The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by dwiwibowoaris, 2022-07-26 03:48:35

3. E-book BAHASA INDONESIA SMP Kelas IX

3. E-book BAHASA INDONESIA SMP Kelas IX

4. Memberikan saran terhadap suatu hal atau persoalan melalui cara yang
sistematis, terarah, dan terbaik sehingga pujian atau kritikan tidak semu dan
dapat dipertanggungjawabkan (objektif)

Mengidentifikasi informasi teks tanggapan berarti mampu menyimpulkan
isi teksnya pula. Berikut adalah langkah yang dapat diambil untuk
mengidentifikasi dan menyimpulkan informasi tanggapan yaitu:
1. Ketahui karya apakah yang ditanggapi
2. Cari tahu siapa yang menghasilkan karya atau hal yang ditanggapi
3. Cari tahu juga siapa yang menanggapinya
4. Pelajari bagaimana bentuk tanggapannya
5. Analisis cara menanggapinya

Bacalah teks tanggapan di bawah ini dengan saksama!

Budaya Populer Korea

Budaya populer adalah berbagai karya yang dapat dengan mudah
menyebar dan disukai oleh siapa saja dengan mudah. Terutama di kalangan
remaja dan masyarakat yang lebih muda pada umumnya. Contohnya budaya
populer adalah bagaimana lagu, serial, dan film Korea menyerbu masyarakat
Indonesia lewat ketampanan dan kecantikan khas negeri ginseng dikemas dalam
drama romantis yang Jenaka namun tetap menyentuh hati.

Tentunya mendapatkan hiburan dalam bentuk baru dari negeri seberang
itu sah-sah saja dan justru dapat bermanfaat bagi pengetahuan kita pula. Namun
yang disayangkan adalah bagaimana bangsa kita seakan lebih tertarik pada
kebudayaan tersebut.

101

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia IX

Bagaimana tidak, banyak yang sedari kecil tertarik terhadap kebudayaan
Korea karena mereka telah mengonsumsi budaya populer dari negeri ginseng
tersebut. Bahkan beberapa di antaranya mampu menguasai bahasa Korea yang
tidak mudah untuk dipelajari tersebut.

Lagi-lagi hal tersebut membuktikan bahwa manfaat yang didapatkan
oleh masyarakat juga sangat besar. Tapi alangkah baiknya jika kita juga dapat
mengapresiasi kebudayaan sendiri yang sangat kaya dan beragam. Bahkan
banyak orang di luar sana yang tertarik terhadap budaya Indonesia yang elok
ini.

Namun, kita tidak dapat menyalahkan bangsa asing yang mampu
merenggut hati masyarakat kita pula. Mungkin salah satu kekurangan negeri ini,
baik dari pemerintah, para pelaku dunia hiburan, dan kita sendiri yang harus
bercermin sejenak untuk memikirkan katakanlah “kegagalan” ini.

Apakah pemerintah cukup memperhatikan industri hiburan lokal?
Sehingga para seniman berbakat tidak dapat meneruskan karyanya kepada
masyarakat. Atau justru industri hiburan sendiri yang terlalu memikirkan profit
sehingga hanya berani menerbitkan karya yang akan diserap dengan mudah
oleh orang banyak di Indonesia saja?

Pada akhirnya kita juga harus mengakui bahwa Korea Selatan telah
berhasil menciptakan karya yang unik dan khas ala bangsa mereka sendiri
namun dapat diminati di seluruh dunia pula, termasuk Indonesia. Sehingga
bukan hanya terus mencintai budaya sendiri saja yang harus dilakukan untuk
mengatasi kesenjangan antara kecintaan budaya sendiri dan negara luar ini.

Kita sebagai masyarakat Indonesia juga harus mampu mendongkrak
kebudayaan populer Indonesia agar dapat bersaing di kancah internasional.
Melalui metode yang sama dengan Korea, budaya populer khas Indonesia juga
akan mengantarkan penikmatnya untuk ingin lebih tahu mengenai berbagai
kebudayaan Indonesia lebih dalam lagi.

102

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia IX

UJI KOMPETENSI 2

1. Mengapa kalangan remaja atau masyarakat yang lebih muda lebih menyukai
budaya populer Korea?

2. Apa yang harus dilakukan masyarakat Indonesia untuk mendongkrak
kebudayaan populer Indonesia agar dapat bersaing di kancah internasional?

3. Bagaimana cara kita menanggapi permasalahan pada teks di atas?
4. Simpulkan teks tanggapan di atas sesuai dengan pemahamanmu!

103

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia IX

C. MENELAAH STRUKTUR DAN KEBAHASAAN TEKS
TANGGAPAN

Mulyadi (2015, hlm. 58-59) berpendapat bahwa struktur teks tanggapan kritis
terdiri dari:
1. Konteks: bagian ini berisi persoalan umum dari sebuah masalah. Selain

persoalan umum, dalam bagian ini juga biasanya dituliskan penafsiran penulis
mengenai permasalahan tersebut pula
2. Pendeskripsian: merupakan bagian utama dari teks ulasan kritis yang berisi
informasi tentang kelebihan atau kekurangan dari sebuah pernyataan yang
dapat mendukung atau melemahkan
3. Penilaian Menyeluruh: bagian akhir teks yang berisi penerangan kembali
terhadap apa yang telah diputuskan dalam menilai atau menanggapi suatu hal.
Biasanya bagian ini juga disertai pilihan penulis dan pertimbangan kepada
pembaca

Contoh teks tanggapan

Tanggapan Penanganan Pandemi Covid-19 di Indonesia

Konteks

Pandemi Covid-19 tengah menghantui seluruh negeri bahkan dunia. Bahaya

terbesar dari virus ini adalah penyebarannya yang sangat cepat dan eksponensial

atau berlipatganda. Namun dibalik bahaya kesehatan tampaknya terdapat bahaya

lain yang tersemat di dalamnya. Pandemi ini mengoyak-ngoyak persatuan bangsa.

Deskripsi

Bagaimana tidak, rasanya setiap kebijakan pemerintah daerah dan pusat

saja sulit sekali untuk menemukan titik tengah yang dapat disepakati untuk

membasmi wabah ini dengan efisien. Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa

hormat, mengapa tampaknya banyak pihak yang justru malah saling menyalahkan.

Contohnya adalah bagaimana ketika sebagian kecil menteri mengkritik kebijakan

..... 104

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia IX

gubernur Jakarta, Anies Baswedan yang berencana untuk mengadakan PSBB yang

ketat lagi di wilayah DKI Jakarta.

Padahal, saya kira pertimbangan beliau masuk akal. Perhitungannya

berdasarkan sisa jumlah kapasitas rumah sakit yang tersedia untuk menangani

pasien covid-19. Jika tidak dilakukan PSBB ketat, maka kapasitas tersebut akan

habis dalam waktu kurang dari tiga bulan saja. Namun sebagian kecil menteri

tersebut mengatakan bahwa kita masih memiliki kapasitas kesehatan yang cukup.

Alasannya adalah DKI Jakarta dapat “meminjam” fasilitas kesehatan di

daerah lain seperti di Provinsi Jawa Barat. Tapi bukankah itu tidak menyelesaikan

masalah dan justru berpotensi menjadi masalah baru? Bagaimana kalau justru hal

tersebut menambah potensi pergerakan penyebaran pandemi? Selain itu, saya

pikir sedari awal Pak Presiden sudah menginstruksikan bahwa PSBB ketat harus

dilakukan jika memang dibutuhkan. Menurut saya, statistik yang diutarakan oleh

Pak Anies sudah menunjukkan bahwa Jakarta membutuhkannya.

Bukan bermaksud untuk menyalahkan pemerintah pusat, buktinya sebagian

pemerintah daerah juga malah membuat “keonaran” di tengah kondisi yang

genting seperti ini. Diketahui salah satu wakil ketua dewan perwakilan rakyat

daerah malah menggelar dangdutan dalam iklim pandemi yang tidak menentu ini.

Selain itu, rasanya sebagian masyarakat juga masih benar-benar mampu mengikuti

protokol kesehatan yang telah diterapkan. Awak media juga seakan gemar

memberitakan hal yang menyudutkan kesalahan suatu pihak dalam penanganan

covid-19.

Penilaian

Pada akhirnya, jika kita terus menyalahkan salah satu pihak maka semua juga akan

menjadi salah, akan ketahuan belangnya. Inti dari tanggapan saya mengenai

kondisi ini adalah hal tersebut. Di tengah pandemi yang melanda ini seharusnya

kita berhenti saling menyalahkan dan justru seharusnya bergotong-royong saling

membantu untuk menanganinya melalui kebersamaan. Kebersamaan untuk

kebaikan bersama pula.

105

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia IX

UJI KOMPETENSI 3

Dari gambar tersebut, buatlah teks tanggapan yang sesuai dengan memperhatikan
struktur kebahasaannya!

106

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia IX

D. KAIDAH KEBAHASAAN TEKS TANGGAPAN

Ciri teks kebahasaan teks tanggapan dapat dilihat dengan banyaknya

jenis kata dan kalimat sebagai berikut ini:

a. Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya sebagai pelaku dari sebuah

kejadian atau pekerjaan. Ciri kalimat ini antara lain:

- Predikat yang berimbuhan ber– atau me-.

Contohnya, predikat menggandeng dan berbelanja.

- Predikat yang tidak mendapat imbuhan (aus).

Contohnya, predikat mandi, makan, tinggal, dan tidur.

Contoh dari kalimat aktif adalah Jusuf memancing ikan.

Dalam kalimat ini, Jusuf adalah subjek, memancing adalah predikat,

dan ikan adalah objek. Dalam kalimat aktif, subjek (Jusuf) jelas-jelas melakukan

sebuah pekerjaan (memancing).

b. Kalimat pasif merupakan kalimat yang memiliki subjek dikenai sebuah

pekerjaan. Sedangkan, ciri-ciri kalimat pasif meliputi:

- Predikat yang berimbuhan ke-an, ter-, atau di-.

Contohnya adalah dibekuk.

- Predikat yang bergabung dengan pronomina persona (–nya, kau-dan ku-).

Contohnya adalah dibacanya.

c. Bahasa deskriptis, yakni kalimat yang menggambarkan sesuatu yang ada

dengan pemaparan yang rinci dan jelas.

d. Banyak menggunakan kata tugas, yang menyatakan hubungan gramatikal yang

tidak bisa digabungkan dengan imbuhan (afiks) dan tidak mengandung makna

leksikal. Contohnya: ke, di, dari, oleh(preposisi), karena, sehingga, bahwa,

yang(konjungsi), pun, -lah, -kah(partikel).

107

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia IX

e. Penggunaan kalimat penilaian dalam model tanggapan kritis. Contoh: Maaf,
bisakah suaramu diperkecil!, Lukisanmu sudah bagus, akan tambah bagus
kalau dibingkai. Sebaiknya kalian besuk jangan terlambat ya!

f. Menggunakan kalimat pujian dalam model tanggapan pujian.
Contoh: Kamu hebat dalam hal ini!, Aku nyaman bermain dengan kamu. Wow,
luar biasa tulisanmu begitu bagus!

Jenis Jenis Teks Tanggapan (Model)

Jenis teks ini dapat terbagi menjadi beberapa model teks tanggapan. Jenis model
tanggapan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Model teks tanggapan pujian, merupakan model teks tanggapan yang

memberikan apresiasi sedalam-dalamnya terhadap suatu karya atau hal yang
memang dianggap sangat baik dalam penilaian penanggapnya.
2. Model tanggapan kritik, adalah model teks tanggapan yang menelaah secara
teliti secara hati-hati dan bijaksana, sehingga kesalahan sekecil apapun dapat
tampak dan ditanggapi. Terkadang cara seperti ini kurang cocok untuk
digunakan karena bersifat pesimistis (terlalu melihat sisi buruknya) namun
terkadang justru tanggapan ini lebih baik jika dibandingkan dengan pujian
semu.
3. Model tanggapan saran, merupakan alternatif yang lebih baik dalam situasi
dan kondisi apapun dalam menanggapi dengan santun karena dapat
memberikan kritik membangun, bukan hanya mengumbar kesalahan suatu
karya atau hal saja
Namun, baik model apapun itu, pujian maupun kritik tajam sekali pun, keduanya
tetap harus disampaikan dengan cara yang santun dan memiliki saran yang
ditunjukkan bagaimana cara memperbaiki atau mengembangkan hal yang
ditanggapi.

108

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia IX

Memuji Secara Tepat

Teks tanggapan berisi teks deskripsi yang menggambarkan atau memaparkan
secara detail suatu hal yang ditanggapi. Kemudian dalam model pujian, otomatis
akan terdapat bahasa pujian. Berbicara mengenai pujian, terdapat beberapa aspek
yang harus diperhatikan sebagai berikut ini:
1. Tulus, bukan basa-basi
2. Menghormati dan menghargai
3. Waktu yang tepat (terkadang pujian cocok diberikan saat itu juga atau di

depan orang banyak agar lebih bermakna bagi yang terpuji)
4. Memberikan rasa nyaman, karena terkadang memuji itu membuat seseorang

menjadi canggung

Mengkritik dengan Objektif

Kritik dalam bahasa sehari-hari sebetulnya telah kehilangan esensi sebenarnya.
Kritik terlalu identik dengan suatu cercaan atau hinaan terhadap sesuatu yang
dianggap buruk oleh pengkritiknya. Padahal, kenyataannya kritik adalah suatu
tinjauan hati-hati yang dilakukan secara objektif berdasarkan analisis yang telah
dilakukan dengan cermat dan tidak hanya menghakimi sesuatu dari pendapat
pribadi saja.

109

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia IX

UJI KOMPETENSI 4

Anime
Konteks
Sekarang ini banyak orang yang menggemari anime, terutama para remaja dan
anak-anak. Anime adalah animasi buatan Jepang, yang biasanya dicirikan dengan
gambar-gambar berwarna-warni yang menampilkan tokoh-tokoh dari berbagai
cerita dan lokasi.
Anime dipengaruhi oleh gaya gambar manga (komik khas Jepang). Dengan grafik
yang bagus sampai alur cerita yang menarik membuat masyarakat di Indonesia
sangat antusias menonton anime mulai dari anak-anak sampai orang dewasa.
Deskripsi
Sesuatu yang berlebihan tentunya tidak baik, sepertinya menonton anime. Apabila
seseorang banyak menghabiskan waktu untuk menonton anime, maka akan
mengganggu cara berkomunikasi dengan orang lain, dan membuat orang lain
tersebut anti sosial.
Selain itu, biasanya orang yang suka nonton anime akan melupakan tidur malam itu
penting daripada menonton anime. Para pelajar yang suka menonton anime
biasanya juga lebih mementingkan menonton anime daripada mengerjakan PR atau
tugas yang harusnya mereka kerjakan.
Namun daripada itu, orang yang menonton anime dapat memotivasi dirinya sendiri
untuk menjadi orang sukses, karena setiap anime ada pesan moral yang hendak
disampaikan.
Selain itu, anime juga mengajarkan kepada penontonnya untuk menyadari indahnya
perbedaan. Dalam kehidupan nyata kita bertemu banyak orang yang sikapnya
berbeda-beda ada yang sombong, dermawan, humoris. Begitu pula di anime,
dengan adanya perbedaan itu para mangaka ingin menyampaikan satu hal bahwa
jika hidup ini tidak ada yang berbeda, maka segalanya akan tampak membosankan.

110

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia IX

Penilaian
Sebenarnya baik atau buruknya anime itu tergantung dari diri orang yang
menontonnya. Jika seseorang dapat memilah-milah antara baik dan buruknya
anime, maka pasti ia terhindar dari buruknya anime. Maka jadikanlah anime hanya
sebagai hiburan seamata. Jangan sampai menelantarkan hal-hal pokok seperti
belajar.

Dari teks tanggapan di atas, analisilah struktur kebahasaaannya!

No Kaidah Kebahasaan Kata/kalimat

1. Kalimat Aktif

2. Kalimat Pasif

3. Kalimat Deskriptis

4. Kata Tugas

5. Penggunaan kalimat
penilaian dalam model
tanggapan kritis

6. Menggunakan kalimat
pujian dalam model
tanggapan pujian

111

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia IX

E. UJI KOMPETENSI

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat!

1. Teks yang isinya memberikan pendapat terhadap sesuatu atau sebuah karya
disebut ….
a. teks deskripsi
b. teks persuasif
c. teks tanggapan
d. teks eskplanasi

2. Model teks tanggapan yang menelaah secara teliti secara hati-hati dan
bijaksana, sehingga kesalahan sekecil apapun dapat tampak dan ditanggapi,
disebut ….
a. model tanggapan pujian
b. model tanggapan kritik
c. model tanggapan saran
d. model tanggapan deskrpsi

3. Bagian awal teks yang berisi pernyataan umum tentang persoalan yang
disampaikan penulis. Persoalan tersebut seperti masalah yang ditanggapai,
tempat terjadinya peristiwa, dan jenis peristiwa yang terjadi disebut ….
a. konteks
b. deskripsi
c. penilaian
d. kesimpulan

112

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia IX

4. Bagian tengah teks yang berisi informasi tentang alasan yang mendukung
pernyataan dan menolak pertanyaan disebut ….
a. konteks
b. deskripsi
c. penilaian
d. kesimpulan

Bacalah teks tanggapan berikut dengan saksama untuk menjawab soal nomor
5–6
Siswa sebaiknya mengubah kebiasaan tidak sarapan menjadi pola disiplin untuk
sarapan. Kesiapan fisik siswa harus dijaga dalam keadaan baik. Fisik yang prima
akan memberikan dampak yang baik bagi prestasi dalam belajar. Prestasi belajar
yang cemerlang merupakan jalan untuk meraih kesuksesan.Disadur dari:
http://daunsimpor.blogspot.co.id/2015/10
5. Isi teks tanggapan tersebut adalah ....

a. mengajak siswa untuk belajar setiap pagi
b. mengajak siswa mengunjungi kantin di pagi hari
c. memberikan informasi menu sarapan pagi yang baik
d. memberikan informasi pentingnya sarapan pagi
6. Dilihat dari isinya, teks tanggapan tersebut berupa teks tanggapan ....
a. sanggahan
b. pujian
c. kritikan
d. arahan

113

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia IX

Bacalah teks berikut dengan saksama untuk menjawab soal nomor 7 dan 8!
(1) Penggunaan telepon selular di sekolah sering kali menimbulkan persoalan.
(2) Persoalan bisa saja disebabkan oleh kelalaian si pemilik ponsel itu sendiri
sehingga alat tersebut hilang. (3) Lalu, semua pihak, baik guru maupun peserta
didik menjadi repot karena hal tersebut. (4) Hal lain bisa saja karena peraturan
sekolah yang lemah.
7. Kalimat aktif berobjek pada paragraf tersebut ditunjukkan pada kalimat

bernomor ....
a. (1)
b. (2)
c. (3)
d. (4)
8. Kalimat yang menggunakan kata hubung bermakna penegasan ditunjukkan
pada kalimat bernomor ....
a. (1)
b. (2)
c. (3)
d. (4)
9. Kalimat pujian yang tepat dibawah ini adalah ….
a. Kamu hebat untuk ukuran orang desa
b. Tidak ada orang kampung yang menyukaimu
c. Tuh kan kamu terlihat cantik kalau berdandan
d. Kamu tampak lebih ceria jika memakai baju itu

114

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia IX

10. Siaran televisi mempunyai dampak positif dan negatif bagi pemirsa anak-
anak, pelajar, dan orang tua. Tanggapan dan kritikan yang benar sesuai
dengan pernyataan tersebut adalah ….
a. Walaupun demikian, televisi dapat dijadikan sarana belajar
b. Melɑlui televisi, setiɑp pemirsɑ mendɑpɑt pengetɑhuɑn yɑng luɑs
c. Dari berbagia acara televisi yang kurang mendidik dapat memunculkan
kenalan remaja
d. Seluruh acara yang ditayangkan melalui televisi menjadi suatu kebangaan

Soal Uraian

Perhatikan gambar di bawah ini dengan saksama!

Dari gambar di atas, buatlah teks tanggapan model teks tanggapan pujian dan
jelaskan unsur kaidah kebahasaannya!

115

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia IX

F. REFLEKSI

Isilah penilaian diri ini dengan sejujur-jujurnya dan sebenar-benarnya sesuai
dengan perasaan kalian ketika mengikuti pembelajaran ini!

1. Bubuhkanlah tanda centang (√) pada salah satu gambar yang dapat
mewakili perasaan kalian setelah mempelajari materi ini!

1. Apa yang sudah kalian pelajari pada materi ini?
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………

3. Apa yang kalian kuasai dari materi ini?
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………

116

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia IX

4. Bagian apa yang belum kalian kuasai?
……………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………

5. Apa upaya kalian untuk menguasai yang belum kalian kuasai?
……………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………

6. Sebutkan hal yang menarik dari aktivitas pembelajaran yang sudah kalian
lakukan! Berikan alasannya!
……………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………

7. Sebutkan hal yang tidak menarik dari aktivitas pembelajaran yang sudah
kalian lakukan! Berikan alasannya!
……………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………

117

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia IX

G. KEGIATAN LITERASI

Pilihlah salah satu buku bidang pendidikan yang menurut kalian baik dan layak
dibaca. Buku bisa dipinjam dari perpustakaan sekolah atau koleksi buku di rumah
kalian. Laporkan kepada gurumu, dan silakan jawab beberapa pertanyaan di bawah
ini sebagai pengembangan literasi.
1. Apa hal yang paling kalian sukai dari buku tersebut, mengapa?
2. Manfaat apa yang dapat diambil dari membaca buku tersebut?
3. Adakah kalimat atau ungkapan yang mengesankan buat kalian? Jika ada,

jelaskan kalimat atau ungkapan tersebut!

118

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia IX

BAB
5

TEKS DISKUSI

KOMPETENSI DASAR

3.9 Mengidentifikasi informasi teks diskusi berupa pendapat pro dan kontra dari
permasalahan aktual yang dibaca dan didengar.
3.10 Menelaah pendapat, argumen yang mendukung dan yang kontra dalam teks
diskusi berkaitan dengan permasalahan aktual yang dibaca dan didengar.
4.9 Menyimpulkan isi gagasan, pendapat, argumen yang mendukung dan yang
kontra serta solusi atas permasalahan aktual dalam teks diskusi yang didengar dan
dibaca.
4.10 Menyajikan gagasan/ pendapat, argumen yang mendukung dan yang kontra
serta solusi atas permasalahan aktual dalam teks diskusi dengan memperhatikan
struktur dan aspek kebahasaan, dan aspek lisan (intonasi, gesture, pelafalan).

INDIKATOR

3.9 Peserta didik mengidentifikasi informasi teks diskusi berupa pendapat pro dan
kontra dari permasalahan aktual yang dibaca dan didengar.
3.10 Peserta didik menelaah pendapat, argumen yang mendukung dan yang kontra
dalam teks diskusi berkaitan dengan permasalahan aktual yang dibaca dan didengar.
4.9 Peserta didik menyimpulkan isi gagasan, pendapat, argumen yang mendukung
dan yang kontra serta solusi atas permasalahan aktual dalam teks diskusi yang
didengar dan dibaca.
4.10 Peserta didik menyajikan gagasan/ pendapat, argumen yang mendukung dan
yang kontra serta solusi atas permasalahan aktual dalam teks diskusi dengan
memperhatikan struktur dan aspek kebahasaan, dan aspek lisan (intonasi, gesture,
pelafalan).

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia IX 117

TUJUAN PEMBELAJARAN

Teks diskusi disusun untuk menyajikan pendapat, sudut pandang, atau perspektif yang
berbeda terhadap suatu permasalahan atau persoalan. Setiap orang akan mengajukan
pendapat, sudut pandang, dan perspektif yang berbeda-beda. Ada yang setuju ada yang
bertentangan, bahkan ada yang ragu melihat sutu persoalan.

Pada kesempatan tertentu, misalnya rapat OSIS untuk mencapai kesepakatan bersama,
kemudian rapat pemuda pemudi di lingkungan masyarakat. Kegiatan diskusi menjadi situasi
yang wajib dilakukan untuk memperoleh kesepakatan bersama, tanpa adanya keberpihakan.

Semua gagasan maupun pendapat dievaluasi terlebih dahulu, sebelum menemukan
suatu keputusan. Teks diskusi tertulis maupun lisan dapat menguji topi-topik yang
kontroversional. Pendapat yang diutarakan pun harus meyakinkan.

Pada materi sebelumnya, kita sudah mempelajari jenis teks eksposisi. Jenis eksposisi dan
diskusi merupakan jenis teks yang digunakan untuk memengaruhi dan meyakinkan orang
lain (persuasif).

Maka, jenis teks diskusi ini memang sangat kita butuhkan dalam kegiatan sehari-hari.

NILAI-NILAI KETARAKANITAAN

1. Competence
Peserta didik dapat berkembang dalam kompetensi berbicara di depan umum.
2. Conviction
Peserta didik memiliki daya juang untuk menyusun pidato persuasif yang menarik
dan memikat pembaca dan pendengar.
3. Kejujuran
Peserta didik memiliki kejujuran untuk mengungkapkan pendapatnya.

120

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia IX

FOKUS PENGUATAN KARAKTER

1. Tanggung jawab
Peserta didik bertanggung jawab atas dirinya dalam pemenuhan tugas dan belajar.

2. Jujur
Peserta didik tidak diperkenankan mencontek dalam mengerjakan tugas.

3. Berani
Peserta didik berani untuk berpendapat ketika mendapat suatu topik pembahasan.

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia Kelas IX 121

AKTIVITAS PEMBELAJARAN

Tahukah kamu? Bila melakukan kegiatan diskusi bersama membutuhkan
persiapan. Persiapan diri dan materi sangat diperlukan. Apabila kita terlibat dalam
kegiatan diskusi berarti kita juga harus berperan aktif di dalamnya. Supaya kegiatan
diskusi berjalan lancar dan hidup. Sehingga, waktu untuk memutuskan tidak terlalu
panjang.

https://www.kompas.com/
Masihkah ingat dengan konferensi meja bundar?
Konferensi meja bundar yang di gelar di Deen Haag, Belanda pada 23 Agustus-2
November 1949 menjadi upaya diplomasi yang berhasil membebaskan Indonesia dari
Belanda.
Konferensi meja bundar bertujuan menyelesaikan sengketa Indonesia dan
Belanda seadil dan secepat mungkin. Dampak dari konferensi meja bundar, yakni
Indonesia mendapatkan kedaulatannya. Acara penyerahan kedaulatan tersebut pada
27 Desember 1949.
Berdasarkan ulasan peristiwa konferensi meja bundar, kita memahami bahwa diskusi
adalah salah satu sarana atau cara mendapatkan suatu kesepakatan. Kesepakatan
tidak diputuskan secara satu pihak, namun secara bersama-sama. Dalam diskusi pun,
harus memiliki tujuan. Setiap orang yang terlibat diskusi, tentunya dituntut untuk
berperan aktif menyampaikan gagasan dan pendapatnya terhadap suatu
permasalahan.

122

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia Kelas IX

A. MENGIDENTIFIKASI INFORMASI TEKS DISKUSI

Bacalah tulisan berikut ini!
Benarkah Sayur Hidroponik Lebih Sehat daripada Sayur Biasa?

Sayuran hidroponik tidak hanya membutuhkan air bermineral untuk tumbuh, tapi juga lampu, filtrasi
air dan udara, serta alat untuk mengontrol iklim. Jenis sayuran ini biasanya ditanam dalam rumah
kaca atau di dalam ruangan. Hal ini penting dilakukan, sebab cara dan tempat penanaman sayuran
hidroponik harus dijaga. Tidak menggunakan tanah, sayur hidroponik juga tidak perlu menggunakan
pestisida untuk mencegah serangan hama.

Sayur hidroponik tidak menggunakan tanah sebagai media tumbuh. Dengan begitu, jenis tanaman ini
juga tidak membutuhkan penggunaan pestisida untuk mencegah serangan hama atau serangga. Nah,
hal itu membuat tanaman atau sayuran hidroponik disebut sebagai produk organik. Apakah artinya
jenis sayur hidroponik lebih sehat daripada sayur biasa? Sayangnya, hal ini masih belum dibuktikan.

Belum ada bukti pasti yang menyebutkan bahwa sayuran yang ditanam dengan cara hidroponik
memiliki nutrisi yang lebih tinggi dibanding sayur yang ditanam dengan metode biasa. Kebanyakan
penelitian menyebut bahwa jenis sayur ini pada dasarnya memiliki kandungan nutrisi yang tidak
berbeda jauh dengan sayuran lain. Namun, kandungan nutrisi yang ada dalam sayur sama sekali tidak
boleh diabaikan.

Rutin mengonsumsi sayuran hijau bisa memberi manfaat untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Jenis makanan yang satu ini memiliki kandungan serta yang sangat tinggi. Tidak hanya itu, sayuran
juga memiliki kandungan vitamin dan mineral. Tidak heran, mengonsumsi sayur sering disarankan
untuk membantu menjaga kesehatan tubuh serta mencegah penyakit.

Selain kaya akan kandungan nutrisi, sayuran merupakan jenis makanan yang tidak sulit dicari dan
relatif murah. Makanan sehat yang satu ini juga mudah diolah dan bisa divariasikan dengan jenis
makanan lain. Dengan begitu, hampir tidak ada alasan untuk tidak mengonsumsi sayuran setiap hari.
Kembali ke sayur hidroponik, meski belum terbukti memiliki nutrisi tinggi, sayur yang ditanam
dengan metode ini cenderung aman untuk dikonsumsi.

https://www.halodoc.com/artikel/benarkah-sayur-hidroponik-lebih-sehat-daripada-sayur-
biasa?utm_tracker=19d12eb0-809a-4236-885e-df0ac4fa01b9

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia Kelas IX 123

Uji Kompetensi 1

Identifikasikanlah pokok pikiran informasi dalam setiap paragraf artikel di atas!

Paragraf Pokok Pikiran

Paragraf 1

Paragraf 2

Paragraf 3

Paragraf 4

Paragraf 5

124

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia Kelas IX

Bacalah artike ke-2 ini!
Kesadaran dan Kepedulian Wajib Pajak

Kesadaran dan kepedulian sukarela Wajib Pajak sangat sulit untuk diwujudkan seandainya
dalam definisi ‘pajak’ tidak ada frase “yang dapat dipaksakan” dan “yang bersifat memaksa.”
Frase ini memberikan pemahaman dan pengertian bahwa masyarakat dituntut untuk
melaksanakan kewajiban kenegaraan dengan membayar pajak. Pembayaran secara sukarela
dan penuh kesadaran.

Sampai sekarang kesadaran masyarakat membayar pajak masih belum mencapai tingkat
sebagaimana yang diharapkan. Umumnya masyarakat masih sinis dan kurang percaya terhadap
keberadaan pajak karena masih merasa sama dengan upeti, memberatkan, pembayarannya
sering mengalami kesulitan, ketidak mengertian masyarakat apa dan bagaimana pajak dan ribet
menghitung dan melaporkannya.

Masih ada upaya yang dapat dilakukan. Sehingga masyarakat sadar sepenuhnya untuk
membayar pajak dan ini bukan sesuatu yang mustahil terjadi. Ketika masyarakat memiliki
kesadaran maka membayar pajak akan dilakukan secara sukarela bukan keterpaksaan.

Kesadaran membayar pajak ini tidak hanya memunculkan sikap patuh, taat dan disiplin
semata tetapi diikuti sikap kritis juga. Semakin maju masyarakat dan pemerintahannya, maka
semakin tinggi kesadaran membayar pajaknya namun tidak hanya berhenti sampai di situ justru
mereka semakin kritis dalam menyikapi masalah perpajakan, terutama terhadap materi
kebijakan di bidang perpajakannya, misalnya penerapan tarifnya, mekanisme pengenaan
pajaknya, regulasinya, benturan praktek di lapangan dan perluasan subjek dan objeknya.

Masyarakat di negara maju memang telah merasakan manfaat pajak yang mereka bayar.
Bidang kesehatan, pendidikan, sosial maupun sarana dan prasarana transportasi yang cukup
maju maupun biaya operasional aparat negara berasal dari pajak mereka. Pelayanan medis
gratis, sekolah murah, jaminan sosial maupun alat-alat transportasi modern menjadi bukti
pemerintah mengelola dana pajak dengan baik.
https://www.pajak.go.id/id/artikel/membangun-kesadaran-dan-kepedulian-sukarela-wajib-
pajak

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia Kelas IX 125

Uji Kompeteni 2

Identifikasikanlah pokok pikiran informasi dalam setiap paragraf artikel di atas!

Paragraf Pokok Pikiran

Paragraf 1

Paragraf 2

Paragraf 3

Paragraf 4

Paragraf 5

126

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia Kelas IX

B. MENYIMPULKAN ISI TEKS DISKUSI

Berdasarkan pokok pikiran setiap paragraf. Cara untuk menyimpulkan isi teks diskusi
dengan menggabungkan pokok pikiran setiap paragraf menjadi satu kesatuan. Pokok
Pikiran merupakan inti dari paragraf yang dijabarkan atau dibicarakan. Sehingga, setiap
paragraf akan diperoleh satu pokok pikiran.

Menyimpulkan isi teks dimaksudkan untuk memperoleh garis besar isi dari
keseluruhan teks. Dalam menyimpulkan isi teks harus sesuai dan berdasarkan teks yang
disajikan. Sehingga, pembaca akan mudah memahami inti dalam teks.

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia Kelas IX 127

Uji Kompetensi 3

Kerjakan dengan tepat dan lengkap!
Tulislah kesimpulan berdasarkan pokok pikiran terhadap dua teks
yang telah disajikan!

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia Kelas IX 128

C. Menelaah Pendapat, Argumen yang Mendukung
dan yang Kontra dalam Teks Diskusi

Dalam memahami pendapat atau argument perlu memahami struktur teks diskusi. Berikut
struktur teks diskusi.
1. Pendahuluan
Pendahuluan berisi pengantar. Pendahuluan meliputi latar belakang topik, pernyataan
yang membatasi topik, sudut pandang yang berbeda untuk membahas.

2. Isi
Bagian isi meliputi serangkaian paragraf. Dua atau tiga paragraf berisi argument setuju
(pro) serta alasannya dan contoh yang mendukung gagasan. Selanjutnya, dua atau tiga
paragraf dengan argument tidak setuju (kontra) dan alasan serta contoh yang mendukung
gagasan. Dalam bagian isi menggunakan bahasa persuasif. Lalu, menggunakan bahasa
kohesif untuk menghubungkan gagasan atau menunjukkan perubahan pendapat.

3. Simpulan
Bagian ini dapat mengevaluasi argument yang paling efektif. Bagian simpulan juga dapat
ditambahkan rekomendasi dari satu sudut pandang.

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia Kelas IX 129

D. Menyajikan Gagasan/Pendapat, Argumen yang Mendukung dan
yang Kontra Serta Solusi Atas Permasalahan Aktual dalam Teks Diskusi

Teks diskusi menyatakan pendapat atau meyakinkan pembaca/pendengar untuk setuju
dengan sudut pandang tertentu. Oleh karena itu, pendahuluan teks diskusi harus jelas dan
dan menyimpulkan pesan utama. Judul juga tidak kalah penting. Gunakan judul yang
menonjol, inspiratif, dan kontroversial. Tulisan harus melibatkan emosi pembaca agar
berminat untuk untuk membaca teks yang dibuat.
Berikut ini adalah tulisan yang dapat menarik pembaca:
1. Gunakan judul yang menarik perhatian.
2. Mulai pendahuluan dengan pertanyaan retoris.
3. Mulai pendahuluan dengan Bahasa emotif.
4. Mulai pendahuluan dengan penggunaan kata ganti personal untuk melibatkan

pembaca.
5. Mulai pendahuluan dengan pernyataan topik yang jelas.

130

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia Kelas IX

Uji Kompetensi 4

Buatlah teks diskusi dengan struktur yang sesuai tema dalam gambar berikut!

ttps://www.kompasiana.com/sapar/5e4af384097f36708834e4c3/dampak-kerusakan-
lingkungan?page=all

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia Kelas IX 131

E. Refleksi

Isilah penilaian diri ini dengan sejujur-jujurnya dan sebenar-benarnya sesuai dengan
perasaan kalian ketika mengikuti pembelajaran ini!
1. Bubuhkanlah tanda centang (√) pada salah satu gambar yang dapat mewakili perasaan

kalian setelah mempelajari materi ini!

1. Apa yang sudah kalian pelajari pada materi ini?

……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
3. Apa yang kalian kuasai dari materi ini?
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
4. Bagian apa yang belum kalian kuasai?
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia Kelas IX 132

4. Apa upaya kalian untuk menguasai yang belum kalian kuasai?
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
5. Sebutkan hal yang menarik dari aktivitas pembelajaran yang sudah kalian lakukan!

Berikan alasannya!
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
6. Sebutkan hal yang tidak menarik dari aktivitas pembelajaran yang sudah kalian lakukan!
Berikan alasannya!
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia Kelas IX 133

F. Uji Kompetensi

A. Pilihan Ganda
Jawablah Pertanyaan Berikut dengan Benar!

1. Pada hakikatnya diskusi digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah dan metode
yang digunakan adalah metode berpikir kelompok disebut dengan …
A. Diskusi Kelompok
B. Dialog Interaktif
C. Rapat
D. Diskusi Panel

2. Orang yang memberi materi diskusi atau pembicara dalam diskusi disebut …
A. Moderator
B. Peserta
C. Sekretaris
D. Penyaji

3. Percakapan yang melibatkan pemirsa atau pendengar dengan narasumber atau
pembicara pengertian dari …
A. Diskusi Kelompok
B. Dialog Interaktif
C. Rapat
D. Diskusi Panel

4. Perhatikan kalimat berikut!
Renovasi sekolah di Kecamatan Mekar Maju sudah dilaksanakan dengan baik (…)
masyarakat puas terhadap kinerja pemerintah daerah.
Konjungsi yang tepat untuk melengkapi kalimat rumpang di atas adalah …
A. Sebab
B. Supaya
C. Karena
D. Sehingga

5. Perhatikan kalimat rumpang berikut!
Buah tomat mengandung vitamin A (…) vitamin C yang sangat baik untuk kesehatan.
Konjungsi yang tepat untuk melengkapi kalimat rumpang di atas adalah …
A. Dan
B. Atau
C. Apalagi
D. Hingga

134

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia Kelas IX

6. Kalimat yang tepat yang merupakan pernyataan persetujuan adalah …
A. Saya sependapat dengan Anda karena internet memiliki ruang tidak terbatas.
B. Saya setuju dengan pendapat Anda karena sangat sesuai dengan keadaan saat ini.
C. Pendapat Anda berlebihan dan kurang masuk akal.
D. Internet merupakan sarana mempermudah mencari informasi

7. Kalimat yang tepat untuk menyanggah pendapat adalah …
A. Hasil analisa saudara tidak dapat dipertanggung jawabkan karena faktanya
bertentangan dengan kenyataan yang ada.
B. Pendapat ini tidak masuk akal dan aneh, sehingga Anda tidak perlu malakukan analisis
lagi.
C. Fakta yang Anda sampaikan tidak benar. Jadi untuk apa saya menyetujui analisis ini.
D. Pendapat Anda mendekati benar, tetapi ada beberapa alasan dan bukti yang perlu Anda
teliti.

8. Bacalah paragraf berikut!
Pemerintah akan memantau harga-harga kebutuhan pokok di pasaran menjelang bulan
Ramadhan. Hal ini dilakukan untuk mencegah tindakan nakal pedagang yang menjual
dengan harga tinggi. Jika harga bahan pokok di pasaran melonjak, maka pemerintah akan
bertindak dengan melakukan operasi pasar.
Kalimat kritik yang tepat pada isi paragraf di atas adalah …
A. Pemerintah seharusnya memantau harga barang pokok tidak hanya selama bulan
Ramadhan.
B. Pemerintah seharusnya menindak para pedagang yang berlaku curang.
C. Pemerintah harus menurunkan harga barang pokok selama bulan Ramadhan.
D. Pemerintah harus mengadakan operasi pasar selama bulan Ramadhan.

9. Kalimat pernyataan berikut yang tepat untuk menutup diskusi adalah …
A. Demikian diskusi kita kali ini, atas perhatian saudara sekalian, kami mengucapkan terima
kasih.
B. Selesailah sudah diskusi kita kali ini, terima kasih banyak dan selamat siang.
C. Saudara, sekian diskusi kali ini atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
D. Sekian diskusi kita. Semoga bermanfaat dan selamat siang.

10. Kalimat yang menggunakan bahasa santun, kecuali …
A. Saya menyarankan agar pembahasan mengarah pada persoalan.
B. Berdasarkan hal-hal yang telah dikemukakan oleh saudara penyaji, saya ingin bertanya
mengenai dampak pengunaan media sosial.
C. Jika bisa diskusi ini juga mencari solusi yang tidak menimbulkan dampak, tidak hanya
sekadar angin lalu.
D. Menurut pendapat saya, sebaliknya kita membatasi masalah ini.

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia Kelas IX 135

B. Uraian
1. Buatlah satu paragraf pembuka dalam diskusi kelompok!
2. Buatlah satu paragraf isi diskusi kelompok tentang “Pemanfaat Media Sosial”!
3. Buatlah satu paragraf penutup dalam suatu diskusi kelompok!
4. Buatlah kritik tentang topik pendidikan!
5. Buatlah sanggahan terhadap kalimat “Seharusnya, pemerintah membebaskan
penggunaan hand phone untuk proses pembelajaran”!

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia Kelas IX 136

BAB
4

MENYUSUN
CERITA INSPIRATIF

KOMPETENSI DASAR

3.11 Mengidentifikasi isi ungkapan simpati, kepedulian, empati atau perasaan
pribadi dari teks cerita inspiratif yang dibaca atau didengar

3.12 Menelaah struktur dan aspek kebahasaan dan isi teks cerita inspiratif yang
dibaca atau didengar

4.11 Menyimpulkan isi ungkapan simpati, kepedulian, empati atau perasaan
pribadi dalam bentuk cerita inspiratif yang dibaca atau didengar

4.12 Mengungkapkan rasa simpati, empati, kepedulian, dan perasaan dalam
bentuk cerita inspiratif dengan memperhatikan struktur dan kebahasaan

INDIKATOR

3.11 Peserta didik mampu mengidentifikasi cerita inspiratif
3.12 Peserta didik mampu menelaah struktur dan kebahasaan cerita

inspiratif
4.11 Peserta didik mampu menyimpulkan isi ungkapan simpati,

kepedulian, empati atau perasaan dalam cerita inspiratif
4.12 Peserta didik mampu menyusun cerita inspiratif

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia Kelas IX 135

TUJUAN PEMBELAJARAN

Pada pembelajaran ini, melalui pendekatan saintifik dan metode discovery
learning kalian akan melakukan berbagai aktivitas, yaitu membaca cerita inspiratif,
mengidentifikasi cerita inspiratif, menelaah dan menganalisi struktur dan
kebahasaan cerita inspiratif, menyimpulkan isi ungkapan simpati, kepedulian,
empati atau perasaan pribadi dalam bentuk cerita inspiratif, dan menulis cerita
inspiratif berdasarkan pengalaman pribadi. Dengan demikian dapat menimbulkan
kepekaan berupa rasa simpati, empati, dan bisa menjadi sumber inspirasi dalam
kehidupan.

NILAI-NILAI KETARAKANITAAN

Melalui pembelajaran ini peserta didik akan semakin bertambah
pengetahuan (Competence) dan kreatif dalam menulis dan mengembangkan cerpen
berdasarkan pengalaman yang pernah dialami (Creativity)

FOKUS PENGUATAN KARAKTER 138

1. Tanggung jawab
2. Peduli
3. Jujur
4. Kerjasama
5. Berani

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia Kelas IX

AKTIVITAS PEMBELAJARAN

Sebelum memulai aktivitas pembelajaran, mari kita berdoa terlebih dahulu
memohon rahmat dan pendampingan dari Tuhan yang Maha Esa, semoga
pembelajaran ini dapat memberikan nilai dan manfaat bagi kehidupan. Selanjutnya
baca dengan cermat teks cerita inspiratif. Setelah itu lakukan aktivitas
pembelajaran yang menyertainya.

Pernahkan kalian membaca cerita inspiratif? Lalu perasaan dan pikiran
kalian menjadi tergugah dan tersentuh? Ya, itu tandanya orang tersebut sudah
menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi kalian. Dalam kehidupan sehari-hari
terkadang kita mendapat pelajaran hidup dari seseorang yang kita lihat, kita
dengar, dan kita rasakan atau sebaliknya apa yang kita lakukan bisa menjadi
pelajaran hidup untuk orang lain dan untuk diri kita sendiri .

Apa kalian pernah menulis cerita inspiratif? Atau apa kalian mengetahui
bagaimana cerita inspiratif itu ditulis?

Ya, itu tandanya orang tersebut sudah menjadi sumber inspirasi dan
motivasi bagi kalian. Dalam kehidupan sehari-hari terkadang kita mendapat
pelajaran hidup dari seseorang yang kita lihat, kita dengar, dan kita rasakan atau
sebaliknya apa yang kita lakukan bisa menjadi pelajaran hidup untuk orang lain dan
bahkan untuk diri kita sendiri .

139

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia Kelas IX

A. MENGIDENTIFIKASI CERITA INSPIRATIF

Kalian tentunya sudah pernah membaca sebuah cerita inspiratif
Berikut ini terdapat sebuah cerita inspiratif “Garam dan Air”, kalian diminta untuk
membaca dan mengidentifikasi unsur pembangunnya.

Garam-dan-Air
Di sebuah desa ada seorang anak perempuan umurnya kira-kira 13
sampai 16 tahun. Dia seorang anak yang cantik juga pintar tapi sayangnya dia
memiliki sifat suka mengeluh ketika ada masalah datang menghampirinya.
Sekecil apapun masalah itu dia selalu mengeluh dan menggerutu.
Suatu hari dia sedang berjalan menuju sekolah, tiba-tiba lewat seorang
teman sekolahnya dengan mengendarai sepeda baru. Dia menatap temannya
yang sedang mengendarai sepeda sambil mengeluhkan dirinya yang cuma
berjalan kaki. Sesampainya di rumah diapun mengeluhkan hal ini kepada
ibunya. “Bu, aku capek setiap hari harus berjalan kaki ke sekolah, kenapa Ibu
tidak membelikan aku sepeda baru supaya aku tidak perlu capek-capek
berjalan kaki”. Dia merasa dalam hidup ini hanya dia seorang yang selalu
mendapat masalah tidak seperti teman-temannya yang lain yang bisa hidup
enak dan tidak pernah punya masalah. Padahal semua manusia di muka bumi
tidak pernah lepas dari masalah.

Ibunya mulai resah dengan sikap anaknya yang selalu mengeluh.
Hingga di suatu hari, Ibu anak ini mengajaknya ke dapur, dia mengambil garam,
gelas, dan sebuah panci kemudian mengisi gelas dan panci dengan air sampai
penuh. Dia kemudian memasukan satu sendok garam kedalam gelas yang berisi
air dan satu sendok lagi ke dalam panci. Sang anak mulai penasaran dengan
apa yang sedang dilakukan ibunya.

140

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia Kelas IX

Dia merasa dalam hidup ini hanya dia seorang yang selalu mendapat
masalah tidak seperti teman-temannya yang lain yang bisa hidup enak dan tidak
pernah punya masalah. Padahal semua manusia di muka bumi tidak pernah
lepas dari masalah.

Ibunya mulai resah dengan sikap anaknya yang selalu mengeluh. Hingga
di suatu hari, Ibu anak ini mengajaknya ke dapur, dia mengambil garam, gelas,
dan sebuah panci kemudian mengisi gelas dan panci dengan air sampai penuh.
Dia kemudian memasukan satu sendok garam kedalam gelas yang berisi air dan
satu sendok lagi ke dalam panci. Sang anak mulai penasaran dengan apa yang
sedang dilakukan ibunya. “Untuk apa air garam itu bu?” Sang Ibu pun berkata,
“sekarang coba kamu minum air yang ada di dalam gelas”. Anak itu pun
meminumnya dan mengeluh, “rasanya sangat asin bu!”, Ibunya kemudian
menyuruh anak itu untuk mencicipi air yaang ada di dalam panci. “Rasanya asin
bu, tapi tidak seasin air yang di gelas tadi” Kata anak itu dengan nada
penasaran. Setelah itu sang ibu mengajaknya ke sebuah danau yang berada
tidak jauh dari rumah mereka.

“Sekarang coba kamu lemparkan segenggam garam ke dalam danau
itu!”. Dengan wajah yang masih penasaran anak itu melemparkan segenggam
garam ke dalam danau. “Kenapa bu? Untuk apa ibu menyuruhku melemparkan
garam ke danau?”. Sang ibu kemudian berkata, “Nak, kamu adalah anak yang
cerdas, menurut kamu bagaimana rasa air danau setelah kamu melemparkan
segenggam garam ke dalamnya?” dengan spontan anak itu menjawab, “Tentu
saja rasanya tidak akan berubah bu, tapi aku masih penasaran kenapa ibu
melakukan semua ini?”

141

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia Kelas IX

Dengan nada yang lembut ibunya menjelaskan bahwa garam yang
dimasukkan ke dalam gelas, panci dan danau itu diibaratkan masalah setiap
orang yang ada di dunia. Tinggal bagaimana sikap kita menghadapi masalah itu.
Apakah kita akan seperti gelas dan panci ketika ditimpa sedikit masalah akan
berubah menjadi asin? Ataukah kita adalah danau yang ketika ditimpa masalah
sebesar apapun tidak akan berubah rasa sedikitpun.

Setelah mendengarkan penjelasan ibunya, anak ini mulai mengerti
bahwa setiap orang di atas bumi ini pasti punya masalah entah itu masalah yang
besar atau masalah yang kecil, tetapi jika kita menghadapinya dengan lapang
dada, maka sebesar apapun masalah yang menimpa tidak akan mengubah kita
menjadi orang yang suka mengeluh dan lupa untuk bersyukur
(Sumber:wartabahasa.com)

Pertanyaan identifikasi
1. Kesan apa yang kamu dapatkan setelah membaca tulisan tersebut?
2. Rasa empati (merasakan apa yang dirasakan orang lain) apa yang ada?
3. Pelajaran apa yang kamu dapatkan dari cerita tersebut?
4. Apa yang akan kamu jadikan pedoman hidup berdasarkan pelajaran

yang diambil dari cerita itu?

Sumber: wartabahasa.com 142

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia Kelas IX

B. MENYIMPULKAN UNSUR-UNSUR CERITA INSPIRATIF

Pengertian Cerita Inspiratif

Cerita inspiratif adalah cerita yang bertujuan untuk menambah dan
menggugah motivasi, semangat, dan rasa percaya diri untuk menghadapi
semua tantangan yang mungkin akan dihadapi dalam mencapai tujuan yang
diharapkan secara positif.

Ciri-ciri Cerita Inspiratif

1. Kisah nyata
Teks inspirasi biasanya diangkat atau diadaptasi dari sebuah kisah nyata. Ini
digunakan untuk memberikan gambaran bahwa hal-hal yang terjadi dalam
kisah tersebut ternyata dapat juga terjadi dalam kehidupan pembaca.
2. Tema
Selain kisah nyata, setiap bentuk tulisan teks inspirasi dapat dikembangkan
dari satu tema tertentu menjadi kisah inspirasi yang menarik.
4. Bersifat naratif
Teks inspirasi tentunya bersifat naratif atau cerita karena seperti yang sudah
dijelaskan pada poin sebelumnya, di dalamnya terdapat alur.
5. Ada tokoh yang diceritakan
Pada teks inspirasi terdapat tokoh cerita dengan kisah hidupnya yang
dijadikan sumber inspirasi, contoh, atau teladan bagi pembaca. Pada
umumnya, tokoh dalam cerita inspiratif adalah manusia.

143

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia Kelas IX

Unsur Intrinsik Cerita Inspiratif

Unsur Intrinsik
Unsur Intrinsik Cerita inspiratif terdiri atas tema, tokoh, penokohan, watak,
latar, alur/plot, sudut pandang, dan amanat.

1. Tema
Tema berbeda dengan judul. Tema bersifat lebih umum dari permasalahan
yang diangkat dan pada umumnya disampaikan dalam bentuk kata benda
(nomina).
2. Tokoh
Tokoh adalah sosok rekaan yang diciptakan penulis, yang setelahnya akan
diberikan watak dan penempatan.
Tokoh-tokoh ini tentunya ada yang diberikan nama ataupun terjadi secara
umum, seperti ayah, ibu, nenek, kakek, dsb. Pada beberapa cerita inspiratif
pemberian nama tokoh menjadi hal yang penting, dan beberapa di
antaranya memakai konsep etimologi.
3. Penokohan
Tokoh yang telah diberi watak dan kapan dia akan muncul disebut dengan
penokohan.
4. Watak
Watak atau sifat diberikan pada tokoh sehingga dapat diklasifikasi menjadi
tiga: tokoh protagonis (baik), tokoh antagonis (jahat), dan tokoh tirtagonis
(penengah). Berdasarkan perubahan wataknya, tokoh terbagi menjadi dua:
tokoh datar dan tokoh bulat. Tokoh datar adalah tokoh yang tidak
mengalami perubahan watak, dan tokoh bulat adalah kebalikannya

144

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia Kelas IX

5. Latar
Latar atau setting terbagi menjadi tiga: latar suasana, latar tempat, dan
latar waktu. Latar suasana diperlukan pada setiap momen cerita: apakah
suasana haru, menegangkan, sedih, dsb. Latar tempat dibutuhkan untuk
mengenali budaya dari cerita yang diangkat. Latar waktu digunakan sebagai
penunjuk untuk membangun suasana yang diciptakan.
6. Alur dan plot
Alur atau plot terbagi menjadi dua: linier dan kilas balik. Alur liner terjadi
jika cerita bersambung ke depan..
7. Sudut pandang
Sudut pandang atau point of view terbagi menjadi dua: sudut pandang
orang pertama dan sudut pandang orang ketiga. Sudut pandang orang
pertama terbagi menjadi dua: sudut pandang orang pertama sebagai
pelaku utama dan sudut pandang orang pertama sebagai pelaku
sampingan. Jika di dalam cerita, tokoh utama menggunakan kata ganti Aku
atau saya atau gue dan tidak disebutkan nama tokoh lain, sudut pandang
ini disebut sudut pandang orang pertama sebagai pelaku utama.
8. Pesan atau amanat
Pada dasarnya, seorang penulis menyiapkan amanatnya terlebih dahulu
kemudian dituangkan ke dalam cerita. Amanat disampaikan baik secara
eksplisit maupun implisit. Selain itu, amanat dari sebuah cerpen akan
bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

145

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia Kelas IX

UJI KOMPETENSI 2

Setelah kalian membaca ceita inspiratif “ Garam dan Air” simpulkan unsur intrinsik

cerpen teUrnsesubrut! Simpulan dan bukti

Tema

Kutipan Cerita

Unsur Simpulan dan bukti
Tokoh, watak, dan
penokohan
Kutipan Cerita

Unsur Simpulan dan bukti
Latar waktu
Kutipan Cerita

146

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia Kelas IX

Unsur Simpulan dan bukti
Latar tempat
Kutipan Cerita

Unsur Simpulan dan bukti
Latar suasana
Kutipan Cerita

Unsur Simpulan dan bukti
Alur/plot
Kutipan Cerita

147

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia Kelas IX

Unsur Simpulan dan bukti
Sudut pandang
Kutipan Cerita

Unsur Simpulan dan bukti
Pesan/amanat
Kutipan Cerita

148

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia Kelas IX

C. MENELAAH STRUKTUR CERITA INSPIRATIF

Struktur Cerita Inspiratif
⮚ Orientasi

Pada bagian ini, tokoh dan latar diperkenalkan. Latar, yang terdiri atas latar
waktu, suasana, dan tempat, diceritakan baik langsung maupun tak langsung,
begitupun dari watak tokoh.
⮚ Perumitan Peristiwa
Di bagian ini berisi kisah tokoh dan peristiwa menuju ke puncak cerita (konflik)
⮚ Komplikasi
Bagian ini berisi puncak (inti ) cerita, tempat, kisah yang menjadi inspirasi.
⮚ Resolusi
Bagian ini berisi peristiwa yang menyadarkan tokoh tentang kebaikan.
⮚ Koda
Bagian ini adalah bagian akhir dari cerita. Penulis akan menyampaikan pesan
moralnya baik secara eksplisit maupun implisit.

Sumber: www.ciksepet.com 149

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia Kelas IX

UJI KOMPETENSI 3

Setelah membaca cerita inspiratif“Garam dan Air” kalian dapat menelaah bagian-
bagian struktur teks cerita inspiratif dengan menuliskan bukti kalimat dalam teks.
Sertakan pula simpulan isi teksnya.

Struktur Teks Bukti Simpulan
Orientasi

Rangkaian Peristiwa

Komplikasi

Resolusi

150

Yayasan Tarakanita Bahasa Indonesia Kelas IX


Click to View FlipBook Version