The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Portofolio Biologi - Fania Azzahra XI IPA 2 (1)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by tuzzahrahalima, 2021-06-14 01:17:02

Portofolio Biologi - Fania Azzahra XI IPA 2 (1)

Portofolio Biologi - Fania Azzahra XI IPA 2 (1)

- Suhu lingkungan
- Jumlah air yang diminum

- Alkohol dapat menghambat pembebasan ADH

6. Karakteristik Urine
a. Sifat fisik urine

- Volume urine yang dihasilkan orang dewasa sehat 800-2.500mL/hari
- Berwarna kuning pucat sampai kuning tua
- Berat jenis urine 1,003 – 1,035 g/ 3, bersifat agak asam
- Berbau khas
b. Komposisi urine

 Zat yang terkandung dalam urine normal ; zat buangan nitrogen, benda
keton, asam hipurat, toksin dan elektrolit

 Zat yang terkandung dalam urine abnormal ; albumin, glukosa, sel darah
merah, zat kapur, batu ginjal (kalkuli), dan badan keton.

7. Gangguan pada Ginjal
1. Glikosuria (glucosuria)
2. Albuminuria
3. Batu ginjal
4. Diabetes mellitus
5. Diabetes insipidus
6. Poliuria
7. Gagal ginjal
8. Uremia
9. Nefritis

B. KULIT
Kulit merupakan organ terbesar, yang menutupi area tubuh seluas sekitar

1,67 2 dan berat sekitar 4,5 kg pada laki-laki dengan berat badan 75 kg.

1. Fungsi Kulit

- Sebagai ekskresi mengeluarkan lemak keringat -
Sebagai perlindungan

- Sebagai pengaturan suhu badan -
Sebagai metabolisme

- Sebagai komunikasi

2. Struktur Kulit

a. Epidermis adalah bagian terluar kulit yang tersusun dari sel epitel pipih
(skuamosa) berlapis banyak dengan susunan yang sangat rapat, dan
mengalami keratinasi. Epidermis terdiri atas 5 lapisan yaitu ; stratum
korneum, stratum lusidum, stratum granulosum. stratum spinosum dan
stratum basalis.

b. Dermis, dipisahkan oleh membran dasar (lamina) yang tersusun dari
dua lapisan jaringan ikat yaitu Lapisan papilar dan Lapisan retikuler.

c. Hipodermis (subkutaneus), lapisan yang mengikat kulit secara longgar
dengan organ-organ yang terdapat dibawahnya.

3. Kelenjar pada Kulit

a. Kelenjar keringat (sudorifera), terdapat di lapisan dermis, dapat
dibedakan menjadi dua macam yaitu ekrin dan apokrim.

b. Kelenjar subaseus, mengeluarkan sebum yang biasanya dialirkan
ke folikel rambut. Sebum berfungsi sebagai pelembab kulit.

4. Kulit sebagai Pengatur Panas (Termoregulasi)

Panas tubuh dihasilkan dari aktivitas metabolisme dan pegerakan otot. Panas
yang dikeluarkan oleh kulit dapat melalui cara berikut :

- Pemancaran

- Pengaliran
- Konduksi
- Penguapan
5. Kontrol Pengeluaran Keringat
Proses pengeluaran keringat diatur oleh hipotalamus di otak. Hipotalamus
menghasilkan enzim bradikinin.

6. Gangguan pada Kulit
1. Biang keringat (miliaria)
2. Hiperhidrosis
3. Anhidrosis
4. Bromhidrosis
5. Eksem
6. Kadas/kurap
7. Kudis
8. Athele’s foot
9. Vitiligo
10. Jerawat
11. Pruvitus kutanca

d. HATI
Hati merupakan kelenjar terbesar yang terletak di dalam rongga perut sebelah kanan,
tepatnya diatas lambung dan dibawah diafragma. Hati manusia memiliki berat
sekitar 1,5 kg – 2,0 kg. Hati dibungkus oleh jaringan ikat padat kapsula hepatica.

V
V
1. Fungsi Hati

- Sebagai kelenjar untuk menghasilkan empedu, trombopoietin, albumin,
angiotensinogen, enzim arginase, dan enzim glutamate-oksaloasetat
transferase, glutamate-piruvat transferase, dan laktat dehydrogenase.

- Mengaktifkan vitamin D
- Fagosit bakteri yang dilakukan oleh makrofag sel Kupffer
- Degradasi hormone insulin dan beberapa hormone lainnya
- Degradasi ammonia menjadi urea
- Menyimpkan glikogen, lemak, zat besi, zat tembaga serta vitamin A, D dan

B12.

2. Struktur Hati

Hati manusia terdiri atas dua lobus besar yang dibatasi oleh jaringan ikat ligament
falsiformis yaitu lobus kanan dan lobus kiri. Sekitar 80% dari volume hati tersusun
dari sel-sel parenkimal dan sisanya merupakan sel nonparenkim (sekitar 6,5%), sel
intrahepatic, hepatosit ductular dan sel-sel imun.

3. Gangguan pada Hati

1. Penyakit hati (liver)

2. Sirosis hati (cirrhosis)

3. Hemokromatosis

BAB IX SISTEM KOORDINASI

A. Jurnal Belajar

Kamis, 25 Maret 2021

1. Berikut bukti kehadiran saya pada pelajaran Biologi hari ini dalam bentuk screenshot :

Pada hari ini yaitu hari Kamis tanggal 25 Maret 2021 pembelajaran Biologi berlangsung.
Pembelajaran ini dibimbing langsung oleh Ibu Puspani selaku guru mata pelajaran
Biologi dan diikuti oleh 2 kelas yaitu XI IPA 1 dan XI IPA 2. Seperti biasa pembelajaran
ini berlangsung melalui Google Meet. Pembahasan pertama oleh Ibu Puspa adalah
mereview hasil ulangan harian bab 8 tentang Sistem Ekskresi seperti yang mendapat nilai
bagus dan kurang bagus atau remedial. Setelah itu, Ibu Puspa membahas materi pada bab
baru yaitu bab 9 tentang sistem koordinasi. Sistem saraf pada manusia terdapat tiga
sistem yaitu sistem saraf, sistem hormone dan sistem indera. Setelah membahas tiga
sistem tersebut mulai membahas mengenai Sinapsis. Sinapsis adalah hubungan antara
neuron yang satu dengan lainnya. Kemudian impuls saraf adalah rangsangan/pesan yang
diterima oleh reseptor dari lingkungan luar, kemudian dibawa oleh neuron atau
serangkaian pulsa elektrik yang menjalari serabut saraf.

2. Kesan saya dalam pembelajaran ini menyenangkan. Cara Ibu Puspa menjelaskan materi
sangat mudah dipahami serta singkat dan jelas. Pesan saya dalam pembelajaran ini
semoga pandemi covid – 19 ini akan segera berakhir agar bisa belajar seperti biasa.

Kamis, 08 April 2021
1. Berikut bukti kehadiran saya pada pelajaran Biologi hari ini dalam bentuk screenshot :

Pada hari ini yaitu hari Kamis tanggal 08 April 2021 pembelajaran Biologi berlangsung.
Pembelajaran ini dibimbing oleh Ibu Puspa selaku guru mata pelajaran Biologi dan
pembelajaran ini diikuti oleh 2 kelas yaitu XI IPA 1 dan XI IPA 2. Seperti biasa
pembelajaran ini dilakukan melalui Google Meet Pada pertemuan ini tidak ada
membahas materi pelajaran tetapi Ibu Puspa berbagi cerita saat Ibu Puspa bertemu
dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yakni Nadiem Makarim. Terdapat banyak
inspirasi dari cerita Ibu Puspa dan Ibu Puspa pun banyak memberi nasihat – nasihat untuk
kita semua pada pertemuan ini.
2. Kesan saya dalam pembelajaran ini adalah menyenangkan. Cara Ibu Puspa bercerita
sangat mudah dipahami dan nasihat nasihatnya sangat bermanfaat untuk kita semua.
Pesan saya adalah semoga pandemi Covid-19 ini akan segera berakhir agar kita semua
dapat belajar seperti biasa kembali.

Kamis, 15 April 2021
1. Berikut bukti kehadiran saya pada pelajaran Biologi hari ini dalam bentuk screenshot :

Pada hari ini yaitu Kamis tanggal 15 April 2021 pembelajaran Biologi berlangsung.
Pembelajaran ini dibimbing langsung oleh Ibu Puspa selaku gur mata pelajaran biologi
dan diikuti oleh du akelas yaitu XI IPA 1 dan XI IPA 2. Seperti biasa pembelajaran ini
berlangsung melalui Google Meet dan dimulai dengan berdoa bersama seperti dahulu.
Pembahasan dimulai dengan Ibu Puspa menginfokan nama siswa-siswa yang belum
mengerjakan tugas kemudian memanggil siswa tersebut untuk dipertanyakan mengapa
belum mengerjakan tugas dari Bu Puspa namun ada beberapa yang tidak merespon
pertanyaan atau panggilan Bu Puspa tersebut dan ada juga beberapa siswa yang
memberikan berbagai macam alasan.

2. Kesan saya dalam pertemuan ini adalah menyenangkan karena Ibu Puspa guru yang
sangat teliti terutama untuk tugas seperti menanya satu persatu murid yang belum
mengerjakan tugas. Pesan saya adalah semoga pandemi Covid-19 ini akan segera
berakhir agar kita semua dapat belajar kembali seperti biasa.

Selasa, 27 April 2021
1. Berikut bukti kehadiran saya pada pelajaran Biologi hari ini dalam bentuk screenshot :

Pada hari ini yaitu hari Selasa tanggal 27 April pembelajaran Biologi berlangsung melalui
Google Meet yang dipimpin langsung oleh Ibu Puspa selaku guru mata pelajaran Biologi
dan diikuti oleh 2 kelas yaitu XI IPA 1 dan XI IPA 2. Seperti biasa sebelum memulai
pembelajaran Ibu Puspa meminta kita semua untuk berdoa bersama menurut kepercayaan
masing – masing. Sebelum membahas pelajaran Ibu Puspa memperingati untuk siswa
untuk mengumpulkan tugas – tugas biologi. Pembahasan pertama yaitu tentang Sistem
Indera. Sistem Indera terdiri dari indra penglihatan, indra pendengar, indra pembau, indra
pengecap serta indra peraba. Indra penglihatan yaitu organnya adalah mata yang memiliki
sistem optic yang memfokuskan berkas cahaya pada fotoreseptor. Kemudian indra
pembau yang memiliki organnya adalah hidung yang memiliki kemoreseptor olfaktori
yang berfungsi menerima rangsangan bau. Lalu yang terakhir dibahas pada pertemuan ini
yaitu indra pengecap dengan organ lidah, namun lidah tidak memiliki kemoreseptor
berupa kuncup pengecap. Kemudian jam biologi pun berakhir dan meet selesai lalu
ditutup dengan doa.
2. Kesan saya dalam pembelajaran hari ini adalah menyenangkan karena materinya cukup
mudah dipahami mungkin karena sudah pernah mempelajari sekilas jadi saat dijelaskan
sudah tidak asing lagi materinya dan Ibu Puspa pun menjelaskan sangat jelas dan singkat.
Pesan saya adalah smeoga pandemi Covid -19 segera berakhir agar kita semua dapat
belajar seperti kembali lagi.

Kamis, 29 April 2021
1. Berikut bukti kehadiran saya pada pelajaran Biologi hari ini dalam bentuk screenshot :

Pada hari ini yaitu hari Kamis tanggal 29 April 2021 pembelajaran Biologi berlangsung
yang dibimbing langsung oleh Ibu Puspani selaku guru mata pelajaran Biologi dan diikuti
oleh 2 kelas yaitu XI IPA 1 dan XI IPA 2. Pembelajaran ini berlangsung melalui Google
Meet dan seperti biasa sebelum memulai pelajaran Ibu Puspa meminta kita semua untuk
doa bersama menurut kepercayaan masing – masing. Pada pembahasan hari ini dimulai
dengan melanjutkan pembahasan materi pada pertemuan sebelumnya yaitu Indra
pendengar dan Indra peraba. Kemudian Ibu Puspa meminta beberapa siswa dan
mengizinkan beberpaa siswa untuk mengajukan diri sendiri dalam menjelaskan materi ini
sesuai dengan tugas sebelumnya yang berkaitan dengan materi hari ini. Indra pendengar
memiliki organnya yaitu telinga, struktur telinga terdiri atas telinga bagian luar dan
telinga bagian dalam. Kemudian materi terakhir yaitu NAPZA (Narkotika, Psikotropika
dan Zat Adiktif). Ibu Puspa menjelaskan mengenai pengertian NAPZA, jenis NAPZA,
dampak buruk penyalahgunaan NAPZA dan kiat menghindari penyalahgunaan NAPZA.
Kemudian jam pelajaran Biologi pun berakhir dan ditutup kembali dengan doa bersama.
2. Kesan saya dalam pertemuan ini adalah sangat asik belajar karena materi yang Ibu Puspa
paparkan dalam Powerpoint cukup mudah dipahami serta singkat dan jelas sehingga tidak
membosankan saat pelajaran berlangsung. Pesan saya adalah semoga pandemi Covid –
19 akan segera berakhir agar kita semua dapat belajar kembali di sekolah seperti biasa.
B. Tugas – Tugas

Nama : Fania Azzahra
Kelas : XI IPA 2
No.Absen : 11

ANALISIS TERHADAP STRUKTUR, FUNGSI DAN PENGELOMPOKAN

A. Sel Saraf (Neuron)

Neuron merupakan unit fungsional sistem saraf, berukuran panjang sekitar 39 inci, serta
terdiri atas bagian badan sel, dendrit, dan akson (neutrit).

- Badan sel (perikarion), berfungsi mengendalikan metabolisme keseluruhan neuron.
Badan sel memiliki nucleus (inti) di tengah dan nucleolus yang menonjol.

- Dendrit merupakan juluran sitoplasma yang relative pendek, bercabang-cabang, dan
berfungsi untuk menerima infuls dari sel lain untuk di kirim ke badan sel.

- Akson merupakan jaluran sitoplasma yang panjang (berkisar 1 mm – 1m) atau cabang
tunggal berbentuk silindris yang berasal dari badan sel. Ujung akson bercabang-
cabang seperti ranting, berfungsi mengirimkan impuls ke sel neuron lainnya.

Berdasarkan fungsinya, neuron dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :

1. Neuron sensor (aferen) berfungsi menghantarkan impuls dari organ sensor ke
pusat saraf.

2. Neuron motor (eferen) berfungsi menghantarkan impuls dari pusat saraf ke organ
motor atau kelenjar.

3. Neuron konektor ( interneuron) berfungsi menghubungkan neuron yang satu
dengan neuron lainnya

Berdasarkan strukturnya (juluran sitoplasma), neuron dapat dibedakan menjadi tiga
macam, yaitu :

1. Neuron multipolar, memiliki satu akson dan dua dendrit atau lebih.
2. Neuron bipolar, memiliki dua juluran berupa dendrit dan akson.
3. Neuron unipolar (pseudounipolar), merupakan neuron bipolar yang tampak hanya

memiliki satu juluran dari badan sel.

B. Sistem Saraf Pusat (SSP) dan Sistem Saraf Tepi (SST)

Sistem saraf pusat meliputi otak (serebral) dan sumsum tulang belakang
(medulla spinalis). Pada otak maupun medulla spinalis terdapat lapisan
pelindung dari jaringan ikat yang disebut meninges. Meninges terdiri atas 3
lapisan, yaitu :

1. Pia mater adalah lapisan terdalam yang halus dna tipis yang mengandung banyak
pembuluh darah.

2. Araknoid adalah lapisan tengah, mengandung sedikit pembuluh darah.
3. Dura mater adalah lapisan terluar, tebal dan kuat, serta terdiri atas dua lapisan.

Otak maupun medulla spinalis memiliki substansi abu-abu dan substansi putih.

- Substansi abu-abu, membentuk bagian luar (korteks) otak dan bagian dalam
medula spinalis.

- Substansi putih, membentuk bagian dalam otak dan bagian luar medula spinalis.

7. Otak

Otak manusia diperkirakan mencapai 2% dari keseluruhan berat tubuh,
mengonsumsi 25% oksigen, dan menerima 1,5% darah dari jantung. Otak
tersusun dari 100 milyar neuron. Sistem saraf primitive mulai terbentuk sejak
embrio pada minggu ke-3 masa kehamilan, selanjutnya pada minggu ke-4 akan
terbentuk tabung saraf yang akan menjadi otak dan medula spinalis.

a) Bagian-bagian otak
1. Serebrum (Otak Besar)
Serebrum mengisi bagian depan dan atas rongga tengkorak. Bagian
luarnya tersusun dari substansi abu-abu yang disebut korteks serebral,
sedangkan bagian dalamnya tersusun dari substansi putih yang disebut
nucleus basal (ganglia basal). Korteks serebral, menempati 80% dari total
masa otak, memiliki ketebalan sekitar 5 mm, serta memiliki pelekukan
yang meningkatkan luas permukaannya.

Area Fungsional Korteks Serebral
a) Area motor primer. Bagian lobus frontal (dahi) dari girus presentral

mengendalikan kontraksi volunter.
b) Area sensor korteks meliputi :

 Area sensor primer

 Area visual primer

 Area auditori primer

 Area olfaktori primer

 Area pengecap primer

Area asosiasi, dipetakan menurut klasifikasi Brodmann sebagai
berikut.
 Area asosiasi frontal

 Area asosiasi somatic

 Area asosiasi visual

 Area wicara Wernicke

Nukleus basal, merupakan pusat untuk koordinasi motor. Jika
bagian ini rusak, seseorang akan menjadi pasif dan tidak mampu
bergerak karena nucleus basal tidak mampu lagi mengirimkan impuls
motor keotot, contohnya penyakit Parkinson.

2. Diensefalon
Terletak di antara serebrum dan otak tengah, tersembunyi di balik

hemisfer serebral. Bagian-bagian diensefalon meliputi :
- Talamus, berfungsi menerima dan meneruskan impuls ke korteks otak

besar, serta berperan dalam sistem kesadaran dan control motor.
- Hipotalamus, memiliki fungsi :

 Mengendalikan aktivitas sistem saraf otonom
 Sebagai pusat pengaturan emosi
 Memengaruhi keseluruhan sistem endokrin

- Epitalamus, pita sempit jaringan saraf yang membentuk atap diensefalon
dan berperan dalam dorongan emosi.

3. Sistem limbik (rinensefalon)
Sistem liimbik adalah cincin struktur-struktur otak depan yang

mengelilingi otak dan saling berhubungan melalui jalur-jalur neuron yang
rumit.

4. Mesensefalon (otak tengah)
Otak tengah adalah bagian otak pendek yang menghubungkan

pons dan serebelum (otak kecil) dengan serebrum (otak besar).

a) Pons Varolii (Jembatan Varol)

Hampir seluruh bagiannya tersusun dari substansi putih
yang berisi serabut saraf yang menghubungkan otak kecil kiri dan
kanan.

b) Serebelum (Otak Kecil)

Serebelum adalah bagian otak yang sangat berlipat, terletak
di bawah lobus oksipital dan melekat di bagian punggung atas
batang otak.

c) Medula Oblongata
Bagian yang menjulur dari pons hingga medula spinalis,

dengan panjang sekitar 2,5cm.
d) Formasi Retikuler

Jaring-jaring serabut saraf dan badan sel yang tersebar di
seluruh bagian medulla oblongata, pons dan otak tengah.

2. Medula Spinalis (Sumsum Tulang Belakang)

Medula spinalis berbentuk silinder langsing yang memanjang dari batang
otak medulla oblongata hingga ruas ke-2 tulang pinggang. Panjang medulla
spinalis sekitar 45cm dengan diameter 2 cm. Fungsinya mengendalikan berbagai
aktivitas reflex dalam tubuh. Pada tanduk dorsal terdapat badan sel saraf
penghubung yang akan menerima impuls dari sel saraf sensor dan akan
menghantarkannya ke saraf motor.

Medula spinalis bagian luar berwarna putih, sedangkan bagian dalam
berwarna abu-abu dan berbentuk seperti huruf H.

a. Struktur bagian dalam (substansi abu-abu)
Batang atas dan bawah dari struktur berbentuk huruf H, disebut tanduk

atau kolumna yang banyak mengandung badan sel, dendrit asosiasi, neuron
eferen, dan akson tidak bermielin.
- Tanduk abu-abu posterior (dorsal)
- Tanduk abu-abu anterior (ventral)
- Tanduk lateral substansi abu-abu
- Komisura abu-abu

b. Struktur bagian luar (substansi putih)

Substansi putih tersusun dari akson yang bermielin. Bagian ini terbagi
menjadi funiculus (kolumna) anterior (ventral), posterior, ventrolateral, dan
lateral. Dalam funiculus terdapat trakturs (fasikulus) spinal, yaitu :

- Traktus sensor (asenden)
- Traktus motor (desenden)

c. Sistem Saraf Tepi (SST)
Sistem saraf tepi (sistem saraf perifer) terdiri atas jaringan saraf yang berada

di luar otak dan diluar medulla spinalis. Sistem ini meliputi saraf kranial yang
berasal dari otak dan saraf spinal yang berasal dari medulla spinalis. Pada
sistem saraf terdapat ganglion yaitu struktur lonjong yang mengandung badan
sel neuron dan sel gila yang ditunjang oleh jaringan ikat.

1. Saraf Kranial
Saraf kranial terdiri atas 12 pasang saraf. Sebagian besar tersusun dari

serabut sensori dan motor, tetapi beberapa saraf hanya tersusun dari serabut
sensori. Saraf - saraf tersebut diberi nama dan disusun dengan angka romawi
sebagai berikut :

2. Saraf Sprinal

Setiap saraf spinal terdiri atas satu radiks dorsal (posterior) dan ventral
(anterior). Setiap radiks yang memasuki atau meninggalkan korda
membentuk 7-10 cabang radiks (rootlet). Saraf spinal terdiri atas 31 pasang
saraf yang muncul dari segmen – segmen medulla spinalis dan diberi nama
sesuai nama ruas tulang belakang. Sistem saraf eferen dibagi menjadi sistem
saraf somatic dan sistem saraf otonom. Sistem saraf otonom dibagi menjadi
dua jenis berdasarkan fungsinya, yaitu sistem saraf simpatis dan sistem saraf
parasimpatis.

a. Sistem saraf simpatis
Sistem saraf simpatis berasal dari segmen toraks dan lumbar

medula spinalis. Sebagian besar serat praganglion sangat pendek,
memiliki sinapsis, dan memiliki badan sel neuron pascaganglion yang
berada di dalam ganglion pada rantai panglion simpatis di sepanjang
kedua sisi medulla spinalis. Serat praganglion mengeluarkan
neutransmiter, asetilkolin, sedangkan serat pascaganglion mengeluarkan
noradrenalin (norepinefrin) sehingga disebut serat adrenergik.

b. Sistem saraf parasimpatis
Serat saraf parasimpatis berasal dari area kranial (otak) dan

sakrum (di bagian bawah medulla spinalis). Serat praganglion
parasimpatis lebih panjang daripada serat praganglion simpatis, karena
tidak mencapai ganglion terminal di dalam atau di dekat organ efektor.

Sistem parasimpatis bekerja pada keadaan tenang (santai) dan
mendorong fungsi tubuh untuk istirahat dan mencerna, sehingga akan
memperlambat aktivitas yang ditingkatkan oleh sistem saraf simpatis,
misalnya denyut jantung lambat atau normal. Jadi fungsi sistem
parasimpatis berlawanan dengan sistem simpatis.

BAB X SISTEM REPRODUKSI
A. Jurnal Belajar
Selasa, 04 Mei 2021
1. Berikut adalah bukti kehadiran saya pada pembelajaran Biologi hari ini dalam bentuk
screenshot :

Pada hari ini yaitu hari Selasa tanggal 04 Mei 2021 pembelajaran Biologi berlangsung.
Pembelajaran ini dibimbing langsung oleh Ibu Puspa selaku guru mata pelajaran Biologi
yaitu Ibu Puspa kemudian pemebelajaran ini dilakukan melalui Google Meet yang diikuti
oleh du akelas yaitu XI IPA 1 dan XI IPA 2. Seperti biasa sebelum memulai pelajaran Ibu
Puspa mengajak kita semua untuk berdoa bersama yang dipimpin oleh Hisyam ketua
kelas XI IPA 1. Pembahasan pertama yaitu Ibu Puspa menginfokan apabila terdapat
banyak siswa yang nilai ulangan tidak keluar maka Ibu Puspa merencanakan untuk
ulangan lagi pada hari Jumat namun itu baru rencana dan ada yang menyangga bahwa di
hari Jumat tersebut terdapat ulangan Kimia lalu Ibu Puspa pun mencari hari lain.
Kemudian pada hari ini Ibu Puspa membahas materi baru yaitu Bab 10 tentang Sistem
Reproduksi. Sistem reproduksi dibagi menjadi 2 yaitu sistem reproduksi perempuan dan
laki-laki. Yang dibahas pada sistem reproduksi ini adalah organ, hormone, dan proses.
Salah satu organ reproduksi laki-laki yaitu testis. Testis memiliki ciri-ciri sebagai
berikut : berukuran 4-5cm untuk ukuran standar, dibungkus stratum, teksturnya lunak,
dan berfungsi untuk memproduksi sperma. Di saat laki-laki mimpi basah maka
menandakan bahwa laki-laki tersebut sudah bisa mengeluarkan sperma. Cara
mengeluarkan sperma yaitu harus ada rangsangan. Pada organ reproduksi laki-laki
terdapat 3 kelenjar yaitu vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar cowper
(bulbouretral). Kemudian organ penis, penis terdiri atas 3 bagian yaitu akar, badan, dan
glans penis (paling banyak mengandung saraf). Spermatogenesis adalah proses

pembentukan sperma di dalam testis. Proses spermatogenesis berlangsung kurang lebih 2
bulan. Pada saat Buang Air Kecil (BAK) laki-laki menggunakan saluran yang sama
dengan saluran yang mengeluarkan sperma dan mengeluarkan BAB karena laki-laki
memiliki satu saluran atau satu lubang saja sedangkan perempuan untuk saluran kencing
berbeda dengan saluran reproduksi. Lalu jam Biologi pun berakhir dan pembelajaran pun
ditutup dengan doa bersama.
2. Kesan saya dalam pertemuan hari ini adalah menyenangkan karena materi yang di
berikan Ibu Puspa melalui ppt sangat singkat, padat dan jelas. Dan juga cara Ibu Puspa
menerangkan materi cukup mudah dipahami. Pesan saya adalah semoga pandemi Covid-
19 akan segera berakhir agar kita semua dapat belajar kembali disekolah seperti biasa.

BAB XI SISTEM PERTAHANAN TUBUH
A. Jurnal Belajar
Kamis, 06 Mei 2021
1. Berikut adalah bukti kehadiran saya pada pembelajaran Biologi hari ini dalam bentuk
screenshot :

Pada hari ini yaitu hari Kamis tanggal 09 Mei 2021 pembelajaran Biologi berlangsung
yang dipimpin langsung oleh Ibu Puspa selaku guru mata pelajaran Biologi dan diikuti
oleh du akelas yaitu XI IPA 1 dan XI IPA 2. Pembelajaran ini dilakukan melalui via
Google Meet. Seperti biasa sebelum pembelajaran dimulai Ibu Puspa mengajak kita
semua untuk berdoa bersama menurut kepercayaan dan keyakinan masing – masing. Pada
pertemuan ini membahas materi baru yaitu Bab 11 tentang Sistem Pertahanan Tubuh.
Respon imun ada 2 macam yaitu nonspesifik dan spesifik. Terdapat juga 4 respon
alamiah pada sistem pertahanan tubuh yaitu respon alamiah fisik, kimia, mekanik dan
biologis. Kemudian, pada tubuh manusia terdapat bulu pada bagian – bagian tertentu, Ibu
Puspa menyarankan bulu pada tubuh untuk tidak dipotong melainkan dirawat saja
kebersihannya. Lalu membahas aktivitas pada sel darah putih atau disebut juga dengan
Leukosit. Apabila ada bagian tubuh yang mengalami luka, akan direspon langsung oleh
pertahanan tubuh nonspesifik, responnya seperti radang, bengkak (inflamasi) dan
kemerahan. Setelah itu pembelajaran Biologi pun berakhir dan kembali ditutup dengan
doa bersama.

2. Kesan saya dalam pertemuan ini adalah menyenangkan karena dari materi dan cara Ibu
Puspa menjelaskan materi sangat singkat, padat serta jelas dan cukup mudah dipahami.
Untuk desain powerpointnya pun tidak membosankan ataupun tidak membuat ngantuk
saat melihatnya. Pesan saya adalah semoga pandemi Covid-19 ini akan segera berakhir

agar kita semua dapat belajar kembali di sekolah seperti biasa yang pastinya jauh lebih
efektif.

REFLEKSI
PERISTIWA

Pada pembelajaran Biologi Kelas XI IPA 2 selama 1 tahun atau 2 semester yang dibimbing
oleh Ibu Puspani secara online melalui Google Meet ataupun Microsoft Teams. Selama
pembelajaran ini Ibu Puspa rajin memberikan tugas yaitu jurnal dan portofolio. Jurnal adalah
rangkuman maupun catatan mengenai apa yang dipelajari pada jam Biologi sedangkan tugas

portofolio adalah tugas – tugas mengamati, merangkum serta percobaan yang berhubungan
dengan bab yang dipelajari. Tugas jurnal dan portofolio tersebut dikerjakan diketik lalu di
kumpul melalui Google Classroom disertakan juga batas pengumpulan juga oleh Ibu Puspani.

PERASAAN

Selama mengerjakan jurnal – jurnal serta portofolio ini perasaan saya saat mengerjakan
cukup menyenangkan karena dapat mengisi waktu luang selama pandemic serta menjadikan
saya lebih produktif.

PEMBELAJARAN

Pembelajaran yang saya dapat selama mengerjakan tugas – tugas ini yaitu saya dapat
menambah wawasan. Penyajian materi pada saat pembelajaran yang diberikan Ibu Puspa pun
tidak membosankan seperti powerpoint yang designnya tidak membuat mengantuk saat
memperhatikan Ibu Puspa dalam menerangkan materi serta cara Ibu Puspa menerangkan materi
pun mudah dimengerti serta singkat dan jelas.

PERUBAHAN

Perubahan yang saya dapat selama pembelajaran ini adalah saya mampu mengatur waktu
seperti mengumpulkan tugas tepat pada waktunya, mampu memanfaatkan waktu untuk hal – hal
yang positif seperti mengerjakan tugas dan banyak mempelajari serta memahami materi – materi
yang sebelumnya saya tidak mengerti. Harapan saya adalah semoga pandemic Covid-19 akan
segera berakhir agar kita semua dapat kembali belajar secara offline atau tatap muka yang jauh
lebih efektif.


Click to View FlipBook Version