The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

book-fullfile-5ad8a543abfac-1524147523(1)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Buku Digital, 2023-05-29 02:58:51

book-fullfile-5ad8a543abfac-1524147523(1)

book-fullfile-5ad8a543abfac-1524147523(1)

BOROBUDURPEDIA 43 Deteriorasi Biomekanik Adalah suatu proses degradasi mineral batuan secara mekanik yang dilakukan mikroorganisme pada batuan candi dan benda cagar budaya lainnya. Peristiwa ini dapat berlangsung secara langsung dan tidak langsung. Proses secara langsung terjadi karena adanya penetrasi hifa. Hifa mampu melakukan penetrasi pada butiran, retakan, dan belahan batu untuk membuat akses menuju sumber mineral. Sedangkan proses tidak langsung disebabkan karena adanya senyawa ekstraseluler yang dikeluarkan oleh mikroorganisme di permukaan. Senyawa ekstraselular tersebut mendukung terbentuknya lapisan biofilm dan penempelan mikroorganisme pada permukaan batuan. Senyawa ekstraselular kemungkinan mengandung komponen asidik dan metabolit pengikat logam. Kembang dan kempisnya lapisan biofilm dapat menimbulkan tekanan mekanik pada mineral batuan, sehingga menyebabkan erosi dan abrasi. Dharmacakramudra Adalah sikap tangan memutar roda dunia merupakan mudra dari Dhyani Buddha Wairocana sebagai penguasa zenith. Dhyani Buddha Wairocana terdapat di Candi Borobudur dalam stupa terawang. Dhyana mudra Adalah sikap tangan bersemedi, merupakan mudra dari Dhyani Buddha Amitabha sebagai penguasa arah Barat. Dhyani Buddha Amitabha merupakan arca yang berada di sisi Barat pada relung pagar langkan tingkat I hingga IV. Dhyani Buddha Adalah permenungan (dhyana) Adhi Buddha yang mempunyai hakikat yang terang dan murni kemudian mengalir dari dirinya lima Dhyani Buddha yaitu Wairocana, Aksobhya, Ratnasambhawa, Amitabha, dan Amoghasiddha. Para Dhyani Buddha tersebut mengusai masing-masing daerahnya yang diagmbarkan sebagai alam semesta. Dhyani Buddha Wairocana yang menguasai zenith mempunyai sikap tangan vitarka mudra. Dhyani Buddha Aksobhya yang menguasai arah Timur mempunyai sikap tangan bhumisparsa mudra. Dhyani Buddha Ratnasambhawa yang menguasai arah Selatan mempunyai sikap tangan waramudra. Dhyani Buddha Amitabha yang menguasai arah Barat mempunyai sikap tangan dhyana mudra. Dhyani Buddha Amoghasiddha yang menguasai arah Utara mempunyai sikap tangan abhaya mudra. Selain itu, pada area stupa teras Candi Borobudur juga dijumpai Dhyani Buddha Vajrasatwa dengan sikap tangan dharmacakra mudra. Distometer Adalah alat yang digunakan untuk mengukur jarak. Alat ini menggunakan sistem laser untuk mendeteksi jarak, kemampuan jarak maksimal yang bisa diukur masing-masing alat berbeda. Dengan bentuk yang kecil dan ringan alat ini sangat efektif dan mudah untuk digunakan pada pengukuran bagian-bagian candi. Gambar distometer Dokar Adalah alat tranportasi tradisional, kereta yang ditarik oleh kuda. Alat transportasi ini dijumpai di sekitar Candi Borobudur sebagai sarana transportasi wisata jelajah desa di sekitar Borobudur. Dormansi Adalah istilah biologi yang menujukkan suatu keadaan berhenti tumbuh yang dialami organisme hidup sebagai tanggapan atas suatu keadaan yang tidak mendukung pertumbuhan normal. Dormansi merupakan suatu reaksi atas keadaan fisik atau lingkungan tertentu. Pemicu dormansi dapat bersifat mekanis, keadaan fisik lingkungan, atau kimiawi. Keadaan dorman juga terjadi pada lumut yang tumbuh di Candi Borobudur saat musim kemarau. Keadaan ini ditunjukan dengan lumut berhenti tumbuh dengan tidak adanya pertambahan biomasa dan warna lumut berubah dari hijau menjadi coklat muda. Namun ketika lumut yang sudah berwarna coklat tersebut terkena air sedikit saja langsung akan berubah menjadi hijau kembali.


44 BOROBUDURPEDIA Dorpel Adalah batu yang yang menjadi bagian atas/atap gapura candi. Dowel Adalah material penghubung antara 2 (dua) komponen struktur. Drainase Adalah usaha untuk mengontrol kualitas air tanah dalam kaitannya dengan salinitas, dimana drainase merupakan salah satu cara pembuangan kelebihan air yang tidak diinginkan pada suatu daerah, serta caracara penaggulangan akibat yang ditimbulkan oleh kelebihan air tersebut. Drainase Permukaan Tanah (Surface Drainage). Saluran drainase yang berada di atas permukaan tanah yang berfungsi mengalirkan air limpasan permukaan. Analisa alirannya merupakan analisa open channel flow. Drainase Bawah Permukaan Tanah (Subsurface Drainage) adalah saluran drainase yang bertujuan mengalirkan air limpasan permukaan Sistem drainase lama dengan adanya jaladwara/gargoyle (atas) Sistem drainase baru yang dibuat pada pemugaran Candi Borobudur tahap II (kiri) melalui media dibawah permukaan tanah (pipa-pipa), dikarenakan alasan-alasan tertentu. Alasan itu antara lain tuntutan artistik, tuntutan fungsi permukaan tanah yang tidak membolehkan adanya saluran di permukaan tanah seperti lapangan sepak bola, lapangan terbang, taman dan lain-lain. Pada awalnya, Candi Borobudur dibangun dengan sistem drainase yang cukup bagus. Air hujan yang jatuh ke lantai candi dialirkan ke lantai dibawahnya melalui jaladwara/ gargoyle, kemudian setelah sampai bawah di alirkan ke bukit. Namun fungsi saluran air tersebut tidak berfungsi lagi setelah ditemukan kembali oleh Raffles karena struktur bangunannya mengalami kerusakan (miring, retak, bergelombang) yang diakibatkan oleh alam. Pada pemugaran kedua, akhirnya diterapkan sistem drainase baru dengan dibuatkan pipa saluran yang dialirkan ke lantai di bawahnya sampai ke bawah bukit dengan dibuatkan sumur peresapan. Untuk mengontrol lancar atau tidaknya air buangan, dibuatkan bak kontrol yang dapat dicek sewaktuwaktu.


BOROBUDURPEDIA 45 Drone = pesawat udara tanpa awak Adalah sebuah mesin terbang yang berfungsi dengan kendali jarak jauh oleh penerbang (pilot) atau mampu mengendalikan dirinya sendiri dengan menggunakan hukum aerodinamika. Seperti yang tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 90 Tahun 2015 tentang Pengendalian Pengoperasian Pesawat Udara Tanpa Awak di Ruang Udara yang Dilayani Indonesia bahwa dalam hal sistem pesawat udara tanpa awak digunakan untuk kepentingan pemotretan, perfilman dan pemetaan, harus melampirkan izin dari institusi yang berwenang dan Pemerintah Daerah yang wilayahnya akan dipotret, difilmkan atau dipetakan. Perizinan penggunaan drone di Candi Borobudur untuk kepentingan pemotretan, perfilman dan pemetaan berdasarkan peraturan di atas dan kebijakan stakeholder pengelola Kawasan Borobudur bahwa untuk penggunaan drone di area Zona I Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon berdasarkan izin yang dikeluarkan oleh Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya atau Balai Konservasi Borobudur, untuk di area Zona II juga berdasarkan izin dari PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Unit Borobudur, serta penggunaan drone di Zona III maupun Zona IV dan Zona V dengan izin pula dari Kepolisian setempat. Untuk kegiatan tertentu, izin penggunaan drone di Zona I dan Zona II dapat disertai dengan ijin dari pihak kepolisian setempat terkait keamanan selama pelaksanaan pengambilan gambar. Dry masonry technique Adalah istilah pada struktur dinding dari batu (pecahan batu) yang disusun tanpa mortar. Candi Borobudur dapat disebut sebagai dry masonry technique karena dinding candi disusun tanpa mortar sebagai perekat. Dupa Adalah material yang mengeluarkan asap dan bau ketika dibakar. Dupa digunakan sebagai salah satu bahan yang digunakan dalam ritual upacara umat Budha di Candi Borobudur maupun Candi Mendut khususnya dalam upacara Waisak. Dupa yang dipakai dalam sembahyang umat Buddha biasanya berjumlah 3 batang. Dupa sebanyak 3 batang ini melambangkan “pantangan”, “tekad”, “bijaksana”. Menurut ajaran agama Buddha, pantangan melahirkan tekad, tekad membentuk kebijaksanaan. Dupa dalam penancapannya terdapat urutan yang mengandung makna. Biasanya dimulai dengan menancapkan yang di tengah, kemudian sebelah kanan baru kemudian sebelah kiri. Dupa tengah mempunyai arti bersujud pada Buddha, dupa kanan bersujud pada Dharma (ajaran Buddha) dan dupa kiri bermakna bersujud pada Bhiksu. Durian Adalah buah yang berkulit keras dan berduri tajam namun memiliki aroma yang khas. Pohon durian terpahatkan pada relief Candi Borobudur dan ditanam pada sisi barat laut dan tenggara. Durian memiliki nama ilmiah Durio zibethinus. Tumbuhan durian memiliki ciri-ciri tinggi pohon dapat mencapai 50 meter, bentuk tajuk pohon mirip segitga, kulit batang berwarna merah coklat gelap kasar dan terkadang terkelupas. Bentuk daun ada yang lonjong, melanset atau lonjong melanset. Bunga juga buah durian muncul langsung dari batang atau cabang cabang yang tua di bagian pangkal, berkelompok dalam karangan berisi 3 - 10 kuntum berbentuk tukal. Kuncup bunganya membulat berdiameter sekitar 2 cm, dan bertangkai panjang. Kelopak bunga berbentuk tabung, daun kelopak tambahan terpecah menjadi 2 - 3 cuping berbentuk bundar telur. Mahkota bentuk sudip, berjumlah 5 helai, warna keputih-putihan. Bunga muncul dari pucuk dorman, mekar pada sore hari dan bertahan hingga beberapa hari. Kulit buahnya memiliki permukaan yang tebal. Berwarna hijau kekuning-kuningan, kecokelatan hingga keabu-abuan. Relief pohon durian pada Candi Borobudur.


46 BOROBUDURPEDIA E EDS (Energy Dispersive x-ray Spectroscopy) Adalah suatu teknik analisa yang berfungsi mengetahui unsur atau sifat kimia dari suatu sampel. Teknik analisa ini biasanya dikombinasikan dengan alat lain yang menggunakan sinar elektron sebagai prinsip kerjanya, misalnya Scanning Electron Microscope (SEM), atau Transmission Electron Microscope (TEM). Sinar elektron yang menumbuk sampel akan menyebabkan elektron tereksitasi (lihat di bagian XRF), sehingga akan timbul sinar-x karateristik yang selanjutnya akan dideteksi oleh detektor dan dianalisa oleh alat tersebut sehingga diketahui unsur dan sifat kimianya. Kelebihan dari EDS adalah mampu melakukan analisa untuk sampel berukuran sangat kecil. EDS digunakan untuk mengetahui komposisi kimia dari material batu Candi Borobudur. EDTA Adalah singkatan dari etilen diamin tetra asetat. EDTA merupakan suatu asam amino polikarboksilat dan tidak berwarna, zat padat yang larut dalam air. EDTA berperan sebagai ligan heksadentat dan zat pengkhelat, yaitu kemampuannya menjadi sequester ion logam. EDTA merupakan senyawa kompleks khelat yang dapat digunakan untuk mengikat kation logam bervalensi dua seperti Ca2+ dan Mg2+ dan bervalensi tiga seperti Fe3+, yang akan membentuk kompleks dengan logam-logam tersebut melalui empat gugus karboksil dan dua gugus amina. EDTA membentuk kompleks kuat dengan Mn (II), Cu (II), Fe (III), dan Co (III) Setelah diikat oleh EDTA, ion logam tetap sebagai larutan tetapi menunjukkan reaktivitas yang berkurang. EDTA menjadi salah satu bahan penelitian dalam rangka penangan endapan garam pada dinding Candi Borobudur. Edukasi Adalah proses pembelajaran untuk mendapatkan pengetahuan baru. Edukasi juga dapat diartikan sebagai bimbingan untuk mencapai perkembangan yang lebih baik. Edukasi merupakan pengalaman yang mencerahkan. Candi Borobudur dibangun oleh nenek moyang sebagai sarana untuk kontemplasi, perenungan, pembelajaran untuk menjadi insan yang lebih baik diantaranya dengan belajar melaui relief yang dipahatkan pada pada dinding-dinding candi. Ekor Burung Adalah salah satu jenis sambungan antar batu pada Candi Borobudur agar saling berkaitan. Dalam bangunan candi tidak terdapat bahan perekat semacam semen. Sambungan ekor burung ini terdapat pada bagian batu yang berlubang maupun pen sebagai penguncinya. Ekskavasi = Excavation (ing) Adalah penggalian yang dilakukan di tempat yang mengandung benda purbakala. Pada saat pemugaran II tahun 1973-1983, diadakan ekskavasi besar-besaran di area sekitar Candi Borobudur. Tujuan ekskavasi tersebut adalah untuk menyelidiki tinggalan arkeologi yang masih terpendam di dalam tanah. Penggalian arkeologis dimulai dari tahun 1951 sampai dengan 1980. Penggalian arkeologis dilakukan oleh berbagai instansi seperti kantor Dinas Purbakala, para mahasiswa Jurusan Arkeologi Universitas Gadjah Mada dan Universitas Indonesia, para siswa Pusdiklat yang dilakukan di Borobudur dan penggalian yang disponsori oleh JICA. Lokasi penggalian dimulai dari halaman atas sebelah barat laut Candi Borobudur, kemudian halaman atas yang mengelilingi Candi Borobudur, dilanjutkan halaman bawah sebelah barat dan selatan, kemudian halaman bawah sebelah tenggara dan barat dari Candi Borobudur. Ekskavasi yang dilakukan di sekitar Candi Borobudur pada pemugaran tahap II


BOROBUDURPEDIA 47 Ekskavasi Arkeologi Adalah penggalian yang dilakukan di tempat yang mengandung benda purbakala, salah satu teknik pengumpulan data melalui penggalian tanah yang dilakukan secara sistematik untuk menemukan satu atau himpunan tinggalan arkeologi dalam situasi insitu. Ekskavasi arkeologi dilakukan sesuai dengan tujuannya yaitu ekskavasi penelitian merupakan ekskavasi yang dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh data selengkap mungkin dalam kepentingan untuk penelitian. Ekskavasi penyelamatan merupakan ekskavasi yang dilakukan dengan tujuan untuk menyelamatkan situs cagar budaya agar tidak rusak, dalam beberapa kasus juga berkaitan dengan berbagai hal kepentingan mengenai tanah yang mengandung situs atau cagar budaya tersebut misalnya penemuan cagar budaya ketika dilakukan penggalian untuk pondasi bangunan. Ekskavasi pembelajaran atau praktikum ekskavasi merupakan ekskavasi yang dilakukan oleh mahasiswa arkeologi untuk mempelajari secara langsung bagaimana proses ekskavasi dilakukan. Selain memang menjadi mata kuliah wajib bagi mahasiswa arkeologi, kegiatan ekskavasi juga telah menjadi hal yang sangat identik dengan arkeologi karena hanya bidang ilmu arkeologi yang melakukan ekskavasi. Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya maka yang diperbolehkan untuk melakukan ekskavasi hanyalah instansi pemerintah saja sehingga seseorang tidak dapat melakukan ekskavasi sendiri. Ekstra Adalah pekerjaan tambahan yang diminta dari kontraktor, tidak termasuk dalam rencana semula, yang akan ditagih secara terpisah dan tidak akan mengubah nilai kontrak asli. Ember Adalah tempat air berbentuk silinder (terbuat dari plastik, seng, dan sebagainya) dipakai juga untuk menampung, menimba, atau membawa air. Pada kegiatan konservasi ember digunakan untuk wadah air karena sebagian dari aktivitas konservasi menggunakan air sebagai bahan pembantu. Ember juga digunakan secara fleksibel untuk keperluan lainnya, misalnya untuk membawa pasir atau bahan lainnya serta peralatan. Emisi gas buang Adalah sisa hasil pembakaran bahan bakar di dalam mesin pembakaran dalam, mesin pembakaran luar ataupun sistem pembuangan mesin, seperti emisi gas buang dari kendaraan bermotor. Emisi gas buang tersebut membahayakan kelestarian batu Candi Borobudur karena mengandung asam yang dapat melapukkan batuan candi. Endapan Adalah zat padat yang tidak larut dalam cairan sehingga teringgal di suatu tempat, seperti endapan debu atau lumpur dari abu vulkanik gunung berapi yang menempel pada selasar dan dinding Candi Borobudur. Endapan tersebut berakumulasi pada nat dan saluran air sehingga perlu dilakukan pembersihan dinding candi dan pembongkaran saluran drainase. Enlarger Merupakan salah satu alat yang berguna untuk mencetak foto. Epigrafi Adalah cabang arkeologi yang berusaha meneliti benda-benda bertulis yang berasal dari masa lampau. Salah satu contohnya adalah prasasti. Prasasti merupakan sumber bukti tertulis (berupa tulisan ataupun gambar) pada masa lampau yang dapat memberikan informasi mengenai peristiwa dimasa lampau, asal usul seorang raja atau tokoh atau genealogi maupun penanggalan. Berdasarkan ilmu epigrafi inilah dapat diketahui berbagai informasi dari prasasti pendek yang dipahatkan pada relief Candi Borobudur. Epoksi resin Adalah bahan polimer yang memiliki sifat adesif, yang terdiri atas resin dan hardener (pengeras). Resin terdiri dari monomer atau polimer rantai pendek dengan kelompok epokida di kedua ujungnya. Epoksi resin bersifat thermosetting, artinya material ini menjadi keras secara permanen setelah resin dan hardener dicampur, dan tidak akan menjadi lunak kembali dengan pemanasan maupun penambahan pelarut. Pada waktu pemugaran kedua Candi Borobudur tahun 1973-1983, epoksi resin dominan digunakan untuk penyambungan batu yang pecah dan digunakan untuk mengisi celah retakan. Namun


48 BOROBUDURPEDIA saat ini penggunaan epoksi resin dibatasi karena epoksi resin bersifat tidak non-reversible (tidak dapat balik) dan lebih kuat dari batu yang disambung. Erlenmeyer Adalah sebuah tabung kaca yang memiliki bentuk kerucut dibagian atasnya. Di salah satu sisi dari tabung terdapat tanda yang menunjukkan volume ukuran isi tabung, dan memiliki ruang untuk dapat diberi label. Bentuk leher dan mulut tabung erlenmeyer dibuat menyempit bertujuan agar erlenmeyer dapat mudah dipegang, mengurangi penguapan dan dapat di tutup dengan mudah. Sedangkan dasar permukaan rata membuatnya fleksibel untuk diletakkan dimanapun. Erlenmeyer terbuat dari kaca borosilikat sehingga mereka dapat dipanaskan di atas api atau autoklaf sampai suhu 200ºC. Ukuran erlemeyer adalah 50 ml, 125 ml, 250 ml dan 500 ml dan 1000 ml. Tabung erlenmeyer tidak mempunyai tutup, untuk penutup dapat menyegel dengan plastik atau gabus penyumbat. Namun ada juga erlenmeyer yang khusus di buat dengan penutup yang juga terbuat kaca. Peralatan gelas ini banyak digunakan di laboratorium biologi dan kimia Balai Konservasi Borobudur yang berfungsi untuk mengukur dan mencampur bahanbahan analisa, menampung larutan, bahan padat ataupun cairan, meracik dan menghomogenkan (melarutkan) bahan-bahan komposisi media, sebagai tempat kultivasi mikroba dalam kultur cair, serta sebagai tempat untuk melakukan titrasi bahan. Erosi Adalah serangkaian proses yang menyebabkan sejumlah material bumi atau batuan terkikis, diangkut dan dipindahkan ke tempat lain di permukaan bumi oleh kekuatan air, angin, dan grafitasi. Candi Borobudur terletak di atas bukit dengan ketinggian kurang lebih 15 meter. Untuk memantau kondisi stabilitas lereng dari erosi yang dapat mengancam kelestarian candi maka kondisi stabilitas lereng dipantau terus menerus melalui kegiatan monitoring stabilitas Candi Borobudur dan bukit. Erupsi Adalah proses peletusan gunung berapi yang mengeluarkan bahan-bahan dari dapur magma. Erupsi Gunung Merapi terbesar terakhir terjadi pada 4-5 November 2010 setelah sebelumnya meletus pada tanggal 26 Oktober 2010. Batu candi yang telah dibersihkan dari material hujan abu dan kerikil tanggal 26 Oktober 2010 terkena pasir dan abu vulkanik kembali tanggal 4-5 November 2010. Erupsi dalam konteks Candi Borobudur adalah letusan gunung api yang dapat berdampak pada kelestarian candi dan lingkungannya. Erupsi gunung api dengan terlemparnya berbagai material piroklastik berukuran debu hingga barangkal bisa menjangkau jarak yang relatif jauh dari kepundan. Meterial inilah yang dapat menyebabkan suatu percandian dari masa lalu terkubur di bawah permukaan tanah saai ini. Erupsi gunung api yang terjadi akhir-akhir ini, yaitu Gunung Merapi (2010) dan Gunung Kelud (2014) menyebabkan permukaan Candi Borobudur tertutup abu vulkanik dengan ketebalan mencapai 2,5 cm. Estimate (Ing) = Perkiraan Adalah jumlah tenaga kerja, bahan, dan biaya lain yang diantisipasi oleh kontraktor untuk sebuah proyek seperti yang dirangkum dalam proposal penawaran kontraktor untuk proyek tersebut. Evakuasi Adalah perpindahan penduduk karena gangguan bencana alam atau keamanan. Penduduk di sekitar Candi Borobudur pasca letusan Gunung Merapi tanggal 4-5 November 2010 tidak dievakuasi karena kondisi masih dinilai aman. Evaluasi Adalah proses pengukuran terhadap efektivitas strategi yang digunakan dalam upaya mencapai tujuan program kegiatan perusahaan atau instansi. Struktur kimia senyawa polimer epoksi


BOROBUDURPEDIA 49 Data yang diperoleh dari hasil pengukuran tersebut akan digunakan sebagai analisis situasi program berikutnya. Evaluasi tersebut perlu diadakan dengan tujuan untuk menghindari kesalahan, memilih strategi terbaik dari berbagai alternatif strategis yang ada, meningkatkan efisiensi dan melihat apakah tujuan sudah tercapai. Balai Konservasi Borobudur melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin untuk memantau kelestarian Candi Borobudur agar dapat bertahan hingga pada masa yang akan datang. Existing condition(Ing) Adalah kondisi yang ada saat ini, kondisi yang ada saat sekarang.


50 BOROBUDURPEDIA F Fabel Adalah cerita tentang kehidupan hewan yang berperilaku menyerupai manusia. Cerita fabel juga sering disebut cerita moral karena pesan yang berkaitan dengan moral. Cerita seperti ini tergambarkan pada Candi Borobudur dan terdapat pada relief Jataka. Faktor Air Semen (FAS) Adalah perbandingan antara jumlah semen dan air pada beton. Faktor Reduksi Adalah suatu faktor yang dipakai untuk mengalikan kuat nominal untuk mendapatkan kuat rencana. Fasad = Facade (Ing) Adalah wajah depan bangunan atau sisi bangunan yang menghadap ke jalan utama; mempunyai nilai arsitektural yang spesifik. Candi Borobudur merupakan bangunan berdenah persegi dan berbentuk piramida sehingga memiliki empat sisi yang sama, fasad yang sama. Namun, walapun Candi Borobudur mempunyai tangga masuk di keempat sisinya, pintu masuk Candi Borobudur berada di sebelah Timur dan juga arah baca relief dimulai dari Timur, oleh karena itu fasad utama Candi Borobudur berada di sebelah Timur. Fenokris Adalah kristal mineral yang lebih besar dari massa dasar pada batuan beku dan dapat diidentifikasi dengan mata telanjang. Pada andesit penyusun Candi Borobudur komposisi fenokris yang dominan adalah plagioklas dan piroksen. FHA Strap Adalah tali logam yang digunakan untuk memperbaiki dinding penyangga “cut-out”, dan “mengikat bersama” sudut dinding, splices, dan kepala bantalan Filamen Tungsten Merupakan bagian dari SEM (Scanning Electron Microscope) yang berfungsi sebagai electron gun atau penghasil elektron. Filamen ini dipanaskan dengan cara dialiri arus listrik sehingga menghasilkan cahaya serta awan elektron di sekitar filamen. Dengan bantuan anoda, maka elektron bisa ditembakkan dengan arah tertentu (lihat bagian SEM). Seperti halnya pemakaian filamen pada bohlam, maka filamen tungsten ini akan putus setelah dipakai selama beberapa waktu. Filosofi Borobudur mempunyai filosofi, yaitu Borobudur adalah simbol kebangkitan, perjalanan spiritual seorang pemuda bernama Sudhana. Kisah berakhir pada fragmen Bhadracari dimana Samanthabadra memberi wejangan kepada Sudhana. Ketika kepala pemuda kaya tersebut disentuh oleh Samanthabadra, Sudhana memperoleh tingkat pencapaian samadhi tertinggi. Pada akhirnya Sudhana mencapai pencerahan tertinggi tentang kebenaran sejati. Kisah ini menggambarkan kebangkitan batin dari insan manusia melalui proses penyempurnaan hati yang baik dan kebijaksanaan. Proses penyempurnaan hati yang baik dan kebijaksanaan (Paramitha) diwujudkan melalui relief Lalitavistara, Jataka dan Avadana. (Miksic, 1999:43) Filtrat Adalah campuran larutan yang turun saat penyaringan pada tabung reaksi. Filtrat merupakan larutan hasil penyaringan pada proses pemisahan. Salah satu contoh, filtrat hasil destruksi batu, endapan garam, mortar Candi Borobudur dan cagar budaya lainnya, digunakan untuk pengujian kandungan kalsium, magnesium, besi, aluminium, dan sulfat dalam analisis dengan menggunakan metode titrimetri maupun instrumental. Fisika Adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala alam, terutama hubungan antara materi dan energi. Dalam kaitanya dengan analisis cagar budaya, ilmu fisika diperlukan untuk mempelajari sifat-sifat fisik material cagar budaya terutama material batuan seperti kandungan air, kuat tekan, dan sebagainya. Selain itu ilmu fisika juga diperlukan dalam rangka menganalisis lingkungan cagar budaya seperti suhu dan kelembaban.


BOROBUDURPEDIA 51 Fitur Adalah struktur atau sisa kegiatan manusia yang karena ukuran dan kondisinya tidak dapat dipindahkan serta diangkat dari lingkungannya tanpa mengakibatkannya rusak. Fitur dapat berupa bangunan, perbedaan rona pada tanah, atau lansekap hasil bentukan manusia. Flakeboard (Ing) Adalah sebuah panel kayu yang terbuat dari serpihan kayu dan lem dengan perbandingan 1:2. Sering digunakan sebagai pengganti papan kayu untuk luar dinding dan atap selubung. Juga disebut OSB atau papan wafer. Flatwork (Ing) Adalah kata umum untuk lantai beton, jalan masuk, ruang bawah tanah, dan trotoar. Fondation (Ing) Adalah bagian pendukung struktur bawah konstruksi lantai pertama, atau di bawah, termasuk pondasi. Forklift (Ing) Adalah suatu alat/kendaraan yang menggunakan garpu atau clamp dipasang pada mast untuk mengangkat, menurunkan dan memindahkan suatu benda dari suatu tempat ke tempat lain. Dalam pekerjaan pemugaran Candi Borobudur kedua (II) 1973-1983, forklift sangat membantu pekerjaan pemugaran. Forklift pada saat ini digunakan untuk membawa blok-blok batu yang telah dimasukan dalam pallet, untuk kemudian masuk pada proses konservasi dan registrasi. Form (Ing) Adalah struktur sementara yang didirikan untuk menampung beton selama pengecoran dan pengerasan awal Fragmen Adalah bagian atau pecahan dari sesuatu. Di kawasan sekitar Candi Borobudur yang akan dibangun suatu bangunan permanen dilakukan ekskavasi atau penggalian terlebih dahulu untuk memastikan bahwa area tersebut bebas dari adanya temuan artefak atau benda cagar budaya. Dalam ekskavasi tersebut juga sering ditemukan adanya fragmen gerabah. Fungi = Cendawan Adalah organisme eukariotik yang memiliki dinding sel dan bersifat heterotrof. Eukariotik adalah kelompok organisme yang memiliki membran sel. Oleh karena itu dahulu fungi dimasukkan ke dalam kerajaan tumbuhan. Namun fungi bersifat heterotrof, yang tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat melakukan fotosintesis. Oleh karena itu, sekarang fungi di kelompokkan dalam kingdom sendiri yang terpisah dari tumbuhan dan hewan. Fungi dapat melapukkan batuan dengan cara bersimbiosis dengan algae. Simbiosis antara fungi dan algae disebut lichen. Fungi menciptakan lingkungan yang lembab untuk algae tumbuh, sedangkan algae memberikan nutrisi hasil fotosintesis kepada fungi.


52 BOROBUDURPEDIA G Gajah Adalah salah satu hewan terbesar di dunia. Hewan ini berasal dari Afrika. Gajah memiliki tubuh besar, warna kulitnya abu-abu. Ia memiliki empat kaki, yang sangat besar dan sangat kuat. Gajah memiliki dua telinga lebar serta miliki dua mata yang berwarna hitam dan kecil, memiliki hidung yang panjang yang disebut belalai. Gajah memiliki dua gigi taring yang panjang dan lancip, yang dikenal dengan nama gading. Gading, belalai dan kaki gajah dapat menjadi senjata untuk membela diri dari hewan lain. Namun gajah memiliki ekor pendek. Binatang gajah ini banyak terpahatkan pada relief Candi Borobudur, sebagai penjelmaan Bodhisatwa dalam cerita Jataka, dan sebagai alat transportasi. Gagak Adalah anggota burung pengicau (passeriformes) yang termasuk dalam marga corvus, suku corvidae. Hampir semua jenis burung ini berukuran relatif besar, memiliki bulu berwarna hitam, suaranya serak dan nyaring. Burung gagak mudah ditemukan di seluruh benua dan kepulauan, kecuali di Amerika Selatan. Burung gagak terpahatkan pada relief Candi Borobudur pada cerita Jataka yang bercerita tentang seorang brahmana, kepiting, ular dan burung gagak. Gambar Kerja = As Built Drawing (Ing) Merupakan gambar yang dibuat oleh pihak kontraktor atau pelaksana bangunan berupa gambar konstruksi untuk memudahkan pekerjaan suatu proyek bangunan di lapangan (umumnya untuk pelaksanaan proyek-proyek besar/megaproyek) Pada proses pelaksanaan pemugaran kedua Candi Borobudur tahun 1973-1983, dilakukan penggambaran bangunan candi dari kondisi eksisting (existing condition) sampai dengan gambar perencanaan. Gambar kerja meliputi gambar denah, tampak, dan potongan, serta gambar detail dengan skala sesuai kebutuhan. Penggambaran pada saat pemugaran kedua dikelompokkan menjadi dua, yaitu penggambaran secara manual dan penggambaran dengan metode fotogrammetri. Penggambaran secara manual dilakukan di atas kertas gambar (drawing paper) menggunakan pensil kemudian disalin di atas kertas kalkir (transparent paper) menggunakan tinta untuk dapat digandakan melalui proses pencetakan (afdrukken). Penggambaran dengan metode fotogrammetri mengggunakan alat-alat yang modern Contoh gambar kerja pada pemugaran kedua Proses penggambaran secara manual di atas kertas kalkir


BOROBUDURPEDIA 53 seperti stereo kamera fotogrammetri (kamera matrik), stereoplotter dan meja gambar serta menggunakan kertas khusus yang tahan terhadap perubahan suhu (kertas stabilane). Gandawyuha Merupakan cerita pada bab terakhir Avatamsaka Sutra tentang Sudhana yang berkelana tanpa mengenal lelah dalam usahanya mencari Pengetahuan Tertinggi tentang Kebenaran Sejati atau pencerahan. Menurut riwayat Boddhisattva Sudhana yang mencapai pengetahuan tertinggi dengan berkelana kian kemari menemui bermacam - macam orang untuk berguru. Pertama - tama ia datang kepada Manjusri dan setelah mengunjungi beberapa orang dan dewa - dewa akhirnya kembali lagi ke Manjusri. Relief Gandawyuha dijumpai pada lorong III (lantai V) dan IV (lantai VI), selain itu, relief ini juga dijumpai pada dinding lorong II (lantai IV). Total jumlah panil relief Gandawyuha adalah 460 panil. Filsafat yang terdapat pada Candi Borobudur yang melandasi pelaksanaan proses penyempurnaan dalam aliran Tantrayana diwujudkan melalui relief Gandawyuha dan Bhadracari. Gangguan Adalah tindakan yang sudah nyata dan menimbulkan kerugian berupa korban jiwa dan/atau harta benda serta dapat berakibat trauma psikis kepada pegawai/ karyawan Obyek Vital Nasional. Selain ancaman, juga terdapat gangguan yang terjadi dan mengganggu kenyamanan pengunjung di candi diantaranya adanya gangguan jatuhnya pesawat tanpa awak (drone) yang mengenai salah satu yasti Candi Borobudur. Garam Garam adalah senyawa ionik yang terdiri dari ion positif (kation) dan ion negative (anion) sehingga membetuk senyawa netral tanpa muatan. Garam terbentuk antara reaksi asam dan basa membentuk senyawa baru seperti NaCl, ZnSO4, CaCl dsb. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah maka garam bersifat asam. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat maka garam akan bersifat basa. Sedangkan garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat maka garam akan bersifat netral dengan pH 7. Berdasarkan kelarutannya maka dapat dibedakan menjadi garam terlarut (soluble salts) dan garam yang tak larut (insoluble salts) Jenis garam yang ada di permukaan batu Candi Borobudur berupa garam terlarut yang mudah dibersihkan dan garam tak larut yang sangat sukar untuk dibersihkan pada permukaan Candi Borobudur. Garis Astronomis Adalah garis lintang dan garis bujur yang ada dalam peta dan globe. Garis lintang adalah garis khayal pada permukaan bumi yang melintang dan melingkari secara horizontal. Garis bujur adalah garis khayal pada permukaan bumi yang membujur dan melingkari secara vertikal. Candi Borobudur terletak di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Secara astronomis terletak di 07° 36’ 49’’ LS dan 110° 12’ 34’’ BT. Garis Imajiner Adalah garis yang hanya terdapat dalam anganangan (bukan yang sebenarnya); khayal. Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon terletak sederet lurus jika ditarik dengan garis imajiner. Proses penggambaran menggunakan stereoplotter dan meja gambar Relief Gandawyuha pada dinding lorong IV


54 BOROBUDURPEDIA Gaya Tarik Adalah gaya yang mempunyai kecenderungan untuk menarik elemen hingga putus Gaya Tekan Adalah gaya yang cenderung untuk menyebabkan hancur atau tekuk pada elemen. Fenomena ketidakstabilan yang menyebabkan elemen tidak dapat menahan beban tambahan sedikitpun bisa terjadi tanpa kelebihan pada material disebut tekuk (buckling). Gate (Ing) Adalah gerbang; pagar/pintu masuk Main Gate = pintu masuk utama Gaya Endogen Adalah tenaga dari dalam bumi yang menyebabkan terjadinya pergerakan, patahan, perlipatan dan vulkanisme di permukaan bumi. Tenaga ini mampu mngubah konfigurasi permukaan bumi sehingga akan terbentuk bentuk lahan. Tenaga endogen ini meliputi aktivitas tektonik dan vulkanik. Daya endogen yang terjadi di sekitar Candi Borobudur diantaranya adalah adanya patahan di sekitar Sungai Tangsi, perbukitan Menoreh yang terjadi karena pengangkatan dasar sungai ke permukaan bumi, dan aktivitas vulkanik dari Gunung Merapi. Gelas Adalah alat untuk minum yang biasanya terbuat dari kaca atau keramik. Bentuknya bermacam-macam, umumnya tinggi dan ukuran mulut mendekati sama dengan ukuran bagian dasar. Gelas tergambarkan pada beberapa relief Candi Borobudur. Gelas Arloji Adalah alat yang terbuat dari kaca, digunakan sebagai tempat bahan kimia berbentuk serbuk atau kristal ketika ditimbang. Alat ini merupakan salah satu alat yang digunakan untuk menimbang bahan antara lain material endapan garam Candi Borobudur maupun bahan kimia penunjang kegiatan analisis laboratorium sebagai upaya pelestarian Candi Borobudur dan cagar budaya lainnya. Gelas Beaker / Gelas Kimia Adalah alat yang terbuat dari kaca, digunakan untuk menampung dan mencampur bahan kimia. Ukuran gelas beaker bervariasi mulai dari 50 ml, 100 ml, 250 ml, 500 ml, 100 ml, dan 2000 ml. Gelas beaker digunakan untuk menampung sampel air filter layer, air bak kontrol air hujan Candi Borobudur yang akan diuji kandungan kimiawinya. Gelas Ukur Adalah alat yang digunakan untuk mengukur volume larutan. Alat ini berbentuk seperti pipa dengan bagian bawah agak sedikit lebar dan pipih yang berfungsi untuk menopang gelas ukur agar dapat berdiri. Gelas ukur umumnya berbahan polietilen, plastik maupun kaca. Volume gelas ukur mulai dari 10, 25, 50, 100, 250, 500, 1000 dan 2000 ml. Gelas ukur sering digunakan di laboratorium kimia dan biologi Balai Konservasi Borobudur untuk menggukur volume larutan. Gempa Bumi Adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi. Akumulasi energi penyebab terjadinya gempa bumi dihasilkan dari pergerakan lempeng-lempeng tektonik. Energi yang dihasilkan dipancarkan ke segala arah berupa gelombang gempabumi sehingga efeknya dapat dirasakan sampai ke permukaan bumi. Gempa bumi adalah salah satu jenis bencana alam yang dapat mengancam kelestarian Candi Borobudur. Menurut BMKG, gempa bumi memiliki karakteristik antara lain : 1. Berlangsung dalam waktu yang sangat singkat 2. Lokasi kejadian tertentu 3. Akibatnya dapat menimbulkan bencana 4. Berpotensi terulang lagi 5. Belum dapat diprediksi 6. Tidak dapat dicegah, tetapi akibat yang ditimbulkan dapat dikurangi - Tektonik adalah jenis gempa bumi yang disebabkan oleh pergeseran lempeng tektonik. Gempa ini terjadi karena besarnya tenaga yang dihasilkan akibat adanya tekanan antar lempeng batuan dalam perut bumi. Gempa bumi ini aalah jenis gempa yang paling sering dirasakan di Indonesia. Gempa bumi tektonik terakhir yang kuat mengguncang DI. Yogyakarta pada tanggal 27 Mei 2006 dengan kekuatan 5,9 skala Richter dengan kedalaman 17,1 km. Gempa yang mengakibatkan sebagian besar bangunan di Kabupaten Bantul roboh


BOROBUDURPEDIA 55 dan sebagian bangunan Candi Prambanan bagian atas berjatuhan ternyata tidak berdampak pada Candi Borobudur. - Vulkanik adalah jenis gempa yang terjadi karena aktivitas magma di perut bumi. Gempa ini tergolong gempa yang cukup intensif terjadi di Indonesia karena banyak memiliki gunungapi. Setiap adanya letusan gunung berapi sebelumnya terjadi getaran yang dapat dirasakan masyarakat di sekitar gunung berapi. Jenis gempa ini jarang dirasakan di Candi Borobudur karena berjarak kurang lebih 30 km dari Gunung Merapi. Genteng Adalah penutup atap bangunan bagian luar. Genteng bisa terbuat dari keramik, batu, atau metal. Genteng tergambarkan pada beberapa relief bangunan di Candi Borobudur. Geografi Adalah studi yang mempelajari pengaruh lingkungan alam terhadap aktifitas manusia. Namun dalam seminar nasional di Semarang tahun 1988 mendefinisikan geografi sebagai ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan dan lingkungan dalam konteks keruangan. Geografi merupakan salah satu ilmu yang mendukung dalam pelestarian cagar budaya terutama dalam mempelajari fenomena alam terkait dengan pelestarian cagar budaya dalam konteks keruangan. Geohidrologi Adalah ilmu yang mempelajari air yang berada di dalam tanah (groundwater/air tanah). Di Candi Borobudur dilakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi yang bertujuan untuk memonitor kondisi keterawatan Candi Borobudur dan lingkungannya salah satu subkegitarannya adalah monitoring geohidrologi yang meliputi kegiatan pengamatan air permukaan yang melimpas di Candi Borobudur dengan pengukuran menggunakan water meter, pengamatan bak air filter layer, pengamatan sumur peresapan, dan pengamatan air tanah penduduk di sekeliling Candi Borobudur. Geologi Adalah ilmu yang mempelajari bumi, komposisinya, struktur, sifat-sifat fisik, sejarah, dan proses pembentukannya. Peran ilmu geologi dalam bidang pelestarian cagar budaya untuk mempelajari karakteristik material cagar budaya terutama yang berasal dari batuan serta struktur stratigrafi tanah situs dan kawasan cagar budaya. Pengetahuan tentang struktur stratigrafi tanah akan membantu dalam mengungkapkan data arkeologi yang tersimpan dalam masing-masing lapisan tanah dan membantu mengungkap fakta tentang evolusi mahluk hidup. Geomorfologi Adalah ilmu yang mendeskripsikan, mendefinisikan, serta menjelaskan bentuk lahan dan proses-proses yang mengakibatkan terbentuknya lahan tersebut serta mencari hubungan antara proses-proses dalam susunan keruangan. Berdasarkan pembagian zona fisiografi Jawa Tengah oleh van Bemmelen, daerah Borobudur terletak di zona sentral depresi, posisinya berada diantara jalur Pegunungan Menoreh di sisi selatan dan jalur gunung api Kuarter di sisi utara. Daerah Borobudur menempati bentuk lahan dataran dengan ketinggian 225 sampai 240 meter dpl. Geotekstil Adalah setiap bahan tekstil kedap air yang digunakan bersama fondasi, timbunan, tanah, batuan atau matrial geoteknik lainnya sebagai bagian dari kesatuan sistem struktur, atau produk buatan manusia. Geser Adalah keadaan gaya yang berkaitan dengan aksi gaya-gaya berlawanan arah yang menyebabkan satu bagian struktur tergelincir terhadap bagian di dekatnya. Tegangan geser umumnya terjadi pada balok. Girder Adalah susunan gelagar-gelagar yang biasanya terdiri dari kombinasi balok besar (induk) dan balok yang lebih kecil (anak balok) . Giwang Adalah jenis perhiasan yang dipakai pada cuping telinga, baik dengan cara dijepitkan atau ditusukkan melalui sebuah lubang di bagian tersebut. Giwang berukuran besar dan bulat yang ditusukkan ke dalam cuping telinga disebut subang. Giwang tergambarkan pada relief Candi Borobudur.


56 BOROBUDURPEDIA Glass Plate Film Adalah kaca berukuran 2 x 60 x 110 cm berlapis negatif film berfungsi untuk memotret obyek Candi Borobudur terutama bidang candi. Gores Adalah bekas parut, garis, coretan yang menggunakan benda keras atau tajam sehingga menimbulkan bekas luka. Pada Candi Borobudur terkadang sering ditemukan vandalisme berupa goresan benda tajam yang dilakukan oleh pengunjung. Gorgoil Gorgoil berasal dari gargoyle yang menunjukkan sebuah ujung dari bangunan memproyeksikan selokan pada atap bangunan. Gorgoil ini sering diukir dalam bentuk makhluk yang aneh. Pada struktur Candi Borobudur juga ditemukan gorgoil pada ujung sistem selokan asli (pada ujung jaladwara). Gorgoil pada Candi Borobudur tersebut digambarkan dalam bentuk kepala naga atau ular. Graphiteque Adalah almari untuk menyimpan gambar dengan berbagai ukuran. Arsip-arsip ataupun dokumen penggambaran pemugaran Candi Borobudur disimpan dalam almari tersebut. Gravimetri Adalah suatu cara analisis untuk menentukan jumlah analit (kadar) suatu zat berdasarkan pengukuran berat analit yang telah diubah dalam bentuk endapan (padatan) dengan penambahan pereaksi kemudian dikeringkan. Gravimetri merupakan metode yang digunakan dalam analsis kimia, unsur silika pada material baik batu, endapan garam, air filter layer, air hujan, air bak kontrol Candi Borobudur dan material cagar budaya lainnya. Ground-penetrating Radar (GPR) Merupakan metode geofisika yang menggunakan pulsa radar untuk citra bawah permukaan. Metode yang tidak menimbulkan kerusakan ini menggunakan radiasi elektromagnetik dalam band microwave (daerah gelombang mikro) (frekuensi UHF/VHF) dari spektrum radio, dan mendeteksi sinyal tercermin dari struktur bawah permukaan. GPR dapat digunakan dalam berbagai media, termasuk batuan, tanah, es, air bersih, trotoar dan struktur. Hal ini dapat mendeteksi obyek, perubahan materi, rongga/ luasan maupun keretakan. Dalam bidang arkeologi pengembangan alat ini digunakan untuk mendeteksi kemungkinan posisi struktur bawah permukaan, sehingga memudahkan untuk penentuan lokasi dan titik penggalian (ekskavasi). Grout Adalah campuran semen basah, pasir dan air yang mengalir ke celah-celah batu atau keramik untuk menutup celah-celah antara potongan-potongan yang berbeda. Guci Adalah wadah sejenis tempayan. Terbuat dari tanah liat yang dipanaskan sehingga menjadi keras. Memiliki tinggi kurang dari 50 sentimeter, terbuat dari tembikar, batuan, atau porselen. Berbagai bentuk wadah tergambarkan pada relief Candi Borobudur termasuk guci. Temuan guci-guci di sebelah barat Candi Borobudur sewaktu menggali parit untuk menanam kabel listrik pada pemugaran kedua Candi Borobudur. Gunadharma Adalah nama tokoh yang dipercaya oleh masyarakat sebagai arsitek pembangunan Candi Borobudur, yang kemudian nama tersebut diabadikan sebagai nama sebuah taman / lapangan Gunadharma dan juga dikaitkan dengan keberadaan Bukit Menoreh di selatan candi. Sebagian masyarakat di sekitar Candi Borobudur mempercayai Bukit Menorah merupakan perwujudan sang tokoh Gunadharma yang sedang tidur setelah lelah membangun candi. Gunung Kelud Adalah gunung api berbentuk strato, secara administratif terletak di tiga Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur dan secara geografis terletak pada posisi 7º 56’ 00” LS, 112º 18’ 30” BT dengan ketinggian puncak 1.731 meter di atas permukaan laut. Gunung Kelud adalah gunung api yang diketahui terakhir meletus pada November 2007. Gunung ini aktif kembali tujuh tahun kemudian, tepatnya pada Januari 2014. Letusan tersebut ibarat jeda dari ciri


BOROBUDURPEDIA 57 khas letusan Gunung Kelud yang biasanya adalah eksplosif, termasuk letusan sekarang. Pada 2007, hanya terjadi letusan efusif, yang memunculkan kubah lava di tengah lokasi yang dulu adalah danau kawah Gunung Kelud. Ciri letusan eksplosif gunung ini telah diketahui sejak tahun 1901. Sedangkan letusan Gunung Kelud pada 2007, merujuk ungkapan mantan Kepala Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, Surono, merupakan sebuah anomali. Letusan pada 2007 tidak menyebabkan letusan hebat sebagaimana setiap kali Gunung Kelud meletus. Hal tersebut dikarenakan adanya retakan di jalur lava gunung itu, yang membuat daya dorong letusan sudah merembes keluar. Sehingga daya letus gunung pun jauh berkurang. Pada 1990, letusan terakhir sebelum letusan Kamis malam, setidaknya 200 juta ton meter kubik material padat terlontar dari kawah Gunung Kelud. Sebagai pembanding, letusan Gunung Merapi pada 2010 hanya melontarkan 150 juta meter kubik material padat. Dengan ciri letusan yang eksplosif, Gunung Kelud adalah salah satu gunung api aktif yang mencatatkan ribuan korban jiwa dalam sejarah panjang letusannya, meski dampaknya belum seluar biasa letusan Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat ataupun Gunung Krakatau di Selat Sunda yang sampai mengguncang dunia. Sebelum letusan pada 2007, Gunung Kelud dikenal sebagai gunung api dengan kawah berupa danau. Berdasarkan ahli gunung api, Surono, kedahsyatan dampak letusan dengan tipe kawah semacam Gunung Kelud ini akan berbanding lurus dengan volume air pada danau kawah. Letusan efusif pada 2007, telah menyurutkan danau kawah di Gunung Kelud, hanya menyisakan genangan yang bahkan nyaris kering. Namun, sebelumnya upaya untuk menyusutkan volume danau kawah ini juga sudah dilakukan pemerintah, yaitu dengan pembangunan terowongan pembuangan air. Proyek pertama dibangun pada masa pemerintahan kolonial pada tahun 1926. Terowongan tersebut dibangun setelah letusan Gunung Kelud pada tahun 1919 yang menewaskan tak kurang dari 5.160 orang. Terowongan yang dibangun pemerintah kolonial itu sempat tertutup material vulkanik pada letusan 1966 meski lolos dari kerusakan akibat letusan pada 1951. Meski letusan 1919 sudah memakan korban jiwa sedemikian banyak, letusan Gunung Kelud yang paling banyak menewaskan berdasarkan catatan yang ada adalah letusan pada 1586, dengan lebih dari 10.000 orang jadi korban. Terowongan pengalir air dari danau kawah buatan 1926 masih berfungsi sampai sekarang. Namun, setelah letusan 1966, Pemerintah Indonesia membangun terowongan baru yang lokasinya 45 meter di bawah terowongan lama. Terowongan baru yang rampung dibangun pada 1967 ini diberi nama Terowongan Ampera. Fungsinya adalah menjaga volume air danau kawah tak lebih dari 2,5 juta meter kubik. Pada letusan 1990 yang berlangsung selama 45 hari, material vulkanik yang dilontarkan letusan Gunung Kelud mencapai 57,3 juta meter kubik. Namun demikian, lahar dinginnya mengalir sampai 24 kilometer melewati 11 sungai yang berhulu di Gunung Kelud. Gunung Merapi Gunung Merapi di Sebelah Timur Candi Borobudur adalah satu-satunya gunungapi aktif yang berada pada kawasan saujana budaya Candi Borobudur. Gunung Merapi beserta gunung-gunung yang lain sebenarnya merupakan bagian dari rangkaian gunung-gunung yang berjajar dari pulau Sumatra, Jawa sampai Bali dan Lombok. Khusus yang berada di pulau Jawa, lokasi gunung-gunung ini berada di tengah pulau yang berjajar dari Barat ke Timur. Gunung Merapi sendiri merupakan satu-satunya gunung aktif di antara jajaran gunung di pulau Jawa. Letaknya di tengah pulau, sebagian berada dalam wilayah administratif Propinsi DI Yogyakarta dan sebagian lagi masuk wilayah Propinsi Jawa Tengah. Erupsi Gunung Kelud pada Februari 2014.


58 BOROBUDURPEDIA Secara fisik Gunung Merapi mempunyai batas-batas alam. Bagian utara dilingkupi oleh pegunungan yang merupakan pertemuan antara Gunung Merbabu dan Gunung Merapi. Batas alam ini dibentuk dari hulu Sungai Pepe di wilayah Timur dan hulu Sungai Pabelan di wilayah barat. Secara adminitratif masuk dalam Kabupaten Boyolali, Propinsi Jawa Tengah. Kaki gunung bagian Timur dan Selatan merupakan wilayah yang datar dan merupakan persawahan dengan kesuburan tanah yang tinggi. Bagian Timur ini membentang sampai bertemu dengan Sungai Bengawan Solo dan bagian Selatan bertemu dengan hulu Sungai Dengkeng. Sedangkan hulu Sungai Progo menjadikan batas alam gunung di bagian Barat. Berdasarkan peta Geologi yang dikeluarkan oleh Direktorat Geologi Tata Lingkungan diperoleh informasi bahwa batuan utama penyusun Gunungapi Merapi terdiri dari dua macam yaitu endapan vulkanik Gunung Merapi Muda dan Endapan vulkanik Gunung Merapi purba (kwarter tua). Endapan vulkanik Gunung Merapi Muda, yang terdiri dari tufa, lahar, breksi, dan lava andesitis hingga basaltis. Endapan ini hampir tersebar merata di seluruh kawasan Gunung Merapi. Endapan vulkanik kwarter tua, yang keberadaannya secara setempat-setempat, khususnya di perbukitan. Endapan ini ditemui di bukit Turgo, Gono, Plawangan, Maron. Aktivitas vulkanikme gunung tersebut hingga kini masih dapat kita saksikan. Material vulkanik Gunung Merapi seperti halnya dua sisi yang saling bertolak belakang, yaitu menguntungkan dan merugikan. Ribuan hingga jutaan meter kubik pasir, abu, dan batuan yang dikeluarkan merapi banyak memberikan keuntungan pada warga sekitarnya. Tetapi potensi kebencanaan yang muncul dari gunungapi ini sering tidak disadari dan diabaikan. Termasuk potensi kebencanaan yang sewaktu-waktu dapat menimpa Candi Borobudur. Memang masih sulit untuk diperkirakan potensi bencana apa, yang akan menimpa Candi Borobudur karena aktivitas vulkanik Gunung Merapi. Bukti arkeologis sebenarnya sudah memberikan peringatan pada kita mengenai bahaya Gunung Merapi melalui beberapa kompleks percandian yang tertutup endapan vulkanik Merapi, di antaranya pada Candi Sambisari, Candi Kedulan, Candi Kimpulan, Candi Losari, dan sebagainya. Gunung inilah yang diindikasikan sebagi penyebab perpindahan pusat kerajaan Mataram Kuna periode Jawa Tengah pada abad X M ke Jawa Timur. Gunung Merapi yang merupakan gunung paling berbahaya di Indonesia telah meletus kembali secara aliran (elusif) dan bukan ledakan (eksplosif) pada Selasa 26 Oktober 2010 pukul 17.02 WIB. Erupsi inilah yang kemudian membuat Candi Borobudur tertutup abu vulkanik dengan ketebalan lebih kurang 3 mm. Erupsi Gunung Merapi yang telah dilaporkan BPPTK (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian) menyebutkan bahwa pada pukul 17.00-17.30 WIB terjadi lonjakan aktivitas vulkanik yang sangat tajam. Lonjakan aktivitas vulkanik terjadi mulai pukul 17.02 WIB, yang ternyata adalah luncuran awan panas. Empat seismograf yang dipasang di pos pengamatan semuanya mencatat amplitudo getaran yang sangat lebar (besar), bahkan jarumnya pun terlepas berulang kali. Petugas monitoring juga tidak bisa memperkirakan hal yang akan terjadi, dikarenakan kabut tebal yang menyelimuti gunung. Luncuran awan panas dan material vulkanik yang dikeluarkan Gunung Merapi pada tanggal 26 Oktober 2010 ternyata menyebabkan daerah disekitar Magelang, terutama Muntilan diterpa hujan abu dan kerikil. Material inilah yang kemudian menerpa dan membuat Candi Borobudur harus ditangani secara serius. Abu vulkanik dan pasir yang menyelimuti candi setelah erupsi ternyata memiliki unsur belerang dan tingkat keasaman yang membahayakan batu andesit penyusun struktur candi. Erupsi Gunung Merapi yang kedua terjadi tanggal 4 – 5 November 2010 dengan kondisi yang Erupsi Gunung Merapi pada Oktober-November tahun 2010.


BOROBUDURPEDIA 59 bertambah parah. Batu andesit penyusun struktur Candi Borobudur yang telah tuntas dibersihkan pada tanggal 3 November 2010 kembali tertutup pasir dan abu vulkanik. Hal ini kemudian ditindaklanjuti dengan prosedur teknis pembersihan batu candi dari material vulkanik dengan prosedur yang berbeda dengan penanganan pada saat erupsi tanggal 26 Oktober 2010. Gunungapi Adalah lubang kepundan atau rekahan dalam kerak bumi tempat keluarnya cairan magma atau gas atau cairan lainnya ke permukaan bumi. Kawasan Borobudur merupakan dataran yang dikelilingi oleh beberapa gunungapi yaitu Gunungapi Sumbing dan Sindoro di sisi barat laut, Gunungapi Tidar di sisi utara, Gunungapi Andong, Gunungapi Telomoyo, Gunungapi Merbabu dan Gunungapi Merapi di sisi timur-timur laut dan Pegunungan Menoreh di sisi selatan. Gutter = Talang; saluran air Merupakan sebuah saluran dangkal atau saluran dari logam, plastik atau kayu diletakan di bawah dan di sepanjang atap rumah (fascia) untuk menangkap dan membawa pergi air hujan dari atap. Pada unsur bangunan Candi Borobudur bagian yang berfungsi sebagai talang untuk menyalurkan air keluar dari masing-masing lantai ini disebut dengan Jaladwara atau “Gargoyle” (bahasa Inggris), yang terpasang pada sudut-sudut dengan bahan batu yang diukir. Jaladwara yang berfungsi sebagai gutter


60 BOROBUDURPEDIA H Hammer Kayu Adalah alat berdiameter kurang lebih 20 cm terbuat dari kayu digunakan untuk memantapkan kedudukan atau hubungan antar batu. Alat ini digunakan pada saat pemugaran Candi Borobudur. Hammer Test Adalah uji palu beton pada lapisan yang telah mengeras. Hardness Tester Adalah alat yang digunakan untuk mengetahui tingkat kekerasan suatu material (batu, bata dan kayu sebagai material Cagar Budaya). Alat ini ada yang kategori macro hardness digunakan untuk material yang keras (beton, batu kompak), dan micro hardness yang digunakan untuk material yang lunak seperti batu yang rapuh karena degradasi, batu dan bata yang lapuk. Harga Satuan Bahan Adalah harga satuan bahan harga yang sesuai dengan satuan jenis bahan bangunan. Harga Satuan Pekerjaan Adalah harga yang dihitung berdasarkan analisis harga satuan bahan dan upah. Harmika Adalah bagian antara badan dan puncak stupa. Terdapat dua jenis harmika pada stupa Candi Borobudur, yaitu berbentuk persegi empat dan belah ketupat. Hasil Kajian Adalah objek berwujud atau tak berwujud yang merupakan hasil pelaksanaan kajian sebagai bagian dari suatu kewajiban pertanggungjawaban, dikaitkan secara spesifik dengan objektif ini, dapat berupa suatu barang, jasa yang dapat menjelaskan sesuatu telah diteliti atau dikaji secara ilmiah. Hazard Insurance Merupakan perlindungan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh kebakaran, angin ribut, atau bahaya umum lainnya. Heating mantle Adalah alat pemanas yang terbuat dari plastik tahan panas dengan elemen besi, digunakan untuk memanaskan labu alas bulat dalam proses distilasi/ penyulingan. Heating mantle digunakan dalam proses distilasi untuk proses pemanasan selama penyulingan. Heating mantel digunakan sebagai alat pendukung dalam kegiatan pengembangan bahan konservasi berbasis bahan alam, yaitu alat pemanas untuk proses destilasi pembuatan minyak atsiri skala laboratorium. Misalnya minyak atsiri cengkeh, digunakan sebagai bahan konservasi batu Candi Borobudur untuk mengatasi masalah mikroorganisme lichen atau jamur kerak. Hewan Adalah fauna baik yang hidup secara liar di alam ataupun dipelihara. Pada Candi Borobudur terdapat relief yang menggambarkan puluhan jenis hewan antara lain anjing, kucing, musang, gajah, tikus, kuda, babi, sapi, kijang, domba, kera, serta jenis unggas (ayam, merak, merpati, elang, angsa, dan betet). Hidrologi Merupakan ilmu yang mempelajari tentang pergerakan, distribusi, dan kualitas air yang ada di bumi serta siklus hidrologi dan sumber daya air baik di permukaan maupun di bawah permukaan. Adapun siklus hidrologi sendiri adalah sirkulasi air dari laut ke atmosfer lalu ke bumi dan kembali lagi ke laut dan seterusnya. Hidrogen Klorida Adalah larutan yang mempunyai sifat asam kuat bila bereaksi dengan air disebut juga asam klorida. Pada proses destruksi sampel asam klorida digunakan untuk melarutkan sampel padatan seperti endapan kerak,batu, bata, semen, acian dan plester. Hidrogen


BOROBUDURPEDIA 61 klorida digunakan sebagai bahan penunjang analisis laboratorium Balai Konservasi Borobudur dalma rangka analisis material batu, mortar maupun endapan garam Candi Borobudur dan material cagar budaya lainnya. Hidrometer Adalah alat yang digunakan untuk penetapan massa jenis relatif suatu cairan, berupa tangkai berskala dengan ujung bola berisi massa pemberat, dan alat akan tercelup dan mengapung vertikal, besarnya massa jenis cairan sesuai dengan bilangan skala yang segaris dengan permukaan cairan. Hidrometer digunakan untuk pengujian massa jenis bahan konservanyang berbentuk cairan, misalnya araldit tar, euroland dan sebagainya yang digunakan dalam mendukung peestarian Candi Borobudur dan cagar budaya lainnya. Hifa Adalah struktur pada mikroorganisme, terutama jamur & lichen, yang berfungsi menyerupai akar pada tanaman tingkat tinggi. Hifa pada mikroorganisme dapat mengakibatkan adanya kerusakan pada batuan Candi Borobudur karena adanya penetrasi yang dilakukannya. Hifa lichen dapat memecah batuan menjadi fragmen butiran mineral kecil berukuran 5 µm dan terkumpul dibagian bawah talus. Fitur terpenting hifa adalah eksplorasi spasial, dimana hifa dapat menentukan lokasi dan mengeksploitasi substansi baru pada batuan. Proses eksplorasi hifa ini ditunjang dengan adanya tekanan turgor. Dengan adanya tekanan turgor ini, hifa dapat menembus material yang solid, seperti batuan. Hot Plate Stirrer dan Stirrer Bar (Magnetic Stirrer) Adalah alat yang berfungsi untuk menghomogenkan suatu larutan dengan pengadukan. Plate (pelat) yang terdapat dalam alat ini dapat digunakan untuk memanaskan larutan. Stirrer bar (magnetic stirrer) berfungsi untuk membantu proses pengadukan sehingga mampu mempercepat proses homogenisasi suatu larutan dengan bantuan magnet. Hotplate stirer digunakan untuk mendukung kegiatan analisis material maupun bahan konservan dalam mendukung pelestarian Candi Borobudur dan cagar budaya lainnya. Hotel Manohara Adalah yang terdapat di Zona II Taman Wisata Candi Borobudur yang dikelola oleh PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko. Nama hotel tersebut diambil dari nama Putri Manohara yang ceritanya terpahat dalam relief Candi Borobudur. HPS (Harga Perkiraan Sendiri) Adalah estimasi harga hasil perkiraan dengan metode yang distandarkan untuk menentukan nilai / jumlah total suatu pekerjaan ( konstruksi/pengadaan barang). Hujan Adalah peristiwa turunnya titik air dari udara karena mengalami pengembunan. Air hujan merupakan faktor yang sangat berpengaruh dalam pelapukan batuan di Candi Borobudur. Karena sifatnya sebagai batu andesit yang porous, air hujan dapat merembes masuk ke dalam batuan candi dan ketika terjadi penguapan air akan membawa mineral-mineral batuan ke permukaan batu sehingga terjadi yang namanya penggaraman pada permukaan batu yang berwarna putih. Penggaraman di Candi Borobudur banyak terjadi dan sulit untuk dibersihkan karena sifatnya yang keras dan menyatu dengan batu. Humidifier Adalah sebuah alat yang biasanya melekat pada tungku, atau perangkat unit portabel yang dirancang untuk meningkatkan kelembaban dalam ruangan atau rumah dengan cara keluarnya uap air. Pada aktivitas konservasi alat humidifier ini digunakan Stirrer Plate


62 BOROBUDURPEDIA untuk menjaga dan memonitor tingkat kelembaban / suhu ruangan pada ruang-ruang yang menyimpan koleksi benda Cagar Budaya. Humidity oven Humidity oven adalah alat yang dilengkapi dengan pengaturan dan simulasi kelembaban serta suhu untuk menguji suatu specimen atau material cagar budaya. Pengujian dengan alat humidity oven ditujukan untuk menguji ketahanan material terhadap perubahan lingkungan yang ekstrim. Hyvar Adalah bahan kimia yang efektif digunakan untuk menghilangkan lichen dan lumut pada batuan candi Borobudur. Bahan ini terdiri dari campuran lithium Bromacil, benzyltrimethylammonium chloride (C10H10CIN), halo biphenyl sulfur. Bahan ini dulunya biasa digunakan untuk membunuh lichen dan algae pada batuan Candi Borobudur. Tetapi, sekarang sudah tidak digunakan lagi. Karena resiko bahan kimia yang ditimbulkan dapat berdampak pada makhluk hidup yang lain termasuk manusia.


BOROBUDURPEDIA 63 I Iklim Adalah keadaan rata-rata cuaca pada suatu daerah yang luas dan ditentukan berdasarkan perhitungan dalam suatu daerah yang luas dan ditentukan berdasarkan perhitungan dalam waktu yang lama (sekitar 11-30 tahun). Untuk memantau kondisi cuaca di sekitar Candi Borobudur, Badan Meteorologi dan Geofisika memasang stasiun pengamatan cuaca di halaman kantor Balai Konservasi Borobudur dengan pengambilan data dilakukan setiap hari oleh staf Balai Konservasi Borobudur. Ikonografi Ikonografi adalah ilmu yang mempelajari atribut yang dikenakan oleh arca atau mempelajari ciri – ciri dari suatu tokoh yang digambarkan dalam bentuk arca. Ilmu ikonografi juga digunakan sebagai sarana mempelajari arca yang ada di Candi Borobudur. Ilmiah = Saintifik Adalah suatu tindakan yang bersifat ilmu, atau kegiatan dilakukan dengan cara yang memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan. Pekerjaan yang bersifat ilmiah perlu dilakukan di berbagai bidang, termasuk bidang konservasi cagar budaya. Tindakan konservasi cagar budaya harus dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dengan demikian tindakan konservasi yang bersifat coba-coba atau kira-kira tidak diperbolehkan. Semua tindakan yang akan dilakukan harus dikaji secara mendalam agar dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Iluminasi Iluminasi berasal dari bahasa Latin yakni illuminare yang memiliki arti dalam bahasa Indonesia menerangi atau penerangan dengan sinar matahari atau sinar buatan seperti sinar lampu hias dan sebagainya. Impermeabel Adalah sifat suatu benda yang tidak bisa ditembusi air. Tanah bukit Borobudur terdiri dari beberapa macam horizon tanah. Horizon tanah A mempunyai permeabilitas terbesar, menyusul kemudian horizon C, dan yang memiliki permeabilitas terkecil adalah horizon B. Horizon B merupakan tanah/batuan yang hampir impermeabel atau setidaknya sangat sukar ditembus air. Permeabilitas yang kecil dari horizon B menyebabkan air yang telah lolos merembes melalui tanah urug dan horizon A selanjutnya akan tertahan oleh horizon B dan akan melanjutkan perjalanannya mengikuti permukaan horizon B ke arah luar. Indikasi Tanda-tanda yang menarik perhatian atau petunjuk terhadap sesuatu yang menjadi pokok bahasan. Berbagai tindakan termasuk kegiatan pelestarian diawali dari adanya indikasi yang mengarahkan tindakan selanjutnya. Misalnya adanya temuan arkeologis dapat menjadi indikasi adanya unsur cagar budaya lain yang menarik untuk dikaji lebih lanjut. Dalam hal konservasi, tindakan yang dilakukan harus didasarkan pada akar permasalahan yang terjadi, yang dapat diamati dari indikasi yang nampak. Konservasi Candi Borobudur juga harus didasarkan pada kajiankajian yang dapat dipertanggungjawabkan. Indikator Adalah zat yang dapat digunakan untuk menunjukkan sifat atau keberadaan suatu zat melalui perubahan warna yang khas, dapat berasal dari bahan alami dan berupa buatan atau sintesis. Contoh indikator universal (dapat digunakan untuk menunjukkan sifat asam atau basa dari suatu larutan), fenolftalien (dapat menunjukan titik akhir titrasi asam-basa). Indikator digunakan dalam proses analisis unsur material cagar budaya baik Candi Borobudur dan lingkungannya maupun cagar budaya yang lainnya. Infiltrasi Adalah peristiwa peresapan air ke dalam tanah. Air hujan yang melimpas di permukaan candi tidak dapat langsung menembus ke dalam tanah bukit karena di Candi Borobudur pada pemugaran kedua telah dibuat saluran drainase yang mengatur aliran air yang


64 BOROBUDURPEDIA masuk ke candi dan mengalirkannya pada saluran yang telah ditentukan hingga ke lereng bukit candi. Air hujan yang masuk melalui batu akan dialirkan pada tiap-tiap lantai dan kemudian dialirkan ke lantai di bawahnya melalui saluran air yang kemudian berakhir di saluran sumur peresapan yang berada di lereng bukit. Di dalam sumur peresapan ini air yang berasal dari Candi Borobudur mengalami infiltrasi. Infrastuktur = Prasarana Adalah segala sesuatu yg merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses (usaha, pembangunan, proyek, dan sebagainya). Pembangunan suatu daerah sangat memerlukan infrastruktur agar berbagai kegiatan ekonomi dan sosial dapat berjalan. Borobudur sebagai salah satu destinasi wisata budaya yang utama sangat membutuhkan dukungan infrastruktur, antara lain jalan, jaringan air, jaringan listrik, ruang parkir, pasar, dan lain-lain. Informasi Adalah suatu pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi. Namun, istilah ini memiliki banyak arti bergantung pada konteksnya, dan secara umum berhubungan erat dengan konsep seperti arti, pengetahuan, komunikasi, kebenaran, representasi, dan rangsangan mental. Informasi tentang Candi Borobudur dapat ditemukan di papan informasi di Zona I, Museum Borobudur, Museum Kapal Samudraksa dan Balai Konservasi Borobudur. Informasi yang memadai tentang Candi Borobudur di Taman Wisata Candi Borobudur perlu dioptimalkan untuk meningkatkan pengalaman kunjungan. Injeksi Adalah penyuntikan celah pada retakan atau lubang pada material cagar budaya mengunakan bahan tertentu seperti mortar, epoksi resin dan sebagainya. Tindakan injeksi pada batu Candi Borobudur dilakukan untuk mencegah retakan menjadi lebih besar, dan mencegah batu menjadi pecah. Inklinasi Ada beberapa arti inklinasi, yang pertama inklinasi adalah sudut antara bidang yang menjadi acuan dengan bidang yang diukur kemiringannya. Kedua inklinasi berarti penyimpangan kedudukan sumbu bumi terhadap bidang datar sebesar 23,50 dan membentuk bidang ekliptika. Ketiga, inklinasi adalah sudut yang dibentuk dari penyimpangan magnet terhadap arah barat dan timur geografis. Perhitungan tentang inklinasi dilakukan dalam kegiatan pemetaan situs dan kawasan serta dalam pengukuran struktur dan bangunan cagar budaya termasuk pada struktur Candi Borobudur Inklinometer Adalah seperangkat alat yang dirancang untuk memonitoring gerakan lateral dan deformasi tanah, batuan termasuk struktur dinding penahan yang menggunakan suatu komponen micro electromechanical system sebagai pengukur sudut kemiringan tanah terhadap pusat gravitasi bumi. Alat itu memiliki bagian sensitif yang di dalamnya merupakan sensor (MEMS) accelerometer. Singkatnya, alat ini digunakan untuk memantau pergerakan tanah yang terjadi dibawah permukaan. Salah satu parameter yang diukur dalam monitoring stabilitas struktur candi dan bukit Borobudur adalah pengukuran inclinometer. Inclinometer pada bukit Candi Borobudur sudah terpasang pasca pemugaran kedua tahun 1973-1983. Kemudian ditambah 2 titik pada lereng halaman pada tahun 2010. Sedangkan inclinometer yang sudah terpasang pada bukit ada beberapa titik yang sudah tidak berfungsi, sensor pengambil data sudah mengalami pengembangan dari metode dengan perhitungan manual yang kemudian di tingkatkan menggunakan sistem digital dengan output grafik.


BOROBUDURPEDIA 65 Inkubasi Dalam ilmu kedokteran yang dimaksud inkubasi adalah masa dari saat penyebab penyakit masuk ke dalam tubuh (saat penularan) sampai ke saat timbulnya penyakit itu. Sedangkan dalam mikrobiologi berarti suatu kegiatan untuk membiakkan mikroorganisme dalam ruangan atau tempat yang sesuai dengan habitat pertumbuhannya. Sedangkan masa inkubasi adalah waktu yang diperlukan oleh mikrooganisme untuk tumbuh. Sedangkan inkubator adalah ruang (chamber) dengan kondisi lingkungan yang diatur sedemikian rupa sehingga cocok untuk pertumbuhan mikroorganisme tertentu. Di laboratorium Balai Konservasi Borobudur, inkubasi merupakan bagian dari serangkaian kegiatan dalam analisis mikrobiologi dari mulai pengambilan sampel inokulasi, isolasi, identifikasi dan determinasi. Inset Peta Adalah peta kecil yang ditempatkan pada posisi yang sesuai dalam peta utama dengan diberi arsir atau warna lain yang menunjukkan lokasi daerah yang dipetakan. Fungsi inset peta ada 3 macam: (i) inset yang berfungsi untuk menunjukkan lokasi relatif dari wilayah yang tergambar oleh peta utama. Inset ini memiliki skala lebih kecil daripada peta utama yang menjelaskan letak atau hubungan antara wilayah pada peta utama dengan wilayah lainnya yang berada di sekeliling wilayah yang terdapat pada peta utama. Contoh dari inset ini misalnya lokasi relatif Kabupaten Magelang dimana Candi Borobudur berada sebagai peta utama, terlihat posisinya dengan kabupaten lainnya pada inset peta wilayah Jawa Tengah, (ii) inset yang berfungsi memperbesar atau menjelaskan sebagian kecil wilayah yang terdapat pada peta utama. Inset ini memiliki skala yang lebih besar daripada peta utama. Misalnya lokasi danau purba yang dianggap penting yang terdapat di kawasan Borobudur akan diperbesar sehingga akan terlihat jelas. Inskripsi Adalah tulisan pendek yang terpahat pada batu atau bahan lainnya. Inskripsi pada Candi Borobudur terdapat pada bagian kaki Candi yang tertutup yaitu pada bagian atas panil relief karmawibhangga. Inskripsi tersebut berbahasa Sanskerta. Inskripsi tersebut merupakan panduan bagi pemahat untuk memahat relief pada bidang kaki candi. Inskripsi pendek yang dijumpai pada sebagian panil relief Karmawibhangga dapat menjadi petunjuk yang jelas bahwa penutupan kaki candi dikarenakan alasan teknis. Di sekitar Candi Borobudur juga ditemukan lempengan timah hitam, perak, perak+emas yang terdapat inskripsi di dalamnya ketika dilakukan penggalian masal pada masa pemugaran kedua. Interpretasi Adalah penafsiran suatu foto udara atau citra satelit untuk dibuat kesimpulan kenampakannya. Interpretasi citra adalah kegiatan mengenali obyek pada citra dengan cara menganalisis dan kemudian menilai penting atau tidaknya obyek tersebut. Di dalam kegiatan monitoring perubahan penggunaan lahan di kawasan strategis nasional Borobudur digunakan interpretasi citra satelit untuk melihat perubahan lahan dari waktu ke waktu. Interpretasi citra satelit yang dilakukan dalam monitoring penggunaan lahan ini antara lain interpretasi kawasan pertanian, kawasan pemukiman, kawasan sempadan sungai, dan lain-lain. Ismijono Adalah tokoh yang terlibat dalam kegiatan pemugaran Candi Borobudur tahun 1973-1983. Lahir di Magelang pada tanggal 28 Maret tahun 1951. Setelah mendapat mendapat pendidikan dan pelatihan selama tiga tahun di bidang Tekno Arkeologi di Borobudur pada tahun 1971-1974. Pada tahun 1975 – 1983 diangkat menjadi Kepala Sektor Teknologi Proyek Pemugaran Candi Borobudur.


66 BOROBUDURPEDIA J Jaladwara Jaladwara secara teknis merupakan saluran yang berguna untuk mengalirkan air hujan yang menerpa bangunan ataupun struktur candi dari bagian atas (atap) ke bagian struktur candi yang berada dibawahnya (tubuh atau selasar) hingga ke halaman candi. Pada bangunan percandian, jaladwara biasanya ditempatkan pada sudut-sudut atap ataupun sudutsudut dinding tubuh candi maupun pagar langkan. Istilah arsitektur untuk penyebutan jaladwara adalah gorgoyle. Istilah gorgoyle digunakan pada bangunan di era yang lebih muda. Secara konseptual apabila dihubungkan dengan struktur maupun bangunan percandian, jaladwara diwujudkan dalam bentuk kala ataupun makara. Penggunaan bentuk jaladwara berupa kala atau makara mempunyai maksud untuk menangkal pengaruh dan anasir negatif pada atap candi maupun struktur candi yang berada padda bagian dibawahnya. Jaladwara pada Candi Borobudur diwujudkan dalam bentuk yang variatif. Bentuk antefik dijumpai pada pagar langkan selasar. Jaladwara berbentuk makara yang disangga oleh ghana dijumpai pada pagar langkan I. Sedangkan jaladwara berbentuk kala dijumpai pada pagar langkan II, III, IV, dan V. Jamur Nama latin dari jamur adalah fungi (lihat fungi). Jambe Nama lain jambe adalah buah pinang, merupakan buah yang dihasilkan dari pohon pinang atau nama latinnya Areca catechu. Pohon pinang merupakan sejenis tumbuhan palm tingginya dapat mencapai 25 meter lebih. Biji buah pinang ini digunakan sebagai campuran kapur sirih yang membuat gigi dan mulut berwarna kemerahan. Tumbuhan ini terpahatkan pada relief Candi Borobudur dan juga ditanam pada sisi barat laut dan timur laut zona I Candi Borobudur. Jaladwara berbentuk kala pada pagar langkan II – V Jaladwara berbentuk antefik Jaladwara yang disangga ghana pada pagar langkan I


BOROBUDURPEDIA 67 Jambu Air Merupakan tumbuhan dalam suku jambu-jambuan atau Myrtaceae yang berasal dari Asia Tenggara. Jambu air merupakan salah satu jenis tanaman yang mudah ditanam dan di budidaya. Pohon Jambu air umumnya berupa perdu, dengan tinggi 3-10 m. Sering dengan batang bengkak-bengkok dan bercabang mulai dari pangkal pohon, kadangkadang gemangnya mencapai 50 cm. Daun tunggal terletak berhadapan yang terkadang berbau aromatis apabila diremas. Buah Jambu Air bertipe buah buni, berbentuk gasing dengan pangkal kecil dan ujung yang sangat melebar (sering dengan lekukan sisi yang memisahkan antara bagian pangkal dengan ujung); bermahkota kelopak yang berdaging dan melengkung. Motif hias Pohon Jambu air banyak terpahat di relief Candi Borobudur yang pada umumnya dipahatkan secara utuh mencakup batang, dahan atau ranting, daun, dan buah yang dipahatkan secara detail. Helaian daun berbentuk jantung jorong sampai bundar telur terbalik lonjong. Jangka Sorong Jangka sorong adalah alat yang digunakan untuk mengukur panjang, lebar, tebal dan diameter suatu benda dengan tingkat ketelitian mencapai seperseratus milimeter. Terdiri dari dua bagian, bagian diam dan bagian bergerak. Pembacaan hasil pengukuran sangat bergantung pada keahlian dan ketelitian pengguna maupun alat. Supaya dapat membaca hasil pengukuran jangka sorong dengan benar, maka pengetahuan tentang dua skala jangka sorong mutlak diperlukan. Sebab, pada skala inilah pembacaan hasil pengukuran jangka sorong dilakukan. Dua skala yang dimaksud adalah skala utama dan skala nonius. Cara membaca jangka sorong sebagai berikut ditentukan angka yang ditunjukkan skala utama, tepat terbaca sebelum angka nol skala nonius pada jangka sorong. Kemudian ditentukan Relief pohon jambu air pada Candi Borobudur. angka dari skala nonius yang berimpit atau segaris dengan skala utama, selanjutnya kalikan dengan angka ketelitian alatnya dan terakhir dijumlahkan angka yang diperoleh dari skala utama dan skala nonius. Jangka sorong merupakan salah satu alat sederhana namun penting di laboratorium fisik Balai Kobservasi Borobudur. Alat ini digunakan untuk mengukur panjang, lebar, tebal dan diameter sampel yang akan diuji serta digunakan mengukur dimensi cagar budaya yang berkurang kecil. Jaring Adalah alat penangkap atau penahan, berupa jalinan serat atau tali yang jarak antar simpulnya relatif besar. Jaring disebut juga jala, sedangkan pukat adalah sejenis jaring yang digunakan untuk menangkap ikan. Jaring tergambarkan pada relief Candi Borobudur Jataka Pada struktur Candi Borobudur, relief cerita jataka dan avadana dipahatkan pada dinding utama lorong I, dan pagar langkan lorong I dan II. Jataka adalah kisah tentang Sang Bodhisatwa yang mengalami kelahiran berulang kali dalam berbagai wujudnya untuk membantu manusia mencapai jalan keBuddhaan. Singkatnya, Jataka adalah kisah mengenai Sang Buddha dalam penjelmaanpenjelmaannya terdahulu. Dalam kisah-kisah itu Sang Bodhisatwa baik sebagai manusia maupun hewan selalu mencontohkan kepada kebenaran dan ajaran tentang dharma. Adapun avadana adalah cerita yang sama dengan Jataka. Hanya saja pelaku utamanya bukan Sang Bodhisatwa melainkan tokoh lain atau hewan biasa yang bukan jelmaan Bodhisatwa. Relief cerita jataka pada Candi Borobudur.


68 BOROBUDURPEDIA Jaw Crusher Adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menghancurkan batu, bata atau material keras lainnya sehingga diperoleh serpihan maupun serbuk dengan berbagai macam ukuran dan diameter. Alat yang dimiliki oleh Balai Konservasi Borobudur ini mampu menghasilkan serbuk dengan diameter dibawah 4mm. Alat ini digunakan untuk menghasilkan serbuk batu sebagai bahan pembuatan mortar. JICA Adalah Badan Kerjasama Internasional Jepang atau kepanjangan dari Japan Internasional Cooperation Agency, merupakan sebuah lembaga yang didirikan pemerintah Jepang untuk membantu pembangunan negara-negara berkembang. Lembaga ini berada di bawah kekuasan Departemen Luar Negeri dan didirikan pada Agustus 1974. Lembaga ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kerja sama internasional antara Jepang dengan negara-negara lain. JICA menolong pengembangan pemerintah dengan memberikan bantuan teknis dan dana yang tidak mengikat. Tujuan JICA adalah membangun Jaw crusher yang dimiliki Balai Konservasi Borobudur. daya manusia di negara berkembang atau memperkuat organisasi-organisasi, membantu dalam kebijaksanaan pembangunan negara berkembang, dan melakukan penelitian untuk rencana dasar atau kemungkinan pelakusanaan operasi pembangunan. JICA berperan penting dalam proses pemugaran Candi Borobudur karena merupakan salah satu lembaga donor. Peran penting lainnya adalah dalam penyusunan rencana induk (masterplan) kawasan Borobudur. Dokumen masterplan tersebut memuat sistem zonasi dan rencana pengelolaan Candi Borobudur dan kawasannya. JIS Standard Soil Color Charts Merupakan standar warna yang digunakan oleh Balai Konservasi Borobudur untuk menentukan warna dari suatu material. Standar warna ini diterbitkan oleh Japan Industrial Standar (JIS) pada tahun 1970 dan menggunakan sistem Munsell dimana warna bisa diukur dengan menggunakan 3 atribut yaitu hue, value dan chroma. Hue menunjukkan spektrum dominan misalnya merah, biru, kuning; value menunjukkan kecerahan relatif dari warna dimana semakin besar value maka semakin cerah warna tersebut; sedangkan chroma menunjukkan tingkat kemurnian atau kepekatan dari warna John Miksic Adalah guru besar arkeologi di National University Singapore yang banyak menulis tentang Candi Borobudur. Salah satu karya John Miksic yang terkenal berjudul Borobudur: Golden Tales of the Buddha. Dalam bukunya tersebut banyak membahas tentang Candi Borobudur. Juwawut Merupakan sejenis serealia berbiji kecil (milet) yang pernah menjadi makanan pokok masyarakat Asia Timur dan Asia Tenggara sebelum budidaya padi dikenal orang. Tumbuhan ini adalah yang pertama kali dibudidayakan di antara berbagai jenis milet dan sekarang menjadi milet yang terluas penanamannya di seluruh dunia, dan yang terpenting di Asia Timur. Jawawut adalah tanaman semusim seperti rumput, yang dapat mencapai ketinggian 150–175 cm. Catatan dari Cina menunjukkan paling tidak juwawut telah dibudidayakan pada sekitar 5.000 tahun sebelum Masehi. Pada saat itu, juwawut menjadi


BOROBUDURPEDIA 69 satu-satunya biji-bijian yang dibudidayakan di sana. Dari Cina, tanaman ini kemudian menyebar ke barat, hingga mencapai Eropa pada sekitar milenium ketiga sebelum Masehi. Orang Romawi telah mengenal dan membudidayakannya, sehingga dikenal pula sebagai Relief juwawut pada Candi Borobudur. “milet Italia”. Terdapat dua kelompok varietas biologis Jewawut yang pertama adalah jewawut yang biasa dimakan orang, S. italica var. italica, dan yang kedua adalah yang biasa dijadikan pakan burung, S. italica var. moharica. Selain bijinya, jawawut juga menghasilkan hijauan pakan ternak. Rumput ini dapat berproduksi hingga 15-20 ton hijauan perhektare dan 3,5 ton jerami perhektare. Motif hias Jewawut terpahat di relief Candi Borobudur yang pada umumnya dipahatkan secara utuh mencakup batang, dan daun yang dipahatkan secara detail. Batang dipahatkan tegak dan kecil, Daun tunggal, berselang-seling, dan meruncing di ujung. Dari ujung tangkainya muncul malai seperti rambut.


70 BOROBUDURPEDIA K Kabel Adalah susunan material yang digunakan dalam media penarikan beton pratekan, biasanya disebut tendon. Kabut Adalah uap air yang berada dekat permukaan tanah berkondensasi dan menjadi mirip awan. Hal ini biasanya terbentuk karena hawa dingin membuat uap air berkondensasi dan kadar kelembaban mendekati 100%. Candi Borobudur jika diamati dari atas Bukit Menoreh pada pagi hari, tertutup kabut laksana serasa di atas nirwana. Kaca pyrex Adalah kaca tahan panas, terbuat dari SiO², Na2O, Al2O3, dan B2O3, dengan membentuk Na-AlBoroksisilikat. Kaca pyrex merupakan bahan dasar peralatan kaca laboratorium yang digunakan untuk mendukung kegiatan pelestarian Candi Borobudur dan cagar budaya lainnya. Contoh : erlenmeyer, gelas beker, labu takar, pipet volume. Kadar Air Kadar air adalah persentase kandungan air suatu material yang dapat dinyatakan berdasarkan berat basah (wet basis) atau berdasarkan berat kering (dry basis). Kadar air suatu material cagar budaya sangat menenukan ketahanan suatu material cagar budaya terhadap agen pelapuk. Kadar air yang terlalu tinggi akan mempercepat proses pelapukan secara kimia dan biologi namun kadar air terlalu rendah juga dapat menyebabkan retakan-retakan mikro pada material cagar terutama pada material kayu, lukisan, dsb. Di laboratorium fisik Balai Konservasi Borobudur, pengkuran kadar air terutama dilakukan pada sampel batu, bata, mortar dan kayu. Kadar air keseimbangan Adalah kondisi kadar air keseimbangan adalah kadar air yang memberikan pertambahan massa dalam setiap interval tidak kurang dari 2 jam, tidak melebihi 0,1 % dari massa benda uji tersebut (RSNI M-02- 2005:192). Kadar semen Adalah jumlah semen yg digunakan perkubikasi beton (SNI 1973:2008:193). Kadar air natural Merupakan suatu besaran yang menunjukkan perbandingan massa air yang terdapat di dalam suatu sampel pada keadaan natural terhadap massa kering sampel. Kadar air natural ini dinyatakan dalam persentase, dan merupakan salah satu sifat fisik batuan yang penting. Kadar air natural merupakan salah satu parameter yang digunakan dalam pengujian fisik di Balai Konservasi Borobudur. Kadar udara Adalah jumlah udara yang terperangkap dalam beton segar (SNI 1973:2008). Kain Jarik Adalah sejenis kain dengan ukuran panjang yang diberi motif batik dan digunakan untuk menutupi tubuh bagian bawah. Pengunjung di Candi Borobudur ketika memasuki area candi diberikan kain jarik untuk menutupi tubuh bagian bawah agar terlihat lebih sopan, sebagai salah satu penghormatan ketika memasuki daerah yang dianggap suci. Kajian Kajian adalah kegiatan mempelajari, menelaah, menyelidiki suatu masalah atau fenomena yang bertujuan untuk memecahkan masalah atau mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi. Kajian menghasilkan ilmu yang lebih bersifat aplikatif. Balai Konservasi Borobudur merupakan satu-satu institusi di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang memiliki tugas pokok dan fungsi melaksanakan kajian untuk mengembangkan metode dan teknik konservasi cagar budaya. Hasil kajian Balai Konservasi Borobudur diharapkan menjadi acuan dalam pelaksanaan kegiatan konservasi cagar budaya di Indonesia. Kala Pada candi-candi era Mataram Kuna Periode Jawa Tengah hingga Majapahit, kala-makara merupakan elemen arsitektural yang banyak dijumpai. Secara teknis, balok batu yang berpahatan kala-makara merupakan elemen penting dari sebuah percandian.


BOROBUDURPEDIA 71 Hal ini karena kala-makara biasanya dipahatkan pada bagian gapura, pintu masuk, maupun relung arca. Secara konseptual kala adalah perwujudan dari raksasa dengan wajah seram, mata melotot, gigi bertaring, dan rambut yang digambarkan sebagai api. Berdasarkan mitologinya, kala adalah penguasan dunia atas yang berfungsi sebagai penolak bala terhadap niat-niat buruk yang merusak. Kala juga melambangkan waktu, maut, dan hitam. Pada struktur candi, kala biasanya diletakkan pada bagian atas pintu masuk atau ambang atas tangga candi. Kala dapat digambarkan dengan rahang bawah atau tanpa rahang bawah dengan ukiran tangan seperti akan menerkam. Kala pada doorpel (ambang atas pintu tangga) pada Candi Borobudur digambarkan tanpa rahang bawah. Selain pada ambang atas pintu tangga candi, kala pada Candi Borobudur juga digunakan sebagai jaladwara (saluran air) dan terdapat pada ambang atas tangga candi. Kalibrasi menurut ISO/IEC Guide 17025 : 2005 dan Vocabulary of International Metrology Adalah kegiatan yang menghubungkan nilai yang ditunjukkan oleh instrumen ukur atau nilai yang diwakili oleh bahan ukur dengan nilai-nilai yang sudah diketahui tingkat kebenarannya (yang berkaitan dengan besaran yang diukur) dalam kondisi tertentu. Nilai yang sudah diketahui biasanya merujuk ke suatu nilai dari kalibrator atau standar yang tentunya harus memiliki akurasi yang tinggi dari instrumen ukur yang dikalibrasi (biasa disebut unit under test atau UUT). Kalibrasi berfungsi menjaga kendali mutu dengan memastikan kinerja dan akurasi berbagai instrumen yang digunakan melalui penentuan penyimpangan nilai standar dengan nilai yang ditunjukkan alat ukur atau dengan kata lain untuk dapat memastikan akurasi dari alat ukur tersebut sehingga instrumen yang digunakan dapat menghasilkan pengukuran yang akurat. Kalibrasi harus diterapkan pada setiap alat yang digunakan untuk mendukung pelestarian Candi Borobudur untuk menjamin keakuratan data. Antara lain alat monitoring kebisingan soundlevel, alat pemantau kualitas udara (air flow meter pump), pH meter, conductivity meter, turbidity meter, dan lain-lain. Kalpataru Adalah pohon yang dapat memberi segala apa yang diinginkan dan diminta oleh manusia (pohon kehidupan). Pada relief Candi Borobudur, pohon kalpataru ini digambarkan sebagai relief dekoratif maupun juga dalam relief cerita. Pohon kalpataru atau kalpawrksa adalah gambaran pohon kahyangan, yang penuh dengan bunga-bunga baik yang mekar maupun yang masih kuncup, dan pada beberapa bunga yang mekar itu di tengah-tengah mahkota yang terbuka menjuntai mutiara dan manik-manik. Bunga-bunga dan dedaunan tersusun dalam pola setangkup, membentuk gumpalan padat yang sedikit cembung, seakan menyembul dari sebuah vas bunga yang membentuk bagian batang pohon. Kamadhatu Kamadhatu adalah tingkatan paling bawah dari tingkatan kosmologi Buddha (simbol dunia hasrat). Tingkat kamadhatu pada Candi Borobudur merupakan bagian kaki candi. Kaki Candi Borobudur yang kita lihat saat ini bukanlah kaki aslinya pada saat di bangun pertama kali. Bagian kaki candi saat ini adalah struktur batu-batu tambahan guna menyangga beban (counter weight) struktur Candi Borobudur pada saat struktur candi diasumsikan akan Pohon Kalpataru pada relief Candi Borobudur Bagian kaki Candi Borobudur


72 BOROBUDURPEDIA melesak sebelum pembangunannya diselesaikan. Pada tahun 1885, J.W. Ijzerman secara kebetulan menemukan kembali relief karmawibhangga pada bagian kaki Candi Borobudur. Di sudut Tenggara Candi Borobudur, sebagian kaki bangunan aslinya sekarang masih dapat dilihat (dibuka pada masa pendudukan Jepang). Seperempat dari keseluruhan relief karmawibhangga yang berjumlah 160 panil, di atasnya masih dijumpai inskripsi (tulisan singkat) pada bagian atas panilnya. Oleh para arkeolog inskripsi ini merupakan petunjuk bagi ahli pahat (taksaka) untuk memahatkan cerita pada kaki candi. Sehingga besar kemungkinan ketika pekerjaan pemahatan itu belum selesai, Candi Borobudur mulai melesak, sehingga terpaksa harus segera ditutup kaki aslinya. Profil Candi Borobudur secara umum terdiri dari pelipit dan ojief (sisi setengah genta). Bagian kaki yang berbatasan langsung dengan tanah adalah lapik, sedangkan diatasnya adalah pelipit. Kamar Gelap Adalah tempat untuk cuci film dan cetak foto hasil pemotretan fotogrammetri pemugaran Candi Borobudur. Kamboja Kamboja adalah pohon hias yang terpahatkan pada relief dan ditanam pada sisi barat daya zona I Candi Borobudur, jenis kamboja yang ditanam adalah kamboja merah dan kamboja putih. Kamboja biasanya ditaman di pekuburan sebagai tumbuhan peneduh dan penanda tempat. Kamboja memiliki nama ilmiah Plumeria sp. dengan ciri-ciri bunga kamboja memiliki mahkota yang bertumpukan memiliki 2 bentuk daun, yakni: pertama daun berujung lancip dan kedua berujung membulat. Kamera Polaroid SEM Merupakan bagian dari SEM yang berfungsi untuk mengambil gambar sampel yang telah diperbesar. Kamera ini merekam titik-titik gambar yang dikeluarkan oleh SEM sehingga menjadi satu gambar utuh. Penggunaan kamera ini tidak praktis karena untuk bisa melihat hasil gambarnya, film polaroid harus dicuci cetak terlebih dahulu. Oleh karena itu sejak tahun 2007 Balai Konservasi Borobudur mengganti sistem pengambilan gambar SEM dengan program Semafore yang lebih praktis. Kamera Stereo Fotogrammetri SMK 40 atau 120 Adalah alat yang digunakan untuk pemotretan bidang-bidang Candi Borobudur. Kapal Adalah alat transportasi air sejenis perahu berukuran besar yang ditenagai dengan mesin atau angin. Kapal biasanya dipergunakan pada perairan dalam. Menurut komponen atau bagian-bagiannya, kapal dapat memiliki: 1. Lunas, batang-batang kayu atau logam yang berada di bagian tengah yang merupakan inti struktur kerangka kapal tempat bersatunya rusuk dan lambung. Lunas pada umumnya dibuat lebih menonjol sehingga memiliki kemampuan untuk membelah air, panjang lunas menentukan pula panjang kapal secara keseluruhan. 2. Lambung, bagian sisi kanan-kiri yang membentuk badan kapal. 3. Rusuk, disebut juga gading-gading, yaitu batangbatang kayu atau logam yang membentuk sisisisi kapal. 4. Sirip, lembaran kayu atau logam di bagian bawah belakang kapal yang berfungsi sebagai pengarah. 5. Kemudi, alat pengendali arah yang dihubungkan ke sirip. 6. Tiang, batang kayu atau logam yang berdiri di tengah kapal sebagai tempat menambatkan layar. Banyak kapal yang memiliki tiang layar lebih dari satu. Pada jenis kapal ini, tiang yang paling tinggi disebut tiang utama, sedangkan tiang-tiang lain yang lebih pendek dan kecil ukurannya disebut tiang pembantu. 7. Layar, tekstil atau tikar yang ditambatkan pada tiang untuk menangkap angin. 8. Jangkar, pengait yang dibenamkan ke dasar sungai, danau, atau laut berfungsi sebagai penahan gerak kapal saat berhenti. Jangkar diikat dengan tali atau rantai yang ditambatkan pada haluan, umumnya terbuat dari logam atau kayu yang diberi pemberat batu. 9. Anjungan, disebut juga anjung-anjung, bagian yang berbentuk ruangan beratap pada dek tempat juru mudi mengendalikan kapal. 10.Haluan, bagian depan kapal. Biasanya pada bagian ini jangkar ditempatkan. Kapal-kapal yang dibuat untuk berlayar di laut memiliki haluan yang lebih tinggi dibandingkan dengan


BOROBUDURPEDIA 73 buritan. Kapal-kapal yang hanya melayari sungai, rawa, atau danau, haluannya dibuat sama tinggi atau sedikit lebih tinggi dari buritan. Bagian haluan yang dibuat melengkung disebut linggi. 11. Dek, lantai penutup ruang kapal bagian atas. 12. Palka, ruang penyimpanan barang yang berada di bagian dalam kapal. 13. Buritan, bagian belakang kapal. Relief kapal di Candi Borobudur terdapat beberapa, namun yang paling terkenal adalah relief kapal Samudraraksa yang juga terdapat Museum Kapal Samudraraksa di dekat Candi Borobudur. Kapilaritas Adalah fenomena naik atau turunnya permukaan zat cair dalam suatu pipa kapiler (pembuluh yang sempit). Penyebab dari gejala kapiler adalah adanya adhesi dan kohesi. Kohesi adalah gaya tarik menarik antar molekul yang sama jenisnya. Gaya ini menyebabkan antara zat yang satu dengan yang lain tidak dapat menempel karena molekulnya saling tolak menolak. Sedangkan adhesi adalah gaya tarik menarik antar molekul yang berbeda jenisnya. Gaya ini menyebabkan antara zat yang satu dengan yang lain dapat menempel dengan baik karena molekulnya saling tarik menarik atau merekat. Kapilaritas juga terjadi pada batu Candi Borobudur. Air yang ada di bawah bangunan candi dapat merembes naik melalui pori batu sehingga batu menjadi lembab. Kapilawastu Merupakan tempat kelahiran Sidharta Ghautama. Kapuk randu Kapuk randu atau Ceiba petandra merupakan tumbuhan yang menghasilkan serat (kapuk dalam bahasa Jawa) yang digunakan untuk membuat kasur, bantal dan guling. Tumbuhan kapuk dapat mencapai tinggi 30 meter, dengan ciri-ciri batangnya besar dengan tonjolan-tonjolan kecil pada pangkalnya. Cabang-cabangnya meluas ke arah horizontal. Daunnya terdiri dari 15 anak daun masing-masing sepanjang 15 cm. Bunga putih kecil dan bergerombol sepanjang 20 cm. Buah berbentuk kapsul dapat mencapai 10-30 cm. Jika buah masak berwarna coklat dan meruncing pada ujungnya, dalamnya berisi biji kecil-kecil berwarna hitam serta berisi serat kapas. Tanaman kapuk randu juga merupakan tumbuhan yang terpahatkan pada relief Candi Borobudur (Siswanto, 1999). Kapur Adalah bahan yang diperoleh dari pembakaran batu kapur (gamping), yang biasa dipakai sebagai bahan campuran bangunan. Kapur secara kimia merupakan senyawa kalsium oksida yang diperoleh dari penguraian kalsium karbonat yang dipanaskan pada suhu tinggi. Di bidang pembangunan, kapur digunakan sebagai bahan campuran mortar (spesi atau acian) pada pasangan bata. Kapur bersama dengan campuran mortar dapat mengalami pengerasan sehingga dapat membentuk bangunan yang kokoh. Pada kegiatan konservasi, mortar digunakan sebagai bahan pengisi nat (celah batu) untuk mengurangi masuknya air ke dalam struktur bangunan. Pada bangunan yang terbuat dari spesi dan plesteran seperti bangunan kolonial atau rumah tembok, kapur merupakan komponen utama dalam membuat mortar untuk perbaikan. Kapur digunakan di Candi Borobudur sebagai komponen mortar pada pemugaran pertama tahun 1907-1911 oleh van Erp. Mortar tersebut digunakan untuk mengisi celah antar batu yang cukup lebar di bagian lantai selasar dan lantai teras stupa. Karang Tengah Prasasti Karang Tengah juga disebut dengan nama Parasasti Kayumwungan. Media prasasti ini adalah batu yang terdiri dari lima fragmen. Prasasti Karang Tengah ditemukan di Dusun Karang Tengah, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Penulisan prasasti menggunakan aksara Jawa Kuna dengan dua bahasa, yaitu bahasa Sanskerta pada baris 1-24 dan bahasa Jawa Kuna pada baris selanjutnya. Prasasti Karang Tengah berangka tahun 746 Saka atau 824 Masehi. Informasi dari prasasti pada bagian yang berbahasa Sanskerta adalah mengenai Raja Samaratungga dan anaknya Pramodhawardhani yang mendirikan jinalaya atau bangunan suci bercorak Buddha yang bernama Crimad Venuvana. Crimad Venuvana dalam bahasa Sanskerta berarti hutan bambu. Pendirian bangunan suci tersebut juga bertujuan menempatkan abu jenazah Raja Mega, sebutan untuk Dewa Indra. Dimungkinkan yang dimaksud dengan Raja Indra atau Dharanindra


74 BOROBUDURPEDIA meupakan Maharaja dari dinasti Syailendra. Mengenai bangunan suci tersebut Casparis berpendapat bahwa Crimad Venuvana identik dengan Candi Mendut, namun Soekmono berpendapat lain dan beranggapan bahwa bangunan tersebut adalah Candi Ngawen. Selain itu, informasi lain yang dijumpai pada bagian yang berbahasa Jawa Kuna adalah tentang penganugerahan tanah sima (bebas pajak) untuk sawah di Kayumwungan pada 10 Kresnapaksa bulan Jyestha tahun 746 Saka atau 824 Masehi. Karat Adalah hasil korosi besi atau logam lainnya akibat mengalami pelapukan. Istilah karat umum digunakan pada logam besi, baik besi modern atau besi cagar budaya. Karat pada besi ada yang bersifat aktif ada pula yang pasif. Pada material cagar budaya yang mengalami korosi menghasilkan karat yang aktif, harus dibersihkan agar proses korosi tidak berlanjut. Korosi yang menghasilkan karat aktif akan memicu proses korosi lebih lanjut sehingga pelapukan akan berlangsung lebih cepat. Karborundum (silikon karbida) Adalah senyawa dengan rumus kimia SiC, digunakan sebagai ampelas dan asahan. Karborundum digunakan untuk mengamplas batuan dalam pembuatan sampel sayatan tipis untuk pengujian jenis mineral dalam batuan. Karborundum digunakan untuk pembuatan sampel sayatan tipis batuan penyusun Candi Borobudur untuk mengetahui jenis mineral penyusunnya. Karet Adalah polimer hidrokarbon yang terkandung pada lateks beberapa jenis tumbuhan. Salah satu penggunaan karet yaitu digunakan sebagai pelapis anak tangga dalam kajian keausan tangga. Karmawibhangga Pada tahun 1885, Ijzerman yang merupakan ketua Archaelogische Vereeniging secara tidak sengaja menemukan kembali relief yang berada pada kaki candi yang telah tertutup oleh struktur batu selasar dan undag. Relief tersebut kemudian disebut dengan relief Karmawibhangga. Keletakan relief berada di sekeliling kaki candi dengan jumlah panil sebanyak 160 buah. Setelah itu, pada tahun 1890, kaki candi yang berhias relief tersebut didokumentasikan dengan pemotretan pada tiap panilnya. Karmawibhangga adalah cerita pada relief tersembunyi di dinding kaki Candi Borobudur yang menggambarkan sebab akibat dari perbuatan baik dan buruk. Jadi, setiap perbuatan manusia yang jahat atau tidak baik akan mendapat pembalasan berupa siksaan di neraka, dan bagi manusia yang berbuat baik semasa hidupnya akan mendapat ganjaran di surga. Mengenai penyebab ditutupnya relief Karmawihangga oleh pendukung kebudayaan Candi Borobudur, masih menjadi hal yang diperdebatkan oleh para ahli. Ada yang berpendapat bahwa relief ini terkesan vulgar dan sadis sehingga tidak layak disaksikan. Ahli yang lain menyatakan bahwa penutupan relief dikarenakan alasan teknis struktur candi. Hal ini dipahami karena dimungkinkan bagian kaki candi runtuh/melesak karena kelebihan beban, sehingga struktur kakinya harus diperkuat dengan penambahan selasar dan undag. Dari posisinya yang berada pada kaki candi, relief Karmawibhangga dipahatkan berdasarkan kitab Mahakarmawibhangga. Kitab ini berisi tentang hubungan sebab akibat di dalam kehidupan manusia baik di dunia dan di akhirat. Setiap panil pada relief Karmawibhangga selalu merupakan lukisan dari hal tersebut. Bagian panil sebelah kanan merupakan sebab dan bagian kirinya adalah akibatnya. Hal tersebut dapat diketahui secara pasti dikarenakan adanya inskripsi pendek berbahasa Sanskerta yang merupakan panduan bagi pemahat untuk memahat relief pada bidang kaki candi. Sedangkan inskripsi pendek yang dijumpai pada sebagian panil relief Relief Karmawibhangga Candi Borobudur.


BOROBUDURPEDIA 75 Karmawibhangga, dapat menjadi petunjuk yang jelas bahwa penutupannya dikarenakan alasan teknis. Bernet Kempers (1976) berpendapat bahwa relief Karmawibhangga adalah gambaran yang sebenarnya dari kehidupan sehari – hari masyarakat Jawa Kuna khususnya pada abad VIII – IX. Adegan pada panil relief tersebut menyimpan banyak informasi. Informasi tersebut di antaranya mengenai flora dan fauna, lingkungan alam, bentuk pakaian dan status sosial, alat musik, alat upacara, alat transportasi, arsitektur bangunan, peranan wanita, senjata, payung. Kesemua informasi tersebut mengarahkan kita pada teknologi dan kearifan budaya masyarakat Jawa Kuna terhadap lingkungan. Kasijan Chephas Adalah fotografer pertama asli orang Jawa yang mendokumentasikan relief Karmawibhangga yang terdiri dari 160 panil relief setelah ditemukan oleh Ijzerman pada tahun 1885. Katalis Adalah zat yang dapat mempengaruhi laju/kecepatan reaksi tetapi tidak ikut bereaksi. Katalis terdiri dari 2 macam, yaitu katalis asam dan katalis basa. Katalis digunakan dalam kajian ethyl silika untuk pembuatan mortar sebagai bahan isian nat pada Candi Borobudur. Katalis asam yang digunakan adalah asam sitrat dan asam oksalat, sedangkan katalis basa yang digunakan adalah amonia dan amonium karbonat. Kawasan Borobudur Kawasan Borobudur dan Sekitarnya yang selanjutnya disebut Kawasan Borobudur berdasarkan Perpres Nomor 58 Tahun 2014 adalah Kawasan Strategis Nasional yang mempunyai pengaruh sangat penting terhadap budaya yang berada dalam radius paling sedikit 5 (lima) kilomater dari pusat Candi Borobudur, yang terdiri atas Subkawasan Pelestarian 1 dan Subkawasan Pelestarian 2 serta telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia dalam Dokumen Warisan Dunia Nomor C-592. Kawasan Cagar Budaya Adalah satuan ruang geografis yang memiliki dua Situs Cagar Budaya atau lebih yang letaknya berdekatan dan/atau memperlihatkan ciri tata ruang yang khas. Kawasan Borobudur merupakan kawasan cagar budaya tingkat nasional yang telah ditetapkan pada tahun 2014. Untuk mendukung rencana pelestarian Kawasan cagar budaya Borobodur maka dikeluarkan Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Borobudur dan sekitarnya. Peraturan ini merupakan salah satu upaya perlindungan kawasan cagar budaya Borobudur. Kawasan Strategis Nasional (KSN) Wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting secara nasional terhadap kedaulatan negara, pertahanan dan keamanan nagara, ekonomi, sosial budaya, dan/atau lingkungan, termasuk wilayah yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia. Kawasan cagar budaya Borobudur merupakan salah satu Kawasan Strategis Nasional yang kemudian terbagi menjadi Subkawasan Pelestarian 1 (SP-1) dan Subkawasan Pelestarian 2 (SP-2). Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Adalah kawasan yang memiliki fungsi utama pariwisata atau memiliki potensi untuk pengembangan pariwisata nasional yang mempunyai pengaruh penting dalam satu atau lebih aspek, seperti pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya, pemberdayaan sumber daya alam, daya dukung lingkungan hidup, serta pertahanan dan keamanan. Kriteria Kawasan Strategis Pariwisata Nasional ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata. Kawasan Borobudur dan sekitarnya merupakan salah satu dari 88 (delapan puluh delapan) KSPN yang ditetapkan oleh PP KSPN. Kayu Kayu adalah bagian batang atau cabang pokok yang keras dari pohon yang minimal berdiameter 16 cm. Kayu merupakan salah satu material penyusun cagar budaya di Indonesia. Kayu yang biasanya digunakan sebagai material cagar budaya umumnya bagian batang berupa kayu teras dan kayu gumbal. Kayu banyak digunakan sebagai material cagar budaya karena umumnya kayu mudah didapat karena banyak tersedia di lingkungan, keras, mudah dibentuk atau diukir, tahan terhadap gerakan. Namun kayu juga kelemahan yakni higroskopis (mudah menyerap air),


76 BOROBUDURPEDIA mudah diserang serangga jamur dan bakteri. Kayu merukana suatu jenis material yang dipelajari dalam kegiatan kajian konservasi cagar budaya di Balai Konservasi Candi Borobudur. KDB = Koefisien Dasar Bangunan Adalah luas maksimum lantai dasar (floor print) yang diizinkan untuk dibangun, yakni koefisien perbandingan antara luas lantai dasar bangunan terhadap luas persil/kavling; rumus : (luas lantai x 1/ luas tanah) x 100%. Kearifan lokal Adalah suatu kekayaan budaya lokal yang mengandung kebijakan hidup; pandangan hidup (way of life) yang mengakomodasi kebijakan (wisdom) dan kearifan hidup pada suatu daerah. Sebagai contoh, hampir di setiap budaya lokal di Nusantara mengajarkan gotong royong, toleransi, etos kerja, antisipasi terhadap bencana, dan sebagainya. Pada relief Candi Borobudur terkandung tentang etika, nilai moral, tata cara kehidupan masyarakat pada masa kajayaan Mataram Kuno. Keben Adalah bagian kemuncak pada pagar langkan tingkat I Candi Borobudur, yang berbentuk seperti buah keben. Keben merupakan buah berbentuk kotak mirip piramida, yang dihasilkan dari pohon keben atau butun dengan nama ilmiah Barringtonia asiatica. Pohon keben memiliki ciri-ciri merupakan pohon berkayu lunak memiliki diameter sekitar 50 cm dengan ketinggian 4-16 meter. Bentuk daunnya cukup besar, mengkilap dan berdaging, daun muda berwarna merah muda dan akan berubah menjadi kekuningan setelah tua. Bagian luar buah keben terdiri dari kulit berserabut dan di dalamnya terdapat tempurung. Dalam tempurung terdapat sebutir biji yang keras, berlendir dan berwarna putih. Buah keben memiliki bunga selebar 16 cm yang berwarna putih dengan benang sari berwarna merah muda. Buah keben berwarna hijau ketika muda dan akan menjadi kecokelatan setelah tua dan kering. Keben merupakan ornamen hias arsitektural pada kemuncak struktur pagar langkan, struktur pagar halaman, ataupun struktur pembatas ruang. Pada Candi Borobudur, keben hanya dijumpai pada pagar langkan I. Kebocoran Candi Adalah kondisi munculnya air yang merembes pada permukaan dinding Candi Borobudur yang berrelief secara tidak wajar. Konstruksi Candi Borobudur setelah pemugaran sudah mengendalikan air dengan baik, air dari dalam bukit sudah tidak dapat keluar ke permukaan dinding karena telah ditahan secara efektif oleh lapisan kedap air layer C dan layer B. Sedangkan air hujan yang jatuh ke lantai akan masuk ke saluran drainase. Pada bagian bawah langkan terdapat layer B yang ditinggikan untuk menahan air dari lantai keluar ke permukaan dinding. Air yang terkumpul pada lantai drainase disalurkan ke saluran drainase. Pada bagian dasar pagar langkan terdapat layer B yang melindungi dinding dan sekaligus sebagai penahan (”tanggul”) air pada lantai drainase agar tidak mengalir ke dinding. Kebocoran yang saat ini terjadi pada dinding candi Borobudur dimungkinkan berasal dari kurang sempurnanya lembaran lead atau dari ”tanggul” layer B yang retak (bocor). Lembaran lead yang tidak efektif menahan air disebabkan karena pemasangan yang tidak lengkap (utuh), dan sebagian sengaja dibuat lubang pada saat pemugaran. Rembesan dari kebocoran tersebut dapat menyebabkan berbagai jenis pelapukan material baik kimia maupun biologis. Gejala yang dapat dijumpai adalah terjadinya endapan garam dan tumbuhnya jasad algae dan lumut. Rembesan yang terjadi tersebut harus ditangani agar tidak menyebabkan pelapukan lebih lanjut. Kekerasan (hardness) Adalah ketahanan suatu material untuk tidak mengalami perubahan bentuk secara permanen akibat diberikan gaya tekan. Ada 3 jenis pengukuran kekerasan, yaitu dengan cara digores (scratch hardness), ditekan (indentation hardness) dan melalui pantulan (rebound hardness). Pada scratch hardness Buah Keben (kiri) dan Keben sebagai ornamen hias arsitektural Candi Borobudur (kanan).


BOROBUDURPEDIA 77 diukur ketahanan suatu material untuk tidak tergores setelah digesek dengan menggunakan benda tajam. Hasil pengukuran ini dinyatakan dalam skala Mohs. Pada indentation hardness diukur ketahanan suatu material untuk tidak mengalami deformasi setelah ditekan dengan tenaga konstan. Sedangkan pada rebound hardness diukur tinggi pantulan hammer yang menumbuk permukaan suatu material. Hasil yang terukur menunjukkan sifat elastisitas material. Kekerasan pada batu menunjukkan kondisi batu tersebut, bila kekerasan batu semakin menurun maka sudah terjadi pelapukan atau kerusakan pada batu tersebut. Kekeruhan Adalah ukuran yang menggunakan efek cahaya sebagai dasar untuk mengukur keadaan air baku dengan skala NTU (nephelo metrix turbidity unit) atau JTU (jackson turbidity unit) atau FTU (formazin turbidity unit), kekeruhan ini disebabkan oleh adanya benda tercampur atau benda koloid di dalam air. Pengukuran kekeruhan air dilakukan dalam monitoring geohidrologi Candi Borobudur. Kelapa Merupakan anggota tunggal dalam marga Cocos dari suku aren-arenan atau Arecaceae. Tumbuhan ini dimanfaatkan hampir semua bagiannya oleh manusia sehingga dianggap sebagai tumbuhan serbaguna, terutama bagi masyarakat pesisir. Tumbuhan ini diperkirakan berasal dari pesisir Samudera Hindia di sisi Asia, namun kini telah menyebar luas di seluruh pantai tropika dunia. Pohon Kelapa tumbuh dengan batang tunggal namun terkadang ada yang bercabang. Akar pohon kelapa serabut, tebal dan berkayu, berkerumun membentuk bonggol, adaptif pada lahan berpasir pantai. Batang beruasruas namun bila sudah tua tidak terlalu tampak, khas tipe monokotil dengan pembuluh menyebar (tidak konsentrik), berkayu. Kayunya kurang baik digunakan untuk bangunan. Daun merupakan daun tunggal dengan pertulangan menyirip, daun bertoreh sangat dalam sehingga nampak seperti daun majemuk. Bunga tersusun majemuk pada rangkaian yang dilindungi oleh bractea; terdapat bunga jantan dan betina, berumah satu, bunga betina terletak di pangkal karangan, sedangkan bunga jantan di bagian yang jauh dari pangkal. Buah besar, diameter 10 cm sampai 20 cm atau bahkan lebih, berwarna kuning, hijau, atau coklat; buah tersusun dari mesokarp berupa serat yang berlignin, disebut sabut, melindungi bagian endokarp yang keras (disebut batok) dan kedap air; endokarp melindungi biji yang hanya dilindungi oleh membran yang melekat pada sisi dalam endokarp. Endospermium berupa cairan yang mengandung banyak enzim, dan fase padatannya mengendap pada dinding endokarp seiring dengan semakin tuanya buah; embrio kecil dan baru membesar ketika buah siap untuk berkecambah (disebut kentos). Kelapa secara alami tumbuh di pantai dan pohonnya mencapai ketinggian 30 m. Awalnya berasal dari pesisir Samudera Hindia, namun kini telah tersebar di seluruh daerah tropika. Tumbuhan ini dapat tumbuh hingga ketinggian 1.000 m dari permukaan laut, namun seiring dengan meningkatnya ketinggian, kelapa akan mengalami pelambatan pertumbuhan. Motif hias Pohon Kelapa terpahat di relief Candi Borobudur yang pada umumnya dipahatkan secara utuh mencakup batang, daun, dan buah yang dipahatkan secara detail. Pohon dipahatkan beruas-ruas, dengan daun tunggal pertulangan menyirip dan tersusun majemuk. Buah digambarkan besar bulat bergerombol dan dilengkapi dengan bunga yang tersusun majemuk. Kelembaban Kelembaban adalah konsentrasi uap air udara atau lebih jelasnya kelembaban udara adalah jumlah kandungan uap air yang ada di udara. Ada dua istilah kelembaban udara, yaitu kelembaban tinggi dan kelembapan rendah. Kelembaban tinggi adalah jumlah uap air yang banyak di udara, sedangkan kelembaban rendah adalah jumlah uap air yang sedikit di udara. Kelembaban udara juga dinyatakan dalam kelembaban udara absolute dan kelembaban udara relatif. Kelembaban udara absolute adalah kandungan uap air yang dapat dinyatakan dengan Pohon kelapa pada relief Candi Borobudur


78 BOROBUDURPEDIA massa uap air atau tekanannya per satuan volume (kg/m³). Kelembaban udara merupakan salah satu faktor penting yang menetukan ketahanan material cagar budaya terhadap agensia pelapukan. Kelembaban udara yang tinggi meningkatkan pelapukan material secara biologis dan khemis. Sedangkan tingkat kelembaban udara yang sangat rendah akan meningkatkan proses pelapukan secara fisis. Kelembaban Relatif (RH) Adalah perbandingan antara kelembaban mutlak dengan kelembaban mutlak jenuh pada suhu dan tekanan statisnya. Satuan yang digunakan untuk menyatakan RH adalah prosentasi. Prosentase diperoleh dari perbandingan tersebut dikalikan dengan seratus persen. Dapat dikatakan bahwa jika nilai kelembaban mutlaknya besar mendekati nilai kelembaban mutlak jenuhnya maka prosentase RH semakin besar, kondisi lingkungan menjadi lembap, begitu juga sebaliknya. Nilai RH ini sangat berpengaruh bagi mikroorganisme yang tumbuh di batuan Candi Borobudur. Jika kondisi RH semakin tinggi, kondisi menjadi semakin lembab. Kondisi tersebut menjadi ideal bagi mikroorganisme untuk berkembang biak dan dapat mengancam kelestarian batuan Candi Borobudur. Kelembaban udara Adalah keadaan seberapa banyaknya kandungan uap air yang ada di dalam udara. Kelembaban udara adalah salah satu unsur yang dimonitor di kawasan Candi Borobudur melalui stasiun klimatologi. Angka konsentrasi kandungan uap air ini dapat diekspresikan dalam kelembaban absolut dan kelembaban nisbi atau relatif. Kelembaban Absolut adalah angka yang menunjukkan berapa gram uap air yang terkandung dalam setiap 1 meter kubik udara. Sedangkan Kelembaban Nisbi adalah perbandingan jumlah uap air yang ada di udara dengan jumlah maksimum uap air yang dapat dikandung udara pada temperatur yang sama dan dinyatakan dengan persen (%). Kelembaban udara relatif Adalah perbandingan antara banyaknya uap air yang terdapat di udara dengan banyaknya uap air maksimum yang dapat dikandung oleh udara pada suhu dan tekanan yang sama. Kelembaban udara relatif merupakan salah satu parameter iklim yang dapat menyebabkan kerusakan dan pelapukan material Candi Borobudur dan Cagar budaya lainnya. Perubahan kelembaban udara yang sangat fluktuatif dapat menyebabkan kerusakan dan pelapukan material batu penyusun Candi Borobudur. Kemelesakan Melesak adalah kondisi deformasi pada struktur bangunan yang tidak stabil dan cenderung tidak rata karena tenggelam ke tanah. Kemelesakan pada struktur candi bisa terjadi karena faktor internal dan eksternal. Beban struktur dan kondisi kestabilan tanah merupakan faktor utama penyebab kemelesakan. Candi Borobudur juga pernah mengalami kemelesakan pada strukturnya pada saat sebelum dilakukannya pemugaran kedua. Kemelesakan pada Candi Borobudur banyak terjadi pada dinding candi dan lorong candi. Selain itu, pada masa penemuan kembali Candi Borobudur sekitar tahun 1814, kemelesakan juga diketahui terjadi pada area stupa teras (Arupadhatu). Hal ini dapat diketahui dari foto yang diambil oleh Pemerintah Kolonial Belanda sebelum dan sesudah pemugaran I (1907-1911). Berdasarkan foto tersebut, diketahui bahwa sebagian besar lantai pada stupa teras telah melesa sehingga bentuknya bergelombang. Oleh van Erp selaku ahli yang memimpin pemugaran pertama Candi Borobudur, kemelesakan tersebut ditanggaulangi dengan cara mengaplikasikan mortar tradisional pada lantai lorong dan lantai stupa teras. Aplikasi mortar tersebut dimaksudkan untuk membuat lantai candi yang melesak menjadi rata dengan menambahkan pasangan batu baru pada permukaan lantainya. Pada pemugaran kedua (1973-1983) kemelesakan pada dinding candi ditanggulangi dengan membuat metode perkuatan struktur menggunakan plat beton di bawah lantai candi. Hingga saat ini metode perkuatan tersebut masih dinilai efektif untuk menjaga kestabilan struktur Candi Borobudur. Kendi Adalah wadah penyimpan air minum. Memiliki badan yang membulat dengan leher relatif tinggi sebagai pegangan yang sekaligus berfungsi sebagai saluran air. Bagian dasar kendi rata, baik yang membentuk kaki maupun tidak. Pada umumnya kendi dibuat dari


BOROBUDURPEDIA 79 keramik. Ada dua jenis kendi, yaitu kendi bercorot dan kendi tanpa corot. Kendi bercorot adalah semua kendi yang memiliki saluran air mirip pipa berukuran kecil pada bagian bahu, jumlahnya bisa satu atau lebih. Pada kendi tanpa corot fungsi pipa sebagai jalan keluarnya air digantikan oleh bagian leher yang berdiameter lebih besar. Sejenis kendi dengan corot satu atau lebih, tetapi hanya salah satunya yang memiliki lubang disebut kendi maling. Air tidak dimasukkan melalui leher melainkan melalui corong di bagian dasar kendi, yaitu dengan cara merendamnya. Kendi maling banyak ditemukan di Jawa Tengah. Wadah dengan bentuk kendi ini tergambarkan pada relief Candi Borobudur. Kepadatan penduduk Adalah perbandingan antara jumlah penduduk dengan luas seluruh wilayah dalam setiap km persegi. Data kepadatan penduduk merupakan salah satu data demografi yang diperlukan dalam rangka monitoring kawasan Borobudur terutama mengenai kepadatan penduduk di sekitas kawasan cagar budaya. Beberapa kegunaan dari data ini adalah untuk mengetahui persebaran penduduk suatu wilayah, untuk mengetahui telah terjadi ledakan penduduk atau belum, untuk mengetahui penyebab perbedaan kepadatan penduduk dengan daerah sekitar dan untuk mengetahui pusat-pusat kebudayaan. Keputusan Direktorat Jendral Kebudayaan Nomor 085/F1.IV/J.91 Adalah keputusan yang ditandatangani oleh Direktur Jendral Kebudayaan pada waktu itu (Drs. GBPH. Poeger) tanggal 9 Oktober 1991 tentang penetapan Candi Borobudur serta Lingkungannya sebagai Cagar Budaya yang dilindungi oleh Monumenten Ordonnantie Staatblad Tahun 1931 Nomor 238. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1992 Adalah keputusan Presiden Republik Indonesia tentang pengelolaan Taman Wisata Candi Borobudur dan Taman Wisata Candi Prambanan serta pengendalian lingkungan kawasannya. Dalam peraturan ini, peruntukan kawasan candi ditetapkan bagi: a. pengamanan dan pelestarian nilai-nilai budaya terutama obyek arkeologi yang ada; b. penanggulangan terhadap kemungkinan usaha yang dapat merusak kawasan candi; c. peningkatan kelestarian dan pemugaran lingkungan pemukiman pedesaan di sekitar taman wisata dan candi yang mempunyai nilainilai tradisional dan dapat dikembangkan menjadi obyek dan daya tarik wisata; d. pengembangan dan pendayagunaan obyek dan daya wisata; e. penciptaan kawasan lindung untuk menjamin kelestarian candi dan mendukung taman wisata. Regulasi ini juga menetapkan 3 zona di kawasan Candi Borobudur, yaitu Zona I merupakan lingkungan kepurbakalaan yang diperuntukkan bagi perlindungan dan pemeliharaan kelestarian lingkungan fisik candi, dengan luas kurang lebih 44,8 Ha, dan berbentuk lingkaran dengan titik pusat pada as candi. Zona II merupakan kawasan di sekeliling zona I Candi Borobudur dan diperuntukkan bagi pembangunan taman wisata sebagai tempat kegiatan kepariwisataan, penelitian, lingkungan candi. Luas zona II Candi Borobudur adalah kurang lebih 42,3 Ha. Zona III merupakan kawasan di luar zona II Candi Borobudur dan diperuntukkan bagi permukiman terbatas, daerah pertanian, jalur hijau, atau fasilitas tertentu lainnya yang disediakan untuk menjamin keserasian dan keseimbangan kawasan di zona I pada umumnya, dan untuk mendukung kelestarian candi serta fungsi taman wisata pada khususnya. Penataan ruang, peruntukan, dan pengembangan zona III dilakukan oleh Pemerintah Daerah yang bersangkutan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku dengan memperhatikan pertimbangan Menteri. Luas zona III Candi Borobudur adalah kurang lebih 932 Ha. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2004 tentang Pengamanan Obyek Vital Nasional Adalah regulasi yang didalamnya mengatur tentang pengamanan Obyek Vital Nasional yang memiliki peran penting bagi kehidupan bangsa dan negara baik ditinjau dari aspek ekonomi, politik, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan guna mencegah semakin meningkatnya ancaman dan gangguan terhadap Obyek Vital Nasional termasuk aksi terorisme. Candi Borobudur dan kawasannya termasuk dalam Obyek Vital Nasional di Bidang Kebudayaan dan Pariwisata


80 BOROBUDURPEDIA berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.34/HM.001/MKP/2008. Kepolisian Resor Magelang Adalah satuan kepolisian tingkat Kabupaten, dimana Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon berada. Kepolisian Sektor Borobudur Adalah satuan kepolisian tingkat Kecamatan setempat, dimana Candi Borobudur dan Candi Pawon berada. Kepolisian Sektor Mungkid Adalah satuan kepolisian tingkat Kecamatan setempat, dimana Candi Mendut berada. Keramik Adalah tanah liat yang dibakar, dicampur dengan mineral lain; barang tembikar (porselen). Keramik selain tergambarkan pada relief Candi Borobudur juga ditemukan ketika dilakukan ekskavasi di halaman Candi Borobudur. Keramik yang ditemukan berupa guci. Kereta Kelinci Adalah kereta mini yang digunakan untuk memudahkan pengunjung untuk mengelilingi area taman wisata. Keris Adalah senjata tusuk genggam asal Asia Tenggara, bentuknya meruncing dengan tajaman pada kedua sisi bilahnya. Keris ada yang berlekuk dan ada pula yang lurus. Lekukan keris disebut luk. Senjata ini biasanya dibuat dengan mencampurkan beberapa jenis logam, tapi dengan unsur logam besi (Fe), baja, nikel, atau logam-logam asal batu meteor sebagai bahan utamanya. Pada permukaan keris didapati pola-pola hias yang disebut pamor. Pamor terjadi sebagai akibat proses pelipatan dan penempaan logam yang terus menerus atau sengaja dibubuhkan pada permukaan keris melalui metode menggambar atau menulis. Keris dibagi dalam beberapa bagian yang setiap bagiannya dibagi oleh beberapa bagian lagi. Bagian-bagian yang terdapat pada keris secara umum adalah: (a) ukiran (hulu/pegangan keris), (b) wilah (bilah keris), dan (c) wrangka (sarung keris). Keris juga tergambar pada relief Candi Borobudur. Kertas cetak Adalah kertas untuk mencetak gambar dari kalkir maupun aquet, yang dipakai di Borobudur menggunakan merk OC yang menghasilkan gambar positif. Kertas foto Adalah kertas untuk mencetak foto-foto bidang Candi Borobudur yang selanjutnya dipakai pedoman untuk penggambarannya. Kertas gambar Adalah kertas untuk menggambar bidang Candi Borobudur, baik dalam bentuk lembaran maupun dalam bentuk buku. Kertas kalkir Adalah kertas transparan untuk menggambar Bidang Candi Borobudur agar dapat dicetak. Kertas saring Adalah kertas yang terbuat dari selulosa murni digunakan untuk memisahkan partikel suspensi dengan cairan atau memisahkan zat terlarut dengan zat padat. Kertas saring digunakan untuk menyaring air filter layer, air bak kontrol, air hujan Candi Borobudur sehingga siap untuk dilakukan pengujian kandungan kimiawinya. Selain itu juga digunakan untuk memisahkan filtrat dan presipitat dari proses destruksi endapan garam, batu, mortar Candi Borobudur dan material cagar budaya lainnya. Kertas saring Whatman 41 Merupakan kertas saring dengan kemampuan menyaring 98% berukuran 20-25 μm pada kecepatan aliran sangat cepat, kadar abu maksimum 0,01%, biasa dipakai pada analisis gravimetri. Kertas stabilen Adalah kertas untuk penggambaran hasil ploting fotogrammetri, bila dicetak di atas kertas kalkir menghasilkan gambar negatif, sedang bila dicetak di atas kertas foto akan didapat gambar positif. Keruh Keruh adalah kondisi yang menunjukan tidak jernih atau bening. Tingkat kekeruhan di dalam ilmu kimia disebut turbidity. Turbidity menjadi salah satu


BOROBUDURPEDIA 81 parameter dalam menentukan kualitas air bak kontrol yang ada di Candi Borobudur. Tingkat kekeruhan menjadi salah satu parameter pengujian air bak kontrol dan air filter layer dalam kegiatan monitoring hidrologi dan lingkungan Candi Borobudur. Kerusakan Kerusakan adalah perubahan bentuk yang terjadi pada suatu material cagar budaya tanpa diikuti perubahan fisik dan kimiawinya, sebagai contohnya adalah pecah dan retak. Terkait dengan struktur dan bangunan cagar budaya maka difinisi kerusakan adalah suatu kondisi yang digunakan untuk menggambarkan situasi dimana sebuah bangunan atau struktur jatuh atau runtuh yang ditandai dengan retak, hancur, remuk, lepasnya elemen-eleman, atau perubahan secara permanen. Kerusakan biasanya dihubungkan dengan aksi mekanik seperti getaran, beban, gempa dan sebagainya. Jenis kerusakan yang dijumpai pada blok batu Candi Borobudur berupa retakan, gempil, pengelupasan, dan aus. Ketapang Ketapang adalah salah satu jenis pohon yang terpahat pada relief Candi Borobudur, dan ditanam pada halaman zona I. Pohon Ketapang memiliki nama ilmiah Terminalia catappa merupakan pohon peneduh. Dikategorikan sebagai pohon peneduh karena tajuk yang rindang dengan cabang mendatar dan tajuknya bertingkat-tingkat mirip struktur pagoda. Daun Ketapang lebar berbentuk bulat telur dengan pangkal daun runcing dan ujung daun lebih tumpul. Bunga Ketapang berukuran kecil dan terkumpul dalam bulir dekat ujung ranting berwarna kuning kehijauan. Buahnya batu berbentuk bulat telur agak gepeng dan persegi. Saat muda buah Ketapang berwarna hijau kekuningan dan berubah menjadi ungu kemerahan pada saat matang. Khemiko Arkeologi Khemiko arkeologi merupakan salah satu sektor dalam organisasi Proyek Pemugaran Candi Borobudur. Sektor ini secara khusus menangani cagar budaya yang berkaitan dengan penanganan masalah perawatan secara kimiawi apabila diperlukan. Selain itu, sektor ini secara khusus juga menangani pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan inventarisasi dan dokumentasi gejala-gejala penyakit batu yang dihadapi, melakukan diagnosis akar permasalahannya, menentukan resep dan metodologi penanganannya, serta melakukan terapi terhadap berbagai tipe penyakit yang dihadapi suatu cagar budaya. Suyono adalah teknisi Khemiko Arkeologi yang pertama kali merintis sektor ini pada Proyek Pemugaran Candi Borobudur. Kemudian beliau merekrut tenaga-tenaga teknisi menengah yang berlatar pendidikan SMA Jurusan Ilmu Pasti. Dalam tugasnya sektor Khemiko Arkeologi tidak dapat dilepaskan dari peran Laboratorium Konservasi. Laboratorium konservasi berfungsi sebagai unit yang tugas pokok dan fungsinya melakukan riset dan pengembangan metodologi konservasi batuan, terutama dalam kaitannya dengan pemecahan masalah penanganan konservasi batu Candi Borobudur. Selain unit laboratorium konservasi, unit lain di sektor Khemiko Arkeologi ialah unit analisa fisik/ petrografi, unit analisa kimia, dan unit analisa mikrobiologi. Unit analisa petrografi bertugas mengadakan penelitian sifat-sifat fisik dan petrografi batuan Candi Borobudur dan pengujian bahan-bahan untuk perbaikan serta pengembangan metodologinya. Unit analisa kimia bertugas untuk mengadakan penelitian kimiawi terhadap batuan Candi Borobudur, termasuk didalamnya pengujian dan seleksi terhadap bahan-bahan kimia yang akan digunakan untuk konservasi Candi Borobudur. Unit analisa mikrobiologi bertugas mengadakan penelitian penyebab pelapukan dari faktor biotis batuan Candi Borobudur, cara pemberantasan, dan pencegahannya melalui penelitian di lapangan maupun di laboratorium. Kilowatt = kW; Seribu Watt Adalah unit dasar yang digunakan dalam mengukur konsumsi listrik. Kimia Adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi, struktur, dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga molekul serta perubahan atau transformasi serta interaksi mereka untuk membentuk materi yang ditemukan sehari-hari. Kimia juga mempelajari pemahaman sifat dan interaksi atom individu dengan tujuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut pada tingkat makroskopik. Menurut kimia modern, sifat fisik materi umumnya ditentukan oleh struktur pada tingkat atom yang pada gilirannya ditentukan


82 BOROBUDURPEDIA oleh gaya antar atom dan ikatan kimia. Kimia sering disebut sebagai “ilmu pusat” karena menghubungkan berbagai ilmu lain, seperti fisika, ilmu bahan, nanoteknologi, biologi, farmasi, kedokteran, bioinformatika, dan geologi. Koneksi ini timbul melalui berbagai subdisiplin yang memanfaatkan konsepkonsep dari berbagai disiplin ilmu. Bidang konservasi cagar budaya juga tidak lepas dari kimia. Konservasi harus dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, sehingga harus diawali dengan pemahaman tentang materialnya, permasalahan pelapukan yang terjadi, faktor-faktor yang mempengaruhi, hingga pada konsep penanganannya. Berbagai tahapan tersebut dapat dibantu dengan ilmu kimia melalui serangkaian analisis dan percobaan laboratorium. Ilmu kimia dapat membantu memahami secara lebih mudah material cagar budaya, perubahan-perubahan, dan pengendaliannya. Kinnara Adalah makhluk surgawi berwujud setengah manusia setengah burung dalam mitologi Hindu dan Buddha. Mereka pandai memainkan alat-alat musik, seperti veena atau kecapi. Penggambaran Kinnara terdapat pada relief Candi Borobudur. Kinnari Merupakan Kinnara berjenis kelamin perempuan. Kinnari berwujud wanita cantik dari kepala sampai pinggang, namun bagian tubuh ke bawah berwujud angsa. Mereka pandai bersyair, memainkan alat musik, dan menari. Mitologi tentang Kinnara-Kinnari banyak muncul di wilayah Asia Tenggara, khususnya yang mendapat pengaruh Hindu dan Buddha, seperti Thailand, Kamboja, Myanmar, dan Indonesia. Di Candi Borobudur, terdapat relief yang menggambarkan Kinnara-Kinnari. Selain itu, relief Kinnara-Kinnari juga dapat ditemukan di Candi Mendut, Pawon, Sewu, Sari, dan Prambanan. KLB = Koefisien Lantai Bangunan Merupakan luas keseluruhan lantai bangunan yang diijinkan untuk dibangun. Angka ini berupa koesfisien perbandingan antara luas keseluruhan lantai bangunan gedung dan luas persil/kavling/ blok peruntukan. KDB dan KLB senantiasa mengacu pada pasal 12, ayat 1, UU No 28/2002; persyaratan kepadatan dan ketinggian bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10, ayat 1 dengan ketentuan yang ditetapkan untuk lokasi yang bersangkutan RTBL (Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan); banyak faktor yang mempengaruhi penentuan angkaangka dalam aturan tersebut; umumnya dihitung berdasarkan daya dukung sarana dan prasarana tiap-tiap kawasan seperti: land use, kepadatan lalu lintas, jalur utilitas lingkungan, dan lain-lain; karena tiap-tiap lingkungan berbeda; rumus: (luas lantai 1 + lantai 2)/luas tanah. Menurut Perpres RI Nomor 58 tahun 2014 yang mengatur tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Borobudur dan Sekitarnya pada lampiran IV pada bagian Dusun Borobudur, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, terdapat ketentuan teknis sebagai berikut: 1. Candi Borobudur a. Arahan ketentuan kegiatan dan penggunaan lahan: diperbolehkan untuk kegiatan perlindungan Candi Borobudur b. Arahan ketentuan intensitas pemanfaatan ruang, ketentuan tata bangunan, serta ketentuan prasarana dan sarana minimal : 2. Taman Candi Borobudur a. Arahan ketentuan kegiatan dan penggunaan lahan: diperbolehkan untuk kegiatan pusat informasi wisata, pusat informasi sejarah dan budaya Borobudur, prasarana transportasi berupa jalur pedestrian, ruang terbuka berupa jalur hijau dan pulau jalan, serta pekarangan. b. Arahan ketentuan intensitas pemanfaatan ruang, ketentuan tata bangunan, serta ketentuan prasarana dan sarana minimal :


BOROBUDURPEDIA 83 Klimatologi Adalah ilmu yang mempelajari atau menyelidiki tentang iklim. Iklim merupakan keadaan cuaca pada suatu daerah tertentu pada jangka waktu yang panjang. Cuaca merupakan keadaan fisik atmosfer pada suatu waktu disuatu tempat atau daerah. Klimatologi digunakan untuk mengetahui faktor alam yang mempengaruhi kerusakan dan pelapukan material Candi Borobudur dan cagar budaya lainnya. Dengan mempelajari klimatologi dapat memprediksi musim, mendeteksi jenis pelapukan dan membuat rencana penanganan konservasi. Knockdown (Inggris) Merupakan sistem bongkar pasang pada konstruksi. Candi Borobudur dibangun di atas sebuah bukit dengan menggunakan material batu andesit. Tumpukan batu tersebut disusun tanpa menggunakan semen maupun perekat. Sistem yang digunakan pada susunan batu tersebut adalah sistem knockdown sehingga susunan batu tersebut dapat dibongkar dan dipasang lagi. Agar masing-masing batuan saling terkait, terdapat sistem sambungan antar batuan. Jenis sambungan batu yang ada pada Candi Borobudur ada empat, yaitu: 1.Sambungan batu dengan tipe ekor burung Sambungan tipe ini dijumpai hampir pada setiap batu dinding. 2.Sambungan batu dengan tipe takikan Sambungan ini banyak terdapat pada kala, doorpel, relung, dan gapura. 3.Sambungan dengan tipe alur dan lidah Sambungan ini terdapat pada pagar langkan selasar dan batu ornamen makara di kanan dan kiri tangga undag dan selasar. 4.Sambungan batu dengan tipe purus dan lubang Sambungan ini banyak terdapat pada batu antefik dan kemuncak pagar langkan. Kolom Adalah elemen struktur linier vertikal yang berfungsi untuk menahan beban tekan aksial. Kolom pilaster Adalah tiang kolom yang dibangun dari pasangan bata/batako. Kompas Adalah alat penunjuk arah. Kompas memiliki jarum atau lempengan besi bermuatan magnet yang dapat berputar sebagai penunjuk arah. Kutub-kutubnya selalu menghadap ke utara dan selatan. Tiap-tiap mata angin memiliki simbol: N (North) untuk Utara, E (East) untuk Timur, S (South) untuk Selatan, dan W (West) untuk Barat. Selain itu terdapat pula skala bujur derajat yang mengelilingi bidang perputaran jarum dengan menempatkan titik 0° atau 360° pada arah utara. Salah satu fungsi kompas adalah menentukan arah ketika membuat kotak ekskavasi, seperti halnya ketika ekskavasi dilakukan di halaman Candi Borobudur. Kompensasi Adalah imbalan berupa uang dan/atau bukan uang dari Pemerintah atau Pemerintah Daerah. Masyarakat yang menemukan dan melaporkan temuan yang diduga cagar budaya berhak memperoleh kompensasi temuan berupa uang dan piagam penghargaan dari Balai Konservasi Borobudur setelah dilakukan penilaian oleh tim penilai. Sampai saat ini, peran serta masyarakat di sekitar Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon sangat perlu diapresiasi karena banyak temuan-temuan batu komponen candi dilaporkan oleh masyarakat Desa Borobudur, Desa Wanurejo, Kelurahan Mendut, Desa Ngrajek, Desa Ringinanom, dan Desa Karanganyar.


84 BOROBUDURPEDIA Komponen Arsitektural Adalah komponen bangunan yang berfungsi sebagai penyekat antar ruang, penutup antar ruang pada bidang horizontal maupun vertikal yang meliputi bukaan, pencahayaan ruangan, misalnya dinding pasangan, dinding panel, langit-langit/plafon. Komponen pemikul beban Adalah suatu komponen yang dimaksudkan untuk memikul atau mendukung suatu beban eksternal bangunan dan mempertahankan daya dukung tersebut dalam hal terjadi kebakaran (SNI 1741:2008). Komponen stuktur bangunan Adalah komponen struktur yang telah terdefinisi, seperti dinding, lantai, atap, balok atau kolom (SNI 1741:2008). Komposisi Adalah susunan komponen atau susunan unsur yang membentuk suatu bahan atau zat. Setiap komponen dinyatakan dalam jumlah satuan per jumlah bahan, atau dinyatakan dalam bentuk perbandingan (persen atau bagian). Biasanya komposisi digunakan untuk menentukan kandungan yang tertera pada material maupun bahan. Misalnya komposisi kimia material batu andesit penyusun Candi Borobudur, yaitu unsur kalsium, natrium, silika, magnesium, kalium. Komposisi mortar, misalnya perbandingan pasir : bata merah : kapur. Komposisi material dapat diketahui dari serangkaian analisis laboratorium. Pengetahuan komposisi sangat bermanfaat dalam konservasi cagar budaya untuk mengetahui sifat dasar material, kondisinya, dan tindakan yang perlu dilakukan untuk mempertahankan kondisi tersebut secara lebih lama. Komposit Adalah tipe konstruksi yang menggunakan elemenelemen yang berbeda, misalnya beton dan baja, atau menggunakan kombinasi beton cast-in situ dan pre-cast, dimana komponen yang dikombinasikan tersebut bekerja bersama sebagai satu elemen struktural. Kondensor (labu pendingin) Adalah alat yang terbuat dari kaca, digunakan untuk mengembunkan uap larutan pada proses destilasi. Kondensor digunakan sebagai alat pendukung dalam kegiatan pengembangan bahan konservasi berbasis bahan alam, yaitu alat pendingin dalam proses destilasi pembuatan minyak atsiri skala laboratorium. Misalnya minyak atsiri cengkeh, digunakan sebagai bahan konservasi batu Candi Borobudur untuk mengatasi masalah mikroorganisme lichen atau jamur kerak. Konduktivitas Adalah ukuran kemampuan bahan/larutan dapat menghantarkan arus listrik. Konduktifitas merupakan salah satu parameter pengujian air, baik air filter layer Candi Borobudur, air bak kontrol Candi Borobudur maupun air hujan di lingkungan Candi Borobudur. Air minum atau air yang bagus adalah air yang sulit menghantarkan atau mengalirkan arus listrik. Konduktifitas merupakan salah satu parameter pengujian air rembesan, air filter layer, air bak kontrol, air hujan Candi Borobudur dan lingkungannya dalam rangka monitoring Candi Borobudur beserta lingkungannya. Konsentrasi larutan Digunakan untuk menyatakan banyaknya zat terlarut dalam sejumlah tertentu larutan, bergantung pada satuan yang diterapkan, dikenal sebagai satuan konsentrasi. Konsentrasi dapat dinyatakan dalam persen (%), part per million (ppm) atau bagian per juta (bpj), molaritas (M), molalitas (m), dan normalitas (N). • Molaritas (M) menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam setiap liter larutan. • Molalitas (m) menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam setiap kilogram (1000 gram) pelarut. • Normalitas (N) menyatakan jumlah ekuivalen zat terlarut dalam setiap liter larutan. • Massa ekuivalen merupakan massa zat yang diperlukan untuk menangkap atau melepaskan 1 mol elektron dalam reaksi (reaksi redoks). Konsentrasi larutan digunakan untuk menentukan ukuran larutan yang akan dibuat sehingga terukur. Sebagai contoh konsentrasi larutan EDTA 5% untuk percobaan pembersihan endapan garam Candi Borobudur. Konsentrasi larutan HCl, 2 Molar untuk destruksi sehingga siap dianalisis, mateterial yang diuji antara lain endapan garam, batu, dan mortar Candi Borobudur dan cagar budaya lainnya.


BOROBUDURPEDIA 85 Konsep Merupakan rancangan, ide atau pengertian yang diabstrakkan dari peristiwa konkret. Candi Borobudur merupakan bangunan berkonsep piramida yang dikenal dengan sebutan punden berundak. Jumlah kesepuluh lantainya, berkaitan dengan ajaran Dasabhumi dalam Buddhisme Mahayana, yaitu sepuluh tingkat perkembangan Boddhisattwa berupa sepuluh tindakan penyempurnaan yang harus dilakukan oleh Boddhisattwa untuk mencapai ke-Buddha-an. Menurut Daigoro Chihara, di tahap awal pembangunannya Candi Borobudur mengikuti konsep Enam Paramitha (berbagai kebajikan demi penyempurnaan) dan kemudian di tahap - tahap akhir baru diperhatikan ketentuan Sepuluh Paramitha. Selain konsep diatas, menurut Daigoro Chihara, Soekmono dan Bernert Kempers; Candi Borobudur juga melambangkan sebuah Mandala. Mandala dapat diartikan suatu objek yang luas yang berfungsi sebagai alat meditasi yang diwujudkan dalam sebuah konfigurasi kosmis, dimana pada bagian pusatnya terdapat tokoh dewa atau simbol dewa tertinggi yang dikelilingi oleh sejumlah dewa yang secara hierarkis kedudukannya lebih rendah. Konservasi = conservation (Inggris) Merupakan pemeliharaan dan perlindungan secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan cara mengawetkan, pengawetan, dan pelestarian. Di berbagai negara maju, kegiatan ini dapat dilakukan melalui beberapa pendekatan, mulai dari inventarisasi bangunan bersejarah, kolonial, maupun tradisional; upaya pemugaran (restorasi), rehabilitasi, sampai dengan revitalisasi yang memberikan nafas kehidupan baru; kegiatan ini lebih tepat bagi negara berkembang dan hal-hal lain yang sifatnya lebih dinamis. Candi Borobudur selesai dipugar pada tahun 1983. Kegiatan perawatan dan penelitian tidak berhenti setelah pemugaran. Diperlukan konservasi yang terus menerus untuk menjaga kelestarian Candi Borobudur. Oleh karena itu, maka pada tahun 1991 berdirilah Balai Studi dan Konservasi Borobudur. Pada tahun 2006 berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor : PM.40/OT.001/MKP-2006 tanggal 7 September 2006 berubah namanya menjadi Balai Konservasi Peninggalan Borobudur. Pada tahun 2011 bidang kebudayaan kembali bergabung ke dalam Kementerian Pendidikan Nasional yang kini menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Berdasarkan peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 55 Tahun 2012 kembali berubah nama menjadi Balai Konservasi Borobudur. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 29 Tahun 2015 yang ditetapkan pada tanggal 27 Oktober 2015, Balai Konservasi Borobudur mempunyai tugas melaksanakan konservasi dan pelestarian Candi Borobudur dan kawasan cagar budaya Borobudur. Konstruksi Batu Adalah pasangan batu yang berfungsi sebagai elemen konstruksi dengan kekuatan tekan > 100 kg/cm². Konstruksi Beton Adalah beton yang berfungsi sebagai elemen konstruksi termasuk pada candi. Kontur Adalah garis khayal di permukaan bumi yang menghubungkan titik-titik yang sama tingginya dari atas permukaan laut yang terdapat di peta topografi. Gambar peta kontur Korosi Korosi menurut Trethewey dan Chamberlain (1991: 4) adalah penguraian dan kehilangan bahan oleh agresi kimia dan korosi merupakan gejala destruktif yang mempengaruhi hampir semua logam, sedangkan


86 BOROBUDURPEDIA karat (rust) merupakan sebutan yang hanya dikhususkan bagi korosi pada besi. Maaβ dan Peibker (2011), mengatakan bahwa korosi adalah interaksi logam dengan lingkungannya yang menghasilkan perubahan sifat logam dan mungkin menyebabkan gangguan fungsional yang signifikan pada logam. Korosi pada logam terutama besi, perunggu dan kuningan merupakan salah satu topik yang diikaji dalam kegiatan kajian konservasi cagar budaya di Balai Konservasi Candi Borobudur. Kosambi Kosambi (Schleichera sp.), adalah tumbuhan angiospermae yang memiliki ciri-ciri batang: tegak, bulat, berkayu, permukaan kasar, percabangan simpodial, coklat kotor. Daun tunggal, lanset, berseling, panjang 11-25 cm, lebar 2-6 cm, tepi rata, ujung lancip, pertulangan menyirip tangkai bulat, panjang ± 1 cm, hijau. Bunga: majemuk, bentuk tandan, di ketiak daun atau ujung batang, kelopak 4-6 lembar, bersatu di pangkal, berduri, hijau, mahkota putih. Buah: Bulat, coklat kehitaman. Biji: Bulat, coklat. Akar: tunggang, coklat muda. Batang kesambi bisa tumbuh setinggi 15-40 meter, dengan diameter batang 60-175 cm. Pohon Kosambi juga ditanam di zona I Candi Borobudur karena merupakan tanaman langka dan memiliki dahan yang rimbun serta tidak meranggas ketika musim kemarau. Tanaman ini dapat dijumpai pada sisi barat daya dekat lapangan Gunadharma. Kotak Ekskavasi Adalah kotak tempat penggalian yang dilakukan di tempat yang mengandung benda purbakala. Pada masa pemugaran kedua halaman di sisi Selatan Candi Borobudur juga dilakukan ekskavasi dengan membuat beberapa kotak ekskavasi. Kualitatif Adalah sesuatu yang berhubungan dengan kualitas atau jenis untuk mengetahui keberadaan suatu unsur atau senyawa dalam suatu material. Kualitatif digunakan untuk mengetahui keberadaan suatu unsur, misalnya pengujian kualitatif endapan garam Candi Borobudur, endapan garam ditetesi dengan larutan asam klorida apabila terdapat gelembung maka terdapat kandungan karbonatnya. Kuantitatif Adalah sesuatu yang berhubungan dengan jumlah, untuk mengetahui jumlah analit (kadar) berdasarkan pengukuran. Kuantittaif digunakan untuk mengetahui besaran dari suatu material, kuantitatif diperoleh dari pengukuran. Misalnya pengujian unsur kalsium, magnesium, besi, aluminium, yang terkandung dalam batu, air filter layer, air bak kontrol, air hujan Candi Borobudur dengan metode titrimetri maupun instrumen AAS. Kuas Adalah alat yang digunakan untuk melukis lukisan atau gambar, mengecat tembok atau untuk membersihkan lukisan, gambar atau permukaan sebuah benda. Dalam kegiatan konservasi cagar budaya, kuas biasanya digunakan untuk membersihkan secara halus permukaan cagar budaya yang rapuh dan untuk mengoleskan bahan pelapis (coating) dan sebagainya. Kuas juga digunakan dalam perawatan Candi Borobudur dalam aplikasi asam sitrat saat pembersihan endapan garam. Kuat nominal Adalah kekuatan suatu komponen struktur atau penampang yang dihitung berdasarkan ketentuan dan asumsi metode perencanaan sebelum dikalikan dengan nilai faktor reduksi kekuatan yang sesuai. Kuat perlu Adalah kekuatan suatu komponen struktur atau penampang yang diperlukan untuk menahan beban Kosambi (Schleichera sp) di Zona I CandiBorobudur


BOROBUDURPEDIA 87 terfaktor atau momen dan gaya dalam yang berkaitan dengan beban tersebut dalam suatu kombinasi seperti yang ditetapkan dalam tata cara ini. Kuat rencana adalah kuat nominal dikalikan dengan suatu faktor reduksi kekuatan force (gaya). Kuat tarik leleh Adalah kuat tarik leleh minimum yang disyaratkan atau titik leleh dari tulangan dalam Mpa. Kuat Tekan Kuat tekan adalah kapasitas dari suatu bahan atau struktur dalam menahan beban yang akan mengurangi ukurannya. Kekuatan tekan dapat diukur dengan memasukkannya ke dalam kurva teganganregangan dari data yang didapatkan dari mesin uji. Beberapa bahan akan patah atau pecah pada batas tekan, beberapa mengalami deformasi yang tidak dapat dikembalikan. Deformasi tertentu dapat dianggap sebagai batas kekuatan tekan, meski belum patah, terutama pada bahan yang tidak dapat kembali ke kondisi semula (irreversible). Di laboratorim fisik Balai Konservasi Borobudur, parameter kuat tekan menjadi unsur penting untuk menguji kekuatan material seperti batu, bata, kayu, dan bahan-bahan lainnya. Kuliner tradisional Adalah makanan tradisional yang merupakan ciri khas suatu daerah. Salah satu makanan tradisional Borobudur adalah “Bajingan” yaitu ketela pohon yang direbus dengan menggunakan nira atau “legen”(air sadapan dari mayang kelapa) dan “Mangut Beong” (sejenis ikan Gabus).


88 BOROBUDURPEDIA L Laboratorium Definisi laboratorium menurut Procter (1981) adalah tempat atau ruangan di mana para ilmuwan bekerja dengan peralatan untuk penyelidikan (penelitian) dan pengujian terhadap suatu bahan atau benda. Saat ini pengertian laboratorium tidak terbatas pada tempat atau ruang yang tertutup tetapi lebih luas, yakni pada ruang terbuka. Oleh karena itu dikenal istilah laboratorium lapangan atau laboratorium alam sebagai tempat penelitian dan belajar. Balai Konservasi Borobudur sebagai satu-satunya institusi pemerintah yang melaksanakan kajian konservasi maka dilengkapi dengan fasilitas laboratorium meliputi laboratorium fisik, kimia, biologi dan instrumen. Labu ukur Adalah alat yang digunakan untuk membuat larutan dengan konsentrasi tertentu. Labu ukur memiliki ukuran bermacam-macam, antara lain 10 ml, 25 ml, 50 ml, 100 ml, 250 ml, 500 ml, dan 1000 ml. Labu ukur memiliki ketelitian yang tinggi sesuai dengan ukuran volumenya. Labu ukur digunakan untuk membuat larutan yang akan digunakan dalam kegiatan analisis laboratorium maupun pengujian bahan konservan untuk menunjang pelestarian Candi Borobudur dan cagar budaya lainnya. LAF (Laminar Air Flow) Adalah meja kerja steril untuk melakukan kegiatan inokulasi/penanaman mikroorganisme. Alat ini biasa digunakan dalam kegiatan penginokulasian dan pemindahan suatu kultur bakteri, jamur, tanaman, dan ganggang yang berasal dari batuan candi Borobudur sebelum dilakukan identifikasi jenis. Di sebut sebagai Laminar Air Flow Cabinet dikarenakan alat ini mengalirkan udara steril terus-menerus melewati tempat kerja, sehingga tempat melakukan inokulasi tetap bebas dari debu, kotoran, dan spora-spora yang tidak diinginkan jatuh ke dalam medium. Prinsip kerja alat ini adalah mengalirkan udara di ruangan ke dalam LAF melalui dua filter, yaitu pre-filter dan HPEA (High Efficiency Particulate Air Filter). Ukuran poripori pada saringan pre-filter adalah 5 mm, sehingga efisiensinya dapat mencapai 95 mm untuk obyek yang lebih besar dari 95 mm. Sedangkan ukuran pori-pori saringan HEPA adalah 0,3 mm. Udara yang berasal dari ruangan diambil dengan blower untuk kemudian melewati saringan pertama (pre-filter), kemudian udara selanjutnya memasuki filter kedua yang berupa HEPA. Dengan adanya dua saringan tersebut, kontaminasi di udara dapat diminimalisir. Kabinet LAF juga dilengkapi dengan Ultraviolet untuk menghilangkan pengotor dan mikroorganisme yang tidak diinginkan. Laminating Adalah ikatan (bonding) bersama dua atau lebih lapisan bahan. Lampion Adalah lampu hias untuk membuat suasana lebih semarak. Pada peringatan Waisak di Candi Borobudur biasanya diadakan pesta lampion yang dilepaskan dari taman Aksobya dan beterbangan menghiasi langit di sekitar Candi Borobudur. Lampu Adalah salah satu alat yang berfungsi sebagai alat penerangan yang bersumber dari tenaga listrik ataupun minyak bumi. Selain sebagai fungsi penerangan lampu juga fungsi estetik. Di Candi Borobudur juga terdapat lampu listrik yang sebagai alat penerangan dan lampu yang berfungsi estetik yang memancar dari badan candi dan dinyalakan pada acara-acara tertentu. Lansekap Area tertentu dengan karakteristik lokal ekosistem (konfigurasi topografi, penutupan vegetasi, tata guna lahan dan pola permukiman), dengan proses dan kegiatan alamiah serta budaya masyarakatnya. Aliran udara pada LAF Laminar Air Flow


BOROBUDURPEDIA 89 Lansekap Candi Borobudur terletak di atas bukit yang dikelilingi oleh lahan pertanian yang menjadi karakter kawasan di sekitar Candi Borobudur. Lansekap Budaya (cultural Lanscape) Adalah bentang alam yang merupakan paduan hasil karya manusia dan alam, yang menunjukkan evolusi masyarakat dan permukiman sepanjang waktu di bawah pengaruh keterbatasan dan kesempatan yang diberikan oleh lingkungan alam dan oleh kekuatan sosial, ekonomi, dan budaya baik dari luar maupun dari dalam budaya itu sendiri. Dalam pengelolaan warisan udaya, konsep saujana budaya telah diterima secara luas dan diadopsi dalam kriteria World Heritage sejak tahun 1973. Bahkan UNESCO World Heritage Centre pada tahun 2005 telah merumuskan 3 jenis saujana budaya secara lebih rinci dalam Operational Guidelines for the Implementation of the World Heritage Convention, yaitu saujana budaya yang sengaja dirancang oleh manusia, saujana yang terbentuk secara lambat-laun oleh interaksi manusia dengan alam (baik yang sudah menjadi relik maupun yang masih terus berproses), dan saujana budaya asosiatif yang dikaitkan dengan gagasan religius, tradisi, atau pemahaman budaya tertentu (terkait unsur tak-bendawi/intangible). Lantai Adalah permukaan dasar dari sebuah ruang; bagian bawah (alas, dasar) suatu ruangan atau bangunan (terbuat dari papan, semen, ubin, dan sebagainya); tingkatan pada gedung bertingkat. Candi Borobudur merupakan struktur bangunan yang terdiri atas 10 lantai. Lantai I yang dinamakan undag, dan lantai II yang dinamakan selasar merupakan bagian kaki candi atau Kamadhatu. Lantai III – VII merupakan bagian tubuh candi atau Rupadhatu. Lantai VIII – X dinamakan teras, merupakan bagian puncak candi atau Arupadhatu. Lapak Adalah sejenis kios yang dipergunakan pedagang atau pengasong untuk memajang barang dagangannya. Di kawasan Zona II Candi Borobudur jajaran lapak pedagang mengular. Pedagang yang mengular di Candi Borobudur mencapai 3.500 orang. Lapisan penyaring Adalah suatu lapisan yang berfungsi untuk menyaring suatu material yang melewatinya sehingga memungkinkan ada material yang tertahan. Lapisan penyaring (filter layer) di Candi Borobudur berfungsi untuk menyaring airtanah yang keluar menuju saluran drainase agar tidak ada tanah bukit yang terbawa aliran air. Lapisan penyaring ini tersusun atas kerikil dan kerakal yang dibungkus dengan geotekstil, yaitu semacam kain yang sangat kuat, tahan air, fleksibel dan permeable, yang biasa digunakan untuk stabilisasi dan perbaikan tanah kaitannya dengan pekerjaan teknik sipil. Lapisan penyaring ini berada bawah dinding candi pada setiap sisi di lorong 1 sampai 4. Antar lapisan penyaring berjarak 5 meter dari lapisan penyaring yang lain. Larangan Adalah suatu hal yang tidak boleh dilakukan. Ada beberapa hal yang dilarang dilakukan di Candi Borobudur seperti misalnya dilarang merokok, dilarang corat-coret, dilarang memanjat struktur dan lain-lain. Larutan asam Adalah larutan yang memiliki kadar pH < 7. Larutan HCl yang bersifat asam kuat digunakan untuk destruksi basah sampel endapan garam, batu, mortar Candi Borobudur sehingga siap untuk diuji kandungan fisik maupun kimiawinya. Larutan HCl digunakan karena larutan yang bersifat asam tidak berekasi dengan silika yang terdapat dalam batu. Larutan buffer atau larutan penyangga Adalah larutan yang mempunyai sifat dapat mempertahankan pH lingkungannya baik oleh Penamaan bagian candi pengaruh penambahan sedikit asam/basa maupun


90 BOROBUDURPEDIA oleh pengenceran. Larutan buffer atau penyangga digunakan untuk mempertahankan pH, misalnya amoniak (NH4OH) digunakan sebagai larutan buffer dalam analisis magnesium material batu, endapan garam, air filter layer, air bak kontrol Candi Borobudur dan cagar budaya lainnya dengan metode volumetri. Larutan standar (larutan baku) Adalah larutan yang memiliki konsentrasi atau kandungan yang pasti dan memenuhi persyaratan sebagai acuan/standar dalam analisis atau reaksi kimia. Larutan baku yang diperoleh langsung dari pembuatannya disebut larutan standar primer, sedangkan larutan yang dapat berfungsi sebagai larutan baku setelah dilakukan pembakuan disebut larutan baku sekunder. Larutan standar titripleks III dan zing sulfat merupakan salah satu jenis larutan standar yang digunakan dalam analisis penentuan unsur kimia metode volumetri pada material cagar budaya baik material batu, mortar dan endapan garam Candi Borobudur dan material cagar budaya lainnya. Laser Scanner Adalah suatu peralatan penangkap gambar (image) dengan sensor aktif berupa laser yang secara cepat dapat memperoleh kumpulan dari titik–titik tiga dimensi dari suatu objek maupun permukaan. Alat ini sudah dikembangkan di Balai Konservasi Borobudur dan cukup maksimal digunakan untuk perekaman dan pendokumentasian Cagar Budaya di Indonesia. Baik bangunan Candi, bangunan Kolonial, Rumah Tradisional sampai kulisan gua di Kawasan Karst Sulawesi dan Kalimantan. Lateral Adalah parit bawah tanah dan yang digunakan untuk instalasi listrik, gas, telepon, selokan dan saluran air. Lava Merupakan magma yang keluar dari perut bumi/ gunung api akibat adanya peningkatan aktifitas vulkanik di dalam gunung api. Lava dapat berupa leleran yang mengalir menuruni lereng gunung hingga tempat yang jauh di lembah, bisa juga keluar dan berdiam disekitar puncak gunung api dan membentuk kubah lava (dome) sehingga gunung api tersebut kelihatan lebih tinggi. • Andesit adalah salah satu jenis batuan beku yang terbentuk dari proses pembekuan lelehan lava gunung api. Lelehan lava ini akan membeku ketika temperatur lava turun. Andesit membeku di permukaan sehingga termasuk batu ekstrusif. Karena kelimpahannya sangat banyak, andesit dipakai sebagai baku pembuatan candi, termasuk Candi Borobudur. Layer Merupakan sebuah lapisan. Pada pemugaran kedua Candi Borobudur, dilakukan upaya pencegahan terhadap pengaruh dari luar atau faktor eksternal yang berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi keselamatan struktur dan batuan Candi Borobudur dengan memasang pipa saluran air dan lapisan pelindung sebagai berikut: • Lapisan saringan (filter layer), untuk menahan perembesan air yang mengalir ke permukaan batu luar. Filter layer ini dibuat di atas sepanjang pelat beton yang menempel pada tanah bukit, dengan ukuran tinggi 3-4 lapis batu dengan lebar ± 40 cm. Filter layer ini berisi dua macam butiran pasir, di bagian bawah Ø 0,5-1 mm dan di bagian atas Ø 0,1-0,5 mm. Di sepanjang filter layer, pada setiap interval 5 m terdapat saluran menuju ke luar lantai lorong yang dilapisi dengan ijuk dan teram. Pemasangan filter layer ini volumenya mencapai 2.500 m3. • Pipa saluran air (drainage pipe), untuk mengalirkan air hujan dan perembesan air yang tertampung di dalam filter layer. Pipa saluran ini terbuat dari pipa beton Ø 30 cm yang di bagian luarnya dilapisi araldite. Pipa vertikal Gambar laser scanner terestrial dibuat rangkap menggunakan pipa paralon, pada


BOROBUDURPEDIA 91 sambungan pipa ditutup dengan sisal kemudian dicor dengan aspal bitumen. Setiap sisi candi dipasang 5 pipa saluran air menuju halaman sekitar candi. Panjang pemasangan pipa saluran ini mencapai 700 m. • Lapisan kedap air “A” (Layer A), untuk menahan rembesan air yang tertampung dalam filter layer kedalam tumpukan batu di depannya. Layer A ini terbuat dari susunan batu isian yang menempel pada tanah bukit yang permukaannya dilapisi araldite tar. Celah-celah sambungan batu ditutup dengan mortar araldite menggunakan bahan campuran perbandingan 1 araldite : 3 pasir. Pemasangan Layer A ini volumenya mencapai 7.000 m³. • Lapisan kedap air “B” (Layer B), berguna untuk mengurangi genangan air sampai taraf sekecilkecilnya dimana air lengas mengalir ke batuan sebelah luar dan juga berfungsi sebagai penahan tingkat kedua untuk air lengas atau bahanbahan lain yang berasal dari inti bukit. Layer B ini letaknya ± 80 cm dari permukaan batu luar, konstruksinya sama seperti Layer A. Pemasangan layer B ini volumenya mencapai 9.000 m3. • Lapisan kedap air “C” (Layer C), untuk menanggulangi kemungkinan adanya rembesan air lewat pori-pori pelat beton. Layer C ini terbuat dari lapisan aspal bitumen R 115/115 setebal 2 cm. Celah-celah nat batu di bawah Layer C ditutup dengan aspal pasir (sand asphalt) menggunakan bahan campuran asphalt AC 60/70 dan pasir. Layer C ini letaknya berada di bawah pelat beton lantai lorong (lebar ± 3 m), pada bagian pelat beton yang berada tepat di bawah kedudukan dinding (lebar ± 2 m), di atasnya dilapisi beton tumbuk tebal 8 cm untuk lantai kerja, menggunakan bahan campuran 1 PC : 3 pasir : 5 kerikil. Pemasangan layer C ini volumenya mencapai 12.000 m³. • Lapisan timah (lead sheet), untuk menahan kapilarisasi air yang kemungkinan menggenang di pipa saluran air atau lantai lorong agar tidak merembes ke batuan dinding dan pagar langkan. Lapisan timah ini dipasang di bawah pagar langkan dan dinding candi dengan ketebalan 2 mm. Lapisan timah di bawah dinding terdiri dari 3 bagian, masing-masing lebar 35 cm dengan jarak 2 cm, sedangkan lapisan timah di bawah pagar langkan, pada bagian depan lebar 1 m, sedangkan pada bagian belakang terdiri dari dua bagian dengan lebar 25 cm. Layout Adalah penggunaan tata ruang di lapangan. Layout dibuat ketika akan membuat lubang pada ekskavasi arkeologi, seperti penggalian yang pernah dilakukan di sebelah barat Candi Borobudur. Leachate Merupakan air luruhan sampah yang didefinisikan sebagai cairan yang melewati sampah padat. Cairan tersebut mengekstrasi material organik yang ada di dalam sampah kemudian larut dan tersuspensi ke dalam cairan tersebut. Pada mulanya sampah terdekomposisi secara aerobik, tetapi setelah oksigen didalamnya habis maka mikroorganisme utama yang bekerja adalah mikroorganisme fakultatif anaerob yang menghasilkan gas metan. Karakteristik peruraian secara aerobik adalah timbulnya karbon dioksida, air, asam organik, nitrogen, amoniak dan lain-lain. Asam organik yang dihasilkan oleh sampah dalam jangka panjang dapat berpotensi melarutkan mineral batuan. Oleh karena itu, pengunjung Candi Borobudur tidak diperbolehkan membawa makanan yang dikawatirkan akan meninggalkan sampah organik pada bangunan candi. Lead = Timbal; Timah hitam Adalah logam dengan rumus kimia (Pb) yang memiliki sifat lunak, lentur, berwarna abu-abu, dan memiliki berat jenis yang tinggi. Lembaran timah memiliki sifat kedap air dan mampu menyesuaikan bentuk apabila mendapatkan tekanan. Sifat inilah yang digunakan dalam pemugaran Candi Borobudur. Lembaran timbal Gambar kerja yang menunjukkan letak layer/lapisan pelindung pada tubuh candi


92 BOROBUDURPEDIA ditempatkan pada bagian bawah dinding dan kaki pagar langkan. Lembaran yang bersifat fleksibel dan kuat ini berperan sebagai pemerata beban dengan menyesuaikan bentuk permukaan antar batu yang tidak rata sempurna, sehingga batu bagian bawah yang mendapat beban sangat besar tidak retak/ pecah. Selain sebagai pemerata beban timbal juga berfungsi sebagai penahan air, yaitu air kapilarisasi dari bawah dinding dan air rembesan dari pagar langkan. Timbal dalam bentuk ion (Pb2+) merupakan senyawa beracun yang dikelompokkan dalam logam berat. Senyawa logam berat sangat dihindari karena sifat racunnya dan sifat karsinogenik (penyebab kanker). Dalam aplikasinya di Candi Borobudur lembaran timbal dilapisi dengan Araldite Tar yang bersifat kedap air, sehingga tidak melepaskan senyawa berbahaya pada saat terkena air. Legenda peta Adalah keterangan yang diperlukan peta pada umumnya menyajikan keterangan simbol, tanda atau singkatan yang digunakan dalam peta. Setiap pembuatan sebuah peta, misalnya Peta Kawasan Borobudur, harus mencantumkan legenda peta untuk memberikan keterangan dari simbol-simbol yang dibuat. Lem Lem adalah bahan lengket (biasanya cairan) yang dapat merekatkan 2 benda atau lebih. Lem bisa dibuat dari bagian tumbuhan atau hewan, maupun bahan kimia dari minyak. Lem pertama berupa cairan alami yang berasal dari pohon saat ditebang. Dalam sejarah perawatan Candi Borobudur untuk menyambung batu, mengisi celah retakan batu maka pernah dicoba menggunakan beberapa jenis lem, baik yang bersifat thermosetting maupun termoplasting antara lain dafis fuller, euroland, araldite AW 102, dan lain-lain. Lemari asam Adalah alat yang digunakan sebagai tempat untuk melakukan reaksi kimia yang menghasilkan gas atau uap. Lemari asam dilengkapi dengan blower sehingga uap atau gas dari hasil reaksi tidak berkontak langsung dengan manusia. Lemari asam juga digunakan sebagai tempat penyimpanan sementara bahan kimia yang mudah menguap. Lemari asam merupakan salah satu alat di Laboratorium Kimia Balai Konservasi Borobudur yang digunakan sebagai penunjang keamanan laboran dan lingkungan dalam kegiatan analisis material cagar budaya baik Candi Borobudur beserta lingkungannya maupun cagar budaya lainnya. Lereng Adalah suatu permukaan tanah yang miring dan membentuk sudut tertentu terhadap suatu bidang horizontal dan tidak terlindungi. Lereng yang ada secara umum dibagi menjadi dua kategori lereng tanah, yaitu lereng alami dan lereng buatan. Lereng bukit Candi Borobudur merupakan lereng alami. Letak geografis Adalah letak suatu obyek dilihat dari kenyataannya di permukaan bumi atau posisi obyek tersebut pada bola bumi dibandingkan dengan posisi obyek lainnya. Candi Borobudur terletak di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah. Secara geografis Candi Borobudur dikelilingi oleh Gunung Merapi dan Merbabu di sebelah Timur, Gunung Sindoro dan Sumbing di sebelah Utara, dan Bukit Menoreh di sebelah Selatan, serta terletak di dekat dua aliran sungai, yaitu Sungai Progo dan Elo. Liat Memiliki dua arti dalam kata sifat maupun kata benda. Dalam kata sifat liat berarti kenyal atau elastis. Dalam kata benda terkait dengan tanah liat atau tanah lempung. Tanah liat adalah tanah yang terdiri dari partikel mineral berkerangka dasar silikat, berdiameter kurang dari 4 mikrometer. Lempung mengandung leburan silika dan aluminium yang halus. Unsur-unsur ini, silikon, oksigen, dan aluminum adalah unsur yang paling banyak menyusun kerak bumi. Lempung terbentuk dari proses pelapukan batuan silika oleh asam karbonat dan sebagian dihasilkan dari aktivitas panas bumi. Lempung membentuk gumpalan keras saat kering dan lengket apabila basah terkena air. Sifat ini ditentukan oleh jenis mineral lempung yang mendominasinya. Mineral lempung digolongkan berdasarkan susunan lapisan oksida silikon dan oksida aluminium yang membentuk kristalnya. Golongan 1:1 memiliki perbandingan lapisan satu oksida silikon dan satu oksida aluminium, sementara golongan 2:1


Click to View FlipBook Version