The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ppg.asr.0569, 2022-11-24 01:36:54

LITERASI DIGITAL

LITERASI DIGITAL

tertarik dengan dunia make-up, tunjukkanlah hasil karya
make-up serta prosesnya sebagai personal image.
Tunjukkan juga pengetahuan tentang make-up dengan
berbagi informasi seperti tips dan trik pada video pendek.
Semakin spesifik karakter yang ditunjukan, maka semakin
menarik banyak orang yang tertarik untuk menonton
konten tersebut.
3. First Impressions

Pembukaan pada sebuah konten adalah hal penting
sehingga audiens dapat bertahan untuk mengkonsumsi
keseluruhan konten. Pada video pendek, lima detik pertama
merupakan durasi krusial untuk menentukan audiens akan
melanjutkan menonton atau melewati konten tersebut.
Oleh karena itu, cobalah tunjukan pesan penting, kostum
dan/atau properti unik lebih awal untuk menarik perhatian
penonton lebih lama. Semakin penasaran dengan konten
yang diberikan memberikan “rasa” keingintahuan yang
besar sehingga memicu audiens untuk dapat menyelesaikan
menonton video yang ditawarkan.
4. Menarik perhatian penonton dengan tulisan

Tulisan singkat yang jelas dan menarik dapat
menambah poin untuk membuat penonton terkesan.
Tulisan bisa diletakan pada caption ataupun pada cover
video pendek tersebut. Fitur menambah tulisan pada video
sudah banyak ditemukan di berbagai platform video
pendek. Hal tersebut dapat dipadukan dengan berbagai
jenis dan ukuran tulisan. Gunakan kata-kata yang sedang
hits, interaktif, dan mudah dipahami. Buatlah tulisan yang
bermakna sehingga dapat menjelaskan isi video hingga
menarik perhatian penonton untuk mengikuti konten
tersebut.
5. Konsisten dalam mengunggah konten

Konsisten membuat dan mengunggah video. Semakin
sering video diupload, maka semakin sering pula penonton
mengikuti video tersebut. Guna meminimalisir hal tersebut,
strategi yang dapat diterapkan yaitu menjadwalkan waktu

139

memposting video secara konsisten. Dengan penjadwalan,
maka seorang content creator dapat memilah dan membagi
waktu guna memproduksi video serta merancang untuk
dapat diupload ke YouTube.

YouTube memang mampu menghasilkan uang bagi
siapa saja yang mengunggah konten (video) originalnya.
Namun YouTube bukanlah tempat untuk mencari uang
yang banyak dalam waktu yang singkat. Banyak orang
berpikir bahwa YouTube adalah tempat untuk bersantai,
tidur-tiduran sambil menunggu uang maasuk di akhir
bulan, sebab YouTube bukan hanya soal membuat video
lalu diupload begitu saja, tentu ada banyak hal yang
dipertimbangkan sebelum sampai pada tahap mengupload
video. Oleh karena itu membangun sebuah channel
YouTube yang besar dan sukses membutuhkan modal,
tenaga dan waktu yang cukup besar. Selain itu dibutuhkan
kreatifitas dalam membangun channel YouTube mulai dari
membuat video, mengedit video, berbicara depan kamera,
mengisi narasi, membuat animasi, dan lainnya harus dibuat
semenarik mungkin. Disamping itu, kita juga membutuhkan
peralatan YouTube terutama bagi YouTuber pemula
walaupun peralatan tidak selengkap dan sebagus seperti
punya para YouTuber profesional setidaknya masih layak
dan bisa digunakan untuk merancang dan membuat video/
YouTube.

Bagian terpenting dari membuat channel YouTube
adalah ”NICHE”. NICHE YouTube bisa dikatakan sebagai
topik atau tema channel. Untuk memilih niche YouTube
terkadang perlu perhatian yang konstan, bukan sekedar
tema namun dilihat dari aspek hiburannya, nilai moral,
membuat orang penasaran, dan banyak aspek lainnya agar
YouTube yang kita buat banyak ditonton orang. Apalagi
bagi pemula yang harus berpikir seribu kali untuk mencari
tema yang semenarik mungkin yang disesuaikan dengan isi
dalam video berbeda dengan orang terkenal misalnya para
artis, tokoh-tokoh bangsa, pejabat negara yang sudah

140

banyak dikenal masyarakat luas, tentunya itu menjadi
keuntungan dan nilai plus bagi mereka. Seperti yang kita
lihat banyak pejabat mulai dari presiden, gubernur, para
menteri mulai menggunakan sosial media terutama
YouTube untuk mengekspos kegiatan positif mereka dan
banyak mendapat respon positif dari masyarakat dengan
panggung yang sudah mereka miliki. Sementara bagi
pemula yang bukan dari kalangan atas, masih harus
mencari panggung, memutar otak, menggunakan imajinasi,
kreatifitas untuk menghasilkan sebuah channel YouTube
yang menarik dan menghibur banyak orang. (Kurniawan,
2021).

Butuh ide brilian untuk membuat suatu adegan, lalu
merekamnya menjadi sebuah video menarik sehingga
dapat diunggah di kanal YouTube. Kita perlu merancang
scenario secara matang ibaratnya sutradara dari sebuah
film, kreatif dalam membuat video, edit secukupnya
kemudian diunggah ke YouTube. Tentunya bukan sekali
posting lalu pengguna langsung mendapatkan uang,
melainkan terus mengunggah video ke youtube selama satu
bulan hingga mencapai lebih dari 10 video. Semakin banyak
video yang diunggah dan menarik perhatian banyak orang,
hal itu kian membuka peluang pengguna menghasilkan
uang dari YouTube. Selain itu hendaknya kita membuat
video berbeda daripada kebanyakan yang sudah ada di
YouTube. Hal ini akan menjadi peluang video kita akan
banyak ditonton oleh pengguna internet (Setyawati, 2016).

11.3 Finalisasi Video

Proses terakhir dalam mematangkan video terkait
dengan video animasi maupun video content YouTube
terletak pada pemasaran dan sasaran penonton maupun
pemirsa yang menyaksikan. Selain itu terdapat beberapa
hal yang perlu diperhatikan, sebelum menyebarkan

141

ataupun mempublish video baik secara offline maupun
menggunakan YouTube diantaranya:
1. Menggabungkan lagu maupun tulisan dengan video

Mempercantik video yang telah mengalami proses
pengambilan gambar maupun pengeditan, harus disertai
dengan lagu ataupun tulisan untuk menambah kesan
estetika pada video tersebut. Hasil editan video dengan
musik yang ada haruslah sinkron. Sampai pada detail
terkecil seperti gerak mulut si penyanyi dan saat
perpindahan adegan juga tidak boleh terlewati atau
kelihatan “tidak nyambung”. Jika ada kesalahan saat
pengambilan gambar, harus mampu disiasati dan dengan
memberikan pengalihan, seperti sorot adegan lain pada
momen tersebut.
2. Mempublikasikan video

Proses pengeditan yang telah dilakukan,
membutuhkan sentuhan akhir yang biasanya berupa
memberikan kredit terhadap pihak–pihak yang sudah ikut
terlibat dalam pembuatan video tersebut. Selain itu, tetap
berkonsultasi dengan pada ahli yang sudah berpengalaman
dibidangnya. Sebelum mempublikasikan video, perlu untuk
memeriksa kembali video yang telah tersusun. Diutamakan
adalah melakukan tata dan susunan dengan rapi dalam
semua stock gambar dan materi shooting video ke folder
disertai dengan nama.

Melakukan backup semua di file pada harddisk atau
flashdisk yang lain sehingga file lebih aman jika terjadi
kehilangan atau crash. Selanjutnya, dalam mempublikasi
video di YouTube, langkah awal yang harus dilakukan yaitu
mengunjungi https://www.YouTube.com/ melalui
peramban web komputer. Setelah itu, halaman utama
YouTube akan ditampilkan jika sudah masuk ke akun. Jika
belum masuk ke akun, klik tombol “sign in” di pojok kanan
atas halaman, dan masukkan informasi akun Google. Klik
ikon "Upload" Gambar berjudul Android7videocamera.png.
Ikon ini berada di pojok kanan atas halaman. Setelah itu,

142

menu drop-down akan ditampilkan. Klik Upload video.
Tombol ini berada pada menu drop-down. Setelah itu,
halaman unggah video akan ditampilkan. Klik Select files to
upload. Tombol ini berada di tengah halaman. Setelah itu,
jendela File Explorer (Windows) atau Finder (Mac) akan
ditampilkan. Selanjutnya, memilih video yang ingin
diunggah dengan mengkliknya satu kali, dan pilih tombol
“Open” yang berada di pojok kanan bawah jendela
penelusuran berkas. Langkah selanjutnya, ketikkan judul
video pada kolom "Title", kemudian ketikkan deskripsi
(opsional) pada kolom di bawah kolom judul. Pilih ikon
video. Klik salah satu ikon di pojok kanan bawah halaman
untuk menetapkannya sebagai ikon video. Pengguna juga
bisa mengeklik “Custom thumbnail” untuk memilih ikon
hasil modifikasi sendiri. Langkah terakhir, adalah mengklik
Publish. Tombol biru ini berada di pojok kanan atas
halaman. Setelah itu, video akan diunggah ke YouTube
setelah selesai diproses.

Pengguna bisa memantau waktu proses dengan
memperhatikan bilah kemajuan yang berada di bagian atas
halaman. Jika ingin melakukan penyuntingan lebih lanjut
pada video sebelum mengunggahnya, terlebih dahulu
memindahkan video ke komputer dan menyuntingnya.
Dalam situasi seperti ini, cobalah lakukan pengunggahan
melalui komputer desktop. Sentuh ikon "Upload" Gambar
berjudul Android7videocamera.png. Ikon ini berada di
pojok kanan atas layar. Selanjutnya, menuju ke halaman
unggah. Pengguna perlu mengizinkan aplikasi YouTube
mengakses kamera, mikrofon, dan/atau folder galeri ponsel
sebelum melanjutkan. Menyunting panjang video dengan
menyentuh dan menyeret salah satu ujung bilah video ke di
kiri atau kanan, atau mengubah presentasi visual dan musik
video dengan mengubah tab yang sesuai di bagian bawah
layar. Tombol ini berada di pojok kanan atas layar. Ketikkan
judul video pada kolom "Title", kemudian masukkan
deskripsi (opsional) pada kolom teks di bawah kolom judul.

143

Tombol ini berada di pojok kanan atas layar. Setelah itu,
video akan diunggah ke YouTube. Tunggulah hingga video
selesai diunggah. Setelah diterbitkan, dapat dilihat pada
kanal pribadi.
3. Branding

Proses publikasi video melalui channel YouTube
setelah berhasil di-upload, langkah selanjutnya,
memikirkan bagaimana caranya supaya lebih banyak
audiens yang mengetahui dan mengenal channel yang
dibuat. Salah satu alternatif yang bisa dipertimbangkan
adalah promosi atau menshare video melalui media sosial
seperti Facebook atau Instagram. Lakukanlah hal tersebut
hingga mempunyai jumlah subscriber yang memadai. Selain
itu, bisa melakukan kolaborasi dengan YouTuber lain yang
sudah terkenal atau berpengalaman. Namun, hal yang
paling penting tentu saja menciptakan konten yang
shareable, viral dan kekinian.

144

DAFTAR PUSTAKA

Aji, M. R. P., & Lituhayu, D. (2022). Analisis implementasi
masterplan smart city kota semarang dalam mewujudkan
sistem pemerintah berbasis elektronik dalam pelaksanaan
adminduk berbasis android. Journal of Public Policy and

Management Review, 11(2).
https://doi.org/https://doi.org/10.14710/jppmr.v11i2
Fendha Ibnu Shina, A., Sari, F. P., Hayati, B. N., Maisarah, W., Hardi, N.
F., Jatmiko, A., Hilmi, M. R., Sa’diyah, H., Muslim, M. I.,

Permanasari, D. E., & Rahman, T. (2021). M O D U L INDONESIA
CAKAP DIGITAL Pendekatan Integrasi-Interkoneksi Keislaman
(A. Qibtiyah (ed.); I). Samudra Biru(Anggota IKAPI).
Hafidz, J. (2021). Jurnal Cakrawala Informasi. Cakrawala Informasi,
1(2), 15–32.

https://doi.org/https://doi.org/10.54066/jci.v1i2.147
Kurniawan, D. (2021). Step by Step Menjadi YouTuber (I). PT.Elex
Media Komputindo.
Setiyana, F., & Kusuma, A. (2021). Potensi Pemanfaatan Youtube

dalam Pembelajaran Matematika. Jurnal Pendidikan,
Matematika, Dan Sains, 6(1), 71–90.
https://doi.org/https://doi.org/10.33541/edumatsains.v6i1.2
945

Setyawati, R. (2016). Luar Biasa!Jadi Miliarder dengan Internet (A.
Nihari (ed.); I).
Vanessa Stefanny, B. T. (2021). Overview Perbandingan Jumlah
User Fintech (Peer-To-Peer Lending) Dengan Jumlah Pengguna

Internet Di Indonesia Pada Masa Pandemi Covid-19. Insan

Pembangunan Sistem Informasi Dan Komunikasi (IPSIKOM),
9(1), 134–141.
https://ojs.ipem.ecampus.id/ojs_ipem/index.php/stmik-

ipem/article/view/194

145

BAB XII
MENGEDIT VIDEO SINGKAT

OLEH Joseph Dedy Irawan, ST., MT.

12.1Pendahuluan

Media pembelajaran memegang peranan sangat penting
dalam keberhasilan seorang guru atau dosen dalam menyampaikan
suatu materi (Maharuli and Zulherman, 2021), dimana media
pembelajaran ini dapat berupa aplikasi multimedia berbasis
windows (Rosadi, Irawan and Wibowo, 2020) serta dapat berbasis
android (Kinanti, 2021)

Sudah banyak para pendidik memanfaatkan video dalam
pembelajarannya, dengan tujuan mempermudah siswa untuk
membayangkan materi-materi yang akan diajarkan, diantaranya
video pembelajaran dalam bidang ilmu pengetahuan sosial(Yuanta,
2020), dalam bidang matematika (Ilsa, F and Harun, 2020), dan
bahkan dalam bidang pendidikan karakter (Wisada, Sudarma and
Yuda S, 2019)

12.2 Macam-macam Aplikasi Video Editor

Terdapat banyak sekali aplikasi video editor yang tersedia di
pasaran, baik yang berbayar maupun yang gratis. Beberapa contoh
aplikasi video editor yang gratis adalah: DaVinci Resolve, Fresh Mint
Pack, Shortcut, HitFilm Express, VSDC Video Editor.

Akan tetapi aplikasi yang akan kita gunakan adalah aplikasi
bawaan dari windows 10 atau 11, dimana aplikasi ini tidak perlu
kita install, karena sudah terinstall bersamaan dengan saat
windows kita install. Selain ini penggunaan aplikasi ini sangat
mudah dan sederhana tetapi menghasilkan hasil video yang bagus.

12.3 New Video Project

Langka-langkah pembuatan project baru yaitu:

146

1. Tekan tombol windows , kemudian ketik ”Video Editor”,
sehingga akan muncul seperti pada gambar 85.

Gambar 85. Aplikasi Video Editor
(Sumber : windows 10 atau 11)
2. Setelah aplikasi video editor terbuka seperti pada Gambar
86, pilih tab Video Editor ① dan kemudian tekan tombol
New Video Project ②

Gambar 86. Tampilan Awal Video Editor
3. Setelah muncul jendela seperti Gambar 87, tuliskan judul

proyek yang anda inginkan.

Gambar 87. Judul project baru

147

12.4 Project Library

1. Tekan tombol Add ① kemudian pilih From my PC ②,
kemudian pilih file yang akan diedit

Gambar 88. Menambahkan File Pada Project
2. Setelah file ditambahkan akan muncul seperti gambar 89.

Gambar 89. Hasil penambahan file pada project

12.5 Add Title Card

1. Untuk menambahkan Title pada awal video, tekan Add title
card ①, kemudian akan muncul satu buah layar pada
storyboard ② dengan durasi 3 detik, untuk mengubah
durasi tekan Duration ③, untuk menambahkan teks dan
animasi tekan ④, untuk mengganti warna background tekan


148

Gambar 90. Menambahkan Tiltle Card
2. Akan muncul tampilan editing dari Title card seperti gambar

13.7, untuk menambahkan text isikan di kolom ①, jika ingin
menambah Animasi dan jenis font pilih di menu ②, letak
teks dapat diatur pada layout ③, mengganti background
Tekan ④, coba jalankan animasi dengan menekan tombol
⑤, jika dirasa sudah cukup, tekan tombol done ⑥ untuk
kembali ke halaman awal

Gambar 91. Mengedit Tiltle Card

12.6 Storyboard

1. Tambahkan video ke storyboard, dengan cara drag and Drop
video dari project library ①, ke area storyboard ②
149

Gambar 92. Menambahkan video ke Storyboard
2. Anda bisa memindahkan atau menukar urutan video pada

storyboard dengan cara drag and drop pada video di strory
board

12.7 Trim

1. Pilih video yang akan dipotong ①, kemudian tekan trim ②

Gambar 93. Memilih proses Trim
2. Pilih titik awal dari video ①, dan tentukan titik akhir video

②, maka video akan dipotong dengan durasi baru
ditunjukkan pada ③, coba play video ④, jika sudah cukup
tekan done ⑤

150

Gambar 94. Proses pemotongan Video

12.8 Split

1. Untuk memecahkan file video menjadi 2 bagian yang
terpisah tekan split, kemudian tentukan titik pemotongan
video ①, maka akan terlihat durasi dari masing-masing clip
②, jika sudah sesuai dengan keinginan, tekan done ③

Gambar 95. Proses Split
2. Setelah dilakukan proses split, video akan terpisah menjadi

dua bagian seperti pada gambar 96.
151

Gambar 96. Hasil Proses Split

12.9 Text

1. Untuk menambahkan Text pada video, pilih video ①,
kemudian click text ②

Gambar 97. Tambahkan Text
2. Tambahkan text ①, pilih Animated text style ②, pilih

Layout ③, coba jalankan animasi text ④, hasil text bisa
dilihat disini ⑤, tekan done ⑥ untuk kembali ke awal

152

Gambar 98. Edit Text yang disisipkan

12.10 Motion

1. Untuk menambahkan effek gerak, pilih motion ①, coba
jalankan video untuk melihat animasinya ②, kemudian
tekan done ③

Gambar 99. Menambahkan Motion

12.11 3D effects

1. Untuk menambahkan effect 3 dimensi, pilih effects ①,
kemudian pilih effects yang diinginkan ②, coba play video
③ dan tekan done ④

153

Gambar 100. Menambahkan 3D Effect

12.12 Filters

1. Untuk menambahkan filters, pilih filter yang diinginkan ①,
coba play video ②, kemudian tekan done ③

Gambar 101. Menambahkan Filters

12.13 Speed

1. Untuk mengatur speed, pilih video yang ingin diganti
kecepatannya ①, tekan speed ②, atur kecepatan yang
diinginkan ③

154

Gambar 102. Mengatur Speed Video

12.14 Background Music

1. Untuk memberikan latar belakang music pada video, tekan
Background music ①, jika anda ingin menambahkan musik
yang sudah disediakan oleh aplikasi video editor, tetapi jika
anda ingin menambahkan music lain pilih Custom Music ②

Gambar 103. Menambahkan musik latar belakang
2. Pilih Lagu latar belakang yang diinginkan ①, kemudian atur

volume dari lagu ② kemudian tekan done ③
155

Gambar 104. Memilih musik
3. Jika suara asli video mengganggu, click gambar speaker pada

video ①, kemudian atur volume suara dari video tersebut


Gambar 105. Mengecilkan Volume suara video

12.15 Finish Video

1. Tekan tombol finish video ① untuk menyimpan file hasil
edit

156

Gambar 106. Menyimpan video hasil edit
Pilih kualitas video yang diinginkan ①, kemudian tekan tombol
Export ②

Gambar 107. Memilih kualitas video output
2. Hasil video yang telah kita edit berupa satu buah file dengan

extensi MP4 seperti gambar 108.

Gambar 108. Hasil Video

157

DAFTAR PUSTAKA

Ilsa, A., F, F. and Harun, M. (2020) ‘Pengembangan Video
Pembelajaran dengan Menggunakan Aplikasi
Powerdirector 18 di Sekolah Dasar’, Jurnal Basicedu, 5(1),
pp. 288–300. doi: 10.31004/basicedu.v5i1.643.

Kinanti, A. (2021) ‘Perlunya Multimedia Interaktif Berbasis Android
Disertai Latihan Soal dengan Corrective Feedback Video
untuk Membantu Siswa SMA Memahami Konsep Fisika
pada Materi Kinematika Gerak Lurus’, Jurnal Kependidikan

Betara, 2(3), pp. 223–230.
Maharuli, F. M. and Zulherman (2021) ‘Analisis Penggunaan Media
Pembelajaran Dalam Muatan Pelajaran IPA di Sekolah
Dasar’, Jurnal Educatio, 7(2), pp. 265–271. Available at:
https://ejournal.unma.ac.id/index.php/educatio/article/vi

ew/966/599 (Accessed: 6 March 2022).
Rosadi, C., Irawan, J. D. and Wibowo, S. A. (2020) ‘MEDIA
PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK SISWA SEKOLAH
DASAR KELAS 4 MENGGUNAKAN ADOBE FLASH’, JATI

(Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika), 4(1), pp. 49–55.
Available at:
https://ejournal.itn.ac.id/index.php/jati/article/view/263
3/2134 (Accessed: 6 March 2022).

Wisada, P. D., Sudarma, I. K. and Yuda S, A. I. W. I. (2019)
‘Development of Character Education-Oriented Learning
Video Media’, Journal of Education Technology, 3(3), pp.
140–146.

Yuanta, F. (2020) ‘Pengembangan Media Video Pembelajaran Ilmu

Pengetahuan Sosial pada Siswa Sekolah Dasar’, Trapsila:
Jurnal Pendidikan Dasar, 1(02), p. 91. doi:
10.30742/tpd.v1i02.816.

158

BAB XIII
MENGUNGGAH VIDEO KE WEBSITE
ATAU YOUTUBE

13.1 Pendahuluan

Video merupakan suatu bentuk teknologi untuk merekam,
menangkap, memroses dan mentransmisikan serta mengatur ulang
gambar yang bisa bergerak. Video sudah mengalami
berkembangan, yaitu kualitasnya semakin baik, tidak terjadi
distorasi interaktif serta banyak pilihan untuk mentransmisikan
dan mendistribusikan pengeluaran yang lebih rendah dalam proses
editingnya. Video memiliki keuntungan dan kelebihan. Keuntungan
video diantranya dapat menumbuhkan rasa semangat bagi yang
melihatnya, bagi yang melihat dapat meningkatkan perhatian,
mengklarifikasikan aksi fiksal yang kompleks, dapat digabungkan
dengan media lainnya. Sedangkan kerugian dari video adalah
membutuhkan memori yang besar dan penyimpanan tambahan,
membutuhkan peralatan khusus dan tidak efektif dalam
menggambarkan konsep abstrak dan situasi static.

Dalam perkembangannya, video dapat dinikmati tidak hanya
melalui disc atau memori yang tersimpan diperangkat namun bisa
diakses dimana saja dengan adanya internet, melalui website atau
youtube. Bab ini akan menjelaskan mengenai upload video ke
website dan youtube, beserta dengan hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam proses upload video.

13.2 Cara Unggah Video ke Website

Webiste merupakan kumpulan halaman-halaman yang
digunakan untuk menampilkan informasi teks, gambar diam atau
bergerak, suara dan atau gabungan dari semuanya, baik yang
bersifat statis maupun dinami. Berdasarkan tujuannya, website
dibagi menjadi lima yaitu personal webiste, corporate website,
portal website, forum website dan government webiste. Fungsi

159

utama dari website adalah menyampaikan informasi. Selain itu,
website juga berfungsi dalam hal komunikasi, transaksi berupa
barang dan jasa serta hiburan dalam bntuk gambar, animasi, musik,
maupun video.

Saat ini, salah satu konten yang penting dalam sebuah website
adalah video. Dengan adanya video di website, maka akan
meningkatkan SEO website tersebut, memungkinana dibagikan di
media sosial serta meningkatkan conversion.
Terdapat dua cara dalam melakukan unggah video ke website.
(Youtube, 2022d)
1. Menanamkan URL video youtube ke website

Cara ini sangat mudah dilakukan karena hanya perlu
menyalin URL video langsung pada postingan dan akan
secara otomatis muncul embed video di postingan website.
Berikut langkah-langkahnya:
 Copy link video Youtube yang akan ditambahkan dalam

artikel website.

Gambar 109. Copy URL Youtube Video
(Sumber: Diolah Penulis)

 Buka dashboard website dan klik ”add new post”

160

Gambar 110. Add new post
(Sumber: Diolah Penulis)

 Paste link tersebut ke post yang diinginkan, maka akan
muncul hasilnya

2. Plug-in
Plug in adalah program mini yang dapat ditambahkan dalam
halaman website. beberapa plugin embed video youtube yang
dapat digunakan adalah:
 Youtube by embed Plus
Plugin ini merupakan salah satu plugin populer yang
memiliki beberapa fitur yaitu: otomatis meletakkan
embed video di center, otomatis memulai embed video,
menyembunyikan related video di akhir,
menyembunyikan judul video atau informasi lainnya
dan membuat embed video responsif sehingga video
bisa dilihat dengan nyaman di semua device.
 Youtube showcase
Youtube showcase akan membuat tampilan video pada
website berbentuk seperti gaeri atau grid.
 WpDevArt Youtube Embed
Fitur yang ada pada plugin ini yaitu bisa menambahkan
embed video Youtube di post dan widget, bisa mengatur
ukuran embed video (panjang dan lebar), pilihan
autoplay, pilihan loop, pilihan fullscreen dan pilihan
informasi, serta user friendly back end.
 Youtube Widget Responsive
Plugin ini menyediakan fitur untuk menambahkan
video di sidebar website. Fitur lain dari plug in ini
adalah memilih menit dan detik dimulai dan
berakhirnya embed video, otomatis mengaktifkan atau

161

mematikan subtitle, memilih teman untuk control bar,
memilih warna untuk progress bar, loop mode, option
mute di awal embed video, dapat menonaktifkan related
video di akhir embed video, dapat menambahkan
deskripsi di bawah video dan dapat menampilkan
tombol subscribe Youtube.

13.3 Cara Unggah Video ke Youtube

Sebuah website yang memfasilitasi pengguna untuk berbagi
video yang dimiliki atau menikmati video yang diunggah oleh
pngguna lain. beberapa vide yang dapat diunggah di situs ini adalah
video klip musik, film pendek, film telivisi, trailer film, video edukasi,
video blod dan video tutorial. Selain sebagai media hiburan,
youtube kini dimanfaatkan untuk mencari penghasilan melalui
google adsense dan mempromosikan perusahaan atau profil
individu. (Riyadi, 2019)

Berikut ini langkah-langkah dalam melakukan unggah video
ke Youtube: (Youtube, 2022d)
1. Login pada Youtube Studio
2. Dipojok kanan atas klik kemudian pilih upload video

Gambar 111. Klik tombol Upload Video
(Sumber: Diolah Penulis)

162

3. Pilih file yang akan diupload. Pengguna dapat mengupload
hingga 15 video dalam satu waktu.

Gambar 112. Pilih file yang akan diupload
(Sumber: Diolah Penulis)

4. Setelah memilih file, klik edit pada file untuk
mengedit detail video.

Tabel 6. detil video yang harus disikan.

Judul Isi dengan judul yang sesuai

dengan video

Deskripsi Info yang muncul dibawah video,
gunakan format berikut:

[Nama Channel] | [Judul Video] | [ID
Video]

Thumbnail Gambar yang dilihat penonton
sebelum mengklik video.

Playlist Menambahkam video ke salah satu
playlist yang ada, atau buat playlist

Penonton Memberikan informasi pakah video

tersebut dibuat untuk anak-anak,
guna mematuhi Childrens Online
Privacy Protection Act

Pembatasan usia Menerapkan pembatasan usia pada

163

Judul Isi dengan judul yang sesuai
dengan video
Promosi berbayar
Segmen otomatis video

Tag Menginfokan bahwa video yang
diupload memiliki promosi berbayar
Bahasa dan
sertifikasi teks dapat menambahkan judul segmen
dan stempel waktu pada video agar
Tanggal dan lebih mudah ditonton. Anda
dapat membuat segmen video
lokasi perekaman sendiri atau menggunakan segmen
yang dibuat otomatis dengan
Lisensi dan mencentang kotak centang 'Izinkan
ditribusi segmen otomatis (jika tersedia dan
memenuhi syarat)
Izin Shorts
Kata kunci deskriptif untuk
Kategori dan membantu penelusuran serta
Komentar membantu apabila konten video
rating sering salah dieja.

Pilih bahasa asli video dan sertifikasi
tek

memasukkan tanggal perekaman
video dan lokasi tempat video
direkam

Digunakan untuk menyematkan
video ke situs lain serta jika pengguna
menginkan notifikasi terkait video
baru kepada subscriber

Mengizinkan oranglain membuat
video Shorts dengan audio dari video
yang diupload

Pilih kategori sesuai video,
pendidikan atau komedi

Pilih apakah penonton diperbolehkan
memberi komentar pada video atau
tidak serta memilih apakah penontoh

164

Judul Isi dengan judul yang sesuai
dengan video
dapat melihat jumlah yang menyukai
video atau tidak.

Gambar 114. Elemen Video
(Sumber: Diolah Penulis)

Gambar 113. Pengisian Detail Video
(Sumber: Diolah Penulis)

165

5. Setelah detil video terisi, selanjutnya akan diperiksa terkait
hak cipta.

Gambar 116. Pemeriksaan Hak Cipta Video
(Sumber: Diolah Penulis)

Gambar 115. Memilih penonton untuk video
(Sumber: Diolah Penulis)

166

6. Selanjutnya ke tab terakhir yaitu visibilitas, untuk
menentukan video tersebut diunggah atau disimpan.

Gambar 117. Mengatur Visibilitas
7. Video telah terupload.

13.4 Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
Mengunggah Video

Dalam mengunggah video, utamanya saat menggunggah
video ke Youtube, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan
diantaranya:
1. Hak Cipta pada Video

Pada saat upload video, pungguna dapat mengakses
halaman pemeriksaan untuk memeriksa apakah terdapat
masalah hak cipta pada video yang diupload. Pemeriksa hak
cipta akan menelusuri konten berhak cipta di Video. Jika
terdapat masalah, maka pengguna dapat menghapus konten
yang diklaim hak cipta dari video. (Youtube, 2022).

Terkait hak cipta perlu diperhatikan juga apabila kita
menambahkan video ke website, perlu dipastikan terlebih

167

dahulu video yang akan diunggah tidak terkait dengan hak
cipta milik seseorang.
2. Kualitas Video

Saat diupload, video awalnya akan diproses dalam
resolusi rendah. Proses ini membantu Anda menyelesaikan
proses upload dengan lebih cepat. Setelah proses upload
selesai, video Anda akan tersedia untuk di-streaming dalam
resolusi rendah, di berbagai jenis perangkat.

Resolusi yang lebih tinggi, seperti 4K atau 1080p, dapat
memakan waktu pemrosesan yang lebih lama. Ketika
pemrosesan ini berlangsung, video Anda akan tampak seperti
tidak memiliki resolusi tinggi selama beberapa jam. Setelah
pemrosesan resolusi tinggi selesai, resolusi yang lebih tinggi
akan tersedia di video Anda. (Youtube, 2022)
3. Eror pada saat Upload Video

Pada saat melakukan upload video, terkadang terdapat
eror. Jika Anda mengalami masalah saat mengupload video,
pilih pesan error yang Anda lihat dan ikuti langkah
pemecahan masalah untuk mengatasi masalah tersebut.
Berikut ini daftar eror dan penyelesaiannya. (Youtube, 2022)

Tabel 7. Penanganan Eror saat Upload Video

Eror yang sering terjadi Cara mengatasi

Kami mengalami masalah Tunggu beberapa menit,
tak terduga kemudian upload Kembali.

Server menolak file Pesan ini akan muncul,
apabila pengguna

mengupload file dengan

format yang salah. Jenis file
yang didukung adalah .mov,
.mpe, .MPEG-1, .MPEG-2,
.MPEG4, .MP4, .MPG, .AVI,
.WMV, .MPEGPS, .FLV, 3GPP,

WebM, DNxHR, ProRes,
CineForm, HEVC (h265).

168

Eror yang sering terjadi Cara mengatasi
Eror terjadi saat mengirim
data melalui jaringan (Youtube, 2022a) 4.

Pemrosesan diabaikan Pesan eror ini muncul jika

Terjadi eror pada jaringan browser perlu untuk
diupdate ke versi terbaru.
Tidak dapat mengupload. Beberapa browser yang
Status channel atau setelah direkomendasikan untuk
akun saat ini tidak
mendukung upload upload video: google
chrome, firefox 4, internet

explorer atau Microsoft edge.

Pesan eror ini dapat muncul

jika file yang diupload
dipersingkat atau tidak
valid. Pesan ini juga dapat
muncul jika upload lambat.

Untuk itu, pengguna dapat
mencoba putar Kembali
video di perangkat dan
memastikan video

menggunakan jenis file yang
didukung.

Pesan eror ini muncul jika
browser perlu untuk

diupdate ke versi terbaru.
Beberapa browser yang
direkomendasikan untuk
upload video: google

chrome, firefox 4, internet
explorer atau Microsoft edge.

Pesan eror ini muncul jika,

channel menerima teguran
pedoman komunitas atau
admin mengaktifkan mode
terbatas di akun google
workspace.

169

Eror yang sering terjadi Cara mengatasi
Terjadi eror pada
keamanan Pesan eror ini akan muncul
jika pengguna memiliki
Ditolak (file terlalu kecil) setelan keamanan yang
Gagal (file .mov kosong)
Batas upload harian sudah tidak biasa dibrowser.
tercapai Pengguna sebaiknya
menonaktifkan software
tersebut untuk sementara

dan mengaktifkan Kembali

setelah proses selesai.

Pengguna perlu memastikan

bahwa file yang diupload
minimal 2KB dan upload
kembali.

Pengguna perlu memastikan

bahwa file video dikonversi
dengan sesuai, pilih “simpan
sebagai film tersendiri”
kemudian upload kembali.

Setiap pengguna memiliki
batas harian dalam upload
video tergantung pada
negara/wilayah atau histori

channel. Pengguna dapat
mengupload kembali
setelah 24 jam.

4. Visibilitas
Dengan adanya visibilitas pada laman Youtube,

pengguna dapat menentukan waktu video diupload dan siapa
penonton video. Youtube memiliki aturan privasi, dimana
video yang diunggah oleh kreator dengan usia 13-17 tahun
defaultnya video dibagikan untuk pribadi (tidak ada yang
bisa melihat), sedangkan jika kreator berusia 18 tahun ke
atas, setelan privasi default untuk video adalah publik.

170

Namun demikian, pengguna dapat mengubah setelen video
ini ke publik, pribadi atau tidak publik. (Youtube, 2022e) .

171

DAFTAR PUSTAKA
Riyadi, H. (2019) Manfaat dan Fitur Youtube, Nasabamedia.

Available at: https://www.nesabamedia.com/pengertian-
youtube/%0A.
Youtube (2022a) Format File Youtube yang didukung. Available at:
https://support.google.com/youtube/troubleshooter/2888
402?visit_id=637473637429373835-
1499864891&hl=id&rd=1.
Youtube (2022b) Kesalahan Umum Upload. Available at:
https://support.google.com/youtube/answer/10383400?vi
sit_id=637831005204557707-
3820878515&rd=1#zippy=%2Ckami-mengalami-masalah-
yang-tidak-terduga%2Cserver-menolak-file.
Youtube (2022c) Klaim Konten ID. Available at:
https://support.google.com/youtube/answer/6013276.
Youtube (2022d) Mengupload Video. Available at:
https://support.google.com/youtube/answer/57407?hl=id
&co=GENIE.Platform%3DDesktop#zippy=%2Cdetail
(Accessed: 25 March 2022).
Youtube (2022e) Mengupload Video, 2022. Available at:
https://support.google.com/youtube/answer/57407?hl=id
&co=GENIE.Platform%3DDesktop#zippy=%2Cdetail%2Cm
onetisasi%2Ckesesuaian-untuk-
iklan%2Cpemeriksaan%2Cvisibilitas%2Cmengupload-file-
audio%2Cmempelajari-perbedaan-antara-upload-dan-
publikasikan%2Cmengupload-video-
vertikal%2Cmemahami-pemrosesan-kualitas-
video%2Celemen-video%2Cjumlah-video-yang-dapat-anda-
upload-per-hari (Accessed: 9 March 2022).

172

BAB XIV
KOMPETENSI LITERASI DIGITAL

Oleh Andi Asari, S.IP, S.Kom, M.A

14. 1 Pendahuluan

Literasi adalah sebuah topik yang sedang hangat
diperbincangkan. Seiring dengan perkembangan teknologi
informasi yang sangat masif, membuat konsep literasi berkembang.
Konsep literasi pada awalnya hanya terdiri dari dua aspek yaitu
kompetensi membaca dan menulis serta memaknai sebuah teks
dari seorang individu. Dengan adanya perkembangan teknologi
informasi, konsep literasi pun ikut berkembang, tidak hanya
kemampuan membaca, menulis, dan memaknai, melainkan
terdapat beberapa tambahan dan salah satunya yaitu literasi digital.

Menurut kementerian pendidikan dan kebudayaan
indonesia dalam buku Gerakan Nasional (2017) literasi digital
merupakan kemampuan seseorang dalam menggunakan piranti
digital, kemampuan dalam menemukan, mengevaluasi,
menggunakan, membuat informasi, serta memanfaatkannya secara
bijak yang digunakan dalam proses sosial di lingkungan masyarakat
secara global. Selain itu, literasi digital juga dapat diartikan sebagai
kemampuan seseorang atau individu yang bertujuan untuk
menerapkan kemampuan fungsionalnya pada perangkat digital
sehingga individu tersebut dapat menemukan dan memilih
informasi, berpikir kritis, berkreativitas, berkolaborasi bersama
orang lain, berkomunikasi secara efektif, dan tetap memerhatikan
keamanan elektronik dan sosial-budaya yang sudah berkembang
(Elpira, 2018).

Mayoritas generasi remaja cenderung malas untuk
menganalisa lebih dalam mengenai konten media atau informasi
yang telah diperoleh di media sosial. Bahkan beberapa dari pelajar
dengan mudahnya menyebarkan konten informasi yang
diasumsikannya bahwa informasi yang telah didapat adalah

173

informasi yang valid, padahal belum tentu sumber informasi yang
didapat bersifat kredibel dan terdaftar secara resmi di dewan pers
indonesia (Kurnia & Astuti, 2017). Oleh karena itu, penguasaan
terhadap literasi digital bagi tiap individu sangat penting, terutama
di kalangan pelajar karena dengan adanya kemampuan tersebut
dapat mengontrol seseorang dalam menggunakan piranti digital
dengan baik sehingga dapat mengetahui arti dari pemanfaatan
teknologi modern dan tidak menggunakan teknologi sebagai wadah
untuk melakukan kejahatan seperti penyebaran informasi hoax.
Selain itu, siswa akan menjadi pribadi yang kritis dalam menyikapi
informasi (Asari et al., 2019).

Kompetensi digital merupakan komponen penting dalam
pengembangan lulusan yang siap menghadapi dunia kerja atau
lanjut ke pendidikan tinggi. Karena sebagaian besar dari pekerjaan
baru di era digital ini membutuhkan keterampilan digital yang
sangat baik (Brown, 2017). Dalam beberapa tahun terakhir,
kompetensi digital telah menjadi konsep kunci dalam diskusi
tentang jenis keterampilan dan pemahaman yang dibutuhkan
dalam masyarakat berpengetahuan (Gallardo-Echenique et al.,
2015). Pada realitanya, kegiatan literasi digital di Indonesia masih
kurang. Literasi digital yang dimaksud adalah bagaimana cara
seseorang dalam mengakses informasi di lingkungan digital sampai
pada tahap memahami permasalahan-permasalahan yang terjadi
pada piranti digital dan menemukan solusi dari permasalahan
tersebut. Terdapat lima aspek kompetensi literasi digital yang
disebut dengan DigComp 2.0: The Digital Competence Framework for
Citizens yaitu kompetensi informasi dan literasi data (information
and data literacy), kompetensi komunikasi dan kolaborasi
(communication and collaboration), kompetensi kreasi konten
digital (digital content creation), kompetensi keamanan (safety),
kompetensi penyelesaian masalah (problem solving) (European
Commission, 2016).

174

14.2 Literasi

Kata literasi berasal dari bahasa latin yaitu literatus yang
diartikan sebagai orang yang belajar. Apabila ditinjau secara harfiah
dan teknis, maka literasi hanya dinilai sebagai kemampuan
seseorang dalam baca tulis. Hal tersebut merupakan persepsi yang
salah. Sejalan dengan apa yang dikatakan oleh beberapa peneliti
bahwa literasi adalah kemampuan atau keinginan dari seseorang
untuk memeroleh, membentuk, dan mengomunikasikan makna
dalam berbagai aspek di kehidupan sehari-hari (Barton, 2017).
Pendapat lain menyatakan bahwa literasi tidak hanya menilai
kemampuan atau kompetensi seseorang berdasarkan membaca
dan menulis teks saja karena “teks” sekarang telah diperluas
maknanya akibat dari adanya perkembangan teknologi. Kemudian
literasi tidak hanya mengacu pada pengertian “melek huruf”, tetapi
literasi juga mencakup berbagai kemampuan dalam memahami
serta memanfaatkannya di berbagai situasi dengan tujuan tertentu
(Ahmadi & Ibda, 2019). Terdapat beberapa istilah yang sering
disandingkan dengan kata literasi. Dengan adanya beberapa istilah
tersebut, membuat definisi literasi harus mengikuti arti dari istilah
lain. Literasi informasi diartikan sebagai kemampuan atau
kompetensi seseorang dalam mencari, mengolah, dan mengevaluasi
informasi.

Literasi media berkaitan dengan kemampuan kritis,
memahami, dan bijak dalam menggunakan beberapa media, iklan,
serta media massa. Literasi kesehatan dikaitkan dengan
kemampuan seseorang dalam memahami beberapa dampak
aktivitas terhadap kesehatan medisnya yang meliputi nutrisi,
olahraga, citra tubuh, kekerasan, dan penyalahgunaan obat
terlarang. Dari beberapa jenis literasi di atas, literasi digital
dikaitkan dengan keterampilan menggunakan komputer, media
sosial, dan internet (Adityar, 2017). Menurut kementerian
pendidikan dan kebudayaan dalam bukunya gerakan literasi
nasional tahun 2017 terdapat 6 jenis literasi dasar yang wajib
dikuasai dan telah disepakati oleh world economic forum. Literasi
dasar tersebut tidak hanya ditujukan kepada peserta didik,

175

melainkan juga orang tua dan seluruh elemen masyarakat. Berikut
adalah 6 jenis literasi dasar tersebut.

1) Literasi Baca Tulis
Literasi baca tulis adalah salah satu jenis literasi yang
penting untuk dikuasai oleh masyarakat. Literasi ini
tergolong literasi fungsional yang berguna sebagai
penunjang agar kehidupan masyarakat menjadi lebih
baik. Dengan persaingan yang ketat dan perkembangan
yang cepat di era sekarang, literasi baca tulis menjadi
modal seseorang untuk memperoleh kualitas individu
yang lebih baik.

2) Literasi Numerasi
Literasi numerasi adalah kemampuan atau kompetensi
seseorang dalam menggunakan berbagai macam angka
dan simbol-simbol numeric untuk memecahkan masalah
praktis yang ada di kehidupan sehari-hari. Selain itu,
literasi ini berguna untuk menafsirkan informasi dari
berbagai bentuk seperti grafik, tabel, bagan, dan
sebagainya.

3) Literasi Sains
Literasi sains adalah kemampuan dalam mengidenti-
fikasi pertanyaan, menghasilkan pengetahuan baru,
menjelaskan simpulan berdasarkan dari beberapa fakta,
kesadaran bagaimana sains dan teknologi membentuk
lingkungan hidup atau alam, serta berkeinginan untuk
terlibat dan peduli dengan masalah-masalah di bidang
sains.

4) Literasi Finansial
Literasi finansial adalah kemampuan agar seseorang
berkompeten dalam penentuan keputusan yang bijak
dalam konteks finansial agar tidak mengalami defisit
finansial, baik individu maupun sosial sehingga dapat
berpartisipasi di lingkungan masyarakat.

5) Literasi Budaya dan Kewargaan
Literasi budaya dan kewargaan adalah gabungan dari
literasi budaya dan literasi kewargaan. Literasi budaya

176

adalah kemampuan untuk memahami dan bersikap
membangun positif dan membangun terhadap
kebudayaan Indonesia sebagai identitas bangsa.
Sedangkan literasi kewargaan adalah kemampuan dalam
memahami hak dan kewajiban serta mampu
menempatkan diri sebagai warga negara Indonesia.
6) Literasi Digital
Literasi digital merupakan kemampuan atau kompetensi
dari seseorang dalam memahami dan menggunakan
secara bijak piranti digital. Literasi digital dibutuhkan
seorang individu agar dapat memiliki kualitas hidup
yang lebih baik serta dapat menafsirkan informasi
dengan baik yang ada di internet.

14. 3 Literasi Digital

Dalam kertas kerja komisi eropa (Eropa Commission, 2016)
literasi digital didefinisikan sebagai keterampilan diperlukan untuk
mencapai kompetensi digital. Ini didukung oleh keterampilan dasar
dalam teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan penggunaan
komputer untuk mengambil, menilai, menyimpan, memproduksi,
menyajikan dan bertukar informasi, dan untuk berkomunikasi dan
berpartisipasi dalam jaringan kolaborasi melalui internet. Definisi
tersebut menunjukkan bahwa literasi digital terdiri keterampilan
TIK dasar, yang mengarah pada kompetensi digital. Namun, di
bidang akademik, literasi digital digunakan sebagai sinonim untuk
kompetensi Digital. Selain itu, para cendekiawan Anglo-Saxon
cenderung lebih suka istilah literasi digital (Ferrari & Punie, 2013).
Sedangkan menurut Lowe et al., (2013) literasi digital merupakan
suatu keahlian yang berkaitan dengan penguasaan sumber dan
perangkat digital. Mereka yang mampu mengejar dan menguasai
perangkat digital mutakhir dicitrakan sebagai penggenggam masa
depan.

Konsep literasi digital, sejalan dengan terminologi yang
dikembangkan oleh UNESCO pada tahun 2011, yaitu merujuk pada
serta tidak bisa dilepaskan dari kegiatan literasi, seperti membaca

177

dan menulis, serta matematika yang berkaitan dengan pendidikan.
Pendekatan yang dapat dilakukan pada literasi digital ada dua
aspek, yaitu pendekatan konseptual dan pendekatan operasional.
Pendekatan konseptual berfokus pada aspek perkembangan
kognitif dan sosial emosional, sedangkan pendekatan operasional
berfokus pada kemampuan teknis penggunaan media. Prinsip
pengembangan literasi digital menurut Mayes dan Fowler (2006)
adalah bersifat berjenjang dan memiliki tiga tingkatan. Yang
pertama, kompetensi digital yang meliputi keterampilan, konsep,
pendekatan, dan perilaku. Dan yang kedua, penggunaan digital yang
merujuk pada pengaplikasian kompetensi digital yang
berhubungan dengan konteks tertentu. Kemudian yang ketiga,
transformasi digital yang membutuhkan kreativitas dan inovasi
pada dunia digital. Strategi pengembangan gerakan literasi
disekolah bisa ditempuh dengan penguatan kapasitas fasilitator,
peningkatan jumlah dan ragam sumber belajar yang bermutu,
perluasan akses sumber belajar, dan penguatan tata kelola.

Literasi digital merupakan salah satu dari enam literasi
dasar menurut WEF yang wajib dikuasai oleh seorang individu.
Literasi digital muncul seiring dengan perkembangan yang
dipengaruhi oleh media sekarang. Menurut Coiro & Hobbs (2017)
sifat dari literasi sangat fleksibel dan dapat berubah dengan cepat
seiring dengan perkembangan teknologi yang masuk ke dalam
masyarakat. Menurutnya, definisi literasi telah mengalami
perkembangan yaitu literasi sebagai kemampuan untuk belajar,
memahami, serta berinteraksi dengan teknologi secara berarti.
Literasi digital dapat disamakan dengan beberapa istilah literasi
yang lain seperti literasi internet, literasi komputer, literasi
teknologi informasi, ICT literacy atau e-literacy (Adityar, 2017).
Sejalan dengan itu, definisi literasi digital menurut Paul Gilster
(1997) adalah kompetensi dari seseorang dalam memahami dan
menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dan sumber yang
diakses melalui perangkat digital. Sementara itu, Bawden (2008)
menyatakan bahwa literasi digital berakar pada literasi komputer
dan literasi informasi. Berdasarkan pernyataan tersebut, literasi
digital lebih dikaitkan pada kompetensi individu dalam mengakses,

178

memahami, merangkai, dan menyebarluaskan informasi melalui
perangkat digital. Sementara itu, konsep literasi digital tidak hanya
kemampuan yang memerlukan kecakapan dalam menggunakan
perangkat teknologi, informasi, dan komunikasi saja, tetapi juga
kemampuan bersosialisasi, kemampuan dalam pembelajaran, serta
memiliki sikap berpikir kritis, kreatif, dan inspiratif sebagai
kompetensi digital. Kemudian pernyataan Leahy & Dolan (2010)
menyebutkan bahwa literasi digital bertujuan untuk memahami
berbagai konsep dasar penggunaan perangkat digital di
kehidupannya sehingga dapat mengembangkan potensi diri dan
mempunyai keunggulan diantara orang lain, dengan itu dapat
memperoleh keuntungan secara ekonomi bagi dirinya sendiri,
keluarganya, dan kelompoknya.

Mengacu pada beberapa uraian tersebut, secara sederhana
literasi digital dapat didefinisikan sebagai kompetensi seorang
individu dalam mengakses dan memahami berbagai perangkat
digital sebagai bentuk komunikasi yang termediasi dalam berbagai
aspek di kehidupan masyarakat. Teknologi informasi mengambil
peranan yang sangat besar dalam segala aspek kehidupan
masyarakat, baik dari segi hiburan yang menjadi benefit bagi
penggunanya sendiri sampai berkenaan dengan partisipasi
penggunanya di dalam masyarakat. Oleh karena itu, kompetensi
digital atau literasi digital sangat penting dan telah diakui oleh WEF
sebagai salah satu kompetensi dasar yang wajib dimiliki oleh
seorang individu.

14.4 Kompetensi Literasi Digital

Di dalam konsep The Digital Competence Framework 2.0
(DigComp 2.0) yang dikembangkan oleh European Commission
(European Commission, 2016). Teori ini digunakan untuk
mengukur tingkat literasi digital yang terdiri dari lima aspek yaitu
kompetensi informasi, kompetensi komunikasi, kompetensi kreasi
konten, kompetensi keamanan, dan kompetensi

a) Kompetensi informasi dan literasi data (Information and
data literacy)

179

Pada kompetensi informasi dan literasi data, siswa
dinilai berdasarkan kemampuannya dalam tiga hal,
antara lain; (1) browsing, mencari dan memfilter data
atau informasi yang didapat di internet. Berdasarkan hal
tersebut, siswa mampu mengidentifikasi kebutuhan
informasi agar lebih mudah dalam melakukan
penelusurannya dan memperbarui startegi penelusuran
yang sesuai dengan kebutuhan dirinya; (2) evaluasi data
atau informasi, siswa mampu menganalisis data atau
informasi dengan cara membandingkan dengan yang
lain ditinjau dari segi kredibilitas dan reliabilitasnya
serta mampu menganalisis data atau informasi dengan
cara menyimpulkan dan mengevaluasinya secara kritis;
(3) pengelolaan data atau informasi, siswa mampu
mengatur, menyimpan, dan menemukan kembali
informasi yang telah di akses.
b) Kompetensi komunikasi dan kolaborasi (Communication
and collaboration)
Pada kompetensi komunikasi dan kolaborasi, siswa
dinilai berdasarkan kemampuannya dalam enam hal,
antara lain; (1) berinteraksi dengan menggunakan
perangkat digital dan memahami perangkat digital apa
yang sesuai dengan konteks komunikasinya; (2) berbagi
data, informasi, dan konten digital dengan orang lain
melalui perangkat digital yang sesuai dengan jenis data
atau informasi tersebut; (3) terlibat dalam forum
diskusi di sekolah ataupun masyarakat; (4)
berkolaborasi atau melakukan kerjasama melalui
perangkat digital; (5) beretika ketika berkomunikasi
melalui media digital dengan menyadari norma dan
perbedaan budaya di lingkungan digital sehingga
mempunyai cara dalam berkomunikasi sesuai dengan
budaya dari lawan bicara; (6) mengelola identitas digital
dengan tidak menyebarkan identitas anggota diskusi.
c) Kompetensi kreasi konten digital (Digital content
creation)

180

Pada kompetensi kreasi konten digital, siswa dinilai
berdasarkan kemampuannya dalam empat hal, antara
lain; (1) mampu membuat dan mengedit konten digital
dalam format yang berbeda; (2) mampu memodifikasi,
memperbaiki, menambahkan, serta mengintegrasikan
informasi yang telah di dapat menjadi informasi yang
mengandung pengetahuan baru; (3) memahami tentang
hak cipta yang berlaku dalam konten digital; (4) mampu
melakukan programming.
d) Kompetensi keamanan (Safety)
Pada kompetensi keamanan, siswa dinilai berdasarkan
kemampuannya dalam empat hal, antara lain; (1)
mengetahui cara melindungi perangkat digital dan
konten digital serta paham ancaman kerusakan yang
terjadi pada perangkat digital; (2) mampu melindungi
data pribadi di lingkungan digital serta memahami
kebijakan privasi yang ada pada masing-masing media
digital yang dikunjungi; (3) mampu menghindari
ancaman fisik maupun psikologis selama menggunakan
perangkat digital dan mampu melindungi diri sendiri
dan orang terhadap ancaman bahaya di lingkungan
digital (cyber bullying); (4) menyadari dampak dari
penggunaan perangkat digital.
e) Kompetensi penyelesaian masalah (Problem solving)
Pada kompetensi penyelesaian masalah dinilai
berdasarkan kemampuannya dalam empat hal, antara
lain: (1) Mampu mengidentifikasi masalah teknisketika
adanya kerusakan pada perangkat digital (dari masalah
sederhana sampai kompleks); (2) Mengidentifikasi
kebutuhan dan memilih perangkat digital yang sesuai
untuk menyelesaikannya, serta menyesuaikan
lingkungan digital sesuai dengan kebutuhan pribadinya;
(3) Dapat menggunakan perangkat digital untuk
membuat produk atau informasi baru. Serta mampu
memecahkan masalah konseptual; (4) Mengidentifikasi
kekurangan kompetensi digital diri sendiri agar dapat

181

dikembangkan. Selain itu, mampu membantu orang lain
dalam mengembangkan kompetensi tersebut. Serta
tetap up-to-date terhadap perkembangan perangkat
digital.

Manajemen investasi teknologi informasi dan komunikasi
merupakan proses pengelolaan anggaran untuk keperluan belanja
teknologi informasi dan komunikasi, sesuai dengan mekanisme
proyek inisiatif teknologi informasi dan komunikasi yang telah
ditetapkan sebelumnya dalam portotolio proyek inisiatif teknologi
informasi dan komunikasi dan roadmap implementasi. Realisasi
investasi ini dilakukan melalui mekanisme penganggaran tahunan.
Seluruh tipe investasi teknologi informasi dan komunikasi yang
mempunyai hubungan konsekuensi langsung dengan anggaran,
menggunakan referensi panduan umum dalam dokumen ini. Ada
dua tipe pengeluaran yang bisa muncul dalam anggaran belanja
teknologi informasi dan komunikasi (Kadir & Triwahyuni, 2007).

a) Pengeluaran operasi teknologi informasi dan komunikasi
adalah pengeluaran TIK dalam rangka menjaga tingkat
dan kualitas layanan. Kriteria yang dapat dimasukkan,
antara lain biaya gaji & lembur, biaya sewa alat, biaya
overhead, ATK dan lain-lain.

b) Pengeluaran modal (Capital Expenditure). Pengeluaran
modal teknologi informasi dan komunikasi adalah
investasi dalam bentuk aset/infrastruktur teknologi
informasi dan komunikasi yang diperlukan untuk
memberikan, memperluas dan/atau meningkatkan
kualitas layanan publik. Nilai buku aset akan disusut
selama umur ekonomisnya yang wajar. Yang termasuk
pengeluaran modal antara lain pembangunan/pembelian
jaringan, server dan personal computer, perangkat
lunak, bangunan, dan tanah.
Tinjauan pengembangan konsep yang terlibat dalam

kompetensi digital menunjukkan bahwa mereka memiliki beberapa
asal. Konsepnya berkisar dari keterampilan pengoperasian
computer hingga kompetensi digital. Ada tiga tren yang berbeda

182

dapat sering disorot, yang pertama dikaitkan dengan definisi
keterampilan dasar dalam TIK, seperti pengolah kata, spreadsheet,
presentasi perangkat lunak dan pencarian internet. Yang kedua
dikaitkan dengan konsep-konsep seperti keterampilan dasar dan
teknik budaya, yaitu tentang keterampilan dasar TIK sebagai dasar
untuk penggunaan profesional. Yang ketiga didasarkan pada konsep
pendidikan dengan fokus pada kompetensi digital yang lebih luas.

Kompetensi digital terkait dengan literasi TIK dan literasi
digital. ini dua istilah yang muncul dalam konteks yang berbeda.
Bidang penelitian multi-disiplin baru yang sampai batas tertentu
didasarkan pada media literasi, studi media, dan pendidikan media.
Konsep-konsep ini juga digunakan dalam diskusi sains populer dan
di media massa (Gilster, 1997). Educational Testing Service (ETS)
mengidentifikasi lima komponen penting yang mewakili
serangkaian keterampilan dan pengetahuan dalam literasi (Panel,
2002).

1) Akses, yaitu mengetahui cara mengumpulkan dan/atau
mengambil kembali informasi.

2) Kelola, yaitu menerapkan organisasi dan klasifikasi yang
ada.

3) Integrate, yaitu menafsirkan dan merepresentasikan
informasi.

4) Evaluasi, yaitu membuat penilaian tentang kualitas,
relevansi dan kegunaan, atau efisiensi informasi.

5) Create, yaitu menghasilkan informasi dengan
mengadaptasi, menerapkan, merancang, mengeluarkan
atau membuat informasi.

Laporannya berpendapat bahwa literasi TIK tidak harus
didefinisikan sebagai penguasaan keterampilan statis dan teknis.
Salah satu prasyarat penting adalah kompetensi dasar (membaca,
menulis dan berhitung) serta kemampuan berpikir kritis dan
pemecahan masalah. Laporan ETS juga mencatat bahwa literasi TIK
akan menjadi konsep yang terus berubah.

Literasi digital melibatkan kemampuan untuk
mengembangkan potensi yang melekat pada TIK dan
menggunakannya secara inovatif untuk belajar dan bekerja. Konsep

183

literasi digital memiliki tempat sentral di beberapa negara Uni
Eropa. Kompetensi digital lebih penting dalam masyarakat
informasi dari pada hanya berfokus pada kegiatan berbasis
keterampilan. Kompetensi digital mengungkapkan pemahaman
keseluruhan tentang bagaimana anak-anak dan remaja belajar
untuk mengembangkan identitas mereka. Istilah ini juga akan
mencakup dan menggabungkan penerapan keterampilan,
kualifikasi, dan pengetahuan. Dengan cara ini, poin kompetensi
digital memungkinkan kita untuk merefleksikan pengaruh TIK pada
kualifikasi yang berbeda seperti keterampilan komunikasi,
keterampilan sosial dan penilaian kritis. Maka dari itu setiap
individu atau kelompok akan memanfaatkan kompetensi digital
yang sesuai untuk situasi hidup mereka.

Kompetensi digital terdiri dari pengetahuan, keterampilan
dan sikap. Dalam hal ini ada perbedaan arti dari istilah
keterampilan dan kompetensi. Keterampilan kadang-kadang dilihat
hanya mewakili atribut tingkat rendah (misal keterampilan
mengetik), tetapi kadang-kadang termasuk juga atribut tingkat
tinggi (missal keterampilan analitis). Kompetensi terkadang
ditafsirkan sebagai penerapan keterampilan dalam konteks tertentu
tetapi juga dilihat sebagai sinonim dengan keterampilan. Menurut
Lankshear & Knobel (2008) kompetensi digital memiliki tiga belas
proses sebagai berikut.

1) Pernyataan
Untuk menyatakan dengan jelas masalah yang harus
dipecahkan atau tugas yang harus dicapai dan tindakan
yang mungkin diperlukan

2) Identifikasi
Untuk mengidentifikasi sumber daya digital yang
diperlukan untuk memecahkan masalah atau mencapai
penyelesaian tugas yang berhasil

3) Pencapaian
Untuk menemukan dan mendapatkan sumber daya
digital yang diperlukan

184

4) Evaluasi
Untuk menilai objektivitas, akurasi dan keandalan digital
sumber daya dan relevansinya dengan masalah atau
tugas

5) Penafsiran
Untuk memahami makna yang disampaikan oleh sumber
daya digital

6) Organisasi
Untuk mengatur dan mengatur sumber daya digital
dengan cara yang memungkinkan solusi dari masalah
atau pencapaian yang sukses dari tugas

7) Integrasi
Untuk menyatukan sumber daya digital dalam kombinasi
yang relevan dengan masalah atau tugas

8) Analisis
Untuk memeriksa sumber daya digital menggunakan
konsep dan model yang akan memungkinkan solusi dari
masalah atau pencapaian yang sukses dari tugas

9) Perpaduan
Untuk menggabungkan kembali sumber daya digital
dengan cara baru yang memungkinkan solusi dari
masalah atau keberhasilan pencapaian tugas

10)Penciptaan
Untuk membuat objek pengetahuan baru, unit informasi,
media produk atau output digital lainnya yang akan
berkontribusi pada tugas pencapaian atau solusi masalah

11)Komunikasi
Untuk berinteraksi dengan orang lain yang relevan saat
menangani masalah atau tugas

12)Diseminasi
Untuk mempresentasikan solusi atau keluaran kepada
pihak lain yang relevan

13)Refleksi
Untuk mempertimbangkan keberhasilan pemecahan
masalah atau proses pencapaian tugas, dan untuk

185

merefleksikan perkembangannya sendiri sebagai orang
yang melek digital.
Tingkat kompetensi digital akan bervariasi dari orang ke
orang karena situasi mereka bervariasi dan akan berubah seiring
waktu sebagai alat baru. Komponen kompetensi digital dapat
dikuasai pada tingkat keahlian yang akan bervariasi dari
keterampilan dasar hingga kompetensi evaluatif atau analitis.

Dalam komunitas praktik, pembelajaran menjadi aktivitas komunal
yang terkait erat dengan praktik sehari-hari. Literasi digital dalam
tindakan dijelaskan pada gambar berikut ini.

Gambar 118. Literasi Digital dalam Tindakan

186

Proses di mana literasi digital diterapkan ditunjukkan pada
gambar tersebut, tugas atau masalah muncul dari konteks
kehidupan individu, bisa menyangkut pekerjaan, studi, waktu luang,
atau aspek lain dari konteks kehidupan. Untuk menyelesaikan tugas
atau untuk memecahkan masalah, individu mengidentifikasi
persyaratan kompetensi. Kemudian seseorang dapat memperoleh
kompetensi digital yang dibutuhkan melalui proses pembelajaran
apapun yang tersedia dan disukai. Dia kemudian bisa
memanfaatkan kompetensi digital yang diperoleh dengan tepat.

Kompetensi secara umum memiliki makna yang hampir
sama dengan keterampilan hidup, yaitu merupakan kecakapan,
keterampilan untuk menyatakan, menjaga, memelihara dan
mengembangkan diri. Dalam hal ini Paul Gister mengelompokkan
ke dalam empat kompetensi inti yang perlu dimiliki seseorang
sehingga dapat dikatakan berliterasi digital (Paul Gilster, 1997).

1) Internet searching
2) Hypertextual navigation
3) Conten evaluation
4) Knowledge assembly.

Penerapan literasi digital disekolah menuntut para guru
sebagai fasilitator yang tidak hanya mendayagunakan sumber
belajar yang ada disekolah dalam bentuk tercetak. Akan tetapi para
guru dituntut untuk mempelajari berbagai sumber belajar, seperti
informasi di internet, media digital, media massa online, dll. Hal
tersebut sangat penting diterapkan agar apa yang dipelajari sesuai
dengan perkembangan iptek di dunia. Pendayagunaan sumber
belajar dalam pembelajaran di sekolah memiliki makna yang sangat
penting, karena sumber belajar dapat meningkatkan kreativitas dan
inovasi siswa dalam pembelajaran. Dengan melakukan
implementasi literasi digital disekolah, siswa dapat memperoleh
berbagai informasi dalam ruanglingkup yang lenih luas sehingga
dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan para pelajar.
Aplikasi literasi digital disekolah melibatakan keterampilan siswa
untuk mendayagunakan media baru yakni media digital yang
bersumber dari dunia maya.

187

Literasi digital di sekolah harus dikembangkan sebagai
mekasnisme pembelajaran terintegrasi dalam kurikulum atau
terkoneksi dengan sistem belajar mengajar. Para pelajar perlu
ditingkatkan keterampilannya, dan para guru perlu ditingkatkan
pengetahuan dan kreativitasnya dalam proses pengajaran literasi
digital, dan kepala sekolah harus memfasilitasi guru dalam
pengembangan budaya literasi digital di sekolah (Asari et al., 2019).

Media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat
digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima,
sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat
pelajar (Sadiman, 2011). Kemudian ada beberapa jenis media
pembelajaran yang disimpulkan oleh Azhar (2020).

a) Media cetakan, yang meliputi bahan yang disiapkan
diatas kertas untuk pengajaran dan informasi.

b) Media pajang, pada umumnya digunakan dalam
menyampaikan pesan atau informasi di depan kelompok
kecil.

c) Proyektor transparasi.
d) Rekaman audio tape.
e) Slide, merupakan media yang diproyeksikan dapat

dilihat dengan mudah oleh siswa di kelas.
f) Film dan video.
g) Televisi.
h) Komputer.

Pendekatan yang dapat dilakukan pada literasi digital
mencakup dua aspek, yaitu pendekatan konseptual dan
operasional. Pendekatan konseptual berfokus pada aspek
perkembangan koginitif dan sosial emosional, sedangkan
pendekatan operasional berfokus pada kemampuan teknis
penggunaan media itu sendiri yang tidak dapat diabaikan
(Nasrullah et al., 2017).

.

188


Click to View FlipBook Version