The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Dari KONSULTAN DOMESTIK Menjadi PEMAIN GLOBAL

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Konstruksi Media, 2025-12-05 03:14:37

KM E-Magz Nov - Des 2025

Dari KONSULTAN DOMESTIK Menjadi PEMAIN GLOBAL

tanah, beban struktur, hingga kebutuhan estetika, sehingga inovasi harus selalu berangkat dari pemahaman mendalam terhadap masalah klien. Filosofi ini konsisten dengan semangat perusahaan untuk mendengarkan, menyesuaikan, dan memberikan solusi yang tepat guna.Melalui evolusi seri MHZ ini, MLion International Indonesia menegaskan eksistensinya sebagai pelopor inovasi di industri sheet pile. Bukan hanya menghadirkan produk baru, tetapi menyempurnakan teknologi yang sudah ada agar lebih efisien, ekonomis, dan berkelanjutan. “Dalam setiap lekuk baja yang dihasilkan, tersimpan filosofi besar menciptakan solusi yang mempermudah kerja manusia, menghemat sumber daya, dan memperkuat fondasi pembangunan bangsa”.VISI JANGKA PANJANG: TRANSFER TEKNOLOGI Visi jangka panjang Mlion Indonesia tidak berhenti pada penjualan produk atau perluasan pasar. Perusahaan ini ingin membawa semangat kolaborasi lintas negara untuk memperkaya ekosistem konstruksi nasional. Berbekal seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan China, Mlion berupaya mentransfer teknologi serta praktik terbaik agar para pelaku konstruksi di Indonesia memiliki lebih banyak alternatif solusi yang efisien dan berdaya saing tinggi.Ong Song Yi mengatakan, keunggulan sejati terletak pada kemampuan berbagi pengetahuan. Itulah sebabnya, perusahaan aktif menjalin kemitraan dengan konsultan, desainer, dan pemilik proyek untuk memperkenalkan pendekatan baru dalam rekayasa dan desain struktur. Menurut dia, transfer teknologi ini bukan hanya meningkatkan kualitas hasil kerja, tetapi juga mempercepat adopsi inovasi lokal yang mampu menjawab tantangan tanah, kondisi iklim, hingga regulasi teknis.Pendekatan tersebut sejalan dengan filosofi Mlion bahwa setiap proyek adalah peluang untuk belajar dan berinovasi bersama mitra. Mereka tidak datang dengan konsep yang kaku, melainkan menawarkan solusi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan spesifik klien. Menurut Ong Song Yi, reputasi dan kepercayaan adalah modal utama dalam bisnis jangka panjang. “Kita bisa kehilangan uang dan mendapatkannya kembali; kehilangan kepercayaan sulit diperbaiki,” ujarnya. Pandangan ini menjadi fondasi etika kerja Mlion bahwa keberhasilan sejati bukan diukur dari volume penjualan, melainkan dari hubungan yang terbangun antara perusahaan dan para mitranya.Melalui filosofi tersebut, Mlion tidak hanya membawa inovasi produk seperti seri MHZ, tetapi juga menghadirkan nilai tambah berupa keahlian, edukasi, dan pendampingan teknis bagi seluruh ekosistem proyek. Dengan demikian, setiap kerja sama tidak berhenti pada transaksi, melainkan berkembang menjadi proses pembelajaran bersama yang berkelanjutan.Dalam konteks yang lebih luas, visi Mlion mencerminkan arah masa depan industri konstruksi Indonesia yang lebih terbuka, kolaboratif, dan berorientasi pada solusi. Perusahaan percaya bahwa kemajuan tidak lahir dari kompetisi semata, melainkan dari sinergi pengetahuan dan kepercayaan antar pelaku industri.“Dengan komitmen terhadap transfer teknologi dan kemitraan berbasis kepercayaan, kami berperan sebagai jembatan antara inovasi global dan kebutuhan lokal. Melalui langkah-langkah strategis ini, perusahaan tidak hanya memperkaya pilihan solusi di Indonesia, tetapi juga turut memperkuat fondasi pembangunan nasionalmenuju masa depan konstruksi yang lebih cerdas dan berkelanjutan,” tuturnya mengakhiri bincang-bincang siang itu. (*)PRODUCTwww.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR | 97


PRODUCTDalam lanskap industri konstruksi Indonesia yang dinamis, pemilihan material yang andal, inovatif, dan berkelanjutan adalah kunci. Selama lebih dari tiga dekade, PT Ciptapapan Dinamika telah memainkan peran sentral melalui produk unggulannya, GRC Board (Glassfiber Reinforced Cement). Dalam wawancara eksklusif yang mendalam, Nicholas Justin Sugianto, Direktur GRC Board PT Ciptapapan Dinamika, memaparkan visi, strategi, dan terobosan yang menempatkan GRC Board sebagai spesialis terkemuka dalam material papan semen, serta ambisi perusahaan dalam menembus pasar global dengan mengedepankan kualitas dan prinsip keberlanjutan.Nicholas Justin Sugianto memulai paparannya dengan kilas balik sejarah pendirian perusahaan oleh kakeknya, Teddy Sugianto, pada tahun 1992. Visi awal PT Ciptapapan Dinamika adalah memberikan solusi material yang lebih baik dibandingkan triplex yang saat itu lazim digunakan, namun rentan terhadap iklim tropis Indonesia. Pendirian pabrik pertama di Citeureup pada tahun 1994 menjadi tonggak pengenalan papan semen berbasis Glassfiber Reinforced Cement ke pasar konstruksi.“The thinking behind replacing triplex with cement board was driven by the need for more durable, long-lasting building materials that could withstand Indonesia’s climate and pest problems,” ujar Nicholas Justin dengan penekanan. Ia menjelaskan bahwa produk GRC Board diperkenalkan dengan dua keunggulan kompetitif utama: harga yang bersaing dan daya tahan superior terhadap rayap serta air. Inilah nilai jual krusial yang secara radikal mengubah persepsi pasar terhadap material papan semen. Berbeda dengan tripleks yang mudah rusak dan menjadi risiko kebakaran, GRC Board menawarkan ketahanan terhadap api, air, dan serangan hama, menjadikannya pilihan material yang jauh lebih aman dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Proyek perdana berskala besar seperti pemasangan panel tahan air di dinding toilet Hotel Mulia Senayan, yang kualitasnya teruji hingga kini, menjadi bukti nyata atas keandalan produk sejak awal berdiri.Meskipun pasar konstruksi selalu berubah, Nicholas Justin menegaskan bahwa perusahaan tetap fokus menjadi spesialis papan semen. Fokus ini dipertajam melalui diversifikasi produk yang cermat, menawarkan varian ketebalan yang sangat luas, mulai dari 3,5 mm yang sangat tipis dan fleksibel, hingga 20 mm untuk kebutuhan struktural yang lebih berat. Fleksibilitas ini memungkinkan GRC Board untuk beradaptasi dengan berbagai tren arsitektur dan kebutuhan teknis proyek.Salah satu inovasi paling signifikan adalah peluncuran GRC Concrete Panel. Produk ini secara khusus menyasar tren desain interior dan arsitektur modern yang mengedepankan estetika industrial melalui konsep ekspo semen. “Kami terus melakukan inovasi dan mengikuti tren desain interior dan arsitektur, seperti produk terbaru kami GRC Concrete Panel yang banyak dipakai untuk kafe dan ruang publik dengan konsep ekspo semen,” jelasnya, menekankan perpaduan antara estetika kontemporer dan kekuatan material yang tahan lama.Selain itu, inovasi teknis juga terlihat pada produk seperti GRC Interlock, yang memberikan solusi INOVASI DAN EKSPANSI BERKELANJUTAN GRC BOARDMENENTUKANMASA DEPAN PAPAN SEMEN INDONESIANicholas Justin Sugianto,Direktur GRC Board PT Ciptapapan Dinamika98 | EDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR www.konstruksimedia.com


PRODUCT untuk pemasangan panel yang seamless atau tanpa sambungan dempul, menyederhanakan proses instalasi di lapangan, serta menghemat waktu dan biaya pengerjaan.Untuk mendukung keberagaman produk ini, PT Ciptapapan Dinamika mengoperasikan tiga fasilitas produksi utama di Citeureup, Karawang, dan Jombang. Pabrik di Karawang diakui sebagai pabrik terbesar dan terlengkap, mampu memproduksi variasi papan semen paling komprehensif. Sementara pabrik Citeureup dan Jombang memiliki fokus produksi yang disesuaikan dengan kapasitas dan permintaan regional, memastikan efisiensi logistik dan distribusi di seluruh Indonesia.KOMITMEN NYATA TERHADAP KEBERLANJUTAN: ESG DAN SERTIFIKASI GOLDNicholas Justin menyoroti pentingnya integrasi prinsip Environmental, Social, Governance (ESG) dalam setiap aspek operasional perusahaan. Komitmen ini diwujudkan melalui inisiatif nyata di lantai produksi, termasuk optimalisasi efisiensi energi, seperti pengurangan penggunaan listrik dan air, serta penerapan sistem daur ulang yang ketat terhadap limbah produksi.“Kami sudah mendapatkan sertifikat green product dengan label gold, yang menandakan bahwa produk kami memenuhi standar lingkungan yang ketat dan berlaku di Indonesia serta beberapa negara,” ungkap Nicholas. Sertifikasi green product dengan label gold ini bukan hanya pemenuhan regulasi nasional, melainkan juga strategi kunci untuk membuka pintu ekspansi pasar internasional, di mana permintaan terhadap material konstruksi yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan semakin tinggi. Upaya ini memposisikan GRC Board sebagai pemimpin industri yang bertanggung jawab secara ekologis.EKSPANSI GLOBALDAN KEUNGGULAN KOMPETITIF DI PASAR INTERNASIONALGRC Board telah membuktikan kualitasnya di kancah internasional. Sejak tahun 2021, volume ekspor terus meningkat, menjangkau pasar Asia Tenggara (seperti Korea Selatan, Myanmar, dan Vietnam), serta menembus pasar yang lebih ketat seperti Australia, Eropa, dan bahkan Brazil. Nicholas Justin mengungkapkan bahwa varian GRC tipis (4 mm) menjadi produk primadona ekspor karena fleksibilitasnya, kemudahan aplikasi, dan fungsinya yang unggul sebagai solusi facade dan dinding tahan air.Strategi distribusi di Indonesia dipertahankan melalui jaringan yang kuat: kolaborasi dengan distributor lokal terpercaya dan toko bangunan tradisional yang tersebar luas. Untuk melengkapi jalur distribusi konvensional ini, perusahaan juga aktif di platform e-commerceseperti Tokopedia, memastikan bahwa produk GRC Board dapat diakses oleh segmen pasar proyek besar maupun konsumen ritel.Memahami bahwa inovasi memerlukan adopsi yang tepat, PT Ciptapapan Dinamika sangat aktif dalam upaya edukasi dan sosialisasi pasar. Tim spesialis internal perusahaan secara rutin berinteraksi dengan arsitek, konsultan, dan kontraktor. Partisipasi aktif dalam pameran arsitektur bergengsi, seperti ArchID, menjadi wadah penting untuk memperkenalkan produkproduk unik dan inovatif.“Arsitek adalah target utama untuk produk unik dan inovatif, sementara kontraktor kami yakinkan mengenai kemudahan pemasangan dan keandalan produk,” jelas Nicholas. Kolaborasi yang erat ini bertujuan untuk memastikan bahwa produk GRC Board tidak hanya dikenal, tetapi juga dipercaya secara teknis dan diaplikasikan secara optimal di berbagai jenis proyek konstruksi. Proses ini sangat penting dalam memfasilitasi transisi dari metode konstruksi tradisional menuju penggunaan material modern yang lebih efisien dan tahan lama.VISI MASA DEPAN: RUMAH MODULARDAN SEMANGAT GENERASI MUDANicholas Justin mengakui bahwa dinamika industri, terutama perubahan teknologi dan kebutuhan pasar yang menuntut kecepatan, merupakan tantangan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mempertahankan dan mengembangkan inovasi agar perusahaan tidak stagnan. EDISI XVIIIwww.konstruksimedia.com NOVDMADRӥCDSDMADR | 99


PRODUCT“Setiap tahun kami berusaha meluncurkan setidaknya satu produk baru untuk mengikuti kebutuhan pasar dan memperluas aplikasi papan semen di Indonesia,” tuturnya, menyoroti budaya inovasi yang tertanam kuat dalam perusahaan.Salah satu arah inovasi masa depan adalah pengembangan rumah modular knockdown berbasis papan semen. Konsep ini, yang telah menjadi tren global, khususnya di Australia yang menawarkan solusi pembangunan cepat, aman, dan ekonomis. Ia memproyeksikan, GRC Board sebagai pemimpin dalam solusi konstruksi masa depan Indonesia. “Di Australia sudah banyak rumah yang memakai fiber cement sebagai material utama, sedangkan di Indonesia masih dominan cara tradisional dengan bata. Rumah papan semen adalah masa depan solusi konstruksi cepat,” katanya. Ke depan, PT Ciptapapan Dinamika fokus utama tetap pada peningkatan kualitas produk melalui kepatuhan terhadap standar sertifikasi internasional. Perusahaan terus meningkatkan standar produknya, termasuk memenuhi sertifikasi yang baru didapatkan dari Malaysia dan Australia. Upaya ini penting untuk memperkuat daya saing GRC Board di pasar global, dengan terus mempersiapkan diri menghadapi sertifikasi dan standar baru yang diperlukan untuk peluang ekspor yang lebih luas.Menutup wawancara, Nicholas Justin Sugianto menyampaikan harapannya terhadap dukungan pemerintah Indonesia dalam pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Ia yakin, dukungan ini akan secara otomatis mendukung pertumbuhan industri konstruksi. Nicholas menegaskan optimisme PT Ciptapapan Dinamika, “Kami sangat optimis, pembangunan Indonesia akan terus maju, dan PT Ciptapapan Dinamika siap menjadi bagian penting dari perubahan itu,” sejalan dengan slogan yang ia pilihuntuk perusahaan “Ahlinya Papan Semen”, yang melambangkan keunggulandan kepercayaan pasar yang telah dibangun selama lebih dari tiga dekade. (*)100 | www.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR


30 November 2025HUTPERKINDO


Pembangunan pabrik sheet pile di Kawasan Industri Jatake, Tangerang, menandai babak baru penguatan industri fondasi baja nasional. Di tengah meningkatnya aktivitas pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah Indonesia, kebutuhan akan turap baja terus meroket, mendorong pemerintah dan pelaku industri untuk memperkuat kapasitas produksi dalam negeri. Momentum ini menjadi alasan strategis hadirnya investasi baru yang dinilai mampu menopang kebutuhan pasar nasional yang selama ini masih bergantung pada impor. Sejalan dengan hal tersebut, Oriental Sheet Piling (OSP) bagian dari Oriental Castle Group, resmi memulai pembangunan fasilitas produksinya di Tangerang. Pabrik ini diharapkan tidak hanya meningkatkan ketersediaan sheet pile lokal, tetapi juga menjadi pusat inovasi dan teknologi fondasi baja yang lebih efisien dan berkelanjutan. Kehadirannya diproyeksikan akan memperkuat rantai pasok konstruksi nasional sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam industri baja Asia Tenggara.Acara peletakan batu pertama berlangsung pada Senin, (24/11/2025) dihadiri sejumlah pemangku kepentingan strategis. Pemerintah menegaskan dukungan penuh bagi inisiatif pengembangan industri sheet pile dalam negeri.Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dr. Ir. Ali Murtopo Simbolon, hadir mewakili pemerintah dan menyambut positif inisiatif pembangunan pabrik tersebut. Ia menilai kehadiran fasilitas ini merupakan momentum besar bagi penguatan industri baja nasional.“Terima kasih kepada OSP atas upaya membangun pabrik di Indonesia. Setelah 20 tahun berbisnis di Indonesia, kini saatnya kita memperkuat produksi dalam negeri,” ujar Ali Murtopo dalam sambutannya di Jatake.Ali menjelaskan bahwa kebutuhan sheet piling nasional saat ini mencapai sekitar 300 ribu ton per tahun. Sebagian besar masih dipenuhi oleh impor, sehingga pembangunan pabrik baru ini yang menjadi pabrik sheet pile kedua di Indonesia dianggap akan memberi dampak signifikan bagi substitusi impor.“Kami dari pemerintah tentu mendukung penuh. Semoga produksi bisa dimulai secepatnya sehingga market ORIENTAL SHEET PILING RESMI BANGUN PABRIK SHEET PILE DI INDONESIAPRODUCT102 | EDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR www.konstruksimedia.com


domestik dapat dilayani oleh industri dalam negeri,” ungkapnya.Ali menekankan pentingnya memanfaatkan bahan baku dari produsen baja nasional. Menurutnya, hal tersebut akan memperkuat integrasi industri dari hulu hingga hilir.“Kalau bahan bakunya masih impor, itu sama saja. Kita dorong agar bahan-bahan yang digunakan berasal dari dalam negeri. Industri baja kita kapasitasnya besar, sudah lebih dari cukup untuk menopang kebutuhan industri seperti OSP,” beber Ali.Selain substitusi impor, pemerintah juga menyoroti peluang ekspor yang semakin besar dengan mulai efektifnya EU–CEPA pada tahun depan. Instrumen perdagangan global ini membuka jalan bagi industri baja Indonesia memasuki pasar Eropa.“Kami ingin produk-produk yang diproduksi di Indonesia memiliki standar internasional dan mampu masuk pasar global. Dengan EU–CEPA, peluang ekspor semakin terbuka lebar,” jelasnya.PERKETAT PRODUK IMPORPemerintah juga terus mencermati dinamika pasar baja global yang kini dibanjiri pasokan dari China dan Vietnam. Kondisi oversupply tersebut menjadi tantangan serius bagi produsen dalam negeri yang harus berhadapan dengan harga baja impor yang semakin kompetitif.Situasi ini menuntut langkah antisipatif agar industri baja nasional tetap mampu bersaing di tengah tekanan global yang kian kompleks. Untuk itu, pemerintah menegaskan komitmennya menjaga kesehatan industri nasional melalui berbagai instrumen perdagangan. Ali Murtopo menekankan bahwa kebijakan seperti anti-dumping, safeguard, dan pengaturan kuota impor akan terus dioptimalkan sebagai tameng proteksi. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas industri baja dalam negeri, memastikan pertumbuhan tetap berlangsung, dan memberi ruang bagi produsen nasional untuk berkembang di pasar domestik maupun global.“Bisnis baja memang menantang. Kita harus menjaga agar produk domestik tetap kompetitif di tengah oversupply global,” ungkapnya.Ali berharap pembangunan pabrik OSP berjalan lancar, dan menjadi bagian penting dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional yang ditekankan oleh Presiden.PRODUCT EDISI XVIIIwww.konstruksimedia.com NOVDMADRӥCDSDMADR | 103


Dari sisi investor, CEO Oriental Castle Group, Goh Kian Sin, menegaskan komitmen panjang perusahaan terhadap Indonesia. Ia menilai pabrik baru ini adalah kelanjutan dari perjalanan investasi yang telah berlangsung lebih dari dua dekade.“Sejak 1998, kami telah berada di Indonesia selama lebih dari 27 tahun. Kami tidak hanya membawa produk, tetapi teknologi sheet piling terdepan yang dikembangkan ArcelorMittal selama lebih dari satu abad,” tutur Goh Kian.Ia menjelaskan bahwa fasilitas baru di Jatake tidak sekadar menjadi lini produksi, melainkan pusat inovasi regional untuk teknologi fondasi baja yang lebih efisien dan berkelanjutan.“Kami berkomitmen membawa industri ini melampaui standar yang ada. Terima kasih atas dukungan semua pihak, dan kami berharap terus bekerja sama untuk memajukan Indonesia,” ungkap Goh.Sebagaimana diketahui, Oriental Sheet Piling menanamkan investasi sekitar Rp 60 miliar untuk membangun pabrik sheet pile dengan kapasitas produksi mencapai 10 ribu ton per tahun.PERKUAT DAYA SAING INDUSTRI NASIONALMomentum ini turut memperkuat keyakinan pelaku industri baja. CEO ArcelorMittal Projects Global, Johannes Frans N. De Schrijver, menyampaikan apresiasi atas kehadiran berbagai pihak pada groundbreaking tersebut.“Saya senang berada di sini, dan saya mengucapkan terima kasih kepada semua (undangan) yang datang [dalam groundbreaking pabrik turap baja OSP],” jelasnya.Johannes menilai pembangunan pabrik baru ini mencerminkan optimisme ArcelorMittal terhadap masa depan industri dan ekonomi Indonesia. Ia menekankan bahwa fasilitas baru itu akan memproduksi sheet pile berkualitas tinggi untuk kebutuhan infrastruktur dan kelautan.“Kami berpikir bahwa masa depan Indonesia cerah, dan kami berharap dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan tersebut,” bebernya. Lebih jauh, Johannes menjelaskan bahwa pabrik ini dirancang menggunakan proses produksi rendah emisi dan teknologi energi yang lebih efisien. “Ini langkah maju yang berarti. Kami ingin menghasilkan produk yang berkontribusi pada ekonomi yang lebih bersih dan rendah emisi.”Sementara itu, Country Head Oriental Sheet Piling Indonesia, Ir. Soejanto, menggarisbawahi pentingnya orientasi inovasi bagi daya saing industri. Menurutnya, pabrik ini akan menjadi katalis bagi lahirnya produk dan teknologi yang lebih adaptif terhadap tantangan konstruksi modern.“Lebih dari sekadar menambah kapasitas produksi, pabrik ini dirancang untuk mendorong efisiensi produk dan memperkuat daya saing nasional,” ujarnya.Ia menilai keberadaan fasilitas tersebut akan memberikan dampak besar bagi pertumbuhan sektor infrastruktur Indonesia, terutama proyek-proyek yang membutuhkan ketahanan struktural tinggi.Acara groundbreaking juga dihadiri beragam pemangku kepentingan, mulai dari pimpinan industri baja internasional hingga akademisi dan perwakilan pemerintah. Hadir di antaranya Ketua Umum HATTI, Prof. Ir. Widjojo Adi Prakoso; perwakilan ILMATE Kementerian Perindustrian Angga Rendra Saputra; Chairman IISIA Muhammad Akbar Djohan (diwakili Djoko Mulyono); serta Guru Besar Teknik Sipil ITB, Prof. Dr. Ir. Masyhur Irsyam.Kolaborasi antara pemerintah, industri baja internasional, dan kalangan akademisi pada momen ini memperlihatkan betapa pentingnya ekosistem yang solid dalam memperkuat daya saing industri konstruksi nasional. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan dalam groundbreaking pabrik OSP menunjukkan bahwa penguatan industri tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus dibangun melalui sinergi kebijakan, kemampuan teknologi, serta dukungan pengetahuan dan riset.Dengan berdirinya pabrik sheet pile milik Oriental Sheet Piling di Jatake ini, optimisme baru pun mengemuka. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi kekuatan strategis dalam industri fondasi baja Indonesia, sekaligus menjawab kebutuhan konstruksi yang terus meningkat. Pabrik ini bukan hanya simbol investasi, tetapi juga penanda bahwa industri manufaktur nasional tengah memasuki fase pertumbuhan baru, mencerminkan keyakinan terhadap prospek ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun mendatang. (*)PRODUCT104 | EDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR www.konstruksimedia.com


Atas Ground BreakingSemoga menjadi langkah awal yang kuat menuju pertumbuhan dankesuksesan yang berkelanjutan.ORIENTALH E AV Y GAU G ECOLD FORMINGPERUSAHAAN BONGKAR MUAT (PBM)PT. MARITIM POLYKARYA TAMAJl. Swasembada Timur XI No.48 Tg. Priok Utara Telp: (021) 4300780-43932921. Fax : (021) 53932855


Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) memasuki fase strategis dalam perjalanan panjang industri infrastruktur nasional. Di tengah tantangan fiskal, dinamika regulasi, serta perlunya ekosistem investasi yang semakin matang, ATI kini berdiri sebagai jembatan penting antara pemerintah, badan usaha, investor, kontraktor, perbankan, dan seluruh elemen pendukung jalan tol. Sekretaris Jenderal ATI Kris Ade Sudiyanto, menyebut asosiasi ini tidak hanya menjaga keberlanjutan industri jalan tol, tetapi juga membangun fondasi bagi peradaban transportasi Indonesia di masa depan.Kris Ade menyatakan pembangunan infrastruktur bukan sekadar tumpukan beton atau ruas jalan panjang yang menghubungkan satu daerah dengan daerah lain. Infrastruktur adalah tanda peradaban. “(Bangsa) Romawi (bisa) besar karena infrastrukturnya. Cina berkembang karena infrastrukturnya. Infrastruktur itu legasi peradaban, bukan cuma konstruksi,” terang Kris Ade saat berbincang dengan Majalah Konstruksi Media di Kantornya, Jakarta, sekaligus menegaskan makna strategis pembangunan jalan tol di Indonesia.Dengan cara pandang itu, ATI menempatkan diri sebagai penjaga ekosistem industri jalan tol, bukan sekadar organisasi yang berbicara soal investasi. Ekosistem yang dimaksud mencakup pelaku usaha, regulasi, sumber pendanaan, penyedia teknologi, hingga kontraktor yang menjadi ujung tombak konstruksi. “Kami ini bridging. Satu sisi menyuarakan pemerintah, sisi lain menyuarakan badan usaha dan industri pendukung. Semua harus balance,” kata Kris Ade. Menurutnya, tanpa keseimbangan itu, industri jalan tol mudah goyah. Alhasil akan berdampak besar bagi iklim investasi pengembangan jalan tol di Indonesia, salah satunya yakni investor takut masuk, kontraktor tidak berkembang, dan proyek terancam stagnan.Kris menegaskan bahwa kontribusi badan usaha terhadap pengusahaan jalan tol sudah luar biasa. Hingga akhir 2024, tercatat sepanjang 3.092 km jalan tol beroperasi dengan nilai investasi mencapai Rp668 triliun. “Harusnya pemerintah mengapresiasi kontribusi ini, karena tanpa badan usaha, tidak mungkin konektivitas bertumbuh secepat ini,” ucapnya.Meski begitu, perjalanan industri infrastruktur masih panjang. Pemerintahan Prabowo Subianto memiliki mimpi menggandakan panjang jalan tol menjadi sekitar 6.000 km hingga 2029 mendatang. ATI memandang target itu realistis, namun hanya bisa tercapai apabila seluruh elemen ekosistem diperkuat bersamaan, mulai dari regulasi, investasi, kualitas kontraktor, hingga skema pendanaan yang lebih efisien.TIPE INVESTORJALAN TOLLanskap investasi jalan tol Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur dan kompleksitas pendanaannya. Kris menjelaskan bahwa ekosistem pendanaan di sektor ini kini tidak lagi bergantung pada satu jenis pemodal saja, melainkan bertransformasi menjadi arena bagi tiga tipe investor dengan karakter yang berbeda-beda. Kehadiran mereka menjadi indikator bahwa industri jalan tol memiliki daya tarik yang semakin kuat asal model bisnisnya dirancang dengan tepat, adapun ketiga tipe investor yakni:Pertama adalah strategic investor, yakni investor yang hadir sejak awal pengembangan hingga konsesi berakhir. Mereka biasanya memiliki orientasi jangka panjang dan berperan memastikan keberlanjutan operasional jalan tol. Komitmen mereka menjadi fondasi penting bagi proyek-proyek baru yang memerlukan dukungan modal besar dan konsisten.Tipe kedua adalah financial investor, yang mencakup dana pensiun, perusahaan sekuritas, hingga fund manager. Kelompok ini memiliki karakter berbeda karena fokus pada imbal hasil dan manajemen risiko. Ketiga yakni interest-related investor, umumnya berasal dari kalangan kontraktor yang ingin memperkuat posisi dalam rantai nilai konstruksi. Mereka masuk ke investasi jalan tol untuk mendukung kapasitas kerja, meningkatkan portofolio, sekaligus memastikan kesinambungan proyek. “Tiga-tiganya bisa tumbuh bersamaASOSIASI JALAN TOLINDONESIAMENJAGA STABILITAS EKOSISTEM INDUSTRIJALAN TOLASSOCIATIONKris Ade SudiyonoSekretaris Jenderal Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI)106 | www.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR


an, asal model bisnisnya jelas dan atraktif,” imbuh Pria jebolah Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu.KUL@KӥKULIKAI@Y@INVESTASI JALAN TOLNamun tantangan besar muncul dari efisiensi biaya konstruksi. Dari hasil kajian ATI, rata-rata biaya investasi jalan tol mencapai Rp216 miliar/km, melonjak drastis dibanding 10 tahun lalu yang hanya Rp54 miliar/km. “Pertumbuhan 16% per tahun (jalan tol) itu tidak sehat. Ada yang salah dalam struktur biaya kita,” ujarnya.Kris membeberkan akar masalahnya. Pertama, 15% biaya investasi langsung ‘hilang’ sebagai beban fiskal, terutama PPN yang terkumpul berlapis-lapis akibat model bisnis subkontrak berjenjang. “Kontrak kita transaksional. Dari main contractor ke sub, dari sub ke sub-sub lagi, dan tiap transaksi kena PPN. Akumulatifnya berat. Disitu letak masalahnya,” jelasnya.Kedua, 15% lainnya habis sebagai cost of fund akibat model pembiayaan yang serba bergantung pada pinjaman. Tidak hanya BOHU (badan usaha pemegang konsesi), kontraktor dan subkontraktor juga mengambil pinjaman untuk modal kerja, sehingga beban bunga terus berlapis dan diturunkan ke investor.Artinya, hanya sekitar 65% biaya yang benar-benar menjadi barang, sisanya habis untuk fiskal dan pembiayaan. “Ini bukan persoalan mahal. Ini persoalan tidak efisien. Kalau tidak diperbaiki, investasi kita tidak kompetitif dibanding negara lain,” tegas Kris.Kris memberi contoh sederhana, misalnya dengan biaya yang sama, investor bisa membangun 50 km jalan tol di Vietnam, tetapi hanya dapat 25 km di Indonesia. “Kalau Anda investor global, Anda pasti pilih yang lebih panjang. Ini realita. Kita bersaing bukan hanya antar sektor, tapi antar negara,” katanya.Karena itulah, ATI terus mendorong efisiensi model bisnis konstruksi, termasuk memperkuat kapasitas kontraktor lokal agar tidak terus-menerus bergantung pada model subkontrak berjenjang.Menurut Kris, kontraktor Indonesia harus mulai memiliki aset sendiri, bukan hanya menyewa ekskavator, crane, atau alat berat lainnya dari pihak lain.Ia mengaku kecewa karena pembinaan kontraktor selama ini kurang maksimal. “Pembina konstruksi itu harusnya mengembangkan kontraktor kita. Jangan semua dibiarkan seragam modelnya, akhirnya semua terjebak dan tidak ada yang benar-benar kuat,” ujarnya.Tantangan lainnya datang dari rendahnya minat investor luar negeri, terutama karena kurangnya mitra lokal yang dinilai reputable. Kris menceritakan pengalamannya ketika mengundang pension funddari Kanada. “Jawaban mereka: ‘If Astra enters, we follow. If Astra doesn’t, we don’t.’ Itu berarti kita belum punya cukup many strong local players,” katanya.Namun ATI tetap optimistis. Kris melihat pertumbuhan ekosistem harus terus diperluas agar tidak hanya bertumpu pada segelintir pelaku usaha. Semakin banyak perusahaan, kontraktor, dan investor yang masuk, semakin kuat fondasi industri jalan tol Indonesia.INFRASTRUKTURJALAN TOL = MASA DEPAN BANGSADi tengah tantangan tersebut, Kris juga melihat peluang bagi kaum muda dan akademisi untuk masuk ke dunia infrastruktur. Baginya, transfer pengetahuan adalah bagian dari legasi yang harus diwariskan.“Bertemu anak muda itu menyenangkan. Mereka harus tahu bahwa infrastruktur bukan cuma beton, tapi ini tentang masa depan bangsa,” tuturnya.Dengan pengalaman panjang di dunia telekomunikasi, infrastruktur, dan manajemen bisnis, Kris Ade berharap keberadaannya di ATI bisa menjadi milestone baru. Bukan hanya bagi dirinya, tetapi bagi seluruh ekosistem industri jalan tol. “Kalau kita bisa jaga ekosistem ini bersama, membangun jalan tol bukan sekadar proyek, tapi membangun peradaban. Itu yang ingin saya wariskan,” kata Kris.ATI, menurutnya, akan terus menjadi ruang diskusi dari semua arah (pemerintah, BUMN, swasta, akademisi, lembaga keuangan, hingga komunitas industri teknologi). Semua harus bergerak serentak agar cita-cita konektivitas nasional dapat terwujud.Menurut Kris, perjalanan ATI menuju 30 tahun nanti adalah momentum untuk memperkuat peran institusi sebagai lokomotif ekosistem jalan tol Indonesia. “Kemarin kita 27 tahun, sebentar lagi 30. Pertanyaannya sederhana: apa legasi kita? Itu yang harus kita jawab bersama,” tutupnya.ASSOCIATION www.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR | 107


TINGKATKAN KUALITAS PELAYANANDalam aspek teknis dan layanan, Kris menegaskan bahwa standar konstruksi dan operasi jalan tol sebenarnya sudah ketat. Ada Standar Pelayanan Minimal (SPM), uji laik fungsi, dan uji laik operasi yang wajib dipenuhi. Namun, banyak kerusakan justru disebabkan faktor eksternal seperti over dimension over load (ODOL).“Konstruksi kita (sudah) memenuhi standar. Tapi kalau ODOL tidak ditangani dari hulu, ya rusak lagi. Itu bukan semata-mata kesalahan operator,” katanya.Kris juga menyampaikan bahwa solusi ODOL tidak bisa bersifat parsial. Ia menyebut rencana pemerintah menjadikan 2027 sebagai ‘zero ODOL’ sebagai langkah progresif, namun implementasinya harus menyeluruh. “Kalau cuma melarang masuk tol, nanti jalan nasional yang hancur. Solusinya harus dari ujung ke ujung,” terangnya.Peningkatan layanan jalan tol juga membutuhkan dukungan fiskal tambahan. Menurutnya, jika tuntutan layanan meningkat sementara penyebab kerusakan tidak terkendali, badan usaha harus diberikan kompensasi. “Tanpa itu bisnis modelnya jadi tidak atraktif,” kata Kris.TIGA PILAR MODERNISASI INVESTASI JALAN TOLIa kemudian membahas tiga pilar modernisasi industri jalan tol: asset management, modernisasi transaksi tol, dan integrasi sistem informasi. Menurutnya, diskusi publik terlalu fokus pada teknologi pembayaran, padahal ekosistemnya jauh lebih luas. Terkait proyek Multi Lane Free Flow(MLFF), Kris menyampaikan bahwa MLFF menjadi salah satu terobosan yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi layanan transaksi di jalan tol Indonesia. Tanpa palang, tanpa berhenti, dan tanpa antre, sistem ini memungkinkan kendaraan melintas di semua lajur dengan identifikasi otomatis melalui pencacahan berbasis satelit atau sensor khusus. Pasalnya, implementasi MLFF dinilai akan memangkas kemacetan di gerbang tol, mengoptimalkan arus lalu lintas, serta menekan biaya operasional jangka panjang. Bagi operator jalan tol, teknologi ini bukan hanya soal digitalisasi, tetapi juga langkah penting menuju ekosistem transportasi modern yang lebih cepat, akurat, dan minim hambatan.“Kami tidak alergi (dengan teknologi) free flow. Justru kami mendukung. Tapi kami perlu jaminan seperti teknologinya sudah mature, model bisnisnya jelas, dan aspek komersialnya fair,” ujarnya.Menurut dia, yang menjadi kendala yakni masalah kapasitas server, sebab data kendaraan yang hanya 60% teregistrasi, sisanya 40% belum tahu, serta kemungkinan gangguan ketika sistem harus memproses jutaan kendaraan secara real time. “Jangan cuma siap front-end nya. Tapi end to end juga harus siap. Kalau (teknologinya) error, yang disalahkan siapa? Operator?,” katanya.Kris juga menyoroti bahwa dalam skema MLFF. Menurut dia, seluruh dana transaksi yang masuk ke satu entitas, sementara badan usaha memiliki kewajiban terhadap perbankan. “Model bisnis itu harus dibicarakan. Jangan sampai seluruh risiko jatuh ke (operator maupun BUJT),” tegasnya.Selanjutnya terkait konsep green toll road. Menurut Kris, ATI mendorong penerapan ESG (Environmental, Social, and Governance) secara menyeluruh, bukan sekadar penghijauan simbolis. “ESG itu bukan sekadar sertifikasi. Itu transformasi menyeluruh, termasuk vendor, kontraktor, hingga rest area,” katanya.Namun, implementasi ESG harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing operator. Misalnya saja, Astra dan Jasa Marga mungkin sudah jauh lebih siap dibanding operator lain. “Prioritas sekarang bukan sertifikasi, tapi mengurangi fatality dulu. Keselamatan adalah nomor satu,” ujarnya.Kris menekankan bahwa fatality bukan sekadar angka kecelakaan, tetapi kematian di jalan tol. “Gesekan sedikit boleh lah, tapi jangan sampai memakan korban jiwa. Itu prioritas kami,” tutupnya mengakhiri bincang-bincang tersebut. (*)ASSOCIATION108 | EDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR www.konstruksimedia.com


ASOSIASI JALAN TOL INDONESIA18 NOVEMBER1998-2025TahunDirgahayu ke-27 PT Asosiasi Jalan Tol IndonesiaMenghubungkan Harapan, Mewujudkan Kemajuan Negeriwww.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR | 109


PERSPECTIVERevolusi Industri 4.0 yang dipopulerkan oleh Klaus Schwab dalam World Economic Forum tahun 2016 telah membawa perubahan besar di berbagai sektor industri. Kemajuan teknologi, terutama dalam hal kemampuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence Capability/AIC)dan kemampuan analitik data besar (Big Data Analytic Capability/BDAC), menjadi pendorong utama transformasi tersebut, termasuk di industri rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (EPC).AIC merupakan kemampuan mesin atau komputer untuk meniru perilaku manusia dalam kondisi tertentu dengan intervensi minimal dari manusia. Sementara itu, BDAC adalah kemampuan organisasi dalam memperoleh, mengelola, dan menganalisis data agar menghasilkan manfaat dan nilai tambah melalui dukungan teknologi.Menurut survei McKinsey Global Institute (2017), penerapan AIC tertinggi terdapat pada industri berteknologi tinggi, telekomunikasi, otomotif, dan keuangan. Sebaliknya, industri konstruksi (EPC) serta sektor perjalanan masih berada di posisi terbawah dalam adopsi AIC.Industri EPC menghadapi berbagai tantangan, antara lain persaingan yang semakin ketat, harga penawaran yang sering dinegosiasikan ulang, ketiadaan tools sistematis untuk pengambilan keputusan, serta dominasi orientasi jangka pendek terhadap pendapatan dibandingkan visi jangka panjang untuk pertumbuhan berkelanjutan. Melihat kondisi tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh penerapan AIC dan BDAC terhadap proses pengambilan keputusan di industri EPC Indonesia.Penelitian ini melibatkan 116 perusahaan EPC anggota Gabungan Perusahaan Nasional Rancangbangun Indonesia (Gapenri) melalui survei daring pada Juli 2023. Metode penelitian bersifat kuantitatif dan cross-sectional. Penggunaan teknologi AIC dan BDAC diukur melalui software seperti Hysys, Staad Pro, Smart Plant, dan Caesar. AIC dan BDAC dalam penelitian ini berperan sebagai variabel anteseden terhadap pengambilan keputusan (Decision Making/DM).Proses pengambilan keputusan di industri EPC masih bersifat hierarkis dan panjang, cenderung didominasi oleh intuisi dan politik organisasi dibandingkan keputusan rasional berbasis data. Namun, tren kini mulai bergeser menuju keputusan berbasis data yang lebih objektif, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan. Keputusan berbasis data memiliki sejumlah keunggulan, seperti kemudahan dalam penelusuran kesalahan masa lalu dan perbaikan proses secara cepat. Namun, efektivitasnya sangat tergantung pada kualitas, kelengkapan, dan aktualitas data yang digunakan.Untuk menghasilkan keputusan yang akurat, data perlu dikelola secara komprehensif, baik yang bersumber dari internal maupun eksternal perusahaan. Data internal meliputi aspek engineering, procurement, construction, keuangan, serta sumber daya perusahaan yang mencakup aset berwujud dan tak berwujud. Sementara itu, data eksternal mencakup informasi tentang pelanggan, pesaing, serta tren industri terkait seperti minyak dan gas, pertambangan, energi, dan permintaan pasar.Apabila seluruh data tersebut dikelola secara profesional oleh sumber daya manusia yang kompeten, maka akan dihasilkan informasi bernilai tinggi yang mendukung pengambilan keputusan strategis di berbagai lini.AIC dibentuk oleh tiga dimensi utama, yaitu sumber daya berwujud (tangible), sumber daya tak berwujud (intangible), dan keahlian teknis sumber daya manusia. Sumber daya berwujud mencakup kapasitas penyimpanan data, teknologi pendukung keputusan, serta infrastruktur seperti data center. Sumber PENGARUH AIC & BDACTERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA INDUSTRI EPCDI INDONESIADr. Denny Syahdinal, S.T., M.S.M., P.F.M., I.P.U., E.R.M.A.P.110 | EDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR www.konstruksimedia.com


PERSPECTIVEdaya tak berwujud meliputi fungsi koordinasi antarunit, peran sebagai agen perubahan (agent of change), serta sistem pemantauan implementasi teknologi. Keahlian teknis sumber daya manusia mencakup kompetensi dalam statistik, matematika, data science, data engineering, dan data analytics. Dukungan penuh dari pimpinan perusahaan menjadi faktor krusial agar implementasi AIC dan BDAC dapat berjalan efektif.BDAC terdiri atas tiga dimensi penting, yaitu kemampuan mengelola Big Data Analytic (BDA), kemampuan teknologi, dan kemampuan sumber daya manusia. Kemampuan mengelola BDA mencakup perencanaan sumber data yang kredibel, alokasi anggaran yang memadai, koordinasi lintas departemen, serta pengendalian proyek berbasis waktu dan tanggung jawab. Kemampuan teknologi memastikan infrastruktur jaringan memiliki kapasitas besar, kecepatan tinggi, dan kompatibilitas antarperangkat dengan sistem modular yang mudah dirawat. Sedangkan kemampuan SDM mencakup pemahaman teknis lintas disiplin, pengetahuan bisnis perusahaan, serta kemampuan berpikir rasional berbasis data dan logika.DM dipengaruhi oleh tiga dimensi utama, yakni keputusan berkualitas, keputusan berkomitmen, dan keputusan rasional. Keputusan berkualitas tercipta melalui kolaborasi intensif antarunit dalam mencari solusi terbaik bagi perusahaan. Keputusan berkomitmen ditandai dengan tanggung jawab dan loyalitas tinggi individu terhadap hasil keputusan bersama, serta adanya semangat kolektif untuk melaksanakan hasil keputusan tersebut. Keputusan rasional didasarkan pada data objektif, bukan pada kepentingan politik internal.Karyawan yang memiliki spiritualitas tinggi di tempat kerja cenderung memiliki rasa tanggung jawab yang lebih besar terhadap organisasi dan menunjukkan produktivitas yang lebih tinggi.Analisis menggunakan software Smart PLS 4.0.95 menunjukkan bahwa AIC tidak berpengaruh langsung secara positif dan signifikan terhadap DM, sementara BDAC berpengaruh langsung secara positif dan signifikan terhadap DM. Hasil ini sejalan dengan survei McKinsey (2017) yang menunjukkan rendahnya tingkat adopsi AIC di industri konstruksi, sementara BDAC memiliki peran yang lebih kuat dalam mendukung keputusan berbasis data di sektor EPC.Penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi pimpinan perusahaan EPC dalam mengimplementasikan AIC dan BDAC secara terpadu. Dengan penerapan yang optimal, proses pengambilan keputusan akan menjadi lebih rasional, berkualitas, dan berkomitmen, serta dapat meningkatkan kinerja perusahaan secara berkelanjutan.Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan AIC belum berpengaruh signifikan terhadap DM, antara lain kesiapan sumber daya berwujud dan tak berwujud yang belum optimal, keterbatasan investasi untuk infrastruktur seperti data center, kurangnya tenaga ahli di bidang statistik, matematika, data science, dan data engineering, minimnya keterlibatan pimpinan sebagai penggerak utama (prime mover), serta belum adanya unit khusus yang berperan sebagai koordinator dalam implementasi dan evaluasi AIC serta BDAC.Dengan memperkuat faktor-faktor tersebut, industri EPC Indonesia dapat mempercepat transformasi digitalnya dan meningkatkan daya saing di era Revolusi Industri 4.0. (*)www.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR | 111


Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui UP Jakarta Investment Centre (JIC) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta bersinergi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Investment Festival (JIF) 2025, JIF Summit.Heru Hermawanto, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta, menjadi salah satu figur kunci dalam orkestrasi perubahan lanskap investasi ibu kota menjelang penyelenggaraan Jakarta Investment Festival (JIF) 2025 atau JIF Summit. Di tengah transisi Jakarta dari ibu kota negara menjadi pusat ekonomi global, Heru menegaskan bahwa momentum ini tidak boleh berlalu hanya sebagai seremoni, melainkan menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi, mempromosikan proyek-proyek prioritas, serta menegaskan posisi Jakarta sebagai pusat investasi terkemuka di kawasan. Mengusung tema “Jakarta the Epicentrum of ASEAN: Invest SMART for a Global Start”, JIF 2025 merefleksikan visi Jakarta sebagai Kota Global dan Berbudaya. Lebih jauh, ia menyebut pelaksanaan JIF 2025 menggambarkan semangat Jakarta untuk terus membuka peluang bagi investasi yang cerdas, kolaboratif, dan mendorong transformasi kota menuju masa depan berkelanjutan. “Salah satu cara menyiapkan Jakarta sebagai Kota Global, yakni dengan kemudahan berinvestasi dan kepastian, termasuk interaksi antara investor dengan pemerintah dan bagaimana pemerintah menjadi fasilitator dalam mekanisme perizinan dan kecepatan waktu realisasi investasi di Jakarta,” ujar Heru. SEBAGAI ETALASE INVESTASI BARU JAKARTACEREMONY112 | www.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR


Heru mengatakan Jakarta menawarkan peluang investasi senilai Rp.430,9 triliun dalam JIF 2025, meliputi sektor properti, pariwisata, transportasi, air, dan sanitasi. Total terdapat 32 proyek infrastruktur berkelanjutan, termasuk 13 proyek revitalisasi perkotaan, serta sejumlah proyek utilitas terintegrasi. “Jumlah proyek potensial yang ditawarkan di JIF 2025 sebanyak 32 proyek dengan total nilai investasi sebesar, Rp.430,9 triliun, ini terdiri dari beberapa proyek yang ada, umumnya proyek infrastruktur, diharapkan dapat menarik minat investor yang kemungkinan akan masuk,” kata Heru.Sementara itu, Wakil Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Herizkianto menegaskan, pelaksanaan JIF 2025 bukan sekadar acara seremonial, melainkan ajang kolaborasi lintas sektor dan kerja sama strategis. Dalam pelaksanaannya, DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta berkolaborasi dengan lebih dari 30 mitra strategis, mulai dari institusi swasta terkemuka, organisasi internasional dan kedutaan besar, lembaga negara dan BUMN, serta BUMD dan BLUD di Jakarta. “Kami mengadakan acara ini untuk membuka peluang investasi yang akan masuk ke DKI Jakarta, khususnya kami berkolaborasi untuk project-projectBUMD, di antaranya Paljaya, MRT, Transjakarta, Jakpro dan lain sebagainya, untuk kami tawarkan kepada investor agar dapat menjajaki investasi, guna pertumbuhan ekonomi di Jakarta,” imbuhnya. Di samping itu, DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Jakarta Investment Centre (UP JIC) berkomitmen akan terus mengawal dan memfasilitasi seluruh potensi kerja sama tersebut. “Agar dapat direalisasikan menjadi proyek-proyek nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat Jakarta,” imbuh Herizkianto. Karena itu, JIF 2025 disiapkan bukan hanya sebagai pameran proyek, tetapi sebagai forum strategis yang mempertemukan investor, pelaku industri, pemerintah, dan lembaga internasional dalam satu ekosistem.Heru menggarisbawahi bahwa peran DPMPTSP bukan hanya menyediakan perizinan, tetapi juga membuka jalan bagi realisasi investasi yang konkret. Di bawah kepemimpinan Heru, DPMPTSP DKI Jakarta telah melakukan beberapa inovasi layanan untuk mengakselerasi perizinan dan mempermudah investor dalam mengurus penanaman modal. Heru juga menegaskan pentingnya memperkuat transparansi dan kepastian hukum, terutama bagi proyek jangka Panjang. JIF 2025 menjadi panggung bagi Jakarta untuk menunjukkan kesiapan itu. Dalam penyusunannya, Heru melibatkan berbagai perangkat daerah, asosiasi industry, kementerian teknis, serta sektor swasta. J@K@RT@P@SB@ӥIAUKOTA: PELUANG BARU, TANTANGAN BARUPemindahan ibu kota ke IKN Nusantara menjadi pertanyaan besar mengenai masa depan Jakarta. JIF 2025 atau JIF Summit dirancang sebagai poros pertemuan strategis antara pemerintah, investor global, pelaku usaha nasional, lembaga keuangan, asosiasi industri, dan mitra pembangunan internasional. Heru menegaskan bahwa JIF 2025 akan menjadi platform konkret untuk memCEREMONY www.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR | 113


percepat realisasi investasi, bukan hanya mencatat komitmen. JIF 2025 disiapkan untuk membuktikan hal itu.Ia juga menekankan pentingnya menggandeng mitra internasional yang memiliki fokus pada jangka panjang, termasuk properti komersial, transportasi publik berbasis TOD (Transit Oriented Development).DIPLOMASI EKONOMI DAN KEMITRAAN GLOBALJIF didorong sebagai instrumen untuk menghadirkan investasi dengan nilai transformasional dan efek pengganda ekonomi yang tinggi. Selain investor dalam negeri, Heru membuka ruang besar bagi keterlibatan mitra global, seperti lembaga pembiayaan pembangunan seperti ADB, AIIB, JICA, IFC. Juga perusahaan multinasional sektor energi, transportasi, teknologi, dan logistik dan memperluas akses pasar Jakarta ke tingkat internasional.Sebagai garda terdepan pelayanan investasi, Heru mempercepat otomasi sistem dan integrasi data.CEREMONY114 | www.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR


CEREMONY JAKARTA MENUJU KOTA INVESTASI GLOBALDalam pandangan Heru Hermawanto, transformasi Jakarta tidak boleh berhenti pada pembangunan infrastruktur fisik. JIF 2025 menjadi instrumen utama untuk mendorong repositioning Jakarta di mata dunia.Melalui JIF 2025, Jakarta menawarkan portofolio investasi hijau bernilai tinggi dengan model pembiayaan inovatif. Beberapa sektor yang menjadi sorotan utama antara lain green transportation seperti MRT, LRT, dan urban water management: air bersih, konservasi, dan sistem digital distribusi.JIF 2025 HADIRKAN INVESTASI DARI PUSAT HINGGA PINGGIRAN KOTA Kepala Unit Pengelola (UP) Jakarta Investment Centre (JIC) DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Tona Hutauruk, menjelaskan proyek-proyek potensial yang ditawarkan dalam gelaran JIF 2025 tersebar di seluruh wilayah Jakarta, mulai dari Jakarta Pusat, Selatan, Utara, Timur, maupun Jakarta Barat. Menurutnya, penyebaran ini merupakan langkah strategis agar pengembangan investasi tidak hanya terpusat di kawasan bisnis utama seperti Sudirman– Thamrin, tetapi juga menjangkau berbagai titik pertumbuhan baru di ibu kota. “Kita memang tidak ingin hanya fokus di kawasan Sudirman–Thamrin saja. Di seluruh wilayah Jakarta, kami coba dorong pengembangan dengan berbagai bentuk investasi, mulai dari properti, infrastruktur, infrastruktur olahraga, hingga sektor pariwisata. Tujuannya, agar paket investasi yang ditawarkan bisa lebih beragam dan menarik bagi para investor,” jelas Tona. Adapun berbagai proyek investasi potensial itu ditawarkan oleh PT. MRT Jakarta, PT. Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ), PT. Integrasi Transit Jakarta, PT. Jakarta Propertindo (Jakpro), Perumda Sarana Jaya, PT. Pembangunan Jaya Ancol, Perumda PalJaya, Jakarta Experience Board, PT. Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP), Perumda PAM Jaya, dan Jakarta Asset Management Centre (JAMC). (*)www.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR | 115


Perhelatan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI) ke-XXIX tahun 2025, yang merupakan 29th Annual International Conference on Geotechnical Engineering, Indonesian Society for Geotechnical Engineering (ISGE), menjadi momentum reflektif dan visioner bagi para ahli geoteknik di seluruh Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, melainkan juga ruang perenungan akan perjalanan panjang HATTI yang kini memasuki usia setengah abad.Dalam suasana hangat penuh nostalgia, perhelatan PIT HATTI tahun 2025 ini sekaligus momentum hari jadi HATTI ke50 tahun, juga dihadiri oleh para Ketua Umum HATTI sebelumnya dari periode 1999 – 2019 seperti: Ketua Umum HATTI (1999-2003), Prof. Chaidir A. Makarim, MSCE., Ph.D; Ketua Umum HATTI (2003-2011), Ir. Bigman M. Hutapea, M.Sc., Ph.D; Ketua Umum HATTI (2011-2019), Prof. Ir. Masyhur Irsyam, MSE., Ph.D.Ketua Umum HATTI periode 2019–sekarang, Prof. Widjojo A. Prakoso, menyampaikan rasa hormat dan apresiasinya kepada para tokoh senior HATTI yang telah meletakkan fondasi kuat bagi perjalanan organisasi ini. Dirinya juga menyampaikan bahwa keberadaan HATTI saat ini tidak lepas dari dedikasi, semangat, dan visi para pendiri yang sejak awal berkomitmen membangun wadah profesional bagi para ahli teknik tanah di Indonesia.Dalam kesempatan tersebut, Prof. Widjojo juga mengajak seluruh peserta untuk sejenak menengok ke belakang, mengenang masa-masa awal berdirinya HATTI, serta mengambil inspirasi dari perjuangan generasi terdahulu. Dirinya berharap semangat dan nilai-nilai yang diwariskan para pendiri dapat terus dijaga, agar HATTI semakin berkembang sebagai organisasi berpengaruh dalam pengembangan ilmu teknik tanah dan geoteknik nasional.Prof. Widjojo mengungkapkan bahwa perjalanan panjang HATTI tidak dapat dilepaskan dari peran besar para pendirinya. Mereka adalah para tokoh yang melihat pentingnya wadah profesional bagi para ahli teknik tanah untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Dengan semangat kebersamaan dan dedikasi tinggi, para pendiri tersebut meletakkan dasar yang kokoh bagi perkembangan ilmu geoteknik di Indonesia. Adapun para pendiri HATTI yang berjasa besar dalam merintis organisasi ini antara lain: (alm) Prof. Aziz Djajaputra (ITB), (alm) Soekrisno Ramelan (Kementerian Pekerjaan Umum), (alm) S.P. Limasalle (akademisi) dan Benny Kumara (Industri).Prof. Widjojo mengatakan para tokoh tersebut dikenal sebagai sosok yang tidak hanya kompeten di bidang akademik dan profesional, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kemajuan ilmu teknik tanah di Tanah Air.Berkat kerja keras dan pandangan jauh ke depan dari para pendiri inilah, HUT 50 TH HATTIMERAWAT WARISAN,MENATAP MASA DEPAN GEOTEKNIK INDONESIACEREMONY116 | www.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR


kata Prof. Widjojo menuturkan bahwa HATTI kini tumbuh menjadi organisasi yang solid, berpengaruh, dan berperan aktif dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional. Semangat dan dedikasi mereka menjadi teladan bagi generasi penerus untuk terus mengembangkan ilmu geoteknik demi kemajuan Indonesia.“Saya enggak kebayang 50 tahun lalu (tahun 70’an), pandangan pendiri (HATTI) yang masih pada muda-muda dalam mendirikan organisasi ini sudah berfikir jauh ke depan. Sangat luar biasa,” terang Prof. Widjojo saat berbincang dengan Majalah Konstruksi Media.Terbukti, hanya dalam kurun waktu sekitar tiga tahun sejak berdirinya organisasi teknik tanah ini, HATTI berhasil menembus kancah internasional dengan menjadi anggota organisasi profesi geoteknik dunia. “Yang zamannya masih orang-orang muda gitu ya, bisa berpikir sejauh itu tuh luar biasa,” jelasnya penuh kekaguman. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa sejak awal, HATTI dibangun dengan semangat kemajuan, kolaborasi global, dan dedikasi tinggi untuk mengangkat martabat profesi teknik tanah Indonesia di tingkat internasional.Beliau mengingat dengan jelas bagaimana organisasi ini berdiri dengan segala keterbatasan. “Dengan segala macam keterbatasan waktu itu tentu butuh effort yang luar biasa. Dan yang menurut saya juga menarik, para pendiri itu yang utama tiga orang,” kenangnya.“Mereka (para pendiri) memang sudah komplit lah, dari cara melihat persoalan dan kemudian mereka mewujudkan visi mereka menjadi organisasi (teknik tanah terkemuka),” tutur Prof. Widjojo.Menurutnya, perpaduan latar belakang akademisi, birokrasi, dan industri membuat HATTI memiliki fondasi yang kuat dan perspektif yang luas sejak awal. Tiga sosok itu menjadi pelopor yang merumuskan arah organisasi agar tidak hanya menjadi forum ilmiah, tetapi juga lembaga profesional yang mampu memberi solusi konkret bagi bangsa.PERSPEKTIF BARU HATTI 2025Prof. Widjojo juga menyinggung kehadiran salah satu keynote speaker pada Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) HATTI tahun ini, yaitu Dr. Ir. Hedi Rahadian. Kehadiran beliau dinilai memberikan warna baru sekaligus memperkaya wawasan para peserta mengenai arah dan perkembangan terkini di bidang teknik tanah dan geoteknik.Prof. Widjojo menilai, pandangan yang dibawa Dr. Hedi mencerminkan dinamika dunia geoteknik yang terus berevolusi seiring kemajuan teknologi dan kebutuhan pembangunan infrastruktur modern. Melalui berbagai riset dan inovasi yang dipaparkan, Dr. Hedi mendorong pentingnya penerapan teknologi canggih dalam analisis, desain, dan implementasi proyek-proyek geoteknik di Indonesia.Lebih jauh, Prof. Widjojo menekankan bahwa kehadiran para pakar seperti Dr. Ir. Hedi Rahadian menjadi bukti bahwa PIT HATTI bukan sekadar forum ilmiah, melainkan ruang kolaboratif bagi akademisi, praktisi, dan pemerintah untuk saling bertukar gagasan, memperkuat kompetensi, serta menyiapkan masa depan geoteknik nasional yang lebih adaptif dan berdaya saing global.“Pak Hedi Rahadian kan anggota HATTI juga. Beliau kan karena berangkatnya dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan-Jembatan (Pusjatan) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Bandung, jadi sangat mengetahui teknik tanah,” ucapnya.Beliau mengenang bahwa pada awal 2000-an awal, HATTI masih merupakan organisasi kecil dengan aktivitas yang terbatas. Namun dalam dua dekade terakhir, pertumbuhannya begitu pesat hingga mampu menjangkau berbagai sektor strategis nasional.“Alhamdulillah, baru 15–20 tahun terakhirlah kita membesar. Masuk ke berbagai macam sektor juga, bukan hanya ke-PU-an tapi juga pelan-pelan masuk juga ke (sektor) Oil & Gas, pertambangan (ESDM), juag masuk ke perhubungan,” bebernya.Kini, nama HATTI semakin dikenal luas sebagai asosiasi profesi yang kredibel dan berpengaruh di bidang geoteknik. Kiprahnya dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional, penyusunan standar teknis, serta pengembangan keilmuan telah menjadikan HATTI sebagai rujukan penting bagi para profesional teknik tanah di Indonesia. Namun di balik berbagai capaian tersebut, HATTI menyadari masih banyak tantangan yang perlu dihadapi untuk terus menjaga relevansi dan peran strategisnya di masa depan. Prof. Widjojo menegaskan bahwa perjalanan organisasi ini belum selesai. “PR-nya masih banyak pasti, mulai dari yang mendasar, mengembangkan organisasi sampai bagaimana kita bisa mengedukasi (anggota/masyarakat), itu jadi problem di dunia geoteknik kita masih banyak yang harus ditingkatkan,” imbuhnya.Pernyataan itu mencerminkan semangat untuk terus memperkuat kapasitas internal HATTI sekaligus memperluas dampaknya bagi masyarakat dan dunia pendidikan. Menurutnya, penguatan CEREMONY EDISI XVIIIwww.konstruksimedia.com NOVDMADRӥCDSDMADR | 117


kapasitas anggota, peningkatan literasi geoteknik, serta kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar HATTI dapat terus berkembang dan beradaptasi terhadap tantangan zaman. Dengan semangat kebersamaan dan profesionalisme, HATTI diharapkan mampu melangkah lebih jauh dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang aman, tangguh, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.REGENERASI ILMU TEKNIK TANAHMenurut Prof. Widjojo, tantangan pendidikan dan regeneras, menjadi persoalan serius di dunia geoteknik Indonesia. Di tengah cepatnya perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence(AI) dan machine learning, masih banyak profesional yang tertinggal di level dasar.“Mulai dari organisasi, edukasi, sampai mengadopsi teknologi AI di geoteknik. Jadi tantangannya makin lebar sebenarnya,” papar Prof. Widjojo tersenyum optimis.Namun beliau tetap percaya bahwa dengan semakin banyaknya generasi muda yang bergabung, masa depan HATTI tetap cerah. “Alhamdulillah, dengan makin banyaknya adik-adik generasi muda yang terlibat, mudah-mudahan optimis lah bahwa itu bisa kita jalankan sama-sama menghadapi tantangan ini,” katanya.Prof. Widjojo kembali mengatakan, geoteknik bukan sekadar cabang ilmu teknik, melainkan juga bidang yang sarat dengan seni dan intuisi. “Susah gitu ya. Penuh seni. Jadi banyak mahasiswa itu menganggap bidang ini susah,” ungkapnya, sekaligus menilai pentingnya pendekatan generasi muda agar dunia geoteknik lebih mudah didekati mahasiswa.Ia menjelaskan bahwa karakteristik geoteknik yang kompleks, karena berurusan langsung dengan sifat alami tanah dan perilakunya, membuat bidang ini menuntut kepekaan, ketelitian, serta kemampuan analisis yang mendalam.Oleh karena itu, Prof. Widjojo menilai penting adanya pendekatan baru dalam memperkenalkan dunia geoteknik kepada generasi muda. Menurutnya, perlu strategi edukasi yang lebih menarik, interaktif, dan relevan agar mahasiswa tidak merasa asing atau takut untuk terjun ke bidang ini. Dengan cara tersebut, diharapkan akan lahir lebih banyak talenta muda yang bersemangat dan siap melanjutkan estafet keilmuan geoteknik di Indonesia.PENGGERAK MASA DEPAN BANGSAProf. Widjojo pun menyoroti peran Anggota Muda dan Mahasiswa (AMM) HATTI yang kini menjadi penggerak utama dinamika organisasi. Menurutnya, dunia geoteknik bukan sekadar ilmu yang berisi rumus dan teori, melainkan bidang yang juga penuh dengan seni dan intuisi. Hal ini menggambarkan bahwa geoteknik sebagai disiplin ilmu yang menuntut ketelitian, kepekaan, dan pengalaman dalam memahami perilaku tanah yang unik di setiap lokasi. Untuk itu, ia menekankan perlunya pendekatan yang lebih kreatif dan kontekstual agar dunia geoteknik bisa lebih mudah dipahami dan menarik bagi mahasiswa.Dalam pandangannya, tantangan terbesar saat ini bukan hanya bagaimana mengembangkan ilmu geoteknik, tetapi juga bagaimana memperkenalkannya kepada generasi muda dengan cara yang lebih relevan. Prof. Widjojo menilai, cara komunikasi yang sesuai dengan karakter generasi saat ini menjadi kunci penting untuk menarik minat mereka. Dunia pendidikan, menurutnya, perlu lebih terbuka terhadap inovasi dan penggunaan media digital agar mahasiswa dapat melihat geoteknik sebagai bidang yang menantang sekaligus menjanjikan.Dalam konteks inilah, peran Anggota Muda dan Mahasiswa (AMM) HATTI menjadi sangat penting. Ia pun menyoroti kiprah AMM yang kini tampil sebagai penggerak utama dinamika organisasi. “Dengan adik-adik AMM ini ya pelan-pelan bisa merangkul mahasiswa dengan bahasa mereka. Karena kalau saya (mungkin) ngomong dengan adikadik mahasiswa bahasanya udah beda. Udah nggak pakai Facebook-Facebook-an lagi,” ujarnya sambil tersenyum hangat. CEREMONY118 | EDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR www.konstruksimedia.com


Keterlibatan AMM tidak hanya menjadi simbol regenerasi, tetapi juga motor penggerak pembaruan di tubuh organisasi. Para anggota muda ini membawa energi baru,pola pikir digital, serta semangat kolaboratif yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan. “Peran mereka sangat penting menjadi dinamisator organisasi. Jadi mereka (anggota muda HATTI) saling melengkapi kami yang lebih ‘senior’,” imbuhnya penuh keyakinan.Menurutnya, keberadaan AMM menjembatani generasi senior dan generasi baru dalam HATTI, menciptakan ruang dialog yang produktif dan saling menghargai. Para anggota muda tidak hanya belajar dari pengalaman para senior, tetapi juga memberikan perspektif segar dalam mengembangkan program-program organisasi, khususnya yang berkaitan dengan teknologi digital, riset, dan edukasi publik.Lebih jauh, Prof. Widjojo menilai bahwa sinergi lintas generasi ini merupakan kunci keberlanjutan organisasi. Dengan kolaborasi yang kuat antara senior yang berpengalaman dan anggota muda yang adaptif terhadap perubahan, HATTI dapat terus menjadi wadah profesional yang relevan dan berdaya saing global.Ia pun menutup dengan optimisme, bahwa masa depan HATTI akan semakin cerah jika semangat kebersamaan ini terus dijaga. Menurutnya selama bisa berjalan bersama, saling belajar, dan saling melengkapi, HATTI akan selalu punya tempat di hati para ahli geoteknik Indonesia.HATTI HADIR DI 21 KOMDADalam konteks organisasi, kini HATTI kini telah memiliki 21 Komisariat Daerah (Komda) yang tersebar se-Indonesia. Keberadaan Komda ini menjadi ujung tombak dalam memperluas jangkauan, memperkuat jejaring profesional, serta mendorong pertukaran ilmu di tingkat daerah. Namun demikian, Prof. Widjojo menyadari masih banyak wilayah yang perlu dijangkau agar semangat HATTI benar-benar merata di seluruh Tanah Air. “Papua tadinya satu, sekarang jadi enam provinsi. Kita adanya baru satu Komda di Papua. Mudah-mudahan bisa segera bertambah,” harapnya.Ia menegaskan bahwa fokus utama HATTI ke depan tidak hanya pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada penguatan aspek edukasi dan kesejahteraan anggota. Menurutnya, dua hal tersebut merupakan fondasi penting agar organisasi dapat tumbuh secara berkelanjutan. “Kalau teknologi saya pikir adik-adik sih cepat dalam menangkap peluang. Tapi yang basic ini, kesejahteraan dan edukasi, itu tantangannya,” ujar Prof. Widjojo menambahkan.Di usia emas ke-50 tahun ini, ia menilai, HATTI telah mencapai tingkat kematangan kelembagaan yang membanggakan. namun tantangan berikutnya justru lebih besar, yakni membawa semangat dan kontribusi HATTI ke level internasional. Ia menilai, langkah ini penting agar Indonesia dapat sejajar dengan negara-negara lain dalam pengembangan ilmu geoteknik. “Kalau saya pribadi, mengedukasi teman-teman di luar sekitar Indonesia. Itu tantangannya. Harus dibuat langkah spesial,” katanya.Lebih lanjut, Prof. Widjojo berharap agar HATTI di masa depan tidak hanya dikenal sebagai organisasi profesi berskala nasional, tetapi juga mampu berkiprah di kancah global dengan tetap menjaga identitas dan integritas keilmuannya. Menurutnya, adaptasi terhadap perkembangan teknologi global seperti artificial intelligence (AI) menjadi hal yang tak terhindarkan. “Kalau enggak, kita akan ketinggalan. Di sini kita bicara AI, tapi di lapangan masih basic sekali. Itu harus diselesaikan dengan kesadaran bersama,” bebernya.Dengan semangat kolaborasi lintas generasi, penguatan organisasi di daerah, serta orientasi global yang jelas, HATTI diyakini mampu terus tumbuh sebagai wadah profesional yang tangguh dan berdaya saing. Refleksi 50 tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkokoh fondasi dan menyusun langkah baru menuju masa depan geoteknik Indonesia yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelas dunia.CEREMONY EDISI XVIIIwww.konstruksimedia.com NOVDMADRӥCDSDMADR | 119


SEMANGAT GENERASI MUDA HATTISalah satu perwakilan Anggota Muda HATTI, Dr. Aksan Kawanda, S.T., M.T., menyampaikan pandangannya dengan penuh semangat dan refleksi mendalam mengenai peran generasi penerus dalam menjaga keberlanjutan organisasi. Dengan nada rendah hati, ia membuka dengan candaan bahwa dirinya sudah tidak tergolong muda lagi. “Saya itu sudah enggak boleh masuk generasi muda. Kemarin udah dilarang masuk di ruangan AMM ini. Meski begitu, ini tetap sejalan dengan semangat para anggota muda dalam memperjuangkan nilai dan misi HATTI untuk mengedukasi dan menginspirasi generasi berikutnya,” ujarnya tersenyum.Menurut Aksan, tanggung jawab utama para profesional di bidang geoteknik bukan hanya menjalankan pekerjaan dengan baik, tetapi juga dengan benar. Ia menekankan pentingnya kesadaran etis dan moral dalam setiap proyek pembangunan. “Ayo kita lakukan dengan benar. Enggak sekadar baik gitu ya, tapi kita lakukan dengan benar,” tuturnya. Ia menolak pandangan pragmatis yang hanya mengejar efisiensi atau biaya murah tanpa memperhatikan kualitas dan keselamatan. Bagi Aksan, setiap struktur yang berdiri di atas tanah Indonesia adalah tanggung jawab bersama para ahli geoteknik untuk memastikan keamanan dan keberlanjutannya.Lebih lanjut, Aksan mengingatkan bahwa hampir seluruh pembangunan di dunia bergantung pada peran geoteknik. “Semua bangunan yang ada di Indonesia dan di dunia, kecuali bangun satelit lah ya, dia enggak butuh tanah,” guyon Aksan, hangatkan suasana. Ia kembali menegaskan bahwa HATTI bukanlah tempat untuk mencari keuntungan pribadi, melainkan wadah untuk berbagi pengetahuan dan kontribusi nyata. “Karena kan ini organisasi, bukan tempat kami untuk cari makan, tapi kami mau untuk memberikan apa yang kami punya, yang terbaik yang kami punya untuk bisa bermanfaat,” terangnya.Untuk itu, ia mengajak seluruh anggota, terutama generasi muda, untuk menjaga semangat altruistik ini agar HATTI tetap menjadi organisasi profesional yang berlandaskan integritas. Dalam pandangannya, dunia geoteknik memiliki cakupan yang semakin luas seiring kemajuan teknologi dan eksplorasi ilmiah. Ia bahkan menyinggung fenomena riset internasional tentang geoteknik di luar bumi yang dilakukan oleh peneliti luar negeri yang menjadi salah satu pembicara di PIT HATTI sebelumnya.“Di luar negeri mereka udah ngomongin geoteknik di Mars, geoteknik di Bulan,” ujarnya optimisme bahwa ilmu geoteknik akan terus berkembang melampaui batas-batas bumi, mengikuti langkah kemajuan manusia.TANTANGAN KLASIKMenurutnya, kemajuan itu menjadi bukti bahwa geoteknik akan selalu tumbuh dan jaya. Namun, Aksan juga mengingatkan adanya kesenjangan yang perlu diatasi. “Tapi pada saat pertama gap-nya makin besar. Teknologi di sini, yang basic-nya makin lebar,” ujarnya. Artinya, di satu sisi dunia bergerak cepat dengan teknologi tinggi, sementara di sisi lain, masih banyak tantangan di tingkat dasar yang harus diselesaikan, terutama dalam konteks Indonesia.Oleh sebab itu, ia menilai penting bagi HATTI dan para anggotanya untuk tidak hanya fokus pada inovasi teknologi, tetapi juga memastikan pemahaman dasar geoteknik tetap kuat. Menurutnya, pendidikan dan pelatihan berkelanjutan menjadi kunci agar kesenjangan itu tidak semakin melebar. Aksan menegaskan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab moral untuk melanjutkan perjuangan tersebut. “Kita punya PR juga, tetap di basic-nya. Lanjutkan nanti anak-anak muda yang baru lah. Harus lah,” katanya. Ia berharap semangat belajar dan dedikasi yang dimiliki para anggota muda dapat menjadi kekuatan utama dalam menjaga kesinambungan keilmuan dan profesionalisme HATTI.Diakhir bincang-bincangnya, baik Prof. Widjojo maupuan Aksan Kawanda, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kesempatan untuk berkontribusi di organisasi yang telah memberinya banyak pengalaman dan pembelajaran. Aksan mengatakan, HATTI bukan hanya rumah bagi para ahli, tetapi juga tempat tumbuhnya nilai-nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan cinta terhadap profesi. Melalui refleksi yang disampaikannya, Aksan menggambarkan wajah HATTI yang dinamis, organisasi yang tidak hanya berisi para profesional berpengalaman, tetapi juga komunitas yang terus bergerak dan beregenerasi. “Selama masih ada tanah untuk dipijak, selama itu pula geoteknik akan terus hidup. Kami percaya, di tangan para anggota muda HATTI, masa depan profesi ini akan semakin kuat, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai-nilai dasar: ilmu, hati, dan tanggung jawab,” tutupnya. (*)CEREMONY120 | EDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR www.konstruksimedia.com


Semoga terus menjadi garda terdepan dalam pengembangan ilmu geoteknikdan kontribusi nyata bagi kemajuan infrastruktur Indonesia. (Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia)Ulang Tahun ke-50 HATTIPT BAUER PRATAMAINDONESIA


Indonesia memasuki babak baru dalam sejarah pembangunan infrastrukturnya dengan diresmikannya Masyarakat Terowongan dan Konstruksi Bawah Tanah Indonesia (MTKBTI). Kehadiran organisasi ini menjadi momentum penting bagi para ahli, akademisi, dan praktisi di bidang konstruksi bawah tanah untuk bersatu dalam satu wadah profesional. MTKBTI dibentuk sebagai sarana kolaborasi, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan standar dan teknologi yang dapat mendorong efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan dalam pembangunan infrastruktur bawah tanah di Indonesia.Di tengah pesatnya urbanisasi dan keterbatasan ruang di permukaan, pemanfaatan ruang bawah tanah menjadi solusi strategis untuk mendukung mobilitas, ketahanan energi, dan tata kota masa depan. Terowongan transportasi, jaringan utilitas, serta fasilitas publik bawah tanah kini menjadi bagian penting dalam perencanaan kota modern. Dalam konteks inilah, MTKBTI hadir untuk memastikan pembangunan tersebut berjalan dengan pendekatan ilmiah, teknologi mutakhir, dan mengedepankan keselamatan serta keberlanjutan lingkungan.Ketua Umum MTKBTI, Weni Maulina mengungkapkan, MTKBTI lebih dari sekadar organisasi profesi, melainkan diharapkan menjadi katalis bagi transformasi paradigma pembangunan nasional, dari pembangunan horizontal menuju pembangunan vertikal dan bawah tanah. Melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, dan industri, MTKBTI bertekad menggali potensi besar ruang bawah tanah Indonesia sebagai bagian integral dari upaya membangun negeri yang tangguh, modern, dan berdaya saing global.Seperti halnya pembangunan era konstruksi bawah tanah, dari jalur Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta, proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung, hingga rencana immersed tunnel di Ibu Kota Nusantara (IKN), dan lainnya, semuanya menjadi bukti ambisi Indonesia untuk menembus bumi.Namun, menggali bukan semudah membalikkan telapak tangan. Di balik setiap meter tanah yang digali, tersimpan tantangan besar yang tak kasat mata. Keahlian khusus dan perhitungan yang cermat dalam “membaca” bumi menjadi bekal yang tak boleh hilang di industri ini.Tantangan pembangunan infrastruktur bawah tanah di Indonesia bukan sekadar soal biaya, melainkan juga kondisi geologis yang kompleks.“Sudah pasti teknis. Indonesia memiliki karakter geologi yang berbeda-beda, sehingga masalah di lapangan tak terhindarkan,” ujar Weni.Ia menegaskan, variasi geologis menjadi faktor utama yang harus diantisipasi. Stabilitas tanah, potensi longsor, hingga tekanan air bawah tanah disebutnya sebagai risiko besar yang bisa mengancam proyek bernilai triliunan rupiah.Dalam dunia konstruksi, proses penggalian tanah tidak bisa dipandang sebagai hitungan matematis semata karena banyak asumsi yang digunakan. Dibutuhkan pemahaman mendalam dari pengalaman agar teknologi yang digunakan tidak menyebabkan keruntuhan atau masalah teknis lainnya MTKBTI WADAH PARA AHLI KONSTRUKSI BAWAH TANAHMENGGALI POTENSI, BANGUN NEGERICEREMONY122 | www.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR


yang kerap sulit diprediksi.“Bangunan bawah tanah harus dirancang dengan cermat. Jangan sampai proyek besar justru menimbulkan longsor atau masalah teknis lain di kemudian hari,” tegas Weni.SINERGI DI BAWAH PERMUKAANPembangunan infrastruktur di Indonesia kini tak lagi hanya berfokus di atas permukaan. Di tengah meningkatnya kebutuhan ruang dan tantangan urbanisasi, perhatian mulai bergeser ke bawah tanah, sebuah dimensi baru yang menyimpan potensi besar bagi efisiensi tata kota, transportasi, dan ketahanan energi. Kesadaran akan kompleksitas tersebut melahirkan Masyarakat Terowongan dan Konstruksi Bawah Tanah Indonesia (MTKBTI), sebuah wadah kolaborasi bagi para pelaku industri untuk saling bertukar pikiran, berinovasi, dan bergotong royong menciptakan konstruksi bawah tanah yang tangguh dan berkelanjutan.MTKBTI menjadi tempat berkumpulnya para ahli geoteknik, insinyur struktur, akademisi, regulator, dan praktisi dari berbagai sektor. Melalui wadah ini, para pemangku kepentingan dapat berinteraksi secara terbuka untuk memastikan pembangunan infrastruktur bawah tanah berjalan lebih efisien, aman, dan berbasis ilmu pengetahuan. “MTKBTI menjadi jembatan antara regulator, akademisi, dan asosiasi profesi. Kita ingin ada ruang tukar pikiran agar semuanya bergerak dalam satu arah,” ungkap Weni.Kegiatan ini turut menghadirkan pembicara internasional seperti Arnold Dix, Past President of International Tunnelling and Underground Space Association(ITA-AITES) 2022–2025, yang membagikan pengalaman globalnya mengenai standar keselamatan, teknologi, dan strategi pembangunan bawah tanah modern.Kesuksesan seminar ini menjadi bukti bahwa kesadaran akan pentingnya pembangunan bawah tanah semakin menguat. Para pelaku industri mulai menyadari bahwa pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi lintas disiplin merupakan kunci menciptakan proyek yang tidak hanya kokoh di atas kertas, tetapi juga andal di lapangan.Dukungan terhadap MTKBTI juga datang dari berbagai perusahaan konstruksi nasional, salah satunya PT Jaya Construction Management (Jaya CM). Sebagai anak perusahaan PT Pembangunan Jaya, Jaya CM telah lama dikenal karena penerapan sistem manajemen konstruksi yang profesional, terstruktur, dan berorientasi pada mutu. “Karena kita kan bergerak di tanah juga, jadi ini salah satu bentuk dukungan dan apresiasi kami terhadap asosiasi MTKBTI,” kata Rangga Waskita, perwakilan Jaya CM dalam seminar bertema Collaboration Towards Unthinkable Opportunities tersebut.Selama puluhan tahun, Jaya CM berperan dalam berbagai proyek nasional bergengsi seperti Hotel Bumi Hyatt di Surabaya dan Ratu Plaza di Jakarta, serta fasilitas perakitan pesawat untuk industri kedirgantaraan nasional. Keterlibatan panjang perusahaan ini menunjukkan bahwa keahlian dalam manajemen konstruksi menjadi pondasi penting bagi keberhasilan pembangunan berkelanjutan, termasuk di sektor bawah tanah yang kini tengah tumbuh pesat.“Kalau melihat kebutuhan secara global, proyek tunnel ini ke depan akan banyak. Indonesia juga akan butuh ruang bawah tanah yang lebih luas untuk infrastruktur masa depan,” papar Rangga. Pandangan ini sejalan dengan visi MTKBTI, menjadikan ruang bawah tanah bukan lagi sekadar alternatif, melainkan bagian strategis dari pembangunan nasional, tempat di mana kolaborasi dan inovasi menggali potensi, sekaligus membangun fondasi bagi negeri yang lebih maju.DUKUNGAN PEMERINTAH KONSTRUKSI BAWAH TANAHKehadiran Masyarakat Terowongan dan Konstruksi Bawah Tanah Indonesia (MTKBTI) mendapat sambutan positif dari pemerintah. Dalam peresmian dan seminar perdana MTKBTI, Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Boby Ali Azhari, mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur bawah tanah bukan sekadar proyek fisik, melainkan tantangan multidisiplin yang membutuhkan sumber daya manusia dengan kemampuan di atas rata-rata. Menurutnya, proyek-proyek seperti terowongan jalan, jalur MRT, dan sistem CEREMONY EDISI XVIIIwww.konstruksimedia.com NOVDMADRӥCDSDMADR | 123


utilitas bawah tanah menuntut tingkat keahlian teknis serta pemahaman geoteknik yang sangat mendalam.“Kita membutuhkan insinyur dan tenaga ahli dengan spesialisasi tinggi. Karena itu, kami telah menyiapkan program beasiswa magister di bidang struktur geologi dan terowongan untuk membangun generasi baru profesional di sektor ini,” ujar Boby dalam sambutannya. Langkah ini sejalan dengan visi Kementerian PU untuk memperkuat kapasitas nasional di bidang konstruksi bawah tanah, agar Indonesia tidak hanya menjadi pelaksana proyek, tetapi juga menjadi pusat keahlian regional di masa depan.Sebagai bagian dari komitmen peningkatan kualitas SDM, Kementerian PU juga memperkuat program sertifikasi nasional untuk tenaga konstruksi bawah tanah. Hingga Oktober 2025, tercatat 30 profesional telah bersertifikasi sebagai Ahli Madya Perencanaan Terowongan Jalan, sementara 24 lainnya sebagai Insinyur Muda Perencanaan Terowongan Jalan. Data ini menunjukkan peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya dan menjadi indikasi bahwa sektor konstruksi bawah tanah mulai mendapatkan perhatian lebih serius dari sisi pembinaan profesi. “Sertifikasi ini menjadi bukti kompetensi sekaligus kesiapan tenaga kerja nasional menghadapi proyek-proyek bawah tanah berskala besar,” papar Boby. Ia berharap kehadiran MTKBTI dapat memperkuat jejaring profesional dan mempercepat transfer pengetahuan antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri. Dengan sinergi yang kokoh, pembangunan bawah tanah Indonesia diharapkan tidak hanya tangguh secara teknis, tetapi juga berkelanjutan dan berdaya saing di tingkat global.Meski begitu, pembangunan bawah tanah bukan pekerjaan instan. Industri ini menuntut kesabaran, konsistensi, dan kepercayaan publik. Arnold Dix kembali mempertegas hal tersebut. Menurutnya, pada tahap awal pembangunan, masyarakat biasanya sulit melihat manfaat langsung dari proyek bawah tanah. “Ketika kota mereka terganggu dan melihat banyak dana dikeluarkan, mereka belum bisa membayangkan masa depan yang akan dibawa sistem itu,” tuturnya.Arnold Dix meminta masyarakat Indonesia bersabar, karena kemajuan CEREMONY124 | www.konstruksimedia.comEDISI XVIII NOVDMADRӥCDSDMADR


tidak datang seketika. Pengetahuan perlu diasah, dan praktik di lapangan harus terus dilakukan agar industri ini memiliki pondasi yang kokoh.HARAPAN PEMBANGUNAN HIJAU PADA KONSTRUKSI BAWAH TANAHKonstruksi bawah tanah bukan sekadar proyek prestisius yang memudahkan mobilitas masyarakat. Lebih dari itu, industri ini juga membawa misi hijau, mengurangi kerusakan permukaan dan menjaga keseimbangan lingkungan.Dengan jalur transportasi dan fasilitas vital yang ditanam di bawah tanah, lanskap kota tetap terjaga dan ruang publik di permukaan bisa dimanfaatkan lebih baik. Pejalan kaki pun akan lebih nyaman beraktivitas tanpa terganggu oleh padatnya kendaraan. Dalam seminar MTKBTI, Boby Ali Azhari juga menyinggung peran penting pembangunan bawah tanah terhadap keberlanjutan lingkungan. “Perkembangan infrastruktur bawah tanah melindungi lingkungan dan meningkatkan ketahanan perkotaan,” katanya.Ia menjelaskan, suasana perkotaan menjadi lebih bersih karena banyak aktivitas vital seperti pengoperasian MRT kini berada di bawah tanah. Hal itu bukan hanya soal efisiensi ruang, tetapi juga tentang mewujudkan kota yang lebih ramah lingkungan.Pemerintah, lanjut Boby, memiliki tiga fokus utama dalam mengembangkan pembangunan bawah tanah agar progresnya berkelanjutan, antara lain membangun peraturan dan standar nasional yang komprehensif, mendorong penerapan teknologi canggih, dan memperkuat sumber daya manusia serta kapasitas industri.“Bagi kami, dari kebijakan hingga pelaksanaan berarti setiap peraturan, standar, dan arahan harus menghasilkan capaian konkret untuk memastikan kebijakan benar-benar memberikan hasil nyata,” imbuh Boby.MENANTI IMMERSED TUNNEL IKNTidak bisa dipungkiri, proyek terbesar Indonesia di sektor konstruksi bawah tanah adalah immersed tunnel atau tol bawah laut IKN. Inovasi infrastruktur ini bukan hanya ambisius, tetapi juga menjadi tantangan besar bagi kemampuan teknik dan manajerial Indonesia.Walau belum akan rampung dalam waktu dekat, proyek immersed tunnelIKN telah memiliki perencanaan tata letak. Lokasinya diperkirakan berada setelah ujung Tol IKN Seksi 3B, dan akan menjadi salah satu elemen penghubung vital menuju kawasan inti pemerintahan.Namun, penerapan teknologi bukan satu-satunya tantangan. Pendanaan besar juga menjadi kunci utama. Karena itu, pemerintah membuka peluang luas bagi investasi dan kerja sama lintas negara.Proyek ini menuntut koordinasi lintas sektor yang kompleks, mulai dari analisis geoteknik laut, rekayasa material bawah air, hingga integrasi sistem utilitas di kedalaman. Jika berhasil, ini bisa menjadi tonggak sejarah baru, sekaligus pembuktian bahwa Indonesia mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju dalam teknologi konstruksi bawah tanah.Selain proyek terowongan bawah laut, pembangunan IKN secara keseluruhan juga menunjukkan kemajuan signifikan. Proyek Jalan Tol IKN Seksi 3A-2 dan 3B-2 masing-masing mencatat progres 0,583 km dan 0,231 km dari total rencana 2025. Adapun Tol IKN Seksi 1B Segmen Bandara Sepinggan–Tol Balsam telah terealisasi 100% dari target tahun ini.Selanjutnya, proyek Bandara VVIP IKN juga menunjukkan kemajuan pesat. Pekerjaan landasan pacu telah mencapai 1,67 km, sedangkan pembangunan jalan akses menuju bandara rampung sepanjang 0,27 km. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri PU Dody Hanggodo. Menurutnya, sejumlah proyek strategis masih harus dikebut hingga tahun 2027.“Pembangunan IKN tahun ini dan tahun depan masih fokus menyelesaikan beberapa segmen yang belum rampung. Beberapa jalan tol juga masih dalam tahap akhir penyelesaian, dan rata-rata akan tuntas sesuai target,” katanya.NEW YORK HINGGA BANGKOK MELEWATI MASA SULITSetiap kota besar yang kini maju pernah melewati masa sulit saat membangun infrastruktur bawah tanah. London, New York, Beijing, hingga Bangkok adalah contohnya. Dengan kesabaran dan konsistensi, proyek bawah tanah di kota-kota itu kini memberi manfaat besar bagi warganya.“Bangkok dulu punya masalah yang sama. Kini saat hujan deras, kota tetap berfungsi normal karena sistem bawah tanahnya bekerja baik,” kata Arnold Dix.Bangkok membangun sistem drainase bawah tanah raksasa yang berfungsi bersamaan dengan jaringan transportasi metro. Hasilnya, kota itu kini bukan hanya efisien, tapi juga tangguh menghadapi perubahan iklim. Arnold tak menampik bahwa Indonesia masih berada di tahap awal. Namun, menurutnya, hal itu bukan alasan untuk mundur. Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan akademisi, Indonesia bisa menjadi contoh sukses pengembangan infrastruktur bawah tanah di Asia Tenggara.“Bangkok dulu punya masalah yang sama. Kini saat hujan deras, kota tetap berfungsi normal karena sistem bawah tanahnya bekerja baik,” katanya, menggambarkan hasil dari kesabaran dan konsistensi Thailand dalam menembus bumi mereka. (*)CEREMONY EDISI XVIIIwww.konstruksimedia.com NOVDMADRӥCDSDMADR | 125


KELOLA JALAN & MENJAGA HARAPAN DI TAHUN SERBA KETATCEREMONYKementerian Pekerjaan Umum (PU) selalu konsisten berada di garda depan dalam pembangunan negeri. Delapan puluh tahun perjalanan telah menorehkan jejak besar, dari jaringan jalan nasional, bendungan strategis, hingga hunian rakyat yang lebih layak. Usia boleh bertambah, tapi misinya tetap sama: membangun Indonesia yang semakin maju dan berkelanjutan.Di usia ke-80, Institusi ini telah menuntaskan ribuan proyek yang menopang konektivitas dan kualitas hidup masyarakat. Dari pembangunan jalan lintas pulau hingga percepatan bendungan untuk ketahanan pangan, rekam jejak ini menjadi bukti konsistensi kerja. Selama delapan dekade, Kementerian PU menjelma sebagai salah satu institusi paling strategis dalam pertumbuhan dan kemandirian Indonesia.Lebih dari sekadar angka dan beton, pembangunan yang diinisiasi Kementerian PU selalu berakar pada peningkatan kualitas hidup rakyat. Akses air bersih dari bendungan strategis, hunian vertikal yang layak di kawasan padat, hingga penerangan jalan di daerah terpencil adalah manifestasi nyata dari kehadiran negara. Infrastruktur berfungsi sebagai alat pemerataan, memastikan bahwa masyarakat di pelosok pun dapat menikmati fasilitas dasar yang selama ini hanya terpusat di perkotaan.Komitmen Kementerian PU terhadap kesejahteraan rakyat ditegaskan oleh Menteri Dody Hanggodo saat penandatanganan proyek strategis nasional. “Air bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi sumber kehidupan dan keadilan sosial. Dari bendungan ke rumah PEKERJAAN UMUMInfrastruktur BerkeadilanRakyat SejahteraIndonesia Maju126 | www.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR


CEREMONY tangga, dari potensi alam menuju kesejahteraan rakyat,” ujar Dody dalam acara penandatanganan kontrak Karian–Serpong Water Conveyance System pada Oktober 2025.Proyek Karian–Serpong Water Conveyance System juga menjadi salah satu bukti nyata kementerian PU yang terus konsisten dalam menyejahterakan rakyat. Proyek ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan air nasional dan mendukung pemerataan layanan dasar bagi masyarakat.80 TAHUN MELAWAN TANTANGAN GEOGRAFIS INDONESIADalam 80 tahun, kiprah Kementerian ini penuh dengan perjuangan melawan tantangan geografis Indonesia yang ekstrem, dari rawa-rawa Sumatera, pegunungan terjal Sulawesi, hingga ancaman gempa di ring of fire. Kondisi ini memaksa para insinyur PU untuk selalu berinovasi, tidak hanya membangun, tetapi juga memastikan setiap struktur bersifat tangguh dan berkelanjutan terhadap bencana alam. Evolusi ini menciptakan standar konstruksi nasional yang adaptif terhadap bencana alam.Modernisasi pembangunan juga menjadi ciri perjalanan Kementerian PU dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah proyek prioritas seperti jalan tol, jaringan irigasi, hingga infrastruktur permukiman dikerjakan dengan pendekatan efisiensi dan keberlanjutan. Semua diarahkan agar infrastruktur yang dibangun tidak hanya hadir, namun benar-benar bekerja efektif dan berdaya guna bagi masyarakat.Sebagai contoh, di Papua Selatan, langkah percepatan itu sudah mulai terasa. Pada awal November, Kementerian PU resmi menandatangani kontrak www.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR | 127


pembangunan Jalan KSPP Wanam–Muting Segmen II sepanjang 80,5 kilometer—ruas penting yang akan membuka akses menuju salah satu kawasan sentra produksi pangan terbesar. Di hadapan para pejabat dan tamu undangan, Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, “Merauke memiliki potensi besar untuk menjadi pusat produksi pangan. Kementerian PU mendukung penuh melalui pembangunan infrastruktur sumber daya air dan konektivitas jalan agar kawasan ini dapat berproduksi sepanjang tahun dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.”Kiprah terbaru itu kembali terlihat ketika Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima infrastruktur konektivitas senilai kurang lebih Rp1,97 triliun yang dibangun di berbagai daerah pada akhir November 2025. Mulai dari Jembatan Kabanaran di DIY hingga Underpass Joglo di Surakarta, seluruhnya mempercepat mobilitas sekaligus membuka akses ekonomi dan pariwisata baru. Proyek dengan kualitas konstruksi dan inovasi teknologi ini menegaskan bahwa dedikasi Kementerian PU tetap relevan hingga hari ini.MEMASUKI 2026 DENGAN ANGGARAN YANG BARUSebelum memasuki tahun anggaran baru, Kementerian PU juga sudah mendapat dorongan signifikan di 2025. Pada Mei lalu, Komisi V DPR RI menyetujui tambahan anggaran sebesar Rp73,76 triliun, setelah melalui relaksasi blokir anggaran dari Kementerian Keuangan. Pagu efektif pun naik dari Rp50,48 triliun, sejalan dengan permintaan Komisi V agar Kementerian PU memperkuat program strategis seperti preservasi jalan dan rehabilitasi irigasi.Kementerian PU memasuki tahun anggaran 2026 dengan pagu mencapai Rp118,5 triliun yang diarahkan untuk pembangunan infrastruktur berkeadilan dan berkelanjutan. Angka ini naik signifikan, berkat pembukaan blokir efisiensi dan pengesahan belanja modal LMAN. Dalam rapat bersama Komisi V DPR, Menteri Dody Hanggodo menegaskan bahwa peningkatan anggaran ini menjadi modal penting untuk memperkuat konektivitas dan pelayanan dasar bagi masyarakat.Alokasi anggaran tersebut akan digerakkan ke sejumlah sektor prioritas. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air menargetkan penyelesaian 15 bendungan lanjutan serta irigasi baru lebih dari 15 ribu hektare. Sementara, Ditjen Bina Marga mendorong pembangunan 191 kilometer jalan baru dan peningkatan 1.392 kilometer jalan eksisting. Program berbasis masyarakat, penyediaan air minum, dan sanitasi juga menjadi bagian penting dari rencana kerja 2026.Sejalan dengan peningkatan anggaran, Kementerian juga membuka ruang investasi besar melalui 22 proyek infrastruktur yang akan ditawarkan kepada investor pada 2026, dengan nilai investasi menembus Rp410,6 triliun. Proyek ini mencakup jalan tol, sumber daya air, hingga sistem penyediaan air minum berbasis skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Bidang jalan tol menjadi porsi terbesar dengan rencana lelang 19 proyek senilai Rp408,68 triliun, CEREMONY128 | www.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR


mencakup proyek prakarsa pemerintah dan proyek unsolicited lainnya.KIPRAH 80 TAHUN, LANGKAH BARU 2026Pengelolaan infrastruktur selama delapan dekade telah membuktikan satu hal: konsistensi adalah kunci kemajuan. Di tengah dinamika politik dan perubahan ekonomi global, Kementerian PU selalu kembali pada mandat utamanya, yakni memastikan bahwa konektivitas antar wilayah tidak pernah terputus, dan layanan dasar terus tersedia. Seluruh upaya ini, mulai dari irigasi kuno hingga jaringan tol modern, merupakan investasi jangka panjang untuk Indonesia Emas 2045. Kestabilan visi inilah yang membuat institusi ini bukan sekadar pelaksana proyek, melainkan penjaga harapan bagi jutaan keluarga yang menggantungkan mobilitas dan kesejahteraannya pada setiap fondasi yang mereka bangun.Delapan dekade kiprah Kementerian PU menunjukkan bahwa pembangunan bukan sekadar deretan proyek, tetapi perjalanan panjang menjaga denyut hidup sebuah bangsa. Memasuki usia ke-80 dan menatap tahun anggaran baru, kementerian ini membawa visi yang lebih besar: memperluas akses, memperkuat layanan dasar, dan memastikan setiap keluarga Indonesia merasakan hadirnya negara.Dengan fondasi pengalaman puluhan tahun dan dukungan fiskal yang semakin kuat, Kementerian PU melangkah ke 2026 dengan keyakinan bahwa pembangunan akan terus tumbuh, menjangkau lebih jauh, dan menghubungkan lebih banyak kehidupan.Inilah warisan 80 tahun, dan inilah janji pembangunan berkelanjutan bagi generasi mendatang. PU akan terus berdiri, merancang masa depan Indonesia, satu demi satu fondasi. (*)CEREMONY www.konstruksimedia.comEDISI XVIIINOVDMADRӥCDSDMADR | 129


fifffflffiflflflfflffflff PEKERJAAN UMUMInfrastruktur BerkeadilanRakyat SejahteraIndonesia MajuSIGAP MEMBANGUN NEGERI UNTUK RAKYATKEMENPU


Semoga senantiasa menjadi lembaga pendidikan tinggi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan pengabdian kepada masyarakat, demi kemajuan bangsa dan negara.UNIVERSITASABULYATAMA(UNAYA)Meneguhkan Semangat Rumoh Ilmu dan Budaya:Bersinergi untuk Inovasi dan Prestasi


Atas terpilihnyaKetua Umum MTI Periode 2025–2028Sukses memimpin dan membawa MTI semakin maju!Dr. Ir. Haris Muhammadun,ATD., M.M., IPU


15 (Wed) April 2026 9:30-16:30President, Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI) Professor, Universitas Indonesia CHAIRWidjojo Adi PrakosoCO-CHAIRIswandi ImranPresident, Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) Professor, Institut Teknologi Bandung (ITB) At Hotel Bidakara Grand Pancoran Jakarta Innovative Infrastructure Development-IPA Seminar on Press-in Technology in JakartaFor details & registration >>Photographed by Masato ONOSeminar qualified for CPDA Press-in Piling Handbook (PDF) Included for All ParticipantsBenefit/ŶƚĞƌŶĂƟŽŶĂůWƌĞƐƐͲŝŶƐƐŽĐŝĂƟŽŶtĞďƐŝƚĞ͗ŚƩƉƐ͗ͬͬǁǁǁ͘ƉƌĞƐƐͲŝŶ͘ŽƌŐffiŵĂŝů͗ƚŽŬLJŽΛƉƌĞƐƐͲŝŶ͘ŽƌŐENDORSED BYORGANIZER CO-ORGANIZERSSPONSORED BYHimpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI)Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI)The Asian Civil Engineering Coordinating Council (ACECC)Japan International Cooperation Agency (JICA)Japanese Geotechnical Society (JGS) Japan Society of Civil Engineers (JSCE) International Society for Soil Mechanics and Geotechnical Engineering (ISSMGE)GIKEN LTD.GIKEN SEKO CO., LTD.NIPPON STEEL CORPORATION


flfl fl  fl


Click to View FlipBook Version