The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ppg.asr.0569, 2022-11-24 01:36:54

LITERASI DIGITAL

LITERASI DIGITAL

DAFTAR PUSTAKA
Abdupatoyevich, P. A., Abdubannonovna, M. D. and Qizi, M. D. A.

(2020) ‘How to give an effective presentation’, in
InterConf, pp. 350–352. Available at:
https://ojs.ukrlogos.in.ua/index.php/interconf/article/vi
ew/6343.
Lowe, D. (2022) Microsoft PowerPoint for dummies. Edited by E.
Stilwell et al. New Jersey: John Wiley & Sons.
Shepherd, M. (2006) ‘How to give an effective presentation using
PowerPoint’, European Diabetes Nursing, 3(3), pp. 154–
158. doi: 10.1002/edn.65.

89

BAB VII
MELAKUKAN KOMUNIKASI ONLINE
DAN MEMAHAMI BAHAYA PLAGIASI
DALAM KARYA TULIS ILMIAH

Oleh Ahmad Ilham, S.Kom., M.Kom.

7.1 Pendahuluan

Melakukan komunikasi online dan memahami bahaya
plagiasi dalam karya tulis ilmiah wajib diketahui oleh semua
akademisi tanpa terkecuali. Ketidakjujuran dan melakukan praktik
plagiarisme merupakan masalah yang sering muncul di kalangan
akademik di institusi pendidikan tinggi selama bertahun-tahun.
Menariknya munculnya pembelajaran online meningkatkan
masalah ini, sehingga banyak peneliti, badan pendidikan tinggi, dan
lembaga pendidikan pemerintah mencoba berbagai cara untuk
mengatasinya. Hasil penelitian tersebut diketahui bahwa mereka
melakukan tindakan tersebut karena tidak mengetahui bahaya dan
dampaknya. Pada bagian ini Anda akan mengetahui bahaya dan
dampaknya.

7.2 Bahaya Plagiarisme

Plagiarisme akademik merupakan tindakan yang didasarkan
pada keadaan pengetahuan saat ini melalui penggabungan ide-ide
dari penulis yang berbeda (Pecorari & Petrić, 2014). Ini adalah
proses yang dilakukan oleh seorang penulis yang curang (Bowen &
Nanni, 2021). Dalam beberapa dekade terakhir, kemunculan
teknologi Internet telah menyebabkan sumber tersedia sangat
banyak sehingga dengan mudah untuk dijiplak (Shen & Hu, 2021).
Insiden ini semakin meningkat dan menimbulkan keprihatinan
besar di dunia akademik.

90

Beberapa peneliti memberikan pendapatnya tentang praktik
plagiarisme (Kim & Uysal, 2021). Misalnya (Bowen & Nanni, 2021;
Kim & Uysal, 2021) berpendapat bahwa praktik plagiat dilakukan
karena kurangnya penguasaan bahasa dalam merangkai kalimat
yang baik dan benar sehingga mereka tergantung pada teks yang
sudah ada. Dari (Park, 2003) mengusulkan sebuah solusi yaitu
menggunakan sumber referensi dan parafrase merupakan dua
strategi penting untuk menghindari plagiarisme (Park, 2003).
Untuk melakukan pengumpulan sumber referensi cukup sederhana
yaitu dengan dengan latihan dan kebiasaan menulis yang memadai,
sedangkan untuk paraphrase membutuhkan pemahaman
menyusun kalimat yang berpola di bidang linguistik (Keck, 2010)

7.3 Referensi

Referensi dibutuhkan dan begitu ditekankan karena
penggunaan referensi tidak hanya dilihat dari sisi akademis tetapi
juga dalam sosial yaitu interaksi manusia terhadap perkembangan
ilmu pengetahuan dan dampak kontribusinya. Ini adalah bagian
dari sistem nilai masyarakat yang mendukung gagasan menjaga dan
menghargai hak kekayaan intelektual orang lain.

Menurut (Neville, 2016) ada sembilan alasan mengapa
referensi itu penting yaitu dapat menelusuri asal usul die;
membangun jaringan gagasan; menemukan gagasan anda dalam
linkarang pengetahuan di bidangnya; validitas argumen; sebuah
penghargaan; pengaruh; dan dapat menghindari plagiarisme

Tujuan utama dari sumber referensi adalah memfasilitasi
pengembangan dan transmisi pengetahuan yang didukung oleh
usaha dan komunikasi antar peneliti, di mana referensi adalah salah
satu elemen dalam proses komunikasi. Dengan adanya teknik ini
mahasiswa, dosen, dan peneliti semakin kritis terhadap ide, teori
dan penerapannya dalam model dan praktik. Standarisasi praktik
referensi mendukung proses komunikasi ini. Referensi harus
disajikan sedemikian rupa sehingga memungkinkan setiap orang
yang telah mempelajari praktik mengenali dan memahami makna
kode dan rumus yang disajikan.

91

Namun, ada empat situasi ketika Anda tidak perlu sumber
referensi sumber yaitu (1) tinjauan sejarah; (2) saat menyajikan
pengalaman; (3) di bagian kesimpulan ketika mengulang ide-ide
yang dirujuk sebelumnya; dan (4) saat meringkas apa yang
dianggap sebagai 'pengetahuan umum'.

7.4 Paraphrase

Parafrase juga menjadi bagian penting dalam menghindari
tindakan plagiarisme karena menunjukkan bahwa Anda memahami
sumbernya dengan cukup baik sehingga dapat menuliskannya
dengan kalimat sendiri. Hal ini adalah cara yang berguna untuk
menggunakan sumber referensi yang tepat untuk penelitian yang
baik dan benar, yang mana dalam makalah akademik, tidak
diperbolehkan hanya menyalin dan menempelkan sumber,
menambahkan referensi, dan lainnya tetapi Anda perlu
menggunakan berbagai kutipan langsung (direferensikan), kutipan
atau parafrase tidak langsung (direferensikan), dan komentar Anda
sendiri.

Hal ini penting karena menunjukkan bahwa Anda telah
cukup memahami sumbernya untuk menuliskannya dengan kata-
kata Anda sendiri. Ini juga memberi Anda alternatif yang kuat untuk
menggunakan kutipan langsung.

Terdapat beberapa cara untuk mengembangkan
keterampilan parafrase Anda. Namun, sebelum melakukannya
Anda wajib memahami teks sepenuhnya sebelum melakukan
paraphrase, yaitu:
 Baca teks yang ingin Anda parafrasekan dengan cermat

sebelum Anda mencoba memparafrasekannya.
 Cari kata yang Anda tidak pahami di kamus Anda kata-kata

yang tidak Anda mengerti.
 Baca kembali teks dengan cepat - baca sekilas jika Anda

merasa percaya diri. Secara khusus, perhatikan kalimat
pertama dalam paragraf (ini sering kali merupakan kalimat
topik) dan kata kunci.

92

 Tutupi teks dan rangkum secara lisan, hanya dari ingatan.
Tidak perlu menggunakan bahasa akademis yang rumit -
gunakan kata-kata Anda sendiri.

 Tuliskan ringkasan verbal Anda.
 Periksa kembali teks asli untuk memastikan Anda telah

memasukkan poin-poin utama. Tambahkan tanda kutip jika
Anda telah menggunakan frasa kunci atau istilah unik yang
tidak dapat diparafrasekan.
 Catat semua detail sumber dan penulis untuk referensi di
masa mendatang.

7.5 Penyebab Plagiat

Ada banyak penyebab seorang dosen dan mahasiswa
memilih untuk menjiplak atau menyontek, salah satunya adalah
kurangnya pengetahuan di bidangnya sehingga dapat melakukan
tindakan yang tidak terhormat. Secara kolektif, penyebab mereka
melakukan tindakan plagiat yang paling sering ditemukan adalah:
 Dosen, karena :

- mengikuti promosi akademik jabatan fungsional,
yang memerlukan publikasi sebagai syarat;

- adanya pendanaan penelitian yang memerlukan
waktu yang singkat untuk melakukan upload
proposal pada sistem yang disediakan oleh
penyandang dana;

- ambisi pribadi dari individu yang berpendidikan
rendah; dan

- tekanan keuangan.
 Mahasiswa, karena :

- ingin mendapat nilai bagus;
- takut gagal;
- penundaan atau manajemen waktu yang buruk;
- ketidaktertarikan pada tugas;
- percaya mereka tidak akan tertangkap;
- kebingungan tentang apa yang dimaksud dengan

plagiarisme atau kebijakan universitas saat ini.

93

Seperti kasus yang disebutkan di atas tak satu pun yang
dapat diterima untuk melakukan tindakan plagiarisme. Mereka
yang memilih untuk melakukannya artinya mereka tidak
menghargai kerja keras orang lain. Oleh karena itu sangat penting
memahami bahwa tindakan tercela ini meskipun ada alasan
memilihnya adalah tidak dibenarkan yang akibatnya dapat
berdampak besar bagi yang melakukan.

94

DAFTAR PUSTAKA

Bowen, N. E. J. A., & Nanni, A. (2021). Piracy, playing the system, or
poor policies? Perspectives on plagiarism in Thailand. Journal
of English for Academic Purposes, 51, 100992.
Keck, C. (2010). How Do University Students Attempt to Avoid

Plagiarism? A Grammatical Analysis of Undergraduate
Paraphrasing Strategies. Writing & Pedagogy, 2(2).
https://doi.org/10.1558/wap.v2i2.193

Kim, H. J., & Uysal, H. (2021). Shifting the discourse of plagiarism

and ethics: a cultural opportunity in higher education.
International Journal of Ethics Education, 6(1), 163–176.
Neville, C. (2016). The Complete Guide to Referencing and Avoiding
Plagiarism. McGraw-Hill Education (UK).
Park, C. (2003). In Other (People’s) Words: Plagiarism by university

students--literature and lessons. Assessment & Evaluation in
Higher Education, 28(5), 471–488.
https://doi.org/10.1080/02602930301677
Pecorari, D., & Petrić, B. (2014). Plagiarism in second-language

writing. Language Teaching, 47(3), 269–302.
Shen, Y., & Hu, G. (2021). Chinese graduate students’ perceptions of
plagiarism: A mixed-methods study. Accountability in
Research, 28(4), 197–225.

95

BAB VIII
MENGGUNAKAN APLIKASI GOOGLE
DALAM MENYIMPAN DATA
PEMBELAJARAN

Oleh Ryan Yunus S.Kom., M.Kom.

8.1 Pendahuluan

Teknologi informasi dalam penyimpanan data atau cloud
storage seperti Google Drive banyak digunakan untuk pengarsipan
data di era digital. Google Drive merupakan salah satu penyimpanan
gratis dari google dengan ruang penyimpanan sebanyak 15 GB,dan
bisa diupgrade ke layanan premium apabila ingin mendapatkan
penyimpanan yang lebih besar. Integrasi layanan di Google Drive
merupakan fitur yang bisa menautkan akun email dengan drive jadi
sangat efisien kalau sudah punya email bisa langsung punya
drive.Selain itu Google Drive bisa digunakan untuk sharing dan
sinkronisasi data yang bisa ditautkan Google Drive bisa diakses
bersama sama sehingga layanan tersebut bisa dimanfaatkan untuk
pembelajaran di dunia pendidikan(Setiawan and Yudha, 2021).

Aplikasi Google Drive bisa kita temui di smartphone
maupun di desktop atau komputer. Layanan Google Drive sendiri
merupakan kepanjangan dari google docs dan akan merubah URL
dari docs.google.com menjadi drive.google.com setelah melakukan
proses aktivasi. Dengan fungsi sinkronisasi data melalui folder
khusus di desktop yang juga dikenal sebagai desktop sync client.
Google Drive sendiri dapat terhubung dengan fitur google lainya
seperti gmail. Google search dan sebagainya, sudah pasti
memudahkan pengguna untuk mengakses file-file yang dimilikinya
(Khikmawati,2017). Pemanfaatan media pembelajaran semakin
berkembang hampir di semua aspek, level pendidikan dari sekolah

96

dasar sampai perguruan tinggi, dimana setiap sekolah maupun
perguruan tinggi. Media pembelajaran menggunakan google
system, berupa mutu sistem yang diterapkan(Ariessanti et al,
2020).

Google Drive memiliki banyak fungsi contohnya
penyimpanan Google Drive tidak hanya menyimpan tapi dapat
diakses kapan saja, dimana saja selama terhubung internet, editing
document membuat lembar kerja baru maupun spreadsheet baru
membuat presentasi. Selain untuk penyimpanan yang cukup besar
dengan kapasitas 15 Gb versi gratis , bisa di upgrade ke premium.
Adanya fitur sinkronisasi di drive maka pengguna bisa melakukan
pencarian dengan mudah berbagai macam file dapat dibuka di
Google Drive termasuk file .psd photoshop, adobe illustrator ai.dan
lainnya file yang lain. Fitur OCR (Optical Character Recognition)
adalah fitur yang mampu mengenali kata atau frasa yang terdapat
dalam file yang tersimpan di Google Drive. Sebagai contoh kita ingin
mencari nama orang pada halaman koran yang di scan dan
disimpan di dalam drive, fitur ini dapat digunakan secara gratis dan
tentunya dapat membantu dalam melaksanakan pembelajaran.

8.2 Fitur-fitur Google Drive

1. Upload document
Di Google Drive ada 2 pilihan terkait dokumen, pertama

anda memilih dokumen di beranda Google Drive dan
mengunggah dokumen sehingga menjadi bagian dari
dokumen cloud di daftar koleksi Google Drive.
2. Fitur download document

Prinsip cara kerja utama Google Drive yaitu menyimpan
data anda di server google. Untuk mendownload pilih opsi
file lalu pilih download as. Karena opsi ada banyak jenis
formatnya.
3. Integrasi dengan produk lain

Fitur ini bisa membuat anda menghubungkan drive
dengan Google Doc, Google Slide, Google Sheet, dll yang

97

sudah anda sudah anda simpan tanpa harus download file
tersebut.
4. Kapasitas penyimpanan

Penggunaan teknologi berbasis cloud dengan kapasitas
15 GB untuk versi gratis. Sedangkan untuk premium anda
bisa mendapat 100 giga ke atas.
5. Sharing & privasi hak akses

Fitur Berbagi file di Google Drive memungkinan anda
berbagi file dengan mitra email yang ada di menu bagikan
atau sharing, dan anda juga dapat memberikan hak akses
kepada orang yang anda bagikan, seperti mengedit
dokumen, hanya melihat dokumen sehingga anda bisa
kolaborasi bekerja sama dengan team.
6. Search file

Pencarian di Google Drive sangat membantu karena
diantaranya fitur pencarian berdasarkan format file , tanggal
modifikasi, pemilik file tersebut dan lainya. Google memberi
fitur koreksi kalau salah ketik sehingga bisa memberi saran
perbaikan.
7. Fitur penerjemah document

Penerjemah dokumen ini terhubung ke google translate
anda lalu membuka file pada dokumen yang tersedia di
Google Drive. Kemudian klik menu Tools, lalu anda pilih
Translate Document dan pilih bahasa dokumen.
8. Convert Pdf to Text

Fitur ini walau mungkin jarang digunakan tapi
digunakan tapi sangat berguna untuk convert PDF menjadi
text.Setelah file yang didownload format .docx bisa diedit.
9. Revision History

Google Drive memiliki fitur Revision History, fitur ini
digunakan untuk melihat history revisi yang telah
dimodifikasi. Revision history juga mengembalikan
dokumen berdasarkan tanggal modifikasi modifikasi,
10. Print
Seperti aplikasi office lain Google Drive anda dapat langsung
mencetak dokumen.

98

8.3 Langkah – langkah pemanfaatan Google
Drive sebagai media pembelajaran

Komponen utama Google Drive sebagai media penyimpanan
online yang gratis syarat wajib harus mempunyai akun google cara
membuat akun google bisa lewat smartphone maupun desktop atau
komputer..
1. Halaman Utama

Kunjungi halaman pembuatan google pada
https://accounts.google.com/signup/ kemudian akan muncul
tampilan seperti gambar di bawah ini. Di halaman berikut akan
meminta untuk mengisi data diri.

Gambar 57. Membuat Akun Google
2. Mengisi Form

Pengguna wajib mengisi form yang disediakan oleh google
untuk mendaftar akun. Form isian tersebut harus diisi sesuai
dengan akun valid penggunaan masing-masing . Penjelasan tiap
data yang diminta oleh google sebagai berikut:
● Nama : Isi menggunakan Nama depan dan belakang
● Pilih nama Pengguna contoh testakun 1, akan menjadi

alamat email [email protected]. Isi sesuai keinginan
karena kalau sudah masuk step berikutnya sudah tidak bisa
diganti lagi, apabila sudah ada pengguna maka kita harus
menggunakan nama yang lain.
● Buat sandi, sandi diisi menggunakan 8 karakter syarat
minimal dengan campuran angka huruf dan simbol.

99

● Konfirmasi, menulis ulang sandi yang sudah diinputkan.
● Tanggal lahir, diisi menggunakan tanggal lahir user masing-

masing.
● Gender (jenis kelamin), diisi sesuai jenis kelamin

masing-masing.
● Nomor telepon dan alamat pemulihan merupakan

pilihan optional maka bisa dilewati kalau tidak diisi.
● Saya Setuju optional terakhir untuk masuk ke tahap

selanjutnya tinggal di klik untuk memenuhi persyaratan.
● Selanjutya akun akun berhasil dibuat didalam akun

tersebut terdapat bermacam-macam aplikasi google
yang disediakan yaitu : Google Translate, Google Earth,
Google search, Google Meet, Google berita, Youtube,
Google drive, Google kalender dan lain sebagainya.

Gambar 58. Akun Google yang sudah dibuat

3. Tampilan Google Drive
Setelah mempunyai akun google klik ikon kotak-kotak kecil
di kanan atas maka akan tampil gambar berikut lalu pilih
Google Drive.

Gambar 59. Ikon Google Drive

100

Jika sudah akan muncul tampilan di bawah ini sebagai
berikut. Ini merupakan tampilan awal masuk ke dalam
Google Drive.

Gambar 60. Tampilan Google Drive
Jika sudah melakukan klik pada ikon tersebut akan
muncul tampilan di bawah ini sebagai berikut. Ini
merupakan tampilan awal masuk ke dalam Google Drive.

Gambar 61. Penambahan folder
4. Penambahan Folder

Kita sudah masuk pada akun Google Drive kita, jika ingin
membuat folder klik drive dan akan muncul tampilan
seperti di atas sesuai nama dan keinginan anda dan akun
google drive siap untuk digunakan.

Gambar 62. tampilan kelompok folder di Google Drive
101

Setelah itu kita buat folder materi yang akan kita gunakan
untuk mengajar untuk guru atau dosen maupun kalau kita
sebagai siswa untuk membuat folder materi yang akan kita
kelompokan.
5. Upload Folder and File

Cara upload file pada folder Google Drive kita pertama
pilih folder yang akan kita isi file bisa berbagai macam tipe
baik itu video maupun gambar. Klik kanan pada folder lalu
pilih lalu pilih upload file untuk mengirim laporan.

Gambar 63. halaman awal upload file Google Drive

Tampilan akan muncul gambar seperti berikut pilih
semua file yang akan dikirim lalu klik open. Dan kirim file
sesuai dengan jumlah dan tipe keinginan kita misal dicontoh
ada beberapa tipe document untuk pembelajaran

Gambar 64. tampilan upload folder Drive

102

6. Fitur Share
Fitur share merupakan fitur yang sangat berguna di

google. Fitur ini memungkinkan mengedit melihat dan
memberi akses kepada file yang akan kita bagikan. Langkah
pertama kalau kita ingin membagikan / share folder
langkahnya Pilih folder yang akan kita share.

Gambar 65. fitur share Google Drive
Pilih opsi alamat email kita dan kemudian kalau kita
mau share ke publik atau ke alamat tertentu kita bisa pilih
share with people and groups dengan tanda ’,’ per emailnya

Gambar 66. Hak akses share Google Drive
Pengaturan untuk share ke semua orang pilih opsi
Anyone with the link di bawah nya Anyone on the internet
with this link can view maka video pembelajaran materi atau
file yang kita bagikan akan mudah diakses oleh semua orang
yang mendapatkan link tersebut dengan pengaturan sebagai

103

hanya bisa melihat mengedit dan berkomentar. Untuk
membuka file yang dibagikan kepada kita yaitu dengan
membuka menu shared with me.

Gambar 67. File hasil share Google Drive
Google Drive merupakan salah satu layanan yang
disediakan oleh google untuk menyimpan document baik
gratis maupun yang berbayar. Google Drive kini banyak
dimanfaatkan untuk pembelajaran dari beberapa fitur
Google Drive menyimpan mengedit dan mengakses fitur
google lainya secara gratis dan aman. Meski ada kelemahan
di Google Drive yaitu di kapasitas penyimpanan dan
ketergantungan jaringan internet di berbagai tempat tidak
memiliki akses internet yang begitu lancar , walau seperti itu
Google Drive merupakan aplikasi buat menyimpan file dan
video yang efektif dan efisien untuk pembelajaran.

104

DAFTAR PUSTAKA
Ariessanti, H. D., Warsito, A. B. and ... (2020) ‘Pemanfaatan Google

Drive Sebagai Media Pembelajaran iLearning Pada
Perguruan Tinggi Raharja’, Jurnal VOI (Voice Of …, (x), pp.
11–22. Available at: https://voi.stmik-
tasikmalaya.ac.id/index.php/voi/article/view/203.
Khikmawati, M. N. (2017) ‘Google Drive Untuk Pendidikan’, pp. 1–6.
Setiawan, T. and Yudha, M. F. (2021) ‘Pelatihan Penggunaan Google
Drive untuk Pengarsipan Data Digital bagi SDM PKH
Kabupaten Garut’, 1(2), pp. 53–63.

105

BAB IX
MENGGUNAKAN APLIKASI GOOGLE
DALAM MEMBUAT SURVEY
PEMBELAJARAN

Oleh Anindya Khrisna Wardhani, S.Kom.,
M.Kom

9.1 Pendahuluan

Keakraban masyarakat dengan berbagai produk teknologi
seperti komputer, tablet dan smartphone, serta tersedianya koneksi
internet yang lebih murah juga menjadi peluang pemanfaatan
teknologi informasi dan komunikasi dalam penyelenggaraan sistem
pendidikan. Salah satu sistem yang mudah diakses, gratis
digunakan, sederhana pengoperasiannya dan cukup baik untuk
dikembangkan sebagai alat survey dalam proses pembelajaran
adalah google form (Iqbal et al., 2018).

Google form adalah salah satu komponen dari layanan
Google. Aplikasi ini sangat cocok untuk mahasiswa, guru, dosen, staf
kantor dan profesional yang senang membuat kuis, formulir dan
survei online. Fitur Google Form dapat dibagikan kepada orang-
orang secara terbuka atau khusus kepada pemilik akun Google
dengan opsi aksesibilitas, seperti read only atau editable (dapat
mengedit dokumen).

Pasti banyak dari Anda sudah terbiasa menggunakan
platform Google yang bernama Google Form. Google Form adalah
inovasi dari Google Docs yang dapat digunakan untuk membuat
formulir pertanyaan berupa kuisioner, formulir pendaftaran sebuah
acara secara online, mengelola pendaftaran acara, membuat polling
quick count pendapat dengan cepat melalui Google, dan masih
banyak lainnya. Dengan adanya Google form, Anda dapat membuat

106

survey maupun tanya jawab dengan fitur formulir online yang bisa
dicustomisasi sesuai dengan kebutuhan (Agung et al., 2019).

Platform Google ini tidak dipungut biaya sepeserpun. Jadi
anda dapat memanfaatkan google form dengan gratis. Sebagian dari
kita mungkin sudah terbiasa menggunakan google formulir untuk
mengumpulkan data, seperti angket, pendaftaran dan lain
sebagainya(Iqbal et al., 2018).

9.2 Cara Membuat Form

Untuk memulai pembuatan google form, pastikan Anda
sudah memiliki akun Google terlebih dahulu. Anda bisa
membuat email di Gmail.com. Ketika Anda sudah memiliki akun
google, secara otomatis Anda akan terkoneksi dengan yang
namanya Google Drive. Google Drive inilah sebagai wadah
untuk membuat Google Form. Jika belum punya, buat terlebih
dahulu dengan melakukan registrasi. Kalau sudah punya, tinggal
mengikuti langkah berikut ini
1. Buka Google Drive kemudian pilih google form

Di sana akan tersedia beberapa opsi template. Pilihlah
template yang sesuai dengan yang seleramu. Jika tidak ada yang
cocok, pilih template blank berlatar belakang putih, yang di
dalamnya ada gambar “+” .

Gambar 68. Menambahkan Google Form

107

Gambar 69. Template Google Form

2. Mengisi Judul dan Deskripsi Form
Kalau sudah pilih template, lanjutkan dengan mengisi

kuisioner yang Anda inginkan. Anda akan melihat kotak dialog
“Kuis Kosong” memiliki ukuruan huruf cukup besar. Klik kolom
tersebut dan ketikkan judul dari kuisioner yang Anda inginkan.
3. Setelah mengisi judul, akan ada deskripsi di kolom “Deskripsi

formulir”. Di kolom tersebut, paparkan secara deskirptif
tentang kuis Anda. Deskripsi perlu dibuat dengan rinci dan
jelas. Dengan demikian, orang akan lebih mudah mengerti dan
sepaham dengan maksud Anda.

Gambar 70. Form Kosong
4. Mengenal tombol-tombol pada Google Form

 Menambah Pertanyaan

108

 Import Pertanyaan : digunakan untuk mengimport
pertanyaan yang sudah anda buat pada google drive
sebelumnya

 Menambahkan Judul dan deskripsi
 Menambahkan Image
 Menambahkan Video
 Menambahkan Bagian

Gambar 71. Tombol Google Form
5. Membuat Pertanyaan

Setelah judul dan deskripsi, lanjut ke tahap memasukkan
daftar pertanyaan untuk kuis. Di mana? Jadi di bawah kolom
“deskripsi formulir’’ ada kolom pertanyaan. Lalu tulis pertanyaan
yang ingin Anda ajukan. Anda juga dibebaskan untuk memilih
jenis pertanyaan misalnya multiple choice atau short answer.

Anda juga dibebaskan untuk memilih jenis pertanyaan
misalnya multiple choice atau short answer.
• Jawaban singkat : digunakan untuk membuat soal dengan

jawaban deskripsi pendek
• Paragraf : digunakan untuk membuat soal dengan jawaban

paragraph. Hal ini berbeda dengan short answer. Paragraph
membuat pengguna bisa mengisi jawaban dengan lebih
panjang.
• Pilihan Ganda : digunakan untuk membuat soal dengan
jawaban pilihan ganda

109

• Kotak Centang: digunakan untuk membuat soal dengan
jawaban pilihan centang.

• Upload file : digunakan untuk membuat soal dengan
jawaban upload. Seperti upload video maupun foto.

• Skala Linier : digunakan untuk membuat soal dengan
jawaban skala. Biasanya digunakan dalam kuisioner

• Kisi Pilihan Ganda : digunakan untuk membuat soal
dengan pilihan Ganda sesuai dengan kolom

• Tanggal : digunakan untuk membuat soal dengan jawaban
tanggal.

• Waktu : digunakan untuk membuat soal dengan jawaban
waktu.

Gambar 72. Pilihan Jawaban Google Form
6. Menambahkan Validasi Jawaban

Klik tombol menu pada pojok kanan bawah pertanyaan ->
pilih validasi respon -> pilih type validasi yang Anda inginkan.

Gambar 73. Validasi Respon

110

7. Menambahkan Fungsi Wajib di Isi
Aktifkan tombol wajib diisi yang terletak di sebelah pojok
kanan bawah

Gambar 74. Fungsi Wajib di Isi
8. Menambahkan kunci jawaban & poin nilai yang diraih oleh

siswa apabila benar menjawab pertanyaan tersebut.
 Kunci Jawaban :

klik kunci jawaban -> pilih jawaban yang benar -> tekan
tombol selesai.
 Poin Nilai :

Isi poin yang tertera pada pojok kanan atas soal -> Isi nilai
poin pada soal tersebut

Gambar 75. Kunci Jawaban pada Google Form

111

9. Mengacak Urutan Multiple Choice
Klik tombol menu pada pojok kanan bawah pertanyaan ->
pilih Acak urutan opsi

Gambar 76. Acak Urutan Opsi
10. Menambahkan Gambar

Klik icon tambah gambar

Gambar 77. Menu Tambah Gambar
Pilih gambar yang Anda suka

Gambar 78. Sisipkan Gambar

112

Gambar 79. Menambahkan Gambar
Tekan Tombol sisipkan

Gambar 80. Pilih Gambar

9.3 Cara Mengirim Form

Agar form dapat diisi oleh responden, maka diperlukan cara untuk
mengirim hasil form tersebut kepada responden dengan cara sebagai
berikut :
1. Klik tombol kirim yang terletak pada kanan atas

Gambar 81. Menu Kirim
2. Setelah klik kirim, akan muncul tampilan seperti gambar 82.

113

Gambar 82. Menu Kirim Via Email
Apabila Anda ingin mengirim form tersebut melalui
email responden, Anda dapat memasukan alamat email
calon responden, lalu klik kirim.
Pada menu ini, terdapat pula tombol kolabolator. Dengan
menambahkan kolabolator, Anda dapat menambahkan
rekan Anda untuk mengedit form tersebut.
3. Selain email, Anda juga dapat membagikan form melalui
link dengan cara klik icon link lalu salin link tersebut dan
kirimkan kepada responden.

Gambar 83. Menu Kirim Via Link

114

DAFTAR PUSTAKA
Agung, B. et al. (2019) ‘Google Form-Based Learning Assessment’,

253(Aes 2018), pp. 529–531. doi: 10.2991/aes-
18.2019.118.
Iqbal, M. et al. (2018) ‘Using Google form for student worksheet as
learning media’, International Journal of Engineering and
Technology(UAE), 7(3.4 Special Issue 4), pp. 321–324. doi:
10.14419/ijet.v7i2.29.13646.

115

BAB X
MELAKUKAN KERJA SAMA TIM
SECARA ONLINE

Oleh Elsy Rahajeng, S. Kom, M.T.I,

10.1 Pendahuluan

Pandemi Covid 19 menyebabkan perubahan cara bekerja
karyawan dari era offline menjadi online saat pandemi mulai
melanda Indonesia dan negara lain di seluruh dunia. Pembatasan
kegiatan skala besar menimbulkan perubahan – perubahan di dunia
bisnis, pendidikan, kegiatan sosial, maupun kegiatan di kantor –
kantor turut terimbas pembatasan tersebut. Pembatasan yang
pemerintah pada dunia usaha menimbulkan perubahan –
perubahan dalam kegiatan di perusahaan – perusahaan. Karyawan
yang sebelumnya bekerja di kantor, maka selama pandemi
perusahaan memerintahkan karyawan untuk bekerja di rumah.
Dalam hal ini memicu penggunaan teknologi yang mampu
menjembatani antara karyawan dimanapun mereka berada.
Mereka dapat bekerja dimanapun karena pandemi memaksa
karyawan untuk bekerja bersama – sama atau bisa kita sebut
bekerja secara tim secara virtual dengan menggunakan sarana –
sarana teknologi saat ini.

Bila sebelumnya kita jarang sekali menggunakan teknologi
komunikasi yang digunakan untuk meeting seperti Zoom atau
Google Meet. Maka penggunaan peralatan online meeting menjadi
sesuai yang sangat penting untuk lancarnya kerja sama tim.
Penggunaan teknologi di era digital ini sangat membantu
perusahaan agar karyawannya tetap dapat bekerja secara maksimal
walaupun dari jarak jauh. Karyawan berusaha untuk menggunakan
teknologi yang memungkinkan mereka untuk bekerja secara online
dengan sesama tim mereka.

116

Tim yang bekerja sama secara fisik, mereka akan bekerja di
tempat yang sama dengan anggota tim yang lain. Tim virtual akan
bekerja dengan melintasi ruang, waktu dan batasan organisasi. Hal
yang membuat mereka tetap bekerja sama dan bersama adalah
teknologi informasi dan komunikasi yang menyatukan mereka. Tim
yang bekerja sama di tempat yang sama melakukan hal yang sama
baiknya dengan tim virtual. Tim virtual sangat berbeda dengan tim
yang berada dalam satu tempat. Tim yang disebut tradisional ini
bekerja sama di tempat yang sama, sedangkan tim virtual bekerja di
tempat atau lokasi yang berbeda – beda. Dalam tim tradisional
kordinasi tugas dilakukan secara langsung dan dilakukan oleh
anggota tim secara bersama – sama, lain halnya dengan tim virtual
tugas harus lebih terstruktur. Tim virtual sangat mengandalkan
komunikasi secara elektronik sedangkan tim tradisional tidak
mengandalkan komunikasi secara elektronik karena mereka dapat
bekerja secara langsung (Ebrahim et al., 2012).

10.2 Pengertian Kerja sama Tim
(Teamwork)

Tim dapat didefinisikan sebagai sekelompok individu
yang bekerja secara kolektif untuk mencapai maksud dan tujuan
yang sama untuk memberikan kualitas layanan yang sangat
baik. Kerja tim memiliki kemampuan untuk memungkinkan
anggota tim memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi dan
kemampuan untuk merencanakan dan memutuskan dengan
orang lain secara positif. Selain itu, ini membantu dalam
menciptakan lingkungan kerja yang sehat dengan agenda yang
dapat diterapkan, aktivitas kreatif, strategi dan nilai positif. Di
sisi lain, tidak adanya konsep dan strategi kerja tim dapat
menyebabkan kegagalan kerja, kekecewaan, semangat kerja
yang rendah dan produktivitas yang buruk yang mengancam
entitas organisasi. Karyawan yang bekerja dalam organisasi
yang tidak memiliki konsep kerja sama tim yang kuat, biasanya
gagal memberikan hasil yang diharapkan dan mencapai tujuan
dan visi organisasi tersebut. Kehadiran konsep kerja sama tim

117

adalah aturan yang diperlukan untuk membantu karyawan
dalam bekerja sama menuju tujuan dan sasaran bersama secara
kreatif. Kinerja kerja tim lebih tinggi daripada kinerja individu
ketika pekerjaan membutuhkan cakupan pengetahuan,
penilaian, dan pendapat yang lebih luas (Sanyal and Hisam,
2018).

Kerja tim adalah proses yang menggambarkan interaksi di
antara anggota tim yang menggabungkan sumber daya yang
dilakukan secara kolektif untuk menyelesaikan tuntutan tugas
sebagai contoh misalnya, memberikan perintah yang jelas. Kerja tim
atau proses tim dapat dibedakan dari kerja tugas. Tugas
menunjukkan interaksi individu tim dengan tugas, alat, mesin, dan
sistem. Tugas tidak tergantung pada anggota tim lain dan sering
digambarkan sebagai apa yang dilakukan tim sedangkan kerja tim
adalah bagaimana anggota tim melakukan sesuatu satu sama lain.
Oleh karena itu, kinerja tim mewakili akumulasi kerja tim dan tugas
(yaitu, apa yang sebenarnya dilakukan tim) (Schmutz, Meier and
Manser, 2019).

10.2.1 Manfaat Kerja sama Tim (Teamwork)
Kerja tim penting untuk meningkatkan kreativitas dan

inovasi, penting untuk membuat keputusan yang berkualitas, setiap
anggota tim memiliki komitmen yang lebih besar terhadap tugas
yang diberikan dan kerja tim membantu organisasi untuk
meningkatkan tingkat motivasi karyawan mereka. Anggota
menyatakan bahwa kerja tim di tempat kerja penting karena
memungkinkan untuk meningkatkan efektivitas sebagai anggota
bekerja secara terorganisir dengan berkolaborasi dan
berkomunikasi satu sama lain. Akibatnya, anggota dapat bekerja
secara terencana dan mereka dapat bertukar ide dan informasi
secara teratur. Oleh karena itu, kerja tim sangat disukai oleh
organisasi-organisasi yang bertujuan untuk mengurangi biaya dan
meningkatkan efektivitas organisasi mereka (Alghamdi and Bach,
2018).

Berdasarkan hasil penelitian Vašková tahun 2007 yaitu
keuntungan dari kerja tim adalah pertumbuhan produktivitas

118

yang signifikan di bidang yang membutuhkan penyelesaian
kreatif dari tugas yang berbeda, tingkat kemampuan
beradaptasi yang tinggi dan manajemen operasional (Sanyal
and Hisam, 2018).

10.3 Pengertian Tim Virtual

Tim virtual didefinisikan sebagai sekelompok orang atau
pemangku kepentingan yang bekerja bersama dari lokasi yang
berbeda dan mungkin zona waktu yang berbeda, yang
berkolaborasi dalam proyek bersama dan menggunakan teknologi
informasi dan komunikasi (TIK) secara intensif untuk menciptakan
kegiatan bersama. Dapat dilihat bahwa salah satu karakteristik
utama adalah virtualitas, yang menyiratkan jarak fisik dan temporal
antara anggota dan memiliki tujuan bersama (Garro-Abarca, Palos-
Sanchez and Aguayo-Camacho, 2021).

Tim virtual (yaitu, kolaborasi yang terdistribusi secara
geografis yang mengandalkan teknologi untuk berkomunikasi dan
bekerja sama) memiliki beberapa aspek yang berpotensi
bermanfaat yang membantu produktivitas. Sama seperti kolaborasi
dalam tim yang berlokasi bersama, kolaborasi dalam tim virtual
mengacu pada interaksi dan tugas yang sinkron dan tidak sinkron
untuk mencapai tujuan bersama (Morrison-Smith and Ruiz, 2020).

Oleh karenanya kita dapat simpulkan bahwa tim virtual
adalah:

1. Sekelompok orang yang bekerja sama saling bergantung
dengan lokasi yang berbeda terpisah secara geografis
tetapi tetap dapat bekerja sama.

2. Tim virtual berbagi tanggung jawab untuk tujuan
tertentu yang sudah dirumuskan sebelumnya.

3. Mereka berkumpul untuk waktu yang terbatas.
4. Mereka bekerja sama menggunakan teknologi untuk

saling terhubung sehingga mencapai suatu tujuan
bersama.

119

10.3.1 Kelebihan Kerja sama Secara Online
Menurut (Nydegger and Nydegger, 2010) keuntungan

dari tim virtual meliputi:
1. Dengan adanya kerja sama tim secara online ini akan
menghemat waktu dan uang. Kerja sama tim secara
online walaupun tidak menghilangkan sama sekali biaya
tetapi kerja sama secara tim ini lebih mengurangi biaya
yang harus dikeluarkan dan waktu yang harus
dihabiskan untuk melakukan perjalanan.
2. Tersedianya akses yang lebih mudah untuk tim yang
bekerja secara online dan akses ke sumber informasi
lainnya. Akses ke sumber informasi adalah akses yang
penting untuk kerja sama tim untuk dapat
menyelesaikan pekerjaan yang dibebankan kepada para
anggota tim. Anggota tim juga layak diberikan
kemudahan dalam mengakses informasi yang dapat
digunakan untuk mendukung pekerjaan mereka.
3. Pembentukan tim yang bekerja secara online tidak
tergantung pada lokasi anggota tim berada.
Pembentukan tim dan melakukan kerja sama secara
online apalagi anggota tersebut adalah orang yang
memiliki kemampuan dan kapabilitas yang tinggi tentu
dapat terus bekerja sama dalam tim walaupun berada di
lokasi yang berbeda.
4. Organisasi atau perusahaan dapat mempekerjakan orang
yang terbaik dimanapun orang terbaik tersebut berada
dan organisasi dapat memperluas basis tenaga kerja
mereka. Tenaga kerja kerja terbaik terkadang tidak ada
di lokasi yang diinginkan atau sama dengan lokasi yang
ada di kantor pusat misalnya. Perusahaan masih dapat
mempekerjakan tenaga ahli ini secara online.
5. Organisasi dapat dengan mudah mempekerjakan dan
memanfaatkan orang – orang dengan kondisi disabilitas
yang memiliki keterbatasan. Terkadang orang yang
berada dalam keadaan disabilitas mengalami kesulitan
untuk mencari pekerjaan. Walaupun kemampuan

120

mereka setara dengan kemampuan orang normal tetapi
mereka memiliki keterbatasan dalam hal akomodasi
untuk bepergian dari satu tempat ke tempat yang
lainnya. Dengan pembentukan tim secara online atau
virtual ini memberikan kesempatan yang besar untuk
penyandang disabilitas untuk tetap dapat berkarya dan
berkontribusi bagi perusahaan.
6. Karyawan dengan lebih mudah dapat menjaga
keseimbangan kehidupan kerja dan rumah tangga yang
sehat. Karyawan juga berhak untuk mendapat
keseimbangan kehidupan kerja dan rumah tangga.
Dengan bekerja secara online ini dapat meningkatkan
keseimbangan bagi karyawan dan keluarganya.
7. Karyawan dapat lebih mudah untuk berpindah dari satu
proyek ke proyek lain sesuai dengan kebutuhan.
Karyawan yang bekerja di suatu organisasi atau
perusahaan terkadang dibutuhkan untuk proyek yang
lainnya di perusahaan tersebut. Dengan melalui kerja
sama tim secara online maka hal tersebut dapat
dimungkinkan untuk karyawan dapat dengan mudahnya
berpindah dari satu proyek ke proyek lainnya sesuai
dengan kebutuhan perusahaan.
8. Hal ini mempermudah karyawan untuk menjadi anggota
tim yang berkontribusi lebih dari satu tim pada satu
waktu. Hal ini dapat dimungkinkan karena karyawan
dapat lebih fleksibel untuk memberikan kontribusi pada
pekerjaan lebih dari satu tim.
9. Komunikasi dan pelaporan tim yang bekerja tersedia
secara online dan dan dapat diakses kapan saja dan
dimana saja sehingga tim dapat memanfaatkan sumber
daya secara efisien dan efektif.
10. Karyawan dapat bekerja dari mana saja. Karyawan dapat
melakukan pekerjaan mereka di lokasi manapun yang
terjangkau internet. Apabila mereka ingin
berkomunikasi dengan karyawan atau anggota tim lain

121

mereka dapat memanfaatkan teknologi sehingga mereka
dapat bekerja dimanapun mereka berada.
11. Perusahaan merekrut orang atau individu berdasarkan
kompetensi yang mereka miliki bukan berdasarkan
lokasi tempat mereka berada atau lokasi fisik mereka.
Perekrutan karyawan bukan berdasarkan lokasi fisik
(tempat tinggal) mereka tetapi pada kompetensi yang
mereka miliki.
12. Waktu yang dihabiskan untuk bepergian dapat
dihilangkan dan hal itu menjadi lebih menghemat waktu.
Bila anggota tim berada di lokasi yang jauh dari kantor
mereka hal ini menyebabkan waktu perjalanan mereka
ke kantor lebih banyak dari pada karyawan yang tinggal
di daerah yang dekat dengan lokasi kantor. Dengan
demikian kerja sama tim secara virtual dapat
menghemat waktu perjalanan dan bepergian karyawan.
13. Perjalanan, penginapan, parkir, dan sewa atau memiliki
ruang gedung adalah biaya yang dapat dihilangkan atau
diminimalkan. Dengan kata lain bahwa dengan kerja
sama secara online maka biaya perjalanan yang
dibutuhkan oleh tim akan berkurang, demikian pula
dengan parkir tentu tidak ada biaya parkir, dengan kerja
sama secara online maka membangun gedung atau
menyewa gedung tentu tidak lagi dibutuhkan atau dapat
dikurangi. Juga biaya makan akan berkurang. Walau
biaya – biaya ini tidak hilang sama sekali tetapi paling
tidak dapat mengurangi biaya – biaya tersebut.
Walaupun berjauhan kerja sama tim tetap berjalan.
Sebagai contoh bila tim yang bekerja sama itu berbeda
negara ini akan sangat mengurangi biaya perjalanan,
biaya makan dan biaya akomodasi yang ditanggung
perusahaan.
14. Respon yang lebih cepat dan cerdas. Berkomunikasi
dengan tim menggunakan email ataupun teknologi
lainnya membuat anggota tim memiliki waktu yang
cukup untuk merespon dengan lebih cepat dan cerdas.

122

15. Responsif dan fleksibilitas yang lebih besar. Dengan
teknologi yang terhubung secara global maka akan
memberikan akses informasi yang diperlukan secara
cepat. Hal ini sangat menguntungkan anggota tim karena
mereka dapat dengan cepat mendapatkan informasi
yang diperlukan.

10.3.2 Kekurangan Kerja sama Secara Online
Selain kelebihan kerja sama secara online, maka akan

diuraikan apa saja kekurangan kerja sama secara online. Di bawah
ini akan diuraikan kekurangan kerja sama secara online menurut
(Ebrahim et al., 2012) :

1. Kurangnya interaksi secara fisik. Hal ini wajar karena tim
yang bekerja sama secara online kurang dalam
berinteraksi secara fisik karena sehari – hari berinteraksi
melalui teknologi informasi yang memungkinkan mereka
untuk bekerja sama.

2. Semua kegiatan harus terstruktur dan dilakukan secara
formal. Kegiatan yang dilakukan anggota tim biasanya
sudah terstruktur sehingga anggota tim dapat dengan
mudah memulai kerja sama dengan anggota tim yang
lain.

3. Tantangan manajemen proyek lebih terkait dengan jarak
antara anggota tim daripada perbedaan budaya atau
bahasa mereka. Jarak menyebabkan tantangan dari
manajemen proyek lebih sulit daripada mengelola
anggota tim yang berada pada lokasi yang sama.

4. Tantangan dalam menentukan teknologi apa yang paling
tepat untuk kerjasam tim. Hal ini tidaklah mengherankan
karena teknologi dapat menentukan kelancaran kegiatan
kerja sama antara anggota tim dengan anggota tim yang
lain. Terkadang teknologi yang kompleks juga menjadi
hambatan bagi anggota tim karena kemungkinan tidak
semua anggota tim memiliki keahlian yang sama dalam
menggunakan teknologi untuk kerja sama secara online.

123

5. Keragaman budaya dan fungsional dalam tim virtual
menyebabkan perbedaan dalam proses berpikir anggota.
Mengembangkan kepercayaan di antara para anggota itu
menantang. Hal ini cukup menantang karena perbedaan
yang ada diantara anggota tim bukanlah hal yang mudah
untuk dikelola oleh pihak manajemen. Juga
mengembangkan kepercayaan diantara anggota tim juga
tidak mudah.

6. Kerja sama secara online akan menimbulkan tantangan
dan hambatan seperti technophobia (karyawan yang
tidak nyaman dengan komputer dan teknologi
telekomunikasi lainnya). Karyawan yang tidak nyaman
dengan teknologi dapat menjadi hambatan bagi anggota
tim lain untuk bekerja karena dapat mengakibatkan
lambatnya anggota tim dalam menyelesaikan pekerjaan.

7. Berbagai praktik (keragaman budaya dan proses kerja)
dan mobilitas karyawan berdampak negatif terhadap
kinerja dalam tim virtual. Anggota tim terkadang
memiliki bermacam – macam budaya dan cara kerja
yang berbeda hal ini menyebabkan terjadinya hambatan
bagi pekerjaan anggota tim.

8. Anggota tim membutuhkan pelatihan dan dorongan
khusus. Dengan kerja sama secara online terkadang ada
anggota yang kurang memiliki pengetahuan tentang
pekerjaan yang harus dilakukan, oleh karenanya anggota
tim membutuhkan pelatihan yang menunjang kinerja
mereka dalam kerja sama tim dan mereka membutuhkan
dukungan khusus supaya pekerjaan mereka dapat
diselesaikan dengan baik.
Pada kerja sama tim secara tradisional maupun virtual

masing – masing memiliki kelebihan dan kekurangannya
masing – masing. Kita dapat memilih mana tipe yang paling
tepat untuk pekerjaan kita sehingga dapat mencapai tujuan
bersama.

124

DAFTAR PUSTAKA

Alghamdi, A. and Bach, C. (2018) ‘Developing Teamwork at
Workplace’, International Journal of Business and
Management Invention (IJBMI) ISSN, 7(2), pp. 28–40.
Available at:

https://www.ijbmi.org/papers/Vol(7)2/Version-
3/D0702032840.pdf.
Ebrahim, N. A. et al. (2012) ‘Virtual Teams and Management
Challenges Nader Ale Ebrahim , Shamsuddin Ahmed , Zahari

Taha To cite this version ’:, 9(3), pp. 1–7.
Garro-Abarca, V., Palos-Sanchez, P. and Aguayo-Camacho, M. (2021)
‘Virtual Teams in Times of Pandemic: Factors That Influence
Performance’, Frontiers in Psychology, 12(February), pp. 1–
14. doi: 10.3389/fpsyg.2021.624637.

Morrison-Smith, S. and Ruiz, J. (2020) Challenges and barriers in
virtual teams: a literature review, SN Applied Sciences.
Springer International Publishing. doi: 10.1007/s42452-
020-2801-5.

Nydegger, R. and Nydegger, L. (2010) ‘Challenges In Managing
Virtual Teams’, Journal of Business & Economics Research
(JBER), 8(3). doi: 10.19030/jber.v8i3.690.
Sanyal, S. and Hisam, M. W. (2018) ‘The Impact of Teamwork on

Work Performance of Employees: A Study of Faculty
Members in Dhofar University Entrepreneurship in the
Middle East. View project Logistics Service Performance and
Tourist Satisfaction in Salalah Tourism Industry View

project The ’, IOSR Journal of Business and Management,

20(3), pp. 15–22. doi: 10.9790/487X-2003011522.
Schmutz, J. B., Meier, L. L. and Manser, T. (2019) ‘How effective is
teamwork really? The relationship between teamwork and

performance in healthcare teams: A systematic review and
meta-analysis’, BMJ Open, 9(9), pp. 1–16. doi:
10.1136/bmjopen-2018-028280.

125

BAB XII
MERANCANG DAN MEMBUAT
VIDEO/YOUTUBE

Oleh Florianus Aloysius Nay, S.Pd., M.Pd.

11.1 Pendahuluan

Literasi digital merupakan salah satu kecakapan yang wajib
dimiliki pada saat ini. Salah satu “corong” dalam mengaplikasikan
kemampuan literasi digital yaitu melalui pembuatan video animasi
interaktif maupun video YouTube. Pertumbuhan internet yang
begitu pesat, mengakibatkan terjadinya pergeseran pola pikir, pola
sikap dan perilaku masyarakat dalam mengakses serta
mendistribusikan informasi. Digitalisasi yang kian merambah pada
berbagai aktivitas, menjadikan pendekatan secara virtual terhadap
tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi, memberikan akses
tanpa waktu dan tempat tertentu (dengan menggunakan internet),
dan memperkenalkan dan menyebarluaskan produk yang dibuat,
mempermudah dan menjadi fasilitas bagi siswa maupun peserta
didik dalam mengakses dan mempelajari materi, dan sebagainya.
Kreatifitas dalam pembuatan video yang menarik tentunya
memerlukan strategi serta teknik yang baik sehingga menghasilkan
video dengan kualitas yang terbaik pula.

Platform-platform digital yang semakin masif menawarkan
berbagai kemudahan kepada masyarakat dalam mengakses
informasi. Media-media sosial seperti Whattsapp, Facebook,
Instagram, Tiktok, dan YouTube semakin diakses oleh berbagai
kalangan dari yang muda hingga dewasa. Penyebaran informasi
tersebut tentunya memiliki dampak negatif maupun positif. Sebagai
salah satu alternatif mengeksiskan diri, melalui pembuatan video
yang interaktif dan bernuansa positif turut menjadikan individu
maupun masyarakat pada kelompok tertentu mendapat pengakuan

126

dari berbagai kalangan secara luas dan tidak terbatas. Hal ini
tentunya, dibarengi dengan content video yang diberikan tidak
memiliki unsur sara, konflik kepentingan, tidak plagiat terhadap
hasil karya orang lain, tidak pornografi, dan memberikan informasi
dari sumber terpercaya (tidak hoax)(Hafidz, 2021).

Tim Hootsuite merilis data pengguna internet di Indonesia
pada tahun 2020 (Vanessa Stefanny, 2021) sebanyak 67% dari
populasi penduduk yang ada di Indonesia. Hal ini menunjukkan
peningkatan pengguna internet di Indonesia dari tahun ke tahun.
Berdasarkan tingkat penggunaan internet tersebut, dapat secara
optimal jika dapat memanfaatkan berbagai sumber digital untuk
meningkatkan kualitas diri maupun promosi untuk menuju sumber
daya manusia digital serta berimbas pada talenta digital yang siap
dalam daya saing digital. Hal tersebut sesuai dengan misi yang
diusung oleh Kementerian Informasi terkait 4 pilar literasi digital
yaitu digital skill, digital culture, digital ethics dan digital safety
(Fendha Ibnu Shina et al., 2021).

11.2 Persiapan

Persiapan pembuatan video sampai dengan produksi sangat
diperlukan dalam rangka mencapai hasil yang maksimal. Persiapan
yang matang memberikan hasil yang sesuai dengan harapan yang
diberikan. Persiapan bukan hanya terletak diawal tetapi
keseluruhan proses pembuatan video selalu dibarengi dengan
persiapan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memulai
mempersiapkan video yaitu menentukan tujuan pembuatan
(masterplan). Masterplan bukan hanya terdapat pada arsitektur
maupun sipil, tetapi dapat diadopsi dalam berbagai aspek
kehidupan salah satunya pembuatan video. Dengan menetapkan
masterplan memberikan kemudahan dalam menentukan strategi
dalam mencapai visi yang lebih besar (Aji & Lituhayu, 2022).
Masterplan diadopsi dalam pembuatan video dengan
mempersiapkan tujuan serta visi yang baik, sehingga menjamin
keberlangsungan pembuatan video secara berkesinambungan dan
konsisten.

127

Proses persiapan semakin mudah dengan mengeksekusi
setiap strategi yang digunakan untuk mencapai masterplan yang
ditentukan. Pengumpulan materi outline dan informasi yang yang
dibutuhkan adalah durasi yang diinginkan, shooting objective,
tempat atau setting yang di inginkan klien, target atau audience,
budget produksi, dan alat-alat yang digunakan dalam pembuatan
video. jika semua terkumpul dan terseleksi maka bahan materi
outline, scripwriter yang mengolah materi tersebut bisa menjadi
sebuah naskah dalam video.

Ide merupakan roh dalam pembuatan video. Dalam proses
persiapan, menentukan ide menjadi kunci dalam keberhasilan
persiapan pembuatan video. Ide dapat dituangkan dalam bentuk
naskah yang berisi video biasanya terdapat dalam narasi naskah
yang berupa penjelasan video audio, dan penjelasan scene yang
tersusun alur cerita video. Naskah video yang telah siap akan
didiskusikan untuk mendapat input tambahan sehingga direvisi
dengan baik ataupun dirasa cukup untuk dapat langsung dijalankan
ke proses selanjutnya yaitu pembuatan video dan produksi.
Selanjutnya, schedule shooting, casting, property, lokasi shooting
peralatan dan lain-lain. Hal yang merupakan rencana produksi
merupakan pembuatan video dilaksanakan untuk memberikan
hasil yang maksimal dalam pembuatan video.

11.2.1 Persiapan Pembuatan Video
Video sebagai salah satu sarana mempublikasi diri serta

karya individu maupun kelompok membutuhkan persiapan.
Tergantung kepada video yang ingin dibuat maka persiapan yang
dibutuhkan juga beragam. Jika video sederhana yang ingin dibuat
maka persiapan yang dibutuhkan tentunya sederhana dan tidak
kompleks begitupun sebaliknya, jika video yang dibuat mempunyai
tujuan serta passion yang jelas, maka patutlah persiapan yang
diberikan juga 100%. Seperti membuat video klip atau yang sering
dikenal dengan video musik. Video klip merupakan video pendek
yang film pendek atau video yang mendampingi alunan musik,
umumnya sebuah lagu. Video klip digunakan untuk kepentingan
promosi sebuah lagu ataupun album rekaman. Proses pembuatan

128

hingga produksi membutuhkan persiapan yang tidak sedikit.
Begitupun sebaliknya, ketika membuat video sederhana seperti
yang digemari oleh “praktisi digital” dimana membuat video story
pada whattsapp ataupun instagram, merupakan video sederhana
yang memuat keseharian pembuat content, tidak membutuhkan
persiapan yang kompleks seperti pada pembuatan video klip. Oleh
karena itu, berikut merupakan langkah strategis yang dibutuhkan
dalam membuat video secara baik dan optimal:
1. Menentukan konsep/ide

Ide ataupun konsep menjadi poin penting menjadi
dasar dalam pembuatan video. Dalam mencari ataupun
menentukan ide untuk video yang akan dibuat dan
mengembangkan konsep, alur cerita video yang akan
dibuat, perlu mencari tema-tema yang sesuai dengan hoby,
mencari dari video-video yang trend, atau juga bisa
mendapat ide dan konsep dari orang–orang lain yang sudah
lebih berpengalaman dan terlibat dalam proses pembuatan
video.
2. Menyempurnakan konsep

Proses selanjutnya, setelah menentukan konsep
ataupun ide yang digunakan dalam pembuatan video,
jangan dibatasi ide–ide lain yang masih mungkin muncul.
Contohnya jika kamu mau membuat video klip dengan tema
forest, kamu bisa membuat konsep dengan sepasang
kekasih sedang ada di taman dengan latar sekelilingnya
yaitu suasana alami dihiasi dengan pepohonan maupun
binatang, ditambah lagi dengan ide pemanis lainnya.
3. Mencari dan menentukan lokasi ataupun latar

Penentuan latar ataupun lokasi sebagai tempat
berlangsungnya pengambilan video merupakan salah satu
proses yang sangat menentukan. Jika video yang dibuat
bertemakan alam atau suasana pegununang, maka daerah
pegunungan menjadi pilihan yang tepat. Tentunya
dilakukan survey terlebih dahulu. Hal tersebut untuk
menghindari kesalahpahaman atau miskomunikasi,
dikarenakan beberapa lokasi membutuhkan izin untuk

129

dapat diakses. Sebaiknya, segala sesuatu dipersiapkan
secara matang sehingga proses pengambilan gambar
ataupun video dapat berlangsung dengan lancar.
4. Membuat papan cerita (storyboard)

Papan cerita merupakan sketsa gambar ataupun
adegan pada sebuah video yang dibuat untuk mengarahkan
keterlaksanaan pengambilan video. Jika video akan
menggunakan sinematik atau efek visual, sebaiknya
memasukkannya ke dalam storyboard sehingga dapat
menjadi acuan. “Potong” setiap adegan dalam
storyboardmu, supaya kamu tahu pemenggalan yang akan
dilakukan saat melakukan syuting. Potongan adegan
tersebut dibuat seefisien mungkin dan mudah dimengerti.
5. Menentukan aktor dan aktris

Proses persiapan selanjutnya yang dapat mendukung
agar kualitas video dapat tersampaikan dengan baik kepada
para penonton terletak pada para pemeran dalam video
tersebut. Kandidat dianggap cocok untuk memerankan
setiap karakter yang ada dalam video sebaiknya melalui
suatu mekanisme pemilihan atau mempunyai latar
belakang yang berpengalaman. Jika ingin memerankan
sendiri video yang akan dibuat, sebaiknya dicatat setiap
karakter dan peran yang dimainkan oleh setiap aktor dan
aktris tersebut sehingga menemukan pemeran yang tepat
dan sesuai. Hal tersebut guna mendukung keterlaksanaan
pengambilan video dengan maksimal guna pembawaan
peran yang diberikan dapat diserap dengan baik oleh
penonton.
6. Menentukan kru dan staf pembuatan video

Proposisi dan posisi para kru ini tentunya tergantung
dari ‘besarnya’ skala video yang akan dibuat. Makin besar
projek pembuatannya, maka tentunya akan membutuhkan
lebih banyak kru yang terlibat didalamnya. Beberapa posisi
penting yang ada, misalnya seperti: sutradara,
videographer, penata cahaya, penata suara, grip (petugas
yang mengurusi peralatan syuting), penata busana, kru

130

properti, dan editor. Tentunya akan berimbas pada biaya
yang dibutuhkan guna menghasilkan video yang
berkualitas. Hal tersebut menjadi lebih mudah jika individu
tersebut dapat menguasai beberapa keterampilan sekaligus,
sehingga berimbas pada menghemat anggaran dan jumlah
staf yang dibutuhkan.

11.2.2 Persiapan Pembuatan Video YouTube
YouTube sebagai sarana promosi maupun pemasaran video

sehingga meningkatkan kreatifitas maupun memfasilitasi penonton
dalam mengonsumsi berbagai video yang menarik. Menurut Sari
(Setiyana & Kusuma, 2021) YouTube merupakan platform untuk
mengunggah video dan menonton video yang berisikan berbagai
jenis informasi dan dapat dinikmati setiap saat dengan jaringan
internet. Pengunggahan video dilakukan agar mendapatkan
apresiasi dari penonton sebagai pengguna YouTube.

Persiapan pembuatan video sebelum dapat diupload pada
YouTube kurang lebih sama dengan pembuatan video yang telah
dibahas pada subbab sebelumnya. Tetapi pada subbab ini akan
persiapan yang diberikan secara teknis ditekankan pada persiapan
pembuatan video YouTube. Untuk lebih detail terkait dengan
persiapan pembuatan video pada YouTube sebagai berikut:
1. Menentukan ide/konsep

Konsep atau ide pada pembuatan video berlaku juga
pada pembuatan video YouTube. Ide atau konsep dapat
terinspirasi berdasarkan hobi, keahlian, pengalaman
pribadi, inspirasi dari idola, atau hasil riset. Selanjutnya,
konsep ataupun ide tersebut dapat dituangkan dalam
bentuk naskah. Meskipun bersifat opsional, pembuatan
naskah sebelum menentukan genre video dapat membantu
dalam menentukan jenis video yang akan direkam. Selain
itu, ide dapat ditemukan ketika mengikuti tren video
terkini. YouTube memuat video-video dari jutaan pengguna,
tetapi beberapa jenis video lebih populer daripada jenis
video lainnya.

131

2. Menentukan channel
Proses menentukan channel menjadi salah satu bagian

penting dalam mewujudkan masterplan yang telah dibuat.
Beragam jenis channel yang dapat dimanfaatkan sebagai
sumber referensi diantaranya: Video blog atau “vlogs”
merupakan seri video yang diperbarui secara berkala dan
menampilkan pembuat video yang membicarakan
mengenai apa pun yang ada di pikirannya. Biasanya, video
seperti ini berdurasi selama 10 menit atau kurang. Video
mengenai permainan video (video games-related)
merupakan salah satu referensi dikarenakan banyak lalu
lintas pengunjung, terutama jika membahas keluaran-
keluaran terbaru. Selanjutnya, video tutorial dapat
membahas mengenai beragam topik yang dikuasai.

Montase (montage) adalah video yang diisi oleh
gambar atau klip video yang disesuaikan dengan jalannya
musik. Video hewan peliharaan (pet video). Video-video
tersebut umumnya direkam menggunakan perangkat
genggam, seperti ponsel pintar atau camcorder. Sering kali,
video ini menampilkan hewan peliharaan pembuat konten
ketika sedang melakukan hal-hal lucu atau menantang.
Ulasan (review) merupakan blog video yang mengulas
produk atau layanan tertentu. Agar lebih banyak orang yang
menonton video seperti ini, dapat juga menunjukkan sikap
yang “pedas” atau lucu saat mengulas produk. Video komedi
mencakup beragam gaya dan pendekatan. Video seperti ini
lebih cocok dibuat bersama teman-teman dan bisa
menampilkan apa pun, dari mulai lelucon praktis, tarian
konyol, sketsa terarah, dan lain-lain.
3. Menentukan Tujuan Video/Content

Menentukan tujuan pembuatan video merupakan
salah satu langkah strategis dalam pengembangan maupun
publikasi video. Merencanakan video untuk keperluan
pribadi jika ingin berbagi pengalaman dengan teman-teman
atau kerabat yang tidak bisa merasakan pengalaman
tersebut secara langsung, YouTube merupakan media yang

132

tepat untuk menjembatani kekosongan tersebut.
Rencanakan rekaman acara seperti piknik keluarga,
pernikahan, dan ulang tahun sejak awal agar video
“mentah” yang bisa disunting dan diunggah ke YouTube di
kemudian hari. Pengguna bisa “mengunci” video agar
penonton yang memiliki URL khusus yang dapat mengakses
(alamat web) video tersebut. Akan tetapi, langkah ini tidak
menjamin bahwa pihak ketiga tidak akan melihatnya. Oleh
karena itu, pastikan konten video Pengguna tetap “bersih”
dan mengikuti arahan dari YouTube.

Cobalah buat video dari video-video lain. Praktek ini
cukup populer, terutama untuk klip-klip video yang tidak
dimiliki oleh pengguna YouTube tertentu, seperti klip
kartun lama dan acara televisi. Jika Pengguna memilih
metode ini, Pengguna tidak membutuhkan perlengkapan
perekam video. Namun, Pengguna membutuhkan berkas
sumber dalam bentuk klip video yang bisa diunduh
(Pengguna bisa mengunduh video YouTube untuk
keperluan ini jika dibutuhkan). Video-video "remix" seperti
ini sering kali memancing masalah legalitas. Pengguna tidak
akan terkena masalah ketika membuatnya, tetapi jika salah
satu pemegang hak cipta klip asli dalam video meminta
YouTube untuk menghapusnya, pihak YouTube biasanya
akan langsung menghapus video tersebut.
4. Mempersiapkan alat dan bahan

Persiapan alat dan bahan sebagai fasilitas yang
mendukung proses pengambilan video menjadi sangat
“urgent”. Kualitas video merupakan salah satu poin penting
yang harus diperhatikan karena sebagus apapun content
yang ditawarkan, kualitas video yang tidak maksimal dapat
mempengaruhi penonton untuk mengakses video tersebut.
Untuk menghasilkan video berkualitas, tentu saja
membutuhkan kamera yang bagus, lighting untuk kualitas
visual yang menjanjikan, dan mic untuk kualitas audio yang
jelas.

133

5. Mempersiapkan program edit video
Persiapan program edit video sebagai salah satu

pendukung dalam menghasilkan video yang berkualitas
membutuhkan sebuah laptop dan program yang tepat
untuk memperbagus video yang sudah direkam. Biasanya
diperlukan membuat intro singkat sebelum masuk ke dalam
isi video dan juga outro singkat setelahnya. Intro dan outro
tersebut harus dibuat seunik dan sebagus mungkin untuk
menunjukkan identitas atau brand identity. Selain itu,
diperlukan juga segudang musik dan sound effect sehingga
video semakin menarik. Letakkan suara kocak ketika
melakukan sesuatu yang lucu, atau lagu sedih ketika
membicarakan hal yang galau. Beberapa program edit video
yang dapat diakses secara online diantaranya: filmmora,
moviemaker, canva, iMovie, dan sebagainya.

Gambar 84. Tampilan YouTube

(Sumber : https://www.YouTube.com/index)

11.2 Pembuatan Video

11.2.1 Pembuatan Video
Pembuatan video yang baik membutuhkan persiapan,

fasilitas, serta sumber daya yang mumpuni. Pembuatan video akan
dilaksanakan dengan mudah ketika persiapan yang dieksekusi
dengan baik. Ide maupun tujuan pembuatan video yang telah

134

ditetapkan dapat “dieksekusi” sesuai dengan skenario maupun alur
cerita yang telah dipersiapkan. Berikut merupakan beberapa
tahapan dalam pembuatan video:
1. Melakukan proses syuting

Setelah semua persiapan sudah matang dan selesai,
pelaksanaan pengambilan gambar untuk video. Pastikan
pengaturan kamera sesuai dengan lokasi, pencahayaan
yang baik, para pemeran pada posisi yang tepat dan
menguasai karakter yang dibawakan, titik yang tepat untuk
memutar rekaman lagunya, dan hal – hal lainnya. Pastikan
setiap adegan yang ada pada storyboard dapat diekesekusi
dengan baik. Pastikan terdapat pencahayaan yang cukup.
Jika memungkinkan, rekam video di siang hari
menggunakan cahaya alami. Jika ingin merekam adegan di
malam hari, siapkan sumber cahaya agar aktivitas maupun
pesan yang disampaikan dapat terekam secara baik. Jika
merekam diri sendiri, duduklah menghadap ke sumber
cahaya, dan posisikan kamera agar dapat menangkap setiap
angel yang ada. Langkah ini tidak berlaku untuk video-video
cuplikan layar. Pilihlah pakaian ataupun costum yang tepat.
Jika menggunakan latar belakang dengan warna tertentu,
jangan kenakan baju dengan warna yang sama (mis. jika
tembok latar berwarna hitam, jangan kenakan baju
berwarna hitam atau warna gelap lainnya). Pastikan latar
belakang tetap bersih. Hal tersebut berdampak pada
anggapan para pemeran adalah sosok yang kotor dan
berantakan jika latar belakang video tidak cukup bersih.
Lagi pula, latar belakang video yang bersih dan profesional
memberikan kesan estetika daripada latar belakang yang
berantakan.

Perekaman video perlu melakukan beberapa kali
pengambilan gambar atau video. Hal ini sangat wajar,
terutama bagi para pemula. Rekam lebih banyak video
untuk memberikan alternatif pilihan pada saat mengedit.
Pengguna bisa menghapus bagian yang tidak diperlukan
nanti. Bicaralah dengan lantang dan jelas. Hal ini dilakukan

135

untuk memastikan kualitas suara tetap optimal, sekaligus
menarik perhatian audiens. Jika pemeran menggunakan
mikrofon, bicaralah secara langsung ke arah mikrofon. Hal
ini penting, terutama jika menggunakan perangkat perekam
dengan mikrofon bawaan. Berhati-hatilah dengan informasi
yang diberikan. Tentunya untuk menjamin nama lengkap
atau nomor telepon, apalagi alamat tempat tinggal.
Hentikan rekaman setelah selesai. Pastikan Pengguna
benar-benar menekan tombol “Stop” pada perangkat
perekam. Setelah itu, biasanya rekaman akan disimpan
secara otomatis. Beberapa kendala yang menjadi
pertimbangan untuk proses take gambar video yaitu orang-
orang yang terlibat dalam video dan lokasi. Lokasi shooting
yang jauh dan perlu waktu yang lebih untuk pergi tempat
dan perlu dilakukan survey sebagai upaya menyesuaikan
lokasi yang dengan proses pembuatan video.
2. Melakukan proses pengeditan

Setelah selesai proses pengambilan gambar maupun
video, semua file yang diperoleh dipindahkan ke dalam
komputer atau laptop yang akan digunakan untuk
mengedit. Beberapa software pengeditan video yang dapat
digunakan, seperti Adobe Premiere Pro, iMovie dan Final
Cut Pro (untuk Mac), Sony Vegas, dan lain sebagainya. Pada
proses ini dapat menggabungkan, memotong,
menambahkan, dan memberi efek – efek sesuai dengan
keinginan maupun meningkatkan kualitas video yang
diberikan.

Pada proses pengambilan gambar video tidak harus
sesuai dengan urutan scene, karena bisa di acak mulai dari
scene yang termudah untuk melakukan shooting dan
mengambil scene pada lokasi yang sama. Sehingga pada saat
pengeditan, scene yang telah terekam dapat disusun untuk
disesuaikan dengan alur cerita yang telah disusun pada
tahap persiapan. Jika rangkaian alur cerita terbentuk rapi
dan baik, langkah selanjutnya adalah permanis video dalam
sentuhan grafis, perhalus gambar sampai terakhir proses

136

pemberian warna grading dengan hasil video preview.
Tetapi setelah video keseluruhan selanjutnya terdapat
proses penyesuaian atau revisi dari video. Pindahkan video
ke komputer jika perlu. Jika video tersimpan di kartu SD
kamera, pasang kartu SD ke komputer, buka kartu jika tidak
ditampilkan secara otomatis, dan pindahkan video dari
folder "DCIM" ke komputer. Komputer mungkin tidak
dilengkapi dengan lubang kartu SD. Untuk situasi seperti
ini, perlu menggunakan perangkat pembaca kartu USB.

11.2.1 Pembuatan Video YouTube
YouTube merupakan situs video sharing yang banyak

digunakan untuk berbagi video. YouTube didirikan oleh
mantan PayPal, Steve Chen, Chad Hurley dan Jawed Karim
pada februari 2005. Perkembangan YouTube terus
berlanjut mulai dari penambahan fitur-fitur dalam aplikasi
YouTube sampai pada system pengamanan YouTube itu
sendiri. YouTube sendiri memiliki banyak manfaat,
diantaranya adalah untuk mencari film, melihat music,
video terbaru, dan lainnya. Jadi secara umum YouTube
adalah situs web yang memfasilitasi penggunanya untuk
menyimpan, menonton, serta membagikan video secara
public. YouTube dapat di akses melalui tiga cara,yaitu :
• YouTube versi dekstop yang umumnya diaskes

menggunakan computer atau laptop. Alamat situs:
www.YouTube.com
• YouTube versi mobile yang umumnya diakses
menggunakan smartphone ysng tidak bisa diinstall
aplikasi YouTube. Alamat situs: m.YouTube.com
• YouTube versi aplikasi yang tersedia di Google Play, App
Store, maupun windows Store.

Tren membuat video pendek semakin meningkat di
dunia maya dengan adanya teknologi yang memudahkan
orang untuk membuat dan mengedit video. Banyak
platform video pendek yang menyediakan berbagai alat
pengeditan video, fitur-fitur, dan efek untuk membuat video

137

pendek yang dapat menarik banyak perhatian. Hal ini lantas
memicu khalayak membuat video kreatif sendiri dan
berusaha menjadi content creator video pendek. Sayangnya
menjadi pencipta konten video pendek bukan hanya soal
seberapa banyak video yang diunggah di media sosial,
tetapi bagaimana membuat konten tersebut mengesankan
hingga mendapatkan penonton yang loyal. Tidak bisa
dipungkiri, saat ini sudah banyak content creator yang
berhasil dengan ide kreatifnya dan menarik banyak
followers sehingga memerlukan strategi untuk bersaing.

Membuat video di YouTube memiliki proses dan
mekanisme yang kurang lebih sama dengan proses
pembuatan video. Yang membedakan terletak pada
mengunggah video di YouTube. Video yang ditawarkan
dapat berupa story, video pendek maupun kumpulan
gambar. Hal ini dapat diperhatikan sesuai dengan tujuan
ataupun content yang akan dibuat. Mengunggah video di
YouTube memerlukan beberapa strategi guna
meningkatkan rating serta memperkuat branding. Oleh
karena itu, berikut beberapa tahapan dalam membuat video
YouTube sebagai content creator YouTube:
1. Membuat username yang unik

Sebuah username yang unik bisa membuat profil
YouTube terkesan dan mudah diingat oleh khalayak.
Biasanya audiens akan mengingat username yang pendek
dan menampilkan identitas diri dan berkarakter. Keunikan
username juga bisa membedakan profil dari orang lain
walaupun memiliki nama yang serupa.
2. Menciptakan personal image

Personal image memiliki daya tarik dan mudah
diingat oleh para audiens. Menciptakan sebuah personal
image yang yang benar-benar menggambarkan diri,
kemampuan dan unik. Misalnya, Olan hobi menari, maka
Olan menunjukkan bakat-bakat menari yang dimilikinya
sebagai personal image. Selain itu, dapat pula dengan gaya
berpakaian khas penari profesional. Contoh lain, jika

138


Click to View FlipBook Version