The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

book-fullfile-5ad8a543abfac-1524147523(1)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Buku Digital, 2023-05-29 02:58:51

book-fullfile-5ad8a543abfac-1524147523(1)

book-fullfile-5ad8a543abfac-1524147523(1)

BOROBUDURPEDIA 93 memiliki perbandingan dua lapis golongan oksida silikon yang mengapit satu lapis oksida aluminium. Mineral lempung golongan 2:1 memiliki sifat elastis yang kuat, menyusut saat kering dan memuai saat basah. Lichen Lichen merupakan orgnisme simbiosis antara algae dan jamur, oleh karena itu sering disebut sebagai jamur kerak. Tubuhnya belum terdeferensiasi menjadi akar batang dan daun, sehingga dikelompokan ke dalam tumbuhan berthalus. Sebagai organisme hasil simbiosis antara algae dan jamur, maka lichen tumbuh pada material organik (seperti kayu, batang pohon) dan anorganik (seperti batu, bata dsb). Sebelum pemugaran kedua tahun 1973-1983, permukaan Candi Borobudur banyak ditumbuhi lichen, namun saat ini jarang ditemukan organisme tersebut karena telah dilakukan perawatan secara rutin. Lidi Adalah tangkai anak daun pohon kelapa yang telah dikeringkan. Batang lidi yang dihimpun dalam jumlah banyak menjadi satu menjadi sapu lidi. Sapu lidi digunakan untuk membersihkan sampah baik di halaman maupun monumen Candi Borobudur. Lilin Adalah salah satu alat untuk penerangan yang berasal dari parafin yang dibuat dalam berbagai bentuk, warna, dan ukuran. Lilin selain digunakan untuk sarana penerangan juga digunakan dalam upacara keagamaan dan sebagai aroma terapi. Pada saat upacara Waisak di pelataran Candi Borobudur lilin dinyalakan sebagai sarana pendukung ibadah. Linggis Adalah besi berdiameter 16 – 20 mm dengan panjang bervariasi disesuaikan dengan kebutuhan, digunakan untuk menggeser blok batu dalam jarak pendek di Candi Borobudur. Lintel Adalah balok yang membujur pada tembok yang biasanya berfungsi untuk menahan beban yang ada di atas bukaan-bukaan dinding seperti pintu atau jendela. Logam Logam adalah unsur kimia yang memiliki sifat kuat, keras, liat, merupakan penghantar panas maupun listrik, serta mempunyai titik lebur tinggi. Logam merupakan salah satu material penyusun cagar budaya. Logam yang umum menjadi material cagar budaya antara lain besi, emas, tembaga, timbal dan perak. Jenis logam digunakan sebagai penada batu baru pada Candi Borobudur, yakni timbal. Lembaran timah hitam atau lead digunakan sebagai perata beban dan berfungsi untuk mencegah air hujan masuk ke dalam struktur dinding Candi Borobudur. Lot Adalah ekskavasi yang dilakukan dengan sistem interval setiap kedalaman tertentu, tetapi jika ditemukan kenampakan tanah yang berbeda, misal berupa fitur baik yang sifatnya artifisial maupun alami, maka fitur tersebut diprioritaskan untuk diekskavasi terlebih dahulu. Temuan-temuan yang ada di dalamnya kemudian dikelompokkan ke dalam satu lot. Lumbini Adalah sebuah tempat ziarah umat Buddha di distrik Kapilavastu - Nepal, dekat perbatasan India. Lokasi ini adalah tempat di mana Ratu Mayadevi dikisahkan telah melahirkan Pangeran Siddhartha Gautama, yang pada akhirnya disebut sebagai Buddha Gautama, pendiri ajaran Buddha. Sang Buddha hidup antara tahun 563 sampai dengan 483 SM. Taman Lumbini adalah salah satu dari empat tempat suci untuk berziarah yang sudah ada sejak zaman kehidupan Buddha Gautama. Ketiga tempat suci lainnya adalah di Kushinagar, Bodh Gaya, dan Sarnath. Lumbini terletak di kaki Gunung Himalaya, 25 km sebelah timur kota Kapilavastu, kerajaan di mana Pangeran Siddhartha menghabiskan 29 tahun usianya. Kapilavastu adalah nama tempat tersebut dan juga nama distrik di sekitarnya. Lumbini memiliki sejumlah tempat ibadah, termasuk Vihara Mayadevi dan vihara-vihara lain yang masih dalam proses pembangunan. Di lokasi ini terdapat juga Puskarini atau Kolam Suci - tempat di mana ibu Pangeran Siddhartha mengambil ritual mandi sesaat sebelum melahirkan dan di mana Pangeran Siddhartha pun mandi untuk pertama kalinya - serta terdapat pula sisa-sisa istana Kapilavastu. Di situs lain dekat


94 BOROBUDURPEDIA Lumbini merupakan tempat Buddha sebelum Buddha Gautama, menurut cerita; lahir, mencapai pencerahan dan akhirnya melepaskan bentuk keduniawian. Lumut Lumut atau dalam bahasa latin disebut moss merupakan sekumpulan tumbuhan kecil yang termasuk dalam Bryophyta. Tumbuhan ini sudah menunjukkan diferensiasi tegas antara organ penyerap hara dan organ fotosintetik namun belum memiliki akar dan daun sejati. Lumut umum tumbuh pada permukaan batu adalah lumut hati dan lumut daun. Pada musim penghujan lumut akan tumbuh pada permukaan batu Candi Borobudur. Lux Meter Adalah alat yang digunakan untuk mengukur intensitas cahaya di suatu tempat. Biasanya lux meter digunakan untuk mengetahui intensitas cahaya yang mengenai batuan Candi Borobudur. Alat ini terdiri dari rangka, sebuah sensor dengan sel foto, dan layar panel. Sensor tersebut diletakkan pada sumber cahaya yang akan diukur intensitasnya. Cahaya akan menyinari sel foto sebagai energi yang diteruskan oleh sel foto menjadi arus listrik. Prinsip kerja dari Lux Meter adalah mengubah energi dari foton menjadi elektron. Idealnya satu foton dapat membangkitkan satu elektron. Cahaya akan menyinari sel foto yang kemudian ditangkap oleh sensor sebagai energi yang akan diteruskan oleh sel foto menjadi energi listrik. Makin banyak cahaya yang diserap oleh sel, arus yang dihasilkan semakin besar. Di dalam alat ini terdapat suatu penguat yang berfungsi untuk memperkuat arus yang masuk sehingga arus dapat terbaca. Tanpa adanya penguat arus, arus yang dihasilkan oleh cahaya tidak akan terbaca karena nilainya sangat kecil. Sensor cahaya yang digunakan pada lux meter adalah photo diode. Photo diode berfungsi untuk mendeteksi ada tidaknya cahaya maupun dapat digunakan sebagai alat ukur akurat yang dapat mendeteksi intensitas cahaya di bawah 1 pW/cm² sampai intensitas di atas 10 mW/cm². Berbagai jenis cahaya yang masuk pada lux meter baik itu cahaya alami atapun buatan akan mendapatkan respon yang berbeda dari sensor. Berbagai warna yang diukur akan menghasilkan suhu warna yang berbeda, dan panjang gelombang yang berbeda pula. Oleh karena itu pembacaan hasil yang ditampilkan oleh layar panel adalah kombinasi dari efek panjang gelombang yang ditangkap oleh sensor photo diode. Alat Lux Meter


BOROBUDURPEDIA 95 M Magma Adalah campuran batuan dalam keadaan cair, liat, dan sangat panas yang terdapat dalam perut bumi. Peristiwa vulkanisme sangat berhubungan dengan naiknya magma dari dalam perut bumi. Aktivitas magma disebabkan oleh tingginya suhu magma dan banyaknya gas yang terkandung di dalamnya. Gunung api di pulau Jawa kebanyakan mengandung magma intermediet dan membeku ketika mencapai puncak sehingga menghasilkan batuan beku jenis andesit yang merupakan batu penyusun Candi Borobudur. Mahakaryawibhangga Adalah sebutan sebuah nama sendratari yang mengkisahkan pendirian maha karya nan agung Candi Borobudur, yang biasanya dipentaskan di malam hari di atas panggung terbuka yang berlokasi di Taman Aksobya sebelah tenggara Candi Borobudur. Mahkota Adalah simbol tradisional dalam bentuk tutup kepala yang dikenakan oleh raja, ratu atau dewa. Bagi yang memakainya—secara tradisional—mahkota merupakan lambang bagi kekuasaan, legitimasi, keabadian, kejayaan, kemakmuran, kejayaan, dan kehidupan setelah kematian. Pada dinding Candi Borobudur dijumpai relief yang menggambarkan tokoh yang memakai beberapa bentuk mahkota. Makara Berdasarkan mitologi India makara adalah binatang laut yang perwujudanya merupakan perpaduan dari berbagai binatang di antaranya gajah, ular, buaya, dan naga. Pada percandian di Indonesia penggambaran makara berbentuk seperti kepala gajah mempunyai belalai dihias dengan ornamen sulur-suluran. Di Jawa Tengah penggambaran makara biasanya berupa kepala dengan rahang dan gigi yang besar. Pada Candi Borobudur perwujudan makara juga digunakan sebagai jaladwara. Makara pada gapura dan relung terdapat pada sisi kanan dan kirinya. Berdasarkan konsepnya, makara adalah makhluk dari dunia bawah yang berfungsi sebagai penolak bala terhadap energi-energi negatif yang akan memasuki candi. Mandala Pengertian mandala sangat luas. Beberapa pengertian mandala menurut Zoetmulder, yaitu dalam bahasa Sanskerta dapat berarti (anything round, disk, circle, globe, ring, circum, disrtict, teritory, provience, country, multitude, collection, wholebody). Dalam teks-teks Tibet, mandala diterjemahkan sebagai pusat atau apa yang mengelilingi. Di China, mandala diterjemahkan sebagai mant’u-lo atau t’an yang berarti teras, panggung, dunia, arena atau yang diterjemahkan sebagai Tao tch’ang yang artinya sama dengan Bodhimandala. Mandala adalah pusat dunia, sebuah arca yang batas-batasnya telah ditentukan atau semacam pagar suci. Mandala adalah totalitas, suatu tanda kesempurnaan dan kemuliaan. P.H. Pot melambangkan mandala sebagai konfigurasi kosmis yang terletak di pusat sebuah area, atau pengganti simbol dari dewa terkemuka yang dikelilingi oleh sejumlah dewa-dewa yang kedudukannya lebih rendah. Konfigurasi tersebut dipakai sebagai tujuantujuan meditasi dalam ritual dan dianggap sebagai wadah dewa-dewa. Berkaitan dengan agama Buddha, mandala berkaitan dengan kosmogram yang dipakai dalam Buddha Tantris untuk tujuan-tujuan meditasi, visualisasi, atau inisiasi. Pada umumnya diwujudkan dalam gambar atau dilukis, tetapi bisa juga dibuat dalam bentuk tiga dimensi. Terdiri dari bentuk-bentuk simetris dan konsentris ditata persegi-persegi dan Kala-Makara pada gapura Candi Borobudur


96 BOROBUDURPEDIA lingkaran yang disusun dengan posisi hirarkis dewadewa. Dewa utama menempati pusat mandala. Pada dasarnya mandala bukan semata-mata dikenal oleh sekte Buddhisme Tantris saja, tetapi juga ada pada stupa-stupa Hinayana dan dalam sekolah-sekolah non Tantris Mahayana. Sebagai contoh, mandala dari sebuah stupa Hinayana Mahavamsa yang berhubungan dengan bagaimana Raja Duttagamani di Srilangka. Sebuah arca Buddha duduk di bawah pohon Bodhi dari emas, perak, dan batu-batu mulia, tujuh Buddha yang lain, lapisan Tujuh wilayah Sorga. Sebagai bangunan tunggal, mandala Borobudur adalah merupakan perpaduan antara garbhadhatu mandala dan vajradhatu mandala yang bisa dilihat dari bentuk teras lingkar yang berada pada tingkat arupadhatu. Tiga teras melingkar tersebut tidak seutuhnya berbentuk lingkaran tetapi agak lonjong karena para pendiri candi mengambil konsep garbhadhatu mandala yang berbentuk persegi kemudian ditransformasikan ke dalam konsep vajradhatu mandala yang berbentuk lingkaran. Selain itu, keberadaan arca dhiyani budhha dengan simbol sikap tangan (mudra) yang merupakan doktrin dari vajradhatu mandala yang biasa disebut karma mandala. Sebagai pusat dari suatu mandala besar, Candi Borobudur merupakan super stuktur dari bangunanbangunan yang ada di sekitarnya, baik itu bangunan yang berlatar belakang agama Buddha maupun bangunan yang berlatar belakang agama Hindu. Walaupun bangunan-bangunan tersebut didirikan oleh dua raja yang berlatar belakang agama yang berbeda, tetapi kedua agama tersebut sama-sama mengenal adanya konsep mandala. Seperti pendapat Snodgrass yang mengatakan bahwa mandala adalah pusat sesuatu yang dikelilingi, maka jelas sekali terlihat kalau Candi Borobudur adalah pusat dari suatu mandala. Berkaitan dengan usaha penataan ulang Borobudur menggunakan konsep mandala, hal itu tidak dapat dilakukan karena mandala sendiri adalah sesuatu yang sangat abstrak dan tidak mempunyai ukuran luas. Bagaimana sebuah konsep yang abstrak itu digunakan untuk membuat suatu mintakat (zona) yang mempunyai batasan, sedangkan mandala sendiri tidak terbatas. Mangga = Mangifera indica merupakan salah satu termasuk tumbuhan tingkat tinggi yang struktur batangnya (habitus) termasuk kelompok arboreus, yaitu tumbuhan berkayu yang mempunyai tinggi batang lebih dari 5 m. Mangga bisa mencapai tinggi 10–40 m. Nama buah ini berasal dari Malayalam maanga. Kata ini dipadankan dalam bahasa Indonesia menjadi mangga; dan pada pihak lain, kata ini dibawa ke Eropa oleh orang-orang Portugis dan diserap menjadi manga (bahasa Portugis), mango (bahasa Inggris) dan lain-lain. Nama ilmiahnya sendiri kira-kira mengandung arti: “(pohon) yang berbuah mangga, berasal dari India”. Berasal dari sekitar perbatasan India dengan Burma, mangga telah menyebar ke Asia Tenggara sekurangnya semenjak 1500 tahun yang silam. Buah ini dikenal pula dalam berbagai bahasa daerah, seperti pelem atau poh Vajradhatu garbhadhatu vajradhatu garbhadhatu Transformasi Mandala Candi Borobudur. Pohon mangga pada relief Candi Borobudur


BOROBUDURPEDIA 97 (jawa). Di Candi Borobudur motif hias Pohon Mangga banyak terpahatkan di relief-relief candi, motif pohon ini pada umumnya dipahatkan secara utuh mencakup batang, dahan atau ranting, daun, dan buah yang dipahatkan secara detail. Buah mangga biasa di dipahatkan dengan berbentuk lonjong memanjang, ujung buah cenderung meruncing dan membengkok. Daun mangga berbentuk daun tunggal tanpa daun penumpu dengan letak tersebar. Manggis Merupakan sejenis pohon hijau abadi dari daerah tropika yang diyakini berasal dari Kepulauan Nusantara. Tumbuh hingga mencapai 7 sampai 25 meter. Buahnya juga disebut manggis, berwarna merah keunguan ketika matang, meskipun ada pula varian yang kulitnya berwarna merah. Buah manggis dalam perdagangan dikenal sebagai “ratu buah”, sebagai pasangan durian, si “raja buah”. Buah ini mengandung mempunyai aktivitas antiinflamasi dan antioksidan. Sehingga di luar negeri buah manggis dikenal sebagai buah yang memiliki kadar antioksidan tertinggi di dunia.Manggis merupakan sebuah pohon tropis yang tumbuh dalam suhu hangat dan stabil, paparan suhu di bawah 0 °C (32 °F) untuk jangka waktu yang lama, umumnya akan membunuh tanaman dewasa. Hortikulturis yang berpengalaman telah menumbuhkan spesies ini di luar ruangan dan membawanya untuk dikembangkan di daerah ekstrim di bagian Selatan Florida. Manggis bersifat apomiksis obligat, biji tidak berasal dari fertilisasi dan diduga mempunyai keanekaragaman genetik sempit, sehingga diperkirakan manggis di alam hanya satu klon dan sifatnya sama dengan induknya. Kenyataan di lapangan menunjukkan adanya keanekaragaman tanaman manggis yang mungkin disebabkan faktor lingkungan mau pun faktor genetik akibat mutasi alami sejalan dengan sejarah tanaman manggis yang telah berumur ribuan tahun. Buah manggis muda, dimana tidak memerlukan pemupukan untuk tumbuh, pertama kali akan berwarna hijau pucat atau hampir putih di bawah kanopi. Saat buah membesar selama 2 hingga 3 bulan ke depan, warna kulitnya akan menjadi hijau gelap. Pada periode ini, pertumbuhan ukuran buah dapat meningkat hingga kulitnya berukuran 6 – 8 cm (2,4 - 3,1 inchi) dengan diameter luar, akan tetap keras hingga pematangan akhir tiba. Sifat kimia dari permukaan bawah kulit manggis terdiri dari berbagai polifenol, termasuk xanthones dan tanin yang menjamin astringent dapat menghambat perhatian serangga, jamur, virus tanaman, bakteri dan pemangsa hewan, pada saat buah belum matang. Perubahan warna dan pelunakan kulit menjadi proses alami yang menunjukkan pematangan buah dapat dimakan dan benih telah selesai berkembang. Motif hias Pohon Manggis terpahat di relief Candi Borobudur yang pada umumnya dipahatkan secara utuh mencakup batang, dahan atau ranting, daun, dan buah yang dipahatkan secara detail. Pohon dipahatkan memiliki banyak cabang dengan daun yang rimbun yang menyirip dan lancip diujungnya. Buah dipahatkan lonjong dengan tangkai buah dikepala buah yang keluar dari dahan pohon. Mangkuk Adalah wadah terbuka bermulut lebar dan berbadan cembung. Bagian dasarnya berukuran jauh lebih kecil dibandingkan bagian mulut, sering memiliki kaki rendah yang melingkar. Mangkuk berukuran besar disebut basi. Penggambaran mangkuk terdapat pada beberapa relief Candi Borobudur. Manik-manik adalah butiran-butiran kecil yang terbuat dari bijibijian, kulit telur, merjan, kerang, tulang, gading, kaca, logam, atau batuan yang diberi lubang dan diuntai sebagai perhiasan. Penggambaran manikmanik terdapat pada relief Candi Borobudur. Pada penggalian arkeologi pada masa pemugaran II juga terdapat temuan manik-manik. Manohara Adalah salah satu relief cerita yang ada di Candi Borobudur, yang terletak di dinding Tingkat 3 Sisi Timur bagian bawah. Relief cerita Manohara terdiri dari 20 panil cerita. Relief cerita Manohara mengkisahkan Pohon manggis pada relief Candi Borobudur


98 BOROBUDURPEDIA tentang kisah percintaan antara pangeran Sudhana (Bodhisatta) dan putri Kinnari Manohara. Kisah Manohara ini sangat popular di kalangan umat Buddha. Kisah ini pertama kali muncul dalam Mahavastu Avadana bagian Kinnari Jataka, sebuah teks dari sekte Mahasanghika. Kemudian ditemukan juga versi cerita ini di kitab-kitab sekte Sarvastivada dan Mulasarvastivada seperti Bhaisajyavastu (Mulasarvastivada Vinaya), Sudhanakumaravadana (Divyavadana) dan Avadanakalpalata. Belakangan, pada abad 15 M, sekte Theravada memasukkan kisah ini dalam kumpulan Pannasa Jataka. Masonry Kegiatan konstruksi yang menggunakan bahan batu, batu bata, beton, genteng berongga, blok beton, atau unit bangunan sejenis lainnya. Master Merupakan tuan rumah; pemilik; pelukis ulung; lembaran induk. Masterpiece Adalah sebuah karya agung; karya besar. Borobudur merupakan masterpiece sejarah Indonesia. Dibangun sekitar abad VIII – IX M pada masa Syailendra. Masterplan Adalah sebuah pola rencana induk. Masterplan JICA Rencana induk yang disusun oleh JICA (Japan International Cooperation Agency) berdasarkan permintaan dari Pemerintah Indonesia. Hasil dari materplan JICA ini membagi kawasan Borobudur menjadi 5 zona dengan peruntukkannya masingmasing sebagai berikut: 1.Zona I, zona pelestarian lingkungan arkeologi (Archaeological Environment Preservation). Zona ini memiliki luas 44,8 ha termasuk zona inti Ngawen dan Gunung Wukir. 2.Zona II, zona taman arkeologi (Archaeological Park Zone). Zona ini dibuat sebagai zona penyangga (buffer zone) dan sebagai fasilitas taman dan area layanan untuk pengunjung, memiliki luas 87,1 ha. 3.Zona III, zona regulasi penggunaan lahan (Land Use Regulation Zone). Zona ini meliputi keseluruhan 3 desa, yaitu Desa Borobudur, Desa Wanurejo dan Kelurahan Mendut seluas 10,1 km². 4.Zona IV, zona pelestarian pemandangan sejarah (Historical Scenery Preservation). Luas total zona 4 ini adalah 26 km². 5.Zona V, zona taman arkeologi nasional (National Archaeological Park Zone). Zona ini seluas 78,5 km2 dalam radius 5 km dari Candi Borobudur. Masterplan JICA ini dibuat untuk 20 tahun sejak tahun 1979 hingga 1999, sehingga untuk kondisi saat ini sudah tidak sesuai dan perlu disusun kembali masterplan kawasan Borobudur. Mata air adalah pemusatan pengeluaran air tanah yang muncul pada permukaan tanah sebagai suatu arus air yang mengalir. Di sekitar Candi Borobudur terdapat mata air asin yang salah satunya berada di Dusun Ngentak, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur. Sumber mata air asin ini diduga berasal dari air laut purba yang terjebak di dalam tanah. Mataram Kuna adalah nama kerajaan kuna pada abad VIII – X Masehi yang wilayahnya meliputi propinsi Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta saat ini. Kerajaan ini berlatar belakang agama Hindu dan Buddha. Keberadaan kerajaan Mataram Kuna telah jelas pada tahun 732 M, dengan ditemukannya prasasti Canggal di Gunung Wukir, Magelang. Prasasti ini selain berisi tentang penanggalan dengan Candrasangkala Sruti Indira rasa (654 Saka), juga menyebut nama tokoh (raja) Sanjaya yang mengaku sebagai anak Sanaha, saudara perempuan Sanna. Di wilayah Jawa Tengah juga ditemukan beberapa prasasti tidak berangka tahun, yang diduga berasal dari masa yang lebih tua dari pada prasasti Canggal. Dua diantaranya adalah prasasti Tuk Mas dari daerah Grabag, Magelang dan prasasti Sojomerto. Prasasti Tuk Mas menceritakan tentang sumber air yang suci, yang disamakan dengan Sungai Gangga di India. Di samping itu, prasasti ini juga memuat gambar-gambar berupa trisula, Kamandalu dan teratai yang digunakan sebagai symbol dalam agama Hindu, tetapi tidak menyebutkan atas perintah siapa prasasti ini ditulis (Atmosudiro, dkk, 2008). Prasasti Sojomerto yang ditemukan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah diperkirakan berasal dari abad VII M. Prasasti ini


BOROBUDURPEDIA 99 menyebut nama tokoh Dapunta Salendra yang mengaku sebagai anak dari Santanu dan Bhadrawati. Tokoh tersebut mempunyai isteri bernama Sampula. Berdasarkan nama-nama itu, Boechari berpendapat bahwa nama Dapunta Salendra merupakan adaptasi dari ejaan Syailendra dari bahasa Sanskerta. Pendapat tersebut kemudian mengubah alur kisah dalam historiografi Mataram Kuna yang pernah disusun oleh N.J. Krom dan J.G de Casparis. Perbedaan mendasar asumsi pertama Boechari adalah pendapat tentang wangsa atau dinasti di Jawa Tengah pada abad VIII – X Masehi (Atmosudiro, dkk, 2008). Asumsi pertama mengangggap bahwa di Jawa Tengah pada masa itu terdapat dua dinasti, yaitu dinasti Sanjaya dan dinasti Syailendra. Asumsi ini didasarkan atas sebutan dua nama yang tercantum dalam prasasti Kalasan yang berangka tahun 778 Masehi, yaitu nama (pihak) raja yang menghadiahkan tanah dan nama raja yang membangun bangunan suci bagi Dewi Tara di Kalasan. Selain itu, Sanjaya dianggap sebagai nama dan pendiri dinasti karena penyebutannya di dalam prasasti Canggal 732 Masehi dan disebut pula sebagai Rakai Mataram, Sang Ratu Sanjaya sebagai urutan pertama dalam prasasti Mantyasih 907 Masehi. Sementara itu, di Jawa Tengah juga ditemukan beberapa prasasti yang menyebut raja sebagai keturanan Wangsa Syailendra (prasasti Abhayagiriwihara 792 M, Kelurak 782 M, Kayuwungunan 824 M dan Cri Kahulunan 824 M). Dengan demikian, secara menyakinkan sejarawan pada masa itu menunjuk bahwa Kerajaan Mataram Kuna pada abad VIII – X M diperintah secara bergantian oleh raja-raja dari dinasti Sanjaya dan dinasti Syailendra (Atmosudiro, dkk, 2008). Asumsi kedua, terutama dikemukakan oleh Boechari didasarkan atas isi prasasti Sojomerto yang digunakan sebagai titik tolak pendapatnya tentang dinasti bahwa hanya ada satu dinasti Syailendra dan pendirinya (Wangsakarta) adalah Dapunta Salendra. Pendapat ini sebenarnya diilhami oleh artikel R.M.Ng. Poerbatjaraka yang berjudul “Crivijaya, De Cailendra en de Sanjayavamca” yang merupakan sanggahan atas artikel F.D.K. Bosch dengan judul yang sama. Meskipun judulnya sama tetapi isinya sangat bertolak belakang, karena perbedaan interpretasi terhadap sebutan nama yang tercantum dalam prasasti Kalasan 778 M. Boechari menempatkan raja-raja yang disebut dalam prasasti-prasasti Jawa Tengah abad VIII – X M sebagai keluarga besar dinasti Syailendra, yang sebagian menganut agama Hindu (Siwa) dan sebagian yang lain menganut agama Buddha. Hal ini sesuai dengan tinggalan-tinggalan monumental berupa bangunan candi yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta serta berlatar belakang agama Hindu dan Buddha secara berdampingan. Keyakinan ini didukung pula dengan bukti prasasti batu koleksi Museum Adam Malik yang dikenal dengan sebutan prasasti Sangkar. Prasasti ini menyebutkan seorang tokoh yang terpaksa tidak mempercayai ‘guru’nya (tabib) karena tidak dapat menyembuhkan sakit ayahnya, sehingga akhirnya dia kembali kepada ‘sangha’nya. Prasasti itu mengisyaratkan adanya perpindahan agama dari agama Hindu menjadi Buddha. Peristiwa itu ditandai dengan pembangunan candi untuk Manjusri (Manjusrigraha), kompleks candi Plaosan Lor dan Candi Borobudur (Atmosudiro, dkk, 2008). Meskipun kedua model penulisan sejarah Mataram Kuna belum terdapat kesepakatan, tetapi berdasarkan identifikasi terhadap nama-nama tokoh yang disebut dalam prasasti Wanua Tengah III, diketahui bahwa keberadaan kerajaan ini berlangsung sampai pertengahan pertama abad X M. Berdasarkan identifikasi nama-nama tokoh (raja) yang terdapat dalam prasasti-prasasti dapat diketahui bahwa Jawa Tengah pada awalnya diperintah oleh raja sekaligus menjadi wangsakarta (pendiri dinasti), yaitu Dapunta Syailendra. Beberapa saat kemudian setelah tidak ditemukan informasi lagi baik tentang tokoh ini maupun penggantinya, muncul tokoh bernama Sanjaya yang dimuat dalam prasasti Canggal tahun 732 M. Nama Sanjaya ternyata juga disebut dalam urutan pertama dalam prasasti Mantyasih tahun 829 Saka (907 M), yang dikeluarkan oleh Rakai Watukura Dyah Balitung. Pencatuman nama Sanjaya dan nama-nama tokoh lain yang memerintah sebelum Balituing dalam prasasti ini sangat membantu dalam rekontruksi Kerajaan Mataram Kuna. Bahkan, identifikasi tokoh yang pernah berkuasa di masa Kerajaan Mataram Kuna menjadi lebih lengkap ketika di daerah Temanggung ditemukan prasasti Wanua Tengah III tahun 830 S (908 M). Berdasarkan hasil identifikasi tokoh yang dimuat dalam prasasti-prasasti yang berasal dari Jawa Tengah, dapat diketahui tokoh-tokoh yang memerintah Mataram Kuna adalah: 1. Dapunta Salendra (abad VII M) 2. Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya (732 M)


100 BOROBUDURPEDIA 3. Sri Maharaja Rakai Panangkaran (746 – 784 M) 4. Rakai Panaraban (784 – 803 M) 5. Sri Maharaja Rakai Panunggalan (?) 6. Sri Maharaja Rakai Warak (Dyah Manara) (803 – 827 M) 7. Dyah Gula (827 – 828 M) 8. Sri Maharaja Rakai Garung (828 – 847 M) 9. Sri Maharaja Rakai Pikatan (Dyah Saladu (847 – 855 M) 10. Sri Maharaja Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala (855 – 885 M) 11. Dyah Tagwas (? - 885 M) 12. Rakai Panunwangan Dyah Dewendra (885 – 887 M) 13. Rakai Rarunwangi Dyah Bhadra (887 M) 14. Sri Maharaja Rakai Watuhumalang/ Wungkalhumalang Dyah Jbang (894 – 898 M) 15. Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung (898 – 909 M) 16. Sri Maharaja Sri Daksottama Bahubjrapratipaksaksaya (910 – 913 M) 17. Sri Maharaja Rakai Layang Dyah Tuladong (913 – 919 M) 18. Sri Maharaja Rakai Sumba Dyah Wawa (919 – 925 M). Daftar nama raja penguasa di atas didasarkan atas kompilasi beberapa prasasti yang menyebut nama tokoh yang dapat dikaitkan secara kronologis dengan prasasti yang memuat daftar nama tokoh tersebut. Meskipun demikian masih ditemukan beberapa prasasti lain yang menyebut nama tokoh, walaupun secara kronologis dapat di sejajarkan dengan salah satu dari nama tokoh di atas, tetapi secara morfologis dan latar belakang keagamaan tidak dapat dikaitkan secara langsung. Nama-nama tokoh tersebut di antaranya adalah Bhanu (prasasti Ligor 752 M), Samarattungga (prasasti Kayumwungan 824 M), Rakai Patapan Pu Manuku (Prasasti Gondosuli 807 M), Balaputradewa (prasasti Pereng 850 M), Rakai Walaingpu Kumbhayoni (prasasti pendek dari Bukit Ratu Boko 856 – 863 M). Nama-nama tokoh tersebut meskipun keberadaaannya dapat diakui, tetapi penempatannya dalam kerangka sejarah membutuhkan bukti lain (prasasti) yang dapat mendukungnya (Atmosudiro, dkk, 2008). Material Merupakan bahan; bahan yang akan dipakai untuk membuat barang lain; bahan mentah untuk bangunan (seperti pasir, kayu, kapur). • Building material = bahan bangunan Candi Borobudur dibangun di atas bukit. Material yang digunakan adalah batu andesit. Tumpukan batu andesit diletakkan di atas gundukan tanah sebagai intinya, sehingga bukan merupakan tumpukan batuan yang masif. Material batu andesit disusun tanpa menggunakan perekat, namun menggunakan sistem kuncian yang saling berkaitan. Mbah Belet Adalah nama yang diberikan oleh masyarakat sekitar Borobudur untuk menyebut salah satu arca unfinished Buddha (arca Budha yang belum selesai/ tidak terpahat dengan sempurna). Arca tersebut disimpan di Museum Karmawibhangga. Medium BG-11 Adalah medium yang digunakan untuk menumbuhkan algae secara in vitro. Medium ini pada dasarnya berupa cairan (liquid) tetapi juga bisa digunakan dalam bentuk padatan dengan menambahkan agar ke dalamnya. Tabel Komposisi medium BG-11 Trace Metal Solutions Medium BG-11 biasa digunakan untuk mengembang biakkan algae yang berasal dari Candi Borobudur. Setelah dikembangbiakkan, algae diidentifikasi jenisnya. Dan terakhir digunakan untuk pengujian bioassay.


BOROBUDURPEDIA 101 Meja gambar fotogrammetri Adalah alat yang dihubungkan dengan stereo plotter, dilengkapi kertas stabilen. Hasil yang didapatkan sesuai dengan hasil stereo plotter. Alat ini merupakan salah satu alat pendokumentasian Candi Borobudur pada saat pemugaran tahap II. Menoreh Menoreh adalah nama perbukitan yang berada di sebelah selatan Candi Borobudur dengan jarak kurang lebih 5 km. Mesh Merupakan suatu satuan dimensi yang digunakan dalam proses penyaringan atau sieving. Bila suatu bubuk memiliki ukuran -20 +30 mesh, maka bubuk tersebut memiliki butiran yang berukuran dibawah 20 mesh dan diatas 30 mesh. Semakin besar nilai mesh maka semakin kecil ukuran butiran. Penyaringan dalam satuan Mesh ini berguna dalam proses pembuatan mortar yang diharuskan memiliki serbuk batu dalam ukuran tertentu. Berikut ini adalah beberapa contoh konversi mesh ke milimeter. Tabel konversi satuan mesh ke milimeter Metal Polish Berfungsi sebagai pembersih permukaan logam dari kotoran dan karat. Metal polish digunakan untuk membersihkan speciment (dudukan sampel) SEM dari karat, emas, coretan spidol serta sisa-sisa sampel yang menempel. Meteran Gulung merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur kedalaman muka air tanah dan sumur yang ada di sekitar candi Borobudur. Pengukuran ini dilakukan untuk memperoleh gambaran fluktuasi muka air tanah saat musim kemarau dan musim penghujan di sekitar Candi Borobudur. Mikrobiologi Mikrobiologi berasal dari kata micro, bios dan logos. Micro artinya kecil atau sangat kecil, bios artinya mahluk hidup, dan logos artinya ilmu pengetahuan. Sehingga mikrobiologi adalah cabang dari ilmu biologi yang khusus mempelajari tentang mahluk hidup yang berukuran sangat kecil. Mahluk hidup tersebut antara lain, bakteri, algae, jamur tingkat rendah, kapang dan sebagainya. Mikrobiologi menjadi salah satu ilmu yang berperan penting dalam konservasi Candi Borobudur. Mikropipet Adalah alat untuk memindahkan suatu cairan atau larutan yang bervolume kecil, biasanya kurang dari 1000 μl. Kapasitas mikropipet bervariasi, misalnya mikropipet yang dapat diatur volume pengambilannya (adjustable volume pipette) antara 1 μl sampai 20 μl, atau mikropipet yang tidak bisa diatur volumenya hanya tersedia satu pilihan volume (fixed volume pipette), misalnya mikropipet 1000 μl. Dalam penggunaan mikropipet memerlukan tip sebagai tempat cairan atau larutan yang diambil. Mikropipet digunakan untuk mendukung analisis laboratorium sehingga keakuratan dalam pengambilan larutan maupun cairan karena ukuran larutan yang diambil sangat kecil. Mikropipet digunakan untuk mengambil larutan induk dalam proses pengenceran larutan sebagai larutan standar dalam analisis menggunakan instrumen AAS dan spektrofotometri untuk pengujian Kalsium, Magneisum, Besi, Aluminium dan timbal pada air filter layer, air bak kontrol, air rembesan, air hujan lingkungan Candi Borobudur. Sumber Foto : Laboratorium BKB


102 BOROBUDURPEDIA Mikroskop Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk mengamati benda yang berukuran sangat kecil dengan perbesaran 40-200.000 kali bergantung pada jenis mikroskop tersebut. Adapun jenis-jenis mikroskop meliputi: mikroskop digital, mikroskop monokuler dan binokuler, mikroskop polarisasi dan scanning electro microscope. Mikroskop digital adalah alat untuk mengamati benda yang berukuran kecil dengan perbesaran 1-25x, tetapi dapat lebih besar lagi jika disambung dengan kamera atau komputer. Mikroskop digunakan juga untuk melakukan analisis terhadap mikroorganisme yang menjadi agen pelapukan cagar budaya termasuk Candi Borobudur. Selain itu mikroskop juga digunakan untuk mengamati struktur mikro dari batuan. Mikroskop polarisasi digunakan secara khusus untuk mengamati mineralmineral yang ada dalam batuan. Ada dua bagian utama yang umumnya menyusun mikroskop, yaitu: • Bagian optik, yang terdiri dari kondensor, lensa objektif, dan lensa okuler. • Bagian non-optik, yang terdiri dari kaki dan lengan mikroskop, diafragma, meja objek/meja preparat, pemutar halus dan kasar, penjepit kaca objek (preparat), dan sumber cahaya. Jenis lensa yang lain adalah lensa okuler terletak dekat dengan mata pada saat mikroskop digunakan. Lensa obyektif ada beberapa buah, dan memiliki pembesaran masing-masing 5X, 10X, 45X, dan 100X. Sedangkan lensa okuler hanya 1 buah atau 2 buah, dan mempunyai pembesaran 5X, 10X, atau 15X. Kedua lensa pada mikroskop dihubungkan oleh suatu bagian berbentuk tabung. Mikroskop yang memiliki sebuah lensa okuler, disebut mikroskop monokuler. Mikroskop yang memiliki dua lensa okuler,dinamakan mikroskop binokuler. Mikroskop Polarisasi Merupakan suatu alat yang memiliki prinsip kerja seperti mikroskop cahaya pada umumnya, hanya saja terdapat 2 filter polarisasi tambahan yang berfungsi mengatur arah cahaya. Filter yang pertama berfungsi menyaring cahaya yang masuk sebelum mengenai sampel, sedangkan filter yang kedua menyaring cahaya yang sudah menembus sampel. Mikroskop ini biasa digunakan untuk mengamati sayatan tipis dari batuan, sehingga dari pengamatan ini bisa diketahui sifat-sifat dan karakteristik dari kristal dan mineral penyusun batuan tersebut. Masing-masing mineral akan memberikan warna yang berbeda-beda. Mikroskop polarisasi adalah alat yang digunakan dalam pengamatan sayatan tipis batuan untuk mengetahui komposisi mineral batuan. Cara kerja alat ini menggunakan sinar dari lampu yang dibiaskan (cahaya terpolarisasi) sehingga beberapa sifat dari kristal akan tampak jelas, karena setiap mineral memiliki warna yang khusus. Sedangkan scaning elektro mikroskop adalah alat yang digunakan untuk melihat morfologi benda yang berukuran kecil serta untuk mengamati struktur mikro pada sebuah benda dengan perbesaran 15-200.000 X. Ukuran maksimal sampel 0,5x0,5x0,5 cm dan diletakan di atas holder yang bebahan tembaga. Sebelum dilakukan pengamatan maka sampel harus dipreparasi terlebih dahulu dengan cara di-couting dengan emas atau karbon. Mikrotremor Adalah getaran tanah yang sangat kecil dan terus menerus yang bersumber dari berbagai macam getaran seperti lalu lintas, angin, getaran lalu lintas kendaraan, mesin-mesin industri, gelombang laut, aktivitas manusia dan getaran alamiah tanah. Mikrotremor dapat juga diartikan sebagai getaran harmonik alami tanah yang terjadi secara terus menerus, terjebak dilapisan sedimen permukaan, terpantulkan oleh adanya bidang batas lapisan dengan frekuensi yang tetap, disebabkan oleh getaran mikro di bawah permukaaan tanah dan kegiatan alam lainnya. Mikrotremor mempunyai frekuensi lebih tinggi dari frekuensi gempabumi, periodenya kurang dari 0,1 detik yang secara umum antara 0.05 – 2 detik dan untuk mikrotremor periode panjang bisa 5 detik, sedang amplitudenya berkisar 0,1 – 2,0 mikron. Penelitian mikrotremor dapat Gambar skema kerja mikroskop (kiri) dan alat mikroskop (kanan)


BOROBUDURPEDIA 103 mengetahui karakteristik lapisan tanah berdasarkan parameter periode dominannya dan aktor penguatan gelombangnya (ampliikasi). Mikrotremor ini sering digunakan dalam bidang prospecting untuk perancangan bangunan tahan gempa, dan juga untuk penyelidikan struktur bagunan terhadap kerusakan akibat gempa (Kanai, 1983). Pengukuran mikrotremor menggunakan seismograf khusus yang disebut mikrotremormeter, yaitu dua pengukuran yang pertama, yaitu pengukur amplitudo dan periode. Saat ini pengukuran mikrotremor dengan seismograf tipe digital periode bebas (digital broadband seismograph) yang dilengkapi program analisis spektrum. Pengukuran mikrotremor penting dilakukan pada cagar budaya untuk memonitor stabilitas strukturnya, termasuk Candi Borobudur maupun Candi Mendut dan Candi Pawon. Mineral Adalah zat padat yang terdiri dari unsur atau persenyawaan kimia yang dibentuk secara alamiah oleh proses-proses anorganik, mempunyai sifatsifat kimia dan fisika tertentu dan mempunyai penempatan atom-atom secara beraturan di dalamnya. Batu andesit penyusun Candi Borobudur memiliki komposisi mineral tertentu seperti plagioklas dan piroksen. Mineral Primer Merupakan mineral yang terbentuk langsung dari kristalisasi magma. Mineral primer terdiri dari mineral utama dan mineral tambahan. Mineral utama merupakan mineral primer yang kehadirannya sangat menentukkan dalam penamaan batuan. Sedangkan mineral tambahan merupakan mineral primer yang jumlahnya sedikit dan tidak menentukan nama batuan. Mineral utama pada batu Candi Borobudur antara lain adalah plagioklas dan piroksen. Mineral Sekunder merupakan mineral-mineral ubahan dari mineral primer, dapat berasal dari hasil pelapukan, hidrotermal maupun metamorfisme terhadap mineral-mineral primer. Dengan demikian mineral-mineral ini tidak ada hubungannya dengan pembekuan magma. Mineral sekunder yang muncul pada batu Candi Borobudur yang lapuk adalah mineral kaolinit (jenis mineral lempung) merupakan hasil lapukan dari mineral plagioklas. Miniatur Adalah benda tiruan dari suatu benda asli tetapi dalam ukuran kecil. Miniatur/replika Candi Borobudur banyak diminati wisatawan sebagai souvenir. Minyak Atsiri = minyak esensial (essential oil); minyak eterik (aetheric oil); minyak terbang (volatile oil); minyak aromatik (aromatic oil) Adalah kelompok besar minyak nabati yang berwujud cairan pada suhu ruang namun mudah menguap sehingga memberikan aroma yang khas. Minyak atsiri merupakan bahan dasar dari wangi-wangian atau minyak gosok (untuk pengobatan) alami. Di dalam perdagangan, hasil sulingan (destilasi) minyak atsiri dikenal sebagai bibit minyak wangi. Para ahli biologi menganggap minyak atsiri sebagai metabolit sekunder yang biasanya berperan sebagai alat pertahanan diri agar tidak dimakan oleh hewan (hama) ataupun sebagai agensia untuk bersaing dengan tumbuhan lain dalam mempertahankan ruang hidup. Walaupun hewan kadang-kadang juga mengeluarkan baubauan (seperti kesturi dari beberapa musang atau cairan yang berbau menyengat dari beberapa kepik), zat-zat itu tidak digolongkan sebagai minyak atsiri. Minyak atsiri biasanya dinamakan menurut sumber utamanya, antara lain: • Minyak adas (fennel/foeniculi oil) • Minyak cendana (sandalwood oil) • Minyak bunga cengkeh (eugenol oil) dan minyak daun cengkeh (leaf clove oil) • Minyak kayu putih (cajuput oil) • Minyak bunga kenanga (ylang-ylang oil) • Minyak lawang • Minyak mawar • Minyak nilam • Minyak serai Penggunaan minyak atsiri tidak terbatas pada pembuatan parfum saja, namun juga dikembangkan sebagai bahan obat-obatan, pestisida, dan bahan baku sintesis senayawa lainnya. Sebagai pestisida, minyak atsiri memiliki kemampuan untuk mengendalikan pertumbuhan hama, antara lain serangga, jamur, dan bakteri. Kemampuan ini juga dapat diterapkan pada konservasi cagar budaya, karena beberapa jenis material cagar budaya perlu dikonservasi dengan mengendalikan pertumbuhan organisme perusaknya. Berbagai penelitian telah dikembangkan antara lain pemanfaatan minyak atsiri


104 BOROBUDURPEDIA untuk mematikan rayap, jamur kerak, atau jamur yang dapat merusak cagar budaya. Penelitian yang dilakukan untuk pengendalian organisme pada Candi Borobudur juga dilakukan, yaitu untuk mematikan jamur kerak (lichens). Mix Design Adalah disain campuran beton berdasarkan berat atau volume. Modulus elastisitas Adalah rasio tegangan normal tarik atau tekan terhadap regangan yang timbul akibat tegangan tersebut. Mold Adalah acuan untuk pelaksanaan pengecoran beton. Molen Adalah mesin yang digunakan untuk mencampur semen, pasir, kerikil, dan air untuk membentuk beton. Mesin molen menggunakan drum berputar untuk mencampur komponen-komponen tersebut. Pada umumnya mixer beton dapat dibedakan menjadi dua tipe: kontinu dan tidak kontinu. Mixer beton kontinu bekerja terus menerus, pemuatan isi, pencampuran material merupakan proses yang berkesinambungan dan berlangsung untuk waktu yang tidak terbatas. Momen Adalah gaya memutar yang bekerja pada suatu batang yang dikenai gaya tegak lurus akan menghasilkan gaya putar (rotasi) terhadap titik yang berjarak tertentu di sepanjang batang. Momen puntir Adalah momen yang bekerja sejajar dengan tampang melintang batang. Momen kopel – momen pada suatu titik pada gelegar. Monumen Merupakan tugu peringatan; bangunan yang mempunyai nilai sejarah; bangunan atau tempat yang mempunyai nilai sejarah yang penting dan karena itu dipelihara dan dilindungi negara. Candi Borobudur dibangun sekitar abad VIII-IX Masehi pada masa Dinasti Syailendra. Candi ini didirikan oleh para penganut Buddha aliran Mahayana. Berbentuk piramida dengan dinding yang berhias relief dan pada 3 lantai teratasnya terletak 72 stupa dengan stupa besar di tengahnya. Candi Borobudur menjadi salah satu monumen Buddha terbesar di dunia. Monumenten Ordonantie Tahun 1931 Staatblad 238 Adalah aturan hukum yang dibuat oleh Pemerintah Hindia Belanda, yang bertujuan untuk melindungi benda-benda atau peninggalan purbakala yang berada di wilayah Hindia Belanda. Sebelum Indonesia membentuk peraturan perundangan-undangan mengenai cagar budaya (Undang-undang Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya), aturan yang digunakan dalam rangka pelestarian cagar budaya, termasuk Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon adalah menggunakan regulasi ini. Regulasi ini diperbarui menjadi Monumenten Ordonnantie Staatblad 515 pada tahun 1934. Mortar Merupakan adukan semen (campuran semen, pasir, dan kapur). Pada pemugaran I Candi Borobudur tahun 1907 – 1911 oleh van Erp mengadopsi konsep pengendalian air pada konstruksi asli, yaitu mengalirkan air hujan pada permukaan bangunan. Oleh karena itu, pada bagian Kamadhatu (selasar dan undhag) sela-sela batu diisi dengan mortar agar air tidak masuk ke dalam susunan batu. Begitu pula bagian Arupadhatu (stupa dan lantai terasnya) juga dikendalikan airnya dengan cara menutup sela-sela batu dengan mortar. Pada lantai teras terdapat penambahan satu lapis batu dengan ketebalan sekitar 5 cm diatas batu lantai asli. Satu lapis batu tipis ini direkatkan dengan mortar dan Molen digunakan pada pemugaran tahap II Candi Borobudur


BOROBUDURPEDIA 105 sela-sela batunya juga ditutup dengan mortar. Bagian Rupadhatu sedikit berbeda karena bagian ini tidak ditata ulang (tidak dibongkar total sebelum ditata). Untuk mengendalikan air, lantai diratakan dan ditutup dengan mortar. Bagian yang bergelombang diisi dengan tanah urug dan selanjutnya ditutup dengan satu lapis batu tipis (sekitar 5 cm) yang direkatkan dengan mortar dan sela-selanya juga ditutup dengan mortar. Mortar dan alu Adalah alat yang terbuat dari porselin, digunakan untuk menggerus atau menghaluskan sampel padatan menjadi serbuk. Di laboratorium Balai Konservasi Borobudur digunakan untuk menghancurkan sampel berbentuk padat seperti batu, bata, plester, dan endapan garam. Endapan garam yang dihaluskan berasal dari endapan permukaan batu penyusun Candi Borobudur yang berwarna putih. Mortar hidrolik Adalah mortar yang dalam proses pembuatanya menggunakan air dan membentuk bentuk benda padat yang tidak larut dalam air. Mortar yang pernah digunakan di Candi Borobudur adalah mortar Van Erp dan mortar epoksi resin. Mortar Van Erp yang merupakan campuran pasir, bubukan bata, dan kapur sedangkan mortar epoksi resin adalah mortar yang berasal dari campuran bubukan batu atau pasir ditambah epoksi resin. Mortar ini digunakan saat pemugaran Candi Borobudur tahap II tahun 1973- 1983. Moss Moss merupakan nama latin dari lumut (Keterangan lebih jelas merujuk pada kata lumut). Motif Merupakan unsur pokok sebuah ornamen. Melalui motif, tema atau ide dasar sebuah ornamen dapat dikenali sebab perwujudan motif umumnya merupakan gubahan atas bentuk-bentuk di alam atau sebagai representasi alam yang kasat mata. Akan tetapi ada pula yang merupakan hasil khayalan semata, karena itu bersifat imajinatif, bahkan karena tidak dapat dikenali kembali, gubahan-gubahan suatu motif kemudian disebut bentuk abstrak atau motif geometris yang berunsur dasar garis dan bidang. Mould Fungus Incubator (MFI) Adalah alat yang digunakan untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu dan kelembaban yang terkontrol. Alat ini dilengkapi dengan pengatur suhu, kelembaban, dan waktu. Semakin kecil ukuran inkubator semakin rentan pula perubahan suhunya ketika dibuka. Perlu dipertimbangkan pula keseragaman suhu yang ada di dalam dengan memperhatikan pola penempatan elemen pemanas atau terdapatnya kipas penyebar suhu. Pintu kaca yang terdapat pada beberapa model dibiarkan tertutup saat melihat biakan secara sekilas supaya tidak terjadi penurunan suhu. Prinsip kerja dari inkubator adalah menginkubasi dengan menggunakan suhu tertentu dalam keadaan diam. Bagian-bagian dari inkubator adalah pintu inkubator, tombol panel berfungsi untuk mengatur suhu, kelembapan, dan waktu yang diperlukan, rak inkubator berfungsi sebagai tempat meletakkan bahan yang akan diinkubasi. MFI digunakan untuk menginkubasi jamur dan bakteri yang berpotensi berbahaya bagi batuan Candi Borobudur. Tujuan inkubasi jamur dan bakteri batuan candi untuk menumbuhkan sebelum diteliti lebih lanjut. Mould Fungus Incubator (MFI)


106 BOROBUDURPEDIA Mudra Adalah sikap tangan yang merupakan ciri khas dari patung Buddha yang menunjukkan arah mata angin, dalam bahasa Sanskerta artinya “lambang” atau “segel”. Mudra adalah gestur atau sikap tubuh yang bersifat simbolis atau ritual dalam Hinduisme dan Buddhisme. Ada beberapa mudrā yang melibatkan seluruh anggota tubuh, akan tetapi kebanyakan hanya dilakukan dengan tangan dan jari. Mudrā adalah gestur spiritual dan penanda energi dan keaslian dalam ikonografi dan praktik spiritual dalam tradisi agama Dharma serta Taoisme. Di Candi Borobudur terdapat 6 sikap mudra yang berbeda. Muffle Furnace = Tanur; tungku pembakaran; kiln Adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk pemanasan suhu tinggi. Nama itu berasal dari bahasa latin Fornax, yang serupa dengan oven. Kadangkadang orang juga menyebutnya dengan kiln. Furnace sendiri sering dianalogikan dengan tanur sebagai keperluan industri yang digunakan untuk banyak hal, seperti pembuatan keramik, ekstraksi logam dari bijih (smelting) atau di kilang minyak dan pabrik kimia lainnya. Muffle furnace adalah tungku dimana bahan subyek dan semua produk pembakaran termasuk gas dan abu terisolasi dari bahan bakar. Setelah pengembangan pemanas listrik temperatur tinggi dengan elemen dan elektrifikasi yang berkembang di negara-negara maju, muffle furnace dengan cepat berubah ke listrik. Saat ini, muffle furnace biasanya berupa sebuah front-loading oven atau kiln untuk aplikasi suhu tinggi seperti industri kaca, menciptakan lapisan enamel, keramik dan barang solder atau mematri. Muffle furnace juga digunakan dalam banyak penelitian, misalnya oleh ahli kimia untuk menentukan berapa proporsi sampel yang mudah terbakar dan non-volatile. Di laboratorium kimia muffle furnace digunakan untuk destruksi sampel batuan sebelum dilanjutkan untuk analisis komposisi. Muffle furnace sekarang bisa menghasilkan kerja suhu sampai 1800° Celcius, yang memfasilitasi aplikasi yang lebih canggih. Beberapa sampel yang diambil di Candi Borobudur untuk kegiatan monitoring juga didestruksi dengan bantuan furnace sebelum dianalisis. MURI Merupakan akronim dari Museum Rekor Indonesia, salah satu museum yang terdapat di Zona II Kawasan Taman Wisata Candi Borobudur, yang koleksinya merupakan suatu benda yang dianggap memecahkan rekor seperti jubah terbesar, patung Budha terkecil, atau manusia tertinggi. Museum Merupakan tempat menyimpan barang-barang berharga yang memiliki nilai-nilai sejarah; gedung yang digunakan sebagai tempat untuk pameran tetap benda-benda yang patut mendapat perhatian umum, seperti peninggalan sejarah, seni, dan ilmu; tempat menyimpan barang kuno. Untuk melengkapi koleksi area Candi Borobudur dan sekaligus sebagi tempat menyimpan batuan lepas yang tidak terpasang atau belum dapat terpasang di Candi Borobudur, di zona II terdapat museum yang disebut Museum Borobudur. Koleksi museum ini selain batu-batuan candi, juga terdapat arca dan koleksi arkeologi lainnya yang ditemukan di sekitar daerah Borobudur. Selain itu, pada Museum Borobudur disediakan pula informasi mengenai relief tertutup, yaitu relief Karmawibhangga yang berupa foto repro relief tersebut. Mushola Merupakan salah satu fasilitas umum yang disediakan di area taman wisata Candi Borobudur untuk pengunjung yang beragama Islam untuk menunaikan Gambar alat Muffle furnace ibadah sholat lima waktu.


BOROBUDURPEDIA 107 N Nagarakertagama adalah naskah kuno pada masa Kerajaan Majapahit karangan Mpu Prapanca. Naskah ini pada tahun 1365 menyebutkan adanya biara di ‘Budur”, yang diartikan sebagai Candi Borobudur. Nampan adalah wadah logam atau kayu berbentuk pipih tempat meletakkan makanan dan minuman. Bentuknya bermacam-macam, pada umumnya memiliki bidang datar di bagian tengah dengan sisisisi yang meninggi. Nama lainnya ialah talam atau baki. Pada beberapa adegan relief cerita Candi Borobudur terdapat penggambaran nampan. Nangka = Artocarpus heterophylla Merupakan tumbuhan yang umumnya berukuran sedang, tingginya dapat mencapai sekitar 20 - 30 meter. Batang bulat silindris dengan diameter sekitar 1 meter. Tajuknya padat dan lebat, melebar dan membulat apabila di tempat terbuka. Seluruh bagian tumbuhan mengeluarkan getah putih pekat apabila dilukai. Buah Nangka biasanya bisa dimakan secara langsung atau diolah menjadi aneka jenis makanan daerah: dodol nangka, kolak nangka, selai nangka, nangka-goreng-tepung, keripik nangka, dan lain-lain. Nangka juga digunakan sebagai pengharum es krim dan minuman, dijadikan madu-nangka, konsentrat atau tepung. Biji nangka, dikenal dengan nama “beton”, dapat direbus dan dimakan sebagai sumber karbohidrat tambahan. Buah nangka muda sangat digemari sebagai bahan sayuran. Di Sumatera, terutama di Minangkabau, dikenal masakan gulai cubadak (gulai nangka). Di Jawa Barat buah nangka muda antara lain dimasak sebagai salah satu bahan sayur asam. Di Jawa Tengah dikenal berbagai macam masakan dengan bahan dasar buah nangka muda (disebut gori), seperti sayur lodeh, sayur megana, osengoseng gori, dan jangan gori. Di Yogyakarta nangka muda terutama dimasak sebagai gudeg. Sementara di seputaran Jakarta dan Jawa Barat, bongkol bunga jantan (disebut babal atau tongtolang) kerap dijadikan bahan rujak. Daun-daun nangka merupakan pakan ternak yang disukai kambing, domba maupun sapi. Kulit batangnya yang berserat, dapat digunakan sebagai bahan tali dan pada masa lalu juga dijadikan bahan pakaian. Getahnya digunakan untuk perangkap burung, untuk menambal perahu, dan lain-lain. Kayunya berwarna kuning di bagian teras, berkualitas baik dan mudah dikerjakan. Kayu ini cukup kuat, awet, dan tahan terhadap serangan rayap atau jamur, serta memiliki pola yang menarik, gampang mengkilap apabila diserut halus dan digosok dengan minyak. Karena itu kayu nangka kerap dijadikan perkakas rumah tangga, mebel, konstruksi bangunan, konstruksi kapal sampai ke alat musik. Dari kayunya juga dihasilkan bahan pewarna kuning untuk mewarnai jubah para pendeta Buddha. Motif hias Pohon Nangka terpahat di relief Candi Borobudur yang pada umumnya dipahatkan secara utuh mencakup batang, dahan atau ranting, daun, dan buah yang dipahatkan secara detail. Motif pohon nangka dipahatkan dengan bentuk pohon yang rimbun dengan daun tunggal, tersebar, dan bertangkai. helai daun berbentuk bulat telur terbalik memanjang dengan pangkal menyempit dan ujung runcing. Buah berbentuk gelendong memanjang merata, yang muncul di tiap dahan pohon nangka. Nat Nat adalah celah yang terdapat diantara dua blok batu penyusun candi. Natrium bikarbonat atau natrium hidrogen karbonat Adalah garam asam dengan rumus kimia NaHCO3, serbuk putih dan mudah larut dalam air. Digunakan sebagai oksidator, pemadam api, dan sebagai antasid (penetral asam). Natrium bikarbonat pernah digunakan untuk menetralkan sifat asam dari abu Pohon nangka pada relief Candi Borobudur


108 BOROBUDURPEDIA vulkanik yang menyelimuti permukaan bangunan Candi Borobudur ketika terjadi erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010. NEDECO (the Netherland Engineering Consultants) Adalah konsultan dari Belanda yang membuat rencana pemugaran Candi Borobudur kedua (1973-1983). Pada pertemuan pra pemugaran Candi Borobudur di Yogyakarta atas prakarsa UNESCO pada tanggal 18-19 Januari 1971, telah disepakati bahwa rencana pemugaran yang akan diterapkan di Candi Borobudur pada pemugaran kedua (1973-1983) adalah rencana pemugaran yang dibuat oleh konsultan perencana dari Belanda (Nedeco) yang ditunjuk oleh Unesco. Dalam rangka penyusunan rencana kerja ini, Nedeco telah beberapa kali mendatangkan tenaga ahli ke Candi Borobudur mulai pertengahan tahun 1969 untuk melakukan berbagai penelitian guna merencanakan langkah-langkah pemugaran yang tepat dan hemat. Di dalam rancangannya terdapat tahapan, proses, dan teknik dalam pencapaian tujuan, yaitu rencana pemugaran yang disusun berlandaskan sebuah mekanisme kerja yang dibangun secara sistematis dan terukur dengan melibatkan berbagai sektor kegiatan (Ismijono, 2013) Neraca air Merupakan neraca masukan dan keluaran air disuatu tempat pada periode tertentu. Neraca air Candi Borobudur dipakai untuk mengetahui estimasi air hujan yang melimpas dan yang masuk tanah bukit. Nirwana Adalah adalah kulminasi pencarian umat Buddha terhadap kebebasan. Siddartha Gautama, Buddha, menjelaskan Buddhisme sebagai sebuah rakit yang, setelah mengapung di atas sungai, akan memperbolehkan sang penumpangnya untuk mencapai nirwana. Dalam pengertian yang lebih dalam, Nibbana adalah kebahagiaan tertinggi, suatu keadaan kebahagiaan abadi yang luar biasa. Kebahagiaan Nibbana tidak dapat dialami dengan memanjakan indera, melainkan dengan menenangkannya. Nibbana bukanlah suatu tempat. Nibbana bukanlah suatu ketiadaan atau kepunahan. Nibbana bukanlah suatu surga. Tidak ada kata yang cocok untuk menjelaskan Nibbana ini. Nibbana dapat direalisasi dengan cara melenyapkan keserakahan (lobha), kebencian (dosa) dan kebodohan batin (moha). Cara untuk mencapai Nibbana adalah dengan mempraktekkan sendiri Jalan Mulia Berunsur Delapan, yaitu: Pengertian Benar (Samma ditthi), Pikiran Benar (Samma sankappa), Ucapan Benar (Samma vaca), Perbuatan Benar (Samma kammanta), Penghidupan/ Mata Pencaharian Benar (Samma ajiva), Usaha/Daya Upaya Benar (Samma vayama), Perhatian Benar (Samma sati), Konsentrasi/Meditasi Benar (Samma samadhi). Noerhadi Magetsari Adalah Guru Besar Arkeologi Universitas Indonesia. Noerhadi Magetsari banyak menulis tentang Candi Borobudur. Disertasi Diktoral dari Universitas Indoensia berjudul Candi Borobudur : Rekontruksi agama dan faslafahnya. Nyamplung Nyamplung adalah merupakan pohon langka yang dapat berfungsi sebagai peneduh dan pemecah angin (wind breaker). Oleh karena itu, nyamplung ditanam pada sisi barat laut, timur laut dan tenggara zona 1. Selain itu, pohon nyamplung ini juga terpahatkan pada relief Candi Borobudur. Nyamplung memiliki nama ilmiah Calophyllum iniophyllum dengan ciriciri tinggi pohon dapat mencapai 20-25 meter dengan batang tidak lurus, tetapi bercabang rendah, mendekati permukaan tanah. Berakar tunggang yang berbentuk bulat berwarna coklat. Berdaun tunggal, dengan bentuk bulat memajang atau oval, ujung daun tumpul dengan pangkal membulat, letak daun silang dan berhadap-hadapan. Bunga nyamplung merupakan bunga tunggal yang berbentuk tandan, terletak diketiak daun yang teratas. Buah nyamplung berbentuk bulat, tebal dan keras, berwarna hijau berubah menjadi coklat ketika kering.


BOROBUDURPEDIA 109 O Objek Kata objek, dalam kamus besar Bahasa Indonesia berarti hal, perkara atau orang yang menjadi pokok pembicaraan. Kata objek sebagai kata benda berarti hal, dan sebagainya yang dijadikan sasaran untuk diteliti dan diperhatikan. Kata Borobudur sering berdamping dengan kata objek, misalnya: “Objek Wisata Candi Borobudur” artinya Borobudur sebagai sasaran atau target untuk berwisata; dan Borobudur sebagai Objek Vital Nasional. Obyek Vital Nasional Adalah kawasan/lokasi; bangunan/instalasi atau usaha yang menyangkut hajat orang banyak, kepentingan, dan sumber pendapatan negara yang bersifat strategis. Berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.34/HM.001/ MKP/2008 tentang Pengamanan Obyek Vital Nasional di bidang Kebudayaan dan Pariwisata, Candi Borobudur merupakan salah satu Obyek Vital Nasional di Bidang Kebudayaan dan Pariwisata yang memperoleh prioritas dalam pengamanan. Ochre (Ing) = oker Adalah bahan pewarna yang pada awalnya digunakan untuk pewarna dinding. Oker dibuat dari bahan alam yang mengandung mineral dengan warna tertentu yang dicampur dengan tanah liat dan campuran lainnya. Warna oker umumnya berkisar antara kuning, jingga, dan cokelat. Oker pernah diaplikasikan pada relief Candi Borobudur setelah pemuragan pertama (tahun 1907-1911). Alasan aplikasi bahan ini diduga untuk membuat warna relief yang lebih cerah sehingga dapat difoto dengan lebih baik (teknologi fotografi saat itu belum bisa merekam objek berwarna gelap dengan baik). Namun ada pendapat lain yang mengatakan bahwa bahan tersebut berfungsi sebagai konsolidan untuk menguatkan material batu candi yang mulai rapuh. Lapisan warna ini sebagian masih bertahan hingga saat ini sehingga mengurangi nilai estetika. Ojief Ojief adalah bagian dari struktur candi yang berbentuk genta atau lonceng yang terbelah secara vertikal. Bentuk ojief terdapat pada batu penyusun candi pada bagian kaki dan stupa. Orientasi peta Adalah petunjuk arah pada peta yang menunjukkan arah utara dengan posisi mengarah ke atas. Orientasi peta merupakan salah satu unsur penting yang harus ada dalam pembuatan peta, misalnya Peta Kawasan Borobudur. Orientasi peta ini sangat berguna untuk menentukan arah mata angin suatu tempat. Opak Adalah sifat mineral dimana mineral tidak tembus cahaya meskipun dalam bentuk helaian/lembaran yang sangat tipis. Biasanya mineral ini mempunyai kilap metalik. Contoh mineral opak pada batu penyusun Candi Borobudur adalah mineral magnetit. Open pan evaporator adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah penguapan air. Open pan evaporator terdiri dari panci bundar besar yang terbuat dari besi dilapisi anti karat, dilengkapi dengan hook gauge (alat untuk mengukur perubahan tinggi permukaan air dalam panci). Cara kerja open pan evaporator adalah penguapan yang mengakibatkan permukaan air pada panci akan berkurang. Pengukuran dilakukan di dalam still well yang terdapat lubang pada dasarnya untuk jalan keluar masuk air. Jumlah air yang menguap dalam jangka waktu tertentu diukur menggunakan hook gauge dengan merubah letak ujung jarum sampai Sumber Foto : Laboratorium BKB


110 BOROBUDURPEDIA menyentuh permukaan air. Open pan evaporator merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mengukur jumlah penguapan air lingkungan Candi Borobudur. Ornamen Adalah komponen produk seni yang ditambahkan atau sengaja dibuat untuk tujuan sebagai hiasan. Jadi, berdasarkan pengertian itu, ornamen merupakan penerapan hiasan pada suatu produk. Dari segi tampilan bentuknya, suatu ornamen dapat diungkapkan secara naturalistik, stilisasi dekoratif, geometrik atau abstrak. Bermacam bentuk ornamen sesungguhnya memiliki beberapa fungsi, yakni (1) fungsi murni estetis (2) fungsi simbolis, dan (3) fungsi teknis konstruktif. Fungsi murni estetis merupakan fungsi ornamen untuk memperindah penampilan bentuk produk yang dihiasi. Tidak jarang sebuah produk kerajinan atau kriya yang karena nilai estetisnya kemudian kemudian menjadi benda estetis untuk benda pajangan dan bukan untuk memenuhi fungsi praktisnya. Fungsi simbolis ornamen pada umumnya terdapat pada produkproduk benda upacara atau benda-benda pusaka terkait dengan kepercayaan, dimaksudkan sebagai bentuk perlambangan. Motif kala pada gerbang candi merupakan gambaran muka raksasa atau banaspati sebagai simbol penolak bala. Fungsi teknis-konstruksi ornamen secara struktural dimaksudkan untuk menyangga, menopang, menghubungkan atau memper-kokoh konstruksi. Tiang, talang air, dan bumbungan atap pada karya arsitektur ada kalanya didesain dalam bentuk ornamen, yang tidak saja memperindah penampilan karena fungsi hiasnya, melainkan juga berfungsi konstruksi. Oven Adalah sebuah ruangan yang digunakan untuk memanggang, memasak, memanaskan atau mengeringkan sesuatu. Sistem pemanasan oven berkembang dari waktu ke waktu, hingga saat ini kebanyakan menggunakan energi listrik. Oven digunakan secara luas untuk berbagai hal, mulai dari keperluan rumah tangga hingga industri. Laboratorium juga banyak menggunakan oven, untuk mengeringkan sampel untuk pengujian atau preparasi sebelum analisis lebih lanjut. Beberapa pengujian terhadap sampel menggunakan oven sebagai salah satu tahap analisisnya. Sampel-sampel padat yang diambil dari Candi Borobudur untuk kegiatan monitoring dianalisis di laboratorium, beberapa tahap diantaranya menggunakan oven.


BOROBUDURPEDIA 111 P Padmasana Adalah singgasana atau tempat duduk berbentuk bunga teratai. Pada relief dan arca candi Borobudur terlihat adalanya padmasana pada tempat duduk Buddha. Pagar Adalah batas suatu area atau wilayah yang dapat berbentuk bangunan permanen (tembok), besi, galvanis, kawat, bambu, atau tanaman perdu. Di Kawasan Taman Wisata Candi Borobudur antara zona I dalam dan zona I luar dibatasi dengan pagar besi bercat hijau, begitu pula antara zona II dan zona III. Pagar tersebut cenderung berfungsi sebagai salah satu upaya untuk mempermudah pengamanan Candi Borobudur. Pagar Langkan = Balustrade Adalah semacam dinding berketinggian rendah yang dipasang pada tepian tangga, jembatan, selasar, dan lain-lain. Pada struktur Candi Borobudur juga dijumpai pagar langkan sebagai anatomi tubuh candi pada lantai III sampai VII. Pagar langkan pada Candi Borobudur berfungsi sebagai pembatas ruang antara lantai atas dan lantai di bawahnya. Hal ini karena pada saat orang berjalan pada lorong Candi Borobudur maka tidak memungkinkan untuk melihat bagian kemuncak stupa maupun kaki candi. Pagar langkan Candi Borobudur terdiri dari struktur batu yang didirikan pada lantai lorong dan dinding candi yang berada pada lantai di bawahnya. Bagian dinding pagar langkan pada kedua sisinya terdapat pahatan relief simbolis maupun relief cerita. Dinding pagar langkan bagian luar (pagar langkan I) berisi relief simbolis dengan motif pahatan dewa-dewa Buddha, sedangkan pada bagian dalam setiap pagar langkan berisi relief cerita. Pada bagian atas pagar langkan berisi relung arca yang berisi arca Dhyani Buddha sesuai dengan arah mata angin. Pada kemuncak pagar langkan I Candi Borobudur dijumpai hiasan kemuncak berbentuk keben. Sedangkan pada pagar langkan II hingga V dijumpai ornamen berbentuk stupa dengan ukuran kecil. Ornamen hias arsitektural berupa antefik yang berpola dasar segitiga dengan motif hias tumbuhan yang distilir/disamarkan juga dijumpai pada bagian kemuncak pagar langkan. Antefik tersebut berfungsi menampil kesan ramping pada sruktur percandian yang terkesan tambun atau gemuk yang diakibatkan garis mendatar pada anatomi candi. Salah satu fungsi utama pagar langkan adalah untuk menempatkan arca Buddha pada sisi luar dan relief cerita pada sisi dalamnya. Seperti halnya candi secara keseluruhan, arsitektur pagar langkan secara vertikal juga dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu kaki, tubuh, dan atap. Pahat Adalah salah satu alat pertukangan yang terbuat dari besi atau baja yang berbentuk pipih yang digunakan memahat batu Candi Borobudur. Pahatan Adalah benda-benda yang dihasilkan melalui pemahatan. Hasilnya tidak sehalus ukiran karena dibentuk dengan menggunakan alat-alat berukuran relatif besar dengan cara memecah atau menyerpih kayu dan batu yang menjadi bahannya. Candi Borobudur merupakan salah satu hasil karya pahatan. Paleografi Adalah ilmu tentang tulisan kuno. Melalui ilmu ini maka dapat diperoleh informasi dari inskripsi yang ada pada beberapa panil relief Candi Borobudur. Palet Adalah kotak kayu berukuran 1,20 x 2,40 x 0,40 Pagar langkan, lorong, dan dinding Candi Borobudur meter yang digunakan untuk mengangkut maksimal


112 BOROBUDURPEDIA 9 blok batu Candi Borobudur ketika dilakukan pemugaran. Pada setiap palet terdapat nomor palet dan kartu palet. Nomor palet adalah nomor yang dicantumkan dalam setiap palet. Batu yang dimuat di dalamnya diberi nomor seusai dengan nomor paletnya atau sebaliknya. Selain itu nomor palet juga diberi nomor vak atau nomor urut di dalam pallet. Kartu palet adalah kartu yang memuat keterangan berkaitan batu yang dibongkar/dimuat berisi lokasi, tingkat, jenis batu, tim yang mengerjakan bongkar/ pasang dan lain sebagainya. Kartu palet dibuat rangkap 3, kartu 1 diserahkan ke pusat registrasi, kartu 2 mengikuti palet selama pengangkutan dan pengerjaan, dan kartu 3 sebagai arsip pelaksana. Palu Adalah salah satu alat pertukangan yang terbuat dari besi atau baja dan biasanya mempunyai pegangan, mempunyai banyak ukuran dari kecil hingga besar, digunakan untuk memukul paku atau menjadi pasangan alat pahat untuk memahat batu Candi Borobudur. Panil Relief Adalah bingkai atau batas penggambaran sebuah simbol ataupun rangkaian cerita pada bangunan. Pada bangunan percandian panil relief biasanya berbentuk persegi. Namun demikian, pada Candi Mendut dijumpai panil relief yang bentuknya segitiga. Panil relief cerita dapat berisi aktivitas manusia maupun binatang yang menggambarkan sebuah rangkaian cerita yang dipahatkan dari interpretasi naskah keagamaan. Pemahatan panil relief pada bidang struktur maupun bangunan percandian disesuaikan dengan ukuran bidangnya yang akan dipahat sehingga naskah keagamaan cenderung menyesuaikan dengan bidang yang ada. Hal ini menuntut kreatifitas dari arsitek pendeta (sthapati) dan seniman pemahat (taksaka) untuk menangkap makna penting dari sebuah naskah atau kitab keagamaan. Pada Candi Borobudur, panil relief yang merupakan bingkai cerita dipahatkan pada dinding dan pagar langkan candi. Ukuran panil relief pada Candi Borobudur adalah variatif berdasarkan bidang candi dan naskah keagamaan yang dipahatkan. Cara membaca cerita relief yang dipahatkan pada dinding maupun pagar langkan Candi Borobudur dimulai dan diakhiri pada pintu gerbang sisi timur pada setiap tingkatannya. Bagian timur candi adalah tangga naik yang utama untuk menuju puncak candi yang berupa teras melingkar dengan deretan stupa. Hal ini dapat diartikan bahwa candi menghadap ke timur meskipun pada keempat sisinya sama. Relief simbolis maupun relief cerita pada Candi Borobudur hanya dijumpai pada bagian Kamadhatu dan Rupadhatu saja. Panil relief cerita Candi Borobudur, kesemuanya berbentuk persegi panjang dengan ukuran yang bervariasi. Panil relief yang berada pada posisi paling bawah, yaitu tingkat kamadhatu pada kaki candi adalah relief Karmawhibangga. Relief Karmawibhangga saat ini hanya bisa dilihat pada sisi tenggara candi karena sengaja dibuka. Hal ini dikarenakan relief ini berada pada kaki candi yang tertutup oleh struktur selasar dan undag candi. Relief cerita pada tingkatan di atasnya adalah relief Lalitavistara dan Jataka/Avadana. Relief ini menghiasi lorong I, yaitu pada sisi dinding dan pagar langkan. Khusus untuk relief cerita Lalitavistara, relief ini hanya dipahatkan pada dinding lorong I baris atas. Sedangkan untuk relief Jataka/Avadana menghiasi bagian dinding baris bawah dan pagar langkan lorong I baris bawah dan atas. Pada lorong di atasnya yaitu lorong II, pada pagar langkan masih dipahatkan relief cerita Jataka/Avadana, tetapi pada bagian dindingnya dipahatkan relief Gandavyuha sampai dengan lorong IV. Pada lorong yang terakhir dari tingkat Rupadhatu, yaitu pada lorong IV dihiasi oleh relief Gandavyuha, baik pada dinding maupun pada pagar langkan. Posisi, jumlah, ukuran, dan tema cerita relief pada Candi Borobudur adalah sebagai berikut. Posisi, jumlah, ukuran, dan tema cerita relief pada Candi Borobudur


BOROBUDURPEDIA 113 Pada kenyataannya Candi Borobudur adalah kamus agama Buddha yang dianggap sebagai pemersatu dari beberapa konsep agama Buddha yang lain. Kendahjaya (1995:91) mengatakan bahwa “Keseluruhan struktur Borobudur pada dasarnya berputar di sekitar kerangka terpadu yang dikembangkan dari Dharmadhatu, Garbhadhatu, Vajradhatu, Dasabhumi, dan Semeru, juga konsepkonsep lain yang terkait. Oleh karenanya, Borobudur merupakan penampilan dari kedemikianan realitas dan cara-cara untuk mencapai kedemikianan tersebut. Menurut Bhikhu Aryamaitri dalam Kendahjaya (1995:XI), Candi Borobudur merupakan mahakarya sempurna, baik dilihat dari segi estetika maupun keagamaan yang menyampaikan ajaran Sang Buddha yaitu, Karmawibhangga, Lalitavistara yang merupakan ajaran pelepasan samsara (hinayana), Jatakamala, Avadana, Gandavyuha, dan Bhadracari yang merupakan ajaran Bhodisatwa (mahayana), serta ajaran Vajrayana yang menjelaskan garbhadhatu mandala dan bhagavat, seperti yang terdapat di dalam Sarvatathagata-Tattvasamgraha dan Vajrasekhara-Tantra. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa Candi Borobudur memaparkan ajaran Sang Buddha dari ketiga yana, yaitu Hinayana, Mahayana, dan Vajrayana. Panjang Panjang Candi Borobudur 121,66 meter, lebar 121,38 meter, dan tinggi 35,40 meter. Parmono Atmadi Adalah seorang Guru Besar Teknik Arsitektur Universitas Gadjah Mada yang terlibat dalam pemugaran Candi Borobudur. Parmono Atmadi menulis Disertasi Doktoralnya berjudul Beberapa Patokan Perancangan Bangunan Candi: Suatu Penelitian Melalui Ungkapan Bangunan pada relief Candi Borobudur. Tulisan ini juga dimuat dalam buku Pelita Borobudur Seri C No. 2 tahun 1979. Pasir Adalah material yang dihasilkan dari pengikisan endapan-endapan yang timbul akibat dari erosi, aliran air, gelombang laut, dan angin. Pasir sebagian besar tersusun dari kuarsa dan feldspar. Butir yang berukuran 1 - 2 milimeter disebut pasir kasar, dan yang berukuran 1/16 – 1/8 milimeter disebut pasir halus. Di pelataran Candi Borobudur yang tidak ditanami rumput ditutupi dengan pasir agar terlihat lebih rapi dan tidak becek. Pasta Adalah keadaan suatu bahan atau benda yang memiliki wujud fasa antara fasa padat dan fasa cair. Misalnya Pasta AC 322 digunakan sebagai bahan untuk membersihkan lichen (jamur kerak) pada batuan Candi Borobudur. Pasta dari Jeruk nipis dan natrium bikarbonat digunakan untuk membersihkan korosi pada benda logam. Keletakan relief cerita pada Candi Borobudur


114 BOROBUDURPEDIA Payung • Payung terbuka merupakan simbol khusus dalam agama budha. Biasa disebut The parasol. Payung secara umum adalah sebuah benda yang membantu untuk melindungi dari hujan dan terik matahari. Payung juga menjadi simbol status. Di Eropa juga hingga beberapa dasawarsa lalu juga menjadi simbol status kaum perempuan. Payung juga menjadi simbol status apabila dibawakan oleh orang lain yang memayungi orang tersebut. Status yang dimaksud bisa menjadi simbol kekuasaan atau kemegahan. Bentuk payung ada satu sampai tiga susun yang merupakan payung kehormatan. Di India bisa mencapai 13 susun yang menandakan pemiliknya berhak atas kehormatan yang tinggi. Di Tibet, orang religius terkemuka berhak untuk payung sutra, penguasa duniawi ditandai oleh payung yang disulam dengan bulu merak. Payung terbuka merupakan salah satu simbol dari 8 simbol lambang keberuntungan dalam agama Buddha. Tujung Lambang keberuntungan lainnya adalah sepasang ikan mas, jambangan (vas), lotus, siput/kerang, simpul tak berujung, panji lambang kemenangan, dan roda. (The Encyclopedia of Tibetan Symbol and Motifs by Robert Beer dan Buddhist Symbols in Tibetan Culture). • Adalah salah satu alat untuk melindungi dari panas atau hujan yang berbentuk dome dan bertangkai terbuat dari bahan kertas atau kain dengan rangka dan tangkai dari besi atau alumunium, tersedia dalam berbagai ukuran dan warna. Di area komplek wisata Candi Borobudur salah satu jasa yang ditawarkan pengasong adalah penyewaan payung bagi pengunjung. Payung juga digunakan di Candi Borobudur untuk melindungi alat ukur dari panas dan hujan. Payung juga digunakan untuk hiasan yang digantung dan dirangkai menggunakan tali di sepanjang concourse menuju Candi Borobudur. Pecah Adalah terbelah menjadi beberapa bagian; berceraicerai (tidak bersatu atau tidak kompak lagi (KBBI)). Beberapa bagian batu penyusun Candi Borobudur dalam keadaan pecah ketika ditemukan kembali. Pelapis tangga Adalah suatu bahan yang digunakan untuk melapisi bangunan terutama bagian tangga. Pelapis tangga digunakan pada Candi Borobudur untuk memperlambat keausan batu anak tangga. Pelarut Adalah benda cair atau gas yang digunakan untuk melarutkan benda padat, cair, atau gas sehingga menghasilkan suatu larutan. Pelarut yang mengandung karbon, molekul-molekulnya bersifat nonpolar, umumnya dapat melarutkan senyawa kovalen nonpolar (terutama senyawa organik) disebut juga pelarut organik atau pelarut nonpolar. Contoh: eter, benzen, bensin, CCl4. Pelarut yang molekul-molekulnya bersifat polar, umumnya dapat melarutkan senyawa-senyawa ion dan kovalen polar. Contohnya air, metanol, amoniak. Xylol merupakan salah satu jenis pelarut yang digunakan untuk menghilangkan noda cat akibat vandalisme yang menempel pada batuan Candi Borobudur. Pelatuk Adalah salah satu burung yang menjadi tokoh dalam cerita relief jataka, yang bercerita tentang pelatuk yang baik dan singa yang tidak tahu balas budi. Cerita tersebut terpahatkan di relief Candi Borobudur pada lantai III, lorong 1, sisi selatan, pagar langkan bagian atas bidang J panel ke 6, 7, 8, dan 9. Burung pelatuk adalah burung yang memiliki kebiasaan mematuk batang pohon untuk mencari serangga dan menggali rongga untuk membuat sarang. Pelatuk memakan serangga, buah, biji-bijian dan kacang-kacangan. Burung pelatuk merupakan burung yang kuat, paruh runcingnya bertindak baik sebagai pahat dan linggis untuk menghilangkan kulit pohon dan menemukan serangga yang bersembunyi. Pelatuk memiliki lidah yang sangat panjang, hingga empat inci dengan zat seperti lem di ujungnya, yang digunakan untuk menangkap serangga. Pelapukan Adalah perubahan material cagar budaya baik sifat fisik (desintegrasi) maupun kimiawinya Relief payung-payung pada Candi Borobudur


BOROBUDURPEDIA 115 (dekomposisi), yang diikuti dengan gejala kerapuhan atau pembusukan. Pelapukan merupakan proses degradasi material cagar budaya yang ditunjukan dengan berkurangnya ketahanan, meningkatnya kerapuhan, hilangnya material yang bisanya dimulai dari luar ke dalam, yang disebabkan oleh proses fisik, kimia dan biologis. Jenis pelapukan yang terjadi pada Candi Borobudur berupa keausan batu, pengaraman, pengelupasan, dan sebagainya. Pelat Tetes Adalah alat yang terbuat dari porselin, digunakan sebagai tempat larutan pada pengujian asam atau basa. Digunakan untuk mereaksikan zat dalam jumlah yang sangat kecil. Pelat tetes salah satu fungsinya digunakan untuk mereaksikan endapan garam Candi Borobudur dengan larutan asam klorida (HCl), untuk mengetahui jenis garam, apabila terajdi gelembung maka garam termasuk dalam garam karbonat. Pelindungan Adalah upaya mencegah dan menanggulangi dari kerusakan, kehancuran, atau kemusnahan dengan cara Penyelamatan, Pengamanan, Zonasi, Pemeliharaan, dan Pemugaran Cagar Budaya. Konsep pelindungan yang dilaksanakan di Kawasan Borobudur adalah penyelamatan temuan cagar budaya, pengamanan, zonasi, dan pemeliharaan Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon. Di zona I diperbolehkan dibangun suatu bangunan untuk kepentingan pelindungan. Di Candi Borobudur adalah pos keamanan dan bungker pemeliharaan, sedangkan di Candi Mendut adalah bangunan bungker pemeliharaan. Pelita Borobudur Adalah buku-buku tentang pemugaran Candi Borobudur kedua (1973 -1983). Buku ini diterbitkan oleh Proyek Pelita Restorasi Candi Borobudur mulai tahun 1972. Buku ini terdiri dari 4 seri yaitu seri A sebanyak 11 nomor (Seri A No. 1, Seri A No. 2, Seri A No. 3, Seri A No. 4, Seri A No. 5, dan Seri A No. 6), Seri B terdiri dari 4 nomor (Seri B No.1 sampai Seri B No.12). Seri C terdiri dari 3 nomor (Seri C No. 1, Seri C No. 2, Seri C No. 3), dan Seri CC terdiri dari 11 nomor (Seri CC No. 1 sampai dengan Seri CC No. 11). Pemanasan Global Adalah kejadian meningkatnya temperatur ratarata atmosfer, laut, dan daratan bumi. Penyebab terjadinya pemanasan global antara lain : 1.Gas rumah kaca (CO, CO2, CFC, NOx ). 2.Terganggunya siklus karbon di laut. 3.Pendapat lain mengatakan bahwa pemanasan global disebabkan oleh sinar kosmik. 4.Bumi semakin panas akibat dari matahari yang semakin bergejolak. Perkiraan mengenai dampak pemanasan global : 1.Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim, sering terjadi badai, banjir, dan kebakaran. 2.Peningkatan permukaan air laut, yang dapat menyebabkan banjir air pasang melalui muara sungai. 3.Suhu global meningkat (daerah tropis curah hujan meningkat, daerah semi tropis kering, serangan serangga meningkat). 4.Gangguan ekologi pada tumbuhan dan hewan. Pemanasan global juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kelestarian Cagar Budaya. Terjadinya pemanasan global akan mempercepat kerusakan dan pelapukan material penyusun cagar budaya termasuk batu penyusun Candi Borobudur. Pemanfaatan Adalah pendayagunaan suatu sumber daya untuk kepentingan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat dengan tetap mempertahankan kelestariannya. Pemanfaatan Candi Borobudur sebagai Cagar Budaya diatur oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu dapat dimanfaatan untuk kepentingan agama, sosial, pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, kebudayaan, dan pariwisata. Pengaturan perizinan pemanfaatan tercantum dalam SOP Perizinan Pemanfaatan Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon. Pembakar Spiritus Adalah alat yang terbuat dari kaca, tutup terbuat dari plastik. Digunakan sebagai alat pembakar. Biasa digunakan untuk sterilisasi alat seperti pipet tetes, jarum ose ketika akan melakukan percobaan pembiakan, peremajaan jamur, ganggang pada batu Candi Borobudur maupun cagar budaya lainnya.


116 BOROBUDURPEDIA Pemeliharaan Adalah upaya menjaga dan merawat agar kondisi fisik cagar budaya tetap lestari (UU RI no.11 tahun 2010). Candi Borobudur, Candi Mendut dan Candi Pawon dikelola dan dipelihara oleh Balai Konservasi Borobudur, yang merupakan UPT di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Balai Konservasi Borobudur bertugas memelihara ketiga candi tersebut setiap hari sehingga kompleks candi Borobudur berada dalam kondisi keterawatan yang baik. Pemotong Batu Adalah alat untuk menggergaji atau memotong batu pengganti tambahan atau batu baru di Candi Borobudur. Alat pemotong batu tersebut menggunakan mesin yang digerakkan dengan listrik dengan pisau tajam dari baja untuk memotong batu seusai dengan ukuran yang diinginkan. Untuk memudahkan proses pemotongan batu diguyur air terus menerus selama proses pemotongan. Pemugaran Adalah upaya pengembalian kondisi fisik Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, dan Struktur Cagar Budaya yang rusak sesuai dengan keaslian bahan, bentuk, tata letak, dan/atau teknik pngerjaan untuk memperpanjang usianya. Pemugaran Candi Borobudur telah dilakukan sebanyak 2 kali yaitu pemugaran I tahun 1907 - 1911 dilakukan oleh Pemerintah Belanda dipimpin oleh Theodore van Erp dan pemugaran II dilakukan oleh Pemerintah Indonesia kerjasama dengan UNESCO. Pemugaran I Adalah salah satu kegiatan pelestarian Candi Borobudur yang dilakukan pada kurun 1907 - 1911, menggunakan prinsip anastilosis dan dipimpin Theodore van Erp. Tujuh bulan pertama dihabiskan untuk menggali tanah di sekitar monumen untuk menemukan kepala Buddha yang hilang dan panel batu. Van Erp membongkar dan membangun kembali tiga teras melingkar dan stupa di bagian puncak. Pemugaran II Adalah salah satu kegiatan pelestarian Candi Borobudur yang dilakukan pada kurun 1973 hingga 1983. Dalam pemugaran ini pemerintah Indonesia dan UNESCO mengambil langkah besar-besaran dengan memperkokoh pondasi dan membersihkan sebanyak 1.460 panil relief dan membongkar lima teras bujur sangkar dan memperbaiki sistem drainase dengan menanamkan saluran air ke dalam monumen. Lapisan saringan dan kedap air ditambahkan. Proyek kolosal ini melibatkan 600 orang untuk memulihkan monumen dan menghabiskan biaya total sebesar 6.901.243 dollar AS. Pen = Purus; Tenon (dalam bahasa Inggris). Adalah sambungan pada kayu/batu yang berpasangan dengan lubang pen/lubang purus (mortise) Teknik sambungan Pen dan lubang pen dalam istilah bahasa Inggris adalah Tenon and Mortise Joinery. Salah satu jenis sambungan yang mudah dan sederhana adalah pen dan lubang pen. Dalam teknik sambungan kayu terdapat beberapa tipe pembuatan pen dan lubang yaitu 1. pen tersembunyi , 2. pen tembus, 3. pen miring dan banyak lagi posisi konstruksi (tentangkayu.com). Sambungan pen dan lubang pen telah digunakan selama ribuan tahun oleh para tukang kayu di seluruh dunia. Jenis-jenis sambungan di Candi Borobudur yaitu 1. pen-lubang pen, 2. Sambungan takikkan lurus, 3. Sambungan lidah dan alur, 4. Sambungan batu pengunci berbentuk ekor burung. Penangkal Petir Adalah alat yang digunakan untuk menangkal petir agar tidak menyambar suatu bangunan sehingga terhindar dari kerusakan. Di atas stupa induk Candi Borobudur dipasang penangkal petir sebagai upaya untuk melindungi candi dari bahaya kerusakan akibat dari sambaran petir. Pendaftaran Cagar Budaya Adalah upaya pencatatan benda, bangunan, struktur, lokasi, dan/atau satuan ruang geografis untuk diusulkan sebagai Cagar Budaya kepada pemerintah kabupaten/kota atau perwakilan Indonesia di luar negeri dan selanjutnya dimasukkan dalam Register Nasional Cagar Budaya. Banyaknya koleksi dan temuan cagar budaya yang berada di Balai Konservasi Borobudur dan ditemukan di sekitar Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon telah dilakukan pendaftaran koleksi sejak


BOROBUDURPEDIA 117 tahun 2013 sampai saat ini. Pendaftaran cagar budaya ini dapat dilaksanakan oleh staf Balai Konservasi Borobudur, Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang, maupun masyarakat penemu temuan cagar budaya. Penelitian Adalah kegiatan ilmiah yang dilakukan menurut kaidah dan metode yang sistematis untuk memperoleh informasi, data, dan keterangan bagi kepentingan ilmu pengetahuan dan pengembangan kebudayaan. Candi Borobudur merupakan salah cagar budaya dijadikan objek penelitian oleh ahli dari berbagai latar belakang keilmuan. Pengaduk Kaca Adalah alat yang terbuat dari kaca dan digunakan untuk mengaduk saat melarutkan zat padat dalam pelarut sehingga dapat larut sempurna. Salah satu fungsi alat ini yaitu untuk mengaduk zat padat dalam pelarut yang akan digunakan dalam kegiatan analisis laboratorium maupun pengujian bahan konservan untuk menunjang pelestarian Candi Borobudur dan cagar budaya lainnya. Pengamanan Adalah upaya menjaga dan mencegah suatu objek dari ancaman dan/atau gangguan. Candi Borobudur yang berstatus sebagai Warisan Budaya Dunia dan Objek Vital Nasional dijaga keamanannya selama 24 jam oleh petugas satuan pengamanan dan dilengkapi dengan CCTV. Pengelolaan Cagar Budaya Adalah upaya terpadu untuk melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan Cagar Budaya melalui kebijakan pengaturan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan untuk sebesarbesarnya kesejahteraan rakyat. Pengelolaan Kawasan Borobudur saat ini mengacu kepada Keppres No.1 Tahun 1992 tentang Pengelolaan Taman Wisata Candi Borobudur dan Taman Wisata Candi Prambanan serta Pengendalian Lingkungan Kawasannya, yaitu: Zona 1, merupakan lingkungan kepurbakalaan yang diperuntukkan bagi perlindungan dan pemeliharaan kelestarian lingkungan fisik candi, dikelola oleh Balai Konservasi Borobudur di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Zona 2, merupakan kawasan di sekeliling zona 1 dan diperuntukkan bagi pembangunan taman wisata sebagai tempat kepariwisataan, penelitian, kebudayaan, dan pelestarian lingkungan candi, dikelola oleh PT. Taman Wisata Candi Borobudur dan Prambanan di bawah Kementerian BUMN. Zona 3, diperuntukkan bagi permukiman terbatas, daerah pertanian, jalur hijau, atau fasilitas tertentu lainnya yang disediakan untuk menjamin keserasian dan keseimbangan kawasan di zona I pada umumnya, dan untuk mendukung kelestarian candi serta fungsi taman wisata pada khususnya, dikelola oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang. Penggaraman Adalah proses pembentukan endapan garam pada permukaan dinding bangunan cagar budaya akibat pergerakan air di dalam struktur bangunan ke permukaan dinding. Air yang bergerak di dalam poripori batuan dapat melarutkan garam-garam teretntu. Air yang mengandung garam tersebut akan keluar ke permukaan dan menguap oleh adanya sinar matahari dan angin. Akibat proses penguapan air yang terjadi, garam yang terkandung akan mengendap. Proses pengendapan garam tersebut berlangsung lambat dan sedikit demi sedikit. Seiring dengan berjalannya waktu, endapan semakin tebal sehingga dapat menurunkan nilai estetika cagar budaya karena perubahan warna permukaan. Endapan garam juga dapat menutup pori-pori batuan sehingga dapat memicu gejala pelapukan lebih lanjut. Secara umum, pembentukan garam digambarkan oleh Toraca dalam diagram sebagai berikut. Diagram pembentukan garam menurut Toraca (2009)


118 BOROBUDURPEDIA Peristiwa penggaraman juga terjadi di Candi Borobudur yang ditandai dengan adanya lapisan putih pada permukaan batu. Penggaraman pada Candi Borobudur sulit dihilangkan karena kekerasannya yang cukup tinggi, sehingga proses pembersihan dikhawatirkan dapat merusak batunya. Penggunaan lahan Adalah segala campur tangan manusia terhadap lahan dalam rangka untuk mencukupi kebutuhan hidupnya baik material maupun spiritual. Pada saat sekarang ini di Kawasan Borobudur terutama di wilayah SP-1 (Subkawasan Pelestarian 1) banyak sekali penggunaan lahan pertanian terutama sawah yang berubah menjadi lahan terbangun. Mengacu pada Peta Arahan Peraturan Zonasi SP-1 Kawasan Borobudur dan Sekitarnya yang terdapat di dalam Perpres Nomor 58 Tahun 2014, Kawasan Borobudur dibagi menjadi beberapa kawasan yaitu Kawasan Situs Candi termasuk Taman Candi, Kawasan Permukiman, Kawasan Pertanian, Kawasan Sawah Bekas Danau Purba, dan Kawasan Sempadan Sungai. Pada saat sekarang ini wilayah SP-1 yang merupakan gabungan dari zona III dan sebagian zona IV versi JICA adalah kewenangan dari Pemerintah Kabupaten Magelang. Kesulitan yang dihadapi saat ini dalam mempertahankan lahan pertanian sekaligus sawah bekas danau purba adalah karena dalam RTRW kabupaten Magelang Tahun 2010 - 2030 tidak terdapat wilayah sawah bekas danau purba seperti yang tercantum dalam Perpres Nomor 58 Tahun 2014. Penguapan Adalah proses berubahnya air dari bentuk cair menjadi bentuk gas. Penguapan berpengaruh terhadap proses pelapukan kimiawi batuan penyusun Candi Borobudur karena akan melarutkan unsur terlarut dalam batuan, sehingga dapat terjadi pengelupasan, penggaraman, dan degradasi struktur material. Penjepit Tabung Adalah alat yang terbuat dari kayu atau kawat digunakan untuk memegang tabung reaksi ketika dipanaskan. Penjepit tabung digunakan untuk memegang tabung reaksi ketika dipanaskan pada saat sterilisasi dalam menumbuhkan mikroba pada batu Candi Borobudur maupun cagar budaya lainnya. Penyelidikan tanah Pernah dilakukan penyelidikan tanah asli di bawah lapisan lantai pengganti (lantai masa Van Erp) pada Candi Borobudur. Lubang penyelidkan tanah yang memperlihatkan melesaknya lantai batur tingkat 3 pada sisi timur laut. Penyulingan = Distilasi Adalah adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan. Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu. Penyulingan merupakan salah satu cara untuk mendapatkan minyak atsiri yang selanjutnya dapat digunakan dalam konservasi cagar budaya, termasuk Candi Borobudur. Perak Adalah logam berwarna putih mengkilap (dalam keadaan murni) yg lunak dan lentur sehingga mudah ditempa. Secara kimia disebut unsur argentum, dalam tabel periodik memiliki lambang Ag dan nomor atom 47. Perak memiliki konduktivitas listrik dan panas tertinggi di seluruh logam dan terdapat di alam dalam bentuk mineral dan dalam bentuk bebas. Keunggulan perak dalam keindahan dan kemudahan dibentuk membuat logam ini banyak dipergunakan sejak jaman dahulu hingga sekarang. Tidak heran jika banyak cagar budaya yang terbuat dari bahan perak. Logam ini digunakan dalam koin, perhiasan, peralatan meja, dan fotografi. Perak termasuk logam mulia seperti emas. Perak termasuk logam mulia karena tidak mengalami proses korosif, namun perak bisa mengalami proses oksidasi. Proses oksidasi pada perak mengakibatkan lapisan kehitaman dan timbulnya karat pada logam tersebut, beda hal-nya dengan proses korosi. Perancah Adalah rangka yang terbuat dari kayu, bambu, atau besi sebagai penyangga untuk menopang atau sarana untuk memudahkan para pekerja atau petugas pada bangunan yang tinggi. Perancah diperlukan saat dilakukannya perbaikan atau pembersihan Candi Borobudur.


BOROBUDURPEDIA 119 Peraturan Daerah Kabupaten Magelang Nomor 5 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Magelang Tahun 2010 – 2030 Adalah Perda yang di dalamnya terdapat Pasal 20 huruf d terkait kebijakan dan strategi pengembangan kawasan pelestarian alam dan kawasan cagar budaya, yang dijabarkan lebih lanjut dalam Pasal 24 ayat (1) huruf a bahwa kebijakan pengembangan kawasan pelestarian alam dan kawasan cagar budaya meliputi pelestarian dan pemantapan fungsi lindung pada kawasan cagar budaya serta Pasal 24 ayat (2) bahwa strategi pelestarian dan pemantapan fungsi lindung pada kawasan cagar budaya meliputi: a.Melindungi pemanfaatan ruang di sekitar bangunan bernilai sejarah atau situs purbakala; b.Meningkatkan nilai dan fungsi kawasan sebagai tempat wisata, kegiatan pecinta alam, obyek penelitian, dan pendidikan yang pelaksanaan dan pengelolaannya secara terpadu. Hal ini terkait dengan pelindungan dan pemanfaatan ruang di Kawasan Borobudur. Peraturan Daerah ini, saat ini dalam proses kajian terkait telah terbitnya Perpres KSN. Hal-hal yang tidak sesuai dengan amanat Perpres KSN akan segera dilaksanakan penyesuaian atau revisi. Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tengah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi Jawa Tengah Tahun 2009 – 2029 Adalah Perda sebagai tindak lanjut dari Undangundang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional dan berlaku di Jawa Tengah. Di dalam peraturan daerah ini, ditetapkan bahwa Kawasan Candi Borobudur sebagai kawasan strategis dari sudut kepentingan sosial dan budaya. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1993 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya Adalah peraturan pelaksanaan dari Undang-undang Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya yang masih berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan UUCB. Peraturan pelaksanaan dari UUCB itu sendiri masih dalam proses penetapan. Baik UUCB maupun peraturan pemerintah sebagai pelaksanaannya berlaku, terkait dengan pengelolaan Candi Borobudur sebagai cagar budaya peringkat nasional. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2008 Adalah pelaksana dari Undang-Undang Nomor 26 tentang Penataan Ruang. Peraturan ini digunakan sebagai acuan pemerintah dalam mewujudkan Rencana Tata Ruang Wilyah Nasional, Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi, dan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota yang mencakup ruang darat, ruang laut, dan ruang udara, termasuk ruang dalam bumi. Adapun tujuannya adalah untuk mewujudkan ruang wilayah nasional yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan berlandaskan Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional. Peraturan Pemerintah ini mengamanatkan perlunya dilakukan penataan ruang yang dapat mengharmoniskan lingkungan alam dan lingkungan buatan, yang mampu mewujudkan keterpaduan penggunaan sumber daya alam dan sumber daya buatan, serta yang dapat memberikan perlindungan terhadap lingkungan hidup akibat pemanfaatan ruang. Kaidah penataan ruang ini harus dapat diterapkan dan diwujudkan dalam setiap proses perencanaan tata ruang wilayah. Dalam peraturan tersebut juga disebutkan Kawasan Strategis Nasional dari berbagai sudut kepentingan diantaranya kepentingan Sosial Budaya. Kawasan Strategis Nasional dari sudut kepentingan sosial dan budaya ditetapkan dengan kriteria: a.Merupakan tempat pelestarian dan pengembangan adat istiadat atau budaya nasional; b. Merupakan prioritas peningkatan kualitas sosial dan budaya serta jati diri bangsa; c. Merupakan aset nasional atau internasional yang harus dilindungi dan dilestarikan; d. Merupakan tempat perlindungan peninggalan budaya nasional; e.Memberikan perlindungan terhadap keanekaragaman budaya; atau f. Memiliki potensi kerawanan terhadap konflik sosial skala nasional. Pada lampiran X Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2006, Kawasan Borobudur dan sekitarnya ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional.


120 BOROBUDURPEDIA Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata (selanjutnya disebut PP KSPN) Adalah Peraturan Pemerintah yang mengatur dan menetapkan kawasan-kawasan strategis pariwisata tingkat nasional, terdiri dari 88 (delapan puluh delapan) kawasan diantaranya KSPN Borobudur dan sekitarnya. Melalui PP KSPN ini pula, percepatan pembangunan pariwisata di Kawasan Borobudur sangat digalakkan oleh Kementerian Pariwisata dalam rangka mewujudkan dan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara sjeumlah 2 juta wisatawan pada tahun 2019 ke depan. Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Borobudur dan Sekitarnya (selanjutnya disebut Perpres KSN) Adalah peraturan pelaksanaan yang merupakan tindak lanjut dari Pasal 21 ayat (1) Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Pasal 123 ayat (4) Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional terkait dengan pengelolaan KSN yang diatur dalam sebuah peraturan presiden. Perpres KSN ini berperan sebagai alat operasionalisasi Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional dan alat koordinasi pelaksanaan pembangunan Kawasan Borobudur untuk menjamin kelestarian Kawasan Borobudur sebagai Kawasan Cagar Budaya Nasional dan Warisan Budaya Dunia. Perdu Adalah jenis tanaman yang menyerupai pohon tetapi lebih kecil dan batangnya cukup berkayu tetapi tubuhnya kurang tegak. Tanaman perdu biasanya bercabang banyak dengan percabangan yang selalu dekat dengan tanah. Jenis tanaman perdu sebagai tanaman hias yang di taman di zona I Candi Borobudur antara lain: akalipa, melati, bugenvil, kenanga, puring, kembang sepatu, terang bulan, soka, kemuning, srigading, bunga metega, glagah, teh-tehan, ceplok piring dan lain-lain. Perekat Adalah bahan alam atau sintetik yang digunakan untuk melakukan perekatan. Perekat benda sering disebut lem (glue) sedangkan pada bangunan permanen disebut semen (mortar). Pada bagian selasar dan plateu Candi Borobudur digunakan perekat mortar ini untuk mengisi nat antar batu. Perhiasan Adalah benda-benda alam atau artefak yang digunakan untuk meningkatkan kecantikan seseorang atau nilai estetika pakaian. Pada relief Candi Borobudur banyak penggambaran sosok manusia yang memakai perhiasan. Periuk Adalah alat memasak terbuat dari besi atau logam lain yang diletakkan di atas kompor atau tungku dan digunakan untuk wadah makanan yang akan diolah. Periuk juga digambarkan pada relief Candi Borobudur. Perunggu Adalah logam paduan tembaga dan timah putih, disebut juga gangsa. Perunggu selain berupa paduan tembaga dan timah, juga mengandung unsur lain dalam jumlah kecil, yaitu fosfor, mangan, alumunium, atau silikon. Perunggu bersifat keras dan digunakan secara luas dalam industri. Perunggu sangat penting pada masa lampau, bahkan pernah suatu masa disebut sebagai Zaman Perunggu. Ditemukannya perunggu membuat manusia bisa menciptakan benda-benda perunggu yang lebih baik daripada segala benda yang diciptakan pada zaman sebelumnya. Alat-alat, senjata, dan material bangunan lainnya yang dibuat dari perunggu bisa lebih keras dan lebih tahan daripada peralatan sebelumnya yang terbuat dari batu dan tembaga. Alat-alat yang terbuat dari perunggu juga ditemukan di sekitar Candi Borobudur pada saat kegiatan penelitian dan penataan lingkungan. Benda perunggu tersebut diduga merupakan alat-alat yang digunakan pada saat pemanfaatan Candi Borobudur di masa lampau. Pesawat Ukur Adalah instrumen ukur yang digunakan pada saat pemugaran Candi Borobudur maupun pascapemugaran. Pesawat BTM adalah alat untuk mengukur azimuth (sudut objek dengan arah utara magnet) dan jarak titik pesawat ke objek, untuk pengukuran jarak dilengkapi dengan bak ukur, sedang untuk pengukuran sudut dipergunakan yalon.


BOROBUDURPEDIA 121 Alat ukur ini dipergunakan untuk pembuatan peta di Candi Borobudur dan kawasannya. Pesawat Theodolit adalah alat untuk mengukur sudut dan jarak dengan tingkat ketelitian yang tinggi. Dalam pengukuran sudut dilengkapi dengan target, sedangkan untuk pengukuran jarak disamping menggunakan bak ukur dapat dilakukan juga dengan subtance bar yang akan menghasilkan ketelitian yang lebih lagi. Pesawat waterpas adalah alat untuk mengukur beda tinggi, pelaksanaan pengukuran dilengkapi dengan bak ukur. Pesawat EDM (Electronic Distance Measure) adalah alat yang digunakan utamanya untuk pengukuran jarak, beda tinggi, sudut horizontal maupun vertikal. Untuk pengukuran jarak alat ini paling teliti dibandingkan alat lainnya. Dalam penggunaannya dilengkapi reflector yang jumlahnya disesuaikan dengan jaraknya. Planchet adalah pesawat ukur untuk pembuatan peta situasi. Peta Adalah gambaran konvensional permukaan bumi atau benda angkasa, baik meliputi perwujudan letak maupun data yang ada kaitannya seperti tampaknya bila dilihat dari atas dan diperkecil dengan menggunakan skala tertentu dan dinyatakan dengan simbol-simbol tertentu. Peta sangat dibutuhkan untuk mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh Balai Konservasi Borobudur terutama mengenai peta kawasan sekitar candi baik Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon dalam rangka pelestarian lingkungan sekitar situs. Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) Adalah peta topografi yang menampilkan sebagian unsur-unsur alam dan buatan manusia. Unsur-unsur kenampakan rupa bumi dikelompokkan menjadi 7 tema yaitu area penutup lahan (seperti hutan, sawah, pemukiman), hidrografi (meliputi unsur perairan seperti sungai, danau, garis pantai), hipsografi (data ketinggian, seperti titik tinggi dan kontur), bangunan (gedung, rumah, bangunan perkantoran), transportasi dan utilitas (jaringan jalan, kereta api, kabel transmisi dan jembatan), batas administrasi (batas negara, provinsi, kota/kabupaten, kecamatan), dan toponimi (nama-nama geografi seperti nama pulau, nama selat, nama gunung). Peta RBI dibuat oleh Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) yang sekarang bernama Badan Informasi Geospasial (BIG). Peta Rupa Bumi Indonesia biasa digunakan sebagai peta dasar dalam pembuatan peta wilayah atau peta tematik. Peta Rupa Bumi dengan skala 1:25.000 digunakan sebagai dasar dalam pembuatan Peta Rencana Struktur Ruang Kawasan Borobudur dan Sekitarnya, Peta Rencana Pola Ruang Kawasan Borobudur dan Sekitarnya, dan Peta Arahan Peraturan Zonasi untuk SP-1 Kawasan Borobudur dan Sekitarnya yang tercantum dalam Perpres Nomor 58 Tahun 2014. Petrografi Merupakan cabang ilmu geologi yang mempelajari cara deskripsi batuan berdasarkan tekstur, struktur, dan mineralogi secara mikrokopis. Petrografi mengidentifikasi suatu batuan dengan bantuan mikroskop polarisasi. Petrografi diperlukan dalam identifikasi batu Candi Borobudur untuk mengetahui tekstur, struktur, dan komposisi mineralnya. Petrologi Merupakan cabang ilmu geologi yang berfokus pada studi mengenai batuan dan kondisi pembentukannya. Ada tiga cabang petrologi, berkaitan dengan tiga tipe batuan yaitu beku, metamorf, dan sedimen. Petrologi yang dipakai untuk identifikasi batu Candi Borobudur adalah petrologi batuan beku karena penyusun Candi Borobudur adalah andesit yang merupakan jenis batuan beku. pH Adalah derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan. Ia didefinisikan sebagai kologaritma aktivitas ion hidrogen (H+) yang terlarut. Koefisien aktivitas ion hidrogen tidak dapat diukur secara eksperimental, sehingga nilainya didasarkan pada perhitungan teoritis. Skala pH bukanlah skala absolut. Ia bersifat relatif terhadap sekumpulan larutan standar yang pH-nya ditentukan berdasarkan persetujuan internasional. Air murni bersifat netral, dengan pH-nya pada suhu 25 °C ditetapkan sebagai 7,0. Larutan dengan pH kurang daripada tujuh disebut bersifat asam, dan larutan dengan pH lebih daripada tujuh dikatakan bersifat basa atau alkali. Air merupakan faktor yang sangat mempengaruhi dalam pelestarian cagar budaya, termasuk Candi Borobudur yang berada di lingkungan terbuka. Air yang bersifat


122 BOROBUDURPEDIA terlalu asam (pH rendah) dan bersifat terlalu basa (pH tinggi) dapat menyebabkan pelapukan batu candi. pH Indikator Universal Adalah kertas yang mengandung indikator universal, digunakan untuk pengukuran tingkat keasaman/ kebasaan suatu larutan. Perubahan warna pada kertas setelah dicelupkan dalam cairan atau larutan kemudian dicocokkan dengan warna standar setiap pH pada skala warna acuan. Rentang pH antara 0 - 14. pH indikator digunakan untuk mengetahui sifat asam atau basa air rembesan, air hujan, air filter layer, air bak kontrol Candi Borobudur, dan pada saat abu vulkanik baik Gunung Merapi maupun Gunung Kelud dapat termonitor sehingga tidak berdampak terhadap kelestarian batu penyusun Candi Borobudur. pH meter Adalah sebuah alat elektronik yang berfungsi untuk mengukur pH (derajat keasaman atau kebasaan) suatu cairan (ada elektroda khusus yang berfungsi untuk mengukur pH bahan-bahan semi-padat). Sebuah pH meter terdiri dari sebuah elektroda (probe pengukur) yang terhubung ke sebuah alat elektronik yang mengukur dan menampilkan nilai pH. Pikulan Adalah bambu berukuran panjang sekitar 2 – 2,50 m, digunakan untuk memindahkan batu dari tempat satu ke tempat lainnya saat dilakukan pemugaran Candi Borobudur. Pinset Adalah alat yang terbuat dari stainless steel digunakan untuk memindahkan benda atau objek ke tempat lain. Pinset di laboratorium digunakan untuk memindahkan kertas saring ke dalam cawan platina pada proses analisa silika. Selain itu pinset juga digunakan untuk mengambil sampel lumut dan alga Candi Borobudur dan pada bangunan cagar budaya lainnya. Pinus Pinus adalah sebutan bagi sekelompok tumbuhan yang semuanya tergabung dalam marga pinus. Adapun ciri-ciri pohon pinus sebagai berikut perakaran tumbuhan pinus adalah akar tunggang yang mencengkeram kuat tanah, dan bercabang. Sehingga tumbuhan ini dijadikan sebagai tumbuhan penahan erosi yang ditanam pada tebing-tebing yang curam. Batang pohon pinus besar pada bagian bawah dan terus mengecil semakin ke atas. Sehingga dari kejauhan mebentuk kerucut atau limas yang memanjang. Bentuk batang membulat, tanjuk pohon muda menyerupai piramid, setelah tua menjadi lebih melebar dan rata. Arah tumbuh batang tegak lurus ke atas. Percabangan batang monopodial, yakni batang pokok lebih jelas dan lebih cepat pertumbuhanya dibandingkan cabang-cabangnya. Daun tumbuhan pinus merupakan daun majemuk, dari bagian pangkal sampai ujung sama lebarnya. Panjang daun 10-20 cm, bagian pangkal daun diselubungi sisik berbentuk selaput tipis, bagian ujung daun meruncing, pangkal daun roping serta bagian tepi rata. Ranting berukuran pendek seperti jarum. Bunga pohon pinus berupa bunga jantan dan bunga betina, bunga jantan berbentuk silindris panjang 2-4 cm sedangkan bunga betina berbentuk kerucut ujungnya runcing, bersisik, berwarna coklat, dan pada setiap bakal biji terdapat sayap. Bunga muda berwarna kuning setelah tua berwarna coklat. Buah pinus berbentuk kerucut, silindris dengan panjang 5-10 cm, serta lebar 2- 4 cm. Biji berbentuk pipih, bulat oval dengan Alat pH meter sayap yang dihasilkan setiap dasar bunga atau sisik


BOROBUDURPEDIA 123 buah. Setiap sisik menghasilkan dua biji, warna biji pinus umumnya putih kekuningan. Pohon pinus juga ditanam di lereng bukit di bawah Candi Borobudur yang akarnya berfungsi untuk mencegah erosi pada lereng tebing. Pipet Gondok = Pipet Volumetri Adalah alat yang digunakan untuk mengambil larutan dalam volume tertentu dengan ketelitian tinggi sesuai ukuran pipet gondok. Pipet gondok dgunakan untuk mengambil larutan yang akan digunakan dalam kegiatan analisis laboratorium maupun pengujian bahan konservan untuk menunjang pelestarian Candi Borobudur dan cagar budaya lainnya. Pipet gondok sering digunakan unuk mengambil larutan induk dalam analisis menggunakan instrumen AAS dan spektrofotometri. Pipisan Adalah alat penghalus atau pelumat bahan ramuan, pada umumnya terbuat dari batu, berbentuk persegi, dan memiliki permukaan cekung di bagian atasnya. Pipisan digunakan bersama dengan gandik dalam proses penghalusan. Pipisan sebagai artefak juga pernah ditemukan di Kawasan Borobudur. Piring Adalah wadah terbuka bermulut besar terbuat dari keramik atau kayu dengan tepian melebar dan dasar yang rata. Umumnya piring memiliki kaki yang rendah, walaupun ada pula yang tidak berkaki. Piring memiliki cekungan di bagian tengahnya sebagai tempat menampung makanan. Berdasarkan bentuknya tipe piring dapat dibedakan menjadi plate, soucer, dan dish. Dalam Bahasa Indonesia plate disebut piring ceper. Cekungannya rendah dan datar dengan bibir melebar yang juga dibuat mendatar. Dish lebih dikenal sebagai piring makan, permukaannya cekung mirip mangkuk walaupun tidak terlalu dalam. Bibirnya melebar dan membentuk sudut. Soucer lazim disebut piring buah. Jenis piring ini tingginya relatif rendah dan tidak memiliki bibir. Soucer ada yang berkaki ada pula yang tidak. Kakinya dibuat rendah seperti jenisjenis piring lainnya. Piring berukuran besar disebut pinggan. Pada bagian dasar piring sering ditemukan informasi tentang nama perusahaan pembuatnya. Penggambaran piring ini banyak terdapat pada relief Candi Borobudur. Piroksen Adalah sebuah kelompok mineral inosilikat yang banyak ditemukan pada batuan beku dan batuan metamorf. Strukturnya terdiri dari rantai tunggal silika tetrahedral dan mengkristal monoklinik. Pada andesit penyusun Candi Borobudur, selain plagioklas yang merupakan komposisi utama, piroksen juga merupakan mineral yang banyak dijumpai. Pisau Adalah alat yang digunakan untuk memotong sebuah benda. Pisau terdiri dari dua bagian utama, yaitu bilah pisau dan gagang atau pegangan pisau. Bilah pisau terbuat dari logam pipih yang tepinya dibuat tajam. Tepi yang tajam ini disebut mata pisau. Pisau juga terdapat dalam penggambaran relief Candi Borobudur. Plagioklas Merupakan mineral yang termasuk ke dalam kelompok feldspar dengan rumus kimia NaAlSi3O8-CaAl2Si2O8. Plagioklas adalah mineral utama penyusun andesit yang merupakan batu penyusun Candi Borobudur. Plastik sampel Adalah wadah dari plastik yang digunakan untuk menyimpan sampel sebelum dibawa ke laboratorium. Plastik sampel dipakai untuk menyimpan sampel batu, hasil pelapukan maupun agen yang menyebabkan pelapukan pada batu Candi Borobudur sebelum dilakukan analisis di laboratorium. Plateau Adalah tingkat peralihan antara tingkat rupadhatu ke arupadatu (pada tingkatan menurut kosmologi Buddha). Plateau di Candi Borobudur adalah area peralihan antara bentuk denah bujur sangkar dengan bentuk llingkaran pada tingkat di atasnya. Pohon Bodhi Adalah nama lain dari istilah latin ficusreligiosa L. Merupakan suku ara-araan atau moraceae, dikenal dalam agama Buddha sebagai tempat sang Buddha Gautama bersemedi dan memperoleh pencerahan. Pohon ini dipandang suci oleh penganut agama Hindu dan Buddha. Di Candi Borobudur terdapat pohon bodhi yang dipercaya keturunan langsung dari pohon induk yang terdapat di Bodh Gaya India, tempat Sang Buddha memperoleh pencerahan.


124 BOROBUDURPEDIA Pompa Hisap = Vacuum Pump Merupakan pompa yang digunakan untuk menghisap udara yang ada di dalam pori-pori batu, bata, atau benda lainnya sehingga di dalam pori-pori tersebut terisi oleh air. Penggunaan pompa hisap akan mempercepat proses pengamatan kandungan air dalam batu dibanding dengan metode perendaman material dalam air yang memerlukan waktu 24 jam. Pompa ini digunakan dalam pengujian sifat fisik batuan Candi Borobudur. Pondasi Adalah bagian bangunan yang tertanam di dalam tanah berfungsi sebagai penyangga dinding atau tiang. Istilah lainnya adalah fondamen. Bentuk pondasi disesuaikan dengan denah bangunan. Pori Adalah celah atau rongga yang berada di dalam suatu material. Pori ini terdistribusi di dalam suatu material dengan ukuran dan bentuk yang berbedabeda. Berdasarkan ukurannya ada 3 jenis pori yaitu: makropori bila pori tersebut berukuran lebih besar Pompa Hisap (Vacuum Pump) dari 0,025 µm, mesopori bila pori tersebut berukuran antara 0.001 sampai 0.025 µm, dan mikropori bila berukuran kurang dari 0.001 µm. Berdasarkan tipologinya, pori terbagi menjadi 2 yaitu pori tertutup dan pori terbuka. Suatu pori disebut pori tertutup bila pori tersebut tidak berhubungan dengan permukaan luar sehingga air tidak bisa keluar masuk, sedangkan pori terbuka memiliki akses ke permukaan luar sehingga air dapat keluar masuk dengan bebas. Pori merupakan salah satu faktor yang menentukan kekuatan fisik dari batu candi. Porositas Merupakan suatu besaran yang menunjukkan jumlah pori-pori yang ada di dalam batu. Porositas dinyatakan dalam persentase dan merupakan perbandingan dari volume total pori-pori yang dimiliki suatu benda terhadap volume keseluruhan benda tersebut. Porositas merupakan salah satu sifat fisik batu yang sangat berpengaruh terhadap kekuatan batu tersebut. Bila suatu batu memiliki porositas yang lebih rendah dibanding batu sejenisnya, maka batu tersebut akan memiliki kuat tekan yang lebih besar, namun batu tersebut akan lebih susah untuk dipotong, dipahat atau dibentuk. Porositas batuan Adalah perbandingan antara volume rongga-rongga pori terhadap volume total seluruh batuan. Porositas dinyatakan dalam bentuk persen (%). Candi Borobudur tersusun oleh batuan beku jenis andesit yang memiliki porositas tinggi yaitu sekitar 32% - 46%. Postule Postule merupakan salah satu jenis pelapukan yang terjadi pada permukaan batuan Candi Borobudur yang disebabkan oleh proses kimia dan biologis. Postule terbentuk karena pori-pori batu terisi oleh debu dan spora algae atau moss, kemudian pori tersebut tertutup oleh endapan garam. Spora algae atau moss yang ada di dalam pori tumbuh. Pertumbuhan organisme tersebut akan mendesak dinding pori dan mendesak permukaan endapan garam sehingga akan membentuk semacam bisul pada permukaan batuan. Bentuk seperti bisul inilah yang disebut postule. Dan postul yang pecah dan membentuk lubang pori yang berukuran lebih besar itu disebut alveol. Pori terbuka dan pori tertutup


BOROBUDURPEDIA 125 Pot Adalah wadah terbuka untuk menanam bunga. Biasanya terbuat dari keramik atau kayu dan berukuran relatif tidak besar sehingga mudah dipindah-pindahkan. Banyak terdapat penggambaran pot pada relief Candi Borobudur baik sebagai relief dekoratif maupun dalam relief cerita. Potatoes Dextrose Agar (PDA) Adalah medium yang digunakan untuk menumbuhkan jamur atau kapang dan yeast secara in vitro. Komposisi medium ini biasanya terdiri dari ekstrak kentang dan glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri. Medium PDA digunakan untuk menumbuhkan jamur yang ada pada batuan Candi Borobudur dan pada kayu cagar budaya untuk selanjutnya jamur tersebut diidentifikasi jenisnya. Pradaksina Adalah perjalanan mengelilingi Candi Borobudur searah dengan jarum jam. Perjalanan pradaksina menganankan bangunan candi dan dimulai dari sisi timur relief, karena relief-relief naratif bermula dari sisi timur menuju ke selatan, barat, utara, dan berakhir di sisi timur pula. Menurut Agus Aris Munandar (2011) yang mengutip dari Coomaraswarny, 1965 dan Anom, 2000, perjalanan keliling Borobudur yang dilakukan oleh para peziarah masa silam, mungkin sama dengan yang dilakukan oleh umat Buddha India kuna di Stupa Sanci. Stupa di India utara dilengkapi dengan 4 pintu gerbang (torana), masingmasing gerbang tersebut sebenarnya melambangkan tahapan hidup Siddharta Gautama. Pintu timur adalah kelahiran (Buddhajati), pintu selatan melambangkan pencerahan (Sambhodi), pintu barat melambangkan pengajaran (khotbah) yang pertama (Dharmacakrapravarttana), dan pintu utara lambang masuk Nirwana (Parinirvana). Pradaksinapatha Adalah bagian lantai kaki candi tempat orang berjalan berkeliling candi. Di Candi Borobudur pradaksinapatha berada di antara pagar langkan dan dinding tubuh candi. Candi Mendut yang merupakan bagian dari Borobudur Temple Compound juga mempunyai bagian ini. Pradaksinawartakesa Rambut keriting yang mengikal ke kanan. Pada arca di Candi Borobudur, rambut arca berbentuk seperti ini. Prasasti Prasasti merupakan data sejarah berisi ketetapan yang berupa tulisan dengan berbagai media diantaranya lontar, perkamen, papyrus, batu, logam, terakota, dll. Pada masa klasik (Hindhu/ Buddha) di nusantara, sebagian besar berupa penetapan status tanah. Status tanah yang dimaksud adalah tanah sima (bebas pajak) berkaitan dengan anugerah raja kepada desa maupun sekelompok masyarakat yang mendiami tanah tersebut untuk terbebas dari pajak/ pemungut pajak (mangilala drawya haji) karena jasa-jasa tertentu. Jasa-jasa yang dimaksud biasanya menyangkut pemeliharaan bangunan suci keagamaan. Sehingga tanah sawah atau kebun yang hasilnya untuk memelihara bangunan suci tidak boleh dikenai pajak. Apabila ketetapan tersebut dilanggar maka yang melanggar akan mendapatkan sapatha (kutukan). Sapatha adalah bagian penutup dari prasasti yang berisi kutukan-kutukan. Adapun bagian sambandha (pembuka) berisi puji-pujian terhadap dewa dan maharaja yang berkuasa diteruskan dengan penanggalan dikeluarkannya prasasti tersebut. Prasasti umumnya dikeluarkan oleh Maharaja ataupun raja bahawan sebuah kerajaan. Perintah dari Maharaja kemudian dituliskan pada berbagai media seperti tersebut d atas oleh citraleka (penulis prasasti). Adakalanya jumlah prasasti kunabisa lebih dari satu buah, hal ini menunjukkan bahwa prasasti dapat dibuat lebih dari satu (tinulad). Selain memberikan informasi mengenai status tanah, prasasti juga bisa digunakan sebagai media legitimasi seorang penguasa terhadap silsilah yang menyangkut tahta kerajaan. Salah satu contohnya adalah prasasti Wanua Tengah III (908 M) yang berisi silsilah rajaraja Mataram Kuna Periode Jawa Tengah. Tidak banyak prasasti yang berisi mengenai hukum pada masa Kerajaan Mataram Kuna, salah satu prasasti tersebut adalah prasasti Balingawan (891 M). Prasasti ini berisi tentang tempat kejadian suatu perkara yang dapat dikenai hukuman. Satu-satunya prasasti Jawa Kuna yang dapat dihubungkan dengan Candi Borobudur adalah Prasasti Tri Tepusan/ Sri Kahulunan (842 M). Berdasarkan


126 BOROBUDURPEDIA prasasti tersebut dapat disampaikan bahwa Sri Kahulungan memberikan tanah serta pembebasan pajak untuk daerah sekitar bangunan suci Kamulan yang merupakan bangunan suci Buddhis, sebagai tempat memuliakan arwah leluhur di Bhumi Sambhara yang telah didirikan oleh Smaratungga. Kamulan tidak lain dari Borobudur istilah Kamulan merupakan istilah agama. Preparasi Adalah tindakan atau proses yang digunakan untuk mengubah material yang dipilih saat sampling menjadi bahan yang siap untuk dianalisis. Preparasi merupakan salah satu tahapan analisis material cagar budaya Candi Borobudur maupun cagar budaya lainnya yang akan diuji seperti sampel batu, endapan garam, mortar, bata, dan plester sehingga siap untuk dilakukan pengujian komposisi kimia mapun fisik. Preservasi Adalah pelestarian; mempertahankan peninggalan arsitektur dan lingkungan tradisional/kuno persis seperti keadaan asal/semula; karena sifatnya yang statis, dalam kenyataan di lapangan upaya ini sering mengalami banyak modifikasi, disesuaikan terhadap perubahan dan tuntutan sosial ekonomi, kultural dari masyarakat Presipitat Adalah campuran larutan yang mengendap pada kertas saring. Presipitat dari hasil destruksi material batu, bata, endapan garam Candi Borobudur dan cagar budaya lainnya dalam proses analisis gravimetri, hasilnya sebagai silika. Profil Adalah bentuk samping atau sisi dari suatu benda atau bangunan. Profil pada bangunan candi terbentuk dari rangkaian pelipit. Propipet = Bola Pipet Adalah alat yag terbuat dari karet digunakan untuk memompa larutan agar keluar dan masuk pada pipet volume. Karet sebagai bahan filler merupakan karet resisten bahan kimia. Filler memiliki 3 saluran yang masing-masing saluran memiliki katup. Katup yang bersimbol A (aspirate) berfungsi untuk mengeluarkan udara dari gelembung. Katup simbol S (suction) merupakan katup yang jika ditekan maka cairan ujung pipet akan tersedot ke atas. Katup simbol E (exhause) berfungsi untuk mengeluarkan cairan dari pipet ukur atau pipet volume. Propipet digunakan untuk memompa larutan yang menunjang kegiatan analisis laboratorium maupun percobaan pengujian bahan konservan dalam rangka pelestarian Candi Borobudur dan cagar budaya lainnya. PT. Taman Wisata Candi Borobudur Merupakan pengelola zona II Candi Borobudur yang merupakan BUMN. PT. Taman Wisata Candi Borobudur atau biasa disingkat PT.TWCB adalah kantor yang mengurusi bagian pariwisata dan tiket kunjungan ke Candi Borobudur. Pūrṇakalaśa = bentuk vas Bentuk vas mempunyai arti yang sangat penting khususnya dalam agama Buddha. Pūrṇakalaśa tidak hanya sebagai pelengkap dalam suatu relief tetapi mempunyai makna tersendiri. Hal ini disebabkan karena pūrṇakalaśa termasuk astamanggala, yaitu kumpulan 8 benda yang mengandung berkah. Pūrṇakalaśa berarti vas yang terisi penuh. Pikiran yang bodoh digambarkan seperti wadah yang separuh terisi. Dalam relief cerita, pūrṇakalaśa dikembangkan menjadi berbagai bentuk yang mempunyai bermacam-macam fungsi. Fungsi pūrṇakalaśa dapat diketahui dari motif cerita. Pūrṇakalaśa berfungsi sebagai berikut: a.Sebagai perlengkapan upacara (suksesi, pentahbisan, pemujaan stupa) b.Sebagai benda persembahan c. Sebagai simbol ajaran kebebasan d.Sebagai simbol kesuburan e.Sebagai hiasan bangunan f. Sebagai wadah dalam pemberian dana g.Sebagai wadah bunga teratai yang tumbuh di bawah kaki Boddhisattwa h.Sebagai wadah air mandi Buddha i. Sebagai tempat obat j. Sebagai benda khas alam kahyangan. Dalam adegan kelahiran Boddhisattwa, teratai yang tumbuh di kaki Boddhisattwa digambarkan berupa purnakalasa. Dalam adegan relief Candi Borobudur lainnya terdapat adegan tathāgata sedang dimandikan oleh para dewa dengan ribuan vas air (purnakalasa) yang diberi wangi-wangian.


BOROBUDURPEDIA 127 Puyuh Adalah salah satu burung yang menjadi tokoh dalam cerita relief Jataka, yang bercerita tentang burung puyuh dan kebakaran hutan. Cerita tersebut terpahat di Candi Borobudur pada lantai III, lorong I, sisi selatan, pagar langkan bagian atas bidang panel 12. Burung puyuh merupakan unggas daratan yang kecil namun gemuk. Mereka pemakan biji-bijian namun juga pemakan serangga dan mangsa berukuran kecil lainnya. Mereka bersarang di permukaan tanah dan berkemampuan untuk lari dan terbang dengan kecepatan tinggi namun dengan jarak tempuh yang pendek.


128 BOROBUDURPEDIA R Railing Tangga Adalah struktur vertikal, bisa terbuat dari kayu atau besi atau kaca, yang digunakan bersama-sama dengan material lainnya untuk membentuk sebuah pagar. Railing merupakan kata serapan dari Bahasa Inggris. Railing tangga Candi Borobudur digunakan untuk pegangan oleh pengunjung ketika naik atau turun tangga. Rain Gauge Adalah alat yang digunakan untuk mencatat intensitas curah hujan dalam kurun waktu tertentu. Rain gauge merupakan salah satu alat yang terpasang di stasiun klimatologi Balai Konservasi Borobudur yang digunakan untuk monitoring mikroklimatologi Candi Borobudur dan lingkungannya. Raja Siam Chulalongkorn Adalah Raja Dinasti Chakri yang kelima. Nama panjangnya yaitu Phra Bat Somdet Phra Poramintharamaha Chulalongkorn Phra Chunla Chom Klao Chao Yu Hua, Phra Chulachomklao Chaoyuhua atau juga disebut Rama V. Raja Siam Chulalongkorn yang lahir 20 September 1853 dan meninggal 23 Oktober 1910 di usia 57 tahun. Ia dianggap sebagai salah satu raja terbesar Siam. Pada kekuasaannya terjadi modernisasi Siam dan reformasi sosial. Karena Siam terancam akan ekspansi Barat, Chulalongkorn, melalui kebijakannya, berhasil menyelamatkan Siam dari kolonisasi. Semua reformasinya dilakukan untuk keselamatan Siam di tengah kolonialisme Barat, sehingga Chulalongkorn memperoleh julukan Phra Piya Maharaj. Raja Rama V dari Kerajaan Siam pernah tiga kali mengunjungi Pulau Jawa. Masing-masing tahun 1871, 1896, dan 1901. Perjalanan luar negeri Chulalongkorn yang pertama berlangsung dari tanggal 9 Maret 1871 sampai 15 April 1871. Saat itu usia Chulalongkorn masih 18 tahun. Tujuan perjalanannya adalah semacam untuk belajar dan menyaksikan langsung kehidupan masyarakat di negara lain dan belajar tata pemerintahan negara-negara tetangganya. Pada perjalanan pertama Rama V menggunakan kapal kerajaan, Pitthayamronnayuth yang bertolak dari Bangkok dan membawa 208 orang penumpang. Rute perjalanan melewati dan mampir ke Singapura lalu menyusuri pantai timur Sumatra sampai masuk wilayah Kepulauan Seribu dan akhirnya, Batavia. Di Batavia, Rama V disambut oleh banyak pejabat pemerintahan Hindia Belanda. Setibanya kembali di Siam, Rama V memerintah untuk dibuatkan dua buah patung gajah berbahan perunggu. Masing-masing patung ini dikirimkan ke Singapura dan Batavia sebagai tanda terima kasih atas sambutan hangat yang diterima oleh Rama V selama berada di kedua kota itu. Di Batavia patung gajah ditempatkan di halaman Museum Nasional dan masih berdiri tegak sampai sekarang. Karena keberadaan patung ini juga Museum Nasional sering disebut Museum Gajah. Pada perjalanannya yang kedua tanggal 25 Juni 1896, rombongan Rama V berangkat dengan kereta api menuju Maos untuk kunjungan ke Cilacap. Setelah mengunjungi Cilacap, Rama V menuju Patung Gajah di Museum Nasional Jakarta (KITLV). Raja Chulalongkorn/ Rama V (KITLV) Kunjungan Raja Chulalongkorn di Borobudur (KITLV)


BOROBUDURPEDIA 129 Yogyakarta, mengunjungi Candi Kalasan, Candi Sari, dan Candi Prambanan yang masih terkubur sebagian. Sesampainya di Candi Prambanan Rama V meragukan urutan pemasangan relief yang saat itu sedang mengalami restorasi, karena berbeda dengan relief yang terdapat di Kuil Emerald di Bangkok. Rama V juga mendatangi Tamansari yang rusak akibat gempa pada 1867, ke Kedu untuk melihat Borobudur. Pada kunjungan di Candi Borobudur, Rama V sampai tiga hari berturut-turut datang ke sana dan memeriksa hampir semua detilnya serta membuat banyak catatan. Pada catatan perjalanan Rama V juga disampaikan bahwa pada tanggal 2 Juli 1896, Raja Siam mengunjungi Candi Borobudur di pagi hari untuk memilih area yang ingin dibawa pulang dan memahatkan inisialnya di Candi Borobudur. Siang harinya ke Candi Mendut yang berjarak 30 menit dari Candi Borobudur. Rak Tabung Reaksi Adalah alat yang terbuat dari kayu atau besi digunakan sebagai tempat untuk meletakkan tabung reaksi. Rak tabung rekasi digunakan untuk meletakkan tabung reaksi dalam analisis material maupun lingkungan Candi Borobudur dalam rangka monitoring pelestarian dengan menggunakan instrumen AAS dan spektrofotometri. Selain itu rak tabung reaksi juga digunakan untuk meletakkan tabung reaksi yang berisi peremajaan stok jamur maupun mikroba lainnya dari batu Candi Borobudur. Ratnasambhawa Ratnasambhawa adalah salah satu arca Dhyani Buddha yang dijumpai pada struktur pagar langkan Candi Borobudur. Arca Dhyani Buddha Ratnasambhawa berada pada pagar langkan sisi timur lantai III – VI dan divisualisasikan dalam bentuk laki-laki yang sedang duduk bersila di atas asana berupa padma (padmasana). Pada bagian kepala memiliki rambut keriting mengikal ke kanan (pradaksinawartakesa) dengan tonjolan gelung rambut (usnisa) pada bagian ubun-ubun. Bentuk wajahnya persegi dengan eskpresi wajahnya tenang (saumya) dengan dahi yang memiliki pahatan berupa tonjolan kecil (urna) pada bagian tengah-tengahnya. Alis matanya tipis dengan pandangan yang teduh ke arah bawah. Bagian leher arca bergaris 3 dengan telinga panjang pada bagian bawahnya. Pipi arca dipahatkan gemuk dengan hidung yang mancung dan bibir yang tipis. Pada dasarnya arca Dhyani Buddha Ratnasambhawa mengenakan jubah tipis seperti halnya sutera tipis yang menutup seluruh bagian tubuhnya kecuali bagian kepala, leher, dan dada kanan. Sikap tangan (mudra) Dhyani Buddha Ratnasambhawa adalah waramudra yaitu Telapak tangan kanannya menengadah ke depan dan diletakkan di atas lutut kanan. Sedangkan telapak tangan kirinya menengadah ke atas dengan punggung tangan ditempelkan pada bagian pergelangan kaki (gulpha) dan tumit (parsni) dalam posisi kaki bersila. Sikap tangan waramudra tersebut mempunyai makna sang Buddha yang memberikan berkah dan anugerah. Rawa Adalah daratan yang selalu tergenang air sebagai akibat permukaan tanah lebih rendah dari air tanah permukaan dan sistem pembuangan airnya kurang sempurna. Daerah sekitar Candi Borobudur dulunya merupakan daerah rawa bekas dari danau. Reactive Monitoring Monitoring yang dilakukan oleh UNESCO secara langsung terhadap situs Warisan Dunia apabila terjadi suatu permasalahan. Banyaknya perubahan penggunaan lahan yang terjadi di Kawasan Borobudur mendapatkan perhatian serius setelah adanya reactive monitoring dari World Heritage Centre (WHC) UNESCO pada tahun 2003 dan 2006. Reactive monitoring adalah proses pemantauan keadaan kelestarian Warisan Dunia oleh WHC UNESCO dan biasanya dilakukan bersama ICOMOS (International Dhyani Buddha Ratnasambhawa Candi Borobudur


130 BOROBUDURPEDIA Council for Monuments and Sites) yaitu badan penasehat WHC. Hasil pemantauan ini menyatakan bahwa pelestarian dan pelindungan terdapat lansekap Kawasan Candi Borobudur sangat diperlukan. Pernyataan ini dinyatakan dalam Mission Report oleh WHC-ICOMOS tahun 2006 yang menyebutkan bahwa perlindungan terhadap lingkungan/lansekap tidak hanya penting untuk pelestarian nilai penting (Outstanding Universal Value) dari warisan dunia saja tetapi juga untuk pembangunan berkelanjutan jangka panjang masyarakat lokal. Reagen Adalah bahan kimia atau zat yang digunakan untuk analisa atau sintesa kimia. Reagen digunakan untuk mendukung kegiatan analisa laboratorium dalam pelestarian Candi Borobudur maupun cagar budaya lainnya. Register Nasional Cagar Budaya Adalah daftar resmi kekayaan budaya bangsa berupa cagar budaya yang berada di dalam dan di luar negeri. Yang diduga cagar budaya dapat didaftarkan secara online di laman web Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseum dalam kategori Register Nasional Cagar Budaya, termasuk koleksikoleksi yang berada di Balai Konservasi Borobudur, Hotel Manohara, dan Museum Borobudur. Regulasi = Regulation Adalah peraturan. Ada berbagai macam peraturan yang mengatur tentang Candi Borobudur sebagai Cagar Budaya, yaitu : • Keppres Nomor 1 Tahun 1992 • Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2008 • Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 • Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 • Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Borobudur dan Sekitarnya Reinkarnasi Adalah kepercayaan bahwa seseorang itu akan mati dan dilahirkan kembali dalam bentuk kehidupan lain. Yang dilahirkan itu bukanlah wujud fisik sebagaimana keberadaan kita saat ini. Yang lahir kembali itu adalah jiwa orang tersebut yang kemudian mengambil wujud tertentu sesuai dengan hasil perbuatannya terdahulu. Terdapat dua aliran utama yaitu mereka yang mempercayai bahwa manusia akan terus menerus lahir kembali dan mereka yang mempercayai bahwa manusia akan berhenti lahir semula pada suatu ketika apabila mereka melakukan kebaikan yang mencukupi atau apabila mendapat kesadaran agung (nirvana) atau menyatu dengan Tuhan (moksha). Agama Hindu menganut aliran yang kedua. Kelahiran kembali adalah suatu proses penerusan kelahiran di kehidupan sebelumnya. Dalam agama Hindu dan Buddha, filsafat reinkarnasi mengajarkan manusia untuk sadar terhadap kebahagiaan yang sebenarnya dan bertanggung jawab terhadap nasib yang sedang diterimanya. Selama manusia terikat pada siklus reinkarnasi, maka hidupnya tidak luput dari duka. Selama jiwa terikat pada hasil perbuatan yang buruk, maka ia akan bereinkarnasi menjadi orang yang selalu duka. Dalam filsafat Hindu dan Buddha, proses reinkarnasi memberi manusia kesempatan untuk menikmati kebahagiaan yang tertinggi. Hal tersebut terjadi apabila manusia tidak terpengaruh oleh kenikmatan maupun kesengsaraan duniawi sehingga tidak pernah merasakan duka, dan apabila mereka mengerti arti hidup yang sebenarnya. Dalam agama Buddha dipercayai bahwa adanya suatu proses kelahiran kembali (Punabbhava). Semua makhluk hidup yang ada di alam semesta ini akan terus menerus mengalami tumimbal lahir selama makhluk tersebut belum mencapai tingkat kesucian Arahat. Alam kelahiran ditentukan oleh karma makhluk tersebut, bila ia baik akan terlahir di alam bahagia, bila ia jahat ia akan terlahir di alam yang menderitakan. Kelahiran kembali juga dipengaruhi oleh Garuka Kamma yang artinya karma pada detik kematiannya, bila pada saat ia meninggal dia berpikiran baik maka ia akan lahir di alam yang berbahagia, namun sebaliknya ia akan terlahir di alam yang menderitakan, sehingga segala sesuatu tergantung dari karma masing-masing. Rekonstruksi = Reconstruction Adalah pembangunan/penyusunan/penataan kembali; pengembalian seperti semula. Pemugaran Candi Borobudur juga merupakan salah satu bentuk rekonstruksi, karena setelah diperbaiki sistem drainasenya, bentuk bangunan dikembalikan seperti semula.


BOROBUDURPEDIA 131 Relief Adalah gambar timbul (pada candi dan sebagainya); pahatan yang menampilkan perbedaan bentuk dan gambar dari permukaan rata di sekitarnya. Pada Candi Borobudur terdapat sekitar 1.460 adegan pada relief yang dipahatan di dinding candi. Reliefrelief di Candi Borobudur yaitu : 1.Relief Karmawibhangga Terdapat pada kaki candi (Kamadhatu). Mengungkapkan tentang perbuatan manusia yang mengandung kebajikan maupun kejahatan, serta segala akibat dari perbuatan tersebut. 2.Relief Lalitavistara Dipahatkan pada dinding utama tingkat I, menceritakan tentang kehidupan Sang Buddha di Surga Tushita hingga menyampaikan khotbahnya yang pertama di Taman Rusa. 3.Relief Jataka dan Avadana Dipahatkan pada dinding utama lorong tingkat I, dan pagar langkan tingkat I dan II. Jataka adalah kisah tentang Boddhisattva yang mengalami kelahiran berulang kali dalam berbagai wujudnya untuk membantu manusia mencapai jalan kebuddhaan. Dalam kisah-kisah itu Sang Boddhisattva baik sebagai manusia maupun hewan selalu mencontohkan kepada kebenaran dan ajaran tentang dharma. Sedangkan Avadana adalah cerita yang sama dengan Jataka. Hanya saja pelaku utamanya bukan Sang Boddhisattva melainkan tokoh lain atau hewan biasanya yang bukan jelmaan Boddhisattva. 4.Relief Gandavyuha Dipahatkan pada dinding utama lorong tingkat II. Melukiskan pengembaraan Sudhana dari Keletakan relief pada dinding Candi Borobudur satu guru ke guru lain dalam upaya mencapai kebuddhaan. 5.Relief Bhadracari Dipahatkan pada dinding utama lorong tingkat III dan IV maupun pada pagar langkan. Melukiskan usaha Sudhana untuk mencapai kebuddhaan berguru pada Boddhisatva Maitreya dan Boddhisatva Samanthabhadra yang akhirnya Sudhana memperoleh pencerahan dengan mencapai kebuddhaan. Relik Peninggalan - peninggalan yang dianggap suci; benda - benda, pakaian, tulang belulang Sang Buddha, arahat dan bhiksu terkemuka (dinamakan juga dhatugarbha (dagoba). Pada waktu diadakan penggalian tanah di bawah stupa induk Candi Borobudur pada tahun 1842 oleh Residen Kedu bernama Hartmann, tidak ditemukan relik. Relung Adalah ceruk atau rongga pada tubuh candi yang menjorok ke dalam. Di Candi Borobudur relung terdapat pada bagian pagar langkan tampak luar sebagai tempat untuk meletakkan arca. Di Candi Borobudur relung berisi arca – arca Buddha dengan penggambaran yang berbeda – beda. Jumlah arca pada relung – relung tingkat Rupadhatu berjumlah 276 buah (92 buah x 3 tingkat lorong). Relung-relung Candi Borobudur berisi arca-arca Buddha


132 BOROBUDURPEDIA Rooseno Adalah tokoh dengan nama lengkap Prof. Dr. (HC) Ir. Roosseno Soerjohadikoesoemo atau Rooseno Suryohadikusumo. Lahir di Madiun, Jawa Timur, pada tanggal 2 Agustus 1908 dan meninggal di Jakarta, pada tanggal 15 Juni 1996. Merupakan seorang cendekiawan, politikus, ilmuwan dan guru besar Institut Teknologi Bandung. Lulus sebagai insinyur sipil dari Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang Institut Teknologi Bandung/ITB) pada bulan Mei 1932, yang bersama Mohammad Thahir merupakan dua orang pribumi di antara 10 orang yang lulus THS pada periode tersebut. Ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Perhubungan pada Kabinet Ali Sastroamidjojo I. Ia dijuluki sebagai Bapak Beton Indonesia dan dialah yang mengusulkan kepada Presiden Sukarno untuk membentuk Fakultas Teknik Universitas Indonesia sekaligus ditunjuk menjadi Dekan dari fakultas tersebut pada 17 Juli 1964. Selain sebagai ahli beton bertulang, Rooseno telah banyak menangani berbagai proyek penting, seperti jembatan, pelabuhan, gedung, dan hotel bertingkat. Ia telah menulis tidak kurang dari 33 karya dalam bahasa Indonesia, Inggris, dan Belanda, dan juga merampungkan autobiografinya. Di kalangan perbetonan internasional, Roosseno menjadi anggota International Association for Bridge and Structural Engineering (IBSE), Zurich dan Federation International de Precontreinte (FIP). Peran penting dari Rooseno adalah sebagai ketua tim Pemugaran Candi Borobudur. Bersama dengan Prof. Soekmono selaku pimpinan proyek. Rooseno merupakan tokoh ahli yang sangat penting dalam merumuskan dan melaksanakan proses pemugaran. Restorasi = Restoration Adalah pemugaran atau pekerjaan perbaikan; bangunan lama yang usianya sudah lebih dari 50 tahun dikembalikan kepada keadaan semula; umumnya bangunan-bangunan kuno yang dilindungi pemerintah dan sebagai cagar budaya. Candi Borobudur sudah mengalami dua kali restorasi, yaitu pada tahun 1907 - 1911 dan 1973 - 1983. Restorasi pertama dipimpin oleh Theodore van Erp, sedangkan restorasi kedua dilakukan oleh pemerintah Indonesia dan dibantu oleh UNESCO. Roll Meter Adalah alat untuk mengukur jarak mempunyai berbagai ukuran dan bahan. Roll meter baja digunakan di Candi Borobudur untuk mengukur jarak, sedangkan untuk kelengkapan pemetaan dapat digunakan roll meter kain. Rumus = Formula Adalah ringkasan (hukum, asas, patokan, dan sebagainya di bidang ilmu kimia, fisika, matematika, dan lain-lain) yang dilambangkan oleh huruf, angka, atau tanda. Dapat juga berupa pernyataan atau simpulan tentang asas, pendirian, ketetapan, dan sebagainya yang disebutkan dengan kalimat yang ringkas dan tepat. Rupadhatu Rupadhatu yaitu tingkatan kedua dari tingkatan kosmologi Buddhis mewakili dunia antara. Tingkatan ini adalah simbol unsur tak berwujud yang menggambarkan perilaku manusia yang sudah mulai meninggalkan keinginan duniawi, akan tetapi masih terikat oleh dunia nyata. Secara filosofis arupadhatu ranah wujud adalah salah satu dari tiga ranah (Sanskerta:dhātu) atau tiga dunia (Sanskerta: triloka) dalam kosmologi (konsep alam semesta) Buddhisme, dimana jiwa berkelana dari satu tubuh ke tubuh lain dalam rangkaian reinkarnasi (kelahiran kembali) dalam lingkaran Samsara. Dua ranah lainnya adalah kamadhatu (alam nafsu indrawi), arupadhatu (alam tanpa wujud). Tingkat rupadhatu juga disebut sebagai bagian tubuh Candi Borobudur. Pada bagian tersebut dijumpai beberapa ornamen arsitektual candi diantaranya, gapura kala makara, relung arca, arca Buddha, jaladwara, ghana, keben, stupa berukuran kecil, dan relief cerita. Terdapat 1.212 relief dekoratif simbolis dan 1.300 relief cerita. Relief cerita yang dimaksud adalah relief Lalitavistara, Jataka Avadana, dan Gandawyuha. Secara arsitektural bagian rupadhatu Candi Borobudur berbentuk persegi dengan konfigurasi yang berpola cruciform.


BOROBUDURPEDIA 133 S Salinitas Adalah tingkat garam terlarut dalam air atau tanah. Alat yang digunakan untuk mengukur salinitas disebut salinometer atau refraktometer. Salinometer mengukur salinitas dengan mengukur kepadatan dari air yang akan dihitung salinitasnya, bekerja berdasarkan daya hantar listrik, semakin besar salinitas semakin besar pula daya hantar listriknya. Refraktometer merupakan alat pengukur salinitas yang cukup umum digunakan sebagai pengukur indek pembiasan pada cairan yang akan digunakan untuk mengukur kadar garam. Prinsip alat ini adalah memanfaatkan indeks bias cahaya untuk mengetahui tingkat salinitas air. Karena memanfaatkan cahaya maka alat ini harus dipakai ditempat yang dapat banyak cahaya atau lebih baik kalau digunakan di bawah sinar matahari, langsung bisa diambil sewaktu sampel di lapangan. Salinitas merupakan salah satu parameter pengujian air rembesan, air filter layer, air bak kontrol Candi Borobudur dan lingkungannya dalam rangka monitoring Candi Borobudur. Samaratungga Adalah nama yang dikaitkan keberadaan Candi Borobudur. Nama ini termuat dalam 2 prasasti yaitu: 1.Prasasti Karang Tengah 824 Masehi dikeluarkan oleh Samaratungga. Prasasti ini berbahasa Sanskerta dan Jawa Kuna. Isi prasasti ini tentang penyebutan nama Samaratungga dan Pramodawardhani yang telah mendirikan Crimadmenuwana. Di dalam prasasti tersebut terdapat kata bhumisambharabudhara yang diidentifikasikan sebagai Candi Borobudur (Kasiyati, 2004). 2.Prasasti Shri Kahulunan 842 Masehi, dikeluarkan oleh Permaisuri Raja Pikatan yaitu Pramodawardhani. Nama Shri Kahulunan berasal dari bahasa Jawa Kuna yang berarti “Yang Mulia Permaisuri” sebutan untuk Pramodawardhani. Pikatan adalah raja dari Wangsa Sanjaya, sedangkan Pramodawardhani adalah puteri Maharaja Samaratungga dari dinasti Syailendra yang berkuasa pada tahun 812 – 832 Masehi. Dengan perkawinan ini Pramodawardhani dari Wangsa Syailendra masuk ke Wangsa Sanjaya. Pada tahun 842 Masehi Shri Kahulunan mentahbiskan Desa Teru di Tepusan milik putri itu menjadi desa perdikan untuk suatu bangunan suci. Selain itu Shri Kahulunan juga mentahbiskan tanah miliknya menjadi desa perdikan untuk bangunan suci “Kamulan Bhumisambhara”. Bangunan suci tersebut diinterpretasikan Candi Borobudur (Taufik, 2005). Samidi Adalah karyawan Proyek Pemugaran Candi Borobudur. Pada tahun 1975 – 1983, Samidi diangkat sebagai Kepala Sektor Kemiko Arkeologi. Pada tahun 1980, Samidi melanjutkan kuliah di Jurusan Arkeologi Universitas Gadjah Mada dan pada tahun 2000 menyelesaikan pendidikan S2 Arkeologi di Universitas Indonesia dengan tesis berjudul “Metode Pencocokan Batu Lepas (Anastilosis) Pagar Langkan Candi Borobudur”. Sampah Adalah pengotor yang berpotensi menyebabakan penurunan tingkat kelestarian Candi Borobudur. Untuk menanggulangi menurunnya tingkat kelestarian Candi Borobudur maka Balai Konservasi Borobudur melakukan monitoring pengotoran sampah pada struktur dan halaman candi. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui volume dan sebaran sampah pada zona I Candi Borobudur. Apabila sudah diketahui volume dan sebarannya maka tidak lanjut dan upaya penanganan sampah akan secara teknis disusun untuk meminimalisir pengaruh sampah pada struktur Candi Borobudur. Pada monitoring pengotoran sampah observasi dilakukan dengan mengumpulkan sampah yang berada pada halaman dan struktur Candi Borobudur. Sampah-sampah yang dibuang oleh wisatawan baik yang berada pada tempat sampah maupun yang berserakan di halaman dikumpulkan ke dalam karung penampungan sampah. Setelah dikumpulkan kemudian dihitung jumlah sampah keseluruhan dengan satuan m3. Sampah yang telah terkumpul kemudian dipisahkan antara sampah mudah terdegradasi dan sampah tidak mudah terdegradasi. Sampah yang mudah terdegradasi terdiri daun-daunan, bangkai hewan, maupun kotoran organik yang berasal dari aktivitas


134 BOROBUDURPEDIA mahkluk hidup. Sedangkan sampah yang tidak mudah terdegradasi adalah sampah yang terdiri dari plastik, kertas, tisu, puntung rokok, permen karet, dll. Hal ini dikarenakan perlakukan dari kedua sampah tersebut berbeda dalam proses selanjutnya. Sampah plastik dinilai lebih mempunyai nilai ekonomis. Sampurno Samingun Merupakan Geolog dari ITB yang melaksanakan penelitian awal mengenai kondisi tanah bukit Borobudur. Samsara Adalah lingkaran yang merangkaikan hidup, mati, lahir kembali, hidup lagi, mati lagi, dan seterusnya. Pada relief Candi Borobudur memberikan pelajaran mengenai cara untuk terbebas dari samsara. Samudraraksa Adalah nama museum yang berlokasi di zona II Taman Wisata Candi Borobudur. Museum Kapal Samudraraksa tersebut diresmikan pada tanggal 31 agustus 2005. Secara garis besar Museum Kapal Samudraraksa menampilkan tema pelayaran kapal Samudraraksa menuju Afrika, sekaligus sebagai rekonstruksi pelayaran dan perdagangan di masa lampau. Koleksi utama sekaligus sebagai masterpiece museum adalah Kapal Samudraraksa lengkap dengan peralatan pendukung selama pelayaran. Kapal tersebut merupakan hasil dari keinginan seorang marinir Inggris, Philip Beale yang begitu tertarik dengan relief kapal pada dinding Candi Borobudur pada saat kunjungannya di tahun 1982. Hal tersebut menginspirasi Philip Beale untuk melakukan pelayaran napak tilas kapal Borobudur menuju Afrika. Ekspedisi pelayaran tersebut terlaksana pada tanggal 15 Agustus 2003. Philip Beale beserta para awak kapal dari Indonesia berhasil melakukan pelayaran ke Afrika dengan menggunakan Kapal Samudraraksa yang dirancang menyerupai relief kapal pada Candi Borobudur. Sapu Lidi Adalah jenis peralatan yang digunakan dalam pemeliharaan Candi Borobudur. Penggunaan sapu lidi ini terbagi menjadi 2 jenis. Sapu lidi jenis pertama dalam ukuran normal yang digunakan untuk membersihkan/menyapu halaman dan lereng Candi Borobudur dari berbagai kotoran seperti sampah dan lain-lain. Sapu lidi Jenis kedua dalam ukuran panjang sekitar 15 cm dan diambil pada bagian yang tidak terlalu keras, digunakan untuk pembersihan kering Candi Borobudur. Sapu lidi ini digunakan untuk membersihkan mikroorganisme seperti lumut dan alga yang menempel di batu Candi Borobudur. Satuan Petugas Ketertiban Adalah satuan petugas yang merupakan perbantuan tenaga dari PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko dan melaksanakan tugas dalam menjaga ketertiban di area zona I Candi Borobudur. Merupakan bentuk tanggung jawab PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko dalam hal ketertiban dan keamanan di Candi Borobudur, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1992 tentang Pengelolaan Taman Wisata Candi Borobudur dan Taman Wisata Candi Prambanan serta Pengendalian Lingkungan Kawasannya. Selain bantuan tenaga ketertiban, juga terdapat bantuan tenaga kebersihan. SAT PAM Obvit Polres Magelang Adalah unsur pelaksana tugas pokok Polres yang berada di bawah Polres dengan tugas yaitu menyelenggarakan kegiatan pengamanan objek vital yang meliputi proyek/instalasi vital, objek wisata, kawasan tertentu dan objek lainnya termasuk VIP yang memerlukan pengamanan kepolisian. Terkait Candi Borobudur sebagai Obyek Vital Nasional di bidang Kebudayaan dan Pariwisata, SAT PAM Obvit Sapu lidi yang digunakan untuk membersihkan halaman Candi Borobudur (kiri), Pembersihan kering menggunakan sapu lidi di Candi Borobudur (kanan)


BOROBUDURPEDIA 135 yang bertugas adalah SAT PAM Obvit Polres Magelang yang berlokasi di Jalan Medangkamulan, Borobudur. Satuan Ruang Geografis Borobudur Adalah peninggalan kebudayaan Masa Hindu Buddha di Indonesia khususnya pada zaman Kerajaan Mataram Kuno yang berlangsung dari abad VIII – X. Tinggalan-tinggalan arkeologis pada kawasan ini merupakan tinggalan arkeologis yang berada dalam Kawasan Cagar Budaya Borobudur (candi, situs, lokasi yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 286/M/2014 tentang Satuan Ruang Geografis sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional). Sayatan Tipis Batuan Adalah suatu metode pengamatan batuan atau mineral, dengan cara membentuk dan menipiskan batuan sedemikian rupa (biasanya ketebalan 0,035 mm) sehingga dapat dijadikan preparat untuk penelitian menggunakan mikroskop. Fungsi utama dari sayatan tipis batuan ini adalah untuk melakukan analisis dan identifikasi mineral baik ada dalam batuan. Untuk mengidentifikasi mineral yang ada pada batu Candi Borobudur perlu dibuat sayatan tipis dan diamati dengan mikroskop polarisasi. Scalpel Adalah mata pisau beserta pegangannya yang digunakan untuk memotong suatu sampel yang keras. Scalpel ini terdiri dari 2 bagian yaitu bagian mata pisau dan bagian gagang pisau. Scalpel biasa dipakai untuk mengambil sampel endapan garam di permukaan batu Candi Borobudur . Scanning Electron Microscope (SEM) Adalah sebuah mikroskop elektron yang didesain untuk menyelidiki permukaan dari objek solid secara langsung. SEM yang ada di Balai Konservasi Borobudur memiliki perbesaran 35 – 200.000 kali. Pada konservasi Candi Borobudur SEM dipakai untuk mengetahui topografi (ciri-ciri permukaan dan teksturnya) dan morfologi (bentuk dan ukuran dari partikel) objek, seperti batu candi maupun lumut, alga, dan endapan garam yang ada di permukaan batu candi. Scaptula Adalah alat yang terbuat dari plastik berbentuk pipih tipis untuk mengorek tanah atau lempung yang menempel pada lantai selasar Candi Borobudur. Seismograph SMA (Smoth Motion Acceolograph) Adalah alat pemantau gempa yang diletakkan di teras I Candi Borobudur. Terakhir alat ini diganti dan diletakkan di bukit tenggara candi. Selasar Adalah serambi atau beranda dari suatu bangunan (candi atau masjid), atau bagian balai yang terendah. Pada Candi Borobudur selasar merupakan tingkat kedua atau setelah undag. Sementasi = Cementation Adalah proses dimana butiran-butiran sedimen direkatkan oleh material lain, dapat berasal dari air tanah atau hasil pelarutan mineral-mineral dalam sedimen atau batuan itu sendiri. Material semennya dapat berupa karbonat (CO3), silika (Si), atau oksida (Fe). Sementasi merupakan salah jenis pelapukan pada batu Candi Borobudur yang sudah terjadi dalam periode yang lama. Namun penanganan pelapukan tersebut masih belum menemukan metode yang paling tepat. Senjata Adalah alat untuk mempertahankan diri atau alat bantu untuk melakukan suatu tindakan/pekerjaan seperti memotong sesuatu. Pada Candi Borobudur terdapat relief yang menggambarkan senjata, antara lain berupa anak panah, belati, busur, gada, gergaji, parang, pentungan, pisau, dan tombak. Scanning Electron Microscope (SEM) Balai Konservasi Borobudur


136 BOROBUDURPEDIA Sentrifius Adalah alat yang digunakan untuk memisahkan partikel-partikel dari suatu fluida berdasarkan berat jenisnya dengan memberikan gaya sentripetal. Pada dasarnya sentrifius terdiri dari rotor yang berlubanglubang untuk meletakkan wadah atau tabung yang berisi cairan dan sebuah motor yang dapat memutar rotor pada kecepatan yang dikehendaki. Prinsip sentrifius yaitu meletakkan sampel pada suatu gaya putar dengan kecepatan yang tinggi, sehingga terbentuk endapan partikel atau organel-organel berdasarkan berat molekulnya. Substansi hasil sentrifius terbagi menjadi dua, yaitu supernatant dan pellet. Supernatan adalah substansi hasil sentrifugasi yang memiliki bobot jenis yang lebih rendah. Sementara pellet adalah substansi hasil sentrifugasi yang mempunyai berat jenis lebih tinggi. Posisinya berada pada bagian bawah tabung, biasanya berupa endapan dan warnanya lebih keruh. Ada beberapa syarat dan ketentuan dalam menggunakan sentrifius, yaitu: 1.Berat tabung yang digunakan harus seimbang. Hal ini berpengaruh pada keseimbangan gaya sentrifugal. Jika tidak seimbang, dapat menyebabkan suspense menjadi rusak bahkan bisa terlempar keluar jika sentrifius tidak terkunci dengan rapat. 2.Sentrifius harus dalam keadaan vakum. Supaya tidak ada lagi gesekan dengan udara dan suhu tidak naik ketika rotor berputar. 3.Homogenasi dan fraksinasi substansi yang akan disentrifius. Serok Adalah alat yang terbuat dari plastik atau alumunium untuk menampung sampah dan lebih memudahkan untuk membuang atau menuang sampah pada keranjang sampah, seperti yang digunakan petugas kebersihan di Candi Borobudur. Sesaji Adalah berbagai macam rupa bahan/materi antara lain berupa buang, buah, wewangian, benda regalia, hasil pertanian, logam, atau uang sebagai sarana peribadatan kaum Buddhis di Candi Borobudur. Semafore Merupakan program pengolah gambar yang mampu merekam gambar berkualitas tinggi dari Scanning Electron Microscope versi lama yang memiliki output berupa sinyal analog. Dalam program ini terdapat beberapa fitur penting diantaranya dapat mengukur panjang atau luas dari suatu objek pada gambar dengan berpatokan pada skala yang tercantum. Sesar Adalah rekahan atau zona rekahan pada batuan yang memperlihatkan peregeseran. Pergeseran pada sesar bisa terjadi sepanjang garis lurus (translasi) atau terputar (rotasi). Sesar merupakan struktur bidang dimana kedudukannya dinyatakan dalam jurus dan kemiringan. Salah satu penyebab kerusakan Candi Borobudur ketika ditemukan adalah akibat proses tektonik yang melepaskan energi melalui sesar-sesar yang membentuk alur sungai Tangsi, Progo, dan Sileng. Shaper Needle Adalah bagian dari alat penggambaran fotogrametri. Siddharta Gautama Siddharta Gautama juga dikenal dengan sebutan Sakyamuni. Ayah dari Pangeran Siddhartha Gautama adalah Sri Baginda Raja Suddhodana dari Suku Sakya dan ibunya adalah Ratu Mahāmāyā Dewi. Ibunda Pangeran Siddharta Gautama meninggal dunia tujuh hari setelah melahirkan Pangeran. Setelah meninggal, dia terlahir di alam/surga Tusita, yaitu alam surga luhur. Sejak meninggalnya Ratu Mahāmāyā Dewi, Pangeran Siddharta dirawat oleh Ratu Mahā Pajāpati, bibinya yang juga menjadi isteri Sentrifius di Laboratorium Biologi Balai Konservasi Borobudur


BOROBUDURPEDIA 137 Raja Suddhodana. Pangeran Siddharta dilahirkan pada tahun 623 SM di Taman Lumbini, saat Ratu Maha Maya berdiri memegang dahan pohon sala. Pada saat ia lahir, dua arus kecil jatuh dari langit, yang satu dingin sedangkan yang lainnya hangat. Arus tersebut membasuh tubuh Siddhartha. Siddhartha lahir dalam keadaan bersih tanpa noda, berdiri tegak dan langsung dapat melangkah ke arah utara, dan tempat yang dipijakinya ditumbuhi bunga teratai. Siddhartha Gautama adalah guru spiritual dari wilayah Timur Laut India yang juga merupakan pendiri Agama Buddha. Ia secara mendasar dianggap oleh pemeluk Agama Buddha sebagai Buddha Agung (Sammāsambuddha) pada masa sekarang. Waktu kelahiran dan kematiannya tidaklah pasti sebagian besar sejarawan dari awal abad ke-20 memperkirakan kehidupannya antara tahun 563 SM sampai 483 SM, ada juga yang menyebut tahun 623 SM sampai 543 SM. Cerita perjalanan hidup Siddharta Gautama dapat dijumpai pada panil relief cerita Candi Borobudur. Relief tersebut adalah relief Lalitavistara pada dinding lorong I deretan panil atas. Relief Lalitavistara terdiri dari 120 panil relief dimulai dari sisi timur sebelah kiri tangga. Cara pembacaan relief tersebut adalah secara pradaksina. Signed Adalah papan tanda baik berupa larangan maupun berupa informasi. Di Candi Borobudur terdapat banyak tanda untuk memberi informasi kepada pengunjung agar tidak berperilaku merusak kelestarian candi. Sikat Adalah pembersih yang dibuat dari bulu (ijuk, serabut, dan sebagainya) diberi berdasar dan berpegangan (bermacam-macam rupanya): sikat gigi; sikat sepatu. Sikat ijuk digunakan untuk membersihkan permukaan batu penyusun Candi Borobudur. Relief Lalitavistara dinding lorong I Candi Borobudur sisi selatan yang menceritakan kelahiran Siddharta Gautama Silika Silika dalam bentuk senyawa oksida (SiO2) merupakan senyawa utama penyusun andesit yang merupakan batu penyusun Candi Borobudur. Andesit termasuk dalam batuan beku intermediet dengan kandungan silika 52 - 66%. Silika Gel Adalah suatu bentuk dari silika yang dihasilkan melalui penggumpulan sol natrium silikat. Sol mirip agar-agar ini dapat didehidrasi (melalui pengeringan) sehingga berubah menjadi padatan atau butiran “mirip kaca” yang bersifat tak elastis. Silika gel dapat dimanfaatkan sebagai zat penyerap atau pengering dan penopang katalis. Silika gel berwarna biru ketika kering, apabila sudah jenuh dalam menyerap kelembapan maka akan berubah warna menjadi merah muda atau pink. Silika gel dapat berubah warna kembali dari merah muda menjadi biru dengan cara pemanasan dalam oven, sehingga dapat digunakan kembali. Silika gel merupakan salah satu bahan yang digunakan untuk mendukung kegiatan pengujian material di laboratorium. Biasa digunakan untuk menyerap kelembaban sampel setelah dilakukan destruksi kering sampel menggunakan Muffle Furnace. Sima Adalah tanah yang diberikan oleh raja atau penguasa kepada masyarakat yang dianggap berjasa. Karena itu keberadaan tanah sima dilindungi oleh kerajaan. Singa Adalah salah satu binatang buas yang menjadi tokoh dalam cerita relief jataka, yang bercerita tentang pelatuk yang baik dan singa yang tidak tahu balas budi. Cerita tersebut terpahatkan di relief Candi Borobudur pada lantai III, lorong I, sisi selatan, pagar langkan bangian atas bidang J panel ke 6, 7, 8 dan 9. Singa jantan juga digambarkan sebagai patung penjaga yang terdapat sepasang pada setiap pintu tangga Candi Borobudur, sekalipun saat ini sudah tidak lengkap. Ciri khas singa jantan adalah memilik rambut surai dan ukuran tubuhnya yang lebih besar dibandingkan dengan singa betina. Skala Mohs Adalah sebuah skala pengukuran/besaran yang menunjukkan ketahanan suatu material terhadap


138 BOROBUDURPEDIA goresan ketika digesek suatu material pembanding. Digunakan untuk mengukur tingkat kekerasan suatu mineral. Skala ini ditemukan oleh mineralogis Jerman, Friedrich Mohs tahun 1812. Mohs mendefinisikan 10 tingkatan kekerasan mineral. Besaran ini berupa skala dengan nilai 1 sampai 10 dimana semakin besar skalanya maka semakin keras atau semakin sulit untuk digores. Bila suatu benda bisa digores oleh material pembanding dengan skala 5 dan pada material pembanding juga ditemukan goresan, maka benda tersebut memiliki kekerasan 5 skala Mohs. Namun apabila bisa digores oleh material dengan skala 5 tapi tidak bisa digores dengan skala 4, maka benda tersebut memiliki kekerasan 4,5 skala Mohs. Skala kekerasan Mohs merupakan salah satu parameter yang digunakan dalam menentukan kondisi batu. Semakin menurun skala kekerasannya maka batu tersebut telah mengalami pelapukan atau kerusakan. Andesit yang merupakan batu penyusun Candi Borobudur memiliki tingkat kekerasan 5 - 7 skala Mohs. Material pembanding yang digunakan dalam skala kekerasan Mohs dapat dilihat pada tabel berikut. Material pembanding yang digunakan dalam pengukuran Skala Kekerasan Mohs Sling Adalah kawat baja berukuran sekitar ½ - ⅝ inchi untuk mengikat blok-blok batu ketika diangkat dan diangkut dalam jarak pendek saat pemugaran Candi Borobudur. Situs Cagar Budaya Adalah lokasi yang berada di darat dan/atau di air yang mengandung Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, dan/atau Struktur Cagar Budaya sebagai hasil kegiatan manusia atau bukti kejadian pada masa lalu. Tinggalan purbakala yang terdapat di Kawasan Cagar Budaya Borobudur selain Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon adalah Situs Brongsongan, Situs Candi Dipan, Situs Candi Bowongan, Situs Samberan, Situs Yoni di Plandi, dan kompleks makam Belanda (Kerkhoff). SPAFA Adalah lembaga dengan nama lengkap SEAMEO SPAFA (Southeast Asian Ministers of Education Organization – Southeast Asian Regional Centre for Archaeology and Fine Arts), merupakan Pusat Regional Asia Tenggara untuk Arkeologi dan Seni Rupa. Lembaga ini didirikan pada tahun 1985 dibawah naungan SEAMEO dan diselenggarakan oleh Pemerintah Thailand. Tujuan utama dari pusat ini adalah untuk mempromosikan kompetensi profesional, kesadaran, dan pelestarian warisan budaya di bidang arkeologi dan seni rupa di Asia Tenggara. Sesuai dengan kebutuhan negara-negara anggota, sifat kegiatan SPAFA meliputi lima wilayah; yaitu 1) pelatihan; 2) seminar dan konferensi; 3) penelitian dan pengembangan; 4) pertukaran personil; 5) perpustakaan dan dokumentasi. Informasi tentang kegiatan proyek serta pengetahuan akademik dan profesional disebarluaskan melalui publikasi dari jurnal berjudul SPAFA Digest, dan prosiding lokakarya serta seminar. SEAMEO SPAFA mengorganisir negaranegara anggota, negara-negara donor dan organisasi internasional yang memiliki tujuan yang sama seperti UNESCO, ICOM, ICCROM, dan sebagainya. Standard Operational Procedure (SOP) Adalah pedoman atau acuan untuk melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan fungsi dan alat penilaian kinerja instansi pemerintah berdasarkan indikator-indikator teknis, administratif, dan


BOROBUDURPEDIA 139 prosedural sesuai dengan tata kerja, prosedur kerja, dan sistem kerja pada unit kerja yang bersangkutan. Sampai saat ini, terdapat 3 (tiga) SOP yang telah ditetapkan oleh Kepala Balai Konservasi Borobudur. Berlaku di kantor maupun area zona I Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon. SOP tersebut adalah : a.SOP Pengamanan Obvitnas Candi Borobudur b.SOP Mitigasi Bencana Candi Borobudur c. SOP Perizinan dan Pemanfaatan Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon SOP Mitigasi Bencana Candi Borobudur Adalah pedoman penanganan tanggap darurat saat bencana di Candi Borobudur yang menjadi acuan bagi petugas di lapangan. SOP Mitigasi Bencana ini berlaku di area zona I Candi Borobudur. Terdiri dari pedoman mitigasi, prosedur tanggap darurat, dan instruksi kerja yang berlaku dan dilaksanakan oleh petugas pemeliharaan maupun seluruh staf Balai Konservasi Borobudur dan pihak terkait lainnya saat pra bencana, tanggap bencana, dan pasca bencana terjadi dan berdampak terhadap Candi Borobudur. SOP Pengamanan Obvitnas Candi Borobudur Adalah pedoman pengamanan yang menjadi acuan bagi petugas di lapangan. SOP pengamanan ini berlaku di area zona I Candi Borobudur. Terdiri dari pedoman pengamanan, prosedur pengamanan, dan instruksi kerja pengamanan yang berlaku dan dilaksanakan oleh petugas pengamanan selama melaksanakan tugas dan fungsinya dalam menjaga dan mengamankan Candi Borobudur dan lingkungannya. SOP Perizinan dan Pemanfaatan Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon Adalah SOP yang mengatur mengenai prosedur perizinan kegiatan pemanfaatan di Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon untuk kepentingan agama, sosial, pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, kebudayaan, dan pariwisata. Subkawasan Pelestarian I (SP I) Adalah Kawasan Cagar Budaya Nasional dan Warisan Budaya Dunia yang merupakan kawasan pelestarian utama situs-situs cagar budaya yang mendesak untuk dikendalikan pertumbuhan kawasan terbangunnya dalam rangka menjaga kelestarian Candi Borobudur, Candi Pawon, dan Candi Mendut beserta lingkungannya. Wilayah cakupan SP I ini meliputi : - Desa Bojong, Desa Paremono, Desa Pabelan, Desa Ngrajek, dan Kelurahan Mendut di Kecamatan Mungkid - Desa Wanurejo dan Desa Borobudur di Kecamatan Borobudur Subkawasan Pelestarian II (SP II) Merupakan kawasan penyangga Kawasan Cagar Budaya Nasional dan Warisan Budaya Dunia yang merupakan kawasan pengamanan sebaran situs yang belum tergali yang diarahkan untuk mengendalikan pertumbuhan kawasan terbangun dalam rangka menjaga keberadaan potensi sebaran cagar budaya yang belum tergali dan kelayakan pandang. Wilayah cakupan SP I ini meliputi : - Kabupaten Magelang 1.Desa Wringinputih, Desa Bumiharjo, sebagian Desa Tegalarum, sebagian Desa Kebonsari, Desa Karanganyar, sebagian Desa Giripurno, Desa Giritengah, Desa Tanjungsari, Desa Tuksongo, Desa Majaksingi, Desa Ngargogondo, Desa Candirejo, sebagian Desa Sambeng, dan sebagian Desa Kenalan di Kecamatan Borobudur. 2.Kelurahan Sawitan, Desa Progowati, dan sebagian Desa Rambeanak di Kecamatan Mungkid. 3.Desa Deyangan, sebagian Desa Pasuruan, sebagian Desa Donorojo, dan sebagian Desa Kalinegoro di Kecamatan Mertoyudan. 4.Sebagian Desa Ringinanom dan sebagian Desa Sumberarum di Kecamatan Tempuran. 5.Sebagian Desa Menayu, sebagian Desa Adikarto, sebagian Desa Tanjung, dan sebagian Desa Sukorini di Kecamatan Muntilan. - Kabupaten Kulonprogo (DIY) 1.Sebagian Desa Sidoharjo dan sebagian Desa Gerbosari di Kecamatan Samigaluh 2.Sebagian Desa Banjaroyo di Kecamatan Kalibawang Suhu = Temperatur Adalah ukuran kuantitatif terhadap panas dan dingin dari suatu benda atau ruang. Suhu menunjukkan derajat panas benda. Secara sederhana, semakin tinggi suhu suatu benda, semakin panas benda


140 BOROBUDURPEDIA tersebut. Secara mikroskopis, suhu menunjukkan energi yang dimiliki oleh suatu benda. Setiap atom dalam suatu benda masing-masing bergerak, baik itu dalam bentuk perpindahan maupun gerakan di tempat getaran. Makin tingginya energi atom-atom penyusun benda, makin tinggi suhu benda tersebut. Suhu merupakan salah satu parameter lingkungan yang penting untuk diamati dalam kegiatan pelestarian cagar budaya. Kondisi lingkungan di Candi Borobudur (termasuk suhu) dimonitor secara rutin di stasiun klimatologi. Suhu juga disebut temperatur yang diukur dengan alat termometer. Empat macam termometer yang paling dikenal adalah Celsius, Reaumur, Fahrenheit dan Kelvin. Perbandingan antara satu jenis termometer dengan termometer lainnya mengikuti: C:R:(F-32) = 5:4:9 K = C + 273.(derajat) Secara umum perbandingan skala masing-masing dapat dilihat pada tabel berikut: Perbandingan beberapa skala pengukuran suhu Surat Keputusan Kepala POLRINomor Pol: Skep/738/X/2005 tanggal 13 Oktober 2005 tentang Pedoman Sistem Pengamanan Obvitnas. Adalah keputusan yang menjadi salah satu dasar dalam penyusunan SOP Pengamanan Obvitnas Candi Borobudur, dimana tercantum di dalamnya hal-hal apa saja yang harus ada dalam sebuah SOP Pengamanan meliputi Pola Pengamanan, Konfigurasi Standard Pengamanan, Standard Kemampuan Pelaksana Pengamanan, Manajemen Audit Pengamanan, Pengamanan dan Pengendalian. Soekmono Adalah pemimpin proyek pemugaran Candi Borobudur. Soekmono lahir di Brebes, Jawa Tengah pada tanggal 14 Juli 1922. Soekmono merupakan arkeolog pertama Indonesia lulusan dari Universitas Indonesia tahun 1953. Pada tahun 1953 – 1974 diangkat sebagai Kepala Dinas Purbakala. Soekmono merupakan orang Indonesia pertama yang memimpin Dinas Purbakala pasca kemerdekaan. Pada tahun 1973 – 1983, Soekmono memimpin Proyek Restorasi Candi Borobudur. Pemugaran Candi Borobudur dimulai pada tanggal 10 Agustus 1973. Suatu pekerjaan besar yang harus dilakukan Soekmono yang melibatkan 600 pekerja baik pekerja lapangan maupun kantoran. Karyawan pemugaran diantaranya tenaga muda lulusan STM bangunan dan SMA yang diberikan pendidikan khusus mengenai teori dan praktek dalam bidang Chemiko Arkeologi (CA) dan Tekno Arkeologi (TA). Pekerjaan ini selesai pada tanggal 23 Februari 1983. Sound Level Meter Merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengukur taraf intensitas suara/kebisingan yang ada di Candi Borobudur. Alat ini menampilkan data kebisingan dalam satuan desibel yang merupakan perbandingan dalam skala logaritma dari intesitas suara terukur dengan suatu nilai referensi (10-12 W/m²). Pengukuran kebisingan ini dilakukan ketika sedang dilaksanakan even yang menggunakan sound system besar di dekat Candi Borobudur sehingga bisa diketahui seberapa keras suara yang sampai ke candi. Spatula = Sendok Sungu Adalah alat yang terbuat dari kaca atau logam, digunakan untuk mengambil bahan kimia berbentuk serbuk. Spatula digunakan untuk mengambil bahan kimia maupun sampel endapan garam Candi Borobudur yang akan diuji komposisi kimiawinya. Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) Adalah alat yang digunakan untuk penentuan unsurunsur logam dan metaloid pada sampel berdasarkan penyerapan absorbansi radiasi atom bebas. Teknik analisis SSA berdasarkan penguraian molekul menjadi atom (atomisasi) dengan energi dari api atau arus listrik. Alat ini digunakan untuk menunjang salah satu kegiatan monitoring pelestarian Candi Borobudur dan lingkungannya yaitu menguji sampel air filter layer, air bak kontrol Candi Borobudur, air hujan di lingkungan Candi Borobudur, air sumur penduduk sekitar Candi Borobudur, dan air rembesan


BOROBUDURPEDIA 141 dinding Candi Borobudur. Adapun parameter yang diuji menggunakan SSA adalah kalsium, magnesium, besi, aluminium, dan timbal. Spit Adalah sistem perekaman dan pengelompokan temuan berdasarkan interval kedalaman yang tetap. Umumnya interval yang dipakai adalah per 20 cm atau 10 cm, tergantung sifat temuannya. Ekskavasi candi, misalnya, dengan temuan-temuan yang berukuran relatif besar, biasanya menggunakan interval 20 cm, sedangkan interval kecil biasanya digunakan pada ekskavasi di situs-situs prasejarah yang ukuran temuannya relatif kecil. Sistem spit paling mudah dan paling praktis dilakukan, tetapi tingkat ketelitiannya paling rendah. Hal ini dikarenakan sistem ini bersifat arbitrer (ditentukan oleh peneliti), sehingga tidak dapat menggambarkan kenyataan pengelompokan data yang sesungguhnya di lapangan. Batas antar spit tidak identik dengan batas antar lapisan budaya atau antar layer dalam stratigrafi tanah. Tidak jarang temuan-temuan dari dua lapisan budaya atau dua layer stratigrafi tercampur dalam satu spit. Atau sebaliknya, temuan dari satu lapisan budaya atau satu layer stratigrafi seringkali terpisah menjadi dua spit atau lebih. Dalam pelaksanaannya, sistem ini akan selalu menghasilkan kedalaman akhir yang rata. Spora Spora adalah alat perkembangbiakan tumbuhan tingkat rendah. Spora terdiri dari satu atau beberapa sel (bisa haploid ataupun diploid) yang terbungkus oleh lapisan pelindung. Sel ini dorman dan hanya tumbuh pada lingkungan yang memenuhi persyaratan tertentu, yang khas bagi setiap spesies. Spora dibentuk dan disimpan di dalam kotak spora yang disebut sporangium. Organisme yang menghasilkan spora untuk perkembangbiakannya antara lain bakteri, algae, jamur, lumut dan paku-pakuan. Spora algae lumut, dan paku pakuan dapat tumbuh pada permukaan di Candi Borobudur karena kondisi batu yang lembab pada musim penghujan serta karena adanya unsur tersedia pada batu-batu candi. Stakeholder Pemugaran Candi Borobudur Adalah pihak-pihak atau lembaga atau institusi yang berperan sebagai pemangku kepentingan dalam pemugaran Candi Borobudur 1973 – 1983 antara lain SPAFA SEAMEO (South East Asian Ministry of Education Organization Project of Archaeological and Fine Arts), PPCB (Proyek Pemugaran Candi Borobudur), BPCB (Badan Pemugaran Candi Borobudur), EC (Executive Committee), UNESCO, dan PT. Nindya Karya Joint Venture dengan CDCP (Contuction Development Corporation of the Philippines). Statif dan Klem Adalah alat yang terbuat dari baja digunakan untuk menyangga buret. Statif dan klem digunakan untuk menyangga buret, sebagai pelengkap analisis kandungan kimiawi material Candi Borobudur dan cagar budaya lainnya. Steam Cleaner Adalah alat atau mesin bertenaga listrik untuk memompa dan menyemburkan air untuk membersihkan bangunan candi yang tidak berelief di Candi Borobudur. Steller Adalah orang yang mempunyai keahlian mencari dan mencocokkan batu temuan. Stereo Mess Camera Adalah dikenal juga dikenal istilah stereometric camera dengan kamera ganda yang berfungsi sebagai alat fotogrametri analog yang dapat menghasilkan gambar tiga dimensi dari dua foto yang saling bertempelan. Hasil dari kamera ini adalah gambar yang tercetak pada negative glass. Alat ini digunakan saat restorasi kedua Candi Borobudur dan sekarang disimpan di Studio Sejarah Restorasi Candi Borobudur. Stereo Plotter Fotogrammetri Merupakan hasil pemotretan (2 dimensi) dikembalikan menjadi keadaan aslinya (3 dimensi), untuk kemudian dilakukan penggambaran sesuai dengan keinginan. Storage Merupakan gudang, tempat penyimpanan barang. • Buffer storage = tempat penampungan • Final storage = tempat penampungan akhir Pada pemugaran kedua Candi Borobudur tahun 1973 - 1983, terdapat 3 tempat dimana batu Candi Borobudur transit setelah diturunkan dan sebelum dikembalikan ke tempatnya semula, yaitu :


142 BOROBUDURPEDIA - Buffer storage (tempat penampungan batu) - Workshop (tempat pengerjaan batu) - Final storage (tempat penampungan akhir) Ketiga tempat tersebut terletak di sebelah barat daya candi. Stratigrafi Adalah studi mengenai sejarah, komposisi, dan umur relatif serta distribusi perlapisan tanah dan interpretasi lapisan-lapisan batuan untuk menjelaskan sejarah Bumi. Ilmu stratigrafi juga digunakan sebagai data dukung dalam melakukan interpretasi mengenai temuan arkeologi melalui ekskavasi seperti misalnya hasil ekskavasi yang dilakukan di Kawasan Borobudur. Struktur = Structure Adalah cara sesuatu disusun atau dibangun; susunan; bangunan; (dalam ilmu bangunan) merupakan sarana untuk menyalurkan beban dan akibat penggunaan dan atau kehadiran bangunan di dalam/ di atas tanah; ukuran, skala, bentuk, proporsi, dan morfologi merupakan istilah yang biasa ditemukan dalam perbendaharaan kata perancang struktur. Stupa Adalah bangunan atau susunan batuan yang menyerupai genta yang ada di candi peninggalan agama Buddha, atau biasanya merupakan bangunan suci agama Buddha (tempat menyimpan relik atau benda-benda suci sang Buddha). Stupa terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian dasar yang berbentuk membulat disebut anda, bagian tengah yang disebut yasti, sedang pagar yang mengelilinginya disebut harmika, dan bagian puncak yang berupa payung disebut chatra. Stupa adalah perlambangan dari tempat penyimpanan abu jenazah Buddha Ghautama. Stupa yang terdapat di Candi Borobudur berupa stupa pada pagar langkan, stupa terawang belah ketupat, stupa terawang bujur sangkar, dan stupa induk. Candi Borobudur mempunyai 72 buah stupa pada tiga lantai teratas dengan stupa besar yang menjadi pusatnya. Ke-72 stupa tersebut merupakan stupa berlubang yang mempunyai rongga di dalamnya dan berisikan arca Buddha. Pada lantai 8, bentuk lubang pada stupa adalah kotak, sedangkan pada lantai IX- X bentuk lubangnya adalah belah ketupat. Stupa induk tidak terdapat rongga di dalamnya. Selain 72 stupa di lantai teratas, Borobudur mempunyai stupa-stupa kecil pada kemuncak pagar langkan di lantai III – VII. Stupa Induk Adalah bagian dari Candi Borobudur berbentuk stupa yang berada di puncak teratas. Stupa induk berbentuk stupa dengan ukuran yang besar dan tidak berongga. Stupa teras Adalah bagian dari Candi Borobudur berbentuk stupa yang berada pada 3 tingkat teratas Candi Borobudur (plateu). Stupa teras ini terdiri dari dua macam yaitu dengan rongga yang berbentuk belah ketupat dan rongga yang berbentuk persegi. Stupika Adalah replika stupa berukuran kecil. Biasanya terbuat dari tanah yang tidak dibakar dan memiliki sebuah atau lebih tablet berisi mantra agama Buddha atau naskah di bagian dalamnya. Stupika banyak ditemukan ketika dilakukan ekskavasi di halaman Candi Borobudur. Sudhana Adalah tokoh dalam relief cerita Gandawyuha yang diceritakan sebagai seorang pemuda yang dengan gigih berjuang untuk memperoleh pengetahuan tertinggi. Dalam perjuangannya tersebut Sudhana bertemu dengan beberapa guru yang kemudian membagikan pengetahuan dan ilmunya. Suling Adalah alat bunyi-bunyian tiup berupa pipa. Suling berbentuk memanjang dengan sejumlah lubang Situasi buffer storage, ruang pengerjaan, dan final storage pada pemugaran kedua


Click to View FlipBook Version