The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ghaida592020, 2021-08-09 23:25:03

Agribisnis Pembibitan dan Kultur Jaringan Tanaman

Jilid 2

Keywords: SMK,Agribisnis Tanaman

BAB IV
TEKNIK STERILISASI, RUANG, ALAT
DAN BAHAN KULTUR JARINGAN

Setelah mempelajari materi tentang teknik sterilisasi, ruang, alat, dan bahan kultur
jaringan yang meliputi teknik sterilisasi ruang, alat, dan bahan kultur jaringan tanaman
peserta didik diharapkan mampu melakukan sterilisasi ruang, alat, dan bahan kultur
jaringan.

Teknik sterilisasi ruang, alat
dan bahan kultur jaringan

Teknik sterilisasi SOP sterilisasi ruang alat
dan bahan kultur jaringan
Sterilisasi dengan
pemanasan kering SOP sterilisasi ruang

Sterilisasi dengan SOP sterilisasi alat
pemanasan basah
SOP sterilisasi bahan
Sterilisasi dengan
ultrafiltrasi SOP sterilisasi autoclave

Sterilisasi dengan
bahan kimia

Sterilisasi- ruang- alat- bahan – kering- basah – ultrafiltrasi – kimia- SOP- kultur jaringan
45

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

Sterilisasi ruangan, alat, dan bahan kultur sterilisasi pembakaran (flame sterilization).
jaringan yang akan digunakan merupakan Teknik ini harus dilakukan dengan hati-hati
persyaratan yang mutlak dilakukan untuk karena mudah terbakar. Autoclave adalah
kegiatan kultur jaringan. Apabila salah satu metode sterilisasi dengan menggunakan
dari ketiga poin tersebut tidak dalam keadaan tekanan uap air. Bahan-bahan atau alat yang
steril, maka kegiatan kultur yang dilakukan dapat disterilisasi dengan autoclave antara
tidak akan berhasil karena akan terkontaminasi lain kapas penutup tabung, saringan dari nylon,
oleh berbagai organisme kontaminan. pakaian lab, tutup plastik, peralatan gelas,
pipet, aquades dan media kultur. Hampir
Sterilisasi ruang kultur yang paling baik semua mikroba dapat mati bila di-autoclave
adalah dilakukan dengan penggunaan sinar pada suhu 1210C dengan tekanan 15 psi
ultraviolet (UV). Waktu sterilisasi bervariasi selama 15-20 menit.
tergantung dari ukuran ruang transfer itu
sendiri dan harus dilakukan apabila tidak ada Sterilisasi bahan meliputi media kultur dan
kegiatan dalam ruang tersebut. Radiasi UV aquades dapat disterilisasi dalam autoclave
sangat berbahaya bagi mata dan kulit. Ruang dalam wadah yang ditutup dengan kapas,
transfer dapat juga disterilisasi dengan aluminium foil atau plastik. Akan tetapi larutan
mencuci/mengepel 1-2 kali setiap bulan dari bahan-bahan yang bersifat tidak stabil
dengan bahan anti jamur (fungisida) komersial. harus menggunakan filter. Umumnya media di-
Ruang kerja dalam laminar air flow biasanya autoclave pada tekanan 15 psi dengan suhu
sudah dilengkapi dengan UV, sehingga 1210C. Untuk volume larutan per wadah
sterilisasinya dilakukan dengan UV dan diikuti kurang dari 100 ml waktu yang dibutuhkan 12-
dengan membasuh/melap permukaan tempat 20 menit, untuk 2-4 liter selama 30-40 menit.
bekerja dalam laminar dengan alkohol 95% Tekanan tidak boleh melebihi 20 psi karena
sebelum mulai bekerja. Ruang kultur harus dapat mengakibatkan dekomposisi
dibersihkan dengan sabun kemudian dilap karbohidrat dan bahan lain dalam media yang
dengan Na-hypoklorit 2% (seperti bersifat thermolabile. Beberapa senyawa yang
sunclin,bayclin atau pembersih lain yang tergolong dalam kelompok protein, vitamin,
mengandung disinfektan) atau alkohol 95%. asam amino, ekstrak tanaman, hormon, dan
Lantai ruangan dan dinding harus dibersihkan karbohidrat ada yang bersifat thermolabile
seminggu sekali dengan bahan yang sama. yang mungkin akan mengakibatkan
dekomposisi bila disterilisasi dengan
Sterilisasi peralatan gelas dan peralatan autoclave, sehingga harus disterilisasi dengan
lain yang terbuat dari metal, gelas, alumunium filter. Filter milipore yang mempunyai
foil, dan lain-lain dapat disterilkan dengan cara porositas ± 0,2 mikron (µm) merupakan salah
pengeringan dalam oven pada suhu 1300- satu filter yang banyak digunakan untuk
1700 C selama 2-4 jam. Semua peralatan sterilisasi bahan yang bersifat thermolabile.
tersebut harus dibungkus selama dioven, Media yang sebagian mengandung komponen
tetapi tidak boleh menggunakan kertas karena thermolabile, dapat dibuat dengan cara larutan
akan terdekomposisi pada suhu 1700C. yang mengandung komponen heat-stable
Sterilisasi dengan menggunakan autoclave disterilisasi dengan autoclave, kemudian
tidak disarankan untuk bahan yang terbuat dari didinginkan sampai suhu 500-600C pada
metal karena akan menyebabkan karat. Untuk kondisi steril (dalam laminar), pada bagian lain
peralatan diseksi yang akan digunakan pada dalam kondisi yang steril, larutan yang
ruang transfer atau laminar, setelah mengandung komponen bersifat thermolabile
disterilisasi dalam oven harus direndam disterilisasi dengan filter, kedua larutan yang
dahulu dalam alkohol 96% kemudian dibakar sudah disterilisasi dengan metode yang
di atas lampu bunsen. Teknik ini disebut

46

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

berbeda tersebut digabungkan dalam kondisi larutan dengan menggunakan pipet dan
aseptis labu ukur hanya akan akurat apabila bagian
dasar dari cakungan antara air dan udara
A. Teknik Sterilisasi berada tepat pada tanda pengukur.
Penggunaan pipet harus dibantu
Penggunaan operasional di denganpengisap larutan (pipetor). Jangan
laboratorium perbanyakan tanaman pernah menggunakan mulut untuk
dengan kultur jaringan dapat dipelajari memipet. Jenis-jenis pipet yang umum
dengan mudah. Hal yang paling perlu digunakan antara lain sebagai berikut.
diperhatikan adalah akurasi, kebersihan
dan keamanan saat bekerja dengan teknik 1. Tipe bola mengisap yang dilengkapi
kultur jaringan. Penimbangaan pada saat dengan beberapa katup pengontrol.
pembuatan media, semua bahan yang
ditimbang harus dilakukan dengan hati-hati 2. Pipet pengisap yang dioperasikan
meskipun untuk pembuaatan media dalam menggunakan roda kecil pada bagian
sekala komersial. Setiap penggunaan atas aat pengisap.
timbangan atau alat-alat lain harus
memperhatikan intruksi dari pabriknya. 3. Alat pengisap dengan bantuan pompa
Jenis timbangan yang sering di gunakan di udara secara elektrik. Cairan diisap
lab antara lain top-loading balance dan kedalam pipet dengan menekan tombol
analytical balance yang memungkinkan bagian atas dan melepaskan cairan
akurasi penimbangan hingga sekala dengan menekan tombol bagian bawah.
milligram. Beberapa persyaratan yang
harus diperhatikan agar diperoleh 4. P i p e t m i k r o , b i a s a n y a u n t u k
penimbangan yang akurat adalah sebagai pengambilan larutan dengan volume
berikut. yang sangat kecil (mikro liter).

1. Timbang harus ditempatkan pada tempat Membersihkan peralatan gelas metoda
yang keras, stabil, permukaanya rata konvensional pencucian peralatan gelas
yang bebas getaran dan kebocoran, dilakukan dengan merendam gelas dalam
larutan asam kromat yang diikuti
2. Daerah sekitar penimbangan harus pembilasan dengan air kran dan air
terjaga kebersihannya. destilasi. Karena asam kromat dapat
menyebabkan korosif, cara ini banyak
3. Penimbangan jangan sampai pernah ditinggalkan kecuali utnuk perlatan gelas
overload. yang terkontaminasi tinggi. Pencucian yang
lebih aman adalah dengan air panas (70°C)
4. Penimbang disarankan menggunakan + sabun, diikuti dengan pembilasan dengan
wadah atau alas yang ringan atau kertas air panas dan air destilasi. Peralatan gelas
daripada menempatkan bahan yang yang telah dicuci, dikeringkan dalam oven
ditimbang secara langsung di atas piring pada suu 150°C dibungkus dengan
timbangan. almunium foil, kemudian disimpan dalam
lemari tertutup.
Pengukuran cairan atau larutan
peralatan gelas yang mempunyai ukuran Sterilisasi peralatan sangat menentukan
seperti gelas piala, Erlenmeyer dan pipet keberhasilan kultur jaringan karena
diperlukan untuk pembuatan media. Gelas peralatan kerja yang steril akan
ukur kapasitas 10, 25, 100 dan 1000 ml memperkecil kegagalan yang mungkin
banyak digunakan untuk mengukur volume, terjadi akibat adanya kontaminan. Selain
tetapi pengukuran yang lebih akurat sterilisasi alat-alat (gunting, scalpel, dan
diperlukan labu ukur dan pipet. Pengukur pinset) dengan menggunakan autoklaf, juga

47

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

dilakukan sterilisasi pada saat akan pengering. Baking oven juga dapat
menggunakan (melakukan kegiatan kultur) dipergunakan.
dengan memanaskan pada lampu bonsen
selama beberapa detik. Setiap kali akan Temperaturnya kira-kira 160°C
melakukan kegiatan kultur dari media yang selama 4 jam. Alat-alat yang akan
satu ke media yang lain diperlukan air steril disterilisasi dibungkus dengan cermat
untuk mencegah pada saat persiapan memakai alumunium foil atau kertas
eksplan dilakukan pada wadah petridish payung sebelum dimasukkan ke dalam
tidak mengalami kekeringan. oven.

Sterilisasi merupakan bagian sangat 2. Sterilisasi dengan Pemanasan Basah
penting dalam teknik in vitro adalah
sterilisasi bahan tanaman dan media Metode sterilisasi ini memakai alat
menjaga kondisi aseptic yang telah dicapai. bernama autoklaf, yang bekerja dengan
Bakteri dan jamur adalah dua kontaminan tekanan uap. Jika tidak mempunyai
yang paling banyak dijumpai dalam kultur. autoklaf, panci presto atau pressure
Spora jamur sangat ringan dan ada cooker dapat dipergunakan. Standar
disekeliling lingkungan. Apabila spora teknik untuk sterilisasi adalah tekanan
jamur kontak dengan media kultur dan uap 15-20 menit. Pada waktu
kondisinya optimal untuk perkecambahan mengoperasikan autoklaf atau pressure
jamur, maka akan terjadi kontaminasi. cooker, jangan tergesa-gesa menutup
klep pembuangan sebelum semua udara
Ada beberapa teknik yang dipergunakan yang ada di dalam autoklaf tergantikan
untuk sterilisasi peralatan dari gelas, alat oleh uap air yang mendidih, yaitu agar
pemotong, cairan/larutan, bahan-bahan temperatur 121°C dapat tercapai.
kimia, dan tanaman. Media dan semua Setelah 15-20 menit, klep pembuangan
peralatan harus steril sebelum digunakan. dibuka pelan-pelan akan sama dengan
Jika tidak steril maka seluruh media akan tekanan atmosfir. Pembukaan klep
tercemar oleh jamur dan bakteri yang dapat pembuangan yang tergesa-gesa dapat
mematikan eksplan yang sedang menyebabkan cairan/media yang ada
bertumbuh. Ada beberapa macam dalam botol/Erlenmeyer tumpah keluar.
sterilisasi, mana yang harus digunakan Penggunaan autoklaf lebih dari 20 menit
tergantung alat dan bahannya. Beberapa dapat merusak bahan-bahan kimia
jenis sterilisasi antara lain : yang ada di dalam media.

1. Sterilisasi dengan Pemanasan Kering 3. Sterilisasi dengan Ultrafiltrasi

Metode ini hanya digunakan untuk Beberapa komponen media ada yang
alat-alat gelas dan peralatan yang menjadi tidak stabil bila terkena panas
terbuat dari logam atau bahan lain yang yang tinggi sehingga harus disterilisasi
tidak rusak dalam temperatur tinggi. dengan ultrafiltrasi pada suhu ruangan.
Alat-alat yang berisi kapas, kertas, atau Dengan menggunakan ultrafiltrasi,
plastik tidak dapat disterilisasi dengan larutan yang berisi bahan-bahan yang
metode ini. Pisau, skalpel dan pinset juga termolabil dimasukkan ke dalam media
tidak boleh disterilisasi dengan cara ini agar-agar yang telah disterilisasi dengan
karena akan menjadi tumpul. autoklaf. Hal ini dikerjakan ketika media
agar-agar sudah agak dingin tetapi
Biasanya metode sterilisasi ini belum memadat.
dilakukan dengan menggunakan oven
Ada beberapa jenis ultrafiltrasi.

48

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

Nucleopore filter dibuat dari a. SOP sterilisasi alat-alat tanam
polyetylen, film sekali pakai terus (Petridish, pinset, scalpel, gunting dll)
dibuang. Ada juga Millipore filter yang Prosedur sterilisasi alat sebagai
dapat dipakai berulang-ulang berikut.
(autoclaveble). Porositasnya berbeda-
beda. Ada yang 0,22 mikron, ada yang Alat tanam dicuci dengan sabun dan dibilas dengan air
0,45 mikron. Untuk larutan yang mengalir kemudian dikeringkan di dalam oven
jumlahnya sedikit dapat dengan mudah
disterilisasi dengan Nucleopore filter Alat tanam dikeringkan dalam
yang dipasangi syringe (alat injeksi). oven
Dalam jumlah besar, sterilisasi dengan
metode ini sulit dan mahal. Tidak ada Alat tanam yang telah kering dibungkus dengan kertas
rekomendasi soal baik-tidaknya untuk denganrapat agar tidak mudah terlepas selama
digunakan dalam laboratorium untuk
produksi skala besar. proses sterilisasi maupun setelah proses sterilisasi

4. Sterilisasi dengan Bahan Kimia Alat tanam yang sudah dibungkus dimasukan ke dalam
autoclave lalu ditutup. Sterilisasi dilakukan selama 1 jam
Metode yeang sederhana untuk
sterilisasi substansi yang termolabil pada suhu 1210 C dan tekanan 17.5 psi
adalah dengan alkohol 70% atau 95%.
Larutan ini dapat berfungsi Alat tanam dicuci dengan sabun dan dibilas dengan air
sebagai bahan sterilisasi yang baik. Hasil mengalir kemudian dikeringkan di dalam oven
penelitian menunjukkan bahwa
penambahan 5ml alkohol 70% per liter b. SOP sterilisasi botol kultur pasca
media tidak menimbulkan efek yang aklimatisasi
merugikan pada kultur. Sterilisasi Prosedur sterilisasi botol kultur
permukaan pada ruang kerja sebagai berikut.
laboratorium juga dapat dilakukan 1) Media bekas tanaman dibuang
dengan melap permukaan tersebut kemudian botol dicuci dengan
dengan alkohol 70% atau 95%. detergen dan dibilas dengan air
mengalir.
B. SOP Sterilisasi Ruang, Alat, dan Bahan 2) Botol di autoclave selama 1 jam
Kultur jaringan dengan suhu 1210 C dengan
tekanan 17.5 psi.
1. SOP Sterilisasi ruang 3) Botol disimpan di dalam ruangan
dengan suhu 200 - 250 C.
Sterilisasi ruang kultur
3. SOP Sterilisasi bahan kultur jaringan
Ruang kultur jaringan harus selalu dijaga SOP sterilisasi Aquadestilata
kebersihan dan sterilitasnya. Sterilisasi Prosedur sterilisasi Aquadestilata
ruangan di dalam laboratorium kultur sebagai berikut.
jaringan adalah sebagai berikut.

a. Lantai dipel menggunakan karbol
setiap hari.

b. Ruangan disemprot dengan alkohol 70
% setiap minggu.

c. Dinding disemprot dengan alkohol 96
%.

2. SOP Sterilisasi Alat

49

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

Masukkan aquadestilata ke dalam botol / naik sampai mencapai 17.5 psi atau 0.1
erlenmeyer sebanyak setengah dari volume botol bar dan suhu 1210C (angka
ditunjukkan pada pengontrol tekanan)
Tutup dengan plastik dan diikat dengan karet,
lalu dimasukkan ke dalam autoclave e.Selama masa sterilisasi, suhu dan
tekanan dijaga tetap stabil. Apabila
Disterilisasi selama 1 jam dengan suhu 1210 C dan tekanan dan suhu melebihi yang
tekanan 17.5 psi (0.1 bar) diperlukan, putar knop pemanas ke
kiri, apabila suhu dan tekanan kurang
Botol dengan aquadestilata steril disimpan di dalam dari yang diperlukan, putar knop
di dalam ruangan dengan suhu ruang(180-200 C) pemanas ke kanan

Critical point : Aquadestilata steril hanya f. Setelah waktu sterilisasi selesai, aliran
dapat disimpan paling lama 2 minggu listrik di “off” dan ditunggu sampai
Botol dengan aquadestilata steril tekanan dan suhu mencapai nol.
disimpan di dalam ruangan dengan suhu Kemudian tutup autoclave dibuka, alat
ruang(180-200 C) atau media yang disterilisasi dapat
4. SOP Pemakain Autoclave dikeluarkan dan disimpan diruang
Berikut merupakan setandar oprasional steril
peralatan pemakaian autoclave :
a.Autoclave terlebih dahulu diberi Hal- hal yang perlu diperhatikan adalah
suhu dan tekanan harus dijaga agar tetap
aquadestilata sebanyak 6 liter stabil pada tekanan 0.1 bar dan suhu 121
b.Media atau alat tanam yang akan 0 C, karena apabila suhu dan tekanan
teralu rendah maka proses sterilisasi
disterilisasi dimasukkan ke dalam tidak berjalan dengan baik sehingga
panci yang ada di bagian dalam dapat menimbulkan kontaminasi.
autoclave kemudian ditutup rapat Apabila melakukan sterilisasi media,
dengan memutar knopnya serta suhu, dan tekanan autoclave tidak boleh
menutup panel pengeluaran uap air melebihi yang ditetapkan karena dapat
c.Autoclave dinyalakan, putar knop merusak kandungan hara dan zat
pemanas sampai level 10 dan tunggu pengatur tumbuh yang ada di dalam
sampai tekanan udara di dalamnya media sehingga akan menyebabkan
naik sampai mencapai 17.5 psi atau 0.1 pertumbuhan tanaman terganggu.
bar dan suhu 1210C (angka Selama suhu dan tekanan belum
ditunjukkan pada pengontrol tekanan) mencapai angka nol, autoclave tidak
d.Autoclave dinyalakan, putar knop boleh dibuka karena dapat
pemanas sampai level 10 dan tunggu membahayakan. Sebelum melakukan
sampai tekanan udara di dalamnya sterilisasi perlu dilakukan pengecekan
air dibagian dalam autoclave. Bila
kurang dari 6 liter maka perlu
ditambahkan aquadestilata. Bila airnya
kurang dapat menyebabkan
peningkatan suhu di dalam autoclave
melebihi 1210 C, yang akan merusak
media dan alat itu sendiri.

50

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

Praktik

Acara : Sterilisasi ruang, alat dan bahan kultur 2. Sterilisasi alat
jaringan
a. Alat tanam dicuci dengan sabun dan
A. Tujuan : Kegiatan ini bertujuan agar peserta dibilas dengan air mengalir kemudian
didik mampu melakukan sterilisasi dikeringkan di dalam oven
ruang, alat, dan bahan kultur
jaringan b.Alat tanam dikeringkan dalam oven

B. Alat dan Bahan : c. A l a t t a n a m y a n g t e l a h k e r i n g
dibungkus dengan kertas rapat agar
Alat yang diperlukan dalam kegiatan ini tidak mudah terlepas selama proses
adalah: sterilisasi maupun setelah proses
sterilisasi
1. Alat tulis
d.Alat tanam yang sudah dibungkus
2. Alat pel dimasukkan ke dalam autoclave lalu
ditutup. Sterilisasi dilakukan selama 1
3. Ember jam pada suhu 1210C dan tekanan
17,5 psi
4. Hand sprayer (kapasitas 1-2 l)
e. Alat tanam yang telah steril disimpan
5. Oven di dalam oven dengan suhu ± 500C
atau disimpan dalam ruang steril
6. Autoclave dengan suhu kamar

7. Botol/erlenmeyer 3. Sterilisasi bahan (Aquqdestilata)

Bahan yang dipergunakan dalam kegiatan a. Masukkan aquadestilata ke dalam
ini adalah : botol/erlenmeyer sebanyak setengah
dari volume botol
1. Karbol
b.Tutup dengan plastik dan diikat
2. Alkohol 70% dengan karet, lalu dimasukkan ke
dalam autoclave
3. Alkohol 96%
c. Disterilkan selama 1 jam dengan suhu
4. Aquades 1210C dan tekanan 17,5 psi (0,1 bar)

Keselamatan dan Keesehatan Kerja d.Botol dengan aquadestilata steril
disimpan di dalam ruangan dengan
1. Sebelum memulai kegiatan, tentukan dan suhu ruang (180-200C) batas
pergunakan bahan dan alat bantu yang pemakaian 2 minggu
sesuai dengan kebutuhan.
(Sumber : Bahan ajar diklat Kementerian
2.Memahami cara kerja dan penggunaan Pendidikan dan Kebudayaan 2015)
peralatan dan bahan kerja agar pekerjaan
berjalan baik. Dengan menerapkan teknik sterilisasi
pada ruang, alat, dan bahan materi
3. Atur dan tata kembali sarana tempat kerja praktikum mana yang paling sulit
seperti semula, bila kegiatan selesai dilakukan? Diskusikan dengan teman
dikerjakan. sekelompokmu mengapa demikian dan apa
yang harus dilakukan.
Langkah Kerja

Sterilisasi ruang, alat, dan bahan :

1. Sterilisasi ruang

a. Lantai dipel menggunakan karbol
setiap hari

b.Ruangan disemprot dengan alkohol 70
% setiap minggu

c. Dinding disemprot dengan alkohol 96
%

51

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR
JARINGAN TANAMAN

SterilisasiRuang Kultur Untuk lebih membuka dan memperluas
Kultur jaringan adalah suatu metode untuk pemahaman peserta didik tentang kompetensi
teknik sterilisasi ruang, alat, dan bahan kultur
mengisolasi bagian dari tanaman seperti jaringan dapat membuka salah satu website
protoplasma, sekelompok sel, jaringan dan yang dapat dikunjungi untuk menambah
organ, serta menumbuhkannya dalam kondisi wawasan dan pemahaman dengan alamat di
aseptic sehingga bagian-bagian tersebut dapat bawah ini.
memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi http://anaktptph-agriculture.blogspot.com/
tanaman lengkap kembali. Bertolak dalam 2014/10/sterilisasi-alat-dan-ruang-
definisi tersebut, maka keberhasilan dalam laboratorium.html
kultur jaringan ditentukan oleh beberapa hal
antara lain: keterampilan pekerja, sterilitas 1. Sterilisasi ruang, alat, dan bahan merupakan
media yang digunakan, kondisi ruang kerja hal yang mutlak harus dikerjakan dalam
(ruang transfer) yang digunakan serta kondisi teknik kultur jaringan tanaman.
peralatan yang dipakai.
2. Sterilisasi ruang kultur yang paling baik
Ruang (ruang transfer/penabur) dalam adalah dilakukan dengan penggunaan sinar
teknologi kultur jaringan mutlak harus dalam ultraviolet (UV). Waktu sterilisasi bervariasi
kondsi steril, tanpa kondisi demikian tingkat tergantung dari ukuran ruang transfer itu
keberhasilan dalam kultur jaringan akan sendiri dan harus dilakukan apabila tidak
rendah. Sterilisasi ruang dapat dilakukan ada kegiatan dalam ruang tersebut.
dengan menyemprot ruangan dengan alkohol
70% sedangkan sterilisasi lantai di lakukan 3. Sterilisasi peralatan gelas dan peralatan
dengan alkohol atau dengan larutan desifektan lain yang terbuat dari metal, gelas,
lainnya. alumunium foil, dan lain-lain dapat
disterilkan dengan cara pengeringan dalam
Sterilisasi ditujukan agar terjadi denaturasi oven pada suhu 1300-1700 C selama 2-4
protein dan terutama tidak aktifnya enzim jam.
yang digunakan untuk metabolisme bakteri
dan perlakuan panas ditujukan untuk 4. Sterilisasi bahan meliputi media kultur dan
membunuh spora bakterinya. Sterlisasi pada aquades dapat disterilisasi dalam
medium dan alat-alat bertujuan untuk
mencegah adanya bakteri yang tidak
diinginkan dalam pemeliharaan.

(Sumber : https://www.google.com/search?q=sterilisasi+ruang+kultur+
jaringan&safe=strict&source=lnms&tbm=isch&sa)

52

AGRIBISNIS PEMBIBITAN &
KULTUR JARINGAN TANAMAN

penilaian harian

autoclave dalam wadah yang ditutup 1. Je[askan teknik sterilisasi dengan
dengan kapas, aluminium foil atau plastik. pemanasan kering!
Akan tetapi larutan dari bahan-bahan yang
bersifat tidak stabil harus menggunakan 2. Jelaskan teknik sterilisasi dengan
filter. pemanasan basah!

5. Metode sterilisasi dengan pemanasan 3. Jelaskan teknik sterilisasi dengan
kering hanya digunakan untuk alat-alat ultrafiltrasi!
gelas dan peralatan dari logam.
4. Jelaskan teknik sterilisasi dengan bahan
6. Sterilisasi dengan pemanasan basah dapat kimia!
digunakan untuk sterilisasi media dan
aquadestilata 5. Jelaskan mengapa tidak semua peralatan
dapat disterilisasi dengan teknik yang sama!
7. Sterilisasi dengan ultrafiltrasi digunakan
untuk sterilisasi komponen media yang Setelah mempelajari bab empat ini, Anda
tidak stabil bila terkena panas yang tinggi. tentu menjadi paham tentang teknik sterilisasi
ruang, alat, dan bahan kultur jaringan. Dari
8. Sterilisasi dengan bahan kimia alkohol 70% semua materi yang sudah dijelaskan pada bab
atau 95% , larutan ini dapat berfungsi empat ini, mana yang menurut Anda paling
sebagai bahan sterilisasi yang baik sulit dipahami? Coba Anda diskusikan dengan
teman maupun guru Anda karena konsep dasar
Salah satu pendukung keberhasilan ini akan menjadi pondasi dari materi-materi
pelaksanaan perbanyakan tanaman secara yang akan dibahas di bab-bab selanjutnya.
kultur jaringan adalah sterilisasi ruang, alat,
dan bahan . Tugas Anda dalam rangka
menyiapkan ruang, alat, dan bahan yang steril
atau bebas kontaminan adalah sebagai
berikut.

1. Membuat kumpulan tulisan berupa
rangkuman informasi tentang sterilisasi
ruang, alat, dan bahan.

2. Melakukan kunjungan dan atau konsultasi
pada instansi/pengusaha, atau unit kerja
laboratorium kultur jaringan tanaman di
sekolah atau instansi yang relevan tentang
proses sterilisasi ruang, alat, dan bahan
laboratorium kultur jaringan tanaman.

Tugas dikerjakan dalam bentuk laporan
dengan format yang disepakati dengan guru
pengampu.

53

Teknik pembuatanBAB V
larutan stokTEKNIK PEMBUATAN LARUTAN STOK

Setelah mempelajari materi tentang Teknik pembuatan larutan stok, peserta
didik mampu membuat larutan stok untuk pembuatan media tanam.

Jenis larutan stok
Alat dan bahan

pembuatan larutan stok
SOP pembuatan
larutan stok

Teknik penyimpanan
larutan stok

Larutan – Stok – Media – Myoinositol – Vitamin – konsentrasi – Volume- larutan -
Komposisi

54

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

Media merupakan formulasi dari semua belakang koma) akurasinya semakin rendah
unsur-unsur yang diperlukan tanaman, organ, dan tingkat kesulitannya yang tinggi. 3)
jaringan, sel, dan protoplasma untuk dapat Mempertahankan senyawa kimia penyusun
tumbuh dan berkembang. Media yang sering medium dapat bertahan lama tanpa
digunakan untuk kultur jaringan dapat mengalami kerusakan. Senyawa kimia yang
berbentuk cair, padat, semi padat, dan lapis dua higroskopis bila kemasannya sering dibuka
(double layer). Pada kultur statis umumnya akan mengalami kerusakan yang cepat.
digunakan media padat untuk menghindari
eksplan yang dikulturkan tidak tenggelam A. Jenis Larutan Stok
yang dapat menyebabkan kekurangan oksigen.
Sebelum membuat media, terlebih
Media padat dibuat dengan menambahkan dahulu dilakukan pembuatan larutan stok.
agar-agar ke dalam larutan unsur-unsur yang Larutan stok dibuat dengan tujuan untuk
dibutuhkan tanaman. Jenis agar-agar yang memudahkan pengambilan bahan- bahan
dapat digunakan untuk memadatkan media kimia khususnya yang dibutuhkan dalam
yaitu agar bacto, agar stik, agar murni, dan agar jumlah kecil, tak perlu sering menimbang
swallow. karena hal ini kurang praktis. Konsentrasi
larutan stok dibuat beberapa kali lipat dari
Komposisi unsur penyusun media yang konsentrasi media. Biasanya konsentrasi
dapat digunakan untuk kultur jaringan larutan stok untuk bahan hara makro dibuat
bervariasi tergantung dari jenis tanaman, 10 kali, untuk hara mikro dan vitamin dibuat
tujuan kultur, jenis eksplan dan sumber 100 kali, sedangkan untuk stok hormon
eksplan. Meskipun demikian, media yang dibuat sesuai kebutuhan.
paling banyak digunakan untuk kebanyakan
tanaman yaitu media MS (murashige dan Larutan stok disimpan di dalam lemari
skoog, 1962) dan MS yang dimodifikasi. pendingin (kulkas) agar tidak mudah rusak
Khususnya untuk tanaman anggrek komposisi dan mencegah terdegradasinya bahan-
media dasar yang banyak digunakan yaitu bahan kimia oleh mikroba penyebab
media Vasin dan Wen, Knudson C, dan kadang- kontaminasi. Pembuatan larutan stok harus
kadang MS. Komposisi senyawa penyusun dilakukan dengan cermat, sebab larutan
media MS, Knudson C, dan woody plant stok yang terlalu pekat akan mengalami
medium (WPM). pengendapan di lemari es, dan larutan stok
yang terkontaminasi tidak boleh digunakan
Sebelum membuat media terlebih dahulu lagi. Jenis dan komposisi larutan stok
yang harus disiapkan yaitu larutan stok media. tergantung pada jenis formula/resep yang
Larutan stok berguna untuk beberapa hal, di akan digunakan.
antaranya: 1) memudahkan dan efisiensi waktu
dalam membuat media yaitu tidak setiap kali 1. Medium Murashige dan skoog (MS)
akan membuat media selalu meninbang (1962)
sejumlah bahan kimia yang diperlukan.
Pembuatan media satu liter tanpa a. Pembuatan larutan stok
menggunakan larutan stok diperlukan waktu
sekitar 3 jam, tetapi jika larutan stok tersedia 1) Stok A: NHNO382,5 g L1-
pembuatan media satu liter hanya diperlukan
waktu satu jam, 2) Meningkatkan akurasi a)Timbang NH4NO3pada neraca
pengukuran senyawa kimia yang digunakan. analitik sebanyak 82,5 g;
Menimbang senyawa kimia dengan jumlah
yang sangat kecil (empat digit atau lebih di b)Pindahkan hasil timbangan pada
gelas piala 600-ml yang bersih
dan telah dibilas dengan
akuades;

c)Tambahkan akuades secukupnya

55

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

kemudian aduk sampai g)Larutan dicampur sampai merata
larut; dengan membolak-balikan labu
takar;
d)Pindahkan larutan tersebut ke
labu takar 1000-ml yang sudah h)Pindahkan larutan ke dalam
dibilas dengan akuades; botol reagen berwarna gelap
yang bersih dan kering, lalu
e)Keringkan bagian atas tanda tera ditutup;
dengan kertas tisu;

f)Penambahan dilanjutkan dengan i)Berilaha label pada botol reagen
pipet sampai meniskus bawah tersebut dengan keterangan
mencapai tanda tera; sebagai berikut:

g)Larutan dicampur sampai merata (1) Nama stok : B
dengan membolak-balikan labu
takar; (2) Nama zat : KNO

h)Pindahkan larutan ke dalam botol (3) Volume pipet untuk 1 L
reagen berwarna gelap yang medium : 20 ml
bersih dan kering, lalu ditutup;
(4) T a n g g a l p e m b u a t a n : 1 0
Oktober 2018.

i) Berilah label pada botol reagen 3) StokC:
tersebut dengan keterangan
sebagai berikut: KH2PO4 34 g L1

(1)Nama stok :A H3BO4 1,24 g L

(2)Nama zat : NH4NO3 KI 0,166g

(3)Volume pipet untuk 1 L NaMoO4.2H2O 0,05g L

medium : 20 ml CoCl2.6H2O 0,005g

(4) Tanggal pembuatan : 10 a)Timbang zat-zat diatas secara
Oktober 2018. terpisah;

2) Stok B: KNO395 g L1- b)Campurkan semua komponen
dalam gelas piala yang sama;
a)Timbang KNOpada neraca
analitik sebanyak 95 g; c)Tambahkan akuades secukupnya
kemudian aduk sampai larut;
b)Pindahkan hasil timbangan pada
gelas piala 600-ml yang bersih d)Pindahkan larutan tersebut ke
dan telah dibilas dengan labu takar 1000-ml yang sudah
akuades; dibilas dengan akuades;

c)Tambahkan akuades secukupnya e)Keringkan bagian atas tanda tera
kemudian aduk sampai larut; dengan kertas tisu;

d)Pindahkan larutan tersebut ke f)Penambahan dilanjutkan dengan
labu takar 1000-ml yang sudah pipet sampai meniskus bawah
dibilas dengan akuades; mencapai tanda tera;

e)Keringkan bagian atas tanda tera g)Larutan dicampur sampai merata
dengan kertas tisu; dengan membolak-balikan labu
takar;
f)Penambahan dilanjutkan dengan
pipet sampai meniskus bawah h)Pindahkan larutan ke dalam
mencapai tanda tera; botol reagen berwarna gelap

56

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

yang bersih dan kering, lalu (4)Tanggal pembuatan: 10
ditutup; Oktober 2018

i)Berilah label pada botol regen 5) Stok E :
tersebut dengan keterangan
sebagai baerikut; MgSO4.7H2O 74gL1-

(1) Nama stok : C MnSO4.H2O 3,38 g 1-

(2) Nama zat : K H 2 P O 4 , H 3 B O 3 , ZnSO4.7H2O 1,72 g 1-
KI,NaMoO4.2H2O, dan
CoCl2.6H2O CuSO4.5H2O 0,005 g1-

(3) Volume pipet untuk 1 L a)Timbang zat-zat di atas secara
medium : 5 ml terpisah;

(4) Tanggal pembuatan : 1 0 b)Campurkan semua zat-zat
Oktober 2018. tersebut dalam gelas piala 600-
ml
4) Stok D : CaCl2. 2H2O 88 g L1-
c)Campurkan semua komponen
a)Timbang CaCl.2H2O pada neraca dalam gelas piala yang sama;
analitik sebanyak 88 g;
d)Tambahkan akuades secukupnya
b)Campurkan semua komponen kemudian aduk sampai larut;
dalam gelas piala yang sama;
e)Pindahkan larutan tersebut ke
c)Tambahkan akuades secukupnya labu takar 1000-ml yang sudah
kemudian aduk sampai larut; dibilas dengan akuades;

d)Pindahkan larutan tersebut ke f)Keringkan bagian atas tanda tera
labu takar 1000-ml yang sudah dengan kertas tisu;
dibilas dengan akuades;
g)Penambahan dilanjutkan
e)Keringkan bagian atas tanda tera dengan pipet sampai meniskus
dengan kertas tisu; bawah mencapai tanda tera;

f)Penambahan dilanjutkan dengan h)Larutan dicampur sampai merata
pipet sampai meniskus bawah dengan membolak-balikan labu
mencapai tanda tera; takar;

g)Larutan dicampur sampai merata i)Pindahkan larutan ke dalam botol
dengan membolak-balikan labu reagen berwarna gelap yang
takar; bersih dan kering, lalu ditutup;

h)Pindahkan larutan ke dalam j)Berilah label pada botol reagen
botol reagen berwarna gelap tersebut dengan keterangan
yang bersih dan kering, lalu sebagai berikut:
ditutup;
(1) Nama stok : E
i)Berilah label pada botol reagen
tersebut dengan keterangan (2) Nama zat :MgSO4.7H2,O,
sebagai berikut;
MnSO4.H2O, ZnSO4.7H2O, dan
(1)Nama stok : D
CuSO4.5H2O
(2)Nama zat : CaCl2.2H2O
(3) Volume pipet untuk 1 L
(3)Volume pipet untuk 1L medium : 5 ml
medium: 5 ml
(4) Tanggal pembuatan : 10
57 Oktober 2018.

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

6) Stok F: (4)Tanggal pembuatan : 10
Oktober 2018
Na2EDTA.2H2O 3,72 g1-

FeSO4.7H2O 2,78 g L1- n)Simpan stok ini dalam lemari
pendingin.
a)Timbang zat-zat d atas secara
terpisah; 7) Stok myo-inosito 10 g L1-21)

b)Masukkan Na2EDTA.2HO ke a)Timbang 1 g myo-inositol;
dalam gelas piala 600-ml, lalu
tambahkan sedikit air; b)Larutan dalam 100 ml akuades;

c)Panaskan sampai hampir c)Berilah label pada botol reagen
mendidih; tersebut dengan keterangan
sebagai berikut:

d)Tambahkan FeSO47HO secara (1)Nama stok : myo-inositol
perlahan-lahan sambil
diaduk sampai larut dan larutan (2)Nama zat : myo inositol
menjadi kuning;
(3)Volume pipet untuk 1 L

e)Biarkan larutan menjadi dingin medium : 10 ml
dengan sendirinya;
(4)Tanggal pembuatan :10
Oktober 2018
f)Campurkan semua komponen
dalam gelas piala yang sama; 8) Stok vitamin :

g)Tambahkan akuades secukupnya tiamin-HCl 0,01 g L1-
kemudian aduk sampai larut;
piridoksin-HCl 0,05 g L1-

h)Pindahkan larutan tersebut ke piasin 0,05 g L1-
labu takar 1000-ml yang sudah
dibilas dengan akuades; glisin 0,2 g L1-

i)Keringkan bagian atas tanda tera a)Timbang zat-zat di atas seara
dengan kertas tisu; terpisah;

j)Penambahan dilanjutkan dengan b)Campurkan semua zat tersebut
pipet sampai meniskus bawah dan larutkan dalam akuades 100
mencapai tanda tera; ml;

k)Larutan dicampur sampai merata c)Berilah label pada botol reagen
dengan membolak-balikan labu tersebut dengan keterangan
takar; sebagai berikut:

(1)Nama stok : vitamin

l)Pindahkan larutan ke dalam botol (2)Nama zat :tiamin-HCl,
reagen berwarna gelap yang
bersih dan kering, lalu ditutup; piridoksin-HCl, niasin,dan

glisin

m)Berilah label pada botol reagen (3)Volume pipet untuk 1 L
tersebut dengan keterangan
sebagai berikut; medium : 10 ml

(1)Nama stok: F (4)Tanggal pembuatan : 1 0
Oktober 2018.

(2)Nama zat :Na2EDTA.2H2O dan 9) Stok zat pengatur tumbuh
FeSO4.7H O
a)Timbang 2,4-D, B A P , I A A ,
(3)Volume pipet untuk 1 L kinetin, IBA, dan NAA
medium : 5 ml

58

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

masing-masing 50 mg secara sebanyak 1000 ml, tahap yang
terpisah; dilakukan adalah sebagai berikut.

b)Larutkan 2,4-D, IAA, dan NAA 1) Jumlah NNO3 yang diperlukan
dengan sedikit KOH 1 N adalah 1650 mg, sehingga volume
secara terpisah; stok A yang perlu dipipet adalah
:1650:82,5×1000=20 ml;
c)Larutkan BAP dan kinetin dengan
HCl 1 N secara terpisah; 2) Dengan cara perhitungan yang
sama dengan stok A, didapat
d)Pindahkan masing-masing zat volume pipet untuk stok B, C, D, E,
pengatur tumbuh tersebut ke dan F masing-masing 20 ml, 5 ml,5
dalam labu takar 100-mL; ml, 5 ml, dan 10 ml;

e)Tambahkan akuades ke dalam 3) Myo-inositol diambil dari stok myo-
masing-masing labu takar hingga inositol sebanyak 10 ml;
volumenya mencapai 100-mL;
4) Tiamin-HCl, piridoksin-HCl, niasin,
f)Simpan semua zat pengatur dan glisin diambil dari stok vitamin
tumbuh ini dalam wadah sebanyak 10 ml;
erlenmeyer 100-mL dan tutup
dengan aluminium foil serta 5) Jika medium yang dibuat diberi
diberi label; zat pengatur tumbuh maka volume
pipet yang diambil berdasarkan
g)Simpan semua stok zat pengatur kebutuhan. Misalnya, akan dibuat
tumbuh dalam lemari medium MS dengan BAP 2 ppm (2
pendingin. mg L1-

Catatan 6) ) dan NAA 4 ppm (4 mg L1-):jumlah
BAP yang diperlukan 2 mg dan
(1)Cara melarutkan zat pengatur jumlah NAA 4 mg;
tumbuh selain yang dikemukakan di
atas adalah menggunakan alkohol 7) volume pipet dari stok BAP 500
atau pelarut organik lain. Jika cara ppm adala: 2:500× 1000 = 4 ml;
ini digunakan, jumlah pelarut
jangan terlalu banyak, untuk 8) volume pipet dari stok NAA 500
menghindarkan efek meracuni ppm adalah: 4:500× 1000 = 8 ml;
terhadap media.
9) Masukkan semua larutan stok yang
(2)Stok zat pengatur tumbuh telah dipipet ke dalam labu takar
sebaiknya digunakan dalam 1000-ml yang telah diisi akuades
keadaan masih baru. kira-kira 200 ml;

(3)Periksa stok yang akan dipakai 10)Timbang gula sebanyak 30 g,
setelah disimpan lama karena harus larutkan dengan akuades
bebas dari mikroorganisme. secukupnya dalam gelas piala, lalu
pindahkan secara kuantitatif ke
(4)Pada stok yang pekat, mungkin dalam labu takar;
terjadi kristalisasi sehingga perlu
dipanaskan untuk melarutkan 11)Tambahkan akuades sampai
kembali senyawa yang mengkristal volumenya mencapai 1000 ml;
tersebut.
12)Larutan diaduk dengan membolak-
b. Pembuatan medium cair balikkan labu takar;

Untuk membuat medium MS cair 13)Tuangkan ke dalam gelas piala yang

59

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

kering dan bersih; f)Bahan tersebut kemudian
dicampur merata dengan cara
14)Aturlah pH media menjadi membolak-balikkan labu takar;
sebanyak 5,6-5,8 menggunakan
HCl atau KOH; g)Pindahkan larutan ke dalam botol
reagen berwarna gelap dan
15)Setelah pH ditetapkan, bagilah berilah label dengan keterangan
aluminium foil dan beri label sesuai sebagai berikut.
dengan perlakuan;
(1)Nama stok : A
16)Tutup rapat-rapat dengan
aluminium foil dan beri label (2)Nama zat : (NH4)2SO4
sesuai dengan perlakuan;
(3)Volume pipet untuk 1 L
17)Masukkan ke dalam otoklap dan
sterilkan selama 15 menit pada medium : 20 ml
tekanan 17,5 kPa.
(4)Tanggal pembuatan : 10
c. Pembuatan medium padat Oktober 2018.

Langkah-langkah pembuatan medium 2) Stok B : KNO326,25 g L1-
padat pada prinsipnya sama
dengan pembuatan medium cair. Akan a)Timbang KNO3sebanyak 26,25 g;
tetapi, setelah pH medium
ditetapkan, medium tersebut b)Masukkan ke dalam gelas piala
dipanaskan sampai hampir mendidih 600-ml, lalu tambahkan akuades
sambil ditambahkan Bacto Agar dan secukupnya dan diaduk hingga
diaduk beberapa menit. bahan tersebut larut sempurna;
Langkah berikutnya sama dengan pada
medium cair. c)Setelah larut, pindahkan ke dalam
labu takar 1000-ml;
2. Medium Vacin dan Went (VW) (1949)
d)Tambahkan lagi akuades sampai
a. Pembuatan larutan stok hampir mencapai tanda tera;

1) Stok A : (NH4)2SO425 g L1- e)Keringkan daerah sekitar tanda
tera dengan kertas tisu atau
a)Timbang (NH4)SO4 sebanyak 25 g; kertas saring kemudian
tambahkan akuades dengan
b)Masukkan ke dalam gelas piala menggunakan pipet sampai
600-mL, lalu tambahkan akuades meniskus bawah tepat berada
secukupnya dan diaduk hingga pada tanda tera;
bahan tersebut larut sempurna;
f)Bahan tersebut kemudian
c)Setelah larut, pindahkan ke dalam dicampur merata dengan cara
labu takar 1000-ml; membolak-balikkan labu takar;

d)Tambahkan lagi akuades sampai g)Pindahkan larutan ke dalam botol
hampir mencapai tanda tera; reagen berwarna gelap dan
berilah label dengan keterangan
e)Keringkan daerah sekitar tanda sebagai berikut.
tera dengan kertas tisu atau
kertas saring kemudian (1)nama stok: B
tambahkan akuades dengan
menggunakan pipet sampai (2) nama zat : KNO3
meniskus bawah tepat berada
pada tanda tera; (3) volume pipet untuk 1 L
medium : 20 ml
60
(4) t a n g g a l p e m b u a t a n : 1 0

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

Oktober 2018. d)Setelah larut, pindahkan ke dalam
labu takar 1000-ml;
3) Stok C : KH2PO450 g L1-

a)Timbang KH2PO4 sebanyak 50 g; e)Tambahkan lagi akuades sampai
hampir mencapai tanda tera;
b)Masukkan ke dalam gelas piala
600-ml, lalu tambahkan akuades f)Keringkan daerah sekitar tanda
secukupnya dan diaduk hingga tera dengan kertas tisu atau kertas
bahan tersebut larut sempurna; saring kemudian tambahkan
akuades dengan menggunakan
c)Setelah larut, pindahkan ke dalam pipet sama meniskus bawah
labu takar 1000-ml; tepat berada pada tanda tera;

d)Tambahkan lagi akuades sampai g)Bahan tersebut kemudian
hampir mencapai tanda tera; dicampur merata dengan cara
membolak-balikkan labu takar;
e)Keringkan daerah sekitar tanda
tera dengan kertas tisuatau kertas h)Pindahkan larutan ke dalam botol
saring kemudian tambahkan reagen berwarna gelap dan
akuades dengan menggunakan berilah label dengan keterangan
pipet sampai meniskus bawah sebagai berikut.
tepat berada pada tanda tera;
(1) nama stok : D
f)Bahan tersebut kemudian
dicampur merata dengan cara (2) nama zat :MgSO4,7H2O dan
membolak-balikkan labu takar; MnSO4.4H2O

g)Pindahkan larutan ke dalam botol (3) volume pipet untuk 1 L
reagen berwarna gelap dan medium : 5 ml
berilah label dengan keterangan
sebagai berikut. (4) tanggal pembuatan : 10
Oktober 2018.

(1) Nama stok : C 5) Stok E : (Ca2)3PO425 g L1-

(2) Nama zat : KH2PO4 a)Langkah kerjanya sama

(3) Volume pipet untuk 1 L seperti stok A, namun sebagai

medium : 5 mL pelarut digunakan HCl 1 N (karena

(4) Tanggal pembuatan : 1 0 (Ca2)3PO4tidak dapat larut dengan
Oktober 20018'
sempurna di dalam air). Kemudian

4) Stok D:MgSO4.7H2O sebanyak 50 g tambahkan akuades sampai
L1-
volumenya 1000 ml;

MnSO4.4H2O b)Masukkan semua komponen ke
sebanyak 1,5 g L1- dalam gelas piala 600-mL;

a)Timbang masing-masing zat di c)Masukkan ke dalam gelas piala
atas secara terpisah; 600-ml, lalu tambahkan akuades
secukupnya dan diaduk hingga
b)Masukkan semua komponen ke bahan tersebut larut sempurna;
dalam gelas piala 600-mL;
d)Setelah larut, pindahkan ke dalam
c)Masukkan ke dalam gelas piala labu takar 1000-ml;
600-ml, lalu tambahkan akuades
secukupnya dan diaduk hingga e)Tambahkan lagi akuades sampai
bahan tersebut larut sempurna; hampir mencapai tanda tera;

61

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

f)Keringkan daerah sekitar tanda membolak-balikkan labu takar;
tera dengan kertas tisuatau kertas
saring kemudian tambahkan h)Setelah larut, pindahkan senyawa
akuades dengan menggunakan ini ke dalam botol reagen
pipet sampai meniskus bawah berwarna gelap dan berilah label
tepat berada pada tanda tera; dengan keterangan sebagai
berikut.
g)Bahan tersebut kemudian
dicampur merata dengan cara - Nama sto : E
membolak-balikkan labu takar;
- Nama za : Fe3-tartrat
h)Pindahkan larutan ke dalam botol
reagen berwarna gelap dan - Volume pipet untuk 1 L
berilah label dengan keterangan medium : 5 mL
sebagai berikut :
- Tanggal pembuatan : 10
(1) Nama stok : F Oktober 2018.

(2) Nama zat : (Ca2)3PO4 Catatan : stok ini dapat diganti
dengan stok F pada k o m p o s i s i
(3) Volume pipet untuk 1 L medium Murashige dan Skoog (MS)
medium : 5 mL (1962)

(4) Tanggal pembuatan : 1 0 7) Stok zat pengatur tumbuh pada
Oktober 2008. medium VW sama dengan stok zat
pengatur tumbuh pada komposisi
6) Stok F : Fe3-tartrat 2,8 g L1- medium Murashinge dan Skoog
(MS) (1962).
a)Langkah kerjanya sama
b. Pembuatan medium cair
dengan stok A, namun pada saat
Langkah kerja pembuatan medium VW
melarutkan Fe3-tartrat perlu cair sama dengan pembuatan medium
Murashige dan Skoog (MS) (1962) cair.
dilakukan pemanasan secara
c. Pembuatan medium padat
perlahan-lahan
Langkah kerja pembuatan medium VW
b)Masukkan semua komponen ke padat sama dengan p e m b u a t a n
dalam gelas piala 600-mL; medium Murashige dan Skoog (MS)
(1962) padat, hanya saja jumlah
c)Masukkan ke dalam gelas piala sukrosa yang digunakan hanya 20 g L1-.
600-ml, lalu tambahkan akuades
secukupnya dan diaduk hingga 3. Medium B5 (Gamborg et al., 1968)
bahan tersebut larut sempurna;
a. Pembuatan larutan stok
d)Setelah larut, pindahkan ke dalam
labu takar 1000-ml; 1) Stok A : (NH4)2SO425 g L1-

e)Tambahkan lagi akuades sampai -Timbang (NH4)2SOsebanyak 25 g;
hampir mencapai tanda tera;
-Masukkan ke dalam gelas piala
f)Keringkan daerah sekitar tanda 600-mL, lalu tambahkan akuades
tera dengan kertas tisu atau kertas secukupnya dan diaduk hingga
saring kemudian tambahkan larut;
akuades dengan menggunakan
pipet sampai meniskus bawah -Setelah larut, pindahkan ke dalam
tepat berada pada tanda tera; labu takar 1000-mL;

g)Bahan tersebut kemudian -Tambahkan lagi akuades sampai
dicampur merata dengan cara

62

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

hampir mencapai tanda tera; 95,23 ml

-Keringkan bagian sekitar tanda -Tanggal pembuatan :10
tera, lalu tambahkan akuades Oktober 2018.
menggunakan pipet meniskus
bawah tepat berada pada tanda 3) Stok C : NaH2PO4.2H2O 26,1 g L1-
tera;
H3BO3 0,6 g L1-

-Larutan dicampur merata dengan KI 0,15 g L1-
membolak-balikkan labu takar;
NaMoO4.2H2O 0,05 g L1-

-Pindahkan larutan ke dalam botol CoCl2.6H2O 0,005 g L1-
reagen berwarna gelap d a n
berilah label dengan keterangan -Timbang zat-zat tersebut secara
sebagai berikut. terpisah;

-Nama stok : A -Campurkan semua komponen
dalam gelas piala yang sama;

-Nama zat : (NH4)2SO4 -etelah larut, pindahkan ke dalam
labu takar 1000-mL;
-Volume pipet untuk 1 L medium:
5,36 ml -Tambahkan lagi akuades sampai
hampir mencapai tanda
-Tanggal pembuatan : 10 tera;
Oktober 2018.

2) Stok B : KNO326,25 g L1- -Keringkan bagian sekitar tanda
tera, lalu tambahkan akuades
-Timbang KNO3sebanyak 26,25 g; menggunakan pipet sampai
meniskus bawah tepat berada
-Masukkan ke dalam gelas piala pada tanda tera;
600-mL, lalu tambahkan akuades
secukupnya dan diaduk hingga -Larutan dicampur merata dengan
larut; membolak-balikkan labu takar;

-Setelah larut, pindahkan ke dalam -Berilah label pada botol reagen
labu takar 1000-mL; tersebut dengan keterangan
sebagai berikut :
-Tambahkan lagi akuades sampai
hampir mencapai tanda tera; -Nama stok : C

-Keringkan bagian sekitar tanda -Nama zat : H 3 B O 3 , N a H 2 P O 4 ,
tera, lalu tambahkan akuades NaMoO4
menggunakan pipet sampai
meniskus bawah tepat berada .2H2O, KI, dan
pada tanda tera; CoCl2.6H2O

-Larutan dicampur merata dengan -Volume pipet untuk 1 L
membolak-balikkan labu takar; medium : 5 mL

-Pindahkan larutan ke dalam botol -Tanggal pembuatan : 10 Oktober
reagen berwarna gelap dan berilah 2008.
label dengan keterangan sebagai
berikut : 4) Stok D : CaCl2.2H2O 3 g L1-

-Timbang CaCl.2HO sebanyak 3 g;

-Nama stok : B -Masukkan ke dalam gelas piala
600-mL, lalu tambahkan akuades
-Nama zat : KNO3 secukupnya dan diaduk hingga

-Volume pipet untuk 1 L medium:

63

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

larut; membolak-balikkan labu takar;

-Setelah larut, pindahkan ke dalam -Berilah label pada botol reagen
labu takar 1000-mL; tersebut dengan keterangan
sebagai berikut :
-Tambahkan lagi akuades sampai
hampir mencapai tanda tera; -Nama stok : E

-Keringkan bagian sekitar tanda -Nama zat : M g S O . 7 H O ,
tera, tambahkan akuades
menggunakan pipet sama MnSO.HOZnSO .7HO,
meniskus bawah tepat berada
pada tanda tera; dan CuSO.5HO

-Volume pipet untul 1 L medium : 5
ml

-Larutan dicampur merata dengan -Tanggal pembuatan : 10 Oktober
membolak-balikkan labu takar; 2018.

-Berilah label pada botol reagen 6) Stok F, senyawa yang dibutuhkan
tersebut dengan keterangan serta prosedur pembuatannya
sebagai berikut. sama dengan stok F pada
komposisi medium Murashige dan
-Nama stok : D Skoog (MS)(1962).

-Nama zat : CaCl.2HO

-Volume pipet untuk 1 L 7) Stok myo-inositol, senyawa yang
medium :1,7 mL dibutuhkan serta prosedur
pembuatannya sama dengan stok
-Tanggal pembuatan : 10 Oktober myo-inositol pada komposisi
2008. medium Murashige dan Skoog
(MS)(1962).
5) Stok E:

MgSO4.7H2O 5 g L1- 8) Stok vitamin :

MnSO4.H2O 2 g L1- tiamin-HCl 500 mg L1

ZnSO4.7H2O 0,4 g L1- piridoksin-HCl 50 mg L1-

CuSO4.5H2O 0,005 g L1- niasin 50 mg L1-

-Timbang zat-zat di atas secara -Timbang zat-zat di atas secara
terpisah; terpisah;

-Campurkan semua zat-zat -Campurkan semua zat tersebut di
tersebut dalam gelas piala 600- dalam gelas piala, lalu tuangkan
mL; aquades sampai volumenya
mencapai 100 mL. Selanjutnya,
-Setelah larut, pindahkan ke dalam aduk campuran tersebut hingga
labu takar 1000-mL; larut;

-Tambahkan lagi akuades sampai -Masukkan larutan tersebut ke
hampir mencapai tanda tera; dalam botol reagen dan berilah
label dengan keterangan sebagai
-Keringkan bagian sekitar tanda berikut :
tera, lalu tambahkan akuades
menggunakan pipet sampai -Nama stok : vitamin
meniskus bawah tepat berada
pada tanda tera; -Nama zat : tiamin-HCl,

-Larutan dicampur merata dengan piridoksin-HCl, dan

64

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

niasin takar;

-Volume pipet untuk 1 L -Pindahkan larutan ke dalam botol
medium : 20 ml reagen berwarna gelap yang
bersih dan kering;
-Tanggal pembuatan: 10 Oktober
2018. -Berilah label pada botol reagem
tersenut dengan keterangan
9) Stok zat pengatur tumbuh pada sebagai berikut :
medium B5 sama dengan stok zat
pengatur tumbuh pada medium -Nama sok : A
Murashige dan Skoog
(MS)(1962). -Nama zat :NHNO

b. Pembuatan medium cair -Volume pipet untuk 1 L medium :
4,85 ml
Langkah kerja pembuatan medium B5
cair sama dengan pembuatan medium -Tanggal pembuatan : 10
Murashige dan Skoog (MS)(1962). Oktober 2018.

c. Pembuatan medium padat 2) Stok B : KNO3 11,12 g L1-

Langkah kerja pembutaran medium B5 -Timbang KNO sebanyak 11,12 g;
padat sama dengan pembuatan
medium Murashige dan Skoog -Tahap selanjutnya sama dengan
(MS)(1962) padat, hanya saja jumlah stok A [(2)-(9)];
sukrosa yang digunakan hanya 20 g L1-.
-Berilah label pada botol reagen
4. Medium WPM (Woody Plant Medium tersebut dengan keterangan
(Lloyd dan McCowwn, 1968) sebagai berikut :

a. Pembuatan larutan stok -Nama stok : B

1) Stok A : NH4NO382,5 g L1- -Nama zat : KNO

-Timbang NHNO pada neraca -Volume pipet untuk 1 L
analitik sebanyak 82,5 g; medium : 50 mL

-Masukkan hasil timbangan dalam -Tanggal pembuatan :10
gelas piala 600-mL; Oktober 2018.

-Tambahkan akuades secukupnya, 3) Stok C :
kemudian aduk sampai larut;
H3BO3 0,124 g L1-
-Pindahkan larutan tersebut ke
dalam labu takar 1000-mL yang KH2PO4 3,4 g L1-
sudah dibilas dengan akuades;
NaMoO4.2H2O 0,005 g L1-
-Tambahkan akuades sampai
hampir mencapai tanda tera; K2SO4 19,8 g L1-

-Keringkan bagian atas tanda tera -Timbang zat-zat di atas secara
dengan kertas tisu; tepisah;

-Penambahan dilanjutkan dengan -Campurkan semua zat-zat tersebut
pipet sampai meniskus bawah dalam gelas piala yang sama;
mencapai tanda tera;
-Tahap selanjutnya sama dengan
-Larutan dicampur merata dengan stok A [(3)-(9)];
membolak-balikkan labu
-Berilah label pada botol reagen
65 tersebut dengan keterangan
sebagai berikut :

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

-nama stok : C -Tanggal pembuatan : 10 Oktober
2018.
-Nama zat :HBO, KHPO,
NaMoO.2HO, dan KSO 6) Stok F :

-Volume pipet untuk 1 L medium : Na2EDTA.2H2O 3,72 g L1-
50 ml
FeSO4.7H2O 2,78 g L

-Tanggal permbuatan : 10 -Timbang zat-zat di atas secara
Oktober 2018. terpisah;

4) Stok D : CaCl2.2H2O 1,92 g L1- -Masukkan NaEDTA.2HO ke dalam
gelas piala 600-mL, lalu
-Timbang CaCl.2HO sebnyak 1,92 g; tambahkan akuades secukupnya
dan diaduk hingga larut;
-Tahap selanjutnya sama dengan
stok A [(2)-(9)];

-Berilah label pada botol reagen - hingga hampir mendidih;
tersebut dengan
keterangan sebagai berikut : -Tambahkan FeSO.7HO secara
perlahan-lahan sambil
-Nama stok : D diaduk sampai larut (larutan
menjadi kuning);
-Nama zat : CaCl.2HO
-Biarkan suhu larutan kembali ke
-Volume pipet untuk 1 L suhu kamar;
medium : 50 mL
-Tahap selanjutnya sama dengan
-Tanggal pembuatan : 10 Oktober stok A [(4)-(9)];
2018.
-Berilah label pada botol reagen
5) Stok E : tersebut dengan keterangan
sebagai berikut :
MgSO4.7H2O 74gL1-

MnSO4.H2O 4,46 gL -Nama stok : F

ZnSO.7HO 1,72 g L -Nama zat : N a E D T A . O d a n
FeSO.7HO
CuSO.5HO 0,05 g L

-Timbang zat-zat di atas secara -Volume pipet untuk 1 L medium :
terpisah; 5 ml

-Campurkan semua zat-zat -Tanggal pembuatan : 10
tersebut dalam gelas piala 600- Oktober 2018.
mL;
-Simpan stok F ini di dalam lemari
-Tahap selanjutnya sama dengan pendingin.
stok A [(3)-(9)];
7) Stok myo-inositol, senyawa yang
-Berilah label pada botol reagen dibutuhkan serta prosedur
tersebut dengan keterangan pembuatannya sama dengan stok
sebagai berikut : myo-inositol pada komposisi
medium MS.
-Nama stok : E

-Nama zat : MgSO.7HO, 8) Stok vitamin, senyawa yang
MnSO.HO, ZnSO.7HO, dan dibutuhkan serta prosedur
CuSO.5HO pembuatannya sama dengan
vitamin pada komposisi medium
-Volume pipet untuk 1 L medium : MS.
5 ml

66

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

9) Stok zat pengatur tubuh, senyawa -Tambahkan arang aktif 2-4 g L1-
yang dibutuhkan, serta
prosedur pembuatannya sama - lalu aduk hingga merata;
dengan stok pemgatur tumbuh
pada komposisi medium MS. -Bagilah medium tersebut ke dalam
botol kultur masing-masing 10 ml;
b.Pembuatan medium cair
-Sterilkan di dalam otoklaf selama 15
Langkah kerja pembuatan medium menit pada tekanan 17,5 kPa;
WPM cair sama dengan p e m b u a t a n
medium Murashige dan Skoog -Keluarkan dari otoklaf dan kocoklah
(MS)(1962) cair. media tersebut sebelum memadat
sehingga arang tersebar merata di
c. Pembuatan medium padat dalam medium;

Langkah kerja pembuatan medium -Setelah suhu medium kembali ke
WPM padat sama dengan suhu kamar simpanlah di dalam ruang
pembuatan medium Murahige dan stok.
Skoog (MS)(1962) padat.
b. Medium dengan arang aktif konsentrasi
5. Medium dengan arang aktif tinggi :

Pada medium dengan arang aktif, -Langkah kerja sama dengan medium
digunakan bahan padat Gelrite (sebagai arang aktif konsentrasi rendah [(a)-
pengganti agar) untuk arang aktif (e)];
konsentrasi tinggi (0,5-1,0%),
sedangkan untuk arang aktif konsentrasi -Bagilah medium ke dalam dua gelas
rendah (0,2-0,4%) masih dapat
digunakan Bacto Agar, hanya saja piala masing-masing 500 mL;
jumlahnya lebih banyak dari pada
biasanya.Prosedur kerjanya adalah -Tambahkan 6-8 g Gelrite pada
sebagai berikut. medium di dalam gelas pialapertama
lalu panaskan hingga larutan menjadi
a. Medium dengan arang aktif kensentrasi bening;
rendah :
-Tambahkan 5-10 g arang aktif pada
-Masukkan semua larutan stok medium di dalam gelas piala kedua
medium yang akan dibuat ke dalam lalu aduk sampai rata;
labu takar yang sebekumnya telah
diisi dengan akuades 200 mL; -Sterilkan kedua macam medium
tersebut di dalam otoklaf selama 15
-Masukkan pula zat pengatur tumbuh menit pada tekanan 17,5 kPa;
(bila diperlukan);
-Campurkan kedua macam medium
-Tambahkan sukrosa sesuai dengan tersebut di dalam laminar air flow
kebutuhan; cabinet lalu kocok hingga merata;

-Tambahkan akuades hingga -Bagilah medium ke dalam botol kultur
volumenya mencapai 1000 mL; steril masing-masing 10 mL lalu tutup
demgam aluminium foil dan kocok
-Atur pH 5,8-6,0; lagi sambil didinginkan;

-Panaskan hingga hampir mendidih; -Setelah padat, simpan medium
tersebut di dalam ruang stok.
-Tambahkan Bacto Agar 8-10 g, lalu
aduk selama 2-3 menit sampai 6. Medium dengan pH rendah
medium tampak bening; Sebagian tahap pengerjaan pembuatan

67

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

medium pH rendah dilakukan di dalam -Tambahkan Bacto Agar sebanyak 8 g
LAFC sehingga perlu disiapkan peralatan atau Gelrite 5 g lalu aduk sampai larut
yang sudah steril, yakni sebagai berikut. dan panaskan

- Botol kultur yang sudah ditutup -Siapkan stok Al sebnyak yang
dengan aluminium foil, diperlukan dan masukkan ke dalam
labu takar 500-ml tambahkan air
- 4-5 buah gelas piala 30-mL, sampai tanda tera;

- Spatula steril, dan -Masukkan larutan (d) dan (e)
masing-masing ke dalam
- Pipet steril. erlenmeyer 1000-mL dan tutup
dengan aluminium foil lalu sterilkan
Langkah kerja pembuatan medium pH di dalam otoklaf selama 15 menit
rendah adalah sebagai berikut. pada tekanan 17,5 kPa;

a. Membuat stok Al : -Bawa larutan yang sudah steril
ke dalam LAFC lalu dicampurkan
-Timbanglah Na2EDTA.2H2O secara merata;

sebanyak 6,89 g d a n -Tetapkan pH 4,5 (tambahkan KOH
atau HCl sesuai kebutuhan).
AlCl3.6HO sebanyak 4,46 g;

-Masukkan NaEDTA.2HO ke dalam

gelas piala lalu tambahkan

aquades;

-Panaskan larutan NaEDTA.2HO lalu Perlu diingat bahwa pada saat
tambahkan A l C l . 6 H O s a m b i l memasukkan elektrode, suhu
diaduk; medium jangan terlalu tinggi, bila
memungkinkan periksa dahulu suhu
-Biarkan suhu larutan kembali ke suhu medium dengan termometer;
kamar; -Bagilah larutan medium ke dalam
botol-botol kultur steril lalu tutup
-Pindahkan larutan ke dalam labu dengan aluminium foil;
takar 1000-ml -Simpan medium tersebut di dalam
ruang stok.
-Tambahkan akuades hingga
volumenya mencapai 100 ml Alat dan Bahan Pembuatan Larutan Stok

-Pindahkan larutan tersebut ke dalam
botol reagen gelap lalu beri label
dengan keterangan sebagai berikut :

- nama stok : Al 500 ppm 1. Peralatan

- tanggal pembuatan : 10 Oktober Alat-alat yang harus dipersiapkan untuk
2008. kegiatan pencampuran larutan stok
meliputi:
b.Membuat medium pH rendah :
a. Timbangan analitik/digital
-Masukkan semua larutan stok
medium yang akan dibuat ke dalam Timbangan analitis digunakan untuk
labu takar 500-mL yang telah diisi menimbang bahan–bahan komponen
dengan akuades 200 ml media

-Tambahkan sukrosa (sesuai dengan b. Erlenmeyer
kebutuhan);
Erlenmeyer diperlukan sebagai wadah
-Tambahkan akuades sampai untuk melarutkan dan mencampur
volumenya mencapai 500ml bahan-bahan media. Erlenmeyer

68

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

diperlukan untuk pencampuran larutan 10 ml, sedangkan stok mikro 1 (F) diambil
stok disini yang berkapasitas volume 1 ml, stok mikro 2 (G) diambil 10 ml, stok
1.000 ml (1 liter). Erlenmeyer tidak vitamnin dan hormon masing-masing
dianjurkan untuk mengukur volume diambil 1 ml. Dengan demikian pipet
larutan karena hasil pengukurannya yang diperlukan adalalah yang
kurang teliti. berkapasitas volume 10 ml dan 1 ml..

c. Gelas piala f. Botol semprot

Gelas piala biasanya digunakan sebagai Botol semprot berisi aquades yang
wadah aquades. Gelas piala yang gigunakan untuk membilas pipet yang
diperlukan pada kegiatan pencampuran telah digunakan. Disamping itu botol
larutan stok cukup yang berkapasitas semprot dapat digunanak untuk
volume 1.000 ml. menambahkan aquades dalam jumlah
yang kecil. Botol semprot yang
d. Labu takar atau gelas ukur digunakan pada kegiatan ini dipilih yang
berkapasitas volume 0,5 l.
Labu takar digunakan untuk menepatkan
volume larutan. Labu takar merupakan g. Pengaduk
alat ukur volume yang paling tepat
dibandingkan alat ukur gelas lainnya. Pengaduk dapat berupa batang kaca atau
Sama halnya labu takar, gelas ukur juga pengaduk magnet (magnetic stirer)
digunakan sebagi pengukur volume
larutan. Ketelitian gelas ukur untuk h. Pengukur pH (pH meter)
dipakai mengukur volume larutan hanya
kalah teliti dengan labu takar. Labu takar Pengukur pH (pH meter) digunakan untuk
dan gelas ukur yang digunakan pada mengukur nilai pH larutan media.
kegiatan pencampuran larutan stok
dipilih yang berkapasitas volume 100 ml. i. Kulkas

Kulkas digunakan untuk menyimpan
larutan – larutan stok

e. Pipet dan Pemompa Karet (Filler) 2. Bahan

Pipet digunakan untuk pengambilan Bahan-bahan yang harus dipersiapkan
larutan stok mengingat volume larutan untuk kegiatan pencampuran larutan stok
yang diambil dalam jumlah sedikit sekali. meliputi:
Pipet memerlukan pemompa dalam hal
ini digunakan pemompa karet (filler) a. Larutan Stok makro
untuk mengisap larutan dari wadah
larutan. Pemompa karet (filler) ini Stok makro terdiri dari stok-stok hara
memiliki dua fungsi: sebagai pengisap makro yang dibuat terpisah, masing-
dan pelepas larutan. Pemompa karet masing diwadahi sendiri-sendiri. Stok
dipasang pada pangkal pipet. Untuk makro dibuat dalam volume wadah 100
dapat mengisap larutan, pemompa karet ml dengan konsentrasi 10 kali
ini ditekan dibagian lehernya. konsentrasi media. Hal ini bebarti
Sedangkan untuk mengeluarkan larutan larutan stok ini dapat digunakan untuk
yang ada pada pipet dengan cara ditekuk membuat 10 liter media. Untuk
pada bagian bola karetnya. Pipet yang membuat 1 l media, diperlukan
digunakan pada kegiatan pencampuran pengambilan larutan stok makro
larutan stok tergantung volume larutan sebanyak 10 ml. Stok-stok makro
stok yang akan diambil. Biasanya untuk meliputi:
larutan stok makro (A, B, C, D, E) diambil
1)Stok makro A (KNO3),

2)Stok makro B NH4NO3,

69

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

3)Stok makro C (CaCl2.2H2O), stok mikro 1.

4)Stok makro D (MgSO4.7H2O), dan e. Gula

5)Stok makro E (KH2PO4) Gula digunakan sebagai sumber energi
bagi pertumbuhan dan perkembangan
b. Stok mikro 1 (F) eksplan.

Stok mikro 1 (F) terdiri dari campuran f. Mio-inositol
hara – hara mikro selain hara mikro Fe
yang dibuat terpisah. Stok mikro 1 Mio-inositol termasuk kelompok
dibuat dalam volume wadah 100 ml vitamin, hanya biasanya diberikan secara
dengan konsentrasi 100 kali konsentrasi terpisah dari kelompok vitamin.
media. Hal ini bebarti larutan stok ini
dapat digunakan untuk membuat 100 g. Agar – agar
liter media. Untuk membuat 1 l media
cukup diambil 1 ml stok mikro 1. Stok- Agar –agar berfungsi sebagai pemadat
stok mikro meliputi: media

1) H3BO3, h. Aquades

2) Na2MoO4.7H2O, Aquades berfungsi sebagai pelarut untuk
semua bahan media kultur jaringan dan
3) CoCl2.6H2O, juga digunakan untuk bahan pembilas
alat-alat gelas.
4) KI,

5) MnSO4, SOP Pembuatan Larutan Stok dari komposisi
6)ZnSO4.7H2O, dan media

7) CuSO4.5H2O) 1. Stok A

c. Stok mikro 2 (G) Bahan aktif : Amonium nitrat (NH4NO3)

Stok mikro 2 terdiri dari hanya stok hara Prosedur pembuatan 1 liter larutan stok A.
mikro besi (Fe), campuran FeSO4.7H2O
dan Na2EDTA yang dibuat terpisah, dari Timbang Amonium nitrat (NH4NO3)
hara mikro lainnya. Stok mikro Fe dibuat sebanyak 82.5g
dalam volume wadah 100 ml dengan
konsentrasi 10 kali konsentrasi media. Larutkan dengan 1 liter aquadestilata steril ( telah
Hal ini bebarti larutan stok ini dapat disterilkandengan autoclave selama 1 jam)
digunakan untuk membuat 10 liter hingga homogen
media. Untuk membuat 1 l media,
diperlukan pengambilan larutan stok
mikro Fe sebanyak 10 ml.

d. Stok Vitamin

Stok vitamin terdiri dari campuran glisin, Masukkan larutan stok ke dalam botol/erlenmeyer steril
asam nikotin, piridoksin HCl dan thiamin volume 1 liter dan selanjutnya simpan larutan stok A
HCl. Stok mikro 1 dibuat dalam volume
wadah 100 ml dengan konsentrasi 100 yang telah siap di dalam ruangan dengan suhu 20-250 C
kali konsentrasi media. Hal ini bebarti
larutan stok ini dapat digunakan untuk 2. Stok B
membuat 100 liter media. Untuk Bahan aktif : Kalium nitrat (KNO3)
membuat 1 l media cukup diambil 1 ml Prosedur pembuatan 1 liter larutan stok B

70

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

Timbang kalium nitrat (KNO3) sebanyak 95 g Timbang Kalsium Klorida sebanyak 88 g

Larutkan ke dalam 1 liter aquadestilata steril Larutkan dengan 1 liter aquadestilata steril
( telah disterilkan dengan autoclave selama 1 jam) (telah disterilkan dengan autoclave selama 1 jam)

hingga homogen hingga larutan homogen

Masukkan larutan stok ke dalam botol/ erlenmeyer steril Masukkan larutan ke dalam botol/erlenmeyer volume
volume 1 liter, selanjutnya disimpan di dalam ruangan 1 liter yang telah steril dan simpan di dalam ruangan
dengan suhu 20 - 250 C
dengan suhu 20 - 250 C

3. Stok C 5. Stok E
Bahan aktif : Bahan aktif :
a.Kalium fosfat (KH2PO4) a.Magnesium klorida (MgSO4.7H2O)
b.Asam borat (H3BO3) b.Mangan sulfat (MnSO4.4H2O)
c.Kalium Iodida (KI) c.Zink sulfat (ZnSO4.7H2O)
d.Natrium molibdat (Na2MoO4.2H2O) d.Cupric sulfat (CuSO4.5H2O)
e.Kobalt klorida (CoCl2.2H2O) Prosedur pembuatan 1 liter larutan stok E

Prosedur pembuatan 1 liter larutan stok C Timbang Kalium
Magnesium Klorida
Timbang Kalium Larutkan semua bahan Larutkan semua bahan
Fosfat sebanyak menjadi satu dengan1 liter sebanyak 74 g menjadi satu dengan1 liter
aquadestilata steril( telah aquadestilata steril( telah
34 g disterilkan selama 1 jam) Timbang Mangan disterilkan selama 1 jam)
Sulfat sebanyak
Timbang Asam hingga larutan menjadi hingga larutan menjadi
Borat sebanyak homogen 4.46 g homogen

1.24 g Masukkan larutan ke dalam Timbang Kalium Larutan disimpan di dalam
botol/erlenmeyer volume Iodida sebanyak botol/erlenmeyer volume 1L
Timbang Natrium 1 liter yang telah steril dan yang telah steril, laludisimpan
molibdat 0.05 g disimpan di dalam ruangan 1.72 g
dengan suhu 20 - 250 C di dalam ruangan dengan
Timbang Kalium Timbang Natrium suhu 20 - 250 C
Iodida sebanyak molibdat

0.166 g sebanyak 0.005 g

Timbang Kobalt 6. Stok F
Klorida sebanyak Bahan aktif :

0.005 g

4. Stok D - Na-EDTA (Na2EDTA.2H2O)
- Ferro sulfat (FeSO4.7H2O)
Bahan aktif : Kalsium klorida (CaCl2.2H2O) Prosedur pembuatan 1 liter larutan stok F
Prosedur pembuatan 1 liter larutan stok D

71

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

Larutkan Na2EDTA.2H2O - Pyridoxin
dengan 400 ml aquadestilata - Glycin
- Thiamin
steril,sambil dipanaskan Prosedur pembuatan 1 liter larutan stok
hingga larut Myoinositol:

Timbang Campurkan larutan Ferro sulfat Timbang Niacin Larutkan semua bahan menjadi
Na2EDTA.2H2O dengan Na2EDTA.2H2O yang sebanyak 0.05 g satu dengan 1 liter
sebanyak 3.73 g
telah dilarutkan dan Timbang aquadestilata steril ( telah
ditambahkan aquadestilata Pyridoxin disterilkan dengan autoclave
steril hingga volume total sebanyak 0,05 g selama 1 jam) hingga homogen

mencapai 1 liter

Timbang Ferro Larutkan Ferro sulfat dengan Timbang Glycin Masukkan larutan vitamin
Sulfat 400 ml aquadestilata yang sebanyak 0.2 g ke dalam botol/erlenmeyer
telah steril sampai homogen steril volume 1 liter, selanjutnya
sebanyak 2.78 g Timbang Thiamin disimpan di dalam refregerator
sebanyak 0.01 g
dengan suhu 4- 100 C

Masukkan larutan stok F ke 9. Stok Zat Pengatur Tumbuh Auksin
dalam botol/erlenmeyer (Perangsang Akar)
Bahan Aktif : Indole Acetic Acid (IAA) /Indole
steril yang berwarna gelap, dan Butiryc Acid (IBA) Naphtalen Acetic Acid
selanjutnya disimpan di dalam (NAA)
Prosedur Pembuatan 100 ml Larutan Stok
refrigerator dengan suhu IAA /NAA/Konsentrasi mg/ml
+ 40 -10 0C
Timbang 100 mg IAA / IBA / NAA
7. Stok Myoinositol

Bahan : Myoinositol Prosedur pembuatan 1
liter larutan stok Myoinositol

Timbang Myo inositol sebanyak 10 g

Larutkan dengan 1 liter aquadestilata steril Larutkan dengan 10 ml KOH 1N hingga homogen, setelah
( telah disterilkan dengan autoclave selama 1 jam) larut tambahkan aquadestilata steril

hingga homogen (telah disterilkan dengan autoclave selama 1 jam)
sampai volume mencapai 100 ml

Masukkan larutan stok Myoinositol ke dalam Masukkan ke dalam botol steril,
botol/erlenmeyer steril volume 1 liter, selanjutnya selanjutnya disimpan di dalam refregerator
disimpan di dalam ruangan dengan suhu 20 - 250 C
pada suhu 4-100 C
8. Stok Vitamin
Bahan aktif : 10.Stok Zat Pengatur Tumbuh Sitokinin
- Niacin (Perangsang tunas)
Bahan Aktif : Benzyl Amino Purine (BAP)/
Kinetin/ 2.iP/Benzyl Adenine(BA)

72

Praktik

Prosedur Pembuatan 100 ml Larutan Stok Acara : Membuat larutan stok vitamin
BAP/2.iP/BA dengan Konsentrasi 1 mg/ml
A. Tujuan : Kegiatan ini bertujuan agar
Timbang 100 mg BAP/2iP/BA peserta didik mampu membuat larutan stok
vitamin

B. Alat dan Bahan :

Larutkan dengan 10 ml HCI 1N hingga homogen, setelah Alat yang diperlukan dalam kegiatan ini
larut tambahkan aquadestilata steril adalah:
1. Timbangan Analitik
(telah disterilkan dengan autoclave selama 1 jam) 2. Kertas minyak putih
sampai volume mencapai 100 ml 3. Spatula

4. Erlenmeyer volume 1 liter

Masukkan ke dalam botol steril, 5. Botol semprot
selanjutnya disimpan di dalam refregerator 6. Autoklaf
7. Refregerator
pada suhu 4-100 C

11.Stok KOH 1N Bahan yang dipergunakan dalam kegiatan
Bahan Aktif : KOH (Potassium Hydroxide) ini adalah :
Prosedur Pembuatan 1 liter Larutan KOH 1N
1.Niacin

2.Pyridoxin

Timbang 56.1 g KOH 3.Glycin
4.Thiamin

C. Keselamatan dan Keesehatan Kerja

Larutkan dengan 1 liter aquadestilata steril 1.Sebelum memulai kegiatan, tentukan dan
hingga homogen pergunakan bahan dan alat bantu yang
sesuai dengan kebutuhan

Masukkan ke dalam botol steril, selanjutnya 2.Memahami cara kerja dan penggunaan
disimpan di dalam ruang bersuhu ruang (25-30oC) peralatan dan bahan kerja agar kegiatan
dapat berjalan baik
Teknik Penyimpanan Larutan Stok
3.Atur dan tata kembali sarana tempat kerja
Larutan stok disimpan pada suhu rendah di seperti semula,bila kegiatan telah selesai
dalam refregerator selama 2 bulan . Larutan dilakukan
stok disimpan di dalam lemari pendingin
(kulkas) agar tidak mudah rusak dan mencegah D. Langkah Kerja
terdegradasinya bahan-bahan kimia oleh
mikroba penyebab kontaminasi. Pembuatan Membuat 1 liter larutan stok Myoinositol :
larutan stok harus dilakukan dengan cermat
sebab larutan stok yang terlalu pekat akan 1.Siapkan alat dan bahan yang akan
mengalami pengendapan di lemari es, dan dipergunakan dalam membuat larutan
larutan stok yang terkontaminasi tidak boleh stok myoinositol
digunakan lagi
2.Timbang Niacin sebanyak 0.05 gr

3.Timbang Pyridoxin sebanyak 0.05 gr

4.Timbang Glycin sebanyak 0.2 gr

5.Timbang Thiamin sebanyak 0.01 gr

73

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

Praktik

6.Larutkan semua bahan menjadi satu Pada prinsipnya pembuatan larutan stok
dengan 1 liter aquadestilata steril (telah harus mempertimbangkan hal-hal berikut:
disterilkan dengan autoclave selama 1
jam) hingga homogen Masa kadaluarsa; larutan stok baik makro
maupun mikro tidak dianjurkan untuk dipakai
7.Masukkan larutan vitamin ke dalam lebih dari 2 bulan, sedangkan stok vitamin
botol/erlenmeyer steril volume 1 masa pemakaiannnya sebaiknya tidak
liter,selanjutnya disimpan di dalam melebihi 2 minggu. Oleh karena itu stok yang
refregerator dengan suhu 4-100 dibuat harus habis sebelum melewati batas
kadaluarsanya
(Sumber : Bahan ajar diklat Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan 2015) Konsentrasi/kepadatan larutan; larutan
stok yang dibuat terlalu pekat dikhawatirkan
Setelah melakukan praktikum membuat akan mudah membentuk endapan-endapan
larutan stok myoinositol apakah ada kesulitan? yang menyebabkan berkurangnya konsentrasi
Apabila membuat larutan stok yang lain senyawa-senyawa pada larutan stok tersebut
apakah bisa? Apabila ada kesulitan diskusikan
dengan teman yang lain dalam kelompokmu. Volume wadah; untuk menghemat tempat
penyimpanan larutan stok di dalam kulkas, kita
Bahan Larutan Stok dapat membuat larutan stok pada wadah yang
lebih kecil dengan tetap memperhatikan
kejenuhan/kepekatan larutan.

Pengelompokan ion sejenis/senama;
pengelompokkan stok juga didasarkan pada
jenis ion senama, mengingat adanya ion
senama membuat senyawa-senyawa yang
dilarutkan stabil dalam bentuk ion-ion.

Larutan stok adalah larutan yang (Sumber: https://www.google.com/search?q=larutan+stok+adalah&safe=
konsentrasinya dipekatkan dari konsentrasi strict&hl=id&authuser=0&source=lnms&tbm=isch&sa=X&sqi=2&ved=
dalam media. Kepekatan tersebut biasanya
dinyatakan dalam kelipatan konsentrasi 0ahUKEwjyiPuJw8bfAhUmqYsKHVYkA3AQ_AUIDigB&biw=644&bih=593)
media, misalnya 10x, 20x, 100x, bahkan 1000x
dari konsentrasi media. Tujuan dibuatnya
larutan stok adalah untuk menghindari
penimbangan atau penakaran yang berulang-
ulang setiap kali membuat media tanam bagi
eksplan. Selain itu, kadang kali timbangan
untuk menimbang bahan-bahan dalam jumlah
yang sangat kecil tidak tersedia di
laboratorium. Larutan stok sebaiknya
disimpan di tempat yang bersuhu rendah dan
gelap.

74

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

Untuk lebih membuka dan memperluas bahan kimia oleh mikroba penyebab
pemahaman peserta didik tentang kompetensi kontaminasi.
pembuatan larutan stok dapat membuka Salah
satu website yang dapat kalian kunjungi untuk 7. Pembuatan larutan stok harus dilakukan
menambah wawasan dan pemahaman kalian dengan cermat, sebab larutan stok yang
tentang pembuatan larutan stok terlalu pekat akan mengalami
pengendapan di lemari es, dan larutan stok
yang terkontaminasi tidak boleh digunakan
lagi.

(Sumber:http://detiktani.blogspot.com/2013/06/pengertian-tujuan Salah satu pendukung keberhasilan
-dan-prinsip-pembuatan.html) pelaksanaan perbanyakan tanaman secara
kultur jaringan adalah pembuatan larutan stok.
1. Komposisi unsur penyusun media yang Tugas anda dalam rangka membuat larutan
dapat digunakan untuk kultur jaringan stok adalah sebagai berikut.
bervariasi tergantung dari jenis tanaman,
tujuan kultur, jenis eksplan dan sumber 1. Membuat kumpulan tulisan berupa
eksplan. rangkuman informasi tentang pembuatan
larutan stok kultur jaringan tanaman dan
2. Larutan stok berguna untuk memudahkan gambar-gambar yang mendukung.
dan efisiensi waktu dalam membuat media. Informasi dapat dikumpulkan melalui buku,
internet, maupun dari sumber yang lain.
3. Larutan stok meningkatkan akurasi
pengukuran senyawa kimia yang 2. Melakukan kunjungan dan atau konsultasi
digunakan. pada instansi/pengusaha, atau unit kerja
laboratorium kultur jaringan tanaman di
4. Mempertahankan senyawa kimia penyusun sekolah atau instansi yang relevan tentang
medium dapat bertahan lama tanpa pembuatan larutan stok.
mengalami kerusakan.
Tugas dikerjakan dalam bentuk laporan
5. konsentrasi larutan stok untuk bahan hara dengan format yang disepakati dengan guru
makro dibuat 10 kali, untuk hara mikro dan pengampu.
vitamin dibuat 100 kali, sedangkan untuk
stok hormon dibuat sesuai kebutuhan. penilaian harian

6. Larutan stok disimpan di dalam lemari 1. Mengapa sebelum membuat media kultur
pendingin (kulkas) agar tidak mudah rusak jaringan harus membuat larutan stok
dan mencegah terdegradasinya bahan- terlebih dahulu?

2. Mengapa didalam pembuatan stok mikro 1
dan stok mikro 2 tidak dicampur ?

3. Mengapa mio inositol yang termasuk dalam
vitamin pembuatan stok disendirikan atau
tidak dicampur dengan stok yang lain ?

75

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

penilaian harian

4. Mengapa larutan stok harus disimpan dalam
almari pendingan atau refregerator?

5. Mengapa larutan stok yang sudah
terkontaminasi bakteri atau jamur tidak
boleh dipergunakan lagi?

Setelah mempelajari bab kelima ini, Anda tentu
menjadi paham Teknik pembuatan larutan
stok. Dari semua materi yang sudah dijelaskan
ada bab kelima ini, mana yang menurut Anda
paling sulit dipahami? Coba Anda diskusikan
dengan teman maupun guru Anda, karena
konsep dasar ini akan menjadi pondasi dari
materi-materi yang akan dibahas di bab-bab
selanjutnya.

76

BAB VI
TEKNIK PEMBUATAN MEDIA
KULTUR JARINGAN TANAMAN

Setelah mempelajari materi tentang teknik pembuatan media kultur jaringan
tanaman, peserta didik mampu melakukan pembuatan media kultur jaringan
tanaman secara benar dan efektif sesuai persyaratan,apabila disediakan alat
dan bahan serta referensi yang relevan.

Tehnik Pembuatan Media
Kultur Jaringan Tanaman

Bahan untuk pembuatan Kebutuhan bahan untuk Kebutuhan bahan untuk
media kultur jaringan pembuatan media pembuatan media
kultur jaringan kultur jaringan

Larutan – Stok – Media – Myoinositol – Vitamin – konsentrasi – Volume-larutan -
Komposisi

77

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

Keberhasilan dalam penggunaan metode 9. Zat pengatur tumbuh : terutama auksin

kultur jaringan, sangat bergantung pada media dan sitokinin. Zat pengatur tumbuh

yang digunakan. Media kultur jaringan merupakan komponen yang sangat

tanaman menyediakan tidak hanya unsur hara- penting dalam media kultur jaringan.

unsur hara makro dan mikro, tetapi juga Tetapi jenis dan konsentrasinya sangat

karbohidrat yang pada umumnya berupa gula tergatung pada jenis tanaman dan tujuan

menggantikan karbon yang biasanya didapat kulturya.

dari atmosphere melalui fotosintesis. Hasil 10. Bahan pemadat. Untuk membuat
yang lebih baik akan dapat kita media padat, biasanya digunakan agar.
jangkau/peroleh, bila ke dalam media tersebut
ditambahkan vitamin-vitamin, amino acid, dan B. Kebutuhan Bahan Untuk Pembuatan Media
zat pengatur tumbuh. Walaupun sudah Kultur Jaringan
diusahakan untuk menghindarkan
1. Unsur makro dalam media kultur

penggunaan komponen-komponen yang tidak Pada awalnya, unsur-unsur makro

jelas (komponennya) seperti juice, yeast pada media kultur jaringan tanaman

ectracts dan casein hydrolysate, tetapi kadang- dibuat berdasarkan larutan untuk

kadang kita bisa memperoleh hasil yanglebih hidroponik. Unsur-unsur hara yang

tingi dengan penambahan tesebut. Sebagai dibutuhkan tanaman di lapangan

contoh, air kelapa masih sering digunakan di merupakan kebutuhan pokok yang

laboratorium penelitian, sedangkan pisang disediakan dalam media. Unsur-unsur

masih merupakan komponen tambahan yang hara diberikan dalam bentuk garam-

sangat populer pada media anggrek. garam anorganik. Komposisi media dan

A. Bahan untuk Pembuatan Media Kultur perkembangannya didasarkan pada
Jaringan pendekatan masing-masing pemeliti.
Dalam periode tahun 1930-1940.
Media kultur tersusun dari beberapa atau Formulasi media terutama ditujukan
seluruh komponen berikut. untuk menumbuhkan akar. Pada masa
itu, diperoleh suatu hasil yang
1. Hara makro yang digunakan pada semua menyatakan bahwa larutan garam-
media.

2. Hara mikro hampir selalu digunakan. Ada garam makro dengan konsentrasi

beberapa komposisi media media yang rendah, lebih baik dari pada media

hanya menggunakan besi atau besikelat. dengan konsentrasi tinggi. Penemuan ini

3. V i t a m i n - v i t a m i n , u m u m n y a banyak diterapkan untuk tujuan
ditambahkan dalam jumlah yang menginduksi pembentukan akar pada
bervariasi. pucuk-pucuk yang diperoleh melalui
kultur in vitro. Media yang paling sering
4. Gula, merupakan keharusan, kcuali untuk digunakan untuk induksi adalah media
tujuan yang sangat khusus. White. Kultur kalus berhasil
dikembangkan pada tahun 1937. Kultur
5. Asam amino dan N organik.

6. Persenyawaan-persenyawaan kompleks kalus tersebut, juga ditumbuhkan pada

alamiah seperti : air kelapa, ekstrak ragi media dengan konsentrasi garam-garam

(yeast extract), juice tomat, ekstra yang rendah seperti dalam kultur akar.

kentang, dan sebagainya. Nobecount misalnya, pada tahun 1937,

7. Buffer, terutama buffer organik. menggunakan setengah konsentrasi dari
larutan Knop yang bisa digunakan untuk
8. Arang aktif. Sering dipergunakan untuk hidroponik, untuk menumbuhkan kalus
menstimulir pertumbuhan akar.

78

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

wortelnya (George & Snerrington, 1984). Media Hildebrant dikembangkan dari
Percobaan yang sangat penting yang media White. Dalam kultur jaringan
dilakukan oleh Hildebrant dan grupnya tumor bunga matahari, ditemukan
pada tahun 1946, telah membawa bahwa unsur makro yang dibutuhkan
perbaikan media untuk kultur jaringan kultur tersebut, lebih tinggi dari pada
tumor tembakau dan bunga matahari. yang dibutuhkan oleh kultur tembakau.

Jenis Sifat yang telah dimodifikasi Modifikasi Foto
tanaman
Mengandungprovitamin A Gen dari tumbuhannarsir, jagung, dan
Padi (brta-karotena) dalam jumlah bakteri Erwinia disisipkan pada kromosom

tinggi. padi.

Jagung, Tahan (resisten) terhadap Gen toksin Bt dari bakteriBacillus
kapas, hama. thuringensis ditransfer ke dalam tanaman.
kentang

Tembakau Tahan terhadap cuaca dingin. Gen untuk mengatur pertahanan pada
cuaca dingin dari tanamanArabidopsis
thaliana atau dari sianobakteri (Anacytis

nidulans) dimasukkan ke tembakau.

Tomat Proses pelunakan tomat Gen khusus yang disebut
diperlambat sehingga tomat antisenescensditransfer ke dalam tomat
dapat disimpan lebih lama dan
untuk menghambat
tidak cepat busuk. enzimpoligalakturonase (enzim yang
mempercepat kerusakan dinding sel
tomat). Selain menggunakan gen dari
bakteri E. coli, tomat transgenik juga
dibuat dengan memodifikasi gen yang

telah dimiliknya secara alami.

Kedelai Mengandung asam oleat tinggi Gen resisten herbisida dari bakteri
dan tahan terhadap herbisida Agrobacteriumgalur CP4 dimasukkan ke

glifosat. Dengan demikian, kedelai dan juga digunakan teknologi
ketika disemprot dengan molekular untuk meningkatkan
herbisida tersebut, hanya pembentukan asam oleta.

gulma di sekitar kedelai yang
akan mati.

79

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

Ubi jalar Tahan terhadap penyakit Gen dari selubung virus tertentu ditransfer
tanaman yang disebabkan ke dalam ubi jalar dan dibantu dengan
teknologi peredaman gen.
virus.

Kanola Menghasilkan minyak kanola Gen FatB dari Umbellularia
Pepaya yang mengandung asam laurat californicaditranfer ke dalam tanaman
kanola untuk meningkatkan kandungan
tinggi sehingga lebih
menguntungkan untuk asam larutan.
kesehatan dan secara ekonomi.
Selain itu, Kanola transgenetik
yang disisipi gen penyandi

vitamin E juga telah

Resisten terhadap virus Gen yang menyandikan selubung virus
tertentu, contohnya Papaya PRSV ditransfer ke dalam tanamanpepaya

ringspot virus (PRSV)

Melon Buah tidak cepat busuk. Gen baru dari bakteriofag T3 diambil untuk
mengurangi pembentukan hormon
etilen(hormon yang berperan dalam
pematangan buah) di melon.

Bit gula Tahan terhadap herbisida Gen dari bakteri Agrobacteriumgalur CP4
glisofat dan glufosinat. dan cendawan Streptomyces

viridochromogenesdistransfer ke dalam
tanaman biy gula.

Prem (plum) Resisten terhadap infeksi virus Gen selubung virus cacar prem ditransfer
cacar prem (plum pox virus). ke tanaman prem.

Gandum Resisten terhadap penyakit Gen penyandi enzim kitinase (pemecah
hawar yang disebabkan dinding sel cendawan) dari jelai (barley)
cendawan Fusarium.
ditransfer ke tanaman gandum.

Tabel 6.1 Contoh tanaman transgenik yang dikembangkan di dunia

Level dari unsur P, Ca, Mg dan S pada pengembangan komposisi unsur makro
media untuk tumor matahari ini, ternyata yang universal, yang mendukung
sama dengan media untuk jaringan pertumbuhan semua jaringan. Dalam
normal yang dikembangkan kemudian. media ini ditambahkan amonium , dan
Konsentrasi NO3 dan K+ yang digunakan konsentrasi No3 dan K+ ditingkatkan.
memang lebih tinggi dari media White, Media ini tidak saja menunjang
tetapi masih lebih rendah daripada pertumbuhan kalus, tetapi juga
media-media lain yang umum digunakan mendukung pembentukan pucuk dan
sekarang. embriogenesis pada banyak jenis
tanaman yang dikultur secara in vitro.
Perbaikan yang paling penting adalah

80

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

Tanaman lengkap di lapangan dapat di laboratorium Skoog, dikulminasikan
tumbuh dengan baik dalam larutan yang dalam publikasinya tentang
hanya mengandung N dari Nitrat. Tapi kebutuhan garam anorganik yang
pada tahun 1922, Knudson yang bekerja mendukung pertumbuhan optimum
dengan anggrek menemukan bahwa pada kultur jaringan tembakau. Media
penambahan 7.6 mM Nh4 disamping 8.5 baru yang sudah diperbaiki itu disebut
mM No3 sangat baik untuk media Murashige & Skoog yang biasa
perkecambahan dan pertumbuhan biji dituliskan sebagai media MS. Media
anggrek. Banyak akhli kultur jaringan MS mengandung 40 mM N dalam
berpendapat bahwa Morel mungkin bentuk No3 dan 29 mM dalam bentuk
tidak akan berhasil mengorbitkan Nh4. Kandungan N ini, lima kali lebih
metode kultur jaringan untuk tujuan tinggi dari N total yang terdapat pada
komersial, bila NH+tidak ditambahkan media Miller, 15 kali lebih tinggi dari
dalam medianya. NHternyata media tembakau Hildebrant, dan 19
dibutuhkan untuk perkembangan kali lebih tinggi dari media White.
protocorn. Kalium juga ditingkatkan sampai 20
mM, sedangkan 1.25 mM unsur makro
Nitch dapat dikatakan sebagai orang lain , juga dinaikkan sedikit.
pertama yang menggunakan No3 dan K+
dengan kadar yang cukup tinggi didalam Walaupun unsur-unsur makro dalam
percobaannya pada kultur jaringan media MS dibuat untuk kultur kalus
tanaman artichoke Jerusalem. tembakau, tetapi komposisi MS ini
Penambahan amonium khlorida pada umumnya juga mendukung
sebanyak 0.1 nM menghasilkan kultur jaringan tanaman lain.
pertmbuhan jaringan yang menurun. Dibandingkan dengan media-media
Mereka mengambil kesimpulan, bahwa lain, media MS paling banyak
Nh4+ tidak diperlukan dalam kultur digunakan untuk berbagai tujuan
jaringan. Tetapi pada waktu yang kutltur. Pada tahun-tahun sesudah
bersamaan, Prof. Skoog dan grupnya penemuan media MS, banyak
menunjukkan bahwa Nh4 sangat dikembangkan media-media lain.
mennjang pertumbuhan kalus tembakau Berdasarkan media MS tersebut,
(Miller et al, 1956). antara lain media sebagai berikut.

Wood & Braun (1961) yang meneliti a. L i n & S t a b a , m e n g g u n a k a n
pertumbuhan sel dari jaringan normal setengah dan komposisi unsur
dibandingkan dengan jaringan tumor makro MS, dengan modifikasi 9 mM
pada tanaman Venca rosea aminium nitrat yang seharusnya 10
(Catharanthus roseus), mendapatkan mM bila setengahnya dari
bukti-bukti tentang keuntungan komposisi MS.Sedangkan Kh2Po4
penambahan amonium kedalam media yang digunakan 0.5 mM, tidak
White yang sudah dimodifikasi. 0.625 mM sebagai setengah dari
Konsentrasi No3, K+, Nh4 MS. Larutan garam makro Lin &
+, dan Kh2PO4 yang diperoleh, hampir Staba, kemudian digunakan oleh
sama dengan yang dikembangkan oleh Halperin dalam penelitian embrio-
militer. genesis dari kultur jaringan wortel.
Media ini, juga digunakan oleh
a. Media MS Bourgin & Nitsch (1967) serta
Nitsch & Nitsch (1968) dalam
Penelitian perbaikan komposisi media

81

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

penelitian kultur anther. 1968 untuk kultur suspensi kedelai.
Pada masa ini media B5 juga
b. Durzan et al (1973) membuat digunakan untuk kultur-kultur lain.
modifikasi media MS untuk kultur Media ini dikembangkan dari
suspensi sel White spruce dengan komposisi PRL-4, yang juga
cara mengurangi konsentrasi K+ dikembangkan pada tahun 1968.
danNO3 tetapi konsentrasi Ca2+ nya Media ini menggunakan konsentrasi
ditingkatkan. Hh4+ yang rendah, karena konsentrasi
yang lebih dari 2 mM menghambat
c. Chaturvedi et al (1978) mengubah pertumbuhan sel kedelai. Fosfat yang
berikan adalah 1 mM, Ca2+ antara 1-4
media MS untuk kultur pucuk mM, sedangkan Mg2+ antara 0.5-3.

Bougainvillea glabra dengan Gambar 6.1. Produksi benih vegetatif bawang (Alium sp.)
secara kultur jaringan
menurunkan kensentrasi NO, K, Ca,
(Sumber: https://www.google.com/search?q=kultur+jaringan+
Mg2+dan So43- bawang&safe=strict&source=lnms&tbm=isch&sa)

Meskipun unsur-unsur makro MS c. Media SH
merupakan titik tolak pengembangan Media Schenk & Hildebrant
media-media lain, tetapi dalam kasus- merupakan media yang juga cukup
kasus tertentu, pemakaian konsentrasi terkenal, diintroduksi untuk kultur
unsur-unsur makro yang lebih rendah kalus tanaman monokotil dan dikotil.
dari pada konsentrasi yang terdapat Konsentrasi ion-ion dalam komposisi
pada media MS terbukti lebih baik. media SH sangat mirip dengan
Telah ditunjukkan bahwa dalam media komposisi yang dibuat oleh Gamborg
MS dapat terjadi pengendapan et al, dengan perbedaan kecil yaitu
persenyawaan. Pengendapan ini tidak level Ca2+, Mg2+, dan PO4
terlihat dalam media padat, tetapi
terlihat jelas pada media cair.
Kebanyakan dari persenyawaan yang
mengendap adalah fosfat dan besi,
kemudian dalam jumlah yang lebih
sedikit adalah Ca, K, N, Zn, dan Mg.
Yang paling sedikit adalah C, Mg, K, Si,
H, S, Ca dan Co. Setelah tuju hari
dibiarkan, maka kira-kira 50 % dari Fe
dan 13 % dari Po4
+ mengendap (Dalton et al, 1983).
Pengendapan unsur-unsur tersebut
mungkin tidak penting karena unsur-
unsur tersebut masih tersedia bagi
jaringan tanaman dan pengaruh
pengendapan belum diketahui. Untuk
mengatasi pengendapan Fe, Dalton
dan grupnya mengajukan supaya
konsentrasi Fe dikurangi sampai 1/3
dengan EDTA yang tetap.

b. Media B5

Media B5 dikembangkan oleh
Gamborg dan grupnya pada tahun

82

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

3- yang lebih tinggi. Schenk & mendapatkan hasil yang sangat baik.
Hildebrant mempelajari pertumbuhan Pada tahun antara 1939, Barthelot,
jaringan dari 37 jenis tanaman dalam Gautheret, dan Nobecourt mengajukan
media mereka dan mendapatkan pemakaian Cu, Co, Ni, Ti dan Be dalam
bahwa : 32% dari species yang media kultur. Pada tahun 1946,
dicobakan, tumbuh dengan sangat Hildebrant dan kawan-kawannya
baik, 19% baik, 30% sedang, 14% menentukan kebutuhan B, Mn, Zn dan Fe
kurang baik, dan 5% buruk yag optimum, untuk pertumbuhan kalus
pertumbuhannya. Tetapi karena zat tanaman tembakau dan bunga matahari.
tumbuh yang diberikan pada tiap jenis Mo diperkenalkan oleh Buerk Holder dan
tanaman tersebut berbeda, maka hasil Nicks pada tahun 1949.
yang dipublikasikan pada tahn 1972
ini sebenarnyas sukar dipahami. Percobaan Heller pada tahun 1953
Namun demikian, media SH ini cukup merupakan percobaan yang jelas
luas penggunaannya, terutama untuk membuktikan pentingnya unsur Fe, B,
legume. Mn, Zn, dan Cu. Dalam kultur wortel yang
ditumbuhkan pada media Gautheret,
d. Media WPM Heller menemukan bahwa tanpa unsur-
unsur Fe dan sebgainya, kultur akan mati
Media ini yang mepunyai kepanjangan setelah 3-6 kali disubkultur. Bila salah
Woody Plant Medium dikembangkan satu dari unsur makro N, P, K, Ca, Mg, dan
oleh Lloyd & Mc Cown pada tahun S dihilangkan dari media, maka kultur
1981, merupakan media dengan akan mati setelah disubkultur sebanyak
konsentrasi ion yang rendah pada 1-2 kali. Hasil ini menunjukkan
jaman sesudah penemuan media MS. kepentingan relatif unsur makro dan
Media ini konsisten dengan media unsur mikro.
untuk tanaman berkayu yang
dikembangkan oelh akhli lain, tetapi Kultur akar juga dipergunakan untuk
sulfat yang digunakan lebih tinggi dari mempelajari keperluan hara mikro, Zn
sulfat pada media tanaman berkayu sangat diperlukan untuk pertumbuhan
lain. Saat ini WPM banyak digunakan akar tomat yang normal (Eltinge & Reed,
untuk perbanyakan tanaman hias 1940 dalam George & Sherrington,
berbentuk perdu dan pohon-pohon. 1984). Sedangkan tanpa Cu,
pertumbuhan berhenti sama sekali
2. Unsur mikro dalam kultur jaringan seperti yang diulas Glasstone, 1947
(George & Sherrington, 1984).
Hara mikro : Fe, Mn, Zn, B, Cu, Co, dan
Mo adalah komponen protein sel Dalam kultur ketiledon selada tanpa
tanaman yang penting dalam proses Mn, maka jumlah pucuk yang dihasilkan
metabolisme dan proses fisiologi lain. berkurang. Mn dalam level yang tinggi
Pentingnya Fe untuk tanaman telah dapat merupakan konpensasi untuk Mo
diketahui sejak akhir abad yang lalu, dalam kultur akar tomat. Mn dapat
sedangkan unsur-unsur lainnya baru menggantikan fungsi Mg dalam
diketahui pada tahun antara 1914-1939. beberapa sistem enzime tertentu seperti
Dalam kultur jaringanpun demikian pula. yang dibuktikan oleh Hewith pada tahun
Pada mulanya, unsur mikro juga 1948.
diragukan. Pada tahun 1922, Knudscn
yang menambahkan Fe dan Mn dalam Kekurangan Boron mengurangi laju
media untuk perkecambahan anggrek, pertumbuhan kultur sel tebu, bunga

83

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

matahar, dan wortel. Sebaliknya 1939 menyatakan bahwa persenyawaan
konsentrasi lebih tinggi dari 2 mg/l, tersebut penting untuk kultur akar
bersifat beracun terhadap kultur. Dalam tomat, ercis dan lobak. Pada tahun yang
beberapa spesies ternyata dapat sama penelitian Robbins dan Schmidt
interaksi antara B dan auksin dalam menemukan bahwa pyridoxin juga
pengaturan pengakaran pada percobaan diperlukan dalam kultur akar tomat.
stek.
Myoinositol yang kadang-kadang juga
Unsur seng, Aluminium, dan Nikel, disebut mesoinositol atau inositol,
tidak banyak dipelajari efeknya tehadap bukanlah vitamin dalam kebutuhan
pertumbuhan kultur. Untuk seng, fisiologis hewan. Penambahan
diketahui bahwa unsur ini dibutuhkan myoinositol kedalam media,
dalam sintesa tryphopham, sedangkan memperbaiki pertumbuhan dan
untuk Al dan Ni belum ada bukti-bukti morfogenesis. Oleh karena itu sering
yang cukup yang menyatakan bahwa dipandang sebagai golongan vitamin
unsur-unsur tesebut terlibat dalam untuk tanaman. Menurut George dan
metabolisme penting dalam sel. Sherrington, kemungkinan, peranannya
melalui keikutsertaannya dalam lintasan
Unsur Al da Ni jarang ditambahkan biosintesa asam-D-galakturonat yang
dalam formulasi media, hanya Heller dan menghasilkan vitamin C dan pektin.
beberapa penelitian lain yang Selain itu, juga ada kemungkinan
menambahkan. Tetapi penambahan Al inkorporasinya dalam fosfoinositida dan
dan Ni tidak mempunyai pengaruh apa- fosfotidil inositol yang berperanan
apa. Iodine juga merupakan unsur yang dalam pembelahan sel.
tidak diketahui kontribusinya dalam
kultur jaringan tanaman, tetapi 65% dari Keuntungan penambahan myoinositol
komposisi media yang dikembangkan, pertama kali ditunjukkan oleh Jacoulot
menambahkan unsur ini. dalam kultur kambium tanaman elm, bila
konsentrasi yang digunakan antara 20-
Penambahan ini dilakukan setelah 1000 mg/ml. Myoinositol kemudian
White menyatakan bahwa iodine dapat dipergunakan dalam komposisi Wood &
memperbaiki pertumbuhan akar tomat Braun dan Hurashige & Skoog. Banyak
yang dikultur secara in vitro. Dalam peneliti menemukan bahwa myoinositol
media Euwens yang dikembangkan pada mempengaruhi morfogenesis kultur,
tahun 1976 untuk kelapa, iodine yang misalnya dalam kultur Haworthia sp.
ditambahkan 0.05 mM, nilai ini 10 kali Pembentukan pucuk dalam Hawarthia
lebih tinggi dari level yang terdapat sp. tergantung dari myoinositol.
dalam komposisi MS. Myoinositol ditemukan dalam air kelapa,
dan dalam jumlah kecil didalam agar
3. Vitamin pasta. Pantothenic acid juga ditemukan
mempunyai peranan pentng dalam
Vitamin yang paling sering digunakan pertumbuhan beberapa jaringan
dalam media kultur jaringan tanaman, tertentu, seperti salix sp. Akan tetapi,
adalah thiamine (vitamin B1), nicotinic pantothenic acid tidak berdampak
acid (niacin) dan pyridoxine (vitamin B6). terhadap pertambahan jaringan wortel
Thiaminc merupakan vitamin yang yang mungkin sudah disintesa dalam
esensial dalam kultur tanaman. jumlah yang cukup dalam jaringannya.
Penambahan nicotinic acid ke dalam Vitamin E (tocopherol) merupakan
jaringan media, banyak dilakukan
setelah Bonner dan Devirian pada tahun

84

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

antioksidan dalam jaringan manusia dari pada ekstrak ragi. Glycine
yang dapat merangsang sifat juvenil merupakan komposisi tetap dalam
dalam fibroplast paru-paru. banyak formulasi media dan diberikan
Penambahan dalam kultur jaringan dengan konsentrasi 2 mg/l. Akan tetapi,
tanaman pada konsentrasi 0.95 mM, Lismaier dan Skoog pada tahun 1965
merangsang pembentukan kalus friable menemukan bahwa glycine tidak
dalam kultr embrio jagung. Dalam kultur memperbaiki pertumbuhan kalus
suspensi sel clover dan kedelai, tembakau.
merangsang dispersi sel.
Lysine dan threonine merupakan asam
4. Asam amino amino yang harus digunakan secara hati-
hati karena dapat menghambat
Asam amino merupakan sumber N pertumbuhan walaupun pada
organik. Sumber N yang berbeda ini konsentrasi yang rendah. Kedua asam
memberikan pengaruh yang berbeda amino tersebut mempunyai efek
juga. Pada kultur sel sycamore, kooperasi dalam penghambatan.
ditemukan bahwa sel-sel menjadi Sebaiknya, tidak menambahkan
panjang-panjang tetapi sel yang keduanya bersama-sama. Ada beberapa
ditumbuhkan dalam media dengan asam amino saling antagonis terhadap
nitrat, tidak menunjukkan gejala yang sesamanya, seperti phenyl-alanine dan
demikian. Menurut Gamborg, dalam tyrosine, L-leucine dan DL-valine, L-
media dalam komposisi garam organik argine dan L-lysine.
yang tepat, penambahan campuran
asam amino seperti yang terdapat dalam 5. Zat Pengatur Tumbuh
casein hidrolisat tidak diberikan
pengaruh yang nyata. Dalam kultur jaringan, dua glongan zat
pengatur tumbuh yang sangat penting
Dalam media B5 yang dikembangkan adalah sitokinin dan auksin. Zat
oleh Gamborg dan grdpnya untuk pengatur tumbuh ini mempengaruhi
pertumbuhan sel akar kedelai, tidak pertumbuhan dan morfogenesis dalam
diperlukan penambahan bahan organik kultur sel, jaringan, dan organ. Interaksi
lain. Beberapa asam amino memang dan perimbangan antara zat pengatur
dibuktikan mempunyai pengaruh positif tumbuh yang diberikan dalam media dan
terhadap pertumbuhan dan yang diproduksi oleh sel secara
perkembangan kultur. L-cysteine endogen, menentukan arah
misalnya, mempunyai pengaruh perkembangan suatu kultur.
mengurangi browning pada kultur Penambahan auksin atau sitokinin
jaringan tebu, seperti yang dilaporkan. eksogen, mengubah level zat pengatur
tmbuh endogen sel. Level zat pengatur
Asparagine digunakan oleh Green dan tumbuh endogen ini kemudian,
Phillips (1974) untuk merangsang merupakan trigering factor untuk
regenerasi dalam kultur jaringan jagung. proses-proses yang tumbuh dan morfo-
Penambahan asparagin dan alanin genesis. Selain auksin dan sitokinir,
merangsang pembentukan pucuk dalam giberelin dan persenyawaan-
kultur Torenia. persenyawaan lain juga ditambahkan
dalam kasus-kasus tertentu.
Glycine merupakan asam amino yang
ditambahkan sejak tahun 1939, setelah a. Auksin
White menunjukkan bahwa dalam kultur
tomat, penambahan Glycine lebih baik Auksin digunakan secara luas dalam

85

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

kultur jaringan untuk pertumbuhan 7-γ,γ- K750 Menghambat
kalus, suspensi sel dan organ. Dhimethyylal T888 pembentukan akar
Pemilihan jenis auksin dan lylaminopuri Memacu pembelahan
konsentrasi, tergantung dari : no(2iP) C279 sel
Memicu dan
1) T i p e p e r t u m b u h a n y a n g Kinetin Z125 pertumbuhan inisasi
dikehendaki Thidiazuron Z899 Mengrasang
(TDZ) pertumbuhan dan
2) Level auksin endogen pemecehan tunas
N- (2-chloro- tambahan
3) Kemampuan jaringan mensintesa 4-pyridyl)- Menghabat
auksin N'Phenylurea perpanjangan batang
Menghambat penuaan
4) Golongan zat tumbuh lain yang daun
ditambahkan
Zeatin
Auksin alamiah Indole Acetic Acad Zeatin
(IAA). Level auksin dalam eksplan Riboside
tergantung dari bagian tanaman yang
diambil dan jenis tanamannya. Selain Gibberel Gibberellic G500 Merangsang
itu juga dipengaruhi oleh musim dan lins Acid perpanjangan batang
umur tanaman. Dalam kultur ini vitro Memecah dormanis ,
ada sel-sel yang dapat tumbuh dan perkembangan benih
berkembang tanpa auksin seperti sel- embrio dan tunas
sel tumor. Sel-sel ini disebut sel-sel analitikal
yang habitaated. Menghambat kecepetan
pembentukan akar
Jenis Nama Produk Nomor Fungsi dalam Kultur Paclobutrazol dan
ancymidol
Hormon Produk Jaringan Menghambat sintesis
Gibrellin dengan
Auxis Indole-3- 1885 Pembentukan akar demikian dihasilkan
batang yang
Acetic Acid (Konsentrasi tinggi)

1538 Pembentukan Batang Abscisic Absecic Acid A102 Merangsang
Acid pembentukan tuber
Indole-3- (Konsentrasi rendah) Merangsang pematang
embrio
Acetic Acid 1530 Induksi Sometik embrio Memicu awal dormasi

N600 Pembelahan Sel

Indole-3- D299 Pembentukan dan

Butiyric C213 pertumbuhan

Acid, Menghabat tunas Polyami Putrescine P733 Memicu kecepatan
nes spermidine S837 pembentukan
Salt P717 tambahan (axillary) Memicu somatic
embryogenesis
α- D159 Menghabat Memicu pembentukan
Naphthalenea perpanjangan akar batang

acetic Acid

2,4-

Dichlorophen Tabel 6.2 Jenis dan fungsi hormon

oxyacetic

Acid

P- Pengaruh auksin terhadap
pertumbuhan jaringan tanaman
Chloropheno diduga melalui dua cara yakni sebagai
berikut.
xyacetic
- Menginduksi sekresi ion H+ keluar
Picloram sel melalui dinding sel.

Dicamba

Cyokinins 6-Benzylami B800 Meningkatkan

nopurine D525 pembentukan

86

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

Pengasaman dinding ikan herring yang diautoklaf dalam
larutan yang asam. Persenyawaan dari
menyebabkan K+ diambil, dan DNA tersebut sewaktu ditambahkan ke
dalam media untuk tembakau,
pengambilan ini mengurangi ternyata merangsang pembelahan sel
dan diferensiasi sel. Persenyawaan
potensial air dalam sel. Akibatnya, tersebut kemudian dinamakan kinetin.
Sitokinin yang biasa digunakan dalam
air masuk ke dalam sel dan sel kultur jaringan :

membesar. - Kinetin, (6-furfuryl amino purine),
berat molekul 215.25.
- Mempengaruhi metabolisme RNA
yang berarti metabolisme protein - Zeatin, (4-hydroxyl 7 3 - m e t h y l -
mungkin melalui transkripsi molekul trans-2-butenylamino purine), berat
RNA. molekul 219.25.

Auksin sintetik yang saling digunakan - 2iP (N6-2-isopentanyl adenine,
dalam kultur jaringan tanaman adalah : atau 6-(t,t-dimetylallyl amino
purine), berat molekul 203.21.
- IAA, dengan berat molekul 175.19
- BAP/BA (6-benzyl amino purine/6-
- 2,4-dichlorophenoxy a c e t i c a c i d benzyl adenine), berat molekul
(2,4-0), berat molekul 221.04 225.26.

- Naphtaleine acetic acidinaphtyl - PBA (SD 8339).
(NAA), berat molekul 186.21
-6(-penzylamino)-9-(2-
- Indole butyric acid (IBA), berat tetrahydropyranyl)-9H-purine,berat
molekul 203.24 molekul 309.37.

- Naphtoxy acetic acid (NOA), berat - 2C 1-4 PU : N (2-chloro-4pyridyl)-N-
molekul 202.21 phenylurea, berat molekul 247.69.

- 4-Chlorophenoxy acetic acid (4-CPA), - 2,6-Cl-4 PU : N (2,6-dichloro-
berat molekul 186.60 4pyridyl)-N-phenylurea, berat
molekul 282.13.
- 2,4,5-trichloro acetic acid, berat
molekul 255.49 - Thidiazurin urea, berat molekul
220.25.
- 3,6-Dichloro anisic acid (Dicamba),
berat molekul 221.04 c. Giberelin

- 4-Amino-3,5,6-trichloro picolinic Penggunaan giberelin dalam kultur
acid (Picloram), berat molekul jaringan, tanaman, kadang-kadang
241.46 membantu morfogenesis. Tetapi
dalam kultur kalus dimana
- IAA conjugate : IAA-L-alanine IAA- pertumbuhan sudah cepat hanya
Glycine dengan auksin dan sitokinin, maka
penambahan giberelin sering
b. Sitokinin menghambat. Pada umumnya
giberelin terutama GA3 menghambat
Golongan sitokinin adalah turunan perakaran. Pengaruh positif giberelin
dari adenine. Golongan ini sangat ditemukan bit, gula, dimana GA3
penting dalam pengaturan
pembelahan sel dan morfogenesis.
Seperti juga auksin, sitokinin ada yang
alamiah dan sintesis. Sitokinin yang
pertama ditemukan, adalah kinetin
yang diisolasi oleh Prof. Skoog dalam
Laboratorium Botany di University of
Wisconsin. Kinetin diperoleh dari DNA

87

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

merangsang pembentukan pucuk dari (d)(4) 2(3-methylbutyl-2-
potongan inflorescence. Pertumbuhan ethylamino) (Letham, 1982
kentang juga baik bila 0.01-0.10 mg/l dalam George & Sherrington,
GA3 dikombinasikan dengan 0.5-5.0 1984)
mg/l kinetin. Berat molekul GA3
346.38. 2) Casein hydrolysate

d. Zat Pengatur Tumbuh Yang Tidak Dalam media yang tidak
Umum mengandung ion amonium,
penambahan asap amino dapat
Beberapa persenyawaan yang memperbaiki pertumbuhan dan
mempunyai sifat mengatur morfogenesis. Sumber asap amino
pertumbuhan dan perkembangan campuran yang relatif murah
jaringan tanaman, misalnya adalah casein hydrolysat dan
glyphosate (N-phosphonomethyl eksytak ragi. Dalam kultur jagung,
glycine) dapat digunakan untuk penambahan ektrak ragi 800 mg /l
merangsang pucuk dalam kalus alfalfa atau casein hydrolysat 200 mg/l
bila ditambahkan bersama-sama memperbaiki pertumbuhan kalus,
auksin dan sitokinin. Dikegulac dapat walaupun dalam media sudah ada
digunakan untuk meningkatkan ion amonium seperti media
jumlah pucuk dalam kultur sweet Linsmairer & Skoog. Penambahan
chery. easein-hydrolysat dalam media
regenerasi padi, meningkatkan
1) Persenyawaan Organik Kompleks jumlah pucuk yang terbentuk
dalam kalus padi. Dalam hal ini,
Disamping golongan penambahan asap amino yang
persenyawaan organik yang sama dengan asap amino dalam
konstitusinya jelas, kadang-kadang casein hydrolysat tidak
dalam media kultur jaringan, juga menghasilkan pengaruh yang
ditambahkan persenyawaan yang sama. Oleh karena itu, mereka
kompleks, yang komposisinya berpendapat bahwa ada
dapat berbeda dari sumber yang persenyawaan lain yang penting
satu dengan yang lainnya. dalam casein hydrolysat. Casein
Persenyawaan kompleks yang hydrolysat diberikan dalam
dimaksud adalah : air kelapa, casein konsentrasi 200-500 mg/l.
hydolysate, ekstrak ragi, juice
tomat, ekstra kentang, dan ekstrak 3) Ekstrak ragi
pisang.
Penggunaan bahan ini pada aural
Penggunaan air kelapa pertama kali sejarah kultur jaringan dalam
dilaporkan oleh van Overbeek pada percobaan-percobaan pionir
tahun 1941 dalam kultur embrio seperti yang dilakukan oleh
Datura stramo-nium. Pada tahun- Robbins dan White, telah
tahun berikutnya. Gautheret memperbaiki pertumbuhan akar.
menemukan bahwa air kelapa Ekstrak ragi juga menyumbangkan
dapat digunakan untuk asam amino, peptida, vitamin,
mempertahankan pertumbuhan untuk pertumbuhan kultur.
jaringan yang diisolasi dari sumber Konsentrasi yang digunakan dalam
yang berlainan. Pada tahun 194 kultur berkisar antara 0.5 gram/l
George & Sherrington, 1984)

88

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

sampai 2 gram/l. syarat untuk mendukung pertumbuhan
kultur. Perkembangan pemilihan jenis
4) Juice tomat, ekstrak pisang, dan karbohidrat dimulai tahun 1945 oleh
ekstrak kentang Goutheret, ia membandingkan pengaruh
berbagai jenis gula pada kultur jaringan
Bahan-bahan ini pada umumnya wortel. Goutheret mendapatkan bahwa
merupakan sumber gula, vitamin, sukrosa adalah yang paling baik, lalu
zat pengatur tumbuh, dan asam glukosa, maltosa dan rafinosa. Fruktosa
amino. Juice pisang dan ekstrak dan galaktosa kurang efektif, sedangkan
pisang, banyak digunakan untuk manosa dan laktosa merupakan
kultur embrio anggrek. Dalam karbohidrat yang paling tidak efektif.
perkembangan komposisi media, Pada umumnya urutan yang demikian
penambahan bahan-bahan yang berlaku untuk hampir semua tanaman.
undefined ini dihindarkan, karena Namun, ada saja kekecualian dalam
bahan-bahan organik ini dapat semua kasus. Kultur pucuk mulberry
berbeda bila varietas tanaman yang tidak dorman, tumbuh baik pada
perbeda. Lingkungan tumbuh, media dengan maltosa, glukosa, dan
nutrisi tanaman, dan sebgainya, fruktosa. Sedangkan penambahan
mempengaruhi kandungan sukrosa, tidak merangsang pertumbuhan
persenyawaan tersebut. Hasil yang pucuk. Sukrosa dalam media dihidrosa
diperoleh di suatu saat, kadang- menjadi monosakharida selama masa
kadang tidak dapat diulangi lagi. kultur. Hidrolisa terjadi karena aktifitas
Ekstrak kentang digunakan dalam enzim invertase yang terdapat pada
kultur anther padi. Penambahan dinding sel.
ekstrak kentang kedalam media,
dengan nyata meningkatkan Hidrolisa sukrosa paling efektif dalam
pertumbuhan kalus dan regenerasi media dengan pH rendah. Konsentrasi
anther beberapa jenis padi. Ekstrak optimura sukrosa tergantung dari jenis
kentang biasanya digunakan antara kultur. Dalam kultur kalus dan pucuk,
10-30% dengan hasil terbaik 20%. konsentrasi antara 2-4% merupakan
Akan tetapi, tidak dijelaskan konsentrasi yang optimum. Namun
tentang jenis kentang yang dalam kultur embrio, konsentrasi gula
dipergunakan. dapat mencapai 12%. Pembelahan sel
protonema Ceratodon purpureus
6. Sumber Energi : Karbohidrat dipengaruhi oleh.

Didalam kultur jaringan, bahan Selain sebagai sumber energi, gula
tanaman yang digunakan merupakan juga berfungsi sebagai tekanan osmotik
bagian kecil dari tanaman dan tidak media. Sebagian besar potensi osmotik
merupakan suatu sistim yang lengkap. dalam media White disebabkan oleh
Dengan demikian, banyak bahan-bahan gula, sedangkan dalam media MS hanya
organik harus ditambahkan kedalam setengah dari potensial osmetiknya
media untuk mendukung pertumbuhan disebabkan oleh adanya gula.
yang optimal. Karbohidrat terutama Pertumbuhan kalus Nicotiana glutinosa
gpla. merupakan komponen yang selalu yang terbaik adalah bila potensial
ada dalam media tumbuh, kecuali dalam osmotik yang disebabkan adanya
media untuk tujuan yang sangat spesifik. sukrosa dalam larutan 2.2 atm, dengan
Gula putih yang biasa digunakan untuk garam-garam lain memberikan 2.7 atm.
keperluan sehari-hari cukup memenuhi

89

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

Kombinasi yang lain adalah sukrosa 0.9 mikro lain. Gelrite yang diproduksi oleh
atm, garam-garam 3.6 atm. Kelco, merupakan polisakharida dari
bakteri Pseudomonas sp. Beberaa sifat
7. Bahan Pemadat gelrite yang berlainan dengan agar
adalah sebagai berikut.
Bahan pemadat yang paling banyak
digunakan adalah agar keuntungan dari - Gelfrite membentuk gel yang lebih
pemakaian agar adalah agar membeku bening dari agar.
pada suhu < 45°C dan mencair pada
temperatur 100°C, sehingga dalam - Untuk mencapai kekerasan gel
kisaran temperatur kultur agar akan tertentu, pemakaian gelrite lebih
berada dalam keadaan beku yang stabil, rendah dari agar, pada umumnya
tidak dicerna oleh enzim tanaman, tidak hanya 2 gram per liter media.
bereaksi dengan persenyawaan
penyusun media - Namun kekerasan gel dari gelrite
sangat dipengaruhi oleh kehadiran
Agar adalah campuran polisakharida garam seperti NaCl, KCl, MgC2.6H2O
yang diperoleh dari beberapa species dan CaCl2. Garam NaCl dan KCl.
algae. Kekerasan media pada umumnya Menurunkan kekerasan tetapiMgCl2
meningkat secara linier pada dan CaCl2 meningkatkan kekerasan
pertambahan konsentrasi agar. gel.
Kekerasan media juga dipengaruhi oleh
Jenis agar yang dipakai dan pH media 8. Arang aktif

Dalam perbanyakan komersial dan Arang aktif adalah arang yang sudah
percobaan-percobaan yang tidak dipanaskan beberapa jam dengan
dimaksudkan untuk mempelajari menggunaka uap atau udara panas.
metabolisme sel, penggunaan agar Bahan ini mempunyai adsorpsi yang
murni bukan suatu keharusan mengingat sangat kuat. Arang aktif dapat
harga agar mirni sangat tinggi. Bahan- ditambahkan kedalam media pada
bahan yang tidak diinginkan dari agar, berbagai tahap perkembangan. Bahan ini
dapat dimurnikan dengan jalan dapat ditambahkan pada media inisiasi,
merendam agar, selama 24 jam dalam meda regenerasi, atau media perakaran.
aquades. Agar kemudan dibilas dengan
ethanol dan dikeringkan dalam oven Penambahan arang aktif dapat
pada 60°C selama 24 jam. membantu pertumbuhan dan
perkembangan kultur, tergantung dari
Konsentrasi agar yang diberikan jenis kulturnya. Secara umum, pengaruh
berkisar antara 0.6 - 1.0%. Konsentrasi arang aktif adalah sebagai berikut.
agar yang terlalu tinggi dapat
mengurangi defusi persenyawaan dari Menyerap senyawa toxin yang
dan kearah eksplan sehingga terdapat dalam media yang dapat
pengambilan hara dan zat tumbuh menghambat pertumbuhan kultur
berkurang, sedangkan zat pengahambat terutama sebagai berikut.
dari eksplan tetap berkumpul di sekitar
eksplan. - Senyawa fenolik dari jaringan yang
terluka waktu inisiasi.
Selain agar, akhir-akhir ini
dikembangkan suatu zat pemadat lain - Persenyawaan 5-hidroksimetil
yang juga merupakan polisakharida, furfural yang diduga terbentuk d a r i
tetapi yang diisolasi dari organisme gula yang berada dalam larutan asam
lemah dan mengalami pemanasan
dengan tekanan tinggi (Kitsch et al,

90

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

1968). NaOH (atau kadang-kadang KOH) atau
HCl pada waktu semua komponen sudah
- Menyerap zat pengatur-tumbuh. dicampur, beberapa saat sebelum
diseterilkan dengan autoclave.
- Mencegah pertumbuhan kalus Sekalipun media sudah ditepatkan,
seringkali setelah sterilisasi pH-nya
yang tidak diinginkan, seperti dalam berubah. Pada umumnya, terdapat
penurunan pH setelah disterilkan dalam
androgenesis dan pucuk yang ingin autoclave.

diakarkan. Untuk mencapai pH sekitar 5.7-5.9,
Mann dan grupnya (dalam George dan
- Membantu embrio-genesis kultur Sherrington, 1984) membuat pH 7.0
dalam media regenerasi, tanpa auksin, dalam media yang belum disterilkan.
mungkin dengan bertindak sebagai Untuk menghindarkan perubahan pH
sink yang menarik auksin dari dalam yang cukup besar, Murashige dan Skoog
sel sehingga enbriogenesis dapat menyarankan agar dilakukan pemanasan
terjadi. untuk melarutkan agar-agar dan
memanaskan media didalam autoclave
- Merangsang perakaran dengan selama beberapa menit, baru diadakan
mengurangi tingkat cahaya. menetapan pH. Cara lain yang dilakukan
adalah penetapan pH setelah media
Arang aktif ditambahkan dengan disterilkan dalam autoclave. Dalam
konsentrasi yang variasi dari 0.5-0.6 X, wadah yang besar, media disterilkan dan
tergantung dari tujuan. Dalam media kemudian dititrasi dengan Na0H/HCl
yang ditambahkan arang aktif, harus steril sampai pH yang diinginkan.
diusahakan agar arang aktif terbagi rata Setelah itu media dituang ke dalam
dalam media. Sesudah sterilisasi dalam wadah kultur steril yang telah
autoclave, botol media harus sering dipersiapkan di dalam laminar air flow
dikocok agar mulai membeku. cabinet. Cara ini juga digunakan pada
penelitian yang menggunakan media
9. Derajat Keasaman Media dengan pH rendah untuk tujuan seleksi.
Penambahan asam amino seringkali juga
Faktor penting lain yang juga perlu bersifat sebagai buffer organik.
mendapat perhatian, adalah pH yang Penambahan KH2PO4 sendiri tidak
harus diatur sedemikian rupa sehingga efektif sebagai buffer. Banyak peneliti
tidak mengganggu fungsi membran sel menyarankan untuk menambahkan
dan pH dari sitoplasma. Pengaturan pH KHPO dan KHPO dalam media, untuk
selain memperhatikan kepentingan tidak sebagai buffer.
fisiologi sel, juga harus
mempertimbangkan faktor-faktor : 10.Komposisi Media

- Kelarutan dari garam-garam penyusun Pada umumnya media kultur jaringan
media dibedakan menjadi media dasar dan
media perlakuan. Resep media dasar
- Pengambilan (uptake) dari zat adalah resep kombinasi zat yang
mengandung hara esensial (makro dan
pengatur tumbuh dan mikro), sumber energi dan vitamin.

garam-garam lain

- Efisiensi pembekuan agar.

Sel-sel tanaman membutuhkan pH
yang sedikit asam berkisar antara 5.5-
5.8. Tanaman Ericaceae seperti
Rhododendron ditemukan tumbuh lebih
baik dalam media 4.5. Pengaturan pH,
biasa dilakukan dengan menggunakan

91

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

Dalam teknik kultur jaringan dikenal hara dibuat dalam beberapa macam dan
puluhan macam media dasar. Penamaan diberi nama sebagai berikut :
resep media dasar umumnya diambil
dari nama penemunya atau peneliti yang - Larutan stok A untuk persenyawaan
menggunakan pertama kali dalam kultur NH4NO3.
khusus dan memperoleh suatu hasil
yang penting artinya. - Larutan stok B untuk persenyawaan
KNO3.
Beberapa media dasar yang banyak
digunakan antara lain sebagai berikut. - Larutan stok C untuk persenyawaan
CaCl2.2H2O.
- Media dasar Murashige dan Skoog
(1962) yang dac, digunakan untuk - Larutan stok D untuk persenyawaan
hampir semua jenis kultur, terutama MgSO4.7H2O dan KH2PO4.
pada tanaman herbaceus.
- Larutan stok E untuk persenyawaan
- Media dasar B5 untuk kultur sel FeSO4.7H2O dan Na2EDTA.
kedelai, alfafa, dan legume lain.
- Larutan stok A, 1 liter (50 kali
- Media dasar White (1934) yang sangat konsentrasi)
cocok kultur akar tanaman tomat.
Menimbang persenyawaan NHNO
- Media dasar Vacin dan Went yang sebanyak 83,50 gram. Bahan yang telah
biasa digunakan untuk kultur jaringan ditimbang, dimasukkan ke dalam gelas
anggrek. piala bersih yang sudah berisi aquadest
atau air bebas ion kira-kira 700 ml.
- Media dasar Nitsch dan Nitsch yang Kemudian diaduk hingga larut merata.
biasa digunakan dalam kultur Larutan, kemudian dipindahkan ke
tepung sari (pollen) kultur sel. dalam labu takar 1 liter yang telah dibilas
dengan aquades. Gelas piala dibilas
- Media dasar Schenk dan Hildebrandt dengan aquades dan air bilasan di tuang
(1972) yang cocok untuk kultur ke dalam labu takar (sebaiknya bilaslah
jaringan tanaman-tanaman monokotil. dengan 50 ml aquades 2-3 kali).
Kemudian ditambahkan aquades hingga
- Media khusus tanaman berkayu atau volume larutan tepat pada 1 liter.
Woody Plant Medium (WPM). Larutan telah jadi, lalu dipindahkan ke
dalam erlenmeyer/botol reagent ukuran
- Media N6 untuk serealia terutama 1 lier yang bersih, diberi label A dan
padi. ditutup rapat. Larutan stok A dapat
disimpan pada suhu kamar. Untuk
Dari sekian banyak media dasar yang membuat 1 liter media, dibtuhkan 20 ml
paling sering dan banyak dignakan larutan stok A.
adalah komposisi media dari Murashige
dan Skoog. Kadang-kadang untuk kultur a. Pembuatan Media
tertentu, kombinasi zat kimia dari
Murashige dan Skoog masih tetap Dewasa ini beberapa media kultur
digunakan tetapi konsentrasi yang jaringan dapat dibeli dalam bentuk
diubah. Sebagai contoh media 1/2 MS, bubuk yang telah dipersiapkan.
berarti konsentrasi persenyawaan yang Tergantung dari jenisnya, ada yang
digunakan adalah setengah konsentrasi hanya mengandung garam makro dan
Media HS. mikro serta vitamin, ada juga yang
lengkap sampai hormon dan gula.
Larutan dibuat dalam bentuk larutan Formula ini memang memudahkan
stok campuran. Biasanya larutan stok

92

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

pekerjaan, tapi untuk suatu penelitian larutan campuran, yaitu dengan
yang memerlukan perubahan membuat satu larutan stok hanya
komposisi dalam satu atau beberapa untuk satu jenis bahan (terutama
komponen, maka pemisahan untuk unsur hara makro).
komponen-komponen penyusun
media perlu dilakukan. Kondisi simpan juga perlu
diperhatikan, karena ada beberapa
Dalam pembuatan media, langkah bahan yang tidak tahan dalam suhu
pertama adalah membuat stok dari tinggi atau cahaya. Larutan stok
media terpilih. Penggunaan larutan kadang-kadang ditumbuhi mikroba.
stok menghemat pekerjaan Larutan stok yang terkontaminasi
menimbang bahan yang berulang- mikroorganisme ini, juga tidak dapat
ulang setiap kali membuat media. digunakan lagi. Oleh karena itu,
Selain itu, juga kadang-kadang kondisi simpan harus dijaga
timbangan yang dibutuhkan untuk kebersihan dan tempat (wadah)
menimbang jumlah kecil tidak tersedia larutan harus diusahakan serapat
dalam laboratorium. Setiap larutan mungkin.
stok dapat dipergunakan untuk kira-
kira 50 liter-media, bahkan larutan 1). Stok Hara Makro
stok mikro dapat dipergunakan sampai
200 liter media. Larutan stok, bila Senyawa-senyawa sumber unsur
dapat disimpan ditempat yang hara makro diperlukan dalam
bertemperatur rendah dan gelap. jumlah yang cukup besar. Oleh
karena itu, sebaiknya dibuat dalam
Pembuatan larutan stok berdasarkan larutan stok tunggal. Jenis anion
pengelompokan dalam stok makro, senyawa sumber unsur hara makro
stok mikro, stok Fe, stok vitamin dan tidak sama, kemungkinan hal
stok hormon terutama bila larutan stok tersebut akan mempercepat
tidak disimpan terlalu lama (segera pengendapan larutan.
digunakan habis). Stok hormon dapat
disimpan antara 2-4 minggu, Larutan stok B, 1 liter. Timbang
sedangkan stok hara dapat disimpan 4- persenyawaan KNO3 sebanyak 95
8 minggu. Dengan adanya larutan stok, gram, kemudian dilarutkan dalam
pembuatan media selanjutnya hanya gelas piala 1 liter yang telah berisi
dengan teknik pengenceran dan 700 ml aquades. Larutan diaduk
pencampuran saja. hingga larutan merata. Larutan
dituang ke dalam labu takar 1 liter
Hal yang perlu diperhatikan dalam seperti pada proses pembuatan
pembuatan larutan stok adalah larutan stok A. Setelah volume
penyimpanan (daya simpan) larutan. larutan diterapkan 1 liter, larutan
Larutan yang sudah mengalami dipidahkan ke dalam gelas
pengendapan, tidak dapat digunakan erlenmeyer 1 liter, diberi label “B”,
lagi. Pengendapan larutan stok ditutup rapat dan disimpan dalam
umumnya terjadi bila kepekatan kondisi suhu kamar. Untuk
larutan terlalu tinggi. Oleh karena itu membuat 1 liter media diperlukan
pengendapan larutan dapat dihindari 20 ml larutan stok B.
dengan membuat larutan yang tidak
terlalu pekat atau tidak menggunakan Stok C. 1 liter (100 kali konsentrasi):
Timbang persenyawaan CaCl2.H2O
sebanyak 40 gram, kemudian

93

AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN

dilarutkan dalam 700 ml aquades volume tepat 1 liter, pindahkan ke
dalam gelas piala 1 liter. dalam erlenmeyer/botol 1 liter
Persenyawaan kalsium-klorida yang bersih dan seluruh sisinya
akan membebaskan kalor bila sudah tertutup alumunium foil.
dilarutkan dalam air. O;eh karena Larutan stok E dapat disimpan
itu sebelum ditempatkan dalam kondisi suhu kamar, tetapi
volumenya, larutan dibiarkan lebih baik disimpan dalam lemari
mendingin dahulu hingga suhu es. Karena larutan Fe ini peka
kembali ke suhu kamar. Setelah terhadap cahaya, maka perlu
suhu kembali ke suhu kamar, diselubungi alumunium foil pada
ulangilah proses seperti erlenmeyer/botol penyimpanan.
pembuatan larutan stok A dan B. Untuk membuat 1 liter media MS
Dalam 1 liter media MS, diperlukan diperlukan 5 ml larutan stok E.
10 ml larutan stok C. Larutan stok C
dapat disimpan dalam kondisi 2). Stok Hara Mikro
seperti larutan stok A dan B.
Unsur hara mikro sanagt sedikit
Stok D, 1 liter (100 kali konsentrasi) diperlukan dalam pembuatan
: Timbang 37 gram persenyawaan media. Biasanya larutan hara makro
MgSO4.H2O dan 17 gram KH2PO4. dibuat dengan kepekatan 200 kali
Larutkan secara terpisah masing- konsentrasi akhir media dan bahan
masing persenyawaan dalam 350 yang diperiukan masih cukup kecil
ml aquades. Setelah larut, kedua jumlahnya. Oleh karena itu, larutan
persenyawaan dituangkan dalam stok unsur hara mikro dapat dibuat
satu labu takar 1 liter. Proses sebagai stok campuran. Cara
selanjutnya sama seperti pada membuat larutan stok hara mikro
pembuatan stok sebelumnya. dapat dirinci sebagai berikut.
Larutan stok D dapat disimpan
dalam kondisi suhu kamar. Untuk Timbangan bahan-bahan sumber
membuat media MS 1 liter, hara mikro dengan menggunakan
dibutuhkan 10 ml larutan stok D. timbangan analitik dalam sejumlah
sebagai beri. Masukan bahan satu
Larutan stok E, 1 liter (200 kali persatu kedalam gelas piala, liter
konsentrasi) : Timbang 5.57 gram yang telah berisi 700 ml aquadest.
FeSO4.7H2O dan 7.45 gram Setiap memasukan bahan diikuti
Na2EDTA. Kedua bahan tersebut dengan pengedukan agar larut
dilarutkan secara terpisah dalam harus disusul oleh bahan
kira-kira 350 ml aquadest, gunakan berikutnya. Setelah semua bahan
gelas piala 1 liter. Larutan Na2EDTA larut, baru dimasukan kedalam labu
dipanaskan hingga 40-60°C selama takar 1 liter dan volume
beberapa menit, kemudian ditempatkan 1 liter dengan
tambahkan larutan FeSO4.7H2O dan menambah aquadest.
diaduk hingga tercampur merata.
Biarkan hingga suhu kembali ke Larutan yang telah jadi selanjutnya
suhu kamar. Setelah mendingin, dimasukan ke dalam erlenmeyer
masukkan larutan campuran itu ke dan diberi label F. ditutup rapat dan
dalam labu takar, ulangi proses disimpan pada suhu kamar. Satu
pembuatan stok terdahulu setelah liter media MS hanya memerlukan 5
ml larutan stok F. Vitamin dan zat
94


Click to View FlipBook Version