i bilangan.
m kehidupan sehari-hari.
ANG DIHARAPKAN
kehidupan sehari-hari secara mandiri
pai ratusan.
ERTIAN
PERTANYAAN MENDASAR
Mengapa nilai tempat suatu bilangan penting
untuk dipahami?
Bagaimana cara menghitung penjumlahan dan
PENGETAHUAN p
Strategi dalam menjumlah CAPAIAN PEM
dan mengurangi bilangan KETERAMPILA
lebih dari dua digit. Mengoperasik
cacah puluhan
Tahap 2: BUKTI PEMBE
ASESMEN
ASESMEN:
Sebagai guru, kamu ditugaskan untuk
mengajarkan cara penjumlahan dan
pengurangan dengan soal cerita. Buatlah
minimal 2 soal yang menceritakan tentang
penjumlahan dan pengurangan.
pengurangan apabila lebih dari satu digit?
MBELAJARAN
AN SIKAP
kan bilangan Selalu ingin mencari tahu
n dan ratusan. pemecahan masalah.
Berani untuk mencoba
memecahkan masalah.
ELAJARAN & ASESMEN
N/PRODUK
Bukti Asesmen
Buku cerita dalam bentuk teks dan
gambar.
86
Rubrik Asesmen
Mulai: Membuat salah satu soal yang
pengurangan dengan jawaban.
Berkembang: Membuat 2 soal menceritaka
dengan solusi masalah.
Mahir: Membuat lebih dari 2 soal mencerita
dengan penjelasan strategi dalam memecahka
Tahapan III: Renca
Kegiatan 1:
Asesmen diagnostik/ pra asesmen: diskusi den
- Apa yang kamu tahu tentang nilai tempat bilan
- Mengapa suatu bilangan dikatakan satuan, pul
Kegiatan 2:
Dengan bekerja berpasangan, peserta didik m
bijian dan papan nilai tempat satuan, puluha
87
menceritakan tentang penjumlahan atau
an tentang penjumlahan dan pengurangan
akan tentang penjumlahan dan pengurangan
an masalah dengan akurat.
ana Pembelajaran
ngan pertanyaan pemantik:
ngan?
luhan dan ratusan?
mengeksplorasi nilai tempat menggunakan biji-
an, dan ratusan. Peserta didik menunjukkan
jumlah bilangan yang ditulis oleh guru di papa
lama semakin besar.
Peserta didik mencoba menjumlahkan dua
tempat.
Kegiatan 3:
Bermain Tic Tac Toe
Pembukaan Peserta didik diberi pema
ini, bahwa kelas akan be
dengan bermain Tic Tac
stasiun pilihannya.
Peserta didik diberi ins
kemudian langkah beriku
satu dari 6-9 untuk dim
peserta didik dipersilahka
an tulis. Jumlah bilangan yang ditulis semakin
bilangan dengan menggunakan papan nilai
ahaman tentang tujuan pembelajaran hari sesi
elajar mengenai pecahan, desimal dan persen
Toe dan akan bermain dalam masing-masing
struksi untuk semua mulai dari nomor 5,
utnya memilih salah satu dari nomor 1-4, salah
mainkan. Setelah langkah pertama selesai,
an memilih kembali, sampai waktunya habis.
88
Kegiatan Inti Peserta didik mengerjak
pecahan di padlet.
Penutup Kemudian melanjutkan d
Refleksi Guru 4, 1 dari 6-9. Setelah sele
89 1-4 berisi aktivitas yang l
yang lebih kompleks, m
permainan, menggunakan
5 Menit sebelum selesa
untuk mengumpulkan le
siapa saja memilih aktivita
Evaluasi teknis pelaksan
mendampingi, untuk pe
mana peserta didik yang
hanya ada satu guru, ma
kan nomor 5 yaitu mendefinisikan apa itu
dengan memilih dua aktivitas, 1 dari nomor 1-
esai, lanjutkan sampai waktunya habis. Nomor
lebih mudah, nomor 6-9 merupakan aktivitas
masing-masing tingkat terdiri dari aktivitas
n benda konkrit, dan juga teknologi komputer,
ai waktu sesi matematika, murid berkumpul
embar pilihannya, dan diskusi dengan guru
as mana dan mengapa.
naannya, perlu direncanakan jumlah guru
eserta didik yang butuh pendampingan, dan
g bisa dilepas melakukannya mandiri. Apabila
aka guru perlu menentukan murid mana yang
perlu di tempel intensif, m
Video kegiatan: https://youtu.be/AIm06xpNPR
QR Code Video Kegiatan:
Kegiatan4:
Aktivitas kelompok:
- Kelompok 1: mengulang kembali pemahaman
dan pengurangan menggunakan benda konkrit
- Kelompok 2: kegiatan berpasangan membuat s
-
-
murid mana yang bisa dilepas mandiri.
Rw
dasar mengenai nilai tempat, penjumlahan
t.
soal cerita penjumlahan dan pengurangan.
90
Kegiatan 5:
Mengerjakan tugas akhir, murid diberikan instr
sumatif. Tugas akan dilakukan secara individu.
Instruksi tugas:
Sebagai guru, kamu ditugaskan untuk mengaja
dengan soal cerita. Buatlah minimal 2 soal yang
pengurangan.
Kegiatan 6:
Refleksi pembelajaran dengan menjawab perta
- Apa pemahaman baru yang kamu miliki sekara
- Aktivitas mana yang menurut kamu paling
pecahan, desimal dan persen? Mengapa?
- Apa yang akan kamu lakukan berikutnya untuk
miliki?
91
ruksi apa yang akan dilakukan untuk asesmen
arkan cara penjumlahan dan pengurangan
g menceritakan tentang penjumlahan dan
anyaan:
ang?
membantu kamu untuk memahami konsep
k melanjutkan keterampilan yang sudah kamu
Urutan kegiatan
Kegiatan 1:
Asesmen diagnostik/ pra-asesmen tentang konsep bilangan, menyediakan
semua alat ukur baku yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dimeja.
Murid berkeliling, membahas dengan teman di sebelahnya apa nama alat
ukur dan fungsi alat ukur tersebut. Kemudian masing-masing bertukar
pendapat tentang hasil pencatatan yang dilakukan.
Kegiatan 2:
Diferensiasi proses dengan bekerja kelompok pasangan. Peserta didik
berdiskusi dengan pasangannya masing-masing tentang cara atau strategi
yang digunakan dengan menggunakan papan nilai tempat untuk
mendemonstrasikan jumlah bilangan.
Kegiatan 3:
Kegiatan Tic Tac Toe memberikan pilihan yang menantang, dengan aktivitas
yang dibuat bertingkat, dengan mengakomodir kebutuhan gaya belajar
murid seperti visual, kinestetik, kebutuhan interaksi dan kebutuhan
bermain game.
Kegiatan 4:
Diferensiasi proses, dengan dua aktivitas berbeda, kelompok 1 mengulang
kembali pemahaman dasar mengenai nilai tempat, penjumlahan dan
pengurangan menggunakan benda konkrit. Sedangkan kelompok 2 bekerja
mandiri dengan kegiatan berpasangan membuat soal cerita penjumlahan
92
dan pengurangan.
Penjelasan Diferensiasi
Kegiatan 1:
Asesmen diagnostik sebagai tahap mencari pengetahuan yang dimiliki
murid mengenai alat ukur dan konsep pengukuran. Strategi diferensiasi
proses dimana alat ukur yang disediakan banyak dan berbeda, dimana
murid bisa memilih alat ukur yang hendak dieksplorasi di waktu yang
tersedia.
Kegiatan 2:
Kegiatan mengukur benda disekitar memberikan pilihan kepada murid
untuk memilih benda apa saja yang berada disekitar untuk diukur panjang,
lebar, keliling dan luas. Kegiatan lanjutan dengan dua tingkat soal,
memberikan pilihan menantang kepada murid untuk memilih soal sesuai
dengan kesiapan belajar masing-masing.
Kegiatan 3:
Diferensiasi proses dengan kegiatan berkelompok pasangan, diskusi
mencari keliling, luas dan volume kubus.
Kegiatan 4:
Diferensiasi proses, dengan menggambar hal yang sama yaitu jaring-jaring
suatu bangun 3 dimensi namun dari perspektifnya masing-masing dan
diskusi dengan teman. Untuk mengakomodir kebutuhan bermain game,
kegiatan dilanjutkan dengan kuis dengan quizizz.
Kegiatan 5:
PR Bingo Matematika, memberikan pilihan beragam berjumlah 25 pilihan
aktivitas yang mengakomodasi semua kebutuhan dan kesiapan murid.
93
Kegiatan 6:
Kegiatan lanjutan dengan mengerjakan 2 tingkat soal.
Kegiatan 7-9:
Asesmen sumatif dengan diferensiasi produk hasil akhir, dan menggunakan
asesmen teman sebaya menggunakan instrumen ceklis.
94
Model Pengembangan Pembelajaran Berdiferensiasi (Differentiated
Instruction) pada Kurikulum Fleksibel sebagai Wujud Merdeka Belajar
di SD adalah jawaban untuk pertanyaan, “bagaimana kurikulum yang
fleksibel dapat diterapkan di sekolah yang dapat memberikan layanan
pembelajaran yang bervariasi kepada peserta didik (teaching at the
right level)? Jawaban ini terangkum dalam naskah pengembangan
model yang diimplementasikan dalam tiga jenjang sekolah.
Seperti diketahui bahwa di dalam sebuah sekolah atau bahkan sebuah
kelas, terdapat berbagai macam karakteristik peserta didik yang
memiliki tingkat kesiapan belajar, minat, bakat, dan gaya belajar yang
berbeda satu dengan yang lain. Oleh karena itu, mereka memerlukan
pelayanan pengajaran yang berbeda satu dengan yang lainnya dalam
mencapai tujuan pembelajaran. Di dalam pembelajaran berdiferensiasi,
guru mengajarkan materi dengan memperhatikan tingkat kesiapan,
minat, dan gaya belajar peserta didik.
Guru juga dapat memodifikasi isi pelajaran (konten), proses
pembelajaran, produk atau hasil dari pembelajaran yang diajarkan,
serta lingkungan belajar di mana para peserta didik belajar. Proses
pembelajaran berdiferensiasi diterapkan oleh sekolah agar dapat
memerdekakan peserta didik dalam belajar karena peserta didik tidak
dituntut harus sama dalam segala hal dengan yang lain. Satuan
Pendidikan dapat mengadaptasi pembelajaran berdiferensiasi yang
dikembangkan oleh sekolah model.