The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

BUKU INI MEMUDAHKAN GURU BERKREASI DALAM MENGEMAS PROSES PEMBELAJARAN MENUJU STUDENTS WELLBEING

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Noerbad sagusaku IGI, 2021-12-27 14:56:59

MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL

BUKU INI MEMUDAHKAN GURU BERKREASI DALAM MENGEMAS PROSES PEMBELAJARAN MENUJU STUDENTS WELLBEING

Keywords: LITERASI DIGITAL,MODEL PEMBELAJARAN,STUDENTS WELLBEING,MILENIAL

santun dan elegan sehingga tidak meremehkan dan
menurunkan motivasi.
9. Membedakan antara aktif-fisik dengan aktif mental. Dalam
pembelajaran index card match, aktif secara mental lebih
diinginkan dari pada aktif fisik. Karena itu, aktivitas sering
bertanya, mempertanyakan gagasan orang lain,
mengemukakan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental

Langkah-langkah penerapannya sebagai berikut:

 Buatlah pertanyaan terkait materi dan jawaban pada potongan
kertas sejumlah siswa yang ada di dalam kelas.

 Kocoklah semua kertas tersebut sehingga akan tercampur
antara soal dan jawaban dan bagikan kepada setiap siswa satu
kertas.

 Mintalah peserta untuk berdiri dan membaca kertas yang
dibawahnya (boleh pertanyaan atau jawaban).

 Mintalah yang menjadi pasangan untuk berdiri membacanya.
Demikian seterusnya.

 Akhiri proses ini dengan klarifikasi dan kesimpulan serta
tindak lanjut.

MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 31

JIGSAW

Model pembelajaran jigsaw adalah pembelajaran yang
memfokuskan siswa pada grup belajar bersama untuk
berkolaborasi menyelesaikan masalah dalam wadah grup kecil.

Pembelajaran jigsaw dirancang untuk menciptakan dan
menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa pada suatu mata
pelajaran yang ditugaskannya.

Model pembelajaran ini bertujuan agar siswa bisa saling
bergantung satu sama lain untuk meraih tujuan atau
keberhasilan. Jigsaw juga merupakan salah satu model
pembelajaran kooperatif yang menghasilkan responsibilitas
individu dan fokus pencapaian tujuan tim.

Langkah-langkah penerapannya sebagai berikut:

 Pilih materi pembelajaran yang dapat dibagi menjadi
beberapa sub bab (bagian).

 Bagilah peserta menjadi beberapa kelompok sesuai
dengan sub bab yang ada.

 Setiap kelompok mendapat tugas membaca, memahami
dan mendiskusikan serta membuat ringkasan materi
pembelajaran yang berbeda sesuai jatah sub babnya.

32 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL

 Setiap kelompok mendelegasikan salah satu anggotanya
ke kelompok lain untuk menyampaikan apa yang telah
mereka pelajari di kelompoknya.

 Kembalikan suasana kelas seperti semula, kemudian
tanyakan jika ada persoalan-persoalan yang tidak
terselesaikan atau terpecahkan dalam kelompok.

 Berilah siswa pertanyaan untuk mengecek pemahaman
mereka terhadap materi yang dipelajari.

 Guru melakukan kesimpulan, klarifikasi, dan tindak
lanjut misalkan berupa kuis untuk setiap siswa pada
akhir pembelajaran mengenai materi konsep yang sudah
diterima siswa.

 Siswa akan menyelesaikan kuis individu dan grup.

Kelebihan model pembelajaran jigsaw adalah

1. Dengan adanya grup staf ahli, maka segala aktivitas guru
akan semakin mudah sehingga guru bisa memikirkan
target lain untuk kebaikan siswa.

2. Pemahaman setiap materi yang diberikan akan semakin
menyeluruh pada siswa. Siswa bisa merasakan
pemahaman yang hampir sama.

3. Model pembelajaran jigsaw bisa meningkatkan
kepercayaan diri siswa karena disini mereka dilatih untuk
menjelaskan dan berpendapat.

MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 33

Kelemahan pada model pembelajaran ini adalah
1. Fokus mendasar dari pembelajaran jigsaw adalah ketika staf

ahli sedang menjelaskan materi ke teman sebayanya, ini bisa
menjadi masalah bila siswa yang dijelaskan mempunyai
pemahaman teori yang berbeda.
2. Kendala lain adalah bila beberapa siswa tidak mempunyai
kepercayaan diri yang cukup dalam menjelaskan teori kepada
temannya. Ini bisa mengakibatkan kebuntuan dalam diskusi.
3. Perencanaan yang lama dan matang merupakan kunci dari
model pembelajaran jigsaw. Ini bisa menjadi bumerang bila
guru sibuk dan tidak telaten atau memiliki beban administrasi
lain.
4. Implementasi pembelajaran jigsaw dengan jumlah siswa
lebih dari 30 orang akan susah.

Permasalahan Saat Implementasi
1. Siswa yang ekstrovert akan lebih dominan dari siswa

introvert ketika diskusi diadakan.
2. Siswa dengan kapabilitas berpikir dan membaca kurang akan

susah beradaptasi dengan grup belajar bila berada di grup staf
ahli.
3. Bila grup belajar dibentuk tidak berdasar pada perbedaan
latar belakang (heterogen) maka bisa menimbulkan
ketimpangan.
4. Penunjukan anggota grup untuk menjadi bagian staf ahli
sering kali tidak sesuai dengan kapabilitas. Pastikan guru
untuk cermat dan bisa membimbing siswa menjadi staf ahli
yang kompeten.

34 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL

Cara Mengatasi
Dalam mengatasi permasalahan pembelajaran jigsaw perlu
beberapa hal yang harus diterapkan, yakni:

1. Guru bisa menyusun kemampuan belajar siswa dari yang
terbaik dan terendah dan buat grup heterogen dengan data
tersebut.

2. Lakukan tes penguasaan materi kepada setiap staf ahli
sebelum kembali ke grup asal agar penyampaian
materi terhadap teman yang ada di grup asal bisa
maksimal.

Elemen Kesuksesan Model Pembelajaran Jigsaw
Terdapat elemen kunci kesuksesan yang harus diterapkan pada
model pembelajaran jigsaw, diantaranya yaitu:
1. Social skills. Siswa dituntut untuk bisa memiliki

keterampilan sosial yang mumpuni untuk bisa
memperoleh pemahaman materi secara bersama.
2. Individual accountability. Siswa diharuskan untuk
mempunyai rasa tanggung jawab dalam perkembangan
belajar bersama dan dirinya sendiri.
3. Groups processing and reflection. Grup ketika akhir
pembelajaran harus melakukan evaluasi agar proses
pembelajaran selanjutnya bisa berkembang lebih baik.
4. Positive interdependence. Setiap siswa dalam grup
dituntut untuk mempunyai rasa ketergantungan
(ketergantungan positif) dengan siswa lain.

MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 35

EXAMPLES NON-EXAMPLES

Example nonexample adalah model atau metode pembelajaran
yang memberikan contoh berupa gambar yang bermuatan
masalah untuk dianalisis kemudian dideskripsikan hingga
disimpulkan oleh peserta didik. Harapannya model ini dapat
memancing daya kritis siswa dalam menganalisis,
mendeskripsikan, hingga menyimpulkan sesuatu yang
terkandung dalam contoh (example) yang diberikan untuk
mempelajari dan menguasai konsep-konsep materi yang sedang
dibawakan. Sebelum menggunakan model pembelajaran ini,
guru perlu menyiapkan gambar, diagram, atau tabel sesuai
materi bahan ajar dan kompetensi, laptop dan layar untuk
menampilkan gambar.

Berikut langkah-langkah model pembelajaran example
nonexample.

1. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan
pembelajaran

2. Menempelkan atau menayangkan gambar lewat proyektor di
depan kelas

3. Guru memberi petunjuk dan memberikan kesempatan kepada
setiap kelompok untuk memperhatikan atau menganalisa
gambar
4. Melalui diskusi kelompok yang beranggotakan 2-3 orang
siswa, hasil diskusi dari analisis gambar dicatat pada kertas

36 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL

5. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk membacakan hasil
diskusinya
6. Memulai dari komentar atau hasil diskusi siswa, guru
menjelaskan materi sesuai dengn tujuan yang ingin dicapai
7. Memberikan kesimpulan

Kelebihan dari model pembelajaran examples nonexamples
adalah

1. Siswa memiliki pemahaman dari sebuah definisi dan siswa
dapat memperluas pemahaman konsepnya dengan lebih
mendalam dan lengkap.
2. Terlibat dalam sebuah penemuan dan mendorong siswa
untuk membangun konsep secara cepat melalui pengalaman
dari mengamati gambar yang ada.
3. Siswa menjadi lebih kritis dalam menganalisis gambar dan
siswa mendapatkan pengetahuan yang nyata dari materi berupa
contoh gambar.
4. Peserta didik diberi kesempatan untuk mengemukakan
pendapat pribadinya mengenai gambar-gambar yang mereka
lihat.

Namun, kelemahan dari model ini adalah memakan banyak
waktu dan tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk
gambar.

MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 37

NUMBERED HEADS TOGETHER

Model pembelajaran Number Head Together adalah model
pembelajaran yang digunakan oleh pendidik dengan maksud
meminta siswa untuk berperan menjadi narasumber terhadap
temannya di kelas. Dalam aktivitas ini siswa belajar
mempresentasikan ide/pendapat pada siswa lainnya.

Model pembelajaran ini efektif untuk melatih berbicara,
menyampaikan ide/gagasan atau pendapatnya sendiri. Model ini
merupakan model yang mudah, guna memperoleh keaktifan
kelas secara keseluruhan dan tanggung jawab secara individu.

Model ini memberikan kesempatan kepada setiap individu
berperan sebagai seorang “pengajar/penjelas materi dan seorang
yang memfasilitasi proses pembelajaran” terhadap individu
lainnya. Dengan model ini, siswa yang selama ini tidak mau
terlibat akan ikut serta dalam pembelajaran secara aktif.

Langkah-langkah penerapan metode pembelajaran Number
Head Together adalah sebagai berikut:

1. Siswa dibentuk menjadi kelompok-kelompok
beranggotakan 4-5 orang yang memiliki tingkat
kemampuan bervariasi.

2. Guru mengelompokkan siswa berdasarkan
pengelompokkan nomor.

38 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL

3. Setiap anggota kelompok diberi tanggung jawab untuk
memecahkan masalah atau soal yang telah diberi sesuai
dengan nomor-nomor yang telah ada.

4. Anggota kelompok saling menjelaskan kepada sesame
teman anggota kelompoknya, sehingga semua anggota
kelompok mengetahui jawaban dari semua soal yang
diberikan.

5. Guru menyebut satu nomor para mahasiswa dari tiap
kelompok dan yang telah disebut nomornya harus
menyiapkan jawabannya untuk dipresentasikan didepan
kelas.

Kelebihan Model Pembelajaran Number Head Together adalah

1. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling sharing
ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat.

2. Meningkatkan semangat kerja sama siswa.
3. Dapat digunakan untuk semua mata pelajaran dan tingkatan

kelas.

Kelemahan model pembelajaran Number Head Together
1. Tidak terlalu cocok diterapkan dalam jumlah siswa yang
banyak karena membutuhkan waktu yang lama.
2. Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru karena
kemungkinan waktu yang terbatas.

MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 39

TWO STAY TWO STRAY

Dilatarbelakangi dengan banyaknya kegiatan belajar mengajar
yang diwarnai dengan kegiatan-kegiatan individu, seperti siswa
bekerja sendiri dan tidak diperbolehkan melihat pekerjaan siswa
yang lain. Maka digagaslah model pembelajaran TSTS.
Mengingat dalam kenyataan hidup di luar sekolah, kehidupan
dan kerja manusia saling bergantung satu sama lainnya.
TWO STAY TWO STRAY (TSTS) yaitu salah satu tipe
pembelajaran kooperatif yang memberikan kesempatan kepada
kelompok membagikan hasil dan informasi kepada kelompok
lain.
Langkah-langkah model pembelajaran ini adalah sebagai
berikut:

 Peserta didik bekerja sama dalam kelompok yang berjumlah 4
(empat) orang. Setelah selesai, dua orang dari masing-masing
menjadi tamu kedua kelompok yang lain

 Dua orang yang tinggal dalam kelompok bertugas
membagikan hasil kerja dan informasi ke tamu mereka.

 Tamu mohon diri dan kembali ke kelompok mereka sendiri dan
melaporkan temuan mereka dari kelompok lain Kelompok
mencocokkan dan membahas hasil kerja mereka.

40 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL

Kelebihan dari model TSTS adalah sebagai berikut
a. Dapat diterapkan pada semua kelas/tingkatan
b. Kecenderungan belajar siswa menjadi lebih bermakna
c. Lebih berorientasi pada keaktifan.
d. Diharapkan siswa akan berani mengungkapkan
pendapatnya
e. Menambah kekompakan dan rasa percaya diri siswa.
f. Kemampuan berbicara siswa dapat ditingkatkan.
g. Membantu meningkatkan minat dan prestasi belajar

Kekurangan dari model TSTS adalah:
a. Membutuhkan waktu yang lama
b. Siswa cenderung tidak mau belajar dalam kelompok
c. Bagi guru, membutuhkan banyak persiapan (materi, dana dan
tenaga)
d. Guru cenderung kesulitan dalam pengelolaan kelas.

Untuk mengatasi kekurangan pembelajaran kooperatif model
TSTS, maka sebelumpembelajaran guru terlebih dahulu
mempersiapkan dan membentuk kelompok-kelompok belajar
yang heterogen ditinjau dari segi jenis kelamin dan kemampuan
akademis.

Berdasarkan sisi jenis kelamin, dalam satu kelompk harus ada
siswa laki-laki dan perempuannya. Jika berdasarkan
kemampuan akademis maka dalam satu kelompok terdiri dari
satu orang berkemampuan akademis tinggi, dua orang dengan
kemampuan sedang dan satu lainnya dari kelompok kemampuan

MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 41

akademis kurang. Pembentukan kelompok heterogen
memberikan kesempatan untuk saling mengajar dan saling
mendukung sehingga memudahkan pengelolaan kelas karena
dengan adanya satu orang yang berkemampuan akademis tinggi
yang diharapkan bisa membantu anggota kelompok yang lain.

42 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL

MAKE A MATCH

Model pembelajaran make a match merupakan model belajar
mengajar mencari pasangan. Siswa mencari pasangan sambil
belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang
menyenangkan. Jumlah siswa dalam satu kelompok tidak boleh
terlalu besar, yang terdiri dari 2 orang atau lebih.

Hal ini dimaksud agar proses kerjasama antarsiswa berjalan
efektif, sehingga memungkinkan semua siswa terlibat secara
aktif dalam pembelajaran untuk membahas dan memecahkan
masalah. Dalam kelompok kecil itu siswa belajar dan
bekerjasama sampai pada pengalaman belajar yang maksimal,
baik yang bersifat pengalaman individual maupun kolektif
sebagai pencerminan adanya prinsipprinsip keaktifan siswa
dalam pembelajaran.

Make a match dipilih sebagai salah satu bentuk variasi model
pembelajaran yang akan diterapkan di kelas karena model
pembelajaran ini memiliki kelebihan yaitu siswa mencari
pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik
dalam suasana yang menyenangkan.

Penerapan model ini dimulai dari teknik yaitu siswa disuruh
mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban/soal sebelum
batas waktunya, siswa yang dapat mencocokkan kartunya akan
diberi poin.

MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 43

Hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam pembelajaran make a
match adalah kartu-kartu. Kartu-kartu tersebut terdiri dari kartu
berisi pertanyaan dan kartu-kartu lainnya berisi jawaban dari
pertanyaan tersebut.

Langkah-langkah dalam model pembelajaran make a match
adalah sebagai berikut:

1. Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok.
2. Kelompok pertama merupakan kelompok pembawa kartu berisi

pertanyaan, kelompok kedua merupakan kelompok pembawa
kartu berisi jawaban, dan kelompok ketiga merupakan kelompok
penilai.
3. Mengatur posisi kelompok-kelompok, upayakan kelompok
pertama dan kedua saling berhadapan.
4. Jika masing-masing kelompok sudah berada di posisi yang telah
ditentukan, maka guru membunyikan peluit sebagai tanda agar
kelompok pertama maupun kelompok kedua saling bergerak
bertemu, mencari pasangan pertanyaanjawaban yang cocok.
Berikan kesempatan mereka untuk berdiskusi. Ketika berdiskusi
alangkah baiknya jika ada musik instrumental yang lembut
mengiringi aktifitas belajar.
5. Hasil diskusi ditandai oleh pasangan-pasangan antara anggota
kelompok pembawa kartu pertanyaan dan anggota kelompok
pembawa kartu jawaban.
6. Pasangan-pasangan yang sudah terbentuk wajib menunjukkan
pertanyaan dan jawaban kepada kelompok penilai. Kelompok
ini kemudian membacakan di depan kelas apakah pasangan
pertayaan-jawaban itu cocok

44 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL

FLIPPED CLASSROOM

Pembelajaran terbalik (flipped learning) atau kelas
terbalik (flipped classroom) adalah campuran pembelajaran di
dalam dan di luar kelas (blended learning inside and outside
classroom). Model ini diterapkan pada pembelajaran kelas tatap
muka ataupun pembelajaran dalam jaringan dengan cara siswa
melihat video, mendengar audio, membaca buku atau lembar
kerja ketika di rumah kemudian pada pertemuan tatap muka atau
melalui dunia maya atau video conference, guru dan siswa
mengadakan interaksi pembelajaran sesuai materi yang telah
dipelajari siswa sebelumnya.

Dalam pertemuan tatap maya atau melalui video
conference guru bisa membagi siswa ke dalam kelompok-
kelompok kecil (breakout room) agar sesama siswa dapat saling
berbagi pengetahuan; atau bisa juga kelompok-kelompok
proyek untuk mempresentasikan hasil belajar kelompoknya
melalui dunia maya. Lebih lanjut bisa dilihat perbedaan antara
kelas tradisional dengan kelas terbalik pada gambar di bawah
ini.

Model ini juga digunakan oleh guru ketika ada siswa yang tidak
hadir di kelas karena sesuatu hal. Guru bisa membuat video apa
yang diajarkannya dan diberikan kepada yang tidak masuk kelas
tersebut. Model ini tentunya dapat membantu para siswa yang

MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 45

tidak masuk kelas dengan mengamati video pembelajaran apa
yang sudah diajarkan. Hasilnya sangat bagus, siswa bisa
mengikuti pelajaran dan tidak ketinggalan. Model ini akhirnya
dipakai juga oleh siswa yang sudah belajar di kelas sebagai
bahan memperdalam materi yang sudah dipelajarinya.

Guru sebelum membahas materi yang akan diajarkan
memberikan tugas terlebih dahulu kepada siswa untuk
mempelajari materi yang ada dalam media pembelajaran. Model
belajar seperti ini membuat siswa dituntut untuk lebih mandiri
karena mereka mempelajari bahan terlebih dahulu sebelum ada
pertemuan di kelas. Model ini juga membuat siswa lebih aktif
karena dorongan keingintahuan mereka juga lebih tinggi.

Model ini juga sejalan dengan merdeka belajar terkait
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Era Industri 4.0.
Perubahan model belajar ini tentu membutuhkan pelatihan dan
kesiapan guru, tenaga kependidikan, dan para pejabat
pendidikan dalam merancang rencana pelaksanaan
pembelajaran dan media pembelajaran yang compatible dengan
perkembangan teknologi saat ini.

Guru dapat memanfaatkan situs google yang di dalamnya dapat
saling dikaitkan meggunakan hyperlink. Link dapat
dihubungkan dengan halaman absensi, halaman materi, halaman
penugasan, halaman penilaian dan halaman kolom karya siswa.

46 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL

Berkaitan dengan model pembelajaran kelas terbalik ini, maka
setiap guru sesuai dengan mata pelajaran masing-masing
memuat video, modul, ataupun buku sesuai materi yang
dipelajari. Maka melalui sumber belajar inilah siswa akan
belajar secara mandiri melalui video ataupun sumber belajar
lainnya.

Setelah siswa belajar mandiri dengan berbagai sumber belajar
yang diberikan oleh guru maka pada saat siswa datang ke
sekolah, guru tinggal membahas dengan mereka, misalnya siswa
diminta mempresentasikan apa yang telah dipelajari. Dengan
demikian, siswa terlatih mengomunikasikan apa yang dipelajari
kepada teman sejawat. Untuk memperdalam materi yang
dipelajari, guru juga bisa mengajak siswa berdiskusi dalam
kelompok kecil. Guru berperan sebagai fasilitator dan
berkeliling kelas untuk memotivasi sekaligus memantau
keaktifan siswa dalam berdiskusi. Guru tidak lagi sebagai
penyaji informasi; sebaliknya, guru lebih banyak mengambil
peran sebagai tutor. Waktu guru dihabiskan untuk berinteraksi
dengan dan membantu murid-murid. Dalam hal ini, siswa yang
paling lemah justru paling banyak mendapatkan bantuan guru.

Dengan model ini, siswa tidak perlu hadir ke sekolah tiap hari.
Jadi, seandainya tahun ajaran baru nanti siswa harus masuk
sekolah di selang-seling, metode ini sangat bagus. Siswa akan
mengerjakan tugas pada saat di rumah selama tiga hari dan
masuk ke sekolah belajar di kelas selama tiga hari. Model ini
cocok untuk mengoptimalkan waktu di kelas yang terbatas dan
juga akan melatih siswa untuk mengelola waktu dengan baik.

MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 47

Langkah-langkah model pembelajaran dengan metode flipped
classroom adalah sebagai berikut:

1. Persiapan
a. Sebelum tatap muka guru memberikan materi dalam
bentuk video pembelajaran.
b. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai.
c. Guru menyampaikan secara garis besar materi yang akan
dipelajari.
d. Memberi tugas siswa untuk membuat rangkuman dari
video.

2. Kegiatan di kelas
a. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang
terdiri dari 4-5 orang siswa.
b. Membahas video yang telah ditonton siswa dengan
diskusi dan tanya jawab.
c. Melalui tanya jawab dengan siswa guru menguatkan
konsep.
d. Guru memberikan latihan pemecahan masalah melalui
LKS
e. Siswa berdiskusi dengan kelompoknya untuk
menyelesaikan masalah.
f. Peran guru saat diskusi adalah memfasilitasi siswa agar
mampu menuliskan ide atau gagasannya terkait masalah
yang diberikan.
g. Salah satu kelompok mempresentasikan hasil diskusi
dan yang lain menanggapinya.

48 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL

h. Guru memberikan tes untuk mengetahui tingkat
pemahaman siswa.

Manfaat dalam penggunaan model Flipped Learning:

1. Suasana belajar yang luwes (flexible environment) yaitu
kebebasan bagi guru untuk mengatur situasi pembelajaran
seperti kebebasan mengatur lingkungan kelas untuk belajar
dalam kelompok dan belajar individual, kebebasan waktu
dalam mencapai ketuntasan pembelajaran dan kebebasan
dalam penilaian.

2. Budaya belajar (learning culture) yaitu peranan utama
partisipasi aktif pada peserta didik untuk melakukan
eksplorasi isi pelajaran dan diskusi mendalam oleh sesama
peserta didik dalam merumuskan atau membangun
pengetahuan (knowledge construction) serta melakukan
evaluasi oleh mereka sendiri yang dipandang sesuai dan
bermakna bagi diri mereka.

3. Isi pelajaran yang terarah (intentional content) yaitu adanya
persiapan guru yang memilih topik pembelajaran yang
memiliki arah yang jelas sehingga peserta didik dapat
melakukan eksplorasi pengetahuan, mendapatkan
pembelajaran yang penuh makna, menguasai isi secara
mendalam dengan menerapkan prosedur berpikir secara
ilmiah.

4. Pendidik profesional (professional educator) yaitu
keberadaan guru yang aktif melakukan pengamatan
terhadap kegiatan peserta didik, memberikan umpan balik
kepada peserta didik, dan melakukan penilaian, menjalin

MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 49

hubungan dengan sesama guru untuk meningkatkan
profesionalitasnya, terbuka terhadap kritik ataupun
masukan, serta tetap menjadi sumber inspirasi bagi peserta
didiknya yang aktif dalam belajar.

Hasil dari pembelajaran jenis ini sangat menggembirakan dan
kualitasnya lebih baik. Para siswa yang mempraktikkan metode
ini motivasi belajarnya sangat tinggi, kreativitasnya meningkat,
tanggungjawab meningkat, siswa lebih aktif dalam PBM di
kelas, dan nilai akademiknya lebih baik jika dibandingkan cara
belajar tradisional. Begitu juga para guru juga merasa punya
waktu lebih untuk berinteraksi dengan siswa.

Dengan model ini, tujuan kita untuk membekali kemampuan
siswa untuk berpikir kritis (critical thinking), bekerjasama
(collaborative), kemampuan berkomunikasi (comunication
skills), dan berpikir kreatif dan inovatif (creative/innovative)
dapat kita laksanakan dengan baik. Guru tidak mendominasi
waktu di kelas. Interaksi guru dan siswa semakin baik dan
semakin menyenangkan.

50 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL

COOPERATIVE SCRIPT

“Cooperative Script adalah kontrak belajar yang eksplisit antara
guru dengan siswa dan siswa dengan siswa mengenai cara-cara
berkolaborasi.” Penggunaan model ini, siswa dapat bekerja atau
berpikir sendiri tidak hanya mengandalkan satu siswa saja dalam
kelompoknya. Karena setiap siswa dituntut untuk
mengintisarikan materi dan mengungkapkan pendapatnya
secara langsung dengan patnernya.

Siswa bersama dengan pasangannya memecahkan masalah
secara bersama-sama. Siswa dituntut untuk beraktivitas sendiri,
siswa menemukan sendiri suatu konsep atau mampu
memecahkan masalah sendiri. Berdasarkan pengertian tersebut,
dalam pembelajaran Cooperative Script terjadi suatu
kesepakatan untuk berkolaborasi memecahkan suatu masalah
dengan mandiri.

Ciri khusus “Cooperative Script adalah siswa bekerja
berpasangan dan bergantian peran sebagai pembicara dan
pendengar dalam mengintisarikan bagian-bagian yang dipelajari
dengan menambahkan ide-ide baru terkait materi”. Intisari hasil
pemikiran siswa dapat ditulis tangan untuk kemudian
digabungkan menjadi pengetahuan baru.

MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 51

Langkah-langkah Cooperative Script

1. Guru membagi siswa untuk membuat berpasangan.
2. Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca

dan membuat ringkasan.
3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan

sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai
pendengar.
4. Pembicara membacakan ringkasannnya selengkap mungkin
dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya,
sementara pendengar:
a. Menyimak/mengoreksi/melengkapi ide-ide pokok yang
kurang lengkap.
b. Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan
menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi
lainnya.
5. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi
pendengar dan sebaliknya. kemudian lakukan seperti
kegiatan tersebut.
6. Merumuskan simpulan bersama-sama siswa dan guru.
7. Penutup.
Kelebihan Model Pembelajaran Cooperative Script

1. Melatih pendengaran, ketelitian/kecermatan.
2. Setiap siswa mendapat peran.
3. Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan

lisan.

52 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL

Kekurangan Model Pembelajaran Cooperative Script
1. Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu.
2. Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh
kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang
tersebut).

MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 53

STUDENT TEAM ACHIEVEMENT-
DIVISIONS(STAD)

Lima komponen utama dalam pembelajaran kooperatif metode
STAD, yaitu:

1. Penyajian Kelas
Guru menyampaikan materi dilakukan secara klasikal dengan
menggunakan presentasi verbal atau teks di depan kelas. Pada
tahapan ini, siswa diminta untuk memperhatikan dengan baik,
tentang materi yang disampaikan.

2.Menetapkan siswa dan kelompok
Kelompok yang disusun terdiri dari 4 sampai 5 orang. Anggota
dalam kelompok bersifat heterogen yang dibedakan berdasarkan
pada jenis kelamin dan kemampuan dalam hal akademik. Materi
yang telah dijelaskan oleh guru selanjutnya didiskusikan oleh
kelompok. Tujuannya untuk dicari pemecahan masalah yang
dihadapi.

3. Tes dan kuis
Tes dan kuis perlu diadakan untuk mengetahui tingkat
pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan
pengajar dan dipecahkan dalam suasana kelompok. Siswa perlu
memahami setiap materi yang diajarkan oleh guru dan tidak
diperkenankan menyontek jawaban dari teman yang lain karena

54 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL

kuis tersebut dimaksudkan untuk mengetahui pemahaman
mereka masing-masing.

4. Skor peningkatan individual
Peningkatan skor dimaksudkan agar siswa mau berusaha untuk
memperoleh skor yang lebih baik dengan cara belajar secara
maksimal. Setiap siswa dapat memberikan atau
menyumbangkan nilai yang diperoleh pada kelompok. Skor
awal diberikan pada siswa, kemudian skor-skor yang diperoleh
dibandingkan dengan skor hasil dari kuis.

5. Pengakuan Kelompok
Pengakuan kelompok dilakukan dengan memberikan
penghargaan atas usaha yang telah dilakukan kelompok selama
belajar. Penghargaan terhadap kelompok, akan dapat diperoleh,
ketika telah mencapai nilai rata-rata. Artinya apabila nilai rata-
rata kelompok mampu mencapai kriteria, maka kelompok akan
memperoleh penghargaan.

Langkah-langkah pelaksanaan model pembelajaran STAD

1. Penyajian di kelas atau class presentation
2. Membentuk kelompok belajar atau team
3. Memberikan kuis atau tes atau quizzes
4. Memberikan skor pada peningkatan individu

atau individual improvement scores
5. Penghargaan terhadap kelompok atau team recodninition
6. Evaluasi atau penilaian

MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 55

Kelebihan Metode Student Teams Achievement
Divisions (STAD)

1. Siswa berperan aktif dalam membantu dan memberikan
motivasi semangat untuk keberhasilan bersama dalam
kelompok.

2. Interaksi yang terjadi antara siswa seiring dengan
peningkatan kemampuan siswa dalam menyampaikan
suatu pendapat.

3. Membantu siswa dalam memudahkan untuk melakukan
penyesuaian.

4. Mampu meningkatkan perasaan saling percaya di antara
anggota kelompok dan lebih luas, di antara sesama
manusia.

5. Membantu siswa menghilangkan sifat yang suka
mementingkan diri sendiri dan egois terhadap orang lain.

6. Mampu meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan
sosial dan kesetiakawanan dalam lingkungan sosial.

7. Siswa dapat berperan aktif sebagai seorang tutor sebaya.
Sehingga kelompok menjadi lebih berhasil untuk
mencapai prestasi.

8. Siswa dapat saling bekerja sama untuk mencapai tujuan
kelompok, dengan cara menjunjung tinggi norma –
norma yang hidup dalam kelompok.

56 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL

Kelemahan Metode Student Teams Achievement
Divisions (STAD)

1. Waktu yang dibutuhkan dalam menerapkan metode ini
lebih lama.

2. Mahasiswa harus memiliki sifat untuk bersedia bekerja
sama.

3. Karena waktu yang dibutuhkan lama, maka tidak semua
guru bersedia menggunakan metode pembelajaran jenis
STAD.

MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 57

MIND MAPING

Pembelajaran ini sangat tepay untuk mereview pengetahuan
awal murid. Tahapannya adalah: informasi kompetensi, sajian
permasalahan terbuka, murid berkelompok untuk menanggapi
dan membuat berbagai alternatif jawaban, presentasi hasil
diskusi kelompok, siswa membuat ksimpulan dari hasil setiap
kelompok, evaluasi dan refleksi.

Model Mind Mapping (Peta Pikiran) adalah mencatat kreatif
yang memudahkan untuk mengingat banyak informasi. Setelah
selesai, catatan yang dibuat membentuk sebuah pola gagasan
yang saling berkaitan, dengan topik utama di tengah,
sementara subtopik dan perincian menjadi cabang-cabangnya.
Cabangcabang tersebut juga bisa berkembang lagi sampai ke
materi yang lebih kecil.

Agar peta pikiran dapat berfungsi secara maksimal maka setiap
peristiwa dibuat warna—warni dan menggunakan banyak
gambar dan simbol sehingga tampak seperti karya seni. Hal ini
bertujuan agar membantu individu mengingat perkataan dan
bacaan, meningkatkan pemahaman terhadap materi,
membantu mengorganisasikan materi dan memberikan
wawasan baru.

58 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL

Langkah-langkah Metode Mind Mapping (Peta Pikiran)

Untuk membuat peta pikiran, guru hendaknya menggunakan
bolpoint bewarna dan memulai dari bagian tengah kertas. Kalau
bisa, guru menggunakan kertas secara melebar untuk
mendapatkan lebih banyak tempat. Lalu ikuti langkah-langkah
berikut;

1. Tulis gagasan utamanya di tengah-tengah kertas dan
lingkupilah dengan linkaran, persegi, atau bentuk lain.

2. Tambahkan sebuah cabang yang keluar dari pusatnya
untuk setiap poin atau gagasan utama. Jumlah cabang-
cabangnya akan bervariasi, tergantung dari jumlah
gagasan dan segmen. Gunakan warna yang berbeda
untuk tiap-tiap cabang.

3. Tuliskan kata kunci atau frase pada tiap-tiap cabang yang
dikembangkannya untuk detail. Kata kunci adalah kata-
kata yang menyampaikan inti sebuah gagasan dan
memicu ingatan anda. Jika anda menggunakan singkatan
tersebut sehingga anda dengan mudah segera mengingat
artinya selama berminggu-minggu setelahnya.

4. Tambahkan simbol-simbol dan llustrasi-ilustrasi untuk
mendapatkan ingatan yang lebih baik.

Agar peta pikiran lebih mudah diingat, guru hendaknya
memperhatikan beberapa cara berikut ini.

1. Tuliskan atau ketiklah secara rapi dengan menggunaka
huruf-huruf kapital.

MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 59

2. Tulislah gagasan-gagasan penting dengan huruf-huruf
yang lebih besar sehingga terliihat menonjol dan berbada
dengan yang lain.

3. Gambarkan peta pikiran dengan hal-hal yang
berhubungan dengan anda. Simbol jam mungkin berarti
bahwa benda ini memiliki tenggang waktu yang penting.
Sebagian orang menggunakan anak panah untuk
menunjukkan tindakan-tindakan yang harus mereka
lakukan.

4. Garis bawahi kata-kata itu. Gunakan huruf tebal.
5. Bersikaplah kreatif dan berani dalam desain, sebab otak

kita lebih mudah mengingat hal yang tidak biasa.
6. Gunakan bentuk-bentuk acak untuk menunjukkan hal-

hal atau gagasan-gagasan tertentu.
7. Ciptakanlah peta pikiran anda secara horisontal untuk

memperbesar ruang bagi pekerjaan anda.

60 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL

ARTIKULASI

Model pembelajaran Artikulasi dapat dilakukan melalui pesan
berantai, wawancara, atau bertukar pendapat. Intinya proses
pada model artikulasi adalah interaksi dan komunikasi. Pesan
berantai dapat dilakukan setelah guru memberikan materi lalu,
seorang siswa wajib meneruskan menjelaskannya pada siswa
lain (pasangan kelompoknya). Di sinilah keunikan model
pembelajaran ini. Konsep pemahaman sangat diperlukan dalam
mode pembelajaran ini
Pada pembelajaran ini, siswa dibagi ke dalam kelompok-
kelompok kecil yang masing-masing anggotanya bertugas
mewawancarai teman kelompoknya tentang materi yang baru
dibahas. Skill pemahaman sangat diperlukan dalam metode
pembelajaran ini.
Alur dalam model pembelajaran artikulasi adalah penyampaian
kompetensi, sajian materi, bentuk kelompok berpasangan
sebangku, salah satu peserta didik menyampaikan materi yang
baru diterima kepada pasangannya kemudian bergantian,
presentasi hasil diskusi, guru sebagai fasilitator pendidikan
membimbing peserta didik untuk menyimpulkan.

Perbedaan model artikulasi ini dengan model lainnya adalah
penekanannya pada komunikasi siswa kepada teman satu
kelompoknya, karena di sana ada proses wawancara pada teman

MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 61

satu kelompoknya, serta pada cara tiap siswa menyampaikan
hasil diskusi di depan kelompok yang lain, sebab setiap anak
memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat
kelompoknya. Kelompok ini pun biasanya hanya terdiri dari dua
orang.

Langkah-langkah Model Pembelajaran Artikulasi
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
2. Guru menyajikan materi sebagaimana biasa.
3. Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok
berpasangan dua orang.
4. Menugaskan salah satu siswa dari pasangan itu menceritakan
materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya
mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian
berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya.
5. Menugaskan siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan
hasil wawancaranya dengan teman pasangannya sampai
sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya.
6. Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya
belum dipahami siswa.
7. Kesimpulan/penutup.

Manfaat model pembelajaran artikulasi

1. Siswa menjadi lebih mandiri.
2. Siswa bekerja dalam kelompok untuk menuntaskan

materi belajar.
3. Penghargaan lebih berorientasi pada kelompok daripada

individu.

62 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL

4. Terjadi interaksi antarsiswa dalam kelompok kecil.
5. Terjadi interaksi antarkelompok kecil.
6. Masing-masing siswa memiliki kesempatan berbicara

atau tampil di depan kelas untuk menyampaikan diskusi
kelompok mereka.

Berdasarkan manfaat model artikulasi yang sudah dipaparkan
tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran
artikulasi ini menekankan pada interaksi dan komunikasi siswa
sebagai perekam informasi dari siswa lain sebagai anggota
kelompok kecil untuk kemudian disampaikan di depan kelas.
Siswa secara mandiri menggali informasi dari temannya,
kemudian mencernanya, lalu apa yang telah diperoleh tersebut
dishare di depan kelas sebagai bentuk pelaporan sekaligus
sumber informasi bagi siswa lainnya. Hal ini dapat melatih
kemandirin, komunikasi, pemahaman serta kepercayaan diri
siswa dalam pembelajaran.

Kelebihan model artikulasi adalah
a. Semua siswa terlibat (mendapat peran)
b. Melatih kesiapan siswa
c. Melatih daya serap pemahaman dari orang lain
d. Cocok untuk tugas sederhana
e. Interaksi lebih mudah
f. Lebih mudah dan cepat membentuknya
g. Meningkatkan partisipasi anak

MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 63

Kelemahan model artikulasi adalah
a. Untuk mata pelajaran tertentu
b. Waktu yang dibutuhkan banyak
c.Materi yang didapat sedikit
d.Banyak kelompok yang melapor dan perlu dimonitor
e. Lebih sedikit ide yang muncul
f. Jika ada perselisihan tidak ada penengah

64 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL

DEMONATRATIVE MODEL

Model pembelajaran ini khusus untuk materi yang memerlukan
peragaan media atau eksperimen. Langkahnya adalah: informasi
kompetensi, sajian gambaran umum materi bahan ajar, membagi
tugas pembahasan materi untuk tiap kelompok, menunjuk murid
atau kelompok untuk mendemonstrasikan bagiannya, dikusi
kelas, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.
Model pembelajaran demonstrasi adalah model mengajar yang
menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian
atau untuk memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu
kepada peserta didik.

Langkah-langkah model pembelajaran demonstrasi
Tahap persiapan
Pada tahap persiapan ini ada beberapa hal yang harus dilakukan
antara lain:

1. Rumuskan tujuan yang harus dicapai oleh peserta didik
setelah proses demonstrasi berakhir. Tujuan ini meliputi
beberapa aspek seperti aspek pengetahuan dan keterampilan
tertentu.

2. Persiapkan garis-garis besar langkah-langkah demonstrasi
yang akan dilakukan. Hal ini dilakukan untuk menghindari
kegagalan.

MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 65

3. Lakukan uji coba demonstrasi. Uji coba meliputi segala
peralatan yang diperlukan.

Tahap pelaksanaan

1. Aturlah tempat duduk yang memungkinkan semua
peserta didik dapat melihat dengan jelas apa yang
didemonstrasikan.

2. Kemukakan tujuan apa yang harus dicapai peserta didik.
3. Kemukakan tugas-tugas apa yang harus dilakukan oleh

peserta didik, misalnya ditugaskan untuk mencatat hal-
hal yang penting dari pelaksanaan demonstrasi.

Langkah pelaksanaan demonstrasi

1. Mulailah demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan yang
merangsang peserta didik untuk berfikir. Misalnya
pertanyaan-pertanyaan yang mengandung teka-teki
sehingga mendorong peserta didik tertarik untuk
memperhatikan demonstrasi.

2. Ciptakan suasana yang menyejukkan dan menghindari
suasana yang menegangkan.

3. Yakinkan bahwa semua peserta didik mengikuti jalannya
demonstrasi.

4. Berikan kesempatan kepada peserta didik untuk secara aktif
memikirkan lebih lanjut sesuai dengan apa yang dilihat dari
proses demonstrasi.

66 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL

Langkah mengakhiri demonstrasi

Apabila demonstrasi selesai dilakukan, proses pembelajaran
perlu diakhiri dengan memberikan tugas-tugas tertentu yang
ada kaitannya dengan pelaksanaan demonstrasi dan proses
pencapaian tujuan pembelajaran.

Kelebihan model pembelajaran demonstrasi adalah

1. Demonstrasi dapat mendorong motivasi belajar peserta
didik.

2. Demonstrasi dapat menghidupkan pelajaran karena peserta
didik tidak hanya mendengar tetapi juga melihat peristiwa
yang terjadi.

3. Demonstrasi dapat mengaitkan teori dengan peristiwa alam
lingkungan sekitar. Dengan demikian peserta didik dapat
lebih meyakini kebenaran materi pelajaran.

4. Demonstrasi apabila dilaksanakan dengan tepat, dapat
terlihat hasilnya.

5. Demonstrasi seringkali mudah teringat daripada bahasa
dalam buku pegangan atau penjelasan pendidik.

6. Melalui demonstrasi peserta didik terhindar dari verbalisme
karena langsung memperhatikan bahan pelajaran yang
dijelaskan.

Kelemahan model pembelajaran demonstrasi adalah

1. Peserta didik terkadang sukar melihat dengan jelas benda
yang akan dipertunjukkan.

2. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan.

MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 67

3. Sukar dimengerti apabila didemonstrasikan oleh guru
yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan.

4. Demonstrasi memerlukan persiapan yang lebih matang,
sebab tanpa persiapan yang memadai demonstrasi bisa
gagal sehingga dapat menyebabkan model ini tidak
efektif lagi.

68 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL

SCRAMBLE

Model pembelajaran merupakan suatu cara yang digunakan
untuk mencapai tujuan pembelajaran. Peranan model
pembelajaran yaitu sebagai alat untuk menciptakan proses
pembelajaran yang lebih efektif dan lebih bermakna. Kali ini
model pembelajaran kooperatif tipe scramble menjadi salah satu
alternatif yang perlu diterapkan oleh guru di sekolah.

Tahapannya adalah: buatlah kartu soal sesuai marteri bahan ajar,
buat kartu jawaban dengan diacak nomornya, sajikan materi,
membagikan kartu soal pada kelompok dan kartu jawaban,
murid berkelompok mengerjakan soal dan mencari kartu soal
untuk jawaban yang cocok.
Scramble merupakan model pembelajaran yang mengajak siswa
untuk menemukan jawaban dan menyelesaikan permasalahan
yang ada dengan cara membagikan lembar soal dan lembar
jawaban yang disertai dengan alternatif jawaban yang
tersedia. Scramble dipakai untuk jenis permainan anak–anak
yang merupakan latihan pengembangan dan peningkatan
wawasan pemikiran kosakata.

Model pembelajaran scramble akan disesuaikan dengan materi
yang akan disampaikan kepada siswa untuk menemukan
jawaban dan menyelesaikan permasalahan yang ada dengan cara
membagikan lembar soal dan lembar jawaban yang disertai

MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 69

dengan alternatif jawaban yang tersedia dalam suasana yang
menyenangkan.

scramble terdiri atas bermacam– macam bentuk yakni:

1. Scramble kata, yakni sebuah permainan menyusun kata–
kata dan huruf–huruf yang telah dikacaukan letaknya
sehingga membentuk suatu kata tertentu yang bermakna,

misalnya: Tpeain = petani Kberjae = bekerja.
2. Scramble kalimat, yakni sebuah permainan menyusun

kalimat dari kata–kata acak. Bentuk kalimat hendaknya

logis, bermakna, tepat, dan benar. Contohnya Pergi- aku-
bus-ke-naik-Bandung = aku pergi ke Bandung naik bus.

3. Scramble wacana, yakni sebuah permainan menyusun
wacana logis berdasarkan kalimat–kalimat acak. Hasil
susunan wacana hendaknya logis dan bermakna.

Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif
tipe scramble adalah

1. Persiapan. Pada tahap ini guru menyiapkan bahan dan
media yang akan digunakan dalam pembelajaran. Media
yang digunakan berupa kartu soal dan kartu jawaban,
yang sebalumnya jawaban telah diacak sedemikian rupa

2. Kegiatan inti. Kegiatan dalam tahap ini adalah setiap
masing – masing kelompok melakukan diskusi untuk
mengerjakan soal dan mencari kartu soal untuk jawaban
yang cocok

3. Tindak lanjut. Kegiatan tindak lanjut tergantung dari
hasil belaja siswa, contoh kegiatan tindak lanjut antara

70 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL

lain: Kegiatan pengayaan berupa pemberian tugas serupa

dengan bahan yang berbeda. Kegiatan

menyempurnakan susunan teks asli, jika terdapat

susunan yang tidak memperlihatkan kelogisan. Kegiatan

mengubah materi bacaan (memparafrase atau

menyederhanakan bacaan). Mencari makna kosakata

baru didalam kamus dan mengaplikasikan dalam
pemakaian kalimat. Membetulkan kesalahan–kesalahan

tata bahasa yang mungkin ditemukan dalam teks wacana

latihan. Satu hal yang penting dalam model ini, siswa

tidak sekadar berlatih memahami dan menemukan

susunan teks yang baik dan logis, tetapi juga dilatih

untuk berfikir kritis annalitis

Kelebihan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble

1. Setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas segala
sesuatu yang dikerjakan dalam kelompoknya. Setiap
anggota kelompok harus mengetahui bahwa semua
anggota mempunyai tujuan yang sama. Mereka harus
berbagi tugas dan tanggung jawab, dikenai evaluasi, dan
berbagi kepemimpinan. Selain itu, setiap anggota
kelompok membutuhkan keterampilan untuk belajar
bersama dan nantinya akan dimintai
pertanggungjawaban sei cara individual tentang materi
yang ditangani dalam krlompok kooperatif. Maka dari
itu, dalam teknik ini setiap siswa tidak ada yang diam
karena setiap individu diberi tanggung jawab akan
keberhasilan kelompoknya.

MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 71

2. Model pembelajaran ini memungkinkan siswa untuk
saling belajar sambil bermain. Mereka dapat berkreasi
sekaligus belajar dan berfikir, mempelajari sesuatu
secara santai dan tidak membuat mereka stress atau
tertekan.

3. Selain membangkitkan kegembiraan dan melatih
keterampilan tertentu metode scramble juga dapat
memupuk rasa solidaritas dalam kelompok.

4. Materi yang diberikan melalui salah satu metode
permainan biasanya mengesankan dan sulit untuk
dilupakan.

5. Sifat kompotitif dalam metode ini dapat mendorong
siswa berlomba–lomba untuk maju.

Dapat disimpulkan bahwa kelebihan model pembelajaran
kooperatif tipe scramble dapat memperoleh tanggung jawab,
belajar sambil bermain, membangkitkan kegembiraan dan
melatih keterampilan, mengesankan dan sulit untuk dilupakan,
dan mendorong siswa berlomba–lomba untuk maju.

Kekurangan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble

1. Pembelajaran ini terkadang sulit dalam
merencanakannya karena terbentur dengan kebiasaan
kebiasaan siswa dalam belajar.

2. Terkadang dalam mengimplementasikannya,
memerlukan waktu yang panjang sehingga guru sulit
menyesuaikan dengan waktu yang telah ditentukan.

72 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL

3. Selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh
kemampuan siswa menguasai materi pelajaran,
pembelajaran ini akan sulit diimplementasikan guru.

Manfaat model pembelajaran scramble bagi peserta didik yaitu:
1. Peserta didik yang mengalami kesulitan dalam
mengingat istilah yang sulit akan terkurangi bebannya.
2. Peserta didik lebih termotivasi untuk belajar.
3. Meningkatkan kemampuan bekerja sama dan
bersosialisasi.
4. Guru dapat menciptakan suasana kelas yang
menyenangkan

MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 73

KOLABORASI MODEL PEMBELAJARAN
DENGAN APLIKASI SEBAGAI INOVASI

Inovasi pembelajaran dapat kita hadirkan dengan menggunakan
aplikasi yang sesuai dengan materi pelajaran yang akan kita
sampaikan dan disesuaikan juga dengan kondisi lingkungan
belajar, baik siswa maupun sarana pendukung pembelajaran.
Setelah di bagian sebelumnya sudah diuraikan variasi model
pembelajaran. Nah sekarang akan disajikan pilihan aplikasi yang
dapat digunakan dan dipasangkan dengan model pembelajaan
dan materi bahan ajar yang sesuai.

Sebagai seorang guru, kita wajib merencanakan pembelajaran
dengan matang agar proses pembelajaran menyenangkan dan
hasil belajar pun memuaskan. Guru dapat menerapkan
pembelajaran terbalik atau lebih dikenal dengan flipped
classroom. Flipped classroom adalah model pembelajaran
dengan cara membaca materi di rumah terlebih dahulu, sebelum
belajar di kelas. Dalam hal ini penulis mengarahkan materi
pelajaran yang diberikan oleh guru berupa link hyperdocs.

Selain simple dan menarik, penggunaan metode ini bertujuan
agar seluruh siswa dapat menyimak materi pelajaran meskipun
ada yang tidak hadir di kelas karena sesuatu hal. Guru bisa
melampirkan link video pembelajaran yang sudah dibuat. Cara
ini diakui sangat bijak, karena siswa bisa mengikuti pelajaran

74 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL

dan tidak ketinggalan. Model ini akhirnya dipakai juga oleh
siswa yang sudah belajar di kelas sebagai bahan memperdalam
materi yang sudah dipelajarinya.

Guru sebelum membahas materi yang akan di ajarkan
memberikan tugas terlebih dahulu kepada siswa untuk
mempelajari materi yang ada dalam media pembelajaran. Model
belajar seperti ini membuat siswa dituntut untuk lebih mandiri
karena mereka mempelajari bahan terlebih dahulu sebelum ada
pertemuan di kelas. Model ini juga membuat siswa lebih aktif
karena dorongan keingintahuan mereka juga lebih tinggi.

Perancangan variasi model pembelajaran berbasis digital ini
sangat sesuai dengan perkembangan zaman seiring dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Era milenial.
Sebelum menerapkan model pembelajaran ini, perlu diadakan In
House Training, workshop, dan juga kesiapan guru, tenaga
kependidikan, dan para pejabat pendidikan dalam merancang
rencana pelaksanaan pembelajaran dan media pembelajaran
yang compatible dengan perkembangan teknologi saat ini.

Pada saat siswa datang ke sekolah, guru tinggal membahas
dengan mereka, misalnya siswa diminta mempresentasikan apa
yang telah dipelajari. Dengan demikian, siswa terlatih
mengomunikasikan apa yang dipelajari kepada teman sejawat.
Untuk memperdalam materi yang dipelajari, guru juga bisa
mengajak siswa berdiskusi dalam kelompok kecil. Guru
berperan sebagai fasilitator dan berkeliling kelas untuk

MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 75

memotivasi sekaligus memantau keaktifan siswa dalam
berdiskusi.

Penulis sudah menggunakan model pembelajaran terbalik ini
dengan memadukan beragam aplikasi dalam satu link google
docs. Dalam link itu, siswa bukan hanya dapat membaca materi
pelajaran, tetapi juga dapat menyaksikan tayangan Power Poin
Template atau video youtube yang berisi penjelasan materi.

Bukan hanya itu, berkolaborasi dalam diskusi kelompok pun
dapat dilakukan di forum virtual. Menggunakan aplikasi
jamboard, semua siswa bisa menulis iteraktif di papan tulis
virtual. Untuk mengevaluasi pembelajaran, guru pun dapat
menyajikan latihan soal interaktif dengan menggunakan aplikasi
live worksheet. Akhirnya sebagai refleksi, guru dapat meminta
pendapat mereka dalam form yang sudah disiapkan dengan
menggunakan aplikasi google form.

Semua tugas peserta didik pun dapat dikumpulkan dalam google
classroom untuk menjadi bank nilai dan bank tugas guru sebagai
pertimbangan penghitungan nilai sebelum pembagian raport di
akhir semester.

Melalui model pembelajaran terbalik ini, secara tidak langsung,
guru membekali kemampuan siswa untuk berpikir kritis (critical
thinking), bekerjasama (collaborative), kemampuan
berkomunikasi (comunication skills), dan berpikir kreatif dan
inovatif (creative/innovative) dapat kita laksanakan dengan
baik. Guru tidak mendominasi waktu di kelas. Interaksi guru dan
siswa semakin baik dan semakin menyenangkan.

76 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL

Dengan model ini, siswa tidak perlu hadir ke sekolah tiap hari.
Jadi, pada saat Pembelajaran Tatap Muka terbatas seperti
sekarang ini, yang mengharuskan siswa masuk sekolah secara
bergantian, cara ini sangat bagus. Siswa akan mengerjakan tugas
pada saat di rumah selama tiga hari dan masuk ke sekolah belajar
di kelas selama tiga hari. Model ini cocok untuk
mengoptimalkan waktu di kelas yang terbatas dan juga akan
melatih siswa untuk mengelola waktu dengan baik.

MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 77

PEMANFAATAN GOOGLE DOCS
SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

Google Docs merupakan salah satu layanan gratis dari Google
untuk digunakan sebagai program pengolah
kata, spreadsheet, presentasi, hingga penyimpanan data yang
berbasis web. Google Docs sangat memungkinkanmu untuk
mengedit file secara online saat berkolaborasi dengan orang lain
secara real time.
Menyajikan materi pembelajaran menggunakan hyperdocs
dapat diintegrasikan dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
yang telah dibuat sebelumnya. Pilihan template yang ditawarkan
pun sudah terdiri dari bagian-bagian yang dapat digunakan
sebagai langkah pembelajaran.
Cara membuat Google Docs yang pertama kali harus dilakukan
adalah dengan membuat akun terlebih dahulu di Google.
Membuat akun ini gratis karena nantinya akan memberikan kita
akses pada layanan lain seperti Drive, Youtube, Maps, dan
Gmail. Setelah memiliki akun google, barulah kita dapat
menggunakan hyperdocs dan terhubung ke aplikasi lain.
Kita dapat mengakses Google Docs melalui aplikasi yang bisa
diunduh di App Store atau Google Play. Bisa juga dengan klik
ikon Aplikasi di pojok kanan atas beranda Google. Selanjutnya,
klik Documents. Bisa juga melalui Google Drive dengan

78 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL

memilih Documents di menu My Drive. Cara lain yang lebih
mudah adalah klik kanan, pilih New/Baru, lalu pilih Documents.

Setelah itu, kita bisa memulai membuat dokumen baru. Melalui
halaman utama Google Docs, ada banyak layout dokumen yang
ingin kamu buat. Seperti resume, surat, resep, hingga proposal
bisnis. Kamu bisa melihat semua template dokumen yang ada di
Google Docs melalui pilihan Galeri Template pada bagian sisi
kanan laman.

Untuk membuat dokumen baru di Google Docs, kita disuguhkan
dengan pilihan template gambar yang tersedia atau klik gambar
kertas kosong dengan tanda tambah biru di tengahnya. Letaknya
ada di bagian kiri laman Google Docs. Tampilan halaman
Google Docs ini mirip dengan tampilan Microsoft Word, begitu
pula dengan pilihan editing-nya. Kita bisa mengatur
jenis font, ukuran, dan pilihan lain yang kurang lebih ada pada
Microsoft Word. Setiap perubahan tulisan pun secara otomatis
akan tersimpan.

Dokumen yang dibuat di Google Docs juga bisa dibagikan
kepada orang lain dengan cara memilih opsi Bagikan warna biru
di sudut kanan atas. Dengan begitu, orang tersebut bisa
melakukan perubahan seperti mengedit dan memberi komentar
pada dokumen tersebut.

MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 79

LIVEWORKSHEET
SOLUSI PENILAIAN INTERAKTIF

Salah satu aplikasi yang dapat digunakan dalam menunjang
pembelajaran jarak jauh (PJJ) adalah aplikasi liveworksheet.
Liveworksheet adalah salah satu platform yang menyediakan
tempat untuk guru membuat e-worksheet atau lembar kerja yang
dapat dikerjakan secara online. Aplikasi ini menarik dan sangat
mudah digunakan.

Pada aplikasi liveworksheet kita dapat menampilkan materi
pembelajaran dalam bentuk video, mp3, gambar atau simbol-
simbol menarik lainnya yang tentu nya dapat membuat siswa
termotivasi untuk belajar. Selain digunakan untuk
menyampaikan video pembelajaran, liveworksheet juga dapat
digunakan untuk membuat lembar kerja peserta didik (LKPD)
yang dapat dikerjakan secara online.

LKPD online ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan
kemampuan Teknologi Informasi siswa, menumbuhkan sikap
mandiri, rasa ingin tahu dan disiplin, selain itu LKPD online
juga bermanfaat untuk meningkatkan minat siswa dalam belajar
karena desain atau tampilannya yang menarik dan interaktif.

80 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL


Click to View FlipBook Version