BOROBUDURPEDIA i
ii BOROBUDURPEDIA
BOROBUDURPEDIA iii
iv BOROBUDURPEDIA TIM PENYUSUN Pengarah Drs. Marsis Sutopo, M.Si Penanggung Jawab Iskandar Mulia Siregar, S.Si Redaktur Henny Kusumawati, S.S Winda Diah Puspita Rini, S.S Jati Kurniawan, S.S Dhanny Indra Permana, S.Si Dimas Arif Primanda Aji, S.Hum Penulis Yudi Suhartono, S.S., M.A Ari Swastikawati, S.Si., M.A Nahar Cahyandaru, S.Si Isni Wahyuningsih, S.S, M.A Brahmantara, S.T Dian Eka Puspitasari, S.T Fransiska Dian Eka Rini, S.Si Hari Setyawan, S.S., M.T Winda Diah Puspita Rini, S.S Bambang Kasatriyanto, S.I.Kom Leliek Agung Haldoko, S.T Sri Sularsih, S.H Jati Kurniawan, S.S Linus Setyo Adhidhuto, S.Si Moh.Habibi, S.Si Sri Wahyuni, A.Md Fotografer Rifqi Kurniadi Suyanto, A.Md Design Grafis Ihwan Nurais BOROBUDURPEDIA Diterbitkan oleh : Balai Konservasi Borobudur Jalan Badrawati Borobudur - Magelang 56553 Telp. (0293) 788225, 788175 Fax. (0293) 788367 e-mail : [email protected] website : www.konservasiborobudur.org
BOROBUDURPEDIA v Kata Pengantar iv Sambutan Kepala Balai Konservasi Borobudur v A 1 B 19 C 32 D 39 E 46 F 50 G 52 H 60 I 63 J 66 K 70 L 88 M 95 N 107 O 109 P 111 R 128 S 133 T 144 U 151 V 154 W 157 X 161 Y 163 Z 164 Daftar Pustaka 165 DAFTAR ISI
vi BOROBUDURPEDIA KATA PENGANTAR P uji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karuniaNya sehingga penerbitan Buku Borobudurpedia dapat terwujud dan dapat dinikmati pembaca. Penerbitan buku Borobudurpedia ini merupakan salah satu program kerja Balai Konservasi Borobudur dan merupakan perwujudan dari salah satu tugas pokok yaitu melaksanakan publikasi tentang Candi Borobudur. Selama ini informasi tentang Candi Borobudur banyak tersebar di berbagai media baik cetak maupun daring (online), termasuk istilah-istilah yang terkait dengan Candi Borobudur. Pada berbagai media tersebut kita dapat memperoleh berbagai jenis kamus yang menjelaskan berbagai istilah dalam banyak aspek. Kamus atau buku yang membahas istilah terkait Candi Borobudur masih tercampur dengan istilah kata dari aspek lain sehingga kadang akan kesulitan memperoleh informasi dengan cepat. Kamus yang secara khusus membahas tentang Candi Borobudur belum tersedia di masyarakat. Oleh karena itu Balai Konservasi Borobudur menerbitkan buku Borobudurpedia yang merupakan kamus khusus memuat istilah-istilah yang terkait Candi Borobudur. Dengan hadirnya buku ini diharapkan memberi tambahan pengetahuan bagi masyarakat. Akhirnya kami mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dan berkontribusi menyumbangkan tenaga dan pikiran sehingga penerbitan buku ini terwujud. Semoga dengan terbitnya buku ini, dapat menjadi pelengkap referensi tentang Candi Borobudur yang pernah ditulis oleh berbagai pihak yang ada, serta dapat bermanfaat bagi pelestarian Candi Borobudur dan warisan budaya Indonesia. Borobudur, September 2017 Redaksi
BOROBUDURPEDIA vii SAMBUTAN KEPALA BALAI KONSERVASI BOROBUDUR C andi Borobudur sebagai Warisan Dunia (World Heritage) memiliki informasi yang belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Informasi yang ada di Candi Borobudur terdiri banyak aspek, antara arkeologi, sejarah, religi, arsitektur, teknik sipil, pelestarian, konservasi, pemugaran, pemanfaatan, dan masih banyak aspek-aspek lainnya. Aspek-aspek tersebut sudah banyak ditulis oleh para peneliti dan pemerhati Borobudur dalam bentuk artikel, buku, skripsi, te sis, disertasi, dan sebagainya. Untuk lebih melengkapi informasi kepada masyarakat agar lebih lengkap dan komprehensif pengetahuannya tentang Candi Borobudur, Balai Konservasi Borobudur menerbitkan Buku Borobudurpedia yang merangkum istilah-istilah dalam berbagai aspek dan bidang ilmu yang ada kaitannya dengan Candi Borobudur. Selanjutnya untuk memudahkan pembaca, informasi tentang Candi Borobudur ditulis secara alfabetis, dari A sampai Z. Selain itu, Borobudurpedia yang juga dapat diakses melalui media daring (online). Terwujudnya Buku Borobudurpedia dan Boroudurpedia daring tentunya atas kerjasama tim dan dukungan berbagai pihak. Mudah-mudahan hadirnya buku ini akan memberikan informasi yang lengkap tentang Candi Borobudur kepada masyarakat luas. Pada akhirnya diharapkan akan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap Candi Borobudur, sehingga sebagai warisan budaya dapat dijadikan sebagai sarana edukasi dan pembelajaran. Semoga buku ini bermanfaat bagi semua pihak, khususnya untuk kalangan generasi muda, dalam rangka untuk mendukung pembentukan karakter dan pembangunan kebudayaan Indonesia. Kepala, Marsis Sutopo NIP 195911191991031001
viii BOROBUDURPEDIA
BOROBUDURPEDIA 1 A Abhayamudra Adalah sikap tangan menentramkan yang merupakan sikap tangan dari Dhyani Buddha Amoghasidhi yang menguasai arah mata angin sebelah Utara. Dhyani Buddha Amoghasidhi merupakan arca yang berada di sisi Utara pada relung pagar langkan tingkat I hingga IV. Abu Adalah partikel halus hasil pembakaran sempurna bahan-bahan organik (hewan, tumbuh-tumbuhan, dan manusia) atau bahan anorganik mirip debu hasil letusan gunung berapi, sisa yang tinggal setelah suatu barang mengalami pembakaran lengkap. Peristiwa bencana alam erupsi Gunung Merapi tahun 2010 dan erupsi Gunung Kelud tahun 2014 menyebabkan Candi Borobudur tertutup oleh abu. Abu vulkanik merupakan material hasil aktivitas vulkanik pada gunung api. Material tersebut disemburkan ke udara saat gunung api sedang berada pada tahap erupsi. Abu vulkanik juga disebut sebagai material piroklastik dengan ukuran butir berupa pasir hingga abu yang halus. Timbunan abu vulkanik pada Kawasan Borobudur diakibatkan oleh arah dan kecepatan angin terhadap puncak kepundan gunung api. Berdasarkan hasil analisis SEM (scanning electron microscope) partikel abu vulkanik yang menerpa Kawasan Borobudur dalam kurun waktu tahun 2010 dan 2014 dilaporkan memiliki bentuk partikel yang runcing. Bentuk partikel tersebut dinilai cukup membahayakan bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan. Hal ini karena partikel abu yang runcing apabila terdeposit dengan jumlah yang besar pada saluran pernafasan dapat mengakibatkan infeksi saluran pernafasan. Secara lebih mendetail ukuran partikel abu vulkanik yang menerpa Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon adalah 0,240 hingga 15,2 mikrometer. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, timbunan abu vulkanik Gunung Merapi pada struktur Candi Borobudur pada tahun 2010 memiliki kadar keasaman 4 - 5, ketebalannya mencapai 2,5 cm dengan volume keseluruhan lebih kurang 57,8 m³. Adapun timbunan abu vulkanik Gunung Kelud pada struktur Candi Borobudur pada tahun 2014 memiliki kadar keasaman 5 - 6, ketebalannya mencapai 0,5 cm dengan volume keseluruhan lebih kurang 3,87 m³. Berdasarkan hasil analisis menggunakan XRF (x-ray fluoresence), abu vulkanik memiliki komposisi silika (SiO²) dan alumunim (Al) yang tinggi, sehingga prosedur pembersihan kering dan basah pada batu candi harus segera diberlakukan untuk menghindari dampak kerusakannya. Berikut ini adalah perbesaran partikel abu vulkanik dari Gunung Merapi dan Gunung Kelud. Foto SEM abu vulkanik erupsi Gunung Merapi tahun 2010 (kiri) dan abu vulkanik erupsi Gunung Kelud tahun 2014 (kanan).
2 BOROBUDURPEDIA AC 322 Adalah bahan Biosida yang digunakan untuk menghilangkan faktor biologis (jamur, algae, lichens, lumut) yang dapat melapukkan batuan Candi Borobudur. Komposisi bahan ini terdiri dari campuran EDTA (ethylenediaminetetraacetic acid), sodium bikarbonat (NaHCO3), ammonium bikarbonat (NH4HCO3), karboksimetil, deterjen, dan desinfektan. Di negara-negara seperti Amerika dan Eropa, AC322 biasa disebut dengan AB57. Bahan ini sudah tidak digunakan lagi untuk pemeliharaan Candi Borobudur. Accelerator (Ing) Adalah bahan tambah untuk mempercepat pengikatan beton. Admixture adalah bahan tambah untuk campuran beton. Accelerograph (Ing) Merupakan alat yang berfungsi untuk mengukur getaran tanah/lantai yang ada di Candi Borobudur. Alat ini menampilkan data getaran dalam rupa grafik akselerasi getaran terhadap waktu. Dengan bantuan software, data tersebut dapat diubah ke dalam bentuk grafik kecepatan getaran terhadap waktu, perpindahan terhadap waktu, serta frekuensi getaran terhadap waktu sehingga bisa dianalisa lebih lanjut. Getaran yang mampu ditangkap alat ini meliputi getaran gempa, getaran akibat pijakan kaki di batu candi, getaran akibat terkena suara, serta berbagai macam getaran lainnya. Acuan (bekisting) Adalah suatu sarana pembantu struktur beton untuk pencetak beton sesuai dengan ukuran, bentuk, rupa ataupun posisi yang direncanakan. Açwagosa Adalah salah satu pengarang kitab Budhacarita dan Lalitavistara. Cerita Lalitavistara merupakan salah satu cerita yang terpahatkan pada dinding relief Candi Borobudur. Additive (Ing) Adalah bahan tambahan yang ditambahkan pada mortar yang berfungsi sebagai penguat, pengeras ataupun sebagai pewarna. Contoh bahan tambahan pada mortar antara lain epoksi resin, silikatek, serat/fiber, karbon dari arang. Epoksi resin pernah digunakan sebagai campuran dalam mortar saat pemugaran Candi Borobudur tahun 1973-1983. Adibudha Adalah Buddha yang sempurna dan tidak digambarkan dalam bentuk apapun juga. Adukan Adalah campuran antara agregat halus dan semen portland atau semen hidrolik yang lain dan air. Agama Buddha Merupakan ajaran yang disebarkan oleh Sidharta Gautama pada abad VI SM. Sidharta Gautama dilahirkan di sebuah wilayah bernama Lumbini yang saat ini menempati lokasi administratif negara Nepal. Sidharta Gautama mencapai pencerahan setelah bermeditasi di bawah pohon Bodhi pada usia 35 tahun. Setelah itu, selama 45 tahun Sidharta Gautama menyebarkan ajarannya di sekitar lembah Sungai Gangga di India. Sri Bhagawa (Buddha) menyampaikan khotbahnya untuk pertama kali di taman rusa Benares. Penyebaran ajaran Buddha mengamali perkembangan pesat setelah Maharaja Asoka dari Maurya (273-232 SM) mengalahkan kerajaan Kalingga di India. Setelah penaklukan tersebut, Asoka gencar menyebarkan ajaran Buddha Timbunan abu vulkanik Gunung Merapi tahun 2010 (atas) dan Gunung Kelud tahun 2014 (bawah) pada lantai VII – X Candi Borobudur.
BOROBUDURPEDIA 3 hingga ke Laut Tengah. Ajaran Buddha masuk ke Asia Tenggara untuk pertama kali di wilayah sekitar Myanmar pada tahun 200 SM yang dibawa oleh Maharaja Asoka. Candi Borobudur merupakan salah satu Candi yang menggunakan konsep filosofis Mahayana. Buddha Mahayana merupakan salah satu aliran utama agama Buddha. Istilah Mahayana dan Hinayana muncul pertama kali pada sekitar abad I SM hingga I M, kedua istilah Mahayana dan Hinayana muncul di Sutra Saddharma Pundarika atau Sutra Teratai Ajaran Kebajikan. Mahayanan dalam bahasa Sanskerta berarti “kendaraan besar”. Filosofi Mahayana disebarkan dari India ke Asia Tenggara, Asia Tengah, Tiongkok, hingga Jepang pada sekitar abad VI M. Filosofis Buddha Mahayana terdiri dari dua aliran yang terkemuka yaitu Madhyamika yang didirikanan oleh Nagarjuna sekitar abad II M dan Yogacarya (Vijnanawada), yang didirikan oleh Asangga dan Vasubandhu pada sekitar abad IV M. Madhyamika tumbuh secara logis dari Agama Buddha awal dengan tiga doktrinnya, jalan tengah, tiadanya ego permanen, dan elemen-elemen (dharma-dharma) yang bersifat sementara serta mengalami kematian, tetapi Madhyamika mengembangkan ajaran itu sampai pada pendapat bukan hanya individu, melainkan juga elemen-elemen dianggap tidak nyata. Nagarjuna menjelaskan realitas tertinggi sebagai sunyata atau kosong, alirannya disebut Madhyamikia karena mengerjakan jalan tengah dimana eksistensi dan non eksistensi hanya memiliki kebenaran relatif, sedangkan kebijaksanaan sejati adalah pengetahuan tentang makna kekosongan yang nyata. Mengenai kekosongan yang sejati tergantung pada pengertian dari bentuk Agama Buddha ini, tetapi ajaran ini sering dipengerti secara salah. Kekosongan adalah kekosongan semata-mata dalam pengertian bahwa ia bebas dari batasan-batasan pengetahuan yang relatif pencerahan saja yang dapat menjelaskan apakah kekosongan itu sebenarnya. Aliran Yogacarya, yang didirikan oleh dua cendekiawan besar Mahayana dalam banyak hal memiliki persamaan dengan aliran Madhyamika. Semua fenomena berasal dari pikiran dan tidak ada suatu apapun yang eksis selain pikiran. Sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Hinayana, Vijnanamatra berlanjut dengan pembagian analitis terhadap Pancaskandha dan elemen-elemen. Hasilnya berbeda dengan Hinayana dalam hal menegaskan bahwa bukan hanya objek-objek yang menglami perubahan, substansi-substansi juga tidak kekal menurut sistem pemikiran ini, spirit dan materi adalah satu dan semua objek eksternal adalah hasil dari satu pikiran aliran Mahayana. Tuhan dipahami dalam cara yang tidak jauh berbeda dengan agama-agama lain. Dalam aliran ini Tuhan dikenal melalui ajaran Trikaya dan Adhi Buddha Ajaran Trikaya dikemukakan pertama kali oleh Asfagosha pada abad pertama Masehi untuk menerangkan Hirarki Para Buddha dengan Bodhisattwa. Trikaya timbul sebagai akibat dari adanya perbedaan pandangan terhadap Buddha dan manifestasinya dalam beberapa aliran agama Buddha yang mula-mula seperti Stafirafada, Mahasanghika dan Sarfastifada. Selain Mahayana, filosofis Hinayana juga banyak dianut pada awal Masehi. Golongan ini dipimpin oleh Sthavira yang banyak dianggap sebagai madzhab Hinayana (kendaraan kecil) yang mempertahankan konsep kelepasan dari kebudayaan luar. Filosofis Hinayana adalah mencapai cita-cita tertinggi yaitu sebagai seorang arahat. Hal ini berlainan dengan cita-cita tertinggi pada filosofis Mahayana yaitu menjadi Bodhistwa. Secara filosofis konsep ajaran Buddhisme Hinayana sesuai dengan keaslian ajaran Buddha. Hal Arca Dhyani Buddha pada Candi Borobudur
4 BOROBUDURPEDIA ini karena secara filosofis Hinayana tidak mengenal adanya dewa-dewa penyelamat manusia. Dengan demikian, maka dalam Hinayana tidak terdapat upacara-upacara keagamaan dan pemujaan terhadap yang maha suci. Berbeda dengan aliran Hinayana, Mahayana mengenal banyak politeisme dengan banyak dewadewa, seperti halnya dalam agama Hindhu. Filosofis Mahayana mengenal paham trimurti Buddhisme yaitu kepercayaan terhadap adanya tokoh-tokoh kedewaan yang terdiri dari Dhyani Buddha, Manusia Buddha dan Dhyani Bodhisatwa yang kesemuannya merupakan pancaran energi yang bersumber pada Adi Buddha yang bersemayam di surga. Selain itu, Mahayana juga mempercayai adanya dewa-dewa lokapala yaitu dewa-dewa yang menjaga dunia di arah penjuru angin. Pada konsep Mahayana para dewa juga dipercaya mempunyai pendamping (Sakti). Dalam hal ritual keagamaan konsep Mahayana juga mengenal bentuk pemujaan kepada Buddha serta memberikan persembahan kepadanya. Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa Candi Borobudur dengan arca Dhyani Buddha pada relung dan stupa teras, arca Dhyani Boddhisatwa Candi Mendut, dan pahatan relief Dhyani Bodhisatwa pada ambang pintu Candi Pawon menunjukkan bahwa ketiga Candi tersebut mempunyai filosofi Buddha Mahayana. Agregat Adalah sebuah campuran pasir dan batu, komponen utama dari beton. Bahan berupa butiran mineral yang berfungsi sebagai bahan pengisi dalam campuran mortar yang jumlahnya kurang lebih 70% dari seluruh material mortar. Agregat dapat berupa material alam dan material buatan. Contoh material alam adalah bubukan batu dan pasir, sedangkan material buatan berupa bubukan bata dan bubukan gerabah. Adapun ukuran dapat berupa material halus yang ukuran butirannya kecil atau butiran kasar yang ukuran butirannya besar. Dalam kegiatan konservasi di Candi Borobudur, mortar digunakan untuk mengisi celah antar sambungan, retakan dan celah antar blok batu pada lantai teras dan undag. Saat ini mortar untuk mengisi sambungan dan retakan menggunakan agregat dari bubukan batu. Sedangkan agregat yang digunakan untuk mengisi celah antar blok batu pada lantai undag dan teras menggunakan bubukan bata dan pasir. Agregat Halus Adalah pasir alam sebagai hasil desintegrasi alami batuan atau pasir yang dihasilkan oleh inustri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir terbesar 5,0 mm. (mengacu pada SNI 1969:2008) Agregat Kasar Adalah kerikil sebagai hasil desintegrasi alami dari bantuan atau berupa batu pecah yang diperoleh dari industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir antara 5-40 mm. (mengacu pada SNI 1969:2008) Agregat Ringan Adalah agregat dengan berat isi kering oven gembur maksimum 1100 N (mengacu pada SNI 3402:2008) agregat dengan berat isi kering oven gembur maksimum 1100 N (Revisi SNI 03-3402-1994) agregat yang dalam keadaan kering dan gembur mempunyai berat isi sebesar 1 100 kg/m³ atau kurang (mengacu SNI 1969:2008). Agregat Ukuran Tunggal (single sized) Adalah agregat yang ukuran butirannya sama (mengacu SNI 1970:2008) Air Baku Adalah air yang dapat berasal dari sumber air permukaan, cekungan air tanah dan atau air hujan yang memenuhi baku mutu tertentu sebagai air baku untuk air minum. (mengacu SNI 6773:2008) Air Suci Adalah air yang telah diberkati dan dipisahkan untuk upacara keagamaan. Dalam upacara Waisak di Candi Borobudur, air suci berasal dari pertirtaan Candi Umbul, Temanggung, Jawa Tengah. Airtanah Adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau bebatuan di bawah permukaan tanah. Air hujan yang jatuh di teras Candi Borobudur akan meresap masuk ke dalam tanah bukit menjadi airtanah, karena batu candi di bagian ini tidak mempunyai lapis kedap air. Airtanah di bawah candi sebagian akan keluar melalui saluran yang telah dipasang lapisan penyaring (filter layer) yang dirancang pada saat pemugaran, sedang sebagian lagi akan tetap tinggal sebagai airtanah untuk jangka waktu tertentu.
BOROBUDURPEDIA 5 A.J. Bernet Kempers Adalah ahli purbakala Belanda yang memimpin Kantor Urusan Barang-Barang Purbakala pada tahun 1947. Pada tahun 1951 - 1953, memimpin Dinas Purbakala; selanjutnya pada tahun 1976 menulis buku berjudul Ageless Borobudur. Dalam buku tersebut, A.J. Bernet Kempers memperkirakan pembangunan Candi Borobudur pada abad VIII yang didasarkan pada tulisan-tulisan pendek yang terdapat relief Karmawibangga. Akalipta Adalah jenis tanaman hias yang ditaman di halaman Candi Borobudur pada sisi Barat Laut. Tanaman hias ini termasuk dalam kelompok semak berkayu. Tanaman ini memiliki pertumbuhan yang cepat, untuk tumbuh baik memerlukan kelembaban yang tinggi. Warna daun merah tembaga cerah, panjang daun lebih kurang 5 inci, berbentuk semak dengan tinggi 4 kaki. penataan vegetasi di Zona 1 Candi Borobudur. Hal ini karena Candi Borobudur berada di atas bukit, sehingga kestabilan struktur candi sangat dipengaruhi oleh lereng bukit. Oleh karena itu, pada sisi lereng bukit ditanami tumbuhan yang memiliki perakaran tunggang yang kuat sebagai contoh pohon asam dan kenari. Aklimatisasi Aklimatisasi dimaksudkan sebagai masa adaptasi ikan ke kondisi laboratorik. Aklimatisasi dilakukan dengan cara ikan uji yang akan digunakan dalam praktikum terlebih dahulu dipelihara dalam kondisi laboratorium selama 10 hari, dan 2 hari sebelum perlakuan hewanhewan tersebut dipuasakan. Kegiatan aklimatisasi dilaksanakan di laboratorium biologi Balai Konservasi Borobudur dalam rangka kegiatan monitoring lingkungan Candi Borobudur. sAklimatisasi sebagai rangkaian kegiatan dalam pengujian kualitas air bak kontrol. Akuifer Adalah lapisan tanah/batuan dibawah permukaan tanah yang mengandung air dan dapat mengalirkan air. Lapisan tanah di sekitar Candi Borobudur merupakan akuifer sehingga banyak dimanfaatkan untuk pembuatan sumur gali oleh penduduk. Tanaman Akalipta Akar Merupakan bagian tubuh tumbuhan yang umumnya berada dalam tanah. Akar berfungsi sebagai penyokong batang tumbuhan, tempat melekatnya tumbuhan pada media atau tanah, menyerap garam mineral dan air melalui bulu-bulu akar, adakalanya akar berfungsi sebagai tempat penyimpanan makanan cadangan, misalnya wortel dan ketela pohon. Pada tanaman tertentu, akar berfungsi untuk pernapasan seperti pada tumbuhan bakau. Terkadang akar juga berfungsi sebagai alat perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan tertentu. Ada tiga tipe akar yakni akar serabut, akar tunggang dan akar adventif. Terkait dengan pelestarian Candi Borobudur, akar menjadi bagian penting yang dipertimbangkan dalam Akar pohon asam dan kenari
6 BOROBUDURPEDIA Aksobya Adalah salah satu arca Dhyani Buddha yang dijumpai pada struktur pagar langkan Candi Borobudur. Arca Dhyani Buddha Aksobya berada pada pagar langkan sisi Timur lantai III – VI dan divisualisasikan dalam bentuk laki-laki yang sedang duduk bersila di atas asana berupa padma (padmasana). Pada bagian kepala memiliki rambut keriting mengikal ke kanan (pradaksinawartakesa) dengan tonjolan gelung rambut (usnisa) pada bagian ubun-ubun. Bentuk wajahnya persegi dengan eskpresi wajahnya tenang (saumya) dengan dahi yang memiliki pahatan berupa tonjolan kecil (urna) pada bagian tengah-tengahnya. Alis matanya tipis dengan pandangan yang teduh ke arah bawah. Bagian leher arca bergaris 3 dengan telinga panjang pada bagian bawahnya. Pipi arca dipahatkan gemuk dengan hidung yang mancung dan bibir yang tipis. Pada dasarnya arca Dhyani Buddha Aksobhya mengenakan jubah tipis seperti halnya sutra tipis yang menutup seluruh bagian tubuhnya kecuali bagian kepala, leher, dan dada kanan. Sikap tangan (mudra) Dhyani Buddha Aksobhya adalah bhumisparsamudra yaitu telapak tangan kanannya menelungkup ke bawah dan menapak pada lutut kanan. Sedangkan telapak tangan kirinya menengadah ke atas dengan punggung tangan ditempelkan pada bagian pergelangan kaki (gulpha) dan tumit (parsni) dalam posisi kaki bersila. Sikap tangan bhumisparsamudra tersebut mempunyai makna menjadikan Bumi sebagai saksi di saat Sidharta diganggu oleh anak-anak setan Mara pada saat bermeditasi di bawah pohon Bodhi di Kota Bodhgaya. Akuabides = Aquabidestilata Adalah air hasil penyulingan dua kali. Akuades yang diperoleh dari proses penyulingan pertama disuling kembali untuk menghasilkan akuabides. Penyulingan dua kali membuat air semakin murni. Akuabides terutama digunakan untuk pekerjaan analisis laboratorium yang membutuhkan pereaksi dengan kemurnian tinggi, misalnya analisis sampel dengan kadar analit yang sangat rendah. Beberapa parameter yang diukur pada sampel yang diambil dari Candi Borobudur memerlukan instrumen khusus yang dalam operasionalnya menggunakan akuabides. Salah satunya adalah analisis unsur menggunkan SSA (Spektroskopi Serapan Atom/ Atomic Absorption Spectrophotometer). Instrumen pengukuran unsur ini sangat sensitif sehingga membutuhkan pelarut yang lebih murni, yaitu akuabides. Akuades = Air suling Adalah air hasil proses penyulingan atau distilasi. Proses penyulingan menyebabkan air yang dihasilkan menjadi lebih murni dan sangat sedikit mengandung senyawa-senyawa terlarut. Akuades digunakan pada pekerjaan laboratorium dan konservasi di lapangan. Di laboratorium akuades digunakan untuk membuat larutan pereaksi untuk analisis dan percobaan. Pada konservasi terhadap cagar budaya, akuades digunakan sebagai pembersih dan pelarut bahan-bahan konservan tertentu yang memerlukan pelarutan atau pengenceran dengan air. Kegiatan konservasi Candi Borobudur tidak terlepas dari analisis laboratorium. Beberapa sampel yang diperoleh dari Candi Borobudur dan kegiatan konservasinya diambil secara periodik dan dianalisis di laboratorium. Akuades digunakan sebagai pelarut dari bahan-bahan kimia yang digunakan dalam analisis di laboratorium. Alamanda Adalah tanaman hias yang banyak ditanam pada lereng bukit Candi Borobudur pada sisi Timur dan Selatan. Alamanda memiliki nama ilmiah Allamanda cathathica, masyarakat mengenalnya sebagai bunga terompet emas, bunga lonceng kuning. Alamanda tumbuh merambat, termasuk tanaman perdu berkayu yang tingginya dapat mencapai 2 meter. Selain karena bunganya yang indah, tanaman ini hijau sepanjang tahun serta tumbuh baik pada daerah tebing yang Dhyani Buddha Aksobya Candi Borobudur.
BOROBUDURPEDIA 7 Allamanda (Allamanda cathathica) di lereng sisi timur zona 1 Candi Borobudur terbuka. Alamanda memiliki akar tunggang yang kuat serta memiliki bentuk daun lancip di ujung dengan permukaan yang kasar panjang 6-16 cm dan lebar 2-5 cm. Bentuk daun allamanda ini memiliki kemampuan menahan air hujan lebih lama serta sistem perakaran yang kuat tersebut diharapkan dapat mencegah erosi lereng bukit Candi Borobudur. Alami = Natural Adalah hal yang berkaitan dengan alam atau bersifat alam. Bahan-bahan alami yang dipergunakan dalam suatu tindakan konservasi bersumber dari alam atau berkaitan dengan alam. Adanya sifat alami pada bahan menyebabkan tindakan konservasi yang dilakukan akan lebih aman dan efisien. Saat ini berkembang tren untuk memanfaatkan bahan-bahan alami dalam kegiatan konservasi, atau mengatur kondisi lingkungan yang alami agar cagar budaya dapat bertahan lebih lama. Demikian juga dalam pemeliharaan Candi Borobudur, cara-cara alami lebih dipilih untuk digunakan. Pembersihan organisme yang dahulu menggunakan bahan kimia, selanjutnya diganti dengan cara manual menggunakan alat yang aman. Metode-metode konservasi baru yang mengedepankan bahan dan cara alami terus diteliti dan dikembangkana sehingga dapat diterapkan di Candi Borobudur dan cagar budaya lainnya secara efektif dan aman. Alat Gambar Adalah alat yang digunakan untuk menggambar pada saat pemugaran Candi Borobudur Alat Hitung Adalah bagian dari meter air yang menerima sinyal dari transduser, bila memungkinkan dari alat ukur yang disertakan, merubahnya ke dalam hasil pengukuran dan, jika sesuai, menyimpan hasilnya dalam memori sampai hasil ini digunakan (mengacu SNI 2547:2008) Alat Koreksi Adalah peralatan yang dihubungkan atau menyatukan pada meter air, secara otomatis melakukan koreksi terhadap volume air pada kondisi ukur, dan/atau karakteristik air menjadi terukur (sebagai contoh temperatur dan tekanan) dan kurva kalibrasi yang ditetapkan sebelumnya (mengacu SNI 2547:2008) Alat Transduser/pengukur Adalah bagian dari meter air yang mengubah bentuk aliran atau volume air yang diukur ke dalam sinyal yang disampaikan ke alat hitung (mengacu SNI 2547:2008) Algae Adalah tumbuhan tingkat rendah yang bersifat autotrof, yang tubuhnya belum terdeferensiasi menjadi akar batang dan daun. Oleh karena itu dulu algae dimasukan ke dalam klasifikasi tumbuhan berthalus atau thalophyta. Sedangkan yang dimaksud autotrof adalah tumbuhan yang mampu membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis dengan bantuan sinar matahari. Algae dapat uniseluler (tubuhnya terdiri dari satu sel) maupun multiseluler (tubuhnya terdiri dari banyak sel). Selain klorofil yang berwarna hijau, algae juga Permukaan batu candi yang ditumbuhi algae
8 BOROBUDURPEDIA dapat memiliki pigmen lain, yakni fikoeritrin yang berwarna merah dan fikosianin yang berwarna hijau. Hal ini yang menyebabkan kenampakan warna algae yang bermacam-macam ada algae hitam, merah, hijau, biru hijau dan sebagainya. Algae merupakan salah satu organisme yang menyebabkan pelapukan pada batu Candi Borobudur. Proses pelapukan yang disebabkan oleh algae adalah pada saat musim penghujan, dan pada musim kemarau algae mengering kemudian mati. Setelah algae mati, koloni algae tersebut akan mengelupas dari permukaan batuan. Pada saat mengelupas tersebut, mineral yang ada pada permukaan batuan ikut mengelupas. Jenis algae yang paling dominan tumbuh pada permukaan batu candi adalah jenis cyanophyta. Altar Adalah bangunan, komponen bangunan, atau mebel berbentuk mirip meja yang digunakan sebagai tempat untuk penyelenggaraan upacara keagamaan. Altar biasanya tergambar pada relief Candi Borobudur. Alur kunjung Adalah pola atau runtutan yang telah diatur dan diharapkan diikuti oleh pengunjung dalam melakukan pergerakan di suatu area atau objek wisata. Pergerakan pengunjung di taman wisata Candi Borobudur membentuk pola alur kunjung yang belum memaksimalkan area kawasan taman secara keseluruhan. Aluvial Adalah jenis tanah yang terbentuk karena endapan. Daerah endapan terjadi di sungai, danau yang berada di dataran rendah, ataupun cekungan yang memungkinkan terjadinya endapan. Area persawahan bekas danau purba di sekitar Candi Borobudur merupakan endapan aluvial. Alveol Adalah lubang kecil pada permukaan batu, yang terbentuk setelah postule pecah atau meledak (seperti bekas jerawat pada wajah). Amithaba Adalah salah satu arca Dhyani Buddha yang dijumpa pada struktur pagar langkan Candi Borobudur. Arca Dhyani Buddha Amitabha berada pada pagar langkan sisi Barat lantai III – VI divisualisasikan dalam bentuk laki-laki yang sedang duduk bersila di atas asana berupa padma (padmasana). Pada bagian kepala memiliki rambut keriting mengikal ke kanan (pradaksinawartakesa) dengan tonjolan gelung rambut (usnisa) pada bagian ubun-ubun. Bentuk wajahnya persegi dengan eskpresi wajahnya tenang (saumya) dengan dahi yang memiliki pahatan berupa tonjolan kecil (urna) pada bagian tengah-tengahnya. Alis matanya tipis dengan pandangan yang teduh ke arah bawah. Bagian leher arca bergaris 3 Permukaan batu candi yang terdapat alveol Dhyani Buddha Amithaba Candi Borobudur.
BOROBUDURPEDIA 9 Arca Amoghapasa dari Padang Roco. dengan telinga panjang pada bagian bawahnya. Pipi arca diapahatkan gemuk dengan hidung yang mancung dan bibir yang tipis. Pada dasarnya arca Dhyani Buddha Amitabha mengenakan jubah tipis seperti halnya sutera tipis yang menutup seluruh bagian tubuhnya kecuali bagian kepala, leher, dada kanan, punggung kanan, dan tangan kanan. Sikap tangan (mudra) Dhyani Buddha Amitabha adalah dhyanamudra yaitu telapak tangan kanannya menengadah dan menutup telapak tangan kiri. Kedua tangan tersebut diletakkan pada bagian pergelangan kaki (gulpha) dan tumit (parsni) dalam posisi bersila. Sikap tangan dhyanamudra tersebut mempunyai makna sikap tangan bermeditasi yakni ketika Sidharta telah berhasil memperoleh pengetahuan sempurna dan pencerahan tentang dharma Buddha. Dalam filososi Buddha Mahayana, Dhyani Buddha Amithaba mempunyai emanasi yaitu Awalokiteswara atau Lokeswara yang dipuja sebagai Thatagata masa kini. Amoghapasa Merupakan salah satu dari enam perwujudan Awalokiteswara yang melambangkan belas kasih dan panduan menuju kebaikan. Di samping itu, Amoghapasa juga dianggap sebagai emanasi Bodhisatwa Maitreya atau Ksitigarbha, yang juga merupakan emanasi Buddha Wairocana. Prasasti Amoghapasa merupakan perwujudan Lokeswara sebagaimana disebut pada prasasti Padang Roco di Kompleks Candi Padang Roco, Kabupaten Dharmaseaya. Arca ini merupakan hadiah dari Raja Kertanagara dari Singhasari kepada Tribhuwanaraja yang menjadi Raja di Kerajaan Melayu di Dharmasraya pada tahun 1208 Saka atau 1286 Masehi. Pada bagian lapik (alas) arca ini terdapat tulisan yang disebut prasasti Padang Roco yang menjelaskan penghadiahan arca ini. Berita pengiriman arca Amoghapasa ini tertulis pada alas arca bertanggal 22 Agustus 1286. Sedangkan pada bagian belakang arca terdapat tulisan yang disebut dengan prasasti Amoghapasa berangka tahun 1346 Masehi. Arca Amoghapasa ini berukuran tinggi 163 sentimeter, lebar 97-139 sentimeter, dan terbuat dari batu andesit. Sebagaimana digambarkan dalam prasasti Padang Roco, arca ini diiringi empat belas pengikut (murid) Amoghapasa. Empat orang berdiri di kedua sisi dengan sikap tubuh menengadah sambil menghormat dan memuliakan Amoghapasa, sementara sepuluh lainnya duduk di atas padma melayang di latar belakang. Pada bagian bawahnya terukir tujuh ratna berupa lambang-lambang buddhisme yaitu stupa, cakra, tara, boddhisatwa, kijang, dan gajah. Sayang sekali wajah dan lengan Amoghapasa ini telah rusak, demikian pula pahatan beberapa pengikutnya telah rusak. Saat ini arca amoghapas tersebut disimpan di Museum Nasional dengan nomor inventaris D.198- 6468 (bagian alas) dan D.198-6469 (bagian arca). Amplas Adalah sejenis kertas yang digunakan untuk membuat permukaan benda-benda menjadi lebih halus dengan cara menggosokkan salah satu permukaan amplas yang telah ditambahkan bahan yang kasar kepada permukaan benda tersebut. Halus dan kasarnya kertas amplas ditunjukkan oleh angka yang tercantum dibalik kertas amplas tersebut. Semakin besar angka yang tertulis menunjukkan semakin halus dan rapat susunan pasir amplas tersebut. Amplas digunakan juga untuk menghaluskan permukaan sambungan batu yang telah dikamuflase supaya terlihat rata atau halus. Di Candi Borobudur dalam penyambungan batu candi yang patah, untuk mendapatkan hasil yang rata atau halus pada sambungan yang dikamuflase digosok dengan menggunakan amplas. Anak Panah Adalah senjata penusuk yang dilontarkan dengan busur panah. Anak panah terbuat dari tangkai kayu, rotan, atau bambu berujung runcing. Anak panah terdiri atas tiga bagian, yaitu mata panah, tangkai
10 BOROBUDURPEDIA panah, dan sirip. Tidak semua anak panah memiliki tiga komponen ini, misalnya ada jenis anak panah dari kayu atau rotan yang ujungnya ditajamkan sebagai pengganti mata panah. Mata panah bisa terbuat dari batu, kayu, tulang, atau logam. Selain meruncing, sisi-sisinya sering dibuat tajam agar memudahkan penetrasi ke bidang sasaran. Alat untuk melontarkan anak panah disebut busur panah, umumnya terbuat dari bahan kayu atau bambu. Salah satu penggambaran anak panah dan busur panah ada pada relief Lalitavistara. Analisis Adalah penyelidikan dengan menguraikan sesuatu untuk mengetahui komposisi material, sifat-sifat dan permasalahannya. Analisis yang dilakukan pada cagar budaya bertujuan untuk mengetahui kondisi cagar budaya dan nilai-nilai pentingnya. Sedangkan pada konservasi analisis bertujuan untuk mengetahui kondisi material, sifat-sifat, permasalahan dan alternatif-alternatif untuk penanganannya. Pada struktur, bangunan, situs, atau kawasan analisis dilakukan secara struktural dan keruangan dengan berbagai metode. Analisis dilakukan melalui pengumpulan data dengan berbagai metode dan dilanjutkan dengan pembahasan mendalam mengenai data yang diperoleh dan interpretasinya. Analisis terhadap material agar budaya dilakukan dengan metode analisis laboratorium, secara kimia, fisika, mekanika, biologi, geologi, dan lainlain. Analisis struktural dilakukan dengan metode geodetik, makanik, dan uji materialnya. Sedangkan analisis keruangan dapat menggunakan berbagai metode analisis lingkungan dan geospasial serta berbagai metode lain yang relevan. Monitoring Candi Borobudur dilalukan dengan serangkaian pengamatan dan dilanjutkan dengan analisis untuk memastikan kondisi keterawatan dan stabilitasnya. Anastilosis Adalah istilah arkeologi yang merujuk kepada teknik rekonstruksi atau pemugaran reruntuhan bangunan, di mana sebisa mungkin elemen-elemen arsitektural asli digunakan semaksimal mungkin dalam bangunan yang dipugar. Istilah ini juga kadang digunakan untuk merujuk upaya rekonstruksi serupa untuk menyatukan kembali pecahan tembikar atau keramik yang sudah pecah, atau benda-benda kecil lainnya. Metode anastilosis juga digunakan dalam pemugaran Candi Borobudur. Ancaman Adalah setiap usaha dan kegiatan dengan segala bentuknya baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri yang dinilai dapat berpotensi membahayakan kelangsungan berfungsinya Obyek Vital Nasional. Sebagai Cagar Budaya, Warisan Budaya Dunia, maupun Obyek Vital Nasional, Candi Borobudur sangat rawan dari ancaman-ancaman yang ada diantaranya adalah ancaman terorisme (bom) seperti yang pernah terjadi pada tahun 1985, ancaman adanya aksi unjuk rasa yang dapat meresahkan pengunjung, maupun ancaman bahaya kebakaran yang terjadi di area Candi Borobudur. Andesit Merupakan suatu jenis batuan beku vulkanik dengan komposisi antara dan tekstur spesifik yang umumnya ditemukan pada lingkungan subduksi tektonik di wilayah perbatasan lautan seperti di pantai barat Amerika Selatan atau daerah-daerah dengan aktivitas vulkanik yang tinggi seperti Indonesia. Nama andesit berasal dari nama Pegunungan Andes, batuan keras. Batu penyusun Candi Borobudur menggunakan batu andesit. Anemometer Adalah alat yang berfungsi untuk mengukur kecepatan angin di suatu tempat secara otomatis dengan satuan meter per detik. Alat ini merupakan salah satu alat yang ada di stasiun klimatologi Candi Borobudur dan berguna untuk monitoring mikroklimatologi lingkungan Candi Borobudur sebagai data kecepatan angin untuk mendukung pelestarian dari sisi lingkungan mikronya. Angin Adalah udara yang bergerak dari daerah udara bertekanan tinggi menuju ke daerah bertekanan rendah, dari daerah. Angin merupakan salah satu unsur iklim yang diamati setiap hari di stasiun klmatologi yang berada di Kantor Balai Konservasi Borobudur untuk mengamati iklim mikro di kawasan Candi Borobudur. Angin merupakan faktor cuaca yang juga berpengaruh terhadap kondisi keterawatan Candi Borobudur, karena angin dapat membawa
BOROBUDURPEDIA 11 Pemasangan angkur pada proses penyambungan kepala arca debu dan kontaminasi seperti spora mikroorganisme ke permukaan batu Candi. Oleh karena itu Balai Konservasi Borobudur memantau arah dan kecepatan angin setiap saat mengunakan alat anemometer yang dipasang pada bukit Jaten dan Automatic Weather Station yang dipasang pada halaman kantor. Angkur Adalah suatu batang keras yang terbuat dari logam atau bahan lainnya yang berfungsi mengukuhkan sambungan antara dua benda yang disatukan. Penggunaan angkur banyak dilakukan pada penyambungan batu dengan ukuran yang cukup besar, misalnya pada penyambungan leher arca yang patah. Tanpa adanya angkur, sambungan dapat lepas kembali karena perekat yang digunakan tidak cukup kuat dalam jangka panjang. Pemasangan angkur dilakukan dengan membuat lubang bor pada bagian tengah dari kedua bidang yang disatukan, kemudian angkur dimasukkan ke dalamnya. Posisi kedalaman angkur diatur agar terbagi secara proporsional pada kedua benda yang disambung, angkur pada lubang bor direkatkan dengan perekat yang sesuai. Bahan angkur umumnya dari logam yang tidak mudah berkarat, misalnya kuningan atau stainless steel. Saat ini berkembang angkur modern yang terbuat dari bahan polimer (fiber). Ukuran angkur disesuaikan dengan ukuran benda yang akan disambung, mulai dari diameter beberapa milimeter hingga mencapai 3 cm. Di Candi Borobudur, angkur terutama digunakan pada penyambungan batu. Balok batu yang pecah dilekatkan kembali dengan perekat menggunakan angkur sebagai penguat. Penguat angkur sangat diperlukan karena balok batu yang terpasang di Candi Borobudur saling menopang dan mengkait satu sama lain, sehingga memerlukan kekuatan agar tidak pecah kembali. Angsana Atau dikenal sebagai sono kembang dengan nama latin Pterocarpus indica merupakan tanaman peneduh dengan tajuk lebat berbentuk kubah serta cabang-cabangnya yang merunduk hingga dekat tanah. Tinggi pohon angsana dapat mencapai 10 - 40 m. Daun majemuk dengan 5 - 11 anak daun, bentuk daun bulat telur memanjang, ujungnya meruncing, tumpul, mengkilat, panjangnya 4 - 10 cm, lebar 2,5 - 5 cm, anak tangkai lebih kurang 0,5 - 1,5 cm. Bunga angsana majemuk tandan, yang terletak di ujung ranting atau muncul dari ketiak daun. Akar pohon angsana merupakan akar papan atau akar banir, yaitu bentuk akar menyerupai papan yang tumbuh pada bagian atas akar. Akar ini sangat kuat yang berfungsi untuk menopang pohon. Namun pohon ini akan meranggas saat musim kemarau. Oleh karena itu pohon angsana ini hanya ditanam pada sisi Barat Laut dan Barat Daya halaman Candi Borobudur. Antefiks Adalah unsur bangunan yang berfungsi sebagai hiasan bagian luar. Sering ditemukan pada bangunan candi dalam bentuk segitiga meruncing. Karena merupakan bagian dari struktur maka antefiks tidak dapat dipisahkan dari bangunan itu sendiri. Batu antefik biasanya dijumpai pada bagian tubuh, pagar langkan hingga atap candi. Pada Candi Borobudur, batu antefik juga terdapat pada bagian tepi selasar. Umumnya antefik pada candi berbentuk segitiga namun ada juga yang berpola dasar segitiga yang terdiri dari segitiga berjajar 3, dimana segitiga pada bagian tengah berukuran lebih besar dari yang lainya. Motif hiasan pada batu antefik beragam namun ada juga batu antefik yang polos tanpa hiasan. Motif hiasan pada batu antefik berupa sulur-suluran, motif geometris dan sebagainya. Api Merupakan hasil suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 (tiga) unsur, yaitu: panas, oksigen, dan bahan mudah terbakar yang
12 BOROBUDURPEDIA menghasilkan panas dan cahaya. Pada relief Candi Borobudur juga terdapat ilustrasi tentang api dan kebakaran yakni pada relief Jataka di lantai 3, lorong 1, pagar langkan bagian atas, bidang A, panil ke-12 yang bercerita tentang Burung Puyuh dan Kebakaran Hutan. Api Abadi Mrapen Adalah sebuah kompleks yang terletak di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kawasan ini terletak di tepi jalan raya Purwodadi - Semarang, berjarak 26 km dari Kota Purwodadi. Kompleks api abadi Mrapen merupakan fenomena geologi alam berupa keluarnya gas alam dari dalam tanah yang tersulut api sehingga menciptakan api yang tidak pernah padam walaupun turun hujan sekalipun. Api abadi ini oleh umat Buddha digunakan dalam pelaksanaan kegiatan hari Tri Suci Waisak di Candi Borobudur. Umat Buddha menganggap api Mrapen sebagai api dharma atau api yang melambangkan pancaran cahaya dalam kegelapan. berwarna hitam. Pencampuran tar ke dalam epoksi akan meningkatkan sifat elastisitas, sehingga cocok untuk digunakan sebagai bahan pelapis kedap air. Apabila diaplikasikan pada struktur/bangunan, Araldite tar akan mengikat kuat namun elastis mengikuti pergerakan yang terjadi. Sifat yang kuat dan elastis membuat Araldite tar mampu menjadi bahan pelapis yang kedap air dan tidak mudah bocor jika terjadi pergerakan akibat kembang susut atau pergeseran struktur. Araldite Tar cukup banyak digunakan di Candi Borobudur untuk pembuatan lapisan kedap air. Pada pemugaran Borobudur tahun 1973-1983, struktur Candi Borobudur diperkuat dengan beton bertulang serta dibuat sistem drainase yang baru. Pengendalian air menjadi sangat vital di Candi Borobudur, agar air hujan yang jatuh dapat diarahkan mengikuti sistem drainase yang ada. Air yang masuk ke dalam struktur dan mengenai beton akan berbahaya, karena dapat melarutkan garam-garam yang terkandung dalam beton yang selanjutnya mengendap di permukaan. Oleh karena itu kinerja lapisan-lapisan kedap air untuk melindungi masuknya air ke dalam beton, serta melindungi air mengalir ke permukaan dinding relief sangat penting. Bahan Araldite tar sudah teruji mampu menjadi lapisan kedap air untuk pengendalian air, selama pemasangan sistemnya tepat. Pada beberapa posisi pemasangan lapisan kurang tepat sehingga mengakibatkan kebocoran dan selanjutnya telah diperbaiki. Pada proses perbaikan kebocoran, Araldite Tar juga digunakan untuk melapisi permukaan lapisan timbal yang digunakan di Candi Borobudur. Arca Adalah artefak yang dibentuk menyerupai manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, atau bentuk lain yang dibuat secara tiga dimensi. Arca dapat dihasilkan melalui teknik bentukan tangan, pahat, cetak, dan ukir. Bahan yang digunakan dapat berupa batu, kayu, tanah liat, atau logam. Arca yang dibuat untuk memperingati seorang tokoh yang telah wafat dengan menambahkan ciri-ciri kedewaan disebut arca perwujudan, patung yang terutama dibuat dari batu yang dipahat menyerupai bentuk orang atau binatang. Arca yang terdapat di Candi Borobudur adalah arca Dhyani Buddha baik yang terdapat pada relung pagar langkan tingkat I hingga tingkat V maupun juga pada stupa terawang. Prosesi pengambilan api abadi Mrapen sebelum perayaan Waisak (sumber:http://grobogan.go.id) Araldite Tar Adalah merek dagang bahan pelapis kedap air. Berbentuk cairan kental yang tersusun atas dua komponen, dicampur secara homogen sesaat sebelum digunakan. Araldite tar merupakan polimer berbahan epoksi resin yang dimodifikasi dengan campuran tar. Epoksi bersifat kuat, tahan lama, dan stabil oleh kondisi lingkungan, namun kaku dan getas (dapat patah pada tekanan tinggi). Tar merupakan hasil samping pengolahan minyak bumi yang kental
BOROBUDURPEDIA 13 Arca Buddha Merupakan media pemujaan dan meditasi penganut Buddha. Berdasar filosofis Mahayana maka Arca Buddha yang dipuja terdiri dari banyak Buddha sebagai berikut. Ajaran tentang banyak Buddha ini dijabarkan dari ajaran tentang lima skandha yang merupakan kelima unsur yang enyusun kehidupan. Kelima skandha tersebut adalah rupa (tubuh), wedana (perasaan), samjna (pengamatan), samskara (kehendak). Ajaran yang berupa lima unsur tersebut juga dijumpai dalam diri Sang Buddha. Tiap unsur tersebut mewakili satu tokoh Buddha yang disebut sebagai tathagata. Kelima tathagata itu adalah Wairocana (yang bersinar atau yang menerangi), Aksobhya (yang tenang atau tidak terganggu), Ratnasambhawa (yang dilahirkan dari permata), Amitabha (yang terang dan kekal), Amoghasiddha (keuntungan yang tak binasa). Pada perkembangannya para tathagata tersebut dihubungkan dengan penjuru alam. Kelima tathagata tersebut dihubungkan dengan penjuru alam dan membentuk tubuh alam semesta. Sehingga Aksobhya dipandang berkuasa di sebelah Timur, Amitabha di sebelah Barat, Amoghasiddha di Utara, Ratnasambhawa di Selatan dan Wairocana di tengahtengah (zenith). Pengaruh aliran Tantra pada Mahayana memunculkan ajaran tentang Adhi Buddha, yaitu Buddha yang pertama dan dipandang sebagai awal tanpa asal yang berada karena dirinya sendiri, sehingga tidak tampak karena berada dalam nirwana. Hakikat Adhi Buddha adalah terang dan murni. Adhi Buddha timbul dari sunyata dan kekosongan. Dari permenungan (dhyana) Adhi Buddha mempunyai hakikat yang terang dan murni kemudian mengalir dari dirinya lima Dhyani Buddha yaitu Wairocana, Aksobhya, Ratnasambhawa, Amitabha, dan Amoghasiddha. Para Dhyani Buddha tersebut mengusai masingmasing daerahnya yang digambarkan sebagai alam semesta. Pada masing-masing daerah tersebut mereka mengajarkan Dharmanya pada para makhluk dan menolong manusia mendapatkan pencerahan. Dalam sikap permenungannya para Dhyani Buddha melahirkan Dhyani Bodhisatwa sebagai berikut. Wairocana melahirkan Samantabhadra, Aksobhya melahirkan Wajrapani, Amighasiddha melahirkan Wiswapani, Ratnasambhawa melahirkan Ratnapani, dan Amithaba melahirkan Awalokiteswara atau Padmapani. Dhyani Bodhisatwa adalah pencipta alam bendawi, adapun alam bendawi saat ini adalah hasil ciptaan Awalokiteswara yang merupakan utusan Dhyani Buddha Amithaba. Dalam menyampaikan ajaran Dharma kepada manusia maka Dhyani Bodhisatwa memberikan pancaran energi kepada Manusi Buddha sebagai guru yang diutus oleh Dhyani Bodhisatwa yaitu Krakuccanda, Kanakamuni, Kasyapa Sakyamuni, dan Maitreya. Kesatuan tentang ajaran Buddha dengan banyak dewa tersebut didapatkan dalam ajaran Trikaya atau tiga tubuh Buddha yaitu Dharmakaya, Sambhogakaya, dan Nirmanakaya. Pada Candi Borobudur, Arca Dhyani Buddha ditempatkan pada pagar langkan I – IV sesuai dengan Dhyani Buddha penguasa penjuru arah. Adapun pada pagar langkan V ditempatkan arca Dhyani Buddha Wairocana mengahadap ke seluruh penjuru arah. Sedangkan Dhyani Buddha Vajrasatwa mengisi ruang pada 72 stupa teras pada lantai VIII-X. Keseluruhan jumlah arca Dhyani Buddha pada Candi Borobudur adalah seperti disampaikan pada tabel di bawah ini: Dari segi ikonometri, Dhyani Buddha yang digambarkan sebagai dewa tertinggi menggunakan ukuran Uttamadasatala seperti yang disebutkan dalam kitab Pratimanalaksanam. Dalam kitab tersebut arca Buddha mempunyai ukuran 120 angula. Sumber yang lain yaitu kitab Kriyasamuccaya menyebutkan bahwa ukuran arca Buddha 124 angula. Arca Singa Menurut kepercayaan Buddha, singa merupakan kendaraan sang Buddha ke nirwana. Singa merupakan simbol dari sang Buddha, yaitu Sidharta Gautama. Dia dikenal sebagai “Singa keluarga Sakya” karena singa adalah raja para binatang yang melambangkan kekuatan, keberanian, kemenangan serta kemampuan untuk melindungi para penganut agama Buddha. Candi Borobudur dilengkapi 32 arca singa sebagai penjaga pintu masuk di halaman maupun di pintu naik tangga pada keempat penjuru mata angin. Di India arca singa dianggap sebagai tokoh penjaga
14 BOROBUDURPEDIA pintu bangunan stupa, maka bersumber dari Silpa Prakasa dan candi-candi di India, arca singa pada Candi Borobudur pun berfungsi sebagai penjaga situs dan stupa. Bentuk pahatan berupa singa juga dijumpai sebagai elemen arsitektural pada kaki Candi Ngawen. Pada kaki Candi Ngawen, arca singa dipahatkan pada tiap sudut kaki candi dengan posisi berdiri setengah menerkam. Singa yang juga merupakan simbol penolak bala terhadap niat-niat buruk pada saat seseorang memasuki halaman utama maupun pada saat melakukan pemujaan di dalam candi. Arsip pemugaran Borobudur Adalah arsip yang terkait dengan pemugaran candi Borobudur. Arsip tersebut tersimpan di Balai Konservasi Borobudur. Ada 2 (dua) jenis arsip pemugaran Borobudur, yaitu arsip pemugaran pertama (1907 – 1911) dan arsip pemugaran kedua (1973 – 1983). Arsip pemugaran pertama terdiri dari 4 dokumen (buku), yaitu: 1. Beschrijving van BARABUDUR (BARABUDUR I), karangan N.J. Krom dan T. van Erp terbit pada tahun 1931. 2. Beschrijving van BARABUDUR (BARABUDUR II), karangan N.J. Krom dan T. van Erp terbit pada tahun 1931. 3. Beschrijving van BARABUDUR (BARABUDUR III), karangan N.J. Krom dan T. van Erp terbit pada tahun 1931. 4. Beschrijving Van BARABUDUR karangan N.J. Krom dan T. Van Erp terbit pada tahun 1931. Buku BARABUDUR I, BARABUDUR II dan BARABUDUR III berisi foto-foto kondisi Candi Borobudur sebelum dipugar dan kondisi Candi Borobudur setelah dipugar pada masa pemugaran pertama. Sedangkan buku Beschrijving Van BARABUDUR berisi informasi/tulisan mengenai buku BARABUDUR I, II, dan III. Sedangkan arsip pemugaran kedua terdiri beberapa jenis dokumen/gambar/kalkir/film/foto yang merupakan rekaman data peristiwa pada masa pemugaran kedua. Jenis-jenis arsip tersebut adalah: 1. Foto kegiatan pemugaran Candi Borobudur Dokumen foto pemugaran Candi Borobudur berjumlah 71.851 lembar, ukuran 3R, baik yang berwarna maupun hitam putih 2. Negatif Film Negatif film atau klise dokumentasi pemugaran kedua terdiri dari beberapa ukuran, yaitu 3,5 x 2,5 cm, 5 x 5 cm dan 8,5 x 6 cm. Jumlah keseluruhan negatif film adalah 65.741 lembar. 3. Positif Slide Positif film adalah negative film dengan ukuran gambar 2,5 x 3,5 cm yang berjumlah 13.512 keping. Positif film berisi obyek Candi Borobudur, proses pemugaran kedua, dan kegiatan-kegiatan selama proses pemugaran kedua. 4. Negatif Kaca Negatif kaca adalah produk awal dalam dunia fotografi (tahun 1870-an) sebelum ditemukan negatif film dari bahan seluloid. Negatif kaca berupa kaca persegi yang dipermukaannnya dilapisin gelatin. Arsip ini sangat penting bagi Balai Konservasi Borobudur karena di Indonesia hanya tiga tempat yang memiliki arsip serupa. Negatif kaca yang ada berukuran 9 x 12 cm, tebal 2 mm dan berjumlah 7.024 keping. 5. Film Seluloid 16 mm Balai Konservasi Borobudur juga memiliki beberapa arsip film bersejarah berupa rol film seluloid. Karena kondisi film seluloid tersebut, sampai saat ini belum bisa dibaca dan diketahui isi dari film seluloid tersebut. 6. Gambar dan Peta Kalkir Arca Singa Candi Borobudur
BOROBUDURPEDIA 15 Gambar dan peta kalkir yang ada di Balai Konservasi Borobudur berjumlah 6.043 lembar. Kondisi gambar dan peta kalkir dalam beragam bentuk. Besarnya kertas kalkir mulai dari A0 hingga ukuran A4, bahkan ada yang melebihi ukuran A0. 7. Dokumen buku Pelita Buku pelita adalah buku yang berisi laporan proyek pemugaran Borobudur kedua yang telah diterbitkan dalam 33 seri, mulai dari seri A hingga seri CC. Arsitek = Architect (Ing) Adalah salah satu orang yang telah menyelesaikan suatu program studi dalam membangun, mendesain, dan dilisensikan oleh negara sebagai arsitek. Arsitek yang mendesain Candi Borobudur sampai sekarang belum diketahui namanya, walaupun ada nama tokoh yang disebut Gunadarma yang dikenal sebagai arsitek Candi Borobudur. Namun pada kenyataannya, bukti bahwa Gunadarma merupakan perancang Candi Borobudur sampai sekarang belum ada. Arsitektur = Architecture (Ing) Kata ini berasal dari bahasa Yunani: arche dan tectoon (±550 tahun SM); arche berarti yang asli, yang utama, yang awal, yang sejati, yang prototipe; tectoon berarti tukang kayu, tukang bangunan, atau ahli bangunan; menunjukkan sesuatu yang berdiri kokoh, tidak roboh, stabil, dan dapat diandalkan; seni bangunan: bangunan dipandang dari sisi dan sudut pandang keindahan; bangunan jika dipandang dari sudut pandang rancang bangun disebut ilmu konstruksi; tetapi dalam praktiknya, keduanya tidak dapat dipisahkan dengan tegas; pada umumnya, bangunan mencakup keindahan secara keseluruhan sebagaimana unsur-unsur yang ada dalam rancang bangun; 1) seni atau ilmu bangunan, termasuk di dalamnya perencanaan, desain, konstruksi, dan penyelesaian dekorasinya; 2) sifat atau gaya dari bangunan; 3) proses dan pelaksanaan pembangunan gedung dan atau bangunan konstruksi; 4) bangunan; 5) sekumpulan bangunan; ruang tempat hidup manusia dengan bahagia (definisi konseptual); definisi tersebut mencakup pengertian secara luas, kata ruang meliputi semua ruang yang terjadi, baik buatan maupun karena proses alam (gua, pohon, dll); pada prinsipnya, arsitektur terdiri dari unsurunsur (tempat bernaung, berteduh, berlindung dari gangguan-gangguan), keindahan, dan kebahagiaan (sebagai unsur kenyamanan yang merasakan di dalamnya) berkaitan dengan jiwa/perasaan dan pancaindra seni dan ilmu (art dan science); suatu rancangan bangunan, baik berarti sempit (pondok) sampai dengan luas (lingkungan perkotaan), berupa lingkungan buatan yang indah, mengandung nilai artistik dilihat oleh indra penglihatan, dapat dirasakan nyaman oleh jiwa, dan konsepnya dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. Arsitektural = Architectural (Ing) Merupakan hal-hal yang berhubungan dengan seni bangunan. Perkembangan arsitektur Indonesia terbagi menjadi lima periode : 1. Arsitektur vernakular (tradisional) 2. Arsitektur klasik zaman Hindu-Buddha 3. Arsitektur zaman Islam 4. Arsitektur kolonial 5. Arsitektur kontemporer Candi Borobudur merupakan salah satu bentuk arsitektur klasik Indonesia, yaitu arsitektur periode Hindu-Buddha. Ciri khas arsitektur klasik Indonesia dilihat pada bangunan candi dan struktur menaranya. Candi Borobudur dibangun di atas bukit dengan bentuk piramida dengan stupa di bagian atasnya. Artefak Adalah semua benda yang diubah atau dibuat oleh manusia dari bahan-bahan alam untuk mendukung kehidupan manusia. Contoh artefak yang ditemukan di daerah Candi Borobudur misalnya stupika dan gerabah. Bagian-bagian Candi Borobudur juga termasuk artefak. Asam Jawa Merupakan tumbuhan yang terpahatkan pada relief Candi Borobudur dan ditanam pada halaman candi pada sisi Timur Laut dan Barat Laut. Asam Jawa memiliki nama ilmiah Tamaradus indica. Asam Jawa merupakan pohon yang diameternya dapat mencapai 1 - 2 meter, kulit batang berwarna coklat dan beralur ke arah vertikal serta tekstur permukaan kulit pecahpecah. Ukuran daun kecil-kecil, menyirip berselangseling. Buah berbentuk memanjang, daging buah berwana putih kehijauan ketika muda dan berubah menjadi merah kecoklatan atau hitam ketika masak.
16 BOROBUDURPEDIA Rasa buahnya sangat asam dan sedikit manis. Dalam satu buah terdapat beberapa biji yang berwarna coklat berkulit keras. Asam Sitrat Adalah larutan yang mempunyai sifat asam lemah, biasanya digunakan untuk kegiatan perawatan benda-benda logam seperti menghilangkan korosi besi. Asam sitrat merupakan salah satu bahan yang diujicobakan untuk membersihkan endapan garam yang menempel pada permukaan batuan dinding Candi Borobudur. Asap Cair Merupakan asam cuka (veenegar) yang diperoleh melalui proses pirolisis bahan yang mengandung selulosa, hemiselulosa, dan lignin pada suhu 400°C selama 90 menit, kemudian diikuti proses kondensasi dalam kondensor pendingin. Asap cair tempurung kelapa memiliki kandungan senyawa fenol 4,13%, asam 10,2%, dan karbonil 11,3%. Kandungan tersebut diketahui dapat berfungsi sebagai bahan antimikroorganisme dan antirayap. Asap cair merupakan bahan kimia hasil destilasi asap hasil pembakaran yang mampu menjadi desinfektan sehingga bahan makanan dapat bertahan lama tanpa membahayakan konsumen. Pemanfaatan limbah kayu sebagai asap cair telah mendapat perhatian belakangan ini. Pada umumnya diperoleh secara pirolisis. Pada proses pirolisis terjadi dekomposisi dari senyawa selulosa, hemi selulosa dan lignin. Asap mengandung beberapa zat antimikroba, antara lain: 1. Asam dan turunannya: format, asetat, butirat, propionate, metal ester 2. Alkohol: metil, etil, propil, alkil, dan isobutyl alcohol 3. Aldehid: formaldehid, asetaldehid, furfural, dan metil furfural 4. Hidrokarbon: silene, kumene, dan sumene 5. Keton: aseton, metil etil keton, metil propil keton, dan etil propil keton 6. Fenol 7. Piridin dan metil piridin Mutu dan kualitas asap yang dihasilkan tergantung dari jenis kayu, kadar air dan suhu pembakaran yang digunakan dalam proses pengasapan. Untuk mendapatkan mutu dan volume asap sesuai yang diharapkan digunakan jenis kayu keras (non-resinous) seperti tempurung kelapa. Bila menggunakan kayu yang lunak (resinous), asap yang dihasilkan banyak mengandung senyawa dan bau yang tidak diharapkan. Oleh karena itu, asap cair kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk konservasi cagar budaya berbahan kayu dengan adanya kandungan di atas. Asongan Adalah sebutan untuk pedagang yang berpindahpindah tidak menetap. Di kawasan objek wisata Candi Borobudur dijumpai ratusan pedagang asongan yang menjajakan cinderamata, minuman, atapun makanan. ASTM Adalah singkatan dari American Society of Testing and Materials. Astronomi Adalah ilmu yang mempelajari tentang bendabenda langit seperti planet, bintang, meteor dan sebagainya. Sejumlah relief di Candi Borobudur juga menunjukkan kemampuan nenek moyang bangsa Indonesia dalam penguasaan ilmu perbintangan. Salah satunya adalah relief yang berada di pagar langkan lorong 4 sisi utara Candi Borobudur. Dari relief tersebut terlihat 7 bulatan kecil yang diapit oleh lingkaran besar yang diduga adalah matahari dan bulan sabit yang merupakan simbol bulan. 7 bulatan Autoclave
BOROBUDURPEDIA 17 Alat autotitrator di Balai Konservasi Borobudur tersebut diduga adalah adalah rasi bintang Ursa Mayor yang dapat dilihat dari Bumi. Rasi bintang Ursa Mayor ini merupakan penanda arah utara. Autoclave Merupakan salah satu alat yang digunakan untuk sterilisasi medium percobaan di laboratorium Balai Konservasi Borobudur. Sistem kerja alat tersebut menggunakan uap air bertekanan. Saat ini alat tersebut sudah dioperasikan secara digital. Autolevel Merupakan alat utama dalam melakukan leveling survey yang berfungsi untuk menentukan jarak horizontal maupun vertikal suatu titik (stasiun). Agar alat ini dapat digunakan dengan baik, maka diperlukan juga tripod, yang berfungsi untuk mendudukkan autolevel tersebut serta sebuah rod titik/stasiun yang berfungsi sebagai sasaran yang akan diteropong/ dikaji jarak horizontal maupun jarak vertikalnya. Alat AWS (atas) dan Stasiun Klimatologi (bawah) ke unit pengumpulan data pada komputer. Masingmasing parameter cuaca dapat ditampilkan melalui LED (Light Emiting Diode) Display, sehingga para pengguna dapat mengamati cuaca saat itu (presence weather) dengan mudah. Di ruang lobi Kantor Balai Konservasi Borobudur dipasang alat AWS milik BMKG Semarang yang digunakan untuk memonitor cuaca di Kawasan Borobudur. Autotitrator Adalah alat yang mampu melakukan hampir semua analisis titrasi volumetri seperti asidi alkali, argentometri, kompleksiometri, dan reaksi redoks secara otomatis menggunakan pengontrol berupa mikroprosesor. Prinsip dari autotitrator menggunakan prinsip potensiometri, pengukuran berdasarkan Automatic Weather Station Merupakan suatu peralatan atau sistem terpadu yang didesain untuk mengumpulkan data cuaca secara otomatis serta diproses agar pengamatan menjadi lebih mudah. AWS dilengkapi dengan sensor, RTU (Remote Terminal Unit), komputer, unit LED Display dan bagian-bagian lainnya. Sensor-sensor yang digunakan meliputi sensor temperatur, arah dan kecepatan angin, kelembaban, presipitasi, tekanan udara, pyranometer, net radiometer. RTU (Remote Terminal Unit) terdiri atas data logger dan backup power, yang berfungsi sebagai terminal pengumpulan data cuaca dari sensor tersebut dan ditransmisikan
18 BOROBUDURPEDIA potensial sel elektrokimia secara otomatis oleh sebuah alat mulai dari penetesan titran, pengaduk dan penentuan titik akhir titrasi termasuk juga perhitungan akhir kadar unsur dalam sampel. Laboratorium Balai Konservasi Borobudur memiliki alat autotritator untuk mempercepat proses analisis suatu analit dan diperoleh hasil yang tepat dibandingkan dengan metode titrasi konvensional yang menggunakan bantuan indikator dalam menentukan titik akhir titrasi yang ditandai dengan perubahan warna analit. Autotitrator merupakan pengembangan alat yang digunakan untuk memperoleh hasil pengujian yang cepat dan lebih akurat dalam kegiatan pelestarian Candi Borobudur dan cagar budaya lainnya. Ayakan bertingkat adalah alat yang dipakai untuk mengelompokkan butiran, yang akan dipisahkan menjadi beberapa kelompok. Dengan demikian dapat dipisahkan anatara partikel lolos ayakan dan yang tertinggal di ayakan. Ukuran butiran tertentu yang masih dapat melintasi ayakan dinyatakan sebagai butiran batas. Ayakan bertingkat yang dimiliki Balai Konservasi Borobudur memiliki 8 tingkat ukuran masing-masing 4 mm, 2 mm, 1 mm, 0,5 mm, 0,25 mm, 0,125 mm, 0,063 mm, 0,045 mm. Ayakan bertingkat ini biasa dipakai untuk memisahkan butiran pasir untuk pembuatan mortar maupun untuk mengetahui persebaran ukuran butir tanah.
BOROBUDURPEDIA 19 serta pelapukan lebih lanjut. Bahan konservan sebelum digunakan pada batuan Candi Borobudur terlebih dahulu dilakukan pengujian di laboratorium dan di lapangan untuk mengetahui efektivitas dan pengaruhnya terhadap material batuan candi dan benda cagar budaya lainnya. Bahan Tambahan Adalah suatu bahan berupa bubukan atau cairan, yang dibubuhkan kedalam campuran beton selama pengadukan dalam jumlah tertentu untuk merubah beberapa sifatnya. Bahan Water Proofing (Kedap Air) Adalah bahan yang termasuk ke dalam polimer thermosetting yang biasanya ditambah tar agar dapat menahan tekanan dan desakan. Bahan ini digunakan pada batuan Candi Borobudur dan Candi Mendut untuk menolak air. Sebagai contoh Araldite TAR yang dapat digunakan untuk lapisan kedap air. Araldite tar terdiri dari dua komponen, yaitu resin dan hardener yang percampurannya dengan perbandingan 1:1 pbv. Contoh bahan lain adalah Sikatop Seal 107. Bahan ini terdiri dari dua komponen; komponen A berupa cairan berwarna putih menyerupai latek dan komponen B berupa serbuk berwarna hijau keabu-abuan menyerupai semen PC. Untuk aplikasinya, kedua komponen tersebut dicampur dengan perbandingan 1:2 (berdasarkan volume) dan perbandingan 1:4 (berdasarkan berat). Baji Adalah kayu seukuran usuk dipotong miring untuk mengatur ketinggian batu yang akan dipasang. Alat ini biasa digunakan saat dilakukan pekerjaan perbaikan seperti penanganan kebocoran di Candi Borobudur. Bakteri Adalah organisme yang berukuran sangat kecil (microorganism), yang tidak memiliki membram sel. Untuk melihat morfologi mikroorganisme ini diperlukan mikroskop. Bakteri dikelompokan sebagai organisme prokariotik karena mikroorganisme ini tidak memiliki membram sel. Bakteri juga menjadi salah satu organisme yang menyebabkan pelapukan pada batuan. B Babad Mataram Adalah babad pada masa kerajaan Mataram Islam. Menurut Babad Mataram di tahun 1758 ada seorang pangeran dari Yogyakarta, Monconagoro, berkunjung ke Borobudur berupa ”arca terkurung dalam sangkar”, yang dapat ditafsirkan sebagai arca yang terdapat di Candi Borobudur. Sekalipun dilarang, pangeran yang memaksakan berkunjung ke Candi Borobudur itu mendadak jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia (Mundardjito, 2011). Babad Tanah Jawi Merupakan karya sastra sejarah dalam bentuk tembang Jawa. Sebagai babad/babon/buku besar dengan pusat kerajaan zaman Mataram, buku ini tidak pernah lepas dalam setiap kajian mengenai hal hal yang terjadi di tanah Jawa. Dalam Babad Tanah Jawi, disebutkan adanya ‘Redi Borobudur’ sebagai tempat ditangkapnya Mas Dana yang memberontak tahun 1709 kepada Raja Mataram, Pakubuwono I. Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Merupakan Lembaga Pemerintah Non Departemen yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang Meteorologi, Klimatologi, Kualitas Udara dan Geofisika sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Beberapa kondisi yang dipantau antara lain menyelidiki dan mencatat keadaan udara seperti suhu udara, temperatur udara, tekanan udara, keadaan awan, dan curah hujan. BMKG memiliki stasiunstasiun pengamatan cuaca yang tersebar di berbagai tempat di Indonesia. Salah satu stasiun pengamatan cuaca tersebut ditempatkan di halaman kantor Balai Konservasi Borobudur dengan tujuan untuk memantau kondisi cuaca di sekitar Candi Borobudur. Data dari stasiun pengamatan cuaca ini salah satunya dimanfaatkan untuk pelestarian Candi Borobudur. Bahan Konservan Adalah bahan yang digunakan untuk memelihara dan mengawetkan benda cagar budaya dalam rangka mencegah dan menghambat kerusakan
20 BOROBUDURPEDIA Bak Kontrol Merupakan bak berlubang lengkap dengan tutup di atasnya yang umumnya perlu ditempatkan pada saluran drainase. Selain itu bak kontrol juga perlu ditempatkan jika ada perubahan ukuran saluran dan perubahan kemiringan saluran. Bak kontrol terdapat pada saluran drainase Candi Borobudur. Fungsi dari bak kontrol ini adalah untuk mempermudah perawatan dan mencegah terjadinya sumbatan pada saluran drainase. Selain itu jika terdapat endapan kotoran, akan dapat dikontrol dan dibersihkan dengan mudah. Balai Kata balai dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti tempat atau kantor. Balai Konservasi Borobudur adalah kantor pemerintah eselon tiga yang memiliki tugas pokok dan fungsi melaksanakan kajian pengembangan metode dan teknik konservasi cagar budaya di Indonesia serta melaksanakan pelestarian Candi Borobudur, Mendut dan Pawon. Balok adalah elemen struktur linier horisontal yang akan melendut akibat beban transversal. Balok lintel Adalah adalah balok pengikat diatas kusen pintu atau jendela yang digunakan pada dinding pasangan baik dengan atau tanpa kolom. Pada bangunan Candi Borobudur susunan batu yang berfungsi sebagai balok lintel ini terpasang pada bagian gapura Balok spandrel Adalah balok yang mendukung dinding luar bangunan yang dalam beberapa hal dapat juga menahan sebagian beban lantai. Bambu Merupakan salah tumbuhan terpahatkan pada relief Candi Borobudur (Siswanto, 1999). Bambu juga ditanam pada zona 1 Candi Borobudur sebagai realisasi dari tumbuhan yang terpahatkan pada relief candi. Adapun jenis bambu yang ditanam pada zona 1 Candi Borobudur adalah bambu hias, kuning, jawa, kodok, wulung dan bambu ampel. Bambu adalah tanaman jenis rumput-rumputan dengan rongga dan ruas pada batangnya. Bambu memiliki banyak tipe. Di dunia ini bambu merupakan salah satu tanaman dengan pertumbuhan paling cepat. Karena memiliki sistem rhizoma-dependen unik, dalam sehari bambu dapat tumbuh sepanjang 60 cm bahkan lebih, tergantung pada kondisi tanah dan klimatologi lingkungannya. Bagian pangkal akar rimpang bambu lebih sempit daripada bagian ujung dan setiap ruas memiliki kuncup dan akar. Kuncup pada akar berkembang menjadi rebung atau tunas yang kemudian memanjat dan akhirnya menghasilkan buluh. Bantalan dinding Adalah sebuah dinding yang apapun mendukung beban vertikal selain beratnya sendiri. Barsteel Adalah rangkaian tulangan. Basa Adalah istilah untuk senyawa yang secara kimia cenderung menyumbangkan sepasang elektron untuk digunakan bersama-sama dan cenderung menerima proton. Kelompok senyawa ini merupakan pasangan dari asam (memiliki sifat kebalikan). Skala pengukuran Gambar balok lintel pada gapura Candi Borobudur tingkat asam-basa (pH) pada larutan adalah 0 - 14,
BOROBUDURPEDIA 21 di mana larutan dikatakan bersifat basa jika pHnya lebih dari 7. Tingkat kebasaan yang tinggi pada larutan disebabkan oleh adanya basa kuat dalam larutan, umumnya basa kuat merupakan senyawa hidroksida antara lain NaOH, KOH, Ca(OH)² dan lainlain. Senyawa tersebut dalam air akan terionisasi menghasilkan ion OH- yang menyebabkan pH menjadi meningkat. Larutan basa dapat bereaksi dengan senyawa silika sehingga pada kadar tinggi dapat melapukkan batu andesit yang kaya silika. Oleh karena itu larutnya senyawa-senyawa basa dalam air yang mengalir pada batu-batu Candi sangat dihindari. Di Candi Borobudur potensi larutnya senyawa basa bisa berasal dari beton yang ada dalam struktur candi, sehingga fungsi lapisan kedap air menjadi sangat penting untuk mencegah. Base Transceiver Station (BTS) Adalah sebuah infrastruktur telekomunikasi yang memfasilitasi komunikasi nirkabel antara piranti komunikasi dan jaringan operator. Piranti komunikasi penerima sinyal BTS bisa telepon, telepon seluler, jaringan nirkabel sementara operator jaringan yaitu GSM, CDMA, atau platform TDMA. Menara telekomunikasi yang berada di sekitar Candi Borobudur yang mengganggu visualisasi dari atas candi merusak integritas visual lansekap Satuan Ruang Geografis Borobudur yang berada di Zona III, Zona IV, dan Zona V. Bata Adalah tanah liat bakar yang digunakan sebagai bahan bangunan, umumnya berbentuk segi empat dan digolongkan sebagai keramik. Di situs sekitar Kawasan Borobudur beberapa ada yang menggunakan bahan bata. Batang Adalah bagian utama tumbuhan yang ada di atas tanah dan mendukung bagian-bagian lain dari tumbuhan, yakni daun, bunga dan buah. Batang memiliki ruas dan antar ruas. Pada ruas akan muncul bunga atau tunas daun. Pada umumnya, bentuk penampang melintang batang dibedakan menjadi tiga, yaitu: bulat, persegi, dan pipih. Batang tumbuhan yang berbentuk bulat, misalnya pada tumbuhan bambu dan kelapa. Batang yang berbentuk segi empat, misalnya pada tumbuhan iler dan markisa. Batang yang segitiga, misalnya pada tumbuhan rumput teki. Batang yang berbentuk pipih, misalnya pada tumbuhan kaktus. Tumbuhan yang ditanam di sekitar Candi Borobudur umumnya memiliki batang berbentuk bulat. Batang L = spreader Adalah alat yang berfungsi untuk menyebarkan cairan dipermukaan medium agar, supaya bakteri yang tersuspensi dalam cairan tersebut tersebar merata. Batang L digunakan untuk meratakan medium agar yang tersuspensi dalam cairan pada proses pembiakan bakteri maupun jamur pada batu Candi Borobudur maupun cagar budaya lainnya dalam skala laboratorium Batas Atterberg Adalah besaran kadar air (%) untuk menandai kondisi konsistensi tanah yakni terdiri dari batas cair (Liquid Limit / LL), bata plastis (Plastic Limit/ PL) maupun batas susut (shrinkage Limit). Batas Cair Adalah besaran kadar air tanah uji (%) dimana dilakukan ketukan sebanyak 25 kali menyebabkan alur tanah pada cawan Cassangrade berimpit 1.25 cm (1/2 inch). Batas Plastis Adalah besaran kadar air tanah sehingga saat dilakukan pilinan pada contoh tanah hingga Ø 3 mm mulai terjadi retakan dan tidak putus. Batching Plant Adalah lokasi / tempat pengadukan. Batu Adalah benda padat yang terbuat secara alami dari mineral dan atau mineraloid. Lapisan luar padat bumi, litosfer, terbuat dari batu. Dalam batuan umumnya adalah tiga jenis, yaitu batuan beku, sedimen, dan metamorf. Batu van Erp Adalah batu baru yang dipasang di Candi Borobudur pada saat dilakukan pemugaran pertama yang dipimpin oleh Theodore van Erp pada tahun 1907- 1911. Batu tersebut bukan batu asli dari periode pembangunan Candi Borobudur, namun ditambahkan
22 BOROBUDURPEDIA pada periode pemugaran pertama tersebut. Tujuan penambahan batu baru ini adalah untuk dapat mengembalikan kondisi struktural dan arsitektural candi, dan memungkinkan batu asli dapat terpasang kembali. Pada beberapa bagian candi, seperti gapura, pagar langkan, atau stupa, batu asli yang ada kurang lengkap dan bagian itu hanya bisa berdiri jika ada tambahan beberapa batu baru. Batu van Erp dipasang dalam kondisi yang polos tanpa motif ukir untuk membedakan dengan batu asli. Batu van Erp dapat dikenali pada saat ini dengan kondisi pahatannya yang tidak halus. Batuan Adalah massa materi mineral, baik yang kompak keras maupun yang tidak, yang membentuk bagian kerak bumi. Batuan dapat terdiri dari satu macam mineral atau kumpulan berbagai macam mineral. Berdasarkan cara terbentknya di alam, batuan dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf. Batu penyusun Candi Borobudur merupakan jenis batuan beku. Batuan Beku Adalah batuan yang terbentuk langsung dari pembekuan magma. Magma adalah zat cair-liat-pijar yang merupakan senyawa silikat dan ada dibawah kondisi tekanan dan suhu tinggi di dalam tubuh bumi. Batuan beku yang menyusun Candi Bodobudur berjenis andesit. Batuan Beku Intermediet Adalah batuan beku yang memiliki kandungan silika 52-66%. Andesit yang merupakan batu penyusun Candi Borobudur merupakan batuan beku intermediet. Batu Andesit Adalah salah satu jenis Batuan Beku yang terbentuk dari proses pembekuan lelehan lava gunung merapi yang meletus. Lelehan Lava ini akan membeku ketika temperatur lava turun hingga 900 – 110°. Batu andesit merupakan tipikal batu penyusun Candi Borobudur Batu Asli Adalah batu andesit yang digunakan sebagai batu penyusun struktur candi oleh para pendukung budaya Candi Borobudur sekitar abad VIII – X M. Termasuk ke dalam batu asli adalah batu kulit dan batu isian pada struktur Candi Borobudur. Batu tersebut merupakan batu alam hasil aktivitas vulkanisme di ruang dan waktu kerajaan Mataram Kuna Periode Jawa Tengah. Pada kondisi di lapangan batu asli mempunyai motif, pola pahatan, dan karakter fisik yang mempunyai makna dalam merekonstruksi budaya seni bangun candi pada masa lalu. Batu asli pada struktur Candi Borobudur merupakan hasil interpretasi nenek moyang kita terhadap konsep pembangunan candi pada kita silpasastra, vastusastra, maupun nitisastra termasuk didalamnya kondisi alam di sekitar candi. Bentuk ornamen arsitektural pada candi baik di antaranya relief cerita, relief dekoratif, stupa, jaladwara, ghana, kala, makara, dll adalah simbol dari konsep keagaman pada sebuah candi. Pada pemugaran bangunan maupun struktur percandian, batu asli merupakan elemen utama yang menjadikan pertimbangan layak tidaknya candi tersebut dipugar. Hal ini tentu saja harus diperkuat dengan konsep pemugaran yang berpedoman pada prinsip keaslian bahan, bentuk, teknik pengerjaan, pola dan tata letak. Batu Lepas Adalah batu penyusun struktur candi yang belum dapat ditentukan pasangan maupun posisi aslinya pada struktur candi. Berdasarkan kondisi tersebut maka batu lepas tidak dipasang pada struktur candi. Namun demikian batu lepas yang sudah dinyatakan sebagai bagian struktur Candi Borobudur diperlakukan seperti halnya penanganan konservasi pada struktur Candi Borobudur. Batu lepas yang belum dapat terpasang pada struktur Candi Borobudur kesemuanya berjumlah 11.255 buah. Kesemua batu Batu andesit penyusun Candi Borobudur
BOROBUDURPEDIA 23 tersebut saat ini disimpan pada Museum Borobudur yang berada pada sisi Utara tidak jauh dari tangga Utara Candi Borobudur. Batu lepas yang telah diidentifikasi tersebut kesemuanya merupakan batu penyusun struktur Candi Borobudur di antaranya kala, makara, stupa pagar langkan, keben, anatomi relung arca, anatomi pagar langkan, bagian relief cerita, bagian dari relief dekoratif, bagian profil kaki candi, dan batu penyusun chattra. Beban Adalah suatu gaya yang bekerja dari luar. Ilustrasi Analisis penyebaran beban yang terjadi pada Candi Borobudur pada gambar dibawah : Gambar penyebaran beban pada Candi Borobudur Beban Gempa Nominal Rencana Adalah beban gempa nominal statik ekuivalen yang bekerja pada komponen nonstruktural pada pusat massanya dengan arah yang paling berbahaya. Beban Hidup Adalah semua beban yang terjadi akibat pemakaian dan penghunian suatu bangunan, termasuk bebanbeban pada lantai yang berasal dari pada atap. Beban Mati Adalah berat semua bagian dari suatu bangunan yang bersifat tetap, termasuk segala beban tambahan, merupakan bagian yang tak terpisahkan dari bangunan tersebut. Beban permukaan Adalah debit air yang diolah persatuan luas permukaan (SNI 6774:2008). Bedrock Adalah sebuah lapisan bawah permukaan bumi yang cocok untuk mendukung struktur. Bejana Adalah wadah yang berfungsi sebagai tempat menyimpan atau menampung sesuatu. Bejana umumnya berbentuk silinder, lingkar mulutnya sama atau mendekati sama dengan lingkar bagian dasar, benda berongga yang dapat diisi dengan cairan atau serbuk dan digunakan sebagai wadah; bak (tempat air); tabung; bajan; jambang. Pada relief Candi Borobudur banyak tergambarkan wadah dengan bentuk bejana. Bendraat Adalah kawat pengikat tulangan dalam bahasa Belanda. Bengkel Kerja Adalah tempat melakukan aktivitas persiapan maupun tahapan konservasi Candi Borobudur. Bengkel kerja juga merupakan tempat untuk menyimpan peralatan dan perlengkapan yang digunakan sehari-hari untuk melakukan penanganan konservasi rutin maupun konservasi khusus pada struktur candi. Peralatan dan sarana penanggulangan dampak bencana pada struktur candi juga disimpan dan dipersiapkan penggunaannya di bengkel kerja. Pada dasarnya bengkel kerja juga merupakan tempat transit petugas konservasi sebelum melakukan penanganan konservasi. Selain sebagai sarana dan prasaran penunjang dalam melakukan konservasi Candi Borobudur bengkel kerja juga dapat berfungsi sebagai sarana informasi kegiatan konservasi yang sehari-harinya dilakukan pada struktur candi. Beberapa peralatan dan perlengkapan yang dijumpai pada bengkel kerja di antaranya, alat gergaji batu, alat listrik, perlengkapan pembersihan kering, perlengkapan pembersihan basah menggunakan water pressure, skafolding, batu isian yang dikumpulkan dari sekeliling candi, kover penutup stupa dan lantai candi, dan lain-lain. Bentang alam Adalah panorama alam yang disusun oleh elemenelemen geomorfologi dalam dimensi yang lebih luas dari lereng; pemandangan alam atau daerah dengan aneka ragam bentuk-bentuk permukaan bumi yang terhampar di atasnya, seperti pegunungan, gunung, perbukitan, lembah, hutan, daratan dan sebagainya sekaligus terlihat merupakan suatu kesatuan. Bentang alam Candi Borobudur yaitu terletak di dataran Kedu yang dikelilingi oleh pegunungan yaitu Gunung Merapi dan Merbabu di sebelah timur, Gunung Sindoro dan Sumbing di sebelah barat, pegunungan Menoreh di
24 BOROBUDURPEDIA sebelah selatan serta terdapat dua sungai besar yang mengalir di dekatnya yaitu Sungai Progo dan Sungai Elo. Bentang Lahan Adalah bentangan permukaan bumi dengan seluruh fenomenanya, yang mencakup bentuk lahan, tanah, vegetasi, dan atribut-atribut, yang dipengaruhi oleh aktivitas manusia. Status Candi Borobudur sebagai Warisan Budaya Dunia, dengan pengaturan pengendalian tata ruang berdasarkan Perpres KSN dalam rangka melindungi bentang lahan dari dan ke Candi Borobudur berupa persawahan atau perkebunan (lahan hijau). Bentuk lahan Adalah enampakan permukaan bumi yang terjadi akibat genesis tertentu, sehingga menimbulkan bentuk khas, yang mencirikan beberapa sifat fisil material akibat dari proses alami yang dominan dan dapat pula dikaitkan dengan struktur tertentu dalam perkembangannya. Bentuk lahan Candi Borobudur adalah bukit yang memiliki ketinggian kurang lebih 15 m dan dikelilingi oleh dataran. Berat isi kering oven Adalah berat seperti yang ditentukan dalam pasal 8.3. tentang pengukuran berat isi kering oven, dicapai oleh beton ringan struktural setelah dimasukkan dalam oven pengering pada 110° C ± 5o C selama periode waktu cukup sampai berat konstan tercapai (Revisi SNI 03-3402-1994). Berat jenis Adalah adalah perbandingan antara berat dari satuan volume dari suatu material terhadap berat air dengan volume yang sama pada temperatur yang ditentukan. Nilai-nilainya adalah tanpa dimensi (SNI 1970:2008). Beringin Adalah salah satu pohon yang terpahatkan pada relief Candi Borobudur. Pohon ini juga terdapat pada zona 1, sisi Barat Daya. Nama ilmiahnya adalah Ficus benyamina. Beringin adalah tumbuhan jenis pohon besar memiliki tajuk yang sangat rindang, memiliki sulur dan akar yang menjalar kemana-mana. Beringin dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 20 - 25 meter. Berakar tunggang, batang berbentuk bulat dan tegak, pada bagian batang akan tumbuh akar gantung yang berfungsi untuk respirasi, percabangan simpodial. Daun berbentuk oval, pangkal daun tumpul pada bagian tepi merata dan halus. Bunga tunggal berbentuk silindris, kelopak bunga berbentuk seperti corong, bunga muncul dari ketiak daun. Buah beringin berbentuk bulat kecil dengan diameter 0,5 - 1 cm, ketika muda berwarna hijau setelah tua berubah menjadi merah. Biji berbentuk bulat keras dan berwana putih. Beton Adalah suatu material komposit yang terdiri dari campuran beberapa bahan batu-batuan yang direkatkan oleh bahan-ikat, yaitu dibentuk dari agregat campuran (halus dan kasar) dan ditambah dengan pasta semen (semen +air) sebagai bahan pengikat. Material komposit diaplikasikan untuk perkuatan struktur lantai Candi Borobudur yang dibuat pada masa pemugaran kedua (1973-1983). Proses pembuatan beton pada pemugaran tahap II Gambar kerja letak beton pada Candi Borobudur
BOROBUDURPEDIA 25 Proses pembuatan beton bertulang pada pemugaran tahap II Pada pemugaran kedua Candi Borobudur, dilakukan perkuatan konstruksi dengan memasang pelat beton (concrete slab) di bagian bawah kelima lantai lorong lantai lorong candi yang strukturnya menyatu dengan bangunan candi sehingga tidak tampak dari luar. Pemasangan pelat beton ini bertujuan untuk memperkuat titik-titik lemah di dalam tumpukan batu, meratakan beban yang tidak sama, dan penanggulangan terhadap kapilarisasi air. Beton agregat ringan Adalah beton yang dibuat dengan menggunakan agregat ringan (Revisi SNI 03-3402-1994) Beton Bertulang Adalah beton yang diperkuat dengan tulangan, didesain sebagai dua material berbeda yang dapat bekerja bersama untuk menahan gaya yang bekerja padanya. Perkuatan struktur lantai pada pemugaran kedua (1973-1983) oleh Pemerintah Indonesia dan UNESCO dilakukan dengan membuat beton bertulang ini pada masing-masing lantai. Beton Precast Adalah beton yang dicor di tempat yang berbeda dengan site, biasanya di tempat yang berdekatan dengan lokasi situs. Beton ringan struktural Adalah beton yang memakai agregat ringan atau campuran agregat kasar ringan dan pasir alam sebagai pengganti agregat ringan halus ringan dengan ketentuan tidak boleh melampaui berat maksimum beton 1840 kg/m³ dan harus memenuhi ketentuan kuat tekan dan kuat tarik belah beton ringan untuk tujuan struktural. Beton struktural Adalah beton yang digunakan untuk menahan beban atau untuk membentuk suatu bagian integral dari suatu struktur. Fungsinya berlawanan dengan beton insulasi (insulating concrete). Bhadracari Bagian penutup dari cerita Gandawyuha, dengan menampilkan sumpah Sudhana untuk menjadikan Bodhisattwa Samantrabhadra sebagai contoh hidupnya. Bhiksu Pendeta agama Buddha laki-laki yang telah ditahbiskan dalam lingkungan biara Buddhis atau rohaniawan agama Buddha. Sedangkan Bhiksuni adalah sebutan pendeta agama Buddha perempuan. Bhismottarairghosa Nama seorang pendeta yang ditemui Sudhana di dalam relief Borobudur. Bhumisparsamudra Adalah sikap tangan (mudra) Dhyani Buddha Aksobhya yang berkuasa di sebelah Timur. Sikap tangannya memanggil bumi sebagai saksi waktu Buddha digoda oleh Mara di bawah pohon bodhi. Dhyani Buddha Aksobhya merupakan arca yang berada di sisi Timur pada relung pagar langkan tingkat I hingga IV. Beton Cast-in-place Adalah beton yang dicor langsung pada posisi dimana dia ditempatkan. Disebut juga beton cast-in situ. Beton Polos Adalah beton tanpa tulangan atau mempunyai tulangan tetapi kurang dari ketentuan minimum.
26 BOROBUDURPEDIA Bhurloka Adalah tingkat bawah dari halaman bangunan candi yang melukiskan tingkat hidup manusia masih dalam kegelapan. Penggambaran kondisi kehidupan manusia masih dalam tingkat kegelapan terdapat pada relief di kaki Candi Borobudur, yaitu pada relief Karmawibhangga. Bhuvarloka Adalah tingkat kedua (madya) dari halaman suatu bangunan candi yang merupakan lambang tingkat hidup manusia di dunia ini. Biara Adalah bangunan tempat tinggal para biksu. Bimbingan Teknis = Bimtek Adalah kegiatan yang diperuntukkan untuk memberikan materi pelajaran, bantuan, latihan dan tuntunan untuk menyelesaikan persoalan/ masalah yang bersifat teknis. Dalam hal pemugaran dan konservasi suatu cagar budaya juga diperlukan bimbingan teknis. Di Balai Konservasi Borobudur diselenggarakan Bimbingan Teknis untuk tenaga konservasi dan pemugaran candi maupun cagar budaya lainnya. Binder Adalah bahan pengikat dalam campuran mortar contoh kapur, tanah liat (clay), semen dan lain-lain. Jenis binder yang digunakan dalam mortar van Erp pada undag dan teras Candi Borobudur adalah kapur. Bingkai Merupakan pembatas yang digunakan untuk membedakan suatu bidang permukaan dengan bidang permukaan lain, atau rangka yang dipasang mengelilingi suatu benda dan berfungsi sebagai penguat. Bingkai dapat berupa susunan kayu atau batu, bisa pula merupakan pahatan, goresan, atau garis yang membatasi suatu permukaan. Pada bangunan candi, pengertian bingkai dapat dihubungkan dengan bentuk batu-batu atau bata yang tersusun menjadi bagian kaki. Setiap bingkai dapat memiliki bentuk berbeda dalam susunan itu sehingga secara keseluruhan akan membentuk profil kaki candi Biodeteriogen Adalah organisme yang dapat menyebabkan perubahan material cagar budaya yang tidak diinginkan. Prosesnya disebut dengan biodeteriorasi. Biodeteriogen dapat berupa algae, lichens, lumut, jamur, dan tanaman tingkat tinggi. Biodeteriogen dapat menyebabkan kerusakan baik secara mekanikal maupun struktural. Kerusakan mekanikal dan struktural biasanya disebabkan oleh adanya penetrasi akar dari tanaman. Sedangkan mikroorganisme seperti algae dan lumut dapat menyebabkan terjadinya perubahan warna (diskolorisasi). Biodeteriorasi batuan dapat dikategorikan menjadi tiga bagian, yaitu biofisik, biokemikal, dan kerusakan estetis. Ketiga proses tersebut dapat berlangsung terpisah maupun berkelanjutan tergantung pada komposisi batuan, kondisi lingkungan, dan biodeteriogen sendiri. Deteriorasi biofisik batuan terjadi akibat adanya tekanan pada daerah permukaan batuan yang disebabkan oleh pertumbuhan atau pergerakan bagian organisme pada batu, seperti hifa dan system perakaran. Hifa dan sistem perakaran menekan masuk ke dalam batuan melalui celah yang sudah terbentuk (crack), menyebabkan permukaan batuan stres dan akhirnya menimbulkan kerusakan fisik, seperti terjadinya fragmentasi batuan candi. Deteriorasi biokemikal dihasilkan karena adanya proses asimilasi. Organisme mengambil dan menggunakan nutrisi pada permukaan batuan dan selanjutnya organisme menghasilkan metabolit yang dapat bereaksi dengan permukaan batuan secara kimiawi. Deteriorasi estetis disebabkan karena adanya pertumbuhan populasi biologis di permukaan batuan yang dapat merubah warna permukaan batuan. Seperti adanya pembentukan patina algae pada permukaan batuan sehingga menyebabkan permukaan berubah warna dari abu-abu menjadi hijau pekat. Biofilm Adalah komunitas mikroorganisme yang berada dalam substrat EPS (Extracellular Polymeric Substances) dan menempel batuan cagar budaya. Matriks EPS berfungsi untuk menempelkan (anchoring) dan melindungi agregat mikroorganisme, memiliki kandungan dominan molekul gula anionic, pigmen, protein, asam nukleat, lipid, debris sel mati, air,
BOROBUDURPEDIA 27 dan partikel udara. Biofilm dapat berfungsi sebagai pelindung bagi mikroorganisme dikarenakan EPS yang terdapat pada biofilm membentuk batasan (physical barrier) sehingga tidak sembarang senyawa dapat masuk ke dalam komunitas mikroorganisme, seperti senyawa antimikroba. Batasan fisik ini juga melindungi mikroorganisme dari sinar UV serta dehidrasi. Keberadaan biofilm pada batuan Candi Borobudur dapat menimbulkan dampak secara estetik, kimia dan fisik batuan candi. Pembentukan biofilm meningkatkan serangan mikroba pada batu dengan cara melemahkan ikatan antar mineral. Biofilm dapat merubah ukuran pori, kerapatan masa, kandungan air, kekerasan permukaan pada batuan candi. Selain itu, biofilm juga menyebabkan perubahan warna (discolouration) pada permukaan batu. Peristiwa tersebut disebabkan karena pigmen yang dihasilkan oleh mikroba. Daerah yang terdampak diskolorisasi menyerap cahaya matahari lebih banyak daripada daerah yang lain pada batu, sehingga dapat meningkatkan physical stress. Proses tersebut dipicu oleh adanya peristiwa kontraksi dan ekspansi akibat adanya perubahan temperatur. Biologi Merupakan cabang ilmu alam yang mempelajari tentang mahluk hidup. Biologi menjadi salah satu penunjang dalam pelestarian cagar budaya. Di dunia saat ini telah berkembang bidang ilmu konservasi (conservation science), adalah ilmu yang memandang pemeliharan, perawatan, dan pengawetan cagar budaya dari sudut pandang ilmu alam. Dimana ilmu biologi menjadi salah satu ilmu dasar yang mendukung berkembangnya ilmu tersebut. Selain itu saat ini juga berkembang cabang ilmu bioarkeologi. Bioarkeologi adalah ilmu mempelajari rangka manusia dalam konteks arkeologi. Ilmu baru ini menjadi penghubung untuk memahami gaya hidup dan adaptasi yang dilakukan oleh masyarakat masa lampau. Studi bioarkeologi berhubungan dengan tiga aspek penting yakni pendekatan pada tingkat populasi, budaya dan beragam indicator tekanan yang berpola pada temuan rangka manusia. Ahli bioarkeologi bekerjasama dengan ahli arkeologi melakukan ekskavasi sisa rangka manusia untuk mempelajari trauma, epidemik, kekurangan gizi dan penyakit-penyakit infeksi lainya. Blebes Adalah kayu dengan ukuran sekitar 100 x 3 x 4 cm, yang berfungsi untuk mengontrol ketepatan hasil pemasangan blok-blok batu candi. Alat ini biasa digunakan saat dilakukan pekerjaan perbaikan seperti penanganan kebocoran di Candi Borobudur. Bleeding Adalah beton yang kelebihan air, sehingga air semen naik ke permukaan. Blok Merupakan potongan dalam bentuk balok. Batu andesit penyusun Candi Borobudur memiliki bentuk blok. Blok Batu Adalah batu-batu bahan bangunan yang dibentuk persegi, terutama segi empat. Banyak digunakan pada bangunan candi atau benteng termasuk Candi Borobudur, Candi Mendut dan Candi Pawon. Bodhgaya Adalah tempat Buddha menerima wahyu. Bodh Gaya atau Bodhgaya adalah nama sebuah kota di distrik Gaya di negara bagian Bihar, India. Tempat ini terkenal sebagai tempat Buddha Gautama mencapai nirvana (Pencerahan). Menurut sejarah, tempat tersebut dikenal sebagai Bodhimanda (tanah di sekitar pohon Bodhi), Uruvela, Sambodhi, Vajrasana dan Mahabodhi. Nama Bodh Gaya tidak digunakan hingga abad ke-18. Vihara utama Bodhgaya dulu disebut Bodhimanda-Vihara (Pali). Sekarang disebut Vihara Mahabodhi. Bagi umat Buddha, Bodh Gaya adalah tempat yang paling penting dari empat utama situs ziarah buddhis yang terkait dengan masa kehidupan Buddha Gautama, tiga tempat suci lainnya adalah Kushinagar, Lumbini, dan Sarnath. Pada tahun 2002, Vihara Mahabodhi yang terletak di Bodh Gaya, menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO. Bodhi Adalah wahyu yang diturunkan kepada sang Buddha, pencerahan atau penerangan. Bodhi juga merupakan pohon religi agama buddha, oleh karena itu pohon ini memiliki nama ilmiah Ficus religiosa. Pohon ini menjadi tempat berteduh ketika Sang Buddha bersemedi dan akhinya mendapat pencerahan. Sebagai pohon religi
28 BOROBUDURPEDIA agama buddha maka pohon ini banyak terpahatkan pada relief Candi Borobudur, serta ditanam hampir pada semua sisi zona 1. Pohon Bodhi memiliki ciriciri sebagai berikut: ketinggiannya dapat mencapai 30 meter, diameter batang pohon dapat mencapai 3 meter, daun berbentuk bulat memanjang dengan ujung daun melengkung, relatif tebal dan agak berdaging (sukulen). Pohon bodhi memiliki buah yang sangat kecil dan mudah terbawa burung dan bintang lain. Buah tersebut akan mudah pecah bila sudah tua sehingga biji-biji bodhi mudah tersebar. Bodhimanda Adalah nama kota di mana sang Buddha mendapatkan penerangan mutlak. Bodhisattwa Adalah makhluk yang mendedikasikan dirinya demi kebahagiaan makhluk selain dirinya di alam semesta. Dapat juga diartikan “calon Buddha”. Dalam bahasa Sanskerta, istilah Bodhisatwa terdiri dari dua kata, yaitu bodhi yang berarti pencerahan atau penerangan, dan sattwa yang berarti makhluk. Bodhisatwa juga merujuk kepada Buddha di kehidupan sebelum-Nya. Dalam ajaran Mahayana, Bodhisatwa mengambil janji untuk tidak memasuki nirwana sebelum semua makhluk mencapai ke-Buddha-an. Artinya ia menunda memasuki nirwana dan memilih turun ke bumi mengorbankan dirinya untuk membantu makhluk lain mencapai pencerahan. Karena itulah Bodhisatwa dikenal memiliki sifat welas asih dan sifat tidak mementingkan diri sendiri dan rela berkorban. Bom Adalah sejenis bahan peledak yang pernah meledak di Candi Borobudur dan menghancurkan 11 stupa dan arca. Dua diantaranya tidak dapat direkonstruksi kembali. Peristiwa tersebut terjadi pada hari Senin tanggal 21 Januari tahun 1985. Bom tersebut meledak pada sekitar pukul 01.30–03.30 WIB sebanyak 9 kali. Ledakan tersebut kemudian merusak struktur stupa teras termasuk arca Buddha yang berada didalamnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan persidangan orang tidak bertanggungjawab tersebut memasang 13 bom pada lantai VIII – X yang merupakan area stupa teras dengan barisan stupa berlubang yang memiliki arca didalamnya. Dari ketigabelas bom yang dipasang 9 diantaranya meledak dan 4 bom berhasil ditemukan dan dijinakkan setelah ledakan. Dampak kerusakan dari peledakan bom tersebut dirasa parah, karena batu-batu yang terkena ledakan tersebut mengalami kerusakan fisik berupa gempil, pecah, dan hancur. Bahkan salah satu arca yang terkena ledakan tidak bisa lagi dilakukan upaya konservasi karena bagiabagiannya sudah hancur menjadi fragmen-fragmen kecil. Setelah ledakan tersebut upaya awal yang dilakukan oleh Proyek Konservasi Candi Borobudur adalah melakukan pengukuran stabilitas struktur pada area Arupadhatu. Upaya konservasi selanjutnya adalah melakukan penyusunan kembali bagian struktur stupa teras sesuai aslinya. Penyusunan kembali tersebut diawali dengan membandingkan stupa yang meledak dengan dokumentasi foto pada saat pemugaran. Setelah dapat disusuncobakan kemudian batu penyusun stupa teras dikembalikan pada posisi aslinya dengan menggunakan teknik penyambingan antar batu. Bordes Merupakan dataran horizontal sebagai pemberhentian sejenak saat menaiki tangga. Bordes di Candi Borobudur terdapat di antara lantai 1 dan 2 yaitu pada bagian tangga undak ke selasar. Bordes di tangga Candi Borobudur Relief Pohon Bodhi di Candi Borobudur
BOROBUDURPEDIA 29 Botol semprot = botol reagen Adalah alat yang terbuat dari plastik, digunakan sebagai tempat menyimpan larutan atau zat cair, menyemprot dan menambahkan akuades dalam jumlah sedikit, membilas dan menetralisir peralatan-peralatan yang akan digunakan. Botol semprot digunakan untuk membilas peralatan yang mendukung kegiatan analisis laboratorium maupun sampling sampel, antara lain membilas scavel yang digunakan untuk mengambil endapan garam pada permukaan Candi Borobudur. Bouwplank Adalah papan duga dalam istilah Belanda. Box Adalah korak penyedia daya atau arus listrik. Bracing Adalah konfigurasi batang-batang kaku yang berfungsi untuk menstabilkan struktur terhadap beban lateral. Bubur kertas Adalah kertas yang telah dihancurkan dan direndam dengan air sekurang-kurangnya 24 jam. Bubur kertas ini dapat digunakan untuk membersihkan endapan garam pada batu candi. Biasanya bubur kertas yang digunakan dalam kegiatan konservasi berasal dari kertas tissue yang kemudian ditempelkan pada bagian dinding candi. Bucket Tower Crane Adalah kotak pembawa material dari mesin angkat. Buddhacarita Adalah riwayat hidup Buddha. Buddha Tantrayana Adalah kumpulan ajaran esoterik yang berkaitan dengan penyampaikan mantra, hal-hal magis, mandala, serta simbol-simbol yang mempengaruhi kehidupan. Istilah lain yang disejajarkan dengan Tantrayana adalah Vajrayana, Mantrayana, Mantrayana, atau Sahajayana. Tantrayana juga disebut sebagai Tantrisme. Aliran Tantrayana merupakan penafsiran ketiga dan terakhir terhadap filosofis Buddha setelah Mahayana dan Hinayana. Pembentukan Tantra dalam agama Buddha sudah berjalan dalam waktu yang lama antara lain dalam hal pemakaian mantra-mantra. Pada masa yang lebih awal, aliran pertama yang muncul sekitar 300 tahun setalah Sidharta Gautama wafat seperti Vatsiputriya dan Dharmagupta telah mempunyai koleksi mantra yang disebut dengan paritta. Pada masa perkembangan Hindhu-Buddha di nusantara aliran Tantrayana juga berkembang pada masa Kerajaan Mataram Kuna Periode Jawa Tengah yang diindikasikan dengan adanya tempat pemujaan terhadap Dewi Tara di Candi Kalasan, adanya Tathagata di Candi Borobudur dan Candi Ngawen, serta analisa terhadap mandala Candi Borobudur. Pada masa setelahnya, perkembangan Tantrayana dapat dibuktikan oleh kitab Sang Hyang Kamahayanikan pada saat Dinasti Isyana berkuasa. Kitab tersebut banyak membahas mengenai praktek-praktek Tantrayana. Pada masa Singosari dan Majapahit pengaruh Tantrayana dapat dibuktikan pada arca-arca yang ditinggalkan serta penegasan dalam naskah Negarakertagama yang menyatakan bahwa penganut Buddha saat itu adalah alira Bajradara. Buffer (Ing) Merupakan penyangga; penahan, umumnya istilah ini dipergunakan untuk penghijauan/penanaman pohonpohon untuk menahan kebisingan suara/panasnya sinar matahari di suatu lingkungan. Buffer zone = zona penyangga Adalah wilayah yang mengelilingi atau berdampingan dengan area inti dan teridentifikasi, untuk melindungi area inti dari dampak negatif kegiatan manusia. Dimana hanya kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan tujuan konservasi yang dapat dilakukan. Bufferzone Candi Borobudur adalah zona II (Lihat keterangan mengenai zona). Pada zona II terdapat sarana prasarana Candi Borobudur. Kantor Balai Konservasi Borobudur, PT Taman Wisata Candi Borobudur dan Manohara centre of Borobudur Study. Area parkir, pintu masuk, museum, pertamanan, dan souvenir juga berada pada zona II. Zona ini dimaksudkan sebagai area perlindungan untuk zona I yang berfungsi sebagai zona inti (core zone). Bukit Adalah suatu wilayah bentang alam yang memiliki permukaan tanah yang lebih tinggi dari permukaan
30 BOROBUDURPEDIA tanah di sekelilingnya namun dengan ketinggian relatif rendah dibandingkan dengan gunung. Candi Borobudur didirikan pada sebuah bukit yang sekaligus berfungsi sebagai tanah dasar (pondasi candi). Bukit Menoreh Adalah nama bukit yang memanjang di sebelah Selatan Candi Borobudur yang dalam mitosnya sering dikaitkan dengan Gunadarma, yaitu Sang Arsitek Candi Borobudur yang sedang telentang tidur. Bumi Sambhara Bhudhara Adalah kalimat yang menurut J.G. de Casparis berasal dari kata kamulan i bhumisambharabudara. Istilah kamulan sendiri berasal dari kata mula yang berarti akar, tempat asal muasal, bangunan suci untuk memuliakan leluhur (kemungkinan leluhur dari Dinasti Syailendra). Berdasarkan kutipan kalimat dari prasasti Sri Kahulunan 842 M, Casparis memperkirakan bahwa Bhūmi Sambhāra Bhudhāra dalam bahasa Sanskerta berarti timbunan tanah, bukit atau tingkat-tingkat bangunan yang diidentikkan dengan sebutan Candi Borobudur. Dengan demikian, Kamulan i bhumisambharabudara mempunyai arti sebuah kuil nenek moyang dari Dinasti Syailendra di Borobudur. Bunga Adalah alat reproduksi seksual pada pada tumbuhan berbunga. Bunga memiliki organ reproduksi berupa benang sari dan putik. Bunga berfungsi sebagai tempat berlangsungnya penyerbukan dan pembuahan yang akhirnya akan menghasilkan alatalat perkembangbiakan. Pada umumnya bunga mempunyai warna menarik, berbau harum, bentuknya bermacam-macam, dan biasanya mengandung madu. Adapun bagian-bagian bunga selain putik dan benang sari adalah tangkai bunga, kelopak bunga, mahkota bunga dan lain-lain. Bunga yang dominan dikaitkan dengan Candi Borobudur adalah bunga teratai. Candi Borobudur diilustrasikan berbentuk sebagai kelopak dan mahkota bunga teratai. Bunga Teratai Merupakan nama genus untuk tanaman air dari suku Nymphaeaceae. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai waterlily. Di Indonesia, teratai juga digunakan untuk menyebut tanaman dari genus Nelumbo (lotus). Pada zaman dulu, orang memang sering mencampuradukkan antara tanaman genus Nelumbo seperti seroja dengan genus Nymphaea (Teratai). Pada Nelumbo, bunga terdapat di atas permukaan air (tidak mengapung), kelopak bersemu merah (teratai berwarna putih hingga kuning), daun berbentuk lingkaran penuh dan rimpangnya biasa dikonsumsi. Tanaman tumbuh di permukaan air yang tenang. Bunga dan daun terdapat di permukaan air, keluar dari tangkai yang berasal dari rhizoma yang berada di dalam lumpur pada dasar kolam, sungai atau rawa. Tangkai terdapat di tengah-tengah daun. Daun berbentuk bundar atau bentuk oval yang lebar yang terpotong pada jari-jari menuju ke tangkai. Permukaan daun tidak mengandung lapisan lilin sehingga air yang jatuh ke permukaan daun tidak membentuk butiran air. Teratai terdiri dari sekitar 50 spesies yang tersebar dari wilayah tropis hingga daerah subtropis seluruh dunia. Teratai yang tumbuh di daerah tropis berasal dari Mesir. teratai masih satu suku dengan genus Nuphar yang perbedaannya terletak pada besar daun mahkota. Bunga Teratai memiliki daun mahkota yang lebih besar dari daun kelopak, sedangkan genus Nuphar memiliki daun mahkota yang lebih kecil daripada daun kelopak. Pematangan buah teratai terjadi di bawah permukaan air, berbeda dengan pematangan buah dari genus Nuphar yang terjadi di atas permukaan air. Motif hias Teratai terpahat di relief Candi Borobudur yang pada umumnya dipahatkan mencakup daun, batang, dan bunga yang tumbuh didalam air. Bunker Merupakan lubang perlindungan; tembok pertahanan, umumnya terletak di ruang bawah tanah, untuk tempat persembunyian; ruang tersembunyi di bawah tanah yang dapat menghubungkan dengan ruang lain di luar bangunan atau dengan bangunan lain. Relief Bunga Teratai di Candi Borobudur
BOROBUDURPEDIA 31 Bunker sebagai tempat penyimpanan barang Di area Candi Borobudur, terdapat tempat yang dinamakan bunker sebagai penyebutannya karena posisinya yang terletak dibawah tanah. Pada pemugaran II tahun 1973-1983, bunker ini digunakan sebagai gudang penyimpanan bahan kimia. Bunker di Candi Borobudur sekarang ini digunakan sebagai tempat penyimpanan alat-alat kerja, ruang istirahat dan ruang ganti bagi staf kantor Balai Konservasi Borobudur yang akan melakukan pemeliharaan dan perawatan Candi Borobudur. Buret Adalah alat yang terbuat dari kaca, digunakan untuk menampung larutan yang digunakan sebagai titran pada proses titrasi. Buret memiliki ukuran bervariasi antara lain 10 ml, 20 ml, dan 25 ml. Skala pada buret bervariasi mulai 0,01 - 0,02 ml. Buret digunakan untuk menampung larutan standar dalam proses analisis kalsium, magnesium, besi, sulfat dan aluminium material batu, endapan garam, mortar Candi Borobudur dan cagar budaya lainnya menggunakan metode titrimetri. Busur Adalah senjata terbuat dari kayu atau logam berbentuk lengkung, ujung-ujungnya dihubungkan dengan tali atau dawai untuk melontarkan anak panah. Busur yang digunakan untuk melontarkan anak panah disebut busur panah. Penggambaran busur terdapat pada relief cerita Candi Borobudur.
32 BOROBUDURPEDIA C Cagar budaya = Cultural reservation area (Ing) Merupakan kawasan suaka budaya yang karena bangunan maupun budayanya mempunyai nilai sejarah yang cukup penting yang pantas untuk dilindungi. Candi Borobudur yang dibangun pada abad VIII merupakan salah satu peninggalan kebudayaan Indonesia. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Nomor 173/M/1998 dan Surat Keputusan Menteri Nomor 286/M/2014, Candi Borobudur merupakan cagar budaya peringkat nasional. Segala hal yang berkaitan dengan Candi Borobudur dilindungi oleh undang-undang dan peraturan yang berlaku (lihat Regulasi). Cagar budaya nasional Adalah Cagar Budaya peringkat nasional yang ditetapkan Menteri sebagai prioritas nasional. Kompleks Candi Borobudur baru ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya tingkat Nasional pada tahun 2014 walaupun telah menjadi Warisan Budaya Dunia (World Cultural Heritage) sejak tahun 1991. Campbell stokes Adalah alat yang digunakan untuk mengukur lama penyinaran matahari pada suatu periode tertentu yang dapat dinyatakan dalam satuan waktu (jam) atau persen. Prinsip kerja dari Campbell stokes ini adalah sinar matahari yang tepat jatuh pada sekeliling permukaan bola kaca pejal akan difokuskan ke atas Gambar Campbell stokes yang dipasang di Stasiun Klimatologi Balai Konservasi Borobudur permukaan kertas pias yang telah dimasukkan dalam celah mangkuk dan meninggalkan jejak bakar sesuai posisi matahari saat itu. Jumlah kumulatif dari jejak titik bakar ini yang disebut sebagai lama penyinaran matahari bersinar dalam satu hari dalam satuan jam atau menit. Campbell stokes terpasang di Stasiun Klimatologi Balai Konservasi Borobudur, digunakan untuk mendukung pelestarian Candi Borobudur dari segi lingkungan mikro. Data dari lama penyinaran matahari dapat digunakan untuk mengetahui retakan dan perubahan warna zat organik, seperti lichen pada permukaan batu Candi Borobudur akibat penyinaran matahari. Candi Adalah bangunan suci agama Hindu atau Buddha. Sebagai sebuah sistem, pada candi biasanya dapat dijumpai bangunan-bangunan seperti gapura, biara, bangunan perwara, bangunan induk, bangunan apit, pagar keliling, dan arca penjaga pintu. Di Bali candi disebut pura/pure, di Jawa Timur juga disebut cungkup, sedangkan candi di Sumatera Barat dan Sumatera Utara ada yang menyebutnya sebagai biaro. Bangunan induk adalah bangunan utama pada candi yang menjadi pusat kesucian kompleks. Pada bangunan ini dapat ditemukan arca dewa-dewa utama yang menjadi objek pemujaan. Bangunan perwara adalah bangunan-bangunan berukuran lebih kecil yang menjadi pelengkap atau penyerta bangunan induk. Bangunan yang berada di samping kiri-kanan bangunan induk disebut bangunan apit. Cantilever Adalah sebuah overhang, terjadi dimana lantai melampaui dan lebih dari dinding pondasi. Capacity (Ing) Merupakan kapasitas; daya tampung; jumlah muatan yang bisa/mampu ditampung/diwadahi. Candi Borobudur merupakan objek wisata yang semakin ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Setiap tahun jumlah pengunjungnya rata-rata mencapai angka 2.000.000 orang, dengan rata-rata setiap harinya sekitar 5.000 orang. Pada saat peak season (liburan sekolah, hari raya) dapat mencapat 48.000 orang dalam sehari. Oleh karena itu, dengan banyaknya wisatawan yang datang setiap harinya, dapat berdampak hal yang negatif maupun
BOROBUDURPEDIA 33 yang positif. Sebagai upaya pelestarian untuk pembatasan jumlah pengunjung atau pengaturan jumlah pengunjung, tahun 2009 Balai Konservasi Borobudur telah mengadakan kajian mengenai Physical Carrying Capacity (Daya Dukung Fisik) Candi Borobudur. Dari hasil kajian didapat bahwa jumlah pengunjung yang berada di monumen pada masa liburan sudah melebihi kapasitas sehingga diperlukan pengaturan pengunjung. Casement Adalah bingkai kayu atau logam bagian (atau semua) dari jendela. Dapat dibuka melalui engsel dan ditempelkan di tepi vertikal. Cast in situ Adalah pelaksanaan pracetak beton di lapangan. Cawan platina Adalah cawan atau wadah yang terbuat dari platina digunakan sebagai tempat sampel dalam proses destruksi kering. Destruksi kering (pengabuan sampel) dilakukan dengan cara pembakaran sampel dalam muffle furnace. Cawan platina digunakan karena bahan dasar dari platina tidak ikut bereaksi ketika dilakukan pembakaran pada suhu tinggi. Proses pembakaran sampel biasanya dilakukan pada suhu 900°C. Sampel yang diabukan dalam cawan platina biasanya sampel padat seperti endapan kerak, batu, bata, plester, acian, dan cat. Cawan platina digunakan untuk menunjang kegiatan analisa laboratorium Balai Konservasi Borobudur dalam proses destruksi sampel untuk pengujian material batu, endapan garam Candi Boobudur dan material cagar budaya lainnya. Cement Adalah serbuk yang merupakan “lem/pelekat” dalam beton, portland semen, juga perekat apapun. Centrifuge Adalah alat yang digunakan untuk memisahkan endapan dari larutan. Centrifuge di laboratorium Balai Konservasi Borobudur digunakan untuk memisahkan algae atau ganggang dengan jamur dari jamur kerak atau lichen pada permukaan Candi Borobudur dan cagar budaya lainnya. Jamur kerak/lichen merupakan hasil simbiosis antara jamur dengan algae sehingga untuk percobaan pengujian skala laboratorium perlu dilakukan pemisahan. Centrifuge juga digunakan untuk pemisahan tanaman dari tanah pada proses analisis pitolit. Chattra Merupakan anatomi stupa yang posisinya berada paling atas. Chattra dapat berbentuk payung bersusun tiga di atas yasti. Pada dasarnya, sebuah stupa terdiri atas sebuah kubah (dome), yang diletakan di atas sebuah alas (base) yang ditinggikan dalam satu atau dua tingkat, dan di atas kubah tersebut terdapat sebuah harmika (tanah berpagar) yang terdiri atas dasar harmika dan sebuah as roda atau batang yang menopang payung-payung (Chattra) atau roda-roda berbentuk bulat. Pada masa India kuna, jumlah Chattra atau roda di atas kubah stupa adalah 13 buah, yang merupakan simbol tertinggi dari suatu kerajaan dan suatu tanda penghormatan bagi seorang Raja Penguasa Dunia atau kerajaan dengan daerah kekuasaan yang sangat luas. Dalam prakteknya, bentuk dari kubah, alas, harmika, dan payung-payung diatasnya (Chattra) dapat beragam tergantung dari maksud dan tujuan didirikannya stupa, budaya lokal, ketrampilan dari pengrajin lokal, dan keyakinan masyarakat setempat. Dengan demikian, tidaklah mengherankan apabila bentuk dan gaya arsitekstur stupa dapat berbeda antar negara, bahkan antar daerah dalam suatu negara. Kita dapat mengamati hal tersebut misalnya dengan cara membandingkan stupa-stupa yang terdapat di negara-negara Asia dimana ajaran Buddha pernah atau masih berkembang, misalkan India, Sri Lanka, Thailand, Kamboja, Nepal, Tibet dan Indonesia. Chattra yang pernah dipasang di puncak Candi Borobudur.
34 BOROBUDURPEDIA Apakah stupa puncak Candi Borobudur mempunyai chattra atau tidak, sejauh ini masih belum ada kesepakatan di antara para ilmuwan arkeologi. Gagasan mengenai chattra Candi Borobudur dikemukakan pertama kali oleh Van Erp pada tahun 1931. Gagasan tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk rekonstruksi stupa induk dengan tiga susun chattra dan ditambah susunan batu sebanyak 9 lapis dibawahnya. Namun karena oleh beberapa ahli keberadaan chattra diragukan dan karena susunan batu 9 lapis di bawah chattra kini telah hilang, maka rekonstruksi Van Erp saat ini tidak disusun pada Candi Borobudur. Saat ini chattra masih bisa dilihat pada Museum Borobudur di Taman Wisata Candi Borobudur. Chiller (Ing) Merupakan suatu alat yang berfungsi sebagai pendingin pada SEM (Scanning Electron Microscope). Chiller tersebut merupakan pendingin berbasis air (akuades) yang mengeluarkan panas dari SEM melalui air yang dialirkan ke dalam pipa yang ada didalam SEM. Air panas yang keluar dari SEM kemudian didinginkan dengan menggunakan gas freon hingga mencapai suhu tertentu dan dialirkan kembali ke dalam SEM. Cinderamata Adalah sesuatu yang dibawa pulang oleh seorang wisatawan pada saat kembali ke rumahnya untuk kenangan yang terkait dengan tempat atau objek yang dikunjunginya. Cinderamata sinonim dengan oleh-oleh, suvenir, tanda mata, atau kenangkenangan. Cinderamata bisa berupa pakaian seperti kaos atau topi, dan peralatan rumah tangga seperti cangkir atau mangkok, asbak, sendok, jam pasir, maupun buku tulis. Benda-benda tersebut bisa ditulisi untuk menandai asalnya. Wisatawan bisa pula membeli cenderamata sebagai kenang-kenangan bagi orang lain. Di kawasan objek wisata Candi Borobudur dijumpai ratusan kios dan asongan yang menjajakan cinderamata antara lain berupa pena, gantungan kunci, topi, kaos kerajinan tangan dari bambu dan kayu. Circuit Breaker (Ing) Adalah sebuah perangkat yang terlihat seperti tombol dan biasanya terletak di dalam pemutus panel atau pemutus sirkuit kotak listrik. Citra Adalah gambaran yang terekam oleh kamera atau sensor lainnya. Citra Satelit merupakan citra yang dihasilkan dari pemotretan menggunakan wahana satelit. Citra satelit ini merupakan salah satu media yang diperlukan dalam rangka kegiatan monitoring kawasan Borobudur. Citra satelit ini dapat di unduh dari Google Earth dengan periode waktu yang dapat dipilih sesuai kebutuhan. Coating (Ion Sputter) Adalah salah satu syarat utama agar sampel bisa diamati dengan SEM (Scanning Electron Microscope) karena sampel memiliki sifat konduktif (menghantarkan listrik). Untuk sampel yang bersifat isolator maka harus dilapisi atau di coating terlebih dahulu dengan menggunakan emas. Pelapisan ini menggunakan metode ion sputter dimana emas berfungsi sebagai katoda dan dilakukan di dalam ruang vakum. Bila diberi tegangan DC diantara elektroda maka molekul udara bertekanan rendah yang tersisa akan terpisah menjadi ion positif dan elektron sehingga membentuk plasma dan menimbulkan fenomena glow discharge. Ion positif kemudian akan tertarik ke katoda dan elektron ke anoda. Ketika ion positif menabrak permukaan katoda, maka material permukaan katoda (emas) akan terhambur keluar dalam bentuk partikel-partikel. Partikel-partikel emas ini kemudian akan menempel pada sampel yang diletakkan di dekat katoda. Semakin lama proses ini berlangsung, maka akan semakin tebal emas yang menempel pada sampel. Cofferdam Adalah menahan/membendung adukan beton sehingga tidak tercampur lingkungan (tanah, sungai dan sebagainya). Gambar alat Colony Counter
BOROBUDURPEDIA 35 Colony Counter Adalah alat yang berguna untuk mempermudah penghitungan koloni mikroorganisme yang tumbuh pada batuan Candi Borobudur. Alat tersebut dilengkapi dengan skala/kuadran yang sangat berguna untuk pengamatan pertumbuhan koloni yang berjumlah banyak. Jumlah koloni pada cawan petri dapat ditandai dan dihitung secara otomatis. Conditions, Convenants, dan Restrictions (CC dan Rs) Adalah standar yang mendefinisikan bagaimana sebuah properti dapat digunakan dan perlindungan pengembang untuk kepentingan semua pemilik di subdivisi. Conduction Adalah transfer/perpindahan secara langsung energi panas melalui suatu material. Construction = bingkai Adalah jenis konstruksi di mana komponen struktural kayu atau tergantung pada bingkai kayu untuk pendukung. Construction Contract Adalah sebuah dokumen hukum yang menentukan what – when – who - where – how - how much dalam sebuah proyek konstruksi. Kontrak konstruksi yang baik meliputi: 1. Jumlah pendaftaran kontraktor. 2. Sebuah pernyataan dari kualitas kerja seperti ‘Standard Practices of Trades’ atau menurut spesifikasi produsen. 3. Satu set Blue Prints atau rencana 4. Sebuah jadwal konstruksi termasuk tanggal awal dan selesai. 5. Satu set spesifikasi atau ketentuan yang dipersyaratkan 6. Harga Tetap untuk pekerjaan, atau waktu dan rumus bahan. 7. Jadwal Pembayaran. 8. Setiap tunjangan. 9. Klausa yang menggambarkan berapa perselisihan akan diselesaikan. 10. Sebuah jaminan yang tertulis. Consultative Committee (CC) Adalah komite yang dibentuk saat dilaksanakan proyek pemugaran Candi Borobudur 1973 - 1983. Komite ini terdiri dari berbagai unsur, baik ahli dari dalam negeri maupun dari luar negeri yang didatangkan oleh UNESCO. Consultative Committee bersidang secara periodik untuk mengevaluasi pelaksanaan proyek pemugaran, sekaligus mendiskusikan berbagai usulan atau masukan para ahli yang melakukan penelitian selama proses pemugaran. Contractor Adalah sebuah perusahaan berlisensi yang melakukan beberapa jenis kegiatan konstruksi. Di kebanyakan negara, lisensi jeneral kontraktor dan lisensi beberapa khusus kontraktor tidak memerlukan kepatuhan dengan ikatan, kompensasi pekerja dan peraturan serupa. Beberapa lisensi kontraktor khusus melibatkan pelatihan luas, pengujian dan persyaratan asuransi. Ada berbagai jenis kontraktor: · Kontraktor umum - bertanggung jawab atas pelaksanaan, pengawasan dan koordinasi keseluruhan proyek dan juga dapat melakukan beberapa tugas konstruksi individu. Sebagian besar kontraktor umum tidak berlisensi untuk melakukan semua perdagangan khusus dan harus menyewa kontraktor khusus untuk tugas-tugas seperti, misalnya listrik, pipa. Control joint Adalah perawatan yang dilakukan pada lantai beton untuk “kontrol” di mana beton harus retak. Convention Concerning the Protection of the World Cultural anda Natural Heritage 1972 Adalah konvensi internasional yang mengatur mengenai perlindungan warisan budaya dan warisan alam dunia (selanjutnya disebut Konvensi Warisan Dunia), ditandatangani pada Sidang Umum UNESCO ke-17 yang diselenggarakan di Paris, Perancis, pada tanggal 16 November 1972, dan diratifikasi oleh Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 6 Juli 1989. Konvensi ini mengikat dalam hal pelindungan Warisan Budaya Dunia dan Warisan Alam Dunia yang berada di Indonesia diantaranya jika terdapat konflik, termasuk berlaku untuk perlindungan Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon sebagai komplek Warisan Budaya Dunia. Cooling load Adalah jumlah pendinginan yang diperlukan untuk menjaga bangunan pada suhu tertentu selama musim panas, biasanya 78 ° F, terlepas dari suhu luar.
36 BOROBUDURPEDIA Core (Ing) Adalah inti; mata; bagian tengah sebuah benda. Core zone = zona inti, Dalam pembagian zona, yang merupakan core zone adalah zona I dimana terletak Candi Borobudur sebagai pusatnya (lihat keterangan mengenai zona). Pada area inti, selain Candi Borobudur, hanya terdapat bangunan pendukung yaitu pos keamanan dan bunker yang sudah ada sejak pemugaran, selebihnya adalah vegetasi yang mengelilingi Candi Borobudur. Tidak diperbolehkan adanya pembangunan di area inti. Cornelius Adalah orang yang mendapat perintah dari Sir Thomas Stamford Raffles Gubernur Jenderal Inggris di Indonesia, untuk membersihkan Candi Borobudur pada tahun 1814. Cornelius yang mendapat tugas membersihkan candi Borobudur mengerahkan tidak kurang dari 200 orang penduduk selama hampir 2 bulan untuk menebangi pohon-pohon dan semaksemak. Runtuhan-runtuhan batu yang memenuhi lorong-lorong disingkirkan dan ditimbun di sekitar candi, sedangkan tanah yang menimbunnya dibuang ke lereng bukit. Namun, pembersihan tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya, oleh karena banyak dinding-dinding yang dikhawatirkan runtuh (Soekmono, 1972). Corong Adalah alat yang terbuat dari kaca dan digunakan sebagai alat menampung atau menopang saat memindahkan larutan ke wadah lain agar tidak tumpah. Corong digunakan untuk memisahkan filtrat dan presipitat dalam proses destruksi sampel batu, endapan garam Candi Borobudur sebelum dilakukan analisis unsur material penyusun. Serta digunakan untuk menampung/memindahkan air hujan, air bak kontrol, air rembesan dan air filter layer Candi Borobudur dari botol sampling ke dalam erlenmeyer sebelum dilakukan analisis kandungan unsur di laboratorium. Corong pemisah Adalah alat yang terbuat dari kaca dilengkapi dengan kran pada bagian bawah, digunakan untuk memisahkan larutan berdasarkan perbedaan massa jenisnya. Corong pemisah digunakan dalam pemisahan minyak atsiri dengan pelarutnya, digunakan dalam kajian minyak atsiri untuk konservasi cagar budaya berbahan batu khususnya lichen atau jamur kerak yang terdapat di Candi Borobudur. Counterfort Adalah bagian dinding fondasi yang memperkuat (dan umumnya tegak lurus) bagian panjang dari dinding fondasi Counterweight berms, Kadang juga disebut sebagai metode bahu tekan (pressure berms) Adalah dengan menambahkan beban pada sisi timbunan untuk menaikkan perlawanan terhadap longsoran atau geseran lateral. Stabilitas struktur bukit Candi Borobudur juga mengadopsi konsep dan metode Counterweight ini untuk menjaga ancaman kelongsoran lereng dan bukit mengingat letak struktur dan susunan batu candi Borobudur yang terletak pada bukit sehingga rawan terhadap kelongsoran tebing. Konsep dan metode Counterweight pada Candi Borobudur dapat diilustrasikan pada gambar sebagai berikut : Bagian yang berfungsi sebagai Counterweight Course (Ing) Merupakan jalan; susunan batu bata atau lempengan batu untuk membuat dinding. Concourse Pertemuan; terbuka; tempat terbuka di stasiun; persimpangan jalan; lorong lebar di sebuah gedung di mana orang bisa berjalan di kawasan Candi Borobudur, terdapat area yang dikenal dengan sebutan concourse. Area tersebut merupakan jalan utama dari pintu utama ke halaman Candi Borobudur di sisi Timur. Concourse di Candi Borobudur berupa jalan dari susunan batu andesit dengan taman di tengahnya sebagai pembatas jalan.
BOROBUDURPEDIA 37 Concourse di Candi Borobudur (gambar atas diambil dari depan; gambar bawah diambil dari tangga ke halaman Candi) Crackmeter Adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi kedalaman atau lebar retakan. Bentuk alat ini bisa berupa manual atau extensometer wireline, dilakukan dengan pengamatan visual atau data terekam secara realtime dengan kabel data yang terhubung pada data logger yang bisa di akses secara periodic untuk mengetahu besarnya retakan yang terjadi. Pada Candi Borobudur alat ini dipasang pada sisi barat daya untuk memantau pergerakan atau besarnya pergeseran pada nat. Pemantauan crack meter ini merupakan salah satu aktivitas yang dilakukan dalam rangka monitoring stabilitas struktur candi dan bukit Borobudur. Gambar alat crackmeter (kanan) dan unit pencatatnya (kiri). meter. Crane biasanya digunakan dalam pekerjaan pekerjaan proyek, pelabuhan, perbengkelan, industri, pergudangan dan lain-lain. Crane Tower (Ing) Merupakan alat yang digunakan untuk mengangkat material secara vertikal dan horizontal ke suatu tempat yang tinggi pada ruang gerak yang terbatas. Tipe crane ini dibagi berdasarkan cara berdirinya, yaitu crane yang dapat berdiri bebas (free standing crane), crane diatas rel (rail mounted crane), crane yang ditambatkan pada bangunan (tied-in tower crane) dan crane panjat (climbing crane). Gambar crane yang digunakan pada tahap pemugaran II Crane Adalah salah satu alat berat (heavy equipment) yang digunakan sebagai alat pengangkat dalam proyek kontruksi. Crane bekerja dengan mengangkat material yang akan dipindahkan, memindahkan secara horizontal, kemudian menurunkan material ditempat yang diinginkan. Alat ini memilki bentuk dan kemampuan angkat yang besar dan mampu berputar hingga 360° dan jangkauan hingga puluhan Crustose Adalah salah satu jenis lichen yang mempunyai bentuk talus seperti kerak dan menempel sangat kuat pada substratnya. Lichen jenis ini hanya memiliki dua lapisan, yaitu lapisan atas dan medulla saja tanpa lapisan bawah, jadi lapisan medulla langsung menempel pada substratnya. Konsekuensinya adalah lichen ini sulit dihilangkan tanpa mengambil sebagian dari substratnya. Lichen Crustose merupakan lichen dominan di batuan Candi Borobudur dan Candi Mendut. Cuaca Adalah suatu keadaan rata-rata udara sehari-hari disuatu tempat tertentu dan meliputi wilayah yang sempit dalam jangka waktu yang singkat. Keadaan dari cuaca mudah berubah–ubah, karena disebabkan oleh tekanan udara, suhu, angin, kelembaban udara, dan juga curah hujan. Keadaan mempunyai pengaruh terhadap kondisi kelestarian Candi Borobudur dan cagar budaya lainnya.
38 BOROBUDURPEDIA Cuplik Adalah pahat lancip yang berfungsi untuk membuat lubang pada batu, biasanya untuk digunakan untuk membuat lubang angkur dalam penyambungan batu di Candi Borobudur. Curah hujan Adalah jumlah air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar pada periode tertentu, tidak menguap, tidak meresap, dan juga tidak mengalir, dapat diukur dengan satuan tinggi (mm). Curah hujan satu milimeter dapat diartikan bahwa dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu milimeter atau tertampung air sebanyak satu liter. Curah hujan dapat digunakan untuk mengetahui pertumbuhan populasi mikroorganisme seperti lumut, ganggang atau lichen pada batu penyusun Candi Borobudur. Curvermeter (Ing) adalah alat untuk menggambar garis-garis berbentuk lengkung, misalnya pada bagian relung candi.
BOROBUDURPEDIA 39 D Daçabhumi Adalah sepuluh tingkatan menuju ketaraf Buddha. Hal ini tergambarkan dengan tingkatan pada Candi Borobudur dengan 7 tingkat berbentuk bujur sangkar dan 3 tingkatan lingkaran. Daktilitas Adalah kemampuan struktur atau komponennya untuk melakukan deformasi inelastis bolak-balik berulang di luar batas titik leleh pertama, sambil mempertahankan sejumlah besar kemampuan daya dukung bebannya. Danau Sejumlah air (tawar atau asin) yang terakumulasi di suatu tempat yang cukup luas yang dapat terjadi karena mencairnya gletser, aliran sungai atau adanya mataair; Daerah cekungan di daratan yang cukup luas dan terisi oleh air. Berdasarkan penelitian berbagai ahli kawasan di sekitar Candi Borobudur dulunya adalah merupakan kawasan lingkungan danau. Namun masih menjadi perdebatan mengenai mengeringnya danau purba tersebut apakah jauh sebelum Candi Borobudur dibangun atau setelah Candi Borobudur selesai dibangun. Danau Purba Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan oleh Dr. Helmy Murwanto, Candi Borobudur berdiri di atas bukit kecil berbetuan beku dan vulkanik yang sangat lapuk berumur tersier. Pada lingkungan di sekeliling bukit tersebut dijumpai dataran lakustrin bekas Danau Borobudur. Bukti adanya danau purba ditunjukkan dengan data lapangan, seperti batuan lempung hitam dan batu lanau hitam yang banyak mengandung serbuk sari (pollen) dari tanaman komunitas rawa, fosil, serta gas rawa fosil yang tersebar di sekitar bukit Borobudur. Analisis pola aliran sungai juga menunjukan dinamika aliran sungai yang memusat menuju Danau Borobudur. Sementara itu, dari hasil analisis radiokarbon C14 menunjukkan umur danau tersebut adalah sebelum Candi Borobudur dibangun dan sesudah dibangun. Perkembangan luasan danau serta palaeogografik daerah sekitar Candi Borobudur sangat dipengaruhi oleh endapan hasil aktivitas Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing serta pegunungan Menoreh. Bedasarkan hasil penelitian luasan danau purba diketahui berkembang mulai umur 22000 – 19000 SM, 4310 SM, dan 660 SM. Menurut Soekmono, cekungan di sekitar Candi Borobudur yang didukung dengan bentang alam yang indah dan suasana yang tenang menjadikan Candi Borobudur merupakan tempat ideal untuk belajar mengenal ajaran Buddha. Namun demikian suasana tenang dan indah tersebut hanya bisa dinikmati selaman 2 hingga 3 abad saja setelah Candi Borobudur di bangun. Hal ini karena pada waktu itu cekungan Borobudur dilanda bencana geologi berupa letusan gunung api muda yang didahului dengan gempa tektonik yang memicu letusan beruntun Gunung Merapi, Gunung Sumbing, dan Gunung Sindoro. Sebagian besar material letusan berupa hujan abu lapili (tepra), maupun yang bersifat sekunder berupa banjir lahar dingin terendapkan di cekungan Borobudur. Akibat bencana tersebut lingkungan danau Borobudur lambat laun menjadi kering karena tertimbun material letusan gunung api muda yang mencapai 10 meter. Daoed Joesoef Adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia tahun 1978 - 1983 dalam Kabinet Pembangunan III. Lahir di Medan, Sumatera Utara, 8 Agustus 1926. Ia dilahirkan dari pasangan Moehammad Joesoef dan Siti Jasiah asal Jeron Beteng, Yogyakarta. Dia menikah dengan Sri Sulastri dan dikaruniai anak Sri Sulaksmi Damayanti. Daoed memperoleh gelar sarjana ekonomi dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1959). Setelah itu ia meneruskan studinya ke Sorbonne, Perancis dan meraih dua gelar doktor, yakni Ilmu Keuangan Internasional dan Hubungan Internasional (1967) serta Ilmu Ekonomi (1973). Daoed Joesoef adalah salah seorang tokoh yang ikut mendirikan CSIS (Centre for Strategic and International Studies), sebuah tangki pemikir yang banyak dimanfaatkan sumbangannya oleh pemerintahan Orde Baru. Dalam kehidupan sehari-harinya, Daoed Joesoef mempunyai kegemaran melukis. Setelah pulang dari pendidikan di Perancis, Daoed Joesoef merupakan tokoh yang mendorong proyek pemugaran Candi Borobudur. Selain mampu meyakinkan Pemerintah, beliau juga melakukan diplomasi internasional melalui sidang
40 BOROBUDURPEDIA UNESCO. Pengaruh diplomasi internasional beliau sangat besar, sehingga UNESCO bersedia berperan aktif dengan memberikan dana dan bantuan ahli selama proyek pemugaran. Upaya diplomasi dan program UNESCO untuk membantu penyelamatan situs cagar budaya selanjutnya membuka kesadaran internasional untuk melakukan usaha bersama dalam pelestarian. Usaha bersama oleh negaranegara anggota UNESCO ini kemudian dirumuskan dalam konvensi tentang pelindungan situs budaya dan alam dunia (1972), yang melahirkan sistem warisan dunia (world heritage). Proyek pemugaran Candi Borobudur berlangsung intensif pada era Daoed Joesoef menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1978-1983). Data logger (Ing) Merupakan suatu perangkat khusus yang mampu menyimpan data dalam jangka waktu tertentu. Dengan dihubungkan pada sensor khusus, alat ini akan menyimpan data yang diinginkan untuk kemudian dapat diambil tanpa terbatas jarak/lokasi. Pada Candi Borobudur dipasang data logger untuk memantau temperatur dan kelembaban udara. Gambar data logger yang digunakan Balai Konservasi Borobudur Daya dukung tanah Adalah kemampuan tanah memikul tekanan atau melawan penurunan akibat pembebanan, yaitu tahanan geser yang disebarkan oleh tanah disepanjang bidang ±bidang gesernya. Hasil dari penyelidikan daya dukung tanah digunakan dalam perencanaan pondasi. Debit Adalah sejumlah besar volume air yang mengalir dengan sejumlah sedimen padatan, mineral terlarut, dan material lainnya yang ikut bersamanya melalui luas penampang melintang tertentu. Istilah “debit” juga digunakan dalam bidang lain, misal aliran gas, yang juga merupakan ukuran volumetrik per satuan waktu. Istilah debit dalam hidrologi sinonim dengan debit aliran (stream flow) yang digunakan pakar hidrologi sungai, dan debit keluaran (outflow) yang digunakan dalam sistem penampungan air. Istilah debit digunakan sebagai satuan untuk menghitung banyaknya air yang keluar dari dalam bukit candi ke dalam sumur resapan dalam kegiatan monitoring hidrologi di Candi Borobudur. Debit maksimum Adalah debit paling tinggi yang dioperasikan untuk jangka waktu pendek pada meter air yang telah ditetapkan dalam kesalahan maksimum yang diijinkan (MPE). Debit minimum Adalah debit paling rendah yang dioperasikan pada meter air yang ditetapkan dalam kesalahan maksimum yang diijinkan (MPE) (SNI 2547:2008). Debu Adalah sejumlah partikel padat kecil dengan diamter kurang dari 500 mikrometer (lihat juga pasir atau granulat). Di atmosfer Bumi, debu berasal dari sejumlah sumber yang dapat disebarkan melalui angin, letusan gunung berapi, dan pencemaran. Debu yang menempel pada dinding Candi Borobudur dapat mengganggu kelestarian candi tersebut, karena debu merupakan media yang membantu mempersubur tumbuhnya lumut, algae, dan jamur. Defleksi Adalah lendutan balok akibat beban dinding geser (shear wall, structural wall) – dinding beton dengan tulangan atau pra-tegang yang mampu menahan beban dan tegangan, khusunya tegangan horisontal akibat beban gempa. Deformasi Adalah perubahan bentuk atau dimensi apapun dari suatu unsur konstruksi dalam kaitan dengan pengaruh panas dan atau struktural yang meliputi defleksi, ekspansi atau kontraksi elemen (SNI 1741:2008). Candi Borobudur selalu dimonitoring untuk memantau apakah strukturnya mengalami deformasi baik secara vertikal maupun horizontal yang diakibatkan oleh tekanan maupun pergeseran.
BOROBUDURPEDIA 41 Deformasi horizontal (x,y) dan deformasi vertikal (z) Adalah parameter yang menjadi sasaran monitoring stabilitas struktur candi dan bukit Borobudur dari aspek geodetik. Pengukuran titik-titik kontrol yang dipasang di bagian candi ini dilakukan secara periodik untuk mengetahui tingkat pergerakan dan deformasi struktur candi dan bukit. Degradasi Adalah kemunduran, kemerosotan, penurunan, dan sebagainya (tentang mutu, moral, pangkat, dan sebagainya). Seiring berjalannya waktu Candi Borobudur juga mengalami degradasi pada bahan penyusunnya baik dari sebab internal batu sendiri maupun eksternal dari faktor iklim. Usaha untuk memperlambat degradasi material cagar budaya sering disebut sebagai kegiatan konservasi. Konservasi Candi Borobudur juga merupakan upaya untuk mengurangi atau memperlambat degradasi. Deking Adalah beton tahu untuk pedoman ketebalan beton. Demineralisasi Adalah proses penghilangan kadar garam dan mineral dalam air melalui proses pertukaran ion dengan menggunakan media resin penukar ion baik anion maupun kation. Air demineralisasi digunakan sebagai bahan untuk menunjang kegiatan laboratorium untuk Letak titik-titik kontrol di Candi Borobudur mengencerkan larutan sehingga larutan bebas dari kadar garam dan mineral lainnya dalam rangka pelestarian Candi Borobudur dan cagar budaya lainnya. Denah Merupakan gambar yang menunjukkan letak kota, jalan, dan sebagainya; peta; gambar rancangan (rumah, bangunan, dan sebagainya). Candi Borobudur memiliki denah persegi dengan ukuran 121,66 m, lebar 121,38 m dan tinggi 35,40 m. Terdiri atas 10 lantai, dengan lantai I-VII berdenah persegi, sedangkan lantai VIII-X berdenah lingkaran. Gambar Denah Candi Borobudur Densitas Adalah perbandingan massa suatu batu terhadap volume batu tersebut. Air memiliki densitas sebesar 1 g/cm³. Bila suatu benda memiliki densitas kurang
42 BOROBUDURPEDIA dari 1 g/cm³ maka benda tersebut akan mengapung di air, sedangkan bila densitasnya lebih dari 1 g/cm³ maka benda tersebut akan tenggelam di dalam air. Densitas merupakan salah satu parameter penting yang menunjukkan keadaan batu. Bila suatu batu memiliki densitas yang semakin menurun maka batu tersebut sudah mengalami pelapukan. Desibel = (dB) Adalah satuan untuk mengukur intensitas suara. Kegiatan pemanfaatan yang diperkirakan mengeluarkan bunyi yang keras atau getaran yang kuat di sekitar Candi Borobudur terutama di Zona I dan II selalu dimonitoring agar tidak mengganggu kelestarian candi. Desikator Adalah alat yang berfungsi untuk mengeringkan sampel atau bahan. Alat ini terbuat dari kaca berbentuk panic bersusun dua, dimana bagian bawahnya diisi dengan pengering sehingga pengaruh uap air selama pengeringan dapat diserap oleh bahan pengering. Desikator terbuat dari gelas jenis semi-boroksilat, plastik atau mika. Di dalam desikator terdapat piringan berpori yang terbuat dari porselin yang berfungsi sebagai tempat diletakkannya alatalat gelas. Di bawah piringan porselin terdapat bahan pengering yang berupa gel silika, asam sulfat pekat, fosfor pentaoksida, kalsium oksida dan lain sebagainya. Terdapat dua jenis desikator, desikator biasa dan desikator vakum. Desikator vakum dapat mempertahankan kelembapan rendah pada tekanan tidak lebih dari 20 mmHg atau pada tekanan lain yang ditetapkan dalam monografi. Alat ini sering digunakan pada kajian-kajian di Balai Konservasi Borobudur. Desinfeksi Adalah proses mematikan bakteri patogen dan memperlambat pertumbuhan lumut dengan pembubuhan bahan kimia (SNI 6774:2008). Destinasi pariwisata Adalah suatu entitas yang mencakup wilayah geografis tertentu yang didalamnya terdapat komponen produk pariwisata (atraksi, aksesibilitas, dan sarana prasarana), layanan, serta unsur pendukung lainnya (masyarakat, pelaku industri pariwisata, dan institusi pengembang) yang membentuk sistem yang sinergis dalam menciptakan motivasi kunjungan serta totalitas pengalaman kunjungan bagi wisatawan. Candi Borobudur merupakan salah satu destinasi pariwisata di Indonesia dengan produk utama cagar budaya yang berupa candi dari abad IX Masehi. Destruksi Adalah suatu tindakan untuk mengubah atau melarutkan sampel menjadi bentuk materi yang dapat diukur kandungannya. Materi yang dapat diukur berupa unsur-unsur yang terkandung dalam sampel tersebut. Destruksi ada 2 macam yaitu destruksi basah dan destruksi kering. Destruksi basah dilakukan dengan cara melarutkan sampel dengan menggunakan asam kuat baik tunggal maupun campuran. Pelarut yang digunakan untuk destruksi basah antara lain asam klorida (HCl), asam nitrat (HNO³), air raja, asam sulfat (H2SO4), dan asam perklorat(HClO4). Destruksi basah dilakukan untuk melarutkan logam sehingga dapat diketahui unsur-unsur penyusun logam tersebut. Destruksi kering dilakukan dengan cara pengabuan sampel dalam muffle furnace pada suhu pemanasan tertentu untuk merombak organik logam di dalam sampel menjadi logam-logam anorganik. Destruksi merupakan salah satu tahapan analisis material Candi Borobudur maupun cagar budaya lainnya, yaitu destruksi sampel batu, endapan garam, mortar, bata dan plester. Deteriorasi Adalah kemunduran; penurunan mutu dan sebagainya. Deteriorasi dapat diartikan juga sebagai degradasi. Gambar alat desikator biasa (kiri), dan desikator vakum (kanan).