The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

BUKU KREASI YANG DISESUAIKAN DENGAN KEBUTUHAN PESERTA DIDIK DI KELAS XI

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Noerbad sagusaku IGI, 2021-01-03 11:13:28

KREATIF BAHASA INDONESIA KELAS XI

BUKU KREASI YANG DISESUAIKAN DENGAN KEBUTUHAN PESERTA DIDIK DI KELAS XI

Keywords: BAHASA INDONESIA

Cara Menganalisis isi buku pengayaan
Agar dapat membuat atau menentukan isi dari buku pengayaan (nonfiksi) yang sudah dibaca, ada
langkah-langkah yang harus dilakukan sebagai berikut ini.

1. Membaca buku yang akan ditentukan pokok-pokok isinya

Sebelum menentukan pokok-pokok isi dari sebuah buku, tentunya harus membaca terlebih dahulu
buku yang akan dibuat rangkuman isinya. Selain membaca, juga harus memahami isi buku tersebut.

2. Mencatat ide-ide pokok atau hal-hal penting yang ada dalam setiap sub judul atau bab.

Ide pokok atau hal-hal penting adalah gagasan yang menjadi pokok pembahasan.Tidak semua ide
atau hal penting untuk dicatat, kita harus bisa menggarisbawahi kata atau kalimat yang menutut kita
penting.

3. Mencatat identitas buku

Saat menulis pokok-pokok isi buku, kita biasanya terfokus pada gagasan utama setiap bab atau
subjudul dan menomorduakan pencatatan identitas buku. Hal ini harus dihindari. Pencatatan identitas
lengkap buku yang kita baca menjadi satu bagian yang sama pentingnya seperti mencatat ide pokok.
Bagian-bagian yang perlu dicatat sebagai identitas buku adalah judul (judul buku dan bab/subjudul),
penulis, dan penerbit.

Contoh menganalisis isi buku pengayaan (nonfiksi).
Buku ini berjudul Koleksi Masakan Nasional dan Internasional yang ditulis oleh
Laveny Linawati, yang diterbitkan oleh Aneka ilmu.Buku ini terdiri dari beberapa
resep masakan dari koleksi masakan nasional maupun internasional. Daftar isi pada
buku tersebut berupa indeks huruf, dari abjad awal sampai akhir. Buku tersebut
menjelaskan langkah-langkah memasak dan memaparkan resep atau bahan yang
digunakan dalam masakan.
Materi selanjutnya yang akan kita pelajari adalah bagaimana cara menentukan
keunggulan dan kelemahan dari sebuah buku pengayaan (nonfiksi) yang sudah

dibaca. Sebelum ke materi menganai cara menentukan kunggulan dan kelemahan buku pengayaan
(nonfiksi)

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 51

Cara menyimpulkan keunggulan dan kelemahan buku pengayaan
Untuk dapat menentukan keunggulan dan kelemahan sebuah buku dapat dilihat dari dua hal, yaitu:

1. Dilihat dari kondisi fisik buku

Penilaian keunggulan dan kelemahan buku dapat dilihat dari kondisi fisik buku.Penilaian terhadap
kondisi fisik buku misalnya kita lihat dari cetakan buku, kejelasan tulisan, ukuran huruf, kertas yang
digunakan, kejelasan gambar, dll.

2. Dilihat dari isi buku

Penilaian terhadap isi buku didasarkan pada hal-hal yang berkaitan dengan isi atau kandungan buku,
seperti tema buku, kejelasan alur, mudah tidaknya isi buku untuk dipahami, kebermanfaatan buku,
penting tidaknya isi buku tersebut, bahasa yang digunakan, dan lain-lain.

Contoh Menyimpulkan keunggulan dan kelemahan buku pengayaan (nonfiksi).
Keunggulan pada buku “Koleksi Masakan Nasional dan Internasional”
yang ditulis oleh Laveny Linawati yang diterbutkan oleh Aneka Ilmu
antara lain:
Cover atau tampilan buku sudah baik dan menarik.
Kertas yang digunakan sudah baik tidak terlalu tipis.
Huruf maupun ukurannya sudah jelas dan mudah dibaca.
Materi yang disajikan sudah sesuai dengan tema.
Bahasa yang digunakan sudah cukup baik dan mudah dipahami pembaca.
Buku tersebut sangat bermanfaat bagi pembaca yang hobi memasak.

Selain itu, buku ini juga terdapat kelemahan antara lain:

6. Dalam materi tidak dicantumkan gambar
7. Penulisan materi, warna tulisan, dan tata letak terlalu monoton.

52 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

Ringkasan Isi dari Butir-Butir Penting Buku Pengayaan (Nonfiksi)
Butir-butir penting dari suatu buku pengayaan dapat disusun menjadi sebuah laporan. Laporan butir-butir
penting tersebut dapat berbentuk sebuah ringkasan. Langkah-langkah membuat ringkasan butir-butir
penting dari suatu buku pengayaan sebagai berikut.
1. Mencatat butir-butir pokok teks yang telah ditemukan
2. Mengurutkan butir-butir pokok agar padu
3. Menulis butir-butir pokok menjadi kalimat-kalimat yang mudah dipahami
4. Menyatukan kalimat-kalimat agar menjadi utuh
Langkah-Langkah Membuat Laporan Mendeteksi Buku Pengayaan
1. Buatlah format laporan mengidentifikasi butir-butir penting buku pengayaan terlebih dahulu.
2. Mulailah mengisi identitas buku pengayaan tersebut.
3. Bacalah sekilas daftar isi buku pengayaan tersebut untuk mengetahui pembahasan dan sub pembahasan

yang terdapat di dalamnya.
4. Bacalah materi pada setiap bab dan rumuskan menggunakan bahasamu sendiri pada format laporan.

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 53

Contoh Deteksi Butir-butir Penting Buku Pengayaan (nonfiksi)

Judul Buku : Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (revisi)
Penulis : Ahmad Rofi‟uddin, dkk
Tahun Terbit : 2017
Kota Terbit : Malang
Penerbit : UM Press
Butir-Butir Penting:
1. Halaman Judul
2. Kata Pengantar Edisi Keenam
3. Daftar Isi
4. Daftar Lampiran
5. Isi

54 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

 Bab I : Jenis-jenis Karya Ilmiah : berisi uraian macam-macam karya ilmiah mulai Tugas Akhir, Skripsi,
Tesis, dan Disertasi

 Bab II : Proposal, Tugas Akhir, Skripsi, Tesis, dan Disertasi
 Bab III : Sistematika dan Isi Tugas Akhir, Skripsi, Tesis, dan Disertasi
 Bab IV : Sistematika dan Isi Artikel Jurnal Ilmiah, Makalah, dan Laporan Penelitian.
 Bab V : Pengutipan, Perujukan, dan Penulisan Daftar Rujukan
 Bab VI : Kebahasaan
 Bab VII : Etika Penulisan Karya Ilmiah
 Bab VIII : Penataan Isi Karya Ilmiah
 Bab IX : Pencetakan dan pencilidan
6. Daftar Pustaka
7. Lampiran-lampiranBuku berjudul Pedoman Penulisan Karya Ilmiah terbitan UMM Press adalah buku
rujukan yang sering digunakan mahasiswa maupun kalangan akademia dalam menyusun karya ilmiah. Buku
ini menguraikan secara rinci hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan karya ilmiah.

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 55

Contoh Ringkasan Buku Tips & Trik Jago Main Rubik

Identitas Buku

Judul Buku : Tips & Trik Jago Main Rubik.

Penulis Buku : Wicaksono Hadi.

Penerbit Buku : Gradien Mediatama.

Cetakan : 1, 2009.

Tebal Buku : 184 halaman

56 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

Ringkasan buku Tips & Trik Jago Main Rubik

Rubik merupakan permainan puzzle mekanik berbentuk kubus yang mempunyai enam warna yang berbeda
pada setiap sisinya. Ditemukan pada tahun 1974 oleh Profesor Erno Rubik. Profesor Erno Rubik adalah
seorang arsitek dan pemahat asal Hungaria. Dengan waktu yang tidak lama, rubik menciptakan sensasi
Internasional. Setiap orang ingin memilikinya dan memainkannya. Demam ini menjalar baik pada anak-anak
maupun orang dewasa. Ada sesuatu yang memikat pada kubus kecil ini. Ia mempunyai konsep yang serhana,
elegan, namu secara mengejutkan sangat sulit untuk diselesaikan.

Satu demi satu kompetisi lokal diadakan untuk berlomba menyelesaikan permainan rubik. Diantaranya
adalah United Kingdom Rubik‟s Cube Championship (Desember 1981), American Rubik‟s Cube
Championship (November 1981), Canada Rubik‟s Cube Championship (Maret 1982). Puncaknya adalah
pada bulan Juni 1982 untuk pertama kalinya diselenggarakan Rubik‟s Cube World Championship di
Budapest, dimana orang-orang dari berbagai negara dipertemukan oleh permainan rubik.

Kejuaraan tersebut dimenangkan oleh pelajar Vietnam yang baru berumur 16 tahun dengan catatan waktu
hanya 22,95 detik. Suatu prestasi yang luar biasa sekali. Ketertarikan publik pada permainan rubik mulai
memudar menjelang tahun 1990-an. Orang-orang sudah terlalu kesal saat mencoba menyelesaikan tapi tak
kunjung berhasil.

Sebagian orang lebih tertarik dengan kehadiran video game elektronik pada saat itu. Namun hingga hari ini,
lebih dari 30 juta rubik telah terjual, menjadikannya sebagai permainan puzzle terlaris di Dunia sepanjang
masa.

Dengan kemunculan internet, rubik akhirnya bangkit. Pada tahun 2000-an, petunjuk untuk dapat
menyelesaikan rubik telah banyak ditemukan di internet. Demam rubik pun kembali melanda untuk kedua
kalinya. Puncaknya terjadi pada tahun 2003, ketika World Championship kedua yang diadakan di Canada.
Rubik dipandang sebagai permainan yang positif, melatih motorik, daya ingat, serta mampu mendorong
pemainnya untuk menjalin komunitas dan berkompetisi secara sehat.

Buku ini mempunyai banyak gambar yang menarik, penjelasannya lebih terperinci dan jelas, serta terdapat
indeks untuk kata-kata yang sulit dimengerti. Tetapi, masih terdapat beberapa kata yang sulit dimengerti dan
tidak terindeks pada bagian indeks.

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 57

LATIHAN SOAL:
Temukan butir-butir penting dari satu buku pengayaan (nonfiksi) yang dibaca dan susunlah laporan butir-
butir penting dari buku pengayaan (nonfiksi) tersebut dengan mengacu pada butir-butir penting yang
digunakan sebagai bahan penunjang atau referensi.

1. Nama pengarang
2. Judul
3. Tahun Terbit
4. Penerbit
5. Daftar Isi
6. Daftar lampiran
7. Isi
8. Ringkasan buku
9. Keunggulan buku
10. Kelemahan buku
11. Kesimpulan
12. Daftar Pustaka
13. Lampiran-lampiran

58 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

Pelajaran 5 Cerpen

CERPEN

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1

Mata Pelajaran :Bahasa Indonesia
Kelas/Semester :XI / 1
Materi Pokok : Cerpen
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit

A. Kompetensi Inti
KI-1 dan KI-2;Memiliki sikap jujur, disiplin, kerjasama, responsif, dan proaktif dalam mencari solusi
permasalahan, sehingga dapat menyadari dirinya sebagai mahluk ciptaan yang Maha Kuasa serta
menjalankan kewajibannya sesuai dengan agama yang dianutnya.
KI3: Kompetensi Pengetahuan, yaitu Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI4: Kompetensi Keterampilan, yaitu Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.8 Mengidentifikasi nilai-nilai 3.8.1 Memahami informasi tentang nilai-nilai kehidupan
kehidupan yang terkandung dalam dalam teks cerita pendek.
kumpulan cerita pendek yang dibaca 3.8.2 Menemukan nilai-nilai kehidupan dalam cerita pendek

4.8 Mendemonstrasikan salah satu .
nilai kehidupan yang dipelajari dalam 4.8.1 Menentukan nilai kehidupan dalam cerita pendek
cerita pendek 4.8.2 Mendemonstrasikan nilai kehidupan dalam cerita pendek

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 59

C.Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik, pemodelan, diskusi, dan penugasan, peserta
didik terampil mengidentifikasi nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam kumpulan cerita pendek yang dibaca dan

mendemonstrasikan salah satu nilai kehidupan yang dipelajari dalam cerita pendek.

D. Materi Pembelajaran
o Teks cerpen
o Nilai-nilai kehidupan teks cerpen
o Identifikasi nilai-nilai kehidupan teks cerpen.
o Kesesuaian nilai-nilai kehidupan teks cerpen dengan kehidupan saat ini

E. Ringkasan Materi
o Pengertian Cerpen
Cerpen ialah esai imajiner yang berisi kehidupan atau kehidupan seseorang yang diceritakan secara ringkas
dan ringkas yang hanya berfokus pada karakter tertentu. Di sini kita akan mencoba untuk meninjau
sepenuhnya apa definisi cerita, elemen intrinsik cerita, elemen ekstrinsik cerita, struktur cerita dan, tentu saja,
kumpulan contoh cerita yang menarik untuk dilihat.
Cerpen, yang dimana seperti kita ketahui bahwa cerpen atau cerita pendek merupakan jenis karya sastra yang
dijelaskan dalam bentuk tulisan yang berwujud sebuah cerita atau kisah secara pendek, jelas, serta ringkas.
Selain itu cerpen juga dapat disebut dengan sebuah prosa fiksi yang isinya mengenai pengisahan yang hanya
terfokus pada satu konflik atau permasalahan. Cerpen, sesuai dengan namanya adalah cerita yang relatif
pendek yang selesai dibaca dan dipahami dalam sekali duduk.

60 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

Nilai-nilai Kehidupan Teks Cerpen

Nilai-nilai Kehidupan dalam Cerpen
Karya sastra, seperti cerpen merupakan tiruan dari kenyataan yang telah diolah dengan pemikiran, gagasan,
serta imajinasi penulisnya. Oleh sebab itu, di dalam cerpen terdapat nilai-nilai kehidupan yang dapat
dipetik sebagai perenungan atau pembelajaran oleh pembaca. Nilai-nilai tersebut dapat dilihat secara tersurat
maupun tersirat. Berikut ini nilai-nilai yang terdapat pada cerpen :
1. Nilai religius merupakan nilai yang berkaitan dengan kepercayaan dan ketugahanan, atau keagamaan.
2. Nilai moral merupakan nilai-nilai berisi nasihat yang berhubungan dengan etika, budi pekerti, perilaku,

dan norma-norma yang terdapat pada masyarakat.
3. Nilai politik merupakan nilai yang berkaitan erat dengan dunia politik, kekuaaan, dan jabatan.
4. Nilai sosial merupakan nilai-nilai yang berhubungan erat dengan masalah sosial dengan masyarakat.
5. Nilai kepahlawanan/edukasi merupakan nilai yang sangat erat dengan sejarah atau tentang pendidikan.
6. Nilai budaya merupakan nilai yang berasal dari adat istiadat, kebudayaan, kebiasaan mengakar dan

dilakukan turun-temurun dalam kelompok masyarakat tertentu.

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 61

Menemukan Nilai-Nilai dalam Cerpen
Seorang penulis cerpen menuangkan idenya berdasarkan sebuah nilai yang ingin disampaikan kepada
pembacanya. Cerita pendek tidak hanya berisi rangkaian peristiwa. Ada hal penting yang disampaikan
pengarang kepada pembaca. Dalam cerpen, seorang pengarang kadang menampilkan nilai-nilai kehidupan
yang ada di dalam masyarakat. Hal tersebut diharapkan dapat menambah wawasan pengetahuan dan
pengalaman hidup pembaca. Pembaca cerpen menjadi lebih arif dan bijaksana dalam menyikapi kehidupan
sekitar.
Nilai kehidupan dapat ditemukan dalam cerpen melalui ucapan, tindakan, pikiran, dan perasaan tokoh-tokoh
cerita. Nilai suatu cerpen dapat ditemukan dengan menganalisis hal-hal, seperti ide cerita yang disajikan
pengarang (tema), tokohdan penokohan, alur, latar dan peristiwa, serta amanat.

62 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

ANALISA CERPENm“SAHABAT SEJATI”
KARYA : NANA TEDJA

Dulu, waktu usiaku beranjak 17 tahun, aku mempunyai beberapa sahabat salah satunya Icha. Aku bersahabat
dengan Icha sudah cukup lama. Kami berkenalan sewaktu kami sama-sama mendaftar di salah satu SMP
favorit di Jakarta. Persahabatan kami berlanjut hingga kami menamatkan study kami di SMP. Setelah itu, aku
dan Icha memutuskan untuk melanjutkan SMA di sekolah yang sama.

Pada hari pertama ospek, aku melihat seorang cowok yang sangat perfeck saat aku dan Icha sedang di kantin.
Semenjak aku melihat cowok itu, rasanya aku mulai jatuh cinta. Aku mulai mencari tau siapa sebenarnya
cowok itu. Dari beberapa orang yang aku tanya mengatakan bahwa dia adalah Radit, ketua osis di sini.

Seiring berjalannya waktu, aku dan kak Radit semakin akrab. Tak pernah ku duga bahwa kak Radit naksir
dengan Icha. Dan yang lebih membuatku kecewa adalah Icha menerima kak Radit sebagai kekasihnya.
Padahal dia tahu, kalau aku suka dengan kak Radit. Semenjak itu juga persahabatan ku dan Icha semakin
renggang.

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 63

Tak terasa tahun pun berganti. Akhir-akhir ini aku melihat Icha tampak murung, tak seperti biasnya yang
selalu nampak ceria. Dari berita yang beredar bahwa Icha mengidap penyakit tumor di perutnya. Sejak itu,
Icha menjadi anak yang pemurung dan pendiam. Aku mendengar berita bahwa Icha diputus oleh kak Radit
karna perutnya semakin membesar. Aku sedih sekali, namun gimana lagi dia pernah menghianati
persahabatan yang telah lama kita bangun. Kondisi Icha semakin menurun, akhirnya Icha dirawat di Rumah
sakit Haji Pondok Gede. Aku dan teman-teman menjenguknya untuk memberikan semangat dan dukungan
padanya. Hanya sampai disitu saja kabar yang aku dengar tentang Icha, karna aku juga harus mempersiapkan
untuk Ujian Nasional.

Pada suatu pagi, aku sedang melamun memikirkan bagaimana keadaan Icha sekarang. Tiba-tiba mama Icha
menelfonku, memberitahukan bahwa Icha telah tiada. Aku menangis dan menyesal atas semua yang telah
terjadi. Aku segera datang ke rumah Icha untuk melihat dia yang terakhir kalinya dan mengucapkan bela
sungkawa pada keluarga Icha. Setibanya di sana, mama Icha memberikanku sebuah surat yang dibuat Icha
khusus untukku.

Keesokan harinya aku baru sadar bahwa Icha hari ini berulang tahun yang ke-17. Aku mengikuti pemakaman
Icha. Setelah pemakaman selesai dan semua orang pulang, aku sendiri di makam itu. Aku menangis
disamping nisan Icha, walau tersendat-sendat dan terbata saat aku menyanyikan lagu happy birthday buat
Icha, dan memandangi nisan yang ada dihadapanku saat ini, makam yang sunyi, aku masih menangis sendiri
di makam itu, sebelum pulang aku meninggalkan secarik kertas balasan surat Icha, walau mungkin tak akan
pernah dibaca olehnya, tapi itulah kenangan terakhirku buat Icha

Nilai kehidupan yang terdapat dalam cerpen tersebut adalah :

· Nilai moral Ditunjukkan pada kalimat :
Nilai Negatif :
“Tapi apa daya aku tak bisa berbuat apa-apa, dan aku juga sempat kecewa pada Icha karena dia menerima
kak Radit menjadi kekasihnya, Icha kan tau kalau aku suka sama kak Radit tapi kenapa dia tega padaku.”

Nilai Positif :
Di dalam kalimat itu, mengandung nilai moral yang berarti kita harus setia kawan.

Nilai Negatif :
“Aku belum bisa memaafkan Icha.”

64 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

Nilai Positif :
Di dalam kalimat itu, mengandung nilai moral yang berarti kita harus bisa memaafkan kesalahan orang
lain.

Nilai Negatif :
“Tapi walau bagaimanapun dia adalah sahabatku dan aku harus tau apa yang sedang terjadi.”

Nilai Positif :
Di dalam kalimat itu, mengandung nilai moral yang berarti kita harus peduli dengan sesama.

Nilai Negatif :
“Menurutku dia berubah menjadi seperti itu karena mungkin dia merasa hidupnya tak akan lama lagi.”

Nilai Positif :
Di dalam kalimat itu, mengandung nilai moral yang berarti jangan mudah menyerah.

Nilai Negatif :
“Tapi aku coba untuk tegar melangkahkan kaki menuju makamnya.”

Nilai Positif :
Di dalam kalimat itu, mengandung nilai moral yang berati kita harus tegar dalam menghadapi setiap
cobaan.

· Nilai pendidikan
Nilai Negatif :
Ditunjukkan pada kalimat “Dia tak pernah mau cerita dan jujur padaku.”

Nilai Positif :
Di dalam kalimat itu, mengandung nilai pendidikan yang berarti kita harus jujur.

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 65

Membandingkan nilai kehidupan dalam cerpen dengan nilai kehidupan sehari-hari

No Nilai Kehidupan dalam cerpen Nilai kehidupan sehari-hari

1 aku juga sempat kecewa pada Icha karena Sebagai seorang sahabat yang baik kita harus

dia menerima kak Radit menjadi setia kawan.

kekasihnya, Icha kan tau kalau aku suka

sama kak Radit tapi kenapa dia tega

padaku.

2 Aku belum bisa memaafkan Icha kita harus bisa memaafkan kesalahan orang

lain. walau bagaimanapun kita harus peduli

dengan sesama. Walu kita pernah merasa

tersakiti.

3 Perasaan campur aduk Kita pasti merasa sedih apabila seseorang atau
sahabat kita tidak jujur disatu sisi orang yang
menyakiti kita, sahabat kita sendiri sedang
berjuang untuk melawan penyakit yang
mematikan.

Nilai kehidupan dalam cerpen yang bisa diteladani :
- kita harus peduli dengan sesama.
- kita harus jujur.
- kita harus tegar dalam menghadapi setiap cobaan.
- Kita harus saling memaafkan

66 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

LATIHAN SOAL:

Identifikasi nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam kumpulan cerita pendek yang di bawah ini dan demonstrasikan
salah satu nilai kehidupan dalam cerita pendek.berikut!

EMAK
karya Widiyati

Emakku adalah sosok wanita yang kukagumi di dunia ini. Dia sangat sabar. Apalagi menghadapi kelakuan
Mbak Ika, yang satu tahun belakangan ini mulai memburuk padanya semenjak ditinggal Bapak. Kerjanya
setiap hari hanya marah dan marah melulu.

“Ratih...Ratih....Bangun!” teriak Mbak Ika. Kulihat jam dinding masih menunjukkan angka 4, ya, pagi.
“Malas,” jawabku ogah-ogahan sambil merapatkan kembali selimut.
“Ayo bangun! Jangan malas-malasan begitu,” ucapnya seraya merih selimutku kasar.
“Kenapa sih, sirik amat,” ucapku sambil mengucek-ucek mata.
“Kamu tahu nggak kunci yang aku taruh di meja makan kemarin?” tanyanya.
“Enggak,” jawabku singkat dan mengangkat bahu.

“Pasti dia lagi,” sungutnya.
“Dia lagi, dia lagi siapa?”
“Yaah siapa lagi kalau bukan Emak? Biang keladi semua masalah di rumah ini,” jawabnya sinis.
“Hush!! Nggak baik bilang seperti itu pada orang tua, kualat nanti.”
“Biarin saja,” seenaknya dia menjawab sambil berlalu.
“Maak Emaak!” teriak Mbak Ika lantang.
“Ada apa, Nduk?” tanya Emak.
“Tahu nggak kunci yang aku taruh di meja ini kemarin? Itu lho kunci warna putih yang ada gantungannya
berbentuk mawar,” tanyanya sedikit membentak.

“O ituu. Kemarin emak simpan di laci meja itu mungkin. Emak juga agak lupa,” jawab Emak pelan.
“Makanya! Kalau sudah merasa pikun, jangan membenahi barang-barang yang bukan milik Emak. Yang
punya barang jadi gila karena bingung mencarinya,” sungut Mbak IKa.
“Sudah-sudah. Gitu saja ribut. Yang penting kuncinya sudah ketemu. Nggak pantas didengar tetangga, setiap
hari ribuuut... melulu,” leraiku.

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 67

“Bukannya „gitu. Aku kan nggak akan marah kalau Emak nggak salah. Dasar orang tua! Sudah mulai pikun,”
umpatnya.

Aku hanya geleng-geleng kepala sedangkan Emak segera beranjak ke dapur dengan wajah sedih. Pulang
sekolah dengan wajah jengkel aku memasuki halaman rumah.....
“Mak!! Emak!!!” teriak Mbak Ika.
“Pasti ada yang tidak beres,” gumamku.
“Lihat baju ini!” teriaknya sambil menyodorkan sebuah baju ke hadapan Emak.
“Ada apa dengan baju ini?” tanya Emak.
“Ada apa, ada apa, masa nggak lihat ada apa di baju ini. Lihat! Apa ini?” tanyanya dengan membentak.
“Emak tidak tahu, Nduk.”
“Nggak tahu, nggak tahu gimana? Tadi, saat aku cuci nggak ada noda kayak gini. Tapi kok sekarang ada?
Siapa tadi yang mengambil dari jemuran?”

“Emak.”
“Nah! Sekarang ngaku saja kalau memang Emak yang membuat noda di baju ini,” bentaknya kasar.
“Benar, Nduk. Emak memang nggak tahu. Untuk apa Emak bohong sama kamu?”
“Halaahh!! Sudah, pokoknya sekarang harus dicuci sampai bersih. Awas, kalau nanti nodanya nggak hilang,
nggak aku beri uang belanja buat besok,” ancam Mbak Ika.
“Sudahlah. Biar aku saja yang mencuci baju itu,” tawarku.
“Nggak perlu! Orang tua seperti ini perlu diberi pelajaran supaya jera,” bentaknya.
Akupun langsung diam. ....

Sore hari saat aku sedang menonton TV, Mbak Ika tiba -tiba memanggilku.
“Rat, tahu nggak siapa yang membuka lemariku?” tanyanya.
“Enggak tuh. Memangnya aku masuk ke kamar Mbak,” jawabku enteng.
“Emak ke mana?” tanyanya lagi.
“Sedang tidur. Jangan diganggu dulu karena Emak agak tidak enak badan,” jawabku.

Lalu aku menguntitnya berjalan menuju kamar Emak.
“Mak bangun! Ada hal penting yang akan aku tanyakan,” ucap Mbak Ika kasar sambil menggoyang-
goyangkan tubuh Emak.

68 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

Emak terbangun dengan geragapan.
“Emak tadi, buka-buka lemari pakaianku nggak?” tanyanya.
“Iya. Memangnya ada apa, Nduk?” tanya Emak agak gugup karena belum hilang rasa kagetnya.
“Nggak ada apa-apa sih. Tapi, uangku lima puluh ribu rupiah hilang. Emak yang mengambil?” tanya Mbak
Ika dengan nada menuduh.

“Kalau masalah uang, Emak tidak tahu menahu, Nduk. Dan Emak tidak mengambilnya, betul Nduk,” jawab
Emak melas.
“Halaahh!! Jangan pasang muka nggak berdosa kaya gitu. Aku yakin, pasti Emak yang mengambil, siapa
lagi?? Namanya pencuri di mana-mana pun tidak akan ngaku kalau nggak disiksa dulu,” cerocos Mbak Ika
sengit.
“Aduh Nduk, kamu nggak percaya,” ucap Emak yang mulai menangis.
“Iya Mbak. Masa nggak kasihan sama Emak. Jangan menuduh dulu sebelum ada bukti,” ucapku membela
Emak.

“Apa belum cukup buktinya?! Ngaku saja,” bentaknya.
“Nggak, Nduk. Emak memang nggak mengambilnya,” isak Emak.
“Ngaku nggak?! Ayo ngaku, ngaku, ngaku, ngakuuu!!,” teriak Mbak Ika sambil memukuli Emak dengan
gagang sapu.
“Aduh Nduk, sakiiit,” ucap Emak Kesakitan.
“Mbak!! Kamu ini punya otak nggak ha?! Dibilang sudah besar tapi nggak punya pikiran, dibilang masih
kecil tapi badannya sudah bongsor. Kamu ini kejam. Sakiit tahu, sakiit. Apa kamu mau dipukuli seperti itu,”
teriakku penuh amarah.....

“Rat, Emak nggak apa-apa kan?! tanyanya sedikit gugup. Baru kali ini dapat kulihat sinar kekhawatiran di
matanya karena selama ini, yang ada di sana hanyalah sinar kemarahan dan kebencian.

“Rat, kamu kok diam saja sich,” ucapnya gemetar.
“Ik....Ika...,” panggil Emak lirih.
“Ya, Mak,” jawabnya pelan.

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 69

“Syukurlah kalau kamu sudah datang. Emak hanya ingin minta maaf atas segala perbuatan Emak yang kau
anggap salah. Nduk, selama ini Emak merasa tidak pantas untuk menjadi ibumu. Sebenarnya Emak haus
akan kasih sayangmu, Nduk, tapi bila kamu memang tidak menghendaki kehadiran Emak, ya tidak apa-apa,”
sunyi sekejap. “Emak sudah memaafkan segala perbuatanmu pada Emak. Dan Emak tidak menyalahkan
kamu, Nduk, karena itu Nduk, karena itu hanyalah luapan amarah semata. Emak hanya minta agar kamu
nggak mengulanginya lagi. Rukun-rukunlah kamu dengan adikmu,” jelas Emak.

Kulihat wajah Emak yang penuh derita. Namun, di sana kutemui gurat-gurat kasih sayang dan kelegaan.
“Iya Mak, aku pun juga mau minta .....”
“Maaaaak!!” teriakku memotong ucapan Mbak Ika. Saat dia sadar apa yang telah terjadi, dia lunglai dan
jatuh bersimpuh. Seketika dia langsung menciumi kedua kaki Emak sambil tidak berhenti memanggilnya.

GURU
Karya Putu Wijaya

Cerpen ini menceritakan tentang sesosok anak yang ingin menjadi guru, tetapi mengalami beberapa
hambatan dalam mencapai cita-cita yang diinginkan. Anak itu bernama Taksu, yang merupakan anak tunggal
dan harus mengikuti semua keinginnan orang tuanya. Tetapi ia tetap ingin mempertahankan cita-cita yang
diinginkannya sebagai seorang guru. Sesuai dengan kutipan dalam cerpen tersebut “ karena guru tidak bisa
dibunuh, jasadnya mungkin saja busuk lalu lenyap, tetapi apa yang diajarkannya tetap tertinggal abadi
bahkan bertumbuh, berkembang, dan memberi a inspirasi pada generasi di masa yang akan datang.‟‟ Kata –
kata itulah yang menjadi motivasi Taksu untuk tetap bertahan mencapai cita – citanya, bahkan dia berkata
seperti itu karena 28 tahun yang lalu ayahnya yang dulu memberi nasihat untuk menghargai jasa guru ketika
ia malas belajar. Tetapi semua itu hanya sebuah ucapan belaka untuk orang tuanya, karena orang tuanya
mengikuti perkembangan zaman dan orang tuanya berfikir bahwa guru hanya sebuah cita-cita yang sepele
dan rendah di mata kedua orang tuanya. Orang tuanya pun membujuknya untuk mengikuti nasihatnya yang ia
inginkan. Oleh karena itu, orang tuanya membujuknya dengan beberapa cara memberikan barang-barang
mewah. Walaupun dengan beberapa cara, Taksu tetap mempertahan cita-cita yang ia inginkan. Kepribadian
yang kokoh itulah yang memacu semangatnya.

10 tahun berlalu dan kini, Taksu pun menjadi seorang guru tetapi bukan guru sembarang guru tetapi
guru bagi para pegawainya ( yang mencapai hingga 10.000 ) dan generasi lainnya. Ia kini menjadi seorang
pengusaha sukses, bahkan ia pun mendapatkan gelar doktor honoris causa. Serta orang tuanya pun
menyadarinya bahwa Taksu kini sudah menggantikan hidup beban orang tuanya.

70 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

Alun-alun Suryakencana

Seperti biasa, pagi itu Alun-alun Suryakencana di Taman Nasional Gede Pangrango sangat cerah.
Langit begitu biru dan bersih. Tak ada awan, tak ada kabut, tak ada angin. Matahari putih dan silau, tetapi
udara masih juga dingin. Semua sepi. Hanya sekali-sekali dipecah tawa, teriakan dan suara misting beradu
dari arah tenda. Pagi itu, beberapa tenda pecinta alam tampak bertebaran di sekitar mataair, di tengah alun-
alun. Selebihnya kosong sampai jauh.

Alam yang senyap itu, tiba-tiba digusur bunyi heli yang gemuruh memekakkan telinga. Heli itu besar,
dan tahu-tahu menyembul begitu saja dari gerumbulan santigi. Setelah berputar beberapa kali, ia mendarat di
tempat yang lapang dan datar. Rumput, edelweis, dan deretan rododendron, semua meliuk-liuk mengikuti
pusaran baling-baling heli. Semua seakan ingin roboh dan tiarap rata dengan tanah. Tetapi setelah baling-
baling itu makin pelan dan berhenti, semua jadi biasa lagi.

Kemudian pintu heli dibuka dari dalam, lalu empat orang yang gagah-gagah dan gemuk-gemuk
melompat turun. Mereka berbaju dan bercelana sangat rapi. Sepatu mereka mengkilap. Beda dengan
penampilan pecinta alam, yang bergeletakan di sekitar tenda itu. Salah satu di antara empat penumpang heli
itu kelihatan sebagai boss. Dia sangat mengagumi keindahan alun-alun di pagi yang cerah ini.

“Ini sungguh hebat John! Luar biasa! Mengapa baru sekarang saya diberitahu kalau ada alun-alun yang
namanya apa ini tadi?” tanya si Boss itu pada si John.

“Suryakencana Pak! Inilah tempat yang paling eksotis untuk pesta pengantin. Bukan sekadar pesta
kebun, tapi pesta alam. Tidak akan pernah ada yang punya gagasan seorisinil Bapak. Orang mantu biasanya
kan di Balai Kartini, Hillton, Manggala Wana Bhakti, paling banter Istana dan Kebun Raya Bogor. Atau ke
Singapura, Hongkong dan Mekah. Tapi bapak lain. Bapak mendatangkan tamu-tamu pilihan itu ke
Suryakencana!”

“Sudahlah John, aku sudah melihat dengan mata kepalaku sendiri. Inilah lokasi paling eksotis untuk
resepsi pernikahan anakku! Ayo kita pulang dan segera membentuk panitia!”

Rapat panitia itu, berlangsung di sebuah ruang perkantoran di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat. Beberapa
mahasiswa pecinta alam diikutkan. Ada seksi perijinan, perlengkapan, dekorasi, transportasi, dokumentasi,
protokoler, menu, dan seksi-seksi lainnya. Rencananya di alun-alun itu akan didirikan tenda raksasa seperti
tenda sirkus keliling. Hanya tempat duduknya tidak dibuat bertrap-trap, melainkan datar saja, dengan meja-
meja untuk menaruh hidangan.

Semua peralatan akan diangkut dengan belasan heli carteran. Belasan toilet mobil juga akan dipasang.
Rapat panitia sore ini, mendapat kehormatan dihadiri Menteri Kehutanan, Menteri Lingkungan Hidup dan
beberapa dirjen. Semua manggut-manggut dan sepakat, bahwa perhelatan Boss Besar ini harus didukung
secara politis dan ekonomis. Wartawan yang mengendus berita kontroversial ini, segera mem-blowup-nya di
media masing-masing.

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 71

“Ini sudah sangat keterlaluan. Tidak bisa dibiarkan. Kita harus gerak!” teriak seorang aktivis
lingkungan di depan para mahasiswa pecinta alam di Kancut UI.

“Gila memang, beberapa temen kita, ternyata ada yang membelot ikut jadi panitia,” kata seorang
seniman di Warung Alex di TIM.

“Mereka harus kita sikat. Minggu depan kita harus menggelar demo. Menteri-menteri bego itu harus
kita beri pelajaran. Kita mesti menggelar happening art.”

“Tetapi yang mau mantu itu kan bokap-nya si Bayi. Bayi kan baik sekali sama kita!”
“Emangnya yang pengantenan kakaknya Bayi ya? Ah nggak enak dong mendemo bokap-nya Bayi.
Dia kan ngegèng sama kité-kité.”
“Ya kita tanya ajé diényé. Apa masih mau ngegèng amé kité, atau mau ngebelain bokap-nya.
Pokoknya minggu depan kita demo. Gué udah ada sumber dana yang gampang diaturnya.”
Demo menentang resepsi pernikahan di Alun-alun Suryakencana itu berlangsung seru. Koran dan tivi
gencar mengekspos. Tokoh demonstran tampil dalam wawancara eksklusif. Pengantin laki-laki dan
perempuan juga diuber infotaiment. Tetapi keduanya menghilang. Konon mereka berdua dipingit. Wartawan
kecewa tetapi mereka tidak kehilangan akal. Menteri Kehutanan dicecar dengan pertanyaan gencar.
“Jadi Pak Menteri memang mengijinkan Taman Nasional kita diacak-acak untuk hura-hura?” tanya
wartawan.
“Yang mau hura-hura siapa? Itu lokasi saya ijinkan untuk resepsi pernikahan. Bukan untuk hura-hura
seperti kalian kira,” jawab menteri keras.
“Saya dengar Pak Menteri telah terima amplop, hingga ijin keluar dengan lancar?”
“Ya memang saya sudah terima amplop. Isinya permohonan ijin dan proposal acara yang kalian
ributken ini.”
“Berapa èm Pak yang Bapak terima?”
“Banyak sekali. Namanya juga surat. Ada a, ada b, ada c. Tentu juga ada èmnya. Tapi saya ya hanya
membaca. Tidak perlu menghitung huruf èmnya.”
“Maksud saya, Bapak telah terima uang berapa èm dari pengusaha yang akan mantu itu?”
“Lo, pasti beberapa èm. Dia memang harus menyewa, dan saya mematok harga tinggi. Kalian cèk saja
ke Sekjen.”
“Untuk Bapak sendiri?”
“Saya juga pernah mau dikasih, tetapi saya tolak. Cukup begitu?”
“Anu Pak, katanya…….!”

72 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

“Sudahlah, nanti diselesaikan saja dengan Pak Dirjen!”Pro dan kontra resepsi pernikahan di Alun-alun
Suryakencana, makin hari makin ramai. September seharusnya sudah mulai hujan. Tetapi langit masih tetap
tak berawan. Di mana-mana kering kerontang. Kebakaran hutan terjadi di mana-mana, dan asapnya terbang
sampai ke negeri jiran. Menteri Kehutanan diprotes, didemo, dikejar-kejar wartawan. Isu kebakaran hutan,
juga digunakan untuk memojokkan Menteri ini. “Kalau nanti sampai terjadi kebakaran di Taman Nasional
bagaimana Pak?”

“Kalau sampai terjadi kebakaran, ya dipadamkan. Kebakaran di lokasi sulit seperti di Sumatera dan
Kalimantan pun saya urus. Apalagi kebakaran di situ. Apa kalian ingin kalau ada kebakaran saya diem saja?”

“Bukan begitu Pak. Ini kan musim kemarau. Kalau nanti ada yang membuang puntung, lalu hutannya
terbakar, kita kan makin jadi sorotan internasional. Modal asing akan sulit masuk lo Pak!”

“Semua sudah disiapkan. Semua sudah diurus sampai ke detilnya. Saya sudah konsultasi ke Bapak
Presiden dan beliau mengatakan bahwa saya harus jalan terus!”

“Jadi Presiden juga mengijinkan Taman Nasional itu untuk mantu?”
“Beliau malah ingin hadir dalam resepsi itu. Beliau mengatakan bahwa gagasan memanfaatkan Taman
Nasional untuk resepsi pernikahan, merupakan sebuah terobosan yang brilyan. Diharapkan para wisatawan
asing maupun lokal, akan makin mengenal Taman Nasional kita, lalu mengunjunginya. Itu berarti devisa
akan masuk.”
Meskipun ditentang pecinta alam dan aktivis lingkungan, meskipun demo-demo jalan terus, rencana
resepsi tetap jalan terus. “Kalau presiden sudah merestui, mau apa lagi?” Itulah celetukan yang terdengar di
kalangan elite politik. Beberapa LSM lingkungan, lalu sepakat menggugat Boss Besar itu secara perdata.
Mereka juga mengajukan Menteri Kehutanan ke Pengadilan Tata Usaha Negara. Beberapa anggota Dewan di
Senayan, memanfaatkan isu ini, untuk menggalang kekuatan. Mereka berencana menggunakan hak angket.
Wartawan cetak dan terutama wartawan tivi, senang dengan isu seperti ini. Mereka patungan menyewa
heli untuk meliput langsung ke alun-alun yang dihebohkan. Sebab hampir semua stasiun tivi, tidak punya
stock shot Suryakencana. Bahkan stock shot bunga edelweis pun tidak ada. Tetapi niat mereka ditentang
Menteri Kehutanan. “Kalau mereka mau naik, saya sediakan heli gratis. Tetapi bukan selonang-selonong
begitu. Coba telepon pemred tivi dan koran-koran itu!”
Hari itu langit Jakarta tetap panas, berdebu dan berasap. Matahari kelihatan redup. Padahal tak ada
awan. Tetapi ketika heli itu membubung makin tinggi, terkuaklah selubung yang meredupkan langit Jakarta.
Nun di atas sana, langit ternyata tetap biru dan bersih. Matahari juga berkilau dan tajam. Para pemimpin
redaksi beberapa media di Jakarta, diangkut dengan heli dari Halim, langsung ke Suryakencana. Fotografer,
kameraman, semua lengkap. Mereka dipandu langsung Menteri Kehutanan. Hanya dalam waktu beberapa
menit, rombongan itu sudah sampai di Suryakencana.

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 73

“Bagaimana? Apakah Bapak-bapak dan Ibu-ibu masih ragu-ragu?” tanya menteri itu dengan senyum
kemenangan. Para pemred masih mencoba mencari-cari titik lemah.

“Bukankah suasananya nanti akan berisik Pak? Padahal salah satu ketentuan di Taman Nasional
adalah, tidak boleh ada suara gaduh. Sebab akan mengganggu satwa yang di sini?”

“Justru, pemrakarsa ide ini, beliau yang akan punya gawe, telah memutuskan bahwa tidak akan ada
musik. Jadi nantinya para undangan akan bisa seratus persen menikmati bunyi angin, suara elang, dengung
lebah dan lain-lain. Prakarsa itu justru datang dari beliau.”

“Tetapi kalau ada sekian banyak manusia, kan berisik pak. Belum lagi bunyi genset yang pasti akan
memekakkan telinga.”

“Nanti dulu, kalau soal ada orang banyak, tiap harinya Taman Nasional ini juga dikunjungi ratusan
orang. Kalau soal genset, beliau akan mendatangkan genset fuel cell berbahan bakar hidrogen cair. Suaranya
tidak ada, yang keluar dari knalpotnya hanya uap air. Jadi mau apa lagi? Sudahlah, sekarang mari kita
nikmati saja, suasana siang yang nyaman ini. Apakah Anda-anda ini ada yang sudah pernah kemari?”

“Ya hampir semuanya belum pernah Pak. Kecuali itu Pemred National Geographic.”
“Nah, makanya sekarang kita santai saja. Sekarang waktu akan saya serahkan ke Kepala Taman
Nasional, silahken Bapak-bapak dan Ibu-ibu Pemred ini dipandu.”
Seminggu sebelum hajatan besar berlangsung, kesibukan sudah mulai tampak. Heli besar kecil hilir mudik.
Kepala taman nasional telah menutup Gunung Gede Pangrango bagi pendakian umum. Paspampres mulai
menyisir tempat-tempat yang mencurigakan. Semua pintu masuk pendakian dijaga ketat. Jalur-jalur yang
biasa digunakan pencari kayu bakar, pencari paku-pakuan, semuanya dijaga tentara, polisi, mahasiswa
pecinta alam dan warga setempat.
Sebuah stasiun tivi telah memenangkan tender hak siaran langsung, dengan sponsor perusahaan rokok. Pers
yang akan meliput acara ini diseleksi dengan cermat. Media yang selama ini minir terhadap pemerintah, tidak
diberi ijin meliput. Jumlah wartawan, fotografer, kameraman dan presenter tivi juga dibatasi. “Ini demi
kenyamanan kita bersama, dan juga demi kelestarian Taman Nasional kita,” jawab Menteri Kehutanan,
ketika ada wartawan yang iseng mempertanyakan pembatasan ini.

Tenda, toilet portable, meja-meja, kursi, semuanya diangkut dengan heli. Sebuah tower reservoir darurat
dipasang. Tangki-tangki yang akan menampung limbah toilet didatangkan. Stasiun tivi yang memenangkan
tender tayangan langsung, telah memasang antene darurat di Puncak Gede. Pas hari H, semua penonton tivi
di tanah air, akan bisa menyaksikan event langka ini secara langsung. Seorang ustad kondang dan artis
kenamaan akan hadir sebagai saksi akad nikah.

74 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

Hari H itu pun tiba. Cuaca sangat cerah. Tak ada secuil awan pun tampak di langit. Heli demi heli
berdengung dari Jakarta menuju Suryakencana. Semua membawa tamu VVIP. Suasana Alun-alun itu sendiri
sudah berubah dari hari-hari biasa. Meskipun santigi, rododendron, edelweis dan rumput liar, semua masih
tegak menjadi hiasan alami, di antara tenda-tenda. Dan nun di tengah tenda-tenda kecil warna-warni itu,
berdirilah sebuah tenda raksasa yang megah. Di tenda besar itulah para tamu agung akan duduk menyaksikan
hajatan.Presiden dan wapres, diharapkan hadir tepat pukul 11.00 WIB. Mereka berdua hanya akan datang,
memberi selamat kepada mempelai, foto bersama lalu pulang. Sebab kesibukan beliau berdua hari ini,
memang luarbiasa. Pukul 09.00 pagi, tamu-tamu sudah mulai datang. Mereka tidak langsung masuk tenda,
melainkan berkeliling menikmati pemandangan yang belum pernah mereka saksikan sebelumnya. Pukul
09.30 tamu yang datang makin banyak. Sebab pukul 10.00, akad nikah akan dimulai.
Pukul 09.45, mendadak kabut datang. Cuaca yang semula cerah tiba-tiba berubah gelap. Angin juga bertiup
sangat kencang. Kabut mak

in tebal. Angin makin menggila. Hujan turun dengan lebat. Para tamu berlarian. Tenda-tenda kecil
roboh dan terbang dibawa angin. Cuaca makin tak karuan. Tenda besar terguncang-guncang keras. Tiba-tiba
sebuah tenda kecil terbang menghantam tenda besar itu. Tenda besar itu pun roboh. Sebagian terpalnya
melambai-lambai dimainkan angin. Kain tenda itu terus berkibaran, bagai layar kapal yang tiangnya patah
diterjang badai.

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 75

CERPEN

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2

Mata Pelajaran :Bahasa Indonesia
Kelas/Semester :XI / 1
Materi Pokok : Cerpen
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit

A. Kompetensi Inti
KI-1 dan KI-2;Memiliki sikap jujur, disiplin, kerjasama, responsif, dan proaktif dalam mencari solusi
permasalahan, sehingga dapat menyadari dirinya sebagai mahluk ciptaan yang Maha Kuasa serta
menjalankan kewajibannya sesuai dengan agama yang dianutnya.
KI3: Kompetensi Pengetahuan, yaitu Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI4: Kompetensi Keterampilan, yaitu Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi

3.9 Menganalisis unsur-unsur 3.9.1 mendeskripsikan unsur-unsur pembangun cerita pendek dalam
pembangun cerita pendek dalam buku kumpulan cerita pendek
buku kumpulan cerita pendek
3.9.2 Mengidentifikasi unsur-unsur pembangun cerita pendek dalam
4.9 Mengonstruksi sebuah cerita buku kumpulan cerita pendek
pendek dengan memerhatikan
unsur-unsur pembangun cerpen. 3.9.3 menganalisis unsur-unsur pembangun cerita pendek dalam buku
kumpulan cerita pendek

4.9.1 menentukan pola pengembangan cerpen dengan memerhatikan
unsur pembangun cerpen

4.9.2 menuliskan outline cerpen
4.9.3 menulis cerpen dengan memerhatikan unsur pembangun cerpen.

C.Tujuan Pembelajaran

Melalui kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik, diskusi, dan penugasan, peserta didik terampil
menganalisis unsur-unsur pembangun cerita pendek dalam buku kumpulan cerita pendek dan
mengonstruksi sebuah cerita pendek dengan memerhatikan unsur-unsur pembangun cerpen.

D. Materi Pembelajaran
o Ciri-Ciri Cerpen
o Unsur Instrinsik dan Ekstrinsik Cerpen
o Mengonstruksi Cerpen

76 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

E. Ringkasan Materi

o Ciri-Ciri Cerpen

Ada beberapa ciri-ciri cerpen yang mesti dipahami agar kita dapat membedakannya dengan karya sastra lain,
diantaranya adalah:

 Memiliki jumlah kata tidak lebih dari 10.000 kata.
 Memiliki proporsi penulisan yang lebih singkat dibandingkan dengan Novel.
 Kebanyakan mempunyai isi cerita yang menggambarkan kehidupan sehari-hari.
 Tidak mencerminkan semua kisah tokohnya. Karena dalam cerpen yang dikisahkan hanyalah intinya saja.
 Tokoh yang diceritakan dalam cerpen mengalami sebuah konflik sampai pada tahap penyelesaiannya.
 Pemilihan katanya sederhana sehingga memudahkan para pembaca untuk memahaminya.
 Bersifat Fiktif.
 Menceritakan satu kejadian saja dan menggunakan alur cerita tunggal dan lurus.
 Membacanya tidak membutuhkan waktu yang lama.
 Memberikan pesan dan kesan yang sangat mendalam sehingga pembaca akan ikut merasakan kesan dari

cerita tersebut.

o Unsur-unsur Cerpen

Cerpen dilengkapi oleh unsur-unsur penting yang membangunnya. Unsur itu terdiri dari unsur intinsik dan
ekstrinsik. Unsur intrinsik antara lain, tema, alur, setting/latar/waktu, penokohan, watak, dan amanat.
Sebagaimana novel, cerpen juga dibentuk atas unsure ekstrinsik dan intrinsik.

Meskipun bentuknya pendek, bahkan ada. Yang cuma 1 halaman, di dalamnya terdapat unsur-unsur intrinsik
secara lengkap, yaitu tema,amanat,tokoh, alur, latar, sudut padang pengarang,dan dialog.

 Unsur Instrinsik Cerpen

Unsur intrinsik adalah unsur pembangun cerpen yang berasal dari dalam cerpen itu sendiri. Jika
diibaratkan sebuah bangunan, maka unsur intrinsik adalah komponen-komponen bangunan tersebut. Salah
satu poin saja hilang, maka bangunan tersebut akan roboh. Begitupun dengan unsur intrinsik, jika salah
satu unsur ini hilang, maka karya tulis tersebut tidak bisa disebut sebagai cerpen. Unsur intrinsik cerpen
terdiri dari tema, tokoh atau penokohan, alur cerita, latar, gaya bahasa, sudut pandang dan amanat. Berikut
penjelasannya:

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 77

1. Tema
Unsur intrinsik cerpen yang pertama adalah tema. Dalam sebuah cerpen tema merupakan ruh atau
nyawa dari setiap karya cerpen. Dengan kata lain tema merupakan ide atau gagasan dasar yang
melatarbelakangi keseluruhan cerita yang ada dari cerpen.
Tema memiliki sifat umum dan general yang dapat diambil dari lingkungan sekitar, permasalahan
yang ada di masyarakat, kisah pribadi pengarang sendiri, pendidikan, sejarah, perjuangan romansa,
persahabatan dan lain-lain.
2. Tokoh dan Penokohan
Unsur intrinsik cerpen yang kedua adalah tokoh. Tokoh atau penokohan adalah salah satu bagian
yang wajib ada dalam sebuah cerpen.
Namun, yang perlu diketahui adalah tokoh dan penokohan merupakan dua hal yang berbeda dalam
sebuah penulisan cerpen.
Tokoh merupakan pelaku atau orang yang terlibat di dalam cerita tersebut. Sedangkan penokohan
adalah penentuan watak atau sifat tokoh yang ada di dalam cerita. Watak yang diberikan dapat
digambarkan dalam sebuah ucapan, pemikiran dan pandangan dalam melihat suatu masalah.
Ada 4 jenis tokoh yang digambarkan dalam cerpen, antara lain:
 Protagonis: Tokoh yang yang menjadi aktor atau pemeran utama dan mempunyai sifat yang baik.
 Antagonis: Tokoh ini juga menjadi pemeran utama yang menjadi lawan daripada tokoh
protagonis. Tokoh antagonis memiliki watak yang negatif seperti: iri, dengki, sombong, angkuh,
congkak dan lain-lain.
 Tritagonis: Tokoh ini adalah tokoh penengah dari protagonis dan antara antagonis. Tokoh ini
biasanya memiliki sifat yang arif dan bijaksana.
 Figuran: Tokoh ini merupakan tokoh pendukung yang memberikan tambahan warna dalam
cerita.

Penokohan watak dari 4 tokoh diatas akan disampaikan dengan 2 metode, diantaranya:
Analitik, yaitu sebuah metode penyampaian oleh penulis mengenai sifat atau watak tokoh dengan
cara memaparkan secara langsung. Seperti : keras kepala, penakut, pemberani, pemalu dan lain
sebagainya.
Dramatik, yaitu sebuah metode penyampaian sifat tokoh secara tersirat. Biasanya disampaikan
melalui tingkah laku si tokoh dalam cerita.

78 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

3. Alur (Plot)
Unsur intrinsik yang ketiga adalah alur. Alur adalah urutan jalan cerita dalam cerpen yang disampaikan oleh
penulis. Dalam menyampaikan cerita, ada tahapan-tahapan alur yang disampaikan oleh sang penulis.
Diantaranya:
 Tahap perkenalan
 Tahap penanjakan
 Tahap klimaks
 Anti klimaks
 Tahap penyelesaian

Tahap-tahap alur tersebut harus ada di dalam sebuah cerita. Hal ini bertujuan agar cerita tidak
membingungkan orang yang membacanya. Ada 2 macam alur yang kerapkali digunakan oleh para penulis,
yakni:
 Alur maju. Alur ini menggambarkan jalan cerita yang urut dari awal perkenalan tokoh, situasi lalu

menimbulkan konflik hingga puncak konflik dan terakhir penyelesaian konflik. Intinya adalah, pada alur
maju ditemukan jalan cerita yang runtut sesuai dengan tahapan-tahapannya.
 Alur mundur. Di alur ini, penulis menggambarkan jalan cerita secara tidak urut. Bisa saja penulis
menceritakan konflik terlebih dahulu, setelah itu menengok kembali peristiwa yang menjadi sebab konflik
itu terjadi.[/su_note]

4. Setting (Latar)
Setting atau latar mengacu pada waktu, suasana, dan tempat terjadinya cerita tersebut. Latar akan
memberikan persepsi konkret pada sebuah cerita pendek. Ada 3 jenis latar dalam sebuah cerpen yakni latar
tempat, waktu dan suasana.

5. Sudut Pandang
Sudut pandang merupakan strategi yang digunakan oleh pengarang cerpen untuk menyampaikan ceritanya.
Baik itu sebagai orang pertama, kedua, ketiga. Bahkan acapkali para penulis menggunakan sudut pandang
orang yang berada di luar cerita.

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 79

6. Gaya bahasa
Gaya bahasa merupakan ciri khas sang penulis dalam menyampaikan tulisannya kepada publik. Baik itu
penggunaan majasnya, diksi dan pemilihan kalimat yang tepat di dalam cerpennya.

7. Amanat
Amanat (Moral value) adalah pesan moral atau pelajaran yang dapat kita petik dari cerita pendek tersebut. Di
dalam suatu cerpen, moral biasanya tidak ditulis secara langsung, melainkan tersirat dan akan bergantung
sesuai pemahaman pembaca akan cerita pendek tersebut.

 Unsur Ekstrinsik Cerpen

Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur cerpen yang berada diluar karya sastra. Akan tetapi, secara tidak
langsung unsur ini mempengaruhi proses pembuatan suatu cerpen. Unsur ekstrinsik cerpen antara lain:

1. Latar Belakang Masyarakat
Latar belakang masyarakat merupakan faktor lingkungan masyarakat sekitar yang mempengaruhi penulis
dalam membuat cerpen tersebut. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penulis, diantaranya sebagai
berikut:
 Ideologi Negara
 Kondisi Politik
 Kondisi Sosial
 Kondisi Ekonomi

2. Latar Belakang Penulis
Latar belakang penulis adalah sebuah faktor dari dalam diri penulis yang mendorong penulis dalam membuat
cerpen. Latar belakang penulis terdiri dari beberapa faktor, diantaranya adalah:
 Riwayat Hidup Penulis
 Kondisi Psikologis
 Aliran Sastra Penulis

80 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

3. Nilai yang Terkandung di dalam Cerpen
Ada beberapa nilai yang menjadi unsur ekstrinsik dalam sebuah cerpen. Dan nilai-nilai tersebut diantaranya
adalah:
 Nilai Agama
 Nilai Sosial
 Nilai Moral
 Nilai Budaya

 Mengonstruksi Cerpen dengan memerhatikan unsur-unsur pembangun

Topik cerpen dapat diambil dari kehidupan diri sendiri ataupun pengalaman orang lain. Kewajiban dari
pengarang cerpen adalah memperlakukan pengalaman itu sesuai dengan emosi dan nuraninya sendiri. Unsur
emosi memang penting dalam menulis cerpen. Kata-kata yang kurang bisa membangkitkan suasana ”emosi”,
akan membuat karangan tersebut hambar dan kurang menarik. Namun demikian, kata-kata tersebut tidak
harus dibuat-buat. Kata-kata atau ungkapan yang kita pilih adalah kata-kata yang mempribadi. Kata-kata itu
dibiarkan mengalir apa adanya. Dengan cara demikian, akan terciptalah sebuah karya yang segar, menarik,
dan alamiah.

Memilih kata-kata memerlukan kemampuan yang apik dan kreatif. Pemilihan kata-kata yang biasa-biasa saja,
tanpa ada sentuhan emosi, tidak akan begitu menarik bagi pembaca. Jika penulis melukiskan keadaan kota
Jakarta, misalnya, tentang gedung-gedung yang tinggi, kesemerawutan lalu lintas, dan keramaian kotanya,
berarti dalam karangan itu tidak ada yang baru. Akan tetapi, ketika seorang penulis melukiskan keadaan kota
Jakarta dengan mengaitkannya dengan suasana hati tokoh ceritanya, maka penggambaran itu menjadi begitu
menarik.

Perhatikan contoh berikut!
”Lampu-lampu yang berkilau terasa menusuk-nusuk matanya, sedangkan kebisingan kota menyayat-nyayat
hatinya. Samar-samar dia sadari bahwa dia telah kehilangan adiknya: Paijo tercinta!
Pak Pong yang malang menatap kota dengan dendam di dalam hati. Jakarta, kesibukannya, Bina Graha,
gedung-gedung itu….”
(Sumber: “Jakarta”, Totilawati Tj.)

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 81

Perhatikan pula cuplikan berikut!
Lelaki berkaca mata itu membuka kancing baju kemejanya bagian atas. Ia kelihatan gelisah, berkeringat,
meski ia sedang berada di dalam ruangan yang berpendingin. Akan tetapi, ketika seorang perempuan cantik
muncul dari balik koridor menuju tempat lelaki berkacamata itu menunggu, wajahnya berubah menjadi
berseri-seri. Seakan lelaki itu begitu pandai menyimpan kegelisahannya.
“Sudah lama?” tanya perempuan cantik itu sambil melempar senyum.
“Baru setengah jam,” jawabnya setengah bergurau.

Gerak-gerik tokoh, identitasnya (berkaca mata), serta situasi kejiwaannya jelas tergambar dalam cuplikan di
atas. Karakter tokoh benar-benar hidup sesuai dengan kondisi dan keadaan cerita yang dialaminya. Penulis
mewakilkan situasi kejiwaan tokoh yang gelisah melalui kata-kata membuka kancing baju kemejanya,
berkeringat, berubah menjadi berseri-seri.

 Cara dan Langkah-langkah Menulis Cerpen

Dalam penulisan karya tulis, khususnya cerpen, diantara dua faktor yang mempengaruhi penulisan cerpen
yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik; unsur intrinsik sangat besar pengaruhnya terhadap baik tidaknya
hasli karya cerpen ini.

Langkah-langkah menulis cerpen
a. Menentukan Tema
Tema merupakan sesuatu yang menjiwai sebuah cerita. Tema menjadi dasar dalam bercerita.Ruh sebuah
cerita terletak di dalam tema. Dalam menulis cerita tema harus dihayati betul oleh penulis.
Tema-tema yang sering dipakai dalam penulisan cerpen misalnya masalah sosial, keagamaan, kemiskinan,
kesenjangan, perjuangan, percintaan, dan lain-lain. Tema yang paling diminati bagi kalanan remaja adalah
tema percintaan selain tema-tema yang lain.

b. Sudut Pandang
Dalam menulis cerpen kita harus konsisten dalam menggunakan sudut pandang. Kalau kita menggunakan
sudut pandang sebagai orang pertama, dari awal sampai akhir cerita harus tetap menggunakan sudut pandang
orang pertama dengan menggunakan sudut pandang aku atau saya dalam bercerita.
Keajegan dalam menggunakan sudut pandang akan membantu pembaca dalam menikmati cerita yang kamu
sampaikan.

82 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

c. Penokohan
Pengungkapan karakter tokoh dalam cerita harus logis. Pengarang harus dapat menciptakan gambaran yang
tepat untuk watak orang yang ditampilkan. Berawal dari penciptaan karakter tokoh inilah jalan cerita akan
terbentuk.

d. Alur atau plot
Biasanya karakter tokoh yang dibangun dalam cerita terdiri atas tokoh yang berkarakter baik dan berkarakter
buruk. Di samping itu akan diciptakan pula tokoh yang netral sebagai penengah ketika terjadi konflik antara
tokoh yang berkarakter baik dan tokoh yang berkarakter buruk.

Dari konflik yang terjadi inilah jalan cerita atau alur akan dibangun. Alur harus diterapkan dengan tepat. Alur
yang baik akan memberikan kesan mendalam bagi pembaca.

Terdapat bermacam-macam alur dalam sebuah cerita, di antaranya adalah sebagai berikut.
1) Alur sirkuler, yaitu cerita yang dimulai dari A dan kembali lagi ke A.
2) Alur linier, yaitu alur yang dibangun searah, maju atau lurus.
3) Alur foref shadowing, yaitu alur yang dibangun dengan menceritakan masa datang, meloncat ke masa lalu,
dan pada akhir cerita meloncat lagi ke masa datang.
4) Alur flash back, yaitu cerita yang sesungguhnya adalah cerita masa lalu tetapi justru cerita itu dimlai dari
hari ini.

e. Menentukan Judul
Judul dapat ditulis setelah keseluruhan cerita selesai ditulis. Judul dapat ditentukan dari bagian yang paling
menarik dari cerita itu.
Pemilihan judul harus menarik bagi pembaca, sebab judul merupakan pintu gerbang yang dapat pula
diibaratkan sebagai sebuah etalase. Dengan membaca judul pembaca akan membayangkan isinya.
Demikian pembahaan secara lengkap tentang cara atau langkah-langkah dalam menulis cerpen dengan baik
dan benar.

LATIHAN SOAL:
Buatlah sebuah cerita pendek berdasarkan pengalaman hidup yang kamu alami sendiri ataupun pengalaman
orang lain dengan topik yang menarik!

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 83

Pelajaran 6 Buku Nonfiksi

BUKU NONFIKSI

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran :Bahasa Indonesia
Kelas/Semester :XI / 1
Materi Pokok : Kesan Pribadi terhadap Buku Nonfiksi
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit

A. Kompetensi Inti
KI-1 dan KI-2;Memiliki sikap jujur, disiplin, kerjasama, responsif, dan proaktif dalam mencari solusi
permasalahan, sehingga dapat menyadari dirinya sebagai mahluk ciptaan yang Maha Kuasa serta
menjalankan kewajibannya sesuai dengan agama yang dianutnya.
KI3: Kompetensi Pengetahuan, yaitu Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI4: Kompetensi Keterampilan, yaitu Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi

3.10 Menemukan butir-butir penting 3.10.1 Mengidentifikasi buku fiksi dan buku nonfiksi
dari dua buku pengayaan (nonfiksi) 3.10.2 Menjelaskan butir – butir penting yang terdapat dalam

yang dibaca dua buku nonfiksi

3.10.3 Menentukan perbedaan butir - butir penting yang

terdapat dalam dua buku nonfiksi

4.10 Mempertunjukkan kesan pribadi 4.10.1 Menulis teks eksplanasi singkat tentang kesan pribadi

terhadap salah satu buku ilmiah yang terhadap salah satu buku ilmiah yang dibaca

dibaca dalam bentuk teks eksplanasi

singkat

84 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

C.Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik, diskusi, dan penugasan, peserta didik terampil
menemukan butir-butir penting dari dua buku pengayaan (nonfiksi) yang dibaca.dan mempertunjukkan kesan
pribadi terhadap salah satu buku ilmiah yang dibaca dalam bentuk teks eksplanasi singkat.

D. Materi Pembelajaran
o Ciri buku nonfiksi
o Butir-butir penting dalam dua buku nonfiksi
o Menulis Kesan pribadi terhadap salah satu buku ilmiah dalam bentuk teks eksplanasi

E. Ringkasan Materi

 Ciri Buku Nonfiksi

Buku non fiksi adalah buku yang berisikan kejadian sebenarnya yang di sampaikan menurut
pendapat/opini/kajian penulis.
Dengan kata lain, buku non fiksi adalah buku yang dibuat berdasarkan fakta dan kenyataan. Contoh buku non
fiksi yaitu buku pelajaran,buku paket ,esai, jurnal , dokumenter,biografi dan laporan ilmiah
(makalah,skripsi,tesis, dll).

Ciri-ciri buku nonfiksi
a. Biasa nya berbentuk tulisan ilmiah dan ilmia populer, laporan , artikel , feature, skripsi , tesis, disertasi ,
makalah , dsb.
b. Karangan nonfiksi berusaha mencapai taraf obyektivitas yang tinggi, berusaha menarik dan menggugah
nalar (pikiran) pembaca.
c. Bahasa bersifat denotatif dan menunjuk pada pengertian yang sudah terbatas sehingga tidak bermakna
ganda.

Karangan nonfiksi memiliki ciri sebagai berikut :
a. Memiliki ide yang ditulis secara jelan dan logis serta sistematis;
b. Mengandung informasi yang sesuai dengan fakta;
c. Menyajikan temuan baru atau penyempurnaan temuan yang sudah ada;
d. Motivasi, rancangan dan pelaksanaan penelitian yang tertuang jelas;
e. Penulis memberikan analisis dan interpretasi intelektual dari data yang diketengahkan dalam tulisanya.

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 85

Untuk karya nonfiksi diharuskan menggunakan kata baku sesuai dengan kamus umum bahasa indonesia.
Karya nonfiksi harus memaka bahasa berciri tepat,singkat , jelas , resmi dan teratur agar efektif.

 Mengidentifikasi Butir-Butir Penting Isi Buku
1. Kerangka biasa bentuk ini berupa urutan bab dan butiran butiran penting lainya yang disusun secara
vertikal. Cara ini sering j di sebut catatan yang bersifat konvesional karena sifat ntya yang kaku dan kurang
menarik
2. Peta pikiran ide-ide penting dari suatu buku dapat kita gambarkan dengan mengikuti alur berpikir kita
sendiri. Peta pikiran juga membantu visualisasi atau gambaran kita terhadap suatu konsep di dalamnya.

 Menulis Kesan Pribadi tentang Buku Nonfiksi
Tujuan dibuatnya kesan pribadi adalah untuk memotivasi penulis dan para pembaca agar mau mampu,
memahami , membaca , serta menganalisa isi (makna) dari sebuah buku.
1. Membaca buku dan artikel yang akan dilaporkan secara keseluruhan dengan berhati-hati dan cermat atau
dengan membaca pemahaman.
2. Setiap memperoleh bagian-bagian yang penting dan pokok pikiran ditulis terlebih dahulu, agar
memudahkan di dalam membuat ringkasan,.
3. Jika terdapat kata-kata yang tidak jelas atau tidak bisa dipahami, maka segera dilihat dalam kamus agar
diperoleh pengertianya.
4. Penulisan ringkasan bertolak dari pandangan pengarang.
5. Pada ringkasan , kata-kata yang digunakan adalah kata-kata sendiri , bukan kata-kata pengarang yang di
kutip dari buku tersebut.
6. Hindari sekecil mungkin untuk memberikan penambahan pendapat-pendapat kita dalam bagian
ringkasan.
7. Memberikan penilaian terhadap keunggulan atau kelemahan buku tersebut secara objektif.

Contoh :
Kelebihan dari buku ini banyak sekali tokoh yang bisa kita jadikan teladan . Memberikan pelajaran moral
yang baik dan makna dari sebuah kehidupan yang tidak bisa di tebak. selain itu , kelebihan dari buku ini
adalah gambar ilustrasi yang membuat pembaca dapat membayangkan kejadian yang diberitahukan oleh
buku ini. Namun, kekurangan yang terdapaat dari buku ini adalah kata-katanya yang sulit untuk dipahami
karena menggunakan kata-kata daerah yang jarang di gunakan . selain itu harga buku yang mahal membuat
peminat ragu untuk membeli buku ini.

86 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

 Manfaat Membaca Buku Nonfiksi
1. Mengisi waktu luang
2. Sarana pengembangan diri dengan membaca buku non fiksi, secara tidak sadar , cara berpikir anda akan
berubah menjadi lebih baik . anda akan memulai gaya hidup sehat dan cerdas.
3. Mencegah kepikunan /alzheimer
4. Menambah konsentrasi tentu saja , buku nonfiksi biasanya mengajak kita untuk berpikir realistis. Hal
ini juga dapat menjadi sarana melatih fokus dan konsentrasi.
5. Menambah wawasan
6. Menambah pemahaman terhadap sesuatu.
7. Melatih kemampuan berpikir buku nonfiksi berisi fakta-fakta dan teori-teori yang membuat
pembacanya berpikir. Apabila dijadikan kebiasaan, membaca buku nonfiksi dapat membuat anda lebih
cerdas.

 Kesimpulan
Jadi , buku nonfiksi adalah buku yang dibuat berdasarkan fakta dan kenyataan. Yang memiliki ciri biasanya
bersifat ilmiah, dan bahasa nya denotatif. Dalam mengidentifikasi buku nonfiksi dapat dicatat dari tiap
babnya , baik dalam frasa ,kata , ataupun peristilahan yang sekiranya dapat mewakili keseluruhan isi bab.

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 87

Contoh Kesan pribadi terhadap buku nonfiksi:
1. Judul Buku: Selalu Menemukan Jalan Keluar
Judul Asli: Mafatih al-Faraj
Penerjemah: AN. Laily & Navis Rahman
Cetakan: I, tahun 2013

Penerbit Zaman menerbitkan sebuah buku kecil dengan judul Selalu Menemukan Jalan Keluar, buku saku
yang ditulis oleh Muhammad Shiddiq al-Mansyawi. Berbeda dengan buku-buku Penerbit Zaman yang
lainnya, buku ini tidak mencantumkan profil penulisnya pada bagian belakang buku. Saya telah berusaha
mencari profil sang penulis di internet, namun belum menemukannya. Jika mendengar nama Muhammad
Shiddiq al-Mansyawi, saya langsung teringat kepada salah seorang qari internasional. Apakah beliau itu yang
menulis buku ini? Wallahu a'lam.
Selain perlu upaya-upaya rasional dalam menyelesaikan aneka persoalan hidup, Islam juga menawarkan
solusi spiritual. Paling tidak sebagaimana yang terdapat dalam buku kecil ini ada 6 kunci pembuka bagi
problem yang dihadapi oleh orang beriman.
Kunci pembuka pertama adalah al-Qur'an. Allah swt. berfirman "Dan kami turunkan dari al-Quran suatu
yang menjadi penawa dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." Muhammad Shiddiq al-Mansyawi
menguraikan banyak sekali bacaan-bacaan yang berasal dari ayat al-Qur'an beserta faedahnya. Meskipun ada
perbedaan pendapat dari para ulama tentang penggunaan ayat-ayat fadilah, ada yang melarang (karena
menilai riwayat yang berbicara tentang ayat fadilah sebagian besarnya dha'if); namun sebagian ulama yang
lain masih menoleransi ayat-ayat fadilah tersebut untuk diamalkan...Wallahu a'lam.

88 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

Kunci pembuka kedua adalah asmaul husna. Muhammad Shiddiq al-Mansyawi menganggap asmaul husna
sebagai salah satu jalan keluar dari berbagai problem sesuai dengan firman Allah swt. "Hanya milik Allah
nama-nama terindah. Maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama itu." (QS al-A'raf 180).
Kunci pembuka selanjutnya adalah shalat, sesuai firman Allah swt. "Mintalah tolong dengan sabar dan
shalat..." (QS. al-Baqarah 153).
Tiga kunci pembuka terakhir adalah: shalawat kepada Nabi saw., doa, dan tawasul. Khusus pada bab "doa",
Muhammad Shiddiq al-Mansyawi tidak hanya mencantumkan doa-doa untuk diamalkan, namun juga
memberi penjelasan seputar makna, adab, dan waktu mustajab untuk berdoa.
Saudara yang budiman, saya menemukan sekian banyak kebaikan di dalam buku kecil seharga Rp. 29.000
ini. Sekian banyak amalan-amalan yang cukup ringan namun ternyata jika diamalkan dengan penuh
keikhlasan bisa membawa dampak luar biasa pada kehidupan kita. Buku ini layak dibaca oleh siapa saja
yang menginginkan jalan keluar bagi setiap problem spiritual sesuai dengan tuntunan Islam.
LATIHAN SOAL
Berilah kesan pribadi terhadap dua buku nonfiksi berikut!

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 89

SEMESTER GENAP

90 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

Pelajaran 7 Ulasan Fiksi

ULASAN FIKSI

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran :Bahasa Indonesia
Kelas/Semester :XI / 2
Materi Pokok : Ulasan Fiksi
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit

A. Kompetensi Inti
KI-1 dan KI-2;Memiliki sikap jujur, disiplin, kerjasama, responsif, dan proaktif dalam mencari solusi
permasalahan, sehingga dapat menyadari dirinya sebagai mahluk ciptaan yang Maha Kuasa serta
menjalankan kewajibannya sesuai dengan agama yang dianutnya.
KI3: Kompetensi Pengetahuan, yaitu Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI4: Kompetensi Keterampilan, yaitu Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.11 Menganalisis pesan dari
satu buku fiksi yang dibaca 3.11.1 Memahami isi buku fiksi yang dibaca.
3.11.2 Menemukan pesan dari buku fiksi yang dibaca
4.11 Menyusun ulasan 3.11.3 menganalisis pesan dari satu buku fiksi yang
terhadap pesan dari satu buku
fiksi yang dibaca.
Dibaca 4.11.1 menemukan butiran pesan dari fiksi
4.11.2 menuliskan outline ulasan dari pesan fiksi
4.11.3 Menyusun ulasan terhadap pesan dari satu buku fiksi

yang
Dibaca

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 91

C.Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik, diskusi, dan penugasan, peserta didik
terampil menganalisis pesan dari satu buku fiksi yang dibaca dan menyusun ulasan terhadap
pesan dari satu buku fiksi yang dibaca

D. Materi Pembelajaran
o Teks Ulasan
o Menyusun ulasan buku fiksi
o Contoh ulasan fiksi

E. Ringkasan Materi

 Pengertian Teks Ulasan

 Teks ulasan adalah suatu teks yang berisi ulasan, penilaian atau review terhadap suatu karya seperti
film, drama, atau sebuah buku. Teks ulasan disebut juga dengan resensi. Ketika mengulas suatu karya,
pengulas harus bersikap kritis agar hasil ulasannya dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan karya
tersebut.

 Ulasan juga dapat disebut review. Ulasan pada umumnya ditulis dalam bentuk artikel, sehingga teks
ulasan juga dapat disebut artikel ulasan, Ulasan merupakan teks yang berfungsi untuk menimbang,
menilai, dan mengajukan kritik terhadap karya atau peristiwa yang diulas tersebut (Gerot & Wignell,
1994; Hyland & Diani, 2009 )

 Tujuan Teks Ulasan
Teks ulasan memiliki beberapa tujuan, yaitu:

1. Menunjukkan pandangan atau penilaian penulis resensi terhadap suatu karya
2. Memberikan informsi kepada publik tentang kelayakan yang dimiliki suatu karya
3. Membantu pembaca untuk mengetahui isi suatu karya
4. Memberikan informasi kepada pembaca tentang kelebihan dan kekurangan karya yang diulas atau

diresensi
5. Mengetahui perbandingan karyaa tersebut dengan karya lain yang sejenis
6. Memberikan informasi yang komprehensif tentang suatu karya.
7. Memberi tahu dan mengajak pembaca untuk merenungkan, memikirkan dan mendiskusikan masalah

yang terdapat dalam suatu karya.
8. Memberikan pertimbangan pada pembaca apakah suatu karya tersebut pantas untuk dinikmati atau

tidak.

92 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

9. Memudahkan pembaca dalam memahami hubungan suatu karya dengan karya lain yang serupa.
10. Memberikan pertimbangan bagi pembaca sebelum memutuskan untuk memilih, membeli dan

menikmati suatu karya.

 Ciri ciri Teks Ulasan
Teks ulasan atau resensi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

 Strukturnya terdiri atas orientasi, tafsiran, evaluasi dan rangkuman.
 Memuat informasi berdasarkan pandangan atau opini penulis mengenai suatu karya atau produk.
 Opininya berdasarkan fakta yang di interpretasikan
 Memiliki nama lain yaitu resensi.

 Struktur teks ulasan
Struktur teks ulasan merupakan susunan yang membangun sebuah teks ulasan sehingga menjadi suatu
teks yang utuh. Struktur teks ulasan terdiri dari beberapa hal berikut:

 Orientasi
Orientasi merupakan bagian pertama yang menjelaskan tentang gambaran umum sebuah karya baik
film, drama maupun sebuah buku yang akan diulas. Bagian orientasi memberikan penjelasan kepada
pembaca mengenai apa yang akan diulas.

 Tafsiran
Tafsiran merupakan bagian yang berisi penjelasan detail mengenai sebuah karya yang diulas, misalnya
berisi tentang bagian-bagian suatu karya, keunikan, keunggulan, kualitas, dsb.

 Evaluasi
Evaluasi merupakan bagian yang berisi pandangan dari pengulas mengenai hasil karya yang diulas.
Evaluasi dilakukan setelah pengulas melakukan tafsiran secara cukup terhadap hasil karya tersebut.
Pada bagian evaluasi ini pengulas akan menyebutkan bagian yang bernilai atau kelebihan dari karya
tersebut. Ataupun bagian yang kurang bernilai atau kekurangan dari karya tersebut.

 Rangkuman
Rangkuman merupakan bagian yang berisi kesimpulan dari ulasan terhadap suatu karya. Bagian ini
juga memuat komentar penulis apakah hasil karya tersebut berkualitas atau tidak untuk ditonton atau
dibaca.

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 93

 Kaidah Kebahasaan Teks Ulasan
Teks ulasan yang baik harus disusun sesuai dengan struktur teks dan menggunakan kaidah kebahasaan,
termasuk kaidah ejaan. Berikut ini adalah contoh kaidah kebahasaan dalam ulasan teks film atau drama:
1. Istilah
Istilah adalah kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses,
keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu. Istilah khusus adalah istilah yang digunakan
untuk bidang tertentu dan pemakainnya hanya dipahami oleh orang berkecimpung dalam bidang
tersebut. Contoh :
Istilah umum : film, ikan, bunga.
Istilah khusus : komedi, gurame, mawar.

2. Sinonim dan Antonim
 Sinonim adalah kata yang memiliki bentuk yang berbeda, tetapi memiliki arti atau pengertian yang
sama atau mirip. Contoh: “Obrolan orang itu mirip dengan dialogdalam film Romeo dan Juliet.”
 Antonim adalah kata yang artinya berlawanan satu dengan yang lain. Contoh:
“besar atau kecil bukanlah jaminan barang itu berharga atau tidak.”

3. Nomina

Nomina atau kata benda adalah kelas kata yang menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua

benda atau segala yang dibedakan. Kata benda dibagi menjadi dua jenis, yaitu kata benda konkret

seperti meja, buku, danbola serta kata benda abstrak, seperti pikiran dan angin.

Nomina juga dibedakan menjadi dua, yakni Nomina Dasar dan Nomina Turunan. Contoh :

Nomina dasar : Rumah | Jalan

Nomina turunan : Perumahan | Jalanan
Imbuhan : Pe – an | -an

4. Verba / Kata Kerja
 Verba Aktif adalah verba yang subjeknya berperan sebagai pelaku atau menunjukkan tindakan atau
perbuatan. Contoh: “Putra memelihara ikan gurame.
 Verba Pasif adalah verba yang subjeknya berperan sebagai penderita, sasaran tindakan, atau hasil.
Contoh: “Film horor kini banyak disiarkan televisi indonesia.”

94 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

5. Pronomina
Pronomina atau kata ganti adalah jenis kata yang menggantikan nomina atau frasa nomina. Contoh:
 Kata ganti orang : saudara, bapak, ibu, nyonya, tuan, ia, dia
 Kata ganti pemilik : ku-, mu-, -nya
 Kata ganti petunjuk : ini, itu
 Kata ganti penghubung : yang
 Kata ganti tak tentu : siapa, barag siapa, sesuatu, masing-masing

6. Konjungsi
Konjungsi adalah kata tugas atau kata penghubung yang berfungsi menghubungkan dua buah klausa,
kalimat, atau paragraf. Konjungsi yang sering digunakan dalam ulasan film atau drama umumnya,
berupa:
 Konjungsi Koordinatif. Contoh: dan, atau, tetapi
 Konjungsi Subordinatif. Contoh: jika, agar, meskipun, alih-alih, sebagai, sebab, karena, maka,
sesudah, sebelum, sementara
 Konjungsi Korelatif. Contoh: baik … maupun … | bukan … melainkan … | tidak hanya … tetapi
 Konjungsi AntarKalimat. Contoh: sebaliknya, di samping itu, selanjutnya

7. Preposisi
Preposis adalah kata tugas yang berfungsi sebagai unsur pembentuk frasa preposisional.
Contoh : di, ke, dari, pada, daripada, dengan, secara, tanpa, bagi.

8. Artikel
Artikel adalah kata tugas yang membatasi makna jumlah nomina.
Contoh: si, sang

9. Kalimat Simpleks dan Kompleks
 Kalimat Simpleks adalah kalimat yang memiliki suatu verba utama.
Contoh: “Sinetron pangeran banyak digemari kawula muda.”
 Kalimat Kompleks adalah kalimat yang memiliki dua verba utama atau lebih.
Contoh: “Sci-Fi adalah jenis film imajinasi pengetahuan
yang dikembangkan untukmendapatkan dasar pembuatan alur film yang menitikberatkan pada
penelitian dan penemuan biologi.”

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 95

10. Menggunakan ungkapan perbandingan (persamaan/perbedaan)
Contohnya : daripada, sebagaimana, demikian halnya, berbeda dengam, seperti, seperti halnya, serupa
dengan, dan sebagainya.

11. Menggunakan kata kerja material dan kata kerja relasional
Kata kerja material yaitu kata kerja yang menyatakan kegiatan fisik/proses. Misalnya : makan, minum,
membawa, berbicara, melamun, bertepuk tangan, mendengarkan, menunggu, melebur, memukul,
bertanya, dan lainnya.

Kata kerja relasional adalah kata kerja yang berfungsi untuk membentuk predikat nominal (kata-kata
kopulatif) dan dapat juga membantu memperjelas predikat (kata kerja bantu).
 Contoh kata kerja relasional sebagai kopulatif : bernama, disebut, jadi/menjadi, merupakan, adalah,

ialah, yaitu, yakni, dan sebagainya.
 Contoh kata kerja relasional sebagai kata bantu : pasti, harus/perlu/wajib, jadi, mungkin, boleh,

harap, bisa, hendak/ingin/mau/akan, dapat/bisa, ada, dan sebagainya.

 Jenis jenis Teks Ulasan
Teks ulasan berdasarkan isinya dibagi menjadi beberapa jenis:
 Teks ulasan informatif
Teks ulasan jenis ini berisi gambaran singkat, padat, dan umum suatu karya. Resensi jenis ini tidak
menyampaikan isi karya secara keseluruhan, namun hanya memaparkan bagian yang penting saja dan
menekankan pada kelebihan dan kekurangan karya tersebut.

 Teks ulasan deskriptif
Resensi jenis ini berisi gambaran detail pada tiap bagian suatu karya. Teks ulasan ini biasanya dilakukan
pada suatu karya fiksi untuk mendapat gambaran jelas tentang manfaat, pentingnya informasi, dan
kekuatan argumentatif yang dituangkan penulis pada sebuah karya.

 Teks ulasan kritis
Resensi jenis ini berisi ulasan suatu karya secara terperinci dengan mengacu pada metode atau
pendekatan ilmu pengetahuan tertentu. Teks ulasan ditulis secara objektif dan kritis bukan berdasar
pandangan subyektif dari penulis resensi. Contoh: Resensi terhadap novel dengan menggunakan
pendekatan sosiologi.

96 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

Contoh Teks Ulasan FILM Singkat
Tenggelamnya Kapal Van Der Dijk

Orientasi :
Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk atau disingkat TKVDW merupakan adaptasi dari roman karya
Buya Hamka yang kemudian difilmkan. Film ini dibintangi oleh beberapa artis berbakat seperti Herjunot
Ali, Pevita Pearce, dan juga Reza Rahadian. Film ini rencananya akan rilis pada tanggal 19 Desember
2013 dan bisa langsung Anda tonton di bioskop-bioskop kesaangan Anda. Film yang disutradarai oleh
Sunil Soraya ini sukses menjadi film yang cukup laris pada tahun 2013.

Tafsiran :
Dikisahkan, tahun 1930 Zainudin yang diperankan oleh Herjunot Ali berlayar dari tanah kelahirannya
Makassar menuju ke Batipuh, Padang Panjang yang tidak lain adalah tempat kelahiran ayahnya. Ia
bertemu dengan Hayati (Pevita Pearce) yang menjadi bunga persukuan di Minagnkabau. Zainuddin jatuh
hati kepada Hayati dan kemudian memberikan kata-kata yang bisa membuat wanita terbawa dalam setiap
kata yang dirangkai oleh Zainuddin.

Setelah melihat alur romantisme dari film ini, selanjutnya penonton akan mulai diperlihatkan konflik-
konflik yang mulai muncul, seperti ketika hubungan antara Zainuddin dan Hayati tidak disetujui oleh para
ninik-mamak dan juga tetua suku karena dirasa Zainuddin masih belum mapan dan tidak memiliki darah
Minang.

Sebelum Zainuddin meninggalkan Batipuh, keduanya menuliskan sebuah ikrar setia akan menjalani hidup
bersama suatu saat nanti. Tetapi kenyataan kembali datang pada Zainuddin ketika dalam sebuah
pertunjukkan opera, ia bertemu dengan Hayati yang saat itu bersama dengan suaminya yaitu Aziz. Kisah
cinta keduanya kini mengalami masa yang paling berat.

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 97

Evaluasi :
Film yang berdurasi 2,5 jam lebih ini memperlihatkan artistik dan properti ala tahun 1930-an. Namun
kurang begitu meyakinkan kalau peristiwa itu terjadi pada tahun tersebut. Hal yang paling terasa adalah
alur cerita yang terkesan lampat dan ada beberapa bagian yang tida kbegitu menarik sama sekali, seperti
terlihat pada adegan ketika tokoh Zainuddin dan Hayati sedang surat menyurat. Akibatnya, konflik yang
didapat kurang menarik, hanya sebagian saja yang naik, tapi kemudian menjadi datar. Penggunaan lagi
Nidji pada backsound dirasa kurang pas untuk menyertai film ini, hal ini karena film ini bersetting pada
tahun 1930-an sedangkan lagu tersebut terkesan modern.
Special effect ketika kapal tenggelam dirasa biasa saja dan terkesan agak dipaksakan. Kita bisa melihat
ketika kapal Titanic tenggelam, yaitu karena menabrak karang, berbeda dengan tenggelamnya kapal van
der wijk ini yang tidak begitu jelas apa sebab tenggelamnya kapal tersebut.
Rangkuman :
Dengan mengesampingkan beberapa kekurangan tadi, film ini tetap menarik untuk ditonton. Penggunaan
kata yang pas serta kostum yang apik dari Samuel Wattimena membuat film ini menjadi salah satu film
terbaik tahun 2013 lalu. Penggunaan kalimat yang cenderung puitis membuat film ini menarik dan bisa
Anda jadikan referrensi untuk ditonton bersama keluarga tercinta.

98 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

Contoh Teks Ulasan Novel Karang Setan

Judul : Karang Setan
Penulis : Enid Blyton
Jenis Buku : Fiksi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan XIV : Desember 2011
Tebal : X +192 halaman

Karang Setan
1. Karang Setan adalah novel ke-19 dari seri petualangan Lima Sekawan karya Enid Blyton, penulis

berkebangsaan Inggris. Novel ini menceritakan kisah petualangan Lima Sekawan yang berlibur di
sebuah mercusuar tua milik Si Utik yang berada di atas Karang Setan. Ada dongeng yang
menceritakan bahwa terdapat harta karun yang disembunyikan disana. Lima Sekawan pun
memutuskan untuk menyelidiki sekeliling gua. Lima Sekawan itu adalah Julian, Dick, George, Anne,
dan seekor anjing bernama Timmy. Petualangan mereka kali ini semakin seru dengan ditemani oleh
Si Utik dan monyetnya, Si Iseng.

2. Pada bab pertama buku ini, Enid Blyton menceritakan bahwa teman Pak Quentin, ayah George, akan
berkunjung ke Pondok Kirrin untuk menyelesaikan pekerjaan. Kedua sarjana itu adalah orang yang
senang akan kesunyian dalam bekerja, padahal disaat yang bersamaan Lima Sekawan juga akan
datang untuk menghabiskan sisa liburan. Tentu Pondok Kirrin akan sangat ramai oleh anak-anak,
ditambah teman Pak Quentin membawa serta anaknya yang bernama Utik dan juga seekor
monyetnya bernama Iseng.

Untuk ketentraman bekerja kedua sarjana itu, akhirnya diputuskan Lima Sekawan ditambah Utik dan
Iseng pergi berlibur ke mercusuar milik Si Utik, hadiah ulang tahun dari ayahnya. Tetapi rupanya
mercusuar itu dulu dipakai oleh pencoleng ulung untuk menyesatkan kapal-kapal. Dua keturunannya
sampai sekarang masih mencari tempat persembunyian harta rampasan pencoleng. Mereka merasa
terganggu oleh kedatangan Lima Sekawan dan Si Utik. Jadi kelima anak itu, dengan Timmy dan si
Iseng juga, dikurung dalam mercusuar.

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 99

3. Pada bab-bab berikutnya, pembaca akan dibuat kagum dengan berbagai petualangan dan tantangan
yang dihadapi Lima Sekawan dan Utik di Karang Setan. Pada setiap bab, mulai awal hingga akhir,
buku ini memiliki hubungan yang erat dan merupakan kesatuan utuh yang saling melengkapi.

4. Novel yang disajikan dengan bahasa yang sangat apik dan menarik ini membuat pembaca seakan-
akan seperti ikut berpetualang bersama Lima Sekawan ke Karang Setan. Kekonyolan Iseng si monyet
dan Timmy si anjing membuat cerita yang ada dalam buku ini semakin seru. Hanya satu kekurangan
buku ini yaitu penyelesaiannya yang kurang mengesankan. Namun, dengan cara penyampaian
penulis yang membuat pembaca terhanyut dalam setiap cerita yang disampaikannya, kekurangan
tersebut dapat dianggap sebagai angin lalu.

5. Meskipun disebut sebagai novel ke-19 dari seri petualangan Lima Sekawan, di novel ini sama sekali
tidak ada hubungannya dengan novel-novel sebelummya. Setiap seri petualangan Lima Sekawan
memiliki cerita yang berbeda-beda dan di tempat yang berbeda juga. Sehingga, antara novel satu dan
lainnya tidak berhubungan. Novel-novel tersebut hanya memiliki kesamaan dalam tokohnya yaitu
Lima Sekawan.

6. Dengan mengesampingkan beberapa kekurangan yang dimiliki novel tersebut, novel ini merupakan
buku yang sangat menarik dan cocok untuk dibaca saat memiliki waktu luang. Buku ini memberikan
gambaran tentang sebuah petualangan yang dipenuhi banyak rintangan. Buku ini mengajarkan
semangat, kerja keras, dan sifat pantang menyerah dalam menghadapi berbagai rintangan yang
dihadapi.

100 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2


Click to View FlipBook Version