The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by tlogosadangmtsm, 2022-05-12 17:59:04

Kematian Kecil Kartosoewirjo

Kematian Kecil Kartosoewirjo

www.bacaan-indo.blogspot.com

www.bacaan-indo.blogspot.com

www.bacaan-indo.blogspot.com

KEMATIAN KECIL
KARTOSOEWIRJO

i

www.bacaan-indo.blogspot.com Sanksi Pelanggaran Pasal 72:
Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002

Tentang Hak Cipta

1. Barangsiapa dengan sengaja melanggar dan tanpa hak mela-
kukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Ayat
(1) atau Pasal 49 Ayat (1) dan Ayat (2) dipidana dengan pidana
penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau
denda paling sedikit Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau
pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda pa-
ling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

2. Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, meng-
edarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang
hasil pelanggaran hak cipta atau hak terkait sebagai dimaksud
dalam Ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5
(lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp500.000.000,00
(lima ratus juta rupiah).

www.bacaan-indo.blogspot.com KEMATIAN KECIL
KARTOSOEWIRJO

SEHIMPUN PUISI

TRIYANTO TRIWIKROMO

Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

www.bacaan-indo.blogspot.com Kematian Kecil Kartosoewirjo
sehimpun puisi

Triyanto Triwikromo

GM 20101150006

Copyright ©2015 Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Kompas Gramedia Building Blok I lt. 5
Jl. Palmerah Barat No. 29–37
Jakarta 10270

Diterbitkan oleh
PT Gramedia Pustaka Utama
Anggota IKAPI, Jakarta 2015

Cetakan pertama Januari 2015

Pelukis sampul
Laksmi Shitaresmi

Pendesain sampul
Putut Wahyu Widodo

Hak cipta dilindungi oleh Undang-undang
Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini

tanpa izin tertulis dari Penerbit

www.gramediapustakautama.com

ISBN 978-602-03-1263-7

Dicetak oleh Percetakan PT Gramedia, Jakarta
Isi di luar tanggung jawab Percetakan

www.bacaan-indo.blogspot.com

Untuk Veva, ketika saat itu tiba

www.bacaan-indo.blogspot.com Tidak akan ada lagi perjuangan seperti ini
sampai seribu tahun mendatang.
Kartosoewirjo

vi

www.bacaan-indo.blogspot.com PRAKISAH XI
AWAL XV
PENANGKAPAN
ANTARA 1
RAUT MAUT 5
MAKANAN TERENAK 7
KECUALI KEPOMPONG 9
NERAKA TAK BERNAMA 10
HIDANGAN DI MEJA SERDADU 12
NGILU YANG BUKAN NGILUMU 13
SECANGKIR KOPI DALAM SENYAP 14
BUKAN PESAN NABI 15
TENTANG SABDA YANG TAK SAMPAI 17
TAK PERLU KAUDENGARKAN 19
DI SEHELAI FOTO 20
BELUM ADA HUJAN DI BERANDA 21
AKU TAK MENGAJARIMU BUNUH DIRI 22
AYAT BATU 23
NASIHAT IMAM TENTARA 24
KAU TAK PERLU MEMBORGOLKU 25
SEPERTI BERADA DI AKUARIUM 26
27

vii

www.bacaan-indo.blogspot.com KUBURKANLAH ARLOJIKU 29
TAK ADA WAKTU LAGI 30
PERIHAL KOBARAN API 31
DI MOBIL TAHANAN 32
NAKHODA 37
INTEROGASI 39
TIDUR 45
HIJRAH 46
JIHAD 51
PEMBURU KABAR 53
PANGLIMA BUTA 55
PESAN DOKTER 57
GANTI BAJU 59
TUKANG TENUNG 60
DI KAIN PENUTUP MATA 62
KE PULAU TERPENCIL 63
KAPAL HANTU 64
MEREKA TAK INGIN MENEMBAKKU 65
TAK PUNYA TUHAN 68
KENANGAN 69
PERTANYAAN BESAR IMAM TENTARA 72

viii

www.bacaan-indo.blogspot.com DOA 74
MENONTON PEMBUNUHAN 77
KAPAK ENTAH SIAPA 79
REGU TEMBAK 80
LAPORAN KOMANDAN REGU TEMBAK 83
HIKAYAT ODITUR 84
IA BILANG, “LAKSANAKAN SEKARANG!” 86
KEMATIAN LEMBUT 87
SUARA ITU 90
AKU TAK MENDENGAR LETUSAN ITU 91
SOWAN 93
GUSTI, APAKAH KAU JUGA KESEPIAN 98
AKHIR 101
KESAKSIAN 103
CATATAN 107

TENTANG KARTOSOEWIRJO 109
MENURUT KELUARGA
111
TENTANG KARTOSOEWIRJO
MENURUT KHALAYAK

ix

TERIMA KASIH 115
APRESIASI 121
APRESIASI UNTUK PERTEMPURAN RAHASIA 123
TENTANG PENYAIR 125

www.bacaan-indo.blogspot.com x

www.bacaan-indo.blogspot.com

PRAKISAH

xi

www.bacaan-indo.blogspot.com

www.bacaan-indo.blogspot.com Menandatangani hukuman mati, misalnya, bukanlah satu
pekerjaan yang memberi kesenangan kepadaku. Ambillah,
misalnya Kartosoewirjo. Di tahun 1918 dia kawanku yang
baik. Di tahun 20-an di Bandung, kami tinggal bersama, makan
bersama, dan bermimpi bersama-sama...Seorang pemimpin
harus bertindak, tanpa memikirkan betapapun getir jalan yang
ditempuh.

Sukarno

xiii

www.bacaan-indo.blogspot.com

www.bacaan-indo.blogspot.com

AWAL

xv

www.bacaan-indo.blogspot.com

www.bacaan-indo.blogspot.com PENANGKAPAN

- bagi Ara Suhara

Hutan biru menyembunyikan apa pun, atau siapa pun,
yang bertabur fosfor dan aura kirmizi dari ancaman
serdadu. Hutan biru menyembunyikan aku dari kutuk
kematianku.

Karena itu, kau, prajurit yang lemah lembut, jangan pernah
merasa gampang menangkapku. Aku satwa yang dililit
besi berlapis salju. Peluru tak bisa menembus jantungku.

Jadi, mari kita bercakap saja tentang dedaunan dan kuning
sungai yang mengalir perlahan. Tentang reptil-reptil
berkulit lembut dan cuaca bertimbun embun.

Sejarah para pencuri cahaya, kau tahu, meredup saat daun
reundeu menghilang dari sarapanku. Sejak itu matahari
menghitam dan aku tak lagi membayangkan hidup di
bangsal keraton bersama kunang-kunang dan seribu
kupu-kupu. Sejak itu pion menumbangkan ster. Bidak
menumbangkan ratu. Tetapi aku tak akan tersungkur
oleh senapanmu.

1

www.bacaan-indo.blogspot.com “Kami hanya ingin memenjara mimpi-mimpimu,” katamu,
“Kami tak akan memenggal leher, menusukkan bayonet
ke lambung, atau menghajar mulutmu dengan popor
senapan hingga semua gigimu rompal. Kami hanya....”

Kau hanya akan pulang bersama kerlip kenangan, kenangan
tentang pertapa bersayap yang mengerami telur ajaib, telur
yang menetaskan penyihir yang hanya ingin hidup di
langit, langit yang menggerimiskan wahyu tentang bumi
busuk, bumi busuk yang kaupuja dengan sepasang warna
bendera yang kian kusam.

“Itu berarti...”

Itu berarti kau harus mengatakan kepada komandanmu:
tak ada lagi perburuan. Perburuan tak bisa dilakukan
lagi saat binatang bantaian tak bisa lagi mencari lobang
persembunyian.

“Tapi kau bukan binatang. Kau justru tampak seperti
ganggang yang mahir melilit terumbu karang. Kau...”

2

www.bacaan-indo.blogspot.com Aku bukan siapa-siapa. Aku hanya mimpi orang-orang
yang kauabaikan. Sekarang segera penjarakan aku.
Katakan kepada siapa pun, seorang pemberontak yang
kesepian telah menyerah dan tak ingin lagi melanjutkan
perang.

“Tapi aku tak pernah mengalahkanmu...”

Kau memang tak akan pernah mengalahkan aku. Akulah
yang mengalahkan diriku sendiri. Aku mengalahkan
badai gurun. Aku mengalahkan Kekhalifahan Sunyi.
Kekhalifahan yang kusangka bisa kubangun di antara
rerimbun pohon di antara akar hujan dan lenguh lembu.

“Baiklah seseorang—mungkin hakim berjubah hijau
mungkin hantu berambut ungu—akan segera menimbang-
nimbang hukuman apa yang pantas untukmu....”

Menghukumku? Kalian tak mungkin bisa mengutuk
batu menjadi ibu yang gampang menangis. Batu, kau
tahu, sekalipun yang dilemparkan oleh burung ababil

3

www.bacaan-indo.blogspot.com ke mata para pendosa tak akan mampu membunuh 22.895
lelaki ringkih yang kalian perintah untuk meringkusku.
Batu—sekalipun membara— juga tak akan membakar
115.822 rumah para pengecut yang kalian jadikan benteng
perlindungan bagi ketakutanmu.
“Sebenarnya aku lebih ingin kau pulang ke Malangbong.
Pulang ke dusun biru. Dusun yang menyembunyikan
keindahanmu....”
Tak ada yang indah pada hidupku. Mereka berhak
membunuhku.
Tetapi apakah menurutmu negeri ini menjadi lebih lembut
dan agung ketika kelak para serdadu menembakku?
Tak perlu kau jawab pertanyaanku.

4

www.bacaan-indo.blogspot.com

ANTARA

5

www.bacaan-indo.blogspot.com

6

www.bacaan-indo.blogspot.com RAUT MAUT

Aku belum mengenal raut maut saat kau mempercakapkan
kematianku. Apakah ia berwajah kuda atau mutiara, apakah
ia hijau muda atau biru tua, aku sama sekali tak berhasrat
memandang matanya yang terus menyala, aku sama sekali
tak ingin menyapa, “Selamat datang, Tuan Pencabut
Nyawa, selamat datang kampung anyir penuh pasir, selamat
datang arloji yang sebentar hidup sebentar menunjuk detik
terakhir.”

Tidurlah. Aku akan merokok dulu. Kalau ada pisau aku
akan mengupas apel bersamamu. Kalau ada cangkul aku
akan menanam poho sawo seperti Sabtu-Sabtu lalu. Kalau
ada hujan aku ingin menjadi bocah gundul meninggalkan
jejak manis di jalan becek berliku.

Tentu saja, kau jangan menangis. Ada perahu dan malaikat
yang mengantarmu pulang ke rumah penuh ayat. Pulang
tanpa maut yang mungkin telah menjelma hiu. Pulang
tanpa maut yang mungkin telah menjelma jambu

Jadi, jangan risaukan aku. Sepertimu aku bersandar

7

www.bacaan-indo.blogspot.com pada ayat dan kiblat. Kiblat para bambu. Kiblat para penyu
di ujung pantai itu.

8

www.bacaan-indo.blogspot.com MAKANAN TERENAK

Kau pernah mengatakan kepadaku makanan terenak
sebelum dan sesudah mati adalah bestik kambing
dan selada hijau segar. Kau pernah bercerita kepadaku
makanan terenak di surga dan bumi adalah gado-gado
pedas tanpa cuka. Kau pernah berbisik kepadaku makanan
terenak antara beranda dan makam adalah sup ikan nila.

Tapi nyatanya mereka memanggul sapi untukku sebelum
aku mati. Mereka memenggal leher satwa suci itu untukku
sebelum aku pergi. Mereka menjagal tunggangan para
dewa untukku sebelum aku menulikan telinga menulikan
hati.

Jadi, santaplah rendang tanpa racun yang mereka sediakan
itu. Anggap ia daging kenyal terakhir yang tak habis-habis
kausantap saat kau menziarahi kuburku atau kuburmu
sendiri setiap malam sehabis hujan di bukit yang selalu
disembunyikan itu.

9

www.bacaan-indo.blogspot.com KECUALI KEPOMPONG

Kau boleh mempercakapkan apa pun di antara terang
gelap bunga sebelum kabut turun. Telingaku mungkin
sudah tuli, aku tidak ingin mendengarkan lirih keras
bisik-bisik siapa pun yang akan memberiku sayap agar
aku bisa meninggalkan pulau yang paling kaukutuk.

Kau boleh mendesiskan apa pun di antara hijau ungu
malam sebelum senapan dikokang sebelum bayonet
dihunuskan untukku. Telingaku mungkin sudah tuli, aku
tak ingin mendengarkan rencana-rencana musykil kalian
untuk meracun serdadu agar aku bisa berpidato tentang
harum jeruk di negeri yang selalu tersedu-sedu.

Desahmu bukan api. Desah yang tak membakar.

Jadi diam sajalah. Tunggu aba-aba
atau lengking sangkakala.

Jika waktunya tiba, kupu-kupu itu akan berteriak,
“Tak ada apa-apa di dunia ini kecuali Kepompong.”

10

www.bacaan-indo.blogspot.com Jadi diam sajalah. Tunggu aba-aba
atau lengking sangkakala.
Tunggu dan jangan pergi. Tunggu dan jangan lari.

11

www.bacaan-indo.blogspot.com NERAKA TAK BERNAMA

Selamat malam ular yang baru saja mematuk mata Hawa.
Selamat malam dusta segar yang mengurungku dalam dua
penjara, penjara hujan dan penjara senja.
Selamat malam ular yang baru saja malih rupa dari tongkat
Musa. Selamat malam kebohongan yang memberiku tiga
jihad utama, jihad membunuh sungai, jihad mencintai
langit, jihad mengubur Gunung Makrifat sepanjang masa.
Selamat malam ular yang baru saja mengkhianati nabi.
Selamat malam godaan yang memberiku tiga negara,
negara mawar, negara surga, negara tanpa kereta.
Selamat malam, selamat tergoda neraka tak bernama.
Neraka di ujung lidah tentara.
Selamat malam, selamat bermimpi jadi tentara Daud
yang selalu berpuasa menjelang ajal tiba.

12

www.bacaan-indo.blogspot.com HIDANGAN DI MEJA SERDADU

Hidangan di meja serdadu itu nasi pertama yang
disajikan Adam kepada Hawa. Kalau hendak kaumakan
(berarti kau tidak berniat membakar diri dan mati bersamaku)
berdoalah dulu sambil menyebut nama Dewi Padi
dan segala malaikat yang menghuni liang-liang sunyi.
Makanlah sebelum ziarah ke makam. Makanlah
daging lapar makanlah buah lapar. Makanlah apa pun
yang membuatmu menjadi manusia pertama. Makanlah
sebelum senja tiba, sebelum siapa pun gagal menjadi
manusia, hanya karena ia tidak makan nasi pertama
menjelang dibunuh bagai domba celaka.

13

www.bacaan-indo.blogspot.com NGILU YANG BUKAN NGILUMU

Di lidahmu, iblis itu datang, seperti rasa rendang pedas,
seperti luka disiram cuka, seperti kerongkongan tertusuk
ikan penuh duri. Tetapi aku toh terus menunggumu
mencicipi rasa sakit itu, rasa sakit yang begitu cepat datang
begitu cepat menjadi nanah menjadi begundal. Sungguh,
sudah cukup lama aku menunggumu mengunyah lukaku,
luka pedih lombok hijau ditancapkan di borok, luka tersayat
sembilu saat kaulantunkan ayat tanpa alif pada sembarang
salat sembarang rekaat itu. Maka muntahkanlah rasa sakit
yang bukan sakitmu, pedih yang bukan pedihmu ngilu
yang bukan ngilumu.

14

www.bacaan-indo.blogspot.com SECANGKIR KOPI DALAM SENYAP

Secangkir kopi yang kauteguk pelan-pelan dalam senyap,
tak akan membuatmu keliru menafsirkan mimpi tentang
di mana letak ranjangku dan ranjangmu setelah aku mati.

Sedikit gula mungkin akan berbisik padamu, “Sukarno
terlalu pahit. Kau tak layak membayangkan bercakap
dengannya di sebuah taman di sepasang kursi rotan
tempat pria gembagus itu bercumbu dengan Inggit
bagai Sangkuriang mengulum bibir Dayang Sumbi
di kegelapan.”

Memang selalu ada yang terasa tak sedap saat hutan
atau pulau sunyi kauanggap sebagai kamar gelap
yang menyesatkanmu ke dunia antah berantah. Tetapi
tetap saja secangkir kopi bisa memberimu cara bagaimana
membayangkan peluru menembus dadaku bagaimana
doa tak sanggup menghentikan pembunuhan. Hanya
percayalah, tanpa gula pun, sendok itu akan berbisik,
“Tjokroaminoto pernah membayangkan dirinya
sebagai Durna begitu tahu Kartosoewirjo ternyata lebih
mahir berpidato di gedung penuh hantu.”

15

www.bacaan-indo.blogspot.com Jika kau tetap ingin menangis, jangan pernah bilang siapa
pun, betapa aku tak pernah mengucapkan, “Aku cinta
padamu.”

Minumlah kopimu. Dengarkan kata-kata denyut nadimu.
Kau tak merasakan pahit sendiri bukan? Ada malaikat
menangis yang tiba-tiba keluar dari tanah basah bersama
gerimis. Ada sepasang cicak yang menangis di dinding
yang entah mengapa serba-abu-abu. Ada desis ragu ular
di semak-semak yang sepanjang waktu mengulum dosa
pertamamu.

Minumlah kopimu. Insya Allah, kelak kau akan
mampu melupakan bunyi salak senapan pada malam
yang membuatmu kecemplung dalam lengkung lurung
itu.

16

www.bacaan-indo.blogspot.com BUKAN PESAN NABI

Tak ada pesan terakhir untukmu. Aku hanya hendak
membuka topengku. Aku bukan nabi. Di perutku
tak ada gunung-gemunung yang senantiasa berzikir
dan berselawat.
Mereka menganggapku menyembunyikan tentara langit
di hutan-hutan yang diberkati Allah. Mereka tak tahu aku
hanya lelaki kerempeng cerewet yang suka becermin.

Tak ada pesan terakhir untukmu. Aku hanya ingin memberi
kesaksian segala yang kulakukan saat menonton pertunjukan
wayang Bambang Ekalaya Meguru Manah. Saat itu aku
melihat Sukarno membayangkan diri menjadi raja dan aku
ingin membunuhnya. Saat itu aku melihat Tjokroaminoto
mengenakan jubah Durna dan aku ingin membunuhnya.

Kau tahu siapa Durna: ia pengkhianat yang menggurui
siapa saja, guru yang mengkhianati siapa saja.

Kau juga ingin membunuhnya? Tak perlu kaujawab.
Kematian itu pasti dan tak membutuhkan pertanyaan
dan jawaban.

17

www.bacaan-indo.blogspot.com Sungguh, tak ada pesan terakhir untukmu. Aku bukan juru
selamat. Aku tak bisa menolong diriku sendiri. Tak bisa
membebaskan bayanganku di cermin yang sejak subuh
mengabur dan ngelumpruk itu.

18

www.bacaan-indo.blogspot.com TENTANG SABDA YANG TAK SAMPAI

Siapa yang mampu mengubah cinta menjadi bunga? Siapa
yang mampu mengubah takdir menjadi takbir?
Tentara berhamburan mengepungku dan kau malah
mendengarkan siaran radio yang mendendangkan
lagu-lagu Melayu dalam irama do re mi si la fa.
Apakah kabut telah menyusup ke laut? Apakah malaikat
telah beramai-ramai menghunus pedang berkarat?
Rasa-rasanya segala sabda tak sampai padamu. Kau tetap
mendendangkan galau lagu terumbu karang yang jauh
saat para serdadu mencoba menjerat leherku dengan tali
ijuk yang menusuk-nusuk, menyembilu.
Kini kuberi tahu, sabda itu berbunyi la. Maknanya li.
Malaikat lupa menerjemahkan perihnya kepadamu.

19

www.bacaan-indo.blogspot.com TAK PERLU KAUDENGARKAN

Tak ada yang perlu kaudengarkan. Nuh tak mengatakan
apa-apa sebelum kapal karam sebelum lenguh gunung
menghilangkan segala igauan hewan tentang mengapa
Tuhan lebih mencintai sepasang undan hutan ketimbang
sepasang laba-laba kehilangan penglihatan. Tak ada
yang perlu kaudengarkan. Kesedihan tak mengatakan
apa-apa saat Adam Hawa dililit seekor ular dan Pohon
Hayat hanya bilang: sialan.

20

www.bacaan-indo.blogspot.com DI SEHELAI FOTO

Kelak di sehelai foto kau terpejam untuk pohon-pohon yang
kaubayangkan akan selalu tumbuh dalam kegembiraan
dan kecengengan. Ada jendela yang sedikit terbuka. Ada
yang mengintip dan kau paham serdadu paling kejam pun
tak mampu mengusir raut kecut yang mengancamku.

Jangan takut! Ia hanya datang bersama hujan
yang kabur. Ia tak akan buru-buru menjemputku. Kau
hanya akan mendengarkan gemuruh badai. Kau hanya
akan mendengarkan gemuruh laut.

Ajal, jika ia menyerupai tukang foto, akan menunggu saat
paling tepat. Saat kau tak lagi berkhayal tentang jasadku.
Saat aku bayangkan tak ada jalan rumit ke puncak Bukit.
Bukit tanpa kolam susu. Bukit penuh pinus dan sesekali
melata ular-ular purba.

Di sehelai fotomu aku memang masih ada. Tetapi
sesungguhnya itu hanya bayangan. Tentu tanpa iblis
dan bunga-bunga. Tentu tanpa kambing berbulu biru
dan apa pun yang kusuka.

21

www.bacaan-indo.blogspot.com BELUM ADA HUJAN DI BERANDA

Aku telah bertemu Isa dan kukatakan, “Surga hanya bisa
kaurasakan keindahannya kalau kau tak punya telinga.”
Aku telah bertemu Musa dan kukatakan, “Surga hanya
bisa kaucecap keindahannya kalau kau tak punya lidah.”
Aku sudah bertemu Ibrahim dan kukatakan, “Surga hanya
bisa kaulihat keindahannya kalau kau tak punya mata.”
Aku lupa jam berapa derau hujan akan berubah jadi
tipak kuda. Aku lupa sesuatu yang tak terkatakan akan
berubah jadi sabda. Aku lupa kapan wahyu tentang pensil
yang ditusukkan ke mataku tiba.
Sekarang belum ada hujan di beranda bukan?

22

www.bacaan-indo.blogspot.com AKU TAK MENGAJARIMU BUNUH DIRI

Kenakanlah peciku setelah aku mati. Di kepalamu akan tumbuh
padang pasir, tumbuh serdadu-serdadu yang mengarak
bendera perlawanan ke batas akhir, tumbuh sedap malam
yang menjadikan matimu wangi penuh takbir. Kenakanlah
sepatuku setelah aku mati. Di kakimu akan tersimpan pisau
yang bisa kutusukkan sewaktu-waktu ke lambung musuhmu,
tersimpan gajah yang sewaktu-waktu bisa kau minta
menginjak-injak kepala musuhmu. Kenakanlah sabukku setelah
aku mati. Di pinggangmu akan mengalir sungai-sungai,
benua-benua, laut maut, peta-peta, pelajaran pertama
sebelum kau mengenal dunia.
Aku tak pernah mengajarimu bunuh diri sebelum kaukenakan
peci, sepatu, dan sabukku, sebelum aku mati.

23

www.bacaan-indo.blogspot.com AYAT BATU

Jari telunjukku, jari yang kian kering dan hampir patah
itu, tak pernah bisa benar-benar menunjuk dengan tepat
di danau mana ikan-ikan bersirip kuning tidur di pulau
mana burung-burung hantu menyembunyikan kicau
kacau, tetapi selalu saja merasa telah menjangkau taksu
waktu.
Jari telunjukku, jari yang kian menyusut dan rapuh itu,
tak pernah benar-benar tepat menunjuk arah kiblat, tetapi
selalu saja merasa telah sampai pada makrifat.
Kini jari telunjukku, jari yang hampir remuk itu, kehabisan
rekaat untuk mengaji ayat-ayat rahasia yang disembunyikan
di keheningan batu di keheningan tangismu

24

www.bacaan-indo.blogspot.com NASIHAT IMAM TENTARA

Imam tentara itu memberi nasihat, “Bayangkan saja
kau sebagai bayi dalam keranjang hitam yang dibuang
ke sungai. Sebelum hanyut ke laut seorang ratu (bukan
pengemis) akan menemukanmu tanpa tangis. Tanpa
gerimis.”
“Dan kemustahilan, sesuatu yang terus menjauh dari ajal,
telah kaulawan. Tanpa bedil. Tanpa teriakan. Petromaks
telah dimatikan. Suara angin di hutan-hutan juga telah
dibungkam.”
Di depan cermin, serdadu itu berkata lagi, “Kau
memang belum lumpuh. Tetapi sebentar lagi subuh akan
membawamu ke pulau yang lebih gaduh. Pulau 1.000
keranda. Pulau yang jauh. Karena itu, bayangkanlah
kau sedang mengendarai kuda bersayap dan tak bertanya
ke langit mana kau akan mengaitkan takdirmu.”

25

www.bacaan-indo.blogspot.com KAU TAK PERLU MEMBORGOLKU

Aku tak akan lari. Kau tak perlu memborgolku. Aku gunung
yang dipasung langit. Aku bumi yang dipaku gunung. Aku
gelombang yang dipenjara danau.
Aku tak akan lari. Kau tak perlu memborgolku. Di antara
hujan dan kemarau aku pohon yang tak hendak tumbuh.
Aku pohon kehilangan kambium.
Aku bukan ujung pisau yang akan menusukmu. Aku hanya
pecahan piring yang dilemparkan ke rawa-rawa. Aku tak
akan lari. Kau tak perlu memborgolku.

26

www.bacaan-indo.blogspot.com SEPERTI BERADA DI AKUARIUM

Di ruang tunggu aku seperti berada di akuarium.
Akuarium yang memungkinkan segala satwa air
bersayap dan binatang langit bersirip (kau menyebutnya
keajaiban) bercakap tentang alamat surga alamat
para nabi dan malaikat berzikir sepanjang waktu.

“Apakah kau juga merasa berada di tanah lapang. Tanah
lapang yang memungkinkan kau bisa bergunjing dengan
siput di bawah rerimbun pohon zaitun?”

Tentu saja tidak. Aku hanya seperti berada di akuarium.
Akuarium yang memungkinkan aku diimpit karang, diisap
pusaran. Tak bergerak. Tak menangis di panggung hening.
Murung. Terkurung.

“Apakah kau juga merasa tak bisa berdoa di dalam gua
penuh lintah?”

Tentu saja tidak. Aku hanya seperti berada di akuarium.
Akuarium yang memungkinkan dongeng tumbuh seperti
embun. Tumbuh seperti ilalang hijau yang menusuk

27

www.bacaan-indo.blogspot.com lambung capung. Capung hening. Capung murung.
Terkurung.

28

www.bacaan-indo.blogspot.com KUBURKANLAH ARLOJIKU

Kuburkanlah arlojiku di ujung pantai di ujung waktu.
Kuburkanlah tanpa kau mengingat masih ada Ahad
penuh rahmat. Masih ada Ahad tanpa pertikaian
para pengkhianat.
Tanpa mengenal saat atau masa yang mengabur
di punggung ketam yang berlari, rasanya aku masih
mengenal harum nasib. Nasib yang tak kutahu akan
berujung pada tik atau tak. Pada yang tak terdengar seperti
tik atau tak.
Jadi kuburkanlah arlojiku di ujung waktu ujung
pengembaraanku sebagai ayat yang kauanggap sesat.

29

www.bacaan-indo.blogspot.com TAK ADA WAKTU LAGI

Tak ada waktu lagi untuk mendengarkan orkes atau sekadar
selawatan lirih. Tak ada waktu lagi untuk merasakan kopi
pahit atau teh tanpa gula. Surga hanya bisa dinikmati di
sebatang rokok di sehampar sunyi.
Tak ada waktu lagi untuk memahatkan wajah malaikat
tanpa sayap di sepotong kayu. Tak ada waktu lagi
menuliskan kata-kata bijak di sebait sajak di sebait surat
tanpa alamat.
Surga, kau tahu, hanya lingkaran asap rokok dari mulut
yang kehilangan maklumat.

30

www.bacaan-indo.blogspot.com PERIHAL KOBARAN API

Aku pernah mengenal kobaran api itu pada saat Anoman
mengamuk dan Sukarno lebih asyik berfantasi tentang
sepasang kelinci dan perempuan berpayung kertas
di beranda Tjokroaminoto.

“Neraka,” kataku sambil terus merokok saat itu, “tidak
diciptakan untuk yang membakar dan yang dibakar.”

Aku (dan kuduga Sukarno) mengenal kobaran api itu
dari mimpi yang berbeda. Aku suka pada para panglima
perang di gurun-gurun penuh cahaya zikir, Sukarno suka
pada Majapahit yang getir.

“Neraka,” kataku sambil terus merokok saat itu,”tidak
diciptakan untuk para pemuja gerimis. Tidak untuk
Sukarno. Tidak untukku.”

Tapi, kini kobaran api itu menyala di ruang tunggu
kematianku. Tak ada Sukarno. Tak ada Tjokroaminoto.
Tak ada sesuatu yang kausebut sebagai harapan dan
kebahagiaan itu. Tapi aku bahagia.

31

www.bacaan-indo.blogspot.com DI MOBIL TAHANAN

Di mobil tahanan, tanpa konvoi dan bendera laskar, sambil
tertawa, aku ceritakan kisah perihku:
Tank-tank tidak melindas jalan-jalan di Cepu saat aku
lahir. Angin Selasa Kliwon, 7 Februari 1905 tidak berbau
mambang, tetapi ayahku, masih harus mengatur penjualan
candu. Candu untukmu. Bukan candu untukku.

Tentu saja aku bukan anak setan. Meskipun tidak suka pada
kerumitan garis-garis merah biru di peta, aku selesaikan
Sekolah Bumiputera Kelas Dua, Sekolah Dasar Eropa. Pada
saat itu, Samin Surosentiko (yang selalu kusebut sebagai
Keboarum yang bakal mendepak Kebo Bule) dipenjara
di Sawahlunto, dan aku belum menjenguknya.

Pada 1923 (hutan-hutan kapur belum digali, hutan-hutan
jati belum ditebang), aku masuk Sekolah Dokter Hindia
Belanda. Aku katakan kepada khalayak, “Aku tak akan jadi
raja sombong. Aku hanya ingin memimpin Jong Java atau
Jong Islamieten Bond.”

Tapi kau pun tahu seorang calon dokter tak boleh berpolitik.

32


Click to View FlipBook Version