Kegiatan sepakbola kebangsaan yang oleh digerakkan PSSI ,
kemudian menggugah Susuhunan Paku Buwono X, setelah kenyataan
semakin banyaknya rakyat pesepakbola di jalan-jalan atau tempat-tempat
dan di alun-alun, di mana Kompetisi I perserikatan diadakan. Paku
Buwono X kemudian mendirikan stadion Sriwedari dilengkap dengan
lampu, sebagai apresiasi terhadap kebangkitan "Sepakbola Kebangsaan"
yang digerakkan PSSI. Stadion itu diresmikan pada Oktober 1933. Dengan
adanya stadion Sriwedari ini kegiatan persepakbolaan semakin gencar.
Lebih jauh Soeratin mendorong pula pembentukan badan olahraga
nasional, agar kekuatan olahraga pribumi semakin kokoh melawan
dominasi Belanda pada tahun 1938 berdirilah ISI (Ikatan Sport Indonesia),
yang kemudian menyelenggarakan Pekan Olahraga (15-22 Oktober 1938)
di Solo. Karena kekuatan dan kesatuan PSSI yang semakin lama semakin
bertambah akhirnya NIVB pada tahun 1936 berubah menjadi NIVU
(Nederlandsh Indische Voetbal Unie) dan mulailah dirintis kerja sama
dengan PSSI. Sebagai tahap awal NIVU mendatangkan tim dari Austria
"Winner Sport Club " pada tahun 1936.
Pada tahun 1938 atas nama Dutch East Indies, NIVU mengirimkan
timnya ke Piala Dunia 1938, namun para pemainnya bukanlah berasal dari
PSSI melainkan dari NIVU walaupun terdapat 9 orang pemain pribumi /
Tionghoa. Hal tersebut sebagai aksi protes Soeratin, karena beliau
menginginkan adanya pertandingan antara tim NIVU dan PSSI terlebih
dahulu sesuai dengan perjanjian kerjasama antara mereka, yakni perjanjian
kerjasama yang disebut "Gentelemen's Agreement" yang ditandatangani
oleh Soeratin (PSSI) dan Masterbroek (NIVU) pada 5 Januari 1937 di
Jogyakarta. Selain itu, Soeratin juga tidak menghendaki bendera yang
dipakai adalah bendera NIVU (Belanda). Dalam kongres PSSI 1938 di
41
Solo, Soeratin membatalkan secara sepihak Perjanjian dengan NIVU
tersebut.
Soeratin mengakhiri tugasnya di PSSI sejak tahun 1942, setelah
sebelumnya menjadi ketua kehormatan antara tahun 1940 hingga tahun
1941, dan terpilih kembali di tahun 1942. Masuknya bala tentara Jepang
ke Indonesia menyebabkan PSSI pasif dalam berkompetisi, karena Jepang
memasukkan PSSI sebagai bagian dari Tai Iku Kai, yakni badan
keolahragaan yang dibuat oleh Jepang, kemudian menjadi bagian dari
Gelora (1944) dan baru lepaskan otonom kembali dalam kongres PORI III
di Yogyakarta (1949).
Dari masa Soeratin Sosrosoegondo 1930 hingga Nurdin Halid
2011 persepakbolaan nasional terus berkembang walaupun perkembangan
dunia persepakbolaan Indonesia ini mengalami pasang surut dalam
kualitas pemain, kompetisi dan organisasinya. Akan tetapi olahraga yang
dapat diterima di semua lapisan masyarakat ini tetap bertahan apapun
kondisinya. PSSI sebagai induk dari sepakbola nasional ini memang telah
berupaya membina timnas dengan baik, menghabiskan dana milyaran
rupiah, walaupun hasil yang diperoleh masih kurang membanggakan bagi
masyarakat pencinta bola. Hal kurang mambaggakan ini disebabkan pada
cara pandang yang keliru. Untuk mengangkat prestasi Timnas, tidak cukup
hanya membina Timnas itu sendiri, melainkan juga dua sektor penting
lainnya yaitu kompetisi dan organisasi, sementara tanpa disadari kompetisi
nasional kita telah tertinggal.
Padahal di era sebelum Tahun 70-an, banyak pemain Indonesia
yang bisa bersaing di tingkat internasional sebut saja era Ramang dan Tan
Liong Houw, kemudian era Sucipto Suntoro dan belakangan era Ronny
Pattinasarani hal ini di karnakan sudut pandang kepengurusan PSSI yang
masih fokus terhadap tujuan utama nya yang membina dan menyalurkan
42
pemain-pemain lokal agar setara dengan pemain asing. Yang tidak
mencampuradukan urusan politik dan masalalah kepentingan pribadi ke
dalam PSSI. PSSI pun mewadahi pertandingan – pertandingan yang terdiri
dari pertandingan di dalam negeri yang diselenggarakan oleh pihak
perkumpulan atau klub sepakbola, pengurus cabang, pengurus daerah yang
dituangkan dalam kalender kegiatan Tahunan PSSI sesuai dengan program
yang disusun oleh PSSI. Pertandingan di dalam negeri yang
diselenggarakan oleh pihak ketiga yang mendapat izin dari PSSI.
Pertandingan dalam rangka Pekan Olahraga Daerah (PORDA) dan pekan
Olahraga Nasional (PON). Pertandingan-pertandingan lainnya yang
mengikutsertakan peserta dari luar negeri atau atas undangan dari luar
negeri dengan ijin PSSI.
Kepengurusan PSSI pun telah sampai ke pengurusan di tingkat
daerah – daerah di seluruh Indonesia . Hal ini membuat Sepakbola semakin
menjadi olahraga dari rakyat dan untuk rakyat. Dalam perkembangannya
PSSI telah menjadi anggota FIFA sejak tanggal 1 November 1952 pada
saat congress FIFA di Helsinki. Setelah diterima menjadi anggota FIFA,
selanjutnya PSSI diterima pula menjadi anggota AFC (Asian Football
Confederation) Tahun 1952, bahkan menjadi pelopor pula pembentukan
AFF (Asean Football Federation) di zamanha memperbaiki kepengurusan
Kardono, sehingga Kardono sempat menjadi wakil presiden AFF untuk
selanjutnya Ketua Kehormatan.
Lebih dari itu PSSI Tahun 1953 memantapkan posisinya sebagai
organisasi yang berbadan hukum dengan mendaftarkan ke Departement
Kehakiman dan mendapat pengesahan melalui SKep Menkeh R.I No.
J.A.5/11/6, tanggal 2 Februari 1953, tambahan berita Negara R.I tanggal 3
Maret 1953, no 18. Berarti PSSI adalah satu-satunya induk organisasi
olahraga yang terdaftar dalam berita Negara sejak 8 Tahun setelah
43
Indonesia merdeka. Visi PSSI adalah membangun sepakbola indonesia
modern yang ditopang oleh organisasi yang dikelola secara profesional
dan berorientasi pada kualitas dan prestasi tinggi menuju industri
sepakbola dan pentas dunia.
Pertama, sepakbola mengangkat harkat, martabat, dan kebanggaan
bangsa dan negara. Tim nasional yang andal dengan performa tingkat
tinggi serta klub dan kompetisi profesional yang berkualitas tinggi juga
mampu menghadirkan kebanggaan sekaligus mengangkat harkat dan
martabat bangsa, sepakbola berpotensi besar menjadi industri raksasa dan
ikut menggerakan perekonomian daerah dan nasional, termasuk
menyediakan lapangan kerja dan mendatangkan devisa. Hal tersebut bisa
terwujud dengan topangan klub-klub dan kompetisi yang dikelola secara
profesional sebagai tulang punggungnya bisnis sepakbola modern,
sepakbola berpotensi besar menjadi industri raksasa dan ikut menggerakan
perekonomian daerah dan nasional, termasuk menyediakan lapangan kerja
dan mendatangkan devisa. Hal tersebut bisa terwujud dengan topangan
klub-klub dan kompetisi yang dikelola secara profesional sebagai tulang
punggungnya bisnis sepakbola modern dan Membangkitkan semangat dan
kebangkitan Indonesia,setelah Indonesia merdeka, PSSI dijadikan sebagai
media untuk mengharumkan nama bangsa dan negara dalam lapangan
sepak bola.
2) Kedudukan PSSI Menurut Undang-undang
Asas dan prinsip negara hukum yang dianut dalam konstitusi
Republik Indonesia meniscayakan setiap aspek kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara, serta penyelenggaraan pemerintahan harus
senantiasa berdasarkan atas hukum, tidak terkecuali untuk aspek
penyelenggaraan olahraga di Tanah Air. Rasionalitas dan pemikiran
44
seperti inilah yang menjadi raison d’etre lahirnya Undang-Undang Nomor
3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (UU SKN). UU SKN
ini dibentuk dengan tujuan mengakomodasi dinamika dan tuntutan
perkembangan masyarakat olahraga, baik dalam lingkup nasional maupun
secara global. Hal yang sangat penting disadari adalah penyelenggaraan
keolahragaan menurut UU tersebut menganut prinsip demokratis dan
nondiskriminatif yang menghendaki dan menjamin kebebasan dan peran
serta masyarakat dalam berolahraga, baik secara pribadi maupun kolektif
dalam bentuk organisasi atau induk organisasi cabang olahraga. Dengan
demikian, ada pembatasan kewenangan dan intervensi negara dalam setiap
aspek penyelenggaraan keolahragaan, hubungan negara dengan
masyarakat pelaku olahraga dibatasi dalam bentuk pola kemitraan
(partners relationship), duduk sama rendah dan tegak sama tinggi.
Masyarakat pelaku olahraga bukanlah subordinasi dari negara.
Kebijaksanaan dalam pembinaan dan pengembangan olahraga
adalah merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas manusia
Indonesia yang ditujukan kepada peningkatan kesehatan jasmani dan
rohani seluruh masyarakat, memupuk watak, disiplin sportivitas serta
pengembangan prestasi olahraga yang dapat membangkitkan rasa
kebanggaan nasional, mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia
di mata dunia.
Undang-Undang RI No. 3 Tahun 2003 tentang Sistem
Keolahragaan Nasional, disebutkan bahwa keolahragaan nasional
bertujuan memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kebugaran,
prestasi, kualitas manusia, menanamkan nilai moral dan akhlak mulia,
sportivitas, disiplin, mempererat dan membina persatuan dan kesatuan
bangsa, memperkukuh ketahanan nasional, serta mengangkat harkat,
martabat, dan kehormatan bangsa. Organisasi yang menaungi bidang
45
olahraga memiliki kewajiban untuk mengupayakan supaya tujuan tersebut
tercapai, terutama dalam rangka mempererat dan membina persatuan dan
kesatuan bangsa serta mengangkat harkat, martabat, dan kehormatan
bangsa.
Kedudukan PSSI sebagai lembaga yang mengatur mengenai
persepakbolaan di Indonesia diatur dalam Statuta PSSI yang menyatakan
bahwa Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia merupakan satu-satunya
organisasi sepakbola nasional di wilayah hukum Negara Kesatuan
Republik Indonesia. Untuk selanjutnya di dalam statuta PSSI disebut PSSI,
dan/atau The Football Association of Indonesia.
PSSI bertujuan untuk, sebagai berikut :
a. Mengembangkan dan mempromosikan sepakbola secara terus
menerus, mengatur dan mengawasinya di seluruh wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia dengan semangat fair play dan
menyatukannya melalui pendidikan, budaya dan nilai-nilai
kemanusiaan terutama melalui program pengembangan pemain
usia muda
b. Mengadakan kompetisi-kompetisi internal dalam semua bentuk
dan tingkatan pada tingkat nasional, dengan menentukan secara
tepat, wilayah kemenangan yang diakui sesuai dengan tujuan
pembentukan dari berbagai liga sepakbola
c. Menyusun peraturan-peraturan dan ketentuan-ketentuan tentang
penyelenggaraan sepakbola dan memastikan penegakannya
d. Melindungi kepentingan Anggota
e. Mencegah segala pelanggaran Statuta, peraturan-peraturan
instruksi dan keputusan-keputusan yang dikeluarkan FIFA, AFC,
AFF dan PSSI serta Peraturan Permainan dan memastikan bahwa
semua peraturan tersebut dipatuhi oleh seluruh anggotanya
46
f. Membentuk metode dan sistem yang tepat untuk mencegah
terjadinya intervensi dari pihak manapun yang mengakibatkan
tercederainya nilai-nilai sportivitas dalam sepakbola
g. Mengendalikan dan mengawasi semua bentuk pertandingan
persahabatan yang berlangsung di wilayah Indonesia
h. Memelihara hubungan internasional di bidang keolahragaan
dengan Asosiasi Sepakbola lainnya dalam segala bentuk dan
aktivitas olahraga
i. Menjadi tuan rumah dari kompetisi pada level internasional dan
level-level lainnya. Untuk mencapai tujuan tersebut
j. Mengatur dan/atau mengkoordinasikan seluruh pertandingan dan
turnamen resmi, baik pada tingkat nasional maupun
pertandingan- pertandingan lainnya yang diselenggarakan di
Indonesia
k. Membentuk Tim Nasional yang berkualitas dan berprestasi di
pertandingan-pertandingan regional dan internasional
l. Mengembangkan sistim sepakbola yang maju, modern dan
profesional serta mencegah segala perilaku yang dapat merusak
nilai-nilai sportivitas dan prinsip fair play
m. Melakukan segala upaya untuk mencegah serta menentang
penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang lainnya
dalam persepakbolaan nasional
n. Mencari sumber-sumber pendanaan yang sah untuk menunjang
kelancaran program kerja dan melindungi semua hak komersial
dan aset kekayaan yang menjadi milik PSSI
PSSI dan Anggotanya adalah pemilik atas semua hak yang timbul
dari kompetisi-kompetisi dan kegiatan-kegiatan lainnya yang berlangsung
di bawah kewenangan PSSI, tanpa pembatasan atas isi, waktu, tempat dan
47
hukum. Hak-hak ini termasuk, tetapi tidak terbataspada setiap jenis hak
keuangan, audiovisual dan rekaman radio, reproduksi dan hak penyiaran,
hak multimedia, marketing dan promosi, hak tidak berbadan seperti
lambang dan hak-hak yang timbul berdasarkan Undang-undang tentang
hal-hal atas kekayaan intelektual.
Pasal 2 ayat 2 statuta PSSI mengenai Nama, Tempat, Waktu dan
Bahasa: “PSSI adalah organisasi kemasyarakatan dan independen yang
didirikan berdasarkan hukum dan perundang-undangan yang berlaku di
Indonesia, terdaftar di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dan berdomisili di Jakarta. Berdasarkan pasal 2 ayat 2
statuta PSSI tersebut, dapat diketahui bahwa PSSI merupakan organisasi
kemasyarakatan yang didirikan di bawah naungan negara Republik
Indonesia dan berdasarkan hukum dan perundang-undangan yang berlaku
di Indonesia, walaupun dalam ayat selanjutnya disebutkan bahwa PSSI
merupakan anggota FIFA. Sebagai sebuah organisasi kemasyarakatan,
PSSI harus tunduk pada peraturan yang berlaku mengenai sebuah
organisasi kemasyarakatan.
Kewajiban PSSI adalah sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 13
Statuta FIFA yang pada intinya adalah harus menyesuaikan
penyelenggaraan sepakbola seturut dengan aturan FIFA dan tanpa campur
tangan pihak ketiga. Pelanggaran terhadap kewajiban tersebut akan
berujung sanksi yang dapat berupa penangguhan/skorsing dan bahkan
dikeluarkan dari keanggotaan sesuai dengan Pasal 14 dan Pasal 15 Statuta.
Adapun hak-hak anggota diantaranya adalah mengambil bagian dalam
kongres, menyampaikan proposal dalam agenda kongres, menominasikan
kandidat presiden FIFA, mengikuti kompetisi yang diselenggarakan FIFA,
dan ambil bagian dalam bantuan dan pengembangan program.
Independensi para anggota nampak jelas sangat dijunjung oleh statuta
48
sebagaimana diatur dalam Pasal 17 Statuta bahwa setiap anggota harus
melaksanakan segala bentuk tindakan secara independen dan tanpa
campur tangan pihak ketiga.
49
BAB III
HAKEKAT SEPAKBOLA
Pada hakekatnya permainan sepakbola merupakan permainan
beregu yang menggunakan bola sepak. Sepakbola dimainkan dilapangan
rumput oleh dua regu yang saling berhadapan dengan masing-masing regu
terdiri dari sebelas pemain. Tujuan permainan ini dimainkan adalah untuk
memasukkan bola kegawang lawan sebanyak-banyaknya dan berusaha
mempertahankan gawang sendiri dari serangan lawan. Ada pun
karakteristik yang menjadi ciri khas permainan ini adalah memainkan bola
dengan menggunakan seluruh anggota tubuh kecuali lengan.
Menurut Sukintaka, dkk. (1979), sepakbola adalah suatu
permainan yang dilakukan dengan jalan menyepak bola. Bola disepak kian
kemari untuk diperebutkan di antara pemain-pemain, yang mempuyai
tujuan untuk memasukkan bola ke dalam gawang lawan. Dalam
memainkan bola maka pemain dibenarkan untuk menggunakan seluruh
anggota badan kecuali tangan dan lengan. Hanya penjaga gawang
diperbolehkan untuk memainkan bola dengan tangan di daerah kotak
penaltinya. Tujuan dari masing-masing regu adalah memasukkan bola ke
gawang lawan sebanyak mungkin dan berusaha agar gawang tidak
kebobolan dari tim lawan. Menurut muhajir (2007) Sepakbola adalah suatu
permainan yang dilakukan dengan jalan menyepak, yang mempunyai
tujuan untuk memasukkan bola kegawang lawan dengan mempertahankan
gawang tersebut agar tidak kemasukan bola.
Menurut Luxbacher (2008) menyatakan bahwa pertandingan
sepakbola dimainkan oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan 11
orang. Masing-masing tim mempertahankan gawang dan berusaha
menjebol gawang lawan. Sepakbola merupakan olahraga yang paling
50
merakyat di Indonesia, artinya bahwa sepakbola menjadi olahraga yang
paling banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Sepakbola dimainkan
oleh berbagai lapisan masyarakat tanpa membedakan umur, jenis kelamin,
kekayaan, dan ras. (Amiq, 2019). Menurut Amansyah (2015) sepak bola
ialah salah satu cabang olahraga yang sangat digemari di dunia ini baik
dari seluruh golongan ataupun umur. Perihal ini bisa dilihat dari
banyaknya klub serta sekolah-sekolah sepakbola yang bisa ditemui dimana
saja baik di kota manapun. Disamping permainan sepak bola lumayan
gampang serta sangat menarik sebab dimainkan secara beregu ataupun
kelompok. Yang menjadikan permainan ini terus menjadi menarik dengan
dituntutnya kerjasama tim. Kamaruddin (2011) bahwa definisi sepak bola
merupakan permainan yang mempunyai gerakan- gerakan yang dinamis
dan mempunyai keadaan raga yang baik semacam kekuatan, kecepatan,
kelincahan, daya tahan, kelentukan, ketepatan, power, respon, serta
koordinasi, dimana seseorang pemain dituntut wajib bisa melaksanakan
gerakan yang cepat semacam: melompat, berlari, melangkah arah depan
balik, lari menggiring bola dengan cepat, menggiring bola dengan
melewati lawan, serta masih banyak lagi gerakan gerakan dasar bermain
sepak bola yang dituntut untuk sanggup memaksimalkan kondisi fisik
yang prima, sepak bola pula membutuhkan pemantapan keadaan
lokomotor buat memperoleh ketahanan otot.
Adhianto (2013) menjelaskan bahwa sepak bola adalah permainan
bola besar yang dimainkan secara beregu, satu regu berjumlah sebelas
orang yang dimainkan di lapangan berumput dengan media sebuah bola,
secara garis besar posisi pemain dalam permainan sepak bola dibagi
menjadi empat, yaitu penjaga gawang (goalkeeper), pemain bertahan
(defender), pemain tengah (midfielder), pemain depan (striker).
51
Permainan dilakukan dalam dua babak, sedang diantara dua babak
itu diberi waktu istirahat. Disamping itu pada babak kedua diadakan
pertukaran tempat. Mengenai kelengkapan pemain dengan menggunakan
sepatu bola serta kostum yang berbeda warna antara kedua regu, demikian
pula untuk masing-masing penjaga gawang menggunakan kostum yang
khusus dan berbeda dengan para pemain. Sepakbola merupakan cabang
olahraga yang sangat digemari oleh berbagai kalangan masyarakat mulai
dari anak-anak, remaja, maupun orang tua., Bahkan sekarang sepakbola
digemari dan dimainkan oleh kaum wanita. Dalam memasyarakatkan
olahraga dan mengolahragakan masyarakat, sepakbola merupakan salah
satu cabang olahraga yang diprioritaskan untuk dibina. Tujuan dari
masing-masing regu adalah memasukkan bola ke gawang lawan sebanyak
mungkin dengan pengertian pula berusaha sekuat tenaga agar gawangnya
terhindar dari kebobolan penyerang lawan.
Seiring perkembangan zaman maka sepakbola juga mengalami
perubahan terutama terlihat sekali pada peraturan pertandingan,
perlengkapan lapangan, kelengkapan pemain, perwasitan, dan organisasi
sepakbola. Kesemuanya itu bertujuan agar sepakbola lebih bisa dinikmati,
digemari dan menjadi suatu suguhan. Bagi pemain sendiri di lapangan
pemain lebih aman dan terlindungi dalam mengekspresikan
keterampilannya dalam mengolah bola.
Pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa sepakbola adalah
permainan antara dua (2) regu yang masing-masing regu terdiri dari 11
orang dan dimainkan dengan kaki, kecuali penjaga gawang, boleh
menggunakan tangan dan lengan. Setiap tim berusaha untuk memasukkan
bola ke gawang lawan sebanyak-banyaknya dan menjaga gawangnya dari
kemasukan bola oleh serangan lawan dan permainan ini dilakukan selama
2x45 menit.
52
BAB IV
TEKNIK DASAR SEPAKBOLA
Teknik dasar sepak bola merupakan sesuatu yang mendasar dalam
bermain sepak bola dan digunakan untuk melakukan suatu permainan
sepak bola yang baik serta menjalankan teknik lanjutan dan taktik dalam
permainan sepak bola agar teknik bisa berjalan sempurna. Budiwanto
(2012) mengatakan bahwa latihan teknik merupakan latihan keterampilan
untuk meningkatkan kesempurnaan teknik. Kesempurnaan teknik dalam
sepak bola dapat dilakukan dengan latihan yang baik dan proses yang
panjang dan konsisten agar dapat memperoleh keterampilan teknik
sepakbola yang baik dan sempurna.
Untuk menunjang jalannya pertandingan sepak bola, maka
diperlukan berbagai macam komponen, salah satunya yaitu teknik dalam
bermain sepak bola. Scheuneman (2008) berpendapat bahwa teknik dasar
permainan sepak bola terdiri dari mengumpan (passing), menggiring
(dribbling), menembak/menendang (shooting), menyundul (heading),
menghentikan bola (control), lemparan kedalam (trhow in) dan
menangkap (goal keeper).
Pemain harus dibekali dengan teknik dasar bermain sepak bola agar
menghasilkan permainan yang baik. Beberapa teknik dasar yang perlu
dimiliki pemain sepak bola adalah menendang (kicking), menghentikan
(stoping), menggiring (dribling), meyundul (heading), merampas
(tackling), lemparan ke dalam (throw-in) dan menjaga gawang (goal
keeping) ( Sucipto, 2000).
Berdasarkan beberapa pemaparan pendapat tersebut, dapat
disimpulkan bahwa teknik dasar dalam permainan sepak bola yang perlu
diketahui, yaitu: (1) mengoper bola (passing), (2) menggiring (dribbling),
(3) menghentikan bola (control), (4) menendang bola (shooting), (5)
53
lemparan ke dalam (throw in), (6) menyundul bola (heading), (7) merebut
bola (tackling) (8) menjaga gawang (goal keeper).
A. Teknik Dasar Mengoper Bola (Passing)
Passing adalah salah satu teknik dasar dalam permainan sepakbola.
Menurut (Scheunemann, 2012) passing adalah mengumpan bola mendatar
atau melambung dari satu pemain ke pemain lainnya dengan jarak yang
bervariasi. Sedangkan menurut Sedangkan menurut (Mielke, 2007) passing
adalah seni memindahkan momentum bola dari satu pemain ke pemain lain.
Dengan demikian teknik mengumpan bola dibedakan menjadi dua yaitu
umpan mendatar diatas permukaan lapangan dan umpan tinggi.
Teknik dasar passing adalah mengumpan/mengoper bola ke teman
se tim, perlu menguasai 2 jenis passing, yaitu short pass dan long pass,
teknik yang digunakan saat short pass adalah menggunakan kaki bagian
dalam dan power sedang, sedangkan long pass menggunakan kaki bagian
luar dan kekuatan tendangan lebih besar dari short pass. Mengumpan bola
erat kaitannya dengan latihan menendang dan menerima bola, ketika jadi
pengumpan, harus sudah menguasai teknik shooting, jika anda penerima
umpan maka anda harus menguasai teknik controlling. Passing dilakukan
untuk menghindari lawan yang ingin merebut dan membuka peluang dengan
umpan terobosan.
Dalam penjelasan berikut akan diuraikan mengenai teknik yang
digunakan untuk mengumpan bola diatas permukaan lapangan. Terdapat
tiga teknik dalam mengumpan bola di atas lapangan antara lain:
54
1) Passing Menggunakan Kaki Bagian Dalam (inside of the foot)
Gambar 4. 1 Passing menggunakan Kaki Bagian Dalam (inside of the
foot)
Adapun langkah-langkah saat mengoper bola (passing)
menggunakan kaki bagian dalam adalah:
a. Letakkan kaki yang menahan atau kaki tumpu di samping bola
b. Ayunkan kaki yang akan menendang ke belakang
c. Tangan membentang kesamping untuk menjaga keseimbangan
tubuh
d. Mata melihat bola
e. Tendang bola bagian tengah dengan kaki bagian dalam dan
pastikan kaki tetap lurus pada gerak lanjutan
f. Setelah menendang ada gerakan lanjutan (follow through).
55
Gambar 4. 2 Barcode Video Passing menggunakan Kaki Bagian Dalam
(inside of the foot)
2) Passing Menggunakan Kaki Bagian Luar (outside of the foot)
Gambar 4. 3 Passing menggunakan Kaki Bagian Luar (outside of the
foot)
Adapun langkah-langkah saat mengoper bola (passing)
menggunakan kaki bagian luar adalah:
a. Letakkan kaki yang menahan atau kaki tumpu di samping bola
b. Ayunkan kaki yang akan menendang ke belakang
c. Tangan membentang kesamping untuk menjaga keseimbangan
tubuh
56
d. Mata melihat bola
e. Tendang bola bagian dengan samping luar instep dan untuk operan
yang yang lebih panjang gunakan gerakan akhir yang penuh untuk
mendapatkan jarak yang lebih jauh.
f. Setelah menendang ada gerakan lanjutan (follow through).
Gambar 4. 4 Barcode Video Passing menggunakan Kaki Bagian Luar
(outside of the foot)
3) Passing Menggunakan Punggung Kaki (Instep)
Gambar 4. 5 Passing menggunakan Bagian Punggung Kaki (instep)
57
Adapun langkah-langkah saat mengoper bola (passing)
menggunakan bagian punggung kaki adalah:
a. Letakkan kaki yang menahan atau kaki tumpu di samping bola
b. Dekati bola dengan posisi sedikit menyudut
c. Tangan membentang kesamping untuk menjaga keseimbangan
tubuh
d. Ayunkan kaki yang akan menendang ke belakang
e. Mata melihat ke bola
f. Tendang bola dengan menggunakan bagian punggung kaki
g. Setelah menendang ada gerakan lanjutan (follow through)
Gambar 4. 6 Barcode Video Passing menggunakan Bagian Punggung
Kaki (instep)
B. Teknik Dasar Menggiring Bola (Driblling)
Salah satu teknik dasar sepakbola yang perlu dikuasai adalah
teknik dasar dribbling. Menggiring bola (dribbling) merupakan aspek yang
paling penting dalam sepakbola dikarenakan setiap pemain diperlukan
untuk menggiring bola dengan penguasaan teknik yang baik dalam upaya
permainan.
Menggiring bola dapat diartikan dengan gerakan lari menggunakan
bagian kaki mendorong bola agar bergulir terus menerus diatas tanah,
58
menggiring bola hanya dilakukan pada saat-saat yang menguntungkan
saja, yaitu bebas dari lawan. (Sukatamsi, 1984). Menurut Mielke (2007)
menyatakan bahwa menggiring adalah keterampilan dasar dalam sepak
bola untuk mampu menguasai bola saat sedang bergerak, berdiri, atau
bersiap melakukan operan atau tembakan.
Menggiring bola sangat penting bagi pemain sepak bola, biasanya
pemain sepak bola lebih sering menggiring bola untuk melakukan
serangan dan menggiring bola untuk mencari tempat aman yang tepat
untuk menendang atau mengoper bola kepada teman. Menurut Sucipto
(2000) berpendapat bahwa menggiring bola adalah menendang terputus-
putus atau pelan-pelan, oleh karena itu bagian kaki yang dipergunakan
sama dengan kaki yang dipergunakan untuk menendang bola. Ada
beberapa prinsip-prinsip teknik menggiring bola yaitu:
a. Bola didalam penguasaan pemain, bola selalu dikaki, badan
pemain terletak antara bola dan lawan serta bola tetap terkontrol
b. Didepan pemain terdapat daerah kosong, bebas dari lawan
c. Bola digiring dengan kaki bagian dalam atau luar dengan irama
sentuhan kaki pada bola tidak mengubah irama kaki
d. Pandangan pada waktu menggiring bola tidak selalu kearah bola
saja, akan tetapi harus memperhatikan dan mengamati gerakan
lawan
e. Badan condong kedepan, gerakan tangan bebas seperti pada
waktu lari biasa
Teknik menggiring pada permainan sepak bola memiliki
banyak variasi, yaitu, menggiring menggunakan kaki bagian dalam,
menggunakan kaki bagian luar, dan menggunakan kaki bagian punggung
kaki.
59
1) Menggiring Bola Menggunakan Kaki Bagian Dalam
Gambar 4. 7 Menggiring Bola Menggunakan Kaki Bagian Dalam
Adapun langkah-langkah saat menggiring bola (dribbling)
menggunakan kaki bagian dalam, sebagai berikut:
a. Posisi kaki menggiring bola sama dengan posisi menendang bola
b. Kaki yang digunakan untuk menggiring bola tidak ditarik ke
belakang hanya diayunkan ke depan
c. Diupayakan setiap melangkah, secara teratur bola disentuh/
didorong bergulir ke depan
d. Bola bergulir harus selalu dekat dengan kaki dengan demikian
bola tetap dikuasai
e. Pada waktu menggiring bola kedua lutut sedikit ditekuk untuk
mempermudah penguasaan bola
f. Pada saat kaki menyentuh bola, pandangan ke arah bola dan
selanjutnya melihat situasi lapangan
g. Kedua lengan menjaga keseimbangan di samping badan
60
Gambar 4. 8 Barcode Video Menggiring Bola Menggunakan Kaki
Bagian Dalam
2) Menggiring Bola Dengan Bagian Punggung Kaki
Gambar 4. 9 Menggiring Bola Dengan Bagian Punggung Kaki
Adapun langkah-langkah saat menggiring bola (dribbling)
menggunakan bagian punggung kaki, sebagai berikut:
a. Posisi kaki menggiring bola sama dengan posisi menendang
dengan punggung kaki
61
b. Kaki yang digunakan untuk menggiring bola hanya menyentuh/
mendorong bola tanpa terlebih dahulu ditarik ke belakang dan di
ayunkan ke depan
c. Tiap melangkah secara teratur kaki menyentuh bola
d. Bola bergulir harus selalu dekat sehingga bola dikuasai
e. Kedua lutut sedikit ditekuk agar mudah menguasai bola
f. Pandangan melihat bola pada saat kaki menyentuh, kemudian
lihat situasi dan kedua lengan menjaga keseimbangan di samping
badan.
Gambar 4. 10 Barcode Video Menggiring Bola Dengan Bagian
Punggung Kaki
62
3) Menggiring Bola Menggunakan Kaki Bagian Luar
Gambar 4. 11 Menggiring Bola Menggunakan Kaki Bagian Luar
Adapun langkah-langkah saat menggiring bola (dribbling)
menggunakan bagian punggung kaki, sebagai berikut:
a. Posisi kaki menggiring bola sama dengan posisi menendang
dengan punggung kaki bagian luar
b. Kaki yang digunakan untuk menggiring bola hanya
menyentuh/mendorong bola bergulir ke depan
c. Tiap melangkah secara teratur kaki menyentuh bola
d. Bola selalu dekat dengan kaki agar bola tetap dikuasai
e. Kedua lutut sedikit ditekuk agar mudah untuk menguasai bola
f. Pada saat kaki menyentuh bola pandangan ke arah bola,
selanjutnya melihat situasi
g. Kedua lengan menjaga keseimbangan di samping badan
63
Gambar 4. 12 Barcode Video Menggiring Bola Menggunakan Kaki
Bagian Luar
C. Teknik Dasar Menghentikan Bola (Controlling)
Menurut Sardjono, (Sucipto,200) menerima atau mengontrol bola
dapat diartikan sebagai seni menangkap bola dengan kaki atau menguasai
gerakan bola, atau dengan kata lain membawa bola dengan penguasaan
sepenuhnya. Sedangkan menurut Danny Mielke (2003) dalam menerima
bola ada dua macam, bola yang langsung dihentikan (stopping) dan
menerima dalam arti menguasai bola (controlling) dalam hal ini tidak
langsung dihentikan tetapi terus dimainkan dan dibawa bergerak atau
diberikan teman.
Menghentikan bola merupakan salah satu teknik dasar dalam
permainan sepakbola yang penggunaanya bersamaan dengan teknik
menendang bola. Tujuan menghentikan bola adalah untuk mengontrol
bola, yang termasuk didalamnya adalah untuk mengatur tempo permainan,
mengalihkan laju permainan, dan memudahkan untuk passing. Dalam
menghentikan laju bola dapat menggunakan kaki, dada, dan paha.
64
1) Menghentikan Bola Dengan Bagian Punggung Kaki
Gambar 4. 13 Menghentikan Bola Dengan Bagian Punggung Kaki
Adapun langkah-langkah saat menghentikan bola dengan bagian
punggung kaki, sebagai berikut:
a. Posisi kaki penghenti diangkat sedikit dan dijulurkan kedepan
menjemput datangnya bola
b. Bola menyentuh kaki persis dipunggung kaki.
c. Pada saat kaki menyentuh bola, kaki penghenti mengikuti arah
bola sampai berada dibawah badan/terkuasai.
d. Posisi lengan berada disamping badan untuk menjaga
keseimbangan.
65
Gambar 4. 14 Barcode Video Menghentikan Bola Dengan Bagian
Punggung Kaki
2) Menghentikan Bola Dengan Bagian Kaki Dalam
Gambar 4. 15 Barcode Mengentikan Bola Dengan Kaki Bagian Dalam
Adapun langkah-langkah saat menghentikan bola dengan bagian
dalam kaki, sebagai berikut:
a. Posisi badan segaris dengan datangnya bola
b. Kaki tumpu mengarah pada bola dengan lutut sedikit ditekuk
66
c. Kaki penghenti ditekuk sedikit dengan permukaan bagian dalam
kaki dijulurkan kedepan segaris dengan datangnya bola
d. Bola menyentuh kaki persis dibagian dalam/mata kaki
e. Kaki penghenti mengkuti arah bola
f. Kaki penghenti bersama bola berhenti dibawah badan (terkuasai)
g. Pandangan mengikuti jalanya bola sampai bola berhenti
h. Kedua lengan dibuka disamping badan menjaga keseimbangan
Gambar 4. 16 Barcode Video Mengentikan Bola Dengan Kaki Bagian
Dalam
3) Menghentikan Bola Dengan Paha
Gambar 4.15 Menghentikan Bola Dengan Paha
67
Adapun langkah-langkah saat menghentikan bola menggunakan
bagian paha, sebagai berikut:
a. Tempatkan tubuh di bawah bola yang sedang bergerak turun.
b. Angkat kaki yang akan menerima bola.
c. Paha paralel dengan permukaan lapangan.
d. Tekukan kaki yang menahan keseimbangan.
e. Rentangkan tangan kesamping untuk menjaga keseimbangan.
f. Kepala tidak bergerak dan memperhatikan bola.
g. Terima bola dengan bagian pertengahan paha.
h. Tarik paha ke bawah sampai bola jatuh tidak jauh dari kaki.
Gambar 4. 17 Barcode Video Menghentikan Bola Dengan Paha
68
4) Menghentikan Bola Dengan Dada
Gambar 4.16 Menghentikan Bola Dengan Dada
Adapun langkah-langkah saat menghentikan bola menggunakan
bagian dada, sebagai berikut:
a. Posisi badan menghadap kearah datangnya bola
b. Kedua kaki dibuka selebar bahu dengan kedua lutut ditekuk
c. Dada dibusungkan kedepan menghadap datangnya bola
d. Pada saat bola mengenai dada,badan dilentingkan mengikuti arah
bola
e. Perkenaan bola pada dada tepat di tengah tengah dada
f. Pandangan mengikuti bola sampai bola berhenti ditengah dada
g. Kedua lengan di buka kesamping badan untuk menjaga
keseimbangan
69
Gambar 4. 18 Barcode Video Menghentikan Bola Dengan Dada
D. Teknik Dasar Menendang Bola (Shooting)
Shooting atau Menendang bola salah satu teknik yang harus
dikuasai oleh seorang pemain sepak bola. Karena berdasarkan fungsinya
menendang bola dapat digunakan sebagai cara memberikan (mengoper)
bola kepada teman dalam berbagai jarak dan menembak bola ke gawang.
Jika kemampuan menendang bola ini kurang baik maka seorang pemain
dapat dikatakan tidak dapat bermain sepak bola dengan baik. Seorang
pemain harus menguasai keterampilan dasar menendang bola dan
selanjutnya mengembangkan berbagai macam teknik shooting yang
memungkinkan untuk melakukan tendangan shooting dan mencetak gol
dari berbagai posisi di lapangan (Mielke, 2003).
Beberapa teknik tendangan dalam sepak bola, yaitu dengan
menggunakan kaki bagian luar, bagian dalam, dan punggung kaki. Dalam
hal ini teknik yang dibahas adalah teknik menendang menggunakan
punggung kaki.
70
1) Teknik Dasar Menendang Menggunakan Punggung Kaki
Gambar 4. 19 Barcode Menendang Menggunakan Punggung Kaki
Adapun langkah-langkah saat melakukan shooting
menggunakan punggung kaki, sebagai berikut;
a. Pandangan ke arah gawang
b. Posisi badan berdiri rileks menghadap arah bola
c. Kaki tumpu dilangkahkan ke depan diletakkan disamping bola d.
Kaki penendang diangkat ke belakang
d. Lakukan tendangan ke arah bola menggunakan punggung kaki
e. Setelah menendang, kaki penendang dilangkahkan ke depan
untuk menjaga keseimbangan badan
71
Gambar 4. 20 Barcode Video Menendang Menggunakan Punggung Kaki
E. Teknik Dasar Menyundul Bola (Heading)
Menyundul bola atau heading pada hakikatnya adalah memainkan
bola dengan kepala. Tujuan menyundul bola dalam permainan sepak bola
adalah untuk mengumpan, mencetak gol, dan untuk mematakan serangan
lawan atau membuang bola dapat dilakukan sambil berdiri, melompat, dan
sambil meloncat. Banyak gol tercipta dalam permainan sepak bola dari
hasil sundulan kepala. Dalam pelaksanaannya menyundul bola dilakukan
melalui tiga cara yaitu: 1) menyundul bola sambil berdiri, 2) menyundul
bola sambil meloncat, dan 3) menyundul bola sambil melayang (Sucipto,
2000). Menurut Danny Mielke (2009) Heading atau menyundul bola
merupakan salah satu teknik dasar sepak bola yang harus dikuasai dengan
baik, dengan mengusai teknik menyundul bola permainan sepak bola akan
lebih menarik dan tim yang mengusai teknik menyundul bola lebih besar
kemungkinannya untuk memenangkan pertandingan. Sepak bola adalah
satu satunya permainan dimana pemain menggunakan kepala untuk
menanduk bola, pemain juga menggunakan kepala untuk mengumpan bola
ke rekannya untuk mecetak gol dengan mengarahkan bola ke gawang
lawan. (Amiq, 2015). Menurut Koger (2007) pemain harus menghitung
72
waktu yang tepat untuk menggerakkan kepala saat bola datang, kepala
harus digerakkan ke depan untuk menyundul bola. Dalam melakukan
gerakan heading dengan kepala harus memperhatikan hal-hal sebagai
berikut: (1) gerakan tubuh ke jalur melayangnya bola, kemudian usahakan
selalu menggerakkan kaki sehingga bisa menyesuaikan saat bola datang,
(2) usahakan mata tetap tertuju pada bola dan mulut tertutup pada saat bola
datang, karena hal ini bisa menghindari cedera yang bisa saja terjadi, (3)
menyundul bola dengan menggunakan dahi tepat pada daerah pertemuan
dahi dengan garis rambut dan pertahankan keseimbangan kaki ketika bola
mendekat, (4) gerakan tubuh bagian atas dari posisi melengkung menuju
bola ketika bola mendekat dan gunakan kaki untuk melontarkan tubuh
menuju ke arah bola dan arahkan bola pada sasaran, (5) usahakan selalu
menjemput bola yang datang dan jangan menunggu bola datang di kepala.
1) Menyundul Bola Dengan Sikap Berdiri
Gambar 4. 21 Menyundul Bola Dengan Sikap Berdiri
Adapun langkah-langkah saat melakukan heading dengan
sikap berdiri, sebagai berikut;
a. Sikap dan pandangan kearah sasaran
73
b. kedua kaki dibuka selebar bahu, salah satu kaki maju ke depan
sebagai gerak lanjutan dan menghadap kearah sasaran, berat
badan di kaki terkuat
c. Sebelum melakukan sundulan, badan ditarik sedikit kebelakang
dalam posisi sedikit melenting
d. Kemudian kedua lengan terbuka, siku dibengkokan mengimbangi
badan, leher ditegangkan, pandangan kearah bola
e. Selanjutnya gerakan badan kedepan menuju bola dan sundul bola
tepat dengan dahi bagian depan hingga bola kembali meluncur ke
depan.
Gambar 4. 22 Barcode Video Menyundul Bola Dengan Sikap Berdiri
74
2) Menyundul Bola Dengan Melompat dan Meloncat (Jump Header)
Gambar 4. 23 Menyundul Bola Dengan Sikap Melompat (Jump Header)
Adapun langkah-langkah saat melakukan heading dengan
sikap berdiri, sebagai berikut:
a. Tempatkan diri dibawah lambungan bola, kedua kaki dalam
posisi sejajar
b. Pada saat bola turun ambil tolakan
c. Kemudian meloncat kearah bola dengan badan sedikit melenting
dan tangan dibuka kesamping, posisi siku ditekuk
d. Perkenaan bola tepat mengenai bagian dahi
e. kemudian mendarat secara eksplosif
75
Gambar 4. 24 Barcode Video Menyundul Bola Dengan Sikap Melompat
(Jump Header)
3) Menyundul Bola Sambil Melayang Menjatuhkan Badan (Dive
Header)
Gambar 4. 25 Menyundul Bola Sambil Menjatuhkan Badan (Dive
Header)
Adapun langkah-langkah saat melakukan heading sambil
menjatuhkan badan, sebagai berikut:
a. Badan mengarah ke sasaran dengan pandangan mengawasi bola
melayang
b. Sikap badan condong kedepan, lutut ditekuk
76
c. Kemudian pada waktu bola meluncur dari arah yang berlawanan
lompat ke depan dan melayang sejajar dengan tanah
d. Sundul bola dengan dahi. Pada saat mendarat, tangan bertumpu
pada tanah.
Gambar 4. 26 Barcode Video Menyundul Bola Sambil Menjatuhkan
Badan (Dive Header)
F. Teknik Dasar Lemparan Ke Dalam (Trhow In)
Lemparan ke dalam terjadi apabila bola seluruhnya
melampauigaris samping, baik bergulir di atas tanah maupun di udara.
Seorang pemain lawan dari pihak pemain terakhir yangmenyentuh bola
berhak melakukan lemparan dengan duatangan melalui atas kepala dari
luar garis samping denganarah bebas. Selanjutnya menurut Sarjono dan
Sumarjo (2010) bahwa lemparan ke dalam dilakukan apabila bola keluar
melewati garis samping lapangan.
Sementara menurut Hidayat, dkk (2010) bahwa apabila bola
meninggalkan lapangan permainan (out) melalui garis samping lapangan,
akan terjadi lemparan ke dalam (throw in). Dilanjutkan oleh Chandra dan
Sanoesi (2010) yang menyatakan bahwa melempar bola ke dalam (throw
in) biasanya terjadi apabila bola keluar dari garis permainan, jika di garis
77
gawang maka disebut bola gawang, jika di garis samping lapangan disebut
bola keluar (out ball)
Kemudian Minarsih, dkk (2010) mengemukakan bahwa lemparan
kedalam atau throw in dilakukan apabila bola ke luar lapangan melewati
garis samping (out), lalu bola dilempar dengan kedua belah tangan dari
belakang melewati atas kepala. Pelemparan ini dilakukan oleh pemain
yang berhak melakukan lemparan.
Gambar 4. 27 Lemparan Kedalam (Trhow In)
Adapun langkah-langkah saat melakukan lemparan ke dalam
(Trhow In), sebagai berikut:
a. Melakukan lemparan harus menggunakan kedua tangan untuk
memegang bola
b. Kedua siku tangan menghadap ke depan.
c. Kedua ibu jari saling bertemu.
d. Kedua kaki sejajar atau depan belakang dengan keduanya
menapak pada tanah dan berada diluar garis samping saat akan
melakukan maupaun selama melakukan lemparan-lemparan.
78
e. Mata tetap dalam keadaan terbuka, dengan arah tubuh searah
dengan sasaran yang akan dituju.
Gambar 4. 28 Barcode Video Lemparan Kedalam (Trhow In)
G. Teknik Dasar Merebut Bola (Tackling)
Merampas bola merupakan upaya untuk merebut bola dari
penguasaan lawan. Merampas bola dapat dilakukan sambil berdiri
(standing tackling) dan sambil meluncur (sliding tackling).
Gambar 4. 29 Merebut Bola Sikap Berdiri (Standing Tackling)
79
Adapun langkah-langkah saat merebut bola dengan sikap berdiri,
sebagai berikut:
a. Menempatkan diri sedekat mungkin dengan lawan yang sedang
menguasai bola
b. Memperhatikan kaki dan gerak lawan Letakkan kaki tumpu
disamping depan kaki lawan yang menguasai bola dan kaki
tumpu ditekuk bagian lututnya sedikit
c. Kaki yang digunakan untuk merampas bola sedikit diangkat
kebelakang kemudian ayunkan kedepan dan kenakan ditengah
tengah bola
d. Dengan kaki bagian dalam atau luar dan dengan menguatkan otot
otot kaki menahan bola dengan menekan yang kuat
e. Apabila lawan berdiri dengan kaki rapat,maka cepat cepat kaki
yang merampas bola menekan dan menarik bola sehingga bola
bergulir keatas kaki lawan kemudian kuasai bola
Gambar 4. 30 Merebut Bola Sambil Menjatuhkan Badan (Sliding
Tackling)
80
Adapun langkah-langkah saat merebut bola sambil menjatuhkan badan,
sebagai berikut:
a. Lari mendekati bola yang dikuasai lawan, sehingga
memungkinkan untuk meluncur kearah bola
b. Pada langkah terakhir, kaki tumpu lutut dibengkokan dan titik
berat badan direndahkan
c. Kaki yang lain meluncur kearah bola dengan kaki bagian dalam
atau telapak kaki didorong keluar penguasaan lawan
d. Dengan dibantu tangan badan direbahkan
e. Hati-hati saat melakukan tackling jangan sampai terjadi
pelanggaran, Usahakan mengenai bola
f. Setelah berhasil merebut bola segera lindungi bola dari jangkauan
lawan
Gambar 4. 31 Barcode Video Merebut Bola
H. Teknik Dasar Penjaga Gawang (Goal Keeper)
Teknik menjaga gawang merupakan teknik khusus diperuntukkan
bagi pemain yang bermain di posisi kipper atau penjaga gawang. Teknik
yang biasa disebut goal keeping merupakan teknik penting bagi mereka
sebagai pertahanan terakhir tim. Oleh karena itu pemain perlu melatih
reaksi menghadang bola yang mengarah ke gawang.
81
Seorang penjaga gawang di dalam pertahankan gawangnya
mempunyai enam tanggung jawab, yaitu: 1) Menghadapi/menangkap
semua jenis tembakan 2) Menghadapi/menggagalkan bola silang 3)
Membantu pertahanan dari barisan paling belakang 4) Mempersempit
sudut tembakan 5) Membagi bola (mengumpan bola) 6) Bertahan pada
permainan pola posisi.
Gambar 4. 32 Menangkap Bola (Goal Keeper)
Adapun langkah-langkah penjaga gawang saat menangkap bola,
sebagai berikut:
a. Posisi berdiri rileks menghadap arah datangnya bola
b. Kaki dibuka selebar bahu dan lutut sedikit ditekuk
c. Tangan berada di samping badan
d. Tangkap bola dengan sedikit meredam laju bola baik dari arah
bawah, perut, dan atas kepala
e. Setelah bola ditangkap badan kembali pada posisi rileks
82
Gambar 4.30 Barcode Video Menangkap Bola (Goal Keeper)
83
BAB V
SARANA DAN PRASARANA SEPAKBOLA
Secara umum sarana dan prasarana adalah alat penunjang
terselenggaranya suatu proses usaha atau pembangunan (Soepartono,
2000). Pengadaan sarana dan prasarana merupakan suatu upaya yang
dilakukan di dalam menyelenggarakan pelayanan terhadap publik atau
masyarakat, karena apabila ke dua hal ini tidak tersedia, maka seluruh
rangkaian kegiatan yang dilakukan tidak dapat mencapai hasil yang efektif
dan efesien sesuai dengan rencana yang telah diprogramkan. Sarana adalah
perlengkapan yang dapat dipindah-pindahkan untuk mendukung fungsi
kegiatan dan satuan pendidikan yang meliputi: peralatan, perabotan, media
pendidikan dan buku. Sarana adalah segala sesuatu yang dipakai sebagai
alat dalam mencapai makna dan tujuan. Sedangkan prasarana adalah
segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu
proses atau kegiatan (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Sarana prasarana
adalah alat secara fisik untuk menyampaikan isi pembelajaran (Sagne dan
Brigs dalam Latuheru, 1988). Dari berbagai definisi menurut para ahli
dapat disimpulkan bahwa sarana prasarana adalah sumber daya pendukung
yang terdiri dari segala bentuk jenis bangunan/tanpa bangunan beserta
seluruh isi dengan perlengkapannya dan memenuhi persyaratan untuk
berlangsungnya suatu proses dalam melaksanakan kegiatan dengan efektif
dan efesien.
Perkembangan sepakbola juga harus didukung oleh sarana dan
prasarana itu sendiri yang sesuai dengan aturan-aturan yang sudah
ditetapkan dan juga harus memenuhi standart. Adapun sarana dan
prasarana yang digunakan dalam cabang olahraga sepak bola sebagai
berikut:
84
A. Bola
Bola dalam sepak bola memiliki 3 ukuran, yaitu 3, 4, dan 5. Besar
kecilnya bola disesuaikan dengan usia pemain. Bola resmi dibuat dari
pola-pola segi lima berwarna putih dan hitam yang dijahit menjadi satu.
Bola sepak dijual dengan berbagai merek, yang sering sama dengan merek
sepatu dan pakaiannya. Bola sepak dibuat dari bahan kulit berkualitas
tinggi, tetapi kebanyakan orang menggunakan bola yang dibuat dari bahan
sintetis yang lebih murah. Bola sepak memiliki ukuran 3, 4, dan 5. Bola
ukuran 5 digunakan untuk usia 12 ke atas. Bola ukuran 3 dan 4 lebih kecil
dan lebih sesuai untuk pemain anak anak.
Spesifikasi bola, meliputi:
a. Berbentuk bundar atau bulat
b. Terbuat dari kulit atau bahan yang sesuai
c. Memiliki diameter 68 - 71 cm dengan berat 398–453 gram, dan
memiliki tekanan 8-12 psi
d. Berat tidak lebih dari 450 gr dan tidak kurang dari 410 gr pada
saat dimulainya pertandingan.
e. Tekanan udara dengan 0.6 sampai 1,1 atm (600-1100 gr/cm2)
pada permukaan laut (8,5 lbs / sq inci sampai 15,6 lbs / sq inci).
f. Ketika bola dijatuhkan ke tanah, bola harus memiliki
kelembaman sekitar 60%, yang artinya ketika dijatuhkan 1 meter
dari tanah, maka bola akan memantul balik dengan ketinggian 60
cm
g. Warna bola tidak boleh sama dengan lapangan, karena lapangan
berwarna hijau, maka tidak boleh menggunakan bola berwarna
hijau. Meskipun FIFA tidak mengatur secara resmi tentang warna
bola
85
h. Semisal lapangan tertutup salju sehingga berwarna putih,maka
digunakan bola berwarna merah atau orange
i. Lapisan bola harus bercorak, maksudnya tidak polos karena untuk
lebih memperjelas penglihatan pemain jika bola terkena efek
berputar
Gambar 5. 1 Ukuran Bola
B. Kaos Tim atau Jersey
Setiap tim menggunakan pakaian atau jersey printing khusus,
berupa baju, celana dan sepasang kaos kaki yang seragam. Selain itu setiap
pemain dilarang menggunakan sesuatu yang membahayakan seperti jam
tangan, kalung atau perhiasan.
Untuk kiper harus menggunakan seragam berbeda dari 10 pemain
lainnya, menggunakan sarung tangan dan boleh menggunakan baju atau
celana berlengan panjang. Seluruh pemain diperbolehkan untuk
mengenakan aksesoris tambahan berupa sarung tangan, baju pelapis untuk
melindungi dari cuaca dingin. Selain itu pemain diijinkan menggunakan
perangkat lain yang diizinkan secara medis, seperti kacamata, topeng dsb.
86
Di dalam jersey sepakbola, terdapat logo tim sepakbola pemilik
seragam tersebut. Selain itu, ada juga yang berisi gambar atau logo sponsor
tim tersebut. Ada logo perusahan pakaian yang membuat seragam tersebut,
misalnya Adidas, Nike, Puma, New Balance dan Specs. Itu biasanya untuk
di bagian depan baju. Sementara di bagian belakang baju, terdapat nama
dan nomor punggung pemain. Pada bagian celana terpasang logo tim dan
perusahaan yang membuat pakaian tersebut. Seragam ini digunakan untuk
menunjukkan tim apa yang sedang bertanding.
Dalam suatu tim yang sedang bertanding, biasanya terdapat
perbedaan warna seragam antara kiper dengan pemain lainnya agar mudah
membedakan mana kiper dan yang bukan kiper. Selain pemain, wasit juga
memiliki seragam yang tentunya berbeda, beda warna atau model.
Gambar 5. 2 Jersey Pemain
87
Gambar 5. 3 Jersey Wasit
C. Sepatu Sepakbola
Salah satu perlengkapan penting yang harus di siapkan untuk
bermain sepakbola adalah sepatu. Ukuran sepatu yang dipakai harus
benar-benar sesuai dengan kaki pemain. Olehnya itu periksa dengan teliti
pada saat membeli sepatu. Sepatu dengan kualitas yang baik dan ukuran
yang pas di kaki akan lebih terasa enak dan mendukung untuk melakukan
passing, controlling, dribbling, shooting dan controlling.
Sepatu sepak bola memiliki ciri-ciri adanya pul (semacam gerigi)
di bagian bawahnya, dengan berjumlah minimal 6 pul atau lebih. Hal ini
dikarenakan medan sepak bola yang berada di rumput asli, sehingga
pemain tidak tergelincir ketika berlari atau berhenti dan mengubah arah,
karena pul ini membantu kaki dan sepatu berpijak dengan baik di tanah.
Sama seperti seragam sepak bola, sepatu ini juga banyak yang berisi logo
perusahaan pakaian olahraga seperti Adidas, Nike, Puma, Specs, Mizuno
dan Ortuseight dengan ukuran sepatu yang berbeda-beda, tentunya
harganya bermacam-macam tergantung kualitas dan merk sepatu tersebut.
88
Gambar 5. 4 Sepatu Sepakbola
D. Kaos Kaki
Kegunaan kaos kaki sepak bola sama dengan kegunaan kaos kaki
seperti biasa, untuk keamanan dan kenyamanan juga. Tetapi berbeda dari
ukurannya saja, belum tentu sama antara kaos kaki sepak bola dengan kaos
kaki sekolah. Kaos kaki sepak bola memiliki ukuran yang lebih panjang
hingga ke lutut. Kaos kaki ini juga memiliki fungsi untuk merekatkan
deker saat bermain bola dan melindungi kulit dari goresan rumput maupun
benturan. Kaos kaki bukan hanya digunakan oleh pemain akan tetapi juga
digunakan oleh wasit dan asistennya.
89
Gambar 5. 5 Kaos Kaki Sepakbola
E. Shin Guard atau Deker
Shin guard (pelindung tulang kering) termasuk jenis peralatan
pelindung yang dipakai untuk menghindarkan cedera pada kaki bagian
bawah dalam pertandingan olahraga. Beberapa olahraga seperti sepak bola
mewajibkan semua pemain yang bertanding untuk mengenakan shin
guard. Namun seperti halnya jenis alat perlindungan lainnya, shin
guard hanya efektif jika dikenakan dengan benar. Perpanjanglah karier
olahraga Anda dengan memahami cara memilih shin guard yang tepat dan
cara pemakaian yang benar demi perlindungan maksimal.
Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) menyatakan dengan tegas
bahwa pelindung kaki harus dipakai oleh semua pemain ketika bermain
dalam pertandingan resmi. Peraturan ini bertujuan untuk melindungi kaki
pemain. Dalam permainan sepakbola, kaki pasti akan memiliki resiko yang
tinggi karena mendapatkan tendangan maupun sambaran dari kaki lawan,
dan pelindung tulang kering ini akan melindungi kaki dari resiko cedera,
serta melindungi dari rasa sakit dan memar sewaktu terjadi benturan.
90