tersebut dalam minyak
posisinya dan zaitun,
melindungi dari minyak
benturan. nabati,
minyak
Penyekatan/isolasi. kelapa.
minyak biji
Dapat
kapas, dan
mencegah tubuh
kehilangan panas. minyak
Perasaan kenyang, jagung.
Dapat mencegah
rasa lapar. Ikut serta
membangun
jaringan tubuh.
Lemak diperlukan
sebagai bahan
penyusun
membrane sel.
Penyedia vitamin
larut lemak, yaitu A,
D, E dan K.
Sebagai pelumas dan
membantu
pengeluaran sisa
pencernaan
makanan. Memberi
kelezatan pada
makanan.
97
3 Protein Menghasilkan Daging
. jaringan baru.
Contohnya, jaringan berwarna
baru yang terbentuk merah seperti
selama masa daging sapi,
pertumbuhan, kambing atau
kehamilan dan kerbau. Ikan
laktasi.
daging
Menggantikan protein unggas, telur,
yang hilang, selama susu,
kerrang, dan
proses metabolisme
dan pengausan yang keju.
normal. Pembuatan Kelompok
protein baru dengan kacang-
fungsi khusus, kacangan dan
misalnya enzim, hasil
hormone, dan pengolahann
haemoglobin. ya,
Sebagai sumber contohnya
energi. Besarnya
kedelai (tahu
dan tempe),
energi yang
kacang hijau,
dihasilkan oleh
kacang
protein sama dengan
merah dan
karbohidrat.
kacang
Mengatur
panjang.
keseimbangan air.
Distribusi Sereal
cairancairan harus memiliki
dijaga dalam kandungan
keadaan seimbang protein yang
oleh system lebih rendah
kompleks yang dibandingkan
melibatkan protein kacang-
dan elektrolit. kacangan
Memelihara tetapi masih
kenetralan tubuh. dapat
Protein tubuh digunakan
bertindak sebagai sebagai
buffer, sumber
98
yang bereaksi protein seperti
dengan asam dan beras,
basa untuk mejaga
pH pada taraf
konstan.
Pembentukan
antibodi untuk
melawan infeksi
bibit penyakit.
Tingginya tingkat
kematian anakanak
yang menderita
kurang gizi karena
ketidakmampuan
membentuk
antibody dalam
jumlah yang cukup.
Mengangkut zat-zat
gizi. Protein
berperan penting
dalam mengangkut
zatzat gizi dari
dinding saluran
pencernaan ke
darah, dari darah ke
jaringan, dan
melalui membrane
sel ke dalam sel.
99
4 Vitamin Memperkuat system Produk
. kekebalan tubuh. mengandung
susu(Vitamin A).
(Vitamin A)
Membantu Ikan (Vitamin
metabolisme
karbohidrat dan B1)
protein. (Vitamin Kacang (Vitamin
B1).
B2 )
Daging sapi
Membantu
metabolisme (Vitamin B3).
karbohidrat dan Sayuran berdaun
protein. hijau (Vitamin
(Vitamin B2). B6)
Telur (Vitamin
Menjaga kadar
kolesterol dalam B12). Buah
sitrus seperti
tubuh. (Vitamin B3).
jeruk mandarin.
Membantu
metabolisme (Vitamin C).
protein. (Vitamin Minyak ikan
B6). Membantu COD (Vitamin
pembentukkan sel K)
darah merah.
Kacangkaca
ngan
(Vitamin B12)
Menjaga kekebalan (Vitamin E).
tubuh. (Vitamin C) Kacang kedelai
(Vitamin K).
Menjaga kalsium
dalam darah.
(Vitamin D).
Sebagai
antioksidan.
(Vitamin E)
Membantu
pembekuan
darah ketika terjadi
luka.
(Vitamin K).
100
5 Mineral Pemelihara Kalsium, Telur,
. keseimbangan asam- susu dan
basa. Penjaga produk
olahannya
keseimbangan ion- termasuk
keju, yoghurt,
ion dalam cairan tahu, ikan,
tubuh. kerang,
Kofaktor aktivitas ikan teri,
enzimenzim.
Komponen hormone kacang-
dan enzim. kacangan dan
Membantu transfer sayuran.
zat melalui
membrane sel. Klorida, Ikan,
Pemelihara
udang,
kepekaan saraf dan
kerrang,
otot. Penyusun daging, telur,
jaringan ( garam, acar
Misalnya Ca, P, Mg, dan zaitun
Fe) masak.
Phospor, Ikan,
ayam, beras,
biji – bijian,
telur, kacang
tanah, kacang
hijau dan
produk susu
Magnesium,
Sayuran
berdaun
hijau,jagung,
apel, kacang –
kacangan,ber
as, ikan dan
telur
Natirum, Ikan,
Udang,
kerrang,
daging, telur
dan garam.
Kalium, Buah
– buahan
terutama
pisang,
sayuran,
kentang,
daging dan
kacang –
kacangan.
101
1b Tabel Organ Pencernaan Gambar Organ
N Organ Proses yang Terjadi
o Pencernaan
1. Mulut Mulut adalah awal dari
saluran pencernaan.
2. Faring Faktanya, proses
pencernaan makanan
bahkan dimulai sebelum
kita menggigit makanan.
Hal tersebut terjadi karena,
kelenjar ludah menjadi aktif
saat kita melihat dan
mencium hidangan
makanan. Setelah mulai
makan, mulut baru akan
mengunyah makanan
menjadi potongan-potongan
yang lebih kecil agar mudah
dicerna. Air liur pun
bercampur dengan
makanan untuk mulai
memecahnya menjadi
bentuk yang dapat diserap
dan digunakan tubuh. Saat
menelan, lidah bertugas
memasukkan makanan
melewati faring.
Makanan yang telah
dihancurkan di mulut oleh
gigi kemudian melewati
faring sebelum memasuki
kerongkongan.
102
3. Kerongkong Setelah makanan
a n dihancurkan dan dihaluskan
(Esofagus) di dalam mulut, perjalanan
berlanjut menuju
kerongkongan. Di depan
gerbang kerongkongan
berdiri penjaga bernama
epiglotis. Di dalam
kerongkongan terjadi
sebuah gerakan yang
disebut peristaltis. Gerak ini
bertujuan untuk
menurunkan makanan
menuju ke pemberhentian
selanjutnya.
4. Lambung Pencernaan mekanik
(Ventrikulus) dilakukan oleh otot-otot
lambung yang mengolah
makanan menjadi bubur
makanan (kim). Dinding
lambung terdiri dari sel-sel
kelenjar yang bertujuan
sebagai kelenjar
pencernaan
menghasilkan getah
lambung. Getah lambung
terdiri dari : asam lambung
(HCl), pepsin dan enzim
renin.
103
5. Pankreas Pankreas mensekresikan
6. Hati getah pankreas yang
mengandung enzim-enzim
sebagai berikut:
1) Amilase yaitu enzim
yang bertujuan
mengubah zat
tepung (amilum)
menjadi gula yang
lebih sederhana
(maltosa).
2) Lipase yaitu enzim
yang bertujuan
mengubah lemak
menjadi asam lemak
dan gliserol.
3) Tripsin adalah enzim
yang mengubah
protein dan pepton
menjadi dipeptida
dan asam amino
yang mudah diserap
oleh usus halus.
4) Tripsinogen
merupakan enzim
yang belum aktif,
maka harus
diaktifkan menjadi
tripsin oleh
enterokinase.
Pankreas juga
memproduksi insulin dan
meneruskannya
langsung ke aliran
darah. Insulin adalah
hormon utama dalam
tubuh untuk
metabolisme gula.
Empedu dari hati yang
dikeluarkan ke usus halus
juga memainkan peran
penting dalam mencerna
lemak dan beberapa
vitamin. Hati juga berfungsi
mendetoksifikasi bahan
kimia berbahaya atau
beracun.
104
7. Empedu Kantong empedu berfungsi
menyimpan dan
memekatkan empedu dari
hati, dan kemudian
melepaskannya ke dalam
usus dua belas jari di usus
kecil
untuk membantu menyerap
dan mencerna lemak.
8. Usus Halus Usus halus adalah tabung
(Intestinum berotot sepanjang 22 kaki
Tenue) atau sekitar 8,25 meter
yang berfungsi memecah
9. Usus Besar makanan menggunakan
(Kolon) enzim yang dilepaskan oleh
pankreas dan empedu dari
hati. Usus lambung menjadi
tempat penyerapan sari
makanan dan tempat
terjadinya proses
pencernaan yang paling
panjang.
Usus ini bertanggung jawab
untuk memproses limbah
yang tersisa dari proses
pencernaan. Limbah atau
kotoran dilewatkan melalui
usus besar dengan cara
peristaltik. Pertama dalam
keadaan cair dan akhirnya
dalam bentuk padat. Karena
tubuh memelurkan air,
maka sebagian besar air
diserap kembali ke usus
besar.
Penyerapan kembali air
adalah fungsi penting dari
usus besar. Kotoran
kemudian disimpan dalam
usus sigmoid (berbentuk S)
sampai ada dorongan untuk
mengosongkannya.
105
10 Anus Anus adalah bagian terakhir
. dari saluran pencernaan.
Anus dikelilingi oleh otot-
otot sfingter yang penting
dalam memungkinkan
mengontrol pengeluaran
tinja. Otot dasar panggul
menciptakan sudut antara
rektum dan anus yang
dapat menghentikan tinja
keluar ketika itu tidak
seharusnya. Sfingter
internal selalu kencang,
kecuali ketika feses
memasuki rektum. Hal ini
berfungsi agar
seseorang bisa mencegah
BAB tanpa disadari ketika
tidur atau tidak menyadari
kehadiran feses.
Laporan Hasil Uji Bahan Makanan
Disusun Oleh :
Nama : Fania Azzahra
Kelas : XI IPA 2
106
Guru Mapel : Puspani, M.Pd
PEMERINTAHAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
DINAS PROVINSI DAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN
Tahun Ajaran 2020/2021
UJI BAHAN MAKANAN
Tujuan:
1. Menjelaskan proses pencernaan bahan makanan seperti karbohirat, lemak, dan protein
2. Menguji bahan makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, dan protein
Dasar Teori:
Makanan merupakan kebutuhan pokok bagi manusia. Tubuh manusia memperoleh tenaga
dan energi dari makanan. Tubuh memerlukan zat makanan seperti amilum, glukosa, protein,
dan lemak untuk dapat melakukan aktifitas sehari-hari. Zat makanan tersebut diperoleh dari
makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Untuk mengetahui zat-zat yang terkandung di dalam
bahan makanan, maka diperlukan uji makanan. Uji zat-zat makanan terhadap berbagai bahan
makanan dapat dilakukan dengan mengidentifikasi zat-zat makanan yang mengandung
karbohidrat, protein, lemak dan vitamin dengan mengelompokannya sesuai dengan zat-zat
yang terkandung di dalamnya.
Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi utama bagi tubuh agar dapat melakukan
berbagai aktivitas. Rata-rata setiap 1 gram karbohidrat akan menghasilkan 4 kalori. Kebutuhan
rata-rata manusia akan kalori adalah sebanyak 1200-2000 kalori. Kalori yang diperoleh dari
karbohidrat disarankan sebanyak 45%-60% dari seluruh kebutuhan kalori.
Namun, saat ini rata-rata penduduk Indonesia mengkonsumsi 70%-80% karbohidrat.
Kelebihan mengkonsumsi karbohidrat yang tidak digunakan akan disimpan sebagai lemak.
Protein berfungsi sebagai komponen yang bermanfaat untuk pertumbuhan, penyembuhan luka,
107
regenerasi sel, menghasilkan enzim dan hormon untuk metabolisme tubuh juga sebagai
sumber energi. Kekurangan protein akan mengganggu pertumbuhan, menyebabkan tulang
keropos dan rambut rontok.
Lemak berfungsi sebagai cadangan energi dan untuk melindungi organ tubuh. Kebutuhan
lemak yang tercukupi berguna untuk menjaga kesehatan kulit, rambut, menjaga suhu tubuh,
melarutkan vitamin A, D, E, K dan membantu metabolisme tubuh berjalan dengan baik. Satu
gram lemak dapat menghasilkan sekitar 90 kalori. Lemak harus dipenuhi sekitar 20%-30%
dari total kebutuhan kalori.
Alat dan Bahan: 11. Larutan Benedict
12. Larutan Biuret
1. Tabung reaksi 13. Kertas Koran
2. Rak tabung reaksi 14. Nasi, roti, kentang, jagung, ubi
3. Gelas ukur 15. Tahu, tempe, telur, susu,
4. Penjepit 16. Minyak goreng, mentega, margarin, ikan,
5. Kaki tiga
6. Kawat kassa kacang
7. Pembakar Spiritus 17. Alat tulis menulis (kertas, pulpen, pensil,
8. Korek api
9. Pipet spidol, isolasi)
10. Lempengan mortal
Cara Kerja:
A. Uji Benedict (uji glukosa/karbohidrat monosakarida)
1. Menghaluskan nasi dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan.
2. Menambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
3. Memasukkan 5 ml larutan benedict ke dalam tabung reaksi.
4. Menambahkan 0,5 ml larutan hasil penggerusan nasi tersebut di atas.
5. Memberi label “uji benedict: nasi” pada tabung reaksinya.
108
6. Mengamati warna sebelum dipanaskan.
7. Memanaskan tabung reaksi yang berisi larutan benedict dan larutan nasi tersebut di atas
selama 5 menit dan dinginkan .
8. Mengamati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan.
Apabila dalam makanan terdapat karbohidrat/gula monosakarida, larutan akan
berwarna kuning kehijauan dan terbentuk endapan merah bata.
9. Melakukan hal yang sama untuk kentang, roti, jagung dan ubi.
10. Membandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan makanan tersebut (nasi, roti,
kentang, dan jagung)
B. Uji Iodin/Lugol (uji amilum/karbohidrat polisakarida)
1. Menghaluskan nasi dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan
dan tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
2. Memasukkan 5 ml larutan hasil penggerusan bahan makanan ke dalam tabung reaksi.
3. Memberi label “uji iodin: nasi” pada tabung reaksi.
4. Mengamati warna larutan.
5. Menambahkan 2 tetes larutan iodin.
6. Mengamati perubahan warna yang terjadi setelah ditetesi larutan iodin (apabila warna
menjadi hitam atau kebiruan, bahan makanan yang diuji mengandung amilum
karbohidrat) dan catat pada tabel hasil pengamatan.
7. Melakukan hal yang sama untuk kentang, roti, jagung dan ubi.
8. Membandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan makanan tersebut (nasi, roti,
kentang, ubi, dan jagung).
C. Uji Biuret (uji protein)
1. Haluskan tempe dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan.
2. Tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
3. Masukkan 1 ml larutan hasil penggerusan tempe tersebut ke dalam tabung reaksi.
4. Tambahkan setetes demi setetes larutan biuret sambil dikocok hingga tercapai warna
maksimum (tidak terjadi perubahan warna lagi).
5. Amati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Jika warna
berubah ungu berarti bahan makanan mengandung protein.
6. Lakukan hal yang sama pada tahu, telur, susu dan ubi.
109
7. Bandingkan hasil percobaan untuk tiap bahan makanan yang diuji.
D. Uji Lemak
1. Bentuklah kotak 5x5 cm pada kertas koran.
2. Teteskan larutan bahan makanan yang akan diuji pada kotak-kotak kertas koran
tersebut.
3. Perhatikan perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Apabila
kertas koran menjadi buram/transparan, berarti bahan makanan mengandung lemak.
Tabel Hasil Pengamatan
A. Uji Benedict
No Bahan Makanan Reagen Warna setelah dicampur
. yang penguji/warn Sebelum Setelah
diuji/warna a dipanaskan dipanaskan
1. Nasi Benedict/biru Biru muda Merah bata
2. Roti muda Biru Orange
Benedict/biru
3. Kentang muda Biru Merah bata
Benedict/biru
4. Jagung muda Biru Merah bata
Benedict/biru
5. Ubi muda Biru Kuning
Benedict/biru
muda
B. Uji Iodin/Lugol
No Bahan Makanan Reagen Perubahan Warna setelah dicampur
. yang diuji/warna penguji/warn a
1. Nasi Iodin/coklat Hitam
2. Roti Iodin/coklat Biru kehitaman
3. Kentang Iodin/coklatc Biru kehitaman
4. Jagung Iodin/coklat Hitam
5. Ubi Iodin/coklat Hitam
110
C. Uji Biuret
No Bahan Makanan Reagen Perubahan Warna setelah dicampur
. yang diuji/warna penguji/warn a
1. Tempe Biuret/biru tua Ungu
2. Tahu Biuret/biru tua Ungu
3. Telur Biuret/biru tua Ungu
4. Susu Biuret/biru tua Ungu
5. Ubi Biuret/biru tua Ungu muda
D. Uji Lemak
No Bahan Makanan Warna kertas koran Perubahan warna setelah
. yang diuji/warna ditetesi pada kertas koran
1. Minyak goreng Abu-abu Transparan
Transparan
2. Mentega Abu-abu Transparan
Transparan
3. Margarin Abu-abu Transparan
4. Ikan Abu-abu
5. Kacang Abu-abu
Pembahasan :
Larutan Benedict
Larutan yang digunakan untuk membuktikan adanya kandungan karbohidrat pada
makanan. Makanan yang mengandung karbohidrat apabila makanan tersebut diberi
tetes larutan benedict akan berubah warna menjadi warna merah bata setelah
dipanaskan dan berubah menjadi warna ungu apabila tidak dipanaskan.
Larutan Lugol/Iodin
Larutan yang digunakan untuk membuktikan adanya kandungan amilum pada
makanan. Makanan yang mengandung amilum apabila makanan tersebut diberi tetes
larutan lugol/iodin akan berubah warna menjadi warna biru kehitaman.
Larutan Biuret
Larutan yang digunakan untuk membuktikan adanya kandungan protein pada
makanan. Makanan yang mengandung protein apabila makanan tersebut diberi tetes
larutan biuret akan berubah warna menjadi warna ungu/biru tua.
Kertas buram/koran
Kertas yang digunakan untuk membuktikan adanya kandungan lemak pada makanan.
Makanan yang mengandung lemak apabila semakin buram kertas yang digunakan
111
untuk menguji makanan, maka semakin banyak kandungan lemak yang terkandung
dibahan makanan tersebut.
Pertanyaan:
1. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung karbohidrat setelah
diuji dengan: a) Larutan benedict? b) Larutan iodin/lugol?
2. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung protein setelah
diuji dengan biuret?
3. Jelaskan perbandingan kandungan karbohidrat pada ke 5 bahan makanan yang diuji!
4. Jelaskan perbandingan kandungan lemak pada ke 5 bahan makanan yang diuji!
5. Jelaskan proses pencernaan karbohidrat, protein, dan lemak!
Jawaban pertanyaan:
1. a) Bahan makanan yang mengandung karbohidrat jika diberi beberapa tetes benedict
kemudian dipanaskan maka akan berubah warna menjadi warna merah bata
b) Bahan makanan yang mengandung karbohidrat jika diberi beberapa tetes iodin/lugol
maka akan berubah warna menjadi warna biru kehitaman.
2. Bahan makanan yang mengandung protein bila diuji dengan biuret maka warna makanan
berubah menjadi ungu.
3. Perbandingan pada uji lima bahan makanan tersebut mengandung karbohidrat yang
bedabeda. Apabila warna hasil uji menunjukkan warna merah bata maka kandungan
karbohidratnya tinggi dan sebaliknya. Seperti kandungan karbohidrat yang tinggi yaitu
nasi, kentang dan jagung.
4. Perbandingan pada uji lima bahan makanan tersebut mengandung jumlah lemak yang
hampir sama. Pada hasil uji saya menggunakan kertas koran menunjukkan kelima
makanan tersebut apabila diletakkan diatas kertas koran menunjukkan sama sama
transparan maka dapat disimpulkan kelima bahan makanan tersebut memiliki kandungan
lemak yang sama-sama tinggi.
5. Proses pencernaan :
Karbohidrat
Karbohidrat setelah dicerna di usus akan diserap oleh dinding usus halus dalam
bentuk monosakarida. Monosakarida dibawa oleh aliran darah sebagian besar menuju
hati dan sebagian lainnya dibawa ke sel jaringan tertentu dan mengalami proses
metabolisme lebih lanjut. Di dalam hati, monosakarida mengalami proses sintesis
112
menghasilkan glikogen, dioksidasi menjadi CO2 dan H2O, atau dilepaskan untuk
dibawa oleh aliran darah ke bagian tubuh yang memerlukan.
Hati dapat mengatur kadar glukosa dalam darah atas bantuan hormon insulin yang
dikeluarkan oleh kelenjar pankreas. Kenaikan proses pencernaan dan penyerapan
karbohidrat menyebabkan glukosa dalam darah meningkat, sehingga sintesis glikogen
dari glukosa oleh hati akan naik. Sebaliknya, jika banyak kegiatan, maka banyak
energi yang digunakan untuk kontraksi otot, sehingga kadar glukosa dalam darah
menurun.
Protein
Di dalam tubuh, protein diubah menjadi asam amino oleh beberapa reaksi
hidrolisis serta enzim-enzim yang bersangkutan. Enzim-enzim yang bekerja pada
proses hidrolisis protein, antara lain pepsin, tripsin, kemotripsin, karboksi peptidase,
dan amino peptidase.
Protein yang telah dipecah menjadi asam amino, kemudian diabsorpsi melalui
dinding usus halus dan sampai ke pembuluh darah. Setelah diabsorpsi dan masuk ke
dalam pembuluh darah, asam amino tersebut sebagian besar langsung digunakan oleh
jaringan. Sebagian lain, mengalami proses pelepasan gugus amin (gugus yang
mengandung N) di hati. Proses pelepasan gugus amin ini dikenal dengan deaminasi
protein.
Protein tidak dapat disimpan di dalam tubuh, sehingga kelebihan protein akan
segera dibuang atau diubah menjadi zat lain. Zat sisa hasil penguraian protein yang
mengandung nitrogen akan dibuang bersama air seni dan zat sisa yang tidak
mengandung nitrogen akan diubah menjadi karbohidrat dan lemak. Oksidasi 1 gram
protein dapat menghasilkan energi 4 kalori. Kelebihan protein dalam tubuh dapat
mengakibatkan pembengkakan hati dan ginjal karena beban kerja organorgan tersebut
lebih berat dalam menguraikan protein dan mengeluarkannya melalui air seni.
Lemak
Di dalam tubuh, lemak mengalami metabolisme. Lemak akan dihidrolisis menjadi
asam lemak dan gliserol dengan bantuan enzim lipase. Proses ini berlangsung dalam
saluran pencernaan. Sebelum diserap usus, asam lemak akan bereaksi dengan garam
empedu membentuk senyawa, seperti sabun.
113
Selanjutnya, senyawa tersebut akan diserap jonjot usus dan akan terurai menjadi
asam lemak dan garam empedu. Asam lemak tersebut akan bereaksi dengan gliserol
membentuk lemak. Kemudian, diangkut oleh pembuluh getah bening usus menuju
pembuluh getah bening dada kiri. Selanjutnya, ke pembuluh balik bawah selangka
kiri.
Lemak dikirim dari tempat penimbunannya ke hati dalam bentuk lesitin untuk
dihidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol. Selanjutnya, gliserol akan diubah
menjadi gula otot atau glikogen. Asam lemak akan diubah menjadi asetil koenzim.
• Kesimpulan
Kesimpulan pada uji bahan makanan ini adalah larutan benedict, larutan lugol/iodin,
larutan biuret dan kertas buram mampu menguji makanan dengan cara diteteskan pada
bahan makanan untuk larutan dan dioleskan untuk kertas buram dapat merubah warna
dari warna bahan makanan sebelum diuji. Seperti makanan yang diuji dengan larutan
benedict kemudian dipanaskan dan apabila berubah warna menjadi merah bata maka
makanan tersebut mengandung karbohidrat, contohnya seperti nasi mengandung
karbohidrat monosakarida/glukosa. Semakin terang warna batanya maka semakin
tinggi pula kandungan karbohidratnya. Lalu makanan yang diuji dengan larutan
lugol/iodin apabila berubah warna menjadi warna biru kehitaman maka makanan
tersebut mengandung amilum. Kemudian makanan yang diuji dengan larutan biuret
apabila berubah warna menjadi warna ungu/biru tua maka makanan tersebut
mengandung protein. Dan makanan yang diuji dengan dioles di kertas buram menjadi
transparan maka makanan tersebut mengandung lemak.
• Daftar Pustaka
Sumber: Aryulina, Dyah. dkk. 2007. Biologi 1untuk SMA/MA. Jakarta: Esis. (162-163)
Pratiwi, D, A. dkk. 2007. Biologi untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga. (125-126)
https://dinkes.bantulkab.go.id/berita/353-porsi-tepat-nutrisi-tubuh
https://www.mikirbae.com/2016/12/pencernaan-karbohidrat-protein-dan.html
https://www.slideshare.net/RiaRohmawati/laporan-uji-karbohidrat-biokimia
https://www.researchgate.net/publication/333191413_SISTEM_DIGESTI_UJI_KARBOHID
RAT_UJI_PROTEIN_UJI_LEMAK
https://brainly.co.id/tugas/2119029
114
https://nugrahpratama21.blogspot.com/2017/07/menguji-kandungan-lemakkarbohidrat-
dan.html https://www.ilmiahku.com/2019/05/laporan-praktikum-uji-makanan_7.html
115
Lampiran
116
117
BAB VII SISTEM PERNAPASAN
A. Jurnal Belajar
Kamis, 28 Januari 2021
1. Berikut adalah bukti kehadiran pada jam Biologi melalui Google Meet dalam
bentuk screenshot :
Pada hari ini yaitu hari Kamis tanggal 28 Januari 2021 pembelajaran Biologi
berlangsung. Pembelajaran ini dimulai via Google Meet pada pukul 08.07 namun
sebelum melakukan pembelajaran via Google Meet, Ibu Puspa selaku guru mata
pelajaran Biologi memberikan dahulu materi yang akan dibahas pada pertemuan
ini dalam bentuk power point melalui grup Whatsapp untuk dipelajari dahulu
sebentar sebelum pembelajaran dimulai. Pada pukul 08.07 pun pembelajaran via
Google Meet dimulai, sebelum membahas materi Ibu Puspa mengajak kita semua
untuk berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran dan Ibu Puspa meminta
Luqman selaku wali kelas XI IPA 2 untuk memimpin doa bersama. Materi yang
dibahas adalah materi baru yaitu Bab 7 yang berjudul “SIstem Pernapasan”.
Kemudian setelah doa selesai Ibu Puspa memilih secara acak yaitu Bintang dan
Gisel untuk menjelaskan materi yang terdapat pada power point yang telah dikirim
sebelumnya. Ibu Puspa juga menanyakan “Apa itu bernapas?” lalu Hisyam
menjawab, “Bernapas adalah proses mengembil O2 (oksigen) dan proses
mengeluarkan CO2 (karbondioksida) melalui alat - alat pernapasan. Guna
mengeluarkan CO2 (karbondioksida) adalah untuk membuang sisa metabolisme
tubuh, jika tidak dibuang akan meracuni tubuh kita. Lalu, Ibu Puspa memilih
118
secara acak lagi yaitu Adinda Chika untuk menjelaskan fungsi sistem pernapasan
manusia yaitu mengambil oksigen dari atmosfer ke sel tubuh, melepaskan
karbondioksida dari sel tubuh ke atmosfer, sebagai jalur pengeluaran air dan panas,
membantu mempertahankan keseimbangan asam dan basa, memungkinkan bicara,
menyanyi, atau pembentukan vocal lainnya dan merupakan sistem pertahanan
terhadap benda asing yang terhirup.. Kemudian sekitar 23 menit pembelajaran
berjalan dan waktu pun habis dan kembali ditutup dengan doa bersama
2. Kesan saya dalam pembelajaran ini adalah sangat menyenangkan karena
penjelasan serta materi yang Ibu Puspa berikan cukup jelas dan cukup mudah
dimengerti. Siswa dan siswi pun sangat aktif saat pembelajaran sedang
berlangsung. Pesan saya adalah semoga pandemi Covid-19 ini akan segera berakhir
agar kita semua dapat sekolah offline seperti biasa lagi tanpa terhalang jarak yang
pastinya jauh lebih efektif.
Selasa, 02 Februari 2021
1. Berikut adalah bukti kehadiran pada jam Biologi melalui Google Meet dalam bentuk
screenshot :
119
Pada hari ini yaitu hari Selasa tanggal 02 Februari 2021 pembelajaran Biologi
berlangsung. Pembelajaran ini seperti biasa dilakukan melalui Google Meet yang
diikuti oleh Ibu Puspa selaku guru mata pelajaran Biologi dan juga diikuti oleh dua
kelas yaitu XI IPA 1 dan XI IPA 2. Sebelum membahas pelajaran, Ibu Puspa
mengajak kita semua untuk berdoa bersama menurut kepercayaan masing – masing
yang dipimpin oleh ketua kelas XI IPA 1 yaitu Hisyam. Pada pertemuan ini masih
membahas materi tentang bab Sistem Pernapasan. Pada pertemuan sebelumnya
sudah membahas tentang Fungsi Pernapasan. Kemudian pada pertemuan ini materi
yang dibahas adalah alat-alat pernapasan yaitu hidung, laring (pangkal tenggorokan),
trakea (batang tenggorokan), bronkus (cabang batang tenggorokan), dan pulmo
(paru-paru). Alat pernapasan yang dibahas pertama adalah hidung, fungsi dari
hidung adalah menyaring partikel, melembabkan dan menghangatkan udara yang
masuk, mematikan kuman dan sebagai indera penciuman. Kemudian laring (pangkal
tenggorokan) adalah saluran udara yang terletak di bagian depan laring hingga
bagian bawah trakea, pada laring terdapat tonjolan jakun, epiglotis untuk membantu
laring menutup ketika menelan, dan pita suara. Lalu trakea (batang tenggorokan)
adalah saluran lanjutan dari laring, bagian dalam trakea dilapisi sel-sel epitel bersilia
yang dapat mengeluarkan debu dan butiran benda asing halus yang masuk bersama
udara pernapasan. Kemudian bronkus (cabang batang tenggorokan) adalah cabang
kanan dan kiri dari trakea. Bronkus kanan masuk ke paru-paru kanan, bronkus kiri
masuk ke paru-paru kiri. Di dalam paru-paru, bronkus terus bercabang-cabang
membentuk bronkiolus. Di ujung bronkiolus terminal terdapat alveolus. Setelah
120
membahas bronkus kemudian membahas pulmo (paru-paru), pulmo tersusun dari
300 juta alveolus berbentuk kantung kecil dan dikelilingi oleh pembuluh kapiler
tempat pertukaran oksigen dengan karbon dioksida. Terdapat 2 mekanisme
pernapasan yaitu inspirasi dan ekspirasi. Inspirasi merupakan proses menghirup
udara secara aktif yang memerlukan kontraksi otot dan Ekspirasi merupakan proses
menghembuskan udara secara pasif yang tidak memerlukan kontraksi otot.
Kemudian membahas faktor yang memengaruhi frekuensi pernapasan : jenis
kelamin, umur, suhu tubuh, posisi dan aktivitas tubuh, emosi, rasa sakit, dan
ketakutan, status kesehatan dan ketinggian tempat. Lalu setelah pembahasan jam
Biologi pun berakhir dan ditutup kembali dengan doa bersama.
2. Kesan saya dalam pertemuan ini menyenangkan karena materi yang Ibu Puspa
sampaikan cukup mudah dimengerti dan materi power point pun lengkap Siswa dan
siswi kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 turut aktif dalam memberikan pendapat maupun
tanya jawab. Pesan saya adalah semoga pandemi Covid-19 ini akan segera berakhir
agar kita semua dapat kembali belajar offline seperti biasa disekolah yang pastinya
jauh lebih efektif.
Kamis, 04 Februari 2021
1. Berikut adalah bukti kehadiran pada jam Biologi melalui Google Meet dalam bentuk
screenshot :
121
Pada hari ini yaitu hari Kamis tanggal 04 Februari 2021 pembelajaran Biologi sedang
berlangsung. Pembelajaran ini dilaksanakan melalui Google Meet yang dipimpin oleh
Ibu Puspani selaku guru mata pelajaran biologi dan diikuti oleh du akelas yaitu XI IPA
1 dan XI IPA 2. Sebelum memulai pelajaran Ibu Puspa mengajak kita semua untuk
berdoa bersama dan meminta Raihan Zuhair untuk memimpin doa. Materi yang dibahas
pada hari ini masih seputar Bab Sistem Pernapasan. Di alveolus terjadi pertukaran O2
(oksigen) dan CO2 (karbondioksida). Pada alveolus molekul gas bergerak melalui
membrane respirasi dari tekanan parsial tinggi ke area yang bertekanan parsial lebih
rendah. O2 dari lingkungan luar masuk ke dalam tubuh melalui hidung hingga ke
alveolus. Oksigen diikat oleh hemoglobin yang terdiri atas 4 gugus heme yang dapat
berikatan dengan O2 membentuk oksihemoglobin (HbO2). Karbon dioksida diangkut
oleh darah dengan 3 cara: CO2 larut dalam plasma darah, CO2 terikat oleh hemoglobin
(HbCO2), CO2 berbentuk bikarbonat (HCO-3). Kemudian kita membahas mengenai
Volume dan Kapasitas Paru-Paru. Volume dan kapasitas paru-paru pada setiap orang
berbeda-beda, bergantung pada beberapa faktor, misalnya jenis kelamin, usia, postur
tubuh, kebiasaan merokok, kebiasaan berolahraga, ketinggian daerah tempat
tinggal,kekuatan bernapas, dan cara bernapas.
Lalu Ibu Puspa meminta 11 siswa untuk menyebutkan serta menjelaskan 11 macam
volume dan kapasitas paru-paru. Setelah membahas volume dan kapasitas paru-paru,
dilanjutkan dengan membahas bahaya rokok bagi kesehatan. Pada rokok terdapat 3 zat
berbahaya yaitu nikotin, tar dan karbon monoksida (CO). Rokok juga memiliki
beberapa dampak negatif yaitu berdosa, mengandung 3 zat berbahaya, dan membuang
122
uang. Dan yang paling berbahaya adalah perokok pasif. Kemudian Ibu Puspa meminta
beberapa pendapat siswa mengenai mengapa perokok pasif lebih berbahaya
dibandingkan perokok aktif. Menurut Hisyam, karena perokok pasif menghirup
langsung asap rokok tersebut. Menurut Luqman, karena perokok pasif menghirup tasap
tanpa filter. Dan orang yang merokok tidak dapat diberhentikan oleh apapun untuk
merokok selain dirinya sendiri. Lalu terdapat ebberapa cara menjaga pernapasan agar
tetap sehat yaitu rajin berolahraga, makan buah-buahan, rutin minum air putih setiap
hari minimal 2 liter. Kemudian Ibu Puspa memberi saran dalam membeli buah yaitu
membeli buah local yang lebih fresh dan membeli buah pisang yang matangnya hanya
1 atau 2 bagian karena jika semuanya matang bersamaan kemungkinan terdapat
suntikan obat. Setelah pembahasan tersebut, jam biologi pun telah berakhir dan ditutup
kembali dengan doa bersama.
2. Kesan saya dalam pembelajaran ini meyenangkan karena materi yang dibahas oleh Ibu
Puspa sangat mudah dimengerti dan materi yang disajikan di power point sangat
singkat, padat dan jelas serta lengkap. Siswa dan siswi pun sangat aktif dalam
memberikan pendapat dan saling bertanya jawab. Pesan saya adalah semoga pandemi
Covid-19 ini akan segera berakhir agar kita semua dapat sekolah offline kembali seperti
biasa yang pastinya jauh lebih efektif.
Selasa, 09 Februari 2021
1. Berikut adalah bukti kehadiran pada jam Biologi melalui Google Meet dalam
bentuk screenshot :
123
Pada hari ini yaitu hari Selasa tanggal 09 Februari 2021 pembelajaran Biologi
berlangsung. Seperti biasa pembelajaran ini dilaksanakan melalui Google
Meet yang diikuti oleh XI IPA 1 dan XI IPA 2. Sebelum pembelajaran dimulai
Ibu Puspani mengajak kita semua untuk berdoa bersama agar diberi
kelancaran dalam belajar. Pembelajaran ini dimulai pada pukul 08.00 dan
materi yang dibahas pada hari ini yaitu mengenai tugas yang diupload di
Classroom yaitu tugas menganalisis pengaruh pencemaran udara terhadap
kelainan pada struktur dan fungsi organ pernapasan manusia berdasarkan studi
literatur. Ibu Puspa menjelaskan beberapa cara membuat laporan serta
beberapa perintah dalam membuat laporan tersebut seperti untuk logo SMAN
1 Balikpapan berdiameter 3 cm, tulisan pada word berukuran 12, jenis
tulisannya Times New Roman, spasi paragraph 1,5 dan beberapa format pada
cover. Kemudian, Ibu Puspa menjelaskan mengenai format laporan seperti apa
itu refleksi dan tindak lanjut yang paling banyak ditanyakan oleh siswa XI IPA
1 dan XI IPA 2. Lalu setelah Ibu Puspa menjelaskan mengenai tugas dan
meminta untuk mengumpulkan laporan tersebut bersama dengan jurnal-jurnal,
kemudian waktu pembelajaran Biologi pun berakhir dan ditutup kembali
dengan doa bersama.
2. Kesan saya dalam pembelajaran ini menyenangkan karena siswa dan siswi
cukup aktif dalam bertanya perihal tugas yang diberikan oleh Ibu Puspa
melalui Classroom dan Ibu Puspa pun menjelaskan format tugas tersebut
dengan sangat jelas membuat kita lebih mudah mengerjakan tugas terebut.
Pesan saya adalah semoga pandemi Covid-19 ini akan segera berakhir agar
124
kita semua dapat kembali sekolah offline seperti biasa yang pastinya jauh lebih
efektif.
Kamis, 11 Februari 2021
1. Berikut adalah bukti kehadiran pada jam Biologi melalui Google Meet dalam bentuk
screenshot :
125
Pada hari ini yaitu hari Kamis tanggal 11 Februari 2021 pembelajaran Biologi
berlangsung melalui Google Meet dan diikuti oleh du akelas yaitu XI IPA 1 dan XI IPA 2
yang dibimbing oleh Ibu Puspa selaku guru mata pelajaran Biologi. Namun setelah
memasuki Google Meet jaringan Ibu Puspa sangat buruk seperti suara yang terputus
putus hingga tidak mengeluarkan suara sedikitpun tapi Ibu Puspa meminta Lukman
(Ketua kelas XI IPA 2) melalui chat Google Meet untuk memimpin doa, kemudian
akhirnya Ibu Puspa meminta semua murid untuk keluar dari Google Meet lalu masuk ke
link terbaru namun jaringan masih sangat buruk ada beberapa siswa yang belum di acc
karena jaringan buruk sehingga sampai jam habis pun jaringan belum baik. Saya pun
dapat masuk di meet hanya pada jam terakhir pukul 08.29 yaitu 1 menit sebelum jam
Biologi berakhir lalu setelah jam berakhir dan meet berakhir Ibu Puspa menginfokan di
grup kelas bahwa presentasi diteruskan dipertemuan selanjutnya.
2. Kesan saya dalam pertemuan ini adalah menyedihkan karena jaringan yang kurang baik
sehingga pembelajaran menjadi tidak lancar. Pesan saya adalah semoga pandemi Covid-
19 ini akan segera berakhir agar kita semua dapat sekolah offline seperti biasa lagi yang
pastinya jauh lebih efektif dan semoga kita semua selalu diberi kelancaran dalam belajar
online seperti jaringan yang baik serta selalu diberikan kesehatan selalu.
B. Tugas – Tugas
Analisis Pencemaran Udara Akibat Pabrik Industri Terhadap Organ
Pernapasan Manusia
126
Oleh :
Nama : Fania Azzahra
Kelas : XI IPA 2
Guru Pembimbing : Puspani, M,Pd
PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR DINAS
PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SMA NEGERI 1
BALIKPAPAN TAHUN 2021
127
128
LEMBAR PENGESAHAN STUDI PUSTAKA
Judul : Analisis Pencemaran Udara Akibat Pabrik Industri Terhadap Organ
Pernapasan Manusia
Disusun oleh : Fania Azzahra
Kelas : XI IPA2
NIS : 19884
NISN : 0041335160
Balikpapan, 09 Februari 2021
Mengetahui :
Penulis
Pembimbing
Puspani, M,Pd Fania Azzahra
NIP. 19731010 200012 2 003 NIS. 19884
129
1. Judul : Analisis Pencemaran Udara Akibat Pabrik Industri Terhadap Organ
Pernapasan Manusia
2. Tujuan :
Mengetahui apa itu pencemaran udara
Mengetahui pengaruh pencemaran udara terhadap organ pernapasan manusia
Menganalisis salah satu penyebab pencemaran udara
3. Hasil Analisis :
a. Peristiwa Pencemaran
Berdasarkan artikel dari REPUBLIKA.co.id yang dirilis pada tanggal Rabu,
02 September 2020 pada pukul 20.14 WIB yang berjudul “Pabrik Arang
Cilincing Sebabkan Polusi Udara Jakarta”. Camat Cilincing Muhammad Andri
mengatakan, tempat usaha pembakaran arang ini sudah pernah ditertibkan.
Namun belakangan, pemilik usaha tersebut kembali nekat beroperasi.
"Keberadaannya meresahkan masyarakat dan sangat berbahaya bagi
kesehatan. Hari ini kita bongkar cerobong asap pembakaran mereka," ujarnya,
Rabu (2/9). Andri menjelaskan, ada 10 cerobong asap pembakaran di lokasi
yang dibongkar petugas. Pembongkaran sendiri melibatkan dua unit alat berat
milik Suku Dinas LH dan Suku Dinas SDA Jakarta Utara. Sementara itu,
Kepala Satpol PP Jakarta Utara, Yusuf Madjid menambahkan, penertiban kali ini
tidak melalui proses surat peringatan karena merupakan tindakan lanjutan dari
sebelumnya. Saat itu, pemilik tempat usaha pembakaran arang di lokasi sudah
diberikan surat peringatan dan berjanji akan membongkar sendiri cerobong asap
pembakarannya. "Hingga hari ini mereka tidak membongkar sendiri dan malah
kembali beroperasi. Makanya, tidak ada tawar menawar lagi dan langsung kita
tertibkan," terangnya. Sebelumnya pada September 2019 lalu petugas gabungan
juga telah membongkar pabrik arang di kawasan Cilincing ini. Wali Kota
Administrasi Jakarta Utara, Sigit Wijatmoko saat itu mengatakan, total ada 18
pemilik pembakaran arang batok yang beroperasi di wilayah Kali Baru Cilincing
tersebut. Semuanya bersedia untuk menghentikan operasi dan membongkar
cerobong pembakarannya. "Mereka akan berpindah tidak lagi melakukan
usaha pembakaran di lokasi ini," kata Sigit.
Dikatakan, pembongkaran pabrik arang ini bersamaan dengan pelarangan
beroperasinya pabrik peleburan alumunium di lokasi yang sama. Dua
pabrik ini disebut menjadi penyebab keluhan warga karena terganggu oleh
asap pembakaran yang mencemari udara di wilayah Kali Baru, Cilincing,
bahkan diketahui beberapa warga mengalami pnemonia akibat pencemaran
udara tersebut.
b. Penyebab Pencemaran
Pencemaran udara yang terjadi akibat pabrik industri umumnya disebabkan
oleh pembuangan gas hasil pembakaran mesin diesel dan gas sisa produksi
yang dibuang melalui cerobong asap. Cerobong asap yang digunakan sebagai
saluran pembuangan sekaligus penyaringan gas sisa produksi biasanya tidak
memiliki spesifikasi yang baik dalam mengurangi polusi udara, sehingga gas
sisa yang dibuang mencemari udara lingkungan tempat tinggal masyarakat
yang berada disekitar lokasi industri.
c. Akibat Pencemaran
Hal ini tentu sangat berdampak buruk terhadap keadaan kualitas udara
disekitar lingkungan industri yang terpapar, udara yang tercemar menjadi
tidak sehat dan dapat mengakibatkan terjadinya gangguan kesehatan, salah
satu penyakit yang dapat disebabkan oleh kualitas udara yang buruk ialah
Infeksi Saluran Pernafasan Akut(ISPA). ISPA merupakan infeksi yang terjadi
pada bagian tenggorokan, saluran udara, dan paru-paru. Kondisi ini
menyebabkan fungsi pernapasan menjadi terganggu. Infeksi saluran
pernapasan atas biasanya sembuh dalam waktu 7-10 hari. Gejala biasanya
diselesaikan dalam waktu dua minggu dan termasuk tenggorokan gatal atau
sakit, bersin, hidung tersumbat, dan batuk. Jika tidak segera ditangani, ISPA
dapat menyebar ke seluruh sistem pernapasan tubuh. Tubuh tidak bisa
mendapatkan cukup oksigen karena infeksi yang terjadi dan kondisi ini bisa
berakibat fatal, bahkan mungkin bisa berakibat pada kematian.
d. Refleksi
Dengan melakukan analisis Pengaruh Pencemaran Udara Akibat Pabrik
Industri Terhadap Organ Pernapasan Manusia kita dapat mengetahui bahwa
ternyata Asap dari Pabrik Industri yang dibuang melalui cerobong asap
menjadi salah satu penyebab Pencemaran Udara dan Pencemaran Udara ini
pun cukup mengganggu masyarakat bahkan dapat berdampak buruk bagi
pernapasan masyarakat seperti menderita penyakit ISPA (Infeksi Saluran
Pernapasan Atas) dan kita juga dapat mengetahui masih banyak orang yang
menyepelekan pencemaran udara yang sangat berpengaruh bagi pernapasan
tubuh manusia bahkan bisa menyebabkan infeksi yang fatal dan bisa
berakibat kematian.
e. Tindak Lanjut
Tindak lanjut untuk mencegah pencemaran udara yang disebabkan oleh pabrik
industri adalah dengan cara :
1) Memperbanyak pepohonan dan tumbuhan hijau di sekitar lingkungan
area pabrik.
2) Meninggikan cerobong asap pabrik sehingga dapat mengurangi
pemaparan pencemaran secara langsung terhadap masyarakat sekitar.
3) Memberikan filter/penyaring polutan pada cerobong asap.
4) Mengganti bahan bakar fosil dengan bahan bakar alternatif.
5) Menjauhkan pabrik dari area pemukiman.
4. Daftar Pustaka
https://www.republika.co.id/berita/qg18s6396/pabrik-arang-cilincing-
sebabkan-polusi-udara-jakarta
https://core.ac.uk/download/pdf/25494929.pdf
http://scholar.unand.ac.id/17529/2/BAB%20I%20PENDAHULUAN.pdf
https://www.google.com/search?
q=ispa&oq=ispa&aqs=chrome..69i57j0i433j0i131i4
33j0l7.1102j0j4&sourceid=chrome&ie=UTF-8
https://www.kompas.com/sains/read/2020/09/11/070200423/polusi-udara-
memengaruhi-bumi-ini-contoh-kejadian-dan-ancamannya?page=all
https://brainly.co.id/tugas/361058
BAB VIII SISTEM EKSKRESI
A. Jurnal Belajar
Kamis, 18 Februari 2021
1. Berikut adalah bukti kehadiran saya saat jam Biologi dalam bentuk Screenshot:
Pada hari ini yaitu hari Kamis tanggal 18 Februari 2021 pembelajaran Biologi sedang
berlangsung. Pembelajaran ini dilakukan melalui Google Meet yang dibimbing
langsung oleh Ibu Puspani selaku guru mata pelajaran Biologi dan diikuti oleh siswa
dan siswi dari kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2. Seperti biasa sebelum memulai
pembelajaran Ibu Puspa meminta kita semua untuk berdoa bersama agar diberi
kelancaran selama pembelajaran berlangsung. Pada hari ini materi yang dibahas yaitu
Bab baru tentang sistem ekskresi. Ibu Puspa memberikan powerpoint yang berisi
penjelasan mengenai sistem ekskresi tersebut dan menugaskan untuk seluruh siswa
menjelaskan kembali materi tersebut sesuai urutan absen dimulai dari ginjal, hati lalu
kulit dan di mulai melalui Google Meet pada pukul 08.00 namun jaringan internet Ibu
Puspa sangat buruk sekali sehingga saat jam pelajaran hampir habis belum juga
membahas mengenai sistem ekskresi tetapi Ibu Puspa tetap mereview ulangan harian
pada bab sebelumnya dan memberi pesan terhadap siswa siswi yang nilai ulangannya
masih dibawah KKM untuk meningkatkan nilai tersebut untuk lebih baik lagi.
Setelah lewat kurang lebih 15 menit pembelajaran pun ditutup kembali dengan doa
dan berakhir. Dan untuk penjelasan materi yang dipilih sesuai absen secara acak pun
diundur menjadi minggu depan atau pertemuan selanjutnya
2. Pesan saya dalam pertemuan ini adalah bersyukur karena walaupun jaringan sangat
buruk sekali namun pembelajaran masih bisa berlangsung walaupu hanya sebentar
dan pesan saya adalah semoga kita semua selalu diberi kemudahan serta
kelancaran dalam belajar, selalu diberi kesehatan serta dijauhkan dari segala
penyakit dan pandemi Covid-19 ini akan segera berakhir.
Selasa, 23 Februari 2021
1. Berikut adalah bukti kehadiran saya saat jam Biologi dalam bentuk Screenshot :
Pada hari ini yaitu hari Selasa tanggal 23 Februari 2021 pembelajaran Biologi
berlangsung melalui Google Meet yang dibimbing langsung oleh Ibu Puspani selaku guru
pembimbing Biologi dan diikuti oleh siswa serta siswi kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2.
Seperti biasa sebelum memulai pembelajaran Ibu Puspa meminta kita semua untuk
berdoa bersama agar diberi kelancaran saat pembelajaran berlangsung. Sebelum Meet
dimulai Ibu Puspa menginfokan bahwa jaringan cukup buruk namun beberapa saat
kemudian Meet pun dimulai karena jaringan internet Ibu Puspa sudah cukup membaik.
Pada hari ini materi yang dibahas adalah Organ Ekresi yang pertama yaitu Ginjal. Ibu
Puspa meminta siswa dan siswi untuk menjelaskan mengenai Ginjal yang dipilih acak
sesuai absen namun diizinkan juga apabila terdapat siswa ataupun siswi yang ingin
mengajukan diri untuk menjelaskan. Pembahasan mengenai Ginjal ini meliputi fungsi dan
struktur ginjal. Ginjal manusia memiliki sekitar 8 Fungsi yaitu :
1) Pengeluaran zat sisa organik. Misalnya urea, asam urat, kreatinin, ammonia, serta
produk penguraian haemoglobin dan hormone.
2) Pengeluaran zat racun, contohnya obat-obatan, zat kimia asing, zat adiktif
makanan dan polutan.
3) Pengaturan keseimbangan, konsentrasi ion-ion penting di dalam tubuh
(natrium, kalium, kalsium, magnesium, sulfat, dan fosfat).
4) Pengaturan keseimbangan asam-basa melalui ekskresi ion hydrogen, bikarbonat,
dan ammonium.
5) Penjaga tekanan darah melalui pengaturan pengeluaran garam dan air, serta
menghasilkan enzim renin pemicu pembentukan hormone angiotensin yang
selanjutnya memicu pelepasan hormone aldosterone.
6) Pengaturan produksi sel darah merah di dalam sumsum tulang dengan melepaskan
hormone eritropoietin.
7) Pengendalian konsentrasi nutrisi darah, seperti glukosa dan asam amino.
8) Mengubah vitamin D inaktif menjadi vitamin D aktif.
Dan untuk struktur ginjal, ginjal memiliki bagian – bagian, yaitu :
a. Lobus ginjal, bagian yang menyusun ginjal. Setiap lobus terdiri atas satu paramida
ginjal, kolumna yang saling berdekatan, dan jaringan korteks yang melapisinya.
b. Hilus (hiluin), cekungan pada sisi medial yang membentuk bukaan pada ginjal
sebagai tempat keluar masuknya pembuluh darah dan keluarnya ureter.
c. Sinus ginjal, rongga yang berisi lemak yang membuka pada hilus.
d. Parenkim ginjal, jaringan yang menyelubungi, struktur sinus ginjal. Jaringan
ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu korteks (bagian luar) dan medulla (bagian
dalam).
e. Pelvis ginjal (pelvis renalis), rongga perluasan ujung proksimal (bagian
atas) ureter. Ujung ini bercabang menjadi dua atau tiga kaliks major.
Kemudian setelah membahas fungsi serta struktur ginjal yang dijelaskan oleh
beberapa siswa mendapat bagian ginjal, jam biologi pun berakhir dan ditutup dengan
doa bersama kembali.
2. Pesan saya dalam pertemuan ini adalah menyenangkan karena materi yang dijelaskan
oleh teman-teman serta dikoreksi oleh Ibu Puspa cukup mudah untuk dipahami. Pesan
saya adalah semoga pandemi Covid-19 segera berakhir dan seluruh warga SMAN 1
BPN selalu diberi kesehatan rohani dan jasmani.
Kamis, 25 Februari 2021
1. Berikut adalah bukti kehadiran saya saat jam Biologi dalam bentuk Screenshot :
Pada hari ini yaitu hari Kamis tanggal 25 Februari 2021 pembelajaran Biologi
berlangsung melalui Google Meet yang dibimbing oleh Ibu Puspani selaku guru
Biologi dan diikuti oleh siswa serta siswi kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2. Seperti biasa
sebelum memulai pembelajaran Ibu Puspani meminta seluruh siswa untuk
melakukan doa bersama agar diberikan kelancaran selama pembelajaran
berlangsung. Pada pertemuan ini diawal pembelajaran berlangsung Ibu Puspa
meminta siswa dan siswi untuk menjelaskan mengenai Ginjal pada pertemuan
sebelumnya namun banyak siswa yang mendapat bagian ginjal tetapi belum siap
untuk menjelaskan bahkan tidak menghafalkan sama sekali sehingga membuat Ibu
Puspa marah namun beberapa saat kemudian Ilham XI IPA 1 menjelaskan tentang
Proses Pembentukan Urine. Pembentukan urine di dalam ginjal meliputi tiga proses
dasar, yaitu filtrasi glomerulus, reabsorpsi tubulus dan augmentasi (sekresi tubulus).
a. Filtrasi glomerulus
Tahap pertama pembentukan urine pada manusia adalah filtrasi glomerulus.
Filtrasi glomerulus adalah proses penyaringan plasma bebas protein melalui
kapiler glomerulus ke dalam kapsul Bowman. Melalui filtrasi glomerulus,
setiap hari terbentuk: rata-rata 180 liter filtrat glomerulus.
b. Reabsorpsi tubulus
Reabsorpsi tubulus adalah proses penyerapan kembali zat yang dibutuhkan
oleh tubuh seperti glukosa, asam amino, nutrisi organic, air dan garam
mineral. Reabsorpsi dapat terjadi secara pasif (osmosis tanpa energi) maupun
aktif (memerlukan energi). Tubuh memiliki kemampuan reabsorpsi yang besar
dan sangat efektif terhdapa bahan-bahan yang dibutuhkan oleh tubuh.
c. Augmentasi (sekresi tubulus)
Augmentasi (sekresi tubulus) adalah transport aktif yang memindahkan zat-zat
tertentu dari darah dalam kapiler peritubular, keluar melewati sel-sel tubuler
menuju ke cairan tubuler, dan masuk ke dalam urine.
Setelah membahas proses pembentukan urine pun, tidak terasa jam pelajaran
Biologi telah berakhir lalu pembahasan mengenai ginjal dilanjutkan pada
pertemuan selanjutnya lalu Meet berakhir ditutup dengan doa bersama.
2. Kesan saya dalam pembelajaran ini adalah menyenangkan karena materi yang
dijelaskan cukup mudah dipahami, singkat serta jelas tetapi juga sedih karena
beberapa siswa masih belum siap sehingga membuat keadaan kurang baik. Pesan saya
adalah semoga pandemi Covid-19 segera berakhir dan kita semua selalu diberi
kesehatan secara rohani maupun jasmani.
Selasa, 02 Maret 2021
1. Berikut adalah bukti kehadiran saya saat jam Biologi dalam bentuk Screenshot :
Pada hari ini yaitu hari Selasa tanggal 02 Maret 2021 pembelajaran Biologi sedang
berlangsung. Pembelajaran ini dilakukan melalui Google Meet yang dibimbing oleh
Ibu Puspani selaku guru mata pelajaran Biologi dan diikuti oleh siswa serta siswi
kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2. Seperti biasa sebelum pembelajaran dimulai Ibu
Puspani meminta seluruh siswa untuk melakukan doa bersama agar diberi kelancaran
saat pembelajaran berlangsung. Materi yang dibahas pada hari ini masih seputar
Ginjal yaitu penyimpanan sementara urine dan berkemih, faktor-faktor yang
memengaruhi proses pembentukan urine dan karakteristik urine.
Penyimpanan sementara urine dan berkemih
Urine dari ductus kolektivus menuju ke pelvis renalis, selanjutnya mengalir
melalui ureter, dan masuk ke vesika urinaria (kandung kemih). Kontraksi
peristaltic otot polos dinding ureter mendorong urine dari ginjal ke
kandung kemih. Dari kandung kemih, urine mengalir ke uretra, selanjutnya
melalui lubang luar dibuang keluar tubuh. Peristiwa pembuangan urine
disebut mikturisi.
Faktor-faktor yang memengaruhi proses pembentukan urine
1. Pembentukan urine dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan
eksternal. Faktor internal
- Hormon ADH (antidiuretic hormone)
- Hormon insulin
- Sistem renin-angiotensin-aldosteron
2. Faktor eksternal
- Suhu lingkungan
- Jumlah air yang diminum
- Alkohol dapat menghambat pembebasan ADH
➢ Karakteristik Urine
a. Sifat fisik urine
- Volume urine yang dihasilkan orang dewasa 800-2.500 mL/hari
- Berwarna kuning pucat sampai dengan kuning tua.
- Berat jenis urine 1,003-1,035 g/cm3
- Berbau khas
b. Komposisi urine
Urine terdiri atas 95% air dan zat-zat terlarut.
- Zat-zat yang terkandung dalam urine normal yaitu zat buangan
nitrogen, bend aketon, asam hipurat, toksin dan elektrolit.
- Zat-zat yang terkandung dalam urine abnormal, antara lain albumin,
glukosa, sel darah merah, zat kapur, batu ginjal dan badan keton
yang jumlahnya melebihi normal.
Kemudian jam pelajaran Biologi pun berakhir serta materi ginjal pun berakhir dan
pembelajaran ditutup dengan doa bersama.
2. Kesan saya dalam pembelajaran hari ini yaitu menyenangkan karena materi yang
dibahas walaupun banyak namun sangat jelas dan cukup mudah dipahami serta
siswa dan siswi pun sangat aktif dalam pembelajaran maupun pembahasan ini. Pesan
saya adalah semoga pandemi Covid-19 akan segera berakhir dan kita semua selalu
sehat.
Selasa, 09 Maret 2021
1. Berikut adalah bukti kehadiran saya saat jam Biologi dalam bentuk Screenshot :
Pada hari ini yaitu hari Selasa tanggal 09 Maret 2021 pembelajaran Biologi
berlangsung melalui Google Meet yang dibimbing langsung oleh Ibu Puspani selaku
guru mata pelajaran Biologi dan diikuti oleh siswa serta siswi kelas XI IPA 1 dan XI
IPA 2. Seperti biasa sebelum pembelajaran dimulai Ibu Puspani meminta seluruh
siswa untuk melakukan doa bersama agar diberi kelancaran dalam pembelajaran.
Materi yang dibahas pada pertemuan ini yaitu organ sistem ekskresi yaitu kulit. Yang
mulai dibahas yaitu fungsi kulit, struktur kulit dan kelenjar kulit.
➢ Fungsi kulit
Kulit memiliki beberapa fungsi yaitu :
➢ Sebagai ekskresi
➢ Sebagai perlindungan
➢ Sebagai pengaturan suhu badan
➢ Sebagai metabolisme
➢ Sebagai komunikasi
➢ Struktur kulit
Kulit terdiri atas beberapa lapisan, yaitu epidermis, dermis, dan hypodermis
(subkutaneus).
a. Epidermis adalah bagian terluar kulit yang tersusun dari sel-sel epitel pipih
(skuamosa) berlapis banyak dengan susunan yang sangat rapat, dan
mengalami keratinasi. Jaringan ini tidak memiliki pembuluh darah.
KEpidermis yang sangat tebal terdapat pada telapak kaki dan tangan.
Epidermis terdiri atas lima lapisan, yaitu : Stratum korneum, stratum
lusidum, stratum granulosum, stratum spinosum, dan stratum basalis.
b. Dermis, dipisahlan oleh membrane dasar (lamina) yang tersusun dari
dua lapisan jaringan ikat yaitu lapisan papilar dan lapisan retikuler.
c. Hipodermis (subkutaneus), lapisan yang mengikat kulit secara longgar
dengan organ-organ yang terdapat dibawahnya. Lapisan ini banyak
mengandung sel lemak, pembuluh darah, dan ujung saraf.
➢ Kelenjar pada Kulit
a. Kelenjar keringat (sudorifera), terdapat di lapisan dermis, Kelenjar
keringat dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu ekrin dan apokrin.
b. Kelenjar sebaseus, mengeluarkan sebum yang biasanya dialirkan ke
folikel rambut.
Kemudian jam belajar Biologi pun berakhir namun dilanjutkan kembali pada
pertemuan selanjutnya dan ditutup kembali dengan doa bersama.
2. Kesan saya pada pembelajaran hari ini adalah menyenangkan karena materi yang
disampaikan atau dijelaskan cukup jelas, singkat dan padat serta mudah dipahami dan
juga banyak siswa maupun siswi yang aktif saat pembelajaran berlangsung. Pesan
saya adalag semoga pandemi Covid-19 akan segera berakhir dan semoga kita semua
sellau diberikan kesehatan jasmani dan rohani.
Selasa, 16 Maret 2021
1. Berikut adalah bukti kehadiran saya saat jam Biologi dalam bentuk Screenshot :
Pada hari ini yaitu Selasa tanggal 16 Maret 2021 pembelajaran Biologi berlangsung
yang dilakukan melalui Google Meet yang dibimbing langsung oleh Ibu Puspani
selaku guru mata pelajaran Biologi dan diikuti oleh siswa serta siswi kelas XI IPA 1
dan XI IPA 2. Seperti biasa sebelum memulai pembelajaran Ibu Puspa mengajak
seluruh murid untuk berdoa bersama agar diberi kelancaran selama pembelajaran.
Pada hari ini materi yang dibahas adalah seluruh organ ekskresi yaitu ginjal, hati dan
kulit. Pada pertemuan ini Ibu Puspa mengizinkan siapapun untuk menjelaskan
materinya bagi yang di pertemuan sebelumnya belum mendapatkan nilai kemudian
siswa dan siswi saling aktif dan berebutan untuk saling menjelaskan. Ibu Puspa pun
menginfokan bahwa pada hari Jumat, 19 Maret 2021 akan diadakan ulangan harian
Bab 8 Sistem Ekskresi dan meminta seluruh murid untuk belajar dengan baik. Lalu
jam pelajaran Biologi pun berakhir dan kembali ditutup dengan doa bersama.
2. Kesan saya dalam pembelajaran hari ini adalah menyenangkan karena banyak siswa
yang turut aktif dalam menjelaskan materi dan materi tersebut singkat, jelas dan
cukup mudah dipahami. Pesan saya adalah semoga pandemi Covid-19 akan segera
berakhir agar kita semua dapat sekolah seperti biasa lagi dan semoga kita semua
selalu diberi kesehatan.
B. Tugas – Tugas
Analisis organ ginjal, kulit dan hati sebagai organ ekskresi pada manusia
sesuai pembahasan yang sudah kita lakukan!
A. GINJAL
Ginjal merupakan organ utama yang memproduksi urine. Ginjal berjumlah sepasang,
terletak di belakang perut, sebelah kanan dan kiri dari tulang belakang, di bawah hati
dan limfa. Ginjal berbentuk seperti kacang berwarna merah tua keunguan, berat dan
besarnya bervariasi, bergantung pada jenis kelamin, umur, dan ada tidaknya ginjal
pada sisi lain.
1. Fungsi Ginjal
- Pengeluaran zat sisa organic.
- Pengeluaran zat racun.
- Pengaturan keseimbangan konsentrasi ion-ion penting di dalam tubuh
(natrium, kalium, kalsium, magnesium, sulfat, dan fosfat).
- Pengaturan keseimbangan asam-basa melalui ekskresi ion hydrogen,
bikarbonat, dan ammonium.
- Penjaga tekanan darah melalui pengaturan pengeluaran garam dan air.
- Pengaturan produksi sel darah merah di dalam sum sum tulang.
- Pengendalian konsentrasi nutrisi darah, seperti glukosa dan asam amino.
- Mengubah vitamin D inaktif menjadi vitamin D aktif.
2. Struktur Ginjal
Ginjal memiliki bagian bagian, yaitu :
- Lobus ginjal, bagian yang menyusun ginjal.
- Hilus (hilum), cekungan pada sisi medial dan tempat keluar masuknya
pembuluh darah dan keluarnya ureter.
- Sinus ginjal, rongga yang berisi lemak yang membuka pada hilus. Parenkim
ginjal, jaringan yang menyubungi struktur sinus ginjal dan jaringan ini terbagi
lagi menjadi 2 yaitu korteks (bagian luar) dan medulla (bagian dalam).
- Pelvis ginjal (pelvis renalis), rongga perluasan ujung proksimal (bagian atas)
ureter
-
3. Proses Pembentukan Urine
a. Filtrasi glomerulus
Tahap pertama pembentukan urine pada manusia adalah filtrasi
glomerulus. Filtrasi glomerulus adalah proses penyaringan plasma
bebas protein melalui kapiler glomerulus ke dalam kapsul Bowman.
Melalui filtrasi glomerulus, setiap hari terbentuk: rata-rata 180 liter
filtrat glomerulus.
b. Reabsorpsi tubulus
Reabsorpsi tubulus adalah proses penyerapan kembali zat yang dibutuhkan
oleh tubuh seperti glukosa, asam amino, nutrisi organic, air dan garam
mineral. Reabsorpsi dapat terjadi secara pasif (osmosis tanpa energi)
maupun aktif (memerlukan energi). Tubuh memiliki kemampuan
reabsorpsi yang besar dan sangat efektif terhdapa bahan-bahan yang
dibutuhkan oleh tubuh.
c. Augmentasi (sekresi tubulus)
Augmentasi (sekresi tubulus) adalah transport aktif yang memindahkan
zat-zat tertentu dari darah dalam kapiler peritubular, keluar melewati sel-
sel tubuler menuju ke cairan tubuler, dan masuk ke dalam urine.
4. Penyimpanan Sementara Urine dan Berkemih
Urine dari ductus kolektivus menuju pelvis renalis, selanjutnya mengalir
melalui ureter, dan masuk ke vesika urinaria(kandung kemih). Kontraksi
peristaltic otot polos dinding ureter mendorong urine dari ginjal ke
kandung kemih. Dari kandung kemih, urine mengalir ke uretra, selanjutnya
melalui lubang luar dibuang keluar tubuh.
5. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Proses Pembentukan Urine
a. Faktor Internal
1. Hormon ADH
2. Hormon insulin
3. Sistem renin-angiotensin-aldosteron
b. Faktor Eksternal