RESENSI
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2
Mata Pelajaran :Bahasa Indonesia
Kelas/Semester :XI / 2
Materi Pokok : Resensi
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit
A. Kompetensi Inti
KI-1 dan KI-2;Memiliki sikap jujur, disiplin, kerjasama, responsif, dan proaktif dalam mencari solusi
permasalahan, sehingga dapat menyadari dirinya sebagai mahluk ciptaan yang Maha Kuasa serta
menjalankan kewajibannya sesuai dengan agama yang dianutnya.
KI3: Kompetensi Pengetahuan, yaitu Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI4: Kompetensi Keterampilan, yaitu Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.17. Menganalisis kebahasaan 3.17.1 Mengidentifikasi kebahasaan resensi cerpen dan novel
resensi setidaknya dua karya yang 3.17.2 Mengonstruksi sebuah resensi dari buku kumpulan
berbeda
cerpen dan novel.
4.17 Mengonstruksi sebuah resensi 4.17.1 Mendiskusikan hal-hal menarik dari kumpulan cerpen
dari buku kumpulan cerita pendek atau novel yang sudah dibaca.
atau novel yang sudah dibaca
4.17.2 Mempresentasikan, menanggapi, merevisi,menilai
resensi, hasil kerja dalam diskusi kelas.
C.Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik, diskusi, dan penugasan, peserta didik dapat
menganalisis kebahasaan resensi setidaknya dua karya yang berbeda dan mengonstruksi sebuah resensi
dari buku kumpulan cerita pendek atau novel yang sudah dibaca
B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 151
D. Materi Pembelajaran
o Menganalisis Kebahasaan Resensi
o Mengonstruksi Resensi
E. Ringkasan Materi
Menganalisis kebahasaan Resensi
Tentang kaidah kebahasaan teks resensi, telah kamu pelajari pula di kelas VIII. Namun, untuk lebih jelasnya,
amatilah kembali contoh-contoh teks resensi di atas. Berdasarkan contoh-contoh tersebut tampak bahwa teks
resensi memiliki kaidah-kaidah kebahasaan seperti berikut.
1. Banyak menggunakan konjungsi penerang, seperti bahwa, yakni, yaitu.
2. Banyak menggunakan konjungsi temporal: sejak, semenjak, kemudian, akhirnya.
3. Banyak menggunakan konjungsi penyebababan: karena, sebab.
4. Menggunakan pernyataan-pernyataan yang berupa saran atau rekomendasi pada bagian akhir teks. Hal ini
ditandai oleh kata jangan, harus, hendaknya,
Perhatikan kata-kata bergaris bawah dalam cuplikan berikut!
Sampai saat ini, kisah Layla-Majnun merupakan cerita yang paling populer di Timur Tengah maupun
Asia Tengah, di antara bangsa-bangsa Arab, Turki, Persia, Afgan, Tajiks, Kurdi, India, Pakistan, dan
Azerbaijan. Kepopuleran kisah ini memberi inspirasi banyak seniman, baik pelukis, pemusik, maupun
pembuat film, menciptakan beragam karya seni yang menggambarkan kisah-kasih Layla dan Majnun.
Kata-kata tersebut merupakan contoh kata serapan. Kata-kata itu berasal dari bahasa Inggris. Memang dalam
perkembangannya, memang bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa, baik dari bahasa daerah
maupun asing. Salah satu masalah yang dihadapi dalam penulisan unsur serapan tersebut adalah penyesuaian
ejaan dari bahasa lain itu ke dalam bahasa Indonesia. Khususnya dengan bahasa asing, ejaan-ejaannya itu
memiliki banyak perbedaan dengan yang berlaku dalam bahasa Indonesia.
Pemerintah telah menetapkan beberapa peraturan berkaitan dengan penulisan unsur serapan itu. Secara
umum peraturan-peraturan itu adalah sebagai berikut.
1. Satu bunyi dilambangkan dengan satu huruf, terkecuali untuk bunyi ng, ny, sy, kh yang diwakili oleh dua
huruf. Contoh: kromosom bukan kromosom, foto bukan photo, retorika bukan rhetorica, dan tema bukan
thema.
2. Penulisan kata serapan harus sesuai dengan cara pengucapan yang berlaku dalam bahasa Indonesia.
Misalnya: cek bukan check, tim bukan team, taksi bukan taxi, dan aki bukan accu.
3. Penulisan kata serapan diusahakan untuk tidak jauh berbeda dengan kata aslinya. Contoh: aerob (Inggris:
aerobe) bukan erob, hidraulik (Inggris: hydraulic) bukan hidrolik, sistem (Inggris: system) bukan sistim,
frekuensi (Inggris: frequency) bukan frekwensi.
152 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2
Tugas
Manakah kata serapan di bawah ini yang penulisannya sudah benar?
Bubuhkan tanda centang (V) pada kata tersebut!
a. __ aerobe k. __ hidraulik
b. __ anemia l. __ praktik
c. __ akulturasi m. __ klasifikasi
d. __ silinder n. __ check
e. __ team o. __ sentral
f. __ atmosfer p. __ aksen
g. __ akomodasi q. __ zigote
h. __ realistis r. __ syntesis
i. __ kharisma s. __ sakharin
j. __ eselon t. __ phonem
2. Perbaikilah penulisan kata-kata serapan di bawah ini!
a. octaaf j. fossil
b. route k. geology
c. central l. hierarchy
d. accessory m. patient
e. system n. congress
f. machine o. calsium
g. idealist p. variety
h. factor q. phase
i. energy r. group
3. Buatlah kalimat dengan menggunakan kata-kata berikut!
a. aksi f. konsekuen
b. akuarium g. kuantitas
c. eksis h. skema
d. frekuensi i. rasio
e. institut j. unit
4. Lakukan tugas berikut sesuai dengan instruksinya!
a. Secara berdiskusi, tunjukkan kata-kata serapan lainnya dari sebuah resensi. Jelaskan bentuk asal dari kata-
kata tersebut beserta maknanya.
b. Daftarkanlah sekurang-kurangnya 20 kata serapan lainnya. Kemudian gunakanlah kata-kata itu dalam
kalimat.
B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 153
Mengonstruksi sebuah resensi dari buku kumpulan cerita
Mendiskusikan Hal-hal Menarik dalam Buku Kumpulan Cerita
Evaluasi terhadap karya sastra semacam novel lazim disebut dengan resensi, yakni ulasan terhadap kualitas
suatu novel. Resensi ditulis untuk menarik minat baca khalayak untuk membaca novel yang diulas. Unsur
persuasif sering ditonjolkan dalam resensi. Dengan adanya resensi, pada khalayak timbul keinginan untuk
membaca novel itu dan turut mengapresiasinya. Dengan demikian, resensi juga berfungsi sebagai pengantar
dan pemandu bagi pembaca dalam menikmati novel tersebut.
Struktur penyajian resensi novel adalah sebagai berikut.
1. Identitas novel, yang meliputi judul, nama penulis, penerbit, tahun terbit, dan tebal novel.
2. Menyajikan ikhtisar atau hal-hal menarik dari novel.
3. Memberikan penilaian, yang meliputi kelebihan dan kelemahannya. Penilaian tersebut sebaiknya meluputi
unsur-unsur novel itu secara lengkap, yakni tema, alur, penokohan, latar, gaya bahasa, amanat, dan
kepengarangan.
4. Menyimpulkan resensi yang disajikan.
Berikut pertanyaan-pertanyaan yang dapat dijadikan panduam menjyajikan resensi novel.
1. Tema
a. Apakah tema cerita itu?
b. Apakah tema itu sah dan benar sebagai kebenaran umum?
2. Alur
a. Pola apakah yang digunakan pengarang dalam membangun alur ceritanya itu?
b. Peristiwa-peristiwa apakah yang telah dipilih untuk melayani tema cerita itu?
c. Apakah terdapat hubungan wajar dan baik antara tema dengan peristiwa-peristiwa itu?
d. Mengapa suatu peristiwa lebih menonjol daripada yang lainlainnya?
e. Apakah peristiwa-peristiwa itu disusun secara rapi dan baik sehingga dapat memberikan suatu penekanan
yang penting dan berguna?
f. Apakah peristiwa-peristiwa itu wajar dan hidup?
g. Bagaimana peristiwa-peristiwa itu mengantarkan perjalanan hidup tokoh utamanya?
3. Latar
a. Di mana dan kapankah peristiwa itu terjadi?
b. Bagaimana peranan latar tersebut dalam keseluruhan cerita: apakah latar tersebut menguatkan atau justru
melemahkan cerita?
154 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2
4. Penokohan
a. Bagaimana cara pengarang dalam menampilkan karakter tokoh-tokohnya?
b. Apakah karakter tokoh-tokoh itu wajar atau terkesan dibuat-buat?
Bagaimana hubungan antara satu tokoh dengan tokoh lainnya?
d. Bagaimana peranan karakter tokoh-tokoh tersebut dalam mendukung tema dan menghidupkan alur cerita?
5. Sudut pandang
a. Dari sudut sudut pandang siapakah cerita itu diceritakan?
b. Apakah sudut pandang itu dijalankan dengan konsekuen dalam seluruh cerita?
6. Amanat
a. Apa amanat cerita itu?
b. Bagaimana cara pengarang menyampaikan amanatnya, bersifat menggurui atau tidak?
7. Bahasa
a. Apakah bahasa cerita itu tajam, lincah, dan sugestif?
b. Gaya bahasa apakah yang dipergunakan dalam cerita itu?
c. Apakah penggunaan gaya bahasa itu tepat, wajar, dan hidup?
Tugas
Secara berkelompok, catatlah hal-hal menarik dari cerpen yang kamu baca berkenaan dengan:
1. tema,
2. alur,
3. penokohan,
4. latar, dan
5. gaya berceritanya. Setelah itu, laporkan hasilnya dalam diskusi kelas.
.
B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 155
Pelajaran 11 Drama
DRAMA
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
Mata Pelajaran :Bahasa Indonesia
Kelas/Semester :XI / 2
Materi Pokok : Drama
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit
A. Kompetensi Inti
KI-1 dan KI-2;Memiliki sikap jujur, disiplin, kerjasama, responsif, dan proaktif dalam mencari solusi
permasalahan, sehingga dapat menyadari dirinya sebagai mahluk ciptaan yang Maha Kuasa serta
menjalankan kewajibannya sesuai dengan agama yang dianutnya.
KI3: Kompetensi Pengetahuan, yaitu Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI4: Kompetensi Keterampilan, yaitu Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.18.1Mendata, alur, konfliks, penokohan, dan hal yang
3.18. Mengidentifikasi alur cerita,
babak demi babak, dan konflik dalam menarik dalam drama yang dipentaskan.
drama yang dibaca atau ditonton 3.18.2Memerankan salah satu tokoh dalam naskah drama
yang dibaca sesuai dengan watak tokoh tersebut
4.18 Mempertunjukkan salah satu 4.18.1 Memberi tanggapan, serta memperbaiki hasil kerja
tokoh dalam drama yang dibaca atau dalam diskusi kelas.
ditonton secara lisan
156 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2
C.Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik, diskusi, dan penugasan, peserta didik dapat
mengidentifikasi alur cerita, babak demi babak, dan konflik dalam drama yang dibaca atau ditonton dan
mempertunjukkan salah satu tokoh dalam drama yang dibaca atau ditonton secara lisan.
D. Materi Pembelajaran
o Struktur Drama
o Unsur-unsur Drama
o Bentuk Drama
E. Ringkasan Materi
Struktur drama
Prolog (adegan pembukaan).
kata-kata pembuka, pengantar, ataupun latar belakang cerita, yang biasanya disampaikan oleh dalang atau
tokoh tertentu.
Dialog (percakapan)
percakapan atau dialog haruslah memenuhi dua tuntutan.
a. Dialog harus turut menunjang gerak laku tokohnya.
b. Dialog yang diucapkan di atas pentas lebih tajam dan
tertib daripada ujaran sehari-hari.
Orientasi
sesuatu cerita menentukan aksi dalam waktu dan tempat; memperkenalkan para tokoh, menyatakan situasi
sesuatu cerita, mengajukan konlik yang akan dikembangkan dalam bagian utama cerita tersebut, dan ada
kalanya membayangkan resolusi yang akan dibuat dalam cerita itu.
Komplikasi atau bagian tengah cerita,
mengembangkan konflik. Sang pahlawan atau pelaku utama menemukan rintangan-rintangan antara dia dan
tujuannya, dia mengalami aneka kesalahpahaman dalam perjuangan untuk menanggulangi rintangan-
rintangan ini.
Resolusi
Titik batas yang memisahkan komplikasi dan resolusi, biasanya disebut klimaks (turning point).
B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 157
Klimaks
penting mengenai nasib sang tokoh. Kepuasan para penonton terhadap suatu cerita tergantung pada sesuai-
tidaknya perubahan itu dengan yang mereka harapkan. Pada klimaks perubahan nasib sang tokoh sangat
menentukan. Kepuasan para penonton terhadap suatu cerita tergantung pada sesuai-tidaknya perubahan itu
dengan yang mereka harapkan. Pengarang dapat mempergunakan teknik flashback atau sorot balik untuk
memperkenalkan penonton dengan masa lalu sang pahlawan, menjelaskan suatu situasi, atau untuk
memberikan motivasi bagi aksiaksinya.
Epilog
kata-kata penutup yang berisi simpulan ataupun amanat tentang isi keseluruhan dialog. (adegan akhir atau
penutup).
Unsur-unsur drama
tema
adalah ide pokok atau gagasan utama sebuah cerita drama.
Alur
yaitu jalan cerita dari sebuah pertunjukkan drama mulai babak pertama hingga babak terakhir.
Tokoh
Tokoh drama atau pelaku drama terdiri dari tokoh utama dan tokoh pembantu. Tokoh utama atau peran
utama disebut primadona sedangkan peran pembantu disebut figuran
watak
adalah perilaku yang diperankan oleh tokoh drama. Watak protagonis adalah watak (periku) baik yang
diperankan oleh tokoh drama, contohnya : penyabar, kasih sayang, santun, pemberani, pembela yang lemah,
baik hati dan sebagainya. Sedangkan watak antagonis adalah watak (perilaku) jahat yang diperankan oleh
tokoh drama, contohnya : sifat iri dan dengki, kejam, penindas dan sebagainya.
Latar atau setting
adalah gambaran tempat, waktu dan situasi peristiwa dalam cerita drama
158 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2
Amanat drama
adalah ajaran moral didaktis yang disampaikan drama itu kepada pembaca/penonton. Amanat tersimpan rapi
dan disembunyikan pengarangnya dalam keseluruhan isi drama
Perhatikan contoh teks berikut!
Panembahan Reso
karya W.S. Rendra
Di rumah Panembahan Reso. Pagi hari. Ada Aryo Lembu, Aryo Jambu, Aryo Bambu, Aryo Sumbu, Aryo
Sekti, Ratu Dara, dan Panembahan Reso.
Sekti
Panembahan Reso, jadi saya datang kemari untuk mengantar teman-teman Aryo, yang dulu diutus oleh
almarhum Sri Baginda Raja Tua untuk keliling kadipaten-kadipaten, menghadap kepada Anda.
Reso
Selamat datang, para Aryo. Kedatangan Anda di ibu kota sangat kami nantikan. Terutama oleh Sri Baginda
Maharaja.
Lembu
Sebelum menghadap Sri Baginda Raja.
Sekti
Maaf, Maharaja, bukan Raja.
Lembu
Ah, ya! Ampun seribu ampun! Sebelum kami menghadap Sri Baginda Maharaja, kami lebih dahulu
menghadap Anda dan juga Sri …. Ratu Dara?
Sekti
Ya, betul! Sri Ratu Dara!
Lembu
Oh! Kami lebih dahulu menghadap Anda dan Sri Ratu Dara, untuk lebih meyakinkan diri bahwa kami tidak
akan membuat kesalahan yang sama sekali tidak kami maksudkan.
B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 159
Bambu
Selama kami pergi bertugas, telah banyak terjadi perubahan dengan menurut cara yang sah. Kami akan
menyesuaikan diri dengan perubahan ini.
Jambu
Pendeknya, kami mengakui kedaulatan Sri Baginda Maharaja Gajah Jenar dan tunduk kepada semua
keputusan yang telah disabdakan oleh Sri Baginda.
Sumbu
Kami telah menjalankan tugas yang justru kami anggap penting untuk mempertahankan keutuhan kerajaan.
Sekarang kami tetap patuh dan bersedia untuk membela keutuhan kerajaan di bawah naungan Sri Baginda
Maharaja Gajah Jenar.
Reso
Bagus! Bagus! Dengan cepat saya bisa mengumpulkan bahwa Anda berempat abdi Raja yang tahu diri dan
tahu akan kewajiban. Bagus. Bagus. Sri Baginda pasti akan ikhlas menerima bakti Anda semua.
Jambu
Syukurlah kalau begitu. Kami juga sangat berterima kasih kepada Sri Baginda karena beliau telah
memberikan perhatian besar kepada para istri kami. Bagaimanakah keadaan mereka? Saya sendiri sudah
merasa sangat kangen dengan istri saya, setelah sekian lama dipisahkan oleh tugas demi kerajaan.
Reso
Jangan khawatir. Keadaan mereka sangat mewah dan sejahtera. Mereka dibawa ke istana demi keamanan
mereka sendiri. Jangan sampai mereka menjadi korban dari pancaroba perubahan. Nanti setelah Anda
menghadap Maharaja, pasti istri Anda akan diantar ke rumah kembali. Sri Ratu Dara dan Sri Ratu Kenari
selalu bermain-main dengan mereka.
Dara
Kami sering bermain bersama sampai agak larut malam. Kami saling
bercerita tentang pengalaman hidup masing-masing.
Jambu
Sungguh kami sangat berutang budi untuk kebaikan hati semacam itu.
160 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2
Reso
Jadi, kerajaan dalam keadaan kurang lebih utuh!
Lembu
Begitulah. Kecuali keadaan di Tegalwurung! Panji Tumbal berhasil ditawan oleh Pangeran Kembar.
Pangeran Bindi menduduki seluruh Kadipaten Tegalwurung dan menyatakan menentang kedaulatan
Maharaja kita, Berta menobatkan dirinya sendiri menjadi Raja. Pangeran Kembar mendukungnya.
Reso
Hm! Ini bukan persoalan remeh.
Dara
Ia bukan putra tertua dari almarhum Sri Baginda Raja yang dulu.
Reso
Atas dasar kekuatan! Setiap orang yang merasa dirinya kuat boleh saja menobatkan dirinya menjadi Raja.
Seperti juga Raja yang dulu mendirikan kerajaan ini. Tinggal soalnya apakah ia akan bisa membuktikan
bahwa dirinya benar-benar yang terkuat di seluruh negara. Bisa tidak ia menundukkan semua tandingan yang
ada.
Dara
Jadi, ia menantang kekuasaan Maharaja kita!
Reso
Sanggupkah maharaja kita menyingkirkan dia atau sanggupkah dia menyingkirkan maharaja kita? Itu saja
persoalannya.
Bambu
Dengan dukungan Anda sebagai pemangku, maharaja kita pasti akan bisa menumpas tandingannya, di
Tegalwurung!
Jambu
Besar kepercayaan kami kepada Anda untuk bisa mengatasi keadaan ini, Panembahan.
Lembu
Dari sejak masih tinggal di istana, Pangeran Bindi sangat mengerikan tingkah lakunya. Tanpa ragu-ragu saya
akan membantu Anda untuk membela maharaja kita.
B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 161
Reso
Aryo Sumbu, apakah Anda juga mempunyai kemantapan seperti itu?
Sumbu
(Jelas dan tegas) Ya, Panembahan!
Reso
Setelah Anda semua beristirahat beberapa hari, bantulah Sri Baginda untuk memerangi para pemberontak.
Anda semua mempunyai pengalaman yang luas di dalam pertempuran.
Lembu
Di bawah pimpinan Anda kami semua patuh dan setia.
Reso
Silakan pulang dulu dan nanti sore menghadap Maharaja di Istana. (Keempat Aryo mohon diri lalu keluar.)
Sekti
Pengaruh Anda terhadap para Aryo, para Panji, dan para Senapati sungguh sangat besar. Memang hanya
Anda yang bisa menyelamatkan kerajaan dari
bencana-perpecahan. Sekarang saya pamit dulu, Panembahan. Di rumah saya ada tamu yang menginap.
Setelah minum kopi sore hari dengan tamu itu, saya akan menghadap maharaja ke istana.
Reso
Apakah kamu itu akan tinggal lama di rumah Anda?
Sekti
Seperti biasanya, agak lama juga. Salam, Ratu Dara. Salam, Panembahan (pergi).
Dara
Anakku seorang diri tak akan bisa mempertahankan takhtanya.
Reso
Itulah sebabnya kita harus membantu Baginda.
162 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2
Dara
Maharaja boneka itu mulai memuakkan saya.
Reso
Tidak baik berkata begitu sementara Baginda ialah darah dagingmu sendiri.
Dara
Panembahan suamiku, ternyata Anda begitu kuat dan kuasa, kenapa Anda tidak ingin menjadi raja?
Reso
Hahahaha! Apa kurang enaknya menjadi orangtua dan pemangku.
Teks yang telah kamu baca itulah yang dinamakan dengan drama. Kata tersebut berasal dari bahasa Yunani
draomai yang berarti „berbuat, berlaku, bertindak, beraksi, dan lain sebagainya‟. Drama berarti „perbuatan,
tindakan atau action‟. Drama dapat pula diartikan sebagai sebuah lakon atau cerita berupa kisah kehidupan
dalam dialog dan lakuan tokoh yang berisi konflik.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), drama memiliki beberapa pengertian. Pertama, drama
diartikan sebagai syair atau prosa yang menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (akting)
atau dialog yang dipentaskan. Kedua, cerita atau kisah yang melibatkan konflik atau emosi, yang khusus
disusun untuk pertunjukan teater. Pengertian lain, drama adalah kisah kehidupan manusia yang dijelaskan di
pentas berdasarkan naskah, melalui percakapan, gerak laku, unsur-unsur pembantu (dekor, kostum, rias,
lampu, musik), dan disaksikan oleh penonton.
Terdapat beberapa bentuk drama, di antaranya, adalah sebagai berikut.
1. Berdasarkan bentuk sastra cakapannya
a. Drama puisi, yaitu drama yang sebagian besar cakapannya disusun dalam bentuk puisi atau menggunakan
unsur-unsur puisi.
b. Drama prosa, yaitu drama yang cakapannya disusun dalam bentuk prosa.
2. Berdasarkan sajian isinya
a. Tragedi (drama duka), yaitu drama yang menampilkan tokoh yang sedih atau muram, yang terlibat dalam
situasi gawat karena sesuatu yang tidak menguntungkan. Keadaan tersebut mengantarkan tokoh pada
keputusasaan dan kehancuran. Dapat juga berarti drama serius yang melukiskan pertikaian di antara tokoh
utama dan kekuatan yang luar biasa, yang berakhir dengan malapetaka atau kesedihan.
b. Komedi (drama ria), yaitu drama ringan yang bersifat menghibur, walaupun selorohan, di dalamnya dapat
B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 163
bersifat menyindir, dan yang berakhir dengan bahagia.
c. Tragikomedi (drama dukaria), yaitu drama yang sebenarnya menggunakan alur dukacita tetapi berakhir
dengan kebahagiaan.
3. Berdasarkan kuantitas cakapannya
a. Pantomim, yaitu drama tanpa kata-kata
b. Minikata, yaitu drama yang menggunakan sedikit sekali kata-kata.
c. Dialog-monolog, yaitu drama yang menggunakan banyak katakata.
4. Berdasarkan besarnya pengaruh unsur seni lainnya
a. Opera, yaitu drama yang menonjolkan seni suara atau musik.
b. Sendratari, yaitu drama yang menonjolkan seni drama dan tari.
c. Tablo, yaitu drama tanpa gerak atau dialog.
5. Bentuk-bentuk lain
a. Drama absurd, yaitu drama yang sengaja mengabaikan atau melanggar konversi alur, penokohan, dan
tematik.
b. Drama baca, naskah drama yang hanya cocok untuk dibaca, bukan dipentaskan.
c. Drama borjuis, drama yang bertema tentang kehidupan kaum bangsawan (muncul abad ke-18).
d. Drama domestik, drama yang menceritakan kehidupan rakyat biasa.
e. Drama duka, yaitu drama yang khusus menggambarkan kejahatan atau keruntuhan tokoh utama.
f. Drama liturgis, yaitu drama yang pementasannya digabungkan dengan upacara kebaktian gereja (di
Abad Pertengahan).
g. Drama satu babak, yaitu lakon yang terdiri atas satu babak, berpusat pada satu tema dengan sejumlah
kecil pemeran gaya, latar, serta pengaluran yang ringkas.
h. Drama rakyat, yaitu drama yang timbul dan berkembang sesuai dengan festival rakyat yang ada
(terutama di perdesaan).
164 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2
Tugas
1. Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat!
a. Unsur-unsur drama meliputi apa saja?
b. Adakah unsur yang berbeda pada drama dengan karya sastra yang lain, seperti novel?
2. Kerjakan latihan berikut sesuai dengan instruksinya!
a. Perhatikanlah dengan baik teks drama di atas yang akan dibacakan/diperankan oleh teman-teman kamu.
Bersamaan dengan itu, catatlah hal-hal penting yang ada di dalamnya, terutama berkaitan dengan unsur-unsur
intrinsiknya!
b. Secara berkelompok, diskusikanlah naskah drama di bawah ini berdasarkan aspek-aspek berikut:
a. latar,
b. alur,
c. penokohan, dan
d. tema/amanatnya.
c. Sajikanlah pendapat kelompokmu itu di depan kelas untuk ditanggapi oleh kelompok lain!
B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 165
DRAMA
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2
Mata Pelajaran :Bahasa Indonesia
Kelas/Semester :XI / 2
Materi Pokok : Drama
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit
A. Kompetensi Inti
KI-1 dan KI-2;Memiliki sikap jujur, disiplin, kerjasama, responsif, dan proaktif dalam mencari solusi
permasalahan, sehingga dapat menyadari dirinya sebagai mahluk ciptaan yang Maha Kuasa serta
menjalankan kewajibannya sesuai dengan agama yang dianutnya.
KI3: Kompetensi Pengetahuan, yaitu Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI4: Kompetensi Keterampilan, yaitu Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.19. Menganalisis isi dan
kebahasaan drama yang dibaca atau 3.19.1Mengidentifikasi isi dan kebahasaan drama yang dibaca
ditonton
atau ditonton.
4.19 Mendemonstrasikan sebuah
naskah drama dengan memerhatikan 3.19.2Merancang pementasan dan mendemonstrasikan drama
isi dan kebahasaan sebagai seni pertunjukan dengan memperhatikan tata
panggung, kostum, tata musik, dan sebagainya.
4.19.1 Memberikan tanggapan terhadap pementasan drama
kelompok lain.
C.Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik, diskusi, pemodelan, dan penugasan, peserta
didik dapat menganalisis isi dan kebahasaan drama yang dibaca atau ditonton dan mendemonstrasikan
sebuah naskah drama dengan memerhatikan isi dan kebahasaan.
166 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2
D. Materi Pembelajaran
o Menganalisis drama yang dibaca atau disimak
o Mendemonstrasikan Drama
E. Ringkasan Materi
Menganalisis Isi Drama yang Dibaca atau Disimak
Bercerita tentang apakah drama „Panembahan Reso‟ di atas? Jawaban atas pertanyaan tersebut mengarah
pada isi atau tema drama tersebut. Adapun yang dimaksud dengan tema adalah gagasan umum dalam suatu
drama yang disampaikan oleh pengarang kepada pembaca atau penonton. Tema juga dapat diartikan sebagai
inti atau ide dasar sebuah drama. Dari ide dasar itulah kemudian drama itu terbangun. Tema merupakan
pangkal tolak pengarang atau sutradara dalam merangkai cerita yang diciptakannya.
Tema drama merujuk pada sesuatu yang menjadi pokok persoalan yang ingin diungkapkan oleh penulis
naskah. Berdasarkan keluasan tema itu dapat dikelompokkan ke dalam dua jenis, yakni tema utama dan tema
tambahan.
1. Tema utama adalah tema secara keseluruhan yang menjadi landasan dari lakon drama.
2. Tema tambahan merupakan tema-tema lain yang terdapat dalam drama yang mendukung tema utama.
Tema-tema itu biasanya tidak disampaikan secara eksplisit. Setelah menyaksikan seluruh adegan dan dialog
antarpelaku dalam pementasan drama, kita akan dapat menemukan tema drama itu. Kita harus
menyimpulkannya dari keseluruhan adegan dan dialog yang ditampilkan.
Walaupun tema dalam drama itu cenderung “abstrak”, kita dapat menunjukkan tema dengan menunjukkan
bukti atau alasan yang terdapat dalam cerita. Bukti-bukti itu dapat ditemukan dalam narasi pengarang, dialog
antarpelaku, atau adegan atau rangkaian adegan yang saling terkait.
B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 167
Tugas
Bacalah teks drama di bawah ini!
Teks 1:
Lomba Masak
Reni, Ria, Untari, dan Susi sedang duduk-duduk di teras rumah Ria. Di atas meja terhidang minuman dan
sepiring pisang goreng. Peristiwa itu terjadi pada suatu sore hari.
Reni : Bagaimana Ri, kau sudah mendapat ide?
Ria : (penuh tanda tanya) sebetulnya sudah, tapi…. Apakah kalian setuju dengan ideku ini?
Untari dan Susi : (hampir bersamaan) Coba katakan, apa idemu?
Ria : Begini (diam sebentar). Kita buat saja masakan dari bahan-bahan yang ada di sekitar kita. Kebetulan
kami panen pisang dan singkong, kemarin. Nah, kita bisa memanfaatkan kedua bahan itu.
Untari : Tapi….apakah masakan kita tidak memalukan? Sebab, singkong dan pisang hanya bahan murah.
Susi : Benar pendapat Untari, tentunya kelompok kita akan membuat masakan dari bahan yang lebih baik dan
lebih mahal.
Reni : Tetapi aku setuju dengan pendapat Ria. Dengan bahan yang sederhana kita pun dapat membuat
makanan yang enak.Kebetulan kakakku pernah membuat makanan dari bahan singkong dan pisang. Jadi, kita
dapat belajar dari dia.
Ria : Ya, ibukupun pernah memasaknya, dan hasilnya … Kami semua senang.
Untari : (bernada khawatir) Tapi …. Bagaimana dengan kelompok lain?
Susi : Wah, mereka pasti akan memasak makanan yang enak dan mahal.
Reni : Ah, makanan mahal belum tentu enak rasanya. Dan kita harus mengingat kemampuan kita.
Ria : Betul kata Reni, sebaliknya makanan yang murah belum tentu tidak enak. Maka, sekarang kita putuskan
saja, kelompok kita, kelompok II, akan membuat makanan dari bahan singkong dan pisang.
Reni : Ya, aku setuju, bagaimana Untari, dan kau Susi?
Untari : (bernada pasrah) Bisa begitu …. Ya sudahlah, aku setuju.
Susi : Aku juga setuju.
……………………………………………
168 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2
Teks 2:
Naik Kelas
Ardi : Aku tahu kamu adalah juara kelas. Tetapi dari tadi aku perhatikan wajahmu tampak bimbang, seperti
angin ribut. Coba lihat mereka! Bersorak-sorak gembira! Mereka telah berhasil merebut kemenangan dalam
kenaikan kelas ini meskipun tidak menjadi juara seperti kau!
Citra : Itulah bedanya!
Ardi : Tentunya ada yang sedang kamu pikirkan.
Citra : Tentu saja! Namanya juga orang hidup!
Ardi : Apakah kamu sedang memikirkan hasil juaramu itu?
Citra : Tidak!
Ardi : Nilaimu yang bagus?
Citra : Tidak!
Ardi : (Bersungut) Semua tidak! (Setelah diam sejenak) Yang kamu pikirkan itu, apakah ada hubungannya
dengan makhluk hidup?
Citra : Ya dan tidak!
Ardi : Sejenis hewan?
Citra : Tidak!
Ardi : Manusia? Tumbuhan? Cacing?
Citra : Tidak!
Ardi : Manusia tidak, hewan tidak, tumbuhan juga tidak! Eng…. apa ada hubungannya dengan orang lain?
Citra : Ya!
Ardi : (Kecewa) Ah, kalau saja aku tahu apa yang ada di dalam kepalamu, aku tentu tidak akan main ragam
pesona seperti ini! Tak tahulah apa yang hendak aku lakukan dengan proyek termenungmu itu!
Semula….sebagai seorang kawan, aku ingin membantu.Siapa tahu kepalaku yang dungu ini bisa memberikan
pertolongan. Atau paling tidak, semacam perhatian yang khusus terhadap masalah yang khusus pula.
Citra : Nah! Mendekati hal itu, Ar!
Ardi : O, soal yang khusus-khususan itu, toh?
Citra : Ya. Bahkan sangat khusus dan sangat pribadi!
Ardi : Apa itu?
Citra : Aku kagum dan tidak mengerti terhadap dirimu, Ardi!
Ardi : Terhadap aku yang bodoh dan tidak naik kelas ini?
B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 169
Citra : Ya. Kamu tidak naik kelas, tetapi begitu besar perhatianmu padaku. Kamu tidak naik kelas, tetapi
tampak tidak merasa kecewa, bahkan tenang-tenang saja. Itulah yang membuat aku bingung!
Setelah kamu membaca kedua naskah di atas, ikutilah instruksi di bawah ini!
1. Tentukanlah tema dari masing-masing teks drama di atas!
2. Bagaimanakah inti cerita yang terdapat pada teks 1 dan teks 2?
3. Berikan tanggapanmu terhadap masing-masing teks drama tersebut!
4. Demonstrasikan sebuah drama dengan kelompokmu!
5. Berikan tanggapan terhadap tampilan drama kelompok laim!
Contoh Jawaban
1. Teks drama pertama bertemakan tentang perlombaan masak yang diadakan oleh beberapa perempuan.
Sementara itu, teks drama kedua bertemakan sikap perhatian seorang teman.
2. Cerita dari teks pertama ialah beberapa perempuan (Reni, Ria, Untari, dan Susi) sedang berkumpul
bersama dengan tersedianya berbagai hidangan makanan dan minuman. Dengan adanya berbagai
makanan yang tersedia, mereka memiliki ide dalam membuat masakan dari bahan-bahan yang ada,
misalnya pisang dan singkong. Sementara itu, cerita kedua tentang seorang peserta didik yang sedang
termenung dan dihampiri oleh salah satu teman di kelasnya untuk mencari tahu apa yang sedang
dipikirkannya, dengan wajah yang tampak bimbang.
3. Dari kedua teks di atas, cerita yang disajikan merupakan peristiwa yang terjadi dalam keseharian. Tema
yang disajikan dari naskah tersebut dapat menjadi ide dalam membuat naskah drama.
170 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2
Pelajaran 12 Ulasan Fiksi
ULASAN FIKSI
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
Mata Pelajaran :Bahasa Indonesia
Kelas/Semester :XI / 2
Materi Pokok : Ulasan Fiksi
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit
A. Kompetensi Inti
KI-1 dan KI-2;Memiliki sikap jujur, disiplin, kerjasama, responsif, dan proaktif dalam mencari solusi
permasalahan, sehingga dapat menyadari dirinya sebagai mahluk ciptaan yang Maha Kuasa serta
menjalankan kewajibannya sesuai dengan agama yang dianutnya.
KI3: Kompetensi Pengetahuan, yaitu Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI4: Kompetensi Keterampilan, yaitu Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.20 Menganalisis pesan dari
dua buku fiksi (novel dan buku 3.20.1 Memahami isi dua buku fiksi yang dibaca (novel dan
kumpulan puisi) yang dibaca kumpulan puisi)
4.20 Menyusun ulasan terhadap 3.20.2 Menemukan pesan dari dua buku fiksi yang dibaca
pesan dari dua buku 3.20.3 menganalisis pesan dari dua buku fiksi yang
kumpulan puisi yang dikaitkan
dengan situasi kekinian dibaca.
4.20.1 menemukan butiran pesan dari dua buku fiksi(novel dan
kumpulan puisi)
4.20.2 menuliskan outline ulasan dari pesan fiksi yang dibaca
4.20.3 Menyusun ulasan terhadap pesan dari dua buku fiksi
yang
Dibaca
B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 171
C.Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik, diskusi, dan penugasan, peserta didik dapat
menganalisis pesan dari dua buku fiksi (novel dan buku kumpulan puisi) yang dibaca dan
menyusun ulasan terhadap pesan dari dua buku kumpulan puisi yang dikaitkan
dengan situasi kekinian
D. Materi Pembelajaran
o Menganalisis pesan dari buku fiksi
o Menyusun ulasan fiksi
o Contoh ulasan fiksi
E. Ringkasan Materi
Menganalisis Pesan dan Menyusun Ulasan terhadap Pesan
Menganalisis Pesan dari Satu Buku Fiksi yang Dibaca
Buku fiksi merupakan buku atau karya sastra hasil imajinasi pengarang. Setiap karya sastra, baik yang berupa
puisi, prosa, maupun drama tentu memunyai tujuan untuk menyampaikan suatu pelajaran atau nilai berharga
kepada pendengar atau pembacanya.
Salah satu karya sastra berbentuk prosa adalah cerpen. Terdapat banyak sekali nilai yang dapat disampaikan
melalui cerpen; baik kemanusiaan, moral, budaya, sosial maupun nilai lainnya, misalnya menghormati orang
lain, memerhatikan orang-orang yang terpinggirkan, mencintai, flora dan fauna, dan lain-lain.
Istilah sastra, pelajaran atau nilai yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pendengar atau
pembacanya itu disebut amanat. Amanat merupakan salah satu unsur pokok yang membangun karya sastra
dari dari dalam karya sastra itu sendiri (unsur instrinsik).
Amanat adalah ajaran moral atau pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui karyanya. Karena
itu, pesan moral tentu isinya berupa nilai-nilai yang baik sehingga pembaca bisa menjadikannya sebagai
teladan atau contoh pembelajaran hidup. Biasanya, pesan atau amanat bisa ditelusuri melalui percakapan dan
tindakan berbagai tokoh dalam cerita tersebut.
172 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2
Nilai-nilai yang terkandung dalam suatu cerpen dapat dicari dan diidentifikasikan dari kalimat-kalimat yang
dituliskan oleh penulis. Cara lain adalah dengan mencermati dialog antar tokoh yang ada dalam cerita, atau
menyelesaikan masalah, dan lain-lain.
Pengarang biasanya menyuarakan pesan-pesan moral dan pesan lainnya melalui dialog atau pemikiran tokoh.
Peran tokoh yang digunakan sebagai media biasanya adalah tokoh utama. Namun, karena cerpen jarang
menggunakan tokoh tambahan, maka tokoh yang ada dalam cerita itulah tokoh utamanya.
Identifikasi nilai yang terkandung dalam cerpen juga bisa dilihat dari alurnya. Berdasarkan peristiwa-
peristiwa yang menyusun alur, pembaca dapat menemukan secara implisit nilai-nilai yang ingin disampaikan
oleh pengarang.
Macam-macam amanat:
1. Tersurat, diartikan sebagai amanat atau pesan yang secara jelas atau eksplisit diuraikan dari kata-kata
sebuah tulisan.
2. Tersirat, merupakan kebalikan dari amanat tersurat. Amanat/ pesan yang secara sengaja tidak dijelaskan
atau dijabarkan secara tertulis di sebuah karya, tetapi pembaca dapat mengetahuinya melalui alur/jalan cerita
yang ada dalam tulisan tersebut. Sehingga amanat tersirat sifatnya implisit atau tersembunyi.
Ciri-ciri amanat:
1. Secara implisit (tersirat), amanat disampaikan dengan cara memberikan ajaran moral atau pesan dalam
tingkah laku atau peristiwa yang terjadi pada tokoh menjelang cerita berakhir.
2. Secara eksplisit (tersurat) yaitu dengan penyampaian seruan, saran, peringatan, nasihat, anjuran, atau
larangan yang berhubungan dengan gagasan utama cerita
Beberapa bentuk nilai-nilai sebagai pesan/amanat cerpen yang dapat digunakan sebagai pembelajaran hidup,
misalnya nilai moral, budaya, sosial, religi/agama, dan lain-lain.
1. Nilai religius/keagamaan adalah sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan ibadah, kepercayaan, atau
unsur keTuhanan.
2. Nilai moral adalah nilai yang berhubungan dengan perbuatan baik atau buruk, etika, dan budi pekerti.
3. Nilai sosial adalah nilai yang berhubungan dengan norma dalam kehidupan bermasyarakat, misalnya,
suka menolong atau membantu.
4. Nilai budaya adalah sesuatu yang berhubungan dengan adat istiadat atau kebiasaan-kebiasaan yang
bernilai tinggi dalam kehidupan masyarakat.
B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 173
5. Nilai estetika, Dra. Astini kusmiati mendefinisikan bahwa estetika adalah kondisi yang berkaitan dengan
sensasi keindahan yang dirasakan seseorang tetapi rasa keindahan tersebut baru akan dirasakan apabila
terjalin perpaduan yang harmonis dari elemen elemen keindahan yang terkandung pada suatu objek.
Contoh nilai-nilai yang ditemukan dalam cerpen melalui pesan/amanatnya sebagai berikut:
Kutipan Nilai Pesan/Amanat
“Walau apa katamu terhadapku, walau kaucaci Nilai Setiap manusia harus
maki aku, kau kutuki aku, aku terima. Tapi, untuk Religius memegang prinsip sesuai
membiarkan Masri dan Arni hidup sebagai suami dengan ajaran agama.
istri, padahal Tuhan melarangnya, o...o...o..., itu
telah melanggar prinsip hidup setiap orang yang
percaya pada-Nya. Kau memang telah berbuat
sesuatu yang benar sebagai ibu yang mau
memelihara kebahagiaan anaknya. Tapi, ada lagi
kebenaran yang lebih mutlak yang tak bisa
ditawar-tawar lagi, yakni kebenaran yang
dikatakan Tuhan dalam kitab-Nya. Prinsip hidup
setiap orang yang menjunjung kebenaran Tuhan.”
(Kemarau, A.A. Navis)
Pak, pohon pepaya di pekaranganku telah Nilai Sebagai makhluk sosial dan
dirobohkan dengan semena-mena. Tidakkah Moral hidup bermasyarakat
sepatutnya hal itu kulaporkan? Itu benar, tapi sebaiknya menghindari
jangan melebih-lebihkan. Ingat, yang harus perbuatan membesar-
diutamakan ialah kerukunan kampung. Soal kecil besarkan persoalan yang
yang dibesar-besarkan bisa mengakibatkan kecil sehingga berakibat
kericuhan dalam kampung. Setiap soal mesti fatal.
diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Tidak boleh
main seruduk. Masih ingatkah kau pada peristiwa
Dullah dan Bidin tempo hari? Hanya karena soal
dua kilo beras, seorang kehilangan nyawa dan
yang lain meringkuk di penjara.
(Gerhana, Muhammad Ali)
174 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2
Jalan keluar yang lain, menurut pikiran Badri, Nilai Kriteria memilih gadis yang
ialah kawin dengan seorang gadis yang punya Sosial tepat untuk dijadikan sebagai
pekerjaan. Yang lebih baik ialah yang jadi teman hidup (istri)
pegawai negeri sebab pegawai negeri lebih
banyak memunyai keringanan tugas dibanding
dengan pegwai swasta. Pegawai negeri yang
terbaik untuk dijadikan istri adalah Pendidik
sekolah karena terlatih dengan hidup yang sangat
sederhana.
Di sinilah terjadi perbuatan yang menyesatkan. Nilai Seorang laki-laki harus
Namun, Monang bertanggung jawab dan akan Budaya memiliki prinsip tentang
mengawininya. Dan kenyataannya lain. Ibu perjodohan, karena hal
Monang telah menjodohkannya dengan gadis tersebut menyangkut
Batak pilihan ibunya. Monang sendiri tak kuasa keberlangsungan rumah
menolaknya. Ia kawin dengan gadis pilihan tangganya.
ibunya. Sementara itu, janin yang dikandung
Manen mengalami kelainan, bayi itu akan lahir
cacat.
(Raumanen, Marianne Katoppo)
Penggalan teks cerpen dikutip dari buku Mandiri, Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas XI, Erlangga)
Menyusun Ulasan
Ulasan adalah tulisan kritis yang disusun berdasarkan hasil penilaian, pengamatan, pertimbangan, dan
pemeriksaan secara terperinci terhadap suatu karya baik fiksi maupun nonfiksi seperti, buku, novel, puisi,
cerpen, film, musik, dan sebagainya.
Ulasan dalam pembelajaran bahasa Indonesia bertujuan untuk menyajikan informasi menyeluruh tentang
sebuah karya sastra juga memengaruhi penikmat karya untuk memikirkan, merenungkan, dan mendiskusikan
lebih jauh tentang layak tidaknya sebuah karya sastra.
Ulasan juga dapat disebut review. Ulasan pada umumnya ditulis dalam bentuk narasi. Ulasan berfungsi untuk
menimbang, menilai, dan mengajukan kritik terhadap karya atau peristiwa yang diulas.
B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 175
Ciri-ciri teks ulasan sebagai berikut.
1. Strukturnya terdiri dari orientasi, tafsiran, evaluasi, dan rangkuman.
2. Berisi pandangan atau opini penulis mengenai suatu hasil karya.
3. Opini yang ditulis berdasarkan kenyataan atau fakta.
4. Teks ulasan disebut juga ulasan.
Jenis Jenis Teks Ulasan
Berdasarkan isinya teks ulasan dapat dibagi menjadi tiga.
1. Teks Ulasan Informatif
Teks ulasan informatif biasanya berisi mengenai gambaran singkat, padat, dan umum suatu karya. Ulasan ini
hanya memaparkan bagian yang penting saja dan menekankan pada kelebihan dan kekurangan sebuah karya
yang diulas.
2. Teks Ulasan Deskriptif
Teks ulasan deskriptif berisi gambaran terperinci pada tiap bagian suatu karya. Pada umumnya ulasan
deskriptif dilakukan pada karya fiksi untuk mendapatkan gambaran jelas tentang manfaat, pentingnya
informasi, dan kekuatan argumentatif yang dituangkan penulis dalam membuat sebuah karya.
3. Teks Ulasan Kritis
Teks ulasan kritis merupakan teks ulasan yang berisi tentang ulasan terperinci suatu karya sastra dengan
mengacu pada metode atau pendekatan ilmu pengetahuan tertentu. Teks ulasan ini dibuat secara objektif dan
kritis bukan pandangan pembuat ulasan tersebut.
Karakteristik Teks Ulasan
1. Fungsi Teks Ulasan
a) Memberikan informasi kepada pembaca tentang sudut pandang penulis terhadap suatu hasil karya.
b) Menginformasikan kepada masyarakat tentang kelayakan yang dimiliki suatu hasil karya.
c) Menginformasikan kepada pembaca untuk mengetahui isi atau kritikan terhadap suatu hasil karya.
d) Menginformasikan kelebihan dan kekurangan suatu hasil karya.
e) Menginformasikan kepada pembaca perbandingan sebuah karya dengan karya lain yang sejenis.
f) Mengajak pembaca berdiskusi mengenai masalah yang terdapat dalam suatu hasil karya.
g) Menyampaiakan saran kepada pembaca apakah suatu hasil karya pantas untuk dinikmati atau tidak.
h) Agar pembaca mudah untuk memahami hubungan antara suatu hasil karya dengan karya lain yang
sejenis.
i) Sebagai pertimbangan bagi para pembaca agar tidak salah dalam membeli suatu hasil karya.
176 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2
2. Struktur Teks Ulasan
Berikut ini adalah bagian-bagian yang terdapat dalam teks ulasan:
a) Orientasi
Bagian orientasi merupakan bagian pertama dalam teks ulasan. Pada bagian ini, terdapat gambaran umum
tentang suatu hasil karya, baik itu film, buku, ataupun drama. Dengan kata lain, penulis teks ulasan
berusaha menyampaikan sedikit latar belakang tentang apa yang akan dibahas kepada pembaca.
b) Tafsiran
Setelah bagian orientasi, berikutnya adalah bagian tafsiran. Pada bagian ini, sebuah hasil karya akan dibahas
secara terperinci (detail). Mulai dari bagian-bagiannya, kelebihan, kekurangan, kualitas karya, dan lain
sebagainya.
c) Evaluasi
Evaluasi berisi pandangan dari pengulas mengenai produk barang maupun jasa, karya, atau kegiatan yang
diulas. Hal ini dilakukan setelah melakukan tafsiran yang cukup terhadap hasil karya tersebut. Pada bagian
ini akan disebutkan bagian yang bernilai (kelebihan) atau bagian yang kurang bernilai (kekurangan) dari
suatu produk barang maupun jasa, karya, atau kegiatan yang diulas..
d) Rangkuman
Rangkuman berisi kesimpulan dari ulasan terhadap produk barang maupun jasa, karya, atau kegiatan yang
diulas. Bagian ini juga memuat komentar penulis apakah hasil karya tersebut bernilai/berkualitas untuk
dibeli, digunakan, dinikmati, dibaca, atau ditonton/disaksikan. Kemunculan bagian rangkuman ini dalam teks
ulasan bersifat opsional.
3. Kaidah Kebahasaan Teks Ulasan
Kaidah kebahasaan teks ulasan adalah sebagai berikut:
a) Isi teks ulasan umumnya menonjolkan unsur-unsur karya seni.
b) Menggunakan kalimat opini, yang sifatnya persuasif atau menghasut orang.
c) Menggunakan kalimat perbandingan, mengungkapkan persamaan dan juga perbedaan. Contoh:
daripada, sebagaimana, demikian halnya, berbeda dengan, seperti, seperti halnya, serupa dengan, dan
sebagainya.
d) Menggunakan kata kerja material dan kata kerja rasional.
1) Kata kerja material, yaitu kata kerja yang menyatakan kegiatan fisik/proses. contoh: berbicara,
mendengarkan, membaca, menulis, berdiskusi, dan lainnya.
2) Kata kerja rasional kopulatif, yaitu kata kerja yang berfungsi menggabungkan kata dan kalimat setara.
Contoh bernama, disebut, jadi/menjadi, meruapakan, adalah, ialah, yaitu, yakni, dan sebagainya.
3) Kata kerja rasional, yaitu kata kerja yang berfungsi sebagai kata bantu. Contoh: jadi, mungkin, boleh,
harap, bisa, hendak/ingin/mau/akan, dapat/bisa, ada, dan lainnya.
e) Menggunakan kata penghubung (konjungsi), baik itu konjungsi internal dan konjungsi eksternal.
B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 177
1) Konjungsi internal (intrakalimat), konjungsi yang menghubungkan dua argumen/gagasan/ide dalam
kalimat simpleks atau dua kelompok klausa.
Penambahan/kesejajaran, contoh: dan, atau, serta.
Menyatakan waktu, contoh: setelah, sesudah, ketika, saat.
Menyatakan perbandingan, contoh: tetapi, melainkan, sedangkan, tidak hanya, tetapi juga, bukan
saja/hanya...., melainkan juga....
Menyatakan sebab-akibat, contoh: sebab, akibat, sehingga, jika, karena, apabila, bilamana, jikalau.
2) Konjungsi eksternal (antarkalimat), konjungsi yang menghubungkan dua peristiwa/deskripsi hal/benda
dalam kalimat kompleks atau 2 kalimat simpleks.konjungsi ini juga dibedakan atas 4 kategori makna
hubungan.
Penambahan/kesejajaran, yaitu konjungsi lebih lanjut, di samping itu, selain itu;
Menyatakan waktu/temporal, yaitu pertama, kedua, ketiga, mula-mula, lalu, kemudian, berikutnya,
selanjutnya, akhirnya ;
Menyatakan perbandingan, yaitu sebaliknya, akan tetapi, sementara itu, di sisi lain, namun, namun
demikian, walaupun demikian/begitu, dan sebagainya ;
Menyatakan sebab-akibat, yaitu oleh karena itu, akibatnya, hasilnya, jadi, sebagai akibat, maka, dan
sebagainya. Terdapat 4 kategori makna hubungan.
Langkah-langkah membuat ulasan pesan sebagai berikut.
1. Membaca teks
2. Mengidentifikasi jenis teks
3. Menentukan amanat yang disampaikan
178 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2
Contoh Teks Ulasan Puisi
Sahabat Terbaikkku
Sahabat …
di saat kita nikmati kebersamaan banyak hal yang terlewat kan begitu saja
keceriaan, canda dan tawa semuanya mengalir begitu saja
waktu yang tersisah seolah tak mampu menampung nya dan waktu yang sangatlah singkat membuat ku
teringat kepada mu sahabat ..
Semua kenangan – kenangan itu tak terasa ,pergi meninggalkan segala kegembiraan
serta canda dan tawa mu satu persatu hilang sekejap mata
ada beribu senyum saat terlintas memory yang dulu kala
Sahabat …
semua yang pernah kita jalani hari demi hari , waktu demi waktu telah kita lalui semuanya.
Banyak hal yg pernah terjadi karena itulah jalan hidup yang kita miliki
kadang benci, kesal ,dan kecewa serta rasa senang dan sayang
sungguh luar biasa , apa yang telah kita lalui bersama ..
Ya Tuhan …
jagalah dan lindungilah
sahabat-sahabat ku
karena mereka adalah sahabat terbaiku selamanya
Orientasi:
Puisi yang berjudul sahabat terbaikku ini merupakan puisi karya frizka Tirani. Puisi ini menceritakan
sahabat terbaik penulis. Mereka melalui semua waktu yang ada bersama. Begitu banyak momen yang
mereka lalui mengalir saja tanpa terasa. Penulis menceritakan banyak hal yang mereka lakukan untuk
menjalani hidup yang mereka miliki.
Tafsiran:
Pada paragraf pertama, penulis menceritakan saat-saat yang mereka nikmati dan terlewatkan begitu saja.
Keceriaan, canda dan tawa tercurah di sana. Waktu yang tersisa pun tidak dapat menampungnya. Hal itu
membuat si penulis terkenang dengan sahabatnya. Semua kenangan seperti tak terasa, sedikit demi sedikit
meninggalkan kegembiraan. Satu persatu hilang sekejap. Pada paragraf terakhir puisi ini, penulis membuat
sebuah permohonan kepada tuhan untuk menjaga dan melindungi sahabatnya itu.
B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 179
Evaluasi:
Puisi ini disajikan dengan tema yang menarik. Sehingga pembaca merasa terkesan dengan puisi ini. Selain
itu, puisi ini berisi hal-hal yang terjadi. Seperti canda tawa, senang, sayang dan lain-lain. Frizka tirani juga
cukup baik mengolah kata-kata puitis dalam puisi ini.
Meskipun demikian, puisi ini terlalu panjang untuk skala puisi pada umumnya. Kata-katanya masih seperti
bahasa Indonesia biasa. Tetapi, puisi ini sudah mewakili hal-hal yang di alami sang penulis.
Rangkuman:
Walaupun memiliki sedikit kekurangan, puisi ini sangat bagus untuk motivasi seorang remaja ataupun anak-
anak yang memiliki sahabat agar lebih menghargai seorang sahabat. Saling mengasihi sahabatnya. Puisi ini
juga mengajarkan arti sebuah persahabatan yang indah.
Contoh Teks Ulasan Novel Perahu Kertas
Orientasi
Perahu Kertas merupakan sebuah film yang diangkat dari novel best seller karya Dewi „Dee‟ Lestari. Kisah
tentang kejujuran hati, keterbukaan perasaan, tapi terhalang oleh perasaan yang lain. Perasaan-perasaan yang
tumbuh tanpa cinta, saling membohongi, dan saling berpura-pura. Dibintangi oleh Maudy Ayunda sebagai
Kugy, Adipati Dolken sebagai Keenan, Reza Rahadian sebagai Remi, Elyzia Mulachela sebagai Luhde, dan
Kimberly Ryder sebagai Wanda. Perahu Kertas disutradarai oleh Hanung Bramantyo, salah seorang sutradara
film Indonesia yang dikenal seringkali mampu memadukan unsur kualitas dengan nilai jual komersial pada
setiap karyanya.
180 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2
Isi
Perahu Kertas mengisahkan pasang surut hubungan dua anak manusia, yaitu Kugy (Maudy Ayunda) dan
Keenan (Adipati Dolken). Kugy sendiri diperkenalkan kepada Keenan oleh dua sahabatnya, Noni (Sylvia
Fully R) dan Eko (Fauzan Smith), ketika mereka menjemput Keenan sepulangnya pemuda tersebut dari masa
belajarnya di negara Belanda. Kisah cinta Kugy dan Keenan tidak lantas berjalan dengan mulus.
Ketika pertama kali bertemu, Kugy sedang menjalin kasih dengan Ojos (Dion Wiyoko), pria tampan yang
telah ia pacari semenjak masa Sekolah Menengah Atas. Keenan sendiri juga sempat dekat dengan seorang
gadis cantik bernama Wanda (Kimberly Ryder). Kugy dan Keenan sama-sama saling menyukai. Keduanya
mungkin sama-sama menyadari hal itu. Namun keduanya tidak pernah benar-benar saling menyatakan
perasaannya. Kisah bermula ketika mereka berdua kuliah di Bandung. Kugy, yang bercita-cita ingin menjadi
penulis dongeng, kuliah di Fakultas Sastra.
Kugy adalah seorang gadis tomboy, periang, dan yang percaya bahwa dirinya adalah agen Dewa Neptunus.
Kugy selalu memiliki “ritual” unik, yaitu menulis setiap curahan hatinya ke selembar kertas, yang lalu
dibuatnya menjadi perahu untuk kemudian dihanyutkan ke air. Meskipun sekilas dia gadis periang yang
ceroboh, namun dia memiliki pemikiran yang dewasa.
Keenan, pelukis muda berbakat, dipaksa untuk kuliah di Fakultas Ekonomi oleh ayahnya. Bersama dengan
sahabat Kugy sejak kecil, Noni (Sylvia Fully R), serta pacar Noni, yakni Eko (Fauzan Smith), yang juga
adalah sepupu Keenan, mereka berempat menjadi geng kompak.
Dari yang semula saling mengagumi, Kugy dan Keenan diam- diam saling jatuh cinta.
Tapi berbagai hal menghalangi mereka. Tak hanya itu, persahabatan Kugy dan Noni pecah ketika Kugy tidak
datang pada pesta ulang tahun Noni yang diadakan di rumah Wanda demi menjaga hatinya.
Keenan akhirnya pergi ke rumah Pak Wayan (Tyo Pakusadewo), seorang pelukis teman lama Lena, sekaligus
mentor Keenan melukis. Dalam suasana hati yang gundah, kreatifitas melukis Keenan buntu, tetapi Luhde
(Elyzia Mulachela), keponakan Pak Wayan, berhasil mengembalikan semangat Keenan.
Seorang kolektor langganan galeri Wayan bernama Remi (Reza Rahadian) menjadi pembeli pertama. Ingin
cepat meninggalkan Bandung dan lingkungan lamanya, Kugy berjuang untuk lulus cepat. Begitu lulus
sidang, kakak Kugy yang bernama Karel (Ben Kasyafani) membantu agar Kugy magang di biro iklan
bernama AdVocaDo milik temannya, yaitu Remi. Prestasi kerja Kugy cemerlang, dan menarik perhatian
Remi.
B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 181
Pada tahun 2004, ibu Keenan datang ke Bali menemui Keenan untuk memberitahu kondisi ayahnya yang
sedang kritis. Kemudian Keenan memutuskan untuk pulang ke Jakarta dan sebelum pergi, ia berjanji kepada
Luhde bahwa ia akan kembali ke Bali setelah ayahnya sembuh. Di Bandung, Noni dan Eko berkemas,
membereskan barang-barang mereka untuk di bawa ke Jakarta. Saat sedang berkemas, Noni menemukan
sebuah kotak yang berisi sebuah buku dan surat di dalamnya. Setelah membaca surat tersebut, ia sadar bahwa
ternyata Kugy menyukai Keenan, dan itulah alas an mengapa Kugy tidak menghadiri pesta ulang tahunnya.
Kemudian mereka pun bergegas pergi ke Jakarta untuk menemui Kugy dan Keenan.
Beberapa tahun kemudian, secara tak sengaja Kugy dan Keenan bertemu lagi di pernikahan Noni dan Eko.
Mereka kembali dekat. Dan sekali lagi, hubungan mereka terbatasi oleh cerita-cerita lain, oleh hati Remi dan
Luhde. Perahu Kertas ini menggambarkan hubungan Kugy dan Keenan yang lebih dewasa. Bahwa meskipun
mereka saling membutuhkan, namun keduanya telah memilih hati orang lain. Mereka harus menjalankan
pilihan itu dengan tulus.
Evaluasi
Kelebihan :
1. Setiap karakter yang hadir di dalam cerita mampu digambarkan dengan cukup baik.
2. Banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari film ini.
3. Penampilan pemerannya sangat menjiwai karakter yang diperankan.
4. Film ini sangat bagus dan menarik. Dimana dalam ceritanya mengangkat tema persahabatan.
Kekurangan :
1. Terdapat salah satu bagian konflik yang terkesan menarik sementara bagian lainnya terasa datar akibat
konflik yang muncul dari sisi kehidupan pribadi masing-masing karakter terlalu banyak yang pada
akhirnya justru memecah perhatian penonton.
2. Film ini terbagi menjadi dua season sehingga membuat penonton harus menunggu season berikutnya.
3. Akhir ceritanya kurang jelas, masih menggantung sehingga menimbulkan rasa penasaran bagi para
penontonnya.
Resolusi
Film Perahu Kertas ini memberi pelajaran kepada kita bahwa setiap manusia memiliki takdir hidupnya
masing-masing dan usaha keraslah yang mengantar takdir itu ke tangan kita. Oleh karena itu, kita harus
menjadi pribadi-pribadi yang percaya diri akan cita-cita yang kita impikan.
182 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2
Berikan ulasan terhadap dua karya fiksi berikut!
B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 183
Daftar Pustaka
Al-Malik, Ahmad Sayuti. 2019. Pengayaan (nonfiksi).
https://belajarbarengbahasaindonesia.blogspot.com/2019/10/kelas-xi-m4-kb-1-buku-pengayaan-nonfiksi.html
(9 Oktober 2019)
Al-Malik, Ahmad Sayuti. 2019. Pengayaan (nonfiksi)
https://belajarbarengbahasaindonesia.blogspot.com/2019/10/kelas-xi-m4-kb-2-buku-pengayaan-
nonfiksi.html. (16 Oktober 2019)
Bahasa dan Sastra Indonesia. 2019.https://gampangtoh.blogspot.com/2019/01/rpp-bahasa-indonesia-kelas-ix-
kurikulum.html(10 Januari 2019)
Berpendidikan.2019. Cerpen.https://www.berpendidikan.com/2019/05/cara-dan-langkah-langkah-menulis-
cerpen-yang-baik-dan-benar.html.17 Mei 2019)
Blog, Aria. 2016. Cerpen. https://jujuknet.blogspot.com/2016/12/analisis-nilai-kehidupan-dari-cerpen.html
(15 Desember 2016)
Edu, Great. 2020. Cerpen.https://greatedu.co.id/greatpedia/pengertian-dan-nilai-nilai-kehidupan-dalam-
cerpen.
(10 Agustus 2020)
Istanto. Andi.2018. Buku Pengayaan(nonfiksi). http://kiatberbahasa.blogspot.com/2018/04/buku-pengayaan-
non-fiksi-dan-buku-drama.html. (8 April 2018)
Johana. 2017. Buku Nonfiksi. http://johanaalfatih501.blogspot.com/2017/11/pengertian-buku-non-
fiksi.html.15 November 2017)
Kompasiana. 2015.https://www.kompasiana.com/m.abrar/54f414047455137b2b6c86c3/kesan-terhadap-
buku-selalu-menemukan-jalan-keluar.(17 Juni 2015)
Pendidikan, Dosen. 2020. Teks Eksplanasi. https://www.dosenpendidikan.co.id/contoh-teks-eksplanasi.
(29 Mei 2020)
Pintar, Kelas. Meringkas Teks Eksplanasi. https://www.kelaspintar.id/blog/tips-pintar/cara-meringkas-teks-
eksplanasi-2506. (17 Desember 2019)
184 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2
Sari, Yunita.2018. Teks Prosedur. http://yunitassari.blogspot.com/2018/10/teks-prosedur.html.(1 Agustus
2018)
Syahid, Bilal. 2020. Teks Ulasan. https://www.gurupendidikan.co.id/teks-ulasan.(13 Januiari 2020)
Setiawan, Samhis. 2020. Teks Prosedur. https://www.gurupendidikan.co.id/teks-prosedur. (14April 2020)
Setiawan, Samhis. 2020. Teks Eksplanasi. https://www.gurupendidikan.co.id/contoh-teks-eksplanasi. (21 Mei
2020)
Subuh, Rahman. 2018..Karya Ilmiah. https://www.skokul.com/2771/mengidentifikasi-informasi-tujuan-dan-
esensi-karya-ilmiah-yang-dibaca. (1 Februari 2018)
Subuh, Rahman. 2018. Karya Ilmiah.https://www.skokul.com/2802/merancang-informasi-tujuan-dan-esensi-
dalam-karya-ilmiah. (4 Februari 2018)
Subuh, Rahman. 2018. Resensi. https://www.skokul.com/2826/menyusun-sebuah-resensi-dengan-
memperhatikan-hasil-perbandingan-beberapa-teks-resensi. (6 Februari 2018)
Subuh, Rahman. 2018.Resensi. https://www.skokul.com/2840/menganalisis-kebahasaan-resensi-dalam-dua-
karya-yang-berbeda.(7 Feruari 2018)
B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 185
Tentang Penulis
Nurbadriyah kelahiran Tanjung Karang Bandar Lampung pada 17
Februari 1974 ini selain mengajar di SMA Negeri 5 Cilegon, juga aktif
dalam kegiatan peningkatan kompetensi dan professional guru di
bidang literasi. Ketua IGI Cilegon pada periode 2016-2021, ketua
MGMP Bahasa Indonesia Kota Cilegon 2012-2019, Sekretaris MGMP Bahasa
Indonesia SMA Provinsi Banten, Ketua IGMP Bahasa Indonesia Seluruh
Indonesia, dan Penanggung Jawab kanal Sagusaku-Ikatan Guru Indonesia, dikerjakan secara bersama untuk
pendidikan Indonesia yang maju.
Gerakan literasi yang dikawalnya melalui kanal Sagusaku-IGI membawanya keliling Indonesia setiap
minggu sejak Februari 2017. Dari perjalanan literasi tersebut telah banyak penulis Indonesia yang dihasilkan
dengan ribuan karya buku ber-ISBN.
Program kegiatan spektakuler sebagai terobosan literasi telah dibuktikannya baik di tingkat provinsi,
nasional, maupun Internasional. Semua pemerhati pendidikan dan pejabat negeri diajaknya untuk
berpartisipasi, memotivasi, dan mengapresiasi jutaan guru dan siswa penulis Indonesia.yang memiliki karya
dan tergabung dalam organisasi profesi guru yang konsentrasi dalam peningkatan mutu pendidikan „Ikatan
Guru Indonesia”
Kini, setiap hari rekam jejaknya meresonansi di berbagai media. Baginya menulis adalah napas kehidupan.
Tak perlu menunggu hebat untuk menjadi orang yang bermanfaat adalah salah satu penyemangat yang dia
keluarkan untuk seluruh guru Indonesia yang mau berubah menjadi lebih baik dengan berjuta prestasi.
186 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2