The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Annisa Zainul Baiti, 2023-01-03 03:11:59

PTK PPG UIN (1)

PTK PPG UIN (1)

51

guru yang akan di ajarkan terutama pada materi pokok materi yang baik dan benar.
Sehingga masih banyak siswa yang kurang paham terhadap materi yang guru
sampaikan, sehingga siswa susah memahami konsep dan membuat siswa merasa
bosan selama proses pembelajaran., maka hal ini berpengaruh pada hasil belajar
siswa yang rendah.

Data lembar observasi diambil dari dua pengamatan yaitu data pengamatan
pengelolaan Model belajar aktif model problem based learning pembelajaraan yang
digunakan untuk mengetahui pengaruh penerapan Model belajar aktif model
Pembelajaran Problem Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa
dan data pengamatan aktivitas siswa dan guru.

Data tes formatif untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah
diterapkan Model belajar aktif model pembelajaraan Problem Based Learning.
Berikut adalah hasil belajar siswa pada materi Hormat dan Patuh terhadap Orang
tua dan guru yang diperoleh siswa pada kondisi pra siklus.

52

TABEL 4.1.
Hasil Nilai Tes Belajar Siswa XI Pra-Siklus

Keterangan

No Nama Siswa KKM Nilai Tuntas Belum
Siswa 75 60 Tuntas
75 60
1 Abd Alim 75 80 √
2 75 60
75 80 √
Dairobi 75 80
3 75 60 √
75 60
Moh Horris 75 80 √
4 Moh Haris 75 60
5 Ach Faisol 75 80 √
6 Moh Rizki 75 60
7 Moh Arifin 75 60 √
8 Sofiyullah 75 80
75 80 √
9 Ayu Amal 75 80
10 Emilda √
11 Hasrotun
12 Masfufah √
13 Fatih
14 Risma √
15 Maisaroh
16 Sasmita √











Jumlah

Rata-Rata 79

70.00

53

Tabel 4.2.

Rekapitulasi Hasil Nilai Tes Belajar Siswa XI MIPA 2 PraSiklus

No Uraian Hasil Pra-Siklus
1 Nilai rata-rata tes formatif 70,00
2 Jumlah siswa yang tuntas belajar 7
3 Persentase ketuntasan belajar
43,75 %

Berdasarkan tabel di atas, rata-rata nilai yang diperoleh siswa kelas XI MIPA
2 SMA N 2 SRAGEN dalam meningkatkan belajar siswa pada PAI adalah 70,00
dengan persentase ketuntasan sebesar 43,75%. Dari 16 siswa dan hanya 7 siswa yang
mencapai nilai KKM yang telah ditetapkan. Nilai ini menunjukan perlu adanya
peningkatkan nilai dengan cara melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
menggunakan Model yang berbeda Problem Based Learning.

B. Analisis Data Penelitian Tiap Siklus
a. Tahap Perencanaan

Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaranyang terdiri dari
rencana pelajaran 1, soal tes formatif 1 dan alat-alat pengajaran yang mendukung.

b. Tahap Observasi

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus I dilaksanakan pada
tanggal 06 Desember 2022 di Kelas XI MIPA 2 dengan jumlah siswa 16 siswa.
Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru. Adapun proses belajar mengajar
mengacu pada rencana pelajaran yang telah dipersiapkan. Pengamatan (observasi)
dilaksanakan bersamaan dengan pelaksaaan belajar mengajar.Pada akhir proses.

54

Tabel 4.3
Pengelolaan Pembelajaran Pada Siklus I

NO ASPEK YANG DINILAI PENILAIAN RATA-
RATA
Pengamatan KBM 22
A. Pendahuluan 22 2
1. Memotivasi siswa 33 2
33 3
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran 3

3. Menghubungkan dengan pelajaran sebelumnya

4. Mengatur siswa dalam kelompok-kelompok belajar

B. Kegiatan inti 3 3 3
3 3
1. Mempresentasikan langkah-langkah Model 2 2 3
pembelajaran Problem Based Learning. 3 3
2
2. Membimbing siswa melakukan kegiatan
3. Melatih keterampilan Problem Based Learning. 3
4. Mengawasi setiap kelompok secara
3
bergiliran 3
5. Memberikan bantuan kepada kelompok yang 2
2
mengalami kesulitan 3
37
C. Penutup 33
1. Membimbing siswa membuat rangkuman 33
2. Memberikan evaluasi 22

Pengelolaan Waktu 22
33
Antusiasme Kelas
1. Siswa antusias 37 37
2. Guru antusias

JUMLAH

55

Berdasarkan tabel di atas aspek-aspek yang mendapatkan kriteria kurang baik adalah
memotivasi siswa, menyampaikan tujuan pembelajaran, pengelolaan waktu, dan siswa
antusias. Keempat aspek yang mendapat nilai kurang baik di atas, merupakan suatu
kelemahan yang terjadi pada prasiklus dan akan dijadikan bahan kajian untuk refleksi
dan revisi yang akan dilakukan pada siklus I.

c. Analisis Tindakan Siklus I

Berdasarkan hasil pengamatan pada pelaksanaan siklus I dalam proses
pembelajaran guru sudah menerapkan Model Problem Based Learning Kemudian
untuk mengetahui sejauh mana hasil belajar siswa peneliti melakukan pengamatan
dengan menggunakan lembar observasi.

Pengamatan dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar. Pada
akhir proses belajar mengajar siswa diberi tesformatif I dengan tujuan untuk mengetahui
tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar. Dalam pengamatannya peneliti
melakukan penilaian sekaligus melakukan pencatatan. Pencatatan digunakan untuk
mencatat kendala-kendala yang ada dalam kelas, kemudian kendala tersebut akan
didiskusikan bersama kolaborator untuk dicarikan solusi tindakan. Adapun data
Indikator soal dan hasil penelitian pada siklus I adalah sebagai berikut:

56

Tabel 4.4
Hasil Nilai Tes Belajar Siswa XI Siklus I

NO NAMA KKM NILAI TUNTAS BELUM TUNTAS
1 ABD ALIM 75 60 √
2 DAIROBI 75 60 √
3 MOH HORRIS 75 80
4 MOH HARIS 75 80 √
5 ACH FAISOL 75 80 √
6 MOH RIZKI 75 80 √
7 MOH ARIFIN 75 80 √
8 SOFIYULLAH 75 80 √
75 80 √
9 AYU AMAL 75 60 √
10 EMILDA 75 80
11 HASROTUN 75 60 √
12 MASFUFAH 75 60 √
13 KAMILIA MAJIDAH 75 70
14 RISMA 75 70 √
15 MAISAROH 75 80 √
16 SASMITA √

JUMLAH √

97

Keterangan: Jumlah siswa yang tuntas 9
Jumlah siswa yang belum tuntas 7

57

Tabel 4.5

Rekapitulasi Hasil Nilai Tes Belajar Siswa XI MIPA 2 Siklus I

No Uraian Hasil Siklus I

1 Nilai rata-rata tes formatif 73,75
2 Jumlah siswa yang tuntas belajar 9
3 Persentase ketuntasan belajar
56,25 %

Dari tabel di atas dapat simpulkan bahwa dengan menerapkan Model belajar aktif
model pembelajaraan Problem Pased Learning diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa
adalah 73,75 dan ketuntasan belajar mencapai 56,25 % atau ada 9 siswa dari 16 siswa sudah
tuntas belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus pertama siswa belum tuntas
belajar, karena siswa yang memperoleh nilai ≥ 75 hanya sebesar 56,25 % lebih kecil dari
persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85 %. Kenaikan prasiklus dengan
siklus I adalah 13,25 %. Hal ini disebabkan karena siswa masih baru dan asing terhadap
Model baru yang diterapkan dalam proses belajar mengajar.

d. Refleksi dan Revisi Tindakan Siklus I

Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa dalam
pembelajaran PAI khususnya materi pokok Hormat dan patuh terhadap orang tua dan
guru dikatakan sudah masuk dalam kategori berhasil namun hasil yang didapat masih
tergolong cukup. Sebab nilai yang diperoleh masih kurang dari kriteria pencapaian nilai
minimum. Oleh karena itu perlu dilaksanakannya kembali langkah berikutnya, agar hasil
yang dicapai dapat maksimal.

Dari pelaksanaan penelitian pada siklus I peneliti mengalami beberapa kendala,
yang mana kendala tersebut dicatat dan akan didiskusikan bersama. Kolaborator
untuk dicarikan solusi. Adapun kendala yang terjadi dapat diidentifikasikan sebagai

58

berikut:

1 Masih kurangnya kesadaran siswa untuk berani mengajukan pertanyaan
2 Kurangnya kesadaran siswa untuk menambah jam belajar walaupun berada
di rumah
3 Siswamasih sering bercanda ketika proses belajar mengajarberlangsung.
4 Guru sudah menggunakan Model problem based learning dalam proses pembelajaran
karena siswa masih belum terbiasa akan variasi Model maka perasaan tertarik siswa
pada materi masih kurang.
5 Pada prasiklus siswa yang tuntas hanya 7 dan yang tidak tuntas ada 10 sedangkan untuk
Siklus 1 mengalami kenaikan, siswa lulus 9 dan yang tidak lulus 7 karena siklus satu masih
memperoleh nilai ≥ 75 hanya sebesar 56% lebih kecil dari persentase ketuntasan yang
dikehendaki yaitu sebesar 85%. Maka akan di lanjutukan dengan siklus selanjutnya. Berkutnya
ini adalah data hasil prasiklus dan siklus 1.

Grafik 4.1.
Rekapitulasi Hasil Nilai Tes Belajar Siswa XI MIPA 2 Siklus I

HASIL PRASIKLUS DAN SIKLUS 1

80.00%
60.00%
40.00%
20.00%

0.00%

PRA SIKLUS SIKLUS 1
TUNTAS TIDAK TUNTAS

59

Tabel 4.6

Rekapitulasi Hasil Nilai Tes Belajar Siswa XI MIPA 2 Siklus I

Keterangan Pra Siklus Siklus I
Tuntas 43 % 56,25 %
Belum Tuntas 62 % 43,75%

Setelah tahap pelaksanaan selesai maka perlu adanya analisis tindakan dan
refleksi. Pada langkah refleksi peneliti akan mendiskusikan dengan kolaborator untuk
mengidentifikasi masalah pada tahap siklus I dan mencari solusi dari permasalahan
tersebut. Dan solusi itulah yang nantinya akan diterapkan pada langkah selanjutnya yaitu
pada tahap siklus II. Pada langkah siklus II peneliti masih tetap akan menerapkan Model
problem based learning, namun guru akan menekankan pada cara pembelajarannya, hal
ini lebih difokuskan pada bagaimana penggunaan Model dan penyampaian materi yang
diajarkan.

2. Siklus II

a. Tahap perencanaan
Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari

rencana pelajaran 2, soal tes formatif II dan alat-alat pengajaran yang mendukung.

b. Tahap kegiatan dan pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus II dilaksanakan pada tanggal 13

Desember 2022 di Kelas XI MIPA 2 dengan jumlah siswa 16 siswa. Dalam hal ini peneliti
bertindak sebagai guru. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran dengan
memperhatikan revisi pada siklus I, sehingga kesalah atau kekurangan pada siklus I tidak terulang

60

lagi pada siklus II. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaanbelajar
mengajar Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif II dengan tujuan untuk
mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan.
Instrumen yang digunakan adalah tes formatif II..

Tabel 4.7
Pengelolaan Pembelajaran Pada Siklus II

NO PENILAIAN RATA-RATA
AASPEK YANG DIAMATI
P1 P2 3
Pengamatan KBM 3
3
A. Pendahuluan 33 3
1. Memotivasi siswa 43

2. Menyampaikan tujuan pembelajaran

3. Menghubungkan dengan pelajaran 33
sebelumnya 34

4. Mengatur siswa dalam kelompok-kelompok

belajar

B. Kegiatan inti 4 4 3
1. Mempresentasikan langkah- 4 4 4
langkahModel pembelajaran 4 4 4
Problem based learning, 3 3 3
2. Membimbing siswa melakukan 3
kegiatan 4 3
3. Melatih keterampilan Problem based 3
learning,
4. Mengawasi setiap kelompok
secarabergiliran
5. Memberikan bantuan kepada kelompok
yang mengalami kesulitan

C. Penutup

61

1. Membimbing siswa membuat rangkuman 4 4 4
2. Memberikan evaluasi
I Pengelolaan Waktu 3 3 3
II Antusiasme Kelas
1. Siswa antusias 4 3 3
2. Guru antusias 4 4 4

Jumlah 49 50 49,5

Dari tabel di atas, tanpak aspek-aspek yang diamati pada kegiatan belajar mengajar

(siklus II) yang dilaksanakn oleh guru dengan menerapkan Model pembelajaran model

Problem Based Learning mendapatkan penilaian yang cukup baik dari pengamat.

Maksudnya dari seluruh penilaian tidak terdapat nilai kurang. Namun demikian penilaian

tesebut belum merupakan hasil yang optimal, untuk itu ada beberapa aspek yang perlu

mendapatkan perhatian untuk penyempurnaan penerapan pembelajaran selanjutnya. Aspek-

aspek tersebut adalah memotivasi siswa, membimbing siswa merumuskan kesimpulan/

menemukan konsep, dan pengelolaan waktu.

c. Analisis Tindakan Siklus II

Berdasarkan hasil pengamatan pada pelaksanaan siklus II dalam proses

pembelajaran guru sudah menerapkan Model Problem Based Learning. Kemudian untuk

mengetahui sejauh mana hasil belajar siswa, peneliti melakukan pengamatan dengan

menggunakan lembar observasi. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan

pelaksanaan belajar mengajar. Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif II

dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar. Dalam

pengamatannya peneliti melakukan penilaian sekaligus melakukan pencatatan. Pencatatan

digunakan untuk mencatat kendala-kendala yang ada dalam kelas, kemudian kendala

tersebut akan didiskusikan bersama dengan kolaborator untuk dicarikan solusi tindakan.

Adapun data hasil penelitian pada Siklus II adalah sebagai berikut:

62

Tabel 4.8

Hasil Nilai Tes Formatif Siswa XI Siklus II

KETERANGAN

NO NAMA SISWA KKM NILAI TUNTAS BELUM
TUNTAS
1 Abd Alim 75 80
2 Dairobi 75 80 √
3 Moh Horris 75 80
4 Moh Haris 75 60 √
5 Ach Faisol 75 80
6 Moh Rizki 75 80 √
7 Moh Arifin 75 80
8 Sofiyullah 75 80 √
9 Ayu Amal 75 70
10 Emilda 75 80 √
11 Hasrotun 75 60
12 Masfufah 75 80 √
13 Kamilia Majidah 75 60
14 Risma 75 80 √
15 Maisaroh 75 60
16 Sasmita 75 80 √

JUMLAH √

Rata-Rata √












11 5

63

Keterangan:

Jumlah siswa yang tuntas : 11 Siswa

Jumlah siswa yang belum tuntas : 5 Siswa

Tabel 4.9.
Rekapitulasi Hasil Tes Formatif Siswa Pada Siklus II

No Uraian Hasil Siklus II
71.25
1 Nilai rata-rata tes formatif 11
2 Jumlah siswa yang tuntas belajar
3 Persentase ketuntasan belajar 68,75 %

Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dengan menerapkan Model
belajar aktif model pembelajaraan Problem Based Learning diperoleh nilai rata-rata
hasil belajar siswa adalah 71,25 dan ketuntasan belajar mencapai 68,75 % atau ada 11
siswa dari 16 siswa sudah tuntas belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus
kedua siswa belum tuntas belajar, karena siswa yang memperoleh nilai ≥ 75 sebesar
68,75 % lebih kecil dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85 %. Hal
ini disebabkan karena siswa belum begitu memahami Model Problem Based Learning
dalam proses belajar mengajar.
d. Refleksi dan Revisi Siklus II

Pada tahap ini akan dikaji apa yang telah telaksana dengan baik maupun yang masih
kurang baik dalam proses belajar mengajar dengan penerapan Model Problem Based
Learning. Dari data-data yang telah diperoleh dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Selama proses belajar mengajar guru telah melaksanakan semua pembelajaran
dengan baik. Meskipun ada beberapa aspek yang belum sempurna, tetapi

64

persentase pelaksanaannya untuk masing-masing aspek cukup besar.
2. Berdasarkan data hasil pengamatan diketahui bahwa siswa aktif selama

prosesbelajar berlangsung.
3. Kekurangan pada siklus-siklus sebelumnya sudah mengalami perbaikan dan

peningkatan sehingga menjadi lebih baik.
4. Hasil belajar siswa pada siklus II mencapai ketuntasan.

Pada siklus II guru telah menerapkan Model Pembelajaran Problem Based
Learning dengan baik dan dilihat dari aktivitas siswa serta hasil belajar siswa pelaksanaan
proses belajar mengajar sudah berjalan dengan baik. Maka tidak perlu revisi terlalu
banyak, tetapi yang perlu diperhatikan untuk tindakan selanjutnya adalah
memaksimalkan dan mempertahankan apa yang telah ada dengan tujuan agar pada
pelaksanaan proses belajar mengajar selanjutnya penerapan Model Pembelajaran
Problem Based Learning dapat meningkatkan proses belajar mengajar

E. Pembahasan

1. Ketuntasan Hasil belajar Siswa
Melalui hasil peneilitian ini menunjukkan bahwa Model belajar aktif model Problem

Based Learning memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini
dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang
disampaikan guru untuk menghadapi ujian penilaian tengah semester (ketuntasan belajar
meningkat dari pra siklus, sklus I ke siklus II yaitu masing-masing 43,75% menjadi 56%
pada siklus I dan 68,75% pada siklus II. Pada siklus II ketuntasan belajar siswa secara
belum tercapai tercapai.
2. Kemampuan Guru dalam Mengelola Pembelajaran

Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses Model belajar
aktif model Problem Based Learning dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Hal ini

65

berdampak positif terhadap hasil belajar siswa yaitu dapat ditunjukkan dengan
meningkatnya nilai rata-rata siswa pada setiap siklus yang terus mengalami peningkatan.

3. Aktivitas Guru dan Siswa Dalam Pembelajaran

Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses pembelajaran
PAI dengan Model belajar aktif model Problem Based Learning yang paling dominan
adalah bekerja dengan menggunakan alat/media, mendengarkan/memperhatikan
penjelasan guru, dan diskusi antar siswa/antara siswa dengan guru. Jadi dapat
dikatakan bahwa aktivitas siswadapat dikategorikan aktif.

Sedangkan untuk aktivitas guru selama pembelajaran telah melaksanakan
langkah-langkah Model belajar aktif model Problem Based Learning dengan baik. Hal
ini terlihat dari aktivitas guru yang muncul di antaranya aktivitas membimbing dan
mengamati siswa dalam mengerjakan kegiatan pembelajaran, menjelaskan/melatih
menggunakan alat, memberi umpan balik/evaluasi/tanya jawab dimana prosentase
untuk aktivitas di atas cukup besar.

4. Berdasarkan hasil Penelitian ini berlangsung selama dua siklus. Adapun peningkatan
hasil belajar siswa pada materi PAI berdasarkan pra siklus, siklus I dan siklus II
sebagai berikut:

66

Grafik 4.2

Hasil Belajar Siswa pada Pra Penelitian, Siklus I dan Siklus II

Hasil Belajar Siswa pada Pra Penelitian, Siklus I dan Siklus II

80.00%

60.00%

40.00%

20.00%

0.00%

PRA SIKLUS SIKLUS 1 SIKLUS 2

TUNTAS TIDAK TUNTAS

Tabel 4.11
Hasil Belajar Siswa pada Pra Penelitian, Siklus I dan Siklus II

Keterangan Pra Siklus Siklus I Siklus II
Tuntas 43 % 56,25 % 68,75%
Belum Tuntas 62 % 31,25%
43 %

Berdasarkan Tabel 4.10 di atas, nilai yang diperoleh hasil belajar siswa
meningkat setelah dilakukan proses pembelajaran dengan menggunakan model
pembelajaran Problem Based Learning dengan persentase ketuntasan pada siklus I
56,25 % dan siklus II 68,75%. Dengan demikian, model pembelajaran Problem
Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar materi PAI pada siswa Kelas XI
MIPA 2 di SMA N 2 SRAGEN mata pelajaran PAI, dengan kenaikan 12,75%
dari siklus I ke siklus II.

3. Siklus III

a. Tahap perencanaan
Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri

dari rencana pelajaran 2, soal tes formatif II dan alat- alat pengajaran yang
mendukung.

67

b. Tahap kegiatan dan pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus III dilaksanakan pada

tanggal 16 Desember 2022 di Kelas XI MIPA 2 dengan jumlah siswa 16 siswa.
Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru. Adapun proses belajar mengajar
mengacu pada rencana pelajaran dengan memperhatikan revisi pada siklus I,
sehingga kesalah atau kekurangan pada siklus I tidak terulang lagi pada siklus II.
Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar
mengajar.

Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif II dengan tujuan
untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang
telah dilakukan. Instrumen yang digunakan adalah tes formatif II.. Adapun data
hasil penelitian pada siklus II adalah sebagai berikut:

Tabel 4.12.
Pengelolaan Pembelajaran Pada Siklus III

NO PENILAIAN RATA-RATA
AASPEK YANG DIAMATI
P1 P2 3
Pengamatan KBM 3
3
A. Pendahuluan 3 3 3
5. Memotivasi siswa 4 3
6. Menyampaikan tujuan pembelajaran
7. Menghubungkan dengan pelajaransebelumnya 3 3
8. Mengatur siswa dalam kelompok-kelompok belajar 3 4

B. Kegiatan inti 44 3
6. Mempresentasikan langkah-langkah
Model pembelajaran Problem based

68

learning, 4 4 4
7. Membimbing siswa melakukan kegiatan 4 4 4
8. Melatih keterampilan Problem based learning, 3 3 3
9. Mengawasi setiap kelompok secara 3
4 3
bergiliran 3 4 4
10. Memberikan bantuan kepada kelompokyang 4 3 3
3 3 3
mengalami kesulitan 4 4
C. Penutup 4
4
3. Membimbing siswa membuat rangkuman
4. Memberikan evaluasi
I Pengelolaan Waktu
II Antusiasme Kelas
3. Siswa antusias
4. Guru antusias

Jumlah 49 50 49,5

Dari tabel di atas, tanpak aspek-aspek yang diamati pada kegiatan belajar mengajar

(siklus III) yang dilaksanakn oleh guru dengan menerapkan Model pembelajaran model

Problem Based Learning mendapatkan penilaian yang cukup baik dari pengamat.

Maksudnya dari seluruh penilaian tidak terdapat nilai kurang. Namun demikian penilaian

tesebut belum merupakan hasil yang optimal, untuk itu ada beberapa aspek yang perlu

mendapatkan perhatian untuk penyempurnaan penerapan pembelajaran selanjutnya. Aspek-

aspek tersebut adalah memotivasi siswa, membimbing siswa merumuskan kesimpulan/

menemukan konsep, dan pengelolaan waktu.

c. Analisis Tindakan Siklus III

Berdasarkan hasil pengamatan pada pelaksanaan siklus III dalam proses

pembelajaran guru sudah menerapkan Model Problem Based Learning. Kemudian untuk

mengetahui sejauh mana hasil belajar siswa, peneliti melakukan pengamatan dengan

menggunakan lembar observasi. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan

69

pelaksanaan belajar mengajar. Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif III
dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar. Dalam
pengamatannya peneliti melakukan penilaian sekaligus melakukan pencatatan. Pencatatan
digunakan untuk mencatat kendala-kendala yang ada dalam kelas, kemudian kendala
tersebut akan didiskusikan bersama dengan kolaborator untuk dicarikan solusi tindakan.
Adapun data hasil penelitian pada Siklus III adalah sebagai berikut:

Tabel 4.13.

Hasil Nilai Tes Formatif Siswa XI Siklus III

KETERANGAN

NO NAMA SISWA KKM NILAI TUNTAS BELUM
SIS TUNTAS
WA 75 80
Abd Alim 75 80 √
1 75 80 √
75 80 √
2 Dairobi 75 80 √
75 80 √
3 Moh Horris 75 80 √
75 80 √
4 Moh Haris 75 70 √
75 80 √
5 Ach Faisol 75 60 √
75 80 √
6 Moh Rizki √

7 Moh Arifin

8 Sofiyullah

9 Ayu Amal

10 Emilda

11 Hasrotun

12 Masfufah

13 Kamilia Majidah 75 60 √ 70
14 Risma 75 80 √
15 Maisaroh 75 60 √
16 Sasmita 75 80 √ 1
15
JUMLAH 77,05

Rata-Rata

Keterangan:

Jumlah siswa yang tuntas : 15 Siswa

Jumlah siswa yang belum tuntas : 1 Siswa

Tabel 4.14
Rekapitulasi Hasil Tes Formatif Siswa Pada Siklus III

No Uraian Hasil Siklus II

1 Nilai rata-rata tes formatif 77,05
2 Jumlah siswa yang tuntas belajar 15
3 Persentase ketuntasan belajar
93,75 %

Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dengan menerapkan Model belajar
aktif model pembelajaraan Problem Based Learning diperoleh nilai rata-rata hasil belajar
siswa adalah 77,05 dan ketuntasan belajar mencapai 93,75 % atau ada 15 siswa dari 16
siswa sudah tuntas belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus kedua siswa
sudah tuntas belajar, karena siswa yang memperoleh nilai ≥ 75 sebesar 93,75 % lebih besar
dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85 %. Hal ini disebabkan karena
siswa memahami Model Problem Based Learning dalam proses belajar mengajar.
d. Refleksi dan Revisi Siklus III

Pada tahap ini akan dikaji apa yang telah telaksana dengan baik maupun yang masih

71

kurang baik dalam proses belajar mengajar dengan penerapan Model Problem Based
Learning. Dari data-data yang telah diperoleh dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Selama proses belajar mengajar guru telah melaksanakan semua pembelajaran dengan

baik. Meskipun ada beberapa aspek yang belum sempurna, tetapi persentase
pelaksanaannya untuk masing-masing aspek cukup besar.
2. Berdasarkan data hasil pengamatan diketahui bahwa siswa aktif selama proses belajar
berlangsung.
3. Kekurangan pada siklus-siklus sebelumnya sudah mengalami perbaikan dan
peningkatan sehingga menjadi lebih baik.
5. Hasil belajar siswa pada siklus III mencapai ketuntasan.

Pada siklus III guru telah menerapkan Model Pembelajaran Problem Based
Learning dengan baik dan dilihat dari aktivitas siswa serta hasil belajar siswa pelaksanaan
prosesbelajar mengajar sudah berjalan dengan baik. Maka tidak perlu revisi terlalu banyak,
tetapi yang perlu diperhatikan untuk tindakan selanjutnya adalah memaksimalkan dan
mempertahankan apa yang telah ada dengan tujuan agar pada pelaksanaan proses belajar
mengajar selanjutnya penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dapat
meningkatkan proses belajar mengajar

E. Pembahasan

1. Ketuntasan Hasil belajar Siswa
Melalui hasil peneilitian ini menunjukkan bahwa Model belajar aktif model

Problem Based Learning memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang
disampaikan guru untuk menghadapi ujian penilaian tengah semester (ketuntasan belajar
meningkat dari pra siklus, sklus I yaitu masing-masing 43,75% menjadi 56% pada siklus I
56% dan pada siklus II 68,75%. Pada siklus II ketuntasan belajar siswa secara belum

72

tercapai.
2. Kemampuan Guru dalam Mengelola Pembelajaran

Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses Model belajar
aktif model Problem Based Learning dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Hal ini
berdampak positif terhadap hasil belajar siswa yaitudapat ditunjukkan dengan meningkatnya
nilai rata-rata siswa pada setiap siklus yang terus mengalami peningkatan.
3. Aktivitas Guru dan Siswa Dalam Pembelajaran

Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses pembelajaran PAI
dengan Model belajar aktif model Problem Based Learning yang paling dominan adalah
bekerja dengan menggunakan alat/media, mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru,
dan diskusi antar siswa/antara siswa dengan guru. Jadi dapat dikatakan bahwa aktivitas
siswadapat dikategorikan aktif.

Sedangkan untuk aktivitas guru selama pembelajaran telah melaksanakan langkah-
langkah Model belajar aktif model Problem Based Learning dengan baik. Hal ini terlihat
dari aktivitas guru yang muncul di antaranya aktivitas membimbing dan mengamati siswa
dalam mengerjakan kegiatan pembelajaran, menjelaskan/melatih menggunakan alat,
memberi umpan balik/evaluasi/tanya jawab dimana prosentase untuk aktivitas di atas cukup
besar.
4. Berdasarkan hasil Penelitian ini berlangsung selama dua siklus. Adapun peningkatan hasil
belajar siswa pada materi PAI berdasarkan prasiklus, siklus I dan siklus II sebagai berikut:

73

Tabel 4.3

Hasil Belajar Siswa pada Per- Penelitian

Hasil Belajar Siswa pada Pra Penelitian, Siklus I dan Siklus II

100.00%

80.00%

60.00%

40.00%

20.00%

0.00%

PRA SIKLUS SIKLUS I SIKLUS II SIKLUS III

TUNTAS TIDAK TUNTAS

Tabel 4.15

Hasil Belajar Siswa pada Per-Penelitian,

Keterangan Pra Siklus Siklus I Siklus II Siklus III
Tuntas 43 % 56 % 68,75% 93,75%
Belum Tuntas 62 % 43 % 31,25% 6,25%

Berdasarkan Tabel 4.10 di atas, nilai yang diperoleh hasil belajar siswa
meningkat setelah dilakukan proses pembelajaran dengan menggunakan model
pembelajaran Problem Based Learning dengan persentase ketuntasan pada siklus I
56 % dan siklus II 68,75%. Dan sklus III 93,75 Dengan demikian, model
pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar materi
PAI pada siswa Kelas XI MIPA 2 di SMA N 2 SRAGEN mata pelajaran PAI.

74

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama
duasiklus, dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah
dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut:Pembelajaran dengan
Model belajar aktif model Problem Based Learning (PBL) memiliki
dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa yang ditandai
dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu
siklus I (56%), siklus II (68,75%), siklus III 93,75% dengan nilai rata
rata kelas

B. Saran

Dari hasil penelitian yang diperoleh dari uraian sebelumnya
agar proses belajar mengajar PAI lebih efektif dan lebih
memberikan hasil yang optimal bagi siswa, maka disampaikan
saran sebagai berikut:

1. Untuk melaksanakan Model belajar aktif model
Problem Based Learning (PBL) memerlukan persiapan
yang cukup matang, sehingga guru harus mempu
menentukan atau memilih topik yang benar-benar bisa
diterapkan dengan Model belajar aktif model Problem
Based Learning (PBL) proses belajar mengajar sehingga

75

diperoleh hasil yang optimal.
2. Dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa,

guru hendaknya lebih sering melatih siswa dengan
kegiatan berbagai Model, walau dalam taraf yang
sederhana, dimana siswa nantinya dapat menemuan
pengetahuan baru, memperoleh konsep dan
keterampilan, sehingga siswa berhasil atau mampu
memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya.
3. Perlu adanya penelitian yang lebih lanjut, karena hasil
penelitian ini hanya dilakukan di Kelas XI tahun
pelajaran 2022/2023

76

77

DAFTAR PUSTAKA
Almas, A. F. (2018). Sumbangan Paradigma Thomas S. Kuhn dalam Ilmu Dan Pendidikan
(Penerapan Model Problem Based Learning dan Discovery Learning).
Andriani, R., & Rasto, R. (2019). Motivasi belajar sebagai determinan hasil belajar siswa. .
Arsyad, A., & Sulfemi, W. B. (2018). Model Berbantu Media Audio Visual Pendidikan
dalamMeningkatkan Belajar IPS.
Bawamenewi, A. (2019). Pengembangan Bahan Ajar Memprafrasekan Puisi Berdasarkan
ModelPembelajaran Problem Based Learning (PBL).
Gontina, R., Komariyah, K., & Hasanah, U. H. (2019). Penerapan Model Bermain Peran
(RolePlaying) Untuk Mengembangkan Kecerdasan Intrapersonal dan Interpersonal Anak.
Iskandar, J. (2019). Implementasi sistem manajemen keuangan pendidikan.
Meliana, I. (2019). Pengaruh Model terhadap hasil belajar PKN kelas V di MIS Tanjung
Kabupaten Pekalongan (Doctoral dissertation, IAIN Pekalongan).
Menurut Ariawan, R., & Putri, K. J. (2020). Pengembangan perangkat pembelajaran
matematika dengan model pembelajaran problem based learning disertai pendekatan visual
thinking pada pokok bahasan kubus dan balok kelas VIII.
Minarti, S. (2022). Ilmu Pendidikan Islam: Fakta teoretis-filosofis dan aplikatif-normatif.
Amzah.) Ni'matuzahroh, S. P. M. S., & Prasetyaningrum, S. (2018). Observasi: teori dan
aplikasi dalampsikologi (Vol. 1). UMMPress.
Nurgiansah, T. H., Hendri, H., & Khoerudin, C. M. (2021). dalam Pembelajaran Pendidikan
Pancasila Dan Kewarganegaraan.
Nurrita, T. (2018). Pengembangan media pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar
siswa. Nurrohma, R. I., & Adistana, G. A. Y. P. (2021). Penerapan Model Pembelajaran
Problem BasedLearning dengan Media E-Learning Melalui Aplikasi Edmodo pada Mekanika
Teknik.

78

Palittin, I. D., Wolo, W., & Purwanty, R. (2019). Hubungan motivasi belajar dengan hasil
belajarsiswa. Magistra:
Priatmoko, S. (2018). Memperkuat Eksistensi pendidikan Islam di era 4.0.
Qolbi, S. K., & Hamami, T. (2021). Impelementasi asas-asas pengembangan kurikulum
terhadappengembangan kurikulum pendidikan agama islam.
Reinsini, C. E., Susila, I. W., & Cholik, M. (2021). Application of Problem-Based
Learning to Enhance Students Learning Outcomes in Basic Competencies of Maintaining
Brake Systems.
Ritonga, M., Matondang, Y., Miswan, M., & Parijas, P. (2020). Pelatihan Penelitian
Tindakan KelasDalam Meningkatkan Kompetensi Guru Min 1 Pasaman Barat.
Rohmad, D., Abdillah, F., & Mahendra, S. (2020). Peningkatan Kompetensi Penggunaan
Alat UkurMenggunakan Animasi Flash
Shodiq, S. F. (2019). Revival Tujuan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Pai) Di Era
RevolusiIndustri 4.0..
Sujana, I. W. C. (2019). Fungsi dan tujuan pendidikan Indonesia. Adi Widya: Jurnal
PendidikanDasar, 4(1), 29-39.
Trisnawati, N. F., & Sundari, S. (2020). Efektifitas Model Problem Based Learning dan
Model Group Investigation dalam Meningkatkan Karakter Anti Korupsi.
Wulandari, A., & Suparno, S. (2020). Pengaruh Model Problem Based Learning terhadap
Kemampuan Karakter Kerjasama Anak Usia Dini.

79

LAMPIRAN

80

INSTRUMEN PRA SIKLUS
INSTRUMEN HASIL BELAJAR SISWA

Nama :

Kelas :

Petunjuk:

Berilah tanda silang (X) pada huruf A, B, C atau D pada jawaban yang benar!

1. Membandingkan adalah cara berpikir rasional manusia untuk mengetahui dan
membedakan mana yang baik dan yang jahat, suka atau gak, dan hal ini biasanya terjadi
tanpa kita sadari dan biasanya orang tua juga punya tujuan ngebandingin kamu dengan
orang lain. Sedangkan salah satu teman sekelasmu ada yang bertengkar dengan orang
tuanya gara gara di bandingkan dengan kakaknya. Dia merasa orang tuanya tidak adil
memperlakukannya. Dari paragraf di atas bagai mana kmu bisa mengevaluasi kesimpulan
dari kisah di atas
.........
a. Orang tua yang seharusnya sayang kepada anaknya
b. Anak yang tidak berbakti kepada otang tua
c. Orang tua yang suka menasehati anaknya
d. Orang tua yang selalu membandingkan anaknya
e. Orang tua yang selalu menutut anaknya

2. Hormat dan berbakti kepada orang tua yang masih hidup dalam kehidupan sehari-hari
hukumnya adalah wajib, apa lagi dengan ibu kita Ibu mengandung dengan susah payah
kemudian melahirkan dengan perjuangan antara hidup dan mati sedangkan Sangat
besar jasa ayah dan ibu sehingga kita tidak akan mampu membalas kebaikannya.
Bagaiman Sikapyang tepat jika orang tua sedang terbaring sakit yaitu...

a. Merawatnya dengan ikhlas dan penuh kasih saying
b. Dititipkan dirumah tetangga karena sibuk belajar
c. Menasihati dengan lemah lembut agar segera sembuh
d. Membiarkannya sampai sembuh dengan sendirinya
e. Merawat dengan tidak sunguh sungguh
3.
Siswa yang menghormati dan mematuhi gurunya akan memperoleh keberkahan ilmu sedangkan Hikmah atau
manfaat hormat dan patuh terhadap orang tua dan guru ditunjukkan pada nomor
1. Akan menjadi anak yang soleh dan solehah
2. Akan selalu mendapat pujian dari orang tua dan guru
3. Memperoleh Ridho dari Allah swt
4. Akan dimasukkan ke dalam surganya Allah swt

a. 1.2.3
b. 2.3.4
c. 1.2.4
d. 1.3.4
e. 1.2.4

80

81

4. Islam mengajarkan umatnya untuk selalu berbakti kepada guru, atau orang yang
mendidiknya. Guru sendiri dalam pandangan islam itu mengajarkan manusia untuk
beriman, bertakwa, memahami baik dan buruk serta bertanggung jawab di samping
mengajarkan ilmu pengetahuan.Adapun macam - macam bentuk perilaku hormat dan
patuhkepada guru yaitu :
 Pertama, selalu bersikap rendah hati, sopan, santun dan menghargai guru.
 Kedua, selalu memerhatikan dan mendengarkannya di dalam maupun di luar kelas.
 Ketiga, selalu melaksanakan serta mematuhi perintahnya.
 Keempat, selalu menghormati, memuliakan, dan mengikuti nasihatnya serta
tidakmerasatinggi.
 Kelima, sebagai seorang murid maka kita wajib mengamalkan ilmunya
danmembaginyakepada orang lain
 Keenam, tidak melawan, menipu, membuka rahasia guru, dan menyebarkan aibnya.
 Ketujuh, menghormati dan selalu mengenangnya, meskipun sudah wafat

Berdasarkan beberapa penjelasan yang ada diatas maka dapat kita simpulkan
bahwa banyak sekali bentuk sikap hormat dan patuh kepada gurunya salah satunya
adalah bersikap rendah diri dan tidak angkuh. Mana dari analisis yang benar

a. Benar, karena itu termasuk bentuk sikap sopan dan santun kepada guru
b. Benar, karena itu juga termasuk bentuk sikap selalu memerhatikan

danmendengarkannya
c. Benar, karena itu termasuk pada bentuk sikap melaksanakan serta

mematuhiperintahnya.
d. Benar, karena itu termasuk pada bentuk menghargai dan tidak menipu
e. Salah, karena seorang murid seharusnya bersikap rendah diri tidak bersikap angkuh

5.
Dari ayat di atas mana yang menujukan megartiakan taat kepada Orang tua?
a. Waqodloo Robbuka Allaa Ta’buduu
b. Wabil Waalidaini Ihsaana
c. Immaa Yablughonna
d. Kibaro Ahaduhumaa Au Kilaahumaa

81

82

INSTRUMEN SIKLUS I
INSTRUMEN HASIL BELAJAR SISWA

Nama :
Kelas :

1. Membandingkan adalah cara berpikir rasional manusia untuk mengetahui dan
membedakan mana yang baik dan yang jahat, suka atau gak, dan hal ini biasanya terjadi
tanpa kita sadari dan biasanya orang tua juga punya tujuan ngebandingin kamu dengan
orang lain. Sedangkan salah satu teman sekelasmu ada yang bertengkar dengan orang
tuanya gara gara di bandingkan dengan kakaknya. Dia merasa orang tuanya tidak adil
memperlakukannya. Dari paragraf di atas bagai mana kmu bisa mengevaluasi kesimpulan
dari kisah di atas

.........
f. Orang tua yang seharusnya sayang kepada anaknya
g. Anak yang tidak berbakti kepada otang tua
h. Orang tua yang suka menasehati anaknya
i. Orang tua yang selalu membandingkan anaknya
j. Orang tua yang selalu menutut anaknya

3. Hormat dan berbakti kepada orang tua yang masih hidup dalam kehidupan sehari-hari
hukumnya adalah wajib, apa lagi dengan ibu kita Ibu mengandung dengan susah payah
kemudian melahirkan dengan perjuangan antara hidup dan mati sedangkan Sangat
besar jasa ayah dan ibu sehingga kita tidak akan mampu membalas kebaikannya.
Bagaiman Sikapyang tepat jika orang tua sedang terbaring sakit yaitu...

a. Merawatnya dengan ikhlas dan penuh kasih saying
b. Dititipkan dirumah tetangga karena sibuk belajar
c. Menasihati dengan lemah lembut agar segera sembuh
d. Membiarkannya sampai sembuh dengan sendirinya
e. Merawat dengan tidak sunguh sungguh
3.
Siswa yang menghormati dan mematuhi gurunya akan memperoleh keberkahan ilmu sedangkan Hikmah atau
manfaat hormat dan patuh terhadap orang tua dan guru ditunjukkan pada nomor
5. Akan menjadi anak yang soleh dan solehah
6. Akan selalu mendapat pujian dari orang tua dan guru
7. Memperoleh Ridho dari Allah swt
8. Akan dimasukkan ke dalam surganya Allah swt

a. 1.2.3
b. 2.3.4
c. 1.2.4
d. 1.3.4
e. 1.2.4

82

83

5. Islam mengajarkan umatnya untuk selalu berbakti kepada guru, atau orang yang
mendidiknya. Guru sendiri dalam pandangan islam itu mengajarkan manusia untuk
beriman, bertakwa, memahami baik dan buruk serta bertanggung jawab di samping
mengajarkan ilmu pengetahuan.Adapun macam - macam bentuk perilaku hormat dan
patuhkepada guru yaitu :
 Pertama, selalu bersikap rendah hati, sopan, santun dan menghargai guru.
 Kedua, selalu memerhatikan dan mendengarkannya di dalam maupun di luar kelas.
 Ketiga, selalu melaksanakan serta mematuhi perintahnya.
 Keempat, selalu menghormati, memuliakan, dan mengikuti nasihatnya serta
tidakmerasatinggi.
 Kelima, sebagai seorang murid maka kita wajib mengamalkan ilmunya
danmembaginyakepada orang lain
 Keenam, tidak melawan, menipu, membuka rahasia guru, dan menyebarkan aibnya.
 Ketujuh, menghormati dan selalu mengenangnya, meskipun sudah wafat

Berdasarkan beberapa penjelasan yang ada diatas maka dapat kita simpulkan
bahwa banyak sekali bentuk sikap hormat dan patuh kepada gurunya salah satunya
adalah bersikap rendah diri dan tidak angkuh. Mana dari analisis yang benar

f. Benar, karena itu termasuk bentuk sikap sopan dan santun kepada guru
g. Benar, karena itu juga termasuk bentuk sikap selalu memerhatikan

danmendengarkannya
h. Benar, karena itu termasuk pada bentuk sikap melaksanakan serta

mematuhiperintahnya.
i. Benar, karena itu termasuk pada bentuk menghargai dan tidak menipu
j. Salah, karena seorang murid seharusnya bersikap rendah diri tidak bersikap angkuh

5.
Dari ayat di atas mana yang menujukan megartiakan taat kepada Orang tua?
a. Waqodloo Robbuka Allaa Ta’buduu
b. Wabil Waalidaini Ihsaana
c. Immaa Yablughonna
d. Kibaro Ahaduhumaa Au Kilaahumaa

83

84

.
INSTRUMEN SIKLUS II

INSTRUMEN HASIL BELAJAR SISWA

Nama :
Kelas :

1. Perhatikan ayat Al-Qur’an berikut ini ! Hukum bacaan untuk kata yang bergaris bawah adalah

a. Mad thabi’i, ghunnah, wad wajib muttasil
b. Mad badal, idghom bilaghunnah, ihfa
c. Mad thabi’i, idghom mimi, ihfa
d. Mad thabi’i, idghom bilaghunnah, iqlab
e. Mad thabi’i, ihfa syafawi, idghom

2. Perhatikan pernyataan berikut ini :
1) Terjaganya nama baik keluarga
2) Terjangkitnya penyakit kelamin/HIV/AIDS
3) Terhindar dari penyakit kelamin/HIV/AIDS
4) Jiwa dan raga tetap bersih
5) Terhindar dari aib memalukan
6) Melemahnya ketahanan iman
7) Pergaulan lawan jenis yang permisif

Yang termasuk manfaat dan hikmah menjauhi pergaulan bebas dan larangan perbuatan zina adalah . . . .
a. 1), 2) ; 3) dan 4)
b. 2) ; 3); 4) dan 5)
c. 1), 3) ; 4) dan 5)
d. 2), 4) ; 5) dan 6)
e. 2), 4) ; 5) dan 7)

3. Perhatikan tabel potongan ayat dan arti dari Q.S. al-Isra’/17: 32 berikut ini!

Secara berurutan, pasangan lafal dan arti yang tepat dari tabel tersebut adalah ….
a. 1 – a, 2 – b, 3 – c, 4 – d
b. 1 – b, 2 – c, 3 – d, 4 – a

84

85

c. 1 – c, 2 – d, 3 – a, 4 – b
d. 1 – d, 2 – b, 3 – c, 4 – a
e. 1 – e, 2 – a, 3 – b, 4 – c

4, Analisis ayat Al-Isra' ayat 32 menjelaskan mengenai larangan apa ....

a. memakan harta anak yatim
b. mendekati zina
c. berbuat zalim
d. menyekutukan Allah swt.
e. memakan makanan yang haram

5. Pernyataan berikut ini yang bukan merupakan kandungan isi
dari Q.S. Al-isra’ ayat 32 yaitu …
a. Melakukan hubungan hanya bagi pria dan wanita yang sudah menikah
b. Menjauhi segala sesuatu yang berpotensi mengarah pada zina
c. Menjaga pergaulan pria dan wanita supaya tidak terjadi perzinaan
d. Makna pergaulan bebas yaitu menempuh jalan kesesatan dan kegelapan
e. Sangsi atau hukuman bagi orang yang melakukan perbuatan zina

.

85

86

INSTRUMEN SIKLUS III
INSTRUMEN HASIL BELAJAR SISWA

Nama :
Kelas :

1. Cermati ayat al Qur’an berikut ini:

Perilaku yang merupakan cerminan isi kandungan Hadis di atas adalah…

2. Pada suatu hari Rasulullah saw. membaca al-Qur’ān dan menyampaikan
dakwahnya dengan wajah berseri-seri. Tiba-tiba datang seorang buta yang
bernama Abdullah bin Suraikh bin Malik bin Rabi’ah Al-Fihri. Ia hendak
bertemu Nabi dan benar-benar ingin mendapatkan penjelasan tentang Islam
langsung dari Nabi. Tetapi Nabi tidak menghiraukannya, ia berharap dengan
memperhatikan, pembesar Quraisy ini akan masuk Islam sehingga Islam makin
kuat. Sementara si buta ini tidak banyak membawa pengaruh kepada kemajuan
Islam sehingga dihiraukan oleh Nabi. Dengan adanya peristiwa tersebut, Allah
Swt. menurunkan ayat Q.S. ‘Abasa/80: 1-11 sebagai berikut: Dia (Muhammad)
berwajah masam dan berpaling, karena seorang buta telah datang kepadanya
(Abdullah bin Ummi Maktum). Dan tahukah engkau (Muhammad) barangkali
dia ingin menyucikan dirinya (dari dosa), atau dia (ingin) mendapatkan
pengajaran, yang memberi manfaat kepadanya? Adapun orang yang merasa
dirinya serbacukup (pembesar-pembesar Quraisy), engkau (Muhammad)
memberi perhatian kepadanya, padahal tidak ada (cela) atasmu kalau dia tidak
menyucikan diri (beriman). Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan
bersegera (untuk mendapatkan pengajaran), sedang dia takut (kepada Allah),
engkau (Muhammad) malah mengabaikannya. Sekali-kali jangan (begitu)!
Sungguh, (ajaran- ajaran Allah) itu suatu peringatan.”Ayat tersebut sebagai
teguran Allah Swt. kepada Nabi Muhammad saw. Sejak itu Nabi selalu berseri-
seri menghormati siapa saja yang datang dan meminta penjelasan, dari narasi di
atas menjelaskan tentang :

A. Syarat khutbah
B. Rukun khutbah
C. Saling menghormati
D. Saling mencintai
E. Orang beriman

86

87

3. Apabila ada orang yang mengatakan, “Saya nanti saja kalau sudah tua
baru bertobat dan akan menjalankan ajaran agama secara maksimal.
Sekarang saya belum bisa menjaga diri.” Hal yang harus kamu lakukan
adalah sebagai berikut, kecuali ....
A. membiarkan saja karena itu urusan dia, biar dia sendiri yang
menanggungnya
B. membujuknya untuk bertobat sekarang
C. mengingatkan bahwa kematian seseorang tidak ada yang tahu
D. segeralah bertobat sebelum terlambat
E. memberikan tausiah tentang kisah-kisah teladan

4. Kutbah boleh dilakukan dengan duduk saja tanpa di lakukan dengan berdiri
maka disebut khotbah sedangkan Kegiatan ceramah kepada sejumlah orang
Islam dengan syarat dan rukuntertentu yang berkaitan langsung dengan
keabsahan atau kesunahan ibadah adalah pengertiandari Khutbah tapi Ketika
khatib sedang berkhutbah, ternyata temanmu berbicara atau ngobrol. Hal
yangkamu lakukan adalah ...
A. Mengatakan kepadanya kalau berbicara saat khatib sedang
berkhutbah dapatmembatalkan pahala ṡalatnya,
B. Memberitahukan kepada orang tuanya kalau anaknya suka bercanda
saat Ṡalat jumatberlangsung,
C. Menjauhinya karena takut kita terpengaruh oleh perilaku-perilaku tercelanya
D. Membiarkan dia ngobrol sendiri karena saya sedang khusus
mendengarkankhutbah,
E. Memberi isyarat kepada temannya agar tidak berbicara dan ngobrol

5. Seorang da’i hendaklah memulai dakwahnya atas dirinya sendiri. Istilah
ungkapan tersebutadalah ...
A. amar ma’rūf
B. nahi munkar
C. ib’da binafsik
D. haqqul yaqin
E. uswatun hasanah

87

88

Lampiran 2a Lembar Observasi Kinerja Guru Siklus I

LEMBAR OBSERVASI KINERJA GURU

No Aspek 1 Nila
Penilaian i

1 Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam 234
2 Guru menanyakan kabar dan mengecek kehadiran siswa V
3 Guru memberikan motivasi kepada peserta didik untuk giat belajar V
4 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
5 Guru menjelaskan dengan rinci apa yang akan dilakukan oleh siswa V
V
maupun guru, serta menjelaskan bagaimana guru akan mengevaluasi
proses pembelajaran V
6 Guru memberikan pertanyaan kepada siswa tentang perilaku yang
berkaitan dengan kehidupan sehari-hari V

7 Guru memberikan bahan bacaan untuk di rangkum V
V
8 Guru mendorong siswa agar berpendapat dalam kelompok untuk
bekerja sama untuk menemukan jawaban

9 Guru berkeliling mencermati siswa bekerja, mencermati dan V
menemukan berbagai kesulitan yang dialami siswa

10 Guru memonitoring diskusi pembelajaran dari masing-masing V
kelompok

11 Guru mendorong siswa untuk menyampaikan ide-idenya pada teman V
satu kelompok

12 Guru memberi bantuan kepada siswa jika mengalami kesulitan V
V
13 Guru meminta siswa menuliskan hasil diskusinya dengan bahasanya
sendiri

14 Guru meminta masing-masing kelompok mempresentasikan hasil V
diskusinya

15 Guru mengarahkan siswa untuk menanggapi berpendapat hasil V
diskusi kepada kelompok yang sedang presentasi

88

16 Guru meminta peserta didik untuk memberikan penilaian terhadap 89
presentasi kelompok lain V

17 Guru memberikan tanggapan dari hasil kelompok yang sudah V
presentasi
V
18 Guru meminta peserta didik menyimpulkan hasil pembelajaran V
19 Guru mengadakan evaluasi refleksi dan umpan balik hasil
V
pembelajaran
V
20 Guru menjelaskan secara singkat materi yang akan dipelajari pada
pertemuan berikutnya

21 Guru mengucap salam penutup

89

90

Lampiran 2b Lembar Observasi Kinerja Guru Siklus II
LEMBAR OBSERVASI KINERJA GURU

No Aspek Nilai
Penilaian 1234

1 Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam V

2 Guru menanyakan kabar dan mengecek kehadiran siswa V

3 Guru memberikan motivasi kepada peserta didik untuk giat belajar V

4 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran V

5 Guru menjelaskan dengan rinci apa yang akan dilakukan oleh siswa V

maupun guru, serta menjelaskan bagaimana guru akan mengevaluasi

proses pembelajaran

6 Guru memberikan pertanyaan kepada siswa tentang perilaku yang V
berkaitan dengan kehidupan sehari-hari

7 Guru memberikan bahan bacaan untuk di rangkum V
V
8 Guru mendorong siswa agar berpendapat dalam kelompok untuk
bekerja sama untuk menemukan jawaban

9 Guru berkeliling mencermati siswa bekerja, mencermati dan V
menemukan berbagai kesulitan yang dialami siswa

10 Guru memonitoring diskusi pembelajaran dari masing-masing V
kelompok

11 Guru mendorong siswa untuk menyampaikan ide-idenya pada teman V
satu kelompok

12 Guru memberi bantuan kepada siswa jika mengalami kesulitan V
V
13 Guru meminta siswa menuliskan hasil diskusinya dengan bahasanya
sendiri

14 Guru meminta masing-masing kelompok mempresentasikan hasil V
diskusinya

15 Guru mengarahkan siswa untuk menanggapi berpendapat hasil V
diskusi kepada kelompok yang sedang presentasi

16 Guru meminta peserta didik untuk memberikan penilaian terhadap V
presentasi kelompok lain

90

17 Guru memberikan tanggapan dari hasil kelompok yang sudah 91
presentasi V

18 Guru meminta peserta didik menyimpulkan hasil pembelajaran V
19 Guru mengadakan evaluasi refleksi dan umpan balik hasil V

pembelajaran V

20 Guru menjelaskan secara singkat materi yang akan dipelajari pada V
pertemuan berikutnya

21 Guru mengucap salam penutup

91

92

Lampiran 2c Lembar Observasi Kinerja Guru Siklus III
LEMBAR OBSERVASI KINERJA GURU

No Aspek 1 Nilai 4
Penilaian 23

1 Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam V
2 Guru menanyakan kabar dan mengecek kehadiran siswa V
3 Guru memberikan motivasi kepada peserta didik untuk giat belajar V
4 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran V
5 Guru menjelaskan dengan rinci apa yang akan dilakukan oleh siswa V

maupun guru, serta menjelaskan bagaimana guru akan mengevaluasi V
proses pembelajaran
6 Guru memberikan pertanyaan kepada siswa tentang perilaku yang
berkaitan dengan kehidupan sehari-hari

7 Guru memberikan bahan bacaan untuk di rangkum V
V
8 Guru mendorong siswa agar berpendapat dalam kelompok untuk
bekerja sama untuk menemukan jawaban

9 Guru berkeliling mencermati siswa bekerja, mencermati dan V
menemukan berbagai kesulitan yang dialami siswa

10 Guru memonitoring diskusi pembelajaran dari masing-masing V
kelompok

11 Guru mendorong siswa untuk menyampaikan ide-idenya pada teman V
satu kelompok

12 Guru memberi bantuan kepada siswa jika mengalami kesulitan V
V
13 Guru meminta siswa menuliskan hasil diskusinya dengan bahasanya
sendiri

14 Guru meminta masing-masing kelompok mempresentasikan hasil V
diskusinya

15 Guru mengarahkan siswa untuk menanggapi berpendapat hasil V

92

diskusi kepada kelompok yang sedang presentasi 93
16 Guru meminta peserta didik untuk memberikan penilaian terhadap
V
presentasi kelompok lain V
V
17 Guru memberikan tanggapan dari hasil kelompok yang sudah V
presentasi V
V
18 Guru meminta peserta didik menyimpulkan hasil pembelajaran
19 Guru mengadakan evaluasi refleksi dan umpan balik hasil

pembelajaran

20 Guru menjelaskan secara singkat materi yang akan dipelajari pada
pertemuan berikutnya

21 Guru mengucap salam penutup

93

94

Lampiran 3 a Data Induk Hasil Belajar Tahap pra siklus

SOAL JUMLAH

NO NAMA 1 2 3 4 5
60
Abd Alim 1
11 1

2 Dairobi 111 60

Moh 11 80
Horris 1
31
60
Moh Haris 1 1
41
80
Ach Faisol 1 1 1
51
80
Moh Rizki 111 1
6 11
60
Moh 1
7 Arifin
60
Sofiyullah 1 1
81
80
Ayu Amal 11 1
91 1 60
1 80
10 Emilda 1 1 1 60
1 60
11 Hasrotun 1 11 1 94 80
1 80
12 Masfufah 1 1 1 80

13 Fatih 11

14 Risma 1 11

15 Maisaroh 1 1 1

16 Sasmita 1 11

95

Lampiran 3 b Data Induk Hasil Belajar Siklus 1

NO NAMA 1 SOAL JUMLAH
Abd Alim 234
1 5
11 60
111
Dairobi 1
2 11
11 60
Moh 11
Horris 111 80
31 11 1
11
Moh Haris 11 80
41 1 1
11
Ach Faisol 1 80
51 11 1
11
Moh Rizki 11 80
6 11 1
1 80
Moh
80
7 Arifin 1 1

Sofiyullah 80
81 1
915 60
Ayu Amal 1 80
91 1 60
1 60
Emilda
10 1 80
1
11 Hasrotun 1
80
12 Masfufah 1 1
1 80
13 Fatih

Risma
14 1

Maisaroh
15 1

16 Sasmita 1

96

Lampiran 3 c Data Induk Hasil Belajar Siklus II

NO NAMA 1 SOAL JUMLAH
1 Abd Alim 1
234 5
Dairobi 11 1 80
2
111 80
Moh
Horris 11 80
31 1
1
Moh Haris 60
41 11 1

Ach Faisol 111 80
51 1
11
Moh Rizki 80
6 11 1
11 1 80
Moh 11
11 80
7 Arifin 1 1
1 1 80
Sofiyullah 11 1 80
81
11 60
9 Ayu Amal 1 1 80
1
10 Emilda 1 11 1 60
1 80
11 Hasrotun 1 1 60
1 80
Masfufah
12 1

13 Fatih

14 Risma 1

15 Maisaroh 1

16 Sasmita 1

96

Lampiran 3 c Data Induk Hasil Belajar Siklus III 97
SOAL
JUMLAH
NO NAMA 1 2 3 4 5
1 1 80
1 Abd Alim 1 1 1
80
2 Dairobi 11 1 1
1
Moh 1 1 80
Horris 1 1
31 1
80
Moh Haris 1 1 1
41 1
1 80
Ach Faisol 1 1
51 1
1 80
Moh Rizki 11 1 1
6
80
Moh 1

7 Arifin 1 1 80
1
Sofiyullah
8 111 60
1
Ayu Amal 1 80
91
60
10 Emilda 1 1 1 80

11 Hasrotun 1 1 60
1
12 Masfufah 1 1 1 1 80
1 60
Fatih 11 1 80
13

14 Risma 1 1

15 Maisaroh 1

16 Sasmita 1 1

97

98

Hasil Tes Pesertas Didik

98

99

Hasil Tes Pesertas Didik

99

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 10
(RPP) 0

Sekolah : SMA N 2 Sragen

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi

PekertiKelas/Semester : XI / Genap

Materi Pokok : Hormat dan Patuh Kepada Orangtua

Dan GuruAlokasi Waktu : 1 X Pertemuan ( 2 X 45 Menit)
A. Kompetensi Inti

 KI-1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
 KI-2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong,

kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi

secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat
dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional”.

 KI 3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural,

dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,

budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban

terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada

bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan hasilnya untuk memecahkan masalah
 KI4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan

pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan

kreatif, serta mampu menggunakan Model sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi

1.6.1 Meyakini bahwa hormat dan patuh
kepada orang tua danguru dan berempati
1.6. Meyakini bahwa hormat dan patuh terhadap sesama adalah perintah agama.
kepada orang tua dan guru sebagai (A3)
kewajiban agama

2.6. Menunjukkan perilaku hormat dan 2.6.1 Menunjukkan perilaku hormat dan patuh
patuh kepada orang tua dan guru,
dan berempati terhadap sesama kepada orang tua dan guru dan berempati
dalam kehidupan seharihari
terhadap sesama dalam kehidupan sehari
–hari. (A5)

100


Click to View FlipBook Version