ANALISIS PENGARUH SOCIAL MEDIA ADOPTION TERHADAP KINERJA
USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) MENGGUNAKAN
TECHNOLOGY-ORGANIZATION-ENVIRONMENT (TOE)
SKRIPSI
Oleh :
WINDA WULANDARI
11170930000018
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
2022 M/ 1442 H
HALAMAN JUDUL
ANALISIS PENGARUH SOCIAL MEDIA ADOPTION TERHADAP KINERJA
USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) MENGGUNAKAN
TECHNOLOGY-ORGANIZATION-ENVIRONMENT (TOE)
SKRIPSI
Oleh :
WINDA WULANDARI
11170930000018
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
2022 M/ 1442 H
i
ii
iii
LEMBAR PERNYATAAN
iv
v
ABSTRAK
Winda Wulandari – 111709300001, Analisis Pengaruh Social Media Adoption
Terhadap Kinerja Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Menggunakan
Technology-Organization-Environment (TOE), di bawa bimbingan Meinarini Catur
Utami dan Elvi Fetrina.
Pandemi covid yang terjadi Di Indonesia menyebabkan adanya penurunan omzet
UMKM yang berdampak pada pelaku usaha yang harus inovasi dalam bidang
teknologi. Pemerintah menganjurkan bahwa UMKM perlu melakukan digitalisasi
untuk tetap bertahan ketika pandemi berlangsung. Terdapat banyak cara dalam
melakukan digitalisasi salah satunya adalah mengadopsi media sosial. Penggunaan
media sosial sendiri dapat meningkatkan kinerja dari pelaku usaha, sehingga peneliti
melakukan analisis terkait dengan penggunaan media sosial terhadap kinerja dari
UMKM dengan menggunakan Technology-Organization-Environment (TOE) yang
telah dikembangkan oleh Ahmad et al., (2019) dan didukung oleh Diffusion of
Innovation (DOI) Theory. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-
faktor yang mempengaruhi adopsi media sosial terhadap kinerja UMKM. Penyebaran
kuesioner dilakukan secara online dan offline dengan teknik purposive sampling.
Setelah dilakukan pengumpulan data dilakukan analisis menggunakan Ms. Excel
2010 dan pendekatan SEM-PLS menggunakan aplikasi SmartPLS 3.0. Hasil dari
penelitian ini dari keempat hipotesis yang diajukan seluruhnya diterima yaitu
Technology, Organization, Environment, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
Social Media Adoption, dan Social Media Adoption terhadap SMEs performance
memiliki pengaruh yang signifikan.
Kata Kunci: Adopsi media sosial, UMKM, TOE
BAB I-V+ 104 Halaman + XVI Halaman+ 13 Gambar + 21 Tabel + Daftar
Pustaka + Lampiran
Pustakan Acuan (74, 1975-2021)
vi
vii
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji dan syukur atas kehadirat Allat SWT. karena atas berkah,
rahmat dan hidayah-Nya yang sangat melimpah, penulis dapat menyelesaikan skripsi
yang berjudul “Analisis Pengaruh Social Media Adoption terhadap Kinerja Usaha
Mikro Kecil Menengah (UMKM) menggunakan Technology-Organization-
Environment (TOE)” dengan baik dan lancar. Shalawat serta salam semoga
senantiasa terpanjatkan kepada Nabi Besar Muhammas SAW berserta keluarga,
sahabat serta para pengikutnya hingga akhir zaman.
Proses penyusunan skripsi ini, penulis mendapat banyak dukung, motivasi,
bantuan serta bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, izinkanlah penulis
untuk dapat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Ir. Nashrul Hakiem, S.Si., M.T., Ph.D Ir. Nashrul Hakiem, S.Si., M.T.,
Ph.D selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri
Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Bapak A‟ang Subiyakto, Ph.D selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi.
3. Ibu Meinairini Catur Utami M.TI sebagai Dosen Pembimbing I yang telah
memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis selama proses
penyelesaian skripsi ini. Terima kasih banyak atas seluruh waktu, tenaga dan
kesediaan dalam menjawab pertanyaan yang penulis tanyakan serta
viii
membagikan pengetahuannya agar penulis bisa menyelesaikan skripsi ini
dengan baik.
4. Ibu Elvi Fetrina sebagai Dosen Pembimbing II yang telah membantu dalam
memberikan bimbingan, masukan dan arahan selama proses bimbingan.
Terima kasih atas waktu dan kesediaan dalam memberikan bimbingan
sehingga penulis bisa menyelesakan skripsi ini dengan baik.
5. Seluruh Dosen Program Studi Sistem Informasi yang telah memberikan dan
membagikan ilmu serta pengalamannya kepada penulis selama proses
perkuliahan.
6. Orang tua dan seluruh keluarga besa penulis yang telah memberikan waktu,
dukungan, motivasi serta doa yang tidak pernah henti sehingga dapat
menyelesaikan skripsi ini.
7. Sahabat-sahabat seperjuangan yang selalu memberikan dukungan dan
semangat serta memberikan masukan selama kuliah maupun dalam menyusun
skripsi ini terkhususnya Rizki Ayuning Tyas, Icha Yulian, Inggrit Larasati,
Pajri Al Zukri dan Syahla Tamira. Terima kasih atas kebaikan kalian serta
waktu kalian yang tidak akan bisa dideskripsikan.
8. Teman-teman Sistem Informasi 2017, yang menjadi penyemangat satu sama
lainnya khususnya Dadi, Ellin, Felia dan Dini. Terimakasih sudah membantu
penulis dalam mempersiapkan Seminar Hasil maupun Sidang.
ix
9. Sahabat penulis yang mendukung di segala keadaan khususnya Asti, Devi,
Ghina, Dian, Marliana, dan Putri yang tidak pernah bosan untuk memberikan
dukungan, mendengarkan keluh kesah dan kesediaanya untuk mendengarkan
segala keluh kesah penulis serta semangat sehingga skripsi ini bisa selesai.
10. Tak lupa kepada seluruh responden yang sudah bersedia membantu penulis
dan terima kasih untuk kesediaanya dalam mengisi kuesioner penelitian.
Penulis menyadari bahwa masih ada banyak kekurangan selama proses
penyusunan skripsi ini karena keterbatasan ilmu dan wawasan yang dimiliki. Penulis
memohon maaf atas segala kekurangan yang ada dan tidak menolak atas segala kritik
dan saran bagi penulis yang dapat dikirimkan melalui email
[email protected]. Semoga penelitian ini dapat dipahami bagi
siapapun yang membaca sekaligus menambah ilmu bagi kita semua. Aamiin ya
Rabbal Alamin.
Bekasi, 18 Februari 2022
Winda Wulandari
1170930000018
x
xi
DAFTAR ISI
ABSTRAK................................................................................................................................vi
KATA PENGANTAR ............................................................................................................viii
DAFTAR ISI ...........................................................................................................................xii
DAFTAR TABEL....................................................................................................................xv
DAFTAR GAMBAR..............................................................................................................xvi
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................................ 2
1.1 Latar belakang............................................................................................................... 2
1.2 Identifikasi masalah ...................................................................................................... 8
1.3 Rumusan masalah ......................................................................................................... 8
1.4 Batasan Masalah ........................................................................................................... 8
1.5 Tujuan ........................................................................................................................... 9
1.6 Manfaat Penelitian ...................................................................................................... 10
1.7 Metodologi Penelitian................................................................................................. 10
1.8 Hipotesis Penelitian .................................................................................................... 12
1.9 Sistematika Penulisan ................................................................................................. 12
BAB II KAJIAN PUSTAKA.................................................................................................. 16
2.1 Media sosial ................................................................................................................ 16
2.2 Adopsi Media Sosial................................................................................................... 17
2.3 Kinerja ........................................................................................................................ 18
2.4 UMKM........................................................................................................................ 19
2.5 Teori tentang pengadopsian teknologi ........................................................................ 19
2.6 Kinerja UMKM........................................................................................................... 21
2.7 TOE Framework ......................................................................................................... 23
2.7.1 Technology ......................................................................................................... 24
2.7.2 Organization ....................................................................................................... 26
2.7.3 Environment........................................................................................................ 26
xii
2.8 Metode penelitian ....................................................................................................... 28
2.8.1 Pendekatan kuantitatif......................................................................................... 28
2.8.2 Pengelompokan data ........................................................................................... 28
2.8.3 Teknik pengumpulan data................................................................................... 30
2.8.4 Skala likert .......................................................................................................... 31
2.9 Populasi dan sampel.................................................................................................... 32
2.9.1 Teknik sampling ................................................................................................. 34
2.9.2 Ukuran sampel .................................................................................................... 37
2.10 Structural Equation modeling..................................................................................... 38
2.10.1 Partial Least Squares (PLS) ............................................................................... 38
2.10.2 Evaluasi model SEM........................................................................................... 39
BAB III METODOLOGI PENELITIAN .............................................................................. 46
3.1 Pendekatan Penelitian ................................................................................................. 46
3.2 Populasi dan sampel penelitian................................................................................... 47
3.3 Model dan hipotesis penelitian ................................................................................... 47
3.4 Instrumen penelitian ................................................................................................... 52
3.4.1 Survei .................................................................................................................. 58
3.4.2 Studi pustaka....................................................................................................... 58
3.5 Analisis data dan interpretasi hasilnya........................................................................ 69
3.6 Prosedur penelitian ..................................................................................................... 70
BAB IV PEMBAHASAN ...................................................................................................... 73
4.1 Analisis data Tes Awal (Pretest) ............................................................................... 73
4.1.1 Hasil Analisis Demografi Pretest ....................................................................... 73
4.1.2 Hasil Analisis Pengukuran model pretest ........................................................... 75
4.2 Hasil Pengumpulan data ............................................................................................. 80
4.3 Analisis Demografi ..................................................................................................... 82
4.4 Analisis Model Pengukuran........................................................................................ 89
4.4.1 Hasil Analisis pengukuran .................................................................................. 89
4.1.2 Interpretasi Hasil Analisis Model Pengukuran (Outer Model) ......................... 100
xiii
4.5 Analisis model struktural .......................................................................................... 101
4.5.1 Hasil Analisis struktural (Inner Model) ............................................................ 101
4.5.2 Interpretasi hasil analisis model struktur .......................................................... 108
BAB V KESIMPULAN........................................................................................................ 113
5.1 Kesimpulan ............................................................................................................... 113
5.2 Saran ......................................................................................................................... 114
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................... 116
xiv
DAFTAR TABEL
Tabel 2. 1 ketentuan skala likert ................................................................................. 32
Tabel 3. 1 butir pertanyaan ......................................................................................... 53
Tabel 3. 2 Penelitian Sejenis dan literature pendukung .............................................. 59
Tabel 4. 1 Analisis Demografi Pretest ........................................................................ 74
Tabel 4. 2 Hasil Outer Loadings Pretest ..................................................................... 76
Tabel 4. 3. Hasil Pretest CR........................................................................................ 79
Tabel 4. 4 Hasil AVE................................................................................................. 80
Tabel 4. 5 Jumlah Data kuesioner............................................................................... 81
Tabel 4. 6 Hasil Outer Loadings ................................................................................. 90
Tabel 4. 7 Outer Loading setelah penghapusan indikator........................................... 92
Tabel 4. 8 Hasil Pretest CR......................................................................................... 94
Tabel 4. 9 Hasil AVE.................................................................................................. 95
Tabel 4. 10 Tabel hasil nilai Cross Loading ............................................................... 96
Tabel 4. 11 Hasil Uji Fornell-Larcker......................................................................... 97
Tabel Tabel 4. 12 Ringkasan Hasil Analisis Model Pengukuran ............................... 98
Tabel 4. 13 Uji Path Coefficient ............................................................................... 102
Tabel 4. 14 Nilai R-Square ....................................................................................... 104
Tabel 4. 15 Hasil Uji T-Test ..................................................................................... 105
Tabel 4. 16 Effect Size.............................................................................................. 106
Tabel 4. 17 Tabel Hasil Pengujian Predictive relevance (Q2)................................... 107
Tabel 4. 18 Hasil Relative Impact............................................................................. 108
xv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. 1 Omzet UMKM ketika pandemi menurut (Digitalisasi UMKM Katadata,
2020) ............................................................................................................................. 3
Gambar 1. 2 Metode Berjualan UMKM (Digitalisasi UMKM Katadata 2020) ........... 4
Gambar 1. 3 Model Penelitian Ahmad (2019)............................................................ 11
Gambar 3. 1 Model Penelitian Ahmad, Abu Bakar, and Ahmad (2019).................... 48
Gambar 3. 2 Prosedur Penelitian ................................................................................ 71
Gambar 4. 1 Diagram Jenis kelamin........................................................................... 82
Gambar 4. 2 Diagram Usia ......................................................................................... 83
Gambar 4. 3 Diagram Domisili................................................................................... 84
Gambar 4. 4 Diagram Jenis Usaha yang Dikelola pada Media Sosial........................ 85
Gambar 4. 5 Diagram Media Sosial yang Digunakan ................................................ 86
Gambar 4. 6 Diagram lama penggunaa media sosial.................................................. 87
Gambar 4. 7 Diagram Frekuensi Penggunaan Media Sosial ...................................... 88
Gambar 4. 8 Pendapatan UMKM ............................................................................... 89
Gambar 4. 9 Path Coefficient.................................................................................... 103
xvi
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) adalah salah satu faktor pendorong
pertumbuhan ekonomi di Indonesia, diantaranya adalah jumlah UMKM di Indonesia
yang tercatat pada tahun 2019 adalah 64.2 juta dan memiliki kontribusi terhadap
Produk Domestik Bruto sebesar 56-59% (Ditjen Aptika, 2022). Dikutip dari
Kemenkop (2015) “Potensi UMKM sangat penting dengan perannya sebagai sumber
pendapatan masyarakat, pemenuhan kebutuhan barang dan jasa domestik, penciptaan
lapangan pekerjaan, serta peningkatan nilai tambah yang berdampak pada penurunan angka
kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi”. Dari paparan tersebut maka kita ketahui bahwa
peran UMKM di Indonesia ini sangat besar terhadap ekonomi.
Pada tahun 2020 terjadi pandemi virus Covid-19 yang menyebabkan aktivitas
masyarakat terganggu, karena pemerintah yang memberlakukan pembatasan aktivitas
masyarakat. Peraturan Menteri kesehatan No. 9 pada tahun 2020 yang menyatakan
bahwa pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat adalah pembatasan kegiatan
tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi Covid-19 untuk
mencegah terjadi penyebaran virus covid 19. Dengan adanya pembatasan aktivitas
masyarakat tentu memberikan dampak, salah satunya adalah UMKM. Pelaku usaha
yang biasanya melaksanakan kegiatan transaksi secara langsung menjadi terhambat
2
akvitasnya karena perlu menjaga jarak untuk mencegah penyebaran virus yang lebih
luas, dan adanya pandemi ini juga menyebabkan adanya penurunan mobilitas barang
dan orang yang menyebabkan penurunan permintaan dari produk dan jasa.
Dampak dari adanya pembatasan aktivitas masyarakat ini dapat dilihat dari
hasil survei yang mengalami penurunan omzet. Dalam survei yang dilakukan oleh
Digitalisasi UMKM Katadata (2020) mengungkapkan bahwa UMKM di Jabodetabek
menunjukan penurunan omzet sebesar lebih dari 30% dan diketahui dari survei
tersebut hanya 3,6% yang dapat meningkatkan omzetnya. Pada Gambar 1.1
menunjukan dampak pandemi terhadap omzet Usaha Mikro Kecil Menengah.
tidak berubah 0.60%
menurun>30% 63.90%
menurun 0-30% 31.70%
meningkat 0-30% 2.20%
meningkat >30 1.60%
0.00% 10.00% 20.00% 30.00% 40.00% 50.00% 60.00% 70.00%
Gambar 1. 1 Omzet UMKM ketika pandemi menurut (Digitalisasi UMKM Katadata,
2020)
3
UMKM yang perlu bertahan ketika pandemi berlangsung perlu melakukan
inovasi dalam bidang teknologi agar tetap bertahan di era pandemi dan era
globalisasi. Menurut (Kemenkopukm, 2021) target pemerintah pada tahun 2024
adalah UMKM yang memasukin ekosistem digital adalah 30 juta. Sementara itu
UMKM yang sudah memasuki ekosistem digital ini baru mencapai 19% pada tahun
2021. Survei lainnya yang dilakukan oleh Digitalisasi UMKM Katadata (2020)
menyebutkan bahwa metode berjualan oleh UMKM ketika pandemi dilakukan secara
online, offline atau keduanya. Berikut ini adalah gambar 1. 2 terkait dengan metode
berjualan UMKM di Jabodetabek:
Offline dan Online
Online 21%
49%
Offline
30%
Gambar 1. 2 Metode Berjualan UMKM (Digitalisasi UMKM Katadata 2020)
Dari data gambar 1.2 tersebut maka diketahui bahwa UMKM yang
menggunakan media digital atau online Di Jabodetabek lebih sedikit dibandingkan
dengan offline. Tantangan yang disebutkan oleh (Kemenkopukm, 2021) menyebutkan
4
bahwa rendahnya literasi digital UMKM. Dalam digitalisasi terdapat banyak cara
untuk berinovasi, seperti penggunaan media sosial, e-commerce, atau video streaming
untuk meningkatkan kualitas dan pengetahuan dari UMKM. Salah satu teknologi
informasi yang berkembang adalah media sosial yang memberikan manfaat untuk
UMKM guna meningkatkan penjualan, pemasaran, memperluas area dari pangsa
pasar, dan membantu dalam suatu pengambilan keputusan bisnis (Priambada, 2015).
Media sosial sering digunakan oleh UMKM di Indonesia karena
menyediakannya beberapa peluang yaitu biaya yang rendah, tingkat keterampilan TI
yang diperlukan untuk menggunakannya pun tidak sulit, dan hambatan partisipasi
yang rendah (Shareef et al., 2017). Media sosial juga solusi yang sederhana dan
murah untuk menjangkau pelanggan UKM yang memiliki prospek, membuat jaringan
bisnis yang luas, dan mendengarkan yang diinginkan customer (Ghezzi et al., 2016),
membuat customer yang memiliki kepercayaan, loyalitas, mengelola reputasi dan
mengumpulkan pemasaran yang intellijen (Han et al., 2016).
Penggunaan media sosial sendiri menurut Rienda et al., (2020) bahwa
penggunaan media sosial dapat meningkatkan kinerja dari pelaku usaha. Penelitian
yang dilakukan oleh Cao et al., (2018) menyebutkan bahwa penggunaan media sosial
dapat membantu UMKM dalam menjangkau pelanggan, meningkatkan penjualan,
pendapatan,pangsa pasar, visibilitas dan reputasi perusahaan serta menghasilkan
feedback yang bermanfaat bagi perusahaan terkait dengan produk atau jasa. Oleh
karena itu, perlu diketahui adakah pengaruh antara penggunaan media sosial terhadap
5
kinerja UMKM. Sasaran dari responden penelitian ini adalah pelaku usaha di
Jabodetabek.
Dari uraian masalah pada bagian sebelumnya, peneliti tertari untuk meneliti
bagaimana adopsi teknologi yang digunakan oleh UMKM. terdapat berbagai macam
model penelitian yang dapat mengukur terkait dengan adopsi teknologi yang
digunakan oleh pelaku usaha. Dalam penelitian yang dilakukan oleh (Davis et al.,
1989) menyatakan bahwa TAM adalah model yang terkenal dengan tujuan utamanya
yaitu memberikan dasar untuk mengetahui bagaimana pengaruh faktor eksternal
terhadap kepercayaan, sikap dan tujuan penguna kepercayaan. Adapun model yang
dikembangkan oleh UTAUT adalah model untuk mengukur penerimaan teknologi
informasi (Venkatesh et al., 2003). Dalam hal ini berdasarkan pemaparan yang telah
dilakukan pada bagian sbeelumnya, peneliti mengusulkan untuk menggunakan
Technology-Organizatio-Environment (TOE) framework yang digambarkan oleh
Tornatzky (1990). TOE framework digunakan untuk mendeskripsikan dan
menginvestigasi adopsi teknologi yang secara khusus diciptakan untuk level
organisasi dengan perspektif yang luas dengan 3 faktor utama didalamnya (Tornatzky
et al., 1990).
Fokus pada penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana adopsi
teknologi yang diterapkan terhadap kinerja UMKM. Mengacu pada penelitian yang
dilakukan oleh oleh Chiu (2017) bahwa TOE dapat menjelaskan keberhasilan dari
adopsi teknologi pada Small Media Enterprise (SME) yang dipengaruhi oleh
6
teknologi, organisasi dan lingkungan. TOE framework juga terbukti dapat
menganalisis adopsi teknologi pada SME (Awa et al., 2017).
Pada penelitian ini penggunaan media sosial oleh UMKM adalah bagian dari
adopsi teknologi. Seperti yang dikatakan oleh Rogers(2003) yang menyatakan bahwa
suatu inovasi itu berupa jasa, produk, informasi, gagasan atau praktik yang dianggap
baru oleh individu. Pada umumnya adopsi teknologi dan inovasi didasarkan oleh
teori diffusion of innovation (DOI) (Ainin et al., 2015; Odoom et al., 2017). Suatu
sistem pendukung untuk berbagai macam kebutuhan di berbagai konteks, penggunaan
media sosial untuk inovasi teknologi memerlukan penyelarasan dan penyebaran
terhadap aktitivitas dalam perusahaan (Odoom et al., 2017). Adapun digunakannya
kerangka kerja TOE karena memiliki studi empiris dan teori yang kuat dan telah
digunakan untuk mempelajari adopsi teknologi, dan inovasi termasuk media sosial
dalam teknologi (Abed, 2020). Sehingga digunakannya TOE dan DOI ini adalah
untuk mengetahui bagaimana media sosial berkaitan erat dengan inovasi dan
teknologi.
Model TOE dapat dijadikan sebagai model yang digunakan untuk mengukur
antara kinerja UMKM dan adopsi media sosial. Seperti Model TOE dikembangkan
oleh Ahmad (2019) dapat mengukur dan mengetahui faktor-faktor apa saja yang
dapat mempengaruhi adopsi media sosial terhadap SMEs Performance atau Kinerja
UMKM. Target penelitian ini adalah pelaku usaha di Jabodetabek yang menggunakan
media sosial sebagai media untuk berjualan atau promosi. Berdasarkan uraian pada
7
bagian sebelumnya peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul
“Analisis Pengaruh Social Media Adoption terhadap Kinerja Usaha Mikro Kecil
Menengah (UMKM) menggunakan Technology-Organization-Environment
(TOE)”.
1.2 Identifikasi masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya,
berikut ini adalah identifikasi masalah dalam penelitian ini :
a. Masih rendahnya UMKM yang beralih ke media digital atau online saat
pandemi berlangsung.
b. Penurunan omzet UMKM akibat pandemi Covid-19
1.3 Rumusan masalah
Berdasarkan pemaparan identifikasi masalah pada bagian sebelumnya berikut
ini adalah rumusan masalah penelitian ini:
a. Bagaimana pengaruh adopsi media sosial terhadap kinerja dari UMKM?
b. faktor-faktor apa saja yang menjadi pengaruh adopsi media sosial terhadap
kinerja dari UMKM?
1.4 Batasan Masalah
Adapun ruang lingkup penelitian ini ini adalah sebagai berikut :
8
a. Adopsi sosial media dalam penelitian ini adalah media sosial seperti
facebook, twitter, whatsapp, instagram dan media sosial lainnya yang
digunakan oleh pelaku UMKM.
b. Secara metodologi, penelitian ini dilakukan untuk penelitian kuantitatif
yang menggunakan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner.
Purposive sampling digunakan untuk teknik sampling. Sementara itu,
pelaku UMKM di Jabodetabek merupakan populasi yang digunakan.
c. Secara teoritis menggunakan model yang dikembangkan oleh Ahmad
(2019) dengan variabel yang digunakan adalah Technology,
Organization, Environment, Social Media Adoption, dan SMEs
Performance.
1.5 Tujuan
Penelitian ini memiliki dua tujuan yaitu tujuan umum dan tujuan khusus.
Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh antara
penggunaan sosial media terhadap kinerja UMKM berdasarkan persepsi dari pelaku
usaha. Berdasarkan poin-poin dari penjabaran sebelumnya, maka tujuan dari
penelitian ini adalah :
a. Untuk mengetahui besar dari aspek teknologi, lingkungan, organisasi,
adopsi media sosial, mempengaruhi kinerja UMKM.
b. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi media sosial
terhadap kinerja UMKM.
9
1.6 Manfaat Penelitian
Adapun dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat
yang diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Secara teoritis, penelitian ini dapat memberikan saran atau model
alternatif bagi penelitian selanjutnya atau pihak lain yang ingin memahami
terkait dengan social media adoption dan SMEs Performance.
2. Secara metodologi, penelitian ini dapat mendorong dalam pemanfaatan
skripsi metode kuantitatif di Program Studi Sistem Informasi UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta yang masih terbatas.
3. Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan
pertimbangan bagi UMKM dalam menggunakan sosial media dan
dampaknya terhadap kinerja UMKM.
1.7 Metodologi Penelitian
Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah Technology-Organization-
Environment (TOE) framework yang didukung oleh Diffusion Of Innovation (DOI)
yang dikembangkan oleh Ahmad (2019), dengan melibatkan variabel yang
diantaranya adalah Technology, Environment, Social Media Adoption, dan SMEs
Performance.
10
Gambar 1. 3 Model Penelitian Ahmad (2019)
Sehingga secara ringkas penelitian ini akan menggunakan model dari Ahmad
(2019) dengan kombinasi dari framework TOE yang didukung oleh teori DOI.
Pendekatan kuantitatif adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini dan
dilakukan penyebaran kuesioner secara langsung dan tidak langsung dengan variablel
yang sudah serta target penelitian ini adalah pelaku UMKM yang berdomisili Di
Jabodetabek yang menggunakan media sosial untuk saluran berjualan. Teknik
purposive sampling yaitu pelaku UMKM yang menggunakan media sosial. Setelah
kuesioner telah terkumpul maka akan diolah dalam format MS. Excel yang akan
dianalisis outer dan inner model menggunakan PLS-SEM dengan tool SMART PLS
versi 3.3.2. Interpretasi ini dilakukan berdasarkan hasil analisis yang dilakukan
sebelumnya guna menarik kesimpulan berdasarkan penelitian yang dibahas dengan
batasan penelitian yang telah ditentukan.
11
1.8 Hipotesis Penelitian
Berdasarkan model yang diusulkan pada gambar 1.2, maka terdapat hipotesis yang
diantaranya adalah sebagai berikut :
Q1.1 Organization memiliki pengaruh terhadap Social Media Adoption
Q1.2 Environment memiliki pengaruh terhadap Social Media Adoption
Q1.3 Technology memiliki pengaruh terhadap Social Media Adoption
Q1.4 Social Media Adoption memiliki pengaruh terhadap SMEs Performance.
1.9 Sistematika Penulisan
Penyusunan laporan penelitain ini terbagi atas 5 bab, berikut ini adalah uraian
secara singkat :
BAB I PENDAHULUAN
Pada Bab I memaparkan secara singkat terkait latar
belakang, identifikasi masalah, perumusan masalah,
batasan dari masalah, tujuan penelitian, manfaat dari
penelitian, metode penelitian, dan sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Bab II memaparkan terkait dengan dasar-dasar teori
yang dijadikan sebagai teori untuk mendukung
12
BAB III pengukuran pengaruh Adopsi Media Sosial terhadap
Kinerja UMKM.
METODOLOGI PENELITIAN
Bab III akan membahas mengenai metodologi yang
digunakan dalam penelitian seperti metode
pengumpulan data yang diambil, prosedur penelitian
dan metode analisis sistem yang digunakan.
13
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB V
Akan menguraikan terkait hasil analisis pretest dan
analisis yang dilakukan secara keseluruhan.
PENUTUP
Pada bab V akan memaparkan terkait dengan
kesimpulan hasil dari pemecahan masalah dan
memberikan beberapa saran untuk pengembang dan
penelitian berikutnya.
14
15
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Media sosial
Media sosial atau dikenal dengan jejaring sosial adalah media dalam era
digital ini untuk berkomunikasi. Media sosial adalah serangkaian situs web dan
aplikasi yang dirancang agar orang saling terhubung dan saling berbagi konten secara
efisien, cepat dan real time (Ashari, 2017). Umumnya media sosial sering digunakan
sebagai media untuk berbagi foto, opini, video hingga kehidupan sehari-hari.
Dalam penelitian Hajli (2013) menjelaskan bahwa kemampuan dalam
membagikan foto, opini, kejadian, dan lain sebagainya yang dilakukan real time
telah mengubah cara kita menjalani hidup dan juga cara kita untuk berbisnis,
digunakannya media sosial sebagai pemeran utama dalam pemasaran konten dengan
berbagai informasi dan opini tentang produk dan jasa. Dalam beberapa tahun terakhir
penggunaan media sosial oleh masyarakat luas sangat pesat pertumbuhannya dan
menempatkan media sosial sebagai aktivitas online terpopuler yang melibatkan
penggunanya.
Terdapat beberapa media sosial yang sering digunakan yang diantaranya
adalah Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp, Youtube, LinkedIn dan lain
sebagainya. Penggunaan media sosial tidak hanya digunakan untuk bersosialisasi
16
saja, tetapi, juga digunakan sebagai media untuk mempromosikan produk atau juga
dalam berbisnis.
2.2 Adopsi Media Sosial
Adopsi media sosial adalah tindakan dari seseorang untuk memutuskan
teknologi yang dalam hal ini adalah media sosial seperti menambahkan teman,
mengikuti suatu event, memberikan komentar, mengamati perilaku online hingga
melakukan pembelian secara online (Chaniago & Sayuti, 2019). Media sosial sendiri
dijadikan sebagai sistem dalam mendukung berbagai macam kebutuhan mulai dari
konteks penggunaan inovasi teknologi yang memerlukan penyelarasan dan
penyebaran (difusi) terhadap aktivitas perusahaan (Odoom et al., 2017).
Diuraikan dari penelitian yang dilakukan oleh Becker (2012) bahwa Media
Sosial adalah sekumpulan aplikasi yang yang berbasi web 2.0 yang didalamnya
terdapat blog, forum, berbagi foto, dan video, situs jejaring sosial, ulasan produk atau
layanan, komunitas online yang memungkinkan organisasi membuat dan berbagi
konten yang dibuat penggunanya. Dari penjelasan tersebut maka dapat diketahui
bahwa media sosial memiliki kemudahan dalam mengakses informasi dan
menggunakan fasilitas sharing untuk menggunakan mempromosikan suatu produk,
organisasi, atau perusahaan. Media sosial dinilai memiliki memiliki efek yang besar
pada perusahaan atau organisai dalam dunia digital yang menangani customer queries
dan membangun customer relationship.
17
Penelitian yang dilakukan oleh Ainin (2015) menjelaskan bahwa organisasi
yang menggunakan media sosial seperti Facebook, WhatsApp, Twitter dan lain
sebagainya memiliki efek terhadap organisasi dalam meningkatakan customer
relationship, information accessibility, dan Marketing.
2.3 Kinerja
Kinerja merupakan hasil dari fungsi pekerjaan tertentu atau kegiatan-kegiatan
pada pekerjaan tertentu selama periode waktu tertentu, yang memperlihatkan kantitas
dan kualitas dari pekerjaan tersebut (Rialmi & Morsen, 2020). Menurut Heriyanto
(2016) suatu hasil dari melaksanakan tugas-tugas yang didasarkan dari kecakapan,
pengalaman, dan kesungguhan serta waktu menurut standar dan kriteria yang telah
ditetapkan dan dicapai oleh seseorang adalah pengertian dari kinerja.
Adapun definisi Kinerja adalah hasil kerja yang dicapai dalam melaksanakan
suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Sehingga dari uraian pada bagian
sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah keberhasilan organisasi
dalam mencapainya suatu tujuan atau visi misi oleh organisasi, atau personel dalam
tim yang telah ditetapkan sebelumnya, dan sesuai dengan yang telah diharapkan pada
waktu yang telah ditentukan sebelumnya.
18
2.4 UMKM
Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menurut Bank Indonesia dalam
(Haikal & Yelvi, 2019) adalah kegiatan maupun usaha produktif yang dilakukan oleh
rakyata dengan penjualan maksimum Rp 100 juta/tahun untuk usaha mikro dan
kekayaan bersih yang dimiliki Rp 200 juta hingga 10 miliar tidak termasuk tanah dan
bangunan tempat usahan untuk usaha kecil dan menengah. Sementara itu menurut
UU No 20 Tahun 2008 Tentang UMKM pada Pasal 1 menjelaskan bahwa adanya
usaha ekonomi yang bersifat produktif yang dilakukan oleh badan usaha atau juga
perorangan tetapi bukan bagian dari cabang perusahaan yang dikuasai, dimiliki, atau
juga bagian secara langsung maupun secara tidak langsung dari usaha kecil maupun
usaha besar
Adapun menurut Haikal and Yelvi (2019) UMKM adalah usaha atau kegiatan
produktif yang dilakukan oleh rakyat dengan berdiri sendiri, yang dilakukan baik
kelompok ataupun badan usaha yang bukan anak perusahaan atau cabang perusahaan
yang memperkerjakan 1-100 orang dengan penghasilan maksimal yaitu Rp 50 Miliar
Per tahunnya.
2.5 Teori tentang pengadopsian teknologi
Terdapat beberapa jenis teori yang berofkus pada perilaku yang secara khusus
menejelaskan tentang proses adopsi teknologi informasi yang digunakan oleh
19
berbagai macam pengguna. Terdapat teori yang menjelaskan terkait dengan inovasi
teknologi. Media sosial secara khusus adalah teknologi yang digunakan, teori tentang
pengadopsian media sosial tersebut diantaranya adalah Theory of Reasoned Action
(TRA), Technology Acceptance Model (TAM), Theory of Planned Behavior (TPB),
Unified Theory of Acceptance and Use Of Technology (UTAUT), Technology–
Organization–Environment (TOE) Framework and dan Diffusion of Innovation (DOI)
Theory.
Penelitian yang dilakukan oleh Davis et al., (1989) menguraikan bahwa Theory
of Reasoned Action (TRA) yang dikembangkan oleh Ajzen & Fishbein (1975)
merupakan teori perilaku mengenai niat individu dalam melakukan suatu perilaku ini
secara bersama–sama dipengaruhi oleh dua faktor yaitu sikap terhadap perilaku, dan
norma subjektif. Keberhasilan dari teori ini menjelaskan perilaku tergantung pada
sejauh mana perilaku tertentu berada di bawah Kendali dalam berkehendak yaitu,
individu yang memiliki control besar terhadap perilaku (Glanz et al., 2015).
Technology Acceptance Model (TAM), adalah model yang popular yang
memiliki tujuan utamanya adalah memberikan dasar dalam mengengetahui pengaruh
faktor eksternal terhadap sikap, kepercayaan dan tujuan pengguna kepercayaan
(Davis et al., 1989). Model TAM adalah adaptasi dari model TRA yang mana
terdapat dua konstruk utama yaitu kegunaan dan kemudahan dalam penggunaan
(Sánchez-Prieto et al., 2017). Adapun Theory of Planned Behavior (TPB) adalah
model yang dikembangkan berdasarkan TRA dengan ditambahnya variabel perceived
20
behavioral control. Ajzen and Fishbein (1975) dalam Wijayanti and Putri (2016)
menjelaskan dalam penelitiannya bahwa ketika individu membuat suatu keputusan
yang rasional dengan melibatkan suatu perilaku tertentu berdasarkan keyakinan
mereka sendiri tentang terkait perilaku dan memiliki harapan tentang hasil yang
positif yang melibatkan dalam perilaku tersebut.
Venkatesh (2003) mengembangkan model Unified Theory of Acceptance and
Use of Technology (UTAUT) tentang penerimaan TI. Model ini meliputi beberapa
variabel yang diantaranya adalah behavioral intention, use behavior, performance
expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating conditions, gender, age,
experience, dan voluntariness of use. Model ini dinilai model terbaru dalam
penelitian tentang proses adopsi teknologi informasi.
Diffusion of Innovation (DOI) Theory model yang dikembangkan oleh Rogers
(2003) mengemukakan bahwa terjadinya difusi merupakan proses saat inovasi
dikomunikasikan dari waktu ke waktu melalui salura-saluran tertentu antara
anggotanya dan sistem sosialnya. Model ini berfokus pada perspektif „processs-
oriented‟ agar dapat menggambarkan bagaimana inovasi dapat menerima dan
disebarkan diantara orang-orang Yu and Tao (2009).
2.6 Kinerja UMKM
Penggunaan teknologi pada pelaku usaha yang memberikan informasi yang
cepat dan akurat kepada pengusaha agar dapat menentukan langkah bisnis
21
berikutnya dapat memberikan hasil yang maksimal terhadap kinerja bisnis (Irfan
& Santosa, 2015). Adapun contoh dari dampak penggunaan internet dapat
meningkatkan pendapatan, peningkatan hubungan dengan customer dan
mengurangi biaya juga waktu (Tajudeen et al., 2018). Penggunaan teknologi dan
internet dalam penelitian ini adalah media sosial, yang dalam hal ini dapat
digunakan sebagai media untuk berinteraksi dengan customer, promosi atau juga
media yang digunakan sebagai media berjualan yang diharapkan dapat
meningkatkan kinerja UMKM.
Tujuan dari penggunaan media sosial secara menyeluruh ini dapat
meningkatkan kinerja orgnisasi baik dari sisi finansial maupun non finansial
(Ainin et al., 2015). Penerapan dari media sosial oleh perusahaan atau pelaku
usaha memberikan manfaat dan beberapa telah mengidentifikasi bahwa adanya
sosial media memiliki hubungan yang positif terhadap kinerja perusahaan (Ainin
et al., 2015). Adopsi media sosial memiliki dampak yang positif Adopsi media
Sosial memiliki dampak yang positif terhadap kinerja, karena media sosial yang
efektif setiap individu ataupun organisasi untuk berkomunikasi dengan rekan
kerja, kerabat, dan konsumen (C. B. Wong, 2012).
22
2.7 TOE Framework
Penelitian yang dikembangkan oleh Tornatzky et al., (1990) framework TOE
yang menjelaskan mengenai dimensi perusahaan yang dapat dipengaruhi oleh adopsi
dan implementasi dari inovasi baru. Adapun TOE memiliki pengertian teori yang
digunakan untuk menunjau perilaku dari pengadopsian teknologi yang diciptakan
secara khusus untuk di Negara berkembang dan di level organisasi dengan sudut
pandang yang luas (AlBar & Hoque, 2019). Penelitian ini akan berfokus pada bidang
teknologi, organisasi dan lingkungan. Penelitian pada bagian teknologi maka
penelitian ini akan berfokus terhadap cara dan struktur teknologi yang
mempengaruhi proses adopsi TI (Aboelmaged, 2014). Adapun fokus pada bagian
organisasi menjelaskan bagaimana atribut organisasi yang dapat mempengaruhi oleh
adopsi teknologi, dan untuk fokus pada lingkungan maka penelitian ini melihat
bagaimana lingkungan sekitar yang mendorong pengadopsian teknologi. Dalam hal
ini, teknologi yang akan menjadi fokus penelitian adalah media sosial dan model
yang digunakan yaitu model yang dikembangkan oleh Ahmad et al., (2019).
23
Gambar 2. 1Model Penelitian yang dikembangkan oleh Ahmad (2019)
2.7.1 Technology
1. Relative advantage
Salah satu faktor dari teknologi yang dapat dirasakan oleh
penggunanya sebagai penyedia jasa atau untuk suatu perusahaan.
Relative advantage juga sebagai didefinisikan “sejauh mana suatu
inovasi dianggap lebih baik dari ide yang menggantikannya”
(Sikandar Ali Qalati et al., 2021).
2. Cost effectiveness
Cost effectiveness menggambarkan sejauh mana inovasi dapat
lebih produktif terhadap biaya relatifnya (Sikandar Ali Qalati et
al., 2021). Literatur sebelumnya mengatakan bahwa efektifitas
biaya menjadi variabel yang penting ketika menentukan teknologi
adopsi baru (Chong & Chan, 2012). Adanya keterbatasan sumber
daya yang dimiliki oleh UMKM dapat dijadikan sebagai
24
pertimbangan penggunaan media sosial yang dapat menghem at
biaya (Hoffman & Fodor, 2010).
3. Compatibility
Compatibility merupakan tingkat dari inovasi yang memiliki
kesesuaian dengan kebutuhan adopter, nilai, atau praktik (Chong
& Chan, 2012). Indikator Compatibility menjelaskan bagaimana
pelaku bisnis dalam menggunakan inovasi teknologi secara
harmonis dengan kebijakan perusahaan (Rahayu & Day, 2015).
4. Interactivity
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Liu and Shrum (2002)
menjelaskan bahwa Interactivity adalah suatu tingkat dari
interaksi diantara lebih dari satu pihak dalam menggunakan media
komunikasi dan kemampuan untuk merespon orang yang
berkomunikasi.
5. Visibility
Visibility menunjukan berada ditingkat mana sesuatu menarik
perhartian umum. Visibility sendiri mengacu pada cara, metode,
dan peluang untuk mempresentasikan diri (usaha) (Bregman &
Haythornwaite, 2001).
25
2.7.2 Organization
1. Entrepreneurial orientation
Entrepreneurial orientation merupakan jenis strategi orientasi
mengenai aspek kewirausahaan (Hakala, 2011). Orientasi
kewirausahaan merupakan suatu prosedur, kegiatan dan praktik
ketika mengambil keputusan yang digunakan guna meningkatkan
nilai produk dan jasa sebagai tanggapan kebutuhan pelanggan yang
dapat meningkatkan kinerjanya (B. Liu & Fu, 2011).
2. Top Management Support
Top Management Support menurut Dwivedi (2009) adalah
persepsi atau tindakan dari petinggi perusahaan terkait dengan
manfaat dari pengadopsian TI untuk mencipatakan nilai-nilai
perusahaannya. Sehingga top management Support ini dilakukan
oleh seseorang yang memilik kedudukan yang tinggi dalam
penggunaan TI bagi perusahaan, dalam hal ini diasumsikan owner
atau pemilik usaha lah yang memutuskan hal tersebut.
2.7.3 Environment
1. Competitive Intensity
Competitive Intensity muncul ketika kondisi dimana terdapatnya
banyak pesaing tetapi hanya memiliki peluang yang sedikit untuk
usaha tersebut berkembang (Dias Canedo et al., 2020). Dalam hal
26
ini dimaknai bahwa ketika banyaknya pesaing pada satu sektor
usaha yang sama, maka perlu dibuat peluang agar terjadinya
pertumbuhan agar dapat bertahan dan berkembang.
2. Competitive pressure
Competitive Pressure ini adalah suatu situasi dimana pesaing
merasakan tekanan yang memaksa perusahaannya untuk
menggunakan teknologi baru untuk bertahan (Seo et al., 2020).
Competitive pressure dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti
globalisasi, perkembangan teknologi atau juga difusi yang cepat
dari teknologi baru. Adanya Competitive pressure ini mendorong
perusahaan untuk mengadopsi teknologi baru yang dalam
penelitian ini adalah media sosial yang dijadikan alat untuk
bertahan.
3. Bandwagon Effect
Bandwagon Effect adalah istilah psikologis, juga disebut efek
„penularan‟, yang dilambangkan sebuah fenomena opini publik
menimpa dirinya sendiri (Ngai et al., 2015). Efek ini muncul
ketika suatu produk meningkatkan permintaannya karena orang
lain menggunakan teknologi tertentu di perusahaan hanya karena
perusahaan lain menggunakannya, dan bukan karena alasan untuk
perencanaan strategis (Jin & Hurd, 2018).
27
2.8 Metode penelitian
2.8.1 Pendekatan kuantitatif
Penelitian kuantitatif ini adalah suatu penelitian yang mengkaji
permasalahan dan melihat kemungkinan atau hubungan antara satu variabel
dengan variabel yang telah ditetapkan. Adanya penelitian kuantitatif ini untuk
menguraikan besarnya kebermaknaan (siginifcance) dalam model yang telah
dibuat hipotesisnya sebagai jawaban dari permasalahan yang telah ditetapkan
sebelumnya. Tujuan dari dilakukan penelitian kuantitatif untuk menguji dan
membuktikan bahwa gambaran sebuah fenomena yang telah dirumuskan
sebelumnya terbukti benar maupun salah berdasarkan teori yang telah
dilakukan selama ini (Zaluchu, 2020).
2.8.2 Pengelompokan data
Suryani and Hendriyadi (2016) menguraikan bahwa secara garis
besar pengelompokan data dibagi menjadi beberapa kelompok, yang
diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Kelompok data berdasarkan cara memperolehnya
Data primer merupakan data yang peneliti peroleh dari objek
penelitiannya atau sumber pertama. Data sekunder merupakan data
yang diperoleh peneliti dari secara tidak langsung yang dikumpulkan
peneliti yang berasal dari laporan tahunan dan lain sebagainya.
28
b. Kelompok data berdasarkan waktu pengumpulannya
Data time series, adalah data yang diperoleh dari satu objek yang
memiliki tujuan untuk menggambarkan perkembangan dari objek
tersebut. Data cross section yaitu data yang diperoleh peneliti dari
satu periode tertentu di beberapa objek dengan tujuan menjelaskan
suatu gambaran pada keadaan.
c. Kelompok data menurut jenisnya
Data kualitatif merupakan data dalam bentuk karakteristik maupun
kategori yang dimiliki oleh objek seperti terkait dengan demografi
dan lain sebagainya. Adapun data kuantitatif adalah yang dilampirkan
dalam bentuk angka yang didapat dari hasil pengukuran atau
perhitungan seperti tinggi badan, berat badan, atau data lainnya yang
berhubungan dengan angka.
d. Data menurut sumbernya
Data Internal adalah data yang diperoleh dari organisasi, perusahaan,
dan instansi yang mana penelitiannya dilakukan dengan
menggambarkan keadaan didalamnya. Adapun data yang
memberikan gambaran keadaan di lingkungan dari luar organisasi
yang umummnya diperoleh dari pihak lain untuk dijadikan sebagai
sebagai komparasi.
29
2.8.3 Teknik pengumpulan data
Dalam teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan beberapa
cara yang diantaranya adalah sebagai berikut:
1) Wawancara
Wawancara adalah proses mengumpulkan data dimana peneliti
dengan mengajukan kepada responden yang dianggap dapat
memberikan informasi yang benar. Dilakukan wawancara dengan
partisipan pada penelitian secara langsung dengan mengajukan
pertanyaan-ppertanyaan yang secara umum dan tidak terstruktur.
Wawancara memiliki tujuan untuk memperoleh informasi dengan
kuesioner (Abdillah, 2015).
2) Observasi
Observasi adalah teknik pengumpulan data yang mana peneliti
melakukan pengamatan secara langsung ke objek peneliti untuk
melihat kegiatan yang dilakukan dari dekat. Observasi yang
diuraikan oleh Setiawan (2016) adalah suatu teknik dalam
pengumpulan data yang dilakukan dengan pengamatan yang
dicatat mengenai keadaann atau perilaku objek penelitiannya.
Dilakukan observasi untuk memperoleh gambaran terkait dengan
objek penelitian secara keseluruhan.
30
3) Kuesioner
Dalam penelitian ini akan dilakukan pengumpulan data dengan
menyebar kuesioner kepada responden yang menjadi target
penelitian. Kuesioner merupakan seperangkat pertanyaan tertulis
kepada responden yang akan digunakan oleh peneliti dalam
mengumpulkan data dari sumber secara langsung. Cara dalam
mengumoulkan data ini dengan kuesioner ini paling umum
digunakan dalam survei maupun studi lapangan (Abdillah, 2015).
Kuesioner sendiri dapat diberikan kepada respondennya secara
langsung atau dikirim lewat pos atau internet yang berupa
pernyataan baiki tertutup atau pun terbuka (P D Sugiyono, 2013).
2.8.4 Skala likert
Seperti yang diuraikan oleh Prof Dr Sugiyono (2013) skala likert
adalah salah satu dari berberapa macam skala pengukuran. Skala likert
diartikan sebagai suatu yang biasanya digunakan dalam kuesioner dan
merupakan skala yang paling banyak digunakan dalam riset berbagai survei.
Adapun skala likert menurut Nempung (2015) adalah skala psikometri yang
umum digunakan dalam kuesioner yang mana adalah skala yang paling
banyak digunakan dalam penelitian atau kajian yang berupa survei. Terdapat
empat atau lebih butir pernyataan dalam skala likert yang yang
dikombinasikan sehingga dapat membentuk suatu nilai ataupun skor yang
31
menyajikan sifat dari individu yang diantaranya adalah seperti perilaku,
pengetahuan atau pun sikap seseorang terkait dengan variabel penelitian.
Skala likert yang digunakan untuk survey penelitian yang diberikan
kepada orang yang menyatakan tanggapan ataupun sikap yang berhubungan
dengan skala ordinal seperti missal setuju atau tidak setuju (Budiaji, 2013).
Tabel 2.1 berikut ini adalah keterangan dan skor dari skala likert dari negatif
hingga positif :
Tabel 2. 1 ketentuan skala likert
Keterangan skor Negative
Positif 5
Sangat Tidak Setuju 1 4
Tidak Setuju 2 3
Kurang Setuju 3 2
Setuju 4 1
Sangat Setuju 5
2.9 Populasi dan sampel
Populasi paling popular digunakan dalam menyebutkan sekelompok objek
yang dijadikan sebagai target penelitian. Pengertian dari populasi merupakan wilayah
32
generalisasi yang terdiri atas suatu obyek atau subyek yang memilki kualitas dan
karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik
kesimpulannya (Sugiyono 2012). Adapun pengertian populasi merupakan
sekelompok subjek atau data yang memiliki karakteristik tertentu (Firdaus, 2018).
Populasi juga didefinisikan sebagai seklompok kejadian, orang, atau hal-hal yang
menarik bagi para peneliti yang memiliki keinginan untuk menelitiknya (Sekaran &
Bougie, 2009).
Populasi adalah keseluruhan elemen yang akan dijadikan wilayah generalisasi
yang terdiri atas subyek dan obyek yang memiliki kuantitas dan karakteristik yang
ditetapkan peneliti agar dapat dipelajari dan ditarik kesimpulannya. ketika suatu
populasi dalam suatu penelitian besar, maka peneliti dapat menggunakan sampel
karena adanya keterbatasan sumber daya manusia, tenaga, waktu, dan biaya.
Sampel adalah satu-satu teknik untuk mencapai efisiensi dalam kegiatan
statistik lapangan (Nursiyono, 2014). Sampling merupakan suatu proses dalam
memilih jumlah yang cukup dari populasi dengan mempelajari sampel dan
pemahaman tentang sifat-sifat atau karakteristik yang memungkinkan untuk
mengenarlisikan seperti karakteristik atau sifat dari elemen populasi (Sekaran &
Bougie, 2009).
33