The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Dari KONSULTAN DOMESTIK Menjadi PEMAIN GLOBAL

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Konstruksi Media, 2025-12-05 03:14:37

KM E-Magz Nov - Des 2025

Dari KONSULTAN DOMESTIK Menjadi PEMAIN GLOBAL

WWW.KONSTRUKSIMEDIA.COM F7„ă„Њ·ÆĽF±&F÷Б7FăF±&F÷ЊЊΔΒΔΗDARI KONSULTANDOMESTIK MENJADI PEMAIN GLOBALIR. DIANA KUSUMASTUTIWAKIL MENTERIPEKERJAAN UMUMLANGKAH BESARMENUJU NET ZEROEMISSION 2060Dr. Ir. AUGUSTINUSSETIJANTO, M.M., DIRECTOR OPERATION PT PULAUINTAN BAJAPERKASA KONSTRUKSIMEMBANGUNLOYALITAS DENGAN KEPERCAYAANDAN KEPUASAN IR. H. PETER FRANSPRESIDENT DIRECTORPT CIRIAJASA E.C.KONSULTANNASIONAL BUTUHBANK KHUSUSKONSTRUKSIWENI MAULINAKETUA UMUM MTKBTIMENGGALI POTENSI, MEMBANGUN NEGERIDENNY JAUHARI, SE., MM.,PRESIDENT DIRECTOR PTPOL@TDKNIKKONSULT@NҭPOL@TDKҮ


www.uzinindonesia.com @uzinindonesiawww.uzinindonesia.com @uzinindonesiaAPLIKASI Cepat ! perata Lantai Terbaik untukHasil Sempurnawww.uzinindonesia.com @uzinindonesiwww.uzinindonesia.com @uzinindonesiaAPLIKASI Cepat ! perata Lantai Terbaik untukHasil Sempurna


KUAT BERSAMAPANCASILAANDAL BERSAMA ONDAWWW.ONDA.ID WA: 0811 1167 886 CS: 1500 653 (OKE)BALL VALVEBRASS VALVEGATE VALVE CAST IRONCAST IRONBCKRAN TEMBOKWATER METER BRASSWATER METERiaKUAT BERSAMAPANCASILAANDAL BERSAMA ONDAWWW.ONDA.ID WA: 0811 1167 886 CS: 1500 653 (OKE)BALL VALVEBRASS VALVEGATE VALVE CAST IRONCAST IRONBCKRAN TEMBOKWATER METER BRASSWATER METER


fifffflffiflflflfflffflff Terima kasih atas delapan dekade pengabdian dalam membangun infrastrukturyang kokoh, modern, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia.Kencana Baja Ringan turut mendukung langkah maju dalam menghadirkan konstruksiyang berkualitas dan berkelanjutan untuk masa depan bangsa.Bersama membangun Indonesia yang lebih kuat.https://kencanaindonesia.co.id kencana.bajaringan [email protected] MEMBANGUN NEGERI UNTUK RAKYATKEMENPUPEKERJAAN UMUMInfrastruktur BerkeadilanRakyat SejahteraIndonesia Majufifffflffiflflflfflffflff Terima kasih atas delapan dekade pengabdian dalam membangun infrastrukturyang kokoh, modern, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia.Kencana Baja Ringan turut mendukung langkah maju dalam menghadirkan konstruksiyang berkualitas dan berkelanjutan untuk masa depan bangsa.Bersama membangun Indonesia yang lebih kuat.https://kencanaindonesia.co.id kencana.bajaringan [email protected] MEMBANGUN NEGERI UNTUK RAKYATKEMENPUPEKERJAAN UMUMInfrastruktur BerkeadilanRakyat SejahteraIndonesia Maju


EDITORIALDEWAN PAKAR• Dr Ir Haris Muhammadun, Atd, MM, IPU.• Dr. Ir. Putut Marhayudi, MM, MBA, IPU.• Prof. Ir. Iswandi Imran, M.A.Sc., Ph.D.• Prof. Ir. Muhamad Abduh, M.T., Ph.D.• Ir. H. Peter FransӮIoҼZrhƈSv[oeaKlqlҿMҼSe(The HUD Institute)• Ir. Habibie Razak, IPU., CPEng., APEC Eng., EngExec., IntPE(Aus)• Ir Waskito Pandu, MSc• Ir Adityawarman, MM• Ir. Muhammad Saifullah, ST, MM, IPM• Budi Harta Winata• Hendrico NasroenDEWAN PENASIHAT • Ir Sri Rahardi• Ir Lazuardi Nurdin, CSP• Subkhan, ST, MPSDA• Dwike Riantara, MSiDEWAN REDAKSI• Asep Budi Lestiyono• Santo Admojo, SH • Junaidi, ST. MH.GENERAL AFFAIR• Ismilaili, SST, MSiMANAGING DIRECTOR• Bahar YahyaGRAPHIC DESIGN• OpikmacPEMIMPIN REDAKSI• Bahar YahyaREDAKTUR PELAKSANA• Riyan Galuh F.KONTRIBUTOR• Hadits Balfast RESEARCH & DEVELOPMENT• Djoko Prasetyo • Didi Rachmad RasjidMARKETING & FINANCE• Akash • Hilman BSOCIAL MEDIA & DIGITAL MARKETINGӮLrqƈ@hMr][olgӮR[ƈ_R[j[drojrxe• Bayu NugrohoJl. Inspeksi Slipi No. 118 K`hҼK`j[kccep[kҿK`^ҼP[hj`o[dKlq[J[g[oq[A[o[qҿC[`o[dKdrprpI]rglq[J[g[oq[call center[email protected]@konstruksimedia.comSetahun pemerintahan Presiden Prabowo menunjukkan arah pembangunan yang semakin tegas dan progresif bagi pelaku industri konstruksi nasional. Melalui serangkaian kebijakan percepatan pembangunan, pemerintah memperkuat portofolio infrastruktur, (jalan, jembatan, bendungan, energi, hingga pembangunan Ibu Kota Nusantara) kembali menciptakan dinamika kerja di lapangan. Meski di kuartal I/2025 industri konstruksi sempat tertahan, alias wait and see. Namun dengan eksekusi yang lebih agresif dan penyiapan proyek yang lebih rapi, membuat siklus produksi industri kembali stabil.APBN 2025 menjadi fondasi awal bagi geliat tersebut, dengan total belanja negara mencapai Rp 3.621,31 triliun dan belanja pemerintah pusat Rp 2.701,44 triliun. Pagu kementerian/lembaga sebesar Rp 1.160,085 triliun membuka ruang percepatan tender dan pelaksanaan proyek fisik, sementara alokasi pendidikan Rp 724,3 triliun tetap menjaga amanat konstitusi tanpa menahan ruang fiskal untuk pembangunan infrastruktur. Memasuki tahun anggaran berikutnya, APBN 2026 dengan pagu Rp 3.842,7 triliun memperlihatkan keberlanjutan komitmen pemerintah untuk mempertahankan infrastruktur sebagai prioritas belanja strategis, sekaligus mencerminkan optimisme fiskal dalam mendorong transformasi ekonomi nasional.Meski defisit 2025 meningkat menjadi 2,78% dari PDB atau sekitar Rp 662 triliun, pelaku konstruksi memandang keputusan tersebut sebagai langkah realistis untuk menjaga momentum pembangunan. Pemerintah tetap memperluas akses pembiayaan proyek, mendorong skema KPBU, menyederhanakan perizinan, serta memperkuat insentif PSN sebagai katalis percepatan kerja. Arah pembangunan berkelanjutan (melalui penggunaan material ramah lingkungan, efisiensi energi, dan standar bangunan hijau), mendorong industri beradaptasi ke teknologi yang lebih modern. Dengan fondasi fiskal 2025 dan pagu ekspansif 2026, sektor konstruksi melihat peluang pertumbuhan yang lebih besar, sekaligus keyakinan bahwa infrastruktur akan terus menjadi motor utama ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.Pada rubrik cover strory, menampilkan PT Pola Teknik Konsultan (Polatek) salah satu Manajemen Konsultan yang terlibat dalam pembangunan di berbagai daerah hingga internasional. Salah satunya keterlibatan Polatek sebagai konsultan MK dalam berbagai pembangunan di IKN Nusantara.Di rubrik main construction menyoroti 365 hari Prabowo Subianto memimpin Indonesia, di tahun 2025 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi para pelaku industri konstruksi.Namun dalam rubrik special construction, industri konstruksi nasional sangat membutuhkan peranan bank khusus konstruksi. Hal ini agar tidak membebankan bagi pelaku konstruksi dalam memperoleh pendanaan dari perbankan, dengan tidak menggunakan pihak ketiga. Namun, di satu sisi pembangunan ke depan mengarah ke green/ ramah lingkungan. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menyiapkan langkah besar dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui implementasi bangunan gedung hijau secara nasional pada tahun 2026.Juga masih banyak pembahasan lainnya di Majalah Konstruksi Media yang menarik untuk dibaca seperti di rubrik product, seremonial, consultant, profile, association dan lainnya. Semoga sajian dalam edisi ini memberikan wawasan yang bermanfaat bagi para pembaca, khususnya bagi para pemangku kepentingan di industri konstruksi nasional.Selamat membaca! Jangan lupa untuk mendukung kami untuk terus berkarya dengan mengikuti kanal Instagram dan YouTube kami. Terima kasih!Bahar YahyaPemimpin RedaksiINFRASTRUKTUR NASIONALTANCAP GAS, CAPAI KEMANDIRIAN BANGSA


77 PROYEK STRATEGISNASIONAL MENUJU INDONESIA EMAS 204504MAIN CONSTRUCTIONAGUS HARIMURTI YUDHOYONOMISI AHY BANGUN INFRASTRUKTUR DEMI KEMANDIRIAN BANGSA06COVERSTORYTRANSFORMASI POLATEK: DARI KONSULTAN DOMESTIK MENJADI PEMAIN GLOBAL \"VISI YANG TAK LAGI KONVENSIONAL\"24PEMBANGUNAN KIAN MELESAT, 10 PEMBIAYAAN TERSENDATSPECIAL CONSTRUCTIONIR. H. PETER FRANS KONSULTAN NASIONAL BUTUH BANK KHUSUS KONSTRUKSI12ASKRINDO SYARIAH KIAN KOKOH DI INDUSTRI PENJAMINAN SYARIAH16GREENCONSTRUCTIONIR. DIANA KUSUMASTUTI, M.T., KETIKA PEMBANGUNAN MENYAPA ALAM, LANGKAH BESAR MENUJU NET ZERO EMISSION 206018PROFILEPT ANUGERAH WIJAYATRISNA3 DEKADE LEBIH, SEMANGAT BERINOVASI & MENJAGA REPUTASI30AUDIE GROUPSOLUSI PREFAB LOKAL DI KANCAH INTERNASIONAL34403638444852PROFILENINDYA KARYATUNTASKAN PEMBANGUNANKEK SANUR DORONG PERTUMBUHAN EKONOMI BALININDYA KARYAPERCANTIK TERMINAL 3 SOEKARNO-HATTA PERKUAT CITRA INDONESIA DI MATA DUNIAPULAUINTANMEMBANGUN LOYALITAS DENGAN KEPERCAYAAN DAN KEPUASANMELALUI INTEGRITAS DAN INOVASI UNTUK MASA DEPAN INDONESIAROADMAP UNIKAL MENUJU KEUNGGULANSTRATEGI MENYIAPKAN SDM DAN INOVASIPT JPENNYALAKAN ENERGI HIJAU DARI JAWATWIN TOWER UNDIP PROYEK PERDANAYANG TERAPKAN LEAN CONSTRUCTIONAHMAD IZZITOL SOLO-YOGYAKARTA- YIA KULON PROGO, SINERGI REKAYASAMODERN & KEARIFAN LOKAL56DANANG SEKTIAWANBANGKIT, MENJEMPUT HARAPAN BARU60AR. DESY NATALIAMENGUKIR MIMPI BANGUN MASA DEPAN DARI NOL HINGGA KE KANCAH PROPERTI64ANTONIUS CONGLESGREENWOODS COUNTRY SERPONG, OASE HIJAU BARUDI TENGAH RIMBA BETON TANGERANG SELATAN68GEOTEKINDOATASI TANAH LUNAKUNTUK MENDUKUNG PEMBANGUNAN NUSANTARA72GREENSHIP AWARDS 2025KOMITMEN HIJAU UNTUKGENERASI MENDATANG22


CEREMONYJAKARTA INVESTMENTCENTRE (JIC)SOLUSI EFISIENSI DAN KOLABORASI DI INDUSTRI KONSTRUKSI NASIONAL112HUT 50 TH HATTIMERAWAT WARISAN MENATAP MASA DEPAN GEOTEKNIK INDONESIA116MTKBTI WADAH PARA AHLI KONSTRUKSI BAWAH TANAHMENGGALI POTENSI,BANGUN NEGERI12280 TH KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMKELOLA JALAN & MENJAGA HARAPAN DI TAHUN SERBA KETAT126ASSOCIATIONASOSIASI JALAN TOL INDONESIAMENJAGA STABILITAS EKOSISTEM INDUSTRI JALAN TOL106PRODUCTSAAT PABRIK BETON APB BICARA LINGKUNGAN KISAH HIJAU DARI MARGOREJO90MLION INTERNASIONAL INDONESIAMENYULAM KEPERCAYAAN, MERAWAT REPUTASI94INOVASI DAN EKSPANSI BERKELANJUTAN GRC BOARDMENENTUKAN MASA DEPAN PAPAN SEMEN INDONESIA98ORIENTAL SHEET PILING RESMI BANGUN PABRIK SHEET PILE DI INDONESIA102PROFILESIGIT WIJAKSONOBK TEKNIK ARSITEKTUR PII BUKAN HANYA SEKADAR DESAIN TETAPI MENJAGA RUANG KEHIDUPAN82JOKO ADIANTORECEHPOL: RUANG INTERDISIPLIN KOLABORATIF EKOSISTEM PERUMAHAN INDONESIA86PROF. MARWANSTRATEGI USK MENUJU WORLD CLASS UNIVERSITY7664 TH UNIVERSITAS SYIAH KUALAMENJAGA NADI DARI ‘JANTONG HATEE RAKYAT’78PERSPECTIVEDR. DENNY SYAHDINAL, S.T.PENGARUH AIC & BDACTERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA INDUSTRI EPC DI INDONESIA110


365 HARIPEMERINTAHANPR@AOWOӥFIAR@N 77 PROYEK STRATEGIS NASIONALMENUJUINDONESIA EMAS 2045Pemerintah Presiden Prabowo Subianto resmi menetapkan 77 Proyek Strategis Nasional (PSN) sebagai motor penggerak utama pembangunan Indonesia periode 2025–2029. Penetapan ini tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yang diteken Kepala Negara pada10 Februari 2025.MAIN CONSTRUCTION4 | www.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR


PSN menjadi tulang punggung pemerintahan dalam merealisasikan agenda besar menuju kemandirian pangan, energi, dan air, serta mempercepat hilirisasi industri nasional. Program ini juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan sosial-ekonomi masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, industri, dan layanan publik yang berkelanjutan.Presiden Prabowo menegaskan, arah pembangunan nasional lima tahun ke depan berfokus pada kedaulatan dan kesejahteraan rakyat. PSN dirancang agar berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di kancah global.“Pembangunan harus dirasakan manfaatnya oleh rakyat. PSN bukan sekadar proyek fisik, tapi investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa,” ujar Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna memperingati satu tahun pemerintahannya.MOTOR PENGGERAK PEMBANGUNAN Dari total 77 proyek, sebanyak 29 proyek merupakan inisiatif baru, sedangkan 48 proyek lainnya adalah kelanjutan (carry over) dari pemerintahan sebelumnya. Cakupan PSN meliputi:Pertama, pembangunan infrastruktur konektivitas seperti jalan tol, MRT, dan pelabuhan.Kedua, proyek energi strategis termasuk pengembangan bioetanol, biorefinery, PLTA Kayan 9 GW, dan RDMP Balongan.Ketiga, ketahanan pangan dan air, mencakup lumbung pangan nasional, bendungan, irigasi, serta hilirisasi komoditas pertanian.Keempat, revitalisasi sektor pendidikan dan kesehatan, melalui pembangunan sekolah unggul dan rumah sakit berkualitas di seluruh kabupaten/kota.Kelima, transformasi digital dan tata kelola pemerintahan, melalui pengembangan layanan digital terpadu dan penyediaan peta dasar skala besar.Keenam, proyek ikonik adaptasi iklim, seperti Giant Sea Wall Pantai Utara Jawa (Pantura).Perlu diketahui, salah satu proyek paling monumental adalah pembangunan Tanggul Laut Raksasa (Giant Sea Wall) sepanjang 535 kilometer di Pantai Utara Jawa. Presiden Prabowo menegaskan, proyek ini merupakan langkah antisipatif menghadapi kenaikan permukaan air laut hingga 5 cm per tahun akibat perubahan iklim.“Kita sudah mulai persiapan membangun 535 kilometer tanggul laut di Pantura untuk menyelamatkan 50 juta penduduk,” ujarnya.Prabowo menyoroti bahwa 60 persen industri nasional dan lumbung pangan utama berada di kawasan ini. Bila tak segera dibangun, lahan produktif dan pusat ekonomi bisa terancam rob dan abrasi.Mega proyek ini diperkirakan menelan biaya sekitar USD80 miliar (Rp1.297 triliun) dan akan didanai melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta kerja sama dengan negara mitra. Meski penyelesaiannya akan melampaui satu masa pemerintahan, Prabowo menegaskan pentingnya memulai langkah strategis tersebut sekarang.PROYEK BARU, PROYEK LANJUTAN DAN PROYEK YANG DIHENTIKANSelain Giant Sea Wall, terdapat sejumlah PSN baru yang mencerminkan arah pembangunan Prabowo–Gibran yang berorientasi pada kemandirian nasional dan kesejahteraan rakyat, antara lain:Pertama, program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dikoordinasikan Badan Gizi Nasional untuk meningkatkan kualitas SDM sejak usia dini.Kedua, revitalisasi sarana pendidikan dan madrasah berkualitas di seluruh Indonesia.Ketiga, program penuntasan TBC dan pembangunan rumah sakit lengkap di Kabupaten/Kota, untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional.Keempat pengembangan food estate di Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Papua Selatan sebagai lumbung pangan masa depan.Kelima, program hilirisasi sagu, singkong, garam, dan kelapa sawit untuk memperluas nilai tambah sektor pertanian dan perikanan.Keenam, pembangunan 3 juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah.Ketujuh, pengembangan industri dirgantara nasional dengan proyek Pesawat N219 Amfibi.Kedelapan, program pengolahan sampah menjadi energi listrik (Waste-toEnergy) di berbagai kota besar.Sementara proyek carry over meliputi pembangunan Bendungan Way Apu, Bulango Ulu, Jragung, dan Mbay, proyek SPAM Regional Wosusokas dan Benteng-Kobema, serta pengembangan berbagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seperti Sei Mangkei, Galang Batang, dan Weda Bay.Proyek besar lainnya termasuk Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Pelabuhan Patimban, Tol Serang–Panimbang, dan MRT Koridor Timur–Barat.Dengan demikian, PSN bukan hanya berfokus di Jawa, melainkan juga memperluas pemerataan pembangunan ke kawasan timur Indonesia melalui proyek industri di Sulawesi, Maluku, Kalimantan, hingga Papua.Pemerintahan Prabowo juga melakukan rasionalisasi terhadap daftar PSN sebelumnya. Berdasarkan Permenko Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025, terdapat dua proyek yang dicoret dari daftar PSN:Pertama, proyek pengembangan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 Tropical Coastland di Jakarta Utara,Kedua, Kawasan Pengembangan Pangan dan Energi Merauke (KPPEM) di Papua Selatan.Keduanya dinilai tidak memenuhi prioritas nasional baru yang lebih menekankan kemandirian strategis dan keberlanjutan sosial-lingkungan.Kebijakan ini mencerminkan arah pembangunan yang lebih terukur, efisien, dan berdampak luas bagi masyarakat.DARI REGULASI KE AKSI: STRATEGI AKSELERASIPemerintah menerapkan sejumlah strategi untuk mempercepat pelaksanaan PSN, di antaranya:Pertama, penyederhanaan perizinan dan birokrasi, termasuk harmonisasi lintas kementerian dan lembaga.Kedua, kebijakan pembiayaan inovatif, seperti skema KPBU dan pembiayaan hijau (green financing).Ketiga, digitalisasi sistem monitoring proyek, agar progres dapat dipantau secara real-time.Keempat, penilaian berbasis manfaat sosial dan ekonomi, bukan semata penyelesaian fisik proyek.Keberhasilan PSN tidak hanya diukur dari jumlah proyek yang selesai, tetapi juga dari dampak riil terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks visi Indonesia Emas 2045, PSN berfungsi sebagai peta jalan strategis menuju negara maju yang berdaulat secara ekonomi dan berkelanjutan secara lingkungan.Dengan arah kebijakan yang lebih fokus dan berbasis manfaat publik, PSN 2025–2029 di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menandai babak baru pembangunan nasional dari sekadar proyek infrastruktur menuju transformasi besar bangsa. (*)MAIN CONSTRUCTIONEDISI XVIIIwww.konstruksimedia.com NOVDMADRӥCDSDMADR | 5


Kondisi pembangunan nasional pada tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan tren positif. Pemerintah terus berupaya memastikan agenda pembangunan berjalan sesuai target, terutama di sektor infrastruktur dan pemerataan kawasan. Dalam fase awal pemerintahan ini, sejumlah program strategis mulai terlihat arah dan ritmenya, sekaligus memberi sinyal kuat bahwa percepatan pembangunan tetap menjadi prioritas.Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan(Kemenko Infra) di bawah kepemimpinanAgus Harimurti Yudhoyono (AHY) memainkan peran kunci dalam memastikan konsistensi langkah tersebut. Menurut AHY, pihaknya berfokus pada dua prioritas besar, yaitu mempercepat pengembangan wilayah dan memastikan keberhasilan program swasembada nasional. Dua pilar ini, kata dia, dirancang bukan sekadar untuk memenuhi target jangka pendek, tetapi untuk membangun pondasi kokoh bagi kemandirian bangsa ke depan.AHY menegaskan bahwa pembangunan wilayah tidak hanya soal membangun jalan atau fasilitas, melainkan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Pemerataan pembangunan, lanjutnya, menjadi strategi penting agar manfaat ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di kota besar. Dalam kegiatan media gathering di Jakarta, Oktober lalu, AHY mengungkapkan pentingnya pendekatan holistik dalam pembangunan nasional. Infrastruktur, menurutnya, harus dipandang sebagai instrumen perubahan sosial dan ekonomi. “Infrastruktur bukan hanya menyatukan baja dan beton, tetapi menghubungkan peluang dan harapan masyarakat,” katanya. Karena itu, lanjut AHY, pembangunan yang dilakukan harus dirancang untuk membuka akses pasar, mendukung pertumbuhan UMKM, serta memperkuat ketahanan pangan dan energi. Ia menambahkan bahwa pemerintah mengedepankan prinsip keberlanjutan dalam setiap program. SINERGI LIMA KEMENTERIANKemenko Infrastruktur mengorkestrasi lima kementerian teknis, yaitu Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan Kementerian Transmigrasi. Sinergi ini diarahkan untuk mempercepat pembangunan nasional yang mencakup pertumbuhan ekonomi, swasembada air, pangan, energi, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.Pemerataan pembangunan wilayah menjadi fokus utama berbagai kementerian terkait. Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), upaya pemerataan dilakukan melalui penguatan aspek agraria dan penataan ruang yang berkeadilan. Melalui kebijakan dan koordinasi lintas sektor, kementerian ini berperan dalam memastikan pemanfaatan ruang yang seimbang antara kawasan perkotaan dan pedesaan, sehingga setiap wilayah dapat berkembang sesuai potensi dan karakteristiknya.Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menitikberatkan perannya pada pembangunan infrastruktur dasar yang menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi dan sosial masyarakat. Peningkatan kualitas infrastruktur di berbagai daerah diharapkan mampu membuka akses yang lebih luas dan mendorong aktivitas ekonomi yang merata.Kementerian Perumahan dan Kawasan 1 TAHUN PEMERINTAHAN PRESIDEN PRABOWOMISI AHY BANGUN INFRASTRUKTUR KEMANDIRIANBANGSADEMIMAIN CONSTRUCTIONAgus Harimurti YudhoyonoK`j`kq`oe[kKllo_ek[qloBidang Infrastruktur dan P`j][kcrk[kK`teh[v[d[k6 | EDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR www.konstruksimedia.com


Permukiman (PKP) memiliki tanggung jawab dalam mendukung ketersediaan hunian layak serta sarana permukiman yang menunjang kehidupan masyarakat. Peran kementerian ini tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup penataan lingkungan agar tercipta keseimbangan antara kebutuhan ruang dan kualitas hidup warga.Di sisi lain, Kementerian Perhubungan terus memperkuat konektivitas nasional dengan memastikan keterpaduan sistem transportasi di berbagai wilayah. Konektivitas yang semakin baik diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat serta meningkatkan integrasi antarwilayah sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan nasional.Adapun Kementerian Transmigrasi berperan dalam memperluas kesempatan pemerataan wilayah melalui kebijakan berbasis masyarakat. Melalui sinergi dengan berbagai pihak, kementerian ini berupaya menciptakan keseimbangan pembangunan yang tidak hanya berpusat di wilayah tertentu, melainkan menjangkau seluruh pelosok negeri.SWASEMBADA PANGAN YANG TERUS DIKEBUTUntuk swasembada pangan, pemerintah telah merehabilitasi jaringan irigasi yang mengairi ratusan ribu hektare lahan. Swasembada air diwujudkan lewat pembangunan 15 bendungan dengan progres 60 persen, 10 diantaranya telah rampung. Sementara itu, swasembada energi didorong melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, dengan total kapasitas 69,5 GW, yang mencakup energi terbarukan dan fosil.Pemerintah juga menginisiasi 165 sekolah rakyat untuk 15.920 siswa dan menargetkan pembangunan 104 lokasi baru pada 2026 bagi 121.320 siswa. Selain itu, Kementerian PU akan membangun 264 dapur MBG guna mendukung gizi dan pendidikan masyarakat.Dalam program 3 juta rumah, capaian FLPP telah mencapai 200.809 unit (57 persen dari target 350.000). Program BSPS terealisasi 23.420 unit (52 persen dari target), sementara PPN DTP diterapkan pada 177.970 unit rumah.Selain itu, pemerataan pembangunan juga ditopang oleh sejumlah program unggulan transmigrasi yang dijalankan pemerintah. Salah satunya adalah program Trans Tuntas, yang berfokus pada penyelesaian penerbitan sertifikat hak milik (SHM) bagi para transmigran. Hingga saat ini, program tersebut telah berhasil menerbitkan sebanyak 6.615 SHM, sebagai bentuk kepastian hukum atas lahan yang mereka tempati.Kemudian, terdapat program Trans Lokal, yang menjadi sarana pemerataan penduduk antarwilayah di dalam satu provinsi. Melalui program ini, sebanyak 1.299 kepala keluarga (KK) telah ditempatkan di 10 lokasi transmigrasi lokal, dengan tujuan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat kemandirian masyarakat setempat.Program Trans Karya Nusa juga menjadi bagian penting dalam mendukung penyerapan tenaga kerja di kawasan transmigrasi. Sebanyak 95 kepala keluarga telah terlibat aktif dalam penempatan di wilayah Trans Karyanusa, di mana mereka ikut berkontribusi dalam kegiatan ekonomi produktif dan pengembangan kawasan baru.Sementara itu, program Trans Patriot menjadi terobosan baru dalam mendukung peningkatan sumber daya manusia di daerah transmigrasi. Melalui program ini, pemerintah telah menempatkan sekitar 2.000 akademisi dan guru besar di 154 lokasi transmigrasi, guna memberikan pendampingan, pelatihan, serta transfer pengetahuan kepada masyarakat.Tak kalah penting, ada pula program Trans Gotong Royong, yang menekankan kolaborasi antarinstansi dan dunia pendidikan. Hingga kini, telah tercatat 42 nota kesepahaman (MoU) yang berhasil dijalin, terdiri dari 23 perguruan tinggi, dua BUMN, 16 kementerian/lembaga, serta satu lembaga non-pemerintah. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan transmigrasi yang berkelanjutan dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.KONEKTIVITAS NASIONAL DAN EKONOMI HIJAUPembangunan infrastruktur konektivitas mencakup 711 km jalan dan 184 meter jembatan tahap pertama, serta 567 km jalan dan 6,8 meter jembatan pada tahap kedua. Selain itu, pemerintah membangun 6 terminal tipe A, 2 terminal barang internasional, 20 pelabuhan, MAIN CONSTRUCTIONwww.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR | 7


serta mendukung pengembangan bandara perbatasan dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).Di sektor perkeretaapian, dilakukan peningkatan elektrifikasi, sinyal, dan telekomunikasi, serta inovasi seperti penurunan harga tiket dan sistem ALL Indonesia. Target zero ODOL (Over Dimension Over Loading) ditetapkan tercapai pada 2027. Contoh inisiatif strategis lainnya adalah pengembangan Kawasan Rebana dan Aerocity Kertajati, sebagai pusat industri dirgantara dan logistik.Selain itu, Menko AHY menekankan bahwa pembangunan infrastruktur nasional harus disusun berdasarkan prinsip tata ruang berkelanjutan agar sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan. Ia menambahkan bahwa Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kini diperkuat melalui penggunaan peta skala besar yang disusun oleh Badan Informasi Geospasial (BIG). Dengan dukungan data tersebut, pemerintah daerah dapat menentukan kawasan produktif tanpa mengabaikan keberadaan ruang terbuka hijau.Selain itu, pemerintah juga mendorong program peremajaan kendaraan angkutan umum agar memenuhi standar ramah lingkungan. Upaya ini sekaligus membuka peluang pengembangan industri otomotif dan energi bersih, sebagai bagian dari transformasi menuju perekonomian hijau yang berdaya saing.Langkah nyata lainnya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur perlindungan pesisir di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa yang ditujukan untuk melindungi lebih dari 50 juta warga. Pembangunan tersebut turut mencakup sistem drainase modern, normalisasi sungai, hingga pengembangan fasilitas waste-to-energy sebagai bagian dari strategi infrastruktur hijau yang juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.“Infrastruktur yang kita bangun hari ini adalah investasi jangka panjang bagi kesejahteraan rakyat. Kita tidak hanya membangun fisik, tetapi juga fondasi masa depan yang adil, hijau, dan inklusif,” beber AHY. (*)MAIN CONSTRUCTION8 | EDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR www.konstruksimedia.com


fifffflffiflflflfflffflff PEKERJAAN UMUMInfrastruktur BerkeadilanRakyat SejahteraIndonesia MajuINKINDO DKI Jakarta menyampaikan penghargaan setinggi-tingginyaatas dedikasi insan PU dalam membangun infrastrukturyang menjadi fondasi kemajuan bangsa.Terus berkarya, mengabdi, dan membangun Indonesia.www.inkindo-dki.org inkindo_dki [email protected] +6221 7942 940/+62821 1207 9750SIGAP MEMBANGUN NEGERI UNTUK RAKYATKEMENPUfifffflffiflflflfflffflff PEKERJAAN UMUMInfrastruktur BerkeadilanRakyat SejahteraIndonesia MajuINKINDO DKI Jakarta menyampaikan penghargaan setinggi-tingginyaatas dedikasi insan PU dalam membangun infrastrukturyang menjadi fondasi kemajuan bangsa.Terus berkarya, mengabdi, dan membangun Indonesia.www.inkindo-dki.org inkindo_dki [email protected] +6221 7942 940/+62821 1207 9750SIGAP MEMBANGUN NEGERI UNTUK RAKYATKEMENPU


Pembangunan infrastruktur yang masif di seluruh penjuru Indonesia tengah menjadi simbol kemajuan bangsa, namun di balik semangat itu terselip satu persoalan mendasar yakni sulitnya akses pembiayaan bagi pelaku industri konstruksi. Para kontraktor, konsultan, hingga penyedia material kerap terhambat pekerjaannya bukan karena kurangnya proyek, melainkan karena ketiadaan lembaga keuangan yang benar-benar memahami pola bisnis konstruksi yang padat modal dan penuh risiko.Realitas tersebut menegaskan pentingnya kehadiran bank khusus konstruksi sebagai solusi strategis untuk menopang keberlanjutan pembangunan nasional. Pasalnya, selama ini, akses terhadap pembiayaan menjadi tantangan utama bagi banyak pelaku industri konstruksi nasional. Meskipun proyek yang digarap bernilai besar dan didukung kontrak yang jelas, banyak perusahaan konstruksi kesulitan memperoleh pinjaman dari bank konvensional. Perbankan melihat proyek konstruksi sebagai kegiatan berisiko tinggi dengan arus kas tidak menentu. Namun, dalam praktiknya, sistem perbankan umum lebih menyukai sektor dengan perputaran uang cepat dan jaminan aset tetap. Sementara proyek konstruksi, terutama yang dibiayai pemerintah, kerap tergantung pada pencairan termin pembayaran sesuai progres fisik di lapangan. Alhasil, hal ini berimbas pada proses pembiayaan menjadi lambat, bahkan banyak pengajuan yang akhirnya ditolak.Kondisi tersebut menyebabkan para kontraktor kerap mencari solusi alternatif, seperti meminjam dana dari pihak ketiga atau lembaga pembiayaan non-bank. Namun langkah ini justru membawa konsekuensi berat. Suku bunga yang tinggi dan skema pembayaran yang tidak fleksibel membuat banyak perusahaan konstruksi terjebak dalam tekanan finansial.Sehingga, tidak sedikit perusahaan yang akhirnya kesulitan menjaga arus kas, padahal proyek masih berjalan. Kondisi ini berpotensi menghambat progres pekerjaan di lapangan, memengaruhi kualitas hasil, dan pada akhirnya merugikan pemilik proyek.Padahal, sektor konstruksi memiliki peran sangat strategis dalam mendorong perekonomian nasional. Ia menjadi penggerak utama rantai pasok industri, menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, serta mendorong tumbuhnya industri penunjang seperti semen, baja, dan alat berat.Terlebih menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Perekonomian Indonesia 2024, sektor konstruksi mencatat kontribusi sebesar 10,09%, dari Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional yang mencapai Rp22.139,0 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp78,6 juta atau USD4.960,3.Kontribusi sektor konstruksi terhadap PDB ini menegaskan posisi strategisnya dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan Indonesia. Dengan dorongan pada efisiensi energi, material ramah lingkungan, dan penerapan teknologi digital seperti Building Information Modeling(BIM), sektor ini tengah bertransformasi menuju arah yang lebih modern dan hijau. Hal ini seklaigus memperkuat optimisme bahwa konstruksi bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga masa depan ekonomi Indonesia yang berdaya saing dan berkelanjutan.Ironisnya, sektor sebesar ini masih belum memiliki lembaga pembiayaan yang dikhususkan untuk mendukung ekosistemnya. Di sinilah urgensi pembentukan Bank Khusus Konstruksi menjadi relevan, di mana lembaga ini diharapkan mampu memahami pola kerja industri konstruksi, dari mekanisme kontrak, sistem termin, hingga risiko teknis di lapangan.Bank Khusus Konstruksi nantinya dapat berfungsi bukan hanya sebagai pemberi pinjaman, tetapi juga mitra strategis yang menilai proyek secara komprehensif. Skema pembiayaan berbasis progres proyek (project-based financing) menjadi solusi yang tepat, karena menilai kelayakan dari kontrak dan kinerja perusahaan, bukan semata agunan fisik.PEMBIAYAAN JADI FONDASI BARU Perbankan nasional kini bukan sekadar lembaga penyedia dana, tetapi telah berevolusi menjadi mitra strategis dalam mendorong pembangunan infrastruktur nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, tiga bank besar Bank Mandiri, Bank Tabungan Negara (BTN), dan China Construction Bank Indonesia (CCBI) tengah membentuk wajah baru pembiayaan sektor konstruksi di Tanah Air. Ketiganya mengambil peran penting dalam memastikan proyek-proyek berjalan dengan efisien, terukur, dan berkelanjutan. Transformasi ini tidak hanya menyangkut soal penyaluran kredit, tetapi juga bagaimana bank berperan dalam menata ekosistem konstruksi nasional agar lebih transparan dan adaptif PEMBANGUNAN KIAN MELESAT, PEMBIAYAAN TERSENDATSPECIAL CONSTRUCTION10 | www.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR


terhadap tantangan zaman. Melalui berbagai instrumen keuangan seperti project financing, sindikasi pembiayaan, dan skema penjaminan, perbankan mulai menjadi bagian dari solusi terhadap keterbatasan dana pembangunan yang selama ini menjadi hambatan klasik di sektor ini.Lebih dari itu, bank-bank besar kini mulai menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap proses pembiayaan. Pendekatan ini menandai pergeseran paradigma dalam pembangunan, proyek infrastruktur tidak lagi diukur hanya dari sisi profit dan fisik, tetapi juga dari kontribusinya terhadap lingkungan dan masyarakat. Dengan begitu, proyek yang didanai bukan sekadar membangun gedung atau jalan, melainkan turut membangun masa depan yang berkelanjutan.Langkah sinergis Bank Mandiri, BTN, dan CCBI menjadi bukti nyata bahwa perbankan nasional telah memasuki era baru pembiayaan konstruksi yang lebih inklusif dan visioner. Mereka bukan hanya meminjamkan uang, tetapi juga mengawal prinsip keberlanjutan dan tata kelola proyek-proyek infrastruktur di seluruh negeri. Dengan dukungan sektor perbankan yang kuat dan terarah, Indonesia semakin siap melangkah menuju pembangunan yang tangguh, hijau, dan berdaya saing global.KREDIT DENGAN PRINSIP KEBERLANJUTANBank Mandiri menegaskan komitmennya terhadap pembangunan yang beretika dan bertanggung jawab melalui kebijakan Construction Sector Sustainable Credit Policy. Kebijakan ini menjadi tonggak penting dalam memastikan bahwa setiap pembiayaan di sektor konstruksi selaras dengan prinsip ESG.Selian itu, Bank Mandiri juga menerapkan proses uji kelayakan menyeluruh (due diligence) sejak tahap pra-skrining hingga monitoring pinjaman berjalan. Di mana, calon debitur diharuskan memenuhi berbagai standar dan sertifikasi, termasuk manajemen lingkungan ISO 14001 atau ISO 45001, kelengkapan dokumen AMDAL atau UKL-UPL, serta kebijakan internal yang mendukung aspek ketenagakerjaan dan keselamatan.Khusus untuk proyek-proyek besar seperti jalan tol dan infrastruktur publik, Bank Mandiri menerapkan aturan tambahan berupa kewajiban memiliki Standard Operating Procedure (SOP) penanganan kecelakaan kerja di lapangan. Sementara itu, BTN tampil sebagai pemain utama dalam pembiayaan langsung sektor konstruksi, khususnya di bidang perumahan dan properti. Melalui produk unggulannya, Kredit Konstruksi BTN, bank ini memberikan dukungan pembiayaan kepada pengembang untuk membangun rumah tapak, apartemen, hingga kawasan residensial berskala besar. Peran BTN menjadi sangat strategis dalam memastikan ketersediaan hunian layak sekaligus menggerakkan roda industri konstruksi nasional.Melalui skema pembiayaan yang fleksibel, BTN menawarkan plafon kredit hingga Rp500 miliar dengan tenor yang disesuaikan dengan jadwal proyek dan kemampuan pengembang. Selain itu, BTN juga menyediakan Kredit Modal Kerja Kontraktor (KMKK) bagi pelaku jasa konstruksi yang mengerjakan proyek berdasarkan kontrak (SPK). Skema ini memungkinkan pembiayaan hingga 60% dari nilai kontrak kerja, memberi ruang likuiditas yang lebih sehat agar kontraktor dapat menyelesaikan proyek tepat waktu tanpa tekanan arus kas.Kemudian, CCBI menghadirkan warna baru dalam ekosistem pembiayaan konstruksi nasional. Sebagai bagian dari China Construction Bank Corporation (CCB), CCBI membawa pengalaman panjang dalam mendukung proyek-proyek infrastruktur berskala global.Di Indonesia, CCBI memfokuskan bisnisnya pada segmen corporate banking dan project finance. Bank ini aktif dalam pembiayaan proyek strategis seperti energi, transportasi, pelabuhan, hingga fasilitas publik, yang sejalan dengan agenda pembangunan nasional.KREDIT UNTUK UMKM KONSTRUKSITidak berhenti di level pengembang besar, BTN juga menjangkau pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang menjadi bagian dari rantai pasok industri konstruksi. Dukungan ini menciptakan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, mulai dari peningkatan penyerapan tenaga kerja, pergerakan industri bahan bangunan, hingga terbukanya peluang usaha baru di sekitar kawasan perumahan yang dibangun.Sementara, Bank Mandiri yang fokus pada aspek keberlanjutan dan ESG, BTN menempatkan dirinya sebagai enableryang memperkuat rantai bisnis konstruksi dari hulu ke hilir. Di tengah meningkatnya kebutuhan perumahan dan proyek hunian rakyat, BTN menjadi motor utama pembiayaan sektor properti di Indonesia. Perannya bukan sekadar menyediakan dana, tetapi juga memastikan roda pembangunan perumahan nasional terus berputar untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat, memiliki rumah yang layak dan terjangkau.Selain perbankan tersebut, juga terdapat lembaga-lembaga pembiayaan khusus yang berperan sebagai katalis pembangunan. Hal ini upaya memperkuat pembiayaan sektor konstruksi di Indonesia tidak hanya bergantung pada perbankan komersial semata.Misalnya saja PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI, yang juga merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi motor penting dalam pembiayaan infrastruktur strategis. Melalui kerja sama dengan bank nasional maupun lembaga keuangan internasional, PT SMI menyalurkan dana untuk proyek transportasi, energi, air bersih, hingga kawasan industri, sekaligus mendorong penerapan prinsip blended finance untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.Selain lembaga pembiayaan, lembaga penjaminan juga memiliki peran vital dalam memperkuat rantai keuangan sektor konstruksi. Salah satu yang paling aktif adalah Perum Jamkrindo (Jaminan Kredit Indonesia), yang menyediakan layanan penjaminan kredit bagi kontraktor, konsultan, dan penyedia barang/jasa. Dukungan penjaminan ini memungkinkan pelaku usaha kecil dan menengah di sektor konstruksi untuk mendapatkan akses pendanaan yang lebih mudah dari bank, tanpa terbebani oleh keterbatasan agunan atau syarat finansial yang kaku.Integrasi antara lembaga pembiayaan, lembaga penjaminan, dan program pemerintah akan menjadi kunci dalam menciptakan financial ecosystem yang mendukung pertumbuhan konstruksi nasional secara berkelanjutan. Sinergi tersebut diharapkan melahirkan model pembiayaan yang tidak hanya cepat dan efisien, tetapi juga berorientasi pada pemerataan ekonomi serta penguatan daya saing industri konstruksi nasional. (*)SPECIAL CONSTRUCTIONwww.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR | 11


SPECIAL CONSTRUCTIONDalam setiap proyek pembangunan, kehadiran konsultan memiliki peran strategis yang tak tergantikan. Sebagai pihak profesional yang menjembatani antara pemilik proyek, kontraktor, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, konsultan memastikan seluruh proses berjalan sesuai rencana dan standar teknis yang berlaku. Mereka tidak hanya menyusun konsep dan perencanaan, tetapi juga menilai kelayakan, efisiensi, hingga keberlanjutan sebuah proyek agar investasi yang digelontorkan dapat memberikan hasil maksimal.Khusus bagi konsultan manajemen konstruksi (MK), tanggung jawab mereka bahkan lebih kompleks, mulai dari pengawasan mutu pekerjaan di lapangan, pengendalian waktu dan biaya, hingga memastikan bangunan yang didirikan benar-benar laik fungsi dan aman digunakan. Konsultan MK menjadi mata dan telinga pemilik proyek, memastikan setiap tahap pembangunan berjalan sesuai spesifikasi dan tidak menyimpang dari prinsip keselamatan maupun regulasi yang berlaku. Dengan kata lain, keberhasilan sebuah proyek untuk berdiri kokoh dan beroperasi optimal sangat ditentukan oleh ketelitian, integritas, dan profesionalisme konsultan dalam menjalankan mandatnya. Kini, industri konsultan konstruksi Indonesia telah menembus batas-batas geografis. Tak lagi hanya berkarya di dalam negeri, sejumlah konsultan nasional mulai aktif menangani proyek-proyek internasional di Asia dan Afrika. Namun di balik pencapaian tersebut, tantangan besar masih mengintai seperti, sulitnya dukungan fiskal, jaminan, dan akses pembiayaan yang memadai dari pemerintah. “Konsultan Indonesia, sekarang borderless, artinya tidak hanya di Indonesia saja. Tapi afirmatif dari pemerintah terhadap konsultan kita yang di luar negeri masih sedikit,” ujar Ir. H. Peter Frans, President Director PT Ciriajasa E.C. kepada Majalah Konstruksi Media.Peter menyoroti fakta bahwa meskipun para konsultan lokal telah menjadi penghasil devisa di luar negeri, fasilitas penunjang seperti jaminan uang muka, jaminan penawaran, dan asuransi profesional (Professional Identity/PI atau Professional Liability Insurance/PLI) masih sulit diperoleh. Dia mencontohkan, untuk asuransi profesional saja, di Timor Leste perusahaan Indonesia hanya bisa mengandalkan satu penyedia saja.“Kita cuma punya Sinarmas saja di luar negeri itu. Bank-bank kita tidak sangat mendukung kita membuat jaminan uang muka, padahal kita ini penghasil devisa,” jelasnya.Peter menilai pemerintah perlu memperlakukan konsultan Indonesia yang beroperasi di luar negeri secara afirmatif, sebagaimana dukungan yang diberikan kepada sektor-sektor strategis lain. Salah satunya melalui kebijakan fiskal yang lebih ringan dan tidak membebani dengan pajak berganda (double tax).“(Pajak) kalau itu bisa lebih murah, tidak double tax, pasti kami bisa lebih berkembang. Ini masalah real yang kami hadapi di lapangan,” ungkapnya. Ia bahkan menyebut pihaknya tengah menyiapkan surat resmi untuk dikirimkan kepada Menteri Keuangan yang baru dilantik agar persoalan ini segera mendapat perhatian.Peter yang juga Dewan Pertimbangan Organisasi Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (DPON INKINDO), peran pemerintah tidak hanya semestinya menyasar masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga perlu memperhatikan kelompok menengah produktif, seperti para konsultan dan kontraktor yang berperan sebagai penggerak ekonomi.“Seharusnya pemerintah itu bisa mensubsidi golongan menengah. Justru harusnya yang disubsidi itu konsultan golongan menengah supaya bisa menghasilkan generate ekonomi,” imbuhnya.Ia menilai, subsidi terhadap sektor produktif seperti jaminan proyek atau pembiayaan garansi akan memberi efek berganda pada pertumbuhan ekonomi nasional. Sebaliknya, jika dibiarkan tanpa dukungan, para pelaku industri hanya KONSULTAN NASIONAL BUTUH BANK KHUSUS KONSTRUKSIIr. H. Peter Frans President Director PT Ciriajasa E.C.12 | www.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR


SPECIAL CONSTRUCTIONakan terbebani oleh biaya sosial semata.Peter menambahkan, kesulitan akses pembiayaan kini menjadi problem klasik bagi pelaku jasa konstruksi, termasuk konsultan. Bank-bank yang dulunya mudah diakses kini memperketat syarat kredit. “Dulu BRI (Bank Rakyat Indonesia) gampang (memberikan pembiayaan bagi konsultan), namun sekarang sulit. Padahal harusnya yang disubsidi yang seperti ini, supaya mengenerate ekonomi,” tuturnya.Dia menegaskan, bagi sektor konstruksi, modal adalah darah penggerak. “Kalau kontraktor itu seperti padat modal,konsultan padat orang. Tapi keduanya tetap butuh uang. Kalau sumber daya uangnya kurang, akses terhadap modal ini kita kurang, kita akan tidak bisa maju,” tegas Peter Frans.MEMINJAM KEPIHAK KETIGAMinimnya akses kredit masih menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi pelaku industri jasa konstruksi, khususnya konsultan. Meski memiliki rekam jejak proyek yang baik dan potensi pengembangan usaha, banyak perusahaan konsultan belum dianggap layak kredit oleh lembaga keuangan. Persyaratan agunan yang berat, alur administrasi yang panjang, serta kurangnya skema pembiayaan yang sesuai dengan karakter bisnis jasa membuat mereka sulit memperoleh dukungan perbankan.Akibatnya, sejumlah pelaku industri terpaksa mencari alternatif pembiayaan dari pihak ketiga dengan bunga yang sangat tinggi. Tidak tanggung-tanggung, bunga yang diberikan bisa mencapai 2–3 persen per bulan. Kondisi ini tentu sangat memberatkan bagi konsultan, karena beban bunga yang besar secara langsung menekan arus kas perusahaan dan mengurangi margin keuntungan proyek. Tanpa intervensi kebijakan atau skema kredit khusus yang berpihak pada sektor jasa konsultansi, tantangan ini berpotensi memperlebar kesenjangan antara perusahaan besar dan konsultan menengah ke bawah di industri konstruksi nasional.“(Bunga bank) tiga persen per bulan, dua persen per bulan. Itu menggerus keuntungan dan membuat kita tidak punya dana untuk melakukan pengembangan SDM (sumber daya manusia),” keluhnya.Padahal, lanjutnya, kemajuan sumber daya manusia sangat bergantung pada kemampuan perusahaan mengalokasikan dana untuk pelatihan dan pendidikan. “Kalau kita punya uang, pasti SDM-nya maju. Tapi kalau uangnya habis buat bayar bunga, bagaimana mau berkembang SDM-nya,” imbuhnya.Peter juga menyinggung kesulitan yang dialami BUMN konstruksi yang notabene memiliki dukungan lebih besar dari negara. “Coba lihat BUMN kontraktor, mereka pun kesulitan mengakses pendanaan. Padahal seharusnya untuk konstruksi ada bunga rendah, supaya mudah mencari modal,” tambahnya.INDONESIA BUTUH BANKKHUSUS KONSTRUKSIDi tengah kondisi tersebut, Peter Frans melontarkan ide besar yang menurutnya sudah lama perlu diwujudkan yakni pendirian Bank Konstruksi Nasional. “Kalau di luar negeri seperti China ada bank khusus konstruksi, kenapa Indonesia tidak bisa?” tanyanya retoris.“Malahan China termasuk Indonesia mendirikan AIIB (Asia Infrastructure Investment Bank) yang mempunyai proyek infrastruktur di Asia,” sambungnya.Menurutnya, keberadaan bank khusus sektor konstruksi akan memberi ruang napas bagi pelaku industri di level menengah agar mampu berkembang dan berkompetisi, baik di dalam maupun luar negeri. “Kalau bank konstruksi ini berhasil, industri konstruksi (nasional) pasti akan maju. Karena dana untuk konstruksi itu adalah driver ekonomi yang besar,” terangnya optimistis.Ia menegaskan, selama belum ada bank konstruksi, para pelaku usaha konstruksi akan terus menghadapi masalah klasik yakni keterlambatan uang muka proyek, jaminan yang sulit diterbitkan, dan beban bunga tinggi di awal tahun anggaran. “Saya rasa seluruh konsultan, seluruh kontraktor memiliki permasalahan yang sama yakni kesulitan pembiayaan di awal tahun karena uang mukanya terlambat. Akhirnya kita pinjam ke pihak ketiga,” kata Peter.Di akhir pernyataannya, Peter menegaskan kembali pentingnya dukungan pemerintah dalam membangun ekosistem yang sehat bagi industri jasa konstruksi nasional. “Bank Konstruksi itu penting. Karena tanpa akses modal, industri ini tidak akan pernah naik kelas,” tutupnya. (*)www.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR | 13


fifffflffiflflflfflffflff PEKERJAAN UMUMInfrastruktur BerkeadilanRakyat SejahteraIndonesia MajuMemberikan apresiasi mendalamAtas Pencapaian infrastruktur dalam mendukung ketahanan pangandan air yang berkelanjutan guna mewariskan ke anak cucuyang lebih baik dari yang kita terima.www.ciriajasaec.co.id ciriajasa.ec [email protected] MEMBANGUN NEGERI UNTUK RAKYATKEMENPUfifffflffiflflflfflffflff PEKERJAAN UMUMInfrastruktur BerkeadilanRakyat SejahteraIndonesia MajuMemberikan apresiasi mendalamAtas Pencapaian infrastruktur dalam mendukung ketahanan pangandan air yang berkelanjutan guna mewariskan ke anak cucuyang lebih baik dari yang kita terima.www.ciriajasaec.co.id ciriajasa.ec [email protected] MEMBANGUN NEGERI UNTUK RAKYATKEMENPU


Atas diraihnya PenghargaanGreen Consultant of The Years


Perkembangan industri penjaminan syariah di Indonesia tengah memasuki fase penting. Hal ini ditandai dengan meningkatnya literasi dan inklusi keuangan syariah sehingga kesadaran masyarakat terhadap prinsip keuangan yang lebih transparan, bersih, dan berlandaskan nilai-nilai syariah terus semakin berkembang. Salah satu lembaga penjaminan syariah terkemuka adalah PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah (Askrindo Syariah) yang memainkan peran strategis di Industri Penjaminan Pembiayaan Berbasis UMKM. Askrindo Syariah tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah tantangan dinamika bisnis dan semangat konsolidasi penjaminan, perseroan tetap menunjukkan kinerja impresif dan keberlanjutan yang solid.Direktur Pemasaran Askrindo Syariah, Achmad Rizali, menegaskan bahwa penjaminan memiliki tujuan utama dalam memberikan kemudahan akses terhadap lembaga keuangan bagi pelaku usaha tanpa terkecuali untuk sektor usaha produktif. Seperti halnya sektor konstruksi, ”karena setiap pembangunan membutuhkan instrumen kepastian pelaksanaan agar proyek dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan”, imbuhnya saat berbincang dengan Majalah Konstruksi Media, belum lama ini. Ia kemudian mempertegas posisi Askrindo Syariah sebagai lembaga penjaminan syariah full pledge pertama di Indonesia yang saat ini berusia 13 tahun, Askrindo Syariah mampu menjaga momentum pertumbuhan bisnis berlandaskan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dengan penuh dengan kehati-hatian.Peluangnya sangat besar. Prinsip syariah dengan 80% masyarakat muslim di Indonesia dapat semakin diterima, bahkan diterapkan di negara yang masyarakat muslimnya minoritas.ASET TERBESAR DAN TUMBUH ORGANIKPertumbuhan bank syariah yang mencapai kisaran 9–10% per tahun menjadi ASKRINDO SYARIAH KIAN KOKOH DI INDUSTRI PENJAMINAN SYARIAHSPECIAL CONSTRUCTION16 | EDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR www.konstruksimedia.com


penopang utama ekspansi perusahaan. Tidak hanya itu, aset Askrindo Syariah yang kini mencapai sekitar Rp3,2 triliun menjadikannya pemimpin di industri penjaminan syariah. Lebih jauh, dari sisi profitabilitas, perusahaan juga mendominasi. ROE (Return on Equity), NPM (Net Profit Margin), hingga hasil underwriting berada di posisi teratas dibandingkan penjaminan syariah lainnya. Di tengah pencapaian kinerja tersebut. Askrindo Syariah secara selektif mengelola setiap potensi bisnisnya, baik penjaminan cash financing maupun penjaminan non-cash financing seperti halnya produk Kontra Bank Garansi maupun Suretybond. Alasannya sederhana yakni terletak pada karakteristik risikonya yang harus dikelola secara optimal. Ketika ditanya soal pendekatan pemasaran, Rizali melihat bahwa karakteristik nasabah di Lembaga Keuangan Syariah memiliki keunikan tersendiri. Baginya, kejujuran, keterbukaan akad, dan keberpihakan pada etika bisnis islami merupakan daya tarik utama yang membuat penjaminan syariah terus dilirik.KONTRIBUSI TERBESAR DI SEGMENT UMKMҭMIKROC@NKURSY@RI@HҮAchmad Rizali menuturkan bahwa kontribusi bisnis terbesar di Askrindo Syariah masih disumbang oleh sektor penjaminan UMKM seperti produk super mikro, mikro dan penjaminan penugasan Kredit Usaha Rakyat Syariah. Khusus untuk penjaminan KUR Syariah secara konsisten Askrindo Syariah meneguhkan positioning-nya sebaga leader market dengan market sharesebesar 64% pada posisi 31 Oktober 2025. Hal ini merupakan hasil dari sinergi dan kolaborasi yang optimal dengan seluruh Bank Panyalur KUR Syariah.Ia menegaskan selain KUR Syariah bahwa seluruh line of business mulai dari mikro, konsumtif, retail korporasi hingga suretybond menunjukkan tren positif hingga akhir tahun. ” Insya Allah konsisten hingga akhir tahun tetap positif,” tegasnya. Mengenai peluang pada produk nonsyariah, Rizali menyebut perusahaan tetap mengikuti batasan Dewan Pengawas Syariah. “Selain suretybond dan bank garansi yang sifatnya service charge, produk lain harus syariah”, imbuhnya. Rizali menutup dengan optimisme bahwa keseimbangan antara pertumbuhan dan mitigasi risiko adalah kunci keberlangsungan penjaminan syariah. BANK KHUSUS KONSTRUKSITerkait wacana pembentukan bank khusus konstruksi, Rizali menilai hal tersebut dapat dilakukan, namun tidak harus melalui pendirian institusi baru. Ia menilai pola pemisahan fokus di bank-bank besar bisa menjadi solusi yang lebih efisien. “Kalau bikin bank baru dari nol itu berat. Lebih baik dibagi fokusnya saja”, jelasnya.Di akhir perbincangan, Achmad Rizali menyampaikan orientasi nilai Askrindo Syariah untuk masa depan. “Amanah tumbuh bersama”, tegasnya, merujuk pada tagline perusahaan. Ia menekankan bahwa noble purposepenjaminan syariah adalah selain mencapai aspek kinerja commercial namun tetap mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi nasional. (*)SPECIAL CONSTRUCTIONKOKOKALUN AKBARDirektur Utama PT Jaminan Pembiayaan AskrindoSyariahACHMAD RIZALIDirektur Pemasaran PT Jaminan Pembiayaan AskrindoSyariahAVIANTONO YUDIHARIADIDirektur K`r[kc[kPT Jaminan Pembiayaan AskrindoSyariahwww.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR | 17


GREEN CONSTRUCTIONPemerintah Indonesia tengah menapaki babak baru dalam pembangunan nasional, menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya kokoh, tetapi juga ramah lingkungan. Di tengah tuntutan global terhadap pengurangan emisi karbon dan efisiensi energi, konsep bangunan hijau (green building) kini menjadi arus utama dalam setiap perencanaan proyek strategis nasional.Dari gedung-gedung pemerintahan, rumah sakit, hingga sekolah negeri, pendekatan pembangunan berkelanjutan mulai diterapkan melalui penerapan prinsip efisiensi sumber daya, penggunaan material lokal, serta penerapan teknologi hemat energi. Lebih dari sekadar tren, inisiatif ini merupakan komitmen pemerintah dalam mendukung agenda Net Zero Emission 2060, sekaligus memperkuat daya saing sektor konstruksi nasional.Melalui berbagai regulasi dan panduan teknis, termasuk integrasi standar Greenship dan Bangunan Gedung Hijau (BGH), pemerintah berupaya memastikan setiap bangunan baru dapat menjadi pionir keberlanjutan yang tak hanya memberi manfaat ekologis, tetapi juga nilai ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.Terlebih saat ini Kementerian Pekerjaan Umum (PU) saat ini tengah menyiapkan langkah besar dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui implementasi bangunan gedung hijau secara nasional pada tahun 2026 mendatang. Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menekan emisi karbon, meningkatkan efisiensi energi, dan memperkuat ketahanan lingkungan di tengah perubahan iklim global.Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, menyatakan bahwa pemerintah akan menggandeng pemerintah daerah secara aktif untuk mendorong kesadaran pentingnya bangunan gedung hijau. “Saya itu ingin mengajak pemerintah daerah, untuk dia sadar bahwa bangunan gedung hijau itu penting. Dan secara aturan sudah ada. Kalau aturannya sudah ada, harusnya kan diikuti,” ungkap Diana kepada Majalah Konstruksi Media usai perhelatan ‘Seminar Knowledge Green Innovation Product’, Selasa, 21 Oktober 2025 lalu.Menurut Diana, salah satu fokus utama program ini adalah memastikan agar regulasi yang telah disusun tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar diimplementasikan di lapangan. Ia menegaskan, pemerintah sudah memiliki perangkat regulasi, pedoman, dan sistem sertifikasi yang jelas untuk menilai kelayakan sebuah bangunan gedung hijau. “Implementasinya seperti apa. Kita juga sudah ada sertifikasi, kita sudah ada aturannya. Tinggal dilakukan,” paparnya.DKI SEBAGAI PILOT PROJECTSebagai langkah awal, Kementerian PU akan menjadikan DKI Jakarta sebagai daerah percontohan atau pilot project utama dalam penerapan kebijakan bangunan gedung hijau. Wilayah ibu kota dianggap memiliki kesiapan yang lebih baik dalam hal infrastruktur, regulasi daerah, dan sumber daya manusia. “Bagaimana caranya dorongnya? Saya salah satunya ingin beberapa daerah KETIKAPEMBANGUNAN MENYAPA ALAM,LANGKAH BESAR MENUJU NET ZEROEMISSION 2060 18 | EDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR www.konstruksimedia.com


GREEN CONSTRUCTION menjadi contoh. Saya harapkan ini bisa terjadi, tentunya DKI Jakarta. Utamanya DKI Jakarta dulu, baru tempat-tempat wilayah lain ya,” ungkap Diana.Implementasi bangunan gedung hijau di Jakarta diharapkan dapat menjadi katalis bagi daerah lain untuk mengikuti langkah serupa. Pemerintah akan memantau proses ini secara intensif agar hasilnya bisa direplikasi di berbagai kota besar seperti Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar.Regulasi utama yang menjadi landasan hukum penerapan bangunan gedung hijau adalah Peraturan Menteri PUPR nomor 21 tahun 2021 tentang Panilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau. Aturan ini mencakup aspek perencanaan, pembangunan, pemanfaatan, hingga pemeliharaan bangunan dengan mempertimbangkan efisiensi energi, konservasi air, penggunaan material ramah lingkungan, serta kualitas udara dan kenyamanan ruang dalam gedung.Selain itu, penerapan prinsip bangunan gedung hijau juga diintegrasikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. PP ini memperkuat kewajiban pemenuhan standar teknis bangunan hijau dalam persetujuan bangunan gedung (PBG) maupun perizinan berusaha berbasis risiko (OSS).Pemerintah daerah memiliki peran kunci dalam mendorong penerapan bangunan gedung hijau. Dengan dukungan Kementerian PU, setiap daerah diharapkan menyusun Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur standar lokal dan mekanisme sertifikasi bangunan gedung hijau di wilayahnya masing-masing.DKI Jakarta sendiri telah lebih dulu memiliki Peraturan Gubernur Nomor 38 Tahun 2012 tentang Bangunan Gedung Hijau, yang menjadi acuan nasional dalam penyusunan kebijakan serupa di daerah lain.Diana menekankan bahwa implementasi bangunan gedung hijau bukan hanya soal regulasi, tetapi juga perubahan pola pikir dan kebiasaan dalam dunia konstruksi. “Kesadaran akan pentingnya efisiensi energi, air, dan material ramah lingkungan harus ditanamkan sejak tahap perencanaan hingga operasional gedung,” ujarnya.Ia menambahkan, penerapan bangunan gedung hijau juga dapat memberikan manfaat ekonomi jangka panjang. Gedung yang dirancang dengan efisiensi tinggi mampu menekan biaya operasional hingga 30 persen dan meningkatkan nilai properti. Lebih jauh, penerapan konsep ini juga berkontribusi pada target Net Zero Emission(NZE) Indonesia pada tahun 2060.Program nasional bangunan hijau 2026 akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, asosiasi profesi konstruksi, hingga pelaku industri bahan bangunan. Kementerian PU akan memperluas pelatihan dan sertifikasi teknis untuk tenaga ahli, serta memperkuat kolaborasi dengan lembaga penelitian dan perguruan tinggi.Ke depan, Kementerian PU juga berencana untuk memperkenalkan sistem insentif bagi pelaku industri dan pengembang yang menerapkan prinsip bangunan gedung hijau dalam proyeknya. Insentif tersebut dapat berupa keringanan perizinan, potongan pajak daerah, atau kemudahan dalam proses sertifikasi.Dengan berbagai langkah strategis tersebut, diharapkan tahun 2026 menjadi tonggak penting dalam perjalanan Indonesia menuju pembangunan kota yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan. Implementasi bangunan gedung hijau bukan hanya simbol inovasi teknis, tetapi juga bukti nyata komitmen pemerintah terhadap masa depan lingkungan dan generasi mendatang.DORONG MATERIAL HIJAU/RAMAH LINGKUNGANDiana kembali menegaskan pentingnya penggunaan material lokal berkualitas tinggi dalam setiap proyek pembangunan infrastruktur nasional. Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti, menekankan bahwa keberpihakan terhadap produk dalam negeri harus dibarengi dengan komitmen kuat terhadap mutu dan keberlanjutan lingkungan.Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan nomor 9 (industri, inovasi, dan infraSetiapbangunan berdiri kokoh tanpa mengorbankan bumi, dari kebijakan hingga kualitas material, Indonesia tengah menulis sejarah baru, membangun dengan hati.Ir. Diana Kusumastuti, M.T., Wakil Menteri Pekerjaan Umum Republik IndonesiaEDISI XVIIIwww.konstruksimedia.com NOVDMADRӥCDSDMADR | 19


struktur), nomor 11 (kota dan permukimanberkelanjutan), serta nomor 12 (konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab).Menurutnya, penggunaan material lokal tidak bisa hanya sekadar simbol nasionalisme ekonomi. “Kalau material lokal, tentunya kualitasnya juga harus bagus. Kalau nggak bagus ya nggak akan kami pakai,” bebernya.Ia menegaskan bahwa seluruh produk material dalam negeri yang digunakan untuk proyek pemerintah harus memenuhi standar mutu dan spesifikasi teknis sesuai ketentuan Kementerian PU. Dalam konteks ini, pemerintah mendorong produsen lokal untuk memperkuat inovasi dan quality control.“Kita minta semua (produk) evaluasi kualitasnya. Kita kan memilihnya spesifikasinya yang baik, yang harus kita gunakan,” katanya menegaskan bahwa Kementerian PU sangat mengedepankan asas fair competition antarprodusen material lokal, dengan penilaian berbasis kualitas, keberlanjutan, dan kesesuaian standar teknis.Kementerian PU menilai bahwa keberhasilan pembangunan berkelanjutan sangat bergantung pada sinergi antara regulasi, industri, dan kesadaran lingkungan. Material lokal yang digunakan dalam proyek pemerintah diharapkan tidak hanya kuat dan tahan lama, tetapi juga berkontribusi pada efisiensi energi, pengurangan emisi karbon, dan pemanfaatan sumber daya yang bertanggung jawab.Dalam mendukung hal tersebut, pemerintah telah menetapkan beberapa regulasi penting, salah satunya adalah Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, yang mewajibkan instansi pemerintah mengutamakan penggunaan produk dalam negeri yang memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tinggi.Juga, implementasi Permen PUPR 21/2021 tentang BGH juga menjadi dasar dalam memastikan setiap material yang digunakan harus memenuhi aspek efisiensi energi, air, dan ramah lingkungan. Regulasi tersebut secara tidak langsung menuntut pelaku industri material lokal untuk bertransformasi menuju praktik green industri. “Dengan begitu, produk-produk nasional tidak hanya bersaing dari sisi harga, tetapi juga dari sisi keberlanjutan dan dampak lingkungannya, serta kualitasnya,” imbuh Diana.Lebih jauh, konsep Green Building yang diatur dalam regulasi PU mengharuskan setiap bangunan pemerintah memenuhi kriteria efisiensi sumber daya dan rendah emisi. Artinya, pemilihan cat, semen, baja, hingga elemen arsitektural lainnya harus memiliki sertifikasi ramah lingkungan atau eco-label. “Prinsip ini tidak hanya untuk memenuhi tuntutan global, tetapi juga untuk menjamin umur teknis bangunan yang lebih panjang dengan biaya operasional lebih rendah,” jelasnya.Kementerian PU juga tengah memperkuat kolaborasi dengan asosiasi industri dan lembaga sertifikasi untuk memastikan material lokal mendapatkan pengakuan teknis yang layak. Upaya ini termasuk mendorong peningkatan kapasitas laboratorium uji mutu material di berbagai daerah agar pengawasan terhadap kualitas produk dalam negeri dapat dilakukan lebih merata dan transparan.Diana menegaskan, pembangunan infrastruktur yang andal dan berkelanjutan harus dimulai dari pemilihan material yang tepat. “Jadi semua material lokal yang digunakan (Kementerian PU) harus sesuai spesifikasi dan standar kualitas yang kami tetapkan,” ucapnya. Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa keberpihakan terhadap produk lokal bukan berarti menurunkan standar kualitas, melainkan mendorong peningkatan standar nasional agar sejajar dengan produk internasional.Lebih jauh, ia mengemukakan bahwa kebijakan ini menjadi dorongan bagi pelaku industri nasional untuk berinovasi dalam menciptakan green materials, seperti cat rendah VOC, semen ramah karbon, hingga baja daur ulang. Kementerian PU menilai, penggunaan material yang berkelanjutan bukan hanya mendukung bangunan gedung hijau, tetapi juga memperkuat ekonomi nasional melalui pengurangan impor bahan bangunan dan peningkatan daya saing produk lokal.“Kementerian PU berharap Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi hijau, tetapi juga produsen utama material ramah lingkungan di kawasan Asia Tenggara. Dukungan dari semua pihak mulai dari produsen, kontraktor, hingga pemerintah daerah menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan pembangunan nasional sesuai semangat SDGs,” tutupnya menandaskan. (*)GREEN CONSTRUCTION20 | www.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR


Sorotan dunia konstruksi dan properti nasional tertuju pada gelaran Greenship Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Green Building Council Indonesia (GBCI). Ajang ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan panggung kehormatan bagi para pelaku usaha, pengembang, pemilik bangunan, dan pemangku kepentingan yang telah membuktikan komitmennya dalam menerapkan prinsip green building secara nyata dan berkelanjutan.Di tengah ancaman krisis iklim global, lonjakan emisi karbon, dan tekanan terhadap sumber daya alam, Greenship Awards 2025 hadir sebagai simbol perlawanan bahwa pembangunan tidak harus merusak, dan pertumbuhan tidak harus mengorbankan masa depan. Ketua Umum GBCI, Ignesjz Kemalawarta, mengatakan Greenship Awards bukan hanya pengakuan atas pencapaian teknis, tetapi juga penghormatan atas keberanian mengambil keputusan bisnis yang berpihak pada keberlanjutan.“Green building bukan tren sesaat. Ini adalah jalan panjang yang harus ditempuh bersama, dengan komitmen, konsistensi, dan keberanian untuk berubah,” jelas Ignesjz di malam penganugerahan Greenship Awards 2025 di Sopo Del Tower, Jakarta, (05/12/2025) malam. Sebagai informasi Sopo Del Tower juga telah berhasil memiliki sertifikat Greenship level Platinum.Menurutnya, setiap bangunan hijau yang berdiri hari ini adalah investasi sosial bagi generasi mendatang. “Kita tidak hanya membangun gedung, tetapi membangun warisan untuk anak cucu kita udara yang lebih bersih, lingkungan yang lebih sehat, dan kota yang lebih layak huni,” paparnya.Greenship Awards 2025 juga menjadi bukti bahwa dunia usaha Indonesia semakin matang dalam memandang isu lingkungan sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang, bukan lagi sekadar kewajiban administratif.Komitmen tersebut sejalan dengan target besar pemerintah dalam menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) tahun 2030 sebesar 31,89% secara mandiri atau 43,2% dengan dukungan internasional. Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam berbagai kebijakan transisi energi, pembangunan rendah karbon, dan agenda nasional pengendalian perubahan iklim.Selain itu, pemerintah juga mewajibkan standar BGH (Bangunan Gedung Hijau) melalui Permen PU No. 21/2021, menargetkan konservasi energi 25% dan air 10%.Sekretaris Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum, Dian Irawati, menyampaikan bahwa peran sektor bangunan sangat krusial dalam agenda penurunan emisi nasional.“Bangunan menyumbang porsi besar konsumsi energi. Karena itu, green building bukan pilihan, melainkan kebutuhan strategis nasional. Penghargaan ini membuktikan bahwa sektor swasta bukan hanya mengikuti regulasi, tetapi telah menjadi mitra aktif pemerintah dalam menjaga bumi,” tuturnya.SATU BARISAN LAWAN KRISIS IKLIMDian mengungkapkan bahwa pemerintah terus mendorong lahirnya lebih GREENSHIP AWARDS 2025KOMITMEN HIJAU UNTUK GENERASI MENDATANGGREEN CONSTRUCTION22 | www.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR


GBCIDEAS- Tata Harapan Bertumbuh (Juara 1)- Atma Ruang (Juara 2)- Grahasena Terra (Juara 3)BEST GREENSHIP PROFESIONAL- Miski Adlina- Alexandra Widyanareswari- Ir. Yadi Krisnadi, M.Ars, MM, IAI, GPBEST GREEN CONSULTANT OF THE YEAR- PT Yodaya Hijau Bestari- PT Eco Build International- PT Narama Mandiri- Sarana Hijau LestariBEST GREEN CONTRACTOR OF THE YEAR- PT. PP (Persero) TbkBEST BUSINESS LEADERSHIP IN SUSTAINABILITY - Sinar Mas Land- Concentrix Service Indonesia- Kota Baru Parahyangan(PT Belaputera Intiland)BEST GREENSHIP INNOVATION- PT Amerta Corona Sahabat Indonesia- CLT Nusantara Pavillion(Universitas Gadjah Mada)- PT. Cipta Mortar UtamaBEST GREENSHIP PERFORMANCE NH - ALTÉA BLVDBEST GREENSHIP PERFORMANCE IS ҭINTDRIORSP@BDҮ- Kantor BP Bureau Ltd.- U-LEARN PHE- Concentrix Yogyakarta- Head Office PT. AIABEST GREENSHIP PERFORMANCE NDWAUILCINFҭNAҮ- Jakarta International Stadium- Plaza BNI- Astra Honda Motor Plant 6BEST GREENSHIP PERFORMANCE DXISTINFAUILCINFҭDAҮ- United Tractors- GRHA Unilever- Sinar Mas Land Plaza BSD- MyRepublic Plaza- Toyota Motor ManufacturingIndonesiaBEST GREENSHIP COMMITMENT- Alamanda Tower- Sampoerna Strategic- South QuarterLIFETIME ACHIEVEMENT- Iwan Prijanto- Lucia KarinaPENERIMA PENGHARGAAN GREENSHIP AWARDS 2025banyak bangunan hijau melalui regulasi, insentif, pendampingan teknis, serta kolaborasi dengan asosiasi profesi dan lembaga sertifikasi seperti GBCI.Greenship Awards 2025 pun menjadi titik temu antara idealisme lingkungan dan realitas pasar, di mana keberlanjutan terbukti mampu berjalan seiring dengan efisiensi biaya operasional serta peningkatan nilai aset bangunan.Selain itu, GBCI juga menegaskan komitmen strategis bersama Kementerian PU untuk mempercepat penerapan prinsip green dan pembangunan berkelanjutan secara lebih masif.Kolaborasi ini mencakup penguatan regulasi, harmonisasi standar teknis bangunan hijau, pengembangan kapasitas SDM, serta percepatan sertifikasi Greenship di proyekproyek pemerintah maupun swasta.Kembali, Ignesjz menyampaikan bahwa masa depan pembangunan Indonesia tidak bisa lagi bertumpu pada pola lama. “Kita harus bergeser dari sekadar membangun menjadi merawat keberlanjutan. Tahun 2026 akan menjadi akselerasi penting bagi gerakan green building di Indonesia,” bebernya.Sementara itu, Kementerian PU memastikan bahwa prinsip-prinsip keberlanjutan akan semakin terintegrasi dalam setiap program pembangunan infrastruktur ke depan. “Kami ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya cepat dan besar, tetapi juga bertanggung jawab pada lingkungan dan manusia,” ujar Dian.Greenship Awards 2025 akhirnya bukan hanya tentang siapa yang menerima trofi, melainkan tentang siapa yang mengambil tanggung jawab lebih besar terhadap bumi, di tengah melambatnya waktu untuk menyelamatkan iklim dan kehidupan.LOGO BARU GBCIDalam momentum tersebut, GBCI resmi melakukan Rebranding Logo, untuk memperkuat arah peran menuju pembangunan berkelanjutan di Indonesia.Rebranding ini tidak sekadar pembaruan visual, tetapi menjadi simbol komitmen baru GBCI dalam mendukung agenda penurunan emisi karbon dan percepatan transisi menuju bangunan hijau di Tanah Air.Director of Rating Development, Digitalization & Training, Ariko Andikabina mengatakan rebranding ini lahir dari refleksi panjang atas tantangan global, termasuk pandemi, perubahan iklim, serta komitmen Indonesia dalam mencapai target penurunan emisi.“Kami menyebutnya sebagai framing menuju Indonesia yang lebih hijau dan lebih peduli. Di sinilah dasar pemikirannya, bahwa yang diuntungkan bukan hanya sektor, tetapi seluruh masyarakat,” ungkap Ariko.Ia menjelaskan bahwa Indonesia telah menetapkan target penurunan emisi karbon melalui Nationally Determined Contribution (NDC), dari sebelumnya 29 persen menjadi 32–39 persen pada 2030.“Pada second NDC, penurunan emisi yang lebih signifikan baru dilakukan setelah 2030. Lalu pertanyaannya, menuju 2030 ini apa yang harus kita siapkan? Di sinilah capacity building menjadi kunci,” tuturnya.Saat ini, Pemerintah menaruh fokus besar pada pembangunan kapasitas SDM yang memiliki visi, kompetensi, dan kemampuan teknis dalam pengelolaan emisi karbon. “Kita berbicara soal capacity building dari Sabang sampai Merauke. Ini jelas tidak bisa dilakukan sendirian. Kita perlu kolaborasi,” tegasnya.Rebranding logo GBCI pun merepresentasikan semangat kolaborasi tersebut. GBCI ingin tampil sebagai ekosistem yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam satu visi besar membangun Indonesia yang lebih hijau, rendah karbon, dan berkelanjutan. (*)www.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR | 23


COVER STORYDalam lanskap industri jasa konstruksi yang kompetitif, jarang sekali ditemukan perusahaan lokal yang berhasil menembus panggung internasional tanpa sokongan konglomerasi besar atau modal asing. Namun PT Pola Teknik Konsultan (Polatek) membuktikan bahwa keberanian untuk bertransformasi, disertai disiplin dan komitmen terhadap kualitas, mampu membawa perusahaan asal Mataram itu melangkah hingga ke Timur Leste dan kini menatap pasar Asia yang lebih luas.“Perjalanan kami bukan sekadar ekspansi geografis. Melainkan ini adalah perjalanan untuk membangun reputasi, kepercayaan, dan kapasitas profesional di dunia konsultansi yang makin menuntut integritas dan ketepatan,” ungkap Denny Jauhari, SE., MM., selaku President Director Polatek membuka perbincangan dengan nada reflektif. Didirikan pada 14 April 2000 di Mataram, perusahaan yang awalnya bernama CV Polatek itu bertransformasi menjadi perseroan terbatas dua dekade kemudian. Langkah hukum yang sederhana ini menandai perubahan besar dalam visi, dari sekadar penyedia jasa lokal menjadi konsultan multidisiplin yang berorientasi global.Langkah strategis berikutnya datang pada 2022, ketika kantor pusat Polatek resmi berpindah ke Jakarta. “Kami ingin lebih dekat dengan pusat kebijakan dan proyek strategis nasional,” ujar Denny. “Perubahan itu juga simbol niat kami untuk naik kelas dari perusahaan kecil menjadi penyedia jasa konsultansi berkelas Besar (B),” sambungnya.Keputusan itu terbukti tepat. Polatek segera terlibat dalam proyek-proyek besar di Ibu Kota Nusantara (IKN), mulai dari pembangunan rumah susun ASN2, rusun Paspampres, hingga Sarana Prasarana Pemerintahan (Sarper) 1B, yang meliputi Paviliun Presiden, Masjid Kepresidenan, dan kawasan sekitarnya, dengan luas sekitar 11,04 hektar.Atas kiprahnya di proyek-proyek strategis tersebut seperti IKN itu, Polatek berhasil menerima apresiasi bergengsi berupa penghargaan Rekor MURI (Museum Rekor Indonesia). Namun, bagi Denny dan timnya, penghargaan MURI itu hanyalah bonus. “Yang paling penting adalah kami bisa menunjukkan kemampuan bahwa perusahaan lokal pun mampu mengelola proyek berskala nasional dengan standar tinggi,” imbuhnya.Tidak berhenti di situ, Polatek memperluas portofolionya ke sektor lain mulai dari pertanian, perencanaan wilayah, hingga manajemen konstruksi berkelanjutan. Di tengah gempuran pemain besar, Polatek memilih jalur inovasi. Visi pembangunan di era modern tak lagi dapat bergantung pada TRANSFORMASI POLATEK: DARI KONSULTAN DOMESTIK MENJADI PEMAIN GLOBAL\"VISI YANG TAK LAGI KONVENSIONAL\"Denny Jauhari, SE., MM.,President Director PT Pola Teknik Klkprhq[kҫPlh[q`gҬ24 | EDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR www.konstruksimedia.com


COVER STORYcara-cara konvensional. Perubahan cepat dalam teknologi, regulasi lingkungan, serta tuntutan efisiensi dan keberlanjutan menuntut paradigma baru dalam setiap langkah perencanaan dan implementasi proyek. Visi kini harus berorientasi pada inovasi, kolaborasi lintas sektor, dan keberanian untuk keluar dari pola lama yang kaku. Perusahaan yang ingin bertahan dan berkembang di tengah dinamika global harus mampu membaca arah perubahan ini. Mereka tidak hanya dituntut menghadirkan hasil yang fungsional, tetapi juga berdaya guna jangka panjang dan berdampak positif bagi lingkungan serta masyarakat. Inilah semangat dari visi yang tak lagi konvensional visi yang berpijak pada masa depan, bukan masa lalu.“Kami fokus pada tata kelola proyek yang efisien, administrasi yang tertib, dan penggunaan teknologi terkini seperti BIM (Building Information Modeling),” papar dia.Menurutnya, teknologi BIM kini menjadi tulang punggung operasional Polatek. Setiap proyek dikelola melalui sistem terintegrasi, mulai dari desain hingga monitoring lapangan. “Dengan BIM dan sistem monev kami, semua progres pekerjaan bisa dilihat real time dari Jakarta,” tuturnya bangga.Sistem itu membuat Polatek mampu menjaga standar yang tinggi, bahkan dalam proyek-proyek lintas wilayah. “Kami punya target zero temuan audit. Semua dokumen harus sesuai dengan kontrak dan kualifikasi tenaga ahli,” beber Denny.Kedisiplinan administrasi itu terbukti efektif dari sekitar 100 proyek yang ditangani, 60 telah selesai dikerjakan dengan baik dan 10 proyek sedang berjalan. Semua tercatat dalam sistem web perusahaan yang kini menjadi sumber data dan rujukan digital.Tapi yang paling mengesankan dari perjalanan Polatek adalah langkah beraninya menembus pasar luar negeri. Tahun 2025 menjadi tonggak sejarah ketika Polatek menandatangani kontrak Project Consultancy Servics For the Detail Engineering Design (DED) of New Building for Psychiatry Hospital Ermera Municipality Timor Leste, Consulting Services for Construction Supervision of Construction of New Nacional Incubation Center Building in Dili, and Construction Supervision of New Construction of SAMES Warehouse for Medical Equipment, Nutrition, Bulk Storage, Quality Assurance Laboratory a and Fire Hydrant System. Kami sudah menangani 3 (tiga) proyek di Timor Leste. “Kami turun langsung ke lapangan, mendesain fasilitas rumah sakit jiwa di sana,” imbuh Denny.Keberhasilan itu disusul dengan proyek kedua dan ketiga di Timor Leste yang masih dalam tahap implementasi. “Bagi kami, ini bukan hanya soal nilai kontrak, tapi tentang pengakuan kompetensi,” ujarnya. Polatek kini sedang memetakan peluang baru di kawasan Asia Tenggara membidik pasar manajemen konstruksi di negara berkembang yang tengah giat membangun infrastruktur. Di sisi lain, Denny menyadari bahwa ekspansi internasional menuntut peningkatan kapasitas internal. “Kami sedang mengembangkan kompetensi tenaga ahli, dari manajer BIM hingga tim leader, agar mampu bersaing secara global,” jelasnya.Selain itu, Polatek juga mulai menaruh perhatian pada sektor berorientasi lingkungan seperti pengelolaan air minum dan sampah. Saat ini, mereka tengah mengerjakan proyek FS dan DED sistem persampahan di Banjarmasin dan Lombok. “Sampah itu masalah global, tapi solusinya harus lokal,” tegas Denny.Ia menyoroti bahwa keberhasilan proyek persampahan bukan hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi pengelolaannya, tetapi juga oleh perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan dan memilah sampah sejak dari sumber. Menurutnya, tanpa kesadaran kolektif dan partisipasi aktif warga, www.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR | 25


sistem persampahan yang modern sekalipun tidak akan berjalan optimal dan berkelanjutan.“FS adalah kunci, tapi tanpa perubahan perilaku dari masyarakat (terhadap sampah), semua hanya sia-sia. Makanya sangat dibutuhkan kolaborasi nyata antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha agar sistem pengelolaan sampah bisa berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujarnya lugas.Dalam pandangan Denny, masa depan industri konsultansi di Indonesia terletak pada integrasi antara kepatuhan, digitalisasi, dan pemberdayaan lokal. Dia menegaskan bahwa keberhasilan konsultan ke depan tidak hanya diukur dari kemampuan teknis, tetapi juga dari sejauh mana mereka mampu memanfaatkan teknologi untuk efisiensi, menjunjung etika profesional, serta berperan aktif dalam mengangkat potensi daerah melalui solusi yang berkelanjutan.“Kami belajar banyak dari pasar luar negeri, tetapi kami tidak kehilangan jati diri sebagai perusahaan Indonesia,” tegasnya.Kini, Polatek bukan lagi sekadar nama keren yang terdengar teknologis. Ia adalah simbol dari tekad untuk tumbuh dari daerah, membuktikan kapasitas di nasional, dan melangkah mantap ke dunia global. “Kami ingin Polatek dikenal bukan karena besar, tapi karena terpercaya,” jelas Denny menuturkan.STRATEGI MASUK PASAR INTERNASIONALDalam bincang-bincang tersebut, Denny dengan antusias membagikan kisah perjalanan Polatek yang penuh tantangan dan pencapaian. Ia menceritakan bagaimana perusahaan yang dulu berawal dari skala kecil kini berhasil berkembang pesat berkat inovasi dan komitmen terhadap kualitas.Dia menyebut, perjalanan itu tidak selalu mulus, berbagai rintangan yang dihadapi, mulai dari keterbatasan sumber daya hingga persaingan ketat di industri teknologi. Namun, dengan tekad kuat dan strategi yang tepat, Polatek perlahan mulai menancapkan reputasinya di tingkat nasional.Puncak keberhasilan Polatek pun datang ketika perusahaan tersebut berhasil menembus “pasar” internasional. Menurutnya, pencapaian ini bukan hanya soal ekspansi bisnis, tetapi juga bukti bahwa produk dan talenta lokal mampu bersaing di kancah global.Adapun beberapa hal yang menjadi kunci keberhasilan Polatek antara lain peningkatan sertifikasi dan standar mutu, kemitraan internasional, diversifikasi layanan, pemanfaatan teknologi digital, hingga fokus pada peluang di kawasan regional ASEAN. Kombinasi strategi ini tidak hanya memperluas jangkauan bisnis, tetapi juga memperkuat reputasi Polatek sebagai perusahaan konsultan yang mampu bersaing di tingkat global.1.Peningkatan Sertifikasi dan Standar Mutu, untuk dapat mengikuti tender internasional, Polatek perlu atau sudah menyiapkan sertifikasi mutu (ISO atau standar serupa), system manajemen lingkungan, keselamatan kerja, dan sebagainya.Dalam menapaki pasar global yang kian kompetitif, PT Polatek Konsultan sadar bahwa reputasi tidak hanya dibangun dari portofolio proyek, tetapi juga dari kepatuhan terhadap standar mutu internasional. Untuk dapat bersaing di tender global, Polatek kini menyiapkan peningkatan sertifikasi dan sistem manajemen terintegrasi, mencakup ISO 9001 untuk mutu, ISO 14001 untuk lingkungan, serta ISO 45001 untuk keselamatan dan kesehatan kerja.“Standar ini bukan sekadar formalitas. Kami ingin memastikan setiap pekerjaan yang kami tangani memenuhi prinsip profesionalisme, keamanan, dan keberlanjutan. Karena hanya dengan mutu tanpa kompromi, kami bisa berdiri sejajar dengan konsultan internasional,” katanya.2.Kemitraan Internasional,aliansi dengan perusahaan asing atau konsorsium yang memiliki pengalaman global bisa memperkuat portofolio dan kepercayaan mitra internasional. Menyadari pentingnya kolaborasi lintas batas, Polatek kini aktif membangun aliansi strategis dengan perusahaan asing dan konsorsium berpengalaman global. Langkah ini bukan sekadar COVER STORY26 | www.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR www.konstruksimedia.com


memperluas jaringan bisnis, tetapi juga menjadi jembatan transfer pengetahuan dan teknologi untuk memperkuat daya saing di kancah internasional.“Kemitraan internasional bagi kami adalah bentuk percepatan. Dengan bekerja sama bersama mitra yang telah berpengalaman di berbagai negara, kami dapat memperkaya metodologi, memperluas kapasitas, dan membangun kepercayaan global terhadap kemampuan konsultan Indonesia,” imbuhnya.3.Diversifikasi Layanan, menambahkan layanan turunannya seperti pengolahan langsung sampah (produk pellet, RDF, atau biomassa), atau rancangan teknologi baru yang sesuai dengan standar global.Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, PT Polatek tengah memperluas cakupan usahanya melalui diversifikasi layanan yang lebih inovatif. Tidak hanya berhenti pada perencanaan dan manajemen konstruksi, Polatek mulai meneliti dan mengembangkan layanan turunan di sektor lingkungan, seperti pengolahan langsung sampah menjadi produk bernilai tambah berupa pellet, RDF (Refuse Derived Fuel), dan biomassa.“Ini langkah nyata kami untuk menjawab tuntutan global terhadap keberlanjutan. Kami ingin menghadirkan COVER STORYwww.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR | 27


solusi teknis yang tidak hanya efisien dan ekonomis, tetapi juga sejalan dengan prinsip green technology yang kini menjadi standar dunia,” paparnya.4.Digitalisasi dan Teknologi, pemanfaatan BIM (Building Information Modeling), simulasi lingkungan, penggunaan software perencanaan terkini, teknologi manajemen proyek yang transparan.Dalam menghadapi era konstruksi modern yang serba cepat dan transparan, PT Polatek menempatkan digitalisasi sebagai inti transformasi perusahaan. Pemanfaatan teknologi seperti BIM, simulasi lingkungan, dan software perencanaan terkini menjadi fondasi utama untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, serta pengawasan setiap proyek yang dikerjakan.“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Dengan teknologi manajemen proyek yang terintegrasi dan transparan, kami memastikan setiap proses berjalan akuntabel, terukur, dan sesuai dengan standar global itulah wujud nyata dari profesionalisme Polatek di era digital,” bebernya.5.Fokus Regional ASEAN, melihat peluang di negara-negara tetangga yang mungkin memiliki kebutuhan pembangunan dan infrastruktur, terutama kota-kota yang berkembang yang membutuhkan jasa perencanaan dan konsultansi konstruksi.Fokus ekspansi kawasan menjadi langkah strategis bagi perusahaan jasa perencanaan dan konsultansi konstruksi Indonesia untuk memperluas pengaruhnya di tingkat regional. Dengan pengalaman dan reputasi yang telah teruji di dalam negeri, langkah menuju pasar ASEAN menjadi peluang emas untuk memperkuat posisi sebagai mitra strategis dalam pengembangan infrastruktur kawasan.Negara-negara tetangga di Asia Tenggara kini tengah memasuki fase pertumbuhan pesat, terutama kota-kota berkembang yang membutuhkan solusi pembangunan berkelanjutan dan efisien. Kondisi ini membuka ruang kolaborasi lintas batas, di mana konsultan Indonesia dapat menawarkan keunggulan teknologi, pemahaman lokal terhadap iklim tropis, serta pendekatan desain yang adaptif terhadap kebutuhan urban modern di kawasan tersebut.“Kami tidak hanya ingin ikut tender, tetapi menjadi solusi nyata baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Kalau kita hanya jadi bagian kecil, mungkin replicable, tapi kami ingin menjadi pemimpin yang dipercaya untuk desain, perencanaan, dan eksekusi yang memenuhi standar internasional,” katanya menandaskan. (*)COVER STORY28 | www.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR


COVER STORYwww.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR | 29


PROFILEMendirikan perusahaan adalah satu hal, namun mengembangkan dan mempertahankan perusahaan membutuhkan lebih dari sekedar niat. Perlu keyakinan, konsitensi, ketekunan, perjuangan dan kesatuan. Ungkapan itu terasa sangat tepat menggambarkan perjalanan panjang PT Anugerah Wijayatrisna (AWT), sebuah perusahaan yang tidak hanya berhasil berdiri, tetapi juga mampu melewati tantangan regulasi, persaingan, dan dinamika ekonomi selama lebih dari 30 tahun. Di balik keberhasilan PT AWT dalam mempertahan perusahaan, hadir upaya serius untuk menjaga nilai, reputasi, dan kualitas kerja yang sejak awal ditanamkan oleh sang pendiri.AWT perusahaan yang berfokus di bidang distribusi dan aplikasi produk-produk konstruksi, meliputi bangunan industrial, komersial, hingga infrastruktur terus konsisten berinovasi dan memperkuat komitmennya untuk menjadi bagian penting dalam pembangunan di Indonesia, tentunya melalui penyediaan produk berkualitas serta tenaga ahli yang profesional.Selama lebih dari tiga dekade, AWT telah terlibat dalam berbagai proyek besar dan prestisius yang menjadi bukti kapabilitas dan rekam jejak perusahaan di industri konstruksi. Didukung oleh DEKADE LEBIH, SEMANGAT BERINOVASI & MENJAGA REPUTASI3MagdalenaBeatriceDirector PT Anugerah Wijayatrisna (AWT)30 | www.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR


PROFILE integritas tinggi dan komitmen pada kepuasan pelanggan, AWT selalu menjaga kepercayaan yang diberikan pada setiap proyek, menjadikannya mitra yang andal dan berorientasi pada hasil terbaik.Dalam bincang-bincang Majalah Konstruksi Media dengan Director PT AWT Magdalena Beatrice, ia menyampaikan bahwa keberlanjutan AWT bukanlah proses yang otomatis, melainkan hasil kerja keras yang berakar pada fondasi kuat perusahaan. “Nama besar AWT sudah dibangun oleh Founder kami [Ir. Harjanto Widjaja], dengan kerja keras dan integritas. Tugas kami sekarang adalah memastikan nilainilai itu tetap hidup, agar perusahaan ini tidak hanya bertahan, tetapi terus berkembang dan memberi dampak bagi negeri,” ungkap Beatrice minggu pertama di penghujung tahun 2025.Pasalnya, perjalanan panjang AWT selama 36 tahun bukan hanya menandai ketangguhan, tapi juga komitmen mereka untuk terus relevan dengan kebutuhan zaman. Pada Januari 2026, perusahaan yang didirikan pada 1990 ini akan memasuki usia baru sebuah momentum refleksi tentang bagaimana visi sederhana dari seorang insinyur berkembang menjadi fondasi solusi konstruksi yang komprehensif.Tidak banyak perusahaan yang mampu bertahan melampaui tiga dekade tanpa kehilangan jati diri. AWT adalah salah satu yang memilih bertahan bukan karena keberuntungan, tetapi karena keyakinan bahwa kualitas, kejujuran, dan komitmen tidak pernah lekang oleh waktu. Dalam setiap fase perjalanannya, AWT selalu berpijak pada nilai-nilai yang ditanamkan sejak hari pertama bekerja dengan hati, dan memberikan yang terbaik tanpa kompromi.Perjalanan panjang ini bukan sekadar cerita tentang sebuah perusahaan konstruksi yang tumbuh. Ini adalah kisah tentang bagaimana sebuah nama dijaga, bagaimana reputasi dibangun dengan penuh ketekunan, dan bagaimana warisan seorang pendiri dihidupkan oleh generasi penerusnya. Setiap tantangan yang datang tidak membuat AWT berhenti melangkah, melainkan menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang hanya dapat ditempuh oleh mereka yang setia pada prinsipnya.GENERASI KEDUA Ir. Harjanto Widjaja bukanlah sosok asing bagi Beatrice, beliau adalah ayahandanya sekaligus pendiri yang menanamkan nilai-nilai dasar yang kini menjadi fondasi kokoh PT AWT. Bagi Beatrice, AWT bukan hanya perusahaan keluarga, melainkan warisan profesionalisme dan integritas yang harus dijaga dengan sepenuh hati. Ia tumbuh menyaksikan bagaimana sang ayah membangun AWT dari tekad sederhana menjadi perusahaan yang dihormati di dunia konstruksi.Sebagai generasi kedua, Beatrice terus berimprovisasi dan membawa semangat baru dalam melayani setiap klien yang mempercayakan proyek kepada AWT. Ia memahami bahwa melanjutkan perjalanan perusahaan bukan hanya soal mempertahankan nama besar, tetapi memastikan bahwa nilai-nilai yang diwariskan tetap relevan, hidup, dan berdampak. Dengan konsistensi dan visi yang lebih progresif, Beatrice berupaya menjaga agar AWT tidak hanya bertahan, tetapi terus berkembang mengikuti tuntutan zaman. Sejak dipercaya sebagai authorized distributor oleh PT BHP (sekarang PT NS BlueScope Lysaght Indonesia) pada 1996, AWT memperluas diri bukan hanya sebagai pedagang material, tetapi penyedia solusi konstruksi yang lengkap. “Kami masuk ke segmen atap, dinding, bondek, kawat bronjong, pagar, hingga wire mesh, semua dimulai dari pemahaman mendalam tentang kebutuhan pasar,” tuturnya.Tranformasi terjadi di awal tahun 2000-an, ketika para pemilik proyek mulai mencari perusahaan one stop solution, yang tak hanya menjual produk tetapi juga mengambil alih tanggung jawab aplikasi dan teknis. Di titik itu, AWT menjawab tantangan dengan membangun tim engineering, project management, hingga tenaga aplikator bersertifikasi. “Owner butuh solusi cepat. Dan kami hadir untuk menjawab itu, tanpa kehilangan kualitas, tanpa kehilangan integritas,” jelasnya.Pertumbuhan AWT tidak berhenti pada wire mesh atau roofing saja. AWT kini menggarap material dekoratif panel, platform, cladding, hingga pekerjaan konstruksi baja. Dalam banyak proyek besar, AWT menjadi mitra utama berkat pemahaman kuat terhadap perimeter security, khususnya pada sektor industri, infrastruktur, dan pertahanan.Dalam dua dekade terakhir, rekam jejak AWT terlihat di berbagai proyek nasional prestisius seperti pembangunan www.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR | 31


PROFILETerminal 3 Bandara Soekarno–Hatta, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Yogyakarta (Yogyakarta International Airport/YIA), Bandara VVIP IKN, Jakarta International Stadium, LRT Jabodebek, berbagai universitas, stasiun kereta, hingga proyek komersial kelas premium seperti Nice Building di PIK 2. “Kami dipercaya tidak hanya di swasta, tapi juga pemerintah. Itu bukan karena nama besar, tapi karena konsistensi kami dalam menyelesaikan pekerjaan dengan baik,” ucap Beatrice bangga.Sebagai perusahaan yang bertumbuh di industri yang kompetitif, AWT memahami bahwa inovasi bukan pilihan, tetapi kewajiban tuntutan zaman. AWT pun kini mengembangkan solusi green roofing, waterproofing berlapis filtrasi, hingga integrasi roofing dengan solar panel. Salah satu proyek hijau AWT terlihat dalam pembangunan gedung-gedung pemerintahan di IKN, yang mengadopsi sistem atap hijau sesuai tuntutan sertifikasi hijau.“Kami harus terus adaptif. Dunia konstruksi berubah cepat, teknologi berubah cepat. Kalau perusahaan tidak bisa beradaptasi, tinggal tunggu waktu saja untuk tertinggal,” paparnya.Selain inovasi produk, AWT juga memprioritaskan kualitas dan keberlanjutan. Mereka memastikan mitra pabrikan memiliki sertifikasi TKDN, ISO, hingga standar konsistensi material yang dapat dipertanggungjawabkan. Di saat banyak perusahaan berlomba menurunkan harga, AWT memilih prinsip tepat guna, tepat fungsi dan tetap menomorsatukan kualitas.Hubungan jangka panjang dengan kontraktor, konsultan, dan pemilik proyek juga dijaga melalui kepercayaan yang dibangun perlahan. “Trust itu tidak dibangun dalam satu proyek. Tapi ketika orang tahu bahwa kami selalu ada ketika dibutuhkan, selalu menyelesaikan masalah, bukan lari dari masalah,” imbuhnya.Kini, memasuki usia ke-36, AWT bukan lagi sekadar distributor atau aplikator. Ia menjadi bagian dari perjalanan konstruksi Indonesia, hadir di fondasi, struktur, hinggadetail-detail peradaban baru yang dibangun bangsa. Bagi Beatrice, setiap tahun bukan hanya penanda waktu, tapi pengingat bahwa warisan yang didirikan ayahnya masih terus bernapas melalui komitmen yang sama: integritas, kualitas, dan inovasi.MENGHADAPI TANTANGAN PERUBAHAN ZAMANDi balik perjalanan panjang itu, Wanita yang menempuh Pendidikan di Universitas New South Wales (Australia) itu menyebut tantangan terbesar dalam menghadapi perubahan zaman justru datang dari dua sisi yaitu eksternal dan internal. “Kalau bicara eksternal, kita tidak bisa pungkiri persaingan semakin bebas. Keti32 | EDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR www.konstruksimedia.com


PROFILE ka proyek tidak mensyaratkan spesifikasi dan standar yang jelas, pasar menjadi sangat terbuka, bahkan bagi produk global,” urainya.Sementara, dari sisi internal, Beatrice melihat tantangan yang lebih fundamental yakni dengan membangun tim yang solid dari waktu ke waktu. Dengan banyak kepentingan dan dinamika setiap proyek, menjaga ritme dan sinergi menjadi kunci keberhasilan AWT. “Bagaimana kita membawa tim tetap sinergi, itu tantangan utamanya. Kalau internal kuat, tantangan eksternal lebih mudah diatasi,” jelasnya menuturkan.Memasuki usia 36 tahun, Beatrice menilai perjalanan AWT sebagai sebuah proses panjang yang penuh perjuangan. Ia menyebut perusahaan berdiri bukan sekadar karena usaha semata, tetapi juga berkat kehendak “Tuhan”, serta dukungan karyawan, partner, supplier, dan seluruh stakeholder.“Ke depan, harapan kami usaha ini bisa terus maju, berkembang, continue, dan menjadi berkat bagi banyak orang,” ungkapnya.TREN MATERIAL GREEN Tren green building kini turut menjadi perhatian serius AWT ke depan. Seiring berkembangnya pasar menuju material yang lebih ramah lingkungan, perusahaan telah mulai memasok sejumlah produk berstandar green sebagai bagian dari adaptasi terhadap kebutuhan industri masa depan.Langkah ini menunjukkan kesiapan AWT untuk mengikuti perubahan sekaligus mendukung transformasi konstruksi yang lebih berkelanjutan. Namun, menurutnya, pasar domestik belum sepenuhnya matang untuk menyerap produk-produk ramah lingkungan tersebut. “Kita masih melihat demand dulu. Dukungan regulasi juga penting supaya pasar green product benar-benar bergerak,” terangnya. Baginya, percepatan ekosistem green building tidak hanya bergantung pada kesiapan penyedia material, tetapi juga pada dorongan kebijakan yang mampu menciptakan pasar yang stabil dan berkelanjutan.Sementara, guna mendukung hal tersebut, AWT terus membangun kekuatan sumber daya manusianya. Beatrice menyebut banyak karyawannya yang bertahan hingga puluhan tahun, hal ini menurutnya sangat langka di industri konstruksi yang serba cepat. “Kami encourage mereka untuk terus naik secara karir dan ilmu dengan membiayai berbagai sertifikasi seperti K3, hingga grade keinsinyuran. Perputaran karyawan kami tidak cepat mungkin karena sudah seperti keluarga,” ucapnya sendu, seakan matanya berkata bahwa mereka (SDM) lah yang membuat AWT bisa terus bergerak maju.Meski demikian, ke depan, AWT juga membuka peluang ekspansi luar negeri. Pengalamannya saat menempuh pendidikan di Australia melihat peluang ekspor produk prefabrikasi sebagai potensi masa depan. Namun baginya, Indonesia sendiri masih sangat luas dan belum tergarap secara merata. “Mungkin cita-cita saya salah satunya menjelajah proyek di semua pulau di dalam negeri dulu,” jelasnya.Menutup refleksi perjalanan 36 tahun AWT, Beatrice kembali menegaskan bahwa moto perusahaan tak pernah berubah sejak awal yakni BISA (Behavior, Integrated, Synergy, Accountability). Bagi AWT, empat prinsip ini bukan sekadar jargon, melainkan pedoman yang menuntun setiap langkah, keputusan, dan cara perusahaan berinteraksi dengan klien maupun mitra kerja. Nilai-nilai tersebut menjadi kompas yang menjaga AWT tetap berada pada jalurnya, sekaligus menjadi identitas perusahaan di tengah kompetisi industri konstruksi.Dengan senyum yang menyiratkan keyakinan, Beatrice menuturkan bahwa kesiapan tim adalah kunci keberlanjutan perusahaan. Baginya, masa depan AWT tidak semata ditentukan oleh pengalaman tiga dekade, tetapi oleh kemampuan regenerasi untuk bekerja dengan hati, menjaga integritas, dan terus menyalakan semangat yang diwariskan pendirinya. (*)EDISI XVIIIwww.konstruksimedia.com NOVDMADRӥCDSDMADR | 33


Sejak berdiri pada tahun 2002, pabrik Audie Panel hadir dengan semangat membangun masa depan konstruksi Indonesia melalui teknologi panel dinding tahan gempa. Produk ini menjadi pijakan awal Audie Group dalam memperkenalkan sistem pembangunan cepat berbasis prefabrikasi. Awalnya didirikan berawal dari lini produk “SuperSteel”; “Audie Roof” dan “Audie Panel” pada tahun 1979 di kota Medan – Sumatera Utara, perusahaan ini kini berkembang menjadi grup dengan tiga divisi utama: Building, Retail, Food, Medical dan Energy, yang telah membawa nama perusahaan tersebut ke panggung internasional.Momentum besar datang pada tahun 2004 ketika tsunami melanda Aceh. Audie Group menjadi salah satu penopang percepatan pembangunan kembali permukiman dan fasilitas publik. Produksi panel dinding meningkat masif dan menjadi bukti bahwa sistem prefab mampu menjawab kebutuhan rekonstruksi pascabencana dengan cepat, efisien, dan aman.Melihat keberhasilan tersebut, CEO Audie Group Ozie Hansery Moechlis mulai memandang potensi pasar yang lebih luas. Pada 2013, ia menilai bahwa solusi konstruksi cepat tidak hanya dibutuhkan Indonesia, tetapi juga negara-negara berkembang lain. “Kami melihat kebutuhan global terhadap sistem bangunan cepat dan aman. Bukan sekadar produk, tetapi solusi menyeluruh untuk percepatan pembangunan,” ujar Ozie.Dari situlah jaringan internasional Audie Group berkembang. Fiji dan Timor Leste menjadi pintu ekspansi awal. Bahkan, Ozie mengenang pengalaman penting saat mendampingi Menko Kemaritiman kala itu, yakni Luhut Binsar Pandjaitan dalam kunjungan mendorong kerja sama konstruksi di kawasan Pasifik. “Kami terlibat dalam diplomasi ekonomi Indonesia, membawa prefab sebagai bagian dari kontribusi nyata negeri ini,” tuturnya.Pada 2017, Audie Group resmi membuka kantor perwakilan di Fiji dan Timor Leste. Sejak itu, jaringan global melebar hingga kini berada di lebih dari delapan negara. Kawasan Pasifik dan Afrika menjadi pasar yang paling menjanjikan, mengingat banyak negara di sana tengah mempercepat pembangunan infrastruktur dasar. “Afrika itu penuh peluang. Infrastruktur mereka berkembang cepat, dan solusi prefab adalah kunci percepatan,” kata Ozie.Saat ini Audie Group telah memasok kebutuhan konstruksi ke hampir 15 negara di Afrika, Pasifik, hingga Timur Tengah. Namun bagi Ozie, model bisnis mereka tak sekadar menjual material bangunan.Dalam upaya memperluas jangkauan ke pasar berkapitalisasi besar, Audie Group juga telah memetakan target ekspansi terbaru di Arab Saudi. Ozie mengkonfirmasi bahwa perusahaan berencana memasuki pasar Arab Saudi pada tahun 2026. PREFAB & KOMITMEN AUDIE TERHADAP GREEN BUILDING“Kami tidak menjual produk, kami menjual solusi. Building Solutions adalah DNA kami,” tegasnya. Premis utama Audie Group adalah menyediakan hingga 60% material yang dibutuhkan dalam pembangunan gedung, lengkap dan siap pasang.Sebagian besar produk Audie sudah berbasis prefabricated (prefab), di mana 60 persen konstruksi disiapkan langsung dari pabrik. Sistem ini diklaim membuat proses pembangunan lebih cepat, presisi, dan transparan. Ozie menekankan dengan prefab, kontraktor tidak bisa lagi memanipulasi material seperti pada metode konvensional. Semua sudah diproduksi di pabrik.Selain itu, produk Audie dikembangkan dengan standar green building dan telah lolos uji fireproof karena tidak menggunakan kayu. Bahkan, sebagai komitmen AUDIE GROUPSOLUSI PREFABLOKAL DI KANCAH INTERNASIONALOzie HanseryMoechlis,CEO Audie GroupPROFILE34 | www.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR


pada inovasi berkelanjutan, perusahaan akan meluncurkan produk furnitur berbahan Alumunium tahun depan.Melalui pendekatan tersebut, klien cukup membeli paket material “ready to build”, tanpa harus memikirkan detail teknis yang menyulitkan. Prefab yang diproduksi Audie Group juga telah terbukti delapan kali lebih ringan dari metode konvensional, namun tetap kuat dan aman.Saat ini Audie Group mengoperasikan enam pabrik besar: satu di Sumatera Utara, empat di Jakarta, satu di Makassar, serta satu di Kalimantan. Untuk fabrikasi baja, perusahaan memiliki fasilitas di Cikarang dengan kapasitas produksi mencapai 800 ton per bulan. Sementara itu, produksi genteng metalnya berada di kisaran 1.500 hingga 1.800 ton per bulan.Produk lain seperti sandwich panel juga menjadi komponen utama dalam berbagai proyek bangunan bertingkat. Audie Group pernah membangun gedung di kawasan SCBD dan Artha Graha setinggi lima lantai hanya dalam waktu tiga bulan berkat sistem pre-fabrikasi yang efisien.Keberhasilan di kawasan komersial elit tersebut tidak lepas dari portofolio domestik penting lainnya yang dikerjakan Audie Group. Proyek tersebut mencakup pembangunan RSCM 8 lantai pada tahun 2008, Universitas Gunadarma Karawaci 13 lantai, hingga bangunan Kinderfield di Depok yang mencapai enam lantai. Sesuai dengan Komitmen dari Presiden Prabowo untuk membangun 3 juta rumah; maka Audie Group juga berkomitmen dan support terhadap pembangunan massal (program pemerintah) juga terlihat jelas dengan berjalannya pembangunan 4.000 rumah di Jonggol saat ini, seluruhnya menggunakan teknologi prefab Audie Group. Sementara di luar negeri, ekspansi Audie Group terus berkembang. Di Afrika, perusahaan pernah menangani proyek pembangunan hingga 6.000 rumah. Bagi Ozie, pengalaman itu semakin membuka mindset bahwa pasar konstruksi global masih sangat terbuka untuk perusahaan Indonesia. Salah satu wilayah yang kini sedang digarap adalah Kepulauan Solomon dan Papua New Guinea, yang memiliki kebutuhan tinggi untuk pembangunan rumah rakyat dan fasilitas umum.Jaringan internasional Audie Group tidak hanya terbatas pada pembangunan hunian masal. Portofolio global mereka mencakup proyek non-residensial yang sangat beragam, membuktikan fleksibilitas teknologi prefab. Di kawasan Pasifik, Audie dipercaya untuk pembangunan stadion sepak bola (Standard FIFA) di Kiribati, sementara di Eropa mereka juga mengerjakan proyek strategis seperti pembangunan Ruangan Covid 19 di North Middlesex University Hospital. Keberagaman ini menegaskan bahwa solusi konstruksi Indonesia mampu bersaing di berbagai sektor, dari perumahan hingga infrastruktur teknologi tinggi.Saat ini Audie Medical memiliki produk Clinic Prefab; produk ini merupakan produk unggulan dengan Teknology Prefabrikasi yang sangat dibutuhkan di daerah terpencil. Keunggulannya yang dapat dibangun dalam waktu 1 hari dan termasuk dengan perlengkapan clinic yang siap untuk dijalankan. Beberapa negara di Afrika sudah banyak order Clinic Prefab tersebut dari Audie Medical.VISI DIGITALISASI UNTUK MEMUDAHKAN KONSUMENDalam jangka panjang, Audie Group menargetkan menghadirkan aplikasi digital untuk pembangunan rumah. Melalui aplikasi ini, konsumen dapat merancang, memilih material, hingga menghitung biaya tanpa repot. “Kami ingin orang bisa membangun rumah dengan mudah dan terjangkau lewat aplikasi,” tutup Ozie. Visi digital ini memperkuat DNA Audie Group sebagai penyedia solusi konstruksi terintegrasi (Building Solutions). Dengan mengedepankan kemudahan dan transparansi penuh yang didukung teknologi prefabrikasi unggulan, perusahaan meyakini inovasi ini akan menjadi senjata utama untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga untuk bersaing secara efektif dan unggul di pasar konstruksi internasional.Dengan pendekatan “Building Solutions”, Audie Group bertumbuh sebagai perusahaan prefab Indonesia yang tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga berdiri sebagai pemain global yang membawa inovasi ke berbagai negara berkembang. “Kami ingin membuktikan bahwa teknologi konstruksi dari Indonesia sanggup bersaing di pasar dunia, bahkan menjadi solusi bagi negara lain,” pungkas Ozie Hansery Moechlis. (*)PROFILEwww.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR | 35


NINDYA KARYADORONG PERTUMBUHAN EKONOMI BALITUNTASKAN PEMBANGUNAN KEK SANURPT Nindya Karya merampungkan pembangunan berbagai fasilitas ikonik di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, termasuk The Meru Sanur, Bali Beach Hotel, dan Bali Beach Convention. Sebagai Design & Build Contractor, PT Nindya Karya menghadirkan konstruksi berstandar internasional yang memadukan kemegahan modern dengan kearifan lokal Bali.Dalam pengerjaannya, PT Nindya Karya memastikan seluruh proses mengutamakan mutu, keselamatan kerja, serta pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.Direktur Utama PT Nindya Karya, Fimansyah mengungkapkan, “Tantangan terbesar proyek ini adalah menjaga nilai budaya Bali yang kuat yang tercermin dalam arsitektur, seni, dan lanskap dengan memasukkan inovasi desain modern tanpa mengganggu aktivitas pariwisata di kawasan tersebut.”Kehadiran The Meru Sanur memberi dorongan signifikan bagi pariwisata Bali. Konsep wellness hospitality dengan sentuhan arsitektur Bali yang PROFILE36 | EDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR www.konstruksimedia.com


elegan menambah pilihan akomodasi premium di Bali. Sementara, fasilitas modern seperti Bali Beach Convention membuka peluang bagi penyelenggaraan acara nasional maupun internasional.Efek berganda pun tercipta, mulai dari meningkatnya hunian hotel, perputaran UMKM, hingga terbukanya lapangan kerja baru.Keberhasilan proyek ini tidak hanya memperkuat identitas KEK Sanur sebagai destinasi unggulan, tetapi juga mengukuhkan posisi PT Nindya Karya dalam menghadirkan karya konstruksi berkualitas tinggi.Dengan menghadirkan pengalaman hospitality yang tak terlupakan sekaligus mengharumkan nama Bali dan Indonesia di mata dunia, The Meru Sanur masuk kedalam daftar Hall of Fame: The 100 Best Hotels in the World dan meraih gelar Bali’s Best Hotels & Resorts.Tidak hanya itu, dengan proyek ini PT Nindya Karya mendapatkan rekor MURI untuk kategori Revitalisasi Prasarana Meetings, Conferences, and Exhibitions (MICE) Terbesar di Hotel se-Indonesia. Di balik keindahan arsitektur yang diperbarui, PT Nindya Karya terus menerapkan prinsip excellent engineering dalam menghasilkan karya terbaik bagi bangsa.PROFILEwww.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR | 37


ƨǥƧƞơƤƝNINDYA KARYADORONG PERTUMBUHAN EKONOMI BALITUNTASKAN PEMBANGUNAN KEK SANURSebagai pintu gerbang utama bagi wisatawan domestik, mancanegara, maupun pelaku bisnis dari seluruh dunia, Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta kini hadir dengan suasana segar, modern, dan penuh sentuhan budaya nusantara berkat proyek renovasi yang dikerjakan PT Nindya Karya. Mengusung konsep Tropical Forest (Hutan Tropis) yang memadukan keindahan alam, kekayaan budaya, dan teknologi modern, transformasi ini tidak hanya mempercantik terminal, tetapi juga memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang ramah, berbudaya, dan berkelas dunia.Pada proyek ini, PT Nindya Karya sebagai Design & Build Contractor dipercayakan dalam melakukan penataan ulang desain interior dengan mengusung konsep ruang terbuka hijau bernuansa modern. Beberapa titik beautifikasi yang dikerjakan meliputi Baggage Claim Area yang dilengkapi layar LED berukuran besar menayangkan keindahan alam dpGcindmkpkD(rudmbdbnNINDYA KARYA PERCANTIKTERMINAL 3 SOEKARNO-HATTAPerkuat Citra Indonesia di Mata DuniaSebagai pintu gerbang utama bagi wisatawan domestik, mancanegara, maupun pelaku bisnis dari seluruh dunia, Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta kini hadir dengan suasana segar, modern, dan penuh sentuhan budaya nusantara berkat proyek renovasi yang dikerjakan PT Nindya Karya. Mengusung konsep Tropical Forest (Hutan Tropis) yang memadukan keindahan alam, kekayaan budaya, dan teknologi modern, transformasi ini tidak hanya mempercantik terminal, tetapi juga memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang ramah, berbudaya, dan berkelas dunia.Pada proyek ini, PT Nindya Karya sebagai Design & Build Contractor dipercayakan dalam melakukan penataan ulang desain interior dengan mengusung konsep ruang terbuka hijau bernuansa modern. Beberapa titik beautifikasi yang dikerjakan meliputi Baggage Claim Area yang dilengkapi layar LED berukuran besar menayangkan keindahan alam 38 | EDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR www.konstruksimedia.com


ƨǥƧƞơƤƝdan kebudayaan Indonesia, dinding area pengambilan bagasi yang dihiasi Vertical Garden, serta lokasi Conveyor Belt yang dipercantik dengan aneka tanaman hijau. Tak hanya indah dipandang, setiap penataan dirancang dengan mempertimbangkan mutu, keselamatan kerja, dan prinsip ESG, termasuk keberlanjutan lingkungan serta dampak sosial positif bagi UMKM, sehingga menghadirkan kenyamanan optimal bagi seluruh pengunjung.Dengan mengusung tema Tropical Forest (Hutan Tropis), Terminal 3 menghadirkan ruang-ruang hijau dengan memadukan kebudayaan, teknologi untuk memberikan pengalaman yang berkesan bagi para pengunjung bandara. Keindahan interior maupun eksterior diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung baik dari dalam dan luar negeri.Direktur Utama PT Nindya Karya, Firmansyah, mengungkapkan harapannya, \"Terminal 3 ini bisa menjadi representasi Indonesia yang ramah, modern, dan kaya budaya, sehingga Indonesia dapat menjadi destinasi wisata unggulan dan pusat bisnis berkelas dunia.”Proyek ini merupakan bagian dari komitmen PT Nindya Karya dalam mendukung Bandara Soekarno-Hatta masuk dalam 5 besar bandara terbaik di Asia Pasifik menurut 18th Annual Readers Choice Awards 2025. Lebih dari sekadar renovasi, transformasi ini menjadi upaya strategis memperkuat posisi bandara di kancah internasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata nasional.Dengan wajah baru yang memadukan keindahan alam tropis, kekayaan budaya nusantara, dan fasilitas modern, Terminal 3 kini siap menyambut jutaan pengunjung setiap tahunnya. Dan di balik perubahan besar ini, ada dedikasi PT Nindya Karya yang tak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun citra bangsa di mata dunia.EDISI XVIIIwww.konstruksimedia.com NOVDMADRӥCDSDMADR | 39


PROFILEMEMBANGUN LOYALITAS DENGAN KEPERCAYAANDAN KEPUASANMELALUI INTEGRITAS DAN INOVASI UNTUK MASA DEPAN INDONESIAFILSAFAT TRUE VALUEMEMBANGUN DENGAN HATI DAN NILAI“Sebuah pandangan bahwa nilai tertinggi dalam konstruksi bukanlah bangunan yang berdiri, melainkan kepercayaan, kepuasan, dan loyalitas yang tumbuh dari integritas dan inovasi yang berkelanjutan.”Di dunia konstruksi yang kerap diukur dari beton, baja, dan profit, PT Pulauintan Bajaperkasa Konstruksi (Pulauintan) memilih jalan berbeda. Sejak awal berdirinya, perusahaan ini menanamkan keyakinan bahwa membangun berarti menciptakan nilai, bukan sekadar menyelesaikan proyek.Filsafat itu mereka sebut True Value —sebuah pandangan hidup yang menegaskan bahwa makna sejati pembangunan terletak pada kepercayaan yang diperoleh, kepuasan yang diberikan, dan loyalitas yang dipertahankan. True Value bukan sekadar slogan, melainkan orientasi moral yang menuntun seluruh keputusan, strategi, dan perilaku di Pulauintan.“True Value berarti nilai sejati yang bertahan bahkan setelah proyek selesai,” ujar Dr. Ir. Augustinus Setijanto, M.M., yang telah lebih dari dua dekade memimpin perjalanan Pulauintan. “Ia lahir dari integritas dan inovasi, dijaga oleh kepercayaan, dan diwujudkan melalui kepuasan klien yang tulus.”DARI PROYEK KE NILAI: LOYALITAS SEBAGAI UKURAN KEBERHASILANLebih dari 70 persen proyek Pulauintan berasal dari klien yang sama—bukti bahwa loyalitas tidak dibangun dengan promosi, melainkan dengan pengalaman nyata dan kepercayaan jangka panjang. Di industri yang bergerak cepat, angka ini mencerminkan hubungan emosional sekaligus profesional antara perusahaan dan para pemilik proyek.BAGI AUGUSTINUS, LOYALITAS ADALAH INDIKATOR TERTINGGI DARI TRUE VALUE:“Kalau seseorang kembali bekerja dengan kita, itu artinya dia tidak hanya puas, tapi juga percaya. Dan kepercayaan itu tidak bisa dipaksakan; ia tumbuh dari konsistensi.”Pulauintan memahami bahwa dalam konstruksi, kualitas bukan hanya hasil akhir, melainkan juga cara berproses. Setiap interaksi dengan klien adalah ruang untuk membangun trust—sebuah modal sosial yang nilainya melebihi keuntungan finansial.INTEGRITAS SEBAGAI PONDASI BISNISIntegritas di Pulauintan bukan aturan, melainkan kebiasaan. Sejak tahap tender hingga serah terima, transparansi menjadi prinsip yang tak bisa ditawar. “Kalau kita tidak bisa menjaga transparansi, bagaimana mungkin kita mengaku berintegritas?” ujar Augustinus.Setiap proyek dikelola secara terpisah dengan akuntansi mandiri agar tidak saling membebani. Setiap laporan terbuka untuk audit, 40 | EDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR www.konstruksimedia.com


PROFILE dan setiap perubahan kondisi dikomunikasikan langsung kepada klien. “Kalau ada sisa material atau pekerjaan yang tertunda, kami sampaikan apa adanya. Tidak ada yang disembunyikan,” katanya.Pulauintan juga jujur terhadap dirinya sendiri. Bila proyek belum siap dijalankan—baik karena tenaga, alat, atau pendanaan—perusahaan tidak akan memaksakan diri.“Tidak memulai sebelum siap adalah bentuk integritas. Kami lebih memilih menunda daripada gagal menjaga kepercayaan.”ONE STOP RESPONSIBILITY: SISTEM KEPERCAYAAN TERPADUPulauintan menerapkan model kerja One Stop Responsibility—suatu pendekatan manajemen yang menempatkan tanggung jawab proyek pada satu garis komando. Sistem ini memastikan komunikasi linear, keputusan cepat, dan konsistensi mutu dari awal hingga akhir.Dengan model ini, klien hanya berhadapan dengan satu pihak yang memikul tanggung jawab penuh. Tidak ada kebingungan hierarki atau saling lempar tanggung jawab.“Bagi kami, komunikasi adalah kunci kepercayaan. Jika komunikasi patah, kepercayaan juga patah,” ujar Augustinus.KESIAPAN TOTAL: ETIKA PROFESIONALISME PULAUINTANKesiapan bagi Pulauintan bukan sekadar logistik, tapi sikap mental. Sebelum menandatangani kontrak, perusahaan memastikan seluruh sumber daya manusia, alat, dan pendanaan telah siap. Proses due diligence juga dilakukan terhadap calon pemilik proyek, memastikan keseimbangan kemampuan antara kontraktor dan owner.“Kami tidak ingin menerima proyek yang membuat kami kehilangan integritas,” kata Augustinus. Hasilnya, hampir tidak ada proyek Pulauintan yang bermasalah (avoiding dispute). Semua selesai dengan kualitas tinggi dan dokumentasi rapi—cermin dari etika profesional yang menjadi reputasi perusahaan.PULAUINTAN & IKN: JEJAK HIJAU DI IBU KOTA BARUKetika pemerintah mencanangkan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Pulauintan menyambutnya sebagai panggilan sejarah. Di balik proyek kolosal ini, perusahaan melihat peluang untuk memperlihatkan bagaimana filosofi True Value diterapkan dalam skala nasional.“Pembangunan IKN bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga simbol peradaban baru—modern, berkelanjutan, dan berkeadilan,” ujar Augustinus.Pulauintan berkontribusi dalam sejumlah proyek strategis di kawasan ini, termasuk gedung perkantoran utama dan fasilitas pendukung. Melalui pengalaman panjang di proyek high-rise dan kolaborasi lintas disiplin, Pulauintan membuktikan diri sebagai mitra yang tidak hanya handal secara teknis, tetapi juga peka terhadap visi pembangunan berkelanjutan.GREEN BUILDING: MENYATUKAN ETIKA DAN ESTETIKAKomitmen Pulauintan terhadap keberlanjutan tidak berhenti pada retorika. Perusahaan menargetkan sertifikasi Gedung Hijau—standar tertinggi bangunan hijau di Indonesia. Namun, di tengah keterbatasan material ramah lingkungan di pasar lokal, Pulauintan memilih pendekatan realistis-progresif.“Kami sadar tidak semua standar Eropa atau Amerika bisa langsung diterapkan di sini,” jelas Augustinus. “Namun semangatnya sama—efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan kenyamanan jangka panjang bagi pengguna.”Pulauintan menekankan penggunaan teknologi lean construction, sistem modular, serta pemanfaatan drywall dan stick on wall untuk mempercepat pekerjaan tanpa menurunkan kualitas. Lebih dari sepuluh stafnya telah bersertifikat Green Building Professional, termasuk Augustinus sendiri—bukti bahwa keberlanjutan adalah kompetensi, bukan sekadar kebijakan.DARI KEBIJAKAN KE BUDAYA: GREEN CULTURE PULAUINTANBagi Pulauintan, pembangunan hijau bukan tren sesaat, melainkan bagian dari budaya kerja. Bekisting berbahan logam menggantikan kayu untuk mengurangi penebangan hutan dan meningkatkan presisi. Unit logistik “Pulauintan Bangunan” beroperasi 24 jam agar kebutuhan EDISI XVIIIwww.konstruksimedia.com NOVDMADRӥCDSDMADR | 41


material tidak menghambat proyek.“Mutu tidak bisa dikompromi. Kalau alat rusak atau material habis, proyek terganggu. Karena itu, kami siapkan semuanya secara sistematis,” ujar Augustinus.Pulauintan juga mengadakan pelatihan rutin bagi teknisi dan manajer proyek untuk memahami konsep efisiensi energi dan desain berkelanjutan. “Bangunan yang baik bukan hanya kuat dan indah, tetapi juga ramah terhadap masa depan,” tegasnya.KEMANDIRIAN FINANSIAL: STABILITAS TANPA UTANGPulauintan membuktikan bahwa integritas finansial dapat menjadi keunggulan kompetitif. “Kami tidak ingin bergantung pada pinjaman bank,” kata Augustinus. “Begitu menerima uang muka proyek, kami kelola dengan sehat tanpa membebani bunga.”Dengan arus kas positif dan pengelolaan internal yang ketat, Pulauintan menjaga kelancaran pembayaran kepada pemasok dan subkontraktor. Ekosistem sehat ini menciptakan rasa aman di seluruh rantai pasok, menjadikan hubungan bisnis Pulauintan berbasis saling percaya, bukan tekanan finansial.INOVASI SEBAGAI NAFAS PEMBANGUNANPulauintan percaya bahwa inovasi adalah bentuk tanggung jawab—karena dunia berubah, dan perusahaan harus berkembang bersamanya. Perusahaan mulai mengintegrasikan Building Information Modeling (BIM) untuk meningkatkan akurasi desain dan mempercepat pengambilan keputusan di lapangan.Dengan BIM, potensi konflik antar-disiplin dapat dideteksi sejak dini, sementara dokumentasi menjadi lebih transparan. “Teknologi bukan untuk gaya, tapi untuk efisiensi dan akuntabilitas,” ujar Augustinus.Inovasi juga tampak dalam pendekatan logistik digital, sistem pelaporan proyek daring, dan integrasi real-time monitoring di lokasi kerja. Semua diarahkan agar Pulauintan tetap menjadi kontraktor yang relevan dengan tuntutan industri modern.DIVERSIFIKASI: DARI PEMBANGUNAN FISIKKE PEMBANGUNAN KEHIDUPANMelalui Pulauintan Development, perusahaan memperluas kiprahnya ke bidang properti dan kesehatan—dua sektor yang secara filosofis dekat dengan misi kemanusiaan. “Kami tidak sekadar membangun gedung, kami ingin membangun kehidupan,” ujar Augustinus.Pulauintan kini menggarap hotel, apartemen, dan rumah sakit dengan prinsip kolaboratif: menggandeng mitra ahli di setiap bidang. “Untuk rumah sakit, kami bekerja sama dengan dokter pakar. Untuk properti, kami bermitra dengan developer besar. Kolaborasi membuat hasilnya lebih kuat,” tambahnya.Diversifikasi ini bukan ekspansi agresif, melainkan evolusi alami dari nilai True Value—bahwa pembangunan sejati harus berdampak sosial, bukan hanya ekonomi.MUTU, WAKTU, DAN KEUNGGULAN EKSEKUSIBagi Pulauintan, mutu adalah bentuk penghargaan terhadap kepercayaan. Waktu adalah cermin disiplin. Salah satu proyek hotel di kawasan IKN menjadi bukti nyata: hanya dalam sembilan bulan, bangunan berdiri dari pondasi hingga siap operasional.“Kuncinya komunikasi terbuka dan kerja tim yang solid,” kata Augustinus. Ketepatan waktu tidak dicapai dengan lembur tanpa arah, tetapi dengan perencanaan matang dan koordinasi menyeluruh. Setiap proyek dipantau langsung oleh manajemen senior untuk memastikan keputusan cepat dan terukur.KEPEMIMPINAN YANG MENGINSPIRASIKepemimpinan Augustinus menyeimbangkan ketegasan profesional dan empati kemanusiaan. Ia dikenal dekat dengan tim di lapangan, tidak segan turun langsung memastikan setiap keputusan berjalan sesuai nilai perusahaan. “Saya ingin semua orang di Pulauintan merasa punya makna,” katanya. “Mereka bukan sekadar pekerja, tetapi penjaga kepercayaan.”Melalui mentoring dan pelatihan, Augustinus menyiapkan generasi penerus yang tangguh. Bagi dia, True Value tidak hanya ada pada hasil proyek, tetapi pada manusia yang tumbuh di dalamnya.MEMBANGUN DENGAN NILAI KEMANUSIAANPulauintan memaknai pembangunan sebagai tanggung jawab sosial. Di setiap PROFILE42 | www.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR


proyek, aspek keselamatan, kesejahteraan, dan etika kerja ditempatkan di atas segalanya. Standar K3 diterapkan ketat, dan kegiatan sosial di sekitar lokasi proyek dilakukan secara rutin—mulai dari bantuan pendidikan hingga pembangunan rumah ibadah.“Kami tidak hanya membangun infrastruktur, tapi juga hubungan kemanusiaan. Itulah yang membedakan pembangunan yang berjiwa dari yang sekadar berdiri,” ujar Augustinus.INDUSTRI KONSTRUKSI DAN TANTANGANMASA DEPANIndustri konstruksi Indonesia sedang bergerak menuju era digital dan keberlanjutan. Tantangan tidak hanya datang dari teknologi, tetapi juga dari etika dan transparansi. “Konstruksi masa depan harus menggabungkan rasionalitas dan kemanusiaan,” kata Augustinus. “Bukan hanya cepat dan murah, tapi juga bermakna.”Pulauintan menjawab tantangan ini dengan filosofi True Value yang fleksibel namun berprinsip: terus berinovasi tanpa meninggalkan nilai. Dalam setiap proyek, mereka membuktikan bahwa kemajuan teknologi tetap dapat berjalan seiring dengan kebijaksanaan moral.KUALITAS DI ATAS KUANTITASDi tengah persaingan yang kian sengit, Pulauintan memilih berfokus pada kualitas, bukan kuantitas. “Lebih baik proyek sedikit tapi berkualitas, daripada banyak tapi menurunkan standar,” ujar Augustinus.Pendekatan ini menciptakan profit yang wajar, tetapi berkelanjutan. Tidak hanya menjaga reputasi, melainkan juga memberikan kesejahteraan bagi karyawan dan mitra. Prinsip earning sustainability ini menjadikan Pulauintan perusahaan yang sehat, tangguh, dan dihormati.TRUE VALUE SEBAGAI WARISAN NILAIBagi Pulauintan, True Value bukan hanya filosofi manajemen, tetapi warisan spiritual perusahaan. Ia adalah jembatan antara masa lalu dan masa depan, antara profesionalisme dan kemanusiaan. Building Trust, Creating Value—itulah inti dari setiap langkah Pulauintan. Kepercayaan dibangun dengan konsistensi; nilai diciptakan melalui inovasi dan tanggung jawab sosial. “Bangunan bisa selesai dalam dua tahun, tapi nilai yang kami tanamkan akan hidup jauh lebih lama,” ujar Augustinus penuh makna.PENUTUP: MEMBANGUN INDONESIA DENGAN NILAI SEJATIDalam setiap pondasi yang ditanam, Pulauintan meletakkan keyakinan bahwa pembangunan sejati dimulai dari manusia dan nilai yang mereka junjung. Dengan integritas sebagai jiwa, kepercayaan sebagai jembatan, loyalitas sebagai hasil, dan inovasi sebagai arah masa depan, Pulauintan terus meneguhkan perannya sebagai kontraktor berkarakter di Indonesia.PUL@UINT@NӪTRUDVALUE: BUILDING TRUST, CREATING VALUEMembangun loyalitas dengan kepercayaan dan kepuasan melalui integritas dan inovasi untuk masa depan Indonesia. (*)PROFILE EDISI XVIIIwww.konstruksimedia.com NOVDMADRӥCDSDMADR | 43


Universitas sejak awal berdiri selalu mengemban satu misi besar, mencetak sumber daya manusia yang unggul, berkompeten, dan siap menghadapi perubahan zaman. Di tengah arus globalisasi, disrupsi teknologi, dan dinamika ekonomi yang semakin kompleks, perguruan tinggi dituntut untuk tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, kreativitas, dan daya saing lulusannya.Misi ini menjadikan universitas bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan motor penggerak peradaban. Melalui kurikulum yang adaptif, riset yang relevan, serta jejaring kolaborasi dengan dunia industri, universitas berupaya menghasilkan lulusan yang mampu menjawab tantangan sekaligus menciptakan peluang. Dengan begitu, universitas hadir sebagai benteng peradaban sekaligus ladang lahirnya generasi masa depan yang tangguh, inovatif, dan berintegritas. Begitupun dengan Universitas Pekalongan (UNIKAL) kini tengah memantapkan langkahnya dalam mencetak SDM unggul dan berdaya saing global melalui penguatan kurikulum berbasis luaran (Outcome Based Education), peningkatan kualifikasi dosen, serta pembentukan budaya akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan industri. “Kami ingin setiap lulusan UNIKAL tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter dan kemampuan beradaptasi yang menjadikannya siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Rektor Dr. Andi Kushermanto, S.E., M.M., didampingi dengan Wakil Rektor (Warek) I, Zahro, S.E.,M.Si., Warek II, Dr. Achmad Soeharto, S.H., Warek III, M. Fajru Sidqi, S.Pd.,M.Hum., saat berbincang dengan tim Majalah Konstruksi Media belum lama ini.Rektor yang hangat disapa Andi itu pun menegaskan bahwa predikat “Unggul” yang dtelah diterima UNIKAL ini bukanlah garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam mencetak sumber daya manusia berdaya saing tinggi. “Kami ingin menghasilkan lulusan yang tidak hanya profesional dan mandiri, tetapi juga berPROFILEROADMAPUNIKAL MENUJU KEUNGGULANSTRATEGI MENYIAPKAN SDM DAN INOVASI44 | www.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR


akhlak mulia. Itulah makna sejati dari keunggulan yang kami perjuangkan,” jelasnya. Dengan fondasi tata nilai IKHLAS (Integritas, Kolaborasi, Humanis, Loyal, Adaptif, dan Spiritual), UNIKAL terus bergerak progresif menuju visi besar menjadi universitas berdaya saing internasional. Enam nilai inti yang dirancang untuk menjiwai seluruh civitas akademika dalam berkarya, mengabdi, serta menjawab tantangan zaman.Integritas menjadi dasar pembentukan karakter, menekankan kejujuran, konsistensi, dan tanggung jawab dalam setiap tindakan. Kolaborasi menegaskan pentingnya kerja sama lintas disiplin, lintas institusi, bahkan lintas negara untuk memperluas dampak. Humanis mencerminkan pendekatan yang menempatkan manusia sebagai pusat, dengan menghargai keberagaman dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.Sementara itu, Loyal merepresentasikan dedikasi penuh terhadap misi universitas, baik oleh dosen, mahasiswa, maupun tenaga kependidikan. Adaptif adalah jawaban atas percepatan teknologi dan perubahan global, menuntut fleksibilitas dan inovasi berkelanjutan. Terakhir, Spiritual memperkuat dimensi moral dan etika, memastikan bahwa setiap capaian akademik dan penelitian tetap berpijak pada nilai-nilai luhur.Dengan menginternalisasi nilai IKHLAS, UNIKAL tidak hanya mempersiapkan lulusannya untuk bersaing di tingkat nasional, tetapi juga menembus panggung global. Nilai ini menjadi energi kolektif yang mendorong UNIKAL bergerak progresif, konsisten, dan relevan, menuju cita-cita besar menjadi universitas berdaya saing internasional pada 2035.TRANSFORMASIUNTUK NEGERIUNIKAL telah melewati perjalanan panjang selama lebih dari empat dekade sebagai salah satu perguruan tinggi swasta tertua dan terkemuka di wilayah Pantura Jawa Tengah. Berdiri sejak 1981, universitas ini lahir dari cita-cita luhur para pendirinya untuk menghadirkan “monumen hidup” pendidikan lembaga yang tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi tumbuh, bergerak, dan beradaptasi bersama zaman. Filosofi ini berasal dari tokoh pendiri, Bapak Ali Said, yang ingin meninggalkan warisan pendidikan yang terus hidup dan berkembang. Rektor UNIKAL, menjelaskan bahwa perjalanan UNIKAL berakar kuat pada nilai-nilai luhur yayasan yang menaunginya, yakni Yayasan Samapta Makarya Pembangunan Tanah Air. “Nama ‘Samapta’ itu mengandung makna bekerja tanpa pamrih. Semangat inilah yang kami tanamkan dalam tata nilai kampus melalui prinsip IKHLAS. Dan nilai-nilai itu menjadi pondasi dalam pengelolaan universitas secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” imbuhnya.Sejak awal berdiri dengan nama STEKAL (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pekalongan), UNIKAL terus tumbuh menjadi universitas multidisiplin dengan fakultas-fakultas baru seperti Hukum, Pertanian, dan Perikanan. “Dulu Unikal ini seperti nomaden (tutur Andi sambil tersenyum). Kami sempat berpindah-pindah tempat, menumpang di gedung pengadilan negeri hingga Bhayangkara. Tapi semangatnya luar biasa. Dari situ kami belajar bertumbuh,” jelasnya.Momentum besar terjadi pada tahun 2010 ketika UNIKAL mulai membuka program studi baru di bidang sains, bahasa, dan kesehatan. “Itulah titik balik kami. Kami memperluas cakupan keilmuan dengan membuka program Keperawatan, Farmasi, Fisioterapi, dan Kesehatan Masyarakat. Dari situ, bunga-bunga Unikal mulai bermekaran,” paparnya.Kini, di usianya ke-44 tahun, Unikal mengusung visi besar Menjadi perguruan tinggi unggulan di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni pada tahun 2035, dengan lulusan yang profesional, mandiri, dan berakhlak mulia. “Kata ‘unggulan’ itu bukan sekadar label. Itu budaya mutu yang dinamis. Tidak ada titik kulminasi dalam mutu, karena selalu harus meningkat,” beber Andi.Dalam mencapai visi tersebut, Unikal merancang empat roadmap utama, tata kelola universitas yang baik (good university governance), penguatan sumber daya manusia, pengembangan penelitian dan inovasi, serta pembangunan ekosistem teknologi informasi. “Semua rencana kami turunkan ke dalam program kerja nyata. Ini bukan mimpi, tapi desain strategis untuk memastikan Unikal bisa melompat menjadi universitas berdaya saing internasional di 2031–2035,” jelasnya.Strategi yang ditempuh Unikal bersifat PROFILEwww.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR | 45


progresif, tidak hanya menekankan kecepatan tetapi juga ketepatan arah. “Saya tidak menyebutnya percepatan, tapi progresivitas,” ujar Andi memastikan bahwa setiap fakultas bergerak seirama dengan visi besar universitas.Salah satu keunggulan Unikal adalah penerapan Outcome Based Education(OBE), kurikulum berbasis luaran yang memastikan kompetensi mahasiswa selaras dengan kebutuhan industri dan standar nasional (SKKNI). “Kami tidak ingin lulusan kami hanya selesai kuliah, tapi kehilangan arah di dunia kerja. Karena itu, kurikulum kami pastikan menjembatani dunia akademik dan industri,” urainya menambahkan.Selain memperkuat mutu akademik, UNIKAL juga aktif membangun jejaring internasional. Pihaknya juga telah membuka kelas internasional yang berbahasa asing dan memberi kesempatan mahasiswa belajar di luar negeri. “Sudah dua tahun berjalan, dan beberapa mahasiswa kami bahkan mengikuti program belajar di Malaysia dan Brunei Darussalam,” imbuhnya lagi.Kontribusi UNIKAL terhadap pembangunan daerah juga nyata. Salah satunya melalui riset industri hijau dan inovasi IPAL mini untuk mengatasi persoalan limbah batik di Pekalongan. “Kami ingin membantu UMKM batik agar bisa lebih ramah lingkungan dan efisien. Bahkan, mahasiswa UNIKAL pernah berperan langsung dalam program Innovation Government Award (IGA), membantu Kota Pekalongan naik ke peringkat tujuh nasional dalam inovasi pemerintahan,” jelasnya.Lebih jauh, Dr. Andi Kushermanto menegaskan bahwa masa depan UNIKAL tidak hanya bergantung pada teknologi (Artificial Intelligence/AI), tetapi juga karakter manusianya. “AI itu penting, tapi bukan segalanya. Kami mendorong mahasiswa agar tetap berpikir kritis dan kreatif. AI adalah alat bantu, bukan pengganti imajinasi manusia. Di sinilah nilai ‘IKHLAS’ kami diuji bekerja, berinovasi, dan berkontribusi tanpa pamrih,” paparnya.Selain itu, Andi menyebutkan, UNIKAL juga tengah menjajaki potensi kolaborasi dengan industri konstruksi dan lembaga riset nasional untuk menjadi pusat sertifikasi material ramah lingkungan atau green product. “Ke depan, kita ingin punya lembaga khusus yang menilai produk-produk hijau, baik green building, green materials, maupun energy efficiency. Kampus harus berperan dalam mengawal standar keberlanjutan,” urai Andi.Selain fokus pada green innovation, UNIKAL juga sedang mengembangkan arah riset menuju dua bidang masa depan, yakni data center dan bisnis digital. Keduanya dinilai sangat relevan dengan kebutuhan industri global yang tengah bergeser ke arah digitalisasi dan efisiensi energi. “Data center tidak akan pernah habis. AI terus berkembang. Jadi kampus harus menyiapkan SDM yang paham dua hal itu: digital dan hijau,” kata Rektor. Dalam dialog tersebut, sempat dibahas pula pentingnya hubungan kemitraan antara dunia kampus dan dunia industri. Pihak industri menawarkan gagasan kolaboratif untuk menjadikan UNIKAL sebagai mitra riset dan sertifikasi dalam proyekproyek pembangunan berkelanjutan. “Kalau nanti ada perusahaan yang butuh riset material ramah lingkungan, UNIKAL bisa langsung menjadi mitra. Mahasiswa pun bisa terlibat dalam penelitian, sekaligus menambah pengalaman praktis,” ujarnya.UNIKAL pun terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan mahasiswa. “Kita tidak hanya meluluskan mahasiswa, tapi menyiapkan mereka menjadi insan unggul yang siap menghadapi tantangan industri 5.0. Fokusnya bukan hanya nilai SKS, tapi kualitas dan kompetensi nyata,” jelas Andi.Dalam konteks ini, pihak kampus menegaskan pentingnya membangun jejaring publikasi dan media partner yang konstruktif. Salah satu inisiatif yang tengah disiapkan adalah penerbitan artikel khusus di media nasional untuk memperkenalkan pencapaian akreditasi unggul UNIKAL sekaligus menampilkan sisi inovatif kampus dalam membangun SDM unggul.Kerja sama tersebut akan dikemas dengan pendekatan branding yang elegan, tanpa PROFILE46 | EDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR www.konstruksimedia.com


Click to View FlipBook Version