Lansia KKEESSGGIIMMUULL LAPORAN AKTUALISASI Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut Pada Masyarakat Lanjut Usia di UPTD Puskesmas Bontobangun drg. NURUL INSANI Ahli Pertama - Dokter Gigi Coach : Nur Masyita, S.Psi Mentor : Bd. Hj. Yuliana, S.ST PELATIHAN DASAR CPNS KABUPATEN BULUKUMBA ANGKATAN IX TAHUN 2023
a genuine smile comes from the heart, but a healthy smile needs good dental care." -Wayne Chirisa
Kepala UPTD Puskesmas Bontubangun sekaligus Mentor,Ibu Bd. Hj. Yuliana, S.ST yang telah memberikan bimbingan dan dukungan kepada penulis; Nur Masyita, S.Psi. selaku fasilitator yang telah meluangkanwaktu untuk memberikan bimbingan kepada penulis; Muhammad Yunus, S.IP, S.Psi, M.Si selaku Penguji yang telah memberikan masukan yang membangun dalam laporan aktualisasi; Para panitia latsar, baik dari BKD Bulukumba maupun dari KMP LAN. Terima kasih sudah bersabar mendampingi kami selama latsar. Segenap keluarga terutama Suami, Anak, Ayah dan Ibu, yang telah mendukung dan memberi semangat kepada penulis. Seluruh rekan-rekan kerja di instansi yang turut membantu pelaksanaan aktualisasi, khususnya rekan di poli gigi; Teman-teman seperjuangan cpns, khususnya angkatan IX Kelompok 2 yang selama 3 bulan lebih ini bersama menjalani suka duka latsar. Laporan Aktualisasi PegawaiNegeri Sipil ini dibuat untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaiakan kegiatan pelatihan dasar CPNS GolonganIII Pemerintah Kabupaten Bulukumba kerjasama Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Kajian Manajemen Pemerintahan Lembaga Administrasi NegaraRepublik Indonesia. Saya sebagai penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Penulis juga menyadari bahwa Laporan Aktualisasi ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, Penulis sangat mengharapkan masukan, kritikan dan saran guna dijadikan acuan oleh penulis untuk lebih memperbaiki Laporan Aktualisasi ini. Segala puji syukur senantiasa terucap untuk Allah SWT, karenahanya dengan rahmatdan hidayah-Nya penulis dapat menyusun Laporan Kegiatan Aktualisasi yang berjudul : “ KESGIMUL LANSIA “ ( Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut Pada Masyarakat Lanjut Usia di UPTD Puskesmas Bontobangun ) KATA PENGANTAR drg. Nurul Insani 19881001 202203 2 011 Bd. Hj. Yuliana S.ST 19721231 199302 2 006 Nur Masyita, S.Psi 19810315 201101 2 007 Peserta Mentor Coach drg.NurulInsani Bulukumba, Juni 2023
PENDAHULUAN 1 Latar Belakang, Tujuan, Manfaat, Ruang Lingkup GAMBARANUMUMORGANISASI 5 DANMATA PELATIHAN Gambaran Umum Organisasi, Visi Misi Nilai dan Struktur Organisasi, Profil Peserta, Gambaran Mata Pelatihan 11 Deskripsi Isu, Penetapan Isu Utama, Penentuan Penyebab Isu, Analisis Dampak Isu, Pihak yang terdampak, Gagasan Pemecahan Isu, Matriks Rancangan, Jadwal Aktualisasi, Matriks Habituasi PELAKSANAANAKTUALISASI 42 Hasil Pelaksanaan Aktualisasi, Habituasi PENUTUP 94 Hambatan, Kesimpulan, Saran, Rencana D Tidak Lanjut A F T A R I S I KATA PENGANTAR DAFTAR ISI RANCANGANAKTUALISASI
P E N D A H U L U A N
Latar Belakang Di era globalisasi, masyarakat semakin kritis terhadap segala aspek, termasuk terhadap mutu pelayanan kesehatan yang berkualitas. Sejalan dengan peningkatan pengetahuan dan tekhnologi, kebutuhan dan tuntutan masyarakat terhadap mutu pelayanan kesehatan semakin meningkat. Baik pelayanan yang bersifat preventif,promotif, kuratif, maupun rehabilitatif hal ini menunjukan bahwa pandangan masyarakat terhadap kesehatan telah semakin meningkat terutama pada kesehatan umum masyarakat tidak terkecuali kesehatan gigi yang mana hal tersebut berdampak pada tercapainya derajat kesehatan yang optimal. Masalah kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu masalah yang dapat menganggu aktivitas seharihari pada seseorang, apalagi jika orang tersebut sudah termasuk kategori berusia lanjut (lansia), gangguan tersebut akan mengurangi aktivitas sehari-hari, mempengaruhi nafsu makan dan asupan gizi pada lansia tersebut. Menurut Undang-Undang no. 13 Tahun 1988 tentang Kesejahreaan Lanjut Usia, bahwa yang dimaksud dengan lanjut usia adalah seseorang yang telah berusia 60 tahun ke atas. Penyakit mulut menyebabkan gangguan rasa sakit, fungsi menelan, makan, mencicipi, tersenyum dan komunikasi. Penyakit ini merupakan masalah utama masyarakat, khususnya lansia. Lansia adaalh periode dimana organism telah mencapai kematangan dalam ukuran dan fungsi dan juga telah menunjukkan kemundururan sejalan denngan waktu. Pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut terkadang masih menjadi hal yang disepelekan dan tidak dianggap penting oleh masyarakat di UPTD Puskesmas Bontobangun khususnya masyarakat lanjut usia (lansia). Adanya kecenderungan para lansia untuk datang ke dokter gigi ketika sudah ada keluhan yang sangat mengganggu aktivitas, menunjukkan rendahnya tingkat kesadaran dan kepedulian pada lansia untuk memelihara kesehatan gigi dan mulutnya. Untuk itu, melalui program aktualisasi ini, diharapkan dokter gigi puskesmas, yang menjadi calon ASN, dapat memberikan pelayanan kesehatan gigi yang tepat, cepat dan akurat di puskesmas dengan berdasarkan nilai-nilai BerAKHLAK, tidak hanya sebatas teori, tetapi juga dapat dilaksanakan dan dibuktikan melalui gagasan yang diangkat yaitu : KESGIMUL LANSIA ( Upaya Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Masyarakat Lanjut Usia Di Uptd Puskesmas Bontobangun)
01 02 03 Nilai-nilai dasar profesi ASN yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Karakteristik sesuai nilainilai dasar Smart ASN dan Manajemen ASN dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab di unit kerja masing-masing Meningkatkan pemahaman serta kemampuan dalam mengimplementasikan nilai-nilai dasar BerAKHLAK dan berprinsip pada kedudukan serta peran ASN dalam NKRI, yaitu Manajemen ASN dan Smart ASN sebagai landasan dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Kedudukan dan peran ASN menuju Smart Governance Tujuan umum dari aktualisasi ini adalah membangun kompetensi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dalam tugas dan fungsinya sebagai ASNyang berdasarkan pada : T u j u a n 04 TujuanKhusus: Untuk meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut lansia di UPTD Puskesmas Bontobangun. Untuk pengetahuan pemahaman dan kesadaran lansia tentang pentingnya memelihara dan menjaga kesehatan gigi dan mulut pada lansia. 1. 2.
Ruang Lingkup Bagi Penulis Bagi Organisasi Untuk meningkatkan terwujudnya dan terlaksananya visi misi organisasi Terlaksananya program UKGMD secara berkelanjutan Menjalin kerjasama lintas program Terwujudnya peningkatan kompetensi dalam profesionalisme petugas kesehatan gigi dan mulut. Terwujudnya peningkatan kinerja petugas dalam memberikan pelayanan prima. Manfaat Bagi Masyarakat Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman lansia tentang kesehatan gigi dan mulut Masyarakat dapat mengetahui cara mencegah dan memelihara kesehatan gigi dan mulut Mampu meningkatkan kesadaran masyarakat lanjut usia (lansia) untuk merawat kesehatan gigi dan mulut Pelaksanaan aktualisasi dilakukan pada masyarakat lansia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bontobangun yang dilaksanakan selama masa habituasi pada tanggal 04 Mei – 10 Juni 2023.
Gambaran Umum Organisasi
PROFILORGANISASI UPTD PUSKESMAS BONTO BANGUN Letak Geografis Puskesmas Bontobangun secara geografis terletak di Desa Bontobangun Kecamatan Rilau Ale Kabupaten Bulukumba (±24 Km dari ibu kota Bulukumba dan berjarak ± 175 km dari ibu kota Provinsi, Makassar, Sulawesi Selatan). Puskesmas Bontobangun dibangun pada tahun 1983, dengan luas wilayah 117,53 Km2 yang terdiri dari 14 Desa dan 1 Kelurahan yaitu Desa Bontobangun (3 dusun), Bajiminasa (5 dusun), Bonto Mate’ne (3 dusun), Bontolohe (5 dusun), Bontoharu (4 dusun), Karama (5 dusun), Swatani (5 dusun), Batukaropa (5 dusun), Bulolohe (5 dusun), Bontomanai (5 Dusun), Tanah Harapan (3 dusun), Anrang (4 dusun), Topanda (3 dusun), Pangalloang (3 dusun) serta Kelurahan Palampang (6 lingkungan), dengan jarak tempuh terjauh dari desa ke Puskesmas 16 Km. Tiap desa dapat dijangkau dengan kendaran roda2 / roda 4. Sebelah Barat berbatasan Dengan Kecematan Kindang, Kab. Bulukumba; Sebelah Timur Berbatasan Dengan Kecamatan Ujungloe, Kab. Bulukumba; Sebelah Selatan berbatasan Dengan Kecamatan Gantarang, Kab. Bulukumba; Sebalah Utara Berbatasan dengan Kecamatan Bulukumpa, Kab. Bulukumba. Secara administratif Batas Wilayah kerja UPTD Puskesmas Bontobangun sebagai berikut : 1. 2. 3. 4.
VISI, MISI, NILAI DAN STRUKTUR ORGANISASI T ERWUJUDNYA P E LAYANAN KE S EHATAN BER M UTU M ENUJU M ASYARAKAT S EHAT DAN M ANDIRI DI KECA M ATAN RI LAU AL E . Struktur Organisasi Memberikan Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama Yang Bermutu, Merata Dan Terjangkau Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Mendorong Kemandirian Keluarga Untuk Hidup Sehat Dengan Menguatkan Peran Puskesmas Melalui Strategi Pendekatan Keluarga (PIS-PK) Meningkatkan Kerjasama Lintas Program, Lintas Sektor, Dan Peran Aktif masyarakat terhadap pelayanan kesehatan Pengelolaan Manajemen Puskesmas Secara Efektif Dan Efsien Menyediakan Sumber Daya Manusia Yang Professional Melalui Pendidikan Dan Pelatihan Serta Sarana Dan Prasarana Penunjang Pelayanan Kesehatan. Misi Puskesmas Bonto Bangun : 1. 2. 3. 4. 5. Inisiatif : Mampu menemukan dan memutuskan sesuatu yang benar. Kerja sama : Bekerjasama untuk mencapai tujuan dan kepentingan bersama. Harmonic : Selalu menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan, sesama karyawan serta menciptakan suasana aman, nyaman dan sejahtera. Loyal : Patuh dan taat terhadap standar operasional yang telah dibuat berdasarkan kesepakatan. Amanah : Dapat dipercaya dalam melaksanakan tugas baik di dalam puskesmas maupun di luar puskesmas. Segenap hati : Melaksanakan pekerjaan dengan sungguh – sungguh, ikhlas dari dalam hati. Nilai Organisasi Adapun nilai organisasi dari UPTD Puskesmas Bontobangun, yaitu IKHLAS : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Visi Puskesmas Bonto Bangun
Dokter Gigi Profile Peserta drg. Nurul Insani Melakukan pelayanan medik gigi dan mulut umum rawat jalan tingkat pertama Melakukan pelayanan medik gigi dan mulut spesialis rawat jalan tingkat pertama Melakukan tindakan khusus medik tingkat sederhana oleh Dokter gigi umum Melakukan tindakan medik gigi dan mulut spesialis kompleks tingkat I Melakukan tindakan darurat medik gigi dan mulut tingkat sederhana Melakukan tindakan darurat medik gigi dan mulut kompleks tingkat I Melakukan kunjungan (visite)kepada pasien rawat inap Melakukan pemulihan fungsi gigi dan mulut tingkat sederhana Melakukan pemulihan fungsi gigi dan mulut kompleks tingkat I Melakukan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut Mengumpulkan data dalam rangka pengamatan epideniologi penyakit gigi dan mulut Melakukan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut Membuat catatan medik gigi dan mulut pasien rawat jalan Membuat catatan medik gigi dan mulut pasien rawat inap Melayani atau menerima konsultasi dari luar atau keluar Melayani atau menerima konsultasi dari dalam Menguji kesehatan Melakukan visum et repertum Menjadi saksi ahli Mengawasi penggalian mayat untuk pemeriksaan Melakukan dental forensic dengan Pemeriksaan Laboratorium Melakukan tugas jasa panggilan/ on call Melakukan tugas jaga di tempat / Puskesmas Melakukan tugas jaga di tempat sepi Pasien Tugas Pokok dan Fungsi : UPTD Puskesmas Bonto Bangun
Gambaran Mata Pelatihan Nilai-Nilai Dasar ASN BerAKHLAK LOYAL Memegang teguh ideologi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, setia kepada NKRI serta pemerintahan yang sah; Menjaga nama baik sesama PNS, pimpinan instansi dan negara; Menjaga rahasia jabatan dan negara. ADAPTIF KOLABORATIF AKUNTABEL Jujur, bertanggung jawab, cermat, disiplin dan berintegritas tinggi; Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif, dan efisien; Tidak menyalahgunakan kewenangan jabatan. KOMPETEN BERORIENTASI PELAYANAN Memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat Ramah, cekatan, solutif, dan dapat diandalkan Melakukan perbaikan tiada henti HARMONIS Menghargai setiap orang apapun latar belakangnya Suka menolong orang lain Membangun lingkungan kerja yang kondusif. Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah; Membantu orang lain belajar; Melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik. Memberikan kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi; Terbuka dalam bekerja sama dalam menghasilkan nilai tambah; Menggerakan pemanfaatan berbagai sumber daya untuk tujuan bersama. Mampu cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan; Terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas; Bertindak proaktif
MANAJEMEN ASN Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan Pegawai ASN yang professional, memilik nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi dan nepotisme. Manajemen AS lebih menekankan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber daya aparatur sipil Negara yang unggul selaras dengan perkembangan jaman SMART ASN Smart ASN merupakan pegawai dengan kompetensi, kinerja, serta profesionalisme yang tinggi sehingga mampu beradaptasi dan semakin responsif terhadap perubahan dan pencapaian tujuan organisasi. Smart ASN menjadi jawaban dari prioritas pembangunan SDM serta grand design reformasi birokrasi nasional. Terdapat 4 pilar literasi digital, yaitu Digital Ethics (kemampuan AS dalam mengembangkan tata kelola digital dalam sehari-hari), Digital culture (budaya bermedia digital), Digital safety (keamanan dalam menggunakan media digital), dan Digital skill (kemampuan menggunakan media digital). Kedudukan dan Peran ASN
RANCANGAN AKTUALISASI BABIII
A K T U A L I S A S I Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, beberapa isu yang terjadi di UPT Puskesmas Bontobangun antara lain: R A N C A N G A N UPTD Puskesmas Bonto Bangun, Kecamatan Rilau Ale Kabupaten Bulukumba Identifikasi Isu 01. Kurangnya kesadaran dan kepedulian lansia tentang kesehatan gigi dan mulut 02. Kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang kesehatan gigi dan mulut selama masa kehamilan. 03. Kurangnya pengetahuan dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak usia dini.
Penetapan Core Issue Berdasarkan scoring dari Skala Likert pada analisis isu metode APKL diatas didapatkan hasil isu prioritas yang memiliki peringkat teratas yaitu kurangnya kesadaran dan kepedulian lansia tentang kesehatan gigi dan mulut. Tehnik analisis yang digunakan untuk menetapkan atau memprioritaskann isu yang akan ditindak lanjuti yaitu dengan menggunakan metode analisa APKL. Dengan cara menentukan tingkat Aktualitas, Problematik, Kekhalayakan dan Layak-nya, selanjutnya menentukan skala dengan menggunakan skala likers yaitu dengan menggunakan nilai 1- 5. Isu yang memiliki total skor tertinggi setelah perengkingan merupakan isu prioritas.
Kurangnya materi edukasi mengenai kesehtan gigi dan mulut pada lansia. Belum adanya program penyuluhan dan pemerisaan atau pembuatan kartu kontrol yang mengevaluasi kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat lansia. Kurangnya kepedulian masyarakat lansia dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut Kurangnya alat dan media penyuluhan yang akan digunakan. 5 MEAS U REME N T Belum tersedia kuesioner sebagai alat ukur dalam kesehatan gigi dan mulut lansia. 6 1 Penentuan Penyebab Core Issue E N VIR O NME N T Adanya kebiasan masyarakat yang hanya berkunjung ke puskesmas saat ada keluhan atau sudah parah tingkat penyakit gigi dan mulutnya. 3 2 MAT ERIAL ME T O D E MA N /MI N D P OWER MA C H I N E 4
Peningkatan kasus penyakit gigi dan mulut khususnya pada lansia. Gangguan fungsi gigi seperti pengunyahan, penampilan, dan pengucapan. Gangguan pada organ tubuh seperti jantung, paru dll. Semakin banyak masyarakat khususnya lansia yang salah dalam melakukan perawatan gigi. Adapun pihak yang terdampak isu utama yaitu masih kurangnya pengetahuan lansia tentang kesehatan gigi dan mulut, antara lain : Masyarakat Lanjut Usia Tenaga Kesehatan Instansi 1. 2. 3. PIHAK-PIHAK YANG TERDAMPAK ANALISIS DAMPAK JIKA ISU UTAMA TIDAK DISELESAIKAN
Melaksanakan evaluasi hasil kegiatan. Memberikan penyuluhan kepada lansia mengenai kesehatan gigi dan mulut. Melakukan edukasi kepada lansia saat pemeriksaan gigi dan mulut. Gagasan Pemecahan Isu Adapun gagasan kreatif dalam pemecahan masalah isu yang terpilih di atas, yaitu KESGIMUL LANSIA atau Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut pada Masyarakat Lanjut Usia di UPTD Puskesmas Bontobangun. Dimana terdapat beberapa kegiatan, seperti : Membuat kuesioner pengetahuan dan perilaku lansia mengenai kesehatan gigi dan mulut. Memasang banner mengenai kesehatan gigi dan mulut lansia di sekitar ruang tunggu pasien poli gigi.
17 Matriks Rancan
ngan Aktualisasi
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30