The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by 4l4m S4h, 2022-03-31 12:22:23

13b. sarpras

13b. sarpras

COVER

Kata Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Pengantar
Puji syukur kita panjatkan ke Hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-
Nya sehingga naskah buku dengan judul, “SMK MASA DEPAN | Kajian Pengembangan Sarana
Prasarana” telah dapat diselesaikan. Sesuai dengan judulnya, buku ini memberikan masukan
dan rekomendasi kebijakan konsep Sekolah Menengah Kejuruan masa depan dengan
mengacu pada kriteria-kriteria inti dari suatu entitas suatu sekolah masa depan. Selanjutnya
buku ini diharapkan dapat menjadi salah satu panduan tambahan bagi SMK-SMK di Indonesia,
untuk mengembangkan sarana prasarana di SMK menuju Sekolah Masa Depan. Tidak hanya
bagi pengajar, para pengelola diharapkan dapat memahami hal tersebut.

Buku ini berisi berbagai informasi edukasi yang terkait dengan cara pengembangan sarana
dan prasarana Sekolah Menengah Kejuruan menuju sekolah masa depan. Bagaimana
pengembangan fasilitas atau sarana dan prasarana, serta bagaimana informasi edukasi
ini diterapkan di kegiatan- kegiatan pengelolaan sarana dan prasarana SMK. Agar lebih
jelas, mudah dimengerti dan dipahami, dalam buku ini juga terdapat ilustrasi-ilustrasi yang
menggambarkan kegiatan pengembangan sarana dan prasarana. Buku ini tentu saja masih
memiliki banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami mengharapkan saran perbaikan bagi
penyempurnaan buku ini. Semoga buku ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Jakarta, Juli 2021
Direktur Sekolah Menengah Kejuruan,

Dr. Ir. M. Bakrun, M.M.
NIP 196504121990021002



Susunan Pengarah : Dr. Ir. M. Bakrun, M.M.
Tim Dr. Arie Wibowo Khurniawan, S.Si., M.Ak
Penanggungjawab :

Tim Penulis : Dr. Arie Wibowo Khurniawan, S.Si., M.Ak

Hernita, ST, M.SC

Suharto. SE., MM

Muhammad Subhan ST., MT.

Drs. Bambang Muhadi, MM.

Thomas Ony Kurniawan, S.T., M.Eng

Alwien Parahita B.Sc., M.Sc.

Gustriza Erda, M.Si.

Ar. Putera Rahmat Ismail ST.,M.Sc.,IAI.

Ar. Agung Rudianto ST., IAI., GP

Aditya Nandiwardhana ST.

Penyunting : Sandy Hutama Andalusia, ST

Sunardi., S.Pd

Penelaah : Christina Yunita Setyaningsih, S.T.

Niken Dwiyanthi, S.Ars

Penata Letak : Muhammad Akram B.Sc.

Editor : Sutikno

Khrisna Prasadya Farras Ahmad, S.Ars.

Ilustrasi : Danny Setyaelvina Meyshita, S.Ars.

Janneta Putri Dinawati, S.Ars.

Suanto, S.Ars.

Sekretariat : Adhinta Salsabila

Tanti Sandora

Daftar PROFIL DAN ANALISA 14 D.
TRANSFORMASI

Isi A.PENGEMBANGAN Kondisi Standar Sarana 72
Prasarana Terhadap
Perkembangan Sistem/

Standar Sarana pada Standar 30 Karakteristik Pembelajaran Masa
Nasional Pendidikan SMK Depan

B. E. 110
58 Informasi data pengguna
Relevansi Sarana Prasarana

Pendidikan dengan Kegiatan

C. F.2

3
8
Pembelajaran

PENDAHULUAN Definisi Sekolah Masa Depan Analisis Transformasi Sarana 130

Latar Belakang 68 Prasarana pada SMK Masa
Maksud dan Tujuan Depan

Sasaran 9

Dasar Hukum 10

Struktur Pembahasan 12

1 2

KRITERIA DESAIN 158 MODEL PENGEMBANGAN 320 D.
SARANA DAN PRASARANA SARANA PRASARANA
SMK MASA DEPAN SEKOLAH MASA DEPAN Sistem Menu Sarana SMK Masa 352
Depan
A. A.
E.
Perencanaan sarana prasarana 163 Lahan dan Pengembangan
Sekolah Masa Depan Masterplan 323 Prinsip Desain SMK Masa Depan 354

B. B. F.

Perancangan Sarana Prasarana 170 Strategi Pengembangan Ruang 340 Simulasi Penerapan Model SMK 384
Sekolah Masa Depan Pembelajaran Masa Depan

C. C. 345

Eksplorasi Pengembangan 198 Sistem Menu Prasarana SMK 4
Prasarana SMK Masa Depan Masa Depan

D.

Eksplorasi Pengembangan 216

3Sarana SMK Masa Depan



Tantangan Revolusi Industri
4.0 pada abad 21 mendorong
munculnya definisi kualitas
pembelajaran yang baik
melalui Education 4.0.
Tuntutan akan wadah definisi
pembelajaran masa depan
ini menuntut perubahan
pendekatan sarana prasarana
pendidikan.

PENDAHULUAN

1 LatarBelakang
Maksud dan Tujuan
Sasaran
Dasar Hukum
Struktur Pembahasan

Perkembangan dunia yang sedemikian
cepat menuntut perubahan dan
penyesuaian dalam dunia pendidikan.

2 SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana

A. Latar Belakang

Masyarakat di seluruh dunia sedang menyangkut pada literasi budaya,
mengalami transformasi besar, atas dasar rasa hormat dan
dan hal ini membutuhkan alternatif martabat yang sama, membantu
bentuk-bentuk pendidikan baru menjalin kebersamaan dimensi
yang mengembangkan kompetensi sosial, ekonomi dan lingkungan dari
yang dibutuhkan masyarakat pembangunan berkelanjutan.
dan dunia saat ini dan masa
depan. Tuntutan ini tidak sekedar Inilah visi pendidikan humanis
memenuhi kebutuhan literasi sebagai kebaikan bersama yang
dan numerasi saja, tetapi juga esensial dan mencerminkan
untuk lebih fokus pada lingkungan kebutuhan zaman dan tuntutan
belajar dan pendekatan baru untuk baru. Pendidikan adalah kunci
pembelajaran yang memberikan kerangka terpadu global dari
keadilan yang lebih besar, pembangunan berkelanjutan.
kesetaraan sosial dan solidaritas Pendidikan adalah inti dari upaya
global. baik untuk beradaptasi dengan
perubahan dan untuk mengubah
Pendidikan harus bertujuan dunia di mana kita hidup. Pendidikan
bagaimana belajar hidup bersama dasar yang berkualitas merupakan
dalam dunia yang penuh dengan landasan yang diperlukan untuk
perubahan dan tekanan. Hal ini belajar sepanjang hidup di dunia

SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana 3

yang kompleks dan berubah cara hidup, bekerja, berkomunikasi,
dengan cepat (Rethinking Education, mengolah pengetahuan dan
UNESCO, 2015) belajar. Disrupsi teknologi ini sangat
berpengaruh karena menjanjikan
Kita hidup di dunia yang semakin peningkatan kesejahteraan manusia.
kompleks, tidak pasti, dan rapuh. Namun, hal ini juga memperlihatkan
Kerawanan ekonomi dan ketegangan munculnya masalah etika, sosial dan
untuk hidup berdampingan politik yang serius, terutama karena
secara damai serta ekosistem inovasi teknologi masa lalu memiliki
alami menjadi semakin semu. catatan kontribusi yang tidak merata
Penelitian terbaru menunjukkan terhadap masyarakat di penjuru
bahwa skala perubahan iklim dan dunia. Semua masalah kompleks
implikasinya lebih buruk dari apa ini menimbulkan tantangan tata
yang telah dibayangkan bahkan kelola baru yang signifikan pada
lima tahun yang lalu ketika Tujuan saat multilateralisme, kerja sama
Pembangunan Berkelanjutan internasional, dan solidaritas
2030 diadopsi. Ketidaksetaraan global sedang diserang (Futures of
yang terus-menerus, fragmentasi Education, UNESCO, 2020).
sosial, dan ekstremisme politik
terus melemahkan kohesi sosial Pemangku kebijakan pendidikan pun
dan kepercayaan pada institusi perlu menyesuaikan arah kebijakan
yang mapan, membawa banyak serta penyelenggaraannya serta
masyarakat ke titik krisis. Perubahan harus dapat memastikan kualitas
pola mobilitas manusia membawa pendidikan yang inklusif dan adil
peluang besar tetapi juga tantangan. serta mempromosikan kesempatan
Kemajuan dalam digital komunikasi, belajar seumur hidup untuk semua
kecerdasan buatan, dan bioteknologi (UNESCO, 2015).
secara fundamental mengubah

4 SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana

Tantangan Revolusi Industri 4.0 pada
abad 21 mendorong munculnya
definisi kualitas pembelajaran
yang baik melalui Pendidikan 4.0.
Tuntutan akan wadah definisi
pembelajaran masa depan ini
menuntut perubahan pendekatan
sarana prasarana pendidikan.
Setiap bangunan gedung negara
harus diwujudkan dan dilengkapi
utilitas bangunan yang baik dan
dapat mewadahi kegiatan atasnya,
sehingga bangunan dapat digunakan
secara optimal, dan dapat dijadikan
model pembangunan di lingkungan
sekitar. Sarana dan prasarana
lingkungan sekolah perlu diarahkan
secara baik dan menyeluruh,
sehingga mampu menghasilkan
bangunan yang memadai dan layak
diterima menurut kaidah, norma
serta tata laku konstruksi.

Gambar 1.01 pembelajaran praktik di SMK yang
sejalan dengan perkembangan jaman, virtual reality

welding training simulator
(sumber vocational school improvement program

Djarum Foundation)

SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana 5

Berbagai upaya telah dilakukan Direktorat SMK dalam membangun kualitas pendidikan Sekolah Menengah
Kejuruan salah satunya adalah melakukan kajian kebijakan atas pemanfaatan sarana dan prasarana pendidikan
yang ada di sekolah. Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan terdiri dari beberapa Bidang, salah satunya Bidang
Sarana dan Prasarana mempunyai tugas, antara lain :

1. Perumusan Kebijakan di Bidang 5. Pelaksanaan Fasilitasi 8. Pelaksanaan Pemantauan,
Sarana Prasarana pada Sekolah Penyelenggaraan di Bidang Evaluasi, dan Pelaporan di
Menengah Kejuruan Sarana Prasarana pada Sekolah Bidang Sarana Prasarana pada
Menengah Kejuruan Sekolah Menengah Kejuruan
2. Perumusan Standar di Bidang (Permendikbud Nomor 9
Sarana Prasarana pada Sekolah 6. Pemberian Bimbingan Teknis tahun 2020 Tentang Organisasi
Menengah Kejuruan dan Supervisi di Bidang Sarana Dan Tata Kerja Kementerian
Prasarana pada Sekolah Pendidikan Dan Kebudayaan)
3. Pelaksanaan Kebijakan Menengah Kejuruan
Penjaminan Mutu di Bidang
Sarana Prasarana pada Sekolah 7. Penyiapan Pemberian Izin
Menengah Kejuruan Penyelenggaraan Sekolah
Menengah Kejuruan yang
4. Penyusunan Norma, Standar, diselenggarakan perwakilan
Prosedur, dan Kriteria di Bidang Negara Asing atau Lembaga
Sarana Prasarana pada Sekolah Asing.
Menengah Kejuruan

6 SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana

Maka, Direktorat SMK melalui Bidang Sarana dan Prasarana menganggap
perlu dibuat materi edukasi atas perkembangan dunia pendidikan agar
setiap stakeholder dapat mengantisipasi perkembangan kebutuhan sarana
prasarana kedepannya, sehingga Direktorat SMK mengadakan kegiatan

Kajian Naskah : SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan
Sarana Prasarana

Materi edukasi ini adalah sebuah konsep informasi yang bisa menjadi
acuan pihak sekolah berupa materi cetak atau buku dengan konten visual,
infografis yang memberikan berbagai informasi edukasi tentang bagaimana
cara mengembangkan sarana-prasarana masa depan di SMK seluruh
Indonesia.

SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana 7

B. Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan dari Penyusunan Materi Naskah Kajian Pengembangan
Sarana-Prasarana SMK Masa Depan ini, antara lain adalah:
a. Sebagai petunjuk bagi setiap pemangku kebijakan dan manajemen

sekolah yang memuat masukan, keluaran, azas, kriteria dan proses
yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterpretasikan ke dalam
pengembangan sarana prasarana SMK Masa Depan.
b. Sebagai dasar kajian norma, standar, dan kriteria sarana prasarana
pengembangan sarana-prasarana SMK masa depan.

8 SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana

C. Sasaran

Pembuatan naskah ini ditujukan kepada beberapa target sasaran yaitu ;

a. Pengelola SMK di Indonesia agar memiliki wawasan pengembangan
sarana-prasarana masa depan.

b. Instansi Pemerintah terkait selaku mitra dalam melahirkan kebijakan
vokasi yang bersama-sama bekerja sama berupaya melaksanakan
pembinaan SMK.

c. Masyarakat umum, masyarakat yang memberikan perhatian dan
dukungan bagi dunia vokasi khususnya perkembangan SMK di
Indonesia.

SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana 9

D. Dasar Hukum

a. UUD 1945 Pasal 28 C tentang f. Permendikbud Nomor 22 Tahun
pendidikan adalah hak bagi 2020 tentang Rencana Strategis
setiap warga negara Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Tahun 2020-2024
b. UU 20 tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional g. Peraturan Pemerintah No 17
Tahun 2010 Tentang Pengelolaan
c. Peraturan Pemerintah No. 57 dan Penyelenggaraan Pendidikan
tahun 2021 tentang Standar
Nasional Pendidikan h. Permendikbud No.9 Tahun 2020
yang mengatur tugas Bidang
d. Instruksi Presiden No 9 Tahun Sarana dan Prasarana SMK
2016 tentang Revitalisasi SMK
Dalam Rangka Peningkatan
Kualitas dan Daya Saing Sumber
Daya manusia Indonesia.

e. Permendikbud Nomor 34 Tahun
2018 tentang Standar Nasional
Pendidikan untuk SMK/MAK.

10 SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana

Gambar 1.02 fasade ruang pembelajaran

SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana 11

E. Struktur Pembahasan

Penyusunan naskah kajian 2. Penyusunan dasar dan analisis
pengembangan SMK masa depan ketentuan umum, seperti :
ini dilakukan dengan model
studi literasi dan kajian kondisi i. Standar Nasional Pendidikan
SMK eksisting. Hal ini menjadi
pilihan dengan kondisi dan waktu ii. Definisi Sekolah Masa Depan
penyusunan kajian. Secara umum
struktur dan tahapan pembahasan iii. Relevansi Sarana Prasarana
sebagai berikut : Pendidikan dengan Kegiatan
Pembelajaran
1. Persiapan Perencanaan seperti
mengumpulkan data dan iv. Profil Standar Sarana
informasi lapangan, membuat Prasarana dan Penggunanya
analisa secara garis besar Terhadap Perkembangan
terhadap KAK. Sistem/Karakteristik
Pembelajaran Masa Depan

12 SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana

3. Penyusunan kriteria desain 4. Model pengembangan desain
sarana prasarana SMK, antara sarana prasarana SMK Masa
lain membuat : Depan, antara lain membuat :

i. Eksplorasi Perencanaan dan i. Lahan dan Pengembangan
Perancangan SMK Masa Masterplan
Depan
ii. Strategi Pengembangan
ii. Eksplorasi Pengembangan Ruang Pembelajaran
Sarana
iii. Sistem Menu Sarana
iii. Eksplorasi Pengembangan Prasarana SMK Masa Depan
Prasarana
iv. Simulasi desain prasarana
SMK Masa Depan

SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana 13

PROFIL DAN A. B.
ANALISA
Standar Sarana pada Standar Relevansi Sarana Prasarana
2TRANSFORMASI Nasional Pendidikan SMK Pendidikan dengan Kegiatan
PENGEMBANGAN
Standar Lahan Pembelajaran

Standar Bangunan Relevansi Desain Prasarana
Pendidikan dengan Aktivitas
Standar Ruang Pembelajaran
Umum Pedagogis
Keselamatan dan keamanaan
Standar Ruang Praktik / stakeholder sekolah terabaikan
Laboratorium Umum
Rendahnya mutu output
Standar Ruang Praktik / pendidikan
laboratorium Khusus
Karakteristik Pembelajaran Baru
Standar Ruang Pimpinan dan
Administrasi C.

Standar Ruang Penunjang Definisi Sekolah Masa Depan

14 SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana

D. F.

Kondisi Standar Sarana Prasarana Analisis Transformasi Sarana-
Terhadap Perkembangan Sistem/ Prasarana pada SMK Masa Depan
Karakteristik Pembelajaran Masa
Potensi transformasi profil SMK
Depan saat ini

Profil Sekolah Menengah Kejuruan E. Analisis transformasi sarana pada
(SMK) SMK Masa Depan
Informasi data pengguna
Profil Rombongan Belajar Sekolah Analisis transformasi prasarana
Menengah Kejuruan (SMK) Profil Siswa Sekolah Menengah pada SMK Masa Depan
Kejuruan (SMK)
Profil Ruang Pembelajaran di
Sekolah Menengah Kejuruan Sebaran siswa SMK di tiap Provinsi

Profil Ruang Praktik/Laboratorium Profil Guru Sekolah Menengah
Umum Kejuruan (SMK)

Profil Ruang Praktik/Laboratorium
Keahlian

Profil Ruang Penunjang di Sekolah
Menengah Kejuruan

SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana 15

Pembaharuan pembelajaran di Sekolah Penggerak dan SMK Pusat Keunggulan meneruskan proses peningkatan
kualitas pembelajaran yang telah diinisiasi kurikulum-kurikulum sebelumnya. Prinsip-prinsip pembaharuan
pembelajaran ini adalah

1. Berbasis kompetensi 2. Pembelajaran yang fleksibel 3. Karakter Pancasila

Pengetahuan, keterampilan, • Capaian Pembelajaran Sinergi antara kegiatan
dan sikap dirangkaikan disusun dalam fase-fase pembelajaran rutin sehari-hari
sebagai satu kesatuan proses (2-3 tahun per fase), di kelas dengan kegiatan non-
yang berkelanjutan sehingga sehingga peserta didik rutin (projek) interdisipliner yang
membangun kompetensi memiliki kesempatan untuk berorientasi pada pembentukan
yang utuh, dinyatakan sebagai belajar sesuai dengan dan penguatan karakter
Capaian Pembelajaran (CP). tingkat pencapaian (TaRL), berdasarkan kerangka Profil
kebutuhan, kecepatan, dan Pelajar Pancasila.
gaya belajarnya.

• Muatan atau konten
dikurangi agar peserta
didik memiliki waktu
yang memadai untuk
menguasai kompetensi yang
ditargetkan.

16 SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana

Kebijakan kurikulum berbasis konteks satuan pendidikan yang telah
dimulai sejak dulu kembali dikuatkan di Sekolah Penggerak dan SMK Pusat
Keunggulan. Adapun penguatan itu meliputi beberapa hal dibawah ini :

Struktur Minimum Otonomi Sederhana Gotong Royong

Pemerintah mentapkan Kurikulum memberikan Perubahan yang Pengembangan
struktur kurikulum kemerdekaan pada seminimal mungkin. kurikulum dan
minimum dan satuan satuan pendidikan Namun beberapa perangkat ajarnya
pendidikan dapat dan pendidik untuk aspek berubah secara dilakukan dengan
mengembangkan merancang proses dan signifikan dari kurikulum melibatkan puluhan
program dan kegiatan materi pembelajaran sebelumnya. Tujuan institusi termasuk
tambahan sesuai yang relevan dan arah perubahan, dan kemenag, universitas,
dengan visi misi dan kontekstual rancangannya jelas sekolah, dan lembaga
sumber daya yang dan mudah dipahami pendidikan lainnya.
tersedia Pemerintah sekolah dan pemangku
menyediakan kepentingan.
buku teks dan
perangkat ajar untuk
membantu guru yang
membutuhkan panduan
dalam merancang
pembelajaran

SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana 17

Pada pembaharuan kurikulum ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi mengambil peran dalam menetapkan Kerangka Dasar
dan Struktur Kurikulum, Capaian Pembelajaran, dan Prinsip Pembelajaran
dan Asesmen SMK, sedangkan setiap satuan pendidikan mengembangkan
kurikulum operasional berdasarkan kerangka dan struktur kurikulum,
sesuai karakteristik satuan pendidikan. Dalam kerangka kurikulum SMK
yang yang disusun pembaharuan ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi mengatur penetapan Spektrum Kurikulum, khususnya
pada Bidang dan Program Keahlian, sedangkan konsentrasi keahlian diatur
oleh masing-masing satuan pendidikan.

18 SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana

Spektrum Keahlian • Daftar Bidang dan Program Keahlian
Struktur Kurikulum • Konsentrasi Keahlian dikembangkan

oleh sekolah

Daftar mata pelajaran dan alokasi waktu
• Kelompok Umum (A)
• Kelompok Kejuruan (B)

Deskripsi / Uraian Mata Capaian Pembelajaran Pembelajaran & Asesmen Prinsip Umum
Pelajaran Pembelajaran dan
1. Identitas Mapel Asesmen
2. Rasional
3. Tujuan
4. Karakteristik
5. Capaian Pembelajaran
6. Referensi

Perangkat Ajar • Alur Tujuan Pembelajaran
• Modul Ajar

Grafik 2.01 kerangka pengembangan kurikulum SMK

SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana 19

Adapun pembaharuan spektrum kurikulum di SMK sebagaimana pada tabel dibawah ini :

Resume Spektrum Keahlian SMK

No Spektrum Keahlian SMK Usulan Spektrum Keahlian SMK (2021)
(Perdirjen Dikdasmen No. 06 Tahun 2018)

1. 9 Bidang Keahlian 10 Bidang Keahlian

2. 49 Program Keahlian 50 Progran Keahlian

3. 146 Kompetensi Keahlian -

20 SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana

Spektrum Keahlian SMK

No Bidang Keahlian SMK Usulan Spektrum Keahlian SMK (2021)
(Perdirjen Dikdasmen No. 06 Tahun 2018)

1. Teknologi dan Rekayasa Teknologi Manufaktur dan Rekayasa

2. Energi dan Pertambangan Energi dan Pertambangan

3. Teknologi Informasi dan Komunikasi Teknologi Informasi

4. Kesehatan dan Pekerjaan Sosial Kesehatan dan Pekerjaan Sosial

5. Agribisnis dan Agroteknologi Agribisnis dan Agriteknologi

6. Kemaritiman Kemaritiman

7. Bisnis dan Manejemen Bisnis dan Manejemen

8. Pariwisata Pariwisata

9. Seni dan Industri Kreatif Seni dan Industri Kreatif

10. - Teknologi Konstruksi dan Properti

Grafik 2.02 Spektrum Pembaharuan Spektrum Kurikulum (paparan internal)

SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana 21

Pembaharuan kurikulum SMK yang maju yang terhimpun dalam OECD
dilakukan terus menerus menjadi menunjukkan tren pengurangan
bagian dari upaya pembenahan untuk semua bidang yang diujikan.
peningkatan kualitas pendidikan di Contohnya, selisih nilai matematika
Indonesia pada umumnya, dan SMK peserta didik Indonesia dengan
pada khususnya. negara-negara OECD sebesar 139
(seratus tiga puluh sembilan) poin
Indonesia menduduki peringkat yang pada tahun 2000. Selisih nilai itu
rendah dalam hasil tes PISA tahun berkurang menjadi 115 (seratus
2018. Untuk bidang matematika, lima belas) poin pada tahun 2018.
misalnya, Indonesia berperingkat Capaian Indonesia yang kurang
72 (tujuh puluh dua) dari 78 (tujuh memuaskan ini dapat disebabkan
puluh delapan) negara yang oleh beragam perihal, seperti
berpartisipasi dalam PISA. Hasil yang disparitas mutu pendidikan secara
kurang lebih sama ditunjukkan untuk geografis, keadaan sosio-ekonomi
tes sains dan membaca. Nilai tes siswa, dan kurangnya sarana
PISA Indonesia juga memperlihatkan prasarana pendidikan. Harus diakui
tren stagnan. Tidak ada lonjakan masih banyak yang dapat dilakukan
peningkatan nilai selama periode untuk meningkatkan peringkat dan
18 (delapan belas) tahun. Namun nilai Indonesia.
demikian, selisih nilai peserta
didik Indonesia dengan rerata
nilai peserta didik negara-negara

22 SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana

Ketersediaan Sarana Prasarana di Sekolah, 2018

Jumlah Perpustakaan Laboratorium
Sekolah
Jenjang Memiliki Tidak % Tidak Kebutuhan Yang Kekurangan %
SD 148.244 Memiliki Memiliki Sesuai SNP Tersedia Kekurangan

95.550 53.694 35,2 - ---

SMP 38.960 30.030 8.930 22,9 38.960 24.426 12.534 32,2

SMA 13.495 10.862 2.633 19,5 67.475 30.359 37.116 55,0

SMK 13.710 8.851 4.859 35,4 95.970 18.711 77.259 80,5

Jumlah 214.409 144.293 70.116 32,7 202.405 75.496 126.909 62,7

Tabel 2.03 Sumber : Pusdatin, 2019

Dalam Tabel 2.03 di atas terlihat hampir sepertiga dari sekolah di Indonesia belum memiliki perpustakaan. Selain
itu, laboratorium sebagai sarana pendukung pembelajaran berbagai mata pelajaran, seperti sains, juga kurang
memadai dan kekurangan laboratorium tersebut mencapai 62,7% (enam puluh dua koma tujuh persen) secara
nasional. Kekurangan yang paling parah dialami oleh jenjang SMK - 80,5% (delapan puluh koma lima persen).

Dengan demikian diperlukan pemenuhan fasilitas primer pembelajaran, yakni perpustakaan dan laboratorium. Di
samping itu, lebih dari 40% (empat puluh persen) sekolah tidak memiliki akses internet, terutama pada jenjang SD.
Angka penetrasi internet di sekolah paling rendah di wilayah Papua dan Maluku - tidak sampai seperempat dari
total sekolah di wilayah ini memiliki akses internet (Survei Potensi Desa [Podes], 2018).

SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana 23

Strategi yang dilakukan 1. memastikan keterlibatan DU/DI 3. melakukan analisis terhadap
Kemendikbud dalam rangka dalam merencanakan, mengem- relevansi pendidikan dan
optimalisasi perencanaan layanan bangkan dan mengevaluasi pro- pelatihan vokasi melalui data
pendidikan vokasi dan perguruan gram pendidikan dan pelatihan yang dikumpulkan dari lulusan
tinggi berdasarkan kebutuhan vokasi agar sesuai dengan stan- Pendidikan vokasi melalui tracer
lapangan kerja adalah: dar DU/DI, termasuk pengem- study;
bangan kurikulum, peningkatan
kapasitas SDM (guru/instruktur/ 4. mengembangkan kurikulum pada
dosen/kepala sekolah/pimpinan), SMK, pendidikan tinggi vokasi dan
pemutakhiran fasilitas, dan ases- pelatihan vokasi yang disesuaikan
men terhadap hasil pembelajaran dengan (1) Permintaan pasar
peserta didik; dan kebutuhan DU/DI (demand
driven); (2) Kebersambungan
2. memfasilitasi exchange of (link) antara pengguna lulusan
information dari DU/DI dan pendidikan dan penyelenggara
pendidikan dan pelatihan vokasi pendidikan kejuruan serta; dan
mengenai kebutuhan kompetensi (3) Kecocokan (match) antara
atau profesi di pasar tenaga kerja pekerja dengan pemberi kerja;
melalui platform yang dapat
digunakan seluruh peserta didik; 5. mengembangkan asesmen
kompetensi peserta didik agar
sesuai dengan kebutuhan DU/DI;

6. menjalankan program
penempatan kerja dan praktek
kerja industri langsung dengan
DU/DI;

24 SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana

7. mendatangkan pengajar dari DU/ 11. memberikan otonomi yang lebih
DI atau praktisi industri untuk besar bagi SMK dan pendidikan
mengajar di SMK dan pendidikan tinggi vokasi untuk berinovasi
tinggi vokasi; dan berkembang;

8. memfasilitasi pengalaman 12. mendorong peningkatan citra (Rencana Strategis Kementerian
langsung dan pelatihan di pendidikan vokasi melalui kerja Pendidikan Dan Kebudayaan Tahun
industri bagi guru/instruktur SMK sama dengan media dan praktisi 2020-2024 Nomor 22 tahun 2020)
dan dosen/instruktur pendidikan komunikasi;
tinggi vokasi;
13. mendorong SMK dan pendidikan
9. meningkatkan keterhubungan/ tinggi vokasi untuk berbagi
kesinambungan antara program sumber daya seperti guru/
studi vokasi dari jenjang instruktur dan sarana prasarana
Pendidikan SMK dan pendidikan praktik (bengkel, lab) khususnya
tinggi vokasi; yang memiliki bidang keahlian
yang sama; dan
10. mengembangkan fleksibilitas
pendidikan vokasi dan 14. melakukan aktivitas
pendidikan akademik melalui pembelajaran bersama DU/
skema Multi Exit, Multi Entry DI seperti riset gabungan (joint
System, untuk pendidikan research) dan/atau proyek
menengah, pendidikan tinggi, dan (project work) berdasarkan
dunia kerja; permasalahan riil di masyarakat.

SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana 25

Kebijakan yang tertuang dalam RENSTRA Kemendikbud 2020-2024 tersebut
diatas, kemudian diterjemahkan dalam beberapa tahapan dan strategi yang
dapat dilakukan untuk melakukan pengembangan lembaga pendidikan dan
pelatihan vokasi yaitu:

1. Mereformasi lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi. Perbaikan
dapat dilakukan dengan perubahan model kurikulum agar lebih
berfokus pada mata pelajaran bermuatan keahlian.

2. Mengembangkan berbagai standar kompetensi. Salah satunya dengan
melakukan pengembangan kompetensi atas dasar masukan industri

3. Membakukan model kerja sama sarana & prasarana industri. Hal ini
perlu dilakukan untuk mengatasi permasalahan lembaga vokasi yang
sarana dan prasarananya tidak memenuhi standar industri.

4. Membakukan mekanisme pemagangan antara siswa vokasi dengan
swasta, maka diperlukan model peran industri dalam hal memberi
pemagangan. Model tersebut mencakup uang saku, waktu kerja, dan
kepastian mendapat tempat khusus saat proses rekrutmen.

5. Meningkatkan pendanaan dan koordinasi. Ini dapat dilakukan dengan
mendorong pihak swasta agar tertarik untuk mau berpartisipasi
dalam pengembangan lembaga dan pelatihan vokasi seperti
pemberian insentif pajak ataupun pembentukan informasi pasar kerja
(online job platform).

26 SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana

Data, analisa dan rencana diatas prasarana pada satu sisi yang patut
menunjukkan bahwa dalam disyukuri bersama.
pengembangan pendidikan
di Indonesia, faktor sarana Seiring meningkatnya jumlah SMK
dan prasarana masih perlu di Indonesia, pemerintah Indonesia
mendapatkan perhatian serius khususnya Kementerian Pendidikan
dari semua pemangku kebijakan dan Kebudayaan Republik
pendidikan. Ketidakterpenuhinya Indonesia memiliki tugas besar
kuantitas sarana prasarana adalah dalam membina dan mendukung
problem di satu sisi, sementara manajemen sistem sekolah yang
ketidakterpenuhinya kualitas sarana baik dan sesuai standar, dalam hal
prasarana berada dalam sisi yang ini adalah manajemen pengelolaan
lain; kedua hal tersebut perlu fasilitas sekolah. Sebagaimana kita
mendapat perhatian serius. ketahui bahwa pendidikan yang
berkualitas adalah pendidikan
Berbagai upaya solusi baik berupa yang memiliki kelengkapan
tataran kebijakan dengan berbagai fasilitas sebagai penunjang proses
bentuk kajian, peraturan, hingga pembelajaran. Berdasarkan
pedoman-pedoman yang sudah Peraturan Pemerintah Nomor
diterbitkan, maupun berupa 57 Tahun 2021 tentang Standar
tataran operasional bantuan dalam Nasional Pendidikan menjelaskan
berbagai program mulai dari bahwa setiap satuan pendidikan
revitalisasi hingga pengembangan wajib memiliki sarana dan prasarana
pusat keunggulan, menunjukkan pendidikan, pemenuhan sarana dan
perubahan perbaikan sarana prasarana pembelajaran di sekolah

SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana 27

tidak serta merta cukup dipenuhi prasarana sekolah mencakup
begitu saja, akan tetapi harus perawatan kondisi gedung, tata
memperhatikan bagaimana standar letak, manajemen peralatan praktik,
sarana dan prasarananya. dan lain-lain. Manajemen sarana
dan prasarana yang baik akan
Fasilitas pendidikan merupakan mempengaruhi kualitas sistem
hal yang sangat diperlukan oleh pembelajaran, dan pengelolaan
Sekolah, tersedianya fasilitas anggaran sekolah (Panduan kualitas
pendidikan yang aman,nyaman, sarana dan prasarana SMK, 2020).
terjamin dan memuaskan (seperti
Kondisi lahan, bangunan, furniture
belajar, dan peralatan praktek)
merupakan bagian prasyarat
pembukaan sekolah baru selain
itu lokasi sekolah juga harus
diperhatikan apakah aman dari
bahaya geologis dan apakah
mudah diakses, fasilitas sarana dan
prasarana pendidikan yang aman,
terjamin, memadai dan memuaskan
tentunya akan mendukung proses
belajar mengajar dan pada akhirnya
meningkatkan kualitas pendidikan
di sekolah tersebut. Pemeliharaan
dan pengelolaan sarana dan

28 SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana

SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana 29

A. tenaga kependidikan, peningkatan
kerja sama antar kementerian/
Standar Sarana pada Standar lembaga, pemerintah daerah, dan
Nasional Pendidikan SMK dunia usaha/industri, peningkatan
akses sertifikasi lulusan, dan
program lainnya.

Standar Nasional Pendidikan Salah satu Standar yang diatur
Sekolah Menengah Kejuruan no dalam SNP no 34 tahun 2018
34 tahun 2018, yang selanjutnya tersebut adalah standar sarana
disingkat SNP SMK adalah kriteria dan prasarana, dimana dalam
minimal tentang sistem pendidikan rangka mewujudkan amanat
pada tingkat Sekolah Menengah tujuan pendidikan kejuruan
Kejuruan di seluruh wilayah hukum tersebut diperlukan sarana dan
Negara Kesatuan Republik Indonesia prasarana yang memadai untuk
agar tercapai kompetensi lulusan mendukung terlaksananya kegiatan
sesuai kebutuhan pengguna pembelajaran bermutu. Sarana dan
lulusan. SNP ini diterbitkan dalam prasarana tersebut harus memenuhi
rangka meningkatkan kualitas dan kriteria minimum yang meliputi:
daya saing sumber daya manusia
Indonesia dimana perlu dilakukan
revitalisasi sekolah menengah
kejuruan melalui penyempurnaan
dan penyelarasan kurikulum dengan
kompetensi sesuai kebutuhan
pengguna lulusan, peningkatan
kompetensi bagi pendidik dan

30 SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana

1. Sarana terdiri dari perabot, Dalam peraturan SNP nomor 34 3. Prasarana adalah fasilitas
peralatan pendidikan, media tahun 2018 ini yang dimaksud dasar yang dibutuhkan untuk
pendidikan, buku dan sumber dengan: menjalankan fungsi satuan
belajar lainnya, teknologi pendidikan.
informasi dan komunikasi, serta 1. Standar sarana dan prasarana
perlengkapan lainnya, dan adalah standar nasional 4. Ruang adalah tempat yang
pendidikan yang berkaitan difungsikan untuk pembelajaran
2. Prasarana terdiri dari lahan, dengan kriteria minimal teori dan/atau praktik, baik
bangunan, ruang-ruang, serta tentang ruang belajar, tempat tempat terbuka maupun tempat
instalasi daya dan jasa. berolahraga, tempat beribadah, tertutup.
perpustakaan, laboratorium,
Dengan standar sarana dan bengkel kerja, tempat bermain,
prasarana ini, SMK diharapkan tempat berkreasi dan berekreasi,
mampu mengembangkan serta sumber belajar lain, yang
pendidikan kejuruan yang semakin diperlukan untuk menunjang
relevan dengan tuntutan kebutuhan proses pembelajaran, termasuk
masyarakat yang senantiasa penggunaan teknologi informasi
berubah sesuai perkembangan dan komunikasi.
dunia usaha/industri. Di samping itu,
standar ini juga untuk mendukung 2. Sarana adalah perlengkapan dan
proses pembelajaran secara teratur pendukung pembelajaran yang
dan berkelanjutan. dapat dipindah-pindahkan.

SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana 31

Adapun standar sarana prasarana yang tertuang meliputi beberapa hal
dibawah ini.

1. Standar Lahan

Lahan merupakan sebidang tanah yang diatur dalam peraturan sempadan sungai/danau/laut,
yang di atasnya terdapat prasarana daerah tentang rencana tata jalur kereta api, atau yang dapat
SMK meliputi bangunan, lahan ruang wilayah kota/kabupaten, membahayakan/berpotensi
praktik, pertamanan, dan fasilitas rencana detail tata ruang kota/ merusak sarana dan prasarana,
pendukung pendidikan lainnya. kabupaten, atau peraturan zonasi dan mempunyai akses memadai
yang mengikat dan mendapatkan untuk mobilitas peralatan
a. Luas lahan minimum dapat izin pemanfaatan tanah dari pemadam kebakaran.
menampung sarana dan pemerintah daerah setempat.
prasarana untuk melayani f. Status kepemilikan/pemanfaatan
minimum 3 (tiga) rombongan d. Lahan relatif datar untuk hak atas tanah tidak dalam
belajar. didirikan bangunan, tidak sengketa, dan memiliki sertifikat
berbukit atau kontur naik turun tanah atau izin pemanfaatan dari
b. Koefisien Dasar Bangunan secara mencolok/garis kontur pemegang hak atas tanah sesuai
maksimum 30% (tiga puluh terlalu rapat. ketentuan peraturan perundang-
persen). undangan yang berlaku untuk
e. Lahan tidak berada di dalam garis jangka waktu minimum 10
c. Lokasi lahan sesuai peruntukan (sepuluh) tahun.

32 SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana

2. Standar Bangunan

Sedangkan pengertian standar a. Penentuan luas bangunan SMK b. Bangunan memenuhi ketentuan
bangunan merujuk kepada gedung mengacu pada beberapa hal sebagai berikut:
yang digunakan untuk melaksanakan sebagai berikut:
fungsi pendidikan. 1. Koefisien Lantai Bangunan
1. Proyeksi jumlah peserta didik, maksimum, Koefisien
2. Jenis ruang pembelajaran Dasar Hijau minimum,
dan ketinggian maksimum
dan ruang penunjang bangunan yang ditetapkan
pembelajaran, dan dalam peraturan daerah.
3. Luas area sirkulasi beratap
termasuk lobi, koridor, dan 2. Jarak bebas bangunan yang
tangga minimum 30% (tiga ditetapkan dalam peraturan
puluh persen) dari total luas daerah, meliputi Garis
bangunan. Sempadan Bangunan dengan
batas persil, tepi sungai, tepi
pantai, jalan kereta api, dan/
atau saluran udara tegangan
tinggi/ekstra tinggi.

SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana 33

3. Bangunan memenuhi persyaratan keselamatan sebagai berikut:
• Memiliki konstruksi yang stabil dan kokoh, untuk daerah/zona
tertentu, guna menahan gempa dan kekuatan alam lainnya.
• Dilengkapi penangkal petir dan peralatan untuk mencegah dan
menanggulangi bahaya tersambar petir.
• Dilengkapi peringatan bahaya bagi pengguna, pintu keluar dengan
lebar minimum 1,2m (satu koma dua meter) untuk memudahkan
evakuasi ke tempat berkumpul jika terjadi bencana kebakaran dan/
atau bencana lainnya.
• Akses evakuasi dapat dicapai dengan mudah dan dilengkapi
penunjuk arah yang jelas.

34 SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana

Gambar 2.04 lahan dan komposisi fasilitas
pendidikan

SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana 35

4. Bangunan memenuhi 5. Bangunan memenuhi 6. Bangunan bertingkat
persyaratan kesehatan sebagai persyaratan kemudahan dan memenuhi persyaratan
berikut: kenyamanan sebagai berikut: sebagai berikut:

• Tersedia fasilitas untuk • Menyediakan fasilitas dan • Dilengkapi tangga dengan
ventilasi udara dan aksesibilitas horizontal dan jumlah, dimensi, dan jarak
pencahayaan yang vertikal antar ruang dalam yang mempertimbangkan
memadai. bangunan gedung yang keselamatan, kemudahan,
mudah, aman, dan nyaman, dan kenyamanan.
• Tersedia saluran air hujan, termasuk fasilitas bagi
dan sanitasi di dalam dan penyandang disabilitas. • Bangunan dengan panjang
di luar bangunan meliputi lebih dari 30 m (tiga puluh
saluran air bersih, tempat • Mampu meredam getaran meter) dilengkapi dengan
cuci tangan, saluran/ dan kebisingan yang minimum 2 (dua) buah
instalasi air kotor dan/atau mengganggu kegiatan tangga.
air limbah, dan tempat pembelajaran.
sampah. Sumber air bersih • Lokasi tangga terdekat
dapat berasal dari sumur dapat dicapai tidak lebih
atau dari sumber air dari 15 m (lima belas
olahan lainnya, serta dapat meter).
menjangkau ke seluruh
ruangan. • Bangunan 5 (lima) lantai
ke atas wajib menyediakan
• Bahan bangunan yang elevator dan tangga
dipakai aman bagi kebakaran.
kesehatan dan tidak
menimbulkan dampak • Halaman bermain di lantai
negatif terhadap atas bangunan harus
lingkungan. dilengkapi pagar yang
menjamin keselamatan
pengguna/peserta didik.

36 SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana

7. Bangunan dilengkapi instalasi 10. Bangunan baru SMK/MAK
listrik yang memenuhi dapat bertahan minimum 20
Peraturan Umum Instalasi (dua puluh) tahun.
Listrik, dengan daya listrik
sesuai dengan kebutuhan. 11. Perawatan bangunan merujuk
pada ketentuan peraturan
8. Pembangunan gedung atau perundang-undangan tentang
ruang baru harus dirancang, pemeliharaan berkala
dilaksanakan, dan diawasi bangunan gedung.
dengan melibatkan tenaga
profesional. 12. Bangunan dilengkapi Izin
Mendirikan Bangunan.
9. Kualitas bangunan disesuaikan
kondisi dan potensi setempat
dengan mengacu pada
ketentuan tentang kualitas
bangunan yang ditetapkan
oleh kementerian terkait.

SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana 37

a. Ruang kelas. • Rasio minimum luas lantai
ruang kelas adalah 2m2 (dua
3. Standar Ruang Pembelajaran • Fungsi ruang kelas adalah meter persegi)/peserta didik.
Umum tempat kegiatan pembelajaran Untuk rombongan belajar
teori, praktik yang tidak dengan peserta didik kurang
Ruang pembelajaran umum memerlukan peralatan dari 18 (delapan belas) orang,
diperlukan untuk meningkatkan khusus atau praktik dengan luas minimum ruang kelas
kemampuan peserta didik dalam alat khusus yang mudah adalah 36m2 (tiga puluh enam
mengadopsi dan beradaptasi disediakan. meter persegi).
dengan perkembangan ilmu
pengetahuan, teknologi, dan seni. • Jumlah minimum ruang kelas • Ruang kelas memiliki
Standar Ruang Pembelajaran Umum adalah setengah jumlah jendela untuk mendapatkan
memiliki sarana dan prasarana rombongan belajar. pencahayaan alami yang
sebagai berikut: memadai pada saat membaca,
• Kapasitas ruang kelas adalah dan untuk dapat memandang
36 (tiga puluh enam) peserta ke luar ruangan.
didik.
• Ruang kelas memiliki pintu
yang memadai agar peserta
didik dan guru dapat segera
keluar ruangan jika terjadi
bahaya, dan pintu dapat
dikunci dengan baik saat tidak
digunakan.

38 SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana

b. Laboratorium bahasa. • Rasio minimum luas lantai
laboratorium bahasa adalah
• Fungsi laboratorium 2,4m2 (dua koma empat meter
bahasa adalah tempat persegi)/peserta didik. Untuk
untuk melakukan kegiatan rombongan belajar dengan
pembelajaran teori dan/atau peserta didik kurang dari 18
praktik bahasa asing. (delapan belas) orang, luas
minimum ruang/laboratorium
• Jumlah minimum laboratorium bahasa adalah 48m2 (empat
bahasa adalah 1 (satu) unit/ puluh delapan meter persegi).
sekolah.
• Laboratorium bahasa memiliki
• Kapasitas maksimum jendela untuk mendapatkan
laboratorium bahasa adalah pencahayaan alami yang
36 (tiga puluh enam) peserta memadai pada saat membaca,
didik. dan untuk dapat memandang
ke luar ruangan.

• Laboratorium bahasa memiliki
pintu yang memadai agar
peserta didik dan guru dapat
segera keluar ruangan jika
terjadi bahaya, dan pintu
dapat dikunci dengan baik saat
tidak digunakan.

Gambar 2.05 ruang pembelajaran dengan
pencahayaan alami yang cukup

SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana 39

c. Ruang perpustakaan. • Ruang perpustakaan terletak e. Ruang seni budaya, prakarya,
di tempat yang mudah dan kewirausahaan, dan
• Ruang perpustakaan berfungsi dijangkau, dan berada di lokasi
sebagai tempat kegiatan yang relatif terhindar dari • Ruang seni budaya, prakarya,
peserta didik dan guru untuk kebisingan. dan kewirausahaan berfungsi
memperoleh informasi dari sebagai tempat melaksanakan
berbagai jenis bahan pustaka • Ruang perpustakaan kegiatan yang menggunakan
dengan membaca, mengamati, dilengkapi dengan koleksi sarana seni budaya, prakarya,
mendengar, dan sekaligus buku sesuai dengan ketentuan dan kewirausahaan untuk
tempat petugas mengelola yang ditetapkan oleh Standar mendukung kegiatan
perpustakaan. Nasional Perpustakaan. pembelajaran, termasuk
mengakses berbagai sumber
• Luas minimum ruang d. Ruang TIK. belajar.
perpustakaan satu setengah
luas ruang kelas. • Ruang TIK berfungsi sebagai • Setiap SMK/MAK memiliki
tempat melaksanakan kegiatan minimum 1 (satu) ruang
• Ruang perpustakaan memiliki yang menggunakan sarana seni budaya, prakarya,
jendela dengan pencahayaan TIK guna mendukung proses dan kewirausahaan yang
yang memadai guna membaca pembelajaran termasuk dapat menampung 1 (satu)
buku. Jendela kaca ruang mengakses berbagai sumber rombongan belajar.
perpustakaan dirancang untuk belajar.
tidak dapat dibuka, dengan
pertimbangan keamanan • Setiap SMK/MAK memiliki
bahan pustaka/sumber minimum 1 (satu) ruang TIK
bacaan lain yang mudah yang dapat menampung 1
dipindahtangankan. (satu) rombongan belajar.

40 SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana

f. Ruang / Lahan / Ruang bermain • Sebaiknya memiliki ruang • Ruang / Lahan / Ruang
/ berolahraga / berkesenian / / lahan / ruang bermain / bermain / berolahraga /
upacara. berolahraga / berkesenian / berkesenian / upacara tidak
upacara atau akses terhadap digunakan untuk tempat
• Ruang / Lahan / Ruang ruang / lahan / ruang bermain parkir.
bermain / berolahraga / berolahraga / berkesenian /
/ berkesenian / upacara upacara. Gambar 2.06 fasilitas ruang luar sebagai ruang
berfungsi sebagai area tempat olahraga
melaksanakan kegiatan
bermain, berolahraga,
bersenian, upacara, dan
kegiatan ekstrakurikuler.

• Rasio minimum luas adalah
2m2 (dua meter persegi)/
peserta didik.

• Terletak di tempat yang cukup
jauh dari ruang kelas.

SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana 41

RUANG PENGERTIAN RASIO PER SISWA KETENTUAN KHUSUS
Ruang Kelas
tempat kegiatan pembelajaran teori, minimum 2 m2/ minimum 36 m2 bila siswa dibawah 18
praktik yang tidak memerlukan siswa siswa
peralatan khusus atau praktik dengan
alat khusus yang mudah disediakan minimum 50% dari jumlah rombel

Laboratorium tempat untuk melakukan kegiatan minimum 2,4 minimum 48 m2 bila siswa dibawah 18
Bahasa pembelajaran teori dan/atau praktik m2/siswa siswa
bahasa asing

Ruang tempat kegiatan peserta didik dan minimal 3 m2/ 1,5 x Ruang kelas
Perpustakaan guru untuk memperoleh informasi dari siswa Menampung 1 rombel
berbagai jenis bahan pustaka dengan
membaca, mengamati, mendengar, dan
sekaligus tempat petugas mengelola
perpustakaan

Ruang TIK tempat melaksanakan kegiatan minimal 3 m2/
yang menggunakan sarana TIK guna siswa
mendukung proses pembelajaran
termasuk berbagai sumber belajar

42 SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana

RUANG PENGERTIAN RASIO PER SISWA KETENTUAN KHUSUS
minimal 3 m2/ siswa Menampung 1 rombel
Ruang Seni tempat melaksanakan kegiatan yang
Budaya, menggunakan sarana seni budaya,
Prakarya, dan prakarya, dan kewirausahaan untuk
Kewirausahaan mendukung kegiatan pembelajaran,
termasuk mengakses berbagai sumber
belajar

Ruang/ area tempat melaksanakan kegiatan minimum 2 m2/siswa tidak digunakan untuk tempat
Lahan/ruang bermain, berolahraga, bersenian, parkir.
bermain/ upacara, dan kegiatan ekstrakurikuler
berolahraga/
berkesenian/
upacara

Tabel 2.07 Tabel Standar Ruang Pembelajaran Umum

SMK Masa Depan | Kajian Pengembangan Sarana - Prasarana 43


Click to View FlipBook Version