5. Kegiatan Belajar
Dalam proses kegiatan belajar biasanya saya membagi kegiatan
belajar dalam empat sesi. Pertama kegiatan pengisian absensi,
kedua pemberian materi, ketiga diskusi dan tanya jawab, dan
keempat pemberian tugas.
Mengisi absensi
Sebelum belajar siswa diperintahkan untuk mengisi absen online
yang sudah kita buat dengan google form.
Pemberian materi
Pada tahap ini kita dapat membuat materi pada website yang
sudah kita siapkan sebelumnya (menggunakan google sites) atau
dapat juga menggunakan video youtube di channel kita (video
berisi penjelasan materi yang akan kita sampaikan) selain itu kita
juga dapat mengunggah materi dalam bentuk power poin,
mengunggah tulisan dari aplikasi writer plus atau catatan keep
juga sangat memudahkan kita berbagi materi pada peserta didik
kita.
Kalau semua belum disiapkan, guru juga dapat mengetik
langsung di grup atau ada juga yang memfoto buku paket terkait
materi.
Berikut contoh WA dikolaborasikan dengan media website dan
youtube yang sudah kita buat.
MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 131
Diskusi dan tanya jawab
Setelah pemberian materi baru kita buka forum diskusi agar
siswa bisa bertanya terkait materi yang belum dipahami.
Pemberian tugas
Setelah memberikan materi dan diskusi tentang materi yang
belum dimengerti, kita lanjutkan untuk pemberian tugas, untuk
mengukur tingkat pemahaman siswa tentang materi yang sudah
disampaikan. Pemberian tugas dapat dikolaborasikan dengan
132 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL
google classroom, email, atau langsung difoto dan dikirim ke
WA grup.
Penilaian
Hasil penilaian atau pengoreksian tugas siswa yang sudah
mengumpulkan dapat dilakukan di google classroom dan
arahkan siswa untuk melihatnya atau dapat juga mengoreksi
langsung do grup Whatsapp dan diedit serta ditandai di foto yang
dikirim oleh siswa. Untuk pemberian nilai atau koreksi tugas
MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 133
siswa gunakan aplikasi edit foto yang ada di aplikasi android,
atau bisa langsung diedit di whatsapp saat pengiriman gambar.
Cara ngoreksi, klik foto yang dikirim siswa – klik titik tiga pada
bagian atas – lihat di galeri – akan terbuka aplikasi edit foto –
coret pakai pena yang ada di aplikasi tersebut, gunakan warna
merah atau lainnya agar siswa dapat melihatnya dengan jelas.
Video Conference menggunakan Whatsapp
Jika kebanyakan siswa mengeluh tentang kuota atau kapasitas
gawai yang rendah untuk download aplikasi belajar virtual, kita
134 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL
dapat menggunakan whatsapp. Kini fungsi aplikasi ini sudah
semakin lengkap. Audience atau peserta tidak perlu
menggunakan aplikasi tambahan untuk mengikuti kelas virtual.
Cukup mengklik link yang dibagikan guru melalui WA, siswa
dapat mengikuti pembelajaran virtual tanpa dibatasi waktu.
Berikut cara menggunakan Whatsapp sebagai ruang virtual
dalam pembelajaran.
Pertama, guru mengunduh aplikasi messenger facebook, karena
whatsapp sekarang sudah satu perusahaan dengan FB.
Kedua, buka Whatsapp grup kelas klik tanda tautan yang ada di
bawah (di sana akan muncul ikon forum)
MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 135
Ketiga, klik ikon forum, lalu akan muncul halaman messenger
FB, klik buat forum sebagai…
Terakhir, kirim tautan ke whatsapp grup kelas. Siswa mengklik
tautan dan video conference sudah dapat digunakan.
136 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL
Memanfaatkan Whatsapp Auto sebagai Media Evaluasi
Pembelajaran
Selain cara pengoperasiannya yang mudah dan sudah familiar,
WhatsApp juga dapat dimanfaatkan untuk mengadakan ujian
online secara otomatis. Di akhir ujian, nilai dapat langsung
dilihat peserta didik dan kita sebagai pendidik.
Cara membuat soal ujian atau ulangan harian online melalui
Whatsapp ini sangat sederhana dan digemari peserta didik.
Pembelajaran Jarak Jauh tetap efektif dan menyenangkan. Yang
menarik pada aplikasi ini adalah hemat kuota dan jaringan
internet pun hampir tak menjadi kendala. Ujian online di
WhatsApp Auto Respon ini bisa menjangkau seluruh jangkauan,
termasuk yang berada di pelosok sekali pun.
Alasan Ujian Online atau Ulangan Harian dengan Whatsapp
Auto Respon
Berikut beberapa alasan kita menggunakan aplikasi ini, tentunya
dengan keunggulan yang dimilikinya membuat aplikasi ini saya
rekomendasikan untuk digunakan:
1. Mudah dalam pengoperasian
2. Berjalan secara otomatis
3. Dapat dijangkau oleh siswa meskipun berada di pelosok
4. Konsumsi kuota yang sedikit
5. Skor atau Nilai Ujian dapat ditunjukkan langsung setelah
ujian selesai
MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 137
6. Membantu kerja guru dalam pengoreksian dan
pemberian nilai
Cara Membuat Soal Ujian Online di Whatsapp
Cara membuat soal ujian online di WhatsApp sangat mudah
digunakan meskipun pendidik tidak memiliki keahlian di bidang
teknologi. Hanya butuh ketekunan dan ketelitian dalam
membuat soal ujian dan sekaligus jawabannya di excel. Di akhir
pelaksanaan ujian, peserra didik dan pendidik juga dapat melihat
skor nilai yang diperoleh peserta ujian.
Setelah selesai membuat soal berikut jawabannya di Google
Sheet, kita tinggal mensinkronkan ke WhatsApp dengan
WhatsAuto-Reply App.
Langkah-Langkah Membuat Soal Ujian atau Ulangan Harian
Online di Whatsapp
A. Membuat Rumus di Google Sheet
1. Login ke Google Sheet
1. Buka Email
2. Klik pada bagian pojok kanan atas sebelah kiri foto profil
3. Pilih Sheet
138 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL
2. Membuat Halaman Baru Google Sheet
Setelah Google Sheet terbuka, Kita dapat membuat halaman
baru dengan mengklik Tombol + yang ada di bagian samping
kiri layar. Halaman baru inilah yang akan kita jadikan tempat
membuat soal ujian beserta jawabannya.
Google Sheet
MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 139
3. Menyiapkan Form Google Sheet
Selanjutnya membuat soal dan jawaban di Google Sheet. Cara
pengoperasiannya sama dengan Excel. Kita hanya
menggunakan dua kolom pertama pada Google Sheet tersebut.
Kolom A untuk membuat soal dan Kolom B untuk membuat
jawabannya.
4. Mengisi Form Google Sheet
Pada Kolom A dapat Kita tuliskan kata kunci pesan masuk.
Sedangkan Kolom B adalah jawaban atau respon dari pesan
yang masuk. Soal dan jawaban diketikkan di Google Sheet
secara langsung atau dapat juga dengan copy / paste dari Excel
yang sebelumnya sudah kita buat lalu pindahkan ke drive dan
disimpan dalam bentuk google sheet.
140 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL
5. Memberi Nama File dan Menyimpannya
Setelah mengisi kedua kolom, jangan lupa untuk menyimpannya
dengan mengklik Save as google sheet. Beri nama file yang
mudah diingat agar memudahkan kita mengunggah saat
sinkronisasi di whatsapp auto respon.
B. Sinkronisasi Google Sheet ke Whatsapp Auto Respon
Langkah-langkah melakukan sinkronisasi Google Sheet dengan
WhatsApp adalah:
1. Buka Aplikasi WhatsAuto – Reply App
2. Aktifkan WhatsAuto – Reply App dan Klik Simbol HP
untuk menghubungkan WhatsApp milik Kita. Gunakan
saja WhatsApp biasa.
3. Nonaktifkan Teks Balasan Otomatis dengan cara tidak
mencentrangnya (biarkan saja). Kirim hanya dengan
customer membalas pesan.
MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 141
4. Klik Tombol Home dan pilih Spreadsheet. Pilih file yang
telah Anda buat di Google Sheet tadi.
5. Tekan Tombol SINKRON untuk mensinkronkan File
Google Sheet dengan WhatsApp. Tunggu beberapa saat
hingga proses sinkron selesai.
6. Menentukan penerima pesan dalam hal ini adalah peserta
ujian. Apabila Kita ingin mengirim ke setiap kontak kita
harus memiliki nomor kontak WA para peserta didik.
Namun, bias juga kita tujukan untuk semua orang dan
nanti kita infokan langkah-langkahnya ke grup WA kelas
yang akan mengikuti ujian, tapi resikonya orang lain
selain peserta ujian yang Kita targetkan bisa mengakses.
7. Pastikan soal ujian yang kita ujikan sudah benar dengan
melakukan uji coba dengan menggunakan dua HP yang
berperan sebagai HP peserta ujian dan HP penyedia soal
ujian.
142 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL
8. Peserta didik dapat mulai mengerjakan soal secara
otomatis jika sudah memulai dengan kata kunci yang kita
berikan.
9. Di akhir ujian, peserta didik diminta menuliskan jumlah
jawaban yang benar. Di sinilah kita dapat mengetahui
tingkat kejujuran peserta didik.
MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 143
PEMANFAATAN TELLAGAMI
SEBAGAI
MEDIA PEMBELAJARAN
Prinsipnya hanya ada tiga langkah saja untuk membuat media
pembelajaran menggunakan Tellagami. Pertama Pilih
Character. Kedua “Pilih Emoticon”, Itu pun jika mau. Terakhir,
ketiga Pilih Pengaturan Background.
Pertama -> Pilih Character
Tampilan awal Tellagami seperti pada gambar di bawah ini. Klik
icon “Character” yang terletak di menu sebelah kiri. Kemudian
untuk mengganti gender karakternya, tap icon “Gender”.
144 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL
Kedua -> Pilih Emoticon
Ada beberapa pilihan emoticon yang bisa dipilih. Netral,
Happy, Sad, Surprised, Angry, Scared dan Silly. Kalau untuk
pembelajaran lebih baik pilih netral atau happy.
MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 145
Ketiga -> Pilih Background
Caranya, cukup dengan tap menu “Background” kemudian
pilih menu yang ada disebelah kanan. Pilihan background-nya
bisa diambil dengan tiga cara:
1. Bisa langsung dari camera HP (pilih menu “Camera”);
2. Bisa foto atau gambar yang sudah tersimpan di HP (pilih menu
“Library”); dan
3. Bisa dari koleksi gambar yang disediakan Tellagami (pilih
menu “Free” atau “Road trip”)
Setelah semua diatur. Kita lakukan perekaman suara terkait
materi pembelajaran yang akan kita sampaikan dan
dianimasikan.
Klik menu Back dan menu Message. Di menu samping kanan
ada icon Record. Klik menu Record dan mulailah bicara.
146 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL
Untuk menyimpan video, kita dapat klik menu Share kemudian
pilih tap menu Save.
Kita dapat menciptakan pembelajaran yang asyik dan
menyenangkan dengan berkreasi memadukan suara dan animasi
tellagami.
MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 147
Jika ingin menampilkan dengan materi tertulis agar dapat
dibaca oleh peserta didik, kita dapat memadukannya dengan
aplikasi video kinemaster seperti berikut ini
Materi pelajaran yang biasa-biasa saja dapat berubah menjadi
istimewa jika kita kemas dengan cara yang khas. Selamat
mencoba.
148 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL
PEMANFAATAN GOOGLE DRIVE
SEBAGAI
MEDIA PEMBELAJARAN
Sekarang para pencinta literasi tak perlu gundah lagi khawatir
penyimpanan datanya penuh atau sebaliknya berkas hilang
karena virus. Google drive bisa menjadi solusinya. Google drive
adalah salah satu layanan dari Google yang dibuat untuk
menyimpan data secara daring. Sebagai aplikasi penyimpan
data dalam jaringan, kita dapat mengakses, membuat,
menyimpan, dan berbagi dokumen dengan pengguna
lainnya. Dengan kapasitas yang lumayan besar yaitu 5 GB
kita bisa kapan saja dan dimana saja mengakses data yang
telah kita simpan.
Aplikasi ini memudahkan setiap orang melakukan pengiriman
serta pengeditan data bersama secara real time. Begitu pun
dalam dunia Pendidikan, Seiring berkembangnya teknologi,
google drive dapat diimplementasikan dalam kegiatan
belajar mengajar bukan hanya bagi pendidik, tetapi juga
bagi para peserta didiknya. Hal ini mendukung program
adiwiyata yakni mengurangi penggunaan kertas atau paper
less.
MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 149
Selain itu banyak manfaat lain yang diberikan google drive
jika kita gunakan sebagai media pembelajaran.
Berikut manfaat google drive dalam pembelajaran.
1. Memantau Kegiatan Peserta Didik
Dengan Google Drive, pendidik dapat membuat layanan
spreadsheet yang disediakan google drive untuk memantau dan
merekam kehadiran serta nilai-nilai tugas. Hal ini bisa
dimanfaatkan pula oleh pendidik untuk membuat tugas dan
dibagikan ke semua peserta didik dalam fitur sharing. Lalu
peserta didik mengunggah kembali hasil tugasnya dan
diserahkan kepada pendidik.
2. Mengembangkan Kreativitas Peserta Didik
Peserta didik dapat memberikan pendapat dan ide cemerlang
mereka dalam beragam fitur yang terdapat dalam google drive.
3. Pembelajaran yang Menarik
Pendidik dapat mengemas materi pembelajaran yang menarik
dan menyenangkan dengan menambahkan video atau gambar
yang ditampilkan. Video yang ditampilkan pun dapat ditonton
kembali di luar jam belajar sehingga peserta didik dapat
mengakses dan mempelajarinya berulang-ulang dimana pun dan
kapan pun.
4. Melatih Kerjasama Antar Peserta Didik
Dalam pembelajaran, pendidik acap kali menugaskan peserta
didiknya untuk diskusi kelompok. Google drive dapat
diaplikasikan untuk mendukung kegiatan kelompok. Dalam
150 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL
sebuah kelompok peserta didik dapat bekerjasama dan
mengakses serta mengedit dokumen secara bersamaan. Di
sinilah terlihat kemampuan peserta didik mengerjakan tugas dan
bekerjasama dalam tim.
5. Ulangan Harian, Ujian, dan Kuis Online
Di masa pandemic ini, bukan hanya pembelajaran jarak jauh
yang diberlakukan. Evaluasi pembelajaran pun dapat dilakukan
secara daring atau online. Dengan google drive, pendidik akan
membagikan soal kuis lalu dikerjakan dan disubmit melalui
akun google peserta didik.
6. Menerjemahkan File
Secara lebih luas lagi, aplikasi ini dapat digunakan sebagai
penerjemah. Dengan kerjasama antara Google Drive dengan
Google Translate, maka akan lebih mudah bagi Kita untuk
menerjemahkan file menjadi bahasa lainnya. Setelah membuka
dokumen, lalu klik tools dan pilih bahasa sesuai dengan
kebutuhan kita dalam penerjemahan file.
7. Melakukan Back Up File
Tidak dipungkiri, hal yang tidak kita inginkan terjadi kapan pun,
dimana pun, dan dalam kondisi apa pun. Maka tak menyangkal
jika saat ini sangat banyak orang yang menggunakan Google
Drive untuk menyimpan data penting. Misalnya seperti daftar
riwayat hidup, scan ijazah dan lain sebagainya.
MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 151
8. Mengkonversi File PDF Menjadi Teks
Google drive dapat digunakan untuk membuka beberapa file
PDF yang hanya dapat diakses dan edit secara terbatas. Dengan
mengklik pilihan Open with Google Docs, maka secara otomatis
teks PDF pun akan berubah menjadi teks Google Docs yang
merupakan bagian dari Google Drive.
Jika sudah bisa diakses menjadi teks biasa, maka pengeditan pun
jauh lebih mudah. Bahkan, setelah selesai mengedit, langkah
selanjutnya adalah menyimpan dokumen dalam bentuk file
word.
9. Menyimpan Link
Untuk memaksimalkan penyimpanan, google drive adalah
jawabannya. Kita dapat menyimpan banyak data dari beragam
link serta tautan. caranya adalah dengan mengklik simbol
segitiga pada Google Chrome dan Kita dapat membukanya
sewaktu-waktu.
10. Back Up Chat Whatsapp
Terkadang kita membutuhkan beberapa data atau informasi
yang ada dalam chat whatsapp. Saat ini, Whatsapp sudah
menjalin kerjasama dengan Google Drive untuk mencadangkan
chat. Agar tidak kehilangan informasi tersebut, maka lakukan
pencadangan chat secara berkala dengan menggunakan Google
Drive. Caranya cukup mudah, yakni mengklik pilihan “Menu”
pada Whatsapp.
152 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL
Kemudian, pada pilihan menu Anda dapat mengklik “Setelan”
dan “Chat”. Terakhir, klik “Cadangkan Chat” dan tunggu
beberapa saat sampai seluruh proses selesai. Lamanya durasi
pencadangan bergantung pada jumlah data yang dicadangkan.
Selain itu, bagaimana kondisi sinyal dan kecepatan koneksi
internet pun sangat berpengaruh pada saat kita melakukan proses
pencadangan.
Keuntungan Penggunaan Google Drive dalam
Pembelajaran
1. Pendidik dan peserta didik memiliki kemudahan menyimpan
dan mengakses dokumen dari mana pun dan kapan pun.
2. Pendidik dan peserta didik memiliki kemudahan
membagikan dokumen, dan dapat membuat dan
menggunakan dokumen secara bersamaan.
3. Kemudahan mencari file dengan berbagai ekstensi, dimana
pengguna cukup mengetikkan kata kunci yang sesuai untuk
mencari file di daftar dokumen Google Drive.
4. Google Drive memungkinkan penggunanya untuk membuat
dokumen-dokumen untuk kepentingan pembelajaran atau
pendidikan secara umum, diantaranya membuat file
presentasi, model-model pembelajaran, dll.
5. Pendidik dengan mudah dapat memantau dan menilai
aktivitas peserta didik melalui Google Drive. Selain itu,
pendidik dapat melakukan evaluasi belajar yang dapat
dilakukan dari manapun tidak harus berada di sekolah, kapan
pun tidak harus pada jam pelajaran sekolah.
MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 153
PEMANFAATAN QUIZIZZ
SEBAGAI
MEDIA PEMBELAJARAN
Kegiatan belajar mengajar jarak jauh menuntut guru dan sekolah
meengambil kebijakan-kebijakan yang diperlukan agar
pembelajaran tetap dilaksanakan meskipun dengan model dan
metode yang berbeda. Hal ini sesuai dengan himbauan
Kemendikbud agar pendidik menghadirkan pembelajaran yang
menyenangkan bagi peserta didik yang belajar dirumah.
Salah satu upaya pembelajaran yang menyenangkan dirumah
saat ini adalah dengan memanfaatkan teknologi. Pembelajaran
dikemas secara variatif, menyenangkan, dan berkualitas. Salah
satunya adalah dengan menghadirkan permainan/ game terkait
materi pelajaran. Salah satunya adalah quizizz.
Quizizz merupakan media online yang berisi kuis interaktif yang
dapat dimanfaatkan pada proses pembelajaran khususnya
penilaian formatif. Tanpa disadari, peserta didik diajak berlatih
soal kategori HOTS melalui game interaktif yang satu ini.
Pendidik pun dapat belajar menyusun soal berkualitas dari
koleksi soal yang tersedia dalam aplikasi ini. Bukan hanya itu,
pendidik pun dapat menggunakannya sebagai latihan para
peserta didik dalam menjawab soal jika pendidik belum
memiliki soal untuk dilatihkan.
154 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL
Berikut cara menggunakan aplikasi quizizz dalam pembelajaran.
Pertama, kita masuk ke laman quizizz di
URL https://quizizz.com dengan menggunakan web browser,
baik Chrome atau Mozilla sehingga layar akan tampil halaman
depan Quizizz sebagai berikut:
Tampilan selanjutnya adalah peran dalam kuis. Ada 2 (dua)
peran di dalam aplikasi ini yaitu:
1. Sebagai penyelenggara kuis, dalam kegiatan belajar mengajar
tentu saja penyelenggara kuis adalah pendidik/sekolah.
2. Sebagai peserta kuis adalah peserta didik.
Perbedaan utama kedua peran diatas adalah bahwa
penyelenggara kuis dapat mengelola kuis mulai dari membuat
pertanyaan yang akan ditampilkan beserta pilihannya,
memantau siapa saja yang masuk hingga merekapitulasi
jawaban peserta kuis. Sementara peserta kuis hanya dapat
MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 155
mengikuti kuis yang diselenggarakan oleh penyelenggara kuis
saja. Berikut penjelasannya.
Sebagai penyelenggara kuis (pendidik/sekolah)
Untuk dapat menyelenggarakan kuis, maka pendidik/sekolah
harus mendaftar terlebih dahulu. Caranya klik
tombol Daftar yang ada disudut kanan halaman utama Quizizz
sehingga tampil layar seperti ini:
Apabila pendidik/sekolah memiliki akun Google/email Gmail,
maka sebaiknya menggunakan akun Google tersebut dengan
cara klik Daftar dengan Google. Jika ingin menggunakan email
yang tidak terafiliasi dengan email Google, maka
pendidik/sekolah dapat mendaftar dengan email tersebut dengan
cara mengetikkan alamat email lalu klik tombol Selanjutnya.
Setelah tombol Daftar dengan Google diklik, maka kita akan
diminta memilih akun Google/alamat Gmail yang akan
digunakan untuk mendaftar sehingga tampil seperti berikut ini:
156 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL
Jika sudah tampil seperti ini, artinya kita sudah berhasil
mendaftar. Kita dapat mengundang pendidik/teman yang lain
untuk menggunakan aplikasi Quizizz dengan cara mengetikkan
alamat email yang akan diundang lalu klik tombol Kirim.
Undangan akan dikirim ke email pendidik yang diundang. Atau
dapat berbagi melalui media sosial dengan cara klik tautan. Kita
dapat melewati langkah-langkah ini jika kita tidak ingin
mengundang teman dan dapat menutup pop up tersebut untuk
masuk ke halaman utama.
Di sebelah kiri terdapat deretan menu yang dapat kita gunakan
untuk mengelola kuis. Di bagian bawah terdapat kuis yang telah
MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 157
dibuat oleh pengguna lain. Artinya kuis yang kita buat nanti
dapat kita atur agar dapat digunakan secara tertutup dalam
komunitas siswa kita saja atau terbuka dan dapat dilihat oleh
siapa saja.
Untuk mulai membuat kuis, klik tombol Buat kuis baru di
bagian atas layar sehingga tampil halaman berikut:
Berikan nama quiz yang diinginkan misalnya kita beri nama quiz
kita dengan nama PTS Genap 2021 B. Indonesia lalu klik salah
satu subjek yang relevan dengan quiz yang akan kita buat, lalu
klik tombol Selanjutnya sehingga tampil halaman berikut ini:
158 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL
Agar menarik, kita dapat menambahkan gambar quiz kita
dengan mengklik tautan +Tambahkan gambar Quiz sehingga
tampil rincian quiz seperti berikut ini:
Klik +Seret dan lepas atau klik disini untuk mengunggah,
lalu pilih gambar yang kita inginkan. Pilih bahasa misalnya
Bahasa Indonesia. Pilih kelas sesuai dengan judul kuiz yang
MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 159
akan kita buat, kita pilih kelas 11th. Secara baku, pilih kelas akan
terisi dengan tingkat kelas yang sama di sisi kiri dan kanan.
Selanjutnya kita memilih Siapa yang bisa melihat kuis ini,
apakah Publik, terlihat oleh semua orang atau Pribadi, terlihat
oleh anda. Jika kita memilih publik maka kuis yang kita buat
dapat tampil di halaman penyelenggara quizizz lainnya seperti
dijelaskan sebelumnya. Lalu akhiri dengan mengklik Simpan.
Semakin lengkap info yang kita terakan didalam pengaturan kuis
maka skor kuis kita akan semakin tinggi. Ketika membuat kuis,
kita akan memperoleh skor 2,5 dari 10. Jika kita memilih
gambar, menetapkan bahasa, menetapkan kelas peserta kuis
maka kita akan memperoleh skor 7,5 dari 10.
Secara baku, waktu yang disediakan untuk menampilkan setiap
pertanyaan dan kesempatan menjawab adalah 30 detik. Kita
dapat mengubah durasi waktu ini dengan mengklik simbol
waktu seperti gambar berikut ini:
160 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL
Ubah durasi waktu sesuai kebutuhan. Kita dapat membuat soal
atau mengambil soal dari daftar soal yang telah dibuat oleh
orang lain.
Mengambil Soal Orang Lain
Untuk mengambil soal yang telah dibuat orang lain, maka klik
menu Teleport. Sehingga akan tampil layar berikut ini:
Di sebelah kiri ditampilkan nama-nama kuis yang telah dibuat
oleh penyelenggara lain yang memiliki subjek quiz yang sama
dengan subjek quiz yang kita tentukan sebelumnya. Di bagian
kanan ditampilkan daftar soal dari setiap quiz yang ada di
sebelah kiri. Untuk menemukan soal yang sesuai, klik nama
kuisnya, lalu scroll soal yang di sebelah kanan menggunakan
scroll mouse. Lalu cari soal dan pilih sesuai materi yang akan
kita ujikan. Klik tombol +Tambah/add. Sehingga soal yang
dipilih tersebut akan masuk kedalam daftar soal yang sedang kita
MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 161
buat. Untuk mengakhiri dan menutup Teleport, klik panah ke
kanan yang ada disisi kanan atas layar Teleport.
Membuat Soal Sendiri
Untuk membuat soal sendiri, klik menu New Question.
sehingga tampil pilihan jenis soal seperti gambar berikut ini:
Ada lima jenis pilihan pertanyaan yang dapat kita susun, silakan
dipilih sesuai jenis pertanyaan yang akan kita gunakan. Salah
satu jenis pertanyaan yang biasa digunakan adalah multiple
choice atau pilihan ganda.
Multiple choice atau soal pilihan ganda
Berikut ini adalah tampilan jenis pertanyaan pilihan berganda.
Jika diklik maka akan tampil seperti gambar berikut ini:
162 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL
Jika telah menyelesaikan minimal 4 soal, maka skor kuis kita
akan berubah menjadi 10. Selesaikan sejumlah soal yang
diinginkan untuk diujikan kepada siswa. Jika soal selesai,
selanjutnya klik tombol Quiz selesai yanga ada di sudut kanan
atas layar sehingga tampil layar seperti berikut ini:
Bagikan link ke peserta didik dan mereka akan melihat
point/skor yang mereka dapatkan. Bukan hanya itu jawaban
yang benar atau salah pun akan tampil di layar gawai.
MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 163
Ada tiga mode permainan yaitu:
1. Tim. Setiap siswa mengikuti kuiz melalui perangkat masing-
masing, akan tetapi skor dihitung berdasarkan nilai tim.
2. Klasik. Setiap siswa mengikuti kuiz melalui perangkat
masing-masing. Skor dihitung berdasarkan ketepatan dan
kecepatan masing-masing peserta kuis.
3. Ujian. Setiap siswa mengikuti kuiz melalui perangkat masing-
masing. Akan tetapi untuk dapat mengikuti Quiz tipe ini
peserta harus Login menggunakan akun Google/email Google
atau menggunakan email lainnya. Data-data peserta ujian
akan diambil sistem dari data yang terekam di email server.
Skor dihitung berdasarkan ketepatan dan kecepatan masing-
masing peserta kuis yang telah terdaftar.
Jika sudah menentukan mode permainan apakah Tim, Klasik
atau Ujian, selanjutnya klik tombol Host Game untuk memulai
sehingga tampil halaman berikut ini:
164 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL
Join myquiz.com adalah alamat URL yang harus dibuka oleh
peserta quiz di browser perangkat masing-masing. Kode game
yang tampil adalah kode yang harus diberitahukan kepada
peserta quiz untuk dimasukkan dihalaman joinmyquiz.com
tersebut. Dibagian bawah tertera Menunggu pemain
bergabung dengan game. Jika ada peserta didik yang
bergabung maka sistem akan menampilkan nama siswa yang
telah bergabung. Jika semua siswa telah masuk, selanjutnya guru
dapat mengklik tombol Mulai untuk mulai kuis.
Pendidik dapat mengatur kuis agar peserta didik dibatasi hanya
satu kali saja mengerjakan soal. Pertanyaan pun dapat kita atur
secara acak untuk menghindari kerjasama antar peserta didik
saat mengerjakan soal. Di akhir permainan, semua peserta didik
dapat melihat peringkat kelas terendah hingga tertinggi.
MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 165
PEMANFAATAN GOOGLE MEET
SEBAGAI
KELAS VIRTUAL
Google Meet merupakan salah satu fitur dari Google yang bisa
dimanfaatkan sebagai kelas virtual dalam Pembelajaran Jarak
Jauh atau PJJ. Dengan menggunakan Google Meet pembelajaran
tetap kondusif meski dilakukan dari rumah. Pertemuan pendidik
dan peserta didik terasa dalam kelas normal meskipun dalam
jaringan. Presentasi kelompok dapat pula dilakukan dalam kelas
virtual ini.
Cara penggunaannya pun tidak terlalu sulit untuk dipraktikkan.
Jika kita sudah memiliki akun Google, maka kita ikuti petunjuk
langkah yang tertera di layar. Aplikasi ini pun tidak perlu
didownload.
Keistimewaannya, Google Meet dapat diintegrasikan secara
langsung ke dalam google classroom dengan cara masuk ke
dalam Classroom mata pelajaran dan klik menu setting, klik
“Buat Link Meet” untuk menampilkan link Meet pada
Classroom sehingga dapat dibagikan ke grup dan membuat
lainnya bergabung.
166 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL
Cara menggunakan Google Meet
Cara menggunakan Google Meet untuk pemilik akun G Suite
dengan akun sekolah:
1. Buka Google Meet
2. Klik Gabung atau Mulai
3. Beri Judul Kelas dan klik Lanjutkan lalu Gabung Sekarang
4. Untuk menambahkan akun bisa dengan salin akses lalu
dikirim lewat email dan aplikasi lain, atau klik tambahkan orang
untuk mengirim undangan atau memanggil lewat telepon.
Cara menggunakan Google Meet bagi yang tidak punya G Suite:
1. Klik Google Meet
2. Masukkan kode kelas dan gabung
Untuk mengganti latar belakang, pengguna cukup masuk ke
ruangan virtual Meet dan klik ikon "tiga titik vertikal" yang
terletak di pojok kanan bawah. Lalu, pilih menu "Change
background".
MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 167
PEMANFAATAN ZOOM
SEBAGAI
MEDIA PEMBELAJARAN
Cara menggunakan Zoom
Sama seperti Google Meet, menggunakan zoom tak harus
download aplikasinya. Selain itu, peserta didik yang akan
mengikuti belajar online melalui zoom tidak selalu perlu akun
sendiri. Selain itu, biasanya guru akan membagikan link dan
password sebelum mulai belajar. Berikut cara menggunakan
zoom:
1. Download dan instal aplikasi Zoom, atau klik https://zoom.us/
2. Masukkan kode yang telah dikirim guru sebelum memulai
kelas belajar online
Cara mengganti backgound Zoom di komputer
Pertama, buka aplikasi Zoom desktop, klik ikon
"Pengaturan" (Settings) di sudut kanan atas lalu Pilih "Latar
Belakang Virtual" (Virtual Background) di menu sebelah
kiri.
Di layar akan tampil beberapa pilihan latar belakang
simpel. Klik salah satu latar belakang yang ingin kita
gunakan.
168 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL
Jika kita lebih suka menggunakan latar belakang sendiri,
klik tanda tambah (+) di atas dan di sebelah kiri latar
belakang sampel > klik add gambar lalu kita dapat memilih
gambar dari folder di komputer kita.
Jika kita akan mengatur latar belakang yang sama dalam
setiap pertemuan zoom, klik panah atas di sebelah simbol
video di kiri bawah. Pilih opsi "Pilih latar belakang virtual"
(Choose a virtual background). Selamat mencoba!
MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 169
PEMANFAATAN KINEMASTER
SEBAGAI
MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN
Pembelajaran akan sangat membosankan jika pendidik tidak
kreatif mengemas media sebagai penghubung antara pendidik
dan peserta didik dalam menyampaikan materi pelajaran.
Ceramah sebagai metode konvensional, perlahan akan segera
ditinggalkan dan tergilas oleh zaman. Dari sebelum pandemic,
pembelajaran dengan media visual sangat menarik minat peserta
didik untuk mengikuti pelajaran. Pendidik dapat berkreasi
membuat media video dalam mewujudkan belajar yang
kekinian.
Kinemaster dapat dijadikan alternatif media pembelajaran jenis
audio visual. Cukup menggunakan Smartphone, kita dapat
dengan mudah menginstall aplikasi Kinemaster dan
memanfaatkannya sebagai media pembelajaran. Selain
memudahkan kita dalam mentransfer ilmu, media video ini pun
bernilai angka kredit bagi pendidik/ ASN yang ingin naik
pangkat/golongan.
KineMaster memiliki fitur yang membantu kita dalam
memotong video, menggabungkan gambar dengan video,
menambahkan efek bermacam-macam, dan merekam suara kita
atau music sebagai pengiring video.
170 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL
Meskipun kita tidak memiliki keterampilan khusus mengedit
video, tetapi dengan KineMaster, kita akan piawai berkreasi
layaknya mereka yang ahli IT.
Cara Menggunakan KineMaster
1. Persiapkan Konsep dan Bahan
Kita dapat menyiapkan konsep dan mengumpulkan bahan video
yang akan kita buat. Jika kita ingin menggunakannya untuk
pembelajaran, maka kita harus menyiapkan tujuan
pembelajaran, materi, contoh konkret terkait materi pelajaran.
Music pengiring yang sesuai juga harus kita siapkan agar peserta
didik dapat terhibur dan menyimak materi yang kita sajikan.
2. Cari dan Instal Aplikasi KineMaster
Cara menginstall kinemaster, cari di aplikasi di Google Play
Store dengan keyword “KineMaster”. Lalu ikuti petunjuk
penginstalan. Setelah terinstal, klik open untuk membukanya.
MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 171
3. Buat Project dan Pilih Aspek Rasio
Langkah selanjutnya, tap tombol di tengah untuk membuat
proyek baru. Lalu ada tampilan tiga pilihan aspect ratio, yakni
16:9, 9:16, dan 1:1. Umumnya, video memiliki aspek rasio 16:9
untuk diunggah ke platform seperti youtube.
4. Pilih Media yang Ingin Diedit
Kita masukkan judul materi pelajaran yang akan kita sampaikan,
tujuan, dan semua bahan-bahan seperti video, gambar, dan lagu
untuk mempermanis tampilan video pembelajaran yang kita
buat.
Kita pun dapat mengatur latar belakang video pembelajaran
yang akan kita buat di media kinemaster atau file komputer kita.
Setelah Kita memilih salah satu bahan, gambar atau video
tersebut akan masuk ke dalam lembar proyek.
172 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL
5. Tambahkan Layer Berupa Efek, Teks, dan Sebagainya
Tentu saja selain bisa menambahkan media, Kita pun bisa
menyisipkan lapisan lainnya seperti efek blur, teks, tulisan
tangan, sticker, dan juga lagu.
Tinggal klik saja tombol lapisan dan berbagai pilihan akan
muncul seperti foto di atas. Nah, masing-masing
jenis lapisan ini dapat dikustomisasi lebih dalam lagi,
contohnya seperti:
a. Menambahkan teks dengan beragam jenis font yang
cantik
b. Menambahkan Handwriting
c. Menambahkan Effect
d. Menambahkan Overlay
e. Menambahkan Audio
6. Ambil dan Tambahkan Foto dan Video
Di beberapa langkah sebelumnya, kami telah menyarankan
untuk mempersiapkan media-media yang ingin diedit. Tapi
MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 173
kalau Kita ingin improvisasi, foto dan video bisa ditambahkan
secara “mendadak” dengan memotret atau merekam langsung
dari aplikasi KineMaster.
7. Tambahkan Klip Grafis
Kita pun dapat memperindah video dengan menggunakan klip
grafis. Cara menambahkannya juga sangat mudah. Klik layer
lalu akan muncul tampilan seperti di bawah ini. Klik klip grafis
jika ingin membuat video kita muncul secara fantastis.
Ada banyak pilihan jenis klip grafis yang bisa dipilih, seperti
pada gambar di atas.
8. Gunakan Pangkas/Bagi
Pada pangkas dan bagi ditunjukkan dengan gambar gunting, di
sini kita dapat memotong klip yang durasinya kepanjangan, atau
posisinya mau dipindahkan. Ada tiga menu yang bisa Kita
gunakan, yaitu pangkas ke kiri playhead, pangkas ke kanan
playhead, dan berbagi di playhead.
174 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL
Jika kita ingin memangkas durasi ke sebelah
kiri playhead menggunakan menu pangkas ke kiri playhead.
Sementara itu, jika Anda mau membagi media jadi dua bagian,
maka gunakan menu berbagi di playhead.
9. Export dan Share
Jika kita sudah selesai melakukan pengeditan sesuai yang kita
mau, kini saatnya mengekspor dan membagi video tersebut
ke platform seperti Youtube ataupun WhatsApp, Facebook, atau
media sosial yang lain.
MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 175
PENUTUP
Digitalisasi telah membawa dampak yang cukup besar dalam
kehidupan masyarakat. Dunia pendidikan kita dipaksa
“bermigrasi” dari cara manual ke media. Dari konvensional
menjadi tenaga yang professional. Pembelajaran berbasis digital
atau lebih dikenal dengan e-learning semakin banyak
dimanfaatkan oleh insan pendidikan. Jika infrastrukturnya
memadai, penerapan e-learning dapat menjadi suatu metode
pembelajaran yang hemat sumber daya. Selain itu, penerapan e-
learning juga dapat membangun rasa percaya diri dan
kemandirian masyarakat.
Di tengah pandemi, Pendidikan Indonesia telah berpacu dengan
waktu dalam memanfaatkan teknologi. Namun, tidak dapat
dipungkiri, digitalisasi juga memiliki kelebihan dan kekurangan.
Kelebihan Digitalisasi
1. Dapat diakses dengan mudah
Dengan menggunakan smartphone atau perangkat teknologi
lain seperti laptop yang terhubung dengan internet kita sudah
bisa mengakses materi yang ingin dipelajari. Pembelajaran dapat
dilakukan di mana pun, dari mana pun, dan kapan pun.
2. Biaya lebih terjangkau
176 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL
Tentunya, kita semua ingin menambah ilmu pengetahuan tanpa
kendala keuangan. Dengan bermodalkan paket data internet,
Kita dapat mengakses berbagai materi pembelajaran tanpa
khawatir ketinggalan pelajaran apabila tidak hadir.
3. Waktu belajar fleksibel
Pembelajaran berbasis digital atau e-learning ini adalah solusi
bagi yang selama ini terkendala jarak dan waktu. Waktu untuk
belajar bisa dilakukan kapan saja tanpa terikat dengan jam
belajar.
4. Wawasan yang luas
Dengan digitalisasi, banyak hal baru yang lebih mudah kita
dapat, seperti materi pelajaran yang tersedia di internet. Metode
belajar-mengajar yang lebih variatif. Membaca buku elektronik
sudah mulai dibiasakan. Guru pun dapat menghadirkan materi
melalui buku elektronik yang disusun sendiri disesuaikan
dengan kondisi sekolah tempatnya bertugas. Lebih hemat
pengeluaran untuk membeli buku paket setelan adanya e-book.
Kekurangan Digitalisasi
1. Keterbatasan akses internet
Salah satu kekurangan digitalisasi adalah terbatasnya akses
internet. Terutama di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan
terluar) yang tidak mendapatkan jangkauan internet stabil, maka
akan sulit untuk mengakses layanan e-learning dan menerapkan
MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 177
digitalisasi. Selain itu, harga pemakaian data internet juga masih
dirasa cukup mahal untuk beberapa kalangan masyarakat
Indonesia. Hal ini menyebabkan kemampuan untuk
memanfaatkan e-learning masih dianggap sebagai suatu
keistimewaan.
2. Berkurangnya interaksi dalam belajar mengajar
Digitalisasi bersifat satu arah. Hal ini menyebabkan interaksi
pendidik-peserta didik dan antar peserta didik menjadi
berkurang sehingga akan berdampak kurangnya kedekatan dan
keakraban.
3. Pemahaman terhadap materi
Materi yang diajarkan melalui digitalisasi direspon tidak
sepenuhnya diterima oleh setiap individu peserta didik. Ini
semua bergantung pada tingkat kepedulian dan keseriusan
mereka dalam belajar. Karena pengawasan dari pendidik tidak
total. Beberapa orang mungkin dapat menangkap materi dengan
lebih cepat hanya dengan membaca, namun ada juga
yang membutuhkan waktu lebih lama sampai benar-benar
paham. Bahkan ada juga yang membutuhkan penjelasan dari
orang lain agar dapat memahami materi yang dipelajari.
4. Minimnya Pengawasan dalam Belajar
Kurangnya pengawasan dalam melakukan pembelajaran secara
daring membuat para pembelajar kadang kehilangan fokus.
Dengan adanya kemudahan akses, beberapa pengguna, dalam
178 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL
hal ini pendidik dan peserta didik, cenderung menunda-nunda
waktu belajar. Perlu kesadaran diri sendiri agar proses belajar
dengan metode daring menjadi terarah dan mencapai tujuan.
Harapannya, dengan digitalisasi tingkat kecerdasan meningkat
lebih tinggi dan sikap intelektual lebih berkualitas sehingga
sumber daya manusia Indonesia memiliki nilai jual di kancah
internasional.
MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL| 179
DAFTAR PUSTAKA
Abidin, Z. (2020). Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Masalah,
Pembelajaran Berbasis Proyek Literatur, dan
Pembelajaran Inkuiri dalam Meningkatkan Kemampuan
Koneksi Matematis.Profesi Pendidikan Dasar, 7(1),
3752. http://doi.org/10.23917/ppd.v1i1.10736
Arifa, Fierka Nurul (2020). Tantangan Pelaksanaan Kebijakan
Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Covid-19. Info
Singkat, 7(1), 13-18.
Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan
Praktik Edisi Revisi. Rineka Cipta.
Bertadinata, Karsoni. (2021). Literasi Digital dalam
PembelajaranDaring.jurnal.umko.ac.id/index.php/ekspo
nen/article/view/368.
El-Herliandry, L. D., Nurhasanah, Suban, M. E., & Heru, K.
(2020). Pembelajaran Pada Masa Pandemi Covid-19.
Jurnal Teknologi Pendidikan, 22(1), 65–70.
https://doi.org/https://doi.org/10. 21009/jtp.v
22i1.15286 Hosnan, M. (2014). Pendekatan Saintifik
Dan Kontekstual Dalam Pembelajaran Abad 21 Kunci
Sukses Implementasi Kurikulum 2013.
Ghalia Indonesia. Oktavian, R., & Aldya, R. F. (2020).
Pelaksanaan Pembelajaran Daring Terintegrasi di Era
Pendidikan 4.0. Jurnal Pendidikan Dan Ilmu
Pengetahuan, 20(2), 129–135.
https://doi.org/10.30651/didaktis.v20i2.4763 Omwenga,
E., Nairobi, U., Nairobi, U., Wagacha, P. W.
180 | MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA MILENIAL