LAPORAN PELAKSANAAN AKTUALISASI
NILAI – NILAI DASAR PROFESI PNS
MENURUNKAN SISA MAKAN PASIEN YANG
BERDIET NASI RENDAH GARAM DENGAN
MEMBUAT MENU YANG BERVARIASI DI
RUANG MELATI RSUD WALUYO JATI
KRAKSAAN
DISUSUN OLEH :
HARIAH AKBAR YULIANA DEWI, A.Md. Gz
NIP. 19900703 202012 2 011
NDH : 10
PELATIHAN DASAR (LATSAR) CPNS
GOLONGAN II, ANGKATAN XIX
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI JAWA TIMUR
TAHUN 2021
i
LEMBAR PERSETUJUAN
LAPORAN PELAKSANAAN AKTUALISASI
AKTUALISASI NILAI – NILAI DASAR PROFESI PNS
MENURUNKAN SISA MAKAN PASIEN YANG BERDIET NASI
RENDAH GARAM DENGAN MEMBUAT MENU YANG BERVARIASI
DI RUANG MELATI RSUD WALUYO JATI KRAKSAAN
Telah disempurnakan berdasarkan masukan dari
Pembimbing, Mentor, dan Penguji pada Seminar
Pelaksanaan Aktualisasi, Hari Selasa Tanggal 10
Agustus 2021, Di RSUD Waluyo Jati Kraksaan
Kabupaten Probolinggo.
Probolinggo, 10 Agustus 2021
COACH/PEMBIMBING MENTOR
Dr. IMAM TRISNO EDY, M.M. DYAN INDAH PERWITASARI, SKM, M.M, R.D
Pembina Utama Kepala Instalasi Gizi RSUD Waluyo Jati Kraksaan
NIP. 19590407 198503 1 015 NIP. 19700626 199803 2 011
ii
BERITA ACARA
SEMINAR LAPORAN PELAKSANAAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN KE XIX
TAHUN 2021 PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
Pada hari ini, Selasa tanggal 10 Agustus 2021, telah
dilaksanakan Presentasi Pelaksanaan Aktualisasi bagi Peserta
Pelathan Dasar Calon PNS Golongan II Angkatan Ke-XIX Tahun 2021
Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Nama : HARIAH AKBAR YULIANA DEWI. AMd. Gz.
NIP : 19900703 202012 2 011
Judul : Menurunkan Sisa Makan Pasien yang Berdiet Nasi
Rendah Garam dengan Membuat Menu yang Bervariasi
di Ruang Melati RSUD Waluyo Jati Kraksaan
Demikian berita acara ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan
ditandatangi oleh:
Probolinggo, 10 Agustus 2021
Penguji, Peserta,
HUDAN SYARIFUDDIN, S.Sos, M.Si HARIAH AKBAR YULIANA DEWI, A.Md. Gz.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah NIP. 199000703 202012 2 011
NIP. 19740831 199311 1 001
COACH/PEMBIMBING MENTOR
Dr. IMAM TRISNO EDY, M.M. DYAN INDAH PERWITASARI, SKM, M.M, R.D
Pembina Utama Kepala Instalasi Gizi RSUD Waluyo Jati Kraksaan
NIP. 19590407 198503 1 015 NIP. 19700626 199803 2 011
iii
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas
berkat, rahmat, dan hidayah-Nya sehingga rancangan aktualisasi nilai-
nilai dasar profesi PNS di badan diklat dan pelatihan kabupaten
Probolinggo dapat terselesaikan dengan baik. Laporan Pelaksanaan
aktualisasi ini ditulis untuk memenuhi persyaratan kelulusan Pendidikan
Pelatihan Dasar CPNS Golongan II angkatan XIX tahun 2021.
Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih
kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penulisan Laporan
pelaksanaan aktualisasi ini. Ucapan terima kasih tersebut penulis
tujukan kepada:
1. Allah SWT yang telah memberikan segala pengetahuan,
kemudahan dan kenikmatan yang tiada batas.
2. Kedua orang tua yang selalu memberikan motivasi dan selalu
mendoakan dalam penyusunan Laporan Pelaksanaan aktualisasi
ini.
3. Suami, anak tercinta dan keluarga besar yang selalu memberikan
motivasi dan berjuang bersama dalam suka dan duka.
4. Bapak Dr. Imam Trisno Edy, M.M., sebagai pembimbing (coach)
yang telah banyak meluangkan waktu untuk memberikan
bimbingan, masukan, dan arahan kepada penulis selama
penyelesaian Laporan Pelaksanaan Aktualisasi ini.
5. Ibu Dyan Indah Perwitasari, SKM., M.M., R.D.,selaku mentor yang
telah memberikan bimbingan dan masukan guna memperbaiki
tulisan ini agar menjadi lebih baik.
6. Rekan-rekan kerja di Instalasi Gizi yang telah membantu dan
mendukung terlaksananya Laporan Pelaksanaan Aktualisasi ini.
7. Para Widyaiswara dan pendamping yang dengan sabar
memberikan ilmu pengetahuan selama kegiatan virtual pelatihan
dasar.
iv
8. Rekan-rekan seperjuangan pelatihan dasar CPNS golongan II
angkatan XIX tahun 2021.
9. Serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan Laporan
Pelaksanaan Aktualisasi ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh
karena itu, saran dan kritik yang membangun dari pembaca dan
pemerhati sangat diharapkan untuk penyempurnaan Laporan
Pelaksanaan Aktualisasi ini. Akhir kata, tidak ada kata-kata selain
terima kasih banyak dan semoga Allah SWT membalas kebaikan
semua pihak yang telah membantu. Penulis berharap Laporan
Pelaksanaan Aktualisasi ini kelak dapat bermanfaat bagi semua pihak.
Probolinggo, 10 Agustus 2021
Peserta Pelatihan Dasar CPNS
Golongan II Angkatan XIX
HARIAH AKBAR YULIANA DEWI, A.Md, Gz.
NIP. 19900703 202012 2 011
v
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL …………………………………………………………i
LEMBAR PENGESAHAN …………………………………………………..ii
BERITA ACARA …………………………………………………………….iii
KATA PENGANTAR ……………………………………………………….iv
DAFTAR ISI ………………………………………………………………….vi
DAFTAR TABEL …………………………………………………………...viii
DAFTAR GAMBAR …………………………………………………………ix
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ………………………………………………………...1
1.2 Tujuan Dan Manfaat Aktualisasi …………………………………….4
1.2.1 Tujuan ……………………………………………………………4
1.2.2 Manfaat ………………………………………………………… 5
1.3 Ruang Lingkup Aktualisasi …………………………………………..6
BAB II GAMBARAN UNIT KERJA
2.1 Deskripsi Organisasi ………………………………………………….7
2.2 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah RSUD Waluyo
Jati Kraksaan ………………………………………………………..10
2.2.1 Visi, Misi dan Motto RSUD Waluyo Jati Kraksaan ………..11
2.1.3 Strategi dan Kebijakan RSUD Waluyo Jati Kraksaan ……11
2.1.4 Jenis Pelayanan RSUD Waluyo Jati Kraksaan ……………12
2.2 Struktur Organisasi ……………………………………………...17
2.3 Tujuan dan Fungsi Organisasi ……………………………………….18
2.4 Profil Peserta …………………………………………………………..19
2.5 Uraian Tugas …………………………………………………………..19
2.5.1 Uraian Tugas Menurut Peraturan Menteri ………………….19
vi
2.5.2 Uraian Tugas Menurut SKP…………………………………..21
BAB III RANCANGAN AKTUALISASI
3.1 Deskripsi Isu ………………………………………………………….23
3.2 Identifikasi Isu dan penetapan Isu Utama …………………………24
3.2.1 Identifikasi Isu ……………………………………………………24
3.2.2 Penetapan Isu …………………………………………………...26
3.3 Penetapan Penyebab Isu dan Dampak …………………………...29
3.3.1 Penetapan Penyebab Isu Menggunakan Analisis Fishbone .29
3.3.2 Penetapan Akar Penyebab Isu Menggunakan Analisis 5 W
Sakichi Toyoda …………………………………………………. 31
3.3.3 Dampak Jika Isu Tidak Ditangani ……………………………..32
3.4 Alternatif Solusi Pemecahan Masalah …………………………….32
3.5 Gagasan Pemecahan Masalah …………………………………….33
3.6 Matriks Rencana Kegiatan Aktualisasi …………………………….35
3.7 Jadwal Rencana Kegiatan Aktualisasi …………………………….55
BAB IV PELAKSANAAN AKTUALISASI
4.1 Deskripsi Pelaksanaan Aktualisasi ………………………………...56
1. Kegiatan 1 ……………………………………………………………57
2. Kegiatan 2 ……………………………………………………………59
3. Kegiatan 3…………………………………………………………….61
4. Kegiatan 4 ……………………………………………………………64
5. Kegiatan 5 ……………………………………………………………66
6. Kegiatan 6 ……………………………………………………………69
7. Kegiatan 7 ……………………………………………………………71
4.2 Hasil Capaian Kegiatan Aktualisasi ………………………………..73
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan …………………………………………………………….75
5.2 Saran ……………………………………………………………………76
vii
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………….. 77
LAMPIRAN…………………………………………………………….…..78
viii
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Variasi Menu…………………………………………………07
Tabel 3.1 Identifikasi Isu ………………………………………………24
Tabel 3.2
Seleksi Menentukan Kualitas Isu Menggunakan
Tabel 3.3 Metode AKPL ……………………………………………….26
Tabel 3.4 Seleksi Menentukan Isu Prioritas Menggunakan Metode
Tabel 3.5 USG …………………………………………………………28
Tabel 3.6 Alternatif Solusi Pemecahan Masalah …………………...32
Tabel 3.7 Gagasan Pemecahan Masalah …………………………...33
Tabel 4.1 Matriks Kegiatan Aktualisasi ………………………………39
Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi ………………55
Hasil Capaian Kegiatan Aktualisas ……………………….74
ix
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Perkembangan Rumah Sakit Waluyo Jati Kraksaan …10
Gambar 2.2 Struktur Organisasi Rumah Sakit Waluyo Jati
Kraksaan…..18
Gambar 3.1 Gambar Fishbone Diagram ………………………………30
Lampiran Kegiatan 1
Gambar 1.1 Foto Kegiatan Bimbingan dengan Mentor ……………...79
Gambar 1.2 Foto Kegiatan Bimbingan dengan Coach ……………....79
Gambar 1.3 Kartu Bimbingan Aktualisasi Mento ……………………...80
Gambar 1.4 Kartu Bimbingan Aktualisasi Coach ……………………...81
Gambar 1.5 Notulen hasil konsultasi dengan Mentor ………………...82
Gambar 1.6 Notulen hasil konsultasi dengan Coach …………………83
Gambar 1.7 Surat pernyataan persetujuan Mentor …………………...84
Lampiran Kegiatan 2
Gambar 2.1 Foto Kegiatan Bimbingan dengan Penanggung Jawab
Produksi
……………………….………………...………...……………86
Gambar 2.2 Notulen Hasil Konsultasi dengan Penanggung Jawab
Produksi .……….………………………………………….…87
Gambar 2.3 Kartu Bimbingan Aktualisasi Mentor ……………..….……88
Gambar 2.4 Kartu Bimbingan Aktualisasi Coach .………………….…..89
Gambar 2.5 Surat Pernyataan Dukungan Penanggung Jawab Produksi
…………………………………...……………………………90
Lampiran Kegiatan 3
Gambar 3.1 Foto Mengumpulkan Bahan dan Ide Pembuatan Menu
yang bervariasi ……………..………..…………….………92
Gambar 3.2 Foto Kegiatan Konsultasi dengan Penanggung Jawab
Produksi Terkait Menu yang akan dibuat ……….……...93
Gambar 3.3 Notulen Hasil Konsultasi dengan Penanggung Jawab
Produksi………………………………….……… …….…..94
Gambar 3.4 Foto Melakukan pembuatan Menu yang bervariasi .…...95
Gambar 3.5 Bukti Fisik Menu yang bervariasi …….………….……..….96
x
Gambar 3.6 Kartu Bimbingan Aktualisasi Mentor ………………………98
Gambar 3.7 Kartu Bimbingan Aktualisasi Coach ……………..………..99
Lampiran Kegiatan 4
Gambar 4.1 Foto Melakukan Koordinasi Dengan Penanggung Jawab
Produksi Untuk Melakukan Pemaparan pembuatan menu
yang bervariasi untuk pasien yang berdiet nasi rendah
garam kepada tenaga pemas………..……………...……101
Gambar 4.2 Notulen Hasil Konsultasi dengan Penanggung Jawab
Produksi untuk pembuatan menu yang bervariasi untuk
pasien yang berdiet nasi rendah garam……………….102
Gambar 4.3 Foto Undangan Kegiatan Pemaparan kepada tenaga
pemasak untuk pembuatan menu yang bervariasi untuk
pasien yang berdiet nasi rendah garam ………………103
Gambar 4.4 Foto Daftar Hadir Kegiatan Pemaparan kepada tenaga
pemasak untuk pembuatan menu yang bervariasi untuk
pasien yang berdiet nasi rendah garam ………….……104
Gambar 4.5 Foto Kegiatan Melakukan pemaparan kepada tenaga
pemasak untuk pembuatan menu yang bervariasi untuk
pasien yang berdiet nasi rendah garam ……….………105
Gambar 4.6 Materi Kegiatan Pemaparan kepada tenaga pemasak
untuk pembuatan menu yang bervariasi untuk pasien
yang berdiet nasi rendah garam …………….………….106
Gambar 4.7 Notulen Kegiatan Pemaparan pembuatan menu yang
bervariasi untuk pasien yang berdiet nasi rendah garam
………………………………………………..……………..108
Gambar 4.8 Kartu Bimbingan Aktualisasi Mentor ………….…………109
Gambar 4.9 Kartu Bimbingan Aktualisasi Coach ………….………….110
xi
Lampiran Kegiatan 5
Gambar 5.1 Foto Melakukan penyajian menu kepada pasien yang
berdiet nasi rendah garam …………….………..……...112
Gambar 5.2 Foto Menu yang bervariasi dan berdiet nasi rendah garam
…………………………………….……………………….113
Gambar 5.3 Notulen Hasil Konsultasi dengan Penanggung Jawab
Produksi ……………………………………….……........115
Gambar 5.4 Kartu Bimbingan Aktualisasi Mentor ………….…….......116
Gambar 5.5 Kartu Bimbingan Aktualisasi Coach …………….……….117
Lampiran Kegiatan 6
Gambar 6.1Foto Melakukan Koordinasi Dengan Mentor Untuk
Melakukan Analisa sisa makan pasien yang berdiet nasi
rendah garam …………………………….……………….119
Gambar 6.2 Foto Melakukan Koordinasi Dengan Penanggung Jawab
Produksi Untuk Melakukan Analisa sisa makan pasien
yang berdiet nasi rendah garam ………………….…….120
Gambar 6.3 Notulen Hasil Konsultasi dengan Mentor ……….….......121
Gambar 6.4 Notulen Hasil Konsultasi dengan Penanggung Jawab
Produksi ………………………………………….………..122
Gambar 6.5 Foto form Analisa sisa makan pasien yang berdiet nasi
rendah garam ………………………………….…………123
Gambar 6.6 Foto sisa makan pasien yang berdiet nasi rendah garam
……………………………………………………..………..131
Gambar 6.7Kartu Bimbingan Aktualisasi Mentor ………..……………133
Gambar 6.8 Kartu Bimbingan Aktualisasi Coach ………...…………...134
Lampiran Kegiatan 7
Gambar 7.1Foto Kegiatan Menyusun Laporan …………...…………..136
Gambar 7.2Foto Nota Dinas Kepada Mentor ……………...………….137
Gambar 7.3Kartu Bimbingan Aktualisasi Mentor …………...………...139
xii
Gambar 7.4Kartu Bimbingan Aktualisasi Coach ………...……………140
Gambar 7.5Melakukan Konsultasi kepada Mentor terkait Penyusunan
Laporan.…………………………………...…………………141
Gambar 7.6Melakukan Konsultasi kepada Coach terkait Penyusunan
Laporan ………….…………………………...…………….142
Gambar 7.7Notulen Hasil Konsultasi dengan Mentor ……..…………143
Gambar 7.8Notulen Hasil Konsultasi dengan Coach ……...…………144
Gambar 7.9Jurnal Kegiatan Aktualisasi …………………..…………...145
xiii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Aparatur Sipil Negara (ASN) menurut Undang Undang Nomor 5
Tahun 2014 merupakan profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai
pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi
pemerintah. Aparatur Sipil Negara memiliki peran dalam pelaksanaan
kebijakan, penyelenggaraan pelayanan publik serta perekat dan
pemersatu bangsa yang berlandaskan pada Pancasila dan Undang
Undang Dasar 1945. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, seorang
Aparatur Sipil Negara wajib memiliki nilai –nilai dasar ANEKA yaitu
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti
Korupsi. Nilai-nilai dasar ANEKA ini harus diinteranalisasi dan diterapkan
oleh para Aparatur Sipil Negara dalam menjalankan tugas dan
kewajibannya di lingkungan kerja.
Menurut Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 1
Tahun 2021 tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil,
disebutkan bahwa Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) wajib menjalanai
masa percobaan selama 1 (satu) tahun melalui proses pendidikan dan
pelatihan. Pelatihan Dasar CPNS adalah pendidikan dan pelatihan dalam
Masa Prajabatan yang dilakukan secara terintegrasi untuk membangun
integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan
kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab,
dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. Berkenaan
dengan situasi pandemi COVID-19 saat ini, Pelatihan Dasar CPNS dibagi
menjadi beberapa bagian guna mengurangi resiko penyebaran COVID-19
yang diantaranya adalah pelatihan klasikal, pelatihan terpadu (blended
learning), pelatihan mandiri secara daring dan pelatihan jarak jauh
(distance learning).
1
Pelatihan Klasikal adalah Pelatihan Dasar CPNS yang strategi
pembelajarannya sebagian besar dilakukan melalui proses pembelajaran
tatap muka di dalam kelas. Pelatihan Dasar CPNS Terpadu yang
selanjutnya disebut Blended Learning adalah Pelatihan Dasar CPNS yang
dilakukan dengan memadukan proses pembelajaran tatap muka di dalam
kelas dengan proses pembelajaran secara daring. Pelatihan Mandiri
secara Daring yang selanjutnya disebut Pelatihan Mandiri adalah
pembelajaran mandiri yang dilakukan oleh peserta Pelatihan Dasar CPNS
secara daring dengan memanfaatkan sistem pembelajaran yang
dikembangkan oleh Lembaga Administrasi Negara. Pelatihan Jarak Jauh
yang selanjutnya disebut Distance Learning adalah pembelajaran
kolaboratif antara peserta Pelatihan Dasar CPNS dan tenaga pelatihan
dengan memanfaatkan sistem pembelajaran yang dikembangkan oleh
Lembaga Administrasi Negara dan dikelola bersama dengan lembaga
pelatihan pemerintah yang terakreditasi.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2000 tentang
pendidikan dan pelatihan jabatan Aparatur Sipil Negara (Pegawai Negeri
Sipil), latsar adalah syarat bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk
diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil, dengan tujuan untuk memberikan
pengetahuan dalam pembentukan wawasan kebangsaan, kepribadian dan
etika Pegawai Negeri Sipil, pengetahuan dasar tentang sistem
penyelenggaraan pemerintahan negara, bidang tugas dan budaya
organisasinya supaya mampu melaksanakan tugas dan perannya sebagai
pelayan masyarakat. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun
2000, Latsar CPNS (Golongan I, II, dan III) bertujuan untuk :
- Meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap untuk
dapat melaksanakan tugas secara profesional dengan dilandasi
kepribadian dan etika Pegawai Negeri Sipil (PNS) sesuai dengan
kebutuhan instansi.
- Menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan
perekat persatuan dan kesatuan bangsa.
2
- Memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada
pelayanan, pengayoman, dan pemberdayaan masyarakat.
- Menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam
melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan demi
terwujudnya kepemerintahan yang baik.
Pelayanan gizi di rumah sakit penting untuk dilakukan karena
merupakan salah satu faktor penunjang yang membantu mempercepat
penyembuhan pasien, karena proses penyembuhan penyakit pasien
sangat dipengaruhi oleh status gizi pasien (Mawarningsih dkk., 2008).
Untuk mencapai status gizi pasien yang baik, diperlukan upaya pelayanan
paripurna dengan memberikan asuhan medis, asuhan perawatan, dan
asuhan gizi (Depkes, 2003).
Penyelenggaraan makanan rumah sakit bertujuan menyediakan
makanan yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan gizi, aman, dan
dapat diterima oleh konsumen guna mencapai status gizi yang optimal.
Salah satunya adalah diet rendah garam. Pemberian diet rendah garam
bertujuan untuk membatasi asupan natrium dalam tubuh serta
menurunkan tekanan darah pada penderita tekanan darah tinggi. Diet
rendah garam adalah pembatasan pemberian garam natrium yang
terdapat pada garam dapur (NaCl), soda kue (NaHCO), baking powder
dan penyedap rasa. Pemberian diet rendah garam berdampak terhadap
penurunan rasa makanan sehingga beresiko pasien tidak menghabiskan
porsi makanan dan berakibat tidak terpenuhinya kebutuhan gizi pasien
(Agustina, 2016).
Diet rendah garam diberikan kepada pasien yang mengalami
penyakit degeneratif seperti hipertensi, penyakit jantung dan penyakit
ginjal. Makanan ini cukup mengandung zat-zat gizi, hanya saja rasa
makanan tersebut kurang atau hambar dan bumbu yang digunakan tidak
boleh merangsang sehingga mempengaruhi daya terima pasien yang
pada akhirnya akan terdapat sisa makanan di piring.
3
Sisa makanan adalah banyaknya hidangan yang tidak habis di
konsumsi. Hal ini menyebabkan asupan makan pasien tidak terpenuhi
karena terdapat zat gizi yang terbuang terutama energi dan protein serta
biaya terbuang dari sisa makanan tersebut (Depkes RI, 1991).
Sisa makanan menunjukkan adanya pemberian makanan yang
kurang optimal, sehingga sisa makanan merupakan salah satu indikator
sederhana yang dapat digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan
pelayanan gizi rumah sakit (Kemenkes RI, 2013). Hasil dari pengukuran
sisa makanan digunakan dalam menentukan tingkat asupan zat gizi
pasien yang dapat membantu pasien dalam masa pemulihan penyakitnya
dan lama rawat inap dirumah sakit (Tanuwijaya, 2018). Berdasarkan hasil
pengamatan, pasien yang mendapatkan diet Nasi rendah garam di Ruang
Melati RSUD Waluyo Jati Kraksaan, didapatkan rata - rata sisa makanan
sebesar 33%. Dari 12 orang yang diamati, sebanyak 8 orang
menghabiskan makanannya (66,7%) dan 4 orang masih menyisakan
makanan (33,3%).
Dalam Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit (Kemkes RI, 2008),
ditetapkan bahwa indikator Standar Pelayanan Gizi meliputi : 1).
Ketepatan waktu pemberian makanan kepada pasien (100 %), 2). Sisa
makanan yang tidak dihabiskan oleh pasien (≤ 20 %) dan 3). Tidak ada
kesalahan pemberian diet (100 %). Beberapa rumah sakit sudah mulai
mengembangkan kepuasan konsumen dengan indikator mutu.
Variasi menu adalah susunan golongan bahan makanan yang
terdapat dalam satu hidangan berbeda pada tiap kali penyajian.
Variasi menu makanan Indonesia umumnya tidak serumit variasi
menu makanan Eropa. Menu yang dianggap lazim di semua daerah
di Indonesia umumnya terdiri dari susunan variasi hidangan sebagai
berikut (Moehyi, 1992):(1).Hidangan makanan pokok, hidangan ini
umumnya terdiri dari nasi. Berbagai variasi makanan nasi sering
digunakan dalam berbagai hidangan, seperti nasi uduk, nasi
kuning, nasi tim. Disebut makanan pokok karena dari makanan ini
4
tubuh memperoleh sebagian besar zat tenaga yang diperlukan tubuh.
(2).Hidangan lauk pauk. Hidangan ini berupa masakan yang bervariasi
yang terbuat dari bahan makanan hewani atau nabati, atau gabungan
keduanya, bahan makanan hewani yang digunakan dapat berupa daging
sapi, ayam, ikan, telur, udang, atau berbagai jenis hasil laut. Lauk
pauk nabati, biasanya berbahan dasar kacang-kacangan atau hasil
olahan seperti tahu dan tempe.(3) Hidangan sayur mayur. Biasanya
hidangan ini berupa masakan yang berkuah karena berfungsi
sebagai pembasah nasi agar mudah ditelan. Hidangan makanan ini
bisa terdiri dari gabungan jenis makanan sayur berkuah dan tidak
berkuah.(4).Hidangan buah-buahan. Buah biasanya disajikan dalam
bentuk segar maupun sudah diolah seperti setup dan sari buah.
Hidangan ini berfungsi seperti penghilang rasa kurang sedap sehabis
makan, sehingga biasa disebut hidangan pencuci mulut. Masakan
harus bervariasi, suatu jenis masakan yang dihidangkan berkali-
kali dalam jangka waktu yang singkat akan membosankan konsumen.
Tabel 1.1 Variasi Menu Diet Nasi Rendah Garam
Menu Makan Pagi Makan Siang Makan Malam Buah
1 Nasi putih Nasi putih Nasi putih Melon
Sate ayam Dadar jagung Pepes tahu Daging
Kembang Kol wortel ayam kukus
goreng tepung Pepes tongkol Sop bayam
Sayur sop, kentang, Sop bening bayam
wortel + manisa
Orak – arik telur +
wortel
2 Nasi putih Nasi putih Nasi putih Perkedel Pepaya
Omelet + daun Ayam panggang (tahu, wortel)
bawang Oseng-oseng Sate bakso
Sapo tahu tempe Sop tomat
Ca kangkung Sayur asem : (kentang,wortel,
kacang Panjang + kol)
wortel + krai
Telur bumbu rujak
5
3 Nasi putih Nasi putih Nasi putih Pisang
Nuget ayam telur Rolade daging Nuget jamur
Sop tofu dengan Kripik tempe Ikan rebus bumbu
sayuran (wortel, Cap jay : wortel + rempah Sayuran
sawi) buncis + kembang tumis
kol (buncis+jagung)
Orak – arik telur +
wortel
4 Nasi putih Nasi putih Nasi putih Kekian Pisang
Ayam rebus saus Ayam bumbu rujak ayam sayur wortel
lemon Tempe bumbu Rolade tempe
Baby buncis goreng rujak Tumis kangkung
tepung Urap urap :
Sop jagung, wortel, kacang Panjang +
telur bayam + tauge
Telur dadar
5 Nasi putih Nasi putih Nasi putih Melon
Omelet sayuran Tongkol bumbu Steak tempe
wortel buncis sarden kentang
Ayam saus kecap Perkedel tempe Telur rebus
Sop bayam manisa Sayur bening : Kuah
Bayam + gambas soto+tauge+soon
+ labu putih +
tauge kedele
Telur bumbu bali
6 Nasi putih Nasi putih Nasi putih Pisang
Bola-bola ayam Ayam bumbu rujak Ayam saus tiram
Tahu sayur wortel Dadar jagung + Oseng-oseng tahu
kukus udang + wortel tomat
Sop(kentang,wortel, Bening bayam + Orak-arik buncis
kol) Manisa + wortel wortel
Orak – arik telur
7 Nasi putih Nasi putih Nasi putih Nuget Semangka
Omelet Daging bumbu bayam Sate bakso
telur+sayuran komoh Sop tomat
wortel buncis Rempah tahu (kentang, wortel,
Semur tahu Kare manisa + kol)
Sop jagung wortel + kubis
8 Nasi putih Nasi putih Nasi putih Melon
Steak tempe Ayam bumbu Dadar gulung ayam
kentang kecap Kekian sayuran
Telur rebus Perkedel kentang Sop sawi putih
Kuah Bakmoy : wortel +
soto+tauge+soon buncis
Telur bumbu petis
9 Nasi putih Nasi putih Nasi putih Semangka
Bandeng goreng Lapis daging Sate jamur
6
tepung Tahu bumbu bali Ayam saus lada
Tumis kangkung Bobor bayam + hitam
Tahu bacem manisa + wortel Tumis kacang
Telur bumbu bali Panjang wortel
10 Nasi putih Nasi putih Nasi putih Pepaya
Bakmoi tahu+telur Gadon daging Nuget bayam Ayam
Orak-arik buncis cincang + telur saus kecap
wortel Tempe bumbu Sop kentang,
tepung wortel, kol
Asem kuah buncis
+ wortel + kentang
Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai
Nutrisionis pelaksana / terampil di RSUD Waluyo Jati Kraksaan,
ditemukan beberapa temuan isu sebagai berikut : (1) Kurangnya
kepatuhan pasien terhadap terapi diet Diabetes Mellitus di Ruang Melati
RSUD Waluyo Jati Kraksaan. (2) Tingginya sisa makan pasien yang
berdiet Nasi rendah garam di Ruang Melati RSUD Waluyo Jati Kraksaan.
(3) Kurangnya kunjungan pasien rawat jalan di Poli Gizi. (4) Kurangnya
ketepatan porsi makan pasien yang mendapatkan diet Tinggi Kalori Tinggi
Protein di Ruang Rosella RSUD Waluyo Jati Kraksaan (5) Belum adanya
menu khusus untuk anak-anak di Ruang Dahlia RSUD Waluyo Jati
Kraksaan.
Adapun kondisi yang diharapkan yaitu (1) Meningkatnya kepatuhan
pasien terhadap terapi diet Diabetes Mellitus di Ruang Melati RSUD
Waluyo Jati Kraksaan. (2) Rendahnya sisa makan pasien yang berdiet
rendah garam di Ruang Melati RSUD Waluyo Jati Kraksaan. (3)
Meningkatnya kunjungan pasien rawat jalan di Poli Gizi. (4) Meningkatnya
ketepatan porsi makan pasien yang mendapatkan diet Tinggi Kalori Tinggi
Protein di Ruang Rosella RSUD Waluyo Jati Kraksaan. (5) Adanya menu
khusus untuk anak-anak di Ruang Dahlia RSUD Waluyo Jati Kraksaan.
Berdasarkan hasil analisis isu, didapatkan hasil isu utama, yaitu
Tingginya sisa makan pasien yang berdiet Nasi rendah garam di Ruang
Melati RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Isu ini menjadi prioritas utama untuk
diselesaikan karena jika isu tersebut tidak dilakukan penyelesaian maka
7
akan berdampak pada (1) Pasien bosan dengan makanan yang diberikan.
(2) Citra Rumah Sakit di masyarakat kurang baik dari segi makanan yang
diberikan. Latar belakang tersebut yang mendorong penulis memutuskan
untuk membuat Laporan Pelaksanaan Aktualisasi yang berjudul
“Menurunkan sisa makan pasien yang berdiet nasi rendah garam
dengan membuat menu yang bervariasi di Ruang Melati RSUD
Waluyo Jati Kraksaan”
1.2 Tujuan dan Manfaat Aktualisasi
1.2.1 Tujuan
Tujuan penerapan kegiatan aktualisasi oleh peserta pelatihan dasar
Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) adalah sebagai berikut.
1. Terlaksananya pembuatan menu yang bervariasi untuk pasien
yang berdiet nasi rendah garam.
2. Terlaksananya pemaparan rencana membuat menu yang
bervariasi untuk pasien berdiet nasi rendah garam kepada
tenaga pemasak.
3. Terlaksananya penyajian menu yang bervariasi kepada pasien
yang berdiet nasi rendah garam.
4. Terlaksananya analisa sisa makan pasien yang telah
menggunakan variasi menu.
1.2.2 Manfaat
Adapun manfaat dari pelaksanaan kegiatan aktualisasi ini antara
lain sebagai berikut.
1. Manfaat Individu
Dapat menciptakan individu sebagai Aparatur Sipil Negara yang
dapat melakukan kinerjanya dengan menerapkan 5 nilai-nilai
dasar ASN yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Nasionalisme, dan Anti Korupsi (ANEKA).
8
2. Manfaat Internal
Mendukung pencapaian tujuan Rumah Sakit Waluyo Jati
Kraksaan yaitu : Meningkatkan kualitas pelayanan Kesehatan di
rumah sakit yang terstandarisasi nasional dengan
mengutamakan mutu, keselamatan pasien dan kepuasan
pelanggan, Melaksanakan pelayanan prima sesuai standar
yang ditetapkan dan Menyelenggarakan manajemen rumah
sakit yang baik.
3. Manfaat Eksternal
Memberikan kepuasan kepada masyarakat karena hak pasien
untuk mendapat pelayanan gizi yang baik dari rumah sakit.
1.4 Ruang Lingkup Aktualisasi
Dalam rangkaian kegiatan aktualisasi yang dijalani, adapun ruang
lingkup atau batasan kegiatan aktualisasi ini meliputi :
1. Melakukan konsultasi dengan Mentor dan coach terkait laporan
pelaksanaan aktualisasi.
2. Melakukan konsultasi dan bekerja sama dengan penanggung
jawab produksi terkait rencana membuat variasi menu.
3. Membuat menu yang bervariasi untuk pasien yang berdiet nasi
rendah garam.
4. Memaparkan rencana membuat menu yang bervariasi untuk
pasien berdiet nasi rendah garam kepada tenaga pemasak.
5. Menyajikan menu yang bervariasi kepada pasien yang berdiet
nasi rendah garam.
6. Menganalisa sisa makan pasien yang telah menggunakan
variasi menu.
7. Menyusun Laporan kegiatan Aktualisasi.
9
BAB II
GAMBARAN UNIT KERJA
2.1 Deskripsi Organisasi
Kabupaten Probolinggo merupakan salah satu Kabupaten yang
terletak di Provinsi Jawa Timur berada pada posisi 112’50’ – 113’30’
Bujur Timur (BT) dan 7’40’ – 8’10’ Lintang Selatan (LS), dengan luas
wilayah sekitar 169.616,65 Ha atau + 1.696,17 km2 (1,07 % dari luas
daratan dan lautan Propinsi Jawa Timur). Wilayah Kabupaten
Probolinggo berbatasan dengan :
1. Sebelah Utara : Selat Madura
2. Sebelah Timur : Kab. Situbondo dan Kab. Jember
3. Sebelah Barat : Kabupaten Pasuruan
4. Sebelah Selatan : Kab. Lumajang dan Kab. Malang
5. Sedangkan di sebelah Utara bagian tengah terdapat Daerah Otonom
yaitu Kota Probolinggo
Dilihat dari geografisnya Kabupaten Probolinggo terletak di lereng
pegunungan yang membujur dari Barat ke Timur, yaitu Gunung Semeru,
Argopuro, Lamongan dan Tengger. Selain itu terdapat gunung lainnya,
yaitu Gunung Bromo, Widodaren, Gilap, Gambir, Jombang, Cemoro
Lawang, Malang dan Batujajar. Dilihat dari ketinggian berada pada 0-
2500 m diatas permukaan laut dengan temperatur rata-rata 27’C – 30’C.
Selain itu Kabupaten Probolinggo memiliki beberapa obyek wisata
yaitu Gunung Bromo, Air Terjun Madakaripura, Pulau Gili Ketapang
dengan taman lautnya, Pantai Bentar, Arum Jeram Sungai Pekalen,
Ranu Segaran dan Sumber Air Panas serta Candi Jabung yang
mencerminkan kejayaan masa lalu.
Adapun pembagian wilayah administratif, secara yuridis formal
dibentuk dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950 Tentang
Pembentukan Daerah- daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Propinsi
Jawa Timur, yang terdiri dari 24 wilayah Kecamatan, 325 Desa dan 5
Kelurahan, 1.642 Rukun Warga (RW) dan 5.864 Rukun Tetangga (RT).
10
Jumlah Penduduk Kabupaten Probolinggo berdasarkan
penghitungan BPS pada tahun 2008 sebanyak 1.092.036 jiwa terdiri dari
laki-laki 523.652 jiwa dan perempuan 568.384 jiwa, dengan tingkat
pertumbuhan penduduk sebesar 1,01 %. Adapun tingkat kepadatan
penduduk rata-rata 644 jiwa/Km2 dengan tingkat kepadatan tertinggi di
Kecamatan Sumberasih sebesar 1.907 jiwa/Km2 dan tingkat kepadatan
terendah sebesar 186 jiwa/Km2 di Kecamatan Sumber.
Mayoritas masyarakatnya beragama Islam 95,40 %,
Kristen/Protestan 1,46 %, Katolik 1,45 %, Budha 0.08 %, sedangkan
masyarakat yang beragama Hindu 1,50 % tersebar di Kecamatan
Sumber dan Sukapura.
Berdasarkan karakteristik daerah + 60 % mata pencaharian
penduduk bekerja di sektor pertanian, sedangkan untuk daerah pantai
seperti di Kecamatan Tongas, Sumberasih, Dringu, Gending, Pajarakan,
Kraksaan dan Paiton sebagian penduduknya bermata pencaharian
sebagai nelayan. Sedangkan daerah pegunungan memungkinkan untuk
pengembangan tenaga kerja pada sektor perkebunan dengan berbagai
komoditinya. Dari perkembangan penyerapan tenaga kerja di sektor
pertanian tersebut, semakin lama peranannya cenderung menurun dan
tergeser oleh sektor non pertanian seperti industri, perdagangan dan
jasa yang cenderung meningkat.
Pada Tahun 1979 Pemerintah Daerah Tk. II Kabupaten
Probolinggo memiliki sarana kesehatan umum yang melayani perawatan
rawat inap. Sarana kesehatan tersebut adalah RSU Kraksaan yang
berlokasi dijalan Alunalun no.1 Kraksaan. Sehubungan dengan areal
tanah yang sempit dan bangunan yang tidak memadai, sehingga RSU
Kraksaan sulit dikembangkan untuk menjadi suatu rumah sakit yang
layak dalam memberikan pelayanan yang memadai kepada masyarakat.
Atas pertimbangan tersebut Pemerintah Daerah Kabupaten Probolinggo
bertekad membangun Rumah Sakit baru yang lebih memadai dengan
nama RSUD Waluyo Jati Kraksaan.
11
RSUD Waluyo Jati Kraksaan diresmikan oleh Gubernur kepala
Daerah Tingkat I Jawa Timur pada tanggal 06 Januari 1982. RSUD
Waluyo Jati Kraksaan berlokasi di Jl. Dr. Soetomo No.1 Kraksaan
Kabupaten Probolinggo di Desa Kandang Jati Kulon Kecamatan
Kraksaan dengan luas areal tanah 35.000 m2. Dari tahun ke tahun
RSUD Waluyo Jati Kraksaan mengembangkan pelayanan dengan
membangun berbagai unit pelayanan di lahan tersebut.
Pada tahun 2002 RSUD Waluyo Jati Kraksaan telah berstatus
swadana dengan berbentuk Badan Pelayanan Kesehatan Masyarakat
(BPKM) berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Probolinggo Nomor:
10 Tahun 2002. RSUD Waluyo Jati . Kraksaan Kabupaten Probolinggo
telah menjadi Rumah Sakit kelas C Non Pendidikan berdasarkan Surat
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
No.105/MENKES/SK/II/1988 dan Instruksi Gubernur No. 26 tahun 1983.
Pada tahun 2002 RSUD Waluyo Jati Kraksaan telah terakreditasi
program pelayanan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia No. YM.00.03.2.2.562. Pada tahun 2012, RSUD
Waluyo Jati terakreditasi tingkat lanjut 12 pelayanan berdasarkan
sertifikat akreditasi Rumah Sakit Nomor : KARS-SERT/264/i/2012.
Sehubungan dengan hal itu, saat ini RSUD Waluyo Jati Kraksaan
sedang bersiap dalam menyongsong akreditasi versi terbaru yaitu versi
2012.
RSUD Waluyo Jati Kraksaan juga sudah Telah mendapatkan
sertifikat ISO 9001:2008 dari Worldwide Quality Assurance (WQA). Mulai
tanggal 31 Desember 2010 melalui penetapan dengan SK Bupati Nomor
: 445/1001/426.12/2010 RSUD Waluyo Jati Kraksaan sudah berstaus
BLUD penuh. RSUD Waluyo Jati Kraksaan juga telah mendapatkan
sertifikat ISO 9001 : 2008 dari Worldwide Quality Assurance (WQA) dan
telah sukes dengan Renewal ISO 9001:2008 yang diadakan pada
Desember 2015 dan Desember 2016.
12
Gambar 2.1 Perkembangan Tampilan RSUD Waluyo Jati Kraksaan
Sumber : RSUD Waluyo Jati Kraksaan Tahun 2020
Pada tahun 2011 RSUD Waluyo Jati Kraksaan telah mendapatkan
ijin operasional dan berhasil melakukan perpanjangan ijin operasional
dengan diterbitkannya Keputusan Kepala Dinas Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Probolinggo Nomor:
445/001/IORS/426.116/2017 tentang Perpanjangan Surat Ijin
Operasional Rumah Sakit Type C kepada Rumah Sakit Umum Daerah
Waluyo Jati Kraksaan Jalan Dr. Soetomo No.1 Kecamatan Kraksaan
Kabupaten Probolinggo.
2.1.1Tujuan dan Sasaran jangka menengah RSUD Waluyo Jati Kraksaan
Tujuan yang hendak dicapai adalah:
1. Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit yang
terstandarisasi nasional dengan mengutamakan mutu, keselamatan
pasien dan kepuasan pelanggan
Indikator Tujuan:
1. Usia Harapan Hidup (UHH)
2. Nilai Indeks Pelayanan Publik
Beberapa sasaran RSUD adalah sebegai berikut:
1. Meningkatkan pelayanan prima yang sesuai standar akreditasi
SNARS
Indikator Sasaran :
1. Persentase SPM Rumah Sakit yang mencapai target
2. Nilai akreditasi Rumah Sakit
13
2.1.2 Visi, Misi, dan Motto RSUD Waluyo Jati Kraksaan
1. Visi RSUD Waluyo Jati Kraksaan
Visi RSUD Waluyo Jati Kraksaan ialah “Terwujudnya
Pelayanan Kesehatan di RSUD Waluyo Jati Kraksaan Yang
Profesional, Bermutu, Adil, Modern, Ramah Lingkungan dan
Diminati’’
2. Misi RSUD Waluyo Jati Kraksaan terdiri dari:
a. Memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu didukung
sumber daya yang optimal dan profesional, pengembangan
produk layanan serta menjalin jejaring layanan
b. Menyelenggarakan manajemen rumah sakit yang baik,
pendidikan, pelatihan, dan penelitian untuk menunjang mutu
pelayanan.
3. Motto RSUD Waluyo Jati Kraksaan
Motto RSUD Waluyo Jati Kraksaan adalah“Kerja Keras -
Kerja Cerdas - Kerja Ikhlas - Kerja Tuntas”. Selalu berusaha
keras (“kerja keras”) dalam melaksanakan tugas, dengan
menggunakan kecerdasan pikiran (“kerja cerdas”) dan
profesionalismeuntuk mencapai hasil yang optimal, (“kerja Ikhlas”)
dalam bertindak dengan kesadaran bahwa pelaksanaan tugas
sebagai bagiandari ibadah, serta berusaha menyelesaikan
pekerjaan dengan tuntas tidak setengah-setengah se2.2cara
terpadu dari awal ampai akhir untuk dapat memperoleh hasil yang
maksimal (“kerja tuntas”)
2.2.2 Strategi dan kebijakan RSUD Waluyo Jati Kraksaan
Untuk menuju visi, misi dan tujuan rumah sakit maka strategi yang
dijalankan oleh rumah sakit adalah :
1. Mengimplementasikan budaya akreditasi di seluruh aspek pelayanan
rumah sakit khususnya
14
2. Mengimplementasikan program Peningkatan Mutu dan Keselamatan
Pasien (PMKP) diseluruh instalasi/unit pelayanan
3. Melaksanakan manajemen klinik (good clinical govermance)
4. Menerapkan kendali mutu, dan kendali biaya di rumah sakit.
Untuk menuju visi, misi dan tujuan rumah sakit maka kebijakan
yang dijalankan oleh rumah sakit adalah :
1. Melaksanakan pelayanan prima sesuai standar yang ditetapkan
2. Menyelenggarakan manajemen rumah sakit yang baik
2.2.3 Jenis Pelayanan RSUD Waluyo Jati Krasaan
1. Pelayanan Medik
Pelayanan medik merupakan pelayanan yang membutuhkan upaya
medis yang diberikan langsung dari tenaga medis kepada pasien.
Adapun unit pelayanan yang termasuk dalam pelayanan medik
sebagai berikut :
a. Instalasi Gawat Darurat
Layanan Gawat Darurat melayani pelayanan kesehatan
yang bersifat gawat darurat. IGD RSUD Waluyo Jati Kraksaan
telah terintegrasi dengan Layanan PONEK yaitu Pelayanan
Obstetrik Neonatal Emergency Komprehensif. IGD RSUD Waluyo
Jati Kraksaan juga memberikan pelayanan khusus pasien
covid19, IGD RSUD Waluyo Jati Kraksaan dapat dihubungi
melalui nomer telepon 0335 841118.
b. Instalasi Rawat Jalan
Instalasi rawat jalan di RSUD Waluyo Jati Kraksaan terdiri dari:
1) Klinik Umum
2) Klinik Penyakit Dalam
3) Klinik Anak dan Tumbuh Kembang
4) Klinik Bedah
5) Klinik Saraf
6) Klinik Mata
7) Klinik THT
15
8) Klinik Gigi dan Mulut
9) Klinik Kebidanan dan Kandungan
10)Klinik VCT
11)Rehabilitasi Medik
12)Klinik Paru
13)TB-DOTS
14)Klinik Orthopedi
15)Klinik Jantung
16)Klinik Gizi
c. Instalasi Rawat Inap
Instalasi rawat inap di RSUD Waluyo Jati Kraksaan dengan
jumlah tempat tidur 253 (TT) terdiri dari kelas perawatan : kelas
1, kelas 2, kelas 3, VIP, VVIP, dan Isolasi tekanan negatif. Rawat
inap terdiri dari beberapa ruangan antara lain :
1) Ruang Mawar – Melati
Menyediakan pelayanan perawat kelas 3 untuk pasien
penyakit dalam, saraf, paru, dan THT.
2) Ruang Tengger
Menyediakan pelayanan perawatan VIP dan VVIP
3) Ruang Bougenvil
Menyediakan pelayanan perawatan kelas 1 dan 2 untuk
pasien penyakit dalam, saraf, paru, dan THT.
4) Ruang Asoka
Menyediakan pelayanan perawatan kelas 1, 2 dan 3 untuk
pasien penyakit bedah.
5) Ruang ICU
Intensif Care Unit menyediakan pelayanan intensif untuk
pasien dengan jumlah tempat tidur yaitu 5 Tempat Tidur.
6) Ruang Perinatologi
Perinatologi merupakan sebuah unit pelayanan khusus bagi
bayi baru lahir yang mempunyai masalah / sakit sampai usia
0-28 hari.
16
7) Ruang NICU
Ruang perawatan intensif untuk bayi (sampai usia 28 hari)
yang memerlukan pengobatan dan perawatan khusus, telah
dilengkapi dengan peralatan canggih dan modern serta
didukung oleh Tenaga Profesional (Neonatolog) khususnya
Ruang NICU level III yang merupakan center rujukan kasus
bayi risiko tinggi di wilayah timur Jawa Timur.
8) Ruang Isolasi Khusus Tekanan Negatif
Ruang perawatan khusus penanganan pasien Susp, Proble
dan confirmasi Covid-19 terdiri dari pasien bayi, anak,
dewasa, ibu melahirkan, dan geriatric dimana model
keperawatannya adalah parsial care dan total care
pemenuhan aktifitas pasien banyak di bantu oleh perawat.
d. Instalasi Kamar Operasi
Instalasi kamar operasi meliputi unit pelayanan operasi dan
Recovery Room (RR). Instalasi ini memiliki dua ruang kamar
operasi dan satu ruang kamar operasi mata.
2. Pelayanan Penunjang Medis
a. Pelayanan Penunjang Medis meliputi :
1) Laboratorium (Laboratorium Patologi Klinik dan Patologi
Anatomik)
2) Farmasi
3) Radiologi
4) Gizi
5) Pemulasaran Jenazah
b. Pelayanan Penunjang non medis meliputi :
1) Rekam Medis
2) Pemeliharaan sarana dan pengelolaan limbah
17
3) CSSD dan laundry
4) Ambulans
3. Pelayanan Lainnya
a. Pelayanan Pendidikan dan Pelatihan
Menyediakan pelayanan administrative untuk pelatihan bagi
karyawan yang diselenggarakan pihak eksternal, pelayanan bagi
siswa / mahasiswa untuk melakukan praktik kerja lapangan dan
menyediakan pelatihan tentang kesehatan bagi pegawai dengan
konsep in house training.
b. Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS)
Sebagai layanan yang wajib ada di suatu rumah sakit, Tim
Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Waluyo Jati
Kraksaan menyediakan pelayanan sebagai berikut :
1) Penyuluhan Komunitas/Pengunjung RS
2) Penyuluhan di Ruangan Perawatan (Berkelompok)
3) Penyuluhan berjalan menggunakan Maskot RS
4) Penyuluhan melalui Koran
5) Penyuluhan melalui Poster
6) Penyuluhan melalui TV
7) Penyuluhan melalui Radio
8) Menyediakan leaflet kesehatan
9) Menyediakan Buletin Kesehatan RS “Sehat Sehati”
10)Menyediakan informasi melalui website
11)Menyediakan informasi melalui Banner
12)Menyediakan Souvenir RS
13)Memfasilitasi kegiatan daerah dan hari besar nasional dalam
rangka promosi kesehatan rumah sakit.
c. Pelayanan Publik
18
Sebagai organisasi yang memberikan pelayanan kepada
masyarakat atau publik, RSUD Waluyo Jati Kraksaan memiliki
Unit Pelayanan Publik dengan pelayanan sebagai berikut:
1) Pengaduan secara langsung
2) Pengaduan melalui SMS (082 334 291 000)
3) Pengaduan melalui Telepon (082 334 291 000)
4) Pengaduan melalui Website RSUD waluyo Jati Kraksaan:
https://rsudwaluyojati.probolinggokab.go.id
5) Pengaduan melalui Kotak Saran (tersedia di seluruh unit)
d. Pelayanan Pengurusan Akte Kelahiran
Bagi pasien yang bersalin di RSUD Waluyo Jati Kraksaan
dapat mengurus akta kelahiran buah hati melalui bagian Umum
dan Perlengkapan RSUD Waluyo Jati Kraksaan secara gratis
dengan cara mengajukan dokumen-dokumen persyaratan yang
diperlukan.
e. Pelayanan Penelitian dan Pengembangan
Penelitian ditujukan bagi pihak internal maupun eksternal.
Internal artinya penelitian dilakukan oleh unit/karyawan di dalam
RSUD Waluyo Jati Kraksaan yang bertujuan mengkaji masalah
dan inovasi agar dapat melakukan pengembangan rumah sakit.
Sedangkan untuk eksternal yaitu bagi siswa / mahasiswa/instansi
di luar RSUD Waluyo Jati Kraksaan dapat melakukan penelitian
di lingkungan RSUD Waluyo Jati Kraksaan dengan mengajukan
proposal penelitian dan surat permohonan ijin penelitian.
Selanjutnya akan dilakukan klarifikasi isi proposal sebelum surat
ijin penelitian diterbitkan. Peneliti juga diwajibkan menyerahkan
hasil akhir penelitian dan/atau melakukan presentasi hasil di
RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Bberapa penelitian internal yang
telah dilakukan yaitu pemanfaatan daun kelor untuk diit pada
pasien gizi buruk, manfaat formula teh weje (brokoli, daun sukun
dan daun kelor) untuk penyakit degenerative dan menstabilkan
19
gula darah, kawasan tanpa rokok di rumah sakit, analisis biaya
pasien dan penyusunan peta kuman.
f. Pelayanan SMS Gateway dan Kartu Barcode Pasien
SMS Gateway berfungsi untuk mengingatkan pasien kapan
waktu berobat berikutnya. Sebagai contoh pasien A telah dirawat
mulai tanggal 5 Februari sampai dengan tanggal 10 Februari,
dijadwalkan tanggal 15 Februari pasien A harus melakukan
kontrol ke salah satu poliklinik. Hanya dengan mengetahui nomer
HP pasien tersebut, pada H-1 kontrol pasien akan menerima sms
sebagai pengingat untuk melakukan pengobatan lanjutan.
Sedangkan Kartu Barcode Pasien dimaksudkan untuk
mempercepat proses input dan pencarian data pasien dengan
keunggulan:
1) Lebih akurat (kesalahan input data diminimalisir karena
menggunakan scanner)
2) Proses registrasi dan pencarian data pasien lebih cepat dan
akurat
3) Keamanan data lebih terjamin
4) Kemudahan dalam penggunaannya bagi petugas
2.3 Struktur Oganisasi RSUD Waluyo Jati Kraksaan
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Probolinggo Nomor 04
Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum
Daerah Waluyo Jati Kraksaan Kabupaten Probolinggo, berikut Struktur
Organisasi RSUD Waluyo Jati Kraksaan
20
Gambar 2.2 Struktur Organisasi RSUD Waluyo Jati Kraksaan Tahun 2021
DIREKTUR
dr. Hariawan Dwi T, M.Mkes
SEKRETARIS SEKRETARIS
dr. Moch. Asjroel Sjakrie
KOMED KOMED
Sub Bagian Umum dan Sub Bagian Sub Bagian Perencanaan
SPI PANITIA Perlengkapan Kepegawaian dan Pengembangan
MUTU
Sri Patmiati,SST Nuryakub, S.KM Mursid SKM,MM
Bidang Keuangan Bidang Pelayanan Bidang Penunjang
Suprayitno, S.Sos,M.Si Dr. Hadi Purnomo Sugianto, S.Kep., Ners
Anggaran dan Pelayanan Medik Penunjang Medik
Pengelolaan dr. Adi Nugroho W.D.,M.MKes Yusuf Abdul ghoni,
Yuli Suciati Zaini Putri, SE
Pelayanan Keperawatan S.Kep.Ns. M.Si
Akuntansi Khusnul Nur Khotimah,
Rofi’i, S.E Penunjang Non Medik
S.Kep.,Ners. Ari Dianti, S.Gz, MMRS
INSTALASI
Sumber : RSUD Waluyo Jati Kraksaan Tahun 2021
2.4 Tugas dan fungsi organisasi
Rumah Sakit Umum Daerah mempunyai tugas melaksanakan upaya
kesehatan secara berdayaguna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya
penyembuhan (kuratif) dan pemulihan (rehabilitatif) yang dilaksanakan secara
serasi dan terpadu dengan upaya promotif, pencegahan dan pelayanan rujukan
kesehatan serta penyelenggaraan pendidikan, pelatihan tenaga kesehatan,
penelitian dan pengembangan di bidang kesehatan. Untuk melaksanakan tugas
sebagaimana dimaksud RSUD Waluyo Jati Kraksaan mempunyai fungsi:
21
1. Penyelenggaraan pelayanan medik ;
2. Penyelenggaraan penunjang medis dan non medis ;
3. Penyelenggaraan pelayanan dan asuhan keperawatan ;
4. Penyelenggaraan pelayanan rujukan ;
5. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan ;
6. Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan kesehatan ;
7. Penyelenggaraan kegiatan ketata usahaan ;
2.4 Profil peserta
Nama : Hariah Akbar Yuliana Dewi, A.Md.Gz.
Tempat, tanggal lahir : Probolinggo, 03 Juli 1990
NIP : 19900703 202012 2 011
Pangkat/ Golongan : Pengatur / II-c
Jabatan : Nutrisionis Terampil Pelaksana
Unit Kerja : RSUD WALUYO JATI KRAKSAAN
2.5 Uraian Tugas Peserta
2.5.1Uraian Tugas menurut Peraturan Menteri
1. Mengumpulkan data dalam rangka menyusun rencana tahunan
2. Mengumpulkan data dalam rangka menyusun rencana triwulan
3 Mengumpulkan data dalam rangka menyusun rencana bulanan
4 Mengumpulkan data dalam rangka menyusun rencana harian
5 Mengumpulkan data & literatur dalam rangka menyusun juklak/juknis
6 Mengumpulkan data dalam rangka menyusun pedoman gizi, makanan ,
dietetik
7 Mengumpulkan data dalam rangka menyusun standar gizi, makanan, dietetik
8 Mengumpulkan data anak balita, bumil dan buteki untuk pemberian makanan
tambahan penyuluhan dan pemulihan pada anak balita dengan status gizi
kurang
22
9 Mengumpulkan data makanan kelompok sasaran setempat untuk penilaian
mutu gizi
10 Memeriksa dan menerima bahan, materi, pangan, peralatan dan sarana
kegiatan pelayanan gizi
11 Menyimpan bahan, materi, pangan, peralatan dan sarana kegiatan pelayanan
gizi
12 Mencatat dan melaporkan bahan,materi, pangan, peralatan & sarana dalam
harian /mingguan di ruang simpan
13 Menyalurkan bahan,materi, pangan, peralatan & sarana harian/mingguan
sesuai permintaan unit/wilayah kerja
14 Melakukan pemeriksaan ruang simpan harian
15 Melakukan pengukuran TB,BB,umur di unit atau wilayah kerja dalam jangka
waktu bulanan pada anak balita
16 Melakukan pengukuran TB,BB,umur di unit atau wilayah kerja dalam jangka
waktu 4 bulanan pada anak sekolah SD
17 Melakukan pengukuran TB,BB,umur di unit atau wilayah kerja sesuai
kebutuhan
18 Melakukan pengukuran LILA di unit/wilayah kerja
19 Melakukan pengukuran IMT pada orang dewasa di unit/wilayah kerja : sesuai
kebutuhan
20 Melakukan anamnesa diet bagi klien (food frekwensi dan rata- rata contoh
hidangan)
21 Melakukan recall makanan 24 jam lewat bagi klien
22 Melakukan perhitungan kandungan gizi makanan klien
23 Mencatat dan melaporkan atas : hasil pengukuran BB,TB, umur
24 Mencatat dan melaporkan atas : hasil pengukuran LILA
25 Mencatat dan melaporkan atas : hasil pengukuran IMT
26 Mencatat dan melaporkan atas : hasil anamnesa diet
27 Menyediakan makanan tambahan bagi balita atau penyuluhan gizi
28 Menyediakan makanan biasa
29 Menyediakan kapsul vitamin A biasa
23
30 Menyediakan kapsul yodium
31 Menyediakan preparat besi
32 Menediakan obat gizi
33 Melakukan pencatatan harian : penyediaan makanan biasa
34 Melakukan pencatatan harian : penyediaan diet sederhana
35 Melakukan penilaian diet klien selama dirawat
36 Memantau kegiatan pengukuran BB, TB, umur ditingkat desa, sasaran, SKDN,
status gizi dalam jangka waktu bulanan di Posyandu
37 Memantau kegiatan PMT,balita/anak sekolah/bumil sasaran, SKDN, status
gizi, macam/jumlah PMT
38 Memantrau PMT, bulanan kegiatan pengukuran TB, BB, umur
39 Memantau pelayanan penyelenggaraan diet di RS atau di institusi lain secara :
harian
40 Memantau penggunaan bahan makanan secara : harian
41 Memantau penggunaan bahan makanansecara : mingguan/ 10 harian
2.5.2 Uraian Tugas Menurut SKP
1. Melakukan identifikasi pasien dengan benar
2. Melakukan asuhan gizi pada pasien kondisi kesehatan umum (bayi,tumbuh
kembang,remaja),penyakit tanpa komplikasi (hipertensi,DM,Pra/pasca
bedah),penyakit dengan komplikasi (gizi buruk,PJK,DM,kmplikasi sakit kritis)
3. Melakukan asesmen /pengkajian gizi (mengumpulkan dan meniali data
personal,riwayat terkait makanan dan gizi,antropometri,biokimia,fisik/klinis
terkait gizi)
4. Menegakkan diagnosa gizi
5. Melakukan intervensi gizi, menentukan tujuan intervensi, menentukan
preskripsi diet definitife
6. Melakukan monitoring dan evaluasi gizi
7. Melakukan dokumentasi asuhan gizi di rekam medis pasien
24
8. Memberikan edukasi pada pasien/klien dalam pencegahan penyakit dan terapi
gizi
9. Memberikan konsultasi/konseling gizi individu rawat inap dan rawat jalan
10. Melakukan pengukuran BB,TB dan status gizi pada pasien gizi buruk pada
saat di ruang anak
11. Membuat laporan gizi buruk pada saat di ruang anak
12. Melakukan koordinasi pelayanan gizi dengan tenaga kesehatan lain
13. Melakukan program promosi kesehatan atau program pencegahan penyakit (
penyuluhan gizi )
14. Mengawasi persiapan, pemasakan bahan makanan dan distribusi makanan
pada saat di ruang produksi
25
BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI
3.1 Deskripsi isu
1. Kurangnya kepatuhan pasien terhadap terapi diet Diabetes Mellitus di Ruang
Melati RSUD Waluyo Jati Kraksaan .
Kepatuhan pasien dalam menjalankan diet yang diberikan sangatlah penting.
Pasien masih membawa makanan dari luar rumah sakit. Apabila pasien tidak
mematuhi diet yang diberikan, maka akan mempengaruhi kondisi pasien yang
berkaitan dengan kecukupan kalori yang diberikan dan nilai gula dalam darah.
Maka diperlukan adanya konseling gizi kepada pasien agar pasien lebih
mematuhi diet yang diberikan.
2. Tingginya sisa makan pasien yang berdiet Nasi rendah garam di Ruang Melati
RSUD Waluyo Jati Kraksaan.
Sisa makan pasien yang berdiet nasi rendah garam masih tinggi menjadi
perhatian dalam penyeleggaraan makanan di rumah sakit. Karena akan
berpengaruh terhadap kondisi kesehatan pasien dan kalori yang seharusnya
dibutuhkan pasien jika belum menghabiskan makan yang diberikan.
3. Kurangnya kunjungan pasien rawat jalan di Poli Gizi.
Kunjungan pasien rawat jalan di poli gizi berkaitan dengan proses
penyembuhan pasien pasca rawat inap. Diharapkan pasien bisa mengunjungi
poli gizi karena akan diberi informasi tentang terapi diet yang harus dipatuhi di
rumah, agar pasien bisa memahami diet apa yang harus dipatuhi dan
diterapkan berdasarkan anjuran dari Ahli Gizi.
4. Kurangnya ketepatan porsi makan pasien yang mendapatkan diet Tinggi Kalori
Tinggi Protein di Ruang Rosella RSUD Waluyo Jati Kraksaan.
26
Ketepatan porsi makan pasien sangatlah penting. Hal ini berkaitan dengan
kecukupan gizi pasien, karena akan berpengaruh terhadap proses
penyembuhan pasien.
5. Belum adanya menu khusus untuk anak-anak di Ruang Dahlia RSUD Waluyo
Jati Kraksaan. Menu khusus untuk anak anak, diharapkan mampu menarik
minat anak untuk makan. Sehingga bisa memberikan efek yang positif terhadap
kesembuhan pasien anak-anak.
3.2 Identifikasi isu dan penetapan isu utama
3.2.1 Identifikasi isu
Adapun isu yang teridentifikasi adalah sebagai berikut.
Tabel 3.1 Identifikasi Isu
No. Identifikasi Isu Kondisi Sekarang Kondisi yang
Diharapkan
1. Kurangnya Pasien masih kurang Meningkatnya
kepatuhan pasien mematuhi terapi diet kepatuhan pasien
terhadap terapi diet yang diberikan. Beberapa terhadap terapi diet
Diabetes Mellitus di pasien masih membawa Diabetes Mellitus di
Ruang Melati RSUD makanan dari luar Ruang Melati RSUD
Waluyo Jati Rumah Sakit. Waluyo Jati Kraksaan
Kraksaan .
2. Tingginya sisa Sisa makan pasien yang Rendahnya sisa makan
makan pasien yang berdiet nasi rendah pasien yang berdiet nasi
berdiet Nasi rendah garam masih tinggi. rendah garam di Ruang
garam di Ruang Beberapa pasien Melati RSUD Waluyo
Melati RSUD membawa makanan dari Jati Kraksaan.
27
No. Identifikasi Isu Kondisi Sekarang Kondisi yang
luar Rumah Sakit. Diharapkan
Waluyo Jati
Kraksaan.
3. Kurangnya Masih rendahnya Meningkatnya
kunjungan pasien kunjungan pasien rawat kunjungan pasien rawat
rawat jalan di Poli jalan di Poli Gizi jalan di Poli Gizi.
Gizi.
4. Kurangnya Masih ada porsi makan Meningkatnya ketepatan
ketepatan porsi pasien yang berdiet porsi makan pasien
makan pasien yang TKTP yang kurang tepat yang mendapatkan diet
mendapatkan diet di Ruang Rosella RSUD Tinggi Kalori Tinggi
Tinggi Kalori Tinggi Waluyo Jati Kraksaan. Protein di Ruang Rosella
Protein di Ruang RSUD Waluyo Jati
Rosella RSUD Kraksaan.
Waluyo Jati
Kraksaan.
5. Belum adanya menu Menu makan pasien Adanya menu khusus
khusus untuk anak- untuk anak-anak masih untuk anak-anak di
anak di Ruang belum ada di Ruang Ruang Dahlia RSUD
Dahlia RSUD Dahlia RSUD Waluyo Jati Waluyo Jati Kraksaan
Waluyo Jati Kraksaan
Kraksaan
28
3.2.2 Penetapan Isu Utama
Dari beberapa isu di atas, langkah selanjutnya adalah mempertimbangkan kualitas
isu yang akan dicari solusinya. Selanjutnya menganalisis isu tersebut menggunakan
metode A (Aktual), K (Kekhalayakan), P (Problematik), L (Kelayakan) untuk mengetahui
isu mana yang dominan.
Tabel.3.2 Seleksi Menentukan Kualitas Isu Menggunakan Metode AKPL
No. Permasalahan A K P L Jumlah Peringkat
1. Kurangnya kepatuhan pasien 5 5 5 4 19 II
terhadap terapi diet Diabetes
Mellitus di Ruang Melati RSUD
Waluyo Jati Kraksaan .
2. Tingginya sisa makan pasien 5 5 5 5 20 I
yang berdiet Nasi rendah garam
di Ruang Melati RSUD Waluyo III
Jati Kraksaan. IV
3. Kurangnya kunjungan pasien 5 5 4 4 18
rawat jalan di Poli Gizi. 17
4. Kurangnya ketepatan porsi 5 4 4 4
makan pasien yang
mendapatkan diet Tinggi Kalori
Tinggi Protein di Ruang Rosella
RSUD Waluyo Jati Kraksaan.
5. Belum adanya menu khusus 4 3 4 3 14 V
untuk anak-anak di Ruang
Dahlia RSUD Waluyo Jati
29
No. Permasalahan A K P L Jumlah Peringkat
Kraksaan
Adapun kriteria penetapan indikator AKPL, yaitu:
Aktual :
1: Pernah benar-benar terjadi
2: Benar-benar sering terjadi
3: Benar-benar terjadi dan bukan menjadi pembicaraan
4: Benar-benar terjadi terkadang menjadi bahan pembicaran
5: Benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan
Kekhalayakan
1: Tidak menyangkut hajat hidup orang banyak
2: Sedikit menyangkut hajat hidup orang banyak
3: Cukup menyangkut hajat hidup orang banyak
4: Menyangkut hajat hidup orang banyak
5: Sangat menyangkut hajat hidup orang banyak
Problematik
1: Masalah sederhana
2: Masalah kurang kompleks
3: Masalah cukup kompleks namun tidak perlu segera dicarikan solusi
4: Masalah kompleks
5: Masalah sangat kompleks sehingga perlu dicarikan segera
solusinya
Kelayakan
1: Masuk akal
2: Realistis
3: Cukup masuk akal dan realistis
4: Masuk akal dan realistis
5: Masuk akal, realistis, dan relevan untuk dimunculkan inisiatif
Pemecahan masalahnya
Berdasarkan penetapan kualitas isu dengan menggunakan teknik AKPL, dapat
dikerucutkan menjadi tiga isu yang kemudian akan dipertimbangkan kembali untuk
30
dijadikan isu prioritas. Kemudian tiga isu tersebut kembali diidentifikasi dengan
menggunakan teknik U (Urgency), S (Seriousness), dan G (Growth).
Tabel 3.3 Seleksi menentukan isu prioritas Menggunakan Metode USG
No. Isu U S G Jumlah Peringkat
1. Tingginya sisa makan pasien 5 5 5 15 I
yang berdiet Nasi rendah
garam di Ruang Melati RSUD
Waluyo Jati Kraksaan.
2. Kurangnya kepatuhan pasien 5 5 4 14 II
terhadap terapi diet Diabetes
Mellitus di Ruang Melati RSUD
Waluyo Jati Kraksaan .
3. Kurangnya kunjungan pasien 5 4 4 13 III
rawat jalan di Poli Gizi.
Kriteria penetapan:
Urgency (seberapa mendesak isu tersebut perlu di bahas dikaitkan
dengan waktu yang tersedia serta seberapa keras tekanan waktu
tersebut untuk memecahkan masalah yang menyebabkan isu tersebut)
1 : tidak penting
2 : kurang penting
3 : cukup penting
4 : penting
5 : sangat penting
31
Seriousness (seberapa serius isu tersebut perlu di bahas dikaitkan
dengan akibat yang timbul dengan penundaan pemecahan masalah
yang menimbulkan isu tersebut)
1 : akibat yang ditimbulkan tidak serius
2 : akibat yang ditimbulkan kurang serius
3 : akibat yang ditimbulkan cukup serius
4 : akibat yang ditimbulkan serius
5 : akibat yang ditimbulkan sangat serius
Growth (Seberapa kemungkinan-kemungkinannya isu tersebut
menjadi berkembang dikaitkan kemungkinan masalah penyebab isu
akan makin memburuk jika dibiarkan)
1 : tidak berkembang
2 : kurang berkembang
3 : cukup berkembang
4 .: berkembang
5 : sangat berkembang
Berdasarkan hasil uji isu dengan pendekatan teknik USG, maka kesimpulan
yang diperoleh mengarah pada isu utama yaitu:
“Tingginya sisa makan pasien yang berdiet Nasi rendah garam.”
3.3 Penetapan Penyebab Isu dan Dampak
3.3.1 Penetapan Penyebab Isu menggunakan analisis Fish Bone
Berdasarkan list masalah yang diuji dengan menggunakan pendekatan
teknik AKPL dan USG, maka dapat diperoleh masalah prioritas atau masalah
utama yang harus ditangani terlebih dahulu, yaitu “Tingginya sisa makan
pasien yang berdiet Nasi rendah garam di Ruang Melati RSUD Waluyo Jati
Kraksaan”
32
Untuk menentukan penyebabnya menggunakan analisis Fishbone sebagai berikut:
Persepsi bahwa PENGETAHUAN Pasien kurang Tingginya sisa
makanan yang memahami makan pasien yang
diberikan Rumah SDM pentingnya berdiet Nasi rendah
Sakit kurang menarik diet rendah
dan rasa yang kurang garam garam di Ruang
Melati RSUD Waluyo
enak
Jati Kraksaan
Tidak adanya Lingkungan Ada makanan Pasien menganggap diet
dukungan dari dari luar yang diberikan tidak
keluarga dan orang berdampak pada
terdekat tentang rumah sakit kesembuhan
pentingnya diet
rendah garam Latar Belakang
Gambar 3.3.1 Fishbone diagram
Dari diagram tulang ikan (Fishbone diagram) dapat diketahui bahwa penyebab
terjadinya isu/masalah adalah:
1. Pasien kurang memahami pentingnya diet rendah garam
2. Pasien menganggap diet yang diberikan tidak berdampak pada kesembuhan
3. Tidak adanya dukungan dari keluarga dan orang terdekat tentang pentingnya
diet rendah garam
4. Ada makanan dari luar rumah sakit
5. Persepsi bahwa makanan yang diberikan Rumah Sakit kurang menarik dan
rasa yang kurang enak
33
3.3.2 Penetapan Akar Penyebab Isu menggunakan analisis 5 Why Analisis
Sakichi Toyoda
Untuk menentukan akar penyebab dari masalah yang teridentifikasi, yaitu
“Tingginya sisa makan pasien yang berdiet Nasi rendah garam di Ruang Melati
RSUD Waluyo Jati Kraksaan”, dilakukan analisis menggunakan teknik 5 W dari
Sakichi Toyoda sebagai berikut.
1. Mengapa sisa makan pasien yang berdiet rendah garam masih tinggi?
Karena pasien kurang memahami pentingnya diet rendah garam
2. Mengapa pasien kurang memahami pentingnya diet rendah garam?
Karena pasien menganggap diet yang diberikan tidak berdampak pada
kesembuhan
3. Mengapa pasien menganggap diet yang diberikan tidak berdampak pada
kesembuhan?
Karena tidak adanya dukungan dari keluarga dan orang terdekat tentang
pentingnya diet rendah garam.
4. Mengapa tidak adanya dukungan dari keluarga dan orang terdekat tentang
pentingnya diet rendah garam?
Karena ada makanan dari luar rumah sakit
5. Mengapa ada makanan dari luar rumah sakit?
Karena memiliki persepsi bahwa makanan yang diberikan Rumah Sakit kurang
menarik dan rasa yang kurang enak.
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan menggunakan teknik 5 W dari Sakichi
Toyoda, dapat ditarik kesimpulan bahwa akar penyebab dari masalah
“Tingginya sisa makan pasien yang berdiet Nasi rendah garam di Ruang
Melati RSUD Waluyo Jati Kraksaan” adalah makanan yang diberikan Rumah
Sakit kurang menarik dan rasa yang kurang enak.
34
3.3.3 Dampak Jika Isu tidak ditangani.
Jika isu/masalah tersebut tidak ditangani maka akan berdampak pada hal-hal
berikut ini.
1. Pasien bosan dengan makanan yang diberikan.
2. Citra Rumah Sakit di masyarakat kurang baik dari segi makanan yang
diberikan.
3.4 Alternatif Solusi Memecahkan Masalah
Untuk menentukan alternatif solusi dalam memecahkan masalah menggunakan
teknik tapisan Mc Namara.
Tabel 3.4 Alternatif Solusi Memecahkan Masalah
No Alternatif Solusi Efektifitas Efisiensi Kemudahan Total Ket
(Ketepatan) (Biaya)
1. Membuat menu yang 5 5 4 14 I
bervariasi
2. Meningkatkan cita 5 4 3 12 III
rasa makanan
3. Memberikan edukasi 5 5 3 13 II
kepada pasien
tentang pentingnya
menghabiskan makan
yang sudah diatur
dengan diet rendah
garam
Cara memberikan nilai dengan skala penskoran 1–5 sesuai skala Likert. Alternatif
solusi yang terpilih yaitu Membuat menu yang bervariasi
35
3.5 Gagasan Pemecahan Masalah
Tabel 3.5 Gagasan Pemecahan Masalah
No. Masalah Penyebab Akar Alternatif Solusi Rekomendasi
Masalah Penyebab Solusi
(Solusi yg
dipilih)
1. Tingginya 1. Pasien kurang Persepsi 1.Membuat menu Membuat
sisa makan memahami bahwa yang bervariasi menu yang
pasien yang pentingnya diet makanan 2. Meningkatkan bervariasi
berdiet nasi rendah garam yang cita rasa
rendah garam 2. Pasien diberikan makanan
menganggap diet Rumah Sakit 3. Memberikan
yang diberikan kurang edukasi
tidak berdampak menarik dan kepada pasien
pada rasa yang
kesembuhan kurang enak
3. Tidak adanya
dukungan dari
keluarga dan
orang terdekat
tentang
pentingnya diet
rendah garam
4. Ada makanan
dari luar rumah
sakit
5. Persepsi bahwa
makanan yang
diberikan Rumah
Sakit kurang
36
menarik dan rasa
yang kurang enak
Merujuk pada permasalahan di atas, maka penulis mengusulkan sebuah
gagasan untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan “Menurunkan sisa
makan pasien yang berdiet nasi rendah garam dengan membuat menu yang
bervariasi di Ruang Melati RSUD Waluyo Jati Kraksaan”
Untuk mewujudkan gagasan di atas, maka dibutuhkan beberapa
rangkaian kegiatan dalam pelaksanaan aktualisasi nilai-nilai dasar di tempat kerja.
Rangkaian kegiatan rancangan aktualisasi adalah sebagai berikut:
1. Melakukan konsultasi dengan Mentor dan coach terkait rancangan
aktualisasi.
2. Melakukan konsultasi dan bekerja sama dengan penanggung jawab produksi
terkait rencana membuat variasi menu
3. Membuat menu yang bervariasi untuk pasien yang berdiet nasi rendah
garam.
4. Memaparkan rencana membuat menu yang bervariasi untuk pasien yang
berdiet nasi rendah garam kepada tenaga pemasak.
5. Menyajikan menu yang bervariasi kepada pasien yang berdiet nasi rendah
garam.
6. Menganalisa sisa makan pasien yang telah menggunakan variasi menu.
7. Menyusun Laporan kegiatan Aktualisasi.
37