AGRIBISNIS PEMBIBITAN
& KULTUR JARINGAN
TANAMAN
BIDANG KEAHLIAN AGRIBISNIS DAN AGROTEKNOLOGI
PROGRAM KEAHLIAN AGRIBISNIS TANAMAN
Kompetensi Keahlian:
pemuliaan dan pembenihan tanaman
jilid 2
ITSNA WAHYUNI
reDAKSIONAL
Pengarah:
Direktur Pembinaan SMK
Kepala Sub Direktorat Kurikulum
Kepala Seksi Penilaian
Kepala Seksi Pembelajaran
Penulis:
Dian Sri Indriyani
Pengendali Mutu:
Winih Wicaksono
Penyunting:
Rais Setiawan
Editor:
Fitri Handayani
Desain Sampul:
Sonny Rasdianto
Layout/Editing:
Arif Nur Huda
Penyelaras Akhir:
Tri Wahyuni
ii
Kata Pengantar
Dalam rangka merespon perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi diperlukan
langkah strategis untuk memperbaiki kualitas proses pembelajaran sekaligus proses penilaian.
Salah satu langkah strategis tersebut adalah melalui pemenuhan kebutuhan bahan ajar
khususnya bagi peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Bahan ajar tersebut untuk
pemenuhan mata pelajaran kejuruan, khususnya pada mata pelajaran dasar program keahlian
(C2) dan Kompetensi Keahlian ( C3)
Bahan ajar tersebut merupakan salah satu referensi dan disusun oleh guru-guru mata
pelajaran dari berbagai SMK, yang berbentuk modul dan berbentuk elektronik. Atas jerih payah
tersebut kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh penyusun dan para pihak yang telah
berkontribusi hingga terciptanya bahan ajar tersebut.
Kami menyadari masih terdapat kekurangan, dan kami harapkan adanya masukan yang
positif dan konstruktif untuk perbaikan di kemudian hari. Semoga bahan ajar ini bermanfaat dan
sesuai harapan mampu memperbaiki kualitas pembelajaran sekaligus memotivasi guru dalam
proses belajar di SMK.
iii
PRAKATA
Buku teks ini ditulis dengan tujuan Materi 5 : Teknik pembuatan media kultur
menyediakan acuan yang diperlukan bagi jaringan tanaman
siswa SMK bidang pemuliaan dan pembenihan Materi 6 : Penyiapan bahan tanam
tanaman (PPT) maupun peminat di bidang Materi 7 : Teknik inokulasi bahan tanam /
pembiakan tanaman secara kultur jaringan eksplan
mengingat buku semacam ini masih sangat Materi 8 : Teknik penumbuhan bibit kultur
jarang. jaringan
Materi 9 : Teknik pengendalian ruang
Agribisnis pembibitan dan kultur jaringan pertumbuhan kultur jaringan
merupakan bidang lintas disiplin yang cukup
luas sehingga isi buku teks ini mencakup Akhirnya penulis menyampaikan terima
semua aspek materi dengan tujuan untuk kasih atas dukungan dan bantuan dari berbagai
memberikan wawasan yang memadai bagi fihak sehingga penulisan buku teks ini dapat
siswa SMK bidang pemuliaan dan pembenihan diselesaikan. Penulis sangat berharap buku ini
tanaman sekaligus menyediakan landasan dapat memberikan manfaat bagi banyak orang
yang cukup dalam rangka perbanyakan dan siswa SMK bidang pemuliaan dan
tanaman dengan teknik kultur jaringan. pembenihan tanaman khususnya sebagai
bagian proses pendidikan dan pencerahan
Buku teks mata pelajaran agribisnis bangsa.
pembibitan dan kultur jaringan ini ditujukan
untuk digunakan siswa SMK kelas XII bidang Penulis sangat mengharapkan saran dan
pemuliaan dan pembenihan tanaman yang kritik yang bersifat membangun demi
meliputi materi kompetensi sebagai berikut. kesempurnaan buku teks ini.
Materi 1 : Penyiapan laboratorium kultur
jaringan tanaman Yogyakarta, Oktober 2018
Materi 2 : Penyiapan peralatan kultur jaringan
Materi 3 : Teknik sterilisasi ruang, alat dan Itsna Wahyuni
bahan kultur jaringan
Materi 4 : Teknik pembuatan larutan stok
iv
DAFTAR ISI
PRAKATA
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
BAB II PENYIAPAN LABORATORIUM KULTUR JARINGAN
TANAMAN
A. Syarat-syarat Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman
B. Penyiapan Laboratorium Kultur Jaringan tanaman
BAB III PENYIAPAN PERALATAN KULTUR JARINGAN
A. Jenis Alat Laboratorium Kultur Jaringan
C. Fungsi Alat Laboratorium Kultur Jaringan
D. Teknik Penyiapan Peralatan Kultur Jaringan
E. Cara Perawatan Peralatan Kultur Jaringan
BAB IV TEKNIK STERILISASI, RUANG, ALAT DAN BAHAN KULTUR
JARINGAN
A. Teknik Sterilisasi
B. SOP Sterilisasi Ruang, Alat dan Bahan Kultur jaringan
BAB V TEKNIK PEMBUATAN LARUTAN STOK
A. Jenis Larutan Stok
B. Alat dan Bahan Pembuatan Larutan Stok
C. SOP Pembuatan Larutan Stok dari komposisi media
D. Teknik Penyimpanan Larutan Stok
BAB VI TEKNIK PEMBUATAN MEDIA KULTUR JARINGAN TANAMAN
A. Bahan untuk Pembuatan Media Kultur Jaringan
B. Kebutuhan Bahan Untuk Pembuatan Media Kultur Jaringan
BAB VII PENYIAPAN BAHAN TANAM
A. Syarat Bahan Tanam / Eksplan
B. SOP Penyiapan Bahan Tanam / Eksplant
BAB VIII TEKNIK INOKULASI BAHAN TANAM
A. SOP Inokulasi Bahan Tanam (Eksplan)
B. Alat dan Bahan Untuk Inokulasi Bahan Tanam / Eksplan
BAB IX TEKNIK PENUMBUHAN BIBIT KULTUR JARINGAN
TANAMAN
A. Kebutuhan Alat dan Bahan untuk Penumbuhan Bibit Kultur
Jaringan
B. Menghitung Kebutuhan Bahan Penumbuhan Bibit Kultur
Jaringan
C. Teknik Penumbuhan Bibit Kultur Jaringan Tanaman.
v
DAFTAR ISI
BAB X TEKNIK PENGENDALIAN RUANG PERTUMBUHAN KULTUR
JARINGAN TANAMAN
A. Kegiatan dalam Pengendalian Ruang Kultur Jaringan
B. Teknik Pengendalian Ruang Kultur Jaringan
GLOSARIUM
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
BIODATA PENULIS
vi
BAB I
PENDAHULUAN
Kultur jaringan dan kultur in vitro kalus, sel, dan protoplas, sedangkan organ
memiliki pengertian yang berbeda. Kultur tanaman meliputi pucuk, bunga, daun, dan
jaringan berarti jaringan yang dikulturkan akar.
(bukan sel,protoplas atau organ). Kultur in vitro
adalah kultur (kultur protoplas,sel, jaringan, Teknik kultur jaringan memiliki prospek
atau organ) di dalam wadah gelas atau plastik yang lebih baik dibandingkan metode
yang transparan dan dalam kondisi yang perbanyakan tanaman secara vegetatif
aseptik. Meskipun demikian, berdasarkan konvensional karena jutaan klon dapat
terminologi kultur jaringan dan kultur in vitro dihasilkan dalam waktu satu tahun hanya dari
memiliki pengertian yang sama yaitu suatu sejumlah kecil material awal. Dengan metode
metode untuk mengisolasi seperti protoplas, vegetatif konvensional, dibutuhkan waktu
sel, jaringan, embrio atau organ tanaman yang bertahun-tahun untuk menghasilkan tanaman
kemudian ditumbuhkan dalam kondisi aseptik dalam jumalah yang sama dan jumlah bahan
dalam wadah yang transparan (botol gelas atau awal lebih besar. Teknik kultur jaringan
tabung reaksi). menawarkan suatu alternatif bagi spesies-
spesies resisten terhadap sistem perbanyakan
Kultur jaringan berhubungan erat vegetatif konvensional. Kemungkinan untuk
dengan teori totipotensi sel dari Scawan dan mempercepat pertukaran bahan tanaman di
Schaleiden 1938 yang menyatakan setiap sel tingkat internasional. Apabila ditangani secara
yang hidup dari organisme sel banyak hati-hati (aseptik) akan mengurangi
mempunyai kemungkinan untuk tumbuh dan kemungkinan introduksi ataupun penyebaran
berkembang bila tersedia lingkungan yang penyakit tanaman. Teknik ini tidak tergantung
sesuai. Kegiatan kultur jaringan dilakukan pada musim, stok tanaman segera dapat
untuk mendapatkan tanaman tanaman yang diperbanyak di setiap waktu karena semua
memiliki sifat-sifat unggul, eliminasi proses dilakukan di bawah kondisi lingkungan
pathogen, konversi plasma nutfah, ekstraksi yang terkendali di laboratorium maupun
senyawa metabolit sekunder, dan rumah kaca.
perbanyakan klonal secara cepat yang sulit
atau tidak mungkin dilakukan secara Di dalam buku ini di bahas aspek-aspek
konvensional. yang meliputi penyiapan laboratorium kultur
jaringan, penyiapan peralatan kultur jaringan,
Kultur jaringan tanaman adalah suatu teknik sterilisasi ruang, alat, dan bahan kultur
teknik isolasi bagian-bagian tanaman, seperti jaringan, teknik pembuatan larutan stok, teknik
jaringan, organ, ataupun embrio, dikultur pada pembuatan media kultur jaringan tanaman,
medium buatan yang steril sehingga bagian- penyiapan bahan tanan (eksplan) tanaman,
bagian tanaman tersebut mampu beregenerasi teknik inokulasi bahan tanam/eksplan
dan berdiferensiasi menjadi tanaman lengkap tanaman, teknik penumbuhan bibit kultur
(Winata, 1987). Hartman et al (1990) jaringan tanaman dan teknik pengendalian
menambahkan bahwa jaringan yang sering ruang pertumbuhan kultur jaringan tanaman.
digunakan dalam teknik kultur jaringan adalah
1
BAB II
PENYIAPAN LABORATORIUM
KULTUR JARINGAN TANAMAN
Setelah mempelajari materi tentang penyiapan laboratorium kultur jaringan, peserta didik
mampu melakukan desain laboratorium kultur jaringan tanaman secara benar dan efektif
sesuai persyaratan, apabila disediakan alat dan bahan serta referensi yang relevan.
Penyiapan Laboratorium
Kultur Jaringan Tanaman
Syarat-syarat Laboratorium Penyiapan Laboratorium
Kultur Jaringan tanaman Kultur Jaringan Tanaman
Pengertian Fungsi Merencanakan Menyiapkan sarana
laboratorium laboratorium bangunan bangunan
Tata letak Luas ukuran laboratorium kultur laboratorium kultur
laboratorium kultur laboratorium jaringan tanaman jaringan tanaman
jaringan tanaman
Pengertian
laboratorium
Laboratorium- Letak- Ruang- Ukuran – Alat- Fungsi- Persiapan-sterilisasi Isolasi- Inkubasi
2
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
Tahukah kamu bahwa keberhasilan Kultur jaringan memiliki prospek yang lebih
pertumbuhan secara in-vitro tergantung pada baik dibandingkan metode perbanyakan
fasilitas tempat dimana eksplan mau tanaman secara vegetatif konvensional karena
ditumbuhkan? Tempat eksplan ditumbuhkan jutaan klon dapat dihasilkan dalam waktu satu
dinamakan dengan laboratorium kultur tahun hanya dari sejumlah kecil material awal.
jaringan. Laboratorium kultur jaringan tidak Selain itu, dapat dikembangkan menjadi sarana
boleh sembarangan dibuat, tetapi ada syarat- pendidikan dan menjadi lahan pembibitan
syarat yang harus dipenuhi dan penyiapan komoditas unggulan. Untuk memulai
yang benar . melakukan kegiatan kultur jaringan perlu
mengetahui syarat-syarat laboratorium kultur
Untuk membangun suatu laboratorium jaringan tanaman. Laboratorium dan jenis
tidak dapat sembarangan menata ruangan- peralatannya merupakan sarana dan prasarana
ruangan. Misalnya, ruangan administrasi, penting untuk menunjang kegiatan kultur
manajer, laboratorium penelitian, ruang jaringan tanaman.
instrumen, ruang timbang, gedung alat, dan
gudang bahan, alur evakuasi jika terjadi 1. Pengertian Laboratorium
kebakaran harus ada.
Menurut Direktorat Pendidikan
Gambar 2.1 Contoh laboratorium yang efektif Menengah Umum (1995), Laboratorium
(Sumber: https://www.google.com/search?q=gambar) adalah tempat melakukan percobaan dan
penyelidikan. Tempat ini dapat merupakan
Laboratorium yang efektif merupakan salah suatu ruangan tertutup, kamar, atau ruang
satu unsur penting yang ikut menentukan terbuka, misalnya kebun. Dalam pengertian
keberhasilan pekerjaan. Laboratorium kultur yang terbatas laboratorium ialah suatu
jaringan sebaiknya mempunyai ruangan yang ruangan yang tertutup tempat melakukan
diatur sedemikian rupa, sehingga setiap percobaan dan penyelidikan. Selain itu,
kegiatan terpisah satu dengan yang lainnya, menurut Widyarto (2005) “Laboratorium
tetapi juga saling berhubungan dan mudah adalah suatu ruangan tempat melakukan
tercapai. Ukuran tiap ruangan sangat kegiatan praktek atau penelitian yang
tergantung dari alat-alat yang dipergunakan, ditunjang oleh adanya seperangkat alat-
jumlah personalia yang terlibat dan kapasitas alat Laboratorium serta adanya
produksi bibit yang diinginkan. infrastruktur Laboratorium yang lengkap”.
Kemudian, menurut Wirjosoemarto dkk
Jika syarat-syarat laboratorium kultur (2004) “pada konteks proses belajar
jaringan tanaman dan penyiapannya tidak mengajar sains di sekolah-sekolah
benar maka yang akan terjadi adalah fungsi seringkali istilah laboratorium diartikan
laboratorium menjadi tidak optimal. dalam pengertian sempit yaitu suatu
Syarat-syarat Laboratorium Kultur Jaringan ruangan yang di dalamnya terdapat
Tanaman sejumlah alat-alat dan bahan praktikum”.
Pengertian lain menurut Sukarso (2005),
laboratorium adalah suatu tempat dimana
dilakukan kegiatan kerja untuk
menghasilkan sesuatu. Tempat ini dapat
merupakan suatu ruangan tertutup, kamar,
atau ruangan terbuka, misalnya kebun dan
lain-lain. Berdasarkan definisi tersebut,
laboratorium adalah suatu tempat yang
digunakan untuk melakukan percobaan
maupun pelatihan yang berhubungan
3
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
dengan ilmu fisika, kimia, biologi atau contohnya penerangan, ventilasi, air bak
bidang ilmu yang lain yang merupakan cuci (sinks), aliran listrik dan gas. Fasilitas
suatu ruangan tertutup atau ruangan khusus berupa peralatan dan mebelair,
terbuka seperti kebun dan lain-lain. Ada contohnya meja siswa/mahasiswa, meja
pendapat lain bahwa laboratorium adalah guru/dosen, kursi, papan tulis, lemari alat,
bagian integral dari bidang akademik lemari bahan, ruang timbang, lemari asam,
(bukan bagian dari rumahtangga atau perlengkapan P3K, pemadam kebakaran
administrasi), maka manajemen dan lain-lain.
laboratorium perlu direncanakan seiring
dengan perencanaan akademik (progam Menurut Wicahyono (2003), untuk
dan anggarannya). Peranan laboratorium menentukan apakah suatu ruangan itu
sangat besar dalam menentukan mutu cocok atau tidak untuk dijadikan
pendidikan karena laboratoriumlah yang laboratorium, kita perlu memperhatikan
menghasilkan karya-karya ilmiah yang beberapa hal seperti arah angin, dan arah
membanggakan, yang tak dapat dihasilkan datangnya cahaya. Apabila memungkinkan,
oleh institusi lainnya sehingga bagi ruangan laboratorium sebaiknya terpisah
pendidikan yang bermutu, laboratorium dari bangunan ruang kelas. Hal ini perlu
menjadi bagian yang dikedepankan. untuk menghindari terganggunya proses
belajar mengajar di kelas yang dekat
2. Fungsi/Peranan Laboratorium dalam dengan laboratorium akibat dari kegiatan
Pembelajaran yang berlangsung di laboratorium, baik
suara atau bau yang ditimbulkan.
Fungsi laboratorium menurut Sukarso
(2005), secara garis besar laboratorium 3. Tata Letak Laboratorium Kultur Jaringan
dalam proses pendidikan adalah sebagai Tanaman
berikut.
Persyaratan tata letak laboratorium
a.Sebagai tempat untuk berlatih kultur jaringan tanaman adalah sebagai
mengembangkan keterampilan berikut.
intelektual melalui kegiatan
pengamatan, pencatatan dan pengkajian a. Bangunan laboratorium harus mudah
gejala-gejala alam. dijangkau oleh konsumen dan instansi
yang terkait.
b. Mengembangkan keterampilan motorik
siswa akan bertambah keterampilannya b. Tidak terletak diarah angin, yaitu untuk
dalam mempergunakan alat-alat, media menghindari polusi terhadap kamar lain.
yang tersedia untuk mencari dan
menemukan kebenaran. c. Mempunyai jarak yang cukup jauh dari
sumber air untuk menghindari
c. Memberikan ruang memupuk kebenaran pencemaran air.
untuk mencari hakekat kebenaran ilmiah
dari sesuatu objek dalam lingkungan d. Mempunyai saluran pembuangan
alam dan sosial tersendiri untuk menghindari
pencemaran lingkungan
Laboratorium yang baik harus sekitar/penduduk.
dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk
memudahkan pemakaian laboratorium e. Mempunyai jarak cukup jauh terhadap
dalam melakukan aktivitasnya. Fasilitas bangunan lain untuk memberikan
tersebut ada yang berupa fasilitas umum ventilasi yang cukup dan penerangan
dan fasilitas khusus. Fasilitas umum alami yang optimum.
merupakan fasilitas yang dapat digunakan
oleh semua pemakai laboratorium f. Terletak pada bagian yang mudah
dikontrol.
Lokasi yang baik untuk laboratorium
4
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
harus di daerah yang berlingkungan bersih, Gambar 2.3 Tata Letak Kerja Laboratorium kultur jaringan
bebas polusi, tanpa keterbatasan air bersih, (sumber: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2015)
dan yang penting dilengkapi dengan
prasarana transportasi, dan utilities air, gas, 5. Persyaratan Bangunan Laboratorium
dan listrik yang memadai.
4. Luas Ukuran Laboratorium Persyaratan secara umum bangunan
laboratorium kultur jaringan tanaman
Untuk 40 orang siswa ukuran adalah sebagai berikut.
laboratorium yang baik : lebar 8-9 meter
dan panjang 11-12 meter atau untuk setiap a. Atap
siswa digunakan lebih kurang 2,5 m².
Ukuran dan jumlah ruangan yang Kemiringan atas 15-45° (tergantung
diperlukan untuk sebuah laboratorium bahan atap yang digunakan), dengan
kultur jaringan tanaman dapat bervariasi, overstek yang bisa memberikan efek
tergantung pada kebutuhannya. Beberapa keteduhan dan terhindar dari sinar
hal yang sering menjadi bahan matahari langsung.
pertimbangan dalam merancang sebuah
laboratorium kultur jaringan tanaman b. Jendela
adalah besarnya kapasitas produksi planlet
yang dikehendaki, besarnya modal awal Jendela dibuat dan diletakkan
yang ada, serta skala usaha yang dijalankan memanjang di sebelah utara atau
untuk komersial atau sekedar pemenuhan selatan. Jendela harus dibuat dari kaca
hobi memperbanyak tanaman. Untuk yang dapat dibuka dan ditutup rapat dan
memberikan kenyamanan bagi analis dalam pintu dibuat pintu masuk dan pintu
melaksanakan pengujian diperlukan ruang keluar.
kerja dan bangunan laboratorium yang
memadai. Luas dan desain bangunan c. Ventilasi
laboratorium kultur jaringan disesuaikan
dengan kapasitas yang dilakukan setiap Ventilasi dibuat cukup baik dan terletak
tahun.
Gambar 2.2 Bangunan Rumah Kaca
(Sumber: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,2015)
5
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
memanjang di antara langit-langit dan laboratorium kultur jaringan tanaman
jendela di setiap ruang kerja. Bagi mencakup fasilitas sederhana untuk
ruangan yang akan dilengkapi dengan pelayaan pembiakan tanaman. Secara garis
AC, ventilasi dibuat seperti jendela besar bangunan dibagi menjadi ruang
(dapat dibuka dan ditutup) sedangkan administrasi dan ruang laboratorium.
yang tidak berventilasi dibuat dengan Penataan ruang laboratorium dikaitkan
sistem jalusi memanjang di atas jendela. dengan langkah-langkah prosedur kultur
jaringan dan alat-alat yang dibutuhkan.
Untuk daerah bersuhu 28°C, Ukuran ruang sangat tergantung dari alat-
laboratorium kultur jaringan hendaknya alat yang dipergunakan jumlah persoanalia
dilengkapi dengan AC. Kondisi ruang yang terlibat dan kapasitas produksi bibit
tanam dan ruang kulit suhu ruangan yang diinginkan.
dipertahankan kurang dari 20°C dan
kelembaban udaranya kurang dari 60%. Kegiatan kultur jaringan di dalam
laboratorium dibagi dalam 3 kelompok
d. Penerangan yaitu sebagai berikut.
Penerangan di dalam ruangan a. Persiapan, baik persiapan media maupun
laboratorium harus optimal dan tidak persiapan bahan tanam.
boleh hanya tergantung dari cuaca/sinar
matahari. Untuk itu harus menggunakan b. Isolasi dan penanaman.
lampu (fluorescent day light bulbs) yang
dipasang pada langit-langit. c.Inkubasi dan penyimpanan/
pemeliharaan kultur.
e. Sumber Tenaga Listrik
Masing-masing kegiatan harus terpisah
Laboratorium kultur jaringan harus dengan peralatan tersendiri, karena
dilengkapi dengan tenaga listrik yang kegiatan tersebut, maka ruangan yang
memadai, stabil, dan kontinyu karena dibutuhkan adalah sebagai berikut.
selain diperlukan untuk penerangan
hampir semua peralatan laboratorium 1) Ruang persiapan yang terdiri dari berikut
menggunakan tenaga listrik. Tenaga ini.
listrik yang dibutuhkan kurang lebih 10
KVA yang bersumber dari PLN atau a)Ruang pencucian
instalasi lain yang besar. Di ruang
laboratorium harus disediakan stop Ruang pencucian harus memiliki bak
kontak yang cukup untuk alat-alat cuci, meja kerja yang terbuat dari
laboratorium. bahan yang tahan terhadap asam dan
basa, rak pengering dan mempunyai
f. Air saluran untuk air demineralisasi atau
destilasi, ruang untuk tempat oven
Setiap laboratorium kultur jaringan pengering alat/mesin pencuci dan
harus dilengkapi dengan air bersih. Air pengering, serta rak atau lemari
yang digunakan harus air bersih yang penyimpanan.
tidak mengandung zat-zat dan atau
unsur-unsur yang akan mengganggu b)Ruang timbang
pertumbuhan tanaman
Di dalam ruang ini disediakan
Penyiapan Laboratorium Kultur Jaringan peralatan dan tempat untuk
tanaman menimbang, untuk menimbang bahan-
bahan kimia untuk pembuatan media
1. Merencanakan bangunan laboratorium tanam. Timbangan analitik yang akan
kultur jaringan tanaman. dipakai harus diletakan di dalam
ruangan timbang tersendiri yang
Rencana tata letak sebuah bangunan bentuk dan kontruksinya dibuat
6
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
sedemikian rupa sehingga ruangan ini pekerjaan aseptic dimulai. Dalam ruangan
tidak terpengaruh oleh getaran- ini dilakukan dengan kegiatan isoalsi
getaran dan hembusan-hembusan bagian tanaman. Sterilisasi penanaman
angin yang dapat mempengaruhi hasil eksplain dalam media. Ruangan ini sedapat
penimbangan. mungkin bebas dari debu dan hewan-
c)Ruang persiapan/pembuatan media hewan kecil serta tersekat dengan ruangan
Ruang persiapan media, sterilisasi, dan lain. Pintu penghubung diusahakan selalu
penyimpanan media. Di dalam ruang tertutup, penggunaan AC diharuskan dalam
persiapan media harus tersedia ruangan transfer/ penanaman. Ruangan
tempat untuk penyimpanan bahan transfer ini sangat penting mempunyai
bahan kimia, gelas kultur dan pintu penghubung keruangan stok media
penutupnya, dan peralatan gelas yang dan ruang kultur.
diperlukan untuk pembuatan media. (3) Ruang kultur / pemeliharaan
Meja yang kokoh atau “bench” untuk Ruangan ini biasanya merupakan ruangan
penyimpanan “hot plate magnetic besar dengan kemungkinan perluasan
stirrer”, PH mater, timbangan dan apabila diperlukan. Ruangan ini harus
dispenser harus tersedia. Peralatan dijaga kebersihannya dan sedapat mungkin
lain yang biasanya ada di ruang dihindari terlalu banyak keluar masuknya
persiapan dan pembuatan media orang yang tidak begitu berkepentingan.
antara lain alat vaccum, distilling unit, Ruangan pemeliharaan atau inkubasi harus
bunsen, refrigerator (kulkas) dan memiliki suhu kurang lebih 250°C dan harus
freezer untuk penyimpanan larutan dilengkapi dengan lampu-lampu neon
stok dan bahan kimia, mikrowive, karena ruangan ini merupakan temapat
kompor gas, oven dan autoclave untuk menyimpan botol-botol yang berisi kultur
sterilisasi media, peralatan gelas dan aseptic dari tanaman yang diproduksi.
peralatan lain. Untuk menghemat temapat, maka dalam
Di dalam pembuatan media kultur, bahan- ruangan pemeliharaan ini dapat dilengkapi
bahan kimia yang digunakan harus yang dengan rak-rak. Botol kultur diatur dalam
bertaraf analitik dan penimbangannya harus rak-rak dengan jarak berkisaran 30-40 cm,
baik dan benar. Agar lebih akurat, dalam jarak antara rak harus diatur sedemikian
pembuatan media harus dilakukan tahap demi rupa sehingga memudahkan lalu-lintas
tahap dan bahan-bahan yang digunakan harus pemeriksaan kultur. Di dalam ruangan
di “checklist”. kultur, ruangan fisik pertumbuhan diatur
sedemikian rupa sehingga mendukuk
(1) Ruang Penyimpanan Media pertumbuhan kultur tanaman yang optimal
dengan cara pengaturan temperature dan
Ruangan ini berfungsi sebagai ruang untuk cahaya. Pemakaian AC mutlak karena
menyimpan media tanam yang sudah di- ruangan kultur merupakan ruangan
autoklaf. Ruang stok sebaiknya dingin dan tertutup yang sedikit sekali mempunyai
gelap,serta kebersihannya harus dijaga. aliran udara bebas. Temperatur udara yang
Media tanam akan diinkubasi pada ruang ini optimal adalah pada 240°C- 280°C,
selama 3 hari sebelum digunakan. Hal ini intensitas cahaya paling baik dari lampu
untuk mengetahui kondisi media tanam fluorrencent adalah antara 1000-4000 lux
apakah steril atau terkontaminasi. Apabila dengan lama penyinaran 14-16 jam sehari.
media terkontaminasi sebaiknya segera Botol-botol yang sudah terkontaminasi
dikeluarkan dari ruangan.
(2) Ruang penanaman/transfer jamur atau bakteri harus segera dikeluarkan
Ruangan yang merupakan tempat dimana dan segera dicuci bersih agar tidak menular
7
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
ke bibit-bibit yang sehat didalam botol- sebagai berikut.
botol yang lain sebab sepora jamur yang (1)Gudang media ( tanah, pasir dan
sudah berkembang mudah sekali kompos ) dan tempat pengadukan
terhambur atau dihembuskan oleh angin. dan pengisian media kedalam
Pertumbuhan kultur terjadi secara periodik polybag.
tergantung pertumbuhan satu jenis atau (2)Shading house atau bedengan yang
penambahan jenis kultur baru. Kultur yang diberi atap plastik ultra violet untuk
tumbuh dan telah memperbanyak diri itu menempatkan polybag tidak terkena
secara teratur harus disubkulturkan sinar matahari dan air hujan secara
(ditanam ulang atau dilanjutkan pada media langsung karena kondisi bibit sangat
tanaman baru). Sub kultur dapat dilakukan lemah.
dengan 3-5 minggu sekali, tergantung pada
jenis tanaman dan besarnya wadah kultur. (3)Bedeng paranet yaitu bedeng yang
diberi atap jaring paranet dengan
(4) Fasilitas Pendukung intensi cahaya antara 55-75%,
(a) Green House / Scren House digunakan untuk menempatkan
Green House/ Screan house diperlukan polybag yang berisi bibit yang telah
untuk tahapan aklimatisasi dimana berada di shading house selama satu
planlet yang tumbuh dalam botol dalam bulan sampai bibit dapat ditanam di
kondisi steril, dikeluarkan dari botol, lapangan.
kemudian ditanam dimedia kompos, (4)Lahan terbuka untuk menyimpan
pasir atau arang sekam. Green house bibit yang siap salur atau siap
sebaiknya beratap, kaca atau paranet, ditanam dilapangan.
dindinganya berupa kasa almunium Hal yang sangat penting dari persemian
sehingga terhindar dari masuknya ini adalah perawatan tanaman yang
serangga/ hama atau pembawa meliputi penyiraman yang baik dengan
penyakit serta memungkinkan aliran tersediannya sumber dan instalasi air
udara yang baik. Didalam green house yang memadai, pemupukan yang
terdapat rak-rak yang berisi bak-bak terprogram, pengendalian hama dan
plastik yang berisi planet yang penyakit. Besarnya areal persemaian ini
diaklimatisasi. Green house juga sangat dipengarui oleh besarnya
diperlukan untuk menubuhkan sumber kapasitas produksi. Persemaian untuk
eksplan agar tumbuh dalam kondisi kapasitas produksi 200.000 bibit
terkontrol dan bebas hama dan penyakit, pertahun membutuhkan luas areal
sehingga memudahkan dalam sterilisasi sekitar 2 hektar.
eksplan.
2. Menyiapkan sarana bangunan laboratorium
(b) Persemaian kultur jaringan tanaman
Setelah tahapan aklimatisasi di green Penyiapan sarana bangunan
house, tanaman mini atau planlet pasca laboratorium kultur jaringan tanaman
aklimatisasi sudah mempunyai sistem diantaranya terdiri dari : penyusunan
perakaran yang baik. Pada tahapan ini rencana tata letak sebuah bangunan
planlet pasca aklimatisasi kemudian laboratorium kultur jaringan tanaman
dipindahkan dari bak-bak aklimatisasi mencakup fasilitas sederhana untuk
ke polybag dan ditumbuhkan sampai pelayanan administrasi dan laboratorium.
bibit siap salur atau siap di tanam di Jika kegiatan administrasi dan atau kegiatan
lapangan. Untuk kegiatan ini diperlukan pembiakan bertambah atau
sarana persemaian yang terdiri dari berkembang,bangunan dapat diperluas.
8
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
Adapun persyaratan tata letak laboratorium (1)Data inventarisasi/kondisi
kultur jaringan tanaman sebagai berikut : fasilitas bangunan atau lahan
yang dimiliki lembaga
a. Lokasi
(2) Lay-out pemanfaatan/tata
Bangunan laboratorium harus ruang lahan dan bangunan
mudahdijangkau oleh yang dimiliki lembaga
produsen,pedagang,konsumen benih,
dan instansi terkait. (3) Rencana pengadaan, atau
pengembangan fasilitas
b. Letak bangunan lembaga
Apabila bangunan terletak di pinggir (4) Dokumen tentang disain
jalan raya jarak antara gedung dan poros bangunan laboratorium kultur
jalan raya minimal 10 m (atau tergantung jaringan tanaman
situasi setempat). Letak bangunan
laboratorium menghadap utara-selatan, 3) Keselamatan dan kesehatan kerja
untuk menghindari sinar matahari
langsung masuk ke ruang kerja Dalam pelaksanaan perencanaan dan
laboratorium. atau pengembangan luasan dan tata
letak bangunan laboratorium kultur
c. Bangunan laboratorium jaringan tanaman ada beberapa hal
yang harus diperhatikan :
Untuk memberikan kenyamanan bagi
analis dalam melaksanakan pengujian (a) Sebelum memulai kegiatan,
diperlukan ruang kerja dan bangunan tentukan dan pergunakan bahan
laboratorium yang memadai. Luas dan dan alat bantu yang sesuai
desain bangunan laboratorium kultur dengan kebutuhan
jaringan disesuaikan dengan kapasitas
setiap tahun (b)Pahami cara kerja dan
penggunaan peralatan dan
1) Tujuan bahan kerja agar kegiatan dapat
berjalan dengan baik
Kegiatan ini bertujuan agar peserta
didik mampu merencanakan atau (c) Atur dan tata kembali sarana dan
mengembangkan luasan tata letak tempat kerja seperti semula bila
sebuah bangunan laboratorium kegiatan telah selesai dilakukan
kultur jaringan tanaman
4) Langkah kerja
2) Alat dan bahan
a). Membuat perencanaan dan atau
a). Alat pengembangan luasan dan tata
letak sebuah bangunan
Alat-alat yang digunakan dalam laboratorium kultur jaringan
kegiatan ini adalah : tanaman :
(1) Kertas gambar ukuran A-4 (1) Menyiapkan alat dan bahan
yang akan dipergunakan
(2) Pinsil gambar 3-B dalam merencanakan dan atau
mengembangkan luasan dan
(3) P e n g g a r i s l u r u s 3 0 - 4 0 tata letak bangunan
cm.presisi 0,5 – 1 mm laboratorium kultur jaringan
tanaman
(4) Busur derajad 180-3600
(2) Melakukan analisis kondisi
(5) Penghapus pensil fasilitas bangunan dan lahan
b). Bahan
Bahan yang digunakan dalam
kegiatan ini adalah :
9
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN (1) Menyiapkan alat dan bahan
yang akan dipergunakan
yang dimiliki oleh lembaga dalam merencanakan dan atau
dengan rencana dan atau mengembangkan luasan dan
pengembangan luasan dan tata letak bangunan rumah
tata letak bangunan kaca
laboratorium kultur jaringan
tanaman (2)Melakukan analisis kondisi
(3) Menentukan kebutuhan disain fasilitas bangunan dan lahan
luasan dan tata letak yang dimiliki oleh lembaga
bangunan laboratorium kultur dengan rencana dan atau
jaringan tanaman, sesuai penegembangan luasan dan
kegiatan atau kapasitas kerja tata letak bangunan rumah
yang akan dilakukan dengan kaca
mengacu contoh disain yang
telah ada (3)Menentukan kebutuhan disain
(4) Melakukan pembuatan disain luasan dan tata letak
luasan dan tata letak bangunan rumah kaca,sesuai
bangunan laboratorium kultur kegiatan/kapasitas kerja yang
jaringan tanaman akan dilakukan dengan
menggunakan bahan yang mengacu contoh disain yang
tersedia telah ada
(5) Melengkapi disain luasan dan
tata letak bangunan (4)Melakukan pembuatan disain
laboratorium kultur jaringan luasan dan tata letak
tanaman dengan data bangunan rumah kaca
diantaranya : arah bangunan, menggunakan bahan yang
luasan dan kegunaan masing- telah disediakan
masing ruangannya serta
bahan dan jaringan fasilitas (5)Melengkapi disain luasan dan
pelengkapnya tata letak bangunan rumah
(dinding,lantai.atap, ventilasi. kaca dengan data diantaranya
pintu dan jendela, : arah bangunan, luasan dan
penerangan, sumber tenaga, kegunaan ruangannya, serta
jaringan listrik dan air). bahan dan jaringan fasilitas
(6) Melakukan pemeriksaan ulang pelengkapnya (dinding, lantai
tentang langkah perencanaan atap, ventilasi, pintu dan
dan atau pengembangan jendela, penerangan, sumber
disain luasan dan tata letak tenaga, jaringan listrik dan
bangunan laboratorium kultur air).
jaringan tanaman beserta
keterangan penjelasannya (6)Melakukan pemeriksaan ulang
yang dibuat secara lengkap. tentang langkah perencanaan
b). Membuat perencanaan dan atau dan atau pengembangan
pengembangan sebuah rumah disain luasan da tata letak
kaca : bangunan rumah kaca beserta
keterangan penjelasannya
10 dibuat secara lengkap.
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
Praktik
Acara : Merencanakan Bangunan Membuat perencanaan dan atau
Laboratorium Kultur Jaringan pengembangan luasan da tata letak sebuah
Tanaman dan Menyiapkan bangunan laboratorium kultur jaringan
Sarana Bangunan tanaman :
Laboratorium Kultur Jaringan
1. Siapkan alat dan bahan yang akan
A. Tujuan : Kegiatan ini bertujuan agar dipergunakan dalam perencanaan dan
peserta didik mampu atau pengembangan luasan dan tata
membuat perencanaan atau letak bangunan laboratorium kultur
pengembangan luasan dan jaringan tanaman
tata letak sebuah bangunan
laboratorium kultur jaringan 2. Lakukan analisis kondisi fasilitas
bangunan lahan yang dimiliki oleh
B. Alat dan Bahan : lembaga dengan rencana dan atau
pengembangan luasan dan tata letak
Alat yang diperlukan dalam kegiatan ini bangunan laboratorium kultur jaringan
adalah :
3. Tentukan kebutuhan disain luasan dan
1.Kertas gambar ukuran A-4 tata letak bangunan kultur jaringan
tanaman, sesuai kegiatan/kapasitas
2.Pinsil gambar 3-B kerja yang akan dilakukan dengan
mengacu contoh disain yang ada
3.Pengaris Lurus 30-40 cm, presisi 0,5-
1mm 4. Lakukan pembuatan disain luasan dan
tata letak bangunan laboratorium kultur
4.Busur derajad 180-3600 jaringan tanaman menggunakan alat dan
bahan yang telah disediakan
5.Penghapus pinsil
5. Lengkapi disain luasan dan tata letak
Bahan yang dipergunakan dalam kegiatan bangunan laboratorium dengan data
ini adalah : diantaranya : arah bangunan, luasan dan
kegunaan masing-masing ruangan, serta
1.Data inventaris/kondisi fasilitas bahan dan jaringan fasilitas
bangunan atau lahan yang dimiliki pelengkapnya (dinding, lantai, atap,
lembaga ventilasi, pintu dan jendela,
penerangan,sumber tenaga, jaringan
2.Lay-out pemanfaatan/tata ruang lahan listrik dan air)
dan bangunan yang dimiliki lembaga
6.Lakukan pemeriksaan ulang tentang
3.R e n c a n a p e n g a d a a n , a t a u langkah perencanaan dan atau
pengembangan fasilitas bangunan pengembangan disain luasan dan tata
lembaga letak bangunan laboratorium kultur
jaringan tanaman beserta keterangan
4.Dokumen tentang disain bangunan penjelasannya yang telah dibuat secara
laboratorium kultur jaringan lengkap
C. Keselamatan dan Keesehatan Kerja 7. Apakah prosedur perencanaan dan atau
pengembangan disain luasan dan tata
1. Sebelum memulai kegiatan, tentukan letak bangunan laboratorium kultur
dan pergunakan bahan dan alat bantu jaringan sudah sesuai berikan penjelasan
yang sesuai dengan kebutuhan
8. Diskusikan dengan kelompok yang lain
2. Memahami cara kerja dan penggunaan
peralatan dan bahan kerja agar kegiatan
dapat berjalan baik
3. Atur dan tata kembali sarana tempat
kerja seperti semula,bila kegiatan telah
selesai dilakukan
D. Langkah Kerja
11
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
(Sumber : Bahan ajar diklat Kementerian lainnya, tetapi mudah saling berhubungan dan Shaker
Pendidikan dan Kebudayaan 2015) mudah dicapai. Pembagian ruangan
laboratorium kultur jaringan berdasarkan
Apakah prosedur perencanaan dan atau kegiatan-kegiatannya adalah sebagai berikut :
pengembangan disain luasan dan tata letak 1. Ruang persiapan/preparasi
bangunan laboratorium kultur jaringan 2. Ruang transfer/tanam
tanaman sudah sesuai dengan syarat-syarat 3. Ruang kultur/inkubasi
laboratorium kultur jaringan tanaman dan 4. Ruang stok/Media jadi
penyiapan laboratorium kultur jaringan 5. Ruang timbang/bahan kimia
tanaman?
RUANG INKUBASI/KULTUR
Secara garis besar bangunan dibagi menjadi
ruang administrasi dan ruang laboratorium. Rak Kultur
Jika kegiatan administrasi dan atau kegiatan
pembiakan bertambah atau berkembang RUANG Mikroskop Laminar
,bangunan dapat diperluas. Adapun STOK RUANG TANAM
persyaratan tata letak laboratorium kultur MEDIA
jaringan tanaman adalah : bangunan Meja Kerja
laboratorium harus mudah dijangkau oleh RUANG Kulkas Laminar
produsen, pedagang, konsumen benih, dan
instansi terkait, apabila bangunan terletak TIMBANG
dipinggir jalan raya jarak antara gedung dan
poros jalan raya minimal 10 m (atau tergantung Meja Timbang
situasi setempat). Letak bangunan
laboratorium menghadap utara selatan untuk Rak
menghindari cahaya matahari langsung masuk
ke ruang kerja laboratorium dan untuk RUANG PREPARASI Lemari
memberi kenyamanan bagi tenaga untuk
melaksanakan pekerjaan dalam diperlukan
ruang kerja dan bangunan laboratorium kultur
jaringan yang memadai.
Sink Meja Kerja
Desain Laboratorium Kultur Jaringan (Sumber: https://www.
google.com/search?safe=strict&hl=id&authuser=
0&biw=1280&bih=610&tbm=isch&sa)
Desain Laboratorium Kultur Jaringan Untuk lebih membuka dan memperluas
pemahaman peserta didik tentang
Pertumbuhan eksplan dalam kultur jaringan kompetensi penyiapan sarana laboratorium
diusahakan dalam lingkunagan yang aseptis kultur jaringan tanaman dapat membuka Salah
dan terkendali. Laboratorium yang efektif satu website yang dapat kalian kunjungi untuk
merupakan salah satu unsur penting yang ikut menambah wawasan dan pemahaman kalian
menentukan keberhasilan pekerjaan, baik tentang laboratorium kultur jaringan :
untuk penelitian, maupun produksi.
Laboratorium sebaiknya dibangun di daerah http://tanamaninvitro.blogspot.com/2012/05
yang udaranya bersih, tidak banyak debu dan /ruangan-laboratorium-kultur-jaringan.html
polutan. Bangunan laboratorium kultur
jaringan sebaiknya mempunyai pembagian
ruangan yang diatur sedemikian rupa sehingga
tiap kegiatan terpisah satu dengan yang
12
Menyiapkan sarana laboratorium yang
mewadai adalah:
1.Membuat Salah satu pendukung
keberhasilan pelaksanaan perbanyakan
tanaman secara kultur jaringan adalah
adanya sarana laboratorium yang mewadai.
Tugas anda dalam rangka kumpulan tulisan
berupa rangkuman informasi tentang disain
laboratorium kultur jaringan tanaman dan
gambar-gambar yang mendukung.
Informasi dapat dikumpulkan melalui buku,
internet, maupun dari sumber yang lain.
1. Laboratorium adalah suatu ruangan tempat 2. Melakukan kunjungan dan atau konsultasi
melakukan kegiatan praktek atau penelitian pada instansi/pengusaha, atau unit kerja
yang ditunjang oleh adanya seperangkat laboratorium kultur jaringan tanaman di
alat-alat Laboratorium serta adanya sekolah atau instansi yang relevan tentang
infrastruktur Laboratorium yang lengkap proses menyiapkan sarana laboratorium
kultur jaringan tanaman
2. Lokasi yang baik untuk laboratorium harus Tugas dikerjakan dalam bentuk laporan
di daerah yang berlingkungan bersih, bebas
polusi, tanpa keterbatasan air bersih, dan dengan format yang disepakati dengan guru
yang penting dilengkapi dengan prasarana pengampu.
transportasi, dan utilities air, gas dan listrik
yang memadai. penilaian harian
3. Untuk 40 orang siswa ukuran laboratorium 1. Mengapa pembiakan in-vitro harus
yang baik : lebar 8-9 meter dan panjang 11- dilakukan di dalam laboratorium kultur
12 meter atau untuk setiap siswa digunakan jaringan?
lebih kurang 2,5 m.
2. Mengapa laboratorium memiliki fungsi atau
4. Rencana tata letak sebuah bangunan peranan yang sangat penting dalam proses
laboratorium kultur jaringan tanaman pembelajaran?
mencakup fasilitas sederhana untuk
pelayaan pembiakan tanaman. Secara garis 3. Mengapa penataan ruangan laboratorium
besar bangunan dibagi menjadi ruang kultur jaringan dikaitkan dalam langkah-
administrasi dan ruang laboratorium. langkah prosedur kultur jaringan dan alat-
alat yang dibutuhkan?
5. Ruangan dalam laboratorium kultur jaringan
4. Kegiatan dalam ruangan kultur jaringan
terdiri dari : ruang persiapan,isolasi dan harus terpisah dengan peralatan tersendiri.
Sebutkan dan jelaskan ruangan yang
penanaman, dan ruang inkubasi dan dibutuhkan dalam pembiakan secara kultur
jaringan tersebut!
penyimpanan .
5. Mengapa ruang timbang harus di dalam
ruangan tersendiri dengan konstruksi
khusus?
13
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
Setelah mempelajari bab kedua ini, Anda
tentu menjadi paham tentang penyiapan
laboratorium kultur jaringan tanaman. Dari
semua materi yang sudah dijelaskan pada bab
kedua ini, mana yang menurut Anda paling sulit
dipahami? Coba Anda diskusikan dengan
teman maupun guru Anda, karena konsep dasar
ini akan menjadi pondasi dari materi-materi
yang akan dibahas di bab-bab selanjutnya.
14
Jenis dan PersyaratanBAB III
Tumbuh Tanaman SayuranPENYIAPAN PERALATAN
KULTUR JARINGAN
Setelah mempelajari materi penyiapan peralatan kultur jaringan , peserta didik
mampu mendifinisikan alat laboratorium kultur jaringan,menjelaskan fungsi
alat laboratorium kultur jaringan,mengoperasionalkan peralatan kultur jaringan
dan merawat peralatan kultur jaringan.
Jenis alat laboratorium kultur jaringan
Fungsi alat laboratorium kultur jaringan
Tehnik penyiapan peralatan kultur jaringan
Cara perawatan peralatan kultur jaringan
Jenis- Alat – Bagian - Fungsi – Tehnik – Perawatan- peralatan- laboratorium-
Kultur jaringan
15
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
Laboratorium dengan fasilitas bangunan sedia untuk digunakan oleh personel yang
yang lengkap, sarana yang cukup, peralatan kompeten.
yang memadai, serta administrasi yang baik, A. Jenis Alat Laboratorium Kultur Jaringan
dan mempunyai tenaga ahli yang terampil akan
memberikan kenyamanan kerja bagi siapapun Jenis peralatan yang diperlukan dalam
yang melakukan kegiatan di laboratorium. suatu laboratorium umumnya adalah
Keberhasilan dalam mengelola laboratorium sebagai berikut :
memerlukan keterampilan, perencanaan, dan 1) Hot plate,magnetic stirrer atau kompor
organisasi yang baik. Kunci keberhasilan suatu
laboratorium adalah pengelola beserta tenaga Diberbagai laboratorium kultur jaringan
kerja lainnya; seperti staf, peneliti, analis, seringkali dijumpai hot plate and
teknisi dan operator. magnetic stirrer.
Dalam bekerja di laboratorium, harus tetap Gambar 3.1. Hot plate dan stirrer (Sumber: Documen pribadi)
menjaga keselamatan diri dengan
menganggap semua bahan (terutama bahan 2) Peralatan gelas
kimia) berbahaya kecuali benar-benar yakin a.Gelas ukur,
bahan tersebut tidak berbahaya. Oleh karena Alat ini berupa gelas tinggi yang
itu, dalam bekerja di laboratorium harus benar- terbuat dari kaca/plastik tidak tahan
benar memperhatikan prosedur penanganan panas dengan sekala di sepanjang
sehingga dapat memperkecil kemungkinan dindingnya. Kegunaan alat ini adalah
terjadinya kecelakaan. untuk mengukur volume suatu
cairan/larutan, sebaiknya volume
Agar laboratorium dapat berfungsi dan tersebut ditentukan berdasarkan
selalu siap melakukan kegiatan sesuai meniskus cekung larutan.
perannya dengan baik, harus dilengkapi Gelas ukur adalah sebagai alat ukur
dengan peralatan laboratorium yang memadai. volume cairan yang tidak memerlukan
Dengan adanya penyediaan peralatan ketelitian yang tinggi. Gelas
laboratorium dari yang pengoperasiannya transparan ini tentu tidak asing bagi
bersifat manual, sampai yang serba otomatis, para siswa sekolah yang telah
maka dalam penggunaannyapun perlu melakukna uji laboratorium. Terdapat
perawatan yang baik dan untuk perawatan berbagai ukuran gelas ukur ini, mulai
laboratorium ini perlu dilakukan secara teratur dari 5 m L sampai 2 Liter, bahkan
dan terjadwal, agar peralatan yang ada tetap sekarang ada juga yang lebih besar.
awet dan dalam keadaan baik dan siap selalu Sebuah gelas ukur, pengukur silinder
untuk dipergunakan setiap saat. atau yang biasa juga disebut silinder
pencampuran adalah bagian dari
Peralatan dan piranti lunak yang digunakan
untuk melaksanakan pengujian maupun
pengambilan sempel harus dipastikan
mempunyai kemampuan menghasilkan
akurasi yang diperlukan sesuai dengan
tujuannya.
Peralatan harus dioperasionalkan oleh
personel yang berwenang dengan
menggunakan instruksi kerja yang mutakhir
atau panduan/manual alat yang disediakan
untuk menggunakan atau merawat alat.
Instruksi kerja atau manual alat harus siap
16
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
peralatan laboratorium yang Gambar 3.1.Gelas Ukur
digunakan mengukur volume cairan. (Sumber https://www.google.com/search?q=gelas+ukur&safe)
Gelas ukur umumnya lebih akurat dan
tepat dari termos laboratorium dan b.Beaker Glass / Gelas Piala
gelas. Namun, mereka kurang akurat
dan tepat dari gelas volumetric, Alat gelas kimia berbentuk silinder
seperti labu ukur ( volumetric flask ) dengan dasar yang rata. Beaker glass
atau pipet volumetric. Untuk alasan ini, umumnya terbuat dari kaca borosilikat
gelas ukur tidak boleh digunakan yang tahan panas hingga 2000C.
untuk melakukan analisis volumetric. Beaker glass ini memiliki takaran tapi
Gelas ukur ini kadang-kandang tidak digunakan untuk mengukur
digunakan secara tidak langsung untuk volume suatu zat cair, karena alat ini
mengukur volume solid dengan hannya memiliki tingkat ketelitian
mengukur perpindahan atau kenaikan dengan akurasi 10 %.
cairan. Umumnya, gelas ukur terbuat
dari polypropylene karena ketahanan Ukuran beaker glass ini bervariasi
kimia yang baik atau yaitu 25 ml,50 ml,100 ml,150 ml, 200
polymethylpentene untuk transparasi ml, 250 ml, 500 ml, 1000 ml, 2000 ml .
, hal itu membuat gelas menjadi lebih Ada beberapa merk beaker glass yaitu
ringan namun lebih rapuh dari kaca. Pyrex, Iwaki pyrex, Sckott Duran
Polypropylene kelas khas komersial
mencair lebih dari 160° C (320 °F), Fungsi beaker glass adalah sebagai
kerusakan pada gelas ukur dapat berikut :
mempengaruhi akurasi pengukuran.
-Sebagai tempat untuk membuat
Sebuah gelas ukur tradisional biasanya larutan seperti larutan HCL, H2SO4
sempit dan tinggi (sehingga dapat ,H2OH, dan bahan kimia lainnya,
meningkatakan akurasi dan presisi apabila membuat larutan asam encer
pengukuran volume ) dan memiliki maka dalam beaker glass diisi
dasar plastik atau kaca dan “corot” sejumlah aquadest terlebih
untuk memudahkan aliran cairan dahulu,kemudian baru ditambahkan
mengalir dari gelas ukur. Versi asam sessuai dengan takaran yang
tambahan lebar dan rendah. Jenis lain diinginkan
dari silinder memiliki sendi kaca tanah
bukannya “corot”, sehingga mereka -Untuk mengukur volume larutan yang
dapat ditutup dengan topper atau tidak membutuhkan tingkat ketelitian
terhubung langsung dengan unsur- yang tinggi
unsur lain dari bermacam-macam,
mereka juga dikenal sebagai silinder -Berfungsi sebagai pemanas,misalnya
pencampuran. Dengan jenis silinder , tempat untuk memanaskan bahan /
cairan meteran tidak dituangkan larutan diatas hot plate, memanaskan
secara langsung tetapi sering dihapus aquades untuk melarutkan bahan
menggunakan kanul. kimia
17
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
-Berfungsi untuk menampung bahan ada juga erlenmeyer yang khusus di
kimia berupa larutan , padatan, pasta buat dengan penutup yang juga
atau tepung terbuat dari kaca.
Gambar 3.1.Beaker Glass Gambar 3.1. Erlenmeyer
(Sumber: https://www.alibaba.com/product-detail/Heating- (Sumber https://www.google.com/search?q=erlenmeyer
Resistant-Glass-Laboratory-Wholesale-Beaker_60618519017.
html?) +250+ml&safe=strict&source=lnms&tbm=isch&sa)
c. Erlenmeyer d.Petridish
Cawan berbentuk silinder ceper yang
Erlenmeyer adalah peralatan gelas ( memiliki tutup, sering disebut dengan
Glass ware equipment ) yang cawan petri atau cawan sel kultur.
seringkali di gunakan untuk analisa
dalam laboratorium. Bentuknya bulat Gambar 3.1.Petridish
dan berbentuk kerucut dibagian (Sumber: https://www.google.com/search?q=petri+dish&
atasnya. Ukurannya mulai dari 10 mL
sampai 2 L disalah satu sisi, ada tanda safe=strict&source=lnms&tbm=isch&sa)
untuk menunjukkan ukuran volume isi,
dan memiliki spot yang dapat diberi e.Pengaduk Kaca
label dengan pensil. Leher dan mulut Merupakan peralatan yang terbuat
botol yang sempit pada erlenmeyer dari kaca pejal, dengsn ukuran hampir
bertujuan agar mudah di pegang, sama dengan sedotan minuman, hanya
mengurangi penguapan dan dapat sedikit lebih panjang dan ujungnya
ditutup dengan mudah. Sedangkan membulat. Biasanya digunakan untuk
dasar permukaan yang rata mencampur bahan kimia dan cairan
membuatnya fleksibel diletakkan untuk keperluan laboratorium.
dimana saja. Erlenmeyer kebanyakan
terbuat dari kaca borosilikat sehingga
mereka dapat dipanaskan di atas api
atau di autoklaf. Ukuran yang paling
umum mungkin adalah termos
erlenmeyer 250 ml dan 500 ml. Namun
ada juga erlenmeyer yang berukuran
50 ml, 125 ml, 1000 ml dan 2000 ml.
Biasanya erlenmeyer tidak
mempunyai tutup. Untuk penutup
dapat menyegel mereka dengan
plastik atau gabus penyumbat. Namun
18
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
Gambar 3.1.Pengaduk Kaca Gambar 3.1.Pinset bengkok
(Sumber: https://www.google.com/search?safe=strict&source (Sumber:https://www.google.com/search?safe=strict&biw
=hp&ei)
=1280&bih=610&tbm=isch&sa)
3) Stainless steel
c.Gunting bengkok
Stainless steel (baja tahan karat)
adalah jenis baja yang tahan terhadap Gunting ini merupakan gunting
pengaruh oksidasi. Stainless steel berujung bengkok terbuat dari baja
merupakan logam paduan dari beberapa tahan karat.
unsur logam yang dipadukan dengan
komposisi tertentu. Dari perpaduan
logam tersebut didapatkan logam baru
dengan sifat atau karakterisitik yang
lebih unggul dari unsur logam
sebelumnya.
a. Pinset lurus
Pinset adalah alat yang terbuat dari
besi tahan karat, terdiri dari dua bilah
ujung yang satu dapat bergerak bebas
dengan ujung yang lain.
Gambar 3.1.Pinset Lurus Gambar 3.1.Gunting bengkok
(sumber: https://www.google.com/search?safe=strict&biw= (Sumber: https://www.google.com/search?safe=strict&biw=
1280&bih=610&tbm=isch&sa)
1280&bih=610&tbm=isch&sa)
b.Pinset bengkok
Pinset adalah alat yang terbuat dari d.Scalpel dan mata pisau
besi tahan karat, terdiri dari dua bilah
ujung bengkok yang satu dapat Merupakan alat-alat yang termasuk
bergerak bebas dengan ujung yang dalam peralatan yang masuk kategori
lain. dissecting kit. Sebelum digunkan
scalpel harus disterilisasi di dalam
19 autoclave dan dengan di flamir yaitu
scalpel dicelupkan dalam alkohol
kemudian dibakar di atas api bunsen.
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
Gambar 3.10. Scalpel meskipun kelihatannya sederhana,
(Sumber: https://www.google.com/search?safe=strict&biw= namun dalam pengoprasiannya harus
1280&bih=610&tbm=isch&sa) lebih hati-hati karena menggunakan gas
yang dikhawatirkan mengalami
kebocoran. Lagi pula, sterilisasi bahan
dan alat dengan autoclave ini harus
senantiasa ditunggu (tidak bisa
ditinggal) karena tidak ada pengaturam
otomatisuntuk lamannya sterilisasi
(semua diatur secara manual )
Salah satu jenis autoclave gas yang
banyak digunakan adalah tipe All
American 1925 X . Pada alat ini terdapat
bagian-bagian penting, yakni jarum
penunjuk tekanan dan suhu, klep
pengaman, dan klep pembuangan
kelebihan tekanan. Sementara itu pada
bagian dalam terdapat dandang dan alas
minimum.
Gambar 3.11. Mata pisau Gambar 3.12. Autoclave listrik
(Sumber: https://www.google.com/search?safe=strict&biw= (Sumber: Dokumen pribadi)
1280&bih=610&tbm=isch&sa)
4) Alat sterilisasi dengan tekanan uap
(Autoclave)
Autoclave dikenal terdapat dua
macam yaitu autoclave yang
menggunakan sumber panas dari tenaga
listrik disebut outoklave listrik dan
otoklaf yang menggunakan sumber
panas dari pembakaran gas elpiji
disebut otoklaf gas. Cara pengoprasian
otoklaf listrik relative mudah dan
sederhana, namun tergantung pada
modelnya. Sekarang tersedia berbagai
model dan ukuran autoclave listrik
untuk berbagai keperluan drngan cara
pengoprasian yang relative sama dan
aman. Sementara itu, autoclave gas,
20
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
Mv :modus pengukuran
keasaman larutan
°C :modus pengukuran
suhu larutan
c. Cal 1 :tombol untuk
mengkalibrasi alat
yang pertama (pH 7 )
d.Cal 2 :tombol utnuk
mengkalibrasi alat
yang kedua (pH 4 )
Berbagai jenis pengukuran pH yang
dapat digunakan untuk menetapkan pH
media seperti kertas lakmus dan pH
meter digital. Pengukuran pH media
sebaiknya menggunakan pH meter
digital supaya pengukuran atau
penetapan angka pH yang dikehendaki
dapat dilakukan dengan tepat.
Gambar 3.13. Autoclave Gas Prosedur penggunaan pH meter
(Sumber: Dokumen pribadi) digital yaitu pertama-tama kabel pH
meter dihubungkan dengan
5) pH meter sumberlistrik kemudaian pengaturan
suhu diset sesuai dengan suhu ruang,
Alat pH-meter merupakan alat yang selanjutanya pH meter dikalibrasi
digunakan untuk mengukur keasaman dengan cara membuka penutup plastik
medium, dapat mengguanakan merek detector dan mencelupkan detector
Corning tipe 220, dimana : pada pH standar (larutan yang sudah
diketahui dengan pasti pHnya) sambil
memutar tombol kalibrasi sampai angka
digital pada pH meter menunjukan
angka sesuai dengan pH larutan standar.
Misalnya, larutan standar memiliki pH 7
maka angka pembacaan pada pH meter
digital harus disesuaikan atau
ditetapkan sama dengan 7.
a. ( ) :tanda dalam keadaan Kesalahan dalam penetapan pH
siap pakai atau untuk pembuatan media tumbuh
istirahat merupakan kegagalan pada semua
kegiatan selanjutya. Akurasi pengukuran
b.ATC Ph Mv °C :tanda pilihan modus pH media merupakan syarat mutlak yang
pengukuran harus dilakukan untuk keberhasilan
kegiatan kultur jaringan yang dilakukan.
AaTC :modus kompensasi Setelah pH meter selesai digunakan,
suhu otomatis detector harus dibilas dengan air bersih
kemudian ditutup kembali dengan
pH :modus pengukuran plastik penutup ujung detector.
kesaman larutan
21
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
Selanjutnya detector diletakkan kembali Menimbang benda adalah
pada tempatnya dan kabel listrik dilepas menimbang sesuatu yang tidak
dari sumber arus listrk. Penampilan pH memerlukan tempat dan biasanya tidak
meter digital yang dapat digunakan dipergunakan pada reaksi kimia, seperti
untuk kegiatan kultur jaringan disajikan menimbang cawan, gelas kimia dan lain-
pada gambar. lain. Menimbang zat adalah menimbang
zat kimia yang dipergunakan untuk
Gambar 3.14 pH Meter membuat larutan atau akan direaksikan.
(Sumber: https://www.google.com/search?safe=strict&biw= Untuk menimbang zat ini diperlakukan
1280&bih=610&tbm=isch&sa) tempat penimbangan yang dapat
digunakan seperti gelas kimia, kaca
6) Timbangan analitikal (Neraca digital) arloji dan kertas timbang.
Neraca digital merupakan alat yang
Menimbang zat dengan zat
sering ada dalam laboratorium yang penimbangan selisih dilakukan jika zat
digunakan untuk menimbang bahan yang ditimbang dikhawatirkan akan
yang akan digunakan. Neraca digital menempel pada tempat menimbang dan
berfungsi untuk membantu mengukur sukar untuk dibalas. Pada penimbangan
berat serta cara kalkulasi facare selisih akan diperoleh berat zat yang
otomatis harganya dengan harga dasar masuk ke dalam tempat yang diinginkan
satuan banyak kurang. Cara kerja neraca bukan pada tempat menimbang.
digital hanya bias mengeluarkan label,
ada juga yang hanya timbul ditampilkan Dalam praktikum biologi neraca ini
layar LCD nya. bisa digunakan untuk menimbang
bahan-bahan yang dibutuhkan dalam
Kita mengenal neraca sebagai alat jumlah yang sangat kecil. Beberapa
ukur untuk satuan berat. Dibandingkan praktikum yang sering memerlukan alat
dengan neraca jaman dulu yang masih ini yaitu praktikum mikrobiolgi dan
menggunakan neraca analog atau kultur jaringan, dimana neraca ini
manual, neraca digital memiliki fungsi digunakan untuk menimbang bahan
lebih sebagai alat ukur, diantaranya yang akan digunakan untuk membuat
neraca digital lebih akurat, persis media untuk bakteri, jamur ataupun
akuntable (bisa menyimpan hasil dari untuk media tanam kultur jaringan.
setiap penimbangan). Selain itu, dengan adanya tingkat
ketelitian yang tinggi maka hal tersebut
22 dapat meminimalkan kesalahan dalam
pengambilan media yang dibutuhkan.
Jumlah media yang tidak tepat dalam
pengambilan media yang dibutuhkan.
Jumlah media yang tidak tepat dalam
pembuatan media baik untuk kultur
jaringan ataupun media tanam kultur
jaringan selain itu dengan adanya
tingkat ketelitian yang tinggi maka hal
tersebut dapat meminimalkan
kesalahan dalam pengambilan media
yang dibutuhkan. Jumlah media yang
tidak tepat dalam pembuat media baik
untuk kultur jaringan ataupun media
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
bakteri tentunya akan berpengaruh 7) Botol kultur dengan penutupnya
terhadap konsentrasi zat dalam media.
Hal tersebut dapat menyebabkan Botol kultur merupakan tempat untuk
terjadinya kekeliruan dalam hasil mengkulturkan atau menanam eksplan.
praktikum yang dilaksanakan. Pada umumnya dalam budidaya kultur
jaringan yang biasa digunakan sebagai
Saat ini tersedia berbagai merek dan penutup botol kultur adalah aluminium
tipe neraca analitik, baik neraca analitik foil. Aluminium foil dipotong persegi
manual maupun digital. Masing-masing dan ukuran potongan aluminium foil
tipe neraca analitik tersebut tentu saja dibuat sedemikian rupa sehingga
memiliki kelebihan dan kekurangan. aluminium foil tersebut menutupi
Salah satu tipe neraca analitik manual bagian terbuka dari botol kultur sampai
dengan tingkat ketelitian yang cukup 2 inchi ke bawah pada tepi botol kultur
memadai untuk pekerjaan kultur atau wadah lainnya. Dan untuk lebih
jaringan tanaman adalah neraca analitik merapatkan penutupan dapat dipakai
merk Sartorius tipe 2842 dengan karet gelang. Aluminium foil tahan panas
kapasitas 0.0001-160 g, seperti sehingga pada saat pembuatan media
disajikan pada gambar pada alat ini setelah media dimasukkan ke dalam
terdapat bagian-bagian sebagai berikut. botol dan kemudian disterilkan dengan
menggunakan autoclave maka dengan
a. Saklar sumber arus listrik atau ( power aluminium foil ini tidak masalah karena
supplay). aluminium foil sifatnya tahan panas
(Wetherel, D. F.1982)
b.Pengatur tara (tare).
c. G e l o m b a n g a i r p e n g a t u r
keseimbangan letak (water pass) agar
alat berada pada posisi horizontal.
d.Pengatur satuan milligram.
e. Pengatur satuan gram.
f. Pengatur puluhan dan ratusan gram.
g. Piring tempat meletakkan sempel.
Gambar 3.16 Botol kultur dan tutupnya
(Sumber: https://www.google.com/search?safe=strict&biw=
1280&bih=610&tbm=isch&sa)
8) Dispenser
Dispenser adalah bagian dari alat lab
klinik. Kata dispenser itu sendiri berasal
dari awalan kata dis yang berarti
menghancurkan dan dari kata latin
pensum, yang berarti tugas. Ada
beberapa tipe dispenser, secara umum
dispenser dikendalikan oleh
mikroprosesor dan memiliki komponen
sebagai berikut.
Gambar 3.15. Neraca digital (Sumber: Dokumen pribadi)
23
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
a. Pemilih volume
b.Layar digital
c. Posisi tuas
d.Mengisi tuas
e. Tombol eject
f. Konektor Dispenser
g. Dosis sekala
h.Pengeluaran adaptor
i. Pemberian tip
j. On dan off switch
k. Baterai
Gambar 3.17 Dispenser Gambar 3.18 Refregerator (Sumber: Dokumen Pribadi)
(Sumber: https://www.google.com/search?safe=strict&biw=
1280& bih=610&tbm=isch&sa) 10)Distilingunit atau water deionizer
9) Refregerator Distlingunit merupakan alat untuk
menyuling air. Terhambatnya
Refregerator merupakan alat pertumbuhan tanaman yang dikulturkan
pendingin yang pada umumnya dapat disebabkan oleh rendahnya
dipergunakan untuk menyimpan kualitas air yang digunakan. Untuk
makanan dan minuman dan banyak menghindari hal tersebut, maka
dipakai untuk membuat es. Namun, sebaiknya digunakan air yang telah
dalam kegiatan kutur jaringan dimurnikan atau yang sering kita sebut
dipergunakan untuk menyimpan media air destilata (akuades) atau air destilata
tanaman. ganda (akuabides). Dengan alasan ini,
sebaiknya sebuah laboratorium kultur
jaringan layaknya mempunyai alat
penyulingan air (water destilator) atau
setidaknya alat pembuat air bebas ion
24
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
(deionizer). Cara kerja destilator dalam
menghasilkan air destilata adalah
dengan cara mengubah air menjadi uap
air, kemudian mengkondensasikan uap
air tersebut. Maka, jadilah air destilata
yang tidak lagi berisi mineral atau
senyawa organik (Yusnita, 2004).
Gambar 3.20. Oven (Sumber: Dokumen Pribadi)
Gambar 3.19 Water deionazer Gambar 3.21 Sterilizer (Sumber: Dokumen Pribadi
(Sumber: https://www.google.com/search?safe=strict&biw=
1280&bih=610&tbm=isch&sa)
11)Oven dan Sterilizer
Laboratory Oven dan sterilizer
berfungsi sebagai alat sterilisasi yang
menggunakan prinsip suhu bertekanan
tinggi sehingga mikroorganisme yang
terdapat pada alat/media kultur jaringan
mati. Laboratory Oven juga berfungsi
sebagai alat analisa kadar air dan
laboratory oven digunakan untuk
mengeringkan alat yang telah
digunakan.
25
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
12)Microwave
Microwave merupakan alat yang
digunakan untuk memanaskan yang
menggunakan radiasi gelombang mikro
untuk memanaskan bahan laboratorium.
Gambar 3.22. Microwave Gambar 3.23 Mikroskop
(Sumber: https://www.google.com/search?safe=strict&biw= (Sumber: https://www.google.com/search?safe=strict&biw=
1280&bih=610&tbm=isch&sa)
1280&bih=610&tbm=isch&sa)
13)Mikroskop
Macam-macam Mikroskop sebagai
Berdasarkan sumber cahayanya, berikut.
mikroskop dibagi menjadi dua, yaitu
mikroskop cahaya dan mikroskop a. Mikroskop Cahaya
electron. Mikroskop cahaya sendiri
dibagi lagi menjadi dua kelompok besar Mikroskop cahaya memiliki
yaitu berdasarkan kegiatan pengamatan perbesaran maksimal 1000 kali.
dan kerumitan kegiatan pengamatan Mikroskop memiliki kaki yang berat
yang dilakukan. berdaarkan kegiatan dan kokoh agar dapat berdiri dengan
pengamatannya, mikroskop cahaya stabil. Mikroskop cahaya memiliki tiga
dibedakan menjadi mikroskop diseksi dimensi lensa, yaitu lensa objektif,
untuk mengamati bagian pembukaan lensa okuler dan lensa kondensor.
dan mikroskop monokuler dan binokuler Lensa objektif dan lensa okuler
untuk mengamtai bagian dalam sel. terletak pada kedua ujung tabung
mikroskop. Lensa okuler pada
Mikroskop monokuler merupakan mikroskop bias membentuk bayangan
mikroskop yang hanya memiliki lensa tunggal (monokuler) atau ganda
okuler dan binokuler memiliki 2 lensa (binokuler). Pada ujung bawah
okuler. Berdasarkan kerumitan kegiatan mikroskop terdapat dudukan lensa
pengamatan yang dilakukan, mikroskop objektif yang bias dipasang tiga lensa
dibagi menjadi 2 bagian. Yaitu atau lebih. Di bawah tabung mikroskop
mikroskop sederhana ( yang umumnya terdapat meja mikroskop yang
digunakan pelajar ) dan mikroskop riset ( merupakan tempat preparat. Sistem
mikroskop dark-field, flouresens, fase lensa yang ketiga adalah kondensor.
kontras, Normarski DIC, dan konofokal ) Kondensor berperan untuk menerangi
objek dan lensa mikroskop yang lain.
Pada mikroskop konvensional,
sumber cahaya masih berasal dari
sinar matahari yang dipantulkan oleh
suatu cermin datar ataupun cekung
yang terdapat pada kondensor. Cermin
26
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
ini akan mengarahkan cahaya dari luar diamati, (2) sumber cahaya berasal
ke dalam kondensor. Mikroskop dari atas sehingga objek yang tebal
modern sudah dilengkapi lampu dapat diamati.
sebagai pengganti cahaya matahari.
Gambar 3.25 Mikroskop Stereo
Lensa objektif bekerja dalam (Sumber: https://www.google.com/search?safe=strict&biw=
pembentukan bayangan pertama.
Lensa ini menentukan struktur dan 1280&bih=610&tbm=isch&sa)
bagian renik yang akan menentukan
daya pisah specimen, sehingga mampu Perbesaran lensa okuler biasanya
menunjukan struktur renik yang 3 kali, sehingga perbesaran objek total
berdekatan sebagai dua benda yang minimal 30 kali. Pada bagian bawah
terpisah. Lensa okuler merupakan mikroskop terdapat meja preparat.
lensa likrskop yang terdapat di bagian Pada daerah dekat lenda objektif
ujung atas tabung, berdekatan dengan terdapat lampu yang dihubungkan
mata pengamat. Lensa ini berfungsi dengan transfomator. Pengaturan
untuk memperbesar bayangan yang fokus objek terletak di samping
dihasilkan oleh lensa objektif. tangkai mikroskop, sedangkan
Perbesaran bayangan yang terbentuk pengatur perbesaran objek serta
berkisar antara 4-25 kali. Lensa resolusi yang jauh lan perbesaran
kondensor berfungsi unutk terletak diatas pengatur fokos.
mendukung terciptanya pencahayaan (Mikroskop Wikipedia 27/09/2007 )
pada objek yang akan difokus, c. Mikroskop electron
sehingga pengaturannya tepat akan
diperoleh daya pisah maksimal, dua Mikroskop ini merupakan
benda menjadi satu. Perbesaran akan mikroskop yang mampu melakukan
kurang bermanfaat jika daya pisah perbesaran objek sampai duajuta kali,
mikroskop kurang baik. ( Mikroskop yang menggunkan elektro static dan
Wikipedia 27/09/2007 ) elektro magnetic untuk mengontrol
pencahayaan dan tampilan gambar
b.Mikroskop stereo
Mikroskop stereo merupakan
mikroskop yang hanya bisa digunakan
untuk benda yang berukuran relative
besar. Mikroskop stereo memiliki
perbesaran 7 hingga 30 kali. Benda
yang diamati dengan mikroskop ini
dapat dilihat secara 3 dimensi.
Komponen utama mikroskop stereo
hampir sama dengan mikroskop
cahaya. Lensa terdiri atas lensa okuler
dan lensa objektif. Beberapa
perbedaan dengan mikroskop cahaya
adalah : (1) rung ketajaman lensa
mikroskop stero jauh lebih tinggi
dibandingkan dengan mikroskop
cahaya sehingga kita dapat melihat
bentuk tiga dimensi benda yang
27
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
serta memiliki kemampuanebih bagus bersifat khas, maka peristiwa pendar
dari pada mikroskop cahaya. akan terjadi apabila antigen yang
Mikroskop electron ini menggunakan dimaksut ada dan dilihat oleh antibodi
jauh lebih banyak energi dan radiasi yang ditandai dengan pewarna pendar.
elektro maknetik yang lebih pendek ( Volt, Wheeler, 1988 )
dibandingkan mikrokop cahaya.
Macam-macam mikroskop electron f.Mikroskop medan-gelap
sebagai berikut.
Mikroskop medan gelap digunakan
1)Mikroskop transmisi electron (TEM) untuk mengamati bakteri hidup
khususnya bakteri yang begitu tipis
2)Mikroskop pemindai transmisi yang hampir mendekati batas daya
electron (STEM) mikroskop majemuk. Mikroskop
medan gelap berbeda dengan
3)Mikroskop pemindai electron mikroskop cahaya majemuk biasa
hanya dalam hal adanya kondensor
4)Mikroskop pemindai lingkungan yang dapat membentuk kerucut
electron (ESEM) hampa berkas cahaya yang dapat
dilihat. Berkas cahaya dari kerucut
5)Mikroskop refleksi electron (REM) hampa ini dipantulkan dengan sudut
yang lebih kecil dari bagian atas gelas
d.Mikroskop Ultraviolet preparat. (Volk, Wheerler, 1988).
Suatu variasi dari mikroskop g.Mikroskop fase kontras
cahaya biasa adalah mikroskop
ultraviolet, karena cahaya mikroskop Cara ideal untuk mengamati benda
ultraviolet memiliki panjang hidup adalah dalam keadaan
gemlombang ang lebih pendek alamiahnya (tidak diberi warna dalam
daripada cahaya yang dapat dilihat, keadaan hidup) namun pada galibnya
penggunaan cahaya ultraviolet untuk fragma benda hidup yang ikroskopik
pencahayaan dapat meningkatakan (jaringan hewan atau bakteri) tembus
daya pisah menjadi 2 kali lipat cahaya sehingga pada masing-masing
daripada mikroskop biasa. Karena tincram tak akan teramti, kesulitan ini
cahaya ultra violet tak dapat dilihat dapat diatasi dengan menggunakan
oleh mata manusia, bayangan benda mikroskop fase kontras. Prinsip alat ini
harus direkam pada piringan peka sangat rumit. Apabila mikroskop biasa
cahaya (photografi plate). Mikroskop digunakan nucleus dalam sel, nucleus
ini menggunakan lensa kuasa, dan ini mengubah sedikit hubungan
mikroskop ini terlalu rumit serta mahal cahaya yang melalui materi sekitar inti.
untuk dalam pekerjaan sehari-hari. Hubungan ini tidak dapat ditangkap
(Volk, Wheeler) oleh mata manusia disebut fase.
Namun suatu susunan filter dan
e.Mikroskop pender ( Flourenscene diafragma pada mikroskop fase
Microscope) kontras akan mengubah perbedaan
fase ini menjadi perbedaaan dalam
Mikroskop pender ini dapat terang yaitu daerah-daerah terang dan
digunakan untuk mendeteksi benda bayangan yang dapat ditangkap oleh
asing atau antigen ( seperti bakteri, mata dengan demikian nucleus dan
rickettsia,atau virus ) dalam jaringan. unsur lain yang sejauh ini tidak dapat
Dalam teknik ini protein antibodi yang dilihat menjadi dapat dilihat.
khas mula-mula dipisahkan dari serum
tempat terjadinya rangkaian atau
diskonjungsi dengan pewarna pendar.
Karena reaksi antibodi antigen itu
28
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
14)Pipet ukur b.Katup Suction (S)
Pipet ukur merupakan alat Katup suction biasannya terletak
laboratorium untuk mengukur volume dibagian tengah dan disimbolkan
larutan pada berbagai skala/ukuran dengan huruf S katup ini berfungsi
dengan ketelitian relatif tinggi dengan untuk menyedot larutan.
berbagai ukuran mulai dari 1 ml, 5ml,
10ml, 25ml,50ml. c.Katup Exhaust (E)
Katup exhaust biasanya terletak
dibagian bawah dan disimbolkan
dengan huruf E katup ini berfungsi
mengeluarkan cairan yang ada
didalam pipet.
Gambar 3.26 Pipet Ukur Gambar 3.27 Bagian-bagian filler
(Sumber :https://www.google.com/search?safe=strict&biw= (Sumber: https://www.google.com/search?safe=strict&biw=
1280&bih=610&tbm=isch&sa)
1280&bih=610&tbm=isch&sa)
15)Karet Filler
16)Shaker
Karet filler adalah alat dasar yang
harus ada pada laboratorium yang Shaker (penggojok) merupakan alat
digunakan pada berbagai keperluan penggojok yang putarannnya dapat
salah satunya adalah alat bantu untuk diatur menurut keinginan pemakai.
menyedot larutan pekat atau larutan Penggojok ini dapat digunakan untuk
berbahaya/beracun. Karet filler akan keperluan menumbuhkan kalus pada
berguna apabila penggunaannya eksplan anggrek untuk membentuk
dihubungkan dengan pipet ukur, pipet protokormusatau sering disebut plb
gondok, atau pipet volume. Karet filler (protocorn like bodies) dari kalus
dipasang pada pangkal pipet ukur, pipet bermacam jaringan tanaman.
gondok, atau pipet volume. Karet filler
terbuat dari bahan yang tahan terhadap
bahan kimia. Filler mempunyai tiga
bagian utama,bagian-bagian tersebut
masing-masing memiliki katup.
Bagian-bagian filler adalah sebagai
berikut.
a. Katup Aspirate (A)
Katup aspirate biasannya terletak
dibagian atas dan disimbolkan dengan
huruf A. Katup ini berfungsi untuk
mengeluarkan udara yang ada didalam
filler
29
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
Gambar 3.28 Shaker (Sumber: Dokumen Pribadi) sehingga benar-benar kemampuan kerja
LAF tersebut sangat bisa diandalkan.
17)Laminar air flow cabinet
Diberi nama Laminar Air Flaw karena
Salah satu faktor yang menentukan meniupkan udara steril secara kontinyu
di dalam keberhasilan kita melakukan melewati tempat kerja sehingga tempat
inisiasi kultur jaringan (mensterilkan kerja bebas dari debu dan spora-spora
bahan eksplan yang berasal dari luar) yang mungkin jatuh kedalam media,
adalah kualitas Lamina Air Flow (LAF), waktu pelaksanaan penanaman. Aliran
kualtias LAF ditentukan pada bahan udara berasal dari udara ruangan yang
lapisan (filter yang digunakan dalam ditarik ke dalam alat melalui filter
laminar tersebut ) pertama (pre-filter) yang sangat halus
yang disebut HEPA (High Efficiently
Kebanyakan produk LAF didalam Particulate Air Filter) dengan
negeri hanya menggunakan filter menggunakan blower.
plankton yang mempunyai kemampuan
menyaring benda hanya sampai Laminar Air Flaw adalah suatu alat
beberapa um (micrometer) saja yang digunakan dalam pekerjaan,
sehingga dalam pelaksanaannya hasil persiapan bahan tanaman, penanaman,
kerja LAF tersebut tidak optimal. dan pemindahan tanaman dari satu
Kemudian, ada juga yang kualitasnya botol ke botol yang lain dalam kultur in
sudah cukup baik, yaitu sudah vitro.
menggunakan filter steril ini namanya
HEPA dan ternyata yang digunakan Pada Laminar Air Flaw, terdapat 2
banyak oleh produk lokal adalah HEPA macam filter :
yang kualitas dua dengan kemapuan
menyaring 75%. a.Pre-filter yang menggunakan saringan
pertama terhadap debu-debu dan
Ada filter steril yang daya saringnya benda-benda yang kasar. Pori-porinya
sangat tinggi dan biasanya digunakan kira-kira 5 mm sehingga effisiensinya
untuk laminar berstandar internasional, dapat mencapai 95 mm untuk objek-
yaitu yang menggunakan HEPA dengan objek yang ≥5 mm.
kemampuan menyaring sangat tinggi
yaitu 99,99%. Pada kondisi ini semua b.HEPA filter dengan pori-pori 0,3 m dan
partikel bahkan baupun akan tersaring terdapat pada bidang keluar udara ke
arah permukaan tempat kerja.
30
Prefilter harus sering dibersihkan
dengan menggunakan vacuum cleaner
dan sebaknya diganti 1 tahun sekali.
Namun HEPA filter diganti setelah
melalui pemeriksaan dengan particulate
count atau dengan alat yang disebut
magnehelic gauge.
Laminar Air Flaw cabinet ada yang
dilengkapi dengan lampu UV, ada juga
yang tidak. Pada laminar air flaw cabinet
yang tidak dilengkapi dengan lampu UV,
blower harus dijalankan terus menerus
walaupun laminar air flaw cabinet
tersebut. Pada laminar air flaw yang
dilengkapi dengan lampu UV.
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
Dianjurkan agar menyalakan lampu U.V. 4.Petri–dishsteril.
minimum 30 menit sebelum laminar air
flaw digunakan. Ketika laminar air flaw 5.Discenting microscope, bils sedang
sedang digunakan, lampu UV harus isolasi meristim.
dimatikan sedangkan blower dijalankan.
Blower pada laminar air flaw cabinet 6.Kertas tissue / kapas
yang dilengkapi dengan lampu UV hanya
dijalankan pada saat laminar air flaw 7.Sprayer berisi alcohol 70% (tidak
sedang digunakan. harus dalam cabinet).
Laminar air flow cabinet ada yang
dilengkapi dengan lampu UV, ada juga
yang tidak. Pada laminar air flaw cabinet
yang tidak dilengkapi dengan lampu UV
blower harus dijalankan terus menerus
walaupun laminar air flaw cabinet
tersebut sedang tidak dipergunakan. Hal
ini dilakukan untuk menjaga kebersihan
ruang kerja di dalam laminar air flow
tersebut. Pada laminar air flow yang
dilengkapi dengan lampu UV. Diajurkan
agar menyalakan lampu UV, minimum
30 menit sebelum laminar air flow
digunakan.
Gambar 3.29 Laminar Air Flow (Sumber: Dokumen Pribadi) B. Fungsi Alat Laboratorium Kultur Jaringan
Alat-alat yang dimasukan kedalam Fungsi alat-alat laboratorium kultur
Laminar Air Flow Cabinet sebagai jaringan antara lain sebagai berikut.
berikut.
1.Lampu alcohol/ bacticinerator 1. Hot plate/magnetic stirrer atau kompor
2.Wadah alcohol: botol/ gelas piala ≥
Alat ini fungsinya sama dengan kompor,
250ml. yakni untuk memasak atau memanaskan
3.Pinset, scalpel, gunting, dan jarum. medium dalam pembuatan media padat.
Akan tetapi, disamping memanaskan,
alat ini sekaligus dapat mengaduk
medium yang dimasak karena
dilengkapi dengan magnetic stirrer
(pengaduk bermagnet). Oleh karena itu,
alat ini dikenal pula sebagai hot plate
and magnetic stirrer.
2. Peralatan gelas
a.Gelas ukur
Fungsi dan penggunaan dari gelas ukur
(gelas kimia) di laboratorium adalah
sebagai alat ukur volume cairan yang
tidak memerlukan ketelitian yang
tinggi. Sebuah gelas ukur, pengukur
silinder atau yang bisa di juga disebut
silinder pencampuran adalah bagian
31
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
dari peralatan laboratorium yang kultifasi microba dalam kultur cair dan
digunakan untuk mengukur volume tempat untuk melakukan titrasi bahan.
cairan. Gelas ukur umumnya lebih
akurat dan tepat dari termos d.Petridish
laboratorium dan gelas. Namun,
mereka kurang akurat dan tepat dari Petridish adalah alat yang digunakan
gelas volumetrik. Untuk alasan ini, untuk pembiakan kultur.
gelas ukur tidak boleh digunakan
untuk melakukan anlisis volumetrik. e.Pengaduk kaca
Gelas ukur ini kadang-kadang
digunakan secara tidak langsung untuk Pengaduk kaca digunakan untuk
mengukur volume solid dengan mencampur bahan kimia dan cairan
mungukur perpindahan atau kenaikan. untuk keperluan laboratorium.
b.Beaker glass/gelas piala 3. Stainless steel
Fungsi beaker glass adalah sebagai a.Pinset Lurus
berikut.
Fungsi alat ini adalah menjepit baik
-Sebagai tempat untuk membuat benda kecil atau jaringan. Dalam hal
larutan seperti larutan HCL, H2SO4 ini, pinset menggantikan fungsi jari
,H2OH, dan bahan kimia lainnya, manusia misalnya karena benda
apabila membuat larutan asam encer sangat kecil untuk dipegang.
maka dalam beaker glass diisi
sejumlah aquadest terlebih Fungsi pinset lainnya adalah untuk
dahulu,kemudian baru ditambahkan menjepit kertas, menjepit tissue
asam sesuai dengan takaran yang sewaktu melakukan penanaman
diinginkan . eksplan dalam LAF.
-Untuk mengukur volume larutan yang b.Pinset bengkok
tidak membutuhkan tingkat
ketelitian yang tinggi. Pinset ini memiliki fungsi yang sama
untuk menjepit jaringan, namun ujung
-Berfungsi sebagai pemanas, misalnya pinset ini berbentuk bengkok untuk
tempat untuk memanaskan bahan / mengambil jaringan yang sulit
larutan diatas hot plate, memanaskan terjangkau.
aquades untuk melarutkan bahan
kimia. c.Gunting bengkok
-Berfungsi untuk menampung bahan Berguna untuk memudahkan dalam
kimia berupa larutan, padatan, pasta, mengambil bagian kultur jaringan
atau tepung. karena ujungnya sangat kecil untuk
menyelip bagian-bagian yang sulit
c. Erlenmeyer terjangkau oleh pinset.
Erlenmeyer berfungsi untuk d.Scalpel dan mata pisau
mengukur dan mencampur bahan-
bahan analisis, menampung larutan Scalpel dan mata pisau berfungsi
bahan padat ataupun cairan. untuk mengecilkan ukuran eksplan
Erlenmeyer dapat digunakan untuk yang akan ditanam pada media agar
meracik dan menghomogenkan dalam botol kultur.
(melarutkan) bahan-bahan komposisi
media. Erlenmeyer sebagai tempat 4. Alat sterilisasi dengan tekanan uap
(autoclave)
Autoclave berfungsi untuk
mensterilisasi suatu benda
menggunakan uap bersuhu dan
bertekanan tinggi (121°C, 15 lbs) selama
32
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
kurang lebih 15 menit. Penurunan bahan yang akan digunakan untuk
tekanan pada autoclave tidak membuat media untuk bakteri, jamur
dimaksudkan untuk membunuh ataupun media tanam kultur jaringan.
mikroorganisme, melainkan
meningkatkan suhu dalam autoclave. 7. Botol kultur dan penutup
Suhu yang tinggi inilah yang akan
membunuh microorganisme. Autoklaf Botol kultur berfungsi sebagai tempat
terutama ditunjukan untuk membunuh media tumbuh dalam budidaya tanaman
endospore, yaitu sel resisten yang secara kultur jaringan dan tempat
diproduksi oleh bakteri, sel ini tahan pertumbuhan eksplan secara in vitro.
terhadap pemanasan, kekeringan, dan
antibiotik. Pada spesies yang sama, 8. Dispenser
endospore dapat bertahan pada kondisi
lingkungsan yang dapat membunuh sel Alat ini berfungsi untuk mengambil
vegetatif bakteri tersebut. larutan yang membutuhkan ketelitian
sangat tinggi.
5. PH
9. Refrigerator
Fungsi pH meter adalah utnuk mengukur
pH (kadar keasaman atau basa) suatu Fungsi alat ini adalah untuk menyimpan
cairan. Sebuah pH meter terdiri dari bahan-bahan pembuatan media tanam
sebuah elektroda (probe pengukur ) kultur jaringan maupun larutan stok.
yang terhubung ke sebuah alat
elektronik yang mengukur dan 10.Distilingunit / water deionizer
menampilkan nilai pH. Probe atau
elektroda merupakan bagian penting Alat ini digunakkan untuk menyuling air
dari pH meter. Elektroda adalah batang sehingga didapatkan air murni yang
seperti struktur biasanya terbuat dari digunakan untuk pembiakan tanaman
kaca. Prinsip kerja dari alat ini yaitu secara kultur jaringan.
semakin banyak electron pada sempel
maka akan semakin bernilai asam begitu Fungsi destilator adalah untuk
pun sebaliknya karena batang pada pH memisahkan larutan ke dalam masing-
meter berisi larutan elektrolit lemah. masing komponennya atau suatu
metode pemisahan bahan kimia
6. Timbangan analitikal komponennya atau suatu metode
pemisahan bahan kimia berdasarkan
Fungsi dari neraca analitik adalah untuk perbedaan kecepatan atau kemudahan
menimbang bahan-bahan kimia yang menguap. Prinsip destilasi adalah
digunakan untuk kultur jaringan. Selain didasarkan atas perbedaan titik didih
itu berfungsi untuk membantu komponen zatnya. Destilasi dapat
mengukur berat serta kalkulasi fecare digunkan untuk memurnikan senyawa-
otomatis harganya dengan harga dasar senyawa yang mempunyai titik didih
satuan banyak kurang. Dalam praktikum sehingga dapat dihasilkan senyawa yang
biologi neraca ini bisa digunakan untuk memiliki kemurnian tinggi.
menimbang bahan-bahan yang
dibutuhkan dalam jumlah yang sangat 11.Oven sterilizer
kecil. Beberapa praktikum yang sering
memerlukan alat ini yaitu praktikum Alat ini berfungsi untuk melakukan
mikrobiologi dan kultur jaringan, dimana sterilisasi alat – alat kultur jaringan
neraaca ini digunakan untuk menimbang secara kering seperti alat diseksi, gelas,
kapas, dan kertas. Suhu yang digunakan
1700C-1800C selama 2 jam. Lama
sterilisasi tergantung pada jumlah dan
ketahanan alat atau bahan yang
disterilkan.
33
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
12.Mikroskop tipe 4010.
a.Mikroskop fotomikrografi 16.Laminar Air Flaw
Mikroskop ini penting untuk Alat ini digunakan sebagai tempat untuk
mengamati struktur mikroskopis, menanamkan eksplan dan sebagai
seperti aanatomi jaringan tanaman, tempat isolasi aseptic dalam
jaringan kalus yang tumbuh dan pemindahan media/bahan lainnya agar
eksplan, ataupun struktur dari sel dan tetap steril. Disebutkan laminar air flaw
mirkospora. Selain berfungsi untuk cabinet karena ke dalamnya dialirkan
pengamatan biasa, objek yang berada angin arah lurus (laminar) ke arah luar
di bawah lensa dapat direkam atau agar menghembus spora –spora jamur
difoto untuk keperluan dokumentasi yang mungkin berterbangan sehingga
atau sebagai bagian dari data tidak memasuki botol kultur pada saat
percobaan karena mikroskop ini penanaman.
dilengkapi dengan sebuah kamera.
Salah satu tipe mikroskop C. Teknik Penyiapan Peralatan Kultur Jaringan
fotomikrografi yang sering dipakai
adalahdari merke Olympus tipe BH-2 1. Oven Listrik
b.Mikroskop diseksi Penggunaan oven listrik relatif mudah.
Namun, perlu diketahui fungsi-
Fungsi mikroskop ini untuk mengamati fungsidari beberapa tombol dalam
struktur kalus ataupun keadaan kultur perangkat oven listrik. Tombol POWER
dengan lebih jelas. Selain itu, alat ini adalah tombol yang digunakan untuk
pun sering digunakan pada kultur menghidupkan ataupun mematikan
meristem, yakni sebagai alat bantu did oven. Selain itu, terdapat tombol untuk
dalam memotong atau mendapatkan menyalakan atau mematikan kipas oven.
meristem. Knop berwarna biru berfungsi untuk
menaik turunkan kecepatan putaran
13.Pipet Ukur kispas.
Pipet ukur merupakan alat laboratorium Pada bagian depan oven terdapat dua
untuk mengukur volume larutan pada layar yang menunjukan suhu. Layar PV
berbagai skala/ukuran dengan ketelitian menunjukan suhu alat edangkan layar
relatif tinggi dengan berbagai ukuran SV menunjukan suhu yang diinginkan.
mulai dari 1 ml, 5ml, 10ml, 25ml, 50ml. Tombol SET, UP (panah keatas) dan
DOWN (panah kebawah) digunakan
14.Karet filler untuk mensetting suhu yang diinginkan.
Dapat pula untuk mensetting waktu.
Karet filler berfungsi untuk membantu
dalam pengambilan larutan atau cairan Dalam penggunaan oven, setelah pintu
berbahaya/beracun dalam volume oven dibuka, alat yang ingin dikeringkan
tertentu. dimasukkan kedalam oven dan pintu
ditutup kembali. Setelah itu, tombol
15.Shaker POWER ditekan, kipas dinyalaan dan
kecepatan kipas juga diatur.
Meja penggojok (shaker) adalah suatu Kemudian set suhu dengan menekan
alat yang sering digunakan pada kultur tombol SET. Layar SV akan menunjukan
dengan medium cair. Fungsi alat ini suhu yang diinginkan. Tunggu hingga
adalah sebagi meja penggojok untuk layar PV menunjukan suhu yang hamper
memberikan aerasi yang baik pada sama dengan suhu SV. Lalu oven
kultur. Salah satu jenis meja penggojok dimatikan dengan menekan tombol
yang dipakai dalam kultur jaringan
adalah meja dengan merk Kottermann
34
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
POWER. Alat dikeluaran dari dalam oven. menimbnag bahan-bahan yang akan
digunakan untuk membuat media untuk
Langkah-langkah operasional oven bakteri, jamur ataupun media tanam
listrik yakni sebagai berikut. kultur jaringan. Selain itu, dengan
adanya tingkat ketelitian yang tinggi
a.Buka ruang (cabin) oven kemudian maka hal tersebut dapat meminimalkan
periksa kelengkapan dan kekuatan rak kesalahan dalam pengambilan media
(tray) dan duduk rak pengering, serta yang dibutuhkan. Jumlah media yang
bersihkan dengan menggunakan sikat tidak tepat dalam pembuatan media
atau kain pembersih. baik untuk kultur jaringan ataupun
media bakteri tentunya kan
b.Periksa kondisi saluran hembusan berpengaruh terhadap konsentrasi zat
udara pada bagian atas dalam keadaan dalam media. Hal tersebut dapat
tidak terhambat/ tersumbat kemudian menyebabkan terjadinya kekeliruan
tutup kembali pintu ruang (cabin). dalam hasil praktikum yang
dilaksanakan.
c.Hubungkan steker kabel alat ke
sumber daya (stop contact). Prosedur yang harus dilakukan dalam
mengoperasikan neraca digital sebelum
d.Pasang thermometer batang dnegan hingga sesudah penimbangan yakni
skala sesuai dengan keperluan, sebagai berikut.
dengan skala maximum thermometer
= 150° - 300° C3. a.Keadaan neraca harus siap pakai.
e.Putarlah tombol pengaturan skala b.Neraca harus bersih ( terutama piring-
suhu pada beberapa bagian dan amati piring neraca).
posisi ketercapaian suhu sesuai skala
yang ditunjukan oleh tombol c.Anak timbang dalam keadaan lengkap.
pengatur.
d.Persiapan pendahuluan terhadap alat
f.Setelah diketahui karakter pencapaian bantu penimbangan.
suhu, gunakan oven listrik untuk
digunakan sabagai alat penetapan e.Pemeriksaan kedataran neraca dan
kadar air. Setelah selesai, matikan keseimbangan neraca.
tombol arus listrik cabutlah steker dari
sumber arus. f.Pekerjaan penimbangan dan
penghitungan hasil penimbangan.
g.Bersihkan cabin pengering kemudian
periksa kelengkapan dan rak, serta g.Melaporkan hasil penimbangan.
bersihkan dengan menggunakan alat
sikat atau kaus plastik. h.Mengembalikan neraca pada keadaan
semula.
h.Tutup kembali cabin pengering dan
bersihkan menggunakan kain. Proses penimbangan menggunakan
neraca digital yakni sebagai berikut.
2. Neraca Analitik
a.Pastikan bahwa timbangan sudah
Dalam praktikum neraca biasanya menyala.
digunakan untuk menimbang bahan-
bahan yang dibutuhkan dalam jumlah b.Pastikan timbangan menunjukan
yang sangat kecil. Beberapa praktikum angka “nol” (jika tidak perlu dikoreksi).
yang sering memerlukan alat ini yaitu
praktikum mikrobiologi dan kultur c.Letakkan benda yang masanya akan
jarinan. Dimana neraca ini digunakan diukur pada piringan tempat benda.
untuk menimbang bahan yang akan
digunakan untuk membuat media untuk d.Baca skala yang tertera pada display
digital sesuai skala satuan timbangan
35 tersebut.
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
e.Untuk pengukuran yang terjadinya kebakaran. Ukuran air yang
sensitivitasnya tinggi, perlu baik yaitu batas permukaan air paling
menunggu 30 menit karena hanya atas sampai pada plat penyangga
dapat bekerja pada saat temperature (dandangan) atau kira-kira permukaan
yang ditetapkan. air 3 cm di atas elemen pemanas.
Setelah airnya diperiksa dan dicukupkan
3. Mikroskop bila kurang, alat-alat atau media kultur
yang akan diautoklaf dimasukkan ke
Sebelum melakukan praktikum dengan dalam autoklaf kemudian penutup
menggunakan mikroskop cahaya maka autoklaf dikancing. Saat penutup
perhatikan langkah-langkah berikut. autoklaf dikancing, kancing yang saling
berlawanan dikunci atau dikencangkan
a.Letakan mikroskop diatas meja dengan secara persamaan. Selanjutnya, kabel
cara memegang lengan mikroskop autoklaf dihubungkan dengan sumber
sedemikian rupa sehingga mikroskop arus listrik kemudian tombol on atau off
berada persis di hadapan pemakai. di set pada posisi on dan pengatur waktu
diputar sesuai dengan lama autoklaf
b.Putar revolver sehingga lensa objektif yang diinginkan. Pengatur pembuangan
dengan perbesaran lemah d = beradap udara dibiarkan dulu terbuka sampai
pada posisi atu poros dengan lensa ada tetesan uap air yang keluar atau
okuler yang ditandai bunyi klik pada kira-kira 15-25 menit setelah autoklaf di
revolver. 'ON” kan baru dikencangkan supaya
media udara yang ada di dalam autoklaf
c.Mengatur cermin dan diagfragma terbuang terlebih dahulu dan tidak
untuk meliahat kekuatan cahaya menyebabkan media yang ada di dalam
masuk, hingga dari lensa okuler autoklaf kemasukan air dari autoklaf.
tampak terang berbentuk bulat ( Tanda saat autoklaf selesai yaitu timbul
lapang pandangan ) bunyi seperti sirene yang berarti
autoklaf harus di 'off' kemudian secara
d.Tempatkan preparat pada meja benda pelan-pelan pengaturan pembuangan
tepat pada lubang preparat dan jepit udara dibuka sedikit demi sedikit dan
dengan penjepit objek/benda. kabel yang menghubungkan dengan
sumber arus listrik dilepas.
e.Aturlah fokus dengan cara memutar
pemutar kasar, sambil dilihat dari 5. pH Meter
lensa okuler, untuk mempertajam
putarlah pemutar halus! Prosedur penggunaan pH meter digital
yaitu pertama-tama kabel pH meter
f.Apabila bayangan objek sudah dihubungkan dengan sumber listrik
ditemukan, maka untuk memperbesar kemudian pengaturan suhu diset sesuai
gantilah lensa objektif dengan ukuran dengan suhu ruangan, selanjutnya pH
dari 10x, 40x atau 100x dengan cara meter dikalibrasi dengan cara membuka
diatur penutup plastik detektor dan
mencelupkan detektor pada pH standar
g.Apabila telah selesai menggunakan, (larutan yang sudah diketahui dengan
bersikan mikroskop dan simpan pada pasti pHnya) sambil memutar tombol
tempat yang tidak lembab. Revolver kalibrasi sampai angka digital sampai pH
hintgga bunyi klik. meter menunjukkan angka sesuai
dengan pH larutan standar misalnya
4. Auoklaf.
Cara mengoperasikan autoklaf yaitu
pertama-tama harus dicek airnya karena
kalau air habis dapat menyebabkan
elemen pemanas autoklaf mengalami
kerusakan dan dapat menyebabkan
36
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
larutan standar memiliki pH 7 maka airflow. Setelah laminar airflow di 'on'
angka pembacaan pada pH meter digital kan selama 15 menit, lampu UV
harus disesuaikan atau di tetapkan sama dimatikan kemudian permukaan bagian
dengan 7. laminar airflow di semprot dengan
alkohol 70% dan dilap dengan tissue,
6. Destilator setelah itu laminar airflow siap
digunakan.
Cara mengoperasikan destilator yang 8. Meja Penggojok (shaker)
ada di laboratorium bio teknologi adalah Cara pemakaian alat :
pertama-tama kabel listrik a.Sambungkan kabel ke arus listrik
disambungkan dengan sumber arus
listrik dan selang air pendingin 220V.
disambungkan dengan kran sumber air. b.Letakkan erlenmeyer (wadah kultur) di
Setelah air didalam tangki pemanasan
mendidih atau terbentuk uap air, baru bagian atas alat.
air pendingin dialirkan dan diatur c.Tekan tombol on/off.
secukupnya saja agar tidak terlalu boros d.Atur kecepatan putaran (rpm) sesuai
dalam penggunaan air. Selanjutnya,
selang yang dilalui air kondensasi dengan kebutuha
dihubungkan dengan wadah 9. Filler
penampungan air destilasi (jerigen).
Selama penyulingan berlangsung harus Cara menggunakan filler :
dijaga terus menerus karena dapat a.Pasang ujung pipet dibagian bawah
menyebabkan destilator terbakar
apabila tiba-tiba aliran air pendingin filler dengan cara sedikit ditekan
macet atau habis dari tempat seperti gambar dibawah ini
penampungan. Aliran air pendingin,
disamping berfungsi sebagai Gambar 3.30 penggunaan filler 1
kondensator uap air juga berfungsi (Sumber: https://www.goo.com/search?safe=strict&biw=
mensuplai air kedalam tangki
pemanasan bila aliran air pendingin 1280&bih=610&tbm=isch&glesa)
macet menyebabkan air didalam tangki
habis diuapkan dan menyebabkan
terjadinya kebakaran pada elemen
destilator dan kerusakan destilator,
serta dapat menyebabkan kebakaran di
laboratorium.
7. Laminar Airflow
Cara pengoperasikan laminar airflow
yaitu pertama-tama kabel listril laminar
airflow dihubungkan dengan sumber
arus listrik kemudian tombol 'on'
laminar airflow diset pada posisi 'on' dan
menyalakan lampu ultra violet (UV)
selama 15-20 menit agar semua sumber
kontaminan yang ada di dalam laminar
airflow mati atau dihembuskan keluar
oleh tekanan yang ada di dalam laminar
37
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
b.Setalah pipet dihubungkan dengan (E) secara perlahan-lahan dan dalam
filler angkat dengan kedua tangan, posisi pipet tegak lurus, tunggu sampai
tangan kanan memegang filler dan larutan keluar dengan sempurna.
tangan kiri memegang pipet secara
perlahan. Arahkan pipet ke larutan
/cairan yang akan diambil/disedot
dengan menggunakan tangan kiri.
Tekan katup Aspirate(A) kemudian
kempeskan filler agar angin yang
terperangkap didalam filler keluar.
Gambar 3.32 Penggunaan filler 3
(Sumber: https://www.google.com/search?safe=strict&biw=
1280&bih=610&tbm=isch&sa)
Gambar 3.31 penggunaan filler 2 Gambar 3.33 penggunaan filler 4
(Sumber: https://www.google.com/search?safe=strict&biw= (Sumber: https://www.google.com/search?safe=strict&biw=
1280&bih=610&tbm=isch&sa)
1280&bih=610&tbm=isch&sa)
c.Setelah angin dikeluarkan sedot cairan
dengan menekan katup Suction (S),
jangan sampai melebihi skala pipet
dan jangan sampai larutan masuk ke
filler karena hal ini dapat
menyebabkan filler cepat rusak.
d.Setelah pipet terisi dengan larutan
atau cairan sesuai yang dibutuhkan
kemudian keluarkan larutan cairan ke
tempat lain dengan cara mengangkat
dengan kedua tangan seperti langkah
no 1. Arahkan pipet ke dalam tempat
lain. Sesuai volume yang dikehendaki
dengan cara menekan katup Exhaust
38
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
D. Cara Perawatan Peralat akan dimasukkan kedalamnya.
1. Peralatan gelas (glassware)an Kultur k.Glassware yang telah digunakan harus
Jaringan dicuci dan dibersihkan.
a.Gunakan perlengkapan pelindung, l. Untuk glassware yang terkontaminasi
seperti sarung tangan, kaca mata lab, dipisahkan dari glassware yang lain,
dan jas lab ketika memakai dan bekerja bila perlu dilakukan sanitasi.
dengan glassware.
m.Perlu adanya inventarisasi dan
b.Jangan gunakan glassware jelek atau pembuatan formulir penggunaan
rusak sehingga memungkinkan dapat glassware, sehingga ada kendali keluar
melukai kita. masuknya glassware dari gudang alat.
c.Periksa semua glassware untuk 2. Laminar Air Flow (LAF)
kemungkinan kerusakan akibat
kerusakan kecil, lubang atau tergores a.Membersihkan semua sisa potongan
sesuai dengan kekuatan eksplan dengan tissue.
masing-masing glassware tersebut.
b.Bakarlah (pisau scalpel, pinset) dengan
d.Jika pada glassware yang pecah menyemprotkan terlebih dahulu
mengandung bahan kimia bahaya dengan alkohol 95% dan tempatkan
didalamnya, maka perlu dilakukan kembali dalam keadaan siap pakai.
penganan khusus misalnya harus
dilakukan penanganan menggunakan c.Matikan blower dengan memijit
(Spil kit). tombol “off”.
e.Jangan pernah memanaskan gelas d.Semprotkan ruang kerja dengan
yang rusak karena ketahanannya dari alkohol.
pemanasan menjadi berkurang.
e.Tutup kembali pintu Laminar Air Flow
f.Pemanasan dan pendinginan untuk Cabinet.
glassware harus dilakukan secara
perlahan. Temperatur maksimum saat f.Matikan lampu TL.
penggunaan Gelas B o r o r s i l i k a t
adalah 50°C tetapi penanganan g.Nyalakan kembali lampu UV.
khusus harus dilakukan ketika
temperatur yang dipakai diatas 150°C. 3. Mikroskop
g.Susun glassware berdasarkan bentuk Mikroskop harus disimpan di tempat
dan bukan berdasarkan susunan sejuk, kering, bebas debu dan bebas dari
kerapuhan glassware. uap asam dan basa. Tempat penyesuaian
yang sesuai ialah kotak mikroskop yang
h.Jangan tinggalkan pipet atau dilengkapi dengan silica gel, yang
pengaduk berdiri tegak di dalam gelas bersifat higroskopis, sehingga
piala, atau labu gelas. lingkungan sekitar mikroskop tidak
lembab. Selain itu dapat pula diletakkan
I. Jangan panaskan glassware melebihi dalam lemari yang diberi lampu untuk
420°C. Hal ini dapat menyebabkan mencegah tumbuhnya jamur.
tekanan dalam glassware yang
kemungkinan berakibat pecahnya Langkah perawatan mikroskop sebagai
glassware tersebut. berikut.
j.Sebelum digunakan, sebaiknya a.Bagian mikroskop non optik, terbuat
glassware dibilas terlebih dahulu dari logam atau plastik, dapat
dengan menggunakan larutan yang dibersihkan dengan menggunakan
kain fanel. Untuk membersihkan debu
yang terselip dibagian mikroskop
tersebut dapat digunakan kuas kecil
39
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
atau kuas lensa kamera. Cara perawatan Inkubator adalah
sebagai berikut.
b.Lensa-lensa mikroskop (okuler,
objektif, dan kondensor) dibersihkan a.Matikan tombol komponen dan cabut
dengan menggunakan tisue lensa yang steker dari terminal AC sebelum
diberi alkohol 70%. Jangan sekali-kali dibersihkan.
membersihkan lensa menggunakan
sapu tangan atau lap kain. b.Bersihkan dengan kain yang lembut
atau handuk basah. Jika diperlukan
c.Sisa minyak imersi pada lens objektif gunakan netral detergen dan lengkap
dapat dibersihkan dengan xilol dengan penyekanya.
(xylene). Pada penggunaan xilol
haruslah hati-hati, jangan sampai c.Ketika membersihkan bilik, keluarkan
cairan xilol menempel pada bagian komponen pendukung dari siku-siku.
mikroskop non optik, karena akan
merusak cat atau merusak bahan d.Untuk perawatan bersihkan alat hanya
plastik, dan juga jangan menggunakan dengan lap bersih atau lap yang
larutan ini kebagian lensa yang lain dibasahi air kemudian lap dengan kain
kecuali produsennya menyatakan kering setiap selesai digunakan.
bahwa tindakan tersebut aman.
e.Rak dapat dilepas untuk memudahkan
d.Sebelum menyimpan mikroskop, membersihkan dengan cara ditarik.
bersihkan selalu mikroskop tersebut,
terutama hapus semua minyak imersi 5. Oven Listrik
dipermukaan lensa, sehingga partikel
yang halus tidak menempel dan Oven yang baik adalah oven yang selalu
menggumpal serta mengering. Minyak dirawat. Sebelum oven digunakan,
dan partikel halus pada lensa dapat bersihkan semua aksesoris dan rak
mengaburkannya dan menyebabkan tatakan. Selalu pastikan steker oven
goesan. Hal ini menurunkan sudah dicabut dan oven sudah dingin
kemampuan lensa. Preparat yang sebelum dibersihkan. Buka pintu oven
tertinggal di atas meja mikroskop dan bagian dalam dibersihkan dengan
merupakan pertanda jelas suatu lap lembut dalam air panas atau
kelalaian/kecerobohan. detergen. Zat abarsif jangan digunakan
untuk membersihkan oven. Jangan
e.Sebelum menyimpan mikroskop, meja mengelap elemen pemanas. Bagian luar
mikorskop diatur lagi dan dapat dibersihkan dengan lap basah.
lensaobjektif dijauhkan dari meja
preparat dengan memutar alat Untuk menghindari hal-hal yang tidak
penggeraknya ke posisi semula, diinginkan, tidak diperbolehkan
kondensor diturunkan kembali, lampu menggunakan alat gelas untuk
dikecilkan intensitasnya lalu dimasukkan kedalam oven. Jagalah agar
dimatikan (kalau mikroskop listrik). selalu ada jarak minimal 1” antara
bagian atas dan bagian elemen
f.Dengan mematuhi petunjuk pemanas. Jangan sekali-sekali
penggunaan dan pemeliharaan menggunakan oven dalam keadaan
mikroskop, diharapkan mikroskop pintu terbuka. Hindari seringnya
dapat bertahan lebih lama untuk membuka pintu oven saat sedang
dipergunakan pada semua kegiatan digunakan, hal ini menimbulkan panas
laboratorium yang lainnya. dalam oven berkrang. Selalu gunakan
gegep untuk mengambil peralatan dari
4. Inkubator dalam oven. Hentikan pemakaian oven
bila terlihat asap pada kabel listrik.
40
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
Segera cabut steker dari stopkont. 1 inci dibawah lubang.
6. Neraca Analitik c.Jangan biarkan terjadinya kristalisasi
pada permukaan lubang.
Timbangan yang sudah dipakai segera
dibersihkan dengan membuang atau d.Setelah setiap kali selesai
mengelap kotoran-kotoran atau sisa pengukuran pH, cuci elektrode
sampel yang baru saja ditimbang, dengan akuades dan keringkan dengan
terutama sekali pada piring timbangan kertas tisu dengan cara menempelkan
karena zat-zat kimia yang tidak kertas tisu, sampai air pada permukaan
dibersihkan dapat menyebabkan korosi. elektrode mengering, diserap oleh
Piring perludisemprot dengan alkohol kertas tisu. Jangan sekali-kali
70% atau 95% lalu dilap hingga kering. mengusap apalagi menggosok
Demikian pula halnya dengan bagian permukaan elektrode.
luar timbangan hendaknya dibersihkan
dengan alkohol. Setelah bersih, atau e.Setiap selesai pemakaian, pasang
posisi skala semuanya dalam keadaan kembali tutup elektrode yang diisi
00.0000 dan saklar power supply dalam dengan buffer pH 7 sehingga
keadaan istirahat. Kemudian ditutup elektrode terendam didalamnya dan
dengan plastik atau kaver. Jangan lupa simpan pH-meter di tempat yang
menempatkan silicagel didalam ruang kering dan aman.
timbang untuk menghindari korosi.
f.Bersihkan debu dan kotoran yang
7. Autoklaf menempel pada pH-meter secara rutin,
minimum seminggu sekali.
Cara pemeliharaan Autoklaf sebagai
berikut. 9. Meja Penggojok
a.Dikeringkan air pada dasar autoklaf Pemeliharaan alat ini cukup dengan
setelah dipanaskan. membersihkannya sesering mungkin
dari kotoran dan debu, serta matikan bila
b.Jangan membuka katup pembuangan tidak digunakan.
uap sebelum tekanan dalam autoklaf
mendekati 0 psi karena akan Praktik
mengotori autoklaf dan benda-benda
sekitarnya.
c.Dilakukan uji keefektifan sterilisasi Acara : Menyiapkan peralatan kultur jaringan
setiap minggu dengan memasukkan tanaman
wadah endospore yang tahan panas
pada waktu pengoperasian autoklaf. A. Tujuan : Kegiatan ini bertujuan agar peserta
didik mampu mengidentifikasi
d.Diperiksa pengatur tekanan, jenis alat laboratorium kultur
thermometer dan katup pengaman jaringan, memahami fungsi alat
berfungsi dengan baik setiap minggu. laboratorium kultur jaringan, dapat
mengoperasionalkan peralatan
8. pH meter kultur jaringan dan dapat merawat
peralatan kultur jaringan
Cara pearwatan pH meter adalahsebagai
berikut. B. Alat dan Bahan :
a.Ganti larutan KCI jenuh didalam tabung Alat yang diperlukan dalam kegiatan ini
setiap seminggu sekali. adalah :
b.Volume larutan KCI jenuh tersebut
dijaga jangan sampai berada lebih dari
41
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
Praktik
1.Kertas mengoperasionalkan peralatan kultur
jaringan dan merawat peralatan kultur
2.Alat tulis jaringan.
Bahan yang dipergunakan dalam kegiatan ini 5.Buatlah laporan hasil kesimpulan
adalah : kelengkapan jenis alat laboratorium kultur
jaringan, fungsi alat laboratorium kultur
1.Buku petunjuk teknis jaringan, mengoperasionalkan peralatan
kultur jaringan dan merawat peralatan
2.Buku / informasi materi pendukung kultur jaringan dalam bentuk “hard copy”
lainnya sebagai laporan tertulis dan “power point”
sebagai bahan presentasi.
C. Keselamatan dan Keesehatan Kerja
1.Sebelum memulai kegiatan, tentukan dan
pergunakan bahan dan alat bantu yang
sesuai dengan kebutuhan
2.Memahami cara kerja dan penggunaan (Sumber : Bahan ajar diklat Kementerian
peralatan dan bahan kerja agar kegiatan Pendidikan dan Kebudayaan 2015)
dapat berjalan baik
3.Atur dan tata kembali sarana tempat kerja
seperti semula,bila kegiatan telah selesai
dilakukan
D. Langkah Kerja Peralatan Kultur Jaringan Tanaman
LAMINAR AIR FLOW
Langkah kerja mengidentifikasi jenis alat
laboratorium kultur jaringan, memahami (Sumber: https://www.google.com/search?q=laminar+air+flow&safe=
fungsi alat laboratorium kultur jaringan, strict&source=lnms&tbm=isch&sa)
mengoperasionalkan peralatan kultur
jaringan dan merawat peralatan kultur Fungsi enkas untuk pekerjaan secara
jaringan yakni sebagai berikut. aseptis, pengerjaan aseptis pada ruangan
tertutup setelah penyemprotan alkohol 70 %.
1.Siapkanlah kertas dan alat tulis. Cara kerja enkas disemprot dengan alkohol 70
% atau fenol 5 %,kemudian sample dikerjakan
2.Pelajari dengan cermat dan teliti buku
teknis dan atau carilah sumber informasi
dalam bentuk apapun (data sekunder,
jejaring sosial/internet atau buku
pendukung lain) tentang jenis alat
laboratorium kultur jaringan, fungsi alat
laboratorium kultur jaringan,
mengoperasionalkan peralatan kultur
jaringan dan merawat peralatan kultur
jaringan.
3.Bandingkan kelengkapan jenis alat
laboratorium kultur jaringan yang ada
dengan data sekunder,jejaring
soasial/internet atau buku pendukung lain.
4.Buatlah kesimpulan kelengkapan jenis alat
laboratorium kultur jaringan, fungsi alat
laboratorium kultur jaringan,
42
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
melalui lubang pengerjaan keuntungan alat ini jaringan, dan cara perawatan peralatan kultur
mudah dibuat tetapi memiliki kekurangan jaringan, Saudara dapat membuka salah satu
tangan kurang leluasa dalam mengerjakan website yang dapat kalian kunjungi tentang
penanaman eksplan peralatan kultur jariangan di bawah ini.
https://www.edubio.info/2015/12/alat-alat-
Taukah kalian bahwa alat ini sudah dalam-laboratorium-kultur.html
digantikan fungsinya oleh LAF (Laminar Air
flow)? Laminar air flow merupakan alat yang 1. Di dalam ruangan persiapan,alat yang harus
mutlak dimiliki untuk melakukan kegiatan ada adalah timbangan analitik,lemari
kultur jaringan karena dalam kegiatan kultur pendingin, hotplate, mikrowave, oven, pH
jaringan terutama pada saat kegiatan transfer meter, alat-alat gelas standar (labu takar,
atau mengkulturkan tanaman harus bekerja pipet volume, erlenmeyer, gelas piala,
pada tempat dan ruang yang steril. Pada batang pengaduk dari gelas dan wadah
kondisi normal udara dipenuhi dengan spora- kultur)
spora dari jamur yang beterbangan,begitu pula
bakteri-bakteri banyak beterbangan di udara 2. Ruang transfer yang di dalamnya terdapat
bersama dengan debu yang diterbangkan oleh laminar air flow cabinet, dissecting,
angin yang dapat mengkontaminasi media mikroskop, alat diseksi (scalpel, pinset,
kultur. Untuk itu perlu suatu atat atau kotak spatula, gunting, piller, handsprayer, lemari
transfer yang di dalamnya terdapat tekanan tempat penyimpanan alat-alat steril, dan
atau hembusan udara bersih yang membuat timbangan kecil)
udara luar tidak dapat masuk atau tercampur
dengan udara luar yang disebut laminar air 3. Ruang kultur yang dilengkapi dengan rak
flow (lihat gambar) kultur dan lampu fluorescent, timer untuk
pengatur lama penyinaran, AC untuk
Prinsip kerja laminar airflow yaitu mengontrol temperatur,mikroskop
hembusan udara bersih di dalam laminar binokuler dan shaker.
airflow dibangkitkan oleh kipas yang
dihembuskan melewati filter atau penyaring
udara. Udara bersih tersebut menimbulkan
tekanan di dalam laminar air flow lebih tinggi
dibanding dengan tekanan udara luar yang
menyebabkan udara luar yang penuh dengan
sumber kontaminan tidak dapat masuk ke
dalam laminar airflow. Berdasarkan hal itu,
segala macam sumber kontaminan dapat
dieliminasi bila bekerja dengan menggunakan
laminar airflow atau dapat membuat kultur
bebas dari kontaminan.
Untuk menambah wawasan lebih jauh 4. Ruang stok yang didalamnya dilengkapi
mengenai jenis alat laboratorium kultur dengan rak penyimpanan media.
jaringan, fungsi alat laboratorium kultur
jaringan, teknik penyiapan peralatan kultur 5. Ruang mikroskop atau ruang analisis yang
didalamnya dilengkapi dengan mikroskop,
gelas preparat dan penutup, dan mikrotom.
43
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
Salah satu alat yang digunakan dalam peralatan kultur jaringan dan cara perawatan
laboratorium kultur jaringan adalah laminar air peralatan kultur jaringan manakah yang
flow. Tugas anda mencari informasi apa yang menurut Anda paling sulit dipahami? Coba
dimaksud laminar air flow dan peralatan lain Anda diskusikan dengan teman maupun guru
yang harus ada dalam laboratorium kultur Anda, karena konsep dasar ini akan menjadi
jaringan, fungsi alat laboratorium kultur pondasi dari materi-materi yang akan dibahas
jaringan, teknik penyiapan peralatan kultur di bab-bab selanjutnya.
jaringan dan cara perawatan peralatan kultur
jaringan. Anda dapat mengumpulkan informasi
melalui buku, internet, maupun dari sumber
belajar lainnya. Tugas dikerjakan dalam bentuk
laporan dengan format yang sudah disepakati
dengan guru pengampu.
penilaian harian
Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik
dan benar!
1. Jelaskan permasalahan yang dapat terjadi
apabila seorang teknisi laboratorium kultur
jaringan tidak menguasai teknik
mengoperasionalkan alat-alat
laboratorium kultur jaringan!
2. Jelaskan hal-hal yang bisa terjadi ketika
peralatan kultur jaringan setelah
pemakaian tidak dilakukan perawatan!
3. Jelaskan ketentuan pemakaian filler agar
tidak mudah rusak !
4. Jelaskan prosedur menyalakan UV pada LAF
sebelum digunakan!
5. Jelaskan teknik perawatan peralatan kultur
jaringan tanaman!
Setelah mempelajari bab tiga ini, Anda
tentu menjadi paham tentang penyiapan
peralatan kultur jaringan dari materi jenis alat
laboratorium kultur jaringan, fungsi alat
laboratorium kultur jaringan, teknik penyiapan
44