Penerbit Universitas Jenderal Soedirman
Budaya Asia Timur
Dalam Cerita Rakyat
Tiongkok Dan Jepang
Destyanisa Tazkiyah, B.Ed, M.S,
Dr. Yusida Lusiana, S.S, M.Si, M.Pd
Budaya Asia Timur
dalam Cerita Rakyat
Tiongkok dan Jepang
Destyanisa Tazkiyah, B.Ed., M.S.
Dr. Yusida Lusiana, S.S, M.Si., M.Pd.
Penerbit
Universitas Jenderal Soedirman
2022
Buku Referensi
Budaya Asia Timur dalam
Cerita Rakyat Tiongkok dan Jepang
© 2022 Universitas Jenderal Soedirman
Cetakan Kesatu, November 2022
Hak Cipta dilindungi Undang-Undang
All Right Reserved
Penulis:
Destyanisa Tazkiyah, B.Ed., M.S.
Dr. Yusida Lusiana, S.S, M.Si., M.Pd.
Editor Isi:
Yudi Sutanto, B.Ed., M.Ed., Ph.D.
Dr. Ely Triasih Rahayu, S.S., M.Hum
Editor Bahasa:
Octaria Putri Nurharyani, S.S., M.Hum.
Diterbitkan oleh:
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Gd. BPU Percetakan dan Penerbitan (UNSOED Press)
Telp. (0281) 626070
Email: [email protected]
Anggota
Afiliasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia
Nomor : 003.082.1.02.2019
ix + 150 hal, 15,5 x 23 cm
ISBN:
Dilarang mengutip dan memperbanyak tanpa izin tertulis dari penerbit,
sebagian atau seluruhnya dalam bentuk apapun, baik cetak, photoprint,
microfilm dan sebagainya.
i
Kata Pengantar
Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadiran Tuhan
Yang Maha Esa, karena berkat petunjuk dan hidayahNya buku
referensi berjudul Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat
Tiongkok Dan Jepang dapat terselesaikan.
Buku referensi ini merupakan salah satu bentuk Tri
Dharma Perguruan Tinggi dosen yang sejalan dengan Visi, Misi
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman. Di
samping itu buku referensi merupakan hasil kerja dosen yang
dapat digunakan oleh masyarakat luas, di mana hal tersebut
sesuai dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang merupakan
landasan transformasi Pendidikan Tinggi.
Dengan tersusunnya buku referensi ini diharapkan dapat
menjadi bahan acuan serta pendamping bahan ajar bagi
masyarakat pembelajar bahasa asing, khususnya bahasa
Mandarin dan bahasa Jepang.
Purwokerto, 04 November 2022
Dekan Fakultas Ilmu Budaya
Dra. Roch Widjatini, M.Si
NIP. 195812241986012001
ii
Prakata
Alhamdulillahirabbil'aalamin, segala puja dan puji syukur
penulis panjatkan kepada Allah Yang Maha Penyayang. Tanpa
karunia-Nya, mustahillah naskah buku referensi ini terselesaikan
tepat waktu mengingat tugas dan kewajiban lain yang bersamaan
hadir. Penulis benar-benar merasa tertantang untuk
mewujudkan naskah buku ini sebagai bentuk luaran riset serta
aktualisasi pelatihan dasar CPNS.
Tujunya dibuatnya buku referensi adalah mengoptimalkan
pembelajaran pemahaman lintas budaya. Melalui kajian terhadap
nilai budaya dalam cerita rakyat Tiongkok dan Jepang didapat
pencerminan nilai BerAKHLAK yang erat kaitannya dengan nilai
moral dan konsep budaya.
Dalam pembelajaran bahasa adakalanya materi secara
teoritis saja kurang mengena dan tidak bertahan lama, melalui
implementasi cerita rakyat diharapkan nilai pemahaman lintas
budaya dapat dimaknai dengan lebih mudah, lebih seru, dan lebih
interaktif bagi para pembelajar bahasa Mandarin dan Jepang
secara umum.
Terselesaikannya penulisan buku ini juga tidak terlepas
dari bantuan beberapa pihak. Oleh karena itu, penulis
menyampaikan terima kepada semua pihak yang turut
membantu dalam terselesaikannya buku referensi ini. Meskipun
telah berusaha untuk menghindari kesalahan, penulis menyadari
bahwa buku ini masih mempunyai kelemahan sebagai
kekurangannya. Penulis berharap agar pembaca berkenan
menyampaikan kritikan. Dengan segala pengharapan dan
keterbukaan, penulis menyampaikan rasa terima kasih dengan
setulus-tulusnya.
Purwokerto, 03 November 2022
Penulis
iii
Daftar Isi
Kata Pengantar……………………………………………………...………………..ii
Prakata .................................................................................................................iii
Daftar Isi..............................................................................................................iv
BAGIAN 1. FOLKLORE DAN PEMAHAMAN LINTAS BUDAYA...1
Bab 1. Pendahuluan.........................................................................................2
BAGIAN 2. CERITA RAKYAT TIONGKOK ......................................... 11
Bab 1. Houyi Pemanah Matahari............................................................. 12
Bab 2. Chang’e Terbang Ke Bulan ........................................................... 22
Bab 3. Jingwei Memenuhi Lautan ........................................................... 30
Bab 4. Mengjiang Menangis Tembok Besar Cina.............................. 38
Bab 5. Lelaki Penggembala Sapi dan Gadis Penenun...................... 57
Bagian 3 CERITA RAKYAT JEPANG .................................................... 73
Bab 1. Urashima Taro .................................................................................. 74
Bab 2. Lidah Pipit Yang Terpotong......................................................... 94
Bab 3. Pengantin Tikus..............................................................................105
Bab 4. Kintaro Si Anak Kuat ....................................................................112
Bab 5. Putri Kaguya.....................................................................................122
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................138
PROFIL PENULIS ........................................................................................142
iv
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
BAGIAN 1
FOLKLORE
DAN
PEMAHAMAN LINTAS BUDAYA
1
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
Bab 1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Setiap entitas kebudayaan memilliki setidaknya tujuh unsur
universal, yakni ekonomi, teknologi, sistem kemasyarakatan,
kesenian, sistem pengetahuan, sistem religi dan bahasa (Wissler,
dalam Danandjaja, 1997:37). Bahasa, manusia dan kebudyaan
adalah seperangkat yang terintegrasi, tak terpisahkan dalam
setiap aktivitas kedirian manusia. Bahasa berfungsi sebagai media
ekspresi, sinyal, deskripsi dan argumentasi diri manusia di mana
akan terkait dengan budaya di mana mereka berada (Popper,
dalam Hidayat, 2006 : 28) Sebagai konsekuensi dari
ketidaksendirian manusia dalam kehidupannya, maka bahasa pun
berfungsi sebagai pembentuk, pemertahanan, pemerjelas
hubungan di antara anggota masyarakat dan penyedia kerangka
dan pengorganisasian wacana yang relevan dengan situasi
(Halliday, dalam Sobur, 2001: 17). Melalui bahasa, sesungguhnya
manusia dapat menciptakan representasi- representasi realistis
yang tidak semata refleksi dari realitas yang ada sebelumnya
melainkan juga mampu memberikan peranan dalam
mengkonstruksi realitas.
Bahasa bagi manusia memiliki kekuatan untuk menjelaskan
sesuatu di luar dirinya, dia tidak saja bekerja sebagai saluran
untuk mengkomunikasikan informasi tentang keadaan mental
utama atau perilaku melainkan juga menata hubungan- hubungan
dan identitas sosial (Jorgensen & Phillips, 2007: 2) Namun,
konstruksi tersebut tidak bermakna apapun melainkan terjadi
setelah kita memberikan makna. Makna sendiri tidak keluar
sendiri dari objek melainkan dari manusia yang mengimbuhkan
pada objek tersebut. Selanjutnya, sebuah kata pun sangat
tergantung dengan penggunannya dalam kalimat di mana arti
suatu kalimat akan tergantung dengan penggunaanya dalam
kalimat di mana arti suatu kalimat akan tergantung dengan
penggunannya dalam bahasa (Hidayat, 2006 : 74). Hal ini
2
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
diperkuat oleh Langer yang menekankan bahwa makna yang
sesungguhnya dari bahasa tidaklah terletak pada kata-kata
melainkan pada wacana (Sudibyo, 2001 : 11). Secara umum,
memperbincangkan wacana tanpa bahasa adalah sebuah
absurditas mengingat wacana akan bersinggungan dengan
penggunaan prinsip-prinsip ketatabahasaan (Keraf, dalam Sobur,
2001 : 11). Namun, wacana, tidaklah sederet kata yang berkutat
dengan lingkup linguistik-objektif melainkan mengisyaratkan
bahwa teks memiliki makna dan berdampak pada dunia nyata di
mana wacana adalah cara tertentu untuk membicarakan dan
memahami dunia.
Salah satu medan wacana, adalah karya susatra, yang
merupakan sebuah hasil penciptaan yang tidak melulu disusun
untuk tujuan komunikasi yang praktis dan sementara waktu,
melainkan membuka dan memperkaya batin bagi individu atas
pengalaman baru dan meregulasi pengalaman tersebut. Sastra
merupakan perwujudan relitas dalam suatu konteks sosial
tertentu dan memperlihatkan koherensi yang konsisten sehingga
menghantarkan penikmat karya sastra ke dalam satu tematik yang
diciptakan oleh pembuat karya dan dimaknai oleh khalayaknya.
Sastra adalah ranah di mana permainan dan pengusungan suatu
makna dipertarungkan. Keberadaan bahasa dalam sastra tidak
saja sebagai alat untuk mendeskripsikan realitas melainkan
mengkonstruksi realitas itu sendiri.
Sastra menjadi medan makna melalui pengembangan kata-
kata yang baru beserta makna asosiatifnya, pemerluasan makna
dari istilah yang telah ada hingga memantapkan konvensi makna
yang telah ada dalam suatu sistem bahasa. Karya susastra
merupakan refleksi gejala sosial, menghadirkan dunia empiris di
mana karya tersebut dilahirkan. Selain itu, sastra adalah sebuah
metafora dalam menggambarkan dan menganalisa situasi individu
dan atau masyarakat sehingga kita dapat melukiskan realitas
3
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
keniscayaan yang memungkinkan lebih mengenal diri dan
lingkungan di mana kita berada.
Sastra dalam perpektif humaniora, sesungguhnya
mewacanakan tentang hakikat kemanusiaan. Manusia adalah
subjek yang unik, khas sekaligus penuh dengan kompleksitas
paradoksal dalam relasinya dengan lingkungan, manusia
menganut prinsip antroposentrik, yakni manusia meletakan dan
memerankan dirinya di atas segala-galanya dan oleh karenanya
memiliki keleluasaan untuk memanfaatkan potensi alam
termasuk dirinya sendiri dan bersamanya. Leahy (2001 : 66-67)
menegaskan, secara kodrati manusia sebagai makhluk hidup
secara essensial berusaha untuk menyempurnakan dirinya. Hal ini
terjadi karena sifat khas dari makhluk hidup sesungguhya
senantiasa melaksanakan kegiatan imanen dan transitif, yakni
aktivitas yang memiliki implikasi atas diri dan lingkungannya dan
menjadikan dirinya sebagai sebuah kesatuan substansial, suatu
kesatuan yang dinamis dan menstrukturkan.
Selanjutnya Bertens (1980 : 116) menandaskan, manusia
sebagai makhluk yang terbatasi dengan batas-batas
kebertubuhannya dikarakterisasikan sebagai subjek yang
mengalami dispersitas, kepasifan dan keterbatasan. Oleh
karenanya, pengetahuan adalah suatu kekayaan yang teramat
mahal di mana melalui pengetahuan tersebut, manusia akan
berhasil keluar dari keterbatasan badan wadahnya, menjelajah
dan mengeksplorasi diri dalam kesejatian hidup dan kehidupan.
Leahy (2001 :97) menambahkan, pengetahuan manusia
berkorelasi dengan kebutuhan manusia itu sendiri, yakni indrawi
dan intelektif, yakni pemenuhan kepuasaan pancaindra sekaligus
batiniahnya. Oleh karenanya, dapat dikatakan relasi manusia
senantiasa berusaha untuk menyesuaikan diri dengan situasi yang
ada. Refleksi bermakna bahwa setiap objek yang terekstensifikasi
secara kodratis dari semua realitas apapun juga dalam setiap
4
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
tanda, lambang, mitos dan karya seni. Diskursif berarti ketika dia
memperhatikan setiap aspek kebendaan menjadi berusaha
mengeksplorasi sekaligus mengelaborasi setiap prinsip dan
implikasi kebendaan tersebut dalam hakikat kemanusiaannya.
Bermakna induktif karena manusia senantiasa menarik yang
bersifat sarwa sekalian alam dari titik tolak individual dan
sekaligus deduktif, ketika dia menarik yang individual dari titik
berdiri kesemestaan.
Walhasil manusia sejatinya menjadi mahluk yang
kontemplatif-spekulatif, makhluk yang mengedepankan
pertimbangan setiap hal dalam diri dan untuk dirinya sendiri.
Berdasarkan hal tersebut, maka pengetahuan bagi subjek secara
hakikat merupakan bereksistensinya subjek dalam hubungan
dengan sebuah objek, sehingga objek tersebut mengeksistensi diri
dengan kodratinya sebagai yang hadir dan nyata bagi subjek, yaitu
manusia itu sendiri. Kerinduan manusia akan pengetahuan
sesungguhnya sebuah kegiatan memberadakan diri dan memiliki
sebagai sebuah penyertaan dan kepasrahan diri akan sesuatu yang
transcendental, yakni suatu aktivitas yang menjadikan suatu objek
menghasilkan suatu dampak yang diresapi dan disesuaikan
dengan dirinya. Pengetahuan mengakibatkan subjek menjadi
berada dalam ketegangan atau intensionalitas menuju objek.
Sartre (1987 :32) menambahkan, mengetahui merupakan
kegiatan yang menjadikan manusia berkomunikasi secara dinamis
dengan eksistensi dan kodrat dari yang ada. Melalui pengetahuan,
manusia secara subjektif akan mengalami suatu perasaan imanen
berupa keterbukaan, penyambutan dan interioritas. Keterbukaan
adalah kesadaran manusia akan eksistensi dan kodrat realitas,
penyambutan merupakan kemampuan untuk merekonstruksi
memori untuk menghadirkan realitas dan interioritas sebagai
pemenuhan akan apa-apa yang sesungguhnya dikehendaki dalam
meletakan dirinya sebagai manusia.
5
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
Jalan untuk memahami substansi kesusastraan adalah melalui
identifikasi dan analisa teks. Teks dalam karya sastra mampu
menentukan konteks, mengkonstruksi pemaknaan seseorang atas
realitas melalui diversifikasi kata sehingga konteks pun dapat
termanipulasi. Sebagai sebuah wacana, teks kesusastraan dapat
memainkan peran strategis, yakni eufimisme (penghalusan
makna), disfemisme (sarkasme makna), labelling (penjulukan)
dan stereotipe (pengimbuhan yang menetap). Pertarungan makna
sejatinya adalah perjuangan wacana, bagaimana sebuah gagasan
bertarung untuk menguasai ranah kekuasaan melalui proses
legitimasi. Oleh karenanya, wacana sastra merupakan praktik
pertarungan sosial melalui penandaan realitas sosial, cermin dan
refleksi dari realitas dan merefleksikan ideologi pencipta teks atas
sebuah gejala sosial yang berlaku.
Terdapat berbagai ragam karya sastra, salah satunya adalah
folklor,yakni sebagian kebudayaan secara tradisional dalam versi
berbeda, baik di dalam tulisan maupun lisan serta contoh yang
disertai dengan gerak, isyarat atau alat pengingat (Danandjaja,
1994 : 2). Secara kategorik, terdapat tiga kelompok folklor, yakni
folklor verbal, folklor sebagian lisan dan folklor non lisan. Dalam
riset ini, maka fokus utama folklor adalah folklor verbal dalam
cerita prosa rakyat. Hal ini sejalan dengan sifat folklor verbal yang
humanistik, yakni folklor yang ditelaah dalam kerangka
memahami hakikat dan substansi pesan melalui telaah
kebahasaan.
Audifax (2005 :8) mengungkapkan cerita rakyat atau mitos
adalah cerita yang eksis, berasal dari masa lalu dan biasanya
terkait dengan unsur supranatural, menjelaskan esensi kehidupan
dan dunia serta mengekspresikan nilai moral dan upaya dalam
kehidupan manusia. Fokusnya adalah memberi perhatian pada
kehidupan manusia dan relasi antara kekuatan supranatural
dengan keberadaan manusia. Levi-Strauss (dalam Audifax, 2005
6
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
:10) melalui rangkaian teks naratif yang sejajar atau mirip dengan
kalimat maka naskah tersebut berusaha mengintrodusir pesan
moral dan ideologis dalam kebudayaan suatu masyarakat yang
dipaparkan melalui simbol yang dipahami dalam kebudayaan
tersebut. Makna adalah sesuatu yang dikonstruksikan dan
senantiasa berjuang untuk mencapai kedudukan yang dominan
diantara makna-makna lain. Tidak itu saja, bahkan bahasa
dimaknai sebagai sesuatu yang merepresentasikan untuk
membentuk makna tertentu, terlibat dalam konstelasi sosial
dalam proses produksi dan reproduksi makna Dengan kata lain,
bahasa bisa diikatan sebagai sebuah lambang atau simbol yang
digunakan untuk menunjuk sesuatu yang lain berdasarkan
kesepakatan bersama. Hakikat bahasa sebagai sebuah lambang
dengan sendirinya akan sangat terkait dengan bagaimana cara kita
memandang makna dan pengalaman kita atas makna yang hendak
diimbuhkan. Bahasa yang terangkai dalam wacana sebuah
tindakan, interaksi dan bertujuan sekaligus terikat dengan
konteks (situasi, peristiwa dan kondisi) dari wacana itu sendiri
bahkan sebuah bentuk pertarungan kekuasaan hingga
pencerminan dari ideologi tertentu.
Sejatinya, makna adalah sebuah permainan bahasa, labil dan
bersdifat prosesual. Artinya, makna tidak dibatasi oleh rangkaian
huruf yang menjadi kata, untaian kata menjadi kalimat belaka,
melainkan hadir dan menjelma dalam hubungan antar teks atau
intertekstualitas yang hakikatnya adalah produksi pengetahuan
yang teregulasi dan terlegitimasi melalui bahasa di saat menunjuk
pada suatu objek atau praktik. Bahasa sebagai bagian dari teks
yang berperan sebagai pengkonstruksi, pendefinisi dan pencipta
objek yang dapat dinalar, sehingga wacana hadir tidak sebagai
sesuatu yang meregulasi atas apa yang diperbolehkan, melainkan
juga menghadirkan siapa, kapan dan di mana teks itu
dipergunakan.
7
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
Makna dari karya sastra tentunya tidak lepas dari kebudayaan. Di
bidang kebudayaan, di satu pihak terjadi kecenderungan mendunia
(menjadi kosmopolitan), namun pada saat yang sama terjadi pula
kecenderungan yang sebaliknya, yaitu kembali kepada kebudayaan
sendiri, bahkan kepada akar primordialnya. Adanya kecenderungan
kembali ke akar budaya sendiri dari berbagai masyarakat dan atau
komunitas itu adalah perilaku yang mudah dipahami. Nilai-nilai yang
datang dari berbagai kebudayaan asing tidaklah dapat dihadapi dengan
mudah. Nilai-nilai asing tersebut berbeda, bahkan tidak sedikit juga
yang bertentangan dengan nilai budaya sendiri, hal itulah yang
menimbulkan masalah. Saini (2005 : 21) mengatakan orang dapat
menjadi bingung, cemas bahkan tertekan oleh keadaan terkepung oleh
nilai-nilai asing seperti itu. Untuk melepaskan diri dari keadaan seperti
itu, seseorang harus mengambil sikap, bahkan tindakan, dimulai dari
tindakan nyata dalam bentuk perbuatan atau perilaku. Dan hal yang
sama berlaku pula bagi suatu komunitas.
Tindakan yang dapat dilakukan oleh sebuah komunitas dapat
berkembang ke dua arah. Pertama komunitas dapat menutup diri secara
budaya, yaitu dengan hanya menganut nilai-nilai (primordial) dan
menolak nilai apa pun yang datang dari luar. Dalam keadaan seperti itu
nilai-nilai yang “asli” (primordial) diperlakukan bagaikan benteng-
benteng untuk menjaganya dari pengaruh nilai-nilai asing itu. Dalam
upaya menjaga diri seperti itu tak jarang dilakukan kekerasan, baik
kekerasan mental dalam bentuk ancaman dan kutukan, maupun
kekerasan jasmani, seperti pengucilan dan pembuangan terhadap
anggota komunitas yang dianggap “murtad”. Kedua adalah
penyesuaian diri secara kreatif terhadap globalisasi itu. Komunitas
yang kreatif akan menyadari bahwa besar atau kecil, cepat atau lambat,
perubahan tidak dapat dihindarkan, bahkan kalau tidak terjadi
globalisasi. Masalahnya bukan menolak perubahan, tetapi mengelola
perubahan demi keselamatan dan kesejahteraan komunitas itu. Di
antaranya dengan memilih nilai-nilai, baik yang lama dan yang asli
maupun yang datang dari luar, dengan pertimbangan kecocokannya
untuk menghadapi masalah-masalah yang aktual dan kontekstual.
8
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
Nilai-nilai asli yang bermutu itu sering pula disebut sebagai kearifan
lokal.
Kearifan lokal adalah sikap, pandangan, dan kemampuan suatu
komunitas di dalam mengelola lingkungan rohani dan jasmaninya,
yang memberikan kepada komunitas itu daya-tahan dan daya-tumbuh
di dalam wilayah di mana komunitas itu berada. Dengan kata lain,
kearifan lokal adalah jawaban kreatif terhadap situasi geografis-
geopolitis, historis, dan situasional yang bersifat lokal (Saini, 2005 :
53). Kearifan lokal mengacu pada kebudayaan daerah tertentu yang
bersifat partikularistik, yang artinya khas berlaku umum dalam
wilayah budaya suku bangsa tertentu.
Dalam pembelajaran bahasa asing, budaya merupakan salah satu
aspek yang harus dikuasai agar mampu memahami karakteristik
bahasa asing tersebut. Melalui pendekatan budaya dan adanya
pemahaman lintas budaya antara budaya asli pembelajar dengan
budaya dari bahasa yang sedang dipelajari dapat meningkatkan
motivasi serta pemahaman kemampuan bahasa asing. Aspek budaya
menjadi highlight dalam pembelajaran bahasa, karena sejatinya bahasa
merupakan unsur kebudayaan.
1.2 Rumusan Masalah
Folklor, khusunya cerita rakyat sesungguhnya bukan sekadar
cerita pengantar tidur belaka. Cerita rakyat merupakan proyeksi
bahasa yang memiliki kemampuan dalam mentransmisi dan
mentransaksi nilai-nilai kearifan yang berakar dalam tradisi.
Bahasa melalui wujud teks merupakan hasil dari proses produksi
yang diobservasi. Dengan kata lain, setiap wilayah kebudayaan
memiliki karakter yang khas dalam memproduksi, mereproduksi
dan mendistribusi kearifan lokal dalam kesustraannya. Dua
wilayah kebudayaan yang hendak dipersandingkan adalah
Tiongkok dan Jepang. Terdapat kedekatan budaya asia timur
antara Tiongkok, Jepang dan Indonesia.
9
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
Fenomena kedekatan budaya menjadi menarik untuk dikaji
karena adanya pemahaman lintas budaya sebagai salah satu aspek
dalam pembelajaran bahasa asing. Oleh karenanya, berdasarkan
latar belakang di atas, maka rumusan permasalahan dalam buku
referensi ini adalah:
“Bagaimana peran budaya Asia Timur dalam cerita rakyat
Tiongkok dan Jepang sebagai media pemahaman lintas
budaya dalam pembelajaran bahasa asing?”
1.3 Tujuan
Penulisan buku referensi ini bertujuan untuk
mengimplementasi peran budaya Asia Timur melalui cerita
rakyat Tiongkok dan Jepang dalam pemahaman lintas budaya,
sehingga pembelajar bahasa asing khususnya pembelajar bahasa
Mandarin dan Jepang dapat memiliki pemahaman dalam budaya
Asia Timur yang menjunjung tinggi nilai berakhlak baik sebagai
aspek pemahaman bahasa asing. Melalui penggalian konsep
budaya dalam cerita rakyat para pembelajar dapat memahami
makna cerita serta nilai budaya di dalamnya dengan lebih mudah.
10
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
BAGIAN 2
CERITA RAKYAT TIONGKOK
11
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
Bab 1
Houyi Pemanah Matahari
1.1 Cerita Rakyat Dalam Bahasa Sumber
后羿射日
传说古时候天空曾有十个大阳他们都是东方天帝的儿
子。这十个大阳跟他们的母亲、天帝的妻子共同住在东海
边上。她经常把十个孩子放在世界最东边的东海洗澡。洗
完澡后让他们像小鸟那样栖息在一棵大树上。因为每个太
阳的形象中心都是只鸟所以大树就成了他们的家九企太阳
栖息在长得较矮的树枝上男一个太阳则栖息在树梢 上。
当黎明需要晨光来临时栖息在树梢的大阳便坐着两轮
车穿越天空照射人问把光和热酒遍世界的每个角落。十个
大阳每天一换轮流当值秩序井然天地万物一片和谐。人们
在大地上生活得非常幸福和睦。人和人像邻居、朋友那样
生活在一起日出而耕日落而息生活过得既美满又幸福。人
和动物也能和睦相处。那时候人们感恩于大阳给他们带来
了时辰、光明和欢乐经常经常面向天空磕头作揖顶礼膜拜。
12
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
可是这样的日子过长了这十个太阳就觉得无聊他们想
要一起周游天空觉得肯定很有趣。于是当黎明来临时十个
太阳一起爬上双轮车踏上了穿越天空的征程。这一下大地
上的人和万物就受不了了。十个大阳像十个大火团他们一
起放出的热量烤焦了大地烧死许许多多的人和动物。森林
者火啦所有的树木庄稼和房子都被烧成了灰烬。那些在大
火中没有烧死的人和动物猪突狼奔四下流窜发疯似地寻找
可以躲避灾难的地方和能救命的水和食物。
河流千枯了大海也面临干酒所有的鱼类也死光了水中
的怪物便爬上岸偷窃食物。农作物和果园枯萎烧焦供给人
和家畜的食物源断绝了。人们不是被太阳的高温活活烧死
就是成了野兽口中食。人们在火海灾难中苦苦挣扎祈求上
苍的恩赐!
这时有个年轻英俊的英雄大神叫后羿他是个神箭手箭
法超群百发百中。他被天帝召唤去领受了驱赶大阳的使命。
13
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
他看到人们生活在火难中心中十分不忍便暗下决心射掉那
多余的九个太阳帮助人们脱离苦海。
于是后羿爬过了九十九座高山迈过了九十九条大河穿
过了九十九个岟谷来到了东海边登上了一座大山山脚下就
是茫茫的大海。后羿拉开了万斤力弓弩搭上千斤重利箭瞄
准天上火辣辣的太阳嗖地一箭射去第一大阳被射落了。后
羿又拉开弓弩搭上利箭嗡地一声射去同时射落了两个大阳。
这下天上还有七个大阳瞪着红彤彤的眼晴。后羿感到
这些太阳仍很焦热又狠狠地射出了第三枝箭。这一箭射得
很有力,一箭射落了四个太阳。后羿又拉开弓弩搭上利箭
而落了两个太阳。九个太阳掉了下来,他正准备射第十个
太阳时,心想:如果我把第十个太阳射下来,那么天地间
将是一片黑暗,还是留一个太阳吧!于是,他把最终一只
箭给扔了。最后天下只剩下了一个太阳。人类可以安居乐
业了,因此他们非常感谢后羿的帮助。之后,后羿成了全
世界人都认知的大英雄。
14
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
1.2 Terjemahan
Hou Yi Memanah Matahari
Legenda mengatakan bahwa di zaman kuno ada sepuluh
matahari besar di langit, dan mereka semua adalah putra Kaisar
Langit dari Timur. Sepuluh matahari tinggal di Laut Timur
bersama ibu mereka atau istri sang Kaisar. Sang ibu sering
memandikan sepuluh anaknya di Laut Cina Timur, bagian paling
timur dunia. Kemudian dia membiarkan anak-anaknya hinggap di
pohon besar seperti burung kecil setelah mandi. Jiwa kecil di
dalam setiap matahari adalah seekor burung, maka pohon besar
menjadi rumah mereka.
Ketika fajar tiba maka membutuhkan cahaya pagi, matahari
besar yang bertengger di puncak pohon akan mengendarai kereta
roda dua yang ditarik oleh naga akan melintasi langit untuk
menerangi manusia, menyebarkan cahaya dan kehangatan ke
setiap sudut dunia. Sepuluh matahari bergantian setiap hari dan
bergiliran bertugas, segala sesuatu di dunia ini pun selaras. Orang-
orang hidup sangat bahagia dan harmonis di bumi. Manusia hidup
bersama bertetangga dan berteman, dari terbit hingga
tenggelamnya matarhari manusia menjalani kehidupan yang
bahagia. Manusia dan hewan pun hidup denganharmonis. Pada
saat itu, orang-orang bersyukur bahwa matahari telah memberi
mereka waktu, cahaya dan kegembiraan, mereka sering bersujud
dan membungkuk kepada langit.
15
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
Tapi sepuluh matahari ini bosan melewati hari-hari seperti
itu, mereka ingin melakukan perjalanan langit bersama dan
berpikir itu pasti menyenangkan. Maka ketika fajar menyingsing,
sepuluh matahari naik ke atas kendaraan roda dua dan memulai
perjalanan melintasi angkasa. Pada saat ini, orang-orang dan
semua hal di bumi tidak tahan. Sepuluh matahari itu seperti
sepuluh bola api, dan panas yang mereka keluarkan bersama-
sama menghanguskan bumi dan membakar banyak orang hewan
serta hewan. Pepohonan di hutan terbakar, tanaman dan rumah
menjadi abu. Mereka yang selamat dari kebakaran entah manusia
ataupun hewan berlarian dengan panik mencari perlindungan
menyelamatkan diri.
Sungai telah mengering, laut telah mengering, dan semua
ikan telah mati, monster-monster di dalam air telah merangkak ke
darat untuk mencuri makanan. Tanaman dan kebun menjadi layu
dan hangus, sumber makanan bagi manusia dan ternak pun tidak
ada. Orang-orang dibakar hidup-hidup oleh panasnya matahari
atau dimakan binatang buas. Orang-orang berjuang dalam
bencana kebakaran dan berdoa memohon berkat Tuhan.
Pada saat inilah, ada seorang pahlawan muda dan tampan
bernama Hou Yi, dia adalah seorang pemanah dengan
keterampilan yang sangat baik. Dia dipanggil oleh Kaisar Langit
untuk menerima misi mengusir matahari. Dia melihat bahwa
orang-orang sangat tak tahan untuk hidup di tengah api. Dia pun
diam-diam memutuskan untuk menembak matahari yang terlalu
16
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
banyak di langit agar dapat membantu orang-orang keluar dari
lautan kesengsaraan.
Hou Yi pergi mendaki sembilan puluh sembilan gunung
yang tinggi, menyeberangi sembilan puluh sembilan sungai besar,
melintasi sembilan puluh sembilan lembah, dan smpailah di
pantai timur. Di kaki gunung terdapat laut yang luas. Hou Yi
mengeluarkan busur dan panah seberat 10.000 pon, memasang
panah seberat 1.000 pon. Busur dan panah ditujukan ke matahari
yang panas di langit. Hou Yi menembak matahari besar pertama
dengan panah mendesis, matahari itu pun ditembaknya jatuh.
Hou Yi mengeluarkan panahnya lagi, dia mengambil panah tajam
dan menembak dengan suara bersenandung, dia pun berhasil
menembak jatuh dua matahari besar secara bersamaan.
Masih bertengger tujuh matahari besar yang menatap
denga mata merah cerah di langit. Hou Yi merasa matahari
sangatlah terik dan dia pun menembakkan anak panah ketiga
dengan ganas. Panah itu begitu kuat sehingga menembak jatuh
empat matahari dengan satu tembakan. Hou Yi mengeluarkan
panahnya lagi, dan memasang panah yang tajam, kemudian
jatuhlah dua matahari lagi. Sembilan matahari telah jatuh, ketika
dia akan menembak matahari kesepuluh, dia pun berpikir:
“Jika aku menembak matahari kesepuluh, maka langit dan
bumi akan menjadi gelap, jadi mari kita tinggalkan satu
matahari itu!”
Hou Yi memutuskan untuk melemparkan panah
terakhirnya. Pada akhirnya, hanya ada satu matahari yang tersisa
17
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
di dunia. Manusia dapat hidup dan bekerja dengan damai dan
Makmur. Semua orang sangat berterima kasih atas bantuan Hou
Yi. Setelah itu, Hou Yi menjadi pahlawan besar yang diakui oleh
orang-orang di seluruh dunia.
1.3Konsep Budaya
1.3.1 Bahasa
Bahasa bagi masyarakat daratan Cina sudah ada sejak
masa 3 dinasti kuno China, yaitu: Xia, Shang, Zhou (abad 21 –
tahun 256 sebelum Masehi). Saat itu bahasa Mandarin disebut
dengan ‘Ya Yan’ yang berarti ‘Bahasa Elegan’ dan dipakai oleh
bangsa Tiongkok kuno yang hidup disepanjang sungai Kuning.
Pada masa dinasti Han (206 SM – 220) bahasa ‘Ya Yan’
disempurnakan lagi dan berganti nama dengan ‘Tong Yu’ yang
berarti ‘Bahasa Penghubung’. Dan Pada masa dinasti Tang dan
Song (618 – 1270) bahasa ‘Tong Yu’ direvisi dan disempurnakan
lagi lalu berganti nama menjadi ‘Zheng Yin’ yang berarti ‘Pelafalan
Standart’. Pada masa ini, kesusastraan Cina mengalami
perkembangan yang sangat besar.
Huruf mandarin atau hanzi pun memiliki sejarah panjang.
Hanzi paling kuno yang telah ditemukan adalah Jiaguwen yang
berumur 3400 tahun lebih. Jiaguwen sudah merupakan tulisan
yang matang. Menurut perkiraan para ahli, sejarah Hanzi ada kira-
kira 5000 tahun. Hanzi berasal dari catatan berupa gambar. Sejak
zaman dahulu hingga sekarang, bentuk Hanzi mengalami
perubahan yang besar, yaitu dari Jiaguwen, Jinwen, Xiaozhuan,
Lishu, Kaishu. Hanzi yang dipakai sekarang ini adalah bentuk
Kaishu.
Berkembangnya huruf Hanzi pada zaman kekaisaran
berpengaruh besar dalam dunia sastra Cina. Banyak kitab-kitab
serta catatan sejarah yang ditulis. Cerita rakyat yang semula
diceritakan secara lisan dari satu generasi ke generasi mulai
18
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
ditulis dan dibukukan. Cerita Rakyat asal negeri tirai bambu
tentunya terkenal dengan kisah mitologinya. Terdapat begitu
banyak cerita dalam Mitologi Cina yang merupakan kisah turun-
temurun dengan kurun waktu 2.000 tahun bahkan lebih. Jenis
Mitologi Cina dapat dibagi menjadi 3 macam, yaitu: mitos
penciptaan lingkungan kehidupan (kosmonogi), legenda
kekaisaran dan dewa-dewi serta makhluk-makhluk mistis.
Mitologi Cina pertama kali dicatat dalam buku San Wu Li
Ji(三五历纪) pada Zaman Tiga Negara oleh penulis Xu Zheng.
Terdapat pula kitab Shan Hai Jing, Yi Wen Lei Ju (艺文类聚) karya
sastra pada zaman Dinasti Tang, dan Shenxian Zhuan(神仙传)
yang ditulis oleh penulis Tao, bernama Ge Hong. Mayoritas cerita
rakyat Tiongkoj adalah kisah dari suku Han, suku mayoritas
Republik Rakyat Tiongkok.
1.3.2 Sistem Pengetahuan
Dari cerita Houyi She Ri dapat diketahui system
pengetahuan sudah sangat berkembang, terbukti dengan
kemampuan Houyi yang mahir dalam memanah. Busur dan panah
adalah buatan tangan manusia, Dalam cerita tidak dijelaskan
secara rinci apakah busur dan panah milik Houyi terbuat dari
kayu, logam atau perunggu. Praktik pembuatan perunggu
tertuang dalam sebuah catatan kuno berusia 2.300 tahun. Catatan
kuno berjudul Kaogong Ji ini menjelaskan enam formula untuk
mencampur perunggu. Selain itu, di dalamnya juga terdapat
petunjuk tentang cara membuat beberapa benda seperti
genderang logam, kereta perang, dan senjata.
1.3.3 Organisasi Sosial
Organisasi sosial dalam cerita Houyi She Ri merupakan
hubungan sosial antara sesama manusia, dan manusia dengan
Tuhannya atau seseorang yang diagungkan. Dalam ajaran
konfusianisme terdapat ajaran mengenai etika, baik dalam
lingkung keluarga, masyarakat, maupun bernegara. Hal ini
bertujuan agar dapat tercipta keteraturan dalam kehidupan.
19
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
Ajaran tersebut adalah prinsip Wulun Guanxi (五论关系) yang
berarti lima etika dalam masyarakat yang mengatur hubungan
antara atasan dengan bawahannya, ayah dengan anak laki-laki,
suami dengan istri, kakak dengan adik, serta hubungan antar
teman (Yao, 2000:234)
1.3.4 Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi
Peralatan hidup serta teknologi yang tercermin dari kisah
ini adalah peralatan Houyi untuk memanah. Jika ditafsirkan busur
dan panah terbuat dari kayu maka masyarakat sudah mampu
memanfaatkan sumber daya alam disekitarnya. Selanjutnya jika
ditafsirkan busur dan panah terbuat dari logam maka masyarakat
telah memiliki teknologi peleburan logam dan mampu membuat
senjata. Diketahu bahwa pada masa dinasti Shang, Cina menjadi
salah satu peradaban perunggu yang paling terampil di dunia
kuno. Pada saat itu, orang Cina mulai memanaskan, melelehkan,
dan mengecor logam untuk membuat berbagai macam peralatan
seperti peralatan masak, senjata, dan barang-barang rumah
tangga lainnya.
1.3.5 Sistem Mata Pencaharian
Berdasarkan cerita di atas dapat diketahui terdapat kebun
menjadi salah satu latar tempat yang disebut. Dari latar tersebut
dapat dikathui bahwa sistem mata pencaharian masyarakat
adalah berkebun atau bertani.
1.3.6 Sistem Religi
Dari jalan cerita dengan mudah sangat terlihat adanya
system religi yang kental dengan kepercayaan dewa dan dewi.
Pada awal mulanya dewa-dewi dalam Mitologi Cina dibuat
berlandaskan imajinasi sbg makhluk seperti manusia atau
manusia yang meninggal yang diberi kemampuan semakin karena
perbuatan berpegang pada kebenarannya.Imajinasi ini pun
mengembang menjadi suatu lingkungan kehidupan lain yang
benar mekanisme mirip dengan mekanisme lingkungan
kehidupan manusia. Karena lingkungan kehidupan lain tersebut
adalah pararel lingkungan kehidupan manusia, karenanya di
20
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
lingkungan kehidupan lain pun mengenal makhluk berpegang
pada kebenaran dan jahat.
Sesudah munculnya dinasti-dinasti penguasa, imajinasi
masyarakat Tionghoa mengembang sehingga membentuk
Kerajaan Langit yang dipimpin oleh Yu Huang (玉皇). Kerajaan
Langit ini mencakup Langit dan Neraka. Keduanya benar sistem
seperti pemerintahan di lingkungan kehidupan manusia dengan
memperkerjakan banyak dewa-dewi, bidadari dan makhluk halus
lainnya. Selain itu dikenal juga kondisi abadi atau tak mati.
1.3.7 Kesenian
Secara eksplisit tidak ditampilkan kesenian apa yang
dimiliki masyarakat Tiongkok. Kesenian sendiri merupakan
sebuah hasil karya yang memiliki keindahan atau nilai estetika.
Jika dikaitkan dengan Cina kuno, kerajinan perunggu merupakan
salah satu kesenian bernilai tinggi.
21
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
Bab 2.
Chang’e Terbang Ke Bulan
2.1Cerita Rakyat Dalam Bahasa Sumber
嫦娥奔月
嫦娥原来是一个美丽善良的村姑,她勤劳朴实活泼可
爱,尤其有着一颗金子般闪亮的心,她总是千方百计地为
百姓做好事。嫦娥有个恋人叫后羿,是个神箭手,也是个
好后生。
他们就结婚了。婚后,二人过得非常幸福。当然,他们并
没完全沉浸在小家庭的美满快乐之中,两颗善良的心总想
为乡亲们做些好事。
有一年,天空出现了十个太阳,晒得大地直冒烟。人
们无法耕种,无法生活,处于被灭绝的灾难之中。后羿便
决心要射掉那多余的九个太阳,拯救百姓于火海之中。后
羿登上昆仑山顶,运足气力,拉满神弓,“嗖——嗖——
嗖——”一口气射下九个太阳。他对天上最后一个太阳说:
22
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
“从今以后,你每天必须按时升起,按时落下,为民造
福”。
后羿为老百姓除了害,大伙儿都很敬重他。很多人拜
他为师,跟他学习武艺。昆仑山上的西王母送给后羿一丸
仙药。据说,人吃了这种药,不但能长生不老,还可以升
天成仙哩。可是,后羿不愿意离开嫦娥,就让她将仙药藏
在百宝匣里。
八月十五这天清晨,后羿要带弟子出门去。有个叫逄
蒙的人,为人奸诈贪婪,这丸仙药的事不知怎么回事被逄
蒙知道了,他一心想把后羿的仙药弄到手。逄蒙假装生病,
留了下来。到了晚上,逄蒙手提宝剑,迫不及待地闯进后
羿家里,威逼嫦娥把仙药交出来。嫦娥心里想,让这样的
人吃了长生不老药,不是要害更多的人吗。于是,她便机
智地与逄蒙周旋。逄蒙见嫦娥不肯交出仙药,就翻箱倒柜,
四处搜寻。眼看就要搜到百宝匣了,嫦娥疾步向前,取出
仙药,一口吞了下去。
23
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
过了一会儿,后羿回来了,他发现嫦娥心神不定,脸
上泛着神奇的红光,很是诧异。嫦娥深情地望着丈夫,她
知道与丈夫在一起的时间不多了,便眼含泪水嘱咐丈夫要
好好珍重自己,请求丈夫原谅她不能再尽到做妻子的义务
了。话犹未尽,嫦娥只觉得心中恍惚,身子突然变轻了,
接着,双脚离地竟飞了起来,她边往天上飞边回头高声叫
着:“后羿,我的好夫君,永远爱你” 。
嫦娥冉冉上升,碧蓝碧蓝的夜空挂着一轮明月,嫦娥
一直朝着月亮飞去、冷清的广寒宫,做了月中仙女。然而,
这里没有亲人,没有欢笑,只有一只惹人怜爱的玉兔相偎
依。后羿焦急地冲出门外,只见皓月当空,圆圆的月亮上
树影婆娑,一只玉兔在树下跳来跳去。啊,妻子正站在一
棵桂树旁深情地凝望着自己呢。“嫦娥,嫦娥”后羿连声
呼唤,不顾一切地朝着月亮追去。可是他向前追三步,月
亮就向后退三步,怎么也追不上。
24
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
乡亲们很想念好心的嫦娥,在院子里摆上嫦娥平日爱
吃的食品,遥遥地为她祝福。天帝也被嫦娥和后羿这种为
了乡亲们的幸福而牺牲自己的精神感动了,后来,便封后
羿为天将,于中秋节日使二人重逢团圆。从此,嫦娥和后
羿在天上过上了幸福美满的生活。从此以后,每年八月十
五,就成了人们企盼团圆的中秋节。
嫦娥奔月说明了什么道理
《嫦娥奔月》故事告诉我们无论做什么事都要心系他
人只有这样一家才会跟一样充满正义充满正如文中的嫦娥
心地善良,在与小人搏斗中无奈之下只好吃下仙丹,忽然
身体轻轻飘走渐渐地,她身体朝天,向天空飞奔而去,时
时不忘关心人问的事情、为人造福。告诉我们不放弃,学
会放手,表现了世人渴望美好团圆,渴望幸福生活的情感,
是客观事物在人脑中的能动反映。
25
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
2.2 Terjemahan
Chang'e Terbang ke Bulan
Chang'e adalah gadis desa yang cantik dan baik hati. Dia
pekerja keras, sederhana, lincah dan cantik, terlebih lagi dia
memiliki hati yang bersinar seperti emas. Dia selalu
melakukan segala hal baik bagi orang-orang. Chang'e memiliki
kekasih bernama Hou Yi, yang merupakan pemanah hebat dan
pemuda yang baik. Mereka berdua pun menikah. Setelah
menikah, keduanya hidup Bahagia. Tentu saja, mereka tidak
sepenuhnya tenggelam dalam kebahagiaan keluarga kecilnya,
kedua hati baik mereka selalu ingin melakukan sesuatu yang
baik untuk penduduk desa.
Pada suatu tahun, sepuluh matahari muncul di langit,
dan bumi pun tertutup asap api kebakaran. Orang tidak bisa
bertani, dan sulit untuk hidup, manusia berada dalam bencana
kepunahan. Hou Yi bertekad untuk menembak jatuh sembilan
matahari di langit dan menyelamatkan orang-orang dari
lautan api. Hou Yi naik ke puncak Pegunungan Kunlun, dia
mengerahkan seluruh kekuatannya. Hou Yi menarik busur
dewanya, dan menembak jatuh sembilan matahari di langit.
Dia berkata kepada matahari terakhir di langit: "Mulai
sekarang, kamu harus terbit dan terbenam tepat waktu setiap
hari untuk kepentingan rakyat."
Hou Yi menyelamatkan orang-orang dari bahaya,
semua orang pun sangat menghormatinya. Banyak orang
26
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
memujanya sebagai guru dan belajar ilmu bela diri darinya.
Ibu Suri dari Barat di Gunung Kunlun memberi Houyi pil obat
mujarab. Dikatakan bahwa orang yang meminum obat ini
tidak hanya bisa hidup selamanya, tetapi juga menjadi dewa.
Namun, Hou Yi tidak mau meninggalkan Chang'e, dia pun
meminta Chang’e untuk menyembunyikan ramuan itu di
dalam kotak harta karun.
Pada pagi hari kelima belas pada bulan lunar ke
delapan, Hou Yi ingin membawa murid-muridnya berjalan-
jalan ke luar. Ada seorang pria bernama Pang Meng yang
pengkhianat dan serakah, entah bagaimana ceritanya Pang
Meng mengetahui tentang pil keabadian, dia ingin
mendapatkan obat mujarab Hou Yi itu. Pang Meng berpura-
pura sakit dan tetap tinggal. Di malam hari, Pang Meng,
bersenjatakan pedang dengan tidak sabar masuk ke rumah
Hou Yi dan memaksa Chang’e untuk menyerahkan ramuan itu.
Chang'e berpikir dalam hati, bukankah akan lebih
menyakitkan jika orang jahat seperti Pang Meng mengambil
pil keabadian? Oleh karena itu, Chang’e berpikir dengan
bijaksana untuk menangani Pang Meng. Melihat bahwa
Chang'e tidak mau menyerahkan ramuan itu, Pang Meng
mengobrak-abrik lemari dan mencari ke mana-mana. Melihat
bahwa kotak harta karun itu akan segera ditemukan, Chang'e
bergegas maju lalu mengeluarkan obat mujarab, dan
menelannya.
27
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
Selang beberapa saat Hou Yi pun kembali, dia
menemukan Chang'e yang terlihat amat gelisah, cahaya merah
ajaib muncul di wajahnya, sangat mengejutkan. Chang'e
menatap suaminya dengan penuh kasih sayang, dia tahu
bahwa waktunya bersamanya hampir habis, jadi dia pun
berkata kepadanya dengan berlinang air mata untuk
menghargai dirinya sendiri, dan memintanya untuk
memaafkannya karena tidak dapat memenuhi tugasnya
sebagai seorang istri. Sebelum dia bisa menyelesaikan kata-
katanya, Chang'e hanya merasakan seperti ada yang merasuki
hatinya, tubuhnya tiba-tiba menjadi lebih ringan, dan
kemudia kakinya terbang dari tanah, dia terbang ke langit dan
berbalik untuk berteriak: "Hou Yi, suamiku yang baik,
mencintaimu selamanya".
Chang'e bangkit perlahan, bulan yang cerah
menggantung di langit pada malam yang biru, Chang'e terus
terbang menuju bulan. Pada Istana Guanghan yang sepi,
Chang’e menjadi peri di bulan. Tidak ada kerabat di sana, tidak
ada tawa, hanya ada seekor kelinci giok yang manis yang
meringkuk satu sama lain. Hou Yi bergegas keluar pintu
dengan cemas, dia hanya mendapati bulan yang cerah di
langit, terlihat bayangan pohon berputar di bulan yang bulat,
dan juga terlihat kelinci giok melompat di bawah pohon. Pikir
Hou Yi : “Ahh, istriku berdiri di samping pohon sedang
menatapku dengan penuh kasih sayang. Chang'e! Chang'e!"
28
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
seru Hou Yi, dengan putus asa mengejar bulan. Tetapi ketika
dia mengejar tiga langkah ke depan, bulan mundur tiga
langkah dan dia pun tidak bisa mengejarnya.
Penduduk desa sangat merindukan Chang'e yang baik
hati, jadi mereka menaruh makanan favorit Chang'e di
halaman dan mendoakannya dari kejauhan. Kaisar Surga
tergerak oleh semangat Chang'e dan Houyi yang
mengorbankan diri demi kebahagiaan penduduk desa.
Kemudian sang Kaisar menjadikan Houyi sebagai jenderal
surga dan menyatukan mereka kembali di Festival
Pertengahan Musim Gugur. Sejak itu, Chang'e dan Hou Yi
hidup bahagia selamanya di langit. Setiap tanggal 15 bulan
delapan kalender lunar menjadi Festival Pertengahan Musim
Gugur di mana orang-orang menantikan reuni untuk
berkumpul dengan keluarga.
29
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
Bab 3.
Jingwei Memenuhi Lautan
3.1Cerita Rakyat Dalam Bahasa Sumber
精卫填海
中国的东海岸,常常可以看到一只小鸟,“咻-味〞地
一声声叫着。它的模样像乌鸦,长了一身黑羽毛 。不同的
是它的头顶带着花纹,口喙是白的,脚趾则是红的。这只
鸟,飞翔在一望无际的海面上,看起来只是一个小小的黑
点。但是,当海潮轰隆隆地沖上岸时,几乎所有声音都给
掩盖了,只有这只黑鸟的叫声,不但没有消失,反而可以
传得很远,而且听得清楚,“咻-咻-”。于是海边的人就
叫它 “精卫”。
精卫每天做的事,和它的叫声一样特別。每天,它嘴
里街着石子、脚上还抓着根木眉,丢进咆哮的大海里去。
丢完,它又飞到山里再捡,然后再丢;一天里很少有休息的
时候。它那张街石的长嘴,像雪一样白、像石头一样硬,
不过你知道吗 ?这喘原水不是这么雪白、这么坚硬的,而
30
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
是柔软、微红,是一位少女的嘴唇,而它那对长满黑羽翅
膀,则是少女健康的双臂和灵巧的双手。她是善人家的孩
子,在变成鸟前,她是炎帝的小女儿炎帝最疼爱她,总唤
她 “女娃-女娃”。
女娃天生一张叫人忘忧的脸,可是她爱做的事,却當
让炎帝担心。有时她一溜烟,就不知跑哪儿去了,害得炎
帝到处找不到她有一回,女娃无意间,跑出了家附近的森
林,惊奇地发现一片望不着边际的大海。她类不住往海的
方向走近。慢慢地,山丘、树林都被女娃抛在身后,打在
岸边的浪花,则看得越来越清楚了女娃面对着这片深蓝色
的海洋,深深地着迷了。她似乎没注意到低沉的浪涛声里,
有一股庞大而神秘的力量 ,而迎面而来的海风。
女娃双脚踩在细细软软的沙地上,很快就开心地玩起
来了。她有时候追逐海浪,候堆砌沙子。她完全忘了时间,
也没发觉海水越来越向妣靠近转眼。海水完全变了,浪头
31
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
挺得很高,而目发出激烈狂野的声音,连天空都变成阴沉
的灰色。
当一股巨浪潮从女娃背后扑来的时候,她正把沙地上
的一朵野花摘下来,插在头上。海浪把她卷离沙滩,带进
大海。海的力量好大,惊慌的女娃使出全身的力气,用细
瘦的手臂一次又一次往岸边划,但海浪却一波接一波,轻
而易举地把她推回去女娃挣扎得再也没有力气了,可是她
还是不死心,
“我要回去!”她不停地在心中呐喊。
就在她只剩下最后一丝气息的时候,她仿佛看到了炎
帝就在她面前,于是她放声大喊好像得到一股巨大的力量。
霎那间,海水松了手,女娃觉得自己已经熙飘地离开了水
面。她激动地嘶喊出来,可是,听到的却不是自己的声音。
她再喊—样陌生的声音。这时,她才发觉,自己的嘴、身
体、手,撮带有花纹的羽毛。
32
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
她闭上眼睛,好像又听见炎帝呼唤她的声音。于是她
拍着单薄的翅膀,奋力飞向她平日熟悉的山林。山里的树
仍像以前一样,在风中播摆,可是她再也跟以前不一样了。
她越想越恨,而目大海那么凶暴,不知道还有老少人会跟
她一样。手是她停下来,街起山中的石子,转身又向大海
飞去,将石子天进那浩瀚无边的大海,还发哲:”不填平大
海决不回家”。
日复一日,年复一年,精卫始终在西边的山林和东边
的大海之间水回,一颗一颗地把小石子投入海中。它黑色
的身影,在一望无际的海面上,显得十分渺小。但是,每
当大海示威似地向出界咆哮的时候,精卫也毫不示弱地发
出它的叫声。也只有它的“咻一咻”,划破了海浪,传得
好远。
33
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
3.2 Terjemahan
Jingwei Memenuhi Lautan
Di pantai timur Tiongkok, kerap terlihat seekor burung kecil
berkicau dengan keras. Burung tersebut terlihat seperti burung
gagak dengan bulu hitam. Perbedaannya, ia memiliki pola di
bagian atas kepalanya, paruhnya berwarna putih, dan jari kakinya
berwarna merah. Burung ini, terbang di atas lautan yang tak
berujung, terlihat seperti bintik hitam kecil. Namun, ketika air
pasang bergemuruh ke darat, hampir semua suara tertutup,
kecuali kicauan burung hitam ini, yang tidak hanya tidak
menghilang, tetapi dapat terdengar hingga kejauhan dan dapat
didengar dengan jelas, “wei-wei…” . Orang-orang di tepi laut
menyebutnya "Jingwei".
Apa yang dilakukan Jingwei setiap hari sama istimewanya
dengan kicauannya. Setiap hari, dengan batu di mulutnya dan
sebatang kayu di kakinya, Jingwei menjatuhkannya ke dalam
lautan yang ombaknya seakan sedang mengamuk. Setelah
dilempar, ia terbang ke gunung untuk mengambil bebatuan lagi,
dan kemudian membuangnya lagi; hanya ada sedikit waktu untuk
beristirahat di siang hari. Paruh kokohnya yang Panjang,
berwarna putih seperti salju dan keras seperti batu, tapi tahukah
kalian? Paruh ini tidak seputih salju dan tidak sebegitu keras,
tetapi lembut dan berwarna kemerahan yang merupakan bibir
seorang gadis, dan sepasang sayapnya yang ditutupi bulu hitam
adalah lengan sehat dan tangan terampil gadis itu. Dia adalah anak
34
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
dari keluarga baik-baik, sebelum dia menjadi burung, dia adalah
putri bungsu Kaisar Yan. Kaisar Yan sangat mencintainya dan
selalu memanggilnya "Nuwa... Nuwa".
Gadis itu terlahir dengan wajah yang tak terlupakan, tetapi
apa yang dia sukai sering membuat Kaisar Yan khawatir.
Terkadang dia melarikan diri tanpa tahu kemana dia akan pergi,
sehingga Kaisar Yan tidak dapat menemukannya di mana pun.
Suatu kali, gadis itu secara tidak sengaja berlari keluar dari hutan
di dekat rumahnya dan terkejut menemukan laut yang tak
berujung. Dia tidak bisa berhenti mendekat ke arah laut. Perlahan-
lahan, bukit dan hutan semua dilewati oleh gadis itu, dan ombak
yang menghantam pantai membuatnya semakin terpikat. Gadis
itu sedang menghadapi lautan biru yang teramat dalam dan
sangat terpesona. Dia sepertinya tidak menyadari bahwa ada
kekuatan besar dan misterius dalam suara ombak yang lirih, dan
angin laut yang menerpa.
Gadis itu menginjak pasir lembut dengan kedua kakinya,
dan mulai bermain dengan riang gembira. Dia terkadang
mengejar ombak dan bermain pasir. Dia benar-benar lupa waktu
dan tidak menyadari bahwa air laut semakin dekat dengannya.
Laut tiba-tiba berubah, ombak menjadi sangat tinggi, dari
dalamnya mengeluarkan suara ganas dan liar, dan bahkan langit
pun berubah menjadi abu-abu yang suram.
Gadis itu sedang memetik bunga liar dari pasir dan
meletakkannya di kepalanya ketika gelombang besar datang dari
belakang. Ombak menggulungnya dari pantai hingga masuk ke
35
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
lautan. Kekuatan laut begitu besar sehingga gadis kecil itupun
dengan panik mengerahkan seluruh kekuatan. Dia mendayung ke
pantai lagi dan lagi dengan lengan kecilnya, tetapi gelombang
demi gelombang, dengan mudah mendorongnya Kembali, hingga
akhirnya gadis itu tidak memiliki kekuatan lagi, tetapi dia masih
tidak menyerah.
"Aku ingin kembali!" Dia terus berteriak dalam hatinya.
Tepat ketika nafas terakhirnya tersisa, dia seperti melihat
Kaisar Yan di depannya. Dia pun berteriak keras seolah-olah dia
telah mendapatkan kekuatan yang sangat besar. Dalam sekejap,
lautan melepaskannya, dan gadis itu merasa bahwa dia telah
meninggalkan air dengan tergesa. Dia berteriak dengan penuh
semangat, tetapi apa yang dia dengar bukanlah suaranya sendiri.
Dia berteriak lagi, terdengar suara yang tidak dikenalnya. Sesaat
kemudian, dia baru menyadari bahwa mulut, tubuh, dan
tangannya berubah memiliki bulu dengan pola berwarna.
Dia memejamkan mata dan seolah mendengar Kaisar Yan
memanggil-manggil namanya. Nuwa pun mengepakkan sayapnya
yang tipis untuk terbang ke pegunungan dan hutan yang dia kenal.
Pohon-pohon di pegunungan masih sama seperti sebelumnya,
bergoyang tertiup angin, tapi dia tidak lagi sama seperti
sebelumnya. Semakin dia memikirkannya, semakin dia
membencinya. Lautan begitu kejam, dia tidak tahu apakah akan
ada orang muda dan tua lain yang akan menjadi sepertinya. Dia
menghentikan kepakkan sayapnya, lalu mengambil batu-batu di
pegunungan dan berbalik terbang ke lautan lagi. Nuwa
36
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
melemparkan batu-batu itu ke laut yang tak terbatas, dan berkata:
"Aku tidak akan pernah pulang sampai laut terisi penuh."
Hari demi hari, tahun demi tahun terlewati, Nuwa atau
burung Jingwei terus kembali di antara gunung-gunung di barat
dan laut di timur, melemparkan batu-batu kecil ke laut satu per
satu. Sosok hitamnya terlihat sangat kecil di lautan yang tak
berujung. Namun, setiap kali laut bergemuruh seperti berteriak,
Jingwei pun berkicau tanpa menunjukkan kelemahan. Hanya
suara "wei…wei.." yang menembus ombak dan terdengar hingga
kejauhan.
37
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
Bab 4
Mengjiang Menangis Di Tembok Besar Cina
4.1Cerita Rakyat Dalam Bahasa Sumber
孟姜女哭长城
相传在二千多年前,江南松江府孟家庄住着一位孟老
汉,他为人忠厚,家道小康。虽说不愁吃穿,但因膝下无
儿无女,老两口感到很寂寞。他家住着一对燕子,年年春
来秋往,在檐下筑巢,陪伴着老两口过着平静而安闲的生
活。有一年的秋天,孟老太太在雌燕脚上系了一条红绒
绳,意思是看看明春飞来的燕子是否还是这两只。到了第
二年春天,燕子果然又双双飞回来了。带着红绒绳的`燕子
还把口里衔着的一颗葫芦籽丢在了孟家的床上。孟老夫妇
高兴地捡起葫芦籽,向双双飞舞的巧燕点头致意。老两口
商量了一下,便把葫芦籽种在了后院墙根下。葫芦籽发芽
生根,长出绿油油的叶子,伸出长长的蔓儿,爬到隔壁姜
家。
姜家便为孟家串过来的葫芦蔓搭起了架,过了几个
月,结出一只光滑滑圆溜溜的大葫芦。深秋季节,葫芦成
熟了,它到底应该归谁家所有呢?两家一商量,决定将葫芦
锯开,每家一个瓢。不料刚刚下锯,葫芦突然张开,从中
蹦出来一个小姑娘,长得又白又胖,十分可爱。孟、姜两
38
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
家都非常高兴,就给孩子起名叫孟姜。孟姜长大成人,长
得如花似玉,聪明过人,能绣花,又能作诗写文章。孟、
姜两家老人爱如掌上明珠,早想给女儿找个乘龙佳婿。哪
知道,孟姜执意不肯,说她情愿陪伴双亲到老。
这时候,秦始皇为巩固万世江山,北御强胡,下诏修
筑万里长城。行文各地,征调民夫,三丁抽一,五丁抽
二,官吏乘机勒索,弄得民不聊生,可是征丁数十万,动
工已数年,总修不起来。于是,奸臣赵高奏本,说苏州有
个万喜良,力大无穷,一人可抵万人。始皇准奏,张挂皇
榜, 到苏州捉拿万喜良。那万喜良自幼人材出众,能文善
武,只因早年丧父,家道寒微,又是独生子,只好依靠打
短工奉养寡母。这一天,皇榜挂到苏州,哄动了三街六
市,有人报信,万喜良母子惊慌失措,急得抱头痛哭。无
可奈何,万喜良眼含热泪,拜别寡母,连夜逃奔他乡天,
来到松江地方,天色将晚,见前面有一片小树林,林旁有
座小花园,想到里边休息一夜。
时当六月酷暑,天气闷热。孟姜女吃过晚饭,来到园
中乘凉。她身立荷花池旁,见空中明月初升,池中荷花盛
开,花大盈尺。荷叶下一对鸳鸯,交颈而眠。孟姜女看得
出神。忽然一对蝴蝶,双双飞舞在花丛中。孟姜女非常喜
欢,拿起小扇去扑,不料蝴蝶左右盘旋,一不小心,小扇
39
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
落在荷花叶上,孟姜女挽起衣袖,伸手去取,不巧失足落
水。正好被万喜良看见,飞步上前,一把将孟姜女从水中
拉上岸来。这时孟老汉也赶到,就把万喜良请到家中致
谢。万喜良向孟老汉叙说了自己的身世,孟老汉对他的遭
遇深表同情,又见他面目清秀,举止大方。心想:不如把
女儿许配给他,招个赘女婿,也好给自己养老送终。
想到这里,看了看老伴和女儿,便对万喜良说:“老
夫有一言奉告,万望公子从。”
万喜良连忙回答:“老伯有何见教,落难人唯命是
从。”
孟老汉说:“我们孟姜两家守着这一个女儿,尚未婚
配。今幸天赐良缘,在此相会。老夫愿将小女许配与你,
不知意下如何?”
喜良听罢,不觉潸然泪下,说道:“落难之人,性命
尚且难保,哪敢累及小姐。”
孟老汉再三相劝,喜良便答应下这桩婚事。孟老汉喜
出望外,随即着手筹办喜事。次日中午,孟、姜两家张灯
结彩,鼓乐齐鸣,万喜良与孟姜女拜堂成亲。一家人欢欢
喜喜饮酒庆贺。洞房里,孟姜女手拿绣好的荷包,面带羞
怯地看着万喜良。喜良从怀里取出一个圆形玉坠,小心地
放在姜女手中,姜女悄悄地把荷包系在喜良的衣带上。
40
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
不料好事多磨。洞房花烛,天将破晓,就听到“嘭
嘭”的砸门声。忽然闯进几个公差,手持铁索,大喊大
叫,指名要捉拿逃犯万喜良。孟老汉申辩说:“众位差
官,正当小女新婚之夜,并未触犯王法,为何要索拿门
婿!”众差官如狼似虎,抖起锁链,套住喜良就走,万喜良
含泪拜别孟、姜两家老人,孟姜女泣不成声,全家直送到
十里长亭, 夫妻二人互悲互诉,难割难舍。公差催逼甚紧,
万喜良凄凄登程。孟姜女翘首相望,直到云山遮眼看不见
了,才扶二老回家。
光阴似箭,孟姜女与万郎别后,不觉已过三年。别后
杳无音信,生死存亡未卜。一天,中午饭后,孟姜女伏几
而卧,梦见万喜良身得重病,还遭监工打骂。姜女惊醒
后,不禁失声痛哭,惊动二老,急来问讯,孟姜女把梦境
诉说一遍,并说:“女儿决意前往长城探望万郎,一来送
寒衣,二来看看吉凶。”二老百般劝阻,姜女回到房中,
把给丈夫做的棉衣打成包裹,准备下青衣素裙和一把雨
伞,拜别二老,一步一回头地含泪登城。
时节正当秋末冬初,孟姜女独身上路,晓行夜宿,忍
饥受冻,不顾疲劳。这一天,行走间天色将晚,风沙迷
面,眼前出现三岔路,孟姜女歧路徘徊,忧心如焚。忽然
头上一只乌鸦掠空而过,去而复返,连叫三声,向北飞
41
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
去。孟姜女心中默念,莫非乌鸦前来引路?于是朝前走去。
这时,天已很黑了,她还在赶路,只见远山近岭,高低起
伏,点点火把,好似满天繁星,阵阵的吆喝声和打夯声,
在刺骨的寒风中忽高忽低。姜女心想,这一下可走到了。
可是这么多人,到哪去寻找自己的丈夫呀。
直到天亮,她才知道来到了山海关。只见长城绵延,
一眼望不到头。见人就问,一连寻了二天,不见丈夫踪
影。她伤心落泪,坐在城下,暗自哭泣,正在忧思重重,
忽见三、四个民夫,衣衫褴褛,形容憔悴,手拿纸钱,直
奔关前而来。
孟姜女急忙上前行礼,口称:〝众位爷们,此处可有
个万喜良?〞
众人见问,不约而同地落下眼泪,伤心地说:〝喜良
兄,他己经在去年今日死去了!"
孟姜女一听,好似睛天霹雳,只叫了一声:〝夫哇"便
昏倒在地。众人急忙呼唤,孟姜女才慢慢醒来。
强忍悲痛,深深下拜:〝请求众位指引,哪里是我丈
夫的坟茔?”
众人痛苦地说:〝大嫂!万兄一死,就被那些如狼似虎
的监工把尸体填在城墙里边了。我们只好偷偷埋下三尺白
石做碑〞
42
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
孟姜女心中悲伤,随众人来到石碑前,一见石碑,如
见亲人,孟姜女直扑碑下,放声痛哭。直哭得,白日无
光,天昏地暗,北风怒吼,片片乌云朝长城压了过来。孟
姜女越哭越心恸,忽的站起身来,衣袖蒙面,冲着城墙撞
去。只听得〝轰隆〞一声,恰似天崩地裂,长城坍倒八百
里。只见城墙坍倒处,露出万喜良尸体。他两眼微睁,手
中还紧紧握着那只绣花荷包。孟姜女扑在尸体上,放声大
哭。她眼含痛泪,撑开六角伞,摊开新衣裳,将尸骨慢慢
拾起,打成-包裹。收拾完毕,含着眼泪,向众人辞谢。正
待起身,守城官突然到来,大喝一声:〝好个大胆女子!哭
倒长城,这还了得!"恶狠狠吩咐士卒,把孟姜女看管了起
来。
随后立即申奏朝廷。不一日,奸臣赵高奉旨来到山海
关,审问孟姜女:〝你将长城哭倒,该当何罪!"孟姜女大
骂:〝奸臣!我丈夫与你何仇,竟害他屈死城下!赵高大
怒,正待发作,忽然心生奸计:如果把这个美人献给皇
上,定会讨好受赏。于是,笑嘻嘻地说:〝孟姜女!你有这
样的才貌,我有意选你入宫,不知意下如何!孟姜女气得
发抖,恨不得一口咬死赵高,但又一想:丈夫尚未埋葬,
不如将计就计。就对赵高说:〝要我进宫,得依我三件大
事:〝一要十里长方地,给我丈夫修坟;二要造桥高十丈,
43
Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang
桥长十里与坟通;三要你君臣穿重孝,亲到长城祭亡灵。
“赵高一一答应,立即回禀秦始皇。
始皇当即传旨,立刻动土兴工。不一日回报,坟茔长
桥,俱各完工。始皇立即率领文武大臣来到山海关城下,
不待喘息,就进灵棚更衣。众文武一个个穿白挂孝,哭丧
着脸在两旁站立。一时钟鼓齐鸣,两厢奏乐。奸贼赵高代
替秦始皇在灵前捧上一炷香,亲奠三杯酒,众文武匍匐坟
前,举哀下拜。孟姜女跪在一旁,哭得泣不成声。祭奠已
毕,秦始皇下令唤孟姜女,叫了声:“孟姜!如今三事俱已
完毕,你也该脱去孝衣换吉服,随我一同到阿房宫里享福
去了。”孟姜女怒目而视,转身向长桥走去。秦始皇与众
臣紧紧相随。孟姜女走到桥头,将身立定,回头大骂:
“无道昏君!你害死无数工民,害死我的丈夫,我死也饶不
了你这坏君!”接着,孟姜女仰天高呼:“夫君,万郎!你
等等,我随你来了!”说罢,将衣袖蒙面,跃身跳下大海。
顿时,大海中波涛汹涌,浪高数丈,涌上岸头。吓得始皇
和众人慌忙后退。几个脚步迟钝的,被大浪卷入大海中
去。忽又一声巨响,从海中涌出两座礁石,高者似碑,低
者象坟这便是传说中的姜女坟。站在姜女庙的望夫石上,
可以望得清清楚楚。
44