Gambar 5. 6 Pelindung Betis (Shin Guard atau Deker)
F. Sarung Tangan Penjaga Gawang
Sarung tangan merupakan penunjang performa seorang kiper atau
penjaga gawang yang berguna untuk memberikan kenyamanan ketika
menahan dan menangkap bola. Fungsi dari sarung
tangan dalam permainan sepak bola adalah untuk melindungi tangan
kiper dan agar tangkapan yang dilakukan lebih maksimal dan lengket.
Pada umumnya, pada bagian telapak tangan dari sarung tangan
kiper terbuat dari latex. Latex pada dasarnya adalah karet, namun telah
diolah melalui proses yang lebih modern. Selain itu dapat memberikan
cengkeraman yang lebih maksimal, sarung tangan kiper modern juga
punya fungsi menyerap tenaga bola. Untuk itu, sarung tangan modern
disisipkan bantalan yang terbuat dari bahan bernama kain spacer untuk
meredam tenaga bola.
91
Gambar 5. 7 Sarung Tangan Penjaga Gawang
G. Peluit
Peluit merupakan senjata wasit dalam memimpin pertandingan
sebagai bahasa verbal, tubuh, dan communication mata. Peluit merupakan
sarana yang digunakan dalam pertandingan sepakbola, yang berfungsi
untuk membantu wasit dalam memimpin jalannya pertandingan.
Di dalam pertandingan sepak bola, wasit memimpin pertandingan
agar berjalan dengan baik, lancar, tertib, aman, dan terhindar dari
keributan. Wasit meniup peluit untuk menunjukkan kode terjadinya
pelanggaran, eksekusi tendangan bebas, tendangan sudut, penalti,
pergantian pemain, pemberhentian permainan karena ada pemain yang
mengalami cedera cukup serius, dan pertandingan berakhir.
92
Gambar 5. 8 Peluit Wasit
H. Kartu Kuning dan Kartu Merah
Di dalam permainan sepak bola terdapat dua buah kartu sakti yang
dimiliki oleh seorang wasit. Dua buah kartu sakti itu adalah kartu kuning
dan kartu merah. Kedua kartu milik wasit itu digunakan untuk mengganjar
pemain maupun pelatih yang melakukan pelanggaran saat berada di
lapangan.
Kartu kuning artinya mendapatkan sanksi ringan atau peringatan
kepada pemain yang melakukan pelanggaran untuk berhati-hati agar tidak
membuat kesalahan lagi dalam pertandingan. Tindakan yang
menyebabkan diberikan kartu kuning, sebagai berikut:
a. Melakukan pelanggaran berulang kali
b. Melakukan tindakan yang tidak sportif
c. Mengadang kaki lawan secara kasar
d. Menjatuhkan lawan dengan kasar
e. Membuat penundaan terhadap mulainya pertandingan
f. Mengulur atau membuang waktu dalam pertandingan
93
g. Meninggalkan lapangan tanpa adanya izin dari wasit
h. Masuk atau masuk lagi ke dalam area lapangan tanpa izin dari
wasit
i. Melakukan perselisihan melalui tindakan atau kata-kata
j. Melakukan kritik terhadap wasit secara berlebihan.
k. Melakukan perayaan gol secara berlebihan, seperti melepas baju
Sedangkan kartu merah dalam sepakbola menandakan bukan lagi
janji peringatan. Pemain yang diberik kartu merah harus keluar dari
pertandingan. Tindakan yang menyebabkan diberikan kartu merah,
sebagai berikut:
a. Melakukan tindak kekerasan
b. Melakukan pelanggaran berat yang berbahaya atau hingga
mencederai pemain lawan
c. Memegang bola dengan tangan di kotak penalti, sehingga
mencegah terjadinya gol. Hal ini berlaku untuk pemain selain kiper
d. Melakukan tindakan yang mencegah pemain lawan membuat gol
di saat gol seharusnya tercipta jika tanpa gangguan
e. Melakukan provokasi terhadap pemain lawan
f. Melakukan tindakan menghina, merendahkan, kasar terhadap
pemain lawan
g. Melakukan tindakan yang membuat jalannya pertandingan
dihentikan
94
Gambar 5. 9 Kartu Kuning dan Kartu Merah
I. Papan Pergantian Pemain
Papan ini bertujuan membantu wasit untuk memberitahukan bahwa
sedang terjadi pergantian pemain. Benda ini akan menunjukkan nomor
punggung kedua pemain yang terlibat, yaitu pemain yang memasuki
lapangan (pengganti) dan yang keluar dari lapangan (yang diganti), dengan
warna merah untuk yang keluar dan warna hijau untuk yang masuk. Selain
untuk menunjukkan pergantian pemain, papan ini juga berfungsi
menunjukkan waktu tambahan yang diberikan oleh wasit sebelum
pertandingan selesai di babak satu ataupun dua. Papan akan menunjukkan
waktu dalam bentuk angka, berapa menit waktu yang diberikan sang
penguasa lapangan.
95
Gambar 5. 10 Papan Pergantian Pemain
J. Tiang Bendera Sudut Lapangan
keberadaan tiang sudut di lapangan pun telah diatur dalam hukum
permainan FIFA. Di sana tertulis bahwa sebuah tiang setidaknya
dengan tinggi 1,5 meter, dengan puncak tidak runcing, dan berbendera
harus ditempatkan di setiap dudut. Tang berbendera yang diletakkan di
sudut lapangan tersebut juga berfungsi sebagai penanda untuk melakukan
sepak pojok atau yang biasa disebut tendangan sudut. Bendera yang
terletak di tiang corner sendiri diketahui tak boleh disingkirkan oleh
pesepakbola saat akan melakukan tendangan sudut. Tetapi, bendera
tersebut diperkenankan untuk disentuh oleh pemain saat tengah melakukan
tendangan. Aturan itu turut tercantum dalam law of the game FIFA. Tiang
corner juga kerap kali dijadikan sebagai sarana pesepakbola dalam
melakukan selebrasi gol.
96
Gambar 5. 11 Tiang Bendera Sudut
K. Lapangan Sepakbola
Lapangan sepakbola adalah bagian penting dalam permainan
sepakbola. Asosiasi sepakbola internasional yaitu Federation of
International Football Assosiation (FIFA) menetapkan beberapa aturan
tentang lapangan sepakbola. Lapangan sepakbola sebaiknya berorientasi
dari utara ke selatan, dan kemiringan lapangan sepakbola tidak lebih dari
1%. Sebuah lapangan sepakbola sebaiknya tertutup rata oleh rumput.
Rumput lapangan sepakbola berfungsi untuk meredam pantulan bola,
mengurangi resiko cedera pada pemain, meratakan permukaan lapangan
dan masih banyak lagi fungsi rumput lainnya.
Lapangan sudah pasti menjadi prasarana sepak bola, meskipun
bukan sebuah pertandingan besar atau resmi. Tanpa lapangan, mustahil
kita akan bermain bola. Pertandingan dapat dilakukan di lapangan yang
permukaannya dilapisi dengan rumput asli atau buatan/artificial,
sepanjang ketentuan tentang itu ditetapkan dalam peraturan kompetisi
yang berlaku.
97
1) Standart Dimensi Lapangan
a. Panjang : minimal 80 meter maksimal 120 meter .
b. Kelebararan : minimal 64 meter maksimal 75 meter.
c. Lapangan permainan sepak bola berbentuk persegi panjang
dengan panjang 90-110 meter dan lebar 45-90 meter.
d. Untuk permainan penuh, lapangan sepak bola berukuran
panjang sekitar 100 meter dan lebar 65-70 meter.
e. Lapangan diberi garis tegas yang lebarnya tidak lebih dari 12
cm. Setiap sudut lapangan dipasangi sebuah bendera dengan
tiang berujung tumpul setinggi tidak lebih dari 1,5 meter. Tiang
bendera yang sama bisa dipasang di kedua ujung garis tengah
lapangan yang letaknya tidak boleh kurang dari 1 m di luar garis
pinggir. Garis tengah lapangan ditarik melintang. Titik tengah
lapangan permainan diberi tanda dengan jelas, dan diberi
lingkaran dengan jari-jari 9,15 meter.
f. Pada setiap ujung lapangan ditarik dua garis yang membentuk
sudut siku-siku terhadap garis gawang, dengan jarak 5,5 meter
dari setiap tiang gawang. Kedua garis ini memanjang hingga 5,5
meter ke lapangan permainan dan dihubungkan dengan garis
yang sejajar dengan garis gawang. Bagian yang dikelilingi oleh
garis-garis ini dan garis gawang disebut daerah gawang.
g. Pada setiap ujung lapangan ditarik dua garis yang membentuk
sudut siku-siku dengan garis gawang, dengan jarak 16 m dari
setiap tiang gawang. Kedua garis ini memanjang hingga 16 m
ke lapangan permainan dan dihubungkan dengan garis yang
sejajar dengan garis gawang. Bagian yang dikelilingi oleh garis-
garis ini dan garis gawang disebut dengan kotak penalti. Sebuah
tanda yang jelas diberikan di daerah penalti, dengan jarak 11
98
meter dari titik tengah garis gawang dan berada di depan
gawang yang menunjukkan tempat tendangan penalti
dilakukan. Dari masing-masing titik penalti ditarik sebuah garis
lengkung dengan jari-jari 9,15 meter di luar kotak penalti.
h. Daerah penalti, Dua buah garis tegak lurus dengan garis gawang
dibuat pada sisi kiri dan kanan gawang dengan jarak 16,5 meter
diukur dari bagian sebelah dalam tiang gawang.. Kedua garis ini
ditarik ke dalam lapangan permainan dengan panjang 16,5
meter dan dihubungkan dengan garis yang sejajar dengan garis
gawang. Ini adalah daerah tempat penjaga gawang
diperbolehkan memegang bola. Jika melakukan pelanggaran di
79 kotak penaltimu, kamu akan mendapatkan hukuman
tendangan penalti. Diluar daerah pinalti dibuat suatu garis busur
atau lingkaran dengan radius 9,15 meter dari masing-masing
titik pinalti.
i. Titik penalti, Pada setiap daerah pinalti dibuat sebuah titik
pinalti yang berjarak 11 meter dari titik tengah antara kedua
tiang gawang dan sama jaraknya dengan tiang gawang tersebut.
Ini adalah tempat tendangan penalti dilakukan.
j. Garis tengah, membagi lapangan menjadi dua daerah permainan
yang berukuran sama. Para pemain harus tetap berada di
daerahnya sebelum tendangan kick off.
k. Titik tengah, tempat permainan dimulai (dengan melakukan
kick-off) di awal setiap babak, dan dimulai lagi setelah terjadi
gol.
l. Lingkaran tengah, pemain lawan tidak boleh memasuki
lingkaran ini hingga tendangan kick-off dilakukan.
m. Daerah gawang, daerah tempat tendangan gawang dilakukan
99
n. Dua buah garis tegak lurus dengan garis gawang dibuat pada sisi
kiri dan kanan gawang, dengan jarak 5,5 meter diukur dari
bagian sebelah dalam tiang gawang. Kedua garis ini ditarik ke
dalam lapangan permainan dengan panjang 5,5 meter dan
dihubungkan dengan garis yang sejajar dengan garis gawang.
Daerah yang dibatasi oleh garis-garis ini dan garis gawang
adalah daerah gawang.
o. Busur Tendangan Sudut, untuk tendangan sudut, dari setiap
bendera sudut dibuat seperempat lingkaran dengan radius 1
meter ke dalam lapangan permainan.
Gambar 5. 12 Lapangan Sepakbola
2) Standart Gawang
Tinggi gawang 2,44 meter dikukur dari tanah sampai sisi bawah
palang gawang. Lebar gawang 7,32 meter diukur dari sisi dalam kedua
tiang gawang. Tiang dan palang gawang dibuat dari kayu/logam dengan
tebal maksimum 12 cm dan dicat putih. Tiang dan palang gawang dapat
berbentuk bulat, empat persegi/setengah bulat. Di belakang gawang
100
dipasang jari-jari pada tiang dan palang gawang dan tanah di belakang
gawang tidak menggangu penjaga gawang bergerak.
Penggunaan tali sebagai mistar gawang tidak diijinkan. Jika mistar
gawang telah diperbaiki, pertandingan dilanjutkan dengan bola jatuhan di
tempat dimana bola berada ketika permainan dihentikan., kecuali apabila
permainan dihentikan di dalam daerah gawang, untuk kejadian ini wasit
harus menjatuhkan bola di garis daerah gawang yang sejajar dengan garis
gawang pada posisi yang terdekat dengan lokasi awal bola pada saat
permainan dihentikan. Jaring bisa dipasangkan di tiang samping, tiang
atas, dan tanah di belakang gawang. Jaring tersebut harus disangga dan
dipasang dengan benar agar penjaga gawang memiliki ruang yang cukup
untuk bergerak di dalam gawang. Jaring gawang bisa terbuat dari rami,
yuta, atau nilon.
Gambar 5. 13 Gawang
101
BAB VI
PERATURAN PERTANDINGAN SEPAKBOLA
A. Durasi Pertandingan
Pertandingan berlangsung dua babak yang waktunya sama yaitu 45
menit, kecuali ada kesepakatan lain antara wasit kedua tim yang akan
bertanding. Setiap kesempatan merubah lama (waktu) permaianan (contoh
mengurangi waktu suatu babak permaianan menjadi 40 menit karena
penerangan lampu tidak cukup terang) harus dibuat sebelum permainan
dimulai dan harus sesuai dengan peraturan pertandingan. Para pemain
berhak untuk mendapat waktu istirahat antara kedua babak. Waktu
istirahat harus tidak lebih dari 15 menit. Peraturan pertandingan harus
menyatakan jangka waktu istirahat. Lama waktu istirahat dapat diubah
hanya atas persetujuan wasit. Jika tendangan penalti harus dilakukan atau
diulang, lamanya pertandingan dari setiap babak harus diperpanjang
sampai tendangan penalti selesai dilaksanakan secara sempurna. Suatu
pertandingan yang tertunda dapat diulang kembali kecuali diatur lain
dalam peraturan kompetisi.
B. Terjadinya Kick Off
Kick-off dalam permainan sepak bola adalah cara untuk memulai
atau memulai kembali permainan di awal pertandingan, setelah gol
tercipta, di awal babak kedua pertandingan, dan pada awal setiap periode
waktu tambahan, jika berlaku. Prosedur sebelum kick off, sebagai berikut:
a. Sebuah koin dilemparkan dan tim yang memenangkan
pelemparan koin memutuskan kearah gawang mana dia akan
melakukan serangan selama babak pertama.
102
b. Tim yang lain melakukan kick-off untuk memulai pertandingan.
Sedangkan tim yang memenangkan pelemparan koin akan
melakukan kick-off untuk memulai pertandingan babak kedua.
c. Pada babak kedua pertandingan itu kedua tim berganti tempat dan
melakukan serangan ke arah gawang yangberlawanan.
d. Apabila pada saat bola sedang dalam permaianan, wasit
diharuskan untuk menghentikan sementara permaianan untuk
setiap alasan yang tidak disebutkan dimanapun pada peraturan
permainan, pertandingan dimulai kembali dengan menjatuhkan
bola.
e. Wasit menjatuhkan bola di tempat dimana bola berada pada saat
permainan dihentikan, kecuali apabila permainan dihentikan
didalam daerah gawang, untuk kejadian ini wasit harus
menjatuhkan bola digaris perbatasan daerah gawang yang sejajar
dengan garis gawang pada posisi yang terdekat dengan lokasi
awal bola pada saat permainan dihentikan. Permainan dimulai
kembali setelah bola menyentuh tanah.
f. Setelah tim mencetak gol, kick-off dilakukan oleh tim lain.
g. Semua pemain harus berada di setengah lapangan permainan
mereka sendiri.
h. Lawan dari tim yang melakukan kick-off setidaknya berjarak 9,15
m dari bola sampai bola dalam permainan.
i. Bola harus diam di tanda tengah.
j. Wasit memberi isyarat.
k. Bola dalam permainan ketika ditendang dan bergerak maju.
l. Penendang tidak boleh menyentuh bola lagi sampai bola itu
menyentuh pemain lain.
103
Gambar 6. 1 Terjadinya Kick Off
Selain kick off, ada pula metode lain daripada memulai kembali
permainan sepak bola. Metode tersebut bernama dropped ball. Dropped
ball adalah metode memulai kembali permainan ketika, ketika bola masih
dalam permainan, wasit diharuskan untuk menghentikan permainan
sementara untuk alasan apapun yang tidak disebutkan di bagian lain dalam
hukum permainan. Seperti dijelaskan FIFA, prosedur dropped ball yaitu
wasit menjatuhkan bola di tempat dimana bola itu berada ketika permainan
dihentikan, kecuali jika permainan dihentikan di dalam daerah gawang,
dalam hal ini wasit menjatuhkan bola di garis daerah gawang yang sejajar
dengan garis gawang pada titik terdekat dengan tempat bola berada saat
permainan dihentikan.
104
Gambar 6. 2 Terjadinya Dropped Ball
C. Bola Masuk dan Bola Keluar
Bola di luar permainan apabila, bola sepenuhnya melewati garis
gawang atau garis samping apakah di tanah atau di udara dan permainan
dihentikan oleh wasit. Sedang bola di dalam permainan untuk semua
waktu lainnya termasuk ketika bola memantul dari tiang gawang, mistar
gawang, atau tiang bendera sudut dan berada dalam lapangan permainan.
Bola memantul baik dari tubuh wasit maupun assisten wasit jika mereka
berada dalam lapangan permainan.
Gambar 6. 3 Ball In Play and Out Play
105
D. Terciptanya Gol
Gol tercipta apabila bola sepenuhnya melewati garis gawang, di
antara kedua tiang gawang dan di bawah mistar gawang, asal sebelum itu
tidak terjadipelanggaran terhadap peraturan permainan yang dilakukan
oleh tim yang memasukkan gol. Tim yang mencetak gol lebih banyak
dalam pertandingan adalah pemenangnya. Jika gol yang dicetak kedua tim
sama banyak atau tidak ada gol yang di cetak sama sekali, pertandingan
dinyatakan seri atau draw. Ketika aturan kompetisi mensyaratkan adanya
tim pemenang dari suatu pertandingan atau pertandingan tandang dan
kandang yang berakhir seri atau draw, hanya prosedur yang disetujui oleh
IFAB berikut ini yang dipakai untuk mendapatkan tim pemenang yaitu,
aturan perhitungan gol dari hasil pertandingan tandang, waktu tambahan,
tendangan dari titik penalti.
Gambar 6. 4 Goal and No Goal
E. Offside
Offside merupakan suatu kejadian saat posisi pemain sepak
bola berada di area lawan ketika bola sedang dioperkan menuju dirinya,
sedangkan tidak ada pemain lawan setelahnya selain penjaga gawang.
106
Seorang pemain berada pada posisi offside jika pemain tersebut berada
lebih dekat dengan garis gawang lawan daripada bola dan pemain lawan
yang kedua terakhir. Dan seorang pemain tidak berada pada posisi offside
jika berada pada daerah permainan sendiri, sejajar dengan pemain lawan
yang kedua terakhir atau sejajar dengan dua pemain lawan terakhir.
Seorang pemain berada pada posisi offside hanya dapat dihukum jika pada
saat itu bola menyentuh atau sedang dimainkan oleh salah seorang
rekannya, dia menurut pendapat wasit terlibat aktif dalam permainan
dengan mencampuri jalannya permainan, mengganggu atau menghalangi
pemain lawan, dan memperoleh keuntungan dengan berada posisi
tersebut. Dan seorang pemain berada pada posisi offside, tidak melanggar
ketentuan offside jika dia menerima bola langsung dari tendangan
gawang, lemparan kedalam dan tendangan sudut.
Gambar 6. 5 Pemain Posisi Offside
F. Terjadinya Pelanggaran (Foul)
Pelanggaran dan kelakuan yang tidak sopan atau tercela dihukum
dengan tendangan bebas langsung. Tendangan bebas langsung adalah
metode tendangan disertai persiapan dalam permainan sepak bola yang
107
disebabkan pelanggaran seperti tackling, handball, menjatuhkan pemain
lawan dengan berbagai cara. Pada jarak yang memungkinkan untuk
mencetak gol, sebuah tendangan langsung ke arah gawang biasanya
digunakan. Sebuah tendangan bebas langsung diberikan kepada tim
lawan, jika seorang pemain melakukan salah satu dari tujuh pelanggaran
berikut ini dengan tindakan yang dianggap wasit sebagai kelalaian,
kecurangan atau menggunakan tenaga secara belebihan:
a. Menendang atau mencoba menendang lawan
b. Menjegal lawan
c. Mendorong lawan
d. Menabrak lawan
e. Memukul lawan
f. Memegang lawan
g. Memegang bola dengan sengaja (kecuali penjaga gawang)
Tendangan bebas tidak langsung adalah metode tendangan bebas
yang dilakukan oleh pemain manapun dalam permainan sepak bola yang
disebabkan oleh pelanggaran tertentu atau offside. Tidak seperti tendangan
bebas langsung, metode ini tidak dapat digunakan untuk mencetak gol
secara langsung. Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim
lawan jika penjaga gawang, di daerah penaltinya sendiri melakukan salah
satu dari empat kesalahan berikut:
a. Mengontrol bola dengan tangannya lebih dari 6 enam detik
sebelum melepaskannya dari penguasaannya
b. Menyentuh bola kembali dengan tangannya, setelah dilepaskan
daripenguasaannya dan sebelum bola itu menyentuh pemain lain
c. Menyentuh bola yang sengaja ditendang kepadanya oleh teman
satu tim dengan tangan.
108
d. Menyentuh bola lemparan ke dalam yang diberikan secara
langsungoleh teman satu timnya dengan tangan
Seorang pemain diberi peringatan dengan menunjukkan kartu
kuning, jika pemain melakukan salah satu dari tujuh pelanggaran berikut
ini :
a. Berkelakuan tidak sportif
b. Menolak dengan perkataan atau tindakan
c. Terus-menerus melanggar peraturan permainan
d. Memperlambat waktu untuk memulai kembali permainan
e. Gagal memenuhi jarak yang ditentukan ketika permainan dimulai
kembali dengan tendangan sudut atau tendangan bebas atau
lemparan ke dalam
f. Masuk atau masuk kembalai ke lapangan permainan tanpa seijin
wasit
Pelanggaran yang dihukum dengan pengusiran : Seorang pemain,
pemain pengganti atau yang digantikan dikeluarkan dari lapangan
permainan, jika pemain melakukan salah satu dari tujuh dari pelanggaran
berikut ini :
a. Bermain sangat kasar
b. Berkelakuam jahat atau kasar
c. Meludahi pemain lawan atau orang lain
d. Menggagalkan gol yang di buat oleh tim lawan atau
menggagalkan peluang terciptanya gol dengan sengaja
menyentuh bola dengan tangan tangan (hal ini tidak berlaku bagi
penjaga gawang dalam daerah penaltinya sendiri.
e. Menggagalkan peluang terciptanya gol oleh pemain lawan yang
bergerak kedepan ke arah gawang pemain tersebut, melalui suatu
109
pelanggaran yang dapat dihukum dengan tendangan bebas atau
tendangan penalti.
f. Menggunakan kata-kata dan atau isyarat yang menghina,
melecehkan atau kasar.
g. Menerima peringatan kedua dalam pertandingan yang sama.
Pelanggaran hand ball atau bola tekena tangan, batas atas lengan
sejajar dengan ketiak bagian bawah. Merupakan pelanggaran jika seorang
pemain:
a. Sengaja menyentuh bola dengan tangan atau lengannya, termasuk
menggerakkan tangan atau lengannya ke arah bola
b. Mencetak gol ke gawang lawan langsung dari tangan atau lengan
mereka, meskipun tidak disengaja, termasuk oleh penjaga
gawang
c. Setelah bola menyentuh tangan atau lengan mereka atau rekan
satu tim, meskipun tidak disengaja, segera: 1) Mencetak gol di
gawang lawan 2) Menciptakan peluang mencetak gol
d. Menyentuh bola dengan tangan atau lengan mereka saat: 1)
Tangan atau lengan telah membuat tubuh mereka lebih besar
secara tidak wajar 2) Tangan atau lengan berada di atas atau di
luar bahu mereka (kecuali pemain dengan sengaja memainkan
bola yang kemudian menyentuh tangan atau lengan mereka).
110
Gambar 6. 6 No Handball dan Hand Ball
G. Tendangan Penalti
Tendangan penalti adalah metode menendang dalam pertandingan
sepak bola, yang dilakukan dari titik penalti 11 meter menuju
gawang. Tendangan penalti dilakukan selama permainan berlangsung. Hal
ini diberikan ketika pelanggaran dengan tendangan bebas atau hand ball
yang terjadi dalam area penalti. Gol dapat langsung tercipta dari sebuah
tendangan penalti. Waktu tambahan dapat diberikan untuk tendangan
penalti yang dilaksanakan pada akhir tiap-tiap babak atau pada akhir babak
perpanjangan waktu.
111
Gambar 6. 7 Tendangan Penalti
H. Lemparan Kedalam (Trhow In)
Lemparan ke dalam atau throw in dalam permainan sepak
bola berarti lemparan ke dalam . hal ini dilakukan oleh pemain pihak
penyerang, apabila bola keluar lapangan dengan posisi bola melambung
atau menggelinding dan bola terakhir disentuh oleh pemain bertahan.
Lemparan ke dalam diberikan kepada lawan dari pemain yang terakhir kali
menyentuh bola saat seluruh bola melewati touchline, di darat atau di
udara.
112
Gambar 6. 8 Lemparan Ke Dalam (Trhow In)
I. Tendangan Gawang (Goal Kick)
Tendangan gawang adalah suatu cara untuk memulai kembali
permainan. Tendangan gawang ketika seluruh bagian bola melewati garis
gawang, baik menggelinding di tanah maupun melayang di udara, setelah
terakhir kali menyentuh pemain dari tim yang menyerang. Sebuah gol
yang tercipta dari tendangan gawang langsung ke gawang lawan
dinyatakan sah.
Gambar 6. 9 Tendangan Gawang
113
J. Tendangan Sudut (Corner Kick)
Tendangan sudut diberikan ketika seluruh bola melewati garis
gawang, di tanah atau di udara, setelah terakhir kali menyentuh pemain
dari tim yang bertahan, dan tidak ada gol yang dicetak.
Terjadinya tendang sudut disebabkan karena adanya kontak terakhir yang
dilakukan tim lawan sehingga menyebabkan bola meninggalkan lapangan
through garis gawang tim lawan. Tendangan sudut ini pun dilakukan di
salah satu sisi terdekat saat bola meninggalkan garis gawang. Sebuah gol
dapat dicetak langsung dari tendangan sudut.
Gambar Gambar 6. 10 Tendangan Sudut (Corner Kick)
K. Pergantian Pemain
Maksimal pemain memerankan lima orang. Saat permainan
berlangsung (2x45 menit), setiap klub hanya memiliki 3 kali
kesempatan pergantian pemain di mana dalam satu waktu pergantian bisa
melakukan hingga maksimal lima pergantian pemain , tergantung
pada pergantian pemain yang tersisa. Terdapat sejumlah langkah dan
ketentuan dalam melakukan pergantian pemain yaitu:
114
a. Wasit harus mendapat pemberitahuan sebelum terjadi pergantian
pemain.
b. Pemain pengganti baru bisa memasuki lapangan setelah diizinkan
wasit.
c. Pemain yang digantikan bisa keluar dari sisi garis tepi lapangan
terdekat atau atas arahan dari wasit.
d. Jika seorang pemain menolak digantikan, maka permainan bisa
dilanjutkan kembali.
e. Pemain pengganti baru diperbolehkan oleh wasit untuk memasuki
lapangan dalam situasi seperti berikut: Ketika laga terhenti
sementara atau dihentikan sejenak oleh wasit. Masuk melalui tepi
lapangan tepat di garis tengah lapangan. Masuk setelah pemain
yang digantikan telah meninggalkan lapangan. Wasit memiliki
wewenang penuh untuk menilai pemain pengganti boleh bermain
atau tidak.
Gambar 6. 11 Pergantian Pemain
115
BAB VII
TAKTIK DAN STRATEGI SEPAKBOLA
A. Hakekat Taktik
Taktik adalah rencana atau tindakan yang bersistem untuk
mencapai tujuan. Suharno dalam Anang D. Prasetyo (2011) menambahkan
bahwa taktik adalah siasat atau akal yang digunakan pada saat bertanding
untuk mencari kemenangan yang sportif. Taktik selalu berubah-ubah
sesuai dengan lawan yang dihadapi dan kemampuan timnya. Nossek
dalam Anang D. Prasetyo (2011) mengartikan taktik sebagai pengaturan
rencana perjuangan yang pasti untuk mencapai keberhasilan dalam
pertandingan.
Taktik menurut Sukintaka dalam Anang (2011) merupakan
kegiatan yang dilandasi akal budi manusia atau kejiwaan manusia.
Persoalan taktik harus dipecahkan oleh suatu kesebelasan sebagai
keseluruhan dan setiap pemain secara perorangan. Berhasilnya setiap
pemain dalam memecahkan persoalan taktik akan menambah berhasilnya
situasi untuk memecahkan rencana taktik dari tim itu secara keseluruhan.
Dari beberapa pengertian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa
taktik adalah siasat atau pola pikir tentang bagaimana menerapkan teknik-
teknik yang telah dikuasai dalam permainan sepakbola yang sedang
berlangsung untuk mencari kemenangan yang sportif. Taktik atau siasat
dipakai untuk menembus pertahanan lawan sesuai kemampuan yang
dimilikinya. Taktik merupakan suatu cara untuk memenangkan
pertandingan secara sportif yang disesuaikan dengan kemampuan timnya
dan lawan yang dihadapi. Dalam menerapkan taktik permainan dibutuhkan
beberapa syarat seperti kondisi fisik, kemampuan teknik, stabilitas mental
serta tingkat intelegensi pemain.
116
Ciri-ciri penggunaan taktik menurut Sucipto, dkk (2000) :
a. Mengembangkan daya nalar, kreatif dan pengambilan keputusan
yang tepat
b. Menganalisis kesiapan fisik, teknik dan mental agar lawan
melakukan apa yang dikehendaki.
c. Mencari kemenangan secara efektif dan efisien
d. Memantapkan mental juara
e. Mengendalikan emosi
f. Mencegah cedera
g. Mengantisipasi kekuatan dan kelemahan lawan.
B. Taktik Dalam Permainan Sepakbola
Menurut Djoko Pekik (2002) jenis taktik dalam olahraga adalah:
a. Taktik perorangan, siasat yang dilakukan seorang pemain.
b. Taktik beregu, siasat yang dilakukan beberapa pemain.
c. Taktik tim, siasat yang dilakukan secara kolektif oleh pemain
dalam satu tim.
d. Taktik penyerangan, usaha untuk memenangkan pertandingan
secara offensif.
e. Taktik beregu, usaha untuk menghindari kekalahan dengan cara
defensive.
Sedangkan menurut Sucipto, dkk (2000) berdasarkan
penggunaannya, taktik dibedakan menjadi:
a. Taktik Individu diterapkan oleh individu atau pemain dalam
menghadapi situasi-situasi dalam permainan, seperti:
117
1) Mengambil inisiatif kapan bola harus ditendang, dikontrol,
dilindungi, diumpan, digiring dan dikeluarkan dari lapangan
permainan.
2) Mengambil inisiatif kemana bola akan diumpan pada saat
dilakukan tendangan gawang, tendangan sudut, tendangan
bebas langsung/ tidak langsung, dan lemparan kedalam
b. Taktik Unit diterapkan oleh tiap-tiap unit permainan (belakang,
tengah, dan depan) dalam menghadapi situasi-situasi dalam
permainan seperti:
1) Mengambil inisiatif dalam mengambil tendangan penjuru.
2) Mengambil inisiatif untuk menjebak off side pada lawan.
3) Mengambil inisiatif untuk melakukan tipuan-tipuan pada
waktu dilakukannya tendangan bebas langsung/tidak langsung
c. Taktik Beregu diterapkan oleh regu/tim dalam menghadapi
situasi-situasi dalam permainan, seperti:
1) Mengambil inisiatif untuk memancing lawan supaya
memperlambat tempo permainan untuk mempercepat tempo
permainan.
2) Mengambil inisiatif untuk memancing lawan supaya
naik/tidak menarik mundur didaerah pertahanan.
3) Mengambil inisiatif untuk mengubah pola permainan pada saat
unggul atau pada saat ketinggalan skor
Taktik dalam aplikasinya, secara garis besar menurut A. M. Budi
Siswanto (2013) dapat dikelompokkan sebagai berikut:
a. Taktik Penyerangan
Taktik penyerangan diartikan sebagai suatu siasat yang
dijalankan oleh perorongan, kelompok, maupun tim terhadap
lawan dengan tujuan memimpin dan mematahkan pertahanan
118
dalam rangka memenangkan pertandingan secara sportif. Taktik
penyerangan dapat dibedakan menjadi:
1) Taktik mencari tempat kosong diantara pemain lawan.
2) Taktik melakukan gerakan tersusun, baik yang membawa bola
maupun tidak (memanfaatkan lebar lapangan).
3) Taktik bermain ketat (jeli melihat peluang).
b. Taktik Pertahanan
Taktik pertahanan diartikan sebagai suatu siasat yang
dijalankan oleh perorangan,kelompok, maupun tim terhadap
lawan dengan tujuan menahan serangan lawan agar tidak
mengalami kekalahan atau kelelahan dalam pertandingan. Taktik
pertahanan dapat dibedakan menjadi:
1) Man to man defence setiap pemain membayangi satu lawan
(satu lawan satu) adalah cara bertahan satu lawan satu yang
dilakukan didaerah pertahanan. Setiap pemain yangmasuk
kedaerah. Yang dijaga harus dikawal denganketat kemanapun
dia bergerak didalam daerah yang harus dipertahankan. Jika
pemain penyerang keluar dari daerah yang dijaganya, maka
menjaga bukan tugasnya lagi. Akan tetapi, penjaga tersebut
harus selalu siap dan waspada terhadap kemungkinan adanya
pemain lain yang masuk kedaerah yang dijaganya. Pola
pertahanan dapat diterapkan jika para pemain mempunyai
teknik dan fisik yang baik dan prima.
2) Zona defence setiap pemain bertanggung jawab atas daerah
pertahanannya adalah Pola pertahanan Zone Marking adalah
bertahan di aderahnya sendiri dengan cara membentuk
formasi. Prinsip pertahanan zone marking adalah sebagai
berikut: 1) Dibutuhkan kerjasama tim yang baik. 2) Dapat
119
menghambat gerakan pemain penyerang. 3) Pola pertahanan
harus berlapis sehingga sulit ditembus penyerang lawan 4)
Pola penyerangan harus membentuk formasi yangkokoh. 5)
Pertahanan harus dapat mendorong pemain lawan untuk
kembali kedaerah sendiri
3) Kombinasi yaitu taktik man to man defence dan zone defence
adalah Pola pertahanan ini adalah pola pertahanan yang paling
kompleks. Artinya setiap pemain menjaga lawannya dan
dengan tiba-tiba berpindah tempat.kemudian tugasnya
diserahkan kepada temannya yanglebih dekat. Pertahanan ini
akan berhasil dengan baik apabila ada koordinasi antar pemain
dan ada tanggung jawab pemain perlini akan daerahnya
masing-masing. Pola dasar pertahanan kombinasi Artinya,
pola pertahanan gabungan antara pola pertahanan man to man
dan zone defence. Bentuk kerja sama antar pemain dalam satu
tim adalah sangat mutlak. Dari 11 pemain di lapangan harus
ada kerja sama satu sama lain, mulai penjaga gawang, pemain
belakang, pemain tengah, dan pemain depan, maksudnya
untuk: 1) Menumbuhkan kekompakan. 2) Menumbuhkan rasa
saling percaya antarpemain. 3) Memupuk semangat tim. 4)
Menciptakan rasa saling pengertian antar pemain. Koordinasi
antar pemain maksudnya mengatur fungsi dan tugas pemain
yang berada di belakang, tengah, dan depan. Dalam tanggung
jawab taktik timnya, baik secara individu maupun kelompok,
sehingga permainan terkoordinasi dengan rapi dan cantik
120
C. Konsep Taktik Penyerangan (Attacking Tactic)
1) Prinsip Penyerangan
Pergerakan dasar individu atau bersama-sama untuk satu atau
beberapa pemain yang bertujuan untuk mengkreasi peluang bagi
penyerang dan menciptakan gol sebanyak-banyaknya:
a. Mengkreasikan ruang (membuka ruang): Pergerakan pemain ke
ruang kosong untuk menghasilkan kesempatan melakukan operan
yang efektif.
b. Mendukung rekan tim (support): Menawarkan bantuan oleh rekan
setim yang berada di sekitar bola dengan tujuan untuk menerima
umpan.
c. Aksi Lanjutan (anschlussaktion): Setelah memberikan umpan
sang pengumpan melakukan aksi lanjutan bergerak ke daerah
kosong guna mendukung rekan tim (support). Apabila umpan
tidak berhasil aksi lanjutan sang pengumpan berupa gerakan
bertahan.
d. Melebar: menggunakan lebar lapangan. Pergerakan dan
distribusi penyerang ke arah lebar lapangan untuk menciptakan
ruang dan membangun serangan dalam sebuah
pertandingan/game.
e. Memanjang: Menggunakan panjang lapangan. Pergerakan
seorang pemain atau sekelompok pemain ke posisi depan untuk
menciptakan opsi saat menyerang dalam pertandingan/game.
f. Overlap run: Pergerakan rekan setim dari belakang pemain yang
sedang menguasai bola ke arah depan untuk menciptakan
kesempatan passing atau keuntungan lainnya untuk tim.
121
g. Overlap Pass: Umpan kepada rekan se tim yang melakukan
overlap run. Umpan diberikan secara langsung atau melewati
orang ketiga (tidak langsung).
h. Pantulan (Pin ball) dan umpan terobosan (through pass): Usaha
menembus pertahanan lawan dengan memantulkan bola serta
melakukan umpan terobosan ke daerah di belakang garis
pertahanan lawan.
i. Umpan One Two: Melesatkan umpan (biasanya jarak pendek).
Untuk kemudian melakukan pergerakan (biasanya ke depan)
guna langsung menerima umpan kembali.
j. Lari Diagonal: Sebuah gerakan serang diagonal ke arah depan,
membuat ruang yang biasanya di depan bola untuk menciptakan
kesempatan passing.
k. Bermain ke arah depan (Forward play): Alur bola yang efektif
dan tepat ke daerah pertahanan lawan atau gawang lawan.
l. Kecepatan Permainan: Alur bola yang cepat menciptakan
kesempatan pada tim penyerang untuk menembus pertahanan
lawan.
m. Pergantian Posisi (saling mengisi posisi sesuai situasi): Sebuah
pergantian posisi oleh dua orang pemain dalam satu tim, biasanya
di depan bola untuk menciptakan kesempatan pada pemain
bertahan dan menghasilkan pilihan untuk passing.
2) Penguasaan Bola (Ball Possesion)
Umpan bola berulang-ulang di antara pemain dalam tim yang sama
untuk menciptakan peluang gol
122
3) Transisi
Upaya untuk mengumpan bola secara kolektif, bersama-sama
sebagai sebuah tim dimulai dari daerah pertahanan hingga daerah
penyerangan tanpa melakukan long ball langsung ke depan.
4) Pergantian Sisi Permainan (Switch Play)
Mengirimkan bola dari satu sisi lapangan ke sisi yang
berseberangan. Misalnya dari sisi kanan luar ke sisi kiri luar, dengan tujuan
untuk mengacaukan organisasi pertahanan lawan dan mengambil
keuntungan dari kelengahan lawan.
5) Serangan Balik (Counter Attack)
Gerakan vertikal yang cepat dan efektif untuk mengirim bola ke
depan secepatnya setelah tim berhasil merebut bola kembali dengan tujuan
untuk mengejutkan lawan dan memeroleh keuntungan dari pertahanan
lawan yang masih belum sempat terorganisir dengan baik.
6) Membangun Serangan Dari Belakang (Build Up)
Sebuah usaha bersama untuk mengirimkan bola dari daerah
pertahanan menuju ke daerah penyerangan melalui serangkaian umpan
pendek dan sedang (tidak langsung mengumpan jauh ke depan).
D. Konsep Taktik Bertahan (Defence Tactic)
1. Prinsip Bertahan
Gerakan yang dilakukan baik secara individual atau bersamasama
oleh satu atau lebih pemain yang tujuannya membendung serangan lawan.
1) Menjaga pemain lawan (marking): Seorang atau sekelompok
pemain bertahan memerhatikan pemain-pemain penyerang,
dengan tujuan mengurangi kesempatan mereka berpartisipasi di
dalam penyerangan.
123
2) Menekan lawan (Pressing): Aksi individu pemain bertahan yang
menjaga dengan tujuan untuk melakukan penguasaan bola.
3) Melindungi (Cover): Seorang pemain menciptakan garis
pertahanan kedua yang tujuannya untuk menambah kekuatan
pertahanan.
4) Keseimbangan melalui Pergeseran: Pergeseran posisi yang
terkordinasi dari para pemain bertahan, dari satu sisi ke sisi
lainnya sesuai dengan pergerakan bola di lapangan dengan tujuan
untuk mengatur kembali posisi pertahanan.
5) Mengikuti (Tracking) : Seorang pemain bertahan mengejar
penyerang lawan yang membuat gerakan maju untuk
menciptakan kesempatan passing.
6) Berganti tempat (saling mengisi) : Pergantian posisi dari 2 pemain
bertahan dengan tujuan menggalang pertahanan dengan lebih
efisien.
2) Daerah Pertahanan (Zona Defence)
Pengaturan pemain bertahan di area pertahanan berdasarkan ruang
(bukan lawan) untuk menciptakan pertahanan yang efektif.
3) Menekan Secara Bersamaan (Pressing)
Gerakan pertahanan yang mantap, terus menerus dan terorganisasi
dari para pemain bertahan untuk menutup pergerakan para penyerang.
4) Kepadatan Pertahanan (Compact)
Sebuah aksi penumpukan pemain bertahan di area tengah, menjaga
gawang mereka dan mencegah tim lawang membangun serangan.
124
E. Hakekat Strategi
Strategi adalah suatu siasat atau pola pikir yang digunakan sesaat
sebelum pertandingan dimulai untuk mencari kemenangan secara sportif
(Eka Sapri Alviyanto, 2013). Strategi berbeda dengan taktik, strategi
dibuat untuk jangka yang lebih panjang, pendekatan yang lebih kompleks,
dan bertujuan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak dan berjangka
serta melibatkan beberapa pemegang kepentingan (stakeholder),
sedangkan taktik dibuat dalam jangka waktu yang lebih pendek demi
mendapatkan hasil yang berbeda dari para pesaing yang menerapkan
taktik. Taktik dibuat dalam lingkup yang lebih kecil dan tidak
menyebabkan beberapa cara pandang, perubahan dan hasil yang
signifikan, serta tidak melibatkan banyak pemegang kepentingan.
Strategi tanpa taktik adalah jalan panjang menuju kemenangan,
taktik tanpa strategi adalah suara kegaduhan sebelum kekalahan. Strategi
dan taktik boleh dibilang dua hal yang saling melengkapai satu sama
lainnya dan tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Sebagai ilustrasi
dalam sebuah permainan sepakbola seorang pelatih menginstruksikan
stateginya berupa strategi penyerangan untuk kemenangan tim dengan
taktik yang dipakainya berupa formasi 4-3-3 dengan tiga penyerang
sekaligus, taktik tembakan jarak jauh yang dilakukan setiap penyerangnya
dan taktik-taktik lainnya yang mendukung strategi penyerangan. Strategi
haruslah sejalan dengan taktik yang digunakan dalam mencapai suatu
tujuan yaitu kemenangan tim dan begitupun sebaliknya, karena apabila
strategi dan taktik tidak bisa sejalan, tujuan yang diharapkan akan sangat
sulit tercapai.
Ciri-ciri penggunaan strategi: (a) siasat yang disusun sebelum
pertandingan dimulai, (b) penyusunan siasat didasari kondisi, tempat serta
sistem yang dipakai, (c) mengutamakan pada hasil observasi kekuatan
125
lawan, (d) lebih pada latihan otomatisasi, pola, tipe penyerangan dan
pertahanan individu, kelompok atau tim dan (e) keberadaan pelatih lebih
berperan daripada atlet tersebut (Asep Ruli Radimal, 2009).
Menurut Djoko Pekik Irianto (2002) jenis strategi dalam bermain
sepakbola, meliputi:
a. Strategi Jangka Panjang
Strategi yang disusun sebelum pertandingan, meliputi
pengamatan terhadap lawan, menemukan kekuatan dan
kelemahan lawan, menyusun pola yang cocok untuk mengatasi
lawan termasuk mempersiapkan fisik atlet
b. Strategi Cepat
Strategi yang disusun pada awal pertandingan, penjajakan
terhadap kemampuan lawan, misalnya dimenit-menit awal
pertandingan sepakbola pemain tengah atau depan mencoba
kemampuan kiper lawan dengan melakukan banyak shooting
(menembak)
c. Strategi Objektif dan Subjektif
Strategi objektif berhubungan dengan kekuatan dan kemampuan
yang dimiliki oleh pemain itu sendiri pada aktivitas tertentu,
sedangkan strategi subjektif berhubungan dengan pengambilan
keputusan dan muslihat selama pertandingan berlangsung
Beberapa keterampilan khusus untuk mencapai keberhasilan
strategi pada permaianan sepakbola, meliputi:
a. Keputusan pribadi (personal judgement)
Keputusan pribadi pemain berperan penting untuk memenangkan
pertandingan, keputusan tersebut diambil atas dasar kemampuan
diri, tim maupun kemampuan lawan.
b. Tempo permainan (rytme)
126
Tempo atau irama permainan sering digunakan sebagai cara
menerapkan strategi, menghadapi lawan dengan tempo
permainan cepat dihadapi dengan permainan lambat agar
mengganggu konsentrasi lawan. Sebuah tim harus dapat
mengontrol irama permainan sehingga tidak mudah mengalami
kelelahan dan merupakan salah satu dari penerapan startegi yang
dilakukan oleh sebuah tim.
c. Komunikasi
Komunikasi antar anggota tim yang efektif sangat diperlukan
dalam bermain, bentuk komunikasi pada umumnya menggunakan
bahasa verbal singkat atau bahasa isyarat.
d. Gerak tipu (feinting)
Gerak pura-pura perlu dikuasai oleh pemain guna menguasai
jalannya pertandingan sehingga mempermudah penerapan
strategi.
F. Posisi Pemain dan Tugas Pemain Dalam Permainan Sepakbola
Berikut ini posisi dan tugas pemain dalam permainan sepak bola:
a. Penjaga gawang (Goal Keeper)
Pemain yang berada di belakang yang bertugas untuk menjaga
gawang agar tidak kemasukan bola dan mengarahkan pemain
bertahan untuk menjaga serangan dan mendistristribusikan bola
ke depan.
b. Bek atau pemain bertahan (Defender)
Merupakan pemain yang bertugas untuk melindungi penjaga
gawang saat menguasai bola, mencegah serangan lawan dan
memblok tembakan pemain lawan.
127
1) Bek tengah (Center Back) satu atau dua orang yang berperan
sebagai bek tengah pemain ini adalah lapisan terakhir untuk
menjaga bola dan melindungi gawang.
2) Bek sayap (Wing Back) bek sayap terdiri dari sayap kiri dan
kanan. Kedua bek tersebut berperan untuk pemain bertahan dan
menjaga bola serta dapat bertugas untuk menmbantu penyerangan
di kiri dan kanan.
c. Gelandang (Midfielder)
Pemain yang menghubungkan antara pemain serang dan pemain
bertahan.
1) Gelandang bertahan (Defending Midfielder) berada di depan
garis pertahanan. Bertugas mencegah bola mecapai garis
pertahanan.
2) Gelandang tengah (Center Midfielder) berada di tengah
lapang. Bertugas menciptakan peluang bagi striker dan
menghentikan serangan lawan.
3) Gelandang sayap (Winger) bertugas melakukan serangan dari
sisi lapangan baik kiri maupun kanan.
d. Penyerang (Forward)
Dalam sebuah tim, penyerang adalah pemain yang sangat
menonjol dan kedudukan sangat mempengaruhi keberhasilan gol.
1) Penyerang tengah (Center Forward) berada di dekat dengan
gawang lawan, sering juga disebut sebagai striker.
2) Penyerang sayap (Wing-Forward)
128
G. Formasi Dalam Permainan Sepakbola
1) Formasi 4-4-2
Formasi yang menggunakan 4 bek 4 pemain tengah dan 2
penyerang formasi ini biasa digunakan tim indonesia di kancah sepak bola
internasional dan terbukti formasi ini mempunyai banyak kelebihan serta
kekurangan. Formasi ini sering digunakan di klub-klub besar dunia seperti
Spanyol. Formasi ini lebih menekankan permainan sepak bola yang
penyerangannya dilakukan di bagian sayap, dengan begitu assist dan
umpan lambung sangat memungkinkan berbuah gol. Dibawah ini adalah
posisi dari formasi 4-4-2
a. Centre back pada formasi ini memiliki 2 centre back, yang
memiliki peran untuk bertahan ketika mendapat serangan dari
lawan, biasanya 2 centre back ini memiliki postur tubuh yang
tinggi dan besar agar dapat menghalau bolabola dari udara,
pemain ini juga harus bisa menjaga para striker lawan
b. Midfielder dalam formasi ini memiliki 2 pemain midfielder, yang
bertugas untuk membantu pertahanan saat diserang lawan dan
membantu penyerangan saat menyerang, kedua pemain ini sangat
sentral pada pertandingan, karena baiknya pertandingan
ditentukan oleh 2 pemain tengah ini. kedua pemain ini wajib
memiliki kreatifitas yang tinggi dalam bermain saat bertahan dan
menyerang
c. Winger dalam formasi ini memiliki 2 winger yang beroperasi di
pinggir lapangan, pemain ini bertugas untuk memberikan bola
kepada striker yang siap menerima bola di depan. pemain ini
biasanya memiliki kecepatan dan akselerasi yang tinggi agar
dapat bersaing dengan winger lawan dalam adu lari
129
d. Striker berjumlah 2 bertugas untuk membuat gol ke gawang
lawan sebanyak mungkin, permainan striker ditentukan dari para
pemain di belakangnya yaitu pemain tengah dan pemain sayap,
karena mereka yang memberikan bola pada striker pada tim.
Gambar 7. 1 Formasi 442
2) Formasi 4-3-2-1
Formasi ini merupakan formasi yang langka di temui. di mana
formasi ini mengandalkan permainan sayap dan lini tengah. 4 bek sejajar
akan menjaga di depan kiper. 1 orang sebagai gelandang bertahan murni,
artinya dia ikut menjadi kreator serangan dan menjadi aktor menjaga
kedalaman atau lini belakang ketika winger bek kanan atau kiri maju
membantu pertahanan ke depan. di depan gelandang bertahan murni akan
di tempatkan 2 orang gelandang serang sebagai aktor lini tengah dan
playmaker. membantu memberikan umpanumpan yang akurat ke pemain
sayap dan target man. 2 orang akan di posisikan menjadi winger kanan dan
kiri. menjadi orang yang bertanggung jawab penuh untuk memberikan
Assist untuk sang target man. terakhir 1 orang sebagai penyerang murni
atau striker murni sebagai target man.
130
Gambar 7. 2 Formasi 4321
3) Formasi 4-5-1
Formasi Bertahan yang sering di gunakan pelatih ketika ingin
bermain bertahan dan mengandalkan serangan balik. formasi ini
sebenarnya sama dengan formasi 4-1-4-1, tapi dalam formasi ini lebih
sering di kenal dengan formasi yang bertahan. Penempatan nya pun sama,
4 bek, 5 gelandang dan 1 striker sebagai target man.
Gambar 7. 3 Formasi 451
131
4) Formasi 3-4-3
Merupakan formasi yang mengunakan 2 gelandangnya (gelandang
kiri dan kanan) bisa berperan menjadi winger bek. formasi 3 bek di
belakang akan menjadi bek murni yang khusus menjaga lini belakang.
memakai 4 gelandang di depannya, 2 gelandang kanan dan kiri tersebut
biasanya di ambil dari wing bek yang di buat maju kedepan. sehingga
berperan untuk maju dan bertahan. 2 gelandang lagi akan di posisikan di
tengah untuk menjadi playmaker. 3 orang di depan akan menjadi striker. 1
striker tengah, 2 striker kanan dan kiri, dan semuanya sejajar.
Gambar 7. 4 Formasi 343
5) Formasi 3-5-2
Formasi yang mengunakan 3 pemain belakang sejajar di depan
dengan memakai 5 Gelandang, dan 2 striker di depan. yang perlu di
perhatikan adalah 5 gelandang tersebut. karena 5 Gelandang tersebut salah
satunya adalah gelandang bertahan Murni. sehingga jika di gambarkan
dalam pemikiran kita 3 bek 1 gelandang bertahan dan 4 Gelandang Serang
di depannya, serta memakai 2 striker.
132
Gambar 7. 5 Formasi 352
6) Formasi 4-3-3
Formasi 4-3-3 artinya ada empat bek, tiga gelandang, dan tiga
penyerang. Formasi ini adalah formasi menyerang. Pada formasi 4-3-3
pemain tengah harus mampu melakukan pergerakan segitiga yang
menunjang permainan efektif dan selaras. Kreatifitas dan ritme serangan
juga ditentukan oleh kinerja ketiga pemain tengah tersebut. Kekuatan fisik
dan daya tahan sangat diperlukan oleh ketiga pemain tengah untuk
mengatur serangan dan membantu pertahanan. Saat bertahan tidak ada
gelandang yang diam, semua membantu para pemain belakang dalam
bertahan.
133
Gambar 7. 6 Formasi 433
134
BAB VIII
LATIHAN FISIK SEPAKBOLA
Sepakbola memiliki aspek-aspek penentu, sama halnya dengan
cabang olahraga pada umumnya. Sepakbola adalah permainan yang
kompleks sehingga membutuhkan latihan yang spesifik. Pemain sepakbola
harus memiliki kebugaran aerobik yang baik, kecepatan, kekuatan,
keterampilan bermain sepakbola, memahami taktik dan strategi dasar
bermain sepakbola (Bryson et al., 2012).
Aspek-aspek pengembangan fisik yang perlu diperhatikan oleh
pemain seperti pola makan, istirahat cukup dan latihan yang rutin agar
pemain bisa menjaga kebugaran fisiknya, seseorang pemain harus
memiliki kondisi fisik yang bagus dikarenakan dalam olahraga sepakbola
membutuhkan stamina yang bagus dan membutuhkan gerakan seperti lari,
mengubah arah dan daya tahan tubuh yang kuat (Setiawan, 2013).
Pada dasarnya komponen kodisi fisik pada cabang olahraga
sepakbola sangatlah penting. Namun perlu dilakukan analisa tentang
karakter komponen kondisi fisik yang sangat dominan digunakan dalam
permainan sepakbola. Karena tidak semua komponen kondisi fisik dimiliki
secara utuh oleh setiap pemain sepakbola
Permainan sepakbola sangat membutuhkan kondisi fisik yang
prima. Beragamnya kondisi fisik dengan karakteristik dan kebutuhan
dalam permainan menyebabkan penggunaan model latihan yang relatif
berbeda. Kondisi fisik lebih diutamakan untuk kebutuhan pelaksanaan atau
praktek langsung dalam permainan sepakbola.
A. Kondisi Fisik
Kondisi fisik ditinjau dari segi faalnya adalah kemampuan
seseorang dapat diketahui sampai sejauh mana kemampuannya sebagai
135
pendukung aktivitas menjalankan olahraga. Kondisi fisik adalah suatu
kesatuan utuh dari komponen-komponen yang tidak dapat dipisahkan
begitu saja, baik peningkatan maupun pemeliharaannya (Sajoto, 1995).
Kemampuan fisik adalah kemampuan memfungsikan organ-organ tubuh
dalam melakukan aktivitas fisik (Sugianto, 1993). Kemampuan fisik
penting untuk mendukung aktivitas psikomotor. Gerakan yang terampil
dapat dilakukan apabila kemampuan fisiknya memadai.
Kondisi fisik adalah satu kesatuan utuh dari komponenkomponen
yang tidak dapat dipisahkan begitu saja, baik peningkatan maupun
pemeliharaannya. Artinya bahwa didalam usaha peningkatan kondisi fisik
maka seluruh komponen tersebut harus dikembangkan. Walaupun di sana
sini dilakukan dengan sistem prioritas tiap komponen itu dan untuk
keperluan apa keadaan atau status yang dibutuhkan. (Sajoto, 1988).
Kondisi fisik adalah satu prasyarat yang sangat diperlukan dalam usaha
peningkatan prestasi seorang atlet, bahkan dapat ikatakan sebagai
keperluan dasar yang tidak dapat ditunda atau ditawar-tawar lagi.
Menurut Harsono (1988), jika kondisi fisik baik maka: (1) akan ada
peningkatan dalam kemampuan sistem sirkulasi dan kerja jantung. (2)
akan ada peningkatan dalam kekuatan, kelentukan, stamina, kecepatan dan
lain-lain komponen kondisi fisik. (3) akan ada ekonomi gerak yang lebih
baik pada waktu latihan. (4) akan ada pemulihan yang lebih cepat dalam
organorgan tubuh setelah latihan. (5) akan ada respon yang cepat dari
organisme tubuh apabila sewaktuwaktu respon demikian diperlukan
Proses latihan kondisi fisik dalam olahraga, adalah suatu proses
yang harus dilakukan dengan hati-hati, dengan sabar dan dengan penuh
kewaspadaan terhadap atlet. Melalui latihan yang berulang-ulang
dilakukan, yang intensitas dan kompleksitasnya sedikit demi sedikit
bertambah, lama kelamaan atlet akan berubah menjadi seseorang yang
136
lebih pegas, lebih lincah, lebih terampil dan lebih berhasil guna (Harsono
(1988). Kondisi fisik memegang peranan yang sangat penting dalam
program latihan bagi atlet sepakbola. Program latihan kondisi fisik
haruslah direncanakan secara sistematis yang ditujukan untuk
meningkatkan kondisi fisik dan kemampuan fungsional dari sistem tubuh
sehingga dengan demikian dapat mencapai prestasi yang lebih baik
B. Prinsip-prinsip Latihan
Menurut Bompa (2009) tujuan utama dari latihan adalah untuk
meningkatkan kinerja keterampilan (skills) keolahragaan atlet dan pada
akhirnya level kinerja pelatihan olahraga. Prinsip-prinsip latihan
merupakan bagian dari seluruh konsep dan tidak dapat dilihat secara
sempit saja . Namun demikian, prinsip latihan ini sering juga dilihat secara
terpisah untuk memahami konsep dasarnya. Pemakaian secara tepat
prinsip-prinsip latihan ini akan menghasilkan program-program latihan
yang superior dan proses pelatihan yang bagus bagi atlet. Prinsip-prinsip
latihan yaitu sebagai berikut:
a. Multilateral
Multilateral merupakan suatu pengembangan fisik secara
keseluruhan, tahap ini sangat penting pada awal pengembangan
atlet, karena pada tahap ini mampu mengembangkan kemampuan
atlet secara fisik dan psikologis yang merupakan suatu dasar
kinerja atlet. Pelatih harus memberikan ini pada tahap awal
pengembangan atlet sebagai landasan untuk spesialisasi dimasa
depan atlet dan kesempurnan dalam suatu cabang olahraga
tersebut.
137
b. Spesialisasi
Spesialisasi merupakan latihan yang dilakukan di lapangan,
kolam renang, ruang senam, yang berguna untuk mendapatkan
adaptasi fisiologis atlet.Tahap ini merupakan tahap kemajuan
atlet dari seorang pemula menuju kematangan dalam cabang
olahraganya, volume dan intensitas latihan meningkat secara
progresif, ketika tahap ini respon spesifik pada latihan dengan
latihan kecabanagn dengan sasaran kemampuan biomotorik
setelah tahap multilateral dikembangkan.
c. Individual
Individual merupakan suatu syarat utama latihan sepanjang masa
seorang atlet, hal ini karena menuju kepada kemampuan atlet,
potensi, dan karakteristik pembelajran, kebutuhan kecabangan
atlet.
d. Beban Berlebih (over load)
Beban berlebih merupakan suatu pembebanan latihan yang
semakin hari semakin meningkat. Hal ini merupakan prinsip yang
mendasar dari prinsip-prinsip latihan karena dalam prinsip ini
prestasi seseorang adalah akibat langsung dari jumlah dan
kualitas kinerja yang dicapainya dalam latihan. Dalam tahap ini
untuk mendapatkan prestasi yang meningkat perlu berlatih
dengan kerja yang lebih berat dari pada yang dilakukan
sebelumnya.
e. Memperhitungkan Perbedaan Gender
Perbedaan gender merupakan peran utama dalam pemberian
kinerja dan individualisasi dalam setiap latihan, dikarenakan laki-
laki dan perempuan setelah masa puber memiliki perbedaan.
Remaja perempuan lebih cenderung ke lemak yang meningkat,
138
massa tubuh yang ringan, sedangkan laki-laki masa otot,
kekuatan, daya ledak, dan kapasitas anaerobik, dan kapasitas
aerobik maksimal kinerjanya.
f. Variasi Latihan
Variasi latihan adalah suatu rangsangan latihan untuk melakukan
penyesuaian agar atlet tidak merasakan kebosanan dan
kemonotonan dalam latihan.
C. Komponen Latihan
Wuest (1995) menjelaskan bahwa dalam merencanakan program
latihan harus menggunakan komponen latihan fisik sebagai berikut: (1)
Intensitas, adalah tingkat usaha atau usaha yang dikeluarkan oleh
seseorang selama latihan fisik. (2) Durasi, adalah panjang atau lamanya
melakukan latihan. (3) Frekuensi, adalah jumlah sesi latihan fisik per
minggu. (4) Cara (mode), adalah jenis latihan yang dilakukan. Bompa
(1994) mengemukakan, jika seorang pelatih merencanakan suatu program
latihan, harus memperhatikan komponen-komponen volume, intensitas
dan densitas latihan. Volume latihan merupakan komponen penting dalam
latihan yang menjadi syarat yang diperlukan untuk mencapai kemampuan
teknik, taktik dan khususnya kemampuan fisik. Volume latihan dapat
diwujudkan berupa kesatuan dari bagian-bagian waktu atau lamanya
latihan; jarak tempuh atau berat beban per unit waktu, jumlah ulangan
(repetisi) suatu latihan atau melaksanakan bagian teknik dalam tempo
tertentu. Intensitas latihan juga merupakan komponen yang penting yang
menunjuk pada kualitas pelaksanaan kerja dalam periode waktu tertentu.
Kesungguhan melakukan latihan dan melaksanakan latihan gerakan
dengan benar merupakan tuntutan pencapaian intensitas latihan. Intensitas
latihan dapat diindikatori oleh kecepatan (waktu), besarnya atau jumlah
139
beban latihan, tempo atau waktu permainan dan dapat juga berupa
frekuensi gerakan. Komponen berikutnya adalah densitas latihan, dapat
diartikan sebagai seringnya mengulang-ulang gerakan latihan yang
dilakukan pada setiap seri latihan atau bagian latihan sesuai dengan masa
recovery yang diberikan
Fox, Bowers dan Foss (1993) mengemukakan bahwa ada empat
faktor yang harus diperhatikan dalam program latihan, yaitu frekuensi
latihan, intensitas latihan, lama latihan dan jenis kegiatan. Frekuensi
latihan harus tiga hingga lima hari per minggu. Saran ini berdasarkan pada
penemuan bahwa peserta latihan menjadi baik kesegaran jasmaninya jika
mereka latihan satu hari per minggu tetapi akan menjadi lebih baik jika
mereka latihan tiga hingga lima hari per minggu. Latihan harus cukup
keras sehingga target heart rate (THR) mencapai antara 60% hingga 90%
dari maximum heart rate reserve (HRR) atau metabolisme mencapai 50%
hingga 80% dari konsumsi oksigen maksimum. Latihan harus
dilaksanakan terus-menerus dengan intensitas yang tepat selama 15 hingga
60 menit per hari. Lamanya latihan tergantung pada intensitas latihan,
intensitas kegiatan rendah harus dilakukan dalam waktu yang lebih lama.
Jenis olahraga yang digunakan selama latihan harus mempunyai ciri-ciri
sebagai berikut: (1) melibatkan kelompok otot besar, (2) dapat
dipertahankan terus-menerus, (3) berirama dan bersifat aerobik
Suharno (1985) menjelaskan bahwa ada enam komponen latihan,
yaitu volume, intensitas, frekuensi, irama, durasi dan recovery. Volume
latihan adalah isi beban latihan yang biasa dinyatakan dengan satuan jarak,
total waktu, jumlah melakukan, berat beban, atau jumlah set. Intensitas
latihan adalah takaran kesungguhan, ditandai dengan pengeluaran tenaga
dalam melakukan kegiatan jasmani. Contoh: tingkat kecepatan lari,
tingkatan berat beban, frekuensi gerakan. Frekuensi latihan adalah ulangan
140