The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

BUKU KREASI YANG DISESUAIKAN DENGAN KEBUTUHAN PESERTA DIDIK DI KELAS XI

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Noerbad sagusaku IGI, 2021-01-03 11:13:28

KREATIF BAHASA INDONESIA KELAS XI

BUKU KREASI YANG DISESUAIKAN DENGAN KEBUTUHAN PESERTA DIDIK DI KELAS XI

Keywords: BAHASA INDONESIA

Judul : Karang Setan
Penulis : Enid Blyton
Jenis Buku : Fiksi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan XIV : Desember 2011
Tebal : X +192 halaman
Karang Setan
NStruktur Teks Paragraf
Karang Setan adalah novel ke-19 dari seri petualangan Lima Sekawan
1 karya Enid Blyton, penulis berkebangsaan Inggris. Novel ini
Orientasi menceritakan kisah petualangan Lima Sekawan yang berlibur di sebuah
. mercusuar milik Si Utik yang berada di atas Karang Setan. Ada dongeng
yang menceritakan bahwa terdapat harta karun yang disembunyikan disana.
2 Lima Sekawan pun memutuskan untuk menyelidiki sekeliling gua. Lima
Tafsiran Sekawan itu adalah Julian, Dick, George, Anne, dan seekor anjing bernama
. Timmy. Petualangan mereka kali ini semakin seru dengan ditemani oleh Si
Utik dan monyetnya, Si Iseng.

Pada bab pertama buku ini, Enid Blyton menceritakan bahwa teman
Pak Quentin, ayah George, akan berkunjung ke Pondok Kirrin untuk
menyelesaikan pekerjaan. Kedua sarjana itu adalah orang yang senang
akan kesunyian dalam bekerja, padahal disaat yang bersamaan Lima
Sekawan juga akan datang untuk menghabiskan sisa liburan. Tentu
Pondok Kirrin akan sangat ramai oleh anak-anak, ditambah teman Pak
Quentin membawa serta anaknya yang bernama Utik dan juga seekor
monyetnya bernama Iseng. Untuk ketentraman bekerja kedua sarjana itu,
akhirnya diputuskan Lima Sekawan ditambah Utik dan Iseng pergi berlibur
ke mercusuar milik Si Utik, hadiah ulang tahun dari ayahnya. Tetapi rupanya
mercusuar itu dulu dipakai oleh seorang pencoleng ulung untuk menyesatkan
kapal-kapal. Dua keturunannya sampai sekarang masih mencari tempat
persembunyian harta rampasan pencoleng. Mereka merasa terganggu oleh

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 101

kedatangan Lima Sekawan dan Si Utik. Jadi kelima anak itu, dengan Timmy
dan Si Iseng juga, dikurung dalam mercusuar.

Pada bab-bab berikutnya, pembaca akan dibuat kagum dengan
berbagai petualangan dan tantangan yang dihadapi Lima Sekawan dan
Utik di Karang Setan. Pada setiap bab, mulai awal hingga akhir, buku ini
memiliki hubungan yang erat dan merupakan kesatuan utuh yang saling
melengkapi.

3 Novel yang disajikan dengan bahasa yang sangat apik dan menarik
Evaluasi membuat pembaca seakan-akan seperti ikut berpetualang bersama
Lima Sekawan ke Karang Setan. Kekonyolan Iseng si monyet dan Timmy
. si anjing membuat cerita yang ada dalam buku ini semakin seru. Hanya satu
kekurangan buku ini yaitu penyelesaiannnya yang kurang mengesankan.
Namun, dengan cara penyampaian penulis yang membuat pembaca terhanyut
dalam setiap cerita yang disampaikannya, kekurangan tersebut dapat
dianggap sebagai angin lalu.

Meskipun disebut sebagai novel ke-19 dari seri petualangan Lima
Sekawan, di novel ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan novel-
novel sebelummya. Setiap seri petualangan Lima Sekawan memiliki cerita
yang berbeda-beda dan di tempat yang berbeda juga. Sehingga, antara novel
satu dan lainnya tidak berhubungan. Novel-novel tersebut hanya memiliki
kesamaan dalam tokohnya yaitu Lima Sekawan.

Dengan mengesampingkan beberapa kekurangan yang dimiliki novel
tersebut, novel ini merupakan buku yang sangat menarik dan cocok
4
Rangkuman untuk dibaca saat memiliki waktu luang. Buku ini memberikan gambaran
.
tentang sebuah petualangan yang dipenuhi banyak rintangan. Buku ini
mengajarkan semangat, kerja keras, dan sifat pantang menyerah dalam
menghadapi berbagai rintangan yang dihadapi.

102 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

Contoh Teks Ulasan Puisi
Sahabat Terbaikkku

Sahabat …
di saat kita nikmati kebersamaan banyak hal yang terlewat kan begitu saja
keceriaan, canda dan tawa semuanya mengalir begitu saja
waktu yang tersisah seolah tak mampu menampung nya dan waktu yang sangatlah singkat membuat ku
teringat kepada mu sahabat ..
Semua kenangan – kenangan itu tak terasa ,pergi meninggalkan segala kegembiraan
serta canda dan tawa mu satu persatu hilang sekejap mata
ada beribu senyum saat terlintas memory yang dulu kala
Sahabat …
semua yang pernah kita jalani hari demi hari , waktu demi waktu telah kita lalui semuanya.
Banyak hal yg pernah terjadi karena itulah jalan hidup yang kita miliki
kadang benci, kesal ,dan kecewa serta rasa senang dan sayang
sungguh luar biasa , apa yang telah kita lalui bersama ..
Ya Tuhan …
jagalah dan lindungilah
sahabat-sahabat ku
karena mereka adalah sahabat terbaiku selamanya

Orientasi:
Puisi yang berjudul sahabat terbaikku ini merupakan puisi karya frizka Tirani. Puisi ini menceritakan
sahabat terbaik penulis. Mereka melalui semua waktu yang ada bersama. Begitu banyak momen yang
mereka lalui mengalir saja tanpa terasa. Penulis menceritakan banyak hal yang mereka lakukan untuk
menjalani hidup yang mereka miliki.

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 103

Tafsiran:
Pada paragraf pertama, penulis menceritakan saat-saat yang mereka nikmati dan terlewatkan begitu saja.
Keceriaan, canda dan tawa tercurah di sana. Waktu yang tersisa pun tidak dapat menampungnya. Hal itu
membuat si penulis terkenang dengan sahabatnya. Semua kenangan seperti tak terasa, sedikit demi
sedikit meninggalkan kegembiraan. Satu persatu hilang sekejap. Pada paragraf terakhir puisi ini, penulis
membuat sebuah permohonan kepada tuhan untuk menjaga dan melindungi sahabatnya itu.
Evaluasi:
Puisi ini disajikan dengan tema yang menarik. Sehingga pembaca merasa terkesan dengan puisi ini.
Selain itu, puisi ini berisi hal-hal yang terjadi. Seperti canda tawa, senang, sayang dan lain-lain. Frizka
tirani juga cukup baik mengolah kata-kata puitis dalam puisi ini.
Meskipun demikian, puisi ini terlalu panjang untuk skala puisi pada umumnya. Kata-katanya masih
seperti bahasa Indonesia biasa. Tetapi, puisi ini sudah mewakili hal-hal yang di alami sang penulis.
Rangkuman:
Walaupun memiliki sedikit kekurangan, puisi ini sangat bagus untuk motivasi seorang remaja ataupun
anak-anak yang memiliki sahabat agar lebih menghargai seorang sahabat. Saling mengasihi sahabatnya.
Puisi ini juga mengajarkan arti sebuah persahabatan yang indah.

104 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

Contoh menganalisis buku fiksi

“HUJAN”

 Judul : Hujan
 Penulis : Tere Liye
 Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
 Alamat penerbit : Gedung Gramedia Blok I, Lt.5 Jl. Palmerah Barat 29-33 Jakarta 10270
 Tahun terbit : 2016
 Jumlah halaman : 320 halaman
 ISBN : 978-602-03-2478-4

Pendahuluan
Di dalam novel hujan ini, terdapat berbagai kisah yang dapat kita ambil hikmahnya. Kisah persahabatan,
yaitu diceritakan melalui persahabatan Lail dan Maryam memberi pesan tentang suatu persahabatan.
Persahabatan adalah untuk saling membantu dan menguatkan baik suka maupun duka. Seperti yang terdapat
dalam novel : “ Ada banyak hal yang bisa saling dipahami oleh dua orang sahabat sejati tanpa harus berbicara
apapun.”

Kisah cinta, digambarkan tentang mencintai dalam diam. Saling mencintai tapi tidak saling tahu karena usia
yang masih terlalu muda. Saat prasangka mulai terjadi, menebak perasaan satu sama lain bahkan munculnya
kecemburuan. Seperti yang tercantum dalam novel: “Karena kenangan sama seperti hujan. Ketika ia datang
kita tidak bisa menghentikannya. Bagaimana kita akan menghentikan tetes air yang turun dari langit? Hanya
bisa ditunggu, hingga selesai dengan sendirinya.”

Tentang melupakan, digambarkan dengan seorang gadis yang sakit hati dan kemudian memutuskan untuk
melupakannya. Seperti yang tercantum dalam novel. “Ratusan orang pernah berada di ruangan ini. Meminta

agar semua kenangan mereka dihapus. Tetapi sesungguhnya, bukan melupakan menjadi masalahnya. Tapi
menerima. Jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan bisa melupakan.”

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 105

Isi novel
Novel hujan ini berlatar Bumi pada tahun 2050. Berawal dari seorang gadis yang bernama Lail yang
mendatangi sebuah pusat terapi saraf untuk menghilangkan semua kenangan pahit dalam hidupnya dengan
menggunakan sebuah teknologi canggih pada masa itu. Terapi dimulai dengan memindai peta seluruh saraf
otak Lail dengan ditemani seorang fasilitator bernama Elijah. Lail harus menceritak kisahnya dengan
menjawab pertanyaan Elijah. Terapi tersebut dilakukan di ruangan 4 x 4 m kubik yang terlihat didesain
terlalu sederhana.

Lail adalah seorang remaja berusia 13 tahun yang pada tahun 2042 kehilangan kedua orang tuanya pada saat
terjadinya gempa bumi yang dahsyat. Beruntunglah ada seorang anak laki-laki yang berusia 2 tahun lebih
muda darinya bernama Esok yang menyelamatkannya. Esok pun kehilangan 4 saudara kandungnya dan
menyisakan ibunya yang mengalami kelumpuhan akibat gempa.

Kisah Esok dan Lail pun bermula setelah bencana terjadi. Mereka harus tinggal di pengungsian hingga kota
bisa kembali pulih. Kota itu merupakan kota yang sangat maju dengan perkembangan teknologi canggih
yang tersedia di kota itu, baik sebelum gempa terjadi maupun setelahnya. Pada saat itu kota kembali pulih
dan pengungsian resmi ditutup, Lail dan Esok harus berpisah karena Esok diadopsi oleh Wali Kota dan Lail
tinggal di Panti Sosial. Perpisahan inilah yang menggambarkan dua anak yang terpisah tetapi di masing-
masing tempat, mereka menjalani kehidupannya dan mengejar mimpi-mimpinya.

Di Panti Sosial, Lail bertemu dengan Maryam yang merupakan teman satu kamarnya hingga suatu hari
mereka bersahabat. Maryam adalah sosok seorang remaja yang memiliki selera humor, berjiwa sosial, dan
teguh dalam mewujudkan impiannya. Persahabatan mereka digambarkan baik suka maupun duka. Mereka
tidak hanya harus sekolah tetapi juga harus menjalani tugas-tugas mereka di Panti Sosial dan berhadapan
dengan Ibu Panti yang bernama Ibu Suri yang terkenal tegas dan ketus tehadap anak- anak panti. Di panti
inilah, Lail dan Maryam mengejar cita-citanya hingga mereka beranjak dewasa.

Pada suatu hari, Esok membawa Lail mengunjungi stadion. Kemudian dia menyampaikan kepada Lail bahwa
sekitar satu minggu lagi akan diluncurkan kapal raksasa. Dan hanya sepuluh ribu orang yang terpilih secara
acak yang dapat menumpangi kapal tersebut. Esok mendapatkan dua tiket. Wali Kota meminta Lail supaya
bisa

106 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

membujuk Esok agar salah satu tiket yang dimilikinya diberikan kepada anaknya yang bernama Claudia.
Hingga pada jadwal keberangkatan kapal, Lail mendengar informasi dari Istri Wali Kota bahwa salah satu
tiket dari Esok, diberikan kepada Claudia. Lail pun beranggapan bahwa Esok pergi bersama Claudia.
Lail merasa hatinya seperti tercabik-cabik. Akan tetapi, Claudia sebernarnya tidak pergi bersama Esok
melainkan dengan Ibunya Esok.

Lail langsung memutuskan untuk menghapus ingatannya tentang Esok. Maryam panik dan langsung
menyusul Lail untuk menghentikan perbuatannya. Akan tetapi, sudah
terlambat. Lail sudah memulai melakukan terapinya. Elijah menjelaskan sekali lagi kepada Lail bahwa
melupakan bukan jadi masalahnya, tetapi menerima.

Akhirnya Lail selesai melakukan terapi tersebut. Ternyata, ingatan Lail tentang Esok dan Maryam tidak ikut
terhapus. Melainkan menjadi benang biru yang menunjukkan kenangan yang menyenangkan. Semua
kenangannya, dipeluk erat-erat oleh Lail ketika terapi terakhir dilakukan.

Satu bulan kemudian, Esok dan Lail menikah di tengah teriknya matahari. Esok berjanji kepada Lail kalau
dia tidak akan meninggalkan Lail lagi.

Unsur intrinsik
Penokohan

1. Lail
Seorang gadis yang pemberani dan memiliki jiwa sosial. Dia juga seorang gadis yang pintar dan
berbakat.

2. Elijah
Seorang fasilitator yang menjalani tugasnya dengan jujur dan professional.

3. Esok/Soke Bahtera
Seorang ilmuwan muda yang paling terkemuka bahkan saat usianya baru tujuh belas tahun.

4. Marya
Seorang gadis yang memiliki selera humor, dan memiliki jiwa sosial.

5. Ibu Lail
Seorang ibu yang sangat menyayangi anaknya. Bahkan hingga akhir hidupnya, ia masih memberikan
dukungan kepada Lail.

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 107

6. Ayah Lail
Seorang ayah yang sangat perhatian kepada anaknya.

7. Wali Kota
Seorang public figur dalam keluarganya.

8. Istri Wali Kota
Seorang ibu yang menganggap Lail sudah seperti anaknya sendiri.

9. Claudia
Mudah bergaul dengan orang lain dan tidak membeda-bedakan teman.

10. Ibu Suri
Seseorang yang memiliki watak tegas kepada anak-anak panti.

11. Penumpang Kapsul Kereta
Tidak mau menuruti instruksi dari petugas atau memiliki sikap keras kepala.

12. Ibu Esok
Sosok ibu yang selalu mengajarkan yang terbaik untuk anaknya.

13. Petugas Keret
lebih mementingkan keselamatan penumpang daripada keselamatannya sendiri.

14. Marinir
Memberikan penyuluhan terhadap pengungsi yang berhasil selamat saat terjadinya gempa.

15. Petugas Relawan
Tidak egois dalam bertindak, memikirkan keselamatan penduduk

16. Pembawa Acara Televisi
17. Narasumber Dalam Acara Televisi

Latar
Latar waktu

Pagi
Pagi hari, berita tentang penduduk yang kesepuluh miliar tersebar dimana-mana.
Letusan Gunung Merapi dan Gempa Bumi terjadi pada pagi hari disaat Lail sedang berangkat ke
sekolah barunya.
Pagi ini pegunungan hijau dan lembah luas terhampar luas.
Di Pagi harinya, Esok mengajak Lail mengunjungi sebuah tempat.
Siang
Pada jam makan siang, Lail dan Maryam dipanggil mendadak oleh Ibu Suri
Disiang harinya, diumumkanlah kelulusan Lail dan Maryam dari Sekolah Keperawatan.

108 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

Sore
Baru kemarin sore dia menyaksikan sendiri ibunya jatuh ke lorong kereta gelap.
Di sore hari, Esok mengajak Lail ke toko kue ibunya.
Sorenya, dengan masih diliputi sukacita lulus dari sekolah, Lail dan Maryam tiba- tiba dipanggil ke
kantor Ibu Suri.

Malam pertama, Lail dan Esok menginap di rumah sakit yang merawat Ibu Esok.
Malam kedua, Lail dan Esok menginap ditempat pengungsian.
Malam hari, disaat hujan badai, Lail dan Maryam memberikan peringatan kepada penduduk Kota Hilir
Sungai bahwa kota tersebut akan dituruni air bah.
·

Latar tempat
o Trotoar
o Stasiun kereta
o Kereta bawah tanah/kapsul kereta
o Ruangan 4 x 4 m kubik
o Taman kota
o Rumah Lail
o Toko kue
o Kolam air mancur Central Park
o Rumah Sakit
o Panti Sosial
o Sekolah Keperawatan
o Markas Organisasi Relawan
o Stadion sepak bola/tempat pengungsian nomor 2
o Tempat latihan relawan
o Lubang tangga darurat
o Sebuah kota yang memiliki teknologi yang canggih

Latar suasana
o Mengejutkan
Kereta kapsul berhenti secara mendadak karena adanya letusan Gunung Purba di belahan benua lain.
o Panik
Terjadinya gempa susulan di lorong kereta.
o Tragis
Ibu Lail jatuh ke dalam lorong kereta.

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 109

o Senang
Lail menerima telepon dari ayahnya.
Lail dan Marayam lulus tes yang dilakukan untuk menjadi seorang relawan.
o Sedih
Lail dan Esok berpisah sementara karena Esok akan diadopsi oleh seorang Wali Kota.
Lail mengira Esok pergi dengan kapal raksasa tersebut bersama Claudia.
o Bahagia
Esok dan Lail menikah di tengah teriknya matahari

Alur
Alur novel ini yaitu alur maju mundur. Karena dimulai dengan keinginan Lail untuk menghapus
memorinya tentang seseorang. Kemudian kembali kepada kisah Lail saat berusia 13 tahun.

Tema
Didalam novel ini terdapat berbagai tema yaitu: tentang persahabatan, tentang cinta, tentang perpisahan,
tentang melupakan, dan tentang hujan.

Sudut pandang
Sudut pandang yang digunakan dalam novel ini yaitu sudut pandang orang ketiga. Contohnya ; dia, ia, dan
nama orang.

Unsur Ekstrinsik

Latar belakang pengarang

Darwis Tere Liye adalah seorang pengarang yang belakangan ini memberi judul novelnya cukup dengan satu
kata saja yang membuat para penggemarnya menjadi penasaran dan karyanya terjual dan harus mengalami
cetakan ulang untuk memenuhi permintaan pembaca. Tere Liye juga selalu menyelipkan tokoh yang dapat
membuat pembaca tersenyum sendiri bahkan tertawa melihat tingkah tokoh dalam cerita tersebut.

Contoh karya Tere Liye yaitu:
Bumi
Bulan
Matahari
Hujan
Pulang
Rindu

110 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
# About Love
Ayahku Bukan Pembohong
Negeri Para Bedebah
Negeri Di Ujung Tanduk
Kau, Aku dan Sepucuk Angpao Merah
Berjuta Rasanya
Sepotong Hati Yang Baru

Kelebihan novel
Novel ini memberi banyak motivasi kepada pembaca tentang melupakan, persahabatan, cinta, perpisahan,
dan perjuangan. Di dalam novel ini, kita seperti diajak berimajinasi ke masa depan dimana semua teknologi
sudah maju dan canggih.

Kekurangan novel
Didalam novel ini, kurangnya gambar-gambar yang membuat pembaca lebih tertarik nmembacanya. Dan
pada bagian sampul belakangnya, hanya ada beberapa kata tentang perpisahan, persahabatan, cinta,
melupakan dan hujan. Didalam novel ini, ada sedikit ketidak konsistenan yaitu tentang tugas pertama Lail ke
Sektor 3 atau Sektor 4. Ada halaman 120 tertulis : Jika kalian bersedia, setelah menerima pin besok pagi,
kalian akan ditugaskan segera di Sektor 3 selama liburan panjang. Namum, dalam halaman 135 tertulis
: pagi ini kami berangkat ke Sektor 4. Penugasan pertama dari organisasi. Hal ini sebaiknya bisa diperbaiki
kekonsistenannya di cetakan berikutnya. Didalam novel ini tidak ada dijelaskan tentang data pengarang.

Komentar
Novel hujan ini sangat layak dibaca oleh semua kalangan. Novel ini mengajarkan kita bagaimana harus
berjuang, bersikap, menghargai persahabatan, menghargai cinta dan yang paling penting tentang bagaimana
manusia seharusnya memiliki keikhlasan.

Saran
Sebaikya novel ini dilengkapi dengan gambar- gambar yang menarik. Dan sebaiknya, didalam novel ini
dilengkapi oleh data pengarang. Agar pembaca saat mengetahui tentang data pengarang tersebut.

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 111

BIOGRAFI PENULIS

Nama pena : Tere Liye

Lahir : 21 Mei 1979, Sumatera Selatan, Indonesia

Pendidikan : SDN 2 Kikim Timur Sumasel , SMPN 2 Kikim Timur Sumsel , SMUN 9 Bandar

Lampung, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Orang tua : Pasai

Isteri : Riski Amelia

Anak-anak : Abdullah Pasai dan Faizah Azkia

e-mail : [email protected] atau [email protected]

Web site : www.darwisdarwis.multiply.com

Tere Liye merupakan nama pena seorang penulis berbahasa Indonesia. Dari beberapa informasi yang beredar
di internet nama aslinya adalah Darwis. Ia bisa di anggap salah satu penulis yang telah banyak menelurkan
karya-karya best seller. Saat ini ia telah menghasilkan banyak karya, bahkan beberapa di antaranya telah di
angkat ke layar lebar.

Darwis lahir pada tanggal 21 Mei 1979 di pedalaman Sumatera Selatan. Ia merupakan anak keenam dari
tujuh bersaudara yang berasal dari keluarga petani.

Pendidikan sekolah dasarnya ia lalui di SDN 2 Kikim Timur Sumasel, setelah lulus kemudian melanjutkan ke
SMPN 2 Kikim Timur Sumsel lalu mengenyam pendidikan menengah atas di SMUN 9 Bandar Lampung.
Terakhir ia kuliah di Fakultas Ekonomi UI. Dari pernikahan Tere Liye dengan Ny.Riski Amelia di karunia
seorang putra bernama Abdullah Pasai dan seorang puteri bernama Faizah Azkia.

Saat menjadi penulis, Darwis menorehkan namanya dalam setiap karyanya namun dengan nama pena yang
unik yakni Tere Liye. Tere Liye sendiri diambil dari bahasa India yang memiliki arti untukmu. Karya Tere
Liye biasanya mengetengahkan seputar pengetahuan, moral dan Agama Islam. Penyampaiannya yang unik
serta sederhana menjadi nilai tambah bagi tiap novelnya.

LATIHAN SOAL:

Buatlah analisis pesan dari satu buku fiksi yang dibaca dan susunlah ulasan terhadap pesan
dari satu buku fiksi yang kalian baca!

112 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

Pelajaran 8 Proposal

PROPOSAL

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1

Mata Pelajaran :Bahasa Indonesia
Kelas/Semester :XI / 2
Materi Pokok : Proposal
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit

A. Kompetensi Inti
KI-1 dan KI-2;Memiliki sikap jujur, disiplin, kerjasama, responsif, dan proaktif dalam mencari solusi
permasalahan, sehingga dapat menyadari dirinya sebagai mahluk ciptaan yang Maha Kuasa serta
menjalankan kewajibannya sesuai dengan agama yang dianutnya.
KI3: Kompetensi Pengetahuan, yaitu Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI4: Kompetensi Keterampilan, yaitu Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.12.1 Memahami isi proposal kegiatan atau penelitian.
3.12 Mengidentifikasi informasi 3.12.2 Mengidentifikasi iinformasi penting yang ada dalam
penting yang ada dalam proposal proposal kegiatan atau penelitian yang dibaca.
kegiatan atau penelitian yang
dibaca 4.12.1 Melengkapi informasi dalam proposal secara tertulis
4.12 Melengkapi informasi
dalam proposal secara lisan 4.12.2 Menyampaikan proposal secara lisan supaya lebih
supaya lebih efektif efektif

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 113

C.Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik, diskusi, dan penugasan, peserta didik
Mengidentifikasi informasi penting yang ada dalam proposal kegiatan atau penelitian yang
dibaca dan melengkapi informasi dalam proposal secara lisan supaya lebih efektif.

D. Materi Pembelajaran
o Proposal
o Informasi penting dalam proposal
o Contoh proposal

E. Ringkasan Materi

 Pengertian proposal
Proposal adalah alat bantu menejemen standar agar manajemen dapat berfungsi secara efisien. (jay, 2006:1).

Proposal merupakan teks permintaan yang diberikan kepada lembaga atau perorangan untuk melakukan suatu
kegiatan (penelitian), kosasih, engkos.

Berdasarkan beberapa pendapat para ahli diatas maka dapat disimpulkan proposal adalah suatu rancangan
kegiatan atau kerja yang disusun secara sistematis dan terperinci sesuai standar oleh seseorang atau
sekelompok peneliti untuk diajukan kepada pihak yang dikehendaki dalam mendapatkan persetujuan maupun
bantuan dalam penelitiannya.

 Informasi penting dalam proposal
a. Latar belakang

Dalam bagian ini dikemukakan tentang kejadian, keadaan, atau hal yang melatarbelakangi pentingnya
suatu kegiatan atau penelitian.
b. Masalah dan tujuan
Secara terperinci kita perlu menyebutkan masalah dan tujuan itu dengan rasional dan persuasif sehingga
pembaca tertarik pada tujuan-tujuan tersebut.
c. Ruang lingkup kegiatan
d. Manfaat
Akan lebih meyakinkan lagi apabila kemukakan juga manfaat yang akan diperoleh

114 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

e. Kerangka teoritis dan hipotesis
Dalam hal ini, dikemukakanbhasil telaah teori sebelumnya yang berkaitan dengan masalah yang
dirumuskan, hasil tersebut bisa perbandingan, pengontrasan, dan peletakan.

f. metode
melalui metode –metode yyang digunakan, kegiatan yang direncanakan itu dapat dinilai oleh penerima
usul

g. pelaksanaan kegiatan
h. fasilitas
i. lama waktu/jadwal kegiatan
j. Pembiyaan/anggaran dana

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 115

TUGAS 1 (3.12)

1. Tentukan informasi penting yang terdapat pada tabel berikut!

N kutipan Penting/ Alasan
No kurang penting

1Panitia mendatangkan dokter

1 terkenal untuk membantu

acara ini

2Sasaran kegiatan ini yaitu anak-

2 anak dari kalangan yang kurang

mampu

3Kegiatan ini terdiri dari empat

3 orang seksi dokumentasi yang

bertugas untuk

mendokumentasikan kegiatan

4Diharapkan kegiatan ini dapat

4 membantu beban orang tua dan

memotivasi anak

5Kepala desa menyumbang dana

5 demi terealisasinya acara ini

6Kegiatan ini dilakukan atas rasa

6 prihatin terhadap keluarga

kurang mampu yang belum

menyunatkan anaknya

TUGAS 2 (KD 4.12)
1. Periksalah kelengkapan struktur proposal tersebut?
2. lengkapilah informasi yang kurang lengkap yang terdapat dalam contoh proposal?

116 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

PROPOSAL

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2

Mata Pelajaran :Bahasa Indonesia
Kelas/Semester :XI / 2
Materi Pokok : Proposal
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit

A. Kompetensi Inti
KI-1 dan KI-2;Memiliki sikap jujur, disiplin, kerjasama, responsif, dan proaktif dalam mencari solusi
permasalahan, sehingga dapat menyadari dirinya sebagai mahluk ciptaan yang Maha Kuasa serta
menjalankan kewajibannya sesuai dengan agama yang dianutnya.
KI3: Kompetensi Pengetahuan, yaitu Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI4: Kompetensi Keterampilan, yaitu Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi

3.13 Menganalisis isi, 3.13.1 Memahami isi proposal karya ilmiah
sistematika, dan kebahasaan suatu 3.13.2 Mengidentifikasi isi, sistematika, dan kebahasaan suatu
proposal proposal
3.13.3 Menuliskan isi, sistematika, dan kebahasaan proposal karya

ilmiah

4.13 Merancang sebuah proposal 4.13.1 Merancang sebuah proposal karya ilmiah dengan
karya ilmiah dengan memerhatikan memerhatikan informasi, tujuan, dan esensi karya ilmiah yang
informasi, tujuan, dan esensi karya diperlukan.
ilmiah yang diperlukan.

C.Tujuan Pembelajaran

Melalui kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik, diskusi, dan penugasan, peserta didik

Menganalisis isi, sistematika, dan kebahasaan suatu proposal dan merancang sebuah proposal karya
ilmiah dengan memerhatikan informasi, tujuan, dan esensi karya ilmiah yang diperlukan.

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 117

D. Materi Pembelajaran
o Unsur-unsur Proposal
o Isi, Sistematika, dan Kebahasaan Proposal
o Contoh proposal

E. Ringkasan Materi

 Unsur – unsur dalam proposal
Unsur-unsur yang terdapat dalam proposal yaitu
a. Latar belakang masalah,
dikemukakan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan, baik kesenjangan teoretik ataupun
kesenjangan praktis yang melatarbelakangi masalah yang diteliti. Selain itu, dipaparkan secara ringkas
tentang teori, hasil-hasil penelitian, kesimpulan seminar, dan diskusi ilmiah maupun pengalaman pribadi
yang terkait erat dengan pokok masalah yang diteliti. Dengan demikian, masalah yang dipilih untuk diteliti
mendapat landasan berpijak yang lebih kokoh.

b. Rumusan masalah,
Rumusan masalah dinyatakan secara tersurat berupa pertanyaan-pertanyaan yang ingin dicarikan
jawabannya. Dalam hal ini hendaknya rumusan masalah disusun secara singkat, padat, jelas, dan dituangkan
dalam bentuk kalimat tanya. Rumusan masalah yang baik akan menampakkan variabel-variabel yang diteliti
dan dapat diuji secara empiris.

c. Tujuan penelitian, Tujuan penelitian diungkapkan pada sasaran yang ingin dicapai dalam
penelitian.Tujuan penelitian mengacu pada rumusan penelitian dan berupa pernyataan.

d. Hipotesis,
Hipotesis diajukan berupa jawaban sementara terhadap masalah penelitian agar hubungan antara masalah
yang diteliti dengan kemungkinan jawabannya lebih jelas.Adapun rumusan hipotesis yang baik hendaknya:
dituangkan dalam bentuk kalimat pernyataan, dirumuskan secara singkat, padat, dan jelas, dapat diuji secara
empiris, dan menyatakan pertautan antara dua variabel atau lebih.

118 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

e. Asumsi penelitian, Asumsi penelitian adalah anggapan dasar tentang suatu hal
yang dijadikan pijakan berpikir dan bertindak dalam melaksanakan penelitian. Dalam hal ini tidak perlu
dibuktikan kebenarannya, tetapi dapat langsung memanfaatkan hasil penelitian yang diperolehnya dari orang
lain melalui karya tulisnya.

f. Manfaat penelitian, Manfaat penelitian ditunjukkan untuk mengenai pentingnya penelitian terutama bagi
pengembangan ilmu atau pelaksanaan pembangunan dalam arti luas. Dengan kata lain, bagian ini berisi
alasan kelayakan atas masalah yang diteliti.

g. Ruang lingkup, dan Keterbatasan Penelitian Ruang lingkup dan keterbatasan penelitian dikemukakan
karena sering dihadapi keterbatasan ruang lingkup kajian yang terpaksa harus dilakukan karena alasan-alasan
prosedural, teknik penelitian, ataupun karena alasan logistik. keterbatasan penelitian karena kendala yang
bersumber dari adat, tradisi, etika, dan kepercayaan yang tidal memungkinkan peneliti mencari data yang
diinginkan.

h. Kajian pustaka, dan Kajian pustaka memaparkan teori-teori yang disusun berdasarkan kemutakhiran dan
relevansi yang diperlukan dalam penelitian.

i. Definisi operasional.
Definisi operasional adalah definisi yang dirumuskan berdasarkan hal yang yang dapat diamati oleh peneliti.
Definisi operasional bukan definisi berdasarkan kamus atau pendapat para ahli. Hal ini diperlukan terutama
untuk istilah-istilah yang berhubungan dengan konsep-konsep pokok dalam penelitian juga untuk
menghindari perbedaan persepsi.

4. Isi proposal
Proposal berisi tentang rancangan kegiatan, dan penelitian

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 119

5. Sistematika proposal

Proposal adalah suatu bentuk rancangan kegiatan yang dibuat dalam bentuk formal dan standar.

Sistematika pembuatan proposal antara lain :

a. Pendahuluan
1) Berisi tentang hal-hal dan kondisi umum yang melatarbelakangi dilaksanakan kegiatan tersebut.
2) Hubungan kegiatan tersebut dalam kehidupan sehari-hari(nyata)
3) Point-point pembahasan pada pendahuluan ini, mengacu pada komponen S-W-O-T yang telah dibahas
sebelumnya.
b. Dasar Pemikiran
1)Berisi tentang dasar yang digunakan dalam pelaksanaan, misalnya: Tri Darma Perguruan Tinggi, program
kerja pengurus dan lain-lain
2)Jika kegiatan tersebut bukan dari organisasi, maka didasarkan secara umum, misalnya : Peraturan
Pemerintah No sekian
c. Tujuan
1) Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut ( umum dan khusus)
2) Tentukan juga keluaran ( output ) yang dikehendaki seperti apa
d. Tema
1) Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut
e. Jenis Kegiatan
1) Diperlukan untuk menjelaskan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan jika kegiatannya lebih dari
satu,
2) Menjelaskan bentuk dari kegiatan tersebut. Misal: berupa Seminar, Pelatihan, penyampain materi secara
lisan, Tanya jawab dan simulasi dll.
f. Target
1) Berisi uraian yang lebih terperinci dari Tujuan (Point 3) terutama mengenai ukuran-ukuran yang
digunakan sebagai penilaian tercapai atau tidaknya tujuan.
g. Sasaran/Peserta
1) Menjelaskan tentang objek atau siapa yang akan mengikuti kegiatan tersebut ( atau lebih kenal dengan
peserta)
h. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
1) Tentukan dimana, hari, tanggal, bulan, tahun serta pukul berapa akan dilaksanakan kegiatan tersebut.
i. Anggaran Dana
1) Dalam anggaran disini, hanya disebutkan jumlah total pemasukan dan pengeluaran yang diperkirakan oleh
panitia, sedangkan rinciannya dibuat dalam lampiran tersendiri
j. Susunan Panitia
1) Dalam halaman atau bagaian susuna panitia, biasanya hanya ditulis posisi yang penting-penting saja,
seperti Pelindung Kegiatan, Ketua panitia, Streering Commite dll, sedangkan kepanitian lengkap
dicantumkan dalam lampiran.
k. Jadwal Kegiatan
1) Dibuat sesuai dengan perencanaan dalam kalender Kegiatan yang telah disusun sebelumnya
2) Atau bisa juga ditulis terlampir, jika jadwalnya banyak.
l. Penutup
1) Berisi tentang harapan yang ingin dicapai dan mohon dukungan bagi semua pihak.
2) Ditutup dengan lembar pengesahan proposal
3) Terakhir, diikuti dengan lampiran

120 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

6. Bahasa Proposal
Proposal merupakan jenis tulisan yang formal dan ilmiah. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis
proposal adalah sebagai berikut :
a. Hendaknya menggunakan bahasa yang jelas dan tepat dengan gaya bahasa yang formal dan lugas.
b. Kejelasan dan ketepatan isi diwujudkan dengan menggunakan kata atau istilah yang jelas dan tepat.
c. Paragraf yang kohesif dan koheren .
d. Kalimat efektif dan tidak berbelit-belit serta ambigu.
e. Mengungkapkan alasan dan tujuan yang logis.
7. ciri ciri kebahasaan dalam proposal
beberapa ciri kebahasaan yang terdapat dalam roposal berupa pernyataan yang berifat argumentatif.
Argument tersebut dikutip dari sumber-sumber tertentu yang disertai oleh data fakta, argumen tersebut
sering kali menggunakan konjungsih penyebaban seperti sebab, karena, oleh karena itu.
Selain argumentatif terdapat juga pernyataan persuasif yang ditandai dengan menggunakan kata hendaknya,
sebaiknya.

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 121

PROPOSAL KEGIATAN FESTIVAL KARNAVAL SENI BUDAYA

I. LATAR BELAKANG
Dengan semakin berkembangnya zaman dan juga semakin canggihnya teknologi informasi masa kini serta
semakin berkurangnya minat dan perhatian para remaja terhadap budaya asli Negara Indonesia yang
seharusnya di lestarikan malah semakin tenggelam di tengah kebudayaan asing yang merajalela, bahkan
budaya asing sendiri sudah dapat masuk ke dalam pelosok desa dan tidak hanya di daerah perkotaan saja.
Bahkan sangat sedikit sekali para pemuda yang mau melestarikan budaya Negeri seperti tarian tradisional
dan bahkan memakai baju batik pada keseharian di anggap aneh oleh banyak masyarakat.

Sangat terlihat dengan jelas jika adat dan budaya asli Negara Indonesia sudah di geser dengan budaya asing,
bahkan para remaja sekarang dengan bangga memilih budaya asing dari pada budaya Negeri sendiri.
Budaya barat yang masuk memang di terima dengan tangan terbuka oleh para pemuda saat ini tanpa adanya
penyaringan terlebih dahulu dan mengakibatkan sebagian para pemuda di masyarakat Indonesia terpengaruh
sehingga melupakan budaya asli Indonesia.
Dengan melihat kondisi serta fakta yang ada di atas, akan sangat baik jika kita semakin perhatian dengan
persoalan tersebut. Argumen itu yang mejadi latar belakang kami sebagai para mahasiswa “ komunitas
kesenian” akan menyelenggarakan sebuah kegiatan festival karnaval seni budaya lintas kampus.

II. MAKSUD DAN TUJUAN
Dalam memperingati hari ulang tahun kota Malang pada tanggal 1 April 2018, maka komunitas kesenian
selaku organisasi pemuda dan mahasiswa ingin acara festival karnaval seni budaya lintas kampus yang
memiliki tujuan untuk:
1. Untuk memperingati hari lahir dan ulang tahun kota Malang yang ke- 104
2. Agar dapat melestarikan dan menumbuhkan minat para pemuda akan seni budaya Negeri Indonesia.
3. Untuk dapat membangun kerja sama serta kreativitas para remaja.

III. KEGIATAN

Waktu dan tempat pelaksanaan

Pentas seni dan budaya ini akan kami laksanakan pada

Hari : Minggu

Tanggal : 1 April 2018

Waktu : 9.00 s.d. selesai

Tempat : Aula Universitas Merdeka

122 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

Susunan Acara

Susunan Panitia : Muhammad Gufron
Penanggung jawab : Luthamimah
Ketua Pelaksana : Fitriyah Nur Fauziah
Sekertaris : Dian Indah Hayati
Bendahara : Arlan A. Saputra, Toni Armando, Dita Febrianti.
Seksi Acara : Wisnu Hadi, Setiawan Kuncoro, Andre Azona.
Seksi Perlengkapan : Febriani, Dwi Putri, Febrituti Haryanti.
Seksi Konsumsi

IV. ANGGARAN saldo
Lampiran anggaran Rp. 4.000.000-,
A. Pemasukan Rp. 3.000.000-,
Rp. 7.000.000-,
N Pasal Dana1
No

1 Kas Komunitas Seni
1

2 Iuran anggota
2

Jumlah

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 123

B. Pengeluaran

N Nama barang Jumlah Rp. 850.000-,
No Sound System
Konsumsi 1 Paket Rp.
1 Dekorasi Panggung 2.400.000-,
1 Tranportasi 400 x Rp.
Hadiah 6.000 Rp. 800.000-,
2 Biaya tak terduga
2 Jumlah 1 paket Rp. 400.000-,

3 1 Paket Rp.
3 3.300.000-,
1 paket
4 Rp. 400.000
4 -
Rp.
5 8.150.000-,
5

6
6

TUGAS (KD 3.13)
1. Jelaskan isi proposal yang terdapatdalam contoh proposal
2. Identifikasikanlah sistematika, dan kebahasaan dalam contoh proposal

TUGAS (KD 4.13)
1. Buatlah proposal dengan berdasarkan latar belakang masalah, metode, pelaksanaan (tempat, waktu, biaya
dan pelaksanaan) dengan memperhatikan isi dan kebahasaannya.

124 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

Pelajaran 9 Karya Ilmiah

KARYA ILMIAH

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1

Mata Pelajaran :Bahasa Indonesia
Kelas/Semester :XI / 2
Materi Pokok : Karya Ilmiah
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit

A. Kompetensi Inti
KI-1 dan KI-2;Memiliki sikap jujur, disiplin, kerjasama, responsif, dan proaktif dalam mencari solusi
permasalahan, sehingga dapat menyadari dirinya sebagai mahluk ciptaan yang Maha Kuasa serta
menjalankan kewajibannya sesuai dengan agama yang dianutnya.
KI3: Kompetensi Pengetahuan, yaitu Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI4: Kompetensi Keterampilan, yaitu Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi

3.14 Mengidentifikasi 3.14.1. Menentukan informasi, tujuan dan esensi sebuah karya
informasi, tujuan dan esensi ilmiah yang dibaca.
sebuah karya ilmiah yang
dibaca 3.14.2. Merancang karya ilmiah sesuai dengan unsur-unsur
4.14 Merancang informasi, dan isi karya ilmiah.
tujuan, dan esensi yang harus
disajikan dalam karya ilmiah 4.14.1 Mempresentasikan, menanggapi, dan merevisi hasil
kerja dalam diskusi kelas.

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 125

C.Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik, diskusi, dan penugasan, peserta didik dapat
mengidentifikasi informasi, tujuan dan esensi sebuah karya ilmiah yang dibaca dan
merancang informasi, tujuan, dan esensi yang harus disajikan dalam karya ilmiah.

D. Materi Pembelajaran

o Bentuk penyajian karya ilmiah
o Struktur Karya Ilmiah
o Contoh analisis karya ilmiah

E. Ringkasan Materi
Mengidentifikasi Struktur Karya Ilmiah yang Dibaca
 Bentuk Penyajian Karya Ilmiah

Karya ilmiah bisa ditulis dalam berbagai bentuk penyajian. Namun setiap bentuk itu kelengkapan struktur
yang berbeda. Secara umum, bentuk penyajian karya ilmiah terbagi ke dalam tiga jenis, yaitu bentuk populer,
bentuk semiformal, dan bentuk formal.

1. Bentuk Populer
Karya ilmiah bentuk ini sering disebut karya ilmiah populer. Karya ilmiah bentuk ini dapat diungkapkan ke
dalam bentuk karya ringkas. Ragam bahasanya bersifat santai (populer). Karya ilmiah populer umumnya
dijumpai dalam media massa, seperti koran atau majalah. Istilah-istilah populer digunakan untuk menyatakan
topik yang akrab dalam artian menyenangkan bagi rakyat karena gayanya yang menarik dan bahasanya
mudah dipahami. Kalimat-kalimatnya sederhana, lancar, namun tidak berupa senda gurau dan tidak pula
bersifat fantasi (rekaan).

2. Bentuk Semiformal
Secara garis besar, karya ilmiah bentuk ini terdiri atas:
a. halaman judul,
b. kata pengantar,
c. daftar isi,
d. pendahuluan,
e. pembahasan,
f. simpulan, dan
g. daftar pustaka.
Bentuk karya ilmiah semacam itu, umumnya digunakan dalam berbagai jenis laporan biasa dan makalah.

126 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

3. Bentuk Formal
Karya ilmiah formal dibuat dengan memenuhi unsur-unsur kelengkapan akademis secara lengkap, seperti
dalam skripsi, tesis, atau disertasi. Unsur-unsur karya ilmiah bentuk formal, meliputi hal-hal sebagai berikut.
a. Judul
b. Tim pembimbing
c. Kata pengantar
d. Abstrak
e. Daftar isi
f. Bab Pendahuluan
g. Bab Telaah kepustakaan/kerangka teoretis
h. Bab Metode penelitian
i. Bab Pembahasan hasil penelitian
j. Bab Simpulan dan rekomendasi
k. Daftar pustaka
l. Lampiran-lampiran
m. Riwayat hidup

 Struktur Karya Ilmiah
Beberapa bagian penting dari struktur karya ilmiah diuraikan sebagai berikut :

1. Judul
Judul dalam karya ilmiah dirumuskan dalam satu frase yang jelas dan lengkap. Judul mencerminkan
hubungan antarvariabel. Istilah hubungan di sini tidak selalu mempunyai makna korelasional, kausalitas,
ataupun determinatif. Judul juga mencerminkan dan konsistensi dengan ruang lingkup penelitian, tujuan
penelitian, subjek penelitian, dan metode penelitian.

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 127

Contoh:
AKTIVITAS PERGAULAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA
(Studi Deskriptif tentang Kecerdasan Emosi dan Intelektual)
Siswa SMA Labschool UPI Bandung

Dari judul di atas, dapat diketahui bahwa:
a. masalah yang diteliti : aktivitas pergaulan dan prestasi belajar siswa
b. ruang lingkup penelitian : kecerdasan emosi dan intelektual siswa
c. tujuan penelitian : mengetahui ada tidaknya hubungan antara aktivitas pergaulan dengan prestasi belajar
siswa
d. subjek penelitian : siswa SMA Labschool UPI Bandung
e. metode penelitian : deskriptif-komparatif
Penulisan judul dapat dilakukan dua cara. Pertama, dengan menggunakan huruf kapital semua kecuali pada
anak judulnya; kedua, dengan menggunakan huruf kecil kecuali huruf-huruf pertamanya. Apabila cara yang
kedua yang akan digunakan, maka kata-kata penggabung, seperti dengan dan tentang serta kata-kata depan
seperti di, dari, dan ke huruf pertamanya tidak boleh menggunakan huruf kapital. Di akhir judul tidak boleh
menggunakan tanda baca apa pun, termasuk titik ataupun koma.

2. Pendahuluan
Pada karya ilmiah formal, bagian pendahuluan mencakup latar belakang masalah, identifikasi masalah,
pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat atau kegunaan penelitian. Selain
itu, dapat pula dilengkapi dengan definisi operasional dan sistematika penulisan.

a. Latar Belakang Masalah
Uraian pada latar belakang masalah dimaksudkan untuk menjelaskan alasan timbulnya masalah dan
pentingnya untuk dibahas, baik itu dari segi pengembangan ilmu, kemasyarakatan, maupun dalam kaitan
dengan kehidupan pada umumnya.

b. Perumusan Masalah
Masalah adalah segala sesuatu yang dianggap perlu pemecahan oleh penulis, yang pada umumnya ditanyakan
dalam bentuk pertanyaan mengapa, bagaimana. Berangkat dari pertanyaan itulah, penulis menganggap perlu
untuk melakukan langkah-langkah pemecahan, misalnya melalui penelitian. Masalah itu pula yang nantinya
menjadi fokus pembahasan di dalam karya ilmiah tersebut.

128 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

c. Tujuan (Penulisan Karya Ilmiah)
Tujuan merupakan pernyataan mengenai fokus pembahasan di dalam penulisan karya ilmiah tersebut;
berdasarkan masalah yang telah dirumuskan. Dengan demikian, tujuan harus sesuai dengan masalah pada
karya ilmiah itu.

d. Manfaat
Perlu diyakinkan pula kepada pembaca tentang manfaat atau kegunaan dari penulisan karya ilmiah. Misalnya
untuk pengembangan suatu bidang ilmu ataupun untuk pihak atau lembaga-lembaga tertentu.

3. Kerangka Teoritis
Kerangka teoritis disebut juga kajian pustaka atau teori landasan. Tercakup pula di dalam bagian ini adalah
kerangka pemikiran dan hipotesis. Kerangka teoritis dimulai dengan mengidentifikasi dan mengkaji berbagai
teori yang relevan serta diakhiri dengan pengajuan hipotesis.
Di samping itu, dalam kerangka teoritis perlu dilakukan pengkajian terhadap penelitian-penelitian yang telah
dilakukan para penulis terdahulu. Langkah ini penting dilakukan guna menambah dan memperoleh wawasan
ataupun pengetahuan baru, yang telah ada sebelumnya. Di samping akan menghindari adanya duplikasi yang
sia-sia, langkah ini juga akan memberikan perspektif yang lebih jelas mengenai hakikat dan kegunaan
penelitian itu dalam perkembangan ilmu secara keseluruhan.

4. Metodologi Penelitian
Dalam karya tulis yang merupakan hasil penelitian, perlu dicantumkan pula bagian yang disebut dengan
metode penelitian. Metodologi penelitian diartikan sebagai prosedur atau tahap-tahap penelitian, mulai dari
persiapan, penentuan sumber data, pengolahan, sampai dengan pelaporannya.
Setiap penelitian mempunyai metode penelitian masing-masing, yang umumnya bergantung pada tujuan
penelitian itu sendiri.

Metode-metode penelitian yang dimaksud, sebagai berikut.
a. Metode deskriptif, yakni metode penelitian yang bertujuan hanya menggambarkan fakta-fakta secara apa
adanya, tanpa adanya perlakukan apa pun. Data yang dimaksud dapat berupa fakta yang bersifat kuantitatif
(statistika) ataupun fakta kualitatif.

b. Metode eksperimen, yakni metode penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran atas suatu gejala
setelah mendapatkan perlakuan.

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 129

c. Metode penelitian kelas, yakni metode penelitian dengan tujuan untuk memperbaiki persoalan-persoalan
yang terjadi pada kelas tertentu, misalnya tentang motivasi belajar dan prestasi belajar siswa dalam
kompetensi dasar tertentu.

5. Pembahasan
Bagian ini berisi paparan tentang isi pokok karya ilmiah, terkait dengan rumusan masalah/tujuan penulisan
yang dikemukakan pada bab pendahuluan. Data yang diperoleh melalui hasil pengamatan, wawancara, dan
sebagainya itu dibahas dengan berbagai sudut pandang; diperkuat oleh teori-teori yang telah dikemukakan
sebelumnya.
Sekiranya diperlukan, pembahasan dapat dilengkapi dengan berbagai sarana pembantu seperti tabel dan
grafik. Sarana-sarana pembantu tersebut diperlukan untuk menjelaskan pernyataan ataupun data. Tabel dan
grafik merupakan cara efektif dalam menyajikan data dan informasi. Sajian data dan informasi lebih mudah
dibaca dan disimpulkan. Penyajian informasi dengan tabel dan grafik memang lebih sistematis dan lebih enak
dibaca, mudah dipahami, serta lebih menarik daripada penyajian secara verbal.
Penulis perlu menggunakan argumen-argumen yang telah dikemukakan dalam kerangka teoretis.
Pembahasan data dapat diibaratkan dengan sebuah pisau daging. Apabila pisau itu tajam, baik pulalah
keratan-keratan daging yang dihasilkannya. Namun, apabila tumpul, keratan daging itu akan acak-acakan,
penuh cacat. Demikian pula halnya dengan pembahasan data. Apabila argumen-argumen yang dikemukakan
penulis lemah dan data yang digunakannya tidak lengkap, pemecahan masalahnya pun akan jauh dari yang
diharapkan.

6. Simpulan dan Saran
Simpulan adalah pemaknaan kembali atau sebagai sintesis dari keseluruhan unsur penulisan karya ilmiah.
Simpulan merupakan bagian dari simpul masalah (pendahuluan), kerangka teoritis yang tercakup di
dalamnya, hipotesis, metodologi penelitian, dan temuan penelitian. Simpulan merupakan kajian terpadu
dengan meletakkan berbagai unsur penelitian secara menyeluruh. Oleh karena itu, perlu diuraikan kembali
secara ringkas pernyataan-pernyataan pokok dari unsur-unsur di atas dengan meletakkannya dalam kerangka
pikir yang mengarah kepada simpulan.
Berdasarkan pengertian di atas, seorang peneliti harus pula melihat berbagai implikasi yang ditimbulkan oleh
simpulan penelitian. Implikasi tersebut misalnya berupa pengembangan ilmu pengetahuan, kegunaan yang
bersifat praktis dalam penyusunan kebijakan. Hal-hal tersebut kemudian dituangkan ke dalam bagian yang
disebut rekomendasi atau saran-saran.

130 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

7. Daftar Pustaka
Daftar pustaka memuat semua kepustakaan yang digunakan sebagai landasan dalam karya ilmiah yang
terdapat dari sumber tertulis, baik itu yang berupa buku, artikel jurnal, dokumen resmi, maupun
sumbersumber lain dari internet. Semua sumber tertulis atau tercetak yang tercantum di dalam karya ilmiah
harus dicantumkan di dalam daftar pustaka. Sebaliknya, sumber-sumber yang pernah dibaca oleh penulis,
tetapi tidak digunakan di dalam penulisan karya ilmiah itu, tidak boleh dicantumkan di dalam daftar pustaka.
Cara menulis daftar pustaka berurutan secara alfabetis, tanpa menggunakan nomor urut. Sumber
tertulis/tercetak yang memerlukan banyak tempat lebih dari satu baris ditulis dengan jarak satu spasi,
sedangkan jarak antara sumber yang satu dengan yang lainnya adalah dua spasi.
Susunan penulisan daftar pustaka: nama yang disusun di balik; tahun terbit; judul pustaka; kota terbit; dan
penerbit.

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 131

Contoh analisis bagian karya ilmiah

Judul:
Gagasan 33 Sastrawan dalam Esai 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh Karya Jamal D. Rahman,
dkk Sebagai Wujud Budaya Literasi (Artikel Ilmiah pada Prosiding Seminar Internasional Universitas
Pendidikan Indonesia 26 September 2016)
Penulis:
Aji Septiaji, M.Pd.

Bagian Karya Ilmiah:
Halaman Judul
Tanggapan/Informasi
Identitas dalam karya ilmiah.
Kata Pengantar
Tanggapan/Informasi
Berisi tentang pernyataan dari penulis atau pakar terkenal sebagai tanda terbitnya karya ilmiah.

Bagian Karya Ilmiah:
 Daftar Isi
Tanggapan/Informasi
Lembar halaman yang menjadi petunjuk pokok isi buku beserta nomor halaman.

 Abstrak
Tanggapan/Informasi
Ringkasan atau ikhtisar dari karya ilmiah. Jumlah kata antara 100 sampai 250 kata.

 Pendahuluan
Tanggapan/Informasi
Pembukaan yang memuat latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan, dan manfaat yang berhubungan
dengan judul yang dikaji.

 Pembahasan
a. Karya Sastra, Gagasan, dan Esai
b. Tiga Puluh Tiga (33) Tokoh Sastra Indonesia dan Budaya Literasi

132 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

Tanggapan/Informasi
Pembahasan ini berisi sejumlah pandangan penulis, baik bersifat teoretis maupun empiris. Pada pembahasan
ini dikemukakan hubungan antara karya sastra, gagasan, dan esai, serta 33 tokoh sastra Indonesia dan budaya
literasi.

 Simpulan
Tanggapan/Informasi
Pernyataan tentang keseluruhan isi dalam artikel yang disajikan. Artikel ini menyimpulkan bahwa sastra
sebagai media yang menyuarakan pola pikir yang imajiner tanpa menghilangkan unsur realitas melalui
bentuk karya indah dapat menjadi cara dalam menghayati fenomena kehidupan yang berdampak pada proses
kebudayaan. Melalui sastralah literasi ibarat jendela peradaban yang siap untuk diberdayakan tentu jika hal
tersebut dilakukan secara berkesinambungan.

 Daftar Pustaka
Tanggapan/Informasi
Sejumlah sumber referensi dari berbagai bahan bacaan untuk menunjang penulisan artikel ilmiah.
Penulisannya meliputi nama penulis, tahun terbit, judul buku, kota terbit: nama penerbit.

Tugas

Setelah mempelajari karya ilmiah, diskusikanlah dengan kelompokmu!

1. Bacalah salah satu karya ilmiah, artikel dalam jurnal.

2. Analisislah bagian-bagian karya ilmiah tersebut.

3. Buatlah laporan kerja kelompok dengan menggunakan tabel berikut!

No Bagian Karya Ilmiah Tanggapan/informasi

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 133

Merancang Informasi, Tujuan, dan Esensi dalam Karya Ilmiah

Menentukan Informasi Penting dalam Karya Ilmiah
Tujuan penulisan karya ilmiah adalah untuk mempublikasikan suatu ilmu pengetahuan kepada masyarakat.
Salah satu forum yang sering dijadikan tempat untuk tujuan itu adalah diskusi.

Dalam forum diskusi berbagai hal tentang karya ilmiah dibahas secara bersama-sama. Selain itu, kita juga
akan mendapatkan informasi-informasi penting tentang karya ilmiah secara terbuka dan tanggapan sebagai
pelengkap dari peserta diskusi lainnya.

Dalam diskusi seperti itu sering terlontar banyak gagasan penting. Selepas pembicara menyampaikan karya
ilmiahnya, sesi berikutnya adalah forum tanya jawab. Dalam sesi ini para peserta menyampaikan sejumlah
tanggapan kepada pembicara. Tanggapan itu bisa berupa pertanyaan, sanggahan, kritik, atau saran.

Contoh
Judul Artikel dalam Jurnal:

Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia dalam Karangan Eksposisi Siswa Sekolah
Menengah Atas (BASASTRA – Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya.

Vol. 1, No. 1, Desember 2012, ISSN: 12302-6405).

Penulis:

Nur Endah Ariningsih, Sumarwati, dan Kundharu Saddhono (Universitas Sebelas

Maret).

No Masalah Uraian Penting

1 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan

kesalahan bahasa Indonesia dalam karangan eksposisi

siswa kelas X; penyebab kesalahan, dan upaya yang

dilakukan guru dan siswa untuk meminimalisasi

kesalahan bahasa tersebut.

2 Pendahuluan Berbagai permasalahan yang muncul anggapan bahwa
menulis merupakan beban berat bagi siswa. Bahkan,
guru pun juga mengeluarkan hal yang sama termasuk
dalam hal penguasaan bahasa siswa dalam karangan
tersebut. Dalam hal ini, semakin tinggi tingkat

134 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

3 Metode Penelitian kesalahan berbahasa siswa, maka semakin rendah
4 Hasil Penelitian tingkat pencapaian tujuan pengajaran
5 Pembahasan berbahasanya. Begitu pula sebaliknya. Maka dari itu,
6 Simpulan dan Saran diperlukan adanya upaya untuk meminimalkan
kesalahan berbahasa tersebut.

Penelitian ini berupa penelitian deskriptif kualitatif
dengan jenis penelitian studi kasus. Data dan sumber
data yang digunakan dalam penelitian ini berupa
dokumen dan informan dengan menggunakan teknik
purposive sampling.

Banyak aspek yang dapat diteliti terkait dengan
pemakaian bahasa Indonesia dalam karangan eksposisi
seperti bentuk, bahasa, keutuhan wacana, dan lain-lain.
Akan tetapi, peneliti lebih memfokuskan pada masalah
kebahasaannya. Dari 54 karangan eksposisi yang
dianalisis, ditemukan adanya kesalahan bahasa baik
dari aspek ejaan, kalimat, maupun paragraf.

Uraian Penting
Pembahasan dalam penelitian ini di antaranya
kesalahan ejaan paling banyak dilakukan siswa,
kurangnya latihan menjadi penyebab yang paling
dominan adanya kesalahan berbahasa, pendekatan
proses dalam pembelajaran menulis adalah solusi yang
tepat untuk mengurangi kesalahan berbahasa.

Untuk meminimalkan kesalahan berbahasa dalam
karangan, hal-hal dapat dilakukan guru, siswa, maupun
sekolah antara lain (1) siswa hendaknya memperluas
pengetahuan tentang kaidah bahasanya, aktif bertanya
kepada guru jika mengalami kesulitan, dan sering
berlatih menulis; (2) guru hendaknya memberikan

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 135

7 Daftar Pustaka pengetahuan tentang kaidah bahasa kepada siswa di
8 Gagasan dan Saran setiap proses pembelajaran menulis, dan senantiasa
memperluas kosakata dan memberi contoh terkait
dengan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan
benar secara lisan maupun tertulis; (3) pihak sekolah
hendaknya berkenaan melengkapi sumber pustaka.

Sejumlah sumber referensi dari berbagai bahan bacaan
untuk menunjang penulisan artikel ilmiah.
Penulisannya meliputi nama penulis, tahun terbit, judul
buku, kota terbit: nama penerbit.

Pada umumnya organisasi tulisan dalam karangan
siswa masih menampakkan penalaran bahasa yang
kurang logis, dan terdapat banyak kesalahan berbahasa
yang meliputi pemakaian ejaan, diksi, kalimat, dan ada
beberapa tulisan yang sama atau mirip.
Akan tetapi, dalam penelitian ini peneliti menganalisis
kesalahan berbahasa ditinjau dari empat aspek yaitu
ejaan, diksi, kalimat, dan paragraf.

Tugas
1. Secara berkelompok, bacalah sebuah karya ilmiah. Carilah karya ilmiah dari jurnal. Tentukanlah masalah-

masalah pokok yang ada di dalamnya!
2. Lakukanlah diskusi kelas untuk mempresentasikan makalah tersebut secara bergiliran dengan kelompok

lain!
3. Catatlah gagasan dan saran penting dari berbagai permasalahan yang tertulis pada jurnal dari setiap

penulis!

136 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

KARYA ILMIAH

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2

Mata Pelajaran :Bahasa Indonesia
Kelas/Semester :XI / 2
Materi Pokok : Karya Ilmiah
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit

A. Kompetensi Inti
KI-1 dan KI-2;Memiliki sikap jujur, disiplin, kerjasama, responsif, dan proaktif dalam mencari solusi
permasalahan, sehingga dapat menyadari dirinya sebagai mahluk ciptaan yang Maha Kuasa serta
menjalankan kewajibannya sesuai dengan agama yang dianutnya.
KI3: Kompetensi Pengetahuan, yaitu Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI4: Kompetensi Keterampilan, yaitu Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.15 Menganalisis sistematika
dan kebahasaan karya ilmiah 3.15.1 Mengumpulkan dan mengidentifikasi data berkenaan
dengan sistematika dan kebahasaan dari informasi
4.15 Mengonstruksi sebuah yang akan disusun dalam bentuk karya ilmiah.
karya ilmiah dengan
memerhatikan isi, sistematika, 3.15.2 Menulis karya ilmiah dengan memerhatikan isi,
dan kebahasaan. sistematika, dan kebahasaan.

4.15.1 Mempresentasikan, menanggapi, merevisi,menilaikarya
ilmiah hasil kerja dalam diskusi kelas.

C.Tujuan Pembelajaran

Melalui kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik, diskusi, dan penugasan, peserta didik dapat
menganalisis sistematika dan kebahasaan karya ilmiah dan mengonstruksi sebuah karya
ilmiah dengan memerhatikan isi, sistematika, dan kebahasaan.

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 137

D. Materi Pembelajaran

Mengidentifikasi Struktur Karya Ilmiah
o Struktur Karya Ilmiah
o Ciri-ciri karya ilmiah
o Contoh Karya Ilmiah

E. Ringkasan Materi
Mengingat kembali tentang struktur karya ilmiah
 Struktur Karya Ilmiah
1. Pendahuluan
Bagian pendahuluan berisikan dasar-dasar penelitian ilmiah dilakukan, masalah yang diangkat, dan
mekanisme penyelesaian masalah itu.
2. Isi dan Pembahasan
Bagian isi dan pembahasan ini bisa terdiri dari satu atau lebih bab. Jumlah bab pada bagian ini bergantung
seberapa pelik pembedahan dan pembahasan dari bahan penelitian.
3. Kesimpulan
Bagian kesimpulan berisikan kesimpulan dari hasil analisis pada bagian isi dan pembahasan. Kesimpulan
yang disampaikan pada bagian ini berupa penjelasan singkat dan padat mengenai hasil analisis. Biasanya,
bagian ini hanya terdiri dari satu bab.

 Ciri-ciri Karya Tulis Ilmiah
Ciri-ciri karya ilmia hal yang harus dipahami mengenai karya ilmiah ialah ciri-cirinya:
1. Reproduktif
Artinya karya ilmiah ditulis oleh peneliti atau penulis harus diterima dan dimaknai oleh pembacanya sesuai
dengan makna yang ingin disampaikan. Pembaca harus bisa langsung memahami konten dari karya ilmiah.
2.Tidak Ambigu
Ciri ini ada kaitannya dengan reproduktif. Sebuah karya ilmiah harus memberikan pemahaman secara detil
dan tidak dikemas dengan bahasa yang tidak membingungkan. Dengan begitu, maksud dari karya ilmiah itu
bisa langsung diterima oleh pembacanya.
3. Tidak Emotif
Artinya, karya ilmiah ditulis tidak melibatkan aspek perasaan dari penulisnya. Sebab, karya ilmiah harus
memaparkan fakta yang didapatkan dari hasil analisis penelitian, bukan dari perasaan subjektif dari
penulisnya.

138 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

4. Menggunakan Bahasa Baku
Menggunakan bahasa baku agar mudah dipahami. Penggunaan bahasa baku itu meliputi setiap aspek
penulisannya. Mulai dari penulisan sumber, teori, hingga penulisan kesimpulan. Ketidakbakuan pada tulisan
karya ilmiah hanya akan membuat pembacanya bingung dan apa yang ingin disampaikan dalam tulisan tidak
dipahami pembaca.
5. Menggunakan Kaidah Keilmuan
Penulisan karya ilmiah harus menggunakan kaidah keilmuan atau istilah-istilah akademik dari bidang
penelitian si penulis. Hal itu bertujuan untuk menunjukkan bahwa peneliti atau penulisnya memiliki
kapabilitas pada bidang kajian yang dibahas dalam karya ilmiah. Penggunaan kaidah atau istilah ilmiah itu
juga menjadi takaran seberapa ahli peneliti pada bidang keilmuannya.
6. Bersifat Dekoratif
Artinya penulis karya ilmiah harus menggunakan istilah atau kata yang memiliki satu makna. Rasional
artinya penulis harus menonjolkan keruntutan pikiran yang logis dan kecermatan penelitian. Kedua hal itu
penting karena karya ilmiah harus bisa menyampaikan maksud dari penelitian yang dilakukan oleh penulis
tanpa membingungkan.
7. Terdapat Kohesi
Artinya karya ilmiah harus memiliki kesinambungan antar bagian dan babnya dan bersifat straight forward
maksudnya ialah tidak bertele-tele atau tepat sasaran. Sebuah karya ilmiah setiap bagian atau babnya harus
memiliki alur logika yang saling bersambung. Selain itu, penyampaiannya harus tepat sasaran dengan apa
yang ingin disampaikan.
8. Bersifat Objektif
Karya ilmiah harus bersifat objektif. Hal ini sangat penting karena karya ilmiah tidak dibuat berdasarkan
perasaan penulisnya. Karya ilmiah harus menunjukkan fakta-fakta dan data-data dari hasil analisisnya. Jadi,
tidak memiliki kecondongan subjektifitas.
9. Menggunakan Kalimat Efektif
Dan, penulisan karya ilmiah harus menggunakan kalimat efektif. Ciri ini berkaitan dengan semua ciri
sebelumnya. Tujuan penggunaan kalimat dalam karya ilmiah agar pembaca tidak dipusingkan dengan
penggunaan kalimat yang berputar-putar. Penggunaan kalimat seperti itu hanya akan membuat pembaca
bingung.

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 139

Contoh Karya Ilmiah Tentang Sampah

Pemanfaatan Kembali Sampah

BAB I
Pendahuluan

A. Latar Belakang Masalah
Belakangan ini sampah menjadi konsen besar dunia karena permasalahan yang terus ditimbulkannya. Ada
banyak kerugian yang disebabkan oleh sampah yang berdampak bagi kesehatan manusia. Nampaknya masih
banyak orang yang enggan mendaur ulang sampah sehingga menyebabkan sampah terus menumpuk. Karena
itu penelitian mengenai pemanfaatan kembali sampah penting untuk dilakukan.
B. Rumusan Masalah
Bagaimana cara memanfaatkan kembali sampah?
C. Tujuan Penelitian
Dapat mengetahui cara pemanfaatan kembali sampah

BAB II
Pembahasan

Sampah yang banyak dihasilkan oleh masyarakat sebenarnya masih bisa digunakan agar tidak terlalu banyak
menumpuk. Pemanfaatan kembali sampah pada dasarnya tidak memerlukan waktu lama. Yang terpenting
adalah kreatifitas dan ketekunan.Untuk sampah organik bisa diolah kembali menjadi pupuk.
Sedangkan sampah kertas bisa didaur ulang dan dijadikan kertas lagi. Untuk sampah plastik dan kaleng bisa
dimanfaatkan untuk dijadikan berbagai wadah, tergantung ukuran. Kesemua pemanfaatan sampah tersebut
tergolong ke dalam reuse atau pemanfaatan kembali.

140 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

BAB III
Penutup
Kesimpulan
Sampah memang tidak terlepas dari kehidupan manusia dan seringkali menimbulkan masalah. Akan tetapi
bukan berarti tidak ada solusi untuk hal itu. Ada banyak cara untuk memanfaatkan sampah bahkan
mengubahnya menajadi sumber penghasilan.
Tugas!
Tulislah karya ilmiah sesuai tema yang kalian dapat , penulisan harus seuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa
Indonesia {PUEBI}!

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 141

Pelajaran 10 Resensi

RESENSI

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1

Mata Pelajaran :Bahasa Indonesia
Kelas/Semester :XI / 2
Materi Pokok : Resensi
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit

A. Kompetensi Inti
KI-1 dan KI-2;Memiliki sikap jujur, disiplin, kerjasama, responsif, dan proaktif dalam mencari solusi
permasalahan, sehingga dapat menyadari dirinya sebagai mahluk ciptaan yang Maha Kuasa serta
menjalankan kewajibannya sesuai dengan agama yang dianutnya.
KI3: Kompetensi Pengetahuan, yaitu Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI4: Kompetensi Keterampilan, yaitu Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi

3.16. Membandingkan isi berbagai 3.16.1Menentukan persamaan dan perbedaan isi dan

resensi untuk menemukan sistematika sistematika beberapa resensi.

sebuah resensi 3.16.2Menulis unsur-unsur resensi

4.16 Menyusun sebuah resensi dengan 4.16.1 Merancang sebuah resensi dengan memerhatikan
memerhatikan hasil perbandingan informasi, tujuan, dan esensi resensi yang diperlukan.
beberapa teks resensi
14.16.2 Mempresentasikan, menanggapi, merevisi,menilai
resensi, hasil kerja dalam diskusi kelas.

142 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

C.Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik, diskusi, dan penugasan, peserta didik dapat
membandingkan isi berbagai resensi untuk menemukan sistematika sebuah resensi dan menyusun sebuah
resensi dengan memerhatikan hasil perbandingan beberapa teks resensi

D. Materi Pembelajaran
o Isi dan Sistematika Resensi
o Menyusun Resensi

E. Ringkasan Materi

 Memahami Isi dan Sistematika Resensi

Kali ini kita akan membandingkan isi berbagai resensi untuk menemukan sistematika sebuah resensi. Resensi
adalah ulasan atau penilaian atau pembicaraan mengenai suatu karya baik itu buku, film, atau karya lain.
Tugas penulis resensi adalah memberikan gambaran kepada pembaca mengenai suatu karya apakah layak
dibaca atau tidak.

Hal-hal yang dapat ditanggapi dalam resensi adalah kualitas isi, penampilan, unsur-unsur, bahasa, dan
manfaat bagi pembaca. Unsur-unsur atau sistematika yang terdapat dalam resensi di antaranya sebagai
berikut.
1. Judul resensi
2. Identitas buku yang diresensi
3. Pendahuluan (memperkenalkan pengarang, tujuan pengarang buku, dan lain-lain)

Inti/isi resensi
4. Keunggulan buku
5. Kekurangan buku
6. Penutup

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 143

Perhatikanlah contoh teks resensi berikut berdasarkan penyajian isinya.
Judul resensi : Valentino Rossi Sang Juara
Identitas buku
Judul buku : Otobiografi Valentino Rossi (Andai Aku Tak Pernah Mencobanya)
Judul asli : The Autobiography of Valentino Rossi: what if I had never tried it
Penerjemah : Doni Suseno
Penerbit : Februari 2016
Jumlah halaman : 302
Pendahuluan
Penulis memilih buku ini karena sangat digemari oleh anak muda terutama penggemar otomotif. Selain itu,
buku tersebut mengungkapkan rahasia perpindahan Valentino Rossi dari tim Honda ke tim Yamaha yang
selama ini tidak terungkap oleh media.
Isi Resensi
Kemenangan demi kemenangan yang telah diraih Rossi bersama Honda membuat mereka yang
berkecimpung dalam tim Honda mulai beranggapan bahwa yang menentukan sebuah kemenangan adalah
mesin motor, bukan pembalapnya. Mereka membandingkan Yamaha, salah satu pesaingnya yang tidak
pernah memenangi satu balapan pun karena mesin motornya memang kalah cepat dari Honda.

144 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

Tugas
1. Bacalah teks resensi di bawah ini dengan saksama
Judul buku : Teknik Bermain Gitar
Penulis : Famoya
Penerbit : Terbit Terang Surabaya
Kota Penerbit : Surabaya
Tahun Terbit : 1999
Jumlah Halaman : 80

Gitar merupakan sebuah alat musik yang sangat populer dengan “Gitaris” sebagai sebutan untuk pemain
gitar. Getar nurani menjadi seorang gitaris muncul alami yang menciptakan kreasi meluap tidak kenal waktu,
yang mungkin sejenis akademi hanya sebatas formalitas belaka. Akan tetapi, nurani darah seni lebih
memotivasi yang dicita-citakan.

Gitar adalah alat musik yang menghasilkan melodi indah dengan cara memetik senarnya. Bentuk gitar
memengaruhi baik dan tidaknya suara gitar. Dalam bermain gitar tidak hanya berpedoman teori nada minor
dan mayor, melainkan dengan ketajaman perasaan dan mengatur senar gitar.
Selain itu untuk menghasilkan melodi yang indah tidak bisa asal petik, tapi menggunakan nada dasar dan
menentukan kunci nada. Kunci nada dalam sebuah lagu harus sesuai dengan kemampuan suara penyanyi..
Dengan demikian lantunan lagu dapat dinikmati dengan indah.

Teknik Seni Bermain Gitar ini merupakan buku yang menarik. Itu terletak pada bab Body Gitar yang
menjelaskan cara memilih gitar dan kunci nada yang memberikan sugesti bahwa tanpa melihat nada tertentu,
mendengar suaranya saja akan mampu membedakan jenis nada.

Contoh analisis isi resensi dari teks resensi di atas
Judul resensi : Teknik Bermain Gitar.
Identitias resensi
a. Penulis : Famoya
b. Penerbit :Terbit Terang Surabaya
c. Kota Penerbit : Surabaya
d. Tahun terbit : 1999
e. Jumlah halaman : 80 halaman

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 145

Pendahuluan : Gitar merupakan sebuah alat musik yang sangat populer dengan “Gitaris” sebagai sebutan
untuk pemain gitar. Getar nurani menjadi seorang gitaris muncul alami yang menciptakan kreasi meluap tak
kenal waktu.
Isi resensi : Buku ini menyajikan bahasan tentang bagaimana teknik bermain gitar. Gitar adalah alat musik
yang menghasilkan melodi indah dengan cara memetik senarnya. Bentuk gitar memengaruhi baik tidaknya
suara gitar. Dalam bermain gitar tidak hanya berpedoman teori nada minor dan mayor, melainkan dengan
ketajaman perasaan dan mengatur senar gitar..

Keunggulan buku : Buku ini menyajikan teknik bermain alat musik yaitu gitar untuk semua kalangan tidak
terbatas pada usia pembaca.
Kekurangan buku : Tidak ada kekurangan dalam buku ini.
Penutup : Teknik Bermain Gitar merupakan buku yang menarik.
Salah satunya pada bab Body Gitar yang menjelaskan cara memilih gitar dan kunci nada yang memberikan
sugesti bahwa tanpa melihat nada tertentu, mendengar suaranya saja akan mampu membedakan jenis nada.
Tanggapan Isi Resensi : Judul cukup menarik. Buku ini sangat baik untuk pembaca yang ingin menguasai
alat musik yaitu gitar.
2. Analisislah hasil resensi kelompok lain seperti contoh di atas!

146 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

 Menyusun sebuah resensi dengan memerhatikan hasil perbandingan beberapa teks resensi

Mengidentifikasi Identitas Buku yang Diresensi

Perhatikanlah teks berikut.

Petualangan Bocah di Zaman Jepang

Judul Novel : Saksi Mata
Pengarang : Suparto Brata
Penerbit : Penerbit Buku KOMPAS
Tebal : x + 434 halaman

Setelah membaca novel yang sangat tebal ini, saya jadi teringat dengan novel Mencoba Tidak Menyerah-nya
Yudhistira A.N. Massardhie dan juga novel Ca Bau Kan-nya Remy Sylado. Dalam novel Mencoba Tidak
Menyerah, yang menjadi tokoh sentralnya adalah bocah laki-laki berusia sepuluh tahun, sedangkan dalam
novel Ca Bau Kan yang telah diangkat ke layar lebar, digambarkan bagaimana keadaan Jakarta, kota era
zaman penjajahan Belanda dengan sangat detail. Lalu apa hubungannya dengan novel Saksi Mata karya
Suparto Brata ini?

Dalam Saksi Mata, yang menjadi “jagoan” alias tokoh utamanya adalah bocah berusia dua belas tahun
bernama Kuntara, seorang pelajar sekolah rakyat Mohan-gakko dan mengambil latar Kota Surabaya pada
zaman penjajahan Jepang dengan penggambaran yang sangat apik, detail dan sangat memikat. Novel setebal
434 halaman ini sendiri sebenarnya merupakan cerita bersambung yang dimuat di Harian Kompas pada
rentang waktu 2 November 1997 hingga 2 April 1998..

Kisah berawal saat Kuntara secara tidak sengaja memergoki buliknya Raden Ajeng Rumsari alias Bulik Rum
tengah berduaan dengan Wiradad di sebuah bungker perlindungan-belakangan baru diketahui oleh Kuntara
kalau Wiradad adalah suami sah dari Bulik Rum. Hal itu membuat perasaan hatinya berkecamuk. Kuntara
pun heran dengan apa yang dilakukan oleh Bulik Rum yang selama ini selalu dihormatinya. Namun ia bisa
mengerti kalau ternyata Bulik Rum yang cantik ini menyembunyikan sejuta kisah yang tak bakal disangka-
sangka.

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 147

Bulik Rum adalah “pegawai” tuan Ichiro Nishizumi, meski pekerjaan sehari-harinya bekerja di pabrik karung
Asko. Sebenarnya Bulik Rum sudah menikah dengan Wiradad tetapi tuan Ichiro Nishizumi tidak peduli
dengan semua itu dan memboyongnya ke Surabaya. Baik Wiradad maupun ayah Bulik Rum sendiri tidak
mampu mencegah keinginan Ichiro Nishizawa yang sangat berkuasa ini. Akan tetapi, Wiradad tidak mau
menyerah begitu saja dan segera menyusul Bulik Rum ke Surabaya.

Saat Wiradad akan bertemu dengan Bulik Rum inilah terjadi sesuatu yang di luar dugaan. Okada yang gelap
mata ini segera mengambil samurai kecilnya hingga akhirnya Bulik Rum menghembuskan nafas terakhir di
bungker perlindungan. Okada yang selama ini sangat dihormati oleh Kuntara tenyata memiliki tabiat tidak
beda dengan Tuan Ichiro Nishizawa.

Dari sinilah awal kisah “petualangan” Kuntara dalam mengungkap kasus hilangnya Bulik Rum hingga upaya
untuk membalas dendamnya bersama dengan Wiradad kepada tuan Ichiro Nishizawa dan juga Okada. Sejak
kasus hilangnya Bulik Rum ini, keluarga Suryohartanan–tempat Kuntara dan ibunya menetap–mulai terlibat
dengan berbagai kejadian yang mengikutinya. Kuntara yang tidak menginginkan keluarga ini terlibat dengan
permasalahan yang terjadi dengan sengaja menyembunyikannya. Dengan segala “kecerdikan” ala detektif
cilik Lima Sekawan Kuntara berupaya menyelesaikan kasus ini bersama dengan Wiradad.
***
Sangat jarang sekali novel-novel “serius” di Indonesia yang terbit dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir
yang menggunakan tokoh utama seorang anak kecil, selain dari novel Mencoba Tidak Menyerahnya
Yudhistira ANM, mungkin hanya novel Ketika Lampu Berwarna Merah karya cerpenis Hamsad Rangkuti.
Adalah hal yang menarik apabila membaca cerita sebuah novel “serius” dengan tokoh utama seorang anak
kecil karena ia memiliki perspektif atau pandangan berbeda mengenai dunia dan segala sesuatu yang terjadi,
bila dibandingkan dengan orang dewasa. Kita bisa membayangkan bagaimana seorang Kuntara yang baru
berusia dua belas tahun menanggapi berbagai peristiwa yang terjadi dengan diri, keluarga, dan lingkungan
sekitarnya pada masa penjajahan Jepang dan dengan “kepintarannya” ia mencoba untuk memecahkan
persoalan tersebut. Meski menarik tetap saja akan memunculkan pertanyaan bagaimana bisa bocah dua belas
tahun menjadi “sangat pintar”?

Keunggulan lain dari novel ini adalah penggambaran suasana yang detail mengenai Kota Surabaya pada
tahun 1944 (zaman pendudukan Jepang), malah ada lampiran petanya segala! Suasana kota Surabaya di
zaman itu juga “direkam” dengan indah oleh Suparto Brata.. Kita bisa membayangkan bagaimanan keadaan
kampung SS Pacarkeling yang kala itu masih “berbau” Hindia Belanda karena nama-nama jalannya masih
menggunakan namanama Belanda.

148 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2

Juga tentang bungker-bungker–perlindungan yang digunakan untuk bersembunyi kala ada serangan udara–
kebetulan saat itu tengah berkecamuk Perang Dunia II. Tidak ketinggalan juga tentang stasiun kereta api
Gubeng yang tersohor itu.
Sebagai arek Suroboyo yang tentunya mengenal seluk beluk kota Buaya ini, Suparto Brata jelas tidak
mengalami kesulitan untuk melukiskan keadaan ini. Apalagi ia adalah penulis yang hidup dalam tiga zaman,
kolonialisme Belanda, pendudukan Jepang dan era kemerdekaan. Penggambaran suasana yang detail ini juga
berkonsekuensi kepada cerita yang cukup panjang meski tetap tanpa adanya maksud untuk bertele-tele.
Novel ini juga diperkaya dengan adanya kosakata dan lagu-lagu Jepang yang makin menghidupkan suasana
zaman pendudukan balatentara Jepang di Indonesia. Namun, uniknya, tidak ada satupun terjemahan untuk
kosakata Jepang tersebut. Jadi, bagi yang tidak mengerti bahasa Jepang, seperti saya juga, ya tebak-tebak saja
sendiri.

Teks seperti itulah yang disebut dengan resensi. Di dalamnya tersaji informasi tentang tanggapan atau
komentar mendalam tentang kelebihan dan kelemahan suatu karya. Dalam contoh di atas, objek yang
ditanggapi berupa novel. Selain itu, objeknya dapat berupa buku ilmu pengetahuan, film, pementasan drama,
album lagu, lukisan, teks. Sebagaimana yang tampak pada contoh di atas bahwa di dalam teks yang berupa
resensi mencakup informasi identitas karya, ringkasan, serta ulasan kelebihan dan kelemahan isi karya itu. Di
samping itu, dapat pula disajikan rekomendasi penulis resensi itu untuk pembacanya.

Tugas
1. a. Bacalah kembali contoh teks resensi di atas dengan baik!

b. Secara berkelompok, identifikasilah resensi tersebut berdasarkan aspek-aspek berikut!
1) identitas buku,
2) ringkasan isi buku,
3) keunggulan buku,
4) kelemahan buku, dan
5) rekomendasi.

c. Selain aspek-aspek tersebut, adakah aspek lain yang dibahas dalam resensi tersebut? Jelaskan!

2. a. Cermatilah contoh resensi lainnya, untuk buku nonfiksi!
b. Cermati unsur-unsur yang ada pada resensi tersebut!
c. Tuliskanlah hasil penilaian kamu pada teks tersebut!
d. Gunakanlah rubrik seperti di bawah ini!

B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2 | 149

Contoh Jawaban
1. Pada jawaban ini, peserta didik mengidentifikasi resensi berdasarkan bagianbagiannya dari teks resensi
yang telah dicontohkan.
Identitas Buku:
a. Judul Buku: Saksi Mata
b. Pengarang: Suparto Brata
c. Penerbit: Kompas
d. Tebal: x + 434 halaman
Ringkasan Isi Buku:
Tokoh utama dalam novel ini adalah bocah laki-laki berusia dua belas tahun bernama Kuntara, yaitu seorang
pelajar sekolah rakyat Mohangakko dan mengambil latar Kota Surabaya pada zaman penjajahan Jepang
dengan penggambaran yang sangat apik, detail, dan sangat memikat. Novel setebal 434 halaman ini
sebenarnya merupakan cerita bersambung yang dimuat di halaman Kompas pada rentang waktu 2 November
1997 hingga 2 April 1998. Kisah berawal dari Kuntara secara tidak sengaja memergoki buliknya Raden
Ajeng Rumsari alias Bulik Rum tengah bertemu dengan Wiradad di sebuah bunker belakang. Baru diketahui
Kuntara kalau Wiradad adalah suami sah dari Bulik Rum. Semantara itu, Bulik Rum adalah “wanita
simpanan” tuan Ichiro Nishizumi, meski pekerjaan sehari-harinya bekerja di pabrik karung. Sebenarnya,
Bulik Rum sudah menikah dengan Wiradad tetapi tuan Ichiro Nishizumi tidak peduli dengan semua itu dan
memboyongnya ke Surabaya.
Keunggulan Buku:
Novel ini menyajikan cerita sejarah pada masa penjajahan zaman Jepang di Indonesia. Salah satu sejarah
yang perlu diketahui oleh para pembaca.
Kelemahan Buku:
Novel ini tidak cocok untuk kalangan remaja bahkan untuk anak-anak. Lebih cocok untuk dewasa.
Rekomendasi:
Membaca novel ini akan mengingatkan kembali pada peristiwa penjajahan zaman Jepang di Indonesia
tepatnya di Kota Surabaya. Kosakata dan lagu-lagu Jepang yang disajikan menambah hidup suasana zaman
pendudukan Jepang saat di Indonesia.
2. Pada jawaban ini, peserta didik mencermati unsur-unsur resensi jenis buku lain yaitu nonfiksi.
Pengerjaannya bisa berdasarkan format tabel yang ada disertai
dengan penilaian. Aspek yang dinilai yaitu kelengkapan, ketepatan, kejelasan, keefektifan kalimat, kebakuan
ejaan/tanda baca.

150 | B a h a s a I n d o n e s i a K r e a t i f 2


Click to View FlipBook Version