AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
Praktik
dibutuhkan. produsen bibit untuk mulai mengembangkan
usaha kultur jaringan ini. Saat ini sudah
3. Mengukur kebutuhan bahan kimia sesuai terdapat beberapa tanaman kehutanan yang
dengan perlakuan. dikembangbiakkan dengan teknik kultur
jaringan, antara lain adalah jati, sengon, akasia,
4. Mencampurkan kebutuhan bahan kimia dll.
kedalam gelas tabung.
5. Memanaskan dan mengaduk bahan kimia
yang tercampur dengan stirrer.
6. Setelah larutan berbuih, mengecek pH
larutan. Jika kurang dari 5,8 maka
memberikan larutan NaOH sedikit demi
sedikit singga memperoleh pH 5,8.
Sedangkan jika pH lebih dari 5,8, maka
memberikan tetesan larutan HCl sehingga
larutan mencapai pH 5,8. 7.
7. Memasukan larutan media kedalam botol
kemudian menutupnya dengan plastik
tebal berukuran 0,05 cm dan mengikatnya
dengan karet gelang.
8. Meletakan botol media ke dalam autoklaf (Sumber:https://kabartani.com/cara-pembuatan-bibit-tanaman-pisang-
selama 20 menit. dengan-cara- kultur-jaringan.html)
9. Mengangkat botol media dan membiarkan
selama tiga hari, kemudian dapat digunakan
untuk media kultur jaringan tanaman.
Sumber : Bahan ajar diklat Kementerian Untuk lebih membuka dan memperluas
Pendidikan dan Kebudayaan 2018) pemahaman peserta didik tentang kompetensi
teknik penumbuhan bibit kultur jaringan
Teknik penumbuhan Bibit Kultur Jaringan tanaman dapat membuka Salah satu website
Tanaman yang dapat kalian kunjungi untuk menambah
wawasan dan pemahaman kalian tentang
Bibit yang dihasilkan dari kultur jaringan kultur jaringan:
mempunyai beberapa keunggulan, antara lain:
mempunyai sifat yang identik dengan https://unsurtani.com/2017/01/cara-
induknya, dapat diperbanyak dalam jumlah membuat-bibit-pisang-kultur-jaringan
yang besar sehingga tidak terlalu
membutuhkan tempat yang luas, mampu
menghasilkan bibit dengan jumlah besar
dalam waktu yang singkat, kesehatan dan mutu
bibit lebih terjamin, kecepatan tumbuh bibit
lebih cepat dibandingkan dengan
perbanyakan konvensional.
Keunggulan inilah yang menarik bagi
145
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
1. Peralatan kultur jaringan tanaman terdiri Penumbuhan bibit kultur jaringan sesuai
dari: LAF, Alat diseksi, Petridih, Botol Kultur prosedur dalam kultur jaringan.
steril, Mangkuk stainless, Lampu bonsen, 2. Melakukan kegiatan pemilihan bibit kultur
Kertas steril, dan Tisu steril. jaringan yang siap digandakan seusai
dengan kriteria.
2. Bahan kultur jaringan tanaman terdiri, Tugas dikerjakan dalam bentuk laporan
Inokulum dan Media penggandaan dengan format yang disepakati dengan guru
inoculum. pengampu.
3. Macam-macam jenis media penggadaan penilaian harian
inoculum diawali dengan tahap induksi, dan
tahap penggandaan. 1. Mengapa komposisi media kultur sangat
mempengaruhi keberhasilan tahapan
4. Teknik Inisiasi tunas adalah proses memiliki penggandaan atau multiplikasi inokulum?
suatu kegiatan kultur jaringan. Inisiasi
dapat dilakukan melalui akar, daun, dan 2. Mengapa zat pengatur tumbuh sitokinin
jaringan meristemlainnya. sangat berperan pada tahap induksi tunas?
5. Dalam suspensi sel yang dikenal dua 3. Mengapa konsentrasi sitokinin pada media
kelompok kultur, yaitu: kultur batch dan induksi tunas setiap jenis tanaman pisang
continuous. berbeda-beda?
6. Kultur sel batch adalah kultur dalam media 4. M e n g a p a a u k s i n d a l a m s e s p e n s i
hara dengan volum tetap , tetapi dengan menghasilkan kultur sel yang terpisah
konsentrasi hara yang berubah esuai (dipersed) kultur suspensi perlu dikocok
dengan tingkat pertumbuhan sel. agar supaya?
7. Sel continuous terdapat dua tipe, yaitu tipe 5. Jaringan tanaman digolongkan dalam
tertutup (closed type) dan tipe terbuka beberapa grup sebut dan jelaskan faktor
(open type). yang mempengaruhi kemampuan
pembentukan kalus!
8. Kalus adalah suatu kumpulan sel amorphous
yang terjadi dari sel-sel jaringan yang
membelah diri secaraterus menerus. Dalam
keadaan in vivo, kalus pada umumnya
terbentuk pada bekas bekas luka akibat
serangan infeksi mikro organisme;
agrobacterium tume faciens, gigitan, atau
tusukan serangga dan nematoda. Kalus juga
dapat terbentuk sebagai akibat stress.
Salah satu pendukung keberhasilan Setelah mempelajari bab sembilan ini, Anda
pelaksanaan teknik inokulasi bahan tanam tentu menjadi paham tentang konsep dasar
dengan baik dan benar. Tugas anda dalam Teknik penumbuhan bibit kultur jaringan
rangka tahan inokulasi eksplan adalah : tanaman. Dari semua materi yang sudah
dijelaskan ada bab sembilan ini, mana yang
1. Membuat kumpulan tulisan berupa menurut Anda paling sulit dipahami? Coba
rangkuman informasi tentang Teknik Anda diskusikan dengan teman maupun guru
Anda, karena konsep dasar ini akan menjadi
pondasi dari materi-materi yang akan dibahas
di bab-bab selanjutnya
146
BAB X
TEKNIK PENGENDALIAN RUANG
PERTUMBUHAN KULTUR
JARINGAN TANAMAN
Setelah mempelajari materi tentang teknik pengendalian ruang
pertumbuhan kultur jaringan tanaman, peserta didik diharapkan mampu
mengidentifikasi persyaratan kondisi lingkungan ruang inkubasi.
Teknik pengendalian ruang
pertumbuhan kultur
jaringan tanaman
Kegiatan dalam Teknik pengendalian
pengendalian ruang ruang kultur jaringan
kultur jaringan
Kondisi - Lingkungan - Ruang - Inkubasi - Suhu - Cahaya - Kultur - Rak - Botol -
Terkontaminasi - Prosedur
147
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
Tahukah kamu bahwa ruang inkubasi Faktor yang sangat berpengaruh
memerlukan pemeliharaan untuk terhadap pertumbuhan eksplan di ruang
perbanyakan inokulum aga tumbuh dan inkubasi adalah suhu, cahaya, dan
berkembang secara optimal. Oleh karenanya, kelembaban.
kondisi lingkungan di ruang inkubasi (tempat
memelihara kultur) perluu diperhatikan. Hal- Suhu yang dibutuhkan untuk
hal yang perlu diperhatikan adalah mendukung pertumbuhan kultur yang
diantaranya suhu, cahaya dan kelembaban optimum umumnya berkisar antara
udara. Suhu yang dibutuhkan untuk 22–25oC. Sedangkan suhu optimum
mendukung pertumbuhan kultur yang untuk pertumbuhan kalus endosperm
optimum umumnya berkisar antara 22–25 °C. sekitar 25oC. Suhu yang tidak sesuai
Komponen cahaya yang dapat mempengaruhi dapat mempengaruhi pertumbuhan
pertumbuhan dan perkembangan eksplan kultur di ruang inkubasi. Suhu dapat
adalah panjang gelombang cahaya, intensitas mempengaruhi multiplikasi pucuk,
cahaya dan lama pencahayaan (foto contohnya pertumbuhan tunas aksilar
periodisme). Kelembaban relatif di dalam dan tunas adventif pada tanaman Aloe
ruang inkubasi sekitar 70%, namun umumnya barbadensis optimal pada suhu 25°C,
kebutuhan kelembaban di dalam botol kultur akan tetapi pertumbuhannya terhambat
mendekati 90%. pada suhu 30°C. Pada melon, suhu 25°C
pembentukan pucuk dari eksplan
Gambar 10.1 Ruang Inkubasi kotiledon lebih tinggi dibanding pada
(Sumber:http://tissuecultureandorchidologi.blogspot.com/2011/09/) suhu 21°C. Selain itu, suhu yang tidak
sesuai selama pemeliharaan kultur
A. Kegiatan Dalam Pengendalian Ruang dapat berpengaruh pada pertumbuhan
Kultur Jaringan dan perkembangan tanaman setelah
1. Persyaratan Kondisi Lingkungan Ruang diaklimatisasi yaitu timbulnya tanaman
Inkubasi yang abnormal
Pemeliharaan hasil perbanyakan
inokulum mutlak diperlukan untuk Cahaya mempengaruhi pertumbuhan
memperoleh plantlet dengan dan perkembangan eksplan. Komponen
pertumbuhan dan perkembangan yang cahaya yang dapat mempengaruhi
optimal. Oleh karena itu kondisi pertumbuhan kultur di ruang inkubasi
lingkungan di ruang inkubasi (tempat adalah panjang gelombang cahaya,
memelihara kultur) perlu diperhatikan. intensitas cahaya dan lama pencahayaan
(foto periodisme). Intensitas cahaya
yang rendah dapat mempertinggi
embriogenesis dan organogenesis.
Panjang gelombang cahaya tertentu
memiliki pengaruh tertentu pada
tanaman. Misalnya dalam fotosintesis
yang berpengaruh adalah cahaya biru
dan merah, sedangkan dalam aktifitas
zat pengatur tumbuh cahaya biru dapat
meningkatkan biosintesis GA3 dan
menghambat sintesis sitokinin alami.
Selain itu cahaya utraviolet dapat
mendorong pertumbuhan dan
pembentukan tunas dari kalus tembakau
148
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
pada intensitas yang rendah. Intensitas siang dan malam hari dengan fluktuasi
cahaya yang diperlukan oleh eksplan yang bervariasi. Akan tetapi dalam kultur
secara umum akan bervariasi tergantung jaringan tanaman, umumnya kultur
pada tahap mana eksplan tersebut dipelihara dalam kondisi suhu yang sama
berada. Pada tahap inisiasi memerlukan antara siang dan malam hari. Suhu yang
intentisitas cahaya antara 0–1000 lux, sesuai untuk pertumbuhan kultur adalah
tahap multiplikasi 1000–10.000 lux, antara 22–25°C sehingga untuk
tahap pengakaran 10.000–30.000 lux mengkondisikan ruang inkubasi pada
dan tahap aklimatisasi 30.000 lux suhu yang diinginkan, maka di dalam
ruangan tersebut dipasang Air
Conditioner (AC). Pemakaian AC mutlak
karena ruang inkubasi merupakan ruang
tertutup yang sedikit sekali memiliki
aliran udara bebas. Alat pendingin udara
atau AC tersebut diatur pada suhu
maksimum 20°C menggunakan remote
kontrolnya.
Gambar 10.2 Persyaratan Kondisi Lingkungan Ruang Inkubasi Gambar 10.3 Higrometer
Kultur (Sumber :https://www.google.com/search?q=higrometer&safe=
(Sumber: kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2018)
strict&hl=id&authuser=0&source=lnms&tbm=isch&sa)
Kelembaban relatif ruang inkubasi
merupakan faktor yang sangat Gambar 10.4.Termometer (Sumber
menentukan keberhasilan kultur in vitro https://www.google.com/search?q=thermometer&safe=strict&hl=
berbagai spesies tanaman. Kelembaban
relatif di dalam ruang inkubasi sekitar 70 id&authuser=0&source=lnms&tbm=isch&sa)
%, namun umumnya kebutuhan
kelembaban di dalam botol kultur
mendekati 90 %. Kultur embrio wortel
tumbuh sangat baik pada kelembaban
80-90 % dan akan mati bila kondisi
kelembaban di bawah 60 %. Kondisi
kelembaban di dalam botol kultur yang
terlalu tinggi sering menyebabkan
terbentuknya daun-daun pucuk yang
mengalami vitrifikasi atau pertumbuhan
yang abnormal. Selain itu kelembaban
berpengaruh terhadap kondisi inokulum
yang perlu dijaga agar selalu dalam
keadaan aseptik (bebas kontaminan).
2. Pengaturan Kondisi Lingkungan Ruang
Inkubasi
Tanaman tumbuh di lingkungan
alaminya pada suhu yang berbeda antara
149
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
alat untuk mengukur suhu, sedangkan
higrometer merupakan alat untuk
mengukur kelembaban. Dengan kedua
alat tersebut dicek berapa suhu dan
kelembaban yang terukur di ruangan
tersebut. Tinggi rendahnya kelembaban,
dipengaruhi oleh suhu, yaitu berbanding
lurus dengan suhu. Pada suhu yang
rendah kelembaban juga rendah, dan
sebaliknya pada suhu yang tinggi
kelembaban juga tinggi.
Gambar 10.5 Lux Meter Cahaya di dalam ruang inkubasi
(Sumber: https://www.google.com/search?q=lux+meter& bersumber dari lampu TL 36-40 watt
safe=strict&hl=id&authuser=0&source=lnms&tbm=isch&sa) yang dipasang pada rak kultur. Intensitas
cahayanya dapat diukur dengan
menggunakan lux meter. Lamanya
pencahayaan perlu diatur sesuai
kebutuhan eksplan dan jenis tanaman
menggunakan timer. Timer merupakan
alat untuk mengatur lamanya
pencahayaan eksplan oleh lampu TL
yang terpasang pada rak kultur.
Pengecekan timer dilakukan dengan
cara melihat apakah pengaturannya
sudah sesuai dengan kebutuhan.
Lamanya pencahayaan umumnya adalah
14-16 jam dan untuk mengatur lamanya
pencahayaan digunakan timer yang
diatur sesuai kebutuhan.
B. Teknik Pengendalian Ruang Kultur Jaringan
1. Pemberian Nomor Rak Kultur Ruang
Inkubasi
Gambar 10.6 Timer Rak kultur adalah tempat
(Sumber: https://www.google.com/search?safe=strict&hl= penyimpanan kultur in vitro tanaman
id&authuser=0&biw=1280&bih=610&tbm=isch&sa) yang sedang diperbanyak atau
diproduksi berupa rak terbuka. Tiang rak
Agar kondisi lingkungan di dalam kultur sebaiknya terbuat dari besi, bisa
ruang inkubasi tetap stabil sesuai besi bulat maupun besi siku berlubang
dengan yang dibutuhkan, maka perlu yang sudah dicat agar tidak mudah
dilakukan pengecekan secara periodik. berkarat. Rak kultur sebaiknya tidak
Untuk memudahkan pengecekan terbuat dari kayu dikarenakan bahan
tersebut di dalam ruang inkubasi kayu mudah lapuk dan bisa menjadi
diletakkan peralatan-peralatan tempat tumbuhnya jamur. Ukuran rak
pendukung yaitu termometer maximum- yang paling optimal adalah lebar 0,65
minimum, higrometer dan timer. meter, panjang 1,5 meter dan tinggi 2,5
Termometer maximum-minimum adalah
150
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
meter. Satu buah rak terdiri atas 6-7 pertumbuhannya. Penataan botol kultur
lapisan dengan jarak antar lapisan rak juga akan memudahkan dalam
sekitar 30-40 cm. Setiap lapisan rak memonitor lokasi penempatan inokulum
kultur diberi pencahayaan lampu TL 36- di rak kultur sesuai kelompok
40 watt sebanyak 2 buah. Lama komoditasnya dan fase pertumbuhan
penyinaran lampu diatur sesuai kultur.
kebutuhan menggunakan timer.
Gambar 10.7 Desain Rak Kultur di Ruang Inkubasi Gambar 10.8 Contoh Desain Penataan Botol Kultur di Rak Kultur
(Sumber: https://www.google.com/search?safe=strict&hl=id& (Sumber: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2018)
authuser=0&biw=1280&bih=610&tbm=isch&sa)
3. I d e n t i f i k a s i I n o k u l a n y a n g
Rak-rak kultur di ruang inkubasi dapat Terkontaminasi
diberi nomor berdasarkan kodefikasi
yang berlaku di tiap tempat Kontaminasi merupakan
(laboratorium/perusahaan). Kodefikasi permasalahan mendasar yang sering
ini berfungsi untuk memudahkan terjadi pada kultur in vitro. Kondisi
pengorganisasian data-data yang media kultur yang mengandung sukrosa
dikumpulkan terutama memudahkan dan hara, serta kelembaban dan suhu
untuk memonitor lokasi penempatan yang relatif tinggi, memungkinkan
inokulum di rak kultur sesuai kelompok mikroorganisme seperti spora jamur
komoditas dan fase pertumbuhan kultur. yang tumbuh dan berkembang dengan
pesat. Kontaminasi pada kultur in vitro
2. Penataan Botol Kultur Ruang Inkubasi dapat berasal dari udara, eksplan, baik
secara eksternal maupun internal,
Penataan botol-botol kultur pada rak, organisme kecil yang masuk ke dalam
diatur berdasarkan kelompok : jenis media, seperti semut, botol kultur serta
tanaman, kultivar/varietas, tahapan alat-alat yang kurang steril, lingkungan
kultur dan perlakuan khusus lainnya. kerja dan ruang kultur yang kurang
Pengelompokkan diperlukan agar tidak aseptis, serta kecerobohan dalam
terjadi kekeliruan pada tahap bekerja. Setiap inokulum eksplan
selanjutnya. Botol kultur diatur dengan memiliki tingkat kontaminasi
jarak antar botol tidak terlalu rapat dan permukaan yang berbeda tergantung
jumlah disesuaikan tergantung kapasitas dari : jenis tumbuhannya, bagian
rak agar inokulum dapat memperoleh tumbuhan yang dipergunakan,
intensitas cahaya yang optimum untuk morfologi permukaan (misalnya berbulu
atau tidak), lingkungan tumbuhnya
(green house atau lapang), musim waktu
pengambilan (musim penghujan atau
musim kemarau), umur tumbuhan
151
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
(seedling atau tumbuhan dewasa) serta a. K o n t a m i n a s i e k s t e r n a l a t a u
kondisi tumbuhannya (sehat atau sakit). kontaminasi permukaan
Identifikasi inokulan yang Biasanya disebabkan oleh
terkontaminasi di dalam ruang inkubasi mikroorganisme yang berasal dari
perlu dilakukan secara berkala terutama luar eksplan. Respon kontaminasi
untuk mengontrol ada tidaknya eksternal ini sangat cepat karena
kontaminasi pada inokulan. mikroorganismenya berada pada
Mikroorganisme penyebab kontaminasi permukaan eksplan. Kontaminasi
dapat berupa bakteri, fungi, protozoa, permukaan dapat diminimalisir atau
serangga, virus dan lain-lain. dapat diatasi dengan cara :
Kontaminasi oleh fungi ditandai dengan
munculnya benang-benang halus yang - Karantina tanaman induk di dalam
berwarna putih, abu-abu atau hitam, greenhouse
yang merupakan miselium fungi. fungi
dapat menginfeksi jaringan secara - Pencucian menggunakan berbagai
sistemik sehingga lama kelamaan dapat perlakuan bahan kimia dan durasi
menyebabkan jaringan eksplan akan sterilisasi
mati. Selain itu, kontaminasi oleh bakteri
ditandai dengan munculnya bercak- - Sterilisasi kontak dengan menyikat
bercak berlendir pada media atau eksplan dengan sikat halus
eksplan. Bercak tersebut biasanya
berwarna putih atau merah yang - Jika permukaan tanaman ditutupi
membentuk koloni bakteri. Kontaminasi oleh rambut atau sisik,
bakteri agak sulit dideteksi karena menggunakan detergen dan
kebanyakan kontaminasi berasal dari digoyang–goyang untuk
jaringan eksplan itu sendiri dan tidak mengilangkan gelembung udara
memiliki tanda-tanda (symptom). yang mungkin mengandung
Kontaminasi menyebabkan multiplikasi mikroorganisme
tanaman terhambat, perakaran yang
tidak baik (akar membusuk), dan dapat -Penggunaan kombinasi bahan
menyebabkan tanaman mati. Bakteri sterilan
yang mengkontaminasi kultur tanaman
berasal dari eksplan, lingkungan b.Kontaminasi internal
laboratorium, operator, dan teknik
sterilisasi yang kurang efektif. Bakteri Kontaminasi yang disebabkan oleh
yang mampu berasosiasi dengan mikroorganisme yang berasal dari
tanaman disebut bakteri endofit. eksplan yang tumbuh dan
Mikroorganisme endofit sulit untuk berkembang secara bertahap dalam
didesinfeksi dengan cepat karena proses kondisi in vitro. Pertumbuhan dan
penyebaran dan pertumbuhan perkambangan mikroorganisme
mikroorganisme endofit seiring dengan internal biasanya muncul beberapa
pertumbuhan tanaman itu sendiri. minggu/bulan setelah di kultur.
Kontaminasi internal dapat
Ada dua istilah dalam permasalahan diminimalisir atau dapat diatasi
kontaminasi, yaitu kontaminasi dengan cara :
eksternal dan kontaminasi internal.
- Karantina tanaman induk di dalam
greenhouse
- Menggunakan HgCl2, antibiotik dan
fungisida sistemik, misalnya
antibiotika alami yaitu propolis atau
antibiotika sintetik yaitu Plant
152
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
Preservative Mixture (PPM), bahwa botol-botol kultur itu bersih
cefotaxime, ceftriaxone, sebelum dilakukan destruksi. Hal ini
chlorampenicol, rifampicin, dan bisa saja terdapat bakteri atau
lain-lain mikroorganisme yang dapat
membahayakan diri kita. Proses ini
- Penggunaan kombinasi bahan umumnya dilakukan dengan
sterilan. memasukkan semua botol-botol
kultur berisi inokulum yang
4.Prosedur Penanganan Inokulan terkontaminasi oleh mikroorganisme
Terkontaminasi ke dalam autoklaf khusus, kemudian
disterilisasi pada suhu 121°C selama
Penanganan inokulan dalam botol- 30 menit. Apabila telah selesai, semua
botol yang sudah terkena kontaminasi botol-botol kultur berisi media dan
oleh jamur atau bakteri bertujuan inokulum yang terkontaminasi oleh
untuk meminimalkan penyebaran mikroorganisme (yang telah cair)
kontaminan ke inokulum-inokulum segera di buang ke pembuangan
yang sehat di dalam botol kultur yang umum, kemudian botol-botol kultur
lain. Hal ini disebabkan spora jamur dicuci bersih dengan air sabun. Botol-
yang sudah berkembang dengan botol kultur tersebut sebelum
ukuran sangat kecil dan ringan mudah digunakan harus dilakukan proses
sekali berhamburan atau sterilisasi lagi dalam autoklaf pada
diterbangkan oleh hembusan udara. suhu 121°C selama 30 menit.
Selain itu media kultur mengandung
gula dalam konsentrasi tinggi, yang Prosedur penanganan botol-botol
dapat mendukung pertumbuhan kultur dengan inokulan yang
bakteri atau jamur dan umumnya terkontaminasi juga dapat dilakukan
tumbuh lebih cepat daripada tanaman melalui proses penyelamatan kultur.
yang dikulturkan. Oleh karena itu Prosedur ini dapat dilakukan jika
kultur in vitro tanaman akan mati tumbuhnya kontaminan jamur atau
karena kekurangan unsur hara atau bakteri di media kultur masih sedikit
karena efek toksik dari metabolit dan tumbuhnya kontaminan di media
sekunder yang dihasilkan jaringan bukan pada permukaan inokulan.
tanaman pada saat terserang penyakit. Sebaliknya, jika tumbuhnya
kontaminan jamur atau bakteri di
Prosedur penanganan botol-botol media kultur sudah luas atau di
kultur dengan inokulan yang permukaan inokulan maka harus
terkontaminasi dapat dilakukan dilakukan proses destruksi atau
melalui proses destruksi. Proses pemusnahan. Proses penyelamatan
destruksi merupakan proses kultur dilakukan dengan cara
pemusnahan pada inokulum dalam memindahkan inokulan ke media
botol-botol kultur yang telah kultur baru yang steril secara aseptis di
terkontaminasi oleh mikroorganisme laminar air flow cabinet. Proses
sebelum dilakukan pencucian. Proses pemindahan dilakukan secara hati-
destruksi ini penting untuk dilakukan hati agar kontaminan tidak tersebar.
dengan tujuan untuk membersihkan
semua mikroorganisme yang terdapat
pada botol-botol kultur yang telah
digunakan pada proses kultur in vitro.
Karena kita tidak dapat memastikan
153
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
Praktik
A. Acara : Menyiapkan laboratorium 3. Membuat ringkasan tentang cara kerja
pertumbuhan kultur peralatan yang ada di ruang
jaringan pertumbuhan kultur jaringan
B. Tujuan : Kegiatan ini bertujuan agar peserta (Sumber: https://mhasybiizzadin.
didik mampu mengetahui blogspot.com/2017/03/pengenalan-
laboratorium pertumbuhan kultur laboratorium-kultur-jaringan.html)
jaringan dan mengenal secara
langsung alat-alat yang digunakan
dalam kegiatan kultur jaringan.
C. Alat dan Bahan :
Alat yang diperlukan dalam kegiatan ini Teknik Pengendalian Ruang Pertumbuhan
adalah: Kultur Jaringan Tanaman
1. Ruangan Lab
2. Termometer Pengendalian ruang kultur jaringan salah
3. Lux meter satunya dapat melakukan pemberian nomor
4. Air Conditioner (AC ) rak kultur jaringan . Penomoran tersebut
5. Higrometer berdasarkan kodefikasi yang berlaku di tiap
6. Timer tempat (laboratorium/perusahaan). Kodefikasi
Bahan yang dipergunakan dalam kegiatan ini berfungsi untuk memudahkan
ini adalah : pengorganisasian data-data yang
1. Kertas dikumpulkan terutama memudahkan untuk
2. Alat tulis memonitor lokasi penempatan inokulum di rak
kultur sesuai kelompok komoditas dan fase
pertumbuhan kultur.
D. Keselamatan dan Keesehatan Kerja
Keselamatan dan kesehatan kerja yang
perlu dilakukan pada waktu melakukan
praktik kerja ini adalah:
1. Bertindak berdasarkan sikap kerja yang
sudah ditetapkan sehingga diperoleh
hasil seperti yang diharapkan, jangan
sampai terjadi kesalahan karena ketidak-
telitian dan tidak taat asas.
2. Waktu menggunakan alat mengikuti (Sumber:http://bibitjatikulturjaringan.blogspot.com/2018/01/normal-
petunjuknya masing-masing yang sudah 0-false-false-false-en-us-x-none.html)
ditetapkan.
Penataan botol-botol kultur pada rak, diatur
3. M e n g g u n a k a n b a j u p r a k t i k , berdasarkan kelompok : jenis tanaman,
mendengarkan dan memperhatikan kultivar/varietas, tahapan kultur dan
perlakuan khusus lainnya. Pengelompokkan
E. Langkah Kerja diperlukan agar tidak terjadi kekeliruan pada
tahap selanjutnya. Botol kultur diatur dengan
1. Mengamati dan membuat sketsa masing- jarak antar botol tidak terlalu rapat dan jumlah
masing ruangan
2. Membuat gambar alat yang ada pada
masing-masing ruangan
154
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
disesuaikan tergantung kapasitas rak agar umumnya berkisar antara 22–25oC.
inokulum dapat memperoleh intensitas cahaya
yang optimum untuk pertumbuhannya. 3. K o m p o n e n c a h a y a y a n g d a p a t
Penataan botol kultur juga akan memudahkan mempengaruhi pertumbuhan kultur di
dalam memonitor lokasi penempatan ruang inkubasi adalah panjang gelombang
inokulum di rak kultur sesuai kelompok cahaya, intensitas cahaya dan lama
komoditasnya dan fase pertumbuhan kultur. pencahayaan (foto periodisme).
Untuk lebih membuka dan memperluas 4. Kelembaban relatif ruang inkubasi
pemahaman peserta didik tentang merupakan faktor yang sangat menentukan
kompetensi teknik pengendalian ruang keberhasilan kultur in vitro berbagai
pertumbuhan kultur jaringan tanaman dapat spesies tanaman. Kelembaban relatif di
membuka Salah satu website yang dapat kalian dalam ruang inkubasi sekitar 70 %, namun
kunjungi untuk menambah wawasan dan umumnya kebutuhan kelembaban di dalam
pemahaman kalian tentang kultur jaringan: botol kultur mendekati 90 %.
http://detiktani.blogspot.com/2013/06/pena
taan-ruang-laboratorium-kultur.html 5. Termometer maximum-minimum adalah
alat untuk mengukur suhu, sedangkan
higrometer merupakan alat untuk
mengukur kelembaban.
6. Intensitas cahayanya dapat diukur dengan
menggunakan lux meter. Lamanya
pencahayaan perlu diatur sesuai kebutuhan
eksplan dan jenis tanaman menggunakan
timer.
7. Teknik pengendalian ruang kultur jaringan
dengan pemberian nomor rak kultur ruang
inkubasi, penataan botol kultur ruang
inkubasi, identifikasi inokulum yang
teridetifikasi, dan prosedur penanganan
innokulan terkontaminasi.
1. Persyaratan kondisi lingkungan ruang Salah satu pendukung keberhasilan
inkubasi adalah dengan memperhatikan pelaksanaan Teknik inokulasi bahan tanam
berbagai faktor yang sangat berpengaruh dengan baik dan benar. Tugas anda dalam
terhadap pertumbuhan eksplan di ruang rangka tahan inokulasi eksplan adalah
inkubasi adalah suhu, cahaya, dan sebagai berikut.
kelembaban.
1. Membuat kumpulan tulisan berupa
2. Suhu yang dibutuhkan untuk mendukung rangkuman informasi tentang
pertumbuhan kultur yang optimum pengendalian ruang pertumbuhan kultur
jaringan tanaman yang ada di sekitarmu.
2. Melakukan kegiatan lanjutan dengan
melakukan pengamatan terhadap
155
pengendalian ruang kultur yang ada. A. Pilihan Ganda
Tugas dikerjakan dalam bentuk laporan
dengan format yang disepakati dengan guru Pilihlah salah satu pilihan jawab yang
pengampu.A. Pilihan Ganda paling tepat dengan memberikan tanda
silang (X) pada pilihan A, B, C, D, atau E!
penilaian harian
1. Zat pengatur tumbuh sitokinin sangat
1. Mengapa diperlukan identifikasi inokulan berperan pada tahap induksi tunas
secara berkala? dengan sitokinin adalah ....
2. Mengapa kontaminasi sering terjadi pada a. Kinetin
kultur in vito dan jelakan ciri-ciri inokulan
yang terkontaminasi! b. ZPT
3. Kegiatan dalam memonitor kondisi botol c. BA
kultur yang terkontaminasi dapat
memisahkan dan mengeluarkan inokulun d. Auksin
yang terkontaminasi dari ruang inkubasi
secara efisien dengan cara? e. NAA
4. Kegiatan dalam prosedur penanganan 2. Media yang paling baik untuk induksi
botol-botol kultur inokulen yang tunas in vitro pisang adalah ....
terkontaminasi dapat dilakukan melalui
proses distruksi. Jelaskan proses distruksi a. Media MS padat dengan ZPT ditambah
tersebut! media MS cair mengandung BAP atau
Kinetin
5. Mengapa diperlukan penataan botol kultur
di ruang inkubasi? b. Media MS padat tanpa ZPT ditambah
media MS cair mengandung BAP atau
Setelah mempelajari bab sepuluh ini, Anda Kinetin
tentu menjadi paham tentang konsep dasar
tentang Teknik pengendalian ruang c. Media MS padat tanpa ZPT ditambah
pertumbuhan kultur jaringantanaman. Dari media MS cair mengandung NAA
semua materi yang sudah dijelaskan pada bab
sepuluh ini, mana yang menurut Anda paling d. Media MS padat tanpa NAA ditambah
sulit dipahami? Coba Anda diskusikan dengan media MS cair mengandung ZPT
teman maupun guru Anda, karena konsep dasar
ini akan menjadi pondasi dari materi-materi e. Media MS padat tanpa NAA ditambah
yang akan dibahas di bab-bab selanjutnya. media MS cair mengandung BAP atau
Kinetik
3. Jenis sitokinin yang sering dipakai
adalah …
a. TDZ
b. GA3 (Gibberelic acid)
c. Zeatin
d. Fenilurea
e. BA (Benzil Adenin)
4. Auksin sintentis yang sering digunakan
adalah…
a. IBA
b. IAA (Indole Acetic Acid)
c. NAA (Napyhalene Acetic Acid)
d. BA (Benzil Adenin)
156
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
5. Morfogenesis eksplan pada kultur tahun akan menghasilkan tanaman ....
jaringan tanaman selalu tergantung dari
interaksi auksin dan sitokibib . hal a.161
tersebut berdasarkan prinsip
keseimbangan auksin dan sitokinin b.1610
dari…
c. 16100
a.Le Chatelier (1884)
d.161000
b.Haberlandt (1902 )
e.1610000
c. Robbins (1922)
10.Untuk ukuran laboratorium 250 m2 bibit
d.Skoog dan Miller (1957) yang dapat diproduksi tiap tahun adalah
...
e.Horch (1986)
a.400-500 planlet
6. Inisasi merupakan proses suatu kegiatan
kultur jaringan. Inisiasi dapat dilakukan b.400-5000 planlet
melalui ..
c.400-50000 planlet
a. Batang
d.400-500000 planlet
b.Kambium
e.400-5000000 planlet
c. Biji
11.Untuk memperoleh eksplan dengan
d.Tunas pertumbuhan dan perkembangan yang
optimal diperlukan kondisi lingkungan
e. Akar yang baik. Faktor apa saja yang
mempengaruhi pertumbuhan eksplan ....
7. Multiplikasi tunas dapat diperoleh
dengan beberapa cara, Potensi terbesar a.Air, Kelembaban dan Angin
multiplikasi adalah melalui ....
b.Air, Suhu dan Kelembaban
a.Ujung tunas
c.Cahaya, Udara dan Kelembaban
b.Tunas lateral
d.Suhu, Cahaya dan Kelembaban
c.Tunas adventif
e.Udara, Cahaya, dan Angin
d.Embryogenesis somatik
12.Suhu yang dibutuhkan untuk
e.Akar mendukung pertumbuhan kultur yang
optimum berkisaran antara ....
8. Tunas yang sudah ada tidak akan tumbuh
pada kondisi normal karena dihalangi a.22-25°C
oleh daun atau dominasi aoikal.
Dominasi apikal dapat diatasi dengan ... b.18-21°C
a.Pembuangan ujung tunas c. 15-18°C
b.Perlakuan hormon d.25-27°C
c.Perlakuan auxin e.27-30°C
d.Perlakuan giberelin 13.Agar supaya kondisi lingkungan inkubasi
tetap stabil diperlukan perlatan
e.Perlakuan etilen pendukung seperti termometer
maximum-minimum adalah alat untuk
9. Jumlah tanaman yang diproduksi dari mengukur suhu, sedangkan higrometer
masing-masing eksplan berbeda pada merupakan alat untuk mengukur
kondisi kultur yang berbeda. Pada kelembaban. Tinggi rendahnya
strowberi dari satu eksplan dalam satu kelembaban, dipengaruhi oleh suhu
157
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
yaitu berbanding lurus dengan suhu c. 50%-70%
yang artinya ....
d. 70%-90%
a.Pada suhu yang tinggi kelembaban
rendah. e. 80%-90%
b.Pada suhu yang rendah kelembaban 16.Rak kultur merupakan tempat untuk
rendah. menyimpan kultur in vitro tanaman yang
sedang diperbanyak atau diproduksi
c. Pada suhu yang rendah kelembaban berupa rak terbuka. Rak-rak tersebut
tinggi dapat diberi nomor berdasarkan
kodefikasi yang berlaku di tiap tempat.
d.Pada cahaya yang tinggi kelembaban Fungsi dari kodefikasi tersebut adalah
tinggi ....
e.Semua jawaban benar a.Memudahkan pengorganisasian data-
data yang dikumpulkan
14.Cahaya diruang inkulbasi bersumber
dari lampu TL 36-40 watt yang dipasang b.Memudahkan untuk memoniitor lokasi
pada rak kultur jaringan. Intesitas cahaya penempatan inokulum
dapat diukur dengan menggunakan lux
meter. Lamanya pencahayan perlu c.Memudahkan dalam penghitungan
diatur sesuai kebutuhan eksplan dan jumlah tanaman kultur
jenis tanaman menggunakan timer.
Timer merupakan alat untuk mengatur d.Memudahkan dalam penataan kultur
lamanya pencahayaan ekplan oleh jaringan sesuai kelompok dan
lampu TL yang terpasang pada rak kultur. komoditas
Pengecekan timer dilakukan dengan
cara melihat apakah pengaturannya e.Memudahkan monitoring
sudah sesuai dengan kebutuhan.
Lamanya pencahayaan umumnya 17.Desain rak kultur jaringan dibuat kokoh
adalah.... agar dapat menampung tanaman kultur,
sehingga bahan yang digunakan untuk
a.10-12 jam membuat rak tersebut sebaiknya terbuat
dari ....
b. 12-14 jam
a.Bambu
c.14-16 jam
b.Besi
d. 16-18 jam
c. Kayu
e.18-20 jam
d.Plastik
15.Kelembaban relatif ruang inkulbasi
merupakan faktor yang sangat e.Pipa
menentukan keberhasilan kultur in vitro
berbagai sepesies tanaman. Kondisi 18.Penataan botol-botol kultur agar tidak
kelembaban di dalam botol kultur yang terjadi kekeliruan pada tahapan
terlalu tinggi dapat menyebabkan selanjutnya perlu diatur dan akan
pertumbuhan tanaman yang abnormal. memudahkan dalam memonitor lokasi
Kelembaban relatif di dalam ruang penempatan inokulum di rak kultur
inkubasi umunya adalah .... sesuai kelompok komoditasnya dan fase
pertumbuhan kultur, maka pentaan
a. 25%-35% botol sebaiknya berdasarkan ....
b.40%-50% a. Besar kecilnya tanaman
b.Bentuk botol
c. Jenis tanaman
158
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
d.Penanggalan 1)M e m i l i k i s i f a t u n g g u l d a l a m
produktifitas dan ketahanan terhadap
e.Warna serangan organisme penggangu
tanaman
19.Perhatikan pernyataan di bawah ini!
2)Nama varietas tanaman induk dan asal-
1)Karantina tanaman induk didalam usulnya (nama pemilik, tempat asal)
greenhouse harus jelas, sehingga memudahkan
pelacakannya
2)Pencucian menggunakan berbagai
perlakuan bahan kimia durasi 3)T a n a m a n i n d u k m e m i l i k i n i l a i
sterilisasi ekonomis agar biaya investasi alat
dan biaya produksi bibit secara kultur
3)Sterilisasi kontak dengan menyikat jaringan yang cukup tinggi dapat
eksplan dengan sikat halus cepat tercapai
4) Jika permukaan tanaman ditutupi oleh 4)Ditanam di tempat yang terpisah dari
rambut atau sisik, menggunakan tanaman lain yang dapat menjadi
dtergen dan digoyang-goyang untuk sumber penularan penyakit atau
menghilangkan gelembung udara penyerbukan silang, terutama untuk
yang mungkin mengandung tanaman induk yang dapat
mikroorganisme diperbanyak secara generatif.
5) Penggunaan kombinasi bahan sterilan 5)Digunakan dalam hairy root culture
yaitu kultur dari eksplan akar untuk
Cara-cara diatas merupakan memproduksi bahan metabolit
penyelesaian permasalahan sekunder dari akar tanaman.
kontaminasi ....
Tanaman induk yang digunakan sebagai
a. Eksternal sumber bahan tanam/eksplan untuk
produksi bibit secara kultur jaringan
b. Internal harus memenuhi persyaratan diatas
yaitu pada nomor ....
c. Instan
a. 1), 2), 3) dan 4)
d. Manual
b. 2), 3), 4) dan 5)
e. Mekanik
c. 1), 2), 3) dan 5)
20.Penyelesaian kontaminasi yang
disebabkan oleh mikro organisme yang d. 1), 3), 4) dan 5)
berasal dari eksplan yang tumbuh dan
berkembang secara bertahap dalam e. 1), 2), 4) dan 5)
kondisi in vitro dapat menggunakan
HgCl2, antibiotik alami yaitu propolis 22.Pembentukan tunas atau akar adventif
atau antibiotik sintetik yaitu Plant baik inisiasi langsung dari eksplan
Preservative Mixture (PPM),cefotaxime, maupun inisiasi dari jaringan kalus
ceftriaxone, chlorampenicol, rifampicin melalui ....
disebut kontaminasi ....
a.Teknik kultur batang
a. Eksternal
b.Teknik kultur tunas
b. Internal
c. Teknik kultur tanaman induk
c. Instan
d.Teknik Organogenesi
d. Manual
e.Teknik somatik embryogenesis
e. Mekanik
21.Perhatikan pernyataan di bawah ini :
159
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
23.Tanaman induk adalah tanaman pilihan stainless
yang digunakan sebagai sumber bahan
tanam/eksplan baik itu tanaman kecil e. alkohol 70 %, Alkohol 90 %, tissue
ataupun tanaman besar yang sudah steril
produktif yang berasal dari biji atau hasil
perbanyakan ... 27.Bahan yang digunakan dalam inokulasi
eksplan yaitu ...
a. Generatif
a. Pinset, skalpel, mata piasau
b.Vegetatif
b.Gunting, laminar air flaw, alkohol 70 %
c. Tunggal
c. Tissue steril, kertas steril, alkohol 95 %
d. Ganda
d.Petridish , lampu bunsen, mangkuk
e. Individu stainless
24.Penyemprotan fungisida dan e. alkohol 70 %, Alkohol 90 %, tissue
bakterisida pada saat tunas aksiler mulai steril
tumbuh untuk menjaga tunas yang
tumbuh terbebas dari penyakit jamur 28.Laminar atau entkas merupakan meja
atau bakteri dilakukan sebanyak ... kerja steril tempat inokulasi eksplan
maka untuk menciptakan kondisi aseptis
a. 1 kali seminggu laminar atau entkas perlu disterilisasi
terlebih dahulu dengan cara ...
b. 2 kali seminggu
a. Menggunakan alkohol 70 %
c. 3 kali seminggu
b.Menggunakan perlakuan udara panas
d. 4 kali seminggu (121˚C) di oven
e. 5 kali seminggu c. Menggunakan perlakuan udara panas
(121˚C) di autoklaf
25.Eksplan yang biasanya digunakan untuk
penanaman kultur melalui d.Menyalakan lampu ultra violet (UV)
organogenesis (pembentukan organ
tanaman secara langsung maupun tidak e. Menggunakan Formalin 10 %
langsung) dan embriogenesis
(pembentukan embrio tanaman secara 29.Alat-alat diseksi, peralatan glassware,
langsung maupun tidak langsung) yaitu kertas buram dan tissue sebelum
... digunakan untuk kegiatan inokulasi
eksplan perlu dilakukan sterilisasi
a. Biji terlebih dahulu dengan ...
b. Bagian reproduktif tanaman a. Menggunakan alkohol 70 %
c. Organ b. Menggunakan perlakuan udara panas
(121˚C) di oven
d. Protoplas
c. Menggunakan perlakuan udara panas
e. Batang (150˚C) di autoklaf
26.Peralatan dan bahan yang diperlukan d. Menyalakan lampu ultra violet (UV)
dalam kegiatan inokulasi eksplan
diantaranya adalah alat diseksi yaitu ... e. Menggunakan Formalin 10 %
a. Pinset, skalpel, mata piasau 30.Kelemahan dari sterilisasi secara basah
pada alat-alat diseksi seringkali
b.Gunting, laminar air flaw, alkohol 70 % menimbulkan ...
c. Tissue steril, kertas steril, alkohol 95 % a.Bau tidak sedap
d.Petridish , lampu bunsen, mangkuk b.Perubahan warna
160
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
c. Munculnya jamur
d. Menimbukan karat
e. Membuat alat menjadi tajam
B. Uraian
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di
bawah ini dengan benar!
1. Jelaskan sterilisasi secara fisik pada
eksplan tanaman pisang!
2. Jelaskan kelemahan sterilisasi secara
basah pada alat diseksi!
3. Mengapa komposisi media kultur sangat
mempengaruhi keberhasilan tahapan
penggandaan atau multiplikasi
inokulum?
4. Mengapa kontaminasi sering terjadi
pada kultur in vito dan jelaskan ciri-ciri
inokulan yang terkontaminasi!
5.Mengapa diperlukan identifikasi inokulan
secara berkala!
Setelah mempelajari bab ketujuh sampai
kesepuluh ini dan mengerjakan evaluasi
semester genap, cobalah refleksi diri Anda
mengenai materi pada satu semester ini,
apakah masih ada materi yang belum
dimengerti? Adakah yang masih ingin
ditanyakan pada guru pengampu? Jika iya,
diskusikan dengan teman maupun guru Anda.
Sampaikan juga kekurangan atau kelebihan
kegiatan pembelajaran selama satu semester
ini kepada guru pengampu untuk perbaikan
kegiatan pembelajaran ke depan.
161
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
2,4 – D: 2,4 – dichlorophenoxyacetic acid tanaman dengan agen sterilisasi
2Ip: 6-[у,у-dimethylallylaminopurine
Diferensiasi: istilah yang digunakan untuk
ABA abscisic acid: yaitu hormon tanaman yang menggambarkan pembentukan berbagai
berperan penting pada dominasu dan tipe sel, akar, pucuk, embrio, ataupun
senesen organ lain yang berbeda didalam kultur
kalus atau kultur sel
Adventif: sifat yang menunjukan
perkembangan struktur dari posisi yang Diferensiasi sel: suatu proses yang
tidak normal, misalnya pucuk yang keluar mengakibatkan sel-sel memiliki fungsi-
dari akar atau daun dari kalus. fungsi yang spesifik
Aerob: hidup tergantung pada ketersediaan EDTA Ethylene: suatu senyawa pelekat yang
oksigen mengikat besi, namun besiDiamine Tetra
Acetic
Agar: produk yang terbuat dari alga yang
digunakan untuk memdatkan medium Efisiensi penanaman: presentase sel yang
kultur jaringan ditanamankan (dikulturkan) dan tumbuh
(planting efficiency ) menjadi koloni sel
Air deionisasi: air yang bebas dari senyawa-
senyawa organik Eksplan: organ atau sepotong jaringan yang
digunakan untuk memulai kultur
Air kelapa: endosperm cari pada kelapa
Embrio t a n a m a n y a n g s a n g a t m u d a ,
Air suling: air yang dihasilkan melalui proses berkembang didalam gemetofit betina
penyulingan. Air suling tidak mengandung dengan atau tanpa pembuahan
senyawa-senyawa organik mauppun
anorganik Erlenmeyer: Suatu wadah kultur berbentuk
kerucut dengan bagian bawahanya datar
Aksenik: tidak mengalami kontaminasi atau
bebas dari kontaminasi asing Fenotip: karakteristik suatu organ yang tampak
karena inteaksi antara genotip dengan
Aksilar: berkembang dari ketiak daun, misalnya lingkungannya
tunas aksilar
Habitusasi: kemampuan sel-sel untuk tumbuh
Alkohol: etil alkohol (C_2 H_5 〖OH)〗_2 tanpa adanya hormon tanaman setelah
disebut pula etanol dikulturkan untuk jangka waktu yang
panjang pada medium yang mengandung
Asepsis: tanpa infestasi atau kontaminasi hormon tanaman.
mikroorganisme
Herdening off: aklimitasi tanaman in vitro
Aseptik: bebas dari segala bentuk secara bertahap kekondisi in vivo ,
mikroorganisme (jamur, bakteri, ragi, misalnya dengan pengurangan tingkat
virus, mikoplasma, dan sebagainya) kelembapan secara berkala
Auksin: hormon yang menyebabkan IAA : indole-3-acetic acid (asam indol asetat)
pemanjangan sel, dominasi pucuk dan
inisiasi akar, misalnya asam indol asetat IBA: indole-3-butyric acid (asam indol butritat )
(IAA)
In vivo: secara harafiah berarti ' di dalam
BA atau BAP : b e n z y l a d e n i n a t a u 6 - kehidupan ' diterpkan pada setiap proses
benzylaminopurine yang terjadi di dalam organisme utuh;
tanaman utuh yang tumbuh baik di rumah
Deterjen : senyawa yang berfungsi kaca maupun di lapangan
menurunkan tegangan permukaan
larutan. Detergen digunkan untuk Induksi: inisiasi suatu proses tertentu yang
meningkatkan kontak anatar bahan menghasilkan perkembangan organ,
162
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
misalnya induksi akar, pucuk, dan bunga Medium dasar: suatu medium yang
mengandung hara organik dan anorganik
Inisiasi: pembentukan struktur organ, seperti namun tanpa zat adiktif seperti zat
primordia akar atau pucuk pengatur tumbuh
Inokulasi: meletakan inokulum di dalam atau Medium nutrisi: kombinasi hara organik,
pada medium butrisi anorganik dan air dalam bentuk cair
maupun padat
Jumlah subkultur: jumlah berapa kali sel-sel,
kalus, atau eksplan secara umum Medium padat: medium nutrisi yang
dipindahkan dari wadah ke wadah baru dipadatkan misalnya dengan agar
dengan medium segar.
Meristemkelompok: sel yang sedang aktfi
Kontaminan: mikroorganisme tumbuh yang dilokalisir dari jaringan
permanen, misalnya akar, pucuk, daun
Kultur: menumbuhkan sel, jaringan, organ, atau bunga
ataupun keseluruhan tanaman di dalam
medium steril dan kondisi aseptik, Meristem pucuk: meristem yang terletak pada
misalnya kultur sel, kultur embrio, kultur bagian ujung pucuk utama atau pucuk
ujung pucuk, kultur antera, dan laterla
sebagainya.
Meristematik: memiliki karakteristik meristem
Kultur aseptik: kultur jaringan atau organ pada
medium bebas bakteri, jamur atau Mikropropogasi: perbanyakan tanaman
mikroorganisme seksual atau vegetatif secara in vitro
Kultur jaringan: istilah umum yang mengacu MS: Murashige dan Skoog (1962)
pada semua bentuk kultur aseptik jaringan NAA: α-naphthaleneacetic acid
tanaman ataupun hewan
Nodus: bagian pada batang yang dihasilkan
Kultur nodus tunggal: kultur tunas lateral yang dari kultur jaringan yang memperlihatkan
terpisah –pisah ,masing-masing terdiri keraga,mman yaitu suatu muatan
atas sepotong jaringan batang
Otoklaf: alat yang digunakan untuk
Kultur sel: upaya menumbuhkan sel secara in mesnterilakan medium, gelas, dan lain-
vitro lain dengan memanfaatkan uap
bertekanan tinggi
Kultur suspensi: sel atau agregat sel yang
dikulturkan di dalam medium cair Penggojok rotari: alat yang berputar dimana
wadah erlenmeyer berisi medium cairan
Laminar Air Flaw: kontak yang digunakan untuk diletakan dan digojok
inokulasi eksplan , LAFC
Petri ( cawan petri ): cawan datar berbrntuk
Magnetic stirrer: pengaduk bermagnet, yaitu bundar yang terbuat dari gelas atau bahan
suatu alat yang terdiri atas pemanas dan sintetik dan memiliki tutp
magnet aynag berputar, alat unu
digunakan untuk memanaskan, misanlnya Ph: nilai logaritma negatif dari konsntrasi ion
medium didalam gelas piala yang ion hidrogen
diletakan di atasnya, dalam gelas piala
dimasukan sebatang besi berselaput Planlet: pucuk kecil yang berakar atau lebih
plastik yang berputar mengaduk medium. embrio pada suatu biji atau
Berputarnya besi tersebut disebabkan perkembangan embrio majemuk di dalam
oleh adanya magnet yang berputar kultur
Medium cair: medium tanpa bahan pemdata, Propagula: sepotong kecil tanaman yang
seperti agar, gelrite dan lain-lain digunakan dalam perbanyakan
163
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
Ruang Kultur: suatu ruangan yang berfungsi
sebagai tempat pemeliharaan kultur;
ruangan tersebut dilengkapi cahaya, suhu
dan kelembapan yang dapat diatur
Ruang steril: ruang kerja untuk penanaman
(inokulasi eksplan ) kini digantikan oleh
LAFC
Ruang tumbuh: lihat ruang kultur
Serbuk sari (polen): mikrospora yang lebih tua;
serbuk sari dewasa megandung gamet
jantan (Sperma) saat mencapai kepala
putil (stigma) yang tepat, serbuk sari
berkecambah dan menghasilkan buluh
serbuk sari yang membawa gamet jantan
ke indung telur.
Vitamin: kelompok senyawa organik yang
kadang ditambahakan ke dalam medium
kultur, misalnya vitamin B1, vitamin C dan
lain-lain
Vitrifikasi: menggambarkan kultur yang
terlihat seperti kelebihan air, tembus
cahaya atau bening seperti kaca
Waktu penggandaan: suatu periode yang
menunjukan lamanya waktu yang
diperlukan untuk menggandakan jumlah
sel atau pucuk secara in vitro
Zat pengatur: senyawa yang berperan
mengatur pertumbuhan dan
perkembangan sel, organ dan sebagainya
Zeatin: 6-(4-hydroxy-3-methyl-2-
butenylamino) purine.
164
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
Barahima, Abbas. 2011. Prinsip Dasar Teknik
Kultur Jaringan. Alfabeta: Bandung.
Harjadi, Sri Setyati Harjadi, MSc. 2009. Zat
Pengatur Tumbuh. Penebar Swadaya:
Jakarta.
Kemendikbud. 2015. Bahan Ajar Diklat Bidang
Agribisnis Tanaman dan Perkebunan.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan:
Bandung.
Kemendikbud. 2018. Bahan Ajar Diklat
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan:
Bandung.
Nurheti, Yuliarti. 2010. Kultur Jaringan
Tanaman Skala Rumah Tangga. Lily
Publisher: Yogyakarta.
Triwibowo, Yuwono. 2016. Bioteknologi
Pertanian. Gadjah Mada University press:
Yogyakarta.
Zulkarnain. 2014. Kultur Jaringan Tanaman
Solusi Perbanyakan Tanaman Budidaya:
Bumi Aksara.
Tanamaninvitro. 2012. “Ruangan
Laboratorium Kultur Jaringan“
http://tanamaninvitro.blogspot.com/2012/
05/ruangan-laboratorium-kultur-
jaringan.html
165
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
Gambar 2.1 Laboratorium efektif Gambar 6.1 Produksi Benih Vegetatif Bawang
Gambar 2.2 Bangunan rumah kaca (Alium sp.)
Gambar 2.3 Tata letak kerja laboratorium
Gambar 7.1 Batang tanaman
kultur jaringan Gambar7.2 Bonggol
Gambar 3.1 Hot plate dan stirrer Gambar7.3 Pelepah
Gambar 3.2 Gelas ukur Gambar7.4 Bonggol anakan pisang
Gambar 3.3 Beaker glass Gambar7.5 Anakan-anakan baru yang muncul
Gambar 3.4 Erlenmeyer
Gambar 3.5 Petridish pada bonggol
Gambar 3.5 Petridish Gambar7.6 Pucuk tanaman
Gambar 3.6 Pengaduk Kaca Gambar7.7 Pucuk tanaman dipotong satu ruas
Gambar 3.7 Pinset Lurus
Gambar 3.8 Pinset bengkok sepanjang 3-4 cm
Gambar 3.9 Gunting bengkok Gambar7.8 Ujung potongan pucuk tanaman
Gambar 3.10 Scalpel Gambar7.9 Potongan bahan stek pucuk
Gambar 3.11 Mata pisau
Gambar 3.12 Autoclave listrik tanaman
Gambar 3.13. Autoclave gas Gambar7.10 Hasil stek tanaman induk
Gambar 3.14 pH Meter Gambar7.11 Tanaman induk dilakukan
Gambar 3.15 Neraca digital
Gambar 3.16 Gelas Kultur dan Tutupnya pemudaan tunas pucuk
Gambar 3.17 Dispenser Gambar7.12 Eksplan Biji Tanaman
Gambar 3.18 Refregerator Gambar7.13 Eksplan Organ Batang, Akar, Daun
Gambar 3.19 Water deionazer
Gambar 3.20 Oven Tanaman
Gambar 3.21 Sterilizer Gambar7.14 Eksplan Polen, Ovul, dan Anter
Gambar 3.22. Microwave
Gambar 3.23 Mikroskop Tanaman
Gambar 3.24 Mikroskop Cahaya Gambar7.15 Eksplan Protoplas Tanaman
Gambar 3.25 Mikroskop Stereo Gambar 8.1. Proses Inokulasi
Gambar 3.26 Pipet Ukur Gambar 8.2. Alat dan Bahan Inokulasi Eksplan
Gambar 3.27 Bagian-bagian filler Gambar 8.3. Penataan Alat dan Bahan Inokulasi
Gambar 3.28 Shaker
Gambar 3.29 Laminar Air Flow Eksplan
Gambar 3.30 Penggunaan Filler 1 Gambar 9.1 Tahap Teknik Kultur Jaringan
Gambar 3.31 Penggunaan Filler 2 Gambar 10.1. Ruang Inkubasi
Gambar 3.32 Penggunaan Filler 3 Gambar 10.2. Persyaratan Kondisi Lingkungan
Gambar 3.33 Penggunaan Filler 4
Ruang Inkubasi Kultur
Gambar 10.3. Higrometer
Gambar 10.4. Termometer
Gambar 10.5. Lux Meter
Gambar 10.6. Timer
Gambar 10.7. Desain Rak Kultur di Ruang
Inkubasi
Gambar 10.8. Contoh Desain Penataan Botol
Kultur di Rak Kultur
166
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
Tabel 2.1 Penilaian Spiritual
Tabel 2.2 Penilaian Sosial
Tabel 3.1 Penilaian Spiritual
Tabel 3.2 Penilaian Sosial
Tabel 4.1 Penilaian Spiritual
Tabel 4.2 Penilaian Sosial
Tabel 6.1 Contoh tanaman transgenik yang
dikembangkan di dunia
Tabel 6.2 Jenis dan fungsi hormon
167
AGRIBISNIS PEMBIBITAN & KULTUR JARINGAN TANAMAN
BIODATA PENULIS
Itsna Wahyuni dilahirkan di Piyungan, Bantul, Yogyakarta pada tanggal 9 September
1970. Pendidikan formal dimulai dari pendidikan dasar ditempuh di SDN Kembangsari II
diselesaikan pada tahun 1983. Pada tahun 1983 terdaftar sebagai siswa di SMPN Piyungan,
pendidikan diselesaikan pada tahun 1986. Pendidikan dilanjutkan di SPbMA INDONESIA YIPK
Yogyakarta selesai pada tahun 1990. Pada tahun 1990 tercatat sebagai mahasiswa Fakultas
Pertanian Universitas Wangsa Manggala Yogyakarta. Pendidikan pada jenjang ini diselesaikan
pada tahun 1995
Riwayat pekerjaan yaitu pada tahun 1995 sebagai pengajar di SPbMA sampai dengan
tahun 2007. Selanjutnya, menjadi guru di SMKN 1 Pandak, Bantul Yogyakarta sampai sekarang
168