MEMORI PEMBANGUNAN
GEDUNG GEREJA
SAAT MENJADI JEMAAT DEWASA
Asal-Usul Tanah Gereja
Hasil pengukuran tanah Gereja oleh Badan Pertanahan Nasional
(BPN) tahun 2019 melalui Program Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap
(PTSL), diketahui luas tanah Gereja adalah 424 M2. Secara de facto dan
de jure kepemilikan tanah Gereja ini diperoleh melalui dua proses yaitu
proses hibah murni dan hibah non murni dari beberapa keluarga yang
ada di sekitar dan tidak berjauhan dari gedung Gereja.
Hibah murni adalah kepemilikan tanah diperoleh bukan karena
pembelian dari pihak lain dengan sejumlah uang sesuai dengan harga
yang disepakati, tetapi dari pemberian seseorang atau keluarga tertentu
tanpa biaya apapun. Pemberian tanah sebagai hibah didukung dengan
dokumen berupa surat pernyataan atau akta hibah di atas segel atau
meterai cukup dan ditandatangani.
Hibah non murni adalah kepemilikan tanah diperoleh melalui prosesi
pembelian dari seseorang atau keluarga dengan sejumlah uang
sesuai dengan harga yang disepakati yang dilengkapi dengan bukti
pembayaran yang sah bermeterai. Namun dengan pertimbangan untuk
proses di kemudian hari, antara penjual dan pembeli bersepakat, bukti
penyerahan tanah dan kepemilikan tanah yang dijual dan dibeli dibuat
dalam bentuk surat keterangan atau akta hibah di atas kertas segel atau
bermeterai cukup dan ditandatangani.
Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah 129
Berdasarkan penjelasan di atas, serta dokumen yang ada dan keterangan
lisan yang pernah disampaikan oleh orang tua terdahulu, tanah milik
GKP Jemaat Kampung Tengah diperoleh dari dua proses tersebut yaitu
hibah murni dan hibah non murni. Adapun penjelasan masing-masing
sebagai berikut :
1. Hibah murni dari keluarga Yoram Baiin (luas 220 M2), dilakukan
ketika ruang kebaktian persekutuan yang ada di bagian belakang
rumah Yoram Baiin dirasakan tidak lagi memadai, karena kegiatan
persekutuan semakin banyak dan jumlah keluarga yang bergabung ke
dalam persekutuan pun semakin bertambah. Pertimbangan lainnya
adalah adanya keinginan keluarga persekutuan yang ada saat itu
untuk membangun ruang kebaktian dan kegiatan persekutuan yang
lebih memadai. Dalam situasi dan kondisi, serta dalam rangka itulah
dilakukan hibah tanah secara murni dari keluarga Yoram Baiin kepada
persekutuan yang akhirnya di atas tanah yang dihibahkan berdiri
gedung Gereja Kristen Pasundan. Dokumen pendukung hibah murni
dari keluarga Yoram Baiin adalah Akta Hibah yang disahkan Notaris
dan Girik tanah milik keluarga Yoram Baiin yang diatasnamakan oleh
anak-anaknya yaitu Asikin Baiin dan Dadi Hudaya Baiin.
Girik tanah milik Yoram Baiin,
diatasnamakan Asikin Baiin dan Dadi Hudaya Baiin
130 Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah
Akta Hibah Keluarga Yoram Baiin
2. Hibah murni dari keluarga Yason Baiin (152 M2), dilakukan
bersamaan dengan proses pembangunan gedung Gereja di
atas tanah yang dihibahkan lebih dulu oleh keluarga Yoram
Baiin. Penghibahan dilakukan untuk keperluan perluasan
pembangunan di bagian ruangan mimbar semacam altar dan
tempat Majelis Jemaat duduk saat pelaksanaan kebaktian.
Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah 131
Dokumen pendukung penghibahan tanah berupa surat pernyataan
hibah yang ditandatangani Yason Baiin di atas kertas segel.
3. Hibah non murni dari keluarga Idris Sanglir (35 M2), secara de
facto kepemilikan tanah tersebut dilakukan dengan cara pembelian
dari keluarga Idris Sanglir sesuai harga yang disepakati (berdasarkan
keterangan Ibu Yoram Baiin selaku anggota Majelis Jemaat).
Pembelian tanah dilakukan untuk keperluan membuka akses jalan
bagi keluarga yang ada di bagian bawah gedung Gereja. Namun untuk
kepentingan proses di kemudian hari, dokumen pendukungnya
disepakati berupa surat pernyataan hibah yang ditandatangani oleh
Idris Sanglir.
132 Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah
4. Hibah non murni dari keluarga Enoch Daud (16 M2), dilakukan
saat pembangunan gedung Gereja dua lantai sekitar tahun 2013.
Prosesnya melalui pembelian dengan harga yang disepakati antara
Enoch Daud dan Gereja yang diwakili Majelis Jemaat dan Panitia
Pembangunan. Tujuan pembelian untuk menjadikan bangunan
gedung Gereja lebih simetris segi empat terutama yang berada di
sebelah utara yang berbatasan dengan tanah Enoch Daud. Dokumen
pendukung disepakati dalam bentuk surat pernyataan hibah yang
ditandatangani Enoch Daud
Catatan :
Foto-Foto dari arsip Gereja.
Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah 133
Rencana Bangun
Gedung Satu Lantai
Majelis Jemaat dengan mempertimbangkan usulan dan saran jemaat
untuk melakukan renovasi gedung Gereja yang konon dibangun tahun
1968, maka pada tahun 1996 sepakat berkeputusan untuk melakukan
renovasi gedung Gereja dengan membentuk dan menetapkan serta
meneguhkan satu kepanitiaan yang diketuai oleh Djoko Wijanto.
Untuk menandai dimulainya pelaksanaan tugas Panitia, pada tahun itu
juga (1996) dilakukan peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Pdt.
Tri Hartono. Renovasi dan pembangunan itu sendiri oleh Panitia akan
dilakukan di atas tanah yang sebelumnya berdiri gedung yang lama.
Rencana fisik bangunan yang ditetapkan saat itu adalah 1 (satu) lantai.
Berbagai perencanaan dan persiapan sudah dilakukan baik perencanaan
biaya, teknis pelaksanaannya maupun gambar gedung yang akan
dibangun. Begitu juga dukungan lingkungan masyarakat yang tidak
keberatan atas rencana renovasi sudah diperoleh. Namun dalam
perjalanannya, Panitia sekalipun didukung oleh Majelis Jemaat dan
Jemaat, ternyata pergerakannya tidak mengalami kelancaran. Bahkan
cenderung lamban. Banyak faktor kendala yang dihadapi, terutama
terkait persoalan administrasi yang berkaitan dengan kebijakan
pemerintah daerah berupa dokumen-dokumen pendukung keberadaan
gedung dan tanah. Kendala lain yang cukup serius adalah berkaitan
dengan penghimpunan dana yang juga dirasakan begitu lamban dan
tidak sesuai dengan harapan sebagaimana ada dalam perencanaan.
Akibat hal-hal tersebut, kegiatan renovasi atau pembangunan tidak
menunjukan progres yang menggembirakan. Malah sebaliknya terkesan
berjalan di tempat. Realitas seperti ini tidak dapat dihindarkan sampai
berkahirnya masa tugas kepanitiaan di tahun 1999.
134 Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah
Perubahan Pembangunan Dari Satu Lantai
Menjadi Dua Lantai
Di dalam kenyataan rencana renovasi dan pembangunan yang
tidak berjalan, tuntutan jemaat untuk melanjutkan renovasi dan
pembangunan tidak pernah surut. Oleh karena di tengah jemaat
masih ada harapan dan keinginan untuk melanjutkan renovasi
dan pembangunan, maka pada tahun 2000, Majelis Jemaat kembali
membentuk, menetapkan dan meneguh kepanitiaan yang baru.
Kepanitiaan ini diketuai oleh Bapak Asikin Baiin berdasarkan Surat
Keputusan Majelis Jemaat Nomor : 007/GKP-KP.T/VII/200 tanggal
6 Agustus 2000.
Adapun susunan personalianya sebagai berikut :
Ketua : Drs. Asikin Baiin, MM
Sekretaris : Dandy Sendayu Noron
Bendahara : Ny. Mardi Sanjoyo
Anggota : Johny A. Saroinsong
Yulius Dharma S. Baiin
Memperhatikan dan mempertimbangkan hal-hal yang sudah dilakukan
oleh panitia sebelumnya, Panitia Renovasi yang baru kembali melakukan
peletakan batu pondasi pertama untuk tempat pendirian tiang utama
bangunan yang rencananya akan menggunakan kerangka Baja Habim
(H). Peletakan batu pondasi dilakukan oleh unsur Majelis Jemaat, unsur
jemaat, dan unsur Panitia yang di doakan oleh Pedeta Tri Hartono.
Dari kepanitiaan yang baru ini, rencana renovasi dan pembangunan
yang semula hanya 1 (satu) lantai di atas tanah bekas bangunan lama
berdiri, diubah rencananya menjadi 2 (dua) lantai di atas seluruh luas
tanah yang ada sekitar 420 M2 lebih. Terjadinya perubahan rencana
pembangunan dari satu lantai menjadi dua lantai justru dilakukan
setelah memulai pemasangan tiang pancang utama bangunan yang
ketika tiang utama tersebut didirikan setinggi 12 meter, ternyata terlihat
begitu menjulang tinggi. Dari kenyataan itulah, muncul insipirasi
Panitia, untuk menjadikan gedung dua lantai. Inspirasi ini di bawa ke
dalam rapat Panitia dan kemudian secara internal Panitia menyepakati.
Dengan berbekal kesepakatan internal Panitia inilah, akhirnya Majelis
Jemaat pun setuju dengan rencana Pembangunan dua lantai.
Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah 135
Peletakan batu pondasi pertama untuk
pembangunan gedung Gereja yang
akhirnya menjadi dua lantai.
Acara peletakan batu pertama tahun 2000
diawali dengan doa dan baca Alkitab oleh
Pdt. Tri Hartono, dan dilakukan oleh
unsur Jemaat Estu Maulida Baiin dan
didampingi unsur Panitia Yulius Dharma
Setiawan Baiin serta disaksikan jemaat.
Foto dokumen Gereja
Dalam perencanaan selanjutnya bangunan dua lantai, dipersiapkan
peruntukannya masing-masing lantai 1 untuk ruang serbaguna, ruang
lainnya dan kantor Gereja. Sedangkan lantai 2 untuk ruang kebaktian/
ibadah utama. Perubahan dari rencana tersebut dilakukan atas dasar
pertimbangan untuk memanfaatkan lahan yang ada sehingga lebih
maksimal.
Sedangkan tujuan akhirnya adalah agar mendapatkan kebutuhan
ruangan yang cukup, selain ruang kebaktian, juga ruang kantor, ruang
komisi dan juga ruang pertemuan atau untuk acara kebersamaan bagi
warga jemaat setelah melakukan kegiatan kebaktian minggu atau
kebaktian lainnya.
Pembongkaran Gedung Lama
dan Pindah Sementara ke Koinonia
Melanjutkan proses pembangunan yang sudah diawali antara bulan
Agustus-September 2000, yang ditandai dengan pembuatan pondasi
utama dan untuk mempermudah pemasangan tiang utama dari besi
baja H, maka bangunan lama yang masih ada berdiri pun dibongkar
dan dirobohkan. Hal ini dilakukan agar pekerjaan pemasangan tiang
pancang tidak menemui hambatan dan mudah untuk dilakukan.
Sementara untuk melanjutkan kegiatan jemaat, terutama kebaktian
136 Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah
Minggu agar tetap berjalan sebagaimana biasanya, Majelis Jemaat
berkoordinasi dengan Majelis Jemaat GPIB Horeb untuk memohon ijin
mengadakan kebaktian minggu di GPIB Horeb Jemaat Koinonia yang
berlokasi di kompleks Paspampres, Kelurahan Tengah.
(Kiri) Pastori lama di tahap akhir pembongkaran dari seluruh bangunan
di area Gereja yang lama. (Kanan) Tiang baja Habim siap didirikan
unruk membangun gedung Gereja dua lantai setelah seluruh bangunan
Gereja lama dirobohkan.
Atas ijin Majelis Jemaat GPIB Horeb, maka selama kegiatan renovasi
dan pembangunan Gedung GKP Jemaat Kampung Tengah berlangsung,
sekitar 1 (satu) tahun lamanya kegiatan kebaktian minggu GKP
Jemaat Kampung Tengah dilakukan di GPIB Horeb Jemaat Koinonia
Paspampres. Sedangkan untuk kegiatan tengah minggu dilakukan di
Pastori eks rumah keluarga Asikin Baiin yang baru dibeli oleh Gereja
pada bulan Mei tahun 2000 dan juga secara berpindah-pindah pinjam
tempat di rumah beberapa rumah warga Gereja yang ada di Kampung
Tengah. Proses renovasi dan pembangunan terus berjalan hingga
akhirnya panitia dapat menyelesaikan pekerjaan atap gedung serta
dinding bagian bawah. Selesainya pekerjaan tersebut, jemaat pun pindah
kembali dari GPIB Horeb Jemaat Koinonia Paspampres Kampung
Tengah, ke gedung Gereja yang masih dalam tahap penyelesaian.
Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah 137
Karangka bangunan dua lantai sudah berdiri. Atap sudah dibuat,
lantai dua ditutup asbes karena di lantai dibawah menjadi tempat
kegiatan kebaktian dll.
(Kiri) Persiapan pemasangan Bondex sebagai alas cor dag lantai dua.
(Kanan) Pemasangan bondex di lantai dua yang setelah itu dilakukan
pengecoran.
138 Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah
Selama kurang lebih lima tahun, Jemaat melakukan kegiatan termasuk
kebaktian minggu, tengah minggu dan kebaktian lainnya di ruang lantai
bawah yang kondisi bangunannya belum selesai. Hal yang menjadi
pertimbangan tidak dilakukannya pekerjaan di lantai bawah, karena di
lantai bawah menjadi tempat kegiatan utama jemaat. Oleh karenanya
panitia berkonsentrasi pada pekerjaan di lantai atas.
Tahun 2004 Panitia Renovasi dan pembangunan berakhir masa
tugasnya. Kegiatan renovasi dan pembangunan selanjutnya berada di
dalam koordinasi Majelis Jemaat langsung. Namun karena kesulitan
pendanaan, progress renovasi dan pembangunan berjalan tersendat dan
hanya pekerjaan kecil-kecil yang dilakukan. bahkan cenderung vakum
dan akhirya tidak ada kegiatan yang dilakukan. Sebagai penggantinya,
secara perlahan Majelis jemaat melakukan penghimpunan dana yang
konon juga berjalan lamban hingga tahun 2009.
Sekitar Lima Tahun
Renovasi dan Pembangunan Vakum
Setelah sekitar 5 tahun terjadi kevakuman kegiatan renovasi dan
Pembangunan yakni sejak Panitia periode 2000-2004 berakhir, maka
pada tahun 2009, Majelis Jemaat kembali menetapkan dan meneguhkan
panitia Renovasi dan Pembangunan. Kepanitiaan ini diteguhkan untuk
masa tugas 4 (empat) tahun yaitu tahun 2009-2013.
Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah 139
Penetapannya melalui Surat Keputusan Nomor : 006/GKP.KP.T/
VII/2009 tanggal 26 Juli 2009 dengan susunan sebagai berikut :
Penanggung Jawab : Majelis GKP Jemaat Kampung Tengah
Penasihat : Pdt. Em. Tri Hartono
Drs. Asikin Baiin, MM
Abraham Titawano, Saria Saian,
Yonar Baiin, Musa Niman
Ketua : Dadi Hudaya Baiin
Sekretaris : Yani Kristianto
Bendahara : Djoko Sudarjanto
Bidang Teknis Operasional : Yogi Nugroho Yogaswara
Yudi Setiaji
Bidang Dana : Yuni Raswati
Hastaningdiah Tritama Bhakti
Yohanes Heri T. Baiin
Fokuskan tugas panitia yang baru ini pada kegiatan renovasi dan
pembangunan lanjutan di lantai II yang khususnya pembuatan talang
air, perbaikan ruangan kebaktian utama, perbaikan dinding dan
perbaikan instalasi listrik lantai dasar. Fokus pada pekerjaan tersebut
dimaksudkan agar kegiatan rutin jemaat tetap berjalan lancar meskipun
keberadaan gedung yang belum sempurna pembangunannya.
Fokus lainnya yang dilakukan panitia periode 2009-2013 adalah
menghimpun dana melalui persembahan jemaat serta mencari donatur
internal dan eksternal.
Empat tahun masa tugas yang diberikan, harus diakui hasil kerja Panitia
belum maksimal. Hal ini sangat beralasan karena ada ketidakseimbangan
antara harapan dan kenyataan yaitu proses penghimpunan dana dari
jemaat yang dimotivasi oleh Majelis Jemaat sangat lambat sehingga
tidak mampu membiayai rencana pekerjaan yang sudah dibuat oleh
Panitia. Akibat dari keadaan seperti itu, tugas yang terealisir pun hanya
bersifat pekerjaan yang tidak besar karena pekerjaan yang dilakukan
harus disesuaikan dengan kemampuan atau ketersediaan dana yan
dimiliki yang tidak selaras dengan harapan sebagaimana ada dalam
perencanaan.
Satu hal menjadi catatan penting bahwa kepanitiaan, juga menyempatkan
140 Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah
untuk menanamkan dasar kesadaran partisipasi jemaat dalam proses
renovasi dan pembangunan gedung Gereja yang tengah dilakukan.
Upaya yang dilakukan Panitia bertujuan untuk membangun paradigma
positif Jemaat agar mendukung kegiatan renovasi dan pembangunan.
Materi paradigma tersebut dikemas ke dalam buku saku dalam tajuk :
MENGAPA MEMBANGUN ?
Pemahaman atas kegiatan renovasi dan pembangunan sebagaimana
dituangkan dalam buku saku tersebut selain diharapkan menjadi
pedoman pemahaman internal Panitia, juga diharapkan dapat
ditularkan ke jemaat, sehingga Jemaat mendapat pemahaman yang baik
dan benar dalam konteks renovasi dan pembangunan. Sedangkan hal
yang menjadi alasan utama mempersiapkan buku saku tersebut adalah,
pertama, karena kepanitiaan memiliki masa tugas terbatas, sementara
kegiatan renovasi dan pembangunan membutuhkan waktu yang boleh
dibilang tidak terbatas yang perlu didukung dengan pemahaman yang
baik dan benar atas kegiatan renovasi dan pembangunan itu sendiri.
Kedua, agar kepentingan Renovasi dan pembangunan yang kelak masih
akan berlanjut melalui kepanitiaan yang kemudian mendapat dukungan
dari jemaat secara maksimal dengan pemahaman yang baik dan benar.
Oleh karena itu, dengan jemaat memiliki kesadaran untuk berpartisipasi
mendukung kegiatan renovasi dan pembangunan fisik gedung Gereja
secara baik dan benar, maka sangat diyakini akan memberi kemudahan
terhadap proses kelanjutannya. Itulah salah satu optimisme Panitia
Renovasi dan pembangunan di tengah segala keterbatasan yang ada.
Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah 141
Dokumen pribadi
Buku Saku Panitia Renovasi dan Pembangunan 2009-2013
142 Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah
Pelaksanaan Pembangunan
Gedung Gereja Dua Lantai
Tahun 2013-2017
Berakhirnya masa tugas kepanitiaan 2009-2013 dan adanya hasil kerja
yang sudah dilakukan serta modal kerja peninggalan panitia tersebut,
maka pada bulan Agustus 2013 kembali Majelis Jemaat membentuk,
menetapkan dan meneguhkan Panitia Renovasi dan Pembangunan
untuk melanjutkan pekerjaan yang telah dilakukan panitia sebelumnya.
Kepanitiaan yang dibentuk pada tahun 2013, kembali diketuai oleh
Bapak Asikin Baiin seperti halnya kepanitiaan di tahun 2000-2004,
namun dengan beberapa perubahan personil dari yang ada sebelumnya.
Kepanitiaan ini ditetapkan berdasaran Surat Keputusan Majelis Jemaat
nomor : 003/GKP-Kp.T/SK/VI/2013 tanggal 16 Juni 2013 dengan
susunan personalia sebagai berikut :
Ketua : Drs. Asikin Baiin, MM
Sekretaris : Dandy Sendayu Noron
Bendahara : Early Oliviane Baiin
Tim Teknis : Agung Nugroho
Soekardi
Djoko Sudarjanto
Yudha Rusniwan Baiin
Tim Dana : Jhonson Silitonga
Dadi Hudaya Baiin
Sigit Herdjojo Mardi Putra
Johanes Heri T. Baiin
Penasehat : Pdt. Em. Tri Hartono
Musa Niman
Saria Saian
H.T. Sardino
Y.N. Takoy
Pelaksanaan di lapangan kegiatan renovasi dan pembangunan itu sendiri,
berdasarkan kesepakatan Panitia dan Majelis Jemaat, dipercayakan
kepada Bapak Agus Wibowo Basuki sekaligus sebagai arsitek atas
bangunan yang dikerjakan.
Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah 143
Lewat kepanitiaan ini, proses renovasi dan pembangunan berjalan
dengan cukup cepat. Penggalangan dana dilakukan melalui berbagai
strategi, baik dengan penghimpunan persembahan Jemaat, dengan
Komitmen Jemaat, penyelenggaraan malam dana, pencarian dana
melalui donatur internal dan eksternal bahkan memanfaatkan dana
talangan tanpa bunga dan tidak mengikat dari warga jemaat.
Walhasil, memang sangat diluar nalar manusia. Gedung dua lantai GKP
Jemaat Kampung Tengah di lokasi pemukiman padat dan gang yang
tergolong kecil, teryata bisa menjulang tinggi dan berdiri begitu kekar.
Kenyataan ini sering kali membuat para tamu atau pendeta tamu yang
datang melayani bertanya-tanya bagaimana membawa masuk besi-
besi panjang dan berat saat membangun gedung ini. Beberapa jemaat
yang ditanya pun agak sulit memberi jawaban yang masuk akal. Yang
jelas itulah pekerjaan Roh Kudus yang hadir dalam upaya jemaat GKP
Jemaat Kampung Tengah membangun gedung Gereja.
Panitia pembangunan ini secara efektif bekerja mulai tahun 2013
dan berhasil menyelesaikan tugasnya pada tahun 2017 dengan hasil
pekerjaan yang diperoleh dapat dirasakan, baik oleh internal maupun
eksternal jemaat yang berkegiatan di GKP Jemaat Kampung Tengah.
Media komunikasi (folder) yang digunakan Panitia untuk memberi
informasi rencana dan kegiatan Renovasi serta pembangunan
gedung Gereja.
144 Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah
HASIL PEMBANGUNAN GEDUNG
GEREJA 2 (DUA) LANTAI
TAMPAK DALAM Foto Dokumen Gereja.
TAMPAK DEPAN Foto Dokumen Gereja.
Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah 145
TAMPAK LUAR ATAS Foto Dokumen Yongky D S
146 Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah
WARGA JEMAAT
YANG PERNAH MENJADI MAJELIS JEMAAT
KURUN WAKTU 1960-2021
147
NO NAMA
1. Yoram Baiin
2. Inoh Sanami (Ibu Yoram Baiin)
3. Yotam Baiin
4. Idris Sanglir
5. Elia Tjimi
6. Deca Noron
7. Rustini Saian (Ibu Deca Noron)
8. Abraham Titawano
9. J.A. Aheru
10. Sudarno Prawirodirdjo
11. Musa Niman
12. Ngadiyo
13. Asikin Baiin
14. Sumardjan
15. Mardi Sandjojo
16. Levi Lampung
17. Retnawati Leonard (Ibu Levi Lampung)
18. Kusdia Baiin
19. Sulaeman TB
20. Sunartono
21. Herwanto
22. Yonar Baiin
23. Basuki Sigit Pranowo
24. Lintje Salamah (Ibu Tresna Purnama)
25. Ehana Kaarubi (Ibu Yanes Bone)
Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah
NO NAMA
26. Endang Suryadi
27. Martinus Baiin
28. Saria Saian
29. Malsianus Baiin
30. Lilian Aleane Kembuan (Ibu Malsianus Baiin)
31. Sumarno
32. Tigor Sahat Siahaan
33. Sundoro Djati
34. Dadi Hudaya Baiin
35. Yafet Kusnadi
36. Sonce Suwuh
37. Rahayu Noron (Ibu Sonce Suwuh)
38. Yopi Inkiriwang
39. Tego Suwarno
40. Sadilah (Ibu Tego Suwarno)
41. Sunardi Empi
42. Wartono
43. Charlete Beatric
44. Yulianto Tri Pudjo
45. Djoko Wijanto
46. Yulia Silitonga (Ibu Silitonga)
47. Sri Untari (Ibu Dahlan Kusuma)
48. Yohanes N. Takoy
49. Lisyanto Suwita
50. HT. Sardino
51. Christina Widyastuti (Ibu HT. Sardino)
52. Edi Surya Purnama
53. Noor Yantoro
54. Suwinda Petrus
55. Purnama Lampung
56. Elan Novatika Amban
57. Yulius Lase
58. Yulius Dharma Setiawan Baiin
59. Soekardi
148 Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah
NO NAMA
60. Anni Mariani (Ibu Soekardi)
61. Estu Maulida Baiin
62. Kameswara Bone
63. Eka Aria Lampung
64. Elan Novatika Amban
65. Amos Lawenu
66. Retra Omega Noron
67. Ester Yanthi Ritonga
68. Duma Herlina Sitohang (Ibu Yohanes H Baiin.)*
69. Martin Arthur Titawano*
70. Ana Levina Maulany (Ibu Izaac Huwae)
71. Emaryta Cossa Malela (Ibu Herman Budhi K)
72. Yudhi Hartono
73. Swasna Ria Baiin*
74. Christiani Endah Poerwati
75. Sigit Herdjojo Mardi Putra*
76. Visca Strumina A. Takoy (Ibu Nur Ichwan)*
77. Robert Togap Parlindungan Butarbutar*
78. Levi Billyriant Elvando Siahaan*
79. Gama Patria Lampung*
80. Narwastin Noron ( Ibu Z. Daniel Kanzil) *
81. Yuli Harti Utami Baiin (Ibu Sulaeman Baiin)*
82. Ferren Octaviandri *
83. Dwiyansjah *
84. Firtati Niman (Ibu Hendri Sutanto Adi) *
85. Agung Nugoho Mardowo*
86. Ferren Octaviandri*
87. Robert T.P. Butar-butar *
Catatan
* = Majelis Jemaat tahun 2021-2025
Urutan tidak berdasarkan tahun tugas tapi berdasarkan yang diingat.
Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah 149
JABATAN GEREJAWI PENATUA
Dalam usia 50 tahun GKP Jemaat Kampung Tengah sebagai jemaat
deawasa, Tahun 2021 adalah tahun yang pertama kali jabatan gerejawi
Penatua resmi diberlakukan bagi setiap anggota Majelis Jemaat.
Pemberlakuan jabatan ini berkenaan dengan telah disahkannya Tata
Gereja dan Peraturan Pelaksanaan Tata Gereja GKP pada tahun 2020.
Dan peresmiannya bersamaan dengan pengakhiran masa tugas Majelis
Jemaat periode 2017-2021 dan peneguhan Majelis Jemaat periode 2021-
2025 pada tanggal 29 April 2021. Peneguhan dan peresmian dipimpin
oleh Pdt. Supriatno, M.Th, Pendeta Konsulen GKP Jemaat Kampung
Tengah.
ANGGOTA MJ PERTAMA
SEBAGAI PENATUA
1. Pnt. Yuli Harti Utami Baiin 11. Pnt. Gemara Suga Setia Baiin
2. Pnt. Martin Arthur Titawano 12. Pnt. Narwastin Noron
3. Pnt. Dwiyansjah 13. Pnt. Viska Strumina A. Takoy
4. Pnt. Ferren Octaviandri 14. Pnt. Robert T. P. Butarbutar
5. Pnt. Yongky Dwi Putra Siesanto 15. Pnt. Gama Patria Lampung
6. Pnt. Sigit Herdjojo Mardsi Putra 16. Pnt. Haris Noldy Suwuh
7. Pnt. Yustiana Petrus 17. Pnt. Agung Nugroho Mardowo
8. Pnt. Eka Padma Sari 18. Pnt. Swasna Ria Baiin
9. Pnt. Levy Billiriyant Elvando Siahaan 19. Pnt. Duma Herlina Sitohang
10. Pnt. Eva Dharma Hartiningsih Baiin 20. Pnt. Firtati Niman
150 Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah
Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah
Para Penatua dalam Kemajelisan periode 2021-2025.
(Dokumen Gereja)
151
KEHADIRAN VIKARIS
DI BEBERAPA LANGKAH USIA 50 TAHUN
Beberapa langkah setelah genap berusia
50 tahun, tepatnya tanggal 3 Oktober 2021
Majelis Jemaat periode 2021-2025 bersama
Majelis Sinode GKP meresmikan seorang
Vikaris untuk GKP Jemaat Kampung
Tengah. Alfa Gracia Kaniagara Setra,
begitulah nama lengkap sang Vikaris yang
diresmikan. Wanita asal Jemaat GKP Jemaat
Haurgeulis, kelahiran Bandung 5 Desember
1998 ini berhasil menyelesaikan studi teologi
di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT)
Alfa Gracia K. Setra, S.Si Jakarta tahun 2020, dengan gelar akademik
S.Si (Sarjana Science).
Sebelum ditetapkan sebagai Vikaris ia pernah menjalani masa orientasi
selama tiga bulan di GKP Jemaat Jemaat Kampung Tengah. Masa
orientasi yang dijalani selama tiga bulan, di situlah tumbuh benih-
benih harapan GKP Jemaat Kampung Tengah untuk menjadikannya
seorang Pendeta atau Gembala Jemaat.
Kala itu, GKP Jemaat Kampung Tengah punya harapan, Majelis Sinode
punya dukungan dan Alfa Gracia Kaniagara Setra punya kesediaan.
Ketiganya akhirnya menyatu dalam sebuah kesepakatan dan kemudian
menjadi monumen sejarah dalam wujud peresmian Alfa Gracia
Kaniagara Setra sebagai Viakris yang ke dua di GKP Jemaat Kampung
Tengah.
152 Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah
IDENTITAS KHAS KELUARGA KRISTEN
DI KAMPUNG TENGAH
Sejak hadir keluarga-keluarga Kristen di Kampung Tengah, sudah
memiliki identitas kekristenan yang khas yang mengkristal menjadi
warna dominan bagi kehidupan Gereja sebagai persekutuan di tengah
masyarakat. Lewat pengejawantahan Identitas khas yang dimiliki,
dalam perjalanannya keluarga-keluarga Kristen secara perlahan dan
dengan perkenaan Tuhan akhirnya dapat membangun keberadaannya
menjadi sebuah persekutuan, hingga menjadi Gereja atau jemaat yang
dewasa dan diterima dengan baik oleh masyarakat di sekitarnya. Dalam
kenyataannya identitas khas yang dimiliki, bukanlah sekedar ciri
dominan, akan tetapi menjadi semacam Deoxyribonucleic acid (DNA)
dari keberadaannya. Beberapa ciri yang menjadi identitas kehidupan
keluarga-keluarga Kristen di Kampung Tengah antara lain berwujud :
1. Berjiwa missioner.
Unsur ini adalah salah satu keberadaan yang dimiliki keluarga Kisten
di Kampung Tengah. Keluarga-keluarga yang ada begitu menyadari
bahwa keberadaannya bukan sekadar bagian dari masyarakat saja,
akan tetapi merupakan utusan yang membawa misi Allah di tengah
kehidupan dimanapun ditempatkan. Dengan jiwa misionernya itulah
keluarga Kristen dengan berbagai keterbatasannya membangun dan
mengembangkan persekutuan sambil melakukan pelayanan dan
kesaksian di tengah kehidupan bersama di kalangan keluarga Kristen
yang ada juga dalam kebersamaan dengan masyarakat sekitarnya
dengan memberikan makna positif atas kehadirannya lewat peran
dan partisipasi aktif yang dilakukan.
Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah 153
2. Bersikap guyub dan kebersamaan penuh kekeluargaan.
Unsur ini adalah bagian khas Jemaat Kampung Tengah yang
dimanifestasikan lewat pola pergaulan dan dikemas dalam kondisi
yang informal dengan kebiasaan saling sapa dan memberi salam
dan penuh canda gurau baik di antara kaum dewasa, tua maupun
di kalangan kaum muda. Dari pola pergaulan yang seperti itu, tak
heran jika lingkungan sekitar Gereja berdiri, masyarakatnya saling
mengenal dengan baik seperti di dalam sebuah keluarga.
3. Bersikap terbuka tanpa apriori.
Hal ini juga merupakan bagian khas yang dimiliki keluarga Kristen di
Kampung Tengah. Keterbukaan sikap yang kerap diwujudkan dalam
bentuk penerimaan yang tidak basa-basi, pelayanan yang tulus, dan
perhatian yang sungguh, itulah yang awalnya membuat keluarga
Kristen dapat diterima oleh masyarakat dan selanjutnya hal menjalar
juga ke tengah kehidupan masyarakat. Bahkan secara langsung atau
tidak langsung keterbukaan sikap dengan lingkungan itulah yang
membuat Gereja dan Jemaat tidak mengalami tantangan seperti
halnya di tempat yang lain berupa resistensi dari masyarakat. Yang
terjadi di Kampung Tengah adalah masyarakatnya begitu welcome
dengan keluarga Kristen termasuk kehadiran dan keberadaan Gereja
dan jemaat.
4. Berempati.
Sikap hidup Ini pun merupakan bagian khas keluarga Kristen di
Kampung Tengah yang juga akhirnya mewarnai Gereja dan jemaat.
Sikap ini sangat dirasakan oleh masyarakat baik di saat kedukaan
maupun di saat bagian masyarakat mengalami musibah atau saat
membutuhkan bantuan. Bentuk empati bukan saja dalam wujud
pemberian bersifat materi, tapi dalam wujud lain berupa perhatian,
kehadiran ataupun pendampingan dan pertolongan.
5. Bersikap Toleran.
Prinsip hidup ini juga merupakan kekhasan yang diterapkan oleh
keluarga Kristen. Secara khusus di tengah kehidupan masyarakat.
154 Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah
Karena dalam realitas kehidupan masyarakat banyak perbedaan,
maka agar ada kerukunan hidup bersama, makan prinsip toleransi
itu diimplementasikan dengan sikap saling menerima, saling
memahamai dan saling menghargai serta saling menghormati
keberadaan masing-masing dengan segala perbedaan yang dimiliki,
baik dalam hal keyakinan, status sosial, latar belakang etnis, budaya
dan sebagainya.
6. Suka memberi.
Sikap inipun bagian khas yang ada di tengah kehidupan keluarga
Kristen yang hadir sejak awal di Kampung Tengah hingga adanya
Gereja dan jemaat di Kampung Tengah. Melalui sikap yang suka
memberi inilah, salah satu kekuatan yang memungkinkan keluarga
Kristen dapat diterima di tengah masyarakat dan juga membuat
aktivitas Gereja dan jemaat tidak dipandang sebagai suatu yang
mengganggu.
7. Bersikap Kooperatif.
Hal ini sisi lain bagian khas keluarga Kristen yang dibawa ke dalam
kehidupan Gereja dan jemaat dan juga masyarakat. Upaya hidup
yang kooperatif dengan Gereja dan masyarakat lewat kemauan untuk
bekerja sama yang baik, telah menjadikan keluarga Kristen cepat
membaur dan beradaptasi di tengah lingkungan masyarakat yang
plural. Bahkan dengan bersikap kooperatif, masyarakat pun menjadi
akrab dan cepat menerima kehadiran keluarga Kristen termasuk
kehadiran Gereja dan jemaat.
8. Setia dan bertanggung jawab.
Ini pun salah satu bagian khas dari karakter keluarga Kristen di
Kampung Tengah yang kerap ditularkan para orang tua kepada
bagian keluarga dan ke dalam ke kehidupan Gereja dan jemaat.
Kesetiaan dan tanggung jawab kerap dilakukan dan ditunjukan
dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati ketika individu keluarga
Kristen dipercayakan untuk menerima dan melaksanakan tugas,
entah itu tugas Gereja ataupun tugas di tengah masyarakat. Melalui
Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah 155
kesetiaan dan tanggung jawab individu atau keluarga sebagai warga
Gereja dan warga masyarakat, itulah yang menjadikan keluarga
Kristen dan Gereja di Kampung Tengah dilihat tidak sebelah mata
tapi selalu dipertimbangkan dan dibutuhkan peranannya.
Kedelapan identitas Khas keluarga-keluarga Kristen di Kampung
Tengah sebagaimana disebutkan di atas, itulah keberadaannya di
Kampung Tengah yang sudah memberi warna bukan saja bagi Gereja,
dan jemaat tapi juga bagi masyarakat. Substansi identitas yang kerap
ditebarkan, juga terbukti telah memberikan dampak yang sangat positif
kepada keberadaan umat Kristen yang berhimpun di GKP Jemaat
Kampung Tengah. Bahkan dengan penyertaan kasih Tuhan, kedelapan
identitas khas itu adalah sumber kekuatan keluarga Kristen dalam
menekan timbulnya resistensi masyarakat terhadap kehadiran GKP
Jemaat Kampung Tengah.
156 Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah
MOMEN-MOMEN
PEMBENTUKAN KELENGKAPAN PELAYANAN
27 Desember 1960 : Komisi Sekolah Minggu/Pelayanan Anak
5 Mei 1967 : Komisi Ibu/Pelayanan Peempuan
17 Agustus 1969 : Komisi Pemuda
11 Maret 1974 : Komisi Remaja
23 Februari 1997 : Komisi Bapak/Pria
2 April 2000 : Pengawas Perbendaharaan Jemaat (PPJ)
14 Mei 2000 : Komisi Musik
1 April 2007 : Unit Pelayanan Kedukaan
29 Mei 2009 : Komisi Lansia
31 Mei 2009 : Komisi Litbang
18 April 2010 : Komisi Harlik
21 Mei 2021 : Komisi MIK
Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah 157
EKSPRESI PERJALANAN WAKTU
DALAM UNTAIAN KATA
Menoleh sejenak, merupakan ungkapan memori terhadap waktu
yang pernah dilalui saat merintis persekutuan yang di dalamnya begitu
banyak berkat Tuhan. Meski sudah lama berlalu tapi substansinya tetap
masih segar dalam ingatan.
Menoleh Sejenak
Sebelum waktu beranjak usai
dan dalam lajunya langkah
Kutatap lagi bentangan lurus dan liku di belakang
Semua memang berubah dihempas jaman
Namun kenangan dalam benak tak pernah hilang
Berlari Menuju Cita merupakan ekspresi sikap terhadap apa yang sudah
dilakukan di masa lalu terkait dengan upaya merintis persekutuan. Hal
yang sudah dikerjakan termasuk cita-cita yang ada di dalamnya, yang
akan terus di bawa sampai tujuan akhirnya yaitu persekutuan dalam
kasih Tuhan.
Berlari Menuju Cita
Meskipun waktumu tak kembali
Tapi
Kau tetap ada di sini
di hati yang terdalam
Ladang kecil kini menjadi besar
tumbuh oleh jiwa hati nan membara
158 Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah
Kami pegang janji
Kami bawa tekad
dengan berlari menuju cita
di muka menanti
pada satu titik
Kasih Tuhan
Dalam Satu Atap Yang Lusuh, merupakan refleksi keberadaan keluarga
Kristen yang secara kuantitas jumlahnya sedikit namun punya semangat
dan kerinduan yang kuat untuk menumbuhkembangkan persekutuan.
Upaya itu dilakukan lewat doa dan pujian secara bersama dalam
kebaktian di sebuah ruangan yang sederhana yang menjadi bagian dari
rumah keluarga Yoram Baiin.
Dalam Satu Atap Yang Lusuh
Kami kecil, sedikit lalu bersatu
Seperti yang tua nafasnya tersendat
Berpijak pada tanah merah bergelombang
Bernaung pada pada rumah beratap lusuh
Mulut-mulut manis mulai terkuak
menghantar untaian kata dan syair dalam lagu
Wajah-wajah sejuk semakin berkata tentang Tuhan
Si anak pun setia menutur kasih dan selamat
Cerita kami tentang rindu susu dan madu
Nyanyi kami adalah kerinduan yang dalam padaMu
Pada rumah tua tempat kami bernaung
Doa puji dan syukur naik menuju padaMu
Kami adalah kecil sedikit yang terkadang tersendat
Namun rindu dalam haus kami
Dambakan kasihMu dalam satu atap rumah yang lusuh
Menggapai Cita Di Antara Yang Ada, merupakan ekspresi kerinduan
keluarga-keluarga Kristen yang tengah merintis persekutuan seiring
pertambahan keluarga dan terhadap bangunan gedung Gereja yang
lebih memadai, karena kondisi ruang kegiatan bersama yang digunakan
saat itu dirasakan kurang nyaman.
Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah 159
Menggapai Cita Di Antara Yang Ada
Bukan kala bencana menghancurkan badan, harta dan cinta
Kami tunduk menyatu diri dalam ruang yang mulai lapuk dan rapuh
Tapi pada satu janji dan setia
Kami melangkah berjuang dan tumbuh di antara semak dan belukar
Dalam bayang kesusahan yang terus menghantui
Kami tetap tunduk menyatu diri
dalam ruang yang mulai lapuk dan rapuh
Rindu kami satu padaMu
Kucipta pengharapan jadi tekad
Betapa kami mencari terang di tengah gelap, hujan dan angin
Bakal suluh langkah dan jejak kaki berpijak
Kami gapai cita di antara yang ada
Berangkat dari angan dan tekad bersama
Langkah kami tak kenal pada waktu siang dan malam
Sambil kami tatap ruang yang mulai lapuk dan rapuh
Khayal kami bertanya
bilakah ruangan akan berganti ?
Ruang tempat kami menyatu diri
Khayal kami bertanya
Kapankah yang baru akan muncul ?
Memang bukan karena bencana maut dan celaka
Kami menyatu
Dalam ruang yang mulai lapuk dan rapuh itu
Kasih Tuhan menyatukan kami
Di Sini Tonggak Satu Tekad Berdiri, adalah kisah perjuangan dan
tekad keluarga persekutuan untuk keluar dari persoalan kondisi ruang
kebaktian yang tidak memadai. Tekad yang dimiliki dinyatakan dengan
usaha membangun rumah kebaktian yang baru di atas lahan yang
dihibahkan oleh keluarga Yoram Baiin.
160 Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah
Di sini Tonggak Satu Tekad Berdiri
Seperti gelombang menderu jiwa kami
Ganas menerjang karang dan cadas membaja
Kami halau ilalang di muka menghalang
Kami sibak tabir pengharapan dan cita
Dari satu, dua lalu ketiga dan setersunya
Kami tak henti melangkah dan berjalan hingga kini
Bentangan lurus dan liku kami injak pasti
Tak peduli pada sengatan panas,
pada hujan yang merayu
Begitu juga petir dan halilintar menggelegar
tetap kami hadapi
Semua kami terjang dengan hati lapang
Meski keringat dan air mata membasahi tubuh
Simpuh tengadah kami tetap satu padaMu
Satu tekad dan setia tak kami lepaskan
Tetap kami genggam dan bawa lari menuju cita-cita
Semak belukar di muka menggoda hasrat
Gemerisik daun seakan memanggil mengajak untuk melangkah
Kami buang segala yang menghalang
Kurubuhkan pokok tinggi menjulang
Kami wujudkan tekad yang membara
Kami tancap tonggak satu tekad dan kesetiaan di sini
Di tempat ini
Sesaat kami berpaling kembali
tonggak tekad tegak berdiri menatap
seakan berkata di sini ada hati bernyanyi
Dan kami terus berjuang hingga selesai
Beri Waktu Sejenak, mengkisahkan bagian warga jemaat yang ikut
serta membangun gedung Gereja secara sukarela. Selama ikut serta
membangun, ada saat tertentu merasakan haus dan lapar karena bekerja
sejak pagi. Di saat itulah, warga jemaat yang turut membangun gedung
Gereja merasakan rindu atas kehadiran isterinya atau kaum ibu yang
biasanya dengan sukarela dan sukacita membawakan minuman serta
makanan untuk dinikmati.
Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah 161
Beri Waktu Sejenak
Ketika peluh membasuh tubuh kami
Kian membara hasrat pada air sejuk
Air bening yang menyegarkan
Beri kami waktu sejenak
Lepaskan letih seharian kerja
Ketika peluh di tubuh mengkristal
Lapar mengganggu waktu kami
Betapa rindu kami pada wanita isteriku yang setia
Yang selalu membawa nasi putih berlauk sedap
Beri kami waktu sejenak
Nikmati nyaman dalam hembusan angin
Masa kami berlalu dalam indahnya menimang batu
Mengumpul pasir dan kapur putih berdebu
Meski panas setia mengusap tubuh kami
Cangkul dan sendok semen kuayun dengan genggam tangan
Debu kotor kian melapis badan dan pakaian
Kubiarkan melekat hingga terbenamnya matahari
Saat kucium kulit dan rambut yang berdebu dan keringat
Terasa bau matahari temanku seharian kerja
Beri kami waktu sejenak
Menikmati berkat Tuhan
Sambil Memandang hasil karya seharian kerja
Demi lapar Dan Dahaga Sang Lelaki, merupakan ekspresi kesetiaan
para isteri atau kaum ibu untuk menyiapkan kebutuhan makanan dan
minuman bagi kaum bapak yang turut serta membangun gedung Gereja.
Meski didapur yang pengab dengan asap yang perih dan suasana yang
cukup panas karena bara dan api, kaum ibu tak peduli dengan keadaan
itu. Semua dilakoni dengan tulus dan sukacita demi sang lelaki yang
tengah menata bangunan gedung Gereja.
162 Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah
Demi Lapar Dan Dahaga Sang Lelaki
Kami bermain dengan bara memerah dan lidah api menjulur
Asap kelabu menyengat mata dalam pengapnya ruang tempat memasak
Demi lapar dan dahaga sang lelaki seharian kerja
Kami pasrah pada perihnya mata dan panasnya tubuh
Tak peduli demi keringat sang lelaki yang mengalir pada tubuhnya
Kulit wajah kian legam seharian kerja
Tak hirau lagi akan sengatan hawa panas matahari
Sang lelaki terus merunduk dan berdiri menyusun batu satu demi satu
Lekukan tulang-tulang pada badan makin nampak
Tak peduli meski pasir kapur membalur kaki yang berkeringat
Gagang pacul semakin berkilat
Digenggam tangan perkasa yang hampir mengelupas perih
Kami rela sang lelaki seharian kerja
Meski tanpa upah dan balas
Kami akan tetap mengabdi dalam pengapnya ruangan berasap dan
nyala api
Demi lapar dan dahaga sang lelaki seharian kerja
Si Kecil Yang Manis, mengkisahkan keterlibatan anak-anak dalam
kegiatan pembangunan gedung Gereja. Meski kerjanya tak terlalu
banyak dan berat, tapi kehadiran dan keceriaannya cukup membuat
semangat para orang tua tetap menyala dalam bekerja membangun
gedung Gereja.
Si Kecil Yang Manis 163
Meski kadang langkahnya gontai
Ia senyum penuh ceria canda yang lucu
Dibiarkan kotor menyirami badan
Mengubah warna pada baju dan celananya
Si kecil yang manis berbeban batu
Untuk siapa dia kerja ?
Tak pernah terbayang balasan jasa
Ia pahlawan yang belum mengerti makna
Setiap perjuangan
Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah
Setiap keringat dan air mata
Si kecil yang manis berbeban batu
Disengat terik bermandi debu kemerahan
Tak peduli pada apa dan siapa
membahu sebisanya sambil tersenyum ceria
Terangkat pula beban yang cukup berat dengan tangannya
Si kecil yang manis
Seharian kerja disengat terik
Demi Jiwa Yang Rindu, mengungkapkan tanggung jawab dan kerinduan
keluarga persekutuan terutama para orang tua untuk memenuhi
kebutuhan persekutuan. Berbagai upaya di dalam persekutuan
dilakukan hanya demi menghantar jiwa-jiwa yang rindu dan si mungil,
generasi yang akan datang, ke gerbang persekutuan sebagai Gereja dan
jemaat yang dewasa.
Demi Jiwa Yang Rindu
Keringat dan air mata pada bentangan lurus dan liku
Tercecer jatuh karena hasrat yang membara menggapai cita
Yang berpacu menyongsong hari baru
Pada bahu bertumpuk harapan
Buat simungil yang rindu belaian mesra
Kami buka lagi kisahmu yang sendu
Kami renung dalam hati kata demi kata
Mungil
betapa jauh kau harus berjalan
Kerjaku tidak akan mati hari ini
Meskipun bahtera kukayuh dengan tangan
Meskipun badai gelombang menghantui dan menerjang
Kami tetap pada satu jalan
Kami antar jiwa-jiwa yang rindu ke muka gerbang
Hadirmu Kami Nantikan, mengungkapkan upaya keluarga-keluarga
Kristen memenuhi kebutuhan rohaninya melalui kerja sama dengan
jemaat terdekat. Sisi lainnya mengungkapkan kerinduan hadirnya
seorang gembala jemaat yang diyakini akan membuat kehidupan
persekutuan semakin semarak dan lebih baik.
164 Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah
Hadirmu Kami Nantikan
Sambil kami menanti matahari baru
Kami jamah pokok-pokok berguna bagi hidup
Hati kami yang kering retak
Kami isi dengan anggur dari sekeliling kami
Tahun-tahun kami berlalu dalam mencari
Pintu dan jendela kami sibak dan buka
Harapan kami akan ada mentari di dalamnya
Terang dan hangatnya mercusuar bagi hidup kami
Jalaran kabut dingin membeku langkah
Memagar pandang yang harusnya jauh ke ufuk
Mendung kian nampak dalam hitamnya mega
Resah hati kami saat menatap hari depan
Kami rindu datangnya mentari baru
Pengiring langkah kerja pada waktu yang dianugerahkan
Kami yakin
Pagar dan resah segera pergi bersama hadirmu
Pagi kami akan bertambah cerah
Semarak dalam jiwa makin jadi di hari-hari kami
Dalam kami menanti mentari baru
Bersiap kami untukmu hadir dalam hidup ini
Menambah cerah pagi dan semarak jiwa di hari-hari kami
Kami simpan Dalam Hati, mengungkapkan apresiasi atas perjuangan
warga jemaat terdahulu yang telah merintis dan membangun
persekutuan dengan susah payah, dengan keringat dan air mata, dan
dengan semangat kebersamaan yang tinggi.
Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah 165
Kami simpan Dalam Hati
Nafasmu menyebar harum pada kami
Membangkit sukma yang terbenam dalam mimpi
Tangan perkasamu merangkul
dan membawa kami ke tengah samudera
Getar hatimu membahana ke seantero diri
Gelora hatimu menggebu menggengam erat asa kami
Kau junjung dan bawa kami menuju rumah sorgawi
Kerjamu bukan untuk mati kami
Tapi hidup dan harapan kami
Keringat dan air matamu pada bentangan lurus dan liku
Biarlah semua itu kami jamah,
kami peluk dan kami simpan dalam hati ini
Tetap Pada Satu Jalan, merupakan ungkapkan perasaan warga jemaat
yang telah menikmati hasil kerja warga jemaat terdahulu berupa
persekutuan sebagai jemaat dewasa maupun sarana gedung kebaktian
yang memadai. Sekaligus mengungkapkan rasa syukur dan janji iman
untuk tetap berjalan dalam jalur kasih Tuhan.
Tetap Pada Satu Jalan
Dalam renungan kami dari hati yang terdalam
Gelora hati
Tabir pengharapan
Cita-cita di muka
Lahir dan menjelma dari tangan perkasaMu
sertaMu begitu nyata pada bentangan lurus dan berliku
tempat keringat dan air mata jatuh bahkan tercecer
syukur bagiMu atas segala yang telah diberikan
Kami akan tetap pada satu jalan
Sungai kasihMu yang akan kami lalui
166 Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah
EPILOG
Hanyalah Rangkaian Kecil
Lintasan jaman yang dilalui memang tak pernah sama
dari waktu ke waktu.
Tantangan yang dihadapi pun tak pernah hilang dari setiap jengkal
perjalanan yang dilalui sebagai persekutuan.
Namun satu hal yang tetap dan tidak berubah
Kasih Allah di dalam Yesus Kristus senantiasa ada.
Itulah realitas yang menyertai dalam setiap karya.
Panggilan setiap orang percaya adalah sama, bersekutu,
melayani dan bersaksi
Dan semua itu harus dijalankan dengan kesetiaan dan
kesungguhan hati.
Catatan sejarah hanyalah rangkaian kecil dari bentangan waktu
dan masa yang panjang
Yang hadir lewat fakta yang terkadang tiba-tiba datang
dan juga tiba-tiba saja menghilang
Biarlah semua itu jadi pemicu untuk terus berjuang melanjutkan karya
Allah
Karya besar yang sudah dimulai sejak kekristenan hadir
di Kampung Tengah.
Jangan pernah berhenti, karena bukanlah saat ini yang menjadi
ujungnya
Kita tak akan pernah tahu, karena segalanya berada
di dalam kendali Tuhan.
Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah 167
DATA PENYUNTING
Nama : Dadi Hudaya Baiin
Isteri : Winarni Lampung
Lahir : Kampung Tengah,
Jakarta 15 April 1959
Pendidikan : Sekolah Dasar Dukuh III
SMP Negeri 20 Jakarta
STM Soedirman
SMA Budiwarman
Sekolah Tinggi Publisitik Jkt
Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik Jkt
Pekerjaan : Pensiunan BUMN
Kegiatan : Aksi Peduli Sosial dan Keagamaan
Hobi : Olahraga, Musik, Menulis, Traveling,
dan Kuliner
Status Keanggotaan : Anggota Jemaat Sidi
Alamat KTP : Klinik Eka Dharma No. 39 RT 01/08
Kelurahan Tengah, Kramat Jati
Jakarta Timur.
Rumah : Perumahan Griya Agung Sentosa
Blok C2 No. 16, Jati Murni, Bekasi.
168 Dari Satu Menjadi Sebelas~Tumbuh GKP Jemaat Kampung Tengah
PT. ANDALAN TAMA WAHANA
Head Office & Warehouse :
Jl. Arteri JORR Jatimelati No 15 Jatimelati,
Pondok Melati, 17446
Phone : +62 21 84311871 (Hunting)
Fax: +62 21 84596607
www.andalan-tama.co.id
SEJARAH
PT Andalan Tama Wahana adalah perusahaan swasta Indonesia yang berdiri sejak
tahun 2009. Berawal dari komitmen untuk memberi kontribusi positif terhadap bisnis
pelanggan dan terhadap perkembangan dunia logistik dan rantai suplai, dengan
bangga kami kembali mengajak sumber daya profesional dan berbakat untuk
memberikan layanan yang terbaik yang mencakup transportasi darat, transportasi
udara dan transportasi laut yang unggul.
VISI
PT Andalan Tama Wahana memiliki visi menjadi rekan bisnis pilihan dengan
mengutamakan layanan yang dapat dipercaya untuk memenuhi kebutuhan
pelanggan.
MISI
PT Andalan Tama Wahana menyediakan layanan pengiriman dan solusi rantai losgistik
yang baik dalam skala nasional maupun internasional dengan didukung oleh sumber
daya yang berkualitas serta jaringan yang kuat dan luas untuk memenuhi standar
pengiriman yang diinginkan oleh para pelanggan.
TERIMA KASIH :
Atas Dukungan Untuk Pencetakan Buku
1. Jacobus Rudy Tanagan (CV Karya Penta)
2. Very T. Talumepa ( ATW Express & Logistics)
3. Kel. Binsar Y. Sianipar
4. Kel. Sudyatmoko S. Soediro
5. Kel. Osben L. Situmorang
6. Kel. Angki Dwi Ayuningtyas
7. Kel. Yudha Rusniwan
8. Christiani E.P.
Gedung G saat ini
KP Jemaat Kampung Tengah