3.2.4 Pengujian Lebih Lanjut
Jika Anda telah mencoba semua rekomendasi di atas
dan masih terjebak di layar BIOS, menguji konfigurasi
perangkat keras Anda saat ini dengan motherboard baru
mungkin merupakan langkah berikutnya yang berguna. Ini
membutuhkan menginstal ulang CPU Anda, pendingin, dan
memasang kembali semua komponen yang diperlukan,
tetapi akan membantu menghilangkan motherboard
sebagai masalah.
Pengujian dengan perangkat keras pengganti selalu
ideal jika Anda memiliki opsi itu, dan bisa sangat berguna
jika BIOS Anda mengarahkan Anda ke komponen tertentu.
Sebagian besar masalah PC dapat diperbaiki, tetapi Jika
Anda bekerja dengan sistem yang lebih lama, mungkin
sudah waktunya untuk meningkatkan. Perangkat keras
komputer dapat bertahan lama jika dirawat dengan benar,
tetapi seiring dengan kemajuan teknologi PC, bahkan
komponen yang paling andal pun pada akhirnya perlu
diperbarui untuk pengalaman pengguna yang ideal.
a. Periksa VGA Atau HDMI Longgar
Pengguna yang menghubungkan proyektor mereka
dengan kabel HDMI dan VGA harus memeriksa bahwa
kabel tersebut tidak longgar. Periksa apakah kabel
terhubung dengan aman dengan port yang diperlukan
pada PC dan proyektor. Jika tidak, cabut dan kabelnya lalu
sambungkan kembali untuk memastikan koneksi yang
aman.
b. Ganti Mode Tampilan
Tekan tombol Windows + P hotkey, yang
membuka bilah sisi yang ditunjukkan langsung di bawah.
Opsi mode tampilan Duplikat adalah yang paling banyak
digunakan untuk presentasi proyektor.
Jadi, itu mungkin opsi mode tampilan terbaik untuk
dipilih jika belum dipilih.Beberapa pengguna mungkin
perlu menyesuaikan pengaturan mode tampilan untuk
memperbaiki tampilan proyektor.
39
c. Perbarui kartu grafis dan driver adaptor port
Tekan Tombol Windows + S dan ketik Device
Manager. Kesalahan tampilan proyektor mungkin juga
berkaitan dengan kartu grafis atau driver adaptor port
HDMI/VGA.
Perbarui driver secara otomatis
Untuk memeriksa apakah driver tersebut perlu
diperbarui, gunakan perangkat lunak pembaruan driver
pihak ketiga yang secara otomatis memindai dalam
hitungan detik. Memperbarui driver secara manual bisa
menjadi tugas yang memakan waktu. Untuk memastikan
bahwa semua pekerjaan dilakukan dengan aman,
gunakan alat profesional yang fungsi utamanya adalah
memindai driver lama dan memperbaruinya. Jadi,
perangkat lunak yang paling cocok yang dapat mengelola
driver Anda dan memperbarui masing-masing secara
individual tidak diragukan lagi adalah DriverFix
d. Nyalakan Output Video PC
Beberapa pengguna mungkin perlu mengaktifkan
output video desktop atau laptop mereka untuk
mengaktifkan proyeksi. Untuk melakukan itu, pengguna
biasanya perlu menekan kombinasi tombol pintas Fn.
Misalnya, pengguna laptop Acer dapat menekan tombol
pintas Fn+F5 untuk menyalakan output video. Namun,
hotkey output video bervariasi antara merek PC yang
berbeda. Pengguna dapat memeriksa manual PC mereka
untuk rincian hotkey output video lebih lanjut.
e. Periksa apakah Mode Siaga Proyektor Aktif
Proyektor mungkin dalam mode siaga. Pengguna
dapat membangunkan proyektor dalam keadaan siaga
dengan menekan tombol mode siaga. Jika Anda tidak
yakin di mana tombol mode siaga, lihat manual proyektor
untuk detail lebih lanjut. Tombol ini berbeda dari
40
perangkat ke perangkat. Hotspot seluler dapat berhenti
berfungsi karena masalah terkait jaringan atau fitur
Windows 11 tertentu yang mengganggu koneksi hotspot.
Ini adalah beberapa alasan yang lebih umum untuk
dipertimbangkan:
Mode pesawat diaktifkan: Mode pesawat
menonaktifkan koneksi nirkabel, yang berarti Anda tidak
dapat menggunakan hotspot seluler dengan fitur tersebut
diaktifkan
Bluetooth: Bluetooth juga dapat mengganggu koneksi
hotspot seluler
Driver jaringan yang kedaluwarsa: Masalah terkait
jaringan untuk hotspot seluler dapat disebabkan oleh
driver adaptor jaringan yang kedaluwarsa
Firewall: Firewall bawaan Windows 11, atau lainnya
yang tergabung dalam perangkat lunak antivirus, dapat
menghalangi koneksi hotspot seluler
Apa yang dapat saya lakukan jika hotspot seluler
Windows 11 tidak berfungsi?
1. Jalankan pemecah masalah Adaptor Jaringan
Windows 11
Klik tombol Start Windows 11.
Pilih aplikasi Pengaturan yang disematkan ke
menu Mulai.
Selanjutnya, klik Troubleshoot pada tab System.
Klik opsi Pemecah masalah lainnya untuk
menampilkan daftar pemecah masalah.
Hotspot seluler windows 11 pemecah masalah
lainnya tidak berfungsi
Tekan tombol Jalankan untuk pemecah
masalah Adaptor Jaringan.
Jalankan tombol hotspot seluler windows 11
tidak berfungsi
41
Klik tombol radio Semua adaptor jaringan di
dalam jendela pemecah masalah.
Tekan tombol Berikutnya untuk melanjutkan.
2. Nonaktifkan mode Pesawat
Tekan pintasan keyboard Windows + I yang
membuka Pengaturan.
Pilih tab Jaringan & internet.
Opsi mode penerbangan hotspot seluler
windows 11 tidak berfungsi
Matikan pengaturan mode Penerbangan jika
diaktifkan.
3. Nonaktifkan Bluetooth
Klik Mulai di bilah tugas.
Pilih Pengaturan di dalam menu Mulai untuk
membuka jendela aplikasi itu.
Selanjutnya, pilih tab Bluetooth & perangkat.
Klik tombol sakelar opsi Bluetooth untuk
mematikan fitur itu.
Opsi Bluetooth hotspot seluler windows 11
tidak berfungsi
4. Mulai Layanan Hotspot Seluler
Luncurkan Jalankan dengan tombol Windows +
R hotkey untuk aksesori itu.
Untuk membuka Layanan, ketik teks ini ke
dalam kotak Buka dan klik OK:
services.msc
Selanjutnya, klik dua kali Layanan Windows
Mobile Hotspot untuk membuka jendela
properti untuknya.
42
DAFTAR PUSTAKA
Andi (2011), Langkah mudah Troubleshooting Komputer. Wahana
Komputer. Yogjakarta.
Afesia, I. and Rukun, K. (2018) ‘Perancangan Sistem Pakar
Diagnosa Kerusakan Hardware Laptop Di Gama Teknologi
Computer’, Voteteknika (Vocational Teknik Elektronika dan
Informatika), 6(2), p. 68.
doi:10.24036/voteteknika.v6i2.102162.
Sheikh Muhammad Ibraheem, (2020). Article in Journal of
Electrical Engineering · December.
Siswoko, S., Singgih, H. and Komarudin, A. (2019) ‘Disain
Perancangan Alat Uji Ic Ttl / Cmos Untuk Penunjang
Laboratorium Elektronika Digital’, Jurnal Eltek, 17(2), p.
120. doi:10.33795/eltek.v17i2.186.
Suleman,, Saghifa Fitriana, Tri Chanda Putra (2018) ‘Sistem
Pakar Untuk Mendeteksi Kerusakan Komputer Dengan
Metode Naive Bayes’, Evolusi : Jurnal Sains dan Manajemen,
6(2). doi:10.31294/evolusi.v6i2.4435.
Wahyono, Teguh (2008), PC Troubleshooting Plus, Gava Media,
Edisi Kedua, Yogyakarta.
Wedjo, Silvester S.( 2007), Mengatasi Masalah Hardware Komputer,
Mediakita, Edisi Pertama, Jakarta.
YM. Lee.(2005). Seagate Academic Program. Seagete
Corporation
http://microdataindonesia.co.id/news/read/136/kalian-wajib-
tahu-penyebab-bunyi-beeb-pada-komputer diakses 21 April
2022
https://computer.howstuffworks.com/bios.htm?utm_source=hows
tuffworks&utm_medium=recirc diakses 23 April 2022
https://kumparan.com/how-to-tekno/cara-repair-windows-7-
tanpa-perlu-instal-ulang-1wiejVZhZwT diakses 23 April 2022
https://qwords.com/blog/mengatasi-troubleshooting-
jaringan/diakses 24 April 2022
43
BAB IV
MENCARI IFORMASI SECARA ONLINE
(DARING)
Oleh Muh. Rijalul Akbar, M.Pd.
4.1 Pengertian Informasi
Informasi adalah keseluruhan makna yang menunjang pesan
yang terlihat dalam bagian-bagiannya (Kemdikbud, 2020).
Informasi merupakan fakta tentang situasi, orang, peristiwa, atau
hal lainnya(Walter, 2008). Adapun menurut Silver dan Silver
informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang
berarti bagi penerimanya (Floridi, 2005).
Informasi adalah keseluruhan makna berupa data yang
menunjang suatu amanat dalam bentuk fakta atau opini tentang
situasi, benda, peristiwa, atau konsep tertentu yang berarti bagi
penerimanya.
4.2 Jenis Informasi
Secara umum, jenis informasi dapat berupa teks, gambar,
audio, video, dan sistem (program).
1. Teks adalah bentuk informasi berupa bahan tertulis
berupa naskah yang berupa huruf/ dan angka. Informasi
berupa teks dapat berupa artikel, buku, dan lainnya.
2. Gambar adalah bentuk informasi berupa hasil tiruan dari
suatu objek yang dibuat dengan coretan alat tulis pada
suatu media (Akbar, Mulyadi and Shandi, 2021).
Informasi berupa gambar dapat berupa lukisan, foto,
poster, dan lainnya.
3. Audio adalah bentuk informasi yang hanya dapat
didengar. Informasi berupa suara dapat berupa rekaman
suara.
44
4. Video adalah bentuk informasi yang terdiri dari gambar
bergerak yang dapat terdiri dari suara atau tanpa suara.
Informasi berupa video dapat berupa rekaman gambar
bergerak.
5. Sistem (Program) adalah bentuk informasi yang terdiri
dari bahasa pemrograman. Informasi berupa sistem
program dapat berupa program komputer dan program
telepon pintar.
Berikut adalah daftar jenis format fail, singkatan dan
maknanya.
Tabel 4. Daftar Singkatan Jenis Format Fail dan Maknanya
No. Jenis Fail Format Fail dan Maknanya
1 Fail berupa doc/docx (dokumen office word).
Teks odt (open document format) ektensi fail
teks seperti doc/docx namun gratis.
txt (teks biasa tanpa format apa pun) pada
komputer dapat ditulis di notepad.
xls (dokumen berupa office excel) ods
(open docoment Spreadsheet) data berupa
tabel seperti ofice excel.
pdf (portable document format)
ppt/pptx (power point)
html (dokumen berupa laman internet
[website]).
Fail berupa buku elektronik (epub, azw,
mobi, dan pdf)
2 Fail berupa jpg/jpeg (joint photographic expert group)
gambar dokumen berupa gambar dengan ukuran
kecil, cocok untuk gambar yang diunggah
di internet.
png (portable network graphic) dokumen
berupa gambar dengan ukuran lebih besar
dibandingkan jpg/jpeg, cocok untuk
gambar yang akan dicetak dengan ukuran
45
No. Jenis Fail Format Fail dan Maknanya
besar.
gif (graphic interchange format) dokumen
gambar bergerak berulang-ulang tanpa
jeda.
tif (tagged image format file) dokumen
gambar dengan ukuran sampai 32bit biasa
digunakan untuk gambar yang ditukar
antarplatform.
svg (scalable vector graphics) dokumen
berupa gambar yang dapat diubah ukuran
skalanya tanpa memengaruhi kualitas
gambar.
3 Fail berupa wav (waveform audio format) dokumen
audio audio yang tidak terkompresi, biasanya
memiliki ukuran fail yang besar dan
kualitas suara yang bagus.
mp3 (MPEG-1 Audio Layer 3) dokumen
berupa audio dengan ukuran yang kecil.
midi (musical instrument digital interface)
dokumen berupa audio dengan ukuran
lebih kecil dari mp3 dan digunakan
antarplatform.
4 Fail berupa Mpg/mpeg/mp4 (moving picture experts
video group) adalah dokumen berupa video yang
paling umum digunakan saat ini.
3gp (singkatan dari 3gpp yakni 3rd
generation patnership project ) adalah
dokumen berupa video yang lebih
sederhana dibandingkan mp4.
avi (audio video interleave) dokumen
berupa video buatan Microsoft. Video
dengan fromat avi sudah jarang digunakan.
flv (flash video) dokumen berupa video
yang disajikan dalam bentuk flash player
46
No. Jenis Fail Format Fail dan Maknanya
biasa digunakan di laman internet.
mkv (matroska video container) dokumen
berupa video yang lebih kompleks dari
mp4. Video dengan ekstensi mkv dapat
memuat subtitle yang terpisah dari video.
5 Fail berupa Sistem komputer
sistem sys adalah fail sistem yang digunakan
Microsoft DOS dengan sistem operasi
Windows untuk pengaturan variabel
sistem.
com adalah fail sistem program yang dapat
dieksekusi yang dapat dijalankan oleh
Microsoft DOS dengan operasi sistem
Windows yang lebih kecil dari ekstensi exe.
exe (executable) adalah fail sistem berisi
program yang dapat digunakan untuk
operasi sistem berbasis Windows. Fail
dengan ekstensi ini paling umum
digunakan dan berisi program yang
lengkap.
Sistem telepon pintar (smartphone)
android
ios
Jenis informasi dapat dikonversi dari format ekstensi yang satu
pada format ekstensi yang lain. Misal mengubah video menjadi audio.
Konversi informasi juga dapat diubah jenis ekstensinya. Misalnya
mengubah ekstensi jenis informasi berupa teks dari pdf ke doc, dari jpg ke
png, dan lainnya. Berikut adalah daftar laman yang dapat digunakan dalam
mencari atau mengolah informasi.
Tabel 5. Daftar Laman Pencari dan Pengolah Informasi
Nama Fungsi
Google Mencari berbagai jenis informasi dari
teks, gambar, video.
Google Scholar Mencari informasi berupa artikel
Sinta ilmiah
47
Nama Fungsi
Google Book Mencari informasi berupa buku
Google Play Book digital
Perpusnas
Ipusnas (android)
Ijakarta (android)
Eperpusdikbud
(android)
YouTube Mencari jenis informasi berupa video
freepik.com Mencari jenis informasi berupa
unsplash.com gambar
pexels.com pixbay.com
everypixel.com
lifeofpix.com
stocksnap.com
reshot.com
burs.shopify.com
gratisography.com
thenounproject.com
undrow.co Mencari jenis informasi berupa
openpeeps.com gambar ilustrasi
drawkit.io
blush.design
manypixels.co
illustrio.com Mencari jenis informasi berupa
endlessicons.com gambar icon
material.io/tools/icons
thenounproject.com
orioniconlibrary.com
flaticon.com
icons8.com
svgrepo.com
Youtubemp3 Mengubah video dari Youtube
X2download menjadi mp3 atau audio
X2convert
48
Nama Fungsi
ilovepdf Mengubah pdf ke word atau doc
pdftoword
Office Word 2010 ke
atas
4.3 Cara Mencari Informasi secara Online
(Daring)
Cara mencari informasi secara daring dapat diklasifikasikan
berdasarkan platform pencariannya, yakni cara mencari informasi
di Google, Google Scholar, Sinta, dan PoP (Publish or Perish).
4.2.1 Cara Mencari Informasi di Google
Google adalah platform pencarian informasi nomor satu di dunia.
Google memuat miliaran informasi dalam berbagai macam bentuk, oleh
karena itu diperlukan cara khusus untuk mencari informasi spesifik yang
diinginkan. Berikut adalah beberapa cara mencari informasi di Google.
1. Gunakan tanda baca kutip (“...”) pada kata yang dicari
Ketika ingin mencari suatu informasi di Google gunakanlah tanda
baca kutip pada awal dan akhir kata yang ingin dicari.
Misal, ketika ingin mencari informasi tentang pengertian atau
definisi dari pendidikan, maka cara penulisan di mesin pencari
Google adalah “Definisi pendidikan”.
2. Gunakan jenis fail yang diinginkan pada akhir kata
Ketika ingin mencari informasi berdasarkan jenis failnya, maka
tulislah jenis (format) fail yang diinginkan pada akhir kata kunci.
Misal, ketika ingin mencari definisi pendidikan dalam bentuk pdf,
maka cara penulisan di mesin pencari Google adalah “Definisi
pendidikan pdf”.
Daftar singkatan jenis format fail dan maknanya dapat dilihat
pada tabel di bawah.
3. Gunakan fitur jenis informasi
Fitur jenis informasi dapat digunakan untuk mencari jenis
informasi tertentu. Pada fitur jenis informasi, informasi yang
dihasilkan dapat ditentukan jenisnya, mulai dari semua jenis
49
informasi, gambar, berita, video, maps, belanja, buku,
penerbangan, dan keuangan.
Gambar 15. Fitur Jenis Informasi pada Mesin Pencari Google
(Sumber : Dokumen Pribadi)
4. Gunakan fitur alat di bawah kotak teks pencarian
Fitur alat dapat membantu untuk menemukan informasi yang
lebih spesifik. Pada fitur alat dapat diatur bahasa yang
diinginkan, kemudian rentang waktu informasi yang ditampilkan,
kemudian pada kotak berikutnya hasil yang ditampilkan dapat
lebih spesifik dengan memilih hasil yang “apa adanya”.
Gambar 16. Fitur Alat pada Mesin Pencari Google
(Sumber : Dokumen Pribadi)
5. Hal lain yang dapat dilakukan pada mesin pencari Google ketika
mencari informasi di antaranya sebagai berikut (Wibowo, 2021, .
a. Menggunakan simbol minus (-)
Simbol minus dapat digunakan untuk mengeliminasi kata
atau konsep yang tidak diinginkan. Tanda ini berguna ketika
kata yang ingin dicari memiliki kesamaan dengan kata lain
namun konsep kedua kata itu berbeda.
Misal, ketika ingin mencari informasi tentang apel buah
namun tidak ingin memunculkan informasi tentang Apel
sebuah merek. Maka cara penulisannya adalah “apel -hp”.
b. Menggunakan simbol bintang (*)
Simbol bintang dapat digunakan untuk frasa atau kalimat
yang hanya diketahui atau diingat sebagian. Tanda bintang
50
(asterisk) akan ditanggapi oleh Google dengan sebagai kata
yang harus diisi dengan hasil yang paling relevan.
Misal, ketika ingin mencari sebuah kalimat yang lengkapnya
adalah “Merasa sedih pada gundah yang tertahan” namun
yang diingat hanya “merasa sedih pada gundah” maka untuk
mencari kata berikutnya dengan lebih spesifik penulisan
pada mesin pencari Google ditulis dengan “merasa sedih
pada gundah *”
c. Menggunakan kata site dan titik dua (site:)
Entri site: pada mesin pencari dapat membantu ketika ingin
mencari informasi pada situs atau laman tertentu.
Misal, ketika ingin mencari kata rapor pendidikan pada
laman atau situs Kemdikbud, maka penulisannya adalah
“site:kemdikbud.go.id rapor pendidikan”.
d. Menggunakan kata OR
Kata OR dapat digunakan jika frasa atau kalimat yang ingin
dicari masih diragukan susunan kata atau hurufnya. Kata OR
juga dapat digunakan untuk mencari dua informasi secara
bersamaan.
Misal, ketika ingin mencari informasi tentang raport
pendidikan dan rapor pendidikan, maka cara penulisannya
adalah raport pendidikan OR rapor pendidikan.
e. Menggunakan simbol elipsis (...)
Simbol elipsis dapat digunakan untuk mencari informasi dari
rentang waktu tertentu.
Misal, ketika ingin mencari informasi tentang rapor
pendidikan dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2022,
maka penulisannya adalah rapor pendidikan 2000 ... 2022.
f. Menggunakan kata kunci define:
Kata kunci define: berfungsi untuk menemukan definisi dari
istilah yang dimaksud.
Misal, ketika ingin mencari istilah dari frasa rapor
pendidikan, maka cara penulisannya adalah define: rapor
pendidikan.
4.2.2 Cara Mencari Informasi di Google Scholar
Google Scholar adalah platform untuk mencari artikel ilmiah pada
jurnal elektronik yang terindeks Google. Artikel pada Google Scholar,
51
umumnya dapat diakses secara gratis. Berikut adalah beberapa cara
mencari artikel ilmiah pada Google Scholar.
1. Pastikan menulis kata kunci yang ingin dicari agar hasil yang
ditampilkan lebih spesifik. Kata hubung sebaiknya tidak perlu
dicantumkan.
2. Gunakan fitur pencarian yang ada pada bagian kanan. Pada
bagian kanan, terdapat lima baris untuk menghasilkan pencarian
yang lebih relevan.
a. Urutan waktu
Fitur urutan waktu dapat digunakan untuk menentukan
hasil artikel yang dihasilkan berdasarkan tahun atau rentang
waktu tahun tertentu.
b. Urutan tampilan
Fitur urutan tampilan, dapat diatur hasil pencarian
berdasarkan relevansi (urutkan menurut relevansi) dan
berdasarkan tanggal (urutkan menurut tanggal).
c. Urutan jenis artikel
Fitur urutan jenis artikel dapat digunakan untuk
menentukan jenis artikel yang dihasilkan. Pada fitur ini
dapat diatur semua jenis artikel atau hanya artikel kajian.
d. Buat lansiran
Fitur terakhir adalah buat lansiran. Buat lansiran dapat
digunakan untuk menerima pemberitahuan ketika ada
artikel baru yang ada di Google Scholar.
3. Hasil pencarian
a. Perhatikan hasil pencarian pada bagian kanan
Pada bagian kanan setelah judul terdapat keterangan [PDF]
dan yang tidak memiliki keterangan pdf. Artikel yang
memiliki keterangan [PDF] ketika diklik akan langsung
terunduh fail dalam format pdf. Sebaliknya, untuk artikel
yang tidak memiliki keterangan [PDF], maka fail dalam
bentuk teks utuh (full text) tidak ikut terunduh.
Gambar 17. Keterangan Hasil Pencarian Fitur Alat pada Mesin
Pencari Google (Sumber : Dokumen Pribadi)
52
b. Perhatikan hasil pencarian pada bagian bawah
Pada bagian bawah judul artikel terdapat pilihan dan
keterangan dari artikel. Pada bagian bawah terdapat
keterangan berupa simpan, kutip, dirujuk, artikel terkait, dan
versi. Fitur simpan digunakan untuk menyimpan artikel.
Kutip digunakan untuk langsung mengutip artikel. Dirujuk
menunjukkan keterangan jumlah rujukan artikel. Artikel
terkait digunakan untuk memunculkan artikel yang
berkaitan. Terakhir, adalah fitur versi, berisi keterangan
tentang versi artikel.
4.2.3 Cara Mencari Informasi di Sinta
Sinta adalah platform pencarian informasi yang dibuat oleh
Ristekdikti. Platform Sinta menyediakan berbagai macam informasi, di
antaranya adalah jurnal, buku, IPR, dan peneliti. Berikut adalah cara
mencari jurnal di Sinta.
1. Masukan kata kunci jurnal
Kata kunci jurnal dapat diinput sesuai dengan bidang ilmu, atau
langsung spesifik nama jurnal.
2. Atur impact
Impact adalah pengaruh jurnal. Pengaruh jurnal dihitung dari
seberapa banyak jurnal itu dikutip pada artikel. Impact jurnal
dibagi dalam beberapa jenis yaitu, H5-index, H-index, citations,
dan citation 5yr.
Gambar 18. Jenis Impact Sinta
(Sumber : Dokumen Pribadi)
3. Atur kategori akreditasi jurnal
Kategori akreditasi jurnal adalah peringkat jurnal yang dibuat
oleh Ristekdikti. Semakin kecil angka sinta, semakin baik
peringkatnya. Selain, peringkat sinta, peringkat pada Sinta yang
diakui oleh Ristekdikit adalah peringkat dari Scopus.
53
Gambar 19. Jenis Peringkat Sinta
(Sumber : Dokumen Pribadi)
4. Setelah muncul jurnal yang dicari akan muncul beberapa
informasi yang berkaitan dengan jurnal. Jika ingin melihat artikel
pada jurnal, klik pilihan website.
Gambar 20. Hasil Pencarian Jurnal Sinta
(Sumber : Dokumen Pribadi)
4.2.4 Cara Mencari Informasi di Publish or Perish (PoP)
Publish or Perish adalah program perangkat lunak yang
mengambil dan menganalisis kutipan akademik. Berikut adalah
cara mencari informasi di Publish or Perish.
1. Pilih platform yang mengindeks jurnal
2. Tulis kata kunci berdasarkan kolom kategori. Kolom
kategori dapat berupa penulis, tahun, nama penerbit, ISSN,
judul, kata kunci, dan jumlah hasil pencarian.
3. Atur tahun artikel yang ingin dicari
4. Atur jumlah artikel yang dihasilkan
54
Gambar 20. Contoh Hasil Pencarian pada PoP
(Sumber : Dokumen Pribadi)
55
DAFTAR PUSTAKA
Akbar, Muh.R., Mulyadi, M. and Shandi, S.A. (2021) “Kajian Literatur
Media Pembelajaran Grafis dalam Pembelajaran Bahasa,”
Jurnal Pendidikan Bahasa, 11(2), pp. 46–56. Available at:
https://ejournal.tsb.ac.id/index.php/jpb/article/view/52
7.
Floridi, L. (2005) “Is Semantic Information Meaningful Data?,”
Philosophy and Phenomenological Research, IXX(2), pp.
351–370.
Kemdikbud (2020) “KBBI V.” Jakarta: Badan Pengembangan Bahasa
dan Perbukuan.
Walter, E. (2008) Cambridge Advanced Learned Dictionary.
Cambridge: Cambridge University Press.
Wibowo, H.S. (2021) Panduan Literasi Informasi. Semarang:
Tiramedia.
56
BAB V
MEMBUAT SLIDE PPT UNTUK
PRESENTASI
Oleh Luqman Hidayat, M.Pd
5.1 Pendahuluan
Microsoft PowerPoint, perangkat lunak presentasi virtual
yang dikembangkan oleh Robert Gaskins dan Dennis Austin untuk
perusahaan perangkat lunak komputer Amerika Forethought, Inc.
Program ini, awalnya bernama Presenter, dirilis untuk Apple
Macintosh pada tahun 1987(Craig and Amernic, 2006). Pada bulan
Juli tahun itu, Microsoft Corporation, di akuisisi perangkat lunak
pertama yang signifikan, membeli hak atas PowerPoint seharga 14
juta dolar (Berk, 2011). Presentasi Powerpoint disusun sebagai
serangkaian "slide" yang dirancang secara individual yang berisi
gambar, teks, atau objek lain (Noppe, 2007).
Pada tahun 2003, berganti nama menjadi Office PowerPoint
mencerminkan penekanan Microsoft pada standarisasi antarmuka
pengguna dan fungsi program di seluruh rangkaian program Office
mereka, yang mencakup Word (pengolah kata) dan Excel (program
spreadsheet) (Bartsch and Cobern, 2003). PowerPoint juga tersedia
untuk perangkat seluler seperti smartphone dan tablet di sistem
operasi iOS dan Android (Jones, 2003). Hingga saat ini PowerPoint
mudah dan intuitif untuk digunakan, itulah alasan mengapa
PowerPoint menjadi perangkat lunak presentasi yang paling
banyak digunakan.
5.2 Antarmuka PowerPoint
Dalam panduan pemula ini, Anda akan belajar langkah demi
langkah cara membuat presentasi PowerPoint dari awal. Meskipun
PowerPoint dirancang agar intuitif dan mudah diakses, hal ini dapat
57
membuat Anda kewalahan jika Anda belum pernah mendapatkan
pelatihan apa pun. Dalam bab ini, Anda akan secara khusus
mempelajari cara: 1) Mulai presentasi kosong; 2) Ketik teks ke
dalam slide judul Anda; 3) Sisipkan lebih banyak slide; 4)
Menambahkan konten ke slide; 5) Mengubah desain slide; 6)
Menambahkan animasi & transisi; 7) Memutar presentasi (slide
show). Dengan pengetahuan ini, Anda akan siap untuk mulai
membuat presentasi PowerPoint. Selain itu, Anda akan
meningkatkan keterampilan Anda dari pemula hingga mahir dalam
waktu singkat. Siap untuk mulai belajar cara membuat presentasi
PowerPoint?
Catatan: Sebelum Anda membuka PowerPoint dan mulai
membuat presentasi, pastikan Anda telah mengumpulkan ide. Jika
Anda ingin membuat slide Anda menarik, Anda perlu meluangkan
waktu untuk bertukar pikiran. Hal pertama yang harus Anda
lakukan adalah membuka PowerPoint. Ketika Anda melakukannya,
Anda akan diperlihatkan Start Menu, dengan tab Home terbuka. Di
sinilah Anda dapat memilih untuk memulai dokumen kosong, atau
dengan tema yang tersedia. Anda juga dapat memilih untuk
membuka presentasi yang sudah ada. Untuk saat ini, lanjutkan dan
klik thumbnail presentasi kosong. Sebelum Anda mulai
menambahkan konten ke presentasi Anda, pertama-tama mari kita
membiasakan Anda dengan antarmuka PowerPoint.
A. Antarmuka / tampilan PowerPoint
Berikut adalah bagaimana program ini ditata: a)
Application Header; b) Ribbon; c) Quick Access Toolbar; d)
Slides Pane; e) Slide Area; f) Notes Pane; g) Status Bar.
Masing-masing area ini memiliki opsi untuk melihat bagian
tertentu dari lingkungan PowerPoint dan memformat
presentasi Anda.
58
Gambar 21. Tampilan/antarmuka PowerPoint
B. Power Point Ribbon
Apabila Anda ingin memanipulasi objek tertentu, Ribbon
akan menampilkan tab tambahan, seperti yang terlihat di
atas (B), dengan lebih banyak perintah dan fitur untuk
membantu Anda bekerja dengan objek tersebut. Objek
berikut memiliki tab tambahannya sendiri di Ribbon yang
disembunyikan hingga Anda memilihnya.
Gambar 22. Tab Ribbon
C. Slides Pane
Panel slide/slide pane di PowerPoint ada di sisi kiri
ruang kerja Anda
59
Gambar 23. Tampilan slide pane
Di sinilah Anda dapat mempratinjau dan mengatur
ulang semua slide dalam presentasi Anda. Mengklik kanan
pada slide di panel memberi Anda opsi tambahan pada
tingkat slide yang tidak akan Anda temukan di Ribbon,
seperti duplikat slide, hapus slide, dan menyembunyikan
slide. Selain itu, Anda dapat menambahkan bagian ke
presentasi Anda dengan mengklik kanan di mana saja di
panel ini dan memilih “Tambahkan Bagian”. Bagian sangat
membantu dalam presentasi besar, karena memungkinkan
Anda untuk mengatur slide Anda menjadi potongan-
potongan yang kemudian dapat Anda atur ulang, cetak, atau
tampilkan secara berbeda dari slide lainnya.
D. Slide Area
Area Slide (A) adalah tempat Anda akan membuat slide.
Apa pun dalam batas area ini akan terlihat saat Anda
mempresentasikan atau mencetak presentasi Anda. Apa pun
di luar area ini (B) akan disembunyikan dari pandangan. Ini
berarti Anda dapat menempatkan berbagai hal di sini,
seperti instruksi untuk setiap slide, tanpa khawatir akan
ditampilkan kepada audiens Anda.
60
Gambar 24. Tampilan slide area
5.2.1 Menambahkan konten PowerPoint
Perhatikan bahwa di area slide, terdapat dua persegi
panjang dengan garis putus-putus. Ini disebut placeholder
dan diatur pada template dalam tampilan master slide.
Seperti yang disarankan oleh teks prompt, Anda dapat
mengeklik setiap placeholder dan mulai mengetik teks.
Jenis perintah placeholder ini juga dapat disesuaikan.
Gambar 25. Menambahkan konten teks
Catatan: Pada bagian ini, saya akan membuat
presentasi berdasarkan konten dalam Laporan Dampak
Sosial Global Starbucks 2018, yang tersedia untuk umum
di situs web mereka. Apabila Anda mengetikkan lebih
banyak teks daripada ruang yang tersedia, PowerPoint
61
akan secara otomatis mengurangi ukuran fontnya. Anda
dapat mengantisipasi perubahan ini dengan mengklik ikon
“Autofit Options” di sebelah kiri placeholder dan memilih
Stop Fitting Text to this Placeholder. Selanjutnya, Anda
dapat membuat penyesuaian pemformatan pada teks
Anda dengan memilih perintah di area font dan area
paragraf pada tab beranda di ribbon.
1. Sisipkan lebih banyak slide ke dalam presentasi
Anda.
Sekarang setelah slide judul Anda terisi, saatnya
untuk menambahkan lebih banyak slide. Untuk
melakukannya, cukup buka tab Beranda dan klik Slide
Baru. Ini menyisipkan slide baru dalam presentasi
Anda tepat setelah slide sebelumnya. Anda juga dapat
menekan Ctrl+M pada keyboard Anda untuk
menyisipkan slide kosong baru di PowerPoint. Untuk
memperluas pengetahuan Anda dan mempelajari cara
terbaik menggunakan Ctrl+M di pintasan PowerPoint,
baca panduan kami di sini. Alih-alih mengklik perintah
Slide Baru, Anda juga dapat membuka dropdown Slide
Baru untuk melihat semua tata letak slide di template
PowerPoint Anda.
Gambar 26. Menambahkan slide
62
2. Menambahkan konten ke slide Anda
Sekarang mari masuk ke setiap slide dan mulai
menambahkan konten kita. Anda akan melihat
beberapa jenis placeholder baru.
Gambar 27. Menambahkan konten pada slide
Pada slide 2 kita memiliki placeholder konten,
yang memungkinkan Anda untuk menambahkan
segala jenis konten teks, table, grafik, smartArt, objek
3D, gambar, video, ikon. Untuk menyisipkan teks,
cukup ketikkan atau Ctrl+C untuk menyalin dan
Ctrl+V untuk menempel/paste. Untuk menyisipkan
objek lain, klik ikon yang sesuai dan ikuti langkah-
langkah untuk menyisipkannya. Sebagai contoh, saya
hanya akan mengetikkan beberapa teks seperti yang
Anda lihat pada gambar di bawah ini.
Gambar 28. Menambahkan konten teks
63
Untuk menyisipkan gambar ke dalam
placeholder gambar, cukup klik pada ikon gambar,
temukan gambar di komputer Anda dan pilih, terakhir
klik sisipkan. Alternatifnya, jika Anda sudah memiliki
gambar yang terbuka di tempat lain, Anda dapat
memilih placeholder dan menempelkannya di
(pintasan: Ctrl+V) gambar tersebut.
Gambar 29. Menambahkan konten gambar/foto pada slide
Placeholder bukan satu-satunya cara untuk
menambahkan konten ke slide Anda. Kapan saja,
Anda dapat menggunakan tab insert untuk
menambahkan elemen ke slide Anda. Misalnya, jika
Anda ingin memiliki slide konten tiga tata letak, atau
slide pembagi gambar tunggal, Anda dapat
menggunakan tata letak slide judul saja atau kosong
dan menambahkan konten sendiri.
Gambar 30. Menambahkan elemen slide
64
Pada contoh pertama di atas, saya telah
menyisipkan 6 kotak teks, 3 ikon, dan 3 lingkaran
untuk membuat tata letak ini. Pada contoh kedua, saya
telah menyisipkan gambar berukuran penuh dan
kemudian 2 bentuk dan 2 kotak teks. Jika Anda
memiliki Office 365, versi PowerPoint Anda
dilengkapi dengan fitur baru yang disebut Designer.
Ini adalah fitur yang menghasilkan ide tata letak slide
Anda. Hal paling keren tentang fitur ini adalah ia
menggunakan konten yang sudah Anda miliki. Untuk
menggunakan designer, cukup navigasikan ke tab
design di ribbon Anda, dan klik Design Ideas.
Gambar 31. Menambahkan elemen dari design idea
3. Mengubah keseluruhan desain (opsional)
Ketika Anda membuat presentasi PowerPoint,
Anda pasti ingin memikirkan keseluruhan desain
presentasi Anda. Sekarang setelah Anda memiliki
beberapa konten dalam presentasi, Anda dapat
menggunakan tab desain untuk mengubah tampilan
dan nuansa slide Anda.
a) Memilih ukuran slide PowerPoint Anda
Jika Anda memiliki PowerPoint 2013 atau
yang lebih baru, saat Anda membuat dokumen
kosong di PowerPoint, Anda secara otomatis
65
memulai dengan tata letak layar lebar dengan rasio
16:9. Dimensi ini cocok untuk sebagian besar
presentasi karena sesuai dengan layar kebanyakan
komputer dan proyektor (Acker, 2013). Namun,
Anda memiliki opsi untuk mengubah dimensi jika
Anda mau. Misalnya, presentasi Anda mungkin
tidak disajikan, tetapi diubah menjadi PDF atau
dicetak dan didistribusikan. Dalam hal ini, Anda
dapat dengan mudah beralih ke dimensi standar
dengan rasio 4:3 dengan memilih dari drop down
(A). Anda juga dapat memilih ukuran slide khusus
atau mengubah orientasi slide dari lanskap ke
potret di kotak dialog Ukuran Slide Kustom (B)
Gambar 32. Memilih ukuran slide
b) Memilih tema PowerPoint
Di awal bab ini, kita memulai dengan
presentasi kosong, yang menggunakan tema Office
default/bawaan. Tema bawaan memberi Anda
fleksibilitas paling besar karena memiliki latar
belakang kosong dan tata letak yang cukup
sederhana yang berfungsi untuk sebagian besar
presentasi (Yang, Li and Wang, 2021). Namun, itu
juga berarti bahwa Anda bertanggung jawab untuk
menyempurnakan desain itu sendiri (Hidayat, 2020).
Jika Anda merasa nyaman dengan ini, Anda dapat
tetap menggunakan tema default atau membuat
tema kustom Anda sendiri. Tetapi jika Anda lebih
66
suka tidak harus memikirkan desain, maka Anda
dapat memilih tema yang telah dirancang
sebelumnya. Microsoft menyediakan 46 tema yang
mencakup tata letak slide, varian warna dan palet,
dan font. Masing-masing sangat bervariasi, jadi
pastikan Anda melihatnya dengan cermat. Untuk
memilih tema yang berbeda, buka tab Desain di
Ribbon, dan klik panah tarik-turun di bagian Tema.
Gambar 33. Memilih tema slide
Hal berikutnya yang harus diputuskan adalah
bagaimana Anda ingin latar belakang Anda terlihat
untuk keseluruhan presentasi. Di area varian tab
desain, Anda dapat melihat empat opsi latar
belakang.
Gambar 34. Pilihan warna latar belakang slide
Untuk contoh ini, kami ingin presentasi kami
memiliki latar belakang gelap, jadi mari pilih gaya 3.
67
Setelah Anda mengubah latar belakang untuk
seluruh presentasi Anda, Anda dapat dengan
mudah menyesuaikan latar belakang untuk satu
slide.
Gambar 35. Memilih warna latar belakang slide
Untuk mengubah pemformatan latar belakang
slide Anda, lakukan: 1) Klik kanan slide Anda dan
pilih format background di menu klik kanan; 2)
Arahkan ke tab desain di ribbon Anda dan pilih
format latar belakang. Masing-masing pilihan ini
memberi Anda cara untuk membuat latar belakang
Anda terlihat cantik. Hal lain yang mungkin ingin
Anda sesuaikan di PowerPoint Anda adalah skema
warna. Pada gambar di bawah ini Anda dapat
melihat warna tema yang sedang kita gunakan
untuk presentasi ini.
Gambar 36. Memilih skema warna slide
68
Setiap tema PowerPoint dilengkapi dengan palet
warnanya sendiri. Secara default, tema Office
menyertakan palet warna Office. Ini memengaruhi
warna yang disajikan saat Anda memformat elemen
apa pun dalam presentasi Anda (teks, smartArt, dll.).
Gambar 37. warna palet office
Berita baiknya adalah warna di sini mudah
diubah. Untuk mengganti palet warna, cukup buka
tab desain di ribbon, klik panah tarik-turun dan
pilih warna, pilih palet warna (atau warna tema)
yang Anda inginkan. Anda dapat memilih di antara
palet warna bawaan dari Office, atau Anda dapat
menyesuaikannya untuk membuatnya sendiri.
4. Menambahkan animasi & transisi (opsional)
Langkah terakhir untuk membuat PowerPoint
menarik, adalah mempertimbangkan untuk
menggunakan animasi dan transisi.
a) Menambahkan animasi PowerPoint
PowerPoint memiliki mesin animasi yang
sangat menarik yang dirancang untuk mendukung
kreativitas Anda. Animasi adalah gerakan yang
dapat Anda terapkan ke objek individual di slide
Anda.
69
Gambar 38. Langkah menambahkan animasi
Untuk menambahkan animasi PowerPoint
pada elemen slide Anda, cukup lakukan: 1) pilih
elemen; 2) buka tab animasi di ribbon; 3) klik
panah tarik-turun untuk melihat pilihan Anda; 4)
Pilih animasi yang Anda inginkan. Anda dapat
menambahkan animasi ke beberapa objek sekaligus
dengan memilih semuanya terlebih dahulu, lalu
menerapkan animasi ke objek tersebut.
b) Mengelola animasi di PowerPoint
Cara terbaik untuk mengelola banyak animasi
pada slide Anda terdapat pada panel animasi. Untuk
membuka panel animasi, cukup lakukan: 1)
arahkan ke tab Animasi; 2) pilih panel animasi. Di
dalam panel Animasi, Anda akan melihat semua
animasi berbeda yang telah diterapkan ke objek di
slide Anda, dengan nomor yang ditandai seperti
gambar di bawah.
70
Gambar 39. Animation pane
c) Menambahkan transisi ke presentasi
PowerPoint
PowerPoint memiliki mesin transisi yang sangat
menarik sehingga Anda dapat menentukan
bagaimana slide Anda berpindah dari satu ke
yang lain. Pada PowerPoint, transisi adalah
gerakan (efek) yang Anda lihat pada saat Anda
berpindah di antara dua slide di PowerPoint.
Gambar 40. Memilih transisi slide
Untuk menambahkan transisi ke slide
PowerPoint, cukup: 1) pilih slidenya; 2) buka tab
transisi di ribbon; 3) di area transisi ke slide Ini,
klik panah tarik-turun untuk melihat pilihan; 4)
pilih transisi yang Anda inginkan. Untuk
menyesuaikan pengaturan transisi, jelajahi
pilihan di area waktu pada tab transisi. Anda juga
dapat menambahkan transisi yang sama ke
71
beberapa slide. Untuk melakukannya, pilih
thumbnail di slide area dan terapkan transisinya.
d) Cara melihat transisi di PowerPoint
Ada tiga cara untuk mempresentasikan
PowerPoint : a) Klik tombol Pratinjau di tab
Transisi; b) Klik bintang kecil di bawah nomor
slide di tampilan thumbnail; c) Putar slide dalam
Mode Slide Show
Gambar 41. warna palet office
Jadi demikianlah cara membuat presentasi. Saat Anda
pertama kali membuat presentasi, sangat penting untuk
fokus terlebih dahulu pada konten presentasi Anda (apa
yang akan Anda presentasikan) sebelum tersesat
menambahkan dan menghapus hal-hal di PowerPoint.
Semakin jelas Anda tentang apa yang ingin Anda
presentasikan, semakin mudah untuk membangunnya di
PowerPoint.
72
DAFTAR PUSTAKA
Acker, K. Van (2013) Microsoft PowerPoint 2013.
Bartsch, R. A. and Cobern, K. M. (2003) ‘Effectiveness of PowerPoint
presentations in lectures’, Computers and Education, 41(1),
pp. 77–86. doi: 10.1016/S0360-1315(03)00027-7.
Berk, R. A. (2011) ‘Research on PowerPoint : From Basic Features to
Multimedia’, International Journal of Technology in
Teaching and Learning, 7(1), pp. 24–35.
Craig, R. J. and Amernic, J. H. (2006) ‘PowerPoint presentation
technology and the dynamics of teaching’, Innovative
Higher Education, 31(3), pp. 147–160. doi:
10.1007/s10755-006-9017-5.
Hidayat, L. (2020) ‘ASSISTIVE TECHNOLOGY PADA APLIKASI’, pp.
144–152.
Jones, A. M. (2003) ‘The use and abuse of PowerPoint in Teaching
and Learning in the Life Sciences: A Personal Overview’,
Bioscience Education, 2(1), pp. 1–13. doi:
10.3108/beej.2003.02000004.
Noppe, I. C. (2007) ‘PowerPoint Presentation Handouts and College
Student Learning Outcomes’, International Journal for the
Scholarship of Teaching and Learning, 1(1). doi:
10.20429/ijsotl.2007.010109.
Yang, W., Li, Q. and Wang, X. (2021) ‘The Effect of PowerPoint
Theme Color on Learners’ Learning Effectiveness and
Emotions’, Proceedings of the 2021 IEEE 24th International
Conference on Computer Supported Cooperative Work in
Design, CSCWD 2021, pp. 510–512. doi:
10.1109/CSCWD49262.2021.9437633.
73
BAB VI
MENYUSUN STRUKTUR PENYAJIAN
PRESENTASI MENGGUNAKAN
POWERPOINT
Oleh Dr. Jan Setiawan, S.Si, M.Si
6.1 Pengantar Struktur Presentasi
Bentuk presentasi dalam PowerPoint merupakan pelengkap
atau perangkat dalam menyampaikan ide, pesan, dan informasi.
Tentu perlu disadari keberhasilan materi yang hebat dalam
presentasi dapat tersampaikan kepada audiens tidak terlepas dari
kemampuan presenter (penyaji)nya ketika membawakan
presentasi tersebut. Lemahnya penguasaan presenter terhadap
pesan yang disampaikan dalam presentasi akan mengurangi
penangkapan ide atau informasi oleh audiens. Namun dengan
struktur presentasi yang baik, akan sangat membantu presenter
dalam menyajikan informasi secara runtut, dan bagi audiens akan
membantu memahami ide atau informasi yang sedang
disampaikan. Dalam presentasi memiliki struktur yang sedikit
berbeda dengan berbicara secara umumnya, dimana dalam
presentasi sangat dimungkinkan seorang presenter harus
memberikan contoh atau demonstrasi dalam kurun waktu yang
terbatas. Selain itu, dalam presentasi tentunya seorang presenter
telah merancang seberapa besar interaksi yang diinginkan dari
audiens dan akan mengukur seberapa dalam materi yang telah
terserap.
Sebagaimana tujuan presentasi adalah menyampaikan ide,
pesan, dan informasi, sangat perlu mengetahui karakteristik
audiens dan pesan utama apa yang harus diterimanya dalam waktu
yang disediakan. Karakteristik audiens yang perlu diketahui seperti
jumlah audiens, keragaman umur atau latarbelakang tertentu, dan
74
lainnya. Mengetahui hal ini, dapat diketahui kebutuhan yang
diperlukan audiens dalam proses penyajian presentasinya.
Tentunya akan sangat membantu penyaji dalam menyusun struktur
presentasi sehingga dalam kurun waktu yang terbatas, pesan utama
yang akan disampaikan dapat semaksimal mungkin diterima oleh
audiens. Pesan tersebut dapat disampaikan dalam materi yang
dikemas secara informatif, menghibur, menginspirasi atau
persuasif. Tentunya akan sangat bergantung pada tujuan dan
audiensnya. Sebagai contoh, dalam pertemuan dengan investor,
seseorang yang memerlukan modal tentu akan menyampaikan
pesannya dengan materi presentasi yang dikemas secara informatif
dan persuasif. Selanjutnya adalah menyusun struktur presentasi.
Secara umum, stuktur dari presentasi dapat dibagi atas tiga bagian,
yaitu: pembukaan, pembahasan dan penutup (Abdupatoyevich,
Abdubannonovna dan Qizi, 2020).
Dalam bagian pembukaan, presentasi yang diberikan harus
dapat menarik audiens. Bagian ini merupakan titik awal untuk
keseluruhan presentasi yang akan diberikan. Secara umum
beberapa hal yang dapat disampaikan dalam bagian pembukaan ini
antara lain: judul presentasi, biodata, outline/daftar isi/menu
utama, tujuan dan latar belakang/ pengantar. Dalam penyajian
presentasi, tentunya penyaji perlu mengenalkan dirinya terlebih
dahulu secara singkat. Dengan demikian audiens akan mengetahui
dan memahami korelasi dan kepakaran penyaji dengan materi yang
akan disampaikan. Pada bagian ini penyaji perlu menyampaikan
materi dan tujuan presentasinya untuk memperoleh kepercayaan
dan minat pada audiensnya. Beberapa hal uang dapat disampaikan
antara lain, mengenalkan topik yang dibicarakan secara umum
dengan memberikan penjelasan ruang lingkup pembicaraan dan
sampaikan permasalahan dan tantangan yang akan digali. Tentunya
sampaikan juga hasil yang diharapkan setelah penyampaian
presentasi. Perlu diingat, tujuan utama dari bagian pembukaan ini
adalah untuk memperoleh perhatian audiens, sehingga perlu
diingat durasi yang digunakan.
Bagian pembahasan berisi penyampaian topik utama materi
lebih detil, namun tentunya tetap memperhatikan durasi yang akan
75
digunakan. Manfaatkan informasi karakteristik audiens yang
dimiliki untuk memilah dan memilih materi yang akan disampaikan
sehingga pesan utama yang disampaikan dapat diserap dengan
baik. Materi presentasi dapat disusun berdasarkan kronologis,
prioritas atau tema tertentu. Hal yang perlu diingat adalah
menyampaikan materi dengan urutan yang logis. Pesan utama yang
ingin disampaikan, ditampilkan satu per satu secara ringkas dan
padat dengan data dukung yang relevan, informasi statistik, contoh,
bukti atau argumen. Untuk memberikan penekanan diperbolehkan
untuk melakukan pengulangan penyampaian pesan utama tersebut.
Hal ini akan sangat membantu pemahaman audiens yang
mendengarkan. Penyaji juga harus tetap menjaga keterkaitan satu
materi dengan materi berikutnya. Tetap berikan penekanan yang
cukup pada saat akan menyampaikan materi yang baru, dan
berikan ringkasan yang cukup untuk materi sebelumnya. Pada saat
menyusun bagian ini, penyaji harus bisa memahami seberapa besar
materi yang akan disampaikan dan seberapa besar dapat diserap
oleh audiens. Pemahaman ini akan sangat membantu dalam
menyusun materi presentasi sehingga pesan utama yang akan
disampaikan dapat diserap lebih baik.
Bagian akhir dalam struktur presentasi adalah bagian
penutup. Bagian ini berisikan pernyataan pokok dan hal utama
yang telah disampaikan. Mengingatkan, dan menjelaskan kembali
tujuan dari presentasi yang telah disampaikan. Tidak lupa, ucapkan
terima kasih kepada audiens atas kehadiran dan partisipasinya.
Adanya agenda tanya jawab akan menjadi nilai tambah bilamana
waktu memungkinkan. Secara umum tayangan yang pada bagian
penutup dapat terdiri atas rangkuman dan kesimpulan. Tentu
penyampaian mengenai implikasi dari materi yang telah
disampaikan, dan memberikan rekomendasi kreatif tertentu akan
menjadi suatu nilai tambah. Bagian penutup yang baik mampu
memberikan kesan bagi audiens. Tiga faktor utama tanggapan
audiens yang penting untuk menggambarkan keberhasilan
presentasi yaitu (1) audiens menilai seberapa baik diteliti dan
informatif materi presentasi yang disampaikan, (2) seberapa
menarik desain presentasi dan multimedia yang ditampilkan, dan
76
(3) seberapa menarik dan menghibur presentasi yang dirasakan
audiens secara keseluruhan (Shepherd, 2006).
6.2 Struktur Presentasi dalam Powerpoint
Struktur presentasi yang telah dijelaskan sebelumnya akan
diimplementasikan dalam aplikasi presentasi. Aplikasi presentasi
yang sangat umum digunakan adalah Microsoft PowerPoint. Dalam
tulisan ini digunakan versi 2019 atau 365.
6.2.1 Menggabungkan Slides dalam Sections
Sections (bagian) dalam PowerPoint digunakan untuk membagi
presentasi yang dibuat menjadi dua kelompok slide atau lebih.
Pembagian ini diperuntukan pada presentasi dengan jumlah slide
yang banyak, kemudian dikelompokan dengan kategori tertentu.
Berikut langkah-langkah untuk membuat section,
(1) Tampilan PowerPoint dalam Normal View.
(2) Pilih tab Home.
(3) Pilih slide pertama sebagai awal dari sebuah section,
tentunya slide setelahnya akan berada dalam section yang
sama.
(4) Pada kelompok slide pada tab Home, klik section dan klik
Add Section seperti pada Gambar 42.a dan kotak dialog akan
muncul seperti pada Gambar 42.b.
(a) (b)
Gambar 42. Menambahkan section dalam presentasi
77
(5) Selanjutnya berikan nama section dan kemudian klik tombol
Rename. Tampilan telah ditambahkannya section seperti
ditunjukkan pada Gambar 43.
Gambar 43. Penamaan setelah menambahkan section dalam
presentasi
Setelah pengelompokan ini, pengaturan slide akan menjadi
lebih mudah pada presentasi dengan jumlah slide yang banyak.
Slide dalam satu section dapat dipilih seluruhnya dengan
melakukan klik judul section pada sisi thumbnail slide (gambar
mini). Pengaturan section seperti merubah nama, menghapus,
mengatur posisi dan tampilan slidenya dapat dilakukan dengan klik
kanan pada judul section kemudian memilih tugas yang diinginkan.
6.2.2 Membuat Daftar Isi Slides dan Navigasi
Untuk membuat daftar isi dari slide, langkah yang paling
mudah adalah dengan menyediakan teks dalam baris judul pada
tiap slidenya. Dengan judul ini akan dengan mudah menyusun
daftar isi slide. Langkah-langkah untuk membuat daftar isi slide
dari judul slide sebagai berikut.
(1) Tambahkan slide baru untuk daftar isi.
(2) Ubah tampilan thumbnail slide dari Normal View ke Outline
melalui tab View.
78
(3) Pilih slide yang akan ditampikan dalam daftar isi slide pada
tampilan thumbnail slide seperti ditampilkan pada Gambar
7.3. kemudian klik kanan dan pilih copy atau gunakan
pintasan ctrl+c untuk menyalin.
(4) Selanjutnya tempel judul slide yang sudah disalin pada slide
kosong yang sudah disediakan pada langkah (1). Tampilan
dari slide ini ditunjukan pada Gambat 44. Daftar slide sangat
memungkinkan untuk dibagi menjadi dua kolom atau
terpisah menjadi lebih dari satu slide bilamana cukup
banyak.
(5) Untuk navigasi daftar isi slide menuju slide yang diinginkan,
pilih teks, kemudian klik kanan dan pilih hyperlink.
Tampilan kotak dialognya seperti pada Gambar 44.
Gambar 44. Memilih slide dengan yang akan ditampilkan dalam
daftar isi slide.
79
Gambar 45. Daftar isi slide
Gambar 46. Menambahkan navigasi pada daftar isi slide
(6) Pastikan pada kolom Link to terpilih Place in This Document.
Pilih slide yang sesuai dengan teks yang akan diberi navigasi
dari daftar isi slide. Untuk memastikan slide yang dimaksud
sudah benar bisa dilihat pada sisi pratinjau. Setelah yakin
dan sudah sesuai, dilanjutkan dengan menekan tombol OK.
(7) Untuk melengkapi navigasi daftar isi slide, dapat diulangi
untuk langkah ke (5) dan (6).
Pada versi PowerPoint terkini difalisitasi zoom yang
memungkinkan untuk navigasi slide secara visual yang menarik.
80
Fasilitas ini dapat diakses pada tab Insert, seperti ditunjukkan pada
Gambar 47. Untuk membuat navigasi tersebut, berikut ini langkah-
langkahnya,
(1) Tampilan PowerPoint dalam Normal View.
(2) Tambahkan slide baru untuk daftar isi.
(3) Pada thumbnail pane, pilih slide yang akan dijadikan awal
dalam daftar isi slide, kemudian seret ke slide daftar isi slide.
Proses menggeser slide ke daftar isi slide ditunjukan pada
Gambar 48.
Gambar 47. Fasilitas zoom slide dari tab Insert.
Gambar 48. Navigasi zoom slide secara visual
(4) Ulangi langkah (3) untuk slide lain yang ingin didaftarkan ke
daftar isi slide.
81
Tampilan dari slide yang digeser ke slide daftar isi slide dapat
diatur dan diubah pengaturannya. Pembuatan navigasi ini sangat
mudah untuk dilakukan tentunya menjadi lebih menarik dengan
adanya efek transisi zoom yang terpasang langsung pada slide
tersebut.
6.2.3 Membuat Custom Slide Show
Tahap lanjutan untuk peragaan presentasi yaitu
memanfaatkan custom slide show. Peragaan presentasi dapat diatur
sedemikian rupa slide yang ditampilkan mengikuti pengaturan yang
diterapkan. Untuk membuat custom slide show berikut ini langkah-
langkahnya,
(1) Klik tab Slide Show. Arahkan kursor ke Custom Slide Show,
lalu klik Custom Show seperti pada Gambar 49. Kotak dialog
custom show akan muncul seperti pada Gambar 50.
Gambar 49. Peragaan slide presentasi secara kustom
Gambar 50. Kotak dialog peragaan kustom
(2) Klik New, akan muncul kotak seperti pada Gambar 51.
82
Gambar 51. Kotak dialog untuk menambahkan peragaan kustom
(3) Selanjutnya memilih slide yang akan peragakan disisi kiri
kemudian klik tombol Add sehingga sisi kanan akan terisi
slide yang terpilih. Pengaturan susunan slide disisi kanan
dapat dilakukan dengan menggunakan tombol up, remove,
dan down.
(4) Pastikan nama peragaan slide sudah diberi nama.
(5) Setelah selesai peragaan kustom dapat disimpan dengan klik
tombol OK, maka kotak dialog akan tertutup.
Setelah itu, kotak dialog peragaan kustom pada Gambar 50
akan berisi nama peragaan slide yang sudah diberikan. Selanjutnya
tombol show pada kotak dialog inipun akan aktif. Bila tombol ini
diklik, maka dimulai peragaan slide sesuai dengan daftar yang
sudah dibuat. Pengaturan peragaan slide dapat diatur melalui Set
Up Slide Show yang diakses dari tab Slide Show. Tampilan dari kotak
dialog Set Up Slide Show seperti pada Gambar 52.
83
Gambar 52. Kotak dialog pengaturan peragaan
Untuk menerapkan peragaan kustom, klik Custom show lalu
pilih nama peragaan yang sesuai. Pemilihan ini akan menerapkan
slide yang akan diperagakan dalam presentasi.
6.2.4 Menggunakan Template
Penggunaan template dalam PowerPoint untuk presentasi
harus dengan kehati-hatian. Penggunaan template dapat
meningkatkan kualitas presentasi, tapi tidak menutup
kemungkinan akan memperburuk presentasi. Penggunaan
template sangat umum juga diberikan oleh panitia pelaksana
seminar sebagai pedoman bagi presenter untuk menyampaikan
materinya. Sebuah template merupakan presentasi dengan tema
yang dilengkapi dengan rancangan tata letak dan struktur
presentasi tertentu. Tidak seperti tema, template tidak dapat
diterapkan langsung pada presentasi yang ada. Template dibuat
untuk membantu membuat presentasi dengan kebutuhan khusus.
Saat memilih template perhatikan gambar latar belakang yang
digunakan. Gambar latar belakang yang rumit pada dapat
84
mengaburkan pesan yang ingin disampaikan, dan akan
menurunkan keterbacaan teks.
Penggunaan gambar latar belakang yang sederhana dapat
membantu audiens untuk tetap fokus pada teks yang disampaikan.
Selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah komposisi warna teks
dengan latar belakang harus dibuat kontras. Sebagai presenter,
perlu juga mempertimbangkan kemungkinan adanya audiens yang
mungkin memiliki defisiensi warna pada penglihatanya. Sehingga
perlu memilih warna yang tepat terutama pada poin pesan utama.
Beberapa contoh paduan warna teks yang kontras dengan warna
latar belakangnya diberikan pada Gambar 53.
Putih Kuning Hijau Putih
Hitam Kuning Merah Hitam
Biru Hijau Ungu Hitam
Biru Putih Merah Kuning
Gambar 53. Beberapa warna teks terhadap warna latar
belakangnya dengan kontras yang baik
Dalam PowerPoint telah disediakan berbagai tema dan
template yang dapat digunakan baik berbayar maupun tidak. Untuk
mengaksesnya tema dan template dari Microsoft dapat melalui
laman:
templates.office.com/id-id/templates-for-powerpoint
yang tampilannya seperti pada Gambar 54.
85
Gambar 54. Tampilan laman pencarian tema dan template untuk
PowerPoint dari Microsoft
Selain yang disediakan oleh Microsoft, banyak laman yang
menyediakan template PowerPoint tidak berbayar, seperti yang
disediakan pada laman,
www.free-powerpoint-templates-design.com/
www.slidescarnival.com/
Tema dan template yang tersedia di Microsoft dapat diakses
langsung melalui aplikasi PowerPoint seperti ditunjukan pada
Gambar 55.
Gambar 55. Pencarian tema dan template dari Microsoft melalui
aplikasi PowerPoint
86
Setelah memiliki template yang akan digunakan dalam presentasi,
tampilan dapat dilakukan kostumisasi melalui slide master yang
diakses pada pita tab View (Tampilkan) seperti ditunjukkan pada
Gambar 56.
Gambar 56. Tab View pita PowerPoint untuk mengakses Slide
Master
Dalam slide master ini, setiap elemen dalam slide dapat diatur
dan diubah sesuai kebutuhan. Pada dasarnya template merupakan
file presentasi sehingga dapat dibuka dan diubah sesuai kebutuhan.
6.2.5 Membuat Slides dengan Keterbacaan yang Baik.
Setelah memiliki struktur presentasi dalam PowerPoint yang
sesuai dengan materi dan kebutuhan audiens, sangat penting untuk
memperhatikan keterbacaan yang baik untuk tiap slides-nya.
Berikut ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu (Lowe,
2022):
(a) Pastikan teks dalam slide dapat terbaca dengan baik oleh
audiens. Tentunya hal ini sangat tergantung presentasi akan
dilakukan secara luring atau daring. Pada kondisi luring,
presenter harus memahami, tata ruang dimana presentasi
akan dilakukan. Pastikan audiens yang duduk di sisi terjauh
dari proyektor dapat melihat presentasi dengan keterbacaan
yang baik. Perhatikan juga resolusi dan rasio aspek
PowerPoint didukung oleh proyektor yang digunakan.
Sedangkan pada kondisi daring, keterbacaan teks dalam
87
slide untuk koneksi jaringan yang tidak stabil atau dengan
bandwith yang rendah tetap perlu diperhatikan.
(b) Hindari penggunaan ukuran huruf yang terlalu kecil. Untuk
teks bagian atas ukuran huruf antara 36-40 pt, dan untuk
teksnya antara 28-32 pt. Ukuran terkecil dalam PowerPoint
yang masih layak untuk dilihat adalah 24-pt.
(c) Dalam sebuah slide hindari membuat daftar lebih dari lima
poin. Bagi menjadi lebih dari satu slide bilamana jumlahnya
lebih dari lima poin. Batasi tingkat poin tidak lebih dari dua
tingkat dalam satu slide.
(d) Hindari penggunaan kalimat yang terlalu panjang. Usahakan
singkat dan padat.
(e) Perhatikan juga pemenggalan kalimatnya. Terkadang
pemenggalan kalimat oleh PowerPoint kurang baik,
sehingga mengganggu keterbacaan. Ada baiknya
pemenggalan dilakukan secara manual atau dengan
membagi menjadi poin yang berbeda.
(f) Gunakan istilah secara konsisten. Gunakan kalimat aktif
dalam tiap poin akan lebih baik.
(g) Hindari penggunaan kombinasi warna yang kurang kontras.
(h) Gunakan gambar latar belakang yang tetap sederhana,
hindari gambar yang terlalu rumit dan mengganggu.
(i) Dalam satu slide tampilkan satu pesan utama. Hindari
menampilkan pesan utama ini dalam bentuk daftar poin
dalam satu slide.
(j) Gunakan grafik dan diagram yang sederhana untuk
menyampaikan pesan.
88