The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Tujunya dibuatnya buku referensi adalah mengoptimalkan pembelajaran pemahaman lintas budaya. Melalui kajian terhadap nilai budaya dalam cerita rakyat Tiongkok dan Jepang didapat pencerminan nilai BerAKHLAK yang erat kaitannya dengan nilai moral dan konsep budaya.
Dalam pembelajaran bahasa adakalanya materi secara teoritis saja kurang mengena dan tidak bertahan lama, melalui implementasi cerita rakyat diharapkan nilai pemahaman lintas budaya dapat dimaknai dengan lebih mudah, lebih seru, dan lebih interaktif bagi para pembelajar bahasa Mandarin dan Jepang secara umum.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Destyanisa Tazkiya, 2022-11-04 01:31:14

Budaya Asia Timur dalam Cerita Rakyat Tiongkok dan Jepang

Tujunya dibuatnya buku referensi adalah mengoptimalkan pembelajaran pemahaman lintas budaya. Melalui kajian terhadap nilai budaya dalam cerita rakyat Tiongkok dan Jepang didapat pencerminan nilai BerAKHLAK yang erat kaitannya dengan nilai moral dan konsep budaya.
Dalam pembelajaran bahasa adakalanya materi secara teoritis saja kurang mengena dan tidak bertahan lama, melalui implementasi cerita rakyat diharapkan nilai pemahaman lintas budaya dapat dimaknai dengan lebih mudah, lebih seru, dan lebih interaktif bagi para pembelajar bahasa Mandarin dan Jepang secara umum.

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

呼び、 すずめは「おじいさん」 と、呼ぶようになりまし
た。

すずめさんと、おじいさんはお互いに、 愛情を持
ってくらしました。 すずめさんは、おじいさんと一緒に
眠ったり、おじいさんのお皿からごはんを食べたり、一
緒に遊んだりしました。中でも、二人はかくれんぼをす
るのが大好きでした。 すずめさんは、かくれるのがとく
いだったからです。すずめさんの、うれしそうなさえず
りと、おじいさんの笑い声は、家じゅうにひびきました。

そうすると、おばあさんは、それをねたむように
なって、いじわるな人に変わってしまいました。

おばあさんは、おじいさんがすずめさんとばかり
一緒にいるので、 すずめさんのことが嫌いになりました。
おじいさんは、 すずめさんと遊んでいる時が一番幸せだ
ったのです。

「おばあさんやおいで。 一緒に遊びましょう!」
と、 二人がおばあさんを呼ぶと、おばあさんは、しかめ
っつらをして、しょうじをバタンッと閉めるのでした。

ある日、おじいさんは、用事で出かけなくてはな
りませんでした。すずめさんを一緒に連れて行くことが
出来なかったので、 すずめさんはおばあさんと一緒に家
に残りました。

95

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

「よい子でいるんだよ。静かにして、おばあさん
をこまらせないんだよ」と、おじいさんはやさしく言い
ました。「すぐ帰るからね」

すずめさんは、とてもさみしくなりました。 おば
あさんのまわりをはねたり、首をかしげて、やさしくさ
えずりました。こんなにかわいく愛らしいすずめさんに、
おばあさんは、気にもとめません。

おばあさんは、せんたくでいそがしそうです。 せ
んたくの後、のりづけして、ならべてかわかしていまし
た。 せんたくのりは、日当たりのよい場所の、おけに入
れてありました。

すずめさんは小さくためいきをついておけのそば
へと、ばたばた近づきました。 おてんと様の光にかがや
いて、とてもおいしそうです。 すずめさんは、 一口つつ
きました。 おいしい! また一 口、 そして、また一口すぐ
におけの中は空っぽになりました。

おばあさんは、すずめさんの方へと走って来て、
どなりました。

「この悪い生き物め! 私の大事なのりを食べおっ
て!」 おばあさんはどなって、すずめさんを手でわしづ
かみにしました。

やわらかい羽をしたすずめさんの小さなむねが、
怖がってどきどきしているのを おばあさんは感じていま
した。 ずずめさんは、「チュン、チュン、チュン、 ごめ

96

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

んなさい、ごめんなさい、ごめん なさい」 と、 なきま
した。 いじわるなおばあさんは、どうしたことでしょう。

すずめさんの小さな口ばしをあけて、はさみを取
って、したをちょん切ったのです!!

どんなに痛かったことでしょう! すずめさんは、
あわれに泣きさけんで、屋根に向かって、木をこえて、
空へと飛んで行きました。

おそろしい顔をしたおばあさんは、 すずめさんを
追った後、「やっとあのじゃまものを追いはらったわい」
と、したうちをして言いました。

そして、またし仕事に戻りました。
やがておじいさんが帰って来ました。「ただいま」
と、おじいさんは言いました。
いつもむかえに来るすずめさんが来ません。 おば
あさんだけがうれしそうです。
おじいさんは、すずめさんが出て行ったことを知
ると、とても悲しくつらくなりました。おじいさんはだ
まって家を出て行ってしまいました。おじいさんは年老
い体で、野をこえ、丘をこえてせまい道、すずめさんが
いそうな所をひたすら歩いて行きました。
その間じゅう、おじいさんは、
「したきりすずめや! したを切られたすずめさん!
どこへ行ったんだい? 一体どこなんだい?」

97

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

しばらくすると、大きな竹やぶの中に来ました。
ここで、おじいさんはたくさんのすずめのなき声を聞き
ました。 竹やぶはすずめの住まいでした。すると、百以
上いるすずめの中から、いとしいすずめさんの声が聞こ
えてきました。

「おじいさん! おじいさん! ここよ。ようこそ私の
お家へ。こちらにいらっしゃい」

まわりじゅうから、「ようこそ! ようこそ! ようこ
そ!」 と、 さえずる声が聞こえます。

おじいさんは、とてもうれしくなりました。ここ
ですずめさんは面どうをみてもらい、ひどいけがの手当
てもしてもらったのでしょう。おじいさんは、すずめさ
んのお父さんとお母さんにも会いました。

おじいさんは、たくさんのかわいらしいすずめた
ちが、着物をきて、すてきな音楽に合わせおどるのを見
たり、めずらしいごちそうを食べて、おいしいお酒を飲
みました。

すずめたちは、せいいっぱいおじいさんをもてな
しました。すべての部屋のたなにはきれいな置物、かべ
には美しいかけじくがかざってあって、それはごうかな
お屋敷でした。

だんだん暗くなって来て、そろそろおじいさんが
すずめたちにお別れをつげる時になりました。

98

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

すると二羽の大きなすずめがやって来て、一羽は
大きなつづら、もう一羽は小さなつづらを持っていまし
た。

「おじいさんにおみやげです」 すずめさんのお父
さんが言いました。「どちらでもお好きな方をどうぞ。
お家にお持ち帰り下さい」

おじいさんは大きなつづらを見ました。つぎに小
さなつづらを見ました。そして、りょう手を前において、
深くおじぎをしました。

「すずめの国のすずめさんたち、楽しいひと時を
ありがとう。 何もかもすばらしかったです。みんなのこ
とは決して忘れません。そして、すてきなおみやげもあ
りがとう。 家に持って帰って、 思い出の品として大切に
します。 暗くなってきましたし、私も年おいているので、
小さい方のつづらをいただきます」

すずめは、にっこり笑って、おじいさんは小さい
つづらを背中にしょって、みんなにさよならをつげげま
した。 すずめたちも、さようならと小さい羽をふりまし
た。 すずめさんは、玄関まで見送りました。

「さようなら!さようなら!また来て下さいね、必
ずまた来て下さいね、おじいさん」

見た物すべてが、夢のようでした。 おじいさんは、
何度も目をこすりました。 家についたおじいさんは、つ

99

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

づらを開けてもっとびっくりしました。 つづらの中は、
宝石やかがやく小判、めずらしいものでいっぱいです!

おばあさんはそれを見て、とてもねたみました。
おじいさんが小さい方のつづらを持って帰ったと聞いて、
はらが立ちました。

おばあさんは、大きいつづらがほしくなりました。
次の朝早く、おばあさんは出かけて、 野原をこえ、丘を
こえて、あの竹林につくまで歩きました。

小鳥たちは、こわがって、木のうしろにかくれま
したが、おばあさんは、すずめさんの家の門をたたいて
入ろうとします。

門が開くと、おばあさんは、ものめずらしそうに
中を見回し、ずっとおちつきのないようすです。 なんと
なくいごこちの悪い感じがしました。 すずめさんは、こ
わくてずっと部屋の中にとじこもっていました。 でも、
ほかのすずめたちは、親切にごちそうを出しました。

でもおばあさんは、ただあのつづらが早くほしく
てたまりません。 おばあさんは、ずっとつづらを探して
いました。

2.2 Terjemahan
Lidah Pipit yang Terpotong

Suatu hari, ada seekor burung pipit kecil yang terjatuh
dari atas pohon dan melukai sayapnya. Ia merasa sangat
kesakitan, lalu burung pipit yang sudah tidak bisa terbang lagi itu

100

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

merangkak di tanah berteriak “Tolong aku! Seseorang tolonglah
aku!”, sambil menangis.

Di saat yang bersamaan, kebetulan ada seorang kakek
berjanggut putih yang baik hati sedang lewat dekat sana. Si kakek
yang sedang jalan-jalan tersebut terdiam sejenak ketika melihat
burung pipit yang sedang terluka itu dan memutuskan untuk
memungutnya. “Cuit, Cuit, Cuit, Cuit” burung pipit itu menangis
tersedu-sedu. “Sungguh burung pipit yang malang, akan kurawat
kau”, kata kakek baik hati itu.

Kakek itu membawa pulang burung pipit itu dan
merawatnya dengan hati-hati bersama sang nenek di rumah.
mereka memberikan perban dari kain pada sayapnya yang
terluka, menggantinya setiap hari, dan mengoleskan obat
padanya.

Hingga pada akhirnya burung pipit itu sudah bisa terbang
mengitari kamar rumah si kakek. Kakek mulai memanggil burung
pipit itu dengan sebutan “Burung Pipit” dan burung pipit itu
memanggil si kakek dengan sebutan “Kakek“.

Burung pipit dan kakek saling menyayangi satu sama lain.
Burung pipit itu suka tidur bersama kakek, makan dari piring
kakek, dan bermain bersama kakek. Permainan yang paling
mereka sukai adalah petak umpet karena burung pipit itu sangat
pandai bersembunyi, sampai-sampai kicauan burung pipit dan
suara gelak tawa si kakek menggema ke seluruh rumah.

Melihat mereka yang sangat akrab itu, nenek merasa
cemburu dan berubah menjadi orang yang dengki.

Nenek membenci burung pipit yang selalu bersama kakek.
Padahal, kakek merasa sangat bahagia ketika bermain dengan
burung pipit itu.

“Sini, Nek! Mari main bersama-sama”, mereka mengajak
nenek bermain bersama, tetapi nenek malah mengerutkan
dahinya sambil membanting pintu.

Suatu hari, kakek harus pergi ke luar karena ada
keperluan. Karena tidak bisa mengajak burung pipit pergi, kakek
meninggalkan burung pipit itu berdua besama nenek di rumah.

“Jadi anak yang baik ya, jangan buat nenek kerepotan, aku
akan segera pulang”, ucap kakek.

101

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

Burung pipit itu merasa kesepian. Ia melompat-lompat
dekat nenek, memiringkan kepala, dan bernyanyi dengan lembut.
Namun, nenek sama sekali tidak menoleh kepada burung pipit
yang lucu nan menggemaskan ini.

Nenek nampak sedang sibuk mencuci baju. Setelah
mencuci, ia membilasnya dalam kanji, lalu menjemurnya.
Kemudian, kanji bekas pakaian tadi dimasukkan ke dalam wadah
yang terpapar sinar matahari dengan baik.

Burung pipit itu menghela napas kecil, lalu terbang ke
arah wadah tadi. Kanji dalam wadah tadi terlihat enak berkilauan
cahaya sang mentari. Ia mencicipinya suap demi suap. Enak! Ia
mencicipinya sesuap lagi, kemudian sesuap lagi sampai kanji
dalam wadah tersebut habis dimakannya.

Nenek segera berlari ke arah burung pipit dan
memarahinya.

“Dasar kau makhluk sialan sudah memakan kanjiku yang
berharga!”, nenek marah sambil menggenggam erat si burung
pipit.

Nenek bisa merasakan bulu halus dekat dada burung pipi
itu berdenyut ketakutan. “cuit, cuit, maaf, maafkan aku” burung
pipit itu menangis. Mengapa nenek sampai sebegitunya?

Kemudian nenek membuka paruh si pipit, mengambil
gunting, dan memotong lidahnya.

Betapa sakitnya hal itu. Burung pipit itu menangis dengan
malangnya sambil terbang ke arah atap, melampaui pohon dan
terbang ke angkasa.

Setelah mengusir burung pipit itu, nenek dengan wajah
yang menakutkan itu berkata, “akhirnya aku bisa mengusir si
pengganggu itu.”

Nenek pun kembali kepada pekerjaannya.
“Aku pulang”, ucap kakek yang baru kembali pulang.
Tidak ada burung pipit yang menyambutnya pulang.
Hanya ada nenek yang tampak kegirangan.
Begitu kakek mengetahui burung pipit telah pergi, ia
merasa sangat sedih. Lalu kakek pun meninggalkan rumah diam-
diam. Dengan tubuh tuanya, kakek pergi melewati lembah, bukit,
jalan sempit, ke tempat yang sekiranya burung pipit itu berada.
Sepanjang waktu kakek berteriak,

102

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

“Shitakiri suzume! Wahai burung pipit yang terpotong
lidahnya! di mana kau? ada di mana sekarang dirimu berada?”

Setelah beberapa saat, sampailah kakek ke sebuah hutan
bambu. Di sini kakek mendengar banyak suara kicauan burung
pipit. Hutan bambu tersebut merupakan sarang para burung pipit.
Kemudian, dari ratusan burung pipit tersebut terdengar suara
burung pipit yang disayanginya.

“Kakek! Kakek! Aku di sini! Selamat datang ke rumahku,
mari ke sini.”

Kakek pun mendengar cuitan “Selamat datang! Selamat
datang! Selamat datang!” dari sekelilingnya.

Kakek merasa sangat senang. Di sini burung pipit itu pasti
sudah dirawat dari luka parahnya.

Kakek melihat tarian burung pipit yang mengenakan
kimono cantiknya seraya diiringi musik, makan makanan langka,
dan minum sake yang nikmat.

Para burung pipit menjamu kakek dengan sungguh-
sungguh. Seluruh ruangan terdapat rak dengan berbagai pajangan
yang indah, dindingnya dihiasi dengan gulir gantung, sungguh
rumah yang mewah.

Hari sudah semakin gelap, sudah saatnya kakek berpisah
dengan para burung pipit.

Ketika kakek akan pulang, datang dua burung pipit besar,
satu dengan kotak anyaman besar dan yang lainnya dengan kotak
anyaman kecil.

“Ini oleh-oleh untukmu, Kakek. Silakan pilih yang Kakek
suka untuk dibawa pulang”, ucap ayah si burung pipit.

Kakek melihat ke kotak anyaman besar, lalu ke kotak
anyaman yang kecil. Kemudian, kakek membungkuk dengan
meletakkan kedua tangannya ke depan.

“Kepada seluruh burung pipit yang berada di sini, terima
kasih atas waktu yang menyenangkan ini. Semuanya terasa
menakjubkan. Aku tidak akan melupakan kalian. Lalu, terima
kasih juga atas oleh-olehnya. Akan kubawa pulang sebagai
kenang-kenangan. Hari sudah gelap dan aku sudah tua. Maka dari
itu, akan kuterima kotak anyaman yang kecil ini.”

Para burung pipit pun tersenyum. Kakek menggendong
kotak anyaman tersebut seraya mengucapkan perpisahan. Para

103

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

burung pipit pun melambaikan sayap kecilnya. Burung pipit yang
lidahnya terpotong pun mengantarkan kakek sampai ke gerbang
rumahnya

“Selamat tinggal, Kakek. Mampir lagi ya nanti. Pastikan
Kakek mampir lagi ya.”

Semua yang dialaminya seperti mimpi. Kakek berulang
kali mengusap matanya. Kakek terkejut melihat isi kotak anyaman
yang penuh dengan permata, koin emas yang mengkilap, dan
barang langka lainnya.

Nenek merasa iri melihat kakek. Ia merasa marah ketika
mendengar kakek malah membawa kotak anyaman yang kecil.

Nenek menjadi menginginkan kotak anyaman yang besar.
Keesokan paginya nenek pergi ke luar, melewati lembah, bukit,
berjalan kaki hingga sampai ke hutan bambu tersebut.

Burung kecil merasa ketakutan dan bersembunyi di balik
pohon. Nenek mengetuk gerbang dan berusaha masuk ke sarang
para burung pipit itu.

Begitu gerbang terbuka, nenek mencari barang langka
dengan tergesa-gesa. Entah mengapa hal tersebut terasa sangat
tidak menyenangkan. Burung pipit yang lidahnya terpotong itu
merasa ketakutan dan bersembunyi dengan mengunci diri di
kamarnya. Namun, burung pipit lainnya malah menjamu nenek
dengan ramahnya.

Namun, nenek hanya memikirkan tentang kotak anyaman
tersebut. Konon, nenek itu terus mencari kotak anyaman tersebut.

104

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

Bab 3
Pengantin Tikus

3.1 Cerita Dalam Bahasa Sumber
ねずみのよめいり

日本のある蔵の中に、お父さんねずみ、お母さん
ねずみがくらしていました。二人は、お米をたくさん持
っていて、とてもお金持ちでした。

そして、とても美しい娘がおり、二人のじまんで
した。 娘は、白くてやわらかいふわふわした毛でおおわ
れていて、きらきらかがやく目、鼻はほのかなピンク色
でした。 娘は、とてもかわいらしく美しいので、多くの
若いねずみたちは、近くからも、遠くからも、結こんを
申し込みにやって来ました。

でも、お父さんねずみ、 お母さんねずみは、 あま
りさえない、 普通のねずみを娘のおむこさんにするのは
いやでした。

「私たちの、 美しいむすめに、 普通のねずみなん
てふさわしくない!」と言いはります。 「だれか、 もっ
とりっぱな者を考えないといかん。世の中で一番強い者
に娘をわたそう」

二人があたりを見回すと、 あたたかく、やさしい
太陽の日差しが二人にふりそそぎました。

105

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

「あの、力強い太陽はどうかしら?」 二人は、そ
れはいい考えだとうれしそうです。

二人は、娘に花よめ衣装を着せました。他に見た
こともないような、だれもがうらやむ美しいねずみの花
よめになりました。

三人は、長い長い旅に出ました。 そして、どうや
ってかは分かりませんが、ついに太陽へとたどり着きま
した。

お父さんねずみは、ふかくおじぎをして、「やさ
しくて、親切な太陽さん、 あなたはこの世で最も強いお
方です。どうか私の娘を見てください。あなたの花よめ
にもらってくださいませんか」

太陽は、ほほえみながら、言いました。
「あなたがたも、親切な方ですね。 それはありが
たいお言葉ですが、この世に、私よりもっと強いものが
おります」
お父さんとお母さんねずみは、おどろいて、「そ
れは、いったいどなたですか?」と、聞きました。
「それは、雲です。私がいくら日を照らして、熱
くしようと思っても、雲が出てくると、すっぽりかくさ
れてしまうのですから」
「それは、それは」お父さんとお母さんねずみは、
顔を見合わせて、「なるほど、なるほど。 そうですね!」
と言いました。

106

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

二人は、おじぎをして娘をつれて、雲をたずねま
した。

「雲さん、雲さん。 あなたはこの世で最も強いお
方です。どうか私の娘を、あなたの花よめにもらってく
ださいませんか? 」

「私をえらんで下さって、ありがとうございます」
雲は答えました。「でも、私よりももっと強い者がおり
ます。 風さえいなければ、私が一番強いということはた
しかですが、風に吹きとばされては私もかないません」

「なるほど。それはそうだ、それはそうだ」 お父
さん、お母さんねずみはうなずきました。

二人は娘をつれて風をたずねました。
「風さん、風さん。 あなたはこの世で最も強いお
方です。どうか、私の娘をあなたの花よめにもらってく
ださいませんか?」
「ありがとう、お父さんねずみさん、お母さんね
ずみさん」 風は答えました。「でも私がこの世で最も強
い者ではありません。 私が吹いても吹いても、かべさん
だけはびくともしません」
「おや、まあ。 それはそうだなあ」親ねずみは、
がっかりして言いました。「かべさんをたずねよう」
そして、二人は娘をつれてかべの所へ行き、花よ
めにもらってくれるように言いました。

107

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

かべは、「ありがとう」とだけ言って、「でも、
強いやつは他にいるよ。ぼくがいくらかたくて、ぶあつ
くても、ねずみにかじられちゃたまんないよ。穴をあけ
られちゃうんだから」

このころには、娘はもうくたくたで、細いひげは
ふるえ、目には涙があふれていました。

「交上、母上、となりのチュー助は、ごく普通の
ねずみかもしれませんが、私はもうあの方の花よめにな
ります」

親ねずみは、すっかり気が変わり、「いいえ、チ
ュー助は、ごく普通のねずみなんかじゃありません。つ
いこの間、かべさんをガリガリかじって、 それは大きな
穴を作ったのよ。 彼こそが、この世で一番強い者です!」
と、 言いました。

二人は、となりに住むごく普通のチュー助を、そ
れはりっぱに思えてきて、美しい娘を花よめとしてささ
げました。

若い花よめと花むこは、りっぱな結婚式をあげて、
幸せでした。

また二人は、お父さんねずみ、お母さんねずみを
いわり、たくさんの子宝に恵まれ、そのねずみ一家は幸
せにくらしましたとさ。

108

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

3.2 Terjemahan

Pengantin Tikus

Di suatu gudang di Jepang tinggallah ayah tikus dan ibu tikus.
Mereka berdua memiliki banyak beras dan sangat kaya.

Mereka memiliki putri cantik yang mereka banggakan.
Putrinya memiliki bulu putih yang lembut, mata berkilauan, dan
hidung merah muda yang menyala-nyala. Karena putri mereka yang
sangat cantik itu banyak tikus muda, dari dekat maupun jauh datang
untuk melamarnya.

Namun, ayah dan ibu tikus tidak ingin tikus biasa menjadi
menantunya.

“Seekor tikus biasa tidak pantas disandingkan dengan putriku
yang cantik”, bentak ayahnya. “Aku harus memikirkan sesosok yang
hebat untuk dinikahkan dengan putriku, akan kuserahkan putriku
kepada sosok yang paling kuat di dunia ini.”

Saat mereka melihat ke sekeliling, sinar matahari yang
hangat nan lembut menyinari mereka.

“Bagaimana jika dengan matahari yang kuat itu?”, Mereka
berdua merasa hal tersebut adalah ide yang bagus dan merasa
senang.

Mereka berdua memakaikan gaun pengantin kepada
putrinya. Putrinya berubah menjadi pengantin yang membuat semua
orang iri dengan kecantikannya dan belum seorang pun pernah
melihatnya.

Mereka bertiga pergi ke dalam pengembaraan yang sangat
panjang. Lalu, entah bagaimana caranya, akhirnya mereka bisa
sampai ke hadapan sang matahari.

Ayah tikus membungkuk kepada matahari sambil berkata,
”Wahai Tuan Matahari yang baik dan ramah, engkaulah sosok yang
paling kuat di dunia ini. Tolong lihatlah putriku ini, jadikanlah dia
sebagai pengantinmu.”

Matahari tersenyum sambil berkata,
“Kalian juga makhluk yang ramah. Aku menghargainya.
Namun, di dunia ini ada yang lebih kuat dariku.”
“Siapa ia gerangan sebenarnya?” Tanya ayah tikus terkejut.

109

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

“Ia adalah sang awan. sebagaimanapun aku berusaha
membuat bumi panas dengan sinarku, ketika ada awan, semuanya
akan tertutupi.”

“Hoo, hoo begitu, ya…”ucap ayah tikus sambil bertukar
pandang dengan sang matahari.

Mereka membungkuk sekali lagi dan membawa pergi putri
mereka ke hadapan sang awan.

”Wahai Tuan Awan, engkaulah sosok yang paling kuat di
dunia ini. Tolong lihatlah putriku ini, jadikanlah dia sebagai
pengantinmu.”

“Terima kasih telah memilihku. Namun, ada yang lebih kuat
dariku. Andai saja tidak ada angin, sudah dipastikan akulah yang
terkuat. namun, jika angin sudah mulai bertiup, aku tidak bisa
berbuat apa-apa.”, ucap sang awan.

“Begitu ya… Ada benarnya juga.”, ucap ayah dan ibu tikus
sambil mengangguk-angguk.

Mereka membawa pergi putri mereka menghadap sang
angin.

”Wahai Tuan Angin, engkaulah sosok yang paling kuat di
dunia ini. Tolong lihatlah putriku ini, jadikanlah dia sebagai
pengantinmu.”

“Terima kasih ayah dan ibu tikus. Namun, saya bukanlah
sosok paling kuat di dunia ini. Seberapa kencang aku bertiup, ada
tembok yang tidak bergeser sama sekali.”, jawab angin.

“Alamak, itu ada benarnya juga.”, ucap orang tua tikus
dengan kecewa.

“Ayo kita kunjungi Tuan Tembok!”
Kemudian mereka membawa pergi putri mereka menuju
tempat tembok berada untuk memintanya menjadikan putri mereka
sebagai pengantinnya.
Sesampainya di sana, tembok hanya mengucapkan terima
kasih, lalu “Ada sosok lain yang lebih kuat. Seberapa keras dan
tebalnya diriku, aku tidak tahan digeruguti tikus. Aku selalu dilubangi
tikus.”
Sejak saat ini, putri tikus mereka sudah letih, bulu lembutnya
bergetar, matanya mulai meneteskan air mata.

110

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

“Ayah, Ibu. Chuusuke mungkin hanyalah seekor tikus biasa.
Namun, aku tetap ingin menjadi pengantinnya.”

Orang tua tikus berubah pikiran dan berkata, “Tidak,
Chuusuke bukanlah seekor tikus biasa. Akhir-akhir ini ia
menggeruguti Tuan Tembok dan membuat lubang besar padanya.
Ialah sosok paling kuat di dunia ini!”

Orang tua tikus mulai berpikir kalau Chuusuke si tikus biasa
yang tinggal tinggal di sebelah adalah orang hebat dan menyerahkan
putri cantiknya sebagai pengantin.

Para pengantin muda itu mengadakan pesta pernikahan yang
mewah dan mereka sangat bahagia.

Selain mereka merawat ayah dan ibu tikus, mereka juga
dikaruniai banyak anak, dan keluarga tikus itu pun hidup dengan
bahagia.

111

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

Bab 4
Kintaro Si Anak Kuat

4.1 Cerita Rakyat Dalam Bahasa Sumber
金太郎

あるところに、黒い大きいくまがのっしのっと歩き
回っていました。 歩くたびに、のそのそといいます。そ
こに、しかが ぴょんぴょん。そして、おさるさんが、
ちょこちょこ。うさぎさんも、ぴょこぴょこやってきま
した。

高い丘の上の平和な森に、みんなは一緒にくらして
いました。ある日、みんなが気持ちよく日なたぼっこを
していると、ぺた、ぺた、ぺた、ぺた と聞こえてきま
す。

かすかな音ですが、力強い、 はだしで土の上を歩
く音でした。みんな、いままで聞いたことのないような
音にびっくりして見上げました。

「逃げようか?」 さるは、顔を赤くしてキーキー言
いました。「ばか言うな!」 くまはうなって、「お前た
ちには、傷ひとつさせねえよ」

すると、しげみの中から、黒いかみと、まん丸の
目、日によくやけた肌の小さなぼうやが、とつぜんあら
われれました。ほっぺは、丸くピンク色、ぽっちゃりと
した手にはおのを持っていました。

112

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

くまは見上げて、大きくうなりました。これでぼう
やは泣いて逃げて行くだろうと思っていると、ぼうや
は、そこに笑いながら立っています。そして、うれしそ
うに近づいてきます。

くまは、もう一度うなりました。 そして、のその
そとぼうやに近づき、りょう手でその子を持ち上げて、
ぎゅうっと体をしめつけました。ところが、この小さな
ぼうやの力のなんて強いこと!!言いあらわせないほど
です。すぐにくまは、地面に投げつけられてしまいまし
た。

くまは、けがはしなかったものの、すっかり自信を
なくしてしまいました。くまは怒って、ぼうやをにらみ
つけますが、ぼうやはただ笑って立っています。 くま
は、ドシンと地面にこしをおろすと、何だか急に自分が
弱くなった気がしました。くまは、どうせならもう恐る
のをやめて、この強いぼうやと仲よくなろうと考えまし
た。

そして、ぼうやになれないおじぎを何度もしまし
た。もちろん、しか、おさる、うさぎさんも同じように
後に続きました。こうして、みんなはぼうやと仲よしに
なりました。

この強いぼうやは、足柄山の金太郎という名前で
す。お母さんはとても美しく、金太郎を心から愛してい
ました。 金太郎をこの山で育てて静かにくらしていまし

113

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

た。 たくさんの自然に囲まれ、 それはそれは、幸せな
くらしでした。

やがて力持ちの金太郎は、森のお友だちからいろん
なことを学びました。一番仲よしになったのは、のっし
のっしと歩く黒い大きなくまさんです。 おくびょうなう
さぎさんには、やさしくするようにしました。 しかさん
のように早く走り、そして、おさるのような、すばやい
動きをおぼえました。

あたたかい、はれた日の朝のこと、金太郎は目をさ
まして、 おのを手に持ち、外に飛び出しまし た。雲ひ
とつない空から、ふって来るような太陽の日ざしはあた
たかく、ぽかぽかしたにおいのするような朝でした。と
ても気持ちがいいので、金太郎は、わくわくして、大声
で「おーい、おーい!」とさけびながら、元気よくスキッ
プしました。

そこへころがり出てきたくま、しか、うさぎ、さる
が、金太郎にあいさつします。 すると金太郎は、 くま
のやわらかくて広い背中に、飛び乗りました。
そして、「今日は、大ずもう大会をするぞ!」と、みんな
につげました。

日本では、大きくて太った男の人二人が押し合って
取るすもうはとてもおもしろく人気があります。 たくさ
んの人が、大声を出して、おうえんします。中にはざぶ
とんや自分の上着を力士になげる人もいます。

114

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

すもうの大会は、丘の上で始まりました。 それを
見にやってきた森の動物たちも、わくわくしています。
「はっけよーい、のこった、のこった!」 金太郎は、 ぎ
ょうじ役です。

こうしてすべての動物がすもうを取り終わると、残
るは、一番の見どころ、 金太郎とくまの対決です。
日本の男の子は、みんな金太郎が大好きです。男の子の
節句には、くまをなげとばす 金太郎の人形をかざりま
す。金太郎のおもちゃや絵本も人気があります。

では、この 金太郎のすごい絵を見せましょう。 こ
の絵を見れば、すぐに金太郎の勝ちだと分かるでしょ
う。 金太郎は、負けた方もすっきりするようなすもうの
取り方をするので、どちらもいい気分で終わることが出
来ました。

帰り道、 金太郎とほかの友だちは森の奥へとぶら
ぶら歩いていました。すると、 橋のない深い深い谷のふ
ちに来ました。

「おやまあ、どうしよう!」 息をあらくしたくまさん
が言いました。

おさるは、頭をかきました。 しかさんは座ってし
まいました。うさぎさんもとてもつかれてしまいまし
た。

近くには、松の木が一本立っていました。とても
太くて、古い木です。金太郎は、木のみきによりかかっ

115

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

て、体が真っ赤になるまでどんどん押しました。木は、
パキッ ミシッ ミシッパキッ。 と音を立てて、ゆっくり
と向こう岸にたおれて行きました。そして、大きな音と
一緒に谷をわたる橋が出来たのです。

金太郎は、とくいそうに、先頭になってわたりまし
た。お友だちの動物たちは、安心してほっとしました。
そして、力持ちの金太郎を、あこがれのまなざしで見つ
めました。

実は、いま金太郎がしたことを、おどろいてずっと
見ていた人はほかにもいたのです。 それは、 都に行く
とちゅうの旅人でした。 源頼光様のもとへ行くところで
す。

旅人は、動物たちに気づかれて逃げられないよう
に、静かに遠くからついて行きました。 そして、金太郎
が、動物たちとお別れをしてお母さんが待っている山小
屋に入って行くのを見とどけてから、 金太郎のお母さん
に話すことにしました。 旅人は、力持ちの金太郎を源
頼光様の所に連れて行こうという考えだったのです。

金太郎にとっては、この丘の上で動物のお友だちと
ずっと一緒にくらすほうが幸せだったかもしれません。
でも、 そうなると、 だれも金太郎のすごい力に気づく
ことが出来なかったでしょう。

金太郎はその旅人に、 その当時の都、京都へと連
れて行かれました。そこで金太郎は 源頼光様につかえ、

116

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

そのゆうかんさと人がらで、日本の有名なヒーローにな
ったのでした。

きっといつか、あなたもまた違った金太郎の話を読
む日が来るでしょう。金太郎のお話はたくさんあります
が、これは金太郎が小さかった頃のお話のひとつでし
た。 おしまい。

4.2 Terjemahan
Kintaro si anak Kuat

Di suatu tempat, ada seekor beruang hitam yang sedang
berjalan-jalan. Suaranya berjalan menimbulkan suara gemuruh.
noso-noso.

Di sana ada rusa yang melompat-lompat. pyon-pyon,
Monyet yang melompat kegirangan. choko-choko,
Juga kelinci yang melompat-lompat. pyoko-pyoko.
Semua hidup damai di hutan atas bukit bersama-sama.
Namun, suatu hari saat semuanya sedang berjemur di
bawah sinar matahari, terdengar suara sesuatu yang mendekati
hutan tempat mereka tinggal.
Walaupun suaranya terdengar samar-samar, mereka
dapat mengetahui kalau suara tersebut adalah suara orang kuat
yang berjalan di atas tanah dengan telanjang kaki.
“Ayo kita melarikan diri!”, ucap monyet dengan muka
kemerahan.

117

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

“Jangan bodoh! Aku tidak akan membiarkan kalian terluka
sedikit pun”, geram beruang.

Kemudian, dari semak-semak tiba-tiba muncul seorang
anak dengan rambut hitam, mata kebulatan dengan warna kulit
yang sering terpapar matahari. Pipinya yang kemerahmudaan,
serta tangannya yang gemuk menggenggam sebuah kapak.

Beruang itu melihatnya, lalu ia menggeram dengan
kerasnya. Beruang itu berpikir dengan begitu anak itu pasti akan
menangis dan pergi. Namun, anak itu malah tertawa sambil
mencoba untuk mendekati beruang itu.

Beruang itu sekali lagi menggeram, mendekati anak itu,
mengangkatnya, dan memeluk badannya dengan kuat. Kekuatan
anak ini benar-benar sulit untuk dijelaskan. Beruang itu langsung
melempar anak itu ke tanah.

Melihat anak itu yang sama sekali tidak terluka, beruang
itu pun kehilangan kepercayaan dirinya.

Beruang itu pun marah, memelototi anak itu, tetapi sekali
lagi, anak itu hanya tertawa. Kemudian, beruang itu pun duduk
membanting dirinya dan merasa bahwa dirinya itu makhluk yang
lemah. Kemudian, beruang itu berhenti marah dan mencoba
untuk bersahabat dengan anak yang kuat itu.

Ia dengan canggung membungkukkan dirinya kepada
anak itu berulang kali. Tentunya rusa, monyet, dan kelinci pun
mengikutinya. Dengan begini, semuanya saling bersahabat.

Anak kuat ini memiliki nama Kintaro dari Ashigara Yama.
Ia memiliki ibu cantik yang mencintainya. Ia membesarkan

118

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

Kintaro di gunung yang tenang ini. Dikelilingi dengan alam dan
hidup dengan bahagia.

Seiring berjalannya waktu, Kintaro yang kuat ini sudah
mempelajari banyak hal dari teman-temannya di hutan. Ia paling
akrab dengan beruang hitam yang besar. Ia bersikap baik hati
kepada kelinci yang pengecut. Berlari cepat seperti rusa, dan
mempelajari gerakan lincah dari monyet.

Di suatu pagi yang cerah nan hangat, Kintaro terbangun,
menggenggam kapaknya dan melompat keluar. Pagi itu cerah
tanpa awan satu pun, sinar cahaya mentari yang hangat dengan
aroma pagi harinya yang khas. Kintaro yang sedang bersemangat
berteriak “Ooooii, Oooii!” sambil melompat-lompat.

Beruang, rusa, kelinci, dan monyet keluar dan menyapa
Kintaro. Kemudian, Kintaro langsung menaiki punggung beruang
yang besar.

"Hari ini kita akan mengadakan lomba sumo!", ucap
Kintaro kepada semuanya.

Sumo yang merupakan permainan saling dorong dan
dimainkan oleh dua orang pria gemuk sangat populer di Jepang.
Banyak orang berteriak dan memberikan dukungannya. Beberapa
orang juga ada yang sampai melemparkan zabuton atau
pakaiannya kepada pegulat.

Pertandingan sumo diadakan di atas bukit. Semua
binatang di hutan yang pergi melihat pertandingan itu semuanya
bersemangat.

“Pertandingan dimulai!”, ucap Kintaro sebagai wasit.
119

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

Begitulah semua binatang bermain sumo, sampai yang
tersisa sampai akhir adalah final mencolok antara beruang
melawan Kintaro.

Semua pria di Jepang menyukai Kintaro. Pada festival
musiman di Jepang biasa terpajang boneka Kintaro yang sedang
melempar beruang. Mainan Kintaro pun cukup populer di sana.

Marilah kita lihat gambar menakjubkan Kintaro berikut
ini. Dengan melihat gambar ini, kita dapat mengetahui kalau
Kintaro memenangkan pertandingan tersebut. Kintaro juga tidak
ambil hati jika kalah di pertandingan sumo, bagaimanapun
hasilnya ia dapat menyelesaikannya dengan suasana hati yang
baik.

Di perjalanan pulang, Kintaro dan teman-temannya
pulang ke arah hutan. Kemudian, sampailah mereka ke tepi
jurang yang sangat dalam tanpa ada jembatan di sana.

“Aduh, bagaimana ini?”, ucap beruang itu dengan napas
yang terengah-engah.

Monyet malah menggambar kepala, rusa duduk duduk
saja, dan kelinci terlihat sangat kelelahan.

Di dekatnya ada sebatang pohon pinus. Batangnya tebal
dan merupakan sebuah pohon yang tua. Kintaro menempelkan
tubuhnya ke batang pohon, lalu mendorongnya sampai sekujur
tubuhnya berubah menjadi merah. Pohon itu menimbulkan
suara retakan dan tumbang ke arah seberang secara perlahan.
Bersamaan dengan suara yang besar, sebuah jembatan untuk
menyeberangi lembah pun jadi.

120

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

Kintaro menjadi yang terdepan untuk menyeberangi
jembatan dengan lihainya.

Teman-teman binatangnya merasa tenang dan melihat
Kintaro yang kuat itu dengan tatapan terkagum-kagum.

Sebenarnya, ada orang lain yang terkejut melihat hal
yang sudah Kintaro perbuat. Mereka adalah para pengembara
yang sedang dalam perjalanan menuju ibu kota. Mereka sedang
menuju ke tempat Tuan Minamoto no Raikou.

Pengembara itu mengikuti mereka diam-diam dari
kejauhan agar tidak disadari oleh para hewan dan kabur. Setelah
melihat Kintaro berpisah dengan para binatang dan memasuki
gubuk gunung tempat ibunya menunggu, mereka memutuskan
untuk berbicara dengan ibu Kintaro. Para pengembara itu
berpikiran untuk membawa Kintaro yang kuat itu ke hadapan
Tuan Minamoto no Raikou.

Bagi Kintaro, ia mungkin lebih bahagia tinggal bersama
dengan teman-teman binatangnya di atas bukit. Namun, jika
begitu mungkin tiada seorang pun yang tahu akan kekuatan hebat
Kintaro. Kemudian, Kintaro dibawa oleh para pengembara itu ke
Kyoto, ibu kota pada saat itu. Di sana Kintaro mengabdi kepada
Tuan Minamoto no Raikou dan dengan keberaniannya itu, ia
menjadi pahlawan terkenal Jepang.

Suatu hari nanti mungkin kalian akan membaca cerita
Kintaro yang berbeda. Di luar sana ada banyak berbagai versi
cerita dari Kintaro, tetapi cerita ini adalah salah satu cerita ketika
Kintaro masih kecil. Tamat.

121

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

Bab 5
Putri Kaguya

5.1 Cerita Dalam Bahasa Sumber

かぐや姫

日本では、むかしのお話に、「おじいさん (おと
しよりの男の人)」 と 「おばあさん(おとしよりの女の
人)」 がよく出てきます。 これからするのも、そんなお
話のひとつです。

むかし、お殿様が住んでいた日本の都に、とても
美しい村がありました。とてもきれいに田うえがされた
水田、緑の野原、美しい丘、また、たくさんの竹林があ
りました。そして、そこには、やさしいおじいさんとお
ばあさんが住んでいました。

おじいさんは、毎日、竹を切りに出かけました。
その竹で、かごやざるを作ってくらしていました。人々
は、おじいさんを「竹取りのおきな」と、呼んでいまし
た。 「竹を取るおじいさん」という意味です。

ある日、おじいさんは、とても大きな竹をみつけ
ました。 そして、竹の下の方が、かがやいて光っている
のを見て、おどろきました。それは、この世のものとは

122

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

思えないほどきれいな、ほのかな光でした。おじいさん
は、おそるおそる力を取り出し、 そっと竹を切りました。
すると竹の中には、 とても小さいかわいらしい女の赤ち
ゃんが入っていました。 さいしょ、おじいさんは人形だ
と思いましたが、だき上げると、赤ちゃんはうれしそう
に、にっこり笑いました。おじいさんは、手のひらの上
にその赤ちゃんを乗せてそっと家まで運びました。

おばあさんは、とてもよろこびました。「なんて
かわいい子だろう。 私たちでこの子を育てましょう」

「もちろんだよ、 おばあさん。 そうしましょう」

「おじいさん、竹でゆりかごを作ってくれるか
い?」

「ああ、 いいとも。 そうだね、 おばあさん」

おじいさんは、そのお人形のような女の子のため
に、小さなゆりかごを作りました。おばあさんは、そっ
とその子をゆりかごに入れて、小さなふとんをかけまし
た。そして、横にずっと座ってながめていると、おばあ
さんは、とてもしあわせな気分になりました。

それからというもの、おじいさんは、竹取りに行
くたびにぼんやり光る竹をみつけ、中には金の小判がた
くさん入っていました。

123

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

「あの赤ちゃんが、わしらに幸運をもたらしたん
だ」 と、 おじいさんは思いました。

おじいさんは、金の小判を持って帰りました。そ
して、赤ちゃんのためのかわいい着物、やわらかいまく
らや、 うつわを買ってやりました。 ついには、りっぱな
家と赤ちゃんのおせわをする女の人をやといました。

赤ちゃんはすくすく育ち、おじいさんとおばあさ
んは、これほど美しい女の子は、ほかにはいないと思い
ました。あまりに美しいので、おじいさんとおばあさん
は、この世のものではないのではないかと思ったほどで
す。 この子を見ていると、まるで美しい月を見るように、
心がやすらぐのでした。そこで、おじいさんとおばあさ
んは、この子を「かぐや姫」と名づけました。

やがて、人々はかぐや姫のことを、うわさするよ
うになりました。そして、年ごろになると、かぐや姫は
日本でもっとも美しい娘だと、ゆうめいになりました。
たくさんの若者が、かぐや姫を見にやってきました。

若者たちは、そのりっぱなおじいさんの家のまわ
りに集まり、かぐや姫をひと目見ようと、竹のへいの間
からのぞき込みました。 でも、 かぐや姫は、自分の部屋
に閉じこもり、出て来ることはありませんでした。かわ

124

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

いそうな若者たちは、おたがいに顔を見合わせ、がっか
りして家に帰って行きました。

その中で、かぐや姫のことを忘れられず、あきら
めきれないほど好きになった三人の若者が残りました。
来る日も来る日も、雨の日もはれの日も、若者たちは、
許しをこいにおとずれました。 若者たちの熱意に、 おじ
いさんは心を打たれ、かぐや姫にこう言いました。

「私の美しいかぐや姫よ。 部屋から出て来て、毎
日来ているこのよき若者たちに会っておやり。 決めるの
はお前だが、わしが見るにみなよさそうな若者じゃ」

でも、かぐや姫は悲しそうに首をふりました。

「やさしいおじいさん。 どうかそんなことを言わ
ずに、私をこの部屋で、おじいさんとおばあさんのもと
において下さい」

そして、三人の若者はみな、 悲しく家に帰って行
きました。

ついに、かぐや姫の美しさは、 殿様の耳に入りま
した。殿様は、絹のざぶとんに座り、じっと考えました。
そして、家来にこう言いました。

125

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

「きっと、まばゆいばかりの美しい娘なのだろう。
このお城に連れてまいれ。 よくつかえてくれるであろう」

「はい」 家来は深くおじぎをして言い、部屋を出
て、ろうかを急ぎ、お城を後にしました。彼は、家来の
半分を連れて、かぐや姫がおじいさんおばあさんと住む、
小さい村へと向かいました。 家来たちは、一列にならび
かぐや姫を一緒に、お城に連れてかえろうとしましたが、
かぐや姫は悲しそうに音をふり、部屋から出ようとしま
せんでした。

殿様がそのことを聞くと、また家来を呼び、狩り
の旅を手はいしました。お城のすべての者が集められ、
いそがしくあちこち動き回っていました。 お殿様は、ご
うかな狩りの衣装と弓矢を身につけ、美しい黒い馬に乗
りました。 ほかの者は最高の絹の着物を着ると、こう思
いました。 「おれたち、なんてかっこいいんだ! これ
だったら、かぐや姫もついて来てくれるに違いない」

家に帰るとちゅう、彼らはおじいさんの家へと向
かいました。

みな、 殿様にけいいを表しました。殿様は、かぐ
や姫の美しさに息をのみました。殿様が、かぐや姫に手

126

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

をのばそうとすると、かぐや姫のすがたはかげのように
だんだんかすみ、見えなくなってしまいました。

殿様は、かぐや姫がふつうの人ではないことを知
ると 「姫、私はそなたを連れ去ろうとしているわけでは
ありません。 もう一度すがたを見せて下さい」 と、言い
ました。

かぐや姫は、またその美しいすがたをあらわしま
した。 かぐや姫がほほえむと、美しさでまわりがまばゆ
く光りました。

殿様は、うれしくて涙があふれました。 でも、 約
束を思い出し、すみやかにお城に戻りました。

殿様は、 その美しい姫のことを、忘れることが出
来ませんでした。かぐや姫にたくさんの歌を書き、送り
ました。 そして、姫からの返事が何よりの楽しみでした。

それから何年かたちました。 ある春の日、 さくら
の花がまいちるころ、かぐや姫は、これ以上部屋にこも
ってはいられなくなりました。 あたたかい日の夜には、
しょうじの戸を開けて、 大きな明るい月を見上げて思い
にふけるのでした。日がたつにつれて、かぐや姫の悲し
さはまして、涙が止まらなくなるのでした。おじいさん
とおばあさんは心配になり、 元気づけようとしますが、

127

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

かぐや姫はこう言いました。 「私は、自分で自分が分か
りません。 月を見ると、どうしていいのか分からなくな
るほど悲しくなるのです」 姫のほおには、涙が次から次
へとつたいます。

「おじいさん、おばあさんに、お別れをする日が、
だんだん近づいて来ている気がしてなりません。この世
で心から愛している人々と、はなればなれになる日が来
るでしょう」

「そんな!」 おじいさんは言いました。「私のか
わいい娘にそんなことがあってなるものか。 私がたてた
この安全な家ならば、悪者もよっては来るまい」

「おじいさん、私は悪者が来ることを心配してい
るのではありません。聞いて下さい。やがて、 月からお
使いの者がやって来て、私を連れて行くでしょう」

「いいえ、そんなことのないように、 私はあなた
まもを守りましょう。 だれもあなたにふれさせません」

でも、かぐや姫は、おじいさんとおばあさんにだ
きついて泣きました。

そこでおじいさんは、殿様にその事をつげました。
すると殿様は、千人もの弓矢を持った家来を、姫の所に

128

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

つかわせました。体の大きい強い家来たちは、竹のへい
の上に立ち、 矢を射る用意をしました。

八月の十五夜、 満月がかがやく夜、月の明かりが
しょうじの紙を通って入ってきました。でも、かぐや姫
にとどくことはありませんでした。おじいさんとおばあ
さんは、どの戸からもはなれた所に、かぐや姫を閉じこ
めておいたのです。部屋の全ての戸はかたく閉じてあり
ました。

真夜中になると、とつぜん空が昼間のように明る
くなりました。 外にいる者も、おたがいの顔がはっきり
と見えるほどでした。また、へいの上に立っている、家
来の足に生えた毛の一本一本までも見えるほど明るくな
ったのです。 そして、家来たちが立っていた列の上を、
美しい天女たちが、 まばゆいほどのころもを着てならん
でいました。 家来たちが矢をかまえると、さすような光
でたちまち見えなくなり、かかしのように立ちすくむこ
としか出来なくなりました。かぎのかかった戸は、ひと
りでにすーっと開き、かぐや姫の部屋を照らしました。

そこには、かぐや姫が立っていました。 そのすが
たは、いままででもっとも美しく、体から光をはなって
いるではありませんか! 姫の心は、もうすでに天へと飛
び立ってしまったかのように、 ぼうぜんとしていました。

129

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

「悲しまないで下さい。おじいさん、おばあさん」
姫はやさしく言いました。

近くには、白く羽のはえた馬が引く、うるしの馬
車が止まっていて、近くに天女がまいおりました。 それ
はこの世ならぬ美しさでした。 天女は姫に、この世のす
べての事を忘れるための天のころもと、 永遠の命をえる
薬を持ってきました。

かぐや姫は、いつもやさしくしてくれた殿様のこ
とを思い、ふでを取り、紙に美しい歌を書き、机の上に
おいておきました。

それには、「この天のころもを着ようとしている
いまでも、あなたのことを思っています」

かぐや姫はこの歌を、 殿様あてに、 永遠の命の薬
が入っている箱と一緒に、置いておきました。空は、 七
色に光りかがやき、これ以上に美しいものはないほどで
した。 かぐや姫は天のころもを着て、姫を待つ馬車に乗
りました。 馬車は空へと旅立ちました。 姫の心は平安と
喜びにみちていました。 かぐや姫のはなつ光が消えて行
くと、天女たちは姫の横について飛び立ちました。 残っ
たものは、かぐや姫の住んでいた家と、 持ち物、そして、
おじいさんとおばあさんがぜいたくにくらせるだけの、

130

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

富でした。 その後、長い間、殿様はかぐや姫のことを、
忘れることが出来ませんでした。 姫の書いた歌を見れば
見るほど、せつなくなるのでした。時には、ほかの事を
忘れて、じっと思いにふけることもありました。殿様は、
永遠の命の薬が入った箱に目をやりますが、開けようと
はしませんでした。

ある日、殿様は、家来を呼んで、

「かぐや姫なしでは、この永遠の薬を持っていて
も何の意味もない。 日本で一番高い山に行って、 歌と一
緒に燃やして来てくれないか」 と、言いました。

家来たちは、馬に乗り、急いで富士山のちょうじ
ょうに向かいました。そして、殿様が言ったとおり、歌
と薬の箱を燃やしました。こうして、やっと殿様は、悲
しみをすて、 いつものにんむにつくことが出来るように
なったのでした。

5.2 Terjemahan

Putri Kaguya

Pada cerita zaman dahulu di Jepang sering muncul tokoh
kakek dan nenek. Cerita yang akan dibawakan kali ini pun merupakan
salah satunya.

Pada zaman dahulu, ada seorang bangsawan yang tinggal di
sebuah desa yang asri di ibu kota Jepang. Sebuah desa yang memiliki
sawah yang ditanami padi yang indah, ladang yang hijau, lembah

131

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

yang indah, serta banyak hutan bambu. Selain itu, di desa itu pun
tinggal sepasang kakek dan nenek yang baik hati.

Setiap hari kakek pergi untuk memotong bambu. Bambu
tersebut dibuatnya menjadi keranjang dan ayakan untuk mencari
nafkah. Orang-orang biasa memanggil kakek tersebut dengan
panggilan “Taketori no Okina” yang berarti “Kakek Penebang
Bambu”.

Suatu hari, kakek menemukan bambu yang sangat besar.
Namun, ketika ia melihat bagian bawah bambu yang bersinar, ia
terkejut bukan main. Cahayanya yang samar begitu indah sampai-
sampai tak seorang pun mengira bahwa cahaya itu berasal dari dunia
ini. Kakek dengan hati-hati mengambil golok dan memotong bambu
tersebut. Ternyata, di dalam bambu tersebut terdapat bayi kecil yang
sangat lucu. Pada awalnya, kakek mengira bahwa yang ada dalam
bambu tersebut adalah boneka, tetapi begitu ia gendong, bayi
tersebut tertawa dengan senangnya. Kemudian, kakek tersebut
menggendong pulang bayi tersebut ke rumahnya.

“Lihatlah betapa lucu anak ini. Mari kita besarkan anak ini.”,
ucap nenek kegirangan.

“Tentunya, Nek.”
“Bisakah kau buatkan keranjang bayi dari bambu itu, Kek?”
“Ah, boleh juga. Kau benar, Nek”
Kakek pun membuat keranjang bayi yang kecil untuk bayi
perempuan yang seperti boneka itu. Lalu, nenek meletakkan kasur
kecil di keranjang bayi tersebut dan memasukkan bayi tersebut ke
dalamnya. Kemudian, nenek duduk di sampingnya sambil terus
memandangi bayi tersebut dan nenek pun merasa sangat bahagia
dibuatnya.
Setelah kejadian tersebut, setiap kakek pergi untuk
memotong bambu, ia menemukan bambu yang bercahaya dengan
samar dan di dalamnya terdapat banyak koin emas.
Kakek berpikir “Bayi itu telah membawa keberkahan bagi
kami.”
Kakek membawa pulang koin emas tersebut. Lalu ia
membelikan kimono yang imut, bantal yang empuk, dan peralatan
makan untuk bayi tersebut. Hingga pada akhirnya ia mendirikan

132

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

rumah yang megah dan mempekerjakan seorang perempuan untuk
merawat bayi tersebut.

Bayi itu kemudian tumbuh dengan cepat menjadi perempuan
yang sangat cantik. Kakek dan nenek merasa bahwa tak ada gadis lain
secantiknya. Saking cantiknya, kakek dan nenek sampai berpikir
bahwa ia bukan berasal dari dunia ini. Melihat gadis itu seperti halnya
melihat bulan cantik yang dapat menenangkan hati. Maka dari itu,
kakek dan nenek memberi nama “Putri Kaguya” pada gadis itu.

Kemudian orang-orang mulai membicarakan tentang Putri
Kaguya. Dan ketika ia sudah menjadi cukup besar, ia menjadi terkenal
karena Putri Kaguya adalah putri tercantik di seluruh Jepang. Banyak
pemuda dari seluruh Jepang datang untuk melihatnya.

Para pemuda tersebut berkumpul di sekitar rumah kakek
yang megah, untuk melihat Putri Kaguya, mereka mengintip melalui
sela-sela pagar bambu. Namun, Putri Kaguya mengunci dirinya di
kamar dan tak pernah sekalipun ia keluar. Para pemuda yang malang
tersebut pulang dengan kecewa karena tidak bisa melihat muka Putri
Kaguya yang cantik itu.

Akan tetapi di antaranya ada 3 orang pemuda yang tetap
tinggal karena tidak bisa melupakan tentang Putri Kaguya dan jatuh
cinta kepadanya. Hari silih berganti, hujan atau cerah, para pemuda
itu terus datang untuk meminta restu. Semangat para pemuda itu
menyentuh hati kakek, sehingga kekek pun berbicara seperti ini ke
Putri Kaguya:

“Oh putriku yang cantik. Keluar dan temuilah para pemuda
yang setiap hari datang itu. Yang menentukan memang kau, tetapi
menurutku mereka adalah pemuda yang baik hati.”

Namun, Putri Kaguya menggelengkan kepalanya dengan
sedih.

“Kumohon jangan berkata demikian, Kakekku yang baik hati.
Biarkan diriku di sini bersama kakek dan nenek.”

Lalu ketiga pemuda itu pun pergi dengan sedih.
Hingga pada akhirnya kecantikan Putri Kaguya pun sampai di
telinga bangsawan. Ia berpikir sambil duduk di bantal sutranya dan
berkata demikian kepada pelayannya:
“Ia pasti putri yang cantik dan mempesona. Bawa ia ke istana
ini dan perlakukan ia dengan baik!”

133

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

“Baik” ucap para pelayannya sambil membungkuk, keluar
ruangan, dan bergegas meninggalkan istana. Bangsawan itu
membawa setengah dari pelayannya ke sebuah desa kecil di mana
Putri Kaguya bersama kakek dan neneknya tingggal. Para pelayan itu
berbaris dan berusaha membawa pulang Putri Kaguya bersamanya,
tetapi Putri Kaguya dengan suara sedihnya sama sekali tidak keluar
dari kamarnya.

Begitu bangsawan itu mendengar hal itu, ia memanggil lagi
pelayannya, dan mempersiapkan perjalanan berburu. Semua orang
di istana berkumpul, dan sibuk ke sana kemari. Dengan mengenakan
pakaian dan busur yang mewah, bangsawan itu menaiki kuda hitam
yang gagah. Orang lain begitu mengenakan kimono sutra terbaik,
berpikir seperti ini. “Lihat betapa kerennya kita. Dengan begini Putri
Kaguya pun pasti akan ikut bersama kita!”

Dalam perjalanan pulang, mereka mampir ke rumah kakek.
Semua memberi hormat kepada bangsawan itu. Bangsawan
itu tercengang begitu melihat kecantikan Putri Kaguya. Begitu
bangsawan itu mencoba untuk menjulurkan tangannya kepada Putri
Kaguya, sosok keberadaan Putri Kaguya pun perlahan-lahan pudar,
hingga tidak terlihat sama sekali.
Mengetahui bahwa Putri Kaguya bukanlah orang biasa,
bangsawan itu berkata “Oh Putri, tujuanku ke sini bukanlah untuk
berusaha membawamu pergi. Jadi, tolong perlihatkanlah
keberadaanmu sekali lagi padaku.”
Putri Kaguya sekali lagi menunjukkan sosoknya yang cantik.
Begitu Putri Kaguya tersenyum, sekelilingnya memancarkan sinar
yang berkilauan.
Bangsawan itu langsung meneteskan air mata kebahagiaan.
Namun, ia teringat akan suatu janji dan pulang ke istananya dengan
tenang.
Bangsawan itu tidak bisa melupakan tentang putri cantik itu.
Ia menulis dan mengirimkan banyak puisi kepada Putri Kaguya.
Kemudian lebih dari apa pun, ia sangat menantikan jawaban dari
putri.
Beberapa tahun berlalu sejak saat itu. Di suatu hari pada
musim semi, musim di mana bunga sakura berjatuhan, Putri Kaguya
tidak lagi mengunci dirinya di kamar. Pada suatu malam di hari yang

134

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

hangat, ia membuka pintu, ia tenggelam ke dalam pikirannya sambil
melihat bulan besar yang terang. Seiring berjalannya hari, perasaan
sedih Putri Kaguya makin mendalam dan ia pun menangis tanpa
henti. Kakek dan nenek menjadi khawatir, mereka pun berusaha
untuk menghiburnya, tetapi Putri Kaguya berkata “Aku tidak bisa
mengerti diriku sendiri. Ketika aku melihat bulan, entah mengapa aku
menjadi merasa sangat sedih.” Air mata terus menetes, hingga
membasahi pipi putri itu.

“Kakek, Nenek, aku merasa bahwa hari kita untuk berpisah
semakin mendekat. Akan datang hari di mana kita akan berpisah
dengan orang-orang yang kita sayangi.”

“Jangan berkata begitu.”, ucap kakek. “Tak akan kubiarkan
hal seperti itu terjadi kepada putri cantikku. Tak akan ada seorang
penjahat datang ke rumah yang kubangun dengan aman ini.”

“Kakek, aku tidak khawatir tentang hal itu. Tolong dengarkan.
Suatu saat akan datang utusan dari bulan untuk membawaku pergi.”

“Tidak. Agar hal itu tidak terjadi, aku akan melindungimu. Tak
akan kubiarkan seorang pun menyentuhmu.”

Akan tetapi, Putri Kaguya malah menangis di pelukan kakek
dan nenek.

Selepas itu, kakek memberitahukan bangsawan akan hal itu.
Begitu mendengar hal tersebut, bangsawan itu langsung
mengerahkan seribu orang pelayan dengan busur untuk dikirimkan
ke tempat putri berada. Para pelayan kuat berbadan besar berdiri di
atas pagar bambu bersiap untuk menembakkan anak panah.

Malam 15 Agustus, malam di mana purnama bersinar, sinar
rembulan menembus kertas pintu. Namun, cahaya itu tidak sampai
kepada Putri Kaguya. Kakek dan nenek mengunci Putri Kaguya di
tempat yang jauh dari pintu manapun. Pintu seluruh ruangan
terkunci dengan rapat.

Ketika beranjak tengah malam, langit tiba-tiba berubah
menjadi terang seperti siang. Semua orang yang ada di luar sampai-
sampai bisa melihat wajah orang lain dengan jelas. Selain itu, cahaya
terangnya sampai-sampai bulu kaki pelayan yang berdiri di atas pagar
bambu bisa terlihat helai per helainya. Lalu, di atas para pelayan yang
berbaris, para bidadari cantik berbaris menggunakan jubah yang
berkilauan. Begitu para pelayan menarik busur mereka, mereka

135

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

dibutakan oleh cahaya yang sangat terang, dan hanya bisa terdiam
seperti halnya orang-orangan sawah. Pintu yang terkunci dengan
sendirinya terbuka dan menerangi kamar di mana Putri Kaguya
berada.

Di sana terdapat Putri Kaguya sedang berdiri. Ia dengan
sosoknya yang paling cantik yang pernah ada memancarkan cahaya
dari tubuhnya. Ia termenung, seolah-olah hatinya sudah terpaut
kepada langit.

“Jangan sedih, Kakek, Nenek.”, ucap Putri Kaguya dengan
lembut.

Di dekatnya terhenti kereta kuda yang ditarik oleh kuda putih
bersayap dan seorang bidadari. Hal itu merupakan keindahan yang
tidak mungkin berasal dari dunia ini. Bidadari itu membawakan jubah
untuk melupakan semua yang ada di dunia ini dan obat untuk
mendapatkan hidup abadi kepada putri.

Putri Kaguya tiba-tiba teringat tentang bangsawan yang
selalu bersikap baik kepadanya. Ia langsung mengambil pena,
menuliskan puisi indah pada selembar kertas, dan menyimpannya di
atas meja.

Pada kertas itu tertulis, “Bahkan ketika aku mengenakan
jubah langit ini aku masih teringat tentang dirimu.”

Putri Kaguya menyimpan puisi untuk bangsawan tersebut
pada sebuah kotak di mana di dalamnya tersimpan obat keabadian di
dalamnya. Langit memancarkan cahaya tujuh warna, dan tidak ada
hal yang lebih indah darinya. Putri Kaguya mengenakan jubah
langitnya dan naik ke kereta kuda yang telah menunggunya. Kereta
kuda itu pun terbang melesat ke langit. Hati putri dipenuhi dengan
kedamaian dan kegembiraan. Seiring dengan memudarnya cahaya
yang dipancarkan oleh Putri Kaguya, para bidadari mengikutinya di
sampingnya. Yang tersisa hanyalah rumah tempat tinggal Putri
Kaguya, barang-barangnya, serta harta yang cukup mewah hanya
untuk kakek dan nenek. Beranjak beberapa lama setelah kejadian itu,
bangsawan itu tidak bisa melupakan tentang Putri Kaguya. Setiap kali
ia mebaca puisi yang ditulis oleh putri, ia menjadi semakin rindu
dibuatnya. Terkadang, ia sampai melamun dan melupakan semua hal
lainnya. Bangsawan itu memerhatikan kotak yang berisi obat
keabadian tersebut, tetapi ia sama sekali tak berusaha membukanya.

136

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

Suatu hari bangsawan itu memanggil pelayannya dan
berkata. “Walaupun aku memiliki obat keabadian ini, itu sama sekali
tak berarti jika Putri Kaguya tidak ada di sini. Hanguskan kotak ini
bersama dengan puisinya di gunung yang paling tinggi di Jepang!”

Dengan menaiki kuda, para pelayan itu bergegas menuju ke
puncak Gunung Fuji. Lalu, seperti perintah bangsawan, mereka
menghanguskan kotak berisi obat keabadian beserta puisinya.
Dengan begini akhirnya bangsawan itu dapat melupakan
kesedihannya dan bisa kembali fokus kepada tugas biasanya.

137

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

DAFTAR PUSTAKA

Agus, Bustanudin. Agama dalam Kehidupan Manusia: “Pengantar
Antropologi Agama”. Jakarta: PT.Raja Grafindo.

Alek, Sobur. 2001. Analisis teks: Suatu Pengantar untuk Analisis
Wacana, Analisis Semiotika, dan Analisis Framing.
Bandung: Remaja.

Amanda, Ahadia. 2019. Perbandingan Unsur Intrinik antara
Cerita Rakyat Cina Niulang Zhinu dan Cerita Rakyat
Indonesia Jaka Tarub. Jurnal Mahasiswa Unesa, Vol.2,
No.1.

Amin, Darori. 2002. Islam dan Kebudayaan Jawa. Yogyakarta:
Gama Media.

Audifax.(2005). Mite Harry Potter
PsikosemiotikadanMisteriSimbol di BalikKisah Harry
Potter. Bandung: Jalasutra

Bertens, Dr. K. 1980. Psikoanalisa Sigmund Freud. Jakarta:
Gramedia.

Bascom, William.R. 1953. Folklore and Anthroplogy. New York:
The American Folklore Society.

Benn, Charles.2002. China's Golden Age: Everyday Life in the Tang
dynasty. Oxford University Press.

Brounvand, Jan Harold. 1968. The Study of American Folklore: an
Introduction. New York: W.W.Norton.

Clements, Robert.J. 1978. Comparative Literature as Academic
Dicipline. New York: Modern Language Association of
America.

Conghao, Wang. 2006. Gǔdài kānyú zhùzuò zhōng guānyú
zhǐnánzhēn fāmíng hé yìngyòng de zǎoqí shǐliào yánjiū.
Shànghǎi: Huádōng shīfàn dàxué.

Damono, Sapardi Djoko. 2005. Pegangan Penelitian Sastra
Bandingan. Jakarta: Pusat Bahasa.

Danandjaja, James. 1984. Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng,
dan Lain-Lain. Jakarta: PT Temprint

Dayong Gu, Congyong Li.2014.Comparative Study of Folk Stories
in Indonesia and China. Journal of Huaihua
University,Vol.33, No.4.

138

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

Dundes, Alan. 1965. The Study of Folklore. Michigan: Prentice-
Hall.

Endraswara, Suwardi. 2003. Metodologi Penelitian Sastra.
Yogyakarta: Pustaka Widyatama.

_________________. 2011. Metodologi Sastra Bandingan. Jakarta: Buku
Pop.

Estern, Mursal. 1990. Kesusastraan: Pengantar Teori dan Sejarah.
Bandung: Angkasa.

Fairbank, John King.1992. China: a New History. Cambridge:
Belknap Press of Harvard University Press.

Hidayat, Asep Ahmad. 2006. Filsafat Bahasa. Bandung: PT.Remaja
Rosdakarya

Jada, Ade Karlina. 2016. Perbandingan Cerita Rakyat Jepang Yuki-
Onna dan Cerita Rakyat Indonesia Dewi Nawang Wulan
Analisis Nilai-Nilai Moral. Semarang: Universitas
Diponegoro.

Jorgensen, W. Marianne dan Philips, J. Loise. 2007. Analisis
Wacana: Teori dan Metode terj. Yogyakarta : Pusaka
Pelajar

Koentjaraningrat. 2004. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia.
Jakarta : Djambatan.

______________.2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka
Cipta.

______________.1994. Kebudayaan Jawa.Jakarta: Balai Pustaka.
Komandoko, Gamal.(2013). Koleksi Terbaik 100 plus Dongeng

Rakyat Nusantara Jakarta : PT.Buku Seru.
Lantini, Endah Susi.1997. Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-

Nilai Budaya. Jakarta: Depdikbud RI.
Leach, Edmund. 1974. Claude Levi-Strauss. New York: Viking

Press.
Leahy, Louis. 2001. Siapakah Manusia? Yogyakarta: Kanisius.
Li, Xiaoxiang. (2010). Origins of Chinese Classical Literature.

Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Lim, Jonathan. (2005). Between Gods and Ghosts. Singapore:

Times Editions-Marshall Cavendish
Lǐqún, Qián.(2000) Zhōngguó Gǔdài Shénhuà Gùshì. Tianjin,China

: Tiānjīn Jiàoyù Chūbǎn shè.

139

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

Mulyawati, Tjok Istri Agung. 2017. Cerita Rajapala dan Cerita
Joko Tarub Suatu Kajian Perbandingan. Bali : Universitas
Udayana.

Nada, Thaha. (1999). Sastra Bandingan. (Drs. Aliuddin Mahyudin,
M. A., penerjemah). Depok: Fakultas Sastra Universitas
Indonesia.

Pradopo, Rachmad Djoko. 2003. Beberapa Teori Sastra, Metode,
Kritik, Dan Penerapannya. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Putra, Heddy Shri Ahimsa. 2012. Strukturalisme Levi-Strauss,
Mitos dan Karya Sastra.Yogyakarta: Kepel Press.

Pettit, L.1977. The Concept of Structuralism. Berkeley: University
of California Press

Ratna, Nyoman Kutha. 2004. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian
Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Remak, Henry H.H.. 1990. Comparative Literature: Its Definition
and Function dalam Contemporary Literature: Method and
Perspective (editor Newton P Stallknecht dan Horst
Frenz). Illinois: Southere Illinois University Press.

Rokhmansyah, Alfian. 2014. Studi dan Pengkajian Sastra:
Perkenalan Awal Terhadap Ilmu Sastra. Yogyakarta: Graha
Ilmu.

Saini K.M dan Sumardjo, Jakob.2005. Apresiasi Kesusastraan.
Jakarta: Gramedia

Sudibyo, Agus. (2001). Politik Media dan Pertarungan Wacana.
Yogyakarta: LkiS.

Suhana, Lim. 2019. Fengshui: Keseimbangan dan Keharmonisan
Hidup. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Suyono, Capt.R.P. Dunia Mistik Orang Jawa. Yogyakarta: LKIS.
Soekanto, Soerjono. 1982. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta :

CV.Rajawali.
Susanto, Dwi. 2012. Pengantar Teori Sastra. Yogyakarta: CAPS.
Sugiharto, Agus, Ken Widyawati. Legenda Curug 7 Bidadari: Kajian

Stukturalis Levi-Strauss. Semarang: Universitas
Diponegoro.
Sumardjo, Yakob. 1988. Apresiasi Kesusastraan. Jakarta :
Gramedia.
Teeuw, A. 1984. Sastra dan Ilmu Sastra. Jakara: Pustaka Jaya.

140

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

Thompson, L. G. (1979). Chinese Religion: An Introduction Third
Edition. California: Wadsworth Belmont

Todorov, Tzvetan. 1985. Tata Sastra (Terjemahan Okke Z, dkk).
Jakarta: Djambatan

Werner, E.T.C. (1922). Myths & Legends of China. New York:
George G. Harrap & Co. Ltd.

Yao, Xinzhong. An Introduction to Confucianism. Cambridge :
Cambridge University Press (2000)

Zhang, Xingdong (张兴东).(2008). Shenhua Gushi (神话故事
). Hohhot: Nei Menggu Renmin Chuban She(内蒙古人
民出版社

141

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

PROFIL PENULIS

Destyanisa Tazkiyah

lahir di Purwokerto pada 1
Desember 1995. Sejak taman kanak-
kanak hingga sekolah menengah ia
bersekolah di Purwokerto. Untuk
pertama kalinya mempelajari bahasa
Mandarin di bangku SMA dan
menyukainya. Pada tahun 2013 ia
mendapatkan fully funded beasiswa
pendidikan S1 di negeri Tirai Bambu,
tepatnya di Department of Chinese
Language and Culture, Jinan
University. Setelah kembali ke tanah
air, pada tahun 2018 ia melanjutkan pendidikan magister di Prodi
Susastra, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (UNDIP),
dan selesai pada tahun 2020.
Penulis merupakan penikmat karya sastra, baik Indonesia
maupun Tiongkok. Selain itu, ia juga menyukai kebudayaan,
kearifan lokal, serta sejarah. Saat ini penulis adalah dosen tetap di
Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Prodi D3
Bahasa Mandarin. Penulis dapat dihubungi melalui alamat surel:
[email protected]

142

Budaya Asia Timur Dalam Cerita Rakyat Tiongkok Dan Jepang

Yusida Lusiana lahir di

Bandung tahun 1976 saat ini
berdomisili di Purwokerto,
Banyumas, Jawa Tengah. Ia
menghabiskan masa sekolah
dasar hingga menengah di wilayah
Ujung Berung, Bandung Timur.
Anak pertama dari tiga
bersaudara ini kemudian
menempuh pendidikan S1 di
Program Studi Sastra Jepang
Universitas Padjadjaran (UNPAD) tahun 1993, kemudian
melanjutkan pendidikan master di Psikologi Universitas
Indonesia (UI) dengan mengambil kekhususan Psikologi Sosial
tahun 2001. Pada tahun 2007 mengambil pendidikan magister di
prodi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Pendidikan
Indonesia (UPI), dan selesai tahun 2004. Pada tahun 2013,
melanjutkan pendidikan doktoral di Prodi Kajian Budaya dan
Media Universitas Gadjah Mada (UGM) dan selesai tahun 2019.
Ia memiliki minat dalam kajian budaya Jepang, khususnya
budaya kuliner. Penelitian serta pengajaran yang dilakukan
berada diseputar kajian budaya makan. Sejak tahun 2004 ia
mengabdi di Universitas Jenderal Soedirman sebagai pengajar
bahasa Jepang. Sebelum menjadi pengajar di bahasa Jepang di
Kota Mendoan ini, ia pernah bekerja sebagai wartawan di
Bandung Pos serta reporter radio Mora di Bandung. Tahun 2015-
2020 menjadi Ketua Korwil Jateng-DIY Asosiasi Pengajar Bahasa
Jepang Indonesia (ASPBJI) dan saat ini iamenjabat sebagai Ketua
Jurusan Bahasa dan Sastra Asia Timur, Fakultas Ilmu Budaya,
Universitas Jenderal Soedirman. Penulis dapat dihubungi melalui
alamat surel di [email protected]

143

Budaya Asia Timur
Dalam Cerita Rakyat
Tiongkok Dan Jepang

UNSOED PRESS


Click to View FlipBook Version