / Perubahan Iklim

3. Sosialisasi aksi dan adaptasi

8. Program : Bidang Mediasi memberikan layanan jasa

yang professional bagi penyelesaian

sengketa melalui konsultasi, konsiliasi,

fasilitasi, negosiasi dan mediasi.

Kegiatan : 1. Pendidikan dan Pelatihan Sertifikasi Mediator

68

2. Pelatihan Negosiasi
3. Pelatihan Conflict Competities
4. Pembuatan Sistem Penanganan Sengketa
5. Menyelenggarakan proyek percontohan

mediasi konflik

B. Menghadirkan keberpihakkan nyata terhadap kaum tertinggal, disabilitas dan

para korban bencana

1. Program : Penyediaan fasilitas dan sarana penunjang

untuk Kaum Disabilitas

Kegiatan : Pelatihan dan Penyediaan fasilitas bagi

Kaum Disabilitas

2. Program : Investigasi, pemetaan wilayah rawan

bencana sekaligus membangun pemahaman

umat dalam menghadapi bencana (tanggap

darurat)

Kegiatan : Pelatihan cara investigasi dan pembentukan

kelompok relawan sedia bencana dan

pemetaan wilayah rawan bencana

3. Program : Memastikan status jemaat yang tertinggal

dalam mengakses segala hal

Kegiatan : Pendataan Jemaat tertinggal dalam hal

mengakses informasi

4. Program : Memberi dukungan pembangunan

berkelanjutan (Sustainability Development) di

Papua Barat melalui pendidikan Perdamaian

sesuai kebutuhan melalui kerjasama

Kegiatan : 1. Bermitra dengan Lembaga terkait

2. Pelatihan & Sertifikasi mediasi (50-jam)

5. Program : Pengadaan dan Pembenahan Sarana dan

Prasarana Kesehatan

Kegiatan : 1. Rapat bersama BPK dan Instansi terkait

guna melihat kebutuhan dan peluang untuk

Pelayanan Kesehatan Milik Klasis

2. Pengadaan Klinik Kesehatan Kamikfoos

6. Program : Pengadaan Asrama bagi anak yang tidak

memiliki tempat tinggal

Kegiatan : 1. Pengadaan Asrama bagi anak-anak Klasis

GKI Malamoi yang ingin melanjutkan sekolah

69

2. Pembentukan Tim Pengelola

7. Program : Pengadaan dan Pembinaan Lansia,

sekaligus Gerakan Hidup Sehat dan

Penanganan Penyakit Menular

Kegiatan : 1. Pengadaan Pos Lansia bagi jemaat yang

belum memiliki & Peningkatan Pelayan bagi

Pos Lansia bagi jemaat yang sudah ada

2. Sosialisasi Gerakan Hidup sehat dan

Penanganan Penyakit Menular

8. Program : Menyiapkan SDM Gereja sesuai kebutuhan

Kegiatan : Memberikan beasiswa bagi anak-anak

Pelayan Firman (Pdt, Grj, Gri) yang merujuk

pada kebutuhan Klasis

9. Program : Pembenahan Sekolah YPK (system, tenaga,

sarana-prasana)

Kegiatan : 1. Evaluasi & Monitoring

2. Pengumpulan data tentang masalah yang

dihadapi sekolah-sekolah YPK

C. Membina dan mengasah Pelayan Firman yang handal

1. Program : Pembinaan dan Pelatihan bagi tenaga Konseling

Pastoral (Pdt, Grj, Gri & Majelis Jemaat)

Kegiatan : Pembinaan dan Pelatihan bagi tenaga

Konseling (Pdt, Grj, Gri & Majelis Jemaat)

Program Dan Kegiatan Tahun Ketiga 2024 – 2025 : Tahun Kesehatian
(Sehati)
Yang dimaksud dengan Tahun Kesehatian adalah penekanan kepada sinergitas
pikiran, hati dan tindakan di dalam melaksanakan semua keputusan Gereja dan
melahirkan budaya baru berbasis nilai-nilai Kesehatian, Ketekunan, Kesetiaan dan
Ketaatan Iman. Ketika tenaga yang memiliki kapasitas telah tersedia, jemaat-jemaat
pun dibangun untuk maju bersama dan melaksanakan perintah Tuhan dengan benar
dalam konsep “Tanda-Tanda Kerajaan Allah dapat diwujudnyatakan”. Oleh sebab itu
pada tahun ketiga ini dilaksanakan pendampingan kepada jemaat (sinergitas pikiran)
untuk melihat peluang-peluang yang dapat meningkatkan ekonomi (perubahan
perilaku yang diharapkan yaitu dari konsumen menjadi produsen), penetapan wilayah
jemaat yang dikonserfasi alamnya. Hal yang tidak kalah pentingnya dilakukan pada
bidang pelayanan adalah bahwa gereja harus memberi perhatian nyata dalam bentuk

70

pendampingan kepada warga gereja yang memiliki persoalan hukum. Oleh sebab itu
gereja membangun mitra bersama beberapa OPD terkait atau bahkan Lembaga yang
memiliki perhatian yang sama. Serta tetap memberi penguatan kapasitas kepada para
Pelayan Firman. Tahun ketiga ini ada 11 program dan 11 kegiatan yang ditetapkan
untuk dilaksanakan.
A. Pemeliharan Ekologi dan Pemanfaatan Sumber daya Alam secara bertanggung

jawab

1. Program : Pemanfaatan limba

Kegiatan : Membangun mitra dan pelatihan dengan

Dinas terkait

2. Program : Upaya pemanfaatan SDA untuk pupuk

Organik dan Pakan Ternak Ikan

Kegiatan : Pembentukan kelompok UKM warga gereja

disertai membangun mitra dengan instansi

terkait (untuk pendampingan pembuatan

Pupuk Organik dan Pakan Ikan)

3. Program : Perlindungan dan Pelestarian wilayah

konserfasi dan situs-situs sejarah

Kegiatan : Pendirian monument situs sejarah pada

jemaat yang telah ditetapkan memiliki situs

sejarah

4. Program : Hidup bersahabat dengan lingkungan dan

alam (merah)

Kegiatan : Penetapan Jemaat yang memiliki wilayah

konserfasi (Eko-Wisata) & Proglim serta

bekerjasama dengan instansi terkait

5. Program : Bidang Mediasi memberikan layanan jasa

yang professional bagi penyelesaian

sengketa melalui konsultasi, konsiliasi,

fasilitasi, negosiasi dan mediasi

Kegiatan : 1. Membantu proses mediasi bagi warga gereja

2. Penyelesaian konflik lahan dan sumber daya

alam

B. Menghadirkan keberpihakkan nyata terhadap kaum tertinggal,

disabilitas dan para korban bencana

1. Program : Monitoring dan Evaluasi

Kegiatan : Penguatan Kapasitas bagi pelayanan Kaum

Disabilitas

71

2. Program : Monitoring dan Evaluasi
Penguatan Kapasitas bagi relawan bencana
Kegiatan : Memastikan status jemaat yang tertinggal
dalam mengakses segala hal
3. Program : Sosialiasi tentang pentingnya penggunaan
media sosial dan dampaknya
Kegiatan : Turun Lapangan (TurLap)
Monitoring dan Evaluasi Pos Lansia
4. Program : Menyiapkan SDM Gereja sesuai kebutuhan
dan berdasarkan Renstra Pendidikan
Kegiatan : Memberikan beasiswa bagi anak-anak
Pelayan Firman (Pdt, Grj, Gri)
5. Program :

Kegiatan :

C. Membina dan mengasah Pelayan Firman yang handal

1. Program : Pembinaan dan Pelatihan bagi tenaga Konseling

Pastoral

Kegiatan : Studi Banding Tenaga Pastoral Konseling

Program Dan Kegiatan Tahun Keempat 2025 – 2026 : Tahun Kepedulian

(Melibatkan Diri Dalam Kondisi Di Sekitar Kita)

Yang dimaksud dengan Tahun Kepedulian adalah penekanan kepada

gerakan belas kasih kepada pihak-pihak yang terpinggirkan dan

terabaikan, serta kepada alam ciptaan. Beberapa hal ini sebenarnya

sudah mulai terlaksana di tahun sebelumnya, ketika Klasis Malamoi telah

memiliki tenaga sesuai disiplin ilmu. Sehingga pada tahun ini yang terjadi

adalah memberi perhatian jika ditemukan ada kendala serta dilakukan

pengembangan dan penetapan (pendampingan akan tetap secara

continue dilaksanakan). Setelah itu untuk hasil yang ada, melalui Klasis

dengan mitra gereja dilakukan upaya untuk memperkenalkan setiap hal

dan barang. Semua hal yang dihasilkan dapat digunakan secara umum

bagi warga gereja dan masyarakat. Tahun keempat ini ada 5 program dan

5 kegiatan yang akan dlaksanakan.

A. Pemeliharan Ekologi dan Pemanfaatan Sumber daya Alam secara bertanggung

jawab

1. Program : Turun Lapangan (TurLap)

Kegiatan : Monitoring & Evaluasi Wilayah Konserfasi

2. Program : Menjadikan hasil produksi warga jemaat

72

Kegiatan : sebagai produksi tetap yang memiliki brand
Mendapatkan Hak Paten untuk dimiliki oleh
3. Program : UKM yang terbentuk di Perindustrian Kabsor
Produk warga GKI Klasis Malamoi
Kegiatan : Memperkenalkan dan menjual secara resmi
brand hasil produksi ke pasaran

B. Menghadirkan keberpihakkan nyata terhadap kaum tertinggal, disabilitas dan

para korban bencana

1. Program : Turun Lapangan (TurLap)

Kegiatan : Monitoring & Evaluasi Lanjutan untuk Kaum

Disabilitas dan Kaum Tertinggal

C. Membina dan mengasah Pelayan Firman yang handal

1. Program : Monitoring & Evaluasi

Kegiatan : Evaluasi Pencapaian Kinerja Tenaga

Pastoral Konseling

Program Dan Kegiatan Tahun Kelima 2026 – 2027 : TAHUN KESAKSIAN

Yang dimaksud dengan Tahun Kesaksian adalah penekanan kepada

memancarkan kabar baik dengan hasil karya nyata dan dengan

keteladanan kepada semua pihak. Pada tahun terakhir dalam periode

kerja 2022-2027 adalah Klasis bersama dengan seluruh jemaat se-Klasis

Malamoi mulai melihat hasil dari berbagai upaya yang dilaksanakan oleh

gereja guna kelangsungan seluruh ciptaan Allah. Hal lain juga adalah

bahwa menemukan nilai penting bagaimana gereja juga turut menyatakan

keberpihakkannya bukan saja kepada umat manusia namun juga alam

semesta sebagai tempat penghidupan dan gereja yang terus ada

melayani orang-orang yang termarginalisasi akibat keadaan hidup yang

dihadapi. Semua data dan informasi dikumpulkan guna laporan dalam

mengakhiri periodisasi kerja lima tahun. Sehingga di tahun kelima ini, ada

beberapa 3 program dan 3 kegiatan yang nantinya akan dilaksanakan.

A. Pemeliharan Ekologi dan Pemanfaatan Sumber daya Alam secara

bertanggung jawab

1. Program : Pengumpulan data dan informasi

Kegiatan : Evaluasi dan Penyatuan data untuk

pembuatan laporan

73

B. Menghadirkan keberpihakkan nyata terhadap kaum tertinggal,

disabilitas dan para korban bencana

1. Program : Pengumpulan data dan informasi

Kegiatan : Evaluasi dan Penyatuan data untuk

pembuatan laporan

C. Membina dan mengasah Pelayan Firman yang handal

1. Program : Pengumpulan data dan informasi

Kegiatan : Evaluasi dan Penyatuan data untuk

pembuatan laporan

d. Penatalayanan

Program Bidang penatalayanan meliputi ; Bidang Tata Usaha, Kepegawaian, Rumah
Tangga, Keuangan, Ekubang, Litbang, Hukum dan KPKC, Informasi, Aset dan Pensiun.

Mencermati perkembangan teknologi berbasis digital yang kian pesat yang dapat
mempermudah penatalayanan dalam bidang-bidang tersebut diatas, serta profesionalisme
dan manajemen yang mendung maka perlu adanya program dan kegiatan untuk
menjawab tantang dan masalah yang dihadapi di bidang penatalayanan.

Adapun masalah yang merupakan isu-isu strategi di bidang penatalayanan adalah sebagai
berikut:
1. Belum tersedianya sarana teknolgi berbasis digital yang memadai
2. Terbatasnya tenaga dalam pengelolaan teknologi berbasis digital
3. Masalah pengadministrasian surat menyurat, kepegawaia dan informasi yang
belum tertata dengan baik
4. Terbatasnya pemahaman Pelayan, Majelis, BP Unsur dan Warga Jemaat tentang
Tata Gereja, Peraturan dan Pedoma Pelayanan GKI di Tanah Papua
5. Penanganan dan pemamfaatan aset gereja belum maksimal
6. Pendapatan Konfensionanl dan Inkonfensional Jemaat yang belum seimbang
dengan peluang yang ada di dalam jemaat
7. Pemamfatan sumber daya alam yang memdatangkan nilai ekonomi bagi warga
jemaat yang belum terkelola dengan baik
8. Masalah tapal batas wilayah pelayanan dan wilayah adat yang belum tertata
dengan baik
9. Pendapingan dalam masalah hukum dan ekonomi kepada warga jemaat belum
maksimal

Dari isu-isu strategis maka sebagai sasaran strategis program dan kegiatan pelayanan
tahun 2022-2027 bidang penatalayanan adalah sebagai berikut :

1. Terwujutnya penguatan kapasitas dan kapabilitas warga jemaat di Klasis Malamoi
dalam memamfaatkan teknologi informasi berbasis digital

74

2. Terwujudnya profesionalisme manajemen dan kepelayan pemimpinan pada
semua lingkup jemaat di Klasis Malamoi

Adapun Pokok Program dan Kegiatan yang di jabarkan dalam Tahun Pelayanan 2022-2027
sebagai berikut

1. Tahun Pertama 2022-2023 ( TAHUN PEMBAHARUAN)

Yang dimaksud dengan Tahun Pembaharuan adalah penekanan kepada inplementasi hasil
– hasil keputusan Sidang Klasis Malamoi yang pertama berdasarkan P4G Sinode GKI di
Tanah Papua yang menekankan semangat pembaharuan untuk menghadirkan berbagai
inovasi dalam persekutuan, pelayanan, kesaksian dan penatalayanan di Klasis Malamoi.

1.1. Sasaran Strategis : Terwujudnya penguatan kapasitas dan kapabilitas warga
jemaat di Klasis Malamoi dalam memamfaatkan teknologi informasi berbasis digital,
dengan pokok program dan kegiatan sebagai berikud :

1. Penjemaatan Pembaharuan Amandemen dan Tata Gereja, Peraturan dan Pedoman
Pelayanan GKI di Tanah Papua
2. Pembaharuan data statistik jemaat
3. Pengadaan Buku Induk Jemaat
4. Peningkatan kapasitas Sekertaris dan Tata Usaha
5. Penjemaatan Petunjuk Pelayanan Umum
6. Pendatan dan pemeliharaan terhadap seluruh barang milik Gereja secara
elektronik
7. Membangun Jaringan Surat-menyurat elektronik
8. Membangun sistim pencatatan keuangan secara digital
9. Membangun sistim pencatatan dan penilaian aset tetap (Tanah, bangunan, Mesin
dll)
10. Membangun SistimPengaduan pelanggaran hukum & HAM
11. Membangun Sistim Informasi dan kominikasi berbasis digitalisasi
12. Pemberdayaan sumber Ekonomi Jemaat

1.2. Sasaran strategis : Terwujudnya profesionalisme manajemen dan kepemimpinan
pada semua lingkup jemaat di Klasis Malamoi, dengan pokok program sebagai berikud :

1. Analisis tentang status dan fungsi jemaat-jemaat di klasis Malamoi
2. Pengadaan Buku standar mutu kepegawaian Pengelolaan Kepegawaian
3. Pengadaan Buku standar mutu adminiatrasi Pengelolaan TU
4. Pengadaan Buku standar mutu penelolaan administrasi keuangan GKI di TP
5. Pengadaan Buku standar mutu administrasi penelolaan aset GKI di TP
6. Pengadaan Buku standar mutu pelayanan Hukum dan HAM
7. Pengadaan Buku standar mutu pelayanan informasi dan komunikasi
8. Pelayan Kesehatan pegawai di Klasis Malamoi

75

2. Tahun Kedua 2023-2024 ( TAHUN PEMBERDAYAAN )

Yang dimaksud dengan Tahun Pemberdayaan adalah penekanan kepada peningkatan
kapasitas dan kapabilitas pelayan dan anggota jemaat di Klasis Malamoi untuk memenuhi
kualifikasi yang memadai sesuai tuntutan zaman

2.1. Sasaran Strategis : Terwujudnya penguatan kapasitas dan kapabilitas warga
jemaat di Klasis Malamoi dalam memamfaatkan teknologi informasi berbasis digital,
dengan pokok program dan kegiatan sebagai berikud :

1. Tata Laksana Administrasi Gereja
2. Pengelolalan aset Gereja di Klasis Malamoi
3. Membangun jaringan surat menyurat elektronik di Klasis Malamoi
4. Membangun sistim data base kepegawaian
5. Membangun sistim pencatatan keuangan secara digitalisasi
6. Membangun sistim pencatatan dan penilaian aset tetap (Tanah, Bangunan, Mesisn,
Dll)
7. Membangun sistim pengaduan pelanggaran hukum dan HAM
8. Pembentukan badan usaha milik gereja di tingkat klasis dan jemaat
9. Peningkatan kapasitas manajemen usaha
10. Peningkatan kapasitas pngelolaan penelitian

2.2. Sasaran strategis : Terwujudnya profesionalisme manajemen dan kepemimpinan
pada semua lingkup jemaat di Klasis Malamoi, dengan pokok program sebagai berikud :

1. Peningkatan kapasitas pengelolaan administrasi di Tingkat Klasis dan Jemaa
2. Melakukan analisis kebutuhan pegawai organikdan non organic di Klasis Mlamoi
3. Peningkatan kapasitas pengelolaan administrasi bidang rumah tangga
4. Peningkatan penerimaan konvensional (Perpuluhan)
5. Konsolidasi kelembagaan hukum dan HAM di tingkat KLasis dan Jemaat
6. Pelatihan dan peningkatan kapasitas UMKM Naik Kelas

3. Tahun Ketiga 2024-2025 ( TAHUN KESEHATIAN )

Yang dimaksud dengan Tahun Kesehatian adalah penekanan kepada sinegritas pikiran,
hati dan tindakan didalam melakukan semua keputusan Gereja dan melahirkan budaya
baru berbasis nilai-nilai Kesehatian, Ketekunan, Kesetiaan dan Ketaatan Iman

3.1. Sasaran Strategis : Terwujudnya penguatan kapasitas dan kapabilitas warga

76

jemaat di Klasis Malamoi dalam memamfaatkan teknologi informasi berbasis digital,
dengan pokok program dan kegiatan sebagai berikud :

1. Membangun sinegritas antara bagian Rumahtangga dengan dinas PUPR dan sosial
tingkat Pusat, Provisi PB dan Kabupaten Sorong
2. Membangun sinegritas pengelolaan administrasi Ketata Usahaan dengan
pemerintah
3. Membangun sinegritas antara gereja pemerintah dan adat tentang isu-isu
pembangunan di TP / Kabupaten Sorong
4. Meningkatkan kerja sama bagian Keuangan dengan lembaga Donor Dalam Negri
dan Luar Negeri

5. Membangun Kerja sama antara Bidang Aset dengan Lembaga Pengelola Aset
Daerah di PB / Kabupaten Sorong
6. Membangun Sinergritas anatara Bidang Hukum dan HAM dengan pemerinta dan
LSM
7. Memmbangun Sinergritas antara Bidang Informasi dengan Media Lokal dan
Nasional
8. Membangun Sinergritas antara Bidang Ekubang dengan Mitra dalam dan Luar
Negeri

9. Membangun kawasan pengembangan Ekonomi disetiap wilayah adat
10. Membangun sinergritas antara Bidang Litbag Klasis Malamoi dengan Lembaga
peneliti Nasional dan Internasional

3.2. Sasaran strategis : Terwujudnya profesionalisme manajemen dan kepemimpinan
pada semua lingkup jemaat di Klasis Malamoi, dengan pokok program sebagai berikud :

1. Membangun sinergritas antara bagian Rumah Tangga dengan pemangku
kepentingan lainnya tentang proses pengelolaan bagian rumah tangga
2. Sinegritas Gereja- gereja dalam pembentukan Kristiani Center
3. Membangun sinergritas pengelolaan administrasi ketatausahaan antara Bidang
TU dengan instansi pemerintah

4. Tahun Kempat 2025-2026 (TAHUN KEPEDULIAN)

Yang dimaksud dengan Tahun Kepedulian adalah penekanan kepada gerakan belas
kasih kepada pihak –pihak terpinggirkan dan terabaikan serta kepada alam ciptaan

4.1. Sasaran Strategis : Terwujudnya penguatan kapasitas dan kapabilitas warga
jemaat di Klasis Malamoi dalam memamfaatkan teknologi informasi berbasis digital,
dengan pokok program dan kegiatan sebagai berikud :

1. Peningkatan usaha warga jemaat di bidang perikanan
2. Peningkatan usaha warga jemaat di bidang pertanian

77

3. Pengembangan potensi wisata di jemaat-jemaat
4. Pembangunan rumah sehat bagi warga jemaat yang kurang mampu
5. Pembangunan tempat ibadah di jemaat-jemaat yang berada di daerah 3 T
6. Studi potensi ekonomi geraja pada wilayah adat di Klasis Malamoi
7. Studi tentang kekerasan terhadap ibu dan anak
8. Studi tentang faktor penghambat dan faktor pendorong kehadiran kaum bapak
dalam ibadah-ibadah
9. Studi tenteng tingkat kemiskinan di daerah 3T

4.2. Sasaran strategis : Terwujudnya profesionalisme manajemen dan kepemimpinan
pada semua lingkup jemaat di Klasis Malamoi, dengan pokok program sebagai berikud :

1. Peningkatan kapabilitas (kemampuan lebih) warga jemaat yang berakitan de-ngan
pengelolaan lingkungan yang asri
2. Peningkatan kemampuan warga jemaat yang putus sekolah di bidang
housekeeping
3. Peningkatan kapabilitas warga jemaat di pengelolaan administrasi perkantoran
4. Membangun kerja sama Klasis Malamoi dengan pemerintah untuk menyediakan
rumah layak huni bagi para pensiunan GKI di TP
5. Pemetaan Tanah Adat pada Wilayah adat di Klasis Malamoi
6. Terciptanya kedamaian di Tanah Papua
7. Peningkatan pemahaman warga jemaat tentang persepuluhan
8. Pengadaan di Klasis Malamoi panduan-panduan seleksi dan rekruitmen CAPEK
dari Sinode
9. Peningkatan kapabilitas warga jemaat di Klasis Malamoi di bidang teknologi
informasi

5. Tahun Kelima 2026-2027 (TAHUN KESAKSIAN )

Yang dimaksud dengan Tahun Kesaksian adalah penekanan kepada memancarkan kabar
baik dengan hasil karyanyta dan dengan keteladanan kepada semua pihak.

5.1. Sasaran Strategis : Terwujudnya penguatan kapasitas dan kapabilitas warga
jemaat di Klasis Malamoi dalam memamfaatkan teknologi informasi berbasis digital,
dengan pokok program dan kegiatan sebagai berikud :

1. Optimalisasi pemanfaatan dana Otsus untuk penguatan pengelolaan informasi
dan komunikasi public serta diplomasi sesuai dengan kewenangan
2. Menyediakan rumah layak huni yang berkelanjutan bagi warga GKI di wilayah
pelayanan Klasis Malamoi yang kurang mampu
3. Menumbuhkan Usaha Mikro kecil dan menengah (UMKM) serta mengembangkan
koperasi

5.2. Sasaran strategis : Terwujudnya profesionalisme manajemen dan kepemimpinan
pada semua lingkup jemaat di Klasis Malamoi, dengan pokok program sebagai berikud :

78

1. Mendorong pengakuan dan perlindungan terhadap masyarakat hokum adat dan
tanah adat
2. Kebijakan meningkatkan efektifitas pengelolaan informasi dan komunikasi public
serta diplomasi.
3. Menumbuhkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta
mengembangkan koperasi

79

BAB VII

POKOK-POKOK PROGRAM PELAYANAN GEREJA (P4G)
KLASIS MALAMOI TAHUN 2022-2027

Pokok-Pokok Program Starategis lima tahunan mengacu pada
Renstra 25 tahun GKI Di TP, berdasarkan visi dan misi telogi maupun
visi dan misi tahun 2022-2027, maka secara umum terdapat 8 Sasaran
strategis dan 11 Dasar Pokok Program untuk mewujudkan visi dan
misi GKI Di Tanah Papuatahun 2022-2027 sebagai berikut :

1. Program Peningkatan & Pemberdayaan Spiritualitas Umat
2. Program Peningkatan Kelembagaan
3. Program Peningkatan Sumber Daya Manusia
4. Program Peningkatan dan Pemberdayaan Ekonomi Gereja/Jemaat
5. Program Peningkatan Sarana Prasarana
6. Program Peningkatan Pemeliharaan Lingkungan
7. Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan
8. Program Peningkatan Penatalayanan Keuangan Gereja
9. Program Peningkatan dan Penatalanyanan Personalia/Kepegawaian
10. Program Peningkatan Pelayanan Advokasi
11. Program Peningkatan Kajian Ilmiah di berbagai bidang kehidupan
Dari Pokok-Pokok Program Panggilan Pelayanan GKI Di Tanah Papua diatas, Klasis
Malamoi menjabarkannya sebagai berikut :
a. Bidang Persekutuan
Program-program dan kegiatan yang dilaksanakan dalam Bidang Pesekutuan
dengan mengacu pada tema-tema tahunan di atas.
Tahun Pembaharuan 2022-2023
Tahun pembaharuan adalah masa dimana setiap Klasis dan Jemaat menata
Kembali setiap program dan kegiatan pelayanan dengan berfokus pada
implementasi dari hasil Sidang Sinode GKI Di TP yang menekankan semangat
pembaharuan untuk menghadirkan berbagai inovasi dalam persekutuan,
pelayanan, kesaksian dan penatalayanan GKI Di TP. Sehingga dengannya, pada
tahun pelayanan pertama ini kita akan mendapati program dan kegiatan yang
dilaksanakan berkaitan dengan konsolidasi, sosialisasi, bahkan pembentukan
komisi baru serta penguatan kapasitas di masing-masing komisi yang ada.
Berikut ini akan dijabarkan setiap program dan kegiatan yang akan dilaksanakan
disepanjang tahun 2022-2023 dengan tujuan pencapaian pelayan dan warga
jemaat mengalami pembaharuan pola pikir, kerja dan pelayanan. Di tahun
pertama ini, pada bidang persekutuan, memiliki 2 pokok program. Pokok
program pertama yaitu konsolidasi dengan 9 sub pokok program dan 34 Kegiatan
dan Pokok Program kedua adalah penguatan kapasitas dan kapabilitas karakter

80

spiritualitas Kristen dengan 73 kegiatan.
3. Program konsolidasi

Konsolidasi adalah upaya untuk membangun pemahaman bersama antara Gereja
dan Jemaat dalam melaksanakan tugas bersama,. dan karena tahun 2022-2023
adalah awal pelaksanaan kerja dan pelayanan dalam Klasis Mandiri Malamoi
dengan 2 sasaran strategis yaitu Pertama: Terpenuhinya kebutuhan spiritualitas
warga yang terimbas gelombang industry 4.0 (wilayah perkotaan dan kedua,
terpenuhinya kebutuhan spiritualitas warya di 3T (terluar tertinggal dan terdepan,
maka program konsolidasi yang dilaksanakan meliputi;
3.1. Penjemaatan dan Sosialisasi

Penjemaatan dan sosialisasi merupakan hal penting yang wajib
dilaksanakan. Sebab penjemaatan dan sosialisasi merupakan bagian penting
dari penyamaan persepsi program dan kegiatan berdasarkan hasil Sidang
Sinode, dan Sidang Klasis yang akan pula dilaksanakan di tingkat-tingkat
jemaat. Dengannya maka, BPK lewat Komisi dan Bidang yang ada
berkewajiban melaksanakan bagian ini sebelum pelaksanaan Sidang-sidang
Jemaat. Penjemaatan dan sosialisasi yang dilakukan meliputi: Penjemaatan
Renstra dan serta sosialisasi program dan kegiatan masing-masing komisi
dan bidang.
3.2. Konven / Temu Raya/ Loka Karya
Konven/Temu raya adalah sebuah wadah perjumpaan komunitas baik itu
para pelayan Firman ( Pdt/Grj/Vic) tetapi juga Majelis, Ketua KSP dan BPU.
Konven/ Temu Raya ini dimaksudkan sebagai ruang diskusi untuk
membahas pergumulan bersama dengan terus membangun motivasi serta
menemukan solusi dengan tetap berpedoman pada Tata Gereja GKI Di TP,
Pedoman Pelayanan dan Aturan-aturan dalam GKI Di TP. Konven/ Temu
Raya/ Loka Karya ini juga bertujuan memberikan pemahaman yang baik dan
benar tentang tugas-tugas gereja, dan pelayanan kepada setiap pelayan yang
ada. Dengannya maka konven/ temu ray aini juga termuat dalam kegiatan
baik itu pada Program Konsolidasi tetapi juga pada program kedua yaitu
penguatan kapasitas dan kapabilitas.
3.3. Pembentukan Komisi & Pembentukkan Jaringan
Ada kurang lebih 4 Komisi baru yang akan menambah 6 komisi yang sudah
ada sebelumnya, dan untuk dapat memaksimalkan pelaksanaan kegiatan
pelayanan dari program yang baru ini maka perlu diadakan pembentukan
komisi baik tingkat Klasis maupun jemaat diawali sosialisasi Program dan
kegiatan.
3.4. Data base
Data base yang dimaksud di sini adalah pendataan jumlah jiwa sesuai
Kelompok Bidang yang ada agar tersedia data valid baik itu tingkat Klasis
maupun jemaat. Dengan adanya data valid maka dengannya juga bisa
mengontrol tingkat pertumbuhan tetapi juga penurunan dari anggota jemaat
sehingga mudah untuk dijadikan evaluasi bersama

4. Program Penguatan Kapasitas Dan Kapabilitas Karakter Spiritualitas
Kristen
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan pemberdayaan

81

pelayan dan warga jemaat. Peningkatan kualitas seseorang atau suatu
kelompok dapat dilakukan melalui cara memperhatikan kebutuhan dan latar
belakang kelompok tersebut. Dengannya maka Klasis Malamoi GKI Di TP
hendak menempatkan peningkatan kualitas dan kapabilitas karakter
spiritualitas Kristen sebagai sebuah cara untuk mendapatkan hasil terbaik
dalam dan dari proses pelayanan dimana setiap kelompok benar-benar
dilatih, dibina dan dipersiapkan secara baik. Dengannya maka SDM gereja
yang berkualitas serta pengembangan atau peningkatan kualitas SDM
haruslah menjadi prioritas, sehingga dengannya maka Gereja pun
menempatkan kegiatan-kegiatan berikut sebagai bagian dari penguatan
kapasitas dan kapabilitas.

4.1. Pelatihan Untuk Para Pendeta, Guru Jemaat, Majelis Jemaat, BPU dan
Pengajar dan Warga Jemaat
4.1.1. Pelatihan
Pelatihan, pembinaan dan penyegaran yang ditujukan kepada pdt/grj/
majelis / BPU dan pengajar ini bermaksud agar para pelayan dan
badam pelayan yang ada di dalam jemaat mengalami penguatan
kapasitas dan kapabilitas karakter spiritualitas Kristen. Sehingga
dengannya kegiatan pelatihan yang akan dilaksanakan di sepanjang
tahun 2022-2023 kepada Pdt/Grj/Majelis jemaat/BPU/Pengajar dan
warga gereja adalah:

Pelatihan Kepada Pdt/Grj/Majeli/BPU/Pengasuh/Pengajar
• Pelatihan dasar-dasar doa dan puasa
• Pelatihan public speaking
• Pelatihan spiritual bagi warga dalam Lembaga

pemasyarakatan
• Pelatihan clinical pastoral education
• Pelatihan pendampingan community development
• Pelatihan liturgi ibadah kreatif
• Pelatihan bentuk-bentuk tata ibadah dan nyanyian

penyembahan dalam ibadah
• Pelatihan dan pendampingan community development

PAR
• Kursus dasar
• Kursus lanjutan Pengajar
• Kursus kepemimpinan pengajar
• Kursus berteologi pengajar
• Pelatihan doa dan puasa

PAM
• Pelatihan advocasi dan manajemen conflik
• Pendidikan politik dan HAM
• MPO
• LDKPG

82

• LKPK
• Pelatihan doa dan puasa

PW
• Pelatihan membuat renungan
• Pelatihan manajemen kepemimpinan
• Pelatihan membaca Alkitab dengan mata baru
• Pelatihan pastoral konseling
• Pelatohan doa dan puasa

PKB
• Pelatihan membuat renungan
• Pelatihan manajemen kepemimpinan
• Pelatihan pastoral konseling
• Pelatihan doa dan puasa

4.1.2. Pembinaan
4.1.3. Pembinaan adalah sebuat bentuk penguatan kapasitas dan kapabilitas
agar pelayan dan warga gereja dapat dibentuk menjadi pelayan dan
warga gereja yang berkarakter Kristus. Dengannya kegiatan
pembinaan yang dilaksanakan meliputi:

• Pembinaan Profesi
• Pembinaan tentang Dogma utama GKI Di TP
• Pendampingan dan pembinaan pada Kaum Disabilitas, anak

jalanan, miras, aibon dan broken home
• Bulan Pembinaan Jemaat
• Pembinaan Multimedia Gereja
• Syukur HUT
• Festival Nyanyian
• Pentas Ayat Hafalan
• Anak dan LAI
• Anak dan Penginjilan
• Pemberdayaan Profesi
• Camp pengajar, remaja dan tanggung
• Camp kerja
• Porseni
• Camp Pemuda sejati
• Pembuatan sanggar Klasis
Penyegaran
Kegiatan penyegaran bagi Pdt/Grj/ BPU dan Pengar ini dimaksud
untuk memberikan motivasi dalam melaksanakan pelayanan.
Kegiatan penyegaran ini adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan
setiap tahun berjalan dari tahun 2023-2027. Kegiatan penyegaran ini
termuat dalam
• Retreat,

83

• Konven,
• Temu Raya
• Temu karya

Tahun Pemberdayaan 2023-2024
Tahun pemberdayaan adalah tahun dimana para pelayan dan jemaat sudah
mengalami peningkatan kapasitas dan kapabilitas sehingga dengannya mampu
memenuhi kualifikasi yang memadai sesuai tuntutan zaman. Karena itu, program
dan kegiatan yang dilaksanakan ditahun kedua ini selain program dan kegiatan
rutin tetapi juga merupakan program dan kegiatan berkelanjutan untuk terus
meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pelayan dan warga jemaat. Kegiatan rutin
yang termuat dalam program di tahun kedua ini yaitu:
1. Conven PJ

Conven ini dimaksud sebagai wadah perjumpaan Komisi PJ tingkat sinode
untuk membahas dan membicarakan program dan kegiatan PJ serta kendala-
kendala yang ditemui dilapangan.
2. Temu Raya
Temu raya merupakan salah satu kegiatan unggulan yang akan dilaksanakan
di Klasis Malamoi sebagai wadah bertemunya seluruh peserta sesuai
kategori kelompok untuk memperkuat kapasitas dan kapabilitas karakter
spiritualitas Kristen pelayan sehingga dengannya mampu terus membangun
kepekaan dan mau tetap melayani dengan penuh sukacita
3. Retreat
Retreat merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilakukan baik para pelayan
firman maupun masing-masing Bidang dengan tujuan agar pelayan dan
jemaat mengalami penyegaran Kembali dalam komitmen pelayanan di
bidang masing-masing.
4. Kursus dasar
Kursus dasar ini merupakan sebuah wadah mempersiapkan para calon
pengasuh dengan muatan
b. Bidang Kesaksian
Pekabaran Injil /kesaksian merupakan salah satu bentuk misi gereja.

Pekabaran Injil tersebut dilakukan ke dalam atau secara internal di jemaat

dan Pekabaran Injil ke luar, untuk menjangkau semua manusia. Dalam

kajian dan evaluasi bidang kesaksian, pelaksanaan Pekabaran Injil

tersebut, perlu terus menerus dibaharui dan perlu ditingkatkkan cara dan

metode demi terwujudnya maksud pemuridan sesuai amanat agung Yesus

Kristus. Keluarga Kristen belum seutuhnya menjadi basis Pekabaran Injil

secara maksimal. Lingkungan alam, masih dipandang dalam bingkai

Sikap antroposentrisme dan belum dijadikan sebagai Objek Pekabaran

Injil dalam sikap ekosentrisme. Pekabaran Injil yang holistic yang meliputi

84

seluruh aspek kehidupan masyarakat, belum menjadi prioritas utama
pelayanan Gereja. Memang, dalam kenyataan masih terbatas kemampuan
memobilisasi seluruh warga jemaat untuk ikut bertanggung jawab dalam
seluruh proses Pekabaran Injil dan mempersiapkan diri menjadi jemaat
yang missioner. Tetapi haruslah kita sadari bahwa dalam saman yang serba
transparan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang tidak
dapat dibendung maka gereja juga ditantang untuk dapat terlibat dan
memanfaatkan situasi yang ada, melalui kemampuan bersaksi dalam era
digital industri 4.0. Keterasingan warga jemaat dengan dunia sekitar dan
keterbatasan membangun relasi yang lebih luas dengan berbagai
keolompok agama yang lain, menjadi salah satu factor kendala yang
dialami. Dalam realita inilah maka, klasis Malamoi, melalui bidang
kesaksian, mencoba merumuskan program-program Kerja, yang
dijabarkan sebagai berikut :
Uraian Pokok Program dan Kegiatan Bidang Kesaksian
1. Tahun Pertama 2022-2023, “Pembaharuan”
Esensi dari tahun pembaharuan adalah penekanan kepada implementasi
hasil-hasil keputusan siding sinode yang menekankan semangat
pembaharuan untuk menghadirkan berbagai inovasi dalam persekutuan,
pelayanan, persektuan, kesaksian dan penatalayanan GKI di Tanah Papua.
Pada tahun pertama, bidang kesaksian memiliki 3 program dengan 10
kegiatan, dengan penjabaran sebagai berikut :
4. Melanjutkan Pekabaran Injil ke Masyarakat Suku Terasing dan

Jemaat Terisolir

Amanat Agung Tuhan Yesus mendesak setiap orang percaya agar
berperan aktif dalam memuridkan setiap suku bangsa bagi Yesus.
Gereja-gereja perlu menganggap serius Amanat Agung tersebut dan
mengabarkan Injil dengan setia. Dalam tugas ini maka penginjilan
kepada suku terasing dan Jemaat Terisolir, dalam lingkungan Klasis
Malamoi adalah kewajiban. Sasaran strategis yang ingin dicapai dari

85

program ini
adalah, terpetakannya dan terselesaikannya gumul Pelayanan dalam
medan pekabaran Injil, dengan konteks masing-masing. Untuk
mencapai sasaran dimaksud maka, proses Visitasi ke Jemaat Yang
memiliki Pos Pekabaran Injil dan survei Daerah Pekabaran injil yang
baru dilakukan dengan tujuan, agar secara objektif dapat melihat
secara langsung gumul medan pelayanan. Pelaksanaan kegiatan ini,
diharapkan dapat memberikan gambaran dan mengidentifikasi setiap
persoalan yang ditemui dalam medan gumul pelayanan. Upaya
penerjemahan alkitab dan Nyanyian Gerejawai ke dalam Bahasa
Lokal, adalah juga menjadi bagian dari pelayanan penjangkauan bagi
masyarakat suku Terasing dan terisolir. Sasaran strategis yang ingin
dicapai, agar supaya Injil semakin dipahami dalam konteks
masyarakat setempat.
Adapun Jenis Kegiatannya sebagai berikut :
1. Visitasi ke Jemaat yang memiliki pos PI
2. Bulan pekabaran Injil
2. Survei Daerah PI Yang Baru
3. Penerjemahan Alkitab dalam Bahasa local medan pekabaran Injil
4. Penerjemahan nyanyian Gereja ( Nyanyian Rohani, Mazmur,

Kidung Jemaat), ke dalam Bahasa local
6. Penguatan kapasitas Pelayan dan warga Gereja, tentang pelayanan

Gereja yang Holistik ( utuh)
Sebagai bagian dari upaya pembaharuan arah Pelayanan Gereja kearah
yang lebih berkualitas meliputi semua aspek kehidupan masyarakat yang
semakin hari semakin berkembang, maka diperlukan perubahan dari pola
pikir yang kemudian terwujud dari perubahan pola sikap dan tindakan.
Untuk itulah maka, para “pelaku” dalam aktifitas pelayanan gereja ,
tentunya harus memiliki kapasitas yang teruji. Dengan demikian maka
diperlukan penguatan kapasitas pelayan dan warga Gereja mengenai

86

pelayanan yang holistic. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah, diskusi
Bersama mengenai peran penting Multimedia dalam aktifitas pelayanan
gereja, peran penting Tim Kebaktian Kebangunan Rohani, dalam
pertumbuhan iman Umat, peran dan keterlibatan gereja dalam menjaga
lingkungan. Pembaharuan pola pikir dari pelayanan gereja juga diharapkan
dapat menjangkau anak-anak yatim, piatu dan Yatim Piatu. Sasaran yang
ingin dicapai adalah terwujudnya pelayanan gereja yang utuh yang dapat
menyentuh seluruh aspek kehidupan dunia, entah itu manusia ataupun
lingkungan.
Jenis Kegiatannya adalah :
1. Focus group Discussion ( FGD) peranan multimedia, pentingnya

Ibadah Kebangkitan kebangunan Rohani,, pentingnya menjaga
Lingkungan Hidup dan pentingnya tindakan pelayanan Gereja melalui
diakonia transformati dan reformatif dalam mengasuh anak-anak Panti
.
7. Sarana dan Prasarana

Perubahan pola pikir yang dibentuk melalui kegiatan Focus Group
Discusion, sebagai upaya dari pembaharuan tentunya harus diserta dengan
aksi tindak lanjut. Program Sarana dan prasarana merupakan bagian dari
upaya perubahan dimaksud. Upaya ini, dilakukan dalam kegiatan
pembentukan Tim Multimedia Klasis Malamoi, pembentukan Tim
Kebaktian dan Kebangunan Rohani, pembentukan Tim Pencinta
Lingkungan Hidup Klasis Malamoi dan pembangunan Panti asuhan
Berbasis asrama, Klasis Malamoi. Sasaran strategis yang ingin dicapai
adalah, pelayanan Gereja ditopang, entah itu dalam pelayanan ke dalam,
atapun pelayanan keluar.
Adapun Jenis Kegiatannya adalah :
1. Pembentukan Tim Multimedia Klasis Malamoi
2. Pembentukan Tim KKR Klasis Malamoi, yang terdiri dari (tim Musik,

87

Tim Rebana, Worship Leader)
3. Pembentukan Tim Pencinta Lingkungan Hidup Klasis Malamoi
4. Pembangunan Panti Asuhan berbasis Asrama Klasis Malamoi

2. Tahun Kedua 2023-2024, “Pemberdayaan”
Yang dimaksud dengan tahun pemberdayaan adalah penekanan kepada
peningkatan kapasitas dan kapabilitas pelayan, dan anggota jemaat untuk
memenuhi kualifikasi yang memadai sesuai tuntutan saman. Pada tahun
kedua, bidang kesaksian memiliki 2 program dengan 12 kegiatan, dengan
penjabaran sebagai berikut :
1. Peningkatan Kapasitas
Sebagai upaya memberdayakan sumber daya Manusia dalam
lingkungan gereja, yang diharapkan dapat memberi jawab bagi
pergumulan pekabaran Injil, maka upaya peningkatan kapasitas
kemudian dilakukan, yang dijabarkan dalam kegiatan pelatihan
berbasis Pendidikan literasi, dengan tujuan untuk dapat menggali
kreatifitas pada anak, tetapi juga memberantas buta huruf. Pendidikan
hukum dan HAM, sehingga dapat menciptakan para legal sebagai
medisiator dalam persoalan hukum masyarakat, pelatihan Politik,
sebagai upaya menanamkan nilai positif dalam dunia politik sehingga
warga gereja diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam politik.
Pendidikan infomasi dan teknologi, sebagai bagian yang tidak dapat
dipisahkan dari perkembangan saman, sehingga gereja juga
diharapkan dapat menyiapkan generasi muda gereja untuk dapat
mengambil bagian dari perkembangan dimaksud. Persoalan
kesehatan, juga masih menjadi perhatian utama dari gereja dalam
aktifitas pelayanannya, sehingga pemahaman akan bahaya Narkoba,
HIV-AIDS dan upaya menjaga kesehatan lingkungan, juga menjadi
bagian dari kegiatan yang diprogramkan. Dalam upaya mewujudkan
gereja yang mandiri secara daya dan dana, maka kegiatan yang

88

sifatnya pengembangan ekonomi kerakyatan juga menjadi bagian dari
program yang dilakukan. Entah itu dalam upaya perwujudan usaha
mikro kecil menengah ( UMKM), ataupun pengembangan ekonomi
melalui kegiatan Ekonomi Sirkular ( mengubah limbah menjadi
keuntungan).
Penguatan kapasitas yang dilakukan oleh gereja juga, kiranya
berdampak bagi kemandirian secara Teologi, hal ini termuat dalam
kegiatan pelatihan penginjilan, pelatihan metode berkhotbah, tetapi
juga pelatihan untuk Tim KKR Klasis Malamoi
1. Pelatihan Teologi Penginjilan berbasis :

a) Pendidikan : literasi, hukum dan HAM, etika politik,
informasi dan Teknologi

b) Kesehatan : Bahaya Narkoba, bahaya HIV AIDS dan
pentingnya kesehatan Lingkungan

c) Ekonomi Kerakyatan, yang bertujuan pada pengembangan
UMKM tetapi juga pengembangan usaha Ekonomi Sirkular

2. Pelatihan, Tim KKR Klasis Malamoi ( Tim music, Tim Rebana dan
Worship Leader)

3. Pelatihan bagi warga Jemaat dan Pelayan Firman dalam
mengInjili,
a. Pelatihan Penginjilan,anak dan Orang Dewasa, bekerjasama
dengan tim Evangelism Explosion ( EE)
b. Pelatihan metode dan cara Berkhotbah, kerjasama dengan
Tim LANGHAM Preaching
c. Pelaksanaan kegiatan Zending fest

2. Peningkatan Pemahaman Teologi bagi Pelayan Firman di daerah
Pekabaran Injil
Dalam upaya menanamkan nilai teologi yang benar sebagai upaya
pertumbuhan iman, maka dibentuklah Tim PengInjilan dan tim doa Klasis.
Hal ini juga disertai dengan kegiatan seminar-seminar teologi yang relevan

89

dengan kebutuhan umat yaitu Teologi Pembebasan, teologi Kemakmuran
dan konsultasi Injil dan adat. Sasaran yang ingin dicapai adalah, terjadi
peningkatan pemahaman Teologi dalam upaya memperkuat proses
pekabaran Injil pada wilayah Pekabaran Injil.
Jenis Kegiatan :
1. Pembentukan Tim Penginjilan dan tim doa Klasis Malamoi
2. Seminar Teologi Liberasion dan Teologi Pembebasan
3. Seminar Teologi Kemakmuran
4. Konsultasi Injil dan adat

3. Tahun Ketiga 2024-2025, “Kesehatian”
Penekanan pada tahun kesehatian adalah sinergitas pikiran,hati dan
tindakan di dalam melaksanakan semua keputusan Gereja dan melahirkan
budaya baru berbasis nilai-nilai kesehatian,ketekunan,kesetiaan dan
ketaatan iman. Pada tahun ketiga, bidang kesaksian memiliki 1 program
dengan 7 kegiatan, dengan penjabaran sebagai berikut :
1. Kemitraan
Sinergitas yang baik, tentunya harus diawali dengan jejaring dan hubungan
kemitraan yang luas dan intensif. Sehingga dapat menjawab setiap
persoalan yang berkembang dalam lingkungan gereja, masyarakat, bangsa
dan negara. Untuk itulah maka dalam program kemitraan, hubungan
kerjasama lintas iman umat beragama, kerjasama lintas denominasi gereja,
hubungan kerjasama dengan Lembaga social kemasyarakatan, kerjasama
dengan media Komunikasi, kerjasama dengan pemerintah daerah, melalui
Organisasi Perangkat Daerah ( OPD) terkait, sangatlah diperlukan. Sasaran
yang ingin dicapai adalah terjalinnya hubungan kemitraan yang harmonis,
demi terwujudnya kehidupan masyarakat yang aman dan damai.
1. Melakukan Dialog dan kerjasama antara Umat Beragama
2. Kerjasama social Kemasyarakatan
3. Kerjasama lintas iman umat beragama

90

4. Kerjasama lintas denominasi gereja
5. Kerjasama dengan TV Lokal
6. Kerjasama dengan RRI Sorong dan Radio Swasta
7. Kerjasama dengan pemerintah daerah melalui Dinas Perpustakaan dan
kearsipan Kabupaten Sorong, Dinas Pertanian Kabupaten Sorong, Dinas
Perikanan Kabupaten Sorong, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sorong,
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sorong, Dinas Sosial Kabupaten
Sorong dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sorong

4. Tahun Keempat 2025-2026, “Kepedulian”
Tahun kepedulian menekankan kepada Gerakan belas kasih kepada pihak-
pihak yang terpinggirkan dan terabaikan, serta alam ciptaan. Pada tahun
keempat, bidang kesaksian memiliki 2 program dengan 8 kegiatan, dengan
penjabaran sebagai berikut
1. Peningkatan Kapasitas
Dalam upaya mewujudkan gereja yang peka dan peduli pada persoalan
dunia bangsa dan negara, maka peningkatan kapasitas pada para pelayan
Tuhan dalam menguasai akan berbagai isu-isu lingkungan hidup, isu
bahaya disintegrasi bangsa, menjadi prioritas utama dan Jenis Kegiatan
didalamnya :
1. Pelatihan Penginjilan berbasis Teologi lingkungan ( Ekoteologi)
2. Pelatihan Tim Pencinta Lingkungan Hidup
3. Seminar ekologi, tentang persoalan sampah Lingkungan
4. Seminar ekologi tentang kesadaran menjaga ekosistem, dengan
topik, bahaya penambangan bahan galian C, bahaya penebangan
Manggrove,dan penggalian batu karang.
5. Seminar ekologi tentang bahaya pencemaran lingkungan, akibat
pengaruh industri
6. Seminar hubungan gereja dan negara
7. Seminar wawasan kebangsaan

91

2. Peningkatan pemahaman Teologia bagi pelayan firman di daerah
pekabaran Injil
Untuk menopang akan program dimaksud, maka penguatan kapasitas tim
pengInjilan dan tim doa Klasis Malamoi, adalah kegiatan yang harus
dilakukan. Sasaran dari kegiatan ini adalah, meingkatnya pemahaman para
Pelayan Firman tentang tugas pekabaran Injil, sehingga praktek
penginjilan akan terus dilakukan. Jenis Kegiatan :
1. Penguatan kapasitas Tim Penginjilan dan tim doa Klasis Malamoi

5. Tahun Kelima 2026-2027, “Kesaksian”
Penekanan tahun kesaksian adalah kepada pemancaran kabar baik dengan
hasil karya nyata dengan keteladanan semua pihak. Pada tahun kelima,
bidang kesaksian memiliki 3 program dengan 12 kegiatan, dengan
penjabaran sebagai berikut :

1. Sarana dan Prasarana
Terwujudnya gereja yang mandiri secara kuantitas tetapi juga mandiri
secara kualitas dalam tugas dan tanggung jawab, merupakan sasaran yang
harus dicapai dalam program sarana dan prasarana, melalui kegiatan
proses sensus jiwa pada jemaat Pos Pekabaran Injil, penetapan pos PI
menjadi Bakal Jemaat dan kemudian menjadi Jemaat Mandiri, penginjilan
melalui media social ( Channel youtube, Face Book, TV local, Radio),
tersedianya Panti Asuhan Klasis Malamoi, merupakan kegiatan yang harus
dilakukan untuk mencapai hasil program dimaksud. Jenis Kegiatan yang
terdapat di dalamnya :
1. Sensus Jiwa Jemaat di pos Pekabaran Injil
2. Peningkatan dan penetapan Pos PI menjadi bakal Jemaat
3. Peresmian bakal Jemaat di Pos PI
4. Penetapan Bakal Jemaat menjadi Jemaat
5. Penginjilan lewat media (chanel Youtube Klasis Malamoi, TV Lokal,
dan Radio)

92

6. Tersedianya Panti Asuhan klasis Malamoi
2. Kemiteraan

Sebagai bagian dari kesaksian, maka hubungan kemitraan yang terjalin,
kemudian diwujudnyatakan melalui kegiatan perkunjungan dalam bingkai
lintas umat beragama, lintas deniminasi gereja, ataupun aksi Bersama cinta
lingkungan hidup. Sasaran yang ingin dicapai adalah terwujudnya
pelayanan gereja yang utuh, yang meliputi sesama manusia tetapi juga
dengan alam semesta, dengan Jenis Kegiatannya :
1. Kunjungan mitra ke medan pekabaran Injil
2. Kunjungan lintas Iman antara umat beragama
3. Kunjungan lintas denominasi gereja
4. Aksi cinta lingkungan hidup ( penghijauan, penanaman mangrove)
3. Pemuridan
Sebagai bagian dari upaya gereja untuk memuridkan manusia dan
membwa dirinya mengenal Yesus kristus, maka dilaksanakannya proses
pembaptisan kudus, peneguhan Sidi gereja dan pernikahan kudus. Sasaran
yang ingin dicapai adalah, bertumbuhnya iman percaya Umat, sehingga
umat dapat mengambil keputusan dalam kehidupannya. Jenis Kegiatan :
1. Baptisan Kudus
2. Peneguhan sidi Jemaat
3. Pernikahan Kudus

c. Pelayanan
POKOK – POKOK PROGRAM PRIORITAS 2022 – 2027
Berdasarkan dua (2) sasaran strategis serta beberapa isu-isu

penting yang mewarnai pekerjaan pada Bidang Pelayanan
maka dapat dilihat pada penjelasan di bawah ini uraian pokok
program lima Tahun.
Program Dan Kegiatan Tahun Pertama 2022 – 2023 : Tahun
Pembaruan
Yang dimaksud dengan Tahun Pembaruan adalah penekanan
kepada implementasi hasil-hasil keputusan sidang sinode yang

93

menekankan semangat pembaruan untuk menghadirkan

berbagai inovasi dalam persekutuan, pelayanan, kesaksian dan

penatalayanan GKI Di TP.

Berdasarkan beberapa isu yang ada, sehingga di tahun pertama ini

penting untuk tidak sekadar merekrut warga gereja. Namun

untuk menjawab berbagai kebutuhan gereja pada ranah sosial

maka perekrutan mereka yang akan melayani pada aras Klasis

harus memiliki spesifikasi ilmu yang dibutuhkan sesuai

kebutuhan pada Bidang Pelayanan. Selanjutnya dilakukan

berbagai konsolidasi dan sosialisasi yang berperan penting

untuk memberi kesadaran dan menyatukan persepsi tentang

apa yang sementara terjadi yang juga harus menjadi perhatian

gereja, hal ini dilakukan pada semua aras sampai pada jemaat-

jemaat se-Klasis Malamoi. Sehingga di tahun pertama ini ada

enam (6) program dan sebelas (11) kegiatan untuk

menghadirkan semangat pembaharuan serta meningkatkan

kapasitas dan kapabilitas.

A. Pemeliharan Ekologi dan Pemanfaatan Sumber daya Alam

secara bertanggung jawab

1. Program : Rekrutmen/seleksi dan Restrukturisasi

(menarik dan menetapkan orang)

Kegiatan : 1. Rekruitmen

2. Seleksi Seleksi tenaga sesuai disiplin ilmu yang

dibutuhkan Bidang Pelayanan

2. Program : Konsolidasi (memperteguh dan

mempearkuat hubungan)

Kegiatan : Pertemuan konsolidasi Tugas dan

Tanggung Jawab Pelayanan di semua lingkup, Jemaat, Klasis

dan Sinode

3. Program : Penjematan (Sosialiasi Hasil Keputusan

Sidang Sinode)

1. Temu Raya Majelis Jemaat

2. Rapat Kerja / Rapat Koordinasi

4 Program : Penguatan Kapasitas tenaga Pelayan dan

Warga Jemaat tentang pentingnya Pelestarian SDA (Teologi

Lingkungan)

Kegiatan : Seminar & Pembentukan Kelompok Peduli

Lingkungan

94

B. Menghadirkan keberpihakkan nyata terhadap kaum tertinggal,

disabilitas dan para korban bencana

1. Program : Membangun pemahaman dan kesadaran

umat terhadap kaum disabilitas secara berjenjang

Kegiatan : 1. Seminar pada setiap level

2. Pendataan Kaum Disabilitas & Pembentukan

Komunitasnya

2. Program : Bidang Mediasi melakukan pendidikan

dan pelatihan bagi calon mediator yang professional yang

terpercaya dalam rangka penanganan konflik

Kegiatan : 1. Sosialisasi Penyelesaian Masalah

dalam bentuk Mediasi

2. Rekrutmen & Seleksi

3. Pembentukan TIM Mediasi Konflik tk.Klasis

Program Dan Kegiatan Tahun Kedua 2023 – 2024 : Tahun
Pemberdayaan (Kemandirian Individu)

Yang dimaksud dengan Tahun Pemberdayaan adalah penekanan
kepada peningkatan kapasitas dan kapabilitas pelayan dan
anggota jemaat untuk memenuhi kualifikasi yang memadai
sesuai tuntunan zaman. Secara berkesinambungan akan diberi
penekanan dan penegasan kepada peningkatan kapasitas dan
kapabilitas sehingga beberapa isu yang telah dicakapkan pada
tahun pertama dapat terakomodir. Para pelayan yang bekerja
pada aras Klasis Malamoi akan membentuk kelompok binaan
dan berupaya agar warga gereja dan jemaat yang juga adalah
masyarakat dapat memiliki pengetahun dan dilatih untuk
melihat dan menemukan potensi yang dapat dijadikan peluang
serta menyatakan keberpihakkan gereja dan juga memberikan
ruang dan media bagi beberapa kaum yang selama ini
mungkin jarang mendapatkan perhatian dari gereja. Demikian
juga bahwa secara internal di dalam pelayanan, Para Pelayan
Firman (Pdt, Grj, Gri dan Majelis Jemaat) juga mendapatkan
perhatian untuk terus mengembangkan potensi diri menjadi
pelayan dan tenaga konseling yang handal untuk menguatkan
warga gereja. Pada tahun kedua ini ada 18 Program dan 31
kegiatan yang dilaksanakan.

95

A. Pemeliharan Ekologi dan Pemanfaatan Sumber daya Alam

secara bertanggung jawab

1. Program : Rekrutmen/seleksi dan Restrukturisasi

(menarik dan menetapkan orang)

Kegiatan : Pelatihan sesuai bidang yang

terpogramkan pada bidang pelayanan

2. Program : Pemanfaatan limba rumah tangga menjadi

barang ekonomi

Kegiatan : Pelatihan Pemanfaatan sampah plastik

(barang bekas)

3. Program : Upaya pemanfaatan SDA untuk pupuk

Organik dan Pakan Ternak Ikan

Kegiatan : Pelatihan dan Pembuatan Pupuk Organik

& Pakan Ternak sekaligus peningkatan Ekonomi Pertanian

4. Program : Perlindungan dan Pelestarian wilayah

konserfasi dan situs-situs sejarah

Kegiatan : 1. Kampanye dan Upaya

pemeliharaan situs sejarah

2. Penetapan Jemaat-Jemaat yang memiliki situs

sejarah

5. Program : Reboisasi serta pembersihan laut dan

pantai

Kegiatan : 1. Penanaman kembali hutan dan

membangun kesadaran warga

2. Pembersihan Sampah

6. Program : Jemaat yang ber-Eko Wisata

Kegiatan : Pelatihan Pengembangan Eko Wisata

Alam

7. Program : Program Kampung Iklim (Proglim)

Kegiatan : 1. Sosialiasi Global

Warning/Pemanasan Global

2. Sosialisasi Climate change / Perubahan Iklim

3. Sosialisasi aksi dan adaptasi

8. Program : Bidang Mediasi memberikan layanan jasa

yang professional bagi penyelesaian sengketa melalui

konsultasi, konsiliasi, fasilitasi, negosiasi dan mediasi.

Kegiatan : 1. Pendidikan dan Pelatihan Sertifikasi

Mediator

96

2. Pelatihan Negosiasi
3. Pelatihan Conflict Competities
4. Pembuatan Sistem Penanganan Sengketa
5. Menyelenggarakan proyek percontohan mediasi
konflik

B. Menghadirkan keberpihakkan nyata terhadap kaum tertinggal,

disabilitas dan para korban bencana

1. Program : Penyediaan fasilitas dan sarana penunjang

untuk Kaum Disabilitas

Kegiatan : Pelatihan dan Penyediaan fasilitas bagi

Kaum Disabilitas

2. Program : Investigasi, pemetaan wilayah rawan

bencana sekaligus membangun pemahaman umat dalam

menghadapi bencana (tanggap darurat)

Kegiatan : Pelatihan cara investigasi dan

pembentukan kelompok relawan sedia bencana dan pemetaan

wilayah rawan bencana

3. Program : Memastikan status jemaat yang tertinggal

dalam mengakses segala hal

Kegiatan : Pendataan Jemaat tertinggal dalam hal

mengakses informasi

4. Program : Memberi dukungan pembangunan

berkelanjutan (Sustainability Development) di Papua Barat

melalui pendidikan Perdamaian sesuai kebutuhan melalui

kerjasama

Kegiatan : 1. Bermitra dengan Lembaga terkait

2. Pelatihan & Sertifikasi mediasi (50-jam)

5. Program : Pengadaan dan Pembenahan Sarana dan

Prasarana Kesehatan

Kegiatan : 1. Rapat bersama BPK dan Instansi

terkait guna melihat kebutuhan dan peluang untuk Pelayanan

Kesehatan Milik Klasis

2. Pengadaan Klinik Kesehatan Kamikfoos

6. Program : Pengadaan Asrama bagi anak yang tidak

memiliki tempat tinggal

Kegiatan : 1. Pengadaan Asrama bagi anak-anak

Klasis GKI Malamoi yang ingin melanjutkan sekolah

97

2. Pembentukan Tim Pengelola

7. Program : Pengadaan dan Pembinaan Lansia,

sekaligus Gerakan Hidup Sehat dan Penanganan Penyakit

Menular

Kegiatan : 1. Pengadaan Pos Lansia bagi jemaat

yang belum memiliki & Peningkatan Pelayan bagi Pos Lansia

bagi jemaat yang sudah ada

2. Sosialisasi Gerakan Hidup sehat dan Penanganan

Penyakit Menular

8. Program : Menyiapkan SDM Gereja sesuai

kebutuhan

Kegiatan : Memberikan beasiswa bagi anak-anak

Pelayan Firman (Pdt, Grj, Gri) yang merujuk pada kebutuhan

Klasis

9. Program : Pembenahan Sekolah YPK (system, tenaga,

sarana-prasana)

Kegiatan : 1. Evaluasi & Monitoring

2. Pengumpulan data tentang masalah yang

dihadapi sekolah-sekolah YPK

C. Membina dan mengasah Pelayan Firman yang handal

1. Program : Pembinaan dan Pelatihan bagi tenaga
tenaga
Konseling Pastoral (Pdt, Grj, Gri & Majelis Jemaat)

Kegiatan : Pembinaan dan Pelatihan bagi

Konseling (Pdt, Grj, Gri & Majelis Jemaat)

Program Dan Kegiatan Tahun Ketiga 2024 – 2025 : Tahun

Kesehatian (Sehati)

Yang dimaksud dengan Tahun Kesehatian adalah penekanan

kepada sinergitas pikiran, hati dan tindakan di dalam

melaksanakan semua keputusan Gereja dan melahirkan

budaya baru berbasis nilai-nilai Kesehatian, Ketekunan,

Kesetiaan dan Ketaatan Iman. Ketika tenaga yang memiliki

kapasitas telah tersedia, jemaat-jemaat pun dibangun untuk

maju bersama dan melaksanakan perintah Tuhan dengan benar

dalam konsep “Tanda-Tanda Kerajaan Allah dapat

98

diwujudnyatakan”. Oleh sebab itu pada tahun ketiga ini

dilaksanakan pendampingan kepada jemaat (sinergitas

pikiran) untuk melihat peluang-peluang yang dapat

meningkatkan ekonomi (perubahan perilaku yang diharapkan

yaitu dari konsumen menjadi produsen), penetapan wilayah

jemaat yang dikonserfasi alamnya. Hal yang tidak kalah

pentingnya dilakukan pada bidang pelayanan adalah bahwa

gereja harus memberi perhatian nyata dalam bentuk

pendampingan kepada warga gereja yang memiliki persoalan

hukum. Oleh sebab itu gereja membangun mitra bersama

beberapa OPD terkait atau bahkan Lembaga yang memiliki

perhatian yang sama. Serta tetap memberi penguatan

kapasitas kepada para Pelayan Firman. Tahun ketiga ini ada 11

program dan 11 kegiatan yang ditetapkan untuk dilaksanakan.

A. Pemeliharan Ekologi dan Pemanfaatan Sumber daya Alam

secara bertanggung jawab

1. Program : Pemanfaatan limba

Kegiatan : Membangun mitra dan pelatihan dengan

Dinas terkait

2. Program : Upaya pemanfaatan SDA untuk pupuk

Organik dan Pakan Ternak Ikan

Kegiatan : Pembentukan kelompok UKM warga

gereja disertai membangun mitra dengan instansi terkait

(untuk pendampingan pembuatan Pupuk Organik dan Pakan

Ikan)

3. Program : Perlindungan dan Pelestarian wilayah

konserfasi dan situs-situs sejarah

Kegiatan : Pendirian monument situs sejarah pada

jemaat yang telah ditetapkan memiliki situs sejarah

4. Program : Hidup bersahabat dengan lingkungan dan

alam (merah)

Kegiatan : Penetapan Jemaat yang memiliki wilayah

konserfasi (Eko-Wisata) & Proglim serta bekerjasama dengan

instansi terkait

5. Program : Bidang Mediasi memberikan layanan jasa

yang professional bagi penyelesaian sengketa melalui

konsultasi, konsiliasi, fasilitasi, negosiasi dan mediasi

Kegiatan : 1. Membantu proses mediasi bagi

99

warga gereja Penyelesaian konflik lahan dan
2.

sumber daya alam

B. Menghadirkan keberpihakkan nyata terhadap kaum tertinggal,

disabilitas dan para korban bencana

1. Program : Monitoring dan Evaluasi

Kegiatan : Penguatan Kapasitas bagi pelayanan

Kaum Disabilitas

2. Program : Monitoring dan Evaluasi

Kegiatan : Penguatan Kapasitas bagi relawan bencana

3. Program : Memastikan status jemaat yang tertinggal

dalam mengakses segala hal

Kegiatan : Sosialiasi tentang pentingnya penggunaan

media sosial dan dampaknya

4. Program : Turun Lapangan (TurLap)

Kegiatan : Monitoring dan Evaluasi Pos Lansia

5. Program : Menyiapkan SDM Gereja sesuai

kebutuhan dan berdasarkan Renstra Pendidikan

Kegiatan : Memberikan beasiswa bagi anak-anak

Pelayan Firman (Pdt, Grj, Gri)

C. Membina dan mengasah Pelayan Firman yang handal

1. Program : Pembinaan dan Pelatihan bagi tenaga

Konseling Pastoral

Kegiatan : Studi Banding Tenaga Pastoral Konseling

Program Dan Kegiatan Tahun Keempat 2025 – 2026 : Tahun
Kepedulian (Melibatkan Diri Dalam Kondisi Di Sekitar Kita)
Yang dimaksud dengan Tahun Kepedulian adalah penekanan
kepada gerakan belas kasih kepada pihak-pihak yang
terpinggirkan dan terabaikan, serta kepada alam ciptaan.
Beberapa hal ini sebenarnya sudah mulai terlaksana di tahun
sebelumnya, ketika Klasis Malamoi telah memiliki tenaga
sesuai disiplin ilmu. Sehingga pada tahun ini yang terjadi
adalah memberi perhatian jika ditemukan ada kendala serta

100


Click to View FlipBook Version